Peningkatan keaktifan dan prestasi belajar IPA siswa kelas IV SD Negeri Plaosan 1 menggunakan metode inkuiri terbimbing

Gratis

0
1
329
2 years ago
Preview
Full text
PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI PENINGKATAN KEAKTIFAN DAN PRESTASI BELAJAR IPA SISWA KELAS IV SD NEGERI PLAOSAN 1 MENGGUNAKAN METODE INKUIRI TERBIMBING SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd.) Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Oleh: Uswatun Khasanah NIM : 091134110 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR JURUSAN ILMU PENDIDIKAN FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2013 PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI PENINGKATAN KEAKTIFAN DAN PRESTASI BELAJAR IPA SISWA KELAS IV SD NEGERI PLAOSAN 1 MENGGUNAKAN METODE INKUIRI TERBIMBING SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd.) Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Oleh: Uswatun Khasanah NIM : 091134110 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR JURUSAN ILMU PENDIDIKAN FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2013 i PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ii PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI iii PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI HALAMAN PERSEMBAHAN Karya ini kupersembahkan untuk: Allah SWT, untuk segala karunia yang telah membuat rencana yang terbaik untuk hambaNYA Rosul Muhammad SAW, sebagai cahaya terang dikala gelap menyapa Ibu, Bapak, Adik dan seluruh keluarga, kalian mukjizat yang dikirim Allah, kalian yang terbaik, bahkan teramat terbaik untukku Almamaterku Universitas Sanata Dharma Nusa dan Bangsa iv PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI HALAMAN MOTTO “Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Maka apabila kamu telah selesai dari suatu urusan, kerjakanlah dengan sungguh-sungguh urusan yang lain” (Q.S Alam Nasyrah: 6-7) “Tidak ada balasan kebaikan kecuali kebaikan pula. Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?” (Q.S Ar-Rahman: 60-61) “Saat tersesat dalam gelap dan harapan seolah tak menemukan jalannya, seketika ada setitik embun yang menjelma cahaya, cahaya yang menjadikan terbukanya jalan keluar dan muncul pertolongan tak terduga, itulah do’a Ibu Bapak kita” v PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI vi PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI vii PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI PENINGKATAN KEAKTIFAN DAN PRESTASI BELAJAR IPA SISWA KELAS IV SD NEGERI PLAOSAN 1 MENGGUNAKAN METODE INKUIRI TERBIMBING ABSTRAK Uswatun Khasanah 091134110 Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK), penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) penggunaan metode inkuiri terbimbing dalam upaya meningkatkan keaktifan belajar IPA siswa kelas IV SD Negeri Plaosan 1, (2) penggunaan metode inkuiri terbimbing dalam upaya meningkatkan prestasi belajar IPA siswa kelas IV SD Negeri Plaosan 1. Subjek dari penelitian ini 18 siswa kelas IV SDN Plaosan 1 yang terdiri dari 10 siswa perempuan dan 8 siswa laki-laki. Objek dari penelitian ini adalah keaktifan dan prestasi belajar IPA siswa kelas IV SD Negeri Plaosan 1 menggunakan metode inkuiri terbimbing. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi dan dokumentasi. Instrumen pengumpulan data dalam penelitian ini adalah lembar observasi dan hasil tes serta rubrik. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan metode statistik deskriptif untuk data kuantitatif dan mendeskripsikan situasi saat pembelajaran IPA berlangsung untuk memperoleh gambaran. Hasil penelitian menunjukan bahwa penggunaan metode inkuiri terbimbing merangsang keaktifan dan berdampak pada prestasi belajar IPA yang lebih baik bagi siswa kelas IV SD Negeri Plaosan 1. Hasil tersebut terbukti dari adanya peningkatan keaktifan dan prestasi belajar IPA. Peningkatan keaktifan siswa dapat dilihat dari persentase keaktifan siswa pada indikator 1 keaktifan yang meningkat dari kondisi awal sebesar 33,33% menjadi 50%, indikator 2 keaktifan meningkat dari kondisi awal sebesar 27,78% menjadi 61,11%, dan indikator 3 keaktifan meningkat dari kondisi awal sebesar 33,33% menjadi 55,56%. Sedangkan peningkatan prestasi belajar IPA dapat dilihat dari peningkatan persentase siswa yang lulus KKM dari kondisi awal sebesar 64,75% menjadi 94,44% dan rata-rata nilai siswa juga mengalami peningkatan dari kondisi awal sebesar 63,18 menjadi 82,01. Dengan demikian penggunaan metode inkuiri terbimbing dapat digunakan untuk meningkatkan keaktifan dan belajar IPA siswa kelas IV SD Negeri Plaosan 1. Kata Kunci: Keaktifan, Prestasi Belajar, Metode Inkuiri Terbimbing, IPA viii PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI THE RAISING OF BEING ACTIVE AND LEARN ACHIEVEMENT THE NATURAL SCIENCE FOR IV GRADE STUDENT IN PLAOSAN 1 ELEMENTARY SCHOOL USING GUIDE INQUIRY METHOD ABSTRACT Uswatun Khasanah 091134110 This research is classroom action research, the purposes of this research were to knew: (1) using guide inquiry method in effort to raise of being active in learn natural science the IV grade student in Plaosan 1 elementary school, (2) using guide inquiry method in effort to raise of learn achievement the natural science the IV grade student in Plaosan 1 elementary school. The subject of the research was of 18 IV grade student of Plaosan 1 elementary school and the object of the research was being active, learn achievement of natural science the IV grade student in Plaosan 1 elementary school using guide inquiry method. The data collection of the research is sheet paper of observation and the result of test and column in process. The data analysis of the research used statistic descriptive method for quantitative data and describe the situation of learning natural science for qualitative data. The result of the research showed that used guide inquiry method can motive of being active and caused for better learn achievement of science the IV grade student in Plaosan 1 elementary school. The result is evidence from the raising of being active and learn achievement of natural science. The raising can see by the of raising being active percentage in indicator 1 of being active is raise from the beginning condition in 33,33% become 50%, indicator 2 of being active is raising from the beginning condition in 27,78% becompe 61,11%, and