Feedback

Mekanisme dan Prosedur Penilaian. docx

 0  0  55  2018-05-16 22:04:46 Report infringing document
Informasi dokumen
Mekanisme dan Prosedur Penilaian Prosedur Penilaian oleh Pendidik. Penilaian hasil belajar oleh pendidik dilakukan secara berkesinambungan, bertujuan untuk memantau proses dan kemajuan belajar peserta didik serta untuk meningkatkan efektivitas kegiatan pembelajaran. Penilaian tersebut meliputi kegiatan sebagai berikut: 1. Menginformasikan silabus mata pelajaran yang di dalamnya memuat rancangan dan kriteria penilaian pada awal semester. 2. Mengembangkan indikator pencapaian KD dan memilih teknik penilaian yang sesuai pada saat menyusun silabus mata pelajaran. 3. Mengembangkan instrumen dan pedoman penilaian sesuai dengan bentuk dan teknik penilaian yang dipilih. 4. Melaksanakan tes, pengamatan, penugasan, dan/atau bentuk lain yang diperlukan. 5. Mengolah hasil penilaian untuk mengetahui kemajuan hasil belajar dan kesulitan belajar peserta didik. 6. Mengembalikan hasil pemeriksaan pekerjaan peserta didik disertai balikan/komentar yang mendidik. 7. Memanfaatkan hasil penilaian untuk perbaikan pembelajaran. 8. Melaporkan hasil penilaian mata pelajaran pada setiap akhir semester kepada pimpinan satuan pendidikan dalam bentuk satu nilai prestasi belajar peserta didik disertai deskripsi singkat sebagai cerminan kompetensi utuh. 9. Melaporkan hasil penilaian akhlak kepada guru Pendidikan Agama dan hasil penilaian kepribadian kepada guru Pendidikan Kewarganegaraan sebagai informasi untuk menentukan nilai akhir semester akhlak dan kepribadian peserta didik dengan kategori sangat baik, baik, atau kurang baik. Prosedur Penilaian oleh Satuan Pendidikan. Penilaian hasil belajar oleh satuan pendidikan dilakukan untuk menilai pencapaian kompetensi peserta didik pada semua mata pelajaran. Penilaian tersebut meliputi kegiatan sebagai berikut: 1. Menentukan KKM setiap mata pelajaran dengan memperhatikan karakteristik peserta didik, karakteristik mata pelajaran, dan kondisi satuan pendidikan melalui rapat dewan pendidik. 2. Mengkoordinasikan ulangan tengah semester, ulangan akhir semester, dan ulangan kenaikan kelas. 3. Menentukan kriteria kenaikan kelas bagi satuan pendidikan yang menggunakan sistem paket melalui rapat dewan pendidik. 4. Menentukan kriteria program pembelajaran bagi satuan pendidikan yang menggunakan sistem kredit semester melalui rapat dewan pendidik. 5. Menentukan nilai akhir kelompok mata pelajaran estetika dan kelompok mata pelajaran pendidikan jasmani, olah raga dan kesehatan melalui rapat dewan pendidik dengan mempertimbangkan hasil penilaian oleh pendidik. 6. Menentukan nilai akhir kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia dan kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian dilakukan melalui rapat dewan pendidik dengan mempertimbangkan hasil penilaian oleh pendidik dan nilai hasil ujian sekolah/madrasah. 7. Menyelenggarakan ujian sekolah/madrasah dan menentukan kelulusan peserta didik dari ujian sekolah/madrasah sesuai dengan POS Ujian Sekolah/Madrasah bagi satuan pendidikan penyelenggara UN. 8. Melaporkan hasil penilaian mata pelajaran untuk semua kelompok mata pelajaran pada setiap akhir semester kepada orang tua/wali pendidikan. peserta didik dalam bentuk buku laporan 9. Melaporkan pencapaian hasil belajar tingkat satuan pendidikan kepada dinas pendidikan kabupaten/kota. 10. Menentukan kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan melalui rapat dewan pendidik sesuai dengan kriteria: a) menyelesaikan seluruh program pembelajaran. b) memperoleh nilai minimal baik pada penilaian akhir untuk seluruh mata pelajaran kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia; kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian; kelompok mata pelajaran estetika; dan kelompok mata pelajaran jasmani, olahraga, dan kesehatan. c) lulus ujian sekolah/madrasah. d) lulus UN. 11. Menerbitkan Surat Keterangan Hasil Ujian Nasional (SKHUN) setiap peserta didik yang mengikuti Ujian Nasional bagi satuan pendidikan penyelenggara UN. 12. Menerbitkan ijazah setiap peserta didik yang lulus dari satuan pendidikan bagi satuan pendidikan penyelenggara UN. Pelaporan Hasil Belajar a. Ulangan Harian, hasil ulangan harian diinformasikan sebelum diadakan ulangan harian berikutnya. Hasil belajar peserta didik setelah menyelesaikan ulangan harian (menyelesaikan beberapa KD) dilaporkan kepada peserta didik /orang tua peserta didik dalam bentuk lembar jawaban yang sudah diperiksa dan diberi nilai harus di tanda tangani oleh orang tua. b. Ulangan Tengah Semester, Hasil belajar peserta didik setelah menyelesaikan ulangan tengah