Pengaruh rasio ekstrak temulawak/Polietilen Glikol (PEG) 6000 dalam sistem dispersi padat dengan metode pelelehan-pelarutan terhadap disolusi kurkumin.

Gratis

1
0
57
2 years ago
Preview
Full text

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Pembuatan dispersi padat dapat meningkatkan kelarutan dan disolusi kurkumin dibandingkan dengan campuran fisiknya (p<0,05) dengan peningkatan 120 kelarutan paling tinggi pada rasio 1:4 (14,5 kali) serta nilai DE dispersi padat sebesar 60,40 ± 1,52%; 89,02 ± 1,00%; dan 92,23 ± 0,40% untuk tiap rasio berturut-turut 1:2, 1:4 dan 1:9. Pembuatan dispersi padat dapat meningkatkan kelarutan dan disolusi kurkumin dibandingkan dengan campuran fisiknya (p<0,05) dengan peningkatan 120 kelarutan paling tinggi pada rasio 1:4 (14,5 kali) serta nilai DE dispersi padat sebesar 60,40 ± 1,52%; 89,02 ± 1,00%; dan 92,23 ± 0,40% untuk tiap rasio berturut-turut 1:2, 1:4 dan 1:9.

HALAMAN PERSEMBAHAN

  Pembuatan dispersi padat dapat meningkatkan kelarutan dan disolusi kurkumin dibandingkan dengan campuran fisiknya (p<0,05) dengan peningkatan 120 kelarutan paling tinggi pada rasio 1:4 (14,5 kali) serta nilai DE dispersi padat sebesar 60,40 ± 1,52%; 89,02 ± 1,00%; dan 92,23 ± 0,40% untuk tiap rasio berturut-turut 1:2, 1:4 dan 1:9. Pada penelitianPatil dan Gaikwad (2011) didapatkan peningkatan pada profil disolusi obat gliclazide dengan pembuatan dispersi padat menggunakan metode pelelehan(fusion method) dengan perbandingan 1:1, 1:3 dan 1:5 masing-masing 90,43%,92,97% dan 97,93%.

2 PO 4 .H O (Merck)

  Larutan intermediet (konsentrasi 10 µg/mL)Larutan stok kurkumin 0,1 ml diambil kemudian dimasukkan dalam labu takar 10,0 ml dan diencerkan dengan metanol p.a hingga batas tanda,terlindung cahaya. Penentuan panjang gelombang serapan maksimum (λ maks)Larutan intermediet kurkumin diambil sebanyak 0,25 ml; 1,5 ml dan 3 ml kemudian diencerkan dengan medium disolusi (dapat fosfat pH 6,0dan sodium lauryl sulphate 0,5%) pada labu takar 10,0 ml.

2. Penetapan parameter akurasi dan presisi

  Uji Kelarutan Uji kelarutan dilakukan dengan cara menimbang dispersi padat dan campuran fisik sebanyak 25 mg kemudian dilarutkan dalam 25 ml dapar fosfat pH6,0 menggunakan erlenmeyer dan diaduk menggunakan orbital shaker dengan o kecepatan 75 rpm selama 48 jam di suhu ruangan (25 C) terlindung dari cahaya. Unpaired-T- test digunakan untuk data terdistribusi normal dan Mann Whitney Test untuk data terdistribusi tidak normal pada perbedaan kelarutan dan profil disolusi dispersi padat dengan campuran fisik.

HASIL DAN PEMBAHASAN

  Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh rasio ekstrak temulawak dan PEG 6000 dalam sistem dispersi padat terhadap disolusikurkumin. Verifikasi Metode Analisis Metode analisis yang digunakan pada penelitian ini mengacu pada metode analisis kurkumin dengan spektrofotometri UV-Visibel yang divalidasi olehSharma et al.