indicator 3 of being active from the beginning condition in 33,33% become 55,56%. And the raising of learn achievement can see by the raising of learn achievement percentage from student was pass of the limit pass score in the classroom from beginning condition in 64,75% become 94,44% and the average of student score is raising too from beginning condition in 63,18 become 82,01. So, the guide inquiry method can used for raise of being active and learn achievement of natural science the IV grade student in Plaosan 1 elementary school. Key Words: Being Active, Learn Achievement, Guide Inquiry Method, Natural Science ix PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI KATA PENGANTAR Puji Syukur senantiasa penulis panjatkan untuk kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena berkat karuniaNYA penulis dapat menyelesaikan skripsi dengan judul “Peningkatan Keaktifan dan Prestasi Belajar IPA Siswa Kelas IV SD Negeri Plaosan 1 Menggunakan Metode Inkuiri Terbimbing”. Skripsi ini disusun dalam rangka memenuhi persyaratan untuk menyelesaikan studi tingkat strata satu (S-1) pada prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Sanata Dharma (USD) Yogyakarta. Penyusunan skripsi ini tidak lepas dari bantuan, bimbingan dan arahan dari berbagai pihak. Seiring dengan selesainya skripsi ini penulis mengucapkan terimakasih kepada: 1. Bapak Rohandi, Ph.D selaku Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. 2. Romo Gregorius Ari Nugrahanta, S.J.S.S., BST., M.A. selaku ketua program studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. 3. Ibu E. Catur Rismiati, S.Pd., M.A., Ed.D. dan Ibu Wahyu Wido Sari, S.Si., M.Biotech selaku Dosen Pembimbing I dan Dosen Pembimbing II yang telah meluangkan waktu, tenaga dan pikiran untuk memberikan bimbingan, bantuan, masukan, nasehat serta arahan yang sangat berguna bagi penulis. 4. Seluruh dosen dan karyawan Program Studi Pendidikan guru Sekolah Dasar, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sanata x PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Dharma Yogyakarta yang telah membantu selama penyusunan skripsi ini berlangsung. 5. Bapak Sumarjoko, S.Ag selaku kepala sekolah SD Negeri Plaosan 1 yang telah memberikan ijin kepada penulis untuk melakukan penelitian di sekolah. 6. Bapak Juwadi, BA selaku wali kelas IV SD Negeri Plaosan 1 yang telah membantu sehingga penelitian dapat berlangsung. 7. Seluruh siswa kelas IV SD Negeri Plaosan 1 yang telah membantu selama penelitian berlangsung. 8. Ibu, Bapak, dan Adik tersayang yang telah mendukung, membantu, memberi semangat serta menyertakan untaian-untaian do’a yang tidak henti-hentinya. 9. Semua sahabat-sahabat yang telah membantu dan mendukung penyelesaian skripsi ini. 10. Semua pihak yang tidak dapat disebutkan satu persatu sehingga skripsi ini dapat terselesaikan. Penulis menyadari bahwa masih banyak kekurangan dalam penulisan skripsi ini. Oleh karena itu, penulis mengharap kritik dan saran yang membangun dari semua pihak. Semoga skripsi ini bermanfaat bagi penulis pada khususnya dan para pembaca pada umumnya. Yogyakarta, 6 Juni 2013 Penulis xi PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL ........................................................................................................... i HALAMAN PERTETUJUAN PEMBIMBING .............................................................. ii HALAMAN PENGESAHAN ............................................................................................ iii HALAMAN PERSEMBAHAN ........................................................................................ iv HALAMAN MOTTO ........................................................................................................ v PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ............................................................................ vi LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI ......................................... vii ABSTRAK ......................................................................................................................... viii ABSTRACT ........................................................................................................................ ix KATA PENGANTAR ........................................................................................................ x DAFTAR ISI...................................................................................................................... xii BAB I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah................................................................................................ 1 1.2 Batasan Masalah ........................................................................................................... 9 1.3 Rumusan Masalah ......................................................................................................... 9 1.4 Tujuan Peneitian ........................................................................................................... 9 1.5 Manfaat Penelitian ....................................................................................................... 10 1.6 Definisi Operasional .................................................................................................... 11 BAB II. TINJAUAN LITERATUR 2.1 Kajian Teori ................................................................................................................. 12 2.1.1 Keaktifan ................................................................................................................... 12 xii PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 2.1.2 Prestasi Belajar .......................................................................................................... 15 2.1.3 Teori Belajar Konstruktivisme ................................................................................. 18 2.1.4 Inkuiri ....................................................................................................................... 20 2.1.5 Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) ................................................................................. 28 2.1.6 Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ............................................................................. 