semester menyelesaikan beberapa KD) dilaporkan kepada peserta didik /orang tua peserta didik dalam buku laporan pendidikan yang dikelaurkan /dibuat oleh sekolah yang berisi nilai kognitif,afektif dan praktek dan harus di tanda tangani oleh wali kelas, wakasek kurikulum dan orang tua. c. Ulangan Akhir Semester /Ulangan Kenaikan Kelas, Hasil belajar peserta didik setelah menyelesaikan ulangan akhir (menyelesaikan semester semua KD dalam satu semester )dilaporkan kepada peserta didik /orang tua peserta didik dalam buku laporan pendidikan yang dikelaurkan oleh Dinas Pendidikan yang berisi nilai kognitif,afektif dan praktek dan ketercapaian kompetensi dan harus di tanda tangani oleh wali kelas, kepala sekolah dan orang tua. Pelaksanaan Remedial Pembelajaran remedial merupakan pemberian perlakuan khusus terhadap peserta didik yang mengalami hambatan dalam kegiatan belajarnya. Hambatan pengetahuan dan yang terjadi keterampilan dapat prasyarat berupa atau kurangnya lambat dalam mecapai kompetensi. pembelajaran remedial diperlukan bagi peserta didik yang belum mencapai tingkat ketuntasan belajar, maka peserta didik ini memerlukan waktu lebih lama daripada mereka yang telah mencapai tingkat penguasaan. Mereka juga perlu menempuh penilaian kembali setelah mendapatkan program pembelajaran remedial. Pembelajaran remedial merupakan suatu program yang dirancang untuk membantu peserta didik yang mengalami kesulitan belajar, bukan hanya untuk memperbaiki nilai hasil ulangan harian saja”.Upaya yang dapat lakukan adalah pemberian bimbingan secara khusus dan perorangan bagi peserta didik yang mengalami kesulitan dalam menguasai kompetensi dasar tertentu atau pemberian tugastugas/perlakuan secara khusus yang sifatnya penyederhanaan dari pelaksanaan pembelajaran reguler seperti; penyedehanaan isi/materi pembelajaran, penyedehanaan cara penyajian misalnya menggunakan gambar, rangkuman yang sederhana atau penyederhanaan soal/pertanyaan yang diberikan. Bilamana didapat tingkat pemahaman yang kurang terhadap kemampuan dasar tertentu, maka guru harus mampu mendeteksi kesalahan; proses belajar mengajar, metode, pendekatan, media, instrumen butir soal. Pembelajaran remedial adalah pembelajaran yang diberikan kepada peserta didik yang belum mencapai ketuntasan pada KD tertentu, menggunakan berbagai metode yang diakhiri dengan penilaian untuk mengukur kembali tingkat ketuntasan belajar peserta didik. Pada hakikatnya semua peserta didik akan dapat mencapai standar kompetensi yang ditentukan, hanya waktu pencapaian yang berbeda. Oleh karenanya perlu adanya program pembelajaran remedial (perbaikan) Beberapa prinsip yang perlu diperhatikan dalam pembelajaran remedial sesuai dengan sifatnya sebagai pelayanan khusus antara lain: Adaptif, Interaktif, Fleksibilitas dalam Metode Pembelajaran dan Penilaian, Pemberian Umpan Balik Sesegera Mungkin dan Kesinambungan dan Ketersediaan dalam Pemberian Pelayanan Bentuk Kegiatan Remedial 1. Memberikan tambahan penjelasan atau contoh 2. Menggunakan strategi pembelajaran yang berbeda dengan sebelumnya 3. Mengkaji ulang pembelajaran yang lalu. 4. Menggunakan berbagai jenis media Penggunaan berbagai jenis media dapat menarik perhatian peserta didik. Perhatian memegang peranan penting dalam proses pembelajaran. Semakin memperhatikan, hasil belajar akan lebih baik. Namun peserta didik seringkali mengalami kesulitan untuk memperhatikan atau berkonsentrasi dalam waktu yang lama. Agar perhatian peserta didik terkonsentrasi pada materi pelajaran perlu digunakan berbagai media untuk mengendalikan perhatian peserta didik. Pelaksanaan Pembelajaran Remedial. Pembelajaran remedial pada hakikatnya adalah pemberian bantuan bagi peserta didik yang mengalami kesulitan atau kelambatan belajar. Sehubungan dengan itu, langkah-langkah yang perlu dikerjakan dalam pemberian pembelajaran remedial meliputi: a. Identifikasi, untuk menentukan peserta didik yang memerlukan remedial guru melakukan analisis hasil ulangan. Dengan melihat perolehan nilai ulangan harian (formatif) dari setiap kemampuan dasar yang telah dilalui dan merujuk pada KKM yang telah ditentukan oleh guru. b. Program kegiatan, tentukan jumlah peserta didik dari tiap-tiap kelas yang memerlukan remedial (baik dalam kelompok kecil atau besar) sesuai dengan masing-masing kompetensi dasar yang belum dikuasai. Dalam program semester telah dialokasikan 2 sampai 4 jam pelajaran diperuntukan sebagai alokasi cadangan, dapat digunakan untuk pembelajaran perbaikan. Apabila yang tesedia tidak memedai maka harus dijadwalkan secara khusus diluar jam pelajaran dan guru membuat persiapan pengajaran. c. Pelaksanaan, setelah mendapatkan