EVALUASI PENERAPAN METODE ACTIVITY BASED COSTING SYSTEM DALAM PENENTUAN TARIF JASA RAWAT INAP PADA RUMAH SAKIT UMUM PKU MUHAMMADIYAH KARANGANYAR

Gratis

12
179
117
2 years ago
Preview
Full text
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id EVALUASI PENERAPAN METODE ACTIVITY-BASED COSTING SYSTEM DALAM PENENTUAN TARIF JASA RAWAT INAP PADA RUMAH SAKIT UMUM PKU MUHAMMADIYAH KARANGANYAR TUGAS AKHIR Disusun untuk memenuhi sebagian persyaratan Mencapai derajat Ahli Madya Program Studi Diploma III Akuntansi Oleh: SRI WAHYUNI NIM F3308110 PROGRAM STUDI DIPLOMA III AKUNTANSI FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA commit to user 2011 perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id ABSTRACT EVALUASI PENERAPAN METODE ACTIVITY-BASED COSTING SYSTEM DALAM PENENTUAN TARIF JASA RAWAT INAP PADA RUMAH SAKIT PKU MUHAMMADIYAH KARANGANYAR Sri Wahyuni F3308110 PKU Muhammadiyah Karanganyar is one of the private hospitals in Karanganyar regency that have to pay more attention to the determination of hospitalization service tariff, so that they can compete with the other hospitals. Activity Based Costing (ABC) method is one of the methods to calculate the resources of the consumption in each activity. The purpose of the final project is to do evaluation on determining of hospitalization service tariff based on the ABC method, find the strenghts and the weakness of determination hospitalization service tariff in PKU Muhammadiyah Karanganyar. In this research, the writer compare the hospitalization service tariff based on the ABC method with the tariff that has been implemented in PKU Muhammadiyah Karanganyar. The conclusion of this study are, ABC method used for the determination of hospitalization service tariff, cost of hospitalization service adjusted by the comparison hospital, result of the cost of hospitalization service smaller than applicable tariff except at class III, PKU Muhammadiyah do not fix on the profit and make cost efficiency for adjusting tariff, surplus of income relatively small, whereas there are many cost not charge to the cost of hospitalization service, so the tariff currently applies is irrelevant in use. Based on this research, the writer suggest to PKU Muhammadiyah Karanganyar hospital to charging the cost of hospitalization service in each class not in each ward, fix on profit in determination of hospitalization tariff, not too much make adjustment with the others, charging all the cost required on hospitalization service and increase the tariff for class III in order to grow up and innovate as with continous business competition and technological progress. Keyword: Activity-Based Costing Method, Tariff, PKU Muhammadiyah Karanganyar Hospital commit to user ii perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id commit to user iii perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id commit to user iv perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id MOTTO DAN PERSEMBAHAN Ø Sabar jika dipandang dalam permasalahan seseorang adalah ibarat kepala dari suatu tubuh. Jika kepalanya hilang maka keseluruhan tubuh itu akan membusuk. Sama halnya, jika kesabaran hilang, maka seluruh permasalahan akan rusak ~ Khalifah ‘Ali Ø Orang-orang yang paling berbahagia tidak selalu memiliki hal-hal terbaik, mereka hanya berusaha menjadikan yang terbaik dari setiap hal yang hadir dalam hidupnya. Karya kecil ini penulis persembahkan kepada: · Mama dan Papa Tercinta · Keluarga Besarku · Masa Depanku · Almamater commit to user v perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id KATA PENGANTAR Assalamu’alaikum Wr. Wb. Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan segala limpahan rahmat dan hidayah-Nya, serta sholawat dan salam kepada Rosulallah SAW sehingga penulis dapat menyelesaikan penulisan Tugas Akhir dengan judul “Evaluasi Penerapan Metode Activity-Based Costing System Dalam Penentuan Tarif Jasa Rawat Inap Pada Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Karanganyar”. Penyusunan Tugas Akhir ini dimaksudkan guna memenuhi salah satu syarat untuk mencapai gelar Ahli Madya pada Program Studi Diploma III Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Sebelas Maret Surakarta. Penulis menyadari dalam penulisan Tugas Akhir ini penulis menerima bimbingan dan bantuan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, dengan segenap rasa hormat dan ketulusan hati, penulis mengucapkan terima kasih kepada: 1. Bapak Drs. Wisnu Untoro,M.S. selaku Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Sebelas Maret. 2. Drs. Agus Budiatmanto, Msi, Ak selaku Ketua Program Studi Akuntansi pada Program Diploma III FE UNS. 3. Ibu Putri Nugrahaningsih, SE, Ak, selaku dosen yang telah memberikan pengarahan selama penyusunan Tugas Akhir. 4. Bapak dan Ibu Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Sebelas Maret yang telah membekali ilmu pengetahuan.commit to user vi perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id 5. Ibu dr. Hj. Haryanti selaku Wadir Umum dan SDM RS PKU Muhammadiyah Karanganyar yang telah memberikan ijin kepada penulis untuk melaksanakan penelitian. 6. Ibu Hasni D.K, SE selaku Kepala Bagian Akuntansi RS PKU Muhammadiyah Karanganyar yang telah bersedia memberikan data-data yang penulis perlukan sebagai bahan penulisan Tugas Akhir. 7. Ibu Dwi Memi R selaku staf Bagian Administrasi RS PKU Muhammadiyah Karanganyar yang membantu penulis pada saat melakukan penelitian. 8. Mama dan keluarga besar yang penulis sayangi, yang selalu memberikan motivasi dan semangat baik material maupun spiritual, serta Papa semoga tenang “di sana”. 9. Ayah, yang selalu memberi motivasi, mengingatkan, dan membantu penulis dalam penyusunan Tugas Akhir ini. 10. Tyara, Tanti, Weny, dan Sara atas kekompakan selama 3 tahun terakhir ini tetap semangat, tetap kompak, sukses selalu buat kita. 11. Teman-teman kos “Rilda” (Oktin, Dek Dila, Dek Eno, Dek Ratna, Mbak Indah, Mbak Hanum, dan Mbak Fibri) yang menemani penulis dalam suasana apapun. 12. Mas iful, yang telah membantu penulis memperoleh data. 13. Teman-teman DIII Akuntansi Keuangan atas informasinya selama ini, semoga kita semua sukses. 