PENINGKATAN KUALITAS GARAM RAKYAT DENGAN PROSES REKRISTALISASI.

 1  5  40  2017-08-12 14:35:44 Laporkan dokumen yang dilanggar

  

PENINGKATAN KUALITAS GARAM RAKYAT

DENGAN PROSES REKRISTALISASI

PENELITIAN

Oleh :

  

DANAR AJI ADI SAPUTRA

1031210038

JURUSAN TEKNIK KIMIA

FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI

  UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL ”VETERAN” JAWA TIMUR SURABAYA

2012

  PENINGKATAN KUALITAS GARAM RAKYAT DENGAN PROSES REKRISTALISASI PENELITIAN Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Memperoleh Gelar Sarjana Teknik Jurusan Teknik Kimia Oleh : DANAR AJI ADI SAPUTRA 103121038 JURUSAN TEKNIK KIMIA FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL ”VETERAN” JAWA TIMUR SURABAYA 2012

  LEMBAR PENGESAHAN PENINGKATAN KUALITAS GARAM RAKYAT DENGAN PROSES REKRISTALISASI Oleh : EDDO PRAMANA PUTRA 0931010009 Telah Dipertahankan Dihadapan Dan Diterima Oleh Tim Penguji Pada Tanggal - Tim Penguji Dosen Pembimbing 1. Ir. Mu’tasim Billah,MT Ir. Ketut Sumada, MS NIP. 196201181988031001 NIP.

2. Ir. Elly Kurniati,MT NIP. 196410181992032001 Mengetahui, Dekan Fakultas Teknologi Industri Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur Ir. Sutiyono, MT

  LEMBAR PENGESAHAN PENINGKATAN KUALITAS GARAM RAKYAT DENGAN PROSES REKRISTALISASI Oleh : DANAR AJI ADI SAPUTRA 103121038 Telah Dipertahankan Dihadapan Dan Diterima Oleh Tim Penguji Pada Tanggal - Tim Penguji Dosen Pembimbing 1. Ir. Mu’tasim Billah,MT Ir. Ketut Sumada, MS NIP. 196201181988031001 NIP 2. Ir. Elly Kurniati,MT NIP. 196410181992032001 Mengetahui, Dekan Fakultas Teknologi Industri Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur Ir. Sutiyono, MT

  YAYASAN KESEJAHTERAAN PENDIDIKAN DAN PERUMAHAN UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL ” VETERAN ” JAWA TIMUR FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI KETERANGAN REVISI Yang bertanda tangan dibawah ini : Nama : Danar Aji Adi Saputra NPM : 103121038 Jurusan : Teknik Kimia Telah menyelesaikan revisi skripsi / penelitian dengan judul :

  “ PENINGKATAN KUALITAS GARAM RAKYAT DENGAN PROSES REKRISTALISASI

  Surabaya, - 2012 Dosen penguji yang memerintahkan revisi :

  1. Ir. Mu’tasim Billah,MT ( )

  2. Ir. Elly Kurniati,MT ( ) Mengetahui, Dosen Pembimbing Ir. Ketut Sumada, MS

  YAYASAN KESEJAHTERAAN PENDIDIKAN DAN PERUMAHAN UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL ” VETERAN ” JAWA TIMUR FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI KETERANGAN REVISI Yang bertanda tangan dibawah ini : Nama : Eddo Pramana Putra NPM : 0931010009 Jurusan : Teknik Kimia Telah menyelesaikan revisi skripsi / penelitian dengan judul :

  ” PENINGKATAN KUALITAS GARAM RAKYAT DENGAN PROSES REKRISTALISASI ” Surabaya, -2012 Dosen penguji yang memerintahkan revisi :

1. Ir. Mu’tasim Billah,MT ( )

  2. Ir. Elly Kurniati,MT ( ) Mengetahui, Dosen Pembimbing Ir. Ketut Sumada, MS

KATA PENGANTAR

  Alhamdulillah hirobil A’lamin dan mengucapkan puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan karunia beserta rahmat-Nya kepada kita semua, sehingga kami diberikan kekuatan dan kelancaran dalam menyelesaikan laporan penelitian kami yang berjudul “Peningkatan Kualitas Garam Rakyat Dengan Proses Rekristalisasi”.

  Penyusunan penelitian ini merupakan salah satu syarat yang harus ditempuh dalam kurikulum program studi S-1 Teknik Kimia dan untuk memperoleh gelar Sarjana Teknik Kimia di Fakultas Teknologi Industri UPN “Veteran” Jawa Timur, Surabaya.

  Laporan penelitian yang kami dapatkan tersusun atas kerjasama dan berkat bantuan dari berbagai pihak. Oleh karena itu pada kesempatan ini kami mengucapkan terima kasih kepada:

  1. Bapak Ir. Sutiyono, MT selaku Dekan Fakultas Teknologi Industri UPN “Veteran” Jawa Timur.

  2. Ibu Ir. Retno Dewati, MT selaku Ketua Jurusan Teknik Kimia UPN “Veteran” Jawa Timur.

  3. Ibu Ir. Ketut Sumada, MS selaku Dosen Pembimbing Penelitian.

  4. Ibu Ir. Mu’tasim Billah, MT selaku Dosen penguji Penelitian.

  5. Ibu Ir. Elly Kurniati, MT selaku Dosen penguji Penelitian.

  6. Kedua orang tua yang telah memberikan dukungan moril dan material dalam pelaksanaan dan penyusunan laporan penelitian.

  7. Seluruh teman-teman yang telah memberikan dorongan semangat dalam pelaksanaan dan penyusunan laporan penelitian.

  8. Seluruh keluarga yang telah memberikan dorongan semangat dalam pelaksanaan dan penyusunan laporan penelitian.

  Akhir kata, kami tidak luput dari kesempurnaan apabila ada kesalahan yang terdapat dalam laporan penelitian ini, semoga dapat memenuhi syarat akademis dan bermanfaat bagi kita semua. Kritik dan saran yang bersifat membangun demi perbaikan penyusun berikutnya, penyusun mengucapkan terima kasih.