materi pokok yang perlu diulang, jumlah sisiwa yang memerlukan perbaikan, dan menegtahui kelemahan prosedur, guru membuat perencanaan pembelajaran perbaikan perbaikan dan melaksanakan pembelajaran d. Evaluasi, materi pokok pembelajaran dan instrumen soal harus memiliki indikator sama dengan pembelajaran sebelumnya dan setelahnya hasil ulangan dianalsis. Dua langkah pokok pembelajaran remedial, yaitu pertama mendiagnosis kesulitan belajar, dan kedua memberikan perlakuan (treatment) pembelajaran remedial. Diagnosis kesulitan belajar dimaksudkan untuk mengetahui tingkat kesulitan belajar peserta didik. Kesulitan belajar dapat dibedakan menjadi kesulitan ringan, sedang dan berat. Teknik yang dapat digunakan untuk mendiagnosis kesulitan belajar antara lain: tes prasyarat (prasyarat pengetahuan, prasyarat keterampilan),tes diagnostik, wawancara, pengamatan, dsb. Bentuk Pelaksanaan Pembelajaran Remedial Setelah diketahui kesulitan belajar yang dihadapi peserta didik, langkah berikutnya adalah memberikan perlakuan berupa pembelajaran remedial. Bentuk-bentuk pelaksanaan pembelajaran remedial antara lain: 1. Pemberian pembelajaran ulang dengan metode dan media yang berbeda jika jumlah peserta yang mengikuti remedial lebih dari 50%;2. Pemberian bimbingan secara khusus, misalnya bimbingan perorangan jika jumlah peserta didik yang mengikuti remedial maksimal 20%;3. Pemberian tugas-tugas kelompok jika jumlah peserta yang mengikuti remedial lebih dari 20 %tetapi kurang dari 50%;4. Pemanfaatan tutor teman sebaya. 5. Semua pembelajaran remedial diakhiri dengan tes ulang. 6. Pembelajaran remedial dan tes ulang dilaksanakan di luar jam tatap muka. Hasil belajar yang menunjukkan tingkat pencapaian kompetensi melalui penilaian diperoleh dari penilaian proses dan penilaian hasil. Penilaian proses diperoleh melalui postes, tes kinerja, observasi dan lain-lain. Sedangkan penilaian hasil diperoleh melalui ulangan harian, ulangan tengah semester dan ulangan akhir semester. Jika peserta didik tidak lulus karena penilaian hasil maka sebaiknya hanya mengulang tes tersebut dengan pembelajaran ulang jika diperlukan. Namun apabila ketidaklulusan akibat penilaian proses yang tidak diikuti (misalnya kinerja praktik, diskusi/presentasi kelompok) maka sebaiknya peserta didik mengulang semua proses yang harus diikuti. Waktu Pelaksanaan Pembelajaran Remedial, diberikan setelah peserta didik menempuh tes SK yang terdiri dari beberapa KD. Hal ini didasarkan atas pertimbangan bahwa SK merupakan satu kebulatan kemampuan yang terdiri dari beberapa KD. Mereka yang belum mencapai penguasaan SK tertentu perlu mengikuti program pembelajaran remedial. Ruang lingkup materi yang diremidi harus sesuai dengan KD yang belum tuntas. Oleh karena itu, setiap butir soal ujian/ulangan harus jelas merepresentasikan KD tertentu, untuk memudahkan guru dalam meng-indentifikasi ketuntasan belajar peserta didik untuk setiap KD yang diujikan Nilai remidi idealnya dapat lebih tinggi dari KKM. Apabila kebijakan ini diberlakukan, maka setiap peserta didik (termasuk yang sudah mencapai KKM) berhak mengikuti remidi/perbaikan nilai sehingga mencapai nilai ≥KKM. Oleh karena itu, mempertimbangkan kepraktisan dalam pelak-sanaan remidial sekolah dapat menetapkan nilai remidi sama dengan nilai KKM. Pelaksanaan remedial idealnya sampai peserta didik mencapai ketuntasan tanpa batas),pelaksanaan ditetapkan namun untuk kepraktisan dalam pelaksanaan remidial maksimal sebanyak tiga kali. Pelaksanaan Pengayaan Pembelajaran pengayaan merupakan pembelajaran tambahan dengan tujuan untuk memberikan kesempatan pembelajaran baru bagi peserta didik yang memiliki kelebihan sedemikain rupa sehingga mereka dapat mengoptimalkan perkembangan minat, bakat, dan kecakapannya. Pembelajaran pengayaan berupaya mengembangkan keterampilan berpikir, kreativitas, keterampilan memecahkan masalah, keterampilan seni, eksperimentasi, keterampilan inovasi, gerak, dsb. penemuan, Pembelajaran pengayaan memberikan pelayanan kepada peserta didik yang memiliki kecerdasan lebih dengan tantangan belajar yang lebih tinggi untuk membantu mereka mencapai kapasitas optimal dalam belajarnya. Pengayaan adalah suatu program yang direncanakan untuk memperluas dan memperkaya penguasaan peserta didik terhadap materi pelajaran, program ini diberikan kepada peserta didik yang telah mencapai nilai ketuntasan 80 keatas (80).Bentuk kegiatan (tugas-tugas);melanjutkan untuk membaca materi pokok selanjutnya, menjadi tutor bagi teman-teman yang lain yang belum tuntas, melakukan pembahasan terhadap soal-soal ulangan, menelaah surat kabar, majalah, artkel, eksplorasi sumber belajar melalui