PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Gratis

0
0
148
7 months ago
Preview
Full text
(1)PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI HUBUNGAN SIKAP GURU TERHADAP PROGRAM SERTIFIKASI DENGAN MOTIVASI KERJA GURU DAN DISIPLIN KERJA GURU DI SMA NEGERI 2 NUBATUKAN, KABUPATEN LEMBATA- NTT SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Ekonomi Bidang Keahlian Khusus Pendidikan Ekonomi Ole h : Regina Redempta Asi Making NIM : 091324045 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN EKONOMI BIDANG KEAHLIAN KHUSUS PENDIDIKAN EKONOMI JURUSAN PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2014

(2) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI HUBUNGAN SIKAP GURU TERHADAP PROGRAM SERTIFIKASI DENGAN MOTIVASI KERJA GURU DAN DISIPLIN KERJA GURU DI SMA NEGERI 2 NUBATUKAN, KABUPATEN LEMBATA- NTT SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Ekonomi Bidang Keahlian Khusus Pendidikan Ekonomi Ole h : Regina Redempta Asi Making NIM : 091324045 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN EKONOMI BIDANG KEAHLIAN KHUSUS PENDIDIKAN EKONOMI JURUSAN PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2014 i

(3) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ii

(4) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI iii

(5) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI PERSEMBAHAN Karya Kecilku ini ku persembahkan untuk:  Jesus Christus Sang Juru Selamatku dan Bunda Maria yang penuh kasih  Ayahanda tercinta Lusius Loli dan Ibunda tercinta Fransiska Beleo yang sangat ku sayang  Kedua adik ku tersayang Mey dan Else  Sahabat dan kekasihku Onell iv

(6) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI motto “Tetapkanlah sesuatu yang dapat dan akan dilakukan maka kita akan menemukan cara untuk melakukannya” (Abraham Lincoln) “Bahkan kita berada di jalur yang benar, kita akan tertinggal jika hanya berpangku tangan” (Will Rogers) “Simpan dulu kepedihanmu dan ceritakan nanti setelah engkau sukses” v

(7) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI PERNYATAAN KEASLIAN KARYA Saya menyatakan dengan sesunguhnya bahwa skripsi yang saya tulis ini tidak memuat karya atau bagian karya orang lain, kecuali yang telah di sebutkan dalam kutipan dan daftar pustaka, sebagaimana layaknya karya ilmiah. Yogyakarta,8 Juli 2014 Penulis Regina Redempta Asi Making vi

(8) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS Yang bertanda tangan di bawah ini, saya mahasiswa Universitas Sanata Dharma : Nama : Regina Redempta Asi Making Nomor Mahasiswa : 091324045 Demi pengembangan ilmu pengetahuan, saya memberikan kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma karya ilmiah saya yang berjudul HUBUNGAN SIKAP GURU TERHADAP PROGRAM SERTIFIKASI DENGAN MOTIVASI KERJA GURU DAN DISIPLIN KERJA GURU DI SMA NEGERI 2 NUBATUKAN, KABUPATEN LEMBATA- NTT beserta perangkat yang diperlukan (bila ada). Dengan demikian saya memberikan kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma hak untuk menyimpan, mengalihkan dalam bentuk media lain, mengelolanya dalam bentuk pangkalan data, mendistribusikan secara terbatas, dan mempublikasikannya di Internet atau media lain untuk kepentingan akademis tanpa perlu meminta ijin dari saya maupun memberikan royaliti kepada saya selama tetap mencantumkan nama saya kepada penulis. Demikian pernyataan ini yang saya buat dengan sebenarnya. Dibuat di Yogyakarta Pada tanggal : 8 Juli 2014 Yang menyatakan (Regina Redempta Asi Making) vii

(9) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ABSTRAK HUBUNGAN SIKAP GURU TERHADAP PROGRAM SERTIFIKASI DENGAN MOTIVASI KERJA GURU DAN DISIPLIN KERJA GURU DI SMA NEGERI 2 NUBATUKAN, KABUPATEN LEMBATA – NTT Regina Redempta Asi Making Universitas Sanata Dharma 2014 Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui bagaimana sikap guru terhadap program sertifikasi, motivasi kerja guru, dan disiplin kerja guru di SMA Negeri 2 Nubatukan. (2) mengetahui hubungan sikap guru terhadap program sertifikasi dengan motivasi kerja guru di SMA Negeri 2 Nubatukan. (3) mengetahui hubungan sikap guru terhadap program sertifikasi dengan disiplin kerja guru di SMA Negeri 2 Nubatukan. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan jumlah populasi sebanyak 38 orang dan sampelnya 38 orang sehingga teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu Sampling Jenuh. Penelitian ini dilakukan pada guru-guru di SMA Negeri 2 Nubatukan Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner dan dokumentasi. Uji instrumen penelitian menggunakan Uji Validitas dan Uji Reliabilitas. Untuk menjawab permasalahan pertama, kedua, dan ketiga, menggunakan analisis deskriptif sedangkan untuk menjawab permasalahan keempat dan kelima menggunakan korelasi Kendal Tau. Dari analisis dapat ditarik kesimpulan: (1) sebagian besar responden memiliki respon terhadap program sertifikasi dengan frekuensi cukup baik yang dibuktikan dengan jumlah responden pada kategori ini dengan frekuensi 25 atau 65,8%. (2) motivasi kerja guru di SMA Negeri 2 Nubatukan, memiliki motivasi kerja sedang yang dibuktikan dengan jumlah responden pada kategori ini dengan frekuensi 28 atau 73,7%. (3) disiplin kerja guru di SMA Negeri 2 Nubatukan memiliki disiplin kerja sedang yang dibuktikan dengan jumlah responden pada kategori ini dengan frekuensi 25 atau 65,8%. (4) ada hubungan antara sikap guru terhadap program sertifikasi dengan motivasi kerja guru di SMA Negeri 2 Nubatukan yang dibuktikan dengan koefisien korelasi (r) 0,461 pada tingkat signifikansi 0,05; (5) ada hubungan antara sikap guru terhadap program sertifikasi dengan disiplin kerja guru di SMA Negeri 2 Nubatukan yang dibuktikan dengan koefisien korelasi (r) 0,572 pada tingkat signifikansi 0,05. viii

(10) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ABSTRACT THE RELATIONSHIP BETWEEN THE ATTITUDES OF TEACHERS TOWARD CERTIFIED PROGRAMAN TEACHER’S WORKING MOTIVATION AND DICIPLINE OF TEACHER WORKING IN SMA NEGERI 2 NUBATUKAN, LEMBATA REGENCY– NUSA TENGGARA TIMUR Regina Redempta Asi Making Sanata DharmaUniversity 2014 The research goals (1) to find out teachers attitude toward certificed program, teacher’s motivation and teacher’s dicipline in SMA Negeri 2 Nubatukan. (2) to find out the relation between teacher’s attitude toward certification program and teacher’s working motivation in SMA Negeri 2 Nubatukan. (3) to find out of the relation of teacher’s attitude toward certification program and teacher’s working dicipline in SMA Negeri 2 Nubatukan. This research is a descriptive research with 38 population and the 38 samples. The technique to take samples was saturated sampling technique. The subjects of this research were teachers in SMA Negeri 2 Nubatukan, Lembata Regency – NTT. Data colletion technique were questionairre and documentation. The instruments to test of the data were Validity Test and Reliability Test. In order to answer the first, second, and third problem, the research used descriptive analysis while to answer the fourth and fifth problem used Kendal Tau correlation. From the analysis can be conduded: (1) most of the respondents have responded toward the sertified program in good category. It proves with the number of respondents on this category at 25 or 65,8%. (2) teacher’s motivation in SMA Negeri 2 Nubatukan, is in average teaching motivation. It proves with the number of respondents on the category at 28 or 73,7%. (3) teacher’s dicipline in SMA Negeri 2 Nubatukan has average dicipline. It proves with the number of respondents on this category is 25 or 65,8%. (4) there is a relationship between the attitude of teacher toward sertification program with teacher’s motivation in SMA Negeri 2 Nubatukan. It proves with corelation coefisien (r) 0,461 on signification level 0,05. (5) there is a relationship between teacher’s attitude toward sertified program with teacher dicipline in SMA Negeri 2 Nubatukan. It proves with corelation coefision (r) 0,572 on signified level 0,05. ix

(11) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI KATA PENGANTAR Puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas kasih dan karunia yang telah diberikan-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan penyusunan skripsi yang berjudul “Hubungan Sikap Guru Terhadap Program Sertifikasi Dengan Motivasi Kerja Guru Dan Disiplin Kerja Guru Di SMA Negeri 2 Nubatukan, Kabupaten Lembata- NTT”. . Skripsi ini disusun untuk memenuhi persyaratan akhir mencapai Gelar Sarjana Pendidikan Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Dalam penyusunan skripsi ini, penulis banyak menerima bantuan, semangat dan doa dari berbagai pihak yang mendukung penulis dalam penyelesaian skripsi ini. Oleh karena itu, dengan kerendahan hati penulis ingin meyampaikan rasa syukur dan terimakasih sebesar-besar nya kepada : 1. Bapak Indra Darmawan, S.E.,M.Si selaku Ketua Jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Ketua Program Studi Pendidikan Ekonomi Universitas Sanata Dharma. 2. Bapak Y.M.V. Mudayen, S.Pd., M.Sc. selaku Dosen Pembimbing I yang telah meluangkan banyak waktu dan tenaga untuk mendampingi di setiap proses serta memberikan bimbingan, pengarahan, masukan, dan saran yang membangun kepada penulis dari awal hinga akhir penulisan. 3. Bapak Dr. C. Teguh Dalyono, M.S., selaku Dosen Pembimbing II yang telah memberikan bimbingan, pengarahan, masukan, dan saran yang membangun kepada penulis dari awal hinga akhir penulisan. x

(12) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 4. Semua Bapak dan Ibu Dosen Program Studi Pendidikan Ekonomi yang telah memeberikan ilmunya dan setia mendampingi di setiap proses perkuliahan. 5. Mba’ Titin yang telah melayani dan membantu dalam segala urusan administrasi penulis dengan penuh kesabaran. 6. Kedua orangtua ku tersayang Bapak Lusius Loli dan Mama Fransiska Beleo yang telah merawat, membimbing, menasehati, memeberikan perhatian, dukungan dan pengorbanan dan selalu mendoakan. Terimakasih sudah menjadi orangtua yang terbaik bagiku. Dan juga kedua adikku Mey dan Else yang sudah memberikan dukungan. 7. Semua keluarga ku, paman Urbanus, ma Maria Ada, ka Montes, ka Selmy, besa Elvy, bibi Lusia, bibi Erna dan ka Ardiles. Terima kasih untuk semua bantuannya serta dukungan yang diberikan sehingga skripsi ini dapat terselesaikan. 8. Bapak Lamber, Abang Jhordan, abang Anjar, Abang Ferdy, Aris n Abang Chae yang selalu setia menemani, membantu dan membimbing saya selama di jogja. 9. Kekasihku Fransiskus Seda. Terimakasih atas waktu, rasa sayang, perhatian, semangat, motivasi dan saran serta doa yang telah diberikan selama ini dalam penyelesaian skripsi ini. 10. Guru-guru di SMA Negeri 2 Nubatukan sebagai responden yang bersedia meluankan waktu untuk membantu dan memberikan informasi untuk pengumpulan data dalam kegiatan penelitian. xi