  Surabaya, 2012 Penyusun

  DAFTAR ISI LEMBAR PENGESAHAN .................................................................... .i KATA PENGANTAR ............................................................................ .ii DAFTAR ISI .......................................................................................... iv DAFTAR TABEL .................................................................................. vi DAFTAR GAMBAR ............................................................................ vii

  2.6 Faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas .................... 7

  3.6 Prosedur Analisa ........................................................... 14

  3.5 Prosedur Penelitian ....................................................... 13

  3.4 Variabel ........................................................................ 13

  3.3 Gambar Susunan Alat ................................................... 12

  3.2 Alat – Alat yang Digunakan .......................................... 11

  3.1 Bahan – Bahan yang Digunakan ................................... 11

  BAB III METODE PENELITIAN

  2.7 Sifat-sifat Bahan ........................................................... 8

  2.5 Landasan Teori ............................................................. 6

  BAB I PENDAHULUAN

  2.4 Proses Pemurnian Garam ............................................... 5

  2.3 Garam Standart SNI ....................................................... 5

  2.2 Kualitas Garam Indonesia ............................................. 4

  2.1 Kebutuhan Garam Nasional .......................................... 3

  BAB II TINJAUAN PUSTAKA

  1.3 Manfaat Penelitian ......................................................... 2

  1.2 Tujuan Penelitian ............................................................ 2

  1.1 Latar Belakang ................................................................ 1

  3.7 Alur Proses .......................................................................15

  BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

  4.1 Hasil ............................................................................. 16

  4.2 Pembahasan .................................................................. 19

  BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

  5.1 Kesimpulan..................................................................... 22

  5.2 Saran .............................................................................. 22

  DAFTAR PUSTAKA ........................................................................... 23

  ........................................................................................ 25

  APPENDIKS LAMPIRAN ......................................................................................... 29

BAB I PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

  Garam merupakan salah satu kebutuhan Strategis baik dalam penggunaan dalam masyarakat (rumah tangga) atau dalam penggunaan industri (food). Walaupun Indonesia sebagian besar adalah banyak lautan, tapi kualitas air laut yang dapat menghasilkan garam kualitasnya kurang maksimal, disamping kualitas garam yang berasal dari air laut masih banyak mengandung impuritis, Sekarang juga banyak konsumen lebih banyak yang lebih memilih garam yang berasal dari luar negeri atau garam import yang kandungan iodumnya yang tinggi.

  Selain luas wilayah Indonesia disebut negara maritim, masyarakat pesisir juga mahir dalam menangkap ikan selain itu juga berpotensi dalam pengolahan air laut menjadi produk garam, tapi masih sedikit pula mengetahui cara pengolahan garam yang memiliki kualitas yang tinggi, kebanyakan petani garam indonesia memproduksi garam dengan cara tradisional tanpa memperhatikan kualitas produk garam yang dibuatnya. Dan itu merupakan suatu prospek dalam meningkatkan kualitas petani garam agara mampu bersaing dengan garam impor.

  Pembuatan garam dengan melihat kandungan NaCl sekarang diyakini kualitasnya < 90%, hal ini dapat di sebabkan kemurnian garam terganggu karena adanya zat pengotor dalam garam. Dalam produksifitas garam mungkin hanya mencapai kulaitas 80-85%. Dibandingkan dengan garam luar negeri yang mampu mendapatkan garam dengan kualitas mencapai 98-99,6 % murni dengan berbagai proses.

  Selain itu juga kebutuhan garam nasional dari tahun ketahun semakin meningkat seiring dengan pertambahan penduduk dan perkembangan industri di Indonesia. Pada kesempatan akan mencoba menemukan solusi bagaimana caranya produksifitas garam petani agar mampu bersaing dengan produk garam import atau garam luar negeri.

  ( Badan Riset Kelautan dan Perikanan,2009 )

1.2. Tujuan Penelitian

  Tujuan dari penelitian ini adalah sebagai berikut

  1. Meningkatkan kadar garam rakyat agar sesuai dengan standart SNI Industri

  2. Mengetahui jumlah Na

  4

  dan BaCO

  3

  yang diperlukan Sehingga memperoleh kadar garam yang terbaik .

2 HPO

1.3. Manfaat Penelitian

  Manfaat yang diharapkan dari penelitian ini antara lain :

  1. Memberikan informasi cara pemurnian garam Rakyat dengan proses Rekristalisasi.

  2. Mampu memberikan kotribusi pengetahuan tentang pembuatan garam yang sesuai dengan standart SNI.

  3. Sebagai Prospek kedepan dalam pembenahan garam yang memiliki standart dan mutu yang berkualitas.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.1. Kebutuhan Garam Nasional

  Pada era globalisasi seperti ini masih banyak mengira bahwa garam yang mempunyai daya beli yang sangat murah bagi siapa kalangan. Dengan ini pastinya akan mengira bahwa bisnis garam semakin tidak menguntungkan apalagi sumber daya alam berupa air laut yang melimpah sebagai bahan baku produksi garam.tetapi dalam berbisnis garam kita juga harus melihat kualitas garam yang produksi apakah garam yang kita produksi sudah memenuhi kretaria standart yang ada, sehingga apabila produk yang tidak dengan standart atau dibawah standart mutu maka akan mengurangi harga jual begitu pula sebaliknya. Berikut ini adalah data kebutuhan produksi garam Nasional

  Tabel 2.I Tabel Kebutuhan Garam Nasional No Tahun Jumlah Kebutuhan Total Kebutuhan Nasional

  • *Untuk Kebutuhan Konsumsi

    1.400.000 ton

  • *Untuk Kebutuhan Industri

    1 2009

  1.900.000 ton

1500000 ton

( Data Pusat Pelatihan Kelautan dan Perikanan

  • *Untuk Kebutuhan Konsumsi

    1.600.000 Ton

    2 2010

  3.400.000 Ton

  • *Untuk Kebutuhan Industri

    1.800.000 Ton

    ( Data Mentri Kelautan dan Perikanan 2010)

  • *Untuk Kebutuhan Konsumsi

    1.700.000 Ton

    3 2011

  3.700.000 Ton

  • *Untuk Kebutuhan Industri

    2.000.000 Ton

    ( Data Mentri Kelautan dan Perikanan 2011)

Kebutuhan garam diperkirakan meningkat sejalan dengan perkembangan penduduk dan pertumbuhan industri. Sesuai dengan SK Menteri Perindustrian Nomor 29/M/SK/2/1995 tentang pengesahan serta penerapan Standar Nasional Indonesia kadar NaCl untuk garam industri haruslah 97,46 % . Namun sampai saat ini, semua produksi garam di Indonesia belum memenuhi SNI sehingga untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri, khususnya garam industri, Negara Indonesia masih harus mengimpor (Garam dan Garam Industri,2010).

