Perbedaan persepsi guru terhadap implementasi kurikulum 2013 ditinjau dari pengalaman guru mengajar dan jenjang pendidikan guru : survei pada guru-guru di SMA yang telah mengimplementasikan kurikulum 2013 di Kabupaten Bantul.

Gratis

2
15
199
2 years ago
Preview
Full text

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIKATA PENGANTAR

  Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Tuhan yang Maha Kuasa YesusKristus atas berkat dan kasih-Nya penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul “PERBEDAAN PERSEPSI GURU TERHADAP IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 DITINJAU DARI PENGALAMAN GURU MENGAJAR DAN JENJANG PENDIDIKAN GURU” dengan lancar. Seluruh Kepala Sekolah dan Bapak/ Ibu Guru kelas X tempat penelitian(SMA Negeri 1 Kasihan, SMA Negeri 1 Bantul, SMA Negeri 1 Sewon,SMA Negeri 1 Sedayu, SMA Negeri 1 Jetis, dan SMA Negeri 2 Bantul) yang telah mengijinkan penulis untuk mengadakan penelitian dan telahbersedia meluangkan waktu untuk menjadi responden dalam penelitian ini.

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Kurikulum dan pendidikan merupakan dua konsep yang harus

  Salah satu persoalan pendidikan kita yang masih menonjol saatini adalah adanya Kurikulum yang silih berganti dan terlalu membebani anak tanpa ada arah pengembangan yang betul-betul diimplementasikansesuai dengan perubahan yang diinginkan pada Kurikulum tersebut. Bagi SekolahUntuk memberikan gambaran yang konkrit mengenai persepsi guru yang signifikan terhadap implementasi Kurikulum 2013, agar hasilpenelitian ini dapat digunakan sebagai masukan yang berguna dalam kegiatan proses pembelajaran.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Persepsi

1. Pengertian Persepsi

  Menurut Walgito (2005:99), persepsi adalah suatu proses yang didahului oleh proses penginderaan, yaitu merupakan prosesditerimanya stimulus oleh individu melalui alat indera atau juga disebut proses sensoris. Menurut Leavitt dalam Sobur (2003:445), persepsi (perception) dalam arti sempit ialah penglihatan, bagaimana cara seseorang melihatsesuatu, sedangkan dalam arti luas ialah pandangan atau pengertian, yaitu bagaimana seseorang memandang atau mengartikan sesuatu.

1) Objek yang dipersepsi

  Objek menimbulkan stimulus yang mengenai alat indera yang bersangkutan yang langsung mengenai syaraf penerima yang bekerja sebagai reseptor. Jadi terjadinya persepsi adalah merupakan proses yang saling beurutan namun dengan kejadian yang singkat, yaitumulai objek menimbulkan stimulus yang mengenai alat indera atau reseptor, lalu alat indera atau reseptor merupakan alat untukmenerima stimulus, dan kemudian perhatian sebagai suatu persiapan dalam rangka mengadakan persepsi.

B. Guru

1. Pengertian Guru

  Selanjutnya Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pasal 39 ayat 2 menyatakan, pendidik merupakan tenaga profesional yang bertugasmerencanakan dan melaksanakan proses pembelajaran, menilai hasil pembelajaran, melakukan pembimbingan dan pelatihan, sertamelakukan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, terutama bagi pendidik pada perguruan tinggi. Oleh karenaitu, guru harus memiliki standar kualitas pribadi tertentu, yang mencakup tanggung jawab, wibawa, mandiri, dan disiplin (Mulyasa,2007:37) Berdasarkan definisi di atas, dapat disimpulkan bahwa guru dan mengevaluasi peserta didik, dan bertugas merencanakan dan melaksanakan proses pembelajaran.

2. Persepsi Guru

  Guru sebagai pelaksana utama dari Kurikulum dituntut untuk lebih kreatif dalam merancang proses pembelajaran, bahan pelajaranmaupun strategi pembelajaran yang sesuai dengan kondisi dan potensi peserta didik. Persepsi guru yang signifikan terhadap Kurikulum 2013 adalah proses pemahaman, menerima, mengorganisasi dan menginterprestasiKurikulum 2013 melalui alat indera dalam hubungannya dengan Kurikulum 2013.

C. Kurikulum

1. Pengertian Kurikulum

  Dari pengertian ini, dapat diambil sarinya bahwa Kurikulum dimaksud meliputi keadaan gedung, suasana sekolah, keinginan, keyakinan, pengetahuan, kecakapan dan sikap orang-orangyang melayani dan dilayani sekolah yaitu anak didik, masyarakat dan para pendidik. Dari definisi-definisi di atas dapat kita ambil garis besarnya, bahwa Kurikulum merupakan seperangkat rencana dan pengaturanyang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran, di mana segala sesuatu dan semua pihak yang terlibat Kurikulum, sebagai perangkat mata pelajaran yang diajarkan pada lembaga pendidikan.

2. Fungsi Kurikulum

Menurut Surahmad dalam Nurgiyantoro (1988:6), fungsiKurikulum dapat ditinjau dari tiga segi, yaitu:

a. Fungsi bagi Sekolah yang Berungkutan

  Setiap Kurikulum sekolah pasti didalamnya tercantum untuk mengatur kegiatn-kegiatan pendidikan yang dilaksanakan di sekolah. Di samping itu, Kurikulum juga mengatur hal-hal yang berhubungan dengan jenis program cara penyelenggaraan, strategi pelaksanaan, penanggung jawab,sarana dan prasarana dan sebagainya.

b. Fungsi bagi Sekolah Tingkat di Atasnya

c. Fungsi bagi Masyarakat

  Misalnya saja, jika suatu bidang studi telahdiberikan pada Kurikulum sekolah di tingkat bawahnya, harus dipertimbangkan lagi pemilihannya pada Kurikulum, sekolahtingkatan di atasnya terutama dalam hal pemulihan bahan pengajaran. Penyesuaian bahan tersebut dimaksudkan untukmenghindari keterulangan penyampaian yang bisa berakibat pemborosan waktu dan yang lebih penting lagi adalah untuk Para tamatan sekolah memang dipersiapkan untuk terjun dimasyarakat atau tugasnya untuk bekerja sesuai denganketerampilan profesi yang dimilikinya.

