Efektivitas penerapan pendekatan understanding by design dalam penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dan pelaksanaannya di SMP Stella Duce 2 Yogyakarta dengan pokok bahasan bunyi - USD Repository

Gratis

0
0
256
9 months ago
Preview
Full text
(1)PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI i EFEKTIVITAS PENERAPAN PENDEKATAN UNDERSTANDING BY DESIGN DALAM PENYUSUNAN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) DAN PELAKSANAANNYA DI SMP STELLA DUCE 2 YOGYAKARTA DENGAN POKOK BAHASAN BUNYI Skripsi Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Fisika Nadia Narulita 101424031 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN FISIKA JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA 2014 i

(2) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI ii

(3) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI iii

(4) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI iv HALAMAN PERSEMBAHAN Masalah itu sebenarnya tidak ada, yang ada hanya tantangan Tidak ada yang namanya kegagalan, yang ada adalah pelajaran berharga -NN- Skripsi ini kupersembahkan untuk : Bapa, Mama, kakak, dan adik – adikku, dan semua orang yang telah memberi dukungan, Terimakasih banyak. iv

(5) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI v

(6) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI vi

(7) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI vii ABSTRAK Nadia Narulita. 2014. Efektivitas Penerapan Pendekatan Understanding By Design Dalam Penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dan Pelaksanaannya di SMP Stella Duce 2 Yogyakarta dengan Pokok Bahasan Bunyi. Program Studi Pendidikan Fisika, Jurusan Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta. Penelitian ini memiliki tujuan yaitu untuk mengetahui (1) sejauh mana efektivitas pembelajaran dengan menggunakan pendekatan understanding by design dalam penyusunan rencana pelaksanaan pembelajaran pada pokok bahasan bunyi dan (2) persepsi siswa terhadap pembelajaran yang menggunakan pendekatan understanding by design. Penelitian ini dilakukan di SMP Stella Duce 2 Yogyakarta tahun ajaran 2013/2014. Subjek penelitian adalah siswa kelas VIII Kolintang dan VIII Kecapi yang memiliki kemampuan dalam bidang yang sama dan layak untuk dibandingkan. Pembelajaran konvensional dilakukan di kelas VIII Kecapi dan pembelajaran dengan understanding by design di kelas VIII Kolintang. Data penelitian dikumpulkan melalui observasi langsung di kelas, tes tertulis, dan kuisioner. Hasil penelitian menunjukkan: (1) Hasil belajar kelas VIII Kolintang lebih tinggi dibandingkan kelas VIII Kecapi. Hal ini dapat dilihat dari rata – rata nilai posttest yang diperoleh kedua kelas yang signifikan. (2) Siswa kelas VIII Kolintang memiliki persentase keaktifan yang lebih tinggi dibanding kelas VIII Kecapi. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pembelajaran dengan understanding by design efektif untuk membantu pemahaman siswa mengenai pokok bahasan bunyi. (3) Hasil analisis kuisioner persepsi siswa kelas VIII kolintang terhadap pembelajaran dengan understanding by design menunjukkan bahwa 71,43% siswa memiliki persepsi positif dan 28,57% siswa memiliki persepsi sangat positif terhadap pembelajaran Understanding by Design. Kata – kata kunci: Efektivitas, Pendekatan Understanding By Design, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran. vii

(8) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI viii ABSTRACT Nadia Narulita. 2014. The effectiveness of Application of Understanding By Design Approachment on Arranging Implementation Learning Program and The Implementation in SMP Stella Duce 2 Yogyakarta with Sound as the main topic. Physic Education Study Programme, Department of Mathematics and Natural Science, Faculty of Teacher Training and Education, Sanata Dharma University, Yogyakarta. The purpose of this research were to understand (1) the extent to which the effectiveness of learning uses understanding by design approach on arranging implementation learning program on the main topic Sound and (2) students’ perceptions towards learning which uses understanding by design approach. This research was done in SMP Stella Duce 2 Yogyakarta on academic year 2013/2014. The subject of this research were students of VIII Kolintang and VIII Kecapi class which have the ability in the same course and are suitable. Conventional learning was done in VIII Kecapi class and learning with understanding by design in VIII Kolintang class. The data of this research were collected by direct observation in class, written test, and questionnaire. The result of this research shows: (1) The learning result of VIII Kolintang class was higher than VIII Kecapi class. This can be seen from the post-test average percentage which was achieved by the two classes. (2) The students of VIII Kolintang have the higher being active percentage than VIII Kecapi class. Therefore, it can be concluded that learning with understanding by design is effective to help students’ understanding about the main topic Sound. (3) The result of the questionnaire analysis of the students’ perceptions in VIII Kolintang class towards learning with understanding by design shows that 71,43% students have positive perception and 28,57% students have very positive perception towards learning with understanding by design. Key Words: effectiveness, understanding by design, implementation learning program. viii

(9) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI ix KATA PENGANTAR Syukur dan terima kasih kepada Tuhan Yesus Kristus yang melimpahkan berkat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini. Selama menulis skripsi ini, penulis menyadari bahwa ada begitu banyak pihak yang telah berkontribusi besar dalam proses pengerjaan skripsi ini. Oleh karena itu peneliti ingin mengucapkan terimakasih kepada : 1. Bapak Drs. Tarsisius Sarkim M,Ed., Ph.D., selaku Dosen Pembimbing yang dengan kerelaan hati memberikan sumbangan pemikiran dan pengarahan kepada penulis dalam penyusunan skripsi. 2. Bapak Rohandi, Ph.D., selaku dosen pembimbing akademik yang selama ini membimbing penulis dalam perkuliahan. 3. Segenap dosen Program Studi Pendidikan Fisika yang telah membimbing, mendidik, membagikan ilmu, pengalaman hidup kepada penulis selama belajar di Universitas Sanata Dharma. 4. Seluruh staf sekretariat JPMIPA yang telah membantu memperlancar studi penulis, atas keramahan dan kesabarannya selama penulis menempuh studi di Universitas Sanata Dharma. 5. Ibu Dra. Anna Harsanti, selaku kepala sekolah SMP Stella Duce 2 Yogyakarta yang telah memberikan ijin penelitian skripsi. 6. Bapak Parno Patricius, S.Pd.Si., selaku guru bidang studi fisika kelas VIII SMP Stella Duce 2 Yogyakarta yang telah banyak membantu selama penelitian. ix

(10) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI x 7. Siswa – siswi kelas VIII kolintang dan VIII kecapi SMP Stella Duce 2 Yogyakarta yang telah bersedia menjadi subyek penelitian dan membantu dalam kelancaran penelitian. 8. Bapa dan Mama yang tidak pernah henti mendoakan dan mengupayakan seluruh tenaga untuk mendukung penulis sampai masa studi ini selesai, terimakasih. I am proud of you. 9. Kakak dan adik-adikku yang selalu mandukung dan menghiburku dalam keadaan jenuh sekalipun. 10. Teman – teman kelompok penelitian, Ruth, Dita, Andre dan Jo yang bersama – sama saling membantu dan berbagi ilmu. 11. Sahabatku, Lindra, Serly dan Indah yang selalu menjadi tempat bercerita dan berkeluh kesah penulis. Aku sangat bersyukur berteman dengan kalian, we are amazing. 12. Teman – teman Pendidikan Fisika angkatan 2010 Universitas Sanata Dharma yang telah berjuang dalam kebersamaan guna menyelesaikan studi di Universitas Sanata Dharma. 13. Teman – teman kos, Kak Tyas, Kak Dini, Kak Asti, Kak Eka, Dita, Yuditha, Yaya, Reri, Yoana, Mimin, terimakasih atas dukungannya. We are Family. 14. Semua pihak yang telah membantu dalam proses pembuatan skripsi ini. x

(11) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI xi

(12) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI xii DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL............................................................................... i HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING ..................................... ii HALAMAN PENGESAHAN ................................................................ iii HALAMAN PERSEMBAHAN ............................................................. iv PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ................................................. v LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS ................. vi ABSTRAK .............................................................................................. vii ABSTRACT ............................................................................................ viii KATA PENGANTAR ............................................................................ ix DAFTAR ISI ........................................................................................... xii DAFTAR TABEL ................................................................................... xiv DAFTAR LAMPIRAN ........................................................................... xvii BAB I BAB II PENDAHULUAN A. Latar Belakang................................................................. 1 B. Rumusan Masalah ........................................................... 4 C. Tujuan Penelitian ............................................................. 4 D. Batasan Istilah ................................................................. 4 E. Manfaat Penelitian ........................................................... 5 LANDASAN TEORI A. Understanding By Design................................................ 6 A.1 Pengertian Understanding By Design .................... 6 A.2 Backward Design ................................................... 6 B. Understanding (Pemahaman) ......................................... 12 B.1 Pengertian Understanding (Pemahaman) .............. 12 B.2 Aspek – aspek Pemahaman dalam Understanding By Design ............................................................... 12 B.3 Teori Kontruktivisme dan Pendekatan Understanding By Design ...................................... xii 14

(13) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI xiii C. Kekhasan Pendekatan Understanding By Design ........... 16 D. Keaktifan Siswa ............................................................... 17 E. Persepsi Siswa ................................................................. 18 F. Understanding By Design pada Materi Bunyi................. 20 F.1 Materi Bunyi .......................................................... 20 F.2 Understanding By Design pada Materi Bunyi ....... 23 BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian ................................................................ 37 B. Tempat dan Waktu Penelitian ......................................... 37 C. Subjek Penelitian ............................................................. 37 D. Perumusan Variabel......................................................... 38 E. Instrumen Penelitian ........................................................ 38 F. Validitas Instrumen ........................................................ 44 G. Teknik Analisis Data ....................................................... 45 H. Rancangan Pelaksanaan Penelitian.................................. 48 BAB IV PELAKSANAAN PENELITIAN, PENYAJIAN DATA, ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN BAB V A. Pelaksanaan Penelitian .................................................... 50 B. Penyajian Data ................................................................. 64 C. Analisis Data .................................................................. 83 D. Pembahasan .................................................................... 115 KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan ..................................................................... 122 B. Saran ............................................................................... 123 C. Keterbatasan Penelitian ................................................... 123 DAFTAR PUSTAKA ............................................................................. 124 LAMPIRAN – LAMPIRAN xiii

(14) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI xiv DAFTAR TABEL Tabel 2.1 Backward Design Template ................................................ 11 Tabel 3.1 Format Lembar Pengamatan Keterlaksanaan RPP.............. 39 Tabel 3.2 Kisi – Kisi Soal Pretest ....................................................... 40 Tabel 3.3 Kisi – Kisi Soal Posttest ...................................................... 41 Tabel 3.4 Kisi – Kisi Pengamatan Keaktifan Siswa ............................ 42 Tabel 3.5 Format Lembar Pengamatan Keaktifan Siswa .................... 42 Tabel 3.6 Format Lembar Kuisioner Persepsi Siswa Terhadap Pembelajaran Understanding By Design.............................. 43 Tabel 3.7 Kriteria Tingkat Pemahaman Siswa ..................................... 46 Tabel 3.8 Persentase Keaktifan Siswa Tiap Pertemuan ....................... 46 Tabel 3.9 Kriteria Kualifikasi Persepsi Siswa ...................................... 48 Tabel 3.10 Kriteria Kualifikasi Persepsi Seluruh Siswa ........................ 48 Tabel 4.1 Kegiatan Pembelajaran Pertemuan Pertama dengan Elemen WHERETO ............................................................. 53 Tabel 4.2 Kegiatan Pembelajaran Pertemuan Kedua dengan Elemen WHERETO .......................................................................... 58 Tabel 4.3 Kegiatan Pembelajaran Pertemuan Ketiga dengan Elemen WHERETO .......................................................................... 60 Tabel 4.4 Pengamatan Keterlaksanaan RPP Pertemuan I .................... 64 Tabel 4.5 Pengamatan Keterlaksanaan RPP Pertemuan II ................... 66 Tabel 4.6 Pengamatan Keterlaksanaan RPP Pertemuan III ................. 68 Tabel 4.7 Distribusi Nilai Pretest Kelas Eksperimen .......................... 69 Tabel 4.8 Distribusi Nilai Posttest Kelas Eksperimen ......................... 70 Tabel 4.9 Distribusi Nilai Pretest Kelas Kontrol ................................. 71 Tabel 4.10 Distribusi Nilai Posttest Kelas Kontrol ................................ 72 Tabel 4.11 Pengamatan Keaktifan Siswa Kelas Ekperimen Pertemuan I 73 Tabel 4.12 Daftar Pendapat dan Jawaban Siswa Kelas Eksperimen Pada Pertemuan I .................................................................. 74 Tabel 4.13 Pengamatan Keaktifan Siswa Kelas Ekperimen Pertemuan II 75 xiv

(15) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI xv Tabel 4.14 Daftar Pendapat dan Jawaban Siswa Kelas Eksperimen Pada Pertemuan II ................................................................ 76 Tabel 4.15 Pengamatan Keaktifan Siswa Kelas Ekperimen Pertemuan III ........................................................................ 77 Tabel 4.16 Daftar Pendapat dan Jawaban Siswa Kelas Eksperimen Pada Pertemuan III ............................................................... 77 Tabel 4.17 Pengamatan Keaktifan Siswa Kelas Kontrol Pertemuan I ... 78 Tabel 4.18 Daftar Pendapat dan Jawaban Siswa Kelas Kontrol Pada Pertemuan I .................................................................. 79 Tabel 4.19 Pengamatan Keaktifan Siswa Kelas Kontrol Pertemuan II.. 79 Tabel 4.20 Daftar Pendapat dan Jawaban Siswa Kelas Kontrol Pada Pertemuan II ................................................................ 80 Tabel 4.21 Pengamatan Keaktifan Siswa Kelas Kontrol Pertemuan III 80 Tabel 4.22 Daftar Pendapat dan Jawaban Siswa Kelas Kontrol Pada Pertemuan III ............................................................... 81 Tabel 4.23 Data Persepsi Siswa Kelas Eksperimen Terhadap Pembelajaran Understanding By Design.............................. 82 Tabel 4.24 Nilai Pretest Kelas Eksperimen dan Kelas Kontrol ............. 85 Tabel 4.25 Perbandingan Mean Pretest Kedua Kelas ........................... 86 Tabel 4.26 Uji T Independent Group Pretest Kedua Kelas ................... 87 Tabel 4.27 Nilai Posttest Kelas Eksperimen dan Kelas Kontrol ............ 88 Tabel 4.28 Perbandingan Mean Posttest Kedua Kelas........................... 89 Tabel 4.29 Uji T Independent Group Posttest Kedua Kelas .................. 89 Tabel 4.30 Ketuntasan Hasil Belajar Siswa Kelas Eksperimen ............. 90 Tabel 4.31 Persentase Tes Hasil Belajar Siswa Kelas Eksperimen ....... 91 Tabel 4.32 Ketuntasan Hasil Belajar Siswa Kelas Kontrol .................... 91 Tabel 4.33 Persentase Tes Hasil Belajar Siswa Kelas Kontrol .............. 92 Tabel 4.34 Kriteria Tingkat Pemahaman Siswa ..................................... 92 Tabel 4.35 Kualifikasi Kriteria Pemahaman Siswa Kelas Eksperimen . 93 Tabel 4.36 Kualifikasi Kriteria Pemahaman Siswa Kelas Kontrol ........ 94 Tabel 4.37 Kriteria Pemahaman Siswa Kelas Eksperimen dan xv

(16) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI xvi Kelas Kontrol ....................................................................... 95 Tabel 4.38 Deskripsi Jawaban Posttest Soal Nomor 1 ........................... 95 Tabel 4.39 Deskripsi Jawaban Posttest Soal Nomor 2 ........................... 96 Tabel 4.40 Deskripsi Jawaban Posttest Soal Nomor 3 ........................... 97 Tabel 4.41 Deskripsi Jawaban Posttest Soal Nomor 4 ........................... 98 Tabel 4.42 Deskripsi Jawaban Posttest Soal Nomor 5 ........................... 99 Tabel 4.43 Deskripsi Jawaban Posttest Soal Nomor 6 ........................... 100 Tabel 4.44 Deskripsi Jawaban Posttest Soal Nomor 7 ........................... 101 Tabel 4.45 Deskripsi Jawaban Posttest Soal Nomor 8 ........................... 102 Tabel 4.46 Persentase Keaktifan Siswa Kelas Eksperimen Tiap Pertemuan ............................................................................ 103 Tabel 4.47 Persentase Keaktifan Siswa Kelas Kontrol Tiap Pertemuan 104 Tabel 4.48 Persentase Rata - Rata Keaktifan Siswa Pada Kedua Kelas 106 Tabel 4.49 Distribusi Skor Tiap Soal Persepsi Siswa Terhadap Pembelajaran ........................................................................ 108 Tabel 4.50 Kualifikasi Persepsi Siswa Kelas Eksperimen ..................... 111 Tabel 4.51 Kriteria Kualifikasi Persepsi Seluruh Siswa Pada Pembelajaran UbD ............................................................... 111 Tabel 4.52 Kriteria Tingkat Persetujuan Siswa Per Item Pernyataan Positif ................................................................................... 112 Tabel 4.53 Kriteria Tingkat Persetujuan Siswa Per Item Pernyataan Negatif .................................................................................. xvi 112

(17) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI xvii DAFTAR LAMPIRAN LAMPIRAN A Lampiran A.1 Surat Ijin Melaksanakan Penelitian ............................ 127 Lampiran A.2 Surat Keterangan Telah Melakukan Penelitian .......... 128 Lampiran A.3 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Sekolah ............. 129 Lampiran A.4 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Pendekatan UbD 133 Lampiran A.5 Lembar Kerja Siswa ................................................... 147 Lampiran A.6 Kunci Lembar Kerja Siswa ......................................... 158 Lampiran A.7 Soal Pretest ................................................................. 167 Lampiran A.8 Soal Posttest................................................................ 170 Lampiran A.9 Kunci Jawaban Pretest ............................................... 173 Lampiran A.10 Kunci Jawaban Posttest .............................................. 175 Lampiran A.11 Rubrik Penilaian Pretest ............................................. 177 Lampiran A.12 Rubrik Penilaian Posttest ............................................ 180 LAMPIRAN B Lampiran B.1 Lembar Pengamatan Keterlaksanaan RPP UbD ......... 183 Lampiran B.2 Lembar Pengamatan Keaktifan Siswa ........................ 194 Lampiran B.3 Sampel Hasil Pretest Kelas Eksperimen .................... 201 Lampiran B.4 Sampel Hasil Pretest Kelas Kontrol ........................... 207 Lampiran B.5 Sampel Hasil Posttest Kelas Eksperimen ................... 212 Lampiran B.6 Sampel Hasil Posttest Kelas Kontrol .......................... 218 Lampiran B.7 Sampel Hasil Kusioner Persepsi Siswa ...................... 224 Lampiran B.8 Sampel LKS Siswa ..................................................... 227 Lampiran B.9 Dokumentasi Penelitian .............................................. 236 xvii

(18) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Mata pelajaran fisika merupakan salah satu bidang ilmu sains yang sudah diajarkan sejak jenjang pendidikan SMP hingga SMA/SMK di Indonesia. Fisika adalah cabang ilmu yang menjelaskan fakta, konsep, dan teori tentang fenomena alam dalam kehidupan sehari-hari. Pelajaran fisika yang berkaitan dengan fakta, konsep dan teori-teori ini ternyata tidaklah mudah dipahami siswa. Di kalangan pelajar, fisika dianggap pelajaran yang sangat menakutkan dan sulit untuk dimengerti oleh sebagian besar siswa. Sugiharti.P (2005:30) menjelaskan dalam pembelajaran fisika, kemampuan pemahaman konsep merupakan syarat dalam mencapai keberhasilan tujuan belajar. Menurut Bloom (dalam Sugiharti.P, 2005:30) pemahaman merupakan kemampuan untuk menangkap makna dan arti dari bahan yang dipelajari. Dengan penguasaan konsep, seluruh permasalahan fisika dapat dipecahkan, baik permasalahan fisika yang ada dalam kehidupan sehari-hari maupun permasalahan fisika dalam bentuk soal-soal fisika di sekolah. Ini menunjukkan bahwa pelajaran fisika bukanlah pelajaran hafalan tetapi lebih menuntut pemahaman konsep bahkan aplikasi konsep tersebut (Sugiharti.P,2005). Hal inilah yang kemudian harus menjadi pertimbangan guru untuk mengajar dengan baik. Salah satu upaya yang dapat dilakukan oleh guru adalah dengan merancang atau mendesain proses pembelajaran yang efektif dan efisien bagi siswa. 1

(19) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 2 Dalam redaksi Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, pasal 20 tentang Standar Proses (dalam Suyono dan Hariyanto,2011:4) dinyatakan: ‘’Perencanaan proses pembelajaran meliputi silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran, materi ajar, metode pengajaran, sumber belajar dan penilaian hasil belajar’’ sehingga dapat dikatakan bahwa rencana pelaksanaan pembelajaran merupakan salah satu komponen penting dalam perencanaan proses pembelajaran. Menurut Wina Sanjaya (2010:28-29) perencanaan pembelajaran adalah proses pengambilan keputusan hasil berpikir secara rasional tentang sasaran dan tujuan pembelajaran tertentu, serta rangkaian kegiatan yang harus dilaksanakan sebagai upaya pencapaian tujuan tersebut dengan memanfaatkan segala potensi dan sumber belajar yang ada. Hasil akhir dari proses pengambilan keputusan tersebut adalah tersusunnya dokumen yang dijadikan sebagai acuan dan pedoman dalam melaksanakan proses pembelajaran. Menyusun perencanaan dan desain pembelajaran merupakan langkah penting agar tujuan pembelajaran dapat tercapai secara efektif dan efisien. Desain pembelajaran menekankan pada merancang program pembelajaran untuk membantu proses belajar siswa (Sanjaya.W, 2010:9). Proses belajar merupakan hal penting yang dialami oleh siswa, suatu respon terhadap segala acara pembelajaran yang diprogramkan oleh guru. Proses belajar mengaktualisasi kemampuan kognitif, afektif dan psikomotorik siswa (Dimyati dan Mudjiono, 2006:20). Hal ini lah yang kemudian juga menjadi

(20) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 3 pertimbangan guru dalam merencanakan pembelajaran yang meningkatkan kemampuan – kemampuan tersebut untuk membangun pemahaman. Dalam perkembangan dunia pendidikan, Wiggins and McTighe memperkenalkan sebuah pendekatan dalam merancang pembelajaran yang dikenal dengan sebutan understanding by design. Understanding by design adalah sebuah pendekatan dalam merencanakan dan melaksanakan pembelajaran yang memandang pembelajaran sebagai sebuah cara untuk membangun pemahaman siswa. Prinsip Understanding By Design menekankan pada pemahaman jangka panjang (Enduring Understanding) dengan pembelajaran yang kontekstual. Pada hakikatnya pengajaran dengan pendekatan understanding by design berfokus pada siswa (student-centered) dimana siswa terlibat aktif dalam pembelajaran. Dalam tahap penyusunannya pendekatan understanding by design menggunakan tahap ‘’backward design atau backward planning’’ yaitu berawal dengan menentukan hasil akhir yang diinginkan, bukti pembelajaran dan terakhir merencanakan langkah-langkah kegiatan pembelajaran (Wiggins dan McTighe,2005). Oleh karena itu pendekatan UbD diharapkan mampu untuk membantu siswa mencapai pemahamannya dengan melibatkan siswa secara aktif dalam proses belajar. Atas dasar uraian diatas maka penulis tertarik melakukan penelitian mengenai efektivitas penerapan pendekatan understanding by design dalam penyusunan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) dan pelaksanaannya di SMP Stella Duce 2 Yogyakarta dengan pokok bahasan bunyi.

(21) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 4 B. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang yang telah dipaparkan diatas, peneliti mengajukan beberapa rumusan masalah sebagai berikut: 1. Sejauh mana efektivitas pembelajaran yang menggunakan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) dengan pendekatan understanding by design? 2. Bagaimana persepsi siswa terhadap pembelajaran understanding by design yang telah dilakukan? C. Tujuan Penelitian Adapun tujuan yang ingin dicapai dari penelitian ini adalah : 1. Untuk mengetahui sejauh mana efektivitas pembelajaran dengan menggunakan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) pendekatan understanding by design. 2. Untuk mengetahui persepsi siswa terhadap pembelajaran yang disusun dengan pendekatan understanding by design. D. Batasan Istilah Batasan istilah dimaksudkan untuk memahami pengertian terhadap judul topik penelitian, yaitu: 1. Efektivitas Efektivitas adalah ukuran keberhasilan dalam pencapaian tujuan-tujuan yang telah ditentukan.

(22) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 5 2. Pendekatan pembelajaran Pendekatan pembelajaran dapat diartikan sebagai titik tolak atau sudut pandang terhadap proses pembelajaran yang merujuk pada pandangan tentang terjadinya suatu proses yang sifatnya masih umum, didalamnya mewadahi, menginspirasi, menguatkan dan melatari metode pembelajaran (Nurmelly.N,N.D). Ketetapan dalam pemilihan suatu pendekatan akan menjadi orientasi dalam pemilihan komponen kegiatan pembelajaran lainnya terutama metode pembelajaran. E. Manfaat Penelitian Adapun manfaat yang diharapkan dari penelitian ini adalah: 1. Dapat meningkatkan pemahaman dan hasil belajar siswa terhadap pokok bahasan bunyi. 2. Dapat menjadi referensi dan informasi mengenai understanding by design oleh guru untuk bahan pertimbangan dalam menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran sebagai salah satu usaha untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. 3. Dapat memberikan gambaran kepada peneliti mengenai pengaruh penerapan rencana pelaksanaan pembelajaran dengan pendekatan understanding by design dalam pembelajaran fisika khususnya pada pokok bahasan bunyi. 4. Hasil penelitian dapat dijadikan sebagai bahan acuan untuk penelitian yang sejenis.

(23) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 6 BAB II LANDASAN TEORI A. Understanding By Design A.1 Pengertian Understanding By Design Menurut Wiggins dan McTighe (2005:7) understanding by design adalah sebuah pendekatan dalam merancang pembelajaran yang tujuan utamanya adalah pemahaman siswa. Understanding by design adalah sebuah kerangka kerja untuk meningkatkan prestasi siswa dengan mengembangkan standar kurikulum, kerangka instruksional, penilaian, dan pengembangan profesional. Understanding by design didasarkan pada tujuan utama dari pendidikan yaitu mengembangkan dan memperdalam pemahaman siswa (McTighe. J dan Seif. E,2003). Dalam pembelajarannya understanding by design lebih menekankan siswa sebagai pusat dari pembelajaran atau student centered (Tiernan.P,2011:4). A.2 Backward Design Understanding by design menawarkan sebuah proses perencanaan dan struktur untuk menuntun kurikulum, penilaian dan instruksi. Dua ide kunci dari understanding by design tersebut terdapat dalam judul yaitu 1) fokus dalam pengajaran dan penilaian untuk pemahaman dan transfer belajar, 2) kerangka kurikulum terbalik ‘’backward‘’ dari dasar-dasar tersebut (Wiggins.G dan Mctighe.J, 2011). 6

(24) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 7 1. Pengertian Backward Design Backward design merupakan langkah-langkah dalam merancang pembelajaran. Dalam prakteknya, understanding by design menawarkan tiga tahap ‘’backward design’’ atau ‘’backward planning’’. 2. Tahap–Tahap Backward Design Wiggins dan McTighe (2005:17-19) menjelaskan terdapat tiga tahap dalam backward design yaitu : a. Tahap pertama : Identify desire result / Mengidentifikasi hasil yang diinginkan. Dalam tahap pertama ini mempertimbangkan tujuan, menguji isi standar yang telah ditentukan dan meninjau ekspestasiekspestasi dari kurikulum tersebut. Berikut merupakan elemen-elemen pada tahap pertama dalam mengidentifikasi hasil yang diinginkan. 1) Established Goals (Penetepan Tujuan) Established goals merupakan penetapan ide utama/tujuan yang ingin dicapai. 2) Understanding (Pemahaman) Menentukan pemahaman spesifik apa yang akan dicapai agar dalam pembelajaran siswa mengetahui dan memahami.

(25) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 8 3) Essential question ( Pertanyaan Pokok) Menentukan pertanyaan pokok yang dapat mendorong siswa untuk menyelidiki dan memahami materi sehingga terjadi transfer belajar. 4) Knowledge and skills (Pengetahuan dan Keahlian) Menentukan pengetahuan dan keterampilan utama yang akan siswa peroleh sebagai hasil dari pembelajaran b. Tahap Kedua: Determine acceptable evidence/ Menentukan bukti yang bisa diterima. Pada tahap ini, menetapkan penilaian yang menjadi bukti dari pemahaman siswa sehingga dapat dikatakan bahwa pembelajaran yang diinginkan telah dicapai. Pertanyaan kunci pada tahap ini yaitu: Bagaimana kita tahu jika para siswa telah mencapai hasil yang diinginkan? Apa yang akan kita terima sebagai bukti dari pemahaman dan keahlian siswa? Bagaimana kita mengevaluasi hasil yang telah dicapai siswa? Orientasi desain terbalik ‘’backward design’’ menganjurkan kita untuk berfikir mengenai sebuah rangkaian pembelajaran dalam syarat-syarat dari kumpulan bukti penilaian yang dibutuhkan untuk membuktikan dan mensyahkan bahwa pembelajaran yang diinginkan telah

(26) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 9 dicapai, tidak hanya sebagai isi yang telah dicakup atau sebagai rangkaian dari aktivitas belajar. c. Tahap ketiga : Plan learning experience and instruction/ Merencanakan pengalaman belajar dan instruksi. Dengan hasil identifikasi yang jelas dan bukti pemahaman yang sesuai tahap ini merupakan waktu untuk berfikir secara penuh melalui aktivitas atau intruksi yang paling sesuai. Beberapa kunci pertanyaan harus dipertimbangkan pada tahap backward design ini yaitu: pengetahuan dan keahlian apa yang akan siswa butuhkan untuk melakukan dengan efektif dan mencapai hasil yang diinginkan? Aktivitas apa yang akan melengkapi siswa dengan pengetahuan dan keahlian yang dibutuhkan? Apa yang perlu diajarkan dan dilatih dan bagaimana itu dapat diajarkan? Wiggins dan McTighe (dalam Brown.J.L, 2004:19) mengidentifikasi tujuh inti prinsip desain utama untuk mengajar di kelas yang berbasis pemahaman dalam sebuah template yang disebut WHERETO. WHERETO merupakan sebuah panduan yang sangat konkrit untuk membantu siswa mencapai tingkat pemahaman yang sangat baik. Design WHERETO merupakan sebuah rancangan pembelajaran yang kontruktivis, dimana belajar adalah proses yang aktif dan siswa membangun sendiri pengetahuannya.

