Pengaruh semangat kerja, motivasi kerja, disiplin kerja dan komitmen karyawan terhadap kinerja karyawan : studi pada karyawan Bagian Farmasi RS. Bethesda Yogyakarta - USD Repository

Gratis

0
0
142
1 month ago
Preview
Full text
(1)PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI PENGARUH SEMANGAT KERJA, MOTIVASI KERJA, DISIPLIN KERJA, DAN KOMITMEN KARYAWAN TERHADAP KINERJA KARYAWAN Studi pada Karyawan Bagian Farmasi RS. Bethesda Yogyakarta SKRIPSI Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat untuk Memperoleh Gelar Sarjana Ekonomi Program Studi Manajemen Oleh: Sefanya Premi Aji NIM: 102214021 PROGRAM STUDI MANAJEMEN JURUSAN MANAJEMEN FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2014 i

(2) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI

(3) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI

(4) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI MOTTO dan PERSEMBAHAN Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya. (Yakobus 5 : 16) Skripsi ini kupersembahkan untuk : Tuhan Yesus Kristus Ibu dan Bapak tercinta Almarhum Eyang Kakung dan Eyang Putri Saudara, sahabat dan teman-teman terkasih iv

(5) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI UNIVERSITAS SANATA DHARMA FAKULTAS EKONOMI JURUSAN MANAJEMEN PROGRAM STUDI MANAJEMEN PERNYATAAN KEASLIAN KARYA TULIS Saya yang bertanda tangan di bawah ini, dengan ini menyatakan bahwa Skripsi dengan judul: PENGARUH SEMANGAT KERJA, MOTIVASI KERJA, DISIPLIN KERJA, DAN KOMITMEN KARYAWAN TERHADAP KINERJA KARYAWAN Studi pada Karyawan Bagian Farmasi RS. Bethesda Yogyakarta dan diajukan untuk diuji pada tanggal, 30 September 2014 adalah hasil karya saya. Saya juga menyatakan bahwa dalam skripsi ini tidak terdapat keseluruhan atau sebagian tulisan orang lain yang saya ambil dengan cara menyalin, atau meniru dalam bentuk rangkaian kalimat atau simbol yang menunjukkan gagasan atau pendapat atau pemikiran dari penulis lain yang saya aku seolah-olah sebagai tulisan saya sendiri, dan atau tidak terdapat bagian atau keseluruhan tulisan yang saya salin, saya tiru, atau saya ambil dari tulisan orang lain tanpa memberikan pengakuan (disebutkan dalam referensi) pada penulis aslinya. Bila di kemudian hari terbukti bahwa saya ternyata melakukan tindakan tersebut, maka saya bersedia menerima sanksi, yaitu skripsi ini digugurkan dan gelar akademik yang saya peroleh (S.E.) dibatalkan serta proses sesuai dengan aturan perundang-undangan yang berlaku (UU No 20 Tahun 2003, pasal 25 dan pasal 70). Yogyakarta, 4 September 2014 Yang membuat pernyataan, Sefanya Premi Aji v

(6) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS Yang bertanda tangan di bawah ini, saya Mahasiswa Universitas Sanata Dharma Nama : Sefanya Premi Aji NIM : 102214021 Demi pengembangan ilmu pengetahuan, saya memberikan kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma karya ilmiah saya yang berjudul “PENGARUH SEMANGAT KERJA, MOTIVASI KERJA, DISIPLIN KERJA, DAN KOMITMEN KARYAWAN TERHADAP KINERJA KARYAWAN”. Studi pada karyawan bagian farmasi Rumah Sakit Bethesda Yogyakarta. Dengan demikian saya memberikan kepada perpustakaan Universitas Sanata Dharma untuk menyimpan, mengalihkan dalam bentuk media lain, mengelolanya dalam bentuk pangkalan data, mendistribusikannya secara terbatas, dan mempublikasikannya di internet dan media lain untuk kepentingan akademis tanpa perlu meminta ijin kepada saya maupun memberikan royalti kepada saya selama tetap mencantumkan nama saya sebagai penulis. Demikian pernyataan yang saya buat dengan sebenarnya. Dibuat di Yogyakarta Pada tanggal 4 September 2014 Yang menyatakan, Sefanya Premi Aji vi

(7) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI KATA PENGANTAR Puji dan syukur kepada Tuhan atas rahmat dan karuniaNya, sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul Pengaruh Semangat Kerja, Motivasi Kerja, Disiplin Kerja, dan Komitmen Karyawan terhadap Kinerja Karyawan. Skripsi ini ditulis sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Ekonomi pada Program Studi Manajemen, Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Penulisan skripsi ini dapat selesai dengan baik berkat bantuan berbagai pihak. Dalam kesempatan ini penulis ingin mengucapkan terima kasih kepada: 1. Bapak Dr. Herry Maridjo, M.Si., selaku Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. 2. Almarhum Bapak Drs. Alex Kahu Lantum, M.S. selaku dosen pembimbing I MPT yang telah meluangkan waktu dalam mengarahkan dan membimbing penulis dari awal. 3. Bapak Drs. Theodorus Sutadi M.B.A selaku dosen pembimbing I yang telah meluangkan waktu dalam mengarahkan dan membimbing penulis dari awal hingga akhir sehingga skripsi ini menjadi lebih sempurna. 4. Bapak Dr. Lukas Purwoto, M.Si selaku kepala prodi manajemen dan dosen pembimbing II yang telah meluangkan waktu dalam mengarahkan dan membimbing penulis dari awal hingga akhir sehingga skripsi ini menjadi lebih sempurna. 5. Seluruh dosen dan karyawan Fakultas Ekonomi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta yang telah memberikan segala bekal pengetahuan vii

(8) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI dan pendidikan yang penulis peroleh selama menuntut ilmu di Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. 6. Kepada Bapak dan Ibu saya yang senantiasa mendoakan serta memberikan semangat dalam mengerjakan skripsi. 7. Kepada sahabat saya Deni, Ardi, Wahyu, Putri terimakasih untuk doa dan semangat yang kalian berikan. 8. Friska yang selalu memberikan dukungan dan semangat dalam mengerjakan skripsi. 9. Indra, Adit B, Dendi, Bayu, Mbak Put, Ricky, Gusti, Satria, Yosua terima kasih atas bantuan yang sudah kalian lakukan serta motivasi yang kalian berikan dalam mengerjakan skripsi. 10. Seluruh teman-teman manajemen angkatan 2010 yang telah memberikan saya semangat dan motivasi dalam mengerjakan skripsi. Penulis menyadari bahwa penyusunan skripsi ini masih jauh dari kata sempurna karena keterbatasan pengetahuan dan pengalaman yang dimiliki penulis. Oleh karena itu, penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari para pembaca guna menyempurnakan skripsi ini. Semoga skripsi ini bermanfaat bagi pembaca dan dapat menjadi bahan masukan bagi teman-teman dalam menyusun skripsi. Yogyakarta, 4 September 2014 Penulis Sefanya Premi Aji viii

(9) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR ISI Halaman HALAMAN JUDUL ................................................................................................... i HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING ....................................................... ii HALAMAN PENGESAHAN .................................................................................... iii HALAMAN PERSEMBAHAN ................................................................................ iv HALAMAN PERNYATAAN KEASLIAN KARYA TULIS .................................. v HALAMAN PERNYATAAN PERSETUJUAN ..................................................... vi HALAMAN KATA PENGANTAR ......................................................................... vii HALAMAN DAFTAR ISI ........................................................................................ ix HALAMAN DAFTAR TABEL ................................................................................ xii HALAMAN DAFTAR GAMBAR........................................................................... xiii HALAMAN DAFTAR LAMPIRAN ....................................................................... xiv HALAMAN ABSTRAK ............................................................................................ xv BAB I PENDAHULUAN ............................................................................................ 1 A. Latar Belakang .................................................................................................. 1 B. Rumusan Masalah ............................................................................................. 3 C. Batasan Masalah ............................................................................................... 3 D. Tujuan Penelitian .............................................................................................. 4 E. Manfaat Penelitian ............................................................................................ 4 ix

(10) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB II LANDASAN TEORI ..................................................................................... 6 A. Pengertian Kinerja Karyawan ........................................................................... 6 B. Semangat Kerja ................................................................................................. 7 C. Motivasi Kerja .................................................................................................. 8 D. Disiplin Kerja ................................................................................................... 16 E. Komitmen ........................................................................................................ 21 F. Penelitian- Penelitian Sebelumnya .................................................................. 23 G. Kerangka Konseptual Penelitian ...................................................................... 25 H. Hipotesis .......................................................................................................... 26 BAB III METODOLOGI PENELITIAN ................................................................ 27 A. Jenis Penelitian................................................................................................. 27 B. Subjek dan Objek Penelitian ............................................................................ 27 C. Waktu dan Lokasi Penelitian ........................................................................... 27 D. Variabel Penelitian ........................................................................................... 28 E. Definisi Operasional ........................................................................................ 28 F. Teknik Pengukuran Data.................................................................................. 30 G. Jenis dan Sumber Data ..................................................................................... 34 H. Populasi, Sampel dan Teknik Pengambilan Sampel ........................................ 34 I. Teknik Pengumpulan Data ............................................................................... 36 J. Teknik Pengujian Instrumen ............................................................................ 37 K. Teknik Analisis Data........................................................................................ 39 BAB IV GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN .................................................... 46 A. Sejarah Singkat RS. Bethesda Yogyakarta ...................................................... 46 B. Visi dan Misi .................................................................................................... 51 C. Motto ................................................................................................................ 51 D. Peran ................................................................................................................ 52 E. Lokasi Perusahaan ........................................................................................... 53 F. Struktur Organisasi .......................................................................................... 53 x

(11) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI G. Personalia ......................................................................................................... 61 H. Perekrutan Karyawan ....................................................................................... 63 I. Pengembangan Karyawan ................................................................................ 63 J. Kesejahteraan Karyawan ................................................................................. 63 BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ........................................... 65 A. Deskripsi Data Responden ............................................................................... 65 B. Karakteristik Responden .................................................................................. 65 C. Pengujian Instrumen Penelitian ....................................................................... 68 1. Hasil Uji Validitas................................................................................ 69 2. Hasil Uji Reliabilitas ............................................................................ 70 3. Uji Asumsi Klasik ................................................................................ 71 a. Hasil Uji Normalitas ................................................................ 71 b. Hasil Uji Multikolinearitas ...................................................... 73 c. Hasil Uji Heterokedastisitas ..................................................... 74 D. Pengujian Analisis Data ................................................................................... 74 1. Hasil Uji Regresi Linier Berganda ....................................................... 74 2. Hasil Uji Koefisien Determinasi .......................................................... 76 E. Pengujian Signifikansi ..................................................................................... 76 1. Hasil Uji T............................................................................................ 77 F. Pembahasan...................................................................................................... 80 BAB VI KESIMPULAN, SARAN DAN KETERBATASAN ................................ 84 A. Kesimpulan ...................................................................................................... 84 B. Saran ................................................................................................................ 85 C. Keterbatasan ..................................................................................................... 86 DAFTAR PUSTAKA ................................................................................................. 88 LAMPIRAN................................................................................................................ 90 xi

(12) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR TABEL No. Judul Tabel Halaman III.1. Tabel Penilaian................................................................................................. 30 III.2. Definisi Operasional ........................................................................................ 31 V.1. Tabel 5.1 Karakteristik Responden Berdasarkan Usia...................................... 65 V.2. Tabel 5.2 Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin ...................... 66 V.3. Tabel 5.3 Karakteristik Responden Berdasarkan Status Pernikahan ................ 67 V.4. Tabel 5.4 Karakteristik Responden Berdasarkan Tingkat Pendidikan ............. 67 V.5. Tabel 5.5 Hasil Uji Validitas Instrumen Penelitian .......................................... 69 V.6. Tabel 5.6 Hasil Uji Reliabilitas Instrumen Penelitian....................................... 70 V.7. Tabel 5.7 Hasil Uji Multikolinearitas ............................................................... 73 V.8. Tabel 5.8 Hasil Regresi Linier Berganda .......................................................... 75 V.8. Tabel 5.9 Hasil Koefisien Determinasi (R2)...................................................... 76 V.9. Tabel 6.0 Rangkuman Nilai-Nilai T ................................................................. 77 xii

(13) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR GAMBAR No. II.1. Judul Gambar Halaman Kerangka Konseptual Penelitian ....................................................................... 25 V.1. Hasil Uji Normalitas ......................................................................................... 72 V.2. Hasil Uji Heterokedastisitas .............................................................................. 74 xiii

(14) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR LAMPIRAN No. Judul Lampiran Halaman Lampiran I Kuesioner Penelitian ............................................................................. 91 Lampiran II Karakteristik Responden ........................................................................ 98 Lampiran III Jawaban Responden ............................................................................. 100 Lampiran IV Validitas & Reliabilitas ......................................................................... 109 Lampiran V Uji Asumsi Klasik & Regresi Linier Berganda ..................................... 120 Lampiran VI Surat Ijin Penelitian ............................................................................... 125 xiv

(15) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ABSTRAK Pengaruh Semangat Kerja, Motivasi Kerja, Disiplin Kerja, dan Komitmen Karyawan terhadap Kinerja Karyawan Studi Kasus Pada Karyawan Bagian Farmasi Rumah Sakit Bethesda Yogyakarta Sefanya Premi Aji Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta 2014 Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh semangat kerja, motivasi kerja, disiplin kerja, dan komitmen karyawan secara parsial terhadap kinerja karyawan. Jenis penelitian ini adalah studi kasus. Populasi dalam penelitian ini adalah Karyawan Bagian Farmasi Rumah Sakit Bethesda Yogyakarta. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah teknik purposive sampling. Jumlah sampel terpilih adalah 60 responden. Teknik pengumpulan data menggunakan metode kuesioner. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi linier berganda, uji asumsi klasik, dan uji t. Hasil analisis data menunjukkan bahwa komitmen karyawan secara parsial berpengaruh positif terhadap kinerja karyawan. xv

(16) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ABSTRACT The Influence of Morale, Work Motivation, Work Discipline, and Commitment Employee on Employee Performance A Case Study on Employee Pharmacist Bethesda Yogyakarta Hospital Sefanya Premi Aji Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta 2014 The purpose of the research was to assess the influence of morale, work motivation, work discipline, and employee commitment to employee performance is partially on employee performance. This research was a case study. Population of the research was employee pharmacist Bethesda Yogyakarta Hospital. The sampling technique was purposive sampling. A sample of 60 respondents was involved. Data collection method used were questioner method. Data analysis techniques used in this research were multiple linier regression technique, classic assumption test, and t test. The results showed that: employee commitment is partially influence a employee performance positively. xvi

(17) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Dunia kerja di zaman sekarang diwarnai dengan persaingan yang ketat antar para pencari kerja. Maka dari itu banyak orang yang berlomba-lomba untuk mencari pekerjaan. Rata-rata orang yang mencari pekerjaan ingin mendaftar menjadi pegawai negeri sipil, karena gaji yang ditawarkan cukup menjanjikan. Tapi motivasi mereka untuk mendapatkan pekerjaan hanya sebatas mendapatkan gaji yang besar, bukan untuk lebih meningkatkan kualitas disiplin kerja mereka. Persaingan dalam dunia kerja menuntut seseorang tidak hanya mempunyai motivasi yang tinggi, melainkan harus mempunyai kemauan yang kuat dalam pribadinya untuk lebih mengembangkan diri. Motivasi seperti itulah yang harusnya kemudian dimiliki oleh setiap individu yang ingin melamar pekerjaan untuk nantinya dalam pekerjaan mereka dapat berkomitmen untuk lebih disiplin dalam pekerjaannya. Berdasarkan paparan singkat di atas, penulis ingin mengetahui bagaimana cara seorang karyawan untuk memotivasi dan berkomitmen pada dirinya sendiri untuk terus disiplin dalam pekerjaannya. Karyawan yang mempunyai komitmen dalam pekerjaannya akan lebih mempunyai semangat dalam bekerja. Tidak hanya karyawan yang berusaha tetapi setiap perusahaan akan berusaha untuk meningkatkan semangat kerja karyawan dengan berbagai cara. Hal ini erat kaitannya dengan anggapan 1

(18) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 2 bahwa semangat kerja yang tinggi akan memberikan peranan pada produktivitas yang tinggi pula. Karena itu maka selayaknya perusahaan berusaha selalu meningkatkan semangat kerja. Karyawan yang sudah memiliki semangat dalam dirinya untuk bekerja tentu akan terus berusaha untuk melakukan tugas dan tanggungjawabnya dalam suatu perusahaan. Tetapi jika karyawan hanya mempunyai semangat kerja yang setengah-setengah tentu karyawan juga akan melaksanakan tugas dan pekerjannya dengan setengah-setengah. Hasil akhir dari semangat seorang karyawan akan berpengaruh terhadap peningkatan kinerja dari seorang karyawan itu sendiri,yang juga nantinya mempunyai pengaruh dalam suatu perusahaan. Pengaruh tersebut dipengaruhi oleh motivasi yang akan menunjukkan hasil antara motivasi dengan kinerja karyawan. Karyawan harus mengembangkan disiplin yang tinggi, karena dari tindakan yang disiplin itulah kinerja karyawan dapat terlihat. Disiplin di sini juga dipengaruhi adanya pembagian kerja dalam perusahaan dari atasan sampai karyawan biasa, sehingga jelas pembagian kerja dan pelaksanaan kerja setiap karyawan dalam perusahaan. Maka dari paparan singkat di atas, penulis ingin meneliti pengaruh semangat, motivasi, disiplin kerja dan komitmen pada perusahaan. Penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul “Pengaruh Semangat Kerja, Motivasi Karyawan, Disiplin Kerja Dan Komitmen Karyawan Terhadap Kinerja Karyawan”. Studi pada karyawan di Rumah Sakit Bethesda Yogyakarta.

(19) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 3 B. Rumusan Masalah Dari latar belakang masalah yang dikemukakan, maka penulis mencoba merumuskan masalah sebagai berikut : 1. Apakah semangat kerja karyawan mempunyai pengaruh terhadap kinerja karyawan? 2. Apakah motivasi karyawan mempunyai pengaruh terhadap kinerja karyawan? 3. Apakah disiplin kerja mempunyai pengaruh terhadap kinerja karyawan? 4. Apakah komitmen karyawan mempunyai pengaruh terhadap kinerja karyawan? C. Batasan Masalah Dalam penelitian ini peneliti menyusun batasan masalah. Adapun batasan masalah sebagai berikut : 1. Subjek yang diteliti dalam penelitian ini adalah karyawan bagian farmasi Rumah Sakit Bethesda Yogyakarta 2. Variabel semangat kerja dibatasi pada kegelisahan karyawan, tingkat absensi, dan tuntutan karyawan. 3. Variabel motivasi kerja dibatasi pada kebutuhan karyawan akan prestasi, motivasi untuk hasil yang lebih baik, kebutuhan atas imbalan. 4. Variabel disiplin kerja dibatasi pada kepatuhan terhadap jadwal kerja, kepatuhan terhadap instruksi atasan, dan kehati-hatian dalam pemakaian alat-alat kantor.

