T1__Full text Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Potensi Pemanfaatan Media Sosial Instagram sebagai Media Pembelajaran untuk Siswa Sekolah Menengah Atas (SMA): Study Kasus di SMA Negeri 1 Bergas T1 Full text

 0  0  27  2018-03-22 07:07:33 Report infringing document

  

POTENSI PEMANFAATAN MEDIA SOSIAL INSTAGRAM

SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN UNTUK SISWA

SEKOLAH MENENGAH ATAS (SMA)

(Study Kasus di SMA Negeri 1 Bergas)

  Diajukan kepada Fakultas Teknologi Informasi

  Untuk Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Komputer

  

Oleh :

  AGNISA RIA LINDANI NIM: 702012102

  

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN TEKNIK INFORMATIKA DAN KOMPUTER

FAKULTAS TEKNOLOGI INFORMASI

UNIVERSITAS KRISTEN SATYA WACANA

2016

  Penemuan di bidang Teknologi Infomasi dan Komunikasi (TIK) dewasa ini berkembang sangat pesat dan jauh melampaui penemuan teknologi-teknologi lainnya. Bahkan sampai awal abad ke-21 ini, dipercaya bahwa bidang TIK masih dekade mendatang. Kemampuannya dalam mengolah dan menyebarluaskan infomasi tanpa kendala ruang dan waktu, menjadikannya pengaruh besar dalam berbagai bidang kehidupan manusia, termasuk bidang pendidikan. Pembangunan pendidikan berbasis TIK setidaknya memberikan dua keuntungan. Pertama, sebagai pendorong komunitas pendidikan (termasuk guru) untuk lebih apresiatif dan proaktif dalam maksimalisasi potensi pendidikan. Kedua, memberikan kesempatan luas kepada peserta didik dalam memanfaatkan setiap potensi yang ada, yang dapat diperoleh dari sumber-sumber yang tidak terbatas [1].

  Salah satu bidang TIK yang berkembang pesat saat ini yaitu Internet. Seperti yang kita ketahui, saat ini, warnet (warung internet) mulai tergeser dengan adanya wifi id corner, yaitu tempat yang memungkinkan pengguna untuk menikmati internet dengan harga yang relatif lebih murah dibanding warnet. Tentunya dengan adanya wifi id corner ini akan lebih memudahkan kita dalam menikmati internet sebagai alat untuk mencari informasi, berbisnis, bersosialisasi lewat dunia maya, bertukar data serta informasi dan masih banyak lagi yang tentunya juga dapat menimbulkan dampak negatif bagi pengguna itu sendiri.

  Teknologi internet di kalangan pelajar juga dapat memberikan dampak positif dan negatif bagi penggunanya. Salah satu dampak positif yang telah pengguna ketahui dari teknologi internet untuk pelajar adalah kesempatan untuk mengeksplor banyak informasi yang menambah wawasan dan pengetahuan mereka. Disisi lain, terdapat dampak negatifnya yakni dengan adanya internet, pelajar dapat menikmati jejaring sosial apa saja yang mereka inginkan dengan waktu yang tak terbatas. Memang sekilas tidak tampak dampak negatifnya, tetapi coba kita analisis kembali. Berdasarkan wawancara dengan beberapa siswa dalam Program Pengalaman Lapangan (PPL) di SMA N 1 Bergas, mengenai pembelajaran yang mereka lakukan di rumah, tidak sedikit siswa yang menjawab bahwa mereka hampir tidak pernah belajar di rumah, dan justru lebih sering menggunakan waktu mereka di luar jam sekolah untuk mengakses media sosial dengan kepentingan di luar pendidikan menggunakan smartphone yang telah dimiliki oleh kebanyakan siswa.

  Salah satu media sosial yang banyak diminati siswa adalah Instagram. Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Markplus Insight bertajuk menunjukkan bahwa dari 2.150 Netizen yang disurvei, aplikasi Instagram menjadi aplikasi baru yang cukup popular di kalangan anak muda. Sebanyak 5,9% responden usia 15- 22 tahun mengakses Instagram yang menjadi tempat bertukar gambar dan juga bisa mengunggah video [2]. Media sosial Instagram juga dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran yang memungkinkan siswa untuk lebih tertarik belajar menggunakan gambar/video. Gambar/foto merupakan sebuah sarana yang sangat baik untuk situasi dunia luar ke dalam ruang kelas dan memanfaatkan minat untuk melihat gambar-gambar yang menjadikan siswa lebih fokus atau tertarik dalam belajar [3].

  Oleh sebab itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pembelajaran untuk siswa SMA Negeri 1 Bergas, khususnya media sosial

  

Instagram sebagai media untuk menyajikan materi dan sharing antara guru

  dengan siswa. Penelitian ini bertujuan agar siswa tidak hanya memanfaatkan media sosial hanya untuk kepentingan-kepentingan pribadi, tetapi juga dapat memanfaatkannya lebih maksimal di dalam bidang pendidikan dengan menjadikannya sebagai media pembelajaran.

  Penelitian terdahulu yang membahas mengenai media gambar untuk pembelajaran dilakukan oleh Alkhalim, mahasiswa S1 Pendidikan Ekonomi Koperasi dari Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Surabaya dengan jurnal yang berjudul “Penerapan Media Gambar atau Foto dengan Metode Diskusi untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas X pada Mata Pelajaran Ekonomi Pokok

Bahasan Uang di SMA Negeri 4 Sidoarjo” [3]. Dalam jurnal tersebut dijelaskan

  bahwa berdasarkan hasil observasi yang dilakukan peneliti dalam KBM Ekonomi guru di SMA Negeri 4 Sidoarjo lebih banyak berceramah sehingga siswa mengalami kejenuhan dan kurang aktif. Hal ini menyebabkan aktifitas belajar siswa rendah dan menyebabkan hasil belajar siswa rendah pula. Upaya untuk menanggulangi masalah tersebut adalah dengan penerapan media gambar atau foto dengan metode diskusi yang diharapkan dapat meningkatan hasil belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru mampu menerapkan pembelajaran melalui penerapan media gambar atau foto dengan metode diskusi dengan baik.

  Penelitian lain dilakukan oleh Isma Afriyanti, Fadillah, dan Sukmawati, mahasiswa PGSD FKIP Universitas Tanjungpura, Pontianak dengan jurnal yang berjudul “Penggunaan Media Gambar Untuk Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam Di Sekolah Dasar

Negeri” [4]. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan fakta yang objektif mengenai penggunaan media gambar untuk meningkatkan aktivitas dan hasil

  belajar siswa dalam mengenal anggota tubuh dan kegunaannya pada Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam Kelas 1 Sekolah Dasar Negeri 39 Sungai Raya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan penelitian tindakan kelas, sedangkan teknik dan alat pengumpulan data yang digunakan adalah teknik observasi dengan alat pengumpulan data berupa lembar observasi bagi guru dan siswa serta tes akhir sebagai evaluasi bagi siswa. Berdasarkan hasil perhitungan statistik menggunakan mean menunjukkan hasil aktivitas dan hasil belajar setelah menggunakan media meningkat.