(27) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 10 Berikut merupakan elemen-elemen WHERETO dalam merencanakan instruksi pembelajaran. Setiap huruf dalam singkatan ini sesuai dengan kunci pertanyaan kerangka instruksi di mana pendidik harus selalu pertimbangkan saat merencanakan aktivitas belajar. 1) W = Bagaimana membantu para siswa untuk mengetahui kemana (where) mereka dipimpin, (why) mengapa mereka pergi ke sana, dan (what ways) dengan cara apa mereka akan dievaluasi? Elemen W ini membantu siswa untuk mengerti dengan lebih jelas mengenai tujuan, harapan dan manfaat dari pencapaian tujuan belajar. 2) H = Bagaimana (hook) menghubungkan dan mengikusertakan minat dan antusiasme siswa dengan pengalaman di awal setiap instruksi? Elemen H ini mempertimbangkan menghubungkan siswa dengan topik yang diajarkan dan menarik siswa pada awal pembelajaran. 3) E = Bagaimana kita akan membekali (equip) siswa, membantu siswa mengalami (experience) gagasan utama dari materi ajar dan mengeksplorasi (explore) pengetahuan siswa?

(28) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 11 4) R = Bagaimana merefleksikan, membuat (revise) siswa untuk (reflect) dan (rethink) memperbaiki, memikirkan kembali? 5) E-2 = Bagaimana siswa akan mengevaluasi (evaluate) dan merenungkan pemahaman mereka? E-2 kedua pada WHERETO ini meminta pendidik untuk membangun peluang untuk mengevaluasi secara berkelanjutan, termasuk kesempatan bagi siswa untuk mengevaluasi diri. 6) T = Bagaimana akan menyesuaikan (tailor) pembelajaran dengan kebutuhan, minat dan kemampuan siswa? 7) O = Bagaimana akan mengatur (organized) pembelajaran secara efektif sehingga dapat memaksimalkan keterlibatan siswa? 3. Template Backward Design Tabel 2.1 Backward Design Template Tahap 1 – Hasil yang ingin dicapai G Penetapan Tujuan : Tujuan relevan apa yang akan dituju kerangka ini? Pemahaman: U Siswa akan mengerti bahwa…. - Apa yang menjadi ide besarnya? - Pemahaman spesifik apa yang diinginkan? - Kesalahpahaman apa yang dapat diprediksi? Pertanyaan Pokok: Q Pertanyaan provokatif apa yang akan membantu perkembangan penyelidikan, pemahaman, dan transfer pembelajaran

(29) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 12 S K Siswa akan mampu untuk…. Siswa akan tahu… Kunci pengetahuan dan keahlian apa yang akan siswa peroleh sebagai hasil dari mata pelajaran? Apa yang siswa akhirnya harus mampu untuk lakukan sebagai hasil dari pengetahuan dan keahlian? Tahap 2 – Bukti Penilaian T Pelaksanaan latihan : Dengan pelaksanaan latihan asli apa siswa akan mendemonstrasikan pemahaman yang diinginkan? Dengan kriteria apa pelaksanaan pemahaman akan di nilai? OE Bukti-bukti lain : Dengan bukti lain apa siswa akan mendemonstrasikan prestasi dari hasil yang diinginkan? Bagaimana siswa akan merefleksikan dan menilai pembelajaran mereka sendiri? Tahap 3 – Rencana Pembelajaran Kegiatan belajar : L Dengan pedoman WHERETO B. Understanding (Pemahaman) B.1 Pengertian Understanding (Pemahaman) Menurut Anas Sudjono (1996:50) pemahaman merupakan kemampuan seseorang untuk mengerti atau memahami sesuatu setelah sesuatu itu diketahui dan diingat. Pemahaman merupakan jenjang kemampuan berpikir yang setingkat lebih tinggi dari ingatan dan hafalan. B.2 Aspek-aspek Pemahaman dalam Understanding By Design Dalam understanding by design terdapat enam aspek pemahaman untuk tujuan penilaian. Wiggins dan Mctighe (dalam

(30) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 13 Brown.J.L,2004:16-17) pemahaman yang menyatakan sesungguhnya bahwa saat siswa siswa menunjukkan mengekspresikan pengetahuan mereka melalui satu atau lebih dari enam aspek pemahaman berikut: 1. Explanation/Penjelasan: kemampuan untuk mendemonstrasikan/ menunjukkan, memperoleh, menjelaskan, merancang, membenarkan, atau membuktikan sesuatu menggunakan bukti. 2. Interpretation/Interpretasi: menciptakan sesuatu yang baru dari pengetahuan yang telah dipelajari, termasuk kemampuan untuk mengkritik, membuat analogi dan metafora, menarik kesimpulan, membangun makna, menerjemahkan, memprediksi dan berhipotesis. 3. Application/Aplikasi: kemampuan untuk menggunakan pengetahuan yang telah dipelajari dalam situasi baru, unik, atau situasi dan konteks tak terduga, termasuk kemampuan untuk membangun, menciptakan, menemukan, melakukan, memproduksi, memecahkan dan menguji. 4. Perspective/Perspektif: kemampuan untuk menganalisis dan menarik kesimpulan tentang kontras pandang mengenai kejadian yang sama, topik, atau situasi. 5. Emphaty/Empati: kemampuan untuk berjalan dari sudut pandang orang lain, termasuk berpartisi dalam permainan peran,

(31) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 14 menggambarkan emosi orang lain, serta menganalisis dan membenarkan reaksi orang lain. 6. Self-Knowledge/Pengetahuan diri: kemampuan untuk memeriksa diri, merefleksikan diri, mengevaluasi diri, dan mengungkapkan reflektif wawasan, khususnya kemampuan untuk memantau dan memodifikasi pemahaman seseorang terhadap informasi dan peristiwa. Keenam aspek inilah yang kemudian digunakan sebagai pedoman dalam penentuan bukti penilaian hasil belajar siswa, bagaimana penilaian hasil belajar seperti tes menunjukkan aspek-aspek pemahaman yang telah dicapai siswa. B.3 Teori Kontruktivisme dan Pendekatan Understanding By Design Tujuan pendidikan menurut Benyamin S. Bloom (dalam Utari.R,N.D) dibagi menjadi tiga domain intelektual yaitu kognitif (keahlian berpikir), afektif (emosi), dan psikomotorik (keterampilan motorik dan fisik). 1. Ranah kognitif berisi perilaku yang menekankan aspek intelektual seperti pengetahuan dan keterampilan berpikir. Dalam understanding by design terdapat enam aspek pemahaman yang terkait dengan kognitif siswa. 2. Ranah afektif mencakup perilaku terkait dengan emosi misalnya perasaan, nilai, minat, motivasi, dan sikap.

(32) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 15 3. Ranah psikomotorik berisi perilaku yang menekankan fungsi manipulatif dan keterampilan motorik/kemampuan fisik. Dalam pendekatan understanding by design pemahaman konsep lebih menekankan pada ranah kognitif. Namun dalam membangun pemahaman tersebut terdapat ranah psikomotorik dan afektif didalamnya. Pemahaman dalam understanding by design dibangun dengan melakukan aktivitas yang konkrit. Ini dilakukan berdasar halhal berikut: pertama, karena fisika mempelajari fenomena alam disekitar. Untuk mengetahui fenomena alam tersebut dibutuhkan suatu aktivitas sederhana seperti pengamatan. Kedua, sesuai dengan teori belajar kontruktivis dikatakan bahwa siswa membangun sendiri pengetahuannya dengan aktif melakukan sesuatu. Kontruktivisme adalah sebuah filosofi pembelajaran yang dilandasi premis bahwa dengan merefleksikan pengalaman, kita membangun, mengkontruksi pengetahuan pemahaman kita tentang dunia kita hidup. Kontruktivisme melandasi pemikiran bahwa pengetahuan bukanlah sesuatu yang given dari alam karena hasil kontak manusia dengan alam, tetapi pengetahuan merupakan hasil kontruksi (bentukan) aktif manusia itu sendiri (Suyono dan Hariyanto, 2011:105). Bila yang sedang menekuni adalah siswa, maka pengetahuan itu adalah bentukan siswa sendiri. Pengetahuan itu selalu merupakan akibat dari suatu kontruksi kognitif melalui kegiatan berpikir seseorang (Bettencourt, 1989 dalam Suparno.P, 2007:8). Bagi kaum kontruktivis,

(33) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 16 belajar adalah proses yang aktif dimana siswa membangun sendiri pengetahuannya. Siswa mencari arti sendiri dari yang mereka pelajari. Dalam proses itu siswa menyesuaikan konsep dan ide-ide baru yang mereka pelajari dengan kerangka berpikir yang mereka telah punyai (Bettencourt, 1989;Shymansky, 1992;Watts & Pope, 1989 dalam Suparno.P, 2007:13). Sehingga dapat dikatakan teori belajar kontruktivis adalah teori belajar dimana siswa membangun sendiri pengetahuannya dengan terlibat aktif dalam suatu aktivitas yang konkrit. Dalam understanding by design aktivitas –aktivitas belajar disusun dalam tahap rencana pembelajaran (plan learning), dimana dalam penyusunannya digunakan panduan WHERETO seperti yang sudah dijelaskan diatas. Dengan aktivitas tersebutlah maka ketiga domain intelektual kemudian dapat tercapai antara lain ranah kognitif, psikomotorik, dan afektif. Psikomotorik dapat ditunjukkan siswa pada saat siswa melakukan percobaan dan afektif akan terlihat dari sikap yang ditunjukkan siswa saat melakukan sesuatu seperti sikap tanggung jawab siswa untuk melakukan percobaan dan mengerjakan tugas. C. Kekhasan Pendekatan Understanding By Design Kekhasan pendekatan understanding by design terdapat pada langkahlangkah pembelajarannya (plan learning). Dalam menyusun langkah-langkah pembelajaran digunakan panduan yang disebut WHERETO. WHERETO merupakan sebuah panduan yang sangat konkrit untuk membantu siswa

(34) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 17 mencapai tingkat pemahaman yang sangat baik. Langkah-langkah pembelajaran dengan WHERETO dibuat secara terstruktur sehingga pemahaman yang dibangun terstruktur. D. Keaktifan Siswa Keterlibatan siswa bisa diartikan sebagai siswa berperan aktif sebagai partisipan dalam proses belajar mengajar. Menurut Dimyati dan Mudjiono (1994: 56-60), keaktifan siswa didorong oleh peran guru. Untuk dapat meningkatkan keaktifan siswa dalam proses belajar mengajar guru dapat melakukannya dengan melibatkan siswa secara langsung baik secara individual maupun kelompok. Keterlibatan siswa hanya bisa dimungkinkan jika siswa diberi kesempatan untuk berpartisipasi atau terlibat dalam proses pembelajaran. Paul B. Erich (dalam Rohmah.N, 2012: 268) menggolongkan kegiatan-kegiatan siswa sebagai berikut: 1. Visual Activities (kegiatan visual): membaca, melihat gambar-gambar, mengamati eksperimen, demonstrasi, pameran, mengamati orang lain bekerja atau bermain. 2. Oral Activities (kegiatan lisan): Mengemukakan fakta atau prinsip, menghubungkan suatu kejadian, mengajukan pertanyaan, member saran, mengemukakan pendapat, berwawancara, diskusi. 3. Listening Activities (kegiatan mendengarkan): Mendengarkan penyajian bahan, mendengarkan percakapan atau diskusi kelompok, mendengarkan suatu permainan instrument musik, mendengarkan siaran radio.

(35) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 18 4. Writing Activities (kegiatan menulis): Menulis cerita, menulis laporan, memeriksa karangan, bahan-bahan kopi, membuat sketsa, atau rangkuman, mengerjakan tes, mengisi angket. 5. Drawing Activities (kegiatan menggambar): Menggambar, membuat grafik, diagram, peta, pola. 6. Motor Activities (kegiatan metric): Melakukan percobaan, memilih alatalat, melaksanakan pameran, membuat model, menyelenggarakan permainan, menari, berkebun. 7. Mental Activities memecahkan (kegiatan masalah, mental): menganalisis Merenungkan, faktor-faktor, mengingat, menemukan hubungan-hubungan, membuat keputusan. 8. Emotional Activities (kegiatan emosional): Minat, membedakan, berani, tenang, dan sebagainya. E. Persepsi Siswa Menurut Walgito (1993) persepsi dalam arti umum adalah pandangan seseorang terhadap sesuatu yang akan membuat respon bagaimana dan dengan apa seseorang bertindak. Persepsi merupakan suatu proses yang didahului oleh proses penginderaan, yaitu merupakan proses diterimanya stimulus oleh individu melalui alat indera atau juga disebut proses sensoris (Walgito,2010:99). Dengan persepsi, individu akan menyadari tentang keadaan disekitarnya dan juga keadaan diri sendiri (Davidoff, 1981 dalam Walgito.B, 2010:100). Persepsi akan mempengaruhi sikap dan perilaku seseorang terhadap obyek atau sesuatu tersebut.

(36) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 19 Menurut Walgito.B (2010:101) untuk mengadakan persepsi adanya beberapa faktor yang berperan, yang merupakan syarat agar terjadi persepsi, yaitu: 1. Objek atatu stimulus yang dipersepsi Objek menimbulkan stimulus yang mengenai alat indera atau reseptor. Stimulus dapat datang dari luar individu yang mempersepsi, tetapi juga dapat datang dari dalam diri individu yang bersangkutan yang langsung mengenai syaraf penerima yang bekerja sebagai reseptor. Namun sebagian terbesar stimulus datang dari luar individu. 2. Alat indera, syaraf, dan pusat susunan syaraf Alat indera merupakan alat untuk menerima stimulus. Disamping itu juga harus ada syaraf sensoris sebagai alat untuk meneruskan stimulus yang diterima reseptor ke pusat susunan syaraf yaitu otak sebagai pusat kesadaran. Sebagai alat untuk mengadakan respon diperlukan syaraf motoris. 3. Perhatian Untuk menyadari atau untuk mengadakan persepsi diperlukan adanya perhatian, yaitu merupakan langkah pertama sebagai suatu persiapan dalam rangka mengadakan persepsi. Perhatian merupakan pemusatan atau konsentrasi dari seluruh aktivitas individu yang ditujukan kepada sesuatu atau sekumpulan objek. Dalam penelitian ini dilakukan penelitian juga terhadap persepsi siswa pada pembelajaran yang dilakukan menggunakan rencana pelaksanaan

(37) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 20 pembelajaran dengan pendekatan understanding by design. Ini dilakukan karena siswa merupakan subyek dari pembelajaran, siswa yang mengalami proses pembelajaran oleh karena itu sebagai subyek siswa memiliki persepsi terhadap stimulus yang diberikan sebagai sebuah masukan apakah pembelajaran baik digunakan. F. Understanding By Design Pada Materi Bunyi F.1 Materi Bunyi Bunyi dihasilkan oleh sumber bunyi atau benda yang bergetar. Bunyi termasuk gelombang longitudinal karena perambatannya membentuk pola rapatan dan renggangan. Gelombang bunyi membutuhkan medium dalam perambatannya. Gelombang bunyi dapat merambat melalui medium zat padat, cair dan gas. Cepat rambat bunyi didefinisikan sebagai jarak yang ditempuh oleh gelombang bunyi persatuan waktu. Secara matematis cepat rambat bunyi , dinyatakan : v= dengan (1) v = cepat rambat bunyi (m/s), s = jarak yang ditempuh oleh gelombang bunyi (m), t = waktu yang ditempuh gelombang bunyi merambat dari sumber bunyi ke penerima bunyi (sekon). Diatas telah dijelaskan bahwa bunyi merambat dalam bentuk gelombang longitudinal. Setiap gelombang mempunyai panjang gelombang, frekuensi atau periode, dan amplitudo gelombang. Pada

(38) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 21 bunyi frekuensi mempengaruhi tinggi rendahnya bunyi. Semakin besar frekuensi gelombang bunyi berarti semakin banyak pola rapatan dan renggangannya sehingga bunyi (nada) yang dihasilkan semakin tinggi. Sedangkan amplitudo mempengaruhi kuat lemahnya suatu bunyi (nada). Berdasarkan intervalnya, frekuensi bunyi dapat dikategorikan sebagai berikut: 1. Infrasonik : frekuensi dibawah 20 Hz. 2. Audiosonik : frekuensi antara 20 Hz – 20.000 Hz. 3. Ultrasonik : frekuensi di atas 20.000 Hz. Berdasarkan teratur tidaknya frekuensi, gelombang bunyi juga dapat dibedakan dua yaitu desah dan nada. Desah adalah gelombang bunyi yang frekuensinya tidak teratur, dan nada adalah gelombang bunyi dengan frekuensi teratur. Contoh nada adalah bunyi alat musik, sedangkan contoh desah adalah bunyi kendaraan bermotor, bunyi mesin, dan lain – lain. Hukum Marsenne  Percobaan Marsenne menyimpulkan bahwa frekuensi dawai yang bergetar bergantung pada beberapa faktor berikut: 1. Panjang dawai: makin pendek dawai, makin tinggi frekuensi yang dihasilkan. 2. Tegangan dawai: makin tegang dawai, makin tinggi frekuensi yang dihasilkan.

(39) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 22 3. Massa jenis bahan dawai: makin besar massa jenisnya, frekuensi yang dihasilkan makin rendah. 4. Luas penampang dawai: makin besar luas penampang dwai, frekuensi yang dihasilkan makin rendah. Hukum Marsenne dalam bentuk persamaan adalah sebagai berikut: (2) dimana : f = frekuensi nada (Hz), = panjang senar (m), F = tegangan senar (N), A = luas penampang senar (m2), = massa jenis senar (kg/m3). Resonansi adalah peristiwa ikut bergetarnya suatu benda akibat getaran benda lain. Untuk menimbulkan resonansi alat musik seperti gitar, gendang, dan lain – lain diberi rongga. Karena udara dalam rongga beresonansi, maka alat–alat musik berongga udara dapat menghasilkan bunyi yang lebih nyaring. Hukum pemantulan bunyi adalah : 1. Bunyi datang, bunyi pantul, dan garis normal terletak pada satu bidang datar. 2. Besar sudut datang sama dengan sudut pantul.

(40) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 23 Bunyi pantul dibedakan menjadi tiga macam, yaitu bunyi pantul yang memperkuat bunyi asli, gaung dan gema. 1. Bunyi pantul yang memperkuat bunyi asli Kuat bunyi yang terdengar bergantung pada empat faktor, yaitu : a. Amplitudo sumber bunyi, b. Jarak antara sumber bunyi dan pendengar, c. Resonansi, dan d. Jarak antar pendengar dan dinding pemantul. 2. Gaung Gaung adalah bunyi yang terdengar tidak jelas akibat sebagian bunyi pantul terdengar bersamaan dengan bunyi asli. 3. Gema Gema adalah bunyi pantul yang terdengar setelah bunyi asli. F.2 Understanding By Design Pada Materi Bunyi 1. Pertemuan Pertama Stage 1 : Identify Desired Result Tahap 1 : Mengidentifikasi Hasil yang Diinginkan Established Goals (Tujuan) : 1. Siswa dapat menjelaskan pengertian bunyi dan syarat terdengarnya bunyi. 2. Siswa dapat menjelaskan bahwa dalam perambatannya bunyi memerlukan medium. 3. Siswa dapat membedakan infrasonik, audiosonik, dan

(41) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 24 ultrasonik. 4. Siswa dapat menjelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi frekuensi bunyi pada dawai atau senar. Understandings (Pemahaman) : Siswa akan memahami bahwa : 1. Bunyi adalah gelombang longitudinal yang merambat melalui medium. 2. Bunyi dihasilkan oleh benda yang bergetar. 3. Bunyi memerlukan medium untuk merambat. Zat padat, cair dan gas adalah medium perambatan bunyi. Di ruang hampa bunyi tidak dapat merambat. 4. Bunyi memerlukan waktu untuk merambat dalam jarak tertentu. Semakin jauh jarak pendengar dari sumber bunyi maka semakin lama waktu yang ditempuh bunyi untuk merambat, dan sebaliknya. 5. Frekuensi adalah banyaknya jumlah getaran per detik. 6. Frekuensi mempengaruhi tinggi rendahnya suatu bunyi. Semakin banyak jumlah getaran per detiknya maka bunyi yang dihasilkan semakin tinggi, dan sebaliknya. 7. Amplitudo adalah simpangan terjauh pada getaran atau gelombang. Amplitudo mempengaruhi keras lemahnya bunyi. Apabila amplitudonya besar maka bunyi yang dihasilkan keras, dan sebaliknya. 8. Setiap makhluk hidup memiliki daerah frekuensi bunyi yang dapat didengar yang berbeda-beda.

(42) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 25 Essential Question (Pertanyaan Pokok) : 1. Darimana timbulnya bunyi pada gitar ? 2. Bagaimana alat musik sepeti gitar dapat menghasilkan nada rendah dan nada tinggi ? Knowledge and skills (pengetahuan dan keterampilan) : Siswa akan mengetahui : 1. Cepat rambat bunyi dalam medium berbeda-beda. 2. Semakin banyak getaran yang dihasilkan per detiknya maka nada yang dihasilkan tinggi, dan sebaliknya semakin sedikit getaran yang dihasilkan per detiknya maka nada yang dihasilkan semakin rendah. 3. Terdapat 3 daerah frekuensi bunyi: a. Infrasonik = kurang dari 20 Hz b. Audiosonik = 20 – 20.000 Hz c. Ultrasonik = lebih dari 20.000 Hz 4. Faktor –faktor yang mempengaruhi frekuensi bunyi pada dawai atau senar adalah panjang senar, tegangan senar, luas penampang senar, dan jenis senar. Siswa mampu untuk : 1. Menunjukkan adanya bunyi dari benda –benda disekitarnya seperti gitar. 2. Menjelaskan syarat terdengarnya bunyi. 3. Menunjukkan dan menjelaskan faktor –faktor yang

(43) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 26 mempengaruhi frekuensi bunyi pada dawai atau senar. Stage 2 : Determine acceptable evidence Tahap 2 : Menentukan bukti yang dapat diterima Performance Tasks (Tugas) : Tugas yang akan siswa lakukan untuk mencapai pemahaman yang diinginkan adalah : 1. Melakukan percobaan : a. Siswa menunjukkan bahwa bunyi dihasilkan oleh benda yang bergetar. b. Siswa menyelidiki bagaimana bunyi merambat melalui medium. c. Siswa menyelidiki faktor –faktor yang mempengaruhi frekuensi bunyi yang dihasilkan oleh dawai atau senar. 2. Kriteria hasil pemahaman dinilai melalui tes evaluasi akhir (post-test) Other evidence (Bukti Lain) : 1. Siswa dapat mengisi dan melengkapi LKS. Stage 3 : Learning Plan Tahap 3 : Rencana Pembelajaran 1. Guru pada awal pembelajaran mengajak siswa untuk bernyanyi. Guru meminta salah satu atau beberapa siswa yang dapat bermain gitar untuk memainkan gitar dan siswa yang lainnya

(44) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 27 bernyanyi. H 2. Setelah bernyanyi kemudian guru mengajukan pertanyaan kepada siswa. (Apakah bunyi itu? Bagaimana alat musik seperti gitar dapat menghasilkan bunyi? Bagaimana kita dapat mendengar bunyi?) Siswa diminta memberikan jawaban awal mereka mengenai pertanyaan –pertanyaan tersebut. H 3. Guru kemudian menyampaikan materi yang akan diajarkan yaitu Bunyi dan tujuan pembelajarannya. W 4. Guru menjelaskan kegiatan pembelajaran (performance tasks) yang akan dilakukan dalam proses pembelajaran. W 5. Siswa dibentuk dalam kelompok untuk melakukan percobaan. O 6. Siswa dalam kelompok diberi peralatan dan LKS untuk melakukan percobaan mengenai bunyi. Guru menjelaskan alat,bahan serta langkah –langkah percobaan yang terdapat pada LKS. E 7. Siswa dalam kelompok melakukan percobaan dan berdiskusi dengan teman kelompok dalam mengerjakan LKS dengan bimbingan guru. E,E-2 8. Setelah selesai percobaan, guru menunjuk salah satu siswa untuk mempresentasikan hasil percobaan yang telah di tulis dalam LKS. R,E-2 9. Siswa bersama dengan guru mendiskusikan hasil presentasi. R,E-2 10. Kemudian guru mengulang pertanyaan yang telah diajukan

(45) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 28 diawal yaitu bagaimana bunyi dapat kita dengar ? H,R 11. Siswa memberikan jawaban atas pertanyaan guru. E-2 12. Kemudian guru menampilkan video yang menunjukkan perambatan bunyi dengan berbagai medium yaitu padat, cair, dan gas. H 13. Siswa diajak untuk memberikan contoh-contoh lain perambatan bunyi dengan medium (zat padat, cair dan gas) selain yang terdapat dalam video. E,R. 14. Setelah melihat video, siswa dibimbing oleh guru untuk menyimpulkan bagaimana bunyi dapat didengar. (Dimana ada tiga syarat agar bunyi dapat didengar yaitu sumber bunyi, medium perambatan, dan detektor penerima bunyi) R,E-2 15. Kemudian guru bertanya kepada siswa, apabila teman kita berbicara dan kita menutup telinga apakah kita dapat mendengar suara teman kita? Bagaimana jika jarak kita jauh dengan sumber bunyi , apakah yang terjadi ?. H,E. 16. Siswa memberikan pendapat mereka mengenai jawaban tersebut dan menyempurnakan jawaban dengan bimbingan guru. R,E-2. 17. Kemudian guru memutar video yang menampilkan pembagian daerah frekuensi bunyi makhluk hidup beserta contoh makhluk hidupnya. Selanjutnya guru bertanya apa pengertian frekuensi dan amplitudo? (Tujuannya untuk mengingatkan siswa mengenai pengertian frekuensi yang sudah diajarkan pada pokok bahasan getaran dan gelombang). H.

(46) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 29 18. Guru dan siswa berdiskusi pertanyaan tersebut dan menghubungkan dengan video yang telah ditampilkan. R. 19. Siswa diberikan pertanyaan mengapa ketika kita mendengar suara motor yang bising telinga kita sakit. E,R. 20. Siswa dibimbing untuk memberikan jawaban dari pertanyaan dan mengaitkan dengan besarnya frekuensi yang terjadi. R,E-2 21. Guru mengaitkan materi frekuensi bunyi ini dengan percobaan yang telah dilakukan mengenai bunyi dari senar gitar yang bervariasi. Guru bersama-sama dengan siswa mendiskusikan faktor-faktor yang mempengaruhi bunyi dari senar/dawai yang bervariasi. R,E-2 22. Di akhir pembelajaran guru menampilkan video bunyi alat musik kolintang. Guru memberi tugas kepada siswa untuk mencari informasi bagaimana alat musik kolintang dapat menghasilkan bunyi yang berbeda-beda?. E,E-2 23. Sebelum menutup pelajaran, guru membimbing siswa menyampaikan pemahaman yang telah mereka pelajari pada pertemuan ini. E-2 2. Pertemuan Kedua Stage 1 : Identify Desired Result Tahap 1 : Mengidentifikasi Hasil yang Diinginkan Established Goals (Tujuan) : 1. Siswa dapat menjelaskan pengertian resonansi. 2. Siswa dapat menunjukkan peristiwa resonansi bunyi dalam

(47) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 30 kehidupan sehari-hari. 3. Siswa dapat menjelaskan keuntungan dan kerugian dari peristiwa resonansi bunyi. Understandings (Pemahaman) : 1. Resonansi adalah peristiwa ikut bergetarnya suatu benda akibat dari bergetarnya benda lain yang memiliki frekuensi sama. 2. Manfaat resonansi pada bunyi yaitu untuk membuat bunyi lebih nyaring missal pada alat musik. Essential Question (Pertanyaan Pokok) : 1. Apa fungsi kolom udara pada alat musik seperti gitar? Apa yang terjadi apabila kolom udara ditutup? Knowledge and skills (pengetahuan dan keterampilan) : Siswa akan mengetahui : 1. Resonansi adalah peristiwa ikut bergetarnya suatu benda akibat dari bergetarnya benda lain yang memiliki frekuensi sama. Siswa mampu untuk : 1. Menjelaskan pengertian resonansi dari demonstrasi yang ditunjukkan. 2. Menunjukkan peristiwa resonansi dari benda –benda disekitarnya seperti alat musik yang biasa dimainkan (gitar). 3. Menjelaskan manfaat peristiwa resonansi pada alat musik.