(20) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 4 5. Variabel komitmen dibatasi pada komitmen afektif, komitmen berkelanjutan, dan komitmen normatif. 6. Variabel kinerja karyawan dibatasi pada sikap kerja, kerjasama, dan kualitas kerja. D. Tujuan Penelitian Dari latar belakang dan rumusan masalah yang ada di atas maka tujuan dari penelitian ini adalah : 1. Untuk mengetahui apakah semangat kerja berpengaruh terhadap kinerja karyawan. 2. Untuk mengetahui apakah motivasi berpengaruh terhadap kinerja karyawan. 3. Untuk mengetahui apakah disiplin kerja berpengaruh terhadap kinerja karyawan. 4. Untuk mengetahui apakah komitmen berpengaruh terhadap kinerja karyawan. E. Manfaat Penelitian 1. Bagi Perusahaan Diharapkan dari hasil penelitian ini dapat memberikan informasi yang berharga bagi perusahaan dalam pengelolaan SDM, berkaitan dengan tugas dan tanggungjawab serta dapat mengetahui faktor yang mempengaruhi kinerja karyawan di bagian farmasi Rumah Sakit Bethesda Yogyakarta.

(21) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 5 2. Bagi Universitas Sanata Dharma Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat menambah informasi dan referensi bacaan bagi semua pihak yang membutuhkannya. 3. Bagi Penulis Dapat menambah pengetahuan dalam menerapkan disiplin ilmu serta dapat meningkatkan kemampuan dan melatih pengalaman sehingga mempunyai pandangan kritis dan sikap objektif.

(22) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB II LANDASAN TEORI A. Pengertian Kinerja Karyawan Pengertian kinerja menurut Sulistiyani (2003, 223) , kinerja seseorang merupakan kombinasi dari kemampuan, usaha, dan kesempatan yang dapat dinilai dari hasil kerjanya. Sedangkan menurut Bernardin dan Russel dalam Sulistiyani (2003,223-224) menyatakan bahwa kinerja merupakan catatan outcome yang dihasilkan dari fungsi pegawai tertentu atau kegiatan yang dilakukan selama periode waktu tertentu. Simamora karyawan adalah (1997,20) tingkatan mengemukakan dimana para bahwa kinerja karyawan mencapai persyaratan-persyaratan pekerjaan. Berdasarkan pengertian kinerja dari beberapa pendapat di atas, kinerja merupakan perbandingan hasil kerja yang dicapai oleh karyawan dengan standar yang telah ditentukan. Kinerja juga berarti hasil yang dicapai seseorang, baik kuantitas maupun kualitas dalam suatu organisasi sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya. 6

(23) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 7 B. Semangat Kerja Semangat kerja atau moral kerja itu adalah sikap kesediaan perasaan yang memungkinkan seorang karyawan untuk menghasilkan kerja yang lebih banyak dan lebih tanpa menambah keletihan, yang menyebabkan karyawan dengan antusias ikut serta dalam kegiatankegiatan dan usaha-usaha kelompok sekerjanya, dan membuat karyawan tidak mudah kena pengaruh dari luar, terutama dari orangorang yang mendasarkan sasaran mereka itu atas tanggapan bahwa satu-satunya kepentingan pemimpin perusahaan itu terhadap dirinya untuk memperoleh keuntungan yang sebesar-besarnya darinya dan memberi sedikit mungkin (Hasley, 2001). Sedangkan Siswanto (2000,35), mendefinisikan semangat kerja sebagai keadaan psikologis seseorang. Semangat kerja dianggap sebagai keadaan psikologis yang baik bila semangat kerja tersebut menimbulkan kesenangan yang mendorong seseorang untuk bekerja dengan giat dan konsekuen dalam mencapai tujuan yang ditetapkan oleh perusahaan. Dari pendapat ahli tersebut di atas, peneliti menyimpulkan bahwa apa yang dimaksud semangat kerja adalah kondisi psikologis seseorang dalam hal ini tenaga kerja, yang dipengaruhi oleh keinginan atau motif tertentu, sesuai dengan kebutuhannya. Jika keinginan atau motif tersebut, tidak dapat terpenuhi, maka dapat menurunkan semangat kerja karyawan, dan sebaliknya jika kebutuhan tersebut dapat terpenuhi maka dapat meningkatkan semangat kerja karyawan.

(24) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 8 C. Motivasi Kerja 1. Pengertian Motivasi Kerja Menurut Hasibuan (1999:95) menyebutkan bahwa motivasi kerja adalah pemberian daya penggerak yang menciptakan kegairahan kerja seseorang, agar mereka mau bekerja sama, bekerja efektif dan terintegrasi dengan segala daya upayanya untuk mencapai kepuasan. Senada dengan definisi di atas, Siagian (1996:138) mengemukakan bahwa motivasi sebagai daya pendorong yang mengakibatkan seorang anggota organisasi mau dan rela untuk menggerakkan kemampuannya (dalam bentuk keahlian atau keterampilan) tenaga dan waktunya untuk menyelenggarakan berbagai kegiatan yang menjadi tanggung jawabnya dan menunaikan kewajibannya, dalam rangka pencapaian tujuan dan berbagai sasaran organisasi yang telah ditentukan sebelumnya. Motivasi juga merupakan usaha-usaha yang dapat menyebabkan seseorang atau kelompok orang tertentu bergerak melakukan sesuatu karena ingin mencapai tujuan yang dikehendakinya atau mendapatkan kepuasan dengan perbuatannya. Berdasarkan berbagai definisi di atas dapat disimpulkan bahwa: a. Motivasi kerja merupakan bagian yang penting dalam suatu organisasi yang berfungsi sebagai alat untuk pencapaian tujuan atau sasaran yang ingin dicapai. b. Motivasi kerja mengandung dua tujuan utama dalam diri individu yaitu untuk memenuhi kebutuhan atau keinginan pribadi dan tujuan organisasi .

(25) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 9 c. Motivasi kerja yang diberikan kepada seseorang hanya efektif manakala di dalam diri seseorang itu memiliki kepercayaan atau keyakinan untuk maju dan berhasil dalam organisasi. Dalam rangka untuk memotivasi bawahan dalam suatu organisasi, sangat ditentukan oleh kepiawaian seorang pimpinan untuk memahami faktor-faktor motivasi sebagai daya pendorong atau penguat (reinforcement) sehingga individu tergerak untuk bekerja dalam mencapai tujuan organisasi. Oleh sebab itu, pemahaman terhadap motivasi sangat penting artinya bagi pimpinan. Menurut Gomes (2001:180) bahwa faktor-faktor motivasi kerja terdiri dari dua bagian yaitu faktor individual dan faktor organisasional. Yang tergolong faktor individual adalah kebutuhankebutuhan (needs), tujuan-tujuan (goals), sikap (attitudes), dan kemampuan (ability). Sedangkan yang tergolong faktor organisasional meliputi; pembayaran gaji/upah, keamanan pekerjaan, hubungan sesama pegawai, pengawasan, pujian, dan pekerjaan itu sendiri. Berdasarkan pengertian tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa motivasi kerja adalah dorongan atau semangat kerja yang bersumber baik dari dalam diri (internal) maupun dari luar (eksternal) untuk melakukan suatu pekerjaan dengan sebaik-baiknya agar menghasilkan kinerja yang lebih baik. 2. Teori Motivasi Beberapa teori motivasi yang telah dikemukakan oleh para ahli akan dipaparkan berikut ini sebagai bahan referensi dan

(26) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 10 pengetahuan dalam menganalisis dan mengkaji tentang hakikat motivasi itu sendiri. Beberapa teori motivasi yang telah diberikan oleh para ahli antara lain: a. Teori Hierarki kebutuhan Maslow Abraham Maslow (dalam Gomes, 2000:188) seorang pelopor teori motivasi dari Brandeis University. Maslow mengemukakan mengenai teori hierarki kebutuhan manusia yang banyak menjadi titik acuan oleh sebagian besar para sarjana untuk memahami motivasi. 1) Teori ini didasarkan atas tiga asumsi pokok, yakni: a) Manusia adalah makhluk yang selalu berkeinginan dan keinginan mereka tidak pernah terpenuhi secara sempurna. Setelah satu keinginan terpenuhi langsung muncul keinginan lain. Proses ini tidak pernah berakhir. Proses ini berlangsung dari lahir hingga mati. b) Kebutuhan atau keinginan yang sudah terpenuhi tidak lagi menjadi pendorong bagi perilaku manusia. c) Kebutuhan manusia tersusun menurut hierarki tingkat pentingnya kebutuhan. 2) Kebaikan teori tingkat kebutuhan Maslow adalah sebagai berikut :

(27) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 11 a) Teori ini memberikan informasi bahwa kebutuhan manusia itu jamak (yang terdiri dari kebutuhan materiil dan non materiil) dan bobotnya bertingkat-tingkat. b) Manajer mengetahui bahwa seseorang berperilaku dan bekerja adalah untuk dapat memenuhi kebutuhannya (materiil dan non materiil) yang akan memberikan kepuasan baginya. c) Kebutuhan itu berjenjang sesuai dengan kedudukan atau sosial ekonominya. d) Manajer akan lebih mudah memberikan alat motivasi yang paling sesuai untuk merangsang semangat bekerja bawahannya. 3) Adapun kelemahan teori Maslow adalah: a) Menurut teori kebutuhan manusia adalah bertingkattingkat manusia atau hierarki, tetapi menginginkan dalam tercapai kenyataannya sekaligus dan kebutuhan manusia itu seperti siklus (berulang-ulang). b) Walaupun teori ini sangat populer, tetapi belum pernah dicoba kebenarannya karena Maslow mengembangkannya hanya atas dasar pengamatannya saja (Hasibuan, 2001:56). b. Teori motivasi Alderfer (Alderfer's ERG Theory) Alderfer mengenalkan tiga kelompok inti dari kebutuhankebutuhan inti,yakni: kebutuhan akan keberadaan (existence

(28) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 12 need), kebutuhan berhubungan (relatedness need), dan kebutuhan untuk berkembang (growth need). Teori ERG berasal dari kepanjangan Existence, Relatedness, dan Growth. Kebutuhan keberadaan adalah suatu kebutuhan akan tetapi bias hidup. Kebutuhan ini kira-kira sama artinya dengan kebutuhan fisik atau fisiologinya Maslow dan sama pula dengan faktor higienisnya Herzberg. Kebutuhan berhubungan adalah suatu kebutuhan untuk menjalin hubungan sesamanya melakukan hubungan sosial dan bekerja sama dengan orang lain. Kebutuhan ini sama halnya dengan kebutuhan sosial dari Maslow dan higienisnya Herzberg. Kebutuhan untuk berkembang adalah suatu kebutuhan yang berhubungan dengan keinginan intrinsik dari seseorang untuk mengembangkan dirinya.Hubungan ini searti dengan kebutuhan penghargaan dan aktualisasi dirinya Maslow dan kebutuhan motivatornya Herzberg. c. Teori tiga kebutuhan McClelland Menurut McClelland, sesorang dianggap mempunyai motivasi untuk berprestasi jika ia mempunyai keinginan untuk melakukan suatu karya yang berprestasi lebih baik dari prestasi karya orang lain. Ada tiga kebutuhan manusia ini menurut McClelland, yakni kebutuhan untuk berprestasi, kebutuhan untuk berafiliasi dan kebutuhan untuk kekuasaan. Ketiga

(29) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 13 kebutuhan ini terbukti merupakan unsur-unsur yang amat penting dalam menentukan prestasi seseorang dalam bekerja. Ada beberapa karakteristik dari orang-orang yang berprestasi tinggi, antara lain: 1) Suka mengambil risiko yang moderat (moderate risks). Pada umumnya Nampak pada permukaan usaha, bahwa orang berprestasi tinggi risikonya juga besar, tetapi penemuan McClelland menunjukkan lain. Beberapa partisipan diminta olehnya melempar lingkaran-lingkaran kawat pada pasak-pasak yang telah dipasang. Orang-orang yang mempunyai kebutuhan untuk berprestasi lebih tinggi cara melemparnya akan jauh berbeda dengan cara kebanyakan orang tersebut. Orang ini akan lebih berhatihati mengukur jarak. Dia tidak akan terlalu dekat supaya semua kawat bisa masuk pasak dengan mudah. Orang semacam ini mau berprestasi dengan suatu risiko yang moderat, tidak terlalu besar risikonya dan pula tidak terlampau rendah. 2) Memerlukan umpan balik yang segera. Ciri ini amat dekat dengan karakterisitik di atas. Seseorang yang mempunyai kebutuhan prestasi tinggi, pada umunya lebih menyenangi akan semua dikerjakannya. informasi mengenai hasil-hasil yang

(30) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 14 3) Memperhitungkan keberhasilan. Seseorang yang berprestasi tinggi, pada umumnya hanya memperhitungkan keberhasilan prestasinya saja dan tidak memperdulikan penghargaan-penghargaan materi. 4) Menyatu dengan tugas. Sekali orang yang berprestasi tinggi memilih suatu tujuan untuk dicapai, maka ia cenderung untuk menyatu dengan tugas pekerjaannya sampai ia benarbenar berhasil secara gemilang. d. Teori motivasi dua faktor Herzberg Frederick Herzberg berusaha memperluas hasil karya Maslow dan mengembangkan suatu teori yang khusus bisa diterapkan ke dalam motivasi kerja. Dia menggunakan metode critical incident dalam mengumpulkan data untuk dianalisis. Herzberg memberikan suatu pertanyaan kepada mereka mengenai apa yang dirasakan menyenangkan dan tidak menyenangkan dalam tugas pekerjaannya. Kepuasan-kepuasan dalam bekerja oleh Herzberg diberi nama motivator, adapun ketidakpuasan disebutnya faktor hygiene. Kedua sebutan itu jika digabungkan terkenal dengan nama Dua Faktor Teori Motivasi dan Herzberg. Faktor hygiene sebenarnya bersifat preventif dan memperhitungkan lingkungan yang berhubungan dengan kerja. Faktor ini kira-kira tidak jauh bedanya dengan susunan bawah dari hierarki kebutuhan Maslow. Faktor higienis ini mencegah ketidakpuasan tetapi bukannya penyebab

(31) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 15 terjadinya kepuasan. Adapun faktor yang dapat memotivasi para karyawan ialah yang disebut oleh Herzberg dengan sebutan motivator, yang kira-kira sama dengan tingkat yang lebih tinggi dari hierarki kebutuhan Maslow. Menurut teori Herzberg, agar para karyawan bisa termotivasi, maka mereka hendaknya mempunyai suatu pekerjaan dengan isi yang selalu merangsang untuk berprestasi. Teori Herzberg ini sebenarnya mematahkan anggapan sementara pimpinan atau manajer bahwa persoalan-persoalan semangat kerja para karyawan itu dapat diatasi dengan pemberian upah gaji yang tinggi, insentif yang besar, dan memperbaiki kondisi tempat kerja. Pemecahan ini tidak banyak menguntungkan, karena hal-hal tersebut tidak memotivasi karyawan. Itulah sebabnya Herzberg menawarkan suatu pemecahan bahwa faktor-faktor higienis seperti misalnya upah dan gaji, honorarium, kondisi tempat kerja, teknik pengawasan antara bawahan dan pengawasnya, dan kebijaksanaan administrasi organisasi, tidak bisa membangkitkan semangat kerja karyawan. Adapun yang dapat membangkitkan semangat kerja ialah faktor motivator, faktor ini terdiri dari faktor keberhasilan, penghargaan, faktor pekerjaannya sendiri, rasa tanggung jawab, dan faktor peningkatan.

(32) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 16 D. Disiplin Kerja 1. Pengertian Disiplin Kerja Ada beberapa pendapat yang berbeda mengenai pengertian disiplin kerja dari beberapa ahli, diantaranya adalah: Menurut Hasibuan dalam Manajemen Sumber Daya Manusia (2001:190) disiplin kerja adalah: “Kesadaran dan kesediaan seseorang menaati semua peraturan perusahaan dan norma-norma sosial yang berlaku.” Kesadaran adalah sikap seseorang yang secara sukarela menaati semua peraturan dan sadar akan tugas dan tanggung jawabnya. Kesediaan adalah suatu sikap, tingkah laku dan perbuatan seseorang yang sesuai dengan peraturan perusahaan baik yang tertulis maupun tidak. Veithzal Rivai (2004:444), memberikan pengertian “ Disiplin kerja adalah suatu alat yang digunakan para manajer untuk berkomunikasi dengan karyawan agar mereka bersedia untuk mengubah sesuatu perilaku serta berbagai suatu upaya untuk meningkatkan kesadaran dan kesediaan seseorang menaati semua peraturan perusahaan dan norma-norma sosial yang berlaku”. Dari definisi di atas, dapat disimpulkan bahwa displin kerja merupakan suatu bentuk kesediaan dan kesadaran dari seseorang untuk tunduk dan patuh terhadap semua peraturan dan normanorma sosial perusahaan, serta sanggup menerima sanksi apabila melanggarnya.

(33) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 17 2. Bentuk-Bentuk Disiplin Kerja: a. Veithzal Rivai dalam bukunya Manajemen Sumber Daya Manusia untuk perusahaan (2004:444) menyatakan terdapat empat perspektif daftar yang menyangkut disiplin kerja yaitu: 1) Disiplin Retributif (Retributive Discipline), yaitu berusaha menghukum orang yang berbuat salah. 2) Disiplin korektif (Corrective Discipline), yaitu berusaha membantu karyawan mengoreksi prilakunya yang tidak tepat. 3) Perspektif hak-hak individu (Individual Rights Perspective), yaitu berusaha melindungi hak-hak dasar individu selama tindakan-tindakan disipliner. 4) Perspektif Utilitarian (Utilitarian Perspective), yaitu berfokus pada penggunaan disiplin hanya pada saat konsekuensi-konsekuensi tindakan disiplin melebihi dampak-dampak negatifnya. b. Sedangkan menurut Anwar Prabu Mangkunegara (2000:129) ada 2 bentuk disiplin kerja, yaitu : 1) Disiplin Preventif Disiplin preventif adalah suatu upaya untuk menggerakkan pegawai mengikuti dan mematuhi pedoman kerja, aturan-aturan yang telah digariskan perusahaan.Tujuan dasarnya adalah untuk menggerakkan pegawai berdisiplin diri. Dengan cara preventif, pegawai

(34) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 18 dapat memelihara dirinya terhadap peraturan-peraturan perusahaan. Disiplin preventif merupakan suatu sistem yang berhubungan dengan kebutuhan kerja untuk semua bagian sistem yang ada dalam organisasi. Jika sistem organisasi baik, maka diharapkan akan lebih mudah menggerakkan disiplin kerja. 2) Disiplin Korektif Sedangkan disiplin korektif adalah suatu upaya menggerakkan pegawai dalam menyatukan suatu peraturan dan mengarahkan untuk tetap mematuhi peraturan sesuai dengan pedoman yang berlaku pada perusahaan. Sedangkan pemberian sanksi dalam disiplin korektif mempunyai tujuan untuk memperbaiki pegawai pelanggar, untuk memelihara peraturan yang berlaku, dan memberikan pelajaran kepada pelanggar. Keith Davis (1985:367) berpendapat bahwa disiplin korektif memerlukan perhatian proses yang seharusnya, yang berarti bahwa prosedur harus menunjukkan pegawai yang bersangkutan benar-benar terlibat. Keperluan proses yang seharusnya itu dimaksudkan adalah pertama, suatu prasangka yang tidak bersalah sampai pembuktian pegawai berperan dalam pelanggaran. Kedua, hak untuk didengar dalam beberapa kasus terwakilkan oleh pegawai lain.

