Perbedaan prestasi belajar IPS siswa kelas IV Sekolah Dasar atas penerapan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw II - USD Repository

Gratis

0
1
215
9 months ago
Preview
Full text
(1)PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI PERBEDAAN PRESTASI BELAJAR IPS SISWA KELAS IV SEKOLAH DASAR ATAS PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW II SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Disusun Oleh : Irene Ika Kusuma Yunita 101134008 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR JURUSAN ILMU PENDIDIKAN FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2014 i

(2) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI PERBEDAAN PRESTASI BELAJAR IPS SISWA KELAS IV SEKOLAH DASAR ATAS PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW II SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Disusun Oleh : Irene Ika Kusuma Yunita 101134008 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR JURUSAN ILMU PENDIDIKAN FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2014 i

(3) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI SKRIPSI PERBEDAAN PRESTASI BELAJAR IPS SISWA KELAS IV SD ATAS PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW II Oleh: Irene Ika Kusuma Yunita NIM: 101134008 Telah disetujui oleh: Pembimbing I, Tanggal 26 Mei 2014 (Drs. Y.B. Adimasana, M.A) Pembimbing II, Tanggal 28 Mei 2014 (Rusmawan, S.Pd., M.Pd.) ii

(4) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI SKRIPSI PERBEDAAN PRESTASI BELAJAR IPS SISWA KELAS IV SD ATAS PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW II Disusun oleh Irene Ika Kusuma Yunita NIM: 101134008 Telah dipertahankan di depan panitia penguji Pada tanggal 12 Juni 2014 dan dinyatakan telah memenuhi syarat Susunan Panitia Penguji Nama lengkap Tanda Tangan Ketua : Gregorius Ari Nugrahanta,S.J., S.S., BST., M.A. Sekretaris : E. Catur Rismiati,S.Pd., M.A. Ed.D. Anggota 1 : Drs. Y.B. Adimasana, M. A. Anggota 2 : Rusmawan, S.Pd., M.Pd. Anggota 3 : Elisabeth Desiana Mayasari, S.Psi., M.A. Yogyakarta 12 Juni 2014 Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sanata Dharma Dekan, Rohandi, Ph.D. iii

(5) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI HALAMAN PERSEMBAHAN Karya yang sederhana ini kupersembahkan untuk:  Tuhan Yesus Kristus yang selalu mendampingi setiap langkahku.  Kedua orang tuaku, Bapak Yohanes Budi Nurseto dan Ibu Helena Ni Made Hariantini.  Adikku, Angelina Lintang Venta Dewanti  Mbah Putri dan Mbah kakung  Kekasihku, I Made Denistya Bagas Sayogi  Keluarga besarku  Sahabatku, Septi Widiasari  Serta rekan-rekan seperjuangan almamaterku Yang telah memberikan inspirasi dan motivasi, atas dukungan dan doa restunya dapat kugapai segenggam harapan iv

(6) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI HALAMAN MOTTO Bergembiralah karena Tuhan; maka Ia akan memberikan kepadamu apa yang diinginkan hatimu Mazmur 37: 4 Aku berkata kepadamu: apa saja yang kamu minta dan doakan, percayalah bahwa kamu telah menerimanya, maka hal itu akan diberikan kepadamu Markus 11: 24 v

(7) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI PERNYATAAN KEASLIAN KARYA Saya menyatakan dengan sesungguhnya bahwa karya yang saya tulis ini tidak memuat hasil karya atau bagian karya orang lain, kecuali telah disebutkan dalam kutipan dalam daftar pustaka, sebagaimana layaknya karya ilmiah. Yogyakarta, 12 Juni 2014 Yang menyatakan, Irene Ika Kusuma Yunita vi

(8) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS Yang bertanda tangan di bawah ini, saya mahasiswa Universitas Sanata Dharma: Nama : Irene Ika Kusuma Yunita NIM : 101134008 Demi perkembangan ilmu pengetahuan, saya memberikan karya ilmiah saya yang berjudul: PERBEDAAN PRESTASI BELAJAR IPS SISWA KELAS IV SD ATAS PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW II kepada perpustakaan Universitas Sanata Dharma beserta perangkat yang diperlukan (bila ada). Dengan demikian saya memberikan kepada Perpustakaan Sanata Dharma hak untuk menyimpan, mengalihkan dalam bentuk lain, mengelolanya dalam bentuk pangkalan data, mendistribusikan secara terbatas, dan mempublikasikannya di internet atau media lain untuk kepentingan akademis tanpa perlu meminta izin dari saya maupun memberikan royalti kepada saya selama tetap mencantumkan nama saya sebagai penulis. Demikian pernyataan ini saya buat dengan sebenarnya. Yogyakarta, 12 Juni 2014 Yang menyatakan, Irene Ika Kusuma Yunita vii

(9) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ABSTRAK Yunita, Irene Ika Kusuma. (2014). Perbedaan Prestasi Belajar IPS Siswa Kelas IV Sekolah Dasar atas Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw II. Skripsi: Yogyakarta: Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Universitas Sanata Dharma. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh belum diketahuinya perbedaan prestasi belajar atas penerapan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw II. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan kelas yang menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II atau kelompok eksperimen dan yang tidak menggunakannya atau kelompok kontrol dalam hal prestasi belajar siswa khususnya kelas IV SD pada mata pelajaran IPS materi mengenal aktivitas ekonomi yang berkaitan dengan sumber daya alam dan potensi lain di daerahnya. Penelitian ini merupakan quasi eksperimental dengan populasi penelitiannya adalah seluruh siswa kelas IV SD Kanisius Sorowajan pada tahun pelajaran 2013/2014 yang berjumlah 56. Sampel penelitian untuk kelompok eksperimen adalah kelas IV A dengan jumlah siswa 28 dan sampel penelitian untuk kelompok kontrol adalah kelas IV B dengan jumlah siswa 28. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan tes tertulis objektif (pretest dan posttest) pada setiap kelompok. Analisis data dilakukan menggunakan program SPSS 20 dan melalui 3 langkah yaitu uji normalitas, uji homogenitas, dan uji beda posttest menggunakan independent t-test pada masing-masing kelompok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara kelompok yang menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw II dengan kelompok yang tidak menggunakannya dalam hal prestasi belajar siswa yang menunjukkan sebesar 0,003 atau < 0,05. Berdasarkan hasil analisis data tersebut dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan prestasi belajar IPS kelas IV SD dengan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw II. Kata kunci: prestasi belajar, model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw II. viii

(10) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ABSTRACT Yunita, Irene Ika Kusuma. (2014). The Difference of Learning Achievement of Social Sciences of Students of Grade IV Elementary School and the Application of Cooperative Learning Model of Jigsaw I Type. Minithesis. Yogyakarta: Department of Elementary School Teacher, University of Sanata Dharma. The background of this study because unknown the difference of learning achievement of social sciences of students of grade IV elementary school and the application of cooperative learning model Jigsaw II type. This study was conducted to know the difference between classes using model of cooperative learning type of Jigsaw II or experimental group and classes that did not use it or controlled groups achievement in term of students learning achievement, especially for grade of IV elementary school in the subject of social sciences concerning about economical activities related to the natural resources and other potentials in the region. The used kind of research was quasy experimental with the population of all students of grade IV elementary school of Kanisius Sorowajan, academic year of 2013/2014 that consisted of 56 students. The sample of experimental group was grade IVA consisting of 28 studentss and sample of controlled group was grade IVB consisting of 28 students. The collecting data technic used objective written tests (pretest and posttest) performed in all groups. We performed data analysis by using program of SPPS and conducted through 3 stages: test of normality, test of homogenity, and differential test of posttest using independent sample t-test in all groups. The study results showed that it existed a significant difference between group that used the cooperative learning model of jigsaw II type and group that did not use it in term of learning achievement that rated of 0.003 or <0.05. Based on it, it could be concluded that it existed a different learning achievement of social sciences in grade IV of elementary school students with the application of cooperative learning model of jigsaw II type. Keywords: learning achievement, cooperative learning model of jigsaw II type. ix

(11) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI KATA PENGANTAR Puji syukur peneliti haturkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas segala penyertaan dan berkat-Nya sehingga peneliti dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul “Perbedaan Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw II pada Mata Pelajaran IPS SD” ini dengan baik. Skripsi ini disusun untuk memperoleh gelar sarjana pendidikan di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan khususnya Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.Penulis menyadari dalam penulisan skripsi ini tidak mungkin selesai tanpa bantuan dari berbagai pihak. Maka pada kesempatan ini penulis mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada: 1. Rohandi, Ph.D., Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sanata Dharma. 2. G. Ari Nugrahanta, S.J., S.S., BST., M.A., Ketua Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Sanata Dharma. 3. E. Catur Rismiati, S.Pd., M.A., Ed.D., Wakil Ketua Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Sanata Dharma. 4. Drs. Y.B. Adimassana, M.A., dosen pembimbing I, yang telah memberikan arahan, dorongan semangat, serta sumbangan pemikiran yang peneliti butuhkan untuk menyelesaikan skripsi ini. 5. Rusmawan,S.Pd., M.Pd. , dosen pembimbing II, yang telah memberikan bantuan ide, saran, kritik, serta bimbingannya yang sangat berguna selama penelitian maupun dalam penyusunan skripsi ini. 6. Suwardi, S.Pd., kepala sekolah SD Kanisius Sorowajan yang telah memberikan izin kepada peneliti untuk melakukan penelitian ini di kelas IV SD Kanisius Sorowajan. 7. Rosalia Septi Wulansari, S.Pd., wali kelas IV A yang telah memberikan bantuan waktu, dan masukan-masukan yang bermanfaat bagi penulis. x

(12) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 8. Alexandra Sandra Kusmainah, S.Pd., wali kelas IV B yang telah memberikan masukan dan bantuan waktu kepada peneliti. 9. Siswa kelas IV SD Kanisius Sorowajan yang telah bersedia menjadi subjek dalam penelitian ini. 10. Bapak dan ibu yang telah memberikan fasilitas serta support yang tidak pernah berhenti selama melakukan penelitian ini. 11. Teman-teman peneliti, terutama teman-teman kelompok penelitian kolaboratif yang telah memberikan masukan ide, semangat, dan dorongan untuk menyelesaikan penelitian ini. 12. Semua pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu per satu, yang telah memberikan dukungan dan bantuan selama penelitian ini. Penulis menyatakan bahwa skripsi ini mash jauh dari kesempurnaan. Semoga skripsi ini dapat berguna bagi siapa saja yang membaca. Terima Kasih. Yogyakarta, 12 Juni 2014 Peneliti, Irene Ika Kusuma Yunita xi

(13) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR ISI HALAMAN HALAMAN JUDUL ......................................................................................... i HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING ................................................ ii HALAMAN PENGESAHAN ............................................................................ iii HALAMAN PERSEMBAHAN ........................................................................ iv HALAMAN MOTTO ....................................................................................... v PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ............................................................ vi PERNYATAAN PERSETUJUAN ................................................................... vii ABSTRAK ........................................................................................................ viii ABSTRACT ......................................................................................................... ix KATA PENGANTAR ...................................................................................... x DAFTAR ISI ..................................................................................................... xii DAFTAR TABEL .............................................................................................. xv DAFTAR GAMBAR ........................................................................................ xvi DAFTAR LAMPIRAN ..................................................................................... xvii BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian ...................................................................... 1 1.2 PembatasanMasalah ............................................................................... 7 1.3 Rumusan Masalah .................................................................................. 7 1.4 Tujuan Penelitian .................................................................................... 8 1.5 Manfaat Penelitian .................................................................................. 8 BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Kajian Teori ............................................................................................ 9 2.1.1 Belajar ........................................................................................... 9 2.1.1.1 Pengertian Belajar.................................................................. 9 2.1.1.2 Prestasi Belajar ...................................................................... 11 xii

(14) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 2.1.2 Model Pembelajaran Kooperatif ................................................... 12 2.1.2.1 Pengertian Model Pembelajaran Kooperatif ......................... 12 2.1.2.2 Tujuan Pembelajaran kooperatif ........................................... 14 2.1.2.3 Prinsip Pembelajaran Kooperatif ........................................... 15 2.1.2.4 Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw II................... 15 2.1.3 Pembelajaran IPS Menggunakan Model Pembelajaran Kooperatif tipe Jigsaw II………………………………………… 23 2.1.3.1 Orientasi................................................................................. 24 2.1.3.2 Pengelompokan ..................................................................... 24 2.1.3.3 Pembentukan dan Pembinaan Kelompok Ahli ...................... 25 2.1.3.4 Diskusi Kelompok Ahli dalam Grup ..................................... 25 2.1.3.5 Tes (Penilaian) ....................................................................... 25 2.1.3.6 Pengakuan Kelompok ............................................................ 26 2.1.4 Hakekat Pembelajaran IPS di SD .................................................. 26 2.1.4.1 Pengertian IPS ....................................................................... 27 2.1.4.2 Tujuan Pembelajaran IPS di SD ............................................ 28 2.1.4.3 Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar ......................... 28 2.1.4.4 Materi Ajar ............................................................................ 29 2.2 Kajian Penelitian Relevan ....................................................................... 31 2.3 Literatur Map ........................................................................................... 36 2.4 Kerangka Berpikir ................................................................................... 37 2.5 Hipotesis Penelitian ................................................................................. 38 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Jenis Penelitian ....................................................................................... 39 3.2 Tempat dan Waktu Penelitian ................................................................ 40 3.2.1 Tempat Penelitian .......................................................................... 41 3.2.2 Waktu Penelitian ........................................................................... 41 xiii

(15) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 3.3 Populasi dan Sampel Penelitian ............................................................. 42 3.4 Variabel Penelitian ................................................................................. 44 3.5 Definisi Operasional ............................................................................... 45 3.6 Instrumen Penelitian ................................................................................ 45 3.7 Validitas dan Reliabilitas ........................................................................ 47 3.7.1 Validitas Instrumen ....................................................................... 47 3.7.1.1Validitas Konstruk ............................................................. 48 3.7.1.2Validitas Isi ........................................................................ 48 3.7.1.3Validitas Empiris................................................................ 49 3.7.2 Reliabilitas Instrumen ................................................................... 51 3.8 Teknik Pengumpulan Data ..................................................................... 52 3.9 Teknik Analisis Data .............................................................................. 52 3.9.1 Statistik Deskriptif......................................................................... 53 3.9.2 Statistik Inferensial ........................................................................ 54 3.9.2.1Uji Asumsi ......................................................................... 55 3.9.2.2Uji Hipotesis....................................................................... 56 BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Penelitian ....................................................................................... 58 4.1.1 Deskripsi Data Penelitian ............................................................. 58 4.1.1.1 Data Prestasi Belajar .............................................................. 59 4.1.2 Analisis Data Penelitian ................................................................ 59 4.1.2.1 Uji Normalitas ....................................................................... 60 4.1.2.2 Uji Homogenitas .................................................................... 65 4.1.2.3 Uji Beda Pretest ..................................................................... 65 4.1.2.4 Uji Hipotesis .......................................................................... 65 4.2 Pembahasan ............................................................................................ 68 xiv

(16) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan ............................................................................................. 73 5.2 Keterbatasan Penelitian ........................................................................... 73 5.3 Saran ....................................................................................................... 74 DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................ 75 xv

(17) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR TABEL HALAMAN Tabel 1. Jadwal Penelitian.................................................................................. 41 Tabel 2. Waktu Pengambilan Data .................................................................... 42 Tabel 3. Kisi-kisi Instrumen Penelitian ............................................................. 46 Tabel 4. Kriteria Interpretasi Skor ..................................................................... 48 Tabel 5. Hasil Uji Validitas Instrumen .............................................................. 50 Tabel 6. Reliabilitas ........................................................................................... 51 Tabel 7. Hasil Perhitungan Reliabilitas ............................................................. 51 Tabel 8. Pengumpulan Data Variabel Prestasi Belajar ...................................... 52 Tabel 9. Data Prestasi Belajar ............................................................................ 59 Tabel 10. Data Uji Normalitas Pretest Kelompok Eksperimen ......................... 61 Tabel 11. Data Uji Normalitas Pretest Kelompok Kontrol................................ 62 Tabel 12. Data Uji Normalitas Posttest Kelompok Eksperimen........................ 63 Tabel 13. Data Uji Normalitas Posttest Kelompok Kontrol .............................. 64 Tabel 14. Perbandingan Skor Pretest Kelompok Eksperimen dan Kelompok Kontrol ...................................................................... 65 Tabel 15. Uji Beda Pretest ................................................................................. 66 Tabel 16. Perbandingan Rata-Rata Skor Posttest Kelompok Eksperimen dan Kelompok Kontrol Variabel Prestasi Belajar ........ 68 Tabel 17. Rangkuman Homogenitas Pretest ..................................................... 69 Tabel 18. Rangkuman Pretest dan Posttest ....................................................... 69 Tabel 19. Rangkuman Perbandingan Skor Posttest .......................................... 69 Tabel 20. Kriteria nila effect size........................................................................ 70 xvi

(18) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR GAMBAR HALAMAN Gambar 1. Literatur Map ................................................................................... 36 Gambar 2. Desain Penelitian .............................................................................. 40 Gambar 3. Variabel Penelitian .......................................................................... 44 Gambar 4.Kurva Uji Normalitas Pretest Kelompok Eksperimen...................... 61 Gambar 5. Kurva Uji Normalitas Pretest Kelompok Kontrol ........................... 62 Gambar 6. Kurva Uji Normalitas Posttest Kelompok Eksperimen ................... 63 Gambar 7. Kurva Uji Normalitas Posttest Kelompok Kontrol .......................... 64 Gambar 8. Perbandingan Skor Pretest dan Posttest antara Kelompok Eksperimen dan Kelompok Kontrol ................................................ 70 xvii

(19) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR LAMPIRAN HALAMAN Lampiran 1. Surat Permohonan Izin Penelitian ................................................ 78 Lampiran 2. Surat Keterangan Telah Melakukan Penelitian ............................ 79 Lampiran 3. Silabus Kelompok Eksperimen .................................................... 80 Lampiran 4. Silabus Kelompok Kontrol ............................................................ 89 Lampiran 5. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Kelompok Eksperimen ....... 96 Lampiran 6. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Kelompok Kontrol .............. 115 Lampiran 7. Lembar Evaluasi ............................................................................ 133 Lampiran 8. Materi Ajar .................................................................................... 136 Lampiran 9. Validasi Instrumen......................................................................... 158 Lampiran 10. Hasil Rekap Nilai Pretest dan Posttest Kelompok Eksperimen .. 168 Lampiran 11. Hasil Rekap Nilai Pretest dan Posttest Kelompok Kontrol ........ 170 Lampiran 12. Analisis Data Penghitungan Prestasi Belajar............................... 172 Lampiran 13. Lembar Pengamatan Pelaksanaan Proses Jigsaw II ................... 174 Lampiran 14. Hasil Expert Judgement ............................................................... 175 Lampiran 15. Foto Pelaksanaan Penelitian ....................................................... 186 Lampiran 16. Daftar Riwayat Hidup .................................................................. 195 xviii

(20) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perubahan perilaku manusia khususnya dalam bidang ilmu pengetahuan memang membuat kehidupan masyarakat menjadi semakin modern dan praktis karena sarana komunikasi yang semakin berkembang memungkinkan masyarakat mengakses informasi dari berbagai belahan dunia secara cepat. Akan tetapi perkembangan global ini diiringi pula dengan berbagai permasalahan sosial. Banyaknya kriminalitas merupakan salah satu contoh dari permasalahan yang terjadi karena ketidakmampuan masyarakat bersaing dalam era globalisasi. Indonesia sebagai negara berkembang turut terpengaruh dengan pesatnya perkembangan global. Permasalahan yang timbul pun begitu kompleks baik terkait kondisi ekonomi, politik, sosial, budaya, kemasyarakatan, termasuk permasalahan kualitas pendidikan yang masih jauh ketinggalan dibandingkan dengan bangsa-bangsa lain. Kualitas bangsa tentu dapat ditengok dari seberapa berkualitas pendidikan yang dihasilkan. Untuk mendapatkan pendidikan yang baik salah satu faktor kunci keberhasilan adalah kurikulum. Kurikulum merupakan rencana tertulis mengenai kualitas pendidikan yang harus dimiliki oleh peserta didik melalui suatu pengalaman belajar. Kegiatan pendidikan yang baik harus direncanakan dengan baik. Kurikulum merupakan hal yang esensial dalam suatu penyelenggaraan pendidikan. Kurikulum harus mampu mengakomodasi kebutuhan peserta didik yang berbeda secara individual dari segi bakat, minat, maupun kemampuan belajar. 1

(21) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 2 Melalui kurikulum yang dirancang lembaga pendidikan tercantum berbagai mata pelajaran yang diharapkan tidak hanya memberikan sekedar pengetahuan namun bekal untuk menghadapi pengaruh globalisasi dengan berbagai tantangan dan pengaruh negatif. Kurikulum untuk sekolah dasar menetapkan IPS sebagai salah satu mata pelajaran yang diberikan kepada siswa secara umum dimaksudkan dengan tujuan untuk menghadapi tantangan zaman atau pengaruh globalisasi. Sesuai dengan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional (permendiknas) nomor 22 tahun 2006 tentang standar isi, melalui mata pelajaran IPS peserta didik diarahkan untuk menjadi warga Indonesia yang demokratis dan bertanggung jawab, serta warga dunia yang cinta damai. Peserta didik akan menghadapi tantangan yang semakin berat karena masyarakat global yang mengalami perubahan setiap saat. Oleh karena itu mata pelajaran IPS diadakan dengan tujuan mengembangkan pengetahuan, pemahaman, dan kemampuan analisis terhadap kondisi sosial masyarakat dalam memasuki kehidupan bermasyarakat yang dinamis. Penyampaian materi pembelajaran tidak lepas dari campur tangan pendidik atau guru dalam upaya memaksimalkan perkembangan peserta didik. Terdapat 4 kompetensi yang harus dimiliki guru sebagaimana yang dikemukakan dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005 tentang guru dan dosen yaitu; (1) kompetensi pedagogik merupakan kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran, (2) kompetensi kepribadian yang menunjukkan sikap yang baik dalam membantu siswa belajar, (3) kompetensi sosial merupakan kemampuan guru sebagai bagian dari masyarakat, dan (4) kompetensi profesional

(22) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 3 merupakan kemampuan guru dalam menguasai pengetahuan. Oleh karena itu guru khususnya guru mata pelajaran IPS diharapkan memiliki pemahaman yang baik tentang ilmu-ilmu sosial yang tidak hanya menguasai wawasan yang luas terhadap konsep IPS namun juga memiliki keterampilan tentang kiat-kiat mendidik atau mengajar. Telah terjadi pergeseran dalam pandangan masyarakat dimana pembelajaran yang dulunya bersifat teacher centered atau berpusat pada guru kini berubah menjadi pembelajaran yang berpusat pada peserta didik atau student centered. Seperti yang diungkapkan Harsanto (2007:16) bahwa proses pembelajaran yang baik dirancang oleh siswa, dari siswa dan untuk siswa (student centered). Jika dahulu guru lebih banyak menuangkan apa yang ada dalam pikirannya kepada siswa lewat metode ceramah, sekarang sudah banyak metode interaktif yang dikembangkan untuk memberikan pembelajaran yang lebih bermakna. Maka munculah alternatif-alternatif mengajar bagi guru yang menuntut guru berkreasi menciptakan suatu pembelajaran yang menyenangkan bagi siswanya. Hal itu sejalan dengan teori konstruktivisme yang dikemukakan Vygotsky dalam Suparno (1997:48) yang menyatakan bahwa “pengetahuan adalah hasil konstruksi manusia.” Manusia mengkonstruksi pengetahuan mereka dengan objek, fenomena, pengalaman, dan lingkungan mereka. Suatu pengetahuan dianggap benar apabila pengetahuan itu dapat berguna untuk menghadapi dan memecahkan persoalan atau fenomena yang sesuai. Namun kenyataan dilapangan menunjukkan banyak kendala yang dihadapi guru khususnya dalam mengajar IPS dikarenakan sebagian besar materi IPS lingkupnya sangat luas.

(23) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 4 Kebanyakan guru memilih menggunakan strategi mengajar yang berpusat pada guru (teacher centered) dimana kegiatan pembelajaran berpusat pada guru yang aktif dan siswa cenderung pasif. Hal ini menyebabkan pembelajaran IPS dianggap membosankan karena sebagian besar merupakan hapalan dan rangkaian teori-teori yang hanya diterima mentah-mentah oleh siswa. Banyak siswa yang akhirnya hanya sekedar hafal namun tidak mendalami makna dari apa yang dihafalkan. Akhirnya siswa kebanyakan berpandangan bahwa pembelajaran IPS merupakan pembelajaran yang monoton dan membosankan. Semakin lama pelajaran IPS akan dianggap pelajaran membosankan sehingga siswa menganggap tidak ada pelajaran hidup atau kegunaan yang dapat dipetik untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Bertolak dari 4 kompetensi yang harus dimiliki guru, maka seorang guru memiliki tanggung jawab baik dari segi prestasi akademik siswa maupun membangun karakter siswa agar dapat menjadi pribadi yang tangguh di masa depan. Sesuai dengan tujuan pembelajaran IPS yang telah dikemukakan diatas, guru haruslah mampu mengoptimalkan 4 kompetensinya dalam proses pembelajaran. Guru yang baik mampu menciptakan pembelajaran bermakna bagi siswanya. Tentunya banyak faktor yang menyebabkan pembelajaran menjadi lebih berrmakna, antara lain cara atau gaya mengajar guru yang menyenangkan, media yang menarik bagi siswa, maupun kesesuaian dalam menerapkan model pembelajaran. Ada berbagai macam model pembelajaran yang dapat digunakan untuk mendukung pembelajaran yang bermakna. Salah satu model pembelajaran yang dapat

(24) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 5 digunakan dalam pembelajaran IPS adalah model pembelajaran kooperatif. Sugiyanto (2010:37) berpendapat bahwa model pembelajaran kooperatif adalah sistem pengajaran yang berfokus pada penggunaan kelompok kecil siswa untuk bekerjasama dalam memaksimalkan kondisi belajar untuk mencapai tujuan belajar. Sesuai dengan namanya, pembelajaran ini mengedepankan pencapaian tujuan pembelajaran melalui mekanisme kerjasama antar siswa. Model pembelajaran ini didasari konsep bahwa siswa akan lebih mudah memahami sesuatu apabila saling berdiskusi atau bertukar pendapat dengan temannya. Siswa melalui kegiatan diskusi mampu mengasah kemampuan berpikir dan memecahkan masalah khususnya dalam mata pelajaran IPS yang terkait dengan permasalahan kehidupan sehari-hari. Model pembelajaran yang mengarahkan siswa dalam kelompok-kelompok kecil untuk saling membantu satu sama lain dalam memecahkan persoalan pembelajaran ini memiliki banyak macam atau tipe. Salah satu tipe yang bisa di gunakan adalah tipe jigsaw. Beberapa penelitian terdahulu tentang pembelajaran kooperatif tipe tipe jigsaw menjelaskan bahwa setiap anggota memiliki peran sehingga setiap anggota kelompok akan bertanggung jawab pada tugas-tugas yang dibebankan kepadanya lalu siswa berbagi pengetahuan dan informasi dengan teman-temannya yang lain. Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw menempatkan siswa dalam kelompokkelompok sejumlah 4-5 orang siswa yang heterogen baik dari jenis kelamin, kemampuan berpikir, latar belakang ekonomi dan lain sebagainya. Hal ini bertujuan agar lewat keberagaman, siswa dapat saling berbagi kelebihan yang dimiliki sehingga

(25) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 6 siswa tidak hanya belajar dari buku saja melainkan melalui teman-temannya. Banyak penelitian terdahulu yang membahas mengenai penggunaan model pembelajaran kooperatif khususnya tipe jigsaw. Penelitian yang diadakan Mustamiin (2013:3) melihat bahwa pembelajaran IPS masih banyak menggunakan model pembelajaran konvensional sehingga kurang meningkatkan motivasi berprestasi siswa. kemudian penelitian ini melihat bahwa penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw ternyata terdapat perbedaan motivasi dan hasil belajar siswa yang signifikan antara kelompok siswa yang menggunakan model pembelajaran konvensional dan kelompok siswa yang menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw. Motivasi dan hasil belajar siswa yang menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw ternyata lebih tinggi daripada siswa yang menggunakan model pembelajaran konvensional. Tidak berbeda jauh dengan penelitian yang dilakukan Gusti Bagus Wacika (2013:11) yang meneliti tentang pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw terhadap hasil belajar IPS ditinjau dari sikap sosial dalam pembelajaran IPS. Kesimpulan dari penelitian ini kurang lebih juga sama yaitu terdapat pengaruh hasil belajar IPS yang signifikan antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw dengan siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran konvensional. Berdasarkan penelitian-penelitian yang sudah ada, kebanyakan peneliti memilih meneliti tentang model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw secara umum atau di

(26) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 7 sebut tipe jigsaw I. Model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw di bagi menjadi tiga tipe yaitu tipe jigsaw I, tipe Jigsaw II, dan tipe Jigsaw III. Berdasarkan pengamatan, penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II dengan berbagai macam kekhasannya masih jarang ditemui di sekolah-sekolah dasar. Oleh karena itu peneliti tertarik untuk melihat perbedaan prestasi belajar IPS siswa kelas IV SD antara kelas atas penerapan model pembelajaran kooperatif khususnya tipe Jigsaw II dan kelas yang tidak menerapkannya. Berdasarkan permasalahan pembelajaran IPS yang telah dipaparkan diatas dan diperkuat dengan penelitian-penelitian yang terdahulu maka peneliti tertarik mengangkat topik mengenai “ Perbedaan Prestasi Belajar IPS Siswa Kelas IV SD atas Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif tipe Jigsaw II.” 1.2 Pembatasan Masalah Peneliti membatasi penelitian ini pada perbedaan prestasi belajar IPS siswa kelas IV SD atas penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II dalam mata pelajaran IPS kelas IV semester 2 kompetensi dasar 2.1 mengenai mengenal aktivitas ekonomi yang berkaitan dengan sumber daya alam dan potensi lain di daerahnya. 1.3 Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang di atas, maka rumusan masalah yang diajukan dalam penelitian ini yaitu apakah terdapat perbedaan prestasi belajar IPS siswa kelas IV SD antara kelompok yang menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II dan kelompok yang tidak menerapkannya ?