14. Dan semua pihak yang telah membantu penyusunan Tugas Akhir ini dan tidak dapat disebutkan satu persatu. commit to user vii perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id Penulis menyadari sepenuhnya atas kekurangan dalam penyusunan Tugas Akhir ini. Untuk itu penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun. Semoga penulisan Tugas Akhir ini dapat bermanfaat bagi pihak-pihak yang membutuhkan. Wassalamu’alaikum Wr. Wb. Surakarta, Penulis commit to user viii Juni 2011 perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id DAFTAR ISI Halaman HALAMAN JUDUL ........................................................................................... i ABSTRACT........................................................................................................... ii HALAMAN PERSETUJUAN............................................................................ iii HALAMAN PENGESAHAN ............................................................................ iv MOTTO DAN PERSEMBAHAN ........................................................................v KATA PENGANTA .......................................................................................... vi DAFTAR ISI..................................................................................................... ix DAFTAR TABEL............................................................................................. xiii DAFTAR GAMBAR ..........................................................................................xv DAFTAR LAMPIRAN ..................................................................................... xvi BAB I PENDAHULUAN A. GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 1. Sejarah Berdirinya Perusahaan ......................................................1 2. Lokasi ............................................................................................2 3. Komitmen Perusahaan ...................................................................3 4. Struktur Organisasi ........................................................................4 5. Deskripsi Jabatan ...........................................................................8 6. Fasilitas Pelayanan ......................................................................13 7. Distribusi Ruang Rawat Inap Berdasarkan Kelas .......................15 commit to user 8. Fasilitas Tiap Ruangan Rawat Inap .............................................16 ix perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id 9. Tarif Jasa Rawat Inap ..................................................................19 10. Hasil Self Assesment .................................................................19 11. Tenaga Pengelola ......................................................................19 B. LATAR BELAKANG ......................................................................22 C. PERUMUSAN MASALAH .............................................................27 D. TUJUAN PENELITIAN ..................................................................27 E. MANFAAT PENELITIAN ..............................................................28 BAB II ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN A. TINJAUAN PUSTAKA 1. Rumah Sakit a. Pengertian………………………………………………….30 b. Klasifikasi………………………………………………….31 2. Biaya a. Pengertian…………………………………………………34 b. Klasifikasi…………………………………………………34 c. Biaya Di Rumah Sakit…………………………………….36 3. Analisis Biaya Di Rumah Sakit a. Pengertian…………………………………………………36 b. Tujuan dan Manfaat……………………………………….37 4. Metode Analisis Biaya………………………………………..39 5. Activity-Based Costing a. Sejarah................................................................................39 commit to user x perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id b. Perngertian .........................................................................41 c. Konsep-konsep Dasar ........................................................42 d. Syarat Penerapan ABC ......................................................44 6. Pembebanan Biaya Overhead pada ABC…………………….45 7. Prosedur Pembebanan Biaya Overhead dengan Metode ABC a. Tahap Pertama……………………………………………..47 b. Tahap Kedua ………………………………………………49 8. Manfaat Penentuan Harga Pokok Produk Berdasarkan Aktivitas………………………………………………….......49 9. Cost Driver a. Pengertian…………………………………………………..51 b. Penentuan Cost Driver yang Tepat…………………………52 10. Manfaat, Kelebihan, dan Kelemahan Metode ABC a. Manfaat……………………………………………………..54 b. Kelebihan…………………………………………………...56 c. Kelemahan………………………………………………….57 11. Tarif a. Pengertian ..........................................................................58 b. Tujuan Penetapan Tarif ......................................................59 c. Penetapan Tarif Dengan Metode Cost Plus Pricing ..........61 12. Analisis Penetapan Tarif Rumah Sakit……………………….61 13. Activity-Based Costing Untuk Perusahaan JasA……………...64 commit to user xi perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id B. ANALISIS DAN PEMBAHASAN 1. Biaya dan Pengelompokan Aktivitas Dalam Penentuan Tarif Jasa Rawat Inap…………………………………………........ …......66 2. Penentuan Tarif Jasa Rawat Inap dengan Metode ABC a. Klasifikasi Biaya Berdasarkan Aktivitas ……………………68 b. Identifikasi Biaya Langsung ………………………………...69 c. Identifikasi Biaya Tidak Langsung………………………….71 d. Klasifikasi Biaya Berdasarkan aktivitas…………………….75 e. Pemilihan Cost Driver………………………………………77 f. Tarif Per Unit Cost Driver…………………………………..83 g. Total Biaya Rawat Inap dan Tarif Per Hari Berdasarkan Metode ABC……………………………………………….87 3. Evaluasi Perbandingan Tarif Jasa Rawat Inap…………………92 4. Evaluasi Perbandingan Biaya Rawat Inap Dengan Pendapatan Yang diperoleh…………………………………………………94 BAB III TEMUAN A. KELEBIHAN …………….…………………………………………96 B. KELEMAHAN………….………………………………………….97 BAB IV PENUTUP A. SIMPULAN …………………………………………………...........99 B. REKOMENDASI…………………………………………………100 commit to user xii perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id DAFTAR TABEL Tabel Halaman Tabel I.1 Ruang Rawat Inap dan Kapasitas Tempat Tidur .................................15 Tabel I.2 Tarif Jasa Rawat Inap RS PKU Muhammadiyah Karanganyar Tahun 2011 .........................................................................................19 Tabel I.3 Hasil Self Assesment ...........................................................................19 Tabel II.1 Klasifikasi Biaya Berdasarkan Aktivitas ...........................................76 Tabel II.2 Jumlah Pasien Rawat Inap RS PKU Muhammadiyah Karanganyar Tahun 2010 .........................................................................................77 Tabel II.3 Lama Hari Pasien Rawat Inap RS PKU Muhammadiyah Karanganyar Tahun 2010 ...................................................................78 Tabel II.4 Tarif Konsumsi Tiap Kelas