(13) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 11. Sahabat-sahabat ku yang super gokil yang selalu membantu, memberikan semangat dan selalu menemaniku “, Tata, Yona, Ita, Dessi, Nana, Yeye, Yunus, Frengki, Eko, Daniel, Agus, Eka, Yohan, Ardian. 12. Teman-teman seperjuangan PE’ 09. Terimakasih atas dukungan dan kebersamaannya. 13. Klower-klower Menur 15A, mba Lia, mba Grace, mba Iltha, mba Rosta, mba Hanny, mba Melan, dan juga mas Benzema, mas Andy, mas Ozkariot dan mas Ferry. Terima kasih untuk semua bantuan dan dukungan yang telah diberikan. 14. Keluarga besar TALA IA Yogyakarta dan KORAL Yogyakarta yang selalu memberikan masukan dan dorongan bagi saya, sehingga skripsi ini dapat terselesaikan. Penulis Regina Redempta Asi Making xii

(14) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL ..................................................................................... i HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING.............................................. ii HALAMAN PENGESAHAN ........................................................................ iii HALAMAN PERSEMBAHAN ..................................................................... iv HALAMAN MOTTO .................................................................................... v HALAMAN PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ..................................... vi LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJAUN PUBLIKASI ........................... vii ABSTRAK .................................................................................................... viii ABSTRACT .................................................................................................. ix KATA PENGATANTAR .............................................................................. x DAFTAR ISI ................................................................................................. xiii DAFTAR GAMBAR ..................................................................................... xvii DAFTAR TABEL ......................................................................................... xviii DAFTAR LAMPIRAN .................................................................................. xx BAB I : PENDAHULUAN....................................................................... 1 A. Latar Belakang Masalah.......................................................... 1 B. Rumusan Masalah.................................................................. 4 C. Definisi Operasional.............................................................. 5 D. Tujuan Penelitian................................................................... 6 BAB II : E. Manfaat Penelitian................................................................ 7 KAJIAN PUSTAKA.................................................................. 8 xiii

(15) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI A. Kajian Teori.......................................................................... 8 1. Sikap................................................................................. 8 2. Program Sertifikasi Guru................................................. 13 3. Motivasi Kerja.................................................................. 37 4. DisiplinKerja.................................................................... 39 B. Kajian Penelitian Yang Relevan........................................... 41 C. Kerangka Berpikir dan Hipotesis.......................................... 43 1. Kerangka Berpikir............................................................ 43 2. Hipotesis .......................................................................... 45 BAB III : METODE PENELITIAN........................................................... 46 A. Jenis Penelitian...................................................................... 46 B. Tempat dan Waktu Penelitian............................................... 46 C. Populasi dan Sampel............................................................. 47 D. Variabel dan Pengukuran Variabel Penelitian...................... 47 E. Data yang Dicari................................................................... 49 F. Teknik Pengumpulan Data.................................................... 49 G. Teknik Analisis Data............................................................. 57 1. Analisis Deskriptif............................................................ 57 2. Uji Hipotesis..................................................................... 63 BAB IV : ANALISIS DAN PEMBAHASAN........................................... 65 A. Gambaran Umum.................................................................. 65 1. Data Kelembagaan Sekolah............................................. 65 2. Visi, Misi dan Tujuan....................................................... 65 xiv

(16) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 3. Sistem Pendidikan di SMA Negeri 2 Nubatukan............. 66 4. Kurikulum Satuan Pendidikan SMA Negeri 2 67 Nubatukan........................................................................ 5. Organisasi Sekolah SMA Negeri 2 Nubatukan................ 68 6. Fasilitas SMA Negeri 2 Nubatukan................................. 70 B. Deskripsi Data Penelitian...................................................... 71 1. Deskripsi Data Sikap Guru terhadap Program 72 Sertifikasi………………………………………………. 2. Deskripsi Data Motivasi Kerja Guru................................ 73 3. Deskripsi Data Disiplin Kerja Guru................................. 75 C. Analisis Data......................................................................... 76 1. Pengujian Hipotesis.......................................................... 76 a. Hubungan Sikap Guru terhadap Program Sertifikasi dengan Motivasi Kerja Guru...................................... 77 b. Hubungan Sikap Guru terhadap Program Sertifikasi dengan Disiplin Kerja Guru....................................... 78 D. Pembahasan Hasil Penelitian................................................ 80 1. Sikap Guru terhadap Program Sertifikasi......................... 80 2. Motivasi Kerja Guru di SMA Negeri 2 Nubatukan......... 81 3. Disiplin Kerja Guru di SMA Negeri 2 Nubatukan........... 81 4. Hubungan Sikap Guru terhadap Program Sertifikasi dengan Motivasi Kerja Guru............................................ 5. Hubungan Sikap Guru terhadap Program Sertifikasi xv 82

(17) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI dengan Disiplin Kerja Guru............................................. BAB V : 83 KESIMPULAN, SARAN DAN KETERBATASAN................ 84 A. Kesimpulan........................................................................... 84 B. Saran .................................................................................... 86 C. Keterbatasan.......................................................................... 86 DAFTAR PUSTAKA………………………………………………………... 88 LAMPIRAN-LAMPIRAN xvi

(18) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR GAMBAR Gambar 2.1 Skema Sikap............................................................................. 10 Gambar 2.2 23 Alur Sertifikasi Guru dalam Jabatan........................................ Gambar 4.1 Struktur Organisasi SMA Negeri 2 Nubatukan........................ 69 xvii

(19) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR TABEL Tabel III.1 Kisi-kisi Instrumen Penelitian............................................... Tabel III.2 Uji Validitas Variabel Sikap Guru terhadap Program 50 Sertifikasi............................................................................... 52 Tabel III.3 Uji Validitas Variabel Motivasi Kerja Guru......................... Tabel III.4 Uji Validitas Variabel Disiplin Kerja Guru........................... 55 Tabel III.5 Hasil Uji Reliabilitas............................................................. Tabel III.6 Mean dan Standar Deviasi Variabel Sikap Guru terhadap Program Sertifikasi................................................................ Tabel III. 7 53 56 58 Interval Rata-rata Penilaian Responden terhadap Program Sertifikasi............................................................................... 58 Tabel III.8 Mean dan Standar Deviasi Variabel Motivasi Kerja Guru.... 60 Tabel III.9 Interval Rata-rata Penilaian Responden terhadap Motivasi Kerja Guru............................................................................. 60 Tabel III.10 Mean dan Standar Deviasi Variabel Disiplin Kerja Guru..... 61 Tabel III.11 Interval Rata-rata Penilaian Responden terhadap Disiplin Kerja Guru............................................................................. 62 Tabel III.12 Intepretasi Koefisien Korelasi............................................... 64 Tabel IV.1 Ruang Menurut Jenisah, Pemilik, dan Kondisi, Juml........... 70 Tabel IV.2 Frekuensi Sikap Guru terhadap Program Sertifikasi............. 72 Tabel IV.3 Frekuensi Motivasi Kerja Guru............................................. 74 Tabel IV.4 Frekuensi Disiplin Kerja Guru.............................................. 75 xviii

(20) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Tabel IV.5 Interpretasi Koefisien Korelasi.............................................. Tabel IV.6 Hasil Uji Hipotesis Sikap Guru terhadap Program Sertifikasi dengan Motivasi Kerja Guru ............................... Tabel IV.7 76 77 Hasil Uji Hipotesis Sikap Guru terhadap Program Sertifikasi dengan Disiplin Kerja Guru................................. xix 79

(21) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR LAMPIRAN Lampiran Lampiran 1. Koesioner Lampiran 2. Nama-Nama Guru di SMA Negeri 2 Nubatukan Lampiran 3. Data Mentah Sikap Guru terhadap Program Sertifikasi, Motivasi Kerja Guru di SMA Negeri 2 Nubatukan dan Disiplin Kerja Guru di SMA Negeri 2 Nubatukan Lampiran 4. Hasil Olah Data Lampiran 5. Hasil Uji Kendal Tau Lampiran 6. Surat Ijin Penelitian Lampiran 7. Surat Rekomendasi Penelitian Lampiran 8. Surat Keterangan Penelitian Lampiran 9. Surat Keterangan Selesai Penelitian xx

(22) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi telah membawa perubahan di hampir semua aspek kehidupan manusia dimana berbagai permasalahan hanya dapat dipecahkan kecuali dengan upaya penguasaan dan peningkatan ilmu pengetahuan dan teknologi. Selain manfaat bagi kehidupan manusia di satu sisi perubahan tersebut juga telah membawa manusia ke dalam era persaingan global yang semakin ketat. Agar mampu berperan dalam persaingan global, maka bangsa Indonesia perlu terus mengembangkan dan meningkatkan kualitas sumber daya manusianya. Oleh karena itu, peningkatan kualitas sumber daya manusia merupakan kenyataan yang harus dilakukan secara terencana, terarah, intensif, efektif dan efisien dalam proses pembangunan agar tidak kalah bersaing dalam menjalani era globalisasi. Pemerintah dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan nasional melalui peningkatan komponen mutu guru, telah meluncurkan program sertifikasi guru. Sertifikasi guru adalah proses pemberian sertifikat kepada para guru yang telah memenuhi standar profesional guru. Pemerintah berharap dari program sertifikasi ini kinerja guru akan meningkat sehingga pada akhirnya, mutu pendidikan akan meningkat pula. Pelaksanaan sertifikasi guru inipun kini tengah dilaksanakan oleh pemerintah di Kabupaten Lembata. Kabupaten Lembata merupakan salah satu kabupaten yang berada di Nusa Tenggara Timur. Kabupaten Lembata ini 1

(23) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 2 memiliki begitu banyak potensi sumber daya alam yang apabila diberdayakan dengan baik, akan sangat bermanfaat untuk kesejahteraan masyarakatnya. Namun sangat disayangkan karena keterbatasan Sumber Daya Manusia untuk mengelolanya masih sangat rendah sehingga Sumber Daya Alam ini tidak dapat dikelola. Hal ini berawal dari rendahnya tingkat pendidikan di Kabupaten Lembata. Mutu pendidikan di Kabupaten Lembata sangat membutuhkan perhatian. Dari sumber BPS setempat, persentase terbesar penduduk Kabupaten Lembata adalah penduduk dengan tingkat pendidikan rendah atau sangat rendah. Tercatat dalam BPS setempat, mereka yang tidak pernah sekolah 42,21%, yang berpendidikan maksimal Sekolah Dasar 40,67%. Sehingga apabila digabungkan maka terdapat jumlah 82,88% penduduk yang tergolong berpendidikan rendah. Rendahnya kualitas pendidikan di Kabupaten Lembata ini dapat di ketahui melalui beberapa hal yang dapat di katakan sebagai tolak ukur mengapa Kabupaten Lembata dikatakan memiliki kualitas pendidikan yang masih rendah. Hal yang pertama dan utama yang membuat kualitas pendidikan di Kabupaten Lembata dikatakan masih sangat rendah adalah di lihat dari latar belakang pendidikan para guru di Kabupaten Lembata. Kebanyakan tenaga pendidik berlatar belakang pendidikan SMA. Dengan latar belakang pendidikan para guru yang dapat dikatakan masih sangat rendah ini, akan menjadikan mutu pendidikan di Lembata menjadi rendah pula. Karena di zaman sekarang ini, guru dituntut untuk benar-benar profesional dan dapat menjalankan kurikulum yang berlaku. Tetapi apabila

