Faktor faktor yang mempengaruhi keputusan peminjaman modal pada lembaga kredit informal oleh pedagang di pasar umum Muntilan - USD Repository

Gratis

0
1
198
9 months ago
Preview
Full text
(1)PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI FAKTOR FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPUTUSAN PEMINJAMAN MODAL PADA LEMBAGA KREDIT INFORMAL OLEH PEDAGANG DI PASAR UMUM MUNTILAN SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Ekonomi Bidang Keahlian Khusus Pendidikan Ekonomi Oleh: Antonius Eko Wahyu Nugroho NIM: 091324017 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN EKONOMI BIDANG KEAHLIAN KHUSUS PENDIDIKAN EKONOMI JURUSAN PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2014 i

(2) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI

(3) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI

(4) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI PERSEMBAHAN Kupersembahkan karya ini untuk: o Tuhan Yesus Kristus, Bunda Maria, dan Santo Antonius o Bapak Fransiskus Sukirno dan Ibu Xaverius Anastasia Tunem o Keluarga Besarku dan Sahabatsahabat semuanya o Keluarga Besar Pendidikan Ekonomi 2009 o Almamaterku Universitas Sanata Dharma Yogyakarta iv

(5) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI MOTTO Mat. 5:13-16 "Kamu adalah garam dunia. Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan? Tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak orang. Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi. Lagipula orang tidak menyalakan pelita lalu meletakkannya di bawah gantang, melainkan di atas kaki dian sehingga menerangi semua orang di dalam rumah itu. Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga." (Alexander Pope) Semua orang tidak perlu menjadi malu karena pernah berbuat kesalahan, selama ia menjadi lebih bijaksana daripada sebelumnya. (Albert Einstein) Imajinasi lebih penting daripada pengetahuan. v

(6) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI

(7) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI

(8) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ABSTRAK FAKTOR FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPUTUSAN PEMINJAMAN MODAL PADA LEMBAGA KREDIT INFORMAL OLEH PEDAGANG DI PASAR UMUM MUNTILAN Antonius Eko Wahyu Nugroho Universitas Sanata Dharma 2014 Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jumlah kebutuhan modal, intensitas informasi dari pedagang lain, jumlah pendapatan keluarga, dan pengajuan persyaratan kredit terhadap keputusan peminjaman modal pada lembaga kredit informal oleh pedagang di Pasar Umum Muntilan. Penelitian ini adalah penelitian eksplanatif yang dilaksanakan di Pasar Umum Muntilan pada bulan Februari sampai dengan Maret 2014. Populasi dari penelitian ini adalah pedagang di Pasar Umum Muntilan yang pernah meminjam uang pada lembaga kredit informal (rentenir) sebanyak 312 pedagang. Sampel diambil dengan teknik Simple Random Sampling sebanyak 76 pedagang. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner. Uji instrumen berupa uji validitas dan reliabilitas digunakan pada variabel jumlah kebutuhan modal, intensitas informasi dari pedagang lain, jumlah pendapatan keluarga, pengajuan persyaratan kredit, dan keputusan peminjaman modal. Analisis data menggunakan analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) tidak ada pengaruh positif jumlah kebutuhan modal terhadap keputusan pedagang dalam mengambil modal di lembaga kredit informal (nilai sig. 0,532 > = 0,05), (2) tidak ada pengaruh positif intensitas informasi dari pedagang lain terhadap keputusan pedagang dalam mengambil modal di lembaga kredit informal (nilai sig. 0,534 > = 0,05), (3) ada pengaruh positif jumlah pendapatan keluarga terhadap keputusan pedagang dalam mengambil modal di lembaga kredit informal (nilai sig. 0,049 > = 0,05), (4) tidak ada pengaruh signifikan pengajuan persyaratan kredit terhadap keputusan pedagang dalam mengambil modal di lembaga kredit informal (nilai sig. 0,183 > = 0,05), (5) jumlah kebutuhan modal, intensitas peminjaman modal, jumlah pendapatan keluarga, dan pengajuan persyaratan kredit dapat menjelaskan variabel keputusan pedagang dalam mengambil modal di lembaga kredit informal sebesar 8,3% (R Square = 0,083) Kata kunci : modal, intensitas informasi, pendapatan, kredit viii

(9) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ABSTRACT THE AFFECTING FACTORS IN DECISION OF CAPITAL BORROWING ON INFORMAL CREDIT INSTITUTIONS BY TRADERS IN MUNTILAN PUBLIC MARKET Antonius Eko Wahyu Nugroho Sanata Dharma University 2014 The purpose of this study is to find out the influence of the amount of capital needed, intensity of information from the other traders, the amount of family income, and filing requirements of credit against decision of capital borrowing on informal credit institution by traders in Muntilan public market. This study is an explanatory study conducted in Muntilan public market from February to March 2014. The population of this study were 312 Public Market traders in Muntilan who never borrowed money on informal credit institutions as 76 traders. Samples were taken by a simple random sampling technique. Data were collected by using a questionnaire. Test instruments such as validity and reliability were used on a variable, amount of capital needed, intensity of information from the other traders, the amount of family income, filing requirements of credit, and capital lending decisions. Data were analyzed by using multiple linear regression analysis. The result of this study indicates that: (1) there isn't any positive effect to amount of capital needed against decision of capital borrowing on informal credit institution (sign.value 0,532 > = 0,05), (2) there isn't any positive effect intensity of information from the other traders against decision of capital borrowing on informal credit institution (sign. value 0,534 > = 0,05), (3) there is positive effect to amount of family income needed against decision of capital borrowing on informal credit institution (nilai sig. 0,049 > = 0,05), (4) there isn't any positive effect filing requirements of credit against decision of capital borrowing on informal credit institution (nilai sig. 0,183 > = 0,05), (5) the amount of capital needed, intensity of information from the other traders, the amount of family income, and filing requirements of credit can explain the variables decision of capital borrowing on informal credit institution as big as 8,3% (R Square = 0,083) Keywords: capital, intensity information, income, credit ix

(10) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI

(11) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI

(12) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI

(13) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI

(14) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL ................................................................................ HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING ......................................... HALAMAN PENGESAHAN ................................................................... HALAMAN PERSEMBAHAN ................................................................ HALAMAN MOTTO ............................................................................... PERNYATAAN KEASLIAN KARYA .................................................... LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS .................................... ABSTRAK ............................................................................................... ABSTRACT ............................................................................................... KATA PENGANTAR .............................................................................. DAFTAR ISI ............................................................................................ DAFTAR TABEL ..................................................................................... DAFTAR LAMPIRAN ............................................................................. i ii iii iv v vi vii viii ix x xiv xvii xix BAB I PENDAHULUAN ......................................................................... A. Latar Belakang ........................................................................ B. Identifikasi Masalah ................................................................ C. Rumusan Masalah ................................................................... D. Definisi Operasional ................................................................ E. Tujuan Penelitian ..................................................................... F. Manfaat Penelitian ................................................................... 1 1 6 6 7 9 10 BAB II KAJIAN PUSTAKA .................................................................... 11 A. Tinjauan Teoritis ...................................................................... 1. Jumlah Kebutuhan Modal ................................................... 2. Intensitas Informasi dari Pedagang Lain .............................. 3. Jumlah Pendapatan Keluarga ............................................. 4. Pengajuan Persyaratan Kredit ............................................. 5. Lembaga Kredit Informal .................................................... B. Hasil Penelitian yang Relevan………………………………….. C. Hipotesis dan Kerangka Berpikir .............................................. 1. Hipotesis ............................................................................. 2. Kerangka Berpikir ............................................................. xiv 11 12 16 22 27 31 36 38 38 41

(15) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB III METODE PENELITIAN ............................................................ 43 A. Jenis Penelitian ........................................................................ B. Tempat dan Waktu Penelitian .................................................. C. Populasi dan Sampel ................................................................ 1. Populasi ............................................................................. 2. Sampel ............................................................................... D. Teknik Pengambilan Data ......................................................... E. Variabel Penelitian ................................................................... F. Uji Instrumen Penelitian ........................................................... a. Uji Validitas Instrumen ...................................................... b. Uji Reabilitas Instrumen ...................................................... c. Uji Normalitas .................................................................... G. Teknik Analisis Data ............................................................... 1. Analisis Deskriptif ............................................................. a. Deskripsi Jumlah Kebutuhan Modal......................... b. Deskripsi Intensitas Informasi dari Pedaganga Lain . c. Deskripsi Jumlah Pendapatan Keluarga .................... d. Deskripsi Pengajuan Persyaratan Kredit ................... e. Deskripsi Keputusan Pedagang ................................ 2. Uji Hipotesis ...................................................................... a. Uji Prasyarat .......................................................... b. Analisis Regresi Berganda ...................................... c. Uji F ....................................................................... d. Uji Asumsi Klasik .................................................. 1) Uji Multikolinieritas ......................................... 2) Uji Heteroskedastisitas ..................................... 3) Uji Autokorelasi ............................................... 43 43 44 44 44 45 46 47 47 50 54 55 55 58 62 66 70 75 79 79 80 84 85 85 86 88 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ............................ 91 A. Gambaran Umum Objek Penelitian........................................... B. Deskripsi Responden ............................................................... 1. Deskripsi Data tentang Jumlah Kebutuhan Modal ............... 2. Deskripsi Data tentang Intensitas Informasi dari Pedagang Lain .................................................................... 3. Deskripsi Data tentang Jumlah Pendapatan Keluarga .......... 4. Deskripsi Data tentang Pengajuan Persyaratan Kredit ......... 5. Deskripsi Data tentang Keputusan Pedagang ....................... C. Analisis Data ........................................................................... xv 91 94 95 97 99 101 103 106

(16) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 1. Pengujian Prasyarat ............................................................ a. Uji Normalitas ............................................................. D. Pengujian Hipotesis ................................................................. E. Pengujian Asumsi Klasik ......................................................... a. Uji Multikolieritas .............................................................. b. Uji Heteroskedastisitas ....................................................... c. Uji Autokorelasi ................................................................. F. Pembahasan .............................................................................. 106 106 108 115 115 117 118 119 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN...................................................... A. Kesimpulan ............................................................................. B. Keterbatasan Penelitian............................................................. C. Saran ....................................................................................... 136 136 139 140 DAFTAR PUSTAKA ............................................................................... 142 LAMPIRAN ............................................................................................. 144 xvi

(17) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR TABEL Tabel III.1 Tabel III.2 Tabel III.3 Tabel III.4 Tabel III.5 Tabel III.6 Tabel III.7 Tabel III.8 Tabel III.9 Tabel III.10 Tabel III.11 Tabel III.12 Tabel III.13 Tabel III.14 Tabel III.15 Tabel III.16 Tabel III.17 Tabel III.18 Tabel III.19 Tabel III.20 Tabel III.21 Tabel III.22 Tabel IV.1 Tabel IV.2 Tabel IV.3 Hasil Uji Variabel Jumlah Kebutuhan Modal ......................... Hasil Uji Variabel Intensitas Informasi dari Pedagang Lain ... Hasil Uji Variabel Jumlah Pendapatan Keluarga .................... Hasil Uji Variabel Persyaratan Kredit .................................... Hasil Uji Variabel Pengajuan Keputusan Pedagang................ Hasil Uji Reliabilitas.............................................................. Mean dan Standar Deviasi Variabel Jumlah Kebutuhan Modal ................................................................................... Interval Rata-Rata Penilaian Responden Jumlah Kebutuhan Modal………………………………………………………… Kriteria Penilaian Responden Terhadap Jumlah Kebutuhan Modal .................................................................................... Mean dan Standar Deviasi Variabel Intensitas Informasi dari Pedagang Lain ................................................................ Interval Rata-Rata Penilaian Responden Intensitas Informasi dari Pedagang Lain ................................................................ Kriteria Penilaian Responden Terhadap Intensitas Informasi dari Pedagang Lain ................................................................ Mean dan Standar Deviasi Kepemimpinan Jumlah Pendapatan Keluarga ................................................................................ Interval Rata-Rata Penilaian RespondenVariabel Jumlah Pendapatan Keluarga ............................................................. Kriteria Penilaian Responden Terhadap Jumlah Pendapatan Keluarga ................................................................................ Mean dan Standar Deviasi Pengajuan Persyaratan Kredit ....... Interval Rata-Rata Penilaian Responden Variabel Pengajuan Persyaratan Kredit ................................................................. Kriteria Penilaian Responden Terhadap Pengajuan Persyaratan Kredit .................................................................................... Mean dan Standar Deviasi Variabel Keputusan Pedagang ...... Interval Rata-Rata Penilaian Responden Keputusan Pedagang Kriteria Penilaian Responden Terhadap Keputusan Pedagang Uji Statistik Durbin-Watson................................................... Struktur Organisasi Pasar Umum Muntilan ............................ Distribusi Frekuensi mengenai Jumlah Kebutuhan Modal ...... Distribusi Frekuensi mengenai Intensitas Informasi dari Pedagang Lain ............................................................... xvii 49 49 49 50 50 52 58 58 58 62 62 62 66 67 67 70 71 71 75 75 75 90 93 95 98

(18) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Tabel IV.4 Tabel IV.5 Tabel IV.6 Tabel IV.7 Tabel IV.8 Tabel IV.9 Tabel IV.10 Tabel IV.11 Tabel IV.12 Tabel IV.13 Distribusi Frekuensi Jumlah Pendapatan Keluarga ................. Distribusi Frekuensi Pengajuan Persyaratan Kredit ................ Distribusi Frekuensi Keputusan Pedagang ............................. Hasil Uji Normalitas .............................................................. Hasil Pengujian Hipotesis ...................................................... Model Summary .................................................................... Anova .................................................................................... Hasil Uji Multikolinieritas ..................................................... Hasil Uji Heteroskedastis ....................................................... Hasil Uji Autokorelasi ........................................................... xviii 100 102 104 107 108 113 114 116 117 119

(19) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1 Lampiran 2 Lampiran 3 Lampiran 4 Lampiran 4 Lampiran 6 Kuesioner dan Data Mentah ................................................ Uji Validitas dan Reliabilitas ............................................. Uji Prasyarat (Normalitas) ................................................. Uji Asumsi Klasik............................................................... Uji Hipotesis ....................................................................... Surat Ijin Penelitian ........................................................... xix 144 158 164 166 172 174

(20) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Dalam rangka mewujudkan masyarakat Indonesia yang adil, makmur, dan sejahtera. Pemerintah dalam hal ini telah berupaya melakukan berbagai pembangunan di banyak bidang. Dan pembangunan yang dilakukan pemerintah seiring berjalannya waktu mulai membuahkan hasil yang ditandai dengan kesejahteraan yang meningkat. Bahkan jumlah penduduk miskin pada Maret 2013, berkurang menjadi 28,07 juta orang atau 11,37 persen jika dibandingkan dengan penduduk miskin pada September 2012 sebesar 28,59 juta orang atau 11,66 persen (Badan Pusat Statistik : Maret 2013). Namun hal tersebut masih diikuti oleh jumlah pengangguran yang masih mencapai angka 7,17juta orang dari total jumlah angkatan kerja Indonesia sebanyak 121,2 juta orang (Badan Pusat Statistik: Februari 2013). Pengangguran yang masih tinggi tersebut dapat berpotensi menghambat pembangunan nasional dan justru akan mendorong meningkatnya angka kemiskinan. Penganguran pada umumnya terjadi di perkotaan atau bahkan di pedasaan seluruh Indonesia. Pengangguran ini terjadi karena terbatasnya ketrampilan dan kesempatan seseorang untuk terjun di dunia kerja. Hal ini dapat disebabkan oleh rendahnya tingkat pendidikan atau kurangnya informasi yang diterima oleh para pencari kerja. Pemerintah dalam hal ini dibantu dengan 1

(21) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 2 pihak swasta telah berupaya untuk ikut mengurangi jumlah pengangguran dengan ikut membuka banyak lapangan pekerjaan, tetapi jumlah lapangan kerja tidak mencukupi untuk menyerap jumlah penganggur yang ada. Oleh karena itu berwirausaha menjadi salah satu cara dalam upaya mengatasi pengangguran. Wirausaha tidak hanya berskala besar, yang berskala kecil pun sangat diperlukan kehadirannya. Mereka dapat saling menunjang dengan wirausaha yang berskala menengah maupun yang berskala besar. Menjadi pedagang di pasar tradisional juga merupakan salah satu bentuk wirausaha yang dapat dijadikan sumber pendapatan. Apalagi dengan menjadi pedagang di pasar yang notabenya adalah tempat jual beli berlangsung, peluang untuk berwirausaha sangat terbuka. Dalam berwirausaha terdapat dua modal yang harus dipenuhi yaitu Modal Non Fisik yang berupa kemauan, semangat, mau mencoba, dan berani untuk gagal. Dan modal yang kedua adalah Modal Fisik yakni modal yang berupa uang. Kedua modal ini saling melengkapi (Royan, 2004: 24). Yang sering menjadi masalah bagi pedagang pada umumnya adalah kurangnya modal dalam bentuk modal fisik (uang), hal ini sangat dibutuhkan terutama untuk mengembangkan usaha. Sedangkan, secara umum modal fisik bisa diambil dari lembaga keuangan baik Lembaga Keuangan Bank ataupun Lembaga Keuangan Bukan Bank. Tetapi ada juga modal yang bisa diambil dari Lembaga Kredit Formal seperti BRI, Bukopin, Danamon, dan Koperasi Kredit. Ataupun Lembaga Kredit Informal seperti tukang kredit keliling, jasa pelepas uang informal (rentenir), dan ijon (Wijaya dan Soetatwo, 1991:409-414).

(22) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 3 Bagi pedagang kecil yang ada di pasar tradisional meminjam uang tentu juga sangat dibutuhkan walaupun kadang pinjaman uang tersebut bukan sebagai modal melainkan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Namun yang menjadi perbedaan dengan jenis usaha lain yang lebih besar adalah para pedagang ini melakukan pinjaman uang dalam jumlah yang kecil. Dan pinjaman tersebut sering dilakukan kepada jasa lembaga kredit informal. Banyak faktor yang mempengaruhi pedagang tersebut untuk meminjam uang di jasa lembaga kredit informal, seperti faktor lingkungan, faktor psikologi individu, atau faktor dari jasa kredit informal tersebut. Dalam penelitian ini penulis mengambil beberapa faktor yang berpengaruh terhadap keputusan pedagang dalam mengambil modal di lembaga kredit informal. Faktor- faktor yang dimaksud meliputi jumlah kebutuhan modal, intensitas informasi dari pedagang lain, jumlah pendapatan keluarga, dan persyaratan pengajuan kredit. . Faktor-faktor tersebut merupakan faktor yang sangat mendasar dalam pengambilan keputusan dan selalu dipertimbangkan oleh pedagang. Selain itu, faktor tersebut juga merupakan faktor pembentuk dan penghambat dalam pengambilan keputusan . Kebutuhan akan modal usaha guna menjalankan ataupun mengembangkan usaha adalah salah satu faktor utama dalam suatu usaha. Begitu pula menjadi seorang pedagang, persaingan di pasar membuat para pedagang lebih giat untuk mencari tambahan modal untuk memperbaiki usahanya. Banyaknya pemodal formal yang memberikan modal dengan bunga yang cukup ringan, namun kesulitan dalam proses peminjaman membuat para pedagang lebih

(23) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 4 tertarik pada pemodal informal seperti pelepas uang (rentenir). Hal ini dikarenakan pemodal informal tampak mempermudah dengan cara cepat dan mudah meskipun dalam prosesnya justru nantinya akan merugikan diri sendiri. Pengambilan modal di lembaga kredit informal (terutama jasa pelepas uang) bagi pedagang di pasar tradisional saat ini sudah menjadi semacam kebiasaan tersendiri. Hal ini karena kebutuhan akan dana yang mudah dan cepat menjadi alasan bagi pedagang selain karena keinginan untuk mengembangkan usahanya. Karena adanya kemudahan tersebut maka selanjutnya pedagang kembali lagi memilih pinjaman modal di lembaga kredit formal secara terus menerus. Di sisi lain adanya jasa lembaga kredit informal tersebut tidak diatur dan diawasi dalam undang-undang niaga sehingga keberadaannya justru semakin meningkat. Pemahaman akan agama dari para pedagang sendiri juga masih lemah, sehingga tidak memikirkan bagaimana baik/ buruknya terlibat dalam usaha pinjam meminjam di lembaga kredit informal. Pada penelitian ini penulis mengambil lokasi Pasar Umum Muntilan sebagai tempat penelitian. Pasar Umum Muntilan adalah pasar yang terletak di kecamatan Muntilan, Kabupaten Magelang yang sudah puluhan tahun berdiri dan dijadikan pusat kegiatan ekonomi warga muntilan . Yang menarik dari pasar ini adalah pedagang yang berjualan tidak hanya dari wilayah Muntilan saja melainkan juga dari daerah atau kecamatan lain seperti Kecamatan Dukun, Salam, Srumbung, Mungkid, bahkan dari daerah kabupaten Kulon Progo dan Sleman juga banyak yang berjualan di pasar ini. Secara sekilas memang pasar

(24) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 5 ini adalah pasar terbesar se-Kabupaten Magelang yang hampir berfungsi sebagai penyangga kegiatan perekonomian Kabupaten Magelang. Lokasi dan akses menuju pasar yang mudah juga ikut membantu berkekmbangnya pasar ini, karena pasar ini berada dipinggir jalan yang menghubungkan Yogyakarta dan Semarang serta behadap- hadapan dengan terminal bus Drs. Prayitno Muntilan. Keputusan pengambilan modal oleh pedagang di pasar Umun Muntilan pada lebaga kredit informal tidak terlepas oleh pengaruh dari adanya informasi dari pedagang lain dan jumlah pendapatan keluarga. Pedagang lain yang ada di pasar berfungsi sebagai pemberi informasi akan pinjaman modal kepada rekan sesama pedagang, sehingga kebutuhan akan modal rekan pedagang tersebut dapat segera diatasi. Tingginya tingkat kebutuhan hidup baik secara pribadi ataupun keluarga menimbulkan dampak yang positif dalam membangun etos kerja. Apalagi dengan jumlah penghasilan keluarga yang tetap tetapi kebutuhan keluarga justru semakin banyak, maka pedagang perlu mencari alternatif pinjaman untuk menutupi kebutuhan keluarga tersebut. Pengambilan modal untuk mengembangkan usaha adalah salah satu cara agar pendapatan semakin meningkat. Tetapi tanpa didasari dengan pengetahuan dan perhitungan akan sumber modal yang kurang baik, maka pedagang akan semakin terlibat dalam hutang yang dalam perputarannya justru tidak dipergunakan untuk kepentingan usaha. Hal ini pasti akan menyebabkan kesulitan di kemudian hari. Sehingga dalam hal ini pedagang juga harus melihat bagaimana persyaratan kredit yang akan diajukan, tetapi pedagang dalam hal ini justru cenderung

(25) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 6 mementingkan tersedianya dana secara cepat daripada mempertimbangkan baik buruknya persyaratan kredit yang diberikan. Dengan adanya faktor-faktor tersebut yang mempengaruhi sebuah keputusan pembelian dalam hal ini keputusan pengambilan modal, maka konsumen akan memiliki persepsi sendiri dalam menentukan keputusan pengambilan modal di lembaga kredit informal (pelepas uang). Dengan melihat faktor-faktor tersebut maka menarik bagi penulis untuk mengambil judul penelitian: “Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Keputusan Peminjaman Modal Pada Lembaga Kredit Informal Oleh Pedagang di Pasar Umum Muntilan” B. Identifikasi Masalah Masyarakat lebih tertarik mengambil modal dilembaga kredit informal dari pada dilembaga kredit formal. Hal ini disebabkan oleh berbagai faktor, diantaranya sebagai berikut : jumlah kebutuhan modal, intensitas informasi dari pedagang lain, jumlah pendapatan keluarga, dan pengajuan persyaratan kredit. C. Rumusan Masalah Dari uraian diatas, maka penulis dapat merumuskan beberapa permasalahan sebagai berikut: 1. Apakah ada pengaruh signifikan jumlah kebutuhan modal terhadap keputusan pedagang dalam meminjam modal di lembaga kredit Informal ?

(26) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 7 2. Apakah ada pengaruh signifikan intensitas informasi dari pedagang lain terhadap keputusan pedagang dalam meminjam modal di lembaga kredit informal ? 3. Apakah ada pengaruh signifikan jumlah pendapatan keluarga terhadap keputusan pedagang dalam meminjam modal di lembaga kredit informal ? 4. Apakah ada pengaruh signifikan pengajuan persyaratan kredit terhadap keputusan pedagang dalam meminjam modal di lembaga kredit informal ? 5. Apakah ada pengaruh signifikan jumlah kebutuhan modal, intensitas informasi dari pedagang lain, jumlah penghasilan keluarga, dan pengajuan persyaratan kredit terhadap keputusan pedagang dalam mengambil modal di lembaga kredit informal ? D. Definisi Operasional 1. Jumlah Kebutuhan Modal Definisi operasional jumlah kebutuhan modal usaha adalah besarnya dana yang dibutuhkan setiap bulan baik untuk memenuhi kebutuhan modal usaha dan kebutuhan rumah tangga pedagang. Indikator: a. Besarnya modal usaha yang dibutuhkan pedagang setiap bulan. b. Besarnya pengeluaran rumah tangga pedagang setiap bulan.

(27) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 8 2. Intensitas Informasi dari Pedagang Lain Definisi operasional intensitas informasi dari pedagang lain adalah sesama pedagang yang dapat dipercaya dan memberi informasi mengenai pinjaman modal dari lembaga kredit informal. Indikator: a. Rekomendasi pedagang lain dalam pengambilan modal. b. Pengaruh kelompok (paguyuban pedagang) dalam pengambilan keputusan. 3. Jumlah Pendapatan Keluarga Definisi operasional jumlah penghasilan keluarga adalah jumlah total penghasilan keluarga dalam satu bulan. Indikator: a. Banyaknya penghasilan keluarga pedagang dalam satu bulan. 4. Pengajuan Persyaratan Kredit Definisi operasional pengajuan persyaratan keredit adalah peryaratan yang harus dipenuhi pedagang untuk meminjam modal di lembaga kredit informal. Indikator: a. Besarnya bunga pinjaman. b. Adanya jaminan/ agunan saat mengajukan kredit. c. Jangka waktu pengembalian pinjaman.

(28) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 9 5. Keputusan pedagang dalam meminjam modal pada lembaga kredit informal Definisi operasional keputusan pedagang dalam mengambil modal pada lembaga kredit informal adalah tindakan pedagang yang akan mengambil modal di lembaga kredit informal setelah melalui berbagai pertimbangan. Indikator: a. Banyaknya jumlah pinjaman modal. b. Frekuensi pedagang dalam meminjam modal. E. Tujuan Penelitian Dari rumusan masalah di atas maka tujuan penelitian ini untuk: 1. Mengetahui ada tidaknya pengaruh signifikan jumlah kebutuhan modal terhadap keputusan pedagang dalam meminjam modal di lembaga kredit Informal. 2. Mengetahui ada tidaknya pengaruh signifikan intensitas informasi dari pedagang lain terhadap keputusan pedagang dalam meminjam modal di lembaga kredit informal. 3. Mengetahui ada tidaknya pengaruh signifikan jumlah pendapatan keluarga terhadap keputusan pedagang dalam meminjam modal di lembaga kredit informal. 4. Mengetahui ada tidaknya pengaruh signifikan pengajuan persyaratan kredit terhadap keputusan pedagang dalam meminjam modal di lembaga kredit informal.

