Peranan lagu rohani ekaristi dalam meningkatkan pemaknaan perayaan ekaristi bagi kaum muda Katolik di Paroki Santo Antonius Kotabaru.

Gratis

0
3
146
2 years ago
Preview
Full text

PERNYATAAN KEASLIAN KARYA

  Padahal terdapat beberapa langkah yang harus ditempuh ketika lagu rohani tersebut layak untukmasuk ke dalam liturgi, karena tidak semua lagu rohani memiliki makna dalam pengungkapan misteri Kristus yang ada di dalam Perayaan Ekaristi. Dari hasilpengamatan yang penulis lakukan ketika mengikuti Perayaan Ekaristi, umat khususnya kaum muda akan cenderung diam ketika pada bagian tertentu dalammisa, dinyanyikan lagu baru yang tentunya tidak banyak dari umat yang mengetahuinya.

KATA PENGANTAR

  Teman-teman angkatan 2010 yang telah menemani, mendukung, dan berjuang bersama dalam menjalani perkuliahan mulai dari awal hingga akhirdengan penuh dinamika yang tidak pernah dapat dilupakan. Terima kasih karena disini Penulis mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu, baik secara langsung maupun tidak langsung dalam penyusunanskripsi ini yang tidak dapat penyusun sebutkan satu per satu.

DAFTAR SINGKATAN

A. Singkatan Dokumen Gereja

KGK : Ketekismus Gereja KatolikLG : Lumen Gentium, Konstitusi Dogmatis Konsili Vatikan II Tentang Gereja, 21 November 1964 uS : Musicam Sacram, Dokumen Tentang uusik Dalam LiturgiPO : Presbyterorum Ordinis, Dekrit Konsili Vatikan II tentang Kehidupan Para ImamPUuR : Pedoman Umum Misale TomawiSC : Sacrosanctum Concilium, Konstitusi Konsili Vatikan II tentang Liturgi Suci, November 1990 Singkatan Lain B. Art : ArtikelEKA : Ekaristi Kaum AnakEKu : Ekaristi Kaum uudaEKR : Ekaristi Kaum RemajaKAS : Keuskupan Agung SemarangKII : Konfrensi Iali Gereja IndonesiaLCD : Liquid Crystal Digital (Proyektor)PT : Perguruan TinggiSuTA : Sekolah uenengah Tingkat Atas

BABBIB PENDAHULUANB

A. LATARBBELAKANGB

  Disamping tugas dan tanggungjawabnya sebagai generasi penerus, kaum muda juga memiliki ketertarikan yang membantu mereka mencari jati diri mereka Demikian juga dengan munculnya lagu-lagu rohani Ekaristi yang ber- genre pop memberikan perhatian para kaum muda untuk kembali masuk kepada penghayatan imannya lewat Ekaristi. MANFAATBPENULISANB Diharapkan dengan penulisan skripsi dengan judul Peranan lagu rohaniEkaristi dalam meningkatkan pemaknaan Perayaan Ekaristi bagi kaum mudaKatolik dapat memberikan wawasana serta pemahaman kepada penulis mengenai makna Ekaristi, makna liturgi dan musik rohani dalam Perayaan Ekaristi.

F. SISTEMATIKABPENULISANB

BABBI:B

Untuk memperoleh gambaran singkat isi skripsi ini, penulis akan menguraikan pokok-pokok atau garis besar skripsi secara ringkas dalam empatbab sebagai berikut: Bab I merupakan pendahuluan yang berisi latar belakang, rumusan permasalahan, tujuan penulisan, manfaat penulisan, metode penulisan, dangambaran singkat penulisan.

BABBII:B

BABBIII:B

  Pada bab II, penulis menyajikan pengertian Ekaristi, dasar dan sejarahEkaristi, makna Ekaristi, pengertian tentang musik secara umum, unsur-unsur dasar musik, jenis lagu rohani, peranan lagu rohani Ekaristi, serta pengertiankaum muda katolik. Antonius Kotabaru dan gambaran umum kaum muda Katolik Paroki St.

BABBIV:B

  Pada bab IV berisi tentang refleksi pastoral dari hasil penelitian, gambaran kegiatan Workshon “Lagu Rohani Ekaristi”, contoh persiapan salah satu sesi darikegiatan Workshon “Lagu Rohani Ekaristi”. BABBV:B Pada bab V berisi penutup yang mencakup kesimpulan dan saran.