2.2. Kualitas Garam Indonesia

  Garam dapat digolongkan berdasarkan kualitasnya bergantug dari tingkat tingkatan Kadar garam yang didapat, semakin besar kadar garam maka kualitas dapat di golongkan katagori kualitas bagus. Secara umum garam dibedakan menjadi 3 macam menurut kualitasnya seperti :

  Garam rakyat dikelompokan 3 jenis yaitu:

  1. K-1 yaitu kwalitas yang memenuhi syarat untuk bahan industri dengan komposisi sebagai berikut:  NaCl : 97.46 %  CaCl2 : 0.723 %  CaSO4 : 0.409 %  MgSO4: 0.04 %  H2O : 0.63 %  Impurities: 0.65 %

  2. K-2 yaitu kulitas dibawah K-1, garam jenis ini harus dikurangi kadar berbagai zat agar memenuhi standart sebagai bahan baku industri. Secara fisik garam K-2 berwarna putih agak kecoklatan dan sedikit lembab.

  3. K-3 merupakan garam kualitas terendah, tampilan fisik yang putih kecoklatan dan bercampur lumpur. Pencucian diharapkan dapat meningkatkan kualitas garam rakyat. Pengurangan kandungan MgSO

  4

  , MgCl, CaSO

  4 dengan pencucian diharapkan dapat meningkatkan kualitas dan dapat memenuhi syarat sebagai bahan baku industri.

  (Vita Ageng&Rhiansah Lukman,2010)

   Bab I Pendahuluan Berikut ini adalah gambar Pengambilan Garam Rakyat Gambar 3.01. Panen Petani Garam Rakyat Kandungan zat nutrisi yang terdapat pada garam, seperti dapat kita lihat

  pada Tabel 1 berikut: Tabel 2.II.Tabel Kandungan Garam Rakyat.

  No Komponen Kadar (%)

  1 NaCl 76,46%

  2 Ca 1,74 %

  3 Mg 0,42%

  4 SO4 1,49% Sumber : Balai Pengujian Dan Konsultasi Industri,2012

2.3. Garam Standart SNI

  Produksi garam rakyat di Indonesia memiliki Perkembangan ini tidak disertai dengan upaya peningkatan mutu dan hanya menitik beratkan pada jumlah produksi sehingga kebanyakan garam rakyat tidak memenuhi syarat baik untuk konsumsi maupun untuk industri. Walaupun dalam U.U. No.13 thn 1959 pasal 2 ayat I dinyatakan bahwa pembikinan garam harus memenuhi syarat ~ syarat kesehatan dan syarat - syarat lain yang berdasarkan kepentingan umum, tetapi dalam Praktek tidak dapat dilaksanakan. Mengingat kondisi mutu yang garam rakyat yang rendah, maka pabrik garam konsumsi beropaya meningkatnya kebersihan, warna, dan kandungan NaCl nya. Sehingga untuk memperbaiki perlu distandartkan dari komponen yang diperbolehkan dalam produksi dan merupakan standart yang diterapkan untuk menguji suatu bahan yang akan dipergunakan seperti Standart SNI yang sudah djamin ketetapan oleh pemerintah.

  Menurut Peratuaran dan Uji Analisa untuk Standart SNI garam memiliki jenis garam yang akan diuji sesuai dengan ketetapan yang ada dari pemerintah;

  Tabel 2.III :Tabel SNI Garam Industri (SNI 0303-2012)

  PERSYARATAN NO KRETERIA UJI SATUAN MUTU NaCl Maks 98,5 %

  1 Ca Maks 0,1 %

  2 Mg Maks 0,06 %

  3 SO4 Maks 0,2 %

  4 H2O Maks 1,14 %

  5 Sumber: Badan Standart NasionalSNI Garam Industri (SNI 0303-2012)

2.4. Proses Pemurnian Garam

2.4.1. Proses pemurnian garam dengan Pencucian

  Proses hanya dengan melakukan pencucian terhadap garam dan direkristalisasi kembali untuk menghilangkan kotoran . Pencucian ini dengan menggunakan larutan garam jenuh dan pengadukan, sehingga kotoran seperti krikil,ion-ion seperti Mg dan Ca akan mengendap (Nelson Saksono,2002).

  Proses Pencucian garam adalah suatu proses produksi garam oleh industry . Caranya adalah dengan mengalirkan larutan air garam jenuh ke rnesin penggerus ( grinder) bersama dengan pemasukan garam yang akan dicuci, Garam halus yang keluar dati penggerus bersama larutan pencuci masuk kedalam talang pencuci lagi, kemudian rnasuk kedalam bak penampung. Dalam bale penampung garam mengendap dan larutan pencucinya dialirkan keluar sebagai overflow ( peluap ), dari sini garam disekop lagi kedalam talang kedua sambil disemprot lagi dan merupakan pencucian tingkat kedua, kemudian mas uk ke bak penampung lagi, Tingkat pencucian dipabrik garam biasanya dua atau tiga tingkat. Gararn dari bak penampung I pencucian terakhirnya dibawa ke penirisan dan disini dibiarkan dua atau tiga hari baru diproses menjadi gar am briket atau garam halus beryodium Perbandingan antara larutan pencuci dan garam tidak menentu karena pernasukan garam tidak tetap dan tidak terukur, sedangkan aliran larutan pencuci tetap sehingga hasil cucian juga bervariasi,

2.4.2. Proses pemurnian garam dengan Proses Rekristalisasi

  Proses dengan menggunakan penambahan bahan kimia sehingga dapat dapat menurunkan pengotor dalam garam sehingga kadar yang garam akan meningkat. Bahan kimia ini berfungsi untuk mengikat imupuritis pada larutan. Seperti Mg, Ca dan SO . Penambahan bahan kimia dikombinasi dengan

  4

  pengadukan akan mendapatkan endapan pengotor yang banyak sehingga memperoleh kadar garam akan meningkat.

