AN DAN KO NDIDIKAN N ILMU PE TA DHARM RTA AM STUDI ELING un Akadem kasinya Pad

Gratis

0
0
100
7 months ago
Preview
Full text
(1)PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI MOTIVASI M MEMILIH H PROGRA AM STUDII NGAN DA AN KONSE ELING BIMBIN (Stu udi Deskrip ptif Pada M Mahasiswa Baru Tahu un Akadem mik 2013/20 014 Universitaas Sanata Dharma D Yo gyakarta Dan D Implik kasinya Padda Penyusu unan ngan Belajar) Topik-Toopik Bimbin SKRIPSI Diaju ukan untuk M Memenuhi Salah S Satu Syarat S Memperoleh G Gelar Sarjaana Pendidik kan Program Studi Bimbingan n dan Konseeling Oleh : Marietta Efrianti L. L Gaol 101114063 3 P PROGRAM M STUDI B BIMBINGA AN DAN KO ONSELING G JURUSAN J ILMU PEN NDIDIKAN N F FAKULTA S KEGURU UAN DAN N ILMU PE ENDIDIKA AN UN NIVERSITA AS SANAT TA DHARM MA YO OGYAKAR RTA 2014 i

(2) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI

(3) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI

(4) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI MOTTO DAN PERSEMBAHAN Tujuan yang jelas akan membuat semangat tetap berkobar (Anonymus) Ketika semua pintu tertutup, ingatlah masih ada pintu ke atas (Zega) Jesus Remember Me, When You Come into Your Kingdom (Taize) “Jangan takut terhadap apa yang engkau derita! ... Hendaklah engkau setia sampai mati, dan aku akan mengaruniakan kepadamu mahkota kehidupan” (Wahyu 2:8-11) Karyaku ini kupersembahkan kepada: Kedua orang tuaku: Porman L. Gaol & Romsa Pane Kakak & Adikkku: Marcelina, Paulina, dan Anna Kekasihku Mario Posan Philemon Tobing Yang senantiasa memberikan dukungan, doa dan semangat. Sahabat-sahabatku yang setia menemaniku. iv

(5) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI

(6) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI

(7) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI

(8) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI

(9) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI KATA PENGANTAR Puji syukur dan terimakasih kepada Tuhan Yesus atas segala rahmat yang dilimpahkan kepada penulis sehingga penulis dapat menyelesaikan skiripsi ini dengan baik. Skripsi ini ditulis dalam rangka memenuhi salah satu syarat untuk memperoleh gelar sarjana pendidikan dari Program Studi Bimbingan dan Konseling, Jurusan Ilmu Pendidikan, Universitas Sanata Dharma. Penulis menyadari bahwa penulisan skripsi ini tidak akan berjalan dengan baik tanpa bantuan dari berbagai pihak yang telah mendukung dan mendampingi penulis. Oleh karena itu, secara khusus penulis mengucapkan terimakasih secara tulus kepada: 1. Tuhan YME karena kasih dan karunia dariNya mampu menyelesaikan skripsi ini. 2. Dr. Gendon Barus, M.Si., Selaku Ketua Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. 3. Ag. Krisna Indah Marheni, S. Pd., M.A selaku dosen pembimbing yang dengan penuh kesabaran dan ketulusan hati telah memberikan motivasi, meluangkan waktu untuk mendampingi penulis selama proses penulisan skripsi. 4. A. Setyandari, S.Pd.,S.Psi., Psi., M.A, selaku wakaprodiBimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma Yogyakarta yang telah ix

(10) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI memberi dukungan dan membantu kelancaran proses penyelesaian skripsi ini. 5. Bapak dan Ibu dosen di program studi Bimbingan dan Konseling yang telah mendampingi penulis selama perkuliahan dan membekali penulis dengan berbagai ilmu pengetahuan yang telah diberikan. 6. Mahasiswa baru tahun akademik 2013/2014 Universitas Sanata Dharma Yogyakarta yang meluangkan waktu untuk mengisi kuesioner ini dengan baik. 7. Kedua Orang Tuaku Bapak Porman Lumban Gaol dan Ibu Romsa Pane yang selalu setia memberikan semangat, kasih sayang, nasehat, dan doa kepada Penulis. 8. Saudara Kandungku, Kakak Marselina Lenni L. Gaol dan Paulina L. Gaol, juga adikku Anna Lumban Gaol. 9. Teman-teman TIM Penelitian Bimbingan dan Konseling, Prisca Anindya, Wina Carlina Br. Ginting, Yulianto Setiawan dan Eva Cristy Br. Sitepu,. 10. Mario Posan Philemon Tobing yang setia mendengar pengalaman, memberikan dukungan, dan semangat kepada penulis. 11. Rm. Pankrasius SSCC, Rm TarsiSSCC , Rm BoySSCC , Frater Paulus Halek Bere SSCC, Fr Tino SSCC, dan Keluarga besar biara SSCC yang memberi dukungan dan doa pada peneliti. x

(11) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI

(12) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL............................................................................... i HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING ..................................... ii HALAMAN PENGESAHAN................................................................. iii HALAMAN MOTTO ............................................................................. iv HALAMAN PERSEMBAHAN ............................................................. v PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ................................................. vi PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI ................................... vii ABSTRAK .............................................................................................. viii ABSTRACT .............................................................................................. ix KATA PENGANTAR ............................................................................ x DAFTAR ISI ........................................................................................... xiii DAFTAR TABEL…………………………………………………….. xvi DAFTAR DIAGRAM………………………………………………… xviii BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah........................................................ 1 B. Masalah Penelitian ................................................................ 7 C. Tujuan Penelitian .................................................................. 7 D. Manfaat Penelitian ................................................................ 8 E. Definisi Operasional ............................................................. 9 BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Hakikat Motivasi Memilih Program Studi ............................ 10 1. Pengertian Motivasi Memilih Prodi ................................ 10 2. Faktor-faktor Pemicu Motivasi Memilih Prodi ............... 17 3. Aspek-aspek Motivasi memilih Prodi ............................. 19 B. Hakikat Mahasiswa Prodi Bimbingan dan Konseling .......... 25 1. Pengertian Mahasiswa Prodi Bimbingan dan Konseling 25 2. Program Studi Bimbingan dan Konseling ..................... 26 xii

(13) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI C. Usulan Topik-topik Bimbingan............................................. 28 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Jenis Penelitian ...................................................................... 30 B. Subjek Penelitian................................................................... 30 C. Instrumen Penelitian ............................................................. 31 1, Format Pernyataan……………………………………… 31 2. Penentuan Skor…………………………………………. 31 3. Kisi-kisi Instrumen……………………………………… 33 D. Validitas dan Reliabilitas ...................................................... 34 1. Validitas……………………………………………….. 34 2. Reliabilitas……………………………………………... 38 E. Prosedur Pengumpulan Data ................................................. 41 1. Persiapan dan Pelaksanaan…………………………….. 41 F. Teknik Analisis Data………………………………….. ....... 42 BAB IV HASIL PENELITIAN, PEMBAHASAN DAN USULAN TOPIK-TOPIK BIMBINGAN BELAJAR A. Hasil Penelitian ..................................................................... 47 1. Deskripsi Motivasi memilih Prodi Bimbingan dan Konseling ........................................................................ 47 2. Hail Skor Tiap Item Motivasi Memilih Program Studi .. 50 B. Pembahasan ........................................................................... 54 C. Usulan Topik-topik Bimbingan yang Relevan Bagi Mahasiswa Baru prodi Bimbingan dan Konseling................. 62 BAB V PENUTUP A. Kesimpulan ........................................................................... 68 B. Saran...................................................................................... 69 DAFTAR PUSTAKA ............................................................................ 70 LAMPIRAN ........................................................................................... 72 xiii

(14) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR TABEL Tabel 1: Jumlah Mahasiswa Baru…………………. ............................. 30 Tabel 2: Kisi-kisi Uji Coba Motivasi Memilih Program Studi………… 33 Tabel 3: Jumlah Item-item yang Valid dan Tidak ..…………………..36 Tabel 4: Kriteria Guilford. …………………………………………….. 38 Tabel 5 : Kuesioner Motivasi Memilih program Studi Bimbingan dan Konseling.......………………................................................... 39 Tabel 6 : Norma Kategorisasi Karakter Subjek Penelitian...........………. 42 Tabel 7: Kategorisasi dan Skor item Motivasi Memilih Program Studi Bimbingan dan Konseling Mahasiswa Baru Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma Yogyakarta................................................................................44 Tabel 8: Persentase Kategorisasi Motivasi Memilih Program Studi Bimbingan dan Konseling Mahasiswa Baru Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma Yogyakarta .................................................…………………..47 Tabel 9 : Penggolongan Skor Item Kategorisasi Motivasi Memilih Program Studi Bimbingan dan Konseling Mahasiswa Baru Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma Yogyakarta .................................................…………49 Tabel 10 : Item-item Motivasi Memilih Program Studi Bimbingan dan Konseling Mahasiswa Baru Tahun Akademik 2013/2014 Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.. 52 Tabel 11 : Topik-topik Bimbingan Pengembangan dan Pemeliharaan Motivasi Memilih Program Studi Bimbingan dan Konseling Mahasiswa Baru Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma Yogyakarta................................... 61 xiv

(15) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR DIAGRAM Diagram 1: Persentase Motivasi Memilih Program Studi……………..... 48 Diagram 2: Persentase Skor Item Motivasi Memilih Program Studi ....... 51 xv

(16) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1 : Kuesioner Motivasi Memilih Program Studi Bimbingan dan Konseling Mahasiswa Baru Tahun Akademok 2013/2014 Universitas Sanata Dharma Yogyakarta…………… Lampiran 2 : Tabulasi Data Penelitian…………………………... Lampiran 3 : Hasil Hitung Uji Validitas Item…………………… Lampiran 4 : Hasil Uji Validitas dan Reabilitas………………… xvi 72 76 80 86

(17) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB I PENDAHULUAN Pada bab ini penulis akan memaparkan latar belakangmasalah, perumusan masalah, tujuan penelitian, dan manfaat penelitian. A. Latar Belakang Masalah Di tengah perkembangan era teknologi yang terus berkembang, pendidikan menjadi sarana yang sangat penting. Pendidikan merupakan bagian dari proses kehidupan manusia dalam mengembangkan diri untuk dapat hidup dan melangsungkan kehidupannya. Pertama kali pendidikan didapatkan dari lingkungan keluarga, selanjutnya lingkungan sekolah dan lingkungan masyarakat. Setiap individu juga dituntut untuk selalu meningkatkan potensi yang ada di dalam dirinya, dengan harapan individu mampu memilih pendidikan yang sesuai dengan potensi yang dimilikinya. Namun di sisi lain tidak semua individu memiliki kemampuan dalam memahami potensinya, sehingga individu pun sulit untuk memilih pendidikan yang sesuai dengan bidangnya. Tuntutan untuk memilih melanjutkan pendidikan atau bekerja setelah menyelesaikan pendidikan Sekolah Menengah Atas (SMA) juga dirasakan oleh siswa-siswi. Bagi siswa-siswi yang memutuskan untuk melanjutkan ke perguruan tinggi sudah pasti akan menjadi mahasiswabaru. Mahasiswa baru ketika sudah masuk perguruan tinggi 1

(18) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 2 diharapkan mampu beradaptasi dengan lingkungan, menejemen waktu perkuliahan yang baik, kemandirian belajar, dan kemampuan untuk menggunakan fasilitas diperguruan tinggi. Bekal intelektual di pendidikan sebelumnya akan sangat membantu mahasiswa baru untuk semakin mampu menghadapi lingkungan baru. Program studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma Yogyakarta salah satu pilihan bagi siswa-siswi yang akan melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi. Program studi Bimbingan dan Konseling merupakan bidang ilmu yang berusaha membantu individu semakin berkembang, tidak hanya dari aspek akademik tetapi menyangkut aspek perkembangan pribadi dan sosial. Melalui visi program studi Bimbingan dan Konseling untuk unggul dalam mengembangkan ilmu, dan menghasilkan tenaga bimbingan dan konseling yang profesional dan berkarakter tangguh dalam upaya mewujudkan pendidikan yang lebih bermartabat. Hal tersebut didukung oleh muatan kurikulum yang memberikan 70% ilmu Bimbingan dan Konseling serta psikologi terapan serta 30% pendidikan dan ilmu-ilmu lainnya. Bimbingan dan Konseling menggunakan pembelajaran berfokus pada eksperential learning, dengan suasana pembelajaran mengedepankan cara-cara dialogis, demokratis, reflektif, penuh penghargaan dan nilai-nilai humanis, pendampingan akademik melalui berbagai kegiatan terencana, dan terus menerus mengembangkan ilmu Bimbingan dan Konseling yang implikatif dalam meningkatkan kualitas layanan pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia.

(19) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 3 Tidak mengherankan program studi Bimbingan dan Konseling salah satu dari tiga Universitas swasta di Indonesia yang dipercaya pemerintah untuk mengadakan Program Profesi Guru BK/ Konselor (PPPGBK/K) dan telah mencetak lebih dari 1.500 orang Guru Bimbingan dan Konseling yang handal. Oleh karena itu kesempatan baik bagi mahasiswa baru untuk dapat menggali potensi dan meningkatkan pengetahuan di program studi Bimbingan dan Konseling. Keputusan mahasiswa baru untuk mempelajari ilmu Bimbingan dan Konseling dilatarbelakangi oleh banyak faktor. Menurut Walgito (1982) ada dua hal yang mempengaruhi pencapaian tujuan mahasiswa di perguruan tinggi yaitu faktor intrinsik dan faktor ekstrinsik. Faktor intrinsik yaitu dorongan yang timbul dari dalam diri individu tanpa ada paksaan dari luar, sedangkan faktor ekstrinsik yaitu dorongan yang timbul dari luar diri individu. Faktor intrinsik mencakup oleh beberapa aspek misalnya menetapkan tujuan/ goal yang akan dicapai, kesadaran untuk memahami diri, nilai-nilai yang dipegang. Begitu pula dengan faktor ekstrinsik mencakup oleh beberapa aspek yaitu kondisi lingkungan masyarakat, komunikasi terhadap orang tua, memilih dengan tujuan tertentu. Salah satu yang mempengaruhi mahasiswa untuk mencapai keberhasilan di perguruan tinggi yaitu faktor motivasi intrinsik dan faktor motivasi ekstrinsik. Faktor motivasi intrinsik misalnya, mahasiswa menetapkan tujuannya dalam memilih program studi dengan memastikan karir yang akan dipilih setelah menyelesaikan studi, maha-