(24) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 3 latar belakang pendidikan para guru yang sebagian besar berijasah SMA, maka hal ini akan membuat ketercapaian hasil belajar pun masih rendah atau belum optimal atau belum sesuai apa yang diharapkan. Salah satu upaya dari pemerintah setempat untuk meningkatkan kualitas para guru di Kabupaten Lembata adalah melalui program sertifikasi. Melalui program sertifikasi ini, diharapkan dapat meningkatkan produktivitas kerja guru-guru di Lembata, yang pada ahkirnya akan meningkat pula kinerja para guru, serta sikap positif dari para guru terhadap program sertifikasi dapat mendukung peningkatan kompetensi bagi guru di Kabupaten Lembata. Karena sebagian besar guru-guru di Kabupaten Lembata, mengikuti program sertifikasi dengan tujuan pertama dan utama adalah meningkatkan pendapatan, selain untuk meningkatkan produktivitas maupun kinerja guru. Jadi, peningkatan kinerja ataupun profesionalisme dari guru itu sendiri merupakan tujuan kedua, bukan yang pertama. Motivasi kerja guru merupakan daya dorong atau daya gerak yang membangkitkan dan mengarahkan perilaku guru pada suatu perbuatan atau pekerjaan. Motivasi kerja guru sangat penting karena akan sangat berpengaruh terhadap peningkatan kualitas Kinerja Guru. Apabila seorang guru memiliki motivasi kerja yang tinggi maka prestasi kerja guru tersebut juga, akan meningkat. Selain motivasi kerja, adapun faktor lainnya yang juga dapat mempengaruhi peningkatan prestasi kerja guru yaitu disiplin kerja. Karena

(25) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 4 disiplin kerja dari seorang guru sangat menentukan prestasi kerja guru tersebut, maka disiplin kerjapun perlu di perhatikan dari seorang guru. Salah satu sekolah yang tergolong favorit di Kabupaten Lembata adalah SMA Negeri 2 Nubatukan. Di SMA Negeri 2 Nubatukan inipun tidak terlepas dari masalah mengenai seritifikasi guru, motivasi kerja guru dan juga kedisiplinan kerja guru. Berdasarkan informasi yang diperoleh, di sekolah yang tergolong favorit ini, hanya 15 orang guru yang telah mengikuti program sertifikasi dan lulus sertifikasi, dari 39 orang guru, yang terdiri dari 28 orang yang berstatus PNS dan 11 orang tenaga honor, sehingga sangat menarik untuk dilakukan penelitian tentang hubungan sikap guru di SMA Negeri 2 Nubatukan terhadap program sertifikasi, motivasi kerja dan disiplin kerja. B. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang masalah di atas, maka dapat dibuat rumusan masalah sebagai berikut : 1. Bagaimana sikap guru di SMA Negeri 2 Nubatukan terhadap program sertifikasi? 2. Bagaimana motivasi kerja guru di SMA Negeri 2 Nubatukan? 3. Bagaimana disiplin kerja guru di SMA Negeri 2 Nubatukan? 4. Apakah ada hubungan antara sikap guru terhadap program sertifikasi dan motivasi kerja guru di SMA Negeri 2 Nubatukan? 5. Apakah ada hubungan antara sikap guru terhadap program sertifikasi dan disiplin kerja guru di SMA Negeri 2 Nubatukan?

(26) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 5 C. Definisi Operasional 1. Sikap Guru terhadap Program Sertifikasi Sikap guru adalah respon guru, baik respon positif maupun respon negatif terhadap pelaksanaan program sertifikasi. Indikatornya adalah: a. Sikap guru terhadap proses sertifikasi b. Sikap guru terhadap manfaat sertifikasi c. Sikap guru terhadap waktu d. Tempat pelaksanaan sertifikasi e. Fasilitator yang memfasilitasi kegiatan sertifikasi 2. Motivasi Kerja Guru Motivasi kerja guru adalah faktor-faktor yang mendorong seorang guru untuk melakukan pekerjaannya secara lebih bersemangat. Indikatornya adalah: a. Keinginan untuk berprestasi b. Pekerjaan itu sendiri c. Tempat kerja d. Suasana kerja e. Gaji

(27) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 6 3. Disiplin Kerja Guru Disiplin kerja guru adalah sikap pribadi guru dalam hal ketertiban dan keteraturan diri yang dimiliki oleh guru dalam bekerja di sekolah tanpa ada pelanggaran-pelanggaran yang merugikan dirinya, orang lain, atau lingkungannya. Indikatornya: a. Hadir tepat waktu b. Pemenuhan jam kerja c. Penyusunan RPP dan Silabus D. Tujuan Penelitian Adapun tujuan dari kegiatan penelitian ini adalah untuk : 1. Untuk mengetahui sikap guru di SMA Negeri 2 Nubatukan di terhadap program sertifikasi 2. Untuk mengetahui motivasi kerja guru di SMA Negeri 2 Nubatukan. 3. Untuk mengetahui disiplin kerja guru di SMA Negeri 2 Nubatukan. 4. Untuk mengetahui hubungan antara sikap guru terhadap program sertifikasi dengan motivasi kerja guru di SMA Negeri 2 Nubatukan. 5. Untuk mengetahui hubungaan antara sikap guru terhadap program sertifikasi dengan disiplin kerja guru di SMA Negeri 2 Nubatukan.

(28) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 7 E. Manfaat Penelitian Secara praktis, hasil penelitian diharapkan dapat memberikan manfaat bagi beberapa pihak yaitu: 1. Pemerintah dan Dinas Pendidikan Penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan terhadap pelaksanaan Program Sertifikasi Guru dan juga memberikan gambaran gambaran dalam mengambil keputusan dalam bidang pendidikan. 2. Bidang Pendidikan Penelitian ini dapat menjadi referensi dan dapat memberikan masukan bagi pihak-pihak yang membutuhkan terutama hal-hal yang berkenaan dengan Sertifikasi Guru. 3. Mahasiswa Penelitian ini dapat memberikan gambaran dan dapat menjadi bekal dalam berkarya di masa yang akan datang. 4. Universitas Hasil penelitian ini juga diharapkan dapat bermanfaat bagi uneversitas untuk dijadikan referensi bagi yang melakukan penelitian sejenis.

(29) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Kajian Teori 1. Sikap Secara historis istilah sikap (attitude) digunakan pertama kali oleh Herbert Spencer tahun 1862, yang diartikan sebagai status mental seseorang. Sejumlah ahli psikologi menyatakan bahwa sikap adalah suatu bentuk evaluasi atau reaksi perasaan yang mana dapat memihak (favorable) maupun tidak memihak (unfavorable) pada suatu obyek tertentu. Sedangkan kelompok ahli psikologi sosial seperti Chave, Bogardus, LaPierre, Mead, dan Gordon Allport menganggap sikap sebagai kesiapan (kecenderungan potensial) untuk bereaksi pada suatu objek dengan cara-cara tertentu. Selanjutnya La Pierre mendefinisikan sikap sebagai suatu pola perilaku, tendensi atau kesiapan antisipatif, dan predisposisi untuk menyesuaikan dengan situasi sosial, atau secara sederhana sikap adalah respon terhadap stimuli sosial yang telah terkondisikan (Azwar, 1995).Kelompok ahli lain yang berorientasi pada triadic scheme menganggap sikap sebagai konstelasi komponen kognitif, afektif, dan konatif yang saling berinteraksi dalam memahami dan merasakan suatu objek. Secord dan Backman (dalam Azwar, 1995:5) mendefinisikan sikap sebagai keteraturan tertentu dalam hal perasaan (afeksi), 8

(30) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 9 pemikiran (kognisi), dan predisposisi tindakan (konasi) seseorang terhadap suatu aspek tertentu. Komponen kognitif berkaitan dengan kepercayaan seseorang mengenai apa yang berlaku atau apa yang benar bagi objek sikap. Sesuatu yang telah diyakini akan menjadi suatu stereotipe pada individu tersebut, sehingga pikirannya selalu terpola. Komponen afektif menunjuk pada perasaan emosional subyektif seseorang terhadap suatu obyek. Sedangkan komponen konatif merupakan struktur sikap yang menunjukkan bagaimana perilaku atau kecenderungan berperilaku yang ada dalam diri seseorang dikaitkan dengan objek sikap yang dihadapinya (Azwar, 1995). Sikap atau attitude juga dapat diartikan sebagai serajat efek positif atau efek negatif yang dikaitkan dengan suatu objek psikologi. Dijelaskan pula, sikap adalah kesiapan untuk bereaksi terhadap suatu objek dengan cara-cara tertentu. Namun dalam beberapa hal, sikap merupakan penentu yang penting dalam tingkah laku manusia, sebagai reaksi maka sikap selalu berhubungan dengan dua alternatif, yaitu senang dan tidak senang. Ahli-ahli yang lain mendefinisikan konstrak kognisi, afeksi, dan konasi sebagi sebagai tidak menyatu langsung ke dalam konsepsi mengenai sikap. Pandangan ini yang dinamakan tripatite model yang dikemukakan oleh Ronsenberg dan Hovland (dalam Azwar, 1995:7), menempatkan ketiga komponen afeksi, kognisi dan konasi sebagai faktor jenjang pertama dalam suatu model hirarkis. Ketiganya

(31) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 10 didefinisikan tersendiri dan kemudian dalam abstraksi yang lebih tinggi membentuk konsep sikap sebagai faktor tunggal jenjang kedua. Gambar 2.1 Skema Sikap Variabel independen yang dapat diukur Variabel Intervering Variabel dipendem yang dapat diukur Respon syaraf AFEK simpatetik Pernyataan lisan tentang afek Respon perpetual STIMULI(indivu du, situasi, isyu SIKAP KOGNISI sosial,kelompok sosial Pernyataan lisan tentang keyakinan dan objek sikap lainnya) Tindakan yang PERILAKU tampak Pernyataan lisan mengenai perilaku Sumber: Azwar,1995:8

(32) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 11 Sikap seseorang terhadap suatu objek selalu berperan sebagai perantara antara responya dan objek yang bersangkutan. Respon diklasifikasikan dalam tiga macam, yaitu respon kognitif (respon perpetual dan pernyataan mengenai apa yang diyakini), respon afektif (respon syaraf simpatetik dan pernyataan afeksi), serta respon perilaku atau konatif (respon berupa tindakan dan pernyataan mengenai perilaku). Masing – masing klasifikasi respon ini berhubungan dengan ketiga komponen sikapnya. Dapat dikatakan bahwa, dengan melihat salah satu saja diantara ketiga bentuk respon tersebut sikap seseorang dapat diketahui. Walaupun begitu, deskripsi lengkap mengenai sikap individu tentu harus diperoleh dengan melihat ketiga macam respon secara lengkap. Sikap terdiri atas tiga komponen (Azwar, 1995:23), yaitu komponen kognitif (cognitive), komponen afektif (affective),dan komponen konatif (conative). a. Komponen kognitif (cognitive) Komponen kognitif berisi kepercayaan seseorang mengenai apa yang berlaku atau apa yang benar bagi objek sikap. b. Komponen afektif (affective) Komponen afektif menyangkut masalah emosional subjektif seseorang terhadap suatu objek sikap. Secara umum, komponen ini disamakan dengan perasaan yang dimiliki terhadap sesuatu.

