Pengaruh penggunaan metode mind map terhadap kemampuan eksplanasi dan regulasi diri pada mata pelajaran IPA kelas V di SDK Demangan Baru 1 Yogyakarta - USD Repository

Gratis

0
0
158
7 months ago
Preview
Full text
(1)PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI PENGARUH PENGGUNAAN METODE MIND MAP TERHADAP KEMAMPUAN EKSPLANASI DAN REGULASI DIRI PADA MATA PELAJARAN IPA KELAS V DI SDK DEMANGAN BARU I YOGYAKARTA SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Oleh: Yolanda Dwi Aryanti NIM: 101134037 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR JURUSAN ILMU PENDIDIKAN FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2014

(2) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI SKRIPSI ii

(3) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI SKRIPSI iii

(4) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI PERNYATAAN KEASLIAN KARYA Saya menyatakan dengan sesungguhnya bahwa skripsi yang saya tulis ini tidak memuat karya atau bagian karya orang lain, kecuali yang telah disebutkan dalam kutipan dan daftar pustaka, sebagaimana layaknya karya ilmiah. Yogyakarta,12 Juni 2014 Penulis, Yolanda Dwi Aryanti iv

(5) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS Yang bertandatangan di bawah ini, saya mahasiswi Universitas Sanata Dharma: Nama : Yolanda Dwi Aryanti Nomor Mahasiswa : 101134037 Demi pengembangan ilmu pengetahuan, saya memberikan kepada Universitas Sanata Dharma, karya ilmiah saya yang berjudul: PENGARUH PENGGUNAAN METODE MIND MAP TERHADAP KEMAMPUAN EKSPLANASI DAN REGULASI DIRI PADA MATA PELAJARAN IPA KELAS VDI SDK DEMANGAN BARU 1 YOGYAKARTA Beserta perangkat yang diperlukan. Dengan demikian saya memberikan kepada Universitas Sanata Dharma hak untuk menyimpan, nengalihkan dalam bentuk media lain, mengelolanya dalam bentuk pangkalan data, mendistribusikan secara terbatas, dan mempublikasikannya di internet atau media lain untuk keperluan akademis tanpa perlu minta izin dari saya maupun memberikan royalti kepada saya selama tetap mencantumkan nama saya sebagai penulis. Demikian pernyataan ini saya buat dengan sebenarnya. Yogyakarta, 12 Juni 2014 Yang menyatakan, Yolanda Dwi Aryanti v

(6) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI HALAMAN PERSEMBAHAN Skripsi ini kupersembahkan untuk: Kedua orang tuaku tercinta Seluruh anggota kelurga (Terima kasih untuk segala perhatian dan dukungan segalanya) vi

(7) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI MOTTO “Anggaplah hari ini adalah hari terakhirmu maka kamu akan memberikan yang terbaik untuk hari ini.” (NN) vii

(8) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ABSTRAK Aryanti, Yolanda Dwi. (2014). Pengaruh penggunaan metode mind map terhadap kemampuan eksplanasi dan regulasi diri siswa kelas V di SDK Demangan Baru 1 Yogyakarta. Skripsi. Yogyakarta: Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Sanata Dharma Kata kunci: Metode Mind Map, Mata pelajaran IPA, Kemampuan Eksplanasi, dan Kemampuan Regulasi Diri Latar belakang penelitian ini ingin mengujicobakan metode mind map yang memiliki pengaruh terhadap kemampuan eksplanasi dan regulasi diri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan metode mind map terhadap (1) kemampuan eksplanasi dan (2) kemampuan regulasi diri pada mata pelajaran IPA siswa kelas V SDK Demangan Baru 1 Yogyakarta pada semester genap tahun ajaran 2013/2014. Desain penelitian ini adalah quasi-experimental design tipe non-equivalent control group design. Populasi Dalam penelitian ini adalah siswa kelas V SDK Demangna Baru 1 Yogyakarta sebanyak 87 siswa. Sampel penelitian adalah siswa kelas VA dan kelas VC sebanyak 58 siswa. Kelas VA sebagai kelas eksperimen dan kelas VC sebagai kelas kontrol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) penggunaan metode mind map berpengaruh terhadap kemampuan eksplanasi. Hal ini terbukti dengan harga sig. (2-tailed) sebesar 0,041 (atau p< 0,05) dengan nilai M = 1,13, SD = 0,73, SE = 0,13. Peningkatan kemampuan eksplanasi termasuk dalam efek besar dengan nilai r = 0,85.(2) Penggunaan metode mind map berpengaruh terhadap kemampuan regulasi diri. Hal ini terbukti dengan harga sig. (2-tailed) sebesar 0,041 (atau p< 0,05) dengan nilai M = 1,08, SD = 0,74, SE = 0,14. Peningkatan kemampuan regulasi diri termasuk dalam efek besar dengan nilai r = 0,83. viii

(9) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ABSTRACT Aryanti, Yolanda Dwi. (2014). The effects of using mind map method towards explanation and self-regulation ability on science subjectin class V ofSDK Demangan Baru 1 Yogyakarta. Thesis. Yogyakarta: Elementary Teacher Education Study Program, Sanata Dharma University. Keywords: Mind Map Method, Science, Explanation Ability, and Self-regulation Ability The research background is to test mind map method which is has influence towards eksplanation and self-regulation ability. The research is aimed at identifying the effect of mind map use on (1) the explanation ability (2) selfregulation ability on science at 5th grade students at SDK Demangan Baru 1Yogyakarta in the second term of academic year 2013/2014.This study design is quasi - experimental design types of non - equivalent control group design.Population in this research is students of class V SDK Demangan Baru 1 Yogyakartain amounts 87 students. Research sample are students class VA and VC in amounts 58 students. Class VA as an experimental group whereas VC as a control group. The research show that 1) use of mind map method influence towards eksplanasi ability. This is proved by the price of sig. (2-tailed)in amount 0,041 (or p < 0,05) with value of M = 1,13, SD = 0,73, SE = 0,13. Increased explanation abilityis included in a large effect with r = 0,85. 2) use of mind map method influence towards self-regulation ability. This is proved by the price of sid. (2tailed) in amount 0,041(or p < 0,05) with value of M = 1,08, SD = 0,74, SE = 0,14. Increased self-regulation ability included in a large effect with r = 0,83. ix

(10) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI KATA PENGANTAR Puji syukur kepada Tuhan, atas segala berkat dan penyertaanNya yang begitu berlimpah sehingga peneliti dapat menyelesaikan skripsi ini sesuai waktu yang ditentukan. Begitu juga tidak lupa peneliti ingin menyampaikan rasa terima kasih kepada pihak-pihak yang telah membantu selama proses penyusunan skripsi ini. Ucapan terima kasih ini peneliti sampaikan kepada: 1. Rohandi, Ph.D. selaku Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. 2. Gregorius Ari Nugrahanta, S.J., S.S., BST., M.A. selaku Kaprodi PGSD dan sekaligus selaku dosen pembimbing I yang telah membimbing dan mendorong peneliti dari awal penelitian sampai akhir penelitian. 3. Catur Rismiati, Ed.D. selaku Wakaprodi PGSD. 4. Agnes Herlina Dwi Hadiyanti, S.Si., M..T., M.Sc. selaku dosen pembimbing II yang telah membantu membimbing dan mendorong penulis dalam proses penyusunan skripsi ini. 5. Haryanta, S,Pd. selaku kepala sekolah SDK Demangan Baru 1 Yogyakarta, yang telah memberikan izin kepada penulis untuk melakukan penelitian. 6. Hartoyo, S.Pd. selaku guru IPA kelas V SDK Demangan Baru 1 Yogyakarta yang telah memberikan izin dan bantuan masukan dan bimbingan kepada penulis untuk melaksanakan penelitian dari tahap awal sampai akhir. 7. Maria Melani IkaSusanti, S.Pd., M.Pd. selaku validator kebahasaan dan pembelajaran IPA dalam penelitian ini. 8. Apri Damai SagitaKrissandi, S.S., M.Pd. validator pemakaian Bahasa Indonesia sesuai dengan EYD yang benar dalam penelitian ini. 9. Siswa kelas VA dan VB SDK Demangan Baru 1 Yogyakarta tahun ajaran 2013/2014 yang telah berpartisipasi dalam proses penelitian ini. 10. Kedua orang tuaku, Bapak FX. Sukiman, S.Pd. dan Ibu Ch. Sudarmi, S.Pd., kakakku Yuliana Ika Vidhiastuti dan Yonatan Dwi Aryanto, dan adikku Lucius Puput Nuryanto yang selalu mendukungku dalam segala hal, doa, motivasi, semangat, dan perhatian yang begitu besar selama proses skripsi ini. x

(11) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 11. Teman-teman hangout, Agnes, Mita, Luki, Ucik, Farida “Ting-ting”, Endah yang selalu memberi semangat dan motivasi. 12. Teman-teman PAYUNG yang membantu dalam proses pengerjaan penelitian dan teman-teman PGSD angkatan 2010 khususnya kelas D (Paradhe) yang mewarnai perjalanan perkuliahan. 13. Semua pihak yang telah membatu proses penyusunan dan penulisan skripsi ini dan tidak dapat peneliti sebutkan satu-satu. Semoga semua proses yang dialami peneliti sampai selesainya skripsi ini dapat menjadi bekal peneliti untuk meraih mimpi-mimpi dan mengembangkan bakat yang dimiliki peneliti. Yogyakarta, 12 Juni 2014 Penulis Yolanda Dwi Aryanti xi

(12) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL ............................................................................................ i HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING .................................................... ii HALAMAN PENGESAHAN ............................................................................. iii HALAMAN KEASLIAN KARYA .................................................................... iv HALAMAN PERSETUJUAN PUBLIKASI ....................................................... iv HALAMAN PERSEMBAHAN .......................................................................... vi MOTTO............................................................................................................. vii ABSTRAK ....................................................................................................... viii ABSTRACT ......................................................................................................... ix KATA PENGANTAR ......................................................................................... x DAFTAR ISI ..................................................................................................... xii DAFTAR TABEL ............................................................................................ xvi DAFTAR GRAFIK.......................................................................................... xvii DAFTAR LAMPIRAN ................................................................................... xviii BAB I PENDAHULUAN .................................................................................... 1 1.1 Latar Belakang Masalah ............................................................................. 1 1.2 Rumusan Masalah ...................................................................................... 3 1.3 Tujuan Penelitian ........................................................................................ 4 1.4 Manfaat Penelitian ...................................................................................... 4 1.5 Definisi Operasional ................................................................................... 5 BAB II LANDASAN TEORI .............................................................................. 7 2.1 Tinjauan Pustaka ........................................................................................ 7 2.1.1 Teori yang Mendukung ........................................................................ 7 2.1.1.1 Teori Perkembangan Anak ............................................................. 7 2.1.1.2 Metode Pembelajaran .................................................................... 8 2.1.1.3 Metode Mind Map ......................................................................... 9 2.1.1.4 Ilmu Pengetahuan Alam ............................................................... 11 2.1.1.5 Materi Pembelajaran IPA Kelas V ............................................... 13 2.1.1.6 Berpikir Kritis.............................................................................. 16 2.1.1.7 Eksplanasi ................................................................................... 18 2.1.1.8 Regulasi Diri ............................................................................... 18 2.1.2 Penelitian-penelitian Terdahulu yang Relevan .................................... 19 xii

(13) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 2.1.2.1 Penelitian-penelitian tentang Mind Map ....................................... 19 2.1.2.2 Penelitian-penelitian tentang berpikir kritis .................................. 20 2.1.2.3 Literatur Map .............................................................................. 23 2.2 Kerangka Berpikir .................................................................................... 23 2.3 Hipotesis .................................................................................................. 24 BAB III METODE PENELITIAN ..................................................................... 25 3.1 Jenis Penelitian ......................................................................................... 25 3.2 Setting Penelitian ...................................................................................... 26 3.3 Populasi dan Sampel ................................................................................. 27 3.4 Variabel Penelitian ................................................................................... 28 3.5 Teknik Pengumpulan Data ........................................................................ 29 3.6 Instrumen Penelitian ................................................................................. 30 3.7 Teknik Pengujian Instrumen ..................................................................... 32 3.7.1 Uji Validitas ....................................................................................... 33 3.7.2 Uji Reliabilitas ................................................................................... 34 3.8 Teknik Analisis Data ................................................................................ 35 3.8.1 Uji normalitas distribusi data .............................................................. 35 3.8.2 Uji pengaruh perlakuan ...................................................................... 36 3.8.2.1 Uji perbedaan kemampuan awal .................................................. 36 3.8.2.2 Uji selisih skor Pretest dan posttest .............................................. 36 3.8.3 Analisis lebih lanjut............................................................................ 37 3.8.3.1 Uji peningkatan skor pretest ke posttest ....................................... 37 3.8.3.2 Uji Besarnya Pengaruh perlakuan (effect size) .............................. 38 3.8.3.3 Uji retensi pengaruh perlakuan..................................................... 39 3.8.3.4 Dampak perlakuan pada siswa ..................................................... 41 3.8.3.5 Konsekuensi Lebih Lanjut ........................................................... 43 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN KESIMPULAN ....................................... 44 4.1 Implementasi Pembelajaran ...................................................................... 44 4.1.1 Kelompok Eksperimen ....................................................................... 45 4.1.2 Kelompok Kontrol ............................................................................. 45 4.2 Hasil Penelitian ........................................................................................ 46 4.2.1 Pengaruh Penggunaan Mind Map terhadap Kemampuan Eksplanasi... 47 4.2.1.1 Uji Perbedaan Kemampaun Awal ................................................ 48 4.2.1.2 Uji Selisih Skor Pretest dan Posttest I .......................................... 48 4.2.2 Analisis Lebih Lanjut ......................................................................... 50 xiii

(14) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 4.2.2.1 Uji Peningkatan Skor Pretest ke Posttest I ................................... 50 4.2.2.2 Uji Besar Efek Perlakuan ............................................................. 51 4.2.2.3 Uji Retensi Pengaruh Perlakuan ................................................... 52 4.2.3 Pengaruh Penggunaan Mind Map terhadap Kemampuan Regulasi Diri ................................................................................................................... 54 4.2.3.1 Uji Perbedaan Kemampuan Awal ................................................ 55 4.2.3.2 Uji Selisih Skor Pretest dan Posttest I .......................................... 55 4.2.4 Analisi Lebih Lanjut .......................................................................... 57 4.2.4.1 Uji Kenaikan Skor Pretest ke Posttest I ....................................... 57 4.2.4.2 Uji Besar Efek Perlakuan ............................................................. 58 4.2.4.3 Uji Retensi Pengaruh Perlakuan ................................................... 59 4.3 Pembahasan .............................................................................................. 60 4.3.1 Pengaruh Penerapan Mind Map terhadap Kemampuan Eksplanasi ..... 60 4.3.2 Pengaruh Penerapan Mind Map terhadap Kemampuan Regulasi Diri . 61 4.3.3 Dampak Perlakuan terhadap Siswa ..................................................... 62 4.3.4 Konsekuensi Lebih Lanjut .................................................................. 64 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN.............................................................. 66 5.1 Kesimpulan .............................................................................................. 66 5.2 Keterbatasan Penelitian............................................................................. 67 5.3 Saran ........................................................................................................ 67 DAFTAR REFERENSI ..................................................................................... 69 LAMPIRAN ...................................................................................................... 72 xiv

(15) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR GAMBAR Gambar 2.1 Contoh Mind Map........................................................................... 11 Gambar 2.2 contoh tuas/pengungkit ................................................................... 13 Gambar 2.3. Contoh tuas golongan pertama ....................................................... 14 Gambar 2.4. Contoh tuas golongan kedua .......................................................... 14 Gambar 2.5. Contoh tuas golongan ketiga .......................................................... 14 Gambar 2.6. Alat-alat yang menggunakan prinsip bidang miring ....................... 15 Gambar 2.7. Contoh katrol tetap ........................................................................ 15 Gambar 2.8. Contoh katrol bebas ....................................................................... 15 Gambar 2.9. Contoh katrol majemuk .................................................................. 16 Gambar 2.10. Roda berporos pada sepeda .......................................................... 16 Gambar 3.1 Desain Penelitian ............................................................................ 26 Gambar 3.2 Variabel Penelitian.......................................................................... 29 Gambar 3.3. Rumus persentase peningkatan skor pretest ke posttest .................. 38 Gambar 3.4. Rumus besar efek perlakuan data normal ....................................... 39 Gambar 3.5. Rumus besar efek perlakuan data tidak normal ............................... 39 Gambar 3.6. Rumus persentase peningkatan skor posttest I ke Posttest II ........... 40 Gambar 4.1. Perbandingan selisih skor pretest ke posttest .................................. 50 Kemampuan eksplanasi kelompok ekperimen dan kelompok kontrol ................. 50 Gambar 4.2 Rumus besar efek perlakuan data normal kemampuan eksplanasi ... 52 Gambar 4.3. Perbandingan selisih skor pretest ke posttest .................................. 57 Kemampuan regulasi diri kelompok ekperimen dan kelompok kontrol .............. 57 Gambar 4.4. Rumus besar efek perlakuan data normal kemampuan regulasi diri 59 xv

(16) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR TABEL Tabel 3.1 Jadwal Pengambilan Data ................................................................... 28 Tabel 3.2. Matriks Pengembangan Instrumen ..................................................... 30 Tabel 3.3. Rubrik Penilaian ................................................................................ 31 Tabel 3.4. Hasil Uji Validitas ............................................................................. 34 Tabel 3.5. Tabel Uji Reliabilitas ......................................................................... 35 Tabel 3.6. Pedoman Wawancara Siswa .............................................................. 41 Tabel 3.7. Pedoman Wawancara Guru................................................................ 42 Tabel 4.1. Hasil Uji Normalitas Eksplanasi ........................................................ 47 Tabel 4.2. Hasil Uji Beda Skor Pretest Eksplanasi ............................................. 48 Tabel 4.3. Hasil Uji Selisih Skor Eksplanasi ...................................................... 49 Tabel 4.4. Hasil Uji Peningkatan Skor Pretest ke Posttest IEksplanasi ............... 50 Tabel 4.5. Hasil Uji Besar Efek Perlakuan pada Kemampuan Eksplanasi ........... 52 Tabel 4.6. Hasil Uji Perbandingan Skor Posttest I ke Posttest IIEksplanasi ........ 53 Tabel 4.7. Hasil Uji Normalitas Regulasi Diri .................................................... 54 Tabel 4.8. Hasil Uji Beda Skor Pretest Regulasi Diri.......................................... 55 Tabel 4.9. Hasil Uji Selisih Skor Regulasi Diri .................................................. 56 Tabel 4.10. Hasil Uji Perbandingan Skor Pretest ke Posttest IRegulasi Diri ....... 57 Tabel 4.11. Hasil Uji Besar Efek Perlakuan pada Kemampuan Regulasi Diri ..... 59 Tabel 4.12. Hasil Uji Perbandingan Skor Posttest I ke Posttest IIRegulasi Diri .. 60 xvi

(17) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR GRAFIK Grafik 4.1. Hasil Uji Kenaikan Skor Pretest ke Posttest I Kemampuan Eksplanasi .......................................................................................................................... 51 Grafik 4.2. Hasil Uji Retensi pengaruh perlakuan dari Posttest I ke Posttest II ... 53 Grafik 4.3. Hasil Uji Kenaikan Skor Pretest ke Posttest I Kemampuan Regulasi Diri .................................................................................................................... 58 Grafik 4.4. Hasil Uji Retensi pengaruh perlakuan dari Posttest I ke Posttest II ... 60 xvii

(18) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1 Resume Expert Judgement .............................................................. 73 Lampiran 2 Uji validitas soal essai ..................................................................... 74 Lampiran 3 Uji Reliabilitas soal essai ................................................................ 75 Lampiran 4 Silabus Kelompok Eksperimen ........................................................ 76 Lampiran 5 Silabus Kelompok Kontrol .............................................................. 83 Lampiran 6 RPP Kelompok Eksperimen ............................................................ 90 Lampiran 7 RPP Kelompok Kontrol ................................................................ 100 Lampiran 8 Rubrik Penilaian Soal Essai ........................................................... 110 Lampiran 9 Tabulasi Skor Pretest Kelompok Eksperimen................................ 120 Lampiran 10 Tabulasi Skor Pretest Kelompok Kontrol .................................... 121 Lampiran 11 Tabulasi Skor Posttest I Kelompok Eksperimen .......................... 122 Lampiran 12 Tabulasi Skor Posttest I Kelompok Kontrol................................. 123 Lampiran 13 Tabulasi Skor Posttest II Kelompok Eksperimen ......................... 124 Lampiran 14 Tabulasi Skor Posttest II Kelompok Kontrol ............................... 125 Lampiran 15 Uji Normalitas Kemampuan Eksplanasi ...................................... 126 Lampiran 16 Uji Normalitas Kemampuan Regulasi Diri .................................. 126 Lampiran 17 Uji Perbedaan Kemampuan Awal Eksplanasi .............................. 127 Lampiran 18 Uji Perbedaan Kemampuan Awal Regulasi Diri .......................... 128 Lampiran 19 Uji Selisih Skor Pretest dan Posttest I Kemampuan Eksplanasi ... 129 Lampiran 20 Uji Selisih Skor Pretest dan Posttest I Kemampuan Regulasi Diri ........................................................................................................................ 130 Lampiran 21 Uji Kenaikan Skor Pretest ke Posttest I Kemampuan Eksplanasi 131 Lampiran 22 Uji Kenaikan Skor Pretest ke Posttest I Kemampuan Regulasi Diri ........................................................................................................................ 132 Lampiran 23 Uji Retensi Pengaruh Perlakuan Kemampuan Eksplanasi ............ 133 Lampiran 24 Uji Retensi Pengaruh Perlakuan Kemampuan Regulasi Diri ........ 134 Lampiran 25 Foto Mind Map ........................................................................... 135 Lampiran 26 Foto Kegiatan .............................................................................. 137 Lampiran 27 Surat Ijin Penelitian ..................................................................... 138 Lampiran 28 Surat Telah Melakukan Penelitian ............................................... 139 Lampiran 29 Curriculum Vitae ........................................................................ 140 xviii

(19) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB 1 PENDAHULUAN Pada BAB I akan dibahas mengenai latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, dan sistematika penyajian. 1.1 Latar Belakang Masalah Pendidikan merupakan suatu hal yang sangat penting. Setiap orang berusaha untuk mendapatkan pendidikan setinggi-tingginya. Orang berpendapat bahwa dengan pendidikan yang diterima dapat mengembangkan potensinya. Berbagai mata pelajaran diselenggarakan di sekolah untuk membantu orang meningkatkan kemampuan kognitifnya. Salah satunya merupakan mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). Poedjiati (2007: 191) menyatakan IPA sebagai ilmu pengetahuan tentang semesta serta segala prosesnya, mencakup kegiatan penelitian yang diawali oleh kesadaran akan adanya suatu masalah. Fowler (dalam Trianto, 2010: 136) menjelaskan IPA sebagai pengetahuan yang dirumuskan secara sistematis yang berhubungan dengan gejala-gejala kebendaan yang didasarkan pada suatu kegiatan mengamati lingkungan. IPA merupakan salah satu mata pelajaran yang menyenangkan karena IPA mempelajari segala hal yang terjadi di muka bumi. Banyak metode pembelajaran yang dapat digunakan guru dalam membantu menjelaskan IPA. Berbagai metode inovatiftelah dikembangkan oleh beberapa pakar pendidikan. Metode tersebut antara lain metode inkuiri, kerja kelompok, pemberian tugas, tanya jawab, dan lain sebagainya. Setiap metode yang dikembangkan berusaha untuk membantu guru dan siswa dalam mempelajari mata pelajaran IPA dengan sangat menyenangkan. Guru merupakan ujung tombak dalam meningkatkan kualitas pendidikan, dimana guru akan melakukan interaksi langsung dengan peserta didik dalam pembelajaran di ruang kelas. Melalui proses belajar dan mengajar inilah berawalnya kualitas pendidikan. Artinya, secara keseluruhan kualitas pendidikan berawal dari kualitas pembelajaran yang dilaksanakan oleh guru di ruang kelas. 1

