ANALISIS UNJUK KERJA JARINGAN WIRELESS DISTRIBUTION SYSTEM (WDS)

Gratis

0
0
109
2 days ago
Preview
Full text

ANALISIS UNJUK KERJA JARINGAN WIRELESS DISTRIBUTIONSYSTEM (WDS)

“STUDI KASUS RUMAH SAKIT GRHASIA DAERAH ISTIMEWAYOGYAKARTA ” SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Komputer Program Studi Teknik Informatika Oleh Andri Yudha Pratama 075314093 PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI UNIVERSITAS SANATA DHARMA THE ANALYSIS OF PERFORMANCE NETWORK IN WIRELESS DISTRIBUTION SYSTEM (WDS) “CASE STUDY GRHASIA HOSPITAL DAERAH ISTIMEWAYOGYAKARTA ” A THESIS Presented as Partial Fulfillment of The Requirements to Obtain The Sarjana Komputer Degree in Informatics Engineering Study Program By: Andri Yudha Pratama 075314093

INFORMATICS ENGINEERING STUDY PROGRAM DEPARTMENTS OF SCIENCE AND TECHNOLOGY

  Pengukuran dilakukan dengan mengunggah dan mengunduh file sebesar 1 MB, 3MB, 5 MB, dan 6 MB dari server yahoo.com yang berada pada master WDS Grhasia-WAN, WDS NAKULA, dan WDS NAPZA. Pengukuran tiap WDS dilakukan dalam kondisi normal dan sibuk dengan berdasarkan jarak 15 meter, 25 meter, dan 35 meter.

KATA PENGANTAR

  Puji syukur panjatkan kepada Tuhan Yesus Kristus, atas segala rahmat dan anugerah yang telah diberikan, sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi Analisis Unjuk Kerja Jaringan Wireless Distribution System (WDS) “StudiKasus Rumah Sakit G rhasia Daerah Istimewa Yogyakarta” ini dengan baik. Kom dan staf RS Grhasia selaku pembimbing lapangan yang telah membantu penulis dalam penelitian dan mengumpulkan data.

HALAMAN PERSEMBAHAN

  Apa yang kau alami kini mungkin tak dapat engkau mengerticobaan yang engkau alami tak melebihi kekuatanmu Tuhanku tak akan memberi ular beracun pada yang minta rotisatu hal tanamkan di hati indah semua yang Tuhan b'ri Kita semua selalu dihadapkan pada ribuan kesempatan emas yang tersamarkan dengan baik oleh kesulitan. 61Tabel 4.20: Perbandingan rata-rata Throughput Upload WDS Master Grhasia-WAN, Tabel 4.21: Perbandingan rata-rata Delay Download WDS Master Grhasia-WAN,NAKULA, NAPZA selama 5 hari (dalam ms/KB) ..................................................................

BAB I PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

  Teknologi ini adalah perkembangan dari teknologi jaringan komputer lokal (Local Area Network) yang memungkinkan efisiensi dalam implementasi dan pengembangan jaringan komputer karena dapat meningkatkanmobilitas user dan mengingat keterbatasan dari teknologi jaringan komputer menggunakan media kabel. Grhasia merupakan jaringan baru yang dikembangkan pada tahun 2012 sebagai pengganti beberapa jaringan LAN dengan tujuan untuk dapatmenghemat perawatan jaringan dan mengoptimalkan kinerja para staf yang berada di lingkungan RS.

1.7 Sistematika Penulisan

  BAB II LANDASAN TEORI, menjelaskan tentang dasar-dasar teori yang digunakan dalam melakukan analisis dan pengukuran pada jaringan komputer di Rumah SakitGrhasia DIY. BAB III RANCANGAN PENELITIAN, menjelaskan tentang rencana kerja yang BAB IV HASIL DAN PENGAMATAN, menjelaskan tentang pemodelan jaringan nirkabel, pengukuran dan analisa terhadap hasil pengukuran yang didapat.

