Hubungan antara dukungan sosial dan tingkat stres orangtua dari anak autis.

Gratis

0
6
123
2 years ago
Preview
Full text

PERNYATAAN KEASLIAN KARYA

  Saya menyatakan dengan sesungguhnya bahwa skripsi yang saya tulis ini tidak memeuat karya atau bagian karya orang laian, kecuali yang telah disebut dalamkutipan dan daftar pustaka, sebagaimana layaknya karya ilmiah. Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma Penelitian ini adalah penelitian korelasional, yang bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya hubungan antara dukungan sosial dan tingkat stresorangtua dari anak autis.

KATA PENGANTAR

  Puji dan syukur penulis kepada Tuhan Yesus Kristus atas segala rahmat dan karunia serta pertolonganNya yang telah diberikan, sehingga penyusunanskripsi ini dapat diselesaikan dengan baiak. Pihak SMP Kristen 1 Klaten yang telah memberi saya kelonggaran untuk menyelesaikan kuliah saya dan yang telah mendukung saya.

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Setiap orangtua pasti bahagia bila anak mereka lahir dengan selamat, sehat

  Bagaimana tidak, jika anak yang mereka sangat cintai menderitagangguan yang menyebabkan tidak berkembang secara kognitif, emosi, dan sosial seperti anak-anak yang lain (Safaria, 2005). Perasaan Sarafino (dalam Smet, 1994) berpendapat stres adalah suatu kondisi hasil transaksi antara individu dengan lingkungan yang menimbulkan persepsi antaratuntutan-tuntutan yang berasal dari situasi dengan sumber-sumber daya sistem biologis, psikologis dan sosial dari seseorang.

B. Rumusan Masalah

  Berdasar latar belakang di atas, peneliti membuat rumusan masalah penelitian sebagai berikut: Adakah hubungan antara dukungan sosial dengan tingkat stresorangtua dari anak autis? Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara dukungan sosial dan tingkat stres orangtua dari anak autis.

D. Manfaat Penelitian

  Menambah wacana yang terkait dengan ilmu psikologi, yang berfokus pada pembahasan tentang dukungan sosial dan tingkat stres orangtua darianak autis. Jika penelitian ini terbukti, diharapkan dapat meningkatkan kesadaran orangtua dari anak autis untuk saling mendukung sehinggadapat membantu mengurangi tekanan yang dihadapi dan mencari pemecahan masalahnya.

BAB II LANDASAN TEORI A. Stres

1. Pengertian stres

  Pendapat senada disampaikan oleh Robbins(2003) stres adalah kondisi dinamik yang didalamnya individu dikonfrontasikan dengan suatu peluang, kendala (constraints) atau tuntutan (demands) yang terkaitdengan apa yang sangat diinginkan hasilnya, dan dipersepsikan sebagai tidak pasti dan penting. Pengertian stres yang digunakan dalam penelitian ini adalah suatu keadaan yang menuntut dan membebani individu baik secara fisiologis maupun psikologisyang menimbulkan tegangan, sehingga membuat individu berusaha untuk mengatasi.

2. Indikator stres Indikator stres menurut Robbins (2003) adalah sebagai berikut

  Fisiologis berupa sakit kepala, migran, detak jantung meningkat, tekanan darah naik, pucat, pernafasan rata-rata meningkat (terengah-engah), gemetarpada kaki dan tangan, berkeringat, pegal pada leher dan punggung, insomnia, lelah, dan gangguan pencernaan. Kognitif berupa gangguan dalam pola berpikir, susah kosentrasi, terfokus pada satu hal saja sehingga susah diajak berpikir yang lain, mudah lupa, polaberpikir yang kaku, dan tidak mampu mengambil keputusan.