(48) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 31 Stage 2 : Determine acceptable evidence Tahap 2 : Menentukan bukti yang dapat diterima Performance Tasks (Tugas) : Tugas yang akan siswa lakukan untuk mencapai pemahaman yang diinginkan adalah : 1. Mengamati demonstrasi mengenai resonansi. Kriteria hasil pemahaman dinilai melalui tes evaluasi akhir (post-test) Other evidence (Bukti Lain) : 1.Siswa dapat mengisi dan melengkapi LKS. Stage 3 : Learning Plan Tahap 3 : Rencana Pembelajaran 1. Guru memberikan pertanyaan kepada siswa: Apa fungsi kolom udara pada alat musik seperti gitar? Apa yang terjadi jika kolom udara tersebut ditutup? H 2. Siswa memberikan jawaban awal mengenai pertanyaan guru. E. 3. Lalu guru menyampaikan materi yang akan diajarkan yaitu Resonansi dan tujuan dari pembelajaran. W 4. Guru menyampaikan performance tasks bahwa siswa akan mengamati demonstrasi resonansi.W 5. Siswa dibentuk dalam kelompok dan masing-masing siswa diberi LKS. Siswa diberi LKS untuk kemudian

(49) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 32 mengamati peristiwa resonansi yang akan didemonstrasikan. (Tujuan dari demonstrasi ini agar siswa dapat menjelaskan pengertian resonansi). E 6. Guru mendemonstrasikan peristiwa resonansi di depan kelas. Salah satu siswa ditunjuk untuk mendemonstrasikan ulang, kemudian siswa lain menuliskan hasil pengamatan pada lembar kerja siswa. O 7. Beberapa siswa dipersilahkan untuk mempresentasikan hasil pengamatan yaitu mengenai pengertian resonansi dari percobaan menggunakan bandul. R,E-2 8. Siswa dibimbing guru mendiskusikan hasil presentasi. R,E-2 9. Untuk menjawab pertanyaan guru diawal (Apa fungsi kolom yang berisi udara pada alat musik seperti gitar? Apa yang terjadi jika kolom udara tersebut ditutup?), maka salah satu siswa ditunjuk untuk memainkan gitar. Kemudian siswa mendengarkan bunyi yang terjadi, lalu siswa membandingkan bunyi yang terdengar saat kolom udara gitar ditutup. Oleh guru, siswa diajak untuk menjelaskan hasil dari pengamatan tersebut. E, R 10. Kemudian guru bersama siswa menyimpulkan fungsi kolom udara pada gitar dan akibatnya bila ditutup. R, E-2 11. Siswa oleh guru diajak memberikan contoh resonansi dalam kehidupan sehari-hari. E,R 12. Siswa diajak menjelaskan keuntungan dan kerugian akibat resonansi yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari. E,R

(50) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 33 13. Diakhir pembelajaran guru membimbing siswa menyampaikan pemahaman yang telah dipelajari pada pertemuan ini. E-2 3.Pertemuan Ketiga Stage 1 : Identify Desired Result Tahap 1 : Mengidentifikasi Hasil yang Diinginkan Established Goals (Tujuan) : 1. Siswa dapat menjelaskan hukum pemantulan bunyi. 2. Siswa dapat menjelaskan contoh dan dampak pemantulan bunyi dalam kehidupan sehari-hari. Understandings (Pemahaman) : 1. Gaung terjadi karena sebagian bunyi pantul terdengar bersamaan dengan bunyi asli sehingga bunyi asli menjadi tidak jelas. 2. Gema terjadi karena bunyi pantul terdengar setelah bunyi asli selesai diucapkan. 3. Bunyi pantul dapat memperkuat bunyi asli apabila bunyi pantul yang terdengar bersamaan dengan bunyi asli. Essential Question (Pertanyaan Pokok) : 1. Mengapa ruangan pertunjukan seni/musik dirancang khusus menggunakan peredam bunyi? Knowledge and skills (pengetahuan dan keterampilan) : Siswa akan mengetahui : 1. Hukum pemantulan bunyi adalah:

(51) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 34 a. Bunyi datang, bunyi pantul dan garis normal terletak pada satu bidang datar. b. Besar sudut datang sama dengan sudut pantul. 2. Pemantulan bunyi terdiri dari tiga macam : - Bunyi pantul yang memperkuat bunyi asli - Gaung adalah bunyi yang terdengar tidak jelas akibat sebagian bunyi pantul terdengar bersamaan dengan bunyi asli. - Gema adalah bunyi pantul yang terdengar setelah bunyi asli. 3. Pemantulan bunyi dalam ruang tertutup dapat menimbulkan gaung. 4. Gema terjadi jika letak pemantul cukup jauh dari sumber bunyi. 5. Bunyi pantul akan memperkuat bunyi asli jika jarak dinding pantul sangat dekat dengan sumber bunyi, sehingga waktu yang diperlukan bunyi pantul untuk kembali sangat singkat. Siswa mampu untuk : 1. Menggambar dan menjelaskan hukum pemantulan bunyi. 2. Menentukan sudut datang dan sudut pantul bunyi. 3. Menjelaskan contoh dan dampak pemantulan bunyi yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Stage 2 : Determine acceptable evidence Tahap 2 : Menentukan bukti yang dapat diterima Performance Tasks (Tugas) : Tugas yang akan siswa lakukan untuk mencapai pemahaman yang

(52) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 35 diinginkan adalah : 1. Melakukan percobaan pemantulan bunyi. Kriteria hasil pemahaman dinilai melalui tes evaluasi akhir (post-test) 1. Siswa dapat mengisi dan melengkapi LKS. Other evidence (Bukti Lain) : Stage 3 : Learning Plan Tahap 3 : Rencana Pembelajaran 1. Guru mengajukan pertanyaan kepada siswa, mengapa dalam ruangan pertunjukan seni/musik dirancang secara khusus dengan diberi peredam suara? H 2. Guru menjelaskan materi yang akan dipelajari yaitu Pemantulan Bunyi dan tujuan dari pembelajaran. W 3. Guru menjelaskan kegiatan pembelajaran (performance task) yang akan dilakukan dalam proses pembelajaran. W 4. Siswa dibentuk dalam kelompok untuk melakukan percobaan. O 5. Sebelum melakukan percobaan siswa diberi alat dan LKS untuk melakukan eksperimen. E 6. Guru menjelaskan alat dan langkah-langkah percobaan yang terdapat dalam LKS. W 7. Siswa dalam kelompok melakukan percobaan mengenai pemantulan bunyi melalui eksperimen. E 8. Guru menunjuk beberapa siswa untuk mempresentasikan hasil percobaan.R,E-2

(53) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 36 9. Guru dan siswa bersama–sama mendiskusikan hasil penyelidikan hukum pemantulan bunyi.R 10. Guru menjelaskan mengenai jenis-jenis bunyi pantul yaitu bunyi pantul yang memperkuat bunyi asli, gaung, dan gema. R 11. Siswa diajak memberikan contoh pemantulan bunyi yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari.E, R 12. Selain memberikan contoh pemantulan bunyi dalam kehidupan sehari-hari siswa diajak memberikan contoh pemanfaatan pemantulan bunyi. E, R 13. Diakhir pembelajaran siswa menyampaikan pemahaman yang telah mereka pelajari pada pertemuan ini. R,E-2

(54) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 37 BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Sesuai dengan tujuan penelitian untuk mengetahui efektivitas penerapan rencana pelaksanaan pembelajaran yang dilakukan dengan pendekatan Understanding By Design pada pokok bahasan bunyi untuk siswa kelas VIII SMP Stella Duce 2 Yogyakarta, maka penelitian ini merupakan penelitian eksperimental. Penelitian eksperimental mempunyai kelompok yang digunakan sebagai percobaan, yaitu kelompok yang menerima treatment. Ini adalah kelompok eksperimen. Penelitian eksperimental juga memiliki kelompok kontrol sebagai pembanding. Kelompok kontrol ini yaitu yang tidak menerima treatment (Suparno, 2010: 135- 137). B. Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di SMP Stella Duce 2, Yogyakarta. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret-April 2014 (semester genap, tahun ajaran 2013/2014). C. Subyek Penelitian Subyek penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP Stella Duce 2 Yogyakarta tahun ajaran 2013/2014. Kelas VIII Kecapi sebagai kelas kontrol dengan jumlah siswa adalah 30 siswa dan kelas VIII Kolintang sebagai kelas eksperimen dengan jumlah siswa adalah 28 siswa. 37

(55) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 38 D. Perumusan Variabel Variabel penelitian adalah suatu atribut atau sifat atau nilai dari orang, objek atau kegiatan yang mempunyai variasi tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan ditarik kesimpulannya (Sugiyono,2008:3). a. Variabel Independen (Bebas) Variabel independen yaitu variabel yang mempengaruhi atau yang menjadi sebab perubahannya atau timbulnya variabel dependen (terikat). Unsur yang menjadi variabel independen (bebas) dalam penelitian ini adalah pembelajaran dengan menggunakan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) understanding by design. b. Variabel Dependen (Terikat) Variabel dependen yaitu variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat karena adanya variabel independen (bebas). Unsur yang menjadi variabel dependen (terikat) dalam penelitian ini adalah hasil tes siswa, keaktifan siswa dan persepsi siswa. E. Instrumen Penelitian 1. Instrumen Pembelajaran. Instrumen pembelajaran yang digunakan dalam penelitian adalah : a. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). RPP pada materi bunyi disusun menggunakan pendekatan Understandings By Design. RPP pada materi ini terdiri dari 3 kali pertemuan. b. Lembar Kerja Siswa (LKS).

(56) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 39 Lembar kerja siswa berisi panduan percobaan dan soal-soal yang harus dikerjakan siswa berkaitan dengan percobaan yang dilakukan. LKS ini diharapkan dapat memudahkan siswa dalam melakukan percobaan dan membantu siswa membangun pengetahuannya sehingga tercapai tujuan dari pembelajaran yang ingin di sampaikan oleh guru. 2. Instrumen Penelitian. Instrumen penelitian terdiri dari 3 bagian yaitu, lembar pengamatan keterlaksanaan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) dan keaktifan siswa, tes, dan kuisioner persepsi siswa terhadap pembelajaran understanding by design. a. Lembar Pengamatan Keterlaksanaan RPP Pengamatan keterlaksanaan RPP yang dilaksanakan di kelas eksperimen menggunakan RPP dengan pendekatan Understanding By Design, memiliki format sebagai berikut: Tabel 3.1 Format Lembar Pengamatan Keterlaksanaan RPP No. b. Kegiatan Terlaksana Tidak Terlaksana 1. 2. Dst. Tes Tes dilakukan dua kali, pertama sebelum dilakukan pembelajaran pada materi bunyi (pre-test) dan yang kedua dilaksanakan diakhir pembelajaran materi bunyi (post-test).

(57) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 40 No. Materi 1. 2. 3. 4. Bunyi 5. 6. 7. Indikator Tabel 3.2 Kisi – Kisi Soal Pretest Jenis Soal Aspek Pemahaman Soal Uraian Bagaimana bunyi dapat Can explain dihasilkan? Uraian Bagaimana bunyi dapat Can explain sampai terdengar oleh telinga? Uraian Jelaskan perbedaan Can explain infrasonik, audiosonik dan ultrasonik! Siswa dapat menjelaskan penyebab timbulnya bunyi. Siswa dapat menjelaskan syarat terjadi dan terdengarnya bunyi oleh telinga. Siswa dapat menjelaskan kasifikasi geombang bunyi infrasonik, audisonik, dan ultrasonik. Siswa dapat menjelaskan Uraian faktor pengaruh frekuensi bunyi pada dawai. Siswa dapat menjelaskan Uraian pengaruh frekuensi bunyi pada amplitudo Siswa dapat menjelaskan Uraian peristiwa resonansi bunyi dalam kehidupan sehari – hari. Siswa dapat menjelaskan Uraian peristiwa pemantulan bunyi dalam kehidupan sehari – hari. Jelaskan mengapa ketika kita Can explain memetik gitar nada yang dihasilkan berbeda-beda? Bagaimana pengaruh Can explain amplitudo pada bunyi? Apakah pengaruh kotak udara pada gitar? Apa yang terjadi jika kotak udara tersebut ditutup? Mengapa ruang pertunjukan seni/musik dirancang khusus dengan diberi peredam bunyi? Can application and can explain (siswa dapat menggunakan pemahaman mengenai resonansi bunyi dalam menyelesaikan soal untuk kemudian dijelaskan) Can application and can explain (siswa dapat menggunakan pemahaman mengenai pemantulanbunyi dalam menyelesaikan soal untuk kemudian dijelaskan)

(58) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 41 Tabel 3.3 Kisi – Kisi Soal Posttest No Materi 1. 2. 3. 4. Bunyi 5. 6. 7. Jenis Soal Soal Siswa dapat menjelaskan Uraian Bagaimana bunyi dapat dihasilkan? penyebab timbulnya bunyi. Siswa dapat menjelaskan Uraian Bagaimana bunyi dapat sampai terdengar oleh syarat terjadi dan terdengarnya telinga? bunyi oleh telinga. Siswa dapat menjelaskan Uraian Jelaskan perbedaan infrasonik, audiosonik dan kasifikasi geombang bunyi ultrasonik! infrasonik, audisonik, dan ultrasonik. Siswa dapat menjelaskan Uraian Jelaskan mengapa ketika kita memetik gitar nada faktor pengaruh frekuensi yang dihasilkan berbeda-beda? bunyi pada dawai. Siswa dapat menjelaskan Uraian Bagaimana pengaruh amplitudo pada bunyi? pengaruh frekuensi bunyi pada amplitudo Siswa dapat menjelaskan Uraian Apakah pengaruh kotak udara pada gitar? Apa peristiwa resonansi bunyi yang terjadi jika kotak udara tersebut ditutup? dalam kehidupan sehari – hari. Indikator Aspek Pemahaman Can explain Can explain Can explain Can explain Can explain Can application and can explain (siswa dapat menggunakan pemahaman mengenai resonansi bunyi dalam menyelesaikan soal untuk kemudian dijelaskan) Siswa dapat menjelaskan Uraian 1.Mengapa ruang pertunjukan seni/musik Can application and can explain (siswa peristiwa pemantulan bunyi dirancang khusus dengan diberi peredam bunyi? dapat menggunakan pemahaman mengenai dalam kehidupan sehari – hari. 2. Tuliskan 3 contoh pemantulan bunyi dalam pemantulanbunyi dalam menyelesaikan kehidupan sehari – hari. soal untuk kemudian dijelaskan)

(59) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 42 c. Lembar Pengamatan Keaktifan Siswa Tabel 3.4 Kisi – Kisi Pengamatan Keaktifan Siswa No. 1. 2. 3. 4. Indikator keaktifan siswa Kegiatan visual Kegiatan lisan Keaktifan yang diamati Mengamati percobaan dan demonstrasi. 1. Mengemukakan suatu fakta atau prinsip, mengajukan pertanyaan, menjawab pertanyaan, mengemukakan pendapat, menanggapi pendapat dalam diskusi kelas. 2. Melakukan diskusi dengan siswa lain dalam kelompok. Kegiatan menulis Siswa mengerjakan tugas/LKS. Kegiatan motorik Melakukan percobaan. Format lembar pengamatan yang digunakan dalam penelitian adalah sebagai berikut: Tabel 3.5 Lembar Pengamatan Keaktifan Siswa No. Keaktifan yang diamati Mengemukakan suatu fakta tatu prinsip, mengajukan pertanyaan, menjawab pertanyaan, mengemukakan pendapat, menanggapi pendapat dalam diskusi kelas. Melakukan percobaan. Mengamati percobaan dan demonstrasi. Melakukan diskusi dengan siswa lain dalam kelompok. Siswa mengerjakan tugas/LKS. 1. 2. 3. 4. 5. d. Jumlah siswa yang aktif Lembar Kuisioner Persepsi Siswa Terhadap Pembelajaran. Instrument ini diberikan pada siswa untuk mendapat informasi tentang persepsi siswa terhadap pembelajaran yang sudah dilakukan yang dirancang dengan pendekatan Understanding By Design.

(60) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 43 Skala pengukuran yang digunakan pada penelitian ini adalah skala likert. Skala likert digunakan untuk mengukur sikap, pendapat, persepsi seseorang atau sekelompok orang tentang fenomena sosial (Sugiyono, 2013:93). Jawaban setiap item instrumen yang menggunakan skala likert mempunyai gradasi dari sangat positif sampai sangat negatif, yang berupa kata-kata berikut (Sugiyono, 2013:93): Sangat Setuju, Setuju, Ragu-ragu, Tidak Setuju, Sangat Tidak Setuju Berikut merupakan kuisioner persepsi siswa terhadap pembelajaran yang telah dilakukan yaitu dengan pendekatan understanding by design. Kisi – Kisi Persepsi Siswa Terhadap Pembelajaran UbD No. 1. Indikator Efektivitas Pendekatan UbD No. Pernyataan 1,2,4,5,6 2. 3. Motivasi Belajar Aktivitas Belajar Siswa 3,7,8,12 9,10,11 Tabel 3.6 Format Lembar Kuisioner Persepsi Siswa Terhadap Pembelajaran UbD No. 1. 2. 3. Pernyataan Materi pelajaran lebih mudah saya pahami dari pada yang saya bayangkan. Saya lebih mudah memahami materi karena guru mengaitkan materi pembelajaran dengan halhal kehidupan sehari-hari. Pertanyaan yang dikemukakan guru mengenai sebuah masalah menumbuhkan rasa ingin tahu. SS S R TS STS

(61) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 44 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. Saya kurang memahami materi pelajaran Penjelasan guru pada materi pembelajaran ini memudahkan saya memahami materi pelajaran. Langkah-langkah pembelajaran yang digunakan membuat saya lebih mudah memahami materi. Menurut saya pembelajaran yang dilakukan guru menarik. Langkah-langkah pembelajaran yang digunakan membosankan dan tidak menarik. Menurut saya pembelajaran yang dilakukan membuat saya dapat terlibat aktif. Menurut saya melakukan percobaan saat pembelajaran itu menyenangkan. Menurut saya bekerja dalam kelompok menyenangkan. Saya tidak memperhatikan penjelasan guru. F. Validitas Instrumen Validitas adalah mengukur atau menentukan apakah suatu tes sungguh mengukur apa yang mau diukur, yaitu apakah sesuai dengan tujuan. Pada penelitian ini validitas yang digunakan adalah content validity. Content validity yaitu mengukur apakah isi dari instrumen yang akan digunakan sungguh mengukur isi dari domain yang mau diukur (Suparno, 2010: 67-68). Untuk instrumen yang digunakan, validitasnya dikonsultasikan dengan dosen pembimbing dan guru mata pelajaran fisika disekolah.

(62) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 45 G. Teknik Analisis Data Teknik analisa data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisa kuantitatif. Data hasil penelitian dianalisis dengan langkah-langkah berikut: 1. Keterlaksanaan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Analisis ketuntasan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) adalah (Ardina. A, 2013: 50) sebagai berikut: Dimana skor 1 apabila tanda cek (√) diberikan pada kolom ‘’ya’’ dan skor 0 apabila tanda cek (√) diberikan pada kolom ‘’tidak’’. Pembelajaran dengan RPP desain UbD dikatakan terlaksana dengan baik apabila keterlaksanaan lebih dari atau sama dengan (≥) 80%. 2. Tes Untuk mengetahui sejauh mana pembelajaran menggunakan RPP pendekatan understanding by design efektif digunakan khususnya pada pokok bahasan bunyi, maka peneliti menggunakan tes berupa pretest dan post- test. Untuk mengetahui apakah siswa pada kedua kelas memiliki kemampuan yang sama dan layak untuk dibandingkan maka dilakukan TTest menggunakan SPSS yaitu Uji T independen untuk pre-test kemudian untuk mengetahui apakah pembelajaran menggunakan RPP dengan pendekatan understanding by design yang diberikan efektif untuk dilakukan, maka dilakukan T- Test menggunakan SPSS yaitu Uji T

(63) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 46 independen untuk post-test kelas eksperimen dan kelas kontrol. Uji T menunjukkan signifikansi < p, dengan p = 0,05 maka berbeda secara signifikan. Jika signifikansi > p berarti tidak berbeda secara signifikan. Setelah melakukan uji T statistik kemudian dianalisis jumlah siswa yang sudah mencapai kriteria minimal ketuntasan (KKM) yang sudah ditetapkan sekolah. KKM yang ditetapkan sekolah untuk bidang studi fisika yaitu 75. Kemudian dianalisis tingkat pemahaman siswa berdasarkan kriteria (Kartika, 2001:54) berikut: Tabel 3.7 Kriteria Tingkat Pemahaman Siswa Interval Nilai ≤ 40 41 – 55 56 – 65 66 – 79 80 – 100 3. Kriteria Pemahaman Materi Sangat Rendah Rendah Cukup Tinggi Sangat Tinggi Keaktifan Siswa Dalam Pembelajaran Data keaktifan siswa dianalisis secara kuantitatif. Data ini kemudian dideskripsikan dengan seberapa besar presentase keaktifan siswa pada tiap pertemuan: Tabel 3.8 Persentase Keaktifan Siswa Tiap Pertemuan No. 1. 2. 3. Keaktifan yang diamati Mengemukakan suatu fakta atau prinsip, mengajukan pertanyaan, menjawab pertanyaan, mengemukakan pendapat, menanggapi pendapat dalam diskusi kelas. Melakukan percobaan, mengamati percobaan dan demonstrasi. Melakukan diskusi dengan siswa lain dalam Persentase Keaktifan Siswa I II III

(64) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 47 4. kelompok. Siswa mengerjakan tugas (LKS) Setelah memperoleh nilai persentasi keaktifan siswa tiap pertemuan kemudian dirata–rata. Nilai rata–rata persentase keaktiafan siswa dari dua kelas tersebut kemudian dibandingkan sehingga dapat dilihat mana yang lebih tinggi. 4. Persepsi Siswa Terhadap Pembelajaran Untuk pernyataan positif maka diberi skor sebagai berikut: Pilihan Jawaban SS S R TS STS Skor 5 4 3 2 1 Untuk pernyataan negatif maka diberi skor sebagai berikut: Pilihan Jawaban SS S R TS STS Skor 1 2 3 4 5 Kuisioner mengenai persepsi siswa terhadap pembelajaran terdiri dari 12 butir soal. Skor tertinggi untuk seluruh item adalah jumlah pernyataan x skor tertinggi = 12 x 5 = 60. Untuk mengetahui persentase skor tiap siswa adalah sebagai berikut: Untuk menganalisis persepsi siswa pada pembelajaran understanding by design, maka digunakan kriteria sebagai berikut:

(65) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 48 Tabel 3.9 Kriteria Kualifikasi Persepsi Setiap Siswa Skor (%) ≤ 20 21 – 40 41 – 60 61 – 80 81 – 100 Kualifikasi Persepsi Sangat Negatif Negatif Netral (biasa saja) Positif Sangat Positif (Kartika.B,2001) Untuk menganalisis persepsi seluruh siswa pada pembelajaran understanding by design, maka digunakan kriteria sebagai berikut: Tabel 3.10 Kriteria Kualifikasi Persepsi Seluruh Siswa SP ≥ 75% < 75% SP+P ≥ 75% < 75% SP+P +NT ≥ 65% < 65% SP+P+ NT+N SP+P+NT+ N+SN ≥ 65% < 65% Persepsi Sangat Positif Positif Netral/Biasa Saja Negatif Sangat Negatif (Kartika.B,2001) Untuk mengetahui tingkat persetujuan siswa tiap pernyataan maka dilakukan analisis sebagai berikut: Berdasarkan skor yang telah ditetapkan maka dapat dihitung sebagai berikut: Jumlah skor ideal (kriterium) untuk seluruh item adalah = skor tertinggi x jumlah responden ( Sugiyono, 2013:95). H. Rancangan Pelaksanaan Penelitian Rancangan pelaksanaan penelitian yang akan dilaksanakan meliputi beberapa tahapan sebagai berikut :

(66) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 49 1. Tahap persiapan Dalam tahap ini, peneliti menyiapkan beberapa hal yang diperlukan dalam penelitian antara lain : a. Pengurusan izin penelitian dengan sekolah. b. Menyusun instrumen pembelajaran dan instrumen penelitian. Dalam penyusunan instrumen pembelajaran (RPP dan LKS) melibatkan guru mata pelajaran karena guru mata pelajaran bertindak sebagai pengajar saat penelitian dan dikonsultasikan dengan dosen pembimbing. Hal ini dilakukan dengan alas an guru mempunyai pengalaman belajar yang baik. c. 2. Menyiapkan alat-alat percobaan. Tahap pelaksanaan Pada tahap ini, peneliti melakukan kegiatan sebagai berikut: a. Memberikan tes kemampuan awal (pretest). b. Melakukan observasi saat pembelajaran. c. Memberikan tes evaluasi akhir (posttest). d. Pengisian kuisioner persepsi terhadap pembelajaran understanding by design. 3. Tahap analisis data Dengan berdasarkan data-data yang diperoleh dalam penenlitian, peneliti akan mengolah dan menganalisis data tersebut sehingga diakhir diambil kesimpulan. Kemudian peneliti akan menyusun laporan penelitian yang akan dilaksanankan.

(67) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 50 BAB IV PELAKSANAAN PENELITIAN, PENYAJIAN DATA, ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN Pada bab ini peneliti akan membahas mengenai pelaksanaan penelitian, menyajikan dan menganalisis data tentang “Efektivitas Penerapan Pendekatan Understanding By Design dalam Penyusunan Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dan Pelaksanaannya di SMP Stella Duce 2, Yogyakarta dengan Pokok Bahasan Bunyi’’. A. PELAKSANAAN PENELITIAN 1. Sebelum Penelitian a. Penyusunan Instrumen Sebelum melaksanakan proses pengambilan data, peneliti menyusun instrumen yang diperlukan diantaranya adalah instrumen pembelajaran dan instrumen penelitian. Instrumen pembelajaran meliputi Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang menggunakan pendekatan Understanding By Design dan Lembar Kerja Siswa (LKS). Instrumen penelitian meliputi pengamatan keterlaksanaan RPP, tes belajar seperti tes kemampuan awal (pretest), kemampuan akhir (post-test), dan kuisioner persepsi siswa terhadap pembelajaran UbD. Instrumen- instrumen disusun berdasarkan pertimbangan dosen pembimbing dan dikonsultasikan kepada guru mata pelajaran. Untuk mengukur validitas instrumen 50

(68) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 51 melalui uji validitas isi yang dikonsultasikan kepada dosen pembimbing dan guru mata pelajaran fisika. Dalam penelitian guru mata pelajaran bertindak sebagai pengajar dan peneliti sebagai observer saat pelaksanaan pembelajaran. Oleh karena guru bertindak sebagai pengajar maka dalam penyusunan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) yang menggunakan pendekatan Understanding By Design, peneliti melibatkan guru dalam penyusunannya. 2. Selama Penelitian a. Pelaksanaan Pre-test Pre test atau tes awal dilaksanakan pada dua kelas yaitu kelas VIII Kolintang sebagai kelas dengan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Understanding By Design dan kelas VIII Kecapi sebagai kelas non Understanding By Design. Pre test dilaksanakan pada tanggal 22 Maret 2014 untuk kedua kelas dengan durasi waktu 45 menit tiap kelasnya. Tes terdiri dari 7 soal, yang meliputi konsep pokok bahasan bunyi. Pre test diikuti 28 siswa untuk kelas VIII Kolintang sedangkan untuk kelas VIII Kecapi adalah 30 siswa. b. Pelaksanaan Pembelajaran 1) Pelaksanaan pembelajaran di kelas eksperimen dengam menggunakan rencana pelaksanaan pembelajaran pendekatan Understanding by Design.

(69) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 52 Pembelajaran dilaksanakan sebanyak 3 kali pertemuan pada kelas VIII Kolintang sebagai kelas eksperimen, yaitu pada tanggal 4 April 2014, 5 April 2014 dan tanggal 11 April 2014. Selama kegiatan pembelajaran, peneliti bertindak sebagai observer dengan dibantu satu rekan peneliti yang juga bertindak sebagai observer. Observasi dilakukan untuk mengamati keterlaksanaan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), keaktifan siswa dalam mengikuti kegiatan pembelajaran, serta untuk mendokumentasikan kegiatan pembelajaran yang berlangsung. Berikut ini deskripsi pelaksanaan pembelajaran yang berlangsung selama tiga kali pertemuan : a) Pertemuan Pertama Pertemuan pertama dilaksanakan pada hari Jumat, 4 April 2014 pukul 09.30 – 11.00 WIB selama 2 x 40 menit. Pada pertemuan ini pembelajaran dihadiri oleh 28 siswa. Pada pertemuan pertama ini materi yang dibahas dalam pokok bahasan bunyi adalah konsep awal mengenai pengertian bunyi, syarat terjadi dan terdengarnya bunyi, dan frekuensi bunyi. Di awal pembelajaran guru memperkenalkan peneliti beserta observer lainnya kepada siswa serta memberi pengarahan kepada siswa bahwa dengan adanya peneliti dan

(70) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 53 observer dalam kelas tersebut untuk mengikuti proses belajar mengajar di kelas. Sebelum pembelajaran, guru mengajak siswa untuk bernyanyi dengan diiringi gitar oleh salah satu observer. Dalam pelaksanaan pembelajaran siswa diajak memahami konsep bunyi dengan melakukan percobaan. Selama melakukan percobaan siswa bekerja aktif dalam kelompok dan mengerjakan LKS. Selain melakukan percobaan, pada pertemuan ini guru menampilkan video untuk memahami materi. Pembelajaran diakhiri dengan menampilkan video permainan musik kolintang dan siswa diberi tugas untuk mencari bagaimana alat musik kolintang dapat menghasilkan nada yang bervariasi. Rincian kegiatan pembelajaran yang disusun dengan panduan WHERETO pada pertemuan pertama adalah sebagai berikut: Tabel 4.1 Kegiatan Pembelajaran Pertemuan Pertama dengan Elemen WHERETO Kegiatan Pembelajaran Guru pada awal pembelajaran mengajak siswa untuk bernyanyi. Setelah bernyanyi kemudian guru mengajukan pertanyaan awal kepada siswa mengenai apa itu bunyi. Guru kemudian menyampaikan materi yang Elemen WHERETO Pada langkah ini guru menarik (hook dan hold) perhatian siswa di awal pembelajaran. Langkah ini dilakukan untuk membantu siswa

(71) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 54 akan diajarkan yaitu Bunyi ,tujuan dan kegiatan pembelajaran (performance tasks) yang akan dilakukan dalam proses pembelajaran. Siswa dibentuk dalam kelompok untuk melakukan percobaan. Siswa dalam kelompok diberi peralatan dan LKS untuk melakukan percobaan mengenai bunyi. Kemudian Guru menjelaskan alat,bahan serta langkah –langkah percobaan yang terdapat pada LKS. Siswa dalam kelompok melakukan percobaan dan berdiskusi dengan teman kelompok Siswa melakukan presentasi dan diadakan diskusi kelas. Guru mengulang pertanyaan yang telah diajukan diawal yaitu bagaimana bunyi dapat kita dengar ? Kemudian guru menampilkan video yang menunjukkan perambatan bunyi dengan berbagai medium yaitu padat, cair, dan gas untuk mengerti tujuan (why), harapan dan manfaat dari pencapaian tujuan belajar. Pada langkah ini guru mengatur (organize) pembelajaran scara efektif sehingga dapat memaksimalkan keterlibatan siswa Dalam langkah ini guru membekali (equip) siswa, membantu siswa mengalami (experience) dan mengeksplor (explore) pengetahuan siswa selain itu siswa juga dapat mengevalusi (evaluasi) dan merenungkan pemahamannya dengan mengerjakan LKS. Pada langkah ini guru membantu siswa untuk memikirkan kembali (rethink), merefleksikan (reflect), dan memperbaiki (revise) pengetahuan dan pemahaman yang dimiliki. Langkah ini dilakukan untuk menarik (hold) kembali perhatian siswa dan mengajak siswa untuk memikirkan kembali (rethink), merefleksikan (reflect) dan memperbaiki (revise) pemahaman mereka. Kegiatan ini dilakukan untuk menarik (hold) minat para siswa dan mempertahankan selam pross belajar, selain itu

(72) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 55 menampilkan video dilakukan untuk memudahkan siswa dalam memahami materi. Siswa diajak untuk Pada langkah ini guru memberikan contoh-contoh membantu siswa untuk lain perambatan bunyi dengan mengeksplor (explor) medium (zat padat, cair dan pengetahuannya serta gas) selain yang terdapat memikirkan kembali dalam video. (rethink), merefleksikan (reflect), dan memperbaiki (revise) pemahaman yang ada. Setelah melihat video, siswa Pada langkah ini guru dibimbing oleh guru untuk membantu siswa untuk menyimpulkan bagaimana memikirkan kembali bunyi dapat didengar. (rethink), merefleksikan (reflect), dan memperbaiki (revise) pengetahuan dan pemahaman yang dimiliki. Kemudian guru bertanya Kegiatan ini dilakukan kepada siswa, apabila teman untuk menarik (hold) kita berbicara dan kita minat para siswa serta menutup telinga apakah kita membantu siswa dapat mendengar suara mengalami (experience) teman kita? Bagaimana jika dan mengeksplor jarak kita jauh dengan (explore) pengetahuan sumber bunyi , apakah yang siswa terjadi ?. Siswa memberikan pendapat guru membantu siswa mereka untuk memikirkan kembali (rethink), merefleksikan (reflect), dan memperbaiki (revise) pengetahuan dan pemahaman yang dimiliki. Guru memutar video yang Kegiatan ini dilakukan menampilkan pembagian untuk menarik (hold) daerah frekuensi bunyi minat para siswa dan makhluk hidup beserta contoh mempertahankan selama makhluk hidupnya. pross belajar, selain itu menampilkan video dilakukan untuk

(73) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 56 Selanjutnya guru bertanya apa pengertian frekuensi dan amplitudo? Selain itu siswa diberikan pertanyaan mengapa ketika kita mendengar suara motor yang bising telinga kita sakit? Guru bersama-sama dengan siswa mendiskusikan faktorfaktor yang mempengaruhi bunyi senar/dawai yang bervariasi. Diakhir pembelajaran guru menampilkan video alat musik kolintang dan member tugas bagaiman alat musik kolintang dapat menghasilkan bunyi yag bervariasi. Sebelum menutup pelajaran, guru membimbing siswa menyampaikan pemahaman yang telah mereka pelajari pada pertemuan ini. memudahkan siswa dalam memahami materi. Pada langkah ini guru membantu siswa untuk mengeksplor (explor) pengetahuannya serta memikirkan kembali (rethink), merefleksikan (reflect), dan memperbaiki (revise) pemahaman yang ada. langkah ini guru membantu siswa untuk memikirkan kembali (rethink), merefleksikan (reflect), dan memperbaiki (revise) pengetahuan dan pemahaman yang dimiliki. langkah ini guru membantu siswa untuk memikirkan kembali (rethink), merefleksikan (reflect), dan memperbaiki (revise) pengetahuan dan pemahaman yang dimiliki selain itu siswa juga dapat mengevaluasi (evaluate) dan merenungkan pemahaman mereka. Pada langkah ini guru membantu siswa untuk memikirkan kembali, merefleksikan, dan memperbaiki pemahaman yang ada serta dapat mengekspresikan pemahaman mereka dengan aktif dalam diskusi kelas.

