PENGARUH PENERAPAN METODE INKUIRI TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP, KEAKTIFAN, DAN MINAT SISWA KELAS X PADA MATERI HUKUM OHM DI SMA N 1 CANDIMULYO

Gratis

0
0
195
7 months ago
Preview
Full text
(1)PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PENGARUH PENERAPAN METODE INKUIRI TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP, KEAKTIFAN, DAN MINAT SISWA KELAS X PADA MATERI HUKUM OHM DI SMA N 1 CANDIMULYO SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Fisika Oleh : Nita Indra Purwanti NIM: 101424025 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN FISIKA JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN IPA FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2014 i

(2) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(3) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(4) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI HALAMAN PERSEMBAHAN Mimpi-mimpi kamu,cita-cita kamu, keyakinan kamu,apa yang mau kamu kejar, biarkan ia menggantung, mengambang, 5 cmdi depan kening kamu, jadi dia nggak akan pernah lepas dari mata kamu, dan kamu bawa mimpi dan keyakinan kamu itu setiap hari, kamu lihat setiap haridan percaya bahwa kamu bisa.... Apapum hambatannya, bilang sama diri kamu sendiri, kalau kamu percaya sama keinginan itu dan kamu nggak bisa menyerah, bahwa kamu akan berdiri lagi setiap kamu jatuh, bahwa kamu akan mengerjarnya sampai dapat, apapun segala keinginan, mimpi, cita-cita, keyakinan diri.... Biarkan keyakinan kamu 5 cm mengambang di depan kening kamu, Dan.... sehabis itu yang kamu perlu cuma kaki yang akan berjalan lebih jauh dari biasanya, tangan yang akan berbuat lebih banyak dari biasanya, mata yang akan menatap lebih banyak dari biasanya, leher yang akan lebih sering melihat ke atas, lapisan tekad yang seribu lebih keras dari baja, serta mulut yang akan selalu berdoa.... Keep our dreams alive and we will survive.... (Donny Dirgantoro) Karya kecil ini saya persembahkan untuk: Kedua orang tua tercinta: Almh. Ibu Djuwariyah dan bapak Sudarjanto iv

(5) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(6) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI ABSTRAK Nita Indra Purwanti. 2014. Pengaruh Penerapan Metode Inkuiri Terhadap Pemahaman Konsep, Keaktifan dan Minat Belajar Siswa Kelas X pada Materi Hukum Ohm SMA N 1 Candimulyo. Skripsi, Program Studi Pendidikan Fisika, Jurusan Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Pembimbing: Prof. Dr. Paul Suparno, S.J, M.S.T. Kata Kunci: Metode Inkuiri, Pemahaman Konsep, Keaktifan, Minat Belajar Fisika. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) peningkatan pemahaman konsep siswa kelas X SMA N 1 Candimulyo kelas X tentang materi hukum ohm melalui metode inkuiri; (2) keaktifan belajar siswa kelas X SMA N 1 Candimulyo tentang materi hukum ohm melalui metode inkuiri; (3) minat belajar siswa kelas X SMA N 1 Candimulyo tentang materi hukum ohm melalui metode inkuiri. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 22 April – 5 Mei 2014. Subyek penelitian yaitu 24 siswa kelas X-1 dan 23 siswa X-2 SMA N 1 Candimulyo, Kabupaten Magelang. Instrumen yang digunakan yaitu: tes tertulis berupa pre-test dan post-test, lembar pengamatan keaktifan, dan kuesioner minat belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) ada pengaruh penerapan metode inkuiri terhadap pemahaman konsep siswa, yaitu metode inkuiri dapat meningkatkan pemahaman konsep untuk materi hukum ohm pada siswa kelas X SMA N 1 Candimulyo; (2) metode inkuiri dapat mengaktifkan siswa kelas X SMA N 1 Candimulyo untuk materi hukum ohm; (3) metode inkuiri dapat menarik minat siswa kelas X SMA N 1 Candimulyo dengan menggunakan metode inkuiri. vi

(7) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI ABSTRACT Nita Indra Purwanti. 2014. The Effect of Application Inquiry Methods Toward Understanding Concepts, Student Activityand Learning Interests Grade X in the Topic Ohm’s Law in SMA N 1 Candimulyo. Thesis, Physics Educations Study Program, Departement of Mathematics and Natural Sciences, Faculty of Teacher Training and Education, Sanata Dharma University in Yogyakarta. Supervisor: Prof. Dr. Paul Suparno, S.J., M.S.T. Keywords: Inquiry methods, understanding concepts, activities and learning interest, subjects physics. The study ispurposed to know whether inquiry method is able to: (1) increase the understanding concept in Class X SMA N 1 Candimulyo about topic of ohm’s law;(2) activate students class X SMA N 1 Candimulyo in the topic ohm’s law; (3) improve the students interest class X SMA N 1 Candimulyo in the topic ohm’s law. The research was conducted on 21 April-5 May, 2014 in SMA N 1 Candimulyo, Magelang. Subject of the research is 24 students at class X-1 and 23 students at class X-2. Class X-1 was considered as the control class, while class X-2 as the experiment class. The instruments of the research werepre-test and post-test, observation sheet of activitiesand interest questionnaires. The results of this research are that the inquiry method is able to: (1)increase the understanding of the concept of students (2) improve students activities (3) improve students interest class X SMA N 1 Candimulyo in the topic ohm’s law. vii

(8) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(9) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI KATA PENGANTAR Puji dan syukur kepada Allah SWT yang telah memberikan rahmat, nikmat dan hidayahnya sehingga peneliti dapat menyelesaikan penyusunan skripsi yang berjudulPengaruh Penerapan Metode Inkuiri terhadap Pemahaman Konsep, Keaktifan dan Minat Siswa Kelas X-1 pada Materi Hukum Ohm di SMA N 1 Candimulyo Penulisan skripsi ini merupakan tugas akhir sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Pendidikan di FKIP Unversitas Sanata Dharma Yogyakarta. Penyusunan skripsi ini tidak lepas dari semua pihak yang turut memberikan dukungan, doa, semangat, bantuan, dan saran yang sangat bermanfaat bagi peneliti. Pada kesempatan ini peneliti mengucapkan banyak terimakasih kepada: 1. Prof. Dr. Paul Suparno, S.J., M.S.T selaku dosen pembimbing yang selalu memberikan motivasi, masukan dan bantuan peneliti dalam menyelesaikan skripsi ini. 2. Dr.Ignastius Edi Santosa, M.S., selaku Ketua Program Studi Pendidikan Fisika yang memberikan dukungan dan motivasi. 3. Rohandi, Ph.D selaku Dosen Pembimbing Akademik yang memberikan dukungan dan semangat. 4. Drs. Domi Severinus, M.Si. dan Ir. Sri Agustini Sulandari sebagai dosen penguji atas semua saran dan masukan yang berguna demi penyempurnaan skripsi ini. ix

(10) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 5. Segenap dosen dan karyawan Program Studi Pendidikan Fisika, yang telah memberikan pengetahuan serta layanan dengan baik kepada peneliti selama menempuh studi di Program Studi Pendidikan Fisika Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. 6. Drs. Edi Yunanto, M.Pd, selaku kepala SMA N 1 Candimulyo yang telah memberikan ijin penelitian. 7. Anisatul Masruroh, S.Pd, selaku guru mata pelajaran fisika kels X-1 dan X-2 yang telah memberikan dukungan, bantuan dan masukkan dalam pelaksanaan penelitian. 8. Segenap bapak, ibu guru beserta karyawan karyawati SMA N 1 Candimulyo yang telah memberikan dukungan dan semangat kepada peneliti dalam melaksanakan penelitian. 9. Teman- teman kelas X-1 dan X-2 SMA N 1 Candimulyo atas kerjasama dan doa yang telah diberikan. 10. Bapak tercinta Sudaryanto, kakak-kakak ku Retno Indrawati, A.Md, Letda Dadik Sri Karyanto, Bambang Indrayanto, Siti Anissa S.E, Adikku Woro Indra Kusuma, Ponakan-ponakan tercinta Kharisma Sri Indrawardani, Aurel Mahendra Wicaksono dan penyemangatku Briptu Ari Yulianto yang telah memberikan motivasi, semangat, doa, nasehatdan bantuan sehingga skripsi ini dapat terselesaikan tepat waktu. 11. Teman-teman ku tersayang Yulita Adelfin Lede, Yani Indriyani, Fransisca Adhita Kismaningrum, Nanik Suryani, Setyarini, Nino x

(11) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(12) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL................................................................................................ i HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING .................................................... ii HALAMAN PENGESAHAN ............................................................................... iii HALAMAN PERSEMBAHAN ............................................................................ iv PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ................................................................. v ABSTRAK ............................................................................................................. vi ABSTRACT .......................................................................................................... vii HALAMAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS ............................................................ viii KATA PENGANTAR ........................................................................................... ix DAFTAR ISI ......................................................................................................... xii DAFTAR TABEL ................................................................................................ xvi DAFTAR GAMBAR ......................................................................................... xviii DAFTAR GRAFIK .............................................................................................. xix DAFTAR LAMPIRAN ......................................................................................... xx BAB I PENDAHULUAN ...................................................................................... 1 A.LATAR BELAKANG ................................................................................. 1 B. RUMUSAN MASALAH ............................................................................. 3 xii

(13) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI C. TUJUAN PENELITIAN .............................................................................. 4 D.MANFAAT PENELITIAN .......................................................................... 4 BAB II KAJIAN PUSTAKA ................................................................................. 6 A.HAKIKAT IPA ............................................................................................ 6 B. PEMBELAJARAN KONSTRUKTIVIS ..................................................... 8 1. Pengertian Pembelajaran ................................................................... 8 2. Pengertian Konstruktivisme .............................................................. 8 3. Makna Pembelajaran Konstruktivis ................................................ 10 C. METODE INKUIRI ................................................................................... 10 1. Pengertian Metode inkuiri ............................................................... 10 2. Langkah Metode Inkuiri .................................................................. 11 3. Keunggulan dan kelemahan Metode inkuiri ................................... 14 4. Syarat agar Inkuiri Dapat Berjalan Baik ......................................... 15 D.PEMAHAMAN KONSEP ......................................................................... 16 1. Pengertian Pemahaman ................................................................... 16 2. Pengertian Konsep .......................................................................... 17 3. Pengertian Pemahaman Konsep ...................................................... 18 E. KEAKTIFAN ............................................................................................. 18 F. MINAT BELAJAR .................................................................................... 20 G.LISTRIK DINAMIS .................................................................................. 22 1. Hukum Ohm .................................................................................... 22 2. Faktor- Faktor yang Mempengaruhi Hambatan Dalam Suatu Penghantar ................................................................................................. 23 xiii

(14) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB III METODE PENELITIAN ....................................................................... 26 A.DESAIN PENELITIAN ............................................................................. 26 B. WAKTU DAN TEMPAT PENELITIAN .................................................. 27 1. Waktu Penelitian ............................................................................. 27 2. Tempat Penelitian............................................................................ 27 C. POPULASI DAN SAMPEL PENELITIAN .............................................. 27 1. Populasi Penelitian .......................................................................... 27 2. Sampel Penelitiaan .......................................................................... 27 D.TREATMENT ............................................................................................. 27 E. INSTRUMENTASI ................................................................................... 29 1. Instrumen Pembelajaran. ................................................................. 29 2. Instrumen Pengumpulan Data ......................................................... 30 3. Validitas .......................................................................................... 36 F. METODE ANALISIS DATA .................................................................... 36 1. Analisis Tingkat Pemahaman Konsep ............................................ 36 2. Analisis Tingkat Keaktifan Siswa ................................................... 42 3. Analisis Tingkat Minat Siswa ......................................................... 42 BAB IV DATA DAN ANALISIS ........................................................................ 45 A.PELAKSANAAN PENELITIAN .............................................................. 45 1. Sebelum Penelitian .......................................................................... 46 2. Selama Pelaksanaan Penelitian ....................................................... 48 B. DATA DAN ANALISIS DATA ................................................................ 64 1. Pemahaman Siswa........................................................................... 64 xiv

(15) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 2. Keaktifan Belajar Siswa .................................................................. 84 3. Minat Belajar Siswa ........................................................................ 89 C. KETERBATASAN PENELITIAN ............................................................ 95 BAB V PENUTUP ............................................................................................... 96 A.KESIMPULAN .......................................................................................... 96 B. SARAN ...................................................................................................... 97 DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................... 98 LAMPIRAN ........................................................................................................ 100 xv

(16) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR TABEL Tabel 1. Kisi-Kisi Soal Pre-Test dan Post-Test .................................................... 31 Tabel 2. Kisi-Kisi Lembar Keaktifan .................................................................... 34 Tabel 3. Kisi-Kisi Kuesioner Minat Belajar ......................................................... 35 Tabel 4. Skoring Soal Nomor 1,2, dan 3 ............................................................... 36 Tabel 5. Skoring Soal Nomor 4,7, dan 8 ............................................................... 37 Tabel 6. Skoring Soal Nomor 5............................................................................. 37 Tabel 7. Skoring Soal Nomor 6............................................................................. 38 Tabel 8. Kategorisasi Minat Belajar Siswa ........................................................... 43 Tabel 9. Proses Pelaksanaan Penelitian Kelas Kontrol ......................................... 48 Tabel 10. Proses Pelaksanaan Penelitian Kelas Eksperimen ............................... 49 Tabel 11 . Data Pre-Test Kelas Kontrol dan Kelas Eksperimen .......................... 65 Tabel 12 . Analisis SPSS Pre-Test Kelas Kontrol dan Kelas Eksperimen .......... 66 Tabel 13 . Data nilai Pre-Test dan Post-Test Kelas Kontrol ............................... 68 Tabel 14 . Analisis SPSS Pre-Test dan Post-Test Kelas Kontrol ..................... 69 Tabel 15 . Data nilai Pre-Test dan Post-Test Kelas Eksperimen ......................... 70 Tabel 16 . Analisis SPSS Pre-Test dan Post-Test Kelas Eksperimen .................. 71 Tabel 17 . Data Post-Test Kelas Kontrol dan Kelas Eksperimen ......................... 73 Tabel 18 . Analisis SPSS Post-Test Kelas kontrol dan Kelas Eksperimen ........ 74 xvi

(17) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Tabel 19 .Perubahan Konsep Siswa secara umum di Kelas Kontrol ................... 78 Tabel 20 .Perubahan Konsep Siswa secara umum di Kelas Eksperimen ............ 79 Tabel 21 . Pengamatan Keaktifan Siswa Kelas Eksperimen................................ 85 Tabel 22 . Data Kuesioner Minat Kelas Kontrol.................................................. 89 Tabel 23 . Data kuesioner minat kelas eksperimen ............................................. 91 Tabel 24 . Analisis SPSS Minat Kelas kontrol dan Eksperimen......................... 92 Tabel 25 . Tabel Kategori Minat pada Kelas kontrol ............................................ 93 Tabel 26 . Tabel Kategori Minat Kelas Eksperimen ............................................. 94 xvii

(18) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR GAMBAR Gambar 1. Siswa Kelas X-2 ( Kelas Eksperimen) Mengerjakan Soal Pre-Test di Laboratorium Fisika ......................................................................... 51 Gambar 2. Aktivitas Siswa Kelas Eksperimen Ketika Praktikum mengenai hukum ohm........................................................................................ 53 Gambar 3. Aktivitas Siswa Kelas Eksperimen ketika praktikum hambatan kawat penghantar ........................................................................................ 55 Gambar 4. Siswa Kelas Eksperimen saat mengerjakan soal post-test ................. 57 Gambar 5. Kelas Kontrol Ketika Mengerjakan Soal Pre-Test .............................. 59 Gambar 6. Salah satu siswa mengerjakan soal hambatan kawat ........................ 62 Gambar 7. Salah kelas kontrol sedang mengerjakan post-tets ............................. 64 xviii

(19) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR GRAFIK Grafik 1. Gravik V vs I ketika suhu dijaga konstan ............................................. 24 xix

(20) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1. Surat Ijin Penelitian Sekolah .......................................................... 101 Lampiran 2. Surat Keterangan Telah Melaksanakan Penelitian ......................... 102 Lampiran 3 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) ..................................... 103 Lampiran 4.Lembar Kerja Siswa (LKS) ............................................................. 122 Lampiran 5. Panduan Petunjuk Penggunaan Alat (Multimeter) ......................... 130 Lampiran 6. Soal Pre-Test .................................................................................. 135 Lampiran 7. Kunci Jawaban Pre-Test ................................................................. 136 Lampiran 8. Soal Post-Test ................................................................................. 139 Lampiran 9. Kunci Jawaban Post-Test................................................................ 140 Lampiran 10 . Lembar Keaktifan ........................................................................ 143 Lampiran 11 . Kuesioner Minat Belajar .............................................................. 144 Lampiran 12 . Daftar Distribusi Skor Pre-Test Kelas Kontrol .......................... 146 Lampiran 13 . Daftar Distribusi Skor Pre-Test Kelas Eksperimen ..................... 147 Lampiran 14 . Daftar Distribusi Skor Post-Test Kelas Kontrol ......................... 148 Lampiran 15 . Daftar Distribusi Skor Post-Test Kelas Eksperimen ................... 149 Lampiran 16 . Daftar Distribusi Skor Minat Kelas Kontrol ............................... 150 Lampiran 17 . Daftar Distribusi Skor Minat Kelas Eksperimen ......................... 151 Lampiran 18 . Jawaban Pre-Test Siswa Kelas Kontrol....................................... 152 xx

(21) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 19 . Jawaban Post- Test Siswa Kelas Kontrol .................................... 154 Lampiran 20 . Jawaban Pre-Test Siswa Kelas Eksperimen ............................... 156 Lampiran 21 . Jawaban Post-Test Siswa Kelas Eksperimen............................... 158 Lampiran 22 . Hasil pengamatan lembar keaktifan ............................................ 160 Lampiran 23 . Jawaban Kuesioner Minat Siswa Kelas Kontrol ......................... 163 Lampiran 24 . Jawaban Kuesioner Minat Siswa Kelas Eksperimen .................. 165 Lampiran 25 . Jawaban LKS 1 ............................................................................ 167 Lampiran 26 . Jawaban LKS 2 ............................................................................ 170 xxi

(22) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Indonesia adalah salah satu negara yang sering melakukan evaluasi terhadap kurikulum pendidikan. Hal ini terlihat bahwa hampir setiap dekade terjadi pergantian kurikulum baik perubahan sebagian pada salah satu komponen maupun perubahan secara total dari kurikulum sebelumnya. Pemerintah baru saja melakukan perubahan terhadap kurikulum secara total yaitu mengganti kurikulum KTSP yang sudah berlaku sejak tahun 2006 menjadi kurikulum 2013.Tahun ajaran ini 2013/2014 adalah tahun ajaran pertama diberlakukannya kurikulum 2013. Namun kurikulum 2013 ini baru diterapkan di beberapa sekolah saja mulai dari SD, SMP, SMA dan SMK. Pengembangan kurikulum 2013 ini bertujuan untuk menghasilkan insan Indonesia yang produktif, kreatif, inovatif, afektif, melalui penguatan sikap, ketrampilan dan penguatan yang berintegrasi (Mulyasa, 2013: 65). Oleh karena itu kurikulum 2013 merupakan kurikulum yang memberikan kebebasan kepada siswa untuk berkreasi serta menekankan pada pendekatan sciencetific. Jadi diharapkan bahwa pembelajaran yang terjadi bukanlah sekedar proses menghafal dan menumpuk ilmu pengetahuan bahkan hanya menerima transferan ilmu dari guru, akan tetapi disini lebih ditekankan bagaimana siswa tersebut mendapatkan pengetahuannya melalui kemampuannya berfikir secara aktif dan kritis. Dalam proses pembelajaran 1

(23) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 2 siswa sebagai subyek belajar, ini berarti bahwa siswa tidak hanya berperan sebagai penerima pelajaran melalui penjelasan guru secara verbal akan tetapi mereka harus menemukan sendiri inti dari materi yang mereka pelajari. Pada proses pembelajaran seorang guru menjadi fasilitator dan motivator karena kurikulum 2013 ini ingin menonjolkan penanaman sikap, karakter, pengetahuan, dan kebiasan siswa berfikir secara aktif dan kritis dibandingkan dengan kurikulum yang sudah diberlakukan sebelumnya. Oleh karena itu guru harus dapat menciptakan proses pembelajaran yang efektif dan dapat mengembangkan beberapa metode pembelajaran sehingga dapat mencapai tujuan tersebut. Strategi pembelajaran inkuiri adalah rangkaian kegiatan pembelajaran yang menekankan pada proses berpikir secara kritis dan analitis untuk mencari dan menemukan sendiri jawaban dari suatu masalah yang dipertanyakan. Proses berpikir itu sendiri biasanya dilakukan melalui tanya jawab antara guru dengan siswa (Sanjaya, 2006: 196). Hal ini berarti bahwa metode inkuiri adalah salah satu metode yang dapat digunakan dalam pembelajaran karena menempatkan guru bukan sebagai sumber belajar, akan tetapi sebagai motivator dan fasilitator. Metode pembelajaran inkuiri juga dapat menumbuhkan sikap percaya diri, karena siswa diarahkan untuk melakukan aktivitas untuk menemukan jawaban sendiri dari sesuatu yang dipertanyakan. Selain itu inkuiri juga dapat mengembangkan kemampuan berpikir secara sistematis, logis dan kritis atau mengembangkan intelektual sebagai bagian dari proses mental dengan

(24) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 3 demikian siswa tidak hanya dituntut menguasai materi pelajaran, akan tetapi bagaimana mereka dapat menggunakan potensi yang dimiliki (Sanjaya, 2006: 197). Dengan metode inkuiri siswa diajak dan dibantu untuk dapat meneliti dan menemukan sendiri. Biasanya digunakan metode ilmiah, siswa melihat persoalan, harus mengamati, meneliti, mengumpulkan data dan mengambil kesimpulan (Suparno, 2007). Oleh karena itu inkuiri ini juga dapat dikembangkan sebagai salah satu metode pembelajaran IPA. SMA Negeri 1 Candimulyo adalah salah satu SMA yang belum menggunakan kurikulum 2013 pada tahun ajaran 2013/2014. Oleh karena itu bertolak dari uraian diatas, peneliti ingin mencoba mengembangkan metode pembelajaran inkuiri dan meneliti sejauh mana pengaruhnya terhadap pemahaman konsep, keaktifan, dan minat siswa di SMA Negeri 1 Candimulyo. B. RUMUSAN MASALAH Dari latar belakang yang dikemukakan di atas, maka rumusan masalah dari penelitian ini adalah sebagai berikut: 1. Apakah penerapan metode inkuiri dapat meningkatkan pemahaman konsep siswa kelas X SMA Negeri 1 Candimulyo pada materi hukum ohm? 2. Apakah penerapan metode inkuiri dapat mengaktifkan siswa kelas X SMA Negeri 1 Candimulyo dalam belajar materi hukum ohm? 3. Apakah penerapan metode inkuiri dapat membuat siswa kelas X SMA Negeri 1 Candimulyo berminat pada materi hukum ohm?

(25) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 4 C. TUJUAN PENELITIAN Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui: 1. Peningkatan pemahaman konsep siswa kelas X SMA Negeri 1 Candimulyo mengenai materi hukum ohm melalui penerapan metode inkuiri; 2. Keaktifan siswa kelas X SMA Negeri 1 Candimulyo dalam mempelajari materi hukum ohm melalui metode inkuiri; 3. Minat belajar siswa kelas X SMA Negeri 1 Candimulyo pada materi hukum ohm melalui penerapan metode inkuiri; D. MANFAAT PENELITIAN Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat diantaranya: 1. Bagi Sekolah Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat berguna sebagai salah satu pertimbangan dalam upaya meningkatkan pemahaman konsep, keaktifan dan minat siswa di SMA Negeri 1 Candimulyo terhadap mata pelajaran fisika dengan menggunakan metode inkuiri. 2. Bagi guru dan calon guru Penelitian ini bermanfaat bagi guru atau calon guru mengenai gambaran konkrit mengenai pengembangan pembelajaran menggunakan metode inkuiri serta sebagai masukan untuk penelitian selanjutnya.

(26) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 5 3. Bagi penelitian Hasil penelitian ini diharapkan dapat menambah kekayaan penelitian pendidikan di Indonesia berkaitan dengan pengaruh penerapan metode inkuiri terhadap pemahaman konsep, motivasi dan keaktifan siswa.

