Hubungan persepsi kebermanfaatan, persepsi kemudahan, persepsi kepuasan, persepsi kerumitan, persepsi risiko wajib pajak orang pribadi dengan penggunaan e-filing : studi kasus pada pegawai di Kantor Cabang BRI Cik Ditiro Yogyakarta.

 3  28  137  2017-07-28 09:25:05 Laporkan dokumen yang dilanggar

ABSTRAK

  Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa persepsi kebermanfaatan memiliki hubungan yang cukup kuat dan positif dengan penggunaan e-Filing, persepsikemudahan memiliki hubungan yang kuat dan positif dengan penggunaan e-Filing, persepsi kepuasan memiliki hubungan yang sangat kuat dan positif denganpenggunaan e-Filing. Selain itu, persepsi kerumitan memiliki hubungan yang cukup kuat dan negatif dengan penggunaan e-Filing, dan persepsi risiko memilikihubungan yang sangat lemah dan negatif dengan penggunaan e-Filing.

WAJIB PAJAK ORANG PRIBADI DENGAN PENGGUNAAN E-FILLING

  Siregar Kakak, abang, adikku dan seluruh keluargaku Plando Silalahi dan semua temanku Yang bertanda tangan di bawah ini, saya menyatakan bahwa Skripsi dengan judul: HUBUNGAN PERSEPSI KEBERMANFAATAN, PERSEPSI KEMUDAHAN, PERSEPSI KEPUASAN, PERSEPSI KERUMITAN, PERSEPSI RISIKOWAJIB PAJAK ORANG PRIBADI DENGAN PENGGUNAAN E-FILING (Studi Kasus pada Pegawai di Kantor Cabang BRI Cik Ditiro Yogyakarta) dan dimajukan untuk diuji pada tanggal 21 juli 2016 adalah hasil karya saya. Bila kemudian terbukti bahwa saya ternyata melakukan tindakan menyalin atau meniru tulisan orang lain seolah-ilah hasil pemikiran saya sendiri,berarti gelar dan ijasah yang telah diberikan oleh universitas batal saya terima.

KATA PENGANTAR

  Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa persepsi kebermanfaatan memiliki hubungan yang cukup kuat dan positif dengan penggunaan e-Filing, persepsikemudahan memiliki hubungan yang kuat dan positif dengan penggunaan e-Filing, persepsi kepuasan memiliki hubungan yang sangat kuat dan positif denganpenggunaan e-Filing. Selain itu, persepsi kerumitan memiliki hubungan yang cukup kuat dan negatif dengan penggunaan e-Filing, dan persepsi risiko memiliki hubunganyang sangat lemah dan negatif dengan penggunaan e-Filing.

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pajak dalam susunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN)

  Demi mencapai target dalam pengumpulan pajak,pemerintah mengeluarkan kebijakan-kebijakan yang dianggap dapat membantu petugas di Direktorat Jendral Pajak (DJP) dalam memaksimalkan kinerjanyauntuk mengumpulkan pajak dari Wajib Pajak. Sampai saat ini kesadaran Wajib Pajak dalam melaksanakan kewajiban perpajakannya masih rendah dan hal ini yang menjadi salah satu faktor yangmenyebabkan belum maksimalnya penerimaan pajak di Indonesia.

31 Maret 2015

  e-Filingbukan sarana untuk mempermudah pengisian Surat Pemberitahuan, namun Wajib Melihat kenyataan tersebut, perlu dikaji lebih dalam mengenai manfaat dan pengalaman Wajib Pajak yang telah menggunakan e-Filing, sehingga dapatdiketahui e-Filing memang bermafaat bagi Wajib Pajak dan terdapat kesinambungan dalam menggunakannya. Adanyapenelitian tentang persepsi Wajib Pajak dalam penggunaan e-Filing ini, diharapkan dapat membuat Wajib Pajak semakin tertarik untuk menggunakan e- Filing dalam penyampaian Surat Pemberitahuannya karena dapat melihat pengalaman orang yang telah menggunakan terlebih dahulu.

D. Tujuan Penelitan

  Bagi Direktorat Jenderal Pajak dan KPPPenelitian ini dapat menjadi gambaran bagi Direktorat Jenderal Pajak tentang penerimaan Wajib Pajak atas penerapan sistem e-Filing untukpenyampaian Surat Pemberitahuan. Bab III : Metode Penelitian Bab ini menjelaskan tentang jenis penelitian, subjek dan objek penelitian, waktu dan tempat penelitian, populasi dan sampel, teknikpengambilan sampel, definisi operasional variabel, pengukuran variabel, data dan teknik pengumpulan data, dan teknik analisis data.