(74) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 57 b) Pertemuan Kedua Pembelajaran pertemuan kedua ini dilaksanakan pada hari Sabtu, 5 April 2014 pukul 07.00 – 08.20 selama 2 x 40 menit. Pada pertemuan ini diikuti oleh 28 siswa. Materi pembelajaran pada pertemuan kedua ini yaitu mengenai pengertian resonansi, pemanfaatan dan kerugian resonansi bunyi dalam kehidupan sehari-hari. Dalam pembelajarannya siswa ditunjukkan demonstrasi resonansi sehingga siswa dapat mendefinisikan pengertian resonansi dalam LKS masing-masing siswa. Selain itu siswa diajak untuk merumuskan manfaat resonansi pada alat musik dan kerugian yang terjadi akibat peristiwa resonansi. Pembelajaran diakhiri dengan siswa menyimpulkan apa yang telah dipelajari pada pertemuan ini dengan bimbingan guru. Rincian kegiatan pembelajaran yang disusun dengan pedoman WHERETO pada pertemuan kedua adalah sebagai berikut:

(75) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 58 Tabel 4.2 Kegiatan Pembelajaran Pertemuan Kedua dengan Elemen WHERETO Kegiatan Pembelajaran Guru bertanya apa fungsi dari kolom udara yang ada pada alat musik? Siswa memberikan jawaban awal mengenai pertanyaan guru Lalu guru menyampaikan materi yang akan diajarkan yaitu Resonansi, tujuan dari pembelajaran dan kegiatan pembelajarn yang akan dilakukan. Siswa dibentuk dalam kelompok dan masingmasing siswa diberi LKS. Guru mendemonstrasikan peristiwa resonansi di depan kelas, siswa dipersilahkan untuk melakukan percobaan. Kemudian dilakukan presentasi dan diskusi kelas. Setelah itu salah satu siswa ditunjuk untuk memainkan gitar. Kemudian siswa mendengarkan bunyi yang terjadi, lalu siswa membandingkan bunyi yang terdengar saat kolom udara gitar ditutup. Siswa oleh guru diajak memberikan contoh resonansi dalam kehidupan Elemen WHERETO Pada langkah ini guru menarik (hook dan hold) perhatian siswa di awal pembelajaran. Siswa diberi kesempatan untu mengeksplor (explor) pengetahuannya. Langkah ini dilakukan untuk membantu siswa untuk mengerti tujuan (why), harapan dan manfaat dari pencapaian tujuan belajar. Pada langkah ini guru mengatur (organize) pembelajaran secara efektif sehingga dapat memaksimalkan keterlibatan siswa. Pada langkah ini guru membantu siswa untuk memikirkan kembali (rethink), merefleksikan (reflect), dan memperbaiki (revise) pengetahuan dan pemahaman yang dimiliki. Kegiatan ini bertujuan membantu siswa untuk memikirkan kembali (rethink), merefleksikan (reflect), dan memperbaiki (revise) pengetahuan dan pemahaman yang dimiliki. Pada langkah ini guru membantu siswa untuk mengeksplor (explor)

(76) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 59 sehari-hari dan menjelaskan keuntungan dan kerugian akibat resonansi yang terjadi dalam kehidupan seharihari. Siswa menyampaikan pemahaman yang telah dipelajari pada pertemuan ini pengetahuannya serta memikirkan kembali (rethink), merefleksikan (reflect), dan memperbaiki (revise) pemahaman yang ada. Pada langkah ini guru membantu siswa untuk mengevaluasi (evaluate) dan merenungkan pemahamannya. c) Pertemuan Ketiga Pada pertemuan ketiga, pembelajaran dilaksanakan pada tanggal 11 April 2014 pukul 07.00 – 08.20 selama 2 x 40 menit, yang diikuti 28 siswa. Pembelajaran pada pertemuan ini bertujuan untuk merumuskan pengertian pemantulan bunyi, menjelaskan jenis-jenis pemantulan bunyi, dan menunjukkan peristiwa pemantulan bunyi yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Dalam pembelajaran ini, siswa melakukan percobaan untuk dapat memahami hukum pemantulan bunyi. Selama pembelajaran siswa aktif baik dalam kelompok untuk melakukan percobaan ataupun selama berdiskusi dengan guru. Pembelajaran diakhiri dengan siswa memberikan kesimpulan atas apa yang dipelajari pada pertemuan ini dengan bimbingan guru.

(77) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 60 Rincian kegiatan pembelajaran yang disusun dengan pedoman WHERETO pada pertemuan ketiga ini adalah sebagai berikut: Tabel 4.3 Kegiatan Pembelajaran Pertemuan Ketiga dengan Elemen WHERETO Kegiatan Pembelajaran Guru mengajukan pertanyaan kepada siswa, mengapa dalam ruangan pertunjukan seni/musik dirancang secara khusus dengan diberi peredam suara? Guru menjelaskan materi yang akan dipelajari yaitu Pemantulan Bunyi, tujuan dari pembelajaran dan kegiatan pembelajaran (performance task) yang akan dilakukan dalam proses pembelajaran. Siswa dibentuk dalam kelompok untuk melakukan percobaan. Sebelum melakukan percobaan siswa diberi alat dan LKS untuk melakukan eksperimen. Kemudian guru menjelaskan alat dan langkah-langkah percobaan yang terdapat dalam LKS. Siswa dalam kelompok melakukan percobaan mengenai pemantulan bunyi melalui eksperimen. Elemen WHERETO Pada langkah ini guru menarik (hook dan hold) perhatian siswa di awal pembelajaran.. Langkah ini dilakukan untuk membantu siswa untuk mengerti tujuan (why), harapan dan manfaat dari pencapaian tujuan belajar. Pada langkah ini guru mengatur (organize) pembelajaran secara efektif sehingga dapat memaksimalkan keterlibatan siswa. Dalam langkah ini guru membekali (equip) siswa dengan pengalaman yang dilengkapi dengan alat-alat dan intruksi. Guru membantu siswa mengalami (experience) dan mengeksplor (explore) pengetahuan siswa selain itu siswa juga dapat mengevalusi (evaluasi) dan merenungkan

(78) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 61 Siswa mempresentasikan hasil percobaan dan diadakan diskusi kelas. Guru menjelaskan jenisjenis bunyi pantul, kemudian siswa diajak memberikan contoh pemantulan bunyi yang terjadi dalam kehidupan sehari. Siswa diajak memberikan contoh pemanfataan pemantulan bunyi dalam kehidupan sehari-hari. Diakhir pembelajaran siswa menyampaikan pemahaman yang telah mereka pelajari pada pertemuan ini. 2) Pelaksanaan pembelajaran di pemahamannya dengan mengerjakan LKS. Pada langkah ini guru membantu siswa untuk mengeksplor (explor) pengetahuannya serta memikirkan kembali (rethink), merefleksikan (reflect), dan memperbaiki (revise) pemahaman yang ada. Pada langkah ini guru membantu siswa untuk mengeksplor (explor) pengetahuannya serta memikirkan kembali (rethink), merefleksikan (reflect), dan memperbaiki (revise) pemahaman yang ada. Pada langkah ini guru membantu siswa untuk mengeksplor (explor) pengetahuannya serta memikirkan kembali (rethink), merefleksikan (reflect), dan memperbaiki (revise) pemahaman yang ada. Pada langkah ini guru membantu siswa untuk mengevaluasi (evaluate) pemahaman yang dimiliki. kelas kontrol dengan menggunakan pembelajaran konvensional. Pembelajaran dilaksanakan sebanyak 3 kali pertemuan pada kelas VIII Kecapi sebagai kelas kontrol, yaitu pada tanggal 1 April 2014, 5 April 2014 dan tanggal 10 April 2014. Selama kegiatan pembelajaran, peneliti bertindak sebagai

(79) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 62 observer untuk mengamati jalannya pembelajaran dan keaktifan siswa dikelas. Dalam tiga kali pertemuan mengenai bunyi guru menggunakan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) yang dibuat oleh guru sendiri. Berikut ini deskripsi pelaksanaan pembelajaran yang berlangsung selama tiga kali pertemuan: a) Pertemuan Pertama Pertemuan pertama dilaksanakan pada hari Selasa, 1 April 2014 pukul 07.00 – 08.20 WIB selama 2 x 40 menit, diikuti 30 siswa. Materi yang diajarkan pada pertemuan ini adalah materi bunyi dengan diawali materi getaran dan gelombang sebagai pengantar. Selama 40 menit pembelajaran digunakan guru untuk menjelaskan materi getaran dan gelombang. Kemudian selanjutnya dilanjutkan dengan materi bunyi yaitu perambatan bunyi, syarat terdengarnya bunyi, dan pembagian daerah frekuensi bunyi. b) Pertemuan Kedua Pertemuan kedua dilksanakan pada hari Sabtu, 5 April 2014 pukul 10.10-11.30 WIB selama 2 x 40 menit, diikuti 30 siswa. Materi yang diajarkan adalah resonansi bunyi. Diakhir pelajaran siswa diberi tugas dari guru mengenai getaran dan gelombang sampai gelombang bunyi.

(80) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 63 c) Pertemuan Ketiga Pertemuan ketiga dilaksanakan pada hari Kamis, 10 April 2014 pukul 08.20 – 10.10 WIB selama 2 x 40 menit, diikuti 30 siswa. Materi yang diajarkan mengenai pemantulan bunyi. Diawal pertemuan guru mengajak siswa untuk membahas tugas yang diberikan pada pertemuan sebelumnya, kemudian baru dilanjutkan dengan pembahasan materi pemantulan. c. Pelaksanaan Post Test Post test dilaksanakan pada tanggal 26 April 2014 untuk kelas VIII Kolintang dan VIII Kecapi. Post test dilaksanakan dengan durasi waktu 45 menit untuk setiap kelasnya. Tes terdiri dari 8 soal essay mengenai materi bunyi. Post test diikuti 28 siswa kelas VIII Kolintang dan 30 siswa untuk kelas VIII Kecapi. 3. Sesudah Penelitian Setelah penelitian selesai, peneliti memeriksa hasil tes. Dari hasil tes tersebut kemudian dianalisis untuk melihat apakah ada perbedaan nilai pre-test dan nilai post-test dari kedua kelas serta melihat bagaimana persepsi siswa kelas eksperimen terhadap pembelajaran menggunakan RPP pendekatan Understanding By Design.

(81) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 64 B. PENYAJIAN DATA 1. Keterlaksanaan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) a. Pengamatan RPP Pertemuan Pertama Tabel 4.4 Pengamatan Keterlaksanaan RPP Pertemuan I No. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. Kegiatan Pada awal pembelajaran siswa- siswi bernyanyi dengan diiringi gitar. Guru mengajukan pertanyaan kepada siswa. (Apakah bunyi itu? Bagaimana alat musik seperti gitar dapat menghasilkan bunyi? Bagaimana kita dapat mendengar bunyi?) Siswa memberikan jawaban awal mengenai pertanyaan guru. Guru menyampaikan materi yang akan diajarkan yaitu Bunyi dan tujuan pembelajarannya. Guru menjelaskan kegiatan pembelajaran (performance tasks) yang akan dilakukan dalam proses pembelajaran. Siswa dibentuk dalam kelompok untuk melakukan percobaan. Siswa diberi peralatan dan LKS untuk melakukan percobaan. Guru menjelaskan alat dan bahan yang akan siswa gunakan dalam percobaan. Siswa dalam kelompok melakukan percobaan dan mengerjakan LKS. Siswa mempresentasikan hasil percobaan. Observer 1 Observer 2 Ya Tidak Ya Tidak √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √

(82) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 65 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. 18. Siswa bersama dengan guru mendiskusikan hasil presentasi. Guru mengulang pertanyaan diawal : bagaimana bunyi dapat kita dengar? Siswa memberikan jawaban atas pertanyaan guru. Guru menampilkan video animasi yang menunjukkan contoh –contoh perambatan bunyi dengan berbagai medium yaitu padat, cair, dan gas. Siswa memberikan contohcontoh perambatan bunyi dengan medium (zat padat, cair dan gas). Siswa dibimbing oleh guru untuk menyimpulkan bagaimana bunyi dapat didengar. Guru mengajukan pertanyaan kepada siswa, apabila teman kita berbicara dan kita menutup telinga apakah kita dapat mendengar suara teman kita? Bagaimana jika jarak kita jauh dengan sumber bunyi , apakah yang terjadi ? Siswa memberikan pendapat mengenai pertanyaan guru tersebut. Guru menampilkan video animasi yang menjelaskan daerah frekuensi bunyi makhluk hidup. Guru mengajukan pertanyaan kepada siswa apa pengertian frekuensi dan amplitudo? Guru dan siswa berdiskusi mengenai pertanyaan tersebut dan menghubungkan dengan video yang telah ditampilkan. √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √

(83) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 66 19. 20. 21. 22. 23. Guru mengajukan pertanyaan mengapa ketika kita mendengar suara motor yang bising maka telinga kita terasa sakit. Siswa memberikan pendapat dengan dibimbing guru. Kemudian siswa dan guru berdiskusi mengenai faktorfaktor yang mempengaruhi bunyi dari dawai. √ √ √ √ √ √ Guru menampilkan video bunyi alat musik kolintang sebagai tugas. Diakhir pembelajaran siswa menyampaikan pemahaman yang telah mereka pelajari pada pertemuan ini. √ √ √ √ b. Pengamatan RPP Pertemuan Kedua Tabel 4.5 Pengamatan Keterlaksanaan RPP Pertemuan II No. 1. 2. 3. 4. Kegiatan Guru mengajukan pertanyaan kepada siswa : Apa fungsi kolom udara pada alat musik seperti gitar? Apa yang terjadi jika kolom udara tersebut ditutup? Siswa memberikan jawaban awal Guru menyampaikan materi yang akan diajarkan yaitu Resonansi dan tujuan dari pembelajaran. Guru menyampaikan performance tasks bahwa siswa akan mengamati demonstrasi resonansi. Observer 1 Observer 2 Ya Tidak Ya Tidak √ √ √ √ √ √ √ √

(84) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 67 5. 6. 7. 8 9. 10. 11. 12. 13. Siswa dibentuk dalam kelompok dan masing-masing siswa diberi LKS. Guru mendemonstrasikan peristiwa mengenai bandul. Siswa dipersilahkan mendemonstrasikan ulang percobaan resonansi. Beberapa siswa dipersilahkan untuk mempresentasikan hasil pengamatan mengenai percobaan resonansi. Siswa dan guru mendiskusikan hasil presentasi. Salah satu siswa ditunjuk untuk memainkan gitar dan siswa mendengarkan bunyi yang terjadi, lalu siswa membandingkan bunyi yang terdengar saat kolom udara gitar ditutup Guru bersama siswa menyimpulkan fungsi kolom udara pada gitar dan akibatnya bila ditutup. Siswa diajak untuk memberikan contoh resonansi dalam kehidupan sehari-hari. Siswa diajak untuk keuntungan dan kerugian akibat resonansi yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Guru membimbing siswa menyampaikan pemahaman yang telah dipelajari pada pertemuan ini. √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √

(85) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 68 c. Pengamatan RPP Pertemuan Ketiga Tabel 4.6 Pengamatan Keterlaksanaan RPP Pertemuan III No. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. Kegiatan Guru mengajukan pertanyaan kepada siswa, mengapa dalam ruangan pertunjukan seni/musik dirancang secara khusus dengan diberi peredam suara? Guru menjelaskan materi yang akan dipelajari yaitu Pemantulan Bunyi dan tujuan dari pembelajaran. Guru menjelaskan kegiatan pembelajaran (performance task) yang akan dilakukan dalam proses pembelajaran. Siswa dibentuk dalam kelompok untuk melakukan percobaan. Siswa diberi alat dan LKS untuk melakukan percobaan. Guru menjelaskan alat dan langkah-langkah percobaan yang terdapat dalam LKS. Siswa dalam kelompok melakukan percobaan dan mengerjakan LKS mengenai pemantulan bunyi. Siswa mempresentasikan hasil percobaan. Guru dan siswa bersama – sama berdiskusi mengenai hasil penyelidikan hukum pemantulan bunyi. Guru menjelaskan mengenai jenis-jenis bunyi Observer 1 Ya Tidak √ Observer 2 Ya Tidak √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √

(86) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 69 11. pantul yaitu bunyi pantul yang memperkuat bunyi asli, gaung, dan gema. Siswa diajak memberikan contoh pemantulan bunyi yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari. 12. Siswa diajak memberikan contoh pemanfaatan pemantulan bunyi 13. Diakhir pembelajaran siswa menyampaikan pemahaman yang telah mereka pelajari pada pertemuan ini. √ √ √ √ √ √ 2. Data Hasil Tes Siswa a. Data Distribusi Nilai Hasil Tes Kelas Eksperimen 1) Distribusi Nilai Pre-Test Kelas Eksperimen Tabel 4.7 Distribusi Nilai Pre-Test Kelas Eksperimen No. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 Kode Siswa A1 A2 A3 A4 A5 A6 A7 A8 A9 A10 A11 A12 A13 A14 A15 (1) Skor untuk Tiap Soal (2) (3) (4) (5) (6) (7) 5 20 15 12 5 20 8 1 3 5 1 1 5 5 5 5 1 3 3 3 3 3 1 6 1 3 1 6 15 10 6 6 17 1 6 6 6 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 3 1 1 3 3 3 3 3 3 3 3 1 3 1 3 1 1 0 1 0 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 15 10 1 10 10 1 1 1 1 1 1 1 4 4 4 4 1 4 8 8 1 4 4 4 4 4 4 Nilai Akhir (Benar x100) : 85 14.12 20 15.29 32.94 20 24.71 50.59 44.71 21.18 20 34.12 14.12 22.35 20 22.35

(87) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 70 No. 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 Kode Siswa A16 A17 A18 A19 A20 A21 A22 A23 A24 A25 A26 A27 A28 (1) Skor untuk Tiap Soal (2) (3) (4) (5) (6) (7) 5 20 15 12 5 20 8 3 3 3 3 1 3 1 1 3 3 5 3 1 1 1 6 1 6 6 1 1 1 1 15 10 1 1 1 1 1 1 1 0 0 1 1 1 1 1 1 1 3 1 6 3 1 1 3 6 3 3 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 15 1 10 1 10 1 1 15 1 10 1 4 4 4 4 4 1 4 4 4 4 8 8 1 Nilai Akhir (Benar x100) : 85 14.12 14.12 38.82 14.12 34.12 18.82 21.18 10.59 16.47 36.47 40 42.35 8.24 2) Data Distribusi Nilai Post-Test Kelas Eksperimen Tabel 4.8 Distribusi Nilai Post Test Kelas Eksperimen No. Kode Siswa 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 A1 A2 A3 A4 A5 A6 A7 A8 A9 A10 A11 A12 A13 A14 A15 A16 A17 A18 (1) 5 1 5 5 5 1 5 5 5 5 3 1 5 5 5 5 5 1 3 (2) 20 15 20 20 10 1 20 20 20 17 20 17 10 20 17 20 20 10 20 Skor untuk Tiap Soal (3) (4) (5) (6) (7) 15 12 5 20 8 1 6 1 10 4 15 3 1 15 8 15 1 1 1 4 1 6 5 1 4 1 3 1 10 1 15 3 5 10 1 15 9 5 10 8 15 6 5 20 8 15 6 5 15 8 10 9 1 10 8 5 3 1 1 1 5 1 1 1 4 15 6 1 15 8 10 1 1 15 4 15 6 1 10 8 15 3 5 10 4 5 1 1 1 4 1 9 5 15 8 (8) 15 1 10 5 1 1 1 10 5 5 5 5 10 1 1 10 1 1 5 Nilai Akhir 100 39 77 52 33 19 60 82 84 76 66 34 37 71 54 75 63 24 66

(88) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 71 No. Kode Siswa 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 A19 A20 A21 A22 A23 A24 A25 A26 A27 A28 (1) 5 1 3 3 1 5 5 5 5 5 3 (2) 20 15 15 15 6 6 10 20 17 20 15 Skor untuk Tiap Soal (3) (4) (5) (6) (7) 15 12 5 20 8 15 6 1 1 1 1 6 1 10 8 1 1 1 15 8 5 1 1 10 4 15 3 5 1 4 15 6 1 1 4 15 6 5 10 8 15 1 1 1 4 15 3 5 10 8 15 1 1 1 8 (8) 15 1 1 10 1 1 5 10 1 10 5 Nilai Akhir 100 41 45 54 29 40 47 79 45 76 44 b. Data Distribusi Nilai Hasil Tes Kelas Kontrol 1) Distribusi Nilai Pre-Test Kelas Kontrol Tabel 4.9 Distribusi Nilai Pre-Test Kelas Kontrol Kode No. Siswa 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 B1 B2 B3 B4 B5 B6 B7 B8 B9 B10 B11 B12 B13 B14 B15 B16 B17 B18 B19 B20 (1) Skor untuk Tiap Soal (2) (3) (4) (5) (6) (7) 5 20 15 12 5 20 8 5 1 5 5 5 3 1 5 5 1 3 3 5 3 5 5 1 5 5 1 10 10 6 10 6 10 6 15 10 6 1 6 6 6 6 6 10 6 15 10 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 0 0 1 1 1 1 1 1 1 0 3 1 3 1 3 3 1 3 1 1 1 1 6 1 3 1 1 1 0 3 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 0 0 1 1 1 1 1 1 1 1 15 1 20 1 1 1 10 1 1 1 10 1 1 15 15 1 1 1 1 1 4 4 4 4 4 4 1 4 4 4 4 4 4 4 1 1 4 8 4 4 Nilai Akhir (Benarx100) : 85 45.88 22.35 47.06 27.06 24.71 27.06 24.71 32.94 27.06 17.65 22.35 17.65 28.24 36.47 37.65 18.82 22.35 27.06 31.76 23.53

(89) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 72 Kode No. Siswa 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 B21 B22 B23 B24 B25 B26 B27 B28 B29 B30 (1) Skor untuk Tiap Soal (2) (3) (4) (5) (6) (7) 5 20 15 12 5 20 8 3 5 3 5 3 5 1 3 1 5 6 6 6 6 6 6 1 1 1 1 0 1 0 1 0 1 1 0 1 0 1 9 3 3 3 3 1 3 1 1 0 1 0 0 5 1 1 0 1 1 1 15 1 0 1 10 1 1 1 15 1 1 1 1 4 4 4 1 4 4 Nilai Akhir (Benarx100) : 85 14.12 44.71 16.47 18.82 25.88 35.29 11.76 10.59 11.76 31.76 2) Distribusi Nilai Post-Test Kelas Kontrol Tabel 4.10 Distribusi Nilai Post-Test Kelas Kontrol No. Kode Siswa 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 B1 B2 B3 B4 B5 B6 B7 B8 B9 B10 B11 B12 B13 B14 B15 B16 B17 B18 B19 B20 (1) 5 5 1 5 3 5 1 3 1 5 5 1 3 5 1 5 5 3 5 5 5 (2) 20 6 6 6 6 1 6 6 17 1 6 6 1 15 6 15 6 6 10 17 1 Skor untuk Tiap Soal (3) (4) (5) (6) (7) 15 12 5 20 8 5 3 1 1 8 1 3 1 1 8 15 3 1 15 8 1 1 1 10 4 1 3 1 1 1 1 3 1 1 1 1 1 1 20 8 1 1 1 0 8 1 1 1 1 8 1 1 1 10 4 1 1 1 1 4 1 1 1 1 4 1 3 1 1 4 1 3 1 1 1 1 1 1 15 8 1 3 1 1 8 15 1 1 1 4 5 3 1 15 8 1 6 1 10 1 1 1 1 15 8 (8) 15 1 1 5 1 1 5 5 1 1 5 1 5 1 10 1 1 5 5 1 10 Nilai Akhir 100 30 22 58 27 14 19 45 30 19 33 16 17 31 24 47 26 36 52 42 42

(90) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 73 No. Kode Siswa 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 B21 B22 B23 B24 B25 B26 B27 B28 B29 B30 (1) 5 3 1 3 5 1 5 3 1 3 5 (2) 20 6 6 6 6 6 6 6 10 6 6 Skor untuk Tiap Soal (3) (4) (5) (6) (7) 15 12 5 20 8 1 1 1 1 4 1 6 1 15 1 1 1 1 1 1 1 1 1 15 1 1 6 1 15 1 1 3 1 10 8 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 3 1 15 4 1 6 1 15 4 Nilai Akhir 100 18 36 19 31 41 35 24 16 38 43 (8) 15 1 5 5 1 10 1 10 1 5 5 3. Keaktifan Siswa dalam Pembelajaran Kelas Eksperimen dan Kelas Kontrol a. Data keaktifan siswa kelas eksperimen 1) Pertemuan Pertama Berikut ini adalah data hasil keaktifan siswa pada pertemuan pertama: Tabel 4.11 Pengamatan Keaktifan Siswa Kelas Eksperimen Pertemuan I No. 1. 2. 3. 4. 5. Keaktifan yang diamati Mengajukan pertanyaan, menjawab pertanyaan, mengemukakan pendapat, menanggapi pendapat dalam diskusi kelas. Melakukan percobaan. Mengamati percobaan dan demonstrasi. Melakukan diskusi dengan siswa lain dalam kelompok. Siswa mengerjakan tugas/ LKS. Jumlah siswa yang aktif 6 19 28 28 20

(91) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 74 Berikut ini merupakan data keaktifan siswa pada aspek keaktifan poin pertama. Tabel 4.12 Daftar Pendapat dan Jawaban Siswa Kelas Eksperimen Pada Pertemuan I Siswa Keterangan 1. Dari hasil pengamatan apa yang terjadi pada senar gitar yang dipetik?  Setelah dipetik senar gitar bergetar dan menghasilkan suara yang menggema di lubang udara. Medium mana yang menghantarkan bunyi yang lebih jelas apakah gelas dengan kawat atau dengan benang? 2. 3. 4.  Gelas dengan medium kawat lebih jelas dibanding benang. Apakah terdapat pengaruh bunyi yang dihasilkan ketika medium benang atau kawat dikendorkan?  Ya, terdapat pengaruh. Ketika dikendorkan bunyi menjadi tidak jelas. Faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi bunyi senar?  Panjang, ketebalan, ketegangan, dan massa jenis senar. Guru memberi pertanyaan bagaimana bunyi dapat dihasilkan?  Bunyi dapat dihasilkan dari getaran suatu benda. Guru mengajukan pertanyaan setelah percobaan dan pengamatan menurut kalian apa saja faktor-faktor yang mempengaruhi bunyi senar?  Pencetan grip senar, lubang gitar, kekencangan dan ketebalan senar sama kuat lemahnya saat memetik senar. Guru mengajukan pertanyaan setelah percobaan dan pengamatan menurut kalian apa saja faktor-faktor yang mempengaruhi bunyi senar?  Panjang Pendeknya senar, tebal tipisnya, besar kecilnya, dan tegang kendornya. Guru mengajukan pertanyaan bagaimana menurut kalian bunyi bisa sampai terdengar oleh telinga?  Bunyi dapat terdengar oleh telinga karena bunyi

(92) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 75 merambat melalui udara sehingga terdengar oleh telinga kita. Bunyi terdengar karena ada perambatan dan gendang telinga. Guru mengajukan pertanyaan bagaimana menurut kalian bunyi bisa sampai terdengar oleh telinga?  Bunyi terdengar karena ada perambatan, ada gendang telinga, dan ada yang menghasilkan suara. Guru mengajukan pertanyaan mengapa ketika kita mndengar bunyi seperti knalpot motor yang bising telinga kita sakit?  Karena getarannya terlalu banyak sehingga membuat gendang telinga kita sakit. 5 6. 2) Pertemuan Kedua Berikut ini adalah data hasil keaktifan siswa pada pertemuan kedua: Tabel 4.13 Pengamatan Keaktifan Siswa Kelas Eksperimen Pada Pertemuan II No. 1. 2. 3. 4. 5. Keaktifan yang diamati Mengajukan pertanyaan, menjawab pertanyaan, mengemukakan pendapat, menanggapi pendapat dalam diskusi kelas. Melakukan percobaan. Mengamati percobaan dan demonstrasi. Melakukan diskusi dengan siswa lain dalam kelompok. Siswa mengerjakan tugas/LKS. Jumlah siswa yang aktif 5 7 28 28 28

(93) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 76 Berikut ini merupakan data keaktifan siswa pada aspek keaktifan poin pertama: Tabel 4.14 Daftar Pendapat dan Jawaban Siswa Kelas Eksperimen Pada Pertemuan II Siswa Keterangan 1. Guru mengajukan pertanyaan bagaimana alat musik kolintang dapat menghasilkan bunyi yang bervariasi?  Kolintang menghasilkan bunyi bervariasi dengan cara dipukul. 2. Guru mengajukan pertanyaan bagaimana alat musik kolintang dapat menghasilkan bunyi yang bervariasi?  Kolintang menghasilkan bunyi dengan cara dipukul sehingga balok bergetar dan menghasilkan nada. Balok yang pendek menghasilkan nada yang tinggi dan balok yang panjang menghasilkan nada rendah. 3. Siswa mempresentasikan hasil pengamatan:  Benda yang memiliki panjang yang sama akan berayun bersamaan.  Resonansi adalah ikut begetarnya suatu benda karena memiliki frekuensi yang sama. 4. Guru mengajukan pertanyaan apa syarat terjadinya resonansi?  Syarat terjadi resonansi ketika memiliki frekuensi yang sama. 5 Guru mengajukan pertanyaan apa kegunaan lubang udara pada alat musik?  Gunanya supaya volume bunyi gitar lebih keras.

