Penghayatan spiritualitas keterlibatan umat berinspirasi pada Santa Maria dalam hidup menggereja di Paroki Santa Maria Kota Bukit Indah Purwakarta.

Gratis

0
0
189
2 years ago
Preview
Full text

DAFTAR SINGKATAN A

  Dari sosok Bunda Maria, ada semangatyang dapat diteladani oleh umat Paroki Santa Maria Kota Bukit Indah, Purwakarta sebagai dasar keterlibatan dalam hidup menggereja dan umat memiliki gambaranakan gereja yang mampu menggerakkan umat untuk ikut terlibat hidup menggereja di Paroki Santa Maria Kota Bukit Indah, Purwakarta. Oleh sebab itu, melalui skripsi ini penulis bermaksud ingin mengetahui semangat apa yang dimiliki oleh umat Stasi Santa Maria yang mampumenggerakan untuk terlibat aktif dalam hidup menggereja dan gambaran tentangGereja oleh umat Paroki Santa Maria Kota Bukit Indah, Purwakarta.

B. Rumusan Masalah

  Inspirasi apa yang bisa digali dari Santa Maria sebagai dasar umat dalam keterlibatan hidup menggereja di Paroki Santa Maria Kota Bukit Indah,Purwakarta? Gambaran Gereja macam apa yang ada dalam benak umat sehingga mampu menggerakkan umat dalam keterlibatan hidup menggereja di Paroki Santa Maria Kota Bukit Indah, Purwakarta?

2. Mengetahui apa yang menggerakkan umat untuk hidup mengggereja di Paroki Santa Maria Kota Bukit Indah, Purwakarta

  3. Mengetahui gambaran Gereja yang ada dalam benak umat sehingga mampu menggerakkan umat dalam keterlibatan hidup menggereja di Paroki SantaMaria Kota Bukit Indah, Purwakarta.

D. Manfaat Penulisan

  Penulisan ini diharapkan dapat memberikan manfaat: 1. Membantu umat Paroki Santa Maria Kota Bukit Indah, Purwakarta semakin menghayati spiritualitas keterlibatan umat yang berinspirasi pada Bunda Mariadalam keterlibatan hidup menggereja.

2. Menambah wawasan dan pengetahuan bagi penulis tentang spiritualitas keterlibatan umat demi mengembangkan iman dalam kehidupan menggereja

  Memberikan sumbangan kepada umat dalam keterlibatan hidup menggereja dalam memaknai spiritualitas keterlibatan umat di Paroki Santa Maria Kota 6 E. Dengan metode ini, penulis menggambarkan keadaan umat di Paroki Santa MariaKota Bukit Indah, Purwakarta dalam hidup menggereja serta semangat yang dimiliki dalam keterlibatan hidup menggereja di Paroki Santa Maria Kota BukitIndah, Purwakarta demi perkembangan iman dan pengetahuan umat akan hidup menggereja di Paroki Santa Maria Kota Bukit Indah, Purwakarta.

F. Sistematika Penulisan

BAB I : Bab ini berisi latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan penulisan, manfaat penulisan, metode penulisan, dan sistematika penulisan. BAB II : Dalam bab ini akan diuraikan landasan teori yang berkaitan dengan

Untuk memperoleh gambaran yang jelas, penulis menyampaikan pokok- pokok sebagai berikut: spiritualitas pelayanan umat berinspirasi pada Santa Maria dan keterlibatan hidup menggereja yang meliputi pengertian spiritualitas, spiritualitas pelayanan umat,spiritualitas pelayanan umat berinspirasi pada Santa Maria yang meliputi MariaSang Peziarah, Maria pola Keibuan Gereja dan Maria sebagai pengantara kepada 7 menggereja yang mencakup liturgi, pewartaan dan persekutuan jemaat dandiakonia. Selanjutnya diuraikan pula gambaran tentang Gereja yang meliputiGereja sebagai Kenisah atau Rumah Allah, Gereja sebagai Ibu dan Gereja sebagai Bahtera.

BAB II I : Bab ini membahas hidup menggereja di Paroki Santa Maria Kota Bukit Indah, Purwakarta yang terdiri dari empat bagian. Bagian pertama membahas Paroki Santa Maria Kota Bukit Indah Purwakarta yang meliputi sejarah Paroki Santa Maria Kota Bukit Indah, Purwakarta, letak geografis Paroki Santa Maria Kota Bukit Indah Purwakarta, situasi umum Paroki Santa Maria Kota Bukit Indah Purwakarta yang mencakup situasi sosial, situasi relasional dan situasi ekonomi. Bagian kedua dibahas gambaran kegiatan hidup menggereja umat Paroki Santa Maria Kota Bukit Indah, Purwakarta. Bagian yang ketiga membahas penelitian

tentang penghayatan spiritualitas keterlibatan umat berinspirasi pada Santa Maria dalam hidup menggereja umat Paroki Santa Maria Kota Bukit Indah, Purwakartayang meliputi metodologi penelitian yang mencakup tujuan penelitian, jenis penelitian, tempat dan waktu penelitian, responden penelitian, teknikpengumpulan data, variabel penelitian, teknik analisis data. Bagian terakhir membahas laporan hasil penelitian dan pembahasan yang terdiri dari identitasresponden, devosi kepada Santa Maria, hidup menggereja di Paroki Santa MariaKota Bukit Indah, Purwakarta dan poin yang terakhir rangkuman hasil penelitian 8 BAB IV : Bab ini berisi usulan kegiatan rekoleksi umat bagi umat di Paroki Santa Maria Kota Bukit Indah, Purwakarta yang terdiri atas latar belakang kegiatan, usulan kegiatan, model pendampingan, rumusan tema dan tujuan, penjabarankegiatan, petunjuk pelaksanaan kegiatan, contoh satuan kegiatan.