BAB II LANDASAN TEORI

  Jaringan komputer adalah sebuah sistem yang terdiri atas komputer dan perangkat jaringan lainnya yangbekerja bersama-sama untuk mencapai suatu tujuan yang sama. InternetworkTerdapat banyak jaringan di dunia ini, seringkali dengan perangkat keras dan perangkat lunak yang berbeda-beda.

2.2.1 Wireless Local Area Network

  Hal ini menyebabkan adanya keinginan untuk menjadikan komputer sebagaibarang yang mudah dibawa (mobile) dan mudah digabungkan dengan jaringan yang sudah ada. Untuk menerapkan jaringan nirkabel, PCharus dilengkapi dengan kartu wireless LAN, yang berfungsi untuk mengirim dan menerima sinyal radio dari PC ke PC lain dalam jaringan.

2.2.1.1 Wireless Distribution System

  Misalkan, dalam kasus dua router dihubungkan system Wireless Distribution System (WDS), dan komunikasi terjadi antara satu komputer yang terhubung ke router A dengan sebuah laptop yang terhubung secara wireless 2. Wireless Distribution System fitur memungkinkan membuat jaringan 2 wireless yang besar dengan cara membuat link beberapa wireless access point dengan WDS Links.

2.2.1.2 Standart 802.11a/b/g/n

  Salah satu kekurangan peralatan wireless yang bekerja pada frekuensi ini adalah kemungkinan terjadinya interferensi dengan cordless phone, microwave oven, atauperalatan lain yang menggunakan gelombang radio pada frekuensi sama. Misalkan saja sebuah komputer yang menggunakan kartu jaringan 802.11g dapat memanfaatkan access point 802.11b, dan sebaliknya.

2.2.1.3 Mode Jaringan WLAN

  Peer-to-Peer/Ad Hoc LAN Ad-Hoc merupakan mode jaringan WLAN yang sangat sederhana, karena pada ad-hoc ini tidak memerlukan access point agar host dapat saling berinteraksi [7]. Jaringan Server Based/wireless InfrastructureMode infrastruktur access point berfungsi untuk melayani komunikasi utama pada jaringan wireless [7].

2.3 Model Open System Interconnection

  Jika diperlukan pada layer ini dapatmenterjemahkan beberapa data format yang berbeda, kompresi dan enkripsi. Application layer Layer ini adalah layer yang paling dekat dengan user, layer ini menyediakan sebuah layanan jaringan kepada pengguna aplikasi.

2.4 Model TCP/IP

  Komputer yang mengirimharus menyediakan jaringan dengan alamat dari komputer yang dituju, agar jaringan dapat mengirimkan data pada alamat yang benar. Host-tohost layer Layer ini disebut juga Transport layer berfungsi untuk menjamin agar data yang dikirim sampai ke alamat tujuan, dan data yang diterima sama dengan data yang dikirim.

2.5 Parameter Performansi Jaringan Quality of Service

  Sebagai contoh, komunikasi suara atau video streaming dapat membuat pengguna mengeluh ketika paket data yang dialirkan di atas bandwidth yang tidak cukup baik dengan delay yang tidak dapat diprediksi atau jitter yang berlebihan. Jika tp adalah throughput, dz adalah ukuran data yang dikirim, dan t adalah waktu yang dibutuhkan,maka rumus untuk menentukan throughput jaringan komputer sebagai berikut: t dzThroughput  …………………………………(2.1) 2.

2.6 Alat Pengukuran

Proses pengukuran dalam Tugas Akhir ini akan menggunakan Software dan DU meter. Axence Net Tool

2.6.1 Software Axence Net Tool

  New WatchMenu ini menampilkan host yang dimonitor, response time dan paket yang dikirim maupun yang hilang. Net StatMenampilkan daftar koneksi yang masuk dan koneksi yang keluar, dan informasi tentang port-port TCP/UDP.

2.6.2 DU Meter

  DU Meter merupakan sebuah software untuk mengukur kecepatan transfer data aktual atau throughput sebuah jaringan. Tanda anak panah ke bawah denganwarna merah menunjukkan transfer rate karena aktivitas download, sedangkan tanda anak panah ke atas dengan warna hijau menunjukkan transfer rate karena aktivitas upload.

