Analisis SWOT sebagai dasar perumusan strategi pemasaran studi kasus pada Erisa Batik Bantul, Yogyakarta

Gratis

1
5
159
2 years ago
Preview
Full text

KATA PENGANTAR

  S., selaku dosen pembimbing I, yang telah meluangkan waktu, tenaga dan pikiran untuk memberikan bimbingan, saran,kritik yang sangat berharga, dan motivasi sehingga skripsi ini dapat terselesaikan dengan baik. Seluruh dosen dan staf sekretariat FE yang telah membagi ilmu yang dimiliki dan membimbing mahasiswa agar memiliki keunggulan akademik& humanistik.

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Perkembangan dunia bisnis di Indonesia belakang ini semakin

  Hal ini memaksaperusahaan untuk lebih memperhatikan lingkungan yang dapat mempengaruhi perusahaan baik yang berasal dari dalam perusahaan(internal) maupun yang datangnya dari luar perusahaan (eksternal). Setiap perusahaan memiliki strategi pemasaran yang berbeda sehingga dalam menghadapi perkembangan zaman dan lingkungan dan perubahanlingkungan yang begitu pesat, perusahaan dituntut untuk lebih efektif dan efisien dalam menjalankan kegiatannya.

B. Rumusan Masalah

  Strategi pemasaran intensif apa yang telah dijalankan oleh Erisa Batik dari tahun 2008-2011? Berdasarkan Analisis SWOT, Strategi pemasaran intensif apa yang cocok dijalankan oleh Erisa Batik di masa yang akan datang?

C. Batasan Masalah

  Dalam penelitian ini hanya dibatasi pada strategi pemasaran yang diterapkan perusahaan khususnya dalam bidang pemasaran. Hasil analisisSWOT selama tahun 2008-2011 dipergunakan untuk perumusan strategi pemasaran dimasa yang akan datang.

2. Untuk analisis lingkungan eksternal/lingkungan industri hanya dibatasi pada industri batik yang ada Yogyakarta

  Di mana Analisis SWOT sebagai variabel dependen dan strategi pemasaran sebagai variabelindependen. Analisis SWOT sendiri nantinya didukung oleh data-data dari analisis lingkungan eksternal dan analisis lingkungan internal.

D. Tujuan Penelitian

  Untuk mengetahui strategi yang telah dijalankan oleh Erisa Batik dalam kurun waktu 2008-2011. Untuk mengetahui efektivitas strategi yang telah dijalankan oleh Erisa Batik dalam kurun waktu 2008-2011.

3. Untuk mengetahui strategi pemasaran apa yang cocok dijalankan Erisa Batik di masa yang akan datang

E. Manfaat Penelitian 1

  Bagi Perusahaan Manfaat penelitian ini bagi perusahaan adalah agar dapat memberikan suatu masukan informasi yang berguna bagi perusahaan sehubungandengan perencanaan dan perumusan strategi pemasaran, kekuatan dan kelemahan perusahaan serta peluang dan ancaman perusahaan. Bagi Universitas Sanata DharmaManfaat penelitian bagi Universitas adalah agar hasil dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan sumbangan yang bermanfaat bagi sumberilmu pengetahuan dan sebagai sumber referensi bagi mahasiswa.

F. Sistematika Penulisan

  Bab III: Metode Penelitian Pada bab ini akan dijelaskan mengenai jenis penelitian, waktu penelitian, tempat penelitian, subyek dan obyek penelitian, data penelitian, teknikpengumpulan data, pengukuran variabel, serat teknik dan analisis data. Bab V: Analisis Data dan Pembahasan Pada bab analisis data dan pembahasan akan dijelaskan mengenai teknik analisis data beserta pembahasannya.

BAB II LANDASAN TEORI A. Pemasaran 1. Definisi Pemasaran Pemasaran memiliki beberapa definisi. Adapun definisi pemasaran dari

  merumuskana pemasaran adalah suatu fungsi organisasi dan serangkaian proses untuk menciptakan,mengkomunikasikan, dan memberikan nilai kepada pelanggan dan untuk mengelola hubungan pelanggan dengan cara yang menguntungkanorganisai dan pemangku kepentingannya. Kotler dan Keller (2008:5) Pemasaran adalah sebuah proses kemasyarakatan di mana individu dan kelompok memperoleh apa yang mereka butuhkan dan inginkan dengan menciptakan, menawarakan, dansecara bebas mempertukarkan produk dan jasa yang bernilai dengan orang lain.