(35) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 19 Ketiga, disiplin itu dipertimbangkan dalam hubungannya dengan keterlibatan pelanggaran. 3. Pendekatan Disiplin Kerja Dalam bukunya Manajemen Sumber Daya Manusia Marihot Tua (2002:300) memaparkan bahwa para ahli menyebutkan beberapa pendekatan untuk meningkatkan disiplin yang meliputi disiplin preventif, korektif, dan progresif. a. Disiplin Preventif merupakan tindakan yang dilakukan untuk mendorong pegawai menaati standar dan peraturan sehingga tidak terjadi pelanggaran, atau bersifat mencegah tanpa ada yang memaksakan yang pada akhirnya akan menciptakan disiplin diri. Ini tentu saja mudah dipahami sebagai tanggung jawab yang melekat pada pimpinan. Untuk mencapai tujuan ini, beberapa metode yang perlu dilakukan adalah : 1) Pegawai mengetahui serta memahami standar. Memahami standar sudah barang tentu menjadi dasar dalam peningkatan disiplin. Bagaimana mungkin seorang pegawai bisa mematuhi standar tanpa mengetahui standar perilaku yang diinginkan organisasi, dan kalau mereka tidak mengetahui dapat diprediksi perilaku mereka yang tidak menentu.

(36) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 20 2) Standar harus jelas. Standar bisa tidak jelas atau mempunyai dwimakna, misalnya diminta untuk berpakaian lengkap. Yang lengkap itu apakah harus memakai sepatu, baju lengan panjang, dasi, dan serta jas. 3) Melibatkan pegawai dalam menyusun standar. Para pegawai akan mungkin lebih mendukung standar yang mereka susun sebab dengan diikutsertakannya mereka dalam menentukan standar atau peraturan, mereka akan mempunyai komitmen yang lebih baik pada apa yang telah dibuat bersama. 4) Standar atau aturan dinyatakan secara positif, bukan negatif. Standar yang positif misalnya “mengutamakan keselamatan,” bukan dengan pernyataan negatif seperti “jangan ceroboh.” 5) Dilakukan secara komprehensif, yaitu melibatkan semua elemen yang ada yang terkait dalam organisasi (terpadu). Meningkatkan disiplin menyangkut pembenahan aspekaspek yang terkait seperti sistem reward dan hukuman yang tepat, penyediaan fasilitas yang mendukung dalam pemenuhan standar yang telah ditentukan, dan lain-lain.

(37) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 21 b. Disiplin Korektif yaitu tindakan yang dilakukan untuk mencegah supaya tidak terulang kembali sehingga tidak terjadi pelanggaran pada hari-hari berikutnya, yang tujuannya adalah: 1) Memperbaiki perilaku yang melanggar aturan, 2) Mencegah orang lain melakukan tindakan serupa, dan 3) Mempertahankan standar kelompok secara konsisten dan efektif. c. Disiplin Progresif adalah memberikan kesempatan untuk memperbaiki kesalahan. Yaitu pengulangan kesalahan yang sama akan mengakibatkan hukuman yang lebih berat. Tindakan indisipliner bisa dilakukan melalui proses: 1) Teguran lisan, kalau masih terulang. 2) Teguran tertulis (yang menjadi catatan negatif bagi pegawai), kalau masih terulang. 3) Skorsing satu minggu, kalau masih terulang. 4) Skorsing satu bulan, kalau masih terulang. 5) Memecat pegawai tersebut. E. Komitmen 1. Pengertian Komitmen Komitmen adalah kemampuan dan kemauan untuk menyelaraskan perilaku pribadi dengan kebutuhan, prioritas dan tujuan organisasi. Hal ini mencakup cara-cara mengembangkan tujuan atau memenuhi

(38) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 22 kebutuhan organisasi yang intinya mendahulukan misi organisasi daripada kepentingan pribadi (Soekidjan, 2009:39). Menurut (Meyer dan Allen, 1991) komitmen dapat juga berati penerimaan yang kuat individu terhadap tujuan dan nilai-nilai organisasi, dan individu berupaya serta berkarya dan memiliki hasrat yang kuat untuk tetap bertahan di organisasi tersebut Menurut Van Dyne dan Graham 2005, faktor-faktor yang mempengaruhi komitmen organisasi adalah: Personal, situasional, dan posisi. Personal mempunyai ciri-ciri kepribadian tertentu yaitu teliti, ekstrovert, berpandangan positif (optimis), cenderung lebih komit. Lebih lanjut Dyne dan Graham menjelaskan karakteristik dari personal yang ada yaitu: Usia, masa kerja, pendidikan, jenis kelamin, status perkawinan, dan keterlibatan kerja. Situasional yang mempunyai ciri-ciri dengan adanya: Nilai (value) tempat kerja, keadilan organisasi, karakteristik pekerjaan, dan dukungan organisasi. Sedangkan posisional dipengaruhi oleh masa kerja dan tingkat pekerjaan. 2. Jenis Komitmen Menurut Quest (1995:34), komitmen merupakan nilai sentral dalam mewujudkan soliditas organisasi. Hasil penelitian Quest (1995:34), tentang komitmen mendapatkan hasil: a. Komitmen tinggi dari organisasi berkorelasi positif dengan tingginya motivasi dan meningkatnya kinerja. b. Komitmen tinggi berkorelasi positif dengan kemandirian dan “Self Control”.

(39) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 23 c. Komitmen tinggi berkorelasi positif dengan kesetiaan terhadap organisasi. d. Komitmen tinggi berkorelasi dengan tidak terlibatnya anggota dengan aktifitas kolektif yang mengurangi kualitas dan kuantitas kontribusinya. Lebih lanjut Soekidjan (2009:39), menjelaskan bahwa secara umum komitmen kuat terhadap organisasi terbukti, meningkatkan kepuasan kerja, mengurangi absensi, dan meningkatkan kinerja. F. Penelitian-Penelitian Sebelumnya a. Yohana Tejawati Mahasiswa prodi manajemen dengan nomor induk mahasiswa 052214109 ini mengambil judul skripsi pengaruh gaya kepemimpinan, motivasi, dan disiplin kerja terhadap kinerja karyawan. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh gaya kepemimpinan, motivasi dan disiplin kerja terhadap kinerja baik secara parsial maupun simultan pada PT. Arteria Daya Mulia Cirebon. Hasil penelitian ini adalah diketahui bahwa gaya kepemimpinan, motivasi, dan disiplin kerja berpengaruh secara bersama-sama terhadap kinerja karyawan, dilihat dari F hitung sebesar 22,220 pada sig. 0,000.

(40) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 24 b. Eka Trisnawati Pandiangan Mahasiswa prodi manajemen dengan nomor induk mahasiswa 062214035 ini mengambil judul skripsi pengaruh kepemimpinan, motivasi, kesejahteraan karyawan dan lingkungan kerja terhadap kinerja karyawan. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh secara parsial dan simultan kepemimpinan, motivasi, kesejahteraan karyawan, dan lingkungan kerja terhadap kinerja karyawan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa lingkungan kerja memberikan pengaruh positif terhadap kinerja karyawan. c. Lidwina Hersia Tikayanti Setyaningtyas Mahasiswa prodi manajemen dengan nomor induk mahasiswa 052214008 ini mengambil judul skripsi pengaruh gaya kepemimpinan dan semangat kerja terhadap kinerja karyawan. Tujuan penelitian kepemimpinan ini terhadap untuk kinerja mengetahui pengaruh gaya karyawan, pengaruh gaya kepemimpinan terhadap semangat kerja, pengaruh semangat kerja terhadap kinerja karyawan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari pengujian SEM diketahui bahwa gaya kepemimpinan berpengaruh terhadap semangat kerja dan semangat kerja berpengaruh terhadap kinerja karyawan.

(41) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 25 G. Kerangka Konseptual Penelitian Kerangka konseptual penelitian adalah kerangka berfikir yang dibuat penulis untuk menggambarkan hubungan variabel-variabel yang digunakan dalam penelitian. Dalam kerangka konseptual menyertakan indikator-indikator yang akan dipakai penulis sebagai acuan untuk menyusun pertanyaan dalam kuesioner yang akan dibagikan kepada responden. Semangat Kerja (X1) kegelisahan karyawan tingkat absensi tuntutan karyawan Motivasi Kerja (X2) kebutuhan karyawan akan prestasi motivasi untuk hasil yang lebih baik kebutuhan atas imbalan Kinerja Pegawai (Y) Disiplin Kerja (X3) kepatuhan terhadap jadwal kerja kepatuhan terhadap instruksi atasan kehati-hatian dalam pemakaian alatalat kantor Komitmen Karyawan komitmen afektif komitmen berkelanjutan komitmen normatif (X4)

(42) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 26 Dari kerangka konseptual ini peneliti ingin mengetahui apakah semangat kerja akan berpengaruh pada kinerja karyawan. Semangat kerja akan dilihat dari kegelisahan dimana-mana, tingkat absensi, dan tuntutan yang seringkali terjadi. Motivasi kerja akan dilihat dari kebutuhan karyawan akan prestasi, motivasi untuk hasil yang lebih baik, sikap sabar dan jujur. Disiplin kerja akan dilihat dari kepatuhan terhadap jam kerja, kepatuhan terhadap instruksi atasan, dan menggunakan alat-alat perlengkapan kantor dengan hati-hati. Komitmen karyawan akan dilihat dari komitmen afektif, komitmen berkelanjutan dan komitmen normatif. H. Hipotesis Hipotesis adalah pernyataan atau dugaan yang digunakan yang bersifat sementara terhadap suatu masalah yang kebenarannya masih lemah sehingga harus diuji. Hipotesis dalam penelitian ini yaitu hipotesis satu arah dengan asumsi bahwa variabel mempunyai hubungan positif. Hipotesis dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: H1: Semangat kerja berpengaruh positif terhadap kinerja karyawan. H2: Motivasi kerja berpengaruh positif terhadap kinerja karyawan. H3: Disiplin kerja kerja berpengaruh positif terhadap kinerja karyawan. H4: Komitmen karyawan. karyawan berpengaruh positif terhadap kinerja

(43) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian studi kasus. Studi kasus yaitu penelitian mengenai status subyek penelitian yang berkenaan dengan suatu fase atau khas dari keseluruhan personalitas. Hasil penelitian ini bersifat terbatas atau hanya berlaku untuk obyek yang diteliti (Iqbal Hasan, 2002 : 15) B. Subjek dan Objek Penelitian Subjek penelitian adalah karyawan RS. Bethesda Yogyakarta bagian farmasi dan objek penelitian adalah semangat, motivasi, disiplin kerja, komitmen dan kinerja karyawan. C. Waktu dan Lokasi Penelitian Penelitian ini akan dilaksanakan pada awal bulan april 2014 di Rumah Sakit Bethesda Yogyakarta sampai selesai diperoleh data. 27

(44) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 28 D. Variabel Penelitian 1. Variabel Independen (X) Variabel independen (bebas) adalah variabel yang menjelaskan atau yang mempengaruhi variabel yang lain (Umar, 2003:62).Variabel independen dalam penelitian ini terdiri dari semangat kerja, motivasi kerja, disiplin kerja dan komitmen karyawan. 2. Variabel Dependen (Y) Variabel dependen (tergantung) adalah variabel yang dijelaskan atau dipengaruhi oleh variabel independen (Umar, 2003:62).Variabel dependen dalam penelitian ini adalah kinerja karyawan. E. Definisi Operasional 1. Semangat Kerja (X1) Semangat kerja adalah kemauan dari setiap individu atau kelompok untuk saling bekerja sama dengan giat, disiplin, dan penuh rasa tanggung jawab dalam melaksanakan tujuan yang telah ditetapkan. Indikatornya adalah: a. Kegelisahan karyawan b. Tingkat absensi c. Tuntutan karyawan

(45) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 29 2. Motivasi Kerja (X2) Motivasi kerja adalah keinginan bekerja untuk mencapai suatu tujuan, dimana keinginan tersebut dapat merangsang dan membuat seseorang untuk mau melakukan pekerjaan atau apa yang mengakibatkan timbulnya motivasi kerja. Indikatornya adalah: a. Kebutuhan karyawan akan prestasi b. Motivasi untuk hasil yang lebih baik c. Kebutuhan atas imbalan 3. Disiplin Kerja (X3) Disiplin kerja merupakan praktek secara nyata dari para pegawai terhadap perangkat peraturan yang terdapat dalam suatu organisasi. Dalam hal ini disiplin tidak hanya dalam bentuk ketaatan saja melainkan juga tanggungjawab yang diberikan oleh organisasi, berdasarkan pada hal tersebut diharapkan efektifitas pegawai akan meningkat dan bersikap serta bertingkah laku disiplin. Indikatornya adalah: a. Kepatuhan terhadap jadwal kerja b. Kepatuhan terhadap instruksi atasan c. Kehati-hatian dalam pemakaian alat-alat kantor.

(46) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 30 4. Komitmen Karyawan (X4) Komitmen adalah sikap kesediaan diri untuk memegang teguh visi, misi serta kemauan untuk mengerahkan seluruh usaha dalam melaksanakan tugas. Indikatornya adalah: a. Komitmen afektif b. Komitmen berkelanjutan c. Komitmen normatif 5. Kinerja Karyawan Kinerja karyawan adalah hasil kerja yang telah dicapai seseorang dalam bidang tugasnya.Indikatornya adalah sikap kerja, kerjasama, kualitas kerja. F. Teknik Pengukuran Data Skala yang digunakan oleh penulis adalah skala Likert yang merupakan skala yang didasarkan pada penjumlahan sikap responden dalam merespon pernyataan yang berkaitan dengan indikator-indikator suatu konsep atau variabel yang sedang diukur. Informasi yang diberikan oleh responden ini melalui kuesioner yang telah disebarkan dengan menggunakan metode pemberian skor yaitu :

(47) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 31 Tabel Penilaian Keterangan Skor Sangat Setuju (SS) 5 Setuju (S) 4 Netral (N) 3 Tidak Setuju (TS) 2 Sangat Tidak Setuju (STS) 1 1. Definisi Operasional Definisi operasional merupakan penjelasan semua indikator dalam variabel dan istilah yang akan digunakan dalam penelitian secara operasional sehingga akhirnya mempermudah pembaca dalam mengartikan makna penelitian. Berikut ini akan dijelaskan definisi semua indikator yang akan diteliti oleh penulis adalah sebagai berikut: Variabel Semangat Kerja Definisi Operasional Bilamana semangat kerja turun. Seorang pemimpin harus dapat mengetahui adanya kegelisahankegelisahan yang timbul di lingkungan kerja. Kegelisahan itu dapat terwujud dalam bentuk ketidaktenangan kerja, keluh kesah, dan lain-lain. Semangat yang dimiliki karyawan Indikator Kegelisahan karyawan Alat Ukur Skala Likert Tingkat absensi Skala Likert

(48) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 32 sehingga meningkatkan kehadiran karyawan yang berkenaan dengan tugas dan kewajibannya. Bahwa dalam diri karyawan mempunyai tuntutan dalam dirinya sendiri untuk menjadi lebih baik,yang berpengaruh terhadap semangat kerja karyawan tersebut di dalam perusahaan. Motivasi Kerja Disiplin Kerja Tuntutan karyawan Skala Likert Kebutuhan karyawan akan prestasi Skala Likert Motivasi untuk hasil yang lebih baik Skala Likert Kebutuhan atas imbalan Skala Likert Setiap karyawan Kepatuhan diharapkan datang terhadap tepat waktu dan jadwal kerja mematuhi aturan yang Skala Likert Setiap karyawan memiliki tujuan dalam bekerja untuk mendapatkan penghargaan dan apresiasi dalam pekerjaannya karena telah bekerja dengan baik. Karyawan yang memiliki tujuan dalam pekerjaannya untuk bekerja lebih baik karena merasa segala fasilitas dan kenyamanan dalam bekerja sudah dirasakan dan diberikan. Karyawan membutuhkan balas jasa dari kontribusi mereka dalam perusahaan.

(49) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 33 telah ditetapkan perusahaan. Setiap karyawan mendapat perintah dari atasan dan melakukan dengan sebaik mungkin. Karyawan wajib menjaga dan menggunakan fasilitas kantor dengan semestinya sehingga tidak terjadi kerusakan yang disebabkan kesalahan karyawan. Komitmen Karyawan Setiap karyawan yang berkomitmen terhadap perusahaan dan melibatkan dirinya secara langsung dan mendalam pada aktivitas perusahaan dan menikmati kegiatannya dalam perusahaan tersebut. Karyawan merasa berat untuk meninggalkan organisasi dikarenakan karyawan membutuhkan biaya dari pekerjaan tersebut dan sejumlah penghargaan yang telah dihasilkan dari pekerjaan tersebut. Karyawan yang diharuskan bertahan dalam perusahaan karena kewajiban dan tanggung jawabnya terhadap perusahaan dan pekerjaannya Kepatuhan terhadap instruksi atasan Skala Likert Kehati-hatian dalam pemakaian alat-alat kantor Skala Likert Komitmen afektif Skala Likert Komitmen berkelanjutan Skala Likert Komitmen normatif Skala Likert

(50) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 34 Kinerja Karyawan untuk alasan moral dan etis. Sikap umum yang ditunjukkan karyawan pada pekerjaannya. Keterlibatan karyawan dengan karyawan lain guna mencapai tujuan bersama dalam pekerjaannya. Hasil kerja karyawan dalam melaksanakan tugas-tugas dalam bekerja. Sikap kerja Skala Likert Kerjasama Skala Likert Kualitas kerja Skala Likert G. Jenis dan Sumber Data 1. Data primer Data primer adalah data yang diperoleh atau dikumpulkan langsung di lapangan oleh orang yang melakukan penelitian atau orang yang bersangkutan yang memerlukannya. Data primer ini disebut juga data asli atau data baru (Hasan, 2004:19). Penulis mengambil data dari hasil kuesioner yang disebar oleh peneliti kepada karyawan RS. Bethesda Yogyakarta. 2. Data sekunder Data sekunder adalah data yang diperoleh atau dikumpulkan oleh orang yang melakukan penelitian dari sumber-sumber yang telah ada (Hasan, 2004:19).

