Kecerdasan emosi mahasiswa baru : studi deskriptif pada mahasiswa semester II kelas A angkatan 2013 Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma Yogyakarta tahun ajaran 2013/2014 dan implikasinya pada usulan topik-topik bimbingan pribad

Gratis

0
0
132
2 years ago
Preview
Full text

KATA PENGANTAR

  Pd, selaku dosen pembimbing yang telah mendampingi, memotivasi, dan mengarahkan dengan penuh kesabaran dan kerja keras dalammemberikan masukan-masukan yang bermanfaat kepada penulis selama mengerjakan skripsi. Mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling semester dua angkatan 2013 yang telah meluangkan waktu untuk mengisi kuesioner dan menjadi subjek DAFTAR ISIHALAMAN JUDUL ................................................................................

DAFTAR GRAFIK

  55 Grafik 2 : Tingkat Kecerdasan Emosi Mahasisawa Semester II Kelas A Angkatan 2013 Program Studi Bimbingan dan KonselingUniversitas Sanata Dharma, Tahun/Ajaran 2013/2014 ............ 56 Grafik 3 : Presentasi capayan Skor Item Tingkat Kecerdasan EmosiMahasisawa Semester II Kelas A Angkatan 2013 Program Studi Bimbingan dan Konseling UniversitasSanata Dharma, Tahun/Ajaran 2013/2014 ..............................

BAB I PENDAHULUAN Pada bab ini, dipaparkan mengenai latar belakang, batasan

A. Latar Belakang Manusia adalah mahluk yang memilki banyak dimensi

  Emosi memainkan peranan yang sangat penting dalam kehidupan manusia, termasuk juga manusia memasuki suatu situasi Emosi berasal dari kata e yang berarti energi dan m yang berarti motion. Banyak anggapan yang mengatakan bahwa seseorang yang dengan kecerdasan intelektual yang tinggi Salah satu faktor yang mempengaruhi kecerdasan emosi adalah orang tua.

B. Batasan Masalah

  Berdasarkan masalah-masalah kecerdasan emosi yang dialami oleh mahasiswa Program Studi Shanata Dharma sepertipenyesuaian diri yang salah suai peneliti hanya membahas mengenai tingkat kecerdasan emosi yang dialami olehMahasisiswa Angkatan 2013 Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma tahun ajaran 2013/2014. Hal-hal yang ingin diteliti dan dianalisis berkaitan dengan kecerdasan emosional mahasiswa adalah kemampuan mengenaliemosi diri, mengelola emosi diri, memotivasi diri, mengenali emosi orang, dan membina hubungan/bekerja sama.

c. Rumusan Masalah

  Berdasarkan uraian di atas, maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: 1. Item-item mana saja yang teridentifikasi rendah untuk dijadikan dasar penyusunan topik bimbingan?

2. Manfaat praktis

  a. Bagi Mahasiswa Penelitian ini diharapkan memberikan pandanganbagi mahasiswa untuk mengetahui tingkat emosi serta dapat mengelolahnya.

b. Bagi Prodi BK USD

  kecerdasan emosi mahasiswa Prodi BK Universitas Sanata Daharmac. Bagi Peneliti Penelitian ini berguna bagi peneliti untukmengembangkan pengetahuan dalam melakukan penelitian dan mengembangkan sikap-sikap ilmiahsebagai mahasiswa.

F. Definisi Oprasional

  Mahasiswa baru Program Studi Bimbingan dan Konseling angkatan 2013 semester II kelas A Universitas Sanata Dharma Universitas Sanata Dharma Yogyakarta Tahun Ajaran 2013/2014 3. Bimbingan Pribadi adalah bimbingan dalam mengenali emosi, mengelolah emosi, memotivasi diri, mengenali emosi oranglain, serta bimbingan dalam membina hubungan kemanusiaan dengan sesama dan berbagai lingkungan.