(33) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI c. 12 Komponen konatif (conative) Komponen konatif atau perilaku dalam struktur sikap menunjukan bagaimana perilaku atau kecenderungan berperilaku dalam diri seseorang berkaitan dengan objek sikap yang dihadapinya. Kaitan ini didasari oleh asumsi bahwa kepercayaan dan perasaan banyak mempengaruhi perilaku. Maksudnya, bagaiman orang berperilaku dalam situasi tertentu dan terhadap stimulus tertentu akan banyak ditentukan oleh bagaiman kepercayaan dan perasaan terhadap stimulus tersebut. Kecenderungan berperilaku secara konsisten, selaras dengan kepercayaan dan perasaan ini membentuk sikap individual. Karena itu, adalah logis untuk mengharapkan bahwa sikap seseorang akan dicerminkannya dalam bentuk tendensi perilaku terhadap objek. Sikap yang ditunjukkan seseorang memiliki fungsi yang mungkin berbeda dengan sikap yang ditunjukkan orang lain. Sekurang-kurangnya fungsi sikap dapat dibedakan menjadi empat yaitu: 1)Untuk menyatukan penyesuaian, 2)Untuk mempertahankan atau menyembunyikan keadaan diri yang sebenarnya, 3) Untuk menyatakan nilai, 4) Untuk menunjukan pengetahuan. Pada kehidupan sehari-hari sikap setiap orang berbeda-beda terhadap suatu perangsang. Ini disebabkan oleh berbagai faktor yang ada pada individu masing-masing seperti adanya perbedaan dalam bakat, minat, pengalaman, pengetahuan, intensitas perasaan dan juga situasi

(34) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 13 lingkungan. Demikian juga sikap seseorang terhadap suatu keadaan yang sama juga tidak selalu sama antara satu dengan yang lain. 2. Program Sertifikasi Guru a. Pengertian Menurut UU Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, pada pasal 1 butir 11 dikemukakan bahwa sertifikasi adalah proses pemberian sertifikat pendidik untuk guru dan dosen. Sertifikasi guru dapat diartikan sebagai suatu proses pemberian pengakuan bahwa seseorang telah memiliki kompetensi untuk melaksanakan pelayanan pendidikan pada satuan pendidikan tertentu, setelah lulus uji kompetensi yang diselenggarakan oleh lembaga sertifikasi. Selain itu, sertifikasi guru juga dapat diartikan sebagai proses pemberian sertifikat kepada guru yang telah memenuhi standar kualifikasi dan standar kompetensi. Kegiatan sertifikasi profesi guru ini meliputi peningkatan kualifikasi dan uji kompetensi. Uji kompetensi dilakukan melalui tes tertulis untuk menguji kompetensi profesional dan pedagogik dan penilaian kinerja untuk menguji kompetensi sosial dan kepribadian. Undang-Undang Nomor 14 tahun 2005 Tentang Guru dan Dosen menyatakan bahwa guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan,

(35) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 14 melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah. Guru profesional harus memiliki kualifikasi akademik minimum sarjana (S-1) atau diploma empat (D-IV), menguasai kompetensi (pedagogik, profesional, sosial dan kepribadian), memiliki sertifikat pendidik, sehat jasmani dan rohani, serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional. Guru mempunyai kedudukan sebagai tenaga profesional pada jalur pendidikan formal yang diangkat sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Pengakuan kedudukan guru sebagai tenaga profesional dibuktikan dengan sertifikat pendidik. Lebih lanjut Undang-UndangNomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen mendefinisikan bahwa profesional adalah pekerjaan atau kegiatan yang dilakukan oleh seseorang dan menjadi sumber penghasilan kehidupan yang memerlukan keahlian, kemahiran, atau kecakapan yang memenuhi standar mutu atau norma tertentu serta memerlukan pendidikan profesi. Sebagai tenaga profesional, guru diharapkan dapat meningkatkan martabat dan perannya sebagai agen pembelajaran. Sertifikasi guru sebagai upaya peningkatan mutu guru diharapkan dapat meningkatkan mutu pembelajaran berkelanjutan. dan mutu pendidikan di Indonesia secara

(36) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 15 Pelaksanaan sertifikasi guru dimulai sejak tahun 2007 setelah diterbitkannya Peraturan Mendiknas Nomor 18 Tahun 2007 tentang Sertifikasi bagi Guru dalam Jabatan. Landasan hukum yang digunakan sebagai dasar penyelenggaraan sertifikasi guru sejak tahun 2009 adalah Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2008 tentang Guru. Tahun 2013 merupakan tahun ketujuh pelaksanaan sertifikasi guru dalam jabatan. Mengacu hasil evaluasi pelaksanaan sertifikasi guru tahun sebelumnya dan didukung dengan adanya beberapa kajian/studi, maka dilakukan beberapa perubahan mendasar pada pelaksanaan sertifikasi guru tahun2013, khususnya proses penetapan dan pendaftaran peserta. Perubahan-perubahan tersebut antara lain perekrutan peserta sertifikasi guru sekaligus dilakukan untuk perangkingan calon peserta tahun 2013-2015 oleh sistem terintegrasi dengan data base NUPTK yang dipublikasikan secara online, penetapan sasaran/kuota perprovinsi dan kabupaten/kota berdasarkan keseimbangan usia dan keadilan proporsional jumlah peserta antar provinsi. Pelaksanaan sertifikasi guru tahun 2013 dimulai dengan pembentukan panitia pelaksanaan sertifikasi guru di tingkat provinsi dan kabupaten/kota, pemberian kuota kepada dinas pendidikan kabupaten/kota, dan penetapan peserta.

(37) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 16 b. Dasar Hukum Dasar hukum yang digunakan sebagai acuan pelaksanaan sertifikasi guru dalam jabatan tahun 2013 adalah sebagai berikut. a) Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem PendidikanNasional. b) Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. c) Peraturan Pemerintah Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. d) Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2008 Tentang Guru. e) Pedoman Penetapan Peserta Sertifikasi Guru Tahun 2013 f) Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 16 Tahun 2007 tentang Standar Kualifikasi dan Kompetensi Guru. g) Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 5 Tahun 2012 tentang Sertifikasi Bagi Guru Dalam Jabatan. c. Manfaat dan Tujuan Sertifikasi Ada beberapa tujuan dari sertifikasi di antaranya adalah: 1) Sertifikasi dilakukan untuk menentukan kelayakan guru dalam melaksanakan tugas sebagai agen pembelajaran dalam rangka mewujudkan tujuan pendidikan nasional. 2) Sertifikasi juga dilakukan untuk meningkatkan mutu proses dan hasil pendidikan. 3) Sertifikasi untuk meningkatkan martabat guru.

(38) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 17 4) Sertifikasi untuk meningkatkan profesionalisme guru. Selain tujuan yang telah dikemukakan diatas, sertifikasi guru juga memiliki manfaat tertentu sebagai berikut: 1) Melindungi profesi guru dari praktik-praktik yang tidak kompeten yang dapat merusak citra guru. 2) Melindungi masyarakat dari praktik – praktik yang tidak kompoten yang dapat merusak citra guru. 3) Meningkatkan kesejahtraan guru. d. Alur Sertifikasi 1) Alur Sertifikasi Guru Dalam Jabatan Sertifikasi guru dalam jabatan diperuntukan bagi para guru yang sudah mengajar, baik guru PNS maupun non PNS. Sesuai dengan amanat Undang-Undang Guru dan Dosen, guru dalam jabatan yang harus disertifikasi adalah mereka yang telah berkualifikasi akademik S1 / D-IV atau belum berkualifikasi akademik S1 / D-IV namun sudah mencapai usia 50 tahun dan memiliki pengalaman kerja minimal 20 tahun atau yang memilki golongan IV/ a atau yang memenuhi angka kredit kumulatif setara dengan golongan IV/ a. Sertifikasi guru dalam jabatan ini, dilakukan melalui dua jalur yaitu penilaiaan portofolio dan Pelatihan Profesi Guru (PLPG). a) Penilaian Portofolio

(39) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 18 Para guru yang akan mengikuti sertifikasi diharuskan mengumpulkan dokumen-dokumen portofolio yang mencakup pencapaian, prestasi, pengalaman kerja, atau pendidikan dan pelatihan, yang telah diikuti sebelumnya. Portofolio adalah dokumen atau bukti-bukti fisik yang memperlihatkan prestasi dan kemampuan serta pengalaman yang dimiliki guru dalam menjalankan tugas profesinya sebagi guru. Unsur-unsur portofolio menjadi alat ukur keempat kompetensi guru profesional yakni kompetensi pedagogik, profesional, kepribadian dan soial. Karena itu, portofolio adalah alat bukti untuk menilai kompetensi guru dalam melaksanakan tugasnya sebagi agen pembelajaran. Selain itu, untuk memperlihatkan unjuk kerjanya yang meliputi produktifitas, kualitas dan relevansi melalui karyakarya utama dan karya pendukung, serta sebagai data atau informasi yang dapat dijadikan acuan untuk mempertimbangkan kelayakan kompetensi seorang guru dibandingkan dengan standar yang ditetapkan. Secara spesifik, terdapat 10 komponen yang dinilai dalam rangka uji kompetensi untuk memperoleh sertifikat pendidik melalui jalur portofolio adalah: (1) Kualifikasi akademik (2) Pendidikan dan pelatihan

(40) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 19 (3) Pengalaman mengajar (4) Perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran (5) Penilaian dari atasan dan pengawas (6) Prestasi akademik (7) Karya pengembangan profesi (8) Keikutsertaan dalam forum ilmiah (9) Pengalaman organisasi di bidang kependidikan dan sosial (10) Penghargaan yang relevan dengan bidang pendidikan b) Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam ramburambu PLPG penyelenggara PLPG adalah LPTK penyelenggara sertifikasi guru dalam jabatan yang telah ditetapkan pemerintah. PLPG dilaksanakan sekurangkurangnya 9 hari dengan bobot jam pertemuan 90 jam dengan alokasi 30 jam teori dan 60 jam praktik (satu jam setara dengan 50 menit). Pelaksanaan PLPG dilakukan di LPTK atau kabupaten / kota dengan mempertimbangkan kelayakan untuk pembelajaran. Peserta PLPG dibagi kedalam rombongan belajar yang diusahakan sama dalam bidang keahlian dengan jumlah maksimal 30 peserta.

