Penerapan metode pembelajaran tipe make a match untuk meningkatkan hasil dan motivasi belajar siswa pada materi sistem reproduksi kelas XI SMA Taman Madya Jetis Yogyakarta.

Gratis

1
12
283
2 years ago
Preview
Full text

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  ABSTRAK“Penerapan Metode Pembelajaran Tipe Make A Match Untuk Meningkatkan Hasil Dan Motivasi Belajar Siswa Pada Materi Sistem Reproduksi Kelas XI SMA Taman Madya Jetis Yogyakarta” Mikaela Triana Galuh Pradana PutriUniversitas Sanata Dharma 2015Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil dan motivasi belajar siswa dalam mempelajari Biologi dengan penerapan metode pembelajaran tipe Make A Match materi Sistem Reproduksi. Data penelitian untuk motivasi belajar siswa diperoleh dari hasil observasi keterlibatansiswa dalam proses pembelajaran dan pengisian lembar kuisioner oleh siswa pada awal dan akhir penelitian, serta hasil wawancara terhadap beberapa siswa.

HALAMAN PERSEMBAHAN

  Amen “Don’t give up, the beginning is always the hardest”. AlbertEinstein I dedicate thousands of words to : Jesus Christ, Mother Mary,My beloved parents, my sisters, my boyfriend, all of my family, everyone who always support me,and my almamater.

KATA PENGANTAR

  Data penelitian untuk motivasi belajar siswa diperoleh dari hasil observasi keterlibatansiswa dalam proses pembelajaran dan pengisian lembar kuisioner oleh siswa pada awal dan akhir penelitian, serta hasil wawancara terhadap beberapa siswa. Untuk hasil motivasi siswa berdasarkanpengisian lembar kuisioner pada awal penelitian mencapai 100% siswa memiliki kategori tinggi dalam belajar dan pada akhir siklus tetap 100% tidak adapeningkatan.

BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan sebagai bagian integral kehidupan masyarakat di era global

  Siswa sudah dikatakan mampu mengembangkan potensi-potensi yang dimiliki ketika proses belajar yang telah dilakukan terjadi perubahan dalam diri siswa dan pada pengetahuan siswa dengan melihat dari hasil belajar yang siswa peroleh. Aktivitas yang sering dilakukan siswa cenderung tidak untuk mendukung kegiatan pembelajaran, siswa tidakmampu fokus atau berkonsentrasi dengan apa yang sedang dijelaskan oleh guru, bahkan beberapa siswa yang menganggu guru atau siswa lain, dan ada yangbermain dengan handphone.

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan di atas, maka permasalahan penelitian yang dapat dirumuskan adalah : “Apakah penerapan metode pembelajaran Make A Match dapat meningkatkan hasil dan motivasi belajar siswa pada materi sistem reproduksi kelas XI SMA Taman Madya Jetis Yogyakarta? ”

C. Batasan Masalah

  Hasil BelajarDalam penelitian ini hasil belajar yang dimaksud kemampuan kognitif yang diambil melalui tes tertulis sesuai dengan standar kompetensi yang digunakan 3. Motivasi BelajarMotivasi belajar yang dimaksud adalah dorongan bagi siswa dalam mengikuti kegiatan pembelajaran yang berlangsung melalui pembagian kuisioner yangdiisi oleh siswa dan melakukan observasi serta wawancara kepada siswa.

D. Tujuan Penelitian

E. Manfaat Penelitian

  Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan hasil belajar dan motivasi belajar siswa kelas XI SMA Taman Madya Jetis Yogyakartamelalui penerapan metode pembelajaran kooperatif tipe Make A Match (mencari pasangan). Menambah informasi mengenai metode-metode pembelajaran yang yang terjadi di kelas XI SMA Taman Madya Jetis Yogyakarta dengan memberikan metode pembelajaran yang baru untuk siswab.

BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Belajar dan Pembelajaran Belajar dalam idealisme berarti kegiatan psiko-fisik-sosio menuju ke

  Peristiwa belajar yang disertai proses pembelajaran akan lebih terarah dan sistematik daripada belajar yang semata-mata dari pengalaman dalamkehidupan sosial dalam masyarakat. Sedangkan menurut Dahar (2006), pembelajaran adalah penggunaan jenis-jenis belajar yang tepat dengan memberikesempatan pada siswa untuk mengungkapkan konsep sebelumnya dan kesempatan untuk berdebat dan menguji konsep ini sehingga dapat meningkatkan kesadaran akan kemampuan untuk menggunakan pola penalaran yang terlibat dalam pembentukan dan pengujian pengetahuan konseptual.