D. Kurikulum 2013

1. Pengertian Kurikulum 2013

  Tujuan Kurikulum 2013 Tujuan Kurikulum 2013 adalah untuk mempersiapkan insan Indonesia untuk memiliki kemampuan hidup sebagai pribadi dan warga negarayang produktif, kreatif, inovatif, dan efektif serta mampu berkontribusi pada kehidupan bermasyarakat, berbangsa, bernegara,dan peradaban dunia. Sederhana dalam struktur Kurikulum, dalam jumlah mata pelajaran dan KD yang harus dipelajari peserta didik tetapimemberi waktu yang cukup leluasa untuk mengembangkan berbagai sikap dan keterampilan.

4. Struktur Kurikulum 2013

  Struktur Kurikulum terdiri atas sejumlah mata pelajaran, beban belajar, dan kalender pendidikan. Kedua kelompok mata pelajaran tersebut (wajib dan pilihan) terutama dikembangkan dalam struktur Kurikulum pendidikan menengah psikologis peserta didik usia 7-15 tahun maka mata pelajaran pilihan belum diberikan untuk peserta didik SD dan SMP.

a. Struktur Kurikulum SMA dan SMK

  Untuk menerapkan konsep kesamaan antara SMA dan SMK maka dikembangkan Kurikulum pendidikan menengah yangterdiri atas kelompok mata pelajaran wajib dan mata pelajaran pilihan. Tabel 2.1 Struktur Kurikulum Pendidikan Menengah Kelompok Mata Pelajaran Wajib dan Peminatan 44 24 C Kelompok PeminatanPeminatan Matematika dan Ilmu-ilmu Alam 24 24 X XI XIIKelompok A dan B (wajib) 48 MATA PELAJARANKelas 44 48 48 1.

5. Faktor-faktor Pengembangan Kurikulum 2013

Kurikulum 2013 dikembangkan berdasarkan faktor-faktor sebagai berikut:

a. Tantangan Internal

  Tantangan internal antara lain terkait dengan kondisi pendidikan dikaitkan dengan tuntutan pendidikan yang mengacukepada 8 (delapan) Standar Nasional Pendidikan yang meliputi standar isi, standar proses, standar kompetensi lulusan, standarpendidik dan tenaga kependidikan, standar sarana dan prasarana, standar pengelolaan, standar pembiayaan, dan standar penilaianpendidikan. Jumlah penduduk usia produktif ini akan adalah bagaimana mengupayakan agar sumber daya manusia usia produktif yang melimpah ini dapat ditransformasikanmenjadi sumberdaya manusia yang memiliki kompetensi dan keterampilan melalui pendidikan agar tidak menjadi beban.

b. Tantangan Eksternal

  Tantangan eksternal antara lain terkait dengan arus globalisasi dan berbagai isu yang terkait dengan masalahlingkungan hidup, kemajuan teknologi dan informasi, kebangkitan industri kreatif dan budaya, dan perkembanganpendidikan di tingkat internasional. Arus globalisasi akan menggeser pola hidup masyarakat dari agraris dan perniagaantradisional menjadi masyarakat industri dan perdagangan modern seperti dapat terlihat di World Trade Organization(WTO), Association of Southeast Asian Nations (ASEAN) Community, Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC), dan ASEAN Free Trade Area (AFTA).

c. Penyempurnaan Pola Pikir

  Kurikulum 2013 dikembangkan dengan penyempurnaan pola pikir sebagai berikut:1) Pola pembelajaran yang berpusat pada guru menjadi pembelajaran berpusat pada peserta didik. Implementasi Kurikulum 2013 Implementasi Kurikulum adalah usaha bersama antara pemerintah pusat dengan pemerintah daerah propinsi dan pemerintahdaerah kabupaten/kota (Kemendikbud, 2013).

c. Pengembangan buku siswa dan buku pegangan guru dari tahun

  Pengembangan manajemen, kepemimpinan, sistem administrasi, dan pengembangan budaya sekolah (budaya kerja guru) e. Pendampingan dalam bentuk Monitoring dan Evaluasi untuk menemukan kesulitan dan masalah implementasi dan upayapenanggulangan: Juli 2013 – 2016.

7. Pendekatan Penilaian Menurut Kurikulum 2013

  Metode dan Instrumen Penilaian dalam Kurikulum 2013Bermacam-macam metode dan instrumen baik dalam bentuk formal maupun nonformal dipergunakan pada kegiatanpenilaian dalam rangka mengumpulkan informasi. Informasi yang dikumpulkan menyangkut semua perubahan yang terjadibaik secara kualitatif maupun kuantitatif.

1) Penilaian Nonformal/Informal

Penilaian nonformal bisa berupa komentar- komentar guru yang diberikan/diucapkan selama proses mengajukan pertanyaan kepada guru atau temannya, atau saat seorang siswa memberikan komentar terhadapjawaban guru atau siswa lainnya, dengan demikian berarti guru telah melakukan penilaian nonformal/informalterhadap performansi siswa tersebut.