32 2.2 Penelitian yang Relevan ............................................................................................... 33 2.3 Skema Penelitian yang Relevan ................................................................................... 38 2.4 Kerangka Berpikir ........................................................................................................ 39 2.5 Hipotesis Tindakan ...................................................................................................... 40 BAB III. METODOLOGI 3.1 Jenis Penelitian............................................................................................................. 42 3.2 Setting Penelitian ......................................................................................................... 44 3.3 Rancangan Tindakan .................................................................................................... 45 3.4 Indikator dan Pengukurannya ...................................................................................... 49 3.5 Teknik Pengumpulan Data ........................................................................................... 50 3.6 Instrumen Pengumpulan Data ...................................................................................... 51 3.7 Tabel Instrumen Pengumpulan Data dan Teknik Pengumpulan Data ......................... 58 3.8 Taraf Kesukaran, Validitas dan Reliabilitas ................................................................ 59 3.9 Teknik Analisis Data .................................................................................................... 82 3.10 Jadwal Penelitian ....................................................................................................... 85 BAB IV. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Penelitian ........................................................................................................... 87 4.1.1 Gambaran Umum Penelitian ..................................................................................... 87 xiii PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 4.1.1.1 Perencanaan ........................................................................................................... 87 4.1.1.2 Tindakan ................................................................................................................ 89 4.1.1.3 Observasi ............................................................................................................... 91 4.1.1.4 Refleksi .................................................................................................................. 93 4.1.2 Hasil Penelitian ......................................................................................................... 98 4.1.2.1 Kualitas Proses ...................................................................................................... 98 4.1.2.2 Kualitas Hasil ........................................................................................................ 107 4.2 Pembahasan ................................................................................................................. 113 BAB V. PENUTUP 5.1 Kesimpulan ................................................................................................................. 145 5.2 Saran ........................................................................................................................... 147 5.3 Keterbatasan Penelitian ............................................................................................... 148 DAFTAR PUSTAKA ...................................................................................................... 150 xiv PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR TABEL Tabel 1. Indikator dan Pengukuranya .................................................................................. 49 Tabel 2. Lembar Observasi Keaktifan Siswa ...................................................................... 53 Tabel 3. Kisi-kisi Soal Tes Objektif .................................................................................... 54 Tabel 4. Rubrik Penilaian Kognitif ..................................................................................... 55 Tabel 5. Rubrik Penilaian Psikomotor ................................................................................ 56 Tabel 6. Rubrik Penilaian Produk ....................................................................................... 57 Tabel 7. Tabel Instrumen Pengumpulan Data dan Teknik Pengumpulan Data ................... 58 Tabel 8. Kualifikasi IK ....................................................................................................... 60 Tabel 9. Hasil Penghitungan Indeks Kesukaran (IK) 30 Soal Objektif ............................. 61 Tabel 10. Penilaian Silabus ................................................................................................. 70 Tabel 11. Penilaian Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP).......................................... 72 Tabel 12. Indikator dan Nomor Soal Tes Objektif Sebelum Divalidasi Empiris ................ 75 Tabel 13. Hasil Perhitungan Validitas Menggunakan SPSS 16 .......................................... 77 Tabel 14. Tabel Hasil Validitas Empiris ............................................................................. 78 Tabel 15. Indikator dan Nomor Soal Tes Objektif Setelah Divalidasi Empiris .................. 79 Tabel 16. Koefisien Korelasi dan Kualifikasi Reliabilitas................................................... 80 Tabel 17. Reliability Statistic. ............................................................................................. 81 Tabel 18. Jadwal Penelitian. ............................................................................................... 86 Tabel 19. Hasil Observasi Keaktifan Siswa Pertemuan 1 ................................................... 99 Tabel 20. Hasil Observasi Keaktifan Siswa Pertamuan 2 .................................................. 100 Tabel 21. Hasil Observasi Keaktifan Siswa Pertemuan 3 .................................................. 101 Tabel 22. Hasil Observasi Keaktifan Siswa Pertamuan 4 .................................................. 