  Perbedaan antara kedua penelitian tersebut dengan penelitian ini yaitu terletak pada media sosial Instagram dan metode pembelajaran. Kedua penelitian yang telah dijelaskan tersebut tidak menggunakan media sosial Instagram, melainkan hanya menggunakan media gambar. Selain itu, penelitian ini tidak menggunakan metode penelitian PTK (Penelitian Tindakan Kelas) seperti pada besar potensi pemanfaatan media sosial Instagram sebagai media pembelajaran, sehingga tidak memerlukan metode pembelajaran yang digunakan dikelas, seperti pada penelitian terdahulu. Acuan yang digunakan dari kedua penelitian terdahulu yang telah dijelaskan adalah menggunakan media gambar/foto sebagai media pembelajaran.

  Kedua penelitian terdahulu yang telah dijelaskan membahas mengenai media gambar untuk pembelajaran dan tidak membahas mengenai media sosial, sedangkan penelitian terdahulu yang ketiga ini membahas mengenai media sosial, namun perbedaannya adalah penelitian terdahulu yang ketiga ini membahas mengenai media sosial facebook bukan media sosial instagram. Penelitian yang dilakukan oleh Sri Rahayuningsih ini berjudul “Potential Use of Facebook as

  

Learning Media for High School Students ” [5]. Hasil dari penelitian ini yaitu

  jejaring sosial facebook bukan lagi merupakan hal baru bagi siswa. Rata-rata siswa memiliki facebook lebih dari satu tahun. Facebook merupakan suatu kebutuhan bagi mereka agar dapat memperoleh informasi dan berkomunikasi dengan sesama. Hasil deskriptif didapatkan bahwa seluruh responden atau 100% responden yang merupakan siswa kelas IPA 3-2 SMA Negeri 1 Salatiga mempunyai facebook. Kegiatan mengakses facebook ini rata-rata mereka online setiap harinya 1

  • – 2 kali, setiap online rata-rata 30 – 60 menit. Dari hasil tersebut, dikumulatif satu hari total rata-rata mereka online sekitar 2 jam. Tujuan siswa dalam mengakses facebook paling banyak digunakan sebagai hiburan, bermain game atau quiz serta berkomunikasi dengan teman. Media yang paling banyak digunakan adalah komputer dan handphone, sedangkan mengenai potensi

  

facebook yang dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran, 70% responden

  menjawab setuju dan sangat setuju jika facebook dimanfaatkan untuk kegiatan pembelajaran. Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan dengan guru mata pelajaran TIK, mereka juga sangat setuju jika facebook dijadikan media pembelajaran, karena dengan menggunakan facebook pembelajaran menjadi efektif, materi pembelajaran lebih mudah diterima dan dipahami oleh siswa, dan siswa dapat belajar secara mandiri di rumah dan kapan saja, fleksibilitas waktu dan tempat. Hal-hal yang sering dilakukan oleh guru mata pelajaran TIK dengan

  

facebook adalah untuk diskusi, sharing, komunikasi, chatting, berbagi informasi

  dan pengetahuan dengan teman maupun siswanya. Potensi facebook sebagai media pembelajaran cukup besar. Jejaring sosial ini dapat digunakan untuk menampilkan tugas-tugas, sharing materi pembelajaran baik berbentuk teks maupun berbentuk video, dan dapat digunakan untuk berkonsultasi dengan guru jika mengalami kesulitan dengan mudah. Perbedaan penelitian terdahulu tersebut dengan penelitian ini adalah terletak pada media sosial yang akan diteliti. Acuan

  penelitian kualitatif

  yang digunakan dari penelitian terdahulu adalah metode dengan pendekatan deskriptif dan instrumen yang akan digunakan untuk penelitian.

  Media Sosial

  Di jaman teknologi ini, penggunaan media sosial mulai dimanfaatkan dalam segala bidang kehidupan, termasuk bidang pendidikan. Pada dasarnya media sosial merupakan perkembangan mutakhir dari teknologi-teknologi perkembangan web baru berbasis internet, yang memudahkan semua orang untuk dapat berkomunikasi, berpartisipasi, saling berbagi dan membentuk sebuah jaringan secara online, sehingga dapat menyebar luaskan konten mereka sendiri. Media jejaring sosial adalah situs yang menjadi tempat orang-orang berkomunikasi dengan teman-teman mereka, yang mereka kenal di dunia nyata dan dunia maya [6].

  Adapun ciri-ciri media sosial yaitu pesan yang disampaikan tidak hanya untuk satu orang saja namun bisa ke berbagai banyak orang contohnya pesan melalui SMS ataupun internet, pesan yang disampaikan bebas, tanpa harus melalui suatu Gatekeeper, pesan yang disampaikan cenderung lebih cepat dibanding media lainnya, serta penerima pesan yang menentukan waktu interaksi.

  Instagram

  Nama Instagram berasal dari pengertian dari keseluruhan fungsi aplikasi ini. Kata “insta” berasal dari kata “instan”, seperti kamera polaroid yang pada masanya lebih dikenal dengan sebutan “foto instan”. Instagram juga dapat menampilkan foto-foto secara instan, seperti polaroid di dalam tampilannya.

  Sedangkan untuk kata “gram” berasal dari kata “telegram”, dimana cara kerja telegram sendiri adalah untuk mengirimkan informasi kepada orang lain dengan cepat. Sama halnya dengan Instagram yang dapat mengunggah foto dengan menggunakan jaringan internet, sehingga informasi yang ingin disampaikan dapat diterima dengan cepat. Oleh karena itulah Instagram berasal dari instan-telegram.

  Fitur-fitur dalam media sosial Instagram ini adalah indikator yang digunakan dalam penelitian ini berdasarkan pendapat Bambang dalam bukunya

  

Instagram Handbook menyatakan indikator dari media sosial Instagram yaitu

Hastag, Geotag, follow, share, like, komentar dan mention [6].

  Para guru dapat menggunakan media sosial instagram untuk mengumumkan pekerjaan rumah secara kreatif, berbagi pengalaman dengan murid di kelas dengan bantuan gambar dan hal lain yang berhubungan dengan pendidikan [7]. Terkadang teknologi dapat menjadi sarana kreatif bagi guru untuk menyampaikan materi kepada siswa, namun bukan berarti guru harus meninggalkan buku pelajaran, karena teknologi akan lebih baik digunakan sebagai pendukung kegiatan pengajaran, dan bukan sebagai kendaraan utama [8].