(51) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 35 H. Populasi, Sampel dan Teknik Pengambilan Sampel 1. Populasi Sugiyono (2006:90) mengatakan bahwa populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas obyek atau subyek yang mempunyai kuantitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk mempelajari kemudian ditarik kesimpulan. Populasi dalam penelitian ini adalah karyawan RS Bethesda Yogyakarta bagian farmasi sebanyak 150 karyawan. 2. Sampel Penentuan sampel dalam penelitian ini adalah probability sampling dengan menggunakan teknik Proportionate Stratified Random Sampling. Karena populasi dalam penulisan ini mempunyai anggota/unsur yang tidak homogen dan berstrata secara proporsional (Sugiyono, 2009:93). Untuk mendapatkan sampel yang dapat menggambarkan populasi, maka dalam penentuan sampel penelitian ini digunakan rumus Slovin (dalam Umar, 2007:78) sebagai berikut: Keterangan : n = ukuran sampel minimum yang akan di ambil N = ukuran populasi

(52) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 36 = persen kelonggaran ketidaktelitian karena kesalahan pengambilan sampel yang masih dapat ditolerir (error). Untuk penelitian ini ditetapkan = 10% Dari jumlah populasi tersebut dengan tingkat kelonggaran ketidak telitian sebesar 10%, maka dengan mengunakan rumus di atas diperoleh sampel sebesar: Sampel adalah sebagian dari populasi untuk mewakili keseluruhan populasi. Dari definisi diatas maka dalam penelitian ini penulis mengambil 60 responden pada karyawan bagian farmasi minimal 1 tahun sebagai sampel, berdomisili di Yogyakarta, dan merupakan karyawan tetap. 3. Teknik Pengambilan Sampel Metode pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah sampel non probability dengan teknik purposive sampling. Menurut Sumarni dan Salamah (2006:76) sampel non probability adalah probabilitas elemen populasi yang dipilih tidak diketahui. Teknik ini tidak memberikan peluang atau kesempatan yang sama bagi setiap unsur atau anggota populasi untuk dipilih menjadi sampel. Menurut Sumarni dan Salamah (2006:77) purposive sampling adalah teknik mengambil sampel dengan menyesuaikan diri berdasar kriteria atau tujuan tertentu (disengaja).

(53) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 37 I. Teknik Pengumpulan Data 1. Observasi langsung yaitu mengadakan pengamatan langsung mengenai segala kegiatan nyata yang dilakukan para karyawan. 2. Wawancara yaitu pengumpulan data dengan cara mengadakan tanya jawab secara langsung dengan karyawan dari RS. Bethesda Yogyakarta. 3. Kuesioner yaitu dengan cara meminta kepada karyawan RS. Bethesda Yogyakarta untuk menjawab pertanyaan yang termuat dalam kuesioner. J. Teknik Pengujian Instrumen 1. Uji Validitas Validitas adalah ketepatan atau kecermatan suatu instrumen dalam mengukur apa yang ingin diukur (Priyatno, 2009:16). Uji validitas dilakukan dengan mengukur korelasi antar variabel atau item dengan skor total variabel. Pengukuran ini menggunakan teknik korelasi product moment (Umar, 2005:133): rxy = N ∑ XY – ( ∑X ) (∑Y) 2 – ( ∑X )2 ) ( N ∑ Y2 – (∑Y) 2

(54) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 38 Keterangan : r : Koefisien korelasi tiap item (r hitung) ∑X : Jumlah skor X ∑XY : Jumlah hasil kali antara X dan Y n : Banyaknya responden ∑Y : Jumlah skor Y Untuk menentukan instrumen itu valid atau tidak maka ketentuannya adalah sebagai berikut : Jika r hitung ≥ r tabel dengan taraf keyakinan 95% maka instrumen tersebut dikatakan valid. Jika r hitung ≤ r tabel dengan taraf keyakinan 95% maka instrumen tersebut dikatakan tidak valid. 2. Uji Reliabilitas Uji reliabilitas adalah proses pengukuran terhadap ketepatan (konsisten) dari suatu instrumen. Pengujian ini dimaksudkan untuk menjamin instrumen yang digunakan merupakan sebuah instrumen yang handal, konsistensi, stabil dan dependibalitas, sehingga bila digunakan berkali-kali dapat menghasilkan data yang sama. Tujuan dari uji reliabilitas adalah untuk menunjukkan konsistensi skorskor yang diberikan (Husaini:2003). Dalam skorer satu dengan menghitung skorer reliabilitas lainnya peneliti menggunakan rumus Cronbach’s Alpha. Rumus Cronbach’s Alpha

(55) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 39 digunakan untuk mencari reliabilitas instrumen yang skornya bukan 1 dan 0, misalnya kuesioner atau soal bentuk uraian. Rumus Cronbach’s Apha : 1– r11 = Keterangan : r11 : Reliabilitas instrumen k : Banyaknya butir pertanyaan ∑ 1 b 2 2 : Jumlah varian butir : Varian total K. Teknik Analisis Data 1. Analisis Regresi Linier Berganda Analisis ini digunakan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh variabel bebas yaitu: semangat kerja (X1), motivasi kerja (X2), disiplin kerja (X3), dan komitmen karyawan (X4) terhadap variabel terikatnya yaitu kinerja karyawan (Y). Persamaan regresi linier berganda adalah sebagai berikut: Y = a + b1X1 + b2X2 + b3X3 + b4X4 Keterangan: Y = Variabel dependen (kinerja karyawan) a = Konstanta

(56) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 40 b1 = Koefisien regresi semangat kerja b2 = Koefisien regresi motivasi kerja b3 = Koefisien regresi disiplin kerja b4 = Koefisien regresi komitmen karyawan X1 = Variabel semangat kerja X2 = Variabel motivasi kerja X3 = Variabel disiplin kerja X4 = Variabel komitmen karyawan 2. Koefisien Determinasi Koefisien determinasi digunakan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh variabel independen (semangat kerja, motivasi kerja, disiplin kerja, dan komitmen karyawan) terhadap variabel dependen (kinerja karyawan). Adapun rumus yang digunakan: R2 = Keterangan: R2 = Koefisien determinasi X = Variabel independen b = Koefisien regresi Y = Variabel dependen (kinerja karyawan)

(57) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 41 3. Uji Asumsi Klasik Uji asumsi klasik adalah persyaratan statistik yang harus dipenuhi pada analisis regresi berganda yang berbasis ordinary least square. Untuk meyakinkan bahwa persamaan regresi yang diperoleh adalah linier dan dapat dipergunakan (valid) untuk mencari peramalan, maka akan dilakukan pengujian asumsi normalitas, multikolinearitas dan heteroskedastisitas. a. Uji Normalitas Uji normalitas digunakan untuk menguji apakah dalam model regresi, kedua variabel (bebas maupun terikat) mempunyai distribusi normal dan setidaknya mendekati normal. Pada prinsipnya normalitas dapat dideteksi dengan melihat penyebaran data (titik) pada sumbu diagonal dari grafik atau dengan melihat histogram dari residualnya. Dasar keputusannya (Ghozali : 2005:36) adalah : 1) Jika data (titik) menyebar disekitar garis diagonal atau grafik histogramnya menunjukkan pola distribusi normal, maka model regresi memenuhi asumsi normalitas. 2) Jika data menyebar jauh dari diagonal atau tidak mengikuti arah garis diagonal atau grafik histogram tidak menunjukkan pola distribusi normal, maka model regresi tidak memenuhi asumsi normalitas.

(58) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 42 b. Uji Multikolinearitas Uji multikolinearitas adalah untuk menguji apakah pada model regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel bebas independen. Apabila terjadi korelasi, maka dinamakan terdapat problem multikolinearitas (Ghozali : 2005:38). Model regresi yang baik seharusnya tidak terjadi korelasi diantara variabel bebas. Untuk mendeteksi ada atau tidaknya multikolinearitas di dalam model regresi adalah sebagai berikut : 1) Nilai yang dihasilkan oleh suatu estimasi model regresi empiris sangat tinggi, tetapi secara individual variabel-variabel bebas banyak yang tidak signifikan mempengaruhi variabel terikat (Ghozali : 2005). 2) Menganalisis matrik korelasi variabel-variabel bebas. Apabila antar variabel bebas ada korelasi yang cukup tinggi (umumnya diatas 0,90), maka hal ini merupakan indikasi adanya multikolinearitas. 3) Multikolinearitas dapat dilihat dari (1) nilai tolerance dan lawannya (2) Variance Inflation Factor (VIF) . Kedua ukuran ini menunjukkan setiap variabel bebas manakah yang dijelaskan oleh variabel bebas lainnya. Tolerance mengukur variabilitas variabel bebas yang terpilih yang tidak dijelaskan oleh variabel bebas lainnya. Jadi, nilai tolerance yang rendah sama dengan nilai VIF yang tinggi (karena VIF= 1/tolerance). Nilai cut off yang umum dipakai untuk menunjukkan adanya

(59) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 43 multikolinearitas adalah nilai tolerance < 0,10 atau sama dengan nilai VIF > 10 (Ghozali : 2005). Apabila di dalam model regresi tidak ditemukan asumsi deteksi seperti di atas, maka model regresi yang digunakan dalam penelitian ini bebas dari multikolinearitas dan demikian sebaliknya. c. Uji Heteroskedastisitas Uji heteroskedastisitas adalah untuk menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan varians dari residual satu pengamatan ke pengamatan yang lain. Jika varian dari residual satu pengamatan ke pengamatan lain tetap, maka disebut homoskedistisitas heteroskedastisitas. dan jika Model varian regresi berbeda yang baik disebut adalah homoskedistisitas atau tidak terjadi heteroskedastisitas. Cara untuk mengetahui ada tidaknya heteroskedastisitas adalah dengan melihat grafik plot antara nilai prediksi variabel terikat yaitu ZPERD dengan residualnya SRESID. Deteksi ada tidaknya heteroskedastisitas dapat dilakukan dengan melihat ada tidaknya pola tertentu pada grafik scatter plot antara ZPERD dan SRESID dimana sumbu Y adalah Y yang telah diprediksi dan sumbu X adalah residual (Y prediksi – Y sesungguhnya) yang telah di studentized. Dasar analisisnya adalah : 1) Apabila terdapat pola tertentu, seperti titik-titik yang ada membentuk pola tertentu (bergelombang, melebar kemudian

(60) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 44 menyempit), maka mengindikasikan telah terjadi heteroskedastisitas. 2) Apabila terdapat pola yang jelas serta titik-titik menyebar di atas dan di bawah angka nol pada sumbu Y, maka tidak terjadi heteroskedastisitas. d. Uji t 1) Menentukan formulasi hipotesis Uji t digunakan untuk menguji signifikansi hubungan antara variabel X dan Y, apakah variabel X1, X2 dan X3 (semangat, motivasi, disiplin kerja, dan komitmen) benar-benar berpengaruh terhadap variabel Y (kinerja karyawan) secara simultan atau parsial. Ho : Variabel-variabel bebas yaitu semangat kerja, motivasi kerja, disiplin kerja, dan komitmen karyawan mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap tidak kinerja karyawan. Ha : Variabel-variabel bebas yaitu semangat, motivasi, disiplin kerja, dan komitmen mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kinerja karyawan. a) Menentukan tingkat signifikansi (α) Tingkat signifikansi α = 5% (signifikansi 5% atau 0,005) adalah ukuran yang standar yang sering digunakan dalam penelitian).

(61) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 45 b) Menentukan t hitung dengan menggunakan SPSS atau rumus t hitung (Hasan, 2004 : 103) : Keterangan : bi : Nilai koefisien regresi : Nilai koefisien regresi untuk populasi Sbi : Simpangan baku koefisien regresi bi (1) Menentukan t tabel Tabel distribusi t dicari pada α = 5% : 2 = 2,5% (uji 2 sisi) dengan derajat kebebasan (df) = n-2 (2) Kriteria Pengujian Ho ditolak (Ha diterima) apabila t hitung > t tabel pada tingkat signifikansi α = 0,005. Artinya variabel semangat kerja, motivasi kerja, disiplin kerja, dan komitmen karyawan secara parsial berpengaruh terhadap kinerja karyawan. Ho diterima (Ha ditolak) apabila t hitung < t a/2. Artinya variabel semangat kerja, motivasi kerja, disiplin kerja, dan komitmen karyawan secara parsial tidak berpengaruh terhadap kinerja karyawan.

(62) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 46 BAB IV GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN A. Sejarah Singkat Rumah Sakit Bethesda Yogyakarta Di dalam Gereja de Nieuwe Westerkerk di Rotterdam pada tanggal 27 April 1893 diteguhan sebagai Missionairy Arts (Dokter Utusan) Dr. J. G. Scheurer oleh pendeta Ds. Lion Cochest. Dalam kotbahnya yang diambil dari injil Lukas 10: 9 yang berbunyi: “ Dan sembuhkan orang sakit di situ, serta katakanlah kepadanya Kerajaan Allah sudah dekat dengan kamu”. Dengan berbekal ayat tersebut, Dr. J. G. Scheurer diutus oleh Ds. Nederlandse Zendingsvereniging ke Indonesia. Pada tanggal 13 Mei 1893 berlayarlah Dr. J. G. Scheurer dengan kapal api ke Indonesia bersama-sama dengan pemuda Indonesia bersuku Jawa bernama Yoram. Perjalanan dari Negeri Belanda ke Indonesia memakan waktu 1,5 bulan dan pada tanggal 27 Juni tiba di Jakarta (dulu Batavia). Dr. J. G. Scheurer belajar bahasa Jawa di Surakarta, setelah mendapatkan ijin sebagai dokter utusan, ia dipindahkan ke Yogyakarta. Pada tanggal 1 Juli 1987 oleh Dr. J. G. Scheurer dibukalah sebuah poliklinik di tempat bangunan yang dibuatnya itu dengan pemuda Yoran sebagai pegawainya yang pertama. Pembukaan poliklinik tidak diadakan perayaan maupun pesta, tetapi dilandasi dengan terus bekerja untuk melayani orangorang yang sakit yang datang untuk berobat.

(63) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 47 Karena sebagian orang-orang yang sakit itu memerlukan perawatan, maka Dr. J. G. Scheurer mendapatkan sebuah rumah sakit dengan kapasitas 150 tempat tidur. Dengan rencana itu Dr. J. G. Scheurer mendapatkan bantuan dari berbagai instansi, teristimewa Almarhum Sri Sultan Hamengku Buwono VII. Beliau berkenan memberikan tanah di kampung Gondokusuman, yang luasnya ± 30.000 m², yang sebagian besar adalah kebun teh milik Onderneming Muja-Muju. Tanah yang akan digunakan untuk mendirikan rumah sakit pada waktu itu terletak di luar kota Yogyakarta. Akhirnya pada tanggal 20 Mei 1899, peletakan batu pertama pendirian gedung rumah sakit dilakukan oleh anak Dr. J. G. Scheurer. Tahun demi tahun pembangunan gedung rumah sakit terus berjalan. Dan pada tanggl 1 Maret 1900 telah dapat diselesaikan 2 ruangan untuk merawat penderita laki-laki dan perempuan, tanggal 13 Maret 1900 sudah dapat merawat 15 orang penderita, diantaranya terdapat seorang Wedono dari Madiun yang harus menjalani operasi. Dengan dirawatnya seorang bangsawan, maka rumah sakit lebih mendapatkan kepercayaan dari masyarakat, khusunya masyarakat Yogyakarta. Pembangunan rumah sakit berjalan terus. Bantuan-bantuan terus mengalir antara lain pengawasan dan perencanaan dengan cuma-cuma oleh Stegerhoek dan Stuur, uang sebesar FI. 10.000 dan FI. 5.000 dari seorang pensiunan pendeta bernama Coeverden Andriani dengan permintaan agar rumah sakit yang sedang dibangun itu diberi nama “PETRONELLA”, nama dari istrinya yang tercinta.

(64) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 48 Poliklinik yang dibuka pada tanggal 1 Juli 1987 telah mejadi suatu rumah sakit dengan 3 ruangan laki-laki dan 3 ruangan perempuan, yang diberi nama Zendingszienhuis “Petronella” yang oleh masyarakat dikenal sebagai rumah sakit atau dokter Pitulungan dan disingkat dokter tulung. Dengan pembangunan RS. Petronella, Dr. J. G. Scheurer bekerja keras, semua tenaga dan pikiran dicurahkan untuk pembangunan rumah sakit yang dirintisnya. Tidak hanya pembangunan saja yang ia pikirkan tapi juga dana-dana yang sebagian besar datangnya dari Belanda, ia kerjakan dengan seksama untuk pembangunan dan pengelolaannya. Pada tahun 1906 Dr. J. G. Scheurer terserang penyakit beri-beri yang melemahkan badannya. Sehingga Dr. J. G. Scheurer terpaksa harus meninggalkan Indonesia dan pulang ke Belanda. Pekerjaan yang dirintis, dipelopori, dicintai harus ditinggalkan dan diserahkan kepada Dr. H. S. Pruys yang semula menjadi dokter militer dan pernah membantu Dr. J. G. Scheurer. Pada tahun 1918 Dr. H. S. Pruys terpaksa juga harus meninggalkan rumah sakit Petronella dan kembali ke Belanda karena sakit. Sebagai gantinya ditunjuk Dr. J. Offringa yang sejak tahun 1912 telah mendampingi Dr. H. S. Pruys. Selama memimpin Petronella Hospitel Dr. J. Offringa mendapat kepercayaan serta bantuan dari manamana, tetapi sebaliknya kesukaran yang hebat juga dialaminya dengan adanya perang dunia I, tetapi berkat kepercayaannya dan doa kepada tuhan semua kesulitan dapat diatasi. Lambat laun rumah sakit tidak dapat lagi menampung semua penderita yang berobat di poliklinik maupun yang memerlukan perawatan,

(65) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 49 dikarenakan jumlah penderita melebihi jumlah kapasitas rumah sakit. Untuk mengatasi hal tersebut Dr. J. Offringa selalu berusaha mengadakan perluasan rumah sakit dengan menambah jumlah balai-balai perawatan. Selain itu juga dibuka rumah sakit-rumah sakit pembantu, antara lain : Pada tahun 1922 di Sewugalur, Kulonprogo, tahun 1922 di Tanhungtirto, Kalasan, tahun 1924 di Sanden, bantul, tahun 1925 di Doangan, Sleman, tahun 1926 di Sorogedug, Sleman dan tahun 1929 di Cebongan, Sleman. Pada tahun 1930 Dr. J. Offringan mengakhiri tugas sebagai Oimoinan Zendingsziekenhuis Petronella dan sebagai gantinya ditunjuk Dr. KP. Groot yang semula adalah pemimpin Zendingszienhuis Surakarta. Namun dengan masuknya Jepang ke Yogyakarta berakhir juga kepemimpinan Dr. KP. Groot, pimpinan sementara dipegang oleh Dr. L. G. J. Samallo. Dan nama Petronella Hospital diganti dengan nama Yogyakarta Tjuuo Bjoin bersamaan dengan hal tersebut maka berakhirlah nama dan asas Petronella Hospital. Pada tanggal 26 September 1945 rumah sakit bekas Petronella Hospital diubah namanya menjadi “Rumah Sakit Pusat” dengan berpegang pada asas semula seperti yang dirintis Dr. J. G. Scheurer. Pada rapat pegawai tanggal 28 Juni 1950 diputuskan agar masyarakat umum mengetahui bahwa rumah sakit pusat ini rumah sakit Kristen, maka dengan bulat disetujui dan namanya diganti menjadi Rumah Sakit Bethesda, nama Bethesda ini diambil dari alkitab yang berarti kolam berserambi lima di Yerusalem yang digunakan sebagai tempat penyembuhan orang sakit, pencetusnya adalah bapak Yunus Puspowardoyo dan mulai saat itu pengurusnya diserahkan

(66) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 50 kepada pihak swasta dan dengan itu Dr. L. G. J. Samallo meletakkan jabatannya dan digantikan oleh Dr. Kasmalo. Urutan-urutan “Direktur Petronella Hospital” sampai menjadi “Rumah sakit Bethesda” sampai saat ini: 1. 1897-1906 : Dr. J. G. Scheurer 2. 1906-1918 : Dr. H. S. Pruys 3. 1918-1930 : Dr. J. Offringa 4. 1930-1942 : Dr. K. P. Groot 5. 1942-1945 : Dr. L. G. J. Samallo (sementara zaman Jepang) 6. 1945-1949 : Dr. L. G. J Samallo 7. 1949-1957 : Dr. Kasmolo Paulus 8. 1957-1964 : Dr. Rd. Reksodiwiryo 9. 1964-Februari 1972 : Dr. R. Wardoyo 10. Februari 1972-Agustus 1972 : Dr. R. Wardoyo 11. Agustus 1972-April 1973 : Dr. Kasmolo Paulus 12. April 1973-Desember 1973 : Dr. Guno Samekto 13. Desember 1973-Desember 1976 : Dr. Guno Samekto 14. 1977-1989 : Dr. Guno Samekto 15. 1989-2000 : Dr. R. Noegroho Hadi Poerwawidagdo, Sp. OG 16. 2001-2010 : Dr. Sugianto, Sp.S,M. kes,Ph.D. 17. 2010-sekarang : Dr. Purwoadi Sujatno, Sp.PD.