BAB V : Bab ini berisi simpulan dan saran

BAB II SPIRITUALITAS KETERLIBATAN UMAT BERINSPIRASI PADA SANTA MARIA DAN HIDUP MENGGEREJA A. Pengertian Spiritualitas 1. Pengertian Spiritualitas Secara Dasariah Spiritualitas berasal dari kata “spirit” yang berarti “Roh” tetapi juga

  Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu mintakepada Bapa dalam nama-Ku, diberikan- Nya kepadamu.” (Yoh 15:16) dan dalam pelayanan yang dilakukan haruslah mengikuti kehendak Tuhan karena Gereja ituumat beriman yang dipanggil dan dipilih Tuhan untuk menjadi umat-Nya(Martasudjita 2006:30-31). Dengan segenap pribadinya, kesucian, serta rahmat- rahmat yang sudah diterimanya Allah mewujudkan kasihNya agar tidakkehilangan manusia yang telah berbalik dan menjauh karena jatuh dan tenggelam dalam dosa, maka Allah turun ke dunia dan dekat dengan manusia agar manusiamenyadari dan merasakan sendiri kasih Allah yang nyata dan begitu dekat dengan mereka dengan memilih Maria.

a. Maria Sang Peziarah

  Begitu pun diharapkan umatParoki Santa Maria Kota Bukit Indah, Purwakarta dalam menapaki jalan kehidupan ini dapat meneladan Santa Maria yang percaya akan apa yangdikatakan oleh Tuhan seperti halnya Santa Maria melalui penghayatan dan tindakan nyata dalam hidup sehari-hari. (LG 65) Santa Maria ingin bahwa Umat beriman dapat percaya bahwa segala janji Allah digenapi melalui Yesus Putranya, jika ada yang berdoamelalui Santa Maria itu berarti bahwa umat beriman memohon melalui Santa Maria sebagai perantara permohonan kepada Yesus.

B. Bentuk-bentuk Hidup Menggereja

  Keberlangsungan hidup serta perkembangan Gereja Katolik menjadi tanggung jawab bersama seluruh umat Katolik karena telah dipahami bahwaGereja bukan hanya sebuah bentuk gedung bangunan melainkan sebuah persekutuan Umat Allah “dari orang-orang, yang dipersatukan dalam Kristus,dibimbing oleh Roh Kudus dalam peziarahan mereka menuju Kerajaan Bapa, dan telah menerima warta keselamatan untuk disampaikan kepada semua orang” (GS1). Liturgi Peran kaum awam dalam kegiatan liturgi diharapkan umat dapat menyadari panggilan dan tugasnya sebagai anggota Gereja dan melakukannya 21 dengan sepenuh hati, sehingga dapat membantu umat beriman Katolik lainnyauntuk mengalami relasi yang sangat akrab dengan Allah dan dapat mewujudkan kebersamaan dengan sesama sebagai paguyuban (Prasetya, 2003:49-50).

2. Pewartaan

  Kegiatan pewartaan inidiharapkan dapat berlangsung dalam sikap dan semangat dialogal, yang menekankan pentingnya hubungan pribadi antara katekis dan para pendengarnya,serta mempergunakan upaya-upaya yang cocok sehingga proses pewartaan ini dapat berhasil baik dan menarik. Maka dari itukatekis diharapkan terampil sebagai sosok pribadi yang bermutu,baik yang menyangkut hidup rohani maupun hidup pribadinya, katekis juga harusdipersiapkan dengan aneka pembinaan, yang menyangkut pendalaman ilmu dan keterampilan berpastoral.

3. Persekutuan Jemaat

  Pemuka jamaat ini dipilih, diangkat dan diberi tanggung jawab 24 untuk menggembalakan umat karena dianggap mampu dan memenuhi syaratuntuk menggemban tugas ini, tidak hanya berkaitan dengan kepemimpinan organisatoris, tetapi juga karena mempunyai sikap dan semangat pelayanan yangtinggi. Gembala yang baik itu dapat diartikan mempunyai hati terhadap kepentingan umat beriman, bertanggung jawab terhadap tugas pelayanannya,tidak mencari keuntungan diri sendiri, tidak bersikap keras terhadap umat beriman dan bahkan tidak mudah meninggalkan mereka yang sedang mengalami masalahberat.