102 xv PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Tabel 23. Rangkuman Hasil Observasi Keaktifan Siswa Siklus I (4 kali Pertemuan) ......................................................................................................... 103 Tabel 24. Hasil Keaktifan Siswa pada Siklus I (4 kali Pertemuan) ................................... 105 Tabel 25. Daftar Hasil Tes Objektif Siklus I ..................................................................... 108 Tabel 26. Hasil Skor Total Rubrik Penilaian Kognitif, Rubrik Penilaian Psikomotor dan Rubrik Penilaian Produk) Siklus I (4 kali Pertemuan) .......... 110 Tabel 27. Hasil Keseluruhan Prestasi Siswa (Rata-rata Tes Objektif dan Rubrik)............ 112 Tabel 28. Hasil Penelitian .................................................................................................. 116 xvi PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR GAMBAR Gambar 1. Putaran Spiral Siklus PTK Menurut Kemmis dan Taggart .................................. 44 Gambar 2. Grafik Peningkatan Keaktifan Belajar IPA Siswa Kelas IV ............................... 118 Gambar 3. Grafik Peningkatan Prestasi Belajar IPA Siswa Kelas IV .................................. 119 Gambar 4. Contoh 1 Hasil Penempelan Gambar Siswa dalam Kelompok ........................... 120 Gambar 5. Contoh 2 Hasil Penempelan Gambar Siswa dalam Kelompok .......................... 120 Gambar 6. Contoh 1 Hasil Lembar Kerja Pertemuan 1 ....................................................... 122 Gambar 7. Contoh 2 Hasil Lembar Kerja Pertemuan 1 ....................................................... 123 Gambar 8. Contoh 3 Hasil Lembar Kerja Pertemuan 1 ....................................................... 123 Gambar 9. Contoh 1 Hasil Lembar Kerja Percobaan Erosi pada Pertemuan 2 ................... 125 Gambar 10. Contoh 2 Hasil Lembar Kerja Percobaan Erosi pada Pertemuan 2 ................. 125 Gambar 11. Contoh 1 Hasil Lembar Kerja Percobaan Abrasi Pantai Berpasir pada Pertemuan 2 ...................................................................................................... 126 Gambar 12.Contoh 2 Hasil Lembar Kerja Percobaan Abrasi Pantai Berpasir pada Pertemuan 2 ....................................................................................................... 126 Gambar 13. Contoh 1 Hasil Lembar Kerja Percobaan Abrasi Pantai Berkarang pada Pertemuan 2 ................................................................................................ 127 Gambar 14. Contoh 2 Hasil Lembar Kerja Percobaan Abrasi Pantai Berkarang pada Pertemuan 2 ............................................................................................. 127 Gambar 15. Contoh 1 Hasil Lembar Kerja Percobaan Banjir pada Pertemuan 2 ................ 128 Gambar 16. Contoh 2 Hasil Lembar Kerja Percobaan Banjir pada Pertemuan 2 ................ 129 Gambar 17. Contoh 1 Hasil Lembar Kerja Percobaan Longsor pada Pertemuan 2 .............. 129 xvii PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Gambar 18. Contoh 2 Hasil Lembar Kerja Percobaan Longsor pada Pertemuan 2............. 130 Gambar 19. Contoh 1 Hasil Lembar Kerja Pertemuan 3 ........................................................ 132 Gambar 20. Contoh 2 Hasil Lembar Kerja Pertemuan 3 ........................................................ 132 Gambar 21. Contoh 3 Hasil Lembar Kerja Pertemuan 3 ........................................................ 132 Gambar 22. Contoh 1 Hasil Slogan Sederhana Siswa pada Pertemuan 4............................ 134 Gambar 23. Contoh 2 Hasil Slogan Sederhana Siswa pada Pertemuan 4............................... 135 Gambar 24. Contoh 1 Refleksi Kelompok .............................................................................. 136 Gambar 25. Contoh 2 Refleksi Kelompok .............................................................................. 136 Gambar 26. Contoh 3 Refleksi Kelompok .............................................................................. 137 Gambar 27. Contoh 4 Refleksi Kelompok .............................................................................. 137 Gambar 28. Contoh 1 Refleksi Individu ................................................................................. 139 Gambar 29. Contoh 2 Refleksi Individu ................................................................................. 139 Gambar 30. Contoh 3 Refleksi Individu ................................................................................. 139 Gambar 31. Contoh 4 Refleksi Individu ................................................................................ 140 xviii PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1. Surat Keterangan Ijin Penelitian dan Surat Keterangan Selesai Penelitian....................................................................................................... 153 Lampiran 2. Perangkat Pembelajaran Sebelum Divalidasi ................................................ 155 Lampiran 3. Perangkat Pembelajaran Sesudah Divalidasi................................................. 198 Lampiran 4. Instrumen Pengumpulan Data ....................................................................... 252 Lampiran 5. Indeks Kesukaran (IK), Validitas dan Reliabilitas ........................................ 260 Lampiran 6. Hasil Penelitian.............................................................................................. 268 xix PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional mengatakan bahwa pendidikan nasional adalah usaha secara sadar atau terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memperoleh kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan baik untuk diri sendiri, masyarakat, bangsa dan negara (Badan Satuan Nasional Pendidikan [BSNP]: 2006). Usaha secara sadar dan terencana tersebut bertujuan agar peserta didik memiliki kekuatan spiritual, keagamaan, pengendalian diri, kebiasaan, kecerdasan, dan ketrampilan yang diperlukan bagi dirinya, masyarakat, bangsa dan Negara (BSNP: 2006). Oleh karena itu, proses dalam pengembangan potensi saat belajar sangat berpengaruh pada prestasi siswa. Sekolah akan membantu siswa untuk mengembangkan moral, emosi, budaya, kerjasama, dan keterampilan fisiknya yang dapat ia gunakan untuk kelangsungan hidup individu maupun di masyarakat selanjutnya (BSNP: 2007). Dalam jenjang pendidikan sekolah dasar (SD), proses pendidikan akan sangat