  Media Pembelajaran

  Media pembelajaran merupakan salah satu faktor yang cukup berperan penting dalam menyampaikan materi pelajaran, karena media inilah yang akan menentukan menyenangkan atau tidaknya proses belajar mengajar, yang dapat berpengaruh terhadap keberhasilan proses pembelajaran. Media pembelajaran merupakan media pengajaran dalam proses belajar mengajar yang dapat meningkatkan keinginan dan minat murid, membangkitkan motivasi murid, serta memberikan rangsangan dan juga pengaruh psikologis kepada para siswa yang menggunakannya [9]. Pendapat lain mengatakan, media pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat menyalurkan pesan, dapat merangsang pikiran, perasaan, dan kemauan peserta didik sehingga dapat mendorong terciptanya proses belajar pada diri peserta didik [10]. Ada pendapat lain yang menyebutkan bahwa media pembelajaran adalah alat atau bentuk stimulus yang berfungsi untuk menyampaikan pesan pembelajaran [11].

  Dari beberapa pendapat yang telah dikemukakan diatas, dapat ditarik kesimpulan bahwa media pembelajaran adalah alat bantu yang digunakan guru dalam bentuk stimulus untuk menyampaikan materi pembelajaran kepada siswa sehingga apa yang menjadi tujuan dari pengajaran akan tercapai.

  Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Alasan menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif karena penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan seberapa besar potensi pemanfaatan media sosial instagram sebagai media pembelajaran untuk siswa Sekolah Menengah Atas (SMA).

  Penelitian ini menggunakan sampel 3 kelas dari keseluruhan populasi 30 kelas. Menurut pendapat Gay dan Diehl, sampel minimum untuk penelitian yang bersifat deskriptif yaitu 10% dari populasi [12]. Sedangkan populasi di SMA Negeri 1 Bergas yaitu terdapat 30 kelas, sehingga 10% dari keseluruhan populasi yaitu 3 kelas. Total sampel pada penelitian ini yaitu sebanyak 99 siswa, yang diambil pada kelas X IPS 6 sebanyak 32 siswa, kelas XI IPS 5 sebanyak 36 siswa, dan kelas XII IPA 2 sebanyak 31 siswa.

  Adapun kisi-kisi instrumen yang akan digunakan untuk mengumpulkan data penelitian dapat dilihat pada table berikut :

  Tabel 1. Kisi-kisi Uji Kuesioner Penggunaan Jejaring Sosial Instagram

  Variabel Indikator Sub Indikator No Jumlah Kepemilikan instagram 5,6

  2 Tempat mengakses

  7

  1

  

instagram

  Frekuensi mengakses 8,9,10

  3 Penggunaan

  

instagram

instagram

  Tujuan mengakses 11,12,13,14

  4

  

instagram

  Mengakses Media untuk mengakses

  15

  1

  instagram

instagram

  Anggaran yang digunakan

  16

  1 untuk mengakses instagram

  Instagram Instagram untuk 17,18,19,20,

  8 dalam pembelajaran 23,24,25,26 pembelajaran Pengaruh waktu dan 21,22

  2 kebiasaan Jumlah

  22 Data-data yang diperoleh dari kuesioner dianalisis untuk mendapatkan jawaban dari pertanyaan penelitian. Data kuantitatif yang diperoleh dari kuesioner diolah menjadi bentuk prosentase dengan menggunakan perhitungan sebagai berikut :

  F P = x 100%

  N Keterangan: P = Prosentase F = Frekuensi jawaban responden N = Jumlah responden

  Untuk menentukan kriteria dari prosentase tersebut, perlu adanya langkah-langkah sebagai berikut : a.

  Menentukan prosentase tertinggi = 100% b. Menentukan prosentase terendah = 0% c. Menghitung rentang prosentase = 100% - 0% = 100% d. Menentukan kelas interval = 5 e.

  Menghitung interval = 100% : 5 = 20 Berdasarkan perhitungan di atas, dihasilkan kriteria pada Tabel 2.

  No Interval Kriteria 1. 81% - 100% Sangat tinggi 2. 61% - 80% Tinggi 3. 41% - 60% Cukup tinggi 4. 21% - 40% Rendah 5. 0% - 20% Sangat rendah

  Berikut ini merupakan hasil dari data kuesioner yang telah diperoleh dari penelitian yang berjudul “Potensi Pemanfaatan Media Sosial Instagram sebagai Media Pembelajaran untuk Siswa Sekolah Menengah Atas di SMA Negeri 1 Bergas”. Adapun kisi-kisi untuk capaian pada penelitian ini adalah: 1) potensi dari segi karakteristik responden, 2) potensi dari segi aktivitas responden dalam mengakses instagram, dan 3) potensi instagram sebagai media pembelajaran menurut responden.

  Hasil kuesioner yang pertama adalah berdasarkan potensi dari segi karakteristik responden. Dalam pembahasan ini akan dijelaskan mengenai gambaran umum 99 responden berdasarkan usia dan jenis kelamin yang mendukung dan melengkapi hasil analisis dan penelitian.

  Tabel 3. Jumlah responden

  Usia Jumlah

  Jumlah

  14

  15

  16

  17

  18 tahun tahun tahun tahun tahun

  1

  15

  24 19 59 orang - Responden Putri orang orang orang orang Responden -

  14 17 7 orang 2 40 orang Putra orang orang orang

  Total

  1

  29

  41

  26 2 99 orang orang orang orang orang orang Berdasarkan hasil kuesioner 99 responden yang terdiri dari 59 responden putri dan 40 responden putra, diperoleh hasil bahwa terdapat 82 responden atau sebesar 82,8% yang memiliki akun instagram, dan hanya 17 responden atau sebesar 17,2% yang tidak memiliki akun instagram. Dari data tersebut, dapat ditarik kesimpulan bahwa mayoritas responden telah mengenal bahkan telah menggunakan media sosial instagram. Dengan demikian, jika media sosial

  

instagram digunakan sebagai media pembelajaran, maka guru tidak perlu lagi

  menjelaskan mengenai cara penggunaan media sosial tersebut. Bagi siswa yang belum menggunakan media sosial instagram, guru dapat meminta siswa yang telah menggunakannya untuk menjelaskan cara penggunaan media sosial mandiri antar siswa. Kepemilikan jumlah akun instagram dari 99 responden akan dipaparkan dalam tabel 4.