B. Hasil Belajar

  Dalam kegiatan belajar yang telah dilakukan akan mengalami suatu proses dan perubahan dalam proses belajar. Hasil belajar didefinisikan sebagai pola-polaperbuatan, nilai-nilai, pengertian-pengertian, sikap-sikap, apresiasi dan ketrampilan.

1. Informasi verbal yaitu kapabilitas mengungkapkan pengetahuan dalam bentuk bahasa, baik lisan maupun tertulis

  Ketrampilan intelektual merupakan kemampuan melakukanaktivitas kognitif yang bersifat khas. Keterampilan motorik yaitu kemampuan melakukan serangkaian gerak jasmani dalam urusan dan koordinasi, sehingga terwujud otomatisme gerakjasmani.

1. Ranah kognitif

  Perbedaan antara penilaian yang dilakukan siswa dengan penilaianyang merupakan evaluasi adalah pada standar dan kriteria yang dibuat mengarah pada keefektifan hasil yang didapatkan dibandingkan denganperencanaan dan keefektifan prosedur yang digunakan maka apa yang dilakukan siswa merupakan kegiatan evaluasi. Menciptakan (Create) Menciptakan mengarah pada proses kognitif meletakkan unsur-unsur secara bersama-sama untuk membentuk kesatuan yang koheren danmengarahkan siswa untuk menghasilkan suatu produk baru dengan mengorganisasikan beberapa unsur menjadi bentuk atau pola yang berbedadengan yang sebelumnya.

3. Ranah Psikomotor

  Menurut Bloom melalui Sudjana (2010) dalam bukunyayang berjudul Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar, ranah psikomotor berhubungan dengan hasil belajar ketrampilan dan kemampuan bertindak setelah menerima pengalaman belajar tertentu. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Belajar dan Hasil Belajar Berikut ini adalah beberapa faktor yang mempengaruhi belajar dan hasil belajar pada siswa yaitu Menurut Slameto (2010), faktor yang dapatmempengaruhi belajar dan hasil belajar dapat berasal dari dalam diri siswa, dan dari luar misalnya dukungan orang tua, serta lingkungan.

1. Faktor internal merupakan faktor yang berasal dari dalam individu itu sendiri

  Sedangkan aspek psikologis merupakan kemampuan berupa intelegensi, bakat, sikap, minat, dan motivasi yang merupakan faktor yang dapatmempengaruhi pada kualitas pengetahuan yang terserap oleh siswa, karena cara belajar siswa dipengaruhi oleh aspek psikologis tersebut. Aspek lingkungan sekolah dapat pulamempengaruhi hasil belajar dari iklim yang tercipta antara siswa dan guru.

D. Motivasi Belajar

  Dari berbagai macam definisi mengenai motivasi, maka motivasi belajar siswa dapat didefinisasikan sebagai suatu keadaan dimana dalam diri siswa terdapat dorongan yang mampu mengaktifkan atau menggerakkan sehingga mampu menyalurkan perilaku untuk belajar dan berprestasi. Menurut Prasetya Irawan dkk(1997), mengutip hasil penelitian Fyan dan Maehr bahwa dari tiga faktor yang mempengaruhi prestasi belajar yaitu latar belakang keluarga, kondisi atau kontekssekolah dan motivasi, maka faktor terakhir merupakan faktor yang paling baik.

2. Motivasi Ekstrinsik

  (c) Sikap dan kebiasaan belajar yang buruk, seperti tidak menyenangi mata pelajaran tertentu, malas belajar, tidak memiliki waktu belajar yang teratur, dan kurang terbiasa membaca buku mata pelajaran. Pada saat dirumah siswa tetap mendapat perhatian dari orang tua, baikperhatian material dengan menyediakan sarana dan prasarana belajar guna membantu dan mempermudah siswa belajar di rumah.

E. Model Cooperative Learning

  Secara umumpembelajaran kooperatif dianggap lebih diarahkan oleh guru, di mana guru menetapkan tugas dan pertanyaan-pertanyaan serta menyediakan bahan-bahan daninformasi yang dirancang untuk membantu peserta didik menyelesaikan masalah yang dimaksud. Setiap peserta didik ditugasi dengan tugas atau peran yang saling mendukung dan saling berhubungan, saling melengkapi, dan saling terikat dengan peserta didik lain dalam kelompok.

