Pengaruh penerapan metode inkuiri terhadap pemahaman konsep, keaktifan, dan minat belajar siswa kelas VIII SMP Yos Sudarso Cigugur pada materi pembiasan cahaya - USD Repository

Gratis

0
0
174
1 month ago
Preview
Full text
(1)PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PENGARUH PENERAPAN METODE INKUIRI TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP, KEAKTIFAN, DAN MINAT BELAJAR SISWA KELAS VIII SMP YOS SUDARSO CIGUGUR PADA MATERI PEMBIASAN CAHAYA SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Fisika Oleh: Yani Indriyani NIM: 101424015 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN FISIKA JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN IPA FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2014 i

(2) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI ii

(3) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI iii

(4) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI HALAMAN PERSEMBAHAN Skripsi ini secara khusus saya persembahkan untuk Tuhan Yesus Kristus, Bunda Maria, serta orang tua tercinta Bapak Paulus Nana dan Ibu Marcelina Darmini Di dalam doamu, kau sebut namaku Di dalam harapmu, kau sebut namaku (kau ingat diriku) Di dalam segala hal, namaku di hatimu. Tak dapat kubalas cintamu ayahku Tak ‘kan kulupakan nasehatmu ibu. Hormati orang tuamu Agar lanjut umurmu di bumi. T’rima kasih ayah dan ibu Kasih sayangmu padaku Pengorbananmu meneteskan peluh ‘tuk kebahagiaanku. Tuhan lindungi ayah ibuku Dalam doa kuberseru Tetes air matamu yang kau tabur dituai bahagia. Tetes air matamu yang kau tabur dituai bahagia. Doa Seorang Anak (Musik/Lagu: Kriswidianto; Syair: Yulia Pardede) iv

(5) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI v

(6) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI vi

(7) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI ABSTRAK Yani Indriyani. 2014. Pengaruh Penerapan Metode Inkuiri Terhadap Pemahaman Konsep, Keaktifan, dan Minat Belajar Siswa Kelas VIII SMP Yos Sudarso Cigugur Pada Materi Pembiasan Cahaya. Skripsi, Program Studi Pendidikan Fisika, Jurusan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Pembimbing: Prof. Dr. Paul Suparno, S.J., M.S.T. Kata Kunci: Metode Inkuiri, Pemahaman Konsep, Keaktifan, Minat Belajar, dan Pembiasan Cahaya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) peningkatan pemahaman konsep siswa SMP Yos Sudarso Cigugur kelas VIII untuk materi pembiasan cahaya melalui penerapan metode inkuiri; (2) keaktifan siswa SMP Yos Sudarso Cigugur kelas VIII pada materi pembiasan cahaya melalui penerapan metode inkuiri; (3) minat belajar siswa SMP Yos Sudarso Cigugur kelas VIII pada materi pembiasan cahaya melalui penerapan metode inkuiri. Subyek pada penelitian ini adalah siswa kelas VIII A SMP Yos Sudarso Cigugur yang berjumlah 25 orang sebagai kelas kontrol dan siswa kelas VIII B SMP Yos Sudarso Cigugur yang berjumlah 24 orang sebagai kelas eksperimen. Metode pembelajaran yang digunakan pada kelas kontrol yaitu metode ceramah, sedangkan metode pembelajaran yang digunakan pada kelas eksperimen yaitu metode inkuiri. Untuk mengetahui peningkatan pemahaman konsep siswa peneliti menggunakan soal pre-test dan post-test. Untuk mengetahui keaktifan siswa peneliti mengamati dengan lembar observasi keaktifan, sedangkan untuk mengetahui minat belajar siswa peneliti menggunakan kuesioner minat belajar. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) metode inkuiri meningkatkan pemahaman konsep siswa kelas VIII SMP Yos Sudarso Cigugur pada materi pembiasan cahaya; (2) metode inkuiri membuat siswa kelas VIII SMP Yos Sudarso Cigugur aktif belajar mengenai pembiasan cahaya; (3) metode inkuiri membuat siswa kelas VIII SMP Yos Sudarso Cigugur berminat belajar mengenai pembiasan cahaya. vii

(8) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI ABSTRACT Yani Indriyani. 2014. The Effect of Application Inquiry Methods Toward Understanding Concepts, Student Activity, and Learning Interests of VIII Grade Students in Yos Sudarso Cigugur Junior High School in The Topic Refraction of Light.Thesis, Physics Education Study Program, Department of Mathematics and Natural Sciences, Faculty of Teacher Training and Education, Sanata Dharma University in Yogyakarta. Supervisor: Prof. Dr. Paul Suparno, S.J., M.S.T. Keywords: Inquiry Methods, Understanding Concepts, Student Activity, Learning Interests, and Refraction of Light. The purpose of this study is to determine (1) the increase of understanding concepts of VIII grade students in Yos Sudarso Cigugur Junior High School in the topic refraction of light through inquiry methods; (2) student activity of VIII grade students in Yos Sudarso Cigugur Junior High School in the topic refraction of light through inquiry methods (3) learning interests of VIII grade students in Yos Sudarso Cigugur Junior High School in the topic refraction of light through inquiry methods. Subjects in this study were students of VIII A grade in Yos Sudarso Cigugur Junior High School totaling 25 students as the control class and VIII B grade in Yos Sudarso Cigugur Junior High School totaling 24 students as experimental class. Learning methods are used in the control class is lecture methods, while learning methods are used in the experimental class is inquiry methods. To find an improved understanding about the concept of student researchers using pre-test and post-test. To determine the student activity researchers observed with the observation sheet activeness, while to determine student interest researchers used questionnaires interest in learning. The results of this study indicate that: (1) inquiry methods improves understanding concepts of the VIII grade students in Yos Sudarso Cigugur Junior High School in the topic refraction of light; (2) inquiry methods make VIII grade students Yos Sudarso Cigugur Junior High School actively learn about the refraction of light; (3) inquiry methods make VIII grade students of Yos Sudarso Cigugur Junior High School interested to learn about the refraction of light. viii

(9) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI KATA PENGANTAR Puji dan syukur kepada Tuhan Yesus Kristus yang telah memberikan berkat dan rahmat-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan penyusunan skripsi yang berjudul “Pengaruh Penerapan Metode Inkuiri Terhadap Pemahaman Konsep, Keaktifan, dan Minat Belajar Siswa Kelas VIII SMP Yos Sudarso Cigugur pada Materi Pembiasan Cahaya”. Penulisan skripsi ini merupakan tugas akhir sebagai syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Pendidikan di FKIP Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Penelitian ini dapat terselesaikan berkat bantuan, dukungan, saransaran, dan gagasan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, penulis dengan segala kerendahan hati mengucapkan terima kasih kepada: 1. Prof. Dr. Paul Suparno S.J., M.S.T., selaku dosen pembimbing yang selalu sabar memberikan bimbingan, motivasi, kritik dan saran kepada peneliti selama penyusunan skripsi. 2. Dr. Ignatius Edi Santosa, M.S., selaku Ketua Program Studi Pendidikan Fisika yang telah memberikan dukungan dan motivasi. 3. Rohandi, Ph.D., selaku Dosen Pembimbing Akademik yang telah memberikan dukungan dan motivasi. 4. Segenap dosen Pendidikan Fisika Universitas Sanata Dharma yang telah memberikan ilmu pengetahuan kepada penulis. 5. Segenap karyawan sekretariat JPMIPA yang telah memberikan layanan administrasi kepada peneliti selama menempuh studi di Program Studi Pendidikan Fisika Universitas Sanata Dharma. ix

(10) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 6. Emilia Enih S.Pd, selaku kepala SMP Yos Sudarso Cigugur, yang telah memberikan kesempatan kepada peneliti untuk belajar menjadi guru dan melaksanakan penelitian. 7. Yosef Asiri Dotheres, S.Pd, selaku guru mata pelajaran IPA kelas VIII SMP Yos Sudarso Cigugur, yang telah memberikan dukungan dan bantuan selama proses penelitian. 8. Kusmana, M.Pd, selaku guru mata pelajaran fisika SMAN 2 Kuningan, yang telah memberikan bantuan alat percobaan kepada peneliti. 9. Siswa kelas VIII A dan VIII B SMP Yos Sudarso Cigugur Tahun Ajaran 2013/2014 yang telah bersedia menjadi partisipan dalam penelitian. 10. Perpustakaan Universitas Sanata Dharma yang telah memberikan fasilitasnya hingga penyusunan skripsi ini dapat terselesaikan. 11. Kedua orangtuaku tersayang Paulus Nana Sahrana dan Ibu Marcelina Darmini yang telah memberikan dukungan serta tak pernah lelah mendoakan. 12. Kakakku Irena Irianti dan Bernadus Yanto Heryanto, keponakanku tersayang Alexius Juan Wira Pratama, dan seluruh keluarga besar yang telah memberikan dukungan doa, moral, dan material. 13. Ignatius Purwo Nugroho Ady Susanto, S.T., yang selalu berdoa, menemani, dan memberikan semangat kepada peneliti dalam menyelesaikan studi. 14. Seluruh sahabat (Luciana Renny Febrianti, Anastasia Christi Marilyn, Rosa Delima, Maria Etik Damayanti, Fransisca Adhita Kismaningrum, x

(11) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI xi

(12) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR ISI Halaman HALAMAN JUDUL................................................................................................ i HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING ..................................................... ii HALAMAN PENGESAHAN ................................................................................ iii HALAMAN PERSEMBAHAN ............................................................................ iv PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ................................................................. v HALAMAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS ............................................................................. vi ABSTRAK ............................................................................................................ vii ABSTRACT ......................................................................................................... viii KATA PENGANTAR ........................................................................................... ix DAFTAR ISI ......................................................................................................... xii DAFTAR TABEL ................................................................................................ xvi DAFTAR GAMBAR ......................................................................................... xviii DAFTAR LAMPIRAN ........................................................................................ xix BAB I PENDAHULUAN ....................................................................................... 1 A. LATAR BELAKANG MASALAH ......................................................... 1 B. RUMUSAN MASALAH ......................................................................... 3 C. TUJUAN PENELITIAN .......................................................................... 3 xii

(13) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI D. MANFAAT PENELITIAN ...................................................................... 4 BAB II KAJIAN PUSTAKA .................................................................................. 5 A. HAKIKAT IPA ........................................................................................ 5 B. PEMBELAJARAN KONSTRUKTIVIS ................................................. 7 C. METODE INKUIRI ................................................................................. 8 1. Pengertian Metode Inkuiri ........................................................................ 8 2. Fungsi Metode Inkuiri .............................................................................. 8 3. Langkah Metode Inkuiri ........................................................................... 9 4. Syarat agar Inkuiri Dapat Berjalan dengan Baik .................................... 11 5. Keunggulan dan Kelemahan Metode Inkuiri ......................................... 12 D. PEMAHAMAN KONSEP ..................................................................... 13 1. Pengertian Pemahaman .......................................................................... 13 2. Pengertian Konsep .................................................................................. 15 3. Pengertian Pemahaman Konsep ............................................................. 15 E. KEAKTIFAN ............................................................................................. 15 1. Pengertian Keaktifan .............................................................................. 15 2. Ciri-ciri Keaktifan .................................................................................. 16 F. MINAT BELAJAR .................................................................................... 17 1. Pengertian Minat Belajar ........................................................................ 17 2. Ciri-ciri Minat......................................................................................... 17 xiii

(14) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 3. G. Pengaruh Minat Terhadap Kegiatan Belajar Siswa ................................ 18 PEMBIASAN CAHAYA ....................................................................... 19 BAB III METODE PENELITIAN........................................................................ 24 A. DESAIN PENELITIAN ......................................................................... 24 B. WAKTU DAN TEMPAT PENELITIAN .............................................. 24 1. Waktu Penelitian .................................................................................... 24 2. Tempat Penelitian ................................................................................... 25 C. POPULASI DAN SAMPEL PENELITIAN .......................................... 25 1. Populasi Penelitian ................................................................................. 25 2. Sampel Penelitian ................................................................................... 25 D. TREATMENT ........................................................................................ 25 E. INSTRUMENTASI ................................................................................... 27 1. Instrumen Pembelajaran ......................................................................... 27 2. Instrumen Pengumpulan Data ................................................................ 27 3. Validitas.................................................................................................. 33 F. METODE ANALISIS DATA .................................................................... 33 1. Analisis Pemahaman Siswa .................................................................... 33 2. Analisis Keaktifan Siswa ........................................................................ 38 3. Analisis Minat Belajar Siswa ................................................................. 39 BAB IV DATA DAN ANALISIS DATA ............................................................ 41 xiv

(15) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI A. PELAKSANAAN PENELITIAN .......................................................... 41 1. Sebelum Penelitian ................................................................................. 41 2. Selama Penelitian ................................................................................... 43 B. DATA DAN ANALISIS DATA ............................................................ 57 1. Pemahaman Konsep ............................................................................... 57 2. Keaktifan ................................................................................................ 74 3. Minat Belajar .......................................................................................... 78 C. KETERBATASAN PENELITIAN ........................................................ 82 BAB V PENUTUP ................................................................................................ 83 A. KESIMPULAN ...................................................................................... 83 B. SARAN .................................................................................................. 84 DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................... 85 LAMPIRAN .......................................................................................................... 87 xv

(16) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR TABEL Halaman Tabel 1. Kisi-Kisi Soal Pre-Test dan Post-Test ................................................... 29 Tabel 2. Indikator Keaktifan ................................................................................. 30 Tabel 3. Kisi-Kisi Kuesioner Minat Belajar ......................................................... 32 Tabel 4. Skoring Soal Nomor 1,2, dan 8 ............................................................... 33 Tabel 5. Skoring Soal Nomor 3 dan 4 .................................................................. 34 Tabel 6. Skoring Soal Nomor 5 dan 6 ................................................................... 34 Tabel 7. Skoring Soal Nomor 7............................................................................. 34 Tabel 8. Kategorisasi Minat Belajar Siswa ........................................................... 39 Tabel 9. Proses Pelaksanaan Penelitian Kelas Kontrol ......................................... 43 Tabel 10. Proses Pelaksanaan Penelitian Kelas Eksperimen ................................ 44 Tabel 11. Data Nilai Pre-Test Kelas Kontrol dan Kelas Eksperimen ................... 58 Tabel 12. Hasil Uji Test-T Pre-Test Kelas Kontrol dan Kelas Eksperimen ........ 59 Tabel 13. Data Nilai Pre-Test dan Post-Test Kelas Kontrol ................................ 60 Tabel 14. Hasil Uji Test-T Pre-Test dan Post-Test Kelas Kontrol ....................... 61 Tabel 15. Data Nilai Pre-Test dan Post-Test Kelas Eksperimen ......................... 62 Tabel 16. Hasil Uji Test-T Pre-Test dan Post-Test Kelas Eksperimen ................ 63 Tabel 17. Data Nilai Post-Test Kelas Kontrol dan Kelas Eksperimen ................. 64 Tabel 18. Hasil Uji Test-T Post-Test Kelas Kontrol dan Kelas Eksperimen ...... 65 xvi

(17) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Tabel 19. Peningkatan Pemahanan Konsep Siswa ............................................... 71 Tabel 20. Data Keaktifan Siswa ............................................................................ 75 Tabel 21. Total Skor dan Kategori Minat Kelas Kontrol ...................................... 78 Tabel 22. Total Skor dan Kategori Minat Kelas Eksperimen ............................... 79 Tabel 23. Presentase Kategori Minat Kelas Kontrol ............................................. 80 Tabel 24. Presentase Kategori Minat Kelas Kontrol ............................................. 80 Tabel 25. Hasil Uji Test-T Total Skor Minat Kelas Kontrol dan Kelas Eksperimen ........................................................................................................... 81 xvii

(18) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR GAMBAR Halaman Gambar 1. Pembiasan Cahaya............................................................................... 20 Gambar 2. Laboratorium IPA SMP Yos Sudarso Cigugur ................................... 42 Gambar 3. Siswa Kelas Kontrol Mengerjakan Soal Pre-Test ............................... 46 Gambar 4. Dua Orang Siswa Kelas Kontrol Mengerjakan Soal Di Papan Tulis .. 48 Gambar 5. Siswa Kelas Kontrol Mengerjakan Soal Post-Test ............................. 51 Gambar 6. Siswa Kelas Eksperimen Mengerjakan Soal Pre-Test ........................ 52 Gambar 7. Siswa Melakukan Percobaan Pembiasan Cahaya dari Udara ke Air .. 53 Gambar 8. Siswa Menulis Hipotesis Sebelum Melakukan Percobaan ................. 55 Gambar 9. Siswa Kelas Eksperimen Mengerjakan Soal Post-Test ....................... 56 xviii

(19) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR LAMPIRAN Halaman Lampiran 1. Surat Ijin Penelitian ......................................................................... 88 Lampiran 2. Surat Keterangan Telah Melaksanakan Penelitian .......................... 89 Lampiran 3. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Kelas Kontrol ........................ 90 Lampiran 4. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Kelas Eksperimen .................. 99 Lampiran 5. Lembar Kerja Siswa (LKS) 1 Kelas Eskperimen .......................... 108 Lampiran 6. Lembar Kerja Siswa (LKS) 2 Kelas Eksperimen ........................... 112 Lampiran 7. Soal Pre-Test .................................................................................. 117 Lampiran 8. Kunci Jawaban Pre-Test ................................................................. 120 Lampiran 9. Soal Post-Test ................................................................................. 122 Lampiran 10. Kunci Jawaban Post-Test ............................................................. 125 Lampiran 11. Lembar Observasi Keaktifan ........................................................ 127 Lampiran 12. Lembar Kuesioner Minat Belajar ................................................. 128 Lampiran 13. Daftar Distribusi Skor Pre-Test Kelas Kontrol ........................... 129 Lampiran 14. Daftar Distribusi Skor Pre-Test Kelas Eksperimen...................... 130 Lampiran 15. Daftar Distribusi Skor Post-Test Kelas Kontrol .......................... 131 Lampiran 16. Daftar Distribusi Skor Post-Test Kelas Eksperimen .................... 132 Lampiran 17. Daftar Distribusi Skor Minat Kelas Kontrol ................................ 133 Lampiran 18. Daftar Distribusi Skor Minat Kelas Eksperimen .......................... 134 xix

(20) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 19. Sampel Pre-Test Kelas Kontrol .................................................... 135 Lampiran 20. Sampel Post- Test Kelas Kontrol ................................................. 137 Lampiran 21. Sampel Pre-Test Kelas Eksperimen ............................................ 139 Lampiran 22. Sampel Post-Test Kelas Eksperimen ............................................ 142 Lampiran 23. Data Keaktifan Siswa Kelas Eksperimen Pertemuan I ................. 143 Lampiran 24. Data Keaktifan Siswa Kelas Eksperimen Pertemuan II ............... 144 Lampiran 25. Sampel Minat Belajar Kelas Kontrol............................................ 145 Lampiran 26. Sampel Minat Belajar Kelas Eksperimen .................................... 146 Lampiran 27. Sampel Hipotesis Siswa dan LKS 1 ............................................. 147 Lampiran 28. Sampel Hipotesis Siswa dan LKS 2 ............................................. 150 Lampiran 29. Sampel Gambar Hasil Percobaan Siswa ....................................... 154 xx

(21) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG MASALAH Saat ini, pendidikan di Indonesia masih belum sempurna. Proses belajar mengajar yang seharusnya berpusat pada siswa, pada kenyataannya masih berpusat pada guru. Di sekolah, guru masih berperan sebagai “bank” yang mentransfer ilmunya kepada siswa, padahal idealnya peran guru adalah sebagai fasilitator yang membantu siswa mengkonstruksi pengetahuan mereka. Pembelajaran fisika yang dilakukan di sekolah saat ini pun masih terfokus pada hitungan. Metode pembelajaran fisika yang digunakan seringkali hanya ceramah dan mengerjakan latihan soal. Hal inilah yang menyebabkan sebagian siswa tidak suka dengan fisika dan mengakibatkan hasil belajar siswa tidak maksimal. Salah satu metode yang dapat meningkatkan pemahaman konsep siswa dalam pembelajaran fisika adalah metode inkuiri. Menurut Sanjaya, strategi pembelajaran inkuiri adalah rangkaian kegiatan pembelajaran yang menekankan pada proses berpikir secara kritis dan analitis untuk mencari dan menemukan sendiri jawaban dari suatu masalah yang dipertanyakan (2011: 196). Metode ini membantu siswa untuk berpikir ilmiah. Hal ini sesuai dengan kurikulum 2013 yang rencananya akan diterapkan di seluruh sekolah di Indonesia pada tahun ajaran 2014/2015, di mana pada 1

(22) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 2 kurikulum 2013 ini pembelajaran harus dilakukan dengan pendekatan scientific. Harapannya, metode inkuiri ini dapat membantu siswa berpikir ilmiah, sehingga hasil belajarnya dapat sesuai dengan tujuan pendidikan dalam kurikulum 2013. Pada tahun ajaran 2013/2014 ini, kurikulum 2013 sudah diterapkan di beberapa sekolah di Indonesia. Artinya bahwa pada tahun ajaran 2014/2015 mendatang sebagian sekolah tinggal melanjutkan kurikulum 2013, sedangkan sebagian besar sekolah lainnya masih baru menggunakan kurikulum 2013. Salah satu sekolah yang belum menerapkan kurikulum 2013 adalah SMP Yos Sudarso Cigugur. Sekolah ini berada di kaki gunung Ciremai di Kabupaten Kuningan Provinsi Jawa Barat. Mengingat belum diterapkannya kurikulum 2013, pada kesempatan ini penulis ingin melaksanakan penelitian dengan menggunakan metode inkuiri di SMP Yos Sudarso Cigugur. Hal ini dimaksudkan untuk membantu sekolah dalam menyongsong kurikulum baru, yakni kurikulum 2013. Berdasarkan latar belakang di atas, penulis tertarik untuk meneliti Pengaruh Penerapan Metode Inkuiri Terhadap Pemahaman Konsep, Keaktifan dan Minat Belajar Siswa Kelas VIII SMP Yos Sudarso Cigugur pada Materi Pembiasan Cahaya.