(94) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 77 3) Pertemuan Ketiga Berikut ini adalah data keaktifan siswa pada pertemuan ketiga: Tabel 4.15 Pengamatan Keaktifan Siswa Kelas Eksperimen Pada Pertemuan III No. 1. 2. 3. 4. 5. Keaktifan yang diamati Mengajukan pertanyaan, menjawab pertanyaan, mengemukakan pendapat, menanggapi pendapat dalam diskusi kelas. Melakukan percobaan. Mengamati percobaan dan demonstrasi. Melakukan diskusi dengan siswa lain dalam kelompok. Siswa mengerjakan tugas/LKS. Jumlah siswa yang aktif 7 28 28 28 27 Berikut ini merupakan data keaktifan siswa pada aspek poin pertama: Tabel 4.16 Daftar Pendapat dan Jawaban Siswa Kelas Eksperimen Pada Pertemuan III Siswa Keterangan 1. Siswa melakukan presentasi dengan menggambar skema pemantulan bunyi.’  Hubungan sudut datang bunyi dan sudut pantul bunyi yaitu besar sudut pantul bunyi sama dengan besar sudut datang bunyi. 2. Guru mengaukan pertanyaan apa itu gema?  Suara yang berulang-ulang. 3. Guru mengajukan pertanyaan apa beda gema dan gaung?  Gema itu bunyi yang berulang-ulang,kalo gaung suaranya tidak jelas. 4. Guru mengajukan pertanyaan coba apa saja contoh pemantulan bunyi yang terjadi dalam kehiduan sehari-

(95) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 78 hari?  Digunung, lembah suaranya berulang-ulang. Guru mengajukan pertanyaan coba apa saja contoh pemantulan bunyi yang terjadi dalam kehiduan seharihari?  Sumur, suaranya terdengar belakangan. Guru mengajukan pertanyaan coba apa contoh pemanfaatan pemantulan bunyi dalam kehidupan sehari-hari  Kelewar untuk mencari mangsa. Guru mengajukan pertanyaan coba apa contoh pemanfaatan pemantulan bunyi dalam kehidupan sehari-hari  Rumah sakit USG. 5 6. 7. b. Data Keaktifan siswa kelas kontrol a. Pertemuan pertama Berikut merupakan data keaktifan siswa dikelas: Tabel 4.17 Pengamatan Keaktifan Siswa Kelas Kontrol Pada Pertemuan I No 1. 2. 3. 4. 5. Keaktifan yang diamati Mengajukan pertanyaan, menjawab pertanyaan, mengemukakan pendapat, menanggapi pendapat dalam diskusi kelas. Melakukan percobaan. Mengamati percobaan dan demonstrasi. Melakukan diskusi dengan siswa lain dalam kelompok. Siswa mengerjakan tugas/LKS. Jumlah siswa yang aktif 2 1 30 -

(96) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 79 Berikut ini merupakan data keaktifan siswa pada aspek poin pertama: Tabel 4.18 Daftar Pendapat dan Jawaban Siswa Kelas Kontrol Pada Pertemuan I Siswa Keterangan 1. Guru mengajukan pertanyaan apa itu gelombang?  Sesuatu untuk menyampaikan sesuatu. 2. Guru mengajukan pertanyaan getaran itu apa?  Gerakan bolak balik melalui titik setimbang. b. Pertemuan Kedua Berikut data keaktifan siswa kelas kontrol pada pertemuan kedua: Tabel 4.19 Pengamatan Keaktifan Siswa Kelas Kontrol Pada Pertemuan II No. 1. 2. 3. 4. 5. Jenis Keaktifan Mengajukan pertanyaan, menjawab pertanyaan, mengemukakan pendapat, menanggapi pendapat dalam diskusi kelas. Melakukan percobaan. Mengamati percobaan dan demonstrasi. Melakukan diskusi dengan siswa lain dalam kelompok. Siswa mengerjakan tugas/LKS. Jumlah siswa yang aktif 4 30 -

(97) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 80 Berikut ini merupakan data keaktifan siswa pada aspek poin pertama: Tabel 4.20 Daftar Pendapat dan Jawaban Siswa Kelas Kontrol Pada Pertemuan II Siswa 1. 2. 3. Keterangan Guru memberikan pertanyaan bagaimana kolintang menghasilkan nada yang bervariasi?  Dengan mengubah ukuran panjang balok. Guru mengajukan pertanyaan definisi resonansi?  Ikut bergetarnya suatu benda karena benda yang lain. Guru mengajukan pertanyaan apa syarat terjadinya resonansi?  Ada benda yang bergetar. c. Pertemuan ketiga Berikut data keaktifan siswa kelas kontrol pada pertemuan ketiga: Tabel 4.21 Pengamatan Keaktifan Siswa Kelas Kontrol Pada Pertemuan III No. 1. 2. 3. 4. 5. Keaktifan yang diamati Mengajukan pertanyaan, menjawab pertanyaan, mengemukakan pendapat, menanggapi pendapat dalam diskusi kelas. Melakukan percobaan. Mengamati percobaan dan demonstrasi. Melakukan diskusi dengan siswa lain dalam kelompok. Siswa mengerjakan tugas/LKS. Jumlah siswa yang aktif 6 -

(98) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 81 Berikut ini merupakan data keaktifan siswa pada aspek poin pertama: Tabel 4.22 Daftar Pendapat dan Jawaban Siswa Kelas Kontrol Pada Pertemuan III Siswa 1. 2. 3. 4. 5. 6. Keterangan Guru bertanya mengenai tugas yang diberikan pada pertemuan sebelumnya, pengertian getaran dalam fisika:  Getaran adalah gerak bolak balik disekitar titik setimbang. Apa yang dimaksud dengan gelombang?  Usikan merambat dari satu tempat ke tempat yang lain akibat adanya perambatan energi. Tuliskan 5 contoh sumber getaran di kehidupan sehari-hari:  Getaran pada bandul jam, getaran pada pita suara, getaran pada ujung penggaris, getaran pada senar gitar, getaran pada handphone. Pengertian dari satu getaran ?  Satu getaran adalah getaran dari titik awak ke titik tersebut melalui titik keseimbangannya. Pengertian periode?  Waktu yang diperlukan untuk satu periode. Apa beda gema dan gaung?  Gaung itu didalam ruangan. Apa beda gema dan gaung?  Gema itu bunyi pantul terdengar setelah bunyi asli, sedangkan gaung adalah bunyi yang bunyi pantulnya terdengar bersamaan bunyi asli. Manfaat pemantulan bunyi dalam kehidupan sehari-hari?  Digunakan untuk mengetahui kedalaman laut.

(99) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 82 4. Persepsi Siswa Terhadap Pembelajaran Understanding By Design Tabel 4.23 Data Persepsi Siswa Kelas Eksperimen Terhadap Pembelajaran Understanding By Design Kode Siswa A1 A2 A3 A4 A5 A6 A7 A8 A9 A10 A11 A12 A13 A14 A15 A16 A17 A18 A19 A20 A21 A22 A23 A24 A25 A26 A27 A28 1 S S S S S S SS SS SS S SS S R S R S SS S S SS S S R S R S S R 2 3 S R S SS S S S S SS R R SS SS SS S S SS S S S SS SS S R S S S S S S S SS SS S S S S SS SS SS S S S S R S S S S S S S S R S S 4 S TS R R R R TS STS STS R TS R R S R S S TS R R TS R S R R R R S 5 S S R S SS S SS S S S SS R R S R R R SS SS S S S R S S S R R No.Pernyataan 6 7 8 9 S SS TS S S SS STS S S S TS R R S TS S SS S TS SS S SS TS S S S TS SS S S STS S R R R S S R S S SS SS STS S S R S R S S R R S R R S S S TS S SS S S R R S TS TS S SS R S S S TS S SS S S S S S TS R R S R R R S TS R S S R R S S TS R S S TS S S R TS R R SS TS S 10 S S S SS SS S R S S S S S SS SS SS S SS SS S SS S S S S SS S S SS 11 S SS S SS SS SS SS S S S SS R S R SS S SS SS R S S S S S S SS R SS 12 TS STS R TS STS STS TS STS STS S STS R R R TS SS SS TS TS SS TS R R R TS R R R

(100) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 83 C. ANALISIS DATA 1. Keterlaksanaan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Analisis keterlaksanaan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) setiap pertemuannya adalah sebagai berikut : a. Keterlaksanaan RPP Pertemuan I 1) Observer 1 Skor terlaksana yang diperoleh adalah 22. Maka keterlaksanaan RPP pada pertemuan I menurut observer 1 adalah: 2) Observer 2 Skor terlaksanan yang diperoleh adalah 22. Maka keterlaksanaan RPP pada pertemuan I menurut observer 2 adalah: b. Keterlaksanaan RPP Pertemuan II 1) Observer 1 Skor keterlaksanaan yang diperoleh adalah 12. Maka keterlaksanaan RPP pada pertemuan II menurut observer 1 adalah:

(101) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 84 2) Observer 2 Skor keterlaksanaan yang diperoleh adalah 12. Maka keterlaksanaan RPP pada pertemuan II menurut observer 2 adalah: c. Keterlaksanaan RPP Pertemuan III 1) Observer 1 Skor terlaksana yang diperoleh adalah 13. Maka keterlaksanaan RPP pada pertemuan III menurut observer 1 adalah : 2) Observer 2 Skor terlaksana yang diperoleh adalah 13. Maka keterlaksanaan RPP pada pertemuan III menurut observer 2 adalah :

(102) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 85 Dari rincian rata-rata keterlaksanaan 1-3 diperoleh keterlaksanaan keseluruhan adalah : 2. Hasil Tes Siswa (Pre-Test dan Post-Test) a. Uji T Independent Group Pre-Test Kedua Kelas Tabel 4.24 Nilai Pre-Test Kelas Eksperimen dan Kelas Kontrol No. Kode Siswa 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 A1 A2 A3 A4 A5 A6 A7 A8 A9 A10 A11 A12 A13 A14 Nilai Pre-test Kelas Eksperimen 14.12 20 15.29 32.94 20 24.71 50.59 44.71 21.18 20 34.12 14.12 22.35 20 Kode Siswa B1 B2 B3 B4 B5 B6 B7 B8 B9 B10 B11 B12 B13 B14 Nilai Pre-test Kelas Kontrol 45.88 22.35 47.06 27.06 24.71 27.06 24.71 32.94 27.06 17.65 22.35 17.65 28.24 36.47

(103) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 86 No. Kode Siswa 15 A15 16 A16 17 A17 18 A18 19 A19 20 A20 21 A21 22 A22 23 A23 24 A24 25 A25 26 A26 27 A27 28 A28 29 30 Rata-rata kelas Nilai Pre-test Kelas Eksperimen 22.35 14.12 14.12 38.82 14.12 34.12 18.82 21.18 10.59 16.47 36.47 40 42.35 8.24 Kode Siswa B15 B16 B17 B18 B19 B20 B21 B22 B23 B24 B25 B26 B27 B28 B29 B30 24.50 Nilai Pre-test Kelas Kontrol 37.65 18.82 22.35 27.06 31.76 23.53 14.12 44.71 16.47 18.82 25.88 35.29 11.76 10.59 11.76 31.76 26.12 Tabel 4.25 Perbandingan Mean Pre-Test Kedua Kelas Kode Nilai N Mean Std. Deviation Std. Error Mean Eksperimen 28 24.4964 11.45550 2.16489 Kontrol 30 26.1173 9.84537 1.79751 Berdasarkan tabel 4.25, dapat dilihat bahwa nilai mean pre test kelas kontrol lebih tinggi dari pada kelas eksperimen yaitu 26.12 > 24.50.

(104) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 87 Tabel 4.26 Uji T Independent Group Pre-Test Kedua Kelas Levene's Test for Equality of Variances F Nilai Equal variances assumed Equal variances not assumed 1.486 t-test for Equality of Means Sig. t Sig. (2Mean tailed) Difference df Std. Error Difference 95% Confidence Interval of the Difference Lower Upper 56 .565 -1.62090 3.9862 2.79905 7.2280 6 7 -.576 53.421 .567 -1.62090 4.0219 2.81385 7.2637 3 4 .228 -.579 Langkah 1. Dilakukan terlebih dahulu uji varian (Levene’s Test for Equality for Variances) untuk melihat apakah varian data sama atau berbeda. Jika sig < 0.05 varian data berbeda, sedangkan sig > 0.05 maka varian data sama. Dari tabel diperoleh F = 1.486 dengan sig 0.228. Karena sig > 0.05 maka dapat dikatakan bahwa tidak ada perbedaan varian antara antara kedua kelompok. Langkah 2. Karena hasil uji varian data adalah sama maka lajur yang digunakan adalah lajur equal variances assumed (data diasumsikan sama). Pada tabel 4.26 tampak bahwa sig. (2-tailed) adalah 0,565. Dimana p = 0.565 > 0.05, sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak ada perbedaan rata – rata nilai kemampuan awal (pretest) antara kedua kelas tersebut secara signifikan.

(105) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 88 b. Uji T Independent Group Post –Test Kedua Kelas. Tabel 4.27 Nilai Post-Test Kelas Eksperimen dan Kelas Kontrol No. Kode Siswa 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 A1 A2 A3 A4 A5 A6 A7 A8 A9 A10 A11 A12 A13 A14 A15 A16 A17 A18 A19 A20 A21 A22 A23 A24 A25 A26 Nilai Post-test Kelas Eksperimen 39 77 52 33 19 60 82 84 76 66 34 37 71 54 75 63 24 66 41 45 54 29 40 47 79 45 27 A27 28 A28 29 30 Rata –rata kelas Kode Siswa Nilai Post-test Kelas Kontrol B1 B2 B3 B4 B5 B6 B7 B8 B9 B10 B11 B12 B13 B14 B15 B16 B17 B18 B19 B20 B21 B22 B23 B24 B25 B26 30 22 58 27 14 19 45 30 19 33 16 17 31 24 47 26 36 52 42 42 18 36 19 31 41 35 76 B27 24 44 B28 B29 B30 16 38 43 54 31.95

(106) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 89 Tabel 4.28 Perbandingan Mean Post-Test Kedua Kelas KODE N NILAI Eksperimen Kontrol Mean Std. Deviation Std. Error Mean 28 54.00 18.980 3.587 30 31.03 11.722 2.140 Berdasarkan tabel 4.28, dapat dilihat bahwa nilai mean pre test kelas kontrol lebih tinggi daripada kelas eksperimen yaitu 54.00 > 31.03. Tabel 4.29 Uji T Independent Group Post Test Kedua Kelas Levene's Test for Equality of Variances F NILAI Equal variances assumed Equal variances not assumed Sig. 9.845 t-test for Equality of Means T Sig. (2tailed) Df Mean Difference Std. Error Difference 95% Confidence Interval of the Difference Lower Upper 56 .000 22.967 4.112 14.730 31.20 3 5.499 44.408 .000 22.967 4.177 14.551 31.38 2 .003 5.586 Langkah 1. Dilakukan terlebih dahulu uji varian (Levene’s Test for Equality for Variances) untuk melihat apakah varian data sama atau berbeda. Jika sig < 0.05 varian data berbeda, sedangkan sig > 0.05 maka varian data sama. Dari tabel diperoleh F = 9.845 dengan sig 0.003. Karena sig < 0.05 maka dapat dikatakan bahwa varians data kedua kelompok berbeda. Langkah 2. Karena hasil uji varian data adalah berbeda maka lajur yang digunakan adalah lajur equal variance not

(107) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 90 assumed (data diasumsikan berbeda). Pada tabel 4.26 tampak bahwa sig. (2-tailed) adalah 0.000. Dimana p = 0.000 > 0.05, sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak ada perbedaan nilai kemampuan awal (pretest) antara kedua kelas tersebut secara signifikan. c. Ketuntasan Hasil Belajar Siswa Disekolah yang peneliti teliti memiliki standar kriteria kelulusan minimal (KKM) yaitu 75. Berikut ini adalah kriteria hasil belajar siswa untuk kedua kelas. Tabel 4.30 Ketuntasan Hasil Belajar Siswa Kelas Eksperimen No. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 Kode Siswa A1 A2 A3 A4 A5 A6 A7 A8 A9 A10 A11 A12 A13 A14 A15 A16 A17 A18 A19 A20 A21 A22 A23 Nilai 39 77 52 33 19 60 82 84 76 66 34 37 71 54 75 63 24 66 41 45 54 29 40 Kriteria Tidak Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas

(108) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 91 No. 24 25 26 27 28 Kode Siswa A24 A25 A26 A27 A28 Nilai 47 79 45 76 44 Kriteria Tidak Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tabel 4.31 Persentase Tes Hasil Belajar Siswa Kelas Eksperimen Jumlah siswa Kriteria Presentase 7 Tuntas 25% 21 Tidak Tuntas 75% Tabel 4.32 Ketuntasan Hasil Belajar Kelas Kontrol No. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 Kode Siswa B1 B2 B3 B4 B5 B6 B7 B8 B9 B10 B11 B12 B13 B14 B15 B16 B17 B18 B19 B20 B21 B22 Nilai 30 22 58 27 14 19 45 30 19 33 16 17 31 24 47 26 36 52 42 42 18 36 Kriteria Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas

(109) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 92 No. 23 24 25 26 27 28 29 30 Kode Siswa B23 B24 B25 B26 B27 B28 B29 B30 Nilai 19 31 41 35 24 16 38 43 Kriteria Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tabel 4.33 Persentase Tes Hasil Belajar Siswa Kelas Kontrol Jumlah Siswa 0 30 Kriteria Tuntas Tidak Tuntas Presentase 0% 100% Berdasarkan tabel diatas untuk kelas eksperimen siswa yang tuntas atau nilainya diatas atau sama dengan KKM ada 7 siswa dengan persentase 25%, sedangkan untuk kelas kontrol siswa yang nilainya diatas atau sama dengan KKM ada 0 siswa dengan persentase 0%. Jika dibandingkan menurut persentase ketuntasan hasil belajar maka kelas eksperimen lebih baik dibandingkan dengan kelas kontrol. d. Analisis Tingkat Pemahaman Kedua Kelas Untuk menganalisis tingkat pemahaman siswa ditentukan berdasarkan kriteria (Kartika, 2001:54) berikut: Tabel 4.34 Kriteria Tingkat Pemahaman Siswa Interval Nilai ≤ 40 41 – 55 Kriteria Pemahaman Materi Sangat Rendah Rendah

(110) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 93 Interval Nilai 56 – 65 66 – 79 80 – 100 Kriteria Pemahaman Materi Cukup Tinggi Sangat Tinggi Tabel 4.35 Kualifikasi Kriteria Pemahaman Siswa Kelas Eksperimen Kode Siswa A5 A17 A22 A4 A11 A12 A1 A23 A19 A28 A20 A26 A24 A3 A14 A21 A6 A16 A10 A18 A13 A15 A9 A27 A2 A25 A7 A8 Nilai 19 24 29 33 34 37 39 40 41 44 45 45 47 52 54 54 60 63 66 66 71 75 76 76 77 79 82 84 Kriteria Sangat Rendah Sangat Rendah Sangat Rendah Sangat Rendah Sangat Rendah Sangat Rendah Sangat Rendah Sangat Rendah Rendah Rendah Rendah Rendah Rendah Rendah Rendah Rendah Cukup Cukup Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Sangat Tinggi Sangat Tinggi

(111) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 94 Tabel 4.36 Kualifikasi Kriteria Pemahaman Siswa Kelas Kontrol Kode Siswa B5 B11 B28 B12 B21 B6 B9 B23 B2 B14 B27 B16 B4 B1 B8 B13 B24 B10 B26 B17 B22 B29 B25 B19 B20 B30 B7 B15 B18 B3 Nilai 14 16 16 17 18 19 19 19 22 24 24 26 27 30 30 31 31 33 35 36 36 38 41 42 42 43 45 47 52 58 Kriteria Sangat Rendah Sangat Rendah Sangat Rendah Sangat Rendah Sangat Rendah Sangat Rendah Sangat Rendah Sangat Rendah Sangat Rendah Sangat Rendah Sangat Rendah Sangat Rendah Sangat Rendah Sangat Rendah Sangat Rendah Sangat Rendah Sangat Rendah Sangat Rendah Sangat Rendah Sangat Rendah Sangat Rendah Sangat Rendah Rendah Rendah Rendah Rendah Rendah Rendah Rendah Cukup

(112) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 95 Tabel. 4.37 Kriteria Pemahaman Siswa Kelas Eksperimen dan Kelas Kontrol Kriteria Pemahaman Siswa Sangat Rendah Rendah Cukup Tinggi Sangat Tinggi Kelas Eksperimen 8 8 2 8 2 Kelas Kontrol 22 7 1 - Dari hasil analisis kualifikasi pemahaman siswa pada pokok bahasan bunyi diperoleh bahwa siswa kelas eksperimen memiliki pemahaman yang lebih baik dibanding dengan siswa pada kelas kontrol. Dari hasil analisis data ketuntasan siswa kelas eksperimen hanya beberapa siswa yang mencapai kriteria ketuntasan minimal sehingga berikut ini akan disajikan kembali deskripsi jawaban siswa untuk melihat kesalahan siswa dalam menjawab soal – soal posttest. Berikut ini deskripsi jawaban tes evaluasi (post-test) untuk soal no.1 dalam bentuk tabel: Tabel 4.38 Deskripsi Jawaban Posttest Soal Nomor 1 No. Identifikasi 1. Pemahaman konsep bagaimana bunyi dihasilkan Jawaban Siswa Menjelas kan jawaban dengan benar. Kurang Kelas Eksperimen A2, A3, A4, A6, A7, A8, A9, A12, A13, A14, A15, A16, A23, A24, A25, A26, A27 A10, A18, Persentase 60,71% 17,85 %

(113) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 96 tepat dalam menjelask an jawaban. Tidak menjelask an jawaban dengan benar. A20, A21, A28 A1,A5,A11, A17,A19,A2 2 21,42 % Dari tabel dapat dilihat bahwa 60,71% siswa sudah memiliki pemahaman mengenai konsep bagaimana bunyi dihasilkan karena siswa-siswa tersebut sudah dapat menjelaskan dengan benar sesuai dengan indikator pemahaman yaitu menjelaskan (can explain) yang ingin dicapai. Hasil deskripsi jawaban tes evaluasi dalam bentuk tabel untuk soal nomor 2, sebagai berikut: Tabel 4.39 Deskripsi Jawaban Posttest Soal Nomor 2 No. 2. Jawaban Siswa Pemahaman Menyebutkan konsep dan terjadi dan menjelaskan terdengar aspek-aspek nya bunyi terjadi dan ditelinga terdengarnya bunyi dengan lengkap dan benar. Memahami soal, tetapi tidak lengkap menyebutkan Identifikasi Kelas Eksperimen A2, A6, A7, A8, A10, A11, A13, A14, A15, A16, A17, A18, A21, A25, A27 A1, A3, A12, A17, A19, A20, A22, A23, Persentase 53,57 % 39,28 %

(114) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 97 dan A24, A26, menjelaskan A28 aspek-aspek terjadi dan terdengarnya bunyi. Tidak A4, A5 menyebutkan dan menjelaskan aspek terjadi dan terdengarnya bunyi dengan lengkap dan benar. 7,14 % Dari tabel diperoleh 53,57% siswa sudah memiliki pemahaman akan konsep bagaimana terjadi dan terdengarnya bunyi terlihat bahwa siswa-siswa tersebut sudah dapat menjelaskan dengan benar proses terjadi dan terdengarnya bunyi sampai ketelinga. Hal ini sesuai dengan indikator pemahaman yang ingin dicapai yaitu menjelaskan (explain). Hasil deskripsi jawaban tes evaluasi dalam bentuk tabel untuk soal nomor 3, sebagai berikut: Tabel 4.40 Deskripsi Jawaban Posttest Soal Nomor 3 No. Identifikasi 3. Pemahaman adanya pembagian daerah frekuensi bunyi. Jawaban Siswa Menjelaskan perbedaan daerah frekuensi bunyi dengan benar. Kelas Eksperimen A2, A3, A6, A7, A8, A9, A13, A15, A16, A19, A23, A24, A25, A26, A27, A28 Persentase 57,14 %

(115) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 98 Tidak menjelaskan secara tepat perbedaan daerah frekuensi bunyi. A1, A4, A5, A10, A11, A12, A14, A17, A18, A20, A21, A22 42,85 % Dari tabel diperoleh 57,14% siswa sudah memiliki pemahaman tentang adanya pembagian daerah frekuensi bunyi yang dapat didengar dan dalam skala frekuensi berapa daerahdaerah tersebut dibagi. Hal ini terlihat karena siswa dapat menjelaskan (can explain) perbedaan daerah-daerah frekuensi bunyi dengan benar. Hasil deskripsi jawaban tes evaluasi dalam bentuk tabel untuk soal nomor 4, sebagai berikut: Tabel 4.41 Deskripsi Jawaban Posttest Soal Nomor 4 No. Identifikasi Jawaban Siswa 4. Pemahaman mengenai faktor-faktor yang mempengaru hi frekuensi dawai. Menjelas kan faktor – faktor yang mempengar uhi frekuensi dawai dengan lengkap dan benar. Tidak menjelaskan faktor – faktor yang mempengar uhi Kelas Eksperimen Persentase - - A1, A2, A4, A5, A6, A7, A8, A9, A10, A11, A13, A15, A16, A18, 71,42 %

(116) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 99 Dari tabel frekuensi A19, A20, dawai A23, A24, dengan A25, A27. lengkap. Tidak A3, A12, menjelaskan A14, A17, jawaban A21, A22, faktor – A26, A28 faktor yang 28,57 % mempengar uhi frekuensi dawai dengan benar. diperoleh 71,4% siswa belum dapat menjelaskan faktor –faktor yang mempengaruhi frekuensi dawai dengan lengkap dan 28,57% siswa tidak menjelaskan faktor – faktor yang mempengaruhi frekuensi dawai dengan benar. Hasil deskripsi jawaban tes evaluasi dalam bentuk tabel untuk soal nomor 5, sebagai berikut: Tabel 4.42 Deskripsi Jawaban Posttest Soal Nomor 5 No. Identifikasi 5. Pemahaman mengenai pengaruh amplitudo terhadap bunyi yang dihasilkan. Jawaban Siswa Kelas Eksperimen Menjelaskan pengaruh amplitudo terhadap bunyi dengan benar. A4, A6, A7, A8, A9, A16, A18, A23, A25, A27 Tidak menjelaskan pengaruh amplitudo terhadap bunyi dengan A1, A2, A3, A5, A10, A11, A12, A13, A14, A15, A17, A19, A20, A21, A22, Persentase 35,71 % 64,28 %

(117) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 100 benar. A24, A26, A28 Dari tabel diperoleh hanya 35,71% atau 10 dari 28 siswa yang sudah memiliki pemahaman mengenai pengaruh amplitudo terhadap bunyi yang dihasilkan karena dapat menjelaskan dengan benar namun terdapat 64,28% siswa tidak dapat menjelaskan pengaruh amplitudo terhadap bunyi yang dihasilkan dengan benar. Hasil deskripsi jawaban tes evaluasi dalam bentuk tabel untuk soal nomor 6, sebagai berikut: Tabel 4.43 Deskripsi Jawaban Posttest Soal Nomor 6 No. Identifikasi Jawaban Siswa Kelas Eksperimen 6. Pemahaman peristiwa resonansi bunyi. Menjelaskan jawaban dengan benar. A2, A8, A9, A13, A14, A18, A21, A1, A5, A6, A7, A10, A15, A16, A20, A22, A25, A27 Tidak menjelaskan jawaban dengan benar. A3, A4, A11, A12, A17, A19, A24, A24, A26, A28 Persentase 64,28 % 35,71 % Dari tabel diperoleh hanya 64,28% atau 18 dari 28 siswa sudah memiliki pemahaman mengenai konsep resonansi bunyi. Hal ini dapat dilihat dari jawaban siswa dimana siswa dapat