3. Penilaian kognitif terhadap stres

  Penilaian kognitif (appraisal cognitive)mengandung 2 unsur penting yaitu tuntutan yang mengancam dan sumberdaya yang ada untuk menghadapi tuntutan (Sarafino, 1997). Penilaian sekunder (secondary appraisal) merupakan penafsiran/pengukuran terhadap kemampuan koping dan sumber- sumbernya, serta apakah mereka akan dapat/tidak menghadapi kerusakan,ancaman, dan tantangan terhadap kejadian (Taylor, 1999).

4. Sumber stres Keadaan atau situasi yang dapat menjadi sumber stres disebut stressor

  Stressor sosial merupakan sumber stres yang berasal dari kehidupan sosial, seperti perubahan sosial yang cepat, kepadatan penduduk, kepadatanpemukiman, keramaian, kemacetan, pertikaian antara kelompok masyarakat, kerusuhan, kenaikan biaya hidup, tingkat kriminalitas yang tinggi, dan sebagaikaum minoritas. Stressor ini, seperti bencana alam, banjir, cuaca, temperatur, kecepatan angin, kebisingan, polusi, dan bencana yang berasal dari teknologi.

B. Orangtua

  Pengertian orangtuaArti kata orangtua dalam kamus Psikologi dan Psikoanalitik karya Haracebenglish (1958) adalah organisme yang menghasilkan keturunan atau ayah dan ibu. Utama (Nafaola, 2004; Kartono, 1992) berpendapat orangtua adalah seorang pria dan wanita yang berjanji kepada Tuhan untuk hidup bersama sebagaipasangan suami-istri, dan bersedia memikul tanggung jawab sebagai ayah dan ibu dari anak yang akan dilahirkan.

C. Autis

1. Pengertian Autis

  Mönk (dkk, 1989) mengemukakan autis adalah suatu hambatan perkembangan yang sudah nampakpada tahun-tahun pertama, yang memiliki ciri-ciri sebagai berikut: sejak lahir mempunyai kontak sosial yang terbatas, perhatian terpusat pada benda mati,tenggelam pada penghayatan taktil kinestetis, ingatan yang baik namun tegar dan fantasi kurang. Autis merupakan gangguan pervasif yang mencakup gangguan dalam komunikasi verbal dan non verbal, interaksi sosial, perilaku dan emosi (Sugiarto, Prambahan, & Pratitis, 2004).

2. Penyebab Autis

  Kelainan yang terjadi di Cerebellum (otak kecil) terutama pada Lobus Kelainan dalam Sistem Limbik ( Hippocampus dan Amygdala) dapat menyebabkan ganggauan fungsi emosi, gangguan pada rangsang sensoris,gangguan dalam fungsi belajar dan daya ingat, sehingga membuat kesulitan dalam menyimpan informasi baru (Handojo, 2001). Hasil tes laboratorium dari rambut dan darah anak autis ditemukan kandungan logam berat dan beracun.

3. Kriteria Autis

  Terdapat paling sedikit enam pokok dari kelompok (1), (2), dan (3) yang meliputi paling sedikit dua pokok dari kelompok (a), paling sedikit satu pokok dari kelompok (b) dan palingsedikit satu pokok dari kelompok (c). Perkembangan abnormal atau terganggu sebelum usia 3 tahun seperti ditunjukkan oleh keterlambatan atau fungsi yang abnormal pada paling sedikit satu dari bidang-bidang berikutini: (1) interaksi sosial, bahasa yang digunakan dalam perkembangan sosial, (2) bahasa yang digunakan dalam komunikasi sosial, atau (3) permainan simbolik atau imajinatif.

c). Sebaiknya tidak disebut dengan istilah Gangguan Rett, Gangguan Intergratif kanak-kanak, atau sindrom Asperger

D. Faktor penyebab stres orangtua dari anak autis

  Persepsi yang salah tentang autisBanyak orangtua anak autis tidak mendapat informasi yang benar tentang gangguan autis, sehingga mereka salah langkah dan tidak jarangmereka menyalahkan diri mereka. Sedang, faktor penyebab stres orangtua anak autis antara lain gangguan fungsi padaanaknya, perilaku liar anak, masa depan anaknya, persepsi yang salah tentang anaknya, harapan yang besar kepada buah hatinya, masalah keuangan, munculnyaperasaan tidak layak menjadi orangtua, dan orangtua masih dalam proses penerimaan diri.