(20) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 4 siswa mengenal minat dan bakat yang dimiliki dalam memilih program studi, dan mempunyai nilai-nilai yang sangat penting dalam bentuk keyakinan dalam memilih program studi, mempertimbangkan pro dan kontra, serta bertanggung jawab atas pilihannya. Faktor motivasi ekstrinsik misalnya adanya pengaruh dari teman sebaya untuk memberi dukungan memilih prodi Bimbingan dan Konseling, atau dukungan penuh dari orang tua mahasiswa, mahasiswa tertarik masuk program studi Bimbingan dan Konseling karena tujuan tertentu melalui beasiswa yang ditawarkan oleh program studi. Banyak pertimbangan yang harus dihadapi oleh mahasiswa dalam melanjutkan studi. Terdapat perbedaan pada motivasi mahasiswa baru dalam memilih program studi. Berdasarkan rekapitulasi biodata mahasiswa baru program studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma pada mahasiswa baru program studi Bimbingan dan Konseling tahun ajaran 2013/2014 terdapat beberapa mahasiswa yang kurang interaktif dalam mengikuti proses perkuliahan. Selain itu sekitar 40% mahasiswa baru memilih program studi BK di gelombang terakhir. Berdasarkan jurnal pendidikan Joseph, (2012) yang meneliti mahasiswa baru di Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Atma Jaya terdapat 20% mahasiswa yang memilih prodi BK pada pihan terakhir. Permasalahan yang sama juga dialami oleh mahasiswa tahun akademik 2009/2010 program studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma mengalami hambatan dalam menyelesaikan studi, sehingga mahasiswa yang mampu menyelesaikan studi kurang dari 4,5 tahun

(21) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 5 hanya 45% dari rekapitulasi data sekretariat tentang kelulusan mahasiswa tahun akademik 2009.Dari data ini terlihat bahwa motivasi mahasiswa baru memilih program studi Bimbingan dan Konseling merupakan alasan utama gagal atau berhasilnya mahasiswa baru. Mahasiswa baru yang yakin memilih program studi Bimbingan dan Konseling mempunyai kesadaran di dalam dirinya. Hal tersebut tampak ketika mahasiswa dihadapkan dengan tuntutan program studi, dengan kesadaran ia memilih untuk bertanggung jawab atas pilihannya dengan belajar dan berproses sampai berhasil. Mahasiswa baru juga diharapkan untuk siap menghadapi semua tantangan dan hambatan selama menjalankan studi di perguruan tinggi. Menurut Stoltz (2000), kemampuan individu untuk menghadapi kesulitan adalah salah satu kekuatan yang ada didalam diri individu sendiri. Apabila individu mampu bertahan menghadapi kesulitan dan memiliki kemampuan untuk mengatasinya, maka individu tersebut akan mencapai kesuksesan dalam hidupnya. Sehingga kekuatan motivasi yang dimiliki mahasiswa dapat menjadi langkah awal bagi mahasiswa dalam menghadapi berbagai tuntutan di lingkungan yang baru. Mahasiswa yang mempunyai motivasi tinggi atau motivasi rendah dalam memilih program studi tentu memiliki hasil yang berbeda. Ketika mahasiswa mempunyai motivasi tinggi dalam menentukan program studi perilakunya akan terus menerus berusaha untuk meningkatkan kemampuan dirinya, yangsecara otomatis akan mempengaruhi hasil Indeks Prestasi (IP), dan dilingkungan sosial akan tampak mudah

(22) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 6 untuk menghadapi berbagai kesulitan. Selain itu perilaku mahasiswa yang memiliki motivasi rendah terlihat kurang berminat untuk mengikuti proses perkuliahan sehingga hasil akademik otomatisakan berdampak terhadap hasil Indeks Prestasi, dengan demikian dilingkungan sosial akan cenderung merasa bosan dan mengalihkan masalah dengan kesenangan pribadi saja, Spilane, dkk (1887). Berdasarkan pernyataan tersebut dijelaskan bahwa setiap mahasiswa baru pasti memiliki motivasi, termasuk dalam memilih program studi. Motivasi memilih program studi pada mahasiswa baru berbedabeda. Ada kecenderungan memiliki motivasi ekstrinsik maupun intrinsik. Kedua motivasi tersebut pasti menjadi kekuatan bagi mahasiswa dalam menyelesaikan perkuliahan di program studi yang dipilihnya. Dari pernyataan tersebut peneliti tertarik untuk meneliti Deskripsi Motivasi Memilih Program Studi Bimbingan dan Konseling Mahasiswa Baru Tahun Akademik 2013/2014 Universitas Sanata Dharma Yogyakarta dan Implikasinya Terhadap Usulan topik-topik Bimbingan. B. Perumusan Masalah Penelitian ini dimaksudkan untuk menjawab pertanyaan berikut: 1. Seberapa baik tingkat motivasi pemilihan program studi Bimbingan dan Konseling mahasiswa baru tahun akademik 2013/2014 USD? 2. Berdasarkan hasil analisis uji butir motivasi memilih program studi Bimbingan dan Konseling mahasiswa baru tahun akademik

(23) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 7 2013/2014 USD dalam butir mana yang terindikasi rendah, topiktopik bimbingan apa sajakah yang dapat membangun motivasi mahasiswa baru? C. Tujuan Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk: 1. Mendeskripsikan tingkat motivasi pilihan studi mahasiswa baru tahun akademik 2013/2014 USD untuk belajar di program studi Bimbingan dan Konseling. 2. Berdasarkan item yang terindikasi rendah membuat usulan topiktopik bimbingan mengenai motivasi pilihan program studi mahasiswa baru tahun akademik 2013/2014 USD yang teridentifikasi rendah. D. Manfaat Penelitian 1. Manfaat Teoritis Penelitian ini diharapkan dapat memberikan sumbangan untuk menambah wawasan dan pengembangan penelitian dalam bidang pendidikan kajian keilmuan program studi Bimbingan dan Konseling tentang tingkat motivasi mahasiswa baru dalam memilih program studi Bimbingan dan Konseling. 2. Manfaat Praktis a. Bagi Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma

(24) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 8 Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi yang berguna dalam memberikan pendampingan kepada mahasiswa mengenai motivasi memilih program studi Bimbingan dan Konseling pada mahasiswa baru dengan tujuan agar mahasiswa semakin memahami dan menyadari pilihan studi yang berpengaruh pada proses studi mereka. b. Bagi mahasiswa baru Penelitian ini diharapkan dapat membantu perkembangan mahasiswa agar berkembang secara optimal dengan menigkatkan motivasi setelah memilih program studi di Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. 3. Defenisi Operasional a. Motivasi memilih program studi merupakan dorongan yang timbul baik dari dalam diri maupun luar diri mahasiswa baru dipengaruhi oleh faktor instrinsik yaitu 1) mempunyai rencana yang jelas, 2) kesadaran diri dalam mengetahui minat dan bakat, 3) nilai-nilai yang dipegang melalui usaha untuk terus mengembangkan diri dan faktor ekstrinsik yaitu 1) lingkungan sosial yang mendukung mahasiswa baru untuk memilih program studi, 2) komunikasi yang baik dari keluarga untuk siap dan bertanggung jawab membiayai perkuliahan, 2) adanya keinginan lain seperti peluang untuk mendapat beasiswa yang secara psikologis akan mengarahkan tujuan dan 3) memutuskan pilihan untuk melanjutkan pendidikan di program studi.

(25) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 9 b. Program Studi Bimbingan dan Konseling adalah proses pemeberian bantuan kepada individu dalam mengembangkan diri agar dapat menghadapi berbagai tuntutan yang ada dalam masyarakat.

(26) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB II LANDASAN TEORI Dalam bab ini,penulis akan menyajikan hasil kajian pustaka mengenai hakikat motivasi memilih program studi Bimbingan dan Konseling, hakikat Mahasiswa Bimbingan dan Konseling, dan Usulan topik-topik bimbingan. A. Hakikat Motivasi Memilih Program Studi 1. Pengertian Motivasi Memilih Program Studi Slavin, (2011) mendefinisikan motivasi sebagai proses internal yang mengaktifkan, menuntun, dan mempertahankan perilaku dari waktu kewaktu. McDonal (dalam Hamalik, 2005) mengartikan motivasi sebagai perubahan energi dalam diri (pribadi) seseorang yang ditandai dengan timbulnya perasaan dan reaksi untuk mencapai tujuan. Menurut Stipek (Slavin, 2011) motivasi melakukan sesuatu dapat terjadi dalam banyak cara. Motivasi juga merupakan karakteristik kepribadian, orang bisa mempunyai minat yang stabil untuk berpartisipasi dalam kategori kegiatan yang luas seperti pendidikan, olahraga, atau kegiatan sosial. Handoko (1992), motivasi sebagai suatu tenaga atau faktor yang terdapat di dalam diri manusia yang menimbulkan, mengarahkan dan mengorganisasikan tingkah lakunya. Sebuah motivasi bukan merupakan suatu kekuatan yang netral, atau kekuatan yang kebalterhadap pengaruh faktor-faktor lain, misalnya: pengalaman masa lampau, taraf intelegensi, kemampuan fisik, situasi 10

(27) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 11 lingkungan, cita-cita hidup dan sebagainya. Suatu motivasi umumnya terdapat dua unsur pokok, yaitu unsur dorongan/ kebutuhan dan unsur tujuan. Purwanto (Uno, 2007) mengatakan bahwa ada 4 fungsi motivasi yaitu: a. Sebagai penggerak tujuan, maksudnya motivasi dapat memberikan energi baru bagi seseorang untuk memulai tindakan yang berkaitan dengan tujuan yang diharapkannya. b. Menentukan perbuatan ke arah pencapaian suatu tujuan dan citacita, maksudnya motivasi akan membantu individu untuk menentukan arah perilaku yang sesuai untuk mencapai pilihan dan tujuan yang diharapkannya. c. Mencegah penyelewengan dari jalan yang harus ditempuh untuk mencapai tujuan, maksudnya individu sudah siap dan sadar tentang tantangan yang akan dihadapi oleh individu ketika memilih program studi yang di tawarkan. d. Menyeleksi perbuatan diri, dengan menentukan tindakan mana yang tepat untuk dilakukan. Handoko, (1992) menjelaskan bahwa motivasi dalam diri seseorang dapat menjadi kekuatan. Kekuatan tersebut terlihat misalnya, ketika seseorang melakukan suatu perbuatan. Tampak tingkah laku yang terjadi itu disebabkan oleh adanya kebutuhan yang sedang dirasakan oleh orang tersebut. Seseorang secara lang-

(28) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 12 sung melakukan perbuatan, ingin memuaskan kebutuhan yang dirasakannya. Kebutuhan seseorang dipengaruhi oleh suatu dorongan yang menimbulkan kesiapan bagi seseorang untuk mencapai tujuan (goal). Semua usaha yang dilakukan disebut sebagai tingkah laku menuju tujuan. Tingkah laku sadar akan tujuan merupakan tingkah laku yang selalu didorong oleh keingian demi tercapainya tujuan yang berguna bagi kehidupannya. Oleh karena itu, tercapainya sebuah tujuan dipengaruhi oleh besarnya kekuatan yang mendorong seseorang melakukan perbuatan tertentu. Aprilianto, (2008) Motivasi merupakan hal paling dasar yang ditunjukkan oleh mahasiswa melalui komitmen untuk belajar. Komitmen mahasiswa yang tinggi akan tampak ketika mahasiswa giat untuk mempelajari pengetahuan terkait dengan perkuliahan, sedangkan komitmen mahasiswa yang rendah tampak perilaku lain selain belajar. Motivasi dalam memilih program studi tidak serta merta menjadi perilaku, karena masih ada faktor penting yang menentukan apakah motivasi yang dimiliki dapat menjadi perilaku. Faktor penting itu adalah volution (kemauan untuk bertahan pada komitmen yang telah dibuat). Faktor kemauan bersifat dinamis, bisa tinggi atau rendah. Dinamika yang terjadi dipengaruhi oleh adanya proses belajar, artinya kemauan adalah proses untuk membuat pilihan secara bebas

(29) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 13 yaitu menggunakan motivasi dengan kegiatan belajar, atau memilih kegiatan lain (selain belajar). Setiap orang dalam kehidupan sehari-hari akan selalu menghadapi masalah yang berbeda-beda. Selalu ada kesempatan untuk mencoba menyelesaikan masalah yang sedang dihadapinya, baik masalah yang ringan maupun masalah yang berat, masalah sederhana ataupun kompleks. Individu berlatih untuk berfikir mencari jalan keluar dari masalah tersebut. Karena itu, untuk melatih cara berfikir seseorang harus berani menghadapi masalahnya. Walgito (1982) menjelaskan bahwa sumber masalah yang merupakan sebab kesukaran mahasiswa baru dalam memilih program studi secara garis besar yaitu: a. Sebab yang bersumber dari diri sendiri Mahasiswa merupakan kesatuan fisik dan psikologis, maksudnya komponen satu dengan yang lain saling berhubungan dan mempengaruhi. Jika jasmani mengalami gangguan maka psikisnya juga terganggu, demikian juga sebaliknya. Penjelasan mengenai masalah fisik dan psikologis yang dapat menggangu proses pendidikan misalnya: 1) Timbul masalah yangbersumber dari fisik, maksudnya kondisi fisik yang kurang sehat dapat menghambat tujuan mahasiswa dalam melanjutkan pendidikan. Kebanyakan mahasiswa baru yang melanjutkan studi diperguruan tinggi cenderung lupa untuk menjaga kesehatan dengan makan ja-

(30) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 14 janan dipinggir jalan atau kurang melihat kondisi kebersihan tempat tersebut. Akibatnya dengan mudah dan cepat mahasiswa terserang penyakit dan sulit mengerjakan tugasnya. Sangat penting bagi mahasiswa agar selalu menjaga jasmaninya. Hal tersebut didukung dengan aktivitas yang terartur, mulai dengan berolahraga secara rutin dan berlanjut. 2) Sebab masalah yang timbul karena kondisi psikologis, maksudnya keadaan psikologis yang kurang mendukung mempengaruhi kesukaran mahasiswa dalam melanjutkan studi. Hal-hal yang berkaitan dengan masalah psikologis sebagai berikut: a) Faktor intelegensi merupakan faktor yang kadang-kadang menjadi penghambat ketika melanjutkan studi. Bila taraf intelegensi kurang mendukung maka sulitlah untuk mencapai hasil yang memuaskan. b) Minat merupakan salah satu sebab kesulitan mahasiswa. Banyak mahasiswa yang dari jurusan satu pindah ke jurusan yang lainnya. Salah satu faktornya yaitu minat. Bila mahasiswa tidak mempunyai minat terhadap yang dituntutnya maka akan sulit baginya untuk meneruskan studinya. c) Emosi, mahasiswa mempunyai emosi yang kurang stabil. Ketidakstabilan inilah yang kurang mendukung mahasiswa dalam melakukan tugas dan tujuannya. Hal tersebut

(31) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 15 berkaitan pula dengan konflik-konfliik yang dihadapi oleh mahasiswa. b. Sebab-sebab dari luar diri mahasiswa Di samping faktor dari dalam diri mahasiswa, banyak pula faktor dari luar diri mahasiswa yaitu: 1) Sebab yang berasal dari keluarga atau orang tua Faktor keluarga/orang tua memegang peran yang cukup penting menentukan berhasil atau tidaknya mahasiswa menentukan tujuannya diperguruan tinggi. Keluarga/orang tua merupakan tumpuan anak menumbuhkan pribadi dan membentuk pribadinya. Ada beberapa faktor penting berikut ini: a) Orang tua, pribadi seorang mahasiswa terbentuk sejak perkembangan dimulai. Pribadinya akan terbentuk selama dia tumbuh dan berkembang. Oleh karena itu, tidak kecil pengaruh/peran orang tua dalam memberikan sikap yang menjadi contoh bagi anak-anaknya. Secara tidak sadar anak akan anak membentuk diri atas norma-norma yang diajarkan orang tuanya. b) Hubungan orang tua dengan anak, kadang-kadang hubungan orang tua dan anak kurang diperhatikan. Ketika hubungan yang dijalin acuh tak acuh tanpa kasih sayang, tanpa pengertian dari orang tua dan anak secara langsung menghambat yang akan dicapai. Oleh karena

