Korelasi lingkar pinggang dan rasio lingkar pinggang-panggul terhadap rasio kadar LDL/HDL pada diabetes melitus tipe 2 di RSUD Kabupaten Temanggung.

Gratis

1
1
167
2 years ago
Preview
Full text

HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING

HALAMAN PERSEMBAHAN

  HALAMAN PENGESAHAN The size of your success is measured by the strength of your desire, the size of your dream, and how you handledisappointment along the way. – Robert Kiyosaki Whatever you do, whether in word or deed, do it all in the nameof the Lord Jesus, giving thanks to God the Father through Him.

HALAMAN PERNYATAAN KEASLIAN KARYA

HALAMAN PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA

  Penelitian inibertujuan untuk mengukur korelasi lingkar pinggang dan rasio lingkar pinggang- panggul terhadap rasio kadar LDL/HDL pada diabetes melitus tipe 2 di RSUDKabupaten Temanggung. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat korelasi positif tidak bermakna dengan kekuatan sangat lemah antara lingkar pinggang terhadap rasiokadar LDL/HDL responden pria (r=0,127; p=0,462) dan korelasi positif tidak bermakna dengan kekuatan lemah pada responden wanita (r=0,246; p=0,073).

BAB I PENGANTAR A. Latar Belakang Diabetes melitus merupakan penyakit metabolik dimana tubuh tidak dapat

  Hasil penelitian menunjukkan korelasi yangbermakna antara BMI, rasio lingkar pinggang-panggul, dan lingkar pinggang terhadap kadar HDL, LDL, dan trigliserida (p<0,05), dan korelasi yang tidakbermakna pada kadar kolesterol total (p>0,05). Hasil penelitianmenunjukkan korelasi positif bermakna dengan kekuatan sedang antara lingkar pinggang dengan rasio kadar LDL/HDL (r=0,459; p=0,000) pada pria dan wanita(r=0,455; p=0,000), sedangkan rasio lingkar pinggang-panggul dengan rasio kadarLDL/HDL menunjukkan korelasi positif bermakna dengan kekuatan sedang pada pria (r=0,475; p=0,000) dan lemah pada wanita (r=0,285; p=0,018).j.

3. Manfaat penelitian

  Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi dan gambaran mengenai korelasi antara lingkar pinggang dan rasio lingkarpinggang-panggul terhadap rasio kadar LDL/HDL pada penyandang diabetes melitus tipe 2 di Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Temanggung. b.

B. Tujuan Penelitian

BAB II PENELAAHAN PUSTAKA A. Diabetes Melitus Diabetes melitus merupakan penyakit yang ditandai dengan hiperglikemia

  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui korelasi antara lingkar pinggang dan rasio lingkar pinggang-panggul terhadap rasio kadar LDL/HDL padapenyandang diabetes melitus tipe 2 di Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Temanggung. Diabetes ditandai dengan beberapa gejala sepertimerasa haus, poliuria, penglihatan kabur, penurunan berat badan, dan polifagi, serta beberapa gejala pada tingkat yang lebih lanjut yaitu ketoasidosis atauhiperosmolaritas nonketosis, di mana pada keadaan tidak adanya pengobatan yang efektif dapat menyebabkan pingsan, koma, dan kematian (Joslin, 2005).

B. Diabetes Melitus Tipe 2

  Diabetes melitus tipe 2 ditandai dengan abnormalitas kerja insulin dan sekresi insulin. Pasien diabetes melitus tipe 2 mengalami resistensi insulin dan Disease Control and Prevention (2013), pada umumnya diabetes melitus tipe 2 terjadi pada usia lebih dari 40 tahun.

C. Obesitas

  Obesitas merupakan akumulasi lemak yang abnormal dan berlebihan yang berisiko bagi kesehatan. Obesitas merupakan faktor risiko utama dalam beberapapenyakit kronis seperti diabetes dan CVD.

1. Obesitas sentral

  Obesitas sentral merupakan akumulasi lemak pada bagian abdomen, yang terbagi menjadi area subkutan dan intraabdominal atau jaringan lemak viseral. Lemak viseral dihubungkan dengan perkembangan kejadian aterosklerosis.

2. Obesitas perifer

  Obesitas perifer atau gluteofemoral merupakan tipe obesitas di mana terdapat akumulasi lemak pada daerah gluteal dan femoral. Obesitas ini banyakterdapat pada wanita dan disebut juga obesitas gynoid (Kopelman, Caterson, dan Dietz, 2010).