A. EkaristiBB

1. PengertianBEkaristiB

  Ekaristi merupakan kata yang dipakai untuk menyebut seluruh upacara misa, khususnya bagian kedua (sesudah perayaan sabda) yang mencapai puncaknyapada konsekrasi roti dan anggur menjadi tubuh dan darah Kristus dan berakhir dengan komuni. Ekaristi yangdiadakan oleh kristus pada perjamuan terakhir, adalah yang paling agung diantara sakramen-sakramen yang lain dan merupakan pusat hidup Gereja (Gerald O’Collins SJ, 1996: 643).

2. DasarBdanBSejarahBEkaristiBB

  Danpada sore hari dilaksanakan penyembelihan kambing dan domba yang dilakukan di Bait Allah, dan setelah matahari terbenam dimulailah perjamuan Paskah yangdilaksanakan di dalam keluarga atau di dalam kelompok, dengan cara mengelilingi meja perjamuan Paskah dengan jumlah paling sedikit sepuluh orang. Adapun beberapa lambangyang digunakan dalam paskah yang dapat dilihat antara lain; sayur pahit melambangkan kondisi perbudakan yang membawa kepahitan hidup bangsa Israelkarena bangsa Mesir (Kel 1: 14) sedangkan Roti tak beragi melambangkan penderitaan di masa lalu dan dikaitkan dengan situasi yang tergesa-gesa ketikabangsa Israel hendak meninggalkan Mesir (Prasetyantha 2008: 28).

d. PerjamuanBMalamBTerakhirBYesusBB

  Pr, dalam buku yang disunting Prasetyantha (2008: 29) mengatakan bahwa pada awal berkembangnya jemaat Kristiani, perjamuan Tuhansudah menjadi salah satu faktor utama yang meneguhkan ikatan persaudaraan antar anggota jemaat dan antar komunitas Gerejani. Dalam Mat 26: 18 Kisah perjamuan malam terakhir dapat kita duga bahwa Yesus telah merencanakan perjamuan tersebut dengan meminta salah seorang pengikutnyauntuk menyiapkan tempat untuk perjamuan malam.

e. EkaristiBMenurutBPandanganBBapa-bapaBGerejaBB Santo Yustinus Martir dalam buku karangan Martasudjita (2005: 205)

  Yustinus yakin bahwasantapan Ekaristi adalah tubuh dan darah Yesus Kristus sendiri Santo Ignatius dari Antiokhia, dalam suratnya kepada umat Philadelpia mengatakan untuk mengusahakan merayakan satu Ekaristi, karena ini hanyalahtubuh Tuhan kita Yesus Kristus dan hanya satu piala untuk persatuan dengan darah-Nya dan hanya satu Altar (Martasudjita, 2005: 249). Ekaristi sebagai kenangan akan perjamuan malam terakhir Yesus bersama dengan para Rasul, penderitaan Yesus sertapenebusanNya melalui tubuh dan darahNya yang disimbolkan melalui Roti dan Anggur yang telah Ia berkati, dipecah dan dibagikan kepada para murid.

3. MaknaBEkaristiB

a. EkaristiBsebagaiBUngkapanBCintaBKasihBYesusByangBSehabis-habisnyaB

  Dalam hal ini LGart 11 mengatakan demikian: “Dengan ikut serta dalam kurban Ekaristi, sumber dan puncak seluruh hidup kristiani, mereka mempersembahkan Anak Domba Ilahi dan dirisendiri bersama dengan-Nya kepada Allah; demikianlah semua menjalankan peranannya sendiri dalam perayaan liturgis, baik dalampersembahan maupun dalam komuni suci, bukan dengan campur baur, melainkan masing-masing dengan caranya sendiri. Kemudian, sesudahmemperoleh kekuatan dari tubuh Kristus dalam perjamuan suci, mereka secara konkret menampilkan kesatuan Umat Allah, yang oleh sakramenmahaluhur itu dilambangkan dengan tepat dan diwujudkan secara mengagumkan.”Ekaristi sebagai sumber dan puncak seluruh hidup Kristiani menunjukkan sebuah pemahaman dari Konsili Vatikan II, yang tidak dapat memisahkan Ekaristidengan kehidupan sehari-hari.