(41) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 20 Adapun syarar-syarat yang harus dipenuhi oleh seorang guru untuk mengikuti PLPG adalah sebagai berikut: (1) Guru yang ikut dalam peserta PLPG Sertifikasi Guru 2014 belum mempunyai sertifikat pendidik serta masih aktif mengajar di sekolah dibawah binaan Kemdikbud terkecuali guru Pendidikan Agama. Sertifikasi untuk guru Pendidikan Agama serta seluruhnya guru yang mengajar di madrasah diadakan oleh Kemenag dengan kuota serta ketentuan penetapan peserta dari Kemenag. (2) Memenuhi kwalifikasi akademik sarjana strata 1 (S-1) atau minimal diploma empat (D-IV) dari program studi yang terakreditasi atau perguruan tinggi yang mempunyai izin penyelenggaraan. (3) Untuk guru yang diangkat dalam jabatan pengawas, maka mesti penuhi ketetapan diangkat jadi pengawas unit pendidikan sebelum saat berlakunya Ketentuan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2008 perihal Guru (1 Desember 2008), serta berumur setinggi-tingginya 50 tahun pada waktu diangkat sebagai pengawas tersebut. (4) Telah jadi guru pada satu unit pendidikan baik sebagai PNS atau non PNS pada waktu Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 perihal Guru serta Dosen diputuskan tanggal 30 Desember 2005.

(42) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 21 (5) Untuk guru non PNS yang mengajar di sekolah swasta mesti mempunyai SK sebagai guru tetap yayasan (GTY) minimum 2 tahun dengan cara terus-terusan dari penyelenggara pendidikan. (6) Untuk guru non PNS yang mengajar di sekolah negeri mesti mempunyai SK dari Bupati/Walikota. (7) Belum berumur 60 tahun pada tanggal 1 Januari 2014. (8) Sehat jasmani serta rohani dibuktikan dengan surat info sehat dari dokter. Bila peserta di ketahui sakit pada waktu datang untuk ikuti PLPG yang mengakibatkan tidak dapat ikuti PLPG, maka LPTK memiliki hak lakukan kontrol lagi pada kesehatan peserta tersebut. Bila hasil pemeriksanaan kesehatan menyebutkan peserta tidak sehat, LPTK memiliki hak tunda atau membatalkan keikutsertaannya dalam PLPG. (9) Mempunyai nomor unik pendidik dan tenaga kependidikan (NUPTK). NUPTK ini harus dinyatakan sebagai NUPTK aktif pada sistem layanan NUPTK Padamu Negeri. Pelaksanaan PLPG dimulai dengan pre test secara tertulis (1 JP) untuk mengukur kompetensi pedagogis dan profesional awal peserta. Dilanjutkan dengan pembelajaran yang mencakup penyampaian materi secara teoritis (30 JP)

(43) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 22 dan implementasi teori ke dalam praktik (60 JP). Pada ahkir PLPG dilakukan uji kompetensi yang mencakup ujian tulis dan ujian praktik. Struktur untuk PLPG adalah para asesor yang memiliki Nomor Induk Asesor (NIA) sesuai dengan bidang keahlian yang dilatih. c) Pemberian Sertifikat Pendidik secara Langsung (PSPL) Sertifikasiguru pada pola diperuntukan bagi guru dan guru yang diangkat dalam jabatan pengawasan satuan pendidikan yang memiliki: (1) Kualifikasi akademik magister (S-2) atau doktor (S-3) dari perguruan tinggi terakreditasi dalam bidang kependidikan atau bidang studi yang relevan dengan mata pelajaran atau rumpun mata pelajaran yang diampunya, atau guru kelas dan guru bimbingan dan konseling atau konselor, dengan golongan sekurangkurangnya IV/b atau yang memenuhi angka kredit kumulatif setara dengan golongan IV/b; (2) Golongan serendah-rendahnya IV/c atau yang memenuhi angka kredit kumulatif setara dengan golongan IV/c. Alur pelaksanaan Sertifikasi Guru Dalam Jabatan sesuai denganPeraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor

(44) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 23 5 Tahun 2012 tentang Sertifikasi bagi Guru Dalam Jabatan disajikan pada Gambar 2.1. Gambar 2.1 Alur Sertifikasi Guru Dalam Jabatan Penjelasan alur sertifikasi guru dalam jabatan yang disajikan pada Gambar 2.1 sebagai berikut. a) Guru berkualifikasi akademik S-2/S-3 dan sekurangkurangnya golongan IV/b atau guru yang memiliki golongan serendah-rendahnya IV/c, mengumpulkan dokumenuntuk diverifikasi asesor Rayon LPTK sebagai persyaratan untuk menerima sertifikat pendidik secara langsung. Penyusunan dokumen mengacu pada Pedoman Penyusunan Portofolio. LPTK penyelenggara

(45) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 24 sertifikasi guru melakukan verifikasi dokumen. Apabila hasil verifikasi dokumen, peserta dinyatakan memenuhi persyaratan (MP) maka yang bersangkutan memperoleh sertifikat pendidik. Sebaliknya, apabila tidak memenuhi persyaratan (TMP), maka guru wajib mengikuti uji kompetensi awal. Guru yang lulus menjadi peserta sertifikasi pola PLPG dan yang tidak lulus mengikuti pembinaan dari dinas pendidikan kabupaten/kota atau mengembangkan diri secara mandiri untuk mempersiapkan diri untuk menjadi peserta sertifikasi tahun berikutnya. b) Guru berkualifikasi S-1/D-IV; atau belum S-1/D-IV tetapi sudah berusia 50 tahun dan memiliki masa kerja 20 tahun, atau sudah mencapai golongan IV/a; dapat memilih pola PF atau PLPG sesuai dengan kesiapannya melalui mekanisme pada SIM NUPTK. c) Peserta yang memilih pola PLPG wajib mengikuti uji kompetensi awal. Pelaksanaan PLPG ditentukan oleh Rayon LPTK sesuai ketentuan yang tertuang dalam Rambu-Rambu Penyelenggaraan Pendidikan da n Latihan Profesi Guru. d) PLPG diakhiri dengan uji kompetensi. Peserta yang lulus uji kompetensi berhak mendapat sertifikat

(46) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 25 pendidik dan peserta yang tidak lulus diberi kesempatan mengikuti satu kali ujian ulang. Apabila peserta tersebut lulus dalam ujian ulang, berhak mendapat sertifikat pendidik dan apabila tidak lulus mengikuti pembinaan dari dinas mengembangkan pendidikan diri kabupaten/kota secara mandiri atau untuk mempersiapkan diri untuk menjadi peserta sertifikasi tahun berikutnya. 2) Sertifikasi Guru Pra-Jabatan Model sertifikasi lainnya adalah sertifikasi guru prajabatan. Dimana calon-calon guru pra-jabatan yang ingin menjadi guru, sudah diseleksi melalui proses pendidikan di lembaga pendidikan guru (LPTK) dan sudah mengantongi ijazah keguruan tertentu. Bahkan mereka sudah disiapkan secara spesifik untuk melaksanakan tugas guru yang spesifik seperti guru kelas (bagi calon guru SD) dan guru bidang studi bagi calon guru pada jenjang pendidikan SMP atau SMA. Sertifikasi untuk model ini, diterapkan dalam sebuah program pendidikan khusus yang disebut pendidikan profesi. Pendidikan Profesi Guru (PPG) adalah program pendidikan yang diselenggarakan untuk lulusan S1 Kependidikan dan S1 / D-IV non Kependidikan yang

(47) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 26 memiliki bakat dan minat menjadi guru agar mereka dapat menjadi guru yang profesional serta memiliki berbagai kompetensi secara utuh sesuai dengan standar guru profesional, dan dengan demikian dapat memperoleh sertifikat pendidik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah (Ruben, 2011:107). Input untuk PPG meliputi lulusan S1 kependidikan dan S1/D-IV Non-Kependidikan maka kurikulum yang diterapkan dibuat secara berdiferensiasi dimana lulusan S1/D-IV kependidikan lebih berorentasi pada pemantapan dan pengemasan materi bidang studi untuk pembelajaran bidang studi yang mendidik dan Program Pengalaman Lapangan (PPL) Kependidikan. Sedangkan lulusan S1/D-IV non kependidikan memiliki struktur kurikulum yang meliputi kajian teori tentang pendidikan dan pembelajaran, kajian tentang peserta didik, pengemasan materi bidang studi yang mendidik, pembentukan kompetensi kepribadian yang pendidik dan PPL Kependidikan. Selanjutnya lulusan S1 Kependidikan dan S1/D-IV non kependidikan yang tidak linear dengan mata pelajaran yang akan matrikulasi diampu, yang diwajibkan kurikulumnya mengikuti program disesuaikan dengan

(48) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 27 kebutuhan berdasarkan atas hasil asesmen kompetensi. Matrikulasi adalah program yang dipersyaratkan bagi peserta didik yang dinyatakan lulus PPG untuk memperkuat kompetensi akademik bidang studi atau kompetensi akademik kependidikan, yang akan membantu mereka mengikuti pendidikan profesi guru. Bagi peserta yang berasal dari lulusan S1 / D-IV kependidikan yang telah mengintegrasikan PPL kedalam kurikulumnya maka kurikulum PPG berisi pemantapan bidang studi dan pendidikan bidang studi (subject enrichment and subject spesific pedagogy) dan pemantapan PPL. Sistem belajar pada program PPG mencakup kegiatan workshop Subject Spesific Pedagogy (SSP), praktikum (peer teaching, micro teaching) dan praktik pengalaman lapangan yang disurvei langsung secara intensif oleh dosen yang ditugaskan khusus untuk kegiatan tersebut. Untuk mendapatkan sertifikat pendidik maka pada akhir program PPG dilakukan uji kompetensi yang mencakup ujian tulisan dan ujian kinerja. Peserta yang lulus ujian akan memperoleh sertifikat pendidik.