(20) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Jika kualitas guru tidak memadahi dalam dunia pendidikan di Indonesia, bagaimana siswa yang berkualitas dapat tercapai (Sanjaya, 2006: 123). Guru jaman sekarang kurang melihat kebutuhan siswa dikelas, guru hanya berpaku pada buku pegangan tanpa adanya pengembangan dalam pelaksanaannya. Selain mengajarkan dengan metode ceramah, mayoritas guru juga lebih sering memberikan tugas kepada siswa tanpa adanya bimbingan kepada siswa. Siswa hanya menerima begitu saja apa yang disampaikan oleh guru tanpa mengembangkan kemampuan berpikirnya. Hal ini oleh pemerintah dibiarkan begitu saja hingga pada tinggkat pendidikan yang lebih tinggi, kemampuan siswa hanya terbatas pada kemampuan menghafal saja. Ketika diberikan soal yang membutuhkan analisis maka siswa akan sangat mengalami kesulitan dalam mengerjakannya. Guru dalam hal ini sebagai pendidik seharusnya mengerti akan hal itu, sehingga guru akan berusaha untuk mencari cara yang sesuai untuk dapat membantu siswa dalam mengembangkan kemampuan berpikirnya dan tidak hanya terbatas pada kemampuan menghafal. Metode pembelajaran ceramah juga masih digunakan oleh guru mata pelajaran IPA. Hal ini terlihat dari hasil observasi pada tanggal 24 September 2013 dan tanggal 5 Oktober 2013 pukul 07.30 – 09.00 WIB di SDK Demangan Baru I. Dari hasil observasi terlihat hanya guru yang aktif menjelaskan di depan kelas, banyak siswa yang mengantuk atau mengobrol sendiri bersama teman satu meja atau teman depan dan belakang meja. Siswa kurang memperhatikan penjelasan guru di depan kelas bahkan siswa cenderung bosan dengan penjelasan dari guru. Fakta inilah yang membuat PBB melalui bank dunia melakukan penelitian terhadap pendidikan di Indonesia. Berdasarkan hasil penelitian PBB (Chang,dkk, 2014: 5) pembiayaan reformasi telah dimungkinkan melalui dana yang berasaldari amanat konstitusi yang mengharuskan pemerintah untuk menghabiskan 20% anggarannya untuk pendidikan. Ini merupakan nilai yang tinggi untukpersentase anggaran yang dihabiskan untuk gaji guru dan profesional. Hal ini menunjukkan bahwa dengan dikeluarkannya banyak biaya sertifikasi untuk guru sebagai langkah dalam membantu meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia ternyata tidak berguna sama sekali. Kualitas guru Indonesia masih dibawah standar 2

(21) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI pendidik dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan. Berdasarkan data PISA diketahui bahwa kurang baiknya hubungan siswa dan guru di Indonesia. Hal ini terlihat dalam diagram yang menunjukkan nilai negatif untuk negara Indonesia (OECD, 2010: 18). Berdasarkan penjelasan di atas peneliti ingin mengetahui pengaruh terhadap kemampuan berpikir siswa apabila adanya metode yang digunakan dalam proses pembelajaran siswa. Oleh sebab itu peneliti mencoba menggunakan metode mind map untuk melihat pengaruh kemampuan berpikir siswa. Menurut Buzan (2008:4) mind map merupakan cara termudah mendapatkan informasi ke dalam otak dan mengambil informasi ke luar dari otak, mind map merupakan cara mencatat kreatif, efektif, dan secara harafiah akan memetakan pikiran-pikiran kita. Dengan menggunakan metode mind map apakah kemampuan berpikir siswa dapat berkembang ataukah sama saja seperti ketika tanpa menggunakan metode mind map. Penelitian ini dibatasi pada pengaruh penggunaan metode mind map pada mata pelajaran IPA terhadap kemampuan eksplanasi dan regulasi diribagi siswa kelas V SDK Demangan Baru 1 Yogyakarta semester genap tahun ajaran 2013/2014. Mata pelajaran yang digunakan dibatasi pada materi pesawat sederhana dengan standar kompetensi 5 memahami hubungan antara gaya, gerak, dan energi, serta fungsinya. Kompetensi dasar 5.2 menjelaskan pesawat sederhana yang dapat membantu pekerjaan lebih mudah dan lebih cepat. 1.2 Rumusan Masalah 1.1.1 Apakah penggunaan metode pembelajaran mind map pada mata pelajaran IPA berpengaruh terhadap kemampuan eksplanasi siswa kelas V SD Kanisius Demangan Baru 1 Yogyakarta pada semester genap tahun ajaran 2013/2014? 1.1.2 Apakah Penggunaan metode pembelajaran mind map pada mata pelajaran IPA berpengaruh terhadap kemampuan regulasi diri siswa kelas V SD Kanisius Demangan Baru 1 Yogyakarta pada semester genap tahun ajaran 2013/2014? 3

(22) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 1.3 Tujuan Penelitian 1.1.3 Mengetahui pengaruh penggunaan metode pembelajaran mind map pada mata pelajaran IPA terhadap kemampuan eksplanasi siswa kelas V SD Kanisius Demangan Baru 1 Yogyakarta pada semester genap tahun ajaran 2013/2014. 1.1.4 Mengetahui pengaruh penggunaan metode pembelajaran mind map pada mata pelajaran IPA terhadap kemampuan regulasi diri siswa kelas V SD Kanisius Demangan Bari 1 Yogyakarta pada semester genap tahun ajaran 2013/2014. 1.4 Manfaat Penelitian 1.1.1 Bagi Siswa Siswa mendapat pengalaman dalam pembelajaran IPA menggunakan metode mind map. Pengalaman tersebut membuat siswa semakin tertarik dalam pembelajaran IPA. Selain itu metode mind map juga mampu mengembangkan kemampuan berpikir kritis siswa khususnya pada kemampuan eksplanasi dan regulasi diri. Dengan menggunakan metode mind map diharapkan siswa dapat menguasai materi pesawat sederhana secara optimal tanpa membuat siswa merasa bosan dan dapat mengembangkan kemampuan berpikir kritis siswa. 1.1.2 Bagi Guru Guru mendapat pengalaman dalam pembelajaran IPA menggunakan metode mind map, sehingga dapat mengembangkan lebih lanjut untuk pembelajaran lainnya. Selain itu guru juga memperoleh tambahan wawasan mengenai salah satu cara meningkatkan kemampuan siswa dalam pembelajaran IPA dengan menggunakan metode mind map. 1.1.3 Bagi Sekolah Laporan penelitian ini dapat menambah bacaan di perpustakaan sekolah yang dapat dimanfaatkan oleh guru dan warga sekolah. Selain itu berdasarkan skripsi yang telah dibuat dapat membantu guru dan anggota sekolah dalam melakukan penelitian lainnya yang berkaitan dengan penelitian yang telah dilakukan 4

(23) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 1.1.4 Bagi Peneliti Memiliki pengalaman dalam melakukan penelitian eksperimen dengan menerapkan metode mind map pada mata pelajaran IPA di sekolah dasar. 1.5 Definisi Operasional 1. Metode pembelajaran adalah cara yang digunakan untuk mencapai tujuan pembelajaran yang ingin dicapai. 2. Mind map adalah cara mencatat yang kreatif, efektif, dan menyenangkan yang akan memetakan pikiran-pikiran kita. 3. Metode mind map adalah metode pembelajaran dengan memetakan informasi ke dalam otak dengan menggunakan gambar-gambar yang menarik, dimana inti dari informasi berpusat di tengah. 4. Kemampuan berpikir adalah kemampuan merencanakan, mendeskripsikan, dan mengevaluasi proses belajar dan hasil belajar. 5. Berpikir kritis adalah penilaian yang terarah dan terukur yang menghasilkan interpretasi, analisis evaluasi, dan kesimpulan, dan juga penjelasan terhadap pertimbangan-pertimbangan faktual, konseptual, metodologis, kriterilogis, atau kontekstual yang menjadi dasar penilaian tersebut. 6. Kemampuan berpikir kritis adalah kemampuan berpikir dimana siswa menghimpun berbagai informasi lalu membuat sebuah kesimpulan evaluatif yang terdiri dari 6 elemen, yaitu kecakapan interpretasi, analisis, evaluasi, inferensi, eksplanasi, dan regulasi diri yang diukur dengan tes essai yang disusun peneliti. 7. Kemampuan eksplanasi adalah bagian dari kemampuan berpikir kritis dalam menjelaskan dan memberikan pendapat mengenai suatu informasi. 8. Kemampuan regulasi diri adalah bagian dari kemampuan berpikir kritis untuk mengetahui kemampuan menilai pendapat sendiri atau pendapat teman. 9. Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari gejala-gejala alam atau peristiwa-peristiwa dengan menggunakan metodemetode yang berdasarkan observasi. 10. Pesawat sederhana adalah alat yang digunakan untuk memudahkan pekerjaan manusia. 5

(24) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 11. Siswa SD adalah siswa kelas V SD Kanisius Demangan Baru 1 Yogyakarta semester genap tahun pelajaran 2013/2014 yang menjadi subjek penelitian. 6

(25) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB 2 LANDASAN TEORI Pada Bab II ini akan dibahas landasan teoriyang digunakan dalam penelitian ini. Pembahasan landasan teori yaitu mengenai tinjauan pustaka, kerangka berpikir dan hipotesis. 2.1 Tinjauan Pustaka 2.1.1 Teori yang Mendukung 2.1.1.1 Teori Perkembangan Anak Menurut Piaget, anak dilahirkan dengan beberapa skema sensorimotor yang memberi kerangka bagi interaksi awal mereka dengan lingkungannya. Pengalaman awal anak akan ditentukan oleh skema sensorimotor ini. Menurut Piaget (dalam Siregar, 2011:32) dalam proses belajar terdiri dari 3 tahapan yaitu asimilasi, akomodasi, dan equilibrasi. Asimilasi adalah penggabungan informasi baru ke dalam struktur kognitif seseorang. Asimilasi terjadi ketika seorang anak memasukkan pengetahuan baru ke dalam pengetahuan yang sudah ada. Akomodasi adalah penyesuaian struktur kognitif ke dalam situasi yang baru. Equilibrasi adalah kesinambungan antara asimilasi dan akomodasi. Tahap perkembangan kognitif menurut Jean Piaget yaitu (Siregar, 2011: 32): 1) Tahap sensori motor, tahap ini berlangsung sejak kelahiran hingga usia 2 tahun. Anak mengatur alamnya dengan menggunakan indra dan tindakan. Pengetahuan diperoleh dari interaksi fisik dengan objek (benda) maupun orang. Pada tahap ini anak bersifat egoisentris, segala sesuatu dilihat berdasarkan kerangka berpikirnya. 2) Tahap praoperasional, tingkat ini berlangsung pada anak usia 2 sampai 7 tahun. Praoperasional terjadi dalam 2 subtinggkat yaitu subtingkat pralogis (usia 2 hingga 4 tahun) dan subtingkat intuitif (usia 4 sampai 7 tahun). Pada subtingkat pralogis anak mulai mengklasifikasikan benda-benda berdasarkan kemiripannya. Sedangkan pada subtingkat intuitif anak memecahkan masalah secara intuitif bukan berdasarkan kaidah logika. Pada tahap praoperasional anak mulai menggunakan simbol untuk mempresentasikan dunia. 3) Tahap operasional 7

(26) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Konkret, periode operasional konkret berlangsung antara usia 7 – 11 tahun. Pemikiran anak diarahkan pada kejadian nyata yang dialami anak. Pada tahap ini anak mampu menyelesaikan masalah yang lebih kompleks selama masalah yang dihadapi bersifat konkret dan tidak abstrak. 4) Tahap operasional Formal, tahap ini berlangsung dari usia 11 tahun hingga dewasa. Anak tidak lagi bergantung pada hal-hal yang nyata. Anak tidak perlu berfikir dengan bantuan benda-benda atau peristiwa konkret, anak mempunyai kemampuan untuk berfikir secara abstrak. Pada penelitian ini anak kelas V Sekolah Dasar masuk pada tahap operasional konkret dimana mereka berusia antara 10 – 11 tahun. Pada tahap ini anak kelas V mempunyai kemampuan pembelajaran yang baik khususnya dalam hal mengingat suatu pengetahuan atau informasi. Semakin tinggi tingkat kognitif seseorang maka semakin teratur dan juga semakin abstrak cara berfikirnya. Oleh karena itu guru harus memahami tahaptahap perkembangan kognitif anak didiknya dan memberikan metode dan media pembelajaran yang sesuai dengan tahap perkembangannya dalam pembelajaran. Teori perkembangan anak sangat sesuai dengan mind mapdikarenakan pembelajaran dengan menggunakan mind map harus dapat disesuaikan dengan tahap perkembangan anak. Pada tahap praoperasional dengan tahap operasional konkret haruslah berbeda pengajaran mind map-nya. Tahap praoperasional haruslah lebih mudah dibandingkan dengan tahap operasional konkret. Pada tahap operasional konkret anak sudah mampu menggunakan mind map dalam membantu anak mengembangkan berpikir kritisnya. Hal ini dikarenakan anak dapat belajar secara nyata dalam membuat mind map. Dengan mind map yang dibuatnya anak juga belajar untuk mengembangkan pengetahuan berdasarkan titik pusat mind map yang dibuatnya. 2.1.1.2 Metode Pembelajaran Metode pembelajaran adalah seperangkat komponen yang telah dikombinasikan secara optimal untuk kualitas pembelajaran (Riyanto, 2002: 32). Menurut Sanjaya (2006: 124) metode pembelajaran adalah upaya mengimplementasikan rencana yang sudah disusun dalam kegiatan nyata agar 8

(27) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI tujuan yang telah disusun secara optimal. Metode berbeda dengan strategi pembelajaran. Strategi merujuk pada sebuah perencanaan untuk mencapai sesuatu, sedangkan metode adalah cara yang dapat digunakan untuk melaksanakan strategi (Sanjaya, 2006:125). Dalam upaya menjalankan metode pembelajaran, guru dapat menentukan teknik yang dianggap relevan dengan metode, dan penggunaan teknik maupun metode pembelajaran untuk setiap guru berbeda-beda (Sanjaya, 2006:126). Adapun penggunaan metode pembelajaran yang sama oleh guru, dapat membedakan hasil pembelajaran setiap peserta didik jika kondisinya berbeda (Taniredja, dkk, 2011: 1). Berdasarkan pengertian beberapa ahli mengenai metode pembelajaran maka penulis dapat menyimpulkan bahwa metode pembelajaran merupakan cara yang dapat digunakan dalam melaksanakan proses pembelajaran untuk mencapai tujuan pembelajaran yang akan dicapai. Berikut akan dijelaskan mengenai metode pembelajaran yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu metode mind map. 2.1.1.3 Metode Mind Map 2.1.1.3.1 Definisi Metode Mind Map Mind map berbeda dengan peta konsep. Martin (dalam Trianto, 2009: 158) menjelaskan peta konsep adalah ilustrasi grafis konkret yang mengindikasikan bagaimana sebuah konsep tunggal dihubungkan ke konsep-konsep lain pada kategori yang sama. Sedangkan menurut Buzan (2008:4), mind map adalah cara termudah untuk mendapatkan informasi ke dalam otak dan mengambil informasi ke luar dari otak. Mind Map adalah cara mencatat yang kreatif, efektif, dan secara harafiah akan memetakan pikiran-pikiran kita. Mind map membuat informasi yang panjang menjadi diagram warna-warni seperti peta kota yang teratur sehingga memudahkan cara kerja otak untuk mengingatnya. Selain itu mind map juga dapat membatu seseorang untuk menyimpan informasi sebanyak mungkin. Perbedaan antara mind map dan peta konsep sangat jelas tampak pada bentuk penyajiannya yang utama yaitu letak titik sentral berada ditengah dan letak percabangannya menyebar kesegala arah sesuai dengan cara kerja otak. Berbeda 9

(28) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI dengan peta konsep yang berada di atas dan letak percabangannya mengikuti letak ide pokonya sehingga konsep-konsepnya dapat saling terkait satu sama lain. 2.1.1.3.2 Manfaat Mind Map Menurut Buzan (2008:5) mind map memiliki manfaat sebagai berikut: a) memberi pandangan menyeluruh pokok masalah atau area yang luas, b) memungkinkan kita merencanakan rute atau membuat pilihan-pilihan dan mengetahui kemana kita akan pergi dan di mana kita berada, c) mengumpulkan sejumlah besar data di suatu tempat, d) mendorong pemecahan masalah dengan membiarkan kita melihat jalan-jalan terobosan kreatif baru, dan e) menyenangkan untuk dilihat, dibaca, dicerna, dan diingat. Michalko (dalam Buzan, 2008:6) mengemukakan manfaat Mind Map sebagai berikut: a) mengaktifkan seluruh otak, b) membereskan akal dari kekusutan mental, c) memungkinkan kita berfokus pada pokok bahasan, d) membantu menunjukkan hubungan antar bagian-bagian informasi yang saling terpisah, e) memberi gambaran yang jelas pada keseluruhan dan perincian, f) memungkinkan kita mengelompokkan konsep, membantu kita membandingkannya, g) mensyaratkan kita untuk memusatkan perhatian pada pokok bahasan yang membantu mengalihkan informasi tentangnya dari ingatan jangka pendek ke ingatan jangka panjang. 2.1.1.3.3 Langkah-langkah pembuatan Mind Map Menurut Buzan (2008:15) terdapat tujuh langkah dalam membuat mind map: a) Memulai dari bagian tengah kertas kosong dengan posisi mendatar sehingga memungkinkan seseorang untuk menyebarkan informasi ke segala arah dengan bebas dan alami. b) Menggunakan gambar atau foto sebagai ide sentral. Dengan gambar dapat meningkatkan imajinasi seseorang sehingga mind map akan terlihat menarik. Dan membuat tetap fokus. c) Menggunakan warna sehingga menambah menarik sebuah mind map. d) Menghubungakan cabang-cabang utama ke gambar pusat dan menghubungakan cabang-cabang dari tingkat satu ketingkat berikutnya. Hal ini berfungsi untuk menghubungkan setiap informasi yang di dapatkan. e) Membuat garis melengkung bukan mendatar untuk membuat mind 10

(29) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI map semakin menarik. f) Menggunakan kata kunci untuk setiap garis. Dengan kata kunci yang memiliki fleksibilitas penggunaan nya membuat otak seseorang mampu berfikir dengan ide-ide yang baru. g)Menggunakan gambar. Setiap gambar yang ada di dalam mind map memiliki arti lebih luar dibandingkan dengan kata-kata dalam suatu kalimat. Dengan demikian mind map dapat membantu seseorang dapat berfikir secara luas untuk memahami informasi yang diterima dengan berfikir secara kreatif. (Sumber:http://www.muhammadnoer.com) Gambar 2.1 Contoh Mind Map 2.1.1.4 Ilmu Pengetahuan Alam 2.1.1.4.1 Pengertian dan Hakikat IPA Poedjiati (2007: 191) menyatakan IPA sebagai ilmu pengetahuan tentang semesta serta segala prosesnya, mencakup kegiatan penelitian yang diawali oleh kesadaran akan adanya suatu masalah. Fowler (dalam Trianto, 2010: 136) menjelaskan IPA sebagai pengetahuan yang dirumuskan secara sistematis yang berhubungan dengan gejala-gejala kebendaan yang didasarkan pada suatu kegiatan mengamati lingkungan. 11

(30) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Hakikat IPA menurut Trianto (2010: 141) adalah Ilmu pengetahuan yang mempelajari gejala-gejala melalui berbagai proses ilmiah yang dilakukan atas dasar sikap ilmiah dan hasilnya dikenal sebagai produk ilmiah yang berupa konsep, prinsip, dan teori. Soewandi, dkk (2005: 96) menguraikan kegiatan IPA menjadi 3 bagian, yakni: a) Hakikat IPA dalam kehidupan. IPA pada hakikatnya merupakan kegiatan intelektual untuk memperoleh penetahuan tentang alam tempat hidup manusia. b) Hakikat IPA dalam pendidikan. IPA pada hakikatnya adalah usaha sadar yang dilakukan oleh pembimbing melalui pengajaran, latihan, dan bimbingan IPA untuk membantu peserta didik mengalami proses pendewasaan diri. c) Hakikat IPA dalam pembelajaran. IPA pada hakikatnya adalah proses kegiatan peserta didik untuk memahami lingkungan sekitar dan dirinya secara ilmiah melalui dari penemuan masalah, penyelesaian masalah melalui pengamatan dan penyimpulan ataa pengamatan tersebut, sehingga sains merupakan proses dan bukan hanya sekedar produk hafalan Sedangkan Trianto (2010: 137) menguraikan hakikat IPA menjadi 3 bagian, yaitu: a) IPA sebagai proses, yaitu IPA sebagai semua proses untuk menemukan pengetahuan baru atau menyempurnakan pengetahuan yang sudah ada. b) IPA sebagai produk, yaitu di mana IPA sebagai hasil proses yang berupa pengetahuan yang diajarkan di sekolah. c) IPA sebagai sikap, yaitu IPA sebagai suatu sikap untuk memecahkan masalah dalam kaitannya dengan pelajaran sains dan kehidupan Jadi, IPA (Ilmu Pengetahuan Alam) merupakan suatu kumpulan ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang alam semesta serta interaksi yang terdapat di dalamnya. 2.1.1.4.2 Tujuan Pembelajaran IPA Selain guru harus paham akan alasan pembelajaran IPA diajarkan di sekolah dan kegunaan-kegunaan yang diperoleh. Menurut Iskandar (2001:17)alasan dimasukkan dalam pembelajaran antara lain: a) IPA berfungsi bagi suatu bangsa, sebab kesejahteraan material suatu bangsa banyak tergantung pada kemampuan bangsa dalam bidang IPA sebab IPA merupakan dasar teknologi. b) IPA merupakan suatu mata pelajaran yang memberikan kesempatan 12

(31) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI latihan berfikir kritis. c) IPA merupakan bagian kebudayaan bangsa, karena kehidupan makin lama makin banyak dipengaruhi hasil-hasil IPA. 2.1.1.5 Materi Pembelajaran IPA Kelas V Kompetensi IPA kelas V yang digunakan untuk penelitian ini adalah standar kompetensi 5 tentang “memahami hubungan antara gaya, gerak, dan energi, serta fungsinya” pada kompetensi dasar 5.2 “menjelaskan pesawat sederhana yang dapat membantu pekerjaan lebih mudah dan lebih cepat” (Depdikbud, 2007). Sulistyanto dan Wiyono (2008:110) mengemukakan pengelompokkan pesawat sederhana menjadi empat jenis, yaitu tuas, bidang miring, katrol, dan roda poros. 1. Tuas Sulistyanto dan Wiyono (2008:110) menyebutkan tuas lebih dikenal dengan nama pengungkit. Pada umumnya, tuas atau pengungkit menggunakan batang besi atau kayu yang digunakan untuk mengungkit suatu benda. Terdapat tiga titik yang menggunakan gaya ketika mengungkit suatu benda, yaitu beban (B), titik tumpu (TT), dan kuasa (K). Beban merupakan berat benda, sedangkan titik tumpu merupakan tempat tertumpunya suatu gaya. Gaya yang bekerja pada tuas disebut kuasa. (Sumber:Sulistyanto dan Wiyono,2008: 110) Gambar 2.2 contoh tuas/pengungkit Berdasarkan posisi atau kedudukan beban, titik tumpu, dan kuasa, tuas digolongkan menjadi tiga, yaitu golongan pertama, golongan kedua, dan tuas golongan ketiga. a) tuas golongan pertama, kedudukan titik tumpu terletak di antara beban dan kuasa, b) tuas golongan kedua, kedudukan beban terletak di 13