D. Sindroma Metabolik

  Komplikasi pada diabetes melitus tipe 2 terutama berhubungan dengan vaskulopati diabetik yangdikelompokkan menjadi 2 kategori, yaitu mikrovaskuler (retinopati, neuropati, dan nefropati) dan makrovaskuler (menyebabkan peningkatan risiko CVD padapenyandang diabetes) (Rizvi dan Sanders, 2006). Perubahan yang diinduksi diabetes melitus tipe 2 pada faktor risiko terjadinya CVD, seperti HDL, trigliserida (TG), ukuran partikel LDL, dan tekanan Komplikasi makrovaskuler berhubungan dengan peredaran darah besar pada jantung, otak, dan kaki.

F. Kolesterol

  Apabila jumlah kolesterol berlebih, maka akan disimpan di arteri dan dapat meningkatkankemungkinan pembentukan plak yang disebut aterosklerosis. Jenis lipoprotein, yaitu Low-Density Lipoprotein (LDL), High-Density Lipoprotein (HDL), dan Very Low-Density Lipoprotein (VLDL) (Birtcher dan Ballantyne, 2004).

1. Low-Density Lipoprotein (LDL)

  Dengan atherosclerosis , yang lebih lanjut dapat mempersempit arteri dan dapat menyebabkan terjadinya serangan jantung (American Heart Association, 2013). Penyandang diabetes melitus dengan dislipidemia, penurunan kadar LDL yang direkomendasikan adalah <70 mg/dL (American Diabetes Association, 2008).

2. High-Density Lipoprotein (HDL)

  Rasio Kadar LDL/HDL Rasio kadar LDL/HDL merupakan pengukuran yang lebih kuat dan signifikan sebagai prediktor CVD apabila dibandingkan dengan pengukuran kadarLDL atau HDL saja. Menurut Millán, Pintó, Muñoz, Zúñiga, Rubiés-Prat, Pallardo, et al.(2009), kriteria rasio kadar LDL/HDL diklasifikasikan menjadi 2 kategori, yaitu pencegahan primer dan sekunder yang dapat dilihat pada Tabel V.

H. Antropometri

  Antropometri merupakan suatu studi pengukuran tubuh manusia berdasarkan dimensi tulang, otot, dan jaringan adiposa. Pengukuran lingkar pinggang dan rasio lingkar pinggang-panggul merupakan pengukuran antropometri paling sederhana untuk mengetahui obesitas sentral yangdapat digunakan untuk mendeteksi kemungkinan dislipidemia, sebagai faktor risiko berkembangnya CVD (Chehrei, et al., 2007; Munawar, et al., 2012).

1. Lingkar Pinggang

  Kriteria ukuran lingkar pinggang responden pria dan wanita yang dinyatakan mengalami obesitas sentral pada penelitian ini yaitu kriteria berdasarkan populasiAsia Selatan, dapat dilihat pada Tabel VI. Kriteria Lingkar Pinggang berdasarkan Etnis (IDF, 2006)Negara/etnis Lingkar pinggang Asia Selatan Pria ≥ 90 cmWanita ≥ 80 cm Rasio lingkar pinggang-panggul menunjukkan terjadinya akumulasi lemak pada daerah abdomen, dapat menggambarkan beberapa komplikasi metabolikseperti dislipidemia dan risiko CVD (Kopelman, Caterson, dan Dietz, 2010).

I. Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Temanggung

  Rasio kadar LDL/HDL merupakan prediktor yang lebih kuat terhadap dislipidemia dan CVD apabila dibandingkan dengan kadar LDL atau HDL saja, danrasio kadar kolesterol total/HDL. Hipotesis Ada korelasi yang bermakna antara lingkar pinggang dan rasio lingkar pinggang-panggul terhadap rasio kadar LDL/HDL pada penyandang diabetesmelitus tipe 2 di RSUD Kabupaten Temanggung.

BAB II I METODE PENELITIAN A. Jenis dan Rancangan Penelitian Jenis penelitian yang dilakukan yaitu observasional analitik dengan

  Rancangan penelitian cross-sectionalmerupakan penelitian yang pengukurannya terhadap subjek hanya dilakukan satu kali pada waktu yang sama (Bonita, Beaglehole, dan Kjellström, 2006). Analisis korelasi yang dilakukan adalah lingkar pinggang (LP) dan rasio lingkar pinggang-panggul (RLPP) sebagai faktor risiko terhadap rasio kadarLDL/HDL sebagai faktor efek.