berpengaruh pada kelanjutan berkembangnya pengetahuan siswa ke jenjang yang lebih tinggi. Sediono (dalam Gora dan Sunarto, 2010: 12) mengungkapkan bahwa PAKEM (Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif dan 1 PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 2 Menyenangkan) dalam proses pembelajaran dimaksudkan bahwa guru harus menciptakan suasana sedemikian rupa sehingga siswa aktif bertanya, mempertanyakan dan mengemukakan pendapat. Sekolah dapat mewujudkan proses belajar secara benar hanya jika melakukan proses Pembelajaran yang Aktif, Kreatif, Efektif, dang Menyenangkan (PAKEM) (Gora dan Sunarto, 2010: 17). Berdasarkan pendapat tersebut dapat dikatakan bahwa pembelajaran yang baik adalah pembelajaran yang dapat membuat siswa terlibat dan berproses langsung dalam pembelajaran secara aktif, efektif, efisien dan menyenangkan. Profesionalisme seorang guru bukanlah pada kemampuannya mengembangkan ilmu pengetahuan, melainkan pada kemampuannya untuk melaksanakan pembelajaran yang menarik dan bermakna bagi siswanya (Sugiyanto, 2010:1). Oleh karena itu guru perlu mengembangkan perencanaan untuk proses belajar yang dapat mengaktifkan siswa. Dengan siswa yang aktif dalam suatu pembelajaran maka akan berpengaruh pada pemaknaan proses pembelajaran yang diharapkan dapat berpengaruh lebih baik pada prestasi belajarnya. Berdasarkan dua kali observasi pada tanggal 4 dan 11 Oktober 2012 yang dilakukan di kelas IV SD Negeri Plaosan 1 pada mata pelajaran IPA, terlihat bahwa guru kelas IV menggunakan metode ceramah selama pelajaran IPA berlangsung. Siswa yang terlihat bertanya kepada guru dan atau teman tentang materi pembelajaran IPA pada saat proses pembelajaran ada 6 orang siswa dari keseluruhan 18 siswa (33,33%). Siswa yang terlihat mengemukakan pendapat pada saat proses pembelajaran ada 5 orang siswa dari keseluruhan 18 PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 3 siswa (27,78%). Kemudian siswa yang terlihat mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru dalam proses pembelajaran IPA ada 6 orang siswa dari keseluruhan 18 siswa (33,33%). Guru kelas IV SD Negeri Plaosan 1 memberikan informasi bahwa beliau dalam pelaksanaan pembelajaran IPA sebagian besar menggunakan metode ceramah dan tidak pernah menggunakan media untuk menunjang pembelajaran. Beliau mengungkapkan bahwa lebih dari 50% siswa kurang aktif di dalam kelas saat pembelajaran berlangsung. Di kelas IV terdapat siswa yang pandai dengan nilai tinggi, tetapi ada juga siswa yang mendapat nilai rendah dan terpaut jauh dari siswa yang mendapat nilai tinggi tersebut. Siswa jarang terlibat dalam diskusi kelompok karena guru lebih sering menggunakan metode ceramah dan penugasan individu setelah materi pelajaran disampaikan. Dokumentasi data diperoleh dari guru kelas IV yang memberikan informasi bahwa KKM mata pelajaran IPA tahun ajaran 2010/2011, 2011/2012 dan 2012/2013 adalah sama, yaitu 60. Hal ini berarti siswa dikatakan tuntas jika telah mencapai nilai 60 atau lebih. Berdasarkan data yang diperoleh dari guru kelas IV diketahui bahwa pada tahun pelajaran 2010/2011 siswa sudah mencapai KKM atau lebih pada mata pelajaran IPA ada 19 dari 24 siswa, dengan persentase 79,17% dan rata-rata nilai IPA adalah 65,54. Pada tahun 2011/2012 siswa yang sudah mencapai KKM atau lebih ada 9 dari 21 siswa, dengan persentase 42,86% dan rata-rata nilai IPA adalah 57,8. Berdasarkan hasil ulangan tengah semester pada mata pelajaran IPA kelas IV PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 4 semester ganjil pada tahun 2012/2013, siswa yang sudah lulus KKM atau lebih ada 13 siswa dari 18, dengan persentase 72,22% dan rata-rata nilai IPA adalah 66,2. Maka, rata-rata untuk keseluruhan nilai yang sudah mencapai KKM atau lebih adalah 64,75% dan rata-rata nilai IPA adalah 63,18. Hasil observasi, informasi dari guru dan dokumentasi data yang diperoleh telah memberi gambaran tentang kondisi siswa kelas IV SD Negeri Plaosan 1. Dari semua data yang diperoleh tersebut dapat dikatakan bahwa siswa kurang aktif dalam proses pembelajaran yang akan berpengaruh pada prestasi belajar IPA. Hal tersebut dapat dilihat dari presentase siswa yang bertanya pada guru maupun diskusi yang berpresentase tidak mencapai separuh kelas. Proses belajar dalam hal ini berdampak pada hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPA. Hakekat belajar itu sendiri adalah suatu proses yang dilakukan individu untuk memperoleh penguasaan kompetensi baru secara permanen, sebagai hasil dari pengalaman individu itu sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya (Gora dan Sunarto, 2010: 15). Uraian pendapat ahli tersebut bisa dikatakan bahwa dengan menggunakan pembelajaran yang menarik dan membuka interaksi antara individu dengan lingkungannya. Melalui interaksi secara langsung tersebut diharapkan siswa akan berproses lebih baik daripada sebatas menggunakan metode ceramah sehingga siswa akan menemukan makna dan penguasaan kompetensi baru secara permanen melalui pengalaman dan interaksi belajar siswa. Berdasarkan uraian masalah di atas, dapat dikatakan bahwa kelas tersebut membutuhkan pembelajaran yang dapat meningkatkan keaktifan yang PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI akan berpengaruh pada perolehan prestasi belajar siswa. 5 Dengan menggunakan pembelajaran yang menarik dan bermakna diharapkan siswa akan berproses lebih baik daripada sebatas menggunakan metode ceramah. Dibutuhkan langkah-langkah dalam proses pembelajaran yang bisa dikatakan sebelumnya kurang menarik menjadi menarik, yang dirasakan sulit menjadi mudah, yang tadinya tidak berarti menjadi bermakna. Pembelajaran yang inovatif dapat merangsang aktifitas siswa di dalam maupun di luar kelas untuk berproses dengan lebih baik, sehingga siswa dapat mengembangkan potensi yang ada dalam dirinya dan bukan hanya sekedar duduk diam mendengarkan yang sering diilustrasikan sebagai gelas atau botol kosong yang di isi oleh gurunya. Rangkaian pembelajaran yang inovatif diharapkan dapat digunakan untuk membuat proses belajar siswa lebih aktif dan bermakna serta akan membuat siswa lebih memahami materi apa yang dipelajari. Model pembelajaran inovatif tersebut diantaranya adalah Kooperatif atau Cooperative Learning (CL), yaitu pembelajaran yang berfokus pada penggunaan kelompok kecil siswa untuk bekerjasama dalam memaksimalkan kondisi belajar