(49) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 28 e. Prinsip Sertifikasi Guru 1) Penetapan peserta dilaksanakan secara berkeadilan, objektif, transparan, kredibel, dan akuntabel. a) Berkeadilan, semua peserta sertifikasi guru ditetapkan berdasarkan urutan prioritas usia, masa kerja, dan pangkat/golongan. Guru yang memiliki rangking atas mendapatkan prioritas lebih awal daripada ranking bawah. b) Objektif, mengacu kepada kriteria peserta yang telah ditetapkan. c) Transparan, proses dan hasil penetapan peserta dilakukan secara terbuka, dapat diketahui semua pihak yang berkepentingan. d) Kredibel, proses dan hasil penetapan peserta dapat dipercaya semua pihak. e) Akuntabel, proses dan hasil penetapan peserta sertifikasi guru dapat dipertanggungjawabkan kepada pemangku kepentingan pendidikan secara administratif, finansial, dan akademik. 2) Berorientasi pada peningkatan mutu pendidikan nasional Sertifikasi guru merupakan upaya Pemerintah untuk meningkatkan mutu guru dan oleh karenanya guru yang lulus sertifikasi dan mendapatkan sertifikat pendidik harus dapat menjamin (mencerminkan) bahwa guru yang bersangkutan

(50) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 29 telah memenuhi standar kompetensi guru yang telah ditentukan sebagai guru profesional. Sertifikasi guru yang dilaksanakan melalui berbagai pola, yaitu penilaian portofolio, PLPG, dan PSPL, dipersiapkan secara matang dan diimplementasikan sebaik-baiknya sehingga dapat dipertanggungjawabkan secara akademik. Guru yang lulus sertifikasi dengan proses sebagaimana tersebut di atas akan berkontribusi terhadap peningkatan mutu pendidikan nasional. 3) Dilaksanakan secara taat azas Sertifikai guru dilaksanakan sesuai dengan peraturan perundang-undanganyang berlaku dan mengacu pada buku Pedoman Sertifikasi Guru yang telah diterbitkan oleh Kementerian Pendidikandan Kebudayaan. 4) Dilaksanakan secara terencana dan sistematis Pelaksanaan sertifikasi guru didahului dengan pemetaan baik pada aspek jumlah, jenis mata pelajaran, ketersediaan sumber daya manusia, ketersediaan fasiltas, dan target waktu yang ditentukan. Dengan pemetaan yang baik, maka diharapkan pelaksanaan sertifikasi guru dapat berlangsung secara efektif dan efisien serta secara nasional dapat selesai pada waktu yang telah ditetapkan.

(51) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 30 f. Sasaran Peserta Sasaran peserta sertifikasi guru dalam jabatan adalah guru yang memenui persyaratan. Jumlah sasaran secara nasional ditetapkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan untuk sasaran guru PNS dan guru bukan PNS pada semua jenjang pendidikan baik negeri maupun swasta di bawah pembinaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Sasaran peserta sertifikasi guru per provinsi dan per kabupaten/kotaakan ditentukan kemudian setelah proses verifikasi data peserta sertifikasi guru selesai dilaksanakan. Sasaran peserta sertifikasi guru termasuk guru yang bertugas di sekolah Indonesia di luar negeri (SILN). Distribusi sasaran peserta sertifikasi guru untuk masingmasing kabupaten/kota mempertimbangkan beberapa hal sebagai berikut: 1) Keseimbangan, ditinjau dari aspek usia peserta. 2) Keadilan, ditinjau dari proporsional jumlah peserta terhadap sasaran nasional. Data jumlah guru yang digunakan untuk penetapan distribusi sasaran peserta sertifikasi guru adalah data jumlah guru yang memenuhi persyaratan sebagai peserta sertifikasi guru hasil verifikasi data pertanggal 1 Desember 2012. Penetapan distribusi sasaran peserta sertifikasi guru akan dilakukan oleh sistem aplikasi

(52) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI penetapan peserta sertifikasi guru (AP2SG) 31 berdasarkan pertimbangan tersebut di atas. Sasaran peserta sertifikasi guru pola PF/PSPL maksimal 1 % dari jumlah sasaran peserta sertifikasi guru Kabupaten/Kota. Jika ada calon peserta yang dihapus karena alasan tertentu, maka penggantinya akan ditentukan oleh sistem berdasarkan prinsip keseimbangan dan keadilan. g. Persyaratan Peserta 1) Persyaratan Umum a) Guru yang belum memiliki sertifikat pendidik dan masih aktif mengajar di sekolah di bawah binaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan kecuali guru Pendidikan Agama. Sertifikasi bagiguru Pendidikan Agama dan semua guru yang mengajar dimadrasah diselenggarakan oleh Kementerian Agama dengan kuota dan aturan penetapan peserta dari Kementerian Agama (Surat Edaran Bersama Direktur Jenderal PMPTK dan Sekretaris Jenderal Departemen Agama Nomor SJ/Dj.I/Kp.02/1569/ 2007, Nomor 4823/F/SE/2007 Tahun 2007). b) Memiliki kualifikasi akademik sarjana (S-1) atau diploma empat (D-IV) dari program studi yang terakreditasi atau minimal memiliki izin penyelenggaraan.

(53) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 32 c) Guru yang diangkat dalam jabatan pengawas dengan ketentuan: diangkat menjadi pengawas satuan pendidikan sebelum berlakunya (1) Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2008 tentang Guru (1 Desember 2008), dan, (2) memiliki usia setinggi-tingginya 50 tahun pada saat diangkat sebagai pengawas satuan pendidikan. d) Guru yang BELUM memiliki kualifikasi akademik S-1/DIV apabila: (1) pada 1 Januari 2013 sudah mencapai usia 50 tahun dan mempunyai pengalaman kerja 20 tahun sebagai guru, atau (2) mempunyai golongan IV/a atau memenuhi angka kredit kumulatif setara dengan golongan IV/a (dibuktikan dengan SK kenaikan pangkat). e) Sudah menjadi guru pada suatu satuan pendidikan (PNS atau bukan PNS) pada saat Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen ditetapkan tanggal 30 Desember 2005. f) Guru bukan PNS pada sekolah swasta yang memiliki SK sebagai guru tetap minimal 2 tahun secara terus menerus dari penyelenggara pendidikan (guru tetap yayasan), sedangkan guru bukan PNS pada sekolah negeri harus memiliki SK dari

(54) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 33 Bupati/Walikota. g) Pada tanggal 1 Januari 2014 belum memasuki usia 60 tahun. h) Sehat jasmani dan rohani dibuktikan dengan surat keterangan sehat dari dokter. Jika peserta diketahui sakit pada saat datang untuk mengikuti PLPG yang menyebabkan tidak mampu mengikuti PLPG, maka LPTK BERHAK melakukan pemeriksaan ulang terhadap kesehatan peserta tersebut. Jika hasil pemeriksanaan kesehatan menyatakan peserta tidak sehat, LPTK berhak menunda atau membatalkan keikutsertaannya dalam PLPG. i) Memiliki nomor unik pendidik dan tenaga kependidikan (NUPTK). 2) Persyaratan Khusus untuk Guru yang mengikuti Pemberian Sertifikat secara Langsung (PSPL) a) Guru dan guru yang diangkat dalam jabatan pengawas satuan pendidikan yang memiliki kualifikasi akademik magister (S-2)atau doktor (S-3) dari perguruan tinggi terakreditasi dalam bidang kependidikan atau bidang studi yang relevan dengan mata pelajaran atau rumpun mata pelajaran yang diampunya,atau guru kelas dan guru bimbingan dan konseling atau konselor, dengan golongan sekurang-kurangnya IV/b atau yang memenuhi angka kredit kumulatif setara dengan golongan IV/b.

(55) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 34 b) Guru dan guru yang diangkat dalam jabatan pengawas satuan pendidikan yang memiliki golongan serendahrendahnya IV/catau yang memenuhi angka kredit kumulatif setara dengan golongan IV/c. h. Proses Penentapan Sertifikasi Guru 1) Ketentuan Umum a) Semua guru yang memenuhi persyaratan sebagaimana tersebutdi atas mempunyai kesempatan yang sama untuk ditetapkan sebagai peserta sertifikasi guru. b) Guru yang sudah mengikuti sertifikasi guru tetapi diskualifikasi pada tahun pelaksanaan sebelumnya karena pemalsuan dokumen, yang bersangkutan kehilangan hak sebagai peserta sertifikasi guru sebagaimana Pasal 63 ayat (5) PeraturanPemerintah Nomor 74 Tahun 2008. c) Guru yang tidak lulus sertifikasi guru tahun 2012 DAPAT menjadi peserta tahun 2013. d) Penetapan peserta dilakukan secara berkeadilan dan transparan melalui online system dengan menggunakan Aplikasi Penetapan Peserta Sertifikasi Guru (AP2SG). Daftar rangking bakal calon peserta sertifikasi guru diumumkan oleh Badan PSDMPK-PMP melalui situs www.sergur.kemdiknas.go.id.

(56) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 35 e) Dinas pendidikan kabupaten/kota dapat menghapus calon peserta yang sudah tercantum namanya dalam daftar calon peserta sertifikasi guru atas persetujuan LPMP dengan alasan yang dapat dipertanggungjawabkan yaitu: (1) meninggal dunia, (2) sakit permanen, (3) melakukan pelanggaran disiplin, (4) mutasi ke jabatan selain guru, (5) mutasi ke kabupaten/kota lain, (6) mengajar sebagai guru tetap di Kementerian lain, (7) pensiun, (8) mengundurkan diri dari calon peserta, (9) sudah memiliki sertifikasi pendidik (guru atau dosen) baik di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan maupun di Kementerian lain. f) Peserta sertifikasi guru tahun 2013 tidak akan dialih tugaskan pada jabatan lain, baik fungsional maupun struktural pada tahun2013. 2) Urutan Prioritas Penetapan Peserta Guru yang dapat langsung menjadi peserta sertifikasi guru adalah sebagai berikut:

(57) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 36 a) Semua guru yang diangkat dalam jabatan pengawas yang memenuhi persyaratan dan belum memiliki sertifikat pendidik. b) Guru dan kepala sekolah berprestasi peringkat 1 tingkat provinsiatau peringkat 1, 2, dan 3 tingkat nasional, atau guru yangmendapat penghargaan internasional yang belum mengikuti sertifikasi guru dalam jabatan pada tahun 2007 s.d 2012. c) Semua guru yang mengajar di daerah perbatasan, terdepan, terluar yang memenuhi persyaratan, d) Guru yang lulus diklat pasca Uji Kompetensi Awal tahun 2012, e) Peserta luncuran yaitu peserta sertifikasi tahun 2012 yang tidak hadir dan peserta yang hadir tetapi tidak mampu menyelesaikan PLPG dengan alasan yang dapat dipertanggungjawabkan. Guru lainnya yang tidak termasuk ketentuan di atas ditetapkan sebagai peserta sertifikasi guru berdasarkan kriteria urutan prioritas sebagai berikut: a) usia, b) masa kerja, c) pangkat dan golongan. Penjelasan kriteria urutan prioritas penetapan peserta adalah sebagai berikut:

(58) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 37 a) Usia Usia dihitung berdasarkan tanggal, bulan, dan tahun kelahiran yang tercantum dalam akta kelahiran atau bukti lain yang sah. b) Masa kerja sebagai guru Masa kerja dihitung sejak yang bersangkutan bekerja sebagai guru baik sebagai PNS maupun bukan PNS. c) Pangkat/ Golongan Pangkat/golongan adalah pangkat/golongan terakhir yang dimiliki guru saat dicalonkan sebagai peserta sertifikasi guru. Kriteria ini adalah khusus untuk guru PNS atau guru bukan PNSyang telah memiliki SK Inpassing. 3. Motivasi Kerja Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, motivasi adalah : a. Dorongan yang timbul pada diri seseorang untuk sadar atau tidak sadar melakukan suatu tindakan dengan tujuan tertentu. b. Usaha yang dapat menyebabkan seseorang atau kelompok orang tertentu tergerak untuk melakukan sesuatu karena ingin mencapai tujuan yang dikehendakinya untuk mendapatkan kepuasan dengan perbuatannya. Indriyo Gito Sudarmo dan Nyoman Sudito (Marjono, 2007:10) mengatakan bahwa motivasi adalah faktor - faktor yang ada pada diri seseorang yang menggerakkan perilakunya untuk memenuhi berbagai