BAB II I PERANCANGAN

3.1 Model Jaringan

  Sebagai salah satu contoh model jaringan yang dimiliki oleh Rumah SakitDIY, jaringan internet tersebut dihubungkan dari jaringan kantor provinsi kepatihan dan melalui Internet Service Provider Jogja Media Net (ISP JMN). Contoh modeljaringan tersebut dapat dilihat pada Gambar 3.1 sebagai berikut: Kantor Jogja Media Net Provinsi Kepatihan RS.

5 Mbps

WDS-1 AP – Nakula 512 Kbps192.168.96.21 PoE Master-WDS AP – Grhasia WAN 192.168.96.23 PoE Switch WDS-2 Rawat inap AP – IPSRS Klinik Jiwa ServerWDS-3 PoE AP – NAPZA Gudang AP Ghrasia 192.168.96.22

3 Arimbi Sadewa AP Ghrasia 1 Bima AP Ghrasia 2 Srikandi Gizi

  Gambar 3.2 menunjukkan jaringan nirkabel yang dimiliki oleh RS. Jaringan Wireless Distribution System (WDS) menghubungkan access point utama antar access point Nakula, access point IPSRS, dan access point NAPZAmelalui jaringan nirkabel.

5 Mbps ± 132 PoE Switch Master-WDS AP

  Pengukuran yang dilakukan tidak mempertimbangkan kondisi internal yang ada dalam jaringan nirkabel WDS, misalnya gangguan pada media transmisi. Besar bandwidth yang disediakan oleh kantor Provinsi Kepatihan 5 Mbps, dan besar bandwidth yang disediakan untuk jaringan WDS 512 Kbps.

3.2 Peta Lokasi

3.2.1 Posisi WDS

3.2.2 Posisi User

  Peta keseluruhan WDS yang ada di Rumah Sakit Grhasia dapat dilihat pada gambar3.3 sebagai berikut: Gambar 3.4 menunjukkan posisi user/staf yang berada di jaringan WDS Master Grhasia-WAN. Gedung Napza U p Gambar 3.5 Peta posisi user di WDS NAPZA Gambar 3.6 menunjukkan posisi user/staf yang berada di jaringan WDS NAKULA.

3.2.3 Posisi Penguji

  Gambar 3.7 menunjukkan posisi penguji yang berada di jaringan WDS Master Grhasia-WAN. Gambar 3.8 Peta posisi penguji di WDS NAPZA Gambar 3.9 menunjukkan posisi penguji yang berada di jaringan WDS NAKULA.

3.3 Pengolahan dan Analisis Data

  3.3.1 Delay Pengukuran delay dilakukan dengan mengirim dan mengunduh file yang disimpan pada server email yahoo.com dari client workstation sebagai client. 3.3.2 Throughput Pengukuran dilakukan tiap-tiap access point dengan melakukan mengirim file dan mengunduh file dari server di internet dari client workstation melalui jaringanWDS nirkabel.

3.4 Rencana Kerja

  Melihat pada output alat pengukuran, saat melakukan mengirim file dan mengunduh file, pengukuran packet loss akan dilakukan denganmenggunakan Software Axence Net Tool dan pengukuran throughput akan dilakukan menggunakan DU meter. Analisa terhadap hasil pengukuran yang didapat pada jaringan nirkabel WDS di RS.

BAB IV DATA DAN ANALISA KINERJA JARINGAN

4.1 Data Penelitian

  Hasil pengukuran yang didapat dari penelitian selama 4 bulan adalah data mentah yang didapat dari Axence Net Tool dan DU meter. Pengguna jaringan saat kondisi sibuk pada master WDS Grahsia WAN rata- rata 12 pengguna, WDS Nakula rata-rata 7 pengguna, dan WDS NAPZA rata-rata 9pengguna.