4. Diakonia

  Gereja dipanggil supaya melayani manusia, seluruh umat manusia.” 25 Perwujudan iman ini bisa lewat karya sosial yang ada dalam usaha pembangunan dan perkembangan masyarakat, misalnya dalam karya pendidikanserta karya kesehatan katolik yang melayani semua kalangan tanpa membeda- bedakan dan bersifat umum. Gambaran Tentang Gereja Yang dimaksudkan dengan Gereja disini bukanlah sebuah bentuk bangunan yang berdiri kokoh dengan segala sejarah dari perjuangan dalammendirikannya, namun dilihat sebagai sebuah perkumpulan anak Allah yang berhimpun dan berjuang bersama dalam mengembangkan iman Kristianinya.

1. Gereja sebagai Kenisah atau Rumah Allah

  Hal ini terlihat dari keaktifan umat dalam kegiatan peribadatan di lingkungan, misalnya menghadiri doa Rosario pada bulan Mei dan Oktober, pendalaman imanpada masa Adven dan Pra Paskah, ibadat arwah, syukuran atas ulang tahun, kelahiran seorang anak, pemberkatan rumah, dan lain-lain. Dari situasi kehidupan menggereja umat Paroki Santa Maria Kota BukitIndah, Purwakarta, penulis menyimpulkan bahwa umat Paroki Santa Maria KotaBukit Indah, Purwakarta, menghayati gambaran gereja sebagai kenisah Allah yang diwujudkan dalam partisipasi umat untuk semakin dekat dengan Allahmelalui keaktifan mereka dalam hidup menggereja di lingkungan.

2. Gereja sebagai Ibu

  Sejalan dengan gambaran Gereja sebagai Ibu, umat Paroki Santa MariaKota Bukit Indah, Purwakarta, ambil bagian dalam memelihara, melindungi iman umatnya dari segala bentuk situasi yang kurang baik lewat kegiatan kateketis,kotbah, renungan yang dijalankan oleh Prodiakon, katekis, dan tentunya Pastur sendiri. Gambaran gereja sebagaiibu ini nampak jelas dalam peran Gereja menyediakan diri bagi siswa-siswi yang bersekolah di luar Yayasan Katolik dengan mengadakan pelajaran Agama Katolikbagi siswa-siswi pada jenjang pendidikan dasar, menengah tingkat pertama sampai dengan sekolah menengah atas, yang dilakukan setiap hari minggu setelahperayaan Ekaristi di Gereja Paroki Santa Maria Kota Bukit Indah, Purwakarta.

3. Gereja sebagai Bahtera

  Dalam gambaran Gereja sebagai Bahtera penulis lebih menekankan situasi kehidupan umat Paroki Santa Maria Kota Bukit Indah, Purwakarta yang ruanggeraknya sempit dan terbatas. Hidup dalam situasi seperti itu merupakan sebuah tantangan yang dihadapi umat Paroki Santa Maria Kota Bukit Indah, Purwakarta, namun umat percayabahwa Kristus yang menjadi nahkoda dalam mengarungi kehidupan bermasyarakat tidak akan membiarkan umatNya menderita.

BAB II I HIDUP MENGGEREJA DI PAROKI SANTA MARIA KOTA BUKIT INDAH PURWAKARTA Gereja yang hidup tidak bisa diukur dari sebuah bangunan yang berdiri

  Paus Fransiskus mengatakan “saya lebih menyukai Gereja yang memar,terluka dan kotor karena telah keluar di jalan-jalan, daripada Gereja yang sakit karena menutup diri dan nyaman melekat pada rasa amannya sendiri” (EG 49). Faktor-faktor tersebutdapat membawa gejala sikap yang khas dalam hidup menggereja seperti yang terjadi pada umat Paroki Santa Maria Kota Bukit Indah Purwakarta dalam hidupmenggereja.

A. Paroki Santa Maria Kota Bukit Indah Purwakarta 1. Sejarah Paroki Santa Maria Kota Bikut Indah Purwakarta

  Rapat juga menugaskan Sejalan dengan dinamika yang terjadi di Dewan Pastoral Paroki (DPP)Kristus Raja Karawang yang mengemban amanat Musyawarah Paroki (Muspar) 2000 untuk meningkatkan pelayanan bagi umat di lingkungan terjauh dari pusatkegiatan paroki, maka tanggal 3 Mei 2001, wilayah dengan umat yang terus tumbuh dan berkembang ditingkatkan statusnya menjadi Paroki Santa Maria. Peningkatan status ini disertai harapan agar pengurus Dewan Stasi bisa mengembangkan diri dan mandiri dalam pelayanan umat Katolik di wilayahCikampek, namun upaya itu harus menghadapi berbagai masalah, antara lain, bahwa Cikampek berada di perbatasan wilayah Paroki Karawang dan ParokiPurwakarta, sehingga aktivitas umat terbagi di kedua wilayah tersebut, dan pengembangan dan pelayanan umat Katolik di Cikampek pun terpengaruh.

2. Letak Geografis Paroki Santa Maria Kota Bukit Indah Purwakarta

  Kompleks gereja Santa Maria KotaBukit Indah Purwakarta berdiri di atas tanah hibahan PT Besland Pertiwi seluas 2 5000 m terdiri atas pastoran, taman doa gereja, halaman gereja, parkir mobil dan bangunan gereja yang tingkat dimana gedung bagian atas digunakan sebagaigereja dan bagain bawah sebagai gedung aula gereja, kantin, toko rohani, ruangBina Iman Anak (BIA), ruang Orang Muda Katolik (OMK), ruang rapat serta tempat parkir motor. StasiSanta Maria Kota Bukit Indah, Purwakarta terdiri dari dua wilayah dan delapan lingkungan, yang meliputi wilayah 1:Lingkungan Santo Thomas, LingkunganSanto Antonius, Lingkungan Santa Cicilia, dan Lingkungan Santo Petrus.