2) Penilaian Formal

8. Pelatihan Pendidik dan Tenaga Kependidikan/PTK Pelatihan PTK adalah bagian dari pengembangan Kurikulum

  Pelatihan yang bersifat masal dilakukan dengan melibatkan semua guru kelas dan guru mata pelajaran di tingkat SD,SMP dan SMA/SMK. Pengembangan Buku Siswa dan Pedoman Guru Implementasi Kurikulum 2013 dilengkapi dengan buku siswa dan pedoman guru yang disediakan oleh Pemerintah.

a) Jenis Evaluasi: Formatif sampai tahun Belajar 2015-2016

  Berdasarkan pendapat di atas maka dapat disimpulkan bahwa pengalaman guru mengajar diartikan sebagai segala sesuatu yang pernahdirasai, diketahui, dikerjakan, dijalani, dan didapatkan selama guru melaksanakan tugasnya sebagai pendidik di satuan pendidikan tertentu. Berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Pasal 1 ayat (1) Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, yang dimaksuddengan pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktifmengembangkan potensi diri untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia serta keterampilanyang diperlukan dirinya, masyarakat dan bangsa.

G. Kerangka Berpikir

1. Persepsi Guru yang Signifikan terhadap Implementasi

  Seorang guru yang sudah dua puluh tahun mengajar akan memandangKurikulum 2013 sebagai sebuah Kurikulum yang merepotkan Kurikulum yang biasanya digunakannya. Seorang guru yang baru satu tahun mengajar dan merupakan produk baru dari dunia kependidikan akan memandangKurikulum 2013 sebagai sebuah Kurikulum yang tepat diaplikasikan mengingat dengan Kurikulum 2013 seorang guru dapat menyusunbahan ajar yang sesuai dengan konstruksi pengetahuan yang akan diberikan kepada peserta didik.

2. Persepsi Guru yang Signifikan terhadap Implementasi Kurikulum 2013 Ditinjau dari Jenjang Pendidikan Guru

  Guru dengan jenjang pendidikan rendah tidak mempunyai wawasan yang cukup atau pengetahuan yang luasdibandingkan dengan guru yang memiliki jenjang pendidikan lebih tinggi. Mereka akan mudah dalam menelaah isi dari Kurikulum 2013 dan mudah dalam mengimplementasikan perbedaan persepsi guru terhadap Kurikulum tingkat satuan pendidikan ditinjau dari jenjang pendidikan guru.

BAB II I METODOLOGI PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif yaitu penelitian

B. Tempat dan Waktu Penelitian

  Jenis penelitian ini tergolong penelitian survei, yaitu penyelidikan yang diadakan untuk memperoleh fakta-fakta dari gejala-gejala yang ada dan mencari keterangan-keterangan secara faktual, baik tentang institusi sosial, ekonomi, atau politik dari suatu kelompok ataupunsuatu daerah (Nazir, 2005:56). Kesimpulan dari penelitian ini hanya berlaku pada guru-guru kelas X di SMA Negeri 1 Kasihan, SMA Negeri 1 Bantul,dan SMA Negeri 1 Sewon, SMA Negeri 1 Sedayu, SMA Negeri 1 Jetis, danSMA Negeri 2 Bantul yang ada di Kabupaten Bantul sebagai subyek penelitian.

1. Tempat Penelitian

Penelitian ini dilakukan di SMA se-Kabupaten Bantul yang dipilih Negeri 1 Kasihan, SMA Negeri 1 Bantul, SMA Negeri 1 Sewon, SMA Negeri 1 Sedayu, SMA Negeri 1 Jetis, dan SMA Negeri 2 Bantul.

2. Waktu Penelitian Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April 2014

C. Subyek dan Obyek Penelitian

  Subyek PenelitianSubyek penelitian ini adalah guru-guru SMA Negeri 1 Kasihan, SMANegeri 1 Bantul, SMA Negeri 1 Sewon, SMA Negeri 1 Sedayu, SMA Negeri 1 Jetis, dan SMA Negeri 2 Bantul. Obyek PenelitianDalam penelitian ini yang menjadi obyek penelitian adalah persepsi guru yang signifikan terhadap implementasi Kurikulum 2013,pengalaman guru mengajar dan jenjang pendidikan guru.

D. Populasi, Sampel, dan Teknik Penarikan Sampel

1. Populasi adalah keseluruhan objek yang akan diteliti (Sulistyo

  Sampel dalam penelitian ini adalah guru-guru yang telah mengimplementasikan Kurikulum 2013, yaitu seluruh gurukelas X (sepuluh). Pertimbangan yangdimaksud dalam penelitian ini adalah sekolah yang ditunjuk olehPemerintah untuk mengimplementasikan Kurikulum 2013 yaitu seluruh guru kelas X (sepuluh).

E. Variabel Penelitian dan Pengukuran Variabel Penelitian

1. Variabel Penelitian

Variabel adalah objek penelitian yang bervariasi akan apa yang menjadi titik perhatian suatu penelitian. Dalam penelitian inimelibatkan variabel independen dan variabel dependen sebagai berikut :

a. Variabel independen atau variabel bebas dalam penelitian ini adalah pengalaman guru mengajar dan jenjang pendidikan guru

  b. Variabel dependen atau variabel terikat dalam penelitian ini adalah persepsi guru yang signifikan terhadap implementasiKurikulum 2013.

