Peningkatan minat dan pemahaman belajar siswa kelas IV SD Negeri Keceme 1 terhadap mata pelajaran IPS menggunakan metode Mind Map - USD Repository

Gratis

0
0
296
8 months ago
Preview
Full text
(1)PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI PENINGKATAN MINAT DAN PEMAHAMAN BELAJAR SISWA KELAS IVA SD NEGERI KECEME 1 TERHADAP MATA PELAJARAN IPS MENGGUNAKAN METODE MIND MAP SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Oleh: Eka Budi Hertanto 101134111 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR JURUSAN ILMU PENDIDIKAN FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2014

(2) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI SKRIPSI PENINGKATAI\I MINAT DAN PEMAIIAMAN BELAJAR SISWA KELAS IVA SD I\IEGERI KECEME 1 TERIIADAP MATA PELAJARAN IPS MENGGT]NAKAN METODE MIND MAP 5 E Pembimbing I Tanggal4 Agustus 2014 Dra. Ignatia Esti S., M.Hum. Pembimbing II ( ^# L '\ryryr Tanggal,4 Agustus 2014 Eny Winarti, S.Pd., M.Hum., Ph.D. ll

(3) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI SKRIPSI PENINGKATAN MINAT DAN PEMAHAMAN BELAJAR SISWA KELAS IvA SD NEGERI KECEME 1 TERIIADAP MATA PELAJARAN IPS MENGGTINAKAN METODE MIND MAP Dipersiapkan dan ditulis Oleh: Eka Budi Hertanto dan dinyatakan meinenuhi syarat q#a Sr-rsunan Panitia Pengnji: ama Lenekap Ketua Asi Nugrahanta, SJ-- S.S., BST., M.A. Sekertaris Lristiyanti Aprinastuti, S. Si., M.Pd. Anggota I Anggota2 Anggota 3 Yogyakarta, 20 Agustus 2014 Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sanata Dharma iii

(4) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI HALAMAN PERSEMBAHAN Penulisan skripsi ini dengan tulus peneliti persembahkan kepada: 1. Tuhan Yesus Kristus yang selalu memberi limpahan berkat dan karuniaNYA sehingga skripsi ini dapat selesai. 2. Keluarga yang selalu mendukung dan memberikan kasih sayang dan nasihatnasihat yang sangat berarti. 3. Sr. Alexia dan Fendi Nurdiyanto yang selalu memberikan kritik dan saran ketika penyusunan skripsi. 4. Semua teman-teman PGSD angkatan 2010 yang telah memberikan banyak cerita tentang pengalaman suka-duka ketika kuliah. 5. Teman-teman kos yang selalu memberikan motivasi bagi saya. 6. Almamaterku Universitas Sanata Dharma. iv

(5) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI MOTTO “Apa saja yang kamu minta dalam doa dengan penuh kepercayaan, kamu akan menerimanya” (Matius 21:22) “Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketuklah, maka pintu akan dibukakan bagimu” (Lukas 11:9) “Someday you’ll be brighter than the star, just be strong, just be brave, and be sure…..karena kamu bisa dan mau berusaha” (Fendi) “Anything is possible for those who believe!”. v

(6) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI PERNYATAAN KEASLIAN KARYA Saya menyatakan dengan sesungguhnya bahwa skripsi yang saya tulis ini tidak memuat karya maupun bagian karya orang lain, kecuali yang telah disebutkan dalam kutipan dan daftar referensi, sebagaimana layaknya karya ilmiah. 4 Agustus 2014 Eka Budi Hertanto v1

(7) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI LEMBAR PER}I-YATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS Yang bertanda tangandi bawah ini, saya mahasiswa Universitas Sanata Dharma: Nama : Eka Budi Hertanto NIM : 101134111 Demi perkembangan ilmu pengetahuan, saya memberikan karya ilmiah saya yang berjudul: PENINGKATAN MINAT DAI\ PEMAHAMAN BELAJAR SISWA KELAS TVA SD NEGERI KECEME 1 TERIIADAP MATA PELAJARAN IPS MENGGUNAKAN METODE MIND MAP kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma beserta perangkat yang diperlukan (bila ada). Dengan demikian saya memberikan kepada Perpustakaan Sanata Dharma hak untuk menyimpan, mengalihkan dalam bentuk lain, mengelolanya dalam bentuk pangkalan data, mendistribusikan secara terbatas, dan mempublikasikannya di internet atau media lain untuk kepentingan akademis tanpa perlu memnta iz:lr, dari saya maupun memberikan royalti kepada saya selama tetap mencantumkan nama saya sebagai penulis. Demikian pernyataan ini saya buat dengan sebenamya. Yogya Agustus 2014 Eka Budi Hertanto v11

(8) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ABSTRAK PENINGKATAN MINAT DAN PEMAHAMAN BELAJAR SISWA KELAS IV SD NEGERI KECEME 1 TERHADAP MATA PELAJARAN IPS MENGGUNAKAN METODE MIND MAP Oleh: Eka Budi Hertanto NIM: 101134111 Hasil observasi dan lembar kuesioner siswa di kelas IVA SD Negeri Keceme 1 menunjukkan minat belajar siswa saat pelajaran IPS termasuk kategori rendah. Peneliti berasumsi bahwa rendahnya minat saat pelajaran IPS mempengaruhi rendahnya pemahaman belajar siswa pada pelajaran tersebut. Hal tersebut diperkuat dari hasil ulangan siswa yang menunjukan 13 dari 30 siswa belum memenuhi kriteria ketuntasan minimal sebesar 67,00. Rendahnya pemahaman belajar tersebut mendorong peneliti mengadakan penelitian yang bertujuan meningkatkan minat dan pemahaman belajar siswa menggunakan metode mind map. Jenis penelitian merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Subjek penelitian adalah 27 siswa kelas IVA SD Negeri Keceme 1 tahun ajaran 2013/2014. Objek penelitian adalah peningkatan minat dan pemahaman belajar siswa menggunakan metode mind map pada pelajaran IPS materi jenis usaha dan kegiatan ekonomi di Indonesia. Peneliti menggunakan instrumen penelitian kuesioner, lembar observasi, post-test dan didukung data wawancara dengan guru. Penelitian dilaksanakan 1 (satu) siklus dan data hasil penelitian dianalisis secara deskriptif. Hasil observasi penelitian menunjukkan peningkatan minat ditandai dengan antusiasme siswa saat belajar, banyaknya siswa merespon pertanyaan guru, dan kesiapan siswa sebelum pelajaran. Hasil kuesioner minat menunjukkan rata-rata ekspresi perasaan senang 80,13%, keaktifan dalam pelajaran sebesar 77,19%, partisipasi dalam pelajaran sebesar 79,83%, ketertarikan pada materi pelajaran menjadi 84,48%, dan keinginan mengikuti pelajaran sebesar 83, 87%. Pemusatan perhatian juga mengalami peningkatan menjadi 83,43%. Sedangkan, hasil penelitian terhadap pemahaman belajar menunjukkan peningkatan dari semula 13 (dari 30) siswa tidak lulus KKM sebesar 67, menjadi 2 (dari 26) siswa. Kata kunci: minat, pemahaman belajar, mind map. viii

(9) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ABSTRACK THE ENHANCEMENT OF STUDENTS’ INTEREST AND LEARNING UNDERSTANDING TOWARDS SOCIAL STUDY OF THE IVA IN SD NEGERI KECEME 1 USING BY MIND MAP METHODS By: Eka Budi Hertanto Student Number: 101134111 The results of observations and questionnaires in social study of the IVA grades in SD Negeri Keceme 1 indicated that the studies interest in school study is relatively low. The researchers assumed that the students lack of interest in social studies resulted in the students minimum understanding on the related lesson. This condition encouraged the researcher to conduct a classroom action research to increase the studies interest and understanding in studying social science using mind mapping method. This classroom action research. The subject was 27 students of Class IVA SD Negeri 1 Keceme the school year 2013/2014. The object of the research is to increase interest and understanding in studying social science using mind maps. To collecting data, the researchers use questionnaires, observation sheets, post-test data and interviews with teachers as research instrument. The classroom action research was conducted 1 (one) cycle and the data were analyzed by descriptive research descriptively. The results of the study revealed that the students increased marked by the enthusiasm while studying. Many students responded to the teachers' questions, and the readiness of students before class. Results of the questionnaire shows average interest in expression of feelings of pleasure 80,13%, activity when subjects become of 77,19%, participation in become of 79,83%, interest in the subject matter being 84,48%, and the willingness to follow the become of 83, 87%. Concentration also increased to 83,43%. Meanwhile, the results of research on understanding learning shows an improvement from the original 13 (from 30) students do not pass the KKM amounted to 67, becoming the 2nd (out of 26) students. Keywords: interest, understanding learning, mind map. ix

(10) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI KATA PENGANTAR Puji syukur peneliti panjatkan kepada Tuhan Yesus Kristus, yang telah melimpahkan segala berkat dan penyertaan sehingga peneliti dapat menyelesaikan skripsi dengan judul “PENINGKATAN MINAT DAN PEMAHAMAN BELAJAR SISWA KELAS IVA SD NEGERI KECEME 1 TERHADAP MATA PELAJARAN IPS MENGGUNAKAN METODE MIND MAP” ini dengan baik. Penelitian skripsi ini bertujuan untuk memenuhi salah satu syarat untuk memperoleh gelar sarjana pada Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Peneliti menyadari bahwa dalam penelitian skripsi ini, tidak akan terwujud tanpa bantuan, dukungan, dan bimbingan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, peneliti menyampaikan rasa terima kasih kepada: 1. Romo G. Ari Nugrahanta, SJ., SS., BST., MA., Ketua Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Sanata Dharma. 2. Ibu Dra. Ignatia Esti S., M.Hum., dosen pembimbing I, yang telah memberikan arahan, dorongan, semangat serta sumbangan pemikiran yang peneliti butuhkan dalam menyelesaikan skripsi ini. 3. Ibu Eny Winarti, S.Pd., M.Hum., Ph.D., dosen pembimbing II, yang telah memberikan bantuan ide, saran, masukan, kritik, serta bimbingannya yang sangat berguna selama penelitian maupun penyusunan skripsi ini. 4. Bapak Walidi,S.Pd., selaku kepala SD Negeri Keceme 1 yang telah memberi izin kepada peneliti untuk mengadakan penelitian. x

(11) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 5. Ibu Supriyati, S.Pd., selaku guru kelas IVA SD Negeri Keceme l, yang telah berkenan membantu peneliti dan berkolaborasi saat mengajar untuk kepentingan penelitian. 6. Bapak Rusmawan, S.Pd., M.Pd., yang telah bersedia meqjadi validator instrumen penelitian yang disusun peneliti. 7. Keluargaku yang selalu memberikan dukungan, motivasi dan doa. 8. Selnruh siswa kelas IVA SD SD Negeri Keceme 1 tahun pelajaran 201312014, yang menjadi subjek penelitian. 9. Teman-teman kelas 8 C angkatan 2010, yang telah memberikan dukungan dan motivasi kepada peneliti. 10. Seluruh pihak yang tidak bisa disebutkan satu persatu yang telah membantu dan memberi dukungan kepada peneliti. Peneliti menyadari bahwa skripsi ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu kritik dan saran yang membangun akan peneliti terima dengan senang hati. Semoga skripsi ini dapat bermanfaat bagi pembaca dan bagi Program Studi PGSD Universitas Sanata Dharma. Yogyakarta, 4 Agustus 2014 x1

(12) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL .............................................................................................. i HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING ................................................. ii HALAMAN PENGESAHAN .............................................................................. iii HALAMAN PERSEMBAHAN .......................................................................... iv HALAMAN MOTTO ........................................................................................... v PERNYATAAN KEASLIAN KARYA .............................................................. vi LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI ........................... vii ABSTRAK .......................................................................................................... viii ABSTRACT .......................................................................................................... ix KATA PENGANTAR ........................................................................................... x DAFTAR ISI ........................................................................................................ xii DAFTAR TABEL ............................................................................................. xiv DAFTAR GAMBAR ......................................................................................... xvi DAFTAR LAMPIRAN ................................................................................... xviii BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang ............................................................................................ 1 1.2 Identifikasi Masalah .................................................................................... 6 1.3 Rumusan Masalah ....................................................................................... 6 1.4 Tujuan Penelitian ......................................................................................... 7 1.5 Manfaat Penelitian ....................................................................................... 7 1.6 Batasan Masalah .......................................................................................... 8 1.7 Definisi Oprasional ...................................................................................... 8 xii

(13) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Kajian Pustaka .......................................................................................... 10 2.1.1 Teori Perkembangan Anak ....................................................................... 10 2.1.2 Metode Pembelajaran ............................................................................... 13 2.1.3 Metode Pembelajaran Mind Map ............................................................. 15 2.1.4 Pemahaman .............................................................................................. 18 2.1.5 Minat ........................................................................................................ 21 2.1.6 Indikator Minat ......................................................................................... 22 2.1.7 Hakikat Pembelajaran IPS SD .................................................................. 24 2.2 Penelitian yang Relevan ........................................................................... 27 2.2.1 Penelitian Tentang Minat ......................................................................... 27 2.2.2 Penelitian Tentang Penggunaan Metode Mind Map ................................ 28 2.2.3 Literatur Map ............................................................................................ 31 2.3 Kerangka Berfikir ..................................................................................... 31 2.4 Hipotesis ................................................................................................... 33 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Jenis Penelitian ......................................................................................... 34 3.2 Seting Penelitian ....................................................................................... 38 3.3 Pra Penelitian ............................................................................................ 39 3.3.1 Rencana Tindakan Penelitian ................................................................... 39 3.3.2 Perencanaan .............................................................................................. 40 3.3.3 Tindakan Pelaksanaan .............................................................................. 40 3.3.4 Observasi .................................................................................................. 42 3.3.5 Refleksi ..................................................................................................... 43 3.4 Indikator dan Pengukuran ........................................................................ 43 xiii

(14) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 3.5 Teknik Pengumpulan Data ....................................................................... 45 3.5.1 Variabel Penelitian ................................................................................... 45 3.5.2 Teknik Pengumpulan Data ....................................................................... 46 3.6 Instrumen Pengumpulan Data .................................................................. 49 3.6.1 Lembar Observasi ..................................................................................... 49 3.6.2 Lembar Kuesioner .................................................................................... 51 3.6.3 Wawancara ............................................................................................... 53 3.6.4 Instrumen Test .......................................................................................... 54 3.7 Validitas dan Reliabilitas Instrumen ........................................................ 56 3.7.1 Validitas Penelitian................................................................................... 56 3.7.2 Reliabilitas Penelitian ............................................................................... 68 3.8 Teknik Analisis Data ................................................................................ 70 3.8.1 Peningkatan Minat Belajar Siswa ............................................................. 71 3.8.2 Peningkatan Pemahaman Belajar Siswa ................................................... 73 3.9 Jadwal Penelitian ...................................................................................... 76 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Penelitian......................................................................................... 77 4.1.1 Proses Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ................................................. 77 4.2 Hasil Minat Siswa Dari Kondisi Awal dan Siklus ................................... 88 4.2.1 Hasil Pemahaman Belajar Siswa dari Kondisi Awal dan Siklus.............. 93 4.3. Pembahasan .............................................................................................. 99 4.3.1 Minat Siswa .............................................................................................. 99 4.3.2 Pemahaman Belajar ................................................................................ 120 BAB V KESIMPULAN, KETERBATASAN, DAN SARAN 5.1 Kesimpulan ............................................................................................. 131 xiv

(15) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 5.2 Keterbatasan ........................................................................................... 134 5.3 Saran ....................................................................................................... 134 DAFTAR REFERENSI .................................................................................... 136 LAMPIRAN ....................................................................................................... 139 CURICULUM VITAE ...................................................................................... 275 xiii

(16) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR TABEL TABEL 3 3.1 Kondisi awal minat dan pemahaman belajar siswa ................................... 43 3.2 Variabel penelitian .................................................................................... 45 3.3 Kisi-kisi rubrik pengamatan minat ............................................................ 49 3.4 Lembar observasi minat ............................................................................ 51 3.5 Lembar kuesioner minat siswa .................................................................. 52 3.6 Lembar wawancara .................................................................................... 53 3.7 Kisi-kisi soal post-test 1 ............................................................................ 54 3.8 Kisi-kisi soal post-test 2 ............................................................................ 55 3.9 Hasil validitas instrumen pembelajaran .................................................... 60 3.10 Kriteria validitas instrumen pembelajaran ................................................ 60 3.11 Hasil validasi instrumen minat .................................................................. 61 3.12 Kriteria validasi instrumen minat .............................................................. 61 3.13 Kisi-kisi butir angket uji coba ................................................................... 62 3.14 Item setelah Uji Faktor Analysis ............................................................... 63 3.15 Lembar kuesioner siap digunakan ............................................................. 65 3.16 Hasil uji validitas soal post-test 1 .............................................................. 66 3.17 Hasil uji validitas soal post-test 2 .............................................................. 67 3.18 Koefisien reliabilitas.................................................................................. 69 3.19 Reliabilitas soal post-test pertama ............................................................. 69 3.20 Reliabilitas soal post-test kedua ................................................................ 69 3.21 Hasil uji reliabilitas kuesioner minat belajar siswa ................................... 70 3.22 Kriteria Penilaian Sukardijo ...................................................................... 72 xiv

(17) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 3.23 Jadwal Penelitian ....................................................................................... 76 TABEL IV 4.1 Kuesioner minat awal siswa ...................................................................... 89 4.2 Kuesioner minat akhir siswa ..................................................................... 90 4.3 Perbandingan minat minat awal dan akhir siswa ...................................... 91 4.4 Perbandingan hasil nilai post-test 1 dan 2 ................................................. 94 4.5 Peningkatan minat belajar siswa (kuesioner) .......................................... 100 4.6 Pencapaian minat belajar siswa ............................................................... 101 4.7 Peningkatan minat belajar siswa (kuesioner) .......................................... 102 4.8 Kriteria minat belajar siswa ..................................................................... 103 4.9 Peningkatan jumlah ketuntasan belajar siswa ......................................... 122 4.10 Pencapaian hasil belajar siswa................................................................. 123 xv

(18) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR GAMBAR GAMBAR 2 2.1 Contoh mind map ....................................................................................... 17 2.2 Literature map ............................................................................................ 31 GAMBAR 3 3.1 Skema model penelitian Hopkins ............................................................... 36 3.2 Komponen Analisis Data Wawancara dan Dokumentasi ........................... 75 GAMBAR 4 4.1 Peningkatan minat belajar siswa ............................................................... 92 4.2 Peningkatan persentase siswa dengan skor di atas rata-rata...................... 93 4.3 Peningkatan rata-rata pemahaman belajar siswa ....................................... 95 4.4 Persentase pencapaian KKM kondisi awal................................................ 96 4.5 Persentase pencapaian KKM post-test 1 ................................................... 97 4.6 Persentase pencapaian KKM post-test 2 ................................................... 98 4.7 Antusiasme siswa saat kegiatan pembelajaran ........................................ 106 4.8 Siswa membaca buku referensi ............................................................... 107 4.9 Kosentrasi siswa saat membuat mind map .............................................. 109 4.10 Siswa tertarik saat membuat mind map ................................................... 110 4.11 Siswa aktif mengerjakan tugas kelompok ............................................... 111 4.12 Siswa berdiskusi mengerjakan LKS ........................................................ 112 4.13 Suasana saat siswa mengerjakan soal post test 1..................................... 114 4.14 Siswa antusias mengerjakan LKS ........................................................... 115 4.15 Siswa kosentrasi membuat mind map ..................................................... 116 4.16 Siswa antusias mengikuti pelajaran ......................................................... 117 xvi

(19) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 4.17 Kuesioner minat awal dan akhir .............................................................. 119 4.18 Kerjasama saat pembuatan mind map ..................................................... 124 4.19 Gambar mind map 1 yang dibuat kelompok............................................ 126 4.20 Gambar mind map 2 yang dibuat kelompok............................................ 127 4.21 Garis, gambar dan warna tampak pada mind map................................... 129 xvii

(20) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR LAMPIRAN LAMPIRAN 1 1.1 Surat Izin Penelitian ......................................................................... 141 1.2 Surat Keterangan Telah Mengadakan Penelitian ............................. 142 LAMPIRAN 2 2.1 Daftar Nilai Siswa Kelas IV Tahun Ajaran 2012/2013 ................... 144 2.2 Data Kuesioner Minat Awal Siswa Kelas IV .................................. 145 2.3 Kuesioner Minat Awal Siswa .......................................................... 146 2.4 Data Kuesioner Minat Akhir Siswa Kelas IV TA 2013/2014 ......... 149 2.5 Kuesioner Minat Akhir Siswa .......................................................... 150 LAMPIRAN 3 3.1 Silabus Pembelajaran ......................................................................... 153 3.2 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) 1 .................................. 156 3.3 LKS 1 .............................................................................................. 165 3.4 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) 2 .................................. 174 3.5 LKS 2 .............................................................................................. 183 LAMPIRAN 4 4.1 Validasi Guru/ Wali Kelas RPP 1 .................................................... 190 4.2 Validasi Guru/ Wali Kelas RPP 2 .................................................... 192 4.3 Validasi Kepala Sekolah RPP 1 ....................................................... 194 4.4 Validasi Kepala Sekolah RPP 1 ....................................................... 196 4.5 Validasi Dosen RPP 1 dan RPP 2 .................................................... 198 LAMPIRAN 5 5.1 Validasi Kuesioner Guru Kelas ....................................................... 201 5.2 Validasi Kuesioner Kepala Sekolah................................................. 204 xvii

(21) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 5.3 Validasi Dosen Ahli ......................................................................... 207 LAMPIRAN 6 6.1 Validitas dan Reliabilitas Soal Post-test 1(Uji Coba) ...................... 210 6.2 Uji Validitas Soal Post-test 1 .......................................................... 218 6.3 Hasil Uji Validitas Soal Post-test 1 ................................................. 219 6.4 Validitas dan Reliabilitas Soal Post-test 2(Uji Coba) ...................... 223 6.5 Uji Validitas Soal Post-test 2 ........................................................... 233 6.6 Hasil Uji Validitas Soal Post-test 1 ................................................. 234 6.7 Hasil Analisis Faktor (Uji- F Analysis) Kuesioner .......................... 242 LAMPIRAN 7 7.1 Kisi-kisi Soal Post-test 1 .................................................................. 245 7.2 Kisi-kisi Soal Post-test 1 .................................................................. 246 LAMPIRAN 8 8.1 Observasi Minat Awal ..................................................................... 248 8.1 Observasi Minat Siswa Pertemuan Ke-1 ......................................... 249 8.2 Observasi Minat Siswa Pertemuan Ke-3 ......................................... 250 LAMPIRAN 9 9.1 Lembar Kerja Siswa (LKS) Pertemuan ke-1 ................................... 252 9.2 Lembar Kerja Siswa (LKS) Pertemuan ke-2 ................................... 262 LAMPIRAN 10 10.1 Refleksi Penelitian ........................................................................... 269 LAMPIRAN 11 11.1 Mind Map Siswa .............................................................................. 271 11.2 Mind Map Siswa Individu................................................................ 272 11.3 Foto-foto Siswa ................................................................................ 274 ivxx

(22) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB I PENDAHULUAN Bab ini berisi latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, dan definisi oprasional. Latar belakang masalah memuat alasan-alasan perlunya dilakukan penelitian, rumusan masalah memuat inti permasalahan yang akan dipecahkan, sedangkan tujuan penelitian memuat harapan yang ingin dicapai dalam penelitian. Manfaat peelitian memuat kegunaan yang akan diambil dari permasalahan yang diteliti, dan definisi oprasional memuat istilah terkait penelitian ini. 1.1 Latar Belakang Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) merupakan salah satu mata pelajaran pokok di jenjang pendidikan (BSNP, 2006: 167). Siswa sekolah dasar sudah mulai dikenalkan pada ilmu sejarah, geografi, ekonomi, sosiologi dan budaya yang menjadi satu kesatuan dalam satu bidang studi Ilmu Pengetahuan Sosial. IPS digunakan sebagai salah satu mata pelajaran untuk Ujian Akhir Sekolah (UAS). Mata pelajaran IPS dirancang untuk mengembangkan aspek dalam diri siswa yang berkaitan dengan kehidupan sosial, nilai-nilai sosial dan kemanusiaan (BSNP, 2006: 175). Untuk mewujudkan aspek yang terkait dengan kehidupan sosial, nilai-nilai sosial dan kemanusiaan, siswa perlu memiliki minat agar dapat mengikuti pembelajaran yang disajikan oleh guru. Minat menjadi penentu keberhasilan siswa sebagai salah satu sumber motivasi (Djiwandono, 2006: 365-366). Ketika siswa mempunyai minat yang baik pada suatu pelajaran, siswa akan berusaha 1

(23) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 2 mendapatkan yang terbaik dalam pelajaran tersebut namun ketika siswa tidak mempunyai minat yang baik maka dia tidak akan berusaha maksimal dalam mendapatkan prestasi belajarnya (Muslich, 2010:118). Minat tidak dapat muncul begitu saja tanpa ada dorongan dari lingkungan sekitar, guru sebagai pendidik bertugas memfasilitasi proses kegiatan pembelajaran bagi siswa (Djiwandono, 2006:365-366). Dengan demikian, penciptaan situasi belajar yang dapat menumbuhkembangkan minat belajar siswa menjadi amat penting pengaruhnya terhadap prestasi belajar siswa. Hasil observasi awal peneliti pada tanggal 8 Januari 2014 menunjukan bahwa minat belajar siswa kelas IVA SD Negeri Keceme 1 tergolong rendah. Hasil observasi menunjukan tiga dari jumlah siswa sebanyak 27 terlambat masuk kelas saat pelajaran IPS berlangsung. Sedangkan saat guru menyampaikan materi pembelajaran terdapat 3 orang siswa yang meletakkan kepalanya di atas meja, siswa yang aktif menjawab pertanyaan yang diberikan guru hanya 7 orang siswa, 8 siswa tidak membawa buku paket IPS, sedangkan 14 siswa sibuk mengobrol dengan teman sebangku, melamun, dan menganggu teman lain saat pelajaran berlangsung. Hal tersebut juga didukung dengan kuesioner yang dibagikan kepada siswa pada tanggal 21 Februari 2014. Berdasarkan hasil kuesioner tersebut, diketahui bahwa perasaan senang terhadap pelajaran IPS siswa sebesar 69,33%, keaktifan siswa dalam pelajaran sebesar 67,77%, partisipasi terhadap pelajaran IPS sebesar 66,83%, ketertarikan terhadap pelajaran IPS sebesar 67,28%, keinginan mengikuti pelajaran 64,73%, dan pemusatan perhatian dalam mengikuti pembelajaran 65,33%. Melalui hasil

(24) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 3 observasi dan kuesioner, diketahui bahwa minat belajar siswa saat pelajaran IPS relatif rendahkarena metode pembelajaran yang digunakan oleh guru kurang variatif. Kurang variatifnya metode pembelajaran yang digunakan guru berdampak pada rendahnya tingkat pemahaman belajar siswa. Pemahaman belajar siswa yang rendah terhadap mata pelajaran IPS terlihat dari hasil wawancara yang dilakukan dengan guru kelas IVA SD Negeri Keceme 1. Hasil wawancara menunjukkan bahwa ketuntasan belajar siswa kelas IVA SD Negeri Keceme1 tahun ajaran 2012/2013 belum bisa dikatakan memenuhi target. Sebagian nilai IPS siswa masih di bawah kriteria ketuntasan belajar minimal (KKM) 67. Rata-rata nilai ulangan siswa pada mata pelajaran IPS tahun ajaran 2012/2013 sebesar 67,3. Sementara hasil ulangan IPS pada materi perkembangan teknologi tahun ajaran 2012/2013 menunjukan bahwa 13 dari 30 siswa belum memenuhi kriteria ketuntasan minimal (KKM) mata pelajaran IPS. Perlu diketahui pemahaman belajar merupakan bagian dari domain proses kognitif, sehingga dapat diukur melalui tes prestasi (Azwar, 2011:28). Menurut taksonomi Bloom (dalam Krathwohl dan Anderson, 2010: 105), pemahaman merupakan dimensi proses kognitif kategori dua. Proses kognitif dalam pemahaman meliputi kemampuan siswa dalam menjelaskan kembali materi, kemampuan menyimpulkan inti dari materi dan kemampuan dalam merangkum materi. Selain itu, siswa dikatakan memahami materi bila siswa juga mampu memberikan contoh-contoh nyata dari materi yang baru saja dipelajari. Berdasarkan dari pemahaman bahwa minat mempengaruhi prestasi belajar siswa sementara minat belajar siswa rendah, peneliti menyimpulkan perlu adanya

(25) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 4 upaya untuk meningkatkan minat dan pemahaman siswa terhadap mata pelajaran IPS. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan menerapkan metode pembelajaran inovatif, yaitu cara yang ditempuh oleh seorang guru untuk menciptakan situasi pengajaran yang benar-benar menyenangkan dan mendukung bagi kelancaran proses belajar dan tercapainya prestasi belajar anak yang membanggakan (Sumantri, 2001:115). Berdasarkan pernyataan tersebut peneliti mengujicobakan sebuah metode yang dapat mengaktifkan minat belajar, serta membantu siswa mengembangkan pengetahuan dan imajinasinya. Peneliti menerapkan sebuah metode pembelajaran dengan menggunakan mind map. Mind map merupakan salah satu metode yang mampu membantu siswa dalam menajamkan ingatan (Buzan 2005:12). Mind map dapat digunakan sebagai alternatif dalam kegiatan pembelajaran, karena mind map mampu menggunakan kedua pemain utama dalam ingatan, yaitu imajinasi dan asosiasi Buzan (2005:12). Imajinasi dapat membantu seseorang untuk mengingat karena imajinasi membuat segala sesuatu tampak lebih menarik. Sedangkan, asosiatif merupakan cara seseorang menghubung-hubungkan apa yang diketahui dengan pengetahuan terdahulu. Selain itu, mind map juga disajikan dengan garis lengkung, warna, kata kunci, dan gambar yang sesuai dengan rangkaian sederhana, mendasar dan alami sesuai dengan cara kerja otak. Siswa SD Negeri Keceme 1 kelas IVA berada pada rentang usia 9-11 tahun. Pada rentang usia tersebut menurut tahapan perkembangan kognitif Piaget (Trianto, 2007:33) siswa memasuki tahap oprasional konkrit. Pada tahap tersebut siswa sudah mampu berfikir abstrak, namun perlu adanya bantuan untuk

(26) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 5 membangun pemikiran tersebut berupa alat bantu nyata/ konkrit. Mind map berfungsi sebagai alat bantu benda nyata, karena mind map menampilkan materi dengan perpaduan garis lengkung, warna, simbol, gambar dan kata kunci. Hasil penelitian Afindra (2011), tentang mind map membuktikan bahwa teknik mind map dapat meningkatkan prestasi belajar PKn, terlihat dari kondisi awal nilai rata-rata siswa adalah 58,97. Namun setelah dilaksanakan siklus I nilai rata-rata siswa mencapai 65,22 dan meningkat pada siklus II dengan nilai rata-rata siswa mencapai 71,02. Sedangkan penelitian Darmayoga (2013) menunjukan bahwa teknik mind map berpengaruh terhadap hasil belajar IPS siswa kelas IV SD dengan, rata-rata skor hasil belajar IPS siswa yang mengikuti pembelajaran dengan menggunakan metode Mind Mapping adalah 73,05 sementara rata-rata skor hasil belajar siswa yang mengikuti pembelajaran metode konvensional adalah sebesar 60,63. Berdasarkan latar belakang di atas tentang keberhasilan penerapan mind map, peneliti mencoba untuk melakukan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan judul “Peningkatan Minat dan Pemahaman Siswa Kelas IVA SD Negeri Keceme 1 Terhadap Mata Pelajaran IPS Menggunakan Metode Mind Map”. Melalui penelitian ini, diharapkan diperoleh hasil bahwa metode mind map benar-benar mampu meningkatkan minat dan pemahaman siswa terhadap mata pelajaran IPS yang dibatasi pada standar kompetensi 2 “Mengenal sumber daya alam, kegiatan ekonomi, dan kemajuan teknologi di lingkungan kabupaten/kota dan provinsi”. Pada kompetensi dasar 2.3 “Mengenal perkembangan teknologi produksi, komunikasi, dan transportasi serta pengalaman menggunakannya“.