(118) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 101 menggunakan dan menginterpretasikan (menarik kesimpulan) pengetahuan yang sudah dipelajari mengenai resonansi lalu menjelaskan dengan benar. Hasil deskripsi jawaban tes evaluasi dalam bentuk tabel untuk soal nomor 7, sebagai berikut: Tabel 4.44 Deskripsi Jawaban Posttest Soal Nomor 7 No. Identifikasi 7. Pemahaman mengenai peristiwa pemantulan bunyi. Jawaban Siswa Kelas Eksperimen Menjelaskan jawaban dengan benar. A2, A7, A8, A9, A10, A15, A18, A20, A21, A25, A27, A28 42,85 % Tidak menjelaskan jawaban secara tepat. A1, A3, A4, A12, A14, A16, A17, A22, A23, A24, A26 57,14 % Tidak menjelaskan jawaban dengan benar. A5, A6, A11, A13, A19 Persentase 17,85 % Dari tabel. diperoleh 42,83% sudah memiliki pemahaman mengenai konsep pemantulan bunyi dengan menjelaskan jawaban dengan benar namun terdapat 57,14% siswa yang belum secara tepat menjelaskan menggunakan jawaban konsep dengan pemantulan benar bunyi karena dalam belum menjawab

(119) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 102 pertanyaan dan 17,85% siswa belum dapat menjelaskan jawaban dengan benar. Hasil deskripsi jawaban tes dalam bentuk tabel soal no.8, sebagai beikut: Tabel 4.45 Deskripsi Jawaban Posttest Soal Nomor 8 No. Identifikasi 8. Pemahaman peristiwa – peristiwa pemantulan bunyi yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Jawaban Siswa Kelas Eksperimen Persentase Memberikan 3 contoh peristiwa pemantulan bunyi dalam kehidupan sehari-hari dengan benar. - - Memberikan contoh peristiwa pemantulan bunyi dalam kehidupan sehari-hari dengan benar namun tidak lengkap. A2, A3, A7, A8, A9, A10, A11, A12, A15, A18, A21, A24, A25, A27, A28 Tidak dapat memberikan contoh peristiwa pemantulan bunyi dalam kehidupan sehari-hari dengan benar. A1, A4, A5, A6, A13, A14, A16, A17, A19, A20, A22, A23, A26 53,57 % 46,42 %

(120) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 103 Dari tabel diperoleh 53,57% siswa sudah dapat memberikan contoh peristiwa pemantulan bunyi sehari – hari dengan benar namun tidak lengkap dan 46,42% siswa belum dapat memberikan contoh peristiwa pemantulan bunyi sehari – hari dengan benar. Dari deskripsi tersebut diperoleh bahwa jumlah siswa yang memilki kesalahan menjawab soal yang paling banyak pada soal nomor 4, 5, dan 8. 3. Keaktifan Siswa dalam Pembelajaran Understanding By Design a. Analisis Data Keaktifan Siswa Pada Kelas Eksperimen Tabel 4.46 Persentase Keaktifan Siswa Kelas Eksperimen Tiap Pertemuan No. 1. 2. 3. 4. 5. Aspek-aspek keaktifan siswa Mengajukan pertanyaan, menjawab pertanyaan, mengemukakan pendapat, menanggapi pendapat dalam diskusi kelas. Melakukan percobaan. Mengamati percobaan dan demonstrasi. Melakukan diskusi dengan siswa lain dalam kelompok. Siswa mengerjakan tugas/LKS. Persentase keaktifan siswa tiap pertemuan I II III 21,42% 17,85% 25% 67,85% 25% 100% 100% 100% 100% 100% 86,20% 100% 71,42% 100% 96,42% Rata – rata persentase jumlah siswa kelas eksperimen yang aktif pada seluruh pertemuan untuk setiap kegiatan adalah sebagai berikut:

(121) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 104 a) Mengajukan pertanyaan, menjawab pertanyaan, mengemukakan pendapat, menanggapi pendapat dalam diskusi kelas, adalah : b) Melakukan percobaan, adalah: c) Mengamati percobaan dan demonstrasi, adalah: d) Melakukan diskusi dengan siswa lain dalam kelompok, adalah: e) Siswa mengerjakan tugas/LKS, adalah: b. Analisis Data Keaktifan Siswa Kelas Kontrol Tabel. 4.47 Persentase Keaktifan Siswa Kelas Kontrol Pada Tiap Pertemuan No. Aspek-aspek keaktifan siswa 1. Mengajukan pertanyaan, menjawab pertanyaan, mengemukakan pendapat, menanggapi Persentase keaktifan siswa tiap pertemuan I II III 6,6% 13,33% 20%

(122) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 105 2. 3. 4. 5. pendapat dalam diskusi kelas. Melakukan percobaan. Mengamati percobaan dan demonstrasi. Melakukan diskusi dengan siswa lain dalam kelompok. Siswa mengerjakan tugas/LKS. 3,33% - - 80% 100% - - - - - - - Rata – rata presentasi jumlah siswa kelas eksperimen yang aktif pada seluruh pertemuan untuk setiap kegiatan adalah sebagai berikut: a) Mengajukan pertanyaan, menjawab pertanyaan, mengemukakan pendapat, menanggapi pendapat dalam diskusi kelas, adalah : b) Melakukan percobaan, adalah: c) Mengamati percobaan dan demonstrasi, adalah: d) Melakukan diskusi dengan siswa lain dalam kelompok, adalah: e) Siswa mengerjakan tugas/LKS, adalah:

(123) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 106 Berikut merupakan rata – rata jumlah siswa yang aktif dalam seluruh pertemuan pada keals eksperimen dan kelas kontrol: Tabel 4.48 Persentase Rata – Rata Keaktifan Siswa Pada Kedua Kelas Presentase siswa yang aktif No. Keaktifan yang diamati Kelas eksperimen Kelas kontrol 1. Mengemukakan suatu fakta tatu prinsip, mengajukan pertanyaan, menjawab pertanyaan, mengemukakan pendapat, menanggapi pendapat dalam diskusi kelas. 21,42 % 13,31% 2. Melakukan percobaan. 64,28% 11,1% 3. Mengamati percobaan demonstrasi. 100% 80% 4. Melakukan diskusi dengan siswa lain dalam kelompok. 95,04% - 5. Siswa mengerjakan tugas (LKS) dengan lengkap. 89,28% - 74,00% 34,80% Rata-rata keseluruhan = dan Dari tabel dapat dilihat bahwa keaktifan siswa pada kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan kelas eksperimen yaitu 74,00% > 34,80%.

(124) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 107 4. Persepsi Siswa Terhadap Pembelajaran Understanding By Design a. Analisis Persepsi Siswa Kelas Eksperimen Terhadap Pembelajaran dengan menggunakan RPP pendekatan UBD. Berikut ini adalah distribusi skor tiap soal persepsi siswa terhadap pelaksanaan pembelajaran menggunakan rencana pembelajaran pendekatan Understanding By Design. pelaksanaan

(125) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 108 Tabel 4.49 Distribusi Skor Tiap Soal Persepsi Siswa Terhadap Pembelajaran Kode Siswa A1 1 4 2 4 3 3 4 2 Analisis Persepsi Siswa Terhadap Pembelajaran No.Pernyataan 5 6 7 8 9 10 11 12 4 4 5 4 4 4 4 4 A2 4 4 5 4 4 4 5 5 4 4 5 A3 4 4 4 3 3 4 4 4 3 4 A4 4 4 4 3 4 3 4 4 4 A5 4 5 3 3 5 5 4 4 A6 4 3 5 3 4 4 5 A7 5 5 5 4 5 4 4 Jum Presentase Kriteria 46 76.66% Positif 5 53 88.33% Sangat Positif 4 3 44 73.33% Positif 5 5 4 48 80% Positif 5 5 5 5 53 88.33% Sangat Positif 4 4 4 5 5 50 83.33% Sangat Positif 4 5 3 5 4 53 88.33% Sangat Positif

(126) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI No.Pernyataan 109 Jum Presentase Kriteria A8 1 5 2 4 3 4 4 5 5 4 6 4 7 4 8 5 9 4 10 4 11 4 12 5 52 86.66% Sangat Positif A9 5 5 4 5 4 3 3 3 4 4 4 5 49 81.66% Sangat Positif A10 4 4 4 3 4 4 3 2 4 4 4 2 42 70% Positif A11 5 5 5 4 5 5 5 5 4 4 5 5 57 95% Sangat Positif A12 4 4 3 3 3 4 3 4 3 4 3 3 41 68.33% Positif A13 3 4 4 3 3 4 4 3 3 5 4 3 43 71.66% Positif A14 4 4 4 2 4 4 3 3 4 5 3 3 43 71.66% Positif A15 3 4 4 3 3 4 4 4 4 5 5 4 47 78.33% Positif A16 4 4 5 2 3 5 4 2 3 4 4 1 41 68,33% Positif A17 5 5 4 2 3 3 4 4 2 5 5 1 43 71.66% Positif A18 4 4 4 4 5 4 5 3 4 5 5 4 51 85% Sangat Positif A19 4 4 5 3 5 4 4 4 4 4 3 4 48 80% Positif A20 5 5 5 3 4 5 4 2 4 5 4 1 47 78,33% Positif

(127) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI No.Pernyataan 110 Jum Presentase Kriteria A21 1 4 2 4 3 4 4 4 5 4 6 4 7 4 8 4 9 3 10 4 11 4 12 4 47 78.33% Positif A22 4 4 4 3 4 3 4 3 3 4 4 3 43 71.66% Positif A23 3 3 4 2 3 3 4 4 3 4 4 3 40 66.66% Positif A24 4 4 4 3 4 4 4 3 3 4 4 3 44 73.33% Positif A25 3 4 4 3 4 4 4 4 3 5 4 4 46 76.66% Positif A26 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 5 3 47 78.33% Positif A27 4 4 3 3 3 4 3 4 3 4 3 3 41 68.33% Positif A28 3 4 4 2 3 3 5 4 4 5 5 3 45 75% Positif 113 116 115 87 108 110 113 103 102 121 119 97 1304 83.74 85,92 85,19 64,44 80 81,48 83,70 76,29 75,55 89,63 88,15 71,85 77,96 Jumlah Persentase

(128) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 111 Tabel 4.50 Kualifikasi Persepsi Siswa Kelas Eksperimen Kualifikasi Minat Sangat Positif Positif Netral/Biasa Saja Negatif Sangat Negatif Jumlah Siswa 8 20 0 0 0 %Jumlah Siswa 28,57% 71,43% 0% 0% 0% Tabel 4.51 Kriteria Kualifikasi Persepsi Seluruh Siswa Pada Pembelajaran Understanding by Design Jumlah Persentase Minat Siswa SP+P+NT SP SP+P SP+P+NT +N 28,57% + 28,57% 71,43% SP+P+NT +N+SN Persepsi Positif Dari tabel diatas dapat dikatakan bahwa kualifikasi perspesi seluruh siswa terhadap pembelajaran understanding by design adalah positif. Untuk mengetahui tingkat persetujuan siswa tiap pernyataan maka dilakukan analisis sebagai berikut: Berdasarkan skor yang telah ditetapkan maka dapat dihitung sebagai berikut: Jumlah skor ideal (kriterium) untuk seluruh item adalah = skor tertinggi x jumlah responden (Sugiyono, 2013:95). Sehingga diperoleh jumlah skor ideal (kriterium) untuk seluruh item adalah = 5 x 27 = 135 (jika seluruh siswa menjawab SS/sangat setuju untuk pernyataan positif dan STS/sangat tidak setuju pada pernyataan negatif) .

(129) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 112 Berdasarkan skor skala yang telah ditetapkan maka diperoleh interval skor per kriteria adalah sebagai berikut: Tabel 4.52 Kriteria tingkat persetujuan siswa per item pernyataan positif No. 1. 2. 3. 4. 5. Interval Jumlah Skor ≤ 27 28 – 54 55 – 81 82 – 108 109 – 135 Kriteria Sangat Tidak Setuju Tidak Setuju Ragu – ragu Setuju Sangat Setuju Tabel 4.53 Kriteria tingkat persetujuan siswa per item pernyataan negatif No. 1. 2. 3. 4. 5. Interval Jumlah Skor ≤ 27 28 – 54 55 – 81 82 – 108 109 – 135 Kriteria Sangat Setuju Setuju Ragu – ragu Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Kemudian untuk mencari persentase tingkat persetujuan tiap pernyataan maka: (Jumlah skor yang diperoleh : 135) x 100%. Dari data tabel maka diperoleh: 1. Jumlah skor yang diperoleh yaitu 113. Berdasarkan data tersebut dari 28 siswa maka rata-rata 113 terletak pada daerah sangat setuju bahwa materi pelajaran lebih mudah mereka pahami dari yang mereka bayangkan dengan tingkat persetujuan 83,70%.

(130) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 113 2. Jumlah skor yang diperoleh yaitu 116. Berdasarkan data tersebut dari 28 siswa rata-rata 116 terletak pada daerah sangat setuju bahwa dengan mengaitkan hal-hal dalam kehidupan sehari-hari materi pelajaran lebih mudah dipahami dengan tingkat persetujuan 85,92%. 3. Jumlah skor yang diperoleh 115. Berdasarkan data tersebut dari 28 siswa rata – rata 115 terletak pada daerah sangat setuju bahwa pertanyaan-pertanyaan guru menumbuhkan rasa ingin tahu siswa dengan tingkat persetujuan yaitu 85,18%. 4. Jumlah skor yang diperoleh adalah 87. Berdasarkan data tersebut rata – rata 87 terletak ada daerah tidak setuju terhadap pernyataan yang menyatakan bahwa siswa kurang memahami materi ajar dimana presentasinya sebesar 64,44%. 5. Jumlah skor yang diperoleh adalah 108. Berdasarkan data tersebut maka rata – rata 108 terletak pada daerah setuju bahwa penjelasan guru memudahkan siswa memahami materi ajar dengan presentase 80%. 6. Jumlah skor yang diperoleh yaitu 110. Berdasarkan data tersebut dari 28 siswa maka rata – rata 110 terletak pada daerah setuju bahwa langkah – langkah pembelajaran yang

(131) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 114 digunakan memudahkan siswa untuk memahamai materi ajar dengan tingkat persetujuan 81,48%. 7. Jumlah skor yang diperoleh 113. Berdasarkan data tersebut dari 28 siswa rata – rata 113 terletak pada daerah sangat setuju bahwa pembelajaran yang dilakukan guru menarik dengan tingkat persetujuan 83,70%. 8. Jumlah skor yang diperoleh adalah 103. Berdasarkan data tersebut maka rata – rata 103 terletak pada daerah tidak setuju dengan persentase 76,29%, artinya bahwa siswa memiliki pendapat bahwa pembelajaran yang dilakukan menarik dan tidak membosankan. 9. Jumlah skor yang diperoleh yaitu 102. Berdasarkan data tersebut maka rata – rata 102 terletak pada daerah setuju artinya siswa menyatakan bahwa mereka ikut terlibat aktif dalam pembelajaran dengan tingkat persetujuan 75,55%. 10. Jumlah skor yang diperoleh yaitu 121. Berdasarkan data tersebut rata – rata 121 terletak pada daerah sangat setuju artinya siswa senang melakukan percobaan dengan tingkat persetujuan 89,62%. 11. Jumlah skor yang diperoleh yaitu 119. Berdasarkan data tersebut rata – rata 119 terletak pada daerah setuju dengan tingkat persetujuan 88,14%, siswa menyatakan senang bekerja dalam kelompok.

(132) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 115 12. Jumlah skor yang diperoleh yaitu 97. Berdasarkan data tersebut maka rata – rata 97 terletak pada daerah tidak setuju dengan presentase 71,85%. Kebanyakan siswa berpendapat bahwa mereka memperhatikan guru saat pembelajaran. Dari hasil analisis persepsi siswa per item diperoleh bahwa pernyataan (10) memiliki tingkat persetujuan paling tinggi dengan persentase 89,63% dan yang paling rendah adalah pernyataan (4) dengan persentase 64,44%. D. PEMBAHASAN 1. Keterlaksanaan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Perhitungan keterlaksanaan rencana pelaksanaan pembelajaran dengan memberi skor 1 pada pernyataan yang diberi tanda cek (√) kolom ‘’ya’’ untuk kegiatan yang terlaksana dan skor 0 apabila tanda cek (√) kolom ‘’tidak’’ untuk kegiatan yang tidak terlaksana. Berdasarkan data yang diperoleh dan telah peneliti analisis maka hasil yang diperoleh adalah 95,98% menunjukkan persentase keterlaksanaan keseluruhan lebih dari 80% maka dapat dikatakan bahwa rencana pelaksanaan pembelajaran terlaksana dengan baik. a. Pertemuan Pertama Pada pertemuan pertama langkah-langkah pembelajaran sudah terlaksana dengan baik namun tidak ada evaluasi akhir atas pembelajaran pada pertemuan tersebut oleh guru.

(133) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 116 b. Pertemuan Kedua Secara keseluruhan pada pertemuan ini guru telah melaksanakan langkah-langkah pembelajaran namun pada saat kegiatan mengetahui fungsi kolom gitar siswa tidak mempraktekkan langsung namun guru yang mempraktekkan. c. Pertemuan Ketiga Dari hasil pengamatan para observer dan hasil analisis data, pembelajaran pada pertemuan ketiga ini sudah terlaksana dengan baik. 2. Hasil Tes Siswa Diawal pertemuan sebelum pembelajaran dengan pokok bahasan bunyi, kedua kelas diberi tes awal. Dari hasil analisis data diperoleh bahwa tidak ada perbedaan kemampuan antara kedua kelas tersebut. Sedangkan untuk hasil tes akhir kedua kelas diperoleh hasil yang signifikan artinya bahwa terjadi perbedaan kemampuan antara kedua kelas tersebut. Ini ditunjukkan dengan perbedaan rata-rata nilai antara kedua kelas, dimana rata-rata nilai kelas eksperimen lebih tinggi dari kelas kontrol. Jika melihat efektivitas pembelajaran dengan rencana pelaksanaan pembelajaran pendekatan understanding by design yang dilihat dari tes siswa maka pembelajaran lebih efektif dibanding pembelajaran konvensional.

(134) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 117 Pada sekolah tempat peneliti mengambil data yaitu SMP Stella Duce 2 Yogyakarta, ditetapkan kriteria ketuntasan minimal untuk mata pelajaran fisika adalah 75. Dalam penelitian ini untuk kelas eksperimen siswa yang mendapatkan nilai diatas atau sama dengan KKM sebanyak 7 siswa dengan presentase 22,58%. Banyaknya siswa yang tidak tuntas disebabkan oleh beberapa hal yaitu adanya kesulitan siswa untuk menggunakan dan menginterpretasikan pengetahuan yang sudah dipelajari ke dalam sebuah masalah kemudian menjelaskan hasil kesimpulan tersebut. Dari hasil deskripsi jawaban siswa pada analisis data berikut merupakan contoh kesulitan dan kesalahan siswa dalam menjelaskan: a. Pada soal nomor 4, yaitu faktor-faktor yang mempengaruhi frekuensi dawai. Siswa mengetahui bahwa dawai/ senar mempengaruhi frekuensi bunyi sehingga menghasilkan nada yang bervariasi, namun kebanyakan siswa belum dapat menjelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi tersebut. Hal ini terlihat dari sampel pekerjaan siswa berikut:

(135) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 118 b. Pada soal nomor 5 yaitu pengaruh amplitudo dengan bunyi yang dihasilkan. Siswa masih belum dapat membedakan dengan tepat pengaruh amplitudo dan frekuensi terhadap bunyi. Kebanyakan siswa menjawab pengaruh amplitudo adalah tinggi rendahnya bunyi. Hal ini dapat terlihat dari sampel pekerjaan siswa berikut: c. Pada soal nomor 8 yaitu siswa menyebutkan dan menjelaskan contoh-contoh pemantulan bunyi dalam kehidupan sehari-hari. Kebanyakan siswa belum dapat menjelaskan pemantulan bunyi yang terjadi dimana pemantulan bunyi ada 3 yaitu bunyi panyul yang menguatkan bunyi asli, bunyi yang terdengar tidak jelas akibat dari bunyi pantul yang bersamaan dengan bunyi asli, dan bunyi pantul yang terdengar setelah bunyi asli. Hal ini dapat terlihat dari sampel pekerjaan siswa berikut yang belum dapat menjelaskan peristiwa pematulan bunyi yang terjadi:

(136) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 119 3. Keaktifan Siswa Dalam Pembelajaran Keterlibatan atau keaktifan siswa dalam suatu pembelajaran terjadi apabila guru memberi kesempatan siswa untuk berpartisipasi dan terlibat dalam proses belajar mengajar. Dari hasil analisis data menunjukkan bahwa persentase jumlah siswa yang terlibat aktif dalam pembelajaran pada kelas eksperimen lebih tinggi dibanding pada kelas kontrol. a) Pada aspek keaktifan pertama ,ditunjukkan bahwa jumlah rata - rata siswa yang terlibat aktif mengemukakan pendapat yaitu 21,42% pada kelas eksperimen sedang pada kelas kontrol adalah 13,31%. Pada aspek keaktifan ini, peneliti mengobservasi siswa – siswa yang dengan berani mengajukan pendapat atau menjawab pertanyaan dari guru. Untuk keadaan seperti berikut, yaitu guru memberi pertanyaan ke seluruh siswa dikelas dan dijawab secara bersamaan oleh banyak siswa tidak peneliti observasi karena waktu yang singkat dan tidak teramati secara jelas. Oleh karena itu peneliti mengamati yang benar - benar mengajukan diri untuk menyatakan pendapat atau pertanyaan. b) Pada aspek keaktifan kedua, diperoleh bahwa rata - rata siswa yang terlibat aktif untuk melakukan percobaan adalah 54,75% pada kelas eksperimen sedangkan pada kelas kontrol ada 11,1%. c) Pada aspek keaktifan ketiga, diperoleh bahwa rata – rata siswa yang terlibat aktif untuk megamati percobaan dan demonstrasi

(137) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 120 adalah 97,61% untuk kelas eksperimen dan 80% untuk kelas kontrol. d) Pada aspek keaktifan keempat, diperoleh bahwa rata – rata siswa yang terlibat aktif dalam diskusi kelompok ada 93,02% untuk kelas eksperimen sedangkan untuk kelas kontrol tidak ada. e) Pada aspek keaktifan kelima, diperoleh bahwa rata – rata siswa yang terlibat aktif untuk mengerjakan LKS ada 89,28% untuk kelas eksperimen sedangkan kelas kontrol tidak ada. Dari deskripsi diatas maka dapat dikatakan pembelajaran understanding by design membantu siswa untuk terlibat aktif dalam pembelajaran. Dimana kegiatan ini membantu mengembangkan aspek psikomotorik dan afektif siswa. Pada saat melakukan percobaan maka aspek psikomotorik siswa berkembang dimana siswa belajar untuk mengidentifikasi, mempraktekkan, mengoperasikan, mengukur. Sedangkan aspek afektif siswa mencakup perasaan, nilai, penghargaan, semangat, minat, motivasi dan sikap. Dalam pengamatan keaktifan ini contoh aspek afektif yang berkembang antara lain sikap atensi dan penghargaan terhadap orang lain seperti mengamati percobaan, melakukan diskusi. Selain itu sikap tanggung jawab siswa juga terbangun, hal ini ditunjukkan antara lain yaitu siswa melakukan percobaan dan mengerjakan LKS.

(138) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 121 4. Persepsi Siswa Terhadap Pembelajaran Persepsi siswa merupakan respon siswa terhadap pembelajaran yang telah mereka alami dan rasakan. Berdasarkan hasil analisis data, dari 28 siswa yang mengisi kuisioner mengenai persepsinya tentang pembelajaran understanding by design yang telah diterapkan diperoleh 71,43% siswa memiliki persepsi positif dan 28,57% siswa memiliki persepsi sangat positif. Jika dilihat dari kualifikasi persepsi seluruh siswa maka dikategorikan positif. Sedangkan dari hasil analisis persepsi siswa per item pernyataan diperoleh bahwa pernyataan (10) yaitu adanya percobaan dalam percobaan membuat siswa lebih tertarik memiliki tingkat persetujuan paling tinggi dan pernyataan yang memiliki tingkat persetujuan paling rendah adalah pernyataan (4) yaitu saya kurang memahami materi pelajaran. Siswa memiliki persepsi bahwa dalam pembelajarannya siswa telah memahami materi bunyi.

(139) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 122 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan Understanding by design adalah sebuah pendekatan dalam merencanakan dan melaksanakan pembelajaran yang memandang pembelajaran sebagai sebuah cara untuk membangun pemahaman siswa. Dalam tahap penyusunannya pendekatan understanding by design menggunakan tahap ‘’backward design atau backward planning’’ yaitu berawal dengan menentukan hasil akhir yang diinginkan, bukti pembelajaran dan terakhir merencanakan langkah-langkah kegiatan pembelajaran. Dalam penyusunan langkah – langkah pembelajaran dalam backward design digunakan pedoman WHERETO. Pemahaman ini dibangun melalui aktivitas yang konkrit sesuai dengan teori belajar kontruktivis dimana dalam proses pembelajarannya siswa diberi kesempatan untuk terlibat secara aktif dalam pembelajaran untuk membangun sendiri pengetahuannya. Berdasarkan analisis serta pembahasan data yang diperoleh, maka diperoleh kesimpulan sebagai berikut: 1. Pembelajaran yang dirancang dengan pendekatan understanding by design lebih efektif dibanding pembelajaran konvensional untuk membantu pemahaman siswa tentang konsep bunyi. Hal ini terlihat dari: (1) rata – rata nilai tes evaluasi akhir (posttest) kedua kelas dimana kelas dengan pembelajaran UbD memiliki rata – rata nilai lebih tinggi dibanding kelas dengan pembelajaran konvensional yaitu 54.00 > 31.03; 122

(140) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 123 (2) Persentase rata – rata keaktifan siswa pada kedua kelas dimana siswa kelas eksperimen memiliki keaktifan lebih tinggi dibanding kelas kontrol yaitu 74.00% > 34.80%. 2. Hasil analisis kuisioner persepsi siswa kelas VIII kolintang terhadap pembelajaran dengan understanding by design yang telah diterapkan menunjukkan bahwa 71,43% siswa memiliki persepsi positif dan 28,57% siswa memiliki persepsi sangat positif terhadap pembelajaran UbD. B. Saran 1. Hasil menunjukkan hasil yang positif, sehingga pendekatan ini dapat menjadi alternatif dalam penyusunan rencana pelaksanaan pembelajaran. 2. Mempersiapkan alat – alat percobaan dengan jumlah cukup untuk siswa, agar semua siswa dapat berpartisipasi untuk melakukan percobaan. 3. Pada penelitian ini, peneliti meneliti mengenai kefektifan pembelajaran UbD yang ditinjau dari hasil belajar siswa, dan persepsi siswa terhadap pembelajaran UbD. Oleh karena itu pada penelitian selanjutnya diharapkan dapat dilakukan penelitian terhadap minat siswa terhadap pembelajaran UbD. C. Keterbatasan Penelitian Dalam hal ini, peneliti menemukan keterbatasan – keterbatasan dalam pelaksanaan penelitian: 1. Alat percobaan yang disiapkan tidak banyak sehingga beberapa siswa cenderung hanya mengamati percobaan yang dilakukan temannya.

(141) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 124 DAFTAR PUSTAKA Ardina,A. 2013. ‘’Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif T ipe TAI dilihat dari Minat dan Hasil belajar Matematika Pada Pokok Bahasan Persamaan Garis Lurus Kelas VIII C SMP Pangudi Luhur 1 Klaten Tahun Ajaran 2013/2014’’. Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma (skripsi). Brown,J.L. 2004. Making The Most of Understanding by Design. USA: ASCD Dimyati dan Mudjiono. 2006. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: PT.Rineka Cipta. Kartika,B. 2001. Berbagai Strategi untuk Melibatkan Siswa Secara Aktif dalam Proses Pembelajaran Fisika di SMU, Efektivitasnya, dan Sikap Mereka pada Strategi tersebut. USD: Widya Dharma. Edisi April 2001. Majid, A. 2009. Perencanaan Pembelajaran Mengembangkan Standar Kompetensi Guru. Bandung : PT Remaja Rosdakarya Offset. McTighe,J dan Seif,E. 2011. A Summary of Underlying Theory and Research Base for Understanding by Design. Dalam http://jaymctighe.com/wordpress/wp-content/uploads/2011/04/UbDResearch-Base.pdf. Diunduh pada 14 Oktober 2013. McTighe,J dan Wiggins,G. 2011. Understanding by design framework. Dalam http://www.ascd.org/ASCD/pdf/siteASCD/publications/UbD_WhitePaper. pdf. Diunduh pada 14 Oktober 2013. Nurmelly,N. N.D. Pendekatan, Model dan Strategi, dalam Model Pembelajaran. Dalam 124

(142) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 125 http://sumsel.kemenag.go.id/file/file/TULISAN/seiq1331701491.pdf. Diunduh pada 2 Oktober 2013. Purwanto,B. 2012. Fisika 2 untuk kelas VIII SMP dan MTs. Solo: Global. Rohmah, N. 2012. Psikologi Pendidikan. Yogyakarta: Teras. Sanjaya, W. 2010. Perencanaan dan Desain Sistem Pembelajaran. Jakarta : Kencana. Sudiyono,A. 1996. Pengantar Evaluasi Pendidikan. Jakarta: Raja Grafindo Persada. Suparno,P. 2007. Metodologi Pembelajaran Fisika Kontruktivistik dan Menyenangkan. Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma. Suparno, P. 2010. Metode Penelitian Pendidikan Fisika. Yogyakarta : Universitas Sanata Dharma. Sugiharti,P. 2005. Penerapan Teori Multiple Intelligence dalam Pembelajaran Fisika. Dalam Jurnal Pendidikan Penabur, No.05, Hal.29-42. Sugiyono. 2008. Statistika untuk Penelitian. Bandung: CV. Alfabeta. Sugiyono. 2013. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R & D. Bandung: Alfabeta, CV. Suyono, dan Hariyanto.2011. Belajar dan Pembelajaran Teori dan Konsep Dasar. Bandung: PT Remaja Rosdakarya Offset. Tiernan,P. 2011. Bloom’s Taxonomy and Understanding by Design. Dalam https://www.smp.org/dynamicmedia/files/153d7453ba6e4fdd3b9dc772ae9 25fe2/TX002344-Blooms_Taxonomy_and_Understanding_by_Design.pdf. Diunduh pada 26 Okober 2013.