2. Pengukuran Variabel Penelitian

  Berikut ini disajikan tabel operasionalisasi variabel persepsi guru yang signifikanterhadap implementasi Kurikulum 2013 yang diadopsi dariKementerian Pendidikan dan Kebudayaan dalam Monitoring Tabel 3.1 Operasionalisasi Variabel Persepsi Terhadap implementasi Kurikulum 2013 Pernyataan Sub variabel Indikator Positif Negatif Fungsi 1. Mempersiapkan insan Indonesia supaya 4, 5, 6 7 Kurikulum 2013 memiliki kemampuan hidup sebagai pribadi dan warganegara yang produktif,kreatif, inovatif dan efektif serta mampu berkontribusi pada kehidupanbermasyarakat, berbangsa, bernegara dan berperadaban dunia.

1. Kelengkapan buku siswa dan pedoman 30, 31 Buku Siswa dan guru yang disediakan oleh Pemerintah

2. Buku pedoman guru dalam implementasi 32, 34

  Pedoman Guru 33 Kurikulum 2013 membantu guru dalam 35 merencanakan proses pembelajaran,meningkatkan efektivitas proses pembelajaran, memberikan panduan yangjelas tentang penerapan pembelajaran tematik berbasis mata pelajaran, danpenerapan pembelajaran saintifik. Pemerintah pusat bertanggung jawab 36 37 Kurikulum 2013 dalam mempersiapkan guru dan kepala sekolah untuk melaksanakan Kurikulum2013.

F. Teknik Pengumpulan Data

  DokumentasiDokumentasi digunakan untuk memperoleh data tentang struktur organisasi sekolah, jumlah guru yang ada, sarana danprasarana yang tersedia dan segala hal yang berhubungan dengan penelitian ini. WawancaraWawancara dilakukan untuk menemukan permasalahan yang harus diteliti, dan juga apabila peneliti ingin mengetahui hal-hal dariresponden yang lebih mendalam dan jumlah respondennya sedikit/kecil.

G. Teknik Pengujian Instrumen Penelitian

1. Uji Validitas

  Pengujian validitas penelitian ini didasarkan pada rumus teknik korelasi Product Moment sebagai berikut :√ Keterangan: r = koefisien korelasi antara X dan Y X = jumlah dari setiap itemY = jumlah dari seluruh item XY = jumlah hasil kali antara X dan Y N = banyaknya sampel yang diuji cobakan Dalam menentukan layak atau tidaknya suatu item yang digunakan, suatu item dianggap valid jika berkorelasi signifikan terhadap skortotal dengan taraf signifikansi 5%. Dapat disimpulkan bahwa item-item dalam kuesioner yang dinyatakan valid berjumlah 37 butir pernyataan dan telah mewakilisetiap variabel pengukur persepsi guru yang signifikan terhadap implementasi Kurikulum 2013.

2. Pengujian Reliabilitas

  Setelah dilakukan pengujian reliabilitas dengan jumlah data(n) sebanyak 30 responden pada derajad keyakinan 5% maka diperoleh nilai 0,936 yang berarti lebih besar dari 0,6. Dengandemikian instrumen yang digunakan untuk melihat persepsi guru yang signifikan terhadap implementasi Kurikulum 2013 dinyatakanreliabel.

H. Teknik Analisis Data

1. Teknik Deskriptif

  Data yang diperoleh dari sampel penelitian berupa skor pengalaman guru mengajar, skor jenjang pendidikan guru, dan skor mengacu pada transformasi data mentah ke dalam suatu bentuk yang akan membuat pembaca lebih mudah memahami dan menafsirkanmaksud dari data atau angka yang ditampilakan. Kegunaan utama teknik deskriptif ialah untuk mengelompokkan perbedaan persepsiguru yang signifikan terhadap implementasi Kurikulum 2013 ke dalam kategori sangat positif, positif, cukup positif, negatif dan sangatnegatif.

2. Uji Prasyarat Analisis

a. Uji Normalitas

  Uji normalitas digunakan untuk mengetahui apakah sebaran data yang digunakan dalam penelitian ini berdistribusinormal atau tidak. D = [ (X) (X)]maksimum − Keterangan :D = Deviasi atau penyimpangan maksimum = Distribusi frekuensi kumulatif teoritis (X) Selanjutnya untuk mengetahui apakah distribusi frekuensi masing- masing variabel normal atau tidak dilakukan dengan ketentuan sebagaiberikut:1) Jika nilai probabilitas lebih besar dari taraf signifikansi 5% maka tidak signifikan artinya tidak ada beda antara distribusi datayang dianalisis dengan distribusi teoritis sehingga sebaran data normal.

b. Uji Homogenitas

  Teknik analisis data yang digunakan untuk variabel pengalam guru mengajar dalam penelitian ini adalah Analysis of Variance(ANOVA). Menurut Taniredja dan Mustafidah, 2011:84, langkah-langkah pengujian adalah sebagai berikut:1) Merumuskan Ho dan Ha Ho :Tidak ada perbedaan persepsi guru yang signifikan terhadap implementasi Kurikulum 2013 ditinjau dari pengalaman gurumengajar.

b) Derajat bebas atau degree og freedom (df) yang terdiri

  Numerator = k-1Denominator = N-k 3) Menentukan nilai statistik uji:Nilai statistik uji atau yang disebut uji F ditentukan dengan cara dihitung menggunakan program Statistical Package for Social Science (SPSS) yaitu paket progran komputer untuk analisis statistik secara deskriptif maupun inferensial. Program SPSS yang digunakan dalam penelitian ini adalah program SPSS versi windows 16.

b. Teknik analisis data yang digunakan untuk variabel jenjang

  Menurut Siregar, 2013:236, langkah-langkah pengujian adalah sebagai berikut:1) Merumuskan H o dan H a H o :Tidak ada perbedaan persepsi guru yang signifikan terhadap implementasi Kurikulum 2013 ditinjau dari jenjangpendidikan guru. H a :Ada perbedaan persepsi guru yang signifikan terhadap implementasi Kurikulum 2013 ditinjau dari jenjangpendidikan guru.2) Menentukan nilai statistik uji: Uji statistik yang digunakan adalah uji-t dua sampel ditentukan dengan cara dihitung menggunakan program Statistical Package for Social Science (SPSS) yaitu paket program komputer untuk analisis statistik secara deskriptif maupun inferensial.