(23) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 3 B. RUMUSAN MASALAH Dari latar belakang yang telah dikemukakan di atas, maka rumusan masalah penelitian ini adalah sebagai berikut: 1. Apakah penerapan metode inkuiri dapat meningkatkan pemahaman konsep siswa SMP Yos Sudarso Cigugur kelas VIII pada materi pembiasan cahaya? 2. Bagaimanakah keaktifan siswa SMP Yos Sudarso Cigugur kelas VIII pada materi pembiasan cahaya melalui penerapan metode inkuiri? 3. Bagaimanakah minat belajar siswa SMP Yos Sudarso Cigugur kelas VIII pada materi pembiasan cahaya melalui penerapan metode inkuiri? C. TUJUAN PENELITIAN Dari rumusan permasalahan yang telah dikemukakan di atas, maka tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui: 1. Peningkatan pemahaman konsep siswa SMP Yos Sudarso Cigugur kelas VIII untuk materi pembiasan cahaya melalui penerapan metode inkuiri. 2. Keaktifan siswa SMP Yos Sudarso Cigugur kelas VIII pada materi pembiasan cahaya melalui penerapan metode inkuiri. 3. Minat belajar siswa SMP Yos Sudarso Cigugur kelas VIII pada materi pembiasan cahaya melalui penerapan metode inkuiri.

(24) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 4 D. MANFAAT PENELITIAN 1. Bagi Sekolah Hasil dari penelitian ini diharapkan berguna sebagai salah satu pertimbangan sekolah dalam upaya meningkatkan pemahaman konsep, keaktifan, dan minat siswa SMP Yos Sudarso Cigugur terhadap mata pelajaran fisika melalui metode inkuiri. 2. Bagi guru dan calon guru Penelitian ini dapat bermanfaat bagi guru dan calon guru sebagai gambaran mengenai pembelajaran inkuiri dalam pembelajaran fisika, serta pengaruhnya terhadap pemahaman konsep, keaktifan, dan minat siswa. 3. Bagi penelitian Penelitian ini bermanfaat sebagai informasi mengenai metode pembelajaran inkuiri.

(25) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB II KAJIAN PUSTAKA A. HAKIKAT IPA Ilmu Pengetahuan Alam sering disingkat menjadi IPA. Hakikat pembelajaran IPA dapat diklasifikasikan menjadi 3 bagian (Susanto, 2013: 168-170): 1. IPA sebagai Produk IPA sebagai produk yaitu kumpulan hasil penelitian yang telah ilmuwan lakukan dan sudah membentuk konsep yang telah dikaji sebagai kegiatan empiris dan kegiatan analitis. Bentuk IPA sebagai produk, antara lain: fakta-fakta, prinsip, hukum, dan teori-teori IPA. 2. IPA sebagai Proses IPA sebagai proses bagaimana cara untuk menggali dan memahami pengetahuan tentang alam. Karena IPA merupakan kumpulan fakta dan konsep, maka IPA membutuhkan proses dalam menemukan fakta dan teori yang akan digeneralisasi oleh ilmuwan. Adapun proses dalam memahami IPA disebut dengan keterampilan proses sains yaitu keterampilan yang dilakukan oleh para ilmuwan, seperti mengamati, mengukur, menyimpulkan. 5 mengklasifisikasikan, dan

(26) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 6 3. IPA sebagai Sikap Sikap di sini yaitu sikap ilmiah yang harus dikembangkan dalam pembelajaran sains. Hal ini sesuai dengan sikap yang harus dimiliki oleh seorang ilmuwan dalam melakukan penelitian dan mengomunikasikan hasil penelitiannya. Menurut Sulistyorini (2006, dalam Susanto, 2013: 169), ada sembilan aspek yang dikembangkan dari sikap ilmiah dalam pembelajaran sains, yaitu: sikap ingin tahu, ingin mendapat sesuatu yang baru, sikap kerja sama, tidak putus asa, tidak berprasangka, mawas diri, bertanggung jawab, berpikir bebas, dan kedisiplinan diri. Dari uraian di atas dapat dipahami bahwa pembelajaran sains merupakan pembelajaran yang berdasarkan prinsip, fakta, hukum & proses yang dapat menumbuhkan sikap ilmiah terhadap konsepkonsep IPA. Norman Lederman (dalam Suparno, 2012: 7) menjelaskan hakikat sains sebagai (1) body of knowledge; (2) method; dan (3) way of knowing. Ini jelas mengacu pada epistemologi sains, yaitu sains sebagai cara mengerti, sebagai nilai dan beliefs. Sebagai body of knowledge berarti fisika lebih dilihat sebagai kumpulan hukum dan teori fisika. Sebagai method berarti fisika dilihat sebagai proses menemukan hukum itu. Inilah yang disebut sebagai metode ilmiah. Dan sebagai nilai dan beliefs atau cara mengerti, dapat disebut sebagai sikap yang diperlukan dalam belajar fisika.

(27) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 7 B. PEMBELAJARAN KONSTRUKTIVIS Menurut Von Glasersfeld (dalam Suparno, 1997: 18), konstruktivisme adalah salah satu filsafat pengetahuan yang menekankan bahwa pengetahuan kita adalah konstruksi (bentukan) kita sendiri. Pengetahuan bukanlah suatu tiruan dari kenyataan (realitas). Pengetahuan bukanlah gambaran dari dunia kenyataan yang ada. Pengetahuan selalu merupakan akibat dari suatu konstruksi kognitif kenyataan melalui kegiatan seseorang. Menurut Piaget (dalam Suparno, 1997: 18), pengetahuan bukanlah tentang dunia lepas dari pengamat tetapi merupakan ciptaan manusia yang dikonstruksikan dari pengalaman atau dunia sejauh dialaminya. Proses pembentukan ini berjalan terus menerus dengan setiap kali mengadakan reorganisasi karena adanya suatu pemahaman yang baru. Menurut kaum konstruktivis, belajar merupakan proses aktif pelajar mengkonstruksi arti entah teks, dialog, pengalaman fisis, dan lainlain. Belajar juga merupakan proses mengasimilasikan dan menghubungkan pengalaman atau bahan yang dipelajari dengan pengertian yang sudah dipunyai seseorang sehingga pengertiannya dikembangkan (Suparno, 1997: 61).

(28) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 8 C. METODE INKUIRI 1. Pengertian Metode Inkuiri Menurut Trowbridge dan Bybee (dalam Suparno, 2007: 65) secara umum inkuiri adalah proses di mana para saintis mengajukan pertanyaan tentang alam dunia ini dan bagaimana mereka secara sistematis mencari jawabannya. Kindsvatter, Wilen & Ishler (dalam Suparno, 2007: 65) mendeskripsikan bahwa inkuiri adalah model pengajaran di mana guru melibatkan kemampuan berfikir kritis dari siswa untuk menganalisis dan memecahkan persoalan secara sistematik. Menurut Sanjaya strategi pembelajaran inkuiri adalah rangkaian kegiatan pembelajaran yang menekankan pada proses berpikir secara kritis dan analitis untuk mencari dan menemukan sendiri jawaban dari suatu masalah yang dipertanyakan (2011: 196). 2. Fungsi Metode Inkuiri Menurut Hanafiah dan Suhana (2012: 78), fungsi metode inkuiri adalah sebagai berikut: a. Membangun komitmen di kalangan peserta didik untuk belajar, yang diwujudkan dengan keterlibatan, kesungguhan, dan loyalitas terhadap mencari dan menemukan sesuatu dalam proses pembelajaran. b. Membangun sikap kreatif, dan inovatif dalam proses pembelajaran dalam rangka mencapai tujuan pembelajaran.

(29) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 9 c. Membangun sikap percaya diri dan terbuka terhadap hasil temuannya. 3. Langkah Metode Inkuiri Menurut Kindsvatter, Wilen & Ishler (dalam Suparno, 2007: 66), langkah-langkah metode inkuiri adalah sebagai berikut: a. Identifikasi dan klarifikasi persoalan Langkah awal adalah menentukan persoalan yang ingin didalami atau dipecahkan dengan metode inkuiri. Persoalan dapat disiapkan atau diajukan oleh guru. Sebaiknya persoalan yang ingin dipecahkan disiapkan sebelum mulai pelajaran. Persoalan sendiri harus jelas, real, dapat dikerjakan oleh siswa, dan sesuai dengan kemampuan siswa. Sangat baik bila persoalan itu sesuai dengan tingkat hidup dan keadaan siswa. b. Membuat Hipotesis Langkah berikutnya adalah siswa diminta untuk mengajukan jawaban sementara tentang persoalan itu. Inilah yang disebut hipotesis. Hipotesis siswa perlu dikaji, apakah jelas atau tidak. Bila belum jelas, sebaiknya guru mencoba membantu memperjelas maksudnya lebih dulu. Guru diharapkan tidak memperbaiki hipotesis siswa yang salah, tetapi cukup memperjelas maksudnya saja. Hipotesis yang salah nantinya akan kentara setelah pengambilan data dan analisis data yang diperoleh.

(30) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 10 c. Mengumpulkan Data Langkah selanjutnya adalah siswa mencari dan mengumpulkan data sebanyak-banyaknya untuk membuktikan apakah hipotesis mereka benar atau tidak. Dalam bidang fisika biasanya untuk dapat mengumpulkan data, siswa harus menyiapkan suatu peralatan yang dapat digunakan untuk pengumpulan data. Maka guru perlu membantu bagaimana siswa mencari peralatan, merangkai peralatan dan mengoperasikan peralatan sehingga dapat berjalan dengan baik. Dalam bahasa fisika, langkah ini disebut dengan langkah percobaan atau eksperimen. d. Menganalisis data Data yang sudah dikumpulkan harus dianalisis untuk dapat membuktikan hipotesis apakah benar atau tidak. Untuk mempermudah menganalisis data, data sebaiknya diorganisasikan, dikelompokkan, diatur sehingga dapat dibaca dan dianalisis dengan dengan mudah. Biasanya disusun dalam bentuk tabel agar lebih mudah dibaca dan dianalisis. Dalam menganalisis seringkali diperlukan alat hitung seperti rumus matematika ataupun statistik yang memudahkan siswa mengambil keputusan atau mengambil generalisasi. e. Ambil kesimpulan Dari data yang telah dikelompokkan dan dianalisis, kemudian diambil kesimpulan dengan generalisasi. Setelah diambil

(31) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 11 kesimpulan, kemudian dicocokkan dengan hipotesis awal, apakah hipotesis kita diterima atau tidak. Bila ternyata hipotesis mereka tidak dapat diterima, mereka diminta untuk mencari penjelasan mengapa demikian. Guru dapat membantu dengan beberapa pertanyaan penolong. 4. Syarat agar Inkuiri Dapat Berjalan dengan Baik Suchman (dalam Suparno, 2007: 69) menjelaskan beberapa syarat agar metode inkuiri dapat berjalan dengan baik, yaitu: a. Kebebasan Siswa perlu diberi kebebasan untuk menemukan dan mencari informasi, mengungkapkan hipotesisnya, menyusun eksperimen yang mau digunakan, dan mencari informasi apapun yang dianggap perlu untuk memecahkan persoalan dalam penelitiannya. b. Lingkungan atau suasana yang responsif Lingkungan ini maksudnya adalah seperti laboratorium, komputer, kelas, pustaka, dan sarana yang mendukung terjadinya proses inkuiri. c. Fokus Persoalan yang mau didalami harus jelas arahnya, dan dapat dipecahkan siswa.

(32) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 12 d. Low pressure Maksud dari low pressure ini adalah siswa jangan sampai mendapat banyak tekanan dari siapapun agar siswa dapat berpikir lebih kreatif dan kritis. Kadang siswa tidak dapat melakukan penyelidikan secara sungguh-sungguh mendalam karena ada tekanan dari luar seperti dari guru, waktu, teman, dll. Hal ini perlu dihilangkan atau diminimalisir. 5. Keunggulan dan Kelemahan Metode Inkuiri Hanafiah dan Suhana menguraikan beberapa keunggulan dan kelemahan metode inkuiri (2012: 79): a. Keunggulan Metode Inkuiri 1) Membantu peserta didik untuk mengembangkan, kesiapan, serta penguasaan keterampilan dalam proses kognitif. 2) Peserta didik memperoleh pengetahuan secara individual sehingga dapat dimengerti dan mengendap dalam pikirannya. 3) Dapat membangkitkan motivasi dan gairah belajar peserta didik untuk belajar lebih giat lagi. 4) Memberikan peluang untuk berkembang dan maju sesuai dengan kemampuan dan minat masing-masing. 5) Memperkuat dan menambah kepercayaan pada diri sendiri dengan proses menemukan sendiri karena pembelajaran berpusat pada peserta didik dengan peran guru yang sangat terbatas.

(33) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 13 b. Kelemahan Metode Inkuiri 1) Siswa harus memiliki kesiapan dan kematangan mental, siswa harus berani dan berkeinginan untuk mengetahui keadaan sekitarnya dengan baik. 2) Keadaan kelas yang memiliki jumlah siswa yang banyak maka metode ini tidak akan mencapai hasil yang memuaskan. 3) Guru dan siswa sudah terbiasa dengan PBM gaya lama maka metode inkuiri dapat mengecewakan. 4) Inkuiri terlalu mementingkan proses pengertian saja, kurang memerhatikan perkembangan sikap dan keterampilan siswa. D. PEMAHAMAN KONSEP 1. Pengertian Pemahaman Menurut Bloom (dalam Susanto, 2013: 6), pemahaman diartikan sebagai kemampuan untuk menyerap arti dari materi atau bahan yang dipelajari. Pemahaman menurut Bloom ini adalah seberapa besar siswa mampu menerima, menyerap, dan memahami pelajaran yang diberikan oleh guru kepada siswa, atau sejauh mana siswa dapat memahami serta mengerti apa yang ia baca, yang dilihat, yang dialami, atau yang ia rasakan berupa hasil penelitian atau observasi langsung yang ia lakukan.

(34) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 14 Carin dan Sund (dalam Susanto, 203:7-8) mengungkapkan bahwa pemahaman dapat dikategorikan menjadi beberapa aspek dengan kriteria sebagai berikut: a. Pemahaman merupakan kemampuan untuk menerangkan dan menginterpretasikan sesuatu; ini berarti bahwa seseorang yang telah memahami sesuatu atau telah memperoleh pemahaman akan mampu menerangkan atau menjelaskan kembali apa yang telah ia terima. b. Pemahaman bukan sekadar mengetahui, yang biasanya hanya sebatas mengingat kembali pengalaman dan memproduksi apa yang telah dipelajari. Bagi orang yang benar-benar telah paham ia akan mampu memberikan gambaran, contoh, dan penjelas yang lebih luas dan memadai. c. Pemahaman lebih dari sekadar mengetahui, karena pemahaman melibatkan proses mental yang dinamis; dengan memahami ia akan mampu memberikan uraian dan penjelasan yang lebih kreatif, tidak hanya memberikan gambaran dalam satu contoh saja tetapi mampu memberikan gambaran yang lebih luas dan baru sesuai kondisi saat ini. d. Pemahaman merupakan suatu proses bertahap yang masingmasing tahap menerjemahkan, mempunyai kemampuan menginterpretasikan, analisis, sintesis dan evaluasi tersendiri ekstrapolasi, seperti, aplikasi,

(35) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 15 2. Pengertian Konsep Menurut Dorothy J. Skeel (dalam Susanto, 2013: 8), konsep merupakan sesuatu yang tergambar dalam pikiran, suatu pemikiran, gagasan, atau suatu pengertian. Jadi konsep ini merupakan sesuatu yang telah melekat dalam hati seseorang dan tergambar dalam pikiran, gagasan, atau suatu pengertian. Orang yang telah memiliki konsep, berarti orang tersebut telah memiliki pemahaman yang jelas tentang suatu konsep atau citra mental tentang sesautu. Sesuatu tersebut dapat berupa objek konkret ataupun gagasan yang abstrak. 3. Pengertian Pemahaman Konsep Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa pemahaman konsep adalah kemampuan untuk menerima, menyerap dan memahami materi yang dipelajari, kemudian menggambarkannya dalam pikiran. E. KEAKTIFAN 1. Pengertian Keaktifan Menurut Daryanto dan Rahardjo, keaktifan yaitu keterlibatan intelektual emosional siswa dalam kegiatan belajar mengajar yang bersangkutan, asimilasi dan akomodasi kognitif dalam pencapaian pengetahuan, balikannya perbuatan (feedback) serta dalam pengalaman pembentukan langsung terhadap keterampilan dan

(36) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 16 penghayatan serta internalisasi nilai-nilai dalam pembentukan sikap (2012: 2-3). 2. Ciri-ciri Keaktifan Sudjana (2010: 61) menyatakan bahwa keaktifan siswa dapat dilihat dari beberapa hal, yaitu: a. Siswa turut serta dalam melaksanakan tugas belajarnya. b. Siswa terlibat dalam pemecahan masalah. c. Siswa bertanya kepada siswa lain atau kepada guru apabila tidak memahami persoalan yang dihadapinya. d. Siswa berusaha mencari berbagai informasi yang diperlukan untuk pemecahan masalah. e. Siswa melaksanakan diskusi kelompok sesuai dengan petunjuk guru. f. Siswa menilai kemampuan dirinya dan hasil-hasil yang diperolehnya. g. Siswa melatih diri dalam memecahkan soal atau masalah yang sejenis. h. Siswa menggunakan atau menerapkan apa yang telah diperolehnya dalam menyelesaikan tugas atau persoalan yang dihadapinya.

(37) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 17 F. MINAT BELAJAR 1. Pengertian Minat Belajar Menurut Sukardi (dalam Susanto, 2013: 57), minat dapat diartikan sebagai suatu kesukaan, kegemaran atau kesenangan akan sesuatu. Susanto menegaskan bahwa minat merupakan dorongan diri seseorang atau faktor yang menimbulkan ketertarikan atau perhatian secara efektif, yang menyebabkan dipilihnya suatu objek atau kegiatan yang menguntungkan, menyenangkan dan lama kelamaan akan mendatangkan kepuasan dalam dirinya (2013:58). Dalam kaitannya dengan belajar, Hansen (dalam Susanto, 2013: 57-58), menyebutkan bahwa minat belajar siswa erat hubungannya dengan kepribadian, motivasi, ekspresi, dan konsep diri atau identifikasi, faktor keturunan dan pengaruh eksternal atau lingkungan. Menurut Slameto, suatu minat dapat diekspresikan melalui suatu pertanyaan yang menunjukkan bahwa siswa lebih menyukai suatu hal daripada hal lainnya, dapat pula dimanifestasikan melalui partisipasi dalam suatu aktivitas. Siswa yang memiliki minat terhadap subyek tertentu cenderung untuk memberikan perhatian lebih besar terhadap subyek tersebut (2010: 180). 2. Ciri-ciri Minat Elizabet Hurlock (dalam Susanto, 2013: 62-63) menyebutkan ada 7 ciri-ciri minat, yaitu:

(38) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 18 1) Minat tumbuh bersamaan dengan perkembangan fisik dan mental. Minat di semua bidang berubah selama terjadi perubahan fisik dan mental, misalnya perubahan minat dalam hubungannya dengan perubahan usia. 2) Minat tergantung pada kegiatan belajar. Kesiapan belajar merupakan salah satu penyebab meningkatnya minat seseorang. 3) Minat tergantung pada kesempatan belajar. Kesempatan belajar merupakan faktor yang sangat berharga, sebab tidak semua orang dapat menikmatinya. 4) Perkembangan minat mungkin terbatas. Keterbatasan ini mungkin dikarenakan keadaan fisik yang tidak memungkinkan. 5) Minat dipengaruhi budaya. Budaya sangat mempengaruhi sebab jika budaya sudah luntur mungkin minat juga ikut luntur. 6) Minat berbobot emosional. Minat berhubungan dengan perasaan, maksudnya bila suatu objek dihayati sebagai sesuatu yang sangat berharga, maka akan timbul perasaan senang yang akhirnya dapat diminatinya. 7) Minat berbobot egosentris, artinya jika seseorang senang terhadap sesuatu, maka akan timbul hasrat untuk memilikinya. 3. Pengaruh Minat Terhadap Kegiatan Belajar Siswa Minat merupakan faktor yang sangat penting dalam kegiatan belajar siswa. Suatu kegiatan belajar yang dilakukan tidak sesuai dengan minat siswa akan memungkinkan berpengaruh negatif

(39) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 19 terhadap hasil belajar siswa yang bersangkutan. Dengan adanya minat dan tersedianya rangsangan yang ada sangkut pautnya dengan diri siswa, maka siswa akan mendapatkan kepuasan batin dari kegiatan belajar tadi. Dalam dunia pendidikan di sekolah, minat memegang peranan penting dalam belajar. Hal ini dikarenakan minat merupakan suatu kekuatan motivasi yang menyebabkan seseorang memusatkan perhatian terhadap seseorang, suatu benda, atau kegiatan tertentu. Maka, minat merupakan faktor yang sangat penting untuk menunjang kegiatan belajar siswa demi tercapainya keberhasilan belajar. Bahan pelajaran, pendekatan, ataupun metode pembelajaran yang tidak sesuai dengan minat peserta didik menyebabkan hasil belajar siswa tidak maksimal (Susanto, 2013: 66-67). G. PEMBIASAN CAHAYA Dalam satu medium, cahaya akan merambat lurus. Namun apabila cahaya merambat dari medium satu ke medium yang lain, maka arah cahaya itu akan dibelokkan di perbatasan antara kedua medium. Pembelokkan arah perambatan cahaya itu terjadi karena cahaya masuk ke medium yang berbeda. Peristiwa tersebut dinamakan pembiasan. Misalkan cahaya masuk dari udara ke air. Udara sebagai medium I dan air sebagai medium II (lihat gambar 1).

(40) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI sinar datang 20 garis normal medium I medium II sinar bias Gambar 1. Pembiasan Cahaya Sinar di medium I disebut sinar datang, sedangkan sinar di medium II disebut sinar bias. Sudut yang dibentuk sinar datang dengan garis normal disebut sudut datang dan sudut yang dibentuk sinar bias dengan garis normal disebut sudut bias (Arini dkk, 2007: 464). Hukum pembiasan cahaya (yang dikemukakan oleh Willebrord Snellius, seorang ahli matematika berkebangsaan Belanda) yakni sebagai berikut: 1. Sinar datang, garis normal, dan sinar bias terletak pada satu bidang datar, dan ketiganya berpotongan pada satu titik (hukum I Snellius atau hukum I Pembiasan) 2. Sinar datang dari medium kurang rapat ke medium lebih rapat dibiaskan mendekati garis normal. Sebaliknya, sinar datang dari medium lebih rapat ke medium kurang rapat, dibiaskan menjauhi garis normal (hukum II Snellius atau hukum II Pembiasan) (Humizar dan Sarlem, 2005: 168).