(29) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 10 5. Mengetahui ada tidaknya pengaruh signifikan jumlah kebutuhan modal, intensitas informasi dari pedagang lain, jumlah penghasilan keluarga, dan pengajuan persyaratan kredit terhadap keputusan pedagang dalam meminjam modal di lembaga kredit informal ? F. Manfaat Penelitian Berdasarkan tujuan di atas maka harapan penulis dalam penelitian ini dapat digunakan secara teoritis dan praktis untuk: 1. Bagi Pedagang Hasil penelitian ini diharapkan mampu memberikan masukan bagi pedagang dalam memilih pemodal yang lebih baik, sehingga dalam mengambil keputusan meminjam modal bisa lebih diperhitungkan lagi. 2. Bagi Pihak Lain Diharapkan penelitian ini dapat dijadikan sebagai tolak ukur dalam merintis usaha guna mengentaskan pengangguran atau untuk menambah penghasilan

(30) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Tinjauan Teoritis 1. Jumlah Kebutuhan Modal a. Pengertian Modal Pengertian modal usaha menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia dalam Listyawan Ardi Nugraha (2011:9) “modal usaha adalah uang yang dipakai sebagai pokok (induk) untuk berdagang, melepas uang, dan sebagainya; harta benda (uang, barang, dan sebagainya) yang dapat dipergunakan untuk menghasilkan sesuatu yang menambah kekayaan”. Modal dalam pengertian ini dapat diinterpretasikan sebagai sejumlah uang yang digunakan dalam menjalankan kegiatan-kegiatan bisnis. Banyak kalangan yang memandang bahwa modal uang bukanlah segala-galanya dalam sebuah bisnis. Namun perlu dipahami bahwa uang dalam sebuah usaha sangat diperlukan. Yang menjadi persoalan di sini bukanlah penting tidaknya modal, karena keberadaannya memang sangat diperlukan, akan tetapi bagaimana mengelola modal secara optimal sehingga bisnis yang dijalankan dapat berjalan lancar (Amirullah, 2005:7). 11

(31) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 12 Menurut Bambang Riyanto (1997:19) pengertian modal usaha sebagai ikhtisar neraca suatu perusahaan yang menggunakan modal konkrit dan modal abstrak. Modal konkrit dimaksudkan sebagai modal aktif sedangkan modal abstrak dimaksudkan sebagai modal pasif. b. Jenis-jenis Modal 1) Modal Sendiri Menurut Mardiyatmo (2008) mengatakan bahwa modal sendiri adalah modal yang diperleh dari pemilik usaha itu sendiri. Modal sendiri terdiri dari tabungan, sumbangan, hibah, saudara, dan lain sebagainya. Kelebihan modal sendiri adalah: a) Tidak ada biaya seperti biaya bunga atau biaya administrasi sehingga tidak menjadi beban perusahaan. b) Tidak tergantung pada pihak lain, artinya perolehan dana diperoleh dari setoran pemilik modal. c) Tidak memerlukan persyaratan yang rumit dan memakan waktu yang relatif lama. d) Tidak ada keharusan pengembalian modal, artinya modal yang ditanamkan pemilik akan tertanam lama dan tidak ada masalah seandainya pemilik modal mau mengalihkan ke pihak lain.

(32) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 13 Sedangkan kekurangan modal sendiri adalah: a) Jumlahnya terbatas, artinya untuk memperoleh dalam jumlah tertentu sangat tergantung dari pemilik dan jumlahnya relatif terbatas. b) Perolehan modal sendiri dalam jumlah tertentu dari calon pemilik baru (calon pemegang saham baru) sulit karena mereka akan mempertimbangkan kinerja dan prospek usahanya. c) Kurang motivasi pemilik, artinya pemilik usaha yang menggunakan modal sendiri motivasi usahanya lebih rendah dibandingkan dengan menggunakan modal asing. 2) Modal Asing (Pinjaman) Modal asing atau modal pinjaman adalah modal yang biasanya diperoleh dari pihak luar perusahaan dan biasanya diperoleh dari pinjaman. Keuntungan modal pinjaman adalah jumlahnya yang tidak terbatas, artinya tersedia dalam jumlah banyak. Di samping itu, dengan menggunakan modal pinjaman biasanya timbul motivasi dari pihak manajemen untuk mengerjakan usaha dengan sungguh-sungguh. Sumber dana dari modal asing dapat diperoleh dari: a) Pinjaman dari dunia perbankan, baik dari perbankan swasta maupun pemerintah atau perbankan asing.

(33) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 14 b) Pinjaman dari lembaga keuangan seperti perusahaan pegadaian, modal ventura, asuransi leasing, dana pensiun, koperasi atau lembaga pembiayaan lainnnya. c) Pinjaman dari perusahaan non keuangan. Kelebihan modal pinjaman adalah: a) Jumlahnya tidak terbatas, artinya perusahaan dapat mengajukan modal pinjaman ke berbagai sumber. Selama dana yang diajukan perusahaan layak, perolehan dana tidak terlalu sulit. Banyak pihak berusaha menawarkan dananya ke perusahaan yang dinilai memiliki prospek cerah. b) Motivasi usaha tinggi. Hal ini merupakan kebalikan dari menggunakan modal sendiri. Jika menggunakan modal asing, motivasi pemilik untuk memajukan usaha tinggi, ini disebabkan adanya beban bagi perusahaan untuk mengembalikan pinjaman. Selain itu, perusahaan juga berusaha menjaga image dan kepercayaan perusahaan yang memberi pinjaman agar tidak tercemar. Kekurangan modal pinjaman adalah: a) Dikenakan berbagai biaya seperti bunga dan biaya administrasi. Pinjaman yang diperoleh dari lembaga lain sudah pasti disertai berbagai kewajiban untuk membayar jasa seperti: bunga, biaya administrasi, biaya provisi dan komisi, materai dan asuransi.

(34) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 15 b) Harus dikembalikan. Modal asing wajib dikembalikan dalam jangka waktu yang telah disepakati. Hal ini bagi perusahaan yang sedang mengalami likuiditas merupakan beban yang harus ditanggung. c) Beban moral. Perusahaan yang mengalami kegagalan atau masalah yang mengakibatkan kerugian akan berdampak terhadap pinjaman sehingga akan menjadi beban moral atas utang yang belum atau akan dibayar (Kasmir, 2007:91). 3) Modal Patungan Selain modal sendiri atau pinjaman, juga bisa menggunakan modal usaha dengan cara berbagai kepemilikan usaha dengan orang lain. Caranya dengan menggabungkan antara modal sendiri dengan modal satu orang teman atau beberapa orang (yang berperan sebagai mitra usaha) (Jackie Ambadar, 2010:15). Dari pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa modal usaha adalah harta yang dimiliki untuk digunakan dalam menjalankan kegiata usaha dengan tujuan memperoleh laba yang optimal sehingga diharapkan bisa meningkatkan pendapatan pedagang kecil di Pasar Umum Muntilan.

(35) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 16 2. Intensitas Informasi Pedagang Lain a. Pengertian Intensitas Kata intensitas berasal dari Bahasa Inggris yaitu intense yang berarti semangat, giat (John M. Echols, 1993: 326). Sedangkan menutrut Nurkholif Hazim (2005: 191), bahwa: Intensitas adalah kebulatan tenaga yang dikerahkan untuk suatu usaha. Jadi intensitas secara sederhana dapat dirumuskan sebagai usaha yang dilakukan oleh seseorang dengan penuh semangat untuk mencapai tujuan. Perkataan intensitas sangat erat kaitannya dengan motivasi, antara keduanya tidak dapat dipisahkan. Intensitas merupakan realitas dari motivasi dalam rangka mencapai tujuan yang diharapkan yaitu peningkatan prestasi, sebab seseorang melakukan usaha dengan penuh semangat karena adanya motivasi Nuraini (2011: 12) menyatakan intensitas memiliki beberapa indikator yaitu sebagai berikut: 1) Motivasi Pengertian dasar motivasi adalah keadaan internal organisme (baik manusia maupun hewan) yang mendorongnya untiuk melakukan sesuatu. Disini motivasi berarti pemasok daya untuk berbuat atau bertingkah laku secara terarah. Motivasi dapat dibedakan menjadi dua macam yaitu motivasi intrinsik dan motivasi ekstrinsik. Motivasi intrinsik adalah keadaan yang

(36) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 17 berasal dari dalam diri individu yang dapat melakukan tindakan, termasuk didalamnyan adalah perasaan menyukai materi dan kebutuhannya terhadap materi tersebut. Sedangkan motivasi ekstrinsik adalah hal atau keadaan yang mendorong untuk melakukan tindakan karena adanya rangsangan dari luar individu. 2) Durasi kegiatan Durasi kegiatan yaitu berapa lamanya kemampuan penggunaan untuk melakukan kegiatan. Dari indikator ini dapat dipahami bahwa motivasi akan terlihat dari kemampuan seseorang menggunakan waktunya untuk melakukan kegiatan. 3) Frekuensi kegiatan Frekuensi dapat diartikan dengan kekerapan atau kejarangan kerapnya, frekuensi yang dimaksud adalah seringnya kegiatan itu dilaksanakan dalam periode waktu tertentu. Misalnya dengan seringnya siswa melakukan belajar baik disekolah maupun diluar sekolah. 4) Presentasi Presentasi yang dimaksud adalah gairah, keinginan atau harapan yang keras yaitu maksud, rencana, cita-cita atau sasaran, target dan idolanya yang hendak dicapai dengan kegiatan yang dilakukan. Ini bisa dilihat dari keinginan yang kuat bagi siswa untuk belajar.

(37) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 18 5) Arah sikap Sikap sebagai suatu kesiapan pada diri seseorang untuk bertindak secara tertentu terhadap hal-hal yang bersifat positif ataupun negatif. Dalam bentuknya yang negatif akan terdapat kecendrungan untuk menjauhi, menghindari, membenci, bahkan tidak menyukai objek tertentu. Sedangkan dalam bentuknya yang positif kecendrungan tindakan adalah mendekati, menyenangi, dan mengharapkan objek tertentu. 6) Minat Minat timbul apabila individu tertarik pada sesuatu karena sesuai dengan kebutuhannya atau merasakan bahwa sesuatu yang akan digeluti memiliki makna bagi dirinya.Minat ini erat kaitannya dengan kepribadian dan selalu mengandung unsur afektif, kognitif, dan kemauan. Ini memberikan pengertian bahwa individu tertarik dan kecendrungan pada suatu objek secara terus menerus, hingga pengalaman psikisnya lainnya terabaikan. b. Pengertian Informasi Tidak mudah untuk mendefinisikan konsep informasi karena istilah yang satu ini mempunyai bermacam aspek, ciri, dan manfaat yang satu dengan yang lainnya terkadang sangat berbeda. Informasi merupakan data yang berasal dari fakta yang tercatat dan selanjutnya dilakukan

(38) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 19 pengolahan (proses) menjadi bentuk yang berguna atau bermanfaat bagi pemakainya. Informasi adalah hasil dari kegiatan pengolahan data yang memberikan bentuk yang lebih berarti dari suatu kejadian. Kemudian pengertian lain dari informasi adalah data berupa catatan historis yang dicatat dan diarsipkan tanpa maksud dan segera diambil kembaliuntuk pengambilan keputusan. Data yang telah diletakkan dalam konteks yang lebih berarti dan berguna yang dikomunikasikan kepada penerima untuk digunakan di dalam pembuatan keputusan. Menurut Davis yang dikutip oleh Abdul Kadir (2003: 28) Informasi adalah data yang telah diolah menjadi sebuah bentuk yang berarti bagi penerimanya dan bermanfaat bagi pengambilan keputusan saat ini atau saat mendatang. Informasi merupakan kumpulan data yang diolah menjadi bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi yang menerima (Andri Kristanto, 2003: 6). Informasi adalah data yang diolah menjadi bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi yang menerimanya (Jogiyanto, 1990: 8). Menurut Yusup (2009: 11) Ditinjau dari sudut pandang dunia kepustakawan dan perpustakaan, informasi adalah suatu rekaman fenomena yang diamati,atau bisa juga berupa putusan-putusan yang dibuat seseorang. Sebuah fenomena akan menjadi informasi jika ada yang melihatnya atau menyaksikannya atau bahkan mungkin merekamnya.Hasil kesaksian atau rekaman dari orang yang melihat atau menyaksikan peristiwa atau fenomena itulah yang dimaksud

(39) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 20 informasi.jadi dalam hal ini informasi lebih bermakna berita. Dari berbagai pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa informasi merupakan hasil kesaksian atau rekaman peristiwa atau data yang berasal dari fakta yang tercatat dan selanjutnya dilakukan pengolahan (proses) menjadi bentuk yang berguna dan berarti bagi pemakainya yang pada akhirnya akan mempengaruhi kehidupan pemakai informasi c. Pengertian Pedagang dan Jenis-Jenisnya Apabila kita berbicara tentang masalah pedagang, kita akan ingat kepada jual beli khususnya, dan pada ekonomi umumnya, karena setiap kali kita pergi berbelanja ke pasar kita berjumpa dengan pedagang, sebab pedagang ini adalah orang yang berjualan. Bagi kita pengertian pedagang ini bukanlah suatu hal yang baru karena dalam perkataan sehari-hari ataupun secara umum selalu kita artikan orang yang berjualan. WAS. Poerwadarminta di dalam bukunya Kamus Urnurn Bahasa Indonesia memberikan pengertian tentang pedagang yaitu orang yang berjualan". Dan pengertian yang diberikan WJ.S. Poerwadarminta ini maka dapat dilihat bahwa setiap orang yang pekerjaannya berjualan, baik ia berjualan bahan-bahan pokok kebutuhan sehari-hari (primer) maupun bahan-bahan kebutuhan tambahan (sekunder) adalah disebut pedagang. d. Jenis- Jenis Pedagang

(40) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 21 Jenis-jenis pedagang ini lazim dibedakan berdasarkan pada cara menawarkan barang dagangannya masing-masing. 1) Pedagang keliling Pedagang keliling adalah pedagang yang menawarkan barang dagangannya dengan cara berkeliling. Berkeliling di sini biasanya dilakukan dari RT ke RT, dari RW ke RW, dari kampung ke kampung, atau dari desa ke desa. Barang yang mereka tawarkan biasanya digendong, dipikul. Didorong dengan gerobak, atau diangkut dengan sepeda atau kendaraan bermotor yang termasuk pedagang jenis ini adalah pedagang jamu gendong, pedagang bakso, pedagang es krim dan lain-lain. 2) Pedagang Asongan Pedagang asongan adalah pedagang yang menawarkan barang dagangannya dengan cara menempatkannya di kotak kecil yang mudah dibawa dan dipindah-pindahkan. Kotak tersebut biasanya mereka kalungkan di leher seperti tas, dan barangbarang yang mereka tawarkan biasanya berupa rokok, korek api, kembang gula, kertas tisu, kacang, kuaci, buah, dan barangbarang ringan lainnya. 3) Pedagang Kaki Lima Pedagang kaki lima adalah pedagang yang menawarkan barang dagangannya dengan cara menggelarnya di trotoar atau di tepi jalan yang ramai. Untuk menggelar dagangannya, mereka

(41) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 22 menggunakan tikar, terpal atau semacam balai-balai. Barangbarang yang mereka tawarkan umumnya berupa sepatu, pakaian, makanan, buah-buahan dan lain – lain. 4) Pedagang Grosir Grosir adalah pedagang yang dalam menawarkan barang tidak langsung berhadapan dengan calon pembeli. Pedagang grosir tidak langsung menawarkan barang kepada calon pembeli sebagaimana pedagang eceran, melainkan calon pembelilah yang mendatangi pedagang grosir. 3. Jumlah Pendapatan Keluarga a. Pengertian Pendapatan Meskipun tujuan pedagang yang satu dengan yang lainnya berbeda, akan tetapi ada satu tujuan yang mungkin dimiliki oleh setiap pedagang yaitu mencapai keuntungan maksimal sehingga pendapata meningkat, kesejahteraanpun akan ikut meningkat juga. Dari uraian di atas pendapatan yang diperlukan agar kegiatan usaha tetap berlangsung merupakan tanda usahanya mengalami perkembangan. Pengertian pendapatan usaha (operating income) menurut Kamus Ekonomi Bisnis Perbankan (1999:310) dalam Listyawan Ardi Nugraha (2011: 16) disamakan dengan laba usaha (operating income) yaitu pendapatan usaha dari hasil operasi/kegiatan usaha. Menurut Soediyono (1992:99) Pendapatan adalah pendapatan

(42) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 23 yang yang diterima oleh anggota masyarakat untuk jangka waktu tertentu sebagai balas jasa atas faktor-faktor yang mereka sumbangkan dalam turut serta membentuk produksi nasional. Menurut Iskandar Putong (2002: 165) Pendapatan adalah semua jenis pendapatan, termasuk pendapatan yang diperoleh tanpa memberikan sesuatu kegiatan apa pun yang diterima oleh penduduk suatu negara. Sedangkan dalam pengertian makro Pendapatan diartikan sebagai keseluruhan pengahasilan atau penerimaan yang diperoleh para pemilik faktor produksi dalam suatu masyarakat selama kurun waktu tertentu (Djamil Suyuti, 1989:24). Pendapatan adalah pengahasilan yang diterima oleh seseorang dari usaha atau kegiatan yang dilakukan dalam jangka waktu tertentu yang dapat berupa barang dan jasa. Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa pedagang kecil adalah hasil atau nilai yang diperoleh pedagang kecil di Pasar Umum Muntilan berdasarkan jumlah penjualan dikurangi dengan jumlah pengeluaran yang digunakan dalam kegiatan berdagang tersebut dalam satu bulan. b. Cara Menghitung Pendapatan Untuk mengetahui besarnya pendapatan ada 3 pendekatan perhitungan yaitu: 1) Pendekatan hasil produksi (product approach)

(43) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 24 Dengan pendekatan hasil produksi, besarnya pendapatan dapat diketahui dengan mengumpulkan data tentang hasil akhir barang atau jasa untuk suatu periode tertentu dari suatu unit produksi yang menghasilkan barang atau jasa. 2) Pendekatan pendapatan Menghitung pendapatan dengan mengumpulkan data tentang pendapatan yang diperoleh seseorang. 3) Pendekatan pengeluaran Menghitung besarnya pendapatan dengan menjumlahkan seluruh pengeluaran yang dilakukan oleh suatu unit ekonomi (Soediyono, 1992: 21-22). Untuk menghitung besarnya pendapatan yang diperoleh para pedagang, ketiga pendekatan tersebut dapat digunakan salah satu atau juga ketiga-tiganya. Dalam penelitian ini pendekatan yang digunakan adalah pendekatan pendapatan, yaitu untuk menghitung pendapatan para pedagang dengan cara mengumpulkan data tentang pendapatan yang diperoleh para pedagang. c. Pengertian Keluarga Keluarga menurut Undang-Undang Nomor 52 Tahun 2009 Pasal 1 Ayat 6 adalah "unit terkecil dalam masyarakat yang terdiri dari suami, istri atau suami istri dan anaknya atau ayah dan anaknya atau ibu dan anaknya". Keluarga merupakan institusi terkecil dalam masyarakat juga sebagai wahana utama dan pertama bagi anggota-anggotanya untuk

(44) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 25 mengembangkan potensi dan aspek sosial dan ekonomi. Keluarga adalah suatu kelompok dari orang-orang yang disatukan oleh ikatan perkawinan, darah dan adopsi, dan berkomunikasi satu sama lain yang menimbulkan peranan-peranan sosial bagi suami dan istri, ayah dan ibu, anak laki-laki dan perempuan, saudara laki-laki dan perempuan serta merupakan pemeliharaan kebudayaan bersama. Setiap keluarga pasti memiliki tujuan yang ingin dicapai dalam setiap tahapan hidupnya. Adapun tujuan dari membentuk keluarga yaitu untuk mewujudkan kesejahteraan bagi setiap anggotanya. Terdapat delapan fungsi utama untuk mencapai tujuan keluarga menurut Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 21 Tahun 1994 yang terdiri dari fungsi keagamaan, sosial, cinta kasih, melindungi, reproduksi, sosialisasi dan pendidikan, ekonomi dan pembinaan lingkungan (BKKBN 1996). Selanjutnya peran keluarga terbagi menjadi dua, peran utama yaitu peran ekpresif dan peran instrumental. Peran ekspresif adalah untuk memenuhi keutuhan emosi (cinta kasih, ikatan suami-istri, dan ikatan orangtua-anak) dan perkembangan anak yang di dalamnya meliputi moral, loyalitas, dan sosialisasi anak. Sedangkan peran instrumental adalah peran manajemen sumberdaya keluarga yang dimiliki (fungsi ekonomi) untuk mencapai berbagai tujuan keluarga melalui prokreasi dan sosialisasi anak, serta dukungan dan pengembangan anggota keluarga. d. Fungsi Ekonomi Keluarga Salah satu fungsi keluarga menurut Peraturan Pemerintah Nomor

(45) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 26 21 Tahun 1994 yang terdapat dalam BKKBN (1996) adalah fungsi ekonomi. Sebagai suatu unit ekonomi keluarga merupakan alat untuk melakukan aktivitas agar memperoleh hasil yang diinginkan, seperti kepuasan, tujuan, gaya hidup, standar hidup, kesejahteraan, keamanan, kemampuan dan keterampilan untuk proses produksi dan konsumsi. Beberapa fungsi ekonomi keluarga yaitu pengalokasian sumberdaya untuk pelayanan kesejahteraan dengan memproduksi, mendistribusikan dan mengonsumsi produk diantara anggota keluarga. Keluarga perlu melakukan aktivitas ekonomi secara produktif untuk memenuhi kebutuhannya, aktivitas ekonomi yang dilakukan oleh keluarga diantaranya: 1) Mencari pendapatan: Orang melakukan aktivitas seperti bekerja untuk mendapatkan penghasilan berupa gaji atau upah, keuntungan pengusaha bisnis, dan perolehan dari investasi. 2) Konsumsi: Konsumsi diartikan sebagai pemakaian atau penghabisan barang-barang seperti komoditi dan jasa yang bertujuan untuk memenuhi keinginan. 3) Menggunakan: Menggunakan dapat diartikan sebagai tindakan pemakaian suatu sumber ekonomi dan non-ekonomi secara efektif untuk mencapai tujuan tertentu. 4) Meminjam: Agar tercapainya pemenuhan kebutuhan maka keluarga pasti pernah melakukan peminjaman atau berhutang dalam jangka waktu tertentu dengan perjanjian akan dikembalikan sejumlah

(46) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 27 peminjamannya tersebut. 5) Menabung: Menabung merupakan aktivitas memindahkan alokasi uang untuk masa mendatang atau penghasilan saat ini yang tidak habis untuk dikonsumsi. 6) Investasi: Investasi merupakan kegiatan mengerahkan sumberdaya yang ada berupa uang ataupun properti untuk memproduksi barang dan jasa agar memperoleh keuntungan berupa bunga, uang sewa, perolehan modal, dan pendapatan lainnya. 7) Pembayaran Pajak: Pembayaran pajak merupakan perilaku sukarela seseorang untuk membayarkan pajak kepada pemerintah. 4. Pengajuan Persyaratan Kredit a. Pengertian Kredit Istilah kredit berasal dari bahasa Yunani “Credere” yang berarti kepercayaan, oleh karena itu dasar dari kredit adalah kepercayaan. Seseorang atau semua badan yang memberikan kredit (kreditur) percaya bahwa penerima kredit (debitur) di masa mendatang akan sanggup memenuhi segala sesuatu yang telah dijanjikan itu dapat berupa barang, uang atau jasa (Thomas. S, dkk, 1998:12). Kredit yang diberikan oleh bank dapat didefinisikan sebagai penyediaan uang atau tagihan yang dapat dipersamakan dengan itu, berdasarkan persetujuan atau kesepakatan pinjam-meminjam antara bank dengan pihak lain yang mewajibkan pihak peminjam untuk melunasi hutangnya setelah jangka

(47) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 28 waktu tertentu dengan jumlah bunga, imbalan atau pembagian hasil keuntungan. Berdasarkan Undang-undang Nomor 10 tahun 1998 tentang Perubahan atas Undang-undang Nomor 7 tahun 1992 tentang Perbankan, yang dimaksud dengan kredit adalah sebagai berikut : “penyediaan uang atau tagihan yang dapat dipersamakan dengan itu, berdasarkan persetujuan atau kesepakatan pinjam-meminjam antara bank dengan pihak lain yang mewajibkan pihak peminjam untuk melunasi utangnya setelah jangka waktu tertentu dengan pemberian bunga”. Menurut Teguh Pudjo Muljono (2007) dalam bukunya berjudul “Manajemen perkreditan bagi Bank komersiil” mendefinisikan bahwa kredit adalah “kemampuan untuk melaksanakan suatu pembelian atau mengadakan suatu pinjaman 9 dengan suatu janji pembayarannya akan dilakukan pada suatu jangka waktu yang disepakati”. Dari beberapa pengertian tentang kredit yang telah dikemukakan oleh para ahli di atas, maka dapat disimpulkan bahwa kredit adalah penyediaan uang atau tagihan yang dapat dipersamakan dengan itu, berdasarkan persetujuan antara pihak bank dengan pihak peminjam dengan suatu janji bahwa pembayarannya akan dilunasi oleh pihak peminjam sesuai dengan jangka waktu yang telah disepakati beserta besarnya bunga yang telah ditetapkan. b. Unsur-Unsur Kredit Kredit yang diberikan oleh suatu lembaga kredit merupakan

(48) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 29 pemberian kepercayaan. Berdasarkan hal tersebut di atas, maka unsurunsur kredit adalah (Thomas. S, dkk, 1998 :14) 1) Kepercayaan yaitu keyakinan dari si pemberi kredit bahwa prestasi yang diberikannya baik dalam bentuk uang, barang, atau jasa akan benar-benar diterimanya kembali dalam jangka waktu tertentu di masa yang akan datang. 2) Waktu yaitu masa yang memisahkan antara pemberian prestasi dengan kontra prestasi yang akan datang. Dalam unsur waktu ini, terkandung pengertian nilai argo dari uang yaitu uang yang ada sekarang lebih tinggi dari nilai uang yang akan diterima pada masa yang akan datang. 3) Degree of Risk yaitu suatu tingkat risiko yang akan dihadapi sebagai akibat dari adanya jangka waktu yang memisahkan antara pemberian prestasi dengan kontra prestasi yang akan diterima kemudian hari. 4) Prestasi yaitu objek kredit yang tidak saja diberikan dalam bentuk uang, tetapi juga dalam bentuk barang atau jasa. Adapun unsur-unsur yang terkandung dalam pemberian fasilitas kredit adalah sebagai berikut : 1) Kepercayaan. Merupakan suatu keyakinan pemberi kredit (bank) bahwa kredit yang diberikan berupa uang atau jasa akan benarbenar diterima kembali di masa tertentu di masa mendatang. 2) Kesepakatan. Adalah dituangkannya dalam suatu perjanjian di mana

(49) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 30 masing-masing pihak menandatangani hak dan kewajiban masingmasing. 3) Jangka waktu. Setiap kredit yang diberikan pasti memiliki jangka waktu tertentu yang mencakup masa pengembalian kredit yang disepakati. Faktor risiko dapat disebabkan oleh dua hal : 1) Faktor kerugian yang diakibatkan adanya unsur kesengajaan nasabah untuk tidak membayar kreditnya padahal mampu. 2) Faktor kerugian yang ditimbulkan oleh unsur ketidaksengajaan nasabah sehingga mereka tidak mampu membayar kreditnya, misalnya akibat terjadi musibah bencana alam. c. Manfaat Kredit Manfaat kredit bagi pihak bank menurut Pudjo Mulyono pada bukunya “Bank Budgeting” (1996 : 207) adalah : 1) Sebagai sumber pendapatan yang terbesar berupa bunga. Dengan adanya pendapatan bunga ini memungkinkan setiap bank untuk dapat mengembangkan usahanya, apabila kredit yang diberikan dapat berjalan lancar. 2) Untuk menjaga solvabilitasnya, sebab kredit merupakan salah satu bentuk penyaluran dana bank terbesar. Dengan demikian yang diharapkan dari kredit yang lancar tersebut dapat dipakai sebagai sarana untuk pembayaran kembali dana dan bunga yang dipinjamkan dari masyarakat.