a) H o diterima jika nilai t hitung < nilai t tabel , artinya tidak ada

  implementasi Kurikulum 2013 ditinjau dari jenjang pendidikan guru. b) H a diterima jika nilai t hitung > nilai t tabel , artinya ada perbedaan persepsi guru yang signifikan terhadapimplementasi Kurikulum 2013 ditinjau dari jenjang pendidikan guru.

c. Uji Signifikansi

  BAB IV GAMBARAN UMUM SEKOLAH Penelitian ini dilaksanakan di SMA yang telah mengimplementasikan Kurikulum 2013 di Kabupaten Bantul yaitu di SMA Negeri 1 Kasihan, SMA Negeri 1 Bantul, SMA Negeri 1 Sewon, SMA Negeri 1 Sedayu, SMA Negeri 1 Jetis, dan SMA Negeri 2 Bantul, berikut gambaran umum dari masing-masing sekolah. SMA Negeri 1 Kasihan SMA Negeri 1 Kasihan atau biasa disebut SMA Negeri Tirtonirmolo adalah sekolah yang berada di kawasan Kabupaten Bantul Utara, daerah perbatasan Kota, tepatnya ada di Jalan Bugisan Selatan Yogyakarta.

a. Visi

1) BertaqwaMeyakini keberadaan Tuhan Yang Maha Esa dan mengamalkan perintah-Nya, menjauhi larangan-Nya sesuaidengan keyakinan agama yang dianut.2) Berprestasi Memiliki keunggulan baik akademik maupun non-akademik di Memiliki sikap yang baik sesuai dengan 20 nilai akhlaq mulia baik di lingkungan sekolah maupun di masyarakat.

4) Ramah Lingkungan

Memiliki sikap yang peduli terhadap lingkungan di sekitar sekolah maupun di masyarakat.

b. Misi

  hari di sekolah sehingga siswa dapat memiliki dan menerapkan sikap ramah lingkungan dalam kehidupan sehari-hari. Berikut ini disajikan gambar mengenai struktur organisasi SMA Negeri 1 Kasihan Bantul.

3. Daftar Seluruh Guru Kelas X SMA Negeri 1 Kasihan Bantul

  Matematika Berikut ini disajikan tabel mengenai daftar seluruh guru kelas X SMA Negeri 1 Kasihan Bantul. Tabel 4.1 Daftar Seluruh Guru Kelas X SMA Negeri 1 Kasihan Bantul 8.

B. SMA Negeri 1 Bantul

  SMA Negeri 1 Bantul terletak di pinggiran Yogyakarta, tepatnya di Kabupaten Bantul Jalan KHA. 2) Menumbuhkembangkan karakter dan budaya bangsa.3) Meningkatkan kecintaan dan kepedulian terhadap lingkungan.

c. Tujuan Sekolah

  2) Meningkatkan mutu non akademik dalam bidang seni, kreativitas, dan olahraga. 3) Memiliki daya saing global.4) Melaksanakan pembelajaran yang berbasis imtaq, iptek, dan budaya Indonesia.

3. Daftar Seluruh Guru Kelas X SMA Negeri 1 Bantul

  Endang Istyowati Sejarah Indonesia Berikut ini disajikan tabel mengenai daftar seluruh guru kelas X SMA Negeri 1 Bantul. Tabel 4.2 Daftar Seluruh Guru Kelas X SMA Negeri 1 Bantul 8.

C. SMA Negeri 1 Sewon

  Misi Sekolah1) Menyelenggarakan pembelajaran yang efektif dan inovatif.2) Melengkapi sarana pembelajaran dengan teknologi informatika.3) Mempersiapkan siswa dalam berbagai event baik di bidang akademik maupun non akademik. 6) Menciptakan lingkungan sekolah yang kondusif : aman, nyaman, tertib, disiplin, sehat kekeluargaan, dan penuh tanggung jawab.

c. Tujuan Sekolah 1) Menghasilkan insan yang bermoral, cerdas, dan berakhlaq mulia

2) Mempersiapkan peserta didik untuk menguasai ilmu pengetahuan

  3) Membekali siswa dengan ketrampilan bagi siswa yang tidak melanjutkan ke jenjang pendidikan tinggi dari tahun ke tahundiharapkan ada peningkatan.4) Mengembangkan sekolah efektif sejalan tuntutan perkembangan pendidikan. 5) Meningkatkan prestasi akademik dan non akademik.6) Mengembangkan kultur sekolah yang kondusif di sekolah.7) Meningkatkan kompentensi yang dimiliki oleh siswa.8) Mengembangkan sekolah yang berwawasan Teknologi Informatika.

3. Daftar Seluruh Guru Kelas X SMA Negeri 1 Sewon

  Bahasa Indonesia Berikut ini disajikan tabel mengenai daftar seluruh guru kelas X SMA Negeri 1 Sewon. Tabel 4.3 Daftar Seluruh Guru Kelas X SMA Negeri 1 Sewon 8.