2.5. Landasan Teori

  Kualitas garam produksi petani garam di indonesia masih berada di rata- rata rendah, sehingga belum mampu mencapai suatu standart yang diperbolehkan untuk digunakan oleh suatu industri. Menurut Fernández-Lozano JA, penelitiannya pembuatan pupuk multinutrien phosphat dari endapan bittern dengan pengikat impuritis Na HPO . Dari penelitiannya didapatkan endapan yang

  2

  

4

  paling banyak mengendap sempurna pada pengaturan PH 10, kecepatan pengadukan 350 rpm dan waktu pengadukan 30 menit. Dari penelitianya didapatkan banyak endapan dari bittern maka semakin banyak impuritis bittern yang didapatkan.

  Mengacu penelitian yang ada apabila impuritis yang didapat banyak maka larutan garam yang dieroleh maka akan semakin murni. Penambahan Na HPO ,

  2

  4 BaCO Dan NaOH merupakan bagian proses yang sangat penting dalam

  3

  pemurnian larutan garam. Karena pada komposisi pemberian tertentu akan didapatkan hasil garam yang baik. Menambahkan NaOH sampai mencapai PH 10 dan Kecepatan pengadukan 350 rpm akan didapat reaksi kimia yang sempurna sehinga akan terbentuk garam yang berkualitas.

  Reaksi kimia yang terjadi adalah sebagai berikut : 1. 3MgCl +2Na HPO +2NaOH Mg (PO ) + 6NaCl +2H O

  2

  2

  4

  3

  4

  2

  2

  2. 3CaCl +2Na HPO +2NaOH Ca (PO ) + 6NaCl + 2H O

  2

  2

  4

  3

  4

  2

  2

  3. MgSO + BaCO MgCO + BaSO

  4

  3

  3

  4

  4. CaSO + BaCO CaCO + BaSO

  4

  3

  3

  4

2.6. Faktor-Faktor yang mempengaruhi Proses Rekristalisasi

  Rekristalisasi dikatagorikan sebagai salah satu proses pemisahan yang efisien. Pada umumnya tujuan dari proses kristalisasi adalah pemisahan dan pemurnian. Adapun tujuan sasaran dari proses rekristalisasi adalah menghasilkan produk yang murni. (Setyopratomo.puguh dkk.2003).

  Adapun factor-faktor yang mempengaruhi pembentukan rekristalisasi antara lain :

  1. Jumlah Pelarut Semakin banyak jumlah pelarut Na HPO , BaCO yang diberikan

  2

  4

  3

  maka semakin banyak endapan yang diperoleh maka akan didapatkan larutan garam yang berkualitas.

  2. Waktu Dari percobaan yang telah ada untuk waktu yang paling ideal pengadukan adalah pada selang waktu 30 menit.

  3. PH.

  Dari percobaan yang telah ada reaksi yang paling berpengaruh pada saat PH 10,impurities air bittern banyak mengendap.

  4. Kecepatan Pengadukan

  Dari percobaan yang telah ada kecepatan pengadukan yang paling ideal adalah pada kecepatan 350 rpm sehingga reaksi akam terjadi sempurna.

  2.6. Sifat-Sifat Bahan NaCl : Natrium Clorida  Bentuk : Kristal

C

 Titik lebur : 800,8

   Titik didih : 1465 C  Spesific gravity : 2.165  Kelarutan dalam air, g NaCl/100 ml o Pada suhu 0 C : 35,7 o Pada suhu 100 C : 38,8

   BaCO : Barium Carbonate

  3  Bentuk : Kristal C  Titik lebur : 811

C

 Titik didih : 1450  Spesific gravity : 4,29  Kelarutan dalam air, g BaCO o 3 /100 ml Pada suhu 20 C : 0,00244 gram

   Na HPO : Sodium Phosphat

  2

  4  Bentuk : Kristal C  Titik lebur : 250 C  Titik didih : 661  Spesific gravity : 1,7  Kelarutan dalam air, Na HPO /100 ml o 2 4 Pada suhu 20 C : 7,7 gram o Pada suhu 25 C : 11,89 gram

  2.7. Hipotesa

  Dugaan sementara pemurnian garam rakyat menjadi garam standart industri dengan pengikat impuritis Na HPO dan BaCO dengan kecepatan

  2

  4

  3

  pengadukan 350 rpm selama 30 menit dan mengkondisikan PH 10, akan didapatkan impurities seperti ion Ca ,Mg, dan SO banyak mengendap. Semakin

  4

  banyak impurits yang mengendap maka reaksi berjalan sempurna. Sehingga larutan garam mempunyai kadar garam yang murni.

  Untuk proses pembentukan rekristalisasi larutan garam dipanaskan sampai terbentuk butiran kristal. Untuk mendapatkan butiran garam yang kering (Dry

  Basis), dapat dikeringkan lagi dengan oven dengan suhu diatas 100 C

  menggunakan suhu tersebut karena air yang ada pada butiran garam akan menguap sempurna. Sehingga akan di dapatkan garam yang memenuhi standart SNI industri yang murni dan berkualitas.

BAB III METODE PENELITIAN

3.1. Bahan-Bahan yang Digunakan

  3.1.1. Bahan Utama

  1. Garam Rakyat

  3.1.2. Bahan Penolong

  1. Aquadest

  2. Na HPO

  2

  4

  3. BaCO

  3

  4. NaOH

3.2. Alat – Alat yang Digunakan

  1. Termometer

  2. Neraca analitik 3. pH meter

  4. Kertas saring

  5. Pengaduk

  6. Erlenmeyer

  7. Pipet

  8. Beaker Glass

  9. Stopwatch

  10. Motor Pengaduk

  11. Oven

  3.3. GAMBAR SUSUNAN ALAT

Gambar 3.02. Alat Proses Reaksi Kimia

   Bab I Pendahuluan Gambar 3.03. Alat Oven Gambar 3.04. Neraca Analitik

  3.4. Variabel yang dijalankan

  3.4.1. Variable Tetap :

  a. Massa Garam Rakyat = 200 gram

  b. Volume Larutan total = 500 ml

  c. PH = 10

  d. Kecepatan Aduk = 350 rpm

  3.4.2. Variabel berubah :

  a. Waktu Pengadukan = 15, 25, 35, 45 (menit)

  b. Penambahan Na

  2 HPO 4 = 2, 4, 6, 8, 10 (gram)

  c. Penambahan BaCO = 2, 4, 6, 8,10 (gram )

  

3

  3.5. Prosedur Penelitian 3.5.1 . Persiapan Alat

  Alat-alat yang akan digunakan dalam penelitian ini harus dibersihkan terlebih dahulu.