(50) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 31 3) Kredit dapat dipakai sebagai alat baik untuk memasarkan produk dan jasa bank yang lain, bahkan saat ini suatu opini (pendapat) yang mengatakan pemberian kredit semata-mata hanya untuk mendapatkan bunga sudah mubadhir. 4) Dengan menyalurkan dana akan mampu mengembangkan para stafnya untuk mengenal dunia bisnis yang lain. 5. Lembaga Kredit Informal Lembaga keuangan dapat dikelompokkan menjadi dua yaitu lembaga keuangan formal dan lembaga keuangan informal/ Lembaga kredit Informal.. Lembaga keuangan formal adalah lembaga keuangan yang dibentuk berdasarkan undang-undang yang keberadaannya dilindungi oleh hukum (Teguh 1999 : 92) . Lembaga keuangan ini terdiri dari lembaga keuangan bank (bank konvensional dan bank syariah) dan lembaga keuangan non bank (koperasi). Sedangkan lembaga keuangan informal merupakan lembaga keuangan baik yang berbentuk organisasi atau individu yang biasanya terbentuk menurut situasi, tanpa diatur oleh undang-undang dan tidak dilindungi oleh pemerintah. (Teguh 1999 : 92). Lembaga ini cendrung bertindak menurut aturan main mereka sendiri sehingga sering mengakibatkan kerugian di salah satu pihak. Lembaga keuangan informal ini antara lain yang kita kenal dengan rentenir, pengijon, bank plecit.

(51) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 32 Fungsi lembaga keuangan menyediakan jasa sebagai perantara antara pemilik modal dan pasar utang yang bertanggung jawab dalam penyaluran dana dari investor kepada perusahaan yang membutuhkan dana tersebut. Kehadiran lembaga keuangan inilah yang memfasilitasi arus peredaran uang dalam perekonomian, dimana uang dari individu investor dikumpulkan dalam bentuk tabungan sehingga resiko dari para investor ini beralih pada lembaga keuangan yang kemudian menyalurkan dana tersebut dalam bentuk pinjaman utang kepada yang membutuhkan. Ini adalah merupakan tujuan utama dari lembaga penyimpan dana untuk menghasilkan pendapatan Lembaga keuangan informal dengan fungsi sama-sama menyalurkan dana kepada konsumen yang membutuhkan. Lembaga perkreditan ini beroperasi berdampingan dengan lembaga formal. Lembaga perkreditan ini cendrung beroperasi di wilayah pinggiran, pedesaan, atau pasar-pasar tradisional. Disadari atau tidak lembaga ini mempunyai pengaruh positif dan negatif bagi. Dalam kondisi terjepit banyak dari anggota masyarakat yang jatuh dalam genggaman lintah darat atau rentenir. Target peminjam (debitur) lembaga informal biasanya orang-orang dengan ekonomi lemah yang tinggal di kota atau pinggiran kota, seperti buruh kecil, pegawai kecil dan perajin kecil atau dengan istilah lain masyarakat yang kurang mampu dari segi ekonomi. a. Jenis Lembaga Kredit Informal Menurut Deni Mukbar Peneliti AKATIGA, Divisi Usaha Kecil dan Studi Perdesaan lembaga kredit informal antara lain :

(52) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 33 1) Arisan. Adalah lembaga tabungan kolektif yang diselenggarakan oleh banyak orang, umumnya pertetanggaan. Jumlah peserta arisan pun berbeda-beda, tergantung kelompok bersangkutan. Ada berbagai macam bentuk arisan bergantung tujuan penampungannya, seperti arisan uang, arisan honda (arisan untuk motor), atau arisan berbagai bentuk barang lainnya. 2) Rentenir. Masyarakat setempat mengenal model pinjaman sejenis rentenir sebagai `bank harian’. Istilah tersebut muncul karena pengelola pinjaman menjalankan aktivitas `dagang uang’ setiap hari. Selain itu, ada pula yang mengenalnya sebagai `bank ucek-ucek’ , karena mereka mendatangi pengguna jasanya setiap pagi, sekitar jam 07.30 -09.00. 3) KredittBarang. Selain itu, masyarakat pun dapat memanfaatkan sumber pinjaman berbentuk barang, dikenal dengan sebutan kreditan barang (mindring). Tata cara peminjaman hampir sama dengan bank harian, pemberi pinjaman barang berkeliling menagih kepada peminjam sekaligus mencari calon peminjam lainnya. Namun ada pula model pembayaran sekaligus, di saat selepas panen (barnen = bayare wis panen). b. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pilihan Kredit Informal Menurut Muhammad Teguh (1999:108) dalam penelitiannya mengenai Peranan Lembaga Kredit Informal bahwa ada 6 faktor yang mempengaruhi pilihan masyarakat terhadap kredit informal yaitu :

(53) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 34 1) Adanya retristik (pembatasan) yang dibuat oleh lembaga keuangan formal melalui peraturan-peraturan yang diterapkan oleh lembaga tersebut. 2) Adanya keahlian tertentu dari pemberi kredit informal dalam menanggapi kebutuhan masyarakat 3) Akibat ketidaksabaran masyarakat. 4) Keperluan-keperluan yang mendesak dari masyarakat 5) Adanya persepsi masyarakat yang lebih berorientasi pada kebutuhan sekarang daripada dimasa datang 6) Tidak adanya alternatif lain yang dapat dimamfaatkan sebagai sumber dana Ada lima alasan menurut Iyuk Wahyudi kenapa rentenir sebagai lembaga kredit informal tetap eksis sampai sekarang khususnya dikalangan masyarakat miskin dan lemah. (Rentenir, Antara Hujatan dan Sanjungan, Harian Kompas, Senin, 23/09/2008) yaitu: 1) Simpel, tidak birokratis dan berbelit-belit.Sangat mempertimbangkan aspek momentum. Artinya, rentenir mampu memberikan dana nasabahnya disaat yang tepat. 2) Pendekatan budaya setempat, artinya rentenir datang sebagai kawan/kolega yang senyatanya. 3) Bertransaksi dengan didasari oleh saling kenal dan rasa saling percaya.

(54) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 35 4) Pemahaman mendalam terhadap bisnis si nasabah. Artinya, si rentenir tahu kapan waktu panennya, kapan menjual, kapan butuh uang, resiko, bahkan hingga tingkat keuntungan yang akan diperoleh para kliennya. 5) Progresif dan proaktif, artinya lebih sering rentenir terjun langsung ke lokasi usaha si calon nasabah. c. Dampak Negatif dan Positif Rentenir Dampak-dampak negatif dari lembaga kredit informal adalah 1) Bersifat eksploitatif karena adanya kehendak mendapatkan keuntungan yang relatif besar dari pemberi kredit 2) Dalam kurun waktu yang relatif lama kredit ini mengurangi konsumsi dan produksi di masa datang 3) Kredit informal banyak digunakan untuk keperluan konsumtif sehingga mengurangi kegiatan produktif masyarakat di masa yang akan datang. 4) Kenyamanan memiliki barang-barang konsumsi yang relatif jauh dibawah kemampuan pendapatan menimbulkan beban dan kerugian konsumsi bagi masyarakat di masa akan datang dan menimbulkan tabungan yang dipaksakan. 5) Menghambat proses pemerataan distribusi pendapatan masyarakat

(55) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 36 6) Jangka waktu yang pendek dalam pelunasan hutang menyebabkan kesulitan bagi peminjam kredit sehingga mengakibatkan perubahan pada pendapatan, konsumsi dan sumber-sumber lain yang dibutuhkan. Dampak positif dari lembaga kredit informal adalah : 1) Dalam kondisi mendesak , lembaga kredit dapat membantu krisis keuangan sementara 2) Eksistensi lembaga keuangan informal dalam waktu yang relatif singkat dapat meningkatkan konsumsi dan prestasi masyarakat 3) Membantu masyarakat dalam pengadaan input-output produksi B. Hasil Penelitian yang Relevan 1. Hasil penelitian yang relevan dengan penelitian yang dilakukan oleh penulis adalah milik Lubis (2005) dengan judul Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pertimbangan dan Keputusan Pengambilan Kredit Modal Kerja Para Pedagang Pasar Besar Malang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perilaku pedagang pasar besar dalam pengambilan kredit kerja baik dipemodal formal ataupun pemodal informal. Hasil penelitian yang diperoleh adalah pendapatan, tingkat pendidikan, dan fasilitas kredit merupakan faktor-faktor yang dipertimbangkan pedagang pasar besar dalam pengambilan kredit.

(56) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 37 Sedangkan faktor yang dominan yang dipertimbangkan pedagang pasar besar adalah pendapatan. 2. Hasil penelitian kedua yang relevan dengan penelitian yang dilakukan penulis adalah milik Widyaningtiyas (2005) dengan judul FaktorFaktor Yang Mempengaruhi Keputusan Pengambilan Kredit Pada Bank Oleh Pedagang Pasar di Pasar Dinoyo. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan pengambilan kredit pada bank oleh pedagang pasar di Dinoyo. Hasil penelitian yang diperoleh dengan menggunakan metode Chi Square adalah performa bank dan prosedur pinjaman berpengaruh dalam pengambilan kredit. 3. Hasil penelitian kedua yang relevan denngan penelitian yang dilakukan penulis adalah milik Widi (2008) dengan judul Analisis Komparatif Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pengambilan Kredit Non Program, Antara Anggota KUD Dengan Anggota Non KUD. (Studi di KUD Dewi Sri dan KPRI Tut Wuri Handayani di Kab. Tulungagung). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perilaku anggota dan non anggota KUD yang mempengaruhi pengambilan kredit di KUD Dewi Sri dan KPRI Tut Wuri Handayani. Teknik analis penelitian ini menggunakan analisis regresi linier berganda, yang menghasilkan variabel pendapatan, pendidikan, dan jumlah anggota keluarga berpengaruh dalam pengambilan kredit di KUD Dewi Sri sedangkan di

(57) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 38 KPRI Tut Wuri Handayani, jumlah keluarga dan sisa hasil usaha berpengaruh dalam pengambilan kredit. C. Kerangka Berpikir dan Hipotesis 1. Pengaruh jumlah kebutuhan modal terhadap keputusan peminjaman modal pada lembaga kredit informal. Jumlah Kebutuhan modal adalah besarnya dana yang dibutuhkan setiap bulan baik untuk memenuhi kebutuhan modal usaha dan kebutuhan rumah tangga pedagang sebagaimana yang dimaksud dalam tulisan ini. Penulis menduga bahwa jumlah kebutuhan modal menjadi alasan utama mengapa pedagang meminjam uang di lembaga kredit informal. Sehingga jika kebutuhan akan modalnya semakin tingga dan semakin mendesak untuk segera tersedia, maka keputusan pedagang dalam meminjam modal di lembaga kredit informal juga semakin cepat dilakukan. 2. Pengaruh intensitas informasi dari pedagang lain terhadap keputusan pengambilan modal pada lembaga kredit informal. Intensitas informasi dari pedagang lain adalah banyaknya informasi yang didapatkan dari pedagang lain mengenai pinjaman modal pada lembaga kredit informal. Para pedagang ini selain berfungsi sebagai penyedia informasi juga sebagai pendorong atau pengahambat dalam keputusan peminjaman modal. Dengan semakin banyaknya informasi yang diberikan oleh pedagang lain maka keputusan dalam peminjaman modal akan lebih mudah, namun lain hal nya jika informasi yang diberikan

(58) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 39 pedagang lain bersifat mencegah atau memperingatkan justru akan menghambat juga dalam pengambilan keputusan. 3. Pengaruh jumlah pendapatan keluarga terhadap keputusan pengambilan modal pada lembaga kredit informal. Banyaknya jumlah pendapatan keluarga juga mempengaruhi keputusan peminjaman modal. Pendapatan keluarga terdiri dari penghasilan masing-masing anggota keluarga. Yaitu dari pengasilan suami, penghasilan istri, dan penghasilan anak-anak yang semua dialokasikan untuk kebutuhan keluarga. Menurut pandangan penulis jika pendapatan keluarga ini besar maka keeputusan pedagang saat akan meminjam modal akan semakin kecil begitu juga sebaliknya. Sehingga kedua hal ini saling berhubungan. 4. Pengaruh pengajuan persyaratan kredit terhadap keputusan pengambilan modal pada lembaga kredit informal” Pengajuan Pesyaratan kredit merupakan peryaratan yang harus dipenuhi pedagang untuk meminjam modal di lembaga kredit informal. Setiap pedagang tentu meliki alasan dan pertimbangan tertentu sebelum meminajm uang. Namun dengan pengajuan persyaratan kredit yang mudah dan cepat semakin mendorong pedagang untuk melakukan pinjaman dijasa kredit informal. Pengajuan persyaratan kredit ini meliputi ada tidaknya jaminan yang harus diberikan, besar bunga, dan jangka waktu pengembalian. Hal ini mengakibatkan jumlah pinjaman tiap-tiap pedagang berbeda-beda tergantung dengan besar jaminan yang diberikan. Oleh

(59) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 40 karena itu akan sangat mempengaruhi keputusaan dalam pengambilan modal pada lembaga kredit informal. 5. Pengaruh jumlah kebutuhan modal, intensitas informasi dari pedagang lain, jumlah pendapatan keluarga, dan pengajuan persayratan kredit terhadap keputusan peminjaman modal pada lembaga kredit informal Keputusan pedagang di pasar umum Muntilan dalam meminjam uang dijasa kredit informal dipengaruhi oleh seberapa besar jumlah kebutuhan modal yang dibutuhkan para pedagang itu sendiri, kemudian adanya pengaruh dari intensitas informasi dari pedagang lain yang mendorong atau juga menghambat dalam pengambilan keputusan, kemudian besar kecilnya jumlah penghasilan dalam keluarga, dan sulit atau mudahnya pengajuan persyaratan kredit yang diberikan. Dengan jumlah kebutuhan modal yang semakin tinggi, pengaruh intensitas informasi dari pedagang lain yang semakin kuat, kecilnya jumlah penghasilan keluarga untuk memenuhi kebutuhan, dan semakin mudahnya pengajuan persyaratan kredit yang diberikan maka akan semakin besar pula keputusan pedagang dalam meminjam modal di lembaga kredit informal.

(60) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 41 Gambar 1.1 Kerangka Berpikir X1 Jumlah Kebutuhan Modal X2 Intensitas Informasi dari Pedagang Lain X3 Jumlah Pendapatan Keluarga X4 PengajuanPersyarat an Kredit r1 Y r2 R Keputusan Peminjaman Modal pada Lembaga Kredit Informal r3 r4 Keterangan : X1 : Jumlah Kebutuhan Modal r1 : Koefisien pengaruh antara X1 dan Y X2 : Intensitas Informasi dari Pedagang lain r2 : Koefisien pengaruh antara X2 dan Y X3 : Jumlah pendapatan keluarga r3 : Koefisien pengaruh antara X3 dan Y X4 : Pengajuan Persyaratan Kredit r4 : Koefisien pengaruh antara X4 dan Y Y : Keputusan Peminjaman Modal pada Lembaga Kredit Informal R : Koefisien pengaruh antara Y dengan X1, X2, X3, X4

(61) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 42 Dengan melihat dasar pemikiran diatas dan pengamatan dari penulis maka penulis mengajukan hipotesis dalam penelitian ini adalah sebagai berikut : 1. Jumlah kebutuhan modal memiliki pengaruh signifikan terhadap keputusan pedagang dalam meminjam modal di lembaga kredit Informal. 2. Intensitas informasi dari pedagang lain memiliki pengaruh signifikan terhadap keputusan pedagang dalam meminjam modal di lembaga kredit Informal. 3. Jumlah pendapatan keluarga memiliki pengaruh signifikan terhadap keputusan pedagang dalam mengambil modal di lembaga kredit Informal. 4. Pengajuan persyaratan kredit memiliki pengaruh signifikan terhadap keputusan pedagang dalam mengambil modal di lembaga kredit Informal. 5. Jumlah kebutuhan modal, intensitas informasi dari pedagang lain, jumlah penghasilan keluarga, dan pengajuan persyaratan kredit memiliki pengaruh signifikan terhadap keputusan pedagang dalam meminjam modal di lembaga kredit Informal.

(62) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian yang akan dilakukan dalam penelitian ini adalah Eksplanatif. Metode penelitian eksplanatif adalah penelitian yang menguji hubungan dan kontribusi antar variabel yang dihipotesiskan. B. Tempat dan waktu Penelitian a. Tempat Penelitian Penelitian dilakukan di Pasar Umum Muntilan yang terletak di Jalan Pemuda No. 1, Kecamatan Muntilan, Kabupaten Magelang, Provinsi Jawa Tengah. Tempat tersebut dirasa sesuai bagi penulis, karena jumlah pedagang yang menjajakan barang dagangannya di pasar ini semakin bertambah. Selain itu berdasarkan observasi dan pengamatan penulis, jumlah pemberi jasa kredit informal/ rentenir juga semakin meningkat yang dulunya hanya didominasi oleh orang-orang jawa yang tinggal di Muntilan, namun sekarang bertambah dengan adanya rentenir dari orang-orang Batak yang juga ikut bersaing. Kemudian penulis juga ingin mengetahui bagaimana dampak dari keputusan pengambilan pinjaman pada jasa kredit internal terhadap kelangsungan usaha para pedagang yang ada di pasar Muntilan tersebut. Oleh karena itu 43

(63) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 44 lokasi penelitian tersebut diharapkan akan memberikan data yang relevan dengan apa yang akan penulis teliti. b. Waktu penelitian ini dilaksanakan pada Februari sampai Maret 2014 C. Populasi dan Sampel a. Populasi Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pedagang yang meminjam modal pada lembaga kredit informal sebanyak 312 pedagang. b. Sampel Rumus untuk menentukan sampel menggunakan rumus Slovin yaitu sebagai berikut : N n = 1 + Ne² Keterangan : n : Ukuran sampel N : Ukuran Populasi e : Persen kelonggaran ketidak telitian karena kesalahan pengambilan sampel dalam penelitian ini di ambil nilai e = 10% (0.1) Berdasarkan perhitungan dengan rumus diatas maka penulis menetapkan jumlah sampel yang digunakan dalam metode penelitian

(64) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 45 ini adalah 76 responden. D. Teknik Pengambilan Data Teknik pengambilan data yang digunakan penulis adalah Simple Random Sampling yaitu teknik pengambilan sampel yang memberikan peluang yang sama bagi setiap unsur (anggota) populasi untuk dipilih sebagai anggota sampel. Sedangakan metode pengumpulan data yang dilakukan adalah : a. Observasi adalah metode penelitian dengan melakukan pengamatan langsung terhadap objek penelitian. Observasi dilakukan untuk mengetahui jumlah polulasi responden (Umar, 2002:92). b. Kuesioner merupakan alat pengumpulan data yang dilakukan dengan menyebarkan daftar pertanyaan kepada responden, dengan harapan objek penelitian akan memberikan respons terhadap daftar pertanyaan tersebut (Umar, 2002:92) c. Wawancara merupakan cara pengumpulan data yang dilakukan dengan bertanya langsung kepada subjek penelitian. Wawancara ini dilakukan bilamana responden memiliki keterbatasan dalam hal membaca dan menulis.

(65) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 46 E. Variabel Penelitian a. Variabel Terikat ( Dependent) Variabel terikat dalam penelitian ini adalah keputusan peminjaman modal pada lembaga kredit informal (Y). Indikator : 1. Banyaknya jumlah pinjaman modal. 2. Frekuensi pedagang dalam meminjam modal. b. Variabel Bebas (Independent) Variabel bebas dalam penelitian ini adalah : 1) Jumlah Kebutuhan Modl (X1) Indikator : a. Besarnya modal usaha yang dibutuhkan pedagang setiap bulan. b. Besarnya pengeluaran rumah tangga pedagang setiap bulan. 2) Intensitas Informasi dari Pedagang Lain (X2) Indikator : a. Rekomendasi pedagang lain dalam pengambilan modal. b. Pengaruh kelompok (paguyuban pedagang) dalam pengambilan keputusan. 3) Jumlah Pendapatan Keluarga (X3) Indikator : a. Banyaknya penghasilan keluarga pedagang dalam satu bulan

(66) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 47 4) Persyaratan Kredit (X4) Indikator : a. Besarnya bunga pinjaman. b. Adanya jaminan/ agunan saat mengajukan kredit F. Uji Instrumen Penelitian a. Uji Validitas Instrumen Validitas adalah suatu ukuran yang menunjukkan tingkat-tingkat kevalidan suatu instrument (Arikunto, 2002:144). Cara mengukur validitas dengan melakukan korelasi antar skor butir pertanyaan dengan total skor variabel. Jika r hitung > r tabel dan nilai positif, maka pertanyaan atau indikator dinyatakan valid (Ghozali, 2006 : 45). Rumus yang digunakan untuk menguji validitas adalah dengan menggunakan rumus korelasi Product Moment angka kasar yang dikemukakan oleh Pearson. Rumus tersebut adalah: 𝑟𝑥𝑦 = Keterangan : 𝑁∑𝑋𝑌 − (∑𝑋)(∑𝑌) √[𝑁∑𝑋 2 − (∑𝑋)2 ][𝑁∑𝑌 2 − (∑𝑌)2 ] rxy : Koefisien korelasi antara skor item dan skor total N : Jumlah subyek ∑X : Jumlah skor item X ∑Y : Jumlah skor item Y ∑XY : Jumlah perwakilan skor item X dengan skor item Y

(67) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 48 ∑X2 : Jumlah kwadrat skor item X ∑Y2 : Jumlah kwadrat skor item Y Dengan taraf signifikan () = 5 % dan jumlah sampel sebesar 76 orang maka r tabel product moment dari penelitian ini yaitu 0,277 Sehingga untuk mengetahui skor masing – masing item pertanyaan valid atau tidak, maka ditetapkan kriteria statistik sebagai berikut: a. Jika r hitung > r tabel dan bernilai positif, maka variabel tersebut valid. b. Jika r hitung < r tabel, maka variabel tersebut tidak valid. c. Jika r hitung > r tabel tetapi bertanda negatif, maka HO akan tetap ditolak dan H1 diterima. Pengujian tingkat validitas koesioner dilakukan dengan menggunakan teknik Product Moment antar masing-masing item yang mengukur suatu variabel dengan skor total variabel tersebut (Corrected Item-Total Correlation). Kriteria yang digunakan dalam pengujian validitas adalah bila nilai koefisien Corrected Item-Total Correlation suatu item bernilai positif dan lebih besar dari r-tabel pada taraf signifikansi  = 0,05, berarti item tersebut valid. Dengan N = 76,  = 0,05 sehingga diperoleh nilai r tabel sebesar 0,277 (Tabel Nilainilai r Product Moment, Sugiyono, 2010). Jadi koefisien Corrected Item-Total Correlation harus lebih besar dari 0,277 untuk menyatakan suatu item adalah valid. Hasil uji validitas adalah sebagai berikut :

(68) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 49 Tabel III.1 Hasil Uji Variabel Jumlah Kebutuhan Modal Butir R-hitung R-tabel Kesimpulan Pertanyaan 1 2 3 4 0.540 0.512 0.445 0.491 0.326 5 6 0.314 Sumber : data diolah 2014 0,277 0,277 0,277 0,277 Valid Valid Valid Valid 0,277 0,277 Valid Valid Tabel III.2 Hasil Uji Variabel Intensitas Informasi dari Pedagang Lain Butir R-hitung R-tabel Kesimpulan Pertanyaan 1 0.572 2 0.502 3 0.513 4 0.291 Sumber : data diolah 2014 0,277 0,277 0,277 0,277 Valid Valid Valid Valid Tabel III.3 Hasil Uji Variabel Jumlah Pendapatan Keluarga Butir R-hitung R-tabel Kesimpulan Pertanyaan 1 0.437 2 0.474 3 0.364 Sumber : data diolah 2014 0,277 0,277 0,277 Valid Valid Valid

(69) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 50 Tabel III.4 Hasil Uji Variabel Pengajuan Persyaratan Kredit Butir R-hitung R-tabel Kesimpulan Pertanyaan 1 2 3 4 0.431 0.354 0.521 0.512 5 0.300 Sumber : data diolah 2014 0,277 0,277 0,277 0,277 Valid Valid Valid Valid 0,277 Valid Tabel III.5 Hasil Uji Variabel Keputusan Pedagang Dalam Meminjam Modal pada Lembaga Kredit Informal Butir R-hitung R-tabel Kesimpulan Pertanyaan 1 0.483 2 0.694 3 0.696 Sumber : data diolah 2014 0,277 0,277 0,277 Valid Valid Valid b. Uji Reliabilitas Instrument Menurut Ghozali (2006:41) reliabilitas adalah alat untuk mengukur suatu kuesioner yang merupakan indikator dari variabel atau konstruk. Suatu kuesioner dikatakan reliabel atau handal jika jawaban seseorang terhadap pertanyaan adalah konsisten atau stabil dari waktu ke waktu. Dalam penelitian ini pengukuran reliabilitas dilakukan dengan cara one shot atau pengukuran sekali saja. Disisni pengukuran dilakukan

(70) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 51 sekali dan hasilnya dibandingkan dengan pertanyaan lain atau mengukur korelasi atar jawaban pertanyaan. Menurut Ghozali (2006:41) Suatu konstruk atau variabel dinyatakn reliabel jika memberikan nilai Cronbach Alpha > 0,60. Rumus 𝑟11= [ Keterangan : ∑𝜎𝑏 2 𝑘 ][1 − ] (𝑘 − 1) 𝜎𝑡 2 r11 : Reliabilitas instrument k : Banyaknya butir pertanyaan ∑σb2 : Jumlah varian butir ∑σt2 : Varian total 1) Hasil Pengujian Reliabilitas Instrumen Uji reliabilitas dimaksudkan untuk menentukan apakah instrumen tersebut reliabel atau tidak. Pedoman yang digunakan sebagai berikut: jika r hitung lebih besar dari r tabel pada  = 0,05 maka instrumen dikatakan reliabel, dan jika r hitung lebih kecil dari r tabel pada  = 0,05 maka instrumen dikatakan tidak reliabel. Uji reliabilitas dilakukan dengan melihat Cronbach’s Alpha apabila > 0,6 maka butir pertanyaan dikatakan reliabel.