B. Variabel Penelitian

  Variabel bebas Lingkar pinggang (cm) dan rasio lingkar pinggang-panggul. Variabel pengacau tak terkendali: aktivitas, pola makan, kondisi patologis, dan obat-obatan yang dikonsumsi.

C. Definisi Operasional

  Responden adalah penyandang diabetes melitus tipe 2 di RSUD Kabupaten Temanggung yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi pada penelitian ini. Karakteristik penelitian meliputi demografi (usia), pengukuran antropometri(lingkar pinggang dan rasio lingkar pinggang-panggul), dan hasil pemeriksaan laboratorium yang meliputi kadar LDL, HDL, dan rasio kadar LDL/HDL.

D. Responden Penelitian

  Kriteriaeksklusi yaitu penyandang diabetes melitus tipe 2 di RSUD KabupatenTemanggung dengan penyakit penyerta seperti stroke, gangren, gagal ginjal, dan penyakit jantung koroner pada saat pemeriksaan, tidak hadir pada saat pengambilandata, serta pasien dengan hasil pemeriksaan laboratorium yang tidak lengkap (data miss ). Dari 106 responden tersebut dilakukan eksklusi sebanyak 16 responden karena ketidakhadiran responden dan ketidaklengkapan data hasil uji laboratorium yangdigunakan pada penelitian ini, meliputi kadar LDL atau HDL (data miss).

E. Lokasi dan Waktu Penelitian

F. Ruang Lingkup Penelitian

  Penelitian ini merupakan penelitian payung Fakultas Farmasi UniversitasSanata Dharma Yogyakarta dengan judul “Korelasi Pengukuran Antropometri terhadap Profil Lipid, Kadar Glukosa Darah Puasa, dan Tekanan Darah padaDiabetes Melitus Tipe 2 di RSUD Kabupaten Temanggung. Korelasi Pengukuran Lingkar Pinggang dan Rasio Lingkar Pinggang-Panggul terhadap Rasio Kadar LDL/HDL.

G. Teknik Pengambilan Sampel

  Pengambilan sampel dilakukan secara non- random , karena setiap anggota populasi tidak memiliki kesempatan yang sama untuk menjadi responden penelitian. Pada pengambilan sampel dengan jenis purposive sampling , pemilihan responden dilakukan berdasarkan pertimbangan subjektif peneliti, yaitu responden dapat memberikan informasi sesuai dengantujuan penelitian (Sastroasmoro, 2010).

H. Instrumen Penelitian

  Instrumen yang digunakan pada penelitian ini adalah pita pengukur Butterfly ® untuk mengukur lingkar pinggang dan lingkar panggul responden. Pengukuran kadar LDL dan HDL dilakukan oleh Laboratorium RSUD Kabupaten Temanggung menggunaan Sysmex Chemix-180 (Jepang), seri: 5830-0605.

I. Tata Cara Penelitian

  Berdasarkan survei yang dilakukan di RSUD Wirosaban, telah terdapat banyak peneliti yang akan melakukan penelitian di rumah sakit tersebut sehinggamemerlukan waktu yang relatif lama untuk dapat memulai penelitian. Sardjito dan RSUD Panembahan Senopati Bantul, terdapatprosedur pemrosesan proposal penelitian yang lama dan biaya administrasi yang relatif mahal.

3. Pembuatan informed consent dan leaflet

  Informed consent yang dibuat harus memenuhi standar yang ditetapkan oleh Komisi Etik Penelitian Kedokteran dan Kesehatan Fakultas Kedokteran UniversitasGadjah Mada Yogyakarta. Isi leaflet tersebut meliputi penjelasan mengenai pengukuran antropometri (Body Mass Index, skinfold thicknesses, lingkarpinggang, dan lingkar panggul) serta pemeriksaan laboratorium yang meliputi profil lipid, kadar glukosa darah puasa, dan tekanan darah, yang dapat digunakansebagai metode yang sederhana untuk deteksi dini berbagai gangguan kesehatan yang mungkin muncul pada penyandang diabetes melitus tipe 2, khususnyakomplikasi pada kardiovaskuler.