3.5.2. Prosedure Penelitian 1. Menganalisa awal garam rakyat.

  2. Mempersiapkan garam rakyat dan aquadest 500 ml dalam bekker glass.

  3. Menyaring kotoran yang ada dilarutan garam rakyat seperti kerikil dan benda yang mengapung.

  4. Menambahkan Na HPO dan BaCO

  2

  4

  3

  5. Menambahkan NaOH sampai PH 10

  6. Larutan garam diaduk dengan motor berpengaduk dengan kecepatan 350 rpm dengan waktu 15,25,35 dan 45 menit.

  7. Diamkan sejenak hingga endapan terlihat, pisahkan endapan dengan filtrat

  8. Filtrat dimasukkan dioven dengan temperature 130

  o

  C hingga terbentuk Kristal garam.

  9. Menganalisa Kembali Produk garam rakyat yang dihasilkan.

3.6 Prosedure Analisa

  a. Analisa Garam

  Dengan cara Argentometri menggunakan di titrasi Larutan Standart AgNO

  3 0,1 N.

  b. Analisa Ca dan Mg

  Menggunakan Alat Flamefotometri dengan indikasi warna menyala kuning.

  c. Analisa SO

4 Dengan Alat Gravimetri menggunakan larutan BaCl2

  3. 7. Alur Proses

1. Proses garam

Gambar 3.05. Skema Penelitan

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1. Hasil

  Seluruh analisa dalam proses Pemurnian Garam Rakyat, dianalisakan di Balai Penelitian dan Konsultasi Industri (BPKI) Surabaya dengan methode spektrofotometri .

4.1.1. Analisa Bahan Baku

  Berdasarkan hasil analisa bahan awal ( Garam Rakyat ) diperoleh data sebagai berikut : Tabel 1. Hasil Analisa Garam Rakyat

  No Komponen Kadar (%)

  1 NaCl 76,46%

  2 Ca 1,74 %

  3 Mg 0,42%

  4 SO4 1,49%

  Sumber : Balai Penelitian dan Konsultasi Industri (BPKI) Surabaya (2012)

4.1.2. Analisa Hasil Percobaan

  Pada proses hidrolisis dengan variabel katalis yang dijalankan didapatkan hasil analisa glukosa sebagai berikut : Tabel 2. Hasil Analisa Kadar Glukosa setelah Proses Hidrolisis

  NO Wakt u pengadukan Pengikat

  Impurit is Berat % Kadar yang diperoleh gram NaCl Ca M g SO4 1 15 menit

  NaHPO 4 2 80,82 1,32 0,38 1,32 4 81,6 1,29 0,36 1,16

  • 6 82,66 1,24 0,35 1,04 BaCO3 8 85,2 1,04 0,31 1,18 10 81,56 1,25 0,35 1,29 2 25 menit NaHPO
  • 4 2 85,64 0,78 0,23 0,78 4 86,8 0,69 0,22
  • 6 87,75 0,51 0,21 0,62 BaCO3 8 90,82 0,43 0,18 0,52 10 85,5 0,56 0,21 0,66 3 35 menit NaHPO
  • 4 2 95,6 0,06 0,14 0,46 4 95,65 0,056 0,13
  • 6 95,7 0,05 0,11 0,34 BaCO3 8 99,05 0,03 0,09 0,36 10 98,91 0,04 0,1 0,42 4 45 menit NaHPO
  • 4 2 95,55 0,05 0,11 0,44 4 95,6 0,043 0,1
  • 6 95,65 0,04 0,09 0,34 BaCO3 8 98,7 0,03 0,1 0,35 10 98,85 0,04 0,1 0,41

  Sumber : Balai Penelitian dan Konsultasi Industri (BPKI) Surabaya (2012)

4.1.3. Analisa Garam Setelah Proses Rekristalisasi

  Setelah Proses rekristalisasi berlangsung sesuai dengan variabel yang dijalankan, maka telah didapatkan kondisi terbaik untuk memperoleh kadar garam yang terbaik. Kondisi yang terbaik yaitu pada penambahan Na HPO & BaCO

  2

  4

  3 dengan waktu pengadukan 35 menit penambahan Na HPO & BaCO 8 gram.

  2

  4

  3 Dengan peran Na2HPO4 untuk bereaksi dengan senyawa CaCl, MgCl,CaSO4,

  dan MgSO4 mengikat Ca dan Mg sedangkan BaCO3 untuk bereaksi dengan CaSO4 dan MgSO4 mengikat SO4. Untuk NaOH berperan untuk manaikan PH hingga 10 Untuk melihat prosentase impurities yang dapat terkonversi maka dilakukan analisa kadar sebelum proses rekristalisasi ( Garam awal ) dan kadar glukosa setelah proses Rekristalisasi ( Garam Akhir ) pada kondisi terbaik tersebut. Adapun hasil analisa kadar Garam adalah sebagai berikut :

  Tabel 3. Hasil Analisa Kadar Garam setelah Proses Rekristalisasi pada Kondisi terbaik (penambahan Na HPO & BaCO 8 gram dengan waktu pengadukan 35 menit)

  2

  4

  

3

% Kadar yang diperoleh Nama Sampel

  NaCl Ca M g SO4 Garam Aw al 76,46 1,74 0,42 1,49 Garam Set elah Proses 99,05 0,03 0,09 0,36

  Sumber : Balai Penelitian dan Konsultasi Industri (BPKI) Surabaya (2011)

4.2. Pembahasan

  Dari hasil analisa yang didapat, maka diperlukan pembahasan yang lebih mendetail agar dapat diambil kesimpulan pada setiap tahapan proses.