internet, diutamakan kelompok. Peserta didik cepat dari peserta membuat makalah dan diskusi yang telah mencapai kompetensi lebih didik lain dapat mengembangkan dan memperdalam kecakapannya secara optimal melalui pembelajaran pengayaan. Pembelajaran pengayaan dapat diartikan sebagai suatu pengalaman atau kegiatan peserta didik yang telah melampaui persyaratan minimal KKM) yang ditentukan oleh Satuan Pendidikan. Pembelajaran pengayaan memberikan kesempatan bagi peserta didik yang memiliki mengembangkan minat kelebihan dan sehingga bakat serta mereka dapat mengoptimalkan kecakapannya. Pengayaan merupakan penguatan pada KD tertentu dengan memberi tugas membaca, tutor sebaya, diskusi dan lain-lain Jenis Pembelajaran Pengayaan 1) Kegiatan eksploratori yang bersifat umum yang dirancang untuk disajikan kepada peserta didik. Sajian dimaksud berupa peristiwa sejarah, buku, tokoh masyarakat, dsb, yang secara regular tidak tercakup dalam kurikulum. 2) Keterampilan proses yang diperlukan oleh peserta didik agar berhasil dalam melakukan pendalaman dan investigasi terhadap topik yang diminati dalam bentuk pembelajaran mandiri. 3) Pemecahan masalah yang diberikan kepada peserta didik yang memiliki kemampuan belajar lebih tinggi berupa pemecahan masalah nyata dengan menggunakan pendekatan pemecahan masalah atau pendekatan investigatif/ penelitian ilmiah. Pemecahan masalah ditandai dengan: a) b) c) d) e) f) Identifikasi bidang permasalahan yang akan dikerjakan; Penentuan fokus masalah/problem yang akan dipecahkan; Penggunaan berbagai sumber; Pengumpulan data menggunakan teknik yang relevan; Analisis data; Penyimpulan hasil investigasi. Sekolah tertentu, khususnya yang memiliki peserta didik lebih cepat belajar dibanding sekolah-sekolah pada umumnya, dapat menaikkan tuntutan kompetensi melebihi standari isi. Misalnya sekolah-sekolah yang menginginkan memiliki keunggulan khusus. Pelaksanaan Pembelajaran Pengayaan Pemberian pembelajaran pengayaan pada hakikatnya adalah pemberian bantuan bagi peserta didik yang memiliki kemampuan lebih, baik dalam kecepatan maupun kualitas belajarnya. Agar pemberian pengayaan tepat sasaran maka perlu ditempuh langkahlangkah sistematis, kemampuan (treatment) yaitu pertama mengidentifikasi kelebihan peserta didik, dan kedua memberikan perlakuan pembelajaran pengayaan. Identifikasi kemampuan berlebih peserta didik dimaksudkan untuk mengetahui jenis serta tingkat kelebihan belajar peserta didik. Kelebihan kemampuan belajar itu antara lain meliputi: belajar lebih cepat, menyimpan informasi lebih mudah, Keingintahuan yang tinggi, berpikir mandiri, superior dalam berpikir abstrak, memiliki banyak minat. Teknik yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi kemampuan berlebih peserta didik dapat dilakukan antara lain melalui :tes IQ, tes inventori, wawancara, pengamatan, dsb. Bentuk pelaksanaan Pembelajaran Pengayaan 1. Identifikasi kemampuan belajar berdasarkan jenis serta tingkat kelebihan belajar peserta didik misal belajar lebih cepat, menyimpan informasi lebih mudah, keingintahuan lebih tinggi, berpikir mandiri, superior dan berpikir abstrak, memiliki banyak minat. 2. Identifikasi kemampuan berlebih peserta didik dapat dilakukan antara lainmelalui: tes IQ, tes inventori, wawancara, pengamatan, dsb. 3. Pelaksanaan Pembelajaran Pengayaan a. Belajar kelompok b. Belajar mandiri c. Pembelajaran berbasis tema d. Pemadatan kurikulum 4. Pemberian pembelajaran hanya untuk kompetensi/materi yang belum diketahui peserta didik. Dengan demikian tersedia waktu bagi peserta didik untuk memperoleh kompetensi/materi baru, atau bekerja dalam proyek secara mandiri sesuai dengan kapasitas maupun kapabilitas masing-masing. Pembelajaran pengayaan dapat pula dikaitkan dengan kegiatan penugasan terstruktur dan kegiatan mandiri tidak terstruktur. 5. Penilaian hasil belajar kegiatan pengayaan, tentu tidak sama dengan kegiatan pembelajaran biasa, tetapi cukup dalam bentuk portofolio, dan harus dihargai sebagai nilai tambah (lebih) dari peserta didik yang normal. Perlu dijelaskan bahwa panduan penyelenggaraan pembelajaran pengayaan ini terutama terkait dengan kegiatan tatap muka untuk jam-jam pelajaran sekolah biasa. Namun demikian kegiatan pembelajaran pengayaan dapat pula dikaitkan dengan kegiatan tugas terstruktur dan kegiatan mandiri tidak terstruktur. Sekolah dapat juga memfasilitasi peserta didik dengan kelebihan kecerdasan dalam bentuk kegiatan pengembangan diri dengan spesifikasi pengayaan kompetensi tertentu, misalnya untuk bidang sains. Pembelajaran seperti ini diselenggarakan untuk membantu peserta didik mempersiapkan diri mengikuti kompetisi tingkat nasional maupun