PKU Muhammadiyah Karanganyar Tahun 2010 .........................................................................................78 Tabel II.5 Pemakaian Listrik Tiap Kelas PKU Muhammadiyah Karanganyar Tahun 2010 .........................................................................................79 Tabel II.6 Tarif Jasa Rawat Inap dan Jasa Konsul RS PKU Muhammadiyah Karanganyar Mulai Tahun 2009.........................................................79 Tabel II.7 Pengelompokan Biaya dan Cost Driver Kamar Rawat Inap ..............80 Tabel II.8 Penentuan Tarif Per Unit Cost Driver Kamar Rawat Inap Dengan Metode ABC.......................................................................................84 Tabel II.9 Biaya Rawat Inap Kelas VIP..............................................................88 commit to user Tabel II.10 Biaya Rawat Inap Kelas I.................................................................89 xiii perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id Tabel II.11 Biaya Rawat Inap Kelas II ...............................................................90 Tabel II.12 Biaya Rawat Inap Kelas III ..............................................................91 Tabel II.13 Perbandingan Biaya Rawat Inap Berdasarkan Metode ABC dengan Tarif yang Berlaku di RS PKU Muhammadiyah Karanganyar ..........92 Tabel II.14 Pendapatan Jasa Rawat Inap Tahun 2010 ........................................94 Tabel II.15 Biaya Rawat Inap Tahun 2010 .........................................................94 commit to user xiv perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id DAFTAR GAMBAR Gambar Halaman Gambar 1.1 Struktur Organisasi RS PKU Muhammadiyah Karanganyar ............7 commit to user xv perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id DAFTAR LAMPIRAN 1. Surat Pernyataan 2. Surat Pengantar Izin Penelitian 3. Surat Jawaban Izin Penelitian 4. Surat Keterangan Telah Melakukan Penelitian 5. Rekapitulasi Biaya Rawat Inap 6. Rekapitulasi Kegiatan Rawat Inap Berdasarkan Kelas Pemondokan dan Lama Hari RS PKU Muhammadiyah Karanganyar Tahun 2010 7. Ketentuan Tarif Jasa Rawat Inap RS PKU Muhammadiyah Karanganyar Mulai Tahun 2009 8. Ketentuan Tarif Konsumsi RS PKU Muhammadiyah Karanganyar commit to user xvi perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id BAB I PENDAHULUAN A. Gambaran Umum Perusahaan 1. Sejarah Berdirinya Perusahaan Rumah Sakit (RS) PKU Muhammadiyah Karanganyar merupakan salah satu rumah sakit swasta di Kabupaten Karanganyar. Berdirinya RS PKU Muhammadiyah Karanganyar merupakan wujud mimpi-mimpi indah Pimpinan Daerah Muhammadiyah Karanganyar (PDMK) yang memimpikan untuk memiliki Amal Usaha di bidang kesehatan. Berawal pada tahun 1988, PDMK mengadakan pengajian khusus, pendengarnya (mustami’) para ibu yang sedang hamil. Pengajian tersebut dibarengi dengan khitan masal bertempat di rumah bapak Haji Sunardi, BSc. Pada saat itu, Ketua PDMK, bapak Haji Drs. Abdul Basir, MBA mengumumkan bahwa PMDK mendirikan Rumah Bersalin/ Balai Pengobatan (RB/BP). Rumah Bersalin/Balai Pengobatan tersebut bertempat di rumah salah seorang anggota PMDK yaitu bapak H. Sunardi, BSc. di Badranasri, Cangakan, Karanganyar, dan menghimbau kepada ibuibu jika akan melahirkan agar memanfaatkan RB/BP ini. Masyarakat pengguna jasa RB/BP semakin meningkat, sehingga kamar yang disediakan tidak mampu menampung. Pada tahun 1992 membangun gedung baru di tempat yang sama, kemudian operasional commit to user 1 perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id 2 RB/BP pindah ke gedung baru milik Pimpinan Muhammadiyah Karanganyar. Operasional RB/BP dikembangkan untuk praktek bersama Dokter Spesialis dari RB/BP plus (one day care). Pada tahun 1998 dibangun gedung baru di Papahan, Tasikmadu, Karanganyar, Gedung baru mulai digunakan dengan ijin operasional RS PKU Muhammadiyah Karanganyar berdasarkan Akte Pendirian Nomor K/ 162- TK/ 71/ MS. Ijin Tempat Usaha RS PKU Muhammadiyah Karanganyar Nomor 503/ 135 tahun 1996, dengan Surat Ijin Pendirian RS Keputusan Menteri Kesehatan Nomor No. Ym. 02. 04. 3. 5. 2737. Pada saat ini luas gedung ± 4590 m² di atas lahan seluas 12.895 m². Pada tahun 2007, dalam perkembangannya RS PKU Muhammadiyah Karanganyar telah terakreditasi 5 jenis pelayanan, aialah pelayanan medis, keperawatan, administrasi, manajemen rekam medis, dan instalasi gawat darurat dengan Akreditasi 5 Pokja nomor YM.01010/III/1068/ 07. Pada saat ini statusnya menjadi rumah sakit tipe C dengan 4 pelayanan medik dasar Spesialis Bedah, Dalam, Anak, dan Kebidanan. 2. Lokasi Lokasi Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Karanganyar sangat strategis, yaitu di jalan Papahan-Tasikmadu, Papahan, Tasikmadu, Karanganyar. Lokasi tersebut mudah dijangkau oleh masyarakat di kabupaten Karanganyar, karena berada di pusat kabupaten Karanganyar. commit to user perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id 3 3. Komitmen Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Karanganyar a. Falsafah. Falsafah Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Karanganyar adalah Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Karanganyar sebagai perwujudan Da’wah Amar Makruf Nahi Munkar. b. Visi. Visi Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Karanganyar adalah menjadi rumah sakit pilihan utama dan kebanggaan masyarakat. c. Misi. 1) Memberikan pelayanan kesehatan yang professional dan terjangkau bagi semua lapisan masyarakat. 2) Memberikan pelayanan rujukan yang memuaskan bagi masyarakat. 3) Memberikan rasa aman dan nyaman di lingkungan rumah sakit. d. Asas dan Tujuan. 1) Statuta Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Karanganyar diselenggarakan berdasarkan asas keislaman dan profesionalisme serta asas Persyarikatan Muhammadiyah. 2) Tujuan Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Karanganyar adalah tercapainya derajat kesehatan jasmani dan rohani masyarakat yang optimal dan paripurna e. Motto. Motto Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Karanganyar Melayani Sepenuh Hati. commit to user adalah perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id 4 4. Struktur Organisasi Struktur organisasi Rumah Sakit Muhammadiyah Karanganyar terdiri dari: a. PDM. b. MPKU. c. Direktur, membawahkan bagian seperti dibawah ini. 1) Wakil Direktur Medis. 2) Wakil Direktur Umum dan SDM. 3) Bagian Keuangan dan Akuntansi. 4) Komite Medik. 5) SPI. d. Wakil Direktur Medis, membawahkan bidang-bidang dibawah ini. 1) Bidang Keperawatan. 