(41) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 21 Udara memiliki kerapatan lebih kecil dibandingkan air dan kaca. Kaca merupakan medium yang lebih rapat dibandingkan air, sedangkan air merupakan medium yang lebih rapat dibandingkan udara. Berkas-berkas sinar dibiaskan mendekati garis normal bila datang dari medium kurang rapat ke medium yang lebih rapat, contohnya dari udara ke kaca. Berkasberkas sinar akan dibiaskan menjauhi garis normal bila datang dari medium yang lebih rapat ke medium yang kurang rapat, contohnya dari kaca ke udara (Sukabdiyah dkk, 2007: 181). Pembelokan cahaya pada dua medium yang berbeda disebabkan oleh perbedaan cepat rambat cahaya di kedua medium tersebut. Cepat rambat cahaya di medium yang rapat lebih kecil dibandingkan dengan cepat rambat cahaya di medium yang kurang rapat. Semakin rapat medium yang dilalui, cepat rambat cahaya yang melewatinya semakin kecil. Cepat rambat cahaya terbesar dicapai ketika cahaya berada di ruang hampa. Cepat rambat cahaya di ruang hampa dilambangkan dengan c, yang mempunyai nilai sebesar 3 x 108 m/s. Jika sinar datang pada dua medium dengan sudut datang yang sama, maka sudut biasnya belum tentu sama. Hal ini bergantung pada kerapatan mediumnya. Dengan kata lain, pembiasan cahaya dari medium yang satu berbeda dengan medium yang lain. Kemampuan medium untuk membiaskan cahaya yang melaluinya dinyatakan dengan bilangan yang disebut indeks bias (n). Indeks bias (n)

(42) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 22 tersebut menunjukkan besarnya pembiasan yang dialami cahaya (Arini dkk, 2007: 465-466). Nilai indeks bias suatu medium menunjukkan perbandingan cepat rambat cahaya di ruang hampa dengan cepat rambat cahaya di dalam medium tersebut. Jika cepat rambat cahaya di suatu medium adalah v dan cepat rambat di ruang hampa adalah c, maka indeks bias medium tersebut dinyatakan dengan n bernilai sebagai berikut: Keterangan: n = indeks bias medium c = cepat rambat cahaya di ruang hampa = 300.000.000 m/s v = cepat rambat cahaya di medium (Arini dkk, 2007: 466). Dari uraian di atas dapat dilihat bahwa selain tergantung pada kerapatan medium, indeks bias juga tergantung pada panjang gelombang cahaya yang melewatinya. Meskipun mediumnya sama, tetapi bila panjang gelombang cahayanya berbeda, maka nilai indeks biasnya akan berbeda. Sebagai contoh, nilai indeks bias air untuk cahaya merah berbeda dengan indeks bias untuk cahaya hijau (Arini dkk, 2007: 466). Contoh-contoh pembiasan cahaya dalam kehidupan sehari-hari adalah sebagai berikut: 1. Saat sebuah pensil kita masukkan setengahnya ke dalam air, kita melihat seolah-olah pensil itu tampak patah.

(43) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 23 2. Saat kita menangkap ikan dalam aquarium, posisi ikan tersebut tidak berada pada posisi tepat kita melihatnya. 3. Saat kita melihat kolam yang berair jernih dan tenang, kolam itu kelihatannya dangkal, tetapi sebenarnya dalam. Benda gelap tembus cahaya yang hampir meneruskan seluruh cahaya yang mengenainya dikenal dengan istilah benda optik. Beberapa benda optik, di antaranya kaca plan paralel, prisma, dan lensa. Kaca plan paralel merupakan kaca tebal yang permukaannya rata. Sinar datang yang melalui kaca plan paralel akan mengalami dua kali pembiasan. Pembiasan pertama saat sinar datang menuju kaca plan paralel dan pembiasan kedua saat sinar meninggalkan kaca plan paralel. Sinar datang dari udara menuju kaca dibiaskan mendekati garis normal dalam kaca. Selanjutnya, sinar yang merambat dalam kaca menuju udara dibiaskan menjauhi garis normal. Arah sinar datang yang menuju kaca plan paralel dan arah sinar keluar dari dalam kaca plan paralel adalah sejajar. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa sudut datang sinar menuju kaca sama dengan sudut bias sinar meninggalkan kaca (Aloysius, dkk, 2008).

(44) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB III METODE PENELITIAN A. DESAIN PENELITIAN Pada penelitian ini, peneliti menggunakan desain penelitian eksperimental kuantitatif dan kualitatif. Penelitian eksperimental merupakan penelitian dengan memberikan perlakuan pada partisipan. Pada penelitian ini, perlakuan yang diberikan yaitu pembelajaran dengan menggunakan metode inkuiri. Setelah diberi perlakuan, variabel kemudian diukur dengan instrumen yang telah dibuat. Untuk memperkuat penelitian ini, peneliti menggunakan kelas pembanding atau kelas kontrol supaya dapat mengetahui pengaruh penggunaan metode inkuiri terhadap kelas eksperimen atau kelas treatment. Pada kelas kontrol, metode pembelajaran yang digunakan yaitu metode pembelajaran ceramah aktif. Data yang diperoleh kemudian dianalisis dalam bentuk skor atau angka yang diberikan penjelasan. Maka dari itu penelitian ini dikatakan penelitian kuantitatif. Selain penelitian kuantitatif, peneliti juga melakukan analisis jawaban siswa serta observasi guna memperkuat data. Maka dari itu penelitian ini juga menggunakan penelitian kualitatif. B. WAKTU DAN TEMPAT PENELITIAN 1. Waktu Penelitian Penelitian dilaksanakan pada tanggal 22 – 30 April 2014. 24

(45) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 25 2. Tempat Penelitian Penelitian dilaksanakan di SMP Yos Sudarso Cigugur, Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat. C. POPULASI DAN SAMPEL PENELITIAN 1. Populasi Penelitian Populasi dari penelitian ini adalah seluruh siswa-siswi SMP Yos Sudarso Cigugur Tahun Ajaran 2013/2014. 2. Sampel Penelitian Sampel dari penelitian ini adalah siswa-siswi SMP Yos Sudarso Cigugur Tahun Ajaran 2013/2014 Kelas VIII A yang berjumlah 25 orang dan Kelas VIII B yang berjumlah 24 orang. Di mana kelas VIII A sebagai kelas kontrol dan kelas VIII B sebagai kelas eksperimen. D. TREATMENT Treatment adalah perlakuan peneliti kepada subyek yang mau diteliti agar nantinya mendapatkan data yang diinginkan (Suparno, 2010: 51). Treatment yang dilakukan dalam penelitian ini adalah penerapan metode inkuiri pada materi pembiasan cahaya. Metode inkuiri ini dilakukan pada kelas eksperimen. Dalam penelitian ini, kegiatan inkuiri dilakukan dalam 2 kegiatan yaitu:

(46) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 26 1. Kegiatan 1 : Mengamati cahaya yang dilewatkan pada air Pada kegiatan I, siswa diajak untuk mengamati cahaya laser yang dilewatkan dari udara menuju ke larutan susu. Larutan susu digunakan agar siswa dapat lebih mudah mengamati jejak lintasan cahayanya. Untuk cahaya di udara siswa dapat mengamatinya dengan bantuan kertas putih. Kegiatan ini dilakukan agar siswa memahami fenomena pembiasan cahaya serta menemukan berlakunya Hukum Pembiasan I. 2. Kegiatan 2 : Mengamati cahaya yang dilewatkan pada kaca plan paralel Pada kegiatan II, siswa diajak untuk mengamati cahaya yang dilewatkan pada kaca plan paralel. Cahaya ini berasal dari jarum pentul yang ditusukkan pada kertas. Jika dilihat melalui kaca plan paralel akan dilihat jejak lintasan cahayanya yang mengalami pembiasan. Kegiatan ini dilakukan agar siswa memahami fenomena pembiasan cahaya serta menemukan berlakunya Hukum Pembiasan II. Dengan diberikannya treatment ini, peneliti ingin mengetahui pengaruh penggunaan metode inkuiri terhadap pemahaman konsep, keaktifan, dan minat belajar siswa.

(47) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 27 E. INSTRUMENTASI 1. Instrumen Pembelajaran Instrumen pembelajaran ini terdiri dari 2 instrumen yaitu Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dan Lembar Kerja Siswa. a. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dibuat untuk menentukan garis besar kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan selama pengambilan data penelitian. RPP yang dibuat dibedakan untuk kelas kontrol dan kelas eksperimen. RPP kelas kontrol dapat dilihat pada lampiran 3 dan RPP kelas eksperimen dapat dilihat di lampiran 4. b. Lembar Kerja Siswa Lembar Kerja Siswa (LKS) dibuat sebagai modul untuk siswa dalam mengikuti proses pembelajaran. LKS ini dibuat untuk kelas eksperimen. LKS lengkap dapat dilihat di lampiran 5 dan 6. 2. Instrumen Pengumpulan Data Instrumen pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah: (1) tes tertulis yang terdiri dari pre-test dan post-test, (2) lembar observasi keaktifan dan (3) kuesioner minat belajar. a. Tes tertulis (pre-test dan post-test) Pre-test diberikan sebelum pembelajaran kepada kelas kontrol dan kelas eksperimen. Pre-test ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana pemahaman awal siswa mengenai konsep

(48) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 28 pembiasan cahaya. Soal pre-test terdiri dari 8 soal yang memuat aspek hafalan, pemahaman dan aplikasi. Pembuatan soal pre-test diperlukan kisi-kisi. Kisi-kisi soal berdasarkan pada kompetensi dasar dan indikator yang harus dicapai siswa. Kisi-kisi soal pre-test dan post-test seperti tabel 1 berikut.

(49) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 29 Tabel 1. Kisi-kisi soal pre-test dan post-test Aspek Hafalan Pemahaman Konsep Aplikasi Indikator Soal Siswa dapat menjelaskan hukum Pembiasan/ Hukum Snellius I dan II. 1. Tuliskan bunyi Hukum Pembiasan I (Snellius I)! 2. Tuliskan bunyi Hukum Pembiasan II (Snellius II)! Siswa dapat menyebutkan contoh-contoh peristiwa pembiasan cahaya dalam kehidupan seharihari. Sebutkan salah satu contoh dalam kehidupan sehari-hari mengenai peristiwa pembiasan cahaya! 1. Jelaskan dan Siswa dapat gambarkan peristiwa menjelaskan pembiasan cahaya peristiwa pembiasan dari udara ke air! cahaya dari medium 2. Jelaskan dan yang kurang rapat ke gambarkan peristiwa medium yang lebih pembiasan cahaya rapat dan sebaliknya. dari kaca ke udara! Mengapa cahaya yang Siswa dapat menganai bidang batas menjelaskan antara 2 medium penyebab terjadinya mengalami pembiasan? pembiasan cahaya. Jelaskan! Siswa dapat Apa yang dimaksud menjelaskan definisi dengan indeks bias? Apa dari indeks bias artinya indeks bias air = cahaya. 1,33? Siswa dapat Apabila di dalam suatu melakukan bahan cahaya merambat perhitungan untuk dengan cepat rambat menentukan indeks 240.000 km/s, berapakah bias cahaya bila indeks bias bahan diketahui cepat tersebut? rambat cahaya. No Soal 1,2 8 3,4 5 6 7

(50) 30 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Post-test diberikan setelah pembelajaran kepada kelas kontrol dan kelas eksperimen. Soal post-test ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana peningkatan pemahaman siswa mengenai konsep pembiasan cahaya. Jumlah dan bobot soal post-test sama dengan soal pre-test. Soal dan kunci jawaban pre-test dapat dilihat pada lampiran 7 dan 8, sedangkan soal dan kunci jawaban post-test dapat dilihat pada lampiran 9 dan 10. b. Lembar observasi keaktifan Lembar observasi keaktifan digunakan oleh guru untuk mengetahui keaktifan siswa dalam belajar pada kelas eksperimen. Indikator keaktifan siswa dapat dilihat pada tabel 2 berikut. Tabel 2. Indikator Keaktifan Aspek Indikator Bertanya kepada guru atau teman Menjawab pertanyaan Keaktifan Memecahkan persoalan Mencari informasi Menyimpulkan hasil belajar Pernyataan Siswa bertanya kepada guru Siswa menjawab pertanyaan dari guru Siswa mampu menyelesaikan soal yang diberikan Siswa membaca buku paket Siswa menyimpulkan hasil percobaan No item 1 2 3 4 5 Lembar observasi keaktifan dapat dilihat pada lampiran 11.

(51) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 31 c. Kuesioner minat belajar Kuesioner minat belajar dalam penelitian bersifat tertutup atau telah disediakan alternatif jawaban. Kuesioner ini diberikan kepada kelas kontrol dan kelas eksperimen setelah mengikuti rangkaian proses pembelajaran bersama peneliti. Pemberian kuesioner ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan metode inkuiri terhadap minat belajar siswa. Pembuatan kuesioner minat belajar diperlukan kisi-kisi kuesioner minat belajar. Kisi-kisi kuesioner minat belajar dapat dilihat pada tabel 3 berikut.

(52) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 32 Tabel 3. Kisi-kisi Kuesioner Minat Belajar Aspek Indikator Kesenangan/ Tanpa Paksaan Memusatkan perhatian Minat Belajar Partisipasi dalam aktivitas Ketertarikan Pernyataan 1. Saya sangat menyesal bila tidak mengikuti pelajaran ini. 2. Saya merasa pembelajaran yang dilakukan berlangsung dengan singkat. 3. Saya tidak pernah mengantuk selama pelajaran berlangsung. 1. Selama di kelas, saya selalu berpikir pada pelajaran, bukan pada hal-hal yang lain. 2. Saya dapat memahami materi dengan baik. 1. Saya selalu bertanya kepada teman bila ada kesulitan dalam belajar 2. Saya selalu bertanya kepada guru bila saya tidak tahu 1. Saya membaca buku pelajaran untuk menambah pengetahuan saya. 2. Banyak hal-hal tentang IPA yang ingin saya ketahui lebih lanjut setelah mengikuti pelajaran ini. 3. Saya ingin pembelajaran IPA selanjutnya menggunakan metode pembelajaran seperti yang dilakukan oleh peneliti. Lembar kuesioner minat belajar dapat dilihat pada lampiran 12. No item 1, 7, 9 2,3 4,5 6, 8,10

(53) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 3. 33 Validitas Validitas yang digunakan dalam penelitian ini adalah validitas isi. Validitas isi dari suatu tes hasil belajar adalah validitas yang diperoleh dengan menguji isi dari instrumen yang digunakan. Apakah item test sungguh mengukur isi dari domain yang mau diukur (Suparno, 2010, 68). Validitas isi berpedoman pada kisi-kisi tes dan non tes yang diukur dengan indikator. F. METODE ANALISIS DATA 1. Analisis Pemahaman Siswa a. Analisis Penskoran Soal pre-test dan post-test terdiri masing-masing 8 soal. Skor maksimal untuk masing-masing soal disesuaikan dengan bobot soal. Kriteria pemberian skor ditentukan sebagai berikut. 1) Soal nomor 1,2 dan 8 aspek hafalan dengan bobot soal 2. Tabel 4. Skoring Soal Nomor 1,2, dan 8 Keterangan Tidak mengerjakan Jawaban salah Jawaban mendekati benar Jawaban benar dan lengkap Skor 0 0,5 1 2

(54) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 34 2) Soal nomor 3 dan 4 aspek pemahaman konsep dengan bobot soal 6. Tabel 5. Skoring Soal Nomor 3 dan 4 Keterangan Tidak mengerjakan Ada gambar atau penjelasan namun salah Ada gambar dan penjelasan namun masih ada yang salah Gambar dan penjelasan 50 % benar Gambar dan penjelasan benar namun tidak lengkap Gambar dan penjelasan benar dan hampir lengkap Gambar dan penjelasan benar dan lengkap Skor 0 1 2 3 4 5 6 3) Soal nomor 5 dan 6 aspek pemahaman konsep dengan bobot soal 4. Tabel 6. Skoring Soal Nomor 5 dan 6 Keterangan Tidak mengerjakan Jawaban salah Jawaban 50% benar Jawaban benar namun kurang lengkap Jawaban benar dan lengkap Skor 0 1 2 3 4 4) Soal nomor 7 aspek aplikasi dengan bobot soal 4. Tabel 7. Skoring soal nomor 7 Keterangan Skor Tidak mengerjakan 0 Jawaban salah 1 Ada rumus saja tetapi benar 2 Rumus dan penyelesaian benar tetapi tidak 3 sampai selesai Rumus dan penyelesaian benar dan lengkap 4

(55) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 35 Perhitungan skor siswa dapat dihitung dengan cara jumlah skor masing-masing siswa dibagi dengan skor maksimal dikali seratus. Jumlah skor maksimal yaitu 30. Skor = b. Analisis Kuantitatif Pre-test dan Post-test Untuk mengetahui peningkatan pemahaman siswa, peneliti menggunakan pre-test dan post-test. Kedua tes ini dilakukan pada kelas kontrol dan kelas eksperimen. Adapun statistik yang digunakan untuk mengetahui peningkatan pemahaman siswa adalah dengan melakukan uji test-t. Uji test-t dapat digunakan untuk membandingkan akibat dua treatment atau untuk mengetes satu kelompok yang dites dua kali. Uji test-t yang digunakan untuk membandingkan akibat dua treatment adalah uji test-t untuk dua grup yang independen. Adapun rumus perhitungannya yakni sebagai berikut: √[ ( Di mana ( ) (̅̅̅ ( ̅̅̅) ) ) ][ ̅̅̅ = skor kelas kontrol ̅̅̅ = skor kelas eksperimen = jumlah siswa kelas kontrol = jumlah siswa kelas eksperimen ] ( )

(56) 36 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI = standar deviasi kelas kontrol = standar deviasi kelas eksperimen Uji test-t yang digunakan untuk mengetes satu kelompok yang dites dua kali adalah uji test-t untuk grup yang dependen. Adapun rumus perhitungannya yakni sebagai berikut: (̅̅̅ √[∑ Di mana: ( ̅̅̅) (∑ ) ) ( ) ] D = perbedaan skor tiap subyek = N = jumlah pasangan skor Df = N – 1 1) Uji test-t pre-test kelas kontrol dan pre-test kelas eksperimen Untuk mengetahui apakah ada perbedaan pemahaman awal siswa antara kelas kontrol dan kelas eksperimen, peneliti menggunakan uji test-t untuk 2 grup yang independen (lihat rumus 1). Jika | | >| | maka signifikan, berarti ada perbedaan hasil pre-test pada kelas eksperimen dan kelas kontrol. Jika | | < | | maka tidak signifikan, berarti tidak ada perbedaan hasil pre-test pada kelas eksperimen dan kelas kontrol. 2) Uji test-t pre-test dan post-test kelas eksperimen Untuk mengetahui peningkatan pemahaman siswa dengan menggunakan metode inkuiri, peneliti menggunakan uji

(57) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 37 test-t untuk kelompok dependen (lihat rumus 2). Jika | |> | maka signifikan, berarti ada perbedaan hasil pre-test | dan post-test pada kelas eksperimen. Jika | | | < | maka tidak signifikan, berarti tidak ada perbedaan hasil pre-test dan post-test pada kelas eksperimen. 3) Uji-test t pre-test dan post-test kelas kontrol Untuk mengetahui peningkatan pemahaman siswa dengan metode ceramah sebagai pembanding, peneliti menggunakan uji test-t untuk kelompok dependen (lihat rumus 2). Jika | | > | | maka signifikan, berarti ada perbedaan hasil pre-test dan post-test pada kelas kontrol. Jika | | < | | maka tidak signifikan, berarti tidak ada perbedaan hasil pre-test dan post-test pada kelas kontrol. 4) Uji test-t post-test kelas kontrol dan post-test kelas eksperimen Untuk mengetahui apakah ada perbedaan peningkatan pemahaman siswa antara kelas kontrol dan kelas eksperimen, peneliti menggunakan uji test-t untuk 2 grup yang independen (lihat rumus 1). Jika | |>| | maka signifikan, berarti ada perbedaan hasil post-test pada kelas eksperimen dan kelas kontrol. Jika | | < | | maka tidak signifikan, berarti tidak ada perbedaan hasil post-test pada kelas eksperimen dan kelas kontrol.

(58) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 38 Dengan melakukan 4 kali uji test-t seperti di atas peneliti dapat melihat apakah penerapan metode inkuiri sungguhsungguh meningkatkan pemahaman siswa. Untuk melakukan uji test-t ini peneliti dibantu dengan program SPSS. c. Analisis Kualitatif Pre-test dan Post-test Untuk mengetahui perubahan pemahaman konsep dalam diri siswa, peneliti melakukan analisis pemahaman konsep pada pre-test dan post-test. Jawaban pre-test menunjukkan pemahaman awal siswa dan jawaban post-test menunjukkan pemahaman akhir siswa. Dari jawaban siswa tersebut dapat dilihat perubahan pemahaman konsep siswa. 2. Analisis Keaktifan Siswa Untuk mengetahui pengaruh penggunaan metode inkuiri terhadap keaktifan siswa, peneliti menggunakan lembar observasi keaktifan. Observasi ini dilakukan pada kelas kelas eksperimen. Keaktifan siswa dinilai dengan menggunakan tally setiap satu siswa yang melakukan aktivitas. Selain itu peneliti juga membuat catatan harian. Untuk mengetahui pengaruh penggunaan metode inkuiri terhadap keaktifan siswa, peneliti menganalisis hasil observasi secara kuantitatif dan kualitatif.

(59) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 39 3. Analisis Minat Belajar Siswa Untuk mengetahui pengaruh penggunaan metode inkuiri terhadap minat belajar siswa, peneliti memberikan kuesioner minat belajar terhadap kelas kontrol dan kelas eksperimen. Kuesioner berisi 10 butir pernyataan positif dengan 5 pilihan jawaban. Untuk jawaban kedua kelas, setiap alternatif jawaban diberi skor, yaitu sangat setuju (skor 5), setuju (skor 4), ragu-ragu (3) tidak setuju (skor 2), dan sangat tidak setuju (skor 1). Setiap partisipan diwajibkan untuk mengisi semua butir pernyataan dalam kuesioner.  Total skor untuk setiap siswa Total skor maksimal = 5 x 10 = 50 Total skor minimal = 1 x 10 = 10  Range = 50 – 10 = 40  Pembagian interval Range dibagi dalam 5 kelompok, maka lebar interval = 40 : 5 = 8. Total skor ini kemudian diklasifikasikan menjadi 5 kategori, yaitu sangat berminat, berminat, cukup berminat, kurang berminat, dan tidak berminat. Penentuan kategori hasil pengukuran minat dapat dilihat pada tabel 8 berikut. Tabel 8. Kategoriasi Minat Belajar Siswa No 1 2 3 4 5 Total Skor 42-50 34-41 26-33 18-25 10-17 Kategori Minat Sangat Berminat Berminat Cukup Berminat Kurang Berminat Tidak Berminat

(60) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 40 Untuk mengetahui pengaruh penggunaan metode inkuiri terhadap minat belajar siswa, peneliti menggunakan uji statistik test-t antara kelas kontrol dan kelas eksperimen. Dalam penelitian minat ini, uji test-t digunakan untuk mengetes dua kelompok yang independen (lihat rumus 1). Jika | |>| | maka signifikan, berarti ada perbedaan hasil minat belajar fisika pada kelas eksperimen dan kelas kontrol. Jika | | < | | maka tidak signifikan, berarti tidak ada perbedaan hasil minat belajar fisika pada kelas eksperimen dan kelas kontrol. Untuk melakukan uji test-t ini peneliti dibantu dengan program SPSS.

