Pengaruh penggunaan metode inkuiri terhadap kemampuan mengingat dan memahami pada mata pelajaran IPA kelas V SD Kanisius Sorowajan Yogyakarta

Gratis

0
2
190
2 years ago
Preview
Full text

PENGARUH PENGGUNAAN METODE INKUIRI TERHADAP KEMAMPUAN MENGINGAT DAN MEMAHAMI PADA MATA PELAJARAN IPA KELAS V SD KANISIUS SOROWAJAN YOGYAKARTA SKRIPSI

  Kata kunci: inkuiri, kemampuan mengingat, kemampuan memahami, mata pelajaran IPA Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan metode inkuiri pada mata pelajaran IPA materi pesawat sederhana terhadap kemampuankognitif mengingat dan memahami pada siswa kelas V SD Kanisius Sorowajan tahun ajaran 2012/2013. Pengumpulan data dilakukan dengan memberi soal pretest dan posttest, dan diolah menggunakanprogram SPSS 20 for Windows dengan menggunakan tahap untuk kedua kelompok yaitu: 1) uji perbedaan pretest, 2) uji kenaikan skor pretest ke posttest,3) uji selisih skor posttest, 4) uji besar pengaruh, 5) uji beda posttest Idan posttest IIbaik kelompok kontrol maupun kelompok eksperimen.

BAB I PENDAHULUAN Pada bab ini akan dibahas latar belakang, rumusan masalah, tujuan serta manfaat penelitian bagi siswa, guru, sekolah dan peneliti

1.1. Latar Belakang Penelitian

  Hal ini ditunjukkan dengan banyaknya siswa yang menguap ketika pembelajaran dan yang pasti hasil dari proses pembelajaran tidak dapat dinikmati dengan baik. Metode inkuiri dapat menarik perhatian siswa dan membantu siswa untukmenemukan sendiri pengetahuan yang mereka butuhkan melalui kegiatan bereksperimen sehingga memudahkan siswa untuk mengingat dan memahamimateri yang diajarkan.

b) Strategi pembelajaran inkuiri dapat memberikan ruang kepada siswa untuk belajar sesuai dengan gaya belajar mereka

  Untuk mengetahui pengaruh penggunaan metode inkuiri yaitu metode inkuiri terbimbing tersebut, peneliti melakukan penelitian yang menggunakan penelitianeksperimental dengan membandingkan antara dua kelas yaitu kelas VA (disebut kelompok eksperimen) dan VB (disebut kelompok kontrol) SD KanisiusSorowajan tahun ajaran 2012/2013. Penerapan metodeinkuiri ini dibatasi oleh peneliti hanya untuk mengetahui pengaruh penggunaan metode inkuiri terhadap kemampuan mengingat dan memahami pada taksonomiBloom yang sudah direvisi.

1.2. Rumusan Masalah

  Apakah penggunaan metode inkuiri berpengaruh terhadap kemampuan mengingat pada siswa kelas V SD Kanisius Sorowajan Yogyakarta padamata pelajaran IPA tahun ajaran 2012/2013? Apakah penggunaan metode inkuiri berpengaruh terhadap kemampuan memahami pada siswa kelas V SD Kanisius Sorowajan Yogyakarta padamata pelajaran IPA tahun ajaran 2012/2013?

1.3. Tujuan Penelitian

  Mengetahui pengaruh penggunaan metode inkuiri terhadap kemampuan mengingat pada siswa kelas V SD Kanisius Sorowajan Yogyakarta matapelajaran IPA tahun ajaran 2012/2013. Mengetahui pengaruh penggunaan metode inkuiri terhadap kemampuan memahami pada siswa kelas V SD Kanisius Sorowajan Yogyakarta matapelajaran IPA tahun ajaran 2012/2013.

1.4. Manfaat Penelitian

  Bagi Siswa Siswa akan mengalami proses pembelajaran yang berbeda dengan yanglain serta dapat belajar dengan lebih mudah dan lebih kreatif mengungkapkan apa yang ia temukan selam proses pembelajaran. Sehingga dapat lebih memahami metode inkuiri dan kelak dapat menerapkan metode tersebut.

BAB II LANDASAN TEORI Pada bab ini akan dibahas landasan teori yang digunakan dalam penelitian. Pembahasan landasan teori terdiri dari lima bagian yaitu: kajian pustaka, penelitian terdahulu, literatur map, kerangka berpikir, dan hipotesis penelitian

2.1. Kajian Pustaka

2.1.1. Teori-Teori yang Relevan

  Eggen dan Kaucak (dalam Jacobsen, 2009:209) mengartikaninkuiri terbimbing sebagai suatu pengajaran yang dirancang untuk mengajarkan konsep-konsep dan hubungan antar konsep di mana ketika menggunakan strategiini guru memberi contoh pada siswa dan memandu mereka saat mereka berusaha menemukan pola-pola dalam contoh tersebut dan memberi kesimpulan ketikasiswa telah mampu mendeskripsikan gagasan yang diajarkan guru. Metode ini juga dapat memberikan ruang kepada siswa untuk belajar sesuai dengan gaya belajar mereka dan merupakan metode pembelajaranyang dianggap sesuai dengan perkembangan psikologi belajar modern yang menganggap belajar adalah proses perubahan tingkah laku berkat adanyapengalaman.

2.1.1.2 Proses Kognitif Mengingat dan Memahami

  Mengenali Menurut Anderson dan Krathwohl (2010:103) proses mengenali diartikansebagai proses mengambil pengetahuan yang dibutuhkan dari memori jangka panjang untuk membandingkannya dengan informasi yang baru saja diterima. Menyimpulkan Proses kognitif menyimpulkan terjadi ketika siswa dapat mengabstaksikansebuah konsep atau prinsip yang menerangkan contoh-contoh tersebut dengan mencermati ciri-ciri setiap contoh dan yang terpenting adalah menarik hubungan dari ciri-ciri tersebut.