2) Bidang Pelayanan Medis. 3) Bidang bidang Penunjang Medik. e. Wakil Direktur Umum dan SDM, membawahkan bagian-bagian dibawah ini. 1) Bagian Personalia, dan 2) Bagian Umum. f. Bagian Akuntansi dan Keuangan, membawahkan seksi-seksi dibawah ini. 1) Seksi Keuangan, dan 2) Seksi Akuntansi. commit to user perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id 5 g. Bidang Keperawatan, membawahkan seksi-seksi dibawah ini. 1) Seksi Koordinator Urusan SDM Pembinaan Etik. 2) Seksi Koordinator Urusan ASKEP dan Mutu. 3) Seksi Koordinator Urusan Logistik. 4) Seksi Supervisi. h. Bidang Pelayanan Medis, membawahkan seksi-seksi dibawah ini. 1) Seksi Unit Rawat Jalan. 2) Seksi Unit Gawat Darurat. 3) Seksi Unit Rawat Inap. 4) Seksi Unit Kamar Operasi. 5) Seksi Unit Kamar Bersalin. 6) Seksi Unit ICU. i. Bidang Penunjang Medik, membawahkan seksi-seksi dibawah ini. 1) Seksi Unit Farmasi. 2) Seksi Unit Laboratorium. 3) Seksi Unit Radiologi. 4) Seksi Unit Fisioterapi. 5) Seksi Unit Gizi. 6) Seksi Unit Rekam Medik. j. Bagian Administrasi Personalia, membawahkan seksi-seksi dibawah ini. 1) Seksi Sekretariat, dan 2) Seksi Personalia. commit to user perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id 6 k. Bagian Umum, membawahkan seksi-seksi dibawahkan ini. 1) Seksi Pemeliharaan, dan 2) Seksi Penunjang Umum. Gambaran Struktur Organisasi Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Karanganyar disajikan dalam gambar 1.1 berikut ini. commit to user 7 P.D.M MPKU DIREKTUR KOMITE MEDIK WADIR MEDIS BIDANG PERAWATAN BIDANG PELAYANAN WADIR UMUM DAN SDM BIDANG PENUNJANG BAGIAN KEUANGAN BAGIAN ADMINISTRASI SPI BAGIAN UMUM KOORD. UR SDM PEMBINAAN UNIT RAWAT JALAN UNIT FARMASI SEKSI KEUANGAN SEKSI SEKRETARIAT SEKSI PEMELIHARAAN KOORD URUSAN ASKEP DAN MUTU UNIT GAWAT DARURAT UNIT LABORATORIUM SEKSI AKUNTANSI SEKSI PERSONALIA SEKSI PENUNJANG KOORD URUSAN LOGISTIC UNIT RAWAT INAP UNIT RADIOLOGI SUPERVISI UNIT KAMAR OPERASI UNIT FISIOTERAPI UNIT KAMAR BERSALIN UNIT GIZI UNIT ICU UNIT REKAM MEDIK Gambar 1.1 Struktur Organisasi RS PKU Muhammadiyah Karanganyar perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id 8 5. Deskripsi Jabatan a. Direktur. Direktur memiliki tugas sebagai berikut ini. 1) Menyusun kebijakan penyusunan program jangka pendek, menengah, dan panjang sesuai kebijakan program kesehatan. 2) Menyusun peraturan pelaksanaan tugas diseluruh aparat rumah sakit. 3) Mengkoordinasikan seluruh sumber daya yang tersebut untuk merealisasikan rencana kegiatan secara efektif dan efisien. 4) Memimpin, mengarahkan, dan mengerakkan seluruh sumber daya manusia yang tersedia sehingga dapat mencapai hasil yang maksimal. 5) Mengkoordinasi dan mempertanggungjawabkan seluruh pelaksanaan kegiatan rumah sakit serta melaksanakan pengawasan dan evaluasi terhadap seluruh unsur pelaksana. 6) Melaporkan seluruh pelaksanaan kegiatan rumah sakit secara hierarki sebagai bahan informasi serta pertanggungjawaban sesuai dengan ketentuan peraturan yang berlaku. b. Wakil Direktur Medis. Wakil Direktur Pelayanan Medis adalah pejabat yang berfungsi sebagai wakil dari pimpinan tertinggi rumah sakit yang membawahi di bidang medis dan bertugas melaksanakan fungsi manajemen bagian medis dan perawatan meliputi perencanaan, pengorganisasian, commit to user perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id 9 mengkoordinasian, pengawasan, penganggaran, dan evaluasi. c. Wakil Direktur Umum dan SDM. Wakil Direktur Umum membawahi bagian administrasi dan personalia, dan umum. Tugasnya sebagai berikut ini. 1) Menggerakkan, mengkoordinasikan, mengevaluasikan proses pengelolaan tugas dari bagian-bagian dibawahnya. 2) Melaksanakan fungsi manajemen di bidangnya. d. Komite Medik. Komite Medis bertugas sebagai berikut ini. 1) Melaksanakan penelitian medis dan bidang-bidang lain yang terkait dengan peningkatan mutu pelayanan medis. 2) Melakukan koordinasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan yang dilakukan oleh rumah sakit. 3) Melakukan koordinasi pembuatan laporan rumah sakit dan laporan pertanggungjawaban direktur. e. Sistem Pengendalian Intern. Satuan Pengendalian Internal bertugas sebagai berikut : 1) Mengkoordinasi pelatihan, pendidikan, penataran, penelitian, dan perpustakaan rumah sakit. 2) Menyusun program orientasi pendidikan dan penelitian mahasiswa/siswa praktek. 3) Melaksanakan koordinasi dengan instansi dengan institusi dan bagian lain dalam menyusun rencana pendidikan dan pelatihan commit to user perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id 10 rumah sakit. 4) Melakukan pemantauan, pengawasan, dan evaluasi terhadap kegiatan pendidikan, pelatihan, dan perawatan. 5) Mengembangkan sistem informasi akuntansi rumah sakit dan pelaksanaannya secara konsekuen. f. Kepala Bagian Akuntansi dan Keuangan. Kepala Bagian Akuntansi dan Keuangan bertanggungjawab mengatur serta mengendalikan kegiatan dalam bidang pertahanan rumah sakit. Dan tugasnya mengembangkan dan menerbitkan kebijaksanaan dan prosedur melalui otorisasi manajemen untuk kegiatan akuntansi, anggaran, perpajakan, perencanaan, dan peramalan laporan keuangan serta pengukuran kinerja. g. Kepala Bidang Perawatan. Kepala Bidang Perawatan bertanggungjawab dalam pelayanan serta mengkoordinasikan kegiatan pelayanan keperawatan pada beberapa ruang rawat. Tugasnya adalah: 1) Menyampaikan dan menjelaskan kebijakan di bidang keperawatan kepada kepala ruang di wilayah kerjanya. 2) Memberi bimbinagan kepada ruang rawat tentang pelaksanaan pelayanan keperawatan sesuai kebijakan di bidang keperawatan yang berlaku. commit to user perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id 11 h. Kepala Bidang Pelayanan Medis. Kepala Bidang Pelayanan Medis bertanggungjawab dan berwenang mengelola pelayanan medis, tugasnya sebagai berikut ini. 1) Mengkoordinir pengaturan jadwal jaga dokter spesialis maupun dokter jaga. 2) Mengkoordinir rotasi jaga dokter umum. 3) Mengevaluasi kedisiplinan dokter-dokter dalam memberikan pelayanan kepada pasien. i. Kepala Unit Rawat Inap. Kepala bidang unit rawat inap berada dibawah dan bertanggungjawab kepada kepala bidang pelayanan medis dalam bidang koordinasi, pemantauan dan pengawasan, evaluasi dan pengendalian atas kegiatan medis dan penggunaan fasilitas medis. j. Kepala Bidang Penunjang Medis. Kepala bidang penunjang medis bertanggungjawab untuk kelancaran, keakuratan jenis, dan jumlah penerimaan, penyimpanan obat, dan alat kesehatan di gudang farmasi. Selain itu, fungsi gudang medis untuk menerima, menyimpan obat, dan melakukan pemeriksaan mengenai jenis, kuantitas, dan kualitas obat yang disesuaikan dengan anggaran yang tersedia. k. Kepala Bagian Administrasi Personalia dan Umum. Kepala bagian administrasi personalia dan umum bertugas sebagai berikut ini. commit to user perpustakaan.uns.ac.id 1) Merencanakan digilib.uns.ac.id 12 kebutuhan dan melakukan seleksi calon penerimaan pegawai. 