3. Situasi Umum Umat Paroki Santa Maria Kota Bukit Indah Purwakarta

  Dalam merawat dan menjaga kebersihan gereja umat juga bekerjasama dan bergotong royong dengandi koordinir oleh ketua lingkungan masing-masing dalam mengingatkan dan mengajak umat ketika lingkungannya mendapat tugas membersihkan gereja danmerangkai bunga. Situasi relasional Situasi relasional di antara umat Santa Maria Kota Bukit Indah Purwakarta terjalin dengan baik yang kental dengan nuansa persaudaraan.

c. Situasi Ekonomi

  Dalam sebulan umat Paroki Santa Maria Kota Bukit Indah, Purwakarta bisa merayakan Perayaan Ekaristi sebanyak delapan kali, yakni setiap hari Jumatjam 12.00 WIB untuk para karyawan Katolik yang berada di kawasan industriKota Bukit Indah, Purwakarta dan sekitarnya. Untuk pendamping BIA melibatkan kaum muda Paroki Santa Maria Kota Bukit Indah, Gereja juga memberikan perhatian dan tempat yang istimewa bagi anak- anak yang sekolah di Negeri atau Swasta diluar Yayasan Katolik untukmemberikan pelajaran agama Katolik.

C. Penelitian tentang Penghayatan Spiritualitas Keterlibatan Umat Berinspirasi Pada Santa Maria dalam Hidup Menggereja Umat Paroki Santa Maria Kota Bukit Indah Purwakarta

  Pertimbangan yang diterapkan dalam penelitian ini untuk mendapatkan responden yang pas maka ditentukan dengan kriteria responden yang dianggap mengenalbetul perkembangan umat di Paroki Santa Maria Kota Bukit Indah, Purwakarta pemuka jemaat di lingkungan maupun di paroki, sudah lama dan aktif dalamhidup menggereja di Paroki Santa Maria Kota Bukit Indah, Purwakarta. Dalam hal ini populasi yang akan diteliti adalah 45 orang dari 8 lingkungan yang tiaplingkungan diambil 5 orang dengan menggunakan kuesioner dan 8 orang ketua lingkungan dengan wawancara sebagai sampel yang memenuhi syarat.

6. Teknik Pengumpulan Data

  Peneliti sebagai manusia berhubungan langsung dan tidak dapat dipisahkan dalam proses pengumpulan, analisis dan interpretasi data (ImamGunawan, 2013:142). Seperti yang dikatakan oleh Kartono yang dikutipulang oleh Imam Gunawan mengatakan bahwa wawancara adalah suatu percakapan yang diarahkan pada suatu masalah tertentu; ini merupakan prosestanya jawab lisan, dimana dua orang atau lebih berhadap-hadapan secara fisik(2013:160).

7. Variabel Penelitian

  4 6,7,8,9,10,11,12,13,14, 15 Berkaitan dengan judul skripsi yang diambil, penulis mengelompokkan variabel yang tercakup dalam penelitian dalam table berikut: Table 1. Terbuka 2 Hidup menggereja di ParokiSanta Maria Kota Bukit Indah,Purwakarta 6 4 1,2,3,4,515 Wawancara 1 Devosi kepada Santa Maria K.

D. Laporan Hasil Penelitian Penghayatan Spiritualitas Keterlibatan Umat Berinspirasi Pada Santa Maria dalam Hidup Menggereja Umat Paroki Santa Maria Kota Bukit Indah Purwakarta

  Santo Antonius Prodiakon 1 Pengurus LingkunganDewan Pengurus Paroki (DPP) 2 Umat Biasa 2 Jumlah Responden 40 Dari tabel diatas responden diambil dari 8 lingkungan yang ada di ParokiSanta Maria Kota Bukit Indah Purwakarta yang tiap lingkungan diwakili 5 orang sehingga jumlah keseluruhan responden ada 40 orang. Adapun pertimbanganpenulis dalam mengambil sampel berdasarkan peranan responden dalam keterlibatan hidup menggereja yang aktif akan dapat memberikan informasi yangcukup dalam penelitian ini.