(61) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB IV DATA DAN ANALISIS DATA A. PELAKSANAAN PENELITIAN Penelitian ini dilaksanakan pada siswa kelas VIII A dan VIII B SMP Yos Sudarso Cigugur, Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat, tanggal 22 April 2014 sampai dengan 30 April 2014. Peneliti menggunakan kelas VIII A untuk kelas kontrol yang menggunakan metode ceramah dan kelas VIII B untuk kelas eksperimen yang menggunakan metode inkuiri. Mata pelajaran IPA di SMP Yos Sudarso Cigugur sudah menerapkan IPA Terpadu, sehingga jadwal pelajarannya tidak dipisah untuk Fisika, Biologi, dan Kimia. Mata pelajaran IPA kelas VIII pada awalnya dilaksanakan 5 jam dalam seminggu. Namun, karena ada penambahan jadwal pelajaran IPA bagi kelas IX dalam rangka persiapan Ujian Nasional, maka jadwal pelajaran IPA kelas VIII dikurangi 1 jam menjadi 4 jam dalam seminggu. 1. Sebelum Penelitian Sebelum melaksanakan penelitian, peneliti mempersiapkan instrumen-instrumen yang digunakan untuk melaksanakan penelitian. Instrumen penelitian yang digunakan ada 2 jenis, yaitu instrumen pembelajaran dan instrumen pengambilan data. Instrumen pembelajaran terdiri dari: RPP, LKS, dan alat-alat percobaan. Sedangkan instrumen pengambilan data antara lain soal pre-test, soal 41

(62) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 42 post-test, kuesioner minat belajar, lembar observasi keaktifan, dan alat dokumentasi berupa kamera digital. Selain mempersiapkan instrumen penelitian, peneliti melakukan observasi laboratorium fisika. Observasi ini bertujuan untuk mengetahui keadaan, kelengkapan, dan kesiapan laboratorium fisika. Observasi ini dilakukan pada tanggal 28 Maret 2014. Menurut pengamatan peneliti, alat-alat eksperimen di laboratorium IPA SMP Yos Sudarso Cigugur kurang lengkap. Kaca plan paralel yang dibutuhkan peneliti tidak tersedia. Untuk mengatasi hal ini peneliti kemudian mengajukan permohonan peminjaman alat kepada almamater peneliti SMA Negeri 2 Kuningan. Gambar 2. Laboratorium IPA SMP Yos Sudasro Cigugur

(63) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 43 2. Selama Penelitian Penelitian ini dilaksanakan dalam tiga kali pertemuan untuk setiap kelasnya. Alokasi waktu dalam satu kali pertemuan adalah 2 x 40 menit. Tabel 9 dan 10 merupakan jadwal dan proses pengambilan data yang dilakukan di kelas VIII A sebagai kelas kontrol dan kelas VIII B sebagai kelas eksperimen. Tabel 9. Proses Pelaksanaan Penelitian Kelas Kontrol No Hari/tanggal Pukul 1 Selasa, 22 09.30-10.50 April 2014 2 Rabu, 23 09.30-10.50 April 2014 3 Selasa, 29 09.30-10.10 April 2014 Kegiatan Peneliti a. Peneliti berkenalan dengan siswa dan memberikan pre-test kepada siswa b. Peneliti mulai mengajar mengenai pembiasan, khususnya pembiasan pada air menggunakan metode ceramah. a. Peneliti melanjutkan mengajar mengenai pembiasan, khususnya pembiasan pada kaca plan paralel menggunakan metode ceramah. b. Peneliti memberikan kuesioner minat belajar kepada siswa. Peneliti memberikan post-test kepada siswa

(64) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 44 Tabel 10. Proses Pelaksanaan Penelitian Kelas Eksperimen No Hari/tanggal Pukul 1 Rabu, 23 April 11.05-12.25 2014 2 Selasa, 29 April 11.05-12.25 2014 3 Rabu, 30 April 11.05-11.45 2014 Kegiatan Peneliti a. Peneliti berkenalan dengan siswa dan memberikan pretest kepada siswa b. Peneliti mulai mengajar mengenai pembiasan, khususnya pembiasan pada air menggunakan metode inkuiri. a. Peneliti melanjutkan mengajar mengenai pembiasan, khususnya pembiasan pada kaca plan paralel menggunakan metode inkuiri. b. Peneliti memberikan kuesioner minat belajar kepada siswa. Peneliti memberikan post-test kepada siswa. Penelitian tidak berjalan sesuai rencana dikarenakan ada beberapa siswa yang tidak mengikuti seluruh proses penelitian. Ada siswa yang mempersiapkan acara Paskahan, ada siswa yang sakit, juga ada yang tidak hadir tanpa keterangan. Oleh karena itu, sampel siswa kelas VIII A yang awalnya berjumlah 30 orang berkurang menjadi 25 orang. Sedangkan sampel siswa kelas VIII B yang awalnya berjumlah 29 orang berkurang menjadi 24 orang.

(65) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 45 Adapun proses pelaksanaan penelitian dijelaskan sebagai berikut: a. Penelitian di kelas kontrol Penelitian di kelas kontrol dilaksanakan di kelas VIII A. Penelitian di kelas ini dilaksanakan 3 kali pertemuan. Pada penelitian ini peneliti dibantu oleh guru untuk mengambil gambar. Penelitian pertama di kelas kontrol dilaksanakan pada Selasa, 22 April 2014. Peneliti masuk kelas bersama dengan guru pada jam pelajaran ke-4 yaitu pukul 09.30. Saat itu siswa masuk kelas setelah jam istirahat pertama. Sebelum masuk kelas, siswa baris terlebih dahulu di luar kelas dipimpin oleh ketua kelas. Setelah semua siswa masuk kelas, guru kemudian memberi informasi kepada siswa mengenai pembelajaran yang akan dilakukan bersama dengan peneliti selama beberapa hari. Di awal pembelajaran, peneliti berkenalan dengan siswa secara singkat. Peneliti kemudian menyampaikan maksud kedatangan peneliti di kelas mereka. Setelah itu peneliti mengecek kehadiran siswa. Pada waktu itu ada 3 siswa yang tidak hadir. Dua siswa tanpa keterangan dan satu siswa mohon izin untuk menyiapkan kegiatan Paskahan. Setelah memberitahukan topik dan tujuan pembelajaran, siswa kemudian diminta untuk mengerjakan pre-test. Pada saat mengerjakan pre-test terlihat beberapa siswa tidak banyak

(66) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 46 menulis. Hanya beberapa siswa saja yang terlihat banyak menulis. Tidak berapa lama, siswa kemudian mengumpulkan jawaban mereka. Banyak siswa yang mengeluh karena tidak dapat mengerjakan pre-test tersebut. Gambar 3. Siswa Kelas Kontrol Mengerjakan Soal Pre-Test. Kegiatan penelitian dilanjutkan dengan mengajar siswa dengan metode ceramah. Metode ceramah yang dilakukan merupakan ceramah aktif, yakni disertai dengan tanya jawab dengan siswa. Di awal pembelajaran, peneliti bertanya kepada siswa mengenai proses melihat. Sebagian besar siswa sudah memahami bahwa manusia dapat melihat benda karena ada cahaya yang datang dari benda dan sampai ke mata. Ketika siswa ditanya mengenai apa itu pembiasan cahaya, tidak ada siswa yang menjawab pertanyaan. Peneliti kemudian menyuruh siswa untuk membuka buku. Setelah membuka buku ada siswa yang masih

(67) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 47 salah menjawab dengan menyebutkan hukum pemantulan cahaya. Peneliti kemudian menjelaskan kepada siswa apa itu pembiasan cahaya. Peneliti mengamati bahwa hanya sedikit siswa yang memiliki buku paket. Pertanyaan peneliti yang dilemparkan pada kelas terkadang tidak dijawab siswa. Peneliti kemudian bertanya dengan memanggil nama siswa yang dilihat dari presensi. Cara ini efektif untuk menarik perhatian siswa lain yang tidak memperhatikan peneliti. Ketika peneliti menyuruh siswa mengerjakan soal di papan tulis, ada siswa yang tidak mau maju. Untuk mengatasi hal itu peneliti menyuruh siswa untuk mengajak salah satu temannya. Dengan cara tersebut siswa itu akhirnya mau mengerjakan soal di papan tulis.

(68) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 48 Gambar 4. Dua Orang Siswa Kelas Kontrol Mengerjakan Soal Di Papan Tulis Di akhir pembelajaran, suasana kelas mulai ramai karena jam berikutnya mereka akan mengikuti acara lomba-lomba dalam rangka merayakan Paskah bersama. Peneliti kemudian berusaha menarik perhatian mereka dengan mengajak siswa untuk mengulangi kembali apa yang sudah dipelajari. Setelah pembelajaran selesai peneliti kemudian mengucapkan terima kasih kepada siswa yang sudah mau menjawab pertanyaan. Penelitian kedua di kelas kontrol dilaksanakan pada Rabu, 23 April 2014. Pada awal pembelajaran peneliti mengucapkan salam kepada siswa dan mengecek kehadiran siswa. Pada

(69) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 49 penelitian kedua ini ada 2 siswa yang tidak hadir tanpa keterangan. Satu siswa yang tidak hadir merupakan siswa yang tidak hadir juga pada penelitian pertama. Pada pertemuan kedua ini peneliti melanjutkan materi pembiasan cahaya. Dalam pertemuan ini perhatian siswa lebih terfokus jika dibandingkan dengan pertemuan pertama. Peneliti mengajar siswa dengan metode yang sama, yaitu ceramah dan tanya jawab. Pada pertemuan kedua ini peneliti juga bertanya dengan memberikan pilihan jawaban kepada siswa yaitu jika cahaya dari udara ke kaca apakah akan mendekati garis normal atau menjauhi garis normal. Siswa kemudian diminta untuk mengacungkan tangannya sesuai dengan jawabannya masingmasing. Beberapa siswa terlihat percaya diri mengacungkan tangan, sedangkan beberapa siswa lain terlihat melirik teman lainnya kemudian ikut mengacungkan tangan. Cara ini efektif untuk menarik perhatian siswa. Sebagian siswa yang jawabannya benar nampak senang. Di akhir pelajaran pada pertemuan kedua ini, peneliti mengajak siswa untuk mengulang kembali apa yang dipelajari hari itu. Setelah itu peneliti mengajak siswa untuk mengisi lembar kuesioner minat. Setelah mengisi lembar kuesioner minat, peneliti memberitahu siswa bahwa pada pertemuan berikutnya peneliti akan mengadakan post-test.

(70) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 50 Penelitian ketiga di kelas kontrol dilaksanakan pada Selasa, 29 April 2014. Pada pertemuan ketiga ini ternyata peneliti tidak dapat melaksanakan kegiatan di ruang kelas VIII A karena ruang tersebut digunakan untuk try out Ujian Nasional kelas IX. Kegiatan penelitian kemudian dilaksanakan di ruang baca Perpustakaan. Di awal pembelajaran peneliti mengucapkan salam dan mengecek kehadiran siswa. Sebelum membagikan soal post-test banyak siswa yang meminta kesempatan untuk belajar terlebih dahulu. Melihat hal itu peneliti kemudian memberi waktu 10 menit kepada siswa untuk belajar terlebih dahulu. Setelah siswa belajar, peneliti memberi post-test kepada siswa. Saat siswa mengerjakan post-test peneliti melihat siswa tidak nyaman karena di ruang baca tersebut tidak ada kursi, hanya ada karpet dan meja, sehingga siswa mengerjakan post-test dengan duduk di karpet. Walaupun demikian peneliti tetap menyemangati siswa untuk mengerjakan post-test. Selama pengerjaan post-test, beberapa siswa terlihat saling meminjam alat tulis seperti penggaris, correction pen, dan penghapus.

(71) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 51 Gambar 5. Siswa Kelas Kontrol Mengerjakan Soal Post-Test Setelah waktu pengerjaan habis, peneliti kemudian meminta siswa mengumpulkan pekerjaannya. Di akhir pertemuan ini peneliti mengucapkan terima kasih kepada siswa dan mengucapkan perpisahan dengan siswa. Pengalaman mengajar di kelas VIII A ini sungguh berharga bagi peneliti. b. Penelitian di kelas eksperimen Penelitian di kelas eksperimen dilaksanakan di kelas VIII B. Penelitian di kelas ini dilaksanakan 3 kali pertemuan. Pada penelitian ini peneliti dibantu oleh guru untuk mengambil gambar dan melaksanakan observasi. Penelitian pertama di kelas eksperimen dilaksanakan pada Rabu, 23 April 2014. Pada awal pelajaran, peneliti masuk kelas bersama dengan guru. Di kelas ini guru menyampaikan maksud kedatangan peneliti. Setelah itu guru memberikan waktu dan

(72) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI kesempatan kepada peneliti. Peneliti 52 kemudian mengecek kehadiran siswa, ternyata ada 4 siswa yang tidak hadir sehingga sampel yang digunakan berkurang. Peneliti kemudian menyampaikan topik dan tujuan pembelajaran. Setelah itu peneliti mengadakan pre-test. Pada saat pengerjaan pre-test banyak siswa yang mengeluh karena tidak dapat mengerjakan soal tersebut. Namun peneliti tetap memberikan dorongan kepada siswa. Gambar 6. Siswa Kelas Eksperimen Mengerjakan Soal Pre-Test Setelah melaksanakan pre-test, peneliti membagi siswa ke dalam 6 kelompok. Peneliti membagi kelompok berdasarkan nomor urut absen. Setelah itu peneliti mengajak siswa ke laboratorium IPA yang letaknya bersebelahan dengan ruang kelas mereka. Kegiatan pertama yaitu mengamati pembiasan cahaya dari udara air. Awalnya, peneliti menjelaskan apa yang harus dilakukan, kemudian peneliti mengajukan persoalan. Setelah itu

(73) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 53 peneliti mengajak siswa menulis hipotesis mereka dalam secarik kertas lalu dikumpulkan. Setelah mengisi hipotesis mereka, peneliti membagikan LKS dan siswa diminta melakukan percobaan. Pada percobaan ini siswa harus membuat larutan susu agar jejak sinar laser dapat terlihat. Namun larutan susu ini tidak boleh terlalu jernih dan tidak boleh terlalu keruh. Beberapa kelompok perlu mengulang berkali-kali untuk memperoleh larutan yang pas. Setelah memperoleh larutan yang pas, siswa mulai mengarahkan laser ke arah permukaan larutan dan melihat jejak sinarnya dari udara ke air dengan bantuan kertas putih. Terlihat bahwa terjadi pembelokan cahaya atau pembiasan. Peneliti memperingatkan siswa untuk tidak bermain-main dengan laser karena bisa berbahaya bila langsung disorotkan ke mata. Gambar 7. Siswa Melakukan Percobaan Pembiasan Cahaya dari Udara ke Air

(74) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 54 Setelah melakukan percobaan, banyak siswa yang pada akhirnya memainkan lasernya sembarangan. Peneliti kemudian mengajak siswa untuk kembali ke kelas agar suasana kelas lebih kondusif. Kegiatan pembelajaran dilanjutkan dengan mengerjakan soal-soal pada LKS dan membahas bersama. Beberapa siswa menulis jawabannya di papan tulis, peneliti menguatkan jawaban siswa yang benar serta mengklarifikasi jawaban siswa yang salah. Di akhir pelajaran peneliti mengajak siswa untuk mengecek hipotesis mereka apakah benar atau tidak. Setelah itu guru mengajak siswa mengulang kembali apa yang dipelajari. Kegiatan pembelajaran kemudian ditutup dengan doa dipimpin oleh salah satu siswa. Penelitian kedua di kelas eksperimen dilaksanakan pada Selasa, 29 April 2014. Seperti biasa siswa baris terlebih dahulu sebelum masuk kelas. Setelah masuk kelas, peneliti mengecek kehadiran siswa kemudian mengajak siswa ke laboratorium. Pada pertemuan kedua ini siswa diajak untuk memgamati pembiasan cahaya melalui kaca plan paralel. Seperti pada pertemuan sebelumnya, pada pertemuan kedua ini pun siswa diajak untuk menuliskan hipotesis mereka. Namun banyak siswa yang tidak mengerti. Maka peneliti menjelaskan secara rinci langkah-langkah kegiatan yang harus dikerjakan. Ternyata siswa masih tetap

(75) 55 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI bingung. Melihat kondisi seperti itu peneliti kemudian memberikan contoh hipotesisnya. Akhirnya siswa mengerti. Gambar 8. Siswa Menulis Hipotesis Sebelum Melakukan Percobaan Selama pembelajaran banyak siswa yang bertanya. Sebelumnya pada rencana pembelajaran akan dilakukan variasi sudut datang, namun karena banyaknya pertanyaan siswa maka waktu menjadi berkurang sehingga variasi sudut datang tidak dapat dilaksanakan. Setelah melakukan percobaan, siswa diajak untuk mengerjakan LKS dan mengecek hipotesis mereka apakah benar atau tidak. Setelah itu siswa menuliskan jawabannya di papan tulis. Peneliti membimbing mereka menemukan jawaban yang tepat. Setelah pelajaran selesai peneliti mengajak siswa menyebutkan kembali apa yang telah dipelajari. Setelah itu peneliti mengajak siswa untuk mengisi lembar kuesioner minat.

(76) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 56 Kegiatan pembelajaran kemudian ditutup dengan doa. Peneliti juga memberi tahu kepada siswa bahwa pertemuan selanjutnya akan diadakan post-test. Penelitian ketiga di kelas eksperimen dilaksanakan pada Rabu, 30 April 2014. Di awal pembelajaran peneliti memberi waktu 10 menit kepada siswa untuk belajar terlebih dahulu. Setelah siswa belajar, peneliti memberi post-test kepada siswa. Selama mengerjakan post-test ada siswa yang mencoba membuka buku, namun sebelum peneliti melihatnya, teman yang lain menegurnya dan langsung memberi tahu kepada peneliti, sehingga suasana kelas menjadi ribut. Peneliti kemudian mengingatkan siswa untuk mengerjakan soal sendiri-sendiri dan tidak melihat catatan apa pun. Gambar 9. Siswa Kelas Eksperimen Mengerjakan Soal Post-Test

(77) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Setelah waktu pengerjaan habis, peneliti 57 kemudian meminta siswa mengumpulkan pekerjaannya. Di akhir pertemuan ini peneliti mengucapkan teima kasih kepada siswa dan mengucapkan perpisahan dengan siswa. Pengalaman mengajar di kelas VIII B ini sungguh berharga bagi peneliti. B. DATA DAN ANALISIS DATA 1. Pemahaman Konsep a. Analisis Kuantitatif Pemahaman 1) Data dan analisis pre-test kelas kontrol dan kelas eksperimen Untuk mengetahui pemahaman awal siswa, peneliti memberikan pre-test pada kelas kontrol dan kelas eksperimen. Data ini kemudian dianalisis dengan uji statistik test-t untuk kelompok independen. Data nilai pre-test kelas kontrol dan kelas eksperimen dapat dilihat pada tabel 11.

(78) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 58 Tabel 11. Data Nilai Pre-Test Kelas Kontrol dan Kelas Eksperimen Nilai pre-test Sampel 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 Rata-rata Kelas kontrol 0,0 8,3 6,7 8,3 15,0 3,3 6,7 10,0 6,7 13,3 16,7 6,7 10,0 3,3 26,7 13,3 6,7 15,0 10,0 1,7 10,0 6,7 10,0 10,0 60,0 11,08 Kelas eksperimen 10,0 13,3 3,3 6,7 6,7 10,0 10,0 6,7 6,7 10,0 10,0 3,3 13,3 6,7 3,3 3,3 13,3 6,7 6,7 53,3 6,7 3,3 10,0 1,7 9,00 Data nilai pre-test kelas kontrol dan kelas eksperimen kemudian dianalisis dengan bantuan program SPSS. Uji test-t ini menggunakan analisis Independent Samples Test. Hasil ouptut SPSS data pre-test kelas kontrol dan kelas eksperimen dapat dilihat pada tabel 12.

(79) 59 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Tabel 12. Hasil Uji Test-T Pre-Test Kelas Kontrol dan Kelas Eksperimen Group Statistics Kelas Nilaipretest N Std. Deviation Mean Std. Error Mean A 25 11.080 11.5719 2.3144 B 24 10.0130 2.0439 9.000 Independent Samples Test Levene's Test for Equality of Variances F Sig. t-test for Equality of Means T Df Nilaipretest Equal variances .241 .626 .672 assumed Equal variances not assumed Std. 95% Confidence Interval of the Sig. Mean Error Difference (2- Differen Differen tailed) ce ce Lower Upper 47 .505 2.0800 3.0970 -4.1503 8.3103 .674 46.512 .504 2.0800 3.0877 -4.1334 8.2934 Dari hasil output SPSS dapat dilihat bahwa t = 0.674, p = 0.504 dengan level signifikan α = 0.05, mean pre-test kelas A sebagai kelas kontrol = 11.08, mean pre-test kelas B sebagai kelas eksperimen = 9.0. Oleh karena p = 0.504 ˃ 0.05 maka hasil tidak signifikan. Berarti kedua kelas yaitu kelas kontrol dan kelas eksperimen tidak ada perbedaan. Dengan kata lain bahwa pemahaman awal kedua kelas adalah sama.