2.1.2. Hakikat Ilmu Pengetahuan Alam (IPA)

2.1.2.1. Pembelajaran IPA

  Mengembangkan pengetahuan dan pemahaman konsep-konsep IPA yang bermanfaat dan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari 3. Mengembangkan rasa ingin tahu, sikap positif dan kesadaran tentang adanya hubungan yang saling mempengaruhi antara IPA, lingkungan,teknologi dan masyarakat.

7. Memperoleh bekal pengetahuan, konsep dan keterampilan IPA sebagai dasar untuk melanjutkan pendidikan ke SMP/MTs

  Berdasar uraian di atas dapat ditarik benang merah bahwa IPA ialah suatu proses ilmiah yang berhubungan dengan alam sekitar yang diarahkan melaluiproses inkuiri untuk membantu pemahaman siswa. Selain itu IPA adalah ilmu pengetahuan yang mempunyai objek dan menggunakan metode ilmiah.

2.1.2.2. Pesawat Sederhana

  Fungsi dari pesawat sederhana adalah (Haryanto, 2004: untuk mengubah energi, mengubah arah gaya, memindahkan energi, menghematenergi, menghemat waktu, dan memudahkan pekerjaan manusia. Berdasarkan prinsip kerjanya, pesawat sederhana dibagi menjadi empat jenis, yaitu (Damayanti, 2010:26-36): 1. Beberapa alat yang menggunakan prinsip kerja bidang miring diantaranya tangga, sekrup, alat boor, dan alat yang dimiringkan.sumber: (Asmiyawati 2008:101) Gambar 4: Contoh Bidang Miring 3.

c. Katrol Majemuk Katrol majemuk merupakan perpaduan dari katrol tetap dengan katrol bebas

  Kedua katrol ini dihubungkan dengan tali. Roda Berporos Roda berporos adalah roda berbentuk silinder yang dihubungkan dengansebuah poros.

2.2. Penelitian Terdahulu

  Penelitianpada kelas meteorologi juga menunjukkan hasil yang sama, yaitu siswa yang menggunakan metode inkuiri menunjukkan skor yang lebih baik daripada siswayang menggunakan metode tradisional. Meskipun demikian, tidak ada pengaruh terhadap sikap ilmiahseperti tampak pada hasil yang diperoleh yaitu nilai mean 87,05 dengan SD = 12,939 untuk pretest, sedangkan posttest memperoleh nilai mean yang lebih kecildari pretest yaitu 86,35 dengan nilai SD = 13,546 , p = 0,669.

2.2.2 Proses Kognitif

  Hal ini ditunjukkan dari hasil analisis statistik kemampuan mengingat membandingkan skor kelompokkontrol dan kelompok eksperimen dengan harga Sig.(2-tailed) < 0,05 yaitu 0,000, sehingga H null ditolak maka H i diterima dengan kata lain mengafirmasi hipotesisbahwa metode mind map berpengaruh secara signifikan terhadap kemampuan mengingat. Dari penelitiandiperoleh hasil analisis statistik skor posttest kelompok kontrol dan kelompok eksperimen dengan menggunakan penghitungan T-test diperoleh harga sig.(2-tailed) sebesar 0,047 untuk kemampuan mengingat dan 0,000 untuk kemampuan memahami.

2.3. Literature Map

  Putriyana (2012)Lestari (2011) Proses kognitif menerapkanInkuiri dan hasil belajar dan mencipta Yang Perlu diteliti:Metode Inkuiri, proses kognitif mengingat dan memahami Gambar 9: Bagan Penelitian-Penelitian Sebelumnya Dari literature map penelitian sebelumnya, belum ada yang melakukanpenelitian mengenai metode inkuiri dan proses kognitif mengingat dan memahami. Karena itu, dalam penelitian ini peneliti akan menggabungkan keduanya karena saat ini belum ada yang membahas pengaruh penggunaanmetode inkuiri terhadap proses kognitif mengingat dan memahami materi IPA kelas V.

BAB II I METODE PENELITIAN Pada bab ini akan dibahas metode yang digunakan dalam penelitian. Pembahasan metode penelitian terdiri dari sembilan bagian yaitu jenis penelitian

setting penelitian, sampel dan populasi penelitian, variabel penelitian, definisi operasional, instrumen penelitian, teknik pengumpulan data, teknik analisis data,dan jadwal penelitian.

3.1 Jenis Penelitian

  Penelitian ini termasuk jenispenelitian kuasi ekperimental karena penelitian ini menggunakan desain penelitian dengan dua kelompok yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol danpemilihan kelompok eksperimen tidak dipilih dengan cara random assigment dari sampel. Kedua kelompok diberi pretest dengan tujuan untuk mengetahui keadaanawal atau kemampuan awal dari masing-masing kelompok serta untuk mengetahui ada atau tidak perbedaan antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol.

3.2 Setting Penelitian

3.2.1. Tempat penelitian

  2 IB 22 siswa 3 IIA 26 siswa 4 IIB 25 siswa 1 IA 27 siswa 6 IIIB 26 siswa 7 IVA 28 siswa 8 IVB 33 siswa 9 VA 36 siswa 10 VB 36 siswa 11 VIA 30 siswa 12 VIB 31 siswa No Kelas Jumlah siswa Penelitian dilaksanakan di SD Kanisius Sorowajan, yang beralamatkan di Jalan Sorowajan No. 111 Kecamatan Banguntapan, Kabupaten Bantul, ProvinsiDaerah Istimewa Yogyakarta.