2) Merencanakan pendidikan dan pengembangan kepegawaian sesuai rencana anggaran. 3) Melaksanakan cara-cara efektif dan efisien dalam tugas personalia. 4) Memotivasi staf kerja kearah yang lebih tinggi dan produktivitas pengembangan diri. 5) Mengawasi dan mengendalikan pelaksanakan peraturan yang berkaitan dengan kepegawaian. 6) Membuat laporan kepegawaian untuk pihak intern dan ekstern. l. Seksi Akuntansi. Seksi akuntansi berada dibawah dan bertamggungjawab kepada kepala bagian akuntansi dan keuangan dalam pelaporan keuangan kegiatan rumah sakit, akuntansi dan verifikasi. m. Seksi Keuangan. Seksi keuangan berada dibawah dan bertanggung jawab kepada kepala bagian akuntansi dan keuangan dalam memantau, mengawasi, evaluasi dan pengendalian atas kegiatan mobilisasi dana, kasir, dan penagihan biaya pelayanan rumah sakit. commit to user perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id 13 6. Fasilitas Pelayanan a. Bidang Pelayanan Medik. 1) Rawat Jalan - Poliklinik Umum - Poliklinik Spesialis - Poliklinik Penyakit Dalam - Poliklinik Bedah Umum - Poliklinik Anak - Poliklinik Kebidanan dan Penyakit Kandungan - Poliklinik Mata - Poliklinik THT - Poliklinik Bedah Orthopedi - Poliklinik dan Bedah Mulut - Fisioterapi - Poliklinik Paru - Poliklinik Jiwa 2) Unit Gawat Darurat. 3) Rawat Inap. - Penyakit Dalam - Bedah Umum - Penyakit Anak - Kebidanan dan Penyakit Kandungan - Mata commit to user perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id 14 - Paru - Telinga, Hidung, dan Tenggorokan - Bedah Tulang - Syaraf - Jiwa b. Pelayanan Penunjang Medik. - Laboratorium - Pelayanan Transfusi Darah - Radiologi - USG - CT Scanning - Fisioterapi - Konsultasi Gizi - Apotik dan Instalasi Farmasi - Medical Check Up - Pijat Bayi c. Pelayanan Lamanya. - Mobil Ambulan untuk rujukan dan jemput pasien - Mobil Jenasah - Rupti Jenasah - Bimbingan Rohani kepada pasien dan keluarga - Kajian Al-Qur’an - Instalasi Pengolahan Limbah Cair commit to user perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id 15 - Instalasi Pengolahan Limbah Padat - Laundry - Pelayanan Boga 7. Distribusi Ruang Rawat Inap Berdasarkan Kelas Pelayanan rawat inap memiliki fasilitas 137 tempat tidur, 17 diantaranya ruang ICU, VVIP, dan VIP. Berikut ini jumlah ruang rawat inap dan kapasitas tempat tidur pada RS PKU Muhammadiyah Karanganyar. Table I.1 Ruang Rawat Inap dan Kapasitas Tempat Tidur RS PKU Muhammadiyah Karanganyar No Nama Kelas Jumlah Tempat Tidur 18 1 Arofah 12 2 Shofa 34 3 Marwah 0 4 Isolasi 13 5 Annisa 34 6 Mina 10 7 Perinatal 5 8 Roudhoh 2 9 Zukhruf 4 10 Zahara 5 11 ICU 137 Jumlah Sumber: RS PKU Muhammadiyah Karanganyar commit to user perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id 16 8. Fasilitas Tiap Ruangan Rawat Inap Masing-masing ruangan rawat inap memiliki fasilitas yang berbedabeda, berikut ini fasilitas yang ditawarkan RS PKU Muhammadiyah Karanganyar. a. VVIP Fasilitas yang tersedia yaitu 1 bed pasien, 1 bed penunggu, meja kursi teras (2 tempat), 1 set meja makan, 1 set meja tamu, televisi, AC, water heater, almari es, almari pakaian, dispenser, meja pentry, overbed table. b. VIP 1) Arofah Fasilitas yang tersedia yaitu 1 kamar tidur, 1 bed pasien, 1 bed penunggu, 1 sofa, AC, televisi, almari es, kamar mandi dalam, water heater. 2) Marwah Fasilitas yang tersedia yaitu 1 kamar tidur, 1 bed pasien, almari es, televisi, kamar mandi dalam, kursi tunggu teras, water heater. 3) Shofa Fasilitas tersedia yaitu 1 kamar tidur 1 bed dengan teras, 1 sofa, kursi teras, bedside cabinet, kursi tunggu, almari es, AC, televisi, water heater, dispenser. commit to user perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id 17 4) Zahara Fasilitas yang ada yaitu 1 bed pasien, 1 bed penunggu, meja kursi teras (2 tempat), 1 set meja tamu, televisi, AC, water heater, almari es, dispenser, meja pentry, overbed table. 5) Roudhoh Fasilitas yang tersedia yaitu 1 kamar tidur, 1 bed, AC, televisi, sofa, kamar mandi dalam, almari es. c. Kelas I 1) Arofah Fasilitas yang tersedia yaitu 1 kamar tidur, 1 bed pasien, 1 sofa, 2 kursi tunggu, kipas angin, kamar mandi dalam. 2) Shofa dan Annisa Fasilitas yang tersedia yaitu 1 kamar tidur, 1 bed pasien, 2 kursi tunggu, kipas angin, kamar mandi dalam. 3) Roudhoh Fasilitas yang tersedia yaitu 1 kamar tidur, 1 bed pasien, 1 sofa, kipas angin, kamar mandi dalam. d. Kelas II 1) Arofah Fasilitas yang tersedia yaitu 1 kamar tidur, 2 bed pasien, kipas angin, kursi tunggu, kamar mandi dalam. commit to user perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id 18 2) Marwah Fasilitas yang tersedia yaitu 1 kamar tidur, 4 bed pasien, kamar mandi dalam, kipas angin, kursi tunggu. 3) Mina Fasilitas yang tersedia yaitu 1 kamar tidur, 1 bed pasien, kursi tunggu, kipas angin, kamar madi luar. 4) Annisa Fasilitas yang tersedia yaitu 1 kamar tidur, 2 bed pasien, kamar mandi dalam, kipas angin e. Kelas III 1) Arofah Fasilitas yang tersedia yaitu 1 kamar tidur, 5 bed pasien, kipas angin, kursi tunggu, kamar mandi dalam. 2) Marwah Fasilitas yang tersedia yaitu 1 kamar tidur, 6 bed pasien, kipas, kursi tunggu. 3) Mina Fasilitas yang tersedia yaitu 1 kamar tidur, 3 bed pasien, kursi tunggu, kipas. 