(143) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 126 Utari,R. N.D. Taksonomi Bloom Apa dan Bagaimana Menggunakannya. Dalam http://www.bppk.depkeu.go.id/webpkn/attachments/766_1Taksonomi%20Bloom%20-%20Retno-ok-mima.pdf. Diunduh pada tanggal 15 Juni 2014. Walgito,B. 1993. Pengantar Psikologi Umum. Yogyakarta: C.V Andi Offset. Walgito, B. 2010. Pengantar Psikologi Umum. Yogyakarta: C.V Andi Offset. Wiggins,G dan McTighe,J. 2005. Understanding By Design. USA: Association for Supervision and Curriculum Development (ASDC).

(144) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 127 LAMPIRAN – LAMPIRAN

(145) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 128 LAMPIRAN A

(146) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 127 Lampiran A.1 Surat Ijin Penelitian

(147) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 128 Lampiran A.2 Surat Keterangan Telah Melakukan Penelitian

(148) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 129 Lampiran A.3 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Sekolah

(149) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 130

(150) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 131

(151) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 132

(152) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 133 Lampiran A.4 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Pendekatan UbD RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN DENGAN PENDEKATAN UNDERSTANDING BY DESIGN Kelas/Semester : VII/2 Mata Pelajaran : Fisika Pokok Bahasan : Bunyi Alokasi Waktu : 2 x 40 Menit (1 x Pertemuan) Pertemuan :I A. Standar Kompetensi : 6. Memahami Konsep dan penerapan getaran, gelombang, dan optika dalam produk teknologi sehari – hari. B. Kompetensi Dasar : 6.1 Mendiskripsikan konsep bunyi dalam kehidupan sehari – hari. C. Metode Pembelajaran : 1. Eksperimen 2. Diskusi Kelompok 1. Pertemuan Pertama Stage 1 : Identify Desired Result Tahap 1 : Mengidentifikasi Hasil yang Diinginkan Established Goals (Tujuan) : 1. Siswa dapat menjelaskan pengertian bunyi dan syarat terdengarnya bunyi. 2. Siswa dapat menjelaskan bahwa dalam perambatannya bunyi memerlukan medium.

(153) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 134 3. Siswa dapat membedakan infrasonik, audiosonik, dan ultrasonik. 4. Siswa dapat menjelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi frekuensi bunyi pada dawai atau senar. Understandings (Pemahaman) : Siswa akan memahami bahwa : 1. Bunyi adalah gelombang longitudinal yang merambat melalui medium. 2. Bunyi dihasilkan oleh benda yang bergetar. 3. Bunyi memerlukan medium untuk merambat. Zat padat, cair dan gas adalah medium perambatan bunyi. Di ruang hampa bunyi tidak dapat merambat. 4. Bunyi memerlukan waktu untuk merambat dalam jarak tertentu. Semakin jauh jarak pendengar dari sumber bunyi maka semakin lama waktu yang ditempuh bunyi untuk merambat, dan sebaliknya. 5. Frekuensi adalah banyaknya jumlah getaran per detik. 6. Frekuensi mempengaruhi tinggi rendahnya suatu bunyi. Semakin banyak jumlah getaran per detiknya maka bunyi yang dihasilkan semakin tinggi, dan sebaliknya. 7. Amplitudo adalah simpangan terjauh pada getaran atau gelombang. Amplitudo mempengaruhi keras lemahnya bunyi. Apabila amplitudonya besar maka bunyi yang dihasilkan keras, dan sebaliknya. 8. Setiap makhluk hidup memiliki daerah frekuensi bunyi yang dapat didengar yang berbeda-beda.

(154) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 135 Essential Question (Pertanyaan Pokok) : 1. Darimana timbulnya bunyi pada gitar ? 2. Bagaimana alat musik dapat menghasilkan nada rendah dan nada tinggi ? Knowledge and skills (pengetahuan dan keterampilan) : Siswa akan mengetahui : 1. Cepat rambat bunyi dalam medium berbeda-beda. 2. Semakin banyak getaran yang dihasilkan per detiknya maka nada yang dihasilkan tinggi, dan sebaliknya semakin sedikit getaran yang dihasilkan per detiknya maka nada yang dihasilkan semakin rendah. 3. Terdapat 3 daerah frekuensi bunyi: d. Infrasonik = kurang dari 20 Hz e. Audiosonik = 20 – 20.000 Hz f. Ultrasonik = lebih dari 20.000 Hz 4. Faktor –faktor yang mempengaruhi frekuensi bunyi pada dawai atau senar adalah panjang senar, tegangan senar, luas penampang senar, dan jenis senar. Siswa mampu untuk : 1. Menunjukkan adanya bunyi dari benda –benda disekitarnya seperti gitar. 2. Menjelaskan syarat terdengarnya bunyi. 3. Menunjukkan dan menjelaskan faktor –faktor yang mempengaruhi frekuensi bunyi pada dawai atau senar.

(155) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 136 Stage 2 : Determine acceptable evidence Tahap 2 : Menentukan bukti yang dapat diterima Performance Tasks (Tugas) : Tugas yang akan siswa lakukan untuk mencapai pemahaman yang diinginkan adalah : 1. Melakukan percobaan : a. Siswa menunjukkan bahwa bunyi dihasilkan oleh benda yang bergetar. b. Siswa menyelidiki bagaimana bunyi merambat melalui medium. c. Siswa menyelidiki faktor –faktor yang mempengaruhi frekuensi bunyi yang dihasilkan oleh dawai atau senar. 2. Kriteria hasil pemahaman dinilai melalui tes evaluasi akhir (post-test) Other evidence (Bukti Lain) : 1. Siswa dapat mengisi dan melengkapi LKS. Stage 3 : Learning Plan Tahap 3 : Rencana Pembelajaran 1. Guru pada awal pembelajaran mengajak siswa untuk bernyanyi. Guru meminta salah satu atau beberapa siswa yang dapat bermain gitar untuk memainkan gitar dan siswa yang lainnya bernyanyi. H (4menit) 2. Setelah bernyanyi kemudian guru mengajukan pertanyaan kepada siswa. (Apakah bunyi itu? Bagaimana alat musik seperti gitar dapat menghasilkan bunyi? Bagaimana kita dapat mendengar bunyi?) Siswa

(156) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 137 diminta memberikan jawaban awal mereka mengenai pertanyaan – pertanyaan tersebut. H (2menit) 3. Guru kemudian menyampaikan materi yang akan diajarkan yaitu Bunyi dan tujuan pembelajarannya. W (2menit) 4. Guru menjelaskan kegiatan pembelajaran (performance tasks) yang akan dilakukan dalam proses pembelajaran. W (2menit) 5. Siswa dibentuk dalam kelompok untuk melakukan percobaan. O (2menit) 6. Siswa dalam kelompok diberi peralatan dan LKS untuk melakukan percobaan mengenai bunyi. Guru menjelaskan alat,bahan serta langkah –langkah percobaan yang terdapat pada LKS. E (3menit) 7. Siswa dalam kelompok melakukan percobaan dan berdiskusi dengan teman kelompok dalam mengerjakan LKS dengan bimbingan guru. E,E-2 (20menit) 8. Setelah selesai percobaan, guru menunjuk salah satu siswa untuk mempresentasikan hasil percobaan yang telah di tulis dalam LKS. R,E-2 (5menit) 9. Siswa bersama dengan guru mendiskusikan hasil presentasi. R,E-2 (10menit) 10. Kemudian guru mengulang pertanyaan yang telah diajukan diawal yaitu bagaimana bunyi dapat kita dengar ? H,R (1menit) 11. Siswa memberikan jawaban atas pertanyaan guru. E-2 (2menit) 12. Kemudian guru menampilkan video yang menunjukkan perambatan bunyi dengan berbagai medium yaitu padat, cair, dan gas. H (3menit) 13. Siswa diajak untuk memberikan contoh-contoh lain perambatan bunyi

(157) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 138 dengan medium (zat padat, cair dan gas) selain yang terdapat dalam video. E,R. (3menit) 14. Setelah melihat video, siswa dibimbing oleh guru untuk menyimpulkan bagaimana bunyi dapat didengar. (Dimana ada tiga syarat agar bunyi dapat didengar yaitu sumber bunyi, medium perambatan, dan detektor penerima bunyi) R,E-2 (5menit) 15. Kemudian guru bertanya kepada siswa, apabila teman kita berbicara dan kita menutup telinga apakah kita dapat mendengar suara teman kita? Bagaimana jika jarak kita jauh dengan sumber bunyi , apakah yang terjadi ?. H,E. (1menit) 16. Siswa memberikan pendapat mereka mengenai jawaban tersebut dan menyempurnakan jawaban dengan bimbingan guru. R,E-2. (3menit) 17. Kemudian guru memutar video yang menampilkan pembagian daerah frekuensi bunyi makhluk hidup beserta contoh makhluk hidupnya. Selanjutnya guru bertanya apa pengertian frekuensi dan amplitudo? (Tujuannya untuk mengingatkan siswa mengenai pengertian frekuensi yang sudah diajarkan pada pokok bahasan getaran dan gelombang). H (4menit) 18. Guru dan siswa berdiskusi pertanyaan tersebut dan menghubungkan dengan video yang telah ditampilkan. R. (3menit) 19. Siswa diberikan pertanyaan mengapa ketika kita mendengar suara motor yang bising telinga kita sakit. E,R. 20. Siswa dibimbing untuk memberikan jawaban dari pertanyaan dan mengaitkan dengan besarnya frekuensi yang terjadi. R,E-2 (3menit) 21. Guru mengaitkan materi frekuensi bunyi ini dengan percobaan yang

(158) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 139 telah dilakukan mengenai bunyi dari senar gitar yang bervariasi. Guru bersama-sama dengan siswa mendiskusikan faktor-faktor yang mempengaruhi bunyi dari senar/dawai yang bervariasi. R,E-2 (5menit) 22. Di akhir pembelajaran guru menampilkan video bunyi alat musik kolintang. Guru memberi tugas kepada siswa untuk mencari informasi bagaimana alat musik kolintang dapat menghasilkan bunyi yang berbeda-beda?. E,E-2 (5menit) 23. Sebelum menutup pelajaran, guru membimbing siswa menyampaikan pemahaman yang telah mereka pelajari pada pertemuan ini. E-2 (2menit) 3. Pertemuan Kedua Stage 1 : Identify Desired Result Tahap 1 : Mengidentifikasi Hasil yang Diinginkan Established Goals (Tujuan) : 1. Siswa dapat menjelaskan pengertian resonansi. 2. Siswa dapat menunjukkan peristiwa resonansi dalam kehidupan sehari-hari. 3. Siswa dapat menjelaskan keuntungan dan kerugian dari peristiwa resonansi.

(159) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 140 Understandings (Pemahaman) : 1. Resonansi adalah peristiwa ikut bergetarnya suatu benda akibat dari bergetarnya benda lain yang memiliki frekuensi sama. 2. Manfaat resonansi pada alat musik yaitu untuk memperbesar amplitudo sehingga bunyi yang terdengar lebih keras. Essential Question (Pertanyaan Pokok) : 1. Apa fungsi kolom udara pada alat musik seperti gitar? Apa yang terjadi apabila kolom udara ditutup? Knowledge and skills (pengetahuan dan keterampilan) : Siswa akan mengetahui : 1. Resonansi adalah peristiwa ikut bergetarnya suatu benda akibat dari bergetarnya benda lain yang memiliki frekuensi sama. Siswa mampu untuk : 2. Menjelaskan pengertian resonansi dari demonstrasi yang ditunjukkan. 3. Menunjukkan peristiwa resonansi dari benda –benda disekitarnya seperti alat musik yang biasa dimainkan (gitar). 4. Menjelaskan manfaat peristiwa resonansi pada alat musik. Stage 2 : Determine acceptable evidence Tahap 2 : Menentukan bukti yang dapat diterima

(160) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 141 Performance Tasks (Tugas) : Tugas yang akan siswa lakukan untuk mencapai pemahaman yang diinginkan adalah : 1. Mengamati demonstrasi mengenai resonansi. Kriteria hasil pemahaman dinilai melalui tes evaluasi akhir (post-test) Other evidence (Bukti Lain) : 1. Siswa dapat mengisi dan melengkapi LKS. Stage 3 : Learning Plan Tahap 3 : Rencana Pembelajaran 1. Guru memberikan pertanyaan kepada siswa: Apa fungsi kolom udara pada alat musik seperti gitar? Apa yang terjadi jika kolom udara tersebut ditutup? H (3menit) 2. Siswa memberikan jawaban awal mengenai pertanyaan guru. E. 3. Lalu guru menyampaikan materi yang akan diajarkan yaitu Resonansi dan tujuan dari pembelajaran. W (2menit) 4. Guru menyampaikan performance tasks bahwa siswa akan mengamati demonstrasi resonansi.W (3menit) 5. Siswa dibentuk dalam kelompok dan masing-masing siswa diberi LKS. Siswa diberi LKS untuk kemudian mengamati peristiwa resonansi yang akan didemonstrasikan. (Tujuan dari demonstrasi ini agar siswa dapat menjelaskan pengertian resonansi). E (20menit)

(161) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 142 6. Guru mendemonstrasikan peristiwa resonansi di depan kelas. Salah satu siswa ditunjuk untuk mendemonstrasikan ulang, kemudian siswa lain menuliskan hasil pengamatan pada lembar kerja siswa. O (20menit) 7. Beberapa siswa dipersilahkan untuk mempresentasikan hasil pengamatan yaitu mengenai pengertian resonansi dari percobaan menggunakan bandul. R,E-2 (5menit) 8. Guru dan siswa bersama – sama berdiskusi mengenai hasil presentasi. R,E-2 (5menit) 9. Untuk menjawab pertanyaan guru diawal (Apa fungsi kolom yang berisi udara pada alat musik seperti gitar? Apa yang terjadi jika kolom udara tersebut ditutup?), maka salah satu siswa ditunjuk untuk memainkan gitar. Kemudian siswa mendengarkan bunyi yang terjadi, lalu siswa membandingkan bunyi yang terdengar saat kolom udara gitar ditutup. Oleh guru, siswa diajak untuk menjelaskan hasil dari pengamatan tersebut. E, R (10menit) 10. Kemudian guru bersama siswa menyimpulkan fungsi kolom udara pada gitar dan akibatnya bila ditutup. R, E-2 (3menit) 11. Siswa oleh guru diajak memberikan contoh resonansi dalam kehidupan sehari-hari. E,R (5menit) 12. Siswa diajak menjelaskan keuntungan dan kerugian akibat resonansi yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari. E,R (5menit) 13. Diakhir pembelajaran guru membimbing siswa menyampaikan pemahaman yang telah dipelajari pada pertemuan ini. E-2 (5menit)

(162) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 143 3.Pertemuan Ketiga Stage 1 : Identify Desired Result Tahap 1 : Mengidentifikasi Hasil yang Diinginkan Established Goals (Tujuan) : 1. Siswa dapat menjelaskan hukum pemantulan bunyi. 2. Siswa dapat menentukan sudut datang dan sudut pantul bunyi. 3. Siswa dapat menjelaskan contoh dan dampak pemantulan bunyi dalam kehidupan sehari-hari. Understandings (Pemahaman) : 1. Gaung terjadi karena sebagian bunyi pantul terdengar bersamaan dengan bunyi asli sehingga bunyi asli menjadi tidak jelas. 2. Gema terjadi karena bunyi pantul terdengar setelah bunyi asli selesai diucapkan. 3. Bunyi pantul dapat memperkuat bunyi asli apabila bunyi pantul yang terdengar bersamaan dengan bunyi asli. Essential Question (Pertanyaan Pokok) : 1. Mengapa ruangan pertunjukan seni/musik dirancang khusus menggunakan peredam bunyi? Knowledge and skills (pengetahuan dan keterampilan) : Siswa akan mengetahui : 1. Hukum pemantulan bunyi adalah: c. Bunyi datang, bunyi pantul dan garis normal terletak pada satu

(163) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 144 bidang datar. d. Besar sudut datang sama dengan sudut pantul. 2. Pemantulan bunyi terdiri dari tiga macam : - Bunyi pantul yang memperkuat bunyi asli - Gaung adalah bunyi yang terdengar tidak jelas akibat sebagian bunyi pantul terdengar bersamaan dengan bunyi asli. - Gema adalah bunyi pantul yang terdengar setelah bunyi asli. 3. Gaung mudah terjadi pada ruang yang sempit. 4. Gema terjadi jika letak pemantul cukup jauh dari sumber bunyi. 5. Bunyi pantul akan memperkuat bunyi asli jika jarak dinding pantul sangat dekat dengan sumber bunyi, sehingga waktu yang diperlukan bunyi pantul untuk kembali sangat singkat. Siswa mampu untuk : 1. Menggambar dan menjelaskan hukum pemantulan bunyi. 2. Menentukan sudut datang dan sudut pantul bunyi. 3. Menjelaskan contoh dan dampak pemantulan bunyi yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Stage 2 : Determine acceptable evidence Tahap 2 : Menentukan bukti yang dapat diterima

(164) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 145 Performance Tasks (Tugas) : Tugas yang akan siswa lakukan untuk mencapai pemahaman yang diinginkan adalah : 1. Melakukan percobaan pemantulan bunyi. Kriteria hasil pemahaman dinilai melalui tes evaluasi akhir (post-test) Other evidence (Bukti Lain) : 1. Siswa dapat mengisi dan melengkapi LKS. Stage 3 : Learning Plan Tahap 3 : Rencana Pembelajaran 1. Guru mengajukan pertanyaan kepada siswa, mengapa dalam ruangan pertunjukan seni/musik dirancang secara khusus dengan diberi peredam suara? H (2menit) 2. Guru menjelaskan materi yang akan dipelajari yaitu Pemantulan Bunyi dan tujuan dari pembelajaran. W (3menit) 3. Guru menjelaskan kegiatan pembelajaran (performance task) yang akan dilakukan dalam proses pembelajaran. W (3menit) 4. Siswa dibentuk dalam kelompok untuk melakukan percobaan. O (5menit) 5. Sebelum melakukan percobaan siswa diberi alat dan LKS untuk melakukan eksperimen. E (5menit) 6. Guru menjelaskan alat dan langkah-langkah percobaan yang terdapat dalam LKS. W (3menit) 7. Siswa dalam kelompok melakukan percobaan mengenai pemantulan

(165) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 146 bunyi melalui eksperimen. E (20menit) 8. Guru menunjuk beberapa siswa perwakilan kelompok untuk mempresentasikan hasil percobaan.R,E-2 (5menit) 9. Guru dan siswa bersama – sama mendiskusikan hasil penyelidikan hukum pemantulan bunyi.R (5menit) 10. Guru menjelaskan mengenai jenis-jenis bunyi pantul yaitu bunyi pantul yang memperkuat bunyi asli, gaung, dan gema. R (10menit) 11. Siswa diajak memberikan contoh pemantulan bunyi yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari.E, R (5menit) 12. Selain memberikan contoh pemantulan bunyi dalam kehidupan sehari-hari siswa diajak memberikan contoh pemanfaatan pemantulan bunyi. E, R (2menit) 13. Diakhir pembelajaran siswa menyampaikan pemahaman yang telah mereka pelajari pada pertemuan ini. R,E-2 (5menit) Yogyakarta, Peneliti, Februari 2014 (Nadia Narulita) Mengetahui, Guru Pamong, Dosen Pembimbing, (Parno Patricius, S.Pd.Si) (Drs T.Sarkim M.Ed., Ph.D)

(166) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 147 Lampiran A.5 Lembar Kerja Siswa LEMBAR KERJA SISWA (LKS 1) SUMBER, MEDIUM DAN FREKUENSI BUNYI Nama : Kelompok: No.absen : A. TUJUAN EKSPERIMEN 1. Siswa dapat mendefinisikan pengertian bunyi. 2. Siswa dapat menjelaskan bahwa dalam perambatannya bunyi memerlukan medium. 3. Siswa menyelidiki faktor-faktor yang mempengaruhi frekuensi bunyi yang dihasilkan oleh dawai atau senar. B. ALAT DAN BAHAN 1. Gitar. 3. Kawat. 2. Gelas plastik (4 buah). 4. Benang. C. LANGKAH –LANGKAH KEGIATAN DAN HASIL PENGAMATAN I. Sumber Bunyi Petiklah senar-senar pada gitar. Kemudian amati dan dengarkan. Apa yang terjadi pada senar gitar yang dipetik? Tuliskanlah hasil pengamatanmu dibawah ini. ………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………

(167) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 148 II. Medium Perambatan Bunyi Menyelidiki medium perambatan bunyi. Selidikilah model telepon mainan yang dihubungkan dengan medium perambat bunyi yaitu benang dan kawat yang telah disediakan. Cobalah telepon mainan tersebut bersama temanmu. Apakah ada perbedaan suara yang terdengar antara kedua medium tersebut? Medium mana yang menghantarkan suara lebih baik/jelas ? Medium manakah yang suaranya terdengar tidak jelas? Kemudian dari hasil percobaan anda apakah terdapat pengaruh suara apabila benang atau kawat dalam keadaan kendor. Tuliskanlah hasil pengamatan anda dibawah ini. ……………………………………………………………………… ……………………………………………………………………… ……………………………………………………………………… ……………………………………………………………………… ……………………………………………………………………… ……………………………………………………………………… ……………………………………………………………………… ……………………………………………………………………… ……………………………………………………………………… ……………………………………………………………………… ………………………………………………………………………

(168) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 149 IV. Frekuensi Bunyi a. Menyelidiki pengaruh panjang senar gitar terhadap frekuensi bunyi. Tekanlah senar pertama pada grip keempat, kemudian petiklah senar tersebut. Dengarkan nada yang dihasilkan. Ulangi percobaan ini pada grip kelima, dan keenam. Bagaimana nada yang dihasilkan ? Apakah ada pengaruh panjang senar terhadap nada yang dihasilkan gitar ?Tuliskanlah hasil percobaan anda dibawah ini. ……………………………………………………………………… ……………………………………………………………………… ……………………………………………………………………… ……………………………………………………………………… ……………………………………………………………………… ……………………………………………………………………… …………………………………………………………….. b. Menyelidiki pengaruh tegangan senar terhadap frekuensi bunyi. 1. Petiklah senar pertama gitar dan dengarkan nada yang dihasilkan. 2. Kemudian buatlah senar menjadi lebih tegang dengan memutar pengatur tegangan senar 2 putaran kekiri. Kemudian petiklah senar tersebut, dan dengarkan nada yang dihasilkan. Lalu kendorkan lagi senar dengan memutar senar 2 putaran ke kanan.

(169) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 150 Bagaimana nada yang dihasilkan dari percobaan –percobaan tersebut? Apakah ada pengaruh tegangan senar terhadap nada yang dihasilkan gitar? Tuliskanlah hasil pengamatan anda dibawah ini. ……………………………………………………………………… ……………………………………………………………………… ……………………………………………………………………… ……………………………………………………………………… ……………………………………………………………………… ……………………………………………………………………… …………………………………………………………….. c. Menyelidiki pengaruh luas penampang senar terhadap frekuensi bunyi. 1. Petiklah senar pertama gitar dan dengarkan nada yang dihasilkan. 2. Kemudian petiklah senar ketiga pada gitar, dengarkan nada yang dihasilkan dan bandingkan dengan nada yang dihasilkan pada senar pertama. Bagaimana nada yang dihasilkan dari percobaan tersebut? Apakah ada pengaruh tebal senar terhadap nada yang dihasilkan? Tuliskanlah hasil pengamatan anda dibawah ini. ……………………………………………………………………… ……………………………………………………………………… ……………………………………………………………………… ……………………………………………………………………… ……………………………………………………………………

(170) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 151 d. Menyelidiki pengaruh jenis (massa jenis) senar terhadap frekuensi bunyi. 1. Petiklah senar pertama gitar dan dengarkan nada yang dihasilkan. 2. Kemudian petiklah senar keenam pada gitar, dengarkan nada yang dihasilkan dan bandingkan dengan nada yang dihasilkan pada senar pertama. Tuliskanlah hasil pengamatan anda. Bagaimana nada yang dihasilkan? Apakah ada pengaruh jenis senar terhadap nada yang dihasilkan? ……………………………………………………………………… ……………………………………………………………………… ……………………………………………………………………… ……………………………………………………………………… ……………………………………………………………………… ………………………………………………….. D. PERTANYAAN Jawablah pertanyaan dibawah ini ! 1. Bagaimana bunyi dapat dihasilkan? …………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………….

(171) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 152 2. Bagaimana sumber bunyi menghasilkan bunyi sampai terdengar oleh telinga? …………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………… ……………………………………………… 3.Faktor –faktor apa saja yang mempengaruhi frekuensi bunyi gitar ? …………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………….

(172) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 153 LEMBAR KERJA SISWA (LKS 2) RESONANSI Nama : No.absen : Kelompok: A. TUJUAN EKSPERIMEN Siswa dapat mendefinisikan pengertian resonansi. B. ALAT DAN BAHAN 1. Statip (2 buah). 2. Bola kelereng (5 buah). 3. Benang dengan panjang 10 cm, 20, dan 35 cm (2 buah). C. LANGKAH –LANGKAH KEGIATAN 1. Ikatlah empat benda berukuran sama besar dengan tali yang panjangnya 10 cm, 20, dan 35 cm (2 buah). 2. Benda A dan C tergantung dengan tali yang sama panjang (35 cm). Benda B bergantung pada tali 10 cm, dan benda D pada tali 20 cm. 3. Ayunkan (getarkan) benda A. Amatilah benda B, C, dan D, dan catat hasil pengamatan pada tabel. Kemudian getarkan benda yang lain, dan amati apa yang terjadi.

(173) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 154 D. DATA HASIL EKSPERIMEN Tabel I. Data benda yang bergetar Benda yang ikut bergetar No. Benda yang digetarkan A 1. Benda A 2. Benda B 3. Benda C 4. Benda D B C E. ANALISIS DATA HASIL EKSPERIMEN Tuliskan hasil pengamatan anda dibawah ini. Apa yang terjadi ketika salah satu benda tersebut digetarkan/diayunkan? Apakah ada benda yang ikut berayun? ……………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………….... ..................................................................................................................... D

(174) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 155 F. PERTANYAAN Apa yang dimaksud dengan resonansi? …………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………

(175) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 156 LEMBAR KERJA SISWA (LKS 3) PEMANTULAN BUNYI Nama : No.absen : Kelompok: A. TUJUAN EKSPERIMEN Siswa dapat manggambar dan menjelaskan pemantulan bunyi. B. ALAT DAN BAHAN 1. Pipa paralon 2 buah 2. Dinding pemantul 3. Busur derajat C. LANGKAH-LANGKAH KEGIATAN 1. Susunlah alat-alat tersebut seperti pada gambar dibawah. Pasang salah satu tabung pipa pada sudut 300, 450, dan 550. 2. Suruhlah teman anda berbicara dari salah satu tabung pipa yang sudutnya sudah ditentukan. Kemudian carilah suara yang paling jelas yang dapat terdengar oleh telinga anda melalui tabung pipa lainnya. Kemudian ukurlah sudut tabung pipa yang digunakan untuk

(176) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 157 mendengar bunyi menggunakan busur derajat. Sudut tersebut merupakan sudut pantul bunyi. Ulangi kegiatan tersebut dengan sudut yang berbeda-beda yang sudah ditentukan. D. DATA HASIL PENGAMATAN No. Sudut datang bunyi (o) 1. 300 2. 450 3. 550 Sudut pantul bunyi (o) E. ANALISIS DATA HASIL PENGAMATAN 1. Gambarlah lintasan bunyi datang dan bunyi pantul ! 2. Bagaimana hubungan antara sudut datang bunyi dan sudut pantulnya?

(177) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 158 Lampiran A.6 Kunci Jawaban Lembar Kerja Siswa (LKS 1) SUMBER, MEDIUM DAN FREKUENSI BUNYI Nama : Kelompok: No.absen : A. TUJUAN EKSPERIMEN 1. Siswa dapat mendefinisikan pengertian bunyi. 2. Siswa dapat menjelaskan bahwa dalam perambatannya bunyi memerlukan medium. 3. Siswa menyelidiki faktor-faktor yang mempengaruhi frekuensi bunyi yang dihasilkan oleh dawai atau senar. B. ALAT DAN BAHAN 1. Gitar. 3. Kawat. 2. Gelas plastik (4 buah). 4. Benang. C. LANGKAH –LANGKAH KEGIATAN DAN HASIL PENGAMATAN I. Sumber Bunyi Petiklah senar-senar pada gitar. Kemudian amati dan dengarkan. Apa yang terjadi pada senar gitar yang dipetik? Tuliskanlah hasil pengamatanmu dibawah ini. Jawaban : Ketika senar dipetik maka senar gitar bergetar dan menghasilkan bunyi.

(178) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 159 II. Medium Perambatan Bunyi Menyelidiki medium perambatan bunyi. Selidikilah model telepon mainan yang dihubungkan dengan medium perambat bunyi yaitu benang dan kawat yang telah disediakan. Cobalah telepon mainan tersebut bersama temanmu. Apakah ada perbedaan suara yang terdengar antara kedua medium tersebut? Medium mana yang menghantarkan suara lebih baik/jelas ? Medium manakah yang suaranya terdengar tidak jelas? Kemudian dari hasil percobaan anda apakah terdapat pengaruh suara apabila benang atau kawat dalam keadaan kendor. Tuliskanlah hasil pengamatan anda dibawah ini. Hasil Pengamatan : Jawaban: Terdapat perbedaan suara yang terdengar antara telepon mainan yang dihubungkan dengan benang dan dengan kawat. Telepon mainan yang dihubungkan dengan kawat menghasilkan suara yang lebih jelas dibandingkan telepon mainan yang dihubungkan dengan benang. Sedangkan jika medium dibuat kendor maka suara yang terdengar lebih tidak jelas dibandingkan ketika medium tersebut dibuat tegang.