(32) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 16 itu, perlu dibina dengan baik hubungan antara orang tua dengan anak. c) Cara mendidik orang tua, orang tua yang memberikan pendidikan kepada anaknya akan berpengaruh terhadap perkembangan pribadi mahasiswa, termasuk pilihan saat akan memutuskan studi lanjutan. Orang tua yang kurang memperhatikan pendidikan pada umumnya akan kurang memperhatikan kebutuhan-kebutuhan anaknya. Kebutuhan psikologis, fisik, maupun sosialnya. Ketika anak yang mempunyai kemampuan intelegensi yang cukup tinggi, tetapi kurang diperhatikan oleh orang tua bisa saja anak tersebut terhambat proses pendidikannya dan mengalami kesukaran yang lain. d) Keadaan ekonomi keluarga, tidak dapat dipungkiri bahwa studi mahasiswa akan dipengaruhi oleh kondisi ekonomi. Ketika ekonomi kurang mendukung, maka mahasiswa terhambat pula melanjutkan pendidikan. e) Suasana tepat tinggal, suasana yang ditemapati mahasiswa mempengaruhi berhasilnya tujuan mahasiswa. Tidak sedikit mahasiswa akan tinggal di koast atau asrama. 2) Keadaan Perguruan Tinggi a) Fasilitas, kekurangan fasilitas diperguruan tinggi merupakan sebab terhambatnya proses pendidikan maha-

(33) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 17 siswa. Kekurangan buku-buku, alat praktikum, dan lain-lain. b) Kurikulum, penting bagi mahasiswa untuk mengetahui kurikulum yang dipakai oleh program studi yang menjadi pilihan. Kurikulum yang belum mantap dan berubah-ubah sering kali menjadi penghambat mahasiswa dalam menjalankan pendidikannya. Tentu diperhatikan adanya peninjauan kurikulum yang terus berubah-ubah agar mahasiswa dapat lebih siap dalam menjalankan pendidikannya. c) Peraturan-peraturan, yang dimiliki oleh setiap program studi. Sama halnya dengan kurikulum ketika peraturan juga dapat dengan mudah berubah maka mahasiswa akan terhambat pula pendidikannya. 3) Kondisi sosial/masyarakat Masyarakat dimana tempat mahasiswa berada akan mempengaruhi keberhasilan tujuan mahasiswa. Banyak tantangan yang dihadapi oleh mahasiswa baru dilingkungannya. Besar pula pengaruh dari masyarakan atau teman sebaya yang berada disekitarnya. Terkadang persepsi masyarakat menjadi hambatan ketika mahasiswa hendak melanjutkan studinya. Misalnya persepsi program studi tertentu tidak bergengsi/kurang menantang dan lain-lain.

(34) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 18 Singkatnya ada banyak tantangan yang dihadapi mahasiswa yang menyulitkan atau menghambat mahasiswa saat akan menentukan pilihan dalam melanjutkan studi. Masalah tersebut dapat muncul dari dalam diri maupun dari luar diri mahasiswa. Mahasiswa yang memotivasi dirinyadapat melewati tantangan hingga mampu menjalankan studinya dan berhasil dengan baik. 2. Faktor-Faktor Pemicu Motivasi Memilih Program Studi Menurut Spillane, dkk (1887), faktor-faktor penting yang mempengaruhi motivasi memilih program studi yaitu: a. Kebutuhan pribadi yaitu kesadaran mahasiswa untuk melanjutkan pendidikan keperguruan tinggi. Misalnya mahasiswa baru tahu bahwa penting baginya untuk melanjutkan pendidikan dan memilih program studi yang sesuai dengan kebutuhan dirinya. b. Tujuan mahasiswa yaitu target yang akan dicapai oleh mahasiswa baru. Mahasiswa yang hendak memilih hendaknya perlu memiliki tujuan yang jelas atau tidak coba-coba. Mahasiswa perlu berfikir matang dan pasti untuk menjalankannya. Misalnya mahasiswa baru bertekad untuk fokus dalam menjalankan perkuliahannya. c. Mempunyai rencana yang matang berkaitan dengan kebutuhan atau tujuan. Sebagai mahasiswa penting untuk memikirkan dan mempertimbangkan tujuan yang telah dipilih, agar sesuatu

(35) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 19 yang telah dipersiapkan benar-benar tepat sasaran dan terlaksana. Misalnya selama menjalankan perkuliahan mahasiswa baru mempersiapkan berbagai hal yang mendukung keberhasilan perkuliahannya. Motivasi yang bekerja dalam diri mahasiswa baru memiliki kekuatan yang berbeda-beda. Menurut Spillane, dkk (1887) Kekuatan relatif motif-motif yang sedang menguasai seseorang umumnya dapat dilihat melalui : 1) Kuatnya kemauan untuk berbuat, tampak ketika mahasiwa selalu ingin melakukan kegiatan yang mendukung perkuliahan yang dipilih oleh mahasiswa. 2) Jumlah waktu yang disediakan lebih banyak dari pada kegiatan yang kurang diminatinya. Mahasiswa meluangkan banyak waktu untuk hal-hal yang disukainya, tidak merasa bosan atau jenuh mempelajari bidang ilmu mengenai program studi yang dipilih oleh mahasiswa. 3) Kerelaan meninggalkan kewajiban atau tugas yang lain yang seharusnya juga akan dikerjakan. Tugas yang lain bukan menjadi hambatan bagi dirinya untuk meneruskan kegiatan/ keinginan yang berkaitan dengan program studi yang dipilih mahasiswa. 4) Kerelaan untuk mengeluarkan biaya demi keinginan tersebut. Mahasiswa tidak merasa rugi untuk mengeluarkan

(36) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 20 biaya demi mendukung berjalannya program studi yang dipilih hingga selesai perkuliahannya. 5) Ketekunan dalam mengerjakan tugas dan lain-lain. Mahasiswa menggeluti tugas dengan senang hati tanpa ada beban yang membuat dirinya merasa lelah. Perbedaan motivasi tersebut membuat setiap orang akan melakukan kebiasaan tersebut dengan berbeda, hal tersebut sangat tampak ketika mahasiswa melakukan kegiatan yang menjadi pilihannya. 3. Aspek-aspek motivasi memilih program studi Handoko, (1992) salah satu penggolongan motivasi manusia yaitu motivasi intrinsik dan motivasi ekstrinsik. Pembagian motivasi tersebut didasarkan oleh munculnya suatu tindakan. Tindakan yang digerakkan dari luar diri individu disebut motivasi ekstrinsik. Sedangkan tindakan yang digerakkan dari dalam diri individu disebut motivasi intrinsik. Menurut Jahja, (2011)Motivasi mempunyai tiga aspek yaitu pertama, keadaan yang mendorongdiri seseorang misalnya kebutuhan jasmani, karena keadaan lingkungan, atau keadaan mental seperti berfikir dan ingatan. Kedua, perilaku yang timbul dan terarah karena keadaan ini. Ketiga sasaran atau tujuan yang dituju oleh perilaku tersebut.

(37) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 21 Menurut Walgito (1982) dua aspek yang mempengaruhi pencapaian tujuan mahasiswa di perguruan tinggi yaitu aspek motivasi intrinsik dan motivasi ekstrinsik. a. Motivasi intrinsik Motivasi Intrinsik merupakan faktor internal dari dalam mahasiswa tanpa ada paksaan atau pengaruh dari luar diri. Motivasi intrinsik tersebut yaitu: 1) Menetapkan tujuan/ goal yang akan dicapai. Memilih program studi Bimbingan dan Konseling merupakan bentuk rencana mahasiswa baru dalam memahami peluang kerja dan memiliki keahlian yang sesuai diprogram studi yang dipilih. Mahasiswa yang memiliki tujuan dalam memilih program studi misalnya: a) Selalu optimis untuk menggeluti dunia pendidikan khususnya menjadi guru Bimbingan dan Konseling. b) Mempunyai keinginan yang kuat untuk dapat menerapkan seluruh pengetahuan dan potensi yang dimilikinya untuk peserta didik dan lingkungan sekitarnya. 2) Kesadaran untuk memahami diri. Memilih program studi Bimbingan dan Konseling merupakan salah satu hal yang sangatmendasar harus dimiliki oleh mahasiswa baru karena dipengaruhi minat dan bakat yang dimilikinya. Mahasiswa yang tertarik dengan program studi yang dipilih, yaitu:

(38) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 22 a) Mulai tertarik dan senang membaca buku-buku berkaitan dengan program studi Bimbingan dan Konseling yang dipilih. b) Mempunyai rencana dan keinginan yang kuat untuk dapat menyelesaikan kuliah tepat waktu. c) Mempunyai kepercayaan diri setelah mengikuti berbagai program Bimbingan dan Konseling melalui pendidikan karakter. d) Semakin meningkatkan potensi diri dan mengembangkan kemampuan yang dimilikinya. 3) Nilai-nilai yang dipegang. Memilih program studi Bimbingan dan Konseling menjadi bentuk keyakinan mahasiswa baru melalui keinginannya mandiri dalam mencari informasi, mempertimbangkan pro dan kontra, serta tanggung jawab yang akan dijalani selama kuliah di program studi yang dipilih. Mahasiswa yang mempunyai nilai-nilai yang pegang yaitu: a) Mencoba untuk mencari berbagai informasi tentang Bimbingan dan Konseling. b) Berpikir dengan matang ketika hendak memilih program studi. c) Bersedia untuk mengikuti segala peraturan selama kuliah.

(39) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 23 b. Motivasi ekstrinsik Mahasiswa baru memilih program studi bimbingan dan konseling dipengaruhi oleh faktor motivasi ekstrinsik. Motivasi ekstrinsik tersebut yaitu : 1) Kondisi lingkungan masyarakat yang mendukung. Mahasiswa memilih program studi karena dipengaruhi oleh lingkungan sosialnya. Mahasiswa baru memperoleh banyak informasi mengenai program studi yang akan dipilih melalui teman sebaya atau di lingkungan sosialnya. Kondisi masyarakat yang mendukung, misalnya: a) Teman akrab/sebaya yang memperhatikan ketika mahasiswa baru menceritakan program studi yang dipilih. b) Adanya kesan positif bahwa program studi Bimbingan dan Konseling sangat dibutuhkan mengembangkan pendidikan disekolah. 2) Komunikasi yang baik antara anak dan orang tua. Mahasiswa baru tidak lepas dari keluarga. Keluarga merupakan orang terdekat dan tempat dirinya berkembang secara optimal. Pengaruh kondisi itu dapat terjadi ketika mahasiswa mulai mempertimbangkan pendapatan orang tua, atau bentuk partisipasi dari orang tua mahasiswa dalam memilih program studi. Mahasiswa memilih program studi berkaitan dengan kondisi sosial ekonomi keluarga, Misalnya:

(40) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 24 a) Memilih program studi karena sesuai dengan penghasilan orang tua/keluarga. b) Dukungan keluarga/orang tua untuk sepenuhnya membiayai pendidikan anaknya. 3) Memilih jurusan Bimbingan dan Konseling dengan tujuan tertentu. Mahasiswa memilih program studi Bimbingan dan Konseling mengharapkan sesuatu, misalnya demi mendapatkan beasiswa yang di tawarkan oleh program studi, mahasiwa ingin mengembangkan diri dan merasa puas ketika sudah memilih program studi yang menjadi tujuannya. Sehingga tujuan yang dipilih oleh mahasiswa sangat memengaruhi daya tahan dalam menjalani perkuliahan. Berdasarkan uraian diatas dapat disimpulkan bahwa individu yang telah memiliki motivasi dalam pemilihan program studi lebih mampu dan siap dan yakin untuk menjalani perkuliahan. Motivasi intrinsik dan motivasi ekstrinsik yang seimbang akan membantu individu untuk berkembang menjadi lebih optimal. B. Hakikat Mahasiswa Baru Program Studi Bimbingan dan Konseling 1. Pengertian Mahasiswa Bimbingan dan Konseling Mahasiswa dapat didefenisikan sebagai individu yang sedang menuntut ilmu ditingkat perguruan tinggi, baik negeri maupun

(41) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 25 swasta atau lembaga lain yang setingkat dengan perguruan tinggi. Mahasiswa dinilai memiliki tingkat intelektualitas yang tinggi, kecerdasan dalam berfikir dan berencana dalam bertindak. Berpikir kritis dan bertindak dengan cepat dan tepat merupakan sifat yang cenderung melekat dalam diri setiap mahasiswa, yang merupakan prinsip yang saling melengkapi. Dwi Siswoyo (2007), Mahasiswa adalah manusia yang tercipta untuk selalu berfikir yang saling melengkapi. Mahasiswa adalah orang yang belajar di perguruan tinggi, baik universistas, institut atau akademik karena mereka yang terdaftar sebagai murid diperguruan tinggi. Karakteristik mahasiswa secara umum yaitu cenderung memantapkan dan berfikir dengan matang terhadap sesuatu yang akan diraihnya, sehingga mereka memiliki pandangan yang realistik tentang dirinya sendiri dan lingkungannya. Selain itu para mahasiswa cenderung lebih dekat dengan teman sebaya untuk saling bertukar pikiran dan saling memberikan dukungan, karena sebagian mahasiswa berada jauh dari orang tua maupun keluarga. Mereka akan memperdalam keahlian dibidangnya masing-masing untuk mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja yang membutuhkan mental tinggi. Hasil rekapitulasi data mahasiswa baru tahun akademik 2013/2014 program studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma menunjukkan bahwa ada berbagai macam perbedaan latar belakang mahasiswa baru. Mahasiswa baru yang

(42) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 26 mendaftar di Program studi Bimbingan dan Konseling dengan gelombang terakhir terdapat 40%, memilih program studi dengan jalur beasiswa terdapat 50%, dan memilih program studi Bimbingan dan Konseling pada pilihan pertama 10%. Banyak pula mahasiswa yang datang dari luar pulau jawa berdasarkan data ada 45% dari berbagai pulau di Indonesia, termasuk Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, Papua, Timur-timur, dan lain-lain. Selain itu mahasiswa baru prodi Bimbingan dan Konseling dengan kondisi keluarga yang memiliki latar belakang pendidikan orang tua dari perguruan tinggi adalah 18% sehingga tidak banyak orang tua mahasiswa baru yang mempunyai pendapatan < Rp 2000.000,-. 2. Program Studi Bimbingan dan Konseling Ada beberapa defenisi Bimbingan dan Konseling. Menurut Justika (1979) bimbingan merupakan pemberian bantuan secara umum kepada mahasiswa, dalam memilih cara pemecahan masalah yang dihadapi dengan bijaksana, sesuai dengan potensi dan kemampuannya dalam mencapai penyesuaian diri terhadap tuntutan-tuntutan hidup, baik yang berasal dari keluarga, perguruan tinggi maupun masyarakat tempat dia berada agar dapat mencapai prestasi akademis yang optimal. Model bimbingan yang sedang berkembang yaitu bimbingan perkembangan, Mortensen & Schmuller (Juntika, 2006). Konseling merupakan teknik atau bantuan khusus dalam memecahkan masalah yang dirasakan oleh