(71) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 52 Uji reliabelitas digunakan pada variabel jumlah kebutuhan modal usaha, intensitas informasi dari pedagang lain, jumlah penghasilan keluarga, pengajuan persyaratan kredit, dan keputusan pedagang dalam mengambil modal pada lembaga kredit informal. Berikut ini adalah hasil rangkuman variabel penelitian setelah diolah menggunakan program Statistical Package for Social Sciences (SPSS) versi 16. Tabel III.6 Hasil Uji Reliabelitas Alpha Koef. Variabel Cronbach Alpha Jumlah Kebutuhan Modal 0.704 0,600 Intensitas Informasi 0.666 0.600 Pedagang Lain Jumlah Pendapatan 0.607 0.600 Keluarga Pengajuan Persyaratan 0.658 0.600 Kredit Keputusan Pedagang 0.780 0.600 Dalam Meminjam Modal pada Lembaga Kredit Informal Sumber: data diolah, 2014 Kesimpulan Reliabel Reliabel Reliabel Reliabel Reliabel 2) Kesimpulan a. Berdasarkan hasil dari tabel tersebut maka dapat disimpulkan bahwa dari 6 butir pertanyaan pada variabel jumlah kebutuhan modal diperoleh nilai rhitung sebesar 0,704 Pengambilan kesimpulan dilakukan dengan membandingkan nilai rhitung dengan rtabel. Dengan jumlah data (N) sebanyak 76 responden dan derajat keyakinan sebesar 0,05 sehingga dapat dikatakan penelitian ini reliabel. Dari hasil perhitungan diperoleh nilai rhitung> rtabel (0,704

(72) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 53 > 0,600). Hal ini berarti bahwa butir-butir pertanyaan pada variabel jumlah kebutuhan modal dapat dikatakan handal. b. Berdasarkan hasil dari tabel tersebut maka dapat disimpulkan bahwa dari 4 butir pertanyaan pada variabel intensitas informasi dari pedagang lain diperoleh nilai rhitung sebesar 0,666 Pengambilan kesimpulan dilakukan dengan membandingkan nilai rhitung dengan rtabel. Dengan jumlah data (N) sebanyak 76 responden dan derajat keyakinan sebesar 0,05 sehingga dapat dikatakan penelitian ini reliabel. Dari hasil perhitungan diperoleh nilai rhitung> rtabel (0,666> 0,600). Hal ini berarti bahwa butir-butir pertanyaan pada variabel intensitas informasi dari pedagang lain dapat dikatakan handal c. Berdasarkan hasil dari table tersebut maka dapat disimpulkan bahwa dari 3 butir pertanyaan pada variabel jumlah pendapatan keluarga diperoleh nilai rhitung sebesar 0,607 Pengambilan kesimpulan dilakukan dengan membandingkan nilai rhitung dengan rtabel. Dengan jumlah data (N) sebanyak 76 responden dan derajat keyakinan sebesar 0,05 sehingga dapat dikatakan penelitian ini reliabel. Dari hasil perhitungan diperoleh nilai rhitung> rtabel (0,607> 0,600). Hal ini berarti bahwa butir-butir pertanyaan pada variabel jumlah pengahasilan keluarga dapat dikatakan handal. d. Berdasarkan hasil dari table tersebut maka dapat disimpulkan bahwa dari 5 butir pertanyaan pada variabel pengajuan

(73) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 54 persyaratan kredit diperoleh nilai rhitung sebesar 0,658 Pengambilan kesimpulan dilakukan dengan membandingkan nilai rhitung dengan rtabel. Dengan jumlah data (N) sebanyak 76 responden dan derajat keyakinan sebesar 0,05 sehingga dapat dikatakan penelitian ini reliabel. Dari hasil perhitungan diperoleh nilai rhitung> rtabel (0,658> 0,600). Hal ini berarti bahwa butir-butir pertanyaan pada variabel pengajuan persyaratan kredit dapat dikatakan handal. e. Berdasarkan hasil dari table tersebut maka dapat disimpulkan bahwa dari 3 butir pertanyaan pada variabel keputusan pedagang dalam meminjam modal pada lembaga kredit informal diperoleh nilai rhitung sebesar 0,780 Pengambilan kesimpulan dilakukan dengan membandingkan nilai rhitung dengan rtabel. Dengan jumlah data (N) sebanyak 76 responden dan derajat keyakinan sebesar 0,05 sehingga dapat dikatakan penelitian ini reliabel. Dari hasil perhitungan diperoleh nilai rhitung> rtabel (0,780 > 0,600). Hal ini berarti bahwa butir-butir pertanyaan pada variabel keputusan pedagang dalam meminjam modal pada lembaga kredit informal dapat dikatakan handal. c. Uji Normalitas Pengujian normalitas mempunyai tujuan untuk mengetahui apakah dalam sebuah model regresi baik variable terikat (independent variable) mempunyai distribusi yang normal ataupun tidak. Model regresi yang baik

(74) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 55 adalah distribusi data variabel terikat adalah normal atau mendekati normal. Pengujian normalitas dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan uji Kolmogorov-Smirnov. Jika nilai signifikasinya lebih besar dari 0,05 maka data distribusi tersebut dinyatakan normal. Uji normalitas digunakan untuk mengetahui apakah populasi data distribusi normal atau tidak. Uji ini biasanya digunakan untuk mengukur data berskala ordinal, interval, ataupun rasio. Adapun kriteria pengujian normalitas adalah sebagai berikut: a) Jika angka signifikasi Uji Kolmogorov-Smirnov Sig > 0,05 maka data berdistribusi normal b) Jika angka signifikasi Uji Kolmogorov-Smirnov Sig < 0,05 maka data berdistribusi tidak normal G. Teknik Analisis Data a. Analisis Deskriptif Analisis deskriptif adalah suatu metode analisis dimana data yang dikumpulkan mula mula disusun, diklasifikasikan dan dianalisis sehingga akan memberikan gambaran yang jelas mengenai masalah yang sedang diteliti. Analisis deskriptif memberi gambaran atau deskripsi suatu data yang dilihat dari nilai rata-rata (mean) dan standar deviasi. Mean

(75) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 56 Mean atau rata-rata berfungsi memberi informasi mengenai nilai tengahan dari sebaran data-data yang ada. Rumus Mean sebagai berikut: 𝑚𝑒𝑎𝑛 = Keterangan: Mean : rata-rata ∑ : Epsilon (Jumlah) X1 : Nilai x ke 1 sampai ke n N : Jumlah Individu ∑ 𝑋1 𝑛 Standar Deviasi Standar Deviasi menggambarkan seberapa jauh bervariasinya data. Jika nilai Standar Deviasi jauh lebih besar dibandingkan nilai mean, maka nilai mean merupakan representasi yang buruk dari keseluruhan data. Sedangkan jika nilai Standar Deviasi sangat kecil dibandingkan nilai mean, maka nilai mean dapat digunakan sebagai representasi dari keseluruhan data. Sedangkan rumus Standar Deviasi :

(76) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 57 Dimana : S = simpangan baku n-1 = derajat kebebasan x = rata-rata nilai Untuk mengetahui penilaian dari antar variabel dapat ditunjukkan dengan memasukkan nilai mean dan standar deviasi yang diperoleh dengan interval dibawah ini : Interval Rata-rata Penilaian Responden : 1). X < mean – SD 2). Mean – SD < X < mean + SD 3). Mean + SD < X Dalam penelitian ini, peneliti menghitung skor rata-rata (mean) dan standar deviasi untuk setiap item pertanyaan. Analisis dilakukan pada masing-masing item pertanyaan. Namun dalam penelitian ini, untuk mencari jumlah mean dan standar deviasi dilakukan dengan menggunakan bantuan program SPSS. Mean dan standar deviasi dalam variabel ini sebagai berikut :

(77) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 58 1) Deskripsi Variabel Jumlah Kebutuhan Modal Tabel III.7 Mean dan Standar Deviasi Variabel Jumlah Kebutuhan Modal Variabel N Mean Standar Deviasi Jum.Kebutuhan Modal 76 15,91 3,180 Sumber: data diolah, 2014 Untuk mengetahui penilaian variabel jumlah kebutuhan modal terhadap keputusan pedagang dalam mengambil modal pada lembaga kredit informal, dapat ditunjukkan dengan memasukkan nilai mean dan standar deviasi yang diperoleh dengan interval di bawah ini: Tabel III.8 Interval Rata-rata Penilaian Responden Terhadap Variabel Jumlah Kebutuhan Modal Kebiasaan Berhutang Rumus Interval Interval Rendah X < mean – SD 6 – 13 Sedang Mean - SD < x < 14 – 19 mean + SD Tinggi Mean + SD < x 20 – 22 Sumber: data diolah, 2014 Tabel III.9 Kriteria Penilaian Responden Terhadap Variabel Jumlah Kebutuhan Modal Responden Jumlah Kriteria 1 2 3 4 5 6 7 8 17 14 17 21 11 15 17 20 Sedang Sedang Sedang Tinggi Rendah Sedang Sedang Tinggi

(78) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 59 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 19 19 20 13 17 19 18 15 13 18 17 18 17 14 12 9 13 17 19 22 15 20 16 17 13 12 19 20 18 15 21 14 14 14 19 6 15 21 15 15 Sedang Sedang Tinggi Rendah Sedang Sedang Sedang Sedang Rendah Sedang Sedang Sedang Sedang Sedang Rendah Rendah Rendah Sedang Sedang Tinggi Sedang Tinggi Sedang Sedang Rendah Rendah Sedang Tinggi Sedang Sedang Tinggi Sedang Sedang Sedang Sedang Rendah Sedang Tinggi Sedang Sedang

(79) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 60 17 49 14 50 14 51 13 52 16 53 14 54 16 55 20 56 11 57 11 58 17 59 21 60 20 61 14 62 20 63 16 64 15 65 17 66 13 67 17 68 12 69 15 70 13 71 18 72 12 73 12 74 13 75 18 76 Sumber: data diolah, 2014 Sedang Sedang Sedang Rendah Sedang Sedang Sedang Tinggi Rendah Rendah Sedang Tinggi Tinggi Sedang Tinggi Sedang Sedang Sedang Rendah Sedang Rendah Sedang Rendah Sedang Rendah Rendah Rendah Sedang Kategori jumlah kebutuhan modal dapat digolongkan menjadi tiga, yaitu: a) Jumlah kebutuhan modal tinggi Kategori jumlah kebutuhan modal yang tinggi dalam penelitian ini berarti pedagang Pasar Umum Muntilan yang memiliki kebutuhan akan modal untuk menunjang usahanya atau

(80) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 61 pengeluaran yang digunakan untuk memnuhi kebutuhan keluarga yang cukup banyak sehingga segera membutuhkan dana pinjaman. Oleh karena itu, pedagang yang berada dalam kelompok ini lebih dapat memberikan pengaruh positif terhadap keputusan peminjaman modal pada lembaga kredit informal oleh pedagang di Pasar Umum Muntilan. b) Jumlah kebutuhan modal sedang Kategori jumlah kebutuhan modal yang sedang dalam penelitian ini berarti pedagang di Pasar Umum Muntilan yang memiliki kebutuhan akan modal usaha yang relative tidak terlalu banyak dan mendesak, sehingga mereka masih mampu mengatasi kebutuhan modal tersebut tanpa harus meminjam dana. Namun pedagang kelompok ini tetap mengandalkan lembaga kredit informal jika sewaktu-waktu membutuhkan pinjaman dana yang mendesak. c) Jumlah kebutuhan modal rendah Jumlah Kebutuhan Modal yang rendah dalam penelitian ini berarti pedagang Pasar Umum Muntilan yang tidak memiliki kendala untuk memenuhi kebutuhan modal usahanya, sehingga kelompok pedaagang ini sama sekali tidak tertarik untuk meminjam dana dari lembaga kredit informal untuk memenuhi kebutuhan modalnya. Oleh karena itu, pedagang yang berada dalam kelompok ini lebih dapat memberikan pengaruh negatif

(81) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 62 terhadap keputusan peminjaman modal pada lembaga kredit informal oleh pedagang di Pasar Umum Muntilan. 2) Deskripsi Variabel Intensitas Informasi dari Pedagang Lain Tabel III.10 Mean dan Standar Deviasi Variabel Intensitas Pedagang Lain Variabel N Mean Standar Deviasi Pedagang Lain 76 13,37 1,817 Sumber: data diolah, 2014 Untuk mengetahui penilaian variabel intensitas informasi dari pedagang lain terhadap keputusan pedagang dalam mengambil modal pada lembaga kredit informal, dapat ditunjukkan dengan memasukkan nilai mean dan standar deviasi yang diperoleh dengan interval di bawah ini: Tabel III.11 Interval Rata-rata Penilaian Responden Terhadap Variabel Intensitas Informasi dari Pedagang Lain Pedagang Lain Rumus Interval Interval Rendah X < mean – SD 9 – 12 Sedang Mean - SD < x < 13 – 15 mean + SD Tinggi Mean + SD < x ≥16 Sumber: data diolah, 2014 Tabel III.12 Kriteria Penilaian Responden Terhadap Variabel Intensitas Informasi dari Pedagang Lain Responden Jumlah Kriteria 1 2 3 4 5 6 14 15 15 14 12 16 Sedang Sedang Sedang Sedang Rendah Tinggi

(82) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 63 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 14 15 13 12 12 14 12 16 12 11 13 14 13 16 12 16 16 16 16 13 12 11 13 16 13 14 12 15 16 15 15 13 16 14 13 10 10 10 13 16 Sedang Sedang Sedang Rendah Rendah Sedang Rendah Tinggi Rendah Rendah Sedang Sedang Sedang Tinggi Rendah Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Sedang Rendah Rendah Sedang Tinggi Sedang Sedang Rendah Sedang Tinggi Sedang Sedang Sedang Tinggi Sedang Sedang Rendah Rendah Rendah Sedang Tinggi

(83) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 64 13 47 12 48 9 49 16 50 14 51 12 52 12 53 11 54 11 55 12 56 11 57 15 58 13 59 16 60 15 61 12 62 13 63 11 64 13 65 14 66 13 67 16 68 13 69 11 70 15 71 12 72 12 73 13 74 13 75 14 76 Sumber: data diolah, 2014 Sedang Rendah Rendah Tinggi Sedang Rendah Rendah Rendah Rendah Rendah Rendah Sedang Sedang Tinggi Sedang Rendah Sedang Rendah Sedang Sedang Sedang Tinggi Sedang Rendah Sedang Rendah Rendah Sedang Sedang Sedang Kategori variabel intensitas informasi dari pedagang lain dapat digolongkan menjadi tiga, yaitu: a) Intensitas Informasi dari Pedagang Lain Tinggi

(84) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 65 Intensitas informasi pedagang lain yang tinggi dalam penelitian ini berarti informasi yang didapat dari sesama pedagang mengenai pinjaman modal pada lembaga kredit informal sangat banyak. Para pedagang ini saling berbagi informasi serta saling merekomendasikan tentang pinjam meminjam uang di lembaga kredit informal. Oleh karena itu, pedagang yang berada dalam kelompok ini lebih dapat memberikan pengaruh positif terhadap keputusan peminjaman modal pada lembaga kredit informal oleh pedagang di Pasar Umum Muntilan. b) Intensitas Informasi dari Pedagang lain sedang Intensitas informasi pedagang lain yang sedang dalam penelitian ini berarti tidak banyak informasi yang didapat dari sesama pedagang mengenai pinjaman modal pada lembaga kredit informal. Para pedagang ini berbagi informasi serta saling merekomendasikan tentang pinjam meminjam uang di lembaga kredit informal hanya pada pedagang tertentu saja. Oleh karena itu, pedagang yang berada dalam kelompok ini tidak terlalu dapat memberikan pengaruh positif terhadap keputusan peminjaman modal pada lembaga kredit informal oleh pedagang di Pasar Umum Muntilan.

(85) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 66 c) Intensitas informasi dari pedagang lain rendah Intensitas informasi pedagang lain yang rendah dalam penelitian ini berarti informasi yang didapat dari sesama pedagang mengenai pinjaman modal pada lembaga kredit informal sangat sedikit atau justru tidak pernah terjadi. Para pedagang ini tidak saling berbagi informasi serta tidak saling merekomendasikan tentang pinjam meminjam uang di lembaga kredit informal. Oleh karena itu, pedagang yang berada dalam kelompok ini memberikan pengaruh negatif terhadap keputusan peminjaman modal pada lembaga kredit informal oleh pedagang di Pasar Umum Muntilan. 3) Deskripsi Variabel Jumlah Pendapatan Keluarga Tabel III.13 Mean dan Standar Deviasi Variabel Jumlah Pendapatan Keluarga Variabel N Mean Standar Deviasi Jumlah Anggota Keluarga 76 10,04 1,290 Sumber: data diolah, 2014 Untuk mengetahui penilaian variabel jumlah pendapatan keluarga terhadap keputusan pedagang dalam mengambil modal pada lembaga kredit informal, dapat ditunjukkan dengan memasukkan nilai mean dan standar deviasi yang diperoleh dengan interval di bawah ini:

(86) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 67 Tabel III.14 Interval Rata-rata Penilaian Responden Terhadap Variabel Jumlah Pendapatan Keluarga Jumlah Anggota Rumus Interval Interval Keluarga Rendah X < mean – SD 7–9 Sedang Mean - SD < x < 10 – 11 mean + SD Tinggi Mean + SD < x ≥12 Sumber: data diolah, 2014Tabel III.15 Kriteria Penilaian Responden Terhadap Variabel Jumlah Pendapatan Keluarga Responden Jumlah Kriteria 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 8 11 11 12 9 12 9 10 11 9 11 10 10 12 9 10 8 10 9 11 10 11 8 8 9 10 Rendah Sedang Sedang Tinggi Rendah Tinggi Rendah Sedang Sedang Rendah Sedang Sedang Sedang Tinggi Rendah Sedang Rendah Sedang Rendah Sedang Sedang Sedang Rendah Rendah Rendah Sedang

(87) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 68 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 10 9 11 12 11 10 10 11 12 8 11 12 10 8 12 8 9 10 12 8 9 9 7 12 9 10 10 12 9 11 12 10 9 9 10 10 10 12 9 12 Sedang Rendah Sedang Sedang Sedang Sedang Sedang Sedang Tinggi Rendah Sedang Tinggi Sedang Rendah Tinggi Rendah Rendah Sedang Tinggi Rendah Rendah Rendah Rendah Tinggi Rendah Sedang Sedang Tinggi Rendah Sedang Tinggi Sedang Sedang Rendah Sedang Sedang Sedang Tinggi Rendah Tinggi

(88) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 69 12 67 10 68 9 69 11 70 12 71 9 72 9 73 12 74 8 75 11 76 Sumber: data diolah, 2014 Tinggi Tinggi Rendah Sedang Tinggi Rendah Rendah Tinggi Rendah Sedang Kategori jumlah pendapatan keluarga dapat digolongkan menjadi tiga, yaitu: a) Jumlah pendapatan keluarga tinggi Jumlah pendapatan keluarga yang tinggi dalam penelitian ini berarti pendapatan dari seluruh anggota keluarga yang tinggi sehingga cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga, sehingga pedagang tidak perlu meminjam dana dari lembaga kredit informal. Oleh karena itu, pedagang yang berada dalam kelompok ini memberikan pengaruh negatif terhadap keputusan peminjaman modal pada lembaga kredit informal oleh pedagang di Pasar Umum Muntilan. b) Jumlah pendapatan keluarga sedang Jumlah pendapatan keluarga yang sedang dalam penelitian ini berarti semua akumulasi pendapatan dari masing-masing anggota keluarga yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan keluarga tidak terlalu banyak, maka jika ada kebutuhan mendesak yang lain pedagang tersebut harus meminjam pada lembaga kredit

(89) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 70 informal. Sehingga pedagang dalam kelompok ini tidak terlalu dapat memberikan pengaruh positif terhadap keputusan peminjaman modal pada lembaga kredit informal oleh pedagang di Pasar Umum Muntilan Jumlah anggota keluarga rendah c) Jumlah pendapatan keluarga yang rendah Jumlah pendapatan keluarga yang rendah dalam penelitian ini berarti akumulasi pendapatan dari masing-masing anggota keluarga yang digunakan untuk kebutuhan keluarga sangat rendah, maka pedagang dalam kelompok ini masih memerlukan pinjaman dari lembaga kredit informal untuk mencukupi kebutuhan keluarga. Oleh karena itu, pedagang yang berada dalam kelompok ini lebih dapat memberikan pengaruh negatif terhadap keputusan peminjaman modal pada lembaga kredit informal oleh pedagang di Pasar Umum Muntilan. 4) Deskripsi Variabel Pengajuan Persyaratan Kredit Tabel III.16 Mean dan Standar Deviasi Variabel Pengajuan Persyaratan Kredit Variabel N Mean Standar Deviasi Persyaratan Kredit 76 15,69 2,815 Sumber: data diolah, 2014 Untuk mengetahui penilaian variabel pengajuan persyaratan kredit terhadap keputusan pedagang dalam mengambil modal pada lembaga kredit informal, dapat ditunjukkan dengan memasukkan nilai mean dan standar deviasi yang diperoleh dengan interval di bawah ini:

(90) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 71 Tabel III.17 Interval Rata-rata Penilaian Responden Terhadap Variabel Pengajuan Persyaratan Kredit Persyaratan Kredit Rumus Interval Interval Rendah X < mean – SD 7 – 13 Sedang Mean - SD < x < 14 – 18 mean + SD Tinggi Mean + SD < x 19 – 20 Sumber: data diolah, 2014 Tabel III.18 Kriteria Penilaian Responden Terhadap Variabel Pengajuan Persyaratan Kredit Responden Jumlah Kriteria 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 15 15 19 20 16 19 18 18 17 19 15 18 17 18 18 17 12 18 10 15 17 19 14 18 18 18 Sedang Sedang Tinggi Tinggi Sedang Tinggi Sedang Sedang Sedang Tinggi Sedang Sedang Sedang Sedang Sedang Sedang Rendah Sedang Rendah Sedang Sedang Tinggi Sedang Sedang Sedang Sedang

(91) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 72 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 18 14 16 20 16 17 19 19 14 16 15 18 19 19 7 15 15 17 16 16 16 14 12 17 17 16 15 14 17 18 17 19 10 19 15 16 15 11 13 15 Sedang Sedang Sedang Tinggi Sedang Sedang Tinggi Tinggi Sedang Sedang Sedang Sedang Tinggi Tinggi Rendah Sedang Sedang Sedang Sedang Sedang Sedang Sedang Rendah Sedang Sedang Sedang Sedang Sedang Sedang Sedang Sedang Tinggi Rendah Tinggi Sedang Sedang Sedang Rendah Rendah Sedang

(92) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 73 10 67 9 68 13 69 14 70 12 71 12 72 15 73 12 74 13 75 12 76 Sumber: data diolah, 2014 Rendah Rendah Rendah Sedang Rendah Rendah Sedang Rendah Rendah Rendah Kategori pengajuan persyaratan kredit dapat digolongkan menjadi tiga, yaitu: a) Pengajuan persyaratan kredit tinggi Pengajuan persyaratan kredit yang tinggi dalam penelitian ini berarti peryaratan yang harus ditempuh pedagang dalam meminjam uang sangat ringan yaitu dengan tidak menggunakan jaminan (kebanyakan hanya menggunakan fotocopy KTP), bunga yang tidak terlalu tinggi, dan jangka waktu pengembalian yang relative lebih longgar (jika telat tidak ada denda). Oleh karena itu, pedagang yang berada dalam kelompok ini lebih dapat memberikan pengaruh positif terhadap keputusan peminjaman modal pada lembaga kredit informal oleh pedagang di Pasar Umum Muntilan.

(93) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 74 b) Pengajuan persyaratan kredit sedang Pengajuan persyaratan kredit yang sedang dalam penelitian ini berarti peryaratan yang harus ditempuh pedagang dalam meminjam uang tidak ringan namun juga tidak berat, jadi pedagang menganggap persyaratan yang diberikan sudah wajar dan tidak merugikan atau menguntungkan mereka. c) Pengajuan persyaratan kredit rendah Pengajuan persyaratan kredit yang rendah dalam penelitian ini berarti peryaratan yang harus ditempuh pedagang dalam meminjam uang sangat berat yaitu dengan menggunakan jaminan yang berharga, bunga yang cukup tinggi, dan jangka waktu pengembalian yang singkat (jika telat ada denda). Oleh karena itu, pedagang yang berada dalam kelompok ini lebih dapat memberikan pengaruh negatiff terhadap keputusan peminjaman modal pada lembaga kredit informal oleh pedagang di Pasar Umum Muntilan.