2. Devosi kepada Santa Maria

  Tabel 3 ini akan memperlihatkan hasil penelitian dari variabel pertama mengenai devosi kepada Santa Maria yang meliputi pengetahuan tentang SantaMaria, praktek berdevosi kepadaSanta Maria, motivasi berdevosi kepada SantaMaria, aksi atau tindakan nyata setelah berdevosi kapada Santa Maria dan teladan Santa Maria dalam hidup menggereja dengan jumlah responden 40. Pengetahuan tentang Bunda Allah dan Gereja 11 27,5Santa Maria Wanita Pilihan Allah untuk 16 40 melahirkan YesusPenolong dan perantara doa 3 7,5Teladan hidup orang beriman 8 20 Bunda pelindung Gereja 2 5 2.

a. Hasil Penelitian Devosi kepada Santa Maria

  2) Praktek Berdevosi Kepada Santa Maria Dalam hal praktek berdevosi kepada Santa Maria diperoleh hasil 39 responden (97,5%) melakukan praktek devosi kepada Santa Maria melalui doanovena 3x salam Maria, rosario, dan malaikat Tuhan dan hanya 1 responden(2,5%) yang tidak melakukan devosi kepada Santa Maria. Dari hasil wawancara kepada ketua lingkungan yang ada di Paroki Santa Maria Kota Bukit Indah 3) Motivasi Berdevosi Kepada Santa Maria Dalam halmotivasi berdevosi kepada Santa Maria didapatkan perolehan tertinggi 21 responden (52,5%) yaitu agar permohonan terkabul serta diberikekuatan dalam menjalani kehidupan dan jawaban yang paling rendah ada 1 responden (2,5%) tidak menjawab.

b. Pembahasan Hasil Penelitian Devosi kepada Santa Maria

  Berdasarkan hasil yang didapat mengenai pengetahuan umat akan peran dan kedudukan Santa Maria sebagai orang katolik sebagian besar umatberpendapat Santa Maria sebagai wanita pilihan Allah untuk mengandung JuruSelamat, sedangkan beberapa umat mengatakan Santa Maria sebagai Bunda pelindung gereja. “Melihat hasil yang diperoleh dapat dikatakan umat di Paroki Santa Maria Kota Bukit Indah Purwakarta sudah cukup baik dalam pengetahuan mengenaiSanta Maria, ini berarti umat tidak asing dengan Santa Maria serta tahu akan tugas dan peranan Santa Maria dalam karya keselamatan Allah.

3) Motivasi Berdevosi Kepada Santa Maria

  Disadari atau tidak dalam setiap perbuatan yang dilakukan pasti memiliki daya kekuatan yang mendorong untuk melakukan hal tersebut entah ituyang spontan atau sudah direncanakan, baik itu dalam waktu yang singkat maupun berkesinambungan dorongan untuk melakukan hal tersebut pastilah ada,dorongan inilah yang dinamakan motivasi. Ini pun dialami oleh umat dalam penelitianyang menghasilkan sebagian besar umat memiliki motivasi dalam berdevosi kepada Santa Maria agar permohonan yang dipanjatkan dapat terkabul serta diberikekuatan dalam menjalani kehidupan serta mengalami ketenangan dan kedamaian hati.

4) Aksi Atau Tindakan Nyata Setelah Berdevosi Kapada Santa Maria

  Dari hasil tersebut terlihat yang tergerakuntuk berbuat bagi kepentingan bersama, telah sesuai dengan yang tertulis dalam Marialis Cultus (MC 56 ) “Karena mustahil menghormatinya yang penuh rahmat, tanpa mengehargai dalam diri sendiri keadaan rahmat, artinya persahabatandengan Allah, persekutuan dengan-Nya, kediaman Roh Kudus. Maka dari itu layaklah untuk ikut meneladan Santa Maria dan dari hasil penelitian untuk aspek yang digali yakniteladan Santa Maria dalam hidup menggereja didapatkan sebagaian besar meneladani sikap Maria terutama sikap sabar, rendah hati dan ketabahaannya didalam menjalankan semuanya yang dialaminya dan juga mengambil keteladananBunda Maria dari kesetiaan dan ketaatannya akan Perintah Allah.

3. Hidup Menggereja di Paroki Santa Maria Kota Bukit Indah Purwakarta

  Meneladani hidup Bunda 10 25 Maria yang mempunyai iman dan cinta yang besar sehinggasemangat dalam pelayanan yang didasari kasih dansukacita. Dari tabel 4 dapat dipaparkan hasil penelitian berdasarkan aspek yang digali dalam variabel mengenai hidup menggereja di Paroki Santa Maria KotaBukit Indah Purwakarta.

1) Pengetahuan Tentang Gereja

Dari kuesioner yang disebar kepada 40 responden, mengenai aspek yang digali berkaitan dengan pengetahuan tentang Gereja didapatkan informasi 1responden (2,5%) mengungkapkan gereja sebagai sakramen, Gereja sebagaiRumah Allah 5 responden (12,5%), Persekutuan Umat/orang yang percaya, mengimani, mengikuti Yesus 21 responden (52,5%) dan 13 responden (32,5%)tempat berkumpulnya orang beriman yang percaya akan Yesus/tempat berkumpulnya umat Allah. 2) Gambaran Tentang Gereja Sedangkan pemahaman responden terhadap terhadap aspek yang digali mengenai gambarantentang Gereja diperoleh bahwa tempat/gedung berkumpulnyaorang beiman yang percaya kepada Yesus sebanyak 5 responden (12,5%), Gereja yang sedang berziarah/berkembang mengikuti zaman 2 responden (5%), Gerejayang satu, kudus dan apostolik 4 responden (10%), Gereja yang mengasihi 2 responden (5%), Gereja yang umatnya bersatu dalam pelayanan maupun usahamembangun gereja 10 responden (25%), Gereja yang mengayomi seluruh umatnya juga 10 responden (25%), 1 responden (2,5%) mengatakan Gereja yang