E. Dukungan Sosial 1. Pengertian dukungan sosial

  Dukungan sosial adalah keberadaan orang lain yang dapat diandalkan untuk dimintai bantuan, dorongan dan penerimaan ketika individu mengalamikesulitan atau masalah (Handoyo, 2001). Holenen & Santrock (1999) berpendapat bahwa dukungan sosial House (dalam Cooper, dkk, 2001) dukungan sosial merupakan tindakan dari orang lain yang bersifat menolong atau membantu dengan melibatkan aspekdukungan emosional, dukungan penghargaan, bantuan instrumental, dan dukungan informasi yang dapat menyokong individu dalam mengatasimasalahnya.

2. Aspek dukungan sosial Dukungan sosial memiliki aspek yaitu

  Emosional adalah ungkapan empati, kepedulian, dan perhatian terhadap orang yang bersangkutan, misalnya: umpan balik, penegasan. Dorongan maju atau persetujuan dengan gagasan/perasaanindividu dan perbandingan positif orang itu dengan orang lain.

3. Sumber dukungan sosial

  Keluarga dapat dijadikan tempat mengeluh dan bercerita masalah-masalah yang sedang dihadapi, sehingga dapat membantumengurangi ketegangan akibat masalah yang dihadapi dengan memberikan perhatian emosional dan membantu menyelesaikan masalah. Pembentukan kelompok memiliki 3 elemen yaitu kegiatan, interaksi, dan perasaan yang berhubungan satu sama lain.

4. Manfaat dukungan sosial

  Dalam Sarafino (1997) dukungan sosial memiliki manfaat yang berbeda- beda sesuai dengan bentuk dukungan yang diberikan. Dukungan informatif dapat membantu individu memperoleh informasi yang dibutuhkan, membantu dalam mencari jalan keluar dari kesulitan yangdihadapi, dan memperoleh solusi dari kesulitan.

F. Dukungan sosial dan tingkat stres orangtua dari anak autis

  Aspek penghargaan atau penilaian merupakan bantuan yang berupa ungkapan hormat (penghargaan) positif, dorongan maju, persetujuan dengangagasan/perasaan individu dan perbandingan positif orang itu dengan orang lain Sarason (dalam Taifur, 2003) menemukan bahwa individu yang memiliki dukungan sosial tinggi akan memiliki harga diri yang tinggi dan konsep diri yangbaik, sehingga orangtua anak autis memiliki pandangan yang optimis terhadap kehidupan. Rasa percaya pada diri sendiri dan orang lain dapat membantu orangtua untuk menghadapi kondisi yang penuh stressful, karena orangtua akan memilikikeyakinan bahwa mereka mampu mengatasi hambatan, tantangan, dan tuntutan dan tentu saja akan menumbuhkan penerimaan diri terhadap apapun yang terjadipada dirinya.

G. Hipotesis

  Ada hubungan negatif antara dukungan sosial dengan tingkat stres orangtua dari anak autis. Tingkat Stres Rendah Orangtua dari anak autis yang mendapat dukungan sosial cukup tinggi.

BAB II I METODOLOGI PENELITIAN A. Jenis penelitian Penelitian ini adalah penelitian korelasional, sebab penelitian ini ingin

B. Variabel penelitian

  Subjek penelitian dan pengambilan Subjek dalam penelitian ini adalah ayah dan atau ibu dari anak autis yang anaknya mengikuti terapi di klinik atau sekolah khusus autis. Kognitif berupa gangguan dalam pola berpikir, susah kosentrasi, terfokus pada satu hal saja sehingga susah diajak berpikir yang lain, mudah lupa,pola berpikir yang kaku, dan tidak mampu mengambil keputusan.