4) Annisa Fasilitas yang tersedia yaitu 1 kamar tidur, 4 bed pasien, kipas. commit to user perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id 19 9. Tarif Jasa Rawat Inap Tarif jasa rawat inap yang berlaku di RS PKU Muhammadiyah Karanganyar sebagai berikut ini. Tabel I.2 Tarif Jasa Rawat Inap RS PKU Muhammadiyah Karanganyar Kelas Tarif/hari Rp 160.000,00 VIP Rp 120.000,00 Kelas I Rp 75.000,00 Kelas II Rp 55.000,00 Kelas III Sumber: RS PKU Muhammadiyah Karanganyar 10. Hasil Self Assesment Table I.3 Hasil Self Assesment Unsur Klasifikasi Rumah Sakit D 30 36 20 C 76 140 26 B 142 283 42 A 287 523 50 RS PKU Muhammadiyah Karanganyar Pelayanan Ketenagaan Fisik Bangunan 24 38 73 140 Peralatan 110 280 540 1000 Total Sumber: RS PKU Muhammadiyah Karanganyar 150 207 33 65 455 11. Tenaga Pengelola Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Karanganyar melaksanakan tugas untuk memberi pelayanan kepada masyarakat didukung dengan 236 pegawai. Berikut ini pegawai Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Karanganyar berdasarkan pendidikan. commit to user perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id 20 a) Tenaga Medis. - Dokter Spesialis Anak : 2 Orang - Dokter Spesialis Penyakit Dalam : 3 Orang - Dokter Spesialis Obsgyn : 4 Orang - Dokter Spesialis Bedah : 4 Orang - Dokter Spesialis Bedah Orthopedi : 2 Orang - Dokter Spesialis Urologi : 1 Orang - Dokter Spesialis Saraf : 1 Orang - Dokter Spesialis Radiologi : 2 Orang - Dokter Spesialis THT : 1 Orang - Dokter Spesialis Anastesi : 3 Orang - Dokter Spesialis Jiwa : 1 Orang - Dokter Spesialis Mata : 1 Orang - Dokter Spesialis Paru : 2 Orang - Dokter Umum : 10 Orang - Dokter Gigi : 3 Orang Total Pegawai Medis : 40 Orang b) Paramedis. - Perawat : 76 Orang - Pembantu Perawat : 14 Orang Total Pegawai Paramedis commit to user : 90 Orang perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id 21 c) Penunjang Medis. - Sarjana Farmasi : 3 Orang - APIKES : 1 Orang - DIII Fisiotherapi : 3 Orang - DIII AKZI (Gizi) : 2 Orang - DIII ATRO (Radiologi) : 3 Orang - DIII AAK (Laborat) : 4 Orang - SMF : 2 Orang - SMAK : 1 Orang Total Pegawai Penunjang Medis : 19 Orang d) Non Medis. - Sarjana Ekonomi Magister/Akuntansi : 2 Orang - Sarjana FKIP : 1 Orang - Sarjana MIPA (Biologi) : 1 Orang - Sarjana Sosial : 1 Orang - DIII Pendidikan (Keroh) : 1 Orang - DIII Keuangan : 1 Orang - DIII Manajemen/Administrasi : 3 Orang - DIII ASMI : 1 Orang - DIII Elektro : 1 Orang - SLTA : 18 Orang - SMEA : 3 Orang - STM commit to user : 1 Orang perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id 22 - SMKK : 1 Orang - SPG : 1 Orang - MAN : 1 Orang - SMP : 24 Orang - SD : 11 Orang - Tidak Sekolah : 15 Orang Total Pegawai Non Medis : 87 Orang B. LATAR BELAKANG MASALAH Perkembangan berbagai macam teknologi dalam era globalisasi dewasa ini semakin canggih. Persaingan bisnis juga semakin pesat ditunjang dengan adanya perkembangan dunia usaha. Perusahaan berusaha supaya dapat memanfaatkan berbagai macam teknologi dalam pengambilan keputusan dan kebijakan yang tepat guna mendapatkan informasi yang akurat untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas perusahaan. Hal ini ditujukan untuk menghadapi persaingan global yang semakin ketat. Persaingan tersebut juga terjadi di bidang pelayanan jasa, tidak hanya persaingan bisnis di bidang manufaktur/ industri. Rumah sakit merupakan salah satu bentuk usaha pelayanan jasa dalam bidang kesehatan yang juga mengalami persaingan sangat ketat. Persaingan tersebut terbukti dengan semakin berkembangnya rumah sakit yang didirikan baik dari sektor pemerintah maupun sektor swasta dengan perbedaan dalam hal jenis, struktur, dan pembiayaan yang masing-masing berperan dalam pelayanan kesehatan. commit to user perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id 23 Perkembangan tersebut menuntut adanya persaingan atas produk dan kepercayaan atas pelanggan. Rumah sakit memiliki tugas utama untuk memberikan jasa pengobatan, perawatan, dan pelayanan kesehatan. Rumah sakit dituntut untuk dapat memanfaatkan teknologi baik kedokteran, bidang komunikasi dan informasi, serta teknologi lain yang dapat mendukung jasa pelayanan kesehatan yang terbaik bagi masyarakat luas. Pemanfaatan teknologi menimbulkan biaya operasional yang dikeluarkan rumah sakit yang akan berdampak pada besarnya tarif jasa rawat inap. Sistem akuntansi yang tepat dalam metode perhitungan penentuan biaya diperlukan untuk mengendalikan biaya yang dikeluarkan oleh rumah sakit guna menghasilkan informasi biaya yang akurat berkenaan dengan biaya pelayanannya. Penentuan tarif jasa rawat inap merupakan suatu keputusan yang sangat penting karena dapat mempengaruhi profitabilitas rumah sakit. Tarif jasa rawat inap harus mampu menutup semua biaya dan mencapai tingkat laba yang diharapkan. Rumah sakit memberikan berbagai macam fasilitas pada pelayanan rawat inap, serta jumlah biaya overhead yang tinggi, sehingga rumah sakit dituntut untuk menentukan pembebanan biaya secara tepat. Aktivitas merupakan faktor utama penyebab timbulnya biaya dan biaya hanya dapat dikurangi secara signifikan melalui pengelolaan terhadap aktivitas tersebut. Biaya rawat inap dapat diperkirakan dengan baik melalui perencanaan aktivitas yang menjadi penyebab timbulnya biaya. commit to user perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id 24 Berkembangnya ilmu pengetahuan di berbagai bidang, maka pada tahun 1800-an dan awal 1900-an lahirlah suatu sistem penentuan harga pokok yang disebut Activity-Based Costing System. Definisi metode Activity-Based Costing System (ABC) merupakan suatu sistem kalkulasi biaya yang pertama kali menelusuri biaya ke aktivitas dan kemudian ke produk (Hansen & Mowen, 2006). Sistem penentuan harga pokok produk dengan metode ABC menggunakan cost driver dalam jumlah lebih banyak dibandingkan dalam sistem akuntansi biaya tradisional yang hanya menggunakan satu atau dua cost driver berdasarkan unit. Activity-Based Costing System merupakan suatu sistem pembebanan biaya berdasarkan aktivitas yang dilakukan oleh perusahaan untuk menghasilkan produk. Ada dua asumsi yang mendasari ABC (Cooper and Kaplan dalam Astuti, 2010), yaitu : 1. adanya aktivitas akan menyebabkan timbulnya biaya, dan 2. produk atau jasa akan menyebabkan timbulnya permintaan akan aktivitas. Pendekatan ini menggunakan cost driver yang berdasar pada aktivitas yang menimbulkan biaya sehingga pembebanan biayanya sudah menggambarkan konsumsi sumber daya dari aktivitas setiap produk dan akan lebih baik apabila diterapkan pada perusahaan yang menghasilkan produk yang beraneka ragam. Rumah sakit merupakan salah satu perusahaan jasa yang menghasilkan keanekaragaman produk dimana output yang dijual lebih dari satu. Keanekaragaman produk pada rumah sakit mengakibatkan banyaknya jenis biaya dan aktivitas yang terjadi pada rumah sakit, sehingga commit to user perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id 25 menuntut ketepatan pembebanan biaya overhead dalam penentuan harga pokok produk. Metode ABC dinilai dapat menyajikan informasi secara tepat dan akurat mengenai aktivitas yang mengkonsumsi sumber daya (biaya aktivitas) untuk mencapai tujuan (Soenarjo dalam Astuti, 2010). Salah satu rumah sakit swasta yang melayani kesehatan masyarakat di kabupaten Karanganyar adalah Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Karanganyar. RS PKU Muhammadiyah Karanganyar telah menggunakan sistem akuntansi ABC dalam perhitungan biaya rawat