(27) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 6 1.2 Identifikasi Masalah Berdasarkan latar belakang yang sudah diuraikan, dapat diidentifikasi permasalahan-permasalahan yang ada di kelas IVA SD Negeri Keceme 1 adalah sebagai berikut: 1) Pembelajaran IPS di kelas IVA SD Negeri Keceme 1 belum mampu mendorong minat belajar siswa. 2) Metode untuk meningkatkan pemahaman siswa terhadap mata pelajaran IPS materi “perkembangan teknologi di Indonesia” belum banyak ditemukan. 3) Kriteria ketuntasan minimal (KKM) mata pelajaran IPS sebesar 67 belum mampu diperoleh siswa kelas IVA tahun ajaran 2012/2013. 1.3 Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang di atas, masalah dalam penelitian tindakan kelas ini dirumuskan menjadi : 1) Bagaimana proses menggunakan metode mind map dalam upaya meningkatkan minat belajar IPS siswa kelas IVA SD Negeri Keceme 1 terhadap mata pelajaran IPS? 2) Bagaimana proses menggunakan metode mind map dalam upaya meningkatkan pemahaman belajar IPS siswa kelas IVA SD Negeri Keceme 1 terhadap mata pelajaran IPS?

(28) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 7 1.4 Tujuan Penelitian Adapun tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian tindakan kelas ini adalah sebagai berikut; 1) Peneliti dapat mengetahui metode mind map meningkatkan minat belajar IPS siswa kelas IVA SD Negeri Keceme 1 terhadap mata pelajaran IPS. 2) Peneliti dapat mengetahui metode mind map meningkatkan pemahaman belajar IPS siswa kelas IVA SD Negeri Keceme 1 terhadap mata pelajaran IPS. 1.5 Manfaat Penelitian Manfaat dari dilakukannya Penelitian Tindakan Kelas ini adalah sebagai berikut; 1) Bagi guru Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi dan inspirasi bagi guru dalam menerapkan penelitian tindakan kelas pada mata pelajaran IPS untuk meningkatkan minat dan pemahaman belajar siswa. 2) Bagi siswa Metode Mind map ini diharapkan membantu dalam meningkatkan minat dan pemahaman belajar pada mata pelajaran IPS. 3) Bagi peneliti Peneliti dapat menerapkan metode mind map untuk meningkatkan minat dan pemahaman belajar siswa pada mata pelajaran IPS serta memperluas wawasan tentang penggunaan metode mind map dalam pembelajaran di kelas.

(29) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 8 1.6 Batasan Masalah Permasalahan pada penelitian ini dibatasi pada peningkatan minat dan pemahaman belajar siswa pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial dengan menggunakan metode Mind Map pada siswa kelas IVA SD Negeri Keceme 1 semester 2 tahun ajaran 2013/2014. Standar kompetensi yang dipilih adalah standar kompetensi 2 “Mengenal sumber daya alam, kegiatan ekonomi, dan kemajuan teknologi di lingkungan kabupaten/ kota dan provinsi”. Pada kompetensi dasar 2.3 “Mengenal perkembangan teknologi produksi, komunikasi, dan transportasi serta pengalaman menggunakannya“. 1.7 Definisi Operasional Berikut ini beberapa definisi operasional yang berguna untuk mengurangi tingkat keambiguan suatu istilah dalam penelitian ini; 1) Metode merupakan cara yang digunakan untuk mengimplementasikan rencana yang sudah disusun dalam kegiatan nyata agar tujuan yang telah disusun tercapai secara optimal.. 2) Mind Map adalah suatu teknik mencatat secara kreatif dan efektif. Pencatatan ini dilakukan dengan cara memetakan gagasan sentral di bagian tengah, topik utama di cabang-cabang utama, dan sub-topik di cabangcabang kedua. 3) Minat belajar merupakan kecenderungan atau keinginan dan rasa senang dalam diri seseorang terhadap suatu objek tertentu yang melahirkan perubahan yang relatif menetap berupa tingkah laku, pengetahuan, sikap dan keterampilan.

(30) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 9 4) Pemahaman merupakan kemampuan seseorang dalam membangun makna dari kegiatan pembelajaran yang terlihat melalui kemampuan menjelaskan, menyimpulkan, merangkum, dan memberikan contoh dari materi yang telah dipelajari. 5) IPS merupakan mata pelajaran yang dilaksanakan dengan tujuan membentuk pribadi siswa untuk memiliki kesadaran dan komitmen terhadap nilai-nilai sosial dan kemanusiaan. 6) Siswa SD adalah siswa kelas IVA semester 2 tahun ajaran 2013/2014 di SD Negri Keceme 1, Sleman Yogyakarta. 7) Ruang lingkup materi mata pelajaran IPS yang digunakan untuk penelitian dibatasi pada materi perkembangan teknologi di Indonesia Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) 2006.

(31) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB II LANDASAN TEORI Bab II membahas kajian pustaka, kerangka berpikir, dan hipotesis. Kajian pustaka membahas teori-teori yang relevan dan beberapa hasil penelitian terdahulu. Selanjutnya dirumuskan kerangka berpikir berisi tentang landasan atau rumusan pemikiran dari umum ke khusus dan hipotesis yang berisi dugaan sementara atau jawaban sementara dari rumusan masalah penelitian. 2.1 Kajian Pustaka Kajian pustaka memaparkan tentang teori perkembangan anak, beberapa metode pembelajaran secara umum, metode pembelajaran mind map, proses kognitif pemahaman, dan mata pelajaran IPS di Sekolah Dasar. Seluruhnya dibahas secara runtut sebagai berikut. 2.1.1 Teori Perkembangan Anak Piaget merupakan seorang psikolog berkebangsaan Swiss yang telah banyak mempengaruhi dunia pendidikan dengan teori konstruktivisme dan teori perkembangan kognitifnya. Teori perkembangan kognitif Piaget mampu mempengaruhi dunia pendidikan, terutama dalam bidang pendidikan kognitif yang hingga saat ini masih bisa diterima. Teori perkembangan kognitif Piaget (dalam Santrock, 2011:28) membagi tahap perkembangan kognitif anak menjadi empat tahap: (1) tahap sensorimotor, (2) tahap praoperasional, (3) tahap operasional konkret, dan (4) tahap operasional formal. Teori konstruktivisme Piaget (dalam Suparno, 2001:5) menyatakan bahwa pengetahuan seseorang itu dibentuk oleh dirinya sendiri, pengetahuan tidak diperoleh secara langsung dari 10

(32) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 11 guru melainkan individu itu sendirilah yang harus memproses dan mengolah pengetahuan tersebut. Pengetahuan seorang anak sangat berkaitan dengan kemampuannya dalam bidang kognitif. Seorang anak harus berperan aktif dalam membangun pengetahuannya. Berikut ini merupakan tahap perkembangan koknitif menurut Piaget (dalam Santrock, 2011: 28) Pada tahap sensorimotor (usia 0-2 tahun) seorang anak memperoleh pengetahuan melalui interaksi fisik dari orang lain maupun benda yang berada di sekitar. Menurut Piaget (dalam Suparno, 2001:27) cara perkembangan sensorimotor ini menggunakan proses asimilasi dan akomodasi. Tahap-tahap kognitif anak dikembangkan dengan perlahan-lahan melalui proses asimilasi dan akomodasi terhadap skema-skema anak karena adanya rangsangan, atau kontak dengan pengalaman atau situasi yang baru. Proses asimilasi dan akomodasi ini menunjukkan bahwa seorang anak berperan aktif membentuk pengetahuannya. Selanjutnya tahap kedua praoperasional (usia 2-6 tahun) merupakan tahap dimana seorang anak mulai melukiskan dunianya dengan kata-kata dan gambar. Tahap ini ditandai dengan adanya kemampuan semiotik, yaitu kemampuan untuk menyatakan atau menjelaskan suatu objek dengan menggunakan simbol atau tanda. Piaget (dalam Suparno, 2001: 50) membedakan antara simbol dan tanda. Simbol adalah sesuatu hal yang lebih menyamai dengan yang disimbolkan, seperti gambaran atau bayangan sedangkan tanda lebih merupakan sesuatu yang diungkapkan tanpa ada kesamaan dengan yang ditandakan. Bahasa tulis, bahasa lisan, dan bilangan adalah merupakan contoh tanda.

(33) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 12 Tahap ketiga operasional konkret (usia 6-11 tahun) merupakan tahap dimana anak sudah dapat membentuk operasi-operasi mental atas pengetahuan yang mereka miliki. Anak sudah mampu menambah, mengurangi serta mengubah operasi yang mereka ketahui. Operasi ini memungkinkan untuk dapat memecahkan masalah secara logis. Tahap terakhir Operasional Formal (usia 11 tahun-dewasa) merupakan operasi mental tingkat tinggi. Pada tahap ini anak sudah dapat berhubungan dengan peristiwa-peristiwa hipotesis atau abstrak, tidak hanya dengan objek-objek konkret. Remaja sudah dapat berpikir abstrak dan memecahkan masalah melalui pengujian semua alternatif yang ada. Dari pendapat Piaget di atas dapat dimengerti bahwa semakin tinggi tahap perkembangan anak, akan semakin kompleks pula tingkat kemampuan kognitif yang dimiliki oleh anak. Penggolongan perkembangan kognitif menurut Piaget di atas dapat diketahui bahwa anak kelas IV SD berada pada tahap operasional konkret diusia 6 sampai 11 tahun, dimana peserta didik masih membutuhkan hal-hal yang konkret untuk menyelesaikan permasalahan. Dengan menggunakan mind map, pemikiran konkret dari peserta didik dapat diwakilkan dengan gambar-gambar yang diberikan kata kunci. Peserta didik dapat membangun pengetahuannya mengenai hal-hal yang ingin mereka pelajari dengan menggunakan mind map sesuai dengan tahapan kognitif peserta didik kelas IV SD.

(34) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 2.1.2 13 Metode Pembelajaran Upaya untuk meningkatkan minat dan pemahaman belajar siswa terhadap mata pelajaran IPS merupakan hal utama yang harus diwujudkan dalam pembelajaran. Salah satu cara yang dapat digunakan oleh guru untuk meningkatkan minat dan pemahaman adalah dengan menerapkan metode-metode pembelajaran. Sanjaya (2006:145) mendefinisikan metode sebagai cara yang digunakan untuk mengimplementasikan rencana yang sudah disusun dalam kegiatan nyata agar tujuan yang telah disusun tercapai secara optimal. Menurut Sanjaya (2006:145) metode pembelajaran dibedakan menjadi (1) metode ceramah, (2) metode demonstrasi, (3) metode simulasi, (4) metode diskusi. Metode yang pertama adalah ceramah. Metode ceramah merupakan metode paling sering digunakan oleh guru dalam proses kegiatan pembelajaran. Metode ini menyajikan materi pembelajaran dengan cara menyampaikannya secara langsung. Keefektifan metode ceramah terletak pada kompetensi guru dalam bermain kata-kata atau kalimat. Namun kelemahan metode ceramah yaitu materi yang didapatkan oleh siswa menjadi terbatas. Materi yang didapatkan peserta didik sebatas apa yang disampaikan guru, peserta didik menjadi pasif dan mudah kehilangan fokus saat pembelajaran Metode pembelajaran demonstrasi merupakan metode yang digunakan untuk memperlihatkan suatu proses atau cara kerja suatu benda yang berkenaan dengan bahan pelajaran. Metode ini membuat guru lebih aktif daripada siswa, karena gurulah yang memperlihatkan cara kerja benda yang berkenaan dengan bahan pelajaran.

(35) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 14 Metode yang ketiga yaitu simulasi, merupakan metode pembelajaran yang menyajikan situasi tiruan dari situasi yang sebenarnya. Pengembangan imajinasi dan penghayatan dilakukan oleh siswa dengan memerankannya sebagai tokoh hidup atau benda mati. Kegiatan ini membuat siswa lebih meresapi pengetahuannya serta mendapat pengalaman langsung dari proses kegiatan pembelajaran. Metode pembelajaran selanjutnya adalah diskusi. Diskusi merupakan metode pembelajaran yang menghadapkan siswa pada suatu permasalahan dan permasalahan itu diselesaikan oleh siswa itu sendiri dengan cara berdiskusi dan saling bertukar pendapat dengan siswa lain. Metode diskusi ini berfungsi untuk mengembangkan siswa. Melalui kegiatan diskusi, pemikiran siswa akan menjadi lebih beragam, karena siswa akan mendapat pengetahuan tambahan dari kelompok diskusinya. Metode diskusi akan mendorong siswa lebih aktif dan kreatif bila dihadapkan pada situasi yang problematis untuk memecahkan suatu masalah. Sanjaya (2006:145) telah mengemukakan beberapa metode yang sering diterapkan dalam pembelajaran di kelas. Namun, belum ada penjelasan yang membahas mengenai metode mind map. Padahal mind map termasuk salah satu metode yang dapat digunakan pada proses pembelajaran. Maka dari itu peneliti akan membahas metode mind map agar metode mind map dapat dimengerti lebih jelas.

(36) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 2.1.3 15 Metode Pembelajaran Mind Map Buzan (2008:4) menjelaskan mind map merupakan peta rute bagi ingatan yang mewakili pikiran-pikiran utama dalam proses pemikiran dan mewakili ide penting yang dapat membantu mempermudah dalam mengingat suatu pengetahuan. Mind map akan membuat pembelajaran tetap fokus pada ide utama dan semua ide tambahan lainnya. Mind map juga membantu dalam menggunakan otak kanan maupun otak kiri sehingga berkembang dengan baik. Senada dengan hal tersebut, Windura (2008:16) mengatakan bahwa mind map adalah suatu cara untuk mencatat informasi dengan cara menggunakan teknik grafis yang memungkinkan kita untuk mengeksplorasi seluruh kemampuan otak kita dalam berpikir dan belajar. Dari pendapat kedua tokoh tersebut, dapat disimpulkan bahwa mind map adalah suatu cara untuk memasukkan informasi ke dalam otak dengan cara yang kreatif dan efektif sehingga memungkinkan kita untuk mengeluarkan kembali informasi tersebut dengan cara yang efektif. Mind map juga memungkinkan otak untuk bereksplorasi dalam berpikir dan belajar. Mind map memiliki beberapa keunggulan (Buzan 2008:6): (1) mind map membantu mengaktifkan seluruh otak, (2) mind map dapat membuat orang berfokus pada pokok bahasan, (3) membantu mengelompokkan konsep yang ada, (4) Mind map membantu untuk memusatkan perhatian pada pokok bahasan yang membantu mengalihkan informasinya dari ingatan jangka pendek ke ingatan jangka panjang, (5) mampu memunculkan ide-ide baru yang kreatif, dan (6) memudahkan menyerap fakta serta informasi baru.

(37) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 16 Mind Map merupakan kumpulan informasi yang dibuat berdasarkan kreatifitas dan logika. Kreatifitas diwakili dengan gambar dan simbol-simbol pada mind map, sedangkan pemikiran logika diwakili dengan kata kunci yang terdapat dalam setiap cabang. Ketika menggunakan mind map, kita dapat melihat seluruh kesatuan dan keterkaitan antara informasi yang telah kita buat. Kita dapat mengetahui alur pengetahuan yang akan kita pelajari dengan melihat setiap cabang-cabang yang terdapat dalam mind map. Informasi/ pengetahuan yang dipelajari akan terlihat lebih menyenangkan dibandingkan dengan informasi yang hanya berupa tulisan yang rapi. Terdapat tujuh langkah dalam membuat mind map (Buzan, 2008:15). Langkah pertama yaitu dimulai dari bagian tengah kertas kosong yang sisi panjangnya diletakkan mendatar. Memulai langkah dari tengah dapat memberikan kebebasan kepada otak dalam mengungkapkan diri dengan lebih bebas dan alami. Kedua gunakan gambar atau foto sentral yang sesuai dengan topik. Gambar sentral akan lebih menarik, membuat tetap terfokus, membantu berkonsentrasi dan mengaktifkan otak. Siswa akan lebih mudah mengingat tema atau topik materi yang telah dipelajari melalui gambar. Ketiga gunakan berbagai macam warna untuk membuat gambar dan garis lengkung. Warna akan membuat mind map tampak lebih hidup dan dapat menambah energi kepada pemikiran kreatif dan menyenangkan. Keempat menghubungkan cabang-cabang utama ke gambar pusat dan hubungkan cabang-cabang tingkat dua dan tiga, ke tingkat satu dan dua, hingga seterusnya. Hal tersebut bertujuan untuk membimbing otak dalam mengaitkan pengetahuan baru dengan pengetahuan lama.

(38) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 17 Langkah kelima yaitu membuat garis hubung yang melengkung, bukan garis lurus karena garis lurus akan membosankan otak. Garis lengkung akan memudahkan untuk mengarahkan cabang yang dibuat keberbagai arah. Keenam gunakan satu kata kunci utuk setiap garis karena kata kunci tunggal memberi lebih banyak daya dan fleksibilitas kepada mind map. Misalnya sifat, cabang yang dibuat selanjutnya adalah sifat dari isu sentral yang ditulis; fungsi, cabang yang dibuat selanjutnya adalah tentang fungsi dari isu sentral yang telah dibuat, dan langkah ketujuh, gunakan gambar. Seperti pada gambar sentral, setiap gambar bermakna seribu kata. Dengan demikian menggunakan tujuh langkah tersebut proses mencatat akan menjadi lebih menarik dan menyenangkan dengan tingkat recall (mengingat) yang sangat baik (Sujanto, 2011:65). Sumber:http://2.bp.blogspot.com/_mgF8ugweY7/CIRI-MAHLUK-HIDUP-copy.jp Gambar 2.1 contoh mind map

(39) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 2.1.4 18 Pemahaman Dimensi proses kognitif dibagi menjadi beberapa kategori dengan pengklasifikasian proses-proses kognitif yang dimiliki oleh siswa secara komprehensif yang terdapat dalam tujuan di bidang pendidikan berdasarkan 6 tahapan taksonomi Bloom (Krathwohl dan Andersoon, 2010:43). Proses kognitif Bloom (Krathwohl dan Anderson, 2010:99) menyatakan bahwa 6 tahapan dalam proses kognitif tersebut diawali dengan mengingat, memahami, mengaplikasi, menganalisis, mengevaluasi, dan mencipta. Krathwohl dan Anderson (2010:105) mengatakan proses memahami merupakan mengkonstruksi makna dari materi pembelajaran, termasuk apa yang diucapkan, dituliskan, dan disampaikan oleh pengajar atau guru, buku atau layar komputer. Tujuan pembelajaran di sini adalah untuk transfer pengetahuan. Pembelajar sudah mengerti sesuatu kalau dapat menghubungkan pengetahuan baru yang dipelajari dengan pengetahuan lama yang sudah didapat, sehingga dapat mengintegrasikan pengetahuan yang baru itu dalam skema kognitif yang sudah dimiliki sebelumnya. Proses tersebut meliputi: menafsirkan, mencontoh atau meniru, mengklasifikasi, merangkum, menyimpulkan, membandingkan, dan menjelaskan. Namun peneliti hanya mengambil 5 kata kerja operasional yang paling sederhana dengan pertimbangan bahwa siswa kelas IVA SDN Keceme 1 berada direntang usia 9-11 tahun dan berada pada tahapan operasional konkret (dalam Suparno, 2001). Kata kerja operasional tersebut diantaranya: memberikan contoh atau mencontohkan, merangkum, menyimpulkan, membandingkan, dan menjelaskan (Krathwohl dan Anderson, 2010:99).

(40) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 19 Hamalik (2003:48) mengatakan pemahaman merupakan kemampuan siswa dalam melihat hubungan dari berbagai situasi yang penuh dengan permasalahan yang timbul di sekitar lingkungannya. Hal senada juga disampaikan Suharsimi (2009:118), pemahaman dapat diartikan sebagai kemampuan seseorang atau siswa dalam mempertahankan, membedakan, menduga, menerangkan, memberikan contoh, menuliskan kembali dan menyimpulkan suatu materi yang disampaikan dalam pengajaran. Berdasarkan pengertian tentang pemahaman di atas dapat disimpulkan bahwa pemahaman belajar siswa merupakan kemampuan siswa dalam membangun makna dari mata pelajaran, melihat hubungan antar berbagai situasi serta mampu menuliskan kembali dan menyimpulkan suatu materi yang disampaikan selama proses pengajaran dalam sebuah situasi yang membutuhkan pemecahan masalah. 2.1.4.1 Proses kognitif Taksonomi Bloom tahap pemahaman Memahami menurut Krathwohl dan Anderson (2010:105) merupakan suatu proses kognitif yang berkaitan dengan kemampuan mentransfer suatu pengetahuan. Siswa dikatakan memahami suatu materi pelajaran jika siswa mampu mengkonstruksi atau membangun makna dari pesan pembelajaran baik secara lisan maupun tertulis. Tahap memahami dikategorikan menjadi tujuh kegiatan antara lain menafsirkan, memberi contoh, mengklasifikasikan, merangkum, menyimpulkan, membandingkan dan menjelaskan. Namun karena subyek penelitian merupakan siswa SD dengan rentang usia 9-11 tahun, maka peneliti mengambil 5 kata kerja operasional yang paling sederhana, diantaranya; kata kerja memberikan contoh, merangkum, menyimpulkan, membandingkan dan

(41) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 20 menjelaskan. Pemilihan lima kata kerja tersebut didasarkan pada tahapan perkembangan kognitif Piaget yaitu operasional konkret. Kata kerja memberikan contoh dideskripsikan dengan memberikan contoh tertentu untuk menjelaskan suatu konsep atau prinsip (Krathwohl dan Anderson, 2010: 109). Misalnya siswa dapat memilih dengan benar dari jawaban-jawaban yang tersedia dari contoh konkret tentang alat-alat transportasi tradisional atau siswa di dalam kelas dituntut untuk mampu memberikan contoh alat transportasi tradisional yang masih digunakan sampai dengan saat ini. Kata kerja merangkum yaitu membuat abstraksi tentang suatu tema umum (Krathwohl dan Anderson, 2010: 111). Misalkan, setelah membaca buku materi, siswa diminta menulis ringkasan dari apa yang telah dibaca dalam buku. Selanjutnya kata kerja menyimpulkan diartikan sebagai membuat kesimpulan, menginterpolasi, dan menyarikan informasi yang baru diterima secara logis. Contohnya, setelah siswa belajar mengenai perkembangan teknologi di Indonesia, siswa selanjutnya diminta untuk membuat kesimpulan tentang materi tersebut. Kata kerja membandingkan merupakan hubungan atau persamaan dan perbedaan antara dua gagasan dan objek. Misalnya adalah membandingkan jenisjenis alat transportasi yang digunakan pada jaman dulu dan saat ini. Sedangkan kata kerja menjelaskan merupakan hubungan sebab-akibat dari sesuatu. Misalnya menjelaskan sebab dan akibat dari munculnya perbukitan. Beberapa model pertanyaan bisa dilontarkan kepada pembelajar, misalnya; (1) menjelaskan alasan terjadinya perkembangan teknologi di Indonesia, (2) menyelidiki permasalahan, misalnya mengapa perkembangan teknologi begitu pesat (3) membuat prediksi

(42) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 21 misalnya siswa diminta menjelaskan sebab-sebab terjadinya perkembangan teknologi di Indonesia. 2.1.5 Minat Menurut Surya (2004: 67) siswa yang mempunyai minat dapat dilihat melalui rasa senang atau tidak senang dalam menghadapi suatu objek. Dalam hal ini prinsip dasarnya adalah motivasi seseorang cenderung akan meningkat apabila yang bersangkutan memiliki minat yang besar dalam melakukan tindakannya, sehingga motivasi dan minat akan menjadi dua hal yang saling berhubungan bahwa motivasi dapat dilakukan dengan jalan menimbulkan atau mengembangkan minat siswa dalam melakukan kegaitan belajarnya. Slameto (2010:55) mengemukakan minat merupakan salah satu faktor psikologis yang mempengaruhi proses belajar. Beliau juga mengatakan bahwa minat adalah suatu rasa lebih suka dan rasa keterikatan pada suatu hal atau aktivitas, tanpa ada yang menyuruh. Minat pada dasarnya adalah penerimaan akan suatu hubungan antara diri sendiri dengan sesuatu di luar diri. Semakin kuat atau dekat hubungan tersebut, maka semakin besar minat seorang siswa terhadap materi yang dipelajari. Gie (2002:28-29) berpendapat minat bearti terpusat, tertarik, atau terlibat sepenuhnya dengan sesuatu kegiatan. Beliau juga mengartikan minat sebagai kemauan siswa dengan segenap kegiatan pikiran secara penuh untuk memperoleh pengetahuan dan mencapai pemahaman dalam kegiatan pembelajaran. Menurut Hilgard (dalam Slameto, 2010:57) “interest is persisting tendeucy to pay attention to and enjoy activity or content” artinya minat merupakan

(43) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 22 kecenderungan yang tetap untuk memperhatikan dan mengenang beberapa kegiatan. Kegiatan yang diminati seseorang, diperhatikan terus menerus yang disertai dengan rasa senang dan akan memperoleh kepuasan. Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa minat merupakan suatu rasa suka dan rasa keterikatan pada suatu hal atau aktivitas, tanpa adanya paksaan. Minat pada dasarnya adalah penerimaan akan suatu hubungan antara diri sendiri dengan sesuatu di luar diri. Semakin kuat atau dekat hubungan tersebut, semakin besar minat serta minat erat hubungannya dengan perasaan, individu, obyek, aktivitas, dan situasi. 2.1.6 Indikator Minat Pada umumnya minat seseorang terhadap sesuatu akan diekspresikan melalui kegiatan atau aktivitas yang berkaitan dengan minatnya. “Keinginan atau minat dan kehendak atau kemauan sangat mempengaruhi corak perbuatan yang akan diperlihatkan oleh seseorang” (Sobur, 2003:246). Berdasarkan pendapat tersebut maka dalam menentukan indikator minat dilakukan dengan menganalisa kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh individu. Slameto (2010:180) berpendapat bahwa minat dapat diekspresikan melalui kecenderungan yang tetap untuk memperhatikan terus-menerus disertai rasa senang, dapat pula dimanifestasikan melalui partisipasi dalam suatu aktifitas. Djamarah (2002:132) juga mengungkapkan hal yang sama bahwa minat diekspresikan siswa melalui pernyataan lebih menyukai sesuatu daripada lainnya, partisipasi dalam suatu kegiatan, dan memberikan perhatian yang lebih besar terhadap sesuatu yang diminatinya tanpa menghiraukan yang lain. pendapat lain

(44) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 23 dikemukakan Marpadi (2008: 112), siswa yang mempunyai minat belajar dapat dilihat melalui beberapa indikator diantaranya, berusaha menyiapkan buku sesuai dengan materi pelajaran, antusias mengikuti pelajaran, mengerjakan soal yang diberikan oleh guru, memperhatikan penjelasan guru, bertanya kepada guru saat merasa kurang paham, mengerjakan tugas yang diberikan guru, membaca buku pelajaran dan, mencari sumber belajar yang lain. Berdasarkan uraian tentang indikator minat menurut Marpadi (2008: 113) dan beberapa pengertian minat belajar siswa yang telah dijelaskan pada bagian sebelumnya, maka peneliti melakukan klasifikasi indikator-indikator minat terkait dengan peningkatan minat belajar siswa pada mata pelajaran IPS sebagai berikut: Perasaan senang, meliputi: Siswa antusias mengikuti pelajaran IPS, siswa tidak mengeluh ketika diberi tugas oleh guru, siswa mempersiapkan buku IPS, siswa datang tepat waktu sebelum pelajaran dimulai, dan siswa duduk dengan tenang siap untuk belajar. Sedangkan, indikator keaktifan siswa dalam pelajaran, meliputi: Siswa aktif bertanya saat pelajaran IPS berlangsung, siswa aktif menjawab pertanyaan, siswa menyimak penjelasan guru dengan seksama, siswa tidak melamun saat pelajaran IPS berlangsung, dan siswa tidak mengerjakan aktivitas lain saat pelajaran IPS. Sementara, indikator partisipasi siswa dalam pelajaran, meliputi: Siswa bertanya kepada guru saat pelajaran IPS, siswa aktif menyampaikan pendapat dalam diskusi, siswa bekerjasama dalam kelompok, siswa menjawab pertanyaan yang diberikan oleh guru, dan siswa mampu mengerjakan tugas dalam kelompok. Sedangkan indikator yang keempat tentang ketertarikan terhadap mata pelajaran,

(45) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 24 meliputi: Siswa membaca buku pelajaran sesuai dengan materi yang diberikan guru, siswa mencari sumber belajar lain yang berkaitan dengan materi, siswa mengerjakan tugas dari guru terkait dengan materi IPS, siswa membawa buku atau sumber lain untuk belajar, dan siswa mencatat bagian penting materi yang diajarkan oleh guru. 2.1.7 Hakikat Pembelajarn IPS SD Ilmu Pengetahuan Sosial merupakan integrasi dari berbagai cabang ilmu- ilmu sosial seperti sosiologi, sejarah, geografi, ekonomi, politik, hukum dan budaya. Ilmu Pengetahuan Sosial dirumuskan atas dasar realitas dan fenomena sosial yang mewujudkan suatu pendekatan interdisipliner dari aspek dan cabangcabang ilmu-ilmu sosial seperti sosiologi, sejarah, geografi, ekonomi, politik, hukum dan budaya (Kurikulum, 2006: 5). Soemantri (dalam Sapriya, 2009:11) menjelaskan bahwa IPS merupakan seleksi dari disiplin ilmu-ilmu sosial dan humaniora, serta kegiatan dasar manusia yang disajikan secara ilmiah dan psikologis untuk tujuan pendidikan. Sedangkan menurut Banks (dalam Sapriya, 2009:10) definisi IPS sebagai berikut: “The social studies is that part of the elementary and high school curriculum which has the primary responsibility for helping students to develop the knowledge, skills, attitudes, and values needed to participate in the civic life of their local communities, the nation, and the world”. Berdasarkan kutipan di atas diartikan bahwa, IPS merupakan bagian dari kurikulum sekolah dan perguruan tinggi dengan tujuan utama untuk membantu siswa dalam mengembangkan pengetahuan, kemampuan, sikap, dan nilai yang

(46) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 25 dibutuhkan untuk berpartisipasi dalam kehidupan dimasyarakat sekitarnya, di negara dan di dunia. Berdasarkan tiga pendapat diatas, dapat disimpulkan bahwa IPS adalah studi tentang fenomena-fenomena sosial masyarakat yang merupakan dampak dari hubungan dan interaksi antar sesama manusia yang meninjau dari berbagai aspek kehidupan. Maksud dari berbagai aspek mencakup sosiologi (mempelajari masyarakat dan hubungan antar manusia ), sejarah (mempelajari peristiwa penting masa lampau), geografi (mempelajari berbagai fenomena fisik muka bumi), politik (mempelajari ilmu tanegaraan), hukum (mempelajari sistem aturan yang diberlakukan dalam suatu negara), budaya/antropologi (mempelajari manusia dari segi keanekaragaman fisik serta kebudayaan masing-masing daerah). 2.1.7.1 Ruang lingkup Trianto (2010: 172) mengungkapkan bahwa IPS merupakan integrasi dari berbagai ilmu sosial yang meliputi sosiologi, sejarah, antropologi, geografi, hukum, politik dan ekonomi. Sama halnya dengan, BSNP (2006: 176) yang mengatakan bahwa mata pelajaran IPS memuat materi sosiologi, geografi, ekonomi dan sejarah. Materi sosiologi mempelajari hubungan antar individu dengan individu atau kelompok lain dalam suatu komunitas. Sosiologi merupakan ilmu yang berasumsi bahwa manusia sebagai mahluk sosial yang tidak bisa hidup sendiri. Berbeda dengan materi sosiologi, materi ekonomi mempunyai ruang lingkup sebagai segala aktivitas manusia untuk mencukupi kebutuhan hidupnya dan mencapai kesejahteraan tertentu. Ruang lingkup materi sejarah meliputi

(47) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 26 peristiwa atau kejadian-kejadian masa lampau yang mempunyai pengaruh besar terhadap kehidupan dimasa mendatang. Pendidikan IPS untuk tingkat sekolah berhubungan dengan disiplin ilmuilmu sosial yang terintegrasi dengan humaniora dan ilmu pengetahuan alam yang dikemas sedemikian rupa untuk kepentingan pembelajaran di sekolah (Pusat Kurikulum 2006:6). Tujuan pendidikan IPS sendiri, yaitu untuk mempersiapkan peserta didik sebagai warga negara yang menguasai pengetahuan (knowledge), ketrampilan (skill), sikap dan nilai (attitudes and values) yang dapat digunakan sebagai kemampuan untuk memecahkan masalah pribadi atau masalah sosial serta kemampuan mengambil keputusan (Pusat Kurikulum 2006:6). 2.1.7.2 Tujuan Tujuan pembelajaran IPS tercantum dalam Pusat Kurikulum (2006:7) yang menyatakan IPS merupakan pembelajaran yang mengembangkan potensi peserta didik agar peka terhadap masalah sosial yang terjadi di masyarakat, memiliki sikap mental positif terhadap perbaikan segala ketimpangan yang terjadi, dan terampil mengatasi setiap masalah yang terjadi sehari-hari baik yang menimpa dirinya sendiri maupun yang menimpa masyarakat. Sedangkan pembelajaran IPS di SD diselenggarakan dengan tujuan sebagai berikut BSNP (2006: 175): (1) mengenal konsep-konsep yang berkaitan dengan kehidupan masyarakat dan lingkungannya, (2) memiliki kemampuan dasar untuk berpikir logis dan kritis, rasa ingin tahu, inkuiri, memecahkan masalah, dan keterampilan dalam kehidupan sosial, (3) memiliki kemampuan berkomunikasi, bekerjasama dan berkompetisi dalam masyarakat yang majemuk, di tingkat lokal, nasional, dan global.