(27) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 8 1.4 Tujuan Penelitian Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan prestasi belajar IPS siswa kelas IV SD atas penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II. 1.5 Manfaat Penelitian 1.5.1 Manfaat Teoritis 1.5.1.1 Memberikan informasi kepada pihak-pihak yang berkepentingan mengenai pengaruh penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II terhadap prestasi belajar IPS. 1.5.1.2 Memberikan sumbangan bagi dunia pendidikan mengenai model pembelajaran yang efektif dalam meningkatkan prestasi belajar siswa. 1.5.2 Manfaat Praktis 1.5.1.1 Memberikan manfaat bagi orang tua maupun pendidik dan pihak sekolah mengenai pembelajaran kooperatif sehingga dapat memberikan dukungan positif pada siswa. 1.5.2.2 Memotivasi guru agar mampu memanfaatkan dengan maksimal model-model pembelajaran yang ada untuk meningkatkan prestasi siswa.

(28) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Kajian Teori 2.1.1 Belajar 2.1.1.1 Pengertian Belajar Belajar adalah kata yang sudah ada sejak dahulu dalam masyarakat. Pengertian para ahli tentang belajar juga beragam tergantung dari bidang dan keahlian masing-masing. Para penulis umumnya mendefinisikan belajar sebagai suatu perubahan tingkah laku dalam diri seseorang yang relatif menetap sebagai hasil dari sebuah pengalaman. Bahri (2011:13) mengartikan belajar sebagai serangkaian kegiatan baik jiwa maupun raga yang bertujuan memperoleh perubahan tingkah laku sebagai hasil dari pengalaman dan interaksi dengan lingkungan yang menyangkut tiga ranah yaitu kognitif, afektif, dan psikomotor maka dari itu belajar adalah suatu proses. Proses yang dimaksud adalah suatu kegiatan dan bukan merupakan suatu hasil atau tujuan dimana belajar tidak hanya soal mengingat tapi juga pengalaman (Hamalik, 200:27). Belajar juga merupakan sebuah proses yang kompleks seperti dikemukakan bertambahnya Siregar jumlah (2010:4) dimana pengetahuan, terkandung adanya beberapa kemampuan aspek mengingat yang yaitu dan mereproduksi, adanya penerapan pengetahuan, menyimpulkan makna, menafsirkan dan mengaitkannya dengan realitas, serta adanya perubahan sebagai pribadi. Pengertian belajar sekarang jauh berbeda dengan pengertian lama tentang belajar 9

(29) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 10 seperti yang diungkapkan Hamalik (200:28) yang menyatakan bahwa belajar adalah memperoleh pengetahuan serta latihan pembentukan kebiasaan secara otomatis. Seperti yang dikemukakan diatas, pengertian belajar lebih tertuju pada proses dan bukan pada hasil semata. Hal tersebut diperkuat dengan pendapat Suyono dan Hariyanto (2011:9) tentang belajar merupakan suatu aktivitas atau suatu proses untuk mendapatkan pengetahuan, meningkatkan keterampilan memperbaiki perilaku, sikap, dan mengokohkan kepribadian. Berdasarkan berbagai perspektif atau pandangan para ahli mengenai pengertian belajar maka dapat disimpulkan bahwa belajar adalah suatu aktivitas mental yang berlangsung melalui interaksi dengan lingkungan sehingga menghasilkan perubahan. Aktivitas mental yang dialami merupakan suatu proses untuk memperoleh pengetahuan, meningkatkan keterampilan, memperbaiki perilaku, sikap, dan mengokohkan keprobadian. Seperti yang telah dijelaskan bahwa belajar mengakibatkan perubahan terhadap tingkah laku maka beberapa perubahan yang terjadi dalam belajar diantaranya perubahan yang terjadi secara sadar, perubahan dalam belajar yang bersifat fungsional, perubahan dalam belajar yang bersifat positif dan aktif, perubahan dalam belajar bukan bersifat sementara, perubahan dalam belajar bertujuan atau terarah, dan perubahan mencakup seluruh aspek tingkah laku (Bahri, 2002:15). Perubahan yang terjadi secara sadar maksudnya adalah setiap individu menyadari bahwa telah terjadi perubahan dalam dirinya entah itu pengetahuan yang bertambah, keterampilan yang bertambah ataupun kecakapan yang bertambah. Siregar (2011: 5) menyatakan bahwa perubahan tersebut mencakup 3 aspek yaitu pengetahuan (kognitif), keterampilan

(30) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 11 (psikomotor), maupun nilai dan sikap (afektif). Perubahan dalam belajar juga bersifat fungsional maksudnya perubahan terjadi terus menerus dalam diri individu, tidak berlangsung sesaat saja melainkan menetap dan dapat disimpan. Selanjutnya perubahan dalam belajar juga bersifat positif dan aktif dimana perubahan tersebut akan tertuju pada sesuatu yang lebih baik dari sebelumnya. Maka dari itu perubahan dalam belajar tidak terjadi begitu saja melainkan melalui usaha dan interaksi yang baik dengan lingkungan dan tidak semata-mata dikarenakan pertumbuhan fisik atau kedewasaan, kelelahan ataupun sakit. Perubahan dalam belajar akan bersifat menetap atau permanen dimana tingkah laku yang terjadi setelah belajar akan bersifat menetap. Perubahan tingkah laku ini juga terjadi karena adanya tujuan yang dicapai. Hal tersebut tumbuh dari motivasi individu yang berkelanjutan yang memiliki tujuan dan merupakan suatu kebutuhan (Hamalik, 2003:31). Perubahan dalam belajar akan mencakup seluruh aspek tingkah laku dimana jika seseorang belajar sesuatu maka ia akan mengalami perubahan tingkah laku secara menyeluruh baik dalam hal sikap kebiasaan, keterampilan, pengetahuan, dan sebagainya. 2.1.1.2 Prestasi Belajar Prestasi belajar merupakan bagian dari belajar itu sendiri dimana belajar merupakan suatu proses dan hasil dari proses tersebut adalah prestasi belajar. Menurut Arifin (2009:12) prestasi belajar berbeda dengan hasil belajar dimana prestasi belajar berhubungan dengan aspek pengetahuan sedangkan hasil belajar meliputi pembentukan watak siswa. Menurut Arifin (dalam Purnomo, 2012: 19)

(31) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 12 prestasi belajar adalah kemampuan, keterampilan serta sikap seseorang dalam menyelesaikan masalah dalam bidang pendidikan. Hal tersebut sejalan dengan pendapat Winkel (dalam Hartanto, 2011:9) tentang prestasi belajar yaitu suatu bukti dari keberhasilan siswa dalam belajar sesuai dengan bobot yang dicapainya. Masidjo (dalam Wahyu, 2010:8) mengemukakan bahwa prestasi adalah hasil dari proses belajar yang memiliki kekhasan dan dilakukan dengan sengaja sebagai hasil dari pengukuran proses belajar. Pengukuran proses pembelajaran tersebut dilaksanakan dalam suatu tes evaluasi hasil belajar. Berdasarkan beberapa pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa prestasi belajar adalah hasil yang telah dicapai siswa berdasarkan kemampuan siswa setelah mengikuti proses belajar mengajar yang mengakibatkan perubahan dari individu sebagai hasil dari apa yang telah dipelajari yang merupakan pengalaman yang bermakna. 2.1.2 Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw II 2.1.2.1 Pengertian Model Pembelajaran Kooperatif Adanya model pembelajaran kooperatif didasari falsafah yang menekankan bahwa manusia adalah mahkluk sosial. Seperti yang diutarakan Lie (2002:28) dimana kerjasama merupakan kebutuhan yang sangat penting bagi kelangsungan makhluk hidup. Slavin (2005) menyatakan bahwa belajar kooperatif adalah kegiatan belajar siswa bersama, saling menyumbangkan pikiran, dan memiliki tanggung jawab dalam pencapaian hasil belajar baik secara individu maupun kelompok. Belajar kooperatif menggalakkan siswa agar berinteraksi secara aktif dan positif dalam kelompok.

(32) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 13 Trianto (2009:56) mengemukakan bahwa pembelajaran kooperatif merupakan kegiatan belajar dimana siswa dikelompokkan dalam kelompok-kelompok kecil yang terdiri dari 4-6 orang siswa yang sederajat namun heterogen baik dari segi kemampuan, jenis kelamin, suku atau ras, dan diharapkan satu sama lain dapat saling membantu dan melengkapi. Artzt dan Newman (dalam Trianto, 2009) menyatakan bahawa dalam belajar kooperatif siswa melakukan kerja sama sebagai satu kelompok atau satu tim dan menyelesaikan tugas-tugas kelompok dan memiliki tujuan yang sama. Pembelajaran kooperatif bergantung pada efektivitas kelompok-kolompok siswa tersebut. Dalam pembelajaran ini guru diharapkan mampu membentuk kelompok-kelompok kooperatif dengan berhati-hati agar semua anggota dapat bekerjasama untuk memaksimalkan kemampuannya sendiri dan juga teman-teman satu kelompok. Singkatnya, model pembelajaran kooperatif mengacu pada model pembelajaran yang mengarahkan siswa untuk bekerjasama dalam kelompok kecil dan saling membantu dalam belajar. Pembelajaran kooperatif berlandaskan teori konstruktivisme dimana pembelajaran ini muncul dari konsep bahwa siswa akan lebih mudah memahami sesuatu yang sulit apabila mereka saling berbagi dan berdiskusi dengan temannya. Melalui pembelajaran kooperatif siswa belajar keterampilanketerampilan khusus agar dapat bekerjasama dengan baik di dalam kelompoknya. Keterampilan-keterampilan tersebut misalnya menjadi pendengar yang aktif dan mampu memberikan penjelasan kepada temannya dengan baik.

(33) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 14 2.1.2.2 Tujuan Pembelajaran Kooperatif Menurut Ibrahim (2000) model pembelajaran kooperatif memiliki tiga tujuan pembelajaran yaitu hasil belajar akademik, penerimaan terhadap perbedaan individu,dan pengembangan keterampilan sosial. Pokok utama dari pembelajaran kooperatif adalah siswa bekerja sama untuk belajar dan bertanggung jawab pada kemajuan belajar temannya. Belajar kooperatif menekankan pada tujuan dan kesuksesan kelompok bukan hanya individu sehingga hanya dapat dicapai apabila semua anggota kelompok dapat menguasai materi dan mencapai tujuan. Johnson (dalam Trianto, 2009: 57) menyatakan bahwa tujuan pokok dari belajar kooperatif adalah memaksimalkan belajar siswa untuk meningkatkan prestasi terutama dalam bidang akademik serta pemahaman pengetahuan baik secara individu maupun kelompok. Selain itu dalam belajar kooperatif siswa dapat belajar memperbaiki hubungan antar para siswa dengan latar belakang berbeda dan mampu lebih mengenal dan saling menghargai satu sama lain. 2.1.2.3 Prinsip Pembelajaran Kooperatif Menurut Roger dan David Johnson (dalam Anita Lie, 2010:31) terdapat lima unsur yang menjadi prinsip model pembelajaran kooperatif untuk mencapai hasil yang maksimal. Lima unsur tersebut adalah saling ketergantungan positif, tanggung jawab perseorangan, tatap muka, komunikasi antar anggota, dan evaluasi proses kelompok. Unsur pertama yaitu mengenai saling ketergantungan positif adalah keberhasilan suatu karya sangat bergantung pada usaha dan tanggung jawab setiap

(34) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 15 anggota dalam kelompok. Maka dari itu setiap anggota kelompok merasa terikat dan memiliki ketergantungan positif. Unsur selanjutnya adalah tanggung jawab perseorangan yaitu setiap anggota memiliki tanggung jawab untuk menguasai materi sebab keberhasilan kelompok juga ditentukan dari seberapa besar sumbangan yang diberikan setiap individunya. Tatap muka adalah unsur model pembelajaran kooperatif selanjutnya dimana dalam belajar kelompok setiap individu harus memiliki kesempatan bertemu atau bertatap muka dan melakukan diskusi. Selanjutnya adalah komunikasi antar anggota dimana setiap individu akan saling bertatap muka maka keterampilan berkomunikasi sangatlah penting. Unsur terakhir adalah evaluasi proses kelompok untuk melihat sejauh mana keberhasilan belajar dalam kelompok melalui proses kerja kelompok. 2.1.2.4 Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw II 1. Definisi model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II Salah satu tipe model pembelajaran kooperatif adalah jigsaw. Pola cara kerja tipe jigsaw adalah zigzag (seperti gergaji) dimana siswa melakukan suatu kegiatan belajar dengan cara bekerja sama dengan siswa lain. Secara umum tipe jigsaw ini mengelompokkan siswa dalam kelompok kecil yang terdiri dari 4 sampai 6 orang yamg heterogen, saling bekerjasama, ketergantungan positif, serta bertanggung jawab. Lie (2010: 69) menjelaskan bahwa teknik jigsaw biasa digunakan dengan mengkombinasikan keterampilan membaca, menulis, mendengarkan, ataupun berbicara. Teknik jigsaw ini juga bisa digunakan dalam beberapa mata pelajaran

(35) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 16 seperti Ilmu Pengetahuan Alam, Ilmu Pengetahuan Sosial, Matematika, Agama, dan Bahasa. Dalam teknik jigsaw guru harus memperhatikan karakteristik siswa dan menciptakan pembelajaran yang lebih bermakna. Selain itu dengan kerja kelompok siswa mempunyai banyak kesempatan untuk memperoleh informaasi dan meningkatkan keterampilan berkomunikasi. Menurut Mel Siberman (2001: 60) teknik jigsaw adalah teknik yang memiliki kesamaan dengan teknik pertukaran dari kelompok ke kelompok dan yang membedakan adalah setiap siswa ditugaskan menguasai materi dan mengajarkan materi tersebut. Kemudian setiap peserta didik mengkombinasikan materi yang telah dikuasai dengan materi yang dipelajari dari peserta didik lainnya. Tipe jigsaw ini dikembangkan oleh Elliot Aronson dan diadaptasi oleh Slavin. Gambaran umum kegiatan pembelajaran menggunakan teknik jigsaw adalah langkah pertama siswa dibagi menjadi beberapa kelompok yang setiap kelompoknya beranggotakan 5-6 orang. Materi yang diberikan kepada siswa berupa teks yang telah dibagi-bagi menjadi beberapa subbab. Kemudian setiap anggota kelompok ditugaskan membaca subbab dan bertanggung jawab untuk mempelajarinya. Anggota kelompok lain yang mempelajari subbab yang sama kemudian bertemu dan membentuk kelompok yang disebut kelompok ahli dan mendiskusikannya. Selanjutnya setiap anggota kelompok ahli kembali ke kelompok asal dan bertugas mengajar temantemannya. Pada akhir kegiatan ini siswa akan dikenai tagihan berupa kuis.

(36) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 17 Teknik jigsaw memiliki beberapa tipe yaitu tipe jigsaw I, Jigsaw II, dan Jigsaw III. Pada penelitian ini tipe jigsaw yang akan dibahas adalah tipe Jigsaw II. Jigsaw tipe II yang dikembangkan oleh Slavin memiliki sedikit perbedaan. Menurut Slavin ( 2008:237) Jigsaw II dapat digunakan apabila materi yang akan dibahas adalah yang berbentuk narasi tertulis. Teknik jigsaw ini dianggap paling sesuai dengan subjek-subjek seperti pelajaran ilmu sosial, literatur, atau ilmu pengetahuan ilmiah yang tujuan pembelajarannya lebih menekankan pada penguasaan konsep daripada penguasaan kemampuan. Sumber belajar dalam Jigsaw II ini biasanya berupa sebuah bab, cerita, biografi ataupun materi-materi narasi atau deskripsi serupa. Secara umum siswa dikelompokkan secara heterogen dalam segi kemampuan. Hal yang paling mendasari perbedaan tipe jigsaw I dan II adalah jika jigsaw I awalnya siswa hanya belajar konsep tertentu yang akan menjadi spesialisasinya sementara konsep-konsep yang lainnya ia dapatkan melalui diskusi dengan teman kelompoknya. Namun pada Jigsaw II setiap siswa memperoleh kesempatan belajar secara keseluruhan sebelum ia belajar spesialisasinya untuk mejadi ahli atau expert. Hal tersebut bertujuan untuk memperoleh gambaran umum dan menyeluruh mengenai konsep yang akan dibicarakan. Setelah siswa melalui proses belajar maka diakhir kegiatan, para siswa akan mengikuti kuis yang akan menjadi skor tim. Kontribusi setiap individu sangat berpengaruh dalam keberhasilan kelompok sehingga kelompok yang memperoleh skor tertinggi akan mendapatkan reward dalam bentuk sertifikat ataupun bentuk lainnya. Dengan adanya reward siswa dapat

(37) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 18 termotivasi untuk dapat mempelajari materi dengan baik dan mau bekerja keras dalam kelompok ahli supaya dapat membantu kelompoknya melakukan tugas dengan baik. Setiap siswa bergantung pada teman satu timnya untuk mendapatkan informasi yang diperlukan supaya saat penilaian mendapatkan hasil yang baik. 2. Langkah-langkah pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II Trianto (2009:74) mengemukakan langkah-langkah dalam pembelajaran Jigsaw II menjadi enam langkah yaitu orientasi, pengelompokan, pembentukan dan pembinaan kelompok expert, diskusi kelompok ahli dalam grup, tes (penilaian), dan pengakuan kelompok. Langkah pertama adalah orientasi dimana guru menyampaikan tujuan dari pembelajaran yang akan diberikan kepada siswa. Guru juga memberikan penekanan tentang manfaat dari belajar menggunakan teknik Jigsaw II. Selain itu pada langkah orientasi ini guru juga harus memotivasi siswa agar percaya diri, mau kritis, bisa bekerjasama dan menghargai teman dalam kelompok. Seluruh peserta didik kemudian diminta mempelajari konsep secara keseluruhan untuk mendapat gambaran menyeluruh tentang konsep yang akan dipelajari. Hal ini bisa dilakukan dirumah untuk menjadi tugas siswa, bisa pula dilakukan disekolah. Langkah kedua adalah pengelompokan siswa dengan memperhatikan kemampuan siswa agar setiap kelompok heterogen dimana dalam satu kelompok terdapat siswa yang kemampuannya sangat baik, baik, sedang, dan rendah. Misalkan

(38) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 19 saja dalam satu kelas akan di bagi menjadi 5 kelompok yaitu kelompok A,B,C,D,dan E dimana setiap kelompok berjumlah 4 siswa (apabila jumlah siswa dalam satu kelas ada 20). Pembagian kelompok yang dilakukan secara heterogen dilakukan dengan cara memberi indeks 1 pada siswa dalam kelompok yang sangat baik, indeks 2 untuk kelompok baik, indeks 3 untuk kelompok sedang, dan indeks 4 untuk kelompok rendah. Pemberian indeks tersebut didasarkan pada rangking atas kemampuan siswa yang sudah guru buat sebelumnya.Berikut adalah gambaran pengelompokan siswa: Grup A (A1, A2, A3, A4) Grup B (B1, B2, B3, B4) Grup C (C1, C2, C3, C4) Grup D (D1, D2, D3, D4) Grup E (E1, E2, E3, E4) Selanjutnya kelompok tersebut dipecah menjadi kelompok expert yang merupakan langkah ke tiga dalam teknik Jigsaw II. Kelompok expert atau kelompok ahli merupakan pecahan dari kelompok asal yang akan mempelajari materi yang akan dibina hingga menjadi ahli, berdasarkan indeks kemampuannya.

(39) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 20 Kelompok 1 {A1, B1, C1, D1, E1} Kelompok 2 {A2, B2, C2, D2, E2} Kelompok 3 {A3, B3, C3, D3, E3} Kelompok 4 {A4, B4, C4, D4, E4} Tentunya setiap kelompok diharapkan bisa belajar topik yang didapat dengan sebaik mungkin sebelum kembali ke kelompok asal sebagai tim ahli dan peran pendidik sangat penting pada tahap ini. Dalam diskusi kelompok ahli, guru menunjuk seorang pemimpin diskusi pada masing-masing kelompok. Pemimpin diskusi tidaklah harus berasal dari siswa yang memiliki kemampuan sangat baik tetapi semua siswa mendapatkan kesempatan yang sama. Tugas pemimpin diskusi adalah memoderatori diskusi, menunjuk anggota kelompok yang mengangkat tangan dan berusaha untuk melihat bahwa setiap anggota telah berpartisipasi dengan baik. Berikan waktu secukupnya untuk kelompok ahli mendiskusikan topik-topik mereka dan dalam diskusi, mereka harus bisa saling bertukar informasi serta harus mencatat semua poin penting yang telah didiskusikan. Guru harus mengamati jalannya diskusi dan menyempatkan diri mendatangi setiap kelompok untuk membantu menjawab pertanyaan-pertanyaan dan meluruskan kesalah pahaman.

(40) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 21 Langkah selanjutnya adalah diskusi kelompok ahli dalam grup dimana para siswa harus kembali dari diskusi kelompok ahli mereka dan bersiap mengajarkan topik mereka kepada teman-teman satu timnya. Guru kemudian mempersilakan anggota kelompok untuk mempresentasikan keahliannya kepada kelompoknya masing-masing. Dalam tahap ini diharapkan terjadi proses sharing pengetahuan antar siswa. Guru harus menekankan pada siswa bahwa mereka memiliki tanggung jawab untuk mengajarkan teman-temannya dengan baik dan juga menjadi pendengar yang baik . setiap anggota harus benar-benar menguasai konsep yang dipelajari sehingga diskusi tidak akan diakhiri apabila ada siswa yang belum paham atau belum menguasai konsep tersebut. Perlu diperhatikan juga bahwa pembicaraan dalam diskusi harus dilakukan secara pelan sehingga tidak mengganggu grup lain. Apabila diskusi sudah selesai makan dapat diakhiri dengan “merayakannya” agar siswa merasa memperoleh kepuasan. Kegiatan perayaan yang dimaksud bisa bermacammacam tergantung situasi kelas misalnya saja dengan bernyanyi bersama. Kemudian berlanjut ke tahap berikutnya yaitu tes atau penilaian yang dilakukan secara individu dalam bentuk tes tertulis. Isi dari tes tersebut harus memuat seluruh konsep yang didiskusikan. Siswa tidak diperbolehkan bekerjasama dalam tes ini dan jika mungkin setiap tempat duduk diberi jarak. Setelah dilakukan tes atau penilaian maka pada tahap selanjutnya setiap individu atau mendapatkan skor peningkatan. Skor ini tidak didasarkan pada skor akhir yang diperoleh siswa

(41) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 22 melainkan pada seberapa jauh skor melampaui skor rata-rata sebelumnya. Setiap siswa memberikan kontribusi dalam menyumbangkan skor dalam kelompoknya. 3. Kelebihan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II Pembelajaran kooperatif tipe jigsaw II apabila di bandingkan dengan tipe jigsaw terdahulu atau tipe jigsaw I yang yang diadaptasi dari Elliot dan Aronson dan dimodifikasi oleh Slavin menjadi lebih praktis dan mudah. Dalam jigsaw I para siswa membaca bagian-bagian yang berbeda dengan yang dibaca oleh teman satu timnya. Hal ini dimaksudkan dengan tujuan agar para ahli menguasai informasi yang unik, sehingga membuat tim menghargai kontribusi anggotanya. Akan tetapi terkadang hal tersebut tidak efektif dikarenakan siswa tidak memiliki gambaran umum tentang keseluruhan materi yang dipelajarinya. Menurut Slavin (2008:245) kelebihan dari Jigsaw II adalah seluruh siswa membaca semua materi terlebih dahulu sehingga akan membuat konsep-konsep yang telah disatukan menjadi lebih mudah untuk dipahami. Selain itu jigsaw I menuntut siswa untuk menuliskan kembali tiap bagian agar dapat dapat memahami materi dan hal tersebut merupakan kebalikan dari Jigsaw II. Kelebihan lain dari penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw II adalah selalu ada perayaan disetiap kegiatannya. Perayaan tersebut dimaksudkan sebagai bentuk penghargaan atau reward atas usaha siswa saat berdinamika dalam kelompok.

(42) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 23 2.1.3 Pembelajaran IPS menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II Mata pelajaran IPS memiliki cakupan materi yang luas dan pada umumnya berupa sekumpulan teori maupun permasalahan-permasalahan yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Seringkali hal ini menjadi kendala bagi guru untuk memberikan pengajaran yang efektif dan dapat dipahami siswa karena cakupannya yang luas. Salah satu model pembelajaran yang dapat dimanfaatkan guru adalah model pembelajaran kooperatif karena model pembelajaran ini memberikan kesempatan bagi siswa mendapatkan pengalaman langsung dalam menerapkan ideide mereka. Model pembelajaran kooperatif memungkinkan komunikasi banyak arah yang memungkinkan terjadinya aktivitas dan kreativitas. Model pembelajaran ini peneliti terapkan dalam pembelajaran di kelas IV SD Kanisius Sorowajan untuk melihat apakah terdapat perbedaan perbedaan prestasi belajar IPS siswa kelas IV SD dengan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II. Peneliti menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II pada matapelajaran IPS pada materi mengenal aktivitas ekonomi yang berkaitan dengan sumber daya alam dan potensi lain di daerahnya. Materi ini memiliki cakupan yang luas dan berupa narasi sehingga model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II ini sesuai untuk digunakan pada materi ini. Adapun gambaran langkah-langkah kegiatan pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II menurut Trianto (2009:74) yang peneliti terapkan dalam kelas atau kelompok eksperimen pada pertemuan pertama adalah sebagai berikut :

(43) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 24 2.1.3.1 Orientasi Langkah pertama adalah orientasi dimana guru menyampaikan tujuan dari pembelajaran yang akan diberikan kepada siswa yaitu mengenai mengenal aktivitas ekonomi yang berkaitan dengan sumber daya alam dan potensi lain di daerahnya. Guru memberikan pemahaman kepada siswa tentang penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II ini. Kemudian guru memberi motivasi kepada siswa sebelum memulai kegiatan pembelajaran. Sebelum masuk kedalam kegiatan kelompok, seluruh siswa diberi kesempatan untuk mempelajari konsep secara keseluruhan agar memperoleh gambaran yang menyeluruh mengenai materi yang ia pelajari. 2.1.3.2 Pengelompokan Siswa dikelompokkan berdasarkan taraf kemampuannya dan cakupan materi yang dipelajari. Jumlah siswa pada kelompok atau kelas eksperimen ada 28 siswa dan Kelas menjadi 6 kelompok berdasarkan materi yang telah di bagi. Adapun pembagian materi pada pertemuan pertama adalah sebagai berikut : (1) Sumber daya alam yang dapat diperbarui, (2) sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui, (3) persebaran sumber daya alam di Indonesia berupa bahan galian logam, (4) persebaran sumber daya alam di Indonesia yang berupa bahan galian non logam, (5) persebaran sumber daya alam di Indonesia yang berupa hasil pertanian.

(44) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 25 2.1.3.3 Pembentukan dan pembinaan kelompok ahli (expert) Siswa membentuk kelompok ahli (expert) dengan format sebagai berikut : Ahli 1 Ahli 2 111111 222222 Ahli 4 Ahli 5 444444 555555 Ahli 3 333333 Siswa kemudian berdiskusi dalam kelompok ahli dengan bagian materi yang menjadi tugas dari masing-masing anggota kelompok. 2.1.3.4 Diskusi (pemaparan) kelompok ahli dalam grup Siswa dalam kelompok ahli kemudian kembali ke kelompok asal dan mengkomunikasikan hasil diskusi mereka dalam kelompok ahli secara bergantian. Siswa harus mampu menjelaskan bagian materinya dengan baik sehingga anggota kelompok yang lain dapat memahami materi tersebut. 2.1.3.5 Tes (penilaian) Pada bagian ini guru mengadakan tanya jawab dengan siswa mengenai hal-hal yang belum dipahami siswa. Guru memberikan penguatan kepada siswa, meluruskan kesalahpahaman, kemudian bersama-sama siswa menyimpulkan materi yang mereka

(45) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 26 pelajari hari ini. Guru kemudian membagikan lembar evaluasi yang dikerjakan secara individu dan memberikan penilaian atau pencapaian skor setiap kelompok. 2.1.3.6 Pengakuan kelompok Guru memberikan penghargaan kepada kelompok yang mendapat skor tertinggi berupa poin yang akan ditotal dan dikumpulkan pada pertemuan terakhir untuk ditukarkan dengan hadiah. Skor tersebut didapatkan evaluasi individu maupu peningkatan hasil dari kelompok. Pelaksanaan pembelajaran pada pertemuan kedua dan pertemuan ketiga memiliki langkah-langkah yang hampir sama dengan pertemuan pertama. Hal yang membedakan adalah materi yang dibahas dan kegiatan perayaan atau pemberian hadiah yang dilakukan pada pertemuan terakhir atau pertemuan ketiga. Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II memungkinkan siswa untuk mengenal materi dan memahami kosep materi secara keseluruhan. Selain itu adanya diskusi dalam kelompok dan sistem kompetisi antar kelompok tentunya memicu siswa untuk dapat mencapai hasil yang lebih baik sehingga meningkatkan prestasi belajar siswa. 2.1.4 Hakekat Pembelajaran IPS di SD 2.1.4.1 Pengertian IPS IPS merupakan bidang ilmu yang mendalami tentang keadaan sosial yang mencakup politik, ekonomi, budaya, kehidupan masyarakat pada masa lalu, masa

(46) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 27 sekarang dan masa depan. Ilmu Pengetahuan Sosial berkaitan dengan manusia yang merupakan makhluk sosial yang membutuhkan satu sama lain untuk bertahan hidup. Supardi (2011:21) menyatakan ilmu sosial pada dasarnya merupakan ilmu yang mempelajari perilaku dan aktivitas manusia dalam kehidupan bersama. Obyek dari ilmu sosial adalah manusia dan hubungannya dengan lingkungannya. Ilmu sosial mengkaji perilaku manusia yang bermacam-macam dan semua perilaku tersebut merupakan gejala sosial yang menjadi wilayah kajian utama ilmu-ilmu sosial. Ralf Dahrendorf (dalam Supardan, 2008: 30) menjelaskan bahwa ilmu sosial merupakan suatu konsep yang ambisius tentang seperangkat disiplin akademik yang memberikan perhatian pada aspek kemasyarakatan. IPS merupakan mata pelajaran yang memadukan konsep-konsep dasar dari berbagai ilmu sosial diantaranya ilmu geografi, sejarah, sosiologi, ekonomi, politik dan pemerintahan, antropologi, serta psikologi. IPS sendiri diartikan sebagai kumpulan fakta dan peristiwa yang berkaitan dengan perilaku manusia untuk membangun dirinya, masyarakat, bangsa, dan lingkungannya yang didasarkan pada pengalaman masa lalu yang menjadi pelajaran untuk masa kini, dan antisipasi untuk masa yang akan mendatang. Secara umum ilmu pengetahuan sosial berhubungan dengan kehidupan manusia untuk memenuhi kebutuhannya dalam rangka mempertahankan kesejahteraan diri dan juga sesama dalam kehidupan bermasyarakat.