  Tabel 4. Jumlah Akun Instagram yang Dimiliki oleh Responden

  Jumlah akun yang dimiliki Keterangan

  1 2 > 2 Jumlah Responden

  17

  64

  10

  8 Dari tabel 4, dapat dilihat bahwa mayoritas responden memiliki 1 (satu) akun

instagram dan minoritas responden memiliki akun instagram lebih dari 2 (dua).

  Sedangkan tempat yang paling sering digunakan responden untuk mengakses

  instagram dapat dilihat pada tabel berikut : Tabel 5. Tempat Mengakses Instagram

  No Alternatif Jawaban N F %

  1

  a. Rumah atau Kos

  82 73 89%

  b. Sekolah 5 6,1%

  c. Warnet 0%

  d. Public Hot Spot 4 4,9% Jumlah

  82 82 100% Dari tabel 5, dapat diketahui bahwa tempat yang paling sering digunakan responden untuk mengakses instagram adalah di rumah atau kos, dengan rincian sebagai berikut : responden yang mengakses instagram di rumah atau kos sebesar 89%, responden yang mengakses instagram di sekolah sebesar 6,1%, responden yang mengakses instagram di warnet 0%, dan responden yang mengakses

  

instagram di Public Hot Spot sebanyak 4,9%. Disini dapat ditarik kesimpulan

bahwa instagram dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran di rumah.

  Untuk jangka waktu kepemilikan akun instagram dapat dilihat pada tabel berikut:

  Tabel 6. Jangka Waktu Menggunakan Instagram

  No Alternatif Jawaban N F %

  1

  a. 1 minggu

  82 2 2,4%

  b. 1 bulan 16 19,5%

  c. 1 tahun 23 28,1%

  d. > 1 tahun 41 50% Jumlah

  82 82 100 % Berdasarkan tabel 6, dapat dilihat bahwa jangka waktu responden memiliki akun

  

instagram rata-rata lebih dari 1 (satu) tahun adalah sebanyak 41 orang atau

  sebesar 50% dari keseluruhan responden yang memiliki akun instagram, sedangkan responden yang memiliki akun instagram selama 1 minggu sebesar dan responden yang memiliki akun instagram selama 1 tahun sebesar 28,1%. Dengan melihat jawaban responden mengenai jangka waktu menggunakan

  

instagram tersebut, dapat disimpulkan bahwa instagram bukan lagi hal baru bagi

  responden, dengan demikian, tentunya bukanlah hal yang sulit untuk menjelaskan kepada responden mengenai fitur-fitur instagram yang mungkin dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran. Untuk banyaknya frekuensi mengakses instagram dalam sehari dapat dilihat pada tabel 7.

  Tabel 7. Frekuensi Kegiatan Mengakses Instagram

  No Alternatif Jawaban N F %

  1

  a. 1

  82 37 45,1%

  • – 2 kali

  b. 3 – 4 kali 21 25,6%

  c. 5 10 12,2%

  • – 6 kali

  d. > 6 kali 14 17,1% Jumlah

  82 30 100 % Dari tabel 7, dapat dilihat bahwa frekuensi responden dalam mengakses

  

instagram dalam sehari mayoritas menjawab sebanyak 1-2 kali adalah terdapat 37

  orang atau sebesar 45,1%, selanjutnya yang menjawab 3-4 kali sebesar 25,6%, 5- 6 kali sebesar 12,2%, dan lebih dari 6 kali sebesar 17,1%. Melihat hasil dari tabel 5 dan 7, dapat disimpulkan bahwa jika instagram dimanfaatkan sebagai media pembelajaran, maka potensi responden belajar di rumah dalam sehari adalah 1-2 kali. Adapun frekuensi mengakses instagram dalam setiap online dapat dilihat pada tabel berikut :

  Tabel 8. Frekuensi Kegiatan Mengakses Instagram Setiap Online

  No Alternatif Jawaban N F %

  1

  a. < 15 menit

  82 38 46,4%

  b. 15 24 29,3%

  • – 30 menit

  c. 30 11 13,4%

  • – 60 menit

  d. 1-3 jam 4 4,8%

  e. selalu conect 5 6,1% Jumlah

  82 82 100% Berdasarkan tabel 8, dapat dilihat bahwa frekuensi responden mengakses

  

instagram dalam setiap online mayoritas responden menjawab < 15 menit yakni sebanyak 38 orang atau sebesar 46,4%, lalu yang menjawab 15 sampai 30 menit sebesar 29,3%, 30 sampai 60 menit sebesar 13,4%, 1-3 jam sebesar 4,8%, dan yang menjawab selalu connect sebesar 6,1%. Jika hasil dari tabel 8 digabung dengan hasil tabel 5 dan 7, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa potensi responden memanfaatkan instagram untuk belajar di rumah dalam sehari adalah

  Hasil kuesioner yang kedua adalah berdasarkan potensi dari segi aktivitas responden dalam mengakses instagram. Dalam pembahasan ini yang pertama adalah tujuan responden dalam mengakses instagram, akan dipaparkan dalam tabel berikut :

  Tabel 9. Tujuan Mengakses Instagram

  No Alternatif Jawaban N F %

  1 a.

  82 5 6,2% Mencari Teman b.

  0% Mencari Pacar c.

  62 75,7% Hiburan d.

  2 2,4% Berbisnis e.

  1 1,2% Lainnya (Mencari Informasi dan

  Menambah Wawasan) f.

  8 9,7% Mencari Teman dan Hiburan g.

  1 1,2% Mencari Teman dan Lainnya

  (Mencari Informasi dan Menambah Wawasan) h.

  1 1,2% Hiburan dan Lainnya (Mencari

  Informasi dan Menambah Wawasan) i.

  1 1,2% Mencari Teman, Pacar, dan

  Hiburan j.

  1 1,2% Mencari Teman, Pacar, Hiburan dan Berbisnis

  Jumlah 82 82 100% Berdasarkan tabel 9, didapatkan data bahwa tujuan responden dalam mengakses

  

instagram berbeda-beda. Dari alternatif jawaban yang disediakan, tujuan yang

  paling banyak adalah untuk hiburan yakni sebanyak 62 orang atau sebesar 75,7%, tujuan terbanyak kedua adalah untuk mencari teman dan hiburan yakni sebanyak 8 orang atau sebesar 9,7%, tujuan terbanyak ketiga adalah untuk mencari teman sebanyak 5 orang atau sebesar 6,2%, dan tujuan yang tidak dipilih oleh responden adalah mencari pacar. Pemanfaatan media sosial instagram dapat dioptimalkan dalam bidang pendidikan yakni dengan mendesain khusus agar dapat digunakan sebagai media pembelajaran.