1. Linearitas Pengukuran linearitas dilihat dengan koefisien korelasi (r)

  Pengukuran dilakukan dengan membuat 14 seri konsentrasi baku kurkumin dengan konsentrasi 0,01 µg/mL; 0,02 µg/mL; 0,04 µg/mL; 0,09 µg/mL;0,17 µg/mL; 0,22 µg/mL; 0,43 µg/mL; 0,53 µg/mL; 1,07 µg/mL; 2,15µg/mL; 3,23 µg/mL; 4,31 µg/mL; 5,38 µg/mL; 6,46 µg/mL. Hasil uji linearitas yang didapat (r) untuk kurkumin pada medium disolusi sebesar0,998, hal tersebut telah memenuhi persyaratan AOAC (2002) tentang linearitas yang baik yaitu > 0,99.

2. Akurasi dan presisi

  Uji Kelarutan Campuran Fisik dan Dispersi Padat Uji kelarutan dilakukan untuk mengetahui dan membandingkan antara kelarutan campuran fisik dengan dispersi padat pada dapar fosfat pH 6,0 tanpa ada 0.41 Perbandingan Kelarutan Dispersi Padat dan Campuran FisikDispersi Padat Campuran Fisik Ko nsen trasi (µg /mL ) 1.41:2 1:4 1:9 1.2 1.0 0.8 0.6 0.4 0.2 0.0 penambahan sodium lauryl sulphate (SLS) 0,5%. Hasil yang didapat pada uji kelarutan dapat disimpulkan bahwa pembuatan dispersi padat dengan pembawa PEG 6000 terbukti dapat meningkatkan kelarutan kurkumin dengan perbedaan kelarutan yang signifikan dibandingkan dengan campuran fisik (p<0,05).

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIDAFTAR PUSTAKA

  AOAC, 2002, AOAC Guidelines for Single Laboratory Validation of Chemical Method for Dietary Supplements and Botanicals. Evaluation of The Hepatoprotective Activity of Standardized EthanolicExtract of Curcuma xanthorrhiza Roxb.

2. PLoS ONE, 10 (4), 1 –18

  S., 2010, Studies on DissolutionEnhancement of Poorly Water Soluble Drug Using Water Soluble Carriers, Asian Journal of Pharmaceutical and Clinical Research , 3(2), 95-97 Rahman, S., Telny, T., Ravi, T., and Kuppusamy, S., 2009, Role of Surfactant and pH in Dissolution of Curcumin, Indian Journal of Pharmaceutical Sciences,71(2), 139. Available online http://www.ijddr.in Covered in Official Product of Elsevier , The NetherlandsDevelopment and Validation of UV Spectrophotometric Method for TheEstimation of Curcumin in Bulk Drug and Pharmaceutical Dosage Forms, 4(2), 375 –380.

2. Scanning panjang gelombang maksimum pada konsentrasi rendah (0,5382 µg/mL)

3. Scanning panjang gelombang maksimum pada konsentrasi sedang (3,2292 µg/mL)

4. Scanning panjang gelombang maksimum pada konsentrasi tinggi (6,4584 µg/mL)

  Verifikasi metode analisis: akurasi dan presisi Lampiran 4. Summary output regression statistics untuk kurva baku medium disolusiLampiran 5.

0.4 R² = 0.9973

  Perhitungan bahan pada pembuatan dispersi padat dan campuran fisik tiap rasio Tiap rasio akan dibuat dispersi padat dan campuran fisik sebanyak total 5 gram. Rincian jumlah ekstrak temulawak dan PEG 6000 yang digunakan dapat dilihat pada tabel:Rasio Ekstrak temulawak (g) PEG 6000 (g) 1:2 1,667 3,333 1:4 1,000 4,0001:9 0,500 4,500 Lampiran 8.

2. Perhitungan rendemen dispersi padat tiap rasio

  Uji Shapiro-Wilk untuk mengetahui normalitas dispersi padat dan campuran fisik rasio 1:4 3. Uji Shapiro-Wilk untuk mengetahui normalitas dispersi padat dan campuran fisik rasio 1:9 Berdasarkan uji normalitas, untuk data yang terdistribusi normal dilanjutkan dengan unpaired T-test sedangkan untuk data yang terdistribusi tidak normaldilanjutkan dengan Uji Mann-Whitney.

