Pengaruh penerapan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw terhadap kemampuan pemahaman konsep matematika siswa kelas viii mts negeri kisaran t.a 2016 2017 - Repository UIN Sumatera Utara

Gratis

0
1
198
1 year ago
Preview
Full text

UCAPAN TERIMAKASIH

  Nurika Khalila Daulay, MA selakuDosen Pembimbing Skripsi di tengah-tengah kesibukannya telah meluangkan waktu untuk memberikan banyak arahan dan bimbingan dengan sabar dankritis terhadap berbagai permasalahan dan selalu memberikan motivasi bagi peneliti sehingga skripsi ini dapat diselesaikan dengan baik. 82 Tabel 4.5 Distribusi Frekuensi Data Kemampuan Pemahaman KonsepMatematika Siswa yang diajar dengan Model PembelajaranKooperatif Tipe Jigsaw (A 80 Tabel 4.4 Rekapitulasi Penilaian Kemampuan Pemahaman KonsepMatematika Siswa yang diajar dengan Model PembelajaranKooperatif Tipe Jigsaw (A Tabel 2.1 Langkah-langkah Model Pembelajaran Kooperatif ...................

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Kelas Eksperimen(Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw) Lampiran 2 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Kelas Kontrol(Pembelajaran Direct Instruction) Lampiran 3 Lembar Kerja Siswa ILampiran 4 Lembar Kerja Siswa IILampiran 5 Kisi-Kisi Tes Pemahaman KonsepLampiran 6 Soal Tes Pemahaman KonsepLampiran 7 Kunci Jawaban Tes dan Pedoman Penskoran TesLampiran 8 Tabel Analisis Validitas, Reliabilitas, Tingkat Kesukaran, dan Daya BedaLampiran 9 Prosedur Perhitungan Uji Validitas SoalLampiran 10 Prosedur Perhitungan Uji Reliabilitas SoalLampiran 11 Prosedur Perhitungan Tingkat Kesukaran SoalLampiran 12 Prosedur Perhitungan Daya Beda SoalLampiran 13 Tabel Hasil Kemampuan Pemahaman Konsep Matematika Siswa Kelas EksperimenLampiran 14 Tabel Hasil Kemampuan Pemahaman Konsep Matematika Siswa Kelas KontrolLampiran 15 Data Distribusi FrekuensiLampiran 16 Perhitungan Nilai Rata-rata, Varians, dan Standart DeviasiLampiran 17 Uji NormalitasLampiran 18 Uji HomogenitasLampiran 19 Uji HipotesisLampiran 20 Dokumentasi Kegiatan PenelitianLampiran 21 Surat Izin Research dan ObservasiLampiran 22 Surat Pernyataan telah Selesai Melaksanakan Research dan

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pemahaman konsep matematika pada saat sekarang ini sangatlah

  Pemahaman merupakan paham, mengerti Salah satu masalah yang sering muncul dalam pembelajaran matematika adalah rendahnya kemampuan siswa dalam menyelesaikanmasalah matematika dalam bentuk soal yang lebih menekankan pada pemahaman konsep suatu pokok bahasan tertentu. Guru harus memiliki strategi agar siswa dapat belajar secara efektif dan efisien sesuai dengan tujuan yang diharapkan, karena menurut Ibrahim dan Syaodih bahwa “dalam interaksi belajar mengajar ditentukan oleh strategi 2 ataupun metode belajar mengajar yang digunakan.

B. Identifikasi Masalah

  Model pembelajaran yang biasa diterapkan guru belum dapat meningkatkan kemampuan pemahaman konsep siswa terhadap pelajaranmatematika. Karena model yang biasa diterapkan guru membuat siswa pasif dalam proses pembelajaran, yang dapat mengakibatkan sebagian siswa takut Kurangnya pemahaman siswa terhadap kasus-kasus tertentu dalam menyelesaikan soal-soal.

C. Perumusan Masalah

  Bagaimana kemampuan pemahaman konsep matematika siswa dengan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw di kelas VIII MTs. Apakah terdapat pengaruh yang signifikan antara penerapan model pembelajaran kooperatif tipejigsaw dan model pembelajaran direct instruction terhadap kemampuan pemahaman konsep matematika siswa dikelas VIII MTs.

D. Tujuan Penelitian

  Untuk mengetahui kemampuan pemahaman konsep matematika siswa jigsaw dengan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe di kelas VIII MTs. pengaruh yang signifikan antara penerapan Menguji ada atau tidaknyajigsaw directmodel pembelajaran kooperatif tipe dan model pembelajaraninstruction terhadap kemampuan pemahaman konsep matematika siswa di kelas VIII MTs.

E. Manfaat Penelitian

  Memberikan informasi kepada guru atau calon guru matematika tentang penerapan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw dalam meningkatkan kemampuan pemahaman konsep matematika siswa. Bagi PenelitiSebagai bahan pertimbangan dan masukan bagi peneliti sejenis dan sebagai landasan untuk dapat dijadikan landasan lebih lanjut tentangpembelajaran kooperatif tipe jigsaw dalam cakupan yang lebih luas.

BAB II LANDASAN TEORITIS A. Kajian Teori 1. Model Pembelajaran Kooperatif a. Pengertian Model Model diartikan sebagai pedoman dalam melakukan kegiatan. Model

  dapat dipahami sebagai:1) Suatu tipe atau desain.2) Suatu deskripsi atau analogi yang dipergunakan untuk membantu proses risualisasi sesuatu yang tidak dapat langsung diamati. 3) Suatu sistem asumsi-asumsi, data-data, dan inferensi-inferensi yang dipakai untuk menggambarkan secara matematis suatu obyek atau peristiwa.4) Suatu desain yang disederhanakan.5) Suatu deskripsi dari suatu sistem yang mungkin atau imajiner.6) Penyajian yang diperkecil agar dapat menjelaskan dan menunjukkan sifat aslinya.

1 Model adalah sesuatu yang direncanakan, direkayasa, dikembangkan

diujicobakan, lalu dikembalikan pada badan yang mendesainnya, kemudian diujicoba ulang, baru menjadi sesuatu yang final. 2 Model adalah seluruh rangkaian penyajian materi ajar yang meliputi segala aspek sebelum, sedang dan sesudah pembelajaran yang dilakukan

1 Syaiful Sagala, (20), Konsep dan Makna Pembelajaran: Untuk

  guru serta segala fasilitas yang terkait yang digunakan secara langsung 3 atau tidak langsung dalam proses belajar mengajar. Maka dari pengertian model diatas dapat disimpulkan bahwa model adalah kerangka konseptual yang dipakai sebagai pedoman dalammelakukan suatu kegiatan.

b. Pengertian Belajar dan Pembelajaran 1) Pengertian Belajar

      insanuns atau Kata (انسان) atau manusia terambil dari akar kata (انس)nis-y yang berarti lupa.senang, jinak, dan harmonis atau dari kata (نسي)naus Ada juga yang berpe yakni gerak atau ndapat berasal dari kata (نوس)insan dinamika. ihtibak Pada ayat diatas dinamai maksudnya adalah tidak disebutkan sesuatu keterangan, yang sewajarnya ada pada dua susunan kalimat yangbergandengan, karena keterangan yang dimaksud sudah disebut pada kalimat yang lain.