(48) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 27 Berdasarkan kedua pendapat tersebut dapat disimpulkan tujuan IPS adalah untuk mengembangkan potensi peserta didik agar peka terhadap masalah sosial yang terjadi serta diharapkan mampu berpikir kritis dan terampil mengatasi masalah yang terjadi di lingkungan masyarakat. 2.1.7.3 Kompetensi dasar mata pelajaran IPS kelas IV semester 2 Kompetensi IPS kelas IV yang digunakan penelitian ini adalah standar kompetensi 2 “Mengenal sumber daya alam, kegiatan ekonomi, dan kemajuan teknologi di lingkungan kabupaten/kota dan provinsi” pada kompetensi dasar 2.3 “Mengenal perkembangan teknologi produksi, komunikasi, dan transportasi serta pengalaman menggunakannya” (Depdikbud, 2007). 2.2 Penelitian yang Relevan 2.2.1 Penelitian Tentang Minat Penelitian oleh Febriana, dkk (2013) yang berjudul Pengaruh Model Pembelajaran ARIAS Berbantuan Mind Mapping Terhadap Minat Dan Motivasi Belajar IPS Siswa Kelas V SD di Gugus Semeru. Penelitian ini menggunakan penelitian eksperimen. Berdasarkan hasil perhitungan diperoleh data minat belajar IPS sebesar 7,274. Sedangkan t tabel dengan dk = (n1 + n2) – k adalah 2,0003 yang berada pada taraf signifikansi 5%. Hal ini berarti, t hitung data minat belajar IPS lebih besar dari t tabel (t hitung >t tabel), sehingga H01 ditolak dan H11 diterima. Hasil penelitian tersebut menunjukan bahwa adanya perbedaan yang signifikan dalam penerapan model pembelajaran ARIAS berbantuan mind mapping dalam pembelajaran IPS berpengaruh positif terhadap minat dan motivasi belajar IPS

(49) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 28 siswa kelas V SD di Gugus Semeru, Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana, Tahun Pelajaran 2012/2013. Wahyudin dan Sutikno (2010) meneliti tentang penggunaan metode inkuiri terbimbing untuk meningkatkan minat dan pemahaman siswa pada pembelajaran berbantuan multimedia siswa SMA Negeri 14 Semarang kelas X. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa peningkatan rata-rata hasil belajar pada siklus II cukup signifikan karena secara individu siswa yang mencapai ketuntasan belajar meningkat dari 13 siswa menjadi 38 siswa. Pemahaman siswa meningkat dari 60% siswa yang dinyatakan tidak paham pada siklus I menjadi 5% siswa yang dinyatakan tidak paham pada siklus II, hasil analisis tanggapan siswa terhadap pengajaran diperoleh rata-rata tanggapan siswa sebelum tindakan sebesar 72,90%. Setelah tindakan, nilai rata-rata tanggapan siswa meningkat menjadi 76,81%. 2.2.2 Penelitian Tentang Penggunaan Metode Mind Map Darmayoga, dkk (2013) meneliti pengaruh metode mind map terhadap prestasi belajar yang ditinjau dari minat pada mata pelajaran IPS. Populasi dan sampel dari penelitian adalah siswa kelas Kelas IV SD Sathya Sai Denpasar. Hasil menunjukan bahwa kontribusi minat terhadap hasil belajar IPS pada siswa yang mengikuti metode pembelajaran Mind Mapping sebesar 21,44%. Sedangkan kontribusi minat terhadap hasil belajar IPS pada siswa yang mengikuti metode pembelajaran konvensional sebesar 20,65%. Kecilnya kontribusi minat terhadap hasil belajar IPS karena selama ini pelajaran IPS hanya disajikan dengan metode yang kurang inovatif kepada siswa. Namun demikian, hasil pengujian ini menunjukkan bahwa, terdapat kontribusi yang positif dari minat terhadap hasil

(50) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 29 belajar IPS baik pada siswa yang mengikuti metode mind mapping ataupun pada siswa yang mengikuti metode pembelajaran konvesional. Penelitian Afindra (2011) yang berjudul Peningkatan Prestasi Belajar Dengan Teknik Pembelajaran Mind Map Mata Pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan Siswa Kelas IVA SDN Glagahombo 1 Sleman Semester Genap Tahun Pelajaran 2010/2011. Hasil penelitian ini menunjukan peningkatan prestasi belajar siswa. Pada kondisi awal nilai rata-rata siswa adalah 58,97 dengan jumlah siswa yang tuntas KKM hanya 34,38%. Setelah dilakukan pembelajaran dengan teknik mind map nilai rata-rata siswa mencapai 65,22 dengan jumlah siswa yang tuntas KKM 47.83%. Pada siklus II dengan nilai rata-rata siswa mencapai 71.02 dengan jumlah siswa yang tuntas mencapai KKM 78,26%. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa teknik mind map mampu meningkatkan prestasi belajar mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan Siswa Kelas IVA SDN Glagahombo 1 Sleman Semester Genap Tahun Pelajaran 2010/2011. Maryudani (2010) melakukan penelitian dengan judul “peningkatan prestasi belajar dalam mata pelajaran IPS dengan teknik mind mapping siswa kelas V SD Kanisius Kintelan 1 Yogyakarta tahun pelajaran 2009/2010”. Populasi dan sampel dari penelitian ini adalah siswa kelas V SDK Kintelan I Yogyakarta. Hasil dari 21 siswa 18 diantaranya mendapatkan hasil yang kurang dari KKM dan nilai rata-rata yang diperoleh 21 siswa adalah 50,42. Berdasarkan pada penelitian minat dan mind map di atas, peneliti menyimpulkan bahwa menciptakan situasi belajar yang mengundang minat belajar bagi siswa merupakan hal penting diwujudkan. Beberapa metode dan

(51) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 30 model yang ditawarkan di atas merupakan bagian dari upaya meningkatkan minat belajar siswa di kelas. Mind map merupakan salah satu metode yang dapat dijadikan alternatif dalam menciptakan minat belajar siswa. Hal tersebut terlihat dari beberapa hasil penelitian sebelumnya, menunjukkan bahwa mind map dapat meningkatkan minat belajar siswa. Mind map merupakan sebuah metode yang memadukan garis lengkung, gambar, warna, dan kata kunci. Karena tersusun dari perpaduan unsur, siswa diharapkan akan tertarik dengan kegiatan pembelajaran yang telah dipersiapkan menggunakan metode mind map.

(52) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 2.2.3 31 Literature Map Berikut ini literatur map dari penelitian-penelitian terdahulu Penelitian tentang Minat Penelitian tentang metode Mind Map Febriana (2013) Darmayoga (2013) Pembelajaran ARIS terhadap minat dan motivasi Implementasi mind map terhadap hasil belajar ditinjau dari minat Wahyudin dan Sutikno (2010) Afindra (2011) Metode inkuiri untuk meningkatkan minat dan pemahaman. Pembelajaran dengan teknik mind map untuk meningkatkan prestasi belajar. Maryudani (2010) Teknik mind map untuk meningkatkan prestasi belajar. Penelitian yang dilakukan oleh peneliti Peningkatan Minat dan Pemahaman Siswa Kelas IV SD N Keceme 1 Terhadap Mata Pelajaran IPS dengan Metode Mind Map Gambar 2.2. Literature Map dari Penelitian-penelitian Terdahulu 2.3 Kerangka Berpikir Minat seorang anak dalam mengikuti pelajaran sangatlah berpengaruh terhadap tingkat pemahaman pada mata pelajaran. Minat adalah suatu dorongan atau rasa tertarik yang muncul secara sadar dari dalam diri individu terhadap suatu

(53) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 32 obyek, dan individu tersebut tidak ada yang menyuruh. Beberapa siswa memiliki masalah dengan prestasi belajarnya karena minat mereka terhadap mata pelajaran tersebut rendah. Salah satu penyebab rendahnya minat seorang anak dalam mengikuti pembelajaran yaitu disebabkan oleh metode yang digunakan guru saat melaksanakan kegiatan belajar mengajar. Pemilihan metode pembelajaran yang tepat dan sesuai dengan anak akan menimbulkan minat dalam diri anak tersebut terhadap suatu mata pelajaran. Metode pembelajaran mind map dipilih sebagai salah satu metode yang efektif meningkatkan kemampuan belajar peserta didik. Penggunaan unsur-unsur mind map yang meliputi gambar, warna, simbol, kata dan garis dapat menarik perhatian siswa. Perhatian siswa yang terbentuk mencegah siswa terpengaruh gangguan dari luar. Perhatian dalam pembelajaran juga akan menumbuhkan keinginan siswa untuk mengembangkan diri. Keterlibatan siswa dalam pembelajaran dibangun dengan aktifitas pembuatan mind map. Aktivitas pembuatan mind map memberi kesempatan siswa untuk mengembangkan dirinya dan menumbuhkan kreasi siswa. Siswa mempergunakan gambar, warna, simbol, kata kunci dan garis dalam pembuatan kreasi mind mapnya. Kegiatan yang dilakukan dengan mind map serta unsur-unsurnya menumbuhkan perasaan senang siswa dalam pembelajaran IPS. Berdasarkan pemaparan tersebut, diharapkan penggunaan teknik mind map dalam pembelajaran akan menumbuhkan minat siswa dalam pembelajaran. Penerapan mind map dalam pembelajaran IPS yang dirancang secara menarik dirasa mampu meningkatkan minat belajar dan berdampak pada pemahaman

(54) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 33 belajar siswa. Hal tersebut dikarnakan mind map dirancang untuk membantu siswa dalam mengartikan materi pembelajaran yang bersifat abstrak menjadi materi yang lebih kongkrit dengan perpaduan dalam mind map. Pemahaman belajar terbentuk dari aspek kognitif, sikap dan keterampilan sehingga pembelajaran dengan metode mind map juga melibatkan 3 aspek tersebut. Siswa menggunakan kemampuan kognitifnya untuk memahami materi kemudian menuliskanya dalam mind map. Aspek sikap terlihat saat siswa bekerjasama dalam kelompok untuk membuat mind map. Melalui kerjasama dalam kelompok akan melatih siswa untuk bertanggung jawab. Sedangkan aspek keterampilan dilakukan dengan kegiatan membuat mind map dan presentasi hasil mind map. 2.4 Hipotesis Tindakan Hipotesis dalam penelitian tindakan kelas ini adalah 1. Proses penggunaan metode mind map yang mengandung unsur garis lengkung, simbol, gambar dan kata kunci mampu meningkatkan minat belajar siswa kelas IVA SD Negeri Keceme 1 terhadap mata pelajaran IPS Semester 2 Tahun Pelajaran 2013/2014. 2. Proses penggunaan metode mind map yang mengandung unsur garis lengkung, simbol, gambar dan kata kunci mampu meningkatkan pemahaman belajar siswa kelas IVA SD Negeri Keceme 1 terhadap mata pelajaran IPS Semester 2 Tahun Pelajaran 2013/2014

(55) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB III METODE PENELITIAN Bab ini membahas mengenai jenis penelitian, setting penelitian, rencana penelitian, teknik dan alat pengumpul data, analisis data, indikator keberhasilan serta jadwal penelitian. Jenis penelitian memuat dengan cara apa masalah dipecahkan, sedangkan setting penelitian memuat subjek, objek, waktu dan tempat penelitian. Rencana penelitian memuat gambaran kegiatan penelitian yang dilakukan, teknik dan alat pengumpul data memuat cara peneliti untuk memperoleh data penelitian. Analisis data memuat cara peneliti dalam menganalisis dan menginterpretasikan data dari lapangan, indikator keberhasilan memuat batas keberhasilan dalam penelitian dan jadwal penelitian memuat tahapan pelaksanaan kegiatan. 3.1 Jenis Penelitian Pada penelitian ini peneliti menggunakan jenis penelitian tindakan kelas (PTK) untuk meningkatkan sikap dan minat belajar siswa. Penelitian tindakan kelas adalah penelitian yang dilakukan oleh guru di kelasnya sendiri dengan cara (1) merencanakan, (2) melaksanakan, (3) merefleksikan tindakan secara kolaboratif dan partisipatif dengan tujuan memperbaiki kinerja sebagai guru, sehingga hasil belajar siswa dapat meningkat (Kusumah dan Dwitagama, 2009:9). Penelitain Tindakan Kelas (PTK) merupakan cara yang strategis bagi guru untuk memperbaiki layanan kependidikan dalam lingkup pembelajaran di kelas dan peningkatan kualitas program sekolah secara keseluruhan (Aqib, 2006: 18). Adapun tujuan penelitian tindakan kelas berfokus pada pemecahan masalah yang 34

(56) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 35 nyata terjadi di dalam kelas dan meningkatkan kegiatan nyata guru dalam pengembangan profesinya (Kunandar, 2009: 45). Peneliti memilih penelitian tindakan kelas, karena penelitian bertujuan untuk memecahkan masalah yang terjadi di kelas selama proses pembelajaran berlangsung dan hal-hal yang mendasarinya. Tujuan ini dapat dicapai dengan melakukan tindakan alternatif, berupa fokus penelitian pada tindakan yang direncanakan oleh guru, yang selanjutnya diterapkan pada siswa, kemudian dilakukan evaluasi apakah berhasil atau tidak. Dengan demikian, penelitian tindakan (PTK) kelas menurut para ahli merupakan salah satu jenis penelitian yang dirasa tepat untuk mengatasi permasalahan terkait dengan minat dan pemahaman belajar siswa kelas IVA SD Negeri Keceme1 pada mata pelajaran IPS. Pada penelitian ini, guru merupakan individu yang ikut terlibat dalam penelitian. Penelitian ini bersifat kolaboratif, yaitu melibatkan bantuan dari berbagai pihak seperti guru kelas, kepala sekolah maupun mahasiswa. Penelitian kolaboratif dipilih, karena penelitian ini bertujuan untuk menciptakan sebuah inovasi dalam pendidikan yang berkaitan tentang kegiatan belajar mengajar di kelas. Guru dan kepala sekolah merupakan komponen sekolah yang lebih mengenal karakteristik siswa, sehingga guru dan kepala sekolah dilibatkan dalam penelitian di kelas. Berikut skema Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang digunakan oleh peneliti;

(57) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 36 Identifikasi Masalah Perencanaan Refleksi SIKLUS 1 Pelaksanaan tindakan Observasi Perencanaan Ulang SIKLUS 2 Pelaksanaan tindakan Refleksi Observasi Gambar 3.1 Skema model penelitian dari Hopkins dalam Aqib, 2007: 31 Hopkins (dalam Aqib, 2007:31) menjelaskan bahwa tahap penelitian tindakan kelas (PTK) tersebut meliputi; perencanaan, tindakan, pengamatan, dan refleksi. Tahap pertama merupakan perencanaan, dalam tahap ini peneliti menjelaskan tentang apa, mengapa, kapan, dimana, oleh siapa, dan bagaimana tindakan tersebut dilakukan. Melalui perencanaan, peneliti harus mengetahui dan

(58) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 37 memahami akan masalah-masalah yang terjadi selama pengajaran. Setelah diketahui, peneliti dapat menganalisa masalah tersebut dan menyusun suatu hipotesis dari objek yang dikajinya. Tahap yang kedua yaitu tahap pelaksanaan tindakan, tahap ini merupakan implementasi dari apa yang telah direncanakan sejak awal dalam penelitian. Pada penelitian ini, guru atau wali merupakan individu yang menjalankan proses pembelajaran di kelas. Sedangkan, peneliti bertugas mempersiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan oleh guru ketika mengajar di kelas. Hal yang perlu diperhatikan adalah bahwa dalam tahap ke-2 ini pelaksana guru harus ingat dan berusaha menaati apa yang sudah dirumuskan dalam rancangan, tetapi harus pula berlaku wajar, tidak dibuat-buat. Selanjutnya adalah tahap pengamatan atau observasi. Pada tahap ini peneliti mengamati situasi yang terjadi ketika tindakan berlangsung. Peneliti mencatat apa yang terjadi untuk memperoleh data yang akurat. Peneliti melakukan observasi dengan bantuan lembar pengamatan minat yang telah dirancang sebelumnya oleh peneliti. Observasi hendaknya tidak dilakukan oleh guru, melainkan dilakukan orang lain. Tahap yang terakhir pada setiap siklus adalah tahap refleksi. Melalui refleksi, akan diketahui apakah penelitian sudah berhasil atau masih diperlukan penelitian di siklus berikutnya. Pada tahap refleksi ini juga peneliti mengemukakan kembali apa yang sudah tercapai serta kekurangan apa yang masih terlihat selama proses pembelajaran dan perlu diperbaiki. Kegiatan refleksi dilakukan bersama guru kelas setelah kegiatan pembelajaran selesai. Melalui refleksi, akan diketahui apakah penelitian yang dilakukan di kelas IVA

(59) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 38 SDN Keceme1 sudah berjalan dengan baik atau masih diperlukan penelitian pada siklus selanjutnya. 3.2 Setting Penelitian Pada bagian ini akan dibahas subjek penelitian, objek penelitian, waktu penelitian dan tempat penelitian yang dijelaskan secara berurutan. 1. Subjek Penelitian Subjek penelitian adalah siswa kelas IVA SD Negeri Keceme 1 tahun ajaran 2013/2014 berjumlah 26 siswa yang terdiri dari 10 orang perempuan dan 16 orang laki-laki. Secara umum siswa berasal dari keluarga yang bekerja sebagai petani. 2. Objek Penelitian Objek penelitian ini adalah peningkatan minat dan pemahaman siswa dengan menggunakan metode mind map pada mata pelajaran IPS materi tentang perkembangan teknologi di Indonesia semester II kelas IVA SD Negeri Keceme 1 tahun ajaran 2013/2014. 3. Waktu penelitian Penelitian ini dilaksanakan selama 3 bulan pada semester 2 tahun ajaran 2013/2014 antara bulan Januari hingga bulan Maret. 4. Tempat penelitian Penelitian ini dilakukan di SD Negeri Keceme 1, yang terletak di desa Keceme, kecamatan Seleman, kabupaten Sleman, Yogyakarta. Lokasi SD berada di tengah persawahan dan jauh dari pemukiman penduduk.

(60) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 39 3.3 Pra Penelitian Penelitian ini dimulai dengan mencari sekolah yang akan digunakan untuk PPL dan penelitian. Peneliti menentukan sekolah yang akan digunakan untuk kegiatan PPL dan penelitian yaitu SD Negeri Keceme 1, yang terletak di desa Keceme, kecamatan Sleman, kabupaten Sleman, DIY. Setelah mendapatkan izin penelitian dari kepala sekolah dan guru kelas IV, peneliti kemudian mencari dokumentasi nilai IPS siswa tahun ajaran 2012/2013. Informasi tentang gambaran kondisi siswa diperoleh peneliti dengan observasi serta wawancara dengan guru dan siswa kelas IV SD Negeri Keceme 1. 3.3.1 Rancangan tindakan penelitian Penelitian yang dilakukan oleh peneliti dilakukan melalui 1 (satu) siklus (tahapan). Siklus tersebut terdiri dari 4 pertemuan dengan 7 jam pertemuan. Pada pertemuan pertama (2 x 35 menit) difokuskan untuk pendalaman materi perkembangan teknologi produksi dan komunikasi dengan metode mind map. Pertemuan kedua, satu hari berikutnya (1 x 35 menit) kegiatan pembelajaran meliputi melanjutkan pembuatan mind map dalam kelompok dan latihan soal. Pada pertemuan ketiga (3 x 35 menit), kegiatan pembelajaran ditujukan pada materi secatra keseluruhan tentang perkembangan teknologi di Indonesia dengan menggunakan metode mind map. Selanjutnya secara individu siswa membuat mind map tentang perkembangan teknologi di Indonesia. Pada pertemuan keempat (1 x 35 menit) siswa diminta mengerjakan lembar post-test akhir untuk menguji pemahaman belajar siswa setelah melalui proses pembelajaran.

(61) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 3.3.2 40 Perencanaan Pada siklus I, peneliti terlebih dahulu merancang instrumen pembelajaran, mulai dari membuat silabus, RPP, LKS dan media pembelajaran yang akan peneliti gunakan dalam pembelajaran. Peneliti juga menyiapkan instrumen penilaian berupa lembar penilaian afektif, lembar penilaian psikomotor dan lembar penilaian produk, juga kuesioner minat siswa dalam pembelajaran IPS. Pada siklus pertama (Pertemuan 1 dan 3), peneliti menggunakan media berupa power point yang berisi video tentang perkembangan teknologi serta berbagai gambar alat komunikasi dan produksi. 3.3.3 Tindakan pelaksanaan Pada pertemuan pertama hari Jumat 7 Maret 2014, peneliti bertugas sebagai guru pembantu sekaligus sebagai subyek yang mengumpulkan data pengamatan. Kegiatan pembelajaran pertemuan pertama diawali oleh guru kelas IVA dengan memberikan pertanyaan kepada siswa tentang macam perkembangan teknologi produksi yang ditemukan di sekitar lingkungan tempat tingga siswa. Guru juga mengajak siswa keluar kelas untuk melihat proses pengolahan tembakau dan proses pemanenan padi yang terletak di sekitar lingkungan sekolah. Setelah selesai mengamati lingkungan luar kelas, guru selanjutnya menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dilakukan. Kegiatan inti diawali oleh guru dengan memberikan penjelasan singkat tentang perkembangan teknologi menggunakan mind map yang ditayangkan menggunakan LCD proyektor. Penjelasan materi yang guru sampaikan diberi batasan agar siswa mempunyai keleluasaan dalam mengembangkan materi pelajaran secara individu. Pada kegiatan selanjutnya

(62) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI siswa dibagi kedalam 5 kelompok untuk mengerjakan LKS 41 serta mempresentasikan hasil kerja kelompoknya di depan kelas. Setelah semua kelompok selesai mempresentasikan hasil kerjanya, guru meminta setiap kelompok dengan anggota yang sama untuk membuat mind map dari materi yang sudah disampaikan hari ini. Sebelum pergantian mata pelajaran, guru melakukan tanya jawab terkait materi yang telah dipelajari siswa. Pada pertemuan kedua hari Sabtu 8 Maret 2014, kegiatan pembelajaran difokuskan melanjutkan pembuatan mind map secara berkelompok. Setelah mind map semua kelompok selesai dikerjakan, guru meminta dua perwakilan kelompok untuk mempresentasikan mind map yang sudah dibuat. Pada kegiatan akhir, guru membagikan post tes pertama. Soal latihan diberikan bertujuan untuk mengukur sampai sejauh mana tingkat pemahaman siswa terhadap mata pelajaran IPS, khususnya materi perkembangan teknologi produksi dan komunikasi di Indonesia. Kegiatan pembelajaran di kelas IVA pertemuan ketiga hari Sabtu 15 Maret 2014 diawali dengan tanya jawab dengan siswa mengenai materi sebelumnya. Selanjutnya siswa diajak keluar kelas untuk mengamati kendaraan yang melintas di dekitar lingkungan SDN Keceme1 dan dilanjutkan melihat tayangan video tentang perkembangan teknologi Indonesia teknologi. Siswa terlebih dahulu dikondisikan dalam kelompok. Saat siswa melihat tayangan video, siswa diminta untuk mencatat hal-hal penting yang ditemukan selama melihat video. Setelah melihat tayangan video, guru memberi penjelasan singkat mengenai materi yang akan disampaikan dengan menggunakan power point. Selanjutnya siswa secara kelompok mengerjakan lembar kegja siswa (LKS). Secara berkelompok, siswa

(63) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 42 kemudian mempresentasikan LKS kelompoknya, kelompok lain memberikan tanggapan saat kelompok lain presentasi. Setelah siswa cukup memahami materi tentang perkembangan teknologi di Indonesia, selanjutnya siswa diminta membuat sebuah mind map tentang perkembangan teknologi secara mandiri. Siswa juga diminta menuangkan kreativitasnya ke dalam mind map melalui penggunaan warna, gambar, simbol dan garis lengkung. Pertemuan keempat hari Selasa, 18 Maret 2014 siswa diminta mengerjakan lembar post tes kedua dan mengisi lembar kuesioner untuk mengukur sampai sejauh mana tingkat pemahaman dan minat belajar siswa terhadap materi secara keseluruhan. 3.3.4 Observasi Peneliti melakukan observasi minat dan pemahaman belajar siswa menggunakan rubrik pengamatan yang telah dirancang (lihat halaman 50, tabel 3.4). Pengamatan minat belajar siswa terhadap mata pelajaran IPS dilakukan pada pertemuan pertama dan ketiga. Pada pertemuan pertama, pengamatan dilakukan saat siswa dalam kelompok mengerjakan lembar kerja, membuat mind map secara berkelompok dan persentasi di depan kelas. Sedangkan pada pertemuan ketiga, pengamatan dilakukan saat siswa mengerjakan lembar kerja siswa dan pembuatan mind map secara mandiri. Pengamatan tentang pemahaman belajar siswa dilakukan pada pertemuan pertama saat siswa berdiskusi mengerjakan lember kerja siswa, membuat mind map secara berkelompok serta tanya jawab dengan guru. Sedangkan pengamatan terhadap pemahaman belajar siswa pada pertemuan ke-3, dilakukan saat siswa

(64) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 43 mengerjakan lembar kerja kelompok, tanya jawab dengan guru dan membuat mind map secara individual. 3.3.5 Refleksi Refleksi dilakukan bersama dengan guru kelas untuk memperoleh umpan balik dari pembelajaran yang baru dilaksanakan, apakah metode mind map yang diberikan mampu meningkatkan minat dan pemahaman belajar siswa. Refleksi ini dilakukan setelah seluruh data pada pembelajaran telah terkumpul. Sehingga dasar pertimbangan pengambilan keputusan pada saat refleksi akan relevan dengan tindakan selanjutnya. Melalui refleksi peneliti juga dapat mencatat hal-hal penting yang dianggap belum tercapai selama pertemuan pertama, kendala dan hambatan selama pengajaran dan kondisi siswa di kelas ketika proses pembelajaran berlangsung. 3.4 Indikator dan Pengukuran Indikator keberhasilan merupakan tanda bahwa variabel telah mencapai target yang dikehendaki. Target pencapaian indikator keberhasilan ini ditentukan berdasar kondisi awal siswa. Hal tersebut untuk menghindari subjektivitas peneliti dalam mentukan target capaian agar sesuai dengan kondisi siswa. Berikut disajikan tabel indikator keberhasilan dan alat ukurnya. Variabel Indikator Minat belajar siswa kelas IVA Ekspresi perasaan senang Keaktifan siswa dalam pelajaran Partisipasi siswa dalam pelajaran 69,33% 67,77% Target Capaian Siklus I 72% 72% 66,83% 72% Kondisi Awal Keterangan Instrumen Jumlah siswa yang mencapai kriteria Kuesioner berminat dikali dan 100% dibagi jumlah wawancara seluruh siswa

(65) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Variabel Minat belajar siswa kelas IVA Indikator Ketertarikan terhadap materi pelajaran Keinginan mengikuti pelajaran Pemusatan perhatian dalam pembelajaran Rerata nilai siswa Prestasi/p emahama Presentase jumlah siswa n belajar lulus kkm 67,28% Target Capaian Siklus I 72% 64,73% 72% 65,33% 72% Kondisi Awal 67,3 72 56,66% 75% Keterangan 44 Instrumen Jumlah siswa yang Kuesioner mencapai kriteria dan wawancara berminat dikali 100% dibagi jumlah seluruh siswa Jumlah nilai seluruh Tes pilihan siswa dibagi jumlah ganda dan siswa rubrik Jumlah siswa yang penilaian lulus KKM dikali afektif dan 100% dibagi jumlah psikomotor keseluruhan siswa Tabel 3.1 kondisi awal minat dan pemahaman belajar siswa Pada tabel di atas peneliti menargetkan adanya peningkatan pada indikator ekspresi perasaan senang dari 69,33% menjadi 72%. Keaktifan siswa dalam pelajaran IPS dari 67,77% menjadi 72%. Partisipasi siswa 72% dari 66,83. Ketertarikan terhadap materi pelajaran dari 67.28% menjadi 72%. Keinginan mengikuti pelajaran 72% dari 64,73%, juga pemusatan perhatian 65,33% menjadi 72%. Penentuan tersebut didasarkan pada estimasi peneliti yang cukup optimis bisa mencapai target prosentase minat yang sudah ditentukan. Prosentase jumlah siswa yang mencapai KKM pada kondisi awal sebesar 56,66% dan peneliti menargetkan prosentase sebesar 75% siswa yang telah berada pada batas minimum nilai KKM 67 atau melampaui KKM. Untuk rata-rata nilai kelas yang diharapkan dalam pencapaian target sebesar 72 dengan rerata kelas pada kondisi awal sebesar 67,3.