D. SMA Negeri 1 Sedayu

  Perkembangan dan tantangan masa depan seperti: perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, globalisasi yang sangat cepat, erainformasi, dan berubahnya kesadaran masyarakat dan orang tua terhadap pendidikan mendorong sekolah untuk merespon tantangan sekaliguspeluang itu. MisiBerdasarkan visi tersebut diatas, SMA Negeri 1 Sedayu selalu berusaha untuk mencapainya dengan Misi sebagai berikut :1) Meningkatkan prestasi akademik dengan mempertimbangkan latar belakang kemampuan dan kemauan untuk melanjutkan keperguruan tinggi.2) Meningkatkan jumlah siswa yang diterima di PTN.3) Mewujudkan jiwa keberanian bertindak, berperilaku jujur, dan terbuka terhadap perubahan.

c. Tujuan

  Berdasarkan Visi dan Misi di atas, tujuan pendidikan SMA Negeri 1Sedayu dirumuskan sebagai berikut :1) Terwujudnya program belajar mengajar secara efektif dan efisien, untuk menghasilkan tamatan yang memiliki kompetensimemasuki perguruan tinggi maupun memiliki kompetensi memasuki persaingan dunia kerja. 12) Terwujudnya siswa yang rajin dan giat beribadah.13) Terwujudnya siswa yang mampu dan gemar membaca Al-Quran.14) Terwujudnya siswa yang berkepribadian dan berakhlaq mulia.15) Terciptanya suasana lingkungan belajar yang agamis.

3. Daftar Seluruh Guru Kelas X SMA Negeri 1 Sedayu

  Bahasa Jerman Berikut ini disajikan tabel mengenai daftar seluruh guru kelas X SMA Negeri 1 Sedayu. Tabel 4.4 Daftar Seluruh Guru Kelas X SMA Negeri 1 Sedayu 8.

H. Andhy Surya, S.Sos. Sosiologi

E. SMA Negeri 1 Jetis

SMA Negeri 1 Jetis atau lebih dikenal dengan nama Jesabayo, merupakan salah satu Sekolah Menengah Atas Negeri yang ada di ProvinsiDaerah Istimewa Yogyakarta dan beralamatkan di Jalan Imogiri Barat KM 11 Kertan Sumberagung Jetis Bantul.

1. Visi, Misi, dan Motto Sekolah

  VisiBerprestasi Unggul dalam IPTEK, Dinamis ke arah globalisasi, Imtaq yang tangguh, Arif terhadap lingkungan hidup. 2) Melengkapi sarana penunjang dalam pembelajaran dan peningkatan teknologi.

c. Motto Sekolah hijau hidup menjadi berkualitas

2. Struktur Organisasi Sekolah Berikut ini disajikan gambar mengenai struktur organisasi SMA Negeri 1 Jetis

Gambar 4.5 Struktur Organisasi SMA Negeri 1 Jetis

SO. OPERASIONALSO. SEBAGAI UPT

KEPALA DEWAN KEPALASEKOLAH SEKOLAH SEKOLAH KEPALA TATA USAHA TATA USAHA WAKASEK WAKASEK WAKASEK WAKASEK HUBUNGAN SARANA &KURIKULUM KESISWAAN PRASARANA MASYARAKAT PemeliharaanMGMP MasyarakatUnit Kegiatan Siswa GURUPerlengkapan

WALI KELAS BP/ BK

PerguruanTinggi/ LPK Teknisi

WALI KELAS

Tata TertibTeknisi WALI KELAS WALI KELAS SISWA

3. Daftar Seluruh Guru Kelas X SMA Negeri 1 Jetis

  Geografi Berikut ini disajikan tabel mengenai daftar seluruh guru kelas X SMA Negeri 1 Jetis. Tabel 4.5 Daftar Seluruh Guru Kelas X SMA Negeri 1 Jetis 9.

F. SMA Negeri 2 Bantul

  SMA Negeri 2 Bantul adalah sekolah negeri di Bantul yang didirikan pada tahun 1976. Misi1) Mewujudkan lingkungan sekolah yang ASRI (Aman, Sehat, Rapi dan Indah)2) Mempersiapkan peserta didik berprestasi untuk mengikuti pendidikan lebih lanjut, memiliki kecerdasan dan kompetensiuntuk hidup mandiri, mampu bersaing di taraf regional, nasional dan internasional serta menguasai ilmu pengetahuan danteknologi.3) Menciptakan suasana religius dalam semangat nasionalisme dan kekeluargaan.

B. Upacara

  Lab Komputer Bendahara &KopsisBidang EkstrakulikulerSub. Humas Sub.

3. Daftar Seluruh Guru Kelas X SMA Negeri 2 Bantul

  Tabel 4.6 Daftar Seluruh Guru Kelas X SMA Negeri 2 Bantul 18. Berikut ini disajikan tabel mengenai daftar seluruh guru kelas X SMA Negeri 2 Bantul.

5. Endang N. Ekonomi 6

  Bahasa Indonesia Nur Habibah, S. Sri Sunarsih, S.

G. Pelaksanaan Implementasi Kurikulum 2013 di Kabupaten Bantul

  SMA Negeri 1 Kasihan, SMA Negeri 1 Bantul, SMA Negeri 1 Sewon,SMA Negeri 1 Sedayu, SMA Negeri 1 Jetis, dan SMA Negeri 2 Bantul merupakan sekolah-sekolah yang ditunjuk oleh Pemerintah untukmengimplementasikan Kurikulum 2013 di Kabupaten Bantul. Namun, masing-masing sekolah yang ditunjuk Pemerintah untuk mengimplementasikan Kurikulum 2013 beberapaguru diantaranya masih ada yang menggunakan metode pembelajaran lama, yakni ceramah dengan alasan kurangnya waktu guru untuk membuat mediapembelajaran.