F. Pembelajaran Tipe Make A Match 1

  Pada penerapan metode Make A Match, diperoleh beberapa temuan bahwa metode Make A Match dapat memupuk kerja sama siswa dalam menjawabpertanyaan dengan mencocokkan kartu yang yang ada di tangan mereka, proses pembelajaran lebih menarik dan nampak sebagian besar siswa lebih antusiasmengikuti proses pembelajaran, dan keaktifan siswa tampak sekali pada saat siswa mencari pasangan kartunya masing-masing. Kesimpulan/ penutup Model Make A Match dapat memupuk kerja sama siswa dalam menjawab pertanyaan dengan mencocokkan kartu yang ada di tangan mereka, prosespembelajaran lebih menarik dan nampak sebagian besar siswa lebih antusias mengikuti proses pembelajaran dan keaktifan siswa tampak sekali pada saat siswamencari pasangan kartunya masing-masing.

9) Akhiri proses ini dengan membuat klarifikasi dan kesimpulan

  2. Kelebihan dan Kekurangan Model Pembelajaran Tipe Make A MatchKelebihan dan kekurangan model pembelajaran tipe Make A Match menurut Mihtahul (2013) adalah sebagai berikut : a.

1) Menghindari kejenuhan siswa dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar

  Suasana kegembiraan yang ditemukannya4) Efektif melatih kedisiplinan siswa menghargai waktu untuk belajar 5) Pada awal-awal penerapan metode, banyak siswa yang akan malu berpasangan dengan lawan jenisnya6) Menggunakan metode ini secara terus menerus akan menimbulkan kebosanan. 7) Guru perlu persiapan alat dan bahan yang memadai 8) Jika kelas anda termasuk kelas besar maka perlu adanya strategi agar kelas tidak menjadi ricuh.

G. Penelitian yang Relevan

  Penelitian yang berkaitan dengan metode peneliti yang pernah diteliti oleh IinDwi Indriyani (2008) Program Studi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta, dalam bentuk skripsi yang berjudul “ PeningkatanKemampuan Kognitif Siswa Pada Jenjang C1-C4 Materi Sistem Reproduksi Manusia Melalui Model Make A Match Kelas XI IPA 2 SMA MuhammadiyahBantul Tahun Ajaran 2008/2009”. Penelitian yang lain selain penelitian di atas terdapat penelitian yang lain yang dilakukan oleh Eliya (2009) dengan judul penelitian “Penelitian kooperatiftipe Make A Match Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa pada kelas XI SMA Negeri 5 Medan Materi Pokok Struktur dan Fungsi Sel”.

H. Materi Pembelajaran “ Sistem Reproduksi” Dalam penelitian ini, Standar Kompetensi (SK) yang digunakan adalah SK 3

  KompetensiDasar (KD) yang dipakai adalah KD 3.7 Menjelaskan keterkaitan antara struktur, fungsi, dan proses yang meliputi pembentukan sel kelamin, ovulasi, menstruasi,fertilisasi, kehamilan, dan pemberian ASI, serta kelainan/penyakit yang dapat terjadi pada sistem reproduksi manusia. Menurut Pratiwi (2006) dalam bukunya yang berjudul Biologi untuk SMAKelas XI, konsep-konsep mengenai materi sistem reproduksi manusia yang disampaikan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut : 1.

I. Kerangka Berpikir

  Faktor dari luar seperti aktivitas yang sering dilakukan siswa cenderung tidak untuk mendukung kegiatan pembelajaran, siswa tidak mampu fokus atauberkonsentrasi dengan apa yang sedang dijelaskan oleh guru, bahkan beberapa siswa yang menganggu guru atau siswa lain, dan ada yang bermain denganhandphone yang digunakan tidak untuk mencari bahan pembelajaran. Dalam penelitian seperti ini, peneliti menggunakan metode Make a Match karena memiliki karakter yang membuat siswa secara santai belajar denganmenumbuhkan rasa tanggung jawab , kerjasama yang baik, persaingan yang sportif dan keterlibatan belajar lebih termotivasi dalam belajar yangmenyenangkan bagi siswa.

BAB II I METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Penelitian ini menggunakan penelitian jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Istilah dalam bahasa Inggris adalah Classroom Action Research (CAR). Penelitian tersebut sudah jelas dilihat dari namanya menunjukkan isi yang terkandung di dalamnya yaitu sebuah kegiatan penelitian yang dilakukan di kelas. Ada tiga kata yang membentuk pengertian tersebut yaitu Penelitian, Tindakan, dan Kelas. Menurut Suharsimi (2014), tiga kata tersebut mengandung arti sebagai

  Penelitian menunjuk pada suatu kegiatan mencermati suatu obyek dengan menggunakan cara dan aturan metodologi tertentu untuk memperoleh data atau informasi yang bermanfaat dalam meningkatkan mutu suatu hal yangmenarik minat dan penting bagi peneliti. Tindakan menunjuk pada suatu gerak kegiatan yang sengaja dilakukan dengan tujuan tertentu.