2. Orientasi perusahaan terhadap pasar

  Konsep ini menyatakan bahwa konsumen lebih menyukai produk yang tersedia dalam jumlah yang banyak dan tidak mahal. Para manajer daribisnis yang berorientasi pada bisnis berkonsentrasi untuk mencapai efisiensi produksi yang tinggi, biaya rendah, dan distribusi massal.

3. Fundamental Konsep Pemasaran a

  Mereka mengidentifikasi dan membuat profil dari kelompok-kelompok pembeli yang berbeda, yang mungkin lebihmenyukai atau menginginkan bauran produk dan jasa yang beragam, dengan meneliti perbedaan demografis, psikografis, dan perilaku diantarapembeli. Nilai dan Kepuasan Nilai mencerminkan sejumlah manfaat, baik yang berwujud maupun yang tidak berwujud, dan biaya yang dipersepsikan olehpelanggan.

B. Strategi 1

  Strategi militer dapat memberikan masukan dalam pengelolaan bisnis, perbedaan yang paling mendasar dalam strategi dan taktik dalam militer adalah “strategi merupakan rencana keseluruhan dalam memanfaatkan sumber daya untuk memperoleh kedudukan, sedangkan taktik merupakan skema dari tindakan secara spesifik”. Jadi strategi dapat didefinisikan sebagai suatu rencana yang disatukan menyeluruh dan terpadu yang dihubungkan dengan keunggulan-keunggulan perusahaan dalam menghadapi tantangandari lingkungan agar tujuan perusahaan dapat tercapai.

2. Manajemen Strategik

  Mengembangkan tujuan tahunan dan strategi jangka pendek yang sesuai dengan tujuan jangka panjang dan strategi utama yang telah ditentukan. Mengimplementasikan strategi yang telah dipilih melalui alokasi sumber daya yang dianggarkan, di mana penyesuaian antara tugas kerja, manusia, struktur, teknologi, dan sistem penghargaan ditekankan.i.

3. Tahap dan Tingkatan Manajemen Strategi

  Strategi perusahaan dapat menyediakan atau kapabilitas organisasi untuk mengatasi bisnis di dalamlingkungan yang beragam dengan sekumpulan kemampuan strategis.2) Unit business strategy ) Strategi bisnis unit ( Strategi ini juga dikenal dengan strategi bersaing, strategi bisnis ini berfokus pada peningkatan posisi bersaing produk dan jasa perusahaandalam industri atau segmen pasar tertentu yang dilayani perusahaan. Apabila strategi perusahaan mengatasi masalah bisnis dan industri apa yang harus dilayani perusahaan, maka strategi bisnis mengatasimasalah bagaimana perusahaan dan unit-unitnya dapat bersaing dalam bisnis dan industri.

4. Strategi Pemasaran

  ) yaitu variabel-variabel yang akan Bauran pemasaran ( diawasi yang disusun oleh perusahaan tersebut untuk memuaskan kelompok yang ditarget. market penetration ) Penetrasi Pasar ( Strategi ini menitik beratkan pada produk yang ada dengan tujuan meningkatkan penjualan di pasar yang telah ada.

1) Ketika pangsa pasar belum jenuh dengan produk atau jasa tertentu

  Pelaksanaan inovatif disarankan untuk:1) Produk yang telah dewasa.2) Mencari pasar yang belum terpuaskan.3) Mencari posisi kembali tehadap keberadaan produk.4) Masuk industri yang baru.5) Penguatan merk produk.6) Pengembangan konsumen yang potensial.7) Melaksanakan sistem distribusi yang baru. ) Pengembangan produk ( Strategi ini dilakukan dengan tujuan menambah volume penjualan produk perusahaan dengan jalan :1) Menambah kelengkapan lini produk seperti penciptaan produk dalam ukuran yang baru, kemasan dan sampul yang baru.

5. Lingkungan Eksternal perusahaan

  David (2009:120) Lingkungan Eksternal perusahaan ialah faktor-faktor diluar kendali perusahaan yang dapat mempengaruhipilihan arah dan tindakan, struktur organisasi, dan proses internal perusahaan, dengan tujuan untuk mengembangkan sebuah daftar tebatasdari peluang yang dapat menguntungkan sebuah perusahaan dan ancaman yang harus dihindarinya. Lingkungan Operasi yaitu, faktor-faktor dalam situasi kompetitif langsung yang mempengaruhi keberhasilan suatu perusahaan dalam memperoleh sumber daya yang dibutuhkan.