BAB II LANDASAN TEORI A. Pajak

  A AndrianiPajak adalah iuran kepada Negara (yang dapat dipaksakan) yang terutang oleh yang wajib membayarnya menurut peraturan, dengantidak mendapatkan prestasi kembali, yang langsung dapat ditunjuk, dan yang gunanya adalah untuk membiayai pengeluaran-pengeluaranumum yang berhubungan dengan tugas Negara yang menyelenggarakan pemerintahan (Harjo 2013: 4). Surat Pemberitahuan (SPT) merupakan dokumen yang menjadi alat kerja sama antara Wajib Pajak dan administrasi pajak, yang memuat data-datayang diperlukan untuk menetapkan secara tepat jumlah pajak yang terutang (Rahayu 2010: 171).

D. Technology Acceptance Model (TAM)

  TAM merupakan adaptasi dari teori yang dikembangkan oleh Fishbein, yaitu Theory of Reasoned Action (TRA) yang merupakan teori tindakan yang berlandaskan dengan satu asumsi bahwa reaksi dan persepsi seseorang terhadap sesuatu hal akan menentukan sikap dan perilaku orang tersebut. Model ini menempatkan faktor sikap dan tiap-tiap perilaku pemakai dengan dua variabel yaitu kemanfaatan(usefulness) dan kemudahan penggunaan (ease of use), dengan kedua faktor ini maka diperoleh kepuasan yang diperoleh oleh pengguna dalam menggunakansuatu sistem informasi.

E. Sistem e-Filing

  Berdasarkan Keputusan Direktur Jenderal Pajak Nomor Kep-88/PJ/2004 tentang Penyampaian Surat Pemberitahuan secara Elektronik dalam Pasal1, Direktur Jenderal Pajak memutuskan ba hwa “Wajib Pajak dapatmenyampaikan Surat Pemberitahuan secara elektronik melalui perusahaanPenyedia Jasa Aplikasi (Apllication Service Provider) yang ditunjuk oleh Direktur Jenderal Pajak. 3) Wajib Pajak yang telah terdaftar sebagai Wajib Pajak e-Filing melalui website Direktorat Jenderal Pajak ( www.pajak.go.id ) dapatmenyampaikan SPT Tahunan dengan cara mengisi e-SPT dengan benar, lengkap dan jelas.

F. Persepsi

  Persepsi KebermanfaatanMenurut Davis (1989) dalam Prabowo (2015: 13), Persepsi kebermanfaatan adalah tingkatan sejauh mana seseorang yakin bahwa Persepsi kebermanfaatan dalam konteks e-Filing pada penelitian ini diartikan sebagai seberapa besar manfaat sistem e-Filing Bagai Wajibpajak dalam penyampaian Surat Pemberitahuan. Persepsi RisikoMenurut Dowling (1986) dalam farizi dan syaefulah (2013), persepsi terhadap risiko (perceived risk) adalah persepsi negatif konsumenatas sejumlah akitivitas yang didasarkan pada hasil yang negatif dan memungkinkan bahwa hasil tersebut menjadi nyata.

G. Penelitian Terdahulu

  Penelitian yang dilakukan Noviandini (2012) dengan judul “ PengaruhPersepsi Kebermanfaatan, Persepsi Kemudahan Penggunaan, dan KepuasanWajib Pajak Terhadap Penggunaan e-Filing Bagi Wajib Pajak DiYogyakarta”, menyimpulkan bahwa terdapat pengaruh positif antara persepsi kebermanfaatan, persepsi penggunaan e-Filing dan kepuasan Wajib Pajakbaik secara sendiri-sendiri dan bersama-sama. Selain itu penelitian yang dilakukan oleh Titisari (2014) dengan judul “Analisis Faktor Periliaku danTingkat Kesadaran Wajib Pajak Terhadap Niat Menggunakan e-Filing (StudiEmpiris pada Waji b Pajak Badan)”, menyimpulkan bahwa faktor perilaku dantingkat kesadaran wajib pajak (Wajib Pajak Badan) memiliki pengaruh yang cukup signifikan, meskipun terdapat dua variabel yang tidak signifikan.