(47) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 28 2.1.4.2 Tujuan Pembelajaran IPS di SD Tujuan mata pelajaran IPS di SD sebagaimana dijabarkan dalam Standar Kompetensi Kurikulum 2004 antara lain: 1. Mengenal konsep-konsep yang berkaitan dengan kehidupan masyarakat dan lingkungannya. 2. Memiliki kemampuan dasar untuk berpikir logis dan kritis, rasa ingin tahu, inkuiri, memecahkan masalah, dan keterampilan dalam kehidupan sosial. 3. Memiliki komitmen dan kesadaran terhadap nilai-nilai sosial dan kemanusiaan. 4. Memiliki kemampuan berkomunikasi, bekerjasama dan berkompetisi dalam masyarakat yang majemuk, di tingkat lokal, nasional, dan global. 2.1.4.3 Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar Dalam penelitian ini akan dibahas materi kelas IV semester 2 mengenai aktivitas ekonomi yang berkaitan dengan sumber daya alam dengan standar kompetensi dan kompetensi dasar sebagai berikut: 1. Standar Kompetensi Mengenal sumber daya alam, kegiatan ekonomi, dan kemajuan teknologi di lingkungan kabupaten/kota dan provinsi 2. Kompetensi Dasar Mengenal aktivitas ekonomi yang berkaitan dengan sumber daya alam dan potensi lain di daerahnya.

(48) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 29 2.1.4.4 Materi Ajar Materi yang akan dibahas dalam penelitian ini adalah aktivitas ekonomi yang berkaitan dengan sumber daya alam dan potensi lain didaerahnya. 1. Pengertian Sumber Daya Alam Sadiman (2008:29) menjelaskan bahwa sumber daya alam merupakan kekayaan alam di suatu tempat yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup. Berbagai jenis tumbuhan, hewan dan barang tambang termasuk sumber daya alam. Setiap daerah memiliki sumber daya alam.Sumber daya alam begitu banyak jenisnya. Semuanya bermanfaat bagi manusia. Secara umum sumber daya alam dibagi menjadi dua, yaitu sumber daya alam yang dapat diperbarui dan sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui: 2. Sumber Daya Alam yang Dapat Diperbarui Sumber daya alam yang dapat diperbarui yaitu sumber daya alam yang dapat dihasilkan kembali (dilestarikan) setelah kita menggunakannya. Contohnya adalah berbagai jenis hewan dan tumbuhan. Sumber daya alam yang selalu tersedia setiap saat di alam juga termasuk sumber daya alam yang dapat diperbarui.

(49) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 30 3. Sumber Daya Alam yang Tidak Dapat Diperbarui Sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui yaitu sumber daya alam yang tidak dapat kita hasilkan kembali setelah kita menggunakannya. Sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui ada yang dapat dihasilkan kembali namun membutuhkan waktu yang sangat lama. Sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui dapat dibedakan menjadi tiga, yakni sebagai berikut: a. Sumber daya alam mineral logam b. Sumber daya alam mineral bukan logam (batu-batuan) c. Sumber daya energi 4. Pemanfaatan Sumber Daya Alam untuk Kegiatan Ekonomi Semua sumber daya alam bermanfaat bagi manusia untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Kegiatan manusia untuk memenuhi kebutuhan hidup dinamakan kegiatan ekonomi. Manusia melakukan berbagai jenis usaha dalam memanfaatkan sumber daya alam. Sumber daya alam ada yang dapat dimanfaatkan atau dikonsumsi secara langsung. Namun ada pula sumber daya alam yang harus diolah terlebih dahulu. Maka dilakukanlah usaha pengolahan atau produksi. Seperti usaha mengolah sawah dan kebun, usaha kerajinan dan industri. Selain itu agar sumber daya alam dan hasil pengolahannya dapat tersebar di berbagai tempat dilakukan upaya distribusi. Usaha ini dinamakan usaha perdagangan

(50) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 31 5. Bentuk Kegiatan Ekonomi Bentuk-bentuk kegiatan ekonomi dalam memanfaatkan sumber daya alam antara lain Pertanian, perkebunan, perikanan, peternakan, kerajinan, perdagangan, perindustrian, jasa, dan pertambangan. 6. Pengaruh Kondisi Alam Terhadap Kegiatan Ekonomi Bentuk alam beserta sumber daya alam yang terdapat di dalamnya bepengaruh terhadap mata pencaharian masyarakat. Misalnya desa yang berupa dataran rendah yang tanahnya subur pada umumnya penduduknya bermata pencarian sebagai petani. Penduduk yang tinggal di pegunungan biasanya berkebun tanaman keras ataupun sayuran. Sedangkan penduduk yang tinggal di daerah pantai maka kebanyakan bermata pencaharian sebagai nelayan Penduduk yang tinggal di wilayah yang memiliki sumber bahan tambang, kebanyakan juga terlibat di proyek penambangan. 2.2 Kajian Penelitian Relevan Pada bagian ini akan di paparkan beberapa hasil penelitian yang relevan. 2.2.2 Penelitian yang dilakukan Olyn Suyanti Darmada, Ngurah Semara Putra, dan I Gede Meter dengan judul “Pengaruh Model Pembelajaran Cooperative Learning Tipe Jigsaw terhadap Hasil Belajar IPS Siswa Kelas IV di SDN 1 dan 2 Rendang “ bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar IPS antara siswa yang mengikuti

(51) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 32 model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw dengan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional. Penelitian eksperimen semu ini mengambil sampel penelitian sebanyak 88 orang dari seluruh siswa kelas IV SD Negeri 1 dan SD Negeri 2 Rendang di Kecamatan Rendang Kabupaten Karangasem. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw berbeda dengan siswa yang menggunakan pembelajaran konvensional. Selain dilihat dari ratarata hitung, ternyata kelompok eksperimen (siswa yang mengikuti model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw) memiliki nilai rata-rata lebih tinggi dari pada kelompok kontrol (siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional). Kesimpulan dari penelitian ini adalah penerapan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan hasil belajar IPS siswa yang dibuktikan dengan hasil belajar siswa kelas IV SD Negeri 2 Rendang selaku kelompok eksperimen yang menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw lebih tinggi daripada hasil belajar siswa kelas IV SD Negeri Rendang selaku kelompok kontrol yang menggunakan pembelajaran konvensional. 2.2.2 Penelitian yang dilakukan oleh I Gusti Bagus Wacika, Nyoman Dantes, dan I Wayan Lasmawan dengan judul “ Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw terhadap Hasil Belajar IPS ditinjau dari Sikap Sosial dalam Pembelajaran IPS pada Siswa Kelas V di SDN Panjer” bertujuan menguji pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw terhadap hasil belajar IPS ditinjau dari sikap sosial dalam pembelajaran IPS pada siswa kelas V SDN 4 Panjer. Penelitian yang menggunakan

(52) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 33 desain eksperimen ini memiliki tiga variabel yaitu model pembelajaran kooperatif jigsaw sebagai variabel bebas, sikap sosial sebagai variabel moderator, dan hasil belajar IPS sebagai variabel terikat. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar IPS antara siswa yang mengikuti model pembelajaran kooperatif jigsaw dengan siswa yang mengikuti model pembelajaran kovensional. Selain itu hasil belajar IPS antara siswa yang mengikuti pembelajaran kooperatif jigsaw lebih tinggi dari siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model konvensional setelah sikap sosial dikendalikan. Kesimpulan yang terakhir adalah terdapat kontribusi sikap sosial terhadap hasil belajar IPS siswa baik yang mengikuti pembelajaran kooperatif jigsaw maupun model pembelajaran konvensional. 2.2.3 Penelitian M. Zainal Mustamiin, I Wayan Lasmawan, dan I Nengah Bawa Atmaja yang berjudul “Pengaruh Penggunaan Model Cooperative Learning Tipe Jigsaw terhadap Hasil Belajar IPS ditinjau dari Motivasi Berprestasi” bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw terhadap hasil belajar IPS dan motivasi berprestasi. Penelitian yang melibatkan sampel sebanyak 80 orang siswa ini mendapatkan hasil analisis sebagai berikut. Pertama, terdapat perbedaan hasil belajar IPS antara kelompok siswa yang mengikuti model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw dengan kelompok yang mengikuti tipe konvensional. Kedua, terdapat pengaruh interaksi antara model pembelajaran dengan motivasi berprestasi terhadap hasil belajar IPS. Ketiga, terdapat perbedaan hasil belajar IPS antara siswa yang mengikuti model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw

(53) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 34 dengan siswa yang mengikuti model pembelajaran konvensional pada siswa yang memiliki motivasi berprestasi tinggi. Keempat, terdapat perbedaan hasil belajar IPS antara siswa yang mengikuti model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw dengan siswa yang mengikuti model konvensional pada siswa yang memiliki motivasi berprestasi rendah. 2.2.4 Penelitian Rochmad Noor Haryanta yang berjudul “Perbedaan Prestasi Belajar IPS siswa atas Penerapan Metode Kooperatif Tipe Jigsaw II”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada perbedaan dalam hal prestasi belajar IPS antara kelompok yang menggunakan metode kooperatif tipe Jigsaw II dan yang tidak menggunakan Jigsaw II. Penelitian ini melibatkan 29 orang sampel kelompok eksperimen dan 27 sampel kelompok kontrol. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa ada perbedaan yang signifikan dalam hal prestasi belajar IPS antara kelompok yang menggunakan metode kooperatif tipe Jigsaw II dan yang tidak mengunakan metode kooperatif tipe Jigsaw II. Hal tersebut dilihat dari harga sig. (2-tailed) adalah 0,000 atau < 0,05, maka Ho ditolak dan Hi diterima. Artinya terdapat perbedaan antara skor posttest pada kelompok eksperimen dan pada kelompok kontrol. Dapat dikatakan juga bahwa penggunaan metode kooperatif tipe Jigsaw II berpengaruh positif terhadap prestasi belajar. Hasil penelitian-penelitian diatas menunjukkan bahwa penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw memiliki pengaruh yang signifikan terhadap

(54) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 35 peningkatan hasil belajar IPS dimana terdapat perbedaan hasil belajar siswa yang mengikuti pembelajaran IPS menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw I maupun tipe jigsaw II dengan pembelajaran konvensional. Hal tersebut dibuktikan dengan hasil belajar siswa yang mengikuti pembelajaran menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw lebih tinggi daripada siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional.

(55) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 36 2.3 Literatur Map Olyn,dkk (2013) Pengaruh Model Pembelajaran Cooperative Learning Tipe Jigsaw terhadap Hasil Belajar IPS Siswa Kelas IV di SDN 1 dan 2 Rendang Wacika, dkk (2013) Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw terhadap Hasil Belajar IPS ditinjau dari Sikap Sosial dalam Pembelajaran IPS pada Siswa Kelas V di SDN Panjer yang perlu diteliti : Perbedaan Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw II terhadap Prestasi Belajar IPS Siswa Kelas IV SD Zainal, dkk (2013) Pengaruh Penggunaan Model Kooperatif Learning Tipe Jigsaw terhadap Hasil Belajar IPS ditinjau dari Motivasi Berprestasi” Rochmad (2013) Perbedaan Prestasi Belajar IPS siswa atas Penerapan Metode Kooperatif Tipe Jigsaw II. Gambar 1. Literature map

(56) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 37 2.4 Kerangka Berpikir Pembelajaran kooperatif menggunakan teknik Jigsaw II merupakan alternatif model pembelajaran yang dapat diterapkan untuk membantu meningkatkan prestasi siswa. Tentunya pembelajaran yang melibatkan siswa secara aktif dan memupuk kerjasama antar siswa akan membuat pembelajaran lebih bermakna. Keterlibatan siswa secara aktif dalam kelompok mampu menimbulkan suasana yang partisipatif sehingga mampu mendorong rasa tertarik siswa untuk belajar. Kekhasan dari model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw II ini adalah kerjasama lewat saling berbagi pengetahuan yang berbeda-beda dan setiap siswa saling berbagi keahliannya. Siswa menjadi lebih aktif dan terdorong untuk mampu menguasai baik materi yang ia miliki maupun materi dari temannya agar mampu mencapai peringkat kelompok yang baik. Adanya reward dalam penggunaan model pembelajaran tipe jigsaw II ini membuat siswa terdorong untuk berkompetisi dan secara aktif belajar untuk mendapatkan hasil yang baik. Ketertarikan dari siswa untuk mau belajar dengan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II dapat membantu mengaktifkan kemampuan siswa bekerjasama dalam kelompok dan memunculkan gagasan yang lebih kaya dan bermutu sehingga meningkatkan pemahaman siswa terhadap suatu konsep. Siswa akan semakin terdorong untuk berpikir kritis dan meningkatkan kreativitasnya. Apabila model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II ini diterapkan di kelas maka akan terlihat perbedaannya dengan kelas yang tidak menerapkannya.

(57) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 38 2.5 Hipotesis Penelitian Berdasarkan rumusan masalah dan kajian teori yang telah dijabarkan di atas, maka dapat dirumuskan hipotesis dalam penelitian ini yaitu terdapat perbedaan prestasi belajar IPS siswa kelas IV SD diantara kelompok yang menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II dan kelompok yang tidak menerapkannya.

(58) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Jenis Penelitian Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif eksperimental. Menurut Stokes (2007) metode penelitian kuantitatif adalah metodemetode yang didasarkan pada informasi numerik atau kuantitas-kuantitas dan biasanya diasosiasikan dengan analisis-analisis statistik. Metode ini digunakan untuk meneliti populasi atau sampel tertentu dengan pengumpulan data yang bersifat kuantitatif atau statistik yang bertujuan untuk menguji hipotesis yang ditetapkan. Sedangkan yang dimaksud metode penelitian eksperimen adalah metode penelitian yang digunakan untuk mencari pengaruh perlakuan tertentu terhadap yang lain dalam kondisi yang terkendali. Terdapat beberapa bentuk desain dalam penelitian eksperimen dan desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah Quasi eksperimental design. Narbuko (2007:54) menjelaskan bahwa penelitian quasi eksperimental atau yang biasa disebut dengan penelitian eksperimental semu bertujuan untuk memperoleh informasi yang merupakan perkiraan bagi informasi yang dapat diperoleh dengan eksperimen sebenarnya dalam keadaan yang tidak memungkinkan untuk mengontrol atau memanipulasikan semua variabel yang relevan. Jenis rancangan pada desain quasi eksperimental pada penelitian ini menggunakan rancangan pretest-posttest yang tidak ekuivalen (the non ekuivalen, pretest-posttest design). Menurut Taniredja 39

(59) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 40 (2011:56) jenis rancangan ini biasanya dipakai pada eksperimen yang menggunakan kelas-kelas yang sudah ada sebagai kelompoknya, dengan memilih kelas-kelas yang diperkirakan sama keadaan atau kondisinya. Berikut adalah gambaran desain penelitian pada penelitian ini : O1 X O2 O3 O4 Gambar 2. Desain Penelitian (Tukiran Taniredja, 2011:56) Keterangan: O1 = Rerata skor pretest kelompok eksperimen O2 = Rerata skor posttest kelompok eksperimen X = Perlakuan (treatment) penggunaan pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II O3 = Rerata skor pretest kelompok kontrol O4 = Rerata skor posttest kelompok kontrol 3.2 Tempat dan Waktu Penelitian 3.2.1 Tempat Penelitian Penelitian ini dilakukan di SD Kanisius Sorowajan yang terletak di perkotaan yang beralamat di Jl. Sorowajan No.111, Banguntapan, Bantul, Yogyakarta. Penelitian ini sesuai dilakukan di SD Kanisius Sorowajan karena memiliki kelas pararel yang setiap jenjangnya terdapat dua kelas yaitu A dan B.

(60) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 41 3.2.2 Waktu Penelitian Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan November-Maret di SD Kanisius Sorowajan pada semester dua tahun ajaran 2013/2014. Berikut jadwal penelitiannya : Tabel 1. Jadwal Penelitian 1. Penyusunan bab I 2. Penyusunan bab II 4. Penyusunan bab III 5. Validasi instrumen 6. Pelaksanaan penelitian 7. Penyusunan bab IV 8. Penyusunan bab V 9. Ujian pendadaran dan Juni Mei April Maret Februari Januari Kegiatan Desember No. November Bulan penyusunan artikel ilmiah Berikut ini rincian waktu pengambilan data untuk kelas eksperimen dan kontrol yang dimulai dari pertengahan Januari hingga awal Maret sesuai dengan keputusan wali kelas IV A dan IV B di SD Kanisius Sorowajan :

(61) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 42 Tabel 2. Waktu Pengambilan Data Kelompok Kelompok eksperimen Kelompok kontrol Hari, Tanggal Senin, 13 Januari 2014 Senin, 20 Januari 2014 Selasa, 21 Januari 2014 Senin, 27 Januari 2014 Jumat, 17 Januari 2014 Senin, 27 Februari 2014 Selasa, 28 Februari 2014 Senin, 3 Maret 2014 Pertemuan I II III IV I II III IV Kegiatan Alokasi Waktu Pengamatan kelas & pretest Penyampaian Materi Penyampaian materi Penyampaian materi & posttest Pengamatan kelas & pretest Penyampaian Materi Penyampaian materi Penyampaian materi & posttest 1x40 menit 2x40 menit 2x40 menit 2x40 menit 1x40 menit 2x40 menit 2x40 menit 2x40 menit 3.3 Populasi dan Sampel Penelitian Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas IV A dan IV B SD Kanius Sorowajan semester genap tahun pelajaran 2013/2014. SD Kanisius Sorowajan terletak di kota Yogyakarta yang beralamat di Jl. Sorowajan No.111, Banguntapan, Bantul, Yogyakarta. Penelitian memilih SD Kanisius Sorowajan karena sekolah ini merupakan salah satu sekolah swasta unggul di kabupaten Bantul. Letak sekolah ini sangat strategis yaitu diantara kabupaten Sleman, Bantul, dan kota Yogyakarta. Oleh karena letaknya yang strategis ini menyebabkan SD Kanisius Sorowajan menjadi pusat perhatian dari berbagai kalangan yang menyebabkan sekolah ini harus mampu menunjukkan keunggulannya dalam hal akademik maupun nonakademik. Sehubungan dengan visi sekolah ini yaitu cerdas, berkarakter, unggul, peduli sesama

(62) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 43 dan lingkungan maka guru dituntut mampu mengembangkan segala aspek termasuk penggunaan model pembelajaran. Model pembelajaran kooperatif tentunya cocok digunakan sebagai salah satu cara mengembangkan siswa yang cerdas, berkarakter, unggul, peduli terhadap sesama dan lingkungan. Akan tetapi guru masih enggan menggunakan model pembelajaran kooperatif apalagi tipe Jigsaw II yang bahkan belum pernah diterapkan oleh guru disekolah ini karena di anggap rumit dan memakan banyak waktu. Oleh karena itu peneliti mengadakan penelitian eksperimen yaitu dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II disekolah ini untuk melihat perbedaan prestasi belajar siswa. Kelas yang pararel di SD Kanisius Sorowajan sangat mendukung diadakan penelitian jenis eksperimen karena dalam penelitian eksperimen dibutuhkan dua kelas atau kelompok yaitu kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV yang terdiri dari dua kelas yaitu IV A dan IV B. Jumlah siswa dari kedua kelas tersebut sama yaitu 28 siswa setiap kelasnya. Pemilihan sampel kelompok diambil secara acak dari keseluruhan kelas pararel yang ada di kelas IV yaitu kelas IV A dan IV B menggunakan undian karena anggota dari populasi yaitu seluruh siswa di SD Kanisius Sorowajan relatif homogen dan representatif atau dapat mewakili populasi. Berdasarkan undian, sampel dari kelompok eksperimen adalah kelas IV B dan kelompok kontrol adalah kelas IV A.

(63) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 44 3.4 Variabel Penelitian Menurut Sugiyono (2008:38) variabel penelitian adalah segala sesuatu yang berbentuk apa saja yang ditetapkan peneliti untuk dipelajari sehingga diperoleh informasi tentang hal tersebut kemudian dapat ditarik kesimpulannya. Variabel juga dapat diartikan sebagai gejala yang menjadi fokus peneliti untuk diamati. Menurut hubungan antara satu variabel dengan variabel yang lain, dalam penelitian ini terdapat dua variabel pokok yang akan diteliti pengaruhnya antara variabel X terhadap Y yaitu model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II sebagai variabel bebas/independent variable dan prestasi belajar siswa sebagai variabel terikat/dependen variabel. Variabel independen adalah variabel yang mempengaruhi atau yang menjadi sebab timbulnya perubahan variabel dependen sedangkan variabel dependen adalah variabel yang dipengaruhi atau menjadi akibat karena adanya variabel dependen. Variabel independen Variabel dependen Model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II Prestasi belajar siswa Gambar 3. Pemetaan Variabel Penelitian (Sugiyono, 2009:61)

(64) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 45 3.5 Definisi Operasional 3.5.1 Model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II adalah suatu model pembelajaran secara berkelompok yang dalam kegiatannya siswa dapat mempelajari konsep secara keseluruhan, sebelum ia belajar spesialisasi untuk menjadi expert. 3.5.2 Prestasi belajar adalah adalah hasil yang telah dicapai siswa berdasarkan kemampuan siswa setelah mengikuti proses belajar mengajar yang mengakibatkan perubahan dari individu sebagai hasil dari apa yang telah dipelajari yang merupakan pengalaman yang bermakna. 3.6 Instrumen Penelitian Instrumen penelitian menurut Syofian Siregar (2010:128) adalah alat yang digunakan untuk memperoleh, mengolah dan menyimpulkan informasi yang diperoleh dari responden. Dalam mengukur pengaruh penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II terhadap prestasi belajar siswa akan digunakan instrumen penelitian berupa tes. Tes akan diberikan langsung kepada sampel untuk melihat perbedaan prestasi belajar sebelum dan sesudah penerapan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw II. Dalam penelitian ini, instrumen yang digunakan berupa soal tes formatif dalam bentuk pilihan ganda. Menurut Masidjo (2007) tes formatif bertujuan untuk mengukur sampai mana siswa telah menguasai materi pelajaran setelah mengikuti suatu program instruksional tertentu. Peneliti telah membuat 30 soal pilihan ganda, setelah diujikan diperoleh 20 soal yang valid. Soal

(65) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 46 tersebut diujikan pada siswa kelas V di SD Kanisius Sorowajan. Berikut ini adalah kisi-kisi yang digunakan untuk membuat instrumen: Tabel 3. Kisi-Kisi Instrument Tes Mata pelajaran Kelas Semester : Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) : IV (Empat) : Genap Standar kompetensi : 2. Mengenal sumber daya alam, kegiatan ekonomi, dan kemajuan teknologi di lingkungan kabupaten/kota dan provinsi Kompetensi dasar : 2.1 Mengenal aktivitas ekonomi yang berkaitan dengan sumber daya alam dan potensi lain di daerahnya No 1 2 Materi pokok Sumber daya alam serta persebarannya di Indonesia Pemanfaatan sumber daya alam untuk kegiatan ekonomi Indikator 1. Menjelaskan jenis-jenis sumber daya alam Nomor soal 1,2,3,13,14, 15 2. Menjelaskan persebaran sumber daya alam di Indonesia 16,17,18,19, 20,21,23 1. Menyebutkan macam-macam pemanfaatan sumber daya alam untuk kegiatan ekonomi 4,9,10,11,26 ,27,22,29,30 2. Memberi contoh hasil dari bentuk-bentuk 5,6,8 kegiatan ekonomi 3 4 Pengaruh kondisi 1. Menjelaskan pengaruh kondisi alam alam terhadap terhadap kegiatan ekonomi masyarakat kegiatan ekonomi Usaha pelestarian 1. Menjelaskan usaha pelestarian berbagai sumber daya alam sumber daya alam sekitar 22,24,25 7,12,28

(66) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 47 3.7 Validitas dan Reliabilitas Instrumen Suatu instrumen penelitian dikatakan baik apabila memenuhi 5 kriteria yaitu validitas, reliabilitas, sensitivitas, objektivitas, dan fisibilitas (Siregar, 2010: 164). Peneliti memaparkan dua kriteria yang minimal atau paling tidak harus dilakukan untuk mengetahui kelayakan instrumen yaitu melalui uji validitas dan reliabilitas. 3.7.1 Validitas Instrumen Validitas adalah suatu ukuran untuk menunjukkan tingkat kevalidan suatu instrumen. Menurut Sugiyono (2008:351) instrumen dikatakan valid apabila instrumen mengukur apa yang seharusnya diukur. Instrumen yang valid merupakan syarat untuk mendapatkan hasil penelitian yang valid. Validitas instrumen yang berupa tes harus memenuhi construct validity (validitas konstruks), content validity (validitas isi) dan validitas empiris. 3.7.1.1 Validitas konstruks (construct validity) Sugiyono (2008: 352) memaparkan bahwa untuk menguji validitas konstruk maka dapat digunakan pendapat para. Dalam hal ini, instrumen dikonstruksi tentang aspek-aspek yang akan diukur dengan berlandaskan teori tertentu, maka selanjutnya dikonsultasikan dengan ahli. Sebelum menguji coba instrumen tes maka terlebih dahulu di konsultasikan pada ahli. Para ahli dalam hal ini adalah kepala sekolah SD Kanisius Sorowajan, guru kelas IVA dan kelas IVB. Para ahli diminta pendapatnya tentang istrumen tes yang telah disusun. Selain konsultasi secara lisan atau

(67) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 48 wawancara, peneliti menggunakan lembar expert judgement berupa penilaian dengan skala 1-5 yang diberikan kepada ahli yaitu kepala sekolah dan guru untuk menilai kesesuaian instrumen pengumpulan data yaitu berupa tes dan kelengkapan perangkat pembelajaran sehubungan dengan penelitian ini. Berikut adalah kriteria interpretasi skor kelayakan instrumen: Tabel 4. Kriteria Interpretasi Skor (Riduwan, 2002: 12) Angka 0% - 20% 21% - 40% 41% - 60% 61% - 80% 81% - 100% Keterangan Sangat tidak layak Kurang layak Cukup layak Layak Sangat layak Setelah dilakukan perhitungan kelayakan instrumen yang dilakukan oleh kepala sekolah dan guru didapatkan hasil sebesar 82, 3%. Hal tersebut menunjukkan bahwa instrumen memenuhi kriteria sangat layak. 3.7.1.2 Validitas isi (content validity) Instrumen dalam penelitian ini berbentuk tes maka pengujian validitas isi dilakukan dengan membandingkan atara isi instrumen dengan materi pelajaran yang telah diajarkan. Secara teknis pengujian validitas konstruk maupun validitas isi dapat dibantu menggunakan kisi-kisi instrumen. Dalam validitas isi dibutuhkan ketelitian yang jelas dan totalitas dengan menjelajahi semua aspek yang tercakup dalam kisikisi dan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP).

(68) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 49 Zaenal Arifin (2009:248) menjelaskan bahwa validitas isi dapat dilakukan dengan beberapa cara, antara lain mencocokkan materi tes dengan silabus dan kisikisi, melakukan diskusi dengan para ahli dalam hal ini guru dan dosen, atau mencermati kembali substansi dari konsep-konsep yang akan diukur. 3.7.1.3 Validitas empiris Validitas ini menggunakan teknik statistik. Instrumen dalam penelitian ini menggunakan format tes dengan bentuk soal pilihan ganda (multiple choice). Soal tersebut memiliki dua kategori yaitu benar dan salah. Soal benar memiliki skor 1 dan soal salah memiliki skor 0. Hal tersebut sesuai dengan pendapat Field (2009:182) bahwa data yang memiliki 2 kategori yaitu benar dan salah disebut data dikotomi. Perhitungan statistik validitas untuk data dikotomi menggunakan validitas product moment. Perhitungan statistik validitas menggunakan program SPSS statistic20.00 for windows. Item dikatakan valid apabila taraf signifikansinya lebih dari atau sama dengan 0,361. Berikut hasil uji validitas instrumen dalam penelitian ini:

(69) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 50 Tabel 5. Hasil uji validitas instrumen No item 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 Nilai korelasi 0,634 0,503 0,151 0,453 0,161 0,408 0,579 0,388 0,184 0,524 0,359 0,495 0,030 0,409 0,150 0,423 0,674 0,159 0,453 0,537 0,583 0,558 0,162 0,634 0,739 0,730 0,254 0,506 0,145 0,453 Nilai r tabel keterangan Valid Valid Tidak valid Valid Tidak valid Valid valid Valid Tidak valid Valid Tidak valid Valid Tidak valid Valid (N= 30, Tidak valid signifikansi 5%) Valid 0,361 Valid Tidak valid Valid Valid Valid Valid Tidak valid Valid Valid Valid Tidak valid Valid Tidak valid Valid Berdasarkan hasil perhitungan tersebut terdapat 20 item soal yang valid yaitu soal nomor 1, 2, 4, 6, 7, 8, 10, 12, 14, 16, 17, 19, 20, 21, 22, 24, 25, 26, 28, dan 30. Selanjutnya dilakukan uji reliabilitas pada 20 item soal yang telah valid ini untuk mengetahui tingkat kepercayaannya.