1. MusikB

a. PengertianBMusikB

  Menurut Levinson yang disunting oleh Karina Andjani (2014: 47) di dalam buku berjudul Apa itu Musik?, mengatakan bahwa musik merupakan suarayang secara temporal diorganisir oleh seseorang, yang dimaksudkan untuk memperkaya pengalaman melalui keterlibatan aktif, seperti mendengarkan,menari, menampilkan, dengan suara yang dianggap sebagai suara. Bernstein & Picker (1972: 1) dalam bukunya An Introduction To Music mengatakan bahwa musik adalah suara-suara yang diorganisasikan dalam waktudan memiliki nilai seni dan dapat digunakan sebagai alat untuk mengekspresikan ide dan emosi.

b. UnsurBDasarBMusikB

  1) MelodiB Melodi dipahami sebagai sebuah urutan nada dengan jarak tertentu dan membawa makna dalam penyampaiannya. Melodi memiliki bentuk nada yang jelas, memiliki suatu ungkapan tertentu dan nada-nadanya mampu dinyanyikan dengan baik dan jelas.

3) HarmoniB Harmoni termasuk satu unsur yang dapat mengkomposisikan musik

  Phytagoras pernah menyatakan dalil mengenai harmoni yaitu “semua yang ditunjukkan dengan angka dan harmoni di dalam musik maupun di dalam alamsemesta” (Prier, 1991: 30). Akor disonan yang memilikikejanggalan merupakan suatu bentuk variasi yang ingin diselaraskan dengan akor konsonan sehingga membentuk musik yang harmoni (Prier, 2010: 2) (Prier,2009b: 123).

a. SejarahBdanBPerkembanganBLaguBRohaniB

  Musik Gereja Protestan menjadi awal lahirnya kantata, passio dan juga oratorio yakni karya musik dengan syair rohani yang berkembangdi Gereja Protestan. Dalam Gereja Protestan abad 18, musik mendapat fungsi sebagai sarana dan bukan lagi sebagai bagian dari liturgi; ia bertujuanmenimbulkan devosi/suasana khidmat, hal ini yang menjadika karya musik rohani pindah dari Gereja ke gedung pertunjukkan; bahwa musik gereja disesuaikandengan tuntutan zaman.

b. JenisBLaguBRohaniB 1) LaguBGerejaniB

  Ujan yang tulisannya dimuat dalam Inspirasi; Lentera Yang Membebaskan (2006: 26), menjelaskan bahwa lagu Gerejani atau musik Gereja, dalam bahasa latin musica eccelsiastica adalah istilah yang digunakan oleh para pengikut Kristus atau Gereja ketika persekutuan beriman inimenyadari kekhasannya dalam mengekspresikan iman lewat musik/lagu terutama dalam ibadat atau liturgi. Baik teks maupun musik dengan melodinya yang secarakhas mengekspresikan iman Gereja yang dirayakan dalam liturgi yaitu tentang apa yang dilakukan Allah (karya agung Allah yang menyelamatkan) dan tanggapanmanusia beriman (syukur-pujian, sembah-sujud, dan permohonan).

c. KedudukanBLaguBRohaniBdalamBEkaristiB

  Lagu rohani Ekaristi merupakan bentuk musik rohani yang dipakai dan digunakan dalam Ekaristi. Berikut merupakan peranan dan tujuan lagu rohani menurut nilai pentingnya dan frekwensi seringknya kita pakai, kita memilih dan mengambilPerayaan Ekaristi.1) Nyanyian Pembukaan, digunakan untuk membuka Perayaan Ekaristi, membina kesatuan umat yang berhimpun, mengantar masuk ke dalam misteriiman yang dirayakan.2) Nyanyian Persiapan Persembahan, berperan sebagai pengiring perarakan persembahan, maka digunakan nyanyian dengan tema persembahan.

C. KaumBMudaBKatolikB

  Umur sosial ini menyebabkan seseorang yang menurut usianyamasih dalam jangkauan usia muda bisa dianggap sudah dewasa dan sebaliknya orang muda yang sudah melampaui usia tersebut masihdianggap muda-mudi.”Dari beberapa pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa kaum muda adalah sekelompok orang yang berumur 15-24 tahun yakni dari golongan umurpelajar hingga mahasiswa. Dengan penelitian yang penulis lakukan, diharapkan dapat memberikan gambaran lagu rohaniEkaristi yang dapat membantu umat, khususnnya kaum muda dalam meningkatkan pemaknaan Perayaan Ekaristi di Paroki St.