(94) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 75 5) Variabel Keputusan Pedagang Dalam Meminjam Modal pada Lembaga Kredit Informal Tabel III.19 Mean dan Standar Deviasi Variabel Keputusan Pedagang Dalam Meminjam Modal pada Lembaga Kredit Informal Variabel N Mean Standar Deviasi Keputusan Pedagang 76 10,40 1,515 Sumber: data diolah, 2014 Untuk mengetahui penilaian variabel keputusan pedagang dalam mengambil modal pada lembaga kredit informal, dapat ditunjukkan dengan memasukkan nilai mean dan standar deviasi yang diperoleh dengan interval di bawah ini: Tabel III.20 Interval Rata-rata Penilaian Responden Terhadap Variabel Keputusan Pedagang Dalam Meminjam Modal pada Lembaga Kredit Informal Keputusan Pedagang Rumus Interval Interval Rendah X < mean – SD 6–9 Sedang Mean - SD < x < 10 – 11 mean + SD Tinggi Mean + SD < x ≥12 Sumber: data diolah, 2014 Tabel III.21 Kriteria Penilaian Responden Terhadap Variabel Keputusan Pedagang Dalam Meminjam Modal pada Lembaga Kredit Informal Responden Jumlah Kriteria 1 2 3 4 5 6 11 8 12 12 11 12 Sedang Rendah Tinggi Tinggi Sedang Tinggi

(95) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 76 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 12 12 12 12 8 12 11 12 12 10 12 11 11 8 12 12 12 10 9 9 9 9 6 9 11 12 9 9 10 10 12 9 8 9 9 11 12 9 12 7 Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Rendah Tinggi Sedang Tinggi Tinggi Sedang Tinggi Sedang Sedang Rendah Tinggi Tinggi Tinggi Sedang Rendah Rendah Rendah Rendah Rendah Rendah Sedang Tinggi Rendah Rendah Sedang Sedang Tinggi Rendah Rendah Rendah Rendah Sedang Tinggi Rendah Tinggi Rendah

(96) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 77 11 47 12 48 10 49 10 50 10 51 10 52 12 53 12 54 9 55 9 56 11 57 12 58 12 59 11 60 12 61 12 62 9 63 9 64 12 65 9 66 11 67 11 68 12 69 10 70 9 71 8 72 9 73 10 74 10 75 9 76 Sumber: data diolah, 2014 Sedang Tinggi Sedang Sedang Sedang Sedang Tinggi Tinggi Rendah Rendah Sedang Tinggi Tinggi Sedang Tinggi Tinggi Rendah Rendah Tinggi Rendah Sedang Sedang Tinggi Sedang Rendah Rendah Rendah Sedang Sedang Rendah Kategori keputusan pedagang dalam meminjam modal pada lembaga kredit informal dapat digolongkan menjadi tiga, yaitu: a) Keputusan pedagang dalam meminjam modal pada lembaga kredit informal tinggi

(97) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 78 Keputusan pedagang dalam meminjam modal pada lembaga kredit informal yang tinggi berarti pedagang memiliki jumlah pinjaman dana di lembaga kredit informal yang banyak, kemudian pedagang dalam kelompok ini juga memiliki frekuensi peminjaman yang tinggi, serta sangat bergantung terhadap lembaga kredit informal. Sehingga pedagang kelompok ini memiliki keputusan peminjaman modal di lembaga kredit informal yang tinggi. b) Keputusan pedagang dalam meminjam modal pada lembaga kredit informal sedang Keputusan pedagang dalam meminjam modal pada lembaga kredit informal yang sedang berarti pedagang yang jumlah pinjaman di lembaga kredit informal tidak terlalu banyak dan frekuensi meminjam juga tidak terlalu sering. Pedagang dalam kelompok ini memilik alternatif pinjaman di tempat lain sehingga tidak terlalu bergantung pada lembaga kredit informal. Selain itu pedagang ini juga masih ragu-ragu antara memilih meminjam uang pada rentenir atau pada lembaga kredit formal (bank). c) Keputusan pedagang dalam meminjam modal pada lembaga kredit informal rendah Keputusan pedagang dalam meminjam modal pada lembaga kredit informal yang rendah berarti pedagang memiliki

(98) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 79 jumlah pinjaman dana di lembaga kredit informal sedikit atau malah tidak ada, kemudian pedagang dalam kelompok ini frekuensi peminjamannya juga rendah, maka pedagang ini tidak bergantung terhadap lembaga kredit informal karena mungkin sudah memiliki tabungan untuk memenuhi kebutuhannya. Sehingga pedagang kelompok ini memiliki keputusan peminjaman modal di lembaga kredit informal yang rendah. b. Uji Hipotesis 1. Uji Prasyarat Uji Normalitas Uji asumsi normalitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi, variabel pengganggu atau residual memiliki distribusi normal atau tidak. Jika nilai asymtot memiliki signifikansi lebih dari = 0,05 maka distribusi dapat dikatakan normal, dan jika nilai asymtot memiliki signifikansi lebih kecil dari = 0,05 berarti distribusi tersebut tidak normal. Dalam penelitian ini, uji normalitas dilakukan dengan menggunakan uji kolmogorof-smirnov dengan tingkat kepercayaan 5% atau 0,05. Jika signifikansi > 0,05 maka regresi yang digunakan memiliki data residual yang berdistribusi normal. Menurut Imam Ghozali dalam buku yang berjudul Statistik Non-Parametrik, rumus uji Kolmogrov-Sminov untuk normalitas sebagai berikut:

(99) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 80 D = Max Fo Xi – SN ( Xi ) Dimana: D : Deviasi maksimum Fo(Xi) : Fungsi distribusi frekuensi kumulatif yang ditentukan SN(Xi) : Distribusi frekuensi kumulatif yang diobservasi 2. Analisi Regresi Berganda Pengujian hipotesis penelitian akan dilakukan untuk melihat pengaruh langsung positif jumlah kebutuhan modal (X1), intensitas informasi dari pedagang lain (X2), jumlah pendapatan keluarga (X3), pengajuan persyaratan kredit (X4) terhadap keputusan pengambilan modal pada lembaga kredit informal (Y). 𝑌ᵢ = 𝛼 0 + 𝛽₁𝑋1 + 𝛽₂𝑋2 + 𝛽₃𝑋3 + 𝛽₄𝑋4 + 𝜇ᵢ Yᵢ : Variabel keputusan peminjaman modal pada lembaga kredit informal X1 : Variabel jumlah kebutuhan modal X2 : Variabel intensitas informasi dari pedagang lain X3 : Variabel jumlah pendapatan keluarga X4 : Variabel pengajuan persyaratan kredit α0 : Konstanta β₁, β₂, β₃,β₄ : Koefisien Regresi

(100) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 81 μᵢ : Pengganggu Regresi a. Uji Hipotesis 1 Rumusan Hipotesis Ho :tidak ada pengaruh signifikan jumlah kebutuhan modal terhadap keputusan pedagang dalam meminjam modal di lembaga kredit Informal Ha :ada pengaruh jumlah kebutuhan modal terhadap keputusan pedagang dalam meminjam modal di lembaga kredit Informal Untuk menguji tingkat signifikasi koefisien regresi dan interaksi X1 terhadap Y maka dilakukan perbandingan nilai signifikasi koefisien regresi dengan taraf signifikasi yang digunakan dalam penelitian, yakni 0,05. Ho ditolak bila signifikasi koefisien regresi lebih rendah dari taraf signifikansi. b. Uji Hipotesis 2 Ho :tidak ada pengaruh signifikan intensitas informasi dari pedagang lain terhadap keputusan pedagang dalam meminjam modal di lembaga kredit informal Ha :ada pengaruh signifikan intensitas informasi dari pedagang lain terhadap keputusan pedagang dalam meminjam modal di lembaga kredit informal Untuk menguji tingkat signifikasi koefisien regresi dan

(101) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 82 interaksi X2 terhadap Y maka dilakukan perbandingan nilai signifikasi koefisien regresi dengan taraf signifikasi yang digunakan dalam penelitian, yakni 0,05. Ho ditolak bila signifikasi koefisien regresi lebih rendah dari taraf signifikasi. c. Uji Hipotesis 3 Ho :tidak ada pengaruh signifikan jumlah pendapatan keluarga terhadap keputusan pedagang dalam meminjam modal di lembaga kredit informal Ha :ada pengaruh signifikan jumlah pendapatan keluarga terhadap keputusan pedagang dalam meminjam modal di lembaga kredit informal Untuk menguji tingkat signifikasi koefisien regresi dan interaksi X3 terhadap Y maka dilakukan perbandingan nilai signifikasi koefisien regresi dengan taraf signifikasi yang digunakan dalam penelitian, yakni 0,05. Ho ditolak bila signifikasi koefisien regresi lebih rendah dari taraf signifikasi. d. Uji Hipotesis 4 Ho :tidak ada pengaruh signifikan pengajuan persyaratan kredit terhadap keputusan pedagang dalam meminjam modal di lembaga kredit informal Ha :ada pengaruh signifikan pengajuan persyaratan kredit terhadap keputusan pedagang dalam meminjam modal di

(102) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 83 lembaga kredit informal Untuk menguji tingkat signifikasi koefisien regresi dan interaksi X4 terhadap Y maka dilakukan perbandingan nilai signifikasi koefisien regresi dengan taraf signifikasi yang digunakan dalam penelitian, yakni 0,05. Ho ditolak bila signifikasi koefisien regresi lebih rendah dari taraf signifikasi. e. Uji Hipotesis 5 Ho :tidak ada pengaruh signifikan jumlah kebutuhan modal, intensitas informasi dari pedagang lain, jumlah pendapatan keluarga, dan pengajuan persyaratan kredit terhadap keputusan pedagang dalam meminjam modal di lembaga kredit informal. Ha : ada pengaruh signifikan jumlah kebutuhan modal, intensitas informasi dari pedagang lain, jumlah pendapatan keluarga, dan pengajuan persyaratan kredit terhadap keputusan pedagang dalam meminjam modal di lembaga kredit informal Untuk menguji tingkat signifikasi koefisien regresi dan interaksi X1 X2 X3 X4 terhadap Y maka dilakukan perbandingan nilai signifikasi koefisien regresi dengan taraf signifikasi yang digunakan dalam penelitian, yakni 0,05. Ho ditolak bila signifikasi koefisien regresi lebih rendah dari taraf signifikasi. Pembuktian

(103) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 84 hipotesis ini dengan menggunakan teknik regresi dengan bantuan program SPSS versi 16. 3. Uji F Uji signifikansi F pada dasarnya menunjukkan apakah semua variabel independen atau bebas yang dimasukkan dalam model regresi mempunyai pengaruh secara bersama-sama terhadap variabel dependen/terikat (Ghozali, 2005). Untuk mengetahui apakah variabel independen secara bersama-sama atau simultan mempengaruhi variabel dependen, maka peneliti menggunakan uji siginifikansi simultan dengan alat bantu program SPSS versi 16.0. Menentukan formulasi Ho dan Ha. Ho = Model regresi dengan variabel bebas (X) jumlah kebutuhan modal, intensitas informasi dari pedagang lain, jumlah pendapatan keluarga, dan pengajuan persyaratan kredit tidak dapat digunakan untuk memprediksi variabel terikat (Y) yaitu keputusan pedagang dalam meminjam modal pada lembaga kredit informal. Ha = Model regresi dengan variabel bebas (X) jumlah kebutuhan modal, intensitas informasi dari pedagang lain, jumlah pendapatan keluarga, dan pengajuan persyaratan kredit dapat digunakan untuk memprediksi variabel terikat (Y) yaitu

(104) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 85 keputusan pedagang dalam meminjam modal pada lembaga kredit informal. 4. Uji Asumsi Klasik 1. Uji Multikoliniearitas Multikolinearitas adalah keadaan dimana variabel-variabel independen dalam persamaan regresi mempunyai korelasi yang erat satu sama lain (Pratisto, 2004 : 156). Menurut Pratisto (2004 :161), regresi yang bebas multikolinearitas ditandai dengan nilai VIF dan tolerance yang berkisar pada angka 1. Dikatakan terjadi multikolinearitas , jika koefisien korelasi antara variabel bebas lebih kecil atau sama dengan 0,60 (r ≤0,60) atau dalam menentukan ada tidaknya multikolinearitas dapat digunakan cara lain yaitu : a) Apabila α hitung > α dan VIF hitung < VIF maka tidak terjadi multikolinearitas b) Apabia α hitung < α dan VIF hitung > maka terjadi multikolinearitas Ada berbagai cara mengatasi multikolinearitas yaitu dengan menghilangkan salah satu atau lebih variabel yang mempunyai koefisien korelasi tinggi atau menyebabkan multikolinearitas, jika tidak dihilangkan maka hanya digunakan untuk memprediksi dan tidak untuk diinterpretasikan.

(105) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 86 2. Heteroskedastisitas Salah satu asumsi mengenai model regresi linear adalah komponen pengganggu ui mempunyai variasi yang seragam (homogen).Jika asumsi ini tidak terpenuhi maka terjadi gejala heteroskedastisitas. Heteroskedastisitas tidak menyebabkan bias dan ketidakkonsistensi hanya menjadi kurang efisien jika digunakan oleh estimator. Tetapi , jika menggunakan OLS konvensional hasil pengujian akan selalu tidak signifikan karena varian b bias. Untuk menguji heteroskedastisitas dapat menggunakan metode Sepearman Rank Correlation: 𝒓𝒔 = 𝟏 − 𝟔 [ Keterangan : ∑𝒅𝟐𝒊 ] 𝑵(𝑵𝟐 − 𝟏) d = Selisih rank ei dengan rank X N = Jumlah sampel Setelah kita memperoleh nilai rs kita melakukan uji t untuk menguji apakah benar ada gejala heterokedastisitas: 𝒕= 𝒓𝒔√𝑵 − 𝟐 √𝟏 − 𝒓𝒔𝟐 a) Jika t hitung > tα berarti terjadi heteroskedastisitas b) Jika t hitung < tα berarti tidak terjadi heteroskedastisitas Heteroskesdastisitas hanya menggangu σ2 sehingga hipotesis

(106) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 87 menjadi tidak signifikan. Penanggulangan heteroskedastisitas dapat menggunakan 2 cara: 1. Jika σ2 diketahui Jika σ2 diketahui maka penyelesaiannya dilakukan dengan menggunakan metode Weighted Least Square (WLS): ∑ e2 = ∑ ( Y – a - biX1 – b2X2 – b3X3 – b4X4 )2 Dengan metode WLS menjadi ∑ e2 = ∑ w ( Y – a* - bi*X1 – b2*X2 – b3*X3 – b4*X4 )2 W = Nilai penimbang (konstanta) A*, b1*,b2*,b3*,b4* = Estimator tertimbang 2. Jika σ2 tidak diketahui Pada umumnya metode WLS tidak dapat digunakan begitu saja karena hasil penelitian biasanya tidak mengetahui σ2. Sehingga penyelesaian heteroskedastisitas kita perlu menggunakan asumsi: Dimana: 𝑬(𝒖𝟐 ) = 𝝈𝟐 [𝑬(𝒀)]𝟐 E (Y) = A+B1X1+B2X2+B3X3+B4X4 Lalu kita mentransformasi persamaan asli menjadi E (u2) = σ2 Transformasi ini masih tidak operasional karena E(Y) bergantung pada nilai A dan B yang tidak diketahui. Tetapi kita mengetahui

(107) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 88 Ŷ = a + biX1 + b2X2 + b3X3 + b4 X4 yang diperoleh melalui metode OLS. Tentu saja ŷ tidak setepat Y, oleh karena itu asumsi ini akan memberikan hasil yang semakin baik jika jumlah sampel semakin besar. 3. Uji Autokorelasi Uji autokorelasi bertujuan untuk menguji apakah di dalam sebuah model regresi linear ada korelasi antara kesalahan penggangu pada periode t dengan kesalahan periode t-1 (sebelumnya), autokorelasi ini timbul pada data yang bersifat time series. Salah satu cara untuk mendeteksi ada atau tidaknya autokorelasi adalah dengan uji Durbin-Waston (DW test). Rumusnya adalah : Keterangan: d = statistik durbin watson e = gangguan estimasi i = observasi terakhir i-1 = observasi sebelumnya

(108) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 89 Untuk memperoleh kesimpulan apakah ada masalah autokorelasi atau tidak, hasil hitungan statistik d harus dibandingkan dengan tabel statistik d. pemilihan angka tabel d harus memperhatikan banyaknya parameter (=k), dan jumlah observasi (=n), pada tingkat signifikansi (=α) tertentu.Hipotesis yang dapat disimpulkan adalah: H0 :  ≤ 0 (tidak ada autokorelasi positif) HA : > 0 (ada autokorelasi positif) Keputusan ada tidaknya autokorelasi adalah: (1) Bila nilai DW lebih besar daripada batas atas (upper bound, U), maka koefisien autokorelasi sama dengan nol. Artinya, tidak ada autokorelasi positif. (2) Bila nilai DW lebih rendah daripada batas bawah (lower bound, L), maka koefisien autokorelasi lebih besar daripada nol. Artinya, ada autokorelasi positif. (3) Bila nilai DW terletak di antara batas atas dan batas bawah, maka koefisien autokorelasi tidak dapat disimpulkan. Durbin-Watson telah berhasil mengembangkan uji statistik yang disebut uji statistik d, sehingga berhasil menurunkan nilai kritis batas bawah (dL) dan batas atas (dU) sehingga jika nilai d terletak di luar nilai kritis maka ada tidaknya autokorelasi baik positif atau negatif dapat diketahui

(109) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 90 Penentuan ada tidaknya autokorelasi dapat dilihat dengan jelas dalam gambar dibawah ini Autokorelasi Ragu-ragu Positif O Tidak Ada Ragu-ragu Autokorelasi Autokorelasi dL dU24 Negatif - du 4 - dL4 Tabel III.22 Uji Statistik Durbin-Watson Nilai Statistik d Hasil  0 < d < dL  Menolak hipotesis nol; ada autokorelasi positif  d L ≤ d ≤ dU  Daerah keragu-raguan; tidak autokorelasi positif  4 – dL< d < 4  Menolah hipotesis nol, tidak ada korelasi negatif  4 – du ≤ d ≤ 4 –  Daerah keragu-raguan; tidak ada keputusan dL  du< d < 4 –du  Menolak hipotesis nol, tidak ada autokorelasi positif dan negatif.

(110) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Gambaran Umum Obyek Penelitian Pasar Umum Muntilan didirikan sejak jaman penjajahan Belanda sehingga tidak ditemukan data yang jelas mengenai tahun berdirinya. Pasar tersebut dimiliki oleh Pemeritah Kabupaten Magelang dibawah naungan Dinas Perdagangan dan Pasar Kabupaten Magelang. Pasar Umum Muntilan memliki luas area sebesar 22,267 m2 dengan banyaknya kios dan los yang dimiliki pemda sebanyak 343 kios dan 53 los . 1. Lokasi Pasar Umum Muntilan Pasar Muntilan di lihat dari letaknya yang sangat setrategis yaitu tepat di jalan protocol Jogja-Magelang-Semarang atau lebih tepatnya di Jalan Pemuda Muntilan. Pasar ini terletak sekitar 10 km dari Kota Mungkid yang merupakan pusat pemerintahan Kabupaten Magelang dan 15 km dari Kota Madya Magelang. Pusat keramaian pasar tradisional ini terletak pada ketinggian kurang lebih 350 meter diatas permukaan laut. Dari arah utara pasar ini berbatasan dengan Jalan Pemuda, sebelah selatan dengan desa Kenatan, sebelah barat dengan sungai Keji, dan sebelah timur dengan desa Tegal Slerem. Pasar Umum Muntilan sering dianggap jantung perekonomian di Kabupaten Magelang karena memang segenap warga dari beberapa kota kecamatan di sekitarnya 91

(111) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 92 turut mendukung serta melengkapi berbagai jenis transaksi ekonomi baik jasa maupun barang komoditi lainnya. Selain terletak di pinggir jalan raya yang menghubungkan Yogyakarta dengan Semarang, pasar ini juga bersebelahan dengan Terminal Umum Drs. Prayitno Muntilan dan Pasar Burung Muntilan sehingga semakin menambah ramai kawasan di sekitar pasar ini. Karena bersebelahan dengan terminal maka akses menuju pasar ini dari berbagai kotasekitar menjadi semakin mudah. Selain itu Muntilan juga memiliki beberapa tempat wisata agama seperti makam Kyiai Raden Santri di desa Gunungpring dan juga makan romo Sanjoyo, Kerkop Muntilan, sehingga pasar Muntilan dijadikan sebagai penyedia bahan baku utama sehingga pasar muntilan sedikit banyak dipengaruh oleh ramai atau sepinya kawasan wisata tersebut. Pasar Umum Muntilan terbagi menjadi 3 jenis pedagang yaitu pedagang kios/pertokoan, pedagang los, dan pedagang oprokan/kaki lima. Pedagang jenis kios dan pertokoan sebagian besar ada di deretan terdepan baik yang ada di lantai pertama dan kedua dengan berbagai macam dagangan. Pada umumnya mereka menyediakan barang-barang yang tahan lama seperti pakaian, elektronik, dan sembako Pedagang los menempati los-los yang sudah dikapling. Sebagian deretan mereka saling berhadapan dan sebagaian yang lain membelakangi. Batas-batas wilayah tidak lagi menggunakan

(112) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 93 dinding tetapi terbuka satu dengan yang lain. meskipun tidak berdinding tidaklah berarti setiap hari harus membawa pulang seluruh dagangan mereka, melainkan cukup dengan menaru seluruh dagangan di dalam kotak yang terkunci. Mereka memperdagangkan berbagai jenis buah, berbagai jenis kebutuhan pokok harian rumah tangga seperti dagaing, sayuran, ikan laut, bumbu dapur, gula, beras, dan makanan siap santap lainnya. Adapun pedagang oprokan atau kaki lima muncul akibat dari tidak tertampungnya mereka sebagai pedagang los. Mereka medirikan petak-petak di kawasan kosong . penataan petak ini bersifat sementara bahkan sebagian mereka sampai ada yang menempati bahu jalan. Sebagaimana pedagang los mereka juga menjual barang dagangan seperti bumbu dapur, buah-buahan, sayuran, daging ayam, dan lain-lain. 2. Struktur Organisasi Pasar Umum Muntilan Tabel IV.1 Struktur Organisasi Pasar Umum Muntilan NO NAMA PANGKAT JABATAN 1 SETIYA HERU P,S.Sos PENATA / IIIc Plt. KEP UPT /TU. UP 2 BUDIMAN PENGATUR MUDA TK Plt. KEP. PASAR/BKP I / II b 3 SUNARYO JURU TK I / I d STAF 4 BAMBANG S PENGATUR MUDA TK STAF I / II b 5 USMANTO PENGATUR MUDA TK STAF

(113) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 94 I / II b 6 TUKIMAN JURU TK I / I d STAF 7 BUDI RIYANTO JURU TK I / I d STAF 8 WARSITO PENGATUR MUDA TK STAF I / II b 9 BUDI HANDONO PENGATUR MUDA TK STAF I / II b 10 CIPTO SUSILO JURU MUDA TK I / I d STAF 11 HANGGORO AJI W HARIAN LEPAS 12 TEVI PANIYARTO HARIAN LEPAS 13 MUZAENI HARIAN LEPAS 14 SEPTA DENI HARIAN LEPAS SETIANTO B. Deskripsi Responden Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari sampai dengan Maret 2014 dengan responden dalam penelitian ini adalah pedagang di Pasar Umum Muntilan yang pernah meminjam uang kepada jasa lembaga kredit informal (rentenir). Kuesioner yang disebarkan sebanyak 76 eksemplar kepada 76 pedagang di Pasar Umum Muntilan. Berdasarkan jawaban 76 responden, semua pernyataan diisi secara lengkap. Namun sebagian besar responden dalam hal mengisi kuesioner tidak mencantumkan secara lengkap mengenai identitas diri, hal ini pada

(114) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 95 akhirnya dimaklumi oleh penulis karena demi menjaga nama baik responden. 1. Deskripsi data tentang jumlah kebutuhan modal Jumlah kebutuhan modal merupakan besarnya dana yang dibutuhkan setiap bulan baik untuk memenuhi kebutuhan modal usaha dan kebutuhan rumah tangga pedagang. Kebutuhan modal dapat dilihat dari beberapa Indikator yaitu : besarnya modal usaha yang dibutuhkan pedagang setiap bulan dan besarnya pengeluaran rumah tangga pedagang setiap bulan. Hasil perhitungan dengan bantuan komputer SPSS versi 16 menunjukan bahwa distribusi frekuensi dan penilaian variabel jumlah kebutuhan modal dapat dilihat dalam tabel sebagai berikut: Tabel IV.2 Distribusi Frekuensi Kategori Jumlah Kebutuhan Modal Cumulative Frequency Valid S Percent Valid Percent Percent Rendah 18 23.6 23.6 23.6 Sedang 46 60.5 60.5 84.2 Tinggi 12 15.7 15.7 100.0 Total 76 100.0 100.0 u mber: data primer, diolah, 2014 Berdasarkan tabel tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa sebagian besar responden memiliki jumlah kebutuhan modal sedang. Hal ini ditunjukkan dari jumlah responden yang menunjukkan bahwa pedagang yang memiliki jumlah kebutuhan modal sedang berjumlah

(115) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 96 46 responden atau sebesar 60,5%. Sedangkan jumlah responden yang memiliki jumlah kebutuhan modal rendah berjumlah 18 responden atau 23,6 % dan responden yang memiliki jumlah kebutuhan modal berjumlah 12 responden atau 15,7 %. Sebagian besar responden memiliki jumlah kebutuhan modal yang sedang. Oleh karena itu dapat dikatakan bahwa besarnya modal usaha yang dibutuhkan pedagang setiap bulan tidak banyak tapi juga tidak sedikit dan besarnya pengeluaran rumah tangga pedagang setiap bulan juga tidak banyak dan tidak juga sedikit. Baik itu besarnya modal yang dibutuhkan maupun besarnya pengeluaran rumah tangga jumlahnya sedang. Beberapa responden menyatakan bahwa mereka memiliki jumlah kebutuhan modal yang tinggi dan rendah. Namun hal tersebut hanya berjumlah kecil sebab kurang dari setengah total responden. Responden yang masuk dalam kategori tersebut dapat dideskripsikan sebagai responden yang memiliki jumlah modal usaha yang dibutuhkan setiap bulan dan jumlah pengeluaran rumah tangga baik itu tinggi maupun rendah. Sebagian besar pedagang di Pasar Umum Muntilan yang pernah meminjam uang kepada rentenir ternyata memiliki jumlah kebutuhan modal yang sedang. Hal ini terjadi karena rata-rata pedagang tersebut berstatus pedagang kecil, dengan penghasilan per bulan kurang dari 1 juta rupiah, sehingga kebutuhan akan modalnya

(116) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 97 juga tidak terlalu besar. Dengan jumlah kebutuhan yang tidak terlalu besar tersebut maka pedagang dalam mengambil keputusan untuk meminjam uang pada lembaga kredit informal juga tidak terlalu tidak terburu-buru atau dalam artian pedagang tersebut masih merasa tercukupi akan kebutuhan modalnya. Namun dengan jumlah kebutuhan modal yang sedang tidak berarti pedagang tersebut tidak sama sekali meminjam dana di lembaga kredit informal. Jika sewaktu-waktu pedagang tersebut membutuhkan pinjaman dana yang mendesak, maka meminjam dana di lembaga kredit informal merupakan alternatif pilihan utama. 2. Deskripsi data tentang intensitas informasi dari pedagang lain Intensitas informasi dari pedagang lain adalah sesama pedagang yang dapat dipercaya dan memberi informasi mengenai pinjaman modal dari lembaga kredit informal. Jadi dari sesama pedagang ini informasi mengenai pinjam meminjam uang dapat disebarkan, kemudian dilihat seberapa banyak intensitas penyebaran informasi ini mampu member pengaruh terhadap keputusan pedagang. Indikator dari pedagang lain adalah rekomendasi pedagang lain dalam pengambilan modal dan pengaruh kelompok pedagang (paguyuban pedagang) dalam pengambilan keputusan. Hasil perhitungan dengan bantuan komputer SPSS versi 16 menunjukan bahwa distribusi frekuensi dan penilaian variabel

(117) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 98 intensitas informasi dari pedagang lain dapat dilihat dalam tabel sebagai berikut : Tabel IV.3 Distribusi Frekuensi Kategori Intensitas Informasi dari Pedagang Lain Cumulative Frequency Valid Percent Valid Percent Percent Rendah 24 31.5 31.5 31.5 Sedang 38 50 50 89.5 Tinggi 14 18.4 18.4 100.0 Total 76 100.0 100.0 S sumber: data primer, diolah, 2014 Berdasarkan tabel tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa sebagian besar responden memiliki pengaruh dari intensitas informasi dari pedagang lain yang sedang. Hal ini ditunjukkan dari jumlah responden yang menunjukkan bahwa pedagang yang memiliki intensitas informasi dari pedagang lain sedang berjumlah 38 responden atau sebesar 50%. Sedangkan jumlah responden yang memiliki intensitas informasi dari pedagang lain rendah berjumlah 24 responden atau 31,5% dan responden yang memiliki intensitas informasi dari pedagang lain tinggi berjumlah 14 responden atau 18,4 %. Beberapa responden menyatakan bahwa mereka memiliki intensitas informasi dari pedagang lain yang tinggi dan rendah. Namun hal tersebut hanya berjumlah kecil sebab kurang dari