(80) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 60 2) Data dan analisis pre-test dan post-test kelas kontrol Untuk mengetahui peningkatan pemahaman pada kelas kontrol, peneliti kemudian melakukan Uji test-t pada pre-test dan post-test siswa. Data nilai pre-test dan post-test kelas kontrol dapat dilihat pada tabel 13. Tabel 13. Data Nilai Pre-Test dan Post-Test Kelas Kontrol Sampel 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 Rata-rata Nilai pre-test 0,0 8,3 6,7 8,3 15,0 3,3 6,7 10,0 6,7 13,3 16,7 6,7 10,0 3,3 26,7 13,3 6,7 15,0 10,0 1,7 10,0 6,7 10,0 10,0 60,0 11,08 Nilai post-test 43,3 36,7 40,0 36,7 100,0 50,0 40,0 100,0 93,3 60,0 93,3 46,7 83,3 13,3 100,0 73,3 83,3 86,7 60,0 36,7 30,0 60,0 100,0 40,0 93,3 63,76 Data nilai pre-test dan post-test kelas kontrol kemudian dianalisis dengan bantuan program SPSS. Uji test-t ini menggunakan analisis Paired Samples Test. Hasil ouptut SPSS

(81) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 61 data pre-test dan post-test kelas kontrol dapat dilihat pada Tabel 14. Tabel 14. Hasil Uji Test-T Pre-Test dan Post-Test Kelas Kontrol Paired Samples Statistics Mean Std. Deviation N Std. Error Mean Pretest 11.0800 25 11.57195 2.31439 Posttest 63.7600 25 27.26304 5.45261 Paired Samples Test Paired Differences Mean Std. Deviation Std. Error Mean 95% Confidence Interval of the Difference Lower Upper T Sig. (2Df tailed) Pair Pretest – -5.26800E1 23.97520 4.79504 -62.57647 -42.78353 -10.986 24 1 Posttest .000 Dari hasil output SPSS dapat dilihat bahwa t = -10.986, p = 0.000 dengan level signifikan α = 0.05, mean pre-test kelas kontrol = 11.08, mean post-test kelas kontrol = 63.76. Oleh karena p = 0.000 < 0.05 maka hasil signifikan. Berarti pre-test dan post-test kelas kontrol ada perbedaan. Oleh karena mean post-test lebih besar dari mean pre-test maka dapat disimpulkan bahwa ada peningkatan pemahaman siswa setelah siswa diajar dengan menggunakan metode ceramah. 3) Data dan analisis pre-test dan post-test kelas eksperimen Untuk mengetahui peningkatan pemahaman pada kelas eksperimen, peneliti kemudian melakukan Uji test-t pada pre-

(82) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 62 test dan post-test siswa. Data nilai pre-test dan post-test kelas eksperimen dapat dilihat pada tabel 15. Tabel 15. Data Nilai Pre-Test dan Post-Test Kelas Eksperimen Sampel 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 Rata-rata Nilai pre-test 10,0 13,3 3,3 6,7 6,7 10,0 10,0 6,7 6,7 10,0 10,0 3,3 13,3 6,7 3,3 3,3 13,3 6,7 6,7 53,3 6,7 3,3 10,0 1,7 9,0 Nilai post-test 80,0 36,7 46,7 56,7 66,7 86,7 66,7 76,7 30,0 76,7 96,7 33,3 40,0 16,7 30,0 16,7 93,3 40,0 80,0 100,0 70,0 46,7 86,7 13,3 57,375 Data nilai pre-test dan post-test kelas eksperimen kemudian dianalisis dengan bantuan program SPSS. Uji test-t ini menggunakan analisis Paired Samples Test. Hasil ouptut SPSS data pre-test dan post-test kelas eksperimen dapat dilihat pada Tabel 16.

(83) 63 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Tabel 16. Hasil Uji Test-T Pre-Test dan Post-Test Kelas Eksperimen Paired Samples Statistics Mean r1 N Std. Deviation Std. Error Mean Pretest 9.0000 24 10.01303 2.04390 Posttest 57.3750 24 27.22661 5.55761 Paired Samples Test Paired Differences Mean Std. Std. Error Deviation Mean Pair Pretest 1 – -4.83750E1 23.85429 Posttest 4.86924 95% Confidence Interval of the Difference Lower Upper T Sig. (2Df tailed) -58.44778 -38.30222 -9.935 23 .000 Dari hasil output SPSS dapat dilihat bahwa t = -9.935, p = 0.000 dengan level signifikan α = 0.05, mean pre-test kelas eksprimen = 9.00, mean post-test kelas eksperimen = 57.375. Oleh karena p = 0.000 < 0.05 maka hasil signifikan. Berarti pre-test dan post-test kelas eksperimen ada perbedaan. Oleh karena mean post-test lebih besar dari mean pre-test maka dapat disimpulkan bahwa ada peningkatan pemahaman siswa setelah siswa diajar dengan menggunakan metode inkuiri. 4) Data dan analisis post-test kelas kontrol dan kelas ekperimen Untuk mengetahui pemahaman akhir siswa, peneliti memberikan post-test pada kelas kontrol dan kelas eksperimen. Data ini kemudian dianalisis dengan uji statistik test-t untuk

(84) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 64 kelompok independen. Data nilai post-test kelas kontrol dan kelas eksperimen dapat dilihat pada tabel 17. Tabel 17. Data Nilai Post-Test Kelas Kontrol dan Kelas Eksperimen Nilai post-test Sampel 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 Rata-rata Kelas kontrol 43,3 36,7 40,0 36,7 100,0 50,0 40,0 100,0 93,3 60,0 93,3 46,7 83,3 13,3 100,0 73,3 83,3 86,7 60,0 36,7 30,0 60,0 100,0 40,0 93,3 63,76 Kelas eksperimen 80,0 36,7 46,7 56,7 66,7 86,7 66,7 76,7 30,0 76,7 96,7 33,3 40,0 16,7 30,0 16,7 93,3 40,0 80,0 100,0 70,0 46,7 86,7 13,3 57,38 Data nilai post-test kelas kontrol dan kelas eksperimen kemudian dianalisis dengan bantuan program SPSS. Uji test-t ini menggunakan analisis Independent Samples Test. Hasil

(85) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 65 ouptut SPSS data post-test kelas kontrol dan kelas eksperimen dapat dilihat pada tabel 18. Tabel 18. Hasil Uji Test-T Post-Test Kelas Kontrol dan Kelas Eksperimen Group Statistics Nilaiposttest Mean Std. Std. Error Deviation Mean Kelas N A 25 63.76 27.263 5.453 B 24 57.38 27.227 5.558 Independent Samples Test Levene's Test for Equality of Variance s F Sig. t-test for Equality of Means T Nilaipo Equal sttest variances .010 .921 .820 assumed Equal variances not assumed Df Sig. Std. 95% Confidence (2- Mean Error Interval of the Difference taile Differ Differ d) ence ence Lower Upper 47 .416 6.385 7.786 -9.278 22.048 .820 46.924 .416 6.385 7.786 -9.279 22.049 Dari hasil output SPSS dapat dilihat bahwa t = 0.820, p = 0.416 dengan level signifikan α = 0.05, mean post-test kelas A sebagai kelas kontrol = 63.76, mean post-test kelas B sebagai kelas eksperimen = 57.38. Oleh karena p = 0.416 ˃ 0.05 maka hasil tidak signifikan. Berarti kedua kelas yaitu kelas kontrol dan kelas eksperimen tidak ada perbedaan. Dengan kata lain bahwa pemahaman akhir kedua kelas adalah sama.

(86) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 66 Dari analisis di atas diketahui bahwa peningkatan pemahaman pada kelas kontrol dan kelas eksperimen adalah sama. Tidak berbedanya peningkatan pemahaman pada kelas kontrol dan kelas eksperimen ini dapat terjadi karena beberapa hal, antara lain: a) Minat belajar siswa yang sama-sama tinggi. Minat belajar siswa yang sama-sama tinggi ini dibuktikan dengan uji minat belajar siswa pada masingmasing kelas (lihat hal. 74), di mana minat belajar siswa di kelas kontrol yang menggunakan ceramah masuk kategori tinggi, dan minat belajar siswa di di kelas eksperimen yang menggunakan metode inkuiri juga masuk kategori tinggi. Dengan sama tingginya minat belajar ini kiranya dapat menyebabkan peningkatan pemahaman siswa yang sama pada kelas kontrol dan kelas eksperimen. Minat belajar siswa yang sama-sama tinggi dapat terjadi karena karakter anak yang berbeda, di mana siswa pada kelas kontrol memang lebih senang dengan metode ceramah dan siswa pada kelas eksperimen memang lebih senang dengan metode inkuiri sehingga pemahaman mereka sama-sama meningkat.

(87) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 67 b) Daya tangkap siswa yang berbeda Setelah melaksanakan penelitian, peneliti berkonsultasi dengan guru. Berdasarkan informasi yang diperoleh dari guru, diketahui bahwa siswa pada kelas kontrol sebenarnya memiliki daya tangkap dan kecerdasan yang lebih bila dibandingkan dengan siswa pada kelas eksperimen. Namun pada pre-test yang dilakukan, hal ini tidak terlihat karena materi pembiasan cahaya masih baru bagi siswa, sehingga kemampuan awal siswa yang nampak adalah sama. Dengan menganggap kecerdasan siswa sama, maka peneliti kemudian melihat peningkatan pemahaman siswa yang sama pada kelas kontrol dan kelas eksperimen. c) Instrumen pre-test dan post-test yang lebih menguntungkan kelas kontrol Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan pre-test dan post-test untuk mengetahui pemahaman awal dan akhir siswa. Soal yang diberikan pada kelas kontrol dan kelas ekperimen ini sama. Setelah dianalisis, peningkatan pemahaman siswa yang sama ini dapat terjadi karena instrumen pre-test dan post-test yang lebih menguntungkan kelas kontrol. Di mana soal yang digunakan memuat hafalan, pemahaman konsep dan aplikasi, tidak memuat

(88) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 68 keterampilan proses sainsnya. Hal ini dapat menyebabkan kelas kontol menjadi lebih diuntungkan. d) Metode pembelajaran ceramah yang sudah biasa dilakukan Pada penelitian ini, peneliti menggunakan metode ceramah pada kelas kontrol. Baik peneliti maupun siswa sudah terbiasa dengan metode ceramah. Artinya bahwa peneliti sudah terbiasa mengajar dengan ceramah dan siswa sudah terbiasa belajar dengan ceramah. Berbeda dengan penggunaan metode inkuiri, bahwa peneliti dan siswa sama-sama baru terbiasanya penggunaan menyebabkan menggunakan peningkatan metode metode inkuiri pemahaman ini. Belum ini dapat pada kelas eksperimen tidak sangat signifikan sehingga peningkatan pemahaman pada kedua kelas terlihat sama. Namun bukan berarti metode inkuiri ini tidak baik digunakan. Justru sebaliknya, bahwa dengan siswa dikenalkan dan kemudian dibiasakan menggunakan metode inkuiri, pemahaman siswa dapat lebih meningkat. e) Peneliti sebagai guru baru bagi siswa Sebelum melaksanakan penelitian, siswa kelas VIII SMP Yos Sudarso sudah terbiasa diajar oleh guru IPA. Kemudian pada saat belajar tentang pembiasan cahaya, siswa diajar oleh peneliti yang nota bene adalah baru bagi

(89) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 69 siswa. Kehadiran peneliti sebagai guru baru ini dapat menyebabkan antusias belajar siswa menjadi sama-sama tinggi sehingga peningkatan pemahaman kedua kelas adalah sama. Walaupun peningkatan pemahaman pada kelas kontrol dan kelas eksperimen sama, namun pada kelas eksperimen siswa menemukan pengetahuannya sendiri. Siswa menemukan pengetahuannya dengan mengetahui persoalan, merumuskan hipotesis, mengumpulkan data, menganalisis data, dan pada akhirnya menyimpulkan penemuannya serta menguji kembali hipotesis mereka apakah benar atau tidak. Dalam belajar siswa sungguh merangkai alat percobaan, melihat secara langsung fenomena pembiasan, menggambar jalannya sinar, serta mengukur sudut datang dan sudut bias. Dari pengalaman ini siswa akhirnya mengetahui bahwa sinar datang, sinar bias, dan garis normal terletak pada satu bidang datar dan berpotongan pada satu titik. Siswa juga mengetahui fenomena pembiasan cahaya dari medium yang kurang rapat ke medium yang lebih rapat, dan sebaliknya. Dalam penemuan ini, siswa berlaku seperti Snellius yang menemukan hukum tentang pembiasan. Oleh karena itu, pada kelas eksperimen siswa memahami IPA bukan hanya sebagai produk tetapi juga sebagai proses.

(90) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 70 b. Analisis Kualitatif Pemahaman Konsep Pada penelitian ini peneliti ingin mengetahui sejauh mana peningkatan pemahaman konsep siswa pada materi pembiasan cahaya. Dari pre-test dan post-test yang diberikan oleh peneliti ada 4 soal yang termasuk pemahaman konsep di mana 2 soal mengenai bagaimana pembiasan cahaya dari medium yang berbeda, 1 soal mengenai penyebab terjadinya pembiasan cahaya dan 1 soal mengenai indeks bias cahaya. Dari pre-test dan post-test yang diberikan dapat dilihat bahwa pemahaman konsep siswa meningkat. pemahaman konsep ini dapat dilihat pada tabel berikut. Peningkatan

(91) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 71 Tabel 19. Peningkatan Pemahaman Konsep Siswa Persoalan Jelaskan dan gambarkan peristiwa pembiasan cahaya dari udara ke air! Jelaskan dan gambarkan peristiwa pembiasan cahaya dari udara ke kaca! Jelaskan mengapa cahaya yang mengenai bidang batas antara 2 medium mengalami pembiasan? Jelaskan apa yang dimaksud dengan indeks bias? Apa artinya indeks bias air = 1,5? Pemahaman awal siswa pada pre-test Sebagian besar siswa menggambarkan pensil yang patah dalam gelas berisi air, namun tidak menuliskan penjelasan, beberapa siswa ada yang menjawab:  Cahaya datang dari atas ke bawah  Pembiasan cahaya dari udara ke air berbeda  Bayangan udara dengan bayangan air berbeda sehingga mengalami pembiasan cahaya  Ada cahaya dan udara masuk ke air Hampir seluruh siswa tidak menggambarkan dan tidak menuliskan penjelasan Pemahaman akhir siswa pada post-test Sebagian besar siswa menjawab bahwa pembiasan cahaya dari udara ke air mendekati garis normal dan siswa sudah bisa menggambarkannya. Hampir seluruh siswa tidak menuliskan jawaban Sebagian siswa menjelaskan bahwa cahaya mengalami pembiasan karena adanya perbedaan kerapatan medium. Hampir seluruh siswa tidak menuliskan jawaban Sebagian siswa menjelaskan bahwa indeks bias adalah  kemampuan medium untuk mebiaskan cahaya  nilai yang menyatakan kerapatan partikel; namun mengenai arti indeks bias 1,5 masih banyak siswa yang tidak menuliskan jawaban. Sebagian besar siswa menjelaskan bahwa pembiasan cahaya dari kaca ke udara menjauhi garis normal dan siswa sudah bisa menggambarkannya.

(92) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 72 Pada soal pemahaman konsep yang pertama peneliti meminta siswa untuk menjelaskan dan menggambarkan peristiwa pembiasan cahaya dari udara ke air. Jawaban siswa, baik kelas kontrol dan kelas eksperimen sangat bervariasi, namun sebagian besar siswa tidak menuliskan penjelasan, hanya menggambarkan pensil yang terlihat patah saat ditaruh di dalam gelas berisi air. Beberapa siswa yang menuliskan penjelasan pun tidak ada yang mendekati benar. Pada soal pemahaman konsep yang kedua peneliti meminta siswa untuk menjelaskan dan menggambarkan peristiwa pembiasan cahaya dari kaca ke udara. Pada soal ini sebagian besar siswa tidak menuliskan jawaban. Dari sini peneliti melihat bahwa pemahaman siswa mengenai pembiasan masih terbatas, yaitu hanya pensil yang terlihat patah saat ditaruh di dalam gelas yang berisi air. Setelah mengalami proses pembelajaran peneliti melihat peningkatan pemahaman siswa di mana pada post-test siswa menjawab bahwa pembiasan cahaya dari udara ke air adalah mendekati garis normal dan pembiasan cahaya dari kaca ke udara adalah menjauhi garis normal. Namun ada perbedaan jawaban pada kelas kontrol dan kelas eksperimen. Pada kelas kontrol jawaban mereka sama seperti yang ditulis oleh peneliti sewaktu belajar, sedangkan di kelas jawabannya lebih menggunakan kata-kata sendiri. eksperimen

(93) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 73 Pada soal pemahaman konsep yang ketiga peneliti meminta siswa untuk menuliskan alasan mengapa cahaya yang mengenai bidang batas antara 2 medium mengalami pembiasan. Dalam pretest, baik kelas kontrol maupun kelas eksperimen, sebagian besar siswa tidak menjawabnya. Setelah melaksanakan proses pembelajaran sebagian siswa menuliskan bahwa cahaya yang mengenai bidang batas antara 2 medium mengalami pembiasan karena adanya perbedaan kerapatan medium. Saat belajar di kelas peneliti memberi keterangan bahwa pembiasan ini terjadi karena adanya perbedaan cepat rambat cahaya di kedua medium tersebut. Namun hampir tidak ada siswa yang menjawab ini baik di kelas kontrol maupun di kelas eksperimen. Pada soal pemahaman konsep yang keempat peneliti meminta siswa untuk menuliskan alasan apa artinya indeks bias cahaya dan apa artinya indeks bias air 1,5. Dalam pre-test bagi kelas kontrol maupun kelas eksperimen, sebagian besar siswa tidak menjawabnya. Setelah melaksanakan proses pembelajaran peneliti bertanya kepada siswa apa yang dimaksud indeks bias cahaya dan apa artinya indeks bias kaca 1,5. Sebagian siswa masih tetap tidak menuliskan jawaban. Sebagian siswa yang lain ada yang menuliskan bahwa indeks bias cahaya adalah kemampuan medium untuk membiaskan cahaya, indeks bias cahaya adalah nilai yang menyatakan kerapatan partikel, dll. Kemudian pertanyaan

(94) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 74 mengenai apa arti indeks bias kaca 1,5; banyak siswa yang tidak menuliskan jawaban. Beberapa siswa menulis bahwa nilai 1,5 artinya kemampuan medium untuk membiaskan adalah 1,5. Hanya sedikit saja siswa yang menuliskan bahwa nilai 1,5 ini adalah perbandingan cepat rambat cahaya di ruang hampa dengan cepat rambat cahaya di kaca. Dari uraian di atas dapat dilihat bahwa pemahaman siswa meningkat. Pada awalnya siswa memahami bahwa pembiasan cahaya terbatas pada fenomena pensil yang terlihat patah bila dimasukkan pada air. Setelah diberikan treatment, pemahaman siswa bertambah seiring dengan dipahaminya pembiasan cahaya antara medium yang lebih rapat ke yang kurang rapat dan sebaliknya, penyebab terjadinya pembiasan cahaya dan indeks bias cahaya. Secara umum pemahaman siswa, baik kelas kontrol maupun kelas eksperimen bertambah menjadi benar dan lebih lengkap. 2. Keaktifan Keaktifan siswa ini diamati di kelas eksperimen pada saat peneliti mengajar, yaitu pertemuan pertama dan pertemuan kedua. Pertemuan ketiga tidak diobservasi karena siswa hanya mengerjakan post-test. Peneliti melihat keaktifan siswa dengan menggunakan lembar pengamatan aktivitas siswa.

(95) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 75 Tabel 20. Data Keaktifan Siswa No 1 2 3 4 5 Aktivitas Siswa bertanya kepada guru Siswa menjawab pertanyaan dari guru Siswa mampu menyelesaikan soal yang diberikan Siswa membaca buku paket Siswa menyimpulkan hasil percobaan Jumlah Pertemuan keI II 9 15 10 13 7 9 - - 15 11 41 48 Dari data keaktifan dapat dilihat bahwa siswa kelas eksperimen aktif belajar melalui metode inkuiri. Hal ini dilihat dari aktivitas siswa bertanya kepada guru, menjawab pertanyaan dari guru, menyelesaikan soal yang diberikan dan menyimpulkan hasil percobaan. Namun dalam penelitian ini tidak dilihat siswa membaca buku paket. Setelah diteliti ternyata memang hanya sedikit saja siswa yang memiliki buku paket. Jika dibandingkan antara pertemuan 1 dan pertemuan 2, dapat dilihat bahwa keaktifan siswa pada pertemuan 2 lebih tinggi. Hal ini dikarenakan percobaan yang dilakukan pada pertemuan kedua lebih kompleks jika dibandingkan dengan percobaan pada pertemuan pertama, sehingga kegiatan siswa yang menunjukkan keaktifan, seperti bertanya kepada guru nampak lebih tinggi. Selain mengamati siswa dengan mengacu pada indikator keaktifan, peneliti juga mengamati siswa secara keseluruhan. Pada pertemuan pertama, setelah siswa mengetahui persoalan, siswa menuliskan hipotesis di kertas, lalu dikumpulkan. Setelah itu siswa

(96) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 76 melakukan langkah percobaan untuk mengumpulkan data. Dalam pengamatan ini, peneliti menemukan bahwa siswa turut serta dalam tugas belajarnya dan terlibat dalam memecahkan masalah. Saat siswa diminta untuk membuat larutan susu yang digunakan sebagai medium merambatnya cahaya. Siswa berkali-kali mengambil air agar larutannya pas. Hal ini dikarenakan jejak cahaya laser tidak akan terlihat bila larutan susu terlalu bening/terlalu keruh. Sudjana (2010: 61) menyatakan bahwa ciri keaktifan yaitu siswa turut serta dalam melaksanakan tugas belajarnya dan terlibat dalam pemecahan masalah. Hal seperti ini tidak ditemukan pada kelas ceramah. Setelah membuat larutannya yang pas, siswa kemudian mengarahkan laser ke larutan yang telah dibuat. Dari situ dapat dilihat bahwa siswa aktif melakukan percobaan dan menemukan bahwa cahaya laser tidak merambat lurus tetapi membelok mendekati garis normal. Ini menjadi keunggulan metode inkuiri di mana siswa aktif berproses dan menemukan pengetahuannya sendiri. Di akhir pembelajaran siswa kemudian membuat kesimpulan dan menguji hipotesis awal mereka apakah sesuai atau tidak. Sebagian besar, hipotesis siswa tidak tepat. Maka di sini terlihat bahwa siswa menemukan pengetahuan baru. Pada pertemuan kedua, yaitu kegiatan mengamati pembiasan cahaya pada kaca plan paralel, keaktifan siswa mulai terlihat saat siswa pertama kali melihat kaca plan paralel. Banyak siswa yang bertanya

(97) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 77 kepada peneliti kaca apa itu. Ternyata para siswa belum pernah melihat kaca plan paralel. Dari situ peneliti juga akhirnya mendapat informasi bahwa selama mereka belajar IPA di SMP mereka tidak pernah belajar fisika dengan praktikum. Di awal pembelajaran, setelah siswa diberikan persoalan, siswa menuliskan hipotesis mereka di kertas. Namun pada percobaan kedua ini banyak siswa yang bingung untuk menuliskan hipotesis mereka karena percobaannya memang lebih kompleks dibandingkan dengan percobaan pertama. Setelah diberi penjelasan oleh peneliti barulah siswa mengerti dan menuliskan hipotesis mereka. Setelah itu siswa melakukan langkah percobaan untuk mengumpulkan data. Pada kegiatan ini siswa aktif mengumpulkan data dengan menusukkan jarum pada gabus, melihat jarum yang lurus, menggambar kaca plan paralel, mengukur sudut, membuat garis kemudian akhirnya menemukan bahwa pembiasan pada kaca plan paralel dari udara ke kaca itu mendekati garis normal dan pembiasan dari kaca ke udara itu menjauhi garis normal. Di akhir pembelajaran kesimpulan yang diperoleh siswa kemudian dicocokkan dengan hipotesis mereka. Sebagian besar, hipotesis siswa tidak tepat. Maka di sini terlihat bahwa siswa menemukan pengetahuan baru. Dari analisis di atas dapat dilihat bahwa penggunaan metode inkuiri membuat siswa aktif dalam melakukan proses belajar, yakni dengan aktif menuliskan hipotesis, melaksanakan percobaan,

(98) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 78 mengumpulkan data, menganalisis data, dan membuat kesimpulan. Hal ini menjadi penting bagi pembelajaran karena sesuai dengan hakikat IPA, bahwa IPA bukan hanya sebagai produk atau hasil tetapi juga sebagai proses. 3. Minat Belajar a. Data dan Analisis Minat Belajar Siswa Kelas Kontrol Tabel 21. Total Skor dan Kategori Minat Siswa Kelas Kontrol Sampel 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 RataRata Total Skor 35 41 46 42 36 38 38 31 36 40 41 43 38 38 44 40 39 36 39 38 33 42 36 33 36 Kategori Berminat Berminat Sangat Berminat Sangat Berminat Sangat Berminat Berminat Berminat Cukup Berminat Berminat Berminat Berminat Sangat Berminat Berminat Berminat Sangat Berminat Berminat Berminat Berminat Berminat Berminat Cukup Berminat Sangat Berminat Berminat Cukup Berminat Berminat 38, 36 Berminat

(99) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 79 b. Data dan Analisis Minat Belajar Siswa Kelas Eskperimen Tabel 22. Total Skor dan Kategori Minat Siswa Kelas Eksperimen Sampel 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 Ratarata Total Skor 36 36 41 42 39 43 36 33 38 37 41 39 41 36 41 26 39 28 36 40 35 37 34 37 Kategori Berminat Berminat Berminat Sangat Berminat Berminat Sangat Berminat Berminat Cukup Berminat Berminat Berminat Berminat Berminat Berminat Berminat Berminat Cukup Berminat Berminat Cukup Berminat Berminat Berminat Berminat Berminat Berminat Berminat 37, 12 Berminat c. Analisis Minat Kelas Kontrol dan Kelas Eksperimen Presentase kategori minat kelas kontrol dan kelas eksperimen daapat dilihat pada tabel 23 dan 24.