(70) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 51 3.7.2 Reliabilitas Instrumen Masidjo (2006: 3) mengungkapkan bahwa suatu tes yang reliabel atau handal adalah suatu tes yang hasil pengukurannya dalam satu atau berbagai pengukuran menunjukkan hasil yang konsisten. Untuk menentukan reliabilitas hanya diambil item yang valid. Uji reliabilitas dilakukan dengan internal consistency yaitu dengan mencobakan instrumen sekali saja dengan teknik tertentu. Data yang telah valid kemudian dianalisis dengan menggunakan rumus Alpha Cronbach untuk soal pilihan ganda yang menggunakan skor dikotomi (0 dan 1) menggunakan program IBM 20 SPSS Statistics for Windows 32-bit. Tabel 6. Reliabilitas (Masidjo, 2006: 209) Interval Koefisien Reliabilitas 0, 91-1,00 0,71-0,90 0,41-0,70 0,21-0,40 Negatif-0,20 Kualifikasi Sangat tinggi Tinggi Cukup Rendah Sangat rendah Tabel 7. Hasil Perhitungan Reliabilitas

(71) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 52 Tabel 7 menunjukkan hasil uji reliabilitas di SD Kanisius Sorowajan untuk soal pilihan ganda sebesar 0,876. Hasil perhitungan tersebut menunjukkan bahwa soal tersebut memiliki kualifikasi reliabilitas tinggi dan layak digunakan sebagai instrumen pengumpul data. 3.8 Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data untuk variabel prestasi belajar menggunakan pretest dan posttest yang diberikan pada kelompok eksperimen maupun kelompok kontrol. Soal yang digunakan antara pretest dan posttest baik untuk kelompok eksperimen maupun kelompok kontrol adalah soal yang sama dengan jumlah 20 soal pilihan ganda yang telah melalui proses uji validitas. Berikut adalah tabel pengumpulan data variabel prestasi belajar untuk kelompok eksperimen maupun kelompok kontrol: Tabel 8. Pengumpulan Data Variabel Prestasi Belajar No. 1 2 Variabel Kelompok eksperimen (IV B) Kelompok kontrol (IV A) Data Prestasi belajar Pengumpulan Pretest posttest pretest posttest Instrumen Soal pilihan ganda 3.9 Teknik Analisis Data Analisis data dilakukan setelah semua data yang diperlukan terkumpul. Selanjutnya dilakukan dengan mentabulasi data berdasarkan variabel yang diteliti kemudian baru bisa dilakukan perhitungan untuk menguji hipotesis sehingga dapat menjawab rumusan masalah.Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan

(72) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 53 statistik. Terdapat dua macam statistik yang digunakan untuk analisis data dalam penelitian kuantitatif, yaitu statistik deskriptif dan statistik inferensial (Sugiyono, 2008: 147). 3.9.1 Statisitik Deskriptif Statistik deskriptif digunakan untuk menganalisis data dengan cara mendeskripsikan atau membuat gambaran data yang telah terkumpul sebagaimana adanya tanpa bermaksud membuat kesimpulan umum. Sugiyono (2008:147) menyatakan bahwa statistik deskriptif dapat digunakan bila peneliti hanya ingin mendeskripsikan data sampel dan tidak ingin membuat kesimpulan yang berlaku untuk populasi di mana sampel diambil. Analisis deskriptif yang digunakan dalam penelitian ini mencakup ketuntasan nilai maksimum (nilai tertinggi), nilai minimum (nilai terendah), mean, median, dan modus. Mean atau rata-rata hitung adalah jumlah dari serangkaian data dibagi jumlah data. Median adalah nilai tengah dari suatu gugusan data yang telah disusun dari data terkecil sampai terbesar atau sebaliknya. Modus adalah nilai dari beberapa data yang mempunyai frekuensi tertinggi atau nilai yang paling sering muncul dalam suatu kelompok data.

(73) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 54 3.9.2 Statistik Inferensial Statistik inferensial adalah teknik statistik yang digunakan untuk menganalisis data sampel dan hasilnya diberlakukan untuk populasi. Statistik inferensial memiliki dua jenis statistik yaitu statistik parametrik dan statistik nonparametrik. Penggunaan statistik parametrik dan nonparametrik tergantung pada asumsi dan jenis data yang akan dianalisis. Seperti yang dinyatakan oleh Sugiyono (2008: 150) statistik parametrik harus memenuhi banyak asumsi. Asumsi yang utama adalah data yang dianalisis harus berdistribusi normal. Selanjutnya dalam penggunaan salah satu tes misalnya pretest, mengharuskan dua data kelompok atau lebih yang diuji harus homogen. Sedangkan statistik nonparametrik tidak menuntut asumsi, misalnya data yang berdistribusi normal. 3.9.2.1 Uji Asumsi 1. Uji Normalitas Data Peneliti menggunakan teknik Kolmogorov-Smirnov untuk menguji normalitas. Teknik ini bertujuan untuk menentukan jenis statistik yang akan digunakan antara statistik parametik dan statistik nonparametrik. Kriteria yang digunakan untuk menarik kesimpulan adalah sebagai berikut: Jika harga sig. (2-tailed) > 0,05, maka distribusi data normal. Jika distribusi data normal maka statistik yang digunakan adalah statistik parametrik independent ttest.

(74) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 55 Jika harga sig. (2-tailed) < 0,05, maka distribusi data tidak normal. Jika distribusi data tidak normal maka statistik yang digunakan adalah statistik nonparametrik Mann-Whitney (Sugiyono, 2008: 150). 2. Uji Homogenitas analisis data menggunakan uji homogenitas antara kelas eksperimen dan kelas kontrol untuk mengetahui apakah objek yang diteliti mempunyai persamaan data atau homogen. Analisis statistik yang digunakan adalah anova dengan membandingkan nilai pretest kelompok eksperimen dan nilai posttest kelompok kontrol. Kriteria untuk menguji persamaan adalah sebagai berikut: Jika harga sig. (2-tailed) > 0,05, maka data homogen dan tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara pretest kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Jika harga sig. (2-tailed) < 0,05, maka data tidak homogen dan terdapat perbedaan yang signifikan antara pretest kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. 3.9.2.2 Uji Beda Pretest Uji beda pretest dilakukan pada kelompok eksperimen maupun kontrol. Hal tersebut dilakukan untuk menentukan cara penghitungan uji hipotesis. Apabila tidak terdapat persamaan pada uji beda pretest maka penghitungan menggunakan uji selisih skor. Apabila skor pretest kelompok eksperimen dan kontrol berada pada taraf yang sama makan diberlakukan uji beda posttest.

(75) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 56 3.9.2.3 Uji Hipotesis Langkah terakhir yang dilakukan adalah mengetahui apakah ada perbedaan yang signifikan antara skor posttest kelompok eksperimen dan kelompok kontrol atau uji beda posttest. Syarat untuk menilai data tersebut adalah melakukan uji asumsi menggunakan komputer yaitu uji normalitas dan uji homogenitas. Uji normalitas dilakukan untuk mengetahui apakah data berdistribusi normal atau tidak sedangkan uji homogenitas dilakukan untuk mengetahui apakah data berada dalam titik pijak yang sama. Jika data berdistribusi normal dan homogen maka analisis statistik yang digunakan adalah statistik parametrik dan apabila sebaliknya yaitu data berdistribusi tidak normal maka analisis yang digunakan adalah statistik nonparametrik (Sugiyono, 2008:150). Selanjutnya uji hipotesis dapat dilakukan apabila data telah diketahui berdistribusi normal dan homogen atau tidak. Dalam rumusan hipotesis dilakukan dengan tiga tahap yaitu hipotesis penelitian, hipotesis operasional dan hipotesis statistik. Hipotesis operasional dari penelitian ini adalah sebagai berikut: Ha : terdapat perbedaan prestasi belajar IPS siswa kelas IV SD dengan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II. Ho : tidak terdapat perbedaan prestasi belajar IPS siswa kelas IV SD dengan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II

(76) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 57 ditolaknya Ho didasarkan pada kriteria berikut : Ho diterima atau Hi ditolak jika harga sig. (2-tailed) < 0,05 Ho ditolak atau Hi diterima jika harga sig. (2-tailed) < 0,05 Uji beda posttest atau uji hipotesis dilakukan dengan teknik analisis independent t-test jika data berdistribusi normal. Apabila data posttest tidak normal maka uji hipotesis dilakukan dengan teknik analisis statistik nonparametric Mann-Whitney.

(77) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 5.1 Hasil Penelitian 4.1.1 Deskripsi Data Penelitian Penelitian ini dilakukan melalui pemberian pretest dan posttest kepada dua kelas yaitu kelas IV A dan IV B SD Kanisius Sorowajan. Jumlah siswa kelas IV A dan IV B sama yaitu 28 siswa. Kelas yang dipilih sebagai kelompok kontrol adalah kelas IV A sedangkan kelas IV B digunakan sebagai kelompok eksperimen. Untuk mengetahui perbedaan prestasi belajar IPS siswa kelas IV SD dengan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II digunakan instrumen berupa soal pilihan ganda sejumlah 20 soal yang digunakan sebagai alat pretest dan posttest. Instrumen pretest dan posttest ini digunakan untuk mengukur perbedaan pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II terhadap prestasi IPS siswa kelas IV SD. Variabel independen dari penelitian ini adalah model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II dan variabel dependennya adalah prestasi IPS siswa kelas IV SD. Hipotesis sementara yaitu Ha dari penelitian ini adalah terdapat perbedaan prestasi belajar IPS siswa kelas IV SD dengan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II. Ho dari penelitian ini adalah tidak terdapat perbedaan prestasi belajar IPS siswa kelas IV SD dengan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II. 58

(78) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 59 4.1.1.1 Data Prestasi Belajar Pengambilan data dilakukan dengan cara pemberian pretest dan posttest kepada kelompok kontrol dan eksperimen. Tabel di bawah ini merupakan paparan hasil prestasi belajar yang memuat rata-rata nilai siswa, skor tertinggi, dan skor terendah. Tabel 9. Data Prestasi Belajar Mean Median Modus Skor tertinggi Skor terendah KKM 4.1.2 Kelas eksperimen Skor pretest Skor posttest 55 76.42 60 77,50 65 80 80 95 Kelas kontrol Skor pretest 55 57,50 45 75 Skor posttest 66.42 70 75 85 25 50 10 25 65 65 65 65 Analisis Data Penelitian Dari data prestasi belajar siswa melalui pretest dan posttest dilakukan uji normalitas dengan Kolmogorov-Smirnov untuk mengetahui distribusi data. Kriteria untuk menarik kesimpulan distribusi data adalah jika harga sig.(2-tailed) > 0,05 maka data tersebut berdistribusi normal maka analisis data menggunakan statistik parametrik. Jika harga sig.(2-tailed) < 0,05 maka data tersebut berdistribusi tidak normal maka analisis data menggunakan statistik non parametrik. Uji homogenitas dilakukan untuk mengetahui apakah objek yang diteliti berada pada titik pijak yang saam atau homogen dengan menggunakan teknik Levenes test. Kedua data pretest

(79) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 60 dari kelompok eksperimen dan kelompok kontrol dikatakan homogen atau tidak memiliki perbedaan apabila harga sig.(2-tailed) > 0,05. Kemudian dilakukan uji hipotesis menggunakan independent t-test untuk membandingkan rata-rata dua kelompok yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Ho ditolak dan Ha diterima apabila harga sig.(2-tailed) < 0,05 artinya terdapat perbedaan yang signifikan antara skor posttest kelompok eksperimen dan skor posttest kelompok kontrol. Seluruh data tersebut diolah menggunakan program IBM 20 SPSS Statistics for windows 32-bit. 4.1.2.1 Uji Normalitas Data yang telah diperoleh dilakukan uji normalitas dengan Kolmogorovsmirnov dengan kriteria untuk menarik kesimpulan sebagai berikut: 1. Data berdistribusi normal, jika harga sig. (2-tailed) > 0,05 2. Data berdistribusi tidak normal, jika harga sig. (2-tailed) < 0,05 Berikut adalah hasil uji normalitas data dan kurva uji normalitas:

(80) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 61 Tabel 10.Data Uji Normalitas Pretest Kelompok Eksperimen Aspek Pretest kelompok eksperimen Nilai signifikansi 0,062 keterangan normal Gambar 4. Kurva Uji Normalitas Pretest Kelompok Eksperimen Penghitungan normalitas pretest kelompok eksperimen menggunakan Kolmogorov-Smirnov dengan bantuan program SPSS 20 for Windows. Dari penghitungan yang telah dilakukan didapat nilai signifikansi sebesar 0,062. Nilai tersebut < 0,05 dan dapat disimpulkan bahwa nilai pretest kelompok eksperimen berdistribusi normal. Hal tersebut juga dapat dilihat dari kurva normalitas yang terlihat dalam histogram.

(81) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 62 Tabel 11.Data Uji Normalitas Pretest Kelompok Kontrol Aspek Pretest kelompok kontrol Nilai signifikansi 0,150 keterangan normal Gambar 5. Kurva Uji Normalitas Pretest Kelompok Kontrol Penghitungan normalitas pretest kelompok kontrol menggunakan Kolmogorov-smirnov dengan bantuan program SPSS 20 for Windows. Dari penghitungan yang telah dilakukan didapat nilai signifikansi sebesar 0,150. Nilai tersebut < 0,05 dan dapat disimpulkan bahwa nilai pretest kelompok kontrol berdistribusi normal. Hal tersebut juga dapat dilihat dari kurva normalitas yang terlihat dalam histogram.

(82) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 63 Tabel 12.Data Uji Normalitas Posttest Kelompok Eksperimen Aspek Posttest kelompok ekperimen Nilai signifikansi 0,070 keterangan normal Gambar 6. Kurva Uji Normalitas Posttest Kelompok Eksperimen Penghitungan normalitas posttest kelompok kontrol menggunakan Kolmogorov-smirnov dengan bantuan program SPSS 20 for Windows. Dari penghitungan yang telah dilakukan didapat nilai signifikansi sebesar 0,070. Nilai tersebut < 0,05 dan dapat disimpulkan bahwa nilai posttest kelompok eksperimen berdistribusi normal. Hal tersebut juga dapat dilihat dari kurva normalitas yang terlihat dalam histogram.

(83) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 64 Tabel 13.Data Uji Normalitas Posttest Kelompok Kontrol Aspek Posttest kelompok kontrol Nilai signifikansi 0,175 keterangan normal Gambar 7. Kurva Uji Normalitas Posttest Kelompok Kontrol Penghitungan normalitas posttest kelompok kontrol menggunakan Kolmogorov-smirnov dengan bantuan program SPSS 20 for Windows. Dari penghitungan yang telah dilakukan didapat nilai signifikansi sebesar 0,175. Nilai tersebut < 0,05 dan dapat disimpulkan bahwa nilai posttest kelompok eksperimen berdistribusi normal. Hal tersebut juga dapat dilihat dari kurva normalitas yang terlihat dalam histogram.

(84) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 65 4.1.2.2 Uji Homogenitas Analisis data menggunakan uji homogenitas untuk menganalisis hasil pretest antara kelas eksperimen dan kelas kontrol untuk mengetahui apakah objek yang diteliti berada pada titik pijak yang sama atau homogen. Analisis statistik yang digunakan adalah anova dengan membandingkan nilai pretest kelompok eksperimen dan nilai pretest kelompok kontrol. Kedua pretest baik kelompok eksperimen dan kelompok kontrol tidak memiliki perbedaan jika harga sig. (2-tailed) > 0,05. Tabel 14. Perbandingan skor pretest kelompok eksperimen dan kelompok kontrol Hasil pretest Kelompok eksperimen dan kelompok kontrol Nilai signifikansi 0,559 Keterangan Homogen Dari tabel diatas harga sig. (2-tailed) adalah 0,559 atau lebih dari 0,05 maka data dari kelompok eksperimen dan kontrol dikatakan berada dalam level yang sama atau homogen. 4.1.2.3 Uji Beda Pretest Uji beda pretest dilakukan pada kelompok eksperimen maupun kontrol. Skor pretest kelompok eksperimen dan kelompok kontrol berasa dalam taraf yang sama apabila harga sig. (2-tailed) > 0,05. Berdasarkan penhitungan skor pretest kelompok eksperimen dan kontrol berada pada taraf yang sama karena harga sig. (2-tailed) adalah 0,559 atau > 0,05 maka diberlakukan uji beda posttest.

(85) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 66 Tabel 15. Uji Beda Pretest Hasil pretest Kelompok eksperimen dan kelompok kontrol Nilai signifikansi 0,559 Keterangan Tidak berbeda 4.1.2.4 Uji Hipotesis Langkah terakhir yang dilakukan adalah mengetahui apakah ada perbedaan yang signifikan antara skor posttest kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Apabila distribusi data tidak normal dan tidak homogen maka digunakan statistik non parametrik Mann Whitney sebaliknya apabila distribusi data normal dan homogen maka digunakan statistik parametrik Independent sample t-test. Sebelum melakukan uji hipotesis maka perlu melakukan uji asumsi yaitu uji normalitas dan uji homogenitas. Berdasarkan uji normalitas yang dilakukan menggunakan analisis statistik Kolmogorov smirnov, data dari nilai posttest dan pretest dari kelompok eksperimen dan kontrol menunjukkan bahwa distribusi data normal. Selain itu setelah dilakukan uji homogenitas menggunakan statistik anova menunjukkan bahwa data pretest kelompok eksperimen dan kontrol tersebut homogen. Berdasarkan hasil tersebut, maka statistik yang digunakan untuk uji hipotesis adalah statistik parametrik independent sample t-test. Uji independent sample t-test dilakukan untuk membandingkan rata-rata dua kelompok yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Hal ini dilakukan karena adanya perbedaan dalam nilai siswa dikarenakan adanya perlakuan atau treatment dan kurangnya perlakuan. Dalam penelitian ini,

(86) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 67 kelompok eksperimen diberikan treatment berupa model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II dan kelompok kontrol diberikan model pembelajaran konvensional. Dalam uji independent sample t-test , skor posttest dari kelompok eksperimen dan kontrol memiliki perbedaan apabila harga sig. (2-tailed) < 0,05. Analisis ini dilakukan untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan secara signifikan antara prestasi belajar IPS siswa kelas IV SD dengan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II. Analisis ini akan digunakan untuk menarik kesimpulan menerima atau menolak hipotesis sebagai berikut : Ha : terdapat perbedaan prestasi belajar IPS siswa kelas IV SD dengan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II. Ho : tidak terdapat perbedaan prestasi belajar IPS siswa kelas IV SD dengan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II Kriteria yang digunakan untuk menarik kesimpulan adalah jika harga sig. (2tailed) < 0,05, maka Ho ditolak dan Ha diterima. Hal ini menunjukkan bahwa ada perbedaan antara skor posttest pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Dengan kata lain terdapat perbedaan secara signifikan antara prestasi belajar IPS siswa kelas IV SD dengan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II. Jika harga sig. (2-tailed) > 0,05, maka Ho diterima dan Ha ditolak. Artinya tidak ada perbedaan yang signifikan antara skor posttest pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Dapat dikatakan juga bahwa tidak terdapat perbedaan prestasi belajar IPS siswa kelas IV SD dengan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe

(87) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 68 Jigsaw II. Dari uji independent sample t-test perbandingan rata-rata skor posttest kelompok eksperimen dan kelompok kontrol dapat dilihat dalam tabel berikut : Tabel 16. Perbandingan Rata-Rata Skor Posttest Kelompok Eksperimen dan Kelompok Kontrol Variabel Prestasi Belajar Hasil posttest Kelompok eksperimen dan kontrol Nilai signifikansi 0,003 keterangan berbeda Dari data tabel diatas diketahui harga sig. (2-tailed) adalah 0,003 atau < 0,05, maka Ho ditolak dan Ha diterima. Artinya terdapat perbedaan yang signifikan antara skor posttest kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan prestasi belajar IPS siswa kelas IV SD dengan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II. 5.2 Pembahasan Hasil penelitian ini menunjukkan pada perhitungan pretest pada variabel prestasi belajar menunjukkan bahwa kedua kelompok homogen atau dengan kata lain berada dalam titik pijak yang sama. Hal tersebut ditunjukkan dengan nilai signifikansi 0,559 atau lebih dari 0,05 untuk variabel prestasi belajar yang menunjukkan bahwa kedua kelompok tersebut homogen. Kemudian pada perhitungan posttest variabel prestasi belajar uji independent sample t-test menunjukkan bahwa ada perbedaan yang signifikan antara skor posttest kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Dengan kata lain terdapat perbedaan yang signifikan antara prestasi belajar IPS siswa kelas IV SD dengan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II.

(88) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 69 . Berikut rangkuman dari analisis data : Tabel 17. Rangkuman homogenitas pretest Hasil pretest Kelompok eksperimen dan kelompok kontrol Nilai signifikansi 0,559 Keterangan Homogen Tabel 18. Rangkuman prettest dan posttest No. 1. Variabel Kelompok Prestasi belajar Eksperimen kontrol Rata-rata Pretest Posttest Pretest posttest 55 76, 42 55 66, 42 (%) peningkatan 21,42 % 11,78 % Tabel 19. Rangkuman perbandingan skor posttest No. 1. Variabel Prestasi belajar Hasil Nilai Signifikansi Perbandingan posttest kelompok 0,003 eksperimen dan kelompok kontrol Keterangan berbeda Diagram berikut memperlihatkan skor pretest dan posttest baik pada kelompok eksperimen maupun kelompok kontrol :

(89) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 70 100 80 60 eksperimen 40 kontrol 20 0 pretest posttest Gambar 8. Perbandingan skor pretest dan posttest antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Secara general siswa pada kelompok eksperimen memiliki prestasi belajar yang lebih tinggi daripada siswa kelompok kontrol. Perbedaan tersebut signifikan t(54) = 3,116, dengan rumus effect size berikut (Field, 2009: 57) 𝑡2 𝑡 2 +𝑑𝑓 dengan kriteria nilai adalah sebagai Tabel 20. Kriteria nilai effect size Nilai 0.1-0,29 0.3-0,49 0.5-…. 𝑟= 𝑟= 𝑡2 𝑡 2 + 𝑑𝑓 3,1162 3,1162 + 54 Kriteria Kecil Sedang besar

(90) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 71 𝑟= 9,7094 63,7094 𝑟= 0,152 𝑟 = 0,38 Dari data di atas effect size menunjukkan kategori sedang yaitu 0, 38. Hal tersebut menunjukkan bahwa diterapkannya model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw II dapat meningkatkan prestasi belajar siswa, sedangkan yang hanya menggunakan model pembelajaran konvensional kurang bisa meningkatkan prestasi belajar. Dapat dikatakan bahwa penggunaaan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw II meningkatkan prestasi belajar siswa. Hasil penelitian ini relevan dengan beberapa penelitian terdahulu yang menyatakan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara penerapan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw dengan prestasi belajar siswa. Seperti yang di ungkapkan oleh I Gusti Bagus Wacika, Nyoman Dantes, dan I Wayan Lasmawan dalam penelitiannya yang berjudul “Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw terhadap Hasil Belajar IPS ditinjau dari Sikap Sosial dalam Pembelajaran IPS pada Siswa Kelas V di SDN Panjer” bahwa hasil belajar IPS antara siswa yang mengikuti pembelajaran kooperatif jigsaw lebih tinggi dari siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model konvensional. Penelitian tersebut tidak jauh berbeda dengan hasil penelitian yang di ungkapkan Olyn Suyanti Darmada, Ngurah Semara

(91) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 72 Putra, dan I Gede Meter dengan judul “Pengaruh Model Pembelajaran Cooperative Learning Tipe Jigsaw terhadap Hasil Belajar IPS Siswa Kelas IV di SDN 1 dan 2 Rendang “ bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif learning tipe jigsaw mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan hasil belajar IPS siswa. Penelitian Rochmad Noor Haryanta yang berjudul “Perbedaan Prestasi Belajar IPS siswa atas Penerapan Metode Kooperatif Tipe Jigsaw II” juga menunjukkan ada perbedaan yang signifikan dalam hal prestasi belajar IPS antara kelompok yang menggunakan metode kooperatif tipe Jigsaw II dan yang tidak mengunakan metode kooperatif tipe Jigsaw II. Penelitian ini mendukung teori yang di utarakan oleh beberapa ahli mengenai penggunaan model pembelajaran kooperatif khususnya tipe Jigsaw II. Salah satunya adalah teori yang di ungkapkan Slavin (2008:245) mengenai kelebihan dari Jigsaw II adalah seluruh siswa membaca semua materi terlebih dahulu sehingga akan membuat konsep-konsep yang telah disatukan menjadi lebih mudah untuk dipahami. Penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II yang mempermudah siswa untuk memahami konsep-konsep secara utuh terbukti dengan rata-rata nilai siswa yang lebih tinggi antara kelas eksperimen yang menggunakan model pembelajaran ini dan kelas kontrol yang menggunakan model pembelajaran konvensional.

(92) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan terhadap siswa kelas IV di SD Kanisius Sorowajan pada mata pelajaran IPS materi aktivitas ekonomi yang berkaitan dengan sumber daya alam dan potensi lain di daerahnya dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II menghasilkan kesimpulan sebagai berikut: Data penelitian menunjukkan terdapat perbedaan prestasi belajar yang signifikan antara kelompok yang menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II atau kelompok eksperimen dan kelompok yang tidak menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II atau kelompok kontrol. Dari perbandingan skor posttest kelompok eksperimen dan kelompok kontrol yaitu harga sig. (2-tailed) adalah 0,003 atau kurang dari 0,05 maka terdapat perbedaan antara skor posttest kelompok eksperimen dan kelompok kontrol atau Ho ditolak dan Ha diterima. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan prestasi belajar IPS siswa kelas IV SD atas penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II. 5.2 Keterbatasan Penelitian Keterbatasan penelitian yaitu kurangnya waktu untuk mendalami materi karena materi mengenai aktivitas ekonomi yang berkaitan dengan sumber daya alam dan potensi lain di daerahnya memiliki cakupan yang luas dan terus berkembang. Maka siswa dituntut untuk aktif mencari tahu sendiri lewat berbagai sumber dan tidak 73

(93) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 74 hanya mengandalkan guru saja. Selain itu pemberian soal pretest dan posttest yang relative pendek jaraknya memungkinkan terjadinya invaliditas. 5.3 Saran 5.3.1 Bagi sekolah Penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II bermanfaat bagi sekolah agar para guru bisa mengembangkan pembelajaran yang mampu meningkatan prestasi belajar siswa disekolah. 5.3.2 Bagi guru Model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II ini dapat menjadi salah satu model yang bisa diterapkan dalam pembelajaran disekolah karena terbukti meningkatkan prestasi belajar siswa. 5.3.3 Bagi peneliti lain Agar mencapai hasil yang maksimal dalam penelitian, seluruh kelengkapan dalam penelitian harus dipersiapkan dengan baik mulai dari bahan ajar, rencana pelaksanaan pembelajaran sampai lembar evaluasi. Selain itu penelitian dapat diperluas menggunakan aspek afektif dan psikomotorik. .

(94) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 75 DAFTAR PUSTAKA Arifin, Z. (2009). Evaluasi Pembelajaran: Prinsip, Teknik, Prosedur. Bandung: Remaja Rosdakarya. Field, A. (2009). Discovering statistics using SPSS. London: SAGE Publication on LRD. Hamalik, O. (2009). Psikologi belajar dan mengajar. Bandung: Sinar Baru Algensindo Offset. Harsanto, R. (2007). Pengelolaan kelas yang dinamis: paradigma baru pembelajaran menuju kompetensi siswa. Kanisius: Yogyakarta. Hartanto, P. (2011). Peningkatan prestasi belajar IPS materi perkembangan teknologi dengan menggunakan media gambar pada Siswa Kelas IV SDN Mendut Semester genap tahun ajaran 2010/2011. Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma. Ibrahim, M., et al. (2000). Pembelajaran kooperatif. Surabaya: University Press. Lie, A. (2010). Cooperative learning: mempraktikkan cooperative learning di ruangruang kelas. Jakarta: Gramedia. Masidjo. (2006). Penelitian pencapaian hasil belajar siswa di sekolah. Yogyakarta: Kanisius. Mustamiin, Z. dkk. (2013). Pengaruh penggunaan model kooperatif learning tipe Jigsaw terhadap hasil belajar IPS ditinjau dari motivasi berprestasi . e-Journal Program Pascasarjana Universitas Pendidikan Ganesha, Volume 3. Diakses pada Tanggal 9 Oktober 2013.

(95) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 76 Narbuko, C. (2007). Metodologi penelitian: memberikan bekal teoritis pada mahasiswa tentang metodologi penelitian serta diharapkan dapat melaksanakan penelitian dengan langkah-langkah yang benar. Jakarta: Bumi Aksara. Noor, J. (2011). Metodologi penelitian: skripsi, tesis, disertasi, dan karya ilmiah. Jakarta: Kencana. Noor, R. (2013). Perbedaan prestasi belajar IPS siswa atas penerapan metode kooperatif tipe jigsaw II. Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma. Rusman. (2011). Model-model pembelajan: mengembangkan profesionalisme guru. Bandung: Raja Grafindo. Siregar, S. (2010). Statistika deskriptif untuk penelitian. Jakarta: Rajawali Pres. Slavin, E. (2005). Cooperative learning: teori, riset, dan praktik. Bandung: Nusa Media. Slavin, E. (2008). Cooperative learning: teori dan praktik. Bandung: Nusa Media. Stokes, J. (2007). How to do media and culture studies: panduan untuk melaksanakan penelitian dalam kajian media dan budaya. Yogyakarta: Bentang. Sugiyono. (2008). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta. Sugiyono. (2012). Statistika untuk penelitian. Bandung: Alfabeta. Supardan, D. (2008). Pengantar ilmu sosial. Jakarta: Bumi Aksara. Suparno, P. (1997). Filsafat konstruktivisme dalam pendidikan. Kanisius: Yogyakarta. Suyanti, O.dkk. (2013). Pengaruh Model Pembelajaran Cooperative Learning Tipe Jigsaw terhadap Hasil Belajar IPS Siswa Kelas IV di SDN 1 dan 2 Rendang. eJournal Program Pascasarjana Universitas Pendidikan Ganesha, Volume 3. Diakses pada Tanggal 9 Oktober 2013.