4. Pencarian calon responden

  Data usia, lingkar pinggang, rasio lingkar pinggang-panggul, kadar LDL, kadar HDL, dan rasio kadar LDL/HDL responden wanita dilakukan uji normalitasdengan uji Kolmogorov-Smirnov karena jumlah sampel yang digunakan adalah 54 sampel, sedangkan pada pria digunakan uji Shapiro-Wilk karena sampel yangdigunakan adalah 36 sampel. Kesulitan Penelitian Kesulitan dalam penelitian ini adalah dalam pencarian responden untuk ikut serta dalam penelitian dikarenakan beberapa hal, seperti tidak bersediamengikuti penelitian dan takut dengan jarum suntik, serta kesulitan dalam memperoleh responden yang telah dalam kondisi berpuasa 8-10 jam pada saatmelakukan pemeriksaan ke rumah sakit.

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. Profil Karakteristik Responden Penelitian Penelitian ini melibatkan penyandang diabetes melitus tipe 2 di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Temanggung dengan rentang usia 41-78

  Hasil analisis statistik mengindikasikan bahwa rerata lingkarpinggang responden pria penyandang diabetes melitus tipe 2 di RSUD Kabupaten Shapiro-Wilk dengan taraf kepercayaan 95% diperoleh p=0,043, yang berarti data lingkar pinggang responden pria pada penelitian ini terdistribusi tidak normal. Rerata rasio lingkar pinggang-panggul Rerata rasio lingkar pinggang-panggul responden wanita pada penelitian ini sebesar 0,9 dengan nilai minimum 0,7 dan nilai maksimum 1,0.

4. Kadar LDL

  Uji normalitas kadar LDL dengan Shapiro-Wilk taraf kepercayaan 95% menghasilkan nilai signifikansisebesar 0,942, yang berarti data kadar LDL responden pria pada penelitian ini terdistribusi normal. Hasil uji normalitas Kolmogorov-Smirnov taraf kepercayaan 95% dengan p=0,018, yang berarti data kadar LDL responden wanita pada penelitian initerdistribusi tidak normal.

5. Kadar HDL

  Hasil ujinormalitas Shapiro-Wilk dengan taraf kepercayaan 95% menghasilkan nilai signifikansi 0,385 yang menunjukkan bahwa data kadar HDL responden pria padapenelitian ini terdistribusi normal. Hasil uji normalitas Kolmogorov-Smirnov dengan taraf kepercayaan 95% menghasilkan p=0,092, yang berarti data kadar HDL responden wanita pada penelitian ini terdistribusi normal.

6. Rasio Kadar LDL/HDL

  (2011) pada penyandang diabetes melitus tipe 2, menyatakan bahwa rasio kadar LDL/HDL merupakanprediktor yang lebih baik terhadap kejadian CVD apabila dibandingkan dengan kadar LDL atau HDL saja. Perbandingan Rerata Kadar LDL, HDL, dan Rasio Kadar LDL/HDL Responden Pria pada LP<90 cm dan LP≥90 cm Pada penelitian ini, ukuran lingkar pinggang diklasifikasikan berdasarkan IDF (2006) untuk pria pada populasi Asia Selatan.

1. Perbandingan rerata kadar LDL responden pria pada LP<90 cm dan LP≥90 cm

  Perbandingan Rerata Kadar LDL Responden Pria pada LP<90 cm dan LP≥90 cm LP<90 cm LP≥90 cm P(n=9) (n=27) Kadar LDL 118,2±21,8 121,3±31,1 0,197 Hasil yang diperoleh mendukung penelitian yang dilakukan oleh Liao, Lin, dan Hsu (2011) pada 65 responden pria penyandang diabetes melitus tipe 2 di Taipei Hospital , Taiwan. Rerata usia responden pria pada penelitian Liao, Lin, dan Hsu (2011)tidak jauh berbeda dengan rerata usia responden pria pada penelitian ini, yaitu 60,5 tahun.

2. Perbandingan rerata kadar HDL responden pria pada LP<90 cm dan LP≥90 cm

  Perbandingan Rerata Kadar HDL Responden Pria pada LP<90 cm dan LP≥90 cm LP<90 cm LP≥90 cm P(n=9) (n=27) Kadar HDL 41,0±11,5 38,4±9,5 0,985 Hasil yang diperoleh mendukung penelitian yang dilakukan oleh Lakshmi,Bandyyopadhyay, Bhaskar, Madhubala, dan Raghavendra (2011) pada 48 responden pria penyandang diabetes melitus tipe 2 di India. Hasil penelitiantersebut menunjukkan perbedaan rerata kadar HDL yang tidak bermakna antara lingkar pinggang kelompok yang tidak obesitas dengan kelompok dengan obesitas(p=0,146).