internasional seperti olimpiade internasional fisika, kimia dan biologi. Sebagai bagian integral dari kegiatan pembelajaran, kegiatan pengayaan tidak lepas kaitannya dengan penilaian. Penilaian hasil belajar kegiatan pengayaan, tentu tidak sama dengan kegiatan pembelajaran biasa, tetapi cukup dalam bentuk portofolio, dan harus dihargai sebagai nilai tambah (lebih) dari peserta didik yang normal. PENILAIAN KUR 2013 1. Menetapkan Sistem Penilaian di Sekolah a. Pengertian Penilaian merupakan serangkaian kegiatan untuk memperoleh, menganalisis, dan menafsirkan data tentang proses dan hasil belajar peserta didik yang dilakukan secarasistematisdan berkesinambungan,sehingga menjadi informasi yang bermakna dalam pengambilan keputusan. Jadi penilaian merupakan kegiatan yang dilakukan oleh guru untuk memperoleh informasi untuk dijadikan sebagai pengambil keputusan tentang hasil belajar peserta didik. BSNP 2007: 9) Sedangkan Nana Sudjana (1995:3) menyatakan bahwa penilaian adalah proses memberikan atau menentukan nilai kepada objek tertentu berdasarkan suatu kriteria tertentu. Proses pemberian nilai tersebut berlangsung dalam bentuk interpretasi yang diakhiri dengan judgment. Interpretasi dan judgment merupakan tema penilaian yang mengimplikasikan adanya suatu perbandingan antara kriteria dan kenyataan dalam konteks situasi tertentu. b. Fungsi Penilaian Penilaian bukan hanya untuk menentukan kemajuan belajar siswa, namun juga berfungsi: 1) Bagi siswa: membantu merealisasikan dirinya untuk mengubah atau mengembangkan perilakunya dan membantu untuk mendapat kepuasan atas apa yang telah dikerjakannya. 2) Bagi guru: membantu untuk menetapkan apakah metode mengajar yang digunakannya telah memadai, serta untuk membantu membuat pertimbangan administrasi. Cronbach, 1954 dalam Hamalik, 2002: 204).c. Aspek Penilaian Berdasarkan Permendikbud nomor 66 tahun 2013 tentang Standar Penilaian Satuan pendidikan perlu menetapkan kriteria mengenai mekanisme, prosedur, dan instrumen penilaian proses serta hasil belajar peserta didik. Penilaian proses mencakup aspek sikap, pengetahuan, dan keterampilan. 1) Penilaian Sikap: Secaraumum,objek sikap yang perlu dinilai dalam proses pembelajaran adalah sikap positif terhadap materi pelajaran, guru/pengajar, proses pembelajaran, dan sikap positif berkaitan dengan nilai atau norma yang berhubungan dengan suatu materi pelajaran (KI.2).Sedangkanaspek sikap spiritual, untuk mata pelajaran tertentu bersifat generik, artinya berlaku untuk seluruh materi pokok (KI.1).Sekolah perlu menyepakati dan menetapkan aspek sikap religius yang ditanamkan disatuan pendidikan. Ketetapan ini merupakan regulasi yang digunakan oleh seluruh warga sekolah sebagai acuan. Penilaian sikap menggunakan instrument observasi, penilaian diri, penilaian antarteman, dan jurnal. Sekolah menyusun, menyepakati, dan menetapkan sikap serta indikator sikap yang akan ditanamkan pada setiap mapel/jenjang kelas mengacu pada kompetensi inti. Contoh sikap yang akan ditanamkan Sikap Kompetensi Inti Religius Menghargai dan (KI.1) menghayati ajaran agama yang dianut Sosial (KI.2) 1. jujur 2. disiplin 3. tanggung jawab 4. toleransi 5. gotong royong 6. santun 7. percaya diri Sikap yang ditanamkan Tabel.2 Contoh indikator Kompetensi Inti Indikator yang diamati Berdoa sebelum dan sesudahmenjalankan sesuatu. Menjalankan ibadah tepat waktu. Memberi salam pada saat awal dan akhir presentasi sesuai agama Menghargai.dan yang dianut. menghayati_ajaran Bersyukur atas nikmat dan karunia _agama yang Tuhan Yang dianut Maha Esa; Mensyukuri kemampuan manusia dalam mengendalikan diri Mengucapkansyukur ketika 1. Jujur Tidak menyontek dalam Adalah_perilaku mengerjakan ujian/ulangan Tidak menjadi plagiat dapat (mengambil/menyalin karya orang dipercaya_dalam lain tanpa menyebutkan sumber) perkataan,_tinda kan, dan Mengungkapkan perasaan apa adanya Menyerahkan kepada yang pekerjaan. berwenang barang yang ditemukan Membuat laporan berdasarkan data atau informasi apa adanya Mengakui kesalahan atau kekurangan yang dimiliki 2. Disiplin 2) Penilaian Pengetahuan Teknik penilaian kompetensi pengetahuan dilakukan dengan tes tulis, tes lisan, dan penugasan. Tiap-tiap teknik tersebut dilakukan melalui instrumen tertentu yang relevan. Teknik dan bentuk instrumen penilaian kompetensi pengetahuan dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 3. Teknik dan Bentuk Instrumen Penilaian Teknik Penilaian Bentuk Instrumen Tes tulis Pilihan ganda, isian, jawaban singkat, benarsalah, menjodohkan, Tes lisan Daftar pertanyaan. dan uraian. Pekerjaan rumah dan/atau tugas yang Penugasan dikerjakan secara individu atau kelompok sesuai dengan