H. Kerangka Pemikiran

  Kerangka berpikir merupakan alur berfikir yang digunakan dalam sebuah penelitian yang digambarkan secara keseluruhan dan sistematis. Kerangkapemikiran yang digunakan dalam penelitian ini diperoleh dari teori yang telah dipaparkan sebelumnya.

I. Persepsi Wajib Pajak Orang Pribadi dengan Penggunaan e-Filing

  Selain itu, pengiriman data Surat Pemberitahuan (SPT) dapat dilakukan dimana saja dan kapan saja baik di dalam maupun di luarnegeri, tidak tergantung pada jam kantor dan dapat pula dilakukan di hari libur dan tanpa kehadiran Petugas Pajak (24 jam dalam 7 hari), di manadata akan dikirim langsung ke data base Direktorat Jenderal Pajak dengan fasilitas internet yang disalurkan melalui satu atau beberapa PerusahaanPenyedia Jasa Aplikasi (ASP). Individu yang merasakan complexity atau kerumitan dalam pemanfaatan sistem informasi akan mengakibatkan hubunganberkurangnya perasaan suka atau malas memanfaatkan sistem informasi sehingga mempengaruhi kinerja individual dalam menyelesaikan tugas-tugas pekerjaan individual yang telah diberikan organisasi untuk diselesaikan dengan menggunakan sistem informasi yang disediakan.

BAB II I METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian ini adalah studi kasus, yaitu penelitian secara rinci dan

B. Subjek dan Objek Penelitian

  PopulasiMenurut Sugiyono (2012: 61) populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas obyek atau subyek yang memiliki kualitas dankarakteristik tertentu yang ditentukan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian diambil kesimpulannya. Populasi dalam penelitian ini adalahWajib Pajak Orang Pribadi yang menggunakan e-Filing yang ada di Kantor Cabang BRI Cik Ditiro Yogyakarta.

E. Teknik Pengambilan Sampel

  Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pengguna e-Filing yang terdapat di Kantor Cabang BRI Cik Ditiro Yogyakarta sebanyak 65 orang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah nonprobability sampling dengan metode convenience sampling.

F. Definisi Operasional Variabel

  Definisi operasional Variabel yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari variabel persepsi Wajib Pajak Orang Pribadi yaitu persepsikebermanfaatan (X1), persepsi kemudahan (X2), persepsi kepuasan (X3), persepsi kerumitan/kompleksitas (X4) dan persepsi risiko (X5), sedangkanvariabel penggunaan e-Filing (Y). Persepsi Risiko (X5)Persepsi risiko merupakan pemikiran yang timbul dan berpengaruh atas kemungkinan adanya risiko yang ditanggung oleh Wajib Pajak jikamenggunakan sistem e-Filing dalam penyampaian Surat Pemberitahuan(Susanto, 2011).

G. Pengukuran Variabel

  Pengukuran variabel dalam penelitian ini menggunakan metode penskalaan yaitu skala likert. Skala likert digunakan untuk mengukur sikap,pendapat, dan persepsi seseorang atau sekelompok orang tentang fenomena sosial (Sugiyono, 2012).

H. Data dan Teknik Pengumpulan Data

  Data dalam penelitian inidiperoleh dengan cara mendistribusikan kuesioner kepada responden yang merupakan Wajib Pajak pengguna e-Filing yang ada di Kantor CabangBRI Cik Ditiro Yogyakarta. Kuesioner yang disebarkan berupa daftar pertanyaan mengenai masalah yang berkaitan dengan objek yang diteliti.

I. Teknik Analisis Data

1. Deskripsi Data

  Deskripsi RespondenDeskripsi responden digunakan untuk menjelaskan tentang responden yang memberikan jawaban atas kuesioner yang disebarkan. Deskripsi VariabelDeskripsi variabel digunakan untuk menjelaskan tentang variabel penelitian terkait frekuensi jawaban responden pada masing-masing pernyataan.

2. Pengujian Instrumen Penelitian

  Uji ValiditasUji Validitas digunakan untuk mengetahui seberapa cermat suatu instrument atau item-item dalam mengukur apa yang ingin diukur. UjiValiditas dilakukan pada setiap item pernyataan dengan membandingkan nilai r hitung dengan r tabel, dimana r tabeldiperoleh melalui degree of freedom (df) = n-2 (n adalah jumlah sampel) dengan signifikansi 0,05 (5%).