6. Lingkungan Internal Perusahaan

  5) Pengembangan pengepakan yang tinggi telah diciptakan.6) Peningkatan dalam penggunaan material lama dan baru.7) Kemampuan untuk memenuhi tujuan desain dan keinginan konsumen.8) Laboratorium dan fasilitas pengujian yang cukup lengkap.9) Teknisi dan para ahli yang terlatih dan berpengalaman.10) Lingkungan kerja yang cocok untuk kreativitas dan penemuan baru.11) Para manajer yang dapat menerapkan sasaran kepada para peneliti dan hasil penelitian para manajer yang lebih tinggi. 2) Kapasitas untuk memenuhi permintaan pasar.3) Fasilitas yang efisien dan efektif.4) Bahan baku dan biaya subperakitan.5) Ketersediaan bahan baku dan subperakitan yang mencukupi.6) Peralatan dan mesin yang efektif dan efisien.7) Kantor yang efisien dan efektif.8) Lokasi kantor dan fasilitas yang strategis.9) Sistem pengendalian persediaan yang efisien dan efektif.

8. Alternatif strategi utama

  Strategi Stabilitas Strategi stabilitas ialah strategi yang dilakukan perusahaan bila:1) Perusahaan tetap melayani masyarakat dalam sektor produk atau jasa, sektor pasar, dan sektor fungsi yang serupa, sebagai yang ditetapkan dalam batasan bisnisnya, atau dalam sektor yang sangat serupa. Strategi Ekspansi Strategi ekspansi ialah strategi yang dilakuakan perusahaan bila: 1) fungsional melalui pengurangan kegiatan dalam unit-unit yang mempunyai arus kas yang negatif.

9. Evalusi strategi dan kinerja organisasi a

1) Mengkaji ulang atas landasan Evaluasi Strategi

  Mengukur Kinerja Organisasi Aktivitas ini mencakup perbandingan hasil yang diharapkan dengan hasil yang sebenarnya (aktual), penyelidikan terhadap penyimpangan darirencana, evaluasi kinerja individual dan pengamatan kemajuan yang telah dibuat kearah pencapaian tujuan yang tersurat. Faktor manusia seperti tingkat kemangkiran karyawan dan perputaran karyawan( turnover ) yang tinggi, tingkat kualitas dan kuantitas produksi yang buruk, atau kepuasan karyawan yang rendah bisa menjadi penyebab yangmelandasi penurunan kinerja.

1. Konsistensi

  Apakah rencana yang terpadu dan komperhensif sudah konsisten dengan tujuan, asumsi lingkungan, dan kondisi internal? Apakah sumber yang telah dicurahkan untuk jangka waktu yang cukup agar strategi mempunyai peluang untuk dijalankan?

C. Penelitian Sebelumnya No

  EFE (Eksternal FactorEvaluation) dan Berdasarkan analisis EFE dan IFE, diketahui bahwa nilai EFE sebesar2,84 dan nilai IFE sebesar 2,58. SAP dan ETOP menunjukkan bahwa nilai SAP lebih besar 2,58 yang berartimempunyai kekuatan dan nilai ETOP sebesar 2,48 yang berarti terdapatpeluang.

D. Kerangka Konseptual

Untuk memudahkan memahami proposal ini, Penulis mengemukakan kerangka konseptual sebagai berikut:Analisis Identifikasi Strategi Macam-macam strategi PemasaranPemasaran dari tahun 2008- Efektivitas Strategi PemasaranEvaluasi kualitatif tahun 2008-2011 Matriks EvaluasiFaktor Internal (IFE) Matriks Evaluasi FaktorEksternal (EFE) Formulasi Strategi Pemasaran tahun 2012Matriks Kekuatan- Kelemahan-Peluang-Ancaman (SWOT) Matriks PerencanaanStrategi (QSPM)

BAB II I METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian ini tergolong dalam penelitian studi kasus yaitu dengan

B. Subyek dan Obyek Penelitian 1

  melakukan penelitian terhadap data-data perusahaan, data tersebut kemudian dianalisis, ditarik kesimpulan dan hasil analisis data hanya berlaku bagiperusahaan yang diteliti. Subyek penelitian Subyek penelitian adalah orang yang menjadi sasaran dalam penelitian dan yang akan memberikan informasi kepada penulis.