(59) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 38 tujuan tertentu. Bernson dan Skinner (Marjono, 2007:10) mengatakan bahwa motivasi adalah dorongan kerja yang timbul dari diri seseorang untuk berperilaku dalam mencapai tujuan yang telah ditentukan. MC Donald (Martinis Yamin dan Maisah, 2010:84), motivasi adalah suatu perubahan energi dalam diri (pribadi) seseorang yang ditandai dengan timbulnya perasaan dan reaksi untuk mencapai tujuan. Berdasarkan beberapa definisi di atas, dapat disimpulkan bahwa motivasi kerja adalah kondisi fisiologis dan psikologis yang terdapat di dalam pribadi seseorang yang mendorongnya untuk melakukan aktivitas tertentu guna mencapai suatu tujuan. Proses timbulnya motivasi seseorang merupakan gabungan dari konsep kebutuhan, dorongan, tujuan dan imbalan. E. J. Donal (Komaruddin, 1983:100) membagi motivasi dalam dua jenis, motivasi intrinsik yaitu motivasi yang timbul dari dalam diri seseorang. Motivasi ini sering disebut “motivasi murni” misalnya, kebutuhan untuk berprestasi, kebutuhan akan perasaan diterima. Sedangkan motivasi ekstrinsik yaitu motivasi yang datang dari luar diri seseorang. misalnya, kenaikan pangkat, pujian, hadiah dan sebagainya. Motivasi kerja guru adalah motivasi yang menyebabkan seorang guru bersemangat dalam mengajar karena te la h terpenuhi kebutuhanannya. Guru bekerja karena adanya kebutuhan yang harus dipenuhi seperti untuk memperoleh pendapatan, keamanan,

(60) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 39 kesejahteraan, penghargaan, pengakuan dan bersosialisasi dengan masyarakat. Jika kebutuhan tersebut telah terpenuhi maka guru akan terdorong untuk bekerja. Guru yang bermotivasi akan mempunyai tanggung jawab yang tinggi untuk bekerja dengan antusias dan sebaik mungkin mengerahkan segenap kemampuan dan keterampilan guna untuk mencapai prestasi yang optimal. 4. Disiplin Kerja Disiplin adalah kesadaran dan kesediaan seseorang menaati semua peraturan perusahaan dan norma-norma sosial yang berlaku. Adapun arti kesadaran adalah sikap seseorang yang secara sukarela menaati semua peraturan dan sadar akan tugas dan tanggung jawabnya. Sedangkan arti kesediaan adalah suatu sikap, tingkah laku, dan perbuatan seseorang yang sesuai dengan peraturan perusahaan baik yang tertulis maupun tidak (Hasibuan ,1997:212). Menurut Davis disiplin kerja dapat diartikan sebagai pelaksanaan manajemen untuk memperteguh pedoman-pedoman organisasi (Mangkunegara, 2000 : 129). Dalam kehidupan sehari-hari dikenal dengan disiplin diri, disiplin belajar dan disiplin kerja. Disiplin kerja merupakan kemampuan seseorang untuk secara teratur, tekun secara terusmenerus dan bekerja sesuai dengan aturan-aturanyang berlaku dengan tidak melanggar aturan-aturan yang sudah ditetapkan.

(61) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 40 Pada dasarnya banyak indikator yang mempengaruhi tingkat kedisplinan karyawan suatu organisasi di antaranya ialah : a) Tujuan dan kemampuan, b) Teladan pimpinan, c) Balas jasa (gaji dan kesejahteraan), d) Keadilan, e) Waskat (pengawasan melekat), f) Sanksi hukuman, g) Ketegasan, dan h) Hubungan kemanusiaan (Hasibuan, 1997:213). Disiplin juga merupakan salah satu fungsi manajemen sumber daya manusia yang penting dan merupakan kunci terwujudnya tujuan, karena tanpa adanya disiplin maka sulit mewujudkan tujuan yang maksimal (Sedarmayanti, 221:10). Melalui disiplin pula timbul keinginan dan kesadaran untuk menaati peraturan organisasi dan norma sosial. Namun tetap pengawasan terhadap pelaksanaan disiplin tersebut perlu dilakukan. Disiplin kerja adalah persepsi guru terhadap sikap pribadi guru dalam hal ketertiban dan keteraturan diri yang dimiliki oleh guru dalam bekerja di sekolah tanpa ada pelanggaran-pelanggaran yang merugikan dirinya, orang lain, atau lingkungannya. Berdasarkan uraian di atas maka disiplin kerja yang perlu diperhatikan adalah :

(62) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 41 a) Disiplin terhadap tugas kedinasan yang meliputi : mentaati peraturan kerja, menyiapkan kelengkapan mengajar, dan melaksanakan tugas-tugas pokok. b) Disiplin terhadap waktu yang meliputi: menepati waktu tugas, memanfaatkan waktu dengan baik, dan menyelesaikan tugas tepat waktu. c) Disiplin terhadap suasana kerja yang meliputi: memanfaatkan lingkungan sekolah, menjalin hubungan yang baik, dan menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban. d) Disiplin di dalam melayani masyarakat yang meliputi: melayani peserta didik, melayani orang tua siswa, dan melayani masyarakat sekitar; e) Disiplin terhadap sikap dan tingkah laku yang meliputi, memperhatikan sikap, memperhatikan tingkah laku, dan memperhatikan harga diri. B. Kajian Penelitian Yang Relevan Penelitian terdahulu mengenai program sertifikasi dilakukan oleh Paul Suparno yang berjudul “Sikap Penerimaan, Gagasan, dan Usulan Mahasiswa Pendidikan Fisika terhadap Program Sertifikasi Guru Fisika”. Penelitian ini dilakukan pada mahaiswa program studi Pendidikan Fisika Universitas Sanata Dharma angkatan 2005/2006. Penelitian ini ingin mengetahui bagaimana sikap penerimaan mahasiswa Universitas Sanata Dharma Pendidikan Fisika terhadap program sertifikasi guru? Dan juga

(63) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 42 dari penelitian ini ingin diketahui apa gagasan dan usulan mahasiswa pendidika fisika tentang isi dan sifat program sertifikasi guru fisika yang ingin diselenggarakan oleh program studi Pendidikan Fisika USD? Apakah para mahasiswa mempunyai keinginan untuk mengikuti program tersebut? Hasil dari penelitian ini adalah bahwa kebanyakan mahasiswa pendidikan fisika USD menyetujui dan menerima program sertifikasi guru fisika dan diharapkan bahwa Universitas Sanata Dharma sebagai instansi pendidikan mengadakan program sewrtifikasi itu sendiri karena dianggap mampu dan mungkin. Selain itu, kebanyakan mahasiswa mengusulkan bahwa dalam program sertifikasi gru fisika ditekankan praktik mengajar dilapangan dan penguasaan bahan fisika SMA dengan cara membahasnya di program sertifikasi. Selain itu, penelitian lainnya yang dilakukan oleh Wayah Efratasario Sabattrinia dengan judul “Sikap Guru terhadap Program Sertifikasi dalam Peningkatan Kinerja Guru”. Penelitian ini dilakukan di SMA kota Yogyakarta baik negeri maupun swasta. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis sikap guru terhadap proses sertifikasi dalam upaya peningkatan kinerja guru dan menganalisis bagaimana sikap guru terhadap pencapaian tujuan sertifikasi. Hasil dari penelitian ini bahwa sikap guru terhadap proses sertifikasi adalah sangat baik dan baik dengan hasil penelitian yang menunjukan bahwa 61 orang (87%) guru menyatakan sikap sangat baik dan baik terhadap proses sertifikasi dan sikap guru terhadap pencapaian tujuan sertifikasi adalah sangat baik dengan hasil penelitian

(64) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 43 menunjukan bahwa 55 orang (78%) guru menunjukan sikap sangat baik dan baik terhadap pencapaian tujuan sertifikasi. C. Kerangka Berpikir dan Hipotesis 1. Kerangka Berpikir Pada hakikatnya sertifikasi merupakan suatu usaha pemerintah untuk meningkatkan meningkatkan kualitas kualitas guru pendidikan serta Indonesia kesejahteraannya. dengan Untuk meningkatkan kualitas guru dengan karakteristik yang dinilai kompeten maka salah satu caranya adalah dengan sertifikasi. Diharapkan seluruh guru Indonesia nantinya mempunyai sertifikat atau lisensi mengajar. Tentu saja dengan ukuran karakteristik guru yang dinilai kompeten secara professional. Hal ini merupakan implementasi dari Undang-Undang tentang guru dan dosen bab IV pasal 8 yang menjelaskan bahwa guru wajib memiliki kualifikasi akademik, kompetensi, sertifikat pendidik, sehat jasmani dan rohani, serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional (Undang-Undang, Nomor 14, 2005). Peningkatan mutu guru lewat program sertifikasi ini sebagai upaya peningkatan mutu pendidikan. Rasionalnya adalah apabila kompetensi guru bagus yang diikuti dengan kesejahteraan yang bagus, maka produktivitas kerja pun akan meningkat dan kinerjanya juga bagus. Apabila kinerjanya juga bagus maka KBM-nya juga bagus. KBM yang bagus diharapkan dapat membuahkan pendidikan yang

(65) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 44 bermutu. Pemikiran itulah yang mendasari bahwa guru perlu disertifikasi. Pelaksanaan sertifikasi diharapkan dapat diikuti oleh guru-guru di Indonesia, sehingga sikap guru terhadap program sertifikasi ini menunjukan respon yang positif sehingga pelaksanaan sertifikasi tersebut dapat dikatakan berhasil. Keberadaan guru sebagai tenaga pendidik harus memiliki motivasi mengajar yang tinggi agar dapat bekerja dengan baik sesuai dengan tujuan materi ajar serta standar pendidikan. Dengan motivasi mengajar yang tinggi seorang guru dapat menjalankan tugasnya sebagai pendidik dengan baik. Hal ini berkenaan dengan terwujudnya prestasi kerja guru yang akan meningkat apabila terdapat motivasi kerja yang tinggi. Selain motivasi kerja, kedisiplinan kerja pun perlu diperhatikan. Kedisiplinan dalam melaksanakan suatu pekerjaan dapat dijadikan tolak ukur untuk penentu prestasi kerja seseorang. Adanya sikap guru yang positif atau mendukung adanya program sertifikasi ini dapat meningkatkan motivasi kerja guru maupun disiplin kerja guru, baik untuk guru yang belum mengikuti program sertifikasi maupun guru yang telah mengikuti program sertifikasi. Berdasarkan tinjauan teoretis dan konsep-konsep dasar terdahulu, maka disusun sebuah kerangka pemikiran teoretis yang merupakan kombinasi dari teori dan hasil penelitian yang berkaitan sebagaimana disajikan dalam Gambar berikut ini:

(66) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 45 Motivasi Kerja Sikap Guru terhadap Program Sertifikasi Guru Disiplin Kerja Guru 2. Hipotesis Dari beberapa uraian diatas, dapat ditarik beberapa hipotesis yang terkait dengan hal tersebut yaitu: a. Ada hubungan antara sikap guru terhadap program sertifikasi dan motivasi kerja. b. Ada hubungan yang positif dan signifikan antara sikap guru terhadap program sertifikasi dan disiplin kerja guru.