3. Analisis Korelasi Spearman ( Korelasi Rank Spearman)

  Memberikan pelayanan prima kepada nasabah melalui jaringan kerja yang tersebar luas dan didukung oleh sumber daya manusia yang profesionaldan teknologi informasi yang handal dengan melaksanakan manajemen risiko serta praktek Good Corporate Governance (GCG) yang sangat baik. Kantor Cabang BRI Cik Ditiro Yogyakarta Kantor Cabang BRI Cik Ditiro Yogyakarta terletak di daerah yang strategis yang dekat dengan pusat kota Yogyakarta.

D. Struktur Organisasi Kantor Cabang BRI Cik Ditiro Yogyakarta

  Struktur organisasi merupakan sarana yang sangat penting dalam suatu manajemen dan harus selalu ada dalam satu kegiatan suatu perusahaan, termasukdalam usaha perbankan karena dapat memberikan gambaran kedudukan setiap personil sehingga memudahkan karyawan untuk mengetahui batasan, wewenangdan tanggung jawab pekerjaan yang diberikan kepadanya sesuai dengan kemampuan dan kecakapan masing-masing. Cabang Cik Ditiro Yogyakarta percaya bahwa kunci kesuksesan perseroan dalam mewujudkan visi dan misinyaadalah sumber daya manusia yang berkompetensi dan memiliki integritas yang tinggi.

E. Uraian Tugas Pada Kantor Cabang BRI Cik Ditiro Yogyakarta

  Uraian tugas dan tanggung jawab jabatan yang ada pada struktur organisasiKantor Cabang BRI Cik Ditiro Yogyakarta adalah sebagai berikut: 1. Manajer PemasaranMerupakan pejabat yang berada setingkat di bawah pimpinan cabang, bertugas untuk merecanakan, mengorganisisr dan mengelola sertamelaksanakan pemberian kredit kepada setiap nasabah.

4. AO (Account Officer) Commercial

  Menyampaikan masalah-masalah yang timbul pada atasannya dalam pelayanan debitur untuk diselesaikan dengan unit kerja terkait. Membuat RPT Kredit Pegawai Tetap (Kretap) atau Kredit Pensiunan(Kresun) dan bertanggung jawab atas tecapainya dalam mencapai RKA yang telah dicapai.

7. Funding Officer

  Memelihara dan mengerjakan berkas satu pinjaman dengan tertib/aman dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku dalam rangka mengamankankepentingan PT. Mengusulkan dan merekomendasi reward dan punishment dengan mengacu pada sistem penghargaan yang telah ditetapkan.

BAB V ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi Responden Penelitian ini dilakukan di Bank Rakyat Indonesia (BRI) cabang Cik Ditiro Yogyakarta. Data dalam penelitian ini diperoleh dengan menyebarkan kuesioner

  yang ditujukan kepada Wajib Pajak Orang Pribadi pengguna e-Filing yang bekerja di Kantor Cabang BRI Cik Ditiro Yogyakarta sebagai responden. Dari kuesioner yang kembali, terdapat 3 (4,62%) yang tidak dapat digunakan karena tidak terisi lengkap, sehingga kuesioner yang digunakan dalam penelitianini berjumlah 57 kuesioner (87,69%).

B. Deskripsi Variabel

  3 pertanyaan mengenai penggunaan e-Filing dan 17 pertanyaan mengenai persepsi wajib pajak ataspenggunaan e-Filing yakni persepsi kebermanfaatan, persepsi kemudahan, persepsi kepuasan, persepsi kerumitan dan persepsi risiko. 17 pertanyaan tersebut dijawab oleh 57 responden sehingga diperoleh 969 butir jawaban seperti yang dipaparkan di atas.

C. Pengujian Instrumen Penelitian (Validitas dan Reliabilitas)

  Uji ValiditasHasil dari uji validitas untuk item kuesioner yang berkaitan dengan persepsi kebermanfaatan, ditunjukkan pada tabel di bawah ini: Tabel 5.5 Hasil Uji Validitas Persepsi Kebermanfaatan Urutan Pernyataan r hitung r table KeteranganX11 0,786 0,2609 ValidX12 0,861 0,2609 ValidX13 0,787 0,2609 Valid Sumber: Data DiolahBerdasarkan tabel 5.6 di atas, diketahui terdapat 3 item pertanyaan yang mewakili persepsi kebermanfaatan. Uji ValiditasHasil dari uji validitas untuk item kuesioner yang berkaitan dengan persepsi kerumitan, ditunjukkan pada tabel berikut ini: Tabel 5.11 Hasil Uji Validitas Persepsi Kerumitan Urutan Pernyataan r hitung r tabel KeteranganX41 0,899 0,2609 ValidX42 0,940 0,2609 Valid Sumber: Data DiolahBerdasarkan tabel 5.12 di atas, dapat diketahui bahwa nilai r hitung lebih besar daripada r tabel (r hitung > r tabel).