(179) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 160 IV. Frekuensi Bunyi a. Menyelidiki pengaruh panjang senar gitar terhadap frekuensi bunyi. 1. Petiklah senar pertama gitar dan dengarkan nada yang dihasilkan. 2. Kemudian tekanlah senar pertama pada grip ketujuh, kemudian petiklah senar tersebut. Dengarkan nada yang dihasilkan. Ulangi percobaan ini pada grip keempat , dan kedelapan. Bagaimana nada yang dihasilkan ? Apakah ada pengaruh panjang senar terhadap nada yang dihasilkan gitar ?Tuliskanlah hasil percobaan anda dibawah ini. Jawaban : Ya, panjang senar gitar mempengaruhi nada yang dihasilkan. Semakin panjang senar maka nada yang dihasilkan semakin rendah, dan sebaliknya. b. Menyelidiki pengaruh tegangan senar terhadap frekuensi bunyi. 1. Petiklah senar pertama gitar dan dengarkan nada yang dihasilkan. 2. Kemudian buatlah senar menjadi lebih tegang dengan memutar pengatur tegangan senar 2 putaran kekiri. Kemudian petiklah senar tersebut, dan dengarkan nada yang dihasilkan. Lalu kendorkan lagi senar dengan memutar senar 2 putaran ke kanan. Bagaimana nada yang dihasilkan dari percobaan –percobaan tersebut? Apakah ada pengaruh tegangan senar terhadap nada yang dihasilkan gitar? Tuliskanlah hasil pengamatan anda dibawah ini.

(180) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 161 Jawaban: Ya, tegangan senar gitar mempengaruhi nada yang dihasilkan. Semakin besar tegangan senar maka nada yang dihasilkan semakin tinggi, dan sebaliknya. c. Menyelidiki pengaruh luas penampang senar terhadap frekuensi bunyi. 1. Petiklah senar pertama gitar dan dengarkan nada yang dihasilkan. 2. Kemudian petiklah senar ketiga pada gitar, dengarkan nada yang dihasilkan dan bandingkan dengan nada yang dihasilkan pada senar pertama. Bagaimana nada yang dihasilkan dari percobaan tersebut? Apakah ada pengaruh tebal senar terhadap nada yang dihasilkan? Tuliskanlah hasil pengamatan anda dibawah ini. Jawaban: Ya, tebal senar gitar mempengaruhi nada yang dihasilkan gitar. Semakin tebal senar maka nada yang dihasilkan semakin rendah, dan sebaliknya. d.Menyelidiki pengaruh jenis (massa jenis) senar terhadap frekuensi bunyi. 1. Petiklah senar pertama gitar dan dengarkan nada yang dihasilkan. 2. Kemudian petiklah senar keenam pada gitar, dengarkan nada yang dihasilkan dan bandingkan dengan nada yang dihasilkan pada senar pertama.

(181) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 162 Tuliskanlah hasil pengamatan anda. Bagaimana nada yang dihasilkan? Apakah ada pengaruh jenis senar terhadap nada yang dihasilkan? Jawaban: Ya, massa jenis dari senar girt mempengaruhi nada yang dihasilkan. Nada yang dihasilkan senar pertama lebih tinggi dibandingkan senar keenam. D. PERTANYAAN Jawablah pertanyaan dibawah ini ! 1. Bagaimana bunyi dapat dihasilkan? Jawaban: Bunyi dihasilkan dari benda yang bergetar. 2. Bagaimana sumber bunyi menghasilkan bunyi sampai terdengar oleh telinga? Jawaban: Bunyi dapat terdengar oleh telinga apabila ada sumber bunyi, medium perambatan bunyi, dan peneriam bunyi (telinga). 3.Faktor –faktor apa saja yang mempengaruhi frekuensi bunyi gitar ? Jawaban: Faktor – faktor yang mempengaruhi bunyi pada gitar antara lain panjang senar, tegangan senar, tebal (luas penampang) senar, dan massa jenis senar.

(182) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 163 (LKS 2) RESONANSI Nama : No.absen : Kelompok: A. TUJUAN EKSPERIMEN Siswa dapat mendefinisikan pengertian resonansi. B. ALAT DAN BAHAN 4. Statip (2 buah). 5. Bola kelereng (5 buah). 6. Benang dengan panjang 10 cm, 20, dan 35 cm (2 buah). C. LANGKAH –LANGKAH KEGIATAN 4. Ikatlah empat benda berukuran sama besar dengan tali yang panjangnya 10 cm, 20, dan 35 cm (2 buah). 5. Benda A dan C tergantung dengan tali yang sama panjang (35 cm). Benda B bergantung pada tali 10 cm, dan benda D pada tali 20 cm. 6. Ayunkan (getarkan) benda A. Amatilah benda B, C, dan D, dan catat hasil pengamatan pada tabel. Kemudian getarkan benda yang lain, dan amati apa yang terjadi.

(183) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 164 D. DATA HASIL EKSPERIMEN Tabel I. Data benda yang bergetar Benda yang ikut bergetar No. Benda yang digetarkan A 1. Benda A 2. Benda B 3. Benda C 4. Benda D B C D √ √ E. ANALISIS DATA HASIL EKSPERIMEN Tuliskan hasil pengamatan anda dibawah ini. Apa yang terjadi ketika salah satu benda tersebut digetarkan/diayunkan? Apakah ada benda yang ikut berayun? Jawaban: Ketika benda A diayunkan/digetarkan maka benda C ikut berayun/bergetar, dan sebliknya ketika benda C diayunkan/digetarkan maka benda A ikut berayun/bergetar. Hal ini disebabkan panjang tali yang sama, sehingga jika salah satu benda tersebut diayunkan maka benda yang panjangnya sama akan ikut berayun. Sedangkan ketika benda B dan D diayunkan, tidak ada benda lain yang ikut berayun. F. PERTANYAAN Apa yang dimaksud dengan resonansi? Jawaban: Peristiwa ikut bergetarnya suatu benda akibat dari getaran benda lain yang memiliki frekuensi yang sama.

(184) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 165 (LKS 3) PEMANTULAN BUNYI Nama : No.absen : Kelompok: A. TUJUAN EKSPERIMEN Siswa dapat manggambar dan menjelaskan pemantulan bunyi. B. ALAT DAN BAHAN 4. Pipa paralon 2 buah 5. Dinding pemantul 6. Busur derajat C. LANGKAH-LANGKAH KEGIATAN 3. Susunlah alat-alat tersebut seperti pada gambar dibawah. Pasang salah satu tabung pipa pada sudut 300, 450, dan 550. 4. Suruhlah teman anda berbicara dari salah satu tabung pipa yang sudutnya sudah ditentukan. Kemudian carilah suara yang paling jelas yang dapat terdengar oleh telinga anda melalui tabung pipa lainnya. Kemudian ukurlah sudut tabung pipa yang digunakan untuk mendengar bunyi menggunakan busur derajat. Sudut tersebut

(185) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 166 merupakan sudut pantul bunyi. Ulangi kegiatan tersebut dengan sudut yang berbeda-beda yang sudah ditentukan. D. DATA HASIL PENGAMATAN No. Sudut datang bunyi (o) Sudut pantul bunyi (o) 1. 300 300 2. 450 450 3. 550 550 E. ANALISIS DATA HASIL PENGAMATAN 3. Gambarlah lintasan bunyi datang dan bunyi pantul ! Keterangan: AB = gelombang bunyi datang BC = gelombang bunyi pantul BN = garis normal Sudut ABN = sudut datang bunyi Sudut NBC = sudut pantul bunyi 4. Bagaimana hubungan antara sudut datang bunyi dan sudut pantulnya? Jawaban: Dari gambar diperoleh bahwa sudut datang bunyi sama dengan sudut pantul bunyi (sudut ABN = sudut NBC).

(186) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 167 Lampiran A.7 Soal Pretest SOAL PRETEST Materi : Bunyi Hari/tanggal = 22 Maret 2014 Nama = Kelas = No. Absen = Jawablah pertanyaan – pertanyaan ini dengan benar! 1. Bagaimana bunyi dihasilkan? Jawab : 2. Bagaimana bunyi dapat terdengar oleh telinga? Jawab : 3. Jelaskan perbedaan dari infrasonik, audiosonik, dan ultrasonik? Jawab :

(187) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 168 4. Jelaskan mengapa ketika kita memetik senar – senar gitar, nada yang dihasilkan ber-beda-beda? Jawab : 5. Apkah pengaruh amplitudo terhadap bunyi? Jawab : 6. Jelaskan fungsi dari kotak udara yang terdapat pada gitar? Apa yang terjadi jika kotak tersebut ditutup? Jawab :

(188) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 169 7. Mengapa ruangan pertunjukan musik atau seni dirancang khusus dengan diberi peredam suara? Jawab :

(189) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 170 Lampiran A.8 Soal Posttest Tes Kemampuan Akhir Nama : Kelas : No.Absen : Jawablah soal – soal berikut dengan benar! 1. Bagaimana bunyi dihasilkan? Jawab : ……………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………… 2. Bagaimana bunyi dapat sampai terdengar oleh telinga kita? Jawab: ……………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………… 3. Jelaskan perbedaan dari infrasonik audiosonik, dan ultrasonik? Jawab : ……………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………….. ……………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………

(190) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 171 4. Gitar dapat menghasilkan nada – nada yang bervariasi. Mengapa nada yang dihasilkan gitar bisa bervariasi? Jawab: ……………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………… 5. Bagaimana pengaruh amplitude terhadap bunyi yang dihasilkan? Jawab: ……………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………… ………………………………………... 6. Jelaskan fungsi kotak udara yang terdapat pada gitar? Apa yang terjadi jika kotak udara tersebut ditutup? Jawab: ……………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………

(191) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 172 7. Mengapa ruang pertunjukan musik atau seni dirancang khusus dengan diberi perdam bunyi? Jawab : ……………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………… 8. Tuliskan tiga (3) contoh pemantulan bunyi yang terjadi dikehidupan sehari-hari! Jawab : ……………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………....

(192) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 173 Lampiran A.9 Kunci Jawaban Pretest Kunci Jawaban Soal Pretest Materi : Bunyi Kelas/Semester : VIII/2 No. Soal 1. Bagaimana bunyi dihasilkan? 2. Bagaimana bunyi dapat terdengar oleh telinga kita? 3. Jelaskan apa perbedaan dari infrasonik, audiosonik dan ultrasonik ! 4. Jelaskan mengapa ketika kita memetik senar-senar gitar, nada yang dihasilkan berbeda-beda? 5. Apakah pengaruh amplitudo terhadap bunyi ? Jelaskan fungsi dari kotak udara yang terdapat pada gitar? Apa yang terjadi jika kotak tersebut ditutup? 6. Kunci Jawaban Bunyi dihasilkan oleh sumber bunyi yang bergetar. Bunyi dapat didengar oleh telinga kita karena adanya sumber bunyi yang bergetar kemudian merambat ke segala arah. Melalui medium perambatan, getaran dari sumber bunyi tersebut sampai ke selaput gendang telinga dan kemudian diterjemahkan oleh otak sehingga dapat terdengar oleh telinga. Infrasonik adalah bunyi yang memiliki frekuensi kurang dari 20 Hz. Audiosonik adalah bunyi yang memiliki frekuensi antara 20 -20.000 Hz. Ultrasonik adalah bunyi yang memiliki frekuensi lebih dari 20.000 Hz. Karena ada pengaruh frekuensi bunyi sehingga nada yang dihasilkan berbeda. Frekuensi bunyi pada gitar dipengaruhi oleh beberapa faktor. Faktor-faktor yang mempengaruhi tinggi rendahnya nada gitar yang dihasilkan antara lain: panjang senar ketika dipetik, tebal (luas penampang) senar, tegangan senar dan massa jenis senar pada gitar yang berbeda-beda. Dalam bunyi, amplitudo mempengaruhi kuat lemahnya bunyi. Fungsi dari kotak udara pada gitar adalah untuk terjadinya resonansi. Udara didalam kotak tersebut memiliki frekuensi getaran alamiah. Jika senar dipetik maka udara dalam kotak gitar ikut bergetar, jika frekuensi getaran senar sama dengan frekuensi getaran alamiah udara di dalam kotak gitar, maka udara tersebut beresonansi. Akibat dari resonansi ini adalah bunyi yang dihasilkan keras. Inilah fungsi dari kolom udara pada gitar hanya dengan getaran yang kecil akan

(193) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 174 7. diperoleh getaran yang besar yang menyebabkan bunyi yang terdengar lebih keras. Jika kotak udara ditutup maka volume bunyi gitar lebih kecil sehingga bunyi yang terdengar lebih pelan. Didalam ruang pertunjukan musik dimungkinkan terjadi peristiwa pemantulan bunyi seperti gaung.. Gaung adalah peristiwa pematulan bunyi dimana sebagian bunyi pantul terdengar bersamaan bunyi asli Mengapa ruangan pertunjukan musik atau seni sehingga bunyi asli terdengar tidak jelas. Dan hal inilah yang dapat terjadi di sebuah gedung dirancang khusus dengan pertunjukkan seni/musik. Oleh karena itu diberi peredam suara? untuk menghindari terjadinya gaung tersebut maka ruangannya dirancang secara khusus dimana dinding-dinding dalam ruangan tersebut dilapisi zat peredam bunyi sehingga bunyi yang terdengar hanya bunyi asli.

(194) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 175 Lampiran A.10 Kunci Jawaban Posttest Kunci Jawaban Soal Posttest Materi : Bunyi Kelas/Semester : VIII/2 No. 1. 2. Soal Bagaimana bunyi dihasilkan? Bagaimana bunyi dapat terdengar oleh telinga kita? 3. Jelaskan apa perbedaan dari infrasonik, audiosonik dan ultrasonik ! 4. Gitar dapat menghasilkan nada-nada yang bervariasi. Mengapa nada yang dihasilkan gitar bisa bervariasi? 5. Apakah pengaruh amplitudo terhadap bunyi ? Jelaskan peran dari kotak udara yang terdapat pada gitar ? Apa yang terjadi jika kotak tersebut ditutup? 6. Kunci Jawaban Bunyi dihasilkan oleh sumber bunyi yang bergetar. Bunyi dapat didengar oleh telinga kita karena adanya sumber bunyi yang bergetar kemudian merambat ke segala arah. Melalui medium perambatan, getaran dari sumber bunyi tersebut sampai ke selaput gendang telinga dan kemudian diterjemahkan oleh otak sehingga dapat terdengar oleh telinga. Infrasonik adalah bunyi yang memiliki frekuensi kurang dari 20 Hz. Audiosonik adalah bunyi yang memiliki frekuensi antara 20 -20.000 Hz. Ultrasonik adalah bunyi yang memiliki frekuensi lebih dari 20.000 Hz. Karena adanya frekuensi bunyi yang menghasilkan nada yang bervariasi. Frekuensi bunyi pada gitar dipengaruhi oleh beberapa faktor. Faktor-faktor yang mempengaruhi tinggi rendahnya nada gitar yang dihasilkan antara lain: panjang senar ketika dipetik, tebal (luas penampang) senar, tegangan senar dan massa jenis senar pada gitar yang berbeda-beda. Dalam bunyi, amplitudo mempengaruhi keras lemahnya bunyi. Fungsi dari kotak udara pada gitar adalah untuk terjadinya resonansi. Udara didalam kotak tersebut memiliki frekuensi getaran alamiah. Jika senar dipetik maka udara dalam kotak gitar ikut bergetar, jika frekuensi getaran senar sama dengan frekuensi getaran alamiah udara di dalam kotak gitar, maka udara tersebut beresonansi. Akibat dari resonansi ini adalah bunyi yang dihasilkan keras. Inilah fungsi dari kolom udara pada gitar hanya

(195) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 176 7. Jelaskan peristiwa pemantulan bunyi yang mungkin terjadi dalam ruangan pertunjukan musik dan mengapa ruangan pertunjukan musik atau seni dirancang khusus dengan diberi peredam suara? 8. Tuliskan 3 contoh pemantulan bunyi yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari! dengan getaran yang kecil akan diperoleh getaran yang besar yang menyebabkan bunyi yang terdengar lebih keras. Jika kotak udara ditutup maka volume bunyi gitar lebih kecil sehingga bunyi yang terdengar lebih pelan. Didalam ruang pertunjukan musik dimungkinkan terjadi peristiwa pemantulan bunyi seperti gaung.. Gaung adalah peristiwa pematulan bunyi dimana sebagian bunyi pantul terdengar bersamaan bunyi asli sehingga bunyi asli terdengar tidak jelas. Dan hal inilah yang dapat terjadi di sebuah gedung pertunjukkan seni/musik. Oleh karena itu untuk menghindari terjadinya gaung tersebut maka ruangannya dirancang secara khusus dimana dinding-dinding dalam ruangan tersebut dilapisi zat peredam bunyi sehingga bunyi yang terdengar hanya bunyi asli. 1. Pada saat bernyanyi diruangan kecil dan tertutup akan terdengar lebih keras dibanding diruangan luas dan terbuka. Hal ini terjadi karena bunyi yang datang pada dinding dengan bunyi yang dipantulkan sampai ketelinga hampir bersamaan sehingga bunyi pantul akan memperkuat bunyi asli. 2. Jika berteriak di dalam sumur atau didepan dinding yang tinggi maka suara terdengar berulang-ulang. Hal ini terjadi karena bunyi yang datang dan bunyi yang dipantulkannya memerlukan waktu untuk merambat. 3. Ketika berteriak suara pantulnya berbeda sedikit dengan suara aslinya. Ini merupakan gaung/kerdam, dimana bunyi pantul yang hanya terdengar sebagian bersamaan dengan bunyi asli sehingga bunyi asli terdengar tidak jelas.

(196) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 177 Lampiran A.11 Rubrik Penilaian Pretest No. 1. 2. 3. Soal Bagaimana bunyi dapat dihasilkan? Kriteria Jawaban Jawaban benar. Jawaban kurang tepat. Jawaban salah. Tidak mengerjakan/jawaban kosong. Bagaimana bunyi Jawaban benar, lengkap dan menjelaskan proses benar : siswa menjelaskan proses dapat sampai terdengarnya bunyi oleh telinga dengan menjelaskan adanya 3 aspek terdengarnya terdengar oleh telinga? bunyi yaitu sumber bunyi, medium perambatan, dan detector penerima bunyi yaitu telinga. Jawaban benar, lengkap, dan penjelasan proses tidak lengkap. Jawaban benar , kurang lengkap dan menjelaskan proses benar : siswa menjelaskan 2 aspek terdengarnya bunyi. Jawaban benar, kurang lengkap dan menjelaskan proses benar : siswa menjelaskan 1 aspek terdengarnya bunyi. Jawaban benar, kurang lengkap, dan penjelasan proses salah/tanpa proses. Jawaban salah. Tidak mengerjakan/jawaban kosong. Jelaskan perbedaan infrasonik, audiosonik dan ultrasonik! Menjelaskan 3 perbedaan benar: - Infrasonik adalah bunyi dengan frekuensi kurang dari 20 Hz. - Audiosonik adalah bunyi dengan frekuensi antara 20 – 20.000 Hz. - Ultrasonik adalah bunyi dengan frekuensi lebih dari 20.000 Hz. Menjelaskan 2 perbedaan benar. Menjelaskan 1 perbedaan benar. Jawaban salah. Skor 5 3 1 0 20 17 15 10 6 1 0 15 10 5 1

(197) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 4. 5. 6. 7. Tidak mengerjakan/jawaban kosong. Jelaskan mengapa Jawaban benar, lengkap, dengan penjelasan : Siswa menuliskan 4 faktor yang ketika kita memetik mempengaruhi nada- nada pada gitar sehingga dihasilkan nada yang bervariasi yaitu: gitar nada yang panjang senar, tegangan senar, luas penampang/ketebalan senar, dan massa jenis senar. dihasilkan berbedaJawaban benar, kurang lengkap dengan penjelasan : Siswa menuliskan 3 faktor yang beda? mempengaruhi variasi nada pada gitar. Jawaban benar, kurang lengkap dengan penjelasan : Siswa menuliskan 2 faktor yang mempengaruhi variasi nada pada gitar. Jawaban benar, kurang lengkap dengan penjelasan : Siswa menuliskan 1 faktor yang mempengaruhi variasi nada pada gitar. Jawaban salah. Tidak mengerjakan/jawaban kosong. Bagaimana pengaruh Jawaban benar. amplitudo pada bunyi? Jawaban salah. Tidak mengerjakan/jawaban kosong. Apakah pengaruh Jawaban benar, dan lengkap : Siswa menjelaskan bahwa pengaruh kotak udara pada kotak udara pada gitar adalah untuk menyebabkan terjadinya resonansi. Udara didalam kotak tersebut gitar? Apa yang terjadi memiliki frekuensi getaran ilmiah. Jika senar dipetik maka udara dalam kotak gitar ikut jika kotak udara bergetar, jika frekuensi getaran senar sama dengan frekuensi getaran alamiah udara di tersebut ditutup? dalam kotak gitar, maka udara tersebut beresonansi Jadi udara pada kotak gitar akan ikut bergetar ketika senar gitar dipetik, sehingga dapat menghasilkan bunyi yang lebih nyaring. Dan yang terjadi apabila kotak udara ditutup yaitu volume suara gitar/ bunyi yang dihasilkan lebih kecil. Jawaban benar, dan kurang lengkap (tidak menjelaskan adanya resonansi) Salah satu jawaban benar. Jawaban salah. Tidak mengerjakan/jawaban kosong. Mengapa ruang Jawaban benar : siswa menjelaskan jawaban pertanyaan dengan teori pemantulan bunyi 178 0 12 9 6 3 1 0 5 1 0 20 15 10 1 0 8

(198) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI pertunjukan seni/musik dirancang khusus dengan diberi peredam bunyi? Skor Total Benar = Nilai akhir = yaitu kemungkinan terjadinya gaung (bunyi asli tidak dapat terdengar dengan jelas) pada ruang tersebut sehingga ruang diberi peredam suara agar bunyi asli dapat terdengar dengan jelas. Jawaban kurang tepat : tidak menggunakan teori-teori pemantulan bunyi. Jawaban salah. Tidak mengerjakan/jawaban kosong. 179 4 1 0 85 (Skor benar x100):85

(199) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 180 Lampiran A. 12 Rubrik Penilaian Post-Test No. 1. 2. 3. Soal Bagaimana bunyi dapat dihasilkan? Kriteria Jawaban Jawaban benar. Jawaban kurang tepat. Jawaban salah. Tidak mengerjakan/jawaban kosong. Bagaimana bunyi Jawaban benar, lengkap dan menjelaskan proses benar : siswa menjelaskan proses dapat sampai terdengarnya bunyi oleh telinga dengan menjelaskan adanya 3 aspek terdengarnya terdengar oleh telinga? bunyi yaitu sumber bunyi, medium perambatan, dan detector penerima bunyi yaitu telinga. Jawaban benar, lengkap, dan penjelasan proses salah/tanpa proses. Jawaban benar , kurang lengkap dan menjelaskan proses benar. Jawaban benar, kurang lengkap dan menjelaskan proses benar : siswa menjelaskan 1 aspek terdengarnya bunyi. Jawaban benar, kurang lengkap, dan penjelasan proses salah/tanpa proses. Jawaban salah. Tidak mengerjakan/jawaban kosong. Jelaskan perbedaan Menjelaskan 3 perbedaan benar: infrasonik, audiosonik - Infrasonik adalah bunyi dengan frekuensi kurang dari 20 Hz. dan ultrasonik! - Audiosonik adalah bunyi dengan frekuensi antara 20 – 20.000 Hz. - Ultrasonik adalah bunyi dengan frekuensi lebih dari 20.000 Hz. Menjelaskan 2 perbedaan benar. Menjelaskan 1 perbedaan benar. Jawaban salah. Tidak mengerjakan/jawaban kosong. Skor 5 3 1 0 20 15 15 10 6 1 0 15 10 5 1 0

(200) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 4. 5. 6. 7. Gitar dapat menghasilkan nada yang bervariasi. Mengapa nada-nada pada gitar bisa bervariasi? Jawaban benar, lengkap, dengan penjelasan : Siswa menuliskan 4 faktor yang mempengaruhi nada- nada pada gitar sehingga dihasilkan nada yang bervariasi yaitu: panjang senar, tegangan senar, luas penampang/ketebalan senar, dan massa jenis senar. Jawaban benar, kurang lengkap dengan penjelasan : Siswa menuliskan 3 faktor yang mempengaruhi variasi nada pada gitar. Jawaban benar, kurang lengkap dengan penjelasan : Siswa menuliskan 2 faktor yang mempengaruhi variasi nada pada gitar. Jawaban benar, kurang lengkap dengan penjelasan : Siswa menuliskan 1 faktor yang mempengaruhi variasi nada pada gitar. Jawaban salah. Tidak mengerjakan/jawaban kosong. Bagaimana pengaruh Jawaban benar. amplitudo pada bunyi Jawaban salah. ? Tidak mengerjakan/jawaban kosong. Apakah pengaruh Jawaban benar, dan lengkap : Siswa menjelaskan bahwa pengaruh kotak udara pada kotak udara pada gitar adalah untuk menyebabkan terjadinya resonansi. Udara didalam kotak tersebut gitar? Apa yang terjadi memiliki frekuensi getaran ilmiah. Jika senar dipetik maka udara dalam kotak gitar ikut jika kotak udara bergetar, jika frekuensi getaran senar sama dengan frekuensi getaran alamiah udara di tersebut ditutup? dalam kotak gitar, maka udara tersebut beresonansiJadi udara pada kotak gitar akan ikut bergetar ketika senar gitar dipetik, sehingga dapat menghasilkan bunyi yang lebih nyaring. Dan yang terjadi apabila kotak udara ditutup yaitu volume suara gitar/ bunyi yang dihasilkan lebih kecil. Jawaban benar, dan kurang lengkap (tidak menjelaskan adanya resonansi) Salah satu jawaban benar. Jawaban salah. Tidak mengerjakan/jawaban kosong. Mengapa ruang Jawaban benar : siswa menjelaskan jawaban pertanyaan dengan teori pemantulan bunyi pertunjukan yaitu kemungkinan terjadinya gaung (bunyi asli tidak dapat terdengar dengan jelas) 181 12 9 6 3 1 0 5 1 0 20 15 10 1 0 8

(201) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI seni/musik dirancang khusus dengan diberi peredam bunyi? 8. Tuliskan tiga contoh pemantulan bunyi dalam kehidupan sehari-hari? Skor Total = Nilai akhir pada ruang tersebut sehingga ruang diberi peredam suara agar bunyi asli dapat terdengar dengan jelas. Jawaban kurang tepat : tidak menggunakan teori-teori pemantulan bunyi. Jawaban salah. Tidak mengerjakan/jawaban kosong. 3 contoh pemantulan bunyi benar 2 contoh pemantulan bunyi benar. 1 contoh pemantulan bunyi benar. Jawaban salah. Tidak mengerjakan/jawaban kosong. 182 4 1 0 15 10 5 1 0 100

(202) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI LAMPIRAN B 182

(203) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 183 Lampiran B.1 Lembar Pengamatan Keterlaksanaan RPP UbD

(204) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 184

(205) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 185

(206) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 186

(207) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 187

(208) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 188

(209) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 189

(210) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 190

(211) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 191

(212) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 192

(213) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 193 189 190 193 187 188

(214) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 194 Lampiran B.2 Lembar Pengamatan Keaktifan Kelas

(215) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 195

(216) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 196

(217) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 197

(218) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 198

(219) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 199

(220) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 200

(221) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 201 Lampiran B.3 Sampel Hasil Pretest Kelas Eksperimen

(222) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 202

(223) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 203

(224) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 204

(225) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 205

(226) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 206

(227) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 207 Lampiran B.4 Sampel Hasil Pretest Kelas Kontrol

(228) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 208

(229) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 209

(230) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 210

(231) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 211

(232) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 212 Lampiran B.5 Sampel Hasil Posttest Kelas Eksperimen

(233) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 213

(234) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 214

(235) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 215

(236) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 216

(237) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 217

(238) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 218 Lampiran B.6 Sampel Hasil Posttest Kelas Kontrol

(239) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 219

(240) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 220

(241) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 221

(242) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 222

(243) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 223

(244) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 224 Lampiran B.7 Sampel Hasil Kusioner Persepsi Siswa

(245) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 225

(246) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 226

(247) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 227 Lampiran B.8 Sampel LKS Siswa

(248) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 228

(249) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 229

(250) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 230

(251) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 231

(252) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 232

(253) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 233

(254) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 234

(255) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 235

(256) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 236 Lampiran B.9 Dokumentasi Penelitian Siswa melakukan percobaan Siswa melakukan diskusi dalam kelompok Siswa presentasi didepan kelas

(257)

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

Pengambangan rancangan pembelajaran dengan pendekatan understanding by design pada materi gerak lurus berubah beraturan dan pelaksanaannya di kelas X pada sebuah SMA di Yogyakarta.
0
2
139
Pengembangan rancangan dan pelaksanaan pembelajaran dengan pendekatan understanding by design pada materi massa jenis di kelas VII B SMP X.
0
2
200
Pengembangan rancangan dan pelaksanaan pembelajaran dengan pendekatan understanding by design pada materi massa jenis di kelas VII B SMP X
3
28
198
Silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)
0
1
80
Silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)
0
0
45
Silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)
0
0
34
Silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)
0
0
28
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)
0
0
14
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)
0
0
26
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)
0
0
45
Pembelajaran matematika dengan model pembelajaran ``matematisasi berjenjang`` pada materi permutasi kelas XI IPA SMA Stella Duce 2 Yogyakarta - USD Repository
0
0
228
Peningkatan pemahaman konsep siswa kelas VII SMP Stella Duce 2 Yogyakarta pada pokok bahasan zat dan wujudnya melalui pembelajaran dengan metode kooperatif tipe Jigsaw II - USD Repository
0
0
287
Peran pendidikan religiositas terhadap pengembangan kecerdasan spiritual siswa kelas VIII SMP Stella Duce 2 Yogyakarta - USD Repository
0
0
151
Deskripsi gaya belajar para siswa kelas VIII SMP Stella Duce 2 Yogyakarta tahun ajaran 2011/2012 dan implikasinya dalam penyusunan topik-topik bimbingan belajar - USD Repository
0
0
115
Penerapan pendekatan understanding by design dalam upaya meningkatkan pemahaman siswa kelas XI IPA pada materi persamaan keadaan gas ideal di SMA Pangudi Luhur Yogyakarta - USD Repository
0
0
167
Show more