3. Perbandingan rerata rasio kadar LDL/HDL responden pria pada LP<90 cm dan LP≥90 cm

  Perbandingan Rerata Rasio Kadar LDL/HDL Responden Pria pada LP<90 cm danLP≥90 cm LP<90 cm PLP≥90 cm (n=9) (n=27)Rasio Kadar 3,0±0,9 3,4±1,2 0,234LDL/HDL Hasil penelitian ini mendukung hasil penelitian yang dilakukan olehGurung, Shivsekhar, dan William (2013). Penelitian tersebut dilakukan pada 100 responden, yang terdiri dari 50 responden yang mengalami resistensi insulin denganobesitas, dan 50 responden yang mengalami resistensi insulin tanpa obesitas.

C. Perbandingan Rerata Kadar LDL, HDL, dan Rasio Kadar LDL/HDL Responden Pria pada RLPP<0,90 dan RLPP≥0,90

  Pada penelitian ini rasio lingkar pinggang-panggul diklasifikasikan menjadi 2 kelompok berdasarkan kriteria RLPP menurut WHO (2008), yaitukelompok RLPP< 0,90 dan kelompok RLPP≥0,90. Jumlah responden yaitu sebanyak 12 responden pada kelompok RLPP<0,90 dan 24 responden padakelompok RLP P≥0,90.

1. Perbandingan rerata kadar LDL responden pria pada RLPP<0,90 dan RLPP≥0,90

  Perbandingan Rerata Kadar LDL Responden Pria pada RLPP<0,90 dan RLPP≥0,90 RLPP<0,90 RLPP≥0,90 P(n=12) (n=24) Kadar LDL 111,5±22,0 125,0±31,1 0,371 Hasil yang diperoleh mendukung penelitian yang dilakukan oleh Parikh, Mani, dan Iyer (2002) di India pada 28 pria penyandang diabetes melitus tipe 2. Hasil penelitian tersebut menyatakan bahwa terdapat perbedaan rerata kadar LDL yang tidak bermakna pada kelompok Perbedaan penelitian dengan penelitian Parikh, Mani, dan Iyer (2002) adalah pada kriteria rasio lingkar pinggang-panggul.

2. Perbandingan rerata kadar HDL responden pria pada RLPP<0,90 dan RLPP≥0,90

  Perbandingan Rerata Kadar HDL Responden Pria pada RLPP<0,90 dan RLPP≥0,90 RLPP<0,90 PRLPP≥0,90 (n=12) (n=24)Kadar HDL 40,8±7,0 38,2±11,1 0,250 Hasil yang diperoleh mendukung penelitian yang dilakukan oleh Rai danJeganthan (2012) di India. Hasil penelitian tersebut menyatakan bahwa terdapat perbedaankadar HDL yang tidak bermakna pada kelompok pria penyandang diabetes melitus tipe 2 dengan RLPP<0,95 dan kelompok RLPP>0,95 (p=0,299).

3. Perbandingan rerata rasio kadar LDL/HDL responden pria pada RLPP<0,90 dan RLPP≥0,90

  Perbandingan Rerata Rasio Kadar LDL/HDL Responden Pria pada RLPP<0,90 dan RLPP≥0,90 RLPP<0,90 RLPP≥0,90 P(n=12) (n=24) Rasio Kadar 2,8±0,8 3,5±1,2 0,082LDL/HDL Hasil penelitian ini mendukung penelitian yang dilakukan oleh Parikh,Mani, dan Iyer (2002) pada 28 responden pria penyandang diabetes melitus tipe 2 di India. Hasil penelitian tersebut menunjukkan terdapat perbedaan yang tidakbermakna antara kadar HDL kelompok pria tanpa obesitas sentral, yaitu denganRLPP<0,9, dan kelompok pria dengan obesitas sentral, yaitu dengan RLPP≥0,9 (p>0,05).

D. Perbandingan Rerata Kadar LDL, HDL, dan Rasio Kadar LDL/HDL Responden Wanita pada LP<80 cm dan LP≥80 cm

  Pada penelitian ini, ukuran lingkar pinggang diklasifikasikan berdasarkan kriteria menurut IDF (2006) untuk wanita pada populasi Asia Selatan. Jumlah responden yaitu sebanyak 6 responden pada kelompok LP<80 cm dan 48 responden pada kelompok LP≥80 cm.