(43) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 27 mahasiswa. Menurut Shertzer & Stone (Juntika, 2006) konseling merupakan upaya membantu individu melalui proses interaksi yang bersifat pribadi antara konselor dan konseli agar konseli mampu memahami diri dan lingkungannya, mampu membuat keputusan dan menentukan tujuan berdasarkan nilai yang diyakininya. C. Konsep Dasar Usulan Topik-topik Bimbingan 1. Pengertian Bimbingan Prayitno dan Amti (1999), mengungkapkan bahwa bimbingan merupakan proses pemberian bantuan yang dilakukan oleh orang ahli kepada seorang atau beberapa orang individu, baik anak-anak, remaja, maupun dewasa, agar orang yang dibimbing dapat mengembangkan kemampuan yang ada pada dirinya sendiri dan mandiri. Beberapa pengertian bimbingan menurut para ahli, antara lain: Rochman Natawidjaja (dalam Winkel, 2006) mendefinisikan bimbingan sebagai proses pemberian bantuan kepada individu yang dilakukan secara berkesinambungan, dengan tujuan agar individu yang bersangkutan dapat memahami dirinya. Apabila individu berhasil memahami dirinya, maka individu yang bersangkutan akan sanggup mengarahkan diri dan dapat bertindak wajar, sesuai dengan tuntutan dan keadaan keluarga serta masyarakat. Dengan demikian, individu dapat menemukan kebahagiaan dalam hidupnya serta dapat memberikan sumbangan yang berarti. Menurut Kartadi-

(44) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 28 nata dkk (2002), bimbingan merupakan proses membantu individu untuk mencapai perkembangan yang optimal. Berdasarkan beberapa penjelasan di atas, peneliti menyimpulkan bahwa bimbingan merupakan proses pemeberian bantuan kepada individu dalam mengembangkan diri agar dapat menghadapi berbagai tuntutan yang ada dalam masyarakat. 2. Bimbingan Pemeliharaan dan Pengembangan Motivasi Belajar di Program Studi Bimbingan dan Konseling Usaha dalam memelihara dan mengembangkan motivasi pemilihan program studi melalui bimbingan dari ahli sangat dibutuhkan oleh individu, khususnya mahasiswa baru program studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Bimbingan yang diberikan melalui beberapa tahap untuk tetap menjaga motivasi yang sudah dimiliki oleh mahasiswa. Program bimbingan yang terfokus pada bimbingan pemeliharaan dan pengembangan motivasi memilih program studi diharapkan mampu membantu individu dalam meningkatkan motivasi yang sudah dimilikinya. Usulan Program pengembangan dan pemeliharaan dapat membantu mahasiswa baru untuk yakin dan optimis dalam menjalankan perkuliahan di Program Studi Bimbingan dan Konseling. Pilihan mahasiswa baru di Prodi Bimbingan dan Konseling menjadi lebih berkomitmen dan berkembang lebih optimal.

(45) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB III METODOLOGI PENELITIAN Pada bab ini dipaparkan jenis penelitian, subjek penelitian, subjek penelitian, instrumen penelitian dan teknik analisis data. A. Jenis Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif deskriptif dengan menggunakan metode survei. Penelitian deskriptif adalah statistik yang digunakan untuk menganalisis data dengan cara mendeskripsikan atau menggambarkan data yang telah terkumpul sebagaimana adanya tanpa bermaksud membuat kesimpulan yang berlaku untuk umum atau generalisasi (2009). Penelitian dilakukan untuk memperoleh informasi tentang alasan memilih program studi mahasiswa semester satu Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma Yogyakarta Tahun Akademik 2013/2014. B. Subjek penelitian Subjek dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa semester satu Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma Yogyakarta Tahun Akademik 2013/2014. Peneliti menggunakan Nomor Induk Mahasiswa Baru (NIM) genap prodi Bimbingan dan Konseling untuk uji coba. Sementara untuk penelitian sesungguhnya, peneliti menggunakan subyek kesuluruhan mahasiswa baru program studi Bimbingan dan KonselingUniversitas Sanata Dharma Yogyakarta. Ma- 29

(46) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 30 hasiswa dengan NIM ganjil (subyek uji coba) digunakan karena karakteristik mahasiswa baru yang jelas memiliki kesamaan. Rincian populasi disajikan dalam Tabel 1 di bawah ini . Tabel 1. Mahasiswa Semester Satu Mahasiswa Baru Kelas A Kelas B Total Keseluruhan Jumlah 40 orang 36 orang 76 Orang C. Instrumen Penelitian 1. Kuesioner Alat pengumpulan data dalam penelitian ini adalah Kuisioner Motivasi Memilih Program Studi Bimbingan dan Konseling Mahasiswa Baru Tahun Akademik 2013/2014 Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Peneliti menggunakan kuesioner tertutup. Kuesioner tertutup berisi pertanyaan-pertanyaan yang disertai dengan pilihan jawaban untuk pertanyaan-pertanyaan tersebut (Furchan, 2005). Kuesioner yang disusun oleh peneliti memuat aspek-aspek motivasi memilih program studi menurut Bimo walgito (1982) ada dua hal yang mempengaruhi pencapaian mahasiswa diperguruan tinggi yaitu berdasarkan motivasi intrinsik dan motivasi ekstrinsik. Motivasi intrinsik yaitu menetapkan tujuan atau goal, kesadaran memahami diri, nilai-nilai yang dipegang. Motivasi ekstrinsik yaitu kondisi lingkungan masyarakat, kondisi sosial-

(47) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 31 ekonomi keluarga, dan memilih program studi dengan tujuan tertentu. 2. Format Pernyataan Skala Pengukuran dalam penelitian ini menggunakan Skala Likert dalam bentuk angket. Skala Likert digunakan untuk mengukur sikap, pendapat dan persepsi sekelompok orang tentang fenomena sosial. Pada Skala Likert variabel akan dijadikan sebagai dasar untuk menyusun item-item instrumen berupa pertanyaan atau pernyataan (Sugiyono, 2011). Pertanyaan dalam skala memuat item-item pernyataan yang bersifat positif (favorable)dan yang bersifat negatif (unfavorable). Skala ini dilengkapi dengan empat perintah jawaban. Jawaban setiap item dalam penelitian ini, menggunakan Skala Likert yang mempunyai empat pilihan jawaban yaitu: sangat setuju, setuju, kurang setuju dan tidak setuju. Pada skala ini alternatif jawaban netral tidak disertakan, untuk mengurangi kecenderungan responden dalam memberikan jawaban yang netral dan untuk mengingkatkan variabilitas responsi, Azwar (2011). 3. Penenentuan Skor Penentuan skor dalam pengolahan data yang dihasilkan instrumen ini adalah: “sangat setuju”= 4; “setuju”= 3; “tidak setuju”= 2; ”sangat tidak setuju”= 1 untuk untuk pertanyaan positif (Favorable Item) dan sebaliknya untuk pernyataan negatif (Unfavorable Item). Total skor setiap responden adalah hasil penjumlahan skor dari se-

(48) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 32 luruh item yang tersedia dan dijadikan sebagai data olahan untuk analisis penelitian ini. 4. Kisi-kisi kuesioner Kisi-kisi kuesioner berdasarkan aspek-aspek motivasi memilih program studi Bimbingan dan Konseling pada mahasiswa baru tahun akademik 2013/2014. Kisi-kisi kuesioner yang diuji coba dapat dilihat pada tabel 2 dibawah ini. Tabel 2 Kisi-Kisi Kuesioner Uji Coba Motivasi Memilih Program Studi Bimbingan Dan Konseling Mahasiswa Baru Tahun Akademik 2013/2014 Universitas Sanata Dharma Yogyakarta NO ASPEK 1 Mempunyai tujuan dalam memilih program studi Kesadaran untuk memahami diri Nilai-nilai yang dipegang 2 3 4 5 6 Kondisi lingkungan masyarakat Komunikasi terhadap orang tua Memilih program studi dengan tujuan tertentu INDIKATOR Memahami peluang karer Merasa memiliki keahlian yang sesuai. NO ITEM Pav Un Pav 2,6, 3,9 JUMLAH 8 4,8, 1,10 Memiliki minat Memiliki bakat 5,15,16, 11,12 7,13,14 17,18 10 Rasa ingin tahu Mempertimbangkan keuntungan dan kerugian Bertanggung jawab atas pilihan Pengaruh teman sebaya Persepsi terhadap program studi yang dipilih Kesiapan teradap biaya perkuliahan Hubungan antara orang tua dan anak Untuk mendapatkan beasiswa 19,21,24, 28,26, 20,22,23 27,30 14 25,29, 32,33 31,34, 36,37 8 39,40, 43,44, 35,38 41,42 8 45,47, 51,54 46,48 52,53 12 Peraturan akademik yang mendukung di Prodi Rasa kepuasan telah memilih program studi 49,50, 55,57 56,60, 58,59

(49) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 33 Jumlah 60 D. Uji Coba Alat 1. Validitas Validitas yang dipakai dalam penelitian ini adalah validitas isi (content validity). Validitas isi adalah validitas yang mempertanyakan bagaimana kesesuaian antara instrumen dengan instrumen dengan tujuan dan deskripsi masalah yang akan diteliti (Nurgiyono, 2009). Suatu tes atau instrument pengukur dikatakan mempunyai validitas yang tinggi apabila alat yang bersangkutan menjalankan fungsi ukurnya, atau memberikan hasil ukur yang sesuai dengan maksud pengukuran. Suatu alat ukur yang valid, tidak sekedar mampu mengungkapkan data yang tepat akan tetapi juga harus memberikan gambaran yang cermat mengenai data tersebut (Azwar, 2003). Validitas yang digunakan dalam penelitian ini adalah validitas isi. Pemeriksaan keterpenuhan validitas isi didasarkan pada pertimbangan yang dilakukan oleh ahli (expert judgment). Expert judgment digunakan untuk menelaah setiap butir item pernyataan yang dibuat tepat dengan aspek tujuan, bahan/ deskripsi bahan, indikator dan jumlah pertanyaan perindikator, sehingga dapat dinyatakan baik (Nurgiyantoro, 2009). Ahli yang memeriksa isi dari kuesioner ini adalah dosen pembimbing yaitu Ag. Krisna Indah Marheni, S. Pd., M.A dan ibu A. Setyandari. S.Pd.,S.Psi,P.si.,MA. Pemeriksaan ini juga bertujuan agar setiap item pernyataan yang

(50) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 34 dibuat secara logis tepat/sesuai dengan konsruk kisi-kisinya (Nurgiyantoro, 2009). Setelah melakukan uji ahli, kuisioner kemudian diujicobakan pada sebagian mahasiswa baru dengan Nomor Induk Mahasiswa Genap. Peneliti selanjutnya menggunakan bantuan program komputer Statistical Product and Service Solution (SPSS) 16.0 for Window untuk pemeriksaan nilai validitas. Perhitungan statistika yang digunakan adalah dengan cara mengkorelasikan skor-skor item terhadap skor-skor aspek melalui pendekatan analisis korelasi Pearson Product Moment(Masidjo, 1995). Menguji tingkat validitas dari kuesioner dengan taraf signifikan (α = 5%) dapat mengunakan rumus koefisien korelasi product moment (Surapranata, 2004:65) sebagai berikut: ∑ ∑ ∑ ∑ ∑ ∑ ∑ ² Keterangan: r XY = korelasi skor-skor total kuesioner dan total butirbutir = skor sub total kuesioner/ nilai setiap butir = skor total butir-butir kuesioner/ nilai dari jumlah butir = jumlah Subyek = hasil perkalian antara skor X dan skor Y Selanjutnya, standar validitas yang digunakan berdasarkan perhitungan Nurgiyantoro (2009) yang menjelaskan bahwa itemitem uji coba dapat dinyatakan valid jika koefisien korelasi (r) yang diperoleh ≥ daripada koefisisen ditabel nilai-nilai kritis yaitu pada

(51) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 35 taraf signifikan 5% atau 1%. Peneliti menggunakan perhitungan tersebut didasarkan pada asumsi dari Azwar (2011) yaitu perhitungan koefisien bersifat relatif yang artinya tidak ada batasan universal yang harus dipenuhi agar suatu skala psikologis dikatakan valid. Perhitung validitas berdasarkan taraf signifikan (α = 5%) dengan jumlah subjek 29, maka koefisien korelasi yang digunakan adalah 0,279 (Sugiyono, 2011). Jadi, apabila koefisien korelasi butir instrumen sama dengan 0,279 atau lebih dari 0,279 (paling kecil 0,279), maka butir instrumen tersebut dinyatakan valid. Namun apabila koefisien butir instrumen kurang dari 0,279, maka butir instrumen tersebut dinyatakan tidak valid. Jumlah item-item yang valid dan tidak valid terdapat pada tabel 3 di bawah ini. Tabel 3 Jumlah Item-item yang Valid dan Tidak Valid NO ASPEK 1 2 Menetapkan tujuan/ goal yang akan dicapai Kesadaran untuk memahami diri 3 Nilai-nilai yang dipegang 4 Kondisi lingkungan masyarakat 5 6 Kondisi sosial-ekonomi keluarga Memilih jurusan Bimbingan dan Konseling dengan tujuan tertentu TOTAL Nomor Item Yang Valid 2,4,6, 8,9, Nomor Item Tidak Valid 1,3,10 5,7,11,12,13,14,15, 16,17,18 19,20,21,22,24,25, 26,27,28,29,30,33 31,34,35,36,37,39, 40 41 ,47,48 49,50 ,54,55,56,57,58,59, 60 46 23 31,38, 42,43,44,45,46 51,52,53 14

(52) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 36 Tabel tersebut menunjukkan bahwa dari 60 item, terdapat 46 item atau 77% item yang valid dan 14 item atau 23% item yang tidak valid. Peneliti memperkirakan bahwa, item-item yang tidak valid disebabkan oleh: pertama, kata-kata dalam kalimat yang kurang jelas sehingga kurang bisa dimengerti oleh peserta didik. Kedua, ada penafsiran ganda pada kata-kata. Ketiga, item belum mengacu pada indikator perilaku. 2. Reliabilitas kuisioner Reabilitas menunjuk pada pengertian apakah sebuah instrumen dapat mengukur sesuatu yang diukur secara konsesten dari waktu kewaktu. Jadi kata kunci untuk syarat kualifikasi suatu instrumen pengukuran adalah konsisten dan keajegan atau tidak berubahubah. (Nugiyantoro, 2009). Pengujian reliabilitas pada penelitian ini menggunakan pendekatan koefisien Alpha Cronbach (α). Penggunaaan teknik analisis Alpha Cronbach ini didasarkan atas pertimbangan penghitungan reliabilitas skala diperoleh lewat penyajian suatu bentuk skala yang dikenakan hanya sekali saja pada sekelompok responden saja pada sekelompok responden atau single trial administration (Azwar, 2011). Rumus koefisien reliabilitas alpha adalah: α = 2[1- Sx 2 + Si 2 Sx 2 ]

(53) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 37 keterangan rumus: S12 dan S22 : varians skor belahan 1 dan varians skor belahan 2 Sx2 : varians skor skala Berdasarkan hasil data uji coba yang telah dihitung melalui program komputer Stastistical Product and Service Solutions (SPSS)16.0 for Window, hasil data penelitian secara teoritik kepada mahasiswa semester satu Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma Yogyakarta Tahun Akademik 2013/2014 (kelas A dan B) dengan jumlah subjek (N) 74mahasiswa baru, diperoleh perhitungan koefisien reliabilitas Alpha Cronbach(α) yaitu 0,88. Hasil perhitungan indeks reliabilitas dikonsultasikan dengan kriteria Guilford (Masidjo, 1995). No 1 2 3 4 5 Tabel 4 Kriteria Guilford Koefisien Korelasi Kualifikasi 0,91 – 1,00 Sangat tinggi 0,71 – 0,90 Tinggi 0,41 – 0,70 Cukup 0,21 – 0,40 Rendah negatif – 0,20 Sangat Rendah Berdasarkan perhitungan diatas disimpulkan bahwa koefisien reliabilitas koesioner termasuk kualifikasi tinggi. Setelah dilakukan uji validitas dan reliabilitas, diperoleh item-item yang digunakan dalam penelitian tentang deskripsi motivasi memilih program studi dilihat pada tabel 5 dihalaman berikutnya.