BAB II LANDASAN TEORI Bab ini membahas landasan teritis beberapa hal berikut:

A. Kecerdasan Emosi 1. Definisi Emosi

  hakekat emosi, kecerdasan emosi, remaja akhir, kajian penelitian yang relefan dan kerangka berpikir Kata emosi berasal dari Bahasa Latin, yaitu emovere, yang berarti bergerak menjauh. Menurut Goleman (2009 : 411) emosi merujuk padasuatu perasaan dan pikiran yang khas, suatu keadaan biologis dan psikologis dan serangkaian kecenderungan untukbertindak.

a. Amarah : beringas, mengamuk, benci, jengkel, kesal hati

  Kecerdasan EmosiSolvey dan Mayer (dalam Stein dan Book, 2004: 30) yang merupakan pencetus kecerdasan emosi mendefinisikankecerdasan emosi sebagai suatu kemampuan untuk mengenali perasaan, meraih dan membangkitkan perasaan untukmembantu pikiran, memahami perasaan dan maknanya, dan mengendalikan perasaan secara mendalam sehinnggamemahami perkembangan emosi dan intelektual. Sejalan dengan pengertian tersebut Stefan dan Book (2004:30)mendefinisikan kecerdasan emosi sebagai rangkayan kecakapan yang memungkinkan seseorang untukmempertahankan seluruh kecerdasan yang dimilikinya, akal sehat yang penuh misteri, dan kepekaan yang berfungsi secaraefektif setiap hari.

3. Ciri-ciri Kecerdasan Emosi

  Sebagai bahan rujukan dan pegangan gambaran kecerdasan emosional yang dimiliki oleh seseorang. Hein(dalam Nurdin 2009) mengemukakan tentang tanda-tanda atau cirri-ciri kecerdasan emosional secara spesifik.

a. Ciri-ciri kecerdasan emosional yang baik meliputi:

  Berprilaku sesuai dengan keinginan, bukan karena keharusan, dorongan dan tanggung jawab 7. Menyeimbangkan perasaan dengan rasional, logika dan kenyataan 8.

b. Ciri-ciri kecerdasan emosional yang buruk meliputi

  Tidak mengetahui perasaannya sendiri sehingga sering menyalahkan orang lain, menyelahkan orang lain, sukamemerintah, dan sering mengkritik orang lain 3. Sering merasa tidak adequate, kecewa, pemarah, sering menyalahkan.menggunakan kepandaian yangdimilikinya untuk menilai dan mengkritik serta tanpa rasa hormat terhadap perasaan orang lain.

4. Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Kecerdasan Emosi

Menurut Ali dan Asrori (2009: 69) ada beberapa faktor yang mempengaruhi kecerdasan emosi, yaitu

a. Perubahan Jasmani

  Pada masa remaja tengah remaja benar-benar mulai jatuh cinta denga teman lawan jenisnya.gejala ini sebenarnyasehat bagi remaja, tetapi tidak jarang juga menimbulkan konflik atau gangguan emosi jika tidak diikuti bimbingandari orang tua atau yang lebih dewasa. Gangguan emosi yang mendalam dapat terjadi ketika cinta remaja tidak terjawab atau karena pemutusanhubungan cinta dari satu pihak sehingga dapat menimbulkan kecemasan bagi orang tua dan remajasendiri.

d. Perubahan Pandangan Luar

  Seringkali kekosongan remaja dimanfaatkan oleh piha luar yang tidak bertanggung jawab, yaitu dengan caramelibatkan remaja keldalam kegiatan-kegiatan yang merusak dirinya dan melanggar nilai-nilai moral. Pristiwa semacam ini seringkali tidak disadarioleh para guru bahwa ancaman-ancaman itu dapat Dalam perkembagannya, remaja seringkali terbentur pada nilai-nilai yang mereka tidak dapat terima yang jugabertentangan dengan nilai-nillai yang menarik bagi mereka.

5. Dimensi Kecerdasan Emosi

  Kemampuan untuk mengidentifikasi emosi yaitu kemampuan untuk mengenali bagaimana individu danorang yang ada dalam lingkungannya mengekspresikan perasaan. Kemampuan untuk menggunakan emosi sebagai fasilitator untuk berpikir yaitu kemampuan-kemampuan yang c.

d. Kemampuan untuk mengelolah emosi yaitu kemampuan untuk mengatur emosi diri sendiri dan orang lain

  Goleman (Hein, 2009) membagi kecerdasan emosi menjadi lima wilayah yang membentuk kecerdasan, kelimawilayah tersebut meliputi: a. Kemampuan untuk mengatasi emosi-emosi yang kaut dan mengontrol emosi yang implusived.

e. Kemampuan interpersonal, interpersonal, kemampuan untuk menyelesaikan, mampu mengelola stress

  Solvey dan Mayor secara terpisah (Goleman 2009: 58- Mengenali Emosi DiriKemampuan seorang mengenali emosi merupakan kemampuan yang paling mendasar dalam hidupnya. Mayerdalam Goleman (2009: 62-64) berpendapat bahwa kemampuan mengenali emosi merupakan kesadaranseseorang akan emosinya sendiri. Kemampuan ini mencakup kemampuan untuk menghibur diri sendiri, menemukan cara-cara untuk menanganiperasaan takut dan melepaskan kecemasan, rasa takut, kemurungan, ketersinggungan dan akibat-akibat yangditimbulkannya serta kemampuan untuk bangkit dari perasaan-perasaan yang menekan.