(27) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB II KAJIAN PUSTAKA A. HAKIKAT IPA Kajian mengenai hakikat IPA ini dirangkum dari buku Susanto (2013: 167-169) yang berjudul Teori Belajar & Pembelajaran di Sekolah Dasar. Menurut Susanto, IPA dapat diartikan usaha manusia dalam memahami alam semesta melalui pengamatan yang tepat pada sasaran, serta menggunakan prosedur, dan dijelaskan dengan penalaran sehingga mendapat suatu kesimpulan. IPA merupakan salah satu pelajaran pokok dalam kurikulum pendidikan di Indonesia. Oleh karena itu diharapkan semua guru IPA dapat mengetahui dan mengerti hakikat pembelajaran IPA, sehingga dalam pembelajaran IPA guru tidak kesulitan dalam mendesain dan melaksanakan pembelajaran serta siswa yang melakukan pembelajaran juga tidak mendapat kesulitan dalam memahami konsep sains. Hakikat IPA dapat diklasifikasikan menjadi tiga bagian, yaitu: ilmu pengetahuan alam sebagai produk, proses,dan sikap. Pertama, ilmu pengetahuan alam sebagai produk, yaitu kumpulan hasil penelitian yang telah ilmuwan lakukan dan sudah membentuk konsep yang telah dikaji sebagai kegiatan empiris dan kegiatan analitis. Bentuk IPA sebagai produk antara lain: fakta-fakta, prinsip, hukum dan teori IPA. Kedua, Ilmu pengetahuan alam sebagai proses, yaitu untuk menggali dan memahami pengetahuan tentang alam karena IPA merupakan kumpulan fakta dan konsep. Oleh karena itu, IPA membutuhkan proses dalam 6

(28) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 7 menemukan fakta dan teori yang akan digeneralisasi oleh ilmuwan. Adapun proses dalam memahami IPA yang disebut dengan keterampilan proses sains (science process skills) adalah ketrampilan yang dilakukan oleh para lmuwan, seperti mengamati, mengukur, mengklasifikasikan, dan menyimpulkan. Ketiga, ilmu pengetahuan sebagai sikap. Sikap ilmiah harus dikembangkan dalam pembelajaran sains. Hal ini sesuai dengan sikap yang harus dimiliki oleh seorang ilmuwan dalam melakukan penelitian dan mengkomunikasikan hasil penelitiannya. Menurut Sulistyorini (dalam Susanto, 2013:169) ada sembilan aspek yang dikembangkan dalam sikap ilmiah dalam pembelajaran sains yaitu: sikap ingin tahu, ingin mendapatkan sesuatu baru, sikap kerja sama, tidak putus asa, tidak berprasangka, mawas diri, bertanggung jawab, berpikir bebas, dan kedisiplinan diri. Sebagian besar peserta didik menganggap IPA adalah pelajaran yang sangat sulit. Hal ini dikarenakan lemahnya pelaksanaan proses pembelajaran yang diterapkan para guru di sekolah. Proses pembelajaran yang terjadi selama ini kurang mampu mengembangkan kemampuan berpikir peserta didik. Pelaksanaan proses pembelajaran yang berlangsung di kelas hanya diarahkan pada kemampuan siswa untuk menghafal informasi, otak siswa dipaksa hanya untuk mengingat dan menimbun berbagai informasi tanpa dituntut untuk memahami informasi yang diperoleh dan menghubungkan dengan situasi dalam kehidupan sehari-hari. Pembelajaran IPA masih banyak dilakukan secara konvensional. Para guru belum sepenuhnya melaksanakan pembelajaran secara aktif dan kreatif dalam melibatkan siswa

(29) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 8 serta belum menggunakan berbagai pendekatan/strategi pembelajaran yang bervariasi berdasarkan karakter materi pelajaran. Dalam proses belajar mengajar, kebanyakan guru hanya terpaku pada buku teks sebagai sumber belajar mengajar. Hal lain yang menjadi kelemahan dalam pembelajaran IPA adalah masalah teknik penilaian yang tidak akurat dan menyeluruh. Penyebab kebanyakan utama guru kelemahan tidak pembelajaran melakukan tersebut kegiatan adalah karena pembelajaran dengan memfokuskan pada pengembangan keterampilan proses sains anak. B. PEMBELAJARAN KONSTRUKTIVIS 1. Pengertian Pembelajaran Menurut Bloom (dalam Siregar dan Nara, 2010)pembelajaran adalah seperangkat tindakan yang dirancang untuk mendukung proses belajar siswa, dengan memperhitungkan kejadian dan peranannya siswa dalam kegiatan yang diikuti. Dalam pembelajaran harus diciptakan dan diatur kondisi-kondisi yang mendukung, sehingga dapat menunjang proses belajar siswa dengan tidak ada hambatan. 2. Pengertian Konstruktivisme Filsafat konstruktivisme adalah filsafat yang mempelajari hakikat pengetahuan dan bagaimana pengetahuan itu terjadi (Suparno, 2007:8). Teori ini memahami belajar sebagai proses pembentukan (konstruksi) pengetahuan oleh siswa. Pengetahuan tidak langsung dapat dipindahkan dari seorang guru ke muridnya, akan tetapi pengetahuan berasal dari

(30) 9 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI bentukan siswa itu sendiri, karena pengetahuan merupakan suatu proses untuk menjadi tahu. Driver dan Oldham (dalam Siregar dan Nara, 2010) mengemukakan lima ciri-ciri belajar berbasis konstruktivisme, antara lain yaitu: a. Orientasi, yaitu siswa diberi kesempatan untuk mengembangkan motivasi belajaranya dengan berobservasi. b. Elisitasi, yaitu siswa diberi kesempatan untuk mengemukakan idenya. c. Restrukturisasi ide, yaitu klarifikasi ide dengan ide orang lain, mengembangkan dan mengevaluasi idenya. d. Penggunaan ide baru dalam berbagai situasi, jadi ide atau pengetahuan yang telah dibentuk tadi dapat diterapkan dan dikembangkan dalam berbagai situasi dan kondisi. e. Review, dalam menerapkan atau mengaplikasikan pengetahuan, gagasan yang ada perlu direvisi dengan menambahkan atau mengubahnya. Tugas dari seorang guru dalam pembelajaran yang konstruktivis itu lebih sebagai fasilitator dan mediator bagi siswanya.Disini guru membantu agar proses pengkonstruksian pengetahuan siswanya dapat berjalan dengan lancar. Adapun kegiatan-kegiatan yang dapat guru lakukan guna mendukung pembelajaran konstruktivis antara lain: a. Menyediakan pengalaman belajar yang dapat membentuk karakter siswa seperti bertanggung jawab.

(31) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI b. Menyediakan atau memberikan kegiatan-kegiatan yang 10 dapat merangsang rasa ingin tahu dari siswanya, selain itu dapat membantu siswa untuk membentuk pengetahuannya. c. Memonitor, mengevaluasi dan menunjukan apakah pemikiran siswa dapat berjalan dengan baik. Di sini guru dapat menggunakan pertanyaan untuk mengetahui. 3. Makna Pembelajaran Konstruktivis Pembelajaran konstruktivisme adalah pembelajaran yang membuat siswa bertanggung jawab terhadap hasil belajar mereka dan membuat penalaran dengan apa yang dipelajarinyadengan cara membandingkan pengetahuan yang sudah diketahui dengan pengalaman yang baru melalui proses pembentukan, dimana proses ini akan berkembang semakin luas, lengkap dan sempurna. C. METODE INKUIRI 1. Pengertian Metode inkuiri Inkuiri merupakan proses belajar yang bervariasi dan meliputi kegiatan-kegiatan mengobservasi, merumuskan pertanyaan yang relevan, mengevaluasi buku dan sumber-sumber informasi lain secara kritis, merencanakan penyelidikan atau investigasi, me-review apa yang telah diketahui , menggunakan melaksanakan alat, untuk percobaan memperoleh atau data, eksperimen, dengan menganalisis, dan

(32) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 11 menginterpretasi data, serta membuatprediksi dan mengkomunikasikan hasilnya (Susanto,2013). 2. Langkah Metode Inkuiri Menurut Kindsvatter dkk (dalam Suparno 2010: 66) langkah-langkah metode inkuiri dibagi dalam lima tahapan, antara lain yaitu: a. Identifikasi dan klarifikasi persoalan Dalam penerapan metode inkuiri langkah awal yang dilakukan adalah menentukan persoalan. Persoalan dapat disiapkan atau diajukan oleh guru maupun oleh siswa sendiri. Jika persoalan diajukan oleh guru maka persoalan harus jelas, real sehingga dapat dipikirkan, dikerjakan dan dipecahkan oleh siswa. Berdasarkan persoalan yang diajukan maka akan tampak jelas tujuan dari seluruh proses pembelajaran atau penyelidikan. Persoalan yang diajukan sebaiknya jangan terlalu sulit karena dapat membuat siswa tidak semangat, tetapi jangan juga terlalu mudah atau yang sudah mereka ketahui karena tentu saja tidak menarik minat siswa. Sangat baik bila persoalan yang diajukan adalah persoalan yang menantang siswa sehingga dapat mendorong siswa untuk berfikir untuk menemukan jawabannnya dengan tepat. Proses mencari jawaban inilah yang sangat penting dalam penerapan metode inkuiri. b. Membuat hipotesis Langkah berikutnya adalah siswa diminta untuk mengajukan jawaban/dugaan sementara tentang persoalan yang telah diajukan. Inilah yang disebut hipotesis. Hipotesis siswa perlu dikaji apakah jelas

(33) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 12 atau tidak. Bila belum jelas, sebaiknya guru mencoba membantu memperjelas maksudnya lebih dulu. Guru diharapkan tidak memperbaiki hipotesis siswa yang salah, tetapi cukup memperjelas maksudnya saja. Hipotesis yang salah nantinya akan terlihat setelah pengambilan data dan analisi data yang diperoleh. c. Mengumpulkan data Langkah selanjutnya adalah siswa mencari dan mengumpulkan data, aktivitas ini bertujuan untuk mendapatkan informasi sebanyakbanyaknya sehingga dapat digunakan untuk menguji hipotesis yang sudah dibuat apakah mereka benar atau tidak. Dalam mengumpulkan data dibutuhkan ketekunan dan kemampuan menggunakan potensi berfikirnya. Disini tugas dan peran guru yaitu membantu siswa untuk mendapatkan informasi-informasi tersebut dengan cara mengajukan pertanyaan yang dapat mendorong siswa untuk berfikir untuk mencari informasi yang dibutuhkan. Selain itu ketika siswa mencari informasi dengan melakukan eksperimen maka guru dapat membantu siswa untuk mencari peralatan, merangkai peralatan, dan mengoperasikan peralatan sehingga jalan dengan baik. Pengambilan data ini dapat dilakukan di laboratorium maupun diluar ruang kelas. Ketika ada siswa yang tidak paham mengenai pokok permasalahan maka guru hendaknya harus terus memberi dorongan dan pertanyaan yang dapat mendorong siswa

(34) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 13 untuk berfikir. Data yang sudah didapat sebaiknya ditulis dalam bentuk tabel untuk memudahkan ketika menganalisanya. d. Menguji Hipotesis Menguji hipotesis ini merupakan proses menentukan jawaban yang dianggap diterima sesuai dengan data atau informasi yang diperoleh. Disini ketika ada kelompok yang ternyata hipotesis awalnya tidak dapat diterima maka guru jangan langsung menyalahkan akan tetapi sebaiknya mereka diminta untuk mencari penjelasan mengapa demikian dan guru juga dapat memberikan pertanyaan-pertanyaan yang dapat mengarahkan atau membenarkan jawaban siswa. e. Ambil kesimpulan Merumuskan kesimpulan adalah proses mendiskripsikan temuan yang diperoleh berdasarkan hasil pengujian hipotesis. Dari data yang telah dikelompokkan dan dianalisis, kemudian diuji apakah sesuai dengan hipotesis. Pada akhirnya dapat diambil kesimpulan secara generalisasi. Setelah itu guru masih dapat memberikan catatan untuk menyatukan seluruh penelitian ini. Sangat baik bila dalam mengambil keputusan, siswa dilibatkan sehingga mereka menjadi semakin yakin bahwa mereka mengetahui secara benar. Bila ternyata hipotesis mereka tidak dapat diterima, mereka diminta untuk mencari penjelasan mengapa demikian. Guru dapat membantu dengan berbagai pertanyaan penolong.

(35) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 14 3. Keunggulan dan kelemahan Metode inkuiri a. Keunggulan Metode inkuiri merupakan metode yang dianjurkan karena memiliki beberapa kelebihan antara lain: 1) Metode inkuiri merupakan pembelajaran yang menekankan pada aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik secara seimbang. 2) Memberikan ruang kepada siswa untuk belajar sesuai dengan gaya beljar mereka 3) Merupakan strategi yang dianggap sesuai dengan perkembangan psikologi moderen yang menganggap bahwa belajar merupakan perubahan tingkah laku karena ada pengalaman. b. Kelemahan Disamping ada keunggulannya , metode inkuiri juga memiliki kelemahan, antara lain seperti: 1) Dalam pembelajaran akan sulit mengontrol kegiatan dan keberhasilan siswa 2) Sulit dalam merencanakan pembelajaran karena berlawanan dengan kebiasaan siswa dalam belajar 3) Memerlukan waktu yang lama, sehingga sering guru mengalami kesulitan untuk menyesuaikan dengan waktu yang telah ditentukan

(36) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 15 4. Syarat agar Inkuiri Dapat Berjalan Baik Beberapa syarat agar inkuiri dapat berjalan dengan baik menurut Suchman (dalam Suparno 2007: 69): a. Kebebasan: perlu ada kebebasan siswa untuk menentukan dan mencari. Siswa diberi kebebasan untuk mengungkapkan hipotesisnya, menyusun eksperimen yang mau digunakan, dan mencari informasi apapun yang dianggap perlu untuk memecahkan persoalan dalam peelitiannya. b. Lingkungan atau suasana yang responsif: ada laboratorium, komputer, kelas, pustaka, dan sarana yang mendukung terjadinya proses inkuiri. c. Fokus: persoalan yang mau didalami harus jelas arahnya, dan dapat dipecahkan siswa. Dalam inkuiri yang terarah persoalan memang harus sangat jelas. Bila muncul banyak persoalan yang diajukan oleh siswa dengan melihat gejala yang ada, dapat dipilih salah satu yang terpenting dan soal itu memang mungkin dipecahkan oleh siswa. Sedangkan untuk inkuiri yang bebas, persoalan tidak perlu terarah dan tidak perlu hanya diambil satu. Biarlah tiap kelompok siswa menentukan persoalannya sendiri. d. Low pressure: tidak banyak tekanan dari siapa dan manapun sehingga siswa dapat lebih berpikir kreatif dan kritis. Kadang siswa tidak dapat melakukan penyelidikan secara sungguh- sungguh mendalam karena ada tekanan dari luar seperti tekanan dari guru, waktu yang dikejarkejar, teman sekelompok yang tidak cocok, maupun bentuk pelaporannya. Hal-hal ini perlu disingkirkan atau diminimalisir.

(37) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 16 D. PEMAHAMAN KONSEP 1. Pengertian Pemahaman Pemahaman diartikan sebagai kemampuan untuk menyerap arti dari materi atau bahan yang dipelajari. Pemahaman yang dimaksud adalah seberapa besar siswa mampu menerima, menyerap dan memahami pelajaran yang diberikan oleh guru kepada siswa, atau sejauh mana siswa dapat memahami serta mengerti apa yang ia baca, yang dilihat, dialami, atau yang ia rasakan berupa hasil penelitian atau observasi langsung yang ia lakukan ketika proses pembelajaran (Bloom dalam Susanto 2013: 6). Menurut Purwanto, (2006: 45-46) pemahaman adalah tingkat kemampuan yang menuntut siswa mampu memahami arti atau konsep, situasi atau fakta yang diketahuinya. Di sini siswa tidak hanya menghafal materi akan tetapi siswa harus memahami konsep dan fakta yang ditanyakan. Kata-kata operasional yang cocok menyangkut kemampuan memahami adalah membedakan, menyajikan, menginterpretasikan, menjelaskan, mendemostrasikan, memberi contoh dan mengambil kesimpulan. Pemahaman dikategorikan ke dalam beberapa aspek, dengan kriteria-kriteria sebagai berikut: a. Pemahaman merupakan kemampuan untuk menerangkan dan menginterpretasikan sesuatu. Siswa yang sudah paham tentang materi, maka dia mampu untuk menerangkan dan menjelaskan kembali materi yang telah dipelajari.

(38) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 17 b. Pemahaman bukan sekedar mengetahui namun lebih. Hal ini karena pemahaman melibatkan proses mental yang dinamis, dengan memahami maka siswa akan mampu memberikan uraian dengan penjelasan yang lebih kreatif. 2. Pengertian Konsep Konsep merupakan sesuatu yang tergambar dalam pikiran, gagasan, atau suatu pengertian. Jadi konsep ini merupakan sesuatu yang telah melekat dalam hati seseorang dan tergambar dalam pikiran, gagasan, atau suatu pengertian. Orang yang telah memiliki konsep, berarti orang tersebut telah mempunyai pemahaman yang jelas tentang sesuatu konsep, baik dapat berupa objek konkret ataupun gagasan yang abstrak. Untuk mengukur pemahaman konsep siswa yang berupa pemahaman konsep, guru dapat melakukan evaluasi produk. Evaluasi produk ini dapat dilaksanakan dengan mengadakan berbagai macam tes, baik secara lisan maupun tertulis. Menurut Susanto, bentuk IPA sebagai produk antara lain: fakta-fakta, prinsip, hukum dan teori IPA. Beberapa istilah yang dapat diambil pengertian IPA sebagai produk, yaitu (Susanto, 2013: 168): a. Fakta dalam IPA, pernyataan-pernyataan tentang benda-benda yang benar-benar ada,atau peristiwa-peristiwa yang benar terjadi dan mudah dikonfirmasi secara objektif. b. Konsep IPA merupakan suatu ide yang mempersatukan fakta-fakta IPA. Konsep merupakan penghubung antara fakta-fakta yang ada hubugannya.

(39) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI c. 18 Prinsip IPA yaitu generalisasi tentang hubungan diantara konsepkonsep IPA. d. Hukum-hukum alam (IPA), prinsip-prinsip yang sudah diterima meskipun juga bersifat tentatif (sementara), akan tetapi karena mengalami pengujian yang berulang-ulang maka hukum alam bersifat kekal selama belum ada pembuktian yang lebih akurat dan logis. e. Teori ilmiah merupakan kerangka yang lebih luas dari fakta-fakta, konsep, prinsip yang saling berhubungan. 3. Pengertian Pemahaman Konsep Berdasarkan pengertian di atas, maka dapat disimpulkan bahwa pemahaman konsep merupakan kemampuan siswa untuk menerima, menyerap dan memahami materi yang telah dipelajari dan dapat menjelaskan kembali. E. KEAKTIFAN Dalam suatu pembelajaran siswa dikatakan aktif apabila terlibat dalam kegiatan pembelajaran, untuk selalu berfikir berinteraksi, berbuat untuk mencoba, menemukan konsep baru, atau menghasilkan suatu karya. Di sini anak- anak dapat belajar dengan baik dari pengalaman. Mereka dapat belajar dengan cara melakukan, menggunakan indera mereka, menjelajahi lingkungan yang berupa benda, tempat serta peristiwaperistiwa disekitar mereka. Keaktifan yang dilakukan siswa tentu saja dapat mendorong aktivitas mental mereka untuk berfikir, menganalisa,

(40) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI menyimpulkan dan menemukan pemahaman konsep baru, 19 serta mengintegrasikan dengan konsep yang sudah mereka ketahui sebelumnya. Anak –anak juga akan belajar dengan baik dan memahami apabila apa yang dipelajari terkait dengan yang sudah diketahui dan metode pembelajarannya itu sesuai dengan materinya (Uno dan Mohamad, 2011: 76). Oleh karena itu aktivitas siswa sangatlah penting dalam kegiatan belajar mengajar, sehingga siswa dituntut untuk aktif. Selain itu siswa dikatakan aktif apabila terlibat dalam proses belajar bersama guru untuk mencari dan menemukan suatu jawaban atas suatu pertanyaan serta dapat mengelola dan menyampaikan hasil prolehannya secara komunikatif (Siregar, 2010:108). Pada dasarnya semua cara belajar itu mengandung unsur keaktifan pada diri siswa, meskipun kadar keaktifan pada diri siswa itu berbedabeda. Keaktifan siswa itu dapat muncul dalam berbagai bentuk dengan kadar yang berbeda beda. Untuk mengukur kadar keaktifan siswa dalam belajar Mc.Keachi (dalam Daryono dan Rahardjo, 2012: 4) mengemukakan tujuh dimensi dalam proses belajar mengajar dimana terdapat variasi kadar keaktifan antara lain yaitu: 1. Keterlibatan siswa dalam menentukan tujuan kegiatan belajar; 2. Pratisipasi siswa dalam kegiatan pembelajaran; 3. Penekanan pada aspek afektif dalam pengajaran; 4. Terjadi interaksi siswa dengan guru maupun dengan teman;

(41) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 20 5. Penerimaan guru terhadap perbuatan dan sumbangan siswa yang kurang relevan atau yang salah; 6. Siswa diberi kesempatan untuk menyimpulkan hasil pembelajaran diakhir; 7. Dapat menyelesaikan masalah yang ada ketika pembelajaran; Menurut Sudjana, penilaian terhadap siswa dalam kegiatan belajar mengajar juga dilihat dari keaktifan siswa ketika proses pembelajaran. Adapun indikator dari keaktifan siswa antara lain dapat dilihat dari: a. turut serta dalam melaksanakan tugas belajarnya; b. terlibat dalam pemecahan suatu permasalahan; c. bertanya kepada siswa lain atau kepada guruapabila tidak memahami persoalan yang dihadapinya; d. berusaha untuk mencari informasi yang diperlukan untuk pemecahan masalah; e. melaksanakan diskusi kelompok sesuai dengan petunjuk guru; f. menilai kemampuan dan hasil yang diperoleh; g. melatih untuk memecahkan soal atau permasalahan; h. kesempatan menggunakan atau menerapkan apa yang telah diperoleh dalam menyelesaikan tugas atau persoalan yang dihadapi (2010: 61). F. MINAT BELAJAR Menurut Slameto, minat adalah kecenderungan yang tetap untuk memperhatikan dan mengenang beberapa kegiatan. Minat sangat besar

(42) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 21 pengaruhnya terhadap belajar. Kegiatan pembelajaran yang dapat menarik minat siswa tentu akan lebih mudah dipelajari dan disimpan karena ada ketertarikan ( 2010: 57). Susanto, menegaskan bahwa minat merupakan dorongan diri seseorang atau faktor yang menimbulkan ketertarikan atau perhatian secara efektif, yang menyebabkan dipilihnya suatu objek atau kegiatan yang menguntungkan, menyenangkan dan lama kelamaan akan mendatangkan kepuasan dalam dirinya. Secara sederhana minat berarti kecenderungan dan kegairahan yang tinggi atau keinginan yang besar terhadap sesuatu. Seorang siswa yang menaruh minat besar terhadap pelajaran akan memusatkan perhatiannya lebih banyak daripada siswa lainnya. Karena pemusatan perhatian yang intensif terhadap materi itulah memungkinkan siswa tadi untuk belajar lebih giat lagi, dan akhirnya mencapai prestasi yang diinginkan (2013:58). Dalam dunia pendidikan di sekolah, minat memegang peranan penting dalam belajar karena minat ini merupakan suatu kekuatan motivasi yang menyebabkan seseorang memusatkan perhatian terhadap seseorang, suatu benda, atau kegiatan tertentu. Dengan demikian minat merupakan unsur yang menggerakan motivasi seseorang sehingga orang tersebut dapat berkosentrasi terhadap suatu benda atau kegiatan tertentu. Dengan adanya unsur minat belajar pada diri siswa, maka siswa akan memusatkan perhatiannya pada kegiatan belajar mengajar tersebut. Dengan demikian minat merupakan faktor yang sangat penting untuk menunjang kegiatan belajar siswa.

(43) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 22 Menurut Susanto, minat akan berdampak pada kegiatan yang dilakukan seseorang. Dalam hubungannya dengan kegiatan belajar minat tertentu dimungkinkan akan berpengaruh terhadap pemahaman konsep siswa, hal ini dikarenakan adanya minat siswa terhadap sesuatu dalam kegiatan belajar itu sendiri (2013: 67). Berdasarkan uraian singkat diatas, maka dapat ditegaskan bahwa minat belajar siswa merupakan faktor yang sangat penting dalam menunjang tercapainya efektivitas proses belajar mengajar, yang pada akhirnya akan berpengaruh terhadap pemahaman konsep siswa yang bersangkutan. G. LISTRIK DINAMIS 1. Hukum Ohm Sumber yang digunakan dalam hukum ohm ini adalah buku fisika untuk kelas X semester 2 tulisan Marthen Kanginan dan buku Fisika 1B SMA dan MA untuk Kelas X Semester II tulisan Abdullah Mikrajuddin. Pada rangkaian listrik tertutup, maka akan ada arus yang mengalir. Terjadinya aliran arus listrik ini disebabkan karena adanya beda potensial pada dua titik suatu penghantar. Alat-alat elektronik seperti radio, kipas angin senter, televisi ini merupakan contoh alat yang dapat menyala, karena adanya aliran listrik dari sumber tegangan yang dihubungkan dengan peralatan-peralatan tersebut, sehingga ada beda potensial. Orang yang menyelidiki mengenai hubungan antara kuat arus listrik dengan beda potensial pada suatu penghantar adalah George Simon Ohm.