(54) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 38 Tabel 5 Kuisioner Motivasi Memilih Program Studi Bimbingan dan Konseling Mahasiswa Baru Tahun Akademik Universitas Sanata Dharma NO ASPEK 1 Mempunyai tujuan dalam memilih program studi Kesadaran untuk memahami diri Nilai-nilai yang dipegang 2 3 4 5 6 Kondisi lingkungan masyarakat Komunikasi terhadap orang tua Memilih dengan tujuan tertentu INDIKATOR Memahami peluang karer Merasa memiliki keahlian yang sesuai Memiliki minat Memiliki bakat NO ITEM Pav Un Pav 5,11 4,16 2,3 12,23,28 7,21 1,10 6,15,30 9,17 Rasa ingin tahu Mempertimbangkan keuntungan dan kerugian Bertanggung jawab atas pilihan 8,22,29 18,57 24,31 25,48 36,40 Pengaruh teman sebaya Persepsi terhadap program studi yang dipilih Kesiapan terhadap biaya perkuliahan Hubungan antara orang tua dan anak Untuk beasiswa 13,32 14,33 51,53 50 48,54 20,42 27,35 34,44 19,39 45,58 26,38 Jurusan sudah sesuai dengan karakter diri 41,47 37,46 Kepuasan memilih program studi 43,55 52,56

(55) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 39 E. Prosedur Pengumpulan data Berikut ini adalah tahap-tahap yang ditempuh dalam pengumpulan data: 1. Persiapan dan pelakasanaan. a. Mempelajari buku-buku tentang motivasi, memilih program studi perguruan tinggi, dan mahasiswa. b. Menyusun kuisioner tentang deskripsi motivasi memilih program studi Bimbingan dan Konseling dengan mengkuti beberapa beberapa langkah, yaitu: 1) Menetapkan dan mendefinisikan variabel penelitian, yaitu motivasi memilih program Bimbingan dan Konseling studi mahasiswa baru tahun akademik 2013/2014 Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. 2) Menjabarkan variabel penelitian ke dalam aspek-aspek dan indikator-indikatornya. 3) Menyusun item-item pernyataan sesuai dengan aspek dan indikator yang sudah dibuat. 4) Melakukan expert judgment alat penelitian kepada para ahli seperti dosen Psikologi dan dosen Sastra Indonesia. 5) Menghubungi dan bertemu dengan Kaprodi Bimbingan dan Konseling untuk meminta ijin mengadakan uji alat penelitian.

(56) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 40 6) Melaksanakan uji coba penelitian dengan mahasiswa Bimbingan dan Konseling tahun akademik 2013/2014 dengan NIM genap. 7) Pengumpulan data pengolahan data uji empirik terdahap validitas dan reliabilitas kuesioner uji coba. 8) Merevisi item kuesioner dan mengkonsultasikan kepada dosen pembimbing. Melaksanakan penelitian tentang skripsi motivasi memilih program studi Bimbingan dan Konseling mahasiswa baru tahun akademik 2013/2014 kelas A dan B. 2. Pengumpulan Data Kuisioner yang telah diujicobakan dan direvisi kemudian dipergunakan untuk mengumpulkan data penelitian. Pengumpulan data dilaksanakan pada mahasiswa baru tahun akademik 2013 program studi Bimbingan dan Konseling. Jumlah mahasiwa baru Bimbingan dan Konseling 76 mahasiswa. Namun pada saat penelitian ada 2 mahasiswa tidak hadir. Penyebaran dan pengawasan dilakukan oleh peneliti. F. Teknik Analisis Data Langkah-langkah yang ditempuh dalam melakukan analisis data, yaitu: 1. Memberi skor pada setiap alternatif jawaban yang dipilih. Norma skoring untuk pernyataan positif “sangat setuju”= 4; “setuju”= 3;

(57) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 41 “tidak setuju”= 2; ”sangat tidak setuju”= 1 untuk pernyataan negatif adalah sebaliknya “sangat setuju”= 1; “setuju”= 2; “tidak setuju”= 3; ”sangat tidak setuju”= 4. 2. Mentabulasi data, menghitung skor total masing-masing responden maupun item kuisioner dan skor rata-rata butir. 3. Mengkategorisasikan subyek dan item penelitian tentang deskripsi tingkat motivasi memilih program studi. a. Kategorisasi subjek penelitian Norma kategorisasi subyek penelitian yang digunakan berpedoman pada norma kategorisasi Azwar (2011) dengan lima diagnosis yaitu: sangat tinggi, tinggi, sedang, rendah, dan sangat rendah. Norma kategorisasi yang digunakan dapat dilihat pada tabel 6 dibawah ini. Tabel 6 Norma Kategorisasi Karakter Subjek Penelitian FORMULA KRITERIA KATEGORI µ+2σ< X Sangat Tinggi µ+1σ
(58) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 42 X minimum teoritik : Skorterendah yang diperoleh subjek penelitian dalam skala. σ (standar deviasi): luas jarak rentang yang dibagi dalam 6 satuan deviasi sebaran. µ (mean teoritik): rata-rata teoritis dari skor maksimum dan minimum. Selanjutnya, data setiap subjek penelitian dikelompokkan berdasarkan skor total yang diperoleh ke dalam kategori diatas , sehingga dalam kategori dapat dihitung jumlah dan persentasinya dalam kategori deskripsi tingkat motivasi memilih program studi. b. Kategorisasi skor tiap item dalam skala Kategorisasi skor item dilakukan dengan tujuan memeriksa item pada skala yang dijadikan dasar penyusunan topik-topik bimbingan. Kategorisasi skor item pada skala berdasarkan distribusi normal dengan kontinum jenjang yang berpedoman pada Azwar (2011: 107-108) yaitu meliputi kategori sangat tinggi, tinggi, sedang, rendah, rendah dan sangat rendah. Norma kategorisasi yang digunakan dapat dilihat pada tabel 7 dibawah ini.

(59) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 43 Tabel 7 Kategorisasi dan Skor Item Motivasi Memilih Program Studi Bimbingan dan konseling Mahasiswa Baru Tahun Akademik 2013/2014 Universitas sanata dharma Yogyakarta. FORMULA KRITERIA µ+2σ< X µ+1σ203 174< X <202 116 < X <173 87< X <115 <86 RENTANGAN SKORSKOR ITEM >259 222< X ≤ 258 148 < X ≤ 221 111< X ≤147 ≤110 KATEGORI Sangat baik baik Cukup baik Kurang baik Sangat kurang baik Keterangan X maksimum teoritik : Skor tertinggi yang diperoleh subjek penelitian dalam skala. X minimum teoritik : Skorterendah yang diperoleh subjek penelitian dalam skala. σ (standar deviasi): luas jarak rentang yang dibagi dalam 6 satuan deviasi sebaran. µ (mean teoritik): rata-rata teoritis dari skor maksimum dan minimum. Kategorisasi tingkat terendah skor item-item deskripsi motivasi memilih program studi Bimbingan dan Konseling secara keseluruhan diperoleh melalui perhitungan sebagai berikut: jumlah subjek 74; X maksimum 143×4= 296; X minimum 74×1= 74. Selanjutnya, satuan deviasi σ (standar deviasi): 222 : 6 = 37, luas

(60) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 44 jarak sebenarnya 296-74= 222 dan µ (mean teoritik): (296+74)/ 2= 185. Setelah dilakukan perhitungan maka didapat kategori skala. Selanjutnya, data skor total item dikelompokkan kedalam kategori di atas. Item-item yang memiliki skor dalam kategori cukup baik, kurang baik, atau sangat kurang baik akan dikembangkan menjadi usulan topik-topik bimbingan.

(61) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB IV HASIL PENELITIAN, PEMBAHASAN, DAN USULAN TOPIK BIMBINGAN Pada bab ini disajikan hasil penelitian dan pembahasan dari data hasil penelitian yang telah dilakukan. A. Hasil Penelitian 1. Deskripsi Tingkat Motivasi memilih Program Studi Bimbingan dan Konseling Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tingkat motivasi memilih program studi Bimbingan dan Konseling mahasiswa baru program studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Penelitian motivasi memilih program studi Bimbingan dan Konseling ada lima kategori tingkat motivasi mahasiswa baru dalam memilih program studi Bimbingan dan Konseling. Nilai pencapaian skor tingkat motivasi mahasiswa dalam memilih program studi Bimbingan dan Konseling adalah sebagai berikut. 45

(62) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 46 Tab bel 8 Persenta ase Katego risasi Motiivasi Memilih program m Mahasiswa Ba aru Prograam Studi Biimbingan Dan D Konselling Univversitas San nata Dharm ma FO ORMULA NTANGAN N KATEG GORI Frrekuensi Persentase P REN K KRITERIA S SKOR µ+2σ< X >203 Sangat Baik 5 7% µ+1σ
(63) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 47 a. Tidak terdapat motivasi memilih program studi Bimbingan dan Konseling mahasiswa tahun akademik 2013/2014 tergolong sangat kurang baik. b. Tidak terdapat motivasi memilih program studi Bimbingan dan Konseling mahasiswa tahun akademik 2013/2014 tergolong kurang baik. c. Terdapat 21 mahasiswa (29%) termasuk dalam kategori motivasi memilih program studi Bimbingan dan Konseling tergolong cukup baik. d. Terdapat 48 mahasiswa (65%) termasuk dalam kategori motivasi memilih program studi Bimbingan dan Konseling tergolong baik . e. Terdapat 5 mahasiswa (7%) termasuk dalam kategori motivasi memilih program studi Bimbingan dan Konseling tergolong sangat baik. Berdasarkan hasil tersebut peneliti menyimpulkan bahwa motivasi memilih program studi Bimbingan dan Konseling mahasiswa baru tahun akademik 2013/2014 secara keseluruhan tergolong baik yaitu 65%. Hal ini juga terlihat dari prestasi akademik dalam indeks prestasi kumulatif sementara yang rata-rata lebih dari 3,00 atau cukup tinggi.

(64) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 48 2. Hasil skor tiap item Tingkat Motivasi Memilih Program Studi Bimbingan dan Konseling Mahasiswa Baru Tahun Akademik 2013/2014 Universitas Sanata Dharma. Berdasarkan data yang terkumpul dan diolah dengan menggunakan kriteria Azwar (2011) didapat skor-skor item yang masuk dalam kategori sangat tinggi, tinggi, sedang, rendah, dan sangat rendah. Item-item dengan skor yang berada dalam kategori sedang hingga sangat rendah adalah item yang akan digunakan sebagai bahan penyusun topik-topik bimbingan. Hasil pengkategorisasian item-item skala dapat dilihat pada tabel 9. Tabel 9 Penggolongan Skor Item-item Motivasi Memilih Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. FORMULA RENTANGAN KATEGORI Frekuensi Persentase KRITERIA SKOR µ+2σ< X >259 Sangat Baik 12 21% µ+1σ
(65) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 49 = 2332, X minim mum teoritikk: 1 × 58 = 58, sehingg ga luas jarakk: 232 – 58 = 1774. Selanju utnya, σ (staandar deviaasi): 176 : 6 = 29 dann µ (mean teoriitik): (232+ +58)/ 2= 1145. Setelaah dilakukaan perhitunngan maka didaapat kategorri skala. Kaategori skorr item motiv vasi memiliih program studdi jika digam mbarkan dallam histograam dapat dilihat sebagaai berikut: or Item Grafik 2: Sko 30 25 20 15 10 5 0 Grafik 2: SSkor Item Sangat Baik Baik B Cukupp Kurang Sangat Baik urang Baik Ku Baik B Berdasark kan pengkattogorisasian n item-item,, hasil penellitian ini terdaapat 12 atau u 21% item yang berad da dalam kattegori sangaat baik, 30 atauu 52% item yang y beradaa dalam kategori baik, 16 atau 27% % tem dalaam kategori cukup baikk. Jadi secarra keseluruaan, menunjuukkan bahw wa ketercap paian semuaa aspek motivasi memillih program m studi Bim mbingan dan n Konseling ini termasu uk dalam kaategori tingggi, yang beraarti item terssebut telah tterpenuhi seecara maksiimal. Berartti item terseebut sudah terpenuhi t seecara maksiimal. Selain n itu, penghiitungan skorr item di ataas dapat dilihhat bahwa tidak t ada iteem yang berrada dalaam kategori rendah dann sangat rend dah. Namun n, terdapat 116 butir

(66) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 50 item atau 27% yang berada pada skor cukup baik. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa item yang terendah adalah item yang termasuk dalam kategori sedang. Butir-butir tersebut dilihat pada tabel 12 dihalaman selanjutnya. Tabel 10 Item-item Motivasi Memilih Program Studi Bimbingan dan Konseling Mahasiswa Baru Tahun Akademik 2013/2014 Universitas Sanata Dharma Yogyakarta Tergolong Sedang Aspek Indikator Mempunyai tujuan dalam memilih program studi. Memahami peluang karier Kesadaran untuk memahami diri Memiliki minat No. Item 5 16 10 15 28 30 29 Nilai-nilai yang dimiliki dalam memeilih program studi. Rasa ingin tahu Mempertimbangkan pro dan kontra 36 Komunikasi dalam keluarga Kesiapan terhadap biaya perkuliahan 20 57 42 Hubungan antara orang tua dan anak Aspek Indikator 34 Item Saya memilih program studi bimbingan dan konseling karena lulusan keguruan lebh diperhatikan/dibutuhkan oleh pemerintah. Saya terpaksa memilih prodi BK agar bisa mendaftar menjadi PNS. Saya ingin menjadi guru Bimbingan dan Konseling yang hebat agar dikagumi oleh guru-guru yang lain. Saya memilih jurusan Bk dipilihan terakhir. Dengan belajar dijurusan BK saya dapat menyalurkan rasa empati terhadap orang lain. Jurusan Bimbingan dan Konseling bukan menjadi pilihan pertama saya ketika mendaftar di Universitas. Saya mencoba untuk mencari di internet tentang mata kuliah yang ada di BK Bagi saya dengan membaca brosur sudah memenuhi keinginan saya kuliah di Prodi BK. Prodi Bimbingan dan Konseling hanya keinginan sementara. Saya kuliah di program studi Bimbingan dan Konseling sesuai dengan penghasilan orang tua. Bagi saya kuliah di program studi Bimbingan dan Konseling lebih ringan dibandingkan program studi yang lain Saya yakin memilih program studi Bimbingan dan Konseling karena karena orang tua siap bekerja keras untuk membiayai kuliah. No. Item Item