2. Obyek penelitian

  Obyek penelitian adalah variabel yang bisa diukur dan yang akan diteliti oleh penulis. Obyek dalam penelitian ini adalah Faktor internal daneksternal atau Strategi pemasaran dari Erisa Batik.

C. Waktu dan Lokasi Penelitian Waktu penelitian yang akan dilakukan adalah Bulan Mei-Juni 2012

D. Variabel Penelitian

  Arti : Kekuatan merupakan kondisi internal yang dimiliki perusahaan, kelemahan merupakan kondisi perusahaan yang dapat menghambat pencapaian sasaran perusahaan, peluang merupakan faktor eksternal yangmendukung pencapaian tujuan perusahaan, ancaman merupakan faktor eksternal yang dapat menghambat pencapaian tujuan perusahaan. Strategi adalah suatu rencana yang disatukan menyeluruh dan terpadu yang dihubungkan dengan keunggulan-keunggulan perusahaan dalam menghadapi tantangan dari lingkungan agar tujuan perusahaan dapattercapai.

3. Strategi pemasaran sendiri dibagi ke dalam 4 jenis strategi yaitu :

  ) adalah upaya untuk meningkatkan Penetrasi Pasar ( penjualan produk-produk perusahaan yang telah ada saat ini dalam pasarnya saat ini bisa jadi melalui bauran pemasaran yang lebih agresif. Lingkungan Eksternal perusahaan ialah faktor-faktor di luar kendali perusahaan yang dapat mempengaruhi pilihan arah dan tindakan, struktur organisasi, dan proses internal perusahaan, dengan tujuan untukmengembangkan sebuah daftar tebatas dari peluang yang dapat Sosioekonomis b.

F. Sumber Data

  Data Sekunder Merupakan data yang didapatkan dari dokumen-dokumen yang dimiliki oleh perusahaan atau yang telah diolah dan menjadi arsip perusahaan. Teknik Pengumpulan Data Untuk memperoleh data yang akurat dan dan relevan dengan masalah yang diteliti, maka pengumpulan data dilakukan dengan beberapa metode : 1.

H. Teknik Analisis Data 1

  Pengembangan Pasar Indikator dari strategi ini adalah:1) Merk dan kemasan 2) Pelaksanaan sistem distribusi yang baru 3) Pengembangan konsumen potensial 4) Pencarian pasar baru 5) Promosi terhadap produk baru Masing-masing indikator diwakilkan 5 pertanyaan dalam kuesioner yang akan diisi oleh manajer Erisa Batik. SEL IV SEL V SEL VI2,0 Membuat daftar berbagai peluang/ancaman eksternal dan kekuatan Matriks Perencanaan Strategi Kuantitatif adalah alat yang memungkinkan para penyusun strategi mengevaluasi berbagai strategialternatif secara obyektif, berdasarkan faktor-faktor keberhasilan penting eksternal dan internal yang diidentifikasikan sebelumnya.

C. Stuktur Organisasi Erisa Batik ini dimiliki dan dipimpin langsung oleh Bapak Tri Maryanto

  Struktur organisasi yang diimplementasikan pada Erisa Batik merupakan bentuk garis ( line organization ), yaitu struktur organisasi yang kekuasaan,wewenang dan tanggungjawab bersumber dari puncak pimpinan dan diterusakan pada bagian-bagian di bawahnya. Mengatur dan mengarahkan sumber daya yang ada di perusahaan untuk mencapai tujuan perusahaan.

4. Kepala Bagian Pemasaran

  Pemasaran Jika dilihat dari sisi demografis, produk yang dihasilkan oleh Erisa Batik umumnya disesuaikan dengan jenis kelamin dan kelompok umur. Misal untuk jenis batik tulis dengan motif alam, tentu berbeda dengan batik yang dicapbiasa.

1. Produk

  Erisa Batik berusaha menanggapi persaingan yang terjadi yaitu dengan memperhatikan kualitas produk utuk memenuhi kepuasan konsumen. Promosi Adapun bentuk pemasaran yang diterapkan Erisa Batik adalah dengan mengadakan promosi.

3. Harga

  Harga produk sangat dipengaruhi oleh harga bahan baku, biaya produksi dan kualitas produk yang diproduksi. Setiap motif batik memiliki hargayang berbeda-beda.