(44) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 23 Dia merupakan ahli fisika dari Jerman. Dengan rasa keingintahuan Ohm melakukan penyelidikan dan pada akhirnya dia berhasil menemukan hubungan secara matematis antara kuat arus listrik dengan beda potensial yang kemudian dikenal dengan hukum ohm. Perbandingan beda potensial dan kuat arus listrik selalu tetap atau , konstan. C adalah konstanta. Konstanta ini merupakan sebuah hambatan suatu penghantar yang disimbolkan oleh huruf R. Jadi didapat: . Semakin besar beda potensial listrik maka semakin besar pula kuat arus yang mengalir. Jadi beda potensial sebanding dengan kuat arus ( ). Secara matematis dapat dituliskan V= I x R. Hukum ohm: “Besarnya kuat arus listrik yang mengalir pada suatu penghantar sebanding dengan beda potensial antara ujung-ujung penghantar”. Besar 1 = Jadi, 1 ohm adalah besarnya tahanan atau hambatan yang menunjukkan hubungan perbandingan antara 1 volt/ 1 ampere. 2. Faktor- Faktor yang Mempengaruhi Hambatan Dalam Suatu Penghantar Dalam suatu penghantar, misalnya kawat listrik, memiliki hambatan listrik. Pengukuran suatu hambatan listrik dapat diperoleh dari pengukuran berbagai nilai kuat arus I untuk berbagai nilai tegangan seperti yang telah dijelaskan sebelumnya. Caranya yaitu dengan membut grafik V terhadap I

(45) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 24 dan nilai dari hambatan listriknya adalah kemiringan dari grafik V terhadap I . V I Gambar 1. Grafik V versus I ketika suhu di jaga konstan Untuk suatu penghantardari kawat logam, misalnya kawat tembaga, jika suhu dan sifat-sifat fisik lainnya dijaga tetap maka kemiringan dari grafik V terhadap I atau . Secara umum, untuk kawat-kawat logam, makin besar suhu makin besar hambatan listriknya. Namun untuk kebanyakan logam paduan, misalnya konstanta, hambatannya hanya sedikit dipengaruhi oleh perubahan suhu. Hambatan dalam suatu penghantar dipengaruhi oleh beberapa besaran antara lain yaitu: panjang kawat, jenis bahan dan luas penampang kawat. Sehingga dapat dirumuskan . Dari persamaan tersebut dapat dilihat bahwa hambatan seutas kawat penghantar sebanding dengan L dan berbanding terbalik dengan A. Untuk penampang kawat umumnya berbentuk lingkaran, sehingga luas penampangnya yaitu mengikuti persamaan luas lingkaran , dengan r adalah jari-jari lingkaran.

(46) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 25 Satuan SI untuk R adalah ohm, A adalah m2 dan L adalam m. Sesuai dengan persamaan diatas, maka satuan hambatan jenis adalah

(47) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB III METODE PENELITIAN A. DESAIN PENELITIAN Penelitian yang dilakukan bersifat eksperimen kuantitatif dan kualitatif, karena penelitian ini dianalisis secara kuantitatif dan kualitatif dengan design pre-test post-test kontrol group. Dikatakan eksperimen karena pada penelitian ini ada perlakuan partisipan dengan menggunakan metode inkuiri dan dikatakan kuantitatif karena data yang diperoleh untuk pemahaman konsep dan minat siswa dalam bentuk skor atau angka yang diberikan penjelasan. Dikatakan kualitatif karena untuk mengetahui keaktifan siswa, peneliti menjelaskan gambaran tingkat keaktifan siswa selama penelitian. Design pretest post-test kontrol group adalah penelitian yang terdiri dari dua grup yaitu kelas kontrol dan kelas eksperimen. Kelas kontrol adalah kelas yang pembelajarannya menggunakan metode ceramah sedangkan kelas eksperimen adalah kelas yang pembelajarannya menggunakan metode inkuiri. Lalu kedua kelas tersebut diukur dengan menggunakan tes dalam bentuk pre-test dan post-test sebagai alat ukur pemahaman konsep (Suparno, 2010: 142). Dengan skema sebagai berikut: Kontrol group O X1 O Treatment group O X2 O O adalah observasi X1 adalah treatment dengan menggunakan metode ceramah. 26

(48) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 27 X2 adalah treatment dengan menggunakan metode inkuiri. B. WAKTU DAN TEMPAT PENELITIAN 1. Waktu Penelitian Penelitian dilaksanakan pada tanggal 21 April – 5 Mei 2014, di SMA Negeri 1 Candimulyo, Magelang, Jawa Tengah. 2. Tempat Penelitian Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Fisika SMA Negeri 1 Candimulyo, Magelang, Jawa Tengah. C. POPULASI DAN SAMPEL PENELITIAN 1. Populasi Penelitian Populasi dari penelitian ini adalah seluruh siswa-siswi SMA Negeri 1 Candimulyo Tahun Ajaran 2013/2014. 2. Sampel Penelitiaan Sampel penelitian ini adalah siswa-siswi SMA N 1 Candimulyo Kelas X-1 dengan jumlah siswa 24 dan X-2 dengan jumlah siswa 23, semester genap Tahun Ajaran 2013/2014. D. TREATMENT Treatment adalah perlakuan peneliti kepada subyek yang mau diteliti agar nantinya mendapatkan data yang diinginkan (Suparno, 2010: 51). Treatment yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan penerapan

(49) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 28 metode inkuiri pada materi hukum ohm. Inkuiri yang digunakan adalah inkuiri terarah (terbimbing). Jadi disini siswa melakukan percobaan sebanyak dua kali yaitu mengenai hukum ohm dengan rangkaian sederhana pada pertemuan ke dua dan percobaan hambatan kawat penghantar pada pertemuan ketiga. Pengajaran dengan menggunakan metode inkuiri dapat dilihat di RPP dan LKS. RPP terlampir pada lampiran 1 dan LKS pada lampiran 2. Pembelajaran menggunakan metode inkuiri dilakukan dalam 4 kali pertemuan dengan jumlah 6 jam pelajaran. Pertemuan pertama digunakan untuk pre-testdan menjelaskan mengenai pengenalan dan penggunaan alat seperti multimeter, kabel, baterai dan hambatan. Kemudian pertemuan keduadigunakan untuk pembelajaran menggunakan inkuiri terbimbing dengan cara membagi kedalam 6 kelompok, semua siswa mendapatkan LKS yang pertama yaitu mengenai hukum ohm. Mereka melakukan praktikum sesuai dengan LKS yang pertama setelah itu masing-masing kelompok melaporkan penemuannya. Pertemuan ketiga semua siswa mendapatkan LKS yang kedua mengenai hambatan pada kawat penghantar, kemudian mereka melakukan praktikum dan diakhir pelajaran masing-masing kelompok mengemukakan hasil penemuanya mengenai hambatan kawat penghantar. Selain melakukan inkuiri secara terbimbing mereka juga mengisi kuesioner mengenai minat. Pertemuan kempat digunakan untuk post-test.

(50) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 29 E. INSTRUMENTASI 1. Instrumen Pembelajaran. Instrumen pembelajaran terdiri dari tiga instrumen antara lain yaitu: a. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Recana pelaksanaan pembelajaran, yaitu panduan langkahlangkah yang akan dilakukan oleh guru dalam kegiatan pembelajaran yang disusun dalam skenario pembelajaran yang akan dilakukan selama pengambilan data penelitian. Bagian dari Rencana Pelaksanaan Pembelajaran adalah 1) Identitas meliputi: Satuan Pendidikan, Mata Pelajaran, Kelas/Semester, dan Alokasi Waktu, 2) Standar Kompetensi, 3) Kompetensi Dasar, 4) Indikator, 5) Tujuan Pembelajaran, 6) Metode Pembelajaran, 7) Kegiatan Pembelajaran 8) Materi Pelajaran, 9) Sumber Belajar. RPP ini dibuat untuk kedua kelas yaitu kelas kontrol dan kelas eksperimen. RPP lengkap dapat dilihat pada lampiran 3. b. Lembar Kerja Siswa (LKS) untuk kelas eksperimen. Lembar kegiatan siswa adalah panduan yang digunakan siswa untuk melakukan penyelidikan atau pemecahan masalah. LKS ini digunakan ketika kegiatan pembelajaran dengan menggunakan metode inkuiri. LKS yang digunakan ini ada 2 yaitu LKS mengenai hukum ohm dan LKS mengenai hambatan kawat penghantar. LKS siswa dapat dilihat selengkapnya pada lampiran 4.

(51) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 30 c. Petunjuk Penggunaan Alat (Multimeter) Dalam praktikum mengenai hukum ohm dan hambatan kawat pengantar, siswa melakukan sebuah percobaan. Alat yang digunakan dalam percobaan salah satunya yaitu multimeter yang digunakan untuk mengukur arus yang mengalir, tegangan dan hambatan pada rangkaian. Oleh karena itu dalam penggunaan multimeter, siswa diberikan petunjuk dan penjelasan. Petunjuk dan penjelasan multimeter terlampir pada lampiran5. 2. Instrumen Pengumpulan Data Instrumen pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini antara lain: a. Tes tertulis yang terdiri dari pre-test dan post-test 1) Pre-test Pre-test dilakukan pada awal pertemuan, yaitu sebelum proses belajar mengajar berlangsung. Pre-test bertujuan untuk mengetahui kemampuan awal kognitif produk siswa mengenai hukum ohm. Kelas eksperimen maupun kelas kontrol mendapatkan soal pretest yang sama. Soal ini terdiri dari delapan soal. Dalam pembuatan soal pre-test dibutuhkan kisi- kisi. Kisikisi soal yang dibuat berdasarkan pada kompetensi dasar dan indikator yang harus dicapai oleh siswa. Kisi-kisi soal pre-test dan pos-test seperti pada tabel 1 berikut:

(52) 31 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Tabel 1. Kisi-kisi soal pre-test dan soal post-test Kompetensi Indikator Pertanyaan Dasar Aspek No Kognitif soal Hafalan 1 Hafalan 2 3 Memformulasi Menjelaskan Bagaimanakah bunyi kan besaran- bunyi hukum hukum ohm? besaran listrik ohm pada Menjelaskan Sesuai hukum ohm 1 Ω rangkaian keterkaitan setara dengan .... listrik besaran sederhana dalam hukum Apa yang akan terjadi Pemaha ohm pada arus ketika dalam man suatu rangkaian tetutup konsep diberikan tambahan baterai (beda potensial)? Menghitung Dari suatu hasil percobaan dengan diketahui bahwa persamaan ampermeter menunjukkan Aplikasi 4 Aplikasi 5 hukum ohm angka 900 mA, dan voltmeter menunjukkan pada angka 4,5 volt. Berapakah nilai hambatan pada rangkaian tersebut? Dalam lampu mengalir arus sebesar 9 A dari sumber tegangan yang berupa baterai 1,5 volt. a. Berapa hambatan dari

(53) 32 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI lampu tersebut? b. Jika tegangannya turun menjadi 1,2. Berapakah arus yang mengalir? Menjelaskan Apa saja faktor- faktor Pemaha faktor-faktor yang mempengaruhi nilai man hambatan hambatan kawat konsep kawat penghantar? Dan penghantar bagaimana hubungannya? 6 dan hubungannya Menghitung Seutas kawat panjangnya nilai hambatan Aplikasi 7 Aplikasi 8 dan luas penampangnya kawat . Jika hambatan jenis kawat . Berapa hambatan awat tersebut? Menghitung Suatu kawat penghantar nilai panjangnya 4 meter, hambatan memiliki hambatan 200 . kawat Berapa besar hambatan melalui kawat tersebut apabila perbandingan kawat dipotong dan tinggal 1 meter?

(54) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 33 2) Post-test Post-test diberikan di akhir pertemuan, yaitu setelah proses belajar mengajar berlangsung. Tujuan post-test yaitu untuk mengetahui kemampuan akhir kognitif produk siswa mengenai hukum ohm dan hambatan kawat penghantar. Kelas eksperimen maupun kelas kontrol mendapatkan soal post-test yang sama. Jumlah soal pre-test dan post-test sama yaitu 8 nomor. Soal pretestdapat dilihat pada lampiran 6 dan post-test pada lampiran 8. b. Lembar observasi keaktifan Lembar observasi ini digunakan untuk mengetahui keaktifan siswa selama proses belajar mengajar dengan menggunakan metode inkuiri. Dalam pembuatan lembar observasi tentang keaktifan diperlukan kisi-kisi. Indikator keaktifan yang digunakan sebanyak enam, yang sudah dijelaskan di pada bagian kajian pustaka. Adapun kisi-kisi keaktifan ditunjukkan pada tabel 2 berikut:

(55) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 34 Tabel 2. Kisi- Kisi Lembar Kektifan No 1 Indikator Pernyataan No Item Terjadi interaksi antara guru Siswa bertanya kepada guru 1 dengan siswa Siswa menjawab pertanyaan 2 yang diajukan oleh guru 2 Mengikuti kegiatan pembelajaran Siswa dapat menyelesaikan 3 soal 3 Mencari informasi yang diperlukan Siswa membaca buku teks 4 Siswa dapat menyimpulkan hasil Siswa dapat menyimpulkan 5 pembelajaran hasil belajar untuk pemecahan masalah 4 c. Kuesioner minat belajar Kuesioner merupakan salah satu tehnik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberikan seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada siswa untuk dijawab. Kuesioner mengenai minat ini diberikan kepada siswa kelas kontrol dan kelas eksperimen. Kuesioner ini digunakan untuk mengukur minat siswa. Dalam pengisian kuesioner minat, setiap siswa menjawab sepuluh pernyataan berdasarkan dengan pengalaman dan keadaan masing-masing. Dalam kuesioner minat sudah disediakan alternatif jawaban dalam setiap pernyataannya. Kuioner ini terdiri dari sepuluh pernyatan positif. Pembuatan kuesioner minat belajar ini diperlukan kisi-kisi yang berdasarkan paparan para ahli yang telah dipaparkan pada bab kajian pustaka. Kisi- kisi kuesioner mengenai minat belajar ditunjukkan pada tabel 3 berikut:

(56) 35 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Tabel 3. Kisi-kisi Kuesioner Minat Belajar Aspek Indikator No Pernyataan item 1. Saya menjadi paham mengenai materi setelah pelajaran 4 Memusatkan perhatian 2. Pikiran saya hanya tertuju pada materi ketika pembelajaran 10 berlangsung 1. Saya merasa rugi jika tidak mengikuti pembelajaran fisika Rasa senang dan bersemangat Minat pelajaran fisika Belajar 2 2. Saya menggunakan waktu istirahat untuk mengerjakan soal atau 5 bertanya kepada guru 3. Saya menantikan pertemuan berikutnya dengan penuh antusias 4. Saya mengusulkan pembelajaran berikutnya dilakukan seperti ini 6 8 1. Saya sudah mempelajari materi pelajaran di rumah sebelum 1 dijelaskan oleh guru di sekolah Ketertarikan 2. Saya mengerjakan soal latihan untuk belajar dengan inisiatif sendiri tanpa fisika diperintah oleh guru 3 3. Saya belajar dirumah untuk mengulangi materi yang sudah 7 diajarkan oleh guru Rasa ingin Saya selalu mencari materi pelajaran tahu materi dari berbagai sumber fisika 9

(57) 36 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 3. Validitas Validitas yang digunakan dalam penelitian ini adalah validitas isi. Validitas isi berpedoman pada kisi-kisi tes dan non tes yang diukur sesuai dengan indikator. Adapun kisi-kisi tes yaitu meliputi soal pretest dan postest, sedangkan kisi-kisi soal non tes yaitu lembar observasi keaktifan dan kuesioner tentang minat. F. METODE ANALISIS DATA 1. Analisis Tingkat Pemahaman Konsep Pre-test diberikan sebelum siswa mempelajari subbab hukum ohm. Sedangkan post-test dilakukan setelah siswa mempelajari mengenai hukum ohm. Soal-soal pre-test dan post-test berupa soal-soal yang berhubungan dengan materi yang dipelajari yaitu mengenai hukum ohm. a. Pedoman Penskoran Soal Soal pre-test dan post-test masing-masing terdiri dari 8 soal. Skor masksimal untuk masing-masing soal benar disesuaikan dengan bobot soal. Kriteria pemberian skor dapat dilihat pada tabel berikut: 1) Soal nomor 1, 2, dan 3 aspek hafalan/ ingatan. Memerlukan satu langkah penyelesaian dengan bobot soal 2. Tabel 4 . Skoring soal nomor 1, 2 dan 3 Keterangan Skor Tidak mengerjakan 0 Siswa memberikan jawaban salah 0,5

(58) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Siswa memberikan jawaban yang mendekati benar 1 Siswa menjawab hukum ohm dengan benar 2 37 2) Soal nomor 4, 7, dan 8 termasuk aspek aplikasi. Memerlukan pemahaman soal dan penyelesaian dengan hitungan. Bobot soal 6. Tabel 5. Skoring soal nomor 4,7 dan 8. Keterangan Skor Tidak mengerjakan soal 0 Memberikan jawaban salah 1 Memberikan jawaban 25% benar 2 Memberikan jawaban setengah benar 3 Memberikan jawaban hampir benar (75%) benar 4 Menuliskan jawaban dengan benar 5 Menuliskan jawaban dengan benar lengkap dengan satuan 6 3) Soal nomor 5, aspek pemahaman. Memerlukan pemahaman soal dan dua kali penyelesaian dengan hitungan Bobot soal 11. Tabel 6. Skoring soal nomor 5 Keterangan Skor Tidak mengerjakan soal 0 Memberikan jawaban salah 1 Menjawab soal a 25% benar 2 Menjawab soal a setengah benar 3 Menjawab soal a hampir benar 4 Mengerjakan perhitunga soal a dengan benar 5 Mengerjakan perhitunga soal a dengan benar dan lengkap 6 dengan satuan

(59) 38 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Menjawab soal a dengan benar dan lengkap dengan 7 satuan, dan mencoba menjawab soal b 25% benar Menjawab soal a dengan benar dan lengkap, dan 8 menjawab soal b setengah benar Menjawab soal a dengan benar dan lengkap, dan 9 menjawab soal b hampir benar Menjawab soal a dan b secara benar 10 Menjawab soal a dan b secara benar dan lengkap dengan 11 satuan 4) Soal nomor 6, aspek pemahaman. Bobot soal 5 Tabel 7. Skoring soal nomor 6 Keterangan Skor Tidak mengerjakan soal 0 Memberikan jawaban salah 0,5 Memberikan jawaban (faktor-faktornya) namun tidak 1 lengkap Memberikan jawaban semua faktor – faktor denganbenar 2 Memberikan jawaban benar dengan disertai dengan 3 penjelasan namun kurang lengkap Memberikan jawaban benar dengan disertai dengan 4 penjelasan hampir lengkap Menjawab dengan benar dan disertai dengan penjelasan dengan benar dan lengkap. 5

(60) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 39 Perhitungan skor siswa dapat dihitung dengan cara jumlah skor masing-masing siswa dibagi dengan skor maksimal dikali seratus. Jumlah skor maksimal yaitu 40. Skor = b. Analisis Pre-test – Post-test Untuk mengetahui peningkatan pemahaman konsep siswa terhadap materi hukum ohm, maka peneliti menggunakan pre-test dan post-test. Kedua kelas ini dilakukan pada kelas kontrol maupun kelas eksperimen. Adapun statistik yang digunakan untuk mengetahui peningkatan pemahaman konsep siswa terhadap materi hukum ohm adalah menggunakan uji t-test. 1) Untuk menguji apakah sampel kelompok kontrol dengan kelompok treatmentsama dalam pemahaman awal tentang materi hukum ohm. Dengan menggunakan persamaan uji-t 2 group independen. √[ ̅̅̅ Keterangan: ̅̅̅ ][ ̅̅̅ = skor kelas kontrol ̅̅̅ = skor kelas treatment = jumlah siswa kelas kontrol = jumlah siswa kelas treatment = standar deviasi kelas kontrol ]

(61) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 40 = standar deviasi kelas treatment tcritical diperoleh dari tabel dengan level signifikan = 0.05; two tailed | Jika | | | maka signifikan, berarti ada perbedaan hasil pre-test pada kelas kontrol dan kelas ekperimen. | Jika | | maka tidak signifikan, berarti tidak ada | perbedaan hasil pre-test untuk kelas kontrol dan eksperimen. 2) Apakah sampel penelitian meningkat pemahaman konsepnya tentang hukum ohm. Dengan uji-t Dependen untuk: a) Pre-test dan post-test pada kelompok kontrol dengan metode ceramah b) Pre-test dan post-testpada kelompok treatment dengan metode inkuiri Test-T dependen ini biasa digunakan untuk menguji satu kelompok yang diuji dua kali. Adapun rumus perhitungan untuk uji T Dependen adalah sebagai berikut: ̅̅̅ √∑ ∑ ̅̅̅ X1 = skor pre-test X2 = skor post-test D = perbedaan antara skor tiap subyek ̅̅̅ N = jumlah pasang skor (jumlah pasangan) Df = N-1 ̅̅̅

(62) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI T critical diperoleh dari tabel dengan level signifikan | |>| | Jika maka signifikan, 41 0.05 bearti ada peningkatan pemahaman konsep tentang materi hukum ohm. Jika | | maka tidak signifikan, berarti tidak ada |<| peningkatan pemahaman konsep tentang hukum ohm. 3) Menguji apakah hasil penelitian kelas kontrol dengan kelas eksperimen sama. Dengan uji T-independent, untuk mengetahui apakah pemahaman konsep tentang materi hukum ohm kelas eksperimen lebih baik dari kelas kontrol atau tidak. Adapun persamaan yang digunakan dalam adalah uji Test-T 2 grup yang independen, dapat dilihat di depan pada persamaan 1. | Jika | | | maka signifikan, berarti ada perbedaan hasil post-test pada kelas kontrol dan kelas ekperimen. Jika | | | | maka tidak signifikan, berarti tidak ada perbedaan hasil post-test untuk kelas kontrol dan kelas eksperimen. Dengan melakukan empat kali uji t-test seperti diatas peneliti dapat mengetahui apakah penerapan metode inkuiri sungguh-sungguh dapat meningkatkan pemehaman konsep siswa terhadap materi hukum ohm.

(63) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 42 c. Peningkatan Pemahaman Konsep Secara Kualitatif Untuk mengetahui peningkatan pemahman konsep, maka disini peneliti selain menggunakan uji t-test, peneliti juga menganilis perubahan pemahaman konsep siswa secara kualitatif, yaitu dengan merangkum secara umum pemahaman awal siswa tentang konsep hukum ohm ketika pre-test dengan pemahaman konsep hukum ohm diakhir setelah pembelajaranyang dapat kita lihat dalam hasilpost-test. 2. Analisis Tingkat Keaktifan Siswa Peneliti melakukan pengukuran tingkat keaktifan belajar siswa kelas eksperimen yaitu ketika siswa melakukan pembelajaran menggunakan metode inkuiri. Jadi pengukuran keaktifan dilihat dari banyaknya siswa yang aktif ketika mengikuti pembelajaran dengan menggunakan metode inkuiri, sehingga untuk satu siswa yang aktif diukur dengan satu tally. Selain itu peneliti juga memberikan catatan-catatan penting dalam lembar observasi untuk memperkuat data. Untuk mengetahui pengaruh penerapan metode inkuiri terhadap keaktifan siswa peneliti menganalisis hasil observasi secara kuantitatif dan kualitatif. 3. Analisis Tingkat Minat Siswa Minat siswa terhadap fisika dapat diukur dengan menggunakan kuesioner minat siswa terhadap fisika. Kuesioner minat ini terdiri dari sepuluh pernyataan, dimana semua pernyataannya positif. Untuk setiap pernyataan dilengkapi dengan empat alternatif jawaban. Alternatif jawaban beserta skornya adalah sebagai berikut: sangat setuju = 5, setuju = 4, ragu-

(64) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 43 ragu =3, tidak setuju = 2, sangat tidak setuju = 1. Sehingga skor untuk setiap siswa yaitu: Skor minimal = 1 x 10 = 10 Skor maksimal = 5 x 10 = 50 Range = 50 – 10 = 40 kemudian range tersebut dibagi menjadi lima. Skor ini kemudian dikelompokkan menjadi lima kategori, yaitu sangat berminat, berminat, cukup berminat, kurang berminat dan tidak berminat. Berdasarkan kategori ini dapat ditentukan minat belajar siswa. Penentuan kategori hasil pengukuran minat dapat dilihat pada tabel 8 berikut: Tabel 8. Kategorisasi Minat Belajar Siswa No Skor Kategori Minat 1 42 – 50 Sangat berminat 2 34 – 41 Berminat 3 26 – 33 Cukup berminat 4 18 – 25 Kurang berminat 5 10 – 17 Tidak berminat Minat seluruh siswa dapat diketahui dari rata-rata skor minat seluruh siswa yang kemudian dikelompokkan. Pengelompokan minat seluruh siswa ditetapkan dengan kriteria seperti pada tabel diatas. Kemudian untuk mengetahui apakah ada perbedaan minat siswa dalam mengikuti pembelajaran di kelas kontrol maupun kelas eksperimen dilakukan uji t-test independent pada persamaan 1. Dengan uji-t

(65) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 44 independent, maka peneliti dapat mengetahui status minat siswa ketika mengikuti pembelajaran fisika. Jika | | | | maka signifikan, berarti ada perbedaan minat pada kelas kontrol dan kelas ekperimen. Jika | | | | maka tidak signifikan, berarti tidak ada perbedaan minat untuk kelas kontrol dan kelas eksperimen.