1. SejarahBterbentuknyaBParokiBSt.BAntoniusBKotabaruB

  Antonius Kotabaru berdiri, gedung gereja masih berupa kapel yang terbuka untuk umum dan dikelola oleh Kolsani. Setelah proklamasi, gereja dan Kolsani kembali berfungsi sepertisediakala dan gedung IPPAK menjadi kantor pemerintahan RI dan kemudian sebagai Kantor Departemen Penerangan dan Pertahanan.

2. VisiBdanBMisiBParokiBSt.BAntoniusBKotabaruB

  Bertumbuh Untuk Berbagi; 85 Tahun Gereja Santo Antonius Kotabaru Yogyakarta, dipaparkan Visi dan Misi Paroki Santo Antonius Kotabaru sebagai berikut;Visi: Paroki St. Antonius Kotabaru, sebagai bagian umat Allah KAS, menjadi pribadi-pribadi umat beriman yang berlandaskan nilai-nilai Injilterutama belas kasih, keterbukaan, kebenaran, empati dan pelayanan untuk mengembangkan persekutuan umat Allah yang mampu memajukanpersaudaraan sejati dengan siapapun yang berkehendak baik.

3. PerayaanBEkaristiBParokiBSt.BAntoniusBKotabaruB

  SelainEkaristi harian dan mingguan, paroki yang memilki basis kaum muda yang kuat ini mengadakan model Ekaristi yang disesuaikan dengan keinginan umat, diantaraEkaristi Kaum Muda (EKM., Ekaristi Kaum Remaja (EKR., Ekaristi Kaum Anak(EKA., Ekaristi Karismatik, dan juga Ekaristi bahasa Jawa. Perayaan ini diadakan mengingat terdapatbanyak umat yang tergabung dalam kemompok Persekutuan Doa KarismatikKatolik (PDKK., namun perayaan Ekaristi ini juga terbuka bagi umat yang cocok dengan model dan gayanya.

B. MetodologiBPenelitianB

1. LatarBBelakangBPenelitianB

  Walaupun paroki ini membebaskan umat dalam menggunakan lagu rohaniEkaristi saat Perayaan Ekaristi, beberapa kaum muda mengungkapkan bahwa akan cenderung untuk diam ketika dinyanyikan lagu rohani Ekaristi yang belummereka tahu saat Perayaan Ekaristi berlangsung. Penulisan skripsi ini juga diharapkan dapat membantu pihak terkait, dalam hal ini paroki dan pemerhati kaum muda Katolik, untuk mengembangkan lagurohani Ekaristi, sehingga dapat semakin membantu kaum muda Katolik dalam menemukan makna Perayaan Ekaristi.

8. RespondenBPenelitianB

  Lagu rohani Ekaristi merupakan bentuk musik rohani yang dipakai dan digunakan dalam Ekaristi. Ekaristi yang dirayakan merupakan sumber dan puncak seluruh kehidupan Kristiani yang memampukan manusia untuk tinggal dalam Kristus.

C. LaporanBHasilBPenelitianBB

  Pembahasan hasil penelitian ini tidak mengambil jumlah pilihan dari jawaban responden terbanyak, melainkan mengambil jumlahdari responden yang menjawab positif diantaranya sangat setuju (SS. memiliki kedudukan netral juga, namun disesuaikan dengan pernyataan jadi jumlah jawaban netral dapat dimasukkan kedalam kategori positif maupun kategori negatif tergantung dari pernyataan yang diberikan.

A. PerananBlaguBrohaniBEkaristiB

  responden menyetujui bahwa lagu rohani Ekaristi adalah lagu yang hanya digunakan dalam Perayaan Ekaristi. responden menyetujui bahwa Perayaan Ekaristi adalah suatu perayaan syukur untuk mengenangkan, menghadirkan dan menghayati akankarya keselamatan Allah yang terwujud dalam diri Yesus Kristus dengan berpuncak pada kurban salib-Nya.

B. UsahaBmeningkatkanB SSB SB NB TSB STSB pemaknaanBEkaristiBmelaluiB laguBrohaniBEkaristiB

  Paroki perlu melibatkan kaum 22B 18B 8B 2B 0B muda yang memiliki potensi (44%)B (36%)B (16%)B (4%)B (0%)B dalam hal musik untuk mencipta lagu rohani Ekaristiyang sesuai dengan minat kaum muda 28. Sedangkan pada nomor 27 sebanyak 40 (90%.responden menyetujui bahwa paroki perlu melibatkan kaum muda yang memiliki potensi dalam hal musik untuk dapat mencipta lagu rohani Ekaristi yang sesuai Pada nomor 30 sebanyak 49 (98%.