3. Kelas adalah sekelompok siswa yang dalam waktu yang sama, menerima pelajaran yang sama dari guru yang sama pula

  Penelitian tindakan kelas memiliki 4 tahapan yang penting yaitu Perencanaan(planning), Pelaksanaan (acting), Pengamatan (Observing), dan Refleksi(Reflecting) yang dilakukan secara berulang sehingga memenuhi target yang diinginkan. Strategi kuantitatif digunakan untuk mengumpulkan data yangdihasilkan berupa skor motivasi siswa dalam belajar dan hasil belajar siswa setelah menggunakan metode pembelajaran tipe Make A Match.

D. Setting Penelitian

  Secara garis besar pada siklus II dilaksanakan kegiatan sebagai berikut : 1) Pertemuan I (a) Guru menginformasikan tujuan pembelajaran pada pertemuan I (b) Guru menjelaskan secara singkat prose pembelajaran yang akan dilakukan(c) Guru menjelaskan dengan jelas metode yang akan digunakan pada proses belajar sehingga siswa dapat mengikuti kegiatan pembelajaran dengan baik dan lancar. Setelah semua siswa menemukan pasangan masing-masing kemudian setiap pasangan mempresentasikan hasil kartu yang didapatke semua siswa yang lain.(f) Guru dan siswa bersama-sama mengulang kembali dari pencarian pasangan antara kartu soal dan kartu jawaban, berdiskusi bersama ketika masing ada pasangan kartu yang tidak cocok.

3. Observasi

4. Refleksi

  Pada tahap observasi ini, peneliti yang sebagai guru mengumpulkan informasi mengenai kegiatan yang sudah dilaksanakan oleh siswa dengan adanyainstrumen lembar observasi yang akan diisi oleh guru kelas dan tim pengamat sesuai dengan keadaan di kelas. Adanya data-data yang sudahlengkap yang telah diperoleh maka dapat diketahui proses dan hasil belajar siswa setelah melakukan kegiatan pembelajaran pada siklus II.

F. Data dan Cara Pengumpulan

  Data dari penelitian ini merupakan kuantitatif dan kualitatif yang diperoleh selama masing-masing siklus, seperti pada tabel 3.1 sebagai berikut : Tabel 3.1 Jenis dan cara penggumpulan data Alat Pengembalian Sumber Cara AnalisisJenis Data Data Data Data 1. Tes Siswa Analisis Hasil belajar kuantitatif(Postest I, dan postest II) 2.

1. Tes

  Data ini menggunakan kuisioner yang digunakan untuk mengambil data mengenai motivasi belajar siswa setelah mengalamiproses pembelajaran dengan menggunakan metode pembelajaran tipe Make A Match. Penelitiakan memilih beberapa siswa yang akan diambil data dari wawancara yang memiliki pencapaian prestasi rendah, sedang, dan tinggi dilihat dari hasilpada siklus II.

G. Instrumen Penelitian

Dalam penelitian ini, menggunakan 2 jenis instrumen meliputi instrumen pembelajaran dan instrumen pengumpulan data.

1. Instrumen Pembelajaran a

  Panduan yang akan diobservasi adalah :1) Minat dan perhatian siswa selama mengikuti proses pembelajaran 2) Tanggung jawab siswa dalam pembelajaran 3) Semangat siswa ketika melaksanakan tugas-tugas yang diberikan selam proses pembelajaran 4) Rasa senang dan puas dalam mengerjakan tugas tim maupun individual5) Reaksi stimulus timbal balik yang telah diberikan oleh guru h. Pedoman wawancara semi terstruktur dapat dilihat dari tabel Bagaimana respon atau reaksi yang timbul darisiswa terhadap metode pembelajaran denganmenggunakan make a Untuk mengetahui respon siswa selamasiswa mengikuti proses belajar Biologi denganmenggunakan metode Bagaimana perasaan yang ada pada diri siswaterhadap mata pelajaranBiologi beserta alasannya ?

2. Motivasi

  Setelah mendapatdata-data yang sudah diperoleh dari hasil observasi pada siklus I dan pada siklus II, maka dapat diperoleh kesimpulan akhir mengenai tingkat motivasi siswa selama proses pembelajaran. Untuk menganalisa data hasilobservasi, langkah-langkah yang dilakukan adalah sebagai berikut : 1) Jenis data Data yang diperoleh dari jawaban siswa yang diambil dari tiga siswa yang menjadi acuan untuk mengetahui hasil selama belajaryang sudah dilakukan kemudian diringkas dan dikategorikan ke aspek yang akan dinilai.