karakteristik tugas. Instrumen tes tulis uraian yang dikembangkan haruslah disertai kunci jawaban dan pedoman penskoran. Pelaksanaan penilaian melalui penugasan setidaknya memenuhi beberapa syarat, yaitu mengkomunikasikan tugas yang dikerjakan oleh peserta didik, menyampaikan indikator dan rubrik penilaian untuk tampilan tugas yang baik. Tampilan kualitas hasil tugas yang diharapkan disampaikan secara jelas dan penugasan mencantumkan rentang waktu pengerjaan tugas. Instrumen penilaian harus memenuhi persyaratan: a) substansi yang merepresentasikan kompetensi yang dinilai; b) konstruksi yang memenuhi persyaratan teknis sesuai dengan bentuk instrumen yang digunakan; dan c) penggunaan bahasa yang baik dan benar serta komunikatif sesuai dengan tingkat perkembangan peserta didik. 3) Penilaian Keterampilan Berdasarkan Permendikbud nomor 66 tahun 2013 tentang Standar Penilaian, pendidik menilai kompetensi keterampilan melalui penilaian kinerja, yaitu penilaian yang menuntut peserta didik mendemonstrasikan suatu kompetensi tertentu dengan menggunakan tes praktik, projek, dan penilaian portofolio. a) Tes praktik dilakukan dengan mengamati kegiatan peserta didik dalam melakukan sesuatu. b) Projek adalah tugas-tugas belajar (learning tasks) yang meliputi kegiatan perancangan, pelaksanaan, dan pelaporan secara tertulis maupun lisan dalam waktu tertentu.Tugas tersebut berupa suatu investigasi. c) Penilaian portofolio dilakukan dengan cara menilai kumpulan seluruh karya peserta didik dalam bidang tertentu yang bersifat reflektif-integratif untuk mengetahui minat, perkembangan, prestasi, kepedulian pesertadidik terhadap lingkungannya, dan/atau kreativitas peserta didik dalam kurun waktu tertentu. d) Sistem Penilaian Acuan Kriteria Dalam pendidikan dikenal adanya sistem Peniaian Acuan Norma (PAN) dan Penilaian Acuan Kriteria (PAK),sejak diberlakukankurikulum 2013 sistem penilaian yang digunakan adalah Penilaian Acuan Kriteria. Penilaian Acuan Kriteria adalah penilaian yang dilakukan untuk mengetahui kemampuan siswa dibandingkan dengan kriteriayang telah dibuat terlebih dahulu. PAK berasumsi bahwa hampir semua orang bisa belajar apa saja namun dengan waktu yang berbeda. Konsekuensi dari acuan ini adalah adanya kegiatan remedial. Penilaian hasil belajar oleh satuan pendidikan dilakukan untuk menilai pencapaian kompetensi lulusan peserta didik berdasarkan standar, sehingga sekolah perlu melakukan kegiatan sebagai berikut: 1) menentukan kriteria minimal pencapaian Tingkat Kompetensi dengan mengacu pada indikator Kompetensi Dasar tiap mata pelajaran; 2) mengoordinasikan ulangan harian, ulangan tengah semester, ulangan akhir semester, ulangan kenaikan kelas, ujian tingkat kompetensi, dan ujian akhir sekolah; 3) menyelenggarakan ujian sekolah dan menentukan kelulusan peserta didik dari ujian sekolah sesuai dengan POS Ujian Sekolah; 4) menentukan kriteria kenaikan kelas; 5) melaporkan hasil pencapaian kompetensi dan/atau tingkat kompetensi kepada orang tua/wali peserta didik dalam bentuk buku rapor; 6) melaporkan pencapaian hasil belajar tingkat satuan pendidikan kepada dinas pendidikan kabupaten/kota dan instansi lain yang terkait; 7) melaporkan hasil ujian Tingkat Kompetensi kepada orangtua/wali peserta didik dan dinas pendidikan. 8) menentukan kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan melalui rapat dewan pendidik sesuai dengan kriteria: a) menyelesaikan seluruh program pembelajaran; b) mencapai tingkat Kompetensi yang dipersyaratkan, dengan ketentuan kompetensi sikap (spiritual dan sosial) termasuk kategori baik dan kompetensi pengetahuan dan keterampilan minimal sama dengan KKM yang telah ditetapkan; c) lulus ujian akhir sekolah; dan d) lulus Ujian Nasional. 9) menerbitkan Surat Keterangan Hasil Ujian Nasional (SKHUN) setiap peserta didik bagi satuan pendidikan penyelenggara Ujian Nasional; dan menerbitkan ijazah setiap peserta didik yang lulus dari satuan pendidikan bagi satuan pendidikan yang telah terakreditasi. e) Jenis dan Manfaat Penilaian Penilaian digunakan untuk mengolah informasidan mengukur pencapaian hasil belajar peserta didik, meliputi: 1) Penilaian otentik merupakan penilaian yang dilakukan secara komprehensif untuk menilai mulai dari masukan (input),proses, dan keluaran (output) pembelajaran. 2) Penilaian diri merupakan penilaian yang dilakukan sendiri oleh peserta didik secara reflektif untuk membandingkan posisi relatifnya dengan kriteria yang telah ditetapkan. 3) Penilaian berbasis portofolio merupakan penilaian yang dilaksanakan untuk menilai keseluruhan entitas proses belajar pesertadidik termasuk penugasan perseorangan dan/atau kelompok di dalam dan/atau di luar kelas khususnya pada sikap/perilaku dan keterampilan. 