D. PembahasanBHasilBPenelitianB

  Lagu rohani Ekaristi hendaknya tidak mengindahkan hakikat dari Ekaristi sebagai suatu perayaan bersama umat, antara pribadi yang satu dengan yang lain dalamsuatu komunio yang disatukan oleh Allah melalui Ekaristi Suci. Dari ketiga item ini digambarkan dengan jelas bahwakaum muda kurang memahami dimaksudkan dengan ibadat, liturgi dan juga Pada item nomor 8, sebanyak 28 responden dengan prosentase 56% menyetujui bahwa lagu-lagu yang menjadi bagian dari liturgi baku tidak bisadigantikan oleh lagu pop rohani manapun.

2. PemaknaanBPerayaanBEkaristiB

  Dari data ini diketahui bahwa mereka belum tertarik untuk merayaakanEkaristi dengan menggunakan lagu rohani Ekaristi, beberapa kaum muda masih tertarik dengan lagu Ekaristi yang sudah ada dan sudah sangat familiar dikalanganumat. Dengan lagu rohani Ekaristi digambarkan bahwa kaum muda merasakan kehadiran Allah melalui hal-hal yang dekat dan khas Dari kedua fakta tersebut dapat disimpulkan bahwa belum semua kaum muda dapat merasakan kehadiran Allah lewat lagu rohani Ekaristi, namunsebagian besar dari mereka sudah dapat menemukan kehadiran Allah melalui lagu rohani Ekaristi sebagai salah satu bentuk ungkapan iman.

3. UsahaBmeningkatkanBpemaknaanBEkaristiBmelaluiBlaguBrohaniBEkaristiB

  Dari kedua fakta ini dapat disimpulkan bahwa, peluang mencipta laguEkaristi seperti ini merupakan peluang bagi kaum muda untuk terlibat dalam kehidupan menggereja, khususnya mereka yang memeiliki kemampuan dalam hal Pada item nomor 28, sebanyak 42 responden dengan prosentase sebesar84% menyetujui bahwa, perlu diupayakan sosialisasi dan pengenalan lagu-lagu rohani Ekaristi pada kaum muda. Namun dari tabel 4 juga ditemukan sebanyak 8responden, pada nomor item yang sama, dengan prosentase sebesar 16% tidak menyetujui perlunya upaya sosialisasi dan pengenalan lagu rohani Ekaristi pada Dari kedua fakta tersebut dapat disimpulkan bahwa masih perlunya sosialisasi dan pengenalan lagu rohani Ekaristi bagi kaum muda.

E. KesimpulanBPenelitianB B

  Kegiatan pendampingan yang diusulkan dalam skripsi ini selain dimaksudkan untuk mengenalkan kembali pada kaum muda tentang makna Ekaristi, jugadiharapkan dapat memberikan gambaran kepada mereka tentang peranan lagu rohani Ekaristi sehingga dari keduanya terdapat kesinambungan bahwa lagu rohani Ekaristidapat berperan dalam pemaknaan Ekaristi bagi kaum muda. Demi pengembangan pemahaman mengenaiseluk-beluk iman kristiani sendiri, perlulah kiranya kepada orang muda ini ditawarkan wacana-wacana, baik yang berkaitan langsung dengan imanmaupun yang berkaitan dengan masalah-masalah sosial kemasyarakatan, yang dapat digunakan oleh orang muda untuk berbuat lebih nyata sebagai bagiandari Gereja.” Metode workshop ini dipilih dan diharapkan dapat sejalan dengan gaya,situasi dan dunia kaum muda saat ini.

B. KegiatanBWorkshop “LaguBRohaniBEkaristi”B

  Selain itu kaum muda juga akan diberikan suatu model pelatihan tentang cara untuk membedakan lagu-lagu rohani untuk memberikanpelatihan bagi kaum muda, dalam suatu studi kasus, kaum muda akan dihadapkan pada dua contoh lagu, yakni lagu Ekaristi dan lagu pop rohani. Nantinya kaum mudaakan di ajak untuk dapat menentukan lagu yang tepat digunakan dalam Perayaan Ekaristi dan juga sesuai dengan esensi Ekaristi itu sendiri.