1. Perbandingan rerata kadar LDL responden wanita pada LP<80 cm dan LP≥80 cm

  Pada penelitian ini, data lingkar pinggang wanita diklasifikasikan menjadi dua kelompok dan diuji normalitasnya. Perbandingan Rerata Kadar LDL Responden Wanita pada LP<80 cm dan LP≥80 cm LP<80 cm LP≥80 cm p(n=6) (n=48) Kadar LDL 112,2±20,8 127,0±38,2 0,417 Hasil penelitian yang diperoleh mendukung penelitian yang dilakukan oleh Liao, et al.

2. Perbandingan rerata kadar HDL responden wanita pada LP<80 cm dan LP≥80 cm

  Perbandingan Rerata Kadar HDL Responden Wanita pada LP<80 cm dan LP≥80 cm LP<80 cm pLP≥80 cm (n=6) (n=48)Kadar HDL 53,8±13,9 44,6±21,3 0,090 Hasil penelitian yang diperoleh mendukung hasil penelitian Zargar,Wandroo, Wadhwa, Laway, Masoodi, dan Shah (2005) pada 50 responden penyandang diabetes melitus tipe 2 di India. Hasil penelitian tersebut menunjukkanbahwa terdapat perbedaan kadar HDL yang tidak bermakna (p>0,05) antara kelompok penyandang diabetes melitus tipe 2 dengan obesitas dan tanpa obesitas.

3. Perbandingan rerata rasio kadar LDL/HDL responden wanita pada LP<80 cm dan LP≥80 cm

  Hasil uji Mann-Whitney menunjukkan perbedaan rerata rasio kadar LDL/HDL yang tidak bermakna antara kedua kelompok. Perbandingan Rerata Rasio Kadar LDL/HDL Responden Wanita pada LP<80 cm dan LP≥80 cm LP<80 cm LP≥80 cm p(n=6) (n=48) Rasio Kadar 2,2±0,7 3,5±2,2 0,074LDL/HDL (2013) pada 100 responden penelitian di India.

E. Perbandingan Rerata Kadar LDL, HDL, dan Rasio Kadar LDL/HDL Responden Wanita pada RLPP<0,85 dan RLPP≥0,85

  Pada penelitian ini, ukuran rasio lingkar pinggang-panggul diklasifikasikan berdasarkan kriteria menurut WHO (2008) untuk wanita. Jumlah responden yaitu sebanyak 15 responden pada kelompok RLPP<0,85 dan 39 responden pada kelompok RLP P≥0,85.

1. Perbandingan rerata kadar LDL responden wanita pada RLPP<0,85 dan RLPP≥0,85

  Perbandingan Rerata Kadar LDL Responden Wanita pada RLPP<0,85 dan RLPP≥0,85 RLPP<0,85 pRLPP≥0,85 (n=15) (n=39)Kadar LDL 110,1±25,8 131,2±39,0 0,120 Hasil penelitian yang diperoleh mendukung penelitian yang dilakukan oleh Arora, Koley, Gupta, dan Sandhu (2007) pada 40 penyandang diabetes melitustipe 2. Hasil penelitian tersebut menyatakan bahwa terdapat perbedaan kadar LDL yang tidak bermakna (p=0,61) antara responden diabetes melitus tipe 2 yangmengalami obesitas dan tidak mengalami obesitas.

2. Perbandingan rerata kadar HDL responden wanita pada RLPP<0,85 RLPP≥0,85

  Hasil uji Mann-Whitney menunjukkan perbedaan kadarH DL yang tidak bermakna antara kelompok RLPP<0,85 dan RLPP≥0,85. Perbandingan Rerata Kadar HDL Responden Wanita pada RLPP<0,85 dan RLPP≥0,85 RLPP<0,85 pRLPP≥0,85 (n=15) (n=39)Kadar HDL 47,3±15,2 45,0±22,6 0,199 Hasil penelitian yang diperoleh mendukung penelitian Parikh, Mani, danIyer (2002) pada 22 wanita penyandang diabetes melitus tipe 2.