(66) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 45 3.5 Teknik Pengumpulan Data Pada bagian ini akan dibahas mengenai variabel penelitian dan teknik pengumpulan data terkait dengan Penelitian Tindakan Kelas yang akan dilaksanakan. 3.5.1 Variabel penelitian Berdasarkan judul penelitian yang diajukan, penelitian ini mempunyai 2 variabel, yaitu variabel minat dan variabel pemahaman belajar siswa. Untuk mengetahui minat dan pemahaman belajar siswa, peneliti melakukan pengamatan ketika proses pembelajaran berlangsung dan memberikan angket kepada siswa terkait dengan kegiatan pembelajaran yang terdahulu. Berikut ini indikator minat belajar siswa sebelum diuji menggunakan analisis faktor dan indikator pemahaman: No Variabel Indikator Data 1 Minat - Ekspresi perasaan senang. - Keaktifan siswa dalam pelajaran - Partisipasi siswa dalam pembelajaran - Ketertarikan terhadap materi pembelajaran Skor minat siswa 2 Pemahaman - Siswa dapat memberikan contoh perkembangan teknologi di Indonesia - Siswa dapat merangkum pelajaran tentang perkembangan teknologi di Indonesia - Siswa dapat menuliskan kesimpulan tentang. Skor pemaha man siswa Pengumpulan data Angket/kuesio ner dan observasi Instrumen Tes, angket/ kuesioner, dan observasi Post tes, angket/ kuesioner dan lembar pengamatan Lembar angket/ kuesioner dan rubrik pengamatan minat

(67) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI No Variabel Indikator Data 2 Pemahaman - perkembangan teknologi di Indonesia - Siswa dapat menjelaskan di depan kelas tentang perkembangan teknologi di Indonesia - Siswa dapat membandingkan perkembangan teknologi zaman dahulu dan masa kini di Indonesia. Skor pemaha man siswa Pengumpulan data Tes, angket/ kuesioner, dan observasi 46 Instrumen Post tes, angket/ kuesioner dan lembar pengamatan Tabel 3.2. Variabel penelitian Indikator pemahaman belajar siswa digunakan untuk mengetahui seberapa jauh tingkat pemahaman siswa terhadap mata pelajaran IPS. Indikator pemahaman belajar siswa diimplementasikan dalam post test pertama dan post test kedua yang dirancang untuk mengetahui apakah siswa benar-benar telah menguasai materi dengan baik atau tidak. 3.5.2 Teknik pengumpulan data Teknik penumpulan data yang digunakan pada penelitian ini meliputi angket/ kuesioner, tes, pengamatan, wawancara, dan dokumentasi : 1. Kuesioner Margono (2007: 168) menyatakan bahwa kuesioner merupakan pertanyaan untuk menilai diri atau menilai proses dan produk yang telah diketahui oleh responden. Sehingga kekurangan kuesioner terletak pada tidak adanya proses validasi untuk mengukur tingkat kejujuran responden. Kelemahan tersebut akan diminimalisir dengan menggunakan instrumen lain, wawancara. Kuesioner merupakan alat yang baik untuk digunakan dalam

(68) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 47 penelitian yang berkaitan dengan kepribadian seseorang. Jawaban dalam kuesioner biasanya bersifat relatif, tidak ada yang bernilai salah dan merupakan hasil pertimbangan secara mendalam dari dalam hati seseorang. Kuesioner pada penelitian ini dirancang untuk menggali sejauh mana minat dan pemahaman belajar siswa terhadap mata pelajaran IPS. 2. Tes Pengertian tes secara umum diungkapkan oleh Masidjo (2006:38) yang menyatakan bahwa tes merupakan alat pengukur yang berupa serangkaian pertanyaan atau pernyataan yang harus dijawab secara sengaja dalam situasi yang distandarisasikan, dan dimaksudkan untuk mengukur kemampuan dan hasil belajar individu atau kelompok. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan tes prestasi belajar. Tes prestasi belajar merupakan suatu tes yang mengukur prestasi seseorang dalam suatu bidang sebagai hasil proses belajar yang khas yang dilakukan secara sengaja dalam bentuk pengetahuan, pemahaman, keterampilan, sikap, dan nilai (Masidjo, 2006:40). Tes yang digunakan oleh peneliti adalah tes objektif. Tes objektif bertujuan untuk mengetahui peningkatan pemahaman siswa berupa butiran soal pilihan ganda. Penyusunan Tes objektif berdasarkan kisi-kisi yang mengacu pada tujuan instruksional ranah kognitif tinggat pemahaman menurut Taksonomi S. Bloom yang telah direvisi (Sugiyono, 2012). 3. Observasi Observasi merupakan teknik pengumpulan data dengan mengamati suatu objek maupun prilaku manusia dengan menggunakan seluruh alat indra

(69) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 48 (Suharsimi, 2005:145). Sedangkan menurut Idrus (2007:129) observasi atau pengamatan merupakan aktivitas pencatatan fenomena yang dilakukan secara sistematis. Berdasarkan kedua pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa observasi adalah suatu teknik pengumpulan data untuk mengamati objek maupun prilaku manusia yang dilaksanakan secara langsung menggunakan seluruh alat indra. Observasi dilakukan pada saat kegiatan pembelajaran berlangsung disetiap siklus dengan pedoman lembar observasi (lihat halaman 50, tabel 3.4). Pengamatan dilakukan oleh peneliti untuk mengamati seluruh aktivitas siswa, mulai dari awal pembelajaran sampai akhir pembelajaran. Tujuannya adalah untuk memperoleh data tentang minat dan pemahaman belajar siswa, sehingga didapatkan hasil yang dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan memperbaiki pembelajaran. 4. Wawancara Wawancara merupakan teknik pengambilan data yang dilakukan apabila peneliti ingin mengetahui hal-hal yang lebih mendalam mengenai resonden (Sugiyono, 2012:194). Sedangkan menurut Mulyasa (2009:70), wawancara merupakan instrument pengumpulan data tertulis dari sumber data berupa subjek secara langsung. Berdasarkan kedua pendapat tersebut, wawancara diartikan sebagai teknik pengumpulan data yang dipergunakan untuk mencari jawaban secara langsung dari suatu permasalahan responden. Peneliti melakukan wawancara dengan narasumber guru kelas IVA pada tanggal 25

(70) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 49 Februari 2014. Peneliti melakukan kegiatan wawancara sebelum penelitian dan setelah penelitian, baik terhadap guru maupun siswa. 5. Dokumentasi Dokumentasi digunakan peneliti untuk mendapatkan informasi tentang hasil belajar siswa dalam pembelajaran IPS. Data awal siswa diperoleh dari daftar nilai siswa kelas IVA semester 2 SDN Keceme1 Tahun Ajaran 2012/2013. Dokumentasi digunakan untuk memperkuat data yang diperoleh pada saat proses pengamatan kegiatan belajar. 3.6 Instrumen Pengumpulan Data Instrumen pengumpulan data penelitian yang digunakan adalah menggunakan lembar pengamatan minat dan pemahaman siswa saat observasi, lembar kuesioner yang dibagikan kepada siswa, serta soal pilihan ganda untuk menguji tingkat pemahaman belajar siswa dan pertanyaan wawancara untuk mengetahui gambaran awal mengenai minat dan pemahaman belajar siswa. 3.6.1 Lembar observasi Lembar observasi digunakan untuk mengetahui sampai sejauh mana minat siswa terlihat ketika proses pembelajaran berlangsung di dalam kelas. Observasi penelitian ini tidak dijadikan sebagai sumber data utama untuk mengukur minat siswa. Observasi dilakukan sebagai data pendukung pada instrumen angket yang digunakan oleh peneliti. Pengamatan dilakukan pada saat kegiatan pembelajaran berlangsung yang berpedoman lembar observasi. Pengamatan dilakukan oleh peneliti dengan bantuan guru kelas untuk mengamati seluruh kegiatan yang berlangsung baik dari kinerja guru maupun aktivitas siswa secara menyeluruh, mulai dari awal

(71) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 50 pembelajaran sampai akhir pembelajaran. Berikut lembar observasi minat belajar siswa terhadap mata pelajaran IPS; No. Pernyataan 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 Siswa berantusias mengikuti pelajaran IPS Siswa tidak mengeluh ketika diberi tugas oleh guru Saya mempersiapkan buku IPS Siswa datang tepat waktu sebelum pelajaran dimulai Siswa duduk dengan tenang siap untuk belajar Saya aktif bertanya saat pelajaran IPS berlangsung Siswa aktif menjawab pertanyaan Siswa tidak melamun saat pelajaran IPS berlangsung Siswa aktif menyampaikan pendapat dalam diskusi Siswa menjawab pertanyaan yang diberikan oleh guru Siswa mampu mengerjakan tugas dalam kelompok Siswa mengerjakan tugas dari guru terkait dengan materi IPS Siswa mencatat bagian penting materi yang diajarkan oleh guru Skor Maksimal 13 Kondisi (√) Tdk Nampak Nampak Tabel 3.3. Kisi-kisi rubrik pengamatan minat Tabel pengamatan minat belajar siswa di atas berisi 13 pertanyaan yang sudah disusun berdasarkan hasil kuesioner minat yang sudah diujicobakan. Pernyataan yang terdapat pada tabel pengamatan belajar siswa diatas sudah mewakili 6 indikator minat belajar siswa. Berikut ini rubrik pengamatan minat belajar siswa secara keseluruhan yang dapat dilihat pada tabel di bawah ini.

(72) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 51 1 2 3 1 2 3 1 2 1 2 1 1 Tabel 3.4. Lembar observasi minat siswa Pada tabel di atas menunjukkan rubrik pengamatan minat belajar siswa. Rubrik tersebut digunakan untuk mengamati minat belajar siswa selama proses pembelajaran berlangsung. 3.6.2 Lembar kuesioner Lembar kuesioner pada penelitian ini dirancang untuk mencari sejauh mana minat dan pemahaman siswa terhadap mata pelajaran IPS. Tahap penyusunan kuesioner adalah dengan mengkaji indikator-indikator minat maupun pemahaman belajar siswa yang telah dikemukakan para ahli. Indikator minat diperoleh dari identifikasi pengertian minat maupun ciri-ciri minat belajar siswa. Sedangkan, dalam merumuskan kuesioner penulis juga perlu memperhatikan prinsip-prinsip penulisan kuesioner, diantaranya; (1) isi dan tujuan pertanyaan jelas (2) bahasa yang digunakan sesuai dengan kemampuan responden, (3) tipe dan bentuk pertanyaan jelas, (4) pertanyaan tidak mendua, (5) tidak menanyakan hal yang sudah dilupakan, (6) urutan pertanyaan dari hal umum ke khusus (7) Skor Pemusata n perhatian dalam pembelaja Deskripto r ke- Skor Kemauan mengikuti pelajaran Deskripto r ke- Skor Ketertarikan terhadap materi pelajaran Skor 3 Deskripto r ke- Partisipas i siswa dalam pelajaran Deskripto r ke- Skor Keaktifan siswa dalam pelajaran Deskripto r ke- Skor Ekspresi perasaan senang Deskripto r ke- No. Siswa Indikator

(73) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 52 penampilan fisik kuesioner baik (Sugiyono, 2011: 142-144). Berikut item pernyataan kuesioner sebelum diuji cobakan. No. Pernyataan 1 2 Saya berantusias mengikuti pelajaran IPS Saya tidak mengeluh ketika diberi tugas oleh guru Saya mempersiapkan buku IPS Saya datang tepat waktu sebelum pelajaran dimulai Saya duduk dengan tenang siap untuk belajar Saya aktif bertanya saat pelajaran IPS berlangsung Saya aktif menjawab pertanyaan dalam diskusi Saya menyimak penjelasan guru dengan seksama Saya tidak melamun saat pelajaran IPS berlangsung Saya tidak mengerjakan aktivitas lain saat pelajaran IPS Saya bertanya kepada guru saat pelajaran IPS Saya aktif menyampaikan pendapat dalam diskusi Saya bekerjasama dalam kelompok Saya menjawab pertanyaan yang diberikan oleh guru Saya mampu mengerjakan tugas dalam kelompok Saya membaca buku pelajaran sesuai dengan materi yang diberikan guru Saya mencari sumber belajar lain yang berkaitan dengan materi Saya mengerjakan tugas dari guru terkait dengan materi IPS Saya membawa buku atau sumber lain untuk belajar Saya mencatat bagian penting materi yang diajarkan oleh guru Skor Maksimal 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 Selalu Serin g Tabel 3.5 Lembar kuesioner minat belajar siswa Kadangkadang Tidak perna h

(74) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 53 Kuesioner minat diatas dapat diketahui bahwa, item berjumlah 20 buah yang didalamnya sudah mencakup 4 indikator minat. Akan tetapi, butir-butir tersebut mengalami perubahan setelah dilakukan analisis faktor. 3.6.3 Wawancara Wawancara yang dilakukan oleh peneliti bertujuan untuk mengetahui kendala-kendala awal yang sering dihadapi oleh siswa selama mengikuti pelajaran IPS di kelas. Narasumber berasal dari wali kelas IVA SD Negeri Keceme1. Wawancara bersifat terstruktur dan tertutup dengan menggunakan paduan instrumen pertanyaan yang sebelumnya telah dipersiapkan. Berikut pedoman pertanyaan wawancara dengan wali kelas IVA. No. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 Pertanyaan Bagaimana antusiasme siswa ketika mengikuti pelajaran IPS? Bagaimana tanggapan siswa ketika Anda memberikan tugas dalam mata pelajaran IPS? Apakah siswa mempersiapkan buku IPS sebelum pelajaran dimulai? Apakah siswa datang tepat waktu sebelum pelajaran dimulai? Bagaimana kondisi siswa saat pelajaran belum dimulai? Bagaimana keaktifan bertanya siswa saat pelajaran IPS berlangsung? Bagaimana keaktifan siswa menjawab pertanyaan dalam diskusi? Apakah siswa secara umum selalu menyimak penjelasan Anda dengan seksama? Bagaimana kondisi siswa saat Anda mengajar? Apakah ada yang melamun, bermain sendiri atau mungkin tidur? Apakah siswa mengerjakan aktivitas lain saat pelajaran IPS? Apakah ada siswa bertanya kepada Anda saat pelajaran IPS? Bagaimana keaktifan siswa dalam menyampaikan pendapat ketika diskusi? Bagaimana cara Anda menanamkan nilai kerja sama kepada siswa saat pelajaran IPS berlangsung? Bagaimana respon siswa terhadap pertanyaan yang Anda lontarkan? Apakah siswa secara keseluruhan mampu mengerjakan tugas dalam kelompok? Bagaimana tanggapan Anda ketika siswa mengerjakan tugas dari Anda terkait dengan materi IPS? Apakah siswa membawa buku atau sumber lain untuk belajar? Bagaimanakah respon siswa ketika Anda meminta untuk mencatat materi pelajaran IPS yang sudah dijelaskan? Tabel 3.6 Lembar wawancara Jawaban

(75) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 3.6.4 54 Instrumen test Instrumen penelitian tes digunakan peneliti untuk mengukur sampai sejauh mana pemahaman siswa terhadap mata pelajaran IPS maeri “perkembangan teknologi di Indonesia”. Post-test berupa soal pilihan ganda yang dibagikan kepada siswa kelas IVA. Post-test dilaksanakan pada pertemuan kedua dan pertemuan keempat setelah kegiatan pembelajaran selesai. Post test pertama difokuskan untuk materi perkembangan teknologi produksi dan komunikasi di Indonesia. Sedangkan post test kedua digunakan untuk mengetahui pemahaman belajar siswa secara keseluruhan. Berikut kisi-kisi soal terkait dengan materi perkembangan teknologi di Indonesia pada mata pelajaran IPS kelas IVA 2 3 4 5 I II 5 IIII 6 I I 4 II II 4 I 6 Tabel 3.7. Kisi-kisi soal post test 1 (Sebelum uji coba) 25 Nomor Item II Jumlah Soal I Memban -dingkan Menjelas -kan Menjelaskan perkembangan I teknologi produksi di Indonesia. Memberikan contoh alat yang III digunakan untuk kegiatan produksi sederhana dan modern. Membedakan barang yang I dihasilkan dari proses produksi sederhana dan modern Menjelaskan perkembangan I teknologi komunikasi di Indonesia Memberikan contoh alat II komunikasi yang digunakan pada masa lalu dan masa kini Jumlah Merangkum Mencontoh Komponen Perilaku Taksonomi Bloom Tahap Memahami dalam Soal Menyimpulkan 1 Indikator Pembelajaran No. semester 2 tahun ajaran 2013/2014. 3, 6, 9, 16 7, 8, 10, 17, 19 1, 4, 11, 18, 23, 25 12, 15, 20, 21 2, 5, 13, 14, 22, 24

(76) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 55 Tabel kisi-kisi soal post test pada pertemuan pertama menunjukan 5 indikator pembelajaran dengan jumlah 25 soal pilihan ganda. Indikator pembelajaran tersebut diantaranya; Menjelaskan perkembangan teknologi produksi di Indonesia, memberikan contoh alat yang digunakan untuk kegiatan produksi sederhana dan modern, membedakan barang yang dihasilkan dari proses produksi sederhana dan modern, menjelaskan perkembangan teknologi komunikasi di Indonesia, dan yang terakhir memberikan contoh alat komunikasi yang digunakan pada masa lalu dan masa kini. Sedangkan, kisi-kisi soal post 3 4 5 6 7 8 I I I I 3 3, 14, 17 I 2 4, 27 4 5, 21, 22, 23 2 7, 19 2 6, 29 4 1, 9, 11, 12 4 2, 8, 10, 13, 15 7 16, 18, 20, 24, 25, 26, 28, 30 30 II I I II II I I II I II Nomor Item II II I Jumlah Soal Menyimpulkan Merangkum Mencontoh I Memban -dingkan 2 Menjelaskan perkembangan teknologi produksi di Indonesia. Memberikan contoh alat yang digunakan untuk kegiatan produksi sederhana dan modern. Membedakan barang yang dihasilkan dari proses produksi sederhana dan modern Menjelaskan perkembangan teknologi komunikasi di Indonesia Memberikan contoh alat komunikasi yang digunakan pada masa lalu dan masa kini Menjelaskan perkembangan teknologi transportasi di Indonesia. Memberikan contoh alat transportasi yang digunakan pada masa lalu dan masa kini. Mengidentifikai kekurangan dan kelebihan teknologi di Indonesia. Menjelas -kan 1 Komponen Perilaku Taksonomi Bloom Tahap Memahami dalam Soal Indikator Pembelajaran No. kedua dapat dilihat pada tabel di bawah ini; I I I Jumlah Tabel 3.8. . Kisi-kisi soal post test 2 (Sebelum uji coba) 30

(77) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 56 Tabel kisi-kisi soal post test kedua menunjukan 8 indikator pembelajaran dengan jumlah 30 soal pilihan ganda. Indikator pembelajaran tersebut memuat materi secara keseluruhan dari materi perkembangan teknologi di Indonesia. Soal post test kedua diberikan dengan tujuan untuk mengetahui tingkat pemahaman belajar siswa secara keseluruhan. 3.7 Validitas dan Reliabilitas Intrumen 3.7.1 Validitas penelitian Validitas suatu tes adalah taraf untuk mengukur sampai di mana suatu tes dapat mengukur apa yang seharusnya diukur (Masidjo, 2006:242). Sedangkan menurut Azwar (2009: 45) validitas dibagi menjadi tiga jenis, yaitu validitas isi, validitas konstruk, dan validitas permukaan. Dalam penelitian ini, jenis validitas yang digunakan peneliti adalah validitas permukaan, validitas isi, dan validitas konstruk. Validitas permukaan menerapkan kriteria yang paling sederhana, karena hanya dilihat dari sisi muka atau tampang dari indtrumen itu sendiri (Arifin 2011:246). Peneliti melakukan validitas tampang dengan bantuan dosen pembimbing dan bantuan teman sejawat. Dosen atau teman sejawat dapat mengoreksi apakah setiap point pada instrumen terdapat kesalahan kata atau kesalahan dalam ejaan (Arifin, 2011:248). Namun jika instrumen dianggap baik, maka instrumen tersebut sudah dapat dikatakan memenuhi syarat validasi permukaan dan siap digunakan. Selanjutnya, validitas isi merupakan pengujian validitas atas isinya untuk memastikan apakah butir dalam setiap instrumen terkait dengan keadaan yang

(78) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 57 ingin diukur (Purwanto, 2011;120). Sebuah instrumen dikatakan memiliki validitas isi apabila mengukur tujuan khusus yang sejajar dengan materi atau isi pelajaran yang diberikan (Suharsimi 2010;67). Penyusunan instrumen penelitian yang dilakukan peneliti, merupakan penyusunan yang berdasar pada materi dalam kurikulum KTSP serta berpedoman pada materi buku pelajaran yang digunakan siswa. Validitas isi pada penelitian ini dilakukan dengan bantuan dosen ahli dibidangnya (expert). Peneliti meminta bantuan kepada salah satu dosen IPS PGSD Universitas Sanata Dharma, beliau memiliki latar belakang Pendidikan Ilmu pengetahuan Sosial dan meraih gelar sarjana pendidikan dan master pendidikan. Sehingga beliau mengetahui komponen dan kandungan materi dalam mata pelajaran IPS, khususnya materi perkembangan teknologi. Pada penelitian ini juga, validasi isi dilakukan dengan bantuan kepala sekolah dan guru kelas IV SD N Keceme 1. Sedangkan validitas konstruk merupakan validasi yang dilihat dari segi susunan, kerangka atau rekaan instrumen penelitian maupun tes (Sudijono 2009:166). Instrumen dapat dikatakan memiliki validitas konstruksi, apabila instrumen atau tes ditinjau dari segi susunan, kerangka atau rekaannya telah tepat mencerminkan suatu konstruksi dalam teori psikologis (Sudijono 2009:166). Validitas konstruk juga memuat uji coba item kepada siswa. Setelah dilakukan uji coba, peneliti kemudian menghitung data melalui analisis faktor untuk kuesioner. Analisis faktor dapat menggunakan bantuan aplikasi pengolahan data statistik SPSS 16,0. Analisis faktor digunakan untuk mengetahui apakah poin-poin dalam instrumen yang disusun telah mengelompok sesuai dengan

(79) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 58 indikator-indikatornya dengan pertimbangan probabilitas jawaban dari instrumen yang diisi oleh siswa (Sarwono, 2012: 52). Sementara, untuk uji validitas soal post-test dilakukan dengan model point biserial, karena model tersebut dirancang untuk menguji validitas soal berbentuk pilihan ganda. Validitas instrumen pembelajaran (Silabus, RPP, LKS, dan post-test) dilakukan dengan meminta validitas permukaan untuk tahap awal. Validitas permukaan dilakukan dengan bantuan dosen pembimbing serta teman sejawat. Setelah mendapatkan koreksi dari dosen maupun teman sejawat, selanjutnya dilakukan validitas isi dan validitas konstruk dengan menggunakan pendapat dari ahli (expert). Ahli merupakan dosen dari PGSD USD yang mengajar mata kuliah Pendidikan IPS dengan latar belakang pendidikan IPS. Validitas isi dan konstruk juga melibatkan pendapat dari guru kelas IV dan kepala sekolah SD N Keceme1. Hal tersebut bertujuan untuk mem-validitas indikator, tujuan pembelajaran, ringkasan materi dan format instrumen pembelajaran secara menyeluruh. Latar belakang guru dan kepala sekolah dilibatkan dalam validitas isi dan konstruk, karena SDN Keceme1 menerapkan kurikulum KTSP yang berbasis EEK (Eksplorasi, Elaborasi, dan Konfirmasi), sehingga guru dan kepala sekolah dirasa sangat berkompeten ketika menyusun suatu instrumen pembelajaran berbasis EEK (Eksplorasi, Elaborasi, dan Konfirmasi). Berbeda dengan silabus, RPP, dan LKS untuk validitas soal post-test, terlebih dahulu peneliti merancang soal berdasarkan materi dan indikator yang telah ditetapkan sejak awal. Setelah materi dan indikator sesuai maka peneliti

(80) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 59 membuat butir-butir instrumen pertanyaan. Setelah butir-butir soal selesai, peneliti selanjutnya melakukan validitas permukaan, validitas isi dan validitas konstruk. Validitas instrumen penelitian (angket, lembar observasi dan pertanyaan wawancara) juga dilakukan tahapan validitas seperti yang telah dijelaskan di atas. Pada validitas instrumen penelitian, siswa dilibatkan untuk memvalididasi segi kebahasaan dalam instrumen penelitian. Uji kebahasaan dilakukan untuk mengetahui apakah siswa mampu memahami setiap poin-poin pertanyaan atau pernyataan yang ada pada instrument, sehingga ketika siswa diminta untuk mengisi instrumen penelitian, siswa tidak merasa bingung. 3.7.1.1 Validitas instrumen pembelajaran Validitas instrumen pembelajaran digunakan untuk mengetahui apakah ada kesesuaian antara instrumen pembelajaran yang disusun dengan pokok-pokok tujuan pembelajaran yang akan dicapai. Validitas instrumen pembelajaran juga dilakukan untuk mengetahui kelemahan-kelemahan pada instrumen pembelajaran yang dirancang. Melalui validitas instrumen akan memungkinkan adanya perbaikan sebelum instrumen siap untuk digunakan. Berikut tabel hasil validasi instrumen pembelajaran pada tabel di bawah ini.

(81) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Instrumen No. 1 2 Validitas instrumen untuk pertemuan ke-1 dan ke-2 Instrumen pembelajaran (Silabus, RPP, LKS, Rangkuman materi dan soal post-test) Validitas instrumen untuk pertemuan ke-3 dan ke-4 Instrumen pembelajaran (Silabus, RPP, LKS, Rangkuman materi dan soal post-test) Rata-rata Total 60 Hasil Penilaian (rata-rata) Dosen PGSD USD 3,36 Kepala SD N 4,54 Keceme1 Guru kelas IV SD N 4,62 Keceme1 Dosen PGSD USD 3,36 Kepala SD N 4,41 Keceme1 Guru kelas IV SD N 4,35 Keceme1 4,10 Para Ahli Tabel 3.9. Hasil validitas instrumen pembelajaran Rentang Skor 1,8- 2,5 Tidak Baik 1-1,7 Sangat tidak baik Kriteria Rentang Skor 4,2-5 3,4-4,1 2,6-3,3 Kriteria Sangat baik Baik Cukup Tabel 3.10 Kriteria validitas instrumen pembelajaran Berdasarkan tabel perhitungan rata-rata validitas intrumen pembelajaran yang dibuat oleh peneliti, diperoleh hasil rata-rata skor secara keseluruhan sebesar 4,10. Nilai rata-rata yang diperoleh peneliti tergolong pada kriteria baik, sehingga instrumen pembelajaran yang dirancang oleh peneliti layak digunakan. 3.7.1.2 Validitas instrumen penelitian minat Lembar kuesioner minat belajar merupakan instrumen yang akan digunakan oleh peneliti dan digunakan sebagai instrumen utama untuk mengetahui minat belajar siswa terhadap mata pelajaran IPS. Kuesioner minat dibagikan kepada siswa kelas IVA SDN Keceme 1 sebelum dan sesudah penelitian mind map dilakukan. Selain lembar kuesioner, peneliti juga menggunakan lembar observasi minat belajar. Namun lembar observasi minat

(82) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 61 tidak dijadikan sebagai data utama melainkan sebagai data pendukung untuk mengetahui minat belajar siswa. Lembar kuesioner dan lembar observasi minat disusun berdasarkan teori relevan dari berbagai ahli. Peneliti melakukan validasi tampang dan validasi isi dengan meminta bantuan kepada dosen ahli, guru kelas, dan kepala sekolah. Berikut hasil validitas isi yang dapat dilihat pada tabel di bawah ini. No. 1 Instrumen Hasil Penilaian (rata-rata) 3,11 3,33 3,57 Para Ahli Instrumen penelitian Dosen PGSD USD (Angket minat belajar Kepala SDN Keceme 1 siswa) Guru kelas IV SDN Keceme 1 Rata-rata Total 3,41 Tabel 3.11. Hasil validasi instrumen minat Rentang Skor 1,8- 2,5 Tidak Baik 1-1,7 Sangat tidak baik Kriteria Rentang Skor 4,2-5 3,4-4,1 2,6-3,3 Kriteria Sangat baik Baik Cukup Tabel 3.12 Kriteria validasi instrumen minat Berdasarkan validitas instrumen minat belajar siswa yang dilakukan oleh dosen PGSD USD, guru dan kepala sekolah SDN Keceme 1 diperoleh skor ratarata 3,41. Skor tersebut menurut kriteria yang ditetapkan oleh peneliti tergolong pada kategori baik sehingga instrumen layak untuk diuji cobakan. Setelah dilakukan uji validitas tampang dan isi dengan bantuan ahli, selanjutnya peneliti melakukan uji validitas konstruk. Validitas konstruk merupakan validasi yang ditinjau dari segi susunan, kerangka atau rekaannya

(83) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 62 telah tepat mencerminkan suatu konstruksi dalam teori psikologis (Sudijono 2009:166). Peneliti selanjutnya melakukan validasi konstruk kepada siswa kelas V SDN Keceme1 berupa kuesioner minat belajar siswa terhadap mata pelajaran IPS. Berikut kisi-kisi kuesioner minat belajar siswa untuk uji coba. No. Indikator 1 Ekspresi perasaan senang 2 Keaktifan siswa dalam pelajaran 3 Partisipasi siswa dalam pelajaran 4 Ketertarikan terhadap materi pelajaran Deskriptor 1. Siswa antusias mengikuti pelajaran IPS 2. Siswa tidak mengeluh ketika diberi tugas oleh guru 3. Siswa mempersiapkan buku IPS 4. Siswa datang tepat waktu sebelum pelajaran dimulai 5. Siswa duduk dengan tenang siap untuk belajar 6. Siswa aktif bertanya saat pelajaran IPS berlangsung 7. Siswa aktif menjawab pertanyaan 8. Siswa menyimak penjelasan guru dengan seksama 9. Siswa tidak melamun saat pelajaran IPS berlangsung 10. Siswa tidak mengerjakan aktivitas lain saat pelajaran IPS 11. Siswa bertanya kepada guru saat pelajaran IPS 12. Siswa aktif menyampaikan pendapat dalam diskusi 13. Siswa bekerjasama dalam kelompok 14. Siswa menjawab pertanyaan yang diberikan oleh guru 15. Siswa mampu mengerjakan tugas dalam kelompok 16. Siswa membaca buku pelajaran sesuai dengan materi yang diberikan guru 17. Siswa mencari sumber belajar lain yang berkaitan dengan materi 18. Siswa mengerjakan tugas dari guru terkait dengan materi IPS 19. Siswa mencatat bagian penting materi yang diajarkan oleh guru 20. Siswa membawa buku atau sumber lain untuk belajar Tabel 3.13. Kisi-kisi butir angket uji coba

(84) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 63 Setelah melakukan ujicoba kuesioner minat kepada siswa kelas V SDN Keceme1, selanjutnya data yang diperoleh diolah menggunakan faktor analisis pada aplikasi SPSS16. Melalui pengolahan data dengan faktor analisis, maka dapat diperoleh deskriptor yang dikelompokan sesuai dengan indikator berdasarkan probabilitas jawaban yang dipilih oleh siswa kelas V SDN Keceme1. Hasil uji Faktor analisis tersebut, diketahui bahwa 20 deskriptor yang disusun oleh peneliti sebenarnya terdiri dari 6 (enam) indikator. Hal tersebut dapat dilihat pada komponen matriks yang mengkategorikannya ke dalam 6 komponen (indikator). Sehingga item-item yang layak setelah melalui uji analisis faktor menjadi seperti pada tabel di bawah ini. No. Indikator Minat Deskriptor 5. Siswa duduk dengan tenang siap untuk belajar 1 Ekspresi perasaan senang 6. Siswa aktif bertanya saat pelajaran IPS berlangsung 12. Siswa aktif menyampaikan pendapat dalam diskusi 1. Siswa antusias mengikuti pelajaran IPS 2 Keaktifan siswa dalam pelajaran 2. Siswa tidak mengeluh ketika diberi tugas oleh guru 7. Siswa aktif menjawab pertanyaan 3. Siswa mempersiapkan buku IPS 14. Siswa menjawab pertanyaan yang diberikan oleh guru 19. Siswa mencatat bagian penting materi yang diajarkan oleh guru 3 Partisipasi siswa dalam pelajaran 4 Ketertarikan terhadap materi pelajaran 5 6 4. Siswa datang tepat waktu sebelum pelajaran dimulai 15. Siswa mampu mengerjakan tugas dalam kelompok Keinginan mengikuti 18. Siswa mengerjakan tugas dari guru terkait dengan materi IPS pelajaran Pemusatan perhatian 9. Siswa tidak melamun saat pelajaran IPS berlangsung dalam pembelajaran Tabel 3.14. Item setelah uji faktor

(85) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 64 Pada tabel 3.14 di atas menunjukkan bahwa beberapa deskriptor bergeser menyesuaikan hasil perhitungan jawaban pada kuesioner awal yang diuji cobakan kepada siswa kelas V SD N Keceme1. Hasil pengolahan data tersebut diketahui terdapat perubahan indikator dari sebelumnya berjumlah 4 indikator menjadi 6 indikator minat. Berdasarkan deskriptor yang masuk dalam komponennya, maka peneliti menambah indikator baru yaitu keinginan mengikuti pelajaran dan Pemusatan perhatian dalam pembelajaran. Hal tersebut didukung pendapat The Liang Gie (2002:28-29) minat bearti terpusat, tertarik, atau terlibat sepenuhnya dengan sesuatu kegiatan. Beliau juga mengartikan minat sebagai kemauan siswa dengan segenap kegiatan pikiran secara penuh perhatian untuk memperoleh pengetahuan dan mencapai pemahaman dalam kegiatan pembelajaran. Sehingga, dari hasil analisis faktor tersebut diperoleh indikator dan item-item valid yang layak digunakan untuk melakukan penelitian. No. Pernyataan 1 2 Saya berantusias mengikuti pelajaran IPS Saya tidak mengeluh ketika diberi tugas oleh guru Saya mempersiapkan buku IPS Saya datang tepat waktu sebelum pelajaran dimulai Saya duduk dengan tenang siap untuk belajar Saya aktif bertanya saat pelajaran IPS berlangsung Saya aktif menjawab pertanyaan Saya tidak melamun saat pelajaran IPS berlangsung Saya aktif menyampaikan pendapat dalam diskusi Saya menjawab pertanyaan yang diberikan oleh guru 3 4 5 6 7 8 9 10 Selalu Sering Kadangkadang Tidak pernah

(86) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI No. 11 12 13 Pernyataan Selalu Sering Kadangkadang 65 Tidak pernah Saya mampu mengerjakan tugas dalam kelompok Saya mengerjakan tugas dari guru terkait dengan materi IPS Saya mencatat bagian penting materi yang diajarkan oleh guru Tabel 3.15. Lembar kuesioner siap digunakan 3.7.1.3 Validitas soal post-test Post test merupakan tes yang dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui apakah semua materi pelajaran yang tergolong penting sudah dikuasi dengan sebaik-baiknya oleh siswa (Suharsimi 2009:55). Peneliti menyusun soal post test berbentuk pilihan ganda sebagai alat ukur untuk mengetahui seberapa jauh pemahaman siswa setelah mengikuti pembelajaran dengan metode mind map. Namun sebelum instrumen digunakan peneliti terlebih dahulu melakukan face validity kepada dosen. Setelah dilakukan validitas tampang dari dosen, selanjutnya peneliti meminta PGSD USD yang memiliki latar belakang pendidikan IPS untuk melakukan validitas isi. Selain dosen IPS PGSD USD, peneliti juga meminta bantuan guru kelas IV dan kepala sekolah SDN Keceme1 untuk melakukan validitas isi pada instrumen test. Instrumen test berupa kisi-kisi soal sejumlah 25 butir untuk post test kesatu dan 30 butir untuk post test kedua. Setelah mendapat validitas dari dosen ahli guru kelas IV dan kepala sekolah SDN Keceme1, maka instrumen yang telah dirancang peneliti siap untuk diuji cobakan. Uji coba dilakukan dengan membagikan lembar tes kepada siswa kelas V SDN Keceme1. Siswa kelas V SDN Keceme1 dipilih karena pernah menerima materi IPS tentang “perkembangan teknologi di Indonesia”. Setelah