BAB V ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi Data Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April 2014. Subjek

  SMA tersebut adalahSMA Negeri 1 Kasihan, SMA Negeri 1 Bantul, SMA Negeri 1 Sewon, SMA Negeri 1 Sedayu, SMA Negeri 1 Jetis, dan SMA Negeri 2 Bantul. Kuesioner yang diberikan kepada responden adalah 100 buah sedangkan jumlah responden yang tidak mengisi kuesioner 1 buah dikarenakan gurutidak hadir dan 1 buah kuesioner dinyatakan gagal dikarenakan responden tidak mengisi secara lengkap, sehingga jumlah responden yang mengisilengkap dalam penelitian ini adalah 98 guru.

1. Deskripsi Responden Penelitian

  Pengalaman Guru MengajarBerikut ini disajikan tabel mengenai deskripsi responden untuk variabel pengalaman guru mengajar. Jenjang Pendidikan GuruBerikut ini disajikan tabel mengenai deskripsi responden untuk variabel jenjang pendidikan guru.

1 Kasihan

  13 3 23,1 2 13,3 3 15,8 22 22,4Total 13 100 15 100 23 100 13 100 15 100 19 100 98 100 8 8,2% Cukup Positif105 63 64,2% Positif120 27 27,6% Sangat Positif135 Skor Frekuensi Persentase Interpretasi157 Tabel 5.4 Persepsi Guru terhadap Implementasi Kurikulum 2013 Persepsi guru yang signifikan terhadap implementasi Kurikulum 2013 dapat dijelaskan dalam tabel berikut: 2. Perbedaan Persepsi Guru yang Signifikan terhadap Implementasi Kurikulum 2013 Berdasarkan tabel 5.3 di atas menunjukkan bahwa responden jenjang pendidikan S-1 sebanyak 76 guru atau 77,6%, jenjang pendidikan S-2sebanyak 22 guru atau 22,4%.

a. Persepsi Guru yang Signifikan terhadap implementasi Kurikulum 2013 Ditinjau dari Pengalaman Guru Mengajar

  Berikut ini disajikan tabel mengenai persepsi guru yang signifikan terhadap implementasi Kurikulum 2013 ditinjau dari pengalaman gurumengajar. Berikut ini disajikan tabel mengenai deskripsi statistik variabel pengalaman guru mengajar.

b. Persepsi Guru yang Signifikan terhadap Implementasi Kurikulum 2013 Ditinjau dari Jenjang Pendidikan Guru

  Berikut ini disajikan tabel mengenai persepsi guru yang signifikan terhadap implementasi Kurikulum 2013 ditinjau dari jenjang pendidikanguru. Berikut ini disajikan tabel mengenai deskripsi statistik variabel Tabel 5.8 Deskripsi Statistik Variabel Jenjang Pendidikan Guru Descriptive Statistics N Minimum Maximum Sum Mean Std.

22 Berdasarkan tabel 5.8 di atas menunjukkan deskripsi persepsi guru

  terhadap implementasi Kurikulum 2013 ditinjau dari jenjang pendidikan guru dapat diuraikan sebagai berikut: 1) jenjang pendidikan S-1,sebanyak 76 guru dengan nilai terendah sebesar 120, nilai tertinggi sebesar 173, dan rata-rata sebesar 148,30; 2) jenjang pendidikan S-2,sebanyak 22 guru dengan nilai terendah sebesar 128, nilai tertinggi sebesar 172, dan rata-rata sebesar 153,91. Dari perhitungan rata-ratadapat disimpulkan bahwa persepsi terbaik adalah guru-guru dengan jenjang pendidikan S-2.

B. Pengujian Prasyarat Analisis Data

a. Pengujian Normalitas

  Hasil pengujian normalitas persepsi guru yang signifikan terhadap implementasiKurikulum 2013 ditinjau dari pengalaman guru mengajar berdasarkan dengan lama mengajar 25-36 tahun, menunjukkan nilai asymptotic significance (asymp. sig) sebesar 0,624 lebih besar darialpha (α) = 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa distribusi data adalah normal. Hasil pengujian normalitas persepsi guru yang signifikan terhadap implementasi Kurikulum 2013 ditinjau dari jenjang pendidikanguru berdasarkan dengan jenjang pendidikan S-2, menunjukkan nilai asymptotic significance (asymp. sig) sebesar 0,974 lebih besar dari alpha (α) = 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa distribusi data adalah normal.

b. Pengujian Homogenitas

  Berikut ini disajikan tabel hasil pengujian homogenitas persepsi guru yang signifikan terhadap implementasiKurikulum 2013 ditinjau dari pengalaman guru mengajar. Statistic 1.943 2 95 .149Berdasarkan tabel 5.9 di atas nilai Levene Statistic variabel persepsi guru terhadap implementasi Kurikulum 2013 ditinjaudari pengalaman guru mengajar sebesar 1,943 dengan signifikansi 0,14 9 yang berarti lebih besar dari alpha (α) = 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa variabel persepsi guru yang signifikan terhadap implementasi Kurikulum 2013ditinjau dari pengalaman guru mengajar homogen.

1. Hasil Pengujian Hipotesis 1

a) Perbedaan persepsi guru yang signifikan terhadap implementasi Kurikulum 2013 ditinjau dari pengalaman guru mengajar

  Hipotesis 1 dalam penelitian ini adalah:H o : Tidak ada perbedaan persepsi guru yang signifikan terhadap implementasi Kurikulum 2013 ditinjau dari pengalaman gurumengajar. Di bawah ini disajikan tabel hasil pengujian anova untuk perbedaan persepsi guru yang signifikan terhadap implementasi Kurikulum2013 ditinjau dari pengalaman guru mengajar.