4. Berkurangnya prilaku agresif dan merusak diri sendiri

6. Lebih baik dalam menangani ketegangan jiwa

  Individu yang baik dalam memotivasi diri adalah individu yang memiliki ketekunan, rajin, ulet, dan dapat menahandiri terhadap kepuasan, mengendalikan dorongan hati, serta mempunyai perasaan motivasi yang positif, yaitu antusias,gairah, optimis, dan keyakinan diri. Individu yang memiliki kemampuan empati lebih mampu menangkap sinyal-sinyal sosial yang tersembunyi yangmengisyaratkan apa saja yang dibutuhkan orang lain, peka terhadap perasaan orang lain dan mampu untukmendengarkan orang lain.

3. Lebih baik dalam mendengarkan orang lain e

  Orang seperti ini populer dalam lingkunganya dan menjadi teman yang menyenangakan karenakemampuannya berkomunikasi. Komunikasi merupakankeampuan dalam berbicara secara efektif, dapat menjadi pendengar dan penanya yang baik, membedakan antara apayang dilakukan dan apa yang dikatakan seseorang dengan reaksi atau penilaian kita sendiri.

B. Remaja Akhir 1. Mahasiswa Tingkat Awal Sebagai Remaja Akhir

  Mahasiswa tingkat awaldapat digolongkan sebagai remaja akhir yaitu usia 17/18 Hurlock (Ali dan Asori, 2009:9) istilah remaja yang aslinya adolescence, berasal dari bahasa latin adolescere yangberarti “tumbuh untuk mencapai kematangan”. Namun yang perlu ditekankan disini adalahfase remaja merupakan fase perkembangan yang tengah berada pada masa yang amat potensial, baik dilihat dari segikognitif, emosi dan psikisnya.

2. Tugas Perkembangan Pada Masa Remaja

  Tugas perkembangan pada masa remaja difokuskan pada upaya meninggalkan sikap dan prilaku kekanak-kanakan serta berusaha untuk mencapai kemampuan bersikap dan berprilaku secara dewasa. Mampu membina hubungan yang baik dengan anggota kelompok yang berlainan jenis g.

C. Kajian Penelitian Yang Relefan

D. Kerangka Berpikir

  Mengenali emosi diri Kecerdasan Emosi Mahasiswa Mengelola EmosiAngkatan 2013 Program Studi Bimbingan dan Konseling Memotivasi Diri Universitas Sanata Dharma TahunAjaran 2013/214 Mengenali Emosi Orang Lain Membina HubunganUsulan topik bimbingan Kita ketahui kecerdasan emosi merupakan salah satu penentu kesuksesan dalam kehidupan seseorang. Kecerdasan emosi merupakan kemampuan mahasiswa dalam mengenal emosi,mengelola emosi, memotivasi diri sendiri, mengenali emosi orang lain dan membina hubungan dengan orang lain.

BAB II I METODE PENELITIAN Bab ini berisi uraian tentang jenis penelitian, tempat dan waktu

A. Jenis Penelitian

  Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan secara jelas situasi atau kejadian yang sesuai dengan kenyataan yang ada dilapangan. Kecerdasan emosi merupakan kemmpuan seseorang dalam mengenali emosi,mengelola emosi, memotivasi diri, dan mengenali emosi orang lain serta kemampuan dalam membina hubungan dengan orang lain.

E. Teknik dan Instrumen Pengumpulan Data 1. Teknik Pengumpulan Data

  Menurut Sugiono (2011: 199) kuisioner merupakantehnik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepadaresponden untuk dijawabnya. Sepadan dengan Sugiono, menurut Margono (2007: 167) kuisioner merupakan suatu alatpengumpul informasi dengan cara menyampaikan sejumlah pertanyaan tertulis untuk menjawab secara tertulis pula olehresponden.