D. Analisis Korelasi (Hubungan)

1. Analisis Hubungan Persepsi Kebermanfaatan Wajib Pajak Orang Pribadi dengan Penggunaan e-Filing

  N 57 57 Sumber: Data Diolah Berdasarkan tabel 5.18, dapat diketahui nilai koefisien korelasi 0,604, hal ini berarti terdapat hubungan yang kuat dan positif variabel persepsikemudahan dengan penggunaan e-Filing. N 57 57 Sumber: Data Diolah Berdasarkan tabel 5.19, dapat diketahui nilai koefisien korelasi 0,751, hal ini berarti terdapat hubungan yang sangat kuat dan positif variabelpersepsi kepuasan dengan penggunaan e-Filing.

E. Pembahasan

1. Pembahasan Hubungan Persepsi Kebermanfaatan Wajib Pajak Orang Pribadi dengan Penggunaan e-Filing

  Pembahasan Hubungan Persepsi Kepuasan Wajib Pajak Orang Pribadi dengan Penggunaan e-Filing Berdasarkan analisis data yang telah dilakukan menunjukkan kekuatan hubungan persepsi kepuasan dengan penggunaan e-Filing termasuk dalamkategori korelasi yang sangat kuat dan positif (searah), artinya semakin tinggi kepuasan Wajib Pajak maka semakin tinggi pula tingkat penggunaan e-Filingoleh Wajib Pajak. Dari data yang diperoleh atas frekuensi jawaban responden untukpersepsi kerumitan menunjukkan keselarasan dengan besarnya nilai koefisien korelasi yang di dominasi oleh pilihan jawaban negatif, yang artinya sebagianbesar dari Wajib Pajak yang menggunakan e-Filing merasa bahwa Hal ini menunjukkan bahwa tingkat kerumitan e-Filing merupakan salah satu yang menentukan keinginan Wajib Pajak untuk menggunakan e- Filing sebagai sarana penyampaian Surat Pemberitahuan.

BAB VI PENUTUP A. Kesimpulan Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan sebelumnya, maka

  Hubungan persepsi kepuasan Wajib Pajak Orang Pribadi dengan penggunaan e-Filing memiliki hubungan yang sangat kuat dan positif. Hubungan persepsi kerumitan Wajib Pajak Orang Pribadi dengan penggunaan e-Filing memiliki hubungan yang cukup kuat dan negatif.

B. Keterbatasan Penelitian

C. Saran

Keterbatasan dalam penelitian ini adalah terkait informasi yang diperoleh tentang penggunaan e-Filing yang belum dapat memastikan bahwa respondenbenar-benar menggunakan sendiri e-Filing dalam penyampaian SPTnya, Berdasarkan keterbatasan penelitian, maka terdapat saran yang diberikan bagi peneliti selanjutnya yaitu peneliti selanjutnya diharapkan dapatmemberikan pertanyaan yang dapat mengkonfirmasi bahwa pengguna e- Filing benar-benar menggunakan sendiri e-Filing, sehingga jawaban yang diperoleh memang mewakili persepsi pengguna yang menggunakan sendiri e- Filing dalam penyampaian SPTnya.

DAFTAR PUSTAKA

  Direktur Jenderal Pajak, Peraturan Nomor: PER-39/PJ/2011 tentang Tata CaraPenyampaian Surat Pemberitahuan Tahunan Bagi Wajib Pajak Orang Pribadi yang Menggunakan Formulir 1770S dan 1770SS Secara E-Filing Melalui Website Direktorat Jenderal Pajak. Pengaruh Persepsi Kegunaan, Kemudahan, Keamanan danKerahasiaan, dan Kecepatan terhadap Intensitas Perilaku dalam Penggunaan E-Filing (Studi pada Wajib Pajak Orang Pribadi di Kantor Pelayanan Pajak Pratama Pekanbaru Senapelan).

Dokumen baru
Aktifitas terbaru
Penulis
123dok avatar

Berpartisipasi : 2016-09-17

Dokumen yang terkait
Tags

Hubungan persepsi kebermanfaatan, persepsi ke..

Gratis

Feedback