3.2.2. Waktu Pengambilan Data

  Jadwal pengambilan data diperinci sebagai berikut:Tabel 3: Jadwal Penelitian Hari,tanggalPertemuan ke- Kelompok Eksperimen VAKelompok Kontrol VBRabu,6 Februari 2013 II Jenis-jenis pesawat sederhana (jam ke-6 VII Sampel merupakan bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut (Sugiyono, 2010:118). Populasi berupa orang, objek dan benda-benda yang ada, jugatermasuk di dalamnya berupa karakteristik atau sifat yang dimiliki oleh objek tersebut.

3.3 Populasi dan Sampel

3.4 Variabel Penelitian

  Ghozali (2008:8) mengartikan variabel sebagai suatu hal yang diharapkan berubah yang mencerminkan bahwa suatu hal dapat berubah dan menunjukkantingkat dari sesuatu hal yang bebas untuk bervariasi. Sugiyono (2010:60) menjelaskan yang dimaksud dengan variabel penelitian adalah atribut atau segalasesuatu yang berbentuk apa saja yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari sehingga memperoleh informasi tentang hal yang diteliti kemudian ditarikkesimpulan.

3.5 Definisi Operasional

  Metode inkuiri ialah metode pembelajaran yang mendorong siswa untuk aktif mencari pengetahuan baru dengan melakukan serangkaian percobaanmelalui tahap orientasi, menentukan rumusan masalah, menentukan hipotesis, melakukan eksperimen, menarik kesimpulan, mempresentasikanhasil, dan mengevaluasi hasil eksperimen. Proses kognitif adalah proses berpikir seseorang untuk memperoleh pengetahuan baru dengan mengunakan ranah berpikir dari yang palingrendah yaitu mengingat sampai pada kemampuan berpikir yang tinggi yaitu mencipta sesuai dengan taksonomi Bloom yang sudah direvisi.

3.6 Instrumen Penelitian

  Memahami hubungan antara gaya, gerak, dan energi serta fungsinya, serta kompetensi dasar 5.2 Menjelaskanpesawat sederhana yang dapat membuat pekerjaan lebih mudah dan lebih cepat. Dari 6 soal yang adahanya 2 soal yang digunakan untuk mengukur kemampuan mengingat dan memahami, yaitu soal nomor 1 dan nomor 2.

NO NOVARIABEL ASPEK

INDIKATOR SOAL

  1 Mengingat 2 Mengidentifikasi letak titik tumpu,Mengidentifikasi beban, dan kuasa pada pengungkit jenis ketiga. Mencontohkan alat –alat yang termasuk pesawat sederhana yang 2 Memahami Mencontohkan1 dapat digunakan untuk membantumemudahkan pekerjaan.

3.7 Validitas dan Reliabilitas Instrumen

  Pengujian validitas prediksi dilakukan dengan mengujicobakan instrumen penelitian kepada siswa kelas VA SD Kanisius Kalasan yang beralamatkan di JlYogya-Solo km 13, Kalasan, Yogyakarta dengan jumlah siswa sebanyak 38 siswa pada tanggal 16 Januari 2013. Dari hasil uji reliabilitas instrumen diperoleh hasil (lampiran 8): Yang digunakan dalam penelitian ini adalah variabel mengingat dengan nilai Sig.(2-tailed ) = 0,002 ( p < 0,05) sehingga dinyatakan valid dan variabelmemahami dengan nilai Sig.

3.8 Teknik Pengumpulan Data

  Kerlinger (dalam Sukardi, 2008:138) menerjemahkan tes sebagai prosedur sistematik di manaindividu yang dites direpresentasikan dengan suatu set stimuli jawaban mereka yang dapat menunjukkan ke dalam angka. Posttest diberikan untuk mengukur ada atau tidak pengaruh yang signifikan dari kelas yang diberi treatment dengan yang tidak.

3.9 Teknik Analisis Data

  3.9.1 Uji Normalitas Distribusi DataUji normalitas data dilakukan untuk mengetahui apakah distribusi datanya normal dan untuk menentukan jenis teknik statistik yang digunakan untukmenganalisis data selanjutnya. Jika distribusi data tidak normal, uji statistikinferensial selanjutnya menggunakan statistik non parametrik, dalam hal ini Mann-Whitney atau Wilcoxon (Priyatno, 2012:141).

3.9.2.1 Menguji Perbedaan Skor Pretest

  3.9.2.2 Menguji Perbedaan Skor Pretest dan PostestUji perbedaan skor pretest dan posttest dilakukan untuk melihat apakah ada kenaikan skor pretest kelompok eksperimen dengan skor posttest kelompokeksperimen, begitu juga untuk kelompok kontrol. 3.9.2.3 Menguji Selisih Skor Pretest dan PostestAnalisis yang digunakan untuk mengetahui pengaruh penerapan metode inkuiri terhadap kemampuan kognitif adalah analisis statistik denganmembandingkan selisih skor pretest ke postest baik dari kelompok eksperimen maupun dari kelompok kontrol untuk mengetahui apakah skor kelompokeksperimen berbeda secara signifikan dari skor kelompok kontrol (Johnson & Christensen, 2008:312,330).

3.9.2.5 Menguji Retensi Pengaruh

  Dengan kriteria, jika harga Sig (2-tailed) < 0,05 , ada perbedaan yang signifikan antara skor posttest I dan posttest II. Dengan kata lain ada penurunan yang signifikan yang terjadi antara posttest I dan posttest II.