4.2 Data dan Analisa Hasil Kinerja Jaringan

4.2.1 Kondisi Jaringan WDS Grhasia WAN

  Jaringan WDS Grhasia-WAN merupakan master jaringan wireless yang terdapat di Rumah Sakit Grhasia. Router WDS Grhasia-WAN terletak di gedungutama yang bersebelahan dengan gedung IGD.

4.2.1.1 Throughput download

  Gambar 4.1 Grafik rata-rata throughput download WDS Grhasia-WAN Tabel 4.2 menunjukkan data yang didapat selama lima hari berupa rata-rata dari throughput upload WDS Grhasia-WAN berdasarkan ukuran file di ketiga jarak. Tabel 4.6 Rata-rata Packet Loss Upload WDS Grhasia-WAN selama 5 hari (dalam %) File (KB) Normal Sibuk Normal Sibuk Normal Sibuk15m 15m 25m 25m 35m 35m 1024 3072 0.2 5120 0.8 6144 0.4 0.4 0.8 Kinerja packet loss pada Gambar 4.6 menunjukkan perbedaan packet loss upload pada ketiga jarak WDS Grhasia-WAN.

4.2.2 Kondisi Jaringan WDS NAKULA

  Tabel 4.8 Rata-rata Throughput Upload WDS NAKULA selama 5 hari (dalam Kbps) File (KB) Normal Sibuk Normal Sibuk Normal Sibuk 15m 15m 25m 25m 35m 35m 1024 238.64 169.72 172.26 122.7 81.48 62.34 3072 235.5 160.54 156.36 117.32 77.66 60.56 5120 259.38 147.08 167.08 106.36 73.4 52.88 6144 229.58 141.86 164.8 99.34 70.42 47.66 Gambar 4.8 Grafik rata-rata throughput Upload WDS NAKULA Gambar 4.8 menunjukkan throughput upload pada ketiga jarak dalam keadaan sibuk dan normal selama lima hari. Jika mengacu pada BAB 2 sesuai dengan teori throughput yaitu semakin besar throughtput pada sebuah jaringan semakin baik juga kualitas jaringannya.dari ketiga jarak memiliki tingkat yang hampir sama ketika Throughput upload keadaan normal dan pada keadaan sibuk throughput di ketiga jarak dalam kondisi yang sama.

4.2.3 Kondisi Jaringan WDS Grhasia NAPZA

  Sebagai contoh file dengan ukuran 6144 KB padajarak 15m sebesar 245.16 Kbps pada saat kondisi normal dan 156.06 Kbps pada saat Jika mengacu pada BAB 2 sesuai dengan teori throughput yaitu semakin besar throughtput pada sebuah jaringan semakin baik juga kualitas jaringannya.dari ketiga jarak memiliki tingkat yang hampir sama ketika Throughput upload keadaan normal dan pada keadaan sibuk throughput di ketiga jarak dalam kondisi yang sama. Tabel 4.18 Rata-rata Packet Loss Upload WDS NAPZA Selama 5 hari (dalam %) File (KB) Normal Sibuk Normal Sibuk Normal Sibuk15m 15m 25m 25m 35m 35m 1024 0.6 3072 0.6 5120 0.2 0.8 6144 0.4 0.6 1 Gambar 4.18 Grafik rata-rata packet loss upload WDS NAPZAKinerja packet loss pada Gambar 4.18 menunjukkan perbedaan packet loss upload pada ketiga jarak WDS NAPZA.

4.3 Analisis Keseluruhan pada Jarak 15 meter, 25 meter, dan 35 meter

  Delay (latency) untuk semua jarak dalam kategori excellent dan good sesuai dengan standar delay dari ITU-T X.642. Besar packet loss dalam kondisi normal di masing-masing jarak di tiap WDS dalam kategori sangat bagus sesuai dengan standar ITU-T X.642 yaitu kurang dari1% sedangkan dalam kondisi sibuk keempat besar packet loss masuk dalam kategori bagus karena antara 1 s/d 3%.