4) Ulangan merupakan proses yang dilakukan untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik secara berkelanjutan dalam proses pembelajaran, untuk memantau kemajuan dan perbaikan hasil belajar peserta didik. 5) Ulangan harian merupakan kegiatan yang dilakukan secara periodik untuk menilai kompetensi peserta didik setelah menyelesaikan satu Kompetensi Dasar (KD) atau lebih. 6) Ulangan tengah semester merupakan kegiatan yang dilakukan oleh pendidik untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik setelah melaksanakan 8 –9 minggu kegiatan pembelajaran. Cakupan ulangan tengah semester meliputi seluruh indikator yang merepresentasikan seluruh KD pada periode tersebut. 7) Ulangan akhir semester merupakan kegiatan yang dilakukan oleh pendidik untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik di akhir semester. Cakupan ulangan meliputi seluruh indikator yang merepresentasikan semua KD pada semester tersebut. 8) Ujian Tingkat Kompetensi yang selanjutnya disebut UTK merupakan kegiatan pengukuran yang dilakukan oleh satuan pendidikan untuk mengetahui pencapaian tingkat kompetensi. Cakupan UTK meliputi sejumlah Kompetensi Dasar yang merepresentasikan Kompetensi Inti pada tingkat kompetensi tersebut. 9) Ujian Mutu Tingkat Kompetensi yang selanjutnya disebut UMTK merupakan kegiatan pengukuran yang dilakukan oleh pemerintah untuk mengetahui pencapaian tingkat kompetensi. Cakupan UMTK meliputi sejumlah Kompetensi Dasar yang merepresentasikan Kompetensi Inti pada tingkat kompetensi tersebut. 10) Ujian Nasional yang selanjutnya disebut UN merupakan kegiatan pengukuran kompetensi tertentu yang dicapai peserta didik dalam rangka menilai pencapaian Standar Nasional Pendidikan, yang dilaksanakan secara nasional. 11) Ujian Sekolah merupakan kegiatan pengukuran pencapaian kompetensi di luar kompetensi yang diujikan pada UN, dilakukan oleh satuan pendidikan. Jenis-jenis penilaian tersebut harus diagendakan dalam kalender pendidikan di satuan pendidikan. Kepala sekolah bertanggungjawab teragendakannya kegiatan-kegiatan tersebut. Pengawas memastikan bahwa kegiatan-kegiatan tersebut telah diagendakan oleh sekolah. f) Prinsip dan Pendekatan Penilaian Prinsip dan Pendekatan Penilaian hasil belajar peserta didik pada jenjang pendidikan dasar dan menengah didasarkan pada prinsipprinsip sebagai berikut. 1) Objektif, berarti penilaian berbasis pada standar dan tidak dipengaruhi faktor subjektivitas penilai. 2) Terpadu, berarti penilaian oleh pendidik dilakukan secara terencana, menyatu dengan kegiatan pembelajaran, dan berkesinambungan. 3) Ekonomis, berarti penilaian yang efisien dan efektif dalam perencanaan, pelaksanaan, dan pelaporannya. 4) Transparan, berarti prosedur penilaian, kriteria penilaian, dan dasar pengambilan keputusan dapat diakses oleh semua pihak. 5) Akuntabel, berarti penilaian dapat dipertanggungjawabkan kepada pihak internal sekolah maupun eksternal untuk aspek teknik, prosedur, dan hasilnya. 6) Edukatif, berarti mendidik dan memotivasi peserta didik dan guru. Pendekatan penilaian yang digunakan adalah penilaian acuan kriteria (PAK).PAK merupakan penilaian pencapaian kompetensi yang didasarkan pada kriteria ketuntasan minimal (KKM).KKM merupakan kriteria ketuntasan belajar minimal yang ditentukan oleh satuan pendidikan dengan mempertimbangkan karakteristik Kompetensi Dasar yang akan dicapai, daya dukung, dan karakteristik peserta didik. 2. Mengolah Hasil Penilaian Kelas Penilaian pencapaian KD peserta didik dilakukan berdasarkan indikator. Penilaian dilakukan dengan menggunakan tes dan nontes dalam bentuk tertulis maupun lisan, pengamatan kinerja, pengukuran sikap, penilaian hasil karya berupa tugas, proyek dan/atau produk, penggunaan portofolio, dan penilaian diri. Oleh karena pada setiap pembelajaran peserta didik didorong untuk menghasilkan karya, maka penyajian portofolio merupakan cara penilaian yang harus dilakukan untuk jenjang pendidikan dasar dan menengah. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam merancang penilaian yaitu sebagai berikut: a. Penilaian menggunakan acuan kriteria; yaitu berdasarkan apa yang bisa dilakukan peserta didik setelah mengikuti proses pembelajaran, dan bukan untuk menentukan posisi seseorang terhadap kelompoknya. b. Sistem yang direncanakan adalah sistem penilaian yang berkelanjutan. Berkelanjutan dalam arti semua indikator ditagih, kemudian hasilnya dianalisis untuk menentukan KD yang telah dimiliki dan yang belum, serta untuk mengetahui kesulitan peserta didik. c. Hasil penilaian dianalisis untuk menentukan tindak lanjut. Tindak lanjut berupa perbaikan proses pembelajaran berikutnya, program remedi bagi peserta didik yang pencapaian kompetensinya di bawah ketuntasan, dan program pengayaan bagi peserta didik yang telah memenuhi ketuntasan. d. Sistem penilaian harus disesuaikan dengan pengalaman belajar yang ditempuh dalam proses pembelajaran.Misalnya, jika pembelajaran menggunakan pendekatan tugas observasi lapangan maka evaluasi harus diberikan baik pada proses misalnya teknik wawancara, maupun produk berupa hasil melakukan observasi lapangan. Pada bagian ini akan membahas tentang rekap hasil penilaian dan pengolahan data hasil penilaian. Diharapkan kepala sekolah dapatmembuat rekap hasil penilaiandi satuan pendidikannya masingmasing dan melakukan peta pencapaian hasil belajar. a. Rekap Hasil Penilaian Kelas Penentuan KKM Kepala sekolah melakukan rekap hasil penilaian ketercapaian hasil pembelajaran pada satuan pendidikan yang dipimpinnya. Diharapkan dengan melakukan rekap penilaian kepala sekolah memiliki gambaran secara menyeluruh mengenai ketercapaian Ketuntasan belajar minimal (KKM) yang telah ditentukan di sekolah yang dipimpinnya. Berdasarkan Permendikbud 81A tahun 2013 tentang Implementasi Kurikulum Lampiran IV Pedoman umum pembelajaran dinyatakan bahwa: 1) Ketuntasan minimal untuk seluruh kompetensi dasar pada kompetensi pengetahuan dan kompetensi keterampilan yaitu 2.66 (B-)2) Untuk KD-KD yang terdapat pada KI-3 dan KI-4, peserta didik dinyatakan tuntas belajar apabila menunjukkan pencapaian nilai ≥2.66 dari hasil tes formatif. 3) Untuk KD pada KI-1 dan KI-2, ketuntasan seorang peserta didikdilihat dari sikap seluruh matapelajaran, jika profil sikap peserta didik secara umum berada pada kategori baik (B) menurut standar yang ditetapkan satuan pendidikan yang bersangkutan maka ia dinyatakan tuntas. Implikasi dari ketuntasan belajar tersebut adalah sebagai berikut. a) Untuk KD pada KI-3 dan KI-4: diberikan remedial individual sesuai dengan kebutuhan kepada peserta didik yang memperoleh nilai kurang dari 2.66; b) Untuk KD pada KI-3 dan KI-4: diberikan kesempatan untuk melanjutkan pelajarannya ke KD berikutnya kepada peserta didik yang memperoleh nilai 2.66 atau lebih dari 2.66; dan c) Untuk KD pada KI-3 dan KI-4: diadakan remedial klasikal sesuai dengan kebutuhan apabila lebih dari 75% peserta didik memperoleh nilai kurang dari 2.66. d) Untuk KD pada KI-1 dan KI-2, peserta didik yang secara umum profil sikapnya belum berkategori baik, maka dilakukan pembinaan secara holistik (paling tidak oleh guru kelas,matapelajaran, guru BK, dan orang tua).Secara ringkas penjelasan tersebut disajikan dalam table berikut. No 1 2 Kompetensi Dasar dari Capaian Individua Ratal rata Kelas KI. 3 dan KI. 4
Mekanisme dan Prosedur Penilaian. docx Mekanisme Dan Prosedur Penilaian Docx
Dokumen baru
Aktifitas terbaru
Penulis
Dokumen yang terkait
Tags
Visi Entrepreneurship Dan Kaum Muda Dra Emi Pujiastuti Mpd Keberpihakan Pada Kaum Tertindas Kekuatan Dan Kelemahan Penelitian Kualitatif Melacak Warisan Budaya Cina Di Lasem Konsep Ahlu Sunnah Dalam Merangkai Hati Dan Menyatukan Kalimat Intel Pentium 4 Antara Kelemahan Dan Kelebihan Pikiran Amoral Sumber Kehancuran Bangsa Dan Negara 11 Kali Perkembangan Kurikulum Di Indonesia Keunggulan Dan Kelemahan Usaha Kecil Politik Partai Dan Kaum Muda Keunggulan Dan Kelemahan Pembelajaran Te Nasionalisme Dan Kaum Muda Pembaharuan Hukum Masa Depan Melalui Hukum Progresif Etika Sosial Dan Etika Agama Bab 5 Kemunduran Umat Islam Kumpulan Naskah Khutbah Jumat Aktual Kemunduran Dan Kelemahan Kaum Muslimin Peradaban Romawi Kuno Dan Kemajuan Diberbagai Bidang Pengaruh Khawarij Syiah Dan Sunni Terhad Panduan Penggunaan Gerbang Maklumat Digital Jpm Pengertian Hujan Dan Proses Terjadinya H Contoh Format Analisis Hasil Penilaian Pengukuran Kepuasan Dan Motivasi Dalam P Mata Kuliah Evaluasi Proses Dan Hasil Be Evaluasi Proses Dan Hasil Belajar Pengantar Tes Pengukuran Evaluasi Dan Penilaian Pengukuran Dan Penilaian Pendidikan Cover Pengertian Tujuan Dan Prinsip Penilaian Hasil Belajar Evaluasi Pembelajaran Evaluasi Proses Da Tahap Dan Prosedur Penilaian Proses Dan Perhatian Kaum Muslim Terhadap Busana Muslim Prosedur Dan Proses Pelelangan Tender Kesediaan Guru Dalam Perlaksanaan Kemahi Menguasai Prinsip Prinsip Dan Prosedur P Prosedur Dan Mekanisme Penyelenggaraan Asesmen Di Sekooah Mekanisme Dan Prosedur Pembukaan Rahasia Bank Sistem Dan Prosedur Penilaian Proposal R Penegasan Prosedur Mekanisme Bab 4 Tujuan Bukti Prosedur Dan Kertas Kerja Audit Docx Mekanisme Prosedur Biaya Penerbitan Skck Prosedur Penilaian Kerja Pegawai
Upload teratas

Mekanisme dan Prosedur Penilaian. docx

Gratis