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Pada bab ini akan dikemukakan hasil penelitian dan pembahasan untuk

  mengetahui pengaruh penggunaan metode inkuiri terhadap kemampuan kognitif mengingat dan memahami. Akan dijelaskan diskripsi data dan analisis data yangdilakukan.

4.1 Hasil Penelitian

4.1.1. Pengaruh Penggunaan Metode Inkuiri terhadap Kemampuan Mengingat

  Tahap-tahap penelitian yang dilakukan yaitu: 1) kedua kelompok diberikan pretest yang berupa enam soal uraian yang mencakup enam kemampuankognitif untuk mengetahui kemampuan awal antara kedua kelompok, 2) kelompok kontrol dan eksperimen diberi materi pembelajaran yang sama, hanya sajaperlakuan yang dilakukan berbeda. Hal ini ditunjukkan dengan data skor rata-rata siswa pada kelompok kontrol yang menggunakan metode ceramah mencapai skor lebih tinggi dengannilai M = 0,60, SE = 0,24, dibandingkan dengan kelompok eksperimen yang menggunakan metode inkuiri dengan nilai M = 0,19, SE = 0,22, p > 0,05 yaitu0,21.

4.1.1.1. Perbandingan Skor Pretest Kemampuan Mengingat

  Dari uji data penelitian diperoleh hasil (lampiran 11b): Tabel 10: Perbandingan hasil pretest kelompok kontrol dan eksperimen Hasil Pretest Signifikansi KeteranganKelompok kontrol dan kelompok eksperimen 0,094 Tidak berbeda Tabel perbandingan skor pretest antara kelompok kontrol dan kelompok eksperimen menunjukkan bahwa harga M = -0,35, SE = 0,21, Sig (2-tailed) > 0,05yaitu 0,094, t(70) = -1,7 . Harga Levene’s Test dengan tingkat kepercayaan 95% F= 0,208 dan Sig (2-tailed) = 0,650, (terdapat homogenitas varian) sehingga dapat disimpulkan bahwa H diterima dan dapat disimpulkan bahwa tidak adanullperbedaan yang signifikan antara skor pretest kelompok kontrol dengan kelompok eksperimen.

4.1.1.2. Perbandingan Skor Pretest ke Posttest Kemampuan Mengingat

  Pada kelompok kontrol harga Sig (2-tailed) < 0,05, makaH null ditolak, artinya ada perbedaan yang signifikan antara skor pretest dan posttest kelompok kontrol atau ada kenaikan yang signifikan antara pretest ke posttest. Artinya tidak ada perbedaan yang signifikan antara skor pretest danposttest atau tidak ada kenaikan yang signifikan antara skor pretest dan posttest.

4.1.1.3. Uji Selisih Skor

  H null : Tidak ada perbedaan yang signifikan antara selisih skor posttest dan pretest kelompok kontrol dengan kelompok eksperimen. Hasil analisis perbandingan selisih skor posttest dan pretest antara kelompok kontrol dan kelompok eksperimen yang dilakukan akan digunakan sebagai titikpijak dalam menarik kesimpulan yang berkaitan dengan hipotesis, yaitu apakah hasil penelitian mengafirmasi atau menolak hipotesis penelitian.

4.1.1.4 Uji Besar Pengaruh Metode Inkuiri terhadap Kemampuan Mengingat

  Daripenghitungan data normalitas dengan uji Kolmogorov-Smirnov diperoleh hasil distribusi data normal untuk data posttest II variabel mengingat, yaitu dengan nilaiSig (2-tailed) sebesar 0,071 untuk kelompok kontrol dan 0,058 untuk kelompokeksperimen. Hal ini ditunjukkan dengan harga M = 0,24 , SE = 0,23 , Sig (2-tailed) = 0,32, t(35) = 1,02 untuk kelompok kontrol yang menggunakanmetode ceramah dan M = 0,46, SE = 0,26, Sig (2-tailed) = 0,08, t(35) = 1,8 untuk kelompok eksperimen yang menggunakan metode inkuiri.

4.1.2 Pengaruh Penggunaan Metode Inkuri terhadap Kemampuan Memahami

  Untuk mengetahui itu, perlu dilakukan analisis statistik berdasar data yang diperoleh dari pretest dan posttest pada kelompok kontrol maupun kelompokeksperimen sama seperti pada kemampuan mengingat. Hal ini ditunjukkan dengan dataskor rata-rata siswa pada kelompok kontrol yang menggunakan metode ceramah mencapai skor dengan nilai M = 0,099, SE = 0,11 dan kelompok eksperimen yangmenggunakan metode inkuiri dengan nilai M = 0,38, SE = 0,11, t(70) = -1,82 , p > 0,05 yaitu 0,073.

4.1.2.1 Perbandingan Skor Pretest Kemampuan Memahami

  Kriteria yang digunakan adalah sebagai berikut: null iperbedaan yang signifikan antara skor pretest kelompok kontrol dan skor pretest kelompok eksperimen. Dengan katalain kelompok kontrol dan kelompok eksperimen berawal dari titik pijak yang sama atau kedua kelompok mempunyai kemampuan yang sama.

4.1.2.2. Perbandingan Skor Pretest ke Posttest Kemampuan Memahami

  Analisis data pada kedua kelompok tersebut menggunakan hipotesis statistik sebagai berikut :H :Tidak ada perbedaan yang signifikan antara skor pretest dan posttest.null Dengan kata lain tidak ada kenaikan yang signifikan yang terjadi antara skor pretest ke posttest. Kelompok eksperimen memiliki harga Sig (2-tailed) < 0,05,maka H null ditolak, artinya ada perbedaan yang signifikan antara skor pretest danposttest kelompok eksperimen atau ada kenaikan yang signifikan antara skor pretest ke posttest.