(66) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB IV DATA DAN ANALISIS A. PELAKSANAAN PENELITIAN Penelitian dilakukan pada siswa kelas X-1 sebagai kelas kontrol dan X2 sebagai kelas eksperimen SMA Negeri 1 Candimulyo, Kabupaten Magelang, Provinsi Jawa Tengah dan dilaksanakan pada tanggal 22 April 2014 sampai dengan tanggal 5 Mei 2014. Penelitian dilaksanakan pada saat jam pelajaran fisika berlangsung. Pelajaran fisika untuk kelas X-1 dan X-2 dilaksanakan 2 kali pertemuan dengan jumlah 3 jam pelajaran dalam satu Minggu. Untuk kelas X-1 (kelas kontrol) pelajaran fisika dilakukan pada hari Senin dengan alokasi waktu 1 x 45 menit dan hari Rabu 2 x 45 menit. Kemudian untuk kelas X-2 (kelas eksperimen) pelajaran fisika dilakukan pada hari Selasa dengan alokasi waktu 2 x 45 menit dan hari Rabu 1 x 45 menit. Dalam pengambilan data peneliti mengajar sebanyak 4 kali pertemuan untuk masing-masing kelas. Pada penelitian ini, peneliti berperan sebagai guru dan fasilitator dalam pelaksanaan proses pembelajaran baik di kelas kontrol maupun di kelas eksperimen. Peneliti dibantu oleh guru fisika kelas X yaitu Anisatul Masruroh S.Pd sebagai dokumentator selama proses pembelajaran berlangsung. Proses pengambilan data dijelaskan sebagai berikut: 45

(67) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 1. 46 Sebelum Penelitian Sebelum melaksanakan penelitian, peneliti mempersiapkan instrumen yang digunakan untuk melaksanakan penelitian. Instrumen yang digunakan ada dua jenis yaitu: instrumen pembelajaran dan instrumen penelitian. Untuk kelas kontrol instrumen pembelajaran terdiri dari RPP, latihan soal, dan PR. Sedangkan untuk kelas eksperimen instrumen pembelajaran terdiri dari: RPP, LKS, petunjuk penggunaan multimeter dan alat yang digunakan ketika praktikum. Sebelum melakukan penelitian, peneliti terlebih dahulu melakukan percobaan mengenai hukum ohm dan hambatan kawat penghantar sesuai dengan LKS yang telah dibuat. Kemudian untuk instrumen penelitian kelas kontrol antara lain yaitu soal pre-test, soal post-test, kuesioner minat belajar dan alat dokumentasi berupa kamera digital. Sedangkan kelas eksperimen sama, hanya ditambah dengan lembar pengamatan keaktifan. Selain mempersiapkan instrumen untuk pelaksanaan penelitian, pada tanggal 3 April 2014 peneliti melakukan observasi laboratorium fisika. Observasi ini bertujuan untuk mengetahui kelengkapan alat-alat yang akan digunakan dalam praktikum untuk kelas eksperimen dan kesiapan laboratorium fisika. Laboratorium fisika SMA Negeri 1 Candimulyo ini merupakan salah satu bangunan baru, di mana alat-alat praktikumnya cukup lengkap. Laboratorium ini mempunyai kit mekanika, kit optika, kit listrik magnet masing-masing 5 kit, kemudian alat ukur seperti 8 jangka sorong, 6

(68) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 47 mikrometersekrup, 12 mistar, 10 termometer, 2 multimeter, 4 pegas dan 8 kaca plan paralel dan beberapa alat praktikum yang belum bisa peneliti sebutkan karena masih ada beberapa alat yang berada pada laboratorium yang dulu yaitu laboratorium kimia yang belum sempat dipindah. Berkaitan dengan alat-alat yang akan digunakan pada praktikum hukum ohm dan hambatan kawat penghantar, laboratorium fisika SMA Negeri 1 Candimulyo hanya memiliki catu daya saja, sedangkan alat-alat praktikum yang lain tidak tersedia. Oleh karena itu peneliti harus meminjam alat-alat yang lain multimeter, resistor, kawat, baterai, pita meter, set kawat penghantar dan kabel) di laboratorium fisika Universitas Sanata Dharma. Pada tanggal 21 April peneliti mengantar alat-alat tersebut ke laboratorium fisika SMA N 1 Candimulyo sekaligus mempersiapkan alat yang akan digunakan untuk pengenalan alat di kelas eksperimen pada tanggal 22 April 2014.

(69) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 48 2. Selama Pelaksanaan Penelitian Berikut adalah jadwal dan proses pengambilan data yang dilakukan di kelas kelas kontrol yaitu kelas X-1 dan kelas eksperimen yaitu kelas X-2 , seperti pada tabel 9berikut: Tabel 9. Proses Pelaksanaan Penelitian pada kelas Kontrol (X-1) No Hari / tanggal Pukul Kegiatan Peneliti Kelas kontrol (X-1) 1. Rabu, 23 April 12.15 – 13.30   2014 Perkenalan Memberikan soal pre-test  Memberikan materi mengenai alat ukur listrik menggunakan multimeter  Memberikan latihan soal tentang pembacaan alat ukur listrik 2. Senin, 28 April 09.30 – 10.15  2014 ukum ohm  3. Rabu, 30 April Memberikan materi mengenai 12.15 – 13.30  2014 Memberikan soal latihan dan PR Mengoreksi PR tentang hukum ohm  Menjelaskan materi mengenai hambatan kawat suatu penghantar  Latihan soal tentang materi hambatan kawat suatu penghantar 4. Senin, 5 Mei 2014 09.30 -10.15  Memberikan kuisoner minat  Memberikan soal post-test

(70) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 49 Tabel 10. Proses Pelaksanaan Penelitian pada kelas Eksperimen (X-2) No Hari / tanggal Pukul Kegiatan Peneliti Kelas Eksperimen (X-2) 1. Selasa, 22 April 10.15 - 11.45  2014 Perkenalan  Memberikan soal pre-test  Pengenalan alat yang dan memberikan petunjuk pemakaian multimeter  Memberikan soal pembacaan tegangan dan hambatan 2. Rabu, 23 April 10.15-11.30  2014 Mendampingi siswa untuk melaksanakan kegiatan eksperimen 1 tentang hukum ohm 3. Selasa, 29 April 10.15-11.45  2014 Mendampingi siswa untuk melakukan kegiatan pada eksperimen yang ke 2 mengenai hambatan suatu kawat penghantar 4. Rabu, 30 April 10.15-11.00  Memberikan kuisoner minat  Memberikan soal post-test 2014 Penelitian tidak berjalan sesuai dengan rencana dikarenakan beberapa hal seperti berikut: a. Pada hari Senin, tanggal 21 April 2014, tidak ada kegiatan belajar mengajar karena semua siswa kelas X, XI beserta guru megikuti kegiatan untuk memperingati hari Kartini.

(71) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 50 b. Pada hari Rabu, tanggal 23 April 2014 terjadi pengurangan jam pelajaran, yaitu 1 jam pelajaran hanya 35 menit karena para bapak ibu guru beserta karyawan akan menengok orang tua dari guru Bahasa Jawa SMA Negeri 1 Candimulyo yang sedang sakit. c. Saat peneliti melaksankan penelitian sampel tidak dapat diteliti seluruhnya, karena ada beberapa siswa yang ijin pulang dan ada yang tidak masuk karena sakit. Berikut adalah pelaksanaan penelitian baik kelas kontrol maupun eksperimen: a. Pelaksanaan Penelitian di Kelas Eksperimen 1) Hari Selasa, 22 April 2014 Pada hari Selasa, sekolah melakukan kegiatan belajar mengajar seperti biasa. Peneliti bersama dengan guru fisika kelas X-2 yaitu Anisatul Masruroh S.Pd masuk di kelas eksperimen pada jam ke 5 dan 6 yaitu pada pukul 10.15 – 11.45. Pertama Ibu Anis membuka pelajaran, menyuruh anak kelas X-1 supaya mempersiapkan diri untuk belajar fisika dan memperkenalkan peneliti kepada siswa. Kemudian peneliti dipersilakan untuk memulai proses pembelajarannya. Pertama, peneliti memperkenalkan diri, kemudian memberikan penjelasan akan diadakannyapre-test dan aturannya, membagikan soal pre-test yang terdiri dari 8 soal, lalu peneliti mendampingi siswa dalam mengerjakan soalpre-test dalam waktu

(72) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 51 40 menit.Pelaksanaan pre-test diikuti oleh semua siswa kelas X-2 sebanyak 23 anak. Ketika siswa menerima soal pre-test hampir sebagian dari siswa mengeluh bahwa mereka tidak bisa mengerjakan, ada beberapa anak juga yang mencontek dan membuka buku ketika mengerjakan walaupun sudah peneliti peringatkan. Berikut adalah gambaranketika siswa mengerjakan soal pre-test (gambar 1). Gambar 1. Siswa kelas X-2 (Kelas Eksperimen) mengerjakan soal pre-test di Laboratorium Fisika Setelah semua siswa selesai dalam mengerjakan soal pre-test, pada jam pelajaran yang kedua digunakan untuk memperkenalkan alat-alat yang akan digunakan untuk eksperimen, peneliti mengajarkan kepada siswa bagaimana menggunakan multimeter analog dan cara mengukurtegangan, arus dan hambatan dengan

(73) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 52 menggunakan multimeter yang telah dibagikan, mereka duduk secara berkelompok yang dibentuk oleh siswa sendiri. Ketika mereka menerima multimeter banyak anak-anak yang langsung memutar-mutar selektor.Kemudian peneliti membagikan 4 baterai kepada masing-masing kelompok untuk diukur tegangannya kemudian ditulis hasilnya ke dalam kertas. 2) Hari Rabu, 23 April 2014 Pada hari Rabu, untuk kelas eksperimen penelitian dilaksanakan pada jam ke 6. Pada hari itu terjadi pengurangan jam pelajaran. 1 jam pelajaran hanya 35 menit. Pelajaran dilaksanakan di Laboratorium Fisika. Di kelas eksperimen hari ini proses belajar mengajar dilaksanakan untuk eksperimen yang pertama yaitu mengenai hukum ohm. Siswa dibagi dalam 6 kelompok, masing –masing siswa mendapatkan LKS. Dalam mengerjakan LKS mereka harus menuliskan terlebih dahulu mengenai hipotesis dari masalah yang sudah peneliti tulis. Hipotesis ini dikerjakan secara individu dengan menggunakan bolpoint dalam waktu 5 menit. Ketika mengerjakan hipotesis banyak siswa yang bingung mengenai jawabannya. Setelah itu mereka mengisi mengenai variabel kontrol, variabel bebas dan variabel terikat secara berkelompok.Kemudian merekamelakukan praktikum untuk mengambil data sebanyak 4 kali. Ketika siswa melakukan praktikum peneliti berkeliling ke

(74) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 53 tiap-tiap kelompok untuk membimbingdan tanya jawab mengenai pengambilan data mereka. Dalam pengambilan data ini ada empat kelompok yang masih bingung dalam mengukur tegangan dan kuat arus dengan menggunakan multimeter analog, oleh karena itu peneliti mengulang kembali cara pengukuran menggunakan multimeter. Setelah selesai dalam mengambil data, siswa menganalis. Mereka menjawab pertanyaan yang ada dalam LKS. Pada akhir pelajaran para siswa menyimpulkan hasil percobaan dan mencocokan dengan hipotesis yang mereka tulis diawal. Berikut adalah aktivitas siswa saat melakukan eksperimen pertama mengenai hukum ohm yang ditunjukkan (gambar 2). Gambar 2. Aktivitas siswa kelas eksperimen ketika membaca langkah percobaan sebelum praktikum mengenai hukum ohm

(75) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 54 3) Hari Selasa, 29 April 2014 Pertemuan ketiga dilakasanakan pada jam ke 5 – 6, mulai pukul 10.15 sampai dengan 11.45. Pembelajaran dilakukan di Laboratorium Fisika. Namuntidak semua siswa datang tepat jam 10.15 karena masih banyak siswa yang berada di kantin, sehingga pelajaran baru dimulai pukul 10.30. Sebelum memulai pelajaran peneliti membuka dengan salam dan menyiapkan kelas terlebih dahulu. Pada pertemuan ketiga siswa melakukan eksperimen yang kedua mengenai hambatan jenis kawat penghantar. Di sini LKS dibagikan pada siswa sebagai panduan melakukan praktikum. Siswa melaksanakan praktikum dalam kelompok. Dalam praktikum siswa dibagi dalam 5 kelompok, hal ini karena ada satu papan rangkaian kawat penghantar yang tidak berfungsi. Sebelum melakukan praktikum, siswa disuruh menjawab hipotesis dalam LKS. Hampir sebagian anak tidak bisa menjawab hipotesis ini. Ada juga anak yang membuka buku ketika menuliskan hipotesisnya. Waktu untuk mengerjakan hipotesis ini 5 menit. Setelah itu, siswa diberi waktu untuk menjawab mengenai variabel terikat, variabel bebas dan kontrol. Di sini peneliti ikut membimbing dan mengunjungi tiap-tiap kelompok untuk mengingatkan pengertian variabel terikat, bebas dan kontrol. Sebelum melaksanakan praktikum peneliti menjelaskan bagaimana

(76) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 55 cara merangkai alat dan menjelaskan apa saja yang harus diamati. Setelah itu baru siswa memulai praktikum.Ketika pelaksanaan praktikum masih ada beberapa siswa yang bertanya bagaimana cara merangkai alat dan cara membaca arus. Kemudian peneliti berkeliling ke masing-masing kelompok untuk membimbing dan memberikan beberapa pertanyaan yang mengarahkan siswa kepada tujuan praktikum, selain itu peneliti juga harus menjelaskan kembali di kelas mengenai konversi satuan, karena hampir semua kelompok lupa konversi satuan. Waktu yang digunakan untuk mengambil data ini kurang lebih 45 menit. Berikut adalah gambaran aktivitas siswa ketika melakukan praktikum mengenai hambatan jenis kawat penghantar (gambar 3). Gambar 3. Aktivitas siswa kelas eksperimen ketika praktikum hambatan kawat penghantar

(77) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 56 Setelah semua siswa selesai dalam mengambil data dilanjutkan dengan menjawab pertanyaan, menyimpulkan praktikum dan mencocokan dengan hipotesis yang telah mereka tulis sebelum mengambil data yang ada dalam LKS secara berkelompok. Setelah selesai mengerjakan LKS, peneliti meminta masing-masing kelompok untuk mengemukakan hasil dari praktikum yang telah mereka kerjakan lalu mengumpulkan. Proses belajar mengajar ini diakhiri dengan pengisian kuesioner minat belajar fisika oleh seluruh siswa yang telah dibagikan oleh peneliti. Sebelum siswa mengisi kuesioner, peneliti terlebih dahulu menjelaskan petunjuk untuk mengisi kuesioner. Ketika mengisi kuesioner minat banyak anak yang mengerjakan secara serius. Setelah selesai mengisi kuesioner peneliti meminta siswa untuk mengumpulkan di meja guru. Pada 5 menit terakhir peneliti menutup pelajaran dengan mengajak siswa kembali menyimpulkan materi yang telah mereka pelajari pada hari ini dan mengumumkan bahwa pada pertemuan berikutnya hari Rabu akan diadakan post-test kemudian peneliti mengakhiri dengan salam. 4) Hari Rabu, 30 April 2014 Peneliti membuka pelajaran dengan salam dan mengabsen siswa, dan pada hari Rabu ini ada 1 siswa yang ijin tidak mengikuti pelajaran fisika karena pergi ke Puskesmas.

(78) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Kemudian peneliti memberikan soal post-test 57 dan menjelaskan aturan mengerjakan soal post-test. Waktu yang digunakan untuk mengerjakan soal post-test 40 menit. Ketika menerima soal post-test ada beberapa anak yang mengeluh kalau belum belajar dirumah, tapi sebagian dari siswa langsung mengerjakan dengan tenang. Berikut adalah gambar ketika siswa mengerjakan soal post-test (gambar 4). Gambar 4. Aktivitas siswa kelas eksperimen saat mengerjakan soal post-test Setelah waktu untuk mengerjakan soal post-test habis peneliti meminta siswa untuk mengumpulkan jawaban ke meja guru. Dan 5 menit terakhir guru menutup pelajaran dengan mengucapkan terimakasih dan berdoa bersama.

(79) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI b. 58 Pelaksanaan Penelitian di Kelas Kontrol 1) Hari Rabu, 23 April 2014 Peneliti memasuki kelas kontrol (X-2) pada jam 7-8 yaitu pada pukul 11.00 – 12.10 karena terjadi pengurangan waktu 1 jam pelajaran hanya 35 menit bersama dengan Anisatul Masruroh S.Pd selaku guru fisika kelas X-2, namun peneliti memulai pelajaran sekitar pukul 11.15 karena kelas X-2 sedang diberi pengarahan oleh pembina PKS mengenai acara LDKS. Kelas ini terdiri dari 25 siswa, namun pada hari ini ada 2 siswa yang tidak mengikuti pelajaran karena sakit dan tanpa keterangan. Seperti pada kelas eksperimen, Ibu Anis membuka pelajaran, menyuruh anak kelas X-2 supaya mempersiapkan diri untuk belajar fisika dan memperkenalkan peneliti kepada siswa. Kemudian peneliti dipersilakan untuk memulai proses pembelajarannya. Pada pertemuan pertama, peneliti memberikan soal pre-test dan materi mengenai pengukuran menggunakan multimeter yang sama dengan kelas eksperimen namun dengan menggunakan metode ceramah. Pada saat peneliti membagi soal pre-test semua anak langsung berkomentar dan mengeluh walaupun belum membaca soalnya. Ada beberapa anak yang berusaha untuk mencari jawabanya di buku paket. Waktu yang digunakan untuk mengerjakan soal pre-test 40 menit. Setelah selesai mengerjakan lembar pre-test dikumpulkan kepada peneliti. Berikut adalah

(80) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 59 gambaran aktivitas siswa ketika mengerjakan soal pre-tes (gambar 5). Gambar 5. Aktivitas siswa kelas kontrol ketika mengerjakan soal pre-test Setelah pre-test peneliti mengawali pelajaran dengan bertanya kepada siswa mengenai alat ukur listrik khususnya multimeter. Dari pertanyaan ini banyak sekali jawaban dari siswa yang sangat bervariasi hingga suasana kelas menjadi gaduh. Di sini peneliti menyuruh salah satu siswa untuk menyimpulkan jawaban. Peneliti menggunakan bantuan power point untuk menunjukkan gambar dan bagian - bagian dari multimeter sebagai salah satu alat ukur listrik. Peneliti juga mangajarkan cara mengukur dengan menggunakan multimeter dan memberikan 4 soal mengenai pengukuran tegangan, hambatan, dan kuat arus. Dua soal

(81) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 60 dikerjakan oleh siswa di papan tulis dan soal yang belum selesai dikerjakan di rumah sebagai PR yang dikoreksi pada pertemuan berikutnya karena waktu pelajaran telah usai. Diakhir pelajaran peneliti bersama-sama menyimpulkan pelajaran dan menutup dengan doa bersama. 2) Hari Senin, 29 April 2014 Pada pertemuan kedua dilaksanakan pada jam ke 5 setelah pelajaran olahraga yaitu pada pukul 09.30 – 10.15. Pada hari ini pelajaran dimajukan 1 jam pelajaran karena pada hari ini tidak diadakan upacara bendera. Pada hari ini semua siswa mengikuti pelajaran fisika. Sebelum melanjutkan materi mengenai hukum ohm, peneliti meminta siswa untuk mencocokan PR pertemuan sebelumnya dengan meminta 2 siswa untuk mengerjakan di papan tulis dan menanyakan kepada siswa apakah masih ada materi yang belum jelas. Setelah itu baru peneliti melanjutkan menyampaikan materi mengenai hukum ohm. Pertama peneliti bertanya kepada siswa siapa penemu hukum ohm, hampir semua siswa menjawab dengan jawaban yang sama. Lalu peneliti menjelaskan secara singkat penemu hukum ohm. Kemudian peneliti bertanya kembali “hukum ohm menjelaskan tentang apa?”“Bagaimana dengan bunyi hukumnya sampai dengan menemukan persamaannya.” Di sini terjadi diskusi yang aktif antara peneliti dengan siswa. Setelah

(82) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 61 semua materi disampaikan peneliti memberikan contoh soal dan memberikan lembar soal mengenai hukum ohm, karena jam pelajaran telah selesai maka lembar soal dibawa pulang untuk dikerjakan dirumah sebagai PR. Di akhir pelajaran, peneliti bersama dengan siswa menyimpulkan materi yang telah diajarkan dan menutup pelajaran dengan salam. 3) Hari Rabu, 30 April 2014 Penelitian ini dilaksanakan pada jam 7-8 yaitu pukul 12.15 13.30. Pada hari ini ada dua siswa yang tidak masuk karena sakit dan mengikuti latihan Paskibra untuk upacara hari Pendidikan Nasional. Pada pertemuan kali ini peneliti akan menyampaikan materi mengenai faktor-faktor hambatan kawat penghantar dan membagikan kuesioner minat siswa belajar fisika. Sebelum memulai pelajaran, peneliti meminta siswa untuk mencocokan PR mengenai hukum ohm yang diberikan pada pertemuan sebelumnya. Setelah selesai mencocokan, peneliti melanjutkan materi dengan memberikan pertanyaan mengenai hambatan kawat penghantar. Disini hanya ada beberapa siswa yang menjawab pertanyaan yang diajukan oleh peneliti. Kemudian peneliti menjelaskan jawaban dari pertanyaan tersebut dan memberikan contoh soal yang berkaitan dengan hambatan kawat penghantar. Selain itu peneliti juga memberikan lembar soal yang

(83) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 62 terdiri dari 5 soal mengenai hambatan kawat penghantar kepada siswa untuk dikerjakan. Siswa diberikan waktu 15 menit untuk mengerjakan lalu ada beberapa siswa yang mengerjakan di papan tulis. Berikut adalah gambaran ketika salah satu siswa mengerjakan soal mengenai hambatan kawat penghantar di papan tulis. Gambar 6. Salah satu siswa mengerjakan soal hambatan kawat penghantar di papan tulis Setelah siswa selesai mengerjakan soal, peneliti membagikan kuesioner minat belajar fisika. Waktu untuk mengerjakan kuesioner 15 menit. Setelah selesai peneliti meminta kuesionernya untuk dikumpulkan karena waktu hampir habis. Sebelum menutup pelajaran, peneliti bersama dengan siswa menyimpulkan bersamasama materi yang telah dipelajari dan mengingatkan kepada siswa bahwa pada perteuan berikutnya pada hari Senin akan dilaksanakan post-test.

(84) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 63 4) Hari Senin, 5 Mei 2014 Pertemuan ini merupakan pertemuan terakhir di kelas kontrol. Seharusnya pelajaran dilaksanakan pada jam ke 5 yaitu pada jam 10.15-11.00. namun dimajukkan menjadi jam ke 4 yaitu pada jam 09.15–10.00 karena guru geografi meminta untuk tukar jam pelajaran. Peneliti membuka pelajaran dengan salam dan mengecek kehadiran siswa. Pada hari ini ada 2 anak yang tidak masuk kelas, 1 anak karena sakit dan menjelaskan mengenai 1 tanpa keterangan. Kemudian peneliti post-test dan aturannya. Post-test dilaksanakan selama 40 menit. Ketika peneliti membagikan soal post-test, semua anak mempunyai ekspresi yang hampir sama dengan kelas eksperimen, banyak anak yang berkomentar kalau belum belajar, sehingga kelas ini menjadi gaduh bahkan ketika mengerjakan soal post-testada beberapa anak yang berjalan keliling kelas dan bertanya kepada teman, walaupun sudah peneliti tegur. Berikut adalah gambaran aktivitas siswa ketika mengerjakan soal post-test (gambar 7).