I. Indikator Keberhasilan Tindakan

  Indikator yang ingin dicapai dari penelitian ini dapat dilihat pada tabel 3.8 sebagai berikut : Tabel 3.8 Indikator Keberhasilan No Variabel Target Instrumen 1. Hasil belajar 75% siswa dapat Tes Pilihan Ganda memenuhiKKM 75 2.

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan

A. DESKRIPSI PELAKSANAAN

  Adanya perubahan yang terjadi pada motivasi siswa diamati selama proses pembelajaran yang sedangdilaksanakan sedangkan adanya perubahan hasil belajar siswa pada ranah kognitif dilihat dari hasil tes pada akhir setiap siklus. Penelitian ini dilaksanakan di kelas XI IPA SMA Taman Madya JetisYogyakarta yang dilaksanakan sebanyak 4 kali pertemuan yang mencakup 2 siklus.

1. Siklus I

  Peneliti meminta siswa untuk berbaur dengan teman-teman yang lain agar terjalin pertemanan yang tidak melihat kepandaian ataukerajian dalam mengerjakan tugas yang diberikan, tetapi saling membantu dan bekerja sama dengan siswa lain jika ada siswa yang masih belummemahami tugas yang diberikan. Setiap pasangan pemegang kartu soal dan kartu jawaban yang sudah cocok dan yakin dengan soal dan jawaban yang telahdipasangkan maka semua siswa yang berpasangan mempresentasikan kepada teman-teman yang lain dengan membaca soal dari kartu soaldan jawabannya dari kartu jawaban.

2. Siklus II

  Setiap pasangan pemegang kartu soal dan kartu jawaban yang sudah cocok dan yakin dengan soal dan jawaban yang telah dipasangkan maka semua siswa yang berpasangan mempresentasikan kepada teman-teman yang laindengan membaca soal dari kartu soal dan jawabannya dari kartu jawaban. Reflecting Dari hasil observasi yang dilakukan untuk melihat peninggkatan hasil belajar dan motivasi belajar siswa yang telah dilaksanakan padaproses pembelajaran siklus II dan berdiskusi dengan para rekan observer, maka motivasi atau minat siswa selama proses pembelajaran sudah jauhlebih baik daripada siklus yang pertama.

B. HASIL PENELITIAN 1

  Hasil Belajar Ranah Kognitif Pada aspek kognitif dapat dilihat dari hasil tes-tes yang telah diberikan peneliti kepada siswa yaitu postest siklus I, dan postest siklus II pada setiap akhirsiklus. Dengan demikian nilaihasil belajar kognitif siswa pada siklus I masih belum mencapai KKM yang ditentukan.

2. Motivasi Belajar Siswa a

  Setelah siklus I telahdilaksanakan, pada akhir siklus I diadakannya postest, hasil belajar siswa pada ranah kognitif mengalami peningkatan, rata-rata yang diperoleh pada hasil postestI yaitu 66,87 dan yang tuntas KKM ada 64% atau 14 siswa yang tuntas. Gambar 4.13 Grafik Pencapaian Ketuntasan Hasil Belajar Siswa Ranah Kognitif Hasil belajar siswa pada ranah kognitif dari hasil penelitian siklus I, diketahui hasil presentase postest pada siklus I yaitu 64% hanya 14 siswa yang memenuhiKKM, sedangkan pada siklus II meningkat menjadi 91% atau 20 siswa yang sudah tuntas KKM.

2. Motivasi Siswa

  Adanya presentase motivasi siswa menunjukkan bahwa siswa mengalami motivasi intrinsik dan ekstrinsik yaitu dalam proses pembelajaran adanyadorongan siswa dalam melakukan suatu tindakan belajar, misalnya perasaan menyenangi materi dengan adanya metode pembelajaran menggunakan make a match sehingga siswa lebih termotivasi dan berperan aktif dalam pembelajaran. Pernyataan atau jawaban dari siswa hasil wawancara dapat memperkuat motivasi belajar siswa yang sudah baik karena dengan proses pembelajaran selama 4 kalipertemuan dengan menggunakan metode pembelajaran tipe make a match membuat siswa lebih senang belajar Biologi, metode tersebut menyenangkanuntuk para siswa dan lebih dekat dengan siswa-siswa yang lain adanya saling kerjasama antar siswa dalam metode tersebut.

3. Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif tipe Make A Match

  Adanya metode make a matchmemberikan kesempatan pada siswa untuk belajar secara mandiri, menemukan hasil yang telah didapat dan dapat diinformasikan kepada siswa lain sehingga menambah pengetahuan pada siswa mengenai materi yang dipelajari, sehingga siswa lebih mampu mengingat dan mendalami materi dari metode tersebut. Perasaan yang timbul dari siswa selama menggunakan metode tersebut setiap pertemuan sangat puas, materi yang disampaikan dapat mudah masuk ke benaksiswa, lebih teringat terhadap materi yang sudah disampaikan, ada pula siswa yang merasa terhibur dengan adanya metode tersebut karena tidak terpukaudengan hanya mendengarkan guru saja namun siswa lebih aktif dalam berperan dalam proses pembelajaran.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan Berdasarkan analisis hasil penelitian yang telah dilakukan di kelas XI IPA SMA Taman Madya Jetis Yogyakarta, dapat disimpulkan bahwa

  Hasil observasi siswa yang diamati rekan mahasiswa pada siklus I sudah mencapai kategori tinggi 77,27% dari target peneliti 75% kemudianmeningkat pada siklus II mencapai kategori tinggi sebesar 100%. Peningkatan motivasi siswa dikarenakan adanya sikap dan tanggapan siswa untuk selaluterlibat dan berperan aktif selama proses pembelajaran Biologi berlangsung.

B. Saran

Dengan berakhirnya penelitian yang telah dilaksanakan, maka peneliti akan menyampaikan beberapa saran yang semoga bermanfaat bagi beberapa pihak.

1. Bagi Guru a

  Pada metode pembelajaran dengan menggunakan tipe Make a Match atau siswa diberi tugas untuk mencari pasangan kartu yang dimliki siswa merupakan pembelajaran yang sebagian besar dilakukan olehsiswa. Dalam menggunakan metode pembelajaran tipe Make a Match, guru mempersiapkan dengan sebaik mungkin apa saja yang diperlukan dalam pembuatan model pembelajaran tersebut, karena waktu untukpembuatan media tersebut membutuhkan waktu yang lama.

2. Bagi Peneliti a

  Metode pembelajaran kooperatif tipe Make a Match dapat digunakan sebagai jenis pembelajaran dalam penelitian tindakan kelas (PTK) yang mampu membuat para siswa lebih aktif, termotivasi dan tidakmerasa bosan dalam proses pembelajaran Biologi. Untuk pembelajaran tipe ini perlu adanya persiapan yang baik dari segi pengelolaan kelas, pembuatan media, dari segi soal-soal, kartu- kartu soal dan jawaban yang disesuaikan dengan jumlah siswa, materiseluruhnya, alokasi waktu untuk beberapa kali putaran.

DAFTAR PUSTAKA

  Slameto., 2010, Belajar dan Faktor-faktor yang Mempengaruhi, Rineka Cipta : Jakarta. Uno, Hamzah B., 2013, Model Pembelajaran : Menciptakan Proses Belajar Mengajar yang Kreatif dan Efektif, Bumi Aksara : Jakarta.

SURAT KETERANGAN PENYELESAIAN PENELITIANPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Menjelaskan struktur dan fungsi organ manusia dan hewan tertentu, kelainan/ penyakit yang 6 mungkin terjadi serta implikasinya pada Salingtemas 8 KompetensiDasar Materi Pokok/Pembelajaran Kegiatan Pembelajaran Indikator Penilaian Alokasi Waktu Sumber Belajar Teknik Bentuk Teknik Contoh Instrumen Reproduksi 3.7 Menjelaskan ketrkaitanantara struktur,fungsi, dan proses yangmeliputi pembentukkan sel kelamin, ovulasi,menstruasi, fertilisasi, Sistem ReproduksiManusia a. Menjelaskan keterkaitan antara struktur, fungsi, dan proses yang meliputi pembentukkan sel kelamin, ovulasi, menstruasi, fertilisasi,kehamilan, dan pemberian ASI, serta kelainan/penyakit yang dapat terjadi pada sistem reproduksi manusia.

3. Siklus Menstruasi

Siklus mendtruasi pada wanita terdiri dari tiga fase yaitu fase aliran menstruasi, fase proliferasi, dan fase sekresi.

F. Model dan Metode Pembelajaran

Model Pembelajaran : Pembelajaran kooperatif tipe Make a Match Metode Pembelajaran : Kuis Individu maupun kelompok, presentasi, diskusi kelompok

G. Kegiatan Pembelajaran

  Guru meminta siswa untuk melihatperbedaan yang ada pada 2 siswa didepan. Evaluasi Guru memperbaiki konsep yang salah dan meneguhkanpemahaman konsep siswa yang sudah benar.