(96) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 77 Taniredja, T. (2011). Penelitian kuantitatif: sebuah pengantar. Bandung: Alfabeta. Trianto.(2009). Mendesain model pembelajaran inovatif-progresif: konsep, landasan, dan implementasinya pada kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP). Jakarta: Prenada Media. Wacika, B. Dkk. (2013). Pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw terhadap hasil belajar IPS ditinjau dari sikap sosial dalam pembelajaran IPS pada siswa kelas V di SDN Panjer .e-Journal Program Pascasarjana Universitas Pendidikan Ganesha, Volume 3. Diakses pada Tanggal 9 Oktober 2013. Wahyu, A. (2010). Peningkatan prestasi belajar IPS materi perkembangan teknologi dengan menggunakan model cooperative learning teknik kancing gemerincing dalam menyelesaikan soal cerita tentang pecahan siswa Kelas III SD Kanisius Kintelan semester genap tahun ajaran 2009/2010. Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma.

(97) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 78 LAMPIRAN

(98) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 79 LAMPIRAN 1

(99) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 80 LAMPIRAN 2

(100) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 81 LAMPIRAN 3 SILABUS PEMBELAJARAN KELOMPOK EKSPERIMEN Nama Sekolah Mata Pelajaran Kelas / Program Semester Alokasi Waktu Standar Kompetensi : SD Kanisius Sorowajan : IPS : IV : 2 (dua) : 6 x 35 Menit : 2. Mengenal sumber daya alam, kegiatan ekonomi, dan kemajuan teknologi di lingkungan kabupaten/kota dan provinsi Indikator Pencapaian Kompetensi Penilaian Alokasi Sumber Waktu dan Media Jenis Bentuk Contoh Belajar Tagihan Instrumen Instrumen Kompetensi Dasar : 2.1 mengenal aktivitas ekonomi yang berkaitan dengan sumber daya alam dan potensi lain di daerahnya. Materi Pokok: competence Sumber daya alam  Menjelaskan tentang jenis-jenis sumber daya alam dan kegiatan ekonomi masyarakat  Menjelaskan persebaran Materi Pokok dan Uraian Materi Setempat : sumber daya alam di Indonesia  Menyebutkan manfaat sumber daya alam.  Menyebutkan bentuk-  Jenis-jenis sumber daya alam ada dua yaitu sumber daya alam yang Gagasan Kegiatan Pembelajaran Pertemuan pertama : a. Siswa dan guru bertanya jawab mengenai sumber daya alam yang berada disekitar lingkungan sekolah atau lingkungan rumah. b. Siswa diminta menceritakan tentang sumber daya alam yang ada di lingkungan sekitar tempat tinggalnya. c. Siswa diberikan waktu untuk membaca dan mempelajari materi 1. Tes 2. Non tes Soal pilihan ganda dan uraian. Jelaska n apa yang dimaks ud dengan sumber daya alam! 6 x 35 menit (3 x pertemuan Buku Ilmu Pengetah uan Sosial untuk SD dan MI kelas IV

(101) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 82 bentuk kegiatan dapat secara yang diperbaharui dan sumber daya alam yang akan memanfaatkan sumber yang tidak dapat dipelajari hari ini. daya alam. diperbaharui. ekonomi d. Siswa keseluruhan dibagi dalam mengenai beberapa  Menjelaskan pengaruh  Persebaran kelompok atau tim yang terdiri kondisi alam terhadap sumber daya dari 5 siswa. kegiatan ekonomi. alam di  Menjelaskan usaha usaha- pelestarian sumber daya alam. e. Setiap siswa dalam kelompok Indonesia. diberikan satu topik ahli dan Negara kita mempelajari materinya. merupakan f. Siswa dalam kemudian kaya akan kelompok baru yaitu kelompok sumber daya ahli yang mempelajari materi yang dengan cermat jenis- alam. Hampir sama untuk didiskusikan bersama. jenis semua sumber  Membandingkan sumber daya alam.  Menjelaskan tegas dengan persebaran g. Siswa dalam pecah asal negara yang conscience di kelompok menjadi kelompok ahli daya alam kemudian kembali ke tim atau terdapat di kelompok semula. negara kita. h. Setiap siswa dalam kelompok sumber daya alam di Sumber daya awal, wajib menjelaskan materi Indonesia. alam tersebut yang tersebar di dalam kelompok ahli.  Menjawab tepat mengenai dengan pertanyaan aktivitas seluruh nusantara. telah dipelajari bersama i. Setiap siswa diberikan lembar evaluasi atau tes tertulis yang

(102) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 83 ekonomi yang berkaitan dengan sumber daya alam.  Menunjukkan kepedulian melestarikan dalam sumber daya alam. compassion  Mengamalkan usaha pelestarian sumber  Masing-masing dikerjakan secara individu. daerah memiliki j. Guru memberi skor untuk masing- berbagai sumber masing kelompok dan memberikan daya alam yang hadiah mungkin tidak memiliki skor tertinggi. dimiliki oleh bagi daerah lain. Hal melakukan tanya jawab tentang ini sesuai hal-hal yang belum diketahui, dan dengan kondisi meluruskan alam di daerah tentang materi yang dipelajari. tersebut. l. Guru daya alam yang ada di SDA untuk dipelajari. lingkungan sekolah. kegiatan membuat poster mengenai usaha pelestarian daya alam. sumber kesalahpahaman memberikan tentang dalam yang k. Guru bersama siswa kemudian Pemanfaatan  Bekerjasama kelompok materi penguatan yang sudah Pertemuan kedua : ekonomi. Semua a. Siswa dan guru bertanya jawab sumber daya mengenai macam-macam kegiatan alam bermanfaat ekonomi yang dilakukan bagi manusia masyarakat. untuk memenuhi b. Siswa diminta menceritakan kebutuhan tentang kegiatan ekonomi yang hidupnya. dilakukan masyarakat di sekitar Kegiatan manusia untuk tempat tinggal siswa. c. Siswa diberikan waktu untuk

(103) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 84  memenuhi membaca kebutuhan hidup materi yang telah ditugaskan guru dinamakan pada pertemuan sebelumnya yaitu kegiatan mengenai ekonomi. daya Pengaruh ekonomi. kondisi alam pemanfaatan alam untuk sumber kegiatan kelompok asal mereka. e. Setiap siswa dalam kelompok ekonomi. diberikan satu sub materi dan Bentuk alam mempelajarinya. beserta sumber f. Siswa dalam kelompok asal daya alam yang kemudian dipecah dan menjadi terdapat di kelompok baru yaitu kelompok dalamnya ahli yang mempelajari materi yang bepengaruh sama untuk didiskusikan bersama. terhadap mata  keseluruhan d. Siswa kembali bergabung dalam terhadap kegiatan ulang g. Siswa dalam kelompok ahli pencaharian kemudian kembali ke tim atau masyarakat kelompok semula. Usaha h. Setiap siswa dalam kelompok pelestaraian awal, wajib menjelaskan materi sumber daya yang alam. Sumber dalam kelompok ahli. telah dipelajari bersama

(104) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 85 daya alam i. Setiap siswa diberikan lembar merupakan evaluasi atau tes tertulis yang karunia Tuhan dikerjakan secara individu. yang harus j. Guru kemudian memberi skor dimanfaatkan untuk masing-masing kelompok dengan sebaik- dan baiknya. kelompok yang memiliki skor Sumber daya tertinggi. memberikan hadiah bagi alam tidak boleh k. Guru bersama siswa kemudian dimanfaatkan melakukan tanya jawab tentang dengan hal-hal yang belum diketahui, dan seenaknya. Jika meluruskan kita tentang materi yang dipelajari. menggunakan l. Guru kesalahpahaman memberikan sumber daya tentang alam seenaknya, dipelajari. maka suatu saat Pertemuan ketiga: kita akan a. Siswa dan guru bertanya jawab menemui mengenai macam-macam kondisi masalah. alam. b. Siswa materi penguatan diminta yang sudah menyebutkan macam-macam kondisi alam di Indonesia.

(105) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 86 c. siswa diminta membandingkan pekerjaan masyarakat di daerah yang satu dengan daerah yang lain sehubungan dengan kondisi alamnya. d. Siswa berdiskusi dengan guru tentang kondisi alam yang rusak akibat ulah manusia yang berlebihan dalam memanfaatkan sumber daya alam. e. Guru kemudian bertanya kepada siswa tentang kontribusi siswa dalam menjaga sumber daya alam yang ada disekitarnya. f. Siswa diberikan waktu untuk membaca ulang keseluruhan materi yang telah ditugaskan guru pada pertemuan sebelumnya yaitu mengenai pengaruh kondisi alam terhadap kegiatan ekonomi dan usaha pelestarian sumber daya alam. Siswa berkumpul dalam “kelompok asal” yang masing-

(106) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 87 masing kelompoknya terdiri dari 5 orang siswa yang telah dibentuk pada pertemuan sebelumnya. g. Masing-masing kelompok materi siswa diberikan atau dalam satu sub ahli dan “kelompok asal” topik mempelajari materinya. h. Siswa dalam kemudian dipecah dan menjadi kelompok baru yaitu “kelompok ahli” yang mempelajari materi yang sama untuk didiskusikan bersama. i. Siswa dalam “kelompok ahli” kemudian kembali ke “kelompok awal”. j. Setiap siswa dalam “kelompok awal” wajib menjelaskan materi yang telah dipelajari bersama dalam “kelompok ahli”. k. Setelah kegiatan diskusi berakhir, guru meminta kelompok siswa mengerjakan dalam LKS

(107) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 88 “Kegiatan 3” berupa membuat sebuah poster mengenai usaha pelestarian sumber daya alam. l. Siswa kemudian diajak merawat sumber daya alam yang ada di sekolah misalnya saja menyiram tanaman. m. Setiap siswa diberikan lembar evaluasi atau tes tertulis yang dikerjakan secara individu. n. Guru kemudian memberi skor untuk masing-masing kelompok. o. Guru mengumumkan kelompok yang menjadi pemenang selama kegiatan pembelajaran tentang “sumber daya alam dan kaitannya dengan masyarakat” berlangsung kegiatan ekonomi yang selama telah 3 kali pertemuan berdasarkan akumulasi skor dari setiap pertemuan.

(108) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 89 p. Kelompok yang mendapatkan menang penghargaan atau hadiah dari guru. q. Guru bersama siswa kemudian melakukan tanya jawab tentang hal-hal yang belum diketahui, dan meluruskan kesalahpahaman tentang materi yang dipelajari. r. Guru memberikan tentang materi penguatan yang sudah dipelajari. Mengetahui, Guru kelas IVB Peneliti Alexandra Sandra Kusmainah, S. Pd Irene Ika Kusuma Yunita Mengesahkan, Kepala sekolah Suwardi,S.Pd

(109) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 90 LAMPIRAN 4 SILABUS PEMBELAJARAN KELOMPOK KONTROL Nama Sekolah : SD Kanisius Sorowajan Mata Pelajaran : IPS Kelas / Program : IV Semester : 2 (dua) Alokasi Waktu : 6 x 35 Menit Standar Kompetensi : 2. Mengenal sumber daya alam, kegiatan ekonomi, dan kemajuan teknologi di lingkungan kabupaten/kota dan provinsi Indikator Pencapaian Kompetensi Penilaian Jenis Bentuk Contoh Tagihan Instrumen Instrumen Kompetensi Dasar : 2.1 mengenal aktivitas ekonomi yang berkaitan dengan sumber daya alam dan potensi lain di daerahnya. Materi Pokok: Competence  Menjelaskan tentang jenis-jenis sumber daya alam Materi Pokok dan Uraian Materi Gagasan Kegiatan Pembelajaran Pertemuan 1 Sumber Daya Alam  Siswa dan guru bertanya jawab dan Kegiatn mengenai sumber daya alam yang Ekonomi berada disekitar lingkungan 3. Tes 4. Non tes Soal pilihan ganda dan uraian. Jelaska n apa yang dimaks ud dengan Alokasi Waktu Sumber dan Media Belajar 6 x 35 menit (3 x pertemuan Buku Ilmu Pengetah uan Sosial untuk SD

(110) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 91  Masyarakat Menjelaskan sumber Setempat persebaran    setiap kelompoknya beranggotakan Menyebutkan manfaat sumber daya 5 orang siswa. sumber daya alam. alam ada dua Menyebutkan bentuk- yaitu sumber berdiskusi dan mencatat tentang bentuk daya alam yang sumber daya alam apa saja yang dapat ada di lingkungan sekitar tempat memanfaatkan sumber diperbaharui dan tinggalnya. daya alam. yang tidak dapat  Setiap Menjelaskan pengaruh diperbaharui. menceritakan tentang sumber daya kondisi alam terhadap  Persebaran alam kegiatan ekonomi. sumber daya lingkungan Menjelaskan alam di tinggalnya. kegiatan yang usaha- pelestarian sumber daya alam. Consience  Siswa dibagi dalam kelompok yang Jenis-jenis usaha   daya alam di Indonesia  ekonomi  sekolah atau lingkungan rumah. Indonesia.   Siswa dalam kelompok diminta Siwa kelompok apa saja diminta yang ada sekitar mendengarkan di tempat penjelasan Negara kita guru mengenai sumber daya alam merupakan dan persebarannya di Indonesia. negara yang  Siswa secara berkelompok Membandingkan kaya akan mengerjakan LKS “kegiatan 1” dengan cermat jenis- sumber daya tentang “menandai daerah-daerah jenis alam. Hampir yang menghasilkan sumber daya alam. semua sumber alam dalam peta” Menjelaskan daya alam sumber daya  Setiap siswa diberikan lembar sumber daya alam! dan MI kelas IV

(111) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 92 persebaran  sumber terdapat di evaluasi atau tes tertulis yang daya alam di Indonesia negara kita. dikerjakan secara individu. dengan Sumber daya kerjasama alam tersebut melakukan tanya jawab tentang Menjawab tersebar di hal-hal yang belum diketahui, dan seluruh meluruskan nusantara. tentang materi yang dipelajari. dengan pertanyaan mengenai aktivitas ekonomi yang berkaitan dengan  Guru sumber daya alam. berbagai sumber dipelajari. Menunjukkan daya alam yang Pertemuan 2 mungkin tidak  dalam sumber daya alam. Compassion kesalahpahaman memberikan tentang melestarikan materi penguatan yang sudah Siswa dan guru bertanya jawab dimiliki oleh mengenai macam-macam kegiatan daerah lain. Hal ekonomi ini sesuai masyarakat. dengan kondisi  Siswa yang diminta dilakukan menceritakan alam di daerah tentang kegiatan ekonomi yang tersebut. dilakukan masyarakat di sekitar daya alam yang ada di  Pemanfaatan tempat tinggal siswa. lingkungan sekolah. SDA untuk Membuat poster kegiatan asal yang sudah dibentuk pada mengenai usaha ekonomi. Semua pertemuan sebelumnya. Mengamalkan pelestarian  Masing-masing daerah memiliki kepedulian  Guru bersama siswa kemudian dalam kelompok. tepat   pelestarian usaha sumber sumber sumber daya   Siswa berkumpul dalam kelompok Siswa dalam kelompok diminta

(112) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 93 daya alam. alam bermanfaat mengerjakan LKS “kegiatan 2” bagi manusia mengenai untuk memenuhi kebutuhan kebutuhan manfaatnya” hidupnya. sehari-hari hasil manusia untuk depan kelas.  serta Siswa kemudian mempresentasikan Kegiatan memenuhi diskusi kelompoknya di Siswa mendengarkan penjelasan kebutuhan hidup guru dinamakan sumber daya alam untuk kegiatan kegiatan ekonomi. ekonomi.   “barang-barang  Pengaruh kondisi alam mengenai pemanfaatan Siswa dan guru melakukan tanya jawab seputar materi  Setiap siswa diberikan lembar terhadap evaluasi atau tes tertulis yang kegiatan dikerjakan secara individu. ekonomi.  Guru bersama siswa kemudian Bentuk alam melakukan tanya jawab tentang beserta sumber hal-hal yang belum diketahui, dan daya alam yang meluruskan terdapat di tentang materi yang dipelajari. dalamnya bepengaruh  Guru tentang kesalahpahaman memberikan materi penguatan yang sudah

(113) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 94 terhadap mata  dipelajari. pencaharian Pertemuan 3 masyarakat  Siswa dan guru bertanya jawab Usaha mengenai macam-macam kondisi pelestaraian alam. sumber daya  Siswa diminta menyebutkan alam. Sumber macam-macam kondisi alam di daya alam Indonesia. merupakan  siswa diminta membandingkan karunia Tuhan pekerjaan masyarakat di daerah yang harus yang satu dengan daerah yang lain dimanfaatkan sehubungan dengan sebaik- alamnya. baiknya. Dalam  Siswa dengan berdiskusi kondisi dengan guru memanfaatkan tentang kondisi alam yang rusak sumber daya akibat alam tersebut berlebihan dalam memanfaatkan tidak boleh sumber daya alam. dengan  ulah manusia yang Guru kemudian bertanya kepada seenaknya. Jika siswa tentang apa saja kontribusi saat ini kita siswa dalam menjaga sumber daya dengan alam yang ada disekitarnya. seenaknya

(114) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 95 menggunakan, maka suatu saat kita akan menemui  masalah. Guru memberikan penjelasan mengenai materi pengaruh kondisi alam terhadap kegiatan ekonomi dan usaha pelestarian sumber daya alam,  Guru kemudian meminta siswa dalam kelompok mengerjakan LKS “Kegiatan 3” berupa membuat sebuah poster mengenai usaha pelestarian sumber daya alam.  Siswa kemudian diajak merawat sumber daya alam yang ada di sekolah misalnya saja menyiram tanaman.  Setiap siswa diberikan lembar evaluasi atau tes tertulis yang dikerjakan secara individu.

(115) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 96  Guru bersama siswa kemudian melakukan tanya jawab tentang hal-hal yang belum diketahui, dan meluruskan kesalahpahaman tentang materi yang dipelajari.  Guru memberikan tentang materi penguatan yang sudah dipelajari Mengetahui, Guru kelas IVB Peneliti Rosalia Septi Wulansari,S.Pd. Irene Ika Kusuma Yunita Mengesahkan, Kepala sekolah Suwardi,S.Pd

(116) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 97 LAMPIRAN 5 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran dan LKS Kelompok Eksperimen RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ( RPP ) Nama Sekolah : SD Kanisius Sorowajan Mata Pelajaran : IPS Kelas : IV Semester : 2 (dua) Alokasi Waktu : 6x35 Menit (3 kali pertemuan) A. Standar Kompetensi 2. Mengenal sumber daya alam, kegiatan ekonomi, dan kemajuan teknologi di lingkungan kabupaten/kota dan provinsi B. Kompetensi dasar 2.1 Mengenal aktivitas ekonomi yang berkaitan dengan sumber daya alam dan potensi lain di daerahnya. C. Indikator a. competence  Menjelaskan tentang jenis-jenis sumber daya alam  Menjelaskan persebaran sumber daya alam di Indonesia  Menyebutkan manfaat sumber daya alam.  Menyebutkan bentuk-bentuk kegiatan ekonomi yang memanfaatkan sumber daya alam.  Menjelaskan pengaruh kondisi alam terhadap kegiatan ekonomi.  Menjelaskan usaha-usaha pelestarian sumber daya alam. b. conscience  Membandingkan dengan cermat jenis-jenis sumber daya alam.  Menjelaskan dengan tegas persebaran sumber daya alam di Indonesia.

(117) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 98  Menjawab dengan tepat pertanyaan mengenai aktivitas ekonomi yang berkaitan dengan sumber daya alam.  Menunjukkan kepedulian dalam melestarikan sumber daya alam. c. compassion  Mengamalkan usaha pelestarian sumber daya alam yang ada di lingkungan sekolah.  Bekerjasama dalam membuat poster mengenai usaha pelestarian sumber daya alam. D. Tujuan pembelajaran a. Competence  Siswa mampu menjelaskan tentang 2 jenis sumber daya alam melalui diskusi.  Siswa mampu menjelaskan minimal 5 contoh persebaran sumber daya alam di Indonesia melalui diskusi.  Siswa mampu menyebutkan minimal 5 manfaat dari sumber daya alam melalui diskusi.  Siswa mampu menyebutkan minimal 5 bentuk kegiatan ekonomi yang memanfaatkan sumber daya alam melalui diskusi.  Siswa mampu menjelaskan minimal 5 pengaruh kondisi alam terhadap kegiatan ekonomi melalui diskusi.  Siswa mampu menjelaskan minimal 3 contoh usaha-usaha pelestarian sumber daya alam. b. Conscience  Siswa mampu membandingkan dengan cermat 2 jenis sumber daya alam melalui diskusi kelompok.  Siswa mampu menjelaskan dengan tegas minimal 5 contoh persebaran sumber daya alam di Indonesia melalui diskusi kelompok.  Siswa mampu menjawab dengan tepat minimal 5 pertanyaan mengenai aktivitas ekonomi yang berkaitan dengan sumber daya alam melalui diskusi kelompok.

(118) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 99  Siswa mampu menunjukkan kepedulian dalam melestarikan minimal 2 macam sumber daya alam yang ada disekitar melalui kerjasama kelompok. c. Compassion  Siswa mampu mengamalkan minimal 3 usaha pelestarian sumber daya alam yang ada di lingkungan sekolah melalui kerjasama kelompok.  Siswa mampu membuat minimal 1 poster mengenai usaha pelestarian sumber daya alam melalui kerjasama kelompok. E. Materi ajar Sumber Daya Alam dan Kegiatan Ekonomi Masyarakat Setempat (terlampir) F. Pendekatan, Model, dan Metode pembelajaran a. Pendekatan pembelajaran Pendekatan Pedagogi Reflektif (PPR) b. Model pembelajaran Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw 2 c. Metode pembelajaran Diskusi, penugasan, tanya jawab G. Langkah-langkah pembelajaran Pertemuan pertama 1. Kegiatan awal (Konteks) ( 15 Menit ) a. Salam pembuka , guru mengucapkan salam kepada siswa. b. Guru dan siswa berdoa bersama c. Guru melakukan presensi siswa d. Apersepsi Siswa bertanya jawab dengan guru tentang sumber daya alam yang diketahui oleh siswa. (Menggali pengetahuan lampau siswa ) e. Orientasi

(119) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 100 Siswa mendengarkan penjelasan guru tentang langkah-langkah kegiatan, tujuan pembelajaran terkait dan manfaat penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw dalam proses pembelajaran ini. (sumber daya alam serta persebarannya di Indonesia ) f. Motivasi Guru mengajak siswa bernyanyi “Alamku” Alamku ya pulauku, Indonesia permai Dihias gunung-gunung lembah serta ngarai Alamku ya pulauku ku puja selalu Di manaku dibuai, pulauku indah permai 2. Kegiatan Inti (Pengalaman) ( 40 Menit ) a. Siswa dan guru bertanya jawab mengenai sumber daya alam yang berada disekitar lingkungan sekolah atau lingkungan rumah. b. Siswa dibagi dalam kelompok yang setiap kelompoknya beranggotakan 5 orang siswa. c. Siswa dalam kelompok diminta berdiskusi dan mencatat tentang sumber daya alam yang ada di lingkungan sekitar tempat tinggalnya. d. Setiap kelompok diminta menceritakan tentang sumber daya alam yang ada di lingkungan sekitar tempat tinggalnya. e. Siswa diberikan waktu untuk membaca dan mempelajari materi atau topik secara keseluruhan mengenai sumber daya alam yang akan dipelajari hari ini. Adapun sub materinya antara lain: 1. Sumber daya alam yang dapat diperbarui 2. Sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui 3. Persebaran sumber daya alam di Indonesia berupa bahan galian logam 4. Persebaran sumber daya alam di Indonesia yang berupa bahan galian non logam 5. Persebaran sumber daya alam di Indonesia yang berupa hasil pertanian f. Siswa berkumpul dalam “kelompok asal” yang masing-masing

(120) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 101 kelompoknya terdiri dari 5 orang siswa. g. Masing-masing siswa dalam kelompok diberikan satu sub materi atau topik ahli dan diminta untuk mempelajari materinya. h. Siswa dalam “kelompok asal” kemudian dipecah dan menjadi kelompok baru yaitu “kelompok ahli” dan mempelajari materi yang sama untuk didiskusikan bersama. i. Siswa dalam “kelompok ahli” kemudian kembali ke “kelompok asal”. j. Setiap siswa dalam “kelompok asal” wajib menjelaskan materi yang telah dipelajari bersama dalam “kelompok ahli”. k. Setelah kegiatan diskusi berakhir guru mengajak siswa merayakan akhir kegiatan diskusi dengan bernyanyi bersama. l. Siswa secara berkelompok mengerjakan LKS “kegiatan 1” tentang “member tanda daerah-daerah yang menghasilkan sumber daya alam dalam peta” Refleksi Siswa membuat refleksi atas pembelajaran yang telah dilalui  Bagaimana perasaan kalian selama mengikuti pelajaran?  Apa kesulitan yang kalian temui?  Bagaimana kalian menyelesaikan kesulitan yang kalian temui? Aksi Siswa merencanakan tindakan yang akan dilaksanakan, misalnya: merawat sumber daya alam yang ada disekitar. Mengapa memilih tindakan tersebut? 3. Kegiatan Akhir ( 15 menit) Kesimpulan a. Guru memberikan penguatan dan meluruskan kesalahan persepsi siswa. b. Siswa diberikan kesempatan untuk bertanya tentang materi yang belum dimengerti. c. Siswa dan guru menyimpulkan hasil belajar. Evaluasi Setiap siswa diberikan lembar evaluasi atau tes tertulis yang dikerjakan secara individu. Tindak lanjut

(121) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 102 a. Guru kemudian memberi skor untuk masing-masing kelompok. b. Guru memberikan pekerjaan rumah berupa mempelajari materi atau topik selanjutnya mengenai pemanfaatan SDA untuk kegiatan ekonomi pada pertemuan selanjutnya. c. Guru menutup pelajaran dengan bernyanyi “Sayonara” d. Siswa mengucapkan salam. Pertemuan kedua 1. Kegiatan awal ( 15 Menit ) a. Salam Pembuka , guru mengucapkan salam kepada siswa. b. Guru dan siswa berdoa bersama. c. Guru melakukan presensi siswa. d. Apersepsi Siswa bertanya jawab dengan guru tentang yang siswa ketahui mengenai kegiatan ekonomi yang pernah ditemui siswa. (Menggali pengetahuan lampau siswa ) e. Orientasi Siswa dijelaskan langkah-langkah kegiatan, tujuan pembelajaran terkait dan manfaat penggunaan jigsaw dalam proses pembelajaran ini (kegiatan ekonomi dalam memanfaatkan sumber daya alam ) f. Motivasi Guru mengajak siswa bermain tebak-tebakan “apakah pekerjaanku?” 2. Kegiatan Inti ( 40 Menit ) a. Siswa dan guru bertanya jawab mengenai macam-macam kegiatan ekonomi yang dilakukan masyarakat. b. Siswa diminta menceritakan tentang kegiatan ekonomi yang dilakukan masyarakat di sekitar tempat tinggal siswa. c. Siswa berkumpul dalam kelompok asal yang sudah dibentuk pada pertemuan sebelumnya. d. Siswa dalam kelompok diminta mengerjakan LKS “kegiatan 2” mengenai “barang-barang kebutuhan sehar-hari serta manfaatnya”

(122) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 103 e. Siswa kemudian mempresentasikan hasil diskusi kelompoknya di depan kelas. f. Siswa diberikan waktu untuk membaca ulang keseluruhan materi yang telah ditugaskan guru pada pertemuan sebelumnya yaitu mengenai macam-macam kegiatan ekonomi dalam memanfaatkan sumber daya alam dengan sub materi sebagai berikut: 1. Manfaat sumber daya alam 2. Pegertian kegiatan ekonomi 3. Bentuk kegiatan ekonomi : pertanian, sawah, tegal, ladang 4. Bentuk kegiatan ekonomi : perkebunan, perikanan, peternakan, kerajinan 5. Bentuk kegiatan ekonomi : perdagangan, perindustrian, jasa, pertambangan g. Siswa berkumpul dalam “kelompok asal” yang masing-masing kelompoknya terdiri dari 5 orang siswa yang telah dibentuk pada pertemuan sebelumnya. h. Masing-masing siswa dalam kelompok diberikan satu sub materi atau topik ahli dan mempelajari materinya. i. Siswa dalam “kelompok asal” kemudian dipecah dan menjadi kelompok baru yaitu “kelompok ahli” yang mempelajari materi yang sama untuk didiskusikan bersama. j. Siswa dalam “kelompok ahli” kemudian kembali ke “kelompok asal”. k. Setiap siswa dalam “kelompok awal” wajib menjelaskan materi yang telah dipelajari bersama dalam “kelompok ahli”. l. Setelah kegiatan diskusi berakhir guru mengajak siswa merayakan akhir kegiatan diskusi dengan bermain bersama. Refleksi Siswa membuat refleksi atas pembelajaran yang telah dilalui  Bagaimana perasaan kalian selama mengikuti pelajaran?  Apa kesulitan yang kalian temui?  Bagaimana kalian menyelesaikan kesulitan yang kalian temui?