3) Pengetahuan Tentang Hidup Menggereja

  Hasil dari kuesioner atas aspek yang digali berkaitan dengan pengetahuan tentang hidup menggereja didapatkan hasil yakni hidup menggereja yaituketerlibatan umat dalam kegiatan di gereja sebanyak 23 responden (57,5%), ada juga yang berpendapat hidup menggereja itu hidup yang mengarah kepada dandemi kemuliaan Allah sebanyak 9 responden (22,5%) dan Keterlibatan umat dalam gereja dan masyarakat sebagai hidup menggereja sebanyak 8 responden(20%). Bidang pewartaan ada sebanyak 14 responden (35%) dengan rincian kegiatannya BIA, pendalaman iman, pendalaman kitab suci, persiapan sakrameninisiasi, Kelompok Sekolah Katolik (KSK), OMK, retret, ziarah.

5) Bentuk-Bentuk Keterlibatan Umat Dalam Hidup Menggereja

  6)Motivasi Yang Menggerakkan Untuk Terlibat Dalam Hidup Menggereja Hasil dari kuesioner dengan aspek motivasi yang menggerakkan untuk terlibat dalam hidup menggereja didapatkan hasil 9 responden (22,5%) merasatermotivasi karena berkumpul/berjumpa dengan saudara seiman, agar lebih dekat dan mengenal Allah/hidup mengarah kepada Allah sebanyak 9 responden (22,5%)dan yang tertinggi yaitu sebanyak 22 responden merasa dengan pelayanan yang dilakukan dapat memperdalam iman. Pembahasan Hasil Penelitian Hidup Menggereja di Paroki Santa MariaKota Bukit Indah Purwakarta Dari hasil penelitian ini akan dibahas masing-masing aspek yang digali dalam variabel mengenai hidup menggereja di Paroki Santa Maria Kota BukitIndah Purwakarta.

1) Pengetahuan tentang Gereja

  2) Gambaran tentang Gereja Hasil yang didapat dari aspek gambaran tentang Gereja yang ada dalam benak responden terlihat sebagian masih ada yang memiliki gambaran Gerejaadalah tempat/gedung berkumpulnya orang beiman yang percaya kepada Yesus serta merasakan kehadiran Tuhan dalam pengalaman hidup. Seperti yang dikatakan Putranto (2010) menuliskan bahwa “Gereja juga melahirkan putra-putranya dalam iman, membina dan memperkembangkan iman itu dengan santapan sabda dansakramen, yang tampak dalam kegiatan liturgi dan katekese”.

3) Pengetahuan tentang Hidup Menggereja

  Dari perolehan data diketahui sebagianbesar mengatakan hidup menggereja yakni keterlibatan umat dalam kegiatan di gereja,sedangkan perolehan terkecil justru mengatakan bahwa hidup menggerejaitu keterlibatan umat dalam gereja dan masyarakat. Dari hasil penelitian tersebut menggambarkan bahwa Gereja Santa Maria Kota Bukit Indah Purwakarta sudahmemberikan sarana yang baik dan memberikan kesempatan bagi umat untuk ambil bagian di dalam hidup menggereja.

5) Bentuk-bentuk Keterlibatan Umat Dalam Hidup Menggereja

  Dalam buku Keterlibatan Awam sebagai anggota Gereja, L. Prasetya(2003:35) mengatakan kaum awam mempunyai tanggung jawab untuk “saya lebih menyukai Gereja yang memar, terluka dan kotor karena telah keluar di jalan-jalan, daripada Gereja yang sakit karena menutup diri dan nyaman melekat pada rasa amannya sendiri” (EG 49).

6) Motivasi yang Menggerakkan Untuk Terlibat Dalam Hidup Menggereja

  Melihat motivasi yang dimiliki sudah amat baik dan patut dikembangkan lebih lanjut agar dalam keterlibatannya tidakhanya berhenti dalam mengembangkan kemajuan Gereja saja akan tetapi mewartakan kabar sukacita di tengah-tengah masyarakat seperti yang tercantumdalam Ad Gentes (AG 21) 7) Peran Umat Dalam Hidup Menggereja . Dalam hasil yang diperoleh pada aspek peran umat dalam hidup menggereja menunjukan bahwa sebagian besar responden amat sadar akan peranumat dalam hidup menggereja dan keberlangsungan Gereja selanjutnya jika tanpa peran umat akan musnah.

9) Usaha Dalam Mengatasi Kendala Yang Ada

  Untuk segi pendekatan,bagi umat yang tidak aktif, pendekatan dilakukan dengan cara kunjungan keluarga yang dilakukan oleh Pastur paroki atau penguruslingkungan agar umat merasa disapa dan diperhatikan langsung. Dari teladanSanta Maria tersebut di atas dapat dijadikan panutan dalam semangat pelayanan dalam hidup menggereja yakni kekuatan iman serta cinta yang besar sehinggadalam pelayanan yang diberikan didasari dengan kasih dan sukacita.