12 Departemen Agama RI Surat Al-Mujadilah : 11, (20), Al-

  Orang yang berbuatbaik dibalas dengan kebaikan, dan orang yang berbuat buruk akan 15 dibalas-Nya dengan apa yang pantas baginya, atau diampuni-Nya. Dengan demikian, dapat diambil kesimpulan bahwa belajar adalah suatu proses atau aktivitas secara sadar dan sengaja, yang dirancanguntuk mendapatkan suatu pengetahuan dan pengalaman yang dapat mengubah sikap dan tingkah laku seseorang, sehingga dapatmengembangkan dirinya kearah kemajuan yang lebih baik.

2) Pengertian Pembelajaran

  Adapun menurut Dimyati dalam Ahmad Susanto, pembelajaran adalah kegiatan guru secara terprogram dalam desain instruksional, untukmembuat siswa belajar secara aktif, yang menenkankan pada penyediaan 25 sumber belajar. Dari pendapat diatas, dapat disimpulkan bahwa pembelajaran adalah proses untuk membantu peserta didik dengan tujuan yang telahditetapkan agar dapat belajar dengan baik.

c. Pembelajaran Matematika

  mathematike Matematika berasal dari perkataan Yunani, , yaitu ilmu 26 yang mempelajari tentang besaran, struktur, ruang dan perubahan.24 Ahmad Susanto, (2013), Teori Belajar dan Pembelajaran , Jakarta: yang berarti “belajar atau hal yang dipelajari”, sedang dalam bahasa Belanda, matematika disebutwiskunde yang berarti ilmu pasti, yang kesemuanya berkaitan dengan 27 penalaran. Sedangkan secaraaksiologinya dikemukakan oleh Cockroft, bahwa matematika sangat dibutuhkan dan berguna dalam kehidupan sehari-hari, bagi sains,perdagangan dan industry, dan karena matematika menyediakan suatu daya, alat komunikasi yang singkat dan tidak ambigius serta berfungsi 33 sebagai alat untuk mendeskripsikan dan memprediksi.

d. Pengertian Model Pembelajaran

  Model pembelajaran merupakan suatu kerangka konseptual yang melukiskan prosedur secara sistematis dalam mengorganisasikanpengalaman belajar untuk mencapai tujuan belajar tertentu dan berfungsi sebagai pedoman bagi para perancang pembelajaran dan para pengajardalam merencanakan dan melaksanakan aktivitas pembelajaran. Joyce dan Weil dalam Trianto mengemukakan bahwa model pembelajaran adalah suatu perencanaan atau suatu pola yang digunakansebagai pedoman dalam merencanakan pembelajaran dikelas atau pembelajaran dalam tutorial dan untuk menentukan perangkat-perangkatpembelajaran termasuk didalamnya buku-buku, film, komputer, dan lain- 39 lain.

1) Berdasarkan teori pendidikan dan teori belajar dari para ahli tertentu

  2) Memiliki dampak sebagai akibat terapan model pembelajaran, dampak Pembelajaran kooperatif adalah rangkaian kegiatan belajar yang dilakukan oleh siswa dalam kelompok-kelompok tertentu untuk pada cara guru menerapkan model pembelajaran untuk mendorong keberhasilan guru dalam proses belajar mengajar, guru harus mengertiakan fungsi dan langkah-langkah pelaksanaan model mengajar. 6) Dampak pengiring, hasil belajar jangka panjang b) Dampak pembelajaran, hasil belajar yang diukur a) tersebut meliputi : 5) Mempunyai misi atau tujuan pendidikan tertentu, misalnya model Sistem pendukung d) Sistem sosial c) Adanya prinsip-prinsip reaksi b) Urutan langkah-langkah pembelajaran a) Memiliki bagian-bagian model yang dinamakan : 4) Dapat dijadikan pedoman untuk perbaikan kegiatan belajar mengajar dikelas.

e. Hakikat Model Pembelajaran Kooperatif

  Artzt & Newman dalam Trianto, menyatakan bahwa dalam belajar kooperatif siswa belajar bersama sebagai suatu tim dalam menyelesaikantugas-tugas kelompok untuk mencapai tujuan bersama. Pembelajaran kooperatif timbul dari adanya konsep bahwa siswa akan lebih mudah menemukan dan memahami suatu kompetensi pembelajaranatau materi pelajaran dengan melakukan diskusi dengan temannya.

41 Wina Sanjaya, (2012), Model pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan, Jakarta: Kencana, hal. 2

  Agar pembelajaran kooperatif menjadi pembelajaran kelompok yang terarah, terpadu, efektif, dan efisien maka diperlukan langkah-langkahpendekatan mengajar dari pembelajaran kooperatif dapat dilihat pada 52 tabel berikut ini : Tabel 2.1 Langkah-langkah Model Pembelajaran Kooperatif Fase Tingkah Laku Guru Guru menyampaikan semua tujuanFase-1 pelajaran yang ingin dicapai pada Menyampaikan tujuan dan pelajaran tersebut dan memotivasi siswamemotivasi siswa belajar. Dalam pembelajaran ini kolabolatif peer tutor siswa belajar secara dan adanya , yang mana untuk mencapai kondisi yang demikian, dibutuhkan kelompok-kelompokbelajar dengan kemampuan yang heterogen sehingga terjadi pengembangan pengetahuan dan keterampilan siswa dalam kelompok-kelompok belajar.

56 Imas kurniasih dan Berlin Sani, (2015), Ragam Pengembangan Model

  Anggota dari tim yang berbeda yang telah mempelajari bagian/subbab yang sama bertemu dalam kelompok baru (kelompok ahli) untuk mendiskusikan subbab merekae. Setelah selesai diskusi sebagai tim ahli tiap anggota kembali ke kelompok asal dan bergantian mengajar teman satu tim mereka tentang subbab yang mereka kuasai dan tiap anggota lainnya mendengarkandengan seksama f.