F. Perkembangan Batik di Indonesia

  Selainmotif-motif tersebut juga terdapat beragam motif dan corak khas Aceh Pintu Aceh Bungong Jeumpa yang indah dari batik Aceh, antara lain , , Awan Meucanek, Pucok Reubong , dan lain-lain. Beberapa motif dasar dari batik Besurekantara lain: motif kaligrafi (diambil dari huruf-huruf kaligrafi. Untuk Besurek batik modern, biasanya kaligrafinya tidak bermakna); motif burung kuau bunga rafflesia; motif (bergambar burung yang terbuat dari relung paku rembulan rangkaian huruf-huruf kaligrafi); motif ; dan motif .

4. Batik Riau

  Batik yang dibuat berdasarkan sistem tulis dan tolek ini warna-warnanya terang dan cerah,seperti merah, kuning, hijau. Ketua Yayasan Batik Jawa Barat baru-baru ini mengatakan bahwa Jawa Barat memiliki 200 motif batik yang kujang kijang motif kota hujan, bunga bangkai, dan yang menggambarkan Bogor sebagai kota hujan.

8. Batik Semarang

  Beberapa jenis motif batik pengaruh berbagai negara itu Jlamprang batik diilhami India dan Arab, batik Encim dan Klangenan dipengaruhi peranakan Cina, batik Belanda, batik Pagi Sore, dan batikHokokai yang tumbuh pesat sejak pendudukan Jepang. Batik Sidoarjo Sidoarjo juga punya Kampung batik dengan nama Batik Jetis, Kampung ini memproduksi batik tulis dengan motif yang khas dari Sidoarjo.

19. Batik Mojokerto

  Batik PonorogoBatik Ponorogo terkenal dengan motif meraknya yang diilhami dari kesenian reog yang menjadi ikon di daerah ini. Kinidi Bali telah tumbuh puluhan industri Batik yang menampilkan corak- corak khas Bali, juga corak-corak perpaduan Bali dengan luar Baliseperti Bali-Papua, Bali-Pekalongan, dan lain-lain.

26. Nusa Tenggara

  Daerah Nusa Tenggara juga memiliki batik dengan motif khasnya Sasambo (Sasak Samawa Mbojo) sendiri. Contohnya adalah batik yang dijadikan sebagai pakaian batik resmi lokal NTB.

BAB V ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN Pada bab ini penulis akan membahas mengenai hasil pengumpulan data dan

  Perusahan ini adalah salah satu perusahaan yang memproduksi batik cap maupun tulis yang terletak di sentra industri batikWijirejo, Pandak, Bantul , Yogyakarta. Dalam proses penelitian penulis, langsung melakukan wawancara dengan pemilik perusahaan yang juga merangkap manajerpemasaran.

A. Deskripsi Lingkungan Internal dan Eksternal Perusahaan 1

  Peralatan dan mesin produksi Peralatan dan mesin produksi memiliki pengaruh yang besar dalam proses produksi. Warna alam yang dimaksud adalah warna yang berasal dari daun-daunan dan kulit pohon.

2. Identifikasi variabel eksternal perusahaan

  Budaya Pengaruh kebudayaan Indonesia khususnya budaya Jawa sangat membantu dalam mendesain dan merekasaya motif Misalnya Batik Soga yang identik dengan daerah keraton Jawa yaituYogyakarta dan Solo, motifnya pun biasanya mengikuti p motif-motif klasik keraton. Tingkat UMR/UMP Tingkat UMR/UMP daerah Jogja yang terus meningkat dan tidak ditunjang dengan kenaikan pertumbuhan tentu akan berdampak negatifbagi perusahaan.

B. Analisis Masalah 1

  Strategi penetrasi pasar Manajer 1 Manajer 2 Manajer 3 Jumlah Rata-rata Perusahan telahmemberikan potongan 1 harga untuk sebagian 4 5 5 14 4,7 besar produk yangdijual Perusahaan telahmenetapkan harga di 2 bawah harga yang 4 4 4 12 4 ditetapkan pesaingdalam industri batik Perusahaan telahmelakukan kegiatan 3 5 5 5 15 4,7 promosi untuk menarikminat konsumen Perusahaan telahmelakukan promosi 4 5 4 4 13 4,3 dengan memanfaatkanteknologi. Jumlah 22,7 4,54Rata-rata Sumber: Hasil olah data primer Dari hasil kuesioner yang disebarkan diperoleh hasil bahwa selama kurun waktu tahun 2008-2011 perusahaan telah melakukan strategi pengembanganproduk dan strategi pengembangan pasar dengan nilai rata-rata untuk masing Strategi Pengembangan Produk 1) Perusahaan Telah melakukan inovasi pada, motif dan warna untuk menambah minat beli konsumen.