(67) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 51 B. Visi dan Misi 1. Visi Menjadi rumah sakit pilihan yang bertumbuh dan memuliakan Allah. 2. Misi a. Menyelenggarakan pelayanan kesehatan yang holistik, unggul, efisien, dan aman yang berwawasan lingkungan. b. Menyelenggarakan pendidikan, penelitian dan pengembangan yang berkesinambungan untuk menghasilkan SDM yang berintegrasi dan berjiwa kasih. c. Mewujudkan pelayanan kesehatan yang terjangkau, memuaskan customer dengan jejaring yang luas dan mampu berkembang dengan baik. d. Menyediakan sarana dan prasarana pelayanan kesehatan dengan mempertimbangkan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. C. Motto “ Tolong dulu urusan belakang” 1. Telaah dari segi pelayanan langsung a. Pelayanan Medik Memberikan pelayanan kesehatan yang ramah, cepat, tepat dan berkualitas dengan memperhatikan kemajuan IPTEK dan mengutamakan kepentingan pasien tanpa membedakan suku, bangsa, agama, kepercayaan, golongan dan budaya.

(68) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 52 b. Perawatan Memberikan pelayanan asuhan keperawatan dengan pendekatan proses keperawatan tanpa membedakan latar belakang pasien. c. Penunjang Medik Memberikan pelayanan ramah, cepat, tepat waktu dan akurat tanpa membedakan latar belakang pasien. d. Administrasi, Keuangan dan Umum Memberikan pelayanan administrasi dan informasi secara ramah, cepat dan tepat tanpa memungut uang muka. 2. Telaah dari segi pelayanan langsung Bekerjasama dalam memberikan pelayanan kepada pelanggan/ pasien dengan saling peduli, mendukung, memahami tugas dan tanggung jawab masing-masing dalam satuan kerja. D. Peran 1. Sebagai “Rumah Sakit Toeloeng” yang memberdayakan masyarakat untuk memperoleh derajat kesehatan yang optimal. 2. Sebagai unit kerja YAKKUM yang berwawasan kesatuan, kenasionalan, dan keswasembadaan. 3. Sebagai rumah sakit rujukan. 4. Sebagai rumah sakit untuk pendidikan dan pelatihan. 5. Sebagai wahana pelayanan dan peningkatan kesejahteraan karyawan.

(69) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 53 E. Lokasi Perusahaan Lokasi RS. Bethesda terletak pada jalan Jendral Sudirman 70 Yogyakarta 55224. F. Struktur Organisasi Dengan adanya struktur organisasi mempermudah rumah sakit dalam menempatkan suatu tujuan yang hendak dicapai. Struktur organisasi berguna untuk kerangka bagi pemimpin sebagai pedoman dalam melaksanakan fungsi kepemimpinannya dan bagi bawahan struktur organisasi berguna sebagai pedoman untuk melaksanakan tugas dan dapat dipertanggungjawabkan. Pengorganisasian dalam RS. Bethesda tiap tahunnya membuat program kerja yang dituangkan dalam Rencana Pembelanjaan Bethesda (RAPB) dan dibuat laporan tahunannya. Struktur organisasi mengalami beberapa peninjauan dan penyesuaian tiap periode tertentu. Di bawah ini penulis memberikan diskripsi tugas dan wewenang masing-masing jabatan dalam RS. Bethesda dalam periode 1998-2000 sesuai dengan surat keputusan dewan YAKKUM tanggal 20 Maret 1998, no 1971-DP/K SOTAKER SRBETH/1998, untuk bagan struktur selengkapnya dapat dilihat pada lampiran. Tugas dan tanggung jawab perbagian sebagai berikut : 1. YAKKUM Yayasan Kristen untuk kesehatan umum yang berkedudukan di Surakarta. 2. Dewan pengurus YAKKUM Pemegang kuasa tertinggi dan mempunyai tugas dan tanggung jawab melaksanakan AD/ART, menerapkan citra strategi pelayanan

(70) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 54 YAKKUM, menerapkan rencana jangka panjang berikut pokok-pokok kebijakan perencanaan anggaran. 3. YAKKUM cabang Yogyakarta Yayasan Kristen untuk kesehatan umum yang berada di Yogyakarta. 4. Direktur RS. Bethesda Mempunyai tugas memimpin, merencanakan, mengkoordinasikan, mengendalikan, mengawasi, da mengembangkan tugas serta fungsi RS. Bethesda sesuai dengan kebijakan Dewan Pengurus YAKKUM cabang Yogyakarta. Adapun tugas dan tanggung jawab direktur adalah : a. Merumuskan kebijakan rumah sakit sesuai dengan rencana induk pengembangan YAKKUM. b. Mengawasi, menilai dan mengendalikan pelaksanaan kerja rumah sakit dalam rangka mewujudkan asuhan keperawatan yang bermutu. c. Mengkoordinasikan dan mengarahkan karyawan dalam mencapai tujuan rumah sakit yang telah ditetapkan. d. Menetapkan pedoman dan standar pencapaian kerja secara tertulis yang merupakan pedoman kerja dan tolak ukur pelaksanaan kerja rumah sakit. 5. Wakil Direktur Pelayanan Medik Mempunyai tugas mengkoordinasikan dan melaksanakan pengawsan terhadap tugas-tugas : a. Bidang pelayanan Medik

(71) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 55 Tugasnya mengkoordinasikan dan melaksanakan pengawsan tugas-tugas : 1) Kepala seksi pemeliharaan mutu pelayanan medik dan pasien. 2) Kepala seksi pemeliharaan fasilitas pelayanan medik. b. Kepala Bidang Perawatan Tugasnya mengkoordinasikan dan melaksanakan pengawasan tugas-tugas : 1) Kepala seksi asuhan keperawatan 2) Kepala seksi etika dan mutu c. Kepala Bidang Keluarga Berencana Rumah Sakit d. Kepala instalasi di bawah koordinasi wakil direksi pelayanan medik 1) Instalasi Rawat Intensif (IRI) Tugasnya menyelenggarakan pelayanan medik dan pelayanan perawatan yang mengupayakan kesembuhan pasien secara optimal agar dapat tercipta koordinasi dan kesinambungan pelayanan pasien yang dalam keadaan sakit berat dan perlu dirawat di ruang khusus serta memerlukan pemantauan ketat terus-menerus serta tindakan segera. 2) Instalasi Gawat Darurat (IGD) Tugasnya menyelenggarakan pelayanan kedaruratan dan pelayanan perawatan dalam mengpayakan kesembuhan pasien secara optimal agar dapat tercipta koordinasi dan

(72) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 56 kesinambungan pelayanan pasien yang menderita penyakit akut, kecelakaan, bencana alam,dan sebagainya. 3) Instalasi Bedah Sentral (IBS) Tugasnya menyelenggarakan pelayanan kedaruratan dan pelayanan perawatan dalam mengupayakan kesembuhan pasien secara optimal agar dapat tercipta koordinasi dan kesinambungan pelayanan pasien selama dilakukan tindakan pembedahan. 4) Instalasi Rawat Jalan (IRJ) Tugasnya menyelenggarkan pelayanan kedaruratan dan pelayanan perawatan dalam mengupayakan kesembuhan pasien secara optimal agar dapat tercipta koordinasi dan kesinambungan pelayanan pasien di poliklinik. 5) Instalasi Rawat Inap (IRNA) Tugasnya menyelenggarakan pelayanan kedaruratan dan pelayanan perawatan dalam mengupayakan kesembuhan pasien secara optimal agar dapat tercipta koordinasi dan kesinambungan pasien rawat inap di rumah sakit. 6. Wakil Direksi Penunjang Medik Mempunyai tugas mengkoordinasikan dan melaksanakan pengawasan terhadap tugas-tugas : a. Bidang Penunjang Medik Melaksanakan pengawasan tugas-tugas : 1) Kepala seksi peningkatan pelayanan medik.

(73) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 57 2) Kepala seksi pengembangan dan pemeliharaan fasilitas pelayanan penunjang medis. b. Bidang Pendidikan Pelatihan dan Penelitian Pengembangan Mempunyai tugas mengkoordinasi dan melaksanakan pengawasan terhadap tugas-tugas : c. 1) Kepala seksi pendidikan dan pelatihan. 2) Kepala seksi penelitian dan pengembangan. Kepala instalasi di bawah koordinator wakil direktur penunjang medik 1) Instalasi Farmasi Mempunyai tugas menyelenggarakan kegiatan pengadaan peracikan, penyimpanan, penyaluran obatobatan, bahan kimia, alat kedokteran, alat perawatan dan alat kesehatan reagent, gas medik, film dan kegiatan pelayanan cuci hama yang mengupayakan kesembuhan pasien secara optimal agar dapat tercipta koordinasi dan kesinambungan pelayanan pasien rawat jalan dan rawat inap di rumah sakit. 2) Instalasi Gizi Mempunyai pengolahan, konsultasi, tugas menyelenggarakan penyaluran asuhan nutrisi makanan, yang kegiatan penyuluhan, mengupayakan kesembuhan pasien secara optimal agar dapat tercipta

(74) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 58 koordinasi dan kesinambungan pelayanan pasien rawat jalan dan rawat inap di rumah sakit. 3) Instalasi Laboratorium Mempunyai tugas menyelenggarakan pelayanan pemeriksa patologi klinik, mikrobiologi, parastologi klinik dan pemeriksaan patologi antonym bagi pasien rawat jalan di rumah sakit. 4) Instalasi Radiologi Mempunyai tugas menyelenggarkan pemeriksaan radiologi baik dengan pengion maupun non pengion serta pengobatan dengan radiasi bagi pasien rawat jalan di rumah sakit. 5) Instalasi Rehabilitasi Medis Mempunyai tugas menyelenggarakn pelayanan terapi ototik, prostetik, terapi wicara, terapi psikologi, terapi kerja, sosoio medik serta pelayanan kerohanian, konseling pastoral dan sosial yang mengupayakan kesembuhan pasien. 7. Komite Medik Kelompok tenaga medik yang keanggotaanya dipilih dari anggota staf medik fungsional, yang mempunyai tugas membantu direktur menyusun standar pelayanan, pemantau pelaksanaannya, melaksanakan pembinaan etika profesi, mengatur kewenangan

(75) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 59 profesi anggota staf medik fungsional, mengembangkan program pelayanan, pendidikan dan penelitian pengembangan. 8. Wakil Direktur Umum Mempunyai tugas mengkoordinasikan dan melaksanakan pengawasan terhadap tugas-tugas : a. Bagian Sekretariatan Bagian ini mempunyai tugas menyelenggarakan pelayanan dalam bidang administrasi umum dan kesekretariatan medik. b. Bagian Humas Bagian ini mempunyai tugas menyelenggarakan pelayanan dalam bidang komunikasi informasi hubungan dengan masyarakat penggunaan jasa. c. Bagian Rekam Medik Bagian ini mempunyai tugas mengkoordinasikan dan melaksanakan pengawasan tugas-tugas sub bagian rekam medik jalan dan administrasi, sub bagian statistik umum. d. Bagian Kepegawaian Bagian ini mempunyai tugas menyelenggarakan pelayanan dalam bidang administrasi ketenagaan, penggajian. e. Kepala Instalasi di Bawah Direksi Umum 1) Pemeliharaan Sarana Rumah Sakit I 2) Pemeliharaan Sarana Rumah Sakit II legal dan

(76) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 60 3) 9. Pemeliharaan Sarana Rumah Sakit III Wakil Direktur Keuangan Wakil direktur keuangan mempunyai tugas mengkoordinasikan dan melaksanakan pengawasan terhadap tugas-tugas: a. Bagian pengolahan data elektronik (PDE) Bagian ini mempunyai tugas menyelenggarakan pelayanan dalam bidang pengolahan data elektronik pengembangan sistem/ program fasilitas data serta sistem informasi manajemen rumah sakit. b. Bagian keuangan Bagian ini mempunyai tugas mengkoordinasikan dan melaksanakan pengawasan tugas-tugas: 1) Kepala sub bagian piutang 2) Kepala sub bagian pengembangan dana dan pengelolaan dana kas c. Bagian akuntansi Bagian ini mempunyai tugas menyelenggarakan pelayanan dalam bidang akuntansi keuangan, akuntansi manajemen dan retifikasi.

(77) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 61 G. Personalia 1. Ketenaga Kerjaan Ketenaga kerjaan pada RS. Bethesda terbagi dalam 4 macam bagian. Di bawah ini data ketenaga kerjaan pada RS. Bethesda Yogyakarta: a. Tenaga Media/ Dokter Untuk dokter full time: 54 orang Untuk dokter part time: 52 orang b. Tenaga Keperawatan Untuk perawat tetap: 546 orang Untuk perawat kontrak: 55 orang c. Tenaga Non Medis Untuk pegawai tetap: 362 orang Untuk pegawai kontrak: 34 orang d. Tenaga Penunjang Untuk pegawai tetap: 81 orang Untuk pegawai kontrak: 21 orang Total karyawan yang bekerja di RS. Bethesda Yogyakarta mencapai 1205 orang. 2. Sistem Pengupahan RS. Bethesda memiliki sistem pengupahan yang terbagi atas tiga golongan yaitu: karyawan tetap, dan kontrak. Karyawan tetap dan karyawan kontrak memiliki sistem penggajian disesuaikan dengan

(78) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 62 golongan masing-masing karyawan. Penggajian karyawan dilakukan pada tiap akhir bulan. 3. Waktu kerja Waktu kerja karyawan masing-masing mendapatkan 7 jam kerja pelayanan di rumah sakit Bethesda. Pada bagian keperawatan ada 3 pembagian jam kerja yaitu: jaga pagi dengan waktu istirahat 1 jam, siang dengan waktu istirahat 1 jam dan jaga malam dengan waktu istirahat 2 jam. a. Untuk pegawai kantor bekerja dari hari senin-sabtu Jam kerjanya : 08.00-12.00 12.00-13.00 13.00-14.00 b. Untuk pegawai medis bekerja dari hari senin-minggu Jam kerjanya: (shift pagi) 07.00-10.00 10.00-11.00 istirahat 11.00-14.00 (shift siang) 14.00-17.00 17.00-18.00 istirahat 18.00-21.00 (shift malam) 21.00-24.00 24.00-02.00 istirahat 02.00-07.00

(79) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 63 H. Perekrutan Karyawan Ada 2 golongan sumber dalam merekrut tenaga kerja yaitu : Pihak intern dan pihak ektern. Dari pihak intern yaitu berasal dari pihak rumah sakit itu sendiri yang berupa promosi dan mutasi. Sedangkan dari pihak ektern yaitu : Iklan lowongan pekerjaan, pihak Depnaker, dan dari gereja karena sama-sama merupakan lembaga Kristen yang semuanya akan diseleksi oleh pihak personalia. I. Pengembangan Karyawan Selain bekerja untuk melayani para pasien, para karyawan juga mendapatkan kesempatan untuk mengembangkan diri melalui programprogram yang diadakan dari pihak rumah sakit. Program pengembangan untuk karyawan misalnya : 1. Supplementary Training Program (SPT) yang telah dilaksanakan dalam dua gelombang dan diikuti karyawan tetap. 2. Seminar-seminar ilmiah baik yang bertema kesehatan, pendidikan maupun yang bertema umum. 3. Program-program bagi perawat yang diberikan kepada perawat yang memiliki kecerdasan yang tinggi. Program ini bekerja sama dengan rumah sakit lain. J. Kesejahteraan Karyawan Kesejahteraan ini meliputi : 1. Jasa asuransi rumah sakit yang bekerjasama dengan instalasi swasta.

(80) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 64 2. Dana pensiun bagi karyawan tetap. Seorang karyawan secara otomatis menjadi peserta dana pensiun sejak pengangkatan menjadi pegawai. Dana pensiun ini dihimpun dari iuran pegawai dan pemberi kerja yang diinvestasikan sedemikian rupa sehingga menjadi dana untuk pembayaran pensiunan pegawai. 3. Tanggungan kesehatan bagi karyawan RS. Bethesda sendiri dan keluarga sesuai jabatannya. 4. Pemberian cuti kepada karyawan kurang dari 12 hari kerja dalam 1 tahun. Bagi karyawati diberi tambahan cuti melahirkan selama 3 bulan yaitu 1,5 bulan sebelum melahirkan dan 1,5 bulan sesudah melahirkan. 5. Fasilitas koperasi karyawan yang berguna untuk ikut meningkatkan kualitas dan produktifitas kerja karyawan selama 20-30 tahun bekerja di RS. Bethesda mendapatkan penghargaan dari rumah sakit sebagai tanda jasa pengabdian. 6. Program hiburan. Mengadakan program hiburan bagi karyawan dan anggota keluarganya biasanya dalam bentuk rekreasi bersama. Acara ini biasanya diselenggarakan pad a saat ulang tahun RS. Bethesda atau pada hari-hari besar keagamaan terutama hari Natal.