  Sedangkan fitur yang sering digunakan responden dalam mengakses

Comment atau like c

  2

  11

  1

  1

  2

  1

  1 29,4% 28,2% 10,9%

  1

  1

  2,4% 1,2% 3,7% 13,4% 1,2% 1,2% 2,4% 1,2% 2,4% 1,2% 1,2%

  Jumlah

  82 82 100% Berdasarkan tabel 10, didapatkan data bahwa fitur instagram yang sering digunakan responden dalam mengakses instagram berbeda-beda. Dari alternatif jawaban yang disediakan, fitur instagram yang paling sering digunakan responden yang pertama adalah upload foto / video yaitu sebanyak 24 orang atau sebesar 29,4%, fitur instagram yang paling sering digunakan responden yang kedua adalah comment atau like yaitu sebanyak 23 orang atau sebesar 28,2%, dan fitur instagram yang paling sering digunakan responden yang ketiga adalah

  

comment atau like yaitu sebanyak 11 orang atau sebesar 13,4%. Fitur yang paling

  banyak digunakan oleh responden adalah upload foto / video, jika instagram di desain untuk media pembelajaran, maka fitur ini dapat dimanfaatkan guru untuk memberi tugas yang disertai dengan gambar/video, lalu fitur lain yang sering digunakan responden adalah comment atau like, fitur ini dapat dimanfaatkan guru untuk berdiskusi melalui instagram serta dapat dimanfaatkan guru untuk menilai siswa yang aktif dan yang kurang aktif dalam berdiskusi.

  3

  2

  instagram, dapat dilihat pada tabel berikut : Tabel 10. Fitur yang Sering Digunakan dalam Mengakses Instagram

  Upload Foto / Video dan Inbox i. Upload Foto / Video dan Lainnya

  No Alternatif Jawaban N F %

  1 a.

  Upload Foto / Video b.

  Share d.

  Caption e. Inbox f. Lainnya (melihat kiriman terkini) g.

  Upload Foto / Video dan Comment atau Like h.

  (melihat kiriman terkini) j. Upload Foto / Video, Comment atau like, dan Share

  9

  k.

   Upload Foto / Video, Comment

  atau like, dan Caption l. Upload Foto / Video, Comment atau like, dan Inbox m.

  Upload Foto / Video, Comment atau like, Share, dan Inbox n.

  82

  24

  23

Upload Foto / Video, Comment atau like, Share, Caption dan Inbox

  Foto yang sering diupload oleh responden di instagram dapat dilihat pada tabel berikut :

Foto Selfie, Foto Pemandangan, dan Lainnya (Foto bersama

  1 a.

  82 82 100% Berdasarkan tabel 11, dihasilkan data bahwa foto yang sering diupload responden di instagram berbeda-beda. Hasil dari tabel 9 adalah mayoritas responden menggunakan instagram hanya untuk mencari hiburan. Hasil tersebut diperkuat dengan hasil dari tabel 11 bahwa foto yang sering diupload responden di

  

instagram yang paling banyak adalah foto selfie yaitu sebanyak 45 orang atau

  sebesar 54,8%, dan foto yang sering diupload responden di instagram yang paling banyak kedua adalah foto pemandangan yaitu sebanyak 12 orang atau sebesar 14,7%.

  Caption yang sering ditulis oleh responden di instagram dapat dilihat pada

  tabel berikut :

  Tabel 12. Caption yang Sering Ditulis

  No Alternatif Jawaban N F %

  Kata-kata bijak c. Kata-kata lucu d.

  Berbagi Informasi b.

  1,2% 8,6% 8,6% 1,2% 1,2% 1,2% 3,7%

  Menawarkan barang/jasa e.

  82

  8

  28

  10

  23 9,7% 34,2% 12,2%

  0% 28,1%

  Jumlah

  3 54,8% 14,7% 4,8%

  Tabel 11. Foto yang Sering Diupload

  teman-teman, Foto resmi, Foto olahraga)

  No Alternatif Jawaban N F %

  1 a.

  Foto Selfie b.

  Foto Pemandangan c. Meme d.

  Barang dagangan / jasa e. Lainnya (Foto bersama teman- teman, Foto resmi, Foto olahraga) f.

  Foto Selfie dan Foto Pemandangan g. Foto Pemandangan dan Meme h. Foto Pemandangan dan Lainnya

  (Foto bersama teman-teman, Foto resmi, Foto olahraga) i.

  Foto Selfie, Foto Pemandangan, dan Meme j.

  82

  1

  45

  12

  4

  1

  7

  7

  1

  1

Lainnya (lirik lagu, ungkapan perasaan dan sindiran)

  f.

  1 1,2% 1,2% 1,2% 3,7% 1,2% 1,2%

  Media yang digunakan responden dalam mengakses instagram dapat dilihat pada tabel 13.

  menjelaskan setiap foto/video yang berkaitan dengan materi pembelajaran. Selain itu, fitur ini tidak memiliki batasan jumlah font, sehingga guru dapat menulis materi atau penjelasan dari gambar / video yang diunggah dengan bebas.

  

instagram ini dapat dimanfaatkan guru untuk berbagi materi dengan cara

  adalah lainnya (lirik lagu, ungkapan perasaan dan sindiran) yakni sebanyak 23 orang atau sebesar 28,1%, dan caption yang sering ditulis responden di instagram yang paling banyak ketiga adalah lainnya (lirik lagu, ungkapan perasaan dan sindiran) yakni sebanyak 10 orang atau sebesar 12,2%. Fitur caption dalam

  

caption yang sering ditulis responden di instagram yang paling banyak kedua

  82 82 100% Berdasarkan tabel 12, didapatkan data bahwa caption yang sering ditulis responden di instagram bermacam-macam. Dari alternatif jawaban yang disediakan, caption yang sering ditulis responden di instagram yang paling banyak adalah kata-kata bijak yakni sebanyak 28 orang atau sebesar 34,2%,

  Jumlah

  1

  Berbagi Informasi dan Kata-kata bijak g.

  3

  1

  1

  1

  Lainnya (lirik lagu, ungkapan perasaan dan sindiran)

  Kata-kata bijak, Kata-kata lucu, dan Lainnya (lirik lagu, ungkapan perasaan dan sindiran) l.

  Kata-kata bijak dan Kata-kata i. Kata-kata bijak dan Lainnya (lirik lagu, ungkapan perasaan dan sindiran) j. Berbagi Informasi, Kata-kata bijak, dan Kata-kata lucu k.

  Berbagi Informasi dan Kata-kata lucu h.