(123) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 104 Aksi Siswa merancanakan tindakan yang akan dilaksanakan, misalnya : merawat sumber daya alam yang ada disekitar. Mengapa memilih tindakan tersebut? 3. Kegiatan Akhir ( 15 menit) Kesimpulan a. Guru memberikan penguatan dan meluruskan kesalahan persepsi siswa. b. Siswa diberikan kesempatan untuk bertanya tentang materi yang belum dimengerti. c. Siswa dan guru menyimpulkan hasil belajar. Evaluasi Setiap siswa diberikan lembar evaluasi atau tes tertulis yang dikerjakan secara individu. Tindak lanjut a. Guru kemudian memberi skor untuk masing-masing kelompok. b. Guru memberikan pekerjaan rumah berupa mempelajari materi mengenai pengaruh kondisi alam terhadap kegiatan ekonomi dan usaha pelestarian sumber daya alam. c. Guru menutup pelajaran dengan bernyanyi “Sayonara” d. Siswa mengucapkan salam.

(124) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 105 Pertemuan ketiga 1. Kegiatan Awal ( 15 Menit ) a. Salam Pembuka , guru mengucapkan salam kepada siswa. b. Guru dan siswa berdoa bersama. c. Guru melakukan presensi siswa. d. Apersepsi Siswa bertanya jawab dengan guru tentang yang siswa ketahui mengenai macam-macam kondisi alam yang pernah ditemui siswa. (Menggali pengetahuan lampau siswa ) e. Orientasi Siswa dijelaskan langkah-langkah kegiatan, tujuan pembelajaran terkait dan manfaat penggunaan jigsaw dalam proses pembelajaran ini. (kegiatan ekonomi dalam memanfaatkan sumber daya alam ) f. Motivasi Guru mengajak siswa bernyanyi “naik-naik kepuncak gunung” Naik-naik kepuncak gunung Tinggi-tinggi sekali 2x Kiri kanan kulihat saja banyak pohon cemara 2x 2. Kegiatan Inti ( 40 Menit ) a. Siswa dan guru bertanya jawab mengenai macam-macam kondisi alam. b. Siswa diminta menyebutkan macam-macam kondisi alam di Indonesia. c. siswa diminta membandingkan pekerjaan masyarakat di daerah yang satu dengan daerah yang lain sehubungan dengan kondisi alamnya. d. Siswa berdiskusi dengan guru tentang kondisi alam yang rusak akibat ulah manusia yang berlebihan dalam memanfaatkan sumber daya alam. e. Guru kemudian bertanya kepada siswa tentang kontribusi siswa dalam menjaga sumber daya alam yang ada disekitarnya. f. Siswa diberikan waktu untuk membaca ulang keseluruhan materi yang telah ditugaskan guru pada pertemuan sebelumnya yaitu mengenai pengaruh kondisi alam terhadap kegiatan ekonomi dan usaha

(125) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 106 pelestarian sumber daya alam. Adapun sub materinya adalah sebagai berikut : 1. Pengaruh kondisi alam terhadap kegiatan ekonomi 2. Usaha pelestarian sumber daya air dan tanah 3. Usaha pelestarian sumber daya hutan 4. Usaha pelestarian sumber daya mineral logam 5. Usaha pelestarian sumber daya energi g. Siswa berkumpul dalam “kelompok asal” yang masing-masing kelompoknya terdiri dari 5 orang siswa yang telah dibentuk pada pertemuan sebelumnya. h. Masing-masing siswa dalam kelompok diberikan satu sub materi atau topik ahli dan mempelajari materinya. i. Siswa dalam “kelompok asal” kemudian dipecah dan menjadi kelompok baru yaitu “kelompok ahli” yang mempelajari materi yang sama untuk didiskusikan bersama. j. Siswa dalam “kelompok ahli” kemudian kembali ke “kelompok asal”. k. Setiap siswa dalam “kelompok awal” wajib menjelaskan materi yang telah dipelajari bersama dalam “kelompok ahli”. l. Setelah kegiatan diskusi berakhir, guru meminta siswa dalam kelompok mengerjakan LKS “Kegiatan 3” berupa membuat sebuah poster mengenai usaha pelestarian sumber daya alam. m. Siswa kemudian diajak merawat sumber daya alam yang ada di sekolah misalnya saja menyiram tanaman. Refleksi Siswa membuat refleksi atas pembelajaran yang telah dilalui  Bagaimana perasaan kalian selama mengikuti pelajaran?  Apa kesulitan yang kalian temui?  Bagaimana kalian menyelesaikan kesulitan yang kalian temui? Aksi Siswa merancanakan tindakan yang akan dilaksanakan, misalnya: merawat sumber daya alam yang ada disekitar. Mengapa memilih tindakan tersebut?

(126) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 107 3. Kegiatan Akhir ( 15 menit) Kesimpulan a. Guru memberikan penguatan dan meluruskan kesalahan persepsi siswa. b. Siswa diberikan kesempatan untuk bertanya tentang materi yang belum dimengerti. c. Siswa dan guru menyimpulkan hasil belajar. Evaluasi Setiap siswa diberikan lembar evaluasi atau tes tertulis yang dikerjakan secara individu. Tindak lanjut a. Guru kemudian memberi skor untuk masing-masing kelompok. b. Guru mengumumkan kelompok yang menjadi pemenang selama kegiatan pembelajaran tentang “sumber daya alam dan kaitannya dengan kegiatan ekonomi masyarakat” yang telah berlangsung selama 3 kali pertemuan berdasarkan akumulasi skor dari setiap pertemuan. c. Kelompok yang menang mendapatkan penghargaan atau hadiah dari guru. d. Guru memberikan pekerjaan rumah berupa mempelajari materi mengenai pengaruh kondisi alam terhadap kegiatan ekonomi dan usaha pelestarian sumber daya alam. e. Guru menutup pelajaran dengan bernyanyi “Sayonara” f. Siswa mengucapkan salam H. Sumber belajar dan media pembelajaran a. Sumber Belajar  New Teaching Resources. 2007. Ilmu Pengetahuan Sosial untuk Sekolah Dasar Kelas IV Standar Isi 2006. Jakarta:Esis.  Tim Bina Karya Guru. 2007. IPS Terpadu untuk Sekolah Dasar Kelas 4. Jakarta: Penerbit Erlangga.  Sarwiyanto, Widyaningtyas & Setiawan, D. 2009. Ayo Belajar Ilmu Pengetahuan Sosial Kelas 4. Yogyakarta: Penerbit Kanisius.

(127) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 108 b. Media  Peta  Ringkasan materi  LKS (terlampir) I. Penilaian Indikator Jenis Penilaian Bentuk Pencapaian Penilaian Kompetensi Contoh Instrumen Soal competence  Menjelaskan tentang jenis-jenis sumber daya Tes tertulis Uraian/essay, pilihan ganda alam  Menjelaskan sumber persebaran daya alam Jelaskan apa yang dimaksud dengan sumber daya alam! di Indonesia  Menyebutkan manfaat sumber daya alam.  Menyebutkan bentuk- bentuk kegiatan ekonomi yang memanfaatkan sumber daya alam.  Menjelaskan kondisi alam pengaruh terhadap kegiatan ekonomi.  Menjelaskan usaha-usaha pelestarian sumber daya alam. Conscience  Membandingkan dengan cermat jenis-jenis sumber nontes daya alam. Rubrik penilaian sikap Menunjukkan kemandirian /

(128) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 109  Menjelaskan dengan tegas dalam persebaran sumber daya memecahkan alam di Indonesia. soal  Menjawab dengan tepat pertanyaan atau permasalahan mengenai aktivitas ekonomi yang berkaitan dengan sumber daya alam.  Menunjukkan kepedulian dalam melestarikan sumber daya alam. Compassion  Mengamalkan usaha pelestarian sumber daya Non tes Rubrik Kerapian alam pengamatan karya poster yang ada di lingkungan sekolah.  Bekerjasama dalam membuat poster mengenai usaha pelestarian sumber daya alam. hasil

(129) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 110 a. Penilaian Competence  Lembar penilaian competence: Tes Tertulis Penilaian No. 1 Indikator teknik Menjelaskan tentang jenis-jenis Bentuk Instrumen Uraian Sebutkan dan jelaskan jenisjenis sumber daya alam yang dapat di perbaharui! Tes Uraian Mengapa persebaran sumber daya alam tidak merata di setiap daerah? sumber Tes Uraian apa saja bentukbentuk kegiatan ekonomi dalam memanfaatkan sumber daya alam? Jelaskan! bentuk-bentuk Tes Uraian Apa yang dimaksud dengan kegiatan ekonomi? Tes Uraian Berikanlah 3 Menjelaskan persebaran sumber daya alam di Indonesia 3 Menyebutkan manfaat daya alam. 4 Menyebutkan kegiatan ekonomi yang memanfaatkan sumber daya alam. 5 Instrumen Tes sumber daya alam 2 Contoh Menjelaskan pengaruh kondisi alam terhadap kegiatan ekonomi. contoh kondisi alam dan kegiatan ekonomi masyarakatnya 6 Menjelaskan usaha-usaha pelestarian sumber daya alam. Tes Uraian Sebut dan jelaskan usahausaha pelestarian sumber daya alam!

(130) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 111 b. Penilaian Conscience  Non Tes No. Aspek yang dinilai Pilihan sikap SS 1. Menunjukkan kemandirian dalam memecahkan soal atau permasalahan 2. Menunjukkan kemampuan menyampaikan pendapat didalam kelompok dan di dalam kelas 3. Menunjukkan keberanian ketika bertanya 4. Melakukan kerjasama dalam memecahkan masalah 5. Menunjukkan sikap menghargai pendapat teman Keterangan : Nilai: SS : Sangat Setuju 5 S : Setuju 4 R : Ragu-ragu 3 TS : Tidak Setuju 2 STS : Sangat Tidak Setuju 1 SkorTotal  skor poin 1  2  3  4  5 5 S R TS STS

(131) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 112 c.  Penilaian Psikomotor Non Tes No. Aspek yang dinilai 1. Kerapian hasil karya poster 2. Keindahan hasil karya poster 3. Aktif dalam ikut serta merawat sumber daya SB B CB KB TB alam yang ada di sekolah Keterangan : SB: Sangat baik :5 B : Baik :4 CB: Cukup baik :3 KB: Kurang baik :2 TB: Tidak baik :1 SkorTotal  skor poin 1  2  3  4  5 5 Alexandra Sandra Kusmainah, S. Pd Irene Ika Kusuma Yunita

(132) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 113 Nama Nilai TTD Indikator  Menjelaskan tentang jenis-jenis sumber daya alam  Menjelaskan persebaran sumber daya alam di Indonesia  Menjelaskan pengaruh kondisi alam terhadap kegiatan ekonomi. LEMBAR KERJA SISWA KEGIATAN 1 Secara berkelompok (1 kelompok = 5 siswa), guru akan membagikan peta provinsimu kemudian tandai daerah-daerah yang menghasilkan sumber daya alam. Tandailah dengan potongan gambar, manik-manik, atau tanda lainnya. Buatlah semenarik mungkin!

(133) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 114 Nama Nilai TTD Indikator  Menyebutkan manfaat sumber daya alam.  Menyebutkan bentuk-bentuk kegiatan ekonomi yang memanfaatkan sumber daya alam. LEMBAR KERJA SISWA KEGIATAN 2 1. Sebutkan barang-barang yang diperlukan oleh keluargamu! 2. Apakah manfaat barang-barang tersebut? Dari manakah barang-barang tersebut didapatkan? Diskusikanlah dengan teman satu kelompokmu! 3. Tuliskanlah pada tabel berikut! No. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Nama Barang Manfaat Diperoleh dari

(134) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 115 Nama Nilai TTD Indikator  Menjelaskan usaha-usaha pelestarian sumber daya alam. LEMBAR KERJA SISWA KEGIATAN 3 Buatlah sebuah poster yang menarik mengenai “usaha melestarikan sumber daya alam”. Kerjakan bersama teman dalam kelompokmu!

(135) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 116 LAMPIRAN 6 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran dan LKS Kelompok Kontrol RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ( RPP ) Nama Sekolah : SD Kanisius Sorowajan Mata Pelajaran : IPS Kelas : IV Semester : 2 (dua) Alokasi Waktu : 6x35 Menit (3 kali pertemuan) A. Standar Kompetensi 2. Mengenal sumber daya alam, kegiatan ekonomi, dan kemajuan teknologi di lingkungan kabupaten/kota dan provinsi B. Kompetensi dasar 2.1 Mengenal aktivitas ekonomi yang berkaitan dengan sumber daya alam dan potensi lain di daerahnya. C. Indikator a. competence  Menjelaskan tentang jenis-jenis sumber daya alam  Menjelaskan persebaran sumber daya alam di Indonesia  Menyebutkan manfaat sumber daya alam.  Menyebutkan bentuk-bentuk kegiatan ekonomi yang memanfaatkan sumber daya alam.  Menjelaskan pengaruh kondisi alam terhadap kegiatan ekonomi.  Menjelaskan usaha-usaha pelestarian sumber daya alam.

(136) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 117 b. conscience  Membandingkan dengan cermat jenis-jenis sumber daya alam.  Menjelaskan dengan tegas persebaran sumber daya alam di Indonesia.  Menjawab dengan tepat pertanyaan mengenai aktivitas ekonomi yang berkaitan dengan sumber daya alam.  Menunjukkan kepedulian dalam melestarikan sumber daya alam. c. compassion  Mengamalkan usaha pelestarian sumber daya alam yang ada di lingkungan sekolah.  Bekerjasama dalam membuat poster mengenai usaha pelestarian sumber daya alam. D. Tujuan pembelajaran a. Competence  Siswa mampu menjelaskan tentang 2 jenis sumber daya alam melalui diskusi.  Siswa mampu menjelaskan minimal 5 contoh persebaran sumber daya alam di Indonesia melalui diskusi.  Siswa mampu menyebutkan minimal 5 manfaat dari sumber daya alam melalui diskusi.  Siswa mampu menyebutkan minimal 5 bentuk kegiatan ekonomi yang memanfaatkan sumber daya alam melalui diskusi.  Siswa mampu menjelaskan minimal 5 pengaruh kondisi alam terhadap kegiatan ekonomi melalui diskusi.  Siswa mampu menjelaskan minimal 3 contoh usaha-usaha pelestarian sumber daya alam. b. Conscience  Siswa mampu membandingkan dengan cermat 2 jenis sumber daya alam melalui diskusi kelompok.  Siswa mampu menjelaskan dengan tegas minimal 5 contoh persebaran sumber daya alam di Indonesia melalui diskusi kelompok.

(137) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 118  Siswa mampu menjawab dengan tepat minimal 5 pertanyaan mengenai aktivitas ekonomi yang berkaitan dengan sumber daya alam melalui diskusi kelompok.  Siswa mampu menunjukkan kepedulian dalam melestarikan minimal 2 macam sumber daya alam yang ada disekitar melalui kerjasama kelompok. c. Compassion  Siswa mampu mengamalkan minimal 3 usaha pelestarian sumber daya alam yang ada di lingkungan sekolah melalui kerjasama kelompok.  Siswa mampu membuat minimal 1 poster mengenai usaha pelestarian sumber daya alam melalui kerjasama kelompok. E. Materi ajar Sumber Daya Alam dan Kegiatan Ekonomi Masyarakat Setempat (terlampir) F. Pendekatan, Model, dan Metode pembelajaran a. Pendekatan pembelajaran Pendekatan Pedagogi Reflektif (PPR) b. Model pembelajaran Model Pembelajaran Konvensional c. Metode pembelajaran Diskusi, penugasan, tanya jawab

(138) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 119 G. Langkah-langkah pembelajaran Pertemuan pertama 4. Kegiatan awal (Konteks) ( 15 Menit ) a. Salam pembuka , guru mengucapkan salam kepada siswa. b. Guru dan siswa berdoa bersama c. Guru melakukan presensi siswa d. Apersepsi Siswa bertanya jawab dengan guru tentang sumber daya alam yang diketahui oleh siswa. (Menggali pengetahuan lampau siswa ) e. Orientasi Siswa mendengarkan penjelasan guru tentang langkah-langkah kegiatan, tujuan pembelajaran terkait dan manfaat penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw dalam proses pembelajaran ini. (sumber daya alam serta persebarannya di Indonesia ) f. Motivasi Guru mengajak siswa bernyanyi “Alamku” Alamku ya pulauku, Indonesia permai Dihias gunung-gunung lembah serta ngarai Alamku ya pulauku ku puja selalu Di manaku dibuai, pulauku indah permai 5. Kegiatan Inti (Pengalaman) ( 40 Menit ) a. Siswa dan guru bertanya jawab mengenai sumber daya alam yang berada disekitar lingkungan sekolah atau lingkungan rumah. b. Siswa dibagi dalam kelompok yang setiap kelompoknya beranggotakan 5 orang siswa. c. Siswa dalam kelompok diminta berdiskusi dan mencatat tentang sumber daya alam apa saja yang ada di lingkungan sekitar tempat tinggalnya. d. Setiap kelompok diminta menceritakan tentang sumber daya alam apa saja yang ada di lingkungan sekitar tempat tinggalnya.

(139) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 120 e. Siwa mendengarkan penjelasan guru mengenai sumber daya alam dan persebarannya di Indonesia. f. Siswa secara berkelompok mengerjakan LKS “kegiatan 1” tentang “menandai daerah-daerah yang menghasilkan sumber daya alam dalam peta” g. Setiap siswa diberikan lembar evaluasi atau tes tertulis yang dikerjakan secara individu. h. Guru bersama siswa kemudian melakukan tanya jawab tentang hal-hal yang belum diketahui, dan meluruskan kesalahpahaman tentang materi yang dipelajari. i. Guru memberikan penguatan tentang materi yang sudah dipelajari. Refleksi Siswa membuat refleksi atas pembelajaran yang telah dilalui  Bagaimana perasaan kalian selama mengikuti pelajaran?  Apa kesulitan yang kalian temui?  Bagaimana kalian menyelesaikan kesulitan yang kalian temui? Aksi Siswa merencanakan tindakan yang akan dilaksanakan, misalnya: merawat sumber daya alam yang ada disekitar. Mengapa memilih tindakan tersebut? 6. Kegiatan Akhir ( 15 menit) Kesimpulan a. Guru memberikan penguatan dan meluruskan kesalahan persepsi siswa. b. Siswa diberikan kesempatan untuk bertanya tentang materi yang belum dimengerti. c. Siswa dan guru menyimpulkan hasil belajar. Evaluasi Setiap siswa diberikan lembar evaluasi atau tes tertulis yang dikerjakan secara individu. Tindak lanjut a. Guru memberikan pekerjaan rumah berupa mempelajari materi atau topik selanjutnya mengenai pemanfaatan SDA untuk kegiatan ekonomi

(140) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 121 pada pertemuan selanjutnya. b. Guru menutup pelajaran dengan bernyanyi “Sayonara” c. Siswa mengucapkan salam. Pertemuan kedua 4. Kegiatan awal ( 15 Menit ) a. Salam Pembuka , guru mengucapkan salam kepada siswa. b. Guru dan siswa berdoa bersama. c. Guru melakukan presensi siswa. d. Apersepsi Siswa bertanya jawab dengan guru tentang yang siswa ketahui mengenai kegiatan ekonomi yang pernah ditemui siswa. (Menggali pengetahuan lampau siswa ) e. Orientasi Siswa dijelaskan langkah-langkah kegiatan, tujuan pembelajaran terkait dan manfaat penggunaan jigsaw dalam proses pembelajaran ini (kegiatan ekonomi dalam memanfaatkan sumber daya alam ) f. Motivasi Guru mengajak siswa bermain tebak-tebakan “apakah pekerjaanku?” 5. Kegiatan Inti ( 40 Menit ) a. Siswa dan guru bertanya jawab mengenai macam-macam kegiatan ekonomi yang dilakukan masyarakat. b. Siswa diminta menceritakan tentang kegiatan ekonomi yang dilakukan masyarakat di sekitar tempat tinggal siswa. c. Siswa berkumpul dalam kelompok asal yang sudah dibentuk pada pertemuan sebelumnya. d. Siswa dalam kelompok diminta mengerjakan LKS “kegiatan 2” mengenai “barang-barang kebutuhan sehari-hari serta manfaatnya” e. Siswa kemudian mempresentasikan hasil diskusi kelompoknya di depan

(141) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 122 kelas. f. Siswa mendengarkan penjelasan guru mengenai pemanfaatan sumber daya alam untuk kegiatan ekonomi. g. Siswa dan guru melakukan tanya jawab seputar materi h. Setiap siswa diberikan lembar evaluasi atau tes tertulis yang dikerjakan secara individu. i. Guru bersama siswa kemudian melakukan tanya jawab tentang hal-hal yang belum diketahui, dan meluruskan kesalahpahaman tentang materi yang dipelajari. j. Guru memberikan penguatan tentang materi yang sudah dipelajari. Refleksi Siswa membuat refleksi atas pembelajaran yang telah dilalui  Bagaimana perasaan kalian selama mengikuti pelajaran?  Apa kesulitan yang kalian temui?  Bagaimana kalian menyelesaikan kesulitan yang kalian temui? Aksi Siswa merancanakan tindakan yang akan dilaksanakan, misalnya : merawat sumber daya alam yang ada disekitar. Mengapa memilih tindakan tersebut? 6. Kegiatan Akhir ( 15 menit) Kesimpulan a. Guru memberikan penguatan dan meluruskan kesalahan persepsi siswa. b. Siswa diberikan kesempatan untuk bertanya tentang materi yang belum dimengerti. c. Siswa dan guru menyimpulkan hasil belajar. Evaluasi Setiap siswa diberikan lembar evaluasi atau tes tertulis yang dikerjakan secara individu. Tindak lanjut a. Guru memberikan pekerjaan rumah berupa mempelajari materi

(142) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 123 mengenai pengaruh kondisi alam terhadap kegiatan ekonomi dan usaha pelestarian sumber daya alam. b. Guru menutup pelajaran dengan bernyanyi “Sayonara” c. Siswa mengucapkan salam. Pertemuan ketiga 4. Kegiatan Awal ( 15 Menit ) a. Salam Pembuka , guru mengucapkan salam kepada siswa. b. Guru dan siswa berdoa bersama. c. Guru melakukan presensi siswa. d. Apersepsi Siswa bertanya jawab dengan guru tentang yang siswa ketahui mengenai macam-macam kondisi alam yang pernah ditemui siswa. (Menggali pengetahuan lampau siswa ) e. Orientasi Siswa dijelaskan langkah-langkah kegiatan, tujuan pembelajaran terkait dan manfaat penggunaan jigsaw dalam proses pembelajaran ini. (kegiatan ekonomi dalam memanfaatkan sumber daya alam ) f. Motivasi Guru mengajak siswa bernyanyi “naik-naik kepuncak gunung” Naik-naik kepuncak gunung Tinggi-tinggi sekali 2x Kiri kanan kulihat saja banyak pohon cemara 2x 5. Kegiatan Inti ( 40 Menit ) a. Siswa dan guru bertanya jawab mengenai macam-macam kondisi alam. b. Siswa diminta menyebutkan macam-macam kondisi alam di Indonesia. c. siswa diminta membandingkan pekerjaan masyarakat di daerah yang satu dengan daerah yang lain sehubungan dengan kondisi alamnya. d. Siswa berdiskusi dengan guru tentang kondisi alam yang rusak akibat ulah manusia yang berlebihan dalam memanfaatkan sumber daya alam. e. Guru kemudian bertanya kepada siswa tentang apa saja kontribusi

(143) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 124 siswa dalam menjaga sumber daya alam yang ada disekitarnya. f. Guru memberikan penjelasan mengenai materi pengaruh kondisi alam terhadap kegiatan ekonomi dan usaha pelestarian sumber daya alam. g. Guru kemudian meminta siswa dalam kelompok mengerjakan LKS “Kegiatan 3” berupa membuat sebuah poster mengenai usaha pelestarian sumber daya alam. h. Siswa kemudian diajak merawat sumber daya alam yang ada di sekolah misalnya saja menyiram tanaman. i. Setiap siswa diberikan lembar evaluasi atau tes tertulis yang dikerjakan secara individu. j. Guru bersama siswa kemudian melakukan tanya jawab tentang hal-hal yang belum diketahui, dan meluruskan kesalahpahaman tentang materi yang dipelajari. k. Guru memberikan penguatan tentang materi yang sudah dipelajari. Refleksi Siswa membuat refleksi atas pembelajaran yang telah dilalui  Bagaimana perasaan kalian selama mengikuti pelajaran?  Apa kesulitan yang kalian temui?  Bagaimana kalian menyelesaikan kesulitan yang kalian temui? Aksi Siswa merancanakan tindakan yang akan dilaksanakan, misalnya: merawat sumber daya alam yang ada disekitar. Mengapa memilih tindakan tersebut? 6. Kegiatan Akhir ( 15 menit) Kesimpulan a. Guru memberikan penguatan dan meluruskan kesalahan persepsi siswa. b. Siswa diberikan kesempatan untuk bertanya tentang materi yang belum dimengerti. c. Siswa dan guru menyimpulkan hasil belajar. Evaluasi Setiap siswa diberikan lembar evaluasi atau tes tertulis yang dikerjakan

(144) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 125 secara individu. Tindak lanjut a. Guru memberikan pekerjaan rumah berupa mempelajari materi mengenai pengaruh kondisi alam terhadap kegiatan ekonomi dan usaha pelestarian sumber daya alam. b. Guru menutup pelajaran dengan bernyanyi “Sayonara” c. Siswa mengucapkan salam H. Sumber belajar dan Media Belajar a. Sumber Belajar  New Teaching Resources. 2007. Ilmu Pengetahuan Sosial untuk Sekolah Dasar Kelas IV Standar Isi 2006. Jakarta:Esis.  Tim Bina Karya Guru. 2007. IPS Terpadu untuk Sekolah Dasar Kelas 4. Jakarta: Penerbit Erlangga.  Sarwiyanto, Widyaningtyas & Setiawan, D. 2009. Ayo Belajar Ilmu Pengetahuan Sosial Kelas 4. Yogyakarta: Penerbit Kanisius. b. Media  Peta  Ringkasan materi  LKS (terlampir)

(145) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 126 I. Penilaian Indikator Pencapaian Jenis Penilaian Kompetensi Bentuk Contoh Penilaian Instrumen / Soal Uraian/essay, Jelaskan apa yang dimaksud dengan sumber daya alam! competence  Menjelaskan tentang jenisjenis sumber daya alam  Menjelaskan sumber persebaran daya alam di Indonesia  Menyebutkan manfaat sumber daya alam.  Menyebutkan bentuk-bentuk kegiatan ekonomi Tes tertulis yang pilihan ganda memanfaatkan sumber daya alam.  Menjelaskan kondisi pengaruh alam terhadap kegiatan ekonomi.  Menjelaskan pelestarian usaha-usaha sumber daya alam. conscience  Membandingkan dengan cermat jenis-jenis sumber daya alam.  Menjelaskan dengan tegas persebaran sumber daya dengan pertanyaan Rubrik penilaian sikap Menunjukkan kemandirian dalam alam di Indonesia.  Menjawab nontes tepat mengenai aktivitas ekonomi berkaitan dengan yang sumber memecahkan soal atau permasalahan

(146) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 127 daya alam.  Menunjukkan kepedulian dalam melestarikan sumber daya alam. compassion  Mengamalkan usaha pelestarian daya sumber alam yang ada di lingkungan Non tes Rubrik pengamatan sekolah.  Bekerjasama dalam membuat poster mengenai usaha Kerapian pelestarian daya alam. sumber karya poster hasil

(147) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 128 b. Penilaian Competence  Tes Tertulis Penilaian No. 1 Indikator teknik Menjelaskan tentang jenis-jenis Bentuk Instrumen Uraian Sebutkan dan jelaskan jenisjenis sumber daya alam yang dapat di perbaharui! Tes Uraian Mengapa persebaran sumber daya alam tidak merata di setiap daerah? sumber Tes Uraian apa saja bentukbentuk kegiatan ekonomi dalam memanfaatkan sumber daya alam? Jelaskan! bentuk-bentuk Tes Uraian Apa yang dimaksud dengan kegiatan ekonomi? Tes Uraian Berikanlah 3 Menjelaskan persebaran sumber daya alam di Indonesia 3 Menyebutkan manfaat daya alam. 4 Menyebutkan kegiatan ekonomi yang memanfaatkan sumber daya alam. 5 Instrumen Tes sumber daya alam 2 Contoh Menjelaskan pengaruh kondisi alam terhadap kegiatan ekonomi. contoh kondisi alam dan kegiatan ekonomi masyarakatnya 6 Menjelaskan usaha-usaha pelestarian sumber daya alam. Tes Uraian Sebut dan jelaskan usahausaha pelestarian sumber daya alam!

(148) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 129 b. Penilaian Conscience  Non Tes No. Aspek yang dinilai Pilihan sikap SS 1. Menunjukkan kemandirian S R TS STS CB KB TB dalam memecahkan soal atau permasalahan 2. Menunjukkan kemampuan menyampaikan pendapat didalam kelompok dan di dalam kelas 3. Menunjukkan keberanian ketika bertanya 4. Melakukan kerjasama dalam memecahkan masalah 5. Menunjukkan sikap menghargai pendapat teman Keterangan : Nilai: SS : Sangat Setuju 5 S : Setuju 4 R : Ragu-ragu 3 TS : Tidak Setuju 2 STS : Sangat Tidak Setuju 1 SkorTotal  d.  skor poin 1  2  3  4  5 5 Penilaian Psikomotor Non Tes No. Aspek yang dinilai 1. Kerapian hasil karya poster 2. Keindahan hasil karya poster 3. Aktif dalam ikut serta merawat sumber daya alam yang ada di sekolah SB B

(149) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 130 Keterangan : SB: Sangat baik :5 B : Baik :4 CB: Cukup baik :3 KB: Kurang baik :2 TB: Tidak baik :1 SkorTotal  skor poin 1  2  3  4  5 5 Mengetahui, Guru kelas IV B Peneliti Rosalia Septi Wulansari,S.Pd. Irene Ika Kusuma Yunita Mengesahkan, Kepala sekolah

(150) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 131 Nama Nilai TTD Indikator  Menjelaskan tentang jenis-jenis sumber daya alam  Menjelaskan persebaran sumber daya alam di Indonesia  Menjelaskan pengaruh kondisi alam terhadap kegiatan ekonomi. LEMBAR KERJA SISWA KEGIATAN 1 Guru akan membagikan peta provinsimu kemudian tandai daerahdaerah yang menghasilkan sumber daya alam. Tandailah dengan potongan gambar, manik-manik, atau tanda lainnya. Buatlah semenarik mungkin!