4.1.2.3. Uji Selisih Skor Pretest -Posttest Kemampuan Memahami

  Analisis statistik menggunakan hipotesis statistiksebagai berikut: H : Tidak ada perbedaan yang signifikan antara selisih skor posttest dan pretestnullkelompok kontrol dengan kelompok eksperimen. Hi :Ada perbedaan yang signifikan antara selisih skor posttest dan pretest kelompok kontrol dengan kelompok eksperimen.

1. Jika harga Sig (2-tailed) < 0,05, H

  Artinya tidak ada perbedaan yang signifikan antara selisih skor posttest dan pretestkelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Hasil analisis perbandingan selisih skor posttest dan pretest antara kelompok kontrol dan kelompok eksperimen yang dilakukan akan digunakansebagai titik pijak dalam menarik kesimpulan yang berkaitan dengan hipotesis penelitian untuk mengetahui apakah hasil penelitian mengafirmasi atau menolakhipotesis penelitian.

4.1.2.4 Uji Besar Pengaruh terhadap Kemampuan Memahami

  Dari penghitungan data normalitas diperoleh hasil distribusi data normal untuk data posttest II variabel memahami, yaitu dengan nilai Sig (2-tailed) sebesar 0,570untuk kelompok kontrol dan 0,550 untuk kelompok eksperimen. Hipotesis yang digunakan pada analisis statistik ini adalah: H null : Tidak ada perbedaan yang signifikan antara skor posttest I dan posttest II.

2. Jika harga Sig (2-tailed) > 0,05, H diterima dan H ditolak. Artinya tidak

  Dengan kata lain tidak ada penurunan yang signifikan antara posttest I dan posttest II. Sedangkan untuk kelompok eksperimenyang menggunakan metode inkuiri justru mengalami penurunan yang signifikan dengan harga M = 0,50, SE = 0,12, Sig (2-tailed) = 0,00, t(35) = 4,24.

4.2. Pembahasan 1. Kemampuan Mengingat

  (2-tailed) sebesar 0,21 atau > 0,05 yang berarti tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara posttest kelompok kontrol dan posttest kelompok eksperimen. Selain itu grafik kemampuan mengingat juga menunjukkan tidak ada kenaikan secara signifikan antara skor pretest dan posttest I pada kelompok eksperimen,namun untuk kelompok kontrol justru sebaliknya, grafik menunjukkan peningkatan yang signifikan antara skor pretest dan posttest.

4.2.2. Kemampuan Memahami

  Grafik skor kemampuan memahami jugamenunjukkan data yang sama, yaitu tidak ada kenaikan skor pretest ke posttest secara signifikan. Ini ditunjukkan dengan ekspresi dan teriakan siswa ketika guru membagikan LKSHal ini terjadi di kelas eksperimen, sedangkan untuk kelas kontrol suasana kelas sangat tenang dan teratur ketika proses pembelajaran.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN Pada bab ini akan dibahas mengenai kesimpulan dari hasil penelitian dan saran untuk penelitian selanjutnya

5.1. Kesimpulan

  Hal ini ditunjukkan dengan harga M = 0,24 , SE = 0,23, Sig (2- tailed) = 0,32, t(35) = 1,02 untuk kelompok kontrol yang menggunakanmetode ceramah dan M = 0,46, SE = 0,26, Sig (2-tailed) = 0,08, t(35) = 1,8 untuk kelompok eksperimen yang menggunakan metode inkuiri. Berdasarkan kriteria, maka hasil penelitianmenerima H null dan data di atas dapat disimpulkan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan antara selisih skor posttest dan pretestkelompok kontrol dengan kelompok eksperimen.

5.2. Keterbatasan Penelitian

  Beberapa keterbatasan dalam penelitian ini yaitu: 5.2.1. Siswa sudah lelah bermain dan dilanjutkan dengan aktifitas pembelajaran yang membutuhkankonsentrasi dan ketepatan waktu, siswa sudah kesulitan untuk fokus dalam belajar dan sudah lelah dalam berpikir.

5.2.2. Format LKS yang membosankan

5.3. Saran

  Berdasarkan penelitian yang sudah dilakukan, berikut beberapa saran yang dapat peneliti sampaikan bagi peneliti selanjutnya. Waktu penelitian sebaiknya dilakukan pada pagi hari, agar anak dapat berkonsentrasi dengan baik dan fokus dalam melakukan kegiatanpembelajaran.

5.3.2. Format LKS buat semenarik mungkin agar tidak menimbulkan kebosanan pada siswa

DAFTAR REFERENSI

  Pengaruh penggunaan metode mind map terhadapkemampuan mengingat dan memahami mata pelajaran IPA pada siswa kelas V SD Kanisius Wirobrajan. Pengaruh penggunaan metode mind map terhadapkemampuan mengingat dan memahami mata pelajaran IPA pada siswa kelas V SD Kanisius Sorowajan.

5. Memahami hubungan antara gaya, gerak, dan energi serta fungsinya

  Menjelaskan pesawat sederhana yang dapat membuat pekerjaan lebih mudah dan lebih cepat. sehari-hari mudah dalam pengerjaannyaPertemuan 3: dan lebih cepat 1.

5. Memahami hubungan antara gaya, gerak, dan energy serta fungsinya

  Menjelaskan pesawat sederhana yang dapat membuat pekerjaan lebih mudah dan lebih cepat. Kompetensi Dasar: 5.2 Menjelaskan pesawat sederhana yang dapat membuat pekerjaan lebih mudah dan lebih cepat.