4.2.1 Hasil NaCl Proses Rekristalisasi

  Gambar 1. Pengaruh penambahan Na HPO & BaCO dan waktu pengadukan

  2

  4

  3

  terhadap hasil NaCl pada proses Rekristalisasi Pada Gambar 1 dapat dilihat bahwa semakin lama waktu pengadukan maka semakin tinggi kadar NaCl yang dihasilkan. Tapi pada waktu tertentu kadar

  NaCl konstan ini membuktikan waktu tertentu akan bereaksi sempurna pada waktu pengadukan 35 menit. Semakin besar Na HPO & BaCO yang

  2

  4

  3

  ditambahkan maka semakin tinggi NaCl yang didapatkan, tapi pada berat tertentu didapatkan kadar NaCl konstan hal ini disebabkan karena semakin kecil penambahan Na HPO & BaCO maka impurities yang bereaksi kecil sehingga

  2

  4

  3

  kadar NaCl yang dipreroleh juga kecil. Dan semakin besar penambahan Na HPO

  2

  4

  & BaCO maka impurities yang bereaksi semakin besar. Didapatkan untuk

  3

  penambahan Na HPO & BaCO agar impurities bereaksi sempurna pada

  2

  4

  3

  penambahan 8 gram. sehingga Pada proses rekristalisasi telah didapatkan kadar NaCl terbaik yaitu pada penambahan Na HPO & BaCO 8 gram dan waktu

  2

  4

  3 pengadukan 35 menit yang menghasilkan kadar garam 99,05 %.

4.2.2. Hasil Ca pada Proses Rekristalisasi

  Gambar 2. Pengaruh penambahan Na HPO & BaCO dan waktu pengadukan

  2

  4

  3

  terhadap konversi Ca pada proses Rekristalisasi Pada Gambar 2 dapat dilihat bahwa semakin lama waktu pengadukan maka semakin tinggi kadar Ca yang dihasilkan. Tapi pada waktu tertentu kadar Ca konstan ini membuktikan pada waktu tertentu akan bereaksi sempurna pada waktu pengadukan 35 menit. Semakin besar Na HPO & BaCO yang ditambahkan

  2

  4

  3

  maka semakin rendah kadar Ca yang didapatkan, tapi pada berat tertentu kadar Ca konstan hal ini disebabkan karena semakin kecil penambahan Na HPO & BaCO

  2

  4

  3

  maka Ca yang bereaksi kecil sehingga kadar Ca yang dipreroleh juga kecil. Dan semakin besar penambahan Na HPO & BaCO maka Ca yang bereaksi semakin

  2

  4

  3

  besar, didapatkan untuk penambahan Na HPO & BaCO agar Ca bereaksi

  2

  4

  3

  sempurna pada penambahan 8 gram. sehingga Pada proses rekristalisasi telah didapatkan kadar Ca terbaik yaitu pada penambahan Na HPO & BaCO 8 gram

  2

  4

  3 dan waktu pengadukan 35 menit yang menghasilkan kadar Ca 98,27 %.

4.2.3. Hasil Mg Proses Rekristalisasi

  Gambar 3. Pengaruh penambahan Na HPO & BaCO dan waktu pengadukan

  2

  4

  3

  terhadap konversi Mg pada proses Rekristalisasi Pada Gambar 3 dapat dilihat bahwa semakin lama waktu pengadukan maka semakin tinggi kadar Mg yang dihasilkan. Tapi pada waktu tertentu kadar

  Mg konstan ini membuktikan pada waktu tertentu akan bereaksi sempurna pada waktu pengadukan 35 menit. Semakin besar Na HPO & BaCO yang

  2

  4

  3

  ditambahkan maka semakin rendah kadar Mg yang didapatkan, tapi pada besar tertentu didapatkan kadar Mg konstan hal ini disebabkan karena semakin kecil penambahan Na HPO & BaCO maka Mg yang bereaksi kecil sehingga kadar

  2

  4

3 Mg yang dipreroleh juga kecil. Dan semakin besar penambahan Na HPO &

  2

  4 BaCO maka Mg yang bereaksi semakin besar. Didapatkan untuk penambahan

3 Na HPO & BaCO agar Mg bereaksi sempurna pada penambahan 8 gram.

  2

  4

  3

  sehingga Pada proses rekristalisasi telah didapatkan kadar Mg terbaik yaitu pada penambahan Na HPO & BaCO 8 gram dan waktu pengadukan 35 menit yang

  2

  4

  3 menghasilkan kadar Mg 78,57 %.

4.2.3. Hasil SO Proses Rekristalisasi

  4 Gambar 4. Pengaruh penambahan Na HPO & BaCO dan waktu pengadukan

  2

  4

  3

  terhadap konversi SO pada proses Rekristalisasi

  4 Pada Gambar 4 dapat dilihat bahwa semakin lama waktu pengadukan

  maka semakin tinggi kadar SO yang dihasilkan. Tapi pada waktu tertentu SO

  4

  4

  konstan ini membuktikan pada waktu tertentu akan bereaksi sempurna pada waktu pengadukan 35 menit. Semakin besar Na HPO & BaCO yang ditambahkan

  2

  4

  3

  maka semakin rendah kadar SO yang didapatkan, tapi pada besar tertentu

  

4

  didapatkan kadar SO konstan hal ini disebabkan karena semakin kecil

  4

  penambahan Na HPO & BaCO maka SO yang bereaksi kecil sehingga kadar

  2

  4

  3

  4 SO yang dipreroleh juga kecil. Dan semakin besar penambahan Na HPO &

  4

  2

  4 BaCO maka SO yang bereaksi semakin besar. Didapatkan untuk penambahan

  3

4 Na HPO & BaCO agar SO bereaksi sempurna pada penambahan 8 gram.

  2

  4

  3

  4

  sehingga Pada proses rekristalisasi telah didapatkan kadar SO terbaik yaitu pada

  4

  penambahan Na HPO & BaCO 8 gram dan waktu pengadukan 35 menit yang

  2

  4

  3 menghasilkan kadar SO 75,84 %.