4. Rangkuman Hasil Penelitian

  Dari hasil penelitian tentang penghayatan spiritualitas pelayanan umat berinspirasi pada Santa Maria dalam keterlibatan hidup menggereja di ParokiSanta Maria Kota Bukit indah Purwakarta, dapat dirangkum sebagai berikut: a)Terdapat peranan keteladanan hidup Santa Maria bagi umat dalam keterlibatan hidup menggereja. Adapun keteladanan Santa Maria itu adalah sikap sabar,rendah hati dan ketabahannya di dalam menjalankan semua yang dialaminya dan juga kesetiaan dan ketaatannya akan perintah Allah, serta sebagai teladanbagi orang beriman terkhusus Santa Maria adalah penolong dan pelindungGereja.

BAB IV USULAN KEGIATAN REKOLEKSI UMAT PENYEGARAN HIDUP MENGGEREJA BAGI UMAT DI PAROKI SANTA MARIA KOTA BUKIT INDAH PURWAKARTA Pada bab ini akan dijelaskan mengenai usulan program sebagai tindak

A. Latar Belakang Kegiatan

  Maka dari itu penulis perlu memikirkan dan merencanakan segala sesuatu yang diperlukan dalampelaksanaan kegiatan antara lain: latar belakang kegiatan, rumusan tema dan tujuan, penjabaran kegiatan dan contoh satuan pendampingan rekoleksi Paroki Santa Maria Kota Bukit Indah, Purwakarta merupakan sebuah paroki yang besar dan berada di tengah kawasan industri. Hasil dari penelitianyang dilakukan terhadap umat di Paroki menunjukkan bahwa banyak umat yang sudah mengetahui dan sadar akan peran mereka dalam hidup menggereja, namunmereka masih belum bisa mengikuti semua kegiatan yang ada di Gereja karena kesibukan kerja serta jarak yang harus ditempuh cukup jauh mengingat sebagianbesar kegiatan hidup menggereja dipusatkan di paroki.

B. Usulan Kegiatan

  Berdasarkan hasil penelitian yang telah dibahas dalam bab III, penulis melihat bahwa kegiatan yang ada di Paroki Santa Maria Kota Bukit Indah,Purwakarta sudah baik dan memperhatikan perkembangan iman umatnya serta pemahaman umat akan hidup menggereja juga cukup baik. Jika harus menggunakan kendaraan umum setiap kali mengikuti kegiatan hidup Melihat dari pengalaman yang sudah dirasakan oleh paroki maka tidak semua kegiatan harus dilaksanakan di Paroki, melainkan dapat dilakukan di laintempat dan lain hari merupakan solusi yang lebih baik bagi hidup menggereja diParoki Santa Maria Kota Bukit Indah Purwakarta.

C. Model Pendampingan

  Berdasarkan konsep di atas, penulis mengusulkan model pendampingan yang akan diterapkan di umat Paroki Santa Maria Kota Bukit Indah, Purwakartasebagai bentuk tindak lanjut keprihatinan tersebut di atas adalah rekoleksi umat penyegaran hidup menggereja bagi umat di Paroki Santa Maria Kota Bukit Indah,Purwakarta. Untuk lebih mengerti letak rekoleksi dalam rangka keseluruhan usaha mengembangkan kehidupan iman atau Selanjutnya dalam buku yang sama Mangunhardjana pada poin yang membahas rekoleksi (1985: 17-20) dilihat dari waktu penyelenggaraannyarekoleksi diadakan secara tetap periodik sepanjang tahun atau secara periodik Dalam rekoleksi terkandung juga meninjau karya Allah dalam diri kita, cara kerja serta bimbingan-Nya dan tanggapan kita terhadap karya Allah itu.

D. Rumusan Tema dan Tujuan

  Uraian tema dantujuan kegiatan serta judul kegiatan masing-masing sesi yang akan digunakan dalam kegiatan rekoleksi penyegaran hidup menggereja adalah sebagai berikut:Tema Rekoleksi : Bersama Maria di Panggil untuk terlibat. Pertemuan II : Semangatku dalam Keterlibatan Menggali pengalaman hidup menggereja umat berdasarkan apa Tujuan II : yang terjadi dan dialami oleh umat dalam hidup menggereja di lingkungan dan Paroki Santa Maria Kota Bukit IndahPurwakarta.

E. Penjabaran Kegiatan

Tema Rekoleksi : Bersama Maria di Panggil untuk terlibatTujuan : Umat disegarkan kembali dalam panggilannya sebagai anggota Gereja dan semakin bergairah dalam keterlibatan hidup menggereja dengan meneladan keutamaan hidup Santa Maria. No Waktu Pelaksanaan Judul Pertemuan Tujuan Uraian Materi Metode Sarana Sumber Bahan 1

5 Mei 2016

  Maria dalam Gereja.  Konferensi Waligereja 90 Maria, Gereja dan kita.

6 Mei 201 Semangatku Menggali Pengalaman umat Dinamika Alat tulis

 Injill Matius 5: 13- dalam Pelayanan pengalaman Injil Matius 5: 13- kelompok Hand Out 16 Garam Dunia hidup menggereja

16 Tanya Jawab dan Terang Dunia

  umat berdasarkan Ceramah Departemen apa yang terjadi Dokumentasi dan dan dialami olehPenerangan KWI.umat dalam hidup (1993). Dokumen menggereja diKonsili Vatikan II:lingkungan dan DekritParoki Santa “ApostolicamMaria Kota Bukit Actuositatem”Indah Tentang Kerasulan Purwakarta.