59 Sedangkan menurut Syaiful Bahri Djamarah langkah-langkah

  Tabel 2.2 Tahapan-Tahapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe JigsawTahapan Kegiatan Keterangan Pertama Membentuk kelompok asal Guru membagi siswa dalam yang heterogen kelompok asal yang berjumlah5-6 orang Kedua Membagikan tugas/materi Guru membagi pelajaran yang akan dibahas ke dalam 5-6segmen. Siswa membagi tugas/materi yang berbeda padatiap siswa dalam tiap kelompok Ketiga Membentuk kelompok ahli Siswa dari masing-masing kelompok asal bergabungdengan siswa lain yang memiliki segmen pelajaran yang sama Keempat Diskusi kelompok ahli Siswa berdiskusi dalam kelompok berdasarkan kesamaanmateri masing-masing siswa Kelima Diskusi kelompok asal Siswa kembali ke kelompok asalnya masing-masing danbergiliran mengajarkan materi kepada anggota kelompoknyayang lain.

3. Direct Instruction Model Pembelajaran

  Sistem pengolaan dan lingkungan belajar yang mendukung berlangsung dan berhasilnya pengajaran.direct instruction Pada model pembelajaran terdapat lima fase yang sangat penting, yakni : (1) Menyampaikan tujuan dan mempersiapkansiswa, (2) Mendeskripsikan pengetahuan/keterampilan, (3) Membimbing 64 dan (5) Memberikan kesempatan untuk pelatihan lanjutan dan penerapan. Dengan ceramah dapat bermanfaatuntuk menyampaikan informasi kepada siswa yang tidak suka membaca atau yang tidak memiliki keterampilan dalam menyusun danmenafsirkan informasi, serta untuk menyampaikan pengetahuan yang tidak tersedia secara langsung bagi siswa, termasuk contoh-contoh yangrelevan dan hasil-hasil penelitian terkini.

4. Pemahaman Konsep Matematika a. Pengertian Pemahaman

  Pemahaman merupakan kemampuan untuk menyerap arti dari materi atau bahan yang dipelajari. Pemahaman ini adalah seberapa besar siswamampu menerima, menyerap, dan menelaah pelajaran yang diberikan oleh guru kepada siswa atau sejauh mana siwa dapat menelaah sertamengerti apa yang ia baca, yang dilihat, yang dialami atau yang ia rasakan berupa hasil penelitian atau observasi langsung yang ia 67 lakukan.

b. Pengertian Konsep

  Womack dalam buku Ahmad Susanto konsep didefenisikan sebagai “kata atau ungkapan yang berhubungan dengan sesuatu yang menonjol, sifat yang melekat. Pemahaman dan penguasaan konsep yang tepat bergantung pada penguasaan sifat yang 69melekat tadi, pengertian umum kata yang bersangkutan.” Konsep merupakan sesuatu yang tergambar dalam pikiran, suatu pemikiran, gagasan atau suatu pengertian.

c. Pengetian Pemahaman Konsep Matematika

  Kemampuan untuk meramalkan Kemampuan kecenderungan yang ada menurut data tertentu dengan mengutarakan konsekwensi dan implikasi yang sejalan dengan kondisi yangdigambarkan, seperti mampu menerapkan konsep-konsep dalam perhitungan matematika. Dengan demikian, siswa dikatakan memahami konsep jika siswa mampu menyatakan ulang sebuah konsep, mengklasifikasikan objekmenurut sifat dari sebuah konsep, mengidentifikasi dan memberi contoh atau bukan contoh dari konsep, menyajikan konsep dalam bentuk representasi matematis , dan mengaplikasikan konsep atau algoritma dalam pemecahan masalah.

5. Materi Ajar Bangun Ruang Sisi Datar (Kubus dan Balok) a. Kubus 1) Pengertian Kubus

  Dari lgambar 2.1 terlihat bahwa kubus memiliki 6 buah sisi yang semuanya berbentuk Rusuk Rusuk kubus adalah garis potong antara dua sisi bidang kubus dan terlihat seperti kerangka yang menyusun kubus. Ternyata diagonal bidang AC dan EG beserta dua rusuk kubus yang sejajar, yaitu AE dan CG membentuksuatu bidang di dalam ruang kubus bidang ACGE pada kubus ABCD.

3) Jaring-jaring Kubus

  Terdapat berbagai bentuk 76 jaring-jaring kubus , diantaranya : Gambar 2.6 Contoh Jaring-jaring Kubus 4) Luas Permukaan Kubus Gambar 2.7 Kubus dan Jaring Dari gambar 2.7 terlihat suatu kubus beserta jaring-jaringnya. Untuk mencari luas permukaan kubus, berarti sama saja dengan menghitung 77 luas buah persegi yang sama dan kongruent maka :Luas permukaan kubus = � ��� − ��� = 6 x (s x s) 2 = 6 x 2 L = 6 2 berikut.

5) Volume Kubus

  untuk membuat kubus satuan pada gambar 2.8 (b), diperlukan 2x2x2 = 8 kubus satuan, sedangkan kubus pada gambar 2.8 (c), diperlukan 3x3x3 = 27kubus satuan. dengan demikian, volume atau isi suatu kubus dapat ditentukan dengan cara mengalikan panjang rusuk kubus tersebut 78 sebanyak tiga kali.

2 Luas alas =

  ruas garis AC yang melintang antara dua titik sudut yang saling berhadapan pada satu bidang, yaitutitik sudut A dan titik sudut C, dinamakan bidang diagonal balok ABCD. Jadi, diagonal ruang tebentuk dari ruas garis yang menghubungkan dua titik sudut yang saling berhadapan di dalamsuatu bangun ruang.

79 ABCD.EFGH

Contoh soal :Dari gambar balok di samping, tentukan: (a) Panjang diagonal PR , (b)Panjang diagonal TR Jawab:(a) Panjang diagonal PR dapat dihitung menggunakan teorema phytagoras: 2 2 2 2 2= = 8 + 6 = 64 + 36 = 100 �� � � Jadi, panjang diagonal PR adalah 10 cm(b) Panjang diagonal TR dapat dihitung menggunakan teorema 2 2 2 2 2= = 5 + 10 = 25 + 100 = 125 �� �� �� 5 Jadi, panjang diagonal TR adalah 5 cm.

2) Sifat-sifat Balok

  Perhatikan rusuk-rusuk balok pada gambar rusuk-rusuk yang sejajar seperti AB,CD, EF, dan GH memiliki ukuran yang sama panjang begitu pula AE, BF, CG, dan DH memiliki ukuran yang sama panjang. Dari gambar 2.12 terlihat bahwa panjang diagonal bidang pada sisi yang berhadapan, yaitu ABCD dengan EFGH, ABFEdengan DCGH, dan BCFG dengan ADHE memiliki Ukuran yang sama panjang.

e) Setiap bidang diagonal pada balok memiliki bentuk persegi panjang

  EFGH pada gambar 2.12. Begitu pula 80 dengan bidang diagonal lainnya.

3) Jaring-jaring Balok

  Jaring-jaring balok yang diperoleh pada gambar tersusun atas 81 Diantaranya adalah sebagai berikut : Gambar 2.13 Contoh Jaring-jaring Balok 4) Luas Permukaan Balok Cara menghitung luas permukaan balok sama dengan menghitung luas permukaan kubus, yaitu dengan menghitung semua luas jaring-jaringnya. Gambar 2.14 Balok dan Jaring Misalkan, rusuk-rusuk pada balok diberi nama p (panjang), l (lebar), dan t (tinggi) seperti pada gambar 2.14.