untuk mencapai tujuan (Sugiyanto, 2010: 37). Selain kooperatif, model kontekstual atau Contextual Teaching and Learning (CTL) juga merupakan salah satu model inovatif yang dapat digunakan untuk membuat siswa belajar dengan cara berinteraksi dengan lingkungannya. Kontekstual yaitu konsep pembelajaran yang mendorong guru untuk menghubungkan materi yang diajarkan dan situasi dunia nyata siswa PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 6 (Sugiyanto, 2010: 5). Selain model Kontekstual, terdapat metode yang juga dapat digunakan untuk mendorong siswa berinteraksi dengan lingkungan sosial maupun lingkungan alam disekitarnya, yaitu metode Inkuiri atau Inquiry. Inkuiri merupakan suatu rangkaian pembelajaran yang melibatkan secara maksimal seluruh kemampuan peserta didik untuk mencari dan menyelidiki secara sistematis, kritis dan logis sehingga mereka dapat menemukan sendiri pengetahuan, sikap dan keterampilan sebagai wujud adanya perubahan perilaku (Hanafiah & Suhana, 2009: 77). Menurut Hanafiah dan Suhana (2009: 77) inkuiri dibagi menjadi 3 yang terdiri dari inkuiri terpimpin (terbimbing) yaitu pelaksanaan inkuiri atas petunjuk guru, inkuiri bebas yaitu peserta didik melakukan penelitian secara bebas sebagaimana seorang ilmuan, dan inkuiri bebas yang dimodifikasi yaitu masalah diajukan guru didasarkan pada teori yang sudah dipahami peserta didik. Berdasarkan fakta dan data yang telah diperoleh dari observasi, informasi guru, maupun dokumentasi data maka peneliti memutuskan untuk menggunakan metode inkuiri terbimbing yang diharapkan dapat meningkatkan keaktifan dan prestasi belajar siswa kelas IV pada mata pelajaran IPA di SD Negeri Plaosan 1. Metode Inkuiri terbimbing dipilih karena diharapkan metode ini dapat mendorong siswa untuk aktif dalam proses pembelajaran IPA sebagai upaya untuk menemukan konsep-konsep dan prinsip-prinsip melalui proses mentalnya sendiri dengan bimbingan guru. Pengalaman pada saat berinteraksi dengan lingkungan dan alam sekitar siswa diharapkan dapat membuat siswa aktif dan memperoleh hasil berupa penguasaan kompetensi PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 7 yang permanen dan bermakna. Inkuiri adalah rangkaian kegiatan pembelajaran yang menekankan pada proses berpikir secara kritis dan analitis untuk mencapai dan menemukan sendiri jawaban dari suatu masalah yang dipertanyakan (Sanjaya, 2006: 196). Sedangkan menurut Hanafiah dan Suhana (2009: 77) inkuiri terpimpin merupakan proses inkuiri yang dilakukan atas petunjuk dari guru. Inkuiri terbimbing dimulai dari pertanyaan inti, guru mengajukan berbagai pertanyaan yang melacak dengan tujuan untuk mengarahkan peserta didik ke titik kesimpulan yang diharapkan. Siswa melakukan percobaan untuk membuktikan pendapat yang dikemukakannya. Paparan pendapat ahli tersebut menunjukan bahwa metode inkuiri terbimbing dapat membuat siswa lebih terlibat dalam proses pembelajaran karena siswa memperoleh konsep-konsep dan prinsip-prinsip melalui pengalaman dan proses mentalnya sendiri melalui petunjuk dari guru. Terlibatnya siswa sebagai pemeran utama menjadikan siswa lebih aktif dan tertarik dalam menjalani proses pembelajaran dan bukan hanya duduk diam dan mendengarkan ceramah dari guru, khususnya pelajaran IPA. Inkuiri menempatkan siswa sebagai individu yang telah mempunyai pengetahuan awal yang nantinya akan mereka bangun sendiri selama berproses. Hasil belajar bukan hanya tergantung pada lingkungan belajar tapi juga pengalaman belajar, yaitu berbasis kontruktivis (Driver and Bell, 1986). Inkuiri terbimbing diharapkan dapat merangsang keaktifan siswa dalam proses pembelajaran IPA, yang akan berpengaruh lebih baik pada prestasi siswa. PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 8 Melalui metode inkuiri terbimbing siswa akan menjadi pemeran utama dalam pembelajaran sedangkan guru menjadi fasilitator dalam pembelajaran. Dalam proses pembelajaran inkuiri akan muncul pengalamanpengalaman belajar melalui langkah-langkah ilmiah yang terdiri dari merumuskan problemanya sendiri, merumuskan hipotesa, mendesain eksperimen, mengumpulkan dan menganalisa data, dan menarik kesimpulan (Sanjaya, 2006). Terbentuknya pengalaman belajar tersebut akan membantu siswa untuk menemukan makna dalam pembelajaran, yang pada prosesnya nanti diharapkan akan berpengaruh pada keaktifan siswa dalam proses pembelajaran dan akan berdampak pada hasil belajar yang lebih baik. Hasil penelitian tentang inkuiri terbimbing telah dilakukan Yuli Widyaningsih (2010) yang membuktikan bahwa metode inkuiri terbimbing dapat meningkatkan hasil belajar di SD K Kintelan 1. Skripsi yang disusun oleh Wiyan Purbatin (2010 ) juga membuktikan bahwa metode inkuiri terbimbing efektif untuk meningkatkan hasil belajar siswa dalam mata pelajaran IPA di SD Kanisius Kalasan. Selanjutnya penelitian Clara Prahestu (2011) berhasil menggunakan metode penemuan terbimbing untuk meningkatkan pemahaman siswa dalam mata pelajaran IPA di SD Negeri Nyamplung. Sedangkan jurnal penelitian yang disusun oleh Retno Megawati, Suripto dan Kartika Chrysti Suryandari dari PGSD UNS membuktikan bahwa penerapan metode inkuiri terbimbing dapat meningkatkan keaktifan belajar IPA di SDN 1 Kabekelan. Berdasarkan uraian tersebut, maka peneliti memutuskan untuk menggunakan metode inkuiri terbimbing dalam upaya PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 9 meningkatkan keaktifan dan prestasi belajar IPA siswa kelas IV SD Negeri Plaosan 1. 1.2 Batasan Masalah Berdasarkan latar belakang serta mengingat terbatasnya tenaga serta kemampuan yang dimiliki oleh peneliti maka dalam hal ini peneliti hanya membatasi penelitiannya pada penggunaan metode inkuiri terbimbing sebagai upaya peningkatan keaktifan dan prestasi belajar IPA siswa kelas IV SD Negeri Plaosan 1. 1.3 Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang masalah dan batasan masalah, maka rumusan masalah adalah sebagai berikut: 1.3.1 Bagaimana penggunaan metode inkuiri terbimbing dalam upaya meningkatkan keaktifan belajar IPA siswa kelas IV SD Negeri Plaosan 1? 1.3.2 Bagaimana penggunaan metode inkuiri terbimbing dalam upaya meningkatkan prestasi belajar IPA siswa kelas IV SD Negeri Plaosan 1? 1.4 Tujuan Penelitian Berdasarkan rumusan masalah, maka tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut: 1.4.1 Mengetahui penggunaan metode inkuiri terbimbing dalam upaya meningkatkan keaktifan belajar IPA siswa kelas IV SD Negeri Plaosan 1. 