Berbagi Informasi, Kata-kata bijak, Kata-kata lucu, dan

  

Tabel 13. Media dalam Menggunakan Instagram

  No Alternatif Jawaban N F %

  1 a.

  82 74 90,3% Mobile b.

  0% PC c.

  2 2,4% Laptop d.

  3 3,7% Lainnya e.

  2 2,4% Mobile dan Laptop f.

  1 1,2%

Mobile, PC, dan Laptop

  Jumlah

  82 82 100% Berdasarkan tabel 13, dapat diketahui bahwa media yang digunakan responden dalam mengakses instagram paling banyak adalah menggunakan mobile yaitu sebanyak 74 orang atau sebesar 90,3%, dan media yang tidak pernah digunakan responden untuk mengakses instagram adalah PC. Dengan menggunakan mobile dalam mengakses instagram tentunya akan lebih efisiensi waktu dan biaya, karena mobile dapat digunakan dimana saja dan kapan saja. Jika instagram dimanfaatkan sebagai media pembelajaran dengan memanfaatkan fitur-fitur yang ada, maka akan memungkinkan siswa untuk belajar dimana saja dan kapan saja tanpa harus bertatap muka dengan guru.

  Sumber anggaran biaya yang digunakan untuk mengakses instagram dapat dilihat pada tabel berikut :

  

Tabel 14. Sumber Anggaran Biaya dalam Menggunakan Instagram

  No Alternatif Jawaban N F %

  1 a.

  82 62 75,6% Uang saku b.

  13 15,9% Meminta orang tua c.

  1 1,2% Pendapatan sendiri d.

  1 1,2% Lainnya (menabung dan free hotspot) e.

  2 2,4% Uang saku dan meminta orang tua f.

Uang saku dan Lainnya

  (menabung dan free hotspot) 3 3,7% Jumlah

  82 82 100% Berdasarkan tabel 14, dapat dilihat bahwa sumber anggaran biaya yang digunakan responden untuk mengakses instagram yang terbanyak memilih jawaban uang saku. Jadi, dapat disimpulkan bahwa mayoritas responden menggunakan uang saku untuk mengakses instagram adalah sebanyak 62 orang atau sebesar 75,6%. Disini dapat disimpulkan, jika instagram dimanfaatkan sebagai media pembelajaran, maka secara tidak langsung siswa ikut berkontribusi dalam memenuhi sarana dan prasarana untuk belajar. Hasil kuesioner yang ketiga yaitu mengenai potensi instagram sebagai media pembelajaran menurut responden. Aspek-aspek yang terdapat dalam kuesioner mengenai potensi instagram sebagai media pembelajaran meliputi : 1)

  

instagram sebagai media untuk mendiskusikan tugas sekolah, 2) instagram

  sebagai media untuk sharing interest atau komunitas, 3) instagram sebagai media referensi materi, 5) instagram tidak mempengaruhi waktu belajar, 6) instagram tidak membuat responden kecanduan, 7) instagram sebagai media guru untuk memberi pengumuman, 8) instagram sebagai media untuk berbagi video materi pembelajaran, 9) instagram sebagai media guru untuk membuat kuis atau tes sederhana, dan 10) instagram sebagai media pembelajaran bagi guru dan siswa. Hasil dari aspek-aspek tersebut dapat dilihat pada tabel berikut :

  

Tabel 15. Instagram untuk Mendiskusikan Tugas Sekolah

  No Alternatif Jawaban N F %

  1 a.

  82 23 28,1% Sangat Setuju b.

  30 36,6% Setuju c.

  22 26,8% Ragu-ragu d.

  7 8,5% Tidak Setuju e.

  0%

Sangat tidak setuju

  Jumlah

  82 82 100% Berdasarkan tabel 15, dapat diketahui bahwa sebanyak 36,6% responden menjawab setuju jika instagram digunakan untuk mendiskusikan tugas sekolah, 28,1% menjawab sangat setuju, 26,8% menjawab ragu-ragu, 8,5% menjawab tidak setuju dan tidak ada responden yang menjawab sangat tidak setuju. Dengan menggunakan fitur comment yang ada di dalam instagram, tentunya akan lebih mempermudah guru dan siswa dalam mendiskusikan tugas sekolah.

  

Tabel 16. Instagram untuk Sharing Interest atau Komunitas

  No Alternatif Jawaban N F %

  1 a.

  82 11 13,4 % Sangat Setuju b.

  63 76,8% Setuju c.

  8 9,8% Ragu-ragu d.

  0% Tidak Setuju e.

  0%

Sangat tidak setuju

  Jumlah

  82 82 100% Selain untuk mendiskusikan tugas sekolah, instagram juga dapat dimanfaatkan untuk media sharing tentunya dengan memanfaatkan fitur-fitur yang ada seperti mengupload foto / video dan share. Berdasarkan tabel 16, dapat diketahui bahwa sebanyak 76,8% responden menjawab setuju jika instagram digunakan untuk

  

sharing interest atau komunitas, 13,4% menjawab sangat setuju, 9,8% menjawab

  ragu-ragu, dan tidak ada responden yang menjawab tidak setuju dan sangat tidak setuju.

  No Alternatif Jawaban N F %

  1 a.

  82 6 7,3% Sangat Setuju b.

  29 35,4% Setuju c.

  29 35,4% Ragu-ragu d.

  16 19,5% Tidak Setuju e.

  2 2,4%

Sangat tidak setuju

  Jumlah

  82 82 100% Fitur lain instagram yang dapat dimanfaatkan untuk berkonsultasi dengan guru adalah fitur inbox. Berdasarkan tabel 17, dapat diketahui bahwa sebanyak 35,4% responden menjawab setuju dan dengan jumlah yang sama yaitu 35,4% menjawab ragu-ragu jika instagram digunakan untuk berkonsultasi dengan guru, 19,5% menjawab tidak setuju, 7,3% menjawab sangat setuju, serta 2,4% menjawab sangat tidak setuju. Dengan adanya fitur inbox, maka akan memudahkan siswa untuk berkonsultasi dengan guru melalui instagram dan juga terjamin kerahasiaannya karena hanya guru dan siswa yang berkonsultasi saja yang bisa membacanya.

  

Tabel 18. Instagram untuk Berbagi Referensi Materi

  No Alternatif Jawaban N F %

  1 a.

  82 11 13,4% Sangat Setuju b.

  38 46,4% Setuju c.

  12 14,6% Ragu-ragu d.

  19 23,2% Tidak Setuju e.