(87) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 66 melakukan uji coba soal, maka dilakukan validitas konstruk untuk mengetahui item mana saja yang valid dan layak untuk digunakan sebagai instrumen untuk mengukur tingkat pemahaman belajar siswa. Validitas konstruk dilakukan dengan bantuan aplikasi SPSS 16,0. Validitas dilakukan dengan rumus point biserial, karena data merupakan jenis data diskrit (bila benar bernilai 1 dan salah bernilai 0) (Widoyoko, 2012: 164). Item soal dikatakan valid jika r hitung > r tabel. Pada penelitian ini, sebanyak 30 siswa kelas V diminta untuk mengerjakan soal posttest pertama dan post test kedua dan didapat r hitung= 0,361 (Sugiyono, 2012: 455). Sehingga dapat disimpulkan bahwa item-item soal post-test dikatakan valid bila r hitung > 0,361. Berikut hasil uji validitas untuk soal post-test pertama; No. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 r hitung r tabel N Keputusan 0.605* 0.505** 0.140 0.508**. 0.473** 0.269 0.449* 0.281 0.403* 0.124 0.115 0.414* 0.333 0.597** 0.221 0.360 0.512** 0.600** 0.570** 0.373* 0.076 0.016 0.361 0.361 0.361 0.361 0.361 0.361 0.361 0.361 0.361 0.361 0.361 0.361 0.361 0.361 0.361 0.361 0.361 0.361 0.361 0.361 0.361 0.361 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 Valid Valid Tidak Valid Valid Valid Tidak Valid Valid Tidak Valid Valid Tidak Valid Tidak Valid Valid Tidak Valid Valid tidak Valid Tidak Valid Valid Valid Valid Valid Tidak Valid Tidak Valid

(88) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI No. 23 24 25 r hitung r tabel N Keputusan 0.340 0.505** 0.301 0.361 0.361 0.361 30 30 30 Tidak Valid Valid Tidak Valid Total Item Valid *. Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed). 67 13 **. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed). Tabel 3.16. Hasil uji validitas soal post-test pertama Berdasarkan tabel validasi di atas, dari 25 soal yang di ujicobakan di kelas V diperoleh item-item valid sebanyak 13 item. Sedangkan item yang tidak valid berjumlah 12 item. Maka item-item valid yang berjumlah 13 item tersebut layak digunakan sebagai instrumen penelitian untuk mengetahui tingkat pemahaman belajar siswa terhadap materi IPS kelas IVA SDN Keceme1. Pada post test pertemuan pertama ini, item yang dirancang mencakup materi perkembangan teknologi produksi dan komunikasi. No. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 r hitung 0.443* 0.588** 0.618** 0.581** 0.644** 0.373* 0.562* 0.309 0.266 0.405* 0.684** 0.520** 0.594** 0.658** 0.520** 0.594** 0.552** 0.559** 0.599** 0.528** r tabel 0.361 0.361 0.361 0.361 0.361 0.361 0.361 0.361 0.361 0.361 0.361 0.361 0.361 0.361 0.361 0.361 0.361 0.361 0.361 0.361 N 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 Keputusan Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Tidak valid Tidak Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid

(89) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI No. 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 r hitung r tabel N 0.007 30 0.361 -0.107 30 0.361 0.139 30 0.361 0.588** 30 0.361 0.618** 30 0.361 0.581** 30 0.361 0.644** 30 0.361 0.029 30 0.361 0.043 30 0.361 0.011 30 0.361 Total Item Valid *. Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed). 68 Keputusan Tidak valid Tidak valid Tidak valid Valid Valid Valid Valid Tidak valid Tidak valid Tidak valid 22 **. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed). Tabel 3.17. Hasil uji validitas soal post-test kedua Berdasarkan tabel validasi di atas, 30 soal yang dirancang peneliti terdapat 22 item valid dan 8 item tidak valid. Maka item-item valid yang berjumlah 22 item tersebut layak digunakan sebagai instrumen penelitian untuk mengetahui tingkat pemahaman belajar siswa terhadap materi IPS kelas IVA SDN Keceme1. Item pada post test kedua ini disusun berdasarkan materi secara keseluruhan (perkembangan teknologi produksi, komunikasi, transportasi, dan dampak perkerkembangan teknologi di Indonesia). 3.7.2 Reliabilitas Penelitian Reliabilitas berhubungan dengan tingkat ketetapan hasil pengukuran. Instrumen memiliki tingkat reliabilitas yang memadai bila instrumen tersebut digunakan mengukur aspek yang telah diukur beberapa kali hasilnya relatif sama (Sukmadinata, 2008: 230). Masidjo (1995: 209) mengatakan bahwa taraf reliabilitas suatu tes dinyatakan dalam suatu koefisien yang disebut koefisien reliabilitas. Koefisien reliabilitas dinyatakan dalam suatu bilangan koefisien

(90) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 69 antara 0,00 sampai 1,00. Koefisien reliabilitas menurut Masidjo (1995: 209) seperti tabel di bawah ini. Koefisien 0, 91 - 1,00 0,71 - 0,90 0,41- 0,70 0,21 – 0,40 0 – 0,20 Kualifikasi Sangat tinggi Tinggi Cukup Rendah Sangat rendah Tabel 3.18. Koefisien reliabilitas . Reliability Statistics Cronbach's N of Items Alpha .683 25 Tabel 3.19. Reliabilitas soal post-test pertama Berdasarkan hasil uji reliabilitas soal post-test pertama menunjukan bahwa hasil Cronbach’s Alpha sebesar 0.683. Hal tersebut menunjukkan bahwa item soal yang rancang oleh peneliti masuk kedalam klasifikasi cukup (Masidjo, 1995:243). Sehingga, item-item yang di rancang oleh peneliti layak digunakan untuk penelitian di kelas IVA. Sedangkan, pada soal post-test kedua hasil uji reliabilitas dapat dilihat pada tabel dibawah ini; Reliability Statistics Cronbach's N of Items Alpha .731 30 Tabel 3.20. Reliabilitas soal post-test kedua Pada hasil uji reliabilitas soal post-test kedua di atas, menunjukan bahwa hasil Cronbach’s Alpha sebesar 0.731. Hal tersebut menunjukkan bahwa item soal

(91) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 70 yang dirancang oleh peneliti masuk kedalam klasifikasi tinggi (Masidjo, 1995:243). Sehingga, item-item soal post test kedua tersebut sangat layak untuk digunakan oleh peneliti. Sedangkan, pada uji reliabilitas butir-butir instrumen kuesioner yang dirancang peneliti diolah menggunakan analisis product of moment menunjukkan seperti pada tabel di bawah ini. Reliability Statistics Part 1 Cronbach's Alpha Part 2 Value N of Items Value N of Items Total N of Items Correlation Between Forms Spearman-Brown Coefficient .649 11a .417 10b 21 .679 Equal Length .779 Unequal Length .780 Guttman Split-Half Coefficient .694 Tabel 3.21. Hasil uji reliabilitas angket minat belajar siswa Berdasarkan tabel reliabilitas kuesioner di atas, hasil analisis menunjukkan bahwa nilai reliabilitas pada tabel Guttman Split-Half Coefficient sebesar 0.694. Menurut Masidjo (1995:243), nilai reliabilitas kuesioner sebesar 0.694 termasuk dalam kualifikasi cukup, sehingga instrumen penelitian kuesioner minat belajar siswa yang dirancang oleh peneliti layak untuk digunakan penelitian di kelas IVA. 3.8 Teknik Analisis Data Pada penelitian mind map ini, peneliti memilih menggunakan analisis data statistik deskriptif. Statistik deskriptif merupakan statistk yang digunakan untuk menganalisis data dengan cara mendeskripsikan atau menggambarkan data yang

(92) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 71 telah terkumpul tanpa bermaksud membuat kesimpulan yang berlaku untuk umum atau menggeneralisasikan (Sugiyono 2010;207). Penyajian data statistik deskriptif sendiri dapat menggunakan tabel, grafik, histogram, diagram batang, maupun diagram lingkaran. 3.8.1 Peningkatan minat belajar siswa Kuesioner minat belajar terdiri dari 13 butir soal, untuk mengetahu minat siswa terhadap mata pelajaran IPS sebelum dan sesudah penerapan mind map dalam pembelajaran. Kuesioner terdiri dari 4 alternatif jawaban yaitu selalu, sering, kadang-kadang, dan tidak pernah. Setiap siswa harus memilih salah satu alternatif jawaban tersebut. Pada item untuk jawaban selalu mendapat skor 4, sering mendapat skor 3, kadang-kadang mendapat 2, dan tidak pernah mendapat skor 1. Berikut ini langkah-langkah analisis data angket minat belajar siswa: a. Menghitung skor kuesioner yang diperoleh setiap siswa (minat awal) b. Menghitung skor kuesioner minat (awal) setiap siswa dengan rumus: Jumlah skor seluruh pengisi kuesioner X 100 SR = Jumlah siswa pengisi kuesioner c. Menghitung skor angket minat belajar setiap siswa sesudah pembelajaran menggunakan mind map. d. Mengitung rata-rata skor kuesioner minat belajar seluruh siswa sesudah menggunakan treatment metode mind map. Rumus yang digunakan seperti pada penghitungan sebelumnya. e. Membandingkan antara hasil kuesioner sebelum dengan sesudah treatment menggunakan metode mind map dalam bentuk presentase.

(93) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 72 Jumlah skor siswa sebelum atau sesudah siklus X 100% Presentase = Jumlah siswa dengan skor >rata-rata (sebelum dan sesudah) Analisis minat juga menggunakan lembar observasi yang terdiri dari 13 deskriptor. Observasi dilakukan sebelum penelitian menggunakan metode mind map dan saat penelitian berlangsung (pertemuan pertama dan pertemuan kedua). Skor diberikan bila siswa menunjukan prilaku yang ada pada deskriptor minat maka siswa mendapatkan skor 1. Berikut langkah analisis data lembar observasi. a. Menghitung skor observasi yang diperoleh siswa. b. Menghitung rata-rata skor observasi minat awal setiap siswa dengan rumus; Skor maksimal seluruh siswa rata-rata = Jumlah siswa yang diobservasi c. Menghitung skor observasi setelah pembelajaran menggunakan metode mind map. d. Mengitung rata-rata skor observasi minat belajar seluruh siswa sesudah menggunakan treatment metode mind map. Rumus yang digunakan seperti pada penghitungan sebelumnya. e. Menentukan minat siswa dengan menggunakan kriteria penilaian menurut Sukardijo (2008:10). Interval Kategori x + Xi 1,80 SBi Sangat berminat Xi + 0,60 SBi
(94) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 73 Keterangan : Rerata ideal (Xi) : ½(skor maksimal ideal+skor minimal ideal) Simpangan baku ideal (SBi) :1/6(skor maksimal ideal-skor minimal ideal) x 3.8.2 : skor aktual Peningkatan pemahaman belajar siswa Setelah diperoleh hasil nilai post test pada pertama dan kedua, peneliti kemudian membandingkan jumlah siswa yang mendapat nilai diatas KKM pada semester 2 tahun ajaran 2012/2013 materi perkembangan teknologi di Indonesia. Selain hal tersebut, peneliti juga akan membandingkan hasil post test pada pertemuan pertama dengan post test pertemuan kedua apakah terdapat peningkatan jumlah siswa yang memenuhi KKM atau tidak pada tiap post test. Selain membandingkan jumlah siswa yang mendapat nilai di atas KKM, peneliti juga membandingkan niali rata-rata yang diperoleh siswa kelas IVA tahun ajaran 2012/2013 denan nilai rata-rata siswa setelah mengikuti pembelajaran IPS dengan metode mind map. Jika hasil yang diperoleh menunjukan adanya peningkatan, baik nilai ratarata maupun jumlah siswa yang lulus KKM, dapat disimpulkan bahwa pembelajaran IPS dengan metode mind map mampu meningkatkan pemahaman belajar siswa SDN Keceme1 kelas IVA semester 2 tahun ajaran 2013/2014. Berikut tahapan analisis data lembar post-test siswa: a. Mengadakan wawancara dengan guru untuk mengetahui prestasi belajar siswa kelas IV.

(95) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 74 b. Mengitung rata-rata skor total prestasi belajar siswa kelas IVA tahun ajaran 2012/2013. Rumusnya adalah: Jumlah skor post tes pertama dan kedua X 100 Skor rata-rata = Jumlah siswa pengisi soal post tes pertama dan kedua c. Menentukan siswa yang tidak lulus KKM sebesar 67,00. d. Mengitung rata-rata skor total prestasi belajar siswa kelas IVA tahun ajaran 2013/2014 sesudah pembelajaran menggunakan metode mind map. Rumus yang digunakan seperti pada tahap sebelumnya. e. Menentukan siswa kelas IVA tahun ajaran 2013/2014 yang tidak lulus KKM sebesar 67,00. f. Membandingkan antara hasil sebelum dengan sesudah treatment menggunakan metode mind map. Selain menggunakan kuesioner, observasi dan tes pilihan ganda analisis minat dan pemahaman juga menggunakan wawancara dan dokumentasi (mind map). Peneliti menggunakan wawancara sebelum dan sesudah penelitian, sedangkan dokumentasi dilakukan setelah siswa selesai membuat mind map di pertemuan pertama dan kedua. Berikut tahapan analisis data menggunakan wawancara dan dokumentasi:

(96) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 75 Pengumpulan Data Penyajian Data Reduksi Data Kesimpulan Gambar 3.2. Komponen analisis data wawancara dan dokumentasi Bagan diatas terlihat terdapat empat kotak yang sama. Kotak-kotak tersebut menggambarkan tahap analisis data yang digunakan peneliti. Pembumpulan data diperoleh melalui wawancara dengan guru kelas IVA dan hasil pekerjaan siswa berupa mind map. Tahap reduksi data merupakan pemilihan hal-hal yang pokok dan memfokuskan pada hal-hal yang penting sesuai tema dan polanya (Sugiyono 2011: 247). Data yang diperoleh saat melakukan wawancara kemudian diseleksi berdasarkan indikator yang sesuai dengan minat belajar siswa. Begitu juga dengan dokumentasi yang berupa mind map hasil pekerjaan siswa. Mind map di seleksi bedasarkan unsur yang terdapat pada mind map dan tahap pemahaman dalam Taksonomi Bloom. Tahap berikutnya merupakan tahap penyajian data. Setelah melakukan tahap seleksi data, data yang di peroleh kemudian disajikan ke dalam bentuk tabel. Dengan menyajikan data, maka akan mempermudah peneliti untuk memahami keadaan yang terjadi. Langkah terakhir dalam analisis ini adalah penarikan kesimpulan. Kesimpulan masih bersifat sementara, dan akan berubah bila tidak

(97) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 76 ditemukan bukti-bukti kuat yang mendukung pada tahap pengumpulan data berikutnya. 3.9 Jadwal Penelitian Berikut ini jadwal tabel penelitian yang dilaksanakan oleh peneliti. No Keterangan Bulan Januari 1 Februari Maret Penyusunan proposal penelitian 2 Penyusunan instrumen pembelajaran 3 Meminta ijin kepada kepala sekolah untuk melakukan penelitian 4 Penelitian 5 Pengolahan data 6 Pembahasan 7 Ujian 8 Revisi skripsi Tabel 3.23. Jadwal Penelitian April Mei Juni Juli Agustus

(98) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Pada bab IV ini membahas mengenai hasil penelitian dan pembahasan. Hasil penelitian memuat proses selama penelitian berlangsung, hasil penelitian pemahaman belajar dan hasil penelitian minat belajar siswa. Pembahasan memuat jawaban terhadap rumusan masalah, baik minat maupun pemahaman belajar siswa. 4.1 Hasil Penelitian 4.1.1 Proses Penelitian Tindakan Kelas (PTK) Peneliti melakukan penelitian di kelas IVA SD Negeri Keceme 1 pada tanggal 7 - 17 Maret 2014 yang terdiri dari 4 pertemuan dengan 7 jam pertemuan. Pertemuan pertama, Jumat 7 Maret 2014 (2 x 35 menit) digunakan untuk pendalaman “materi mengenai perkembangan teknologi produksi dan komunikasi di Indonesia”. Sedangkan pada pertemuan kedua, Sabtu 8 Maret (1x35 menit) difokuskan untuk melanjutkan pembuatan mind map secara berkelompok serta mengerjakan soal post test pertama. Pada pertemuan ketiga Sabtu 15 maret 2014 (3x 35 menit), kegiatan pembelajaran ditujukan untuk pembahasan materi secara keseluruhan tentang “Perkembangan teknologi (produksi, komunikasi, dan transportasi) di Indonesia” dengan menggunakan metode mind map. Selanjutnya secara individu siswa membuat mind map tentang perkembangan teknologi di Indonesia. Pada pertemuan keempat 17 77

(99) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 78 maret 2014 (1x35 menit) siswa diminta mengerjakan lembar post-test kedua untuk menguji pemahaman belajar siswa setelah melalui proses pembelajaran. 1) Perencanaan Perencanaan yang dilakukan peneliti pada siklus I ini adalah mempersiapkan segala sesuatu yang akan digunakan dan dibutuhkan dalam penelitian. Persiapan tersebut meliputi materi pelajaran tentang perkembangan teknologi di Indonesia, menyiapkan RPP, menyiapkan LKS, soal post-test pertama dan media pembelajaran yang akan digunakan untuk penelitian. Media pembelajaran yang digunakan peneliti terdiri dari power point yang berisi mind map sederhana serta uraian materi mengenai perkembangan teknologi produksi dan komunikasi. Sedangkan peralatan pendukung dalam penelitian ini antara lain LCD proyektor, pengeras suara, layar, dan kertas karton putih. Selain itu peneliti menyiapkan lembar observasi minat belajar siswa yang akan digunakan saat pembelajaran dengan metode mind map berlangsung. Sebelum pembelajaran dengan metode mind map berlangsung, peneliti terlebih dahulu memberikan kuesioner minat belajar pada tanggal 6 Maret 2014. Kuesioner minat belajar tersebut digunakan sebagai data awal terhadap mata pelajaran IPS. Peneliti juga mempersiapkan kertas karton, buku gambar A3 dan A4 yang akan dipergunakan untuk membuat mind map secara berkelompok maupun secara individu. Sebelum pelaksanaan penelitian, peneliti terlebih dahulu melakukan komunikasi dengan guru IVA untuk memberitahukan kepada siswa bahwa hari Jumat, tanggal 8 dan 15 Maret 2014 siswa diminta untuk membawa perlengkapan untuk membuat mind map berupa pensil warna dan spidol berbagai warna.

(100) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 79 2) Pelaksanaan a) Pertemuan pertama Pada pertemuan pertama proses pembelajaran IPS dilakukan selama 2 jam pelajaran (2x35 menit). Kegiatan pembelajaran dilakukan oleh guru kelas IVA, diawali dengan salam pembuka, doa dan presensi siswa. Pada kegiatan apersepsi, guru melakukan kegiatan tanya jawab mengenai materi perkembangan teknologi dan produksi. Pertanyaan yang diberikan berkaitan dengan konteks yang ada di sekitar tempat tinggal siswa. Setelah melakukan kegiatan tanya jawab, guru mengajak siswa keluar kelas melihat proses pengolahan tembakau dan proses pemanenan padi. Lokasi tempat pengolahan tembakau terletak di belakang kantin SDN Keceme1. Sedangkan, sawah berada di samping lingkungan SDN Keceme 1. Selanjutnya pada kegiatan orientasi, siswa diminta kembali ke dalam kelas dan guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dilakukan pada hari ini. Pada kegiatan eksplorasi, guru terlebih dahulu membagi siswa ke dalam 5 kelompok. Selanjutnya, guru menjelaskan materi tentang perkembangan teknologi produksi dan komunikasi menggunakan power point yang berisi mind map sederhana dan uraian singkat materi. Setelah siswa dirasa paham dengan materi yang disampaikan, guru membagikan LKS (Lembar Kerja Siswa) kepada setiap kelompok dan meminta siswa mengerjakan LKS secara berkelompok. Selesai mengerjakan LKS, guru menugaskan untuk membuat mind map menggunakan kertas karton dan media pewarna yang dibawa siswa maupun yang sudah disediakan secara berkelompok. Sebelumnya, guru terlebih dulu menjelaskan prosedur pembuatan mind map seperti yang terdapat pada LKS. Melalui kegiatan

(101) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 80 membuat mind map ini, siswa terlihat antusias dan menikmati aktivitasnya tersebut. Siswa dengan semangat kerjasama, saling melengkapi untuk menyelesaiikan mind map yang dibuat secara berkelompok. Namun pada kegiatan pembuatan mind map di pertemuan pertama ini, waktu yang diperlukan cukup lama sehingga peneliti memutuskan untuk melanjutkan pembuatan mind map pada hari sabtu dan diteruskan mengerjakan soal post test pertama. Siswa pada kegiatan elaborasi, diminta mempresentasikan hasil pekerjaannya. Sementara, kelompok lainnya diminta memberikan tanggapan terhadap kelompok yang sedang presentasi. Antusiasme siswa untuk mempresentasikan hasil diskusi kelompok cukup tinggi, hal tersebut terlihat dari banyaknya siswa yang berebut untuk maju mendapatkan giliran presentasi. Sedangkan pada kegiatan konfirmasi guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk menanyakan hal yang belum dipahami. Kegiatan ini dilakukan setelah setiap kelompok selesai menyampaikan hasil diskusi. Setelah siswa diberi kesempatan menanyakan hal yang belum dimengerti, guru memberikan penguatan dengan melibatkan siswa, dan meluruskan kesalahpahaman siswa saat kegiatan pembelajaran berlangsung. Pada kegiatan akhir, siswa membuat kesimpulan dari materi yang sudah mereka pelajari dengan bimbingan guru kelas. Siswa sangat antusias ketika diberikan kesempatan tiap kelompok untuk menyampaikan kesimpulan dari materi yang sudah dipelajari. Pada tahap kegiatan akhir ini, siswa juga diberikan kesempatan untuk menyampaikan kesan dari pembelajaran hari ini. Siswa juga

(102) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 81 diingatkan kembali membawa peralatan untuk melanjutkan membuat mind map pada keesokan harinya. b) Pertemuan kedua Pada pertemuan ke-dua (1 JP atau 1x35 menit), kegiatan pembelajaran diawali dengan berdoa dilanjutkan dengan kegiatan tanya jawab dari materi yang sudah dipelajari jumlat lalu. Siswa secara berkelompok selanjutnya diberi waktu untuk mengerjakan mind map. Siswa terlihat sangat serius mengerjakan tugas mind map yang diberikan guru. Setelah siswa selesai mengerjakan tugas mind map, pada pertemuan kedua ini siswa juga mengerjakan soal post-test pertama yang digunakan untuk mengetahui sampai sejauh mana pemahaman belajar siswa selama kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan pada pertemuan pertama dan kedua. c) Pertemuan ketiga dan pertemuan keempat Melihat keterbatasan waktu dari kegiatan pembelajaran pada pertemuan pertama, guru dan peneliti membuat kesepakatan jika kegiatan pembelajaran pada pertemuan ketiga dilaksanakan selama 3JP (3x35 menit). Keputusan tersebut bukan tanpa alasan, siswa diharapkan mampu menunjukan imajinasi dan kreativitasnya secara maksimal dalam membuat mind map. Pada pertemuan ketiga ini kegiatan pembelajaran sengaja dilakukan selama 3 jam pembelajaran. Kegiatan pembelajaran difokuskan pada materi perkembangan teknologi di Indonesia. Kegiatan pembelajaran diawali dengan salam pembuka, doa dan presensi. Pada kegiatan awal, siswa ditanya mengenai alat transportasi yang pernah mereka jumpai di lingkungan sekitar tempat tinggal maupun saat bepergihan. Guru

(103) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 82 selanjutnya mengajak siswa keluar kelas untuk mengamati kendaraan apasaja yang melintas di sekitar lingkungan sekolahan. Setelah selesai mengamati kendaraan yang melintas, siswa kembali ke dalam kelas dan guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini. Tahap eksplorasi, guru terlebih dahulu mengkondisikan siswa duduk secara berkelompok. Setelah siswa duduk berkelompok, guru selanjutnya menayangkan video tentang perkembangan teknologi dan dampak perkembangan teknologi di Indonesia. Secara berkelompok, siswa diminta untuk mencatat hal-hal penting yang terdapat dalam video. Setelah melihat tayangan video, guru melakukan tanya jawab dengan siswa dan dilanjutkan menjelaskan materi perkembangan teknologi secara keseliruhan. Setelah siswa dirasa memahami, guru membagikan LKS kelompok. Siswa secara berkelompok diminta untuk mengerjakan pertanyaan LKS, dilanjutkan membuat mind map secara individu. Siswa sangat berantusias ketika berdiskusi mengerjakan LKS. Hal tersebut terlihat dari banyaknya siswa yang bertukar pendapat dengan siswa lain, serta ada pula siswa yang mencari sumber atau referensi buku lain di perpustakaan. Sedangkan pada saat mengerjakan mind map individu, siswa diminta untuk membaca dan mencermati ringkasan materi yang diberikan terlebih dahulu. Selanjutnya, siswa membuat mind map tanpa membuka ringkasan materi maupun buku referensi lainnya. Meskipun pada tahap awal siswa mengalami kesulitan, namun akhirnya siswa mampu mengerjakan mind map dengan baik. Antusias siswa dalam membuat mind map juga sangat tinggi jika dibandingkan dengan pertemuan pertama. Hal tersebut dimungkinkan karena siswa membuat mind map

(104) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 83 secara individu, sehingga siswa lebih leluasa menuangkan imajinasi dan kreativitasnya untuk membuat mind map. Siswa pada kegiatan elaborasi, diminta mempresentasikan hasil pekerjaannya. Sementara, kelompok lain diminta memberikan tanggapan terhadap kelompok yang sedang presentasi. Sedangkan pada kegiatan konfirmasi guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk menanyakan hal yang belum dipahami. Kegiatan ini dilakukan setelah setiap kelompok selesai menyampaikan hasil diskusi. Setelah siswa diberi kesempatan menanyakan hal yang belum dimengerti, guru memberikan penguatan dengan melibatkan siswa secara keseluruhan serta meluruskan kesalah pahaman siswa saat kegiatan pembelajaran berlangsung. Pada kegiatan akhir pembelajaran, siswa membuat kesimpulan dari materi yang sudah mereka dapat dengan bimbingan guru. Pada kegiatan akhir, siswa diberikan kesempatan untuk menyampaikan kesan dan pesan setelah mengikuti kegiatan pembelajaran. Sedangkan, kegiatan evaluasi dilaksanakan pada pertemuan keempat (1x35 menit) hari selasa, dengan memberikan soal post-test kedua berbentuk pilihan ganda. Guru tidak lupa mengingatkan siswa, untuk mempelajari materi secara keseluruhan. Hal tersebut dikarenakan soal post-test dibuat untuk mengetahui tingkat pemahaman belajar setelah pemberian treatment metode mind map. Sebelum siswa mengerjakan soal, guru kembali menanyakan kepada siswa mengenai materi apa saja yang ingin ditanyakan. Selanjutnya siswa diminta untuk mengerjakan soal hingga bel pergantian pelajaran berbunyi.

(105) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 84 3) Observasi/ Pengamatan Peneliti melakukan observasi pada pertemuan pertama guna mengetahui minat belajar siswa terhadap mata pelajaran IPS. Pertemuan pertama, ekspresi perasaan senang siswa tampak dalam proses pembelajaran berlangsung. Hal tersebut terlihat dari siswa duduk tenang saat pelajaran berlangsung serta banyaknya siswa yang aktif bertanya dan menyampaikan pendapat saat diskusi kelompok. Situasi kelas terkadang menjadi ramai, karena siswa asik berdiskusi bertukar pendapat. Guru beberapa kali memperingatkan siswa agar volume suara saat diskusi diperkecil. Guru bertindak demikian karena bila dibiarkan dapat mengganggu kelas disebelahnya. Keaktifan siswa terlihat saat mengikuti seluruh kegiatan pembelajaran. Keaktifan siswa tersebut dibuktikan dengan banyaknya siswa yang aktif menjawab pertanyaan yang berikan guru. Selama mengerjakan LKS dan membuat mind map, siswa sama sekali tidak mengeluh dengan tugas yang diberikan guru. Siswa juga membawa sumber-sumber belajar lain untuk melengkapi LKS dan mind map. Partisipasi siswa di dalam kelas juga cukup baik, hal tersebut dapat diketahui melalui kesiapan siswa mempersiapkan buku IPS maupun buku lain yang berkaitan dengan meteri. Partisipasi siswa juga terlihat dari banyaknya siswa yang mencatat bagian penting dari materi yang disampaikan guru. Selain itu siswa berani menjawab pertanyaan serta mengemukakan pendapat saat diskusi kelompok. Pemusatan perhatian siswa juga nampak, hal tersebut dibuktikan dari keseriusan siswa saat guru menyampaikan materi dengan menggunakan metode

(106) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 85 mind map dan nampak juga pada aktivitas membuat mind map. Siswa juga nampak tidak melamun dan pandangannya terfokus pada kegiatan pembelajaran dengan dengan metode mind map. Setelah guru memberikan tugas LKS dan membuat mind map secara berkelompok, siswa terlihat tertarik terhadap materi perkembangan teknologi. Hal tersebut terlihat dari banyaknya siswa yang sama sekali tidak mengeluh saat mengerjakan tugas. Ketertarikan lain terlihat saat seorang siswa datang terlambat karena saat pergantian jam pelajaran, siswa tersebut meminta ijin pulang untuk mengambil buku yang berkaitan dengan materi. Pada aktivitas membuat mind map, beberapa siswa meminta ijin guru untuk pergi ke perpustakaan untuk mencari buku referensi lain untuk melengkapi mind map. Pada pertemuan kedua, peneliti melakukan pengamatan kinerja siswa dalam menyelesaikan mind map kelompok. Kegiatan pada pertemuan ini berlangsung sangat singkat, sehingga peneliti memutuskan untuk tidak mengadakan pengamatan terhadap minat. Peneliti selanjutnya melakukan kegiatan pengamatan minat belajar siswa pada pertemuan ketiga. Pada pertemuan ini, situasi kelas lebih kondusif dan siswa lebih mudah untuk dikendalikan. Siswa begitu antusias ketika melihat tayangan video perkembangan teknologi dan dampak perkembangan teknologi di Indonesia, sesekali siswa juga bertanya kepada guru. Ketika guru menyampaikan penjelasan, siswa mampu menyimak dengan baik. Hal tersebut dibuktikan dengan kemampuan siswa dalam menjawab sejumlah pertanyaan tanpa ditunjuk oleh guru. Sehingga siswa lebih siap dalam

(107) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 86 mengikuti alur pembelajaran hari ini, terutama saat masuk pada kegiatan inti untuk mengerjkan LKS secara individu dan membuat mind map secara individu. Pada pertemuan keempat, peneliti tidak mengadakan pengamatan minat siswa. Sebagai gantinya, siswa diminta mengerjakan soal post tes secara keseluruhan. Post tes yang dikerjakan siswa disusun berdasarkan materi-materi yang telah diajarkan guru dari pertemuan pertama sampai ketiga (materi keseluruhan). Siswa juga diminta untuk mengisi lembar kuesioner minat belajar terhadap mata pelajaran IPS. Setelah seluruh siswa selesai mengerjakan soal post tes kedua selanjutnya siswa diminta mengisi lembar kuesioner. Kuesioner tersebut digunakan oleh peneliti sebagai data perbandingan terhadap minat belajar siswa pada kondisi awal sebelum penelitian. Sehingga, peneliti dapat menarik kesimpulan penelitian yang dilakukan menggunakan metode mind map. 4) Refleksi Berdasarkan refleksi yang dilakukan dengan guru kelas IVA SD Keceme1, peneliti bersama guru berpendapat bahwa metode mind map mampu meningkatkan minat dan pemahaman belajar siswa dalam mata pelajaran IPS. Pada observasi awal sebelum penelitian siswa nampak mengalami kejenuhan yang dimungkinkan oleh penggunaan metode yang kurang inovatif oleh guru kelas IVA. Namun, siswa lebih berminat setelah mengikuti kegiatan pembelajaran menggunakan metode mind map. Kegiatan pembelajaran pada pertemuan pertama sudah berjalan sesuai rencana namun terdapat berbagai kendala seperti ketika pembagian kelompok berlangsung. Kendala ini terjadi karena guru membagi siswa dengan cara mengundi

(108) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 87 nomor absen siswa, setelah siswa mendapatkan nomor undian banyak siswa yang meminta nomor undian lagi karena siswa tidak cocok dengan kelompok yang didapatnya. Kendala ini diatasi dengan tegas oleh guru, dengan suara yang keras guru memeringatkan siswa yang protes untuk tidak boleh mengikuti pelajaran. Hal tersebut bertujuan untuk menumbuhkan rasa saling menghargai dan kekompakan di dalam kelasnya. Kendala lain yang dihadapi peneliti adalah pengelolaan waktu. Kegiatan membuat mind map pada pertemuan pertama yang direncanakan selesai dalam waktu 30 menit ternyata tidak terlaksana. Hal tersebut dimungkinkan karena bagi siswa mind map merupakan hal yang baru ditemui. Sehingga, siswa hanya terkonsentrasi pada bentuk dan pewarnaan mind map. Peneliti akhirnya mengambil keputusan dengan memberikan kesempatan kepada kelompok yang belum selesai untuk melanjutkan membuat mind map keesokan hari. Keputusan tersebut merupakan keputusan bersama yang dibuat oleh peneliti dan guru kelas IVA. Masalah lain yang perlu diselesaikan adalah bagaimana cara menumbuhkan suasana untuk mendorong seluruh siswa aktif dalam setiap proses pembelajaran. Hal tersebut dirasa perlu ditumbuhkan karena hanya beberapa siswa yang aktif dalam proses pembelajaran. Peran aktif seluruh siswa sangat diperlukan, karena melalui peran aktif dapat diketahui bahwa metode mind map yang diterapkan memberi warna yang berbeda terhadap minat belajar siswa. Peneliti menyadari akan hal tersebut, sehingga peneliti berupaya mengatasi masalah yang terjadi pada pertemuan pertama dan memperbaiki pada pertemuan berikutnya.