2. TujuanBKegiatanB Tujuan dari kegiatan ini adalah membantu kaum muda Katolik Paroki St

  Antonius Kotabaru mengetahui khasanah lagu rohani Ekaristi dan juga memahami peranannya, sehingga semakin mampu memaknai Ekaristi secara tepat lewatpemahaman mereka mengenai liturgi, Ekaristi dan juga lagu rohani Ekaristi. Di bagian akhir dari kegiatan Workshop ini, peserta akan diminta untuk memilih danmenyusun lagu rohani sebagai bentuk pemahaman mereka tentang peranan lagu rohani Ekaristi dan juga pemaknaan mereka pada Perayaan Ekaristi.

3. IdentitasBKegiatanB

  Workshop “Lagu Rohani Ekaristi” ini akan membahastentang liturgi Ekaristi dan juga lagu rohani Ekaristi beserta sejarah dan perkembangannya. Yang ingin dicapai dalam proses workshop ini yaitu kaum muda memiliki pemahaman yang cukupmengenai Ekaristi melalui pengetahuan tentang liturgi dan lagu rohani Ekaristi, sehingga nantinya kaum muda dapat memaknai Ekaristi secara lebih tepat.

8. SumberBBahan

  Antonius Kotabaru mengetahui khasanah lagu rohani Ekaristi dan juga memahami peranannya, sehingga semakin mampu memaknai Ekaristi secara tepat lewat pemahaman merekamengenai liturgi, Ekaristi dan juga lagu rohani Ekaristi Tabel 6 Matrik Kegiatan Workshop “Lagu Roahni Ekaristi” No. Lagu rohani Ekaristisebagai manifestasaipemaknaan Ekaristi Membantu kaum muda memaknaiEkaristi melalui lagu rohani Ekaristi Materi untuk tema “lagurohani Ekaristi sebagaimanifestasi perayaanEkaristi  Informasi  Sharing  Tanya-jawab Diskusi  Dinamika Kelompok  Pleno  Kitab Suci  Hand Out  Buku Puji Syukur, MadahBakti, KEK, BBT  Praksis Liturgi, Musik Gereja Zaman Sekarang. Majalah Bulanan Kristiani INSPIRASI, Lentera Yang Membebaskan no 24.

11. ContohBSatuanBPendampinganBKegiatanBWorkshop

92 ContohBPersiapanB

A. IdentitasB 1. Judul Sesi : Peranan Lagu Rohani Ekaristi

  93 Hal ini sejalan dengan yang disampaikan dalam Nota Pastoral KAS 2009tentang kaum muda (art. 16) yang mengatakan bahwa; “Masa muda adalah masa yang paling baik untuk mendapatkan dan menyerapaneka macam pendidikan. Pendidikan yang bermutu akan memberikan ruang yang kondusif bagi orang muda untuk tumbuh dan berkembang menjadi pribadi yang dewasadan mampu menyikapi dunianya dengan bijaksana.” Dengan demikian pendampingan kepada kaum muda mengenai pemahamanmereka mengenai peranan lagu rohani Ekaristi dirasa sangat perlu untuk pengembangan iman kaum muda sendiri.

2. Ujan, Bernardus. Boli. SVD. (2006) Majalah Bulanan Kristiani INSPIRASI

  3. Kidung Ekaristi Kotabaru, Bernyanyilah Bagi Tuhan.

F. Metode

  Ceramah 2. Sharing dan tanya-jawab 3.

G. Sarana

  Handout 2. Alat Tulis 3.

H. ProsesBPendampinganB

1. PengantarB

  Jika saya mengucapkan “kaum muda Katolik”, teman-teman silahkanmenjawab dengan semangat “100 persen Katolik, 100 Persen Indonesia”. Setelah kita mendengarkan pemaparan tentang Ekaristi, berikutnya kita akan masuk pada sesi berikutnya tentang peranan lagu Ekaristi.