(81) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB V ANALISIS DATA A. Deskripsi Data Pada bab ini akan dianalisis data yang telah dikumpulkan dan diperoleh dari kuisioner yang diberikan kepada karyawan Rumah Sakit Bethesda bagian farmasi. Data yang dikumpulkan adalah data mengenai semangat kerja, motivasi kerja, disiplin kerja, dan komitmen karyawan terhadap kinerja karyawan untuk menguji hipotesis yang telah dikemukakan pada bab II. B. Karakteristik Responden Dari hasil penelitian yang telah dilakukan terhadap karyawan RS. Bethesda Yogyakarta, maka dapat diketahui karakteristik responden dalam penelitian ini, yaitu : 1. Usia Responden Berdasarkan usia, maka responden dalam penelitian ini diklasifikasikan sebagai berikut : Tabel 5.1 Klasifikasi Responden Menurut Usia No. 1 2 3 4 Usia < 21 tahun 21-30 tahun 31-40 tahun > 40 tahun Total Jumlah 2 31 17 10 60 Persentase 3,3% 51,7% 28,3% 16,7% 100% Sumber : data primer yang diolah Dari tabel di atas menunjukkan bahwa sekitar ± 15 tahun lalu RS. Bethesda telah melakukan perekrutan karyawan bagian farmasi dalam 65

(82) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 66 jumlah yang besar sehingga karyawan bagian farmasi didominasi berusia sekitar 21-30 tahun yaitu sebanyak 31 responden (51.7%). 2. Jenis Kelamin Responden Berdasarkan jenis kelaminnya, maka responden dalam penelitian ini diklasifikasikan sebagai berikut : Tabel 5.2 No. 1. 2. Klasifikasi Responden Menurut jenis Kelamin Jenis Kelamin Jumlah Persentase Laki-laki 16 26.7% Perempuan 44 73.3% Total 60 100% Sumber : Data Primer yang diolah Tabel di atas menunjukkan bahwa responden didominasi berjenis kelamin perempuan yaitu sebanyak 44 responden (73.3%). Dalam pekerjaan seorang karyawan bagian farmasi sikap teliti dan terampil dalam mengolah dan meracik obat terhadap pasien sangat dibutuhkan. Dibandingkan laki-laki, perempuan lebih bisa teliti dan terampil dalam pengolahan dan peracikan obat-obat yang diberikan kepada pasien. 3. Status Pernikahan Responden Berdasarkan status pernikahan, maka responden dalam penelitian ini diklasifikasikan sebagai berikut :

(83) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 67 Tabel 5.3 Klasifikasi Responden Menurut Status Pernikahan No. Status Pernikahan Jumlah Persentase 1. Kawin 35 58.3% 2. Tidak kawin 25 41.7% Total 60 100% Sumber : Data Primer yang diolah Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui bahwa sebagian responden berstatus kawin yaitu sebanyak 35 responden (58.3%). Ini membuktikan bahwa RS. Bethesda sangat memperhatikan standar perekrutan terhadap karyawan, dalam hal ini bagian farmasi yang merupakan bagian penting dalam suatu rumah sakit, dimana karyawan dalam bagian farmasi sebagian besar sudah berstatus kawin, sehingga karyawan lebih professional yang sudah ahli dalam bidangnya. 4. Tingkat Pendidikan Responden Berdasarkan tingkat pendidikan, maka responden dalam penelitian ini diklasifikasikan sebagai berikut : Tabel 5.4 Klasifikasi Responden Menurut Tingkat Pendidikan No. 1. 2. 3. 4. Pendidikan Terakhir Smp Smf Diploma Sarjana Apoteker Total Jumlah 0 45 4 11 60 Persentase 0% 75% 6.7% 18.3% 100% Sumber : Data Primer yang diolah Tabel di atas dapat diketahui bahwa sebagian besar responden berpendidikan akhir smf yaitu sebanyak 45 responden (75%). Ini membuktikan bahwa RS. Bethesda sudah memperhatikan standar

(84) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 68 pendidikan bagi karyawannya. Dengan pelayanan yang professional sehingga pihak rumah sakit harus memperkerjakan tenaga-tenaga yang sudah ahli dan professional dibidangnya agar bisa bersaing dengan rumah sakit lain. C. Pengujian Instrumen Penelitian 1. Validitas Uji validitas dan reliabilitas dilakukan terhadap kuesioner yang digunakan dalam penelitian. Karena untuk mengetahui apakah kuesioner yang digunakan memiliki validitas dan reliabilitas pengukuran yang baik, sehingga layak digunakan sebagai alat pengambilan data. Untuk responden yang berjumlah 60, dapat diperoleh derajat bebas (df) sebesar N-2 (60-2=58). Untuk df = 58 dan nilai alpha 5% (dua sisi) diperoleh nilai r tabel sebesar 0,254. Nilai r tabel selanjutnya digunakan untuk criteria validitas item-item kuesioner. Untuk dapat dinyatakan valid, harus lebih besar dari 0,254.

(85) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 69 Tabel 5.5 Hasil Uji Validitas Instrumen Penelitian Variabel Semangat kerja (X1) SK1 SK2 SK3 SK4 SK5 SK6 SK7 SK8 SK9 Motivasi Kerja (X2) MK1 MK2 MK3 MK4 MK5 MK6 MK7 MK8 MK9 Disiplin Kerja (X3) DK1 DK2 DK3 DK4 DK5 DK6 DK7 DK8 DK9 Komitmen Karyawan (X4) KK1 KK2 KK3 KK4 KK5 KK6 KK7 KK8 KK9 r item - total r tabel Status 0,890 0,704 0,872 0,706 0,373 0,717 0,556 0,839 0,629 0,254 0,254 0,254 0,254 0,254 0,254 0,254 0,254 0,254 Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid 0,534 0,364 0,650 0,628 0,757 0,729 0,722 0,529 0,711 0,254 0,254 0,254 0,254 0,254 0,254 0,254 0,254 0,254 Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid 0,728 0,804 0,696 0,659 0,437 0,488 0,695 0,468 0,634 0,254 0,254 0,254 0,254 0,254 0,254 0,254 0,254 0,254 Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid 0,361 0,644 0,654 0,664 0,531 0,630 0,438 0,508 0,640 0,254 0,254 0,254 0,254 0,254 0,254 0,254 0,254 0,254 Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid

(86) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 70 Kinerja Karyawan (X5) KIK1 KIK2 KIK3 KIK4 KIK5 KIK6 KIK7 KIK8 KIK9 0,561 0,499 0,617 0,773 0,661 0,726 0,374 0,575 0,527 0,254 0,254 0,254 0,254 0,254 0,254 0,254 0,254 0,254 Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Sumber : data Primer yang diolah Berdasarkan hasil uji yang disajikan dalam tabel, tampak bahwa seluruh item pernyataan memiliki koefisien validitas ≥ 0,254. Dengan demikian ditinjau dari validitas item pernyataan maka seluruh pernyataan yang terdapat dalam kuesioner layak digunakan sebagai alat pengumpul data. 2. Reliabilitas Pengujian reliabilitas instrumen menggunakan teknik Cronbach’s alpha. Uji signifikansi dilakukan pada taraf signifikansi 0,05, artinya instrumen dapat dikatakan reliabel bila nilai alpha lebih besar dari r tabel product moment (0,254). Berikut ini hasil analisis data menggunakan teknik Cronbach’s Alpha: Tabel 5.6 Hasil Uji Reliabilitas Instrumen Penelitian Variabel Semangat kerja (X1) Motivasi kerja (X2) Disiplin kerja (X3) Komitmen karyawan (X4) Kinerja karyawan (X5) Sumber : Data Primer yang diolah Cronbach’s Alpha 0,862 0,770 0,771 0,726 0,769 N of Items Status 9 9 9 9 9 Reliabel Reliabel Reliabel Reliabel Reliabel

(87) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 71 Dari hasil analisis di atas menunjukkan bahwa setiap instrumen memiliki reliabilitas yang memenuhi syarat dan dinyatakan reliabel, karena nilai Cronbach’s Alpha berada di atas 0,254. D. Hasil Uji Asumsi Klasik Uji asumsi klasik adalah syarat yang harus dipenuhi pada analisis regresi linier berganda yang berbasis ordinary least square. Untuk mengetahui bahwa persamaan regresi yang digunakan dapat dipergunakan (valid), maka akan dilakukan pengujian asumsi normalitas, multikolinearitas dan heterokedastisitas. 1. Hasil Uji Asumsi Klasik Normalitas Uji ini digunakan untuk mengetahui apakah data penelitian berdistribusi normal atau tidak. Metode yang digunakan adalah metode grafik histogram dan normal probability plots di bawah ini.

(88) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 72 Gambar 5.1 Uji Normalitas Dari hasil pengolahan data menggunakan SPSS 16.0 diperoleh grafik histogram yang menunjukkan kurva normal. Gambar 5.2 Scatterplot Uji Asumsi Klasik Normalitas Demikian juga dengan normal probability plots menunjukkan berdistribusi normal karena garis (titik-titik) mengikuti garis diagonal. Jadi dapat disimpulkan bahwa data variabel bebas dan variabel terikat berdistribusi normal.

(89) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 73 2. Hasil Uji Asumsi Klasik Multikolinearitas Tabel 5.7 Hasil Uji Asumsi Klasik Multikolinearitas Collinearity Statistics Variabel Tolerance VIF Semangat Kerja (X1) 0,865 1,156 Motivasi Kerja (X2) 0,979 1,022 Disiplin Kerja (X3) 0,853 1,172 Komitmen (X4) 0,958 1,044 Syarat yang harus dipenuhi jika tidak terjadi multikolinearitas adalah nilai tolerance > 0,10 atau sama dengan nilai VIF < 10 (Ghozali,2005:92). Karena berdasarkan tabel di atas nilai VIF < 10 dan nilai tolerance > 0,10 maka dapat disimpulkan bahwa antar variabel bebas tidak terjadi multikolinearitas. 3. Hasil Uji Asumsi Klasik Heteroskedastisitas Berdasarkan hasil pengolahan data (gambar menggunakan SPSS 16.0 didapatkan gambar di bawah ini : scatterplot)

(90) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 74 Gambar 5.1 Scatterplot Uji Asumsi Klasik Heterokedastisitas Dari gambar terlihat bahwa titik-titik menyebar di bawah maupun di atas angka 0 pada sumbu Y dan tidak mempunyai pola yang teratur. Maka dari itu dapat disimpulkan tidak terjadi Heterokedastisitas pada data penelitian. E. Pengujian Analisis Data 1. Analisis Regresi Linier Berganda Setelah semua asumsi terpenuhi maka dapat dilanjutkan analisis regresi. Hasil uji pengaruh semangat kerja, motivasi karyawan, disiplin kerja, komitmen karyawan terhadap kinerja karyawan ini diolah menggunakan SPSS 16.0 dapat dilihat di bawah ini :

(91) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 75 Tabel 5.8 Hasil Uji Pengaruh Semangat Kerja, Motivasi Karyawan, Disiplin Kerja, Komitmen Karyawan Terhadap Kinerja Karyawan Unstandardized Coefficients Model 1 B Std. Error -3.010 2.705 Semangat Kerja .067 .042 Motivasi Kerja .010 Disiplin Kerja Komitmen (Constant) Standardized Coefficients Beta t Sig. -1.113 .271 .073 1.610 .113 .043 .009 .222 .825 .016 .053 .013 .294 .770 1.005 .046 .937 21.776 .000 Sumber : Data primer yang diolah Berdasarkan pembahasan analisis regresi berganda, diperoleh nilai koefisien persamaan regresi adalah -3,010 untuk koefisien semangat kerja 0,067, untuk koefisien motivasi kerja 0,010, untuk koefisien disiplin kerja 0,016, untuk koefisien komitmen karyawan 1,005. Dengan hasil tersebut persamaan regresinya dapat dirumuskan sebagai berikut : Y = -3,010 + 0,067 X1 + 0,010 X2 + 0,016 X3 + 1,005 X4. Dimana : Y = Kinerja karyawan X1 = Semangat kerja X2 = Motivasi kerja X3 = Disiplin kerja X4 = Komitmen karyawan

(92) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 76 2. Koefisien Determinasi Untuk mengetahui besar pengaruh variabel independen (semangat kerja, motivasi kerja, disiplin kerja, komitmen karyawan) terhadap variabel dependen (kinerja karyawan) karyawan RS. Bethesda. Tabel 5.9 Hasil Koefisien Determinasi (R2) Model R 1 .950a R Square .902 Adjusted R Square Std. Error of the Estimate .895 1.367 Sumber : Data primer yang diolah Dari hasil analisis regresi diperoleh koefisien determinasi R2 sebesar 0,902. Besaran R2 ini menujukkan bahwa koefisien 0,902 atau sekitar 90,2% perubahan-perubahan pada variabel Y yaitu kinerja karyawan dapat dijelaskan oleh keempat variabel bebas yaitu semangat kerja, motivasi kerja, disiplin kerja, dan komitmen karyawan. F. Pengujian Signifikansi 1. Uji t Uji ini digunakan untuk mengetahui apakah semangat kerja, motivasi kerja, disiplin kerja dan komitmen karyawan secara parsial berpengaruh terhadap kinerja karyawan. Jika nilai t hitung ≥ t tabel maka dapat disimpulkan bahwa semangat kerja, motivasi kerja, disiplin kerja, dan komitmen karyawan secara parsial berpengaruh terhadap kinerja karyawan. Dari hasil perhitungan, didapat nilai thitung untuk masing- masing variabel independen, dan nilai ttabel pada df= n -2 = 60 – 2 = 58,

(93) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 77 dengan tingkat signifikansi ( ) = 5% / 2 = 0,025 (penelitian dua arah) seperti dalam tabel di bawah ini. Tabel 6.0 Rangkuman Nilai-nilai t Variabel bebas Nilai t hitung Semangat kerja (X1) Motivasi kerja (X2) Disiplin kerja (X3) Komitmen (X4) 1.610 .222 .294 21.776 Sig. (p) .113 .825 .770 .000 Sumber : Data primer yang diolah a. Variabel Semangat kerja (X1) 1) Ho : Tidak ada pengaruh Semangat kerja (X1) terhadap kinerja karyawan Ha : Ada pengaruh Semangat kerja (X1) terhadap kinerja karyawan 2) ttabel = t(a) ; (n-2) n = jumlah sampel 3) Terima Ha, jika t hitung < t tabel Tolak Ho, jika t hitung > t tabel 4) Kesimpulan Dari hasil perhitungan statistik yang menggunakan SPSS yang tertera pada tabel 6.0, diperoleh nilai t hitung untuk semangat kerja (X1) sebesar 1.610 dengan tingkat signifikansi 0.113. Nilai signifikansi yang dihasilkan tersebut lebih besar dari 0,05 dan nilai t hitung untuk Semangat kerja (X1) lebih kecil daripada 2,00

(94) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 78 (Nilai ttabel) maka Ho diterima. Hal ini berarti bahwa variabel Semangat kerja (X1) tidak berpengaruh terhadap Kinerja karyawan (Y) b. Variabel Motivasi kerja (X2) 1) Ho : Tidak ada pengaruh Motivasi kerja (X2) terhadap kinerja karyawan Ha : Ada pengaruh Motivasi kerja(X2) terhadap kinerja karyawan 2) ttabel = t(a) ; (n-2) n = jumlah sampel 3) Terima Ha, jika t hitung < t tabel Tolak Ho, jika t hitung > t tabel 4) Kesimpulan Dari hasil perhitungan statistik yang menggunakan SPSS yang tertera pada tabel 6.0, diperoleh nilai t hitung motivasi kerja (X2) sebesar 0.222 dengan tingkat signifikansi 0.825. Nilai signifikansi yang dihasilkan tersebut lebih besar dari 0,05 dan nilai t hitung untuk Semangat kerja (X2) lebih kecil daripada 2,00 (Nilai ttabel) maka Ho diterima. Hal ini berarti bahwa variabel Motivasi kerja (X2) tidak berpengaruh terhadap Kinerja karyawan (Y). c. Variabel Disiplin kerja (X3) 1) Ho : Tidak ada pengaruh Disiplin kerja (X3) terhadap kinerja karyawan

(95) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 79 Ha : Ada pengaruh Disiplin kerja(X2) terhadap kinerja karyawan 2) ttabel = t(a) ; (n-2) n = jumlah sampel 3) Terima Ha, jika t hitung < t tabel Tolak Ho, jika t hitung > t tabel 4) Kesimpulan Dari hasil perhitungan statistik yang menggunakan SPSS yang tertera pada tabel 6.0, diperoleh nilai t hitung Disiplin kerja (X3) sebesar 0.294 dengan tingkat signifikansi 0.770. Nilai signifikansi yang dihasilkan tersebut lebih besar dari 0,05 dan nilai t hitung untuk Disiplin kerja (X3) lebih kecil daripada 2,00 (Nilai ttabel) maka Ho diterima. Hal ini berarti bahwa variabel Disiplin kerja (X3) tidak berpengaruh terhadap Kinerja karyawan (Y). d. Variabel Komitmen (X4) 1) Ho : Tidak ada pengaruh Komitmen (X4) terhadap kinerja karyawan Ha : Ada pengaruh Komitmen(X4) terhadap kinerja karyawan 2) ttabel = t(a) ; (n-2) n = jumlah sampel 3) Terima Ha, jika t hitung < t tabel Tolak Ho, jika t hitung > t tabel

(96) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 80 4) Kesimpulan Dari hasil perhitungan statistik yang menggunakan SPSS yang tertera pada tabel 6.0, diperoleh nilai t hitung Komitmen (X4) sebesar 21.776 dengan tingkat signifikansi 0.000. Nilai signifikansi yang dihasilkan tersebut lebih kecil dari 0,05 dan nilai t hitung untuk Komitmen (X4) lebih besar daripada 2,00 (Nilai ttabel) maka Ho ditolak. Hal ini berarti bahwa variabel Komitmen (X4) berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap Kinerja karyawan (Y). G. Pembahasan Hasil pengujian hipotesis ditemukan bahwa semangat kerja, motivasi kerja, dan disiplin kerja secara parsial tidak berpengaruh terhadap kinerja karyawan. Sedangkan variabel komitmen karyawan dalam pengujian hipotesis berpengaruh terhadap kinerja karyawan. Hasil ini juga mendukung teori yang dikemukakan oleh (Van Dyne dan Graham, 2005) yang menyatakan bahwa komitmen karyawan dalam organisasi dipengaruhi oleh faktor personal, situasional dan posisi. Hasil ini sesuai dengan karakteristik responden bahwa usia 21-30 tahun, jenis kelamin perempuan, dan pendidikan terakhir sekolah menengah farmasi menempati persentase tertinggi yang bisa menguatkan teori tersebut. Dari hasil analisis regresi berganda diketahui nilai t hitung lebih kecil daripada t tabel, oleh karena nilai t hitung tersebut lebih kecil dari t tabel (2,00) berarti Ho diterima. Hal ini menunjukkan bahwa semangat kerja,

(97) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 81 motivasi kerja, disiplin kerja, secara parsial tidak berpengaruh terhadap kinerja karyawan. Secara parsial dari keempat variabel yaitu : Semangat kerja (X1), motivasi kerja (X2), disiplin kerja (X3) dan komitmen karyawan (X4) yang memiliki nilai pengaruh paling besar terhadap kinerja karyawan adalah komitmen karyawan yaitu sebesar 21,776. Hal ini disebabkan orang yang memiliki komitmen dalam pekerjaannya tentu akan berbuah manis dalam hasil akhir pekerjaannya dan itu bisa mempengaruhi aspek-aspek lain dalam pekerjaannya. Selanjutnya variabel yang memiliki pengaruh yang cukup signifikan terhadap kinerja karyawan lainnya yaitu variabel semangat kerja. Nilai koefisien regresinya sebesar 1,610. Hal ini disebabkan seseorang yang memiliki semangat kerja yang kuat akan berdampak pada kinerja dalam pekerjaannya, meningkatnya produktifitas dalam hasil pekerjaannya, dan juga akan menambah sikap untuk menjadi lebih berkembang di lingkungan pekerjaannya. Selanjutnya variabel disiplin kerja nilai koefisien regresinya sebesar 0,294, walaupun kecil nilainya tetapi masih dapat mempengaruhi kinerja karyawan, karena apabila sesorang disiplin dalam pekerjaannya tentu akan menjadi kebiasaan dalam diri untuk menghasilkan hasil kinerja yang tepat waktu. Sedangkan variabel terakhir yaitu motivasi kerja nilai koefisien regresinya sebesar 0,222, walaupun nilai koefisien regresi paling kecil tetapi variabel tersebut apabila dikelola dan ditanamkan dengan baik oleh seseorang tentu akan mudah untuk mencapai apa yang diinginkan dalam pekerjaannya, karena kita bisa memiliki tujuan atau motivasi yang kuat dalam diri untuk menjadi lebih baik lagi.