(109) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 88 Pada pertemuan ketiga, peneliti dan guru sudah mempertimbangkan alokasi waktu yang digunakan dengan tambahan 1 JP. Selain penambahan jam pertemuan, pembuatan mind map juga dirancang secara individual. Hal tersebut dimungkinkan agar siswa lebih aktif dalam menuangkan imajinasi dan kreativitasnya membuat mind map. Dengan demikian peran aktif siswa secara keseluruhan tampak dalam aktivitas pembuatan mind map. Pada pertemuan ketiga, kegiatan pembelajaran juga sudah berjalan sesuai rencana. Sebagian besar siswa sudah mampu berpartisipasi dalam kegiatan pembelajaran. Seperti banyaknya siswa yang rebutan menjawab pertanyaan yang guru berikan. Selain hal tersebut, siswa sudah bisa menjelaskan penyebab maupun dampak dari perkembangan teknologi di Indonesia dengan benar. Hal tersebut dapat memberikan gambaran bahwa pemberian treatment menggunakan metode mind map cukup berhasil diterapkan dalam mata pelajaran IPS di kelas IVA. Dengan demikian mind map mampu meningkatkan minat belajar siswa. Namun, pada pertemuan ini guru tidak bisa membagikan soal evaluasi kedua dan kuesioner karena keterbatasan waktu, sehingga pengerjaan soal evaluasi dan kuesioner dilakukan pada pertemuaan keempat. 4.2 Hasil Minat Siswa dari Kondisi Awal dan Siklus Pada penelitian ini peneliti menggunakan instrumen kuesioner minat, instrumen tersebut digunakan untuk mengetahui minat belajar siswa terhadap mata pelajaran IPS. Kuesioner minat disusun terdiri dari 6 indikator dengan 13 penjabaran. Indikator pertama tentang ekspresi perasaan senang, indikator kedua keaktifan siswa dalam pelajaran, indikator ketiga partisipasi siswa dalam pelajaran, indikator keempat ketertarikan siswa terhadap materi pelajaran,

(110) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 89 indikator ke lima dan keenam, merupakan kemauan mengikuti pelajaran dan pemusatan perhatian dalam pembelajaran. Berdasarkan hasil kuesioner sebelum penelitian berlangsung, diperoleh data minat awal sebagai berikut; Jumlah Nomor kuesioner Nama 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 DKI IG.L DV ADM FRD FRN 4 3 2 4 4 4 4 2 2 2 3 3 3 2 4 4 4 3 4 2 4 2 4 4 3 4 3 4 3 3 2 3 2 4 2 2 3 2 3 2 2 2 3 3 4 3 2 4 2 2 3 3 3 2 3 2 4 2 3 2 2 2 2 2 2 2 3 2 2 3 2 3 4 2 2 3 3 3 3 4 3 2 4 4 4 3 2 4 2 3 2 37 38 38 39 33 39 36 4 3 4 4 3 2 4 3 4 4 4 3 4 2 1 3 2 3 1 4 2 3 3 4 4 3 4 3 4 2 4 4 4 4 4 3 4 3 4 2 4 4 3 4 4 4 4 4 3 3 4 3 3 4 4 4 4 4 3 4 4 3 4 4 4 2 2 3 2 3 2 2 2 2 2 3 3 3 3 2 3 3 3 3 2 2 2 4 3 2 4 2 1 4 4 4 1 3 4 2 4 4 4 3 2 4 3 2 4 4 2 2 4 2 2 3 4 2 2 2 2 3 4 2 3 2 3 2 2 4 3 3 3 3 2 2 4 3 2 3 3 2 3 4 4 4 1 4 4 4 3 4 4 2 3 3 2 2 3 1 4 4 3 2 4 4 3 2 4 35 35 44 33 45 39 41 38 41 42 41 39 46 4 3 4 3 3 2 3 3 4 3 4 3 4 43 4 3 4 3 T T 4 2 1 2 I I 2 3 4 4 d d 4 4 4 4 a a 2 3 4 4 k k 3 4 3 3 2 4 4 3 d d 3 3 1 2 a a 4 4 3 3 t t 4 3 4 3 a a 4 3 2 4 n n 4 4 4 3 g g 2 2 2 2 42 42 40 40 ANR SNA WDY AZ KV ADL FDL IML ARY FN RTS LTG BY DNA HBL GIQ ILM SN ES DTO RM Rata-rata 39.24 Tabel 4.1. Kuesioner minat awal siswa Tabel 4.1 di atas menunjukkan nilai rata-rata minat sebelum penelitian sebesar 39.24. Jumlah siswa yang mengisi kuesioner minat sebanyak 25 siswa

(111) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 90 (dari 27 siswa). Sedangkan setelah penelitian berakhir, peneliti kembali memberikan kuesioner untuk mengetahui akhir minat siswa. Berikut data yang diperoleh setelah penelitian selesai dilakukan; Nama 1 2 3 DKI IG.L DV ADM FRD FRN ANR SNA WDY AZ KV ADL FDL IML ARY FN RTS LTG BY DNA HBL GIQ ILM SN ES DTO RM 4 4 4 4 4 4 2 4 3 4 3 4 4 4 4 4 3 4 3 4 4 4 4 4 2 T T 2 2 2 4 3 3 3 4 4 4 1 4 2 4 2 4 3 4 2 4 2 2 2 4 2 i i 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 3 4 4 4 2 4 4 4 4 4 3 d d 4 Nomor kuesioner 5 6 7 8 9 10 11 12 13 2 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 3 4 4 4 4 3 3 4 3 4 4 4 3 4 a a 3 3 2 4 4 4 2 3 4 4 4 4 4 3 3 4 2 4 2 4 4 2 3 4 4 k k 2 3 3 2 2 4 2 3 4 2 3 2 4 2 4 2 3 4 3 4 3 2 4 4 3 a a 3 4 3 2 3 3 4 2 4 3 4 2 3 4 3 4 3 4 3 4 2 4 3 4 3 n n 3 4 2 4 3 3 4 3 3 4 3 4 4 4 2 4 4 3 4 4 4 4 3 2 3 g g 2 3 4 3 4 3 4 3 4 4 4 4 3 3 3 4 3 4 4 4 3 2 2 4 2 4 2 3 4 2 3 3 4 3 4 3 4 3 2 2 2 4 4 3 4 2 2 4 3 4 4 3 3 4 4 3 3 3 4 4 4 4 4 2 3 4 4 4 4 4 2 4 3 2 4 d d 3 2 4 3 4 3 4 3 4 4 1 4 1 4 4 2 3 3 2 4 4 4 4 1 3 a a 3 4 4 3 2 4 2 2 3 3 2 4 3 2 3 2 4 4 4 4 4 2 3 3 3 t t Jumlah Rata-rata Tabel 4.2. Kuesioner minat akhir siswa 39 42 42 45 43 45 41 41 48 48 41 47 37 42 38 44 43 49 40 51 42 40 43 42 40 42.92

(112) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 91 Tabel 4.2 diatas menunjukkan nilai kuesioner rata-rata minat setelah melakukan penelitian sebesar 42,92. Jumlah siswa kelas IVA yang mengisi kuesioner minat sebanyak 25 siswa (dari 27 siswa). Berdasarkan kedua tabel 4.1 dan 4.2 dapat dijabarkan perbandingan minat belajar siswa terhadap mata pelajaran IPS sebagai berikut; No. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 Nama Siswa DKI IG.L DV ADM FRD FRN ANR SNA WDY AZ KV ADL FDL IML ARY FN RTS LTG BY DNA HBL GIQ ILM SN ES DTO RM Rata-rata Skor Jumlah siswa dengan skor > ratarata (39.24) Skor Minat Awal 37 38 38 39 33 39 36 35 35 44 33 45 39 41 38 41 42 41 39 46 43 42 42 39 40 Tidak mengisi Tidak mengisi 39.24 12 Skor Minat Siklus 39 42 42 45 43 45 41 41 48 48 41 47 37 42 38 44 43 49 40 51 42 40 43 42 40 Tidak mengisi Tidak mengisi 42.92 22 Tabel 4.3. Perbandingan minat minat awal dan akhir siswa

(113) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 92 Informasi pada tabel 4.3 diatas menunjukkan bahwa, kuesioner yang diberikan kepada siswa kelas IV SD Negeri Keceme1 sebelum penelitian diketahui bahwa rata-rata minat belajar siswa adalah 39,24. Nilai tersebut menunjukan 13 dari 25 siswa dengan minat di bawah rata-rata. Sedangkan pada siklus 1, rata-rata minat belajar siswa adalah 42,92. Nilai tersebut menunjukkan 5 dari 25 siswa dengan minat di bawah rata-rata. 42.92 43 42 41 39.24 40 39 38 37 AWAL AKHIR Gambar 4.1. Peningkatan minat belajar siswa Berdasarkan grafik di atas, terdapat peningkatan minat yang ditunjukkan dengan meningkatnya rata-rata skor minat pada kuesioner dari 39,24 menjadi sebesar 42,92. Selain hal tersebut, data di atas juga menunjukan bahwa jumlah siswa yang mendapat skor minat di atas rata-rata (39,24) meningkat dari 12 menjadi 22 siswa setelah siklus. Berikut persentase jumlah siswa dengan skor minat lebih besar dari rata-rata yang dapat dilihat pada gambar berikut ini.

(114) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 93 Persentase Perbandingan Jumlah Siswa dengan Skor Minat di atas Rata-rata 35,30 % 64,70 % AWAL AKHIR Gambar 4.2. Peningkatan persentase siswa dengan skor di atas rata-rata Diagram lingkaran di atas menunjukkan bahwa persentase jumlah siswa dengan minat rata-rata berjumlah 64.70% dari sebelumnya 35.30%. Sehingga, kedua diagram sebelumnya dapat disimpulkan bahwa metode mind map dalam kegiatan pembelajaran di SD Negeri Keceme1 mampu meningkatkan minat belajar siswa pada mata pelajaran IPS materi perkembangan teknologi. 4.2.1 Hasil Pemahaman Belajar Siswa dari Kondisi Awal dan Siklus Pada penelitian ini peneliti menggunakan instrumen tes, instrumen tes digunakan untuk mengetahui pemahaman belajar siswa terhadap mata pelajaran IPS. Tes pilihan ganda diberikan kepada siswa kelas IV sebanyak 2 kali. Tes pertama diberikan pada pertemuan kedua, setelah seluruh siswa selesai mengikuti pembelajaran pada pertemuan pertama. Sedangkan tes kedua diberikan pada pertemuan keempat, setelah guru menyampaikan materi secara keseluruhan pada

(115) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 94 pertemuan ketiga. Sebelum melaksanakan penelitian, peneliti terlebih dulu meminjam dokumen daftar nilai siswa kelas IVA SD N Keceme 1 tahun ajaran 2012/2013 untuk mengetahui nlai prestasi belajar siswa. Berdasarkan dokumen nilai kelas IVa tahun ajaran 2012/2013 diketahui bahwa rata rata siswa pada mata pelajaran IPS KD 2.3 tentang perkembangan teknologi di Indonesia hanya sebesar 68.5. Sementara, hasil ulangan siswa pada materi perkembangan teknologi menunjukan bahwa 13 dari 30 siswa (46,42%) belum mencapai kriteria ketuntasan minimal mata pelajaran IPS sebesar 67,00. Berikut ini akan dijabarkan perbandingan hasil prestasi belajar siswa siswa setelah post-test pertama dan post-test kedua dalam sebuah tabel. No. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 Nama Siswa DKI IG.L DV ADM FRD FRN ANR SNA WDY AZ KV ADL FDL IML ARY FN RTS LTG BY DNA HBL GIQ ILM Nilai post tes 1 60 73 73 100 66 80 80 80 60 80 60 73 73 73 73 80 80 80 66 93 80 86 80 Tuntas/tidak tuntas Tidak tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tidak tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tidak tuntas Tuntas Tidak tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tidak tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Nilai post tes 2 76 84 84 92 84 84 84 80 80 96 64 84 88 84 84 88 84 88 80 92 88 84 84 Tuntas/tidak tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas

(116) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI No. 24 25 Nama Siswa SN ES 26 27 DTO RM Rata-rata nilai Jumlah siswa tuntas KKM 95 Nilai post tes 1 73 73 Tuntas/tidak tuntas Tuntas Tuntas Nilai post tes 2 72 80 Tuntas/tidak tuntas Tuntas Tuntas 60 Tidak tuntas 64 Tidak Tuntas 75.19 82.76 21 24 Tabel 4.4. Perbandingan hasil nilai post-test 1 dan 2 Tabel perbandingan di atas menunjukan jumlah siswa yang tuntas criteria ketuntasan minimal mengalami peningkatan dari post-test pertama yang semula berjumlah 21 menjadi 24 siswa pada post-test kedua. Demikian pula dengan nilai rata-rata hasil belajar siswa dari post-test pertama dan post-test kedua juga mengalami peningkatan dari 75,19 menjadi 82,76 seperti yang terlihat pada gambar diagram di bawah ini. Rata-rata Pemahaman Belajar Siswa Kelas IVA 84 82 80 78 76 74 72 70 post test 1 post test 2 Gambar 4.3. Peningkatan rata-rata pemahaman belajar siswa

(117) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 96 Sementara presentase perbandingan tingkat kriteria ketuntasan minimal belajar siswa pada awal ditunjukkan seperti gambar diagram lingkaran di bawah ini; Pencapaian Kriteria Ketuntasan Minimal pada Kondisi Awal 46% 54% tuntas tidak tuntas Gambar 4.4. Persentase pencapaian KKM kondisi awal Pada gambar diagram lingkaran 4.4 di atas, terlihat bahwa persentase siswa yang tuntas kriteria ketuntasan minimal kelas IVA SDN Keceme 1 tahun ajaran 2012/2013 sebesar 54,58% atau setara dengan 17 siswa. Sedangkan siswa yang tidak tuntas kriteria ketuntasan minimal tahun 2012/2013 sebesar 45,42% setara dengan 13 siswa. Hal tersebut membuktikan bahwa kegiatan pembelajaran yang dilakukan oleh guru kelas IVA kurang terlaksana dengan baik. Pada pertemuan kedua peneliti membagikan lembar post-tes pertama setelah dilakukan treatment menggunakan metode mind map pada pertemuan kesatu. Peneliti menggunakan Post-test pertama untuk mengetahui apakah mind

(118) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 97 map dapat meningkatkan pemahaman belajar awal siswa. Hasil analisis post-test pertama menunjukkan bahwa siswa yang memenuhi kriteria ketuntasan minimal sebanyak 21 siswa atau sebesar 77,78%. Sedangkan, rata-rata nilai yang diperoleh siswa pada post-test pertama sebesar 75,19. Berikut diagram lingkaran yang menunjukkan persentase siswa lulus kriteria ketuntasan minimal post-test pertama. Pencapaian Kriteria Ketuntasan Minimal pada Post Test Pertama tidak tuntas 22% tuntas 78% Gambar 4.5. Persentase pencapaian KKM post-test 1 Sedangkan pada pertemuan keempat, peneliti membagikan soal post-test kedua yang mencakup materi secara keseluruhan dengan tujuan untuk mengetahui sampai sejauh mana metode mind map mampu meningkatkan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran IPS. Sementara itu hasil post-test kedua menunjukkan bahwa rata-rata nilai siswa sebesar 82,76 dengan jumlah siswa 24 yang tuntas KKM. Berikut gambar diagram lingkaran untuk menunjukan presentase ketuntasan belajar siswa.

(119) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 98 Pencapaian Kriteria Ketuntasan Minimal Post Test kedua tidak tuntas KKM 11% tuntas KKM 89% Gambar 4.6. Persentase pencapaian KKM post-test 2 Berdasarkan gambar diagram lingkaran di atas, dapat disimpulkan bahwa penerapan metode mind map dalam pembelajaran mampu meningkatkan pemahaman belajar siswa pada mata pelajaran IPS siswa kelas IVA. Hal tersebut terlihat dari kenaikan jumlah siswa yang lulus KKM dari 77,78% meningkat menjadi 88,88%.

(120) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 99 4.3 Pembahasan 4.3.1 Minat Siswa Penelitian yang dilakukan adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Penelitian ini terdiri dari 1 siklus dengan 7 Jam pelajaran yang dibagi kedalam 4 kali pertemuan. Pertemuan pertama dilaksanakan hari Jumat 2 jam pelajaran) dengan membahas materi “perkembangan teknologi produksi dan komunikasi” Pertemuan kedua (1 jam pelajaran) dilaksanakan pada hari sabtu dengan kegiatan melanjutkan pembuatan mind map secara berkelompok dan mengerjakan soal post tes pertama. Sedangkan pada pertemuan ketiga dilaksanakan pada hari sabtu (3 jam pelajaran) dengan membahas materi secara keseluruhan. Pada pertemuan terakhir hari Selasa (1 jam pelajaran) kegiatan ditujukan untuk mengerjakan soal post tes kedua dan pengisian kuesioner mitat belajar. Penelitian tindakan kelas (PTK) sendiri terdiri dari 4 tahap. Tahap pertama merupakan tahap perencanaan, tahap kedua pelaksanaan, tahap ketiga observasi dan keempat refleksi. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas IV SD N Keceme1 dengan jumlah 27 siswa. Lokasi SD terletak di perdesaan dan sebagian besar orang tua siswa bekerja dibidang pertanian. Objek pada penelitian ini adalah minat belajar IPS menggunakan metode mind map. Peneliti menggunakan kuesioner minat untuk mengetahui minat siswa dalam pembelajaran IPS. Kuesioner yang digunakan peneliti terdapat 6 indikator. Indikator pertama tentang ekspresi perasaan senang, indikator kedua keaktifan siswa dalam pelajaran, indikator ketiga partisipasi siswa dalam pelajaran, indikator keempat ketertarikan siswa terhadap materi pelajaran, indikator yang kelima dan keenam, merupakan kemauan mengikuti pelajaran dan pemusatan perhatian dalam pembelajaran.

(121) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 100 Peneliti menggunakan kuesioner dengan tujuan untuk mengetahui sejauh mana ketercapaian 6 indikator minat tersebut. Hal demikian sesuai dengan pendapat Djiwandono (2006:365) yang menyatakan bahwa cara yang paling efektif untuk mengetahui minat siswa adalah dengan menggunakan instrumen kuesioner. Tabel 4.5 di bawah merupakan tabel peningkatan minat belajar siswa yang ditunjukkan dalam kuesioner sebelum dan sesudah treatment menggunakan metode mind map No. Nama Siswa 1 DKI 2 IG.L 3 DV 4 ADM 5 FRD 6 FRN 7 ANR 8 SNA 9 WDY 10 AZ 11 KV 12 ADL 13 FDL 14 IML 15 ARY 16 FN 17 RTS 18 LTG 19 BY 20 DNA 21 HBL 22 GIQ 23 ILM 24 SN 25 ES 26 DTO 27 RM Rata-rata Skor Skor Minat Awal 37 38 38 39 33 39 36 35 35 44 33 45 39 41 38 41 42 41 39 46 43 42 42 39 40 Tidak berangkat Tidak berangkat 39.24 Skor Minat Siklus 39 42 42 45 43 45 41 41 48 48 41 47 37 42 38 44 43 49 40 51 42 40 43 42 40 Tidak berangkat Tidak berangkat 42.92 Keterangan Meningkat Meningkat Meningkat Meningkat Meningkat Meningkat Meningkat Meningkat Meningkat Meningkat Meningkat Meningkat Turun Meningkat Tetap Meningkat Meningkat Meningkat Meningkat Meningkat Turun Turun Meningkat Meningkat Tetap Tidak berangkat Tidak berangkat Tabel 4.5. Peningkatan minat belajar siswa (kuesioner)

(122) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 101 Berdasarkan tabel di atas, diperoleh data rata-rata minat belajar siswa terhadap mata pelajaran IPS mengalami peningkatan. Hal tersebut terlihat dari 20 siswa yang mengalami peningkatan minat, 3 siswa yang mengalami penurunan minat, dan 2 orang siswa tidak mengalami peningkatan minat/ tetap setelah mendapatkan treatment dengan metode mind map. Variabel Minat belajar siswa kelas IVA Indikator Ekspresi perasaan senang Keaktifan siswa dalam pelajaran Partisipasi siswa dalam pelajaran Ketertarikan terhadap materi pelajaran Keinginan mengikuti pelajaran Pemusatan perhatian dalam pembelajaran Kondisi Awal 69,33% 67,77% Target Capaian 72% 72% 80,13% 77,19% 66,83% 72% 79.83% 67,28% 72% 84,48% 64,73% 72% 83,87% 65,33% 72% 83,43% Instrumen Kuesioner minat belajar siswa Tabel 4.6. Pencapaian minat belajar siswa Berdasarkan data pada tabel 4.3 di atas, dapat disimpulkan bahwa rata-rata ekspresi perasaan senang siswa di dalam kelas mengalami peningkatan dari 69,33% menjadi 80,13%. Rata-rata keaktifan siswa dalam mengikuti pelajaran IPS mengalami peningkatan dari 67,77% menjadi 77,19%. Partisipasi siswa mengikuti pelajaran IPS dari semula sebesar 66,83% menjadi 79,93%. Ketertarikan siswa dalam mengikuti pelajaran dari semula 67,28% menjadi 84,48%. Keinginan siswa dalam mengikuti pelajaran mengalami peningkatan dari 64,73% menjadi 83,87%, dan juga pemusatan perhatian siswa dalam mengikuti pelajaran dari 65,33 menjadi 83,43. Hasil kuesioner pada tabel pencapaian di atas menunjukkan bahwa penerapan metode mind map dalam kegiatan belajar-

(123) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 102 mengajar IPS mampu meningkatkan minat belajar IPS siswa. Peningkatan minat belajar siswa juga terlihat dari hasil observasi siswa kelas IVA SDN Keceme 1 oleh peneliti sebelum maupun sesudah penelitian. Berikut ini merupakan tabel perbandingan hasil observasi siswa kelas IVA SDN Keceme 1 sebelum dan sesudah treatment menggunakan metode mind map. Minat Awal Kualifikasi Minat Pert.1 Kualifikasi Minat Pert.3 Kualifikasi DKI IG.L DV ADM FRD FRN ANR SNA WDY AZ KV ADL FDL IML ARY FN RTS LTG BY DNA HBL GIQ ILM SN ES DTO RM 5 6 5 6 7 8 7 6 6 10 4 8 7 8 6 7 7 9 5 8 7 8 7 3 5 Cukup Cukup Cukup Cukup Cukup Berminat Cukup Cukup Cukup Berminat Kurang Berminat Cukup Berminat Cukup Cukup Cukup Berminat Cukup Berminat Cukup Berminat Cukup Kurang Cukup 7 5 7 8 6 7 8 7 8 10 6 9 9 7 8 9 9 11 7 10 8 10 7 7 7 Cukup Cukup Cukup Berminat Cukup Cukup Berminat Cukup Berminat Berminat Cukup Cukup Berminat Cukup Berminat Berminat Berminat Sangat berminat Cukup Berminat Berminat Berminat Cukup Cukup Cukup 8 7 8 9 10 9 10 8 8 12 8 9 11 9 10 10 11 13 9 11 10 11 8 9 9 Berminat Cukup Berminat Berminat Berminat Berminat Berminat Berminat Berminat Sangat berminat Berminat Berminat Sangat berminat Berminat Berminat Berminat Sangat berminat Sangat berminat Berminat Sangat berminat Berminat Sangat berminat Berminat Berminat Berminat Total Rata-rata 165 6.6 No. Nama 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 197 7.88 237 9.48 Tabel 4.7. Peningkatan minat belajar siswa (lembar observasi)

(124) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Rentang Skor 11 - 13 8 - 10 7-5 4-3 2-0 103 Kriteria Minat Sangat berminat Berminat Cukup berminat Kurang berminat Tidak berminat Tabel 4.8. Kriteria Minat Belajar Siswa (Sukardijo 2008:10) Tabel 4.7 menunjukan rata-rata minat sebelum treatment menggunakan metode mind map siswa sebesar 6,6 sehingga masuk pada kriteria cukup berminat. Pada saat melakukan observasi awal, peneliti menjumpai suasana di ruang kelas IVA tampak tidak kondusif. Saat guru menyampaikan materi pembelajaran tedapat siswa yang sibuk melakukan aktivitas lain, seperti menggambar, mainan kertas maupun berbicara dengan teman sebelahnya. Siswa juga terlihat mengantuk dan melatakan kepalanya di atas meja. Ketika kegiatan pembelajaran akan berakhir, guru melakukan kegiatan tanya jawab namun hanya beberapa siswa yang secara sukarela menjawab pertanyaan yang diberikan guru. Sisanya siswa menjawab pertanyaan setelah ditunjuk guru. Selama kegiatan pembelajaran berlangsung, guru sudah berupaya menciptakan pembelajaran yang kondusif, melakukan kegiatan tanya jawab, diskusi, bahkan guru tak sungkan untuk menegur siswa ketika melakukan diskusi sengan suara yang terlalu besar atau menegur ketika tidak memperhatikan penjelasan guru. Meskipun sudah diperingatkan guru, kondisi siswa kembali tidak kondusif seperti sebelumnya. Guru juga sudah mengupayakan menciptakan pembelajaran yang menarik bagi siswa, seperti, seperti melibatkan siswa untuk mengamati sumber daya alam yang tersedia di sekitar lingkungan sekolah dan mengajak siswa ke perpustakaan. Akan tetapi, cara yang diupayakan guru kurang

(125) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 104 berjalan dengan baik, sehingga kegiatan pembelajaran kembali berpusat pada guru bukan berpusat pada siswa. Kesiapan siswa dalam mengikuti pelajaran juga dirasa masih kurang. Hal tersebut terlihat dari 8 orang siswa (sebagian besar siswa putra) tidak membawa buku paket IPS. Saat ditanya mengapa tidak membawa buku salah satu siswa menjawab ‘aku lali’e mas ra nggowo buku IPS, soale aku ra reti neg eneng pelajaran IPS’ dalam bahasa Indonesia ‘ aku lupa mas tidak bawa buku IPS, soalnya aku gak tau kalo hari ini ada pelajaran IPS’. Lalu peneliti menanyakan ke siswa lainnya ‘bukune keri mas’ dalam bahasa Indonesia ‘bukunya ketinggalan mas’. Saat kegiatan tanya jawab, partisipasi siswa hanya didominasi oleh siswa tertentu, sedangkan siswa lain baru mau menjawab ketika guru menunjuk untuk menjawab pertanyaan. Pada observasi hari berikutnya, kondisi di dalam kelas tidak jauh berbeda dengan situasi pada hari sebelumnya. Siswa yang tidak membawa buku paket IPS sudah berkurang. Namun saat kegiatan pembelajaran berlangsung guru memberikan pertanyaan kepada siswa, tetapi pertanyaan ditujukan kepada siswa selain Ha*l*, D*an* dan L*n*a*. Guru mempersilahkan siswa untuk menjawab, namun siswa selain Ha*l*, D*an* dan L*n*a* hanya diam dan berharap ada siswa yang menjawab. Jika guru tidak menunjuk siswa untuk menjawab, maka pertanyaan tersebut tidak akan dijawab oleh siswa. Selain melakukan observasi, peneliti juga menanyakan kepada guru kelas IVA tentang pemahaman dan partisipasi belajar siswa selama pembelajaran IPS. Menurut beliau, setiap pelajaran IPS berlangsung sikap siswa memang tidak

(126) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 105 begitu antusias, sering kali perhatian siswa beralih pada aktivitas lainnya. Beliau juga mengakui bahwa mengajar IPS diperlukan kesabaran dan keahlian khusus. Selain itu, beliau mengatakan mata pelajaran IPS cukup banyak dan sebagian besar materinya bersifat menghafal. Akan tetapi hal tersebut dapat diatasi dengan pemilihan metode dan teknik mengajar yang tepat serta melibatkan siswa dalam proses pembelajaran. Penerapan metode mind map untuk meningkatkan minat dan pemahaman belajar IPS siswa kelas IVA dilaksanakan selama 7 jam pelajaran, yang terdiri dari 4 pertemuan. Kegiatan pembelajaran dengan metode mind map dilaksanakan pada pertemuan pertama dan ketiga. Pada pertemuan pertama kegiatan pembelajaran difokuskan pada pembuatan mind map secara berkelompok. Sedangkan pada pertemuan ketiga kegiatan pembelajaran lebih difokuskan pada pembuatan mind map secara individu. Melalui kegiatan mind map yang dilakukan secara individu, diharapkan siswa dapat menuangkan imajinasinya ke dalam bentuk gambar, garis, grafik, kata kunci serta membuat siswa merasa senang. Hal demikian senada dengan yang dijelaskan Buzan (2008:20) bahwa unsur mind map memiliki berbagai unsur, seperti simbol, kata kunci, gambar, warna, serta garis lengkung yang membantu memudahkan siswa dalam berimajinasi dan mengembangkan pengalaman belajarnya sendiri. Pada pertemuan pertama, kegiatan pembelajaran dimulai dengan memberikan salam kepada siswa, diikuti dengan kegiatan apersepsi. Siswa tampak antusias ketika siswa diajak untuk melihat kegiatan pembuatan tembakau yang terdapat di belakang gedung sekolah, respon juga siswa tampak ketika guru

(127) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 106 memberikan pertanyaan apersepsi. Memasuki kegiatan inti, guru menjelaskan materi dengan menerapkan metode mind map yang ditampilkan pada layar power point. Mind map yang digunakan guru merupakan mind map sederhana, dengan harapan siswa mampu mengembangkan kemampuan berimajinasi yang dituangkan dalam bentuk garis lengkung, warna, kata kunci, maupun gambar. Masih pada kegiatan inti, siswa terlihat antusias saat guru menjelaskan materi perkembangan teknologi dengan metode mind map. Selain menjelaskan, guru juga mendemonstrasikan cara pembuatan mind map dengan media power point. Namun, mind map yang dibuat merupakan gambaran sederhana sehingga siswa mampu mengembangkannya kembali. Antusias yang ditunjukan siswa tersebut memungkinkan guru untuk mengendalikan arah kegiatan pembelajaran sesuai yang di inginkan, sehingga siswa fokus dengan penjelasan yang diberikan oleh guru. Selain tampak antusias, siswa tidak mengeluh sedikit pun saat diberikan tugas kelompok mengerjakan LKS. Siswa dengan rasa penuh tanggung jawab mengerjakan tugasnya dan mau bertukar pendapat bersama kelompoknya. Gambar 4.7. Antusiasme mendengarkan penjelasan singkat melalui mind map

(128) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 107 Siswa terlihat tertarik terhadap mata pelajaran IPS yang dilaksanakan pada pertemuan pertama kali ini. Hal tersebut ditunjukkan dengan siswa datang sebelum kegiatan pembelajaran berlangsung, selain itu siswa sudah mempersiapkan materi IPS atau referensi lain sebelum guru member instruksi untuk mempersiapkan buku pelajaran. Siswa kemudian diminta untuk mengerjakan LKS yang telah dibagikan oleh guru bersama kelompok yang sudah ditentukan. LKS yang disusun berfungsi sebagai sarana untuk mempelajari materi lebih mendalam. Pada saat mengerjakan LKS, diskusi kelompok tampak berjalan cukup menarik. Siswa terlihat sibuk mencari sumber dari buku paket IPS maupun sumber lain untuk menjawab pertanyaan yang terdapat pada LKS kelompok. Pada kegiatan tersebut siswa juga terlihat bertukar pendapat dengan teman satu kelompok maupun dengan guru saat pelajaran berlangsung. Melihat antusiasme siswa saat melakukan diskusi kelompok, suara yang ditimbulkan terdengar hingga kelas disampingnya. Guru sempat memperingatkan kelompok yang sedang berdiskusi untuk mengecilkan volume suara agar tidak mengganggu kelas disampingnya. Peneliti beranggapan bahwa secara keseluruhan kegiatan pembelajaran pada pertemuan pertama ini berlangsung cukup baik. Gambar 4.8. Siswa sedang membaca buku referensi untuk mengerjakan LKS