(100) 80 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Tabel 23. Presentase Kategori Minat Kelas Kontrol Total Skor 42-50 34-41 26-33 18-25 10-17 Kategori Sangat Berminat Berminat Cukup Berminat Kurang Berminat Sangat Tidak Berminat Jumlah Siswa 6 16 3 0 0 Presentase (%) 24 64 12 0 0 Tabel 24. Presentase Kategori Minat Kelas Eksperimen Total Skor 42-50 34-41 26-33 18-25 10-17 Kategori Sangat Berminat Berminat Cukup Berminat Kurang Berminat Sangat Tidak Berminat Jumlah Siswa 2 19 3 0 0 Presentase (%) 8,3 79,2 12,5 0 0 Dari presentase kategori minat kelas kontrol dan kelas eksperimen dapat dilihat bahwa pada kedua kelas minat belajar sebagian besar siswa masuk pada kategori tinggi/berminat. Untuk mengetahui perbandingan minat kelas kontrol dan kelas eksperimen, peneliti melakukan analisis Uji test-t total skor setiap siswa pada kelas kontrol dan kelas eksperimen. Tabel 25 merupakan hasil uji Test-T dengan bantuan program SPSS.

(101) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 81 Tabel 25. Hasil Uji Test-T Total Skor Minat Kelas Kontrol dan Kelas Eksperimen Group Statistics Skorminat Std. Std. Error Deviation Mean Kelas N Mean A 25 38.3600 3.59258 .71852 B 24 37.1250 4.07871 .83256 Independent Samples Test Levene's Test for Equality of Variances F Skorminat Equal variances assumed Equal variances not assumed .055 Sig. t-test for Equality of Means T Sig. Mean (2- Differenc Std. Error tailed) e Difference Df .815 1.126 95% Confidence Interval of the Difference Lower Upper 47 .266 1.23500 1.09685 -.97158 3.44158 1.123 45.716 .267 1.23500 1.09974 -.97903 3.44903 Dari hasil output SPSS dapat dilihat bahwa t = 1.123, p = 0.267 dengan level signifikan α = 0.05, mean skor minat kelas A sebagai kelas kontrol = 38.360 mean skor minat kelas B sebagai kelas eksperimen = 37.125. Oleh karena p = 0.267 ˃ 0.05 maka hasil tidak signifikan. Berarti kedua kelas yaitu kelas kontrol dan kelas eksperimen tidak ada perbedaan. Dengan kata lain bahwa minat belajar kedua kelas adalah sama, dengan rata-rata minat kelas kontrol adalah 38.36 dan rata-rata kelas eksperimen adalah 37.12. Minat siswa yang tinggi

(102) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 82 ini ternyata tidak pada kelas inkuiri saja, tetapi juga pada kelas ceramah. Hal ini dikarenakan ceramah yang digunakan oleh peneliti adalah ceramah aktif, sehingga siswa pada kelas kontrol pun berminat untuk belajar bersama dengan peneliti. Kuesioner tentang minat terdiri dari 10 pernyataan. Pernyataan yang dominan atau memiliki skor paling tinggi pada kelas kontrol dan kelas eksperimen ternyata sama, yaitu pernyataan nomor 8. Jumlah skor di kelas kontrol yaitu 110 dan jumlah skor di kelas eksperimen yaitu 99. Pernyataan nomor 8 ini adalah banyak hal-hal tentang IPA yang ingin saya ketahui lebih lanjut setelah mengikuti pelajaran ini. Dengan mengikuti proses pembelajaran bersama peneliti ternyata dari kedua kelas nampak bahwa siswa tertarik untuk belajar IPA lebih lanjut. C. KETERBATASAN PENELITIAN 1. Keaktifan siswa pada kelas kontrol tidak diteliti, pengukuran keaktifan siswa hanya dilakukan pada kelas eksperimen. 2. Instrumen pengukuran pemahaman siswa hanya memuat hafalan, pemahaman konsep, dan aplikasi, tidak memuat keterampilan proses.

(103) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB V PENUTUP A. KESIMPULAN 1. Penggunaan metode inkuiri meningkatkan pemahaman konsep siswa SMP Yos Sudarso Cigugur kelas VIII pada materi pembiasan cahaya. Secara umum pemahaman konsep siswa bertambah menjadi benar dan lebih lengkap. Peningkatan pemahaman siswa ini tidak berbeda jika dibandingkan dengan kelas kontrol. Namun pada kelas eksperimen, siswa melakukan pembelajaran IPA bukan hanya sebagai produk tetapi juga sebagai proses. 2. Melalui penggunaan metode inkuiri, siswa SMP Yos Sudarso Cigugur kelas VIII aktif belajar IPA mengenai pembiasan cahaya. Hal ini ditandai dengan siswa aktif bertanya kepada guru, menjawab pertanyaan dari guru, menyelesaikan soal, menuliskan hipotesis, melakukan percobaan, mengumpulkan data dan menyimpulkan hasil percobaan. 3. Melalui penerapan metode inkuiri, siswa SMP Yos Sudarso Cigugur kelas VIII berminat belajar pada materi pembiasan cahaya. 83

(104) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 84 B. SARAN 1. Disarankan untuk guru IPA agar menggunakan metode inkuiri karena meningkatkan pemahaman konsep siswa, membuat siswa aktif, membuat siswa berminat belajar, membuat siswa turut serta dalam proses belajar serta menemukan pengetahuannya sendiri, baik pada materi pembiasan cahaya maupun pada materi yang lain. 2. Pada penelitian selanjutnya akan lebih baik bila menggunakan video guna mendukung dokumentasi penelitian. 3. Disarankan pada penelitian selanjutnya untuk melakukan post-test dua kali dengan jangka waktu tertentu guna melihat dengan sungguh perbedaan pemahaman konsep antara kelas kontrol dan kelas eksperimen. 4. Disarankan pada penelitian selanjutnya agar menggunakan alat ukur test yang bukan hanya memuat hafalan, pemahaman konsep, dan aplikasi, tetapi juga memuat keterampilan proses sains.

(105) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR PUSTAKA Aloysius, Suyitno; Sukirman; Nurul Kamilati; Budi Prasodjo; Naryoko; Pathul Djannah; Romulus Tampubolon; & Eka Damayati. 2008. IPA Terpadu SMP/MTs Kelas VIII. Jakarta: Yudhistira Arini, Nining; Silvianita; Agus Taufiq; Suryana; Kartika Budi; & Edi Santosa. 2007. Ilmu Pengetahuan Alam untuk SMP dan MTS Kelas VIII. Jakarta: Widya Utama. Daryanto & Mulyo Rahardjo. 2012. Model Pembelajaran Inovatif. Yogyakarta: Gava Media. Hanafiah, Nanang & Cucu Suhana. 2012. Konsep Strategi Pembelajaran. Bandung: Refika Aditama. Humizar & Sarlem. 2005. Dunia Fisika II untuk SMP Kelas VIII. Jakarta: Erlangga. Sanjaya, Wina. 2011. Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan. Jakarta: Kencana. Slameto, 2010. Belajar dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya. Jakarta: Rineka Cipta. Sudjana, Nana. 2010. Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. Sukabdiyah, Sri Astuti, dan Sriyati Suwardho. 2007. Kontekstual Sains Fisika SMP Kelas VIII. Jakarta: Yudhistira. Suparno, Paul. 1997. Filsafat Konstruktivisme dalam Pendidikan. Yogyakarta: Kanisius. 85

(106) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 86 Suparno, Paul. 2007. Metodologi Pembelajaran Fisika Konstruktivistik dan Menyenangkan. Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma. Suparno, Paul. 2010. Metode Penelitian Pendidikan Fisika. Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma. Suparno, Paul. 2010. Pengantar Statistika untuk Pendidikan & Psikologi. Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma. Suparno, Paul. 2012. Sumbangan Pendidikan Fisika Terhadap Pembangunan Karakter Bangsa. Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma. Susanto, Ahmad. 2013. Teori Belajar dan Pembelajaran di Sekolah Dasar. Jakarta: Kencana.

(107) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI LAMPIRAN 87

(108) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 1. Surat Ijin Penelitian 88

(109) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 2. Surat Keterangan Telah Melaksanakan Penelitian 89

(110) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 90 Lampiran 3. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Kelas Kontrol RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) KELAS CERAMAH Sekolah : SMP Yos Sudarso Cigugur Mata Pelajaran : IPA Kelas : VIII/II Alokasi waktu : 5 x 40 menit A. Standar Kompetensi Memahami konsep dan penerapan getaran, gelombang dan optika dalam produk teknologi sehari-hari. B. Kompetensi Dasar Menyelidiki sifat-sifat cahaya dan hubungannya dengan berbagai bentuk cermin dan lensa C. Indikator  Siswa dapat menjelaskan hukum Pembiasan/ Hukum Snellius I dan II.  Siswa dapat menjelaskan peristiwa pembiasan cahaya dari medium yang kurang rapat ke medium yang lebih rapat dan sebaliknya.  Siswa dapat menjelaskan penyebab terjadinya pembiasan cahaya.  Siswa dapat menjelaskan definisi dari indeks bias cahaya.  Siswa dapat melakukan perhitungan untuk menentukan indeks bias cahaya.  Siswa dapat menyebutkan contoh peristiwa pembiasan cahaya dalam kehidupan sehari-hari.

(111) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 91 D. Tujuan Pembelajaran  Siswa dapat memahami peristiwa pembiasan cahaya  Siswa dapat memahami pembiasan cahaya pada air  Siswa dapat memahami pembiasan cahaya pada kaca plan paralel E. Metode Pembelajaran Ceramah F. Kegiatan Pembelajaran  Pertemuan 1: Alokasi Waktu 2 x 40 menit No 1 2 Kegiatan Kegiatan Pendahuluan  Siswa disapa oleh peneliti  Siswa berkenalan dengan peneliti  Siswa diberi penjelasan mengenai maksud peneliti mengajar di SMP Yos Sudarso Cigugur  Kehadiran siswa dicek oleh peneliti  Siswa menerima penjelasan mengenai topik dan tujuan pembelajaran  Siswa menerima soal pre-test.  Siswa mengerjakan soal pre-test.  Siswa mengumpulkan soal pre-test. Kegiatan inti A. Eksplorasi  Siswa ditanya oleh peneliti apakah dapat mengerjakan soal pre-test atau tidak.  Siswa melakukan tanya jawab dengan peneliti tentang apa saja yang sudah dipelajari tentang cahaya. B. Elaborasi  Siswa ditanya mengenai bunyi Hukum Snellius tentang pembiasan kemudian siswa mendapat penjelasan dari peneliti  Siswa ditanya mengenai peristiwa pembiasan cahaya dari udara ke air melalui gambar kemudian siswa mendapat penjelasan dari peneliti.  Siswa ditanya mengenai mana itu sinar datang, sinar Alokasi Waktu 35 menit 5 menit 30 menit

(112) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI  3  92 bias, garis normal, sudut datang dan sudut bias kemudian siswa mendapat penjelasan dari peneliti. Siswa ditanya mengenai penyebab terjadinya pembiasan cahaya kemudian siswa mendapat penjelasan dari peneliti. C. Konfirmasi  Siswa menyebutkan kembali apa yang dipelajari hari ini.  Siswa ditanya apakah sudah memahaminya atau belum. Kegiatan Penutup  Siswa menerima apresiasi.  Siswa diberitahu bahwa pada pertemuan berikutnya siswa masih diajar oleh peneliti. 5 menit 5 menit Pertemuan 2: Alokasi Waktu 2 x 40 menit No 1 2 Kegiatan Kegiatan Pendahuluan  Siswa disapa.  Kehadiran siswa dicek oleh peneliti.  Siswa menerima penjelasan mengenai tujuan pembelajaran kepada siswa. Kegiatan inti A. Eksplorasi  Siswa melakukan tanya jawab dengan peneliti tentang apa saja yang sudah dipelajari pertemuan sebelumnya. B. Elaborasi  Siswa ditanya mengenai bunyi Hukum Snellius yang ke 2 kemudian siswa mendapatkan penjelasan dari peneliti  Siswa ditanya mengenai peristiwa pembiasan cahaya pada kaca plan paralel dan hukum Snellius yang berlaku kemudian siswa mendapat penjelasan dari peneliti.  Siswa ditanya mengenai indeks bias cahaya kemudian siswa mendapat penjelasan dari peneliti.  Siswa mengerjakan latihan soal  Siswa ditanya mengenai contoh-contoh pembiasan dalam kehidupan sehari-hari. C. Konfirmasi  Siswa menyebutkan kembali apa yang dipelajari hari Alokasi Waktu 5 menit 5 menit 60 menit 5 menit

(113) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI ini. Siswa ditanya apakah sudah memahami materinya atau belum. Kegiatan Penutup  Siswa menerima apresiasi  Siswa mengisi kuesioner minat belajar 93  3  5 menit Pertemuan 3: Alokasi Waktu 1 x 40 menit No 1 2 3 Alokasi Waktu Kegiatan Kegiatan Pendahuluan  Siswa disapa oleh peneliti.  Kehadiran siswa dicek oleh peneliti. Kegiatan Inti  Siswa menerima soal post-test.  Siswa mengerjakan soal post-test.  Siswa mengumpulkan soal dan jawaban post-test. Kegiatan Penutup  Siswa menerima apresiasi. 5 menit 30 menit 5 menit G. Materi Pembelajaran Dalam satu medium, cahaya akan merambat lurus. Namun apabila cahaya merambat dari medium satu ke medium yang lain, maka arah cahaya itu akan dibelokkan di perbatasan antara kedua medium. Pembelokkan arah perambatan cahaya itu terjadi karena cahaya masuk ke medium yang berbeda. Peristiwa tersebut dinamakan pembiasan. Misalkan cahaya masuk dari udara ke air. Udara sebagai medium I dan air sebagai medium II (lihat gambar 1).

(114) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI sinar datang 94 garis normal medium I medium II sinar bias Sinar di medium I disebut sinar datang, sedangkan sinar di medium II disebut sinar bias. Sudut yang dibentuk sinar datang dengan garis normal disebut sudut datang dan sudut yang dibentuk sinar bias dengan garis normal disebut sudut bias (Arini dkk, 2007: 464). Hukum pembiasan cahaya (yang dikemukakan oleh Willebrord Snellius, seorang ahli matematika berkebangsaan Belanda) yakni sebagai berikut: 1. Sinar datang, garis normal, dan sinar bias terletak pada satu bidang datar, dan ketiganya berpotongan pada satu titik (hukum I Snellius atau hukum I Pembiasan) 2. Sinar datang dari medium kurang rapat ke medium lebih rapat dibiaskan mendekati garis normal. Sebaliknya, sinar datang dari medium lebih rapat ke medium kurang rapat, dibiaskan menjauhi garis normal (hukum II Snellius atau hukum II Pembiasan) (Humizar dan Sarlem, 2005: 168). Udara memiliki kerapatan lebih kecil dibandingkan air dan kaca. Kaca merupakan medium yang lebih rapat dibandingkan air, sedangkan air

(115) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 95 merupakan medium yang lebih rapat dibandingkan udara. Berkas-berkas sinar dibiaskan mendekati garis normal bila datang dari medium kurang rapat ke medium yang lebih rapat, contohnya dari udara ke kaca. Berkas-berkas sinar akan dibiaskan menjauhi garis normal bila datang dari medium yang lebih rapat ke medium yang kurang rapat, contohnya dari kaca ke udara (Sukabdiyah dkk, 2007: 181). Pembelokan cahaya pada dua medium yang berbeda disebabkan oleh perbedaan cepat rambat cahaya di kedua medium tersebut. Cepat rambat cahaya di medium yang rapat lebih kecil dibandingkan dengan cepat rambat cahaya di medium yang kurang rapat. Semakin rapat medium yang dilalui, cepat rambat cahaya yang melewatinya semakin kecil. Cepat rambat cahaya terbesar dicapai ketika cahaya berada di ruang hampa. Cepat rambat cahaya di ruang hampa dilambangkan dengan c, yang mempunyai nilai sebesar 3 x 108 m/s. Jika sinar datang pada dua medium dengan sudut datang yang sama, maka sudut biasnya belum tentu sama. Hal ini bergantung pada kerapatan mediumnya. Dengan kata lain, pembiasan cahaya dari medium yang satu berbeda dengan medium yang lain. Kemampuan medium untuk membiaskan cahaya yang melaluinya dinyatakan dengan bilangan yang disebut indeks bias (n). Indeks bias (n) tersebut menunjukkan besarnya pembiasan yang dialami cahaya (Arini dkk, 2007: 465-466).

(116) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 96 Nilai indeks bias suatu medium menunjukkan perbandingan cepat rambat cahaya di ruang hampa dengan cepat rambat cahaya di dalam medium tersebut. Jika cepat rambat cahaya di suatu medium adalah v dan cepat rambat di ruang hampa adalah c, maka indeks bias medium tersebut dinyatakan dengan n bernilai sebagai berikut: Keterangan: n = indeks bias medium c = cepat rambat cahaya di ruang hampa = 300.000.000 m/s v = cepat rambat cahaya di medium (Arini dkk, 2007: 466). Dari uraian di atas dapat dilihat bahwa selain tergantung pada kerapatan medium, indeks bias juga tergantung pada panjang gelombang cahaya yang melewatinya. Meskipun mediumnya sama, tetapi bila panjang gelombang cahayanya berbeda, maka nilai indeks biasnya akan berbeda. Sebagai contoh, nilai indeks bias air untuk cahaya merah berbeda dengan indeks bias untuk cahaya hijau (Arini dkk, 2007: 466). Contoh-contoh pembiasan cahaya dalam kehidupan sehari-hari adalah sebagai berikut: 1. Saat sebuah pensil kita masukkan setengahnya ke dalam air, kita melihat seolah-olah pensil itu tampak patah. 2. Saat kita menangkap ikan dalam aquarium, posisi ikan tersebut tidak berada pada posisi tepat kita melihatnya.

(117) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 97 3. Saat kita melihat kolam yang berair jernih dan tenang, kolam itu kelihatannya dangkal, tetapi sebenarnya dalam. Benda gelap tembus cahaya yang hampir meneruskan seluruh cahaya yang mengenainya dikenal dengan istilah benda optik. Beberapa benda optik, di antaranya kaca plan paralel, prisma, dan lensa. Kaca plan paralel merupakan kaca tebal yang permukaannya rata. Sinar datang yang melalui kaca plan paralel akan mengalami dua kali pembiasan. Pembiasan pertama saat sinar datang menuju kaca plan paralel dan pembiasan kedua saat sinar meninggalkan kaca plan paralel. Sinar datang dari udara menuju kaca dibiaskan mendekati garis normal dalam kaca. Selanjutnya, sinar yang merambat dalam kaca menuju udara dibiaskan menjauhi garis normal. Arah sinar datang yang menuju kaca plan paralel dan arah sinar keluar dari dalam kaca plan paralel adalah sejajar. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa sudut datang sinar menuju kaca sama dengan sudut bias sinar meninggalkan kaca (Aloysius, dkk, 2008). H. Sumber Pembelajaran  Aloysius, Suyitno, Sukirman, Nurul Kamilati, Budi Prasodjo, Naryoko, Pathul Djannah, Romulus Tampubolon dan Eka Damayati. 2008. IPA Terpadu SMP/MTs Kelas VIII. Jakarta: Yudhistira  Arini, Nining, Silvianita, Agus Taufiq, Suryana, Kartika Budi dan Edi Santosa. 2007. Ilmu Pengetahuan Alam untuk SMP dan MTS Kelas VIII. Jakarta: Widya Utama.

(118) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI  98 Humizar & Sarlem. 2005. Dunia Fisika II untuk SMP Kelas VIII. Jakarta: Erlangga.  Sukabdiyah, Sri Astuti, dan Sriyati Suwardho. 2007. Kontekstual Sains Fisika SMP Kelas VIII. Jakarta: Yudhistira.