2. KegiatanBIntiB

  Pendamping akan mengajak peserta untuk mencari lagu-lagu dalam kedua buku tersebut sesuai dengan kriteria yang telah diberikan pada masingkelompok, dengan dipandu beberapa pertanyaan berikut ini: Carilah 1 buah lagu dari masing-masing buku yang disediakan sesuai dengan kriteria yang telah diberikan pada masing-masing kelompok! Jelaskan alasan anda memilih lagu tersebut! Setelah sesi pleno dari masing-masing kelompok selesai, pendamping kemudian melanjutkan dengan pemaparan mengenai apa yang dimaksud dengan lagu rohani Ekaristi sekaligus peranannya dalam Perayaan Ekaristi.

a. JenisBLaguBRohaniB B 1) LaguBGerejaniB

  Baik teks maupun musik dengan melodinya yang secara khasmengekspresikan iman Gereja yang dirayakan dalam liturgi yaitu tentang apa yang dilakukan Allah (karya agung Allah yang menyelamatkan) dan tanggapan manusiaberiman (syukur-pujian, sembah-sujud, dan permohonan). Istilah lagu liturgi dipandang Gereja sebagai sebuah bagian utuh dari perayaan liturgi dan bukan sebagaisuatu unsur luar yang dicopot dan dimasukkan ke dalam perayaan liturgis seakan-akan suatu barang asing atau hal lain dari liturgi lalu diletakkan di tengahperayaan liturgi.

b. Ciri-ciriBLaguBLiturgisB

  Baik teks maupun musik dengan melodinya yang secara khas mengekspresikan iman Gerejayang dirayakan dalam liturgi yaitu tentang apa yang dilakukan Allah (karya agung Allah yang menyelamatkan) dan tanggapan manusia beriman (syukur-pujian,sembah-sujud, dan permohonan). Kita menggunakan istilah “musik-liturgis” dan bukan “musik dalam liturgi” karena dengan “musik liturgis” mau digarisbawahi pandangan Gereja tentang musiksebagai bagian utuh dari perayaan liturgi dan bukan sebagai suatu unsur luar yang dicopot dan dimasukkan ke dalam perayaan liturgis seakan-akan suatu barang asingatau hal lain dari liturgi lalu diletakkan di tengah perayaan liturgi.

c. SeniBMusikBLiturgisB

  Musik-liturgis sebagai karya seni (bukan tontonan atau pertunjukan) sebenarnya membantu kita semua sebagai peraya untuk mengarahkan seluruh dirikepada inti misteri yang dirayakan dalam liturgi yaitu kepada Tuhan sendiri sebagai sumber segala karya seni. Demikian jugapembawa homili yang memilih dan membawakan lagu yang sedang populer di tengah atau di akhir homili (karena ada kaitan dengan tema homili) yang langsung ditanggapioleh umat dengan tepuk tangan meriah, perlu dipertimbangkan apakah hal seperti itu punya fungsi atau makna liturgis.

d. ProsesBMenjadiBMusik/LaguBLiturgisB

  Musik/nyanyian yang ada di dalam buku-buku nyanyian yang diterbitkan dengan nihil obstat dan imprimatur pimpinan Gereja, dipandang sebagai musik-liturgis. Nyanyian-liturgis untuk Ekaristi juga mesti sesuai dengan teks liturgi Ekaristi dan tindakan liturgis dalam unsur-unsur atau bagian-bagian tertentu dariliturgi Ekaristi.

e. MemilihBMusik/LaguBLiturgisB

  Suatu hal yangpatut dipuji adalah kebiasaan menyanyikan Mazmur Tanggapan dan Alleluia-Bait Pengantar Injil dengan teks yang bervariasi sesuai dengan hari atau pestanya. Padahal kita percaya bahwa kehendak Tuhan selalu terjadi di surga sedangkan di bumi tidak selalu terjadi karenaulah manusia yang suka melawan kehendak Tuhan, maka kita mohon agar kehendak Tuhan terjadi di bumi seperti di surga.

f. PerananBLaguBEkaristiB

  Dari pemaparan singkat tentang lagu rohani Ekaristi juga telah dijelaskan tentang jenis-jenis lagu rohani, unsur-unsur yang terdapat dalam lagurohani dan juga bagaimana lagu rohani tersebut dapat menjadi lagu rohani yang liturgis. Dengan demikian semoga dengan keseluruhan proses ini kita diharapkan untuk dapat semakin meneguhkan dan membuka wawasan kita terhadap lagu rohaniEkaristi serta dapat dengan bijak memilih lagu rohani yang sesuai dengan pemakanaan kita tentang Ekaristi, serta dengannya dapat meningkatkan pemaknaankita akan Perayaan Ekaristi sebagi puncak kehidupan Kristiani kita.