2. Hasil Pengujian Hipotesis 2

b) Perbedaan persepsi guru yang signifikan terhadap implementasi Kurikulum 2013 ditinjau dari jenjang pendidikan guru

  Hipotesis 2 dalam penelitian ini adalah:H : Tidak ada perbedaan persepsi guru yang signifikan terhadapoimplementasi Kurikulum 2013 ditinjau dari jenjang pendidikan guru. Di bawah ini disajikan tabel hasil pengujian dua sampel independent untuk perbedaan persepsi guru yang signifikan terhadap implementasi Kurikulum 2013 ditinjau dari jenjang pendidikan guru.

D. Pembahasan Hasil Penelitian

  Kurikulum 2013 Ditinjau dari Pengalaman Guru MengajarHasil analisis data untuk menguji perbedaan persepsi guru yang signifikan terhadap implementasi Kurikulum 2013 ditinjau daripengalaman guru mengajar diketahui bahwa tidak ada perbedaan persepsi guru yang signifikan terhadap implementasi Kurikulum 2013ditinjau dari pengalaman guru mengajar. Kurikulum 2013 Ditinjau dari Jenjang Pendidikan GuruHasil analisis data untuk menguji perbedaan persepsi guru yang signifikan terhadap implementasi Kurikulum 2013 ditinjau darijenjang pendidikan guru diketahui bahwa ada perbedaan persepsi guru yang signifikan terhadap implementasi Kurikulum 2013 ditinjau darijenjang pendidikan guru.

BAB VI KESIMPULAN A. Kesimpulan Berdasarkan analisis data dan pembahasan Bab V, maka penulis dapat

  Tidak ada perbedaan persepsi guru yang signifikan terhadap implementasi Kurikulum 2013 ditinjau dari pengalaman guru mengajar. Ada perbedaan persepsi guru yang signifikan terhadap implementasiKurikulum 2013 ditinjau dari jenjang pendidikan guru.

B. Keterbatasan Penelitian

C. Saran

  Sebaiknya guru lebih profesional dengan selalu mengembangkan dirinya terhadap pengetahuan dan mendalamikeahliannya, rajin membaca literatur-literatur yang berkaitan dengan pengetahuan yang di gelutinya dalam merancang pembelajaran efektifdan bermakna atau menyenangkan, mengorganisasikan pembelajaran, memilih pendekatan pembelajaran yang tepat, menentukan prosedurpembelajaran, dan lebih up to date dengan model-model pembelajaran serta berbagai macam media pembelajaran yang baru. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar guru mempunyai jenjang Sebaiknya Pemerintah Kabupaten Bantul harus lebih mempersiapkan, melakukan supervisi dan evaluasi, serta seringmelakukan pelatihan-pelatihan yang ditujukan kepada semua guru baik guru yang berjenjang pendidikan rendah, maupun guru yangberjenjang pendidikan tinggi.

DAFTAR PUSTAKA

  Saya akan mengadakan kegiatan penelitian dalam rangka penyusunan skripsi dengan judul “Perbedaan Persepsi Guru Terhadap Implementasi Kurikulum 2013Ditinjau dari Pengalaman Guru Mengajar dan Jenjang Pendidikan Guru ”. Harapan sayasemoga Bapak/Ibu berkenan memberikan tanggapan atas seluruh pertanyaan yang ada sesuai dengan keadaan yang sesungguhnya.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPETUNJUK PENGISIAN KUESIONER

1. Kuesioner ini terdiri dari 2 (dua) bagian:

Bagian I Identitas Responden I Persepsi Guru terhadap implementasi Kurikulum 2013

  Pengisian untuk bagian I:Berilah tanda centang (√) pada alternatif jawaban yang sesuai dengan keadaan Bapak/Ibu, serta isilah pada bagian titik-titik. Pengisian untuk bagian II:Berilah tanda silang (X) untuk jawaban yang paling Bapak/Ibu guru anggap sesuai dengan keadaan pada kotak yang disediakan di sebelah kanan setiappernyataan.

4. Selesai mengerjakan telitilah kembali dan pastikan bahwa setiap pernyataan dalam kuesioner ini telah semuanya dijawab

BAGIAN I Identitas Responden

  Nama : …………………………………………………… 2. Masa Kerja Guru : ……… tahun, ……… bulan.

BAGIAN II Kuesioner No Pernyataan Alternatif Jawaban Menurut saya, implementasi Kurikulum 2013 membantu 1. SS STS S N TS siswa dalam mengembangkan kompetensi

  Dalam implementasi Kurikulum 2013, sebaiknya pelatihan tidak dilakukan dengan melibatkan semua guru kelas dan SS S N TS STS guru mata pelajaran di tingkat SD, SMP dan SMA/SMK. Menurut saya, isi buku siswa mengurai tuntutan ranah kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan yang S N TSSS STS tertulis dalam implementasi Kurikulum 2013.

VALIDITAS DAN RELIABILITASPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Jenjang Pendidikan Guru Jenjang Pendidikan GuruFrequency Percent Valid Percent Cumulative 27 29 132 170 4289 147.90 9.600 13-24 Th42 128 172 6384 152.00 10.754 25-36 Th27 120 173 3984 147.56 14.664 Valid N (listwise) Frequencies 1. Pengalaman Guru Mengajar Pengalaman Guru MengajarFrequency Percent Valid Percent Cumulative 27 72.4 25-36 42.9 42.9 42 29.6 13-24 29.6 29.6 29 Percent Valid 0-12 27.6 27.6 100.0 Total98 100.0 100.0 Descriptive Statistics Std.

3. Perbedaan Persepsi Guru terhadap implementasi Kurikulum 2013 Statistics

  PersepsiGuruN Valid 98 MissingMean 149.56Std. Error of Mean 1.185Median 148.00Mode 146Std.

Dokumen baru

Tags