3. Perbandingan rerata rasio kadar LDL/HDL responden wanita pada RLPP<0,85 dan RLPP≥0,85

  Perbandingan Rerata Rasio Kadar LDL/HDL Responden Wanita pada RLPP<0,85 dan RLPP≥0,85 RLPP<0,85 pRLPP≥0,85 (n=15) (n=39)Rasio Kadar 2,8±2,0 3,6±2,2 0,058LDL/HDL Hasil penelitian yang diperoleh mendukung penelitian yang dilakukan oleh Parikh, Mani, dan Iyer (2002). Hasil penelitian tersebut menyatakan bahwa terdapat perbedaan rasio kadar LDL/HDL yang tidak bermakna antarakelompok wanita penyandang diabetes melitus tipe 2 dengan RLPP<0,85 dan RLPP≥0,85 (p>0,05).

F. Korelasi Lingkar Pinggang dan Rasio Lingkar Pinggang-Panggul terhadap Kadar LDL, HDL, dan Rasio Kadar LDL/HDL pada Responden Pria

  Pada penelitian ini dilakukan uji korelasi antara lingkar pinggang dan rasio lingkar pinggang-panggul terhadap kadar LDL, HDL, dan rasio kadar LDL/HDLresponden pria. Uji korelasi yang dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman karena data responden pria pada penelitian ini terdistribusi tidak normal.

1. Korelasi lingkar pinggang dan rasio lingkar pinggang-panggul terhadap kadar LDL pada responden pria

  Hasil penelitian tersebut menyatakan bahwa terdapatkorelasi positif dengan kekuatan sangat lemah (r=0,010) dan korelasi yang tidak bermakna (p>0,05) antara lingkar pinggang dan kadar LDL. Korelasi lingkar pinggang dan rasio lingkar pinggang-panggul terhadap kadar HDL pada responden pria Hasil uji korelasi Spearman antara lingkar pinggang terhadap kadar HDL menunjukkan korelasi negatif sangat lemah.

3. Korelasi lingkar pinggang dan rasio lingkar pinggang-panggul terhadap rasio kadar LDL/HDL pada responden pria

  Nilaikoefisien korelasi yang dihasilkan sebesar 0,304, menunjukkan kekuatan korelasi Hasil korelasi pada penelitian ini menunjukkan korelasi yang tidak bermakna dan tidak sesuai dengan teori dan penelitian lain yang pernah dilakukansebelumnya. Padapenyandang diabetes melitus tipe 2 dengan obesitas yang telah mengkonsumsi obat penurun kadar kolesterol dapat menunjukkan hasil uji laboratorium dengan profillipid dalam batas normal, sedangkan lingkar pinggang termasuk dalam kategori obesitas, dan untuk memperoleh ukuran lingkar pinggang dalam batas normal tidaksecepat menurunkan kadar kolesterol.

G. Korelasi Lingkar Pinggang dan Rasio Lingkar Pinggang-Panggul terhadap Kadar LDL, HDL, dan Rasio Kadar LDL/HDL pada Responden Wanita

  Uji korelasi pada penelitian ini dilakukan antara lingkar pinggang dan rasio lingkar pinggang-panggul terhadap kadar LDL, HDL, dan rasio kadarLDL/HDL responden wanita. Uji korelasi dilakukan dengan menggunakan uji korelasi Spearman karena data terdistribusi tidak normal.

1. Korelasi lingkar pinggang dan rasio lingkar pinggang-panggul terhadap kadar LDL pada responden wanita

  Hasil penelitian ini menunjukkan korelasi yang tidakbermakna (p>0,05) dengan kekuatan korelasi sangat lemah (r=0,010) antara lingkar pinggang terhadap kadar LDL penyandang diabetes melitus tipe 2. Hasil penelitian tersebut menunjukkan korelasi positif dengan kekuatan lemah (r=0,100) dan korelasi yang tidak bermakna(p>0,05) antara rasio lingkar pinggang-panggul terhadap kadar LDL responden wanita.

2. Korelasi lingkar pinggang dan rasio lingkar pinggang-panggul terhadap kadar HDL pada responden wanita

  Pada penelitian yang dilakukan oleh Choi dan Tan (2011), responden penelitian adalah 143 penyandang diabetes melitus tipe 2 yang terdiri dari 69responden pria dan 74 responden wanita. Penelitian tersebut menggunakan responden pria dan wanita dengan proporsi yang hampir sama, sedangkan jumlahresponden pria dan wanita pada penelitian ini sangat berbeda.