(67) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 51 Memilih program studi dengan tujuan tertentu. Mendapatkan beasiswa 39 19 Untuk mendapatkan Kepuasan diri dalam memilih jurusan 26 55 Saya optimis memilih prodi Bimbingan dan Konseling karena banyak kesempatan mendapat beasiswa. Saya akan merasa nyaman kuliah di program studi Bimbingan dan Konseling ketika sudah mendapatkan beasiswa. Saya memilih prodi BK demi mendapat beasiswa, Saya memilih kuliah di program studi Bimbingan dan Konseling demi mendapatkan beasiswa. Kuliah di BK USD membuat saya lebih disiplin. B. Pembahasan Hasil Penelitian 1. Deskripsi Motivasi Memilih Program Studi Bimbingan dan Konseling Hasil penelitian membuktikan bahwa deskripsi motivasi memilih program studi Bimbingan dan Konseling mahasiswa batu tahun akademik 2013/2014 Universitas Sanata Dharma Yogyakarta tergolong dalam tingkat kategori tinggi. Perhitungan data tentang jumlah mahasiswa yang masuk dalam kategori sangat baik yaitu 5 atau 7% dan kategori baik 48 atau 65%. Mahasiswa yang masuk dalam kategori sangat tinggi dan tinggi mengindikasikan bahwa mereka mempunyai motivasi memilih program studi yang baik. Mahasiswa baru tersebut memiliki kemampuan motivasi intrisnik yang pertama, menetapkan tujuan atau goal yang akan dicapai dengan memahami peluang kerja dan keahlian yang dimiliki sesuai dengan program studi yang dipilihnya. Kedua, memiliki kesadaran untuk memahami kebutuhan diri yang berhubungan minat dan bakat yang dimilikinya. Ketiga, mempunyai nilai-nilai atau value yang

(68) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 52 membuat mahasiswa mampu untuk bertahan dan bertanggung jawab atas pilihan program studi yang sudah dipilih. Kemampuan mahasiswa baru dalam memilih program studi tampak dari motivasi ekstrinsik berupa, pertama kondisi sosial atau lingkungan masyarakat yang mendukung mahasiswa untuk mengembangkan pendidikannya melalui respon yang positif dari teman sebaya atau lingkungan sosial. Kedua, kondisi sosial-ekonomi keluarga yang mencukupi biaya selama perkuliahan dan peran keluarga untuk mendukung pilihan studinya. Ketiga, memilih Bimbingan dan Konseling mempunyai tujuan atau cita-cita yang diharapkan misalnya tawaran untuk mendapatkan beasiswa bagi yang tidak mampu atau berprestasi. Beberapa faktor yang mempengaruhi tingginya motivasi mahasiswa dalam hal memilih program studi, seperti yang dijelaskan Spillane, dkk (1887) yaitu kebutuhan pribadi mahasiswa untuk menyadari pentingnya mempelajari pengetahuan melalui program studi yang sudah dipilihnya. Mahasiswa yang sudah memilih program studi tidak membuang-buang waktu untuk bermain, tetapi di tuntut untuk menggali pengetahuan dan kemampuannya. Kedua, program studi yang dipilih mempunyai tujuan yang jelas dan matang, bukan karena untuk mencoba-coba. Mahasiswa yakin akan program studi melalui perkuliahan, kesempatan bagi mahaiswa untuk semakin tegas dalam menjalani perkuliahan. Ketiga, melalui pertimbangan yang jelas, mahasiswa yakin dapat mewujudkan rencana dan tujuan menjadi te-

(69) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 53 pat sasaran. Mempunyai tujuan yang jelas dalam memilih program studi akan mempermudah mahasiswa untuk mewujudkan harapan dan cita-citanya, melalui usahanya untuk kuliah di program studi yang dipilihnya. Selain itu Spillane (1987) mengatakan bahwa kekuatan motivasi yang ada didalam diri setiap individu berbeda-beda. Kekuatan motivasi yang sedang dialami oleh individu dilihat pertama, ketika ada niat yang kuat dari mahasiswa untuk melakukan tindakan sesuai dengan pilihan program studinya. Kedua, banyak sekali waktu yang digunakan mahasiswa baru untuk melakukan sesuatu kegiatan demi tujuannya. Ketiga, kerelaan mahasiswa untuk meninggalkan kepentingan/ rencana yang lain demi terujudnya program studi yang dipilihnya. Keempat, niat yang kuat dan rela ketika mahasiswa harus mengorbankan biaya untuk program studi yang dipilihnya. Kelima, ketekunan sebagai mahasiswa baru dalam menjalani tugas dan peraturan yang diberikan oleh dosen. Mahasiswa yang masuk dalam kategori tinggi dan sangat tinggi diindikasikan telah memiliki kekuatan motivasi yang baik dalam memilih program studi Bimbingan dan Konseling. Hal tersebut didukung juga oleh kegiatan pengembangan karakter yang diberikan lewat kegiatan Inisiasi Sanata Dharma (INSHADA), (PPKM), Program pengembangan Kepribadian Mahasiswa Weekend moral, Inisisasi Program Studi (INSIPRO), Kuliah Umum (Studium Generale), dan lain-lain.

(70) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 54 Motivasi memilih program studi Bimbingan dan Konseling Mahasiswa baru yang masuk dalam kategori sangat tinggi dan tinggi dalam melaksanakan proses perkuliahannya memiliki dampak yang positif, misalnya: mahasiswa akan memilih program studi yang sesuai dengan kebutuhannya, mempunyai semangat dan sikap yang optimis untuk dapat menjalankan perkuliahan, dan bertanggung jawab atas program studi yang dipilihnya. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa terdapat 21 atau 28% mahasiswa yang berada dalam kategori cukup baik. Peserta didik yang masuk dalam kategori sedang, pada dasarnya sudah mampu untuk dapat memilih program studi namun belum optimal. Keseimbangan untuk memiliki seluruh aspek akan mendukung mahasiswa baru dalam menentukan pilihan untuk kuliah di prodi Bimbingan dan Konseling. Berdasarkan penelitian ini, peneliti menyimpulkan bahwa: pertama, motivasi memilih program studi Bimbingan dan Konseling mahasiswa baru yahun akademik 2013/2014 Universitas Sanata Dharma Yogyakarta telah baik dan akan dikembangkan serta dipelihara agar lebih optimal. Pengembangan mahasiswa baru dapat diberikan kepada mahasiswa baru yang masuk dalam kategori sedang dan pemeliharaan dapat diberikan pada mahasiswa yang masuk dalam kategori tingggi dan sangat tinggi. Kedua, beragamnya motivasi mahasiswa dalam memilih program studi juga dipengaruhi oleh berbedanya kesiapan serta tujuan maha-

(71) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 55 siswa dalam memilih program studi. Berbedanya tujuan dan kesiapan tersebut dipengaruhi oleh faktor dari dalam diri mahasiswa yaitu kesiapan psikologis dan faktor dari dalam dari luar diri mahaiswa yaitu dukungan keluarga, keadaan perguruan tinggi, dan lingkungan sosial. Ketiga, adanya fungsi motivasi yang mendukung mahasiswa untuk menyadari dan menentukan perbuatan yang tepat, Purwanto (dalam Uno, 2007), dapat membantu mahasiswa baru untuk belajar dan memahami motivasi yang dipilih agar dapat mencapai suatu tujuan atau cita-citanya. 2. Item-item motivasi memilih program studi Bimbingan dan Konseling Berdasarkan hasil penelitian uji butir item tingkat motivasi memilih program studi Bimbingan dan Konseling mahasiswa baru tahun akademik 2013/2014 Universitas Sanata Dharma Yogyakarta, terdapat 12 atau 21% item yang masuk kategori sangat baik, 30 atau 52% item masuk dalam kategori baik, 16 atau 27% item masuk dalam kategori cukup baik. Item yang masuk kategori sangat baik dan baik diartikan sebagai kemampuan yang telah dimiliki oleh mahasiswa dengan baik. Beberapa kemapuan tersebut yaitu: mahasiswa, memiliki nilai-nilai yang diperjuangkan dalam memilih program studi Bimbingan dan Konseling, mendapat dukungan dari teman sebaya, memilih program studi Bimbingan dan Konseling agar lebih mampu mengelola diri dengan baik.

(72) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 56 Item-item yang berada dalam kategori cukup baik diartikan sebagai item terendah dalam penelitian ini. Item tersebut masuk dalam aspek Motivasi Intrinsik yaitu pertama, menetapkan tujuan atau goal yang akan dicapai, 3 item masuk dalam indikator pengetahuan mengenai pemilihan karier/ pekerjaan dan keinginan untuk menerapkan pengetahuan yang didapatkan selama kuliah diprogram studi Bimbingan dan Konseling. Rendahnya item ini berarti bahwa mahasiswa belum memiliki tujuan yang jelas kuliah di program studi Bimbingan dan Konseling. Mahasiswa menganggap bahwa semua orang dapat menjalankan profesi sebagai konselor dan memilih program studi karena banyaknya peluang untuk lulusan program studi Bimbingan dan Konseling. Kedua, kesadaran dalam memahami kebutuhan dalam diri, 3 item yang masuk dalam indikator memahami minat yang dimiliki. Rendahnya item tersebut diartikan bahwa mahasiswa belum mengetahui minat dan bakat yang dimilikinya sehingga program studi Bimbingan dan Konseling bukan menjadi pilihan yang paling utama. Hal tersebut berkaitan dengan hasil rekapitulasi data mahasiswa baru dari Sekretariat Bimbingan dan Konseling yang memilih program studi Bimbingan dan Konseling digelombang terakhir sebanyak 40%. Ketiga, nilai-nilai yang dipegang. 3 item yang masuk dalam indikator rasa ingin tahu mengenai program studi yang dipilih. Rendahnya item tersebut diindikasikan bahwa mahasiswa baru kurang

(73) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 57 berpartisipasi ketika mengikuti kegiatan-kegiatan di program studi Bimbingan dan Konseling melalui pendidikan karakter. Item yang masuk dalam aspek motivasi ekstrinsik yaitu pertama, kondisi lingkungan masyarakat yang mendukung. Item masuk dalam indikator pandangan lingkungan sosial mengenai program studi yang dipilih mahasiswa. Rendahnya item tersebut diartikan bahwa mahasiswa memilih program studi Bimbingan dan Konseling dipengaruhi oleh lingkungan sosial yang mengenal tentang pekerjaan guru BK yang santai dan tidak mengeluarkan banyak tenaga. Kedua, komunikasi anatara anak dengan orang tua. 3 item masuk dalam indikator kesiapan biaya perkuliahan dan hubungan anatara orang tua dengan anak. Rendahnya item tersebut diartikan bahwa mahasiswa dalam memilih program studi tidak akan lepas dari keluarga. Keluarga bagi mahasiswa merupakan tumpuan yang sangat berarti, kesiapan untuk membayar biaya perkuliahan melalui komunikasi yang baik antara anak dengan orang tua akan mendukung perkuliahan. Hal tersebut sesuai dengan hasil rekapitulasi data dari Sekretariat Bimbingan dan Konseling mengenai kondisi ekonomi keluarga yang cukup atau penghasilan orang tua lebih dari dari Rp. 2.000.000,- sebanyak 18%. Ketiga, memilih jurusan Bimbingan dan Konseling untuk mendapatkan tujuan tertentu. 4 item berkaitan dengan indikator pentingnya beasiswa dan kepuasan mahasiswa memilih program studi yang menjadi pilihannya. Rendahnya item tersebut diartikan bahwa mahasiswa kuliah di program studi Bimb-

(74) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 58 ingan dan Konseling mengharapkan biaya yang gratis atau mendapat beasiswa. Hal tersebut kemungkinan akan berdampak ketika mahasiswa tidak mendapatkan beasiswa dan berdampak terhadap proses perkuliahannya. C. Topik-topik Bimbingan Berdasarkan butir-butir item yang terindikasi rendah, diusulkan topik-topik bimbingan yang implikatif untuk mengembangkan dan memelihara motivasi pilihan program studi pada mahasiswa baru program studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma Yogyakarta terdapat di tabel 11 halaman berikut.

(75) PLAGIAT MERUPAKAN MERUPAKAN TINDAKAN TINDAKAN TIDAK TIDAK TERPUJI TERPUJI PLAGIAT 59 Tabel 11 Topik-topik Bimbingan Pengembangan dan Pemeliharaan Motivasi Memilih Program Studi Bimbingan dan Konseling Mahasiswa Baru tahun akademik 2013/2014 Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma No. Indikator Item 1. Memahami pelu- Saya memilih program ang karier studi bimbingan dan konseling karena lulusan keguruan lebih diperhatikan/dibutuhkanoleh pemerintah. Saya terpaksa memilih prodi BK agar bisa mendaftar menjadi PNS. Tema Jenis Rincian kegiatan Kegiatan Mempunyai Dinamika ke- Pengenalan rencana peker- lompok jenis-jenis jaan yang pekerjaan sesuai. yang dapat di miliki setelak lulus di prodi BK. Tujuan Memfokuskan diri terhadap karier yang akan dipilih. Daftar Pustaka Winkel, W.S, Hastuti, S. 2006. Bimbingan dan Konseling di Institusi Pen- didikan. Yogyakarta: Media Abadi.

(76) PLAGIAT MERUPAKAN MERUPAKAN TINDAKAN TINDAKAN TIDAK TIDAK TERPUJI TERPUJI PLAGIAT 60 No. Indikator 2. Memiliki minat 3. Rasa ingin tahu Item Saya ingin menjadi guru Bimbingan dan Konseling yang hebat agar dikagumi oleh guru-guru yang lain. Saya memilih jurusan Bk dipilihan terakhir. Belajar dijurusan BK saya dapat menyalurkan rasa empati terhadap orang lain. Jurusan Bimbingan dan Konseling bukan menjadi pilihan pertama saya ketika mendaftar di Universitas. Saya mencoba untuk mencari di internet tentang mata kuliah yang ada di BK Tema Jenis kegiatan Rincian Kegiatan Memilih po- PendampPendampingan gram studi ingan ke- mahasiswa yang tepat lompok kecil: baru untuk belajar dan memahami ilmu yang bisa di dapatkan di program studi BK. Tujuan Daftar Pustaka Mengembangkan diri sesuai dengan minat yang dimiliki. Cavanaugh, B. 2004. Rangkaian Kisah Bermakna. Jakarta: Obor. Menggali ban- Dinamika Ke- Mahasiswa Permainan beryak informasi lompok: diminta untuk tujuan untuk tentang pro- Games masuk dalam mengenal dan gram studi. kelompok menggali banyak Hartati, Dra. A. Umi dan Drs. B. Tri Widada.