5) Volume Balok

  Caranya adalah dengan menentukan satu balok satuan yangdijadikan acuan untuk balok yang lain. Untuk membuat balok seperti pada gambar 2.15 (b), diperlukan 2x1x2 = 4 balok satuan, sedangkan untuk membuat balok seperti pada gambar 2.15 (c) diperlukan2x2x3 = 12 balok satuan.

6. Penelitian yang Relevan

  Penelitian terdahulu yang relevan dengan penelitian yang akan dilakukan peneliti diantaranya adalah: Dini Herguhtya Pratiwi, mahasiswiUniversitas Semarang, dengan judul : Penerapan Model Pembelajaran Jigsaw Kooperatif Tipe untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas VII di SMP Negeri 1 Batang. Hal ini dapat hitung tabelhitungdilihat nilai t > t , dari hasil pengolahan data diperoleh nilai ttabelsebesar 2,23 dan nilai t pada taraf signifikan 5% dan 1% sebesar 2,02 dan 2,69.

B. Kerangka Berpikir

  Pemahaman konsep matematika adalah kemampuan siswa dalam menerjemahkan, menafsirkan, dan menyimpulkan suatu konsep matematis Akan tetapi pada kenyataan masih banyak siswa yang memiliki kemampuan pemahaman konsep yang rendah, hal ini terjadi karena masih direct banyak guru yang melakukan pembelajaran dengan pembelajaran instruction dan melakukan pembelajaran dengan satu arah. Adapun hipotesis dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: Ha : Terdapat pengaruh yang signifikan antara model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw terhadap kemampuan pemahaman konsepsiswa kelas VIII MTs Negeri Kisaran tahun ajaran 2016/2017.

BAB II I METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif. Penelitian

  Populasi Indra menyatakan populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas objek/subjek yang memiliki kuantitas dan karakteristik tertentu yangditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik 2 kesimpulannya. Siswa juga dapat dengan mudah menerima model pembelajaran baru sehinggamudah untuk diarahkan pada saat peneliti menerapkan model pembelajaran yang dijadikan sebagai metode uji coba dalam penelitian ini.

2. Sampel

  Teknik sampling dengan menggunakan teknik digunakan bilamana populasi tidak terdiri cluster random sampling dari individu-individu, melainkan terdiri dari kelompok-kelompok yang 6 mempunyai karakteristik yang sama (homogen). Satu kelas untukkelompok model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw sebagai kelas eksperimen, dan satu kelas lagi untuk model pembelajaran direct instruction sebagai kelas kontrol.

D. Defenisi Operasional

  Jigsaw Pembelajaran Kooperatif TipeJigsaw dalam penelitian ini adalah adalah model pembelajaran kooperatif yang didesain untuk meningkatkan rasa tanggungjawab siswa terhadap pembelajarannya sendiri dan juga pembelajaran orang lain. Siswa tidakhanya mempelajari materi yang diberikan, tetapi mereka juga harus siap memberikan dan mengajarkan materi tersebut kepada kelompoknya.

3. Pemahaman Konsep Matematika

  Pemahaman konsep merupakan suatu kemampuan penguasaan tentang ide- ide mendasar dari materi ajar itu sendiri sehingga dapat menyelesaiankansetiap permasalahan dengan benar. Pemahaman konsep dapat diartikan sebagai kemampuan yang mendefinisikan konsep, mengidentifikasi danmemberi contoh atau bukan contoh dari konsep, mengembangkan kemampuan koneksi matematik antar berbagai ide, memahami bagaimanaide-ide matematik saling terkait satu sama lain sehingga terbangun pemahaman menyeluruh, dan menggunakan matematik dalam konteks diluar matematika.

E. Teknik dan Instrumen Pengumpulan Data

  Tanpa mengetahui teknik pengumpulan data, maka penelitia tidak akan mendapatkan data yang memenuhi standar data yang ditetapkan. Menurut Suharsimi dalam Sudaryono instrumen pengumpulan data adalah alat bantu yang dipilih dan digunakan oleh peneliti dalam kegiatannyamengumpulkan agar kegiatan tersebut menjadi sistematis dan dipermudah olehnya.

7 Maka instrumen penelitian adalah alat atau sarana yang digunakan

  Metodedokumentasi dalam penelitian ini digunakan untuk memperoleh data informasi MTs Negeri Kisaran yang berupa data nama-nama siswa kelas VIII MTs Negeri Kisaran, letak geografis madrasah, sarana-prasarana madrasah, tenaga pendidik di madrasah, RPP guru dengan KompetensiDasar Bangun Ruang Sisi Datar yang digunakan pada kelas kontrol, serta situasi saat KBM berlangsung. Instrumen tes yang digunakan untuk mengukur pemahaman konsep matematika siswa kelas VIII MTs Negeri Kisaran adalah lembar tes/soalyang berbentuk uraian berjumlah 5 soal yang bertujuan untuk mengetahui kemampuan pemahaman konsep matematika siswa terhadap materi yangdiberikan.

a. Validitas Tes

Perhitungan validitas butir tes menggunakan rumus product moment N xy x y10       angka kasar yaitu : r xy 2222 N x x N y y                  Keterangan: x = Skor butir y = Skor totalr xy = Koefisien korelasi antara skor butir dan skor total N = Banyak siswaKriteria pengujian validitas adalah setiap butir soal valid apabila r r ( diperoleh dari nilai kritis dan jugaxy ta bel r r product moment  ta bel menggunakan Formula Guillford yakni setiap item dikatakan valid r r apabila ).xy  ta bel Siswa kelas IX-A MTs Negeri Kisaran yang berjumlah 32 siswa dijadikan sebagai validator untuk memvaliditasi tes yang akan digunakanuntuk tes hasil belajar kelas eksperimen dan kelas kontrol. Dari hasil perhitungan validasi tes yang terdapat pada lampiran, dengan rumus Korelasi Product Moment dan juga Formula Guillford,ternyata dari 5 soal tes berbentuk uraian yang diujicobakan pada siswa maka diperoleh hasil bahwa kelima soal tersebut dinyatakan valid. Sehingga dari 5 soal yang telah dinyatakan valid tersebut, semua soal akan digunakan sebagai instrumen tes pada tes kemampuan pemahaman