(32) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI antara titik tumpu dan kuasa, dan c) tuas golongan ketiga, kedudukan kuasa terletak di antara titik tumpu dan beban. (Sumber: Sulistyanto dan Wiyono,2008:111) (Sumber: Sulistyanto dan Gambar 2.3. Contoh tuas golongan pertama Wiyono,2008:112) Gambar 2.4. Contoh tuas golongan kedua (Sumber: Sulistyanto dan Wiyono,2008:112) Gambar 2.5. Contoh tuas golongan ketiga 2. Bidang Miring Sulistyanto dan Wiyono (2008:115) mengemukakan pengertian bidang miring sebagai permukaan rata yang menghubungkan dua tempat yang berbeda ketinggian. Bidang miring memiliki keuntungan, yaitu kita dapat memindahkan benda ke tempat yang lebih tinggi dengan gaya yang lebih kecil. Namun demikian, bidang miring juga memiliki kelemahan, yaitu jarak yang di tempuh untuk memindahkan benda menjadi jauh. 14

(33) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI (Sumber: Sulistyanto dan Wiyono,2008: 115) Gambar 2.6. Alat-alat yang menggunakan prinsip bidang miring, antara lain (a) kapak, (b) pisau, (c) obeng, dan (d) sekrup 3. Katrol Katrol merupakan roda yang berputar pada porosnya (Sulistyanto dan Wiyono, 2008:117). Berdasarkan cara kerjanya, katrol merupakan jenis pengungkit karena memiliki titik tumpu, kuasa, dan beban. Katrol digolongkan menjadi tiga, yaitu katrol tetap, katrol bebas, dan katrol majemuk. a) katrol tetap, merupakan katrol yang posisinya tidak berpindah pada saat digunakan; b) katrol bebas, merupakan katrol yang tidak dipasang pada tempat tertentu. Katrol ini biasanya ditempatkan di atas tali yang kedudukannya dapat berubah; c) katrol majemuk, merupakan perpaduan dari katrol tetap dan katrol bebas. Kedua katrol dihubungkan dengan tali. (Sumber: Sulistyanto dan Wiyono,2008:117) (Sumber: Sulistyanto dan Wiyono,2008:118) Gambar 2.7. Contoh katrol tetap Gambar 2.8. Contoh katrol bebas 15

(34) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI (Sumber: Sulistyanto dan Wiyono, 2008:118) Gambar 2.9. Contoh katrol majemuk 4. Roda berporos Roda berporos merupakan roda yang dihubungkan dengan sebuah poros yang dapat berputar bersama-sama (Sulistyanto dan Wiyono, 2008:119). Roda berporos merupakan salah satu jenis pesawat sederhana yang banyak ditemukan pada alat-alat seperti setir mobil, setir kapal, roda sepeda, roda kendaraan bermotor, dan gerinda. (Sumber: Sulistyanto dan Wiyono, 2008:119) Gambar 2.10. Roda berporos pada sepeda 2.1.1.6 Berpikir Kritis 2.1.1.6.1 Definisi Berpikir Kritis Peter A. Facione mengemukakan pendapatnya mengenai berpikir kritis yaitu penilaian yang terarah dan terukur yang menghasilkan interpretasi, analisis evaluasi, dan kesimpulan, dan juga penjelasan terhadap pertimbanganpertimbangan faktual, konseptual, metodologis, kriteriologis, atau kontekstual yang menjadi dasar penilaian tersebut. 2.1.1.6.2 Dimensi Berpikir Kritis Peter A. Facione (1990:1) menyebutkan bahwa kemampuan berpikir kritis memiliki dua dimensi, yaitu dimensi kognitif dan dimensi disposisi afektif. 16

(35) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI a. Dimensi Kognitif Dimensi kognitif terdiri dari 6 kecakapan, yaitu interpretasi, analisis, evaluasi, inferensi, eksplanasi, dan regulasi diri. 1) Interpretasi merupakan kecakapan untuk memahami dan mengekspresikan makna dari berbagai pengalaman, situasi, data, kejadian, penilaian, kesepakatan, kepercayaan, aturan, prosedur, atau kriteria. 2) Analisis merupakan kecakapan untuk mengidentifikasi hubungan-hubungan logis dari pernyataan, pertanyaan, konsep, uraian, atau bentuk ungkapan yang lain yang dimaksudkan untuk mengemukakan kepercayaan, penilaian, pengalaman, penalaran, informasi, atau opini. 3) Evaluasi merupakan kecakapan untuk menilai kredibilitas pernyataan atau ungkapan yang lain yang mencerminkan persepsi, pengalaman, situasi, penilaian, kepercayaan, atau opini seseorang; untuk menimbang bobot dari suatu penalaran yang berkaitan dengan pernyataan, deskripsi, pertanyaan, atau bentuk ungkapan yang lain. 4) Inferensi merupakan kecakapan untuk mengidentifikasi dan memastikan elemenelemen yang diperlukan untuk menarik alasan yang masuk akal; untuk merumuskan dugaan dan hipotesis; untuk mempertimbangkan informasiinformasi yang relevan; untuk menarik konsekuensi-konsekuensi yang mungkin timbul dari data, pernyataan, prinsip, bukti, penilaian, kepercayaan, opini, konsep, gambaran, pertanyaan, atau bentuk ungkapan yang lain.5) Eksplanasi merupakan kecakapan untuk menjelaskan dan memberikan alasan-alasan dari bukti, konsep, metode, kriteria, dan konteks yang digunakan untuk menarik kesimpulan;dan untuk mengemukakan argumen-argumen logis yang kuat. 6) Regulasi diri merupakan kecakapan untuk memonitor aktivitas kognitifnya sendiri secara sadar, unsur-unsur yang ikut memainkan peran dalam aktivitas tersebut; dan kecakapan untuk memonitor aktivitas mentalnya sendiri dalam menarik kesimpulan dengan menganalisis dan mengevaluasi penilaiannya sendiri dengan mempertanyakan, mengkonfirmasi, memvalidasi, atau mengoreksi penalarannya sendiri. b. Dimensi Disposisi Afektif Menurut Facione, disposisi afektif lebih merupakan sikap yang menjadi dasar dalam mendekati permasalahan. Kecakapan disposisis afektif terbagi ke dalam dua kecakapan yaitu sikap umum dan sikap khusus. Facione (2010) 17

(36) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI merumuskan ulang kecakapan-kecakapan disposisi afektif yaitu rasa ingin menyelididki (inquisitive), sistematis, analitis (analytical), evaluatif (judicious), suka kesimpulan yang benar (truthseeking), suka penjelasan yang nalar (confident in reasoning), berpikiran terbuka (open-minded). 2.1.1.7 Eksplanasi Facione (1990) mengemukakan bahwa eksplanasi merupakan kecakapan untuk menjelaskan dan memberikan alasan-alasan dari bukti, konsep, metode, kriteria, dan konteks yang digunakan untuk menarik kesimpulan; dan untuk mengemukakan argumen-argumen logis yang kuat. Eksplanasi dibagi lagi ke dalam tiga sub-kecakapan yaitu menjelaskan hasil penalaran, menjustifikasi prosedur, dan menjelaskan argumen. 1) Menjelaskan hasil penalaran merupakan kecakapan untuk menghasilkan pernyataan yang tepat, menjelaskan atau menggambarkan hasil dari analisis suatu permasalahan, evaluasi, dugaan, atau hasil pengamatan. 2) menjustifikasi prosedur merupakan kecakapan menjelaskan pertimbangan-pertimbangan faktual, konseptual, metodologis, kriteriologis, dan kontekstual yang menjadi penilaian yang menghasilkan interpretasi, analisis, evaluasi, dan kesimpulan. 3) menjelaskan argumen merupakan kecakapan untuk memberikan alasan atas beberapa pernyataan yang diterima; untuk mempertemukan kebenaran dengan suatu metode, konsep, fakta-fakta, kriteria, analisis atau pertimbangan evaluasi. 2.1.1.8 Regulasi Diri Regulasi diri merupakan kecakapan untuk memonitor aktifitas kognitifnya sendiri secara sadar, unsur-unsur yang ikut memainkan peran dalam aktivitas tersebut; dan kecakapan untuk memonitor aktivitas mentalnya sendiri dalam menarik kesimpulan dengan menganalisis dan mengevaluasi penilaiannya sendiri dengan mempertanyakan, mengkonfirmasi, mevalidasi, atau mengoreksi penalarannya sendiri. Regulasi diri memiliki dua sub kecakapan yaitu eksaminasi diri dan koreksi diri. 18

(37) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 2.1.2 Penelitian-penelitian Terdahulu yang Relevan 2.1.2.1 Penelitian-penelitian tentang Mind Map Gitawati (2012) meneliti mengenaipengaruh penggunaan metode mind map terhadap kemampuan mengingat dan memahami pada pembelajaran IPA di SD Kanisius Sengkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan mind map terhadap kemampuan mengingat dan memahami. Jenis penelitian ini adalah quasi eksperimental tipe nonequivalent control group design dengan subjek penelitian adalah siswa kelas V SDK Sengkan yang terdiri dari kelas VA sebanyak 24 siswa sebagai kelompok eksperimental dan kelas VB sebanyak 24 siswa sebagai kelompok kontrol. Teknik pengumpulan data menggunakan pretest dan posttest pada kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Seluruh uji statistik dalam penelitian ini menggunakan program PSAW (SPSS) 18 for Windows. Instrumen penelitian yang digunakan adalah soal essai yang berjumlah 6 item soal (setiap soal mewakili tingkatan berfikir berdasarkan Taksonomi S. Bloom). Soal essai diberikan sebagai soal pretest dan posttest kedua kelompok sehingga didapat 4 jenis data yaitu pretest kelompok kontrol, posttest kelompok kontrol, pretest kelompok eksperimen, dan posttest kelompok eksperimen. Perbandingan hasil pretest dan posttest (berdasar diagram) dalam mengetahui tingkat mengingat siswa menunjukkan bahwa kelompok ekperimen (kelompok yang mendapat perlakuan) menunjukkan hasil yang lebih baik dibandingkan dengan kelompok kontrol. Sedangkan perbandingan hasil pretest dan posttest (berdasar diagram) dalam mengetahui tingkat memahami siswa menunjukkan bahwa kelompok ekperimen (kelompok yang mendapat perlakuan) menunjukkan hasil yang lebih baik dibandingkan dengan kelompok kontrol. Dari hasil yang didapat menunjukkan bahwa penggunaan mind map terbukti mempengaruhi kemampuan mengingat dan memahami siswa. Anggraeni (2012) meneliti mengenai pengaruh mind map terhadap kemampuan mengaplikasi dan mencipta pada mata pelajaran IPA di SD K Sorowajan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan mind map terhadap kemampuan mengaplikasi dan mencipta pada mata pelajaran IPA kelas V SD K Sorowajan pada semester genap tahuna ajaran 2011/2012. Subjek penelitian siswa kelas VA dan VB sebanyak 56 siswa. Kelas 19

(38) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI VA sebagai kelompok ekperimen sedangkan kelas VB sebagai kelompok kontrol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) penggunaan mind map berpengaruh terhadap kemampuan mengaplikasi, Hal ini ditunjukkan dengan harga sig. (2tailed)sebesar 0,006 < 0,05. 2) Penggunaan mind map berpengaruh terhadap kemampuan mencipta. Hal ini ditunjukkan dengan harga sig. (2-tailed) sebesar 0,003 < 0,05. Septiarini (2012) meneliti mengenai pengaruh penggunaan mind map terhadap kemampuan menganalisa dan mengevaluasi pada pelajaran IPA di SD Kanisius Sorowajan.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan mind map materi mengidentifikasi jenis-jenis tanah terhadap kemampuan menganalisa dan mengevaluasi pada pelajaran IPA di SD Kanisius Sorowajan semester genap tahun ajaran 2011/2012. Jenis penelitian ini menggunakan quasi eksperimental tipe non-equivalent control group design dimana terdapat kelompok kontrol dan kelompok eksperimental. Teknik pengumpulan data menggunakan pretest dan posttest di kelompok kontrol dan kelompok eksperimen sedangkan teknik analisis data terdiri dari 4 tahap yaitu uji normalitas, uji perbandingan skor pretest, uji perbandingan pretest ke posttest, dan uji pengaruh perlakukan dan uji selisih skor. Dari hasil analisis data dalam 4 tahap didapat hasil bahwa penggunaan mind map berpengaruh terhadap kemampuan menganalisis siswa. Pengaruh ini terlihat dari perbedaan antara posttest kelompok kontrol dan kelompok eksperimen dengan sig. (2-tailed) sebesar 0,041 < 0,05. Selain itu penggunaan mind map juga berpengaruh terhadap kemampuan mengevaluasi. Pengaruh ini ditunjukkan dengan harga sig. (2-tailed) sebesar 0,045 < 0,05 yang berarti terdapat perbendaan yang signifikan antara posttest kelompok kontrol dan ekperimen. 2.1.2.2 Penelitian-penelitian tentang berpikir kritis Rahayu (2011) meneliti mengenai pengaruh penerapan metode inkuiri terhadap prestasi belajar dan berpikir kritis kategori afektif umum pada mata pelajaran IPA SDK Ganjuran Yogyakarta. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penerapan metode inkuiri terhadap prestasi belajar dan kemampuan berpikir kritis kategori afektif umum siswa kelas V SDK Ganjuran pada semester genap 2010/2011. Subjek penelitian ini siswa kelas VA sebagai 20

(39) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI kelompok eksperimen dan VB sebagai kelompok kontrol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode inkuiri tidak berpengaruh positif dan signifikan terhadap selisih prestasi belajar siswa. Dibuktikan besarnya Assymp. Sig. (2tailed)> 0,05 yaitu 0,354. Maka Hnull diterima dan Hi ditolak. Berarti metode inkuiri tidak meningkatkan hasil belajar. Meskipun demikian, rata-rata selisih prestasi belajar kelompok eksperimen jauh lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol. Dibuktikan besarnya Assymp. Sig. (2-tailed)< 0,05 yaitu 0,004, sehingga Hnull ditolak dan Hi diterima. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode inkuiri memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap selisih kemampuan berpikir kritis kategori afektif umum. Dibuktikan besarnya Assymp. Sig. (2-tailed)< 0,05 yaitu 0,001. Maka Hnull ditolak dan Hi diterima. Berarti metode inkuiri meningkatkan kemampuan berpikir kritis kategori afektif umum siswa. Selanjutnya, analisi membandingkan rata-rata selisih kemampuan berpikir kritis kelompok eksperimen dan kontrol menyatakan besar Assymp. Sig. (2-tailed)< 0,05 yaitu 0,024. Maka Hnull diterima dan Hi ditolak. Supraptiningsih (2011) meneliti mengenai pengaruh penerapan metode inkuiri terhadap prestasi belajar dan berpikir kritis kategori afektif umum pada mata pelajaran IPA SDK Demangan Baru 1. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah penerapan metode inkuiri dapat mempengaruhi prestasi belajar dan kemampuan berpikir kritis kategori afektif umum siswa kelas V SDK Demangan Baru 1 pada semester genap tahun pelajaran 2010/2011. Subjek dari penelitian ini adalah siswa kelas VA sebanyak 37 siswa dan siswa kelas VB sebanyak 38 siswa. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa 1) terdapat peningkatan prestasi belajar dengan menggunakan metode inkuiri. Harga sig (2tailed) yang diperoleh dengan menggunakan rumus Mann Whitney U test sebesar 0,004 < 0,05. 2) Terdapat peningkatan kemapuan berpikir kritis kategori afektif umum dengan menggunakan metode inkuiri. Hal ini dibuktikan dengan kenaikan skor rata-rata pretest ke posttest berbeda secara positif dan signifikan karena hasil uji statistik dengan rumus Independen Sample Test diperoleh harga sig (2-tailed) sebesar 0,000 < 0,05. Chandra (2011) meneliti mengenai pengaruh penerapan merode inkuiri terhadap prestasi belajar dan berpikir kritis kategori kognitif pada mata pelajaran 21

(40) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI IPA SDK Demangan Baru 1. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan metode inkuiri terhadap prestasi belajar dan berpikir kritis kategori kognitif pada mata pelajaran IPA materi pesawat sederhana di SDK Demangan Baru 1 pada Semester Genap tahun ajaran 2010/2011. Subjek penelitian adalah siswa kelas V SDK Demangan Baru 1 yang terdiri dari kelas VA sebanyak 37 siswa sebagai kelompok kontrol dan kelas VB sebanyak 38 siswa sebagai kelompok ekperimen. Populasi dalam penelitian ini sekaligus sampel. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 1) ada peningkatan prestasi belajar dengan menggunakan metode inkuiri, hal ini dibuktikan dengan uji t (Independent Samples t-test) yang menunjukkan harga sig. (2-tailed) adalah 0,000 lebih kecil dari0,05. 2) Penerapan metode inkuiri meningkatkan kemampuan berpikir kritis pada kategori kognitif, ini terbukti dengan harga signifikasi (2-tailed) yang diperoleh sebesar 0,000 lebih kecil dari 0,05. Pada penelitian-penelitian sebelumnya belum ada penelitian mengenai kemampuan eksplanasi dan regulasi diri. Oleh sebab itu peneliti mencoba untuk meneliti lebih dalam mengenai kemampuan eksplanasi dan regulasi diri. Penelitian ini ingin melihat pengaruh penggunaan metode mind map terhadap kemampuan eksplanasi dan regulasi diri. 22

(41) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 2.1.2.3 Literatur Map Berikut literatur map dari penelitian-penelitian terdahulu: Mind Map Berpikir Kritis Sandra (2012) Teknik Mind Mapping kemampuan mengingan kemampuan memahami – – Rahayu (2011) Metode inkuiri – prestasi belajar – berpikir kritis Anggraeni (2012) Teknik Mind Mapping kemampuan mengaplikasi kemampuan mencipta – – Supraptiningsih (2011) Metode inkuiri - berpikir kritis – prestasi belajar Septiarini (2012) Mind map – kemampuan menganalisa – kemampuan mengevaluasi Chandra (2011) Metode inkuiri – pertasi belajar – kemampuan berpikir kritis Yang perlu diteliti: Mind map – berpikir kritis pada kemampuan ekplanasi dan regulasi diri 2.2 Kerangka Berpikir Metode pembelajaran mind map menjadi salah satu metode yang efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis. Hal ini dikarenakan mind map dapat mempermudah siswa dalam menerima materi pembelajaran. Siswa mampu berpikir kreatif dengan menggunakan mind map yang telah dibuat. Informasi yang beragam dari luar dapat dipetakan dengan semenarik mungkin tanpa mengurangi makna dari informasi tersebut. Penggunaan mind map pada pembelajaran IPA materi pesawat sederhana di SD K Demangan Baru disesuaikan dengan tahap perkembangan peserta didik. Hal 23

(42) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ini diharapkan mampu meningkatkan kemampuan siswa dalam berpikir kritis terutama dalam kemampuan eksplanasi dan regulasi diri. Jika metode pembelajaran dengan mind mapdigunakan dalam proses pembelajaran IPA, penggunaan metode pembelajaran mind mapakan berpengaruh pada kemampuan eksplanasi dan regulasi diri. 2.3 Hipotesis 2.1.1 Penggunaan metode pembelajaran mind map pada mata pelajaran IPA berpengaruh terhadap kemampuan eksplanasi siswa kelas V SD Kanisius Demangan Baru 1 Yogyakarta pada semester genap tahun ajaran 2013/2014. 2.1.2 Penggunaan metode pembelajaran mind map pada mata pelajaran IPA berpengaruh terhadap kemampuan regulasi diri siswa kelas V SD Kanisius Demangan Baru 1 Yogyakarta pada semester genap tahun ajaran 2013/2014. 24

(43) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB III METODE PENELITIAN Pada Bab III ini akan dibahas metode penelitianyang digunakan dalam penelitian ini. Pembahasan metode penelitian yaitu mengenai jenis penelitian yang digunakan, populasi dan sampel penelitian,waktu penelitian, variabel penelitian, definisi operasional, instrumen penelitian, uji validitas dan uji reliabilitas instrumen, teknik pengumpulan data, dan teknik analisis data. 3.1 Jenis Penelitian Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah quasi experimental tipe non equivalent control group design. Disebut quasi eksperimental karena kelas yang digunakan sebagai sampel sudah ada dan tidak diacak. Menurut Sugiyono (2010:116) dalam penelitian ini terdapat dua kelompok yaitu kelompok eksperimen sebagai kelompok yang diberi perlakuan khusus atau treatment dan kelompok kontrol yang tidak diberi perlakuan khusus. Pemilihan tiap responden untuk kelompok eksperimen dan kelompok kontrol dilakukan dengan menggunakan undian yang disaksikan oleh guru. Kedua kelompok kemudian diberi pretest untuk mengetahui keadaan awal perbedaan antara kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Hasil pretest dikatakan baik bila nilai kelompok eksperimen dan kelompok kontrol tidak berbeda secara signifikan. Perlakuan yang diberikan kepada kelompok eksperimen menggunakan mind map, sedangkan kelompok kontrol tidak diberi perlakuan khusus. Menurut Campbell dan Stanley (Cohen, 2007:276), hasil penelitian menggunakan pretest dan posttest atau pengaruh kausal dari intervensi dapat dihitung dalam tiga langkah : (1) kurangi skor pretest dari nilai posttest untuk kelompok eksperimen untuk menghasilkan skor 1; (2) kurangi skor pretest dari nilai posttest untuk kelompok kontrol untuk menghasilkan skor 2; dan (3) kurangi skor 2 dari skor 1. Berdasarkanprinsip Campbell dan Stanley, efek dari intervensi eksperimental akan menghasilkan rumus: (O2 - O1) – (O4 – O3). Jika hasilnya negatif maka efek kausal negatif atau tidak ada pengaruh dan sebaliknya jika 25

(44) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI hasilnya positif maka kausalnya positif atau ada pengaruh. Berdasarkan rumus penelitian quasi experimentaltipe nonequivalent control group designdapat digambarkan sebagai berikut (Sugiyono, 2010: 118): O1 X O3 O2 O4 Gambar 3.1 Desain Penelitian Keterangan: X = Perlakuan (treatment) O1= Rerata skor pretest kelompok eksperimen O2= Rerata skor posttest kelompok eksperimen O3= Rerata skor pretest kelompok kontrol O4= Rerata skor posttest kelompok kontrol 3.2 Setting Penelitian Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari 2014 yang berlokasi di SDK Demangan Baru 1 dengan alamat diJl. Demangan Baru No. 2, Depok, Sleman, Yogyakarta, Telp. (0273) 517737. Peneliti mengambil SDK Demangan Baru 1 karena bersamaan dengan diadakannya PPL (Praktek Pengalaman Lapangan) yang diselenggarakan oleh kampus. Penelitian berlangsung selama 2 minggu yang dibagi ke dalam 6 x pertemuan, satu kali pertemuan berlangsung selama 2 jam pelajaran. SDK Demangan Baru 1 Yogyakarta merupakan salah satu sekolah katolik yang berada di Yogyakarta. Sebagian besar guru dan siswa beragama katolik, namun ada juga yang beragama kristen dan islam. Setiap siswa di SDK Demangan Baru 1 Yogyakarta memiliki latar belakang keluarga yang berbedabeda. Sebagian besar orang tua siswa bekerja sebagai dosen, guru dan karyawan. SDK Demangan Baru 1 sebagai tempat penelitian merupakan salah satu sekolah swasta favorit yang berada di Yogyakarta. Hal ini terbukti dari banyaknya perhargaan sekolah yang diperoleh baik melalui siswa, guru, maupun sekolah 26