(77) PLAGIAT MERUPAKAN MERUPAKAN TINDAKAN TINDAKAN TIDAK TIDAK TERPUJI TERPUJI PLAGIAT 61 Bagi saya dengan membaca brosur sudah memenuhi keinginan saya kuliah di Prodi BK 4. membentuk lingkaran dan diikat dengan tali. Ketua kelompok berada di tengah dan membawa ember berisi tali Kemudian mencarikan barang-barang yang disembunyikan di sekitar tempat tersebut. MempertimProdi Bimbingan dan Yakin dengan Dinamika Ke- mahasiswa bangkan pro dan Konseling hanya pilihan lompok diminta untuk kontra keinginan sementara. menyusun berbagai macam jenis barang kedalam sebuah wadah yang sudah disiapkan hal tentang program studi yang sudah dipilih. 2012. Aneka Permainan Seru Pendidikan Karakter. Yogyakarta: Pustaka Diantara. Berlatih untuk dapat mempertimbangkan berbagai kepentingan yang paling dibutuhkan. Aprilianto, Toge. 2008. Kurangkul Diriku Demi Bahagiaku. Jakarta, Kencana Prenda Media Grup

(78) PLAGIAT MERUPAKAN MERUPAKAN TINDAKAN TINDAKAN TIDAK TIDAK TERPUJI TERPUJI PLAGIAT 62 No. Indikator Item Tema Jenis kegiatan Rincian Kegiatan Tujuan 5. Kesiapan terhadap Saya kuliah di program Belajar dengan Dinamika ke- Pendampingan biaya perkuliahan studi Bimbingan dan sungguhlompok melalui Konseling sesuai sunguh. kegiatan dengan penghasilan pelatihan di orang tua. BK. Misalnya kegiatan Bagi saya kuliah di Guidance and program studi BimbCounseling. ingan dan Konseling lebih ringan dibandingkan program studi yang lain Berlatih untuk dapat memahami keadaan keluarga dan siap untuk menghadapi berbagai tantangan. 6. Hubungan komunikasi antara orang tua dan anak. Belajar untuk dapat mengungkapkan keingianan dengan baik dengan orang terdekat. Saya yakin memilih Optimalkan program studi Bimb- kemampuingan dan Konseling anmu karena karena orang tua siap bekerja keras untuk membiayai kuliah. Sharing Setiap kelompok dibagi menjadi dua. Mahasiswa diberi waktu untuk mengetahui pengalaman yang berkesan mengenai Daftar Pustaka Aprilianto, Toge. 2008. Kurangkul Diriku Demi Bahagiaku. Jakarta, Kencana Prenda Media Grup

(79) PLAGIAT MERUPAKAN MERUPAKAN TINDAKAN TINDAKAN TIDAK TIDAK TERPUJI TERPUJI PLAGIAT 63 7. 8. Mendapatkan beasiswa Saya optimis memilih prodi Bimbingan dan Konseling karena banyak kesempatan mendapat beasiswa. Saya akan merasa nyaman kuliah di program studi Bimbingan dan Konseling ketika sudah mendapatkan beasiswa. Saya memilih kuliah di program studi Bimbingan dan Konseling demi mendapatkan beasiswa Untuk mendapat- Kuliah di BK USD kan Kepuasan diri membuat saya lebih Menggunakan Bimbingan kesempatan klasikal dengan baik (proaktif) pasangannya, kemudian mensharingkan pengalaman pasangan kelompoknya secara bergantian. Materi mengenai mengisi waktu untuk hal-hal yang membangun dirinya. Mahasiswa lebih proaktif mengikuti kegiatan yang ada di lingkungannya khusnya kampus. Covey, R. Steven. 1994. Kebiasaan manusia yang sangat efektif. Jakarta: Binarupa Aksara Masalah Dinamika Ke- Mahasiswa Membiasakan diri Hartati, Dra. bukan menjadi lompok dibagi menjadi untuk bertahan A. Umi dan

(80) PLAGIAT MERUPAKAN MERUPAKAN TINDAKAN TINDAKAN TIDAK TIDAK TERPUJI TERPUJI PLAGIAT 64 dalam jurusan memilih disiplin. hambatan. beberapa ke- dengan berbagai lompok. macam tantangan. Kemudian setiap kelompok membawa satu buah lilin menyala dari garis awal hingga finish. Kemudian kelompok yang lain melempar plastik yang sudah diisi dengan air ke kelompok lawan. Drs. B. Tri Widada. 2012. Aneka Permainan Seru Pendidikan Karakter. Yogyakarta: Pustaka Diantara

(81) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB V KESIMPULAN DAN SARAN Pada bab ini, akan dikemukakan mengenai kesimpulan hasil penelitian dan saran-saran terhadap kegiatan Bimbingan dan Konseling di Perguruan Tinggi. A. Kesimpulan Beberapa kesimpulan berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan hasil penelitian adalah : Hasil penelitian yaitu, secara umum motivasi memilih program studi Bimbingan dan Konseling mahasiswa baru tahun akademik 2013/2014 Universitas Sanata Dharma Yogyakarta termasuk dalam tingkat kategori tinggi, hal ini berarti sebagian besar mahasiswa baru yakin memilih program studi Bimbingan dan Konseling sebagai program studi lanjutan. Melaui pengenalan minat dan bakat, dukungan dari lingkungan sosial serta kemampuan yang dimiliki akan mendukung mahasiswa baru untuk mampu menjalani perkuliahan di program studi Bimbingan dan Konseling. Beberapa item yang masuk kategori sedang memiliki kecenderungan motivasi intrinsik, sehingga perlu diseimbangkan dengan motivasi ekstrinsik. keseimbangan tersebut membantu mahasiswa baru memiliki motivasi dalam memilih program studi agar mahasiswa baru dapat berkembang optimal. 65

(82) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 66 B. Saran Berikut ini dikemukakan beberapa saran yang sesuai dengan hasil penelitian untuk berbagai pihak, yaitu: 1. Program Studi Bimbingan dan Konseling Program Studi Bimbingan dan Konseling memberikan pendampingan untuk membantu mahasiswa baru dalam mengembangkan dan memelihara motivasi memilih program studi. Hal ini dikarenakan, kemungkinan yang mungkin terjadi perubahan kondisi mahasiswa dalam menyadari motivasi dalam memilih program studi dikarenakan ada faktor-faktor yang akan mempengaruhi mahasiswa. 2. Peneliti Lain Peneliti lain apabila ingin mengadakan penelitian terhadap topik dan subjek penelitian yang sama, diharapkan meninjau kembali indikator dan aspek-aspek yang lebih konkrit. Hal tersebut bertujuan agar instrumen penelitian dapat mengungkap motivasi memilih program studi. Selain itu, peneliti dapat melakukan observasi atau wawancara terhadap mahasiswa baru, hal tersebut bertujuan agar peneliti mendapatkan informasi yang lengkap dan tepat .

(83) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 67 DAFTAR PUSTAKA Aprilianto, Toge. 2008. Kurangkul Diriku Demi Merangkul Bahagiaku. Jakarta: Kencana Prenada Media Group Arikunto, Suharsimi. 2002. Prosedur Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta: Rieneka Cipta Azwar, Saifuddin. 2012. Metode penelitian. Yogyakarta: Pustaka Pelajar Azwar, Saifuddin. 2012. Penyusunan Skala Psikologi Edisi 2. Yogyakarta: Pustaka Pelajar Baharsjah, Justika. S. (1997). kelembagaanBimbingan dan Konseling Di Perguruan Tinggi. Jakarta: Depertemen Pendidikan Handoko, Martin. (1992). Motivasi daya Penggerak Tingkah Laku. Yogyakarta: Kanisius Masidjo, I. 1995. Penilaian Pencapaian Hasil Belajar Siswa di Sekolah. Yogyakarta: Kanisius Narbuko, Cholid dan Achmadi, Abu. 2007. Metodologi Penelitian. Jakarta: Bumi Aksara Nurhisan, Juntika A. (2006). Bimbingan dan Konseling dalam Berbagai Latar Kehidupan. Bandung: PT. Refika Aditma Slavin, Robert E. 2009. Psikologi Pendidikan Teori dan Praktik. Jakarta: PT Indeks Spillane J.J & Yudiati N (1987). Motivasi Cita-Cita dan Harapan Mahasiswa IKIP. Yogyakarta : IKIP Sanata Dharma Sugiono, 2010. Metode Penelitian Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta Sukardi. 2008. Metodologi Penelitian Tindakan. Jakarta: Bumi Aksara

(84) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 68 Surapranata. Sumarna. 2009. Analisis Validitas Reabilitas dan Interpretasi Hasil Tes. Bandung: Remaja Rosdakarya Uno, Hamzah. B. (2007). Teori motivasi & pengukurannya. Jakarta: PT. Bumi Aksara. Walgito. Bimo. (1982). Bimbingan dan Konseling Di Perguruan Tinggi. Yogyakarta: Yayasan Penerbitan Fakultas Psikologi UGM Winkel, W.S, Hastuti, S. 2006. Bimbingan dan Konseling di Institusi Pendidikan. Yogyakarta: Media Abadi. Yongki, A. (2003). Faktor Pendukung Motif mahasiswa Memilih Program Studi Bimbingan dan Konseling di Unika Atma Jaya. Journal Pendidikan dan Psikologi. Jakarta: Unika Atma Jaya

(85) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI

(86) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI

(87) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 69 KUESIONER A. PENJELASAN Kuesioner ini dapat membantu anda dalam mengidentifikasi Motivasi Memilih Prodi Bimbingan dan Konseling: 1. Kuisioner bersifat rahasia 2. Jujur ketika mengisi kuesioner, pilih sesuai dengan keadaan yang pernah anda alami. 3. Kuesioner ini tidak akan mempengaruhi nilai mata kuliah anda. 4. Anda harus mengevaluasi pernyataan dalam kuesioner ini untuk menunjukkan sejauh mana anda setuju atau tidak setuju dengan pernyataan yang tersedia. 5. Tujuan dari kuesioner ini adalah untuk membantu anda menyadari keterampilan yang anda butuhkan dalam motivasi memilih program studi BK. B. PETUNJUK PENGISIAN 1. Bacalah pernyataan-pernyataan dalam kuesioner ini dengan teliti. 2. Berilah tanda silang (√) pada pilihan jawaban yang anda pilih di tempat yang tersedia. C. ALTERNATIF JAWABAN SS Sangat Setuju S Setuju TS Tidak Setuju STS Sangat Tidak Setuju BIODATA Nim Jenis Kelamin : 1311140...... : Laki-laki/Perempuan Tempat tinggal di Jogya : ( kost/ rumah) ...............................

(88) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 70 No Pernyataan SS 1. Saya pikir program studi BK tidak S TS STS memiliki bidang ilmu yang khas. 2. Ilmu konseling membantu saya untuk memahami banyak perilaku orang. 3. Saya siap untuk menerapkan seluruh potensi/ pengetahuan ditempat saya bekeja selama kuliah di BK. 4. Menurut saya profesi sebagai guru BK bisa dijalani oleh semua orang. 5. Saya memilih prodi BK karena lulusan keguruan lebih diper- hatikan/dibutuhkan oleh pemerintah. 6. Saya menyesal telah memilih jurusan BK 7. Saya mempunyai kepercayaan diri setelah mengikuti kegiatan BK melalui pendidikan karakter. 8. Saya masuk prodi BK agar memahami komunikasi yang aser- tif/tepat. 9. Saya lebih memilih bermain musik daripada mengikuti kegiatan BK. 10. Saya ingin menjadi guru BK yang hebat agar dikagumi guru-guru untuk menggeluti yang lain. 11. Saya optimis dunia pendidikan menjadi seorang guru BK. 12. Saya senang membaca buku-buku tentang Konseling. 13. Teman memberikan dukungan pada saya untuk kuliah diprodi BK. 14. Saya malu untuk menghadapi sindiran dari teman-teman ketika masuk prodi BK. 15. Saya memilih jurusan BK dipilihan terakhir. 16. Saya terpaksa memilih jurusan BK agar bisa mendaftar menjadi PNS. 17. Dijurusan BK mungkin saya bisa

(89) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 71 mengembangkan bakat membuat puisi. 18. Saya malas diberi banyak tugas saat kuliah di BK karena sangat menyita waktu. 19. Saya akan merasa nyaman kuliah di BK ketika mendapatkan sudah beasiswa. 20. Saya kuliah diprodi BK sesuai dengan penghasilan orang tua. 21. Belajar di prodi BK membuat saya semakin mengembangkan ket- erampilan memimpin kelompok. 22. saya tertarik tentang keluarga dan berniat mendalaminya di matakuliah BK keluarga. 23. Saya punya target lulus tepat waktu kuliah di prodi BK. 24. Saya berpikir dengan matang ketika menentukan pilihan di prodi BK. 25. Saya akan menjalani kuliah di BK hingga selesai. 26. Saya memilih kuliah di prodi BK demi mendapatkan beasiswa. 27. Saya kuliah di BK karena gaji orang tua tidak cukup untuk membiayai kuliah di prodi yang saya inginkan. 28. Jurusan BK bukan menjadi pilihan pertama saya ketika mendaftar di universitas. 29. Saya mencoba untuk mencari lewat media internet tentang mata kuliah yang ada di BK. 30. Jurusan BK bukan menjadi pilihan pertama saya ketika mendaftar di universitas. 31. Saya memilih bk karena prospek kerja nya ketika lulus banyak dibutuhkan dan tidak hanya jadu guru bisa saja bekerja di instansi seperti rumah sakit. 32. Saya diperhatikan oleh teman ketika menceritakan keinginan saya masuk

(90) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 72 prodi BK. 33. Saya takut tidak mendapat respon teman-teman ketika bercerita untuk memilih prodi BK. 34. Saya yakin memilih prodi BK karena orang tua siap bekerja keras membiayai kuliah. 35. Saya kuliah di BK karena gaji orang tua tidak cukup untuk membiayai kuliah di prodi yang saya inginkan. 36. Jurusan BK hanya keinginan sementara. 37. Saya menyesal telah memilih kuliah diprodi BK. 38. Saya memilih terdengar prodi informasi BK karena bahwa ada beasiswa diprodi tersebut. 39. Saya optimis memilih prodi BK karena banyak kesempatan mendapat beasiswa. 40. Saya terlanjur memilih bk karena keinginan dari orang tua saya bukan dari saya sendiri 41. Saya belajar di prodi BK agar dapat mengelola diri dengan baik. 42. Bagi saya kuliah di BK biaya perkuliahan lebih ringan dibandingkan prodi lain 43. Saya bangga kuliah di Prodi BK. 44. Saya memilih prodi BK karena orang tua siap membiayai kuliah. 45. Saya dipaksa kuliah di BK oleh orang tua agar bisa menjadi guru/PNS seperti mereka. 46. Saya masih punya waktu untuk mengganti jurusan lain setelah memilih BK. 47. Saya berkomitmen untuk menggunakan waktu kuliah di BK dengan maksimal. 48. saya bersedia untuk mengikuti peraturan akademik selama kuliah di BK. 49. Saat ini BK sangat dibutuhkan untuk

(91) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 73 mengembangkan disekolah membuat pendidikan saya yakin memilih BK. 50. Saya menyalahkan orang tua jika saya kesulitan menjalani kuliah di prodi BK. 51. Beberapa teman mengatakan bahwa prodi BK kurang bergengsi. 52. Saya belum yakin untuk terus melanjutkan kuliah diprodi BK hingga lulus. 53. Saya memilih kuliah di prodi BK karena pekerjaannya santai. 54. Pilihan saya diprodi BK agar dapat membantu orang dalam menghadapi masalah hidupnya. 55. Saya memilih prodi BK karena lulusan keguruan hatikan/dibutuhkan lebih diperoleh pemerintah. 56. Saya menyesal telah memilih kuliah diprodi BK. 57. Bagi saya dengan membaca brosur sudah memenuhi keinginan saya kuliah diprodi BK. 58. Saya merasa orang tua mempermasalahkan biaya kuliah saya di prodi BK.