A. KesimpulanB

  Banyaknya lagu rohani yangmasuk dalam liturgi membuat umat, khususnya kaum muda, tidak lagi menjadikan Ekaristi sebagai sebuah perayaan bersama umat dalam kesatuan Gereja, melainkanhanya untuk menemukan rasa senang pribadi dan tidak membantu umat dalam berliturgi, yakni berjumpa dengan Tuhan dan sesamanya. Minimnya pengetahuan itu kemungkinan disebabkan karena faktor pembinaan serta pendampingan yang diperoleh kaum muda kurang memadai; materitidak sesuai dengan konteks kaum muda saat ini, cara penyampaian kurang menarik, belum banyak pihak yang memberikan perhatian dalam bidang ini, namun bisa juga 112karena peserta malas mengikuti pendampingan, sehingga kehadirannya menjadi tidak penuh, yang berakibat pada pengetahuan mereka tentang Ekaristi menjadi berkurang.

B. SaranB

  Ada lima alternatif jawaban yang tersedia untuk menjawab pertanyaan yang terdapat dalam tabel, antara lain:SS : Sangat Setuju N : NetralS : Setuju STS : Sangat Tidak SetujuTS : Tidak SetujuSilahkan memilih alternatif jawaban yang sesuai dengan keadaan atau situasi yang anda rasakan atau alami dengan memberi tanda centang (√) pada kolom yang anda pilih. Paroki perlu melibatkan kaum muda yang memiliki potensi dalam hal musik untuk menciptalagu rohani Ekaristi yang sesuai dengan minat kaum muda 28.

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

Penggunaan Bahasa Jawa dalam perayaan Ekaristi di Stasi Santo Fransiskus Xaverius Kemranggen, Paroki Santo Yohanes Rasul Kutoarjo.
4
71
183
Peranan Ekaristi terhadap keterlibatan orang muda Katolik dalam menanggapi permasalahan sosial masyarakat di Stasi Santo Stefanus Datah Bilang Ilir Kalimantan Timur.
1
3
238
Pengaruh keaktifan mengikuti perayaan Ekaristi terhadap keterlibatan tugas pelayanan (Diakonia) umat lingkungan Santo Xaverius Siyono Kuasi Paroki Santo Yusup Bandung Gunungkidul.
0
4
197
Penggunaan Bahasa Jawa dalam perayaan Ekaristi di Stasi Santo Fransiskus Xaverius Kemranggen, Paroki Santo Yohanes Rasul Kutoarjo
1
28
181
Peranan Ekaristi terhadap keterlibatan orang muda Katolik dalam menanggapi permasalahan sosial masyarakat di Stasi Santo Stefanus Datah Bilang Ilir Kalimantan Timur
0
11
236
Usaha menemukan makna sakramen Ekaristi demi pengembangan iman umat lingkungan Santo Antonius Joton Paroki Santo Yusuf Pekerja Gondangwinangun Klaten.
0
9
155
TATA CARA dan URUTAN PERAYAAN EKARISTI
0
1
5
PEMBINAAN KELUARGA MUDA KATOLIK SECARA INTEGRAL DI PAROKI SANTO ANTONIUS KOTABARU YOGYAKARTA
0
0
130
Upaya inovasi pelaksanaan liturgi perayaan ekaristi di Paroki ST. Fransiskus Xaverius Kidul Loji Yogyakarta demi keterlibatan kaum muda - USD Repository
0
0
123
Peranan ekaristi dalam meningkatkan hidup rohani bagi para Suster PRR di wilayah Jawa - USD Repository
0
0
139
Pengaruh perayaan ekaristi bagi keterlibatan kaum muda dalam hidup menggereja di wilayah Brayat Minulya, Balecatur, Paroki Santa Maria Assumta, Gamping, Yogyakarta - USD Repository
1
3
135
USAHA MENEMUKAN MAKNA SAKRAMEN EKARISTI DEMI PENGEMBANGAN IMAN UMAT LINGKUNGAN SANTO ANTONIUS JOTON PAROKI SANTO YUSUF PEKERJA GONDANGWINANGUN KLATEN SKRIPSI
1
2
153
Makna perayaan ekaristi bagi anggota misdinar di Paroki Santo Antonius Padua Kotabaru Yogyakarta. - USD Repository
0
0
122
Deskripsi pengaruh ekaristi kaum muda terhadap keterlibatan hidup menggereja Orang Muda Katolik di Paroki Santo Antonius Kotabaru Yogyakarta - USD Repository
1
5
169
Ekaristi sebagai upaya meningkatkan motivasi pelayanan para katekis di Paroki Santo Yusup Bintaran, Yogyakarta - USD Repository
1
18
156
Show more