(85) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 64 Gambar 7. Siswa kelas kontrol sedang mengerjakan soal posttest Setelah siswa selesai mengerjakan soal post-test, lembar posttest dikumpulkan kemeja guru. Kemudian peneliti mengucapkan banyak terima kasih atas kerjasamanya dan mengakhiri dengan salam. B. DATA DAN ANALISIS DATA 1. Pemahaman Siswa a. Analisis Kuantitatif Pemahaman 1) Pre-Test Kelas Kontrol dan Eksperimen (1) Data Untuk mengetahuipemahaman awal sampel kelas kontrol dengan kelaseksperimenmengenai hukum ohm sama

(86) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 65 atau berbeda,peneliti menggunakan data pre-test untuk kelas kontrol dan kelas eksperimen. Hasil jawabanpre-test kelas kontrolselengkapnya dapat dilihat pada lampiran 18 dan kelas eksperimen selengkapnya dapat dilihat pada lampiran 20. Untuk kelas kontrol ada 2 siswa yang tidak mengikuti pre-test karena sakit dan tanpa keterangan, sehingga pre-test hanya diikuti oleh 22 siswa. sedangkan untuk pre-test kelas eksperimen diikuti oleh semua siswa dengan jumlah 23 siswa. Setiap siswa mengerjakan soal pre-test dengan jumlah 8 soal. Data dari skor pre-test kelas kontrol dan kelas eksperimen ditunjukkan pada tabel 11 dibawah ini Tabel 11. Data Pre-Test Kelas Kontrol dan Eksperimen Sampel 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 Kelas Kontrol 65 16.50 16.25 57.50 16.25 46.25 13.70 36.25 40.00 41.25 46.25 48.75 18.75 43.75 72.50 23.75 50.00 15.00 40.00 51.25 Kelas Eksperimen 8.75 56.25 46.25 22.5 50.00 43.75 42.5 10.00 11.25 73.75 61.25 60.00 72.5 43.75 7.5 51.25 33.75 48.75 33.75 26.25

(87) 66 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 21 22 23 Rata-rata 43.75 25.00 37.62 0.00 45.00 3.75 37.06 (2) Analisis Data Data pre-test untuk kelas kontrol dan kelas eksperimen kemudian dianalisis menggunakan statistik uji-T untuk kelompok independen. Sehingga didapatkan hasil seperti pada tabel SPSS berikut: Tabel 12. Analisis SPSS pre-test kelas kontrol dan kelas eksperimen Group Statistics KELAS NILAI N Mean Std. Deviation Std. Error Mean 1 22 37.6227 17.21829 3.67095 2 23 37.0652 22.11671 4.61165 Independent Samples Test Levene's Test for Equality of Variances F NILAI Equal variances assumed Equal variances not assumed 1.899 Sig. .175 t-test for Equality of Means T Sig. (2Mean Std. Error tailed) Difference Difference Df .094 95% Confidence Interval of the Difference Lower Upper 43 .926 .55751 5.92730 -11.39603 12.51105 .095 41.329 .925 .55751 5.89434 -11.34347 12.45849 Keterangan: Hasil dari output SPSS dapat dilihat bahwa t = 0.095, P=0.925 , dengan taraf sigifikan α = 0.05.

(88) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 67 Oleh karena P = 0.925 > 0.05 maka hasilnya tidak signifikan. Hal ini berarti antara kelas kontrol dengan kelas eksperimen sama pemahaman awalnya mengenai hukum ohm. 2) Pre-Test Dan Post-Test Kelas Kontrol (1) Data Untuk mengetahui peningkatan pemahaman siswa pada kelas kontrol dengan menggunakan metode ceramah pada materi hukum ohm dan hambatan kawat penghantar, peneliti menggunakan data pre-test dan post-test pada kelas kontrol. Contoh jawaban siswa untukpre-testselengkapnya dapat di lihat pada lampiran 18 dan post-test untuk kelas kontrol selengkapnya dapat dilihat pada lampiran 19. Jumlah data yang digunakan untuk pre-testdan post-test ada 20 pasang siswa dari jumlah siswa 24. Hal ini dikarenakan pada saat dilaksanakan pre-test ada 2 siswa yang tidak masuk dan pada saat dilaksanakan post-test juga ada 2 siswa yang tidak masuk dengan siswa yang berbeda-beda. Data dari nilai pre-test dan post-test kelas kontrol ditunjukkan pada tabel 13 di bawah ini.

(89) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 68 Tabel 13. Data Nilai Pre-Test dan Post-Test Kelas Kontrol Sampel 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 Rata-Rata Pre-test 65 16.50 16.25 57.50 16.25 46.25 13.70 36.25 40 41.25 46.25 48.75 18.75 43.75 72.50 23.75 50 51.25 43.75 25 38.64 Post-test 97.50 67.50 71.25 85.00 66.25 75.00 21.25 92.50 85.00 81.25 66.25 70.00 68.75 80.00 95.00 18.75 78.75 92.50 83.75 67.50 73.19 (2) Analisis Data Data pre-test dan post-testuntuk kelas kontrol kemudian dianalisis menggunakan statistik uji-T untuk kelompok dependen. Sehingga didapatkan hasil seperti pada tabel 14SPSS berikut:

(90) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 69 Tabel 14. Analisis SPSS pre-testdan post-testkelas kontrol Paired Samples Statistics Mean Pair 1 N Std. Deviation Std. Error Mean PRE_TEST 38.6350 20 17.30215 3.86888 POST_TEST 73.1875 20 20.78032 4.64662 Paired Samples Test Paired Differences Std. Deviation Mean Std. Error Mean 95% Confidence Interval of the Difference Lower Upper Pair 1 PRE_TEST POST_TEST -3.45525E1 16.00143 3.57803 -42.04140 -27.06360 T -9.657 Sig. (2df tailed) 19 .000 Keterangan: Hasil dari output SPSS dapat dilihat bahwa t = -9.657, P=0.000, dengan taraf sigifikan α = 0,05, mean dari pretest38.6350dan mean post-test73.1875. Oleh karena P = 0.000 <0.05 maka hasilnya signifikan. Hal ini berarti antara pre-test dan post-test pada kelas kontrol berbeda. Mean post-test> dari pada mean pre-test, maka posttest lebih baik daripada pre-test, dengan kata lain bahwa ada peningkatan pemahaman mengenai hukum ohm pada kelas kontrol.

(91) 70 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 3) Pre-Test Dan Post-Test Kelas Eksperimen (1) Data Untuk mengetahui peningkatan pemahaman konsep siswa pada kelas eksperimen dengan menggunakan metode inkuiri pada materi hukum ohm, peneliti menggunakan data pre-test dan post-test pada kelas eksperimen. Hasil daripretestuntuk kelas eksperimen selengkapnya dapat dilihat pada lampiran 20 dan post-test untuk kelas eksperimenselengkapnya dapat dilihat pada lampiran 21. Jumlah data yang digunakan untuk pre-testdan posttestpada kelas eksperimen ada 22 pasang siswa dari jumlah siswa 23. Hal ini dikarenakan pada saat dilaksanakan posttestada 1 anak yang ijin untuk ke puskesmas. Data dari nilai pre-test dan post-test kelas eksperimen ditunjukkan pada tabel 15 di bawah ini. Tabel 15. Data Nilai Pre-Test dan Post-Test Kelas Eksperimen Sampel 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 Pre-test 8.75 56.25 46.25 22.5 50.00 43.75 42.5 10.00 11.25 73.75 61.25 Post-test 85.00 87.50 77.50 71.25 81.25 85.00 82.50 85.00 68.75 88.75 75.00

(92) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 Rata-Rata 60.00 72.5 43.75 7.5 51.25 33.75 48.75 33.75 26.25 0.00 45.00 38.58 71 80.00 100.00 83.75 65.00 85.00 75.00 75.00 46.25 55.00 72.50 65.00 76.82 (2) Analisis Data Data pre-test dan post-test untuk kelas eksperimen kemudian dianalisis menggunakan statistik uji-T untuk kelompok dependen atau satu kelompok yang dites dua kali. Sehingga didapatkan hasil seperti pada tabel 16 SPSS berikut: Tabel 16. Analisis SPSS pre-test dan post-test kelas eksperimen Paired Samples Statistics Mean Pair 1 N Std. Deviation Std. Error Mean PRE_TEST 38.5795 22 21.38193 4.55864 POST_TEST 76.8182 22 11.92566 2.54256 Paired Samples Test Paired Differences Mean Pair 1 PRE_TEST POST_TEST Std. Std. Error Deviation Mean -3.82386E1 19.30974 95% Confidence Interval of the Difference Lower Upper 4.11685 -46.80009 -29.67718 T -9.288 Df 21 Sig. (2tailed) .000

(93) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 72 Keterangan: Hasil dari output SPSS dapat dilihat bahwa t = -9.288, P=0.000, dengan taraf sigifikan α = 0,05, mean dari pretest38.6350dan mean post-test73.1875. Oleh karena P = 0.000 <0.05 maka hasilnya signifikan. Hal ini berarti antara pre-test dan post-test pada kelas eksperimen berbeda Mean post-test> dari pada mean pre-test, maka post-test lebih baik daripada pre-test, dengan kata lain bahwa ada peningkatan pemahaman mengenai hukum ohm pada kelas eksperimen. 4) Post-Test Kelas Kontrol dan Kelas Eksperimen (1) Data Untuk mengetahui pemahaman diakhir pertemuan, setelah proses belajar mengajar berlangsung sampel kelas kontrol dengan kelas eksperimen mengenai hukum ohm sama atau berbeda, maka peneliti menggunakan data post-test untuk kelas kontrol dan kelas eksperimen. Untuk contoh jawabanpost-test kelas kontrolselengkapnya dapat dilihat pada lampiran 19 dan kelas eksperimen selengkapnya dapat dilihat pada lampiran 21. Untuk kelas kontrol ada 2 siswa yang tidak mengikuti post-test karena tidak masuk, sehingga post-test hanya diikuti oleh 22 siswa. sedangkan untuk pre-test kelas eksperimen ada

(94) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 73 1 siswa yang tidak mengikuti post-test karena ijin ke puskesmas sehingga post-test hanya diikuti oleh 22 siswa. Data dari skor post-testkelas kontrol dan kelas eksperimen ditunjukkan pada tabel 17 dibawah ini: Tabel 17. Data Post-test Kelas Kontrol dan Eksperimen. Sampel 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 Rata-rata Kelas Kontrol 97.50 67.50 71.25 85.00 66.25 75.00 21.25 92.50 85.00 81.25 66.25 70.00 68.75 81.25 80.00 95.00 18.75 78.75 92.50 83.75 67.5 23.75 71.31 Kelas Eksperimen 85.00 87.50 77.50 71.25 81.25 85.00 82.50 85.00 68.75 88.75 75.00 80.00 100.00 83.75 65.00 85.00 75.00 75.00 46.25 55.00 72.50 65.00 76.82 (2) Analisis Data Data post-test untuk kelas kontrol dan kelas eksperimen kemudian dianalisis menggunakan statistik uji-T untuk kelompok independen. Sehingga didapatkan hasil seperti pada tabel18 SPSS berikut:

(95) 74 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Tabel 18. Analisis SPSS post-testkelas kontrol dan kelas eksperimen Group Statistics KELAS POST_TEST N Mean Std. Deviation Std. Error Mean 1 22 71.3068 22.50488 4.79806 2 22 76.8182 11.92566 2.54256 Independent Samples Test Levene's Test for Equality of Variances t-test for Equality of Means 95% Confidence Interval of the Difference F POST_ Equal TEST variances assumed Equal variances not assumed 3.098 Sig. .086 T Sig. (2Mean Std. Error tailed) Difference Difference Df -1.015 Lower Upper 42 .316 -5.51136 5.43010 -16.46974 5.44702 -1.015 31.932 .318 -5.51136 5.43010 -16.57304 5.55031 Keterangan: Hasil dari output SPSS dapat dilihat bahwa t = -1.015, P=0.318 , dengan taraf sigifikan α = 0.05. Mean kelas kontrol = 71.3068, mean kelas eksperimen =76.8182. Oleh karena P = 0.318 > 0.05 maka hasilnya tidak signifikan. Post-test kelas kontrol dan kelas eksperimen tidak berbeda secara statistik. 5) Kesimpulan Hasil Analisa Data Tes pre-test dan post-test. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan, diketahui bahwa dalam penerapan metode inkuiri di kelas eksperimen dan metode ceramah di kelas kontroldapat meningkatkan pemahaman untuk materi hukum ohm pada kedua kelas tersebut. Hal ini terbukti

(96) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 75 bahwa hasil uji-t secara dependen dari pre-test dan post-test baik kelas kontrol maupun kelas eksperimen signifikan. Namun hasil untuk uji-t post-test secara independen untuk kedua kelas tersebut hasilnya tidak signifikan, ini berarti pemahaman tentang materi hukum ohm setelah proses belajar mengajar dengan menggunakan metode ceramah dan inkuiri sama atau tidak berbeda secara statistik (Uji-T). Namun jika dilihat dari rata-rata, mean kelas kontrol > mean kelas eksperimen. Rata- rata dari kelas kontrol yaitu 71.31 dan rata –rata kelas eksperimen yaitu 76.82. Rata-rata nilai dari kelas eksperimen lebih tinggi 7,17% dari pada kelas kontrol. Selain itu jika dilihat daripeningkatan atau selisih rata-rata pre-test dan post-test kelas kontrol dan kelas eksperimen juga berbeda. Untuk kelas kontrol ada peningkatan nilai rata-rata dari pre-test dan post-test sebesar 34,55 sedangkan untuk kelas eksperimen 38,24. Antara kelas kontrol dan eksperimen tidak signifikan (sama) pemahaman konsepnya pada materi hukum ohm secara uji-t. Hal ini dapat terjadi karena beberapa antara lain: (1) Minat untuk belajar fisika dari kelas kontrol mapun kelas eksperimen sama, hal ini dapat dilihat pada penjelasan pada bagian minat pada halaman 90-91. Jadi berdasarkan tabel kategori minat untuk siswa di kelas kontrol pada kategori

(97) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 76 berminat kemudian untuk kelas eksperimen juga sama yaitu pada kategori berminat juga. Sehingga dengan kata lain kebanyakan pembelajaran siswa di kelas dilakukan kontrol dengan berminat menggunakan ketika metode ceramah, sedangkan untuk kelas eksperimen kebanyakan siswa berminat ketika pembelajaran dilakukan ketika menggunakan metode inkuiri. (2) Penggunaan metode inkuiri terhadap siswa SMA N 1 Candimulyo merupakan hal yang baru karena siswa terbiasa dengan penggunaan metode ceramah ketika pembelajaran sehingga ketika pembelajaran siswa belum terbiasa. Kebiasaan dan sikap siswa untuk menggunakan metode inkuiri yang mengajak siswa untuk berfikir kritis dalam menyelesaikan suatu permasalah secara sistematis belum muncul atau terlihat sepenuhnya dalam kelas eksperimen. Oleh karena itu, penggunaan metode inkuiri harus sedikit demi sedikit mulai dibiasakan sehingga sikap dan kebiasaan siswa juga dapat berubah. (3) Di kelas eksperimen pembelajaran hanya dilakukan dengan praktikum dan menjawab beberapa soal dalam LKS ketika pembelajaran inkuiri, sedangkan untuk kelas kontrol pembelajaran menggunakan metode ceramah aktif mengenai materi dan siswa juga diberikan latihan soal. Oleh karena itu

(98) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI ketika pengukuran pemahaman akhir siswa 77 dengan mengerjakan soal post-test maka siswa kelas kontrol lebih memahami dan dapat mengerjakan soal karena sudah terbiasa dengan mengerjakan latihan soal yang peneliti berikan. (4) Instrumen pengumpulan data yaitu soal pre-test dan post-test belum memuat ketrampilan proses siswa. Soal yang digunakan masih cenderung mengukur pemahaman siswa dengan menggunakan metode ceramah, sedangakan keterampilan proses yang terlihat pada kelas eksperimen dengan menggunakan metode inkuiri tidak diukur. Secara umum, walaupun pemahaman konsep kelas kontrol dengan kelas eksperimen tidak significan namun siswa pada kelas eskperimen tidak hanya memperoleh pengetahuan IPA sebagai produk akan tetapi siswa memperoleh pengetahuan lain yaitu IPA sebagai proses antara lain yaitu siswa memperoleh ketrampilan ketika merangkai alat-alat praktikum dan mengukur tegangan dan arus dengan menggunakan multimeter. b. Analisis Kualitatif Pemahaman Konsep Selain menggunakan uji- t untuk menganalisis peningkatan perubahan konsep tentang hukum ohm di kelas kontrol maupun kelas eksperimen peneliti juga menganalisis secara kualitatif. Analisis kualitatif ini dibahas berdasarkan jawaban pre-test maupun post-test

(99) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 78 siswa secara umum. Berikut adalah tabel 19 perubahan konsep siswa secara umum di kelas kontrol dan tabel 20 untuk perubahan konsep di kelas eksperimen. Tabel 19. Perubahan Konsep Siswa secara Umum Di Kelas Kontrol No 1. Konsep Beda Pre-test Post-test  Beda potensial Sebanyak 15 anak potensialsebanding berbanding tebalik sudah dapat dengan arus dengan arus menjelaskan bahwa:  Arus listrik semakin  Beda potensial besar sehingga sebanding dengan konsleting arus  Sedangkan 7 siswa masih menjawab dengan jawaban pretest, yaitu: Arus sebanding dengan beda potensial dan berbanding terbalik dengan hambatan 2. a. Faktor-faktor a. Faktor yang 18 siswa menjawab hambatan kawat mempengaruhi faktor-faktor hambatan penghantar: hambatan kawat kawat penghantar yaitu: panjang kawat, penghantar:  Panjang kawat hambatan jenis  Panjang kawat dan  Hambatan jenis kawat dan luas hambatan jenis penampang kawat. kawat b. Hambatan kawat sebanding dengan panjang  Jumlah lilitan b. Semua siswa di kelas kontrol belum dapat kawat  Luas penampang kawat Sisanya 4 siswa masih menjawab

(100) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI kawat dan menjelaskan hambatan jenis hubungan antar kawat dan besaran 79 sama dengan pre-test 11 siswa dapat berbanding menjelaskan terbalik dengan hubungan antar luas penampang besaran yaitu kawat. hambatan kawat sebanding dengan panjang kawat ( hambatan jenis kawat (R dan berbanding terbalik dengan luas penampang kawat ( . Tabel 20. Perubahan Konsep Siswa secara Umum Di Kelas Eksperimen No 1. Konsep Beda potensial Pre-test  Beda potensial Post-test Hampir semua anak sebanding berbanding tebalik menjawab bahwa beda dengan arus dengan arus potensial sebanding  Tegangan dengan arus sebandingdengan hambatan Hanya ada satu siswa yang kurang memahami, masih menjawab dengan jawaban seperti pada pretest. 2. Faktor-faktor Faktor yang Semua siswa sudah dapat hambatan kawat mempengaruhi menjelakan faktor-faktor

(101) 80 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI penghantar: hambatan kawat hambatan kawat panjang kawat, penghantar antara lain penghantar yaitu: hambatan jenis yaitu: kawat dan luas penampang  Panjang kawat dan Panjang kawat  Hambatan jenis jenis kawat  Tegangan dan arus kawat.  b. Hambatan kawat  Luas penampang kawat kawat sebanding Semua siswa di kelas dengan panjang eksperimen belum bisa 14 siswa dapat kawat dan menjelaskan hubungan menjelaskan hubungan hambatan jenis antar besaran (faktor- antar besaran yaitu kawat dan faktornya) terhadap hambatan kawat berbanding hambatan jenis kawat sebanding dengan terbalik dengan luas penampang kawat. panjang kawat ( dan hambatan jenis kawat (R dan berbanding terbalik dengan luas penampang kawat. ( Berdasarkan tabel mengenai peningkatan pemahaman konsep kelas kontrol maupun eksperimen di atas dapat diketahui bahwa untuk pemahaman konsep awal materi hukum ohm yaitu bahwa beda potensial sebanding dengan arus untuk kedua kelas tersebut hampir sama. Dapat dilihat dari jawaban pre-test, untuk kedua kelas tersebut rata-rata siswa menjawab bahwa beda potensial berbanding tebalik dengan arus, tegangan berbanding terbalik dengan hambatan. Selain itu untuk kelas eksperimen pemahaman awal siswa juga

(102) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 81 terlihat dari jawaban hipotesis, rata-rata siswa menjawab ketika ditambah dengan baterai (beda potensial) akan menimbulkan arus, arusnya semakin kecil, atau dengan kata lain bahwa beda potensial berbanding terbalik dengan arus. Dengan menggunakan metode inkuiri siswa melakukan penemuannya dengan panduan menggunakan LKS. Di sini siswa melakukan praktikum mengenai hukum ohm. Proses pembentukan pengetahuan dan pemahaman siswa terlihat disini, siswa mengetahui dan merumuskan hukum ohm bahwa beda potensial sebanding dengan arus melalui praktikum yang mereka lakukan yaitu ketika mereka menambahkan baterai (beda potensial) jarum multimeter yang menunjukkan pengukuran arus menyimpang bertambah besar hal ini berarti arus yang terukur juga bertambah. Selain itu di dalam LKS juga terdapat beberapa pertanyaan yang membantu siswa untuk menemukan konsep pada hukum ohm. Di akhir praktikum siswa diminta untuk menyimpulkan dari hasil praktikum mengenai hukum ohm tersebut. Dari praktikum yang siswa lakukan ternyata siswa menyadari bahwa pemahaman konsep awal meraka tentang hukum ohm kurang tepat. Sebagian siswa mengatakan bahwa kesimpulannya tidak sama dengan hipotesis yang telah mereka tulis. Setelah dilakukan treatment untuk kelas eksperimen siswa dapat mengerjakan post-test nomor 3 sama seperti soal pre-test mengenai pamahaman konsep hukum ohm. Pada jawaban soal post-test hampir sebagian

(103) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 82 siswa dapat menjawab dengan benar, pemahaman siswa diakhir mengenai konsep hukum ohm yaitu bahwa beda potensial sebanding dengan arus . Begitu juga untuk kelas kontrol, diakhir pembelajaran juga terjadi perubahan konsep siswa untuk hukum ohm yaitu bahwa beda potensial sebanding dengan arus . Jadi disini terjadi perubahan konsep siswa di kedua kelas menjadi lebih lengkap dan semakin benar serta pemahaman konsep awal siswa yang masih kurang tepat menjadi hilang. Kemudian untuk pemahaman konsep yang kedua mengeni materi hambatan kawat penghantar baik kelas kontrol maupun kelas eksperimen mempunyai pemahaman awal yang hampir sama. Hal ini terlihat dari jawaban soal pre-test yang pada nomor 6 (Apa saja faktorfaktor yang mempengaruhi nilai hambatan kawat penghantar? Dan bagaimana hubungannya?), jawaban soal ini sangat bervariasi seperti faktor – faktornya hanya jenis kawat, jumlah lilitan namun ada juga yang menjawab jenis kawat dan panjang kawat tanpa bisa menjelaskan pengaruh atau hubungannya dengan hambatan kawat penghantar. Pada kelas eksperimen siswa mengerjakan LKS dan melakukan praktikum dengan tujuan agar siswa dapat menemukan konsep dasar mengenai materi hambatan kawat pengantar dengan temuan-temuan mereka ketika praktikum. Didalam LKS siswa diminta untuk mengerjakan hipotesis yang berisi pertanyaan sama dengan soal pre-

(104) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 83 test, Jawaban dari hipotesis siswa ini rata-rata hampir sama dengan jawaban soal pre-test. Siswa masih belum paham mengenai materi. Setelah mengerjakan hipotesis siswa melakukan praktikum dengan dibimbing peneliti. Proses pembentukan pemahaman konsep siswa terlihat ketika siswa melakukan praktikum. Setelah selesai melakukan praktikum siswa diminta untuk menjawab pertanyaan dan secara bersama- sama menyimpulkan hasil dari hasil praktikumnya dan disetiap kelompok menyampaikan kesimpulannya. Kemudian untuk kelas kontrol pembelajaran dilakukan dengan ceramah, peneliti dan siswa melakukan tanya jawab dan mengerjakan latihan soal mengenai materi hambatan kawat penghantar. Setelah dilakukan proses belajar mengajar, pada pertemuan selanjutnya dilakukan post-test, dimana soalnya sama dengan pre-test. Di sini hampir semua siswa baik kelas kontrol maupun kelas eksperimen dapat menjawab soal tersebut dengan jawaban yang lebih lengkap dan semakin benar. Jawaban siswa rata-rata hampir sama, mereka menjawab saol faktor-faktor hambatan kawat penghantar antara lain jenis kawat, panjang dan luas penampang dan dapat menjelaskan hubungannya bahwa hambatan kawat sebanding dengan jenis kawat dan panjang kawat yang artinya jika jenis kawat semakin besar dan panjang kawat semakin panjang maka hambatan kawat akan semakin besar. Kemudian hambatan kawat berbanding terbalik dengan luas penampang, sehingga ketika penampang kawat semakin luas

(105) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 84 maka hambatan kawat semakin kecil. Dari sini maka dapat diketahui bahwa baik kelas kontrol maupun kelas eksperimen terjadi perubahan konsep siswa menjadi lebih lengkap dan semakin benar serta pemahaman konsep awal siswa mengenai hambatan kawat penghantar yang masih kurang tepat menjadi hilang. Secara umum untuk kelas kontrol maupun kelas eksperimen terjadi peningkatan pemahaman konsep pada materi hukum ohm menjadi lebih lengkap dan semakin benar serta pemahaman konsep yang masih salah menjadi hilang. Hal ini terlihat pada pemahaman konsep materi yang pertama terjadi perubahan pemahaman konsep dari beda potensial berbanding tebalik dengan arus, tegangan berbanding terbalik dengan hambatan menjadi beda potensial sebanding dengan arus ( . Kemudian untuk pemahaman pada materi yang kedua terjadi perubahan pemahaman konsep dari faktorfaktor hambatan kawat penghantar yaitu panjang kawat, jenis kawat dan jumlah lilitan tanpa dapat menjelaskan hubungan antar besarannya menjadi jenis kawat, panjang kawat dan luas penampang kawat. 2. Keaktifan Belajar Siswa Keaktifan belajar siswa ini diamati oleh peneliti di kelas eksperimen pada setiap pertemuan Peneliti melihat keaktifan belajar siswa dengan menggunakan lembar pengamatan yang terdiri dari 5 indikator keaktifan.