1.4.2 Mengetahui penggunaan metode inkuiri terbimbing dalam upaya meningkatkan prestasi belajar IPA siswa kelas IV SD Negeri Plaosan 1. PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 10 1.5 Manfaat penelitian 1.5.1 Bagi Peneliti Penelitian ini memberikan pengalaman yang sangat bermanfaat begi peneliti dalam melakukan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Pengalaman tersebut khususnya dalam menggunakan metode inkuiri terbimbing dalam upaya meningkatkan keaktifan dan prestasi belajar IPA siswa kelas IV SD Negeri Plaosan 1. Sehingga jika peneliti melaksanakan penelitian lain selanjutnya dapat melakukan dengan lebih baik. 1.5.2 Bagi Guru Penelitian ini dapat bermanfaat untuk meningkatkan kualitas proses dan kualitas hasil belajar siswa. Kualitas proses dan hasil tersebut khususnya pada pembelajaran IPA dengan menggunakan metode inkuiri terbimbing. Guru dapat menggunakan penelitian ini sebagai gambaran pembelajaran dengan menggunakan inkuiri terbimbing, khususnya pembelajaran IPA. 1.5.3 Bagi Siswa Hasil penelitian ini dapat memberikan pengalaman belajar menggunakan inkuiri terbimbing dan mengembangkan diri siswa. Siswa dapat memperoleh pengalaman berproses dengan interaksi lingkungan fisik dan sosialnya dalam pembelajaran. Sehingga melalui penggunaan pengalaman belajar menggunakan metode inkuiri terbimbing dapat meningkatkan keaktifan dan prestasi belajar siswa. 1.5.4 Bagi Pihak Sekolah PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 11 Penelitian ini dapat memberikan gambaran dan masukan dalam rangka mengembangkan dan atau mengoptimalkan potensi guru maupun siswa. Selain itu, penelitian ini berguna sebagai pertimbangan pemanfaatan sumber-sumber dan media yang ada di sekitar sekolah untuk pembelajaran. Sehingga dapat meningkatkan kualitas atau mutu sekolah ke arah yang lebih baik. 1.6 Definisi Operasional Supaya tidak menimbulkan suatu pertanyaan dan multi tafsir tentang suatu istilah yang dikemukakan, maka perlu adanya definisi operasional untuk menyamakan persepsi. Berikut ini merupakan definisi operasional yang peneliti ambil, yaitu sebagai berikut: 1.6.1 Metode inkuiri terbimbing atau terpimpin merupakan langkah-langkah dalam pembelajaran yang dirancang sedemikian rupa sehingga siswa dapat menemukan konsep-konsep dan prinsip-prinsip melalui proses mentalnya sendiri sesuai dengan petunjuk guru. 1.6.2 Keaktifan merupakan keterlibatan siswa secara fisik maupun mental dalam proses pembelajaran. 1.6.3 Prestasi belajar merupakan hasil belajar yang dicapai oleh siswa yang dinyatakan dalam bentuk nilai maupun skor, yang di peroleh dari tes. 1.6.4 Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) merupakan ilmu yang mempelajari tentang sistem alam semesta, yang diperoleh dari pengumpulan data dan informasi melalui langkah-langkah ilmiah. PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 12 BAB II TINJAUAN LITERATUR 2.1 Kajian Teori 2.1.1 Keaktifan 2.1.1.2 Pengertian Keaktifan Tim Penyusun Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) edisi 3 (2005: 23) menyatakan bahwa aktif merupakan giat, bekerja, berusaha. Sedangkan menurut Silberman M (dalam Gora dan Sunarto, 2009: 10) menyatakan bahwa keaktifan dalam belajar adalah mempelajari dengan cepat, menyenangkan, penuh semangat, dan keterlibatan secara pribadi untuk mempelajari sesuatu yang baik, harus mendengar, melihat, menjawab pertanyaan dan mendiskusikannya dengan orang lain. Implikasi prinsip keaktifan bagi siswa berwujud perilaku-perilaku seperti mencari sumber informasi yang dibutuhkan, menganalisis hasil percobaan, ingin tahu hasil dari suatu rekasi kimia, membuat karya tulis, membuat kliping dan perilaku sejenis lainnya (Dimyati dan Mudjiono, 2006: 51). Berdasarkan pernyataan tersebut dapat dikatakan bahwa keaktifan siswa akan muncul ketika guru merencanakan pembelajaran yang dapat merangsang keterlibatan siswa secara langsung dalam proses pembelajaran. Aktivitas murid sangat diperlukan dalam kegiatan belajar mengajar sehingga murid yang harus banyak aktif, sebab murid adalah sebagai subyek didik adalah yang merencanakan dan ia sendiri yang melaksanakan belajar (Daryanto & Rahardjo: 2012). Dari pernyataan 12 PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 13 tersebut dapat dikatakan jika dalam proses pembelajaran, siswa yang menjadi subyek, sehingga keaktifan siswa juga merupakan suatu hal pokok yang harus ada dalam proses pembelajaran demi tercapainya tujuan pembelajaran sesuai dengan hakekat belajar. Berdasarkan uraian diatas secara umum dapat disimpulkan bahwa keaktifan merupakan segala keterlibatan siswa baik secara fisik maupun mental dalam proses pembelajaran yang dipertanggungjawabkan oleh peserta didik itu sendiri. Keterlibatan siswa dalam pembelajaran tersebut dilakukan siswa dengan menyenangkan, penuh semangat dalam mempelajari sesuatu sehingga siswa menyukai hal yang dipelajari. Keterlibatan tersebut meliputi mendengar, melihat, menjawab, melakukan, mencari tahu dan mendiskusikannya dengan orang lain. Sehingga dengan keaktifan diharapkan siswa dapat memperoleh penguasaan kompetensi dan kebermaknaan dalam pembelajaran melalui pengalaman langsung dan berinteraksi dengan sekitarnya. 2.1.1.3 Indikator siswa belajar aktif Lukmanul Hakiim (2009: 52) menyatakan bahwa bentuk-bentuk keaktifan siswa dalam proses belajar meliputi keaktifan penginderaan, yaitu mendengar, melihat, mencium, merasa dan meraba, mengolah dan menyatakan ide serta melakukan latihan-latihan yang berkaitan dengan keterampilan jasmaniah. Menurut Sudjana (2009: 61) keaktifan siswa dapat dilihat jika siswa turut serta dalam melaksanakan tugas belajarnya, PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 14 siswa terlibat dalam pemecahan masalah, siswa bertanya kepada siswa lain atau kepada guru apabila tidak memahami persoalan yang dihadapinya, siswa berusaha mencari berbagai informasi yang diperlukan untuk pemecahan persoalan yang sedang dihadapinya, siswa berdiskusi kelompok sesuai dengan petunjuk guru, siswa menilai kemampuan dirinya dan hasil-hasil yang diperolehnya, siswa melatih diri dalam memecahkan soal atau masalah, siswa menggunakan kesempatan menggunakan atau menerapkan apa yang telah diperolehnya dalam menyelesaikan tugas atau persoalan yang dihadapinya. Sedangkan menurut Dimyati dan Mudjiono (2006: 45) indikator keaktifan mencakup diantaranya adalah mencatat atau sekedar mendengarkan pemberitahuan, memperhatikan hal-hal yang dijelaskan guru, mencatat tugas yang diberikan dan mengerjakan tugas rumah, berdiskusi dalam kelompok, melibatkan diri dalam proses tanya jawab dan terlibat dalam menyimpulkan pembelajaran. Berdasarkan indikatorindikator keaktifan yang telah dikemukakan para ahli tersebut maka dapat disimpulkan bahwa indikator keaktifan adalah sebagai berikut: (1) bertanya kepada guru dan atau teman tentang materi pembelajaran IPA saat proses pembelajaran, (2) mengemukakan pendapat ketika berdiskusi kelompok, dan (3) mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru dalam proses pembelajaran IPA. Indikator 1 keaktifan yaitu bertanya kepada guru dan atau teman tentang materi pembelajaran IPA meliputi bertanya tentang materi PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 15 kepada guru dan atau siswa, serta terlibat dalam proses tanya jawab dengan teman maupun guru tentang materi pelajaran IPA berlangsung. Selanjutnya, indikator 2 keaktifan yaitu mengemukakan pendapat ketika berdiskusi kelompok meliputi segala aktivitas siswa saat bekera dalam kelompok. Aktivitas tersebut meliputi mengungkapkan pendapat atau gagasan, terlibat dalam menyelesaikan masalah, menyelesaikan tugas atau lembar kerja yang disediakan guru. Sedangkan indikator 3 keaktifan yaitu mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru dalam proses pembelajaran IPA meliputi mendengarkan, mencatat tugas, memperhatikan, melaksanakan dan menyelesaikan tugas sesuai petunjuk serta mencari berbagai informasi untuk memecahkan masalah. Indikator menyimpulkan seperti yang terdapat dalam indikator menurut Dimyati dan Mudjiono (2006: 45) tidak dipakai karena menyimpulkan tidak terjadi saat proses pembelajaran berlangsung, melainkan hanya pada akhir pembelajaran saja. Aktivitas siswa seperti indikator yang telah dirumuskan tersebut juga melibatkan penginderaan seperti yang terungkap dalam keaktifan menurut Lukmanul Hakiim (2009: 25). 2.1.1 Prestasi Belajar 2.1.2.1 Pengertian Prestasi Belajar Belajar menurut Slameto (2003: 2) adalah suatu proses usaha yang dilakukan seseorang untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya. Sedangkan belajar menurut Muhibbin PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 16 Syah (2008: 92) adalah tahapan seluruh perubahan tingkah laku individu yang relatif menetap sebagai hasil pengalaman dan interaksi dengan lingkungan yang melibatkan proses kognitif. Uraian pendapat tersebut secara umum menunjukan bahwa belajar merupakan suatu proses usaha yang dilakukan individu untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang relatif menetap, baik yang diamati maupun tidak dapat diamati secara langsung, yang terjadi sebagai suatu hasil latihan atau pengalaman dalam interaksi dengan lingkungan. Arifin (2009: 12) berpendapat bahwa prestasi belajar merupakan hal yang berkenaan dengan aspek pengetahuan. Menurut Chosiyah (2001: 84) prestasi belajar merupakan rangkaian hasil usaha yang telah dilatih dalam suatu sistem atau rangkaian kagiatan pendidikan yang dinyatakan dengan nilai. Sedangkan menurut Tim Penyusun Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Edisi 3 (2005: 895) menyatakan bahwa prestasi belajar merupakan penguasaan pengetahuan atau keterampilan yang dikembangkan melalui mata pelajaran, lazimnya ditunjukan dengan nilai tes atau angka nilai yang diberikan guru. Berdasarakn pendapat ahli terebut diatas maka dapat disimpulkan bahwa prestasi belajar merupakan hasil dari usaha suatu proses usaha yang dilakukan individu untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang relatif menetap, baik yang diamati maupun tidak dapat diamati secara langsung, yang terjadi sebagai suatu hasil latihan atau pengalaman PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 17 dalam interaksi dengan lingkungan. Prestasi belajar umumnya diperoleh melalui tes dan dinyatakan dalam bentuk skor dan nilai. Prestasi belajar merupakan sesuatu yang ingin dicapai oleh mereka yang ingin belajar dan juga oleh pihak-pihak yang terlibat dengannya. Prestasi belajar lazimnya dilihat dari sudut angka-angka hasil tes atau hasil ulangan, ha

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

Keanekaragaman Makrofauna Tanah Daerah Pertanian Apel Semi Organik dan Pertanian Apel Non Organik Kecamatan Bumiaji Kota Batu sebagai Bahan Ajar Biologi SMA
24
217
36
FREKUENSI KEMUNCULAN TOKOH KARAKTER ANTAGONIS DAN PROTAGONIS PADA SINETRON (Analisis Isi Pada Sinetron Munajah Cinta di RCTI dan Sinetron Cinta Fitri di SCTV)
27
212
2
PENYESUAIAN SOSIAL SISWA REGULER DENGAN ADANYA ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS DI SD INKLUSI GUGUS 4 SUMBERSARI MALANG
61
435
26
PENGEMBANGAN TARI SEMUT BERBASIS PENDIDIKAN KARAKTER DI SD MUHAMMADIYAH 8 DAU MALANG
54
405
20
Analisis Sistem Pengendalian Mutu dan Perencanaan Penugasan Audit pada Kantor Akuntan Publik. (Suatu Studi Kasus pada Kantor Akuntan Publik Jamaludin, Aria, Sukimto dan Rekan)
136
609
18
DOMESTIFIKASI PEREMPUAN DALAM IKLAN Studi Semiotika pada Iklan "Mama Suka", "Mama Lemon", dan "BuKrim"
131
610
21
KONSTRUKSI MEDIA TENTANG KETERLIBATAN POLITISI PARTAI DEMOKRAT ANAS URBANINGRUM PADA KASUS KORUPSI PROYEK PEMBANGUNAN KOMPLEK OLAHRAGA DI BUKIT HAMBALANG (Analisis Wacana Koran Harian Pagi Surya edisi 9-12, 16, 18 dan 23 Februari 2013 )
64
464
20
PENERAPAN MEDIA LITERASI DI KALANGAN JURNALIS KAMPUS (Studi pada Jurnalis Unit Aktivitas Pers Kampus Mahasiswa (UKPM) Kavling 10, Koran Bestari, dan Unit Kegitan Pers Mahasiswa (UKPM) Civitas)
105
430
24
Pencerahan dan Pemberdayaan (Enlightening & Empowering)
0
53
2
KEABSAHAN STATUS PERNIKAHAN SUAMI ATAU ISTRI YANG MURTAD (Studi Komparatif Ulama Klasik dan Kontemporer)
5
99
24
GANGGUAN PICA(Studi Tentang Etiologi dan Kondisi Psikologis)
3
70
2
Efek Hipokolesterolemik dan Hipoglikemik Patigarut Butirat
2
93
12
Analisis Pertumbuhan Antar Sektor di Wilayah Kabupaten Magetan dan Sekitarnya Tahun 1996-2005
3
55
17
Analisis tentang saksi sebagai pertimbangan hakim dalam penjatuhan putusan dan tindak pidana pembunuhan berencana (Studi kasus Perkara No. 40/Pid/B/1988/PN.SAMPANG)
8
84
57
Diskriminasi Daun Gandarusa (Justicia gendarrusa Burm.f.) Asal Surabaya, Jember dan Mojokerto Menggunakan Metode Elektroforesis
0
59
6
Show more