2. Instrumen Pengumpulan Data

  Dalam penelitian ini peneliti hanya menggunakan 4 (empat) alternatifjawaban yaitu sangat sesuai (SS), sesuai (S), kurang sesuai (KS), dan sangat tidak sesuai (STS) Istrumen/kuisioner yang telah disiapkan selanjutnya Tabel 1 Penentuan Skor Tiap Alternatif Jawaban. Unfavorabel 1 2 3 4 Tabel 2 Kisis-Kisi Kuisioner Kecerdasan EmosiAspek Indikator Vaforable Unfavorabel Jumlah NoMengenali emosi Mengenali dan merasakan 1,2,3,4,5,6,7,8,9 55,56,57,58,59,60, 19 1diri : kesadaran emosi diri 61,62,63,64 akan perasaan dirisewaktu perasaan 1.

F. Validitas dan Reliabilitas Instrumen 1. Validitas

  Dosen memberi penilaian terkait dengan kesesuaian antara variabel penelitian, indikator penelitian, pengelompokkan Hasil konsultasi kepada ahli juga dilengkapi dengan pengujian empirik untuk melihat korelasi internal dengan caramengkorelasikan skor-skor setiap item instrumen terhadap skor-skor total aspek dengan teknik korelasi Spearman's rhomenggunakan aplikasi program komputer SPSS for Window. Rincian item yang memiliki koefisien validitas >0,30 dan <0,30 terdapat padatabel berikut Tabel 3 Rincian Item yang valid dan GugurNo Aspek Indikator Vaforable Unfavorabel Valid 38,39,40 95,96,97,98, 8930,31 2.

2. Reliabilitas

  Pengukuran yang mempunyaireliabilitas tinggi yaitu yang mampu memberikan hasil ukur yang terpercaya, disebut sebagai reliabel (Azwar, 2007:176). Perhitungan indeks reliabilitas kuesioner penelitian ini menggunakan pendekatan koefisien Alpha Cronbach (α).

2 S x : varians skor skalaHasil perhitungan indeks

  Tabel 4 Kriteria GuilfordKoefisien Korelasi Kualifikasi No0,91 10,71 – 0,90 Tinggi 2 Teknik Analisis DataSugiyono (2011: 207) mengatakan bahwa analisis data merupakan kegiatan mengelompokkan data berdasarkan variabeldan jenis responden, mentabulasi data berdasarkan variabel dari seluruh responden, menyajikan data tiap variabel yang diteliti, sertamelakukan perhitungan untuk menjawab rumusan masalah. Menentukan Skor dan Pengolahan DataPenentuan skor pada item kuesioner dilakukan dengan cara memberikan nilai dari angka 1 sampai 4 berdasarkannorma skoring yang berlaku dengan melihat sifat pernyataanfavorable atau unfavorable, selanjutnya memasukkannya kedalam tabulasi data dan menghitung total jumlah skor subjek serta jumlah skor item.

2. Menentukan Kategori

  Tujuan kategorisasi ini adalah menempatkan individu ke dalam kelompok-kelompokyang terpisah secara berjenjang menurut suatu kontinum berdasarkan atribut yang diukur (Azwar, 2009: 106 ). Kontinum jenjang pada penelitian ini adalah dari sangat rendah sampai dengan sangat tinggi.

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Bab ini memuat hasil penelitian dan pembahasan. Penyajian

A. Hasil Penelitian 1. Tingkat Kecerdasan Emosi Mahasiswa Kelas A Semester dua Kelas Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Shanata Dharma Tahun Ajaran 2013/2014

  Sementara 32,35% (23) mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling Angkatan 2013 semester II kelasA Universitas Shanata Dharma memiliki kecerdasan emosi 56kuisioner terdapat terdapat mahasiswa yang berada dalam kategori sangat rendah, dan kategori rendah. Untuk membatasi pembahasan dan menghindari pengulangan yang tidak perlu dalam pembahasan, kategori“sangat rendah” dan “rendah” disatukan menjadi rendah dan dianggap belum mencapai tingkat ideal.

b. No item 58, 60, 65, 66, 67, 69,72,74, 80, 88, 97,105,112 termaksuk kategori tingkat kecerdasan emosi rendah

  108 Saya merasa malu mengungkapkan pendapat yang berbeda ketika berdiskusi105 110 Saya merasa tersinggung sekali ketika teman-teman berkatabahwa pembicaraan/kata-kata tidak jelas 105 108 107 Saya selalu menggunakan bahasa yang biasa dipakai di daerahasal saya ketika berbicara meskipun oleh orang lain 105 49 Saya merasa nyaman ketika mengungkapkan pendapat dalam diskusi meskipun pendapat itu berbeda dengan teman lainnya. 48 Saya selalu menggunakan bahasa yang baik dan santun pada saat berbicara dengan orang lain110 114 47 Saya merasa nyaman-nyaman saja ketika menerima pemikiran atau pandangan teman tentang sesuatu hal yang sangat berbedadengan saya 114 45 Saya dapat mengerjakan tugas-tugas perkuliahan bersama kelompok-kelompok belajar yang dibentuk oleh dosen.