(106) 85 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Berikut adalah tabel 21 yang merupakan tabel pengamatan keaktifan siswa kelas eksperimen. Tabel 21. Pengamatan keaktifan siswa kelas eksperimen. Frekuensi pada No Pernyataan 1 Siswa bertanya kepada guru 2 Siswa menjawab pertanyaan yang diajukan oleh guru pertemuan keI II III 8 10 11 12 6 7 3 Siswa dapat menyelesaikan soal 19 17 18 4 Siswa membaca buku teks 2 0 0 5 Siswa dapat menyimpulkan hasil belajar 23 23 23 Dari tabel diatas tentang tingkat keaktifan siswa di kelas eksperimen yang telah diamati oleh peneliti pada setiap pertemuan. Keaktifan siswa di kelas eksperimen sudah terlihat oleh peneliti mulai dari pertemuan pertama, banyak siswa bertanya kepada peneliti baik ketika pre-test maupun mengenai materi yang disampaikan yaitu mengenai multimeter. Disini ada 8 anak yang bertanya ada 2 anak yang bertanya lebih dari 2 kali dan pada masing-masing anggota kelompok pasti ada yang bertanya. Pertanyaan mereka antara lain cara membaca skala pada multimeter, komponen dari multimeter itu apa, fungsi dari multimeter itu apa saja. Dari pertanyaan yang diajukan oleh siswa kemudian guru bertanya balik kepada siswa lain sebagai bahan diskusi dan banyak siswa yang menanggapi pertanyaan tersebut seperti pada indikator yang kedua bahwa siswa

(107) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 86 menjawab pertanyaan yang diajukkan oleh guru (peneliti) seperti komponen dari multimeter, pengertian dan fungsi multimeter, perbedaan antara multimeter ampermeter dan voltmeter, lalu bagaimana cara menghitung tegangan. Ada 3 siswa yang menjawab pertanyaan yang peneliti ajukan lebih dari 3 kali. Kemudian untuk indikator ketiga yaitu siswa dapat menyelesaikan soal, keaktifan ini terlihat ketika peneliti memberikan soal menghitung tegangan. Di sini dapat menyelesaikan soal yang diberikan peneliti secara berkelompok dan ketika pembelajaran ada 2 siswa yang membaca buku Erlangga dan LKS “KREATIF” untuk mencari informasi ketika mencari jawaban yang diajukan oleh guru dan menyelesaikan soal. Dan diakhir pelajaran ketika penutup, hampir semua siswa dapat menyimpulkan materi dari pembelajaran yang telah dilakukan pada hari ini. Kemudian untuk pertemuan kedua keaktifan terlihat dari 10 siswa juga bertanya kepada guru mengenai tujuan praktikum kemudian variabel kontrol, bebas dan terikat disini ada 1 siswa yang bertanya 2 kali.Selain itu ada 6 siswa yang menjawab pertanyaan yang peneliti ajukan sebelum memulai pembelajaran guru juga bertanya kepada siswa mengenai materi yang disampaikan pada pertemuan sebelumnya, tujuan paktikum dan variabel bebas, kontrol dan terikat. Keaktifan siswa juga terlihat ketika kegiatan pembelajaran dilaksanakan diantaranya yaitu siswa melakukan percobaan mengenai hukum ohm. Sebelum pembelajaran dimulai siswa mendapatkan LKS mengenai hukum ohm. Dalam pelaksanaan

(108) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 87 pembelajaran terlihat beberapa keaktifan siswa di kelas eksperimen antara lain: siswa membuat hipotesis, kemudian siswa membaca langkah-langkah praktikum, setelah itu siswa mulai merangkai alat praktikum sesuai dengan gambar yang ada pada langkah-langkah praktikum, akan tetapi belum dihubungkan dengan baterai. Ketika merangkai setiap masing-masing kelompok saling berdiskusi sehingga suasana menjadi sedikit ramai. Rangakain dari masing-masing kelompok ini berbeda, hanya ada 2 kelompok yang merangkainya sama. Setelah itu siswa bertanya kepada peneliti tentang rangkaian yang telah mereka susun benar atau belum. Setelah rangakainnya benar kelompok baru menghubungkan baterai dan memulai praktikum untuk mengambil data. Siswa mengambil data secara berkelompok sehingga sedikit membuat gaduh. Diakhir pelajaran siswa menjawab pertanyaan yang ada di LKS dan menyimpulkan hasil temuannya apakah sudah sesuai dengan hipotesis yang telah siswa tulis di awal. Kemudian pada pertemuan ketiga siswa masih terlihat bersemangat untuk belajar dengan peneliti, hal ini terlihat dari mereka yang masih aktif ketika mengikuti pembelajaran. Kegiatan pembelajaran untuk pertemuan yang ketiga masih sama yaitu dengan melakukan percobaan dan menggunakan LKS mengenai hambatan kawat suatu penghantar. Pada pertemuan ini ada 11 siswa bertanya, dan 6 diantaranya adalah siswa yang selalu bertanya pada pertemuan-pertemuan sebelumnya dan ada 7 siswa yang menjawab pertanyaan ketika peneliti bertanya. Selain itu keaktifan

(109) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 88 bisa dilihat ketika siswa menuliskan hipotesis di LKS, membaca langkahlangkah percobaan, marangkai alat praktikum, mengambil data serta berdiskusi dengan teman satu kelompoknya, menjawab pertanyaan yang diajukan oleh peneliti di LKS dan di akhir pelajaran semua siswa dapat menyimpulkan materi pembelajaran yang telah di pelajari. Namun pada pertemuan pertama, kedua dan ketiga ada satu indikator yang tidak nampak ketika pembelajaran yaitu siswa membaca buku teks, karena rata-rata siswa tidak mempunyai buku paket/ buku pegangan. Secara umum berdasarkan pengamatan keaktifan pada setiap pertemuan, metode inkuiri dapat mengaktifkan siswa kelas eksperimen (kelas X) pada materi hukum ohm. Selain keaktifan yang dapat terlihat pada indikator pengamatan seperti siswa bertanya kepada guru, menjawab pertanyaan yang diajukan oleh guru, menyelesaikan soal dan menyimpulkan hasil belajar, keaktifan siswa juga terlihat pada pertemuan kedua dan ketiga ketika mengerjakan LKS dan melakukan praktikum mengenai hukum ohm dan hambatan kawat penghantar, serta menyimpulkan hasil praktikumnya kemudian dicocokan dengan hipotesis yang telah mereka tuliskan. Secara umum metode inkuiri dapat mengaktifkan siswa karena siswa dikatakan aktif apabila siswa terlibat langsung dalam proses belajar mengajar, mencari dan menemukan jawaban atas suatu pertanyaan, mengelola serta menyampaikan hasil perolehannya (Siregar, 2010: 108).

(110) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 89 3. Minat Belajar Siswa a. DataKuesioner Minat Belajar 1) Kelas Kontrol Untuk mengetahui minat belajar siswa terhadap mata pelajaran fisika, peneliti menggunakan kuesioner minat yang dibagikan dikelas kontrol. Kuesioner minat belajar ini diberikan pada pertemuan ke-3, setelah pembelajaran menggunakan metode ceramah dilakukan. Kuesioner minat ini terdiri dari 10 pernyataan dengan 5 pilihan jawaban. Untuk kelas kontrol jumlah sampel yang diteliti tingkat minat belajarnya sebanyak 22 siswa. Salah satu jawabankuesioner minat belajar siswa kelas kontrol dapat dilihat pada lampiran 23. Berikut adalah tabel 22 jumlah skor kuesioner dari kelas kontrol. Tabel 22. Data Kuesioner Minat Kelas Kontrol Sampel 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 Kelas Kontrol 38 30 40 39 40 41 41 41 31 35 29 32 39 40 38 43 39 Kategori Minat Berminat Cukup Berminat Berminat Berminat Berminat Berminat Berminat Berminat Cukup Berminat Berminat Cukup Berminat Cukup berminat Berminat Berminat Berminat Sangat Berminat Berminat

(111) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 18 19 20 21 22 Rata-rata 33 41 31 37 43 37,32 90 Cukup Berminat Berminat Cukup Berminat Berminat Sangat Berminat Berminat 2) Kelas Eksperimen Untuk mengetahui minat belajar siswa terhadap mata pelajaran fisika, peneliti menggunakan kuesioner minat yang dibagikan di kelas eksperimen. Kuesioner minat belajar ini diberikan pada pertemuan ke -3, setelah pembelajaran menggunakan metode inkuiri dilaksanakan. Kuesioner minat di kelas eksperimen ini sama dengan kuesioner di kelas kontrol. Untuk kelas eksperimen jumlah sampel yang diteliti minat belajarnya sebanyak 23 siswa. Salah satu hasil kuesioner minat belajar siswa kelas eksperimen dapat dilihat pada lampiran 24.

(112) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 91 Berikut adalah tabel 23 jumlah skor kuesioner dari kelas eksperimen. Tabel 23. Data Kuesioner Minat Kelas Eksperimen Sampel 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 Rata-rata Kelas Eksperimen 37 40 40 45 38 38 34 35 29 34 38 38 39 32 36 36 38 36 40 41 37 41 42 38,13 Kategori Berminat Berminat Berminat Sangat Berminat Berminat Berminat Berminat Berminat Cukup Berminat Berminat Berminat Berminat Berminat Cukup Berminat Berminat Berminat Berminat Berminat Berminat Berminat Berminat Berminat Sangat Berminat Berminat b. Analisis Data Kuesioner Mintar Belajar dengan uji-T Data kuesioner minat kelas kontrol dan kelas eksperimen kemudian dianalisis menggunakan statistik uji-T untuk kelompok independen. Sehingga didapatkan hasil seperti pada tabel 24 SPSS berikut:

(113) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 92 Tabel 24. Analisis SPSS kuesioner minat kelas kontrol dan eksperimen Group Statistics KELAS SKOR N Mean Std. Deviation Std. Error Mean 1 22 37.3182 4.39032 .93602 2 23 37.5652 3.46182 .72184 Independent Samples Test Levene's Test for Equality of Variances t-test for Equality of Means 95% Confidence Interval of the Difference F SKO R Equal variances assumed 2.738 Sig. T .105 -.210 Equal variances not assumed Sig. (2Mean Std. Error tailed) Difference Difference Df Lower Upper 43 .835 -.24704 1.17577 -2.61821 2.12413 -.209 39.926 .836 -.24704 1.18203 -2.63614 2.14206 Keterangan: Hasil dari output SPSS dapat dilihat bahwa t = -0.209, P=0.836, dengan taraf sigifikan α = 0.05. Mean kelas kontrol = 37.3182, mean kelas eksperimen =37.5652. Oleh karena P = 0.836 > 0.05 maka hasilnya tidak signifikan. Minat kelas kontrol dan kelas eksperimen sama. Hal ini berarti minat belajar siswa terhadap pelajaran fisika pada materi hukum ohm dengan menggunakan metode ceramah dan inkuiri sama atau tidak berbeda.

(114) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 93 c. Analisis Kategori Minat Belajar Siswa 1) Kelas Kontrol Setelah mendapat data mengenai minat belajar siswa terhadap mata pelajaran fisika kelas kontrol, maka data tersebut akan dianalisis untuk dimasukkan tabel 25 kategori minat seperti dibawah ini: Tabel 25. Tabel Kategori Minat pada Kelas Kontrol Skor Kategori Minat Jumlah Siswa Prosentase (%) 42 – 50 Sangat Berminat 2 9.10 34 – 41 Berminat 14 63,63 26 – 33 Cukup Berminat 6 27,27 18 – 25 Kurang Berminat - 10 – 17 Tidak Berminat - Total 22 100 Berdasarkan tabel diatas, dapat dilihat bahwa siswa kelas kontrol, rata-rata berminat untuk belajar fisika dengan prosentase sekitar 63,63%. Sedangkan hanya ada dua siswa yang mempunyai minat yang sangat tinggi dan sisanya 6 siswa yang minatnya cukup untuk belajar fisika atau sekitar 27,27%. 2) Kelas Eksperimen Setelah mendapat data mengenai minat belajar siswa terhadap mata pelajaran fisika kelas eksperimen, maka data tersebut akan dianalisis untuk dimasukkan tabel 26 kategori minat seperti dibawah ini:

(115) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 94 Tabel 26. Tabel Kategori Minat pada Kelas Eksperimen Skor Kategori Minat Jumlah Siswa Prosentase (%) 42 – 50 Sangat tinggi / Sangat Berminat 2 8,69 34 – 41 Tinggi/ Berminat 19 82,60 26 – 33 Cukup/ Cukup Berminat 2 8,69 18 – 25 Rendah/ Kurang berminat - - 10 – 17 Sangat rendah/ Tidak Berminat - - 23 100 Total Hasil dari kategori minat belajar siswa kelas eksperimen setelah dilaksanakan pembelajaran fisika dengan menggunakan metode inkuiridiketahui bahwa82,60% siswa kelas eksperimen berminat dalam belajar fisika. Sedangkan ada dua siswa atau sekitar 8,69 % yang sangat berminat untuk belajar fisika dan 2 siswa yang lain cukup berminat untuk belajar fisika, dengan prosentase yang sama yaitu 8,69%. d. Kesimpulan Hasil Minat Belajar Siswa terhadap Pelajaran Fisika. Untuk hasil minat belajar fisika secara uji-t, baik kelas kontrol maupun kelas eksperimen tidak signifikan atau memilki minat yang sama. Kedua kelas ini masuk dalam kategori berminat untuk belajar fisika, kelas kontrol mempunyai prosentase 63,63% dan kelas eksperimen 82,60%. Di sini terdapat perbedaan minat belajar siswa sebesar 18,97%. Berarti lebih banyak siswa beminat untuk belajar

(116) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 95 fisika pada materi hukum ohm ketika pembelajaran menggunakan metode inkuiri di kelas eksperimen.Selain itu untuk kateori cukup berminat terjadi perbedaan juga yaitu dari prosentase 27,27% di kelas kontrol menjadi 8,69% ketika di kelas eksperimen yang pembelajarannya menggunakan metode inkuiri. Kuesioner tentang minat terdiri dari 10 pernyataan. Pernyataan yang memiliki skor paling tinggi adalah pernyataan nomor 2 baik di kelas kontrol maupun kelas eksperimen yaitu “siswa merasa rugi jika tidak mengikuti pembelajaran fisika”. Jumlah skor di kelas kontrol yaitu 101 dan pada kelas eksperimen 104, Minat siswa yang terlihat dalam pernyataan ini dapat diketahui bahwa lebih dari 90% siswa selalu hadir untuk mengikuti pembelajaran fisika C. KETERBATASAN PENELITIAN Keterbatasan dalam penelitian ini yaitu: 1. Tidak mengamati keaktifan di kelas kontrol (kelas ceramah). 2. Instrumen penelitian yang digunakan masih cenderung mengukur pemahaman siswa dengan menggunakan metode ceramah, sedangakan ketrampilan proses yang terlihat pada kelas eksperimen dengan menggunakan metode inkuiri tidak diukur.

(117) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 96 BAB V PENUTUP A. KESIMPULAN Berdasarkan penelitian dan analisa pada bab IV, maka diperoleh kesimpulan dalam pengaruh penerapan metode inkuiri: 1. Penerapan metode inkuiri meningkatkan pemahaman konsep siswa kelas X pada materi Hukum Ohm di SMA N 1 Candimulyo. Peningkatan pemaham konsep antara kelas eksperimen dengan kelas kontrol sama, secara kualitatif dapat diketahui bahwa pemahaman konsep siswa mengenai materi hukum ohm menjadi lebih lengkap dan semakin benar, selain itu pemahaman awal siswa yang kurang tepat menjadi hilang. Dalam kelas inkuiri siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan IPA sebagai produk namun juga memperoleh pengetahuan IPA sebagai proses, proses pembentukan pengetahuan siswa mengenai hukum ohm dapat terlihat ketika pembelajaran selain itu siswa juga mempunyai tambahan keterampilan dalam penggunaan multimeter ketika mengukur tegangan dan arus. 2. Metode inkuiri mengaktifkan siswa kelas X pada materi Hukum Ohm di SMA N 1 Candimulyo antara lain seperti siswa bertanya kepada guru, menjawab pertanyaan dari guru, siswa dapat menyelesaikan soal, menulis hipotesis, menuliskan variabel kontrol, bebas dan terikat, melakukan praktikum, menemukan persoalan ketika merangkai alat praktikum,

(118) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 97 mengerjakan soal yang ada pada LKS, menganalisis dan menyimpulkan hasil praktikum. 3. Metode inkuiri membuat siswa kelas X berminat pada materi Hukum Ohm di SMA N 1 Candimulyo. B. SARAN Berdasarkan pengalaman selama melaksanakan penelitian pada kelas X-1 dan X-2 semester genap SMA N 1 Candimulyo peneliti menyarankan : 1. Para guru fisika dapat menggunakan metode inkuiri pada materi lain sebagai salah satu metode pembelajaran karena dapat meningkatkan pemahaman konsep, mengaktifkan siswa, dan menarik minat siswa. 2. Pada penelitian selanjutnya lebih baik jika peneliti benar-benar menyiapkan alat praktikum dengan baik, sehingga dapat meminimalisir gangguan ketika pembelajaran berlangsung. 3. Untuk penelitian selanjutnya jumlah sampel yang digunakan agar lebih banyak lagi dan sebaiknya digunakan alat bantu seperti video shooting dan melakukan wawancara kepada siswa dalam observasi tentang keaktifan. 4. Jika ada kelas kontrol (kelas pembanding) maka sebaiknya juga dilakukan pengamatan keaktifan di kelas tersebut. 5. Untuk penyusunan soal pre-test dan post-test sebaiknya dimasukkan aspek ketrampilan proses sehingga tidak hanya mengukur pemahama siswa pada aspek hafalan, pemahaman konsep dan aplikasi.

(119) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 98 DAFTAR PUSTAKA Hermawan, Sandy. 2010. Super Bank Soal Fisika SMA Kelas 1, 2 dan 3. Jakarta: Wahyu Media Kanginan, Marthen. 2007. Fisika untuk SMA Kelas X. Jakarta: Erlangga Mikrajuddin, Abdullah. 2006. Fisika 1B SMA dan MA untuk Kelas X Semester II. Jakarta: Esis Mulyasa.H.E. 2013. Pengembangan dan Implementasi Kurikulum 2013. Bandung: PT Remaja Rosdakarya Sabir. 2007. Buku Kerja dengan Pendekatan Aktif Fisika untuk SMA Kelas X Semester 2. Jakarta:Esis Sanjaya, Wina. 2006. Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan. Jakarta: Kencana Prenada Media Siregar, Evelin. 2010. Teori Belajar dan Pembelajaran. Bogor: Ghalia Indonesia Slameto. 2010. Belajar dan Faktor-faktor yang Mempengaruhi. Jakarta: Rineka Cipta Sudjana, Nana. 2010. Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. Bandung: Remaja Rosdakarya Suparno, Paul. 2007. Kajian & Pengantar Kurikulum IPA SMP & MT. Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma Suparno, Paul. 2007. Metodologi Pembelajaran Fisika. Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma

(120) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 99 Suparno, Paul. 2009. Kajian Kurikulum Fisika SMA/MA berdasarkan KTSP. Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma Suparno, Paul. 2010. Metode Penelitian Pemdidikan Fisika. Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma Surya, Yohanes dan Ananta P. 1998. Fisika 1. Jakarta: Intan Pariwara Susanto, Ahmad. 2013. Teori Belajar & Pembelajaran di Sekolah Dasar. Jakarta: Kencana Prenada Media Group Syah, Muhibbin. 2008. Psikologi Belajar. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada Trianto. 2011. Mendesain Model Pembelajaran Inovatif – Progresif. Jakarta: Kencana Prenada Media Group Uno, Hamzah B dan Mohamad, Nurdin. 2011. Belajar dengan pendekatan PAILKEM. Jakarta: Bumi Aksara

(121) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI LAMPIRAN 100

(122) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 101 Lampiran 1. Surat Ijin Penelitian Sekolah

(123) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 102 Lampiran 2. Surat Keterangan Telah Melakukan Penelitian

(124) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 103 Lampiran 3. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN KELAS EKSPERIMEN Sekolah : SMA N 1 Candimulyo Mata Pelajaran : Fisika Kelas/ Semester : X/II Materi Pembelajaran : Listrik Dinamis Alokasi Waktu : 4 x 45 menit A. Standar Kompetensi 5. Menerapkan konsep kelistrikan dalam berbagai penyelesaian masalah dan berbagai produk teknologi B. Kompetensi Dasar 5.1 Memformulasikan besaran-besaran listrik rangkaian listrik sedehana C. Indikator 1. Dapat menjelaskan hubungan antara beda potensial, kuat arus dan hambatan 2. Dapat menjelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi besar hambatan suatu kawat penghantar D. Tujuan Pembelajaran 1. Siswa dapat menjelaskan konsep-konsep dan prinsip-prinsip dasar dalam materi listrik dinamis E. Materi Ajar Hukum Ohm dan Faktor-Faktor Hambatan Kawat Penghantar.

(125) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 104 Sumber yang digunakan dalam hukum ohm ini adalah buku fisika untuk kelas X semester 2 tulisan Marthen Kanginan. 1. Hukum Ohm Pada rangkaian listrik tertutup, maka akan ada arus yang mengalir. Terjadinya aliran arus listrik ini disebabkan karena adanya beda potensial pada dua titik suatu penghantar. Alat-alat elektronik seperti radio, kipas angin senter, televise ini merupakan contoh alat yang dapat menyala, karena adanya aliran listrik dari sumber tegangan yang dihubungkan dengan peralatan-peralatan tersebut, sehingga ada beda potensial. Orang yang menyelidiki mengenai hubungan antara kuat arus listrik dengan beda potensial pada suatu penghantar adalah George Simon Ohm. Dia merupakan ahli fisika dari Jerman. Dengan rasa keingintahuan Ohm, melakukan penyelidikan dan pada akhirnya dia berhasil menemukan hubungan secara matematis antara kuat arus listrik dengan beda potensial yang kemudian dikenal dengan hukum ohm. Perbandingan beda potensial dan kuat arus listrik selalu tetap atau konstan. , C adalah konstanta. Konstanta ini merupakan sebuah hambatan suatu penghantar yang disimbolkan oleh huruf R. Jadi didapat: Semakin besar beda potensial listrik maka, semakin besar pula kuat arus yang mengalir. Jadi beda potensial sebanding dengan kuat arus ( ). Secara matematis dapat dituliskan V= I x R. Hukum ohm: “Besarnya kuat arus listrik yang mengalir pada suatu penghantar sebanding dengan beda potensial antara ujung-ujung penghantar”.