4 Pada proses rekristalisasi telah didapatkan kondisi terbaik yaitu pada pada

  penambahan Na HPO & BaCO 8 gram dan waktu pengadukan 35 menit

  2

  4

  

3

  menghasilkan kadar garam 99,05, % , kadar Ca 98,27 % , kadar Mg 78,57 %, dan kadar SO4 75,84 %.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

5.1. Kesimpulan

  1. Proses rekristalisasi dapat meningkatkan kadar garam hingga SNI 2. Didapatkan untuk kebutuhan Na2HPO4 8 gram.

  3. Didapatkan untuk kebutuhan BaCO3 8 gram.

5.2. Saran 1.

   Daftar Pustaka

DAFTAR PUSTAKA

  Anonim, 2008. Sejarah penemuan garam, (Online) , (http://www.hajsmy.us/2011/10/sejarah-garam-dan-manfaat garam.html, di akses 14 Juli 2012).

  Anonim, 2012. Catatan lapangan Asdep Menko Perekonomian, (Online)

  (ht t p:/ / w w w . Garam dan Indust ri Garam Indonesia _ Wat er Treat ment Issue(s).ht m) Business New s, 10 Juli 2004)

  Anonim, 2012. Keguanaan Garam Krosok, (Online) (http://cara- membuat.net/search/kegunaan-garam-krosok.html,diakses 12 Agustus 2012). Ageng,Vita& Lukman,2010. .Studi Peningkatan Mutu Garam Dengan

  

Pencucian, Fak. Teknik Kimia, ITS .Surabaya

  Badan Standart Nasional ,2012.SNI 01-3556-2000 Garam Beryodium, (Online), ( http://sisni.bsn.go.id/index.php?/sni_main/sni/cari_simple.ht ml,diakses 12 Agustus 2012)

  Djoko Wilarso,1996. Peningkatan Kadar NaCl Pada Proses Pencucian Garam Rakyat Di Pabrik : Litbang Ball Industri. Farid dan Pandu, 2008. Rekristalisasi Garam Rakyat Untuk Meningkatkan

   Kualitas”:Teknik Kimia,ITS: Surabaya.

  Pusat Pelatihan Kelautan dan Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan, 2011. Pembahasan Kurikulum Pelatihan Garam Tahun 2011, (Online), (http://www. Pelatiahan-info-sni-garam.html,diakses 12 Agustus 2012)

  Ridwan,2010. Proses Pembuatan Garam Kemurnian Tinggi Dengan Metode Evaporasi Tingkat Tinggi: :Teknik Industri:Adiwidia.

  Perry, Chilton , 1999 , ”Perry’s Chemical Engineer’s Handbook” , 7edision ,McGraw-Hill Book Company Inc. , N.Y.

   Daftar Pustaka Petani Garam Rakyat Minta Dibantu Pengadaan Geo PT.Garam, 2012.

  Membran, (Online), (http://www.tubasmedia.com/berita/petani-

  garam-rakyat-minta-dibantu-pengadaan-geo-membran/,diakses pada tanggal 16 Agustus 2012) PT. Geostructure Dynamic,2010. Instalasi Geomembran . (Online),

  (http://geostructuredynamics.com/id/layanan/instalasigeosynthetics/ge omembran diakses pada Tanggal 16 Agustus 2012) Saksono. Nelson, 2003. Studi Pengaruh Proses Pencucian Garam Terhadap

  Komposisi Dan Stabilitas Yodium Garam Konsumsi : Jurusan Teknik Gas Dan Petrokimia, Fakultas Teknik, Universitas Indonesia.

  Sudarto, 2012. Teknologi Pergaraman Dongkrak Produksi Garam. (Online), (http://www.tubasmedia.com/berita/teknologi-pergaraman dongkrak- produksi-garam/ : tubas media: diakses pada 16 Agustus 2012)

  Setyopratomo.puguh,dkk. 2003. Studi Eksperimental Pemurnian Garam NaCl

  Jurusan Teknik Kimia:Universitas Surabaya Dengan Cara Rekristalisasi :

   Appendiks APPENDIKS

1. Perhitungan kebutuhan Na

  

2 HPO

4 dan BaCO 3 :

  Dari jumlah aquades yang digunakan 500ml dan

  o

  Kelarutan Garam : 35,7 gram / 100 ml pada suhu 0 C

  o

  39,8 gram / 100 ml pada suhu 100 C

  o

  Dengan menggunakan interpolasi didapatkan kelarutan garam pada suhu 30 C

  2

  −

  2

  − ......................(1)

  2

  1

  

2

  1

  − = −

  o

  Dengan : x2 : 39,8 gram , y2 : 100 C

  o

  x1 : 35,7 gram , y1 : 0 C

  o

  x : x gram , y : 30 C

  o

  didapatkan kelarutan garan pada suhu 30 C adalah 36,93 gram / 100 ml didapatkan untuk 500 ml adalah 184,65 gram garam

  Dengan Dat a Komposisi Garam rakyat : 2 BM M gCl :

  95 NaCl : 82,36 % 2 2 BM CaCl : 111 CaCl : 1,64 % 4 4 BM M gSO : 120 CaSO : 2,11 % 4 4 BM CaSO : 136 M gSO : 2,05 % 2 BM NaOH :

  40 M gCl : 1,42 % 2 4 BM Na HPO : 2 142 H O : 10,3 %

  : 2 BM BaCO3 116 KCl : 0,12 % BM NaCl :