(129) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 108 Selanjutnya, setelah mengerjakan LKS siswa siswa diminta untuk membuat mind map secara berkelompok menggunakan bahan-bahan yang disediakan peneliti maupun bahan yang dibawa oleh siswa. Siswa tampak sangat tertarik dan antusias ketika diberikan kesempatan untuk membuat mind map. Hal tersebut dimungkinkan karena dalam pembuatan mind map, siswa diberikan kebebasan untuk bereksplorasi dan berimajinasi melalui berbagai bentuk mind map yang diinginkan. Siswa terlihat sangat senang saat mengerjakan mind map secara berkelompok. Siswa begitu semangat mencari sumber belajar lain yang berkaitan dengan materi perkembangan teknologi guna melengkapi mind map yang dibuat secara berkelompok, sehingga siswa diharapkan mampu berpikir luas mendalami materi yang dipelajari. Hal tersebut sesuai dengan pendapat (Buzan, 2008: 144) yang mengatakan dalam pembuatan mind map, siswa dituntut untuk berpikir luas mengembangkan kemampuan kreativitas serta kemampuan imajinasinya Ketika pembuatan mind map berlangsung, siswa terlihat sangat berkonsentrasi. Konsentrasi siswa tersebut terlihat dari kesibukan siswa dalam membuat mind map, sehingga siswa tidak cepat merasa jenuh dan terdorong untuk fokus pada kegiatan pembelajaran. Pada pembuatan mind map, otak benar-benar difungsikan untuk bekerja. Dengan demikian, kesempatan untuk mengerjakan aktivitas lain saat pembuatan mind map sangat tidak dimungkinkan oleh siswa. Melalui aktivitas pembuatan mind map, siswa belajar untuk berpikir asosiatif yang menekankan pada pengalaman belajar siswa sebelumnya. Kemampuan berpikir asosiatif terkadang membuat siswa merasa jenuh selama mengikuti pelajaran,

(130) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 109 namun mind map mempunyai solusi untuk mengatasi rasa jenuh saat pelajaran berlangsung. Solusi tersebut merupakan metode mind map itu sendiri yang disajikan dengan berbagai prinsip seperti; gambar, garis lengkung, kata kunci maupun kombinasi dari berbagai warna. Siswa secara tidak sadar akan tertarik terhadap kegiatan pembelajaran yang sedang berlangsung. Gambar 4.9. Konsentrasi siswa saat membuat mind map Kegiatan membuat mind map secara berkelompok mampu meningkatkan rasa ketertarikan terhadap mata pelajaran. Ketika pembuatan mind map, siswa dituntut untuk mencari kata-kata kunci dari setiap uraian materi atau dari berbagai sumber lainnya. Bahkan terdapat 2 orang siswa ketika pelajaran berlangsung meminta ijin guru, pergi mencari buku referensi lain di perpustakaan. Setelah 2 orang siswa pergi ke perpustakaan, kemudian disusul oleh beberapa orang siswa yang meminta ijin ikut mencari buku referensi lain untuk melengkapi kata-kata kunci dalam pembuatan mind map. Kata kunci pada mind map mempunyai fungsi tersendiri, ketika siswa membaca mereka menunjukan kemampuan imajinasi dan kreativitasnya sendiri tanpa dibatasi dengan tulisan-tulisan sekaligus mampu

(131) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 110 menyelesaikan permasalahan yang dihadapi. Pada kegiatan membuat mind map, siswa sangat tertarik dan menikmati aktivitasnya tersebut. Hal ini dibuktikan dengan pembagian tugas dalam kelompok, seperti terdapat siswa yang mencari kata kunci di dalam buku, membuat pola, mewarnai atau bertanya kepada guru. Gambar 4.10 Siswa tampak tertarik saat membuat mind map Pembuatan mind map mampu mendorong siswa untuk lebih aktif dalam mengikuti pelajaran. Hal demikian terlihat dari pembagian tugas dalam kelompok yang cukup baik dan mampu memberikan kesempatan kepada siswa yang lain untuk mencoba. Selain itu, melalui pembuatan mind map siswa juga belajar untuk berani bertanya maupun menjawab pertanyaan yang dilontarkan oleh guru. Perilaku demikian dapat muncul karena mind map merupakan bentuk perpaduan gambar, garis, animasi, dan warna untuk menggambarkan suatu materi yang dipelajari (Buzan, 2008: 114). Siswa yang dapat membuat mind map, berarti siswa tersebut telah melewati beberapa proses berpikir mulai dari melihat materi melalui membaca, mengingatnya dalam bentuk kata-kata kunci dan menuangkan kembali kebentuk atau bahasa yang berbeda melalui pembuatan mind map. Baik yang

(132) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 111 tertuang melalui simbol, maupun gambar-gambar pendukung lainnya untuk meningkatkan daya ingat siswa. Gambar 4.11. Siswa tampak aktif saat mengerjakan tugas kelompok Partisipasi siswa juga tampak dari sikap siswa yang yang membawa buku IPS lain dari rumah atau meminjam di perpustakaan untuk mengerjakan LKS maupun membuat mind map. Referensi buku IPS lain membantu siswa memperkaya informasi yang belum dijelaskan pada ringkasan materi yang dibagikan oleh guru. Sehingga informasi yang didapat siswa, dapat berguna untuk menyelesaikan LKS dan membuat mind map. Pengerjaan LKS dan pembuatan mind map dilakukan secara berkelompok sehngga diharapkan dapat terjalin suatu interaksi antar anggota kelompok. Melalui aktivitas membuat mind map maupun mengerjakan LKS, banyak siswa yang bertanya kepada guru mengenai kata kunci yang harus dituangkan dalam mind map atau kalimat sulit yang terdapat pada ringkasan atau sumber lain. Namun guru hanya memberikan penjelasan garis besarnya saja, sehingga siswa diharapkan mampu mencerna dan menemukan kata kuncinya sendiri melalui diskusi kelompok.

(133) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 112 Gambar 4.12.Siswa berdiskusi mengerjakan LKS Ketika waktu yang diberikan untuk membuat mind map telah habis. Beberapa kelompok menghampiri guru untuk meminta izin melanjutkan membuat mind map di ruang perpustakaan. Namun hanya dua kelompok saja yang melanjutkan membuat mind map di perpustakaan, tiga kelompok lainnya pulang kerumahnya masingmasing. Sikap siswa yang melanjutkan membuat mind map di ruang perpustakaan menunjukan antusiasme siswa cukup tinggi, hal ini terbukti dari ungkapan yang dilontarkan oleh salah satu siswa bernama D**n* “Mas, boleh tidak aku sama temanteman ngelanjutin buat mind map nya di perpustakaan?” Komentar siswa itulah yang menunjukan antusias siswa yang cukup tinggi ketika aktivitas membuat mind map secara berkelompok. Hal ini seperti yang dijelaskan oleh Slamento (2010:180) bahwa suatu minat digambarkan melalui sikap yang menunjukan bahwa siswa lebih menyukai suatu aktivitas (membuat mind map) daripada dari pada aktivitas (pulang). Secara keseluruhan kegiatan pembelajaran dengan menggunakan metode mind map pada pertemuan pertama ini berjalan cukup baik dengan, namun masih terdapat kekurangan yang dapat dijumpai. Pada pertemuan pertama ini masih ditemui siswa yang mengalami kebingungan dalam membuat mind map, sehingga

(134) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 113 berdampak pada banyaknya siswa yang bertanya kepada guru. Hal tersebut, dibuktikan dengan salah satu orang siswa yang bernama A*y*, dalam bahasa jawa; “mas, iki nggawe mind map e kepiye? Aku di kei contoh cara gawene”, dalam bahasa Indonesia; “mas, cara membuat mind map nya bagaimana? Aku dikasih contoh cara membuatnya?”. Kemudian siswa lain bernama F**a ikut bertanya, “mas kalo buatnya kaya gini sudah bener belum?”. Hal yang terjadi demikian menurut peneliti wajar terjadi selama proses kegiatan pembelajaran, mengingat bahwa mind map merupakan hal yang baru bagi siswa. Selama kegiatan pembelajaran berlangsung peran guru sengaja dibatasi. Hal tersebut bertujuan agar kegiatan belajar-mengajar menggunakan metode tradisional yang kesehariannya didominasi guru, dapat berkurang dengan menerapkan metode mind map yang diyakini mampu menumbuhkan minat belajar siswa selama proses kegiatan pembelajaran berlangsung. Menurut peneliti, penerapan metode mind map dalam kegiatan pembelajaran dirasa cukup berhasil. Hal tersebut dibuktikan dari total skor data hasil observasi yang mengalami peningkatan nilai rata-rata yang semula minat awal sebesar 6.6 mengalami peningkatan sebesar 7.88 pada pertemuan pertama dan 9.48 pada pertemuan ketiga. Pada akhir kegiatan pertemuan pertama ini peneliti melakukan wawancara dengan beberapa orang siswa. Berdasarkan berdasarkan wawancara tersebut dengan siswa yang bernama F*na “hari aku ini senang banget mas belajar IPS, soalnya ada kegiatan nempel-nempel nggambar sama buat mind map nya”. Sedangkan siswa lain bernama H**li mengatakan, “kegiatane nyenengke mas,

(135) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 114 beda karo pelajaran IPS biasane”. Bagi peneliti, ungkapan dua orang siswa tersebut merupakan tanda bahwa siswa mulai berminat terhadap pelajaran IPS. Karena siswa secara tidak sadar telah mengenal lebih mendalam tentang materi perkembangan teknologi di Indonesia, tanpa perlu menghafalkan terlalu banyak kata. Berdasarkan wawancara tersebut, peneliti menyimpulkan bahwa penerapan mind map mampu meningkatkan minat belajar siswa, meskipun dalam kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan masih terdapat kekurangan. Pada pertemuan kedua, aktivitas utama siswa adalah melanjutkan membuat mind map secara berkelompok dan mengerjakan lembar post test pertama. Pada pertemuan ini, siswa masih terlihat antusias mengerjakan mind map. Begitu juga dengan dua kelompok yang melanjutkan di perpustakaan setelah jam pelajaran selesai tampak antusias. Sedangkan saat siswa mengerjakan lembar post test pertama nampak serius dan tidak mengalami kesulitan dalam menjawab soal post test. Hal ini terlihat dari banyaknya siswa yang selesai mengerjakan tepat waktu dan terlihat tidak ada siswa yang berusaha bertanya kepada temannya. Gambar 4.13. Suasana saat mengerjakan soal post tes Pertemuan ketiga, kegiatan pembelajaran dimulai dengan memberikan salam kepada siswa, diikuti dengan kegiatan apersepsi. Pada kegiatan apersepsi

(136) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 115 siswa diajak keluar kelas untuk mengamati kendaraan yang melintas di sekitar lingkungan sekolah. Siswa nampak serius mengamati kendaraan yang melintas. Memasuki kegiatan inti, guru menayangkan video tentang perkembangan teknologi dan dampak perkembangan teknologi di Indonesia. Namun sebelum menayangkan video, guru terlebih dahulu mengulas meteri yang sudah dipelajari pada minggu sebelumnya. Setelah guru memberi ulasan materi, siswa dikondisikan duduk secara berkelompok. Pada saat melihat tayangan video siswa diharapkan tidak sekedar menonton saja, tetapi mencatat hal-hal penting yang ada pada video tersebut dan mampu menjawab pertanyaan yang diberikan oleh guru. Selanjutnya setelah melihat tayangan video, guru membagikan LKS secara berkelompok. Melalui LKS siswa diharapkan mampu mengetahui perkembangan teknologi transportasi di Indonesia serta dampak positif maupun negatif yang ditimbulkan akibat adanya perkembangan teknologi (produksi, komunikasi, dan transportasi) di Indonesia. Gambar 4.14. Siswa antusias saat mengerjakan LKS kelompok

(137) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 116 Setelah dirasa cukup, selanjutnya guru membagikan selembar kertas yang dibagikan kepada setiap siswa. Secara individu, siswa ditugaskan untuk membuat mind map. Mind map mecakup materi yang sudah disampaikan saat pembelajaran di pertemuan pertama dan ketiga. Dalam hal ini pengetahuan siswa akan diuji sampai sejauh mana siswa memahami materi perkembangan teknologi di Indonesia. Selain mengingat materi yang sudah dipelajari, siswa diharapkan mampu merubah informasi yang diperoleh dan dituangkan dengan cara membuat mind sesuai dengan ketentuan. Hal tersebut yang menjadi daya tarik mind map, karena mind map mampu mendorong siswa untuk mengingat kembali informasi yang telah tersimpan di dalam memori otak. Melalui mind map, siswa diberikan kebebasan untuk berimajinasi dan berkreativitas dengan memadukan; pola, gambar, simbol, garis lengkung maupun warna. Sehingga siswa tidak hanya tertarik membuat mind map, tetapi saat membaca atau mencari informasi siswa tidak merasa jenuh. Gambar 4.15. Siswa kosentrasi membuat mind map

(138) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 117 Keaktifan siswa tampak melalui kegiatan mengerjakan LKS maupun saat pembuatan mind map. Hal tersebut ditunjukkan oleh siswa ketika guru beberapa kali memberikan pertanyaan dan hampir seluruh siswa aktif memberikan tanggapan. Guru memberikan beberapa pertanyaan kepada siswa bertujuan untuk mengetahui apakah siswa sungguh-sungguh menyimak penjelasan guru. Selain berinteraksi dengan guru, siswa juga terlihat mampu berinteraksi dan bertukar pendapat dengan baik bersama kelompoknya. Pada kondisi ini, suasana pembelajaran terlihat kondusif dengan berkurangnya suara gaduh yang dilakukan siswa saat kegiatan diskusi berlangsung. Gambar 4.16. Antusias saat mengikuti kegiatan pembelajaran Pengamatan yang dilakukan peneliti, menunjukkan bahwa melalui kegiatan membuat mind map siswa menjadi lebih terlibat dalam proses kegiatan pembelajaran. Siswa terlihat sering berdiskusi dengan teman-temanya terkait dengan, bentuk, warna, garis, gambar, dan kata kunci yang akan dituangkan ke dalam mind map. Siswa juga tidak malu bertanya kepada guru ketika menghadapi

(139) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 118 beberapa kesulitan selama pembelajaran berlangsung, kususnya saat aktivitas membuat mind map. Setiap siswa memperlihatkan rasa tanggung jawab terhadap tugasnya yang diberikan dengan mencari alternatif lain, seperti terdapat beberapa siswa yang meminta izin pergi mencari buku IPS lain di perpustakaan untuk melengkapi tugas yang dikerjakan. Pada pertemuan terakhir, aktivitas yang dilakukan siswa adalah mengerjakan soal post test dan mengisi lembar kuesiorer minat akhir. Sebelumnya menghadapi post test, siswa terlebih dulu diingatkan oleh guru untuk mempersiapkannya, karena post test pada pertemuan terakhir ini mencakup materi secara keseluruhan. Siswa terlihat serius dan tidak mengalami kesulitan saat mengerjakan lembar post test kedua. Hal ini terlihat dari banyaknya siswa yang selesai mengerjakan tepat waktu dan terlihat tidak ada siswa yang berusaha mencontek atau bertanya kepada temannya. Setelah seluruh siswa selesai mengerjakan lembar post test, kemudian guru membagikan lembar kuesioner untuk melihat perbandingan minat siswa sebelum dan sesudah menerapkan metode mind map pada pembelajaran IPS materi perkembangan teknologi. Peneliti juga melakukan wawancara kepada beberapa siswa terkait kesulitan yang dihadapi saat mengerjakan soal post test kedua. Siswa bernama L*nt**g mengatakan;“saya bisa ngerjain post testnya kok mas, soalnya kan pas buat mind map kemairin jawab pertanyaan post tesya jadi gak susah. Siswa lain bernama I*nati** menjawab, “saoal post teste gampang mas, mind map seng aku gawe jawabane metu neng soal”. Berdasarkan wawancara yang dilakukan bersama siswa kelas IVA, menunjukkan bahwa pembuatan mind map mampu

(140) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 119 meningkatkan minat belajar siswa terhadap mata pelajaran IPS, khususnya pada materi perkembangan teknologi di Indonesia. Sehingga, siswa tidak kendala saat mengerjakan soal post-test. Secara keseluruhan, kegiatan pembelajaran yang dilaksanalan selama 7 jam pembelajaran berjalan lancar. Minat siswa dalam mengikuti kegiatan pembelajaran IPS sangat tinggi. Hal ini dibuktikan dengan peningkatan minat pada setiap indikator sebelum dan sesudah pembelajaran dengan menggunakan metode mind map. Berikut ini merupakan angket awal dan akhir dari salah satu siswa kelas IVA. Gambar 4.17. Kuesioner minat awal dan kuesioner minat akhir Setelah kegiatan pembelajaran menggunakan metode mind map selesai, banyak siswa yang menginginkan belajar menggunakan mind map pada materi IPS berikutnya. Salah satu siswa bernama L**T*ng mengatakan, “mas..mass, minggu depan belajar IPS pake mind map lagi ya, biar belajarnya gak bosenin, soalnya kalo belajar pake mind map jadi gampang di ingetnya”. Berdasarkan wawancara tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa mind map mampu menarik

(141) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 120 minat belajar siswa Karena secara tidak langsung, siswa akan menunjukkan minatnya dalam belajar IPS melalui pertanyaan minggu depan belajar dengan menggunakan mind map lagi. 4.3.2 Pemahaman Belajar Siswa Berdasarkan observasi dokumen hasil belajar siswa kelas IVA tahun ajaran 2012/2013 mata pelajaran IPS menunjukkan bahwa rata-rata nilai ulangan pada materi perkembangan teknologi di Indonesia sebesar 68.5. Sedangkan persentase jumlah siswa yang tidak lulus KKM sebesar 53.83%. Sesuai dengan observasi awal yang dilakukan oleh peneliti pada tanggal 21 Februari 2014 di kelas IV, rendahnya prestasi belajar siswa disebabkan kurangnya upaya guru dalam menciptakan suasana yang dapat menumbuhkan minat belajar siswa. Ceramah merupakan metode yang sering digunakan dan merupakan salah satu pilihan utama guru untuk menyampaikan materi. Padahal, kegiatan pembelajaran yang didominasi metode ceramah tidak akan menjamin keefektifan pembelajaran. Seperti siswa akan merasa mudah bosan, kebosanan saat guru menyampaikan materi dengan metode ceramah sering kali terjadi, sehingga siswa akan lebih sering menguap atau meletakan kepalanya diatas meja. Beliau menyadari bahwa dalam kegiatan pembelajaran tersebut, minat belajar yang dimiliki siswa kurang tampak. Menurut guru kelas IVA, kurang tampaknya minat belajar siswa dikarenakan materi pada mata pelajaran IPS sangat banyak dan bersifat hafalan, termasuk pada materi perkembangan teknologi di Indonesia. Mengakibatkan guru kelas IVA sering merasa kesulitan dalam menyampaikan materi pada mata pelajaran IPS.

(142) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 121 Djamarah dan Zain (2010;9) mengatakan belajar merupakan proses perubahan perilaku berkat pengalaman dan latihan. Oleh karena itu pemanfaatan mind map dalam kegiatan pembelajaran dirasa sangat bermanfaat bagi peneliti. Siswa ikut dilibatkan dalam proses pemecahan masalah saat kegiatan membuat mind map. Selanjutnya siswa digiring untuk melihat hubungan yang terjadi antara cabang dengan beberapa rangkaian masalah yang terdapat pada mind map (Buzan, 2005: 38). Selain itu siswa juga dibimbing untuk memahami hubungan tiap cabang yang menunjukan inti dari permasalahan yang sedang dipelajari siswa Peneliti mencoba merancang rencana pelaksanaan pembelajaran yang melibatkan seluruh siswa dalam setiap aktivitas pembelajaran. Peneliti merancang kegiatan pembelajaran sesuai dengan kurikulum tingkat satuan pendidikan yang menekankan pada kegiatan eksplorasi, elaboradi dan konfirmasi di dalam kegiatanya. Eksplorasi merupakan kegiatan yang melibatkan siswa secara menyeluruh untuk memperoleh pengalaman baru dari situasi yang baru. Elaborasi merupakan hasil pengalaman dari kegiatan eksplorasi, dimana siswa didorong untuk menyampaikan hasil pengalamanya bersama teman-temanya. Sedangkan konfirmasi merupakan kegiatan umpan balik terhadap apa yang dihasilkan siswa melalui pengalaman belajar di dalam kegiatan konfirmasi juga terdapat pembenaran, penegasan dan pengesahan untuk menguatkan pengetahuan yang siswa peroleh. Pada penelitian yang sudah dilakukan, peneliti memanfaatkan metode mind map untuk meningkatkan pemahaman belajar siswa. Berdasarkan hasil posttest pertama, diketahui bahwa prestasi belajar siswa mengalami peningkatan rata-

(143) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 122 rata dari 68,45 pada tahun ajaran 2012/2013 menjadi 75,19. Persentase jumlah siswa yang lulus KKM pada post-test pertama juga mengalami peningkatan dari 56,42% menjadi 77,78%. Berikut tabel yang menunjukkan kenaikan pemahaman belajar siswa. No. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 Nama Siswa DKI IG.L DV ADM FRD FRN ANR SNA WDY AZ KV ADL FDL IML ARY FN RTS LTG BY DNA HBL GIQ ILM SN ES DTO RM Rata-rata nilai Jumlah siswa tuntas KKM Prosentase Nilai post tes 1 60 73 73 100 66 80 80 80 60 80 60 73 73 73 73 80 80 80 66 93 80 86 80 73 73 60 Tuntas/tidak tuntas Tidak tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tidak tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tidak tuntas Tuntas Tidak tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tidak tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tidak tuntas 75.19 Nilai post tes 2 76 84 84 92 84 84 84 80 80 96 64 84 88 84 84 88 84 88 80 92 88 84 84 72 80 64 Tuntas/tidak tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tidak Tuntas 82.76 21 24 77.78% 88.88% Tabel 4.9. Peningkatan jumlah ketuntasan belajar siswa Tabel di atas menunjukan adanya peningkatan dari rata-rata pada post-test pertama sebesar 75.19 menjadi 82.76 pada post-test kedua. Prosentase siswa yang

(144) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 123 lulus KKM sebesar 67 juga mengalami peningkatan dari semula sebesar 77.78% menjadi 88,88%. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa penerapan metode mind map pada mata pelajaran IPS di kelas IVA SDN Keceme1, mampu meningkatkan pemahaman belajar siswa. Berikut tabel tentang pencapaian hasil belajar siswa. Variable Prestasi/ pemaha man belajar Indikator Rerata nilai siswa Prosentase jumlah siswa lulus kkm Kondisi awal Target capaian 67,3 72 56,66% 75% Siklus 1 Post test Post test 1 2 75,19 77,78% 82,76 88,88% Instrumen Post test post test Keterangan Jumlah nilai seluruh siswa dibagi jumlah siswa Jumlah siswa yang lulus KKM dikali 100% dibagi jumlah keseluruhan siswa Tabel 4.10. Pencapaian hasil belajar siswa Berdasarkan tabel di atas, dapat diketahui bahwa indikator rerata nilai siswa melebihi target capaian penelitian. Peneliti hanya menargetkan rerata nilai 72, akan tetapi pada post-test pertama dan post-test kedua mengalami peningkatan masing-masing dari 75,19 menjadi 88.69. Pada indikator presentase jumlah siswa lulus KKM juga melebihi target yang telah ditetapkan oleh peneliti. Semula peneliti hanya menargetkan peningkatan sebesar 75%, akan tetapi target yang dicapai melebihi target capaian awal sebesar 77.78% pada post-test pertama menjadi 88.88% pada post-test kedua. Sehingga dari hasil rerata nilai siswa dan prosentase jumlah siswa lulus KKM tersebut, peneliti menyimpulkan bahwa metode mind map dapat meningkatkan pemahaman belajar siswa kelas IVA SDN Keceme1 pada mata pelajaran IPS.

(145) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 124 Metode mind map mampu meningkatkan pemahaman belajar siswa karena mind map disusun berdasarkan karakteristik tahap perkembangan kognitif siswa. Siswa kelas IVA SDN Keceme1 berada di usia rata-rata 9-11 tahun. Menurut Piaget (dalam Suparno, 2001), pada usia 9-11 tahun anak memasuki tahapan belajar operasional konkret. Merupakan tahap dimana anak sudah dapat membentuk operasi-operasi mental atas pengetahuan yang mereka miliki. Namun dalam proses membangun pengetahuan tersebut seorang anak membutuhkan benda nyata atau kongkrit, sehingga memudahkan anak untuk mengembangkan pengetahuannya. Pada tahap ini pula seorang anak sudah mampu menggunakan operasi yang mereka ketahui serta sikap individual anak sudah mulai berkurang. Sikap tersebut tampak saat siswa bekerjasama mengerjakan LKS maupun membuat mind map. Setiap anggota kelompok mempunyai tugas dan tanggung jawab terhadap keberhasilan kelompoknya. Sehingga siswa mengurangi sikap individualnya dengan sikap saling bekerjasama dan memberikan kesempatan kepada temannya untuk mencoba melakukan. Gambar 4.18. Kerjasama yang terbentuk saat mengerjakan LKS Melalui aktivitas pembuatan mind map, siswa diarahkan untuk menggunakan dua hal dalam proses berpikir yaitu berpikir imajinatif dan derfikir

(146) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 125 asosiatif (Buzan, 2005:12). Berpikir secara imajinatif memungkinkan seorang siswa untuk mengingat materi pelajaran, karena berpikir imajinatif memungkinkan segala sesuatu tampak lebih menarik. Ringkasan materi atau sumber buku IPS yang mempelajari tampak lebih mudah dipahami bila kalimat yang terdapat pada ringkasan atau sumber buku IPS dibayangkan sebagai benda konkret. Sebagai contoh siswa menemukan istilah kata transportasi, kemudian siswa tersebut dapat mengimajinasikan kata transportasi menjadi sebuah gambar mobil, pesawat, perahu, jalan raya atau atau terminal. Sedangkan berpikir asosiatif merupakan proses berpikir dimana pengetahuan lama yang dimiliki merangsang timbulnya pengetahuan-pengetahuan baru. Berpikir asosiatif juga tidak ditentukan atau diarahkan, sehingga pengetahuan itu akan timbul dengan pengetahuan sebelumnya. Pembuatan mind map dirancang melalui dua proses berpikir, yaitu imajinatif dan asosiatif (Buzan,2005:12). Dalam pembuatan mind map siswa diharapkan mampu mengembangkan kemampuan imajinasi serta menggabungkan pengetahuan yang baru didapat dengan pengetahuan sebelumya sehingga dapat dituangkan kedalam bentuk visual. Bentuk visual tersebut merupakan mind map yang didalamnya terdapat unsur garis lengkung, warna, gambar dan kata kunci.

(147) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 126 Gambar 4.19. Mind map yang dibuat oleh siswa Pada gambar di atas, mind map yang dibuat siswa dengan memadukan unsur garis lengkung, warna, simbol atau gambar dan kata kunci. Hasil karya mind map yang dibuat siswa sudah terlihat bagus, tetapi pada mind map tersebut salah satu unsur yang menjadi ciri khas dalam mind map belum tampak, yaitu gambar atau simbol untuk mewakili kata kunci. Namun secara keseluruhan kegiatan membuat mind map pada pertemuan pertama ini dirasa berhasil, karena sudah mewakili 5 kata kerja pada tahap memahami Taksonomi Bloom. Beberapa kelompok terlihat sudah mampu memberikan contoh teknologi produksi dan merangkum kalimat-kalimat panjang dari ringkasan materi atau dari referensi lain sehingga dapat ditarik kesimpulan menjadi sebuah kata kunci. Kelompok lain juga terlihat sudah mampu membuat kesimpulan dari beragam peristiwa seperti cara berkomunikasi pada zaman dahulu dengan cara berkomunikasi masa kini serta menuliskan perbandingannya pada LKS. Saat kegiatan persentasi berlangsung, setiap siswa belajar menjelaskan mind map yang telah mereka buat secara berkelompok maupun secara individu. Semakin baik

(148) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 127 siswa menguasai materi, maka semakin baik pula kemampuan siswa dalam menjelaskan materi. Hal tersebut membuktikan bahwa 5 kata kerja dalam tahap pemahaman Taksonomi Bloom yaitu memberikan contoh, menjelaskan, merangkum, menyimpulkan dan membandingkan sudah terlihat selama proses kegiatan pembelajaran berlangsung. Gambar 4.20. Mind map yang dibuat siswa pada pertemuan pertama Sedangkan saat kegiatan membuat mind map yang dilakukan secara mandiri, siswa tampak lebih antusias. Hal tersebut terjadi karena siswa diberikan kesempatan untuk berkreativitas dan berimajinasi membuat pola, menggunakan perpaduan warna, pemilihan kata kunci serta menghias mind map dapat disesuaikan dengan keinginan siswa, tanpa mempertimbangkan pendapat siswa lain. Mind map yang dibuat siswa tampak lebih berbobot terlihat dari isi (kata kunci) cukup lengkap dan unsur pendukung lainnya (garis, warna, gambar) juga termuat di dalamnya. Melalui aktivitas membuat mind map, pemahaman siswa IVA SDN Keceme 1 menjadi lebih berkembang sehingga siswa mampu memberikan contoh

(149) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 128 atau mencontoh, merangkum, menjelaskan, menyimpulkan serta membandingkan. Gambar 4.20 merupakan hasil kerja siswa secara berkelompok. Topik yang menjadi pusat pembelajaran digambarkan dengan bendera merah putih. Bendera merah putih melambangkan materi yang akan dipelajari pada pertemuan pertama. Materi tersebut adalah perkembangan teknologi produksi dan komunikasi di Indonesia. Selanjutnya siswa membagi garis lengkung menjadi 2 cabang, yaitu perkembangan teknologi produksi dan komunikasi. Teknologi produksi diwakilkan melalui simbol pakaian, kue, dan kayu. Siswa mengartikan pakaian sebagai teknologi produksi sandang, kue diartikan sebagai teknologi produksi pangan, dan teknologi produksi papan yang disimbolkan melalui kayu. Begitu halnya dengan simbol yang dituangkan pada perkembangan teknologi komunikasi, siswa telah mampu membandingkan dan memberikan contoh perkembangan teknologi komunikasi modern dan tradisional di Indonesia. Teknologi komunikasi modern digambarkan dengan simbol handphone dan komputer, sedangkan simbol bedug, burung merpati, dan surat mewakili perkembangan teknologi komunikasi tradisional. Contoh yang dituliskan pada cabang mind map merupakan rangkuman dari berbagai sumber buku referensi yang dituangkan menjadi sebuah kata kunci sederhana yang mewakili permasalahan yang dibahas. Penentuan kata kunci tersebut menuntut kemampuan menyimpulkan. Karena bila referensi yang digunakan siswa banyak, sementara kemampuan menyimpulkan kata kunci rendah, maka dipastikan kata kunci yang dipilih akan keluar dari permasalahan yang dibahas.

(150) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 129 Gambar 4.21. Garis, gambar dan warna tampak pada mind map yang dibuat Gambar 4.21 merupakan hasil pekerjaan siswa secara individu. Kata kunci yang dituliskan ditengah merupakan materi yang akan dipelajari secara keseluruhan. Pemberian garis lengkung pada mind map dilakukan untuk memisahkan sub-sub materi yang dipelajari. Sub-sub materi tersebut diantaranya perkembangan teknologi produksi, perkembangan teknologi komunikasi, perkembangan teknologi transportasi, dan dampak perkembangan teknologi di Indonesia. Tiap sub materi sudah diwakilkan dengan simbol yang sesuai dengan materi, contohnya siswa sudah mampu membandingkan teknologi transportasi modern dan tradisional yang disimbolkan dengan sepeda motor dan mobil. Simbol gerobak menggambarkan teknologi transportasi tradisional. Unsur yang digunakan siswa dalam membuat mind map sudah membuktikan bahwa 5 kata kerja dalam tahap pemahaman Taksonomi Bloom yaitu memberikan contoh, menjelaskan, merangkum, menyimpulkan dan membandingkan sudah terlihat selama proses kegiatan pembelajaran berlangsung.

(151) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 130 Kamampuan memahami siswa sangat terbantu dengan adanya kegiatan membuat mind map dalam pembelajaran IPS. Hal tersebut sesuai dengan wawancara yang dilakukan peneliti dengan siswa bernama T***a ‘kalo belajarnya pake mind map jadi lebih cepat ngerti mas, soalnya ada gambar sama kata kuncinya’. Melalui wawancara tersebut menunjukan bahwa melalui kegiatan membuat mind map siswa akan lebih terbantu dalam memahami ataupun mengingat materi. Siswa lebih mudah memahami karena mind map merupakan visualisasi dari berbagai bentuk seperti, gambar, simbol, garis, maupun perpaduan warna warna. Selain hal tersebut, mind map juga mampu merubah konsep-konsep abstrak kebentuk konkrit. Siswa tidak hanya mengingat suatu masalah dalam pemikiran mereka. Melainkan, siswa juga mampu melihatnya secara langsung bentuk gambar atau simbol-simbol yang mewakili materi pada mind map. Mind map tidak hanya menyenangkan, tetapi mind map memiliki unsur yang sesuai dengan karakteristik perkembangan siswa tahap operasional konkret (Piaget dalam Suparno, 2001), di mana seorang anak mengalami proses belajar dengan cara melihat benda konkret atau nyata. Gambar, garis lengkung, dan warna merupakan bentuk nyata. Melalui aktivitas pembuatan mind map pemahaman belajar siswa kelas IVA SDN Keceme 1 pada mata pelajaran IPS semakin meningkat.