5. LKS 6

  Ranah kognitif : soal pretest dan postest ( bentuk soal pilihan ganda berjumlah 20 butir soal ) dan lembar kerja siswa ( LKS ) 2. Menjelaskan ketrkaitan antara struktur, fungsi, dan proses yang meliputi pembentukkan sel kelamin, ovulasi, menstruasi, fertilisasi,kehamilan, dan pemberian ASI, serta kelainan/penyakit yang dapat terjadi pada sistem reproduksi manusia.

6. Menyebutkan nama-nama penyakit/kelainan yang terjadi pada sistem reproduksi

  Mampu bekerjasama dengan kelompok untuk berdiskusi selama proses pembelajaran 2. Menerima pendapat antar sesama (terbuka) 3.

D. Tujuan Pembelajaran

  Melalui kajian literatur, serta penggunaan media pembelajaran make amatch siswa dapat menjelaskan tahapan-tahapan yang terjadi selama fertilisasi dan kehamilan 3. Setelah mengamati dan berdiskusi dengan bantuan gambar, siswa dapat menyebutkan nama-nama penyakit/kelainan yang terjadi pada sistem reproduksi.

E. Materi Pembelajaran

  Fertilisasi dan kehamilan Fertilisasi adalah proses penggabungan sperma dan ovum. ASI (Air Susu Ibu) Air susu ibu (ASI) dihasilkan oleh kelenjar susu pada payudara seorang perempuan yang biasanya dihasilakn setelah kehamilan atausetelah melahirkan.

3. Penyakit / kelainan pada sistem reproduksi

  Evaluasi Guru memperbaiki konsep yang salah dan meneguhkanpemahaman konsep siswa yang sudah benar. Evaluasi Guru memperbaiki konsep yang salah dan meneguhkanpemahaman konsep siswa yang sudah benar.

I. Alat dan Bahan 1

  Satu set metode Make a Match (kartu soal dan kartu jawaban ) J. Ranah kognitif : soal pretest dan postest ( bentuk soal pilihan ganda berjumlah 20 butir soal ) dan lembar kerja siswa ( LKS ) 2.

SISTEM REPRODUKSI MANUSIA A

  Organ Reproduksi Laki-laki Alat reproduksi laki-laki pada bagian dalam adalah testis, saluran reproduksi, dan kelenjar kelamin. Hormon yang terdapat pada sistem reproduksilaki-laki antara lain LH, testosteron, dan FSH.

1. Alat Kelamin Laki-laki

  e) Kelenjar prostat : Menghasilkan getah yang mengandung kolesterol garam dan fosfolipid yang berperan untuk kelangsungan hidup sperma f) Kelenjar Bulbouretral ( Cowper ) : Cairan kelenjar ini kental dan disekresikan sebelum penis mengeluarkan sperma dan semen g) Duktus ejakulatorius : Menerima sperma dari duktus deferens dan sekresi vesikula seminalis disisinya. h) Uretra : Sebagai saluran kelamin yang berasal dari kantung semen dan saluran untuk membuang urin dari kantung kemih.

1. Spermatogenesis

  Bila ovum tidak dibuahi, dindingrahim yang telah menebal dan penuh dengan pembuluh darah akan rusak dan luruh/runtuh. Fase Sekresi (Fase pasca ovulasi)Sel telur yang sudah matang dan keluar, sedangkan sel folikel de graaf yang melepaskan sel telur akan menjadi korpus rubrum yang akan mengeluarkanbanyak darah.

2. Pembentukan Membran Embrio a

  Keuntungan lain dari pemberian ASI adalah praktis, karena dapat diberikan kapan saja, dimana saja dalam keadaan segar dengan suhu yang sesuai dengan suhu bayi,higenis, dan ekonomis. AIDS ditularkan melalui hubungan seksual, transfusi darah,penggunaan jarum suntik yang tidak steril, dan dari darah ibu yang dikandungnya.

6. Sifilis ( Raja Singa ) : Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Treponema

  Mengidentifikasidan menjelaskan 10 (c2) kelainan/penyakit yang terjadi pada sistem12 (c3) reproduksi13 (c2) 11 (c3)17 (c2) 19 (c3)20 (c3) Lampiran 3.10 SOAL POSTEST II (SIKLUS II)Nama : Kelas : PILIHAN GANDA Pilihlah jawaban yang paling tepat dengan memberi tanda silang (X) pada jawaban yang paling tepat ! Berikut ini adalah gejala dari suatu penyakit pada sistem reproduksi manusia yaitu rasa sakit saat buang air kecil dan keluarnya nanah berwarna Membersihkan saluran pencernaan bayi dari kotoran yang terdapat dalam saluran pencernaan janin.