  46 Untuk kebutuhan Na HPO

  2

  4

  2

  2

  4

  3

  4

  2

  • 2Na HPO +2NaOH Mg (PO ) + 6NaCl +2H O  3MgCl

  2 Dari data diatas dapat diketahui kebutuhan Na2HPO4 : 1,42 100

  Persen MgCl

  2 : 1,42 % = = 0,0142

  ⁄ Gram MgCl =

  2 × 0,0142 × 184,65

  2

  = = 2,622 gram / 500ml larutan garam Mol MgCl =

  2 2 = 2,622 95 2 ⁄ ⁄ = 0,0276

   Appendiks ×

  2 Perbandingan mol MgCl dan Na HPO =

  2

  2

  4

  = × 0,0276 = 0,0184 Maka gram Na HPO = mol Na HPO

  X BM Na HPO

  2

  4

  2

  4

  2

  4

  = 0,01818 X 142 = 2,613 gram  3CaCl +2Na HPO +2NaOH Ca (PO ) + 6NaCl + 2H O

  2

  2

  4

  3

  4

  2

  2 Dari data diatas dapat diketahui kebutuhan Na2HPO4 :

  Persen CaCl : 1,64 % = 1,64 100 = 0,0164

  2 ⁄

  Gram CaCl = CaCl 2 × 0,0164 × 184,65

  2

  = = 3,028 gram / 500ml larutan garam Mol CaCl = CaCl 2 CaCl2 = 3,28 111 = 0,0273

  2 ⁄ ⁄

  Perbandingan mol CaCl dan Na HPO = × CaCl 2

  2

  

2

  4

  = × 0,0273 = 0,01818 Maka gram Na HPO = mol Na HPO

  X BM Na HPO

  2

  4

  2

  4

  2

  4

  = 0,01818 X 142 = 2,583 gram Sehingga total kebutuhan Na2HPO4 : 2, 613 + 2,583 = 5,196 gram

  Untuk kebutuhan BaCO

  3

  • BaCO MgCO + BaSO

   MgSO

  4

  3

  3

  4 Dari data diatas dapat diketahui kebutuhan BaCO :

  3 Persen MgSO : 2,05 % = 2,05 100 = 0,0205 4 ⁄

  Gram MgSO = MgSO4 × 0,0205 × 184,65

  4

  = = 3,785 gram / 500ml larutan garam Mol MgSO = MgSO4 MgSO4 = 3,785 120 = 0,0315

  

4 ⁄ ⁄

   Appendiks BaCO3

  Perbandingan mol dan = ×

  MgSO BaCO

  4

  3 MgSO4 MgSO4

  = × 0,0315 = 0,0315 Maka gram BaCO = mol BaCO

  X BM BaCO

  3

  3

  3

  = 0,0315 X 142 = 3,66 gram  CaSO + BaCO CaCO + BaSO

  4

  3

  3

  4 Dari data diatas dapat diketahui kebutuhan BaCO :

  3 Persen CaSO : 2,11 % = 2,11 100 = 0,0211

  4

  ⁄ Gram CaSO = MgSO4 × 0,0164 × 184,65

  4

  = = 3,896 gram / 500ml larutan garam Mol CaSO = CaSO4 CaSO4 = 3,896 136 = 0,0286

  4

  ⁄ ⁄

  BaCO3 Perbandingan mol CaSO dan BaCO = ×

  4

  3 CaSO4 CaSO4

  = × 0,0286 = 0,0286 Maka gram BaCO = mol BaCO

  X BM BaCO

  3

  3

  3

  = 0,0286 X 142 = 3,23 gram Sehingga total kebutuhan BaCO3 : 3,66 + 3,23 = 6,89 gram

   Appendiks

2. Perhitungan biaya yang bahan sebelum penelitian

  ℎ

  = 20.000 × 0,0052 = . 104,

  −

  3. BaCO

  3

  = ℎ

  ×

  = 10.000 × 0,0069 = . 69,

  ×

  −

  4. Aquadest = ℎ

  ×

  ℎ

  = = 500 × 0,05 = . 250,

  − Total biaya yang digunakan : Rp. 608,- Total biaya per Kg digunakan : Rp. 3.040,-

  ℎ

  = ℎ

  Harga Bahan utama : Garam Rakyat Rp. 1000,- /Kg Harga bahan penolong :

  3. BaCO3 6,9 gram atau 0,008 Kg

  1. Na2HPO4 Rp. 20.000,- / Kg

  2. BaCO3 Rp. 10.000,- / Kg

  3. NaOH Rp. 10.000,- / Kg

  4. Aquadest Rp. 500,- / Liter Jumlah Pemakaian :

  1. Garam Rakyat 185 gram atau 0,185 Kg

  2. Na2HPO4 5,2 gram atau 0,008 Kg

  4. NaOH 5 gram atau 0,005 Kg

  4

  5. Aquadest 500 ml atau 0,5 Liter Perhitungan biaya pemakaian :

  1. Garam Rakyat = ℎ

  ×

  ℎ

  = 1000 × 0,185 = . 185,

  −

  2. Na

2 HPO

   Appendiks

  4. NaOH = ℎ

  3. BaCO

  3

  = ℎ

  ×

  ℎ

  = 10.000 × 0,008 = . 80,

  −

  ×

  = 20.000 × 0,008 = . 160,

  ℎ

  = 10.000 × 0,005 = . 50,

  −

  5. Aquadest = ℎ

  ×

  ℎ

  = = 500 × 0,05 = . 250,

  − Total biaya yang digunakan : Rp. 725,- Total biaya per Kg digunakan : Rp. 3.625,-

  −

  ℎ

  3. Perhitungan biaya yang bahan setelah penelitian Harga Bahan utama : Garam Rakyat Rp.1000,- /Kg Harga bahan penolong :

  9. NaOH 5 gram atau 0,005 Kg

  5. Na2HPO4 Rp. 20.000,- / Kg

  6. BaCO3 Rp. 10.000,- / Kg

  7. NaOH Rp. 10.000,- / Kg

  8. Aquadest Rp. 500,- / Liter Jumlah Pemakaian :

  6. Garam Rakyat 185 gram atau 0,185 Kg

  7. Na2HPO4 8 gram atau 0,008 Kg

  8. BaCO3 8 gram atau 0,008 Kg

  10. Aquadest 500 ml atau 0,5 Liter Perhitungan biaya pemakaian :

  ×

  1. Garam Rakyat = ℎ

  ×

  ℎ

  = 1000 × 0,185 = . 185,

  −

  2. Na

  4

  = ℎ

2 HPO

Dokumen baru
Aktifitas terbaru
Penulis
123dok avatar

Berpartisipasi : 2016-09-17

Dokumen yang terkait

PENINGKATAN KUALITAS GARAM RAKYAT DENGAN PROS..

Gratis

Feedback