B. Pembahasan

  Setelah mempelajari hasil penelitian, 32,35% mahsiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling Semester II angkatan2013 Universitas Sanata Dharma, tahun ajaran 2013/2014 berada dalam kategori tingkat kecerdasan emosi rendah. Hasilpenelitian juga menunjukkan bahwa 67,65% mahsiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling Semester II angkatan 2013Universitas Sanata Dharma, tahun ajaran 2013/2014 berada dalam kategori tingkat kecerdasan emosi tinggi.

1. Mengenali Emosi Diri

  Mahasiswa yang dapat mengenali emosinya, dapat berpikir jernih dan dapat mengambil keputusan yang tepatdan baik bagi dirinya. Salah satu cara agar seseorang dapatmengenali perasaannya ialah dengan memberi nama setiap perasaan yang timbul dari dalam diri dan dapat menyebutnya.

2. Mengelola Emosi

  Kemampuan mahasiswa dalam mengelola emosi kemungkinan dikarenakan mahasiswa yang bersangkutanmemahami dan mengarahkan dengan baik emosi yang sedang dirasakan. Mahasiswa yag memiliki motivasi yang baik adalah mahasiswa yang memiliki keyakinan, tidak mudah menyerahpada suatu keadaan, serta memiliki pikiran-pikiran dan perasaan yang positif.

4. Mengenali Emosi Orang Lain

  Individu yang memiliki kemampuan empati lebihmampu menangkap sinyal-sinyal sosial yang tersembunyi yang mengisyaratkan apa saja yang dibutuhkan orang lain,peka terhadap perasaan orang lain dan mampu untuk 68Kemampuan berempati juga merupakan kemampuan memahami perasaan dan masalah orang lain, dan berpikirdengan sudut pandang mereka; Lebih baik dalam mendengarkan orang lain. Mahasiswa yang memiliki kemampuan mengenali emosi oarang lain dengan baik adalah mahasiswa yang dengansungguh-sungguh belajar memahami dan merasakan apa yang sedang dirasakan oleh orang lain.

5. Membina Hubungan

  Komunikasi merupakan kemapuan dalam berbicara secara efektif, dapat menjadi pendengar danpenanya yang baik, membedakan antara apa yang dilakukan dan apa yang dikatakan seseorang dengan reaksi ataupenilaian kita sendiri. Mahasiswa yang termaksuk dalam kategori tinggi memiliki kemampuan yang sangat baik dalam mengenali emosi, mengelolaemosi, memotivasi diri, mengenali emosi orang lain, dan membina hubungan.

C. Usulan Program-program Bimbingan Berdasarkan Item-item dalam Kuesioner yang Teridentifikasi Rendah dan Sangat Rendah

  Berdasarkan hasil analisis butir pada kuesioner tingkat kecerdasan emosi Mahasiswa Program Studi Bimbingan dankonseling Angkatan 2013 Universitas Sanata Dharma menunjukan bahwa ada 24 butir item yang tergolong dalam penguasaannyarendah ( pada tabel 11 ). Ways to kepada teman yang sedang sedih Develop Studentlainbahwa masalah yang sedang Self-Esteem andg ndihadapinya masih lebih ringan Ceramah Responsibility.radibandingkan dengan orang lain Menjadi Mahasiswa semakin singkat, games Needham Heights, Pendengar 1 x 50si o pendengar yang memahami pentingnya Pribadi/sosial diskusi, tanya Massachusetts.o 98.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN Bab ini berisi uraian mengenai (1) Kesimpulan, (2) keterbatasan

A. KESIMPULAN

  Bagian saran memuat saran untuk berbagai pihak Dari hasil penelitian diperoleh hasil bahwa 61% Mahasiswa Semester II Angakatan 2013 Program Studi Bimbingan dan KonselingUniversitas Sanata Dharma Tahun Ajaran 2013/2014 berada pada kategori tingkat kecerdasan emosi yang tinggi. Berdasarkan pembahasan pada bab sebelumnya, peneliti dapat menyimpulkan bahwa tingginya tingkat kecerdasan emosi tersebutdisebabkan keberhasilan mahasiswa dalam mengenali emosi, mengelola emosi, memotivasi diri, mengenali emosi orang lain, danmembina hubungan.

