Essai Juara

Gratis

0
0
3
1 month ago
Preview
Full text

  

SINERGI ANTAR KECERDASAN MAJEMUK SDM RAIH KEMAJUAN

NEGARA INDONESIA

  Tahun 2045 merupakan usia dimana Indonesia memasuki 100 tahun kemerdekaanya. Dimana pahitnya masa penjajahan secara fisik, mental dan sistem dilalui dengan penuh perjuangan. Tataran usia yang semakin menua seharusnya mendewasakan negeri kita dalam berbagai bidang untuk menyongsong kemajuan zaman. Sumber daya manusia dengan dimensi kemampuan yang majemuk akan menyokong tahap perkembangan Indonesia. Penyumbang SDM berkualitas tinggi salah satunya dihasilkan dari kompetensi lulusan yang baik pula. Pendidikan mempunyai peran utama dalam menghasilkan kualitas lulusan yang menjawab masalah ketertinggalan. Kondisi ideal pendidikan dituntut dapat memfasilitasi semua aspek kemampuan peserta didik agar senantiasa berkembang di masa yang akan datang. Sudah menjadi pengetahuan kita bahwa setiap peserta didik memiliki kecerdasan masing masing sesuai dengan kadar dan tingkat yang berbeda. Perbedaan individual peserta didik diterima dengan mengacu teori kecerdasan majemuk milik Gardner bahwa “kita semua begitu berbeda karena pada

  hakikatnya kita memiliki kombinasi inteligensi yang berbeda”.

  Selanjutnya, Gardner (1996: 7) juga mengungkapkan bahwa kecerdasan sebagai kemampuan dan keterampilan bertujuan untuk menyelesaikan permasalahan dan menciptakan karya karya baru yang bernilai bagi masyarakat dan lingkungan. Artinya, kecerdasan setiap individu diharapkan dapat di implementasikan dalam kehidupan bernegara sehingga antar warganya dapat menopang satu sama lain demi kemajuan Indonesia. Menurut Sri Widiyati dan Utami Widijati (2008: 6) terdapat sembilan macam kecerdasan yang dimiliki oleh peserta didik berdasarkan pemikiran dan penelitian Gardner pada tahun 1983 yang meliputi interpersonal, intrapersonal, logis matematika, verbal linguistik, visual spasial, naturalis, kinestetik, musikal dan eksistensial. Dari berbagai macam kecerdasan tersebut, sangat disayangkan jika kecerdasan yang menjadi khas tiap individu tidak diasah dengan baik.

  Proses pembelajaran di sekolah termasuk sarana penanaman konsep kecerdasan majemuk yang sangat representatif. Umumnya, lebih dari seperempat waktu dalam sehari dihabiskan peserta didik untuk belajar di sekolah. Hal ini menjadi suatu peluang besar bagi tenaga pendidik untuk mentransfer ilmu dengan proses pembelajaran yang inovatif di sekolah. Dalam proses pembelajaran yang menstimulasian kecerdasan majemuk, guru seharusnya mendesain bahan pelajaran yang akan disajikan berbeda dengan proses pembelajaran yang konvensional. Guru secara dinamis terus menerus berpindah dari satu metode ke metode lain agar dapat memahami kecerdasan majemuk dari tiap siswa. Misalnya saja, guru mengajak siswa untuk mendiskusikan materi yang melibatkan film, video, gambar, lukisan dan peragaan; melukis; mengecat; mengukir; peta; diagram; berimajinasi dan berperan. Siswa yang memiliki kecerdasan spasial akan cenderung lebih menyukai metode pembelajaran tersebut. Guru pun juga harus tanggap terhadap kemungkinan kecerdasan yang dimiliki siswa.

  Dengan segala macam keadaan siswa, kewajiban seorang pendidik adalah mengakui keberadaannya dengan segala kemampuan yang dimilikinya. Hal tersebut membuat siswa merasa terapresiasi dengan kemampuannya tanpa harus minder dan pesimis. Kompetensi lulusan dipastikan semakin baik jika pengembangan kecerdasan majemuknya juga diperhatikan. Jika lulusan dari tiap sekolah mempunyai keahlian yang ditunjang kecerdasan majemuknya bukan tidak mungkin Indonesia akan menjadi lumbung generasi berkualitas tinggi sesuai dengan visi Indonesia Emas 2045 salah satunya yaitu pembangunan SDM. Muncul lah para ahli meliputi desainer grafis, programmer, atlet, astronom, akuntan, arranger musik, politikus dan masih banyak lagi.

  Jika antar warga negaranya sudah mumpuni dibidangnya masing masing, mereka akan saling bersinergi untuk memperkuat Indonesia dengan bekal kemampuannya. Target generasi emas pada 27 tahun mendatang bukan hal mudah jika diusahakan oleh segelintir warganya. Perlu ada kerjasama besar dalam mengemban cita cita negara kita. Selamat menjadi tokoh peradaban bangsa yang saling menopang kemajuan negara menuju Indonesia Emas 2045. Jika bukan kita, siapa lagi?

DAFTAR PUSTAKA

  Gardner, Howard. 2003. Multiple Intelegence (Kecerdasan Majemuk) Teori dan Praktek. Jakarta: Interaks. Widiyati, Sri dan Widijati, Utami. 2008. Mengoptimalkan 9 Zona Kecerdasan Majemuk Anak. Yogyakarta: Luna Publisher.

Dokumen baru