4.4 Analisis Perbandingan Master WDS Grhasia-WAN, WDS NAKULA, dan WDS NAPZA berdasarakan jarak 25m

  Delay (latency) pada ketiga titik (WDS Master download Grhasia-WAN, WDS NAKULA, dan WDS NAPZA) juga dapat digambarkan dalam grafik pada gambar 4.21 yang menunjukan grafik rata-rata pengukuran delay (latency) download berdasarkan jarak 25m dengan ukuran file yang berbeda. Packet loss upload di WDS Master Grhasia-WAN dan WDS NAPZA pada jarak 15m saat kondisi normal maupun kondisi sibuk menunjukkan tidak adapaket yang dibuang sehingga tidak mengurangi efisiensi jaringan, sedangkan untuk WDS NAKULA 15m masih terdapat paket yang terbuang.

4.5 Analisis Perbandingan Master WDS Grhasia-WAN, WDS NAKULA, dan WDS NAPZA berdasarakan ukuran file 6144 KB

  Throughput download berdasarkan ketiga titik (WDS Master Grhasia-WAN, WDS NAKULA, dan WDS NAPZA) juga dapat digambarkan dalam grafik pada gambar4.25 yang menunjukan grafik perbandingan rata-rata pengukuran throughput download berdasarkan ukuran file 6144 KB. upload Throughput upload berdasarkan ketiga titik (WDS Master Grhasia-WAN, WDS NAKULA, dan WDS NAPZA) juga dapat digambarkan dalam grafik pada gambar4.26 yang menunjukan grafik perbandingan rata-rata pengukuran throughput upload berdasarkan ukuran file 6144 KB.

35 Packet loss download di semua titik menunjukkan perbedaan yang tidak

  Packet loss di WDS Master Grhasia-WAN pada jarak 15m, 25m, dan 35m saatkondisi normal maupun kondisi sibuk untuk dengan ukuran 6144 KB menunjukkan tidak ada paket yang dibuang sehingga tidak mengurangi efisiensi jaringan,sedangkan untuk WDS NAKULA dan WDS NAPZA pada jarak 25m dan 35m saat kondisi sibuk masih terdapat paket yang terbuang. Packet Loss pada ketiga titik (WDS Master Grhasia-WAN, WDS NAKULA, dan WDS NAPZA) berdasarkan ukuran file 6144 KB juga dapat digambarkan dalam grafik pada gambar 4.30.

4.6 Analisa Menggunakan

  Para staf di Rumah Sakit Grhasia mengirim dan mengunduh data dari kantor provinsi Yogyakarta menggunakan email external, yaitu yahoo.com. Pengaruh ketidakstabilan dan trafik yang padat, jaringan external akan berpengaruh pada kinerja jaringan WDS di rumah sakit Grhasia.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan

  Throughput download dan upload pada WDS Master Grhasia-WAN saat keadaan normal maupun sibuk, menunjukkan lebih baik dibandingkan throughput WDS NAKULA dan WDS NAPZA. Delay download dan upload pada WDS Master Grhasia-WAN saat keadaan normal maupun sibuk, menunjukkan lebih baik dibandingkan delay WDS NAKULA dan WDS NAPZA.

5.2 Saran

  Terdapat beberapa saran dari penulis agar peneliti selanjutnya dapat memperhatikan hal-hal di bawah ini, guna perbaikan ke arah yang lebik baik. Untuk mendapatkan sample yang lebih akurat, pengambilan data perlu dilakukan sesuai dengan standar ilmu statistika.

DAFTAR PUSTAKA

  [1] Susanto, E., Surya, I., dan Pankralinus, A., 2006, Analisa dan PerancanganJaringan Komputer Dengan Menggunakan Teknologi Nirkabel BerbasisWifi Pada PT. A., dkk, 2011, Analisis Performa Wireless Distribution System Konfigurasi Star dan Mesh untuk Hotspot Area, 2011, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.[4] Tanenbaum, Andrew.

Dokumen baru

Aktifitas terkini

Download (109 Halaman)
Gratis

Tags