(45) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI tersebut baik dibidang akademik maupun non akademik. Berikut beberapa prestasi yang diperoleh siswa SDK Demangan Baru 1 Yogyakarta beberapa waktu ini: Juara III Lomba Futsal O2SN se-Kecamatan Depok 2014, Lomba pidato tingkat SD 2014, Juara I Biola anak tingkat lanjut, Juara I Lomba Paduan Suara Dinas Pendidikan, dan sebagainya. Selain penghargaan yang diperoleh, yang menjadikan SDK Demangan Baru 1 menjadi salah satu sekolah favorit adalah dari tenaga pengajarnya yang berjumlah 31 guru. Dengan gelar sarjana maupun pengalaman mengajar yang sudah cukup lama menjadikan guru mampu mengajarkan materi pembelajaran dengan sangat baik. Selain itu guru juga sangat peduli terhadap siswanya, terlihat dari kesabaran guru memberikan pengetahuan kepada seluruh siswanya tanpa membeda-bedakan. Hal lain yang membuat SDK Demangan Baru 1 cukup terkenal yaitu melalui kegiatan sosialnya. Di setiap tahunnya SDK Demangan Baru 1 selalu melakukan bakti sosial ke panti asuhan. Selain ke panti asuhan bakti sosial juga dilakukan ke SD di pedesaan yang membutuhkan bantuan. Ketika terjadi bencana alam dengan suka rela seluruh anggota sekolah juga melakukan bakti sosial. 3.3 Populasi dan Sampel Sugiyono (2011: 119) mengemukakan pengertian dari populasi yaitu wilayah generalisasi yang terdiri atas: objek/subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya. Populasi bukan sekedar jumlah yang ada pada subjek/objek yang dipelajari, tetapi meliputi seluruh karakteristik/ sifat yang dimiliki oleh subjek/objek itu. Populasi dalam penelitian ini merupakan siswa kelas V SDK Demangan Baru 1 Yogyakarta yang berjumlah sebanyak 87 siswa. Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut (Sugiyono, 2011:120). Sampel dalam penelitian ini merupakan siswa kelas V SDK Demangan Baru 1 yang berjumlah 58 siswa. Siswa tersebut terbagi dalam dua kelas, yaitu kelas VA sebagai kelas eksperimen dan VC sebagai kelas kontrol. Kelas VA terdiri dari 29 siswa dengan jumlah siswa putra sebanyak 18 anak dan siswa putri sebanyak 11 anak. Kelas VC terdiri dari 29 siswa dengan jumlah siswa putra 13 anak dan siswa putri sebanyak 16 anak. Penentuan 27

(46) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI kelompok kontrol dan kelompok eksperimen dilakukan dengan menggunakan undian yang disaksikan oleh koordinator kelas V dan dua guru kelas. Dari hasil undian didapatkan bahwa kelas VA menjadi kelompok eksperimen dan kelas VC menjadi kelompok kontrol. Kelas VA sebagai kelas eksperimen merupakan kelas yang diberi perlakuan khusus (treatment) dengan menggunakan mind map sebagai metode pembelajaran. Berbeda dengan kelas VC sebagai kelas kontrol yang merupakan pembanding sejauh mana peningkatan kelas eksperimen setelah mendapatkan treatment, maka tidak mendapatkan perlakuan khusus. Tabel 3.1 Jadwal Pengambilan Data Penelitian 1 Hari, Tanggal Jumat, 7 Februari 2014 Rabu, 12 Februari 2014 JP 2 JP 3 Senin, 17 Februari 2014 2 JP 4 Rabu, 19 Februari 2014 2 JP 5 Jumat, 21 Februari 2014 2 JP 6 Senin, 24 Februari 2014 2 JP 7 Jumat, 28 Februari 2014 Jumat, 28 Maret 2014 2 JP Materi pesawat sederhana Pengenalan mind map Membuat mind map pesawat sederhana Materi pengungkit Menonton video tentang macammacam pengungkit Membuat mind map tentang pengungkit Demonstrasi katrol menggunakan alat KIT Membuat mind map tentang katrol Demonstrasi bidang miring dan roda berporos menggunakan alat KIT Menjelaskan materi bidang miring dan roda berporos dengan mind map Membuat mind map tentang bidang miring dan roda berporos Penjelasan keseluruhan materi Menjelaskan mind map di depan kelas Refleksi menggunakan mind map Mengerjakan Postest I 2 JP Mengerjakan Postest II 2 8 2 JP Materi Mengerjakan Pretest 3.4 Variabel Penelitian Menurut Sugiyono (2011:63), variabel penelitian adalah atribut seseorang atau objek, yang mempunyai variasi tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk 28

(47) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI dipelajari sehingga diperoleh informasi yang kemudian ditarik kesimpulannya. Sugiono (2011:64) membagi variabel menjadi 2 yaitu: 1. Variabel Independen Variabel independen adalah variabel yang dapat mempengaruhi variabel lain dan tidak dapat dipengaruhi oleh variabel lain. Dalam penelitian ini variabel independen adalah Metode Mind Map. 2. Variabel Dependen Variabel dependen adalah variabel yang dapat dipengaruhi oleh variabel lain. Variabel dependen dalam penelitian ini adalah kemampuan ekplanasi dan kemampuan regulasi diri. Variabel penelitian disajikan dalam bentuk bagan di bawah ini: Variabel independen Variabel dependen Kemampuan Ekplanasi Metode Mind Map Kemampuan Regulasi Diri Gambar 3.2 Variabel Penelitian 3.5 Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data merupakan cara mengumpulkan data yang dibutuhkan untuk menjawab rumusan masalah penelitian (Noor, 2011: 138). Pengumpulan data berlangsung selama 2 minggu dalam 6 x pertemuan. Hal ini sesuai dengan pendapat dari Krathwohl (2004: 547), “pengambilan data eksperimental dianjurkan dilakukan dalam waktu sesingkat mungkin untuk mengurangi bias.” Dalam penelitian ini teknik pengumpulan data menggunakan tes berupa 6 soal uraian. Selain itu digunakan wawancara dan observasi sebagai pelengkap informasi. Peneliti dibantu oleh guru mitra yang melaksanakan seluruh kegiatan pembelajaran. Peneliti bertugas melakukan observasi dan menyiapkan semua instrumen penelitian dan alat peraga yang akan digunakan pada proses pembelajaran. 29

(48) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Tes berupa soal uraian digunakan untuk mengetahui peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa, observasi digunakan untuk mengetahui proses pembelajaran yang berlangsung dengan menggunakan media mind map, sedangkan wawancara digunakan untuk mengetahui perkembangan yang terjadi baik yang dirasakan oleh peserta didik maupun oleh guru selama melakukan pembelajaran dengan menggunakan media mind map. Wawancara yang baik dengan guru maupun siswa berpedoman pada pertanyaan-pertanyaan yang berkaitan dengan penelitian. 3.6 Instrumen Penelitian Menurut Sugiyono (2010:148) instrumen penelitian adalah alat ukur yang digunakan dalam penelitian untuk mengumpulkan data. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan instrumen penelitian berupa tes dengan 6 soal uraian untuk mengukur kemampuan berpikir kritis siswa yang disusun oleh peneliti bersama dengan 2 rekan peneliti. Berikut matriks pengembangan instrumen yang digunakan untuk menyusun soal pretest dan posttest: Tabel 3.2. Matriks Pengembangan Instrumen No Variabel Indikator Menjelaskan gambar, grafik, tabel, dst 1. Eksplanasi No. Soal 5 Menjelaskan alasan mengapa menggunakan suatu pilihan Menjelaskan alasan mengapa mengambil langkah tertentu Menguraikan langkah-langkah yang digunakan untuk memecahkan maslah Menghargai pendapat orang lain yang berbeda 2. Regulasi Diri 6 Memilah-milah permasalahan dalam bagian-bagian yang lebih kecil supaya bisa lebih baik ditangani Menguji pendapat sendiri apakah terlalu berat sebelah Menguji apakah argumen yang digunakan memang sungguh bisa diterima. 30

(49) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Berikut adalah tabel rubrik penilaian yang digunakan peneliti untuk mengoreksi hasil validasi, hasil pretets, posttest I, dan posttest II: Tabel 3.3. Rubrik Penilaian Variabel Eksplanasi Indikator Menjelaskan gambar, grafik, tabel, dst Menjelaskan alasan mengapa menggunakan suatu pilihan Menjelaskan mengapa alasan mengambil langkah tertentu Menguraikan langkahlangkah yang digunakan untuk memecahkan maslah Regulasi Diri Menghargai pendapat orang lain yang berbeda Penskoran Skor Jika penjelasan sangat sesuai 4 dengan gambar Jika penjelasan sesuai dengan 3 gambar Jika penjelasan kurang sesuai 2 dengan gambar Jika penjelasan tidak sesuai 1 dengan gambar atau tidak menjawab sama sekali Jika memilih alat dapat 4 mempermudahkan pekerjaan dengan alasan yang sangat tepat. Jika memilih alat dapat 3 mempermudahkan pekerjaan dengan alasan yang tepat. Jika memilih alat dapat 2 mempermudahkan pekerjaan dengan alasan yang kurang tepat. Jika memilih alat tidak dapat 1 mempermudahkan pekerjaan dengan alasan yang tidak tepat atau tidak menjawab sama sekali. Jika menjelaskan alasan dengan 4 sangat tepat Jika menjelaskan alasan dengan 3 tepat Jika menjelaskan alasan dengan 2 kurang tepat Jika menjelaskan alasan dengan 1 tidak tepat atau tidak menjawab sama sekali Jika menguraikan langkah4 langkah yang digunakan sesuai dan tepat Jika menguraikan langkah3 langkah yang digunakan sesuai dan kurang tepat. Jika menguraikan langkah2 langkah yang digunakan kurang sesuai dan tidak tepat. Jika menguraikan langkah1 langkah yang digunakan tidak sesuai dan tidaktepat atau tidak menjawab sama sekali. Jika pendapat yang diberikan 4 tidak melecehkan pendapat teman dengan alasan yang tepat 31

(50) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Menilai apakah ada kelemahan dalam langkah yang sudah diambil Menguji pendapat sendiri apakah terlalu berat sebelah Menguji apakah argumen yang digunakan memang sungguh bisa diterima. Jika pendapat yang diberikan tidak melecehkan pendapat teman dengan alasan yang kurang tepat Jika pendapat yang diberikan tidak melecehkan pendapat teman tanpa memberikan alasan Jika pendapat yang diberikan melecehkan pendapat teman atau tidak menjawab sama sekali Jika jawaban yang diberikan menunjukkan adanya kelemahan dalam pendapat yang diberikan. Jika jawaban yang diberikan kurang menunjukkan adanya kelemahan dalam pendapat yang diberikan. Jika jawaban yang diberikan tidak menunjukkan adanya kelemahan dalam pendapat yang diberikan. Tidak menjawab sama sekali. Jika pendapat yang diberikan tidak memberatkan pendapat teman. Jika pendapat yang diberikan seikit memberatkan pendapat teman. Jika pendapat yang diberikan memberatkan pendapat teman. Tidak menjawab sama sekali. Jika pendapat yang diberikan dapat diterima oleh orang lain. Jika pendapat yang diberikan kurang dapat diterima oleh orang lain. Jika pendapat yang diberikan tidak dapat diterima oleh orang lain. Tidak menjawab sama sekali. 3 2 1 4 3 2 1 4 3 2 1 4 3 2 1 3.7 Teknik Pengujian Instrumen Menurut Sukmadinata (2008:228), dalam penelitian diperlukan instrumeninstrumen penelitian yang telah memenuhi persyaratan. Persyaratan yang harus terpenuhi minimal ada dua macam, yaitu validitas dan reliabilitas.Untuk mengetahui validitas dan reliabilitas soal essai maka soal essai yang digunakan sebagai soal pretest dan posttest sebelumnya diujicobakan terhadap siswa kelas V SD Karitas Nandan yang beralamat di Nandan, Sariharjo, Ngangklik, Sleman, Yogyakarta. Responden terdiri dari 2 kelas paralel dengan jumlah siswa untuk 32

(51) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI kelas VA sebanyak 30 siswa dan kelas VB sebanyak 29 siswa, sehingga total keseluruhan sebanyak 56 siswa. 3.7.1 Uji Validitas Sugiono (2008:168) menjelaskan bahwa instrumen penelitian yang valid adalah jika instrumen tersebut dapat digunakan untuk mengukur apa yang seharusnya diukur. Menurut Noor (2011: 133) terdapat tiga tipe validitas pengukuran, yaitu validitas isi (content validity), validitas konsep/konstruk (construct validity), dan validitas kriteria (criterion validity). Pada penelitian ini hanya menggunakan 2 tipe validitas yaitu validitas isi dan validitas konstruk dari 3 tipe validitas. Menurut Azwar (2009: 45), validitas isi merupakan validitas yang diestimasi lewat pengujian terhadap isi tes dengan analisis rasional atau lewat professional judgment. Validitas isi memastikan apakah instrumen tepat mengukur hal yang ingin diukur, apakah butir-butir pertanyaan telah mewakili aspek-aspek yang akan diukur (Sukmadinata, 2008: 228). Validitas isi disusun berdasarkan rancangan yang telah ada dan diuji dengan membandingkan program yang ada serta konsultasi ahli. Pengujian validitas isi dilakukan dengan melihat matriks pengembangan instrumen atau kisi-kisi instrumen yang memuat variabel yang diteliti, indikator sebagai tolok ukur, dan nomor butir pertanyaan atau pernyataan. Dalam Noor (2011: 133) dijelaskan validitas konstruk merupakan analisis butir kuesioner untuk membuktikan seberapa bagus hasil yang diperoleh dari penggunaan ukuran sesuai dengan teori yang hendak diukur. Instrumen memiliki validitas konstruk jika disusun berdasarkan teori yang relevan, dikonsultasikan ke ahli (expert judgment) dan dianalisis faktor. Untuk keperluan uji coba, peneliti dan bersama dua rekan peneliti yang lain masing-masing mengembangkan 2 soal uraian dengan bobot yang sama. Jumlah total soal sebanyak 6 soal uraian yang akan diujicobakan pada responden sebanyak 56 siswa SD Karitas Nandan. Dalam mempermudahkan perhitungan hasil penelitian, peneliti menggunakan program komputer IBM SPSS Statistics 22 for Windows. Kriteria yang digunakan untuk menilai validitas suatu item adalah jika harga rhitung> rtabel atau jika harga sig. (2-tailed) < 0,05 (Sugiyono, 2012: 174). 33

(52) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Sugiyono (2012: 613) mengemukakan bahwa nilai Product Moment untuk taraf signifikansi 5% dengan jumlah N=56 adalah 0,254. Jika data normal maka uji statistik selanjutnya yang digunakan adalah uji parametrik misalnya Independent samples t-test atau Paired Samples t-test, jika distribusi data tidak nomal maka uji statistik yang digunakan menggunakan non-parametrik misalnya Mann Whitney utest atau Wilcoxon signed rank test. Berdasarkan perhitungan menggunakan IBM SPSS Statistics 22 for Windows, berikut hasil uji validitas soal uraian (lihat lampiran 2): Tabel 3.4. Hasil Uji Validitas No 1 2 3 4 5 6 Variabel Interpretasi Analisis Evaluasi Inferensi Eksplanasi Regulasi diri r hitung 0.679 0.758 0.726 0.761 0.787 0.734 r tabel 0.254 0.254 0.254 0.254 0.254 0.254 Sig. (2-tailed) 0,000 0,000 0,000 0,000 0,000 0,000 Keputusan Valid Valid Valid Valid Valid Valid Berdasarkan tabel di atas hasil r hitung kemampuan eksplanasi lebih besar dari rtabel dengan harga 0,787, selain itu didapatkan harga signifikansi sebesar 0,000 (atau p< 0,05). Hal ini menunjukkan bahwa kemampuan eksplanasi sudah valid. Untuk kemampuan regulasi diri didapatkan hasil rhitung sebesar 0,734 dan harga signifikansi sebesar 0,000 (atau p< 0,05). Hal ini menunjukkan bahwa kemampuan regulasi diri sudah valid. 3.7.2 Uji Reliabilitas Menurut Sugiyono (2010: 364) reliabilitas berkenaan dengan derajad konsistensi dan stabilitas data atau temuan. Suatu instrumen memiliki tingkat reliabilitas yang memadai, bila instrumen tersebut digunakan mengukur aspek yang diukur beberapa kali hasilnya sama atau relatif sama (Sukmadinata, 2008: 229). Penentuan reliabilitas menggunakan teknikAlpha Cronbach.Untuk keperluan teknis analisis hasil uji coba, maka menggunakan program komputer IBM SPSS Statistics 22 for Windows. Menurut Nunnally (dalam Ghozali, 2009: 46) untuk uji reliabilitas soal dengan rumus Alpha Cronbach, variabel dikatakan reliabel jika nilai Alpha Cronbach> 0,60. Berikut hasil uji reliabilitas soal yang digunakan untuk soal pretest dan posttest(lihat lampiran 3). 34

(53) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Tabel 3.5. Tabel Uji Reliabilitas Cronbach's Alpha Based on Standardized Items N of Items N siswa ,837 6 56 Berdasarkan hasil uji reliabilitas menggunakan rumus Cronbach’s Alpha diperoleh perhitungan sebesar 0,837 (atau p> 0,60), hal ini menunjukkan bahwa 6 soal esaai sudah reliabel. 3.8 Teknik Analisis Data Teknik analisis data dilakukan dengan menggunakan program komputer IBM SPSS Statistics 22 for Windows dengan tingkat kepercayaan 95%. 3.8.1 Uji normalitas distribusi data Setelah data terkumpul kemudian dilakukan uji normalitas data. Uji normalitas data digunakan untuk mengetahui apakah data terdistribusi dalam kurva normal atau tidak, hal ini sebagai prasyarat digunakannya analisis parametrik (Priyatno, 2012: 132). Uji normalitas data dilakukan dengan statistik non parametris yaitu menggunakan rumus Kolmogorov-Smirnov. Jika distribusi data normal analisis statistiknya menggunakan statistik parametrik Independent Sample t-test atau Paired Sample t-test. Jika data tidak normal maka analisi menggunakan statistik nonparametrik Mann-Whitney U-test atau Wilcoxonsigned rank test.Untuk keperluan penelitian, perhitungan uji normalitas data dilakukan dengan program IBM SPSS Statistics 22 for Windows. Menurut Priyatno (2012:136) kriteria pengambilan keputusan untuk uji normalitas sebagai berikut: a. Jika harga sig. (2-tailed) > 0,05 maka data terdistribusi normal, sehingga analisis data diuji menggunakan statistik parametrik. b. Jika harga sig. (2-tailed) < 0,05 maka data terdistribusi tidak normal, sehingga analisis data diuji menggunakan satistik non parametrik. 35

(54) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 3.8.2 Uji pengaruh perlakuan 3.8.2.1 Uji perbedaan kemampuan awal Uji perbedaan bertujuan untuk membandingkan rata-rata dua grup yang tidak berhubungan satu dengan yang lain. Apakah kedua grup tersebut mempunyai nilai rata-rata yang sama ataukah tidak sama secara signifikan (Ghozali, 2006: 56). Uji perbedaan pretest menggunakan statistik parametrik Independent Sample t-test atau statistik nonparametrik Mann Whitney U-test. Hipotesis statistiknya adalah sebagai berikut: Hi : Ada perbedaan yang signifikan antara rerata pretest kelompok eksperimen dan kelompok kontrol Hnull : Tidak ada ada perbedaan yang signifikan antara rerata pretest kelompok eksperimen dan kelompok kontrol Kriteria pengambilan keputusan yang digunakan adalah sebagai berikut (Priyatno, 2010: 40): a. Jika nilai sig. (2-tailed) > 0,05 maka Hnull diterima Hi ditolak. Hal ini menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara pretest kelompok kontrol dan pretest kelompok eksperimen. Dengan kata lain kedua kelompok tersebut mempunyai kemampuan awal yang sama. b. Jika nilai sig. (2-tailed) < 0,05 maka Hnull ditolak Hi diterima. Hal ini menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan antara pretest kelompok kontrol dan pretest kelompok eksperimen. Dengan kata lain kedua kelompok tersebut mempunyai kemampuan awal yang tidak sama. Kondisi yang ideal adalah jika tidak ada perbedaan kemampuan awal yang signifikan pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. 3.8.2.2 Uji selisih skor Pretest dan posttest Uji selisih skor pretest dan posttest dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui apakah penggunaan metode mind map berpengaruh terhadap kemampuan eksplanasi dan kemampuan regulasi diri. Secara prinsip digunakan rumus (O2 – O1) – (O4 – O3) yaitu dengan mengurangkan selisih skor posttestpretest pada kelompok kontrol dengan selisih skor posttest–pretest pada kelompok eksperimen. Analisis statistik dilakukan dengan program komputer IBM SPSS Statistics 22 for Windows dengan tingkat kepercayaan 95%. Jika data 36

(55) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI terdistribusi dengan normal digunakan Independent samples t-test atau jika data terdistribusi dengan tidak normal maka digunakan Mann Whitney U-test. Menurut Priyatno (2010: 93) uji statistik yang digunakan adalah Independent Samples t-test karena untuk menguji perbedaan rata – rata dari dua kelompok data atau sampel yang independen. Hipotesis statistiknya adalah sebagai berikut. Hi : ada perbedaan yang signifikan antara selisih skor pretest-posttest pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Hnull : tidak ada perbedaan yang signifikan antara selisih skor pretest-posttest pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Kriteria yang digunakan untuk menarik kesimpulan adalah sebagai berikut. a. Jika harga sig. (2-tailed) > 0,05 Hnull diterima dan Hi ditolak. Artinya tidak ada perbedaan yang signifikan antara selisih skor pretest-posttest pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Dengan kata lain penggunaan metode mind map tidak berpengaruh terhadap kemampuan eksplanasi atau kemampuan regulasi diri. b. Jika harga sig. (2-tailed) < 0,05 Hnull ditolak dan Hi diterima. Artinya ada perbedaan yang signifikan antara selisih skor pretest-posttest pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Dengan kata lain penggunaan metode mind map berpengaruh terhadap kemampuan eksplanasi atau kemampuan regulasi diri. 3.8.3 Analisis lebih lanjut 3.8.3.1 Uji peningkatan skor pretest ke posttest Uji peningkatan skor pretest ke posttest dilakukan untuk mengetahui apakah ada peningkatan skor yang signifikan dari pretest ke posttest baik pada kelompok eksperimen maupun kelompok kontrol. Analisis statistik dilakukan dengan program komputer IBM SPSS Statistics 22 for Windows dengan tingkat kepercayaan 95%. Jika data terdistribusi dengan normal digunakan statistik parametrik yaitu Paired samples t-test atau jika data terdistribusi dengan tidak normal maka digunakan statistik non-parametrik yaitu Wilcoxon signed ranks test. Hipotesis statistiknya adalah sebagai berikut. 37