b. Reliabilitas Tes

Suatu tes dapat dikatakan mempunyai taraf kepercayaan yang tinggi jika tes tersebut dapat memberikan hasil yang tetap. Untuk mengujireliabilitas tes berbentuk uraian digunakan rumus alpha yang 11 dikemukakan oleh Arikunto sebagai berikut : 2� Σ� �= 111 − 2� − 1 � ( ( 2 � )22 )2 � − − 2 2� � = = dan � �� � Keterangan : r 11 : Reliabilitas yang dicari 2 i : Jumlah varians skor tiap-tiap item∑� 2 t : Varians total� n : Jumlah soalN : Jumlah responden Dengan kriteria reliabilitas tes : 11≤ 0,20 ��� ��� �� �� ℎ (��) 0,20 ≤ 11 ≤ 0,40 ��� ��� �� ℎ (��) 0,40≤ 11 ≤ 0,60 ��� ��� � �� (��) 0,60≤ 11 ≤ 0,80 ��� ��� ����� (��) 0,80≤ 11 ≤ 1,00 ��� ��� �� ����� (��)

c. Tingkat Kesukaran

  Teknik Analisis Data Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini terdiri atas dua tahapan yaitu analisis deskriptif dan analisis inferensial. 14 �� interval = Perkalian antara titik tengah setiap interval dengan frekuensi �� = Titik tengah setiap interval �� � = Mean �� Keterangan : �� �� � = �� : Nilai rata-rata dapat dicari dengan rumus Tabel 3.3 Kategori Kemampuan Pemahaman Konsep Matematika Siswa Interval Nilai Kategori Penilaian Menghitung Mean (rata-rata hitung) Sangat Baik 1.

2. Menghitung Varians dan Standart Deviasi

15 Nilai standart deviasi dapat dicari dengan rumus : 2 2) � � � − (� � 2 � � � �= � �(� − 1) 2� = � Dimana :

2 S = Varians

  Kita bandingkan dengan L yang diambil dari daftar untuk � taraf nyata 0,05 dengan kriteria :1) < maka data berdistribusi normal Jika � ��� 2) maka data tidak berdistribusi normal Jika � ��� 4. Uji Homogenitas Data Uji homogenitas digunakan untuk mengetahui apakah sampel yang diteliti mempunyai varians yang sama.

5. Uji Hipotesis

  Hipotesis statistik yang diuji dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :Ha : : Terdapat pengaruh yang signifikan antara model � 1 ≠ � 2 pembelajaran kooperatif tipe jigsaw terhadap kemampuan pemahaman konsep siswa kelas VIII MTs Negeri Kisarantahun ajaran 2016/2017. = Ho : : Tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara model � 1 � 2 pembelajaran kooperatif tipe jigsaw terhadap kemampuan pemahaman konsep siswa kelas VIII MTs Negeri Kisarantahun ajaran 2016/2017.

BAB IV HASIL PENELITIAN A. Hasil Penelitian 1. Temuan Umum Penelitian a. Profil Madrasah Nama Madrasah adalah Madrasah Tsanawiyah Negeri Kisaran. Lokasi

  Visi MTs Negeri Kisaran adalah terwujudnya peserta didik yang beriman, bertaqwa, cerdas, terampil dan berprestasi serta mampubersaing di era globalisasi. 2) Menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, rapi, bersih dan menyenangkan.

3) Menumbuhkan kedisiplinan peserta didik dan warga sekolah

4) Mengembangkan kemampuan peserta didik melalui pengenalan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni, serta mengembangkan kreatifitas peserta didik agar menjadi terampil dan mandiri. Adapun fasilitas yang tersedia di MTs Negeri Kisaran yaitu : Tabel 4.1 Rekapitulasi Fasilitas di MTs Negeri Kisaran FASILITAS Sarana Sarana Prasarana Bangunan Prasarana NO Pendukung Gedung Pendukung Pendidikan Lainnya Jenis Jlh Jenis Jlh Jenis Jlh 1 Ruang Kelas 23 Kursi Siswa 572 Laptop 3 2 Ruang 1 Meja Siswa 750 Personal 39 Kepala KomputerMadrasah 3 Ruang Guru 1 Kursi Guru 22 Printer 8 dalam Kelas 4 Ruang Tata 1 Meja Guru 22 Televisi 2 Usaha dalam Kelas 5 Laboratorium 1 Papan Tulis 22 Mesin Fax 1 BiologiLaboratorium 1 Alat Peraga 2 LCD 17 6 Komputer Fisika Proyektor Laboratorium 1 Alat Peraga 80 Layar 1 7 Bahasa Biologi (Screen) Ruang 1 Bola Sepak 5 Meja Guru 35 8 Perpustakaan dan Tenaga

9 Ruang Usaha

  13 Ruang Kisaran telah memiliki sarana prasana yang sesuai dengan StandarNasional Pendidikan yakni dimana MTs Negeri Kisaran telah memiliki fasilitas yang terbagi menjadi 3 bagian yaitu bangunangedung, sarana prasarana pendukung pendidikan, dan sarana prasarana pendukung lainnya. Untuk fasilitas yang berupa bangunan gedung 1 Sumber : Tata Usaha MTs.

b. Data Siswa

  Tabel 4.2 Rekapitulasi Jumlah Siswa MTs Negeri Kisaran T. A 2016/2017 Jumlah Jumlah Siswa Kelas Jumlah Ruang Kelas L P8 137 171 308 VII VIII8 142 136 278 7 124 152 276 IX Total23 403 459 862 Sumber : Tata Usaha MTs.

c. Data Pendidik dan Tenaga Kependidikan

  Model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw yang diterapkan oleh peneliti pada kelas dinilai sangat membantu siswa dalam meningkatkanpemahaman yang dimiliki siswa, dimana siswa dapat memahami konsep lebih dalam lagi yakni dengan mencari informasi terkait materi, danmendiskusikan pengetahuan-pengetahuan yang masing-masing siswa miliki terkait materi didalam kelompok ahli agar terbentuk suatu konsep b. Jumlah siswa yang memperoleh nilai sangatkurang baik sebanyak 9 siswa atau sebesar 25%, yang memiliki kategori kurang baik sebanyak 10 siswa atau sebesar 29%, yang memiliki nilaikategori cukup baik sebanyak 10 siswa atau sebesar 29%, yang memiliki nilai kategori baik sebanyak 6 siswa atau 17%, yang memiliki nilaikategori sangat baik tidak ada atau 0%.

1) Uji Persyaratan Analisis

  Dalam proses analisis tingkat lanjut untuk menguji hipotesis, perlu dilakukan uji persyaratan data meliputi : Pertama, bahwa data bersumberdari sampel yang dipilih secara acak. Sedangkan pada BAB ini dilakukan uji persyaratan analisis normalitas dan homogenitas dari distribusi datahasil tes yang telah diperoleh.

a) Uji Normalitas

  Tetapi jika L- > L- maka sebaran data tidak hitung tabel  Hasil Kemampuan Pemahaman Konsep Matematika Siswa yang diajar dengan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe JigsawBerdasarkan hasil perhitungan uji normalitas untuk sampel pada hasil kemampuan pemahaman konsep matematika siswa yang diajardengan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw (A 1 B) diperoleh nilai L- hitung = 0.103 dengan nilai L- tabel = 0,150.  Hasil Kemampuan Pemahaman Konsep Matematika Siswa yang diajar dengan Model Pembelajaran Direct InstructionBerdasarkan hasil perhitungan uji normalitas untuk sampel pada hasil kemampuan pemahaman konsep matematika siswa yang diajardengan model pembelajaran direct instruction (A 2 B) diperoleh nilai L- = 0.139 dengan nilai L- = 0,150.