  2 2,4%

Sangat tidak setuju

  Jumlah

  82 82 100% Selain memanfaatkan fitur upload foto / video, comment, dan inbox untuk berdiskusi, sharing, dan berkonsultasi, guru juga dapat memanfaatkan fitur share dan caption untuk berbagi referensi materi. Berdasarkan tabel 18, dapat diketahui bahwa sebanyak 46,4% responden menjawab setuju jika instagram digunakan untuk berbagi referensi materi, 23,2% menjawab tidak setuju, 14,6% menjawab ragu-ragu, 13,4% menjawab sangat setuju dan 2,4% menjawab sangat tidak setuju. Dengan menggunakan fitur share dan caption di dalam instagram, guru dapat memanfaatkannya sebagai media untuk berbagi referensi materi dengan bebas karena tidak ada batasan jumlah font.

  Tabel 19. Instagram Tidak Mempengaruhi Waktu Belajar

  No Alternatif Jawaban N F %

  1 a.

  82 5 6,1% Sangat Setuju b. 46 56,1%

  Setuju c. 17 20,7% Ragu-ragu d. 14 17,1%

  Tidak Setuju e.

  0%

Sangat tidak setuju

  Jumlah

  82 82 100% Meskipun di awal hasil kuesioner menjelaskan bahwa mayoritas responden menggunakan instagram hanya untuk hiburan, tetapi berdasarkan tabel 19, dapat diketahui sebanyak 56,1% responden menjawab setuju bahwa instagram tidak mempengaruhi waktu belajar, 20,7% menjawab ragu-ragu, 17,1% menjawab tidak setuju, 6,1% menjawab sangat setuju dan tidak ada responden yang menjawab sangat tidak setuju. Jika instagram dimanfaatkan untuk media pembelajaran, maka instagram tidak lagi mempengaruhi waktu belajar namun justru menjadi waktu belajar bagi siswa.

  Instagram Tidak Membuat Kecanduan Tabel 20.

  No Alternatif Jawaban N F %

  1 a.

  82 5 6,1% Sangat Setuju b.

  33 40,3% Setuju c.

  12 14,6% Ragu-ragu d.

  30 36,6% Tidak Setuju e.

  2 2,4%

Sangat tidak setuju

  Jumlah

  82 82 100% Dari tabel 19 dikatakan bahwa instagram tidak mempengaruhi waktu belajar siswa, hal ini dapat diperkuat dengan hasil tabel 20, yang diketahui sebanyak 40,3% responden menjawab setuju bahwa instagram tidak membuat kecanduan maka tidak mempengaruhi waktu belajar. Selain itu sebanyak 36,6% responden menjawab tidak setuju, 14,6% menjawab ragu-ragu, 6,1% menjawab sangat setuju, dan 2,4% menjawab sangat tidak setuju.

  Tabel 21. Instagram untuk Memberi Pengumuman

  No Alternatif Jawaban N F %

  1 a.

  82 8 9,8% Sangat Setuju b.

  38 46,3% Setuju c.

  13 15,9% Ragu-ragu d.

  22 26,8% Tidak Setuju e.

  1 1,2%

Sangat tidak setuju

  Jumlah

  82 82 100% Selain untuk berbagi referensi materi, fitur upload foto / video , share dan caption juga dapat dimanfaatkan guru untuk memberi pengumuman kepada siswa. Berdasarkan tabel 21, dapat diketahui bahwa sebanyak 46,3% responden menjawab setuju jika instagram digunakan untuk memberi pengumuman, 26,8% menjawab tidak setuju, 15,9% menjawab ragu-ragu, 9,8% menjawab sangat setuju dan 1,2% menjawab sangat tidak setuju.

  Tabel 22. Instagram untuk Sharing Video Materi Pembelajaran

  No Alternatif Jawaban N F %

  1 a.

  82 17 20,7% Sangat Setuju b.

  40 48,8% Setuju c.

  16 19,5% Ragu-ragu d.

  9 11% Tidak Setuju e.

  0%

Sangat tidak setuju

  Jumlah

  82 82 100% Fitur instagram yang paling sering digunakan oleh responden dari tabel 10 adalah upload foto / video. Fitur ini dapat dimanfaatkan guru untuk berbagi materi melalui video singkat, dan disertai caption yang berisi penjelasan dari video. Selain itu, guru juga dapat memanfaatkan fitur share untuk membagikan video tersebut. Berdasarkan tabel 22, dapat diketahui bahwa sebanyak 48,8% responden menjawab setuju jika instagram digunakan untuk sharing video materi pembelajaran, 20,7% menjawab sangat setuju, 19,5% menjawab ragu-ragu, 11% menjawab tidak setuju dan tidak ada responden yang menjawab sangat tidak setuju.

  

Tabel 23. Instagram untuk Membuat Kuis atau Tes Sederhana

  No Alternatif Jawaban N F %

  1 a.

  82 6 7,3% Sangat Setuju b.

  40 48,8% Setuju c.

  14 17,1% Ragu-ragu d.

  21 25,6% Tidak Setuju e.

  1 1,2%

Sangat tidak setuju

  Jumlah

  82 82 100% Dengan memanfaatkan fitur-fitur instagram, guru dapat mendesain instagram untuk membuat kuis atau tes sederhana. Misal, guru meminta siswa untuk membuat video tutorial sebagai tes sederhana. Berdasarkan tabel 23, dapat diketahui bahwa sebanyak 48,8% responden menjawab setuju jika instagram digunakan untuk membuat kuis atau tes sederhana, 25,6% menjawab tidak setuju, 17,1% menjawab ragu-ragu, 7,3% menjawab sangat setuju dan 1,2% menjawab sangat tidak setuju.

  

Tabel 24. Instagram sebagai Media Pembelajaran

  No Alternatif Jawaban N F %

  1 a.

  82 27 32,9% Sangat Setuju b.

  28 34,2% Setuju c.

  3 3,6% Ragu-ragu d.

  24 29,3% Tidak Setuju e.

  0%

Sangat tidak setuju

  Jumlah

  82 82 100% Fitur-fitur yang ada dalam instagram seharusnya dapat dioptimalkan guru untuk mendesain suatu media pembelajaran. Berdasarkan tabel 24, dapat diketahui bahwa terdapat sebanyak 67,1% responden menjawab sangat setuju dan setuju jika instagram dimanfaatkan sebagai media pembelajaran, 29,3% menjawab tidak setuju, 3,6% menjawab ragu-ragu, dan tidak ada responden yang menjawab sangat tidak setuju.