(98) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 82 Penelitian ini mendukung penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Eka Trisnawati Pandiangan pada tahun 2006, dengan judul “pengaruh kepemimpinan, motivasi, kesejahteraan karyawan dan lingkungan kerja terhadap kinerja karyawan Pabrik Gula Gondang Baru Klaten, yang mempunyai hasil yang sama yaitu kepemimpinan, motivasi, kesejahteraan karyawan dan lingkungan kerja berpengaruh secara parsial atau berpengaruh secara sendiri-sendiri terhadap kinerja karyawan. Dari keempat variabel diketahui bahwa komitmen karyawan berpengaruh terhadap kinerja karyawan, tetapi dalam hal ini variabel komitmen karyawan masih memiliki indikator yang mempunyai nilai kecil yaitu pekerjaan sebagai karyawan adalah memuaskan dan karyawan mengorbankan apapun demi kesuksesan institusi dalam bekerja. Dari hasil tersebut bisa diketahui bahwa karyawan di bagian farmasi Rumah Sakit Bethesda Yogyakarta masih merasa kurang puas dalam menjalani pekerjaan mereka sekarang sebagai karyawan, tentu ini bisa berakibat pada kinerja karyawan yang menurun dalam pekerjaannya di bagian tersebut. Karyawan yang kurang puas terhadap pekerjaannya nantinya bisa membuat karyawan akan terus menerus merasa tidak nyaman dalam bekerja, yang tentu bisa mempengaruhi faktor lain seperti motivasi kerja karyawan sudah tidak ada lagi, semangat kerja menurun, disiplin dalam bekerja menghilang, tidak seperti saat karyawan itu merasa puas bekerja sebagai karyawan pada suatu perusahaan, dimana faktor tersebut membuat kinerja karyawan menjadi semakin meningkat. Indikator kedua yaitu karyawan mengorbankan apapun demi membantu kesuksesan institusi kesehatan ini mempunyai nilai yang

(99) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 83 kurang dari hasil penelitian. Pernyataan karyawan mengorbankan apapun disini sebenarnya mempunyai maksud bukan secara materiil atau dalam bentuk kekayaan, tetapi lebih mengarah pada komitmen karyawan dalam dirinya untuk mengorbankan waktu, pikiran, dan tenaga dalam pekerjaannya. Karyawan yang memberikan waktu, tenaga, dan pikiran mereka dalam komitmen pekerjaannya tentu akan sangat membantu kesuksesan perusahaan tempat karyawan tersebut bekerja. Karyawan dapat menggunakan waktu bekerjanya untuk mencari ide baru yang sesuai dengan pekerjaannya. Karyawan yang berkomitmen dalam dirinya untuk memberikan pemikirannya kepada rekan kerjanya tentu bisa mengajak orang lain untuk mensukseskan perusaahaan tempat karyawan tersebut bekerja. Karyawan yang berkomitmen untuk memberikan tenaga dalam bekerja juga akan membuat pekerjaan karyawan tersebut cepat selesai, dan tentu karyawan tersebut bisa merasa tenang apabila pekerjaannya cepat selesai. Karyawan yang mengorbankan waktu, tenaga, dan pikiran mereka tentu juga pasti mengalami banyak kendala, oleh karena itu dibutuhkan usaha dari setiap individu karyawan untuk terus menanamkan komitmennya demi kesuksesan perusahaan tempat karyawan tersebut bekerja.

(100) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB VI KESIMPULAN, SARAN DAN KETERBATASAN A. Kesimpulan Berdasarkan hasil analisis data penelitian tentang pengaruh variabel bebas (semangat kerja, motivasi kerja, disiplin kerja, dan komitmen karyawan) terhadap variabel terikat (kinerja karyawan) dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut : 1. Hasil koefisien determinasi (R2) dari persamaan regresi sebesar 0,895 yang artinya 89,5 % dari kinerja karyawan dipengaruhi secara simultan oleh semangat kerja, motivasi kerja, disiplin kerja, dan komitmen karyawan sedangkan sisanya sebesar 10,5 % dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak dicantumkan dalam penelitian ini. 2. Faktor semangat kerja, motivasi kerja, disiplin kerja, dan komitmen karyawan memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan tetap bagian farmasi pada Rumah Sakit Bethesda Yogyakarta. Artinya apabila semangat kerja, motivasi kerja, disiplin kerja dan komitmen karyawan semakin meningkat, maka kinerja karyawan akan meningkat juga. 3. Dari keempat variabel yaitu semangat kerja, motivasi kerja, disiplin kerja, dan komitmen karyawan yang mempunyai pengaruh paling besar terhadap kinerja karyawan adalah variabel komitmen karyawan (X4) sebesar 21,776 merupakan variabel yang sangat mendasar dalam meningkatkan kinerja karyawan. 84

(101) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 85 B. Saran Dari hasil penelitian, analisis data serta kesimpulan yang telah di jelaskan sebelumnya, maka penulis ingin memberikan saran atau masukan bagi RS. Bethesda Yogyakarta adalah sebagai berikut : Hasil penelitian menunjukkan bahwa semangat kerja, motivasi kerja, disiplin kerja, dan komitmen karyawan mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan. Maka dari itu pihak rumah sakit alangkah baiknya lebih memperhatikan keempat faktor tersebut agar kinerja karyawan dapat lebih ditingkatkan dan dipelihara dengan baik. Berikut saran untuk masing-masing variabel : 1. Semangat kerja : Pihak rumah sakit sebaiknya lebih memperhatikan karyawan-karyawan baru yang semangat kerja nya lebih besar daripada karyawan lama, karena jika karyawan baru tersebut dapat diarahkan dengan baik oleh pihak rumah sakit, tentunya akan meningkatkan kinerja karyawan di setiap bagian. 2. Motivasi kerja : Hendaknya pihak rumah sakit melalui setiap kepala bagian melihat keinginan dari setiap karyawannya, tentu keinginan tersebut bisa didasari dari motivasi kerja mereka untuk lebih meningkatkan kinerja dalam bekerja. 3. Disiplin kerja : Pihak rumah sakit tentu sekarang sudah lebih berkembang dengan adanya alat absensi, tetapi alangkah baiknya pihak rumah sakit memperbanyak alat absensi tersebut sehingga dari disiplin kerja setiap karyawan dapat terpenuhi dengan baik sehingga menghasilkan kinerja karyawan yang maksimal.

(102) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 86 C. Komitmen karyawan : Pihak rumah sakit harus memperhatikan perekrutan karyawan, karena dalam hal ini berhubungan erat dengan komitmen karyawan dalam pekerjaannya nanti. Pihak rumah sakit dalam perekrutan karyawan melalui wawancara personal bisa mengetahui tujuan dari seseorang yang akan bekerja di Rumah Sakit Bethesda. Wawancara personal kepada karyawan dapat menjadi usaha dari pihak Rumah Sakit untuk membentuk komitmen dari karyawan itu sendiri, sehingga karyawan dapat menciptakan rasa kepemilikan terhadap organisasi, menciptakan semangat dalam bekerja, keyakinan dalam bekerja, yang itu semua merupakan pilar untuk membentuk komitmen karyawan dalam bekerja. D. Keterbatasan Penelitian Penulis berusaha sebaik dan semaksimal mungkin, namun penulis menyadari akan keterbatasan dalam penyusunan skripsi ini. Hal tersebut dikarenakan beberapa faktor yaitu : 1. Kesiapan dan kondisi responden sangat mempengaruhi hasil data yang diperoleh, misal dalam memahami kuisioner yang disebarkan, pemahaman responden berbeda satu dengan yang lainnya, responden tidak jujur dalam mengisi kuisioner sehingga data yang dihasilkan kurang akurat. 2. Hasil analisis data memperlihatkan bahwa pengaruh semangat kerja, motivasi kerja, disiplin kerja dan komitmen karyawan terhadap kinerja karyawan sebesar 90,2% sedangkan sisanya 9,8% dipengaruhi oleh factor lain di luar model penelitian. Dalam hal ini penulis tidak membahas faktor tersebut karena keterbatasan waktu.

(103) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 87 3. Penelitian bersifat studi kasus, sehingga hasil penelitian ini hanya berlaku di RS. Bethesda Yogyakarta, tidak berlaku di rumah sakit atau perusahaan lain.

(104) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 88 DAFTAR PUSTAKA AA. Anwar Prabu Mangkunegara, 2000. Manajemen Sumber Daya Manusia Perusahaan. Bandung : PT Remaja Rosdakarya. Ambar Teguh Sulistiyani, Rosidah, 2003. Manajemen Sumber Daya Manusia. Graha Ilmu. Drs. Noegroho Boedijoewono,2007, Pengantar Statistika Ekonomi dan Bisnis. Yogyakarta : STIE YKPN YOGYAKARTA. Duwi Prayitno, 2010. Teknik Mudah dan Cepat Melakukan Analisis Data Penelitian dengan SPSS. Gava Media. Ghozali, Imam. 2005. Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program SPSS. Edisi Ketiga. Semarang : Badan Penerbit Universitas Diponegoro. Henry Simamora, 1997. Manajemen Sumber Daya Manusia. Yogyakarta : STIE YKPN YOGYAKARTA. Iqbal Hasan, 2002. Pokok-pokok Materi Metodologi Penelitian dan Aplikasinya. Jakarta : Ghalia Indonesia. Malayu S.P. Hasibuan, 1999. Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta : Bumi Aksara. Marihot Tua Efendi, 2002, Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta : Grasindo. Sutojo Siswanto, 2000. Menuju SDM Berdaya: Dengan Kepemimpinan Efektif dan Manajemen. Yogyakarta : Gadjah Mada University Press.

(105) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 89 Soekidjan, 2009. Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta : Bumi Aksara Sondang P. Siagian, 1996. Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta : Bumi Aksara. Veithzal Rivai. 2004. Manajemen Sumber Daya Manusia Untuk Perusahaan : Dari Teori Ke Praktik. Jakarta : PT. Raja Grafindo Pers.

(106) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 90 LAMPIRAN

(107) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 91 LAMPIRAN I KUESIONER

(108) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 92 KUESIONER Perihal : Permohonan Pengisian Kuesioner Lampiran :1 Kepada Yth. Bapak/Ibu Karyawan RS. Bethesda Yogyakarta Dengan hormat, Perkenalkan saya : Nama : Sefanya Premi Aji Nim : 102214021 Prodi/Fakultas : Manajemen/Ekonomi Universitas : Universitas Sanata Dharma Yogyakarta Dalam rangka penulisan skripsi untuk memenuhi salah satu syarat memperoleh gelar Sarjana Ekonomi Program Studi Manajemen Universitas Sanata Dharma Yogyakarta, maka saya mohon kesediaan Bapak/Ibu Karyawan RS. Bethesda Yogyakarta untuk mengisi kuesioner yang telah disediakan. Setiap jawaban yang diberikan oleh Bapak/Ibu merupakan bantuan yang tidak ternilai harganya bagi penelitian saya ini. Atas perhatian dan bantuannya saya ucapkan banyak terima kasih. Yogyakarta, Maret 2014 Mengetahui Pimpinan RS. Bethesda Yogyakarta Hormat saya, Sefanya Premi Aji

(109) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 93 Nama : ……………........ Usia / tahun : ……………………. Divisi : ……………........ Pendidikan terakhir : ……………………. Status pernikahan : ……………………. Jenis kelamin : …………........... KUESIONER Petunjuk pengisian. Jawablah semua pernyataan yang ada dan pilih salah satu yang sesuai dengan keadaan yang sebenarnya dari 5 jawaban, beri tanda (√) untuk pilihan Bapak/Ibu pada jawaban yang dipilih dalam kotak yang tersedia. Keterangan pilihan : SS : Sangat Setuju S : Setuju N : Netral TS : Tidak Setuju STS : Sangat Tidak Setuju 1. Pernyataan yang berkaitan dengan Semangat ( a. Kegelisahan karyawan ( ) ) No. 1 2 3 Pernyataan SS Saya merasa tidak nyaman saat bekerja. Saya merasa tidak tenang dalam bekerja. Saya sering membicarakan keluh kesah pada rekan kerja. b. Tingkat absensi ( ) S N TS STS No. Pernyataan SS 1 Saya mengisi absensi sebelum bekerja. 2 Saya mendapat sanksi yang tegas dari S N TS STS

(110) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 94 3 atasan apabila tidak masuk kerja tanpa ijin. Saya memiliki kesehatan yang buruk sehingga sering bolos kerja tanpa ijin. c. Tuntutan yang seringkali terjadi ( ) No. Pernyataan SS 1 Saya bekerja sesuai minat yang diinginkan. 2 Saya mendapat gaji yang sesuai dengan keinginan. 3 Saya mendapat posisi yang sesuai dengan keinginan. 2. Pernyataan yang berkaitan dengan Motivasi ( a. Kebutuhan karyawan akan prestasi ( N TS STS S N TS STS S N TS STS ) ) No. Pernyataan SS 1 Saya memiliki keinginan untuk memiliki jabatan yang lebih tinggi. 2 Saya memiliki keinginan memperoleh penghargaan dari pekerjaan yang dijalani. 3 Saya memiliki kemampuan untuk bekerja lebih baik. b. Motivasi untuk hasil yang lebih baik ( S ) No. Pernyataan SS 1 Saya memiliki tujuan untuk selalu maksimal dalam bekerja. 2 Saya memiliki tujuan dalam bekerja untuk mengembangkan kemampuan. 3 Saya memiliki tujuan untuk bekerjasama dengan karyawan lain demi kelancaran pekerjaan.

(111) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 95 c. Kebutuhan atas imbalan ( ) No. Pernyataan SS 1 Saya mendapat imbalan berupa gaji yang sesuai dengan posisi pekerjaan saat ini. 2 Saya mendapat imbalan berupa insentif dengan waktu yang sesuai jadwal. 3 Saya merupakan orang yang mempunyai harapan tinggi atas bonus dalam bekerja. 3. Pernyataan yang berkaitan dengan Disiplin Kerja ( a. Kepatuhan terhadap jadwal kerja ( N TS STS S N TS STS S N TS STS N TS STS ) ) No. Pernyataan SS 1 Saya datang tepat waktu dalam bekerja. 2 Jarak tempat tinggal tidak mempengaruhi ketepatan waktu datang ke tempat kerja. 3 Saya menggunakan waktu istirahat dengan sebaik-baiknya. b. Kepatuhan terhadap instruksi atasan ( S ) No. Pernyataan SS 1 Saya selalu menaati peraturan yang ada di tempat kerja. 2 Saya bekerja sesuai dengan perintah atasan. 3 Saya melakukan pekerjaan setelah ada perintah. c. Kehati-hatian dalam pemakaian alat-alat kantor ( No. Pernyataan SS 1 Saya pernah mengalami kecelakaan saat mengoperasikan peralatan kantor. 2 Saya terampil menggunakan semua peralatan kantor. 3 Saya menggunakan peralatan kantor sesuai petunjuk penggunaannya. ) S

(112) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 96 4. Pernyataan yang berkaitan dengan Komitmen( ) a. Komitmen afektif (X4.1) No. Pernyataan 1 Saya terlibat dalam pekerjaan secara pribadi. Saya memiliki ikatan yang kuat terhadap pekerjaan. Saya merasa pekerjaan sebagai bagian terpenting dari hidup saya. 2 3 SS S N TS STS SS S N TS STS SS S N TS STS b. Komitmen berkelanjutan (X4.2) No. Pernyataan 1 Saya merasa pekerjaan karyawan adalah memuaskan. Saya merasa pekerjaan karyawan dihargai. Sebagai karyawan, saya pekerjaan ini menarik. 2 3 sebagai sebagai merasa c. Komitmen normatif (X4.3) No. Pernyataan 1 Saya akan mengorbankan apapun demi membantu kesuksesan institusi perawatan kesehatan ini. Saya bersedia menerima semua jenis pekerjaan untuk membuat institusi perawatan kesehatan ini tetap hidup. Nilai-nilai yang saya kejar sama dengan nilai-nilai institusi perawatan kesehatan ini. 2 3

(113) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 97 5. Pernyataan yang berkaitan dengan Kinerja Karyawan ( ) a. Sikap kerja ( X5.1 ) No. Pernyataan 1 Saya menjalankan pekerjaan dengan nyaman. Saya sudah menjalankan segala peraturan yang ditetapkan perusahaan. Saya mengabaikan masalah pribadi ke dalam pekerjaan. 2 3 SS S N TS STS SS S N TS STS SS S N TS STS b. Kerjasama ( X5.2 ) No. Pernyataan 1 Saya selalu bekerja di dalam tim. 2 Saya bekerja lebih cepat dengan bersama tim atau orang lain. Saya mendapat hasil yang lebih baik saat bekerja dengan tim. 3 c. Kualitas kerja ( X5.3 ) No. Pernyataan 1 Saya mempunyai wawasan luas dalam bekerja. Saya mempunyai keterampilan teknis dalam bekerja. Saya mempunyai dorongan dalam diri untuk lebih meningkatkan kemampuan dalam bekerja. 2 3

(114) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 98 LAMPIRAN II KARAKTERISTIK RESPONDEN

(115) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 99 Frequencies Frequency Table

(116) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 100 LAMPIRAN III JAWABAN RESPONDEN