(119) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 99 Lampiran 4. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Kelas Eskperimen RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN KELAS INKUIRI Sekolah : SMP Yos Sudarso Cigugur Mata Pelajaran : IPA Kelas : VIII/II Alokasi waktu : 5 x 40 menit A. Standar Kompetensi Memahami konsep dan penerapan getaran, gelombang dan optika dalam produk teknologi sehari-hari. B. Kompetensi Dasar Menyelidiki sifat-sifat cahaya dan hubungannya dengan berbagai bentuk cermin dan lensa C. Indikator  Siswa dapat menjelaskan hukum Pembiasan/ Hukum Snellius I dan II.  Siswa dapat menjelaskan peristiwa pembiasan cahaya dari medium yang kurang rapat ke medium yang lebih rapat dan sebaliknya.  Siswa dapat menjelaskan penyebab terjadinya pembiasan cahaya.  Siswa dapat menjelaskan definisi dari indeks bias cahaya.  Siswa dapat melakukan perhitungan untuk menentukan indeks bias cahaya.  Siswa dapat menyebutkan contoh peristiwa pembiasan cahaya dalam kehidupan sehari-hari.

(120) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 100 D. Tujuan Pembelajaran  Siswa dapat memahami peristiwa pembiasan cahaya  Siswa dapat melakukan percobaan mengenai pembiasan cahaya pada air  Siswa dapat melakukan percobaan mengenai pembiasan cahaya pada kaca plan paralel E. Metode Pembelajaran Inkuiri terbimbing F. Kegiatan Pembelajaran  Pertemuan 1: Alokasi Waktu 2 x 40 menit No 1 2 Kegiatan Kegiatan Pendahuluan  Siswa disapa oleh peneliti  Siswa berkenalan dengan peneliti  Siswa diberi penjelasan mengenai maksud peneliti mengajar di SMP Yos Sudarso Cigugur  Kehadiran siswa dicek oleh peneliti  Siswa menerima penjelasan mengenai topik dan tujuan pembelajaran  Siswa menerima penjelasan tentang metode pembelajaran yang akan digunakan yaitu metode inkuiri  Siswa menerima soal pre-test.  Siswa mengerjakan soal pre-test.  Siswa mengumpulkan soal pre-test. Kegiatan inti A. Eksplorasi  Siswa ditanya oleh peneliti apakah siswa dapat mengerjakan soal pre-test atau tidak.  Siswa melakukan tanya jawab dengan peneliti tentang apa saja yang sudah dipelajari tentang cahaya. Alokasi Waktu 35 menit 5 menit

(121) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 3  B. Elaborasi  Siswa dibagi dalam kelompok.  Siswa menerima LKS mengenai pengamatan cahaya yang dilewatkan pada air.  Siswa membaca LKS.  Siswa menuliskan hipotesis mereka.  Siswa melakukan percobaan dalam kelompok dengan bimbingan peneliti.  Siswa menganalisis hasil percobaan mereka dan menjawab pertanyaan yang ada di LKS.  Siswa menuliskan hasil percobaan mereka di papan tulis C. Konfirmasi  Siswa menyebutkan kembali apa yang dipelajari hari ini.  Siswa ditanya oleh peneliti apakah sudah memahaminya atau belum. Kegiatan Penutup  Siswa menerima apresiasi.  Siswa diberitahu bahwa pada pertemuan berikutnya siswa masih diajar oleh peneliti. 101 30 menit 5 menit 5 menit Pertemuan 2: Alokasi Waktu 2 x 40 menit No 1 2 Kegiatan Kegiatan Pendahuluan  Siswa disapa oleh peneliti.  Kehadiran siswa dicek oleh peneliti  Siswa diberitahukan mengenai topik dan tujuan pembelajaran Kegiatan inti A. Eksplorasi  Siswa melakukan tanya jawab dengan peneliti tentang apa saja yang sudah dipelajari pertemuan sebelumnya. B. Elaborasi  Siswa kembali berkelompok.  Siswa menerima LKS mengenai pengamatan cahaya yang dilewatkan pada kaca plan paralel.  Siswa membaca LKS Alokasi Waktu 5 menit 5 menit 50 menit

(122) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 102   3  Siswa menuliskan hipotesis mereka. Siswa melakukan percobaan dalam kelompok dengan bimbingan peneliti.  Siswa menganalisis hasil percobaan mereka dan menjawab pertanyaan yang ada di LKS.  Siswa menuliskan hasil percobaan mereka di papan tulis C. Konfirmasi  Siswa menyebutkan kembali apa yang dipelajari hari ini.  Siswa ditanya oleh peneliti apakah sudah memahaminya atau belum. Kegiatan Penutup  Siswa menerima apresiasi.  Siswa mengisi kuesioner minat belajar 5 menit 15 menit Pertemuan 3: Alokasi Waktu 1 x 40 menit No 1 2 3 Kegiatan Kegiatan Pendahuluan  Siswa disapa oleh peneliti.  Kehadiran siswa dicek oleh peneliti. Kegiatan Inti  Siswa menerima soal post-test.  Siswa mengerjakan soal post-test.  Siswa mengumpulkan soal dan jawaban post-test. Kegiatan Penutup  Siswa menerima apresiasi. Alokasi Waktu 5 menit 30 menit 5 menit G. Materi Pembelajaran Dalam satu medium, cahaya akan merambat lurus. Namun apabila cahaya merambat dari medium satu ke medium yang lain, maka arah cahaya itu akan dibelokkan di perbatasan antara kedua medium. Pembelokkan arah perambatan cahaya itu terjadi karena cahaya masuk ke medium yang berbeda. Peristiwa tersebut dinamakan pembiasan. Misalkan cahaya masuk dari udara ke air. Udara sebagai medium I dan air sebagai medium II (lihat gambar 1).

(123) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI sinar datang 103 garis normal medium I medium II sinar bias Sinar di medium I disebut sinar datang, sedangkan sinar di medium II disebut sinar bias. Sudut yang dibentuk sinar datang dengan garis normal disebut sudut datang dan sudut yang dibentuk sinar bias dengan garis normal disebut sudut bias (Arini dkk, 2007: 464). Hukum pembiasan cahaya (yang dikemukakan oleh Willebrord Snellius, seorang ahli matematika berkebangsaan Belanda) yakni sebagai berikut: 1. Sinar datang, garis normal, dan sinar bias terletak pada satu bidang datar, dan ketiganya berpotongan pada satu titik (hukum I Snellius atau hukum I Pembiasan) 2. Sinar datang dari medium kurang rapat ke medium lebih rapat dibiaskan mendekati garis normal. Sebaliknya, sinar datang dari medium lebih rapat ke medium kurang rapat, dibiaskan menjauhi garis normal (hukum II Snellius atau hukum II Pembiasan) (Humizar dan Sarlem, 2005: 168).

(124) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 104 Udara memiliki kerapatan lebih kecil dibandingkan air dan kaca. Kaca merupakan medium yang lebih rapat dibandingkan air, sedangkan air merupakan medium yang lebih rapat dibandingkan udara. Berkas-berkas sinar dibiaskan mendekati garis normal bila datang dari medium kurang rapat ke medium yang lebih rapat, contohnya dari udara ke kaca. Berkas-berkas sinar akan dibiaskan menjauhi garis normal bila datang dari medium yang lebih rapat ke medium yang kurang rapat, contohnya dari kaca ke udara (Sukabdiyah dkk, 2007: 181). Pembelokan cahaya pada dua medium yang berbeda disebabkan oleh perbedaan cepat rambat cahaya di kedua medium tersebut. Cepat rambat cahaya di medium yang rapat lebih kecil dibandingkan dengan cepat rambat cahaya di medium yang kurang rapat. Semakin rapat medium yang dilalui, cepat rambat cahaya yang melewatinya semakin kecil. Cepat rambat cahaya terbesar dicapai ketika cahaya berada di ruang hampa. Cepat rambat cahaya di ruang hampa dilambangkan dengan c, yang mempunyai nilai sebesar 3 x 108 m/s. Jika sinar datang pada dua medium dengan sudut datang yang sama, maka sudut biasnya belum tentu sama. Hal ini bergantung pada kerapatan mediumnya. Dengan kata lain, pembiasan cahaya dari medium yang satu berbeda dengan medium yang lain. Kemampuan medium untuk membiaskan cahaya yang melaluinya dinyatakan dengan bilangan yang disebut indeks bias (n). Indeks bias (n)

(125) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 105 tersebut menunjukkan besarnya pembiasan yang dialami cahaya (Arini dkk, 2007: 465-466). Nilai indeks bias suatu medium menunjukkan perbandingan cepat rambat cahaya di ruang hampa dengan cepat rambat cahaya di dalam medium tersebut. Jika cepat rambat cahaya di suatu medium adalah v dan cepat rambat di ruang hampa adalah c, maka indeks bias medium tersebut dinyatakan dengan n bernilai sebagai berikut: Keterangan: n = indeks bias medium c = cepat rambat cahaya di ruang hampa = 300.000.000 m/s v = cepat rambat cahaya di medium (Arini dkk, 2007: 466). Dari uraian di atas dapat dilihat bahwa selain tergantung pada kerapatan medium, indeks bias juga tergantung pada panjang gelombang cahaya yang melewatinya. Meskipun mediumnya sama, tetapi bila panjang gelombang cahayanya berbeda, maka nilai indeks biasnya akan berbeda. Sebagai contoh, nilai indeks bias air untuk cahaya merah berbeda dengan indeks bias untuk cahaya hijau (Arini dkk, 2007: 466). Contoh-contoh pembiasan cahaya dalam kehidupan sehari-hari adalah sebagai berikut: 1. Saat sebuah pensil kita masukkan setengahnya ke dalam air, kita melihat seolah-olah pensil itu tampak patah.

(126) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 106 2. Saat kita menangkap ikan dalam aquarium, posisi ikan tersebut tidak berada pada posisi tepat kita melihatnya. 3. Saat kita melihat kolam yang berair jernih dan tenang, kolam itu kelihatannya dangkal, tetapi sebenarnya dalam. Benda gelap tembus cahaya yang hampir meneruskan seluruh cahaya yang mengenainya dikenal dengan istilah benda optik. Beberapa benda optik, di antaranya kaca plan paralel, prisma, dan lensa. Kaca plan paralel merupakan kaca tebal yang permukaannya rata. Sinar datang yang melalui kaca plan paralel akan mengalami dua kali pembiasan. Pembiasan pertama saat sinar datang menuju kaca plan paralel dan pembiasan kedua saat sinar meninggalkan kaca plan paralel. Sinar datang dari udara menuju kaca dibiaskan mendekati garis normal dalam kaca. Selanjutnya, sinar yang merambat dalam kaca menuju udara dibiaskan menjauhi garis normal. Arah sinar datang yang menuju kaca plan paralel dan arah sinar keluar dari dalam kaca plan paralel adalah sejajar. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa sudut datang sinar menuju kaca sama dengan sudut bias sinar meninggalkan kaca (Aloysius, dkk, 2008). H. Sumber Pembelajaran  Aloysius, Suyitno, Sukirman, Nurul Kamilati, Budi Prasodjo, Naryoko, Pathul Djannah, Romulus Tampubolon dan Eka Damayati. 2008. IPA Terpadu SMP/MTs Kelas VIII. Jakarta: Yudhistira

(127) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI  107 Arini, Nining, Silvianita, Agus Taufiq, Suryana, Kartika Budi dan Edi Santosa. 2007. Ilmu Pengetahuan Alam untuk SMP dan MTS Kelas VIII. Jakarta: Widya Utama.  Humizar & Sarlem. 2005. Dunia Fisika II untuk SMP Kelas VIII. Jakarta: Erlangga.  Sukabdiyah, Sri Astuti, dan Sriyati Suwardho. 2007. Kontekstual Sains Fisika SMP Kelas VIII. Jakarta: Yudhistira.

(128) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 108 Lampiran 5. Lembar Kerja Siswa (LKS) 1 Kelas Eskperimen LKS: MENGAMATI CAHAYA YANG DILEWATKAN PADA AIR  Persoalan Apa yang akan terjadi apabila cahaya dilewatkan dari udara menuju air? Bagaimana lintasan cahayanya?  Hipotesis Tuliskan dugaan anda terhadap persoalan di atas! ........................................................................................................................ ........................................................................................................................ ........................................................................................................................ ........................................................................................................................ ........................................................................................................................ ........................................................................................................................ ........................................................................................................................ ........................................................................................................................ ........................................................................................................................ ........................................................................................................................ ..................................................................................................................  Alat dan bahan yang digunakan: o Laser pointer o Gelas bening o Air bening o Larutan susu o Kertas putih  Langkah Percobaan 1. Masukkan air dalam gelas bening. 2. Tambahkan susu sedikit sampai warna larutan menjadi agak keruh. 3. Gelapkan ruangan lalu nyalakan laser sehingga tampak seberkas cahaya keluar. PERHATIAN: JANGAN PERNAH SEKALIPUN

(129) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 109 MENGARAHKAN CAHAYA LASER LANGSUNG KE MATA KARENA DAPAT MEMBAHAYAKAN ANDA. 4. Arahkan cahaya tersebut kira-kira bersudut 45° menuju permukaan larutan susu. 5. Tempatkan kertas putih di belakang laser sampai terlihat jejak sinar di udara, namun tetap usahakan sinar masuk ke air. 6. Amati lintasan cahaya tersebut.  Hasil pengamatan 1. Apa yang terjadi ketika cahaya mengenai permukaan air? .................................................................................................................. .................................................................................................................. .................................................................................................................. .................................................................................................................. .................................................................................................................. .................................................................................................................. ............................................................................................................ 2. Apa yang terjadi ketika cahaya berada di dalam air? .................................................................................................................. .................................................................................................................. .................................................................................................................. .................................................................................................................. .................................................................................................................. .................................................................................................................. ............................................................................................................ 3. Gambarkan dan jelaskan hasil percobaan anda! Tunjukkan mana sinar datang, sinar bias, garis normal, sudut datang, dan sudut bias! .................................................................................................................. .................................................................................................................. .................................................................................................................. .................................................................................................................. ..................................................................................................................

(130) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 110 .................................................................................................................. .................................................................................................................. .................................................................................................................. .................................................................................................................. .................................................................................................................. .................................................................................................................. .................................................................................................................. ............................................................................................................ 4. Definisikan apa itu sinar datang, sinar bias, garis normal, sudut datang, dan sudut bias! .................................................................................................................. .................................................................................................................. .................................................................................................................. .................................................................................................................. .................................................................................................................. .................................................................................................................. .................................................................................................................. .................................................................................................................. .................................................................................................................. .................................................................................................................. ............................................................................................................ 5. Tuliskan bunyi Hukum I Pembiasan! Sesuaikah percobaan anda dengan hukum tersebut? .................................................................................................................. .................................................................................................................. .................................................................................................................. .................................................................................................................. .................................................................................................................. .................................................................................................................. ..................................................................................................................

(131) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 111 .................................................................................................................. ............................................................................................................ 6. Tuliskan kesimpulan anda dari percobaan ini! Apakah hasil percobaan anda sesuai dengan hipotesis? .................................................................................................................. .................................................................................................................. .................................................................................................................. .................................................................................................................. .................................................................................................................. ............................................................................................................

(132) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 112 Lampiran 6. Lembar Kerja Siswa (LKS) 2 Kelas Eksperimen LKS: MENGAMATI CAHAYA YANG DILEWATKAN PADA KACA PLAN PARALEL  Persoalan Apa yang akan terjadi apabila cahaya dilewatkan dari udara ke kaca plan paralel? Bagaimana lintasan cahayanya?  Hipotesis Tuliskan dugaan anda terhadap persoalan di atas! ........................................................................................................................ ........................................................................................................................ ........................................................................................................................ ........................................................................................................................ ........................................................................................................................ ........................................................................................................................ ..................................................................................................................  Alat dan Bahan o Kaca plan paralel o Kertas milimeter blok o Alas/bantalan o Jarum pentul o Mistar o Busur derajat  Langkah Percobaan 1. Letakkan kertas milimeter blok di atas bantalan/alas. 2. Letakkan kaca plan paralel di atas kertas milimeter blok. 3. Tusukkan jarum di titik A dan B pada daerah I. 4. Lihat jarum dari daerah III, tusukkan jarum

(133) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 113 di titik C dan D di mana bayangan jarum terlihat segaris. 5. Gambarkan kedudukan kaca plan paralel dengan pensil. 6. Angkat kaca plan paralel dan pindahkan dari kertas milimeter blok. 7. Tarik garis AB, BC, dan CD. 8. Ukur besar sudut i, r, i’ dan r’. 9. Ulangi kembali kegiatan di atas dengan mengatur sudut datang (i). Pengamatan 1: Cahaya dari udara ke kaca 1. Perhatikan daerah I dan II. Sinar garis AB = sinar datang dan garis BC = sinar bias 2. Ukur sudut datang (i) dan sudut bias (r), kemudian masukkan datanya dalam tabel pengamatan. No Sudut datang i (°) Sudut bias r (°) Pengamatan 2: Cahaya dari kaca ke udara 1. Perhatikan daerah II dan III. Sinar garis BC = sinar datang dan garis CD = sinar bias 2. Ukur sudut datang (i’) dan sudut bias (r’), kemudian masukkan datanya dalam tabel pengamatan. No Tugas: Sudut datang i’ (°) Sudut bias r’ (°)

(134) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 114 1. Bagaimana lintasan cahaya daerah I dan II? Apakah membentuk garis lurus? Gambarkan lintasan cahayanya! ............................................................................................................ ............................................................................................................ ............................................................................................................ ............................................................................................................ ............................................................................................................ ............................................................................................................ ...................................................................................................... 2. Pada lintasan cahaya daerah I dan II, bagaimana besar sudut i dan sudut r? Sama atau berbeda? Jika berbeda, mana yang lebih besar? Jelaskan! ............................................................................................................ ............................................................................................................ ............................................................................................................ ............................................................................................................ ............................................................................................................ ............................................................................................................ ....................................................................................................... 3. Pada lintasan cahaya daerah I dan II, bagaimana sudut biasnya? Mendekati garis normal atau menjauhi garis normal? Jelaskan. ............................................................................................................ ............................................................................................................ ............................................................................................................ ............................................................................................................ ............................................................................................................ ............................................................................................................ ....................................................................................................... 4. Bagaimana lintasan cahaya daerah II dan III? Apakah membentuk garis lurus? Gambarkan lintasan cahayanya!

(135) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 115 ............................................................................................................ ............................................................................................................ ............................................................................................................ ............................................................................................................ ............................................................................................................ ............................................................................................................ ...................................................................................................... 5. Pada lintasan cahaya daerah II dan III, bagaimana besar sudut i’ dan sudut r’? Sama atau berbeda? Jika berbeda, mana yang lebih besar? Jelaskan! ............................................................................................................ ............................................................................................................ ............................................................................................................ ............................................................................................................ ............................................................................................................ ............................................................................................................ ...................................................................................................... 6. Pada lintasan cahaya daerah II dan III, bagaimana sudut biasnya? Mendekati garis normal atau menjauhi garis normal? Jelaskan! ............................................................................................................ ............................................................................................................ ............................................................................................................ ............................................................................................................ ............................................................................................................ ............................................................................................................ ....................................................................................................... 7. Tuliskan bunyi Hukum II Pembiasan! Sesuaikah percobaan anda dengan hukum tersebut? ............................................................................................................ ............................................................................................................ ............................................................................................................

(136) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 116 ............................................................................................................ ............................................................................................................ ............................................................................................................ ............................................................................................................ ............................................................................................................ ....................................................................................................... 8. Bila diketahui cepat rambat cahaya dalam kaca plan paralel adalah 200.000.000 m/s. Berapakah indeks bias kaca plan paralel tersebut? ............................................................................................................ ............................................................................................................ ............................................................................................................ ............................................................................................................ ............................................................................................................ ............................................................................................................ ............................................................................................................ ............................................................................................................ ...................................................................................................... 9. Apa kesimpulan anda dari percobaan ini? Apakah hasil percobaan anda sesuai dengan hipotesis? ............................................................................................................ ............................................................................................................ ............................................................................................................ ............................................................................................................ ............................................................................................................ ............................................................................................................ .......................................................................................................

(137) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 117 Lampiran 7. Soal Pre-Test SOAL PRE-TEST Kerjakan soal di bawah ini dengan benar dan lengkap! 1. Tuliskan bunyi Hukum Pembiasan I (Snellius I)! ........................................................................................................................ ........................................................................................................................ ........................................................................................................................ ................................................................................................................... 2. Tuliskan bunyi Hukum Pembiasan II (Snellius II)! ........................................................................................................................ ........................................................................................................................ ........................................................................................................................ ........................................................................................................................ ........................................................................................................................ ........................................................................................................................ .................................................................................................................. 3. Jelaskan dan gambarkan peristiwa pembiasan cahaya dari udara ke air! ........................................................................................................................ ........................................................................................................................ ........................................................................................................................ ........................................................................................................................ ........................................................................................................................ ........................................................................................................................ ........................................................................................................................ ........................................................................................................................ .................................................................................................................. 4. Jelaskan dan gambarkan peristiwa pembiasan cahaya dari kaca ke udara! ........................................................................................................................ ........................................................................................................................ ........................................................................................................................

(138) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 118 ........................................................................................................................ ........................................................................................................................ ........................................................................................................................ ........................................................................................................................ ........................................................................................................................ .................................................................................................................. 5. Mengapa cahaya yang mengenai bidang batas antara 2 medium mengalami pembiasan? Jelaskan! ........................................................................................................................ ........................................................................................................................ ........................................................................................................................ ........................................................................................................................ ........................................................................................................................ ........................................................................................................................ .................................................................................................................. 6. Apa yang dimaksud dengan indeks bias? Apa artinya indeks bias air = 1,33? ........................................................................................................................ ........................................................................................................................ ........................................................................................................................ ........................................................................................................................ ........................................................................................................................ ........................................................................................................................ .................................................................................................................. 7. Apabila di dalam suatu bahan cahaya merambat dengan cepat rambat 240.000 km/s, berapakah indeks bias bahan tersebut? ........................................................................................................................ ........................................................................................................................ ........................................................................................................................ ........................................................................................................................ ........................................................................................................................

(139) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 119 ........................................................................................................................ ................................................................................................................. 8. Sebutkan salah satu contoh dalam kehidupan sehari-hari mengenai peristiwa pembiasan cahaya! ........................................................................................................................ ........................................................................................................................ ........................................................................................................................ ........................................................................................................................ ........................................................................................................................ ........................................................................................................................ .................................................................................................................