  Analisis Potensi Media Sosial Instagram sebagai Media Pembelajaran

  Berdasarkan hasil penelitian tentang kegiatan-kegiatan yang dilakukan dalam mengakses instagram ternyata media sosial instagram bukan hal baru lagi bagi siswa. Rata-rata siswa telah memiliki instagram lebih dari satu tahun. Hasil deskriptif didapatkan bahwa dari 99 responden di SMA Negeri 1 Bergas, hanya 17 responden yang tidak mempunyai instagram. Kegiatan mengakses instagram ini rata-rata mereka online setiap harinya 1

  • – 2 kali, setiap online rata-rata hanya beberapa menit saja. Tujuan siswa dalam mengakses instagram paling banyak digunakan sebagai hiburan dan mencari teman. Media yang paling banyak digunakan yaitu mobile. Fitur-fitur instagram seperti mengupload foto / video,

  

comment, share, caption, dan inbox dapat dimanfaatkan guru untuk berdiskusi,

  kuis atau tes sederhana, serta dimanfaatkan secara optimal sebagai media pembelajaran bagi siswa. Pendapat responden mengenai potensi instagram yang dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran, 67,1% responden menjawab setuju dan sangat setuju jika instagram dimanfaatkan sebagai media pembelajaran, 3,6% menjawab ragu-ragu, 29,3% menjawab tidak setuju, dan 0% menjawab sangat tidak setuju.

  Desain pembelajaran di rumah yang dapat di desain menggunakan media sosial instagram adalah guru mengunggah foto / video materi beserta caption sebagai penjelasan dari foto / video materi tersebut. Lalu guru meminta siswa untuk mendiskusikan materi tersebut dengan cara mengomentari foto / video tersebut. Dengan demikian, guru dan siswa dapat berdiskusi mengenai suatu materi tanpa harus bertatap muka dan dalam waktu yang bersamaan.

  Diskusi

  Pada penelitian ini, ditemukan hasil bahwa siswa yang menjawab sangat setuju dan setuju jika media sosial instagram digunakan sebagai media pembelajaran sebanyak 67,1% atau dapat dikatakan berpotensi tinggi berdasarkan Tabel 2. Sisanya, siswa yang menjawab ragu-ragu dan tidak setuju jika media sosial instagram digunakan sebagai media pembelajaran sebanyak 32,9% atau sekitar 27 siswa. Untuk menanggulangi hal tersebut, maka perlu adanya penjelasan mengenai desain pembelajaran menggunakan media sosial instagram kepada siswa. Dengan demikian siswa akan memiliki gambaran mengenai pembelajaran menggunakan media sosial instagram.

  Berdasarkan data yang diperoleh dari kuesioner dan telah dianalisis, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa instagram sebagai salah satu media sosial yang sedang popular saat ini berpotensi tinggi (Tabel 2) jika dimanfaatkan sebagai media pembelajaran di SMA Negeri 1 Bergas, karena sebagian besar siswa yang menjadi subjek penelitian telah memiliki akun instagram, dan berdasarkan data kuesioner dapat diketahui bahwa 67,1% siswa setuju dan sangat setuju jika media social instagram dimanfaatkan sebagai media pembelajaran. Selain itu, rata-rata siswa mengakses instagram setiap hari walau hanya beberapa menit saja. Jika

  

instagram dimanfaatkan sebagai media pembelajaran, maka siswa akan belajar

secara rutin.

  Daftar Pustaka

  [1] Darmawan, Deni. 2012. Teknologi Pembelajaran. Bandung : Remaja Rosdakarya.

  [2] Qashmal,Zaim., Ahmadi,Dadi. 2015. “Hubungan Penggunaan Media Sosial

  Instagram terhadap Pembentukan Citra Diri”,

  https://www.google.co.id/?gws_rd=cr&ei=32j3VtH4McXD0gSJk6iQCg#, diakses pada tanggal 22 Maret 2015. [3]

  Alkhalim. 2013. “Penerapan Media Gambar atau Foto dengan Metode

  Diskusi untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas X Pada Mata Pelajaran Ekonomi Pokok Bahasan Uang di SMA Negeri 4 Sidoarjo”. Jurnal

  Pendidikan Ekonomi (JUPE). Vol 1, No. 3, (2013), http://ejournal.unesa.ac.id/index.php/jupe/article/view/3744/baca-artikel, diakses pada 22 Maret 2016. [4]

  Afriyanti, I. 2012. “Penggunaan Media Gambar Untuk Meningkatkan

  

Aktivitas dan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan

Alam Di Sekolah Dasar Negeri ,

  https://www.google.co.id/url?sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=1&c ad=rja&uact=8&ved=0ahUKEwj0iqSsjeDLAhXJipQKHUNTCt0QFggjMAA &url=http%3A%2F%2Fjurnal.untan.ac.id%2Findex.php%2Fjpdpb%2Farticle %2FviewFile%2F1049%2Fpdf&usg=AFQjCNHPts6CXXSTj4z11D57dqqx5 UnjlQ&bvm=bv.117868183,d.dGY, diakses pada 22 Maret 2016. [5]

  Rahayuningsih, Sri. 2014. “Potential Use Of Facebook As Learning Media

  For High School Students (Case Study In Sma Negeri 1 Salatiga) .

  [6] Aditya, R. Oktober 2015. “Pengaruh Media Sosial Instagram terhadap Minat Fotografi pada Komunitas Fotografi Pekanbaru”. Jom FISIP. Volume 2, No.

  2, https://www.google.co.id/?gws_rd=cr&ei=32j3VtH4McXD0gSJk6iQCg#, diakses pada 22 Maret 2016. [7]

  Sentosa, Albert. 2014. “Penggunaan Media Sosial dalam Pendidikan yang

  Tepat di Sekolah . http://www.kesekolah.com/solusi-pendidikan/penggunaan-

  media-sosial-dalam-pendidikan-yang-tepat-di-sekolah.html , diakses pada tanggal 24 Juli 2016. [8] Watson, Roy. 2010. Strategi Pengajaran Kreatif. Penerbit Erlangga. [9] Anonim. Pengertian Media Pembelajaran dan Fungsinya. http://pengertiandefinisi.com/pengertian-media-pembelajaran-dan-fungsinya/ , diakses pada tanggal 6 Oktober 2016.

  [10] Anonim. Pengertian Media Pembelajaran. http://belajarpsikologi.com/pengertian-media-pembelajaran/, diakses pada tanggal 6 Oktober 2016.

  [11] Rusman. 2012. Belajar dan Pembelajaran Berbasis Komputer

  Mengembangkan Profesionalisme Guru Abad 21. Bandung : Penerbit Alfabeta.

  [12] Sugiyono. 2014. Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: Penerbit Alfabeta.

Dokumen baru
Aktifitas terbaru
Penulis
123dok avatar

Berpartisipasi : 2016-09-17

Dokumen yang terkait
Tags

T1__Full text Institutional Repository | Saty..

Gratis

Feedback