5. Signifikansi kelarutan dispersi padat dan campuran fisik rasio 1:4 dengan Uji Mann-Whitney

6. Signifikansi kelarutan dispersi padat dan campuran fisik rasio 1:9 dengan Uji Mann-Whitney Lampiran 10. Uji disolusi 1. Massa sampel kapsul uji disolusi

2. Contoh hasil data uji disolusi a. Dispersi padat 1:9 Replikasi I Replikasi II Replikasi III

Sampel Rep I (g) Rep II (g) Rep III (g) Rata-rata (g) SDDP 1:2 503 501 500 501 1,53 CF 1:2 502 501 500 501 1,00DP 1:4 504 500 501 501 2,08 CF 1:4 500 504 504 502 2,31DP 1:9 500 502 500 501 1,15 CF 1:9 504 500 503 502 2,08 Menit C C C Rata-rata D C D C D C Dke (µg/500 (µg/500 (µg/500 (%) ± SD (µg/mL) (%) (µg/mL) (%) (µg/mL) (%)mL) mL) mL) 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 ± 0,00 10 8,97 4485,46 89,05 9,35 4676,74 92,84 9,28 4638,49 92,09 91,33 ± 2,019,39 4695,87 93,22 15 9,47 4734,12 93,98 9,51 4753,25 94,36 93,86 ± 0,589,54 4772,38 94,74 30 9,58 4791,51 95,12 9,51 4753,25 94,36 94,74 ± 0,389,58 4791,51 95,12 45 9,77 4887,15 97,02 9,62 4810,64 95,50 95,88 ± 1,009,70 4848,89 96,26 60 9,89 4944,53 98,16 9,70 4848,89 96,26 96,90 ± 1,109,89 4944,53 98,16 90 10,00 5001,91 99,30 9,89 4944,53 98,16 98,54 ± 0,669,74 4868,02 96,64 120 9,70 4848,89 96,26 9,74 4868,02 96,64 96,52 ± 0,22

b. Campuran fisik 1:9 Replikasi I Replikasi II Replikasi III Menit

Rata-rata D C C C C D C D C Dke (µg/500 (µg/500 (µg/500 (%) ± SD (µg/mL) (%) (µg/mL) (%) (µg/mL) (%)mL) mL) mL) 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 ± 0,00 10 8,05 4026,40 55,67 8,17 4083,78 56,46 8,13 4064,65 56,20 56,11 ± 0,4015 9,05 4523,72 62,54 9,12 4561,97 63,07 9,24 4619,36 63,87 63,16 ± 0,67 30 9,47 4734,12 65,45 9,58 4791,51 66,25 9,62 4810,64 66,51 66,07 ± 0,5545 9,70 4848,89 67,04 9,85 4925,40 68,10 9,89 4944,53 68,36 67,83 ± 0,70 60 9,85 4925,40 68,10 9,93 4963,66 68,63 9,97 4982,79 68,89 68,54 ± 0,4090 10,12 5059,30 69,95 10,50 5250,57 72,59 10,54 5269,70 72,86 71,80 ± 1,61 120 10,69 5346,21 73,92 11,07 5537,49 76,56 11,04 5518,36 76,30 75,59 ± 1,46 Keterangan: C = konsentrasi, D = zat terdisolusi

3. Perhitungan Area Under Curve (AUC) dan Dissolution Efficiency (DE)

Perhitungan AUC dilakukan dengan metode trapezoid dan perhitungan nilai dilakukan dengan rumus berikut: dissolution efficiency� ���= ∫ � % � �Dimana, DE merupakan nilai dissolution efficiency pada waktu t, Y dt merupakan luas di bawah kurva zat aktif terlarut pada waktu t, dan Y 100merupakan luas segiempat 100% zat aktif pada medium selama waktu t.

a. Contoh hasil perhitungan AUC dan DE dispersi padat 1:9 Replikasi I Replikasi II Replikasi III Menit

  Statistika uji disolusi dispersi padat dan campuran fisik 1. Uji Shapiro-Wilk untuk mengetahui normalitas dispersi padat dan campuran fisik rasio 1:2 2.