A. Kegiatan Awal (5 menit) 1

1. Jenis-jenis pesawat Tes tertulis 2 x 40 menit Hermana, Dodo

  Peserta didik memimpin doa pesawat sederhana penggunaan pesawat pengetahuan 3. Memahami Mepraktekkan cara membuka Peserta didik dapat pesawat sederhana Kanisius.botol.

5. Guru menyampaikan tujuan berdasar jenis-jenis pesawat sehari-hari pembelajaran. sederhana

70

B. Kegiatan Inti(60 menit)

  Peserta didik mencatat materi pesawat sederhana dalam yang disampaikan guru. Peserta didik dengan bantuan guru membuat rangkuman proses pembelajaran.

C. KegiatanAkhir (15 menit) penggunaan pesawat

  71 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)Satuan Pendidikan : SD Kanisius Sorowajan Hari, tanggal/ Pertemuan ke : Selasa, 12 Februari 2013/ IIIMata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) Kelas / Semester : VB / 2Alokasi Waktu : 2 x 40 menit (2 jp) Kelompok : Kontrol Standar Kompetensi : 5. Kompetensi Dasar: 5.2 Menjelaskan pesawat sederhana yang dapat membuat pekerjaan lebih mudah dan lebih cepat.

A. Kegiatan Awal (5 menit) 1. Jenis-jenis pesawat Tes tertulis 2 x 40 menit Hermana, Dodo

1. Mengingat

  Guru mengkondisikan Peserta didik dapat sederhana Bentuk uraian (2009). Penerapan prinsip Yogyakarta: Mepraktekkan cara membuka Peserta didik dapat pesawat sederhana Kanisius.

5. Guru menyampaikan tujuan alat berdasar jenis/ sehari-hari pembelajaran. golongan katrol

B. Kegiatan Inti (60 menit) 3

  Peserta didik mencatat materi katrol dalam pemecahan yang disampaikan guru. Peserta didik dengan bantuan dalam pengerjaannya dan guru membuat rangkuman lebih cepatproses pembelajaran.

C. KegiatanAkhir (15 menit) Peserta didik dapat

  Memahami hubungan antara gaya, gerak, dan energi, serta fungsinya Kompetensi Dasar: Standar Kompetensi : (RPP)Satuan Pendidikan : SD Kanisius Sorowajan Hari, tanggal/ Pertemuan ke : Jumat, 15 Februari 2013/ VMata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) Kelas / Semester : VB / 2Alokasi Waktu : 2 x 40 menit (2 jp) Kelompok : Kontrol Kegiatan Belajar Indikator Materi Penilaian Alokasi Waktu Sumber Belajar tujuan pembelajaran. Kompetensi Dasar: 5.2 Menjelaskan pesawat sederhana yang dapat membuat pekerjaan lebih mudah dan lebih cepat.

A. Kegiatan awal (5 menit)

  Peserta didik dapat mengenali dengan doa dan salam.sederhana uraian (2009). Penerapan Yogyakarta: pembelajaran yang akanprinsip pesawat Kanisius.mengelompokkan alat – alat dilaksanakansederhana pada 2.

B. Kegiatan Inti (65 Menit)

  Merumuskan masalah: Peserta didik dalam kelompokmerumuskan permasalahan apa yang akan diajukan berkaitandengan masalah yang dihadirkan guru dengan pertanyaan yangdijawab “ya” atau “tidak” dan diawali dengan kalimat tanya“Apakah…..”. MengaplikasianPeserta didik dapat menerapkan pengunaanpesawat sederhana dalam pemecahan masalah agar lebihmudah dalam pengerjaannya dan lebih cepat 4.

6. Mencipta

  Melakukan eksperimen: Peserta didik mendiskusikanpercobaan yang akan diambil Peserta didik menentukanlangkah-langkah untuk melakukan percobaan Peserta didik melakukan percobaan pengertian pesawatsederhana dan jenis-jenisnya. Membuat kesimpulan: (mengacu pada rumusan masalah danhipotesis) Peserta didik menarik kesimpulandari percobaan yang dilakukan Peserta didik merancang solusiatas permasalahan Peserta didik mendiskusikanalasan memilih solusi yang dipilih Peserta didik dapat merancang prinsip kerja alat dalampenerapan pesawat sederhana.

C. Kegiatan Penutup (10 Menit)

  dan masing-masing peserta didikdibagi LKS Peserta didik mempelajari (RPP)Satuan Pendidikan : SD Kanisius Sorowajan Hari, tanggal/ Pertemuan ke : Jumat, 8 Februari 2013/ IIIMata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) Kelas / Semester : VA / 2Alokasi Waktu : 2 x 40 menit (2 jp) Kelompok : Eksperimen 3. Melakukan eksperimen Mengevaluasi Peserta didik mendiskusikanPeserta didik dapat memeriksa jenis-jenis percobaan yang akanalat yang termasuk pengungkit diambil Peserta didik menentukan 6.

C. Kegiatan penutup ( 10 menit)

  Kompetensi Dasar: 5.2 Menjelaskan pesawat sederhana yang dapat membuat pekerjaan lebih mudah dan lebih cepat. (RPP)Satuan Pendidikan : SD Kanisius Sorowajan Hari, tanggal/ Pertemuan ke : Rabu, 13 Februari 2013/ IVMata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) Kelas / Semester : VA / 2Alokasi Waktu : 2 x 40 menit (2 jp) Kelompok : Eksperimen PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 89 Kegiatan Pemebelajaran Indikator Materi Penilaian Alokasi waktuSumber/Bahan/ Alatpeserta didik menjadi 6 kelompok, danmasing-masing peserta didik dibagiLKS.