(118) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 99 setengah total responden. Responden yang masuk dalam kategori tersebut dapat dideskripsikan sebagai responden yang mendapat informasi dari pedagang lain mengenai peminjaman uang di lemabaga kredit informal baik itu tinggi maupun rendah. Sebagian besar pedagang yang pernah meminjam modal paad lembaga kredit informal menyatakan bahwa intensitas informasi yang didapat dari pedagang lain hanya berpengaruh sedang terhadap keputusan peminjaman modal di lembaga kredit informal. Pedagang di Pasar Umum Muntilan tentu saja hampir setiap hari saling berinterkasi satu sama lain, dan kemungkinan juga interaksi tersebut menuju kea rah pemberian informasi mengenai pinjaman uang, terkadang pedagang masih ada yang meminta saran, informasi, atau pendapat dari pedagang lain saat akan meminjam uang. Namun pedagang di Pasar Umum Muntilan menganggap informasi dari rekan pedagang tidak terlalu berpengaruh terhadap pengambilan keputusan atau cenderung tidak dilibatkan dalam mempertimbangkan pengambilan keputusan. 3. Deskripsi data tentang Jumlah pendapatan keluarga Jumlah penghasilan keluarga adalah jumlah total penghasilan keluarga dalam satu bulan yang digunakan sepenuhnya untuk memenuhi kebutuhan keluarga Indikator dari jumlah penghasilan keluarga adalah banyaknya penghasilan keluarga pedagang dalam satu bulan

(119) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 100 Hasil perhitungan dengan bantuan komputer SPSS versi 16 menunjukan bahwa distribusi frekuensi dan penilaian variabel jumlah penghasilan keluarga dapat dilihat dalam tabel sebagai berikut : Tabel IV.4 Distribusi Frekuensi Kategori Jumlah Penghasilan Keluarga Cumulative Frequency Valid Percent Valid Percent Percent Rendah 27 35.5 35.5 35.5 Sedang 36 47.3 47.3 77.6 Tinggi 13 17.1 17.1 100.0 Total 76 100.0 100.0 Sumber: data primer diolah, 2014 Berdasarkan tabel tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa sebagian besar responden memiliki pengaruh dari jumlah penghasilan keluarga yang sedang. Hal ini ditunjukkan dari jumlah responden yang menunjukkan bahwa pedagang yang memiliki jumlah penghasilan keluarga sedang berjumlah 36 responden atau sebesar 47,3%. Sedangkan jumlah responden yang memiliki jumlah penghasilan keluarga rendah berjumlah 27 responden atau 35,5% dan responden yang memiliki jumlah penghasilan keluarga tinggi berjumlah 13 responden atau 17,1 %. Melihat data tersebut, dapat disimpulkan bahwa sebagian besar pedagang di pasar Umum Muntilan yang pernah meminjam uang pada lembaga kredit informal menyatakan bahwa, pengaruh

(120) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 101 akumulasi penghasilan anggota keluarga dalam mempengaruhi keputusan pengambilan pinjaman pada lembaga kredit informal tidak terlalu besar tapi juga tidak terlalu kecil atau bisa dikatakan sedang. Namun sebagian responden menyatakan bahwa pengaruh dari jumlah penghasilan keluarga tersebut ada yang besar dan yang kecil, hal ini berarti sebagian kecil pedagang dalam mengambil keputusan untuk meminjam uang masih dipengaruhi oleh jumlah penghasilan keluarga. 4. Deskripsi data tentang pengajuan persyaratan kredit Pengajuan persyaratan kredit adalah banyaknya peryaratan yang harus dipenuhi pedagang untuk meminjam modal di lembaga kredit informal. Indikator dari persyaratan kredit adalah ada tidaknya agunan atau jaminan saat meminjam modal, besar bunga yang dikenakan saat meminjam modal, dan jangka waktu pengembalian pinjaman. Hasil perhitungan dengan bantuan komputer SPSS versi 16 menunjukan bahwa distribusi frekuensi dan penilaian variabel pengajuan persyaratan kredit dapat dilihat dalam tabel sebagai berikut :

(121) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 102 Tabel IV.5 Distribusi Frekuensi Kategori Pengajuan Persyaratan Kredit Cumulative Frequency Valid Percent Valid Percent Percent Rendah 15 19.7 19.7 19.7 Sedang 49 64.4 64.4 88.2 Tinggi 12 15.7 15.7 100.0 S Total 76 100.0 s umber: data primer diolah, 2014 100.0 Berdasarkan tabel tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa sebagian besar responden memiliki pengaruh dari pengajuan persyaratan kredit yang sedang. Hal ini ditunjukkan dari jumlah responden yang menunjukkan bahwa pedagang yang memiliki pengajuan persyaratan kredit sedang berjumlah 49 responden atau sebesar 64,4%. Sedangkan jumlah responden yang memiliki pengajuan persyaratan kredit rendah berjumlah 15 responden atau 19,7% dan responden yang memiliki pengajuan persyaratan kredit tinggi berjumlah 12 responden atau 15,7%. Melihat data tersebut, dapat disimpulkan bahwa sebagian besar pedagang di pasar Umum Muntilan yang pernah meminjam uang pada lembaga kredit informal menyatakan bahwa besarnya bunnga, adannya jaminan, dan lamanya jangkan watu pengembalian hanya berpengaruh sedang terhadap peminjaman keputusan di

(122) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 103 lembaga kredit informal. Namun sebagian responden menyatakan bahwa pengaruh dari pengajuan persyaratan kredit tersebut ada yang besar dan yang kecil, hal ini berarti sebagian kecil pedagang dalam mengambil keputusan untuk meminjam uang masih dipengaruhi oleh persyaratan kredit yang diajukan. 5. Deskripsi data tentang keputusan pedagang dalam mengambil modal pada lembaga kredit informal Keputusan pedagang dalam mengambil modal pada lembaga kredit informal adalah tindakan pedagang yang akan mengambil modal di lembaga kredit informal setelah melalui berbagai pertimbangan. Indikator dari keputusan pedagang dalam mengambil modal pada lembaga kredit informal adalah banyaknya jumlah pinjaman dan frekuensi pedagang dalam meminjam modal. Hasil perhitungan dengan bantuan komputer SPSS versi 16 menunjukan bahwa distribusi frekuensi dan penilaian variabel keputusan pedagang dalam mengambil modal pada lembaga kredit informal dapat dilihat dalam tabel sebagai berikut :

(123) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 104 Tabel IV.6 Distribusi Frekuensi Kategori Keputusan Pedagang Dalam Mengambil Modal pada Lembaga Kredit Informal Cumulative Frequency Valid Percent Valid Percent Percent Rendah 26 34.2 34.4 34.4 Sedang 23 30.2 30.2 92.1 Tinggi 27 35.5 35.5 100.0 76 100.0 s Total u mber: data primer diolah, 2014 100.0 Berdasarkan tabel tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa sebagian besar responden memiliki keputusan pedagang dalam mengambil modal pada lembaga kredit informal yang sedang. Hal ini ditunjukkan dari jumlah responden yang menunjukkan bahwa pedagang yang memiliki keputusan peminjaman sedang berjumlah 23 responden atau sebesar 30,2%. Sedangkan jumlah responden yang memiliki keputusan peminjaman dalam mengambil modal pada lembaga kredit informal rendah berjumlah 26 responden atau 34,2% dan responden yang memiliki keputusan pedagang dalam mengambil modal pada lembaga kredit informal tinggi berjumlah 27 responden atau 35,5 %. Melihat data tersebut, dapat disimpulkan bahwa sebagian besar pedagang di pasar Umum Muntilan yang pernah meminjam

(124) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 105 uang pada lembaga kredit informal menyatakan bahwa, banyaknya jumlah pinjaman dan frekuensi meminjam modal tidak terlalu tinggi tapi juga tidak terlalu rendah atau bisa dikatakan sedang. Namun sebagian responden menyatakan bahwa keputusan pedagang dalam mengambil modal pada lembaga kredit informal ada yang tinggi dan ada yang rendah, hal ini berarti sebagian kecil pedagang dalam mengambil keputusan untuk meminjam uang masih dipengaruhi oleh keinginan dan juga kebutuhan ekonomi dari pedagang itu sendiri. Keputusan pedagang dalam mengambil modal pada lembaga kredit informal oleh sebagian besar pedagang di Pasar Umum Muntilan masih dalam taraf sedang. Hal ini dapat dijadikan informasi bagi pihak pihak terkait untuk menyediakan pinjaman dana bagi pedagang namun dengan persyaratan yang mudah serta bunga yang rendah, jadi pedagang-pedagang tersebut tidak lagi terlalu bergantung pada lembaga kredit informal atau rentenir sehingga pedagang tersebut terhindar dari jeratan hutang yang begitu tinggi.

(125) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 106 C. Analisis data 1. Pengujian prasyarat analisis data Uji Normalitas Pengujian normalitas digunakan untuk melihat apakah sebaran data yang digunakan berdistribusi normal atau tidak. Pengujian normalitas dilakukan dengan program SPSS.16. Dari hasil pengujian satu sampel Kolmogorov-Smirnov dapat diketahui bahwa data untuk variabel jumlah kebutuhan modal, intensitas informasi pedagang lain, jumlah penghasilan keluarga, pengajuan persyaratan kredit, dan keputusan pedagang dalam mengambil modal pada lembaga kredit informal berdistribusi normal karena asymp.sig (2 tailed) > α. Output dari hasil olah data menggunakan SPSS adalah sebagai berikut:

(126) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 107 Tabel IV.7 Hasil Uji Normalitas One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Intensitas N Keputusan Jumlah Informasi Jumlah Pedagang Dalam Kebutuh dari pendapa Pengajuan Mengambil Modal an Pedagang tan Persyaratan pada Lembaga modal Lain Keluarga Kredit Kredit Informal 76 76 76 76 76 15.79 10.47 8.92 13.26 8.01 Paramet Std. a 3.185 ers Deviation 2.430 1.757 2.821 1.963 Most Normal Mean Absolute .098 .120 .134 .086 .129 Extreme Positive Differenc Negative es .098 .081 .134 .078 .108 -.095 -.120 -.129 -.086 -.129 .853 1.047 1.169 .752 1.124 .460 .223 .130 .624 .160 KolmogorovSmirnov Z Asymp. Sig. (2tailed) a. Test distribution is Normal. Dari output diatas, dapat diketahui bahwa nilai signifikansi Asymp. Sig (2-tailed) Jumlah Kebutuhan Modal (X1) sebesar 0,460, Intensitas Informasi Pedagang Lain (X2) sebesar 0,223, Jumlah Pendapatan Keluarga (X3) sebesar 0,130, Pengajuan Persyaratan Kredit (X4) sebesar 0,624 dan Keputusan Pedagang Dalam Mengambil Modal pada Lembaga Kredit Informal (Y) sebesar 0,160. Apabila dibandingkan dengan signifikansi > 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa residual berdistribusi normal.

(127) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 108 2. Pengujian Hipotesis a. Analisis regresi berganda Tabel IV.8 Pengujian Hipotesis a Coefficients Model Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients B 1 (Constant) Std. Error Beta 13.217 1.768 t Sig. 7.475 .005 X1 -.032 .052 .-072 -.628 .532 X2 -.057 .091 -.072 -.625 .534 X3 -.253 .126 -.238 -2.003 .049 X4 .072 .054 .157 1.346 .183 a. Dependent Variable: Y 1) Jumlah Kebutuhan Modal (X1) Rumusan masalah dalam variabel kebiasaan berhutang sebagai berikut: Ho : tidak ada pengaruh signifikan jumlah kebutuhan modal terhadap keputusan pedagang dalam mengambil modal di lembaga kredit Informal. Ha : ada pengaruh jumlah kebutuhan modal terhadap keputusan pedagang dalam mengambil modal di lembaga kredit Informal. Untuk pengujian hipotesis diatas, dilihat kolom Sig. Probabilitas variabel jumlah kebutuhan modal pada tabel

(128) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 109 Coefficients. Kolom Sig. Probabilitas menunjukkan nilai 0,532 yang berarti nilai ini berada diatas signifikansi 5% (0,05). Oleh karena itu Sig. > 0,05 maka dapat dikatakan H0 diterima dan Ha ditolak sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak ada pengaruh signifikan jumlah kebutuhan modal terhadap keputusan pedagang dalam mengambil modal di lembaga kredit informal. 2) Intensitas Informasi dari Pedagang Lain (X2) Rumusan masalah dalam variabel intensitas informasi dari pedagang lain sebagai berikut: Ho : tidak ada pengaruh signifikan intensitas informasi dari pedagang lain terhadap keputusan pedagang dalam mengambil modal di lembaga kredit informal Ha : ada pengaruh signifikan intensitas informasi dari pedagang lain terhadap keputusan pedagang dalam mengambil modal di lembaga kredit informal Untuk pengujian hipotesis diatas, dilihat kolom Sig. Probabilitas variabel intensitas informasi dari pedagang lain pada tabel Coefficients. Kolom Sig. Probabilitas menunjukkan nilai 0,534 yang berarti nilai ini berada diatas signifikansi 5% (0,05). Oleh karena itu Sig. > 0,05 maka dapat dikatakan H0 diterima dan Ha ditolak sehingga dapat

(129) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 110 disimpulkan bahwa tidak ada pengaruh signifikan intensitas informasi dari pedagang lain terhadap keputusan pedagang dalam mengambil modal di lembaga kredit informal. 3) Jumlah Pendapatan Keluarga (X3) Rumusan masalah dalam variabel jumlah pendapatan keluarga sebagai berikut: Ho : tidak ada pengaruh signifikan jumlah pendapatan keluarga terhadap keputusan pedagang dalam mengambil modal di lembaga kredit informal Ha : ada pengaruh signifikan jumlah pendapatan keluarga terhadap keputusan pedagang dalam mengambil modal di lembaga kredit informal Untuk pengujian hipotesis diatas, dilihat kolom Sig. Probabilitas variabel jumlah pendapatan keluarga pada tabel Coefficients. Kolom Sig. Probabilitas menunjukkan nilai 0,049 yang berarti nilai ini berada dibawah signifikansi 5% (0,05). Oleh karena itu Sig. < 0,05 maka dapat dikatakan H0 ditolak dan Ha diterima sehingga dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh signifikan jumlah pendapatan keluarga terhadap keputusan pedagang dalam mengambil modal di lembaga kredit informal.

(130) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 111 4) Pengajuan Persyaratan Kredit (X4) Rumusan masalah dalam variabel pengajuan persyaratan kredit sebagai berikut: Ho : tidak ada pengaruh signifikan pengajuan persyaratan kredit terhadap keputusan pedagang dalam mengambil modal di lembaga kredit informal Ha : ada pengaruh signifikan pengajuan persyaratan kredit terhadap keputusan pedagang dalam mengambil modal di lembaga kredit informal Untuk pengujian hipotesis diatas, dilihat kolom Sig. Probabilitas variabel pengajuan persyaratan kredit pada tabel Coefficients. Kolom Sig. Probabilitas menunjukkan nilai 0,183 yang berarti nilai ini berada diatas signifikansi 5% (0,05). Oleh karena itu Sig. > 0,05 maka dapat dikatakan H0 diterima dan Ha ditolak sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak ada pengaruh signifikan pengajuan persyaratan kredit terhadap keputusan pedagang dalam mengambil modal di lembaga kredit informal.

(131) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 112 5) Jumlah Kebutuhan Modal (X1), Intensitas Informasi dari Pedagang Lain (X2), Jumlah Penghasilan Keluarga (X3), Pengajuan Persyaratan Kredit (X4) terhadap Keputusan Pedagang Dalam Mengambil Modal di Lembaga Kredit Informal Rumusan masalah dalam variabel jumlah kebutuhan modal, intensitas informasi dari pedagang lain, jumlah pendapatan keluarga, dan pengajuan persyaratan kredit adalah sebagai berikut: Ho : tidak ada pengaruh signifikan jumlah kebutuhan modal, intensitas informasi dari pedagang lain, jumlah pendapatan keluarga, dan pengajuan persyaratan kredit terhadap keputusan pedagang dalam mengambil modal di lembaga kredit informal. Ha : ada pengaruh signifikan jumlah kebutuhan modal, intensitas informasi dari pedagang lain, jumlah pendapatan kredit keluarga, dan pengajuan persyaratan terhadap keputusan pedagang mengambil modal di lembaga kredit informal. dalam

(132) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 113 Tabel IV.9 Model Summary Model 1 R Adjusted R Std. Error of the Square Estimate R Square a .288 .083 .031 1.406 a. Predictors: (Constant), X4, X2, X3, X1 Hasil perhitungan yang dilakukan dengan berdasarkan program SPSS menunjukkan bahwa nilai Adjusted R Square sebesar 0,031. Hal ini berarti jumlah kebutuhan modal, intensitas informasi dari pedagang lain, jumlah pendapatan keluarga, dan pengajuan persyratan kredit secara bersamasama berkontribusi sebesar 3,1% terhadap keputusan meminjam modal pada lembaga kredit informal oleh pedagang di Pasar Umum Muntilan.

(133) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 114 b. UJI F Jumlah Kebutuhan Modal (X1), Intensitas Informasi dari Pedagang Lain (X2), Jumlah Penghasilan Keluarga (X3), Pengajuan Persyaratan Kredit (X4) terhadap Keputusan Pedagang Dalam Mengambil Modal di Lembaga Kredit Informal (Y) Tabel IV.10 b ANOVA Model Sum of Squares Df Mean Square 1 Regression 12.709 4 3.177 Residual 140.291 71 1.976 Total 153.000 75 F Sig. a. Predictors: (Constant), X4, X2, X3, X1 b. Dependent Variable: Y Berdasarkan hasil perhitungan diperoleh harga Fhitung sebesar 1,608 sementara Ftabel pada df (4:71) sebesar 2,50. Melihat kriteria pengujian hipotesis apabila Fhitung lebih besar daripada Ftabel maka H0 ditolak, sedangkan jika terjadi sebaliknya Fhitung lebih kecil daripada Ftabel maka H0 diterima. Dalam pengujian hipotesis kelima ini, Fhitung lebih kecil daripada Ftabel (2,50 > 1,608) maka H0 diterima dan Ha ditolak. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa tidak ada pengaruh signifikan jumlah kebutuhan modal, intensitas informasi dari pedagang lain, jumlah pendapatan keluarga, dan pengajuan persyaratan kredit terhadap keputusan pedagang dalam mengambil modal di lembaga kredit informal a 1.608 .182

(134) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 115 3. Pengujian Asumsi Klasik a. Uji Multikolinieritas Multikolinieritas merupakan suatu perselingkuhan atau hubungan antara variabel bebas yang satu dengan yang lain. Dalam hal ini variabel tersebut disebut variabel yang bersifat tidak ortogonal. Variabel yang bersifat tidak ortogonal tersebut merupakan variabel bebas yang korelasinya tidak sama dengan nol. Untuk mendeteksi masalah multikolinieritas dapat menggunakan rumus korelasi. Adapun rumus korelasi sebagai berikut (Sugiyono, 2010): Selanjutnya dengan program SPSS diadakan analisa collinerity statistics. Dari analisis collinerity statistics akan memperoleh VIF (Variance Inflation Factor). Dasar analisis yang digunakan yaitu jika tolerance lebih dari 0,1 dan VIF kurang dari 5 maka tidak terjadi masalah multikolinieritas. Hasil output dari uji multikolinearitas sebagai berikut:

(135) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 116 Tabel IV.11 Hasil Uji Multikolinearitas Coefficients a Collinearity Statistics Model 1 Tolerance VIF Jumlah Keb. Modal .965 1.036 Intens. Inform Ped. Lain .980 1.020 Jumlah Pendptn Kel. .972 1.029 .958 1.044 (Constant) Pengajuan Persyaratan Kredit a. Dependent Variable : keputusan pedagang dalam mengambil modal di lembaga kredit informal Sumber : data diolah, 2014 . Berdasarkan output diatas, dapat diketahui bahwa nilai tolerance dari keempat variabel yaitu: jumlah kebutuhan modal (0,965), intensitas informasi dari pedagang lain (0,980), jumlah pendapatan keluarga (0,972) dan pengajuan persyaratan kredit (0,958) lebih besar dari 0,1. Sedangkan nilai VIF dalam keempat variabel tersebut pun kurang dari 5. VIF dari keempat variabel yaitu: jumlah kebutuhan modal (1,036), intensitas informasi dari pedagang lain (1,020), jumlah pendapatan keluarga (1,029) dan pengajuan persyaratan kredit (1,044). Maka dapat dikatakan nilai VIF < 5 sehingga dapat disimpulkan bahwa dalam model regresi tidak terjadi masalah multikolinearitas.

(136) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 117 b. Uji Heteroskedastis Heteroskedastisitas adalah suatu keadaan dimana varians dari kesalahan pengganggu tidak konstan untuk suatu variabel bebas. Untuk mendeteksi ada tidaknya masalah heteroskedastisitas digunakan uji Glejser dengan cara meregresikan antara variabel independen dengan nilai absolut residualnya. Jika signifikansi antara variabel independen dengan nilai absolut residualnya > 0,05 maka tidak terjadi masalah heteroskedastisitas, tetapi jika < 0,05 maka terjadi masalah heteroskedastisitas. Hasil output adalah sebagai berikut: Tabel IV.12 Hasil Uji Heteroskedastis Coefficientsa Standardized Unstandardized Coefficients Model 1 (Constant) Jumlah Keb. Modal Intensitas Inform. Ped. lain Jumlah pend.kel Pengajuan Persy. kredit B Std. Error 2.514 1.287 .005 .040 -.050 Coefficients Beta t Sig. 1.954 .055 .014 .117 .908 .052 -.114 -.964 .338 -.024 .072 -.039 -.330 .742 -.031 .045 -.082 -.683 .497 a. Dependent Variable: ABS_RES

(137) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 118 Berdasarkan tabel diatas, nilai signifikansi (p-value) dari keempat variabel yaitu jumlah kebutuhan modal (0,908), intensitas informasi dari pedagang lain (0338), jumlah pendapatan keluarga (0,742), dan pengajuan persyaratan kredit (0,497). Oleh karena itu dapat dikatakan bahwa nilai signifikansi (p-value) > 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa dalam model regresi tidak terjadi masalah heteroskedastisidas. c. Uji Auto Korelasi Autokorelasi adalah suatu keadaan dimana keselahan pengganggu dari satu observasi terhadap observasi selanjutnya yang berurutan tidak berpengaruh atau tidak terjadi korelasi. Dalam penelitian ini uji autokorelasi menggunakan metode Durbin Watson. Cara mendeteksi masalah autokorelasi dengan metode Durbin Watson adalah sebagai berikut: 1) dU < DW < 4-dU maka H0 diterima (tidak terjadi autokorelasi) 2) DW < dL atau DW > 4-dL maka H0 ditolak (terjadi autokorelasi) 3) dL < DW < dU atau 4-dU < DW < 4-dL maka tidak ada keputusan yang pasti Dari hasil data yang telah diolah melalui program SPSS 16.0, diperoleh output sebagai berikut:

(138) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 119 Tabel IV.13 Hasil Uji Auto Korelasi Model Summaryb Model 1 R .400a Adjusted R Std. Error of the Square Estimate R Square .160 .112 1.849 Durbin-Watson 2.116 a. Predictors: (Constant), persyaratan kredit, jumlah anggota keluarga, pedagang lain, kebiasaan berhutang b. Dependent Variable: Y Berdasarkan output diatas dapat diketahui bahwa nilai Durbin Watson (DW) sebesar 2,116. Dengan melihat tabel Durbin Watson pada signifikansi 0,05; jumlah responden (n) = 76 dan jumlah variabel independen (k) = 4 didapat dL = 1,51 dU = 2,26. Maka didapat hasil nilai DW berada diantar dL dan dU yaitu 1,51 < 2,116 <2,26 Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa dalam model regresi tidak dapat disimpulkan karena tidak ada keputusan yang pasti D. Pembahasan Hasil Penelitian 1. Pengaruh Jumlah Kebutuhan Modal terhadap keputusan pedagang dalam mengambil modal pada lembaga kredit informal. Hasil pengujian hipotesis pertama mengenai jumlah kebutuhan modal terhadap keputusan pedagang dalam mengambil modal pada lembaga kredit informal menunjukkan bahwa jumlah

(139) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 120 kebutuhan modal tidak ada pengaruh signifikan terhadap keputusan pedagang dalam mengambil modal pada lembaga kredit informal. Kesimpulan tersebut didukung hasil perhitungan statistik yang menunjukkan nilai sig. (probabilitas) sebesar 0,532 lebih besar dari 0,05. Oleh karena itu H0 diterima dan Ha ditolak artinya tidak ada pengaruh jumlah kebutuhan modal terhadap keputusan pedagang dalam mengambil modal pada lembaga kredit informal. Berdasarkan analisis deskripsi data responden yang menujukkan bahwa sebagian besar responden memiliki jumlah kebutuhan modal yang sedang. Hal ini ditunjukkan dari jumlah responden yang memiliki jumlah kebutuhan modal sedang berjumlah 46 responden atau sebesar 60,5% dari total keseluruhan 76 responden. Sedangkan analisis deskripsi data tentang keputusan pedagang dalam mengambil modal pada lembaga kredit informal menunjukkan bahwa sebagian besar responden termasuk dalam kategori sedang. Hal ini ditunjukkan dari jumlah responden yang masuk dalam kategori tinggi berjumlah 27 responden atau sebesar 35,5% dari total kesuluruhan responden. Responden yang memiliki jumlah kebutuhan modal rendah hanya berjumlah 18 responden atau setara dengan 23,6% dari total keseluruhan responden. Sehingga dapat dikatakan jumlah tersebut lebih sedikit apabila dibandingkan dengan responden yang memiliki jumlah

(140) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 121 kebutuhan modal sedang. Dengan demikian, jumlah kebutuhan modal pedagang cukup berpengaruh terhadap tentang keputusan pedagang dalam mengambil modal pada lembaga kredit informal. Melihat hasil dari analisis deskripsi diatas yang menyatakan bahwa sebagian besar responden memiliki jumlah kebutuhan modal yang sedang, kemudian keputusan pedagang dalam mengambil modal pada lembaga kredit informal juga sedang. Dengan demikian pengaruh antara jumlah kebutuhan modal terhadap keputusan pedagang dalam mengambil modal pada lembaga kredit informal adalah sedang sehingga bisa dikatakan ada pengaruh positif antara kedua variabel tersebut. Sebagaimana yang tertulis dalam kajian pustaka mengenai pengertian modal menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia yaitu uang yang dipakai sebagai pokok (induk) untuk berdagang, melepas uang, dan sebagainya; harta benda (uang, barang, dan sebagainya) yang dapat dipergunakan untuk menghasilkan sesuatu yang menambah kekayaan. Maka kebutuhan akan modal adalah kebutuhan yang utama bagi seorang pedagang, karena modal ini lah yang nantinya digunakan untuk membiayai aktivitas perdagangan. Pedagang di pasar Umum Muntilan adalah pedagang yang masuk kategori pedagang kecil dengan pendapatan per bulan rata-rata dibawah 1,5 juta rupiah, pendapatan yang kecil ini salah satunya juga dipengaruhi oleh kecilnya modal usaha yang mereka