E. Metode pengumpulan data

  Skala merupakan alat ukur yang memiliki karakteristik khusus yang membedakannyadari berbagai bentuk alat pengumpulan data seperti angket (questionaire), daftar isian, inventori, dan lain-lain (Azwar, 2003). Skala yang digunakan dalam penelitian ini ada 2 macam yaitu (1) Skala dukungan sosial dan (2) Skala tingkat stres.

1. Dukungan sosial

  a Penyusunan butir pernyataanAlat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala dukungan sosial. Skala ini terdiri dari 70 item yang dikembangkan dari 4aspek tujuan, yaitu instrumental, informatif, emosional, dan pengahargaan.

2. Tingkat stres

  Skala ini terdiri dari item yang dikembangkan dari 5 indikator yangberdasarkan ciri-ciri orang yang tingkat stres tinggi dan tingkat stres rendah. 14 Jumlah 40(50%) Jumlah Item N oIndikator 3 Kognitif Favorabel UnfavorabelTotal 1 Fisiologis 9(11,25%) 9(11,25%) 18(22,5%) 2 Emosional 9(11,25%) 9(11,25%) 18(22,5%) 8(10%) 14(17,5%) 8(10%) 16(20%) 4 Perilaku 7(8,75%) 7(8,75%) 14(17,5%) 5 Interpersonal 7(8,75%) 7(8,75%) 80 Pernyataan yang bersifat unfavorabel bergerak dari 1-4 sesuai dengan jawaban yang diberikan subjek, yakni dari sangat sesuai sampai sangattidak sesuai.

F. Pengujian validitas dan reliabilitas

  Validitas dan reliabilitas merupakan tingkatan mutu dari seluruh proses pengumpulan data dalam penelitian. Pengujian validitas dan reliabilitas perludilakukan sebelum suatu alat ukur digunakan dalam suatu penelitian, supaya alat ukur dapat benar-benar mengukur apa yang diukur dan memiliki ketepatan dalammengukur.

1. Uji Validitas

  Validasi adalah ukuran yang melihat sejauh mana ketepatan dan Pengujian validitas dalam penelitian ini adalah validitas isi. Daya diskriminasi itemadalah sejauh mana item mampu membedakan antara individu yang memiliki dan yang tidak memiliki artibut yang diukur (Aswar, 2003).

G. Metode analisis data

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Persiapan Penelitian

  Perizinan Sebelum melakukan uji coba dan penelitian, peneliti meminta perizinan dari instansi-instansi untuk melaksanakan uji coba dan penelitian diinstansi tersebut. Jumlah subyek uji coba adalah 50 orang yang masing-masing mengisi 70 item skaladukungan sosial dan 80 item skala tingkat stres.

3. Skala Dukungan Sosial

  Hasil analisis item uji coba diperoleh item-item yang sahih dan item yang gugur dari skala dukungan sosial sebagai berikut, Tabel 7 Nomor-nomor item yang sahih dan gugur Nomor itemSahih 1; 2; 3; 4; 5; 6; 7; 8; 10; 11; 12; 13; 14; 15; 16; 17; 18; 19; 20; 21; 22; 23; 24; 25; 26; 27; 28; 29; 30; 31; 32;33; 34; 35; 36; 37; 38; 39; 40; 41; 42; 43; 44; 45; 46;47; 48; 49; 50; 51; 52; 53; 54; 55; 56; 57; 58; 59; 60; 61; 62; 63; 64; 65; 66; 67; 68; 69; dan 70. Gugur 9 Hasil seleksi item-item skala dukungan sosial diperoleh 69 item yang sahih dan 1 item yang gugur.