KUISIONER MOTIVASI SISWA

  Saya berperan aktif dan berpartisipasi dalam diskusi kelompok atau tim untuk menyelesaikantugas atau soal yang telah diberikan 12. Dalam berdiskusi dengan kelompok atau tim, saya ikut memberikan pendapat untukmenyelesaikan persoalan yang ada sehingga mendapatkan jawaban yang tepat 14.

PANDUAN WAWANCARA SISWA 1

  Siswa mempresentasikan hasil dari diskusi kelompok dengan percaya diri 13 Siswa mendengarkan presentasi dari teman 14 Siswa menanggapi presentasi dari teman yang lain 15 Siswa menerima dengan baik dan senang dengan penghargaan yang diberikan oleh guruPetunjuk Penilaian : 1. Siswa mempresentasikan hasil dari diskusi kelompok dengan percaya diri 13 Siswa mendengarkan presentasi dari teman 14 Siswa menanggapi presentasi dari teman yang lain 15 Siswa menerima dengan baik dan senang dengan penghargaan yang diberikan oleh guruPetunjuk Penilaian : 1.

4 SPERMATID YANG PRIMER-SPERMATOSIT SEMUA FUNGSIONAL SEKUNDER-

OVULASI OVARIUM SPERMATID-SEL SPERMA(HAPLOID)

  MEMBRAN EMBRIO YANG BERFUNGSI KANTONG KUNING KANTONG KUNINGCAIRAN YANG SEBAGAI ORGAN TELUR BERFUNGSI TELUR MERUPAKAN BERFUNGSI MELINDUNGI RESPIRASI DAN EMBRIO DARI TEKANAN UNTUK .... PENYAKIT YANG CIRI-CIRI ATAU CIRI-CIRI ATAU DISEBABKAN OLEH GEJALA YANG GEJALA YANG YANG DIMAKSUD BAKTERI NEISSERIA DITIMBULAKAN DARI DITIMBULAKAN DARI DENGAN PENYAKITGONORRHOEA ADALAH PENYAKIT GONORE PENYAKIT HERPES IMPOTENSI ADALAH ....

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Make A Match Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Materi Adaptasi Makhluk Hidup
0
11
215
Penerapan Metode Pembelajaran make a Match Card dalam Meningkatkan Hasil Belajar Siswa pada Mata pelajaran Fiqh di MTs. Nasyatulkhair Depok
0
6
150
Pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe Make a Match terhadap Prestasi Belajar Sosiologi dalam Pokok Bahasan Pengendalian Sosial
0
26
151
Efektivitas pembelajaran kooperatif model make a match dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPS: penelitian tindakan kelas di SMP Islam Al-Syukro Ciputat
0
21
119
Pengaruh pembelajaran Kooperatif tipe Make A match terhadap motivasi belajar matematika
1
8
166
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE MAKE A MATCH PADA MATERI POKOK SISTEM REPRODUKSI DI KELAS XI SMA SWASTA PRAYATNA MEDAN TAHUN PEMBELAJARAN 2011/2012.
1
1
19
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN MAKE A MATCH PADA MATERI BIOSFER UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS XI IPS SMA SW CR DUYHOVEN T.A. 2012/2013.
0
2
24
PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN MAKE A MATCH UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR DAN KEAKTIFAN PADA SISWA PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN MAKE A MATCH UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR DAN KEAKTIFAN PADA SISWA KELAS 1X C SMP NEGERI 01 KARTASURA TAHUN AJARAN 2010
0
1
17
PENERAPAN METODE COOPERATIVE LEARNING TIPE MAKE A MATCH UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI SISTEM PEMERINTAHAN PUSAT DI SD.
0
3
31
Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe picture and picture untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa Kelas XI IPA 2 SMA Negeri 10 Yogyakarta pada materi sistem reproduksi manusia.
2
21
232
Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Make A Match sebagai upaya meningkatkan motivasi dan pemahaman siswa pada materi pembelajaran jurnal umum : penelitian tindakan kelas pada siswa kelas XI IPS 1 SMA Negeri 4 Yogyakarta.
0
0
313
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE MAKE A MATCH UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR SOSIOLOGI SISWA KELAS XI IPS 3 SMA NEGERI 3 WONOGIRI TAHUN PELAJARAN 2012/2013.
0
0
22
TAPPDF.COM PDF DOWNLOAD METODE PEMBELAJARAN MAKE A MATCH UNTUK MENINGKATKAN HASIL ... 1 SM
0
0
8
IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE MAKE A-MATCH UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS VII A SMP NEGERI 15 YOGYAKARTA
0
7
8
Pengaruh metode eksperimen berbasis inkuiri terbimbing untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas XI IPA SMA Taman Madya Jetis Yogyakarta - USD Repository
0
2
86
Show more