(117) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 101 Variabel X1 Semangat Kerja No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 Q1 Q2 4 4 3 3 3 4 4 3 4 4 4 5 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 3 2 4 2 4 4 4 3 3 4 4 4 5 Q3 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 5 4 4 4 4 4 5 4 4 5 4 4 4 4 4 2 4 4 4 3 3 4 4 4 5 Q4 4 4 4 4 3 4 4 3 4 4 4 5 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 3 2 4 2 4 4 4 3 3 4 4 4 5 Q5 4 4 4 5 3 4 5 3 4 4 5 5 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 2 4 4 4 4 4 3 3 4 4 4 5 Q6 3 4 4 5 4 4 5 4 4 4 5 5 4 2 5 2 4 4 4 4 4 3 4 3 4 4 5 5 5 5 4 5 5 5 5 5 Q7 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 2 4 4 4 3 4 4 2 3 2 4 4 4 3 5 3 4 4 5 Q8 4 4 3 3 4 4 4 3 4 4 4 5 4 4 4 4 4 2 4 3 2 3 4 4 2 3 2 4 5 4 4 5 4 5 1 5 Q9 3 4 3 3 3 2 4 3 4 4 4 5 4 4 4 4 4 1 4 4 2 3 4 3 2 4 2 4 4 4 3 3 4 4 4 5 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 2 4 4 4 3 4 4 4 3 2 4 4 4 3 5 3 4 4 5 Total Skor 34 36 33 35 32 34 38 30 36 36 38 43 36 34 37 34 36 28 36 35 33 29 36 31 24 33 23 37 38 37 29 35 35 38 34 45

(118) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 102 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 3 3 4 3 4 3 2 4 4 3 4 3 3 4 2 5 3 4 3 3 3 2 4 3 4 4 4 3 4 3 2 4 4 3 4 3 3 4 2 5 3 4 3 3 3 2 4 3 3 3 4 3 4 3 4 4 4 3 4 3 3 4 2 5 3 4 3 3 3 2 4 3 3 3 4 3 4 3 4 4 4 3 4 3 3 4 2 4 3 4 4 4 4 2 4 3 4 4 5 4 4 4 3 4 3 4 2 4 4 2 3 5 3 4 4 5 4 4 5 4 3 3 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 3 4 3 5 1 4 3 3 4 4 4 3 3 3 4 4 4 3 4 4 4 3 4 5 4 3 4 5 4 4 3 3 4 4 4 3 3 3 4 3 4 3 2 4 4 3 4 3 3 4 2 5 3 4 3 3 3 2 4 3 3 3 4 4 4 4 2 4 4 3 4 4 3 4 4 5 4 4 3 3 4 4 4 3 29 29 37 31 36 30 27 36 35 28 34 32 29 33 24 44 27 36 29 30 32 26 37 28 Variabel X2 Motivasi No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 Q1 Q2 Q3 Q4 Q5 Q6 Q7 Q8 Q9 2 4 4 5 4 5 4 5 4 4 3 2 4 4 4 2 3 5 4 4 4 3 4 2 4 4 4 4 4 5 4 5 4 3 4 4 2 4 3 4 3 5 3 4 3 3 3 2 2 4 4 3 4 5 4 4 4 3 2 4 4 4 4 4 4 5 4 5 4 3 2 4 3 4 4 5 4 5 4 5 4 4 2 4 4 3 3 3 4 5 4 5 3 3 2 4 2 4 3 4 4 5 3 4 3 3 3 3 Total Skor 27 35 33 34 34 45 34 41 33 29 25 29

(119) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 103 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 3 3 3 2 4 4 4 5 4 5 3 2 2 2 4 5 2 5 4 1 4 4 4 4 5 4 4 4 4 5 5 5 5 4 4 4 3 3 5 3 4 4 4 4 3 2 3 4 3 4 1 4 3 2 2 2 3 4 4 4 3 1 4 4 3 4 4 4 3 4 5 5 5 5 5 4 4 5 3 3 5 3 3 4 3 4 3 4 4 4 4 5 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 5 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 5 4 4 1 4 2 4 4 5 4 1 4 3 3 4 4 4 4 3 4 4 4 5 2 2 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 3 4 4 4 4 4 4 4 2 3 3 4 4 4 4 3 4 4 3 4 4 4 4 5 4 5 4 5 2 2 4 4 4 5 4 4 5 4 4 4 4 4 4 5 4 4 5 5 4 4 3 4 3 4 4 4 4 5 4 4 3 4 4 4 4 5 4 5 4 5 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 5 4 4 3 2 2 4 4 4 4 5 4 4 3 4 4 4 4 5 5 5 4 5 4 4 4 4 4 5 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 5 4 4 2 2 4 2 4 4 4 3 4 4 4 4 4 2 4 3 4 3 4 5 2 2 4 4 3 4 4 4 4 4 4 3 3 4 4 4 3 3 4 5 4 2 2 2 3 2 4 4 4 3 3 3 2 3 3 4 4 4 4 4 4 5 4 4 4 3 4 4 5 3 3 4 4 4 4 3 3 3 3 3 4 3 4 3 23 28 26 28 35 37 35 34 32 35 27 31 31 30 35 38 35 39 35 37 30 30 35 35 36 38 36 35 37 38 38 37 37 34 34 37 32 32 39 38 35 33

(120) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 104 55 56 57 58 59 60 4 4 4 4 3 4 4 2 4 4 4 4 4 3 3 3 4 4 4 2 3 3 4 4 4 4 3 3 4 4 4 3 3 3 4 4 4 4 3 3 4 4 2 4 3 3 4 4 3 2 2 3 4 4 Q7 Q8 Q9 33 28 28 29 35 36 Variabel X3 Disiplin Kerja No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 Q1 Q2 5 4 4 5 4 4 4 3 4 5 4 5 4 4 5 3 5 4 4 4 4 5 5 4 4 5 5 5 4 4 Q3 5 4 4 5 4 4 4 3 4 5 4 4 4 4 5 3 5 4 4 4 4 5 5 4 4 5 5 5 4 4 Q4 4 4 3 5 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 5 5 4 3 4 5 5 4 2 Q5 4 4 4 4 4 4 4 3 4 5 5 4 4 4 5 3 4 4 4 4 4 5 5 4 5 5 5 5 5 4 Q6 4 4 4 3 4 4 4 4 4 5 4 4 4 4 5 3 4 4 4 4 4 5 5 4 5 5 4 5 4 4 2 2 3 3 2 4 4 3 3 1 2 3 2 2 3 3 2 3 4 4 2 3 5 3 2 3 4 5 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 5 4 4 4 4 5 3 5 4 4 4 4 4 4 4 4 5 4 5 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 3 3 4 4 4 2 4 3 4 4 4 3 4 4 4 3 3 4 4 4 4 2 Total Skor 4 4 4 5 4 4 4 4 4 5 4 4 4 4 5 3 4 4 4 4 4 5 4 4 4 5 4 5 4 4 36 34 33 38 34 36 36 31 34 38 35 36 34 32 41 27 37 35 36 35 34 41 42 34 34 41 40 44 37 31

(121) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 105 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 4 4 5 5 5 5 4 4 4 4 4 4 4 4 5 4 4 5 3 4 2 5 5 4 4 5 4 4 4 3 4 5 4 5 4 5 4 4 4 4 4 5 4 4 4 3 4 5 3 4 5 5 5 4 4 5 4 4 4 3 4 5 4 4 4 5 4 4 5 3 4 5 4 3 3 1 4 5 3 4 5 5 4 4 3 5 4 4 4 3 4 4 5 4 4 5 4 4 5 4 4 5 4 4 4 4 5 4 4 4 3 5 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 5 4 4 4 4 4 5 4 4 4 4 4 2 4 2 5 5 4 4 4 3 4 4 4 4 3 3 4 4 4 5 3 3 2 3 2 1 4 2 2 3 1 1 2 2 2 5 2 2 3 3 2 4 4 3 4 5 4 5 4 5 4 4 4 4 4 5 4 4 4 3 4 5 3 4 5 5 5 4 4 5 4 4 4 3 2 3 3 4 3 5 4 4 4 3 3 2 5 4 4 4 3 5 3 4 2 5 4 4 3 4 4 4 4 4 5 4 3 4 4 5 4 4 4 4 4 5 5 4 4 4 4 5 4 4 4 5 4 4 4 5 4 4 4 4 34 37 36 39 36 45 35 35 36 33 33 37 38 33 34 30 33 37 29 32 33 45 37 34 33 39 34 36 36 30 Variabel X4 Komitmen No Q1 1 2 3 4 5 6 Q2 4 4 3 3 3 4 Q3 4 4 3 3 4 4 Q4 3 4 3 4 3 4 Q5 1 4 2 3 3 4 Q6 2 4 3 3 4 4 Q7 2 4 3 4 4 4 Q8 4 4 3 3 3 3 Q9 2 4 3 3 4 4 Total Skor 3 4 3 3 4 4 25 36 26 29 32 35

(122) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 106 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 4 3 4 2 4 3 3 4 4 3 4 4 4 2 2 2 4 4 4 4 2 4 4 4 3 4 3 4 4 3 4 4 2 4 3 5 4 3 4 5 4 3 4 3 4 4 4 4 4 5 4 3 4 4 4 4 2 4 5 4 4 4 4 4 4 4 3 4 3 4 4 3 4 4 4 4 4 5 5 4 4 5 4 3 4 3 4 5 4 5 4 5 4 3 4 4 4 4 2 4 5 4 5 4 5 4 2 4 2 4 3 4 4 3 4 4 4 4 5 5 5 4 4 5 2 3 4 3 4 5 3 4 4 4 5 3 4 4 4 4 4 3 4 2 4 5 5 4 2 2 2 3 4 1 2 5 5 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 3 4 4 3 5 4 2 5 3 4 1 4 4 4 4 4 3 4 5 2 3 4 3 3 3 4 4 4 5 5 4 4 4 4 5 2 3 4 4 4 4 4 3 4 5 3 4 4 4 5 3 4 4 4 4 4 4 4 3 4 5 4 3 3 4 4 4 4 3 3 5 5 4 4 4 4 5 5 4 4 4 4 5 3 4 3 4 3 4 4 2 4 3 2 2 3 4 2 4 4 3 3 4 3 3 2 3 2 3 3 3 3 3 3 4 4 3 4 5 4 2 3 3 2 5 4 4 4 3 4 3 4 4 4 3 2 3 3 4 4 4 4 3 4 4 5 3 4 4 2 3 4 4 4 3 3 4 4 3 4 5 4 3 2 4 4 3 4 3 4 3 4 3 4 2 4 3 4 4 4 4 2 4 4 3 4 4 3 3 4 4 3 5 3 4 4 3 3 4 4 4 4 5 4 3 3 5 4 3 35 29 35 35 32 35 35 32 39 27 32 30 34 34 26 33 38 29 36 39 33 31 29 32 24 33 31 31 32 33 36 36 34 34 36 44 37 30 32 39 31 33

(123) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 107 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 4 5 3 3 4 4 3 3 3 4 4 3 5 5 2 3 4 4 3 3 4 4 4 3 5 2 4 3 3 4 3 4 3 4 4 3 4 4 2 5 1 4 2 3 3 4 4 3 4 2 2 5 4 4 3 3 4 4 4 3 4 4 4 5 2 4 3 4 4 4 4 3 4 2 4 3 4 4 3 3 3 3 3 4 4 4 4 3 2 4 3 3 4 4 4 4 4 4 2 3 3 4 3 3 4 4 4 3 38 32 27 33 27 36 26 29 32 35 35 29 Variabel Y Kinerja Karyawan No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 Q1 Q2 4 4 4 4 4 4 4 4 4 5 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 3 Q3 4 4 3 3 4 4 4 3 4 4 4 4 4 5 4 3 4 4 4 4 2 4 Q4 3 4 3 4 3 4 4 3 4 5 4 5 4 5 4 3 4 4 4 4 2 4 Q5 1 4 2 3 3 4 4 3 4 5 3 4 4 4 5 3 4 1 4 4 4 3 Q6 2 4 3 3 4 4 4 3 4 4 3 5 4 2 5 3 4 1 4 4 4 4 Q7 2 4 3 4 4 4 4 3 4 5 3 4 4 4 5 3 4 2 4 4 4 4 Q8 4 4 3 3 3 3 3 4 3 1 3 4 4 2 4 3 2 2 3 4 2 4 Q9 2 4 3 3 4 4 4 4 4 3 4 3 4 4 4 3 2 3 3 4 4 4 Total Skor 3 4 3 3 4 4 4 3 4 3 4 3 4 2 4 3 4 4 4 4 2 4 25 36 27 30 33 35 35 30 35 35 32 36 36 32 39 27 32 25 34 36 28 34

(124) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 108 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 4 2 4 5 5 4 4 4 2 3 4 4 4 5 5 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 5 1 4 4 3 3 4 4 4 5 4 4 4 4 4 4 4 3 4 3 4 4 3 4 4 4 4 4 5 5 4 4 5 4 3 5 5 2 3 4 4 3 3 4 4 4 3 5 4 5 4 5 4 2 4 2 4 3 4 4 3 4 4 4 4 5 5 5 4 4 5 4 3 5 2 4 3 3 4 3 4 3 4 4 3 4 2 4 5 5 4 2 2 2 3 4 1 2 5 5 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 2 5 1 4 2 3 3 4 4 3 4 3 4 5 2 3 4 3 3 3 4 4 4 5 5 4 4 4 4 5 2 3 4 4 4 4 4 2 2 5 2 4 3 3 4 4 4 3 4 3 4 5 4 3 3 4 4 4 4 3 3 5 5 4 4 4 4 5 5 4 4 4 4 5 4 4 4 5 2 4 3 4 4 4 4 3 4 3 3 4 3 3 2 3 2 3 3 3 3 3 3 4 4 3 4 5 4 2 3 3 2 5 4 2 4 3 4 4 3 3 3 3 3 4 4 3 4 4 5 3 4 4 2 3 4 4 4 3 3 4 4 3 4 5 4 3 2 4 4 3 4 4 4 3 2 4 3 3 4 4 4 4 4 3 4 4 3 3 4 4 3 5 3 4 4 3 3 4 4 4 4 5 4 3 3 5 4 3 4 4 2 3 3 4 3 3 4 4 4 3 38 27 36 40 36 31 29 32 23 32 32 31 32 35 37 36 36 34 37 43 37 31 32 38 34 34 38 31 28 35 22 36 27 29 32 35 35 30

(125) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 109 LAMPIRAN IV VALIDITAS & RELIABILITAS

(126) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 110 Uji Validitas Semangat Kerja

(127) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 111 Uji Validitas Motivasi Kerja

(128) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 112 Uji Validitas Disiplin Kerja

(129) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 113 UJi Validitas Komitmen Karyawan

(130) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 114 Uji Validitas Kinerja Karyawan

(131) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 115 Uji Reliabilitas Semangat Kerja

(132) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 116 Uji Reliabilitas Motivasi Kerja

(133) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 117 Uji Reliabilitas Disiplin Kerja

(134) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 118 Uji Reliabilitas Komitmen Karyawan

(135) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 119 Uji Reliabilitas Kinerja Karyawan

(136) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 120 LAMPIRAN V UJI ASUMSI KLASIK & REGRESI LINIER BERGANDA

(137) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 121 Uji Asumsi Klasik Normalitas

(138) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 122 Uji Asumsi Klasik Multikolinieritas Uji Asumsi Klasik Heterokedastisitas

(139) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 123 Regression

(140) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 124 Hasil Uji T Coefficients a Model 1 Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients B (Constant) Std. Error -3.010 2.705 Semangat Kerja .067 .042 Motivasi .010 Disiplin Kerja Komitmen Beta t Sig. -1.113 .271 .073 1.610 .113 .043 .009 .222 .825 .016 .053 .013 .294 .770 1.005 .046 .937 21.776 .000 a. Dependent Variable: Kinerja Karyawan Hasil Analisis Determinasi

(141) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 125 LAMPIRAN VI SURAT IJIN PENELITIAN

(142) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 126

(143)

Dokumen baru

Download (142 Halaman)
Gratis

Tags

Dokumen yang terkait

Pengaruh motivasi kerja, disiplin kerja, kepuasan kerja dan kompensasi terhadap kinerja karyawan : studi kasus karyawan UD. Kripton Gama Jaya, Yogyakarta.
1
4
132
Kontribusi motivasi kerja, disiplin kerja, keadilan kompensasi terhadap prestasi kerja karyawan Mirota Kampus Jalan Solo Babarsari Yogyakarta.
0
4
202
Pengaruh motivasi terhadap semangat kerja karyawan : studi kasus karyawan restoran Boyong Kalegan, Sleman, DIY.
0
3
96
Pengaruh antara pengalaman kerja, motivasi kerja, kepuasan kerja, dan disiplin kerja terhadap prestasi kerja karyawan : studi kasus PT Naga Bhuana Anekapiranti, di jalan Ciu, Telukan, Grogol, Sukoharjo.
0
4
173
Pengaruh motivasi kerja, lingkungan kerja, disiplin kerja, dan tingkat pendidikan terhadap prestasi kerja karyawan : studi kasus pada perusahaan PT. Mondrian, Klaten.
0
0
176
Hubungan antara motivasi kerja, pengawasan kerja, dan disiplin kerja dengan prestasi kerja karyawan : studi kasus perusahaan Jamu Air Mancur, Surakarta - USD Repository
0
0
196
Pengaruh antara pengalaman kerja, motivasi kerja, kepuasan kerja, dan disiplin kerja terhadap prestasi kerja karyawan : studi kasus PT Naga Bhuana Anekapiranti, di jalan Ciu, Telukan, Grogol, Sukoharjo - USD Repository
0
0
171
Pengaruh motivasi terhadap semangat kerja karyawan : studi kasus karyawan restoran Boyong Kalegan, Sleman, DIY - USD Repository
0
0
94
Pengaruh motivasi terhadap semangat kerja karyawan : studi kasus karyawan restoran Boyong Kalegan, Sleman, DIY - USD Repository
0
0
94
Pengaruh motivasi, komitmen organisasional kompetensi, dan kepuasan kerja terhadap kinerja karyawan : studi kasus pada karyawan PT Dan Liris Sukoharjo - USD Repository
0
0
127
Pengaruh pendidikan, motivasi, disiplin kerja, sikap kerja, dan lingkungan kerja terhadap produktivitas karyawan : studi kasus pada Pertenunan Santa Maria Boro, Kalibawang, Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta - USD Repository
0
0
152
Analisis korelasi antara disiplin kerja dan motivasi kerja terhadap kinerja karyawan : studi kasus pada karyawan PT. BRI (persero) cabang Atambua NTT - USD Repository
0
0
112
Pengaruh persepsi karyawan tentang sistem target terhadap kinerja karyawan kinerja karyawan : studi kasus pada karyawan bagian penjualan P.T. FIF Yogyakarta - USD Repository
0
0
102
Pengaruh motivasi kerja, disiplin kerja, kepuasan kerja dan kompensasi terhadap kinerja karyawan : studi kasus karyawan UD. Kripton Gama Jaya, Yogyakarta - USD Repository
0
0
130
Pengaruh motivasi, disiplin kerja, dan kompensasi tehadap produktivitas kerja karyawan : studi kasus pada karyawan lapangan PT. Gagas Mitra Jaya Yogyakarta - USD Repository
0
0
146
Show more