(151) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 132 Nama Nilai TTD Indikator  Menyebutkan manfaat sumber daya alam.  Menyebutkan bentuk-bentuk kegiatan ekonomi yang memanfaatkan sumber daya alam. LEMBAR KERJA SISWA KEGIATAN 2 4. Sebutkan barang-barang yang diperlukan oleh keluargamu! 5. Apakah manfaat barang-barang tersebut? Dari manakah barang-barang tersebut didapatkan? 6. Tuliskanlah pada tabel berikut! No. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Nama Barang Manfaat Diperoleh dari

(152) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 133 Nama Nilai TTD Indikator  Menjelaskan usaha-usaha pelestarian sumber daya alam. LEMBAR KERJA SISWA KEGIATAN 3 Buatlah sebuah poster yang menarik mengenai “usaha melestarikan sumber daya alam”.

(153) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 134 LAMPIRAN 7 LEMBAR EVALUASI Pertemuan 1 (sumber daya alam serta persebarannya di Indonesia) Jawablah pertanyaan dibawah ini dengan jelas! 1. Jelaskan apa yang dimaksud dengan sumber daya alam! _____________________________________________________________________ _____________________________________________________________________ _____________________________________________________________________ _____________________________________________________________________ _____________________________________________________________________ _____________________________________________________________________ 2. Sebutkan dan jelaskan jenis-jenis sumber daya alam yang dapat di perbaharui! _____________________________________________________________________ _____________________________________________________________________ _____________________________________________________________________ _____________________________________________________________________ _____________________________________________________________________ 3. Sebutkan dan jelaskan jenis-jenis sumber daya alam yang tidak dapat di perbaharui! _____________________________________________________________________ _____________________________________________________________________ _____________________________________________________________________ _____________________________________________________________________ _____________________________________________________________________ _____________________________________________________________________ 4. Sebutkan jenis-jenis bahan galian dan berikanlah contohnya! _____________________________________________________________________ _____________________________________________________________________ _____________________________________________________________________ _____________________________________________________________________ _____________________________________________________________________ 5. Mengapa persebaran sumber daya alam tidak merata di setiap daerah? _____________________________________________________________________ _____________________________________________________________________ _____________________________________________________________________ _____________________________________________________________________ _____________________________________________________________________

(154) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 135 LEMBAR EVALUASI Pertemuan 2 (pemanfaatan sumber daya alam untuk kegiatan ekonomi) Jawablah pertanyaan dibawah ini dengan jelas! 1. Apa yang dimaksud dengan kegiatan ekonomi? _____________________________________________________________________ _____________________________________________________________________ _____________________________________________________________________ _____________________________________________________________________ _____________________________________________________________________ _____________________________________________________________________ 2. Jelaskan apa yang dimaksud produksi, distribusi, dan konsumsi! _____________________________________________________________________ _____________________________________________________________________ _____________________________________________________________________ _____________________________________________________________________ _____________________________________________________________________ 3. apa saja bentuk-bentuk kegiatan ekonomi dalam memanfaatkan sumber daya alam? Jelaskan! _____________________________________________________________________ _____________________________________________________________________ _____________________________________________________________________ _____________________________________________________________________ _____________________________________________________________________ _____________________________________________________________________ 4. Uraikan manfaat sumber daya alam bagi kehidupan manusia!

(155) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 136 LEMBAR EVALUASI Pertemuan 3 (pengaruh kondisi alam terhadap kegiatan ekonomi dan usaha-usaha pelestarian sumber daya alam) Jawablah pertayaan dibawah ini dengan jelas! 1. Berikanlah 3 contoh kondisi alam dan kegiatan ekonomi masyarakatnya! _____________________________________________________________________ _____________________________________________________________________ _____________________________________________________________________ _____________________________________________________________________ _____________________________________________________________________ _____________________________________________________________________ 2. Sebut dan jelaskan usaha-usaha pelestarian sumber daya alam! _____________________________________________________________________ _____________________________________________________________________ _____________________________________________________________________ _____________________________________________________________________ _____________________________________________________________________

(156) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 137 LAMPIRAN 8 MATERI AJAR “Sumber Daya Alam dan Kegiatan Ekonomi Masyarakat Setempat” Alam semesta beserta seluruh isinya ini adalah karunia dari Tuhan. Semuanya disediakan oleh Tuhan untuk manusia. Kita patut bersyukur negara kita adalah negara yang kaya akan sumber daya alam. Banyak negara lain yang iri dengan kekayaan alam di negara kita. Kekayaan alam di Indonesia banyak yang sudah dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan manusia. Namun masih banyak pula yang belum dimanfaatkan secara optimal. Bahkan beberapa diantaranya terancam rusak dan habis. Pada bab ini kita akan mempelajari sumber daya alam serta pemanfaatannya untuk kegiatan ekonomi. Kamu juga akan mengetahui cara membuat peta persebaran alam di lingkungan sekitarmu serta usaha melestarikan sumber daya alam. sumber daya alam serta persebarannya di Indonesia. A. Jenis Sumber Daya Alam Apa yang dimaksud dengan sumber daya alam? Sumber daya alam merupakan kekayaan alam di suatu tempat yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup. Berbagai jenis tumbuhan, hewan dan barang tambang termasuk sumber daya alam. Setiap daerah memiliki sumber daya alam, di daerahmu tentu juga memilikinya. Sumber daya alam begitu banyak jenisnya. Semuanya bermanfaat bagi manusia. Secara umum sumber daya alam dibagi

(157) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 138 menjadi dua, yaitu sumber daya alam yang dapat diperbarui dan sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui: 1. Sumber Daya Alam yang Dapat Diperbarui Sumber daya alam yang dapat diperbarui yaitu sumber daya alam yang dapat dihasilkan kembali (dilestarikan) setelah kita menggunakannya. Contohnya adalah berbagai jenis hewan dan tumbuhan. Sumber daya alam yang selalu tersedia setiap saat di alam juga termasuk sumber daya alam yang dapat diperbarui. Contohnya adalah air, tanah, dan udara. Berikut ini adalah uraiannya: a. Air Air merupakan kebutuhan mutlak setiap orang. Artinya jika tidak ada air manusia akan mati. Air dapat berupa air sumur, air sungai, air danau dan air laut. Air dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan sehari-hari kita. Seperti minum, mandi dan mencuci. Untuk kebutuhan ini diperlukan air yang bersih. Di kota-kota besar sulit untuk mendapatan air bersih. Di sana air sudah banyak yang tercemar. Bahkan untuk mendapatkan air bersih kita harus beli. Air dalam jumlah yang banyak dapat dimanfaatkan untuk mengairi sawah, memelihara ikan, pembangkit listrik, sebagai sarana transportasi dan olah raga. b. Tanah Tanah merupakan lapisan bumi yang paling atas. Tanah yang subur dapat dimanfaatkan untuk menanam berbagai jenis tumbuhan. Tanah liat dapat dimanfaatkan untuk membuat berbagai perabot rumah tangga, batu bata dan berbagai macam kerajinan. c. Udara

(158) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 139 Udara merupakan benda gas yang terdiri dari berbagai zat seperti oksigen dan karbondioksida. Udara yang sehat mengandung banyak oksigen. Udara yang sehat dibutuhkan manusia untuk bernafas. Di kotakota besar udaranya sudah banyak yang tercemar. Udara juga dapat dimanfaatkan untuk kegiatan olah raga seperti terjun payung dan gantole. d. Tumbuhan Tumbuhan atau tanaman dapat dibedakan menjadi empat macam, yaitu: 1) Tanaman pertanian Tanam\an pertanian merupakan tanaman hasil pertanian yang meliputi hasil sawah, tegal dan ladang. Contoh tanaman pertanian adalah padi, sayur-sayuran, buah-buahan, gandum dan ubi. 2) Tanaman perkebunan Tanaman perkebunan terdiri dari tanaman perkebunan di dataran tinggi dan di dataran rendah. Contoh tanaman perkebunan di dataran tinggi adalah cengkih, teh dan tembakau. Sedangkan contoh tanaman perkebunan di dataran rendah adalah kelapa, karet, tebu, dan kelapa sawit. Masing-masing tanaman perkebunan tersebut dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan manusia. Misalnya karet digunakan untuk membuat ban, tebu untuk membuat gula dan kelapa sawit untuk membuat minyak goreng. Dapatkah kamu menyebutkan pemanfaatan tanaman perkebunan yang lain? 3) Tanaman hutan Tanaman hutan merupakan tanaman yang tumbuh di hutan. Tanaman hutan biasanya tidak dipelihara manusia. Tanaman hutan banyak dimbil kayunya sebagai bahan bangunan dan perabot rumah tangga. Sebagai contoh adalah kayu jati, kayu kruing, kayu meranti, dan rotan.

(159) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 140 4) Tanaman air Tanaman air yang banyak dimanfaatkan antara lain rumput laut dan alga. Rumput laut dimanfaatkan untuk membuat agar-agar. Sedangkan alga ada yang langsung dikonsumsi. Ada pula jenis alga tertentu yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku obat-obatan, kosmetik dan industri makanan. e. Hewan Hewan atau binatang dapat dibedakan menjadi tiga, yakni sebagai berikut. 1) Hewan liar Hewan liar merupakan hewan yang hidup bebas di alam baik di perkampungan, hutan, sungai, ataupun di laut. Hewan liar tidak dipelihara manusia. Dapatkah kamu menyebutkan contohnya? Hewan-hewan liar seperti kijang, gajah, harimau, dan buaya banyak diburu manusia. Untuk apa? Hewan-hewan tersebut dimanfaatkan untuk dimakan dagingnya, diambil kulitnya untuk dibuat pakaian atau diambil gadingnya untuk hiasan. Karena sering diburu sekarang hewanhewan tersebut menjadi langka. Padahal keberadaan hewan-hewan liar sangat penting untuk menjaga keseimbangan alam. 2) Hewan piaraan Hewan piaraan merupakan hewan yang biasa dipelihara manusia untuk kesenangan atau hoby. Sebagai contoh adalah kucing, burung, hamster, dan anjing. Anjing dipelihara selain untuk kesenangan juga untuk menjaga keamanan rumah ataupun mencari jejak. 3) Hewan ternak

(160) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 141 Hewan ternak merupakan hewan yang sengaja dikembangbiakkan untuk kebutuhan konsumsi maupun industri. Contoh hewan ternak antara lain sapi, kerbau, kuda, kambing, ayam dan itik. Hewan ternak dapat dimanfaatkan daging, telur, kulit, bulu dan susunya. 2. Sumber Daya Alam yang Tidak Dapat Diperbarui Sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui yaitu sumber daya alam yang tidak dapat kita hasilkan kembali setelah kita menggunakannya. Sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui ada yang dapat dihasilkan kembali namun membutuhkan waktu yang sangat lama. Sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui dapat dibedakan menjadi tiga, yakni sebagai berikut: a. Sumber daya alam mineral logam Sumber daya alam yang termasuk mineral logam antara lain emas, perak, platina, besi, timah, nikel, tembaga, aluminium, dan mangaan. Untuk mengambil sumber daya alam ini dilakukan dengan cara menambang. Oleh karena itu sumber daya alam ini juga disebut barang tambang. Negara kita merupakan negara yang kaya akan barang tambang tersebut. Berbagai barang tambang tersebut dimanfaatkan antara lain untuk perhiasan, membuat kabel dan berbagai perabot rumah tangga. b. Sumber daya alam mineral bukan logam (batu-batuan) Selain kaya akan barang tambang, Indonesia juga kaya akan batu-batuan penunjang industri. Misalnya, pasir kuarsa, batu kapur, marmer, kaolin, intan, mika, asbes, batu granit, bentonit atau abu bumi, belerang, tras dan fosfat. Batubatuan ini dapat dimanfaatkan untuk bahan bangunan, perabot rumah tangga, kain, korek api, batu baterai dan pupuk.

(161) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 142 c. Sumber daya energi Sumber daya energi merupakan sumber daya alam yang dapat dimanfaatkan sebagai penghasil tenaga atau bahan bakar. Sumber daya energi di Indonesia meliputi minyak bumi, gas alam, batu bara, panas bumi dan tenaga surya. Indonesia merupakan negara pengekspor sumber daya energi terutama minyak bumi dan gas alam. Untuk mendapatkan minyak bumi, gas alam dan batu bara dilakukan pengeboran dan pertambangan. Minyak bumi yang sudah diolah akan menghasilkan bensin (premium), solar, minyak tanah (kerosin), avtur (bahan bakar pesawat terbang), pelumas mesin atau oli, plastik, lilin dan aspal. Sedangkan gas alam setelah diolah akan menghasilkan LNG (Liquefied Natural Gas/gas alam cair) dan LPG (Liquefied Petroleum Gas/gas alam yang dimampatkan). LNG sering digunakan sebagai bahan pembuat pupuk. Sedangkan LPG atau elpiji sering digunakan sebagai bahan bakar kompor. Untuk batu bara dapat dimanfaatkan pula sebagai bahan bakar baik rumah tangga maupun untuk industri/pabrik.

(162) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 143 B. Persebaran Sumber Daya Alam Negara kita merupakan negara yang kaya akan sumber daya alam. Hampir semua sumber daya alam terdapat di negara kita. Sumber daya alam tersebut tersebar di seluruh nusantara. Masing-masing daerah memiliki berbagai sumber daya alam yang mungkin tidak dimiliki oleh daerah lain. Hal ini sesuai dengan kondisi alam di daerah tersebut. 1. Bahan galian Pada dasarnya bahan galian terbagi dua yaitu bahan galian logam dan bukan logam. Contoh bahan galian logam adalah tembaga, timah, bauksit bijih besi, emas, perak, mangan, da nikel. Sedangkan contoh bahan galian bukan logam adalah minyak bumi, batu bara, aspal, belerang, yodium, asbes, dan marmer. Berikut adalah contoh bahan galian dan persebarannya di tanah air. a. Tembaga Tembaga adalah bahan galian yang mudah dikenali karena berwarna merah kekuningan, lunak, dan sangat mudah ditempa. Tambang tembaga di Indonesia terdapat di Kompara, Tembaga Pura (Papua), Tirtamaya (Jawa tengah), Sangkarapi (Sulawesi Selatan), dan Batu Hijau (Nusa Tenggara Barat). b. Timah Timah merupakan paduan logam besi dan seng. Indonesia termasuk urutan kedua penghasil timah terbesar di dunia. Timah dihasilkan di daerah sungai Luat (pulau bangka), Manggar (pulau Belitung), dan Bangkinan (Riau). Hasil tambang timah yang masih mentah ini diolah di Muntok (pulau Belitung). c. Bauksit Bauksit adalah bahan dasar dalam pembuatan aluminium yang sangat banyak dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari. Di Indonesia, tambang bauksit

(163) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 144 terdapat antara lain di Pulau Bintan (Riau) dan Singkawang (Kalimantan Barat). d. Bijih besi Sebelum diolah menjadi besi, bahan galian ini masih berbentuk pasir hitam. Di Indonesia, bijih besi terdapat di daerah pantai seperti Cilacap (jawa tengah), cilegon( Banten), pegunungan Verbeek dan Longkana (Sulawesi Tengah), pulau Sebuku, Pulau Suwang (Kalimantan Selatan), Kotawaringin (Kalimantan Tengah), dan Pulau Obi (Maluku). e. Emas dan perak Diantara seluruh logam yang ada, emas dan perak merupakan logam yang sangat bernilai. Tambang emas dan perak di Indonesia terdapat di daerah Meulaboh (daerah istimewa Aceh), Raja Lebong (Bengkulu), Gunung Pongkor (Jawa Barat), Bolaang Mongondow (Sulawesi Utara), Batu Hijau (Nusa Tenggara Barat), dan Tembaga Pura (Irian Jaya). f. Mangan Di Indonesia, tambang mangan antara lain terdapat di daerah Kliripam (Yoyakarta) dan Tsikmalaya (Jawa Barat). g. Nikel Nikel mudah dikenali karena berwarna putih perak dan lebih keras daripada besi. Penambangan nikel terdapat di daerah Soroako, Kabupaten Luwuk (Sulawesi Selatan) dan Pasir Majang (Kalimantan Timur). h. Minyak bumi Minyak bumi sangat dibutuhkan oleh masyarakat dalam kehidupan seharihari. Minyak bumi berasal dari sisa hewan yang mati dan terpendam di tanah

(164) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 145 berjuta-juta tahun lamanya. Penambangan minyak bumi di negara kita terdapat di berbagai wilayah berikut.  Pulau Sumatra: Peureulak dan Lhokseumawe (Aceh); Pangkalan Brandan (Sumatera Utara); Dumai, Rokan, dan Sungai Pakning (Riau); sungai Gerong, Plaju, dan Muara Enim (Sumatra Selatan).  Pulau Kalimantan : Tarakan dan Pulau Bunyu (Kalimantan Timur); Kembatin (Kalimantan Tengah)  Pulau Jawa: Majalaya (Jawa Barat); Cepu, Rembang (Jawa Tengah); Bojonegoro, Sungai Brantas, dan Wonokromo (Jawa Timur).  Pulau Maluku: Pulau Seram (Maluku Utara).  Pulau Papua: Sorong, Babo, dan Klamono. i. Aspal Aspal terbentuk dari dua sumber, yaitu dari sisa penyulingan minyak bumi dan dari alam. Aspal dari sisa penyulingan dihasilkan di jawa timur sedang aspal alam banyak dihasilkan di pulau Buton. j. Batu bara Batu bara berasal dari sisa tumbuhan yang mati dan terpendam dalam tanah berjuta-juta tahun lamanya. Tambang batubara di Indonesia terdapat di berbagai daerah misalnya Umbilin dan Sawah Lunto (Sumatera Barat), Bukit Asam dan Tanjung Enim (Sumatera Selatan), dan pulau Laut (Kalimantan Selatan). k. Belerang Belerang mudah dikenali karena warnanya yang kuning muda, nyala apinya yang berwarna biru dan asapnya yang berbau busuk. Belerang terdapat hampir di semua gunung berapi. Tambang belerang terdapat di daerah Patuha,

(165) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 146 Gunung Tangkuban Perahu (Jawa Barat), Gunung Welirang (Jawa Timur), dan gunung Dieng (Jawa Tengah). l. Yodium Yodium merupakan bahan galian berbentuk kepingan berwarna hitam gak kelabu, serta mengkilap seperti logam. Tambang yodium terdapat di Semarang (Jawa Tengah) dan Mojokerto (JawaTimur). m. Asbes Asbes mudah dikenali karena bentuknya yang berserat serta tahan terhadap asam dan panas. Tambang asbes terdapat di daerah Kuningan (Jawa Barat) dan Mojokerto (Jawa Timur). n. Marmer Pada awalnya marmer berasal dari batu kapur. Namun karena pengaruh suhu dan tekanan, maka terjadilah perubahan warna dan bentuk. Tambang marmer di Indonesia terdapat di daerah wajak, Tulung Agung (Jawa Timur), Citatah (Jawa Barat), dan Lampung. 2. Hasil pertanian Indonesia merupakan negara agraris (negara pertanian) maka beragam hasil pertanian tersebar di seluruh wilayah Indonesia. a. Padi Padi merupakan hasil pertanian yang sangat vital. Bagi sebagian besar penduduk Indonesia, padi merupakan bahan makanan pokok.

(166) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 147 b. Jagung Sama halnya dengan padi, jagung merupakan bahan makanan pokok. Jagung banyak dikonsumsi oleh penduduk di Madura. c. Sayur-sayuran Sayuran sebagai bahan makanan tidak bisa dipisahkan dari kehidupan manusia. Sayuran banyak terdapat di daerah dataran tinggi atau perbukitan. Sayuran yang banyak dihasilkan dan dibutuhkan oleh masyarakat misalnya kol, wortel, sawi, lobak, dan bayam. d. Ikan Ikan merupakan kekayaan alam yang cukup dapat di andalkan di Indonesia. Berbagai jenis ikan terdapat di seluruh perairan Indonesia. Ada ikan kakap, tongkol, tenggiri, bandeng, baronang, cumi-cumi, kepiting, kerang, udang, dan bawal. e. Hewan ternak Usaha peternakan di indonesia pada umumnya terbagi dalam tiga kelompok usaha yaitu ebagai berikut:  Peternakan besar antara lain kerbau, sapi, dan kuda.  Peternakan kecil antara lain kambing, domba, kelinci, dan babi.  Peternakan unggas antara lain ayam, bebek, dan burung. f. Hasil hutan Sumber daya alam Indonesia yang sangat berpengaruh terhadap devisa negara adalah hutan. Hasil hutan yang penting adalah kayu, rotan, damar, gambir. Hutan di Indonesia terdapat di berbagai daerah seperti pulau kalimantan, sumatra, papua, sulawesi, dan jawa. Kayu dan rotan merupakan hasil hutan yang di ekspor di mancanegara dan banyak menghasilkan devisa.

(167) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 148 Pemanfaatan Sumber Daya Alam untuk Kegiatan Ekonomi Semua sumber daya alam bermanfaat bagi manusia untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Manusia melakukan berbagai jenis usaha dalam memanfaatkan sumber daya alam. Sumber daya alam ada yang dapat dimanfaatkan atau dikonsumsi secara langsung. Namun ada pula sumber daya alam yang harus diolah terlebih dahulu. Maka dilakukanlah usaha pengolahan atau produksi. Seperti usaha mengolah sawah dan kebun, usaha kerajinan dan industri. Selain itu agar sumber daya alam dan hasil pengolahannya dapat tersebar di berbagai tempat dilakukan upaya distribusi. Usaha ini dinamakan usaha perdagangan. Untuk lebih lengkapnya tentang bentuk-bentuk kegiatan ekonomi dalam memanfaatkan sumber daya alam, marilah kita ikuti penjelasan berikut: 1. Pengertian kegiatan ekonomi Darimanakah keluargamu memenuhi kebutuhan hidup sehaari-hari? Dari manakah ibumu mendapatkan barang kebutuhan sayur-sayuran setiap hari? Dari memetik dikebun sendiri, membeli pada pedagang keliling, membeli di warung dekat rumah, ataukah membeli di pasar? Kegiatan yang dilakukan di subuah warung atau pasar merupakan salah satu contoh kegiatan ekonomi apakah yang dimaksud kegiatan ekonomi? Kegiatan ekonomi meliputi kegiatan menghasilkan, menyalurkan, dan memakai suatu barang. Kegiatan menghasilkan barang (produksi) Masyarakat kita sangat giat menghasilkan barang-barang yang diperlukan. Misalnya petani menanam padi untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat. Peternak menghasilkan daging dan telur yang kemudian dijual ke pasar. Kegiatan menghasilkan barang yang dilakukan di pabrik juga disebut kegiatan produksi. Petani, peternak, maupun pabrik yang menghasilkan barang disebut produsen.

(168) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 149 Kegiatan menyalurkan barang (distribusi) Apakah yang dilakukan pabrik atau perusahaan setelah membuat atau menghasilkan suatu barang? Apakah minyak goreng yang dibuat oleh suatu pabrik dapat sampai langsung ke pembeli? Apakah buku yang dibuat oleh suatu percetakan juga dapat langsung sampai ke pembeli? Tentu tidak. Barang-barang tersebut harus disalurkan ke berbagai tempat, misalnya ke warung, toko, pasar, agen, atau pedagang eceran. Kegiatan menyalurkan barang-barang produksi disebut kegiatan distribusi. Orang atau perusahaan yang menyalurkan barang disebut distributor. Kegiatan memakai barang (konsumsi) Setiap hari kita memerlukan berbagai jenis barang. Barang-barang yang kita pakai cukup banyak mulai dari perlengkapan mandi, pakaian, sepatu, nasi, lauk pauk, dan sebagainya. Kegiatan memakai barang-barang disebut kegiatan konsumsi. Orang yang memakai barang-barang konsumsi disebut konsumen. 2. Bentuk Kegiatan Ekonomi Bentuk-bentuk kegiatan ekonomi dalam memanfaatkan sumber daya alam antara lain: a. Pertanian Usaha pertanian merupakan bentuk usaha mengolah tanah dan menanaminya dengan berbagai jenis tanaman. Bentuk usaha pertanian dapat dibedakan menjadi tiga macam, yakni sawah, tegal dan ladang. 1) Sawah

(169) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 150 Sawah merupakan bentuk pertanian pada lahan basah. Hasil utama pertanian pada lahan basah adalah padi. Negara kita termasuk negara penghasil beras, bahkan pernah mengekspor beras. Namun sebaliknya sekarang kita justru mengim-por beras dari luar negeri. Hal ini disebabkan oleh kebutuhan yang terus meningkat serta hasil pertanian yang menurun. Tahukah kamu mengapa hasil pertanian kita menurun? Antara lain adalah karena sistem pengolahan yang belum modern dan semakin sempitnya lahan untuk pemukiman dan pabrik. Sebab lain adalah banyaknya penduduk desa yang memilih pergi mengadu nasib di kota daripada menjadi petani di desa. 2) Tegal Tegal merupakan bentuk pertanian pada lahan kering. Tegal tidak terlalu membutuhkan air. Biasanya hanya mengandalkan air hujan. Hasil pertanian tegal antara lain tebu, nanas, jagung, ubi dan singkong. Tebu merupakan bahan baku pembuatan gula. Sedangkan singkong merupakan bahan baku pembuatan tepung tapioka. 3) Ladang Ladang merupakan bentuk pertanian yang dibuat dengan membuka hutan. Hutan ditebang dan dibakar, kemudian ditanami. Ladang ada yang dibuat berpindah-pindah. Ladang seperti ini jika dibuat dalam area yang luas dapat menyebabkan kerusakan hutan. Hasil ladang antara lain singkong, gandum dan sayuran.

(170) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 151 b. Perkebunan Perkebunan dapat dibedakan menjadi dua yakni perkebunan di dataran rendah dan perkebunan di dataran tinggi. Di atas sudah disebutkan contoh hasil perke-bunan. Indonesia merupakan negara penghasil kelapa sawit terbesar kedua di dunia. Selain itu dalam hal rempah-rempah, sejak dahulu Indonesia terkenal sebagai penghasil rempah-rempah. Contoh rempah-rempah adalah lada dan pala. Dapatkah kamu menyebutkan contoh rempah-rempah yang lain? c. Perikanan Bentuk usaha perikanan dibedakan menjadi dua, yakni perikanan laut dan perikanan darat. Perikanan laut merupakan bentuk usaha menangkap ikan di laut. Hasil perikanan laut antara lain bandeng, tongkol, cumi-cumi, bawal dan udang. Wilayah negara kita dua pertiganya adalah laut. Laut di negara kita kaya akan ikan. Namun banyak diantaranya ditangkap oleh nelayan ilegal dari luar negeri. Hal ini disebabkan kurangnya sistem pengamanan yang kesulitan menangani luasnya wilayah laut di negara kita. Perikanan darat merupakan bentuk perikanan dengan menangkap atau memelihara ikan selain di laut. Misalnya di sungai, empang atau kolam dan di aquarium. Hasil perikanan darat antara lain mujaer, mas, koi dan lele. Hasil perikanan darat selain untuk kebutuhan pangan juga digunakan untuk hiasan. Banyak ikan yang karena bentuknya yang indah dipelihara orang

(171) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 152 sebagai ikan hias. Contohnya adalah louhan, arwana dan mas koi. Harga ikan-ikan hias ini bisa mencapai jutaan rupiah. d. Peternakan Usaha peternakan merupakan usaha memelihara hewan untuk dikonsumsi sendiri ataupun dijual. Usaha peternakan di Indonesia masih banyak yang menggunakan cara-cara tradisional. Berdasarkan hewan yang diternakkan, usaha peternakan dibedakan menjadi tiga, yaitu: - Ternak hewan besar Hewan yang termasuk hewan ternak besar antara lain sapi, kuda dan kerbau. - Ternak hewan kecil Hewan yang termasuk hewan ternak kecil antara lain kambing, kelinci dan babi. - Ternak hewan unggas Hewan yang termasuk uggas antara lain ayam, itik dan angsa. Hasil dari usaha peternakan antara lain daging, telur dan susu. Dapatkah kamu menyebutkan hasil ternak lainnya? e. Kerajinan Kerajian merupakan usaha membuat suatu barang dengan ketrampilan tertentu. Orang yang melakukan usaha kerajinan disebut perajin. Banyak bahan-bahan yang sebelumnya tidak begitu berguna jika berada di tangan yang terampil berubah menjadi barang yang lebih berguna dan menarik. Bahan-bahan yang sering digunakan antara lain daun pandan, bambu, tanah liat, batu dan barang-barang bekas. Hasil kerajinan antara lain gerabah, tikar, tas dan barang-barang bernilai seni seperti patung dan souvenir.