(56) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Hi : ada perbedaan yang signifikan antara skor pretest dan posttest pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Hnull : tidak ada perbedaan yang signifikan antara skor pretest dan posttest pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Kriteria yang digunakan untuk menarik kesimpulan adalah sebagai berikut. a. Jika harga sig. (2-tailed) > 0,05 Hnull diterima dan Hi ditolak. Artinya tidak ada perbedaan yang signifikan antara skor pretest dan posttest pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Dengan kata lain tidak terdapat peningkatan skor yang signifikan dari pretest ke posttest. b. Jika harga sig. (2-tailed) < 0,05 Hnull ditolak dan Hi diterima. Artinya ada perbedaan yang signifikan antara skor pretest dan posttest pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Dengan kata lain terdapat peningkatan skor yang signifikan dari pretest ke posttest. Untuk mengetahui presentase peningkatan skor pretest ke posttest digunakan rumus sebagai berikut. Gambar 3.3. Rumus persentase peningkatan skor pretest ke posttest 3.8.3.2 Uji Besarnya Pengaruh perlakuan (effect size) Uji besar pengaruh perlakuan dilakukan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh penggunaan metode mind map terhadap kemampuan eksplanasi dan kemampuan regulasi diri. Teknik pengujian klasik untuk mengetahui signifikansi pengaruh tidak dengan sendirinya menunjukkan apakah pengaruh tersebut cukup substantif atau tidak. Pentingnya suatu pengaruh ini sering disebut sebagai effect size. Effect size adalah suatu ukuran objektif dan terstandarisasi untuk mengetahui besarnya efek yang dihasilkan (Field, 2009: 56-57). Untuk mengetahui effect zise digunakan koefisien korelasi dengan kriteria r = 0,10 (efek kecil) yang setara dengan 1% pengaruh yang diakibatkan oleh pengaruh variabel independen, r = 0,30 (efek sedang) yang setara dengan 9% pengaruh yang diakibatkan oleh pengaruh variabel independen, dan r = 0,50 (efek 38

(57) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI besar) yang setara dengan 25% pengaruh yang diakibatkan oleh pengaruh variabel independen (Field, 2009:175). Koefisien korelasi r dipilih karena koefisien korelasi ini cukup mudah digunakan untuk mengetahui besarnya efek yang terentang antara harga 0 (tidak ada efek) dan 1 (efek sempurna). Cara yang digunakan untuk mengetahui koefisien korelasi adalah sebagai berikut. Jika distribusi data normal, harga t diubah menjadi harga r dengan rumus sebagai berikut (Field, 2009: 332): t r t 2 2 df Gambar 3.4. Rumus besar efek perlakuan data normal Keterangan: r = besarnya efek (effect size) yang menggunakan koefisien korelasi pearson t = harga uji t df = derajat kebebasan (degree of freedom) Jika distribusi data tidak normal digunakan rumus sebagai berikut (Field, 2009: 550): Gambar 3.5. Rumus besar efek perlakuan data tidak normal Keterangan: Z = harga konversi dari standar deviasi dari uji statistik wilcoxon N = Jumlah total observasi (2 x jumlah siswa) 3.8.3.3 Uji retensi pengaruh perlakuan Menurut Krathwohl (2004: 546), untuk lebih mengetahui sensivitivitas perbedaan perlakuan dari penelitian eksperimental dianjurkan untuk melakukan 39

(58) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI posttest II sesudah posttest I. Tujuannya untuk lebih mengetahui retensi pengaruh perlakuan, yaitu untuk melihat pengaruh perlakuan. Setelah satu bulan dilakukan posttest I, dilakukan posttest II pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Langkah ini dilakukan untuk melihat apakah pengaruh yang ditimbulkan dari metode mind map masih sekuat posttest I atau tidak. Data yang diperoleh dari posttest II diuji normalitasnya terlebih dahulu kemudian dibandingkan dengan hasil posttest I. Jika distribusi data normal, digunakan statistik parametrik dalam hal ini paired samples t-test. Jika distribusi data tidak normal, digunakan statistik non parametrik dalam hal ini Wilcoxon Signed rank test. Analisis statistik dilakukan dengan program komputer IBM SPSS Statistics 22 for Windows dengan tingkat kepercayaan 95%. Hipotesis statistiknya adalah sebagai berikut. Hi : ada perbedaan yang signifikan antara skor posttest I dan posttest II pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol Hnull : tidak ada perbedaan yang signifikan antara skor posttest I dan posttest II pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol Kriteria yang digunakan untuk menarik kesimpulan adalah sebagai berikut. a. Jika harga sig. (2-tailed) > 0,05 Hnull diterima dan Hi ditolak. Artinya tidak ada perbedaan yang signifikan antara skor posttest I dan posttest II pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Dengan kata lain tidak terjadi penurunan/peningkatan skor yang signifikan dari posttest I ke posttest II. b. Jika harga sig. (2-tailed) < 0,05 Hnull ditolak dan Hi diterima. Artinya ada perbedaan yang signifikan antara skor posttest I dan posttest II pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Dengan kata lain terjadi penurunan/peningkatan skor yang signifikan dari posttest I ke posttest II. Untuk mengetahui presentase peningkatan/penurunan skor posttest I ke posttest II digunakan rumus sebagai berikut. Gambar 3.6. Rumus persentase peningkatan skor posttest I ke Posttest II 40

(59) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 3.8.3.4 Dampak perlakuan pada siswa Krathwohl (2004: 546) menjelaskan untuk setiap penelitian eksperimental dianjurkan untuk memasukkan penelitian kualitatif agar lebih dapat dipahami sudut pandang subjek yang diteliti terkait perlakuan dan variabel-variabel yang dimiliki antara lain dengan melakukan observasi dan interview sesudah penelitian. Berdasarkan hal tersebut peneliti melakukan triangulasi data yaitu dengan melakukan observasi di kelas, wawancara dengan siswa, dan wawancara dengan guru. Observasi dilakukan didua kelas penelitian, yaitu kelas eksperimen dan kelas kontrol. Selama penelitian berlangsung peneliti bertugas mengobservasi pembelajaran yang berlangsung. Terdapat 3 hal yang diobservasi, yaitu cara guru mengajar, kondisi kelas, dan keaktifan siswa. Wawancara terhadap guru dan siswa dilakukan sebelum pretest dan sesudah penelitian berakhir. Hal ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh metode mind map yang guru dan siswa rasakan secara langsung. Berikut tabel pedoman wawancara siswa dan guru. Tabel3.6. Pedoman Wawancara Siswa No Topik Pertanyaan Pretest 1 2 Apakah kamu senang belajar IPA? Mata pelajaran IPA Mengapa kamu senang/tidak senang dengan mata pelajaran IPA? 3 Metode 4 Bagaimana cara guru mengajar? Apa kelebihan dan kekurangan dalam mempelajari Mata pelajaran IPA dan metode materi dalam pelajaran IPA dengan cara mengajar guru yang seperti itu? 5 Metode Apakah sebelumnya guru pernah mengajarkan materi IPA dengan mind map? Posttest 6 7 Bagaimana perasaanmu setelah Metode mempelajari materi IPA dengan menggunakan mind map? Apakah kelebihan mempelajari materi IPA dengan menggunakan mind map? 8 9 Mata Pelajaran IPA Metode Apakah kamu mengalami kemajuan dalam memahami materi IPA dibandingkan sebelumnya? Bagaimana cara guru mengajar dengan 41

(60) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI No Topik Pertanyaan menggunakan mind map? 10 Apakah kamu lebih senang mempelajari materi IPA menggunakan mind map dibandingkan dengan cara yang diajarkan guru biasanya?Apa alasanmu? 11 Evaluasi 12 Ketika mengerjakan soal, soal mana yang kamu anggap sukar?Mengapa? Bagaimana perasaanmu sewaktu pertama kali belajar mind map? Apa kesulitan yang kamu temui? 13 Setelah belajar mind map, kamu membuat mind map di pelajaran lain tidak atau topik lain? 14 Mind Map 15 Apakah kamu bosan membuat mind map selama beberapa kali? Mengapa bosan atau tidak bosan? Apakah ketika kalian menggunakan mind map dapat membantu kamu mempelajari materi? 16 Mana yang lebih mudah, belajar dengan membuat mind map atau tanpa mind map? Mengapa demikian? Tabel 3.7. Pedoman Wawancara Guru No Topik 1 Pertanyaan Apakah sebelumnya Bapak sudah pernah menggunakan mind map untuk mengajarkan suatu materi? 2 Apa kesulitan dalam mengajarkan materi menggunakan mind map? 3 Bagaimana pendapat Bapak mengenai mind map? 4 Apakah Bapak puas dengan hasil belajar menggunakan 5 6 Mind Map mind map? Apakah mind map efektif untuk pembelajaran? Apakah ada perubahan ketika Bapak menggunakan mind map dalam menjelaskan materi? 7 Apakah Bapak pernah menggunakan metode lain selain mind map? 8 Bagaimana hasil pembelajaran dengan menggunakan metode tersebut? 42

(61) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 3.8.3.5 Konsekuensi Lebih Lanjut Konsekuensi lebih lanjut dapat menjawab permasalahan yang terdapat pada latar belakang masalah. Berdasarkan penelitian yang dilakukan dapat diketahui metode apa saja yang dapat digunakan untuk mampu mengatasi permasalahan dalam pendidikan terutama pada saat kegiatan belajar mengajar. Dengan penelitian yang telah dilakukan dapat memunculkan penelitian-penelitian lain yang bertujuan untuk mengatasi permasalahan dalam pendidikan dengan menggunakan media yang lain yang sekiranya belum pernah digunakan atau jarang digunakan dalam pendidikan. 43

(62) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB 4 HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Bab IV akan membahas mengenai hasil penelitian dan pembahasan pengaruh penggunaan metode mind mappada mata pelajaran IPA terhadap kemampuan eksplanasi dan kemampuan regulasi diri. 4.1 Implementasi Pembelajaran Penelitian yang dilakukan bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan metode pembelajaran mind map terhadap kemampuan berpikir kritis khususnya kemampuan eksplanasi dan regulasi diri. Penelitian dilakukan terhadap 2 kelas yang berbeda yaitu kelas VA dan VC SD Kanisius Demangan Baru 1 Yogyakarta. Kelas VA sebagai kelompok eksperimen yang akan mendapat perlakuan/treatment dengan menggunakan metode pembelajaran mind map,sedangkan kelas VC merupakan kelas kontrol sebagai kelas pembanding yang tidak mendapatkan perlakuan apapun. Penelitian akan untuk kedua kelas akan berlangsung selama 6 pertemuan (2 x 40 menit). Dalam penelitian, peneliti dibantu oleh guru mata pelajaran IPA yang mengajar di kedua kelas. Guru mata pelajaran bertugas untuk menyampaikan materi pembelajaran pesawat sederhana. Untuk kelas VA guru menggunakan metodemind mapdalam menjelaskan materi pesawat sederhana selain itu guru juga menggunakan media KIT pesawat sederhana. Untuk kelas VC guru dalam menjelaskan materi pesawat sederhana tidak menggunakan media apapun, guru hanya melakukan ceramah dan siswa mendengarkan penjelasan guru. Selama guru menjelaskan materi baik di kelas eksperimen maupun di kelas kontrol peneliti bersama dengan 2 rekan melakukan observasi terhadap proses pembelajaran. Adapun hal yang diobservasi yaitu kondisi kelas, penjelasan guru, dan antusias siswa. Peneliti dan 2 rekan membagi tugas dalam melakukan observasi di dalam kelas. Hal ini supaya mempermudah pengamatan. 44

(63) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 4.1.1 Kelompok Eksperimen Pelaksanaan penelitian di kelompok eksperimen dilangsungkan dalam 3 kegiatan, yaitu kegiatan pembuka, kegiatan inti, dan kegiatan penutup. Pada pertemuan pertama, kegiatan pembuka dilaksanakan dengan melakukan tanya jawab untuk menggali pengetahuan siswa terhadap pengertian pesawat sederhana. Pertemuan kedua dimulai dengan guru meminta beberapa siswa untuk maju kedepan kelas dan menjelaskan mind map pesawat sederhana. Untuk pertemuan ketiga dan keempat sama seperti pertemuan kedua yaitu meminta siswa untuk maju kedepan kelas dan menjelaskan mind map katrol dan tuas/pengungkit. Untuk pertemuan kelima guru melakukan tanya jawab untuk menggali pengetahuan siswa mengenai bidang miring dan roda berporos. Untuk pertemuan terakhir guru melakukan tanya jawab mengenai materi pesawat sederhana yang sudah dipelajari. Kegiatan inti pada kelompok eksperimen berlangsung dengan menggunakan metode mind map dan media KIT pesawat sederhana. Pada pertemuan pertama guru menjelaskan pesawat sederhana dengan menggunakan media mind map sekaligus memperkenalkan metode mind map kepada siswa. Kegiatan pada pertemuan kedua yaitu menjelasakan materi tuas/pengungkit dengan menggunakan metode mind map, selanjutnya siswa diminta untuk membuat mind map secara berkelompok. Pada pertemuan ketiga dan keempat sama seperti pada pertemuan kedua. Pada saat menjelaskan katrol, roda berporos dan bidang miring guru tidak hanya menggunakan metode mind map tetapi juga menggunakan media KIT pesawat sederhana. Untuk pertemuan terakhir guru mengulang materi pesawat sederhana dan meminta beberapa siswa untuk maju ke depan kelas dan membuat mind map di papan tulis, selanjutnya siswa menjelaskan mind map yang dibuatnya. Kegiatan akhir pada kelompok eksperimen yaitu meminta siswa untuk membuat mind map secara mandiri. Selain itu guru juga meminta siswa untuk mempelajari lagi materi pesawat sederhana. 4.1.2 Kelompok Kontrol Sama seperti kelompok eksperimen, kegiatan pada kelompok kontrol juga terdiri dari 3 kegiatan, yaitu kegiatan pembuka, kegiatan inti, dan kegiatan 45

(64) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI penutup. Kegiatan pembuka dilakukan dengan tanya jawab untuk menggali pengetahuan awal siswa mengenai materi pesawat sederhana. Guru menggunakan perumpamaan untuk mambantu siswa dalam memahami materi pesawat sederhana. Pada saat kegiatan inti, guru menjelaskan materi pesawat sederhana di depan kelas. Mulai dari pertemuan pertama hingga pertemuan keenam guru tidak menggunakan media apapun dalam menjelaskan materi pesawat sederhana. Siswa hanya mendengarkan penjelasan guru dan menuliskan hal-hal penting mengenai materi pesawat sederhana. Kegiatan penutup dilaksanakan dengan menanyakan kembali materi yang telah diajarkan. Selain itu guru juga meminta siswa untuk mempelajari materi pesawat sederhana di rumah. 4.2 Hasil Penelitian Penelitian ini dilakukan bersama dengan anggota kelompok payung IPA. Penelitian ini dilakukan untuk membuktikan pengaruh penggunaan metode mind map terhadap kemampuan berpikir kritis siswa, yaitu kemampuan interpretasi, analisis, evaluasi, inferensi, eksplanasi, dan regulasi diri. Dalam penelitian ini, lebih difokuskan untuk melihat pengaruh penggunaan metode mind map terhadap kemampuan eksplanasi dan kemampuan regulasi diri. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian quasi-experimental tipe non-equivalent group design sehingga terdapat dua kelompok yang dibandingkan, yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Kelompok eksperimen dalam penelitian ini merupakan siswa kelas VA berjumlah 29 siswa dan sebagai kelas kontrol merupakan siswa kelas VC berjumlah 29 siswa. Kelas eksperimen merupakan kelas yang mendapat perlakuan/treatment. Tahapan penelitian yang dilakukan meliputi: 1) Pada kedua kelompok diberikan soal pretest terlebih dahulu. Hal ini untuk melihat kemampuan awal siswa dikedua kelompok. 2) Setelah diberikan pretest siswa di kedua kelompok sama-sama mendapatkan pembelajaran pesawat sederhana. Pada kelompok eksperimen diberikan perlakuan dengan menggunakan metode mind map. 3) Diakhir pertemuan dilakukan posstest I untuk melihan pengaruh penggunaan 46

(65) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI metode mind map. 4) Setelah satu bulan dilakukan posstest II untuk melihat apakah pengaruh perlakuan masih kuat apa tidak. 4.2.1 Pengaruh Penggunaan Mind Map terhadap Kemampuan Eksplanasi Analisis data pada kemampuaneksplanasi terdiri dari beberapa tahap, yaitu: 1) uji normalitas data, 2) uji perbedaan kemampuan awal, 3) uji selisih skor pretest dan posttest I, 4) uji kenaikan skor pretest ke posttest I, 4) Uji besar efek perlakuan, dan 5) uji retensi pengaruh perlakuan. Pada bagian berikut akan dipaparkan hasil analisis statistik. Seluruh analisis statistik menggunakan program komputer IBM SPSS Statistics 22 for Windows dengan tingkat kepercayaan 95%. Data yang telah diperoleh dari penelitian diuji normalitas dengan menggunakan Kolmogorov-Smirnov dengan bantuan program IBM SPSS Statistics 22 for Windows untuk menentukan jenis statistik yang digunakan. Kriteria pengambilan keputusan uji normalitas yaitu jika nilai sig. (2-tailed) > 0,05 maka data terdistribusi normal. Analisis data normalitas pada kemampuan eksplanasi dilakukan dengan menganalisis skor pretest dan posttest kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Berdasarkan kriteria pengambilan keputusan diperoleh data perhitungan sebagai berikut(Lihat lampiran 12). Tabel 4.1. Hasil Uji Normalitas Eksplanasi No 1 2 3 4 5 6 7 8 Aspek Pretesteksplanasi kelompok eksperimen Pretesteksplanasi kelompok kontrol Posttest Ieksplanasi kelompok eksperimen Posttest Ieksplanasi kelompok kontrol Posttest IIeksplanasi kelompok eksperimen Posttest IIeksplanasi kelompok kontrol Selisih Pretest-posttest Ieksplanasi kelompok eksperimen Selisih pretest-posttest I eksplanasi kelompok kontrol Sig. (2-tailed) 0,051 Keterangan Normal 0,200 0,096 Normal Normal 0,093 0,200 Normal Normal 0,158 0,58 Normal Normal 0,64 Normal Dari data di atas diperoleh hasil uji signifikansi menunjukkan seluruh harga sig.(2-tailed) di atas 0,05. Dengan demikian seluruh data pada kemampuan eksplanasi terdistribusi dengan normal. Oleh karena itu uji statistik selanjutnya menggunakan uji parametrik. 47

(66) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 4.2.1.1Uji Perbedaan Kemampaun Awal Uji perbedaankemampuan awal data pretest skor kemampuan eksplanasi pada kelompok menggunakan uji eksperimen statistik dan kelompok parametrik kontrol Independent dilakukan Samples dengan t-test. Uji perbedaankemampuan awal data pretest dilakukan untuk mengetahui apakah ada perbedaan antara skor pretest kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Penentuan pengambilan keputusan uji beda jika harga sig. (2-tailed) > 0,005 maka tidak ada perbedaan yang signifikan antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Sebelum dilakukan analisis ini perlu dilakukan homogenitas variansi dengan Levene’s test. Jika harga sig.> 0,05 ada homogenitas variansi pada kedua data yang dibandingkan. Jika harga sig.< 0,05 tidak ada homogenitas variansi pada kedua data yang dibandingkan. Hasil analisi Levene’s test dengan tingkat kepercayaan 95% diperoleh harga F = 0,043 dan harga sig. = 0,836 (p> 0,05). Dengan demikian terdapat homogenitas variansi sehingga bisa digunakan uji statistik Independent samples t-test untuk analisis selanjutnya. Berikut adalah hasil analisis data yang telah dilakukan untuk melihat kemampuan eksplanasi. Berikut hasil uji perbedaan kemampuan awal kemampuan eksplanasi (Lihat lampiran 14). Tabel 4.2. Hasil Uji Beda Skor Pretest Eksplanasi Hasil pretest Kelompok eksperimen dan kelompok kontrol eksplanasi Sig. (2-tailed) 0,820 Keterangan Tidak berbeda Tabel hasil uji beda di atas menunjukkan bahwa nilai sig. (2-tailed) sebesar 0,820 > 0,05. Berdasarkan analisis uji perbandingan skor pretest pada kelompok eksperimen diperoleh hasil M = 1,97, SD = 0,58, dan SE = 0,11. Hasil pada kelompok kontrol menunjukkan nilai M = 2,00, SD = 0,57, dan SE = 0,11. Hal ini berarti tidak ada perbedaan yang signifikan antara pretest kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. 4.2.1.2Uji Selisih Skor Pretest dan Posttest I Uji selisih skor pretest dan posttest I dilakukan dengan mengurangkan skor posttest ke pretest kemudian diuji normalitasnya dengan Kolmogorov-Smirnov untuk mengetahui uji statistik apa yang akan digunakan. Jika data terdistribusi 48

(67) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI normal maka uji statistik menggunakan Indepnedent Sample t-test. Kriteria pengambilan keputusan yang digunakan jika nilai sig. (2-tailed) < 0,05 maka ada perbedaan yang signifikan skor pretest kelompok eksperimen dan kelompok kontrol dengan tingkat kepercayaan 95%. Berikut adalah hasil uji selisih skor pretest dan posttest Ikemampuan eksplanasi(Lihat lampiran 16). Tabel 4.3. Hasil Uji Selisih Skor Eksplanasi Hasil Uji Selisih Selisih skor eksplanasi kelompok eksperimen dan kelompok kontrol Sig. (2-tailed) 0,041 Keterangan Berbeda Berdasarkan analisis selisih yang dilakukan, diperoleh F = 3,289 dan sig. sebesar 0,075 pada Levene’s Test sehingga terdapat homogenitas varian (harga sig. > 0,05). Pada kelompok eksperimen skor yang diperoleh lebih tinggi pada kemampuan eksplanasi dengan nilai M = 1,13, SD = 0,73, SE = 0,13, sedangkan kelompok kontrol dengan nilai M = 0,78, SD = 0,52, SE = 0,10. Perolehan data menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara selisih skor pretest dan posttest kelompok eksperimen dan kelompok kontrol dengan nilai t = 2,097, df = 56. Berdasarkan hasil analisis menunjukkan bahwa harga sig. (2-tailed) selisih skor pretest ke posttest kelompok eksperimen dan kelompok kontrol pada kemampuan eksplanasi sebesar 0,041 (atau p< 0,05) . Hal ini berarti ada perbedaan yang signifikan selisih skor pretest ke posttest kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Dengan kata lain penggunaan metode mind map berpengaruh secara signifikan terhadap kemampuan eksplanasi. Berikut adalah perbandingan selisih skor pretest ke posttest kelompok eksperimen dan kelompok kontrol pada kemampuan eksplanasi: 49

(68) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Gambar 4.1. Perbandingan selisih skor pretest ke posttest Kemampuan eksplanasi kelompok ekperimen dan kelompok kontrol 4.2.2Analisis Lebih Lanjut 4.2.2.1Uji Peningkatan Skor Pretest ke Posttest I Uji peningkatan ini dilakukan antara hasil pretest ke posttest I kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Uji peningkatan skor pretest ke skor posttest I dilakukan untuk memastikan ada kenaikan atau tidak antara pretest dan posttest I. Analisis data pretest dan posttest Imenggunakan uji statistik parametrik Paired Samples t-test. Berikut adalah tabel hasil uji perbandingan skor pretest ke posttest I eksplanasi(Lihat lampiran 18). Tabel 4.4. Hasil Uji Peningkatan Skor Pretest ke Posttest IEksplanasi No 1 2 Kelompok Eksperimen Kontrol Rerata Pretest Posttest 1,97 3,10 2,00 2,78 Peningkatan (%) 57,36% 39% Sig. (2tailed) 0,000 0,000 Keterangan Berbeda Berbeda Berdasarkan hasil analisis data untuk kelompok eksperimen harga sig. (2tailed) < 0,05 yaitu 0,000 dengan harga M = 1,13, SE = 0,13, t (28) = 8,39. 50