(92) PLAGIAT MERUPAKAN MERUPAKAN TINDAKAN TINDAKAN TIDAK TIDAK TERPUJI TERPUJI PLAGIAT 74 NIM 13_1 13_2 13_3 13_4 13_5 13_6 13_7 13_9 13_10 13_11 13_12 13_13 13_14 13_15 13_16 13_17 13_18 13_19 13_20 13_21 13_22 13_23 13_24 13_25 13_26 13_27 13_28 13_29 13_30 13_31 13_32 13_33 13_34 13_35 13_36 13_37 13_39 13_40 13_41 13_42 13_43 1 3 3 4 1 4 3 3 3 3 3 1 3 3 1 3 3 4 4 3 4 4 1 3 4 3 4 4 3 4 4 4 4 4 3 3 4 3 1 4 4 1 2 3 4 4 4 3 4 3 4 3 4 4 3 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 3 3 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 3 3 4 4 4 4 4 3 4 3 4 1 3 3 4 3 4 4 4 3 4 3 4 4 3 3 4 4 3 4 4 3 4 3 4 3 4 3 4 4 4 3 4 2 4 3 3 3 3 2 3 3 3 4 2 3 1 3 4 4 3 3 3 2 3 3 4 3 2 3 3 2 4 3 4 4 1 3 4 4 3 4 4 2 5 2 3 4 4 2 3 3 3 3 4 2 3 3 3 3 2 4 2 3 3 2 2 4 1 3 4 3 3 3 3 2 3 4 3 3 2 3 2 3 2 4 6 3 3 3 4 3 4 3 4 3 4 3 3 3 4 3 3 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 3 3 4 4 4 4 4 3 7 3 3 4 3 3 4 3 4 3 4 4 3 3 4 3 2 4 3 3 3 3 4 4 3 3 4 4 3 4 3 3 4 3 4 4 3 3 4 4 4 3 8 3 3 4 4 4 3 3 4 3 3 4 3 3 4 3 3 4 4 3 3 3 4 4 2 3 4 4 3 4 4 2 3 3 4 3 3 3 3 4 3 3 9 3 3 4 4 3 3 3 3 2 3 3 3 2 4 3 3 4 3 3 4 4 3 3 3 4 3 3 3 4 3 2 3 3 3 3 4 3 3 4 3 3 10 3 2 2 3 3 2 3 1 3 3 2 2 3 2 3 3 1 3 3 3 4 1 3 3 3 1 3 3 2 3 3 2 2 1 3 1 2 4 3 2 3 11 3 2 4 4 3 3 3 4 3 3 3 3 3 4 2 2 4 4 3 3 3 4 4 3 3 4 3 3 4 3 2 3 3 4 3 4 4 3 4 4 3 12 3 3 4 3 3 3 3 4 4 3 3 3 3 4 3 3 2 4 3 3 2 4 4 4 3 4 3 3 4 3 3 3 3 4 3 4 3 3 4 3 3 13 3 3 4 3 4 3 3 4 3 3 4 3 3 4 3 4 4 3 3 3 3 4 4 4 3 3 4 3 4 3 3 2 3 4 3 3 3 3 4 4 2 14 3 2 4 4 3 3 3 3 3 3 4 3 2 4 2 3 4 1 3 4 4 4 3 4 4 3 3 3 4 4 4 4 4 3 3 4 3 4 4 3 3 15 3 4 1 3 4 2 3 1 4 4 4 3 3 4 3 1 4 3 3 4 4 4 3 1 3 3 3 3 4 2 4 4 2 1 3 4 4 4 4 1 2 16 3 3 3 4 4 4 3 4 3 4 4 3 3 4 3 4 4 4 3 4 4 3 1 4 3 4 3 3 4 3 4 4 3 4 3 3 4 4 4 4 3 17 3 2 4 4 3 3 3 3 3 1 2 3 3 4 3 4 4 3 3 3 4 4 3 4 3 4 3 3 2 3 4 4 2 3 3 4 3 4 3 2 3 18 3 3 4 4 3 3 3 3 3 3 2 3 2 4 3 4 4 3 3 3 4 4 3 4 3 4 3 2 4 3 4 4 3 3 3 4 3 4 4 3 3 19 2 3 3 1 2 2 2 4 2 2 2 2 3 2 2 3 4 3 2 3 2 2 2 1 2 3 2 3 4 2 2 3 3 2 2 4 2 3 2 1 2 20 2 3 2 1 3 2 3 1 2 3 2 2 3 1 2 2 1 3 2 3 2 2 2 1 2 2 2 3 2 2 1 1 2 3 2 3 2 3 4 1 2 21 3 3 4 3 3 3 3 4 3 3 4 3 3 4 3 4 4 4 3 3 3 4 4 3 2 4 4 3 3 3 3 4 4 3 3 4 4 4 4 4 3 22 2 3 4 3 3 3 3 4 3 3 4 3 3 4 2 2 4 4 3 3 3 4 4 3 2 4 4 3 3 3 3 2 2 3 3 2 3 2 4 3 3 23 4 4 4 4 4 4 3 4 3 4 4 4 4 4 3 4 1 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 3 4 3 4 4 4 3 24 3 3 3 4 3 3 3 4 3 4 4 3 2 4 3 3 4 4 3 4 3 4 3 4 3 4 3 3 4 4 3 3 3 4 3 4 3 4 4 4 2 25 4 3 4 4 4 3 3 4 3 4 4 3 3 4 3 4 4 4 3 4 4 4 4 4 3 4 4 3 4 4 3 4 3 4 3 4 3 4 4 4 3 26 3 3 2 4 3 3 3 1 3 3 2 3 3 4 3 3 1 3 3 3 3 4 1 2 3 3 3 3 2 3 4 2 3 1 3 2 4 3 3 4 3 27 4 3 4 4 4 3 3 4 3 3 2 3 3 4 3 3 4 4 3 4 4 4 3 4 3 3 3 3 4 4 4 4 3 3 3 3 3 3 3 4 3 28 3 1 4 3 1 3 3 4 2 3 4 2 2 4 2 4 1 3 2 1 3 3 4 3 2 2 3 3 4 3 4 3 3 4 3 1 3 1 2 4 2 29 3 3 4 3 4 3 3 4 3 3 2 3 3 4 3 2 1 3 2 4 3 1 4 3 3 4 3 3 3 4 3 2 3 2 2 3 4 3 4 2 3 30 2 4 1 2 4 2 2 1 4 3 1 3 2 1 3 4 4 3 3 4 2 2 1 2 3 3 1 2 4 2 1 3 2 1 2 4 3 4 3 4 2

(93) PLAGIAT MERUPAKAN MERUPAKAN TINDAKAN TINDAKAN TIDAK TIDAK TERPUJI TERPUJI PLAGIAT 75 13_44 13_45 13_46 13_47 13_48 13_49 13_50 13_51 13_53 13_54 13_55 13_56 13_57 13_58 13_59 13_60 13_61 13_63 13_64 13_65 13_66 13_67 13_68 13_69 13_70 13_71 13_73 13_74 13_75 13_76 13_77 13_78 13_79 4 3 3 2 4 2 3 3 4 3 3 4 1 1 4 3 4 3 4 4 4 3 4 3 3 4 3 4 4 4 4 2 2 234 3 3 4 3 4 3 4 4 3 4 4 4 3 4 4 4 4 3 3 4 3 3 4 4 3 4 3 3 4 4 4 3 4 272 3 3 4 3 4 3 4 4 3 4 4 4 3 3 4 4 4 3 4 4 4 3 3 4 3 3 3 3 4 3 4 3 4 261 4 3 2 3 1 3 1 2 4 3 3 3 3 3 3 4 2 2 3 3 3 2 4 4 2 3 2 3 3 4 1 3 3 216 3 2 4 4 4 3 4 3 2 4 3 3 3 2 2 4 3 3 4 4 2 3 2 3 2 3 3 2 4 3 2 3 3 217 4 4 4 3 4 3 3 4 4 3 3 4 3 4 4 3 3 3 4 4 3 2 4 4 3 4 3 3 3 4 4 3 3 262 3 2 4 3 4 3 3 4 3 4 4 4 3 3 3 3 3 3 4 4 3 2 4 4 3 2 3 3 4 3 1 3 3 245 4 2 4 3 4 3 3 4 3 4 3 3 3 3 3 4 3 3 4 4 3 2 3 3 2 3 3 3 4 3 4 3 3 243 4 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 4 3 4 3 3 4 3 4 3 3 3 2 4 3 3 3 3 3 4 3 3 3 234 2 1 1 4 1 3 3 3 3 2 3 2 1 3 2 2 1 2 3 2 3 3 3 2 3 3 2 2 3 3 3 3 3 182 4 2 3 4 4 3 2 3 2 3 3 3 3 3 3 3 4 3 4 4 2 2 3 4 2 3 3 3 4 3 3 3 3 235 3 2 4 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 4 4 3 2 3 3 3 3 3 3 4 3 4 3 3 236 3 2 4 3 4 3 3 3 3 3 4 4 3 3 3 3 3 3 4 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 3 4 242 4 3 4 3 4 3 3 3 3 3 3 4 3 4 3 3 4 2 4 3 2 3 4 3 2 4 3 3 4 3 4 3 3 243 4 4 3 3 3 3 3 3 2 1 1 4 2 4 4 4 1 3 4 4 1 2 4 4 3 3 3 3 3 4 3 2 1 220 4 1 3 3 4 3 3 3 2 3 3 4 3 3 3 4 3 3 4 3 3 3 4 4 3 4 3 3 3 3 2 3 2 245 3 2 3 3 1 2 3 3 2 3 3 4 3 3 2 3 4 3 4 4 3 3 4 2 3 4 3 3 2 3 3 3 4 227 3 1 2 3 4 3 3 3 2 3 4 4 2 3 4 3 3 3 4 3 3 2 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 234 2 3 2 3 4 2 2 2 3 3 2 3 3 2 3 2 2 2 3 2 3 2 2 3 2 2 2 3 4 2 1 2 3 179 1 1 2 3 3 2 3 3 3 2 3 2 3 2 2 2 3 2 3 2 2 2 2 1 3 3 2 2 2 2 2 2 2 161 3 2 3 3 4 3 3 3 3 3 4 4 4 3 3 3 3 3 3 3 3 2 4 4 3 3 3 3 4 4 3 3 3 245 4 3 3 3 4 3 3 3 3 4 2 4 3 3 4 3 3 2 3 3 2 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 227 4 4 4 4 3 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 3 4 3 4 4 4 4 4 3 279 4 3 4 3 4 4 3 4 3 4 4 4 3 4 4 4 2 3 4 4 3 2 3 3 2 3 3 3 3 3 4 3 2 248 4 3 4 2 4 4 4 4 3 4 4 4 3 4 1 4 3 3 4 4 4 3 4 4 3 3 3 3 3 4 4 4 3 264 4 3 3 3 1 3 3 2 2 3 4 3 2 4 3 3 3 3 2 3 1 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 211 4 4 3 3 4 3 2 3 2 3 4 3 3 4 4 3 4 3 4 3 4 3 4 2 2 4 3 3 4 3 3 3 3 246 1 1 3 3 4 3 4 2 4 3 4 4 3 1 1 1 4 2 1 1 4 3 2 1 3 2 2 2 3 1 2 2 4 193 3 3 2 3 4 2 3 3 3 3 1 4 3 1 3 3 2 3 3 2 3 2 2 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 214 4 4 2 2 1 3 2 3 4 2 1 4 2 4 4 4 1 3 4 4 1 2 2 3 2 3 3 3 2 4 3 3 1 194

(94) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 76 Validitas Correlations VAR00001 VAR00002 VAR00003 VAR00004 VAR00005 VAR00006 VAR00007 VAR00008 VAR00009 VAR00010 Validitas Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Tidak -0,1385 Valid 0,47355 29 0,62054 valid 0,00033 29 Tidak -0,0205 Valid 0,91591 29 0,31919 valid 0,09146 29 0,54152 valid 0,00241 29 0,6278 valid 0,00027 29 0,7303 valid 6,9E-06 29 0,75326 valid 2,4E-06 29 0,65468 valid 0,00012 29 Tidak 0,01684 Valid 0,93089 29

(95) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 77 VAR00011 VAR00012 VAR00013 VAR00014 VAR00015 VAR00016 VAR00017 VAR00018 VAR00019 VAR00020 VAR00021 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N 0,45427 valid 0,0133 29 0,40249 valid 0,03042 29 0,41679 valid 0,0245 29 0,49186 valid 0,00673 29 0,28452 valid 0,13468 29 0,66937 valid 7,2E-05 29 0,47207 valid 0,00972 29 0,6553 valid 0,00011 29 0,55039 valid 0,00198 29 0,56547 valid 0,00139 29 0,48318 valid 0,00793 29

(96) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 78 VAR00022 VAR00023 VAR00024 VAR00025 VAR00026 VAR00027 VAR00028 VAR00029 VAR00030 VAR00031 VAR00032 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N 0,45665 valid 0,01277 29 Tidak 0,24034 Valid 0,20916 29 0,45197 valid 0,01384 29 0,52825 valid 0,00322 29 0,38825 valid 0,03741 29 0,72755 valid 7,8E-06 29 -0,0653 valid 0,73645 29 0,36437 valid 0,05198 29 0,78422 valid 4,8E-07 29 Tidak 0,17555 Valid 0,36235 29 0,54681 valid 0,00215 29

(97) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 79 VAR00033 VAR00034 VAR00035 VAR00036 VAR00037 VAR00038 VAR00039 VAR00040 VAR00041 VAR00042 VAR00043 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N 0,50229 valid 0,00549 29 0,5428 valid 0,00235 29 0,30647 valid 0,10588 29 0,31495 valid 0,09609 29 0,26185 valid 0,17001 29 Tidak -0,2252 Valid 0,24022 29 0,7332 valid 6,1E-06 29 0,27227 valid 0,15304 29 0,30134 valid 0,11216 29 Tidak 0,21458 Valid 0,26365 29 Tidak 0,1422 Valid 0,46183 29

(98) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 80 VAR00044 VAR00045 VAR00046 VAR00047 VAR00048 VAR00049 VAR00050 VAR00051 VAR00052 VAR00053 VAR00054 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Tidak 0,00909 Valid 0,96265 29 Tidak 0,13242 Valid 0,4935 29 Tidak 0,24081 Valid 0,20825 29 0,28023 valid 0,14092 29 0,29639 valid 0,11847 29 0,54538 valid 0,00222 29 0,45217 valid 0,01379 29 Tidak 0,20252 Valid 0,29206 29 Tidak 0,02085 Valid 0,91451 29 Tidak 0,00485 Valid 0,98007 29 0,33966 valid 0,07144 29

(99) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 81 VAR00055 VAR00056 VAR00057 VAR00058 VAR00059 VAR00060 VAR00061 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N 0,58452 valid 0,00109 28 0,70727 valid 1,8E-05 29 0,62478 valid 0,00029 29 -0,4167 valid 0,02454 29 -0,5241 valid 0,00352 29 0,32755 valid 0,08282 29 1 valid 29

(100) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 82 Reliabilitas Case Processing Summary N Cases Valid Exclu ded(a) Total 28 46 74 % 37, 83784 62, 16216 100 Reliability Statistics Cron bach's Alpha 0,72 3478 Standardiz ed Items N of Items 0,893725 61

(101)

Dokumen baru