5. Membuat kesimpulan:

  Alokasi Sumber/Bahan/ Kegiatan Pembelajaran Indikator Materi Penilaianwaktu Alat membentuk 6 menggunakankelompok, dan prinsip bidang masing-masing miring dan rodapeserta didik berporos.dibagi LKS Peserta didikmempelajari LKS 3. Melakukan Peserta didik dapateksperimen memeriksa alat yang Peserta didik termasuk pesawatmendiskusikan jenis- sederhanajenis percobaan yang akan diambil 6.

C. Kegiatan penutup

  Jelaskan cara kerja alat yang kamu pilih di no 1 untuk memindahkan pasir dan karung berisi semen! Sebutkan perbedaan yang akan terjadi jika memindahkan pasir dengan menggunakan skop bergagang panjang dan skop bergagang pendek, jelaskanalasanmu!

b. Rancangan runtut dan mudah dipraktekkan

  Mengidentifik Jika mampu mengidentifikasiasi letak titik tumpu, beban, letak 2 titik pada 3 Mengidentifikasi dan kuasa pengungkit jenis pada ketiga dengan tepat.pengungkit Mengidentifikasi 1 2 jenis ketiga. Jika tidak mampu mengidentifikasiletak titik tumpu, 1 beban, dan kuasapada pengungkit No Variabel Aspek Indikator Kriteria Skorjenis ketiga Mengambilkembali informasi mengenai 3 letaktitik 4 tumpu,beban,dankuasa pada pengungkit jenisketiga dengan tepat.

2 Memahami Mampu

  4 yang termasuk digunakan untukpesawat membantu memudahkansederhana Menafsirkan yang dapat pekerjaan dengandigunakan alasan yang tepat.untuk Mampu pesawat sederhana 3 yang dapatdigunakan untuk membantu No Variabel Aspek Indikator Kriteria Skormemudahkan pekerjaan denganmenggunakan alasan namunalasan kurang tepat. Mampu memberi 3 atau lebih contohalat-alat yang dapat digunakan untuk 4 membantumemudahkan Mencontohkapekerjaan n alat –alatyang termasuk Mampu memberi 2 pesawat contoh alat-alatsederhana yang dapat Mencontohkan yang dapat digunakan untuk 3 digunakan membantuuntuk memudahkan membantu pekerjaanmemudahkan Mampu memberi 1 pekerjaan.

a. Uji Validitas

1. Uji Validitas 6 Kemampuan

  (2-tailed) .000 .000 .000 .000N 38 38 38 38 38 Pearson Correlation 1.000 1 1.000 1.000 1.000 in1 Sig. (2-tailed) .000 .000 .000 .000N 38 38 38 38 38 Pearson Correlation 1.000 1.000 1 1.000 1.000 in2 Sig.

b. Uji Reliabilitas

  Uji Reliabilitas 6 KemampuanCase Processing Summary N %Valid 38 100.0 a Cases Excluded .0Total 38 100.0 a. Uji Reliabilitas Kemampuan MengingatCase Processing Summary N %Valid 38 100.0 a Cases Excluded .0Total 38 100.0 a.

3. Uji Reliabilitas Kemampuan Memahami

  Case Processing Summary N %Valid 38 100.0 a Cases Excluded .0Total 38 100.0 a. Listwise deletion based on all variables in the procedure.

a. Uji Normalitas

  Deviation a,b 36 Normal Parameters 36 117 One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test 36 36 36 36 36 2 N 1 Post2Eks1 PreKon2 PreEks2 PostKon PreKon1 PreEks1 PostKon1 PostEks1 Post2Kon 36 One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test PostEks2 Post2Kon2 Post2Eks2 SelisihKon1 SelisihEks1 SelisihKon2 SelisihEks2N 36 36 36 36 36 36 36 a,b Mean 2.7569 2.1714 2.2580 .6011 .1911 .0986 .3842 Normal ParametersStd. Error Mean Pretest Kontrol mengingat 36 2.1767 .94023 .15671 Pretest PreKonEks1 eksperimen36 2.5311 .82754 .13792 mengingat 118 Independent Samples Test Levene's Test for t-test for Equality of MeansEquality of Variances Mean Std.

c. Uji Kenaikan skor Pretest ke Posttest

  Error MeanPair 1 PreKon1 2.1767 36 .94023 .15671PostKon1 2.7778 36 1.07201 .17867 Pair 2PreEks1 2.5311 36 .82754 .13792PostEks1 2.7222 36 .94449 .15742 Paired Samples Correlations N Correlation Sig. Pair 1 PreKon1 & PostKon1 36 .007 .969Pair 2 PreEks1 & PostEks1 36 -.122 .478 Paired Samples Test Paired Differences t df Sig.

d. Uji Selisih Skor Pretest-Posttest

  .826 .367 1.264 70 .210 .41000 .32436Equal variances not assumed Equal variances assumed Lower UpperSelisihKonEks1 t-test for Equality of Means95% Confidence Interval of the Difference Independent Samples Test 1.264 69.691 .210 .41000 .32436 SelisihKonEks1Equal variances assumed 121 F Sig. ErrorDifference Levene's Test for Equality ofVariances t-test for Equality of Means Independent Samples Test 36 .1911 1.32954 .22159 Selisih kontrol mengingat 36 .6011 1.42123 .23687Selisih eksperimen mengingat Kelompok N Mean Std.

e. Uji Besar Pengaruh

  ErrorMean 95% Confidence Interval of the DifferenceLower Upper Pair 1 PostKon1 - Post2Kon1 .23750 1.39665 .23277 -.23506 .71006 1.020 35 .315Pair 2 PostEks1 - Post2Eks1 .46389 1.54431 .25738 -.05863 .98641 1.802 35 .080 Lampiran 12: Hasil Analisis SPSS Kemampuan Memahami Group Statistics Kelompok N Mean Std. Error Mean Pretest kontrol 36 2.2347 .39615 .06603memahami Pretest KonEks2 Pretest eksperimen 36 2.3728 .44744 .07457memahami Independent Samples Test Levene's Test for t-test for Equality of MeansEquality of Variances F Sig.