1 B 0,03

0,150 Ho : Diterima, Normal A

1 B 2 0,39

Dari tabel diatas, dapat diambil kesimpulan bahwa semua sampel berasal dari populasi yang berdistribusi normal sebab semuaL- hitung < L- tabel .

b) Uji Homogenitas

  Pada kelas VIII-A dan kelas VIII-B diperoleh varians dari kedua sampel berbeda hasil kemampuan pemahaman konsep matematikasiswa pada kelas VIII-A yang diberi pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw akan berbedadengan kelas VIII-B yang diberi pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran direct instruction. Hal ini menunjukkan bahwa hitung tabel 1,262 < 1,772, maka dapat diketahui bahwa varians kedua sampel tersebut homogen.

c) Pengujian Hipotesis

  Sebagaimana dikemukakan dalam BAB III bahwa :Ha : : Terdapat pengaruh yang signifikan antara model 1 2� ≠ � pembelajaran kooperatif tipe jigsaw terhadap kemampuan pemahaman konsep siswa kelas VIII MTsNegeri Kisaran tahun ajaran 2016/2017. A 2016/2017, yang berarti bahwa dari hasil perhitungan ANAVA satu jalur diketahui bahwa terdapat pengaruh dari model pembelajarankooperatif tipe jigsaw terhadap kemampuan pemahaman matematika konsep siswa kelas VIII MTs Negeri Kisaran T.

B. Pembahasan Hasil Penelitian

  Penelitian ini ditinjau dari penilaianterhadap tes kemampuan pemahaman konsep matematika siswa dalam bentuk uraian pada materi bangun ruang sisi datar (kubus dan balok), yangmenghasilkan nilai rata-rata (mean) dalam hitung kemampuan pemahaman konsep matematika siswa pada kelas VIII-A dan VIII-B dengan jumlah siswayang sama yaitu 35 siswa. Hal itu memperlihatkan bahwa lebih banyak siswa yang sudah mampu untukmenyelesaikan permasalahan baik pengetahuan, pemahaman, serta aplikasi yaitu siswa sudah mampu menentukan sifat-sifat dari kubus dan balok,membuat jaring-jaring kubus dan balok, menyelesaikan soal mengenai luas Ibrahim dan Syaodih bahwa “dalam interaksi belajar mengajar ditentukan oleh strategi ataupun metode be lajar mengajar yang digunakan”.

2 Untuk perbedaan nilai kemampuan pemahaman konsep matematika

2. Kemampuan Pemahaman Konsep Matematika Siswa dengan Penerapan Model Pembelajaran Direct Instruction

  Hasil kemampuan pemahaman konsep matematika siswa di kelas VIII-B ini yang dikhususkan pada materi pokok bangun ruang sisi datar(kubus dan balok) dengan sub materi sifat-sifat kubus dan balok, jaring- jaring kubus dan balok, luas permukaan serta volume kubus dan balok. Dan kenyataan diatas juga menunjukkan bahwa dengan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw lebih baik dan lebih efektif untuk Model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw adalah model pembelajaran kooperatif yang didesain untuk meningkatkan rasatanggungjawab siswa terhadap pembelajarannya sendiri dan juga pembelajaran orang lain.

C. Keterbatasan Penelitian

  Hal tersebut agar hasil penelitian atau kesimpulan yang diperolehsesuai dengan perlakuan yang telah diberikan, akan tetapi tidak menutup kemungkinan terddapat kekeliruan dan kesalahan. Pada penelitian yang telah dilakukan, kemampuan pemahaman konsep hanya membatasi pada materi bangun ruang sisi datar (kubus dan balok), dan tidak membahas kemampuan pemahaman konsep matematika padamateri yang lain.

2. Pada saat proses pembelajaran, siswa belum terbiasa untuk pembelajaran

  Pada proses pembelajaran suasana kelas kurang kondusif, karena pada pembelajaran kooperatif tipe jigsaw mengharuskan siswa beberapa kalibertukar kelompok, karena didalam pembelajaran kooperatif tipe jigsaw terdapat 2 bagian kelompok yaitu kelompok asal dan kelompok ahli. Pada saat melakukan post-tes untuk melihat hasil dari perlakuan yang diberikan, ada kecurangan yang terjadi diluar pengawasan peneliti sepertiadanya siswa yang mencontek temannya padahal peneliti sudah semaksimal mungkin melakukan pengawasan terhadap siswa.

BAB V SIMPULAN, IMPLIKASI, SARAN A. Simpulan Berdasarkan hasil penelitian yang telah diperoleh, serta permasalahan

  Untuk model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw yang diterapkan di kelas VIII-A MTs Negeri Kisaran T. A 2016/2017 memberikan pengaruh yang baik terhadap kemampuan pemahaman konsep matematika siswa padamateri bangun ruang sisi datar (kubus dan balok).

2. Untuk model pembelajaran direct instruction yang diterapkan di kelas

  A 2016/2017 memberikan pengaruh yang baik terhadap kemampuan pemahaman konsep matematika siswa padamateri bangun ruang sisi datar (kubus dan balok). Nilai rata-rata (mean) hasil kemampuan pemahaman konsep matematika siswa yang diajar dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipejigsaw lebih baik dibanding dengan nilai rata-rata (mean) hasil kemampuan pemahaman konsep matematika siswa yang diajar denganmenerapkan model pembelajaran direct instruction di kelas VIII MTs Negeri Kisaran T.

B. Implikasi

  Oleh sebab itu, penerapan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw dapat dijadikan salah satu solusi cerdas yang dapat melibatkansiswa secara aktif dalam belajar sebagai upaya untuk mendapatkan hasil kemampuan pemahaman konsep matematika yang optimal dari siswaterutama dalam bidang matematika. Model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw ini adalah model pembelajaran yang muncul dari konsep bahwa siswa akan lebih mudahmenemukan dan memahami konsep yang sulit jika mereka saling berdiskusi dengan temannya.

C. Saran

  Demi kemajuan dan keberhasilan pelaksanaan proses belajar mengajar, dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan maka penelitimemberikan saran yakni : 1. Bagi kepala sekolah, sebaiknya sekolah mengupayakan pelatihan bagi guru untuk dapat mendukung pelaksanaan pembelajaran kooperatif tipe jigsaw, agar tujuan pembelajaran dapat tercapai sesuai dengan harapan.