(141) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 122 miliki. Sehingga untuk mengtasi masalah tersebut banyak pedagang yang mengandalkan pinjaman dana dari lembaga kredit kredit informal untuk menambah atau menutupi kekurangan modalnya. Menurut Mardiyatmo (2008) modal usaha diperoleh melalui 3 hal, yaitu modal sendiri, modal asing (pinjaman), dan modal patungan. Dalam kasus ini yang menjadi fokus perhatian adalah modal asing (pinjaman). Modal pinjaman ini memiliki kelebihan serta kekurangan, kelebihannya antara lain Jumlah pinjaman yang tidak dibatasi dan membuat peminjam dana memiliki motivasi tinggi dalam berusaha karena memiliki beban untuk mengembalikan pinjaman. Pendapat ini faktanya tidak terbukti dalam penelitian yang penulis lakukan di pasar Umum Muntilan, karena sebagian besar pedagang menyatakan kalau pinjaman modal dibatasi paling banyak 2 juta rupiah, hal ini karena lembaga kredit informal yang bersangkutan juga tidak memiliki dana berlimpah, namun motivasi usaha ternyata menjadi tinggi karena adanya tanggungan beban pengembalian pinjaman tersebut. Selanjutnya masih menurut Mardiyatmo (2008) ada juga kelemahan dari modal pinjaman yaitu adanya berbagai biaya seperti bunga dan biaya administrasi dan beban moral. Hal ini kembali tidak sesuai dengan apa yang terjadi di Pasar Umum

(142) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 123 Muntilan, karena banyak pedagang yang menyatakan bahwa bunga yang dikenakan masih relatif wajar dan administrasi yang dikenakan tidak sulit. Selain itu juga tidak ada beban moral yang dialami pedagang, karena mereka merasa banyak pedagang yang juga meminjam uang pada lembaga kredit informal itu sehingga tidak perlu malu atau minder. Sehingga pedagang di Pasar Umum Muntilan menganggap bahwa kebutuhan akan jumlah modal mereka yang cenderung sedang atau tidak terlalu besar dan juga tidak terlalu kecil, hasilnya tidak memiliki pengaruh secara signifikan terhadap keputusan peminjaman modal di lembaga kredit informal 2. Pengaruh intensitas informasi dari pedagang lain terhadap keputusan pedagang dalam mengambil modal pada lembaga kredit informal. Hasil pengujian hipotesis kedua mengenai pengaruh intensitas informasi dari pedagang lain terhadap keputusan pedagang dalam mengambil modal pada lembaga kredit informal menunjukkan bahwa intensitas informasi dari pedagang lain tidak ada pengaruh signifikan terhadap keputusan pedagang dalam mengambil modal pada lembaga kredit informal. Kesimpulan tersebut didukung hasil perhitungan statistik yang menunjukkan nilai sig. (probabilitas) sebesar 0,534 lebih besar dari 0,05. Oleh

(143) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 124 karena itu H0 diterima dan Ha ditolak yang artinya tidak ada pengaruh intensitas informasi dari pedagang lain terhadap keputusan pedagang dalam mengambil modal pada lembaga kredit informal. Berdasarkan analisis deskripsi data responden yang menujukkan bahwa, sebagian besar responden memiliki pengaruh intensitas informasi dari pedagang lain yang sedang. Hal ini ditunjukkan dari jumlah responden yang memiliki pengaruh intensitas informasi dari pedagang lain sedang berjumlah 38 responden atau sebesar 50 % dari total keseluruhan 76 responden. Sedangkan analisis deskripsi data tentang keputusan pedagang dalam meminjam modal pada lembaga kredit informal menunjukkan bahwa sebagian besar responden termasuk dalam kategori sedang. Hal ini ditunjukkan dari jumlah responden yang masuk dalam kategori tinggi berjumlah 27 responden atau sebesar 35,5% dari total kesuluruhan responden. Responden yang memiliki pengaruh dari intensitas informasi dari pedagang lain rendah berjumlah 24 responden atau setara dengan 31,5% dan responden yang memiliki pengaruh dari intensitas informasi dari pedagang lain yang tinggi berjumlah 14 responden atau 18,4% dari total keseluruhan responden. Sehingga dapat dikatakan pengaruh adanya intensitas informasi dari pedagang lain terhadap pengambilan keputusan pedagang dalam mengambil modal pada

(144) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 125 lembaga kredit informal tidak terlalu tinggi tapi juga tidak terlalu rendah. Dengan demikian, adanya intensitas informasi dari pedagang lain tidak berpengaruh positif terhadap keputusan pedagang dalam mengambil modal pada lembaga kredit informal. Informasi mengenai tata cara dan kepada siapa untuk meminjam uang, sangat dibutuhkan oleh pedagang yang pada waktu tertentu membutuhkan dana pinjaman yang cepat dan mudah. Oleh karena itu adanya pedagang lain yang sama-sama berada di Pasar Umum Muntilan untuk saling berbagi informasi sangat diperlukan. Apalagi berdasarkan pengamatan penulis, ada sebagian pedagang yang tidak memiliki kemampuan baca tulis, sehingga bantuan dari sesama rekan pedagang sangat dibutuhkan jika ada salah seorang pedagang yang ingin meminjam uang. Selain itu ada juga pedagang yang meminta bantuan pada rekan pedagangnya untuk meminjamkan uang dari rentenir, karena pedagang tersebut tidak memiliki persyaratan atau jaminan yang memenuhi persyaratan. Adanya paguyuban pedagang di Pasar Umum Muntilan juga sedikit banyak membantu para rentenir untuk menyebarkan informasi tentang pinjaman uang kepada pedagang. Bagi sebagian besar pedagang di Pasar Umum Muntilan, meminjam uang pada rentenir sudah menjadi kebiasaan yang dimaklumi oleh pedagang-pedagang lain, namun yang menarik

(145) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 126 disini pedagang –pedagang tersebut merasa malu atau risih jika harus membicarakan masalah hutang piutang ini kepada rekan pedagang lain. Jadi pedagang tersebut memang sudah saling mengerti jika mereka pernah atau sering meminjam uang pada rentenir, namun mereka sendiri juga tidak mau saling berbagi informasi pada pedagang lain karena rasa malu atau memang hal tersebut sudah menjadi urusan pribadi masing-masing pedagang.. Mungkin hal ini juga dipengaruhi oleh kebudayaan jawa yang menganggap masalah hutang piutang tidak layak untuk dibicarakan pada orang banyak. Oleh karena itu tidak ada pengaruh yang positif antara adanya informasi dari pedagang lain terhadap keputusan pedagang dalam mengambil modal pada lembaga kredit informal. Sikap dan perilaku yang tertutup tentang pinjam meminjam uang membuat adanya pedagang lain tidak banyak berpengaruh. Namun tidak menutup kemungkinan jika penelitian yang selanjutnya bisa menggali informasi lebih dalam akan adanya pengaruh dari pedagang lain tersebut.

(146) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 127 3. Pengaruh jumlah pendapatan keluarga terhadap keputusan pedagang dalam mengambil modal pada lembaga kredit informal Hasil pengujian hipotesis ketiga mengenai pengaruh jumlah pendapatan keluarga terhadap keputusan pedagang dalam mengambil modal pada lembaga kredit informal menunjukkan bahwa jumlah pendapatan keluarga ada pengaruh signifikan terhadap keputusan pedagang dalam mengambil modal pada lembaga kredit informal. Kesimpulan tersebut didukung hasil perhitungan statistik yang menunjukkan nilai sig. (probabilitas) sebesar 0,049 lebih kecil dari 0,05. Oleh karena itu H0 ditolak dan Ha diterima yang artinya ada pengaruh signifikan jumlah pendapatan keluarga terhadap keputusan pedagang dalam mengambil modal pada lembaga kredit informal. Berdasarkan analisis deskripsi data responden yang menujukkan bahwa sebagian besar responden memiliki pengaruh bahwa jumlah pendapatan keluarga yang sedang. Hal ini ditunjukkan dari jumlah responden yang memiliki pengaruh dari jumlah pendapatan keluarga berjumlah 36 responden atau sebesar 47,3% dari total keseluruhan 76 responden. Sedangkan analisis deskripsi data tentang keputusan pedagang dalam mengambil modal pada lembaga kredit informal menunjukkan bahwa sebagian besar responden termasuk dalam

(147) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 128 kategori sedang. Hal ini ditunjukkan dari jumlah responden yang masuk dalam kategori tinggi berjumlah 27 responden atau sebesar 35,5 % dari total kesuluruhan responden. Responden yang memiliki pengaruh dari jumlah pendapatan keluarga rendah berjumlah 27 responden atau setara dengan 35,5% dan responden yang memiliki pengaruh dari bahwa jumlah pendapatan keluarga yang tinggi berjumlah 13 responden atau 17,1% dari total keseluruhan responden. Sehingga dapat dikatakan pengaruh bahwa jumlah pendapatan keluarga terhadap pengambilan keputusan pedagang dalam mengambil modal pada lembaga kredit informal tidak terlalu tinggi tapi juga tidak terlalu rendah. Dengan demikian, jumlah pendapatan keluarga berpengaruh positif terhadap keputusan pedagang dalam mengambil modal pada lembaga kredit informal. Melihat data diatas terlihat bahwa jumlah pendapatan keluarga berpengaruh sedang sebesar 47,3%, kemudian yang berpengaruh kecil sebesar 35,5% sedangkan jumlah pendapatan keluarga yang berpengaruh tinggi terhadap keputusan pedagang dalam mengambil modal pada lembaga kredit informal hanya sebesar 17,1% saja. Hal ini menandakan bahwa sebagian kecil pedagang menggunakan uang yang dipinjam dari rentenir untuk keperluan keluarga. Sedangkan sebagian pedagang lainnya yang pendapatan keluarganya tinggi bejumlah 27 responden sama sekali

(148) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 129 tidak menggunkan uang pinjaman dari rentenir untuk keperluan keluarga. Dan untuk 36 responden yang menyatakan bahwa bahwa jumlah pendapatan keluarga berpengaruh sedang, dapat diartikan bahwa uang yang dinjam dari rentenir kemungkinan kecil digunakan untuk keperluan keluarga atau untuk menambah modal dagangnya atau justru untuk keperluan yang lain-lain. Banyak pedagang di Pasar Umum Muntilan berpendapat bahwa kebutuhan keluarga yang dibiayai oleh uang dari hasil meminjam pada rentenir sangat beresiko tinggi, karena uang pinjaman tersebut memiliki bunga dan ada jatuh temponya. Sehingga pedagang tersebut beranggapan bunga yang dibayarkan tersbut bisa untuk memenuhi kebutuhan lainnya. Untuk memenuhi kebutuhan keluarga yang mendesak, pedagang tersebut cenderung memilih berhutang dalam bentuk barang, misalnya sembako atau pakaian. Sedangkan jika kebutuhan tersebut berbentuk uang maka mereka cenderung memilih meminjam pada sesame rekan pedangang di Pasar Umum Muntilan. Jadi dapat disimpulkan bahwa bahwa jumlah pendapatan keluarga tidak berpengaruh secara positif terhadap keputusan pedagang dalam mengambil modal pada lembaga kredit informal. Karena kebutuhan keluarga yang dibiyai oleh uang pinjaman dari rentenir sangat beresiko, hal ini sesuai dengan fungsi keluarga menurut Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 1994 yang

(149) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 130 terdapat dalam BKKBN (1996) yaitu fungsi kegunaan yang dapat diartikan sebagai tindakan pemakaian suatu sumber ekonomi dan non-ekonomi secara efektif untuk mencapai tujuan tertentu. Namun hal ini juga tidak menutup kemungkinan dimasa mendatang dengan adanya kebutuhan keluarga dari pedagang yang semakin sulit sedangkan lembaga keuangan yang disediakan pemerintah tidak dapat dijangkau oleh pedagang-pedagang kecil maka solusi yang akan ditempuh pedagang tersebut dengan meminjam uang pada rentenir untuk memenuhi kebutuhan keluarganya. Oleh karena itu perlu adanya dukungan dari pemerintah pusat maupun daerah untuk menyelenggarakan lembaga keuangan formal yang aman serta memiliki persyaratan yang mudah sehingga dapat dijangkau oleh pedagang-pedagang kecil. 4. Pengaruh persyaratan kredit terhadap keputusan pedagang dalam mengambil modal pada lembaga kredit informal Hasil pengujian hipotesis keempat mengenai pengaruh pengajuan persyaratan kredit terhadap keputusan pedagang dalam mengambil modal pada lembaga kredit informal menunjukkan bahwa pengajuan persyaratan kredit tidak ada pengaruh signifikan terhadap keputusan pedagang dalam mengambil modal pada lembaga kredit informal. Kesimpulan tersebut didukung hasil

(150) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 131 perhitungan statistik yang menunjukkan nilai sig. (probabilitas) sebesar 0,183 lebih besar dari 0,05. Oleh karena itu H0 diterima dan Ha ditolak yang artinya tidak ada pengaruh pengajuan persyaratan kredit terhadap keputusan pedagang dalam mengambil modal pada lembaga kredit informal. Berdasarkan analisis deskripsi data responden yang menujukkan bahwa sebagian besar responden memiliki pengaruh dari pengajuan persyaratan kredit yang sedang. Hal ini ditunjukkan dari jumlah responden yang memiliki pengaruh dari pengajuan persyaratan kredit sedang berjumlah 49 responden atau sebesar 64,4% dari total keseluruhan 76 responden. Sedangkan analisis deskripsi data tentang keputusan pedagang dalam mengambil modal pada lembaga kredit informal menunjukkan bahwa sebagian besar responden termasuk dalam kategori tinggi. Hal ini ditunjukkan dari jumlah responden yang masuk dalam kategori sedang berjumlah 27 responden atau sebesar 35,5 % dari total kesuluruhan responden. Responden yang memiliki pengaruh dari pengajuan persyaratan kredit rendah berjumlah 15 responden atau setara dengan 19,7% dan responden yang memiliki pengaruh dari pengajuan persyaratan kredit yang tinggi berjumlah 12 responden atau 15,7% dari total keseluruhan responden. Sehingga dapat dikatakan pengaruh pengajuan persyaratan kredit terhadap pengambilan keputusan pedagang

(151) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 132 dalam mengambil modal pada lembaga kredit informal tidak terlalu tinggi tapi juga tidak terlalu rendah. Dengan demikian, pengajuan persyaratan kredit tidak berpengaruh positif terhadap keputusan pedagang dalam mengambil modal pada lembaga kredit informal. Menurut (Thomas. S, dkk, 1998 :14) mengemukakan bahwa ada 4 unsur dalam mengajukan kredit. Unsur-unsur tersebut adalah kepercayaan, waktu, degree of risk (tingkat resiko), dan prestasi. Dalam penelitian ini unsur kepercayaan yang dijalin antara lembaga kredit informal dengan pedagang di pasar Umum Muntilan sudah terjalin sangat kuat, sehingga lebih memudahkan dalam pemberian pinjaman. Namun pedagang masih kurang memperhatikan tingkat resiko yang diderita saat meminjam uang pada lembaga kredit informal, sehingga tersedianya dana pinjaman yang cepat untuk segera memenuhi kebutuhan yang hanya selalu dipertimbangkan pedagang tanpa melihat atau mencari alternative pinjaman lain yang lebih aman dan tidak banyak merugikan. Persyaratan kredit yang diajukan oleh lembaga kredit informal cenderung mudah dan tidak berbelit-belit. Dalam penelitian yang dilakukan di Pasar Umum Muntilan diketahui bahwa syarat yang sering dilakukan saat meminjam dana adalah fotocopy KTP dan Kartu Keluarga. Selanjutnya ketentuan peminjaman adalah mengangsur setiap minggu dengan bunga

(152) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 133 sebesar 4% dari besar pinjaman. Dan apabila ada keterlambata pembayaran angsuran maka dikenakan denda sebesar bunga angsuran. Banyak menganggap bahwa pedagang berbagai di pasar Umum persyaratan Muntilan dinilai tidak memberatkan dan tidak serumit jika meminjam dana di bank. Selain itu lembaga kredit informal itu sendiri juga yang justru mendatangi pedagang-pedagang tersebut sehingga tidak merepotkan pedagang untuk pergi ke bank andai saja meminjam dana di bank. Selain itu menurut pengakuan pedagang jika terjadi keterlambatan pembayaran angsuran, cenderung dibiarkan atau diberi kelonggaran tanpa pemberian denda. Atas berbagai temuan penelitian tersebut maka pengajuan persyaratan yang dinilai susah dengan bunga yang tinggi dan cenderung merugikan pedagang tidak berpengaruh terhadap keputusan peminjaman modal di lembaga kredit informal. 5. Pengaruh kebiasaan berhutang, pedagang lain, jumlah anggota keluarga, dan persyaratan kredit terhadap keputusan pedagang dalam mengambil modal pada lembaga kredit informal Hasil pengujian hipotesis kelima mengenai pengaruh kebiasaan berhutang, pedagang lain, jumlah anggota keluarga, dan persyaratan kredit terhadap keputusan pedagang dalam mengambil

(153) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 134 modal pada lembaga kredit informal menunjukkan bahwa tidak ada pengaruh signifikan antara jumlah kebutuhan modal, intensitas informasi dari pedagang lain, jumlah penghasilan keluarga, dan pengajuan persyaratan kredit terhadap keputusan pedagang dalam mengambil modal pada lembaga kredit informal. Kesimpulan tersebut didukung hasil perhitungan statistik yang menunjukkan nilai Fhitung lebih besar daripada Ftabel (2,50 > 1,608) dan nilai signifikansi yang lebih tinggi dari taraf signifikansi (0,182 > 0,05). Oleh karena itu H0 diterima dan Ha ditolak yang artinya tidak ada pengaruh positif antara antara jumlah kebutuhan modal, intensitas informasi dari pedagang lain, jumlah penghasilan keluarga, dan pengajuan persyaratan kredit terhadap keputusan pedagang dalam mengambil modal pada lembaga kredit informal. Lembaga kredit informal yang banyak melayani kebutuhan modal pedagang yang tidak terlalu besar tentu saja menjadi pilihan utama bagi pedagang di Pasar Umum Muntilan. Setidaknya ada 5 hal menurut Wahyudi (2008) yang membuat keberadan lembaga kredit informal ini terus bertahan dari berbagai stigma negatif tentang keberadaan mereka. Kelima hal tesebut adalah: Pertama, lembaga kredit informal tersebut bersifat simpel dan tidak birokratis sehingga banyak dipilih pedagang akan kemudahanny. Selanjutnya yang kedua, adanya pendekatan budaya setempat

(154) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 135 artinya lembaga kredit informal datang sebagai kawan atau kolega. Kemudian yang ketiga, transaksi yang terjadi didasari oleh saling kenal dan rasa saling percaya. Keempat, lembaga kredit informal memiliki pemahaman mendalam terhadap bisnis nasabahnya, sehingga lembaga kredit informal tahu kapan waktu panennya, kapan menjual, kapan butuh uang, resiko, bahkan hingga tingkat keuntungan yang akan diperoleh para nasabahnya. Kelima, Progresif dan proaktif yang artinya lebih sering rentenir terjun langsung ke lokasi usaha si calon nasabah. Dalam penelitian ini penulis mengambil beberapa variabel yang kiranya berpengaruh terhadap keputusan peminjaman modal di lembaga kredit informal, yaitu jumlah kebutuhan modal, intensitas informasi dari pedagang lain, jumlah pendapatan keluarga, dan pengajuan persyaratan kredit. Secara bersama-sama kesemua variabel tersebut tidak memiliki pengaruh terhadap keputusan peminjaman modal. Hal ini karena variabel-variabel tersebut memiliki keterkaitan satu dengan yang lainnya.

(155) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan Berdasarkan hasil analisis data, pengujian hipotesis, dan pembahasan dari masing-masing masalah penelitian yang telah diuraikan pada bab IV, maka dapat ditarik kesimpulan sebagagi berikut : 1. Variabel jumlah kebutuhan modal berdasarkan pengujian hipotesis tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap keputusan pedagang dalam mengambil modal di lembaga kredit informal. Data responden menunjukkan bahwa sebanyak 12 pedagang atau 15,7 % dari total 76 responden mengatakan jumlah kebutuhan modal berpengaruh cukup tinggi terhadap keputusan pengambilan modal, kemudian sebanyak 46 atau 60,5% pedagang mengatakan jumlah kebutuhan modal berpengaruh sedang terhadap keputusan pengambilan modal dan sisanya 12 atau 15,7 % pedagang megatakan jumlah kebutuhan modal tidak berpengaruh terhadap keputusan pengambilan modal. 2. Variabel intensitas informasi dari pedagang lain berdasarkan pengujian hipotesis tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap keputusan pedagang dalam mengambil modal di lembaga kredit informal. Data responden menunjukkan bahwa sebanyak 14 pedagang atau 18,4 % dari total 76 responden mengatakan intensitas informasi dari pedagang lain berpengaruh cukup tinggi terhadap keputusan pedagang dalam pengambilan modal, kemudian sebanyak 136

(156) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 137 38 atau 50% pedagang mengatakan intensitas informasi dari pedagang lain berpengaruh sedang terhadap keputusan pengambilan modal dan sisanya 24 atau 31,5 % pedagang mengatakan intensitas informasi dari pedagang lain tidak berpengaruh terhadap keputusan pengambilan modal. 3. Variabel jumlah pendapatan keluarga berdasarkan pengujian hipotesis menjadi satu-satunya variabel yang memiliki pengaruh signifikan terhadap keputusan pedagang dalam mengambil modal di lembaga kredit informal. Data responden menunjukkan bahwa sebanyak 13 pedagang atau 17,1 % dari total 76 responden mengatakan jumlah pendapatan keluarga berpengaruh cukup tinggi terhadap keputusan pedagang dalam pengambilan modal, kemudian sebanyak 36 atau 47,3% pedagang mengatakan jumlah pendapatan keluarga berpengaruh sedang terhadap keputusan pengambilan modal dan sisanya 27 atau 35,5 % pedagang mengatakan jumlah pendapatan keluarga tidak berpengaruh terhadap keputusan pengambilan modal. 4. Variabel pengajuan persyaratan kredit berdasarkan pengujian hipotesis tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap keputusan pedagang dalam mengambil modal di lembaga kredit informal. Data responden menunjukkan bahwa sebanyak 12 pedagang atau 15,7 % dari total 76 responden mengatakan pengajuan persyaratan kredit berpengaruh cukup tinggi terhadap keputusan pedagang dalam

(157) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 138 pengambilan modal, kemudian sebanyak 49 atau 64,4% pedagang mengatakan pengajuan persyaratan kredit berpengaruh sedang terhadap keputusan pengambilan modal dan sisanya 15 atau 19,7 % pedagang mengatakan pengajuan persyaratan kredit tidak berpengaruh terhadap keputusan pengambilan modal. 5. Dari keseluruhan variabel penelitian, yaitu jumlah kebutuhan modal, intensitas informasi dari pedagang lain, jumlah pendapatan keluarga, dan mengatakan pengajuan persyaratan kredit ternyata tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap keputusan pedagang dalam mengambil modal di lembaga kredit informal. Walaupun jika dilihat dari masing-masing variabel hanya variabel jumlah pendapatan keluarga yang memiliki pengaruh signifikan, namun jika semua variabel digabungkan bersama-sama hasilnya justru tidak berpengaruh secara signifikan. Kesimpulan tersebut didukung hasil perhitungan statistik yang menunjukkan nilai Fhitung lebih besar daripada Ftabel (2,50 > 1,608)

(158) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 139 B. Keterbatasan Penelitian Dalam penelitian ini tidak dapat dihindari berbagai kelemahan yang kemungkinan dapat menyebabkan temuan penelitian bukan merupakan gambaran sesungguhnya dari subjek penelitian, yaitu : 1. Keresahan beberapa responden dalam menjawab pertanyaan kuesioner sehingga hasil yang diperoleh kurang memberikan gambaran yang relevan. 2. Beberapa responden dalam menjawab pertanyaan kurang sesuai dengan keadaan yang sebenarnya mereka lakukan sehingga penulis kurang mampu untuk memberikan gambaran yang sesungguhnya. 3. Beberapa responden memiliki keterbatasan dalam hal membaca dan menulis sehingga penulis harus menjelaskan terlebih dahulu maksud dari pertanyaan kuesioner oleh karena itu terkadang jawaban dari responden kurang akurat. 4. Selain itu keterbatasan penulis meliputi masalah biaya, waktu dan kemampuan.

(159) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 140 C. Saran Berdasarkan kesimpulan yang telah diuraikan sebelumnya, maka peneliti memberikan saran-saran sebagai berikut : 1. Bagi Dinas Pemerintahan yang bersangkutan. Dengan mengetahui bahwa variabel kebiasaan berhutang yang memiliki berpengaruh pada keputusan pengambilan modal maka diharapkan bank-bank formal atau lembaga keuangan formal lainnya untuk membentuk dan memberikan pinjaman modal dengan persyaratan yang mudah bagi pedagang baik yang sedang merintis usahany ataupun yang sedang mengembangkan. 2. Bagi pedagang di Pasar Umum Muntilan. Bagi pedagang hendaknya tidak terlalu bergantung pada lembaga kredit informal dalam memenuhi kebutuhan modalnya, melainkan lebih baik melalui bank-bank formal yang jauh lebih aman dan terjamin. Selain itu hendaknya pedagang memiliki tabungan sendiri sehingga jika suatu saat membutuhkan uang maka tidak perlu meminjam uang pada lembaga kredit informal. 3. Bagi peneliti selanjutnya. Mengingat faktor-faktor kebiasaan berhutang, pedagang lain, jumlah anggota keluarga, dan persyaratan kredit memiliki pengaruh yang lemah terhadap keputusan pengambilan modal pada

(160) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 141 lembaga kredit informal oleh pedagang di Pasar Umum Muntilan, maka diharapkan peneliti selanjutnya dapat menambah variabel bebas yang lebih berpengaruh dalam keputusan pengambilan modal

(161) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 142 Daftar Pustaka Arikunto, Suharsim. 2002. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan dan Praktek. Jakarta: Rineka Cipta. Badan Pusat Statistik. 2013. Jumlah Penduduk Miskin Maret 2013. Diakses dari http://www.bps.go.id/?news=1023 tanggal 13 Oktober 2013. Badan Pusat Statistik. 2013. Jumlah Pengangguran Maret 2013. Diakses dari http://www.bps.go.id/?news=1023 tanggal 13 Oktober 2013. Deni Mukbar. 2007. Lembaga Kredit Informal diakses dari http://groups.yahoo.com/neo/groups/indonesianschoollibrarian/conversations /topics/890 tanggal 31 Oktober 2013 tanggal 28 Oktober 2013 Ghozali, Imam. 2006. Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program SPSS. Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro. H.M.N. Purwosutjipto.1999. Pengertian Pokok Hukum Dagang Indonesia, Jilid 1 Pengetahuan Dasar Hukum Dagang, Djambatan. Jakarta: Universitas Sumatera Utara. Kamus Besar Bahasa Indonesia Online. 2013. Pengertian Kebiasaan. Diakses dari http://kbbi.web.id/ Mamduh M. Hanafi. 2010. Manajemen Keuangan.Yogyakarta: BPFE. Muljono Pudjo, Teguh. 2009. Manajemen Perkreditan Bagi Bank Komersiil.Yogyakarta ; BPFE Yogyakarta. Nurwahyudi & mardiyah, 2004. Pengaruh Free Cash Flow Terhadap Hutang, Media Riset Akuntansi, Auditing dan Informasi, Volume 04 Nomor 2, Fakultas Ekonomi, Universitas Trisakti, hal 107. Diakses dari http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/26203/2/Reference.pdf tanggal 12 Oktober 2013. Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 21 Tahun 1994. Tujuan dan Fungsi Keluarga. Diakses dari http://www.hukumonline.com/pusatdata/detail/lt4cff44e029d19/node/ tanggal 11 Oktober 2013. Poerwadarminta. 2003. Kamus Umum Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka diakses dari http://books.google.co.id/books/about/Kamus_umum_Bahasa_Indonesia.html?id=2 L9kAAAAMAAJ&redir_esc=y tanggal 12 Oktober 2013. Pratisto Arif, 2004. Cara Mudah Mengatasi Masalah Statistik dan Rancangan Percobaan dengan S PSS 12. Jakarta: Penerbit PT. Alex MediaComputindo.