b. Uji Kenaikan Skor Pretest ke Posttest

  Rangkuman Nilai Pretest 3 3 12 19 2 2 2 2 2 8 20 3 3 3 3 3 12 21 2 2 2 2 2 8 22 3 3 3 3 2 3 3 3 12 15 2 2 2 2 2 8 16 2 3 2 2 2 8 17 4 4 4 4 4 16 18 3 3 3 8 3 3 3 3 3 12 28 2 2 2 2 2 29 16 4 4 4 4 4 16 30 1 1 1 1 1 27 4 3 2 12 23 2 2 2 2 2 8 24 2 2 2 2 4 8 25 1 1 1 1 1 4 26 4 4 4 3 14 NoSoal 2 4 4 16 2 4 4 4 4 4 16 3 2 2 4 2 2 8 4 3 3 3 3 3 12 5 2 4 4 2 14 Variabel AspekSkor 1 2 3 4 2 MengingatMengenali 3 14 14 5 Mengingat Kembali 3 14 5 Mengidentifikasi 1 3 14 14 5 Mengambil 3 14 14 5 3. Rangkuman Nilai Posttest I 2 2 2 8 36 2 2 2 2 2 8 NoSoal 2 Variabel AspekSkor 1 2 3 4 1 Memahami Menafsirkan 10 13 13 Mencontohkan 11 24 2 35 35 11 2 2 2 2.25 9 32 4 1 2 4 2.75 33 12 4 1 2 3 2.5 10 34 4 2 2 4 3 1 Mengklasifikasi 1 Menjelaskan 2 1.75 2 3 2 1 2 8 5 3 1 2 1 7 7 6 3 3 2 2 2.5 10 7 2 3 2 1 4 1.75 7 2 12 9 8 5.

DAFTAR RIWAYAT HIDUP

  Selama menempuh pendidikan sudahbanyak kegiatan organisasi yang telah diikuti oleh penulis, antara lain saat SMP penulis mengikuti OSIS dan pengurus Dewan Penggalang SMP Negeri 1Wonosari, dan dan aktif dalam kegiatan putra-putri altar. Saat SMA penulis mengikuti OSIS Saat di Perguruan Tinggi banyak kegiatan organisasi yang sudahdiikuti, antara lain menjadi panitian dalam seminar HIBAH, menjadi cofasilitator PPKM 1, sertamenjadi pengurus HMPS periode 2010.

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

Pengaruh penerapan metode inkuiri terhadap kemampuan mengingat dan memahami mata pelajaran IPA siswa kelas V SD Negeri Cebongan Yogyakarta.
0
1
2
Pengaruh penerapan metode inkuiri terhadap kemampuan mengingat dan memahami mata pelajaran IPA siswa kelas V SD BOPKRI Gondolayu Yogyakarta.
0
0
199
Pengaruh penerapan metode inkuiri terhadap kemampuan mengaplikasi dan menganalisis pada mata pelajaran IPA kelas V SD Kanisius Sorowajan Yogyakarta.
0
3
175
Pengaruh penerapan metode inkuiri pada mata pelajaran IPA terhadap kemampuan mengingat dan memahami kelas V SD Kanisius Sorowajan Yogyakarta.
1
3
182
Pengaruh penerapan metode inkuiri terhadap kemampuan mengevaluasi dan mencipta pada mata pelajaran IPA kelas V SD Kanisius Sorowajan Yogyakarta.
0
6
192
Pengaruh penggunaan metode inkuiri terhadap kemampuan mengingat dan memahami pada mata pelajaran IPA kelas V SD Kanisius Sorowajan-Yogyakarta.
0
0
192
Pengaruh penggunaan metode inkuiri terhadap kemampuan mengingat dan memahami pada pelajaran IPA SD Kanisius Sengkan Yogyakarta.
0
3
146
Pengaruh penggunaan metode inkuiri terhadap kemampuan mengingat dan memahami pada mata pelajaran IPA SD Kanisius Kalasan Yogyakarta.
3
69
161
Pengaruh penggunaan metode inkuiri terhadap kemampuan mengingat dan memahami pada mata pelajaran IPA SD BOPKRI Gondolayu Yogyakarta.
0
2
148
Pengaruh penggunaan metode inkuiri terhadap kemampuan mengaplikasi dan menganalisis pada mata pelajaran IPA kelas V SD Kanisius Sorowajan Yogyakarta.
0
1
170
Pengaruh penggunaan metode inkuiri terhadap kemampuan mengevaluasi dan mencipta pada mata pelajaran IPA kelas V SD Kanisius Sorowajan Yogyakarta.
0
1
173
Pengaruh penggunaan metode inkuiri terhadap kemampuan mengingat dan memahami pada mata pelajaran IPA SD Kanisius Kalasan Yogyakarta
0
2
159
Pengaruh penggunaan metode inkuiri terhadap kemampuan mengingat dan memahami pada pelajaran IPA SD Kanisius Sengkan Yogyakarta
0
0
144
Pengaruh penggunaan metode mind map terhadap kemampuan mengingat dan memahami pada mata pelajaran IPA di SD Kanisius Sorowajan Yogyakarta - USD Repository
0
0
144
Pengaruh penggunaan metode inkuiri terhadap kemampuan mengaplikasi dan menganalisis pada mata pelajaran IPA kelas V SD Kanisius Sorowajan Yogyakarta - USD Repository
0
0
168
Show more