7 Mei 2016 Aksi Panggilan Umat mampu Menentukan Aksi Tanya jawab Alat tulis

  Tema yang diangkatdalam kegiatan rekoleksi umat penyegaran hidup menggereja bagi umat di ParokiSanta Maria Kota Bukit Indah, Purwakarta adalah “Bersama Maria di Panggil untuk terlibat ”. Namun, kenyataan yang ada menunjukkan bahwa sebagian besar umat belum menyadari sepenuhnya akankeutamaan Santa Maria dan pehamannya tentang Gereja beserta tugas yang secara otomatis diemban oleh umat selaku anggota Gereja masih keliru.

7. Sarana a

  Dengan segenap pribadinya, kesucian, serta rahmat- rahmat yang sudah diterimanya Allah mewujudkan kasihNya agar tidakkehilangan manusia yang telah berbalik dan menjauh karena jatuh dan tenggelam dalam dosa, maka Allah turun ke dunia dan dekat dengan manusia agar manusiamenyadari dan merasakan sendiri kasih Allah yang nyata dan begitu dekat dengan mereka dengan memilih Maria. Begitu pun diharapkan umatParoki Santa Maria Kota Bukit Indah, Purwakarta dalam menapaki jalan kehidupan ini dapat meneladan Santa Maria yang percaya akan apa yang  Maria Pola Gereja Peran Santa Maria dalam tugas penyelamatan umat manusia yakni menjadi ibu Sang Penebus pun dengan segala rahmat dan peran yang diterimanya menjadi erat berhubungan dengan Gereja.

BAB V PENUTUP Pada bab ini penulis akan menegaskan kembali beberapa hal yang perlu

A. KESIMPULAN

  Dalam bagian kesimpulan ini, penulis akan menegaskan kembali beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk diperkembangkan secara lebih lanjutsehubungan dengan semangat pelayanan dalam hidup menggereja yang berinspirasi dari Santa Maria di Paroki Santa Maria Kota Bukit Indah,Purwakarta. Keteladan itulah yang dirasa mampu menyemangati,menginspirasi dan menghidupkan umat Paroki Santa Maria Kota Bukit Indah Purwakarta dalam hidup menggereja.

B. SARAN

  Banyak hal yang dapat ditimba dari sosok yang satu ini dan inipun yang telah dilakukan oleh umat di Paroki Santa Maria Kota Bukit Indah,Purwakarta. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan oleh penulis, didapatkan peranan Santa Maria dalam hidup menggereja di Paroki Santa Maria Kota BukitIndah, Purwakarta.

2. Bagi Mahasiswa IPPAK a

  Menghidupkan kembali kegiatan dikampus terkhusus yang berkaitan denganSanta Maria dan hidup menggereja. Santa Maria Kota Bukit Indah: Stasi yang Hidup.

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

Gambaran Pola Makan dalam Terjadinya Gastritis pada Biarawati di Yayasan Santa Maria
19
139
89
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Bidan dalam Pelaksanaan Inisiasi Menyusui Dini di Rumah Sakit Santa Elisabeth Medan
1
42
87
Perubahan Pola Menstruasi pada 9 Bulan Pertama KB Suntik DMPA di Klinik Maria Delitua Januari –Maret 2010
0
49
39
Implementasi Kebijakan Pemerintah Kota Medan dalam Mengelola Pedagang Kaki Lima (Studi Kasus Pada Pedagang Kaki Lima di Depan Rumah Sakit Santa Elisabeth Medan)
46
204
125
Problema pendirian rumah ibadat di Indonesia; studi kasus pendirian Gereja Santa Bernadet, di Kelurahan Sudimara Pinang, Kota Tangerang
0
8
83
Devosi Marial Kebaktian Santa Perawan Maria dalam Gereja Roma Katolik
0
21
81
Aplikasi Pengolahan Arsip pada Gereja Katolik Santa Perawan Maria yang terkandung Tak Bernoda Garut
0
18
199
Sistem Informasi Penilaian Akademik di Sekolah Menengah Pertama Strada Santa Maria I Tangerang Berbasis Website
0
6
1
Perancangan Sistem Informasi Pendaftaran Dan Penilaian Siswa DI SMA Santa Maria 2 Bandung Secara Online
2
55
158
Sistem distribusi obat di Rumah Sakit Umum Santa Maria Pemalang
4
19
28
Sistem Informasi Perpustakaan Terintegraasi SMS Gateway Di SMA Santa Maria 3 Cimahi
0
4
1
Perancangan sistem informasi peminjaman dan pengembalian buku pada SMA Santa Maria 2 Bandung
0
10
1
Matematika Kelas 2 Fatkul Anam Maria Pretty Suryono 2009
0
26
180
Maria Bohmer liberamente letteralmente s
0
4
2
BAB 2 TINJAUAN TEORITIS 2.1. Gastritis - Gambaran Pola Makan dalam Terjadinya Gastritis pada Biarawati di Yayasan Santa Maria
0
1
34
Show more