(172) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 153 f. Perdagangan Usaha perdagangan merupakan usaha mengambil keuntungan dari menjual barang. Para pedagang mendapat keuntungan dari selisih harga jual dengan harga beli. Usaha perda-gangan meliputi perdagangan bahan mentah dan barang jadi. Pedagang ada yang membuka usahanya di pasar, di pinggir jalan, di depan rumah atau dengan berkeliling. Saat ini ada pula perdagangan yang dilakukan tanpa bertatap muka. Pedagang dan pembeli tidak bertemu secara langsung. Sebagai contoh adalah perdagangan lewat internet. Bagaimana cara melakukannya? Perdagangan lewat internet, transaksi jual beli dilakukan di internet. Barang dan uang didapatkan melalui pengiriman. Namun perdagangan seperti ini harus hati-hati sebab sangat rawan penipuan. g. Perindustrian Perindustrian merupakan usaha mengolah bahan mentah menjadi barang jadi atau setengah jadi. Usaha perindustrian ada yang dilakukan dalam skala kecil, sedang dan besar. Industri besar biasanya dilakukan dengan membuat pabrik. Hasil industri antara lain kain, makanan instan, minuman kaleng, gula, kabel, ban dan sebagainya. Ada pula industri yang disebut insdustri berat. Industri berat menghasilkan barang-barang seperti galangan kapal, pesawat dan lokomotif kereta api.

(173) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 154 h. Jasa Jasa merupakan bentuk usaha ekonomi yang memberikan pelayanan baik tenaga, pikiran maupun keahlian tertentu. Contohnya antara lain tukang becak, sopir, guru, dokter, dan kuli bangunan. Usaha di bidang jasa baik secara langsung maupun tidak juga dipengaruhi sumber daya alam di suatu daerah. Seperti sopir truk, adakalanya dibutuhkan untuk mengangkut sumber daya alam dari desa ke kota untuk dijual. i. Pertambangan Pertambangan merupakan usaha ekonomi yang mengambil sumber daya alam dari dalam perut bumi. Usaha pertambangan ada yang dilakukan dengan peralatan sederhana. Contohnya adalah penambang pasir. Namun banyak usaha pertambangan yang harus dilakukan dengan peralatan berat dan canggih. Misalnya pertambangan minyak bumi, batu bara, bijih besi dan emas. Negara kita merupakan salah satu negara penghasil minyak bumi. Minyak bumi berasal dari makhuk hidup yang mati jutaan tahun yang lalu. Untuk mendapatkan minyak bumi harus dilakukan pengeboran ke dalam bumi. Setelah itu akan diperoleh minyak yang masih mentah yang bercampur dengan lumpur. Setelah dilakukan penyulingan barulah didapatkan minyak bumi. Pengaruh Kondisi Alam Terhadap Kegiatan Ekonomi Pada bab sebelumnya sudah kita pelajari bahwa kondisi alam berpengaruh pada kegiatan ekonomi. Bentuk alam beserta sumber daya alam yang terdapat di dalamnya bepengaruh terhadap mata pencaharian masyarakat. Misalnya desa yang berupa dataran

(174) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 155 rendah yang tanahnya subur pada umumnya penduduknya bermata pencarian sebagai petani. Mereka menanam padi dan tanaman pangan lainnya. Penduduk yang tinggal di pegunungan biasanya berkebun tanaman keras ataupun sayuran. Sedangkan penduduk yang tinggal di daerah pantai maka kebanyakan bermata pencaharian sebagai nelayan. Kadangkala para nelayan juga memiliki pekerjaan sampingan bercocok tanam di area pertanian di dekat pantai. Penduduk yang tinggal di wilayah yang memiliki sumber bahan tambang, kebanyakan juga terlibat di proyek penambangan. Seperti masyarakat di daerah Martapura yang terdapat sumber bahan tambang emas. Banyak masyarakat di sana yang bekerja di penambangan dan atau menjadi pendulang emas. Mendulang emas artinya mencari emas dengan memilah milahnya dari pasir dan air dengan alat pendulang. Usaha Pelestarian Sumber Daya Alam Sumber daya alam merupakan karunia Tuhan yang harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Dalam memanfaatkan sumber daya alam tersebut tidak boleh dengan seenaknya. Jika saat ini kita dengan seenaknya menggunakan, maka suatu saat kita akan menemui masalah. Manusia akan kesulitan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Sumber daya alam yang dapat diperbarui pun, jika pemanfaatannya dengan seenaknya, lama kelamaan juga akan punah. Untuk itu usaha pelestarian sumber daya alam harus senantiasa dilakukan. Cara pelestarian sumber daya alam antara lain sebagai berikut: 1. Usaha Pelestarian Sumber Daya Air Sumber daya air merupakan kebutuhan mutlak setiap manusia. Setiap manusia membutuhkan air yang bersih. Air yang bersih dan bebas polusi juga dibutuhkan oleh hewan dan tumbuhan. Pelestarian sumber daya air dapat dilakukan antara lain dengan cara tidak

(175) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 156 membuang sampah di sembarang tempat, menanam banyak pohon dan hemat air. Dapatkah kamu menyebutkan contoh-contoh cara menghemat air? 2. Usaha Pelestarian Sumber Daya Tanah Tanah yang subur bermanfaat bagi makhluk hidup. Manusia makan berbagai jenis hewan. Hewan memakan tumbuhan. Tumbuhan bisa tumbuh dengan baik pada tanah yang subur. Berarti secara langsung maupun tidak semua makhluk membutuhkan tanah yang subur. Tanah yang subur memiliki lapisan yang disebut humus. Humus terletak pada lapisan tanah yang paling atas. Humus akan hilang bila terkikis oleh air. Penanaman pohon-pohon dapat mencegah terkikisnya humus. Tanah juga bisa menjadi tidak subur jika terkena polusi. Penyebab polusi tanah adalah bahan-bahan beracun seperti sabun dan limbah pabrik. 3. Usaha Pelestarian Hutan Keberadaan hutan sangat penting. Hutan merupakan tempat hidup berbagai jenis tumbuhan dan hewan. Hutan juga merupakan penyeimbang alam dan paru-paru dunia. Saat ini jumlah hutan di dunia semakin berkurang. Manusia terus mengambil sumber daya yang ada dalam hutan. Bila hal ini dibiarkan terus maka hutan di dunai akan habis. Apa yang akan terjadi bila hutan habis? Bumi akan semakin panas dan tidak akan seimbang lagi. Manusia pun juga tidak bisa mendapatkan kayu dan lainnya lagi untuk kebutuhannya. Untuk itu menjaga hutan agar tetap lestari harus dilakukan. Pemerintah telah melakukan berbagai upaya untuk menjaga kelestarian hutan. Beberapa kawasan hutan ditetapkan sebagai kawasan hutan lindung, cagar alam dan suaka margasatwa. Jika hutan sudah ditetapkan menjadi hutan lindung, pohonnya tidak boleh ditebang. Cara lain untuk melestarikan hutan adalah sebagai berikut:

(176) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 157 a. Tebang pilih Tebang pilih dilakukan dengan memilih tanaman yang akan ditebang. Dipilih yang sudah tua. Penebangannya juga harus diberi jarak. Tidak satu lokasi ditebang semua. b. Tebang tanam Tebang tanam artinya setelah dilakukan penebangan pohon di hutan selalu diiringi dengan penanaman pohon baru. Dengan demikian kelestarian hutan tetap terjaga. c. Mencegah penebangan liar Penebangan liar sering dikenal dengan istilah illegal logging. Saat ini kasus penebangan liar semakin parah. Hutan-hutan di negara kita semakin menyempit. Untuk itu pengawasan harus dilakukan secara ketat. Pelaku penebangan liar juga harus dihukum karena telah merugikan negara. d. Melakukan penghijauan Penghijauan atau reboisasi merupakan upaya penanaman kembali hutan yang sudah gundul. Reboisasi sangat penting untuk mencegah kerusakan hutan dan bencana banjir dan tanah longsor. 4. Usaha Pelestarian Mineral Logam Mineral logam banyak dimanfaatkan untuk membuat perhiasan, kabel, kaleng, alat-alat otomotif, sepeda dan lain sebagainya. Logam merupakan bahan yang sulit diuraikan tanah. Sehingga barang-barang yang berasal dari logam jika dibuang dapat menjadi polusi tanah dan air. Mineral logam juga merupakan bahan yang tidak dapat diperbarui. Sehingga pelestarian logam dapat dilakukan dengan cara mendaur ulang barang-barang bekas. Mendaur ulang

(177) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 158 barang bekas bisa dengan meleburnya kembali. Atau membuat kreasi baru dari barang bekas menjadi barang lain yang bermanfaat. Dapatkah kamu membuat barang-barang kreasi dari barang bekas? 5. Usaha Pelestarian Sumber Daya Energi Sumber daya energi merupakan sumber daya yang menghasilkan tenaga. Sumber daya energi seperti minyak bumi, gas alam dan batubara merupakan sumber daya penting bagi kita. Sumber daya energi tersebut dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar dan listrik. Sumber daya energi termasuk sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui. Artinya suatu saat bisa habis. Pelestarian sumber daya energi dapat dilakukan dengan cara berhemat. Dapatkah kamu menyebutkan contoh cara menghemat bahan bakar dan listrik? Usaha lain yang bisa dilakukan adalah memanfaatkan sumber daya energi alternatif seperti energi air, matahari dan nuklir

(178) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 159 LAMPIRAN 9 Validasi Instrumen nomor item soal no siswa 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 0 1 1 0 1 1 1 0 1 1 0 1 1 1 1 1 1 0 0 1 1 2 0 0 0 0 1 0 0 1 1 0 1 0 1 1 0 0 0 1 0 0 0 0 1 0 0 0 1 0 1 0 3 1 0 0 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 4 0 0 0 1 0 1 0 0 1 0 0 0 1 0 1 0 0 1 1 0 0 0 1 0 0 0 0 0 1 1 5 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 6 1 0 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 7 1 1 0 0 1 0 0 1 1 0 1 0 1 1 1 0 1 1 0 1 1 1 1 1 0 1 0 1 1 0 8 0 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 0 0 0 1 1 1 1 1 9 1 1 1 1 0 1 1 0 1 0 1 1 0 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 1 1 10 0 0 0 1 1 1 1 0 0 0 1 1 1 1 1 1 0 0 1 1 0 0 1 0 1 0 1 0 0 1 11 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 12 0 0 1 1 1 1 0 0 0 0 1 1 1 1 1 1 0 1 1 0 0 0 1 0 0 1 1 0 1 1 13 1 1 0 1 0 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 0 0 1 1 1 1 1 1 1 14 1 1 0 0 1 0 1 0 1 0 1 1 1 0 1 0 1 1 0 1 0 0 0 1 0 0 0 0 1 0 15 0 0 0 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 0 1 0 1 1 1 1 0 0 0 0 0 1 1 1 1 16 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 17 0 0 0 0 1 0 0 0 1 1 1 0 1 1 1 1 0 1 0 0 0 0 1 0 0 0 1 1 1 0 18 1 1 0 0 1 0 1 0 1 0 1 1 1 1 0 1 0 1 0 1 0 0 1 1 0 1 1 0 1 0 19 0 0 0 1 0 1 0 1 1 0 1 0 1 1 1 0 0 1 1 0 1 1 0 0 0 0 1 0 1 1 20 0 0 0 1 1 1 0 1 1 0 1 1 1 1 1 1 0 0 1 0 1 1 0 0 0 0 1 0 1 1 21 0 0 1 1 1 1 1 0 1 0 0 1 0 1 1 0 0 0 1 1 0 0 1 0 0 1 1 0 1 1 total 23 10 26 10 29 27 19 23 23 16 29 17 24 14 19 30 13 17 15 17 16

(179) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 160 22 1 1 0 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 0 1 0 1 1 0 0 1 1 1 1 1 1 1 1 23 0 0 1 1 1 1 0 0 1 1 1 0 1 1 1 1 0 1 1 0 0 0 0 0 0 0 0 1 1 1 24 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 25 0 1 1 0 1 0 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 0 0 1 1 1 0 0 1 1 1 0 1 0 26 1 1 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 1 1 1 1 0 0 1 0 0 1 1 1 0 1 0 1 0 27 0 0 1 1 1 0 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 0 1 1 0 1 1 0 0 1 1 1 1 1 1 24 16 28 20 18 22

(180) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 161

(181) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 162

(182) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 163

(183) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 164 Berilah tanda silang (X) pada huruf a, b, c, atau d pada jawaban yang paling tepat! 1. Termasuk sumber daya yang tidak dapat diperbarui adalah.... a. tanah dan air b. hewan dan tumbuhan c. bahan tambang dan mineral d. keindahan alam 2. Sumber daya alam yang dapat dimanfaatkan untuk pembuatan tempe, tahu, dan kecap ialah.... a. kacang tanah b. kacang kedelai c. kacang polong d. kacang hijau 3. Di antara kekayaan alam di bawah ini, yang bukan hasil perkebunan ialah.... a. kelapa sawit b. tebu c. kina d. padi 4. Peternak memelihara lebah untuk mengambil....lebah. a. kulit b. daging c. madu d. sarang

(184) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 165 5. Penanaman hutan yang gundul disebut.... a. revisi b. reboisasi c. renovasi d. reparasi 6. Bahan baku bulu, kulit, dan tulang dihasilkan oleh industri.... a. peternakan b. perindustrian c. pertanian d. pertambangan 7. Orang atau perusahaan yang menghasilkan suatu barang disebut.... a. produsen b. distributor c. konsumen d. ekonomi 8. Kegiatan ekonomi yang berhubungan dengan pemanfaatan sumber daya tanah adalah.... a. perikanan b. pertanian c. peternakan d. perindustrian 9. Segala sesuatu yang dibutuhkan manusia untuk kelangsungan hidupnya disebut.... a. sumber daya b. sumber daya alam c. sumber daya yang dapat diperbaharui d. sumber daya alam non hayati

(185) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 166 10. Di Pulau Papua banyak dihasilkan tambang.... a. timah b. bauksit c. tembaga d. seng 11. Indonesia adalah penghasil....nomor dua di dunia. a. minyak bumi b. tembaga c. timah d. batu bara 12. Tambang batu bara di Sumatera barat terdapat di.... a. Umbilin dan Sawah Lunto b. Sawah Lunto dan Pulau Laut c. Bukit asam dan Umbilin d. Pulau Laut dan Bukit Asam 13. Dalam kegiatan produksi, orang menghasilkan barang dan jasa. Berikut ini yang termasuk kegiatan produksi adalah ... . a. membuat tahu b. berdagang sayuran c. membeli sepatu d. mengirim hasil bumi 14. Contoh sumber daya alam yang tidak dapat di perbaharui adalah… a. air b. batu bara c. tanah d. udara

(186) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 167 15. Contoh sumber daya alam mineral bukan logam adalah… a. nikel b. marmer c. tembaga d. aluminium 16. Matapencaharian masyarakat di daerah pesisir adalah… a. petani b. peternak c. nelayan d. pedagang 17. Perkebunan teh terletak di daerah… a. pesisir b. dataran tinggi c. dataran rendah d. perkotaan 18. Matapencaharian sebagian besar masyarakat di negara Indonesia sebagai negara agraris adalah… a. Petani b. Peternak c. Pedagang d. Pegawai kantor 19. Menangkap ikan yang dilarang adalah menggunakan… a. jaring b. pancing c. tombak d. racun

(187) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 168 20. Kegiatan memilih tanaman yang akan ditebang disebut… a. reboisasi b. tebang pilih c. irigasi d. tebang tanam Kunci Jawaban: 1. C 2. B 3. D 4. C 5. B 6. A 7. A 8. B 9. B 10. C 11. A 12. A 13. A 14. B 15. B 16. C 17. B 18. A 19. D 20. B

(188) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 169 LAMPIRAN 10 HASIL REKAP NILAI PRETEST DAN POSTEST KELOMPOK EKSPERIMEN Pretest No. soal, 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 Jumlah Nilai 1 1 0 1 0 0 0 1 1 0 1 1 1 0 0 0 0 0 0 0 0 7 35 2 0 1 1 0 1 1 0 1 0 0 0 1 0 1 0 1 1 1 1 0 11 55 3 1 1 1 0 0 0 1 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 0 6 30 4 0 1 0 1 0 1 1 0 0 0 0 0 0 0 1 0 1 1 1 1 9 45 5 1 0 0 1 1 0 0 1 0 1 1 1 0 1 1 1 0 1 1 1 13 65 6 1 0 0 1 0 1 0 1 1 1 1 0 0 1 1 1 0 0 1 1 12 60 7 0 1 1 1 1 1 0 0 1 1 0 1 1 1 0 1 1 1 1 1 15 75 8 1 1 1 0 1 1 0 1 1 0 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 16 80 No.siswa 9 1 1 0 0 0 1 1 0 0 1 1 1 0 0 0 0 1 0 1 0 9 45 10 0 1 1 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 1 5 25 11 1 0 1 0 0 0 0 1 0 0 1 0 0 1 0 1 0 1 0 0 7 35 12 1 0 0 0 1 1 1 0 1 0 0 1 0 1 1 0 0 0 1 0 9 45 13 1 0 0 1 0 1 0 0 1 0 1 1 1 1 0 0 1 1 0 0 10 50 14 1 0 1 0 0 1 1 1 0 0 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 14 70 15 0 0 1 0 0 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 15 75 16 0 0 0 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 0 0 0 1 1 1 13 65 17 0 0 0 0 1 0 1 1 1 1 0 1 1 1 0 1 1 1 1 0 12 60 18 1 0 1 1 1 0 0 1 1 0 0 1 1 1 0 0 1 1 1 0 12 60 19 0 0 0 1 1 1 0 0 1 1 0 0 0 1 1 1 1 0 1 1 11 55 20 1 0 0 1 0 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 0 0 1 13 65 21 0 0 0 1 1 1 0 1 1 1 1 1 0 1 0 0 0 0 0 0 9 45 22 0 1 0 1 1 1 0 0 0 0 1 1 0 0 0 0 0 0 0 0 6 30 23 0 0 0 0 0 1 1 1 1 0 0 0 1 1 1 0 0 0 0 0 7 35 24 1 0 0 1 0 1 1 0 1 1 1 1 0 1 1 1 0 1 1 0 13 65 25 0 1 1 1 1 1 0 0 1 1 1 1 1 1 0 1 0 0 0 0 12 60 26 1 0 1 1 1 0 0 1 1 0 1 1 1 1 1 0 0 1 1 1 14 70 27 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 1 1 0 1 1 0 0 1 1 1 15 75 13 65 28 1 1 0 0 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 0 0 0 0 jumlah 16 11 13 15 15 20 13 17 17 14 16 21 13 22 14 13 11 15 19 13

(189) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 170 Posttest No. soal, 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 Jumlah Nilai 1 1 0 1 1 0 1 0 0 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 15 75 2 1 0 1 1 1 1 1 1 0 0 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 16 80 3 0 0 0 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 1 1 1 1 1 0 13 65 4 0 1 1 0 0 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 0 13 65 5 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 0 0 15 75 6 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 0 0 16 80 7 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 17 85 8 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 0 18 90 9 1 1 1 1 1 1 0 0 1 1 1 0 0 1 1 1 1 0 0 13 65 10 0 0 0 0 0 0 0 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 0 0 10 50 11 0 0 0 0 1 1 1 1 1 1 1 0 0 1 1 1 1 1 1 1 14 70 12 0 0 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 15 75 13 0 1 0 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 16 80 14 0 0 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 16 80 15 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 18 90 16 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 1 1 1 1 1 1 1 17 85 17 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 19 95 18 0 1 0 1 1 1 1 1 1 1 0 0 0 1 1 1 1 1 1 1 15 75 19 1 0 1 1 1 1 0 1 1 1 1 0 1 1 1 1 0 1 0 0 14 70 20 1 1 0 1 0 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 0 1 16 80 21 1 0 1 1 1 1 1 0 0 1 1 1 1 1 0 1 1 1 0 1 15 75 22 0 0 1 0 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 0 0 1 1 0 13 65 23 1 0 1 1 1 1 0 1 0 1 1 1 1 1 1 0 0 0 0 12 60 24 0 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 0 16 80 25 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 1 1 1 1 1 1 0 1 0 1 16 80 26 0 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 17 85 27 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 1 1 1 1 1 1 1 1 18 90 28 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 1 1 1 1 0 1 15 75 jumlah 14 17 22 23 23 22 24 22 23 25 19 21 23 26 24 23 23 15 13 No.siswa 26

(190) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 171 LAMPIRAN 11 HASIL REKAP NILAI PRETEST DAN POSTEST KELOMPOK KONTROL Pretest No. soal, 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 Jumlah Nilai 1 1 0 1 1 0 1 0 0 1 1 1 1 1 0 0 0 1 0 1 1 12 55 2 1 0 1 1 1 1 1 1 0 0 0 1 1 1 1 0 0 0 0 1 12 60 3 0 0 0 0 0 1 0 1 1 1 0 0 0 1 1 1 1 1 0 9 45 4 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 1 0 0 0 0 0 0 0 2 10 5 1 1 1 1 0 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 0 0 14 70 6 0 1 1 1 1 1 0 0 0 1 1 1 1 1 1 0 1 1 0 0 13 65 7 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 0 1 0 0 0 1 1 0 0 12 60 8 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 0 1 1 1 0 0 0 15 75 9 1 1 1 1 1 1 0 0 1 0 1 0 0 1 1 1 1 0 0 12 60 10 0 0 0 0 0 0 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 13 65 11 0 0 0 1 1 1 1 1 1 0 1 1 0 0 0 0 1 0 0 1 10 50 12 0 0 1 1 1 1 1 1 0 0 0 1 1 0 0 0 0 1 0 0 9 45 13 0 0 0 0 0 0 1 0 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 11 55 14 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 0 0 1 1 1 1 5 25 15 1 1 1 1 1 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 6 30 16 0 0 0 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 1 1 1 1 1 1 1 15 75 17 1 1 0 0 0 0 0 0 1 0 0 0 0 1 1 1 1 1 1 0 9 45 18 0 1 0 1 1 1 1 1 1 1 0 0 0 1 1 1 0 1 1 1 14 70 19 1 0 1 1 1 1 0 1 1 1 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 9 45 20 1 1 0 1 0 1 1 1 1 1 0 0 0 1 0 0 0 1 0 1 11 55 21 1 0 1 1 1 1 1 0 0 0 0 1 1 0 0 1 0 0 0 1 10 50 22 0 0 1 0 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 0 0 1 0 0 12 60 23 1 0 1 1 1 1 0 1 0 1 1 1 1 1 1 0 0 1 1 14 70 24 0 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 0 0 1 0 0 0 13 65 25 1 0 1 1 1 1 1 1 0 0 1 1 1 1 1 1 0 1 0 1 15 75 26 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 1 1 1 1 1 1 8 40 27 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 11 55 28 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 1 1 1 0 0 0 12 65 jumlah 14 13 17 20 18 15 18 18 15 15 14 16 16 16 13 15 13 10 13 No.siswa 20

(191) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 172 Posttest No. soal, 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 Jumlah Nilai 1 1 0 1 1 0 1 0 0 1 1 1 1 1 0 1 1 1 0 0 1 13 65 2 1 0 1 1 1 1 1 1 0 0 0 1 1 1 1 0 1 0 0 1 13 65 3 0 0 0 0 0 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 12 50 4 0 0 0 0 0 0 1 1 1 0 0 1 1 0 0 0 0 0 0 0 5 25 5 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 0 0 15 75 6 0 1 1 1 1 1 1 0 0 1 1 1 1 1 1 0 1 1 0 0 14 70 7 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 1 0 0 0 1 1 0 0 13 65 8 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 0 17 85 9 1 1 1 1 1 1 0 0 1 0 1 1 1 1 1 1 1 0 0 14 70 10 0 0 0 1 0 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 15 75 11 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 0 0 1 16 80 12 0 0 1 1 1 1 1 1 0 0 0 1 1 0 0 0 1 1 0 0 10 50 13 0 0 1 0 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 15 75 14 0 1 1 1 0 1 0 1 0 0 0 0 0 1 0 1 1 1 1 1 10 55 15 1 1 1 1 1 1 0 0 1 1 1 0 0 0 0 0 0 0 0 1 10 50 16 0 0 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 17 85 17 1 1 0 0 0 0 0 0 1 0 0 0 1 1 1 1 1 1 1 1 11 55 18 0 1 0 1 1 1 1 1 1 1 0 1 0 1 1 1 0 1 1 1 15 75 19 1 0 1 1 1 1 0 1 1 1 1 0 0 0 0 0 0 1 0 1 11 55 20 1 1 0 1 0 1 1 1 1 1 0 0 0 1 0 0 1 1 1 1 13 65 21 1 0 1 1 1 1 1 0 0 0 0 1 1 0 0 1 1 0 0 1 11 55 22 0 0 1 0 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 0 0 1 0 0 12 60 23 1 0 1 1 1 1 0 1 0 1 1 1 1 1 1 0 0 0 1 1 14 70 24 0 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 0 0 1 1 1 0 15 75 25 1 0 1 1 1 1 1 1 0 0 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 16 85 26 0 1 0 1 1 1 1 0 0 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 15 75 27 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 11 70 28 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 0 16 80 jumlah 15 15 19 23 21 24 19 20 20 20 18 19 21 20 18 16 19 16 11 16 No.siswa

(192) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 173 LAMPIRAN 12 NORMALITAS  Pretest eksperimen  Pretest kontrol  Posttest eksperimen  Posttest kontrol

(193) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 174 HOMOGENITAS  Pretest eksperimen-pretest kontrol UJI BEDA PRETEST UJI HIPOTESIS

(194) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 175 LAMPIRAN 13 LEMBAR PENGAMATAN PELAKSANAAN PROSES PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW II

(195) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 176 LAMPIRAN 14

(196) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 177

(197) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 178

(198) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 179

(199) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 180

(200) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 181

(201) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 182

(202) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 183

(203) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 184

(204) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 185

(205) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 186

(206) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 187 LAMPIRAN 15 Foto kelompok eksperimen Guru (peneliti) melakukan tanya jawab pada awal kegiatan pembelajaran di kelompok eksperimen kelas IV B SD Kanisius Sorowajan Guru membagi kelas menjadi beberapa kelompok yang heterogen untuk membentuk kelompok asal dan membagi materi pada semua siswa

(207) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 188 Seluruh siswa diberi kesempatan mempelajari materi sebelum berkumpul dengan kelompok ahli Siswa melakukan diskusi dengan kelompok ahli dan guru memberikan reward pada siswa yang melakukan diskusi dengan baik berupa poin.

(208) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 189 Siswa kembali ke kelompok asal dan saling bertukar informasi secara bergantian Siswa dalam kelompok asal bersama-sama mengerjakan LKS Guru mengulang kembali pelajaran dan memberikan kesempatan pada siswa untuk bertanya

(209) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 190 Guru melakukan tanya jawab dengan siswa untuk mengetahui sejauh mana pemahaman siswa terhadap seluruh materi Siswa mengerjakan soal (posttest) secara individu

(210) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 191 Guru memberikan reward pada kelompok dengan skor poin tertinggi

(211) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 192 Foto kelompok kontrol Guru melakukan Tanya jawab dengan siswa untuk menggali pengetahuan awal siswa Guru menuliskan materi yang akan dipelajari siswa

(212) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 193 Guru menjelaskan materi kepada siswa melalui ceramah Guru melakukan Tanya jawab dengan siswa

(213) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 194 Siswa mengerjakan LKS Siswa menjawab pertanyaan yang ada di papan tulis

(214) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 195 Siswa mengerjakan soal evaluasi (postest)

(215) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 196 LAMPIRAN 16 Daftar Riwayat Hidup Irene Ika Kusuma Yunita merupakan anak pertama dari pasangan Budi Nurseto dan Helena yang terlahir di Palasari tanggal 28 Juni 1992. Pendidikan awal dimulai di SD Marsudirini tahun1998-2004. Pada tahun sebagai SMPN I siswa 2004 terdaftar Negara. Penulis melanjutkan studi ke SMA Negeri 1 Negara, Kabupaten Jembrana pada tahun 2007 dan lulus pada tahun 2010. Tahun 2010 peneliti terdaftar sebagai mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta. Selama menempuh studi di Universitas Sanata Dharma, peneliti terlibat dalam berbagai kegiatan maupun organisasi. Salah satu organisasi yang pernah diikuti adalah HMPS yang terdaftar pada tahun 2011-2012 dalam divisi lingkungan. Selain itu peneliti pernah mengikuti berbagai macam kepanitiaan salah satunya panitia parade gamelan anak.

(216)

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

Upaya peningkatan kreativitas belajar biologi siswa melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw
0
7
116
Peningkatan keaktifan dan prestasi belajar IPA siswa kelas IV SD Negeri Nanggulan melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD.
0
2
305
Peningkatan keaktifan dan prestasi belajar IPA siswa kelas IV SD N Petinggen melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD.
1
1
355
Peningkatan keaktifan dan prestasi belajar IPA siswa kelas IV SD Negeri Sarikarya melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD.
0
9
245
Perbedaan prestasi belajar IPS siswa atas penerapan metode kooperatif tipe Jigsaw II.
0
2
153
Peningkatan minat dan prestasi belajar IPS dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw pada siswa kelas IV SD Kanisius Condongcatur Yogyakarta tahun pelajaran 2011/2012.
0
0
155
Peningkatan minat dan prestasi belajar IPS siswa kelas IV SDN Caturtunggal 3 dengan penerapan model kooperatif tipe Jigsaw II.
0
8
235
Peningkatan minat dan prestasi belajar melalui penerapan model kooperatif tipe Jigsaw II dalam pembelajaran PKN pada siswa kelas IV SD Kanisius Minggir.
0
2
288
Perbedaan prestasi belajar IPS siswa atas penerapan metode kooperatif tipe Jigsaw II
0
0
151
Perbedaan prestasi belajar IPS siswa kelas IV sekolah dasar atas penerapan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw I - USD Repository
0
2
250
Perbedaan prestasi belajar IPS siswa kelas IV sekolah dasar atas penerapan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw I - USD Repository
0
2
193
Perbedaan prestasi belajar IPS siswa kelas V Sekolah Dasar atas penerapan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw II - USD Repository
0
3
206
Perbedaan prestasi belajar IPS siswa kelas V Sekolah Dasar atas penerapan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw I - USD Repository
0
6
258
Perbedaan prestasi belajar IPS siswa kelas IV SD atas penerapan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw II - USD Repository
0
0
215
Perbedaan prestasi belajar IPS siswa kelas V sekolah dasar atas penerapan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw II - USD Repository
0
5
260
Show more