(69) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Sedangkan harga sig. (2-tailed) kelompok kontrol < 0,05 yaitu 0,000 dengan harga M = 0,78, SE = 0,10, t (28) = 8,18. Berdasarkan harga sig. (2-tailed) pada kelompok eksperimen < 0,05 yaitu 0,000 maka H null ditolak dan Hi diterima. Hal ini berarti terdapat perbedaan yang signifikan antara skor pretest ke posttest pada kelompok eksperimen. Dengan kata lain terjadi kenaikan skor yang signifikan dari pretest ke posttest pada kemampuan eksplanasi di kelompok eksperimen. Kelompok kontrol harga sig. (2-tailed) menunjukkan sebesar 0,000 atau < 0,05 maka Hnull ditolak dan Hi diterima. Hal ini berarti terdapat perbedaan yang signifikan antara skor pretest ke posttest pada kelompok kontrol. Dengan kata lain terjadi kenaikan skor yang signifikan dari pretest ke posttestpada kemampuan eksplanasi di kelompok kontrol. Berikut adalah grafik peningkatan Skor Pretest ke Posttest I pada Kemampuan eksplanasi: 3.5 3.1 2.78 3 2.5 2 2 1.97 Eksperimen 1.5 Kontrol 1 0.5 0 Pretest Posttest1 Grafik 4.1. Hasil Uji Kenaikan Skor Pretest ke Posttest I Kemampuan Eksplanasi 4.2.2.2 Uji Besar Efek Perlakuan Uji pengaruh perlakuan dilakukan untuk memastikan apakah ada perbedaan yang signifikan antara skor posttest kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Uji pengaruh dilakukan dengan cara membandingkan skor posttest kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Uji statistik yang digunakan adalah statistik parametrik Independent Samples t-test. 51

(70) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Uji besar efek perlakuan dapat dilakukan dengan mencari r (dengan menggunakan korelasi pearson)terlebih dahulu. Jika data normal maka dapat digunakan Paired samples t-test (Field, 2009: 332). Rumus uji besar perlakuan untuk data normal adalah sebagai berikut. t r t 2 2 df Gambar 4.2 Rumus besar efek perlakuan data normal kemampuan eksplanasi Berikut hasil uji besar efek perlakuan pada kemampuan eksplanasi. Tabel 4.5. Hasil Uji Besar Efek Perlakuan pada Kemampuan Eksplanasi Kelompok Eksperimen Kontrol t 8,39 8,18 70,39 66,91 df 28 28 r 0,85 0,84 0,7225 0,7056 % 72,25 70,56 Keterangan Efek besar Efek besar Dari data yang diperoleh dapat diketahui bahwa terjadi peningkatan pada kemampuan eksplanasi di kelompok eksperimen. Kenaikan kemampuan eksplanasi sebesar 72,25% dari r = 0,85 dengan efek perlakuan besar. Peningkatan pada kemampuan eksplanasi di kelompok kontrol sebesar 70,56% dari r = 0,84 dengan efek perlakuan besar. 4.2.2.3 Uji Retensi Pengaruh Perlakuan Krathwohl (2004: 546) menjelaskan untuk lebih mengetahui sensivitivitas perbedaan perlakuan dari penelitian eksperimental dianjurkan untuk melakukan posttest II sesudah posttest I. Uji retensi pengaruh perlakuan dilakukan untuk lebih mengetahui retensi pengaruh perlakuan. Pada penelitian ini posttest dilakukan dua kali. Perhitungan dilakukan dengan uji normalitas distribusi data, uji perbandingan mean dengan Independent samples T-test untuk distribusi data normal kemudian akan dilakukan uji perbandingan dengan IBM SPSS Statistics 22 for Windows yaitu Paired samples t-test. Uji retensi pengaruh perlakuan ini dilakukan antara hasil posttest Ike posttest II kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Uji retensi pengaruh 52

(71) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI perlakuan dilakukan untuk melihat pengaruh perlakuan setelah 4 minggu dilaksanakan posttest I dengan uji perbandingan skor posttest I ke posttest II. Berikut adalah tabel hasil uji perbandingan skor posttest I ke posttest II eksplanasi. Tabel 4.6. Hasil Uji Perbandingan Skor Posttest I ke Posttest II Eksplanasi No 1 2 Kelompok Rerata Posttest Posttest 2 1 3,10 2,76 2,78 2,67 Eksperimen Kontrol Peningkatan (%) Sig. (2-tailed) Keterangan -28,71 -19,06 0,013 0,600 berbeda Tidak berbeda Dari tabel hasil uji di atas menunjukkan bahwa nilai sig. (2-tailed) posttest I ke posttest IIkelompok eksperimen sebesar 0,013 (atau p< 0,05). Hal itu berarti ada perbedaan yang signifikan antara posttest Idan posttest II. Sedangkan nilai sig.(2-tailed)posttest Ike posttest IIkelompok kontrol sebesar 0,600(atau p>0,05). Hal itu berarti tidak ada perbedaan yang signifikan antara posttest Idan posttest II. Berikut adalah grafik retensi pengaruh perlakuan pada Kemampuan Eksplanasi. 4 3.5 3.38 3 2.5 2 2.65 2.29 2.57 2.35 Eksperimen 1.87 1.5 Kontrol 1 0.5 0 Pretest Posttest 1 Posttest 2 Grafik 4.2. Hasil Uji Retensi pengaruh perlakuan dari Posttest I ke Posttest II 53

(72) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 4.2.3 Pengaruh Penggunaan Mind Map terhadap Kemampuan Regulasi Diri Analisis data pada kemampuan regulasi diri terdiri dari beberapa tahap, yaitu: 1) uji normalitas data, 2) uji perbedaan kemampuan awal, 3) uji selisih skor pretest dan posttest I, 4) uji kenaikan skor pretest ke posttest I, 4) Uji besar efek perlakuan, dan 5) uji retensi pengaruh perlakuan. Pada bagian berikut akan dipaparkan hasil analisis statistik. Seluruh analisis statistik menggunakan program komputer IBM SPSS Statistics 22 for Windows dengan tingkat kepercayaan 95%. Data yang telah diperoleh dari penelitian diuji normalitas dengan menggunakan Kolmogorov-Smirnov dengan bantuan program IBM SPSS Statistics 22 for Windows untuk menentukan jenis statistik yang digunakan. Kriteria pengambilan keputusan uji normalitas yaitu jika nilai sig. (2-tailed) > 0,05 maka data terdistribusi normal. Analisis data normalitas pada kemampuan regulasi diri dilakukan dengan menganalisis skor pretest dan posttest kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Berdasarkan kriteria diatas diperoleh data perhitungan sebagai berikut(Lihat lampiran 13). Tabel 4.7. Hasil Uji Normalitas Regulasi Diri No 1 2 3 4 5 6 7 8 Aspek Pretestregulasi diri kelompok eksperimen Pretestregulasi diri kelompok kontrol Posttest Iregulasi diri kelompok eksperimen Posttest Iregulasi diri kelompok kontrol Posttest IIregulasi diri kelompok eksperimen Posttest IIregulasi diri kelompok kontrol Selisih Pretest-posttest Iregulasi diri kelompok eksperimen Selisih pretest-posttest Iregulasi dirikelompok kontrol Sig. (2-tailed) 0,174 Keterangan Normal 0,200 0,086 Normal Normal 0,200 Normal 0,200 Normal 0,133 Normal 0,065 Normal 0,070 Normal Dari data di atas diperoleh hasil uji signifikansi menunjukkan seluruh harga sig.(2-tailed) di atas 0,05. Dengan demikian seluruh data terdistribusi dengan normal. Oleh karena itu uji statistik selanjutnya menggunakan uji parametrik. 54

(73) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 4.2.3.1Uji Perbedaan Kemampuan Awal Uji perbedaan kemampuan awal data pretest skor kemampuan regulasi diri pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol dilakukan dengan menggunakan uji statistik parametrik Independent Samples t-test. Uji perbedaan kemampuan awal data pretest dilakukan untuk mengetahui apakah ada perbedaan antara skor pretest kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Penentuan pengambilan keputusan uji beda jika harga sig. (2-tailed) > 0,005 maka tidak ada perbedaan yang signifikan antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Sebelum dilakukan analisis ini perlu dilakukan homogenitas variansi dengan Levene’s test. Jika harga sig.> 0,05 ada homogenitas variansi pada kedua data yang dibandingkan. Jika harga sig.< 0,05 tidak ada homogenitas variansi pada kedua data yang dibandingkan (Prayitno, 2010: 99). Hasil analisi Levene’s test kemampuan regulasi diridengan tingkat kepercayaan 95% diperoleh harga F = 0,271 dan harga sig. = 0,605 (p> 0,05). Dengan demikian terdapat homogenitas variansi sehingga bisa digunakan uji statistik Independent samples t-test untuk analisis selanjutnya. Berikut adalah hasil analisis data yang telah dilakukan untuk melihat kemampuan regulasi diri.Berikut hasil uji perbedaan kemampuan awal kemampuan regulasi diri (Lihat lampiran 15). Tabel 4.8. Hasil Uji Beda Skor Pretest Regulasi Diri Hasil pretest Kelompok eksperimen dan kelompok kontrol regulasi diri Sig. (2-tailed) 0,527 Keterangan Tidak berbeda Dari tabel hasil uji beda di atas menunjukkan bahwa nilai sig. (2-tailed) sebesar 0,527> 0,05. Hal itu berarti tidak ada perbedaan yang signifikan antaran skor pretest kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. 4.2.3.2 Uji Selisih Skor Pretest dan Posttest I Uji selisih skor pretest dan posttest I dilakukan dengan mengurangkan skor posttest ke pretest kemudian diuji normalitasnya dengan Kolmogorov-Smirnov untuk mengetahui uji statistik apa yang akan digunakan. Jika data terdistribusi normal maka uji statistik menggunakan Indepnedent Sample t-test. Kriteria pengambilan keputusan yang digunakan jika nilai sig. (2-tailed) < 0,05 maka ada 55

(74) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI perbedaan yang signifikan skor pretest kelompok eksperimen dan kelompok kontrol dengan tingkat kepercayaan 95%. Berikut hasil uji selisih skor pretest ke posttest I kemampuan regulasi diri(Lihat lampiran17). Tabel 4.9. Hasil Uji Selisih Skor Regulasi Diri Hasil Uji Selisih Selisih skor regulasi diri kelompok eksperimen dan kelompok kontrol Sig. (2-tailed) 0,041 Keterangan Berbeda Berdasarkan analisis selisih yang dilakukan, diperoleh F =10,22 dan sig. sebesar 0,002 pada Levene’s Test sehingga tidak terdapat homogenitas varian (harga sig. > 0,05). Pada kelompok eksperimen skor yang diperoleh lebih tinggi pada kemampuan eksplanasi dengan nilai M = 1,08, SE = 0,14, sedangkan kelompok kontrol dengan nilai M = 0,76, SE = 0,07. Perolehan data menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara selisih skor pretest dan posttest kelompok eksperimen dan kelompok kontrol dengan nilai t(58) = 2,090, p = 0,41. Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui bahwa harga sig. (2-tailed) selisih skor pretest ke posttest kelompok ekperimen dan kelompok kontrol pada kemampuan regulasi diri sebesar 0,041 (atau p< 0,05). Hal ini menunjukkan bahwa ada perbedaan yang signifikan selisih skor pretest ke posttest kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Dengan kata lain penggunaan metode mind map berpengaruh secara signifikan terhadap kemampuan regulasi diri. Berikut adalah perbandingan selisih skor pretest ke posttest kelompok eksperimen dan kelompok kontrol pada kemampuan regulasi diri: 56

(75) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Gambar 4.3. Perbandingan selisih skor pretest ke posttest Kemampuan regulasi diri kelompok ekperimen dan kelompok kontrol 4.2.4 Analisi Lebih Lanjut 4.2.4.1 Uji Kenaikan Skor Pretest ke Posttest I Uji perbandingan ini dilakukan antara hasil pretest ke posttest I kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Uji perbandingan skor pretest ke skor posttest I dilakukan untuk memastikan ada kenaikan atau tidak antara pretest dan posttest I. Analisis data pretest dan posttest Imenggunakan uji statistik parametrik Paired Samples t-test. Berikut adalah tabel hasil uji perbandingan skor pretest ke posttest kemampuan regulasi diri(Lihat lampiran 19). Tabel 4.10. Hasil Uji Perbandingan Skor Pretest ke Posttest IRegulasi Diri No 1 2 Kelompok Eksperimen Kontrol Rerata Pretest Posttest 2,29 3,38 1,87 2,63 Peningkatan (%) 47,60% 40,64% Sig. (2-tailed) Keterangan 0,000 0,000 Berbeda Berbeda Berdasarkan hasil analisis data untuk kelompok eksperimen harga sig. (2tailed) < 0,05 yaitu 0,000 dengan harga M = 1,08, SE = 0,14, t (28) = 7,89. Sedangkan harga sig. (2-tailed) kelompok kontrol < 0,05 yaitu 0,000 dengan harga M = 0,76, SE = 0,07, t (28) = 10,27. Berdasarkan harga sig. (2-tailed) pada 57

(76) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI kelompok eksperimen < 0,05 yaitu 0,000 maka H null ditolak dan Hi diterima. Hal ini berarti terdapat perbedaan yang signifikan antara skor pretest ke posttest pada kelompok eksperimen. Dengan kata lain terjadi kenaikan skor yang signifikan dari pretest ke posttest pada kemampuan eksplanasi di kelompok eksperimen. Kelompok kontrol harga sig. (2-tailed) menunjukkan sebesar 0,000 atau < 0,05 maka Hnull ditolak dan Hi diterima. Hal ini berarti terdapat perbedaan yang signifikan antara skor pretest ke posttest pada kelompok kontrol. Dengan kata lain terjadi kenaikan skor yang signifikan dari pretest ke posttestpada kemampuan eksplanasi di kelompok kontrol. Berikut adalah grafik kenaikan skor pretest ke posttest I pada kemampuan regulasi diri. 4 3.5 3.38 3 2.5 2 2.63 2.29 1.87 Eksperimen 1.5 Kontrol 1 0.5 0 Pretest Posttest1 Grafik 4.3. Hasil Uji Kenaikan Skor Pretest ke Posttest I Kemampuan Regulasi Diri 4.2.4.2 Uji Besar Efek Perlakuan Uji pengaruh perlakuan dilakukan untuk memastikan apakah ada perbedaan yang signifikan antara skor posttest kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Uji pengaruh dilakukan dengan cara membandingkan skor posttest kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Uji statistik yang digunakan adalah statistik parametrik Independent Samples t-test. Uji besar efek perlakuan dapat dilakukan dengan mencari r (dengan menggunakan korelasi pearson)terlebih dahulu. Jika data normal maka dapat 58

(77) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI digunakan Paired samples t-test (Field, 2009: 332). Rumus uji besar perlakuan untuk data normal adalah sebagai berikut. t r t 2 2 df Gambar 4.4. Rumus besar efek perlakuan data normal kemampuan regulasi diri Berikut hasil uji besar efek perlakuan pada kemampuan regulasi diri. Tabel 4.11. Hasil Uji Besar Efek Perlakuan pada Kemampuan Regulasi Diri Kelompok Eksperimen Kontrol t 7,89 10,27 62,25 105,47 df 28 28 r 0,83 0,89 0,6889 0,79,21 % 68,89 79,21 Keterangan Efek besar Efek besar Dari data yang diperoleh dapat diketahui bahwa terjadi peningkatan pada kemampuan regulasi diri di kelompok eksperimen. Kenaikan kemampuan regulasi diri sebesar 68,89% dari r = 0,83 dengan efek perlakuan besar. Peningkatan pada kemampuan regulasi diri di kelompok kontrol sebesar 79,21% dari r = 0,89 dengan efek perlakuan besar. 4.2.4.3 Uji Retensi Pengaruh Perlakuan Krathwohl (2004: 546) menjelaskan untuk lebih mengetahui sensivitivitas perbedaan perlakuan dari penelitian eksperimental dianjurkan untuk melakukan posttest II sesudah posttest I. Uji retensi pengaruh perlakuan dilakukan untuk lebih mengetahui retensi pengaruh perlakuan. Pada penelitian ini posttest dilakukan dua kali. Perhitungan dilakukan dengan uji normalitas distribusi data, uji perbandingan mean dengan Independent samples T-test untuk distribusi data normal kemudian akan dilakukan uji perbandingan dengan IBM SPSS Statistics 22 for Windows yaitu Paired samples t-test. Uji retensi pengaruh perlakuan ini dilakukan antara hasil posttest Ike posttest II kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Uji retensi pengaruh 59

(78) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI perlakuan dilakukan untuk melihat pengaruh perlakuan setelah 4 minggu dilaksanakan posttest I dengan uji perbandingan skor posttest I ke posttest II. Berikut adalah tabel hasil uji perbandingan skor posttest I ke posttest II regulasi diri(Lihat lampiran 21). Tabel 4.12. Hasil Uji Perbandingan Skor Posttest I ke Posttest IIRegulasi Diri No Kelompok 1 2 Eksperimen Kontrol Rerata Posttest I Posttest II 3,38 2,35 2,63 2,57 Peningkatan (%) Sig. (2-tailed) Keterangan -21,47 -12,5 0,000 0,699 berbeda Tidak berbeda Dari tabel hasil uji di atas menunjukkan bahwa nilai sig. (2-tailed) posttest I ke posttest IIkelompok eksperimen sebesar 0,000 (atau p< 0,05). Hal itu berarti ada perbedaan yang signifikan antara posttest Idan posttest II. Sedangkan nilai sig.(2-tailed)posttest Ike posttest IIkelompok kontrol sebesar 0,699(atau p> 0,05). Hal itu berarti tidak ada perbedaan yang signifikan antara posttest Idan posttest II. Selanjutnya, berikut adalah grafik retensi pengaruh perlakuan pada Kemampuan regulasi diri. 4 3.5 3.38 3 2.63 2.5 2.38 2.35 2.29 2 Eksperimen 1.87 Kontrol 1.5 1 0.5 0 Pretest Posttest 1 Posttest 2 Grafik 4.4. Hasil Uji Retensi pengaruh perlakuan dari Posttest I ke Posttest II 4.3 Pembahasan 4.3.1 Pengaruh Penerapan Mind Map terhadap Kemampuan Eksplanasi 60

(79) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Berdasarkan hasil analisis data pengaruh penggunaan metode mind map terhadap kemampuan eksplanasi pada mata pelajaran IPA kelas V SDK Demangan Baru 1 ditemukan adanya pengaruh penggunaan metode mind map terhadap kemampuan eksplanasi. Penggunaan metode mind map terbukti berpengaruh secara signifikan dalam meningkatkan kemampuan eksplanasi. Pengaruh ini dapat terlihat dari perbedaaan yang signifikan antara posttest kelompok eksperimen dan kelompok kontrol dengan sig. (2-tailed) sebesar 0,000 (atau p< 0,05. Penggunaan metode mind map berpengaruh terhadap kemampuan eksplanasi karena dengan belajar menggunakan mind map siswa mampu dalam mendeskripsikan gambar, memberikan alasan penggunaan cara yang tepat, menyebutkan cara dan alasan yang sesuai, dan belajar menjelaskan langkahlangkah. Berdasarkan pertanyaan yang diberikan kepada siswa berkaitan dengan kemampuan eksplanasi siswa tidak begitu mengalami kesulitan dalam menjawabnya. Hal ini terlihat jelas dari hasil pengerjaan soal essai. Dalam mengerjakan soal essai siswa benar-benar menggunakan kemampuan otaknya untuk dapat menjawab soal dengan baik, hal ini terlihat dari cara siswa mengungkapkan hasil pemikirannya melalui kalimat yang dituliskan. 4.3.2 Pengaruh Penerapan Mind Map terhadap Kemampuan Regulasi Diri Berdasarkan hasil analisis data pengaruh penggunaan metode mind map terhadap kemampuan regulasi diri pada mata pelajaran IPA kelas V SDK Demangan Baru 1 ditemukan adanya pengaruh penggunaan metode mind map terhadap kemampuan regulasi diri. Penggunaan metode mind map terbukti berpengaruh secara signifikan dalam meningkatkan kemampuan regulasi diri. Pengaruh ini ditunjukkan dengan harga sig.(2-tailed) sebesar 0,000 < 0,05 yang berarti terdapat perbedaan yang signifikan antara posttest kelompok eksperimen dan kontrol. Dengan demikian penggunaan mind map berpengaruh secara signifikan terhadap kemampuan regulasi diri. Pengaruh penggunaan mind map terhadap kemampuan regulasi diri terjadi karena selama proses pembelajaran siswa belajar untuk menilai pendapat dari teman, apakah pendapat yang diberikan oleh teman sudah sesuai atau belum. 61

(80) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Selain itu siswa juga belajar dalam memberikan pendapat yang sesuai, menilai pendapat sendiri apakah dapat diterima oleh orang lain, dan menilai apakah ada kelemahan dari pendapat yang diberikan. 4.3.3 Dampak Perlakuan terhadap Siswa Dampak perlakuan penggunaan metode mind map dapat dilihat melalui triangulasi data yang penulis lakukan. Triangulasi data diperoleh berdasarkan pendapat dari guru mata pelajaran IPA, beberapa siswa kelas 5 sebagai kelas penelitian baik dari kelas eksperimen maupun kelas kontrol, dan peneliti. Selama proses pembelajaran baik di kelas eksperimen maupun kelas kontrol, peneliti bertugas melakukan observasi terhadap pembelajaran yang berlangsung. Hal yang diamati selama proses pembelajaran yaitu keaktifan siswa, cara guru mengajar dan kondisi kelas. Peneliti bersama dengan rekan peneliti membagi tugas dalam mengobservasi kegiatan mengajar belajar. Dalam hal ini peneliti bertugas untuk mengobservasi keaktifan siswa di kelas. Berdasarkan pengamatan di kelas eksperimen pada tanggal 26 Februari 2014 sebanyak 20 anak angkat tangan untuk menjawab pertanyaan dari guru, sebanyak 5 siswa menjawab pertanyaan guru, dan sebanyak 5 siswa maju kedepan kelas untuk melengkapi dan menjelaskan mind map. Pada pembelajaranpembelajaran selanjutnya juga menunjukkan bahwa siswa antusias dalam mengikuti pembelajaran. Terlihat dengan semakin banyaknya siswa yang angkat tangan untuk menjawab pertanyaan dan bertanya mengenai mind map. Anak – anak juga senang dalam membuat mind map secara berkelompok, hal ini terlihat dengan pertanyaan beberapa siswa terhadap peneliti: “hari ini juga membuat mind map ya bu?”. Peneliti: “Iya”. Murid: “horee..hari ini membuat mind map”.Mereka juga tidak segan-segan bertanya kepada guru mengenai cara membuat mind map yang benar. Pada Saat pengamatan di kelas kontrol mulai dari pembelajaran pertama hingga pembelajaran terakhir, siswa terlihat kurang antusias dalam mengikuti pembelajaran. Hal ini terlihat dari sedikitnya siswa yang anggkat tangan dan bertanya pada saat pembelajaran berlangsung. Selain itu banyak siswa yang mengobrol sendiri pada saat guru menjelaskan materi pesawat sederhana. Pada 62