C. Analisis Masalah 2

  Berikut ini adalah hasil dari kuesioner evaluasi efektifitas strategi pemasaran yang telah dijalankan Erisa Batik dalam kurun waktu 2008-2011. Tabel V.4 Hasil Evaluasi Efektivitas Strategi PemasaranManajer Manajer Manajer Rata- No Pertanyaan Jumlah 1 2 3 Rata Apakah strategi pemasaran yang dijalankan 1 3 4 4 11 3,7 perusahaan sesuai dengan tujuan perusahaan?

D. Analisis Masalah 3

  Kelemahan 1) Tunjangan KaryawanRating : 1Tujangan yang diberikan oleh perusahaan terhadap karyawan berupa tunjangan hari raya, santunan bagi yang terkena musibah, namun 2) Persediaan Bahan BakuRating : 2Persediaan bahan baku yang tidak diatur secara baik dapat menimbulkan kelebihan persediaan pada gudang. Berikut ini adalah penjelasan dari kedua matriks tersebut:1) Matriks SWOT Matriks SWOT adalah teknik yang menggambarkan bagaimana manajemen dapat mencocokan peluang-peluang dan ancaman-ancaman eksternal yang dihadapi suatu perusahaan tertentu dengan brain storming 1.

PELUANG STRATEGI SO STRATEGI WO

  2) Matrik IE Pada tahap ini dilakukan penggambungan antara faktor internal dan faktor eksternal dari Erisa Batik yang nantinya akan diperoleh strategialternatif. Tahap 3 0,10 3 0,30 2 0,20 0,12 3 0,36 2 0,24 Lokasi perusahaan 0,12 4 0,48 1 0,12 Kebijakan hubungan kerja 0,08 2 0,16 2 0,16Peluang: Budaya 0,12 1 0,23 4 0,48 Pemerintah Konsumen 0,10 3 0,30 3 0,30 0,14 4 0,56 4 0,56 Teknologi 0,08 3 0,24 4 0,32 Saluran distibusi 0,06 4 0,24 2 0,12Ancaman: Pesaing 0,18 4 0,72 4 0,72 Pemasok bahan baku Keuangan perusahaan Persediaan bahan baku Tahap ini disebut Tenaga terampil decison stage .

1) Market Penetration

  Apalagi jika harga bahan baku utamaseperti kain yang naik, tentu saja berdampak pada naiknya harga batik 2) Keuangan Perusahaan dengan AS 3 Demi meraup pangsa pasar batik, perusahaan harus memiliki keuangan yang stabil agar setiap rencana perusahaan dapat direalisasikan. Selain itu, batik yang berasal dari luar negeri pun menjadi salah satu pesaing karena harga yang ditawarkanbiasanya di bawah harga pasaran batik lokal.2) Pemasok Bahan Baku dengan AS 3 Pemasok bahan baku memiliki pengaruh yang penting dalam proses produksi.

2) Produk Development

  b) Pemerintah dengan AS 2 Kebijakan yang dikeluarkan oleh permerintah belum memberikan dampak yang berarti bagi produk Erisa Batik sehingga cukup menarikbagi perusahaan. Jadi hasil yang diperoleh dari rumusan masalah ketiga adalah strategi pemasaran yang cocok digunakan oleh Erisa Batik dimasa yang akan datang product development adalah strategi dengan total TAS 5,84.

BAB VI KESIMPULAN, SARAN, DAN KETERBATASAN A. Kesimpulan Dari analisis data yang telah dilakukan pada penelitian tentang “Analisis SWOT Sebagai Dasar Perumusan Strategi Pem

  Dalam kurun waktu tahun 2008-2011 perusahaan telah melakukan strategi pengembangan produk dan strategi pengembangan pasar. Strategi pemasaran yang sesuai untuk Erisa Batik di masa yang akan datang product development adalah strategi pengembangan produk ( ).