(140) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 120 Lampiran 8. Kunci Jawaban Pre-Test KUNCI JAWABAN PRE-TEST 1. Tuliskan bunyi Hukum Pembiasan I (Snellius I)! (Skor: 2) Hukum Pembiasan I: Sinar datang, garis normal, dan sinar bias terletak pada satu bidang datar, dan ketiganya berpotongan pada satu titik. 2. Tuliskan bunyi Hukum Pembiasan II (Snellius II)! (Skor: 2) Hukum Pembiasan II: Sinar datang dari medium kurang rapat ke medium lebih rapat dibiaskan mendekati garis normal. Sebaliknya, sinar datang dari medium lebih rapat ke medium kurang rapat dibiaskan menjauhi garis normal. 3. Jelaskan dan gambarkan peristiwa pembiasan cahaya dari udara ke air! (Skor: 6) sinar datang Udara garis normal merupakan yang medium kurang rapat dibandingkan dengan air. Oleh medium I karena itu ketika sinar dilewatkan dari udara menuju medium II sinar bias air, maka sinar dibiaskan mendekati garis normal. 4. Jelaskan dan gambarkan peristiwa pembiasan cahaya dari kaca ke udara! (Skor: 6) Kaca merupakan medium yang sinar datang garis normal lebih rapat dibandingkan udara. Oleh karena itu ketika sinar medium I dilewatkan dari kaca menuju udara, maka sinar dibiaskan medium II sinar bias menjauhi garis normal.

(141) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 121 5. Mengapa cahaya yang mengenai bidang batas antara 2 medium mengalami pembiasan? Jelaskan! (Skor: 4) Ketika cahaya lewat dari suatu medium ke medium lain yang berbeda, cahaya dibiaskan karena cepat rambat cahaya dalam kedua medium adalah berbeda. Semakin rapat medium yang dilalui, cepat rambat cahayanya semakin kecil. 6. Apa yang dimaksud dengan indeks bias? Apa artinya indeks bias air = 1,33? (Skor:4) Indeks bias adalah kemampuan medium untuk membiaskan cahaya yang melaluinya. Indeks bias air = 1,33 artinya perbandingan cepat rambat cahaya di air dengan di udara adalah 1,33 : 1. 7. Apabila di dalam suatu bahan cahaya merambat dengan cepat rambat 240.000 km/s, berapakah indeks bias bahan tersebut? (Skor: 4) 8. Sebutkan salah satu contoh dalam kehidupan sehari-hari mengenai peristiwa pembiasan cahaya! (Skor: 2)  Saat sebuah pensil kita masukkan setengahnya ke dalam air, kita melihat seolah-olah pensil itu tampak patah atau  Saat kita menangkap ikan dalam aquarium, posisi ikan tersebut tidak berada pada posisi tepat kita melihatnya atau  Saat kita melihat kolam yang berair jernih dan tenang, kolam itu kelihatannya dangkal, tetapi sebenarnya dalam

(142) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 122 Lampiran 9. Soal Post-Test SOAL POST-TEST Kerjakan soal di bawah ini dengan benar dan lengkap! 1. Tuliskan bunyi Hukum Pembiasan I (Snellius I)! ........................................................................................................................ ........................................................................................................................ ........................................................................................................................ ................................................................................................................... 2. Tuliskan bunyi Hukum Pembiasan II (Snellius II)! ........................................................................................................................ ........................................................................................................................ ........................................................................................................................ ........................................................................................................................ ........................................................................................................................ ........................................................................................................................ .................................................................................................................. 3. Jelaskan dan gambarkan peristiwa pembiasan cahaya dari udara ke air! ........................................................................................................................ ........................................................................................................................ ........................................................................................................................ ........................................................................................................................ ........................................................................................................................ ........................................................................................................................ ........................................................................................................................ ........................................................................................................................ .................................................................................................................. 4. Jelaskan dan gambarkan peristiwa pembiasan cahaya dari kaca ke udara! ........................................................................................................................ ........................................................................................................................ ........................................................................................................................

(143) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 123 ........................................................................................................................ ........................................................................................................................ ........................................................................................................................ ........................................................................................................................ ........................................................................................................................ .................................................................................................................. 5. Mengapa cahaya yang mengenai bidang batas antara 2 medium mengalami pembiasan? Jelaskan! ........................................................................................................................ ........................................................................................................................ ........................................................................................................................ ........................................................................................................................ ........................................................................................................................ ........................................................................................................................ .................................................................................................................. 6. Apa yang dimaksud dengan indeks bias? Apa artinya indeks bias air = 1,5? ........................................................................................................................ ........................................................................................................................ ........................................................................................................................ ........................................................................................................................ ........................................................................................................................ ........................................................................................................................ .................................................................................................................. 7. Apabila di dalam suatu bahan cahaya merambat dengan cepat rambat 200.000 km/s, berapakah indeks bias bahan tersebut? ........................................................................................................................ ........................................................................................................................ ........................................................................................................................ ........................................................................................................................ ........................................................................................................................

(144) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 124 ........................................................................................................................ ................................................................................................................. 8. Sebutkan salah satu contoh dalam kehidupan sehari-hari mengenai peristiwa pembiasan cahaya! ........................................................................................................................ ........................................................................................................................ ........................................................................................................................ ........................................................................................................................ ........................................................................................................................ ........................................................................................................................ .................................................................................................................

(145) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 125 Lampiran 10. Kunci Jawaban Post-Test KUNCI JAWABAN PRE-TEST 1. Tuliskan bunyi Hukum Pembiasan I (Snellius I)! (Skor: 2) Hukum Pembiasan I: Sinar datang, garis normal, dan sinar bias terletak pada satu bidang datar, dan ketiganya berpotongan pada satu titik. 2. Tuliskan bunyi Hukum Pembiasan II (Snellius II)! (Skor: 2) Hukum Pembiasan II: Sinar datang dari medium kurang rapat ke medium lebih rapat dibiaskan mendekati garis normal. Sebaliknya, sinar datang dari medium lebih rapat ke medium kurang rapat dibiaskan menjauhi garis normal. 3. Jelaskan dan gambarkan peristiwa pembiasan cahaya dari udara ke air! (Skor: 6) Udara merupakan medium sinar datang garis normal yang kurang dibandingkan medium I dengan air. Oleh karena itu ketika sinar dilewatkan medium II rapat menuju dari air, udara maka sinar dibiaskan mendekati garis sinar bias normal. 4. Jelaskan dan gambarkan peristiwa pembiasan cahaya dari kaca ke udara! (Skor: 6) sinar datang Kaca garis normal yang medium I medium II merupakan medium lebih rapat dibandingkan udara. Oleh karena ketika sinar itu dilewatkan dari kaca menuju udara, maka sinar dibiaskan menjauhi garis normal. sinar bias

(146) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 126 5. Mengapa cahaya yang mengenai bidang batas antara 2 medium mengalami pembiasan? Jelaskan! (Skor: 4) Ketika cahaya lewat dari suatu medium ke medium lain yang berbeda, cahaya dibiaskan karena cepat rambat cahaya dalam kedua medium adalah berbeda. Semakin rapat medium yang dilalui, cepat rambat cahayanya semakin kecil. 6. Apa yang dimaksud dengan indeks bias? Apa artinya indeks bias air = 1,5? (Skor:4) Indeks bias adalah kemampuan medium untuk membiaskan cahaya yang melaluinya. Indeks bias air = 1,5 artinya perbandingan cepat rambat cahaya di air dengan di udara adalah 1,5 : 1. 7. Apabila di dalam suatu bahan cahaya merambat dengan cepat rambat 200.000 km/s, berapakah indeks bias bahan tersebut? (Skor: 4) 8. Sebutkan salah satu contoh dalam kehidupan sehari-hari mengenai peristiwa pembiasan cahaya! (Skor: 2)  Saat sebuah pensil kita masukkan setengahnya ke dalam air, kita melihat seolah-olah pensil itu tampak patah atau  Saat kita menangkap ikan dalam aquarium, posisi ikan tersebut tidak berada pada posisi tepat kita melihatnya atau  Saat kita melihat kolam yang berair jernih dan tenang, kolam itu kelihatannya dangkal, tetapi sebenarnya dalam

(147) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 11. Lembar Observasi Keaktifan LEMBAR OBSERVASI KEAKTIFAN No Aktivitas Tally 1 Siswa bertanya kepada guru 2 Siswa menjawab pertanyaan dari guru 3 Siswa mampu menyelesaikan soal yang diberikan 4 Siswa membaca buku paket 5 Siswa percobaan menyimpulkan hasil Catatan 127

(148) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 128 Lampiran 12. Lembar Kuesioner Minat Belajar LEMBAR KUESIONER MINAT BELAJAR Nama :......................... Kelas :......................... Berilah tanda ceklis (√) pada kolom berikut sesuai dengan yang anda alami selama mengikuti proses pembelajaran bersama peneliti! Apapun jawaban anda tidak akan mempengaruhi nilai, maka jawablah sesuai dengan keadaan anda. Keterangan: SS : Sangat Setuju S : Setuju R : Ragu-ragu TS : Tidak Setuju STS : Sangat Tidak Setuju No Pernyataan SS S R TS STS 1 Saya sangat menyesal bila tidak mengikuti pelajaran ini. 2 Selama di kelas, saya selalu berpikir pada pelajaran, bukan pada hal-hal yang lain. 3 Saya dapat memahami materi dengan baik. 4 Saya selalu bertanya kepada teman bila ada kesulitan dalam belajar 5 Saya selalu bertanya kepada guru bila saya tidak tahu 6 Saya membaca buku pelajaran untuk menambah pengetahuan saya. 7 Saya merasa pembelajaran yang dilakukan berlangsung dengan singkat. 8 Banyak hal-hal tentang IPA yang ingin saya ketahui lebih lanjut setelah mengikuti pelajaran ini. 9 Saya tidak pernah mengantuk selama pelajaran berlangsung. 10 Saya mengusulkan pembelajaran IPA selanjutnya menggunakan metode pembelajaran seperti yang dilakukan oleh peneliti.

(149) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 13. Daftar Distribusi Skor Pre-Test Kelas Kontrol Sampel 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 1 0 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 2 0 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 Skor Soal Ke 3 4 5 6 0 0 0 0 2 0 0 0 1 0 0 0 2 0 0 0 1 1 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 1 1 1 0 2 2 0 0 1 0 0 0 1 0 0 0 1 0 0 0 4 0 1 1 1 0 1 0 0 0 0 0 1 1 1 1 1 0 0 0 0 0 0 0 2 1 0 0 0 0 0 0 0 0 1 0 1 0 0 0 6 6 4 0 Rata-rata 7 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 8 0 0,5 1 0,5 0,5 0 2 2 2 1 1 1 2 0 2 0 2 0,5 2 0,5 0 2 2 2 2 Jumlah Nilai 0 2,5 2 2,5 4,5 1 2 3 2 4 5 2 3 1 8 4 2 4,5 3 0,5 3 2 3 3 18 0,0 8,3 6,7 8,3 15,0 3,3 6,7 10,0 6,7 13,3 16,7 6,7 10,0 3,3 26,7 13,3 6,7 15,0 10,0 1,7 10,0 6,7 10,0 10,0 60,0 11,08 129

(150) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 14. Daftar Distribusi Skor Pre-Test Kelas Eksperimen Sampel 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 1 1 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 1 1 0 0 0 0 2 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 Skor Soal Ke 3 4 5 6 1 0 0 0 2 0 0 0 1 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 1 0 0 0 1 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 1 0 0 0 1 0 0 0 1 0 0 0 2 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 2 0 0 0 1 0 0 0 1 0 0 0 5 5 3 0 1 0 0 0 0 0 0 0 1 1 0 0 0 0 0 0 7 8 0 1 0 2 0 0 0 0 0 2 0 2 0 2 0 1 0 2 0 2 0 2 0 0 0 2 0 2 0 1 0 1 0 2 0 0 0 0 0 2 0 1 0 1 0 1 0 0,5 Jumlah Nilai 3 4 1 2 2 3 3 2 2 3 3 1 4 2 1 1 4 2 2 16 2 1 3 0,5 Rata-rata 10,0 13,3 3,3 6,7 6,7 10,0 10,0 6,7 6,7 10,0 10,0 3,3 13,3 6,7 3,3 3,3 13,3 6,7 6,7 53,3 6,7 3,3 10,0 1,7 9,0 130

(151) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 15. Daftar Distribusi Skor Post-Test Kelas Kontrol Sampel 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 1 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 1 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 1 2 2 1 1 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 0 2 2 2 2 2 1 1 2 2 2 1 Skor Soal Ke 3 4 5 6 1 3 1 1 1 1 2 1 1 1 4 1 1 1 1 1 6 6 4 4 3 3 1 1 1 1 2 0 6 6 4 4 6 6 4 3 4 4 1 3 6 6 3 3 1 1 2 1 4 4 4 4 1 0 0 0 6 6 4 4 4 4 3 3 6 6 1 3 6 6 4 3 4 4 1 1 2 2 1 1 2 1 2 0 4 4 1 1 6 6 4 4 1 1 2 0 6 6 4 4 Rata-rata 7 1 2 0 1 4 1 2 4 3 0 4 3 3 0 4 2 3 2 2 0 0 2 4 2 4 8 2 1 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 1 2 2 1 2 2 2 2 Jumlah Nilai 13 11 12 11 30 15 12 30 28 18 28 14 25 4 30 22 25 26 18 11 9 18 30 12 28 43,3 36,7 40,0 36,7 100,0 50,0 40,0 100,0 93,3 60,0 93,3 46,7 83,3 13,3 100,0 73,3 83,3 86,7 60,0 36,7 30,0 60,0 100,0 40,0 93,3 63,76 131

(152) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 16. Daftar Distribusi Skor Post-Test Kelas Eksperimen Sampel 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 1 2 1 2 0 1 1 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 1 2 1 1 2 0 2 0 1 0 2 2 2 1 1 2 2 2 2 2 0,5 0,5 2 2 1 1 Skor Soal Ke 3 4 5 6 6 6 4 2 1 1 4 1 6 4 0 0 3 2 1 1 6 4 2 2 6 6 3 3 6 6 0 1 5 6 3 3 1 1 1 2 6 6 1 0 6 6 4 3 3 3 0 0 4 4 0 0 1 0 0 0 1 1 0 0 2 0 1 0 6 6 2 4 2 1 0 0 6 6 4 3 6 6 4 4 6 6 1 1 5 5 1 0 6 5 4 2 1 1 0 0 7 1 1 1 4 0 3 1 1 0 4 4 1 0 0 4 0 4 4 0 4 1 1 4 0 8 2 2 0 2 2 1 2 1 0 2 2 0 2 2 1 1 2 2 2 2 2 1 1 0 Jumlah Nilai 24 80,0 11 36,7 14 46,7 17 56,7 20 66,7 26 86,7 20 66,7 23 76,7 9 30,0 23 76,7 29 96,7 10 33,3 12 40,0 5 16,7 9 30,0 5 16,7 28 93,3 12 40,0 24 80,0 30 100,0 21 70,0 14 46,7 26 86,7 4 13,3 Rata-rata 57,38 132

(153) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 17. Daftar Distribusi Skor Minat Kelas Kontrol Skor Minat Ke Jumlah 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 1 3 3 3 4 4 5 3 5 3 3 36 2 2 4 4 4 3 4 4 4 4 3 36 3 4 4 4 5 3 4 4 5 3 5 41 4 5 4 4 4 3 4 5 5 4 4 42 5 5 4 4 4 3 4 5 4 3 3 39 6 5 5 5 5 3 4 4 4 4 4 43 7 5 4 4 4 4 5 2 2 2 4 36 8 2 3 4 4 3 5 3 4 2 3 33 9 4 4 3 4 3 4 4 4 3 5 38 10 2 3 4 4 4 4 4 4 4 4 37 11 4 4 3 5 3 5 4 5 3 5 41 12 4 4 3 5 4 4 4 4 3 4 39 13 4 3 5 4 4 4 5 4 3 5 41 14 4 3 4 5 3 3 2 4 3 5 36 15 5 4 4 4 3 5 4 5 3 4 41 16 3 2 3 3 3 2 2 3 1 4 26 17 3 4 3 5 4 4 3 5 4 4 39 18 2 3 2 3 4 4 2 2 3 3 28 19 2 4 3 5 3 4 4 5 2 4 36 20 3 5 4 4 4 5 3 4 4 4 40 21 2 3 4 3 4 4 3 4 4 4 35 22 3 4 4 4 3 4 3 4 5 3 37 23 3 2 3 4 4 4 4 4 2 4 34 24 4 3 5 1 5 4 4 5 1 5 37 25 3 3 3 4 4 5 3 5 3 3 36 Jumlah 101 96 95 101 81 92 84 110 95 104 Sampel 133

(154) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 18. Daftar Distribusi Skor Minat Kelas Eksperimen Sampel 1 2 3 1 3 3 3 2 2 4 4 3 4 4 4 4 5 4 4 5 5 4 4 6 5 5 5 7 5 4 4 8 2 3 4 9 4 4 3 10 2 3 4 11 4 4 3 12 4 4 3 13 4 3 5 14 4 3 4 15 5 4 4 16 3 2 3 17 3 4 3 18 2 3 2 19 2 4 3 20 3 5 4 21 2 3 4 22 3 4 4 23 3 2 3 24 4 3 5 Jumlah 83 86 89 Skor Minat Ke Jumlah 4 5 6 7 8 9 10 4 4 5 3 5 3 3 36 4 3 4 4 4 4 3 36 5 3 4 4 5 3 5 41 4 3 4 5 5 4 4 42 4 3 4 5 4 3 3 39 5 3 4 4 4 4 4 43 4 4 5 2 2 2 4 36 4 3 5 3 4 2 3 33 4 3 4 4 4 3 5 38 4 4 4 4 4 4 4 37 5 3 5 4 5 3 5 41 5 4 4 4 4 3 4 39 4 4 4 5 4 3 5 41 5 3 3 2 4 3 5 36 4 3 5 4 5 3 4 41 3 3 2 2 3 1 4 26 5 4 4 3 5 4 4 39 3 4 4 2 2 3 3 28 5 3 4 4 5 2 4 36 4 4 5 3 4 4 4 40 3 4 4 3 4 4 4 35 4 3 4 3 4 5 3 37 4 4 4 4 4 2 4 34 1 5 4 4 5 1 5 37 97 84 98 85 99 73 96 134

(155) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 19. Sampel Pre-Test Kelas Kontrol 135

(156) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 136

(157) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 20. Sampel Post-Test Kelas Kontrol 137

(158) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 138

(159) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 21. Sampel Pre-Test Kelas Eksperimen 139

(160) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 140

(161) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 22. Sampel Post-Test Kelas Eksperimen 141

(162) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 142

(163) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 23. Data Keaktifan Siswa Kelas Eksperimen Pertemuan I 143

(164) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 24. Data Keaktifan Siswa Kelas Eksperimen Pertemuan II 144

(165) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 25. Sampel Minat Belajar Kelas Kontrol 145

(166) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 26. Sampel Minat Belajar Kelas Eksperimen 146

(167) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 27. Sampel Hipotesis Siswa dan LKS 1 147

(168) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 148

(169) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 149

(170) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 28. Sampel Hipotesis Siswa dan LKS 2 150

(171) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 151

(172) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 152

(173) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 153

(174) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 29. Sampel Gambar Hasil Percobaan Siswa 154

(175)

Dokumen baru

Download (174 Halaman)
Gratis

Tags

Dokumen yang terkait

Efektivitas metode eksperimen bebas dan eksperimen terbimbing terhadap keaktifan dan prestasi belajar siswa kelas X SMAN 2 Ngaglik dalam materi pembiasan cahaya pada lensa.
1
3
180
Pengaruh metode eksperimen terbimbing dan perbedaan gender terhadap prestasi belajar siswa kelas X SMA Negeri 2 Klaten dalam materi pembiasan cahaya pada lensa.
1
1
174
Pengaruh penerapan metode kooperatif tipe Jigsaw II terhadap minat dan prestasi belajar PKn siswa kelas IV SDN Sengi 2.
0
0
153
Pengaruh penerapan metode praktikum terbimbing pada materi platyhelminthes terhadap minat dan hasil belajar biologi siswa di kelas X.4 SMA Pangudi Luhur Yogyakarta.
0
2
231
Pengaruh penerapan metode kooperatif tipe Jigsaw II terhadap minat dan prestasi belajar IPS siswa kelas IV SDN Sengi 2.
0
10
190
Pengaruh penerapan metode eksperimen terhadap pemahaman konsep, minat belajar dan nilai karakter siswa SMA Negeri Jumampolo kelas X.1 pada materi pokok alat ukur listrik.
0
1
136
Pengaruh penerapan metode kooperatif tipe Jigsaw II terhadap minat dan prestasi belajar IPS siswa kelas IV SDN Sengi 2
1
23
188
Pengaruh penerapan metode kooperatif tipe Jigsaw II terhadap minat dan prestasi belajar PKn siswa kelas IV SDN Sengi 2
0
2
151
Pengaruh penerapan metode praktikum terbimbing pada materi platyhelminthes terhadap minat dan hasil belajar biologi siswa di kelas X.4 SMA Pangudi Luhur Yogyakarta
0
4
229
Pengaruh penerapan metode inkuiri terhadap prestasi belajar dan berpikir kritis kategori kognitif pada mata pelajaran IPA SDK Ganjuran Yogyakarta - USD Repository
0
0
298
Pengaruh penerapan metode inkuiri terhadap prestasi belajar dan berpikir kritis kategori kognitif pada mata pelajaran IPA SDK Sorowajan Yogyakarta - USD Repository
0
0
258
Pengaruh penerapan teknik skimming yang diberikan diawal pembelajaran fisika terhadap hasil belajar dan minat siswa kelas VIII SMP Kanisius Budi Murni Weleri pada pokok bahasan mata dan cacat mata - USD Repository
0
0
141
Peningkatan minat dan prestasi belajar menggunakan metode eksperimen pada materi sifat-sifat cahaya siswa kelas V SD Negeri 1 Bakung, Klaten semester genap tahun pelajaran 2011/2012 - USD Repository
0
0
226
Perbedaan pengaruh penerapan metode penemuan terhadap minat, keaktifan, kemampuan merumuskan masalah dan prestasi belajar pada mata pelajaran IPA siswa kelas IV SD Kanisius Wirobrajan tahun pelajaran 2011/2012 - USD Repository
0
0
131
Penerapan metode kooperatif tipe STAD (Student Team Achievement Division) dalam meningkatkan pemahaman konsep, minat, dan keaktifan belajar siswa kelas VIII SMP N 5 Klaten pada materi pemantulan cahaya - USD Repository
0
0
175
Show more