3. Uji Shapiro-Wilk untuk mengetahui normalitas dispersi padat dan campuran fisik rasio 1:9

4. Signifikansi nilai DE 120 dispersi padat dan campuran fisik rasio 1:2 dengan Uji Mann-Whitney 5. Signifikansi nilai DE 120 dispersi padat dan campuran fisik rasio 1:4 dengan Uji Mann-Whitney

6. Signifikansi nilai DE 120 dispersi padat dan campuran fisik rasio 1:9 dengan Uji Mann-Whitney

  Uji Shapiro-Wilk untuk mengetahui normalitas dispersi padat rasio 1:2, 1:4 dan 1:9 Berdasarkan hasil uji normalitas didapatkan bahwa data terdistribusi tidak normal. Signifikansi dispersi padat rasio 1:2, 1:4 dan 1:9 dengan Uji Kruskal- Wallis Lampiran 13.

BIOGRAFI PENULIS

  Penulis skripsi berjudul “Pengaruh Rasio EkstrakTemulawak/Polietilen Glikol (PEG) 6000 dalam Sistem Dispersi Padat dengan Metode Pelelehan-Pelarutan terhadap Disolusi Kurkumin ” memiliki nama lengkap Kendhi Swandanu, lahir di Yogyakarta, 14 September 1995 dan merupakan anak dariSurandaru dan Wahyu Sriharini. Selama masa studi, penulis pernah aktif berperan pada kegiatan kemahasiswaan antara lain TITRASI 2014 sebagai anggota divisi bandzen,Pelepasan Wisuda II 2014 sebagai anggota divisi perlengkapan dan Pharmacy 3 on 3 2015 sebagai koordinator divisi perlengkapan.

Dokumen baru

Download (57 Halaman)
Gratis

Dokumen yang terkait

Pengaruh Penambahan Polietilen Glikol 6000 Terhadap Sifat-sifat Fisik dan Pelepasan Natrium Diklofenak dari Cangkang Kapsul Alginat
6
84
98
Pengaruh Konsentrasi Polietilen Glikol (PEG) 6000 Terhadap Disolusi Piroksikam Dalam Dispersi Padat
6
88
87
Analisis rasio camel dengan metode regresi logistik pada bank devisa dan bank non devisa
0
27
145
Analisis rasio keuangan perusahaan yang melakukan merger dan akuisisi dengan metode regresi logistik
14
182
146
Uji efektivitas ekstrak daun sirih hijau (Piper betle Linn) terhadap pertumbuhan bakteri Streptococcus viridans dengan metode Disc Diffusion
0
6
53
Uji aktivitas antioksidan ekstrak biji kopi robusta (Coffea canephora) dengan metode DPPH
11
42
44
Perbandingan metode peta konsep dengan metode ceramah terhadap hasil belajar sistem koloid di Madrasah Aliyah Negeri 4 Jakarta
0
3
96
Pengaruh konsentrasi pelarut terhadap aktivitas antioksidan ekstrak etanol daun sirsak (Annona muricata Linn) dengan metode peredaman radikal bebas DPPH
5
30
63
Uji aktivitas antibakteri ekstrak daun garcinia benthami pierre terhadap beberapa bakteri patogen dengan metode bioautografi
1
10
92
Pengaruh Polietilen Glikol (PEG) Terhadap Ukuran Partikel Magnetit (Fe3 O4 ) yang Disintesis dengan Menggunakan Metode Kopresipitasi
0
0
5
71 Pengaruh Bahan Pelincir terhadap Sifat-Sifat Tablet Parasetamol Sistem Dispersi Padat dengan PEG 6000
0
0
8
Pembuatan serbuk sistem dispersi padat
0
1
9
menggunakan teknik User Acceptance Testing (UAT) dengan hasil 100 sistem berjalan dengan baik, dengan metode pengembangan sistem menggunakan metode waterfall dan analisa sistem menggunakan metode PIECES. Hasil penelitian ini adalah sebuah sitem monitoring
1
4
8
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Polietilen Glikol (PEG) - Pengaruh Penambahan Polietilen Glikol 6000 Terhadap Sifat-sifat Fisik dan Pelepasan Natrium Diklofenak dari Cangkang Kapsul Alginat
0
0
19
Pengaruh Penambahan Polietilen Glikol 6000 Terhadap Sifat-sifat Fisik dan Pelepasan Natrium Diklofenak dari Cangkang Kapsul Alginat
1
0
16
Show more