inapnya dengan memperhatikan persaingan harga pasar di Kabupaten Karanganyar dan Surakarta. Perhitungan biaya rawat inap sangat penting karena berkaitan dengan penentuan harga pokok rawat inap yang akan mempengaruhi penentuan harga jual atau tarif rawat inap. Persaingan antar rumah sakit khususnya di kabupaten Karanganyar sangat pesat. Manajemen rumah sakit dituntut untuk dapat memberikan keputusan yang tepat terkait dengan penentuan jasa rawat inap. Tarif yang tepat berarti tarif yang tidak tinggi atau tarif yang tidak rendah. Tarif yang tinggi akan menyebabkan kerugian, karena dengan tarif yang tinggi dapat mengurangi kemampuan rumah sakit dalam mendapatkan calon pasien. Apabila rumah sakit menggunakan tarif yang rendah, rumah sakit tidak dapat menutup biaya operasionalnya, rumah sakit juga akan mengalami kerugian. Aktivitas yang dilakukan oleh rumah sakit sangat penting untuk dicermati. Pengukuran yang baik atas waktu dan pergerakan serta penerapan sistem pembebanan biaya atas dasar aktivitas (ABC) akan memberikan commit to user perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id 26 informasi mengenai peningkatan produktivitas dan efisiensi biaya yang terjadi pada sebuah perusahaan, khususnya perusahaan jasa. Permasalahan yang dihadapi saat ini adalah bagaimana integrasi penggunaan metode ABC berkaitan dengan peningkatan produktivitas dan efisiensi biaya yang dapat memberikan keunggulan kompetitif bagi rumah sakit dalam memenuhi keinginan customer. Penelitian sebelumnya dilakukan oleh Nurdina (2009) pada Rumah Sakit Slamet Riyadi Surakarta. Nurdina melakukan analisis kondisi penerapan penentuan harga pokok dengan metode ABC. Analisis dilakukan pada penerapan tarif berdasarkan data historis tahun anggaran sebelumnya yang dilakukan oleh rumah sakit. Berdasarkan hasil analisis, dapat disimpulkan bahwa rumah sakit mengabaikan konsumsi biaya dalam penentuan tarif, sehingga tidak relevan dengan biaya sesungguhnya yang dikeluarkan rumah sakit pada tiap jasa rawat inap dan tidak bisa dibandingkan. Berdasarkan latar belakang diatas, penulis tertarik untuk melakukan penelitian dan menyusun Tugas Akhir terkait dengan cara penentuan tarif jasa rawat inap dengan judul “EVALUASI PENERAPAN METODE ACTIVITY-BASED COSTING SYSTEM DALAM PENENTUAN TARIF JASA RAWAT INAP PADA MUHAMMADIYAH KARANGANYAR “. commit to user RUMAH SAKIT PKU perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id 27 C. PERUMUSAN MASALAH Sehubungan dengan latar belakang masalah yang telah dikemukan diatas maka dirumuskan permasalahan yang akan diteliti sebagai berikut ini. 1. Aktivitas dan biaya apa saja yang berhubungan dengan penentuan tarif jasa rawat inap di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Karanganyar? 2. Bagaimana cara penentuan tarif jasa rawat inap dengan menggunakan metode Activity-Based Costing System? 3. Bagaimana perbandingan perhitungan tarif jasa rawat inap berdasarkan metode Activity-Based Costing System dengan tarif yang diberlakukan di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Karanganyar? 4. Bagaimana kelebihan dan kelemahan penentuan tarif jasa rawat inap di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Karanganyar? D. TUJUAN PENELITIAN Adapun tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian adalah sebagai berikut ini. 1. Menentukan biaya-biaya yang berhubungan dengan rawat inap, kaitannya dalam penentuan tarif jasa rawat inap dengan menggunakan metode Activity-Based Costing System. 2. Menentukan tarif jasa rawat inap dengan menggunakan metode ActivityBased Costing System. commit to user perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id 28 3. Membandingkan hasil perhitungan tarif jasa rawat inap berdasarkan metode Activity-Based Costing System dengan tarif yang telah diberlakukan Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Karanganyar. 4. Mengetahui kelebihan dan kelemahan penentuan tarif jasa rawat inap Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Karanganyar. E. MANFAAT PENELITIAN Hasil penelitian yang dilakukan penulis diharapkan dapat memberikan manfaat sebagai berikut ini. 1. Bagi Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Karanganyar Penelitian diharapkan dapat memberikan masukan pemikiran untuk kemajuan dan instrospeksi atas kelebihan dan kelemahan penentuan tarif jasa rawat inap sehingga rumah sakit dapat memberikan pelayanan yang lebih baik terhadap pelanggan. 2. Bagi penulis Penelitian diharapkan dapat menambah pengetahuan dan penerapan ilmu pengetahuan di bidang akuntansi yang telah diperoleh dibangku kuliah ke dalam kenyataan yang sesungguhnya serta menambah wawasan tentang penentuan tarif jasa rawat inap dengan menggunakan metode ActivityBased Costing System. commit to user perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id 29 3. Bagi dunia akademik Penelitian diharapkan dapat menambah khasanah ilmu pengetahuan dalam pengembangan literatur Akuntansi Manajemen di Indonesia khususnya Fakultas Ekonomi Universitas Sebelas Maret. 4. Pembaca Dapat menambah ilmu pengetahuan dan wawasan pembaca tentang penentuan tarif jasa rawat inap dengan menggunakan metode ActivityBased Costing System di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Karanganyar. commit to user perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id BAB II ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN A. TINJAUAN PUSTAKA 1. Rumah Sakit a. Pengertian Rumah Sakit Rumah sakit adalah suatu organisasi yang menyelenggarakan layanan kesehatan dengan memanfaatkan tenaga medis profesional, terorganisasi serta sarana kedokteran yang permanen, asuhan keperawatan berkesinambungan, diagnosa serta pengobatan penyakit yang diderita oleh pasien (Hasibuan, 2005: 6). Rumah sakit adalah suatu tempat pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan kegiatan serta dapat dimanfaatkan untuk tenaga kesehatan dan penelitian (Trisnantoro dalam Wibowo, 2010: 35). Rumah Sakit merupakan bagian integral dari suatu organisasi sosial dan kesehatan dengan fungsi menyediakan pelayanan paripurna (komprehensif), penyembuhan penyakit (kuratif) dan pencegahan penyakit (preventif) kepada masyarakat (Widya, 2010). Berdasarkan undang-undang No. 44 Tahun 2009 tentang rumah sakit, yang dimaksudkan dengan rumah sakit adalah institusi pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan pelayanan kesehatan perorangan secara paripurna yang menyediakan pelayanan rawat inap, user rawat jalan, dan gawatcommit darurat to (Wikipedia, 2011). 