(126) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 105 Besar 1 = Jadi, satu ohm adalah beda potensial sebesar 1 volt yang dapat menyebabkan mengalirnya arus sebesar satu amper. 2. Faktor- Faktor yang Mempengaruhi Hambatan Dalam Suatu Penghantar Suatu penghantar misalnya kawat listrik, memiliki hambatan listrik. Pengukuran suatu hambatan listrik dapat diperoleh dari pengukuran berbagai nilai kuat arus I untuk berbagai nilai tegangan. Setelah itu dapat dibuat grafik hubungan V terhadap I dan nilai dari hambatan listriknya adalah kemiringan dari grafik V terhadap I . V I Gambar 1. Grafik V versus I Untuk suatu penghantar dari kawat logam, misalnya kawat tembaga, jika suhu dan sifat-sifat fisik lainnya dijaga tetap maka kemiringan dari grafik V terhadap I atau . Secara umum, untuk kawat-kawat logam, makin besar suhu makin besar hambatan listriknya. Namun untuk kebanyakan logam paduan, misalnya konstanta, hambatannya hanya sedikit dipengaruhi oleh perubahan suhu. Hambatan dalam suatu penghantar dipengaruhi oleh beberapa besaran antara lain yaitu: panjang kawat, tegangan, kuat arus, dan luas penampang

(127) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI kawat. Sehingga dapat dirumuskan 106 . Dari persamaan tersebut dapat dilihat bahwa hambatan seutas kawat penghantar sebanding dengan L dan berbanding terbalik dengan A. Untuk penampang kawat umumnya berbentuk lingkaran, sehingga luas penampangnya yaitu mengikuti persamaan luas lingkaran , dengan r adalah jari-jari lingkaran. Satuan SI untuk R adalah ohm, A adalah m2 dan L adalam m. Sesuai dengan persamaan diatas, maka satuan hambatan jenis adalah F. Metode Pembelajaran Inkuiri terbimbing G. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran Pertemuan pertama 2 x 45 menit Tahapan Pendahuluan Kegiatan Alokasi Waktu 1. Peneliti berkenalan dengan siswa dan menjelaskan maksud peneliti mengajar di SMA N 1 Candimulyo. 2. Menyampaikan KD 5.1 Memformulasikan besaran-besaran listrik rangkaian listrik sederhana 3. Menyampaikan bahan yang akan dipelajari hari ini yaitu hukum ohm 4. Mempersiapkan dan mengecek kehadiran siswa 5. Siswa menerima soal pre-test dan 45 menit

(128) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 107 peneliti memberikan penjelasan 6. Siswa mengerjakan soal pre-test 7. Siswa mengumpulkan soal pre-test beserta jawaban A. Eksplorasi i. Peneliti bertanya apakah siswa dapat mengerjakan soal pre-test atau tidak. ii. Peneliti melakukan tanya jawab tentang 10 menit apa saja yang sudah pernah di pelajari tentang materi listrik dinamis. B. Elaborasi 1. Siswa dibagi dalam 6 kelompok 2. Siswa menerima dan membaca petunjuk Kegiatan inti penggunaan alat yaitu multimeter 3. Siswa mendengarkan penjelasan 25 menit penggunaan multi meter 4. Siswa mengerjakan soal latihan tentang pengukuran multimeter C. Konfirmasi 1. Siswa menyebutkan materi yang telah dipelajari hari ini. 2. Peneliti bertanya apakah siswa sudah memahami atau belum. 5 menit 1. Peneliti memberikan apresiasi kepada siswa. Penutup 2. Peneliti menyampaikan kepada siswa bahwa materi akan dilanjutkan pada pertemuan berikutnya. 3. Menutup pelajaran Pertemuan kedua 1 x 45 menit 5 menit

(129) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Tahapan Pendahuluan Kegiatan 1. Peneliti membuka pelajaran dengan salam dan mengecek kehadiran siswa 108 Alokasi Waktu 5 menit 2. Peneliti menyampaikan kegiatan yang akan dilaksanakan Kegiatan inti A. Eksplorasi Peneliti melakukan tanya jawab dengan siswa tentang apa saja yang sudah 5 menit dipelajari pertemuan sebelumnya. B. Elaborasi 1. Siswa dibagi dalam 6 kelompok 2. Siswa menerima LKS tentang hukum ohm 3. Siswa membaca LKS yang telah dibagikan dan langkah-langkah kegiatan yang harus dilakukan. 4. Siswa menjawab hipotesis 5. Siswa menjawab mengenai variabel 25 menit kontrol, bebas dan terikat. 6. Siswa melakukan praktikum mengenai hukum ohm 7. Siswa menganalisis hasil percobaan mereka dan menjawab pertanyaan yang ada di LKS. 8. Siswa menuliskan dan menyampaikan hasil yang ditemukan dalam percobaan. C. Konfirmasi 1. Bersama siswa merangkum hasil kesimpulan siswa tentang hukum ohm 5 menit

(130) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 109 2. Peneliti bertanya apakah siswa sudah memahaminya atau belum. Penutup 1.Peneliti memberikan apresiasi kepada siswa 2.Peneliti menyampaikan kepada siswa 5 menit kegiatan untuk pertemuan berikutnya Pertemuan ketiga 2 x 45 menit Tahapan Pendahuluan Kegiatan Alokasi Waktu 1. Membuka pelajaran dengan salam dan mengecek kehadiran siswa 2. Menyampaikan kegiatan yang akan 5 menit dilaksanakan yaitu praktikum tentang hambatan kawat A. Eksplorasi Peneliti melakukan tanya jawab dengan siswa tentang apa saja yang sudah 5 menit dipelajari pertemuan sebelumnya. B. Elaborasi 1. Siswa kembali berkelompok 2. Siswa menerima LKS ke dua tentang hambatan kawat penghantar 3. Siswa membaca LKS 4. Siswa menjawab hipotesis 5. Siswa menjawab mengenai variabel kontrol, bebas dan terikat dengan bimbingan peneliti 6. Siswa melakukan percobaan mengenai hambatan kawat penghantar 70 menit

(131) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 7. Siswa menganalisis hasil percobaan mereka dan menjawab pertanyaan yang ada di LKS 8. Siswa menuliskan hasil dan kesimpulan percobaan dengan bimbingan peneliti 9. Siswa mengumpulkan LKS hambatan kawat penghantar 10. Siswa menerima kuesioner minat belajar siswa dan guru memberikan penjelasan 11. Siswa mengerjakan kuesioner minat 12. Siswa mengumpulkan kuesioner minat belajar C. Konfirmaasi 1. Peneliti mengajak siswa untuk 5 menit menyebutkan kembali apa yang dipelajari hari ini 2. Peneliti bertanya apa siswa sudah memahami atau belum Penutup 1. Peneliti memberikan apresiasi kepada siswa 2. Peneliti menyampaikan kepada siswa bahwa akan dilaksanakan post-test pada pertemuan berikutnya 3. Peneliti menutup pelajaran dengan salam 5 menit 110

(132) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 111 Pertemuan ke empat 1 x 45 menit Tahapan Pendahuluan Kegiatan Alokasi Waktu 1. Membuka pelajaran dengan salam 2 menit dan mengecek kehadiran siswa 2. Menyampaikan kegiatan yang akan dilaksanakan Kegiatan inti 1. Siswa menerima soal post-test 40 menit 2. Siswa mengerjakan post-test 3. Siswa mengumpulkan post-test Penutup 1. Ucapan terima kasih dan memberi 3 menit salam penutup H. Alat/ Sumber Belajar Marthen Kanginan. 2007. Fisika untuk kelas X. Jakarta: Erlangga

(133) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 112 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN KELAS KONTROL (CERAMAH) Sekolah : SMA N 1 Candimulyo Mata Pelajaran : Fisika Kelas/ Semester : X/II Materi Pembelajaran : Listrik Dinamis Alokasi Waktu : 4 x 45 menit A. Standar Kompetensi 5. Menerapkan konsep kelistrikan dalam berbagai penyelesaian masalah dan berbagai produk teknologi B. Kompetensi Dasar 5.1 Memformulasikan besaran-besaran listrik rangkaian listrik sedehana C. Indikator 1. Dapat menjelaskan hubungan antara beda potensial, kuat arus dan hambatan 2. Dapat menjelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi besar hambatan suatu kawat penghantar D. Tujuan Pembelajaran 1. Siswa dapat menjelaskan konsep-konsep dan prinsip-prinsip dasar dalam hubungannya natar beda potensial, kuat arus dan hambatan,

(134) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 113 2. Siswa dapat menjelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi besar hambatan pada suatu kawat penghantar. E. Materi Ajar Hukum Ohm dan Faktor-Faktor Hambatan Kawat Penghantar. Sumber yang digunakan dalam hukum ohm ini adalah buku fisika untuk kelas X semester 2 tulisan Marthen Kanginan. 1. Hukum Ohm Pada rangkaian listrik tertutup, maka akan ada arus yang mengalir. Terjadinya aliran arus listrik ini disebabkan karena adanya beda potensial pada dua titik suatu penghantar. Alat-alat elektronik seperti radio, kipas angin senter, televise ini merupakan contoh alat yang dapat menyala, karena adanya aliran listrik dari sumber tegangan yang dihubungkan dengan peralatan-peralatan tersebut, sehingga ada beda potensial. Orang yang menyelidiki mengenai hubungan antara kuat arus listrik dengan beda potensial pada suatu penghantar adalah George Simon Ohm. Dia merupakan ahli fisika dari Jerman. Dengan rasa keingintahuan Ohm, melakukan penyelidikan dan pada akhirnya dia berhasil menemukan hubungan secara matematis antara kuat arus listrik dengan beda potensial yang kemudian dikenal dengan hukum ohm. Perbandingan beda potensial dan kuat arus listrik selalu tetap atau konstan. , C adalah konstanta. Konstanta ini merupakan sebuah hambatan suatu penghantar yang disimbolkan oleh huruf R. Jadi didapat: Semakin besar beda potensial listrik maka, semakin besar

(135) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 114 pula kuat arus yang mengalir. Jadi beda potensial sebanding dengan kuat arus ( ). Secara matematis dapat dituliskan V= I x R. Hukum ohm: “Besarnya kuat arus listrik yang mengalir pada suatu penghantar sebanding dengan beda potensial antara ujung-ujung penghantar”. Besar 1 = Jadi, satu ohm adalah beda potensial sebesar 1 volt yang dapat menyebabkan mengalirnya arus sebesar satu amper. 2. Faktor- Faktor yang Mempengaruhi Hambatan Dalam Suatu Penghantar Suatu penghantar misalnya kawat listrik, memiliki hambatan listrik. Pengukuran suatu hambatan listrik dapat diperoleh dari pengukuran berbagai nilai kuat arus I untuk berbagai nilai tegangan. Setelah itu dapat dibuat grafik hubungan V terhadap I dan nilai dari hambatan listriknya adalah kemiringan dari grafik V terhadap I . V I Gambar 1. Grafik V versus I Untuk suatu penghantar dari kawat logam, misalnya kawat tembaga, jika suhu dan sifat-sifat fisik lainnya dijaga tetap maka kemiringan dari grafik V terhadap I atau . Secara umum, untuk

(136) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 115 kawat-kawat logam, makin besar suhu makin besar hambatan listriknya. Namun untuk kebanyakan logam paduan, misalnya konstanta, hambatannya hanya sedikit dipengaruhi oleh perubahan suhu. Hambatan dalam suatu penghantar dipengaruhi oleh beberapa besaran antara lain yaitu: panjang kawat, tegangan, kuat arus, dan luas penampang kawat. Sehingga dapat dirumuskan . Dari persamaan tersebut dapat dilihat bahwa hambatan seutas kawat penghantar sebanding dengan L dan berbanding terbalik dengan A. Untuk penampang kawat umumnya berbentuk lingkaran, sehingga luas penampangnya yaitu mengikuti persamaan luas lingkaran , dengan r adalah jari-jari lingkaran. Satuan SI untuk R adalah ohm, A adalah m2 dan L adalam m. Sesuai dengan persamaan diatas, maka satuan hambatan jenis adalah F. Metode Pembelajaran Ceramah aktif G. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran Pertemuan pertama 2 x 45 menit Tahapan Kegiatan Alokasi Waktu Pendahuluan 1. Peneliti menyapa siswa dan mempersiapkan keadaan kelas 2. Peneliti berkenalan dengan siswa dan 50 menit

(137) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 116 menjelaskan maksud peneliti mengajar di SMA N 1 Candimulyo 3. Mengecek kehadiran siswa 4. Menyampaikan topik dan tujuan pembelajaran 5. Siswa menerima soal pre-test 6. Siswa mengerjakan soal pre-test 7. Siwa mengumpulkan soal dan jawaban dari soal pre-test yang telah siswa kerjakan Kegiatan inti A. Eksplorasi 1. Peneliti bertanya apakah siswa dapat mengerjakan soal pre-test atau tidak 2. Peneliti bertanya apa saja yang sudah 5 menit siswa pelajari pada materi listik dinamis B. Elaborasi 1. Siswa menerima dan membaca petunjuk 2. Peneliti bertanya tentang multimeter? 3. Siswa melakukan tanya jawab 25 menit mengenai penggunaan multimeter. 4. Siswa mengerjakan soal latihan tentang pengukurn dengan menggunaan multimeter. C. Konfirmasi 1. Peneliti mengajak kembali siswa untuk menyebutkan kembali materi yang telah dipelajari. 2. Peneliti bertanya kepada siswa apakah 5 menit

(138) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 117 sudah memahaminya atau belum, jika belum peneliti dapat menjelaskan kembalinya kembali, jika waktu itu tidak mencukupi maka siswa diberikan kesempatan untuk bertanya di luar jam pelajaran Penutup 1. Peneliti memberikan apresiasi kepada siswa 2. Peneliti menyampaikan kepada siswa bahwa materi akan dilanjutkan pada 5 menit pertemuan berikutnya. 3. Menutup pelajaran Pertemuan kedua 1 x 45 menit Tahapan Kegiatan Alokasi Waktu Pendahuluan 1. Membuka pelajaran dengan salam dan mengecek kehadiran siswa 2. Siswa diminta untuk mengingatkan kembali materi yang telah dipelajari pada pertemuan terakhir. 3. Peneliti menjelaskan tujuan pembelajaran kepada siswa bahwa kita akan mempelajari mengenai hukum ohm. 4. Motivasi: siswa diminta untuk meceritakan pengalaman dalam keseharian yang berkaitan dengan hukum ohm. 5. Pengetahuan prasyarat: bunyi hukum ohm 5 menit

(139) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Kegiatan inti A. Eksplorasi 118 5 menit Peneliti bertanya kepada siswa bagaimana bunyi hukum ohm B. Eksplorasi 1. Siswa diminta menyebutkan penemu hukum ohm. 2. Siswa diminta untuk menjelaskan bunyi dari hukum ohm 3. Siswa diminta menjelaskan besaran- 25 menit besaran yang terkait dengan hukum ohm. 4. Siswa diminta untuk merumuskan persamaan dalam hukum ohm 5. Siswa mengerjakan soal latihan mengenai hukum ohm. C. Konfirmasi 5 menit 1. Peneliti mengajak kembali siswa untuk menyebutkan kembali bunyi hukum ohm dan persamaannya. 2. Peneliti bertanya kepada siswa apakah sudah memahaminya atau belum, jika belum peneliti dapat menjelaskan kembalinya kembali, jika waktu itu tidak mencukupi maka siswa diberikan kesempatan untuk bertanya di luar jam pelajaran Penutup 1. Peneliti memberikan apresiasi kepada siswa 2. Peneliti memberitahukan kegiatan pembelajaran untuk pertemuan berikutnya. 5 menit

(140) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 119 3. Menutup pelajaran pelajaran dengan salam Pertemuan ketiga 2 x 45 menit Tahapan Kegiatan Alokasi Waktu Pendahuluan 1. Membuka pelajaran dengan salam dan mengecek kehadiran siswa 2. Siswa diminta untuk mengingatkan kembali materi yang telah dipelajari 3. Peneliti menjelaskan tujuan pembelajaran kepada siswa tentang 5 menit materi yang akan dipelajari mengenai hambatan kawat penghantar 4. Motivasi : peneliti menjelaskan manfaat kawat penghantar 5. Pengetahuan prasyarat: kawat penghantar Kegiatan inti A. Eksplorasi Peneliti melakukan tanya jwab kepada siswa apakah sudah tau tentang kawat 5 menit penghantar? B. Elaborasi 1. Bersama dengan siswa melakukan tanya jawab mengenai macam-macam kawat penghantar 2. Siswa menjelaskan faktor-faktor yang mempengruhi kawat penghantar 3. Melakukan tanya jawab mengenai hubungan dari besaran yang 70 menit

(141) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 120 mempengaruhi kawat penghantar 4. Siswa diajak untuk merumuskan persamaan untuk hambatan suatu kawat penghantar 5. Siswa mengerjakan latihan soal 6. Siswa menerima kuesioner minat belajar fisika 7. Siswa mengerjakan kuesioner minat 8. Siswa mengumpulkan soal kuesioner minat belajar C. Konfirmasi 1. Peneliti mengajak siswa untuk menyebutkan kembali materi yang telah dipelajari untuk hari ini 2. Peneliti bertanya kepada siswa apakah sudah memahaminya atau belum, jika 5 menit belum peneliti dapat menjelaskan kembalinya kembali , jika waktu itu tidak mencukupi maka siswa diberikan kesempatan untuk bertanya di luar jam pelajaran Penutup 1. Peneliti memberikan apresiasi kepada siswa 2. Peneliti menyampaikan kepada siswa bahwa pertemuan berikutnya akan dilaksanaka post-test 3. mengikuti pelajaran dengan baik dan menyuruh siswa untuk mempersiapkan pelajaran berikutnya. 5 menit

(142) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 121 Pertemuan ke empat 1 x 45 menit Tahapan Kegiatan Alokasi Waktu Pendahuluan 1. Membuka pelajaran dengan salam dan 3 menit mengecek kehadiran siswa 2. Menyampaikan kegiatan yang akan dilaksanakan Kegiatan Inti 1. Siswa menerima soal post-test 2. Siswa mengerjakan soal post-test 40 menit 3. Siswa mengumpulkan post-test Penutup 2. Peneliti mengucapkan terima kasih atas kerja samanya 2 menit 3. Memberi salam penutup H. Alat/ Sumber Belajar Marthen Kanginan. 2007. Fisika untuk kelas X. Jakarta: Erlangga

(143) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 122 Lampiran 4. LKS ( Lembar Kerja Siswa) LEMBAR KERJA SISWA Nama: Kelas/ Kelompok: No: Hukum Ohm (Inkuiri Terbimbing) I. Tujuan : Menyelidiki hubungan antara beda potensial dengan kuat arus. II. III. Alat dan Bahan: a. Multimeter 1 buah b. Kabel 2 buah c. Resistor 1 buah d. Baterai 4 buah Rumusan Masalah: Bagaimanakah hubungan antara beda potensial dengan kuat arus yang mengalir pada rangkaian yang telah kalian buat? IV. Hipotesis: (tulislah dugaan – dugaan terhadap rumusan masalah diatas)! ......................................................................................................... V. VI. Variabel: a. Yang dijaga konstan:.................................................. b. Yang dimanipulasi: .................................................. c. Yang merespon: .................................................. Prosedur Percobaan: a. Siapkan alat dan bahan

(144) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI b. 123 Buatlah susunan rangkaian tertutup seperti pada gambar, dengan 1 baterai. c. Catatlah besar kuat arus listrik yang ditunjukkan oleh ampermeter serta beda potensial yang ditunjukkan oleh voltmeter. (Untuk pengukuran kuat arus listrik dan tegangan gunakan batas ukur yang paling besar terlebih dahulu). d. Ulangi kegiatan tersebut dengan menambah jumlah baterai . e. Masukkan hasil pengukuran pada tabel yang sudah disediakan. VII. Data Tabel Percobaan Perbandingan beda potensial dan kuat arus R = 820 Ω No Jumlah Beda Kuat Arus baterai potensial (V) (I) 1 2 3 4 VIII. Pertanyaan : a. Berdasarkan hasil percobaan, bagaimana pengaruh penambahan baterai terhadap kuat arus listrik? Mengapa demikian? Jawab:.................................................................................................... ................................................................................................................ ................................................................................................................ .

(145) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 124 b. Bagaimanakah perbandingan antara beda potensial dengan kuat arus listrik dari data yang kalian peroleh? Jelaskan! Jawab: ................................................................................................................ ................................................................................................................ ................................................................................................................ c. Apa kesimpulan anda dari praktikum ini? Jawab: ................................................................................................................ ................................................................................................................ ................................................................................................................ ................................................................................................................ d. Apakah kesimpulan anda sesuai dengan hipotesis yang telah anda buat di awal? Jelaskan! ................................................................................................................ ................................................................................................................ ................................................................................................................ ................................................................................................................ Good Luck

(146) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 125 LEMBAR KERJA SISWA Nama: Kelas/ Kelompok: No: Hambatan Kawat Penghantar I. Tujuan : Menentukan faktor – faktor yang mempengaruhi hambatan kawat penghantar II. Alat dan Bahan: a. 1 buah papan rangkaian yang terdiri dari enam kawat penghantar b. 1 buah multimeter c. 1 buah pita meter d. 1 buah baterai 1,5 volt e. Kabel III. Rumusan Masalah: Apa saja faktor – faktor yang mempengaruhi hambatan kawat penghantar dan bagaimanakah pengaruhnya? IV. Hipotesis: (Tulislah dugaan sementara terhadap rumusan masalah diatas) .............................................................................................................. V. Prosedur Percobaan: a. Siapkan alat dan bahan b. Ukurlah panjang kawat penghantar pada kawat nikel c. Ukurlah nilai beda potensial di ujung-ujung kawat nikel (ukurlah skala yang ditunjuk, skala maksimal dan batas ukur yang digunakan)

(147) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 126 d. Ukurlah arus yang mengalir pada ujung-ujung kawat nikel (ukurlah skala yang ditunjuk, skala maksimal dan batas ukur yang digunakan) e. Lakukan hal yang sama dari nomor (b – d ) dengan mengganti jenis kawat penghantar yang lain f. Masukkan hasil pengukuran kedalam tabel berikut VI. a. Variabel pada percobaan 1: 1. Variabel kontrol .............................................................................. 2. Variabel bebas : ............................................................................... 3. Variabel terikat : .............................................................................. b. Variabel pada percobaan 2: 1. Variabel kontrol ............................................................................. 2. Variabel bebas : .............................................................................. 3. Variabel terikat : ............................................................................ c. Variabel pada percobaan 3: 1. Variabel kontrol ............................................................................. 2. Variabel bebas : ......................................................................... 3. Variabel terikat : .............................................................................. VII. Data a. Tabel hasil percobaan 1: 1. Jenis Kawat : Nikelin 2. Panjang : 50 cm = 0,5 m 3. Tegangan : Skala yang ditunjuk : volt skala maksimal: batas ukur:

(148) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI No Diameter ( m) Luas Skala yang Skala Batas ditunjuk maksimal ukur 2 (m ) 127 I (A) (ohm) 1 2 3 b. Tabel hasil percobaan 2: 1. Panjang kawat : 2. Diameter kawat : 3. Tegangan : Skala yang ditunjuk ukur: Jenis No kawat volt : Hambatan Jenis kawat (Ωm) skala maksimal: batas Skala yang Skala Batas ditunjuk maksimal ukur I (A) (ohm) 1 2 3 c. Tabel hasil percobaan 3: 1. Jenis Kawat : 2. Diameter : 3. Tegangan : volt Skala yang ditunjuk : No skala maksimal: Panjang Skala yang Skala Batas kawat (m) ditunjuk maksimal ukur batas ukur: I (A) (ohm)

(149) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 128 1 2 3 VIII. Pertanyaan a. Dari hasil percobaan 1 yang telah anda lakukan, apa pengaruh luas penampang kawat terhadap hambatan kawat penghantar? Hubungan antara hambatan dengan luas penampang dapat ditulis . b. Dari hasil percobaan 2 yang telah anda lakukan, bagaiamanakah pengaruh hambatan jenis kawat terhadap hambatan kawat penghantar? Hubungan antara hambatan dengan hambatan jenis kawat dapat ditulis . c. Dari hasil percobaan 3 yang telah anda dilakukan, bagaiamanakah pengaruh panjang kawat terhadap hambatan kawat penghantar?

(150) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 129 Hubungan antara hambatan dengan panjang kawat dapat ditulis . d. Bagaiamanakah hubungan dari keempat besaran tersebut jika ditulis dalam sebuah persamaan? e. Dari percobaan yang telah anda lakukan, apa yang dapat disimpulkan ? f. Apakah sudah sesuai dengan hipotesis yang telah anda buat di atas?

(151) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 130 Lampiran 5. Panduan Penggunaan Alat (Multimeter) PANDUAN PENGGUNAAN MULTIMETER Pada dasarnya rangkaian listrik dibedakan menjadi 2, yaitu rangkaian listrik terbuka dan rangkaian listrik tertutup. Rangkaian listrik terbuka adalah rangkaian listrik yang belum dihubungkan dengan sumber tegangan, sedangkan rangkaian listrik tertutup adalah suatu rangkaian yang sudah dihubungkan dengan sumber tegangan. a. Arus Listrik Arus listrik dapat didefinisikan sebagai aliran muatan positif dari potensial tinggi ke potensial rendah. Arus listrik terjadi apabila ada perbedaan potensial. Pada baterai terdapat dua kutub yang potensialnya berbeda. Jika kedua kutub tersebut terhubung maka akan terjadi perpindahan elektron dari kutub negatif dan kutub positif atau dapat dikatakan bahwa arus listrik yang mengalir dari kutub positif ke kutub negatif. Selanjutnya jika baterai yang digunakan lebih banyak maka arus listrik yang mengalir pada rangkaian tersebut juga semakin besar. Hal ini disebabkan karena beda potensial kutub positif dan negatifnya semakin besar sehingga muatan-muatan listrik yang mengalir pada penghantar juga semakin banyak. Satuan kuat arus listrik adalah amper (A). Alat ukur arus listrik adalah ampermeter. b. Tegangan Listrik (Beda Potensial)

(152) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 131 Potensial listrik adalah banyakya muatan yang terdapat dalam suatu benda. Suatu benda dikatakan mempunyai potensial listrik lebih tinggi dari benda lain, jika benda tersebut memiliki muatan positif lebih banyak daripada benda lain. Beda potensial listrik (tegangan) timbul karena dua benda yang memiliki potensial listrik berbeda dihubungkan oleh suatu penghantar. Beda potensial ini berfungsi untuk mengalirkan muatan dari suatu titik ke titik lainnya. Satun beda potensial adalah volt. Alat ukur yang digunakan untuk mengukur tegangan (beda potensial) adalah voltmeter. c. Multimeter 1. Pengertian Multimeter Multimeter adalah alat ukur yang dipakai untuk mengukur tegangan listrik, arus listrik, dan tahanan (resistansi). 2. Multimeter

(153) 132 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Gambar 1. Multimeter Analog 10 9 1 8 2 3 7 6 5 4 Gambar 2. Bagian –bagian multimeter Keterangan: 1. Terminal 2. Tombol 8. Sekrup Pengatur Jarum Pengatur Nol Ohm 3. Skala tegangan AC 4. Skala Ohm 5. Saklar Pemilih (Selektor) 6. Skala Arus DC 7. Skala Tegangan DC 9. Jarum Penunjuk 10. Skala Jarum

(154) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 3. Cara penggunaan multimeter a. Untuk setiap awal pengukuran, kita harus memposisikan jarum pada posisi nol. Dengan cara: saklar pemilih (selektor) diarahkan pada skala ohm. Kemudian pada terminal test lead positif berwarna merah) dihubungkan ke test lead negatif ( warna hitam). Setelah itu jarum akan bergerak, kemudian dengn menggunakan tombol pengatur nol ohm kita dapat memposisikan jarum apada kedudukan nol. b. Kemuadian ketika kita akan mengukur besaran (hambatan, kuat arus dan hambatan) maka kita dapat memposisikan saklar pemilih atau selektor pada skala yang akan diukur. c. Untuk pengukuran hambatan maka selektor di arahkan pada skala ohm yang memiliki 4 batas ukur: x 1; x 10; x100; x 1 k. d. Kemudian untuk megukur arus listrik searah ( amper DC) maka selektor di arahkan pada posisi DCA yang terdiri dari tiga batas empat batas ukur yaitu: 50 ; 2,5 mA; 25 mA dan 0,25A. e. Kemudian untuk mengukur tegangan listrik searah (volt DC), maka selektor di arahkan pada posisi DCV yang terdiri dari enam batas ukur yaitu, (0,25; 2,5; 10; 50; 250; dan 1000) V. f. Kemudian ketika kita ingin mengukur suatu besaran, maka selektor diletakkan pada batas ukur yang paling besar terlebih dahulu. g. Jika nilainya tidak terbaca (jarum tidak bergerak), maka batas ukurnya dikecilkan. Namun ketika mengecilkan batas ukur selektor 133

(155) 134 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI tidak boleh langsung diputar pada batas ukur yang lebih kecil, karena dapat merusak alat. 4. Membaca nilai pada multimeter a. Contoh pembacaan tegangan searah DCV dengan batas ukur 10 V: i. ii. iii.