2. Bagi guru, sebaiknya meningkatkan kompetensi keprofesionalannya

  Hal ini membuat siswa tidak mudah bosan dan tetaptermotivasi untuk mengikuti proses pembelajaran yang pada akhirnya dapat meningkatkan pemahaman konsep matematika siswa pada materipelajaran mengenai bangun ruang sisi datar (kubus dan balok). Bagi peneliti lain, jika hendak mengkaji permasalahan yang sama sebaiknya lebih cermat dan lebih mengupayakan pengkajian teori-teoriyang berkaitan dengan pembelajaran kooperatif tipe jigsaw guna melengkapi kekurangan yang ada serta sebagai salah satu alternatif dalammeningkatkan pemahaman konsep matematika siswa yang belum tercakup dalam penelitian ini agar diperoleh hasil yang lebih baik.

DAFTAR PUSTAKA

  Kubus dan Balok untuk Kelas VIII SMP Abda dan Acef (2.G). Belajar dan Pembelajaran Dimyati dan Mudjiono.

58 Model Pembelajaran Inovatif. Medan: Media Persada

  Belajar dan Faktor-faktor yang Mempengaruhinya. Konsep dan Makna Pembelajaran: Untuk membantu Memecahkan Problematika Belajar dan Mengajar.

68 Model Pembelajaran Inovatif dalam Kurikulum 2013

  Dalam kegiatan eksplorasi, guru:  Guru mengorganisasikan dalam kelompok yang heterogen (kelompok asal). Guru membagi materi menjadi beberapa sub materi untuk diberikan kepada masing-masing siswa yang ada didalam kelompok asal. Kemudian guru memberi instruksi kepada siswa yang memiliki sub materi sama dari berbagai kelompok, untuk berkumpul menjadi satu kelompok (kelompok ahli).  Guru menginstruksikan kepada siswa untuk menyelesaikan masalah jaring-jaring kubus dan balok yang ada pada LKS-1 dan meminta satu siswa dari masing-masing kelompok awal untuk menyampaikanhasilnya.

2. Kegiatan Inti (60 menit) a. Eksplorasi

   Guru menginstruksikan kepada siswa, untuk secara bergantian  Guru membagikan LKS-2 yang berkaitan dengan pembelajaran luas permukaan dan volume kubus dan balok yang tidak beraturan, kemudian meminta siswa untuk mengamati, memahami sertamendiskusikan masalah yang ada pada LKS-2 tersebut.  Siswa mengkomunikasikan secara lisan atau mempresentasikan mengenai unsur-unsur kubus dan balok : titik sudut, rusuk-rusuk,  Siswa mengerjakan beberapa soal dalam buku paket mengenai unsur- unsur kubus dan balok dan mengenai menggambar kubus dan balok. Memfasilitasi terjadinya interaksi antar siswa serta antara siswa dengan guru, lingkungan, dan sumber belajar lainnya. Melibatkan siswa secara aktif dalam setiap kegiatan pembelajaran.

LEMBAR KERJA SISWA

  Indikator : Siswa dapat menggunakan rumus untuk menghitung luas permukaan dan volume kubus, dan balok. b) Balok pada Gambar 1.2 mempunyai tiga pasang sisi yang setiap pasangnya sama dan sebangun, yaitu :(a) Sisi ABCD sama dan sebangun dengan .............................................................(b) Sisi ADHE sama dan sebangun dengan .............................................................(c) Sisi ABFE sama dan sebangun dengan .............................................................

3 Tentukan mana yang termasuk contoh jaring-jaring dan bukan jaring-jaring

  Air dikurangi dan ditampung dalam wadah yang berukuran (40 x 30 x 20) cm. Lampiran 7KUNCI JAWABAN TES DAN PEDOMAN PENSKORAN TES No Jawaban SkorSoal 1 Diketahui :� � �� � �� � �� ( ) = 15 3 �� � �� � �� (�) = 6 ������ � �� � �� ( ) = 8 Ditanya : 1 � � � � �� � �� � = ⋯ ?

32 Koefisien Reliabilitas :

  Karena jumlah item soal yang tersedia sebanyak5 butir, dan mengingat alokasi waktu yang diberikan 80 menit jadi memungkinkan untuk diambil semua item soal. Dimana 5 soal tersebut telah mewakili semuaindikator yaitu soal nomor 1, nomor 2, nomor 3, nomor 4, dan nomor 5 yang akan dijadikan tes kemampuan pemahaman konsep matematika siswa.

DATA DISTRIBUSI FREKUENSI 1

  Banyak kelas = 1 + (3,3) Log n= 1 + (3,3) Log 35= 1 + 5,095= 6,095 Menentukan banyak kelas interval. Rentang = data terbesar - data terkecil= 90 - 37= 53 b.

2. Data Kemampuan Pemahaman Konsep Matematika Siswa dengan Model Pembelajaran Direct Instruction (A

  Menentukan rentang 26 9 1 37,5-45,5 2 B) adalah sebagai berikut :Kelas Interval Kelas F Fr Fk Karena panjang kelas adalah 8, maka distribusi frekuensi untuk data kemampuan pemahaman konsep matematika siswa yang diajar dengan modelpembelajaran Direct Instruction (A = 7,711 �� �� =47 6,095 Menentukan panjang kelas interval P� = �� �� Maka banyak kelas diambil 6 c. Negeri Kisaran (Kelas Eksperimen)Perhitungan rata-rata (Mean) � �= = 67,114 � = 2349 �� 35 �� Perhitungan Varians 2 2) � � � − (� � 2 � � � �= � �(� − 1) 235 5737025 219224 − 5517801 163915 − 2349 = = =35 35 1190 34 35 − 1= 184,222 Perhitungan Standart Deviasi 2= � = � 184,222 = 13,573 Berdasarkan perhitungan diatas, sehingga diperoleh rata-rata untuk kelas VIII-A MTs.