(81) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI saat pembelajaran tanggal 28 Februari 2014 berakhir beberapa siswa menghampiri peneliti dan bertanya: “bu ko tidak mengajar di kelas to? Peneliti: “Lha memangnya kenapa?” Siswa: “tidak enak bu diajar sama pak Hartoyo, bosen. Pak Hartoyo galak. Pokoknya tidak enak.” Begitu seterusnya, siswa meminta peneliti untuk mengajar di kelas. Pada saat melakukan wawancara untuk mengetahui cara mengajar guru sebelum dilaksanakannya penelitian, 2 siswa di kelas eksperimen menjawab: “kadang-kadang enak bu kan ada pratikum tapi kadang-kadang juga tidak enak. Pak Hartoyo suka marah-marah. Belajarnya juga kadang-kadang membosankan.” Sedangkan pada saat wawancara dengan 2 siswa di kelas kontrol mengenai cara guru mengajar,berikut jawaban siswa: “Tidak enak di ajar Pak Hartoyo bu, bosen kalo diajar pak Hartoyo, sukanya marah-marah. Sukanya memberi tugas trus ditinggal pergi.” Dari hasil wawancara di dua kelas dapat diketahui bahwa siswa kurang puas dengan cara mengajar guru yang hanya monoton saja dan kurang melibatkan siswa. Pada saat wawancara dengan 2 siswa kelas eksperimen setelah diadakannya penelitian siswa merasa sangat senang belajar menggunakan mind map. Berikut hasil wawancara dengan siswa mengenai kepuasan siswa belajar dengan menggunakan mind map:”enak bu belajar menggunakan mind map, lebih paham sama materi yang diajarkan. Asik juga buat mind map-nya, menambah pengetahuan baru.” Selain mewawancarai kedua siswa, secara sekilas peneliti juga bertanya kepada siswa lain, dan ternyata siswa lain juga merasa senang belajar dengan menggunakan mind map apalagi belajar bersama dengan teman dalam satu kelompok. Wawancara dengan guru dilakukan setelah pertemuan terakhir dilaksanakan. Terdapat beberapa pertanyaan yang penulis ajukan kepada guru, seperti: Apakah bapak sudah pernah menggunakan media mind map sebelumnya? Kesulitan apa yang dialami pada saat mengajarkan dengan mind map? Apakah bapak puas dengan hasil belajar siswa setelah menggunakan mind map? Dan lainnya. Berdasarkan pertanyaan yang penulis ajukan berikut jawaban dari guru: “Ya kalo menurut saya mbak, mind map itu bagus diajarkan ke siswa. Berdasarkan hasil nilai siswa cukup memuaskan, di kelas anak juga menjadi aktif. Anak bisa maju kedepan kelas untuk mempresentasikan mind map.Selain itu 63

(82) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI juga menambah pengetahuan baru, dulu saya pernah mengajarkan ke siswa hampir sama seperti ini (mind map) mbak. Tapi kalo yang ini saya belum pernah mengajarkan.” Berdasarkan triangulasi data yang penulis lakukan, dapat kita lihat bahwa siswa yang mendapat perlakuan dengan menggunakan metode mind map menjadi lebih senang dengan pembelajaran IPA dibandingkan dengan siswa yang tidak menggunakan metode mind map. Faktor dari guru juga ikut berpengaruh terhadap ketertarikan siswa dalam belajar di kelas. 4.3.4 Konsekuensi Lebih Lanjut Berdasarkan latar belakang yang telah disampaikan dapat diketahui bahwa permasalahan yang terjadi dalam dunia pendidikan di Indonesia yaitu kurangnya partisipasi siswa di dalam proses belajar mengajar. Guru cenderung lebih aktif dibandingkan dengan siswa, tidak terjadinya komunikasi dua arah dalam proses belajar mengajar. Guru cenderung lebih banyak berbicara (ceramah) di depan kelas dibandingkan melibatkan siswa dalam setiap kegiatan belajar. Siswa hanya menerima begitu saja pengetahuan yang diberikan oleh guru tanpa adanya pembahasan yang lebih mendalam. Dengan demikian siswa menjadi kurang bersemangat dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar, mata pelajaran yang seharusnya menyenangkan dapat berupah menjadi mata pelajaran yang tidak disukai oleh siswa. Selain itu tugas siswa selanjutnya hanya menghafalkan materi yang disampaikan oleh guru mereka ketika akan mengikuti ujian sekolah. Pengetahuan siswa menjadi terbatas hanya pada penjelasan guru saja. Dalam rangka mengatasi permasalahan yang ada maka peneliti mencoba menggunakan metode mind map dalam membantu proses belajar siswa pada mata pelajaran IPA. Metode mind map merupakan salah satu metode pembelajaran yang inovatif yang jarang bahkan tidak digunakan oleh guru dalam pembelajaran. Berdasarkan pengertian mind map yang dikemukakan oleh Buzan dapat dijelaskan bahwa metode mind map merupakan suatu cara mencatat yang kreatif yang dapat digunakan oleh peserta didik dalam mempelajari materi pelajaran selain dengan menggunakan metode menghafal. Dengan menggunakan metode mind map diharapkan siswa mampu ikut terlibat dalam proses belajar mengfajar. Selain itu 64

(83) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI dengan menggunakan metode mind map siswa juga dapat mendapatkan nilai yang lebih baik dibandingkan dengan metode menghafal. Berdasarkan hasil penelitian yang didapatkan dapat diketahui bahwa dengan menggunakan metode mind map siswa mampu lebih aktif di dalam kelas. Siswa semakin terlibat dalam pembelajaran sehingga menciptakan pembelajaran dua arah. Hasil nilai yang diperoleh siswa juga memuaskan. Selain Itu guru juga senang karena mendapatkan ilmu baru mengenai metode pembelajaran yang dapat digunakan dalam pembelajaran. Berdasarkan hasil penelitian yang didapatkan maka penggunaan metode mind map dapat membantu memecahkan permasalahan yang berkaitan dengan pembelajaran di dalam kelas. Selain menggunakan metode mind map dapat juga digunakan metode pembelajaran inovatif lainnya dalam mengatasi permasalahan. Tetapi sebelumnya harus dilakukan penelitian terlebih dahulu terhadap metode inovatif tersebut untuk melihat pengaruh yang terjadi. Dengan melihat hasil-hasil penelitian mengenai metode pembelajaran inovatif guru dapat memilih metode pembelajaran yang akan digunakan dalam pembelajaran. Pemilihan metode pembelajaran harus dapat disesuaikan dengan mata pelajaran yang digunakan karena setiap mata pelajaran memiliki karakteristik masing-masing. 65

(84) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB 5 KESIMPULAN DAN SARAN Bab ini berisi mengenai kesimpulan dari penelitian ini, keterbatasan penelitian, dan saran untuk penelitian selanjutnya yang harus diperhatikan oleh peneliti lain. 5.1 Kesimpulan Berdasarkan analisis data dan pembahasan hasil analisis tentang pengaruh penggunaan metode mind map dalam mata pelajaran IPA materi pesawat sederhana pada siswa kelas V SD Kanisius Demangan Baru 1, dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut: Penggunaan metode mind map berpengaruh terhadap kemampuan eksplanasi siswa kelas V SD Kanisius Demangan Baru 1 Yogyakarta pada mata pelajaran IPA materi pesawat sederhana tahun ajaran 2013/2014. Hal ini ditunjukkan berdasarkan hasil analisis statistik parametrik independent samples ttest pada perbandingan selisih skor pretest dan posttest kelompok eksperimen dan kelompok kontrol dengan nilai M = 1,13, SE = 0,13 pada kelompok eksperimen dan M = 0,78, SE = 0,10 pada kelompok kontrol. Diperoleh harga sig. (2-tailed) sebesar 0,041 atau < 0,05 pada kelompok eksperimen dengan nilai t (58) = 2,097, p < 0,05. Maka Hnull ditolak dan Hi diterima yang berarti penggunaan metode mind map berpengaruh secara signifikan terhadap kemampuan eksplanasi. Metode mind map mempunyai efek yang besar terhadap kemampuan eksplanasi, hal ini ditunjukkan dari hasil analisis data dengan nilai r = 0,85 dengan persentase pengaruh sebesar 72,25%. Penggunaan metode mind map berpengaruh terhadap kemampuan regulasi diri siswa kelas V SD Kanisius Demangan Baru 1 Yogyakarta pada mata pelajaran IPA materi pesawat sederhana tahun ajaran 2013/2014. Hal ini ditunjukkan berdasarkan hasil analisis statistik parametrik independent samples ttest pada perbandingan selisih skor pretest dan posttest kelompok eksperimen dan kelompok kontrol dengan nilai M = 1,08, SE = 0,14 pada kelompok eksperimen 66

(85) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI dan M = 0,76, SE = 0,07 pada kelompok kontrol. Diperolehan harga sig. (2tailed) sebesar 0,041 atau < 0,05 pada kelompok eksperimen dengan nilai t (58) = 2,090, p < 0,05, maka Hnull ditolak dan Hi diterimayang berarti penggunaan metode mind map berpengaruh secara signifikan terhadap kemampuan regulasi diri. Metode mind map mempunyai efek yang besar terhadap kemampuan regulasi diri, hal ini ditunjukkan dari hasil analisis data dengan nilai r = 0,83 dengan persentase pengaruh sebesar 68,89%. 5.2 Keterbatasan Penelitian Penelitian ini mempunyai banyak keterbatasan yang harus diperhatikan oleh peneliti, keterbatasan-keterbatasan penelitian ini adalah sebagai berikut: 5.2.1. Pembuatan instrumen penelitian yang dibuat berulang-ulang untuk mendapatkan instrumen yang berkualitas. 5.2.2. Waktu penelitian yang kurang tepat dikarenakan banyaknya kegiatan yang bertepatan dengan penelitian, seperti penerimaan siswa baru. (Guru yang bersangkutan merupakan ketua penerimaan siswa baru) 5.2.3. Guru mitra belum mengetahui metode mind map. Guru khawatir jika penelitian tidak dapat berjalan dengan lancar. 5.3 Saran Berdasarkan keterbatasan penelitian, peneliti memberikan saran bagi peneliti selanjutnya yang akan melakukan penelitian yang sama dengan penelitian ini. Saran yang dapat diberikan peneliti adalah sebagai berikut: 5.3.1. Peneliti harus benar-benar memperhitungkan matriks pengembangan instrumen dan kisi-kisi instrumen dalam membuat instrumen. Selain itu konsultasikan ke ahli yang berkompeten dalam membuat instrumen. 5.3.2. Penelitian yang akan dilangsungkan hendaknya melihat kondisi sekolah terlebih dahulu. Peneliti harus dapat mencari waktu yang tepat dalam melakukan penelitian sehingga tidak terganggu dengan kegiatan lainnya. 5.3.3. Peneliti harus memberikan pengarahan kepada guru mitra beberapa minggu sebelum dilaksanakannya penelitian. Hal ini dimaksudkan supaya 67

(86) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI guru mitra paham betul apa yang nanti akan dilaksanakan dalam proses pembelajaran. 68

(87) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR REFERENSI Anggraini, S. (2012). Pengaruh penggunaan mind map terhadap kemampuan mengaplikasikan dan mencipta pada mata pelajaran IPA di SD Kanisius Sorowajan. Skripsi Tidak Diterbitkan. Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma. Azwar, S. (2009). Reliabilitas dan validitas. Yogyakarta: Pustaka Pelajar Offset. Buzan, T. (2008). Buku pintar mind map. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama. Candra, B. S. (2011). Pengaruh penerapan metode inkuiri terhadap prestasi belajar dan berpikir kritis kategori kognitif pada mata pelajaran IPA SDK Demangan Baru 1. Skripsi Tidak Diterbitkan. Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma. Chang, dkk. (2014). Theacher reform in Indonesia the role of politics and evidence in policy making. Whasington. D.C: The World Bank. Cohen, L, Manion & Marrison. (2007). Research methods in education sixth mixed edisi ketiga. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Depdikbud. (2007). Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) untuk satuan pendidikkan dasar SD/MI (semester I & II). Jakarta: BP. Cipta Jaya. Facione. A. P. (1990). Critical thinking: A statement of expert consensus for purpose of educational assessment and instruction. California: The California Academic Pres. Facione. A. P. (2010). Critical thinking: What it is and why it counts. California: Measured Reasons and California Academic Press. Ghozali, I. (2006). Aplikasi analisis multivariat dengan program SPSS. Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro. ______. (2009). Aplikasi analisis multivariat dengan program SPSS. Semarang: Universitas Diponegoro. Gitawati, M. S. Pengaruh penggunaan metode mind map terhadap kemampuan mengingat dan memahami pada pembelajaran IPA Di SD Kanisius Sengkan. Skripsi Tidak Diterbitkan. Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma. Iskandar, S. (2001). Pendidikan ilmu pengetahuan alam. Bandung. CV. Maulana. 69

(88) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Krathwohl, D. R. (2004). Methods of educational and social science researc, an integrated approach (second edition).Illinois:Waveland Press. Kuswana, W.S. (2011). Taksonomi berpikir. Bandung: PT Remaja Rosdakarya Offset. Noor, J. (2011). Metodologi penelitian: Skripsi, tesis, desertasi, dan karya ilmiah. Jakarta: Kencana Prenada Media Group. OECD. (2010). PISA 2009 results: Executive summary. OECD Publishing. Poejiati. (2007). Ilmu & aplikasi pendidikan: bagian 3 pendidikan disiplin ilmu. Jakarta: Grasindo. Priyatno, D.(2010).Belajar praktis analisis parametrik dan non parametric dengan SPSS. Yogyakarta : Gava Media. ______. (2012). Belajar praktis analisis parametrik dan non parametrik dengan SPSS. Yogyakarta: Penerbit Gava Media. Rahayu, M. P. (2011). Pengaruh penerapan metode inkuiri terhadap prestasi belajar dan berpikir kritis kategori afektif umum pada mata pelajaran IPA SDK Ganjuran Yogyakarta. Skripsi Tidak Diterbitkan. Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma. Riyanto, M. (2002). Pendekatan dan metode pembelajaran. Malang: Departemen Pendidikan Nasional Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Proyek Peningkatan Pusat Pengembangan Penataran Guru IPS dan PMP. Sanjaya, W. (2006). Strategi pembelajaran berorientasi standar proses pendidikan. Jakarta: Kencana Prenada Media. Septiarini, T. A. (2012). Pengaruh penggunaan mind map terhadap kemampuan menganalisis dan mengevaluasi pada mata pelajaran IPA di SD Kanisius Sorowajan. Skripsi Tidak Diterbitkan. Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma. Siregar, E., & Nara, H. (2011). Teori belajar dan pembelajaran. Bogor: Penerbit Ghalia Indonesia. Soewandi, S, dkk. (2005). Perspektif pembelajaran berbagai bidang studi. Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma. Sugiyono. (2010). Metode penelitian pendidikan pendekatan kualitatif, kuantitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta. 70

(89) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ______. (2011). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan kombinasi (mixed methods). Bandung: Alfabeta. ______. (2012). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan r&d. Bandung: Alfabeta. Sukmadinata, N. S. (2008). Metode penelitian pendidikan. Bandung: PT Remaja Rosdakarya Offset. Sulistyanto, H.,& Wiyono, E. (2008). Ilmu pengetahuan alam untuk SD/MI kelas 5. Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional. Supraptiningsih.(2011). Pengaruh penerapan metode inkuiri terhadap prestasi belajar dan berpikir kritis kategori afektif umum pada mata pelajaran IPA SDK Demangan Baru 1. Skripsi Tidak Diterbitkan. Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma. Taniredja, H.T., Faridli, E. M., & Harmianto, S. (2011). Model-model pembelajaran inovatif. Bandung: Penerbit Alfabeta. Trianto. (2010). Model pembelajaran terpadu. Jakarta: PT Bumi Aksara. Trianto.(2009). Mendesain model pembelajaran inovatif-progresif: Konsep ,landasan, dan implementasinya pada kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP). Jakarta: Kencana Prenada Media Group. 71

(90) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI LAMPIRAN 72

(91) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 1 ResumeExpert Judgement Resume Expert Judgement No Pernyataan 1 Kesesuaian antara SK, KD, dan indikator 3 Kualitas perilaku yangdituntut dalam indikatormencerminkan keutuhanperkembangan pribadi siswa Kesesuaian indikator 1 dengan item soal yang diberikan 4 Kesesuaian indikator 2 dengan item soal yang diberikan 5 Kesesuaian indikator 3 dengan item soal yang diberikan 6 Kesesuaian indikator 4 dengan item soal yang diberikan 7 Kesesuaian indikator 5 dengan item soal yang diberikan 8 Kesesuaian indikator 6 dengan item soal yang diberikan 9 Kejelasan perintah pengerjaan soal 2 Kualitas pedoman penilaian 10 11 12 Bentuk muka instrumen tes yang disajikan Penggunaan bahasa Indonesia dan tata tulis baku Total Skala 4 3 2 1 4 3 2 1 4 3 2 1 4 3 2 1 4 3 2 1 4 3 2 1 4 3 2 1 4 3 2 1 4 3 2 1 4 3 2 1 4 3 2 1 4 3 2 1 Dosen 1 √ Dosen 2 √ Guru √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ 48 48 Saran √ √ √ √ √ √ 41 73

(92) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 2 Uji validitas soal essai Correlations Total Total Pearson Correlation Inter 1 Sig. (2-tailed) N Inter Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Anal Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Eva Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Infe Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Ekspla Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Regul Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Anal ** ,679 Eva ** ,758 Infe ** ,726 Ekspla ,761 ** ** ,787 Regul ** ,734 ,000 ,000 ,000 ,000 ,000 ,000 56 56 56 56 56 56 56 ,679** 1 ,511** ,460** ,368** ,450** ,316* ,000 ,000 ,005 ,000 ,018 56 56 56 56 56 56 ** 1 ,000 56 ** ,758 ,511 ,000 ,000 56 56 ,726** ** ,606 ,464 ** ** ,430 * ,330 ,000 ,000 ,001 ,013 56 56 56 56 56 ,460** ,606** 1 ,448** ,433** ,341* ,000 ,000 ,000 ,001 ,001 ,010 56 56 56 56 56 56 56 ,761** ,368** ,464** ,448** 1 ,653** ,502** ,000 ,005 ,000 ,001 ,000 ,000 56 56 56 56 56 56 56 ,787** ,450** ,430** ,433** ,653** 1 ,616** ,000 ,000 ,001 ,001 ,000 56 56 56 56 56 ** ,734 * * * ,502 ** ,000 56 56 ** 1 ,316 ,330 ,341 ,616 ,000 ,018 ,013 ,010 ,000 ,000 56 56 56 56 56 56 56 **. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed). *. Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed). 74

(93) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 3 Uji Reliabilitas soal essai Case Processing Summary N Cases Valid a Excluded Total % 56 96,6 2 3,4 58 100,0 a. Listwise deletion based on all variables in the procedure. Reliability Statistics Cronbach's Alpha ,821 N of Items 6 75

(94) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 4 Silabus Kelompok Eksperimen 76

(95) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 77

(96) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 78

(97) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 79

(98) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 80

(99) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 81

(100) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 82

(101) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 5 Silabus Kelompok Kontrol 83

(102) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 84

(103) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 85

(104) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 86

(105) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 87

(106) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 88

(107) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 89

(108) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 6 RPP Kelompok Eksperimen 90

(109) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 91

(110) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 92

(111) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 93

(112) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 94

(113) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 95

(114) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 96

(115) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 97

(116) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 98

(117) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 99

(118) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 7 RPP Kelompok Kontrol 100

(119) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 101

(120) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 102

(121) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 103

(122) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 104

(123) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 105

(124) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 106

(125) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 107

(126) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 108

(127) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 109

(128) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 8 Rubrik Penilaian Soal Essai 110

(129) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 111

(130) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 112

(131) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 113

(132) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 114

(133) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 115

(134) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 116

(135) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 117

(136) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 118

(137) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 119

(138) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 9 Tabulasi Skor Pretest Kelompok Eksperimen a 2 1 3 3 2 1 2 2 3 3 4 1 4 3 4 1 3 2 3 2 2 3 3 2 1 2 2 2 4 Eksplanasi b c 2 1 2 1 3 1 2 1 2 1 1 1 2 1 2 1 2 1 2 1 4 2 1 2 1 1 2 1 4 2 1 1 3 2 2 2 3 2 2 2 2 1 2 1 2 1 2 1 2 1 2 1 2 1 2 1 2 1 d 2 2 2 3 1 2 1 2 1 2 4 1 3 1 3 1 3 2 1 4 1 1 3 3 3 1 1 3 4 ratarata 1,75 1,5 2,25 2,25 1,5 1,25 1,5 1,75 1,75 2 3,5 1,25 2,25 1,75 3,25 1 2,75 2 2,25 2,5 1,5 1,75 2,25 2 1,75 1,5 1,5 2 2,75 a 3 4 4 4 4 4 3 2 4 4 4 3 4 3 3 4 3 3 3 4 4 4 3 3 4 3 3 4 Regulasi Diri b c 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 3 3 3 3 3 3 4 4 3 3 4 4 3 4 4 4 3 3 3 4 3 3 4 3 2 3 3 3 3 3 4 3 3 4 2 3 4 3 3 2 3 4 3 2 3 1 d 4 3 3 4 4 3 4 3 3 3 4 3 4 3 4 4 3 2 3 4 4 4 3 4 4 2 3 4 ratarata 3,75 3,5 3,75 4 4 3,25 3,25 2,75 3,75 3,25 4 3,25 4 3 3,5 3,5 3,25 2,5 3 3,5 3,75 3,75 2,75 3,5 2,71 3,5 2,25 3 3,25 Rerata 5,5 5 6 6,25 5,5 4,5 4,75 4,5 5,5 5,25 7,5 4,5 6,25 4,75 6,75 4,5 6 4,5 5,25 6 5,25 5,5 5 5,5 4,46 5 3,75 5 6 120

(139) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 10 Tabulasi Skor Pretest Kelompok Kontrol a 2 2 2 3 3 1 1 2 4 1 3 2 2 2 2 1 1 3 3 1 2 1 3 1 1 4 3 3 2 Eksplanasi b c 2 1 2 2 2 2 2 3 2 3 1 1 1 2 2 3 2 3 2 1 3 3 2 1 1 2 2 3 3 3 2 1 1 1 2 3 2 2 2 2 2 2 2 1 2 1 2 3 1 3 2 3 2 2 2 3 2 1 d 2 2 2 3 2 1 1 2 3 1 3 2 2 3 3 2 1 2 3 2 2 1 3 2 1 1 2 2 1 ratarata 1,75 2 2 2,75 2,5 1 1,25 2,25 3 1,25 3 1,75 1,75 2,5 2,75 1,5 1 2,5 2,5 1,75 2 1,25 2,25 2 1,5 2,5 2,25 2,5 1,5 a 2 3 2 2 2 3 3 2 1 2 2 3 3 3 2 2 3 3 4 3 3 2 3 3 2 2 2 3 3 Regulasi Diri b c 3 3 3 3 2 3 2 2 2 2 3 4 3 3 2 2 3 2 3 2 2 1 4 3 2 3 3 3 2 3 3 3 3 2 3 4 3 3 3 3 3 3 2 2 2 3 1 2 3 3 3 2 3 3 4 4 3 2 d 2 3 3 2 2 3 3 2 3 2 2 4 3 2 3 3 3 3 2 4 3 3 2 2 3 3 2 4 2 ratarata 2,5 3 2,5 2 2 3,25 3 2 2,25 2,25 1,75 3,5 2,75 2,75 2,5 2,75 2,75 3,25 3 3,25 3 2,25 2,5 2 2,75 2,5 2,5 3,75 2,5 Rerata 4,25 5 4,5 4,75 4,5 4,25 4,25 4,25 5,25 3,5 4,75 5,25 4,5 5,25 5,25 4,25 3,75 5,75 5,5 5 5 3,5 4,75 4 4,25 5 4,75 6,25 4 121