(152) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB V KESIMPULAN, KETERBATASAN DAN SARAN Penelitian yang dilakukan merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) dengan tujuan untuk meningkatkan minat dan pemahaman belajar IPS siswa kelas IVA SDN Keceme 1 yang berjumlah 27 siswa dengan menggunakan metode mind map. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan dalam satu siklus dapat disimpulkan bahwa: 5.1 Kesimpulan Penerapan metode mind map dengan memadukan unsur gambar, simbol garis lengkung, dan warna, dapat meningkatkan minat belajar siswa kelas IVA SDN Keceme1 Sleman, pada mata pelajaran IPS materi perkembangan teknologi di Indonesia Semester genap Tahun Pelajaran 2013/2014. Berdasarkan penerapan metode mind map di kelas IVA SDN Keceme1, siswa merasa senang saat mengikuti proses pembelajaran dengan menggunakan metode mind map. Hal tersebut terlihat dari siswa duduk tenang saat pelajaran berlangsung serta banyaknya siswa yang aktif bertanya dan menyampaikan pendapat saat diskusi kelompok. Kegiatan membuat mind map dapat melatih keberanian siswa dalam menjawab pertanyaan yang diberikan guru maupun mengemukakan pendapat saat bekerja dalam kelompok. Hal tersebut seperti yang diungkapkan Buzan (2006:62) mengenai fungsi mind map yang dapat membantu seorang siswa dalam berkomunikasi. 131

(153) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 132 Melalui mind map seorang siswa akan belajar menyusun pertanyaan yang hendak ditanyakan dan menentukan seberapa lama seorang siswa mempu melakukan komunikasi dengan orang lain. Selain itu mind map dikemas menjadi kegiatan pembelajaran yang menarik dengan tujuan untuk merangsang siswa agar lebih memahami materi (Buzan, 2005:98). Hal tersebut seperti yang terlihat saat guru menjelaskan materi dengan mind map, siswa terlihat duduk duduk tenang memperhatikan dan mencatat hal-hal penting yang disampaikan oleh guru. Antusias siswa dalam mengikuti pembelajaran dengan metode mind map juga tampak. Siswa terlihat antusias ketika mengikuti pembelajaran, terutama saat kegiatan tanya jawab dan kegiatan membuat mind map. Siswa terlihat begitu antusias saat membuat mind map, karena melalui mind map siswa diberikan kebebasan untuk berkreativitas dan berimajinasi dalam mengkreasikan mind map. Kebebasan berimajinasi tidak hanya mempermudah siswa dalam memahami materi, tetapi berdampak pada rasa percaya diri dan kerjasama. Ketika membuat mind map, siswa dituntut untuk percaya diri dalam menuangkan imajinasinya. Siswa diharapkan tidak terpengaruh dengan pendapat temannya atau merasa minder dengan mind map yang dibuat oleh temannya. Membuat mind map pada setiap kegiatan pembelajaran dapat menghindarkan siswa dari rasa bosan dan jenuh. Seluruh kegiatan pembelajaran dengan menggunakan metode mind map mendorong siswa kelas IVA SDN Keceme 1 ikut berpartisipasi aktif, menumbuhkan ketertarikan terhadap materi pelajaran, keinginan mengikuti pelajaran, pemusatan perhatian, perasaan senang, serta keaktifan siswa yang semuanya merupakan indikator minat belajar.

(154) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 133 Mind map menyajikan kegiatan pembelajaran yang lebih menyenangkan bagi siswa karena mind map menggunakan perpaduan garis lengkung, gambar, warna serta kata kunci. Melalui mind map pemahaman siswa IVA SDN Keceme1 menjadi lebih berkembang dengan melibatkan siswa untuk mampu memberikan contoh, merangkum, menjelaskan, menyimpulkan serta membandingkan. Hal tersebut terlihat dari kemampuan siswa memberikan contoh saat kegiatan tanya jawab maupun saat menuliskan kata kunci pada cabang mind map. Hal demikian mendorong siswa mencari sumber buku lain karena tuntutan belajarnya semakin tinggi, sehingga kemampuan siswa dalam memberikan contoh-contoh akan meningkat. Contoh yang dituliskan pada cabang mind map merupakan rangkuman dari berbagai sumber buku referensi yang dituangkan menjadi sebuah kata kunci sederhana yang mewakili permasalahan yang dibahas. Penentuan kata kunci menuntut kemampuan menyimpulkan. Karena bila referensi yang digunakan siswa banyak sementara kemampuan menyimpulkan kata kunci rendah, maka dipastikan kata kunci yang dipilih akan keluar dari permasalahan yang dibahas. Saat kegiatan persentasi berlangsung, setiap siswa belajar menjelaskan mind map yang telah mereka buat secara berkelompok maupun secara individu. Semakin baik siswa menguasai materi, maka semakin baik pula kemampuan siswa dalam menjelaskan materi. Melalui mind map siswa akan lebih mudah menjelaskan materi, karena mind map merupakan metode yang divisualisasikan dalam bentuk warna, gambar, garis lengkung dan kata kunci. Selanjutnya, siswa membandingkan informasi yang mereka peroleh dari kegiatan persentasi dengan

(155) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 134 informasi yang mereka peroleh saat kegiatan pembelajaran sehingga memperkaya pemahaman siswa akan materi yang dipelajari. Menurut Piaget (dalam Suparno, 2001), siswa kelas IV dengan rentang usia 9-11 tahun memasuki tahap operasional konkrit. Tahap demikian, siswa sudah mampu berfikir logis dan kritis namun memerlukan alat bantu berpikir nyata. Mind map merupakan alat bantu atau media berpikir konkret, karena didalamnya menyajikan sebuah meteri pembelajaran menjadi suatu yang nyata melalui gambar, garis lengkung, simbol, warna dan kata kunci. 5.2 Keterbatasan penelitian Pada penelitian tindakan kelas ini, peneliti menyadari bahwa masih terdapat banyak keterbatasan dalam pelaksanaannya. Adapun keterbatasan tersebut dipaparkan sebagai berikut; 1. Peneliti melakukan penelitian hanya dengan 1 (satu) siklus. Hal tersebut dilakukan dengan pertimbangan antara peneliti dan guru kelas IVA. Seharusnya, penelitian Tindakan Kelas (PTK) dilaksanakan melalui 2 siklus penelitian atau lebih. Untuk mengatasi keterbatasan tersebut, peneliti mempersiapkan instrumen sebaik mungkin sesuai dengan uji validitas dan reliabilitas. 2. Penelitian tindakan kelas (PTK) guru kelas tidak sepenuhnya terlibat selama proses penelitian berlangsung. Namun peneliti juga seharusnya ikut terlibat selama proses penelitian, karena penelitian tindakan kelas

(156) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 135 (PTK) merupakan penelitian kolaboratif yang mengutamakan kerjasama antara guru kelas dan peneliti. 3. Peneliti sebaiknya menggali pengetahuan lebih mendalam terkait denagn unsur yang terdapat pada mind map seperti gambar, simbol, garis lengkung, warna dan kata kunci. Hal tersebut perlu dilakukan karena muncul anggapan bahwa mind map dapat meningkatkan minat dan pemahaman belajar siswa bukan karena mind map itu sendiri, melainkan karena unsur mind map didalamnya. 5.3 Saran Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, saran yang dapat diberikan bagi peneliti guru/ wali kelas yang bertindak sebagai peneliti, sebagai berikut 1. Penelitian Tindakan Kelas (PTK) sebaiknya dilakukan 2 (dua) siklus penelitian. Melalui dua siklus penelitian diharapkan hasil penelitian akan dapat lebih dipercaya dan perbedaan variabel antara sebelum dan sesudah penelitian akan lebih terlihat. 2. Setiap siswa memiliki kemampuan yang beraneka ragam termasuk saat mengikuti kegiatan pembelajaran. Oleh karena itu, guru sebaiknya mengetahui karakteristik tiap siswa agar kegiatan pembelajaran dapat berjalan dengan baik.

(157) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 136 DAFTAR REFERENSI Afindra, P. (2011). Peningkatan Prestasi Belajar Dengan Teknik Pembelajaran Mind Map Mata Pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan Bagi Siswa Kelas IV A SDN Glagahombo 1 Sleman Semester Genap Tahun Pelajaran 2010/2011. Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma. Arifin, Z. (2011). Penelitian Pendidikan. Bandung: Rosdakarya. Aqib, Z. (2006). Penelitian Tindakan Kelas. Bandung : Yrama Widya. Azwar, S. (2009). Reliabilitas dan Validitas. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. BSNP. (2006). Standar Isi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) 2006. Jakarta: Depdiknas. Buzan, T. (2005). Buku Pintar Mind Map: Agar Anak Mudah Menghafal danBerkonsentrasi. Jakarta: Gramedia. Buzan, T. (2008). Buku Pintar Mind Map. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. Djamarah dan Zain. (2002). Strategi Belajar Mengajar. Jakarta : Rineka Cipta Rohani, A. 2004. Pengelolaan Pengajaran. Jakarta: PT Rineka Cipta. Depdikbud. (2007). Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan ( KTSP ) untuk satuan pendidikan dasar SD/MI (semester I & II). Jakarta: BP. Cipta Jaya. Djiwandono, E.S. (2006). Psikologi Pendidikan. Jakarta: Grasindo. Gie, T.L, (2002). Cara Belajar Yang Efisien. Yogyakarta:PUBIB. Hamalik, O. (2003). Kurikulum dan Pembelajaran. Jakarta: PT Bumi Aksara. Idrus, M. (2007). Metode Penelitian Ilmu-ilmu Sosial. Graha Indonesia. Krathwohl & Anderson, W. (2010). Kerangka Landasan Untuk Pembelajaran, Pengajaran, dan Asesmen (Revisi Taksonomi Pendidikan Bloom). Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Kusuma, W dan Dwigatama. (2010). Mengenal Penelitian Tindakan Kelas, Edisi Kedua. Jakarta: Indeks. Kasboelah, K. (2001). Penelitian Tindakan Kelas. Malang: Universitas Negeri Malang. Kunandar. (2009). Langkah Mudah Penelitian Tindakan Kelas Sebagai Pengembangan Profesi Guru. Jakarta: Rajawali Pres.

(158) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 137 Margono, S. 2007. Metodologi Penelitian Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta. Maryudani, B. (2010). Peningkatan Prestasi Belajar dalam Mata Pelejaran IPS, dengan Teknik Mind Mapping Siswa Kelas V SDK Kintelan I Yogyakarta Tahun Pelajaran 2009/2010. Skripsi tidak diterbitkan. Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma. Masidjo. (2006). Penilaian Hasil Pencapaian Belajar Siswa di Sekolah. Yogyakarta: Kanisius. Muslich, M. (2010). Authentic Assessment: Penilaian Berbasis Kelas dan Kompetensi. Bandung: PT Refika Aditama. Mulyasa, H. E. (2009). Praktik Penelitian Tindakan Kelas. Bandung: Rosdakarya. Rohani, A. 2004. Pengelolaan Pengajaran. Jakarta: PT Rineka Cipta. Sanjaya,W. (2006). Strategi Pembelajaran Berorientasi pada Standar Proses Pendidikan. Jakarta:Kencana. Santrock, J. W. (2011). Psikologi Pendidikan Educational Psychology edisi 3 buku. Jakarta: Salemba Humanika. Sapriya. (2009). Pendidikan IPS. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. Sarwono, J. (2009). Statistik Itu Mudah : Panduan Lengkap untuk Belajar Komputasi Statistik Menggunakan SPSS 16. Yogyakarta: ANDI Slameto. (2010). Belajar dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Jakarta: PT. Rineka Cipta . Sumantri, M. (2001). Strategi Belajar Mengajar. Bandung: CV. Maulana. Sugiyono. (2012). Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kualitatif Kuantitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta. Suharsimi, A. (2009). Dasar–Dasar Evaluasi Pendidikan (edisi revisi). Jakarta: Bumi. Suharsimi, A. (2010) .Penelitian Tindakan. Yogyakarya: Aditya Media Sujanto, E. 2011. Sukses Belajar dan Mengajar dengan Teknik Memori. Jakarta: Duta Prima. Sudijono, N. (2009). Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. Bandung: Rosdakarya. Sukardijo. (2008). Kumpulan Materi Evaluasi Pembelajaran. Yogyakarta: UNY

(159) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 138 Suparno. (2001). Teori Perkembangan Kognitif Jean Piaget. Yogyakarta: Kanisius. Sobur, A. 2003. Psikologi Umum dalam Lintasan Sejarah. Bandung: CV Pustaka Setia. Trianto. (2010). Model Pembelajaran Terpadu: Konsep, Strategi, dan Implementasinya dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Jakarta: Bumi Aksara. Purwanto, N. (2010). Prinsip-Prinsip dan Teknik Evaluasi Pengajaran. Bandung: PT.Rosdakarya. Pusat Kurikulum. (2006). Model Pengembangan Silabus Mata Pelajaran dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran IPS Terpadu. Jakarta. Windura, S, (2008). Mind Map, Langkah Demi Langkah. Jakarta : Elexn Media Komputindo. Febriana, K, Kusmariyatni, dan I Nym. Murda. (2012).“Pengaruh Model Pembelajaran ARIAS (Assurance, Relevance, Interest, Assesment, dan Satisfaction) Berbantuan Mind Mapping Terhadap Minat Dan Motivasi Belajar Ips Siswa Kelas V SD di Gugus Semeru”. Universitas Pendidikan Ganesha Singaraja. Diakses tanggal 4 Oktober 2013. Wahyudin, S,A dan Sutikno.(2010).”Keefektifan Pembelajaran Berbantuan Multimedia Menggunakan Metode Inkuiri Terbimbing Untuk Meningkatkan Minat Dan Pemahaman Siswa”. UNNES. Jurnal Pendidikan Fisika Indonesia 6 (2010) 58-62. ISSN: 1693-1246. Diakses tanggal 12 Oktober 2013. Marhaeni, Darmayoga, dan I Wayan Lasmawan .(2013). “Pengaruh Implementasi Metode Mind Mapping Terhadap Hasil Belajar IPS Ditinjau Dari Minat Siswa Kelas IV SD SATHYA SAI DENPASAR”. Journal Program Pascasarjana Universitas Pendidikan Ganesha Jurusan Pendidikan Dasar (Volume 3 Tahun 2013). Diakses tanggal 24 November 2014.

(160) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI LAMPIRAN 139

(161) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI LAMPIRAN LAMPIRAN 1 Surat Perizinan 140

(162) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 1.1 Surat izin penelitian 141

(163) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 1.2 Surat keterangan telah melaksanakan penelitian 142

(164) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI LAMPIRAN LAMPIRAN 2 Data Awal dan Kuesioner 143

(165) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 2.1 Daftar nilai kelas IVA Tahun ajaran 2012/2013 144

(166) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 145 2.2 Data minat awal Jumlah Nomor kuesioner Nama DKI IG.L DV ADM FRD FRN ANR SNA WDY AZ KV ADL FDL IML ARY FN RTS LTG BY DNA HBL GIQ ILM SN ES DTO RM 1 4 3 2 4 4 4 4 2 2 2 2 3 3 3 2 3 4 4 4 3 4 2 4 4 2 4 4 3 4 3 4 5 3 3 2 3 2 4 2 6 2 3 2 3 2 2 2 7 3 3 4 3 2 4 2 8 2 3 3 3 2 3 2 9 4 2 3 2 2 2 2 10 2 2 2 3 2 2 3 11 2 3 4 2 2 3 3 12 3 3 4 3 2 4 4 13 4 3 2 4 2 3 2 37 38 38 39 33 39 36 4 3 4 4 3 2 4 3 4 4 4 3 4 2 1 3 2 3 1 4 2 3 3 4 4 3 4 3 4 2 4 4 4 4 4 3 4 3 4 2 4 4 3 4 4 4 4 4 3 3 4 3 3 4 4 4 4 4 3 4 4 3 4 4 4 2 2 3 2 3 2 2 2 2 2 3 3 3 3 2 3 3 3 3 2 2 2 4 3 2 4 2 1 4 4 4 1 3 4 2 4 4 4 3 2 4 3 2 4 4 2 2 4 2 2 3 4 2 2 2 2 3 4 2 3 2 3 2 2 4 3 3 3 3 2 2 4 3 2 3 3 2 3 4 4 4 1 4 4 4 3 4 4 2 3 3 2 2 3 1 4 4 3 2 4 4 3 2 4 35 35 44 33 45 39 41 38 41 42 41 39 46 4 4 3 4 3 T T 3 4 2 1 2 I I 4 2 3 4 4 d d 3 4 4 4 4 a a 3 2 3 4 4 k k 2 3 4 3 3 3 2 4 4 3 d d 3 3 3 1 2 a a 4 4 4 3 3 t t 3 4 3 4 3 a a 4 4 3 2 4 n n 3 4 4 4 3 g g 4 2 2 2 2 43 42 42 40 40 Rata-rata 39.24

(167) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 2.3 Kuesioner minat awal 146

(168) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 147

(169) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 148

(170) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 149 2.4 Data minat akhir Nama 1 2 3 4 DKI IG.L DV ADM FRD FRN ANR SNA WDY AZ KV ADL FDL IML ARY FN RTS LTG BY DNA HBL GIQ ILM SN ES DTO RM 4 4 4 4 4 4 2 4 3 4 3 4 4 4 4 4 3 4 3 4 4 4 4 4 2 T T 2 2 2 4 3 3 3 4 4 4 1 4 2 4 2 4 3 4 2 4 2 2 2 4 2 i i 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 3 4 4 4 2 4 4 4 4 4 3 d d 2 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 3 4 4 4 4 3 3 4 3 4 4 4 3 4 a a Nomor kuesioner 5 6 7 8 9 3 4 3 2 2 3 4 4 4 2 4 3 2 3 3 4 4 3 4 4 4 3 4 4 4 3 3 2 3 2 4 2 2 4 4 4 2 3 4 4 4 2 2 2 3 4 4 3 4 4 k k Rata-rata 4 3 3 4 4 3 3 3 4 4 4 4 4 2 3 4 4 4 4 4 2 4 3 2 4 d d 3 2 4 3 4 3 4 3 4 4 1 4 1 4 4 2 3 3 2 4 4 4 4 1 3 a a 3 4 4 3 2 4 2 2 3 3 2 4 3 2 3 2 4 4 4 4 4 2 3 3 3 t t 1 0 2 3 3 2 2 4 2 3 4 2 3 2 4 2 4 2 3 4 3 4 3 2 4 4 3 a a 1 1 3 4 3 2 3 3 4 2 4 3 4 2 3 4 3 4 3 4 3 4 2 4 3 4 3 n n 1 2 3 4 2 4 3 3 4 3 3 4 3 4 4 4 2 4 4 3 4 4 4 4 3 2 3 g g 1 3 2 3 4 3 4 3 4 3 4 4 4 4 3 3 3 4 3 4 4 4 3 2 2 4 2 Jumla h 39 42 42 45 43 45 41 41 48 48 41 47 37 42 38 44 43 49 40 51 42 40 43 42 40 42.92

(171) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 2.5 Kuesioner minat akhir 150

(172) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 151

(173) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI LAMPIRAN LAMPIRAN 3 Perangkat Pembelajaran 152

(174) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 3.1 Silabus pembelajaran 153

(175) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 154

(176) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 155

(177) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 3.2 RPP pertemuan-1 156

(178) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 157

(179) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 158

(180) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 159

(181) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 160

(182) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 161

(183) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 162

(184) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 163

(185) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 164

(186) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 3.3 LKS Pertemuan-1 165

(187) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 166

(188) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 167

(189) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 168

(190) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 169

(191) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 170

(192) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 171

(193) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 172

(194) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 173

(195) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 3.4 RPP Pertemuan-2 174

(196) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 175

(197) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 176

(198) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 177

(199) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 178

(200) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 179

(201) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 180

(202) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 181

(203) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 182

(204) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 3.5 LKS PERTEMUAN-2 183

(205) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 184

(206) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 185

(207) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 186

(208) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 187

(209) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 188

(210) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI LAMPIRAN LAMPIRAN 4 Validitas Perangkat Pembelajaran 189

(211) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 4.1 Validasi RPP-1 guru kelas IVA 190

(212) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 191

(213) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 4.2 Validasi RPP-2 guru kelas IVA 192

(214) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 193

(215) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 4.3 Validasi RPP-1 Kepala Sekolah 194

(216) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 195

(217) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 4.4 Validasi RPP-2 Kepala Sekolah 196

(218) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 197

(219) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 4.5 Validasi RPP-1 dan 2 Dosen ahli 198

(220) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 199

(221) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI LAMPIRAN LAMPIRAN 5 VALIDASI KUESIONER 200

(222) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 5.1 Validasi kuesioner guru kelas IV 201

(223) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 202

(224) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 203

(225) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 5.2 Validasi kuesioner Kepala Sekolah 204

(226) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 205

(227) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 206

(228) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 5.3 Validasi kuesioner Ahli 207

(229) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 208

(230) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI LAMPIRAN LAMPIRAN 6 Validitas-Reliabilitas Soal post test 1, post test 2 dan analisis faktor 209

(231) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 6.1 Validitas dan Reliabilitas soal post test 1 tahap uji coba di kelas V 210

(232) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 211

(233) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 212

(234) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 213

(235) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 214

(236) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 215

(237) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 216

(238) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 217

(239) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 6.2 Validitas 218

(240) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 6.3 Hasil uji validitas 219

(241) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 220

(242) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 221

(243) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 222

(244) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 6.4 Validitas dan Reliabilitas soal post test 2 tahap uji coba di kelas V 223

(245) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 224

(246) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 225

(247) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 226

(248) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 227

(249) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 228

(250) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 229

(251) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 230

(252) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 231

(253) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 232

(254) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 6.5 Validitas 233

(255) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 6.6 Hasil uji validitas 234

(256) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 235

(257) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 236

(258) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 237

(259) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 238

(260) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 239

(261) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 240

(262) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 241

(263) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 242 6.7 Hasil analisis faktor (kuesioner) Total Variance Explained Component Initial Eigenvalues Total % of Variance Extraction Sums of Squared Loadings Cumulative % Total % of Variance Cumulative % 1 5.124 31.619 31.619 5.124 31.619 31.619 2 2.735 13.675 37.294 2.735 13.675 37.294 3 2.009 10.043 39.337 2.009 10.043 39.337 4 1.959 9.797 49.134 1.959 9.797 49.134 5 1.577 7.884 57.017 1.577 7.884 57.017 6 1.450 7.250 64.267 1.450 7.250 64.267 7 1.231 6.154 70.421 8 .997 5.418 75.839 9 .854 4.784 80.623 10 .733 4.367 84.990 11 .639 3.395 88.385 12 .527 2.637 91.022 13 .439 2.197 93.219 14 .371 1.907 95.126 15 .302 1.512 96.638 16 .203 1.015 97.653 17 .183 .913 98.565 18 .152 .761 99.326 19 .101 .503 99.829 20 .034 .171 100.000 Extraction Method: Principal Component Analysis.

(264) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Component Matrix 243 a Component 1 2 3 4 5 6 VAR00002 .087 .708 -.029 .163 -.268 -.409 VAR00003 -.114 .866 -.042 .093 .162 .028 VAR00004 .072 .182 .874 -.158 .135 -.020 VAR00005 -.283 .283 .587 .649 -.259 .488 VAR00006 .704 -.357 -.016 -.198 .360 .172 VAR00007 .602 .587 .041 -.150 .129 .179 VAR00008 .046 .609 -.324 .026 -.110 -.489 VAR00009 -.604 -.060 .252 .246 .395 -.415 VAR00010 -.540 .111 -.151 .278 -.346 .622 VAR00011 -.523 .364 -.055 .185 .348 .133 VAR00012 .511 .506 .181 .023 -.136 .152 VAR00013 .681 .069 .163 .327 .518 .124 VAR00014 -.125 .231 .127 .522 .229 .105 VAR00015 .128 .252 .610 -.373 .014 -.139 VAR00016 -.139 -.099 .055 .749 .311 .127 VAR00017 .556 -.014 .023 .510 -.142 -.056 VAR00018 .5 40 -.033 -.111 .374 -.435 -.001 VAR00019 .156 -.220 .390 .320 .664 -.078 VAR00020 -.780 .065 .677 -.022 -.148 -.024 VAR00021 .041 -.474 .543 .368 -.015 .603 Extraction Method: Principal Component Analysis. a. 6 components extracted.

(265) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI LAMPIRAN LAMPIRAN 7 Kisi-kisi soal sesudah uji coba 244

(266) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 245 7.1 Kisi-kisi soal sesudah uji coba dan uji validitas 2 3 4 5 I Nomor Item valid 4 3, 6, 9, 16 3, 6 II 5 7, 8, 10, 17, 19 8, 10, 17 IIII 6 1, 4, 11, 18, 23, 25 12, 15, 20, 21 4, 11, 23, 25 2, 5, 13, 14, 22, 24 25 2, 22, I I Nomor Item II Jumlah Soal I Membandingkan Menjelaskan Menjelaskan perkembangan I teknologi produksi di Indonesia. Memberikan contoh alat yang III digunakan untuk kegiatan produksi sederhana dan modern. Membedakan barang yang I dihasilkan dari proses produksi sederhana dan modern Menjelaskan perkembangan I teknologi komunikasi di Indonesia Memberikan contoh alat II komunikasi yang digunakan pada masa lalu dan masa kini Jumlah Merangkum Mencontoh Komponen Perilaku Taksonomi Bloom Tahap Memahami dalam Soal Menyimpulkan 1 Indikator Pembelajaran No. Soal post test-1 II II 4 I 6 15, 21 13

(267) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 246 5 6 7 8 I I 2 3, 17 3, 17 I 3 4, 27, 30 27, 30 4 5, 21, 22, 23 5, 21, 22, 23 2 7, 19 7, 19 2 6, 29 6, 29 I 5 11, 14 I 5 1, 9, 11, 12, 14 2, 8, 10, 13, 15 16, 18, 20, 24, 25, 26, 28 30 16, 18, 24, 25, 26, 28. II I III II I I I I II I I II I II Jumlah II II Jumlah Soal Menyimpulkan Merangkum Mencontoh Jumlah Item valid 4 Nomor Item 3 Membandingkan 2 Menjelaskan perkembangan teknologi produksi di Indonesia. Memberikan contoh alat yang digunakan untuk kegiatan produksi sederhana dan modern. Membedakan barang yang dihasilkan dari proses produksi sederhana dan modern Menjelaskan perkembangan teknologi komunikasi di Indonesia Memberikan contoh alat komunikasi yang digunakan pada masa lalu dan masa kini Menjelaskan perkembangan teknologi transportasi di Indonesia. Memberikan contoh alat transportasi yang digunakan pada masa lalu dan masa kini. Mengidentifikai kekurangan dan kelebihan teknologi di Indonesia. Menjelaskan 1 Komponen Perilaku Taksonomi Bloom Tahap Memahami dalam Soal Indikator Pembelajaran No. 7.2 Soal post test-2 7 2, 10 22

(268) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI LAMPIRAN LAMPIRAN 8 Lembar observasi minat siswa 247

(269) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 8.1 Observasi minat awal 248

(270) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 8.2 Observasi minat pertemuan-1 249

(271) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 8.3 Observasi minat pertemuan-3 250

(272) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI LAMPIRAN LAMPIRAN 9 LEMBAR KERJA SISWA (LKS) 251

(273) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 9.1 LKS pertemuan-1 252

(274) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 253

(275) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 254

(276) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 255

(277) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 256

(278) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 257

(279) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 258

(280) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 259

(281) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 260

(282) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 261

(283) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 9.2 LKS pertemuan-2 262

(284) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 263

(285) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 264

(286) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 265

(287) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 266

(288) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 267

(289) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI LAMPIRAN LAMPIRAN 10 Refleksi Penelitian Dengan Guru Kelas IVA 268

(290) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 10.1 Refleksi mengajar dengan guru kelas IVA 269

(291) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI LAMPIRAN LAMPIRAN 11 Foto Mind Map Dan Siswa 270

(292) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 11.1 Mind Map Kelompok 271

(293) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 11.2 Mind Map Individu 272

(294) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 273

(295) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 11.3 Foto Kegiatan Siswa Siswa berdiskusi Siswa membuat mind map kelompok Siswa membuat mind map Guru memberikan penjelasan Siswa bertanya kepada guru Siswa berdiskusi mengerjakan LKS 274

(296) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 275 CURICULUM VITAE Eka Budi Hertanto merupakan anak pertama dari pasangan Sukandar dan Rini Astuti. Lahir di Gunungkidul pada tanggal 24 April 1992. Pendidikan awal dimulai di TK Mawar Saron Rengasdengklok, Karawang, Jawa Barat pada tahun 1996-1998. Kemudian melanjutkan pendidikan dasar di SDK BPK Penabur, Rengasdengklok lulus tahun 2004. Dilanjutkan ke jenjang pendidikan Sekolah Lanjutan Tingat Pertama Negeri 1 Rengasdengklok pada tahun 2004-2007. Tahun 2007-2010 penulis melanjutkan pendidikan Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Semanu, Gunungkidul, Yogyakarta. Tahun 2007 menempuh pendidikan di Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Selama menempuh kuliah, penulis pernah mengikuti kegiatan pengabdian masyarakat di SD Negeri Kepuharjo, Cangkringan tahun 2012 dan pengabdian masyarakat di desa Turusan, Kulonprogo tahun 2013. Penulis juga pernah terdaftar sebagai panitia Makrab PGSD tahun 2011 dan panitia temu alumni PGSD akhir tahun 2013.

(297)

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

Peningkatan minat dan prestasi belajar IPS menggunakan teknik Mind Mapping pada siswa kelas III B SD Jetis Bantul tahun pelajaran 2014/2015.
0
0
315
Peningkatan perhatian dan prestasi belajar siswa kelas VB SD Negeri Denggung pada mata pelajaran IPS menggunakan media bagan.
0
1
328
Peningkatan minat dan prestasi belajar IPS siswa kelas IV SD Negeri Minomartani 6 menggunakan teknik Mind Map.
0
0
347
Peningkatan minat dan prestasi belajar siswa menggunakan metode Discovery-Inquiry Terbi Mbiing pada mata pelajaran IPA kelas IV SDN Ungaran II tahun pelajaran 2011/2012.
0
0
245
Peningkatan perhatian dan prestasi belajar siswa kelas VB SD Negeri Denggung pada mata pelajaran IPS menggunakan media bagan
0
0
326
Peningkatan prestasi belajar menggunakan model cooperative learning teknik Jigsaw dalam mata pelajaran IPS siswa kelas IV SD Kanisius Gowongan tahun pelajaran 2009/2010 - USD Repository
0
0
141
Peningkatan prestasi belajar mata pelajaran IPS dalam kegiatan ekonomi di Indonesia dengan menggunakan teknik Mind Map pada siswa kelas V SD Negeri 2 Rejosari Temanggung tahun ajaran 2010/2011 - USD Repository
0
0
151
Peningkatan prestasi belajar menggunakan pendekatan kontekstual dalam mata pelajaran IPS siswa kelas IV SD Negeri Bangunrejo I semester genap tahun pelajaran 2010/2011 - USD Repository
0
0
106
Peningkatan minat dan prestasi belajar siswa menggunakan metode Discovery-Inquiry Terbi Mbiing pada mata pelajaran IPA kelas IV SDN Ungaran II tahun pelajaran 2011/2012 - USD Repository
0
0
243
Peningkatan prestasi belajar dengan menggunakan metode eksperimen mata pelajaran IPA siswa kelas IV B SDN Banyuroto 1 Sawangan semester genap tahun pelajaran 2011/2012 - USD Repository
0
0
110
Peningkatan minat belajar dan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran PKn kelas II SD Pangudi Luhur Sedayu melalui metode mendongeng - USD Repository
0
2
256
Peningkatan keaktifan dan prestasi belajar materi proklamasi kemerdekaan Indonesia menggunakan teknik Mind Map pada siswa kelas VA SD Negeri Pucung Kalasan tahun pelajaran 2012/2013 - USD Repository
0
0
185
Peningkatan minat dan prestasi belajar IPS siswa kelas VD SDN Ungaran 1 dengan menggunakan metode Role Playing - USD Repository
0
0
220
Peningkatan keaktifan dan prestasi belajar IPS siswa kelas IV SD Negeri Karangwuni 1 dengan menggunakan media visual - USD Repository
0
0
363
Peningkatan minat dan prestasi belajar IPS menggunakan metode role play siswa kelas 3 SD Negeri Mentel II tahun ajaran 2012/2013 - USD Repository
0
1
310
Show more