C. SARAN

Berikut ini dikeukakan saran bagi beberapa pihak: 1. Pihak Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata DharmaPihak Prodi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma hendaknya menjadikan penelitian ini sebagai dasarpembuatan dasar pembuatan program Studi Bimbingan dan

2. Penelitian lain

  Alat penelitian yang digunakan pada penelitan hendaknya tidak hanya kuesioner tertutup; sebaiknya juga digunakankuesioner terbuka, wawancara dan observasi agar informasi yang dikumpulkan semakin lengkap. Mengingat pentingnya kecerdasan emosi, peneliti lain diharapkan mengadakan penelitian yang lebih mendalammengenai kecerdasan emosi agar diperoleh gambaran yang lebih tepat dan menyeluruh mengenai kecerdasan emoosi.

G. A. Lunardi. 1987. Komunikasi Mengena: Meningkatkan Efektifitas Komunikasi Antara Pribadi. Yogyakarta. Kanisius

  31 Walaupun saya mendapatkan nilai yang buruk padasaat ujian, saya tetap bersemangat dan lebih fokus 86i ) a ui S) g su ) i ( i(KS Ses No Pernyataan an Se at (SS (TS) ak Kur Sesua Sesua Sang Tid 32 Saya selalu bersemangat dalam mengerjakan tugaskuliah baik itu tugas pribadi ataupun kelompok 33 Saya menjalankan kuliah di program studi ini hanya karena terpaksa. 63 Saya merasa rendah diri dihadapan teman-teman 88i ) a ui S) g su ) i ( i(KS Ses No Pernyataan an Se at (SS (TS) ak Kur Sesua Sesua Sang Tid 64 Ketika saya sedang sedih, saya selalu mencobamenunjukkan raut muka yang penuh dengan bahagia 65 Saya merasa kehilangan sampai-sampai saya tidakdapat berkonsentrasi karena memikirkan sahabat saya yang tidak masuk kuliah.

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

Informasi penerimaan mahasiswa baru program doktor ilmu komputer universitas indonesia tahun ajaran 2013:2014 • semester ganjil
1
130
5
Prevalensi rinitis alergi pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara pada tahun ajaran 2014/2015
17
105
67
PERSEPSI MAHASISWA TENTANG PEREMPUAN PEROKOK DALAM FILM BUTTERFLY (Studi pada mahasiswa Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malangsemester V angkatan tahun 2007)
0
7
2
hubungan tingkat stressor psikososial dengan tingkat kecemasan pada mahasiswa baru tahun ajaran 2012/2013 Fakultas Kedokteran Universitas Jember
0
6
16
Prevalensi insomnia pada mahasiswa FKIK UIN angkatan 2011 pada tahun 2012
1
15
56
Kamampuan mahasiswa tarjamah dalam menerjemahkan nama diri : studi kasus mahasiswa tarjamah semester VI angkatan tahun 2005-2006
0
5
119
Implementasi kualitas software penerimaan mahasiswa baru (PMB online) dampaknya terhadap citra dan minat calon mahasiswa baru di UNIKOM
0
6
1
pengaruh persepsi dan sikap mahasiswa terhadap tingkatnadopsi E-book sebagai sumber informasi (study pada mahasiswa S1 FISIP Universitas Lampung angkatan 2010-2011)
4
14
86
PERILAKU HIDUP SEHAT (Studi pada mahasiswa FISIP Universitas Lampung angkatan 2011)
4
17
71
Pembelajaran kooperatif tipe group investigation untuk meningkatkan kemampuan pemahaman matematis mahasiswa calon guru sekolah dasar(Studi pada mahasiswa pendidikan guru sekolah dasar Universitas Majalengka tahun ajaran 2015/2016)
0
0
12
Tingkat Empati Mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Kanjuruhan Malang
0
0
5
Peristiwa 2 Maret 1969 di Yogyakarta (konflik antara taruna angkatan udara dan mahasiswa Universitas Gadjah Mada)
0
0
85
1. Menyetujui registrasi dan konsultasi akademik semester genap tahun ajaran 2014/2015 dilakukan secara online penuh untuk mahasiswa angkatan 2014/205 dan secara online dan offline bagi mahasiswa angkatan sebelumnya dengan menggunakan Fakultas Peternakan
0
0
7
Prevalensi rinitis alergi pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara pada tahun ajaran 2014/2015
0
0
20
Prevalensi rinitis alergi pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara pada tahun ajaran 2014/2015
0
0
9
Show more