30 perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id 31 Berdasarkan pengertian diatas maka dapat disimpulkan bahwa rumah sakit adalah suatu bagian integral suatu organisasi atau institusi yang menyelenggarakan pelayanan kesehatan perorangan dengan memanfaatkan tenaga medis profesional, terorganisasi serta sarana kedokteran yang permanen, asuhan keperawatan berkesinambungan, diagnosa serta pengobatan penyakit yang diderita oleh pasien yang menyediakan pelayanan rawat inap, rawat jalan, dan gawat darurat. b. Klasifikasi Rumah Sakit Klasifikasi rumah sakit berdasarkan kepemilikannya menurut Trisnantoro dalam Wibowo (2010: 36) sebagai berikut ini. 1) Rumah sakit milik pemerintah. Ada dua jenis rumah sakit milik pemerintah, yaitu rumah sakit milik pemerintah pusat (RSUP) dan rumah sakit milik pemerintah provinsi dan daerah (RSUD). 2) Rumah sakit untuk militer. Sebagian besar rumah sakit di Indonesia berasal dari program pelayanan kesehatan milik militer di masa colonial Belanda. Contohnya adalah Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Subroto (RSPAD Gatot Subroto). 3) Rumah sakit milik swasta, milik yayasan keagamaan, dan kemanusiaan. Rumah sakit keagamaan akan menjadi lembaga usaha yang praktis untuk mencari keuntungan atau menghidupi sumber daya commit to user perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id 32 manusia, tempat bagi sebagian dokter spesialis untuk meningkatkan pendapatan setinggi-tingginya dan tempat penjualan industri farmasi. 4) Rumah sakit swasta milik dokter. Kepemilikan rumah sakit oleh dokter biasanya bersumber dari prestasi klinis seorang dokter. 5) Rumah sakit swasta milik perusahaan yang mencari keuntungan. Rumah sakit dianggap sebagai tempat yang menarik dan potensial untuk menghasilkan keuntungan. 6) Rumah sakit milik Badan Usaha Milik Negara. Beberapa Badan Usaha Milik Negara yang mempunyai rumah sakit, misalnya Pertamina, PT Aneka Tambang, PT Pelni, dan berbagai perusahaan perkebunan. Ditinjau dari kemampuan yang dimiliki, rumah sakit di Indonesia dibedakan menjadi lima macam klasifikasi yaitu Rumah Sakit Kelas A, Kelas B, Kelas C, Kelas D dan Kelas E (Hasibuan, 2005: 6). 1) Rumah Sakit Kelas A adalah rumah sakit yang mampu memberikan pelayanan kedokteran spesialis dan subspesialis luas, ditetapkan sebagai tempat pelayanan rujukan tertinggi (top referal hospital) atau disebut pula sebagai Rumah Sakit Pusat. 2) Rumah Sakit Kelas B adalah rumah sakit yang mampu memberikan pelayanan kedokteran spesialis luas dan sub spesialis terbatas, direncanakan didirikan disetiap ibu kota provinsi. Rumah commit to user perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id 33 Sakit pendidikan yang tidak termasuk kelas A diklasifikasikan sebagai Rumah Sakit Kelas B. 3) Rumah Sakit Kelas C adalah rumah sakit yang mempunyai 4 macam pelayanan spesialis dasar yaitu penyakit dalam, bedah, anak, kebidanan dan kandungan, direncanakan dibangun di setiap ibukota kabupaten yang mampu menampung pelayanan rujukan dari puskesmas. 4) Rumah Sakit Kelas D adalah rumah sakit yang bersifat transisi akan menjadi kelas C, kemampuan pelayanan yang dimiliki adalah kedokteran umum dan gigi, menampung rujukan dari puskesmas. 5) Rumah Sakit Kelas E adalah rumah sakit rumah sakit khusus yang menyelenggarakan satu macam pelayanan kedokteran saja, misalnya rumah sakit jiwa, kista, paru, kanker, dan lain-lain. Berdasarkan uraian diatas, maka dapat disimpulkan bahwa rumah sakit dapat diklasifikasikan berdasarkan kepemilikan yaitu rumah sakit milik pemerintah, rumah sakit milik militer, rumah sakit swasta milik yayasan keagamaan dan milik kemanusiaan, rumah sakit swasta milik dokter, rumah sakit swasta milik perusahaan yang mencari keuntungan, dan rumah sakit milik Badan Usaha Milik Negara. Sedangkan berdasarkan kemampuan yang dimiliki dalam melayani pasien atau masyarakat, rumah sakit diklasifikasikan menjadi rumah sakit kelas A, kelas B, kelas C, kelas D, dan kelas E. commit to user perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id 34 2. Biaya a. Pengertian Biaya Biaya adalah penggunaan sumber-sumber ekonomi yang diukur dengan satuan uang, yang telah terjadi atau kemungkinan akan terjadi serta objek atau tujuan tertentu (Mardiasmo dalam Hasibuan, 2005: 8) Biaya adalah sumber daya yang dikorbankan (sacrificed) atau dillepaskan (forgone) untuk mencapai tujuan tertentu (Horngren, Srikant, dan George, 2008: 31). Biaya adalah kos sumber daya yang telah atau akan dikorbankan untuk mewujudkan tujuan tertentu (Mulyadi, 2003: 4). Sedangk

Dokumen baru

Dokumen yang terkait

ANALISIS PENERAPAN METODE ACTIVITY BASED COSTING SYSTEM DALAM MENENTUKAN HARGA POKOK PRODUKSI PADA CV. INTI BUSANA LAWANG
6
41
20
ANALISIS PENENTUAN TARIF JASA RAWAT INAP RUMAH SAKIT DENGAN MENGGUNAKAN ABC SISTEM (Studi Kasus di Rumah Sakit Haji Darjad (RSHD) Kota Samarinda)
6
95
20
ANALISIS PENERAPAN METODE ACTIVITY BASED COSTING SYSTEM TERHADAP PENENTUAN HARGA POKOK PRODUKSI PADA UD. CAHAYA JATI PASURUAN
2
24
22
EVALUASI PENERAPAN ACTIVITY BASED COSTING (ABC) DALAM PENETAPAN HARGA POKOK PRODUK TISSUE PADA PT KERTAS LECES (PERSERO) PROBOLINGGO
0
12
19
ANALISIS PENENTUAN HARGA POKOK PRODUKSI DENGAN MENGGUNAKAN METODE ACTIVITY BASED COSTING PADA PRUSAHAAN ROKOK SURYA ALAMI PAMEKASAN MADURA
0
24
21
ANALISIS PERHITUNGAN TARIF KOS OVERHEAD ROTI TAWAR DENGAN MENGGUNAKAN METODE ACTIVITY BASED COSTING PADA CV ANITA FAMILY ( ABC )
0
4
15
ANALISIS PENENTUAN TARIF JASA RAWAT INAP DENGAN ACTIVITY BASED COSTING SYSTEM (Studi Kasus Pada RSIA Mutiara Putri)
0
14
39
PENENTUAN HARGA POKOK PRODUK DENGAN METODE ACTIVITY BASED COSTING (ABC)
1
5
25
PENENTUAN HARGA POKOK PRODUK DENGAN METODE ACTIVITY BASED COSTING (ABC)
1
3
32
METODE ACTIVITY BASED COSTING DALAM PENENTUAN TARIF RAWAT INAP DI RSUD KAYUAGUNG TAHUN 2012 THE APPLICATION OF ACTIVITY BASED COSTING METHOD ON INPATIENT RATE DEFINITION AT RSUD OF KAYUAGUNG YEAR 2012
1
1
8
ANALISIS BIAYA TERAPI STROKE PADA PASIEN RAWAT INAP DI RUMAH SAKIT PKU MUHAMMADIYAH BANTUL YOGYAKARTA
0
2
9
ANALISIS BIAYA SATUAN METODE ACTIVITY BASED COSTING (ABC) DALAM EVALUASI TARIF PELAYANAN DI KLINIK SPESIALIS BEDAH SARAF RUMAH SAKIT “X” SURABAYA
0
0
12
47 PENERAPAN METODE ACTIVITY-BASED COSTING DALAM PENETAPAN TARIF JASA RAWAT INAP PADA RUMAH SAKIT CUT MEUTIA LANGSA Fina Maghfira Waleny
0
1
13
ANALISIS KOMPARASI BIAYA PENDIDIKAN ANTARA METODE TRADISIONAL DENGAN ACTIVITY BASED COSTING SYSTEM PADA MADRASAH DINIYAH AL-BURHANIYAH
0
0
15
SISTEM INFORMASI RAWAT INAP RUMAH SAKIT UMUM DAERAH BIMA
0
0
7
Show more