(140) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 11 Tabulasi Skor Posttest I Kelompok Eksperimen EKSPLANASI a b c d 3 2 3 3 4 4 3 3 3 3 1 2 4 4 4 3 3 4 3 3 3 2 3 1 2 2 2 3 2 3 4 4 3 4 4 4 4 4 4 3 2 3 4 4 4 3 4 3 3 3 4 4 3 3 4 2 2 4 3 3 3 2 4 2 2 2 3 4 4 4 4 3 1 3 3 4 4 3 2 4 2 1 3 4 4 3 4 4 4 4 3 3 2 4 4 4 4 4 4 4 4 3 2 3 2 2 3 3 1 3 3 3 REGULASI DIRI ratarata a b c d 3 2 2 3 2 3,5 3 3 3 2 3,25 3 3 2 3 2,5 2 2 3 3 4 3 3 3 3 3,5 2 2 2 2 3 2 2 3 3 2,25 3 3 3 3 2 3 4 3 4 3 3 2 2 3 3,75 4 4 3 3 4 4 2 4 3 4 4 2 3 2 3 3 2 3 3 4 4 3 3 3 3,5 2 2 2 2 3,5 4 3 4 3 3,25 3 3 4 3 2,5 3 4 4 4 3,25 3 2 2 4 2,75 2 3 2 2 2 3 2 3 3 3,5 1 2 4 3 3,5 3 3 3 3 2,31 2 3 3 3 3 2,5 3 2 2 2 2,75 2 3 3 3 3,75 4 2 2 2 rataRerata rata 2,25 5,25 2,75 6,25 2,75 6 2,5 5 3 7 2 5,5 2,5 5,5 3 5,25 3,5 5,5 2,5 5,5 3,5 7,25 3,25 7,25 2,75 6,75 2,75 5,75 3,25 7,25 2 5,5 3,5 7 3,25 6,5 3,75 6,25 2,75 6 2,25 5 2,75 4,75 2,5 6 3 6,5 2,25 4,56 3 5 2,25 4,75 2,75 5,5 2,5 6,25 122

(141) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 12 Tabulasi Skor Posttest I Kelompok Kontrol EKSPLANASI a b c d 2 2 2 3 2 2 3 3 3 4 3 2 3 3 3 3 3 4 3 3 1 3 2 1 4 3 4 3 2 2 1 2 1 3 2 2 2 2 2 3 3 1 3 3 2 2 3 2 4 4 3 3 3 3 2 3 2 2 2 2 3 2 2 3 3 2 3 3 2 3 2 2 2 2 2 3 3 2 2 3 3 3 2 2 3 3 2 2 2 2 1 3 3 3 1 3 3 1 2 2 4 3 3 3 3 3 2 2 3 2 3 3 4 2 3 4 REGULASI DIRI ratarata a b c d 2 3 3 3 3 2,25 3 3 3 3 2,75 3 2 2 2 2,5 4 3 3 4 3 4 3 3 4 3,25 3 3 3 4 2,5 3 3 2 3 1,75 2 2 1 1 3,5 4 3 4 3 2,5 2 2 2 3 1,25 3 4 3 3 2,25 4 2 4 4 2 2 3 3 3 2,75 3 3 2 4 2,75 4 2 3 4 2,5 3 2 2 3 3,5 4 1 3 3 3 4 2 3 4 2,5 4 2 3 3 2 4 3 3 3 2,25 2 2 2 2 2,75 3 3 3 3 2,5 3 2 2 3 2,5 1 1 1 1 2,25 3 3 3 2 3 3 3 2 3 2,5 3 2 3 2 2,5 4 3 3 3 3 3 2 3 2 rataRerata rata 3 5 3 5,25 2,25 5 3,5 6 3,5 6,5 3,25 6,5 2,75 5,25 1,5 3,25 3,5 7 2,25 4,75 3,25 4,5 3,5 5,75 2,75 4,75 3 5,75 3,25 6 2,5 5 2,75 6,25 3,25 6,25 3 5,5 3,25 5,25 2 4,25 3 5,75 2,5 5 1 3,5 2,75 5 2,75 5,75 2,5 5 3,25 5,75 2,5 5,5 123

(142) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 13 Tabulasi Skor PosttestII Kelompok Eksperimen EKSPLANASI a b c d 3 3 3 3 3 2 4 4 4 4 3 3 3 3 3 3 3 2 1 3 2 4 3 3 4 3 2 3 3 3 3 4 3 3 4 3 4 4 2 4 3 2 4 3 3 4 4 3 4 4 2 2 2 1 3 1 1 4 3 2 2 2 3 3 1 1 4 3 2 4 4 4 2 3 1 3 2 1 3 3 1 3 2 1 3 2 1 2 2 4 3 4 3 3 4 2 4 3 4 4 2 4 4 2 3 2 3 2 1 1 4 2 1 2 1 1 REGULASI DIRI ratarata a b c d 2,75 4 3 4 4 2,5 2 3 3 2 4 4 3 4 3 3,25 4 1 1 1 3,25 4 3 4 4 2,75 4 4 3 4 2,25 4 3 4 4 3,5 3 3 3 3 2,75 4 3 3 3 3,25 4 3 4 3 3,25 2 4 2 1 3,5 3 2 2 3 3,5 4 4 4 4 2,75 4 3 1 1 3,5 4 4 4 4 3,75 3 3 2 3 3 4 4 4 4 2 2 2 2 2 1,75 1 1 1 1 3 4 4 3 3 2,25 4 3 3 3 1,5 2 2 2 2 2,5 4 3 2 3 4 2 2 3 2 2 2 2 1 1 1,75 1 1 1 1 2,25 2 1 1 1 1,75 1 1 1 1 1,75 2 2 1 1 rataRerata rata 3,75 6,5 2,5 5 3,5 7,5 1,75 5 3,75 7 3,75 6,5 3,75 6 3 6,5 3,25 6 3,5 6,75 2,25 5,5 2,5 6 4 7,5 2,25 5 4 7,5 2,75 6,5 4 7 2 4 1 2,75 3,5 6,5 3,25 5,5 2 3,5 3 5,5 2,25 6,25 1,5 3,5 1 2,75 1,25 3,5 1 2,75 1,5 3,25 124

(143) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 14 Tabulasi Skor Posttest II Kelompok Kontrol EKSPLANASI a b c d 3 2 1 4 2 1 4 4 2 3 2 2 2 2 2 3 2 2 3 2 2 3 2 2 3 2 1 3 2 1 3 2 1 3 1 1 3 3 1 3 2 1 2 3 4 4 2 3 4 3 1 4 3 2 3 2 3 2 2 2 2 2 1 3 2 1 3 4 2 3 2 1 3 2 1 3 3 1 3 3 1 3 4 1 3 2 1 2 3 3 1 1 2 3 2 3 3 1 1 4 4 1 2 3 4 1 2 2 3 2 2 4 4 3 4 1 REGULASI DIRI ratarata a b c d 2 3 2 2 2 2,5 2 2 1 1 3,25 4 4 3 3 2 4 1 1 1 1,75 4 3 2 2 2,25 4 4 3 3 2,5 2 2 2 2 2,25 2 2 2 2 2,25 3 2 3 3 2,25 2 1 1 1 1,75 3 2 4 2 1,5 3 2 4 3 2,75 3 2 4 2 2,5 3 4 3 3 2,5 2 3 2 2 2,75 2 2 2 2 2,75 4 3 3 4 3,25 3 3 3 4 2,25 2 2 2 1 2 2 1 1 1 1,75 3 3 3 3 2,25 2 3 2 3 2,75 4 3 3 3 2 1 1 1 1 2,5 2 2 3 3 2,75 4 3 4 4 2,5 4 3 4 4 3 3 3 3 3 1,75 3 2 3 3 rataRerata rata 2,25 4,25 1,5 4 3,5 6,75 1,75 3,75 2,75 4,5 3,5 5,75 2 4,5 2 4,25 2,75 5 1,25 3,5 2,75 4,5 3 4,5 2,75 5,5 3,25 5,75 2,25 4,75 2 4,75 3,5 6,25 3,25 6,5 1,75 4 1,25 3,25 3 4,75 2,5 4,75 3,25 6 1 3 2,5 5 3,75 6,5 3,75 6,25 3 6 2,75 4,5 125

(144) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 15 Uji Normalitas Kemampuan Eksplanasi One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test PreEks Ekspla n N Normal Parameter a,b s Most Extreme Difference s Mean Std. Deviati on Absolu te Positiv e Negati ve Test Statistic PostE ksEks plan1 SelEks Ekspla n PostEk sEkspl an2 PreKo nEkspl an PostKo nEkspl an1 SelKon Ekspla n PostKo nEkspl an2 29 29 29 29 29 29 29 29 1,9655 3,0969 1,1314 2,7586 2,0000 2,7845 ,7845 2,6724 ,58142 ,63958 ,72594 ,73340 ,56695 ,46639 ,51636 1,0069 0 ,162 ,150 ,159 ,128 ,121 ,150 ,157 ,139 ,162 ,101 ,159 ,101 ,087 ,150 ,157 ,094 -,108 -,150 -,112 -,128 -,121 -,091 -,116 -,139 ,162 ,150 ,159 ,128 ,121 ,150 ,157 ,139 Asymp. Sig. (2c ,051 tailed) a. Test distribution is Normal. c c ,096 c,d ,058 ,200 c,d ,200 c c c ,093 ,064 ,158 b. Calculated from data. c. Lilliefors Significance Correction. d. This is a lower bound of the true significance. Lampiran 16 Uji Normalitas Kemampuan Regulasi Diri One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test N Normal Parameters a,b Most Extreme Differences Mean Std. Deviati on Absolut e Positiv e Negativ e Test Statistic Asymp. Sig. (2-tailed) PreEk sRegu l PostEk sRegul 1 SelEk sRegu l PostEk sRegul 2 PreKo nReg ul PostKo nRegul 1 SelKo nReg ul PostKo nRegul 2 29 2,293 1 29 29 1,084 8 29 29 1,870 7 29 29 29 2,6293 ,7586 2,5690 3,3779 2,3534 ,6783 3 ,48198 ,7404 9 ,45078 ,5453 6 ,45621 ,3980 0 ,78176 ,137 ,152 ,157 ,110 ,111 ,129 ,156 ,143 ,110 ,098 ,157 ,108 ,083 ,129 ,156 ,077 -,137 -,152 -,119 -,110 -,111 -,113 -,107 -,143 ,137 ,152 ,157 ,110 ,111 ,129 ,156 ,143 c c c c,d c,d c,d c ,133c ,174 ,086 ,065 ,200 ,200 ,200 ,070 a. Test distribution is Normal. b. Calculated from data. c. Lilliefors Significance Correction. d. This is a lower bound of the true significance. 126

(145) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 17 Uji Perbedaan Kemampuan Awal Eksplanasi Group Statistics Kelompok PreEksKonEksplan N Pretest Eksperimen Eksplanasi Pretest Kontrol Eksplanasi Mean Std. Deviation Std. Error Mean 29 1,9655 ,58142 ,10797 29 2,0000 ,56695 ,10528 Independent Samples Test Levene's Test for Equality of Variances PreEksKonEk splan Equal varian ces assum ed Equal varian ces not assum ed t-test for Equality of Means df Sig. (2taile d) Mean Differen ce Std. Error Differenc e 95% Confidence Interval of the Difference Lowe Uppe r r F Sig. t ,04 3 ,836 ,229 56 ,820 -,03448 ,15080 ,3365 7 ,2676 1 ,229 55,96 4 ,820 -,03448 ,15080 ,3365 8 ,2676 1 127

(146) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 18 Uji Perbedaan Kemampuan Awal Regulasi Diri Group Statistics Kelompok PreEksPostRegul N Pretest Eksplanasi Regulasi Diri Pretest Kontrol Regulasi Diri Mean Std. Deviation Std. Error Mean 29 2,0000 ,56695 ,10528 29 1,9224 ,63070 ,11712 Independent Samples Test Levene's Test for Equality of Variances PreEksPost Regul Equal varian ces assum ed Equal varian ces not assum ed t-test for Equality of Means df Sig. (2tailed ) Mean Differen ce Std. Error Differen ce 95% Confidence Interval of the Difference Lowe Uppe r r F Sig. t ,27 1 ,605 ,49 3 56 ,624 ,07759 ,15748 ,237 89 ,393 06 ,49 3 55,3 76 ,624 ,07759 ,15748 ,237 97 ,393 14 128

(147) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 19 Uji Selisih Skor Pretest dan Posttest I Kemampuan Eksplanasi Group Statistics Kelompok SelEksKonEksplan N Selisih Eksperimen Eksplanasi Selisih Kontrol Eksplanasi Mean Std. Deviation Std. Error Mean 29 1,1314 ,72594 ,13480 29 ,7845 ,51636 ,09589 Independent Samples Test Levene's Test for Equality of Variances SelEksKonEks plan Equal varianc es assum ed Equal varianc es not assum ed t-test for Equality of Means Sig. (2taile d) Mean Differen ce Std. Error Differen ce 95% Confidence Interval of the Difference Lowe Uppe r r F Sig . t 3,28 9 ,07 5 2,09 7 56 ,041 ,34690 ,16543 ,015 51 ,678 29 2,09 7 50,5 58 ,041 ,34690 ,16543 ,014 72 ,679 07 df 129

(148) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 20 Uji Selisih Skor Pretset dan Posttest I Kemampuan Regulasi Diri Group Statistics Kelompok SelEksKonRegul N Selisis Eksperimen Regulasi Diri Selisish Kontrol Regulasi Diri Mean Std. Deviation Std. Error Mean 29 1,0848 ,74049 ,13750 29 ,7586 ,39800 ,07391 Independent Samples Test Levene's Test for Equality of Variances F SelEksKon Regul Equal varian ces assum ed Equal varian ces not assum ed 10,2 18 Sig. ,002 t-test for Equality of Means t df Sig. (2taile d) Mean Differen ce Std. Error Differen ce 95% Confidence Interval of the Difference Lowe Uppe r r 2,0 90 56 ,041 ,32621 ,15611 ,013 48 ,638 93 2,0 90 42,9 32 ,043 ,32621 ,15611 ,011 37 ,641 04 130

(149) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 21 Uji Kenaikan Skor Pretest ke Posttest I Kemampuan Eksplanasi Paired Samples Statistics Mean Pair 1 PostEksEksplan1 PreEksEksplan Pair 2 PostKonEksplan1 PreKonEksplan Std. Deviation N Std. Error Mean 3,0969 29 ,63958 ,11877 1,9655 29 ,58142 ,10797 2,7845 29 ,46639 ,08661 2,0000 29 ,56695 ,10528 Paired Samples Correlations N Pair 1 Pair 2 Correlation Sig. PostEksEksplan1 & PreEksEksplan 29 ,296 ,119 29 ,515 ,004 PostKonEksplan1 & PreKonEksplan Paired Samples Test Mean Pai r1 Pai r2 Paired Differences 95% Confidence Interval of the Std. Std. Difference Deviatio Error n Mean Lower Upper t df Sig. (2tailed) PostEksEksplan 1 PreEksEksplan 1,1313 8 ,72594 ,1348 0 ,8552 5 1,4075 1 8,39 3 28 ,000 PostKonEksplan 1 PreKonEksplan ,78448 ,51636 ,0958 9 ,5880 7 ,98089 8,18 1 28 ,000 131

(150) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 22 Uji Kenaikan Skor Pretest ke Posttest I Kemampuan Regulasi Diri Paired Samples Statistics Mean Pair 1 PostEksRegul1 PreEksRegul Pair 2 PostKonRegul1 PreKonRegul Std. Deviation N Std. Error Mean 3,3779 29 ,48198 ,08950 2,2931 29 ,67833 ,12596 2,6293 29 ,45621 ,08472 1,8707 29 ,54536 ,10127 Paired Samples Correlations N Pair 1 Pair 2 Correlation Sig. PostEksRegul1 & PreEksRegul 29 ,220 ,251 29 ,698 ,000 PostKonRegul1 & PreKonRegul Paired Samples Test Mean Pai r1 Pai r2 Paired Differences 95% Confidence Interval of the Std. Std. Difference Deviatio Error n Mean Lower Upper T df Sig. (2tailed) PostEksRegul 1 PreEksRegul 1,0848 3 ,74049 ,1375 0 ,8031 6 1,3664 9 7,889 28 ,000 PostKonRegul 1 PreKonRegul ,75862 ,39800 ,0739 1 ,6072 3 ,91001 10,26 5 28 ,000 132

(151) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 23 Uji Retensi Pengaruh Perlakuan Kemampuan Eksplanasi Paired Samples Statistics Mean Pair 1 PostEksEksplan2 PostEksEksplan1 Pair 2 PostKonEksplan2 PostKonEksplan1 Std. Deviation N Std. Error Mean 2,7586 29 ,73340 ,13619 3,0969 29 ,63958 ,11877 2,3534 29 ,45078 ,08371 2,7845 29 ,46639 ,08661 Paired Samples Correlations N Pair 1 Pair 2 Correlation Sig. PostEksEksplan2 & PostEksEksplan1 29 ,504 ,005 PostKonEksplan2 & PostKonEksplan1 29 -,028 ,885 Paired Samples Test Paired Differences Mean Pai r1 Pai r2 Std. Deviatio n Std. Error Mean 95% Confidence Interval of the Difference Lower Upper t df Sig. (2tailed) PostEksEksplan 2 PostEksEksplan 1 ,3382 8 ,68862 ,1278 7 ,6002 1 ,0763 4 2,64 5 28 ,013 PostKonEksplan 2 PostKonEksplan 1 ,4310 3 ,65770 ,1221 3 ,6812 1 ,1808 6 3,52 9 28 ,001 133

(152) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 24 Uji Retensi Pengaruh Perlakuan Kemampuan Regulasi Diri Paired Samples Statistics Mean Pair 1 PostEksRegul2 PostEksRegul1 Pair 2 PostKonRegul2 PostKonRegul1 Std. Deviation N Std. Error Mean 2,6724 29 1,00690 ,18698 3,3779 29 ,48198 ,08950 2,5690 29 ,78176 ,14517 2,6293 29 ,45621 ,08472 Paired Samples Correlations N Pair 1 Pair 2 Correlation Sig. PostEksRegul2 & PostEksRegul1 29 ,315 ,096 PostKonRegul2 & PostKonRegul1 29 ,181 ,348 Paired Samples Test Mean Pai r1 Pai r2 Paired Differences 95% Confidence Interval of the Std. Std. Difference Deviatio Error Lower Upper n Mean t df Sig. (2tailed) PostEksRegul 2 PostEksRegul 1 ,7055 2 ,96994 ,1801 1 1,0744 6 ,3365 7 3,91 7 28 ,001 PostKonRegul 2 PostKonRegul 1 ,0603 4 ,83092 ,1543 0 -,37641 ,2557 2 -,391 28 ,699 134

(153) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 25 Foto Mind Map 135

(154) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 136

(155) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 26 Foto Kegiatan Penjelasan guru mengenai mind map Membuat mind map secara berkelompok Siswa kelompok kontrol mengerjakan soal essai Siswa kelompok eksperimen mengerjakan soal essai Siswa kelompok eksperimen mengerjakan refleksi 137

(156) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 27 Surat Ijin Penelitian 138

(157) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 28 Surat Telah Melakukan Penelitian 139

(158) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 29Curriculum Vitae CURRICULUM VITAE Yolanda Dwi Aryanti lahir di Wonogiri, Jawa Tengah pada tanggal 5 Maret 1992. Pendidikan dasar diawali tahun 1998 di SDN V Baturetno, Wonogiri dan lulus pada tahun 2004. Kemudian melanjutkan studi di tingkat menengah pertama di SMP Kanisius Baturetno, Wonogiri dan lulus tahun 2007. Pendidikan menengah lanjutan diperoleh di SMA Regina Pacis Surakarta dan lulus tahun 2010. Pada tahun 2010, peneliti tercatat sebagai mahasiswa Universitas Sanata Dharma pada Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Selama menempuh pendidikan di bangku kuliah penulis mengikuti kegiatan yang diselenggarakan pihak kampus untuk melatih kemampuan soft skills. Beberapa kegiatan yang diikuti seperti; Kursus pembina pramuka mahir tingkat dasar (KMD), Workshop dongeng dengan tema “Menumbuhkan Kreatifitas Guru Melalui Mendongeng”, International Seminar “Philosophy of Children”, Maria MontessoriWorkshop: Learning Model Development for 3-6 years old, UNA Seminar and Workshop in Anti Bias Curriculum and Teaching, dan test TKBI.Masa pendidikan di Universitas Sanata Dharma diakhiri dengan menulis skripsi sebagai tugas akhir dengan judul “Pengaruh Penggunaan metode mind Map pada Kemampuan Eksplanasi dan Regulasi Diri Mata Pelajaran IPA kelas V di SD Kanisius Demangan Baru 1”. 140

(159)

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

Pengaruh penggunaan metode Inkuiri terhadap kemampuan menjelaskan dan menginterpretasi pada pelajaran IPA kelas V di SDK Sorowajan Yogyakarta.
0
1
186
Pengaruh penggunaan metode Inkuiri terhadap kemampuan menjelaskan dan menginterpretasi pada pelajaran IPA SD Kanisius Demangan Baru 1 Yogyakarta
1
8
168
Pengaruh penerapan metode inkuiri terhadap prestasi belajar dan berpikir kritiskategori afektif umum pada mata pelajaran IPA SDK Demangan Baru 1 - USD Repository
0
0
192
Pengaruh penerapan metode inkuiri terhadap prestasi belajar dan berpikir kritis kategori afektif khusus pada mata pelajaran IPA SDK Demangan Baru I Yogyakarta - USD Repository
0
2
207
Pengaruh penerapan metode inkuiri terhadap prestasi belajar dan berpikir kritis kategori kognitif pada mata pelajaran IPA SDK Demangan Baru 1 - USD Repository
0
0
190
Pengaruh penggunaan metode mind map terhadap kemampuan mengingat dan memahami pada mata pelajaran IPA di SD Kanisius Sorowajan Yogyakarta - USD Repository
0
0
144
Pengaruh penggunaan mind map terhadap kemampuan menganalisis dan mengevaluasi pada pelajaran IPA kelas V SD Kanisius, Wirobrajan - USD Repository
0
0
164
Pengaruh penggunaan metode inkuiri terhadap kemampuan mengaplikasi dan menganalisis pada mata pelajaran IPA kelas V SD Kanisius Sorowajan Yogyakarta - USD Repository
0
0
168
Pengaruh penggunaan metode inkuiri terhadap kemampuan mengingat dan memahami pada mata pelajaran IPA SDN Tamanan 1 Yogyakarta - USD Repository
0
0
188
Pengaruh penggunaan metode Mind Map terhadap kemampuan eksplanasi dan regulasi diri pada mata pelajaran IPA kelas V SD N Sokowaten Baru Banguntapan Bantul Yogyakarta - USD Repository
0
0
203
Pengaruh penggunaan metode mind map terhadap kemampuan evaluasi dan inferensi pada mata pelajaran IPA SD Negeri Percobaan 3 Pakem Yogyakarta - USD Repository
0
2
162
Pengaruh penggunaan metode mind map terhadap kemampuan interpretasi dan analisis pada mata pelajaran IPA kelas V SD Pangudi Luhur Yogyakarta - USD Repository
0
0
142
Pengaruh penggunaan metode mind map terhadap kemampuan eksplanasi dan regulasi diri pada mata pelajaran IPA kelas V SD N Percobaan 3 Pakem Yogyakarta - USD Repository
0
0
167
Pengaruh penggunaan metode mind map terhadap kemampuan evaluasi dan inferensi pada mata pelajaran IPA Kelas V SDK Demangan Baru I Yogyakarta - USD Repository
0
2
191
Pengaruh penggunaan metode Mind Map terhadap kemampuan evaluasi dan inferensi pada mata pelajaran IPA kelas V SD Pangudi Luhur Yogyakarta - USD Repository
0
0
164
Show more