B. Saran

  Menciptakan inovasi-inovasi baru motif batik yang berasal dari bebagai budaya yang ada di Indonesia. Misalnya membuat motif batik dari Papua dan di pasarkan di Yogyakarta.

2. Berani untuk membuka saluran distribusi di luar kota Yogyakarta. Karena saat ini, jumlah konsumen batik di Indonesia semakin meningkat

  Jika perusahaan akan melakukan strategi pengembangan produk, maka perusahaan akan membutuhkan modal yang cukup besar. Modal tersebutnantinya digunakan untuk penambahan SDM yang kompeten, mencari alternatif supplier bahan baku, dan membuka saluran distribusi yangstrategis.

C. Keterbatasan Penelitian

  Maka dalam penulisan skripsi ini terutamapada pengkajian teori, pengolahan data, dan analisis data masih jauh dari sempurna. Dalam penelitian ini penulis tidak dapat memastikan kebenaran data yang diperoleh dari responden dalam pemberian bobot.

Dokumen baru

Download (159 Halaman)
Gratis

Tags

Dokumen yang terkait

Analisis Komparasi Internet Financial Local Government Reporting Pada Website Resmi Kabupaten dan Kota di Jawa Timur The Comparison Analysis of Internet Financial Local Government Reporting on Official Website of Regency and City in East Java
19
797
7
Analisis komparatif rasio finansial ditinjau dari aturan depkop dengan standar akuntansi Indonesia pada laporan keuanagn tahun 1999 pusat koperasi pegawai
14
340
84
Analisis Komposisi Struktur Modal Pada PT Bank Syariah Mandiri (The Analysis of Capital Structure Composition at PT Bank Syariah Mandiri)
22
285
6
Keanekaragaman Makrofauna Tanah Daerah Pertanian Apel Semi Organik dan Pertanian Apel Non Organik Kecamatan Bumiaji Kota Batu sebagai Bahan Ajar Biologi SMA
24
212
36
FREKWENSI PESAN PEMELIHARAAN KESEHATAN DALAM IKLAN LAYANAN MASYARAKAT Analisis Isi pada Empat Versi ILM Televisi Tanggap Flu Burung Milik Komnas FBPI
10
146
3
SENSUALITAS DALAM FILM HOROR DI INDONESIA(Analisis Isi pada Film Tali Pocong Perawan karya Arie Azis)
33
231
2
Analisis Sistem Pengendalian Mutu dan Perencanaan Penugasan Audit pada Kantor Akuntan Publik. (Suatu Studi Kasus pada Kantor Akuntan Publik Jamaludin, Aria, Sukimto dan Rekan)
136
604
18
DOMESTIFIKASI PEREMPUAN DALAM IKLAN Studi Semiotika pada Iklan "Mama Suka", "Mama Lemon", dan "BuKrim"
130
603
21
Representasi Nasionalisme Melalui Karya Fotografi (Analisis Semiotik pada Buku "Ketika Indonesia Dipertanyakan")
53
301
50
PENERAPAN MEDIA LITERASI DI KALANGAN JURNALIS KAMPUS (Studi pada Jurnalis Unit Aktivitas Pers Kampus Mahasiswa (UKPM) Kavling 10, Koran Bestari, dan Unit Kegitan Pers Mahasiswa (UKPM) Civitas)
105
425
24
Analisis Penyerapan Tenaga Kerja Pada Industri Kerajinan Tangan Di Desa Tutul Kecamatan Balung Kabupaten Jember.
7
66
65
Analisis Pertumbuhan Antar Sektor di Wilayah Kabupaten Magetan dan Sekitarnya Tahun 1996-2005
3
55
17
Analisis tentang saksi sebagai pertimbangan hakim dalam penjatuhan putusan dan tindak pidana pembunuhan berencana (Studi kasus Perkara No. 40/Pid/B/1988/PN.SAMPANG)
8
83
57
Analisis terhadap hapusnya hak usaha akibat terlantarnya lahan untuk ditetapkan menjadi obyek landreform (studi kasus di desa Mojomulyo kecamatan Puger Kabupaten Jember
1
83
63
DAMPAK INVESTASI ASET TEKNOLOGI INFORMASI TERHADAP INOVASI DENGAN LINGKUNGAN INDUSTRI SEBAGAI VARIABEL PEMODERASI (Studi Empiris pada perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) Tahun 2006-2012)
11
125
22
Show more