(156) 135 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 6. Soal Pre-Test SOAL PRETEST Nama: Kelas : No: Kerjakan soal-soal berikut dengan jawaban yang paling tepat! 1. Bagaimanakah bunyi hukum ohm? 2. setara dengan ......... 3. Apa yang akan terjadi pada arus ketika pada rangkaian tertutup diberikan tambahan baterai (beda potensial)? 4. Dari suatu hasil percobaan seperti pada gambar dibawah ini Diketahui bahwa ampermeter menunjukkan angka menunjukkan pada angka , dan voltmeter . Berapakah nilai hambatan pada rangkaian tersebut? 5. Dalam lampu mengalir arus sebesar dari sumber tegangan yang berupa baterai a. Berapa hambatan dari lampu tersebut? b. Jika tegangannya turun menjadi . Berapakah arus yang mengalir? 6. Apa saja faktor- faktor yang mempengaruhi nilai hambatan kawat penghantar? Dan bagaimana hubungannya? 7. Seutas kawat panjangnya Jika hambatan jenis kawat dan luas penampangnya . . Berapa hambatan kawat tersebut? 8. Suatu kawat penghantar panjangnya 4 meter, memiliki hambatan 200 . Berapa besar hambatan kawat tersebut apabila kawat dipotong dan tinggal 1 meter?

(157) 136 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 7. Kunci Jawaban Soal Pre-Test 1. Bunyi hukum ohm adalah kuat arus yang mengalir pada suatu penghantar sebanding dengan beda potensial antara ujung – ujung penghantar. 2. Besaran yang setara dengan 1 Ω adalah ... 3. Ketika suatu rangkaian diberikan tambahan baterai (beda potensial semakin besar) maka arus yang mengalir dalam rangkaian itu juga semakin besar. 4. Diketahui: Dari hasil percobaan diperoleh Ditanya: nilai hambatan? Penyelesaaian : 5. Diketahui: Dari hasil percobaan diperoleh Ditanya:

(158) 137 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI a. nilai hambatan lampu? b. Jika tegangan (V) diturunkan menjadi 1,2 V. Nilai arusnya menjadi? Penyelesaaian : a. Nilai hambatan: b. Sesuai dengan hukum ohm, dalam suatu rangkaian listrik beda potensial dan kuat arus listrik selalu konstan. Hal ini berarti menunjukkn bahwa nilai dari hambatanya adalah tetap atau konstan. Berarti, nilai adalah 6 . Ketika nilai tegangannya diturunkan menjadi 1,2 V, maka: 6. Faktor- faktor yang mempengruhi hambatan kawat penghantar adalah a. Panjang kawat b. Hambatan jenis kawat c. Luas penampang kawat Hubungan antar besaran tersebut yaitu: Semakin panjang suatu kawat penghantar dan semakin besar luas penampang kawat, maka hambatan kawat juga semakin besar.

(159) 138 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 7. Diketahui: Ditanya: nilai hambatan (R) ? Penyelesaaian : 8. Diketahui: Ditanya: Jawab: 1 Ω

(160) 139 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 8. Soal Post-Test SOAL POSTTEST Nama: Kelas : No: Kerjakan soal-soal berikut dengan jawaban yang paling tepat! 1. Bagaimanakah bunyi hukum ohm? 2. Berdasarkan hukum ohm 1 Ω setara dengan .... 3. Apa yang akan terjadi pada arus, ketika pada rangkaian tertutup diberi tambahan baterai (beda potensial)? 4. Dari suatu hasil percobaan seperti pada gambar dibawah ini Diketahui bahwa ampermeter menunjukkan angka 1200 mA, dan voltmeter menunjukkan pada angka 2,4 volt. Berapakah nilai hambatan pada rangkaian tersebut? 5. Dalam lampu mengalir arus sebesar 6 A dari sumber tegangan yang berupa baterai 15 volt. a. Berapa hambatan dari lampu tersebut? b. Jika tegangannya turun menjadi 5 volt. Berapakah arus yang mengalir? 6. Apa saja faktor- faktor yang mempengaruhi nilai hambatan kawat penghantar? Dan bagaimana hubungannya? 7. Seutas kawat panjangnya Jika hambatan jenis kawat dan luas penampangnya . . Berapa hambatan awat tersebut? 8. Suatu kawat penghantar panjangnya 4 meter, memiliki hambatan 150 . Berapa besar hambatan kawat tersebut apabila kawat dipotong hingga tinggal 2 meter?

(161) 140 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 9. Kunci Jawaban Soal Post-Test 1. Bunyi hukum ohm adalah kuat arus yang mengalir pada suatu penghantar sebanding dengan beda potensial antara ujung – ujung penghantar. 2. Besaran yang setara dengan 1 Ω adalah 3. Ketika suatu rangkaian diberikan tambahan baterai (beda potensial semakin besar) maka arus yang mengalir dalam rangkaian itu juga semakin besar. 4. Diketahui: Dari hasil percobaan diperoleh Ditanya: nilai hambatan (R)? Penyelesaaian : 5. Diketahui: Dari hasil percobaan diperoleh Ditanya:

(162) 141 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI c. nilai hambatan lampu? d. Jika tegangan (V) diturunkan menjadi 5 V. Nilai arusnya menjadi? Penyelesaaian : c. Nilai hambatan: d. Sesuai dengan hukum ohm, dalam suatu rangkaian listrik beda potensial dan kuat arus listrik selalu konstan. Hal ini berarti menunjukkn bahwa nilai dari hambatanya adalah tetap atau konstan. Berarti, nilai adalah 2,5 . Ketika nilai tegangannya diturunkan menjadi 5 V, maka: 6. Faktor- faktor yang mempengruhi hambatan kawat penghantar adalah d. Panjang kawat e. Hambatan jenis kawat f. Luas penampang kawat Hubungan antar besaran tersebut yaitu: Semakin panjang suatu kawat penghantar dan semakin besar luas penampang kawat, maka hambatan kawat juga semakin besar.

(163) 142 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 7. Diketahui: Ditanya: nilai hambatan (R) ? Penyelesaaian : 8. Diketahui: Ditanya: Jawab: Ω

(164) 143 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 10. Lembar Keaktifan LEMBAR OBSERVASI KEAKTIFAN KELAS EKSPERIMEN No Indikator Standar satuan Jumlah keaktifan 1 Siswa bertanya Satu kepada guru 2 siswa bertanya = 1 tally Siswa menjawab Satu siswa pertanyaan yang menjawan diajukan = oleh 1tally guru 3 4 Siswa dapat Satu siswa menyelesaikan menanggapi = 1 soal tally Siswa membaca Satu siswa buku teks = membaca 1 tally 5 Siswa dapat Satu siswa menyimpulkan menyimpulkan = hasil belajar 1 tally Keterangan

(165) 144 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 11. Kuesioner Minat Belajar KUISONER MINAT BELAJAR FISIKA Nama : Kelas : No : PENJELASAN DAN PEDOMAN MENGISI PENJELASAN 1. Pengisian daftar pernyataan ini bukan merupakan pengerjaan suatu tes, sehingga tidak akan mempengaruhi nilai mata pelajaran anda. 2. Jawablah pernyataan-pernyataan berikut dengan jujur. PEDOMAN MENGISI 1. Pada lembar ini terdiri dari beberapa pernyataan mengenai minat belajar fisika 2. Jawablah pernyatan-pernyatan berikut sesuai dengan keadaan anda 3. Jawaban pada kolom yang sudah disediakan 4. Berikan tanda centang ( ) pada salah satu lajur pada lembar jawab 5. Jawablah semua pernyataan

(166) 145 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI KETERANGAN PILIHAN JAWABAN SS : Sangat Setuju TS : Tidak Setuju S : Setuju STS : Sangat Tidak Setuju R : Ragu- ragu No Pernyataan Keterangan SS 1 Saya sudah mempelajari materi pelajaran di rumah sebelum dijelaskan oleh guru di sekolah 2 Saya merasa rugi jika tidak mengikuti pembelajaran fisika 3 Saya mengerjakan soal latihan dengan inisiatif sendiri tanpa diperintah oleh guru 4 Saya menjadi paham mengenai materi setelah pelajaran 5 Saya menggunakan waktu istirahat untuk mengerjakan soal atau bertanya kepada guru mengenai materi yang belum jelas 6 Saya tetap masuk kelas walaupun saya sedang sakit 7 Saya belajar di rumah untuk mengulangi materi yang sudah diajarkan oleh guru 8 Saya mengusulkan pembelajaran berikutnya dilakukan dengan metode seperti yang dilakukan peneliti 9 Saya selalu mencari materi pelajaran dari berbagai sumber 10 Pikiran saya hanya tertuju pada materi ketika pembelajaran berlangsung S R TS STS

(167) 146 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 12. Daftar Distribusi Skor Pre-Test Kelas Kontrol No Skor untuk setiap soal Kode Siswa Skor Total 1 2 3 4 5 6 7 8 2 5 9 3 6 0 26 1 Siswa 1 1 0 2 Siswa 2 2 0 2 1 1 0.5 0 0 6 3 Siswa 3 2 0 0.5 0 0 2 0 2 6 4 Siswa 4 2 0 2 6 11 2 0 0 23 5 Siswa 5 2 0 0.5 0 0 2 0 2 6 6 Siswa 6 1.5 0 0 4 10 2 0 0 16 7 Siswa 7 1 0 0.5 0 0 2 0 2 5 8 Siswa 8 2 0.5 0.5 2 6 0 0 0 10 9 Siswa 9 2 0 0 2 10 0 0 0 14 10 Siswa 10 2 0 2 5 5.5 2 0 0 11 11 Siswa 11 2 0.5 2 5 9 0 0 0 18 12 Siswa 12 0.5 0 2 6 11 0 0 0 19 13 Siswa 13 2 0 2 6 2 0.5 0 0 12 14 Siswa 15 2 0 0.5 4 8 1 1 1 17 15 Siswa 16 1 0 2 6 11 3 6 0 29 16 Siswa 17 1 0 0.5 0 8 0 0 0 9 17 Siswa 18 2 0 2 6 10 0 0 0 20 18 Siswa 19 1 0 0.5 0 0.5 2 0 2 5 19 Siswa 20 1.5 0 0.5 5 9 0 0 0 14 20 Siswa 21 0.5 0 2 6 11 1 0 0 20 21 Siswa 22 2 0 0.5 4 10 0 1 0 17 22 Siswa 23 2 0 0 4 1 2 0 0 9 Catatan: untuk pre-test kelas kontrol ada dua orang anak yang tidak mengikuti, yaitu siswa dengan nomor urut 14 dan 24

(168) 147 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 13. Daftar Distribusi skor Pre-Test Kelas Eksperimen No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 Kode Siswa Siswa 1 Siswa 2 Siswa 3 Siswa 4 Siswa 5 Siswa 6 Siswa 7 Siswa 8 Siswa 9 Siswa 10 Siswa 11 Siswa 12 Siswa 13 Siswa 14 Siswa 15 Siswa 16 Siswa 17 Siswa 18 Siswa 19 Siswa 20 Siswa 21 Siswa 22 Siswa 23 1 1 0 2 0,5 2 2 2 1 0 2 2 2 2 2 1 2 2 2 0,5 2 0 2 1 2 0,5 0,5 0,5 0,5 0,5 0 0,5 0,5 0,5 0,5 0,5 0 0 0,5 0,5 0 0,5 0 0,5 0,5 0 0,5 0,5 Skor total setiap soal 3 4 5 6 0 1 1 0 0,5 5 9 0,5 0,5 3 10 0,5 2 0 6 0 1 3 10 1,5 2 1 10 0,5 2 1 10 0,5 0,5 1 1 0 0 0 4 0 1 6 9 2 2 4 9 2 2 6 7 2 1 2 10 2 0,5 2 7 1,5 0,5 1 0 0 2 3 6 1,5 0,5 0 7 1,5 2 4 6 1,5 2 0 6 1 1 0 4 1 0 0 0 0 0,5 1 0 1 0 0 0 0 7 0 5 0 0 2 0 0 0 0 5 5 5 5 2 0 4 0 4 0 0 0 0 0 8 0 2 2 0 2 2 1 0 0 4 0 0 4 2 0 2 2 0 0 2 0 2 0 Jumlah Skor 3,5 22,5 18,5 9 22 17,5 17 4 4,5 29,5 24,5 24 26 17,5 3 20,5 13,5 19,5 10 10,5 0 7 1,5

(169) 148 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 14. Daftar Distribusi Skor Post-Test Kelas Kontrol No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 Kode Siswa Siswa 1 Siswa 2 Siswa 3 Siswa 4 Siswa 5 Siswa 6 Siswa 7 Siswa 8 Siswa 9 Siswa 10 Siswa 11 Siswa 12 Siswa 13 Siswa 14 Siswa 15 Siswa 16 Siswa 17 Siswa 18 Siswa 21 Siswa 22 Siswa 23 Siswa 24 1 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 0,5 0,5 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 1 2 2 2 2 2 2 2 2 2 0,5 2 2 2 2 1 Skor untuk setiap soal 3 4 5 6 2 6 10 5 0,5 5 11 2 0,5 6 11 2 2 6 11 2 0,5 5 11 0 2 5 10 4 0,5 4 1 0 2 6 11 5 2 6 9 5 0,5 6 11 5 0,5 5 9 2 2 6 11 2 0,5 6 11 2 0,5 6 11 4 0,5 6 11 4,5 2 5 10 5 0,5 4 2 0 2 6 11 2 2 6 11 5 0,5 6 11 5 2 5 7 5 0,5 3 3 0 7 6 4 5 6 6 6 0 6 6 6 6 3 4 6 6 6 0 6 6 6 4 0 8 6 0,5 0 3 0 0 0 3 2 0 0 0 0 1 0 6 0 2 3 1 0 0 Jumlah Skor 39 27 28,5 34 26,5 31 8,5 37 34 32,5 26,5 28 27,5 32,5 32 38 7,5 31,5 37 33,5 27 9,5 Catatan: untuk post-test kelas kontrol ada 2 anak yang tidak mengikuti, karena tidak masuk sekolah yaitu siswa nomor 19 dan 20.

(170) 149 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 15. Daftar Distribusi skor Post-Test Kelas Eksperimen No Kode Siswa 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 Siswa 1 Siswa 2 Siswa 3 Siswa 4 Siswa 5 Siswa 6 Siswa 7 Siswa 8 Siswa 9 Siswa 10 Siswa 11 Siswa 12 Siswa 13 Siswa 14 Siswa 15 Siswa 16 Siswa 17 Siswa 18 Siswa 19 Siswa 20 Siswa 21 Siswa 22 Skor untuk setiap soal 1 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 0,5 2 2 2 2 0,5 1,5 2 2 2 2 2 2 2 2 0,5 2 2 2 3 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 1 4 5 5 2 3 6 6 5 5 3 6 2 4 6 6 1 6 4 5 3 4 1 1 5 11 9 11 11 11 10 10 11 11 11 8 8 11 11 8 9 11 6 7 6 8 8 6 3 5 3 2 2,5 3 3 3 2 5 5 5 5 2,5 3 4 2 2 2 2 4 3 7 5 6 5 6 6 5 5 5 5 6 5 5 6 6 5 6 5 6 1 2 5 5 8 4 4 4 2 1 4 4 4 2 2 4 4 6 2 3 3 2 5 1 2 5 4 Jumlah Skor 34 35 31 28,5 32,5 34 33 34 27,5 35,5 30 32 40 33,5 26 34 30 30 18,5 22 29 26 Catatan: Untuk post-test, ada 1 anak yang tidak mengikuti pelajaran karena ijin ke puskemas, yaitu siswa nomor 23.

(171) 150 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 16. Daftar Distribusi Skor Minat Kelas Kontrol Kode Siswa Distribusi Skor Pernyataan Skor Total 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Siswa 1 3 5 3 5 3 3 5 3 3 5 38 Siswa 2 3 4 3 4 2 2 3 2 3 4 30 Siswa 3 4 5 3 4 3 5 4 4 4 4 40 Siswa 5 4 5 3 4 3 5 4 3 4 4 39 Siswa 6 4 4 4 5 4 4 4 3 4 4 40 Siswa 8 4 5 4 4 3 4 5 3 4 5 41 Siswa 9 4 5 4 4 3 4 5 3 4 5 41 Siswa 10 4 5 3 4 3 4 5 4 5 4 41 Siswa 11 3 4 4 4 3 3 4 0 3 3 31 Siswa 12 4 4 3 5 2 4 4 3 2 4 35 Siswa 13 3 4 3 3 2 2 3 2 3 4 29 Siswa 14 3 4 3 3 2 4 4 3 3 3 32 Siswa 15 4 5 3 4 3 4 5 3 4 4 39 Siswa 16 4 5 4 5 3 4 4 3 4 4 40 Siswa 17 5 5 3 3 3 3 5 3 3 5 38 Siswa 18 4 5 4 5 5 5 4 3 4 4 43 Siswa 19 5 5 2 5 3 4 5 3 3 4 39 Siswa 20 2 4 2 4 3 5 4 2 2 5 33 Siswa 21 4 5 4 5 3 5 4 3 4 4 41 Siswa 22 3 4 3 4 2 3 4 3 3 2 31 Siswa 23 4 4 3 4 3 3 4 4 4 4 37 Siswa 24 5 5 4 5 2 3 4 5 5 5 43 Catatan: (1) sebanyak 2 siswa ijin tidak mengikuti pelajaran sehingga tidak mengerjakan kuesioner minat belajar fisika, siswa dengan kode siswa 4 dan 7 (2) total sampel yang diteliti pada kels kontrol ini ada 22 siswa.

(172) 151 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 17. Daftar Distribusi Skor Minat Kelas Eksperimen Kode siswa Distribusi Skor Pernyataan Skor Total 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Siswa 1 4 5 4 4 4 3 4 3 3 3 37 Siswa 2 5 5 3 5 4 4 5 3 5 1 40 Siswa 3 4 5 4 5 4 5 4 3 3 3 40 Siswa 4 5 5 5 4 5 5 4 3 4 5 45 Siswa 5 2 5 3 4 3 5 4 5 4 3 38 Siswa 6 5 2 5 5 3 3 4 4 4 3 38 Siswa 7 4 4 3 4 3 3 4 3 3 3 34 Siswa 8 5 5 3 4 3 4 3 2 3 3 35 Siswa 9 4 4 3 2 1 5 4 1 2 3 29 Siswa 10 2 5 3 3 2 4 4 3 3 5 34 Siswa 11 4 4 3 4 3 4 4 4 4 4 38 Siswa 12 4 4 4 4 4 2 4 4 4 4 38 Siswa 13 2 5 3 5 3 5 4 4 5 3 39 Siswa 14 2 5 3 5 2 5 3 2 2 3 32 Siswa 15 4 4 3 4 3 4 4 4 4 4 38 Siswa 16 4 4 3 4 3 4 4 4 4 4 38 Siswa 17 5 5 3 4 1 4 5 5 4 5 41 Siswa 18 4 4 3 4 3 4 4 4 4 4 38 Siswa 19 5 5 4 5 4 5 3 5 4 4 44 Siswa 20 5 5 4 4 3 3 5 4 4 4 41 Siswa 21 3 5 4 4 3 4 3 4 3 4 37 Siswa 22 5 5 3 5 4 4 5 4 5 2 42 siswa 23 5 4 5 5 3 3 5 3 5 3 41

(173) 152 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 18. Jawaban Pre-Test Siswa Kelas Kontrol

(174) 153 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(175) 154 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 19. Jawaban Post-Test Siswa Kelas Kontrol

(176) 155 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(177) 156 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 20. Jawaban Pre-Test Siswa Kelas Eksperimen

(178) 157 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(179) 158 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 21. Jawaban Post-Test Siswa Kelas Eksperimenl

(180) 159 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(181) 160 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 22. Hasil Pengamatan lembar keaktifan

(182) 161 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(183) 162 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(184) 163 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 23. Jawaban Kuesioner Minat Siswa Kelas Kontrol

(185) 164 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(186) 165 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 24. Jawaban Kuesioner Siswa Kelas Eksperimen

(187) 166 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(188) 167 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 25. Jawaban LKS 1

(189) 168 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(190) 169 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(191) 170 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 26. Jawaban LKS 2

(192) 171 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(193) 172 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(194) 173 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(195) 174 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(196)

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

STUDI KOMPARASI ANTARA METODE INKUIRI TERBIMBING DAN PEMBERIAN TUGAS TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS X SEMESTER II PADA MATERI POKOK HUKUM
0
5
175
PENGARUH PENDEKATAN KONTEKSTUAL DAN KREATIVITAS TERHADAP KEMAMPUAN MENGEMBANGKAN PARAGRAF (EKSPERIMEN PADA SISWA KELAS X SMA N 1 JATINOM DAN SMA N 1 KARANGANOM)
0
4
187
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI POKOK SUHU DAN KALOR DI KELAS X SEMESTER II SMA NEGERI 1 SILIMA PUNGGAPUNGGA T.P.2015/2016.
0
4
24
PENGARUH METODE INKUIRI TERHADAP MINAT BELAJAR DAN PRESTASI BELAJAR SISWA MATA PELAJARAN EKONOMI KELAS X SMA SWASTA Y.P PEMBANGUNAN GALANG TAHUN PELAJARAN 2015/2016.
0
2
28
PENERAPAN METODE INKUIRI KELOMPOK UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIKA SISWA PADA MATERI SPLDV DI KELAS X SMK YAYASAN PERGURUAN BANDUNG TAHUN AJARAN 2015/2016.
0
5
24
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP, SIKAP ILMIAH DAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH SISWA PADA MATERI SISTEM RESPIRASI DI SMA NEGERI 1 AIRBATU.
1
2
27
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN INQUIRY TRAINING TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI HUKUM NEWTON KELAS X SEMESTER I SMA N 1 BATANG KUIS T.P. 2015/2016.
0
2
22
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERHADAP HASI BELAJAR SISWA PADA MATERI POKOK PENGUKURAN DI KERLAS X SMA N 1 AEK NATAS.
0
5
17
PENGARUH MINAT DAN MOTIVASI BELAJAR EKONOMI SISWA KELAS X PIS SMA N 1 BERASTAGI TAHUN AJARAN 2014/2015.
0
7
15
PENGARUH PENERAPAN METODE INKUIRI TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MATEMATIS SISWA KELAS X SMA NEGERI 1 TANJUNG BERINGIN.
2
13
26
PENGARUH METODE INKUIRI DAN METODE EKSPOSITORI TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS PENGARUH METODE INKUIRI DAN METODE EKSPOSITORI TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS VIII SMP MUHAMMADIYAH X SURAKARTA.
0
2
15
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING TERHADAP KETERAMPILAN PROSES SAINS SISWA SMA KELAS X PADA PEMBELAJARAN HUKUM KEKEKALAN MASSA.
1
6
44
PENGARUH MODEL INKUIRI TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA SUB MATERI SPERMATOPHYTA KELAS X
0
0
14
1 PENERAPAN MODEL TGT PADA MATERI STOIKIOMETRI TERHADAP SISWA KELAS X SMA PGRI 1 PONTIANAK
0
0
8
PENGARUH PENERAPAN METODE EKSPERIMEN TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP, MINAT BELAJAR, DAN NILAI KARAKTER SISWA SMA NEGERI JUMAPOLO KELAS X.1 PADA MATERI POKOK ALAT UKUR LISTRIK SKRIPSI
0
5
134
Show more