(162) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 143 Royan, Frans.M. 2004. Grosir Keliling, Alternatif Usaha. Jakarta: PT. Elex Media Komputindo Gramedia. S.Munawir.2004.Analisa Laporan Keuangan. Yogyakarta: Liberty. Sugiyono. 2007. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta Tatang Arifin.2009. Populasi dan Sampel Penelitian. Diakses dari http://tatangmanguny.wordpress.com/2010/04/19/ukuran-sampelrumus-slovin/ tanggal 1 November 2013 Teguh, Muhammad.1999. Metodologi Penelitian Ekonomi. Jakarta: Rajawali Press Thomas Suyatno,dkk. 2003. Dasar – Dasar Perkredi. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama Umar, Husain. 2011. Metode Penelitian untuk Skripsi dan Tesis Bisnis. Jakarta: Rajawali Pers Wahyudi, Iyuk. 2008. RENTENIR, Antara Hujatan dan Sanjungan diakses dari http://iyuk.wordpress.com/2008/09/23/rentenir-antara-hujatan-dansanjungan/ tanggal 2 Oktober 2013 Widi, Windhu Anggara wahyuning. 2007. Analisis Komparatif FaktorFaktor yang Mempengaruhi Pengambilan Kredit Non Program, Antara Anggota KUD Dengan Anggota Non KUD. Universitas Brawijaya. Malang. Diakses dari http://repository.ipb.ac.id/bitstream/handle/123456789/14365/H09rsu1.pdf?s equence=2 tanggal 30 Oktober 2013 Widyaningtiyas, Tina. 2005. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Keputusan Pengambilan Kredit pada Bank Oleh Pedagang Pasar di Pasar Dinoyo. Universitas Brawijaya. Malang. Diakses dari http://lib.uin-malang.ac.id/files/thesis/fullchapter/02220004.pdf tanggal 30 Oktober 2013 Wijaya, Faried, dan Soetatwo. l999. Lembaga-Lembaga Keuangan dan Bank, Perkembangan, Teori, dan Kebijakan. Yogyakarta: Edisi Kedua. BPFE. Zakki Lubis, Fajris. 2005. Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pertimbangan Dan Keputusan Pengambilan Kredit Modal Kerja Para

(163) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 144 LAMPIRAN 1 KUESIONER DAN DATA MENTAH

(164) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 145 KUESIONER PENELITIAN A. UMUM Responden yang terhormat, pertanyaan yang ada dalam kuesioner ini ditujukan untuk melengkapi data penelitian dalam rangka penyusunan Skripsi dengan judul “Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Keputusan Peminjaman Modal pada Lembaga Kredit Informal oleh Pedagang di Pasar Umum Muntilan” pada Program Studi Pendidikan Ekonomi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. PETUNJUK 1. Bacalah pertanyaan dibawah ini secara seksama 2. Jawaban pertanyaan dibawah ini tidak ada yang benar dan salah 3. Jawablah dengan jujur dan apa adanya, agar jawaban yang Saudara berikan dapat memberikan informasi yang berguna sesuai dengan tujuan penelitian ini. 4. Berilah tanda silang pada salah satu pilihan yang paling sesuai dengan apa yang ada pada diri Saudara 5. Pilihlah : SS : Sangat Setuju S : Setuju TS : Tidak Setuju STS : Sangat Tidak Setuju Atas kesediaan Saudara untuk mengisi angket ini penulis sampaikan terima kasih Yogyakarta , 3 Maret 2014 Peneliti, A. Eko Wahyu Nugroho

(165) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 146 B. IDENTITAS RESPONDEN Nama : Jenis Kelamin : Umur : Alamat : Berilah tanda silang ( X ) pada salah satu jawaban sesuai dengan pendapat anda. No SS Indikator Variabel A. Jumlah Kebutuhan Modal 1 Saya sering berhutang pada rentenir hampi setiap minggu 2 Saya membutuhkan pinjaman dari rentenir S TS STS untuk menambah modal 3 Saya sudah menggunakan uang pinjaman dari rentenir untuk menambah modal 4 Saya menggunakan pinjaman uang dari rentenir untuk membiayai pengeluaran rumah tangga 5 Saya sudah menggunakan pinjaman uang dari rentenir untuk membiayai pengeluaran rumah tangga 6 Jumlah modal yang saya perlukan setiap bulan SS = Rp 100.000 – Rp 400.000 S = Rp 400.000 – Rp 600.000 TS = Rp 600.000 – Rp 1.000.000 STS = Rp > Rp 1.000.0000 B. Intensitas Informasi dari Pedagang Lain 1 Saya memiliki teman pedagang yang sama-sama berhutang pada rentenir 2 Saya mendapat informasi berhutang pada rentenir dari teman sesama pedagang. 3 Saya mendapat informasi berhutang pada rentenir dari paguyuban pedagang di pasar. 4 Saya dipengaruhi untuk meminjam uang di rentenir oleh teman sesama pedagang. SS S TS STS

(166) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 147 C. Jumlah Pendapatan Keluarga SS 1 Saya memiliki anggota keluarga yang membantu saya S TS STS dalam mencukupi kebutuhan keluarga. 2 Saya memiliki pendapatan yang cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga 3 Sebutkan jumlah anggota keluarga yang masih ditanggung kebutuhannya? SS = Rp 100.000 – Rp 225.000 S = Rp 250.000 – Rp 400.000 TS = Rp 450.00 – Rp 600.000 STS = Rp > Rp 600.000 D. Pengajuan Persyaratan Kredit 1 Persyaratan untuk meminjam uang dari rentenir mudah. 2 Ada jaminan yang diberikan pada rentenir saat meminjam SS S TS STS SS S TS STS uang. 3 Bunga yang dikenakan oleh rentenir tinggi. 4 Jangka waktu pengembalian pinjaman pada rentenir singkat. 5 Uang yang dipinjam cepat diberikan. E. Keputusan Pedagang Dalam Mengambil Modal pada Lembaga Kredit Informal 1 Saya memiliki banyak pinjaman di rentenir 2 Saya meminjam uang pada rentenir setiap minggu 3 Dalam hal meminjam uang saya lebih memilih rentenir dari pada meminjam uang di Bank ---Terima Kasih ---

(167) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 148 DATA MENTAH 1. Variable Jumlah Kebutuhan Modal Responden 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 1 Jumlah Kebutuhan Modal Jawaban Responden 2 3 4 5 6 3 4 2 4 3 3 3 4 4 4 4 4 3 4 3 3 3 4 3 4 3 2 2 1 2 4 4 4 3 4 3 2 2 2 4 4 3 3 4 2 2 3 3 2 3 3 3 3 4 4 4 3 2 2 3 2 4 3 4 4 3 4 3 2 2 2 3 3 3 4 3 3 3 3 3 2 3 4 3 3 4 4 2 3 2 1 3 4 1 2 3 4 2 4 4 1 3 4 3 1 2 2 2 2 3 2 2 1 2 3 2 4 2 3 2 4 1 1 3 1 3 2 4 1 2 2 3 2 3 3 1 3 2 2 3 2 4 1 2 4 4 2 1 3 3 2 3 2 2 1 3 3 3 4 2 4 2 2 2 2 2 4 3 2 3 2 2 2 3 2 3 2 1 2 2 2 2 2 2 2 3 2 2 3 1 2 3 3 3 2 2 1 2 3 3 4 2 3 2 2 2 2 4 4 3 3 3 3 3 2 3 2 3 4 2 2 2 4 4 3 4 3 3 3 3 3 2 3 3 4 2 3 2 3 1 1 3 2 3 3 3 4 3 3 3 3 3 2 3 2 3 2 Jumlah 17 13 17 20 11 15 16 20 19 18 20 13 17 19 19 15 13 18 17 19 17 13 12 9 13 17 18 22 15 20 15 17 13 12 19 20 18 15 21 14 14 14

(168) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 149 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 3 1 3 4 2 3 3 3 3 1 4 2 2 4 1 1 3 4 4 3 4 2 3 2 3 2 3 3 2 4 3 3 2 4 3 1 3 4 3 3 3 3 3 2 3 2 3 4 2 2 2 4 4 3 4 3 3 3 3 3 2 3 3 4 2 3 2 3 4 1 3 2 2 2 2 2 1 2 3 2 3 2 2 2 2 4 3 3 3 2 2 3 2 3 2 2 2 3 2 2 1 2 4 1 2 4 3 2 2 3 1 2 2 2 2 3 2 2 3 2 3 2 3 3 3 3 1 4 2 4 2 2 1 1 2 3 3 1 2 4 3 2 2 2 3 4 2 3 4 3 3 2 3 3 4 2 3 3 2 3 2 3 2 2 2 3 2 2 3 3 2 1 2 3 2 3 3 1 3 2 2 3 2 4 1 2 4 4 2 1 3 3 2 3 2 2 1 1 2 2 2 1 2 2 19 6 15 21 15 15 15 14 14 13 16 14 16 20 11 11 17 21 20 14 20 16 15 17 13 17 12 15 13 18 12 12 12 17

(169) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 150 2. Variabel Intensitas Informasi dari Pedagang Lain Responden 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 Intensitas Informasi dari Pedagang Lain Jawaban Responden Jumlah 1 2 3 4 3 4 3 4 3 2 2 1 2 4 4 4 3 4 3 2 2 2 4 4 3 3 4 2 2 3 3 1 3 4 2 3 3 3 3 1 4 2 2 4 1 4 4 3 4 3 2 2 2 3 3 3 4 3 3 3 3 3 2 3 4 3 3 4 4 2 3 3 1 3 4 3 3 3 3 3 2 3 2 3 4 2 2 2 2 2 3 2 2 1 2 3 2 4 2 3 2 4 1 1 3 1 3 2 4 1 2 2 4 1 3 2 2 2 2 2 1 2 3 2 3 2 2 1 3 3 2 3 2 2 1 3 3 3 4 2 4 2 2 2 2 2 4 3 2 3 2 2 2 4 1 2 4 3 2 2 3 1 2 2 2 2 3 2 10 13 11 12 12 8 8 5 10 13 12 16 10 14 10 11 8 7 12 13 12 10 15 9 8 10 14 4 11 14 10 10 10 11 8 7 12 8 10 13 7

(170) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 151 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 1 3 4 4 3 4 2 3 2 3 2 3 3 2 4 3 3 2 4 3 2 3 3 3 3 4 4 4 3 2 2 3 2 4 3 2 2 4 4 3 4 3 3 3 3 3 2 3 3 4 2 3 2 3 2 1 3 4 1 2 3 4 2 4 4 1 3 4 3 1 2 2 4 3 3 3 2 2 3 2 3 2 2 2 3 2 2 1 2 3 2 3 3 1 3 2 2 3 2 4 1 2 4 4 2 2 3 2 3 2 3 3 3 3 1 4 2 4 2 2 1 1 2 3 3 2 3 2 1 2 2 2 2 2 2 2 3 2 2 3 7 10 14 14 11 14 10 11 11 9 12 9 12 9 13 8 9 7 12 11 7 12 12 6 10 11 12 11 11 12 6 11 12 13 9

(171) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 152 3. Variabel Jumlah Pendapatan Keluarga Responden 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 Jumlah Pendapatan Keluarga Jawaban Responden Jumlah 1 2 3 4 3 2 2 1 2 4 4 4 3 4 3 2 2 2 4 4 3 3 4 2 2 3 3 1 3 4 2 3 3 3 3 1 4 2 2 4 1 1 3 4 4 3 4 3 2 2 2 3 3 3 4 3 3 3 3 3 2 3 4 3 3 4 4 2 3 3 1 3 4 3 3 3 3 3 2 3 2 3 4 2 2 2 4 4 3 3 3 3 3 2 3 4 3 3 4 4 2 3 3 1 3 4 3 3 3 3 3 2 3 2 3 4 2 2 2 4 4 3 4 3 3 3 3 3 2 3 3 4 11 9 7 7 5 8 11 10 11 10 11 8 8 8 5 10 12 9 9 11 9 7 8 9 4 9 12 7 8 8 10 10 6 11 7 8 11 6 6 7 11 11 10

(172) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 153 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 4 2 3 2 3 2 3 3 2 4 3 3 2 4 3 4 2 4 3 3 3 4 4 4 4 4 3 4 3 3 3 4 3 4 3 3 3 3 3 2 3 3 4 2 3 2 3 3 2 3 3 3 3 4 4 4 3 2 2 3 2 4 3 4 4 3 2 3 2 3 3 2 3 3 3 3 4 4 4 3 2 2 3 2 4 3 4 4 3 4 3 2 2 2 3 3 3 4 3 10 8 8 8 9 7 8 9 8 11 9 10 8 10 8 8 8 9 10 9 11 12 11 11 9 8 8 8 10 9 10 12 9

(173) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 154 4. Variabel Pengajuan Persyaratan Kredit Responden 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 Pengajuan Persyaratan Kredit Jawaban Responden Jumlah 1 2 3 4 5 1 1 3 4 4 3 4 2 3 2 3 2 3 3 2 4 3 3 2 4 3 4 2 4 3 3 3 4 4 4 4 4 3 4 3 3 3 4 3 4 3 2 2 2 2 2 4 4 3 4 3 3 3 3 3 2 3 3 4 2 3 2 3 3 2 3 3 3 3 4 4 4 3 2 2 3 2 4 3 4 4 3 4 3 2 2 2 2 2 4 3 3 3 2 2 3 2 3 2 2 2 3 2 2 1 2 2 1 3 4 1 2 3 4 2 4 4 1 3 4 3 1 2 2 2 2 3 2 2 2 2 3 2 3 2 3 3 3 3 1 4 2 4 2 2 1 1 2 3 3 2 3 3 1 3 2 2 3 2 4 1 2 4 4 2 1 3 3 2 3 2 2 3 2 3 3 4 2 3 3 2 3 2 3 2 2 2 3 2 2 3 3 3 2 3 2 1 2 2 2 2 2 2 2 3 2 2 3 1 2 3 3 3 2 2 10 9 13 17 18 13 17 13 13 14 11 15 11 14 11 16 10 11 10 15 14 11 14 16 9 13 14 16 15 15 16 10 14 16 16 12 11 15 14 15 15 10 10

(174) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 155 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 1 2 4 4 4 3 4 3 2 2 2 4 4 3 3 4 2 2 3 3 1 3 4 2 3 3 3 3 1 4 2 2 4 2 3 3 3 4 3 3 3 3 3 2 3 4 3 3 4 4 2 3 3 1 3 4 3 3 3 3 3 2 3 2 3 4 1 2 3 2 4 2 3 2 4 1 1 3 1 3 2 4 1 2 2 4 1 3 2 2 2 2 2 1 2 3 2 3 2 1 3 3 3 4 2 4 2 2 2 2 2 4 3 2 3 2 2 2 4 1 2 4 3 2 2 3 1 2 2 2 2 3 1 2 3 3 4 2 3 2 2 2 2 4 4 3 3 3 3 3 2 3 1 2 4 3 2 2 2 3 4 2 3 4 3 6 12 16 15 20 12 17 12 13 10 9 16 17 15 13 18 12 11 12 17 5 13 18 13 12 12 13 11 11 14 11 14 16

(175) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 156 5. Variabel Keputusan Pedagang Responden 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 Keputusan Pedagang Jawaban Responden Jumlah 1 2 3 4 3 4 3 3 3 4 3 4 3 2 2 1 2 4 4 4 3 4 3 2 2 2 4 4 3 3 4 2 2 3 3 1 3 4 2 3 3 3 3 1 4 2 2 3 2 4 3 4 4 3 4 3 2 2 2 3 3 3 4 3 3 3 3 3 2 3 4 3 3 4 4 2 3 3 1 3 4 3 3 3 3 3 2 3 2 1 3 4 3 1 2 2 2 2 3 2 2 1 2 3 2 4 2 3 2 4 1 1 3 1 3 2 4 1 2 2 4 1 3 2 2 2 2 2 1 2 3 2 7 9 10 10 7 9 10 8 10 9 6 6 4 7 10 9 12 8 10 8 9 6 5 10 9 9 8 12 7 6 8 10 3 9 10 7 8 8 8 7 5 10 6

(176) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 157 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 2 4 2 1 3 4 1 2 3 4 2 4 4 1 1 3 4 4 3 4 2 3 2 3 2 3 3 2 4 3 3 2 4 3 4 3 2 3 3 1 3 2 2 3 2 4 2 2 2 4 4 3 4 3 3 3 3 3 2 3 3 4 2 3 2 3 3 2 3 2 3 2 1 2 2 2 2 2 2 2 2 2 4 3 3 3 2 2 3 2 3 2 2 2 3 2 2 1 2 8 10 8 5 9 9 3 7 7 8 7 8 10 5 5 7 12 11 9 11 7 8 8 8 8 7 8 7 11 7 8 5 9

(177) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 158 LAMPIRAN 2 UJI VALIDITAS DAN RELIABILITAS

(178) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 159 1. Uji Validitas dan Reliablitas Jumlah Kebutuhan Modal (X1) N Case Valid s % 76 100.0 0 .0 76 100.0 a Excluded Total a. Listwise deletion based on all variables in the procedure. Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items .705 6 Item-Total Statistics Scale Mean Corrected Cronbach's if Item Scale Variance Item-Total Alpha if Item Deleted if Item Deleted Correlation Deleted soal_1 12.82 6.819 .526 .635 soal_2 12.82 7.619 .514 .647 soal_3 13.45 7.104 .462 .657 soal_4 13.34 7.108 .491 .648 soal_5 13.26 8.143 .344 .692 soal_6 13.26 7.956 .301 .708

(179) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 160 2. Uji Validitas dan Reliablitas Intensitas Informasi dari Pedagang Lain (X2) Case Processing Summary N Cases Valid % 76 100.0 0 .0 76 100.0 a Excluded Total a. Listwise deletion based on all variables in the procedure. Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items .691 4 Item-Total Statistics Scale Mean Corrected Cronbach's if Item Scale Variance Item-Total Alpha if Item Deleted if Item Deleted Correlation Deleted soal_1 7.59 3.391 .521 .594 soal_2 7.58 3.474 .549 .577 soal_3 8.14 3.779 .436 .649 soal_4 8.11 4.015 .393 .674

(180) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 161 3. Uji Validitas dan Reliabilitas Jumlah Pendapatan Keluarga (X3) Case Processing Summary N Cases Valid 76 100.0 0 .0 76 100.0 a Excluded Total % a. Listwise deletion based on all variables in the procedure. Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items .607 3 Item-Total Statistics Scale Mean Scale if Item Variance if Deleted Cronbach's Corrected Item- Item Deleted Total Correlation Alpha if Item Deleted soal_1 5.95 1.304 .461 .448 soal_2 5.95 1.597 .547 .332 soal_3 5.95 2.024 .275 .684

(181) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 162 4. Uji Validitas dan Reliabilitas Pengajuan Persyaratan Kredit (X4) Case Processing Summary N Cases % Valid a Excluded Total 76 100.0 0 .0 76 100.0 a. Listwise deletion based on all variables in the procedure. Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items .708 5 Item-Total Statistics Scale Corrected Cronbach's Scale Mean if Variance if Item-Total Alpha if Item Item Deleted Item Deleted Correlation Deleted soal_1 10.29 5.115 .490 .649 soal_2 10.29 5.702 .515 .645 soal_3 10.92 5.247 .458 .664 soal_4 10.82 5.139 .522 .635 soal_5 10.74 6.116 .354 .700

(182) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 163 5. Uji Validitas dan Reliabilitas Keputusan Pedagang Dalam Mengambil Modal pada Lembaga Kredit Informal (Y) Case Processing Summary N Cases Valid % 76 100.0 0 .0 76 100.0 a Excluded Total a. Listwise deletion based on all variables in the procedure. Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items .679 3 Item-Total Statistics Corrected Scale Mean if Scale Variance if Item-Total Cronbach's Alpha if Item Deleted Item Deleted Correlation Item Deleted soal_1 5.14 1.619 .541 .527 soal_2 5.12 2.079 .574 .500 soal_3 5.76 2.263 .392 .706

(183) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 164 LAMPIRAN 3 UJI PRASYARAT (UJI NORMALITAS)

(184) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 165 Uji Normalitas One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test X1 N X2 X3 X4 Y 76 76 76 76 76 Mean 15.79 10.47 8.92 13.26 8.01 Std. Deviation 3.185 2.430 1.757 2.821 1.963 Absolute .098 .120 .134 .086 .129 Positive .098 .081 .134 .078 .108 Negative -.095 -.120 -.129 -.086 -.129 Kolmogorov-Smirnov Z .853 1.047 1.169 .752 1.124 Asymp. Sig. (2-tailed) .460 .223 .130 .624 .160 Normal Parameters a Most Extreme Differences a. Test distribution is Normal.

(185) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 166 LAMPIRAN 4 UJI ASUMSI KLASIK (UJI MULTIKOLINIERITAS), HETEROSKEDASTISITAS, DAN AUTOKORELASI)

(186) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 167 1. UJI MULTIKOLINIERITAS Variables Entered/Removedb Model 1 Variables Variables Entered Removed X4, X2, X3, X1 a Method . Enter a. All requested variables entered. b. Dependent Variable: Y Model Summary Model R R Square a 1 .400 Adjusted R Std. Error of the Square Estimate .160 .112 1.849 a. Predictors: (Constant), X4, X2, X3, X1 ANOVAb Model 1 Sum of Squares Regression df Mean Square F 46.159 4 11.540 Residual 242.828 71 3.420 Total 288.987 75 Sig. 3.374 a .014 a. Predictors: (Constant), X4, X2, X3, X1 b. Dependent Variable: Y a Coefficients Standardized Unstandardized Coefficients Model 1 B (Constant) Std. Error 6.354 2.209 X1 .208 .068 X2 -.138 X3 X4 a. Dependent Variable: Y Coefficients Beta Collinearity Statistics t Sig. Tolerance VIF 2.877 .005 .338 3.051 .003 .965 1.036 .089 -.170 -1.551 .125 .980 1.020 .062 .123 .055 .502 .617 .972 1.029 -.056 .077 -.080 -.721 .474 .958 1.044

(187) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 168 Collinearity Diagnostics a Variance Proportions Dimensi Model on Eigenvalue Condition Index (Constant) 1 1 4.860 1.000 .00 .00 .00 .00 .00 2 .054 9.501 .00 .15 .58 .00 .12 3 .046 10.332 .00 .00 .11 .47 .27 4 .033 12.131 .00 .61 .05 .12 .39 5 .007 25.786 1.00 .24 .26 .40 .23 a. Dependent Variable: Y 2. HETEROSKEDASTISITAS Variables Entered/Removedb Model 1 Variables Variables Entered Removed X4, X2, X3, X1 Method a . Enter a. All requested variables entered. b. Dependent Variable: ABS_RES b Model Summary Model 1 R R Square a .140 Adjusted R Std. Error of the Square Estimate .020 a. Predictors: (Constant), X4, X2, X3, X1 b. Dependent Variable: ABS_RES -.036 1.07744 X1 X2 X3 X4

(188) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 169 b ANOVA Model 1 Sum of Squares Regression df Mean Square 1.652 4 .413 Residual 82.423 71 1.161 Total 84.075 75 F Sig. a .356 .839 a. Predictors: (Constant), X4, X2, X3, X1 b. Dependent Variable: ABS_RES a Coefficients Standardized Unstandardized Coefficients Model 1 B (Constant) Coefficients Std. Error Beta 2.514 1.287 X1 .005 .040 X2 -.050 X3 X4 t Sig. 1.954 .055 .014 .117 .908 .052 -.114 -.964 .338 -.024 .072 -.039 -.330 .742 -.031 .045 -.082 -.683 .497 a. Dependent Variable: ABS_RES Residuals Statistics Minimum Predicted Value Maximum a Mean Std. Deviation N 1.1253 1.8035 1.4453 .14841 76 -1.49252 2.98520 .00000 1.04832 76 Std. Predicted Value -2.156 2.414 .000 1.000 76 Std. Residual -1.385 2.771 .000 .973 76 Residual a. Dependent Variable: ABS_RES

(189) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 170 3. AUTOKORELASI b Variables Entered/Removed Model 1 Variables Variables Entered Removed X4, X2, X3, X1a Method . Enter a. All requested variables entered. b. Dependent Variable: Y b Model Summary Model R R Square a 1 .400 Adjusted R Std. Error of the Square Estimate .160 .112 Durbin-Watson 1.849 2.116 a. Predictors: (Constant), X4, X2, X3, X1 b. Dependent Variable: Y b ANOVA Model 1 Sum of Squares Regression df Mean Square 46.159 4 11.540 Residual 242.828 71 3.420 Total 288.987 75 a. Predictors: (Constant), X4, X2, X3, X1 b. Dependent Variable: Y F 3.374 Sig. a .014

(190) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 171 a Coefficients Standardized Unstandardized Coefficients Model 1 B (Constant) Coefficients Std. Error Beta 6.354 2.209 X1 .208 .068 X2 -.138 X3 X4 t Sig. 2.877 .005 .338 3.051 .003 .089 -.170 -1.551 .125 .062 .123 .055 .502 .617 -.056 .077 -.080 -.721 .474 a. Dependent Variable: Y Residuals Statisticsa Minimum Predicted Value Maximum Mean Std. Deviation N 5.96 9.93 8.01 .785 76 Residual -4.400 3.855 .000 1.799 76 Std. Predicted Value -2.617 2.439 .000 1.000 76 Std. Residual -2.379 2.085 .000 .973 76 a. Dependent Variable: Y

(191) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 172 LAMPIRAN 5 UJI HIPOTESIS (REGRESI BERGANDA DAN UJI F)

(192) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 173 1. REGRESI BERGANDA Coefficientsa Standardized Unstandardized Coefficients Model 1 B Coefficients Std. Error (Constant) 13.217 1.768 X1 -.032 .052 X2 -.057 X3 X4 Beta t Sig. 7.475 .005 .-072 -.628 .532 .091 -.072 -.625 .534 -.253 .126 -.238 -2.003 .049 .072 .054 .157 1.346 .183 a. Dependent Variable: Y Tabel IV.9 Model Summary Adjusted R Model R R Square a 1 .288 Square .083 Std. Error of the Estimate .031 1.406 a. Predictors: (Constant), X4, X2, X3, X1 2. UJI F Tabel IV.10 b ANOVA Model 1 Sum of Squares Regression Df Mean Square 12.709 4 3.177 Residual 140.291 71 1.976 Total 153.000 75 a. Predictors: (Constant), X4, X2, X3, X1 b. Dependent Variable: Y F Sig. a 1.608 .182

(193) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 174 LAMPIRAN 6 SURAT IJIN PENELITIAN

(194) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 175

(195) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 176

(196) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 177

(197) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 178

(198) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 179

(199)

Dokumen baru