4. Skala Tingkat Stres

  Hasil analisis item uji coba diperoleh item-item yang sahih dan item yang gugur dari skala tingkat stres sebagai berikut, Tabel 9 Nomor-nomor item yang sahih dan gugur Nomor itemSahih 1; 2; 4; 6; 7; 8; 9; 10; 11; 12; 13; 14; 15; 17; 18; 19; 20; 22; 23; 24; 25; 26; 27; 28; 30; 31; 32; 33; 35; 36; 37;38; 39; 40; 41; 42; 43; 44; 45; 46; 47; 48; 49; 51; 52;53; 54; 55; 57; 58; 60; 61; 62; 63; 64; 65; 67; 68; 69; 70; 71; 72; 73; 74; 75; 76; 77; 78; 79; dan 80. Sampel penelitian adalah ayah dan ibu dari anak autis yang anaknya sekolah di SLB CitraMulia Mandiri Yogyakarta dan orangtua dari anak autis yang anaknya sekolah di SLB N 1 Wonosari.

1. Uji Asumsi

  Syarat-syarat pengukuran korelasi adalah memiliki normalitassebaran data penelitian dan linearitas hubungan antar variabel penelitian dari data yang sudah diperoleh. Uji normalitas sebaran data dan uji linearitas dilakukan untuk memeriksa pemenuhan kedua persyaratan tersebut.

a. Uji Normalitas

  Bila p >0,05 berarti distribusi data penelitian berdistribusi normal, sebaliknya jikap<0,05 berarti distribusi data yang ada tidak berdistribusi normal (Tim Penelitian dan pengembangan wahana komputer, 2004). Hasil analisis didapatkan nilai p = 1,128 untuk variabel dukungan sosial, yang berarti probalitasnya lebih dari taraf signifikasi 5% (0,157)dan p= 1,057 untuk variabel tingkat stres, yang berarti probalitasnya lebih dari taraf signifikasi 5% (0,214).

b. Uji Linearitas

  Uji linearitas dilakukan untuk melihat apakah terdapat korelasi yang linear antara variabel dukungan sosial dan tingkat stres orangtua darianak autis. Hasil analisis kedua variabel diperoleh F=27,990 yang lebih besar tabel tabel dari F yang bernilai (27,990>F 7,19) pada taraf signifikasi 1%.

2. Uji Hipotesis

  Uji hipotesis dilakukan untuk menguji hipotesis penelitian ini, yaitu ada hubungan antara dukungan sosial dan tingkat stres orangtua dari anakautis. Hal ini berarti semakin rendah dukungan sosial yang dirasakan olehindividu dan semakin tinggi tingkat stres dan sebaliknya, semakin tinggi dukungan sosial yang dirasakan oleh individu dan semakin rendah tingkat 60Jadi dapat disimpulkan bahwa hipotesis penelitian ini diterima, yaitu ada hubungan negatif antara dukungan sosial dan tingkat stres orangtua darianak autis.

D. Pembahasan

  Bantuan ini membantu orangtua anak autisdalam memperoleh informasi yang dibutuhkan, sehingga mereka tidak salah dalam mengambil langkah dan dapat mengurangi perasaan cemas karena situasiyang tidak pasti, ambigu, dan diluar kontrol mereka. Potensi tersebut dapat membantu mereka 63Orangtua anak autis yang menerima dukungan sosial akan memiliki konsep diri yang baik dan harga diri yang tinggi.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan Hasil uji hipotesis penelitian menghasilkan koefisien korelasi sebesar

B. Saran

  Saran bagi pembaca a Orangtua yang memiliki anak kebutuhan khusus, terutama anak autismempunyai kesadaran untuk saling mendukung sehingga dapat membantu mengurangi tekanan yang dihadapi dan mencari pemecahan masalahnya. Orangtua dari anak autis seyogyanya membina hubungan interpersonal supaya memperoleh dukungan sosial dari orang lain.b Bagi masyrakat umum seyogyanya memberikan dukungan yang berupa dukungan instrumental, dukungan informatif, dukungan emosianal, dandukungan penghargaan.

DAFTAR PUSTAKA

  Pasangan hidup saya mengajak saya untuk mendiskusikan perkembangan anak saya dan kejadian yang saya alami sehari-hari. SS S TS STS SKALA 2 Petunjuk:Dibawah ini ada pernyataan-pernyataan yang terkait dengan hal-hal yang anda alami sehari-hari.