UJI NORMALITAS 1

1 B) No Nilai (X) F F Kum Zi F(Zi) S(Zi) F(Zi)-S(Zi) 2 27 0,655 0,744 0,771 0,028 1 29 0,876 0,809 0,829 0,019 79 17 1 28 0,728 0,767 0,800 0,033 77 16 76 83 15 2 25 0,581 0,719 0,714 0,005 75 14 1 23 0,213 0,584 0,657 0,073 70 18 1 30 1,170 0,879 0,857 0,022 2 22 0,065 0,526 0,629 0,103 1 33 1,612 0,947 0,943 0,004 = 0,103L tabel = 0,150 Karena L hitung < L tabel , maka dapat disimpulkan bahwa data berdistribusi Normal. hitung Kesimpulan:L 2 35 1,686 0,954 1,000 0,046Rata-Rata 67,114 L-Hitung 0,103 SD 13,573 L-Tabel 0,150 90 22 89 19 21 1 32 1,539 0,938 0,914 0,024 88 20 1 31 1,391 0,918 0,886 0,032 86 13 68 1 1 3 -1,629 0,052 0,086 0,034 1 7 -0,893 0,186 0,200 0,014 55 5 3 6 -0,966 0,167 0,171 0,004 54 4 45 56 3 1 2 -1,850 0,032 0,057 0,025 42 2 1 1 -2,219 0,013 0,029 0,015 37 6 2 9 -0,819 0,206 0,257 0,051 Uji Normalitas Sampel Pada Kemampuan Pemahaman Konsep Siswa yang Diajar dengan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw (A 2 14 -0,229 0,409 0,400 0,009 5 20 -0,008 0,497 0,571 0,075 67 11 1 15 -0,082 0,467 0,429 0,039 66 10 64 7 9 1 12 -0,450 0,326 0,343 0,017 61 8 2 11 -0,672 0,251 0,314 0,063 58 12

2. Uji Normalitas Sampel Pada Kemampuan Pemahaman Konsep Siswa yang Diajar dengan Model Pembelajaran Direct Instruction (A

  Adapun rumus untuk menghitung varianssebagai berikut : � 2= � � �� � 2− (� 2 � 2= 276666 1190 � 2= 232,492 Dari hasil perhitungan varians diatas, maka diperoleh bahwa varians kelas eksperimen (VIII-A) adalah 184,222 dan varians kelas kontrol (VIII-B) adalah232,492. Sehingga untuk perhitungan homogenitas varians dari kedua kelompok sampel adalah sebagai berikut : � = � � � �� �� � � �� � �� � = 232,492 184,222� = 1,262 Jumlah sampel untuk kelas eksperimen (VIII-A) adalah 35 siswa, dan jumlah sampel untuk kelas kontrol (VIII-B) juga sebanyak 35 siswa.

1 B No A

2 B) 90 22 21 72 3364 5184 58 21 20 72 3025 5184 55 20 19 40 8100 1600 19 22 38 4489 1444 18 55 4096 3025 64 18 17 42 1764 1764 42 17 16 73 7744 5329 88 67 23 15 41 2916 1681 27 29 81 5776 6561 76 29 28 61 6889 3721 83 28 27 75 8100 5625 90 26 72 4489 5184 67 67 26 25 55 6241 3025 79 25 24 85 3721 7225 61 24 23 50 4489 2500 16 54 1 B) 68 7 6 41 2916 1681 54 6 5 70 5625 4900 75 5 4 81 4624 6561 4 7 50 4900 2500 3 75 5929 5625 77 3 2 39 3364 1521 58 2 1 72 4489 5184 67 1 70 8 15 12 14 80 5625 6400 2 B (A 14 13 55 3136 3025 56 13 12 40 4096 1600 64 11 40 7921 1600 68 89 11 10 51 2916 2601 54 10 9 71 1369 5041 37 9 8 51 4624 2601 75

1 B A

  =( � 70 Jumlah 2349 2103 4452Rata-rata 67,114 60,086 127,200 � =(2349) �)2 � −( � ��)2 � �� Menghitung jumlah kuadrat antar group (JKA ) sebagai berikut : Jumlah Kwadrat 163915 134265 298180 1. Deviasi 13,573 15,248 28,821Varians 184,222 232,492 416,714 35 � 35 N 2 B TOTAL Jumlah Kwadrat 163915 134265 RANGKUMAN HASIL ANALISISVariabel A Jumlah 2349 2103 163915 134265 Rata-rata 67,114 60,086ST.

3. Menghitung jumlah kuadrat antar group dengan rumus :

  Menghitung jumlah kuadrat antar group dengan rumus : � �� = �� 2− ( ��� )2 �= 163915 + 134265 − (2349)� 35 35= 298180 − � �� 5517801 35 35= 298180 − 157651,457 + 126360,257= 298180 − 284011,714= 14168,286 5. Menghitung derajat kebebasan dalam group dengan rumus : �= � − � = 70 − 2 = 68 6.

Dokumen baru

Download (198 Halaman)
Gratis

Tags

Dokumen yang terkait

Analisis Pengaruh Pengangguran, Kemiskinan dan Fasilitas Kesehatan terhadap Kualitas Sumber Daya Manusia di Kabupaten Jember Tahun 2004-2013
21
378
5
Analisis terhadap hapusnya hak usaha akibat terlantarnya lahan untuk ditetapkan menjadi obyek landreform (studi kasus di desa Mojomulyo kecamatan Puger Kabupaten Jember
1
83
63
Kekerasan rumah tangga terhadap anak dalam prespektif islam
7
68
74
Analisa studi komparatif tentang penerapan traditional costing concept dengan activity based costing : studi kasus pada Rumah Sakit Prikasih
40
724
147
Analisis pengaruh modal inti, dana pihak ketiga (DPK), suku bunga SBI, nilai tukar rupiah (KURS) dan infalnsi terhadap pembiayaan yang disalurkan : studi kasus Bank Muamalat Indonesia
5
104
147
Peningkatan keterampilan menyimak melalui penerapan metode bercerita pada siswa kelas II SDN Pamulang Permai Tangerang Selatan Tahun Pelajaran 2013/2014
20
181
100
Upaya mengurangi kecemasan belajar matematika siswa dengan penerapan metode diskusi kelompok teknik tutor sebaya: sebuah studi penelitian tindakan di SMP Negeri 21 Tangerang
25
191
88
Analisis pengaruh pajak daerah, retribusi daerah, dan hasil badan usaha milik daerah terhadap pendapatan asli daerah Kota Tangerang (2003-2009)
18
129
149
Analisis keterampilan proses sains siswa kelas XI pada pembelajaran titrasi asam basa menggunakan metode problem solving
19
152
159
Kontribusi sikap, norma subjektif, dan perceived behavioral control terhadap intensi berselingkuh
2
56
92
Pengaruh model learning cycle 5e terhadap hasil belajar siswa pada konsep sistem ekskresi
10
130
269
Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi penerapan manajemen mutu terpadu pada Galih Bakery,Ciledug,Tangerang,Banten
5
150
90
Pengaruh metode sorogan dan bandongan terhadap keberhasilan pembelajaran (studi kasus Pondok Pesantren Salafiyah Sladi Kejayan Pasuruan Jawa Timur)
36
202
84
Kesesuaian konsep islam dalam praktik kerjasama bagi hasil petani desa Tenggulun Kecamatan Solokuro Kabupaten Lamongan Jawa Timur
0
81
111
Upaya guru PAI dalam mengembangkan kreativitas siswa pada mata pelajaran pendidikan agama islam Kelas VIII SMP Nusantara Plus Ciputat
41
259
84
Show more