3. Korelasi lingkar pinggang dan rasio lingkar pinggang-panggul terhadap rasio kadar LDL/HDL pada responden wanita

  Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwaterdapat korelasi positif dengan kekuatan sangat lemah (r=0,130) dan korelasi yang tidak bermakna antara lingkar pinggang terhadap rasio kadar LDL/HDL respondenwanita (p>0,01). Pada penelitian ini tidak ditetapkan rentang usia responden sehingga diperoleh rentang usia yang cukup besar, sedangkanindividu yang berusia lebih dari 40 tahun terdiri dari individu yang masih termasuk dalam kelompok usia produktif dan kelompok lanjut usia (>60 tahun).

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan Terdapat korelasi positif sangat lemah yang tidak bermakna antara lingkar

B. Saran

  pinggang terhadap rasio kadar LDL/HDL responden pria, sedangkan pada responden wanita diperoleh korelasi positif lemah yang tidak bermakna antaralingkar pinggang terhadap rasio kadar LDL/HDL. Rasio lingkar pinggang-panggul menghasilkan korelasi positif lemah yang tidak bermakna terhadap rasio kadarLDL/HDL responden pria dan wanita penyandang diabetes melitus tipe 2 di Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Temanggung.

DAFTAR PUSTAKA

  Devi, S., 2011, Korelasi Lingkar Pinggang dan Rasio Lingkar Pinggang-Panggul terhadap Rasio LDL/HDL pada Staf Wanita Universitas Sanata DharmaYogyakarta, Skripsi, Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta. Purbarini, L., 2013, Korelasi Lingkar Pinggang dan Rasio Lingkar PinggangPanggul terhadap Rasio Kadar LDL/HDL pada Mahasiswa dan MahasiswiKampus III Universitas Sanata Dharma Yogyakarta, Skripsi, Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta.

a. Lilliefors Significance Correction *. This is a lower bound of the true significance

  Deskriptif dan Uji Normalitas Lingkar Pinggang Responden Pria DescriptivesStatistic Std. Deskriptif dan Uji Normalitas Lingkar Pinggang Responden WanitaDescriptives Statistic Std.

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

Pengaruh penurunan HbA1C terhadap kadar adiponektin pada penderita DM tipe 2
0
69
69
Faktor-faktor yang berhubungan dengan terkendalinya kadar gula darah pada pasien diabetes melitus di RSUP Fatmawati Jakarta tahun 2009
9
84
125
Analisis variabel makro ekonomi dan rasio keuangan terhadap return saham pada perusahaan LQ 45 di BEI
0
7
125
Analisis pengaruh rasio aktivitas, profitabilitas, leverage dan rasio penilaian pasar terhadap return saham perusahaan telekomunikasi: studi empiris di Bursa Efek indonesia
2
8
96
Prevalensi tuberkulosis pada diabetes mellitus tipe 2 di RSU KOTA Tangerang Selatan 2013
0
3
56
Hubungan antara dukungan pasangan terhadap kepatuhan diet pada penderita diabetes melitus tipe 2 di wilayah kerja Puskesmas Munjul
0
11
0
Evaluasi drug related problems obat antidiabetes pada pasien geriatri dengan diabetes melitus tipe 2 di ruang rawat inap rumah sakit umum pelabuhan periode januari-juni 2014
4
24
164
Gambaran demografis penyakit perlemakan hati non-alkoholik dengan diabetes melitus tipe II di RSUP Fatmawati Tahun 2013-2014
0
4
64
Pengaruh rasio profitabilitas (ROA) dan rasio solvabilitas (DER) terhadap harga saham pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia
1
9
1
Pengaruh rugi laba rasio likuiditas dan rasio hutang terhadap harga saham pada perusahaan sektor transportasi di Bursa Efek Indonesia
4
53
120
peta konsep diabetes melitus
5
88
6
Korelasi IgE terhadap rasio neutrofileosinofil jaringan dan darah penderita rinosinusitis kronik Aspergillus fumigatus
0
0
10
Studi deskripsi laju aliran saliva pada pasien diabetes melitus di RSUD Ulin Banjarmasin
7
39
6
View of Dukungan keluarga dan perilaku self-management pada pasien diabetes melitus tipe II di Puskesmas Simpang IV Sipin Kota Jambi
0
0
8
Perbedaan tingkat depresi pada pasien diabetes melitus tipe 2 obese dan non-obese di RSUD Dr. Moewardi Surakarta
2
2
59
Show more