1. Saya memandang orang lain secara positif

  SL SR KD TP 2. SL SR KD TP 3.

SL SR KD TP 10

SL SR KD TP 11

  Saya tidak suka berteman dengan orang baru. Tekanan darah saya naik.

SL SR KD TP

  Saya merasa bahwa masalah yang muncul karena kesalahan orang lain. Saya dapat melihat suatu masalah dari sudut yang lain.

3. UJI BEDA DAN RELIABILITAS ITEM

  UJI BEDA DAN RELIABILITAS ITEM SKALA TINGKAT STRES 115 50 item293,06 ,712 50 item223,10 ,735 50 item232,84 ,650 50 item242,90 ,707 50 item253,18 ,873 50 item263,00 ,639 50 item273,04 ,493 50 item283,08 ,601 50 item303,00 ,535 50 item203,18 ,661 50 item313,12 ,824 50 item322,98 ,515 50 item332,94 ,767 50 item343,00 ,535 50 item353,00 ,639 50 item363,00 ,948 50 item372,94 ,586 50 item383,16 ,710 50 item212,72 ,858 50 item192,96 ,533 a . UJI BEDA ITEM DAN RELIABILITAS SKALA DUKUNGAN SOSIAL Descriptive StatisticsMean Std.

Dokumen baru

Dokumen yang terkait

Hubungan kemandirian dan dukungan sosial dengan tingkat stres lansia
3
11
170
Hubungan Dukungan Sosial dengan Stres Pengasuhan pada Ibu dari Anak Autistik
3
30
99
HUBUNGAN ANTARA DUKUNGAN SOSIAL DENGAN STRES KERJA PADA KARYAWAN SOLOPOS Hubungan Antara Dukungan Sosial Dengan Stres Kerja Pada Karyawan Solopos.
1
18
12
HUBUNGAN ANTARA DUKUNGAN SOSIAL DENGAN STRES KERJA Hubungan Antara Dukungan Sosial Dengan Stres Kerja.
0
1
14
PENDAHULUAN Hubungan Antara Dukungan Sosial Dengan Stres Kerja.
0
1
7
HUBUNGAN ANTARA DUKUNGAN SOSIAL DENGAN STRES KERJA Hubungan Antara Dukungan Sosial Dengan Stres Kerja.
0
1
10
HUBUNGAN ANTARA DUKUNGAN SOSIAL DENGAN STRES KERJA PADA KARYAWAN Hubungan Antara Dukungan Sosial Dengan Stres Kerja Pada Karyawan.
0
1
16
Hubungan Dukungan Sosial dengan Stres Pengasuhan pada Ibu dari Anak Autistik
0
0
13
Hubungan Dukungan Sosial dengan Stres Pengasuhan pada Ibu dari Anak Autistik
0
0
2
hubungan antara tingkat dukungan sosial
0
0
9
HUBUNGAN ANTARA PENERIMAAN DIRI DAN DUKUNGAN SOSIAL DENGAN STRES PADA IBU YANG MEMILIKI ANAK AUTIS DI SLB AUTIS DI SURAKARTA SKRIPSI
0
0
144
STUDI KASUS TENTANG DUKUNGAN SOSIAL PADA ORANGTUA YANG MEMILIKI ANAK TUNGGAL REMAJA AUTIS SKRIPSI
0
0
20
HUBUNGAN ANTARA DUKUNGAN SOSIAL DENGAN PENERIMAAN DIRI IBU DARI ANAK AUTIS - Unika Repository
0
0
12
HUBUNGAN ANTARA DUKUNGAN SOSIAL DAN TINGKAT STRES ORANGTUA DARI ANAK AUTIS
0
0
121
HUBUNGAN ANTARA PENERIMAAN ORANGTUA DAN TINGKAT INTERAKSI SOSIAL ANAK AUTIS
0
0
114
Show more