(67) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB III METODE PENLITIAN A. Jenis Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yaitu penilaian dengan mendeskripsikan atau memberi gambaran terhadap objek atau subjek yang diteliti melalui data sampel atau populasi sebagaimana adanya tanpa melakukan analisis dan membuat kesimpulan yang berlaku umum (Sugiono, 2001:11). Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif, artinya semua informasi atau data diwujudkan dengan angka dan analisis statistik. Data-data ini diperoleh dari hasil bertanya kepada responden dalam bentuk kuesioner. B. Tempat dan Waktu Penelitian 1. Penelitian dilakukan di SMA Negeri 2 Nubatukan, Kabupaten Lembata – Nusa Tenggara Timur. Karena sebagian besar guru-guru di SMA Negeri 2 Nubatukan telah mengikuti progran sertifikasi dan sebagiannya tengah dalam proses mengikuti program sertifikasi. Maka akan sangat cocok untuk di lakukan penelitian di SMA Negeri 2 Nubatukan. 2. Waktu penelitian dilaksanakan pada 9 September 2013 – 25 September 2013. 46

(68) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI C. 47 Populasi dan Sampel 1. Populasi Populasi dalam penelitian ini adalah semua guru di SMA Negeri 2 Nubatukan yang terdiri dari 38 orang. 2. Sampel Sampel dalam penelitian ini adalah semua guru di SMA Negeri 2 Nubatukan yang terdiri dari 38 orang. 3. Teknik Pengambilan Sampel Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik sampling jenuh yaitu semua anggota populasi digunakan sebagai sampel. Peneliti menggunakan teknik ini karena ingin membuat generalisasi dengan kesalahan yang sangat kecil (Sugiyono, 2008:85). D. Variabel dan Pengukuran Variabel Penelitian 1. Variabel Motivasi Kerja Motiasi kerja adalah faktor-faktor yang mendorong seorang guru untuk melakukan pekerjaannya secara lebih bersemangat. Indikatornya: a. Keinginan untuk berprestasi b. Pekerjaan itu sendiri c. Tempat kerja d. Suasana kerja e. Gaji

(69) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 48 2. Disiplin Kerja Disiplin kerja guru adalah sikap pribadi guru dalam hal ketertiban dan keteraturan diri yang dimiliki oleh guru dalam bekerja di sekolah tanpa ada pelanggaran-pelanggaran yang merugikan dirinya, orang lain, atau lingkungannya. Indikatornya: a. Hadir tepat waktu b. Pemenuhan jam kerja c. Ketepatan waktu dalam pengumpulan tugas administrasi guru d. Ketepatan waktu dalam pengumpulan nilai 3. Sikap Guru terhadap Program Sertifikasi Sikap guru adalah respon guru, baik respon positif maupun respon negatif terhadap pelaksanaan program sertifikasi. Indikatornya: a. Proses sertifikasi b. Manfaat c. Waktu d. Tempat e. Fasilitator Variabel motivasi kerja, disiplin kerja, dan sikap guru terhadap program sertifikasi diukur menggunakan Skala Likert. Jawaban setiap instrumen yang menggunakan Skala Likert mempunyai gradasi dari sangat positif sampai sangat negatif, yang dapat berupa kata-kata antara lain

(70) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 49 (Sugiyono, 2008:93): a. Sangat setuju b. Setuju c. Tidak setuju d. Sangat tidak setuju E. Data yang Dicari Berdasarkan variabel-variabel yang diteliti, maka data yang dibutuhkan dalam penelitian ini sebagai berikut: 1. Data primer, yaitu data yang diperoleh secara langsung dari subjek penelitian (responden). 2. Data sekunder, yaitu data yang tidak diperoleh secara langsung dari subjek penelitian (responden) tetapi diperoleh dari instansi sekolah. Data yang akan dicari adalah : F. a. Gambaran sekolah b. Data guru Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini berupa: 1. Kuesioner Kuesioner dalam penelitian ini untuk mengukur dan mencari data sikap guru terhadap program sertifikasi, motivasi kerja guru dan disiplin kerja guru. Dilihat dari cara menjawabnya, penelitian ini menggunakan kuesioner tertutup yaitu responden tinggal memilih jawaban yang telah disediakan.

(71) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 2. 50 Dokumentasi Dokumentasi digunakan untuk mempelajari berbagai sumber tertulis dalam hal ini adalah identitas guru dan gambaran sekolah 3. Instrumen Penelitian a. Kisi-kisi Instrumen Penelitian Tabel III.1 Kisi-kisi Instrumen Penelitian Variabel Sikap Guru terhadap Program Sertifikasi Indikator a. Proses sertifikasi b. Manfaat sertifikasi c. Waktu d. Tempat e. Fasilitator Motivasi Kerja Guru a. Keinginan untuk berprestasi b. Pekerjaan itu sendiri c. Tempat kerja d. Suasana kerja e. Gaji Disiplin Kerja Guru a. Hadir tepat waktu b. Pemenuhan jam kerja Item Item Positif Negatif 2, 4, 5, 1, 3, 6, 7, 8, 9, 12 10, 11 13, 15, 16, 19, 14, 17, 18 20 22 24, 26, 28 21, 23 25, 27 1, 2, 4, 3 5 6, 10, 7, 8, 9 11 13 12, 14 16, 19 17, 18, 21, 22 20 1, 3 c. Ketepatan waktu dalam mengumpulkan tugas administrasi 6 2, 4, 5 7

(72) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI keguruan d. Ketepatan waktu mengumpulkan nilai dalam 8 51 9 10 b. Uji Instrumen Penelitian 1) Validitas Sebuah instrumen dikatakan valid apabila mampu mengukur apa yang diinginkan. Sebuah instrumen dikatakan valid apabila dapat mengungkap data dari variabel yang diteliti secara tepat (arikunto, 2010:211). Instrumen yang dimaksud adalah kuesioner. Rumus korelasi yang dapat digunakan adalah yang dikemukakan oleh Pearson, yang dikenal dengan rumus korelasi product moment. Rumus : 𝑟𝑥𝑦 = Keterangan : n ∑ xi yi − (∑ xi )(∑ yi ) �(n ∑ xi2 − (xi )2 )(n ∑ yi2 − (yi )2 ) rxy : koefisien korelasi antara variabel x dengan y x : nilai tiap variabel y : nilai semua variabel n : jumlah sampel Dengan taraf signifikan (D) = 5 % dan jumlah sampel sebesar 38 orang maka r tabel product moment dari penelitian

(73) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 52 ini yaitu 0,320. Sehingga untuk mengetahui skor masing – masing item pertanyaan valid atau tidak, maka ditetapkan kriteria statistik sebagai berikut: a) Jika r hitung > r tabel dan bernilai positif, maka variabel tersebut valid. b) Jika r hitung < r tabel, maka variabel tersebut tidak valid. c) Jika r hitung > r tabel tetapi bertanda negatif, maka H0 akan tetap ditolak dan Ha diterima. Hasil pengukuran uji validitas untuk variabel sikap guru terhadap program sertifikasi adalah sebagai berikut: Tabel III.2 Uji Validitas Sikap Guru terhadap Program Seritifikasi No Soal R tabel 1 0,320 2 0,320 3 0,320 4 0,320 5 0,320 6 0,320 7 0,320 8 0,320 9 0,320 10 0,320 R hitung .609 .417 .745 .745 .747 .570 .786 .585 .560 .620 Keterangan Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid

(74) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 11 0,320 12 0,320 13 0,320 14 0,320 15 0,320 16 0,320 17 0,320 18 0,320 19 0,320 20 0,320 .582 .745 .515 .786 .786 .747 .666 .786 .458 .666 Jumlah 53 Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid 20 soal Sumber: data diolah, 2014 Hasil pengukuran uji validitas untuk variabel motivasi kerja guru adalah sebagai berikut: Tabel III.3 Uji Validitas Variabel Motivasi Kerja Guru No Soal R tabel 1 0,320 2 0,320 3 0,320 4 0,320 5 0,320 R hitung 0.599 0.523 0.599 0.523 0.530 Keterangan Valid Valid Valid Valid Valid

(75) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 6 0,320 7 0,320 8 0,320 9 0,320 10 0,320 11 0,320 12 0,320 13 0,320 14 0,320 15 0,320 16 0,320 17 0,320 18 0,320 19 0,320 20 0,320 21 0,320 22 0,320 0.530 0.530 0.523 0.491 0.491 0.531 0.491 0.531 0.531 0.432 0.432 0.432 0.583 0.583 0.580 0.580 0.583 Jumlah 54 Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid 22 soal Sumber: data diolah, 2014 Hasil pengukuran uji validitas untuk disiplin kerja guru adalah sebagai berikut: variabel

(76) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 55 Tabel III.4 Uji Validitas Variabel Disiplin Kerja Guru No Soal R tabel 1 0,320 2 0,320 3 0,320 4 0,320 5 0,320 6 0,320 7 0,320 8 0,320 9 0,320 10 0,320 R hitung 0.807 0.727 0.727 0.807 0.807 0.562 0.807 0.562 0.532 0.532 Jumlah Keterangan Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid 10 soal Sumber: data diolah, 2014 2) Reliabilitas Reliabilitas menunjuk pada satu pengertian bahwa sesuatu instrumen cukup dapat dipercaya untuk digunakan sebagai alat pengumpul data karena instrumen tersebut sudah baik. Instrumen yang sudah dapat dipercaya, yang reliabel akan menghasilkan data yang dapat dipercaya juga. Reliabel artinya, dapat dipercaya, jadi dapat diandalkan (arikunto, 2010:221). Rumus Alpha digunakan untuk mencari

(77) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 56 reliabilitas instrumen yang skornya bukan 1 dan 0, misalnya angket atau soal bentuk uraian (Arikunto, 2010:238-239). Rumus Alpha : 𝑘 ∑𝜎𝑏 2 𝑟11= [ ][1 − ] (𝑘 − 1) 𝜎𝑡 2 Keterangan : r11 : Reliabilitas k : Banyaknya butir pertanyaan atau banyaknya soal ∑σb2 : Jumlah varians butir ∑σt2 : Varians total. instrumen Untuk melihat reliabilitas instrumen menggunakan bantuan program SPSS versi 16. Hasil rangkuman olah data sebagai berikut: Tabel III.5 Hasil Uji Reliabilitas Variabel Alpha Koef. Alpha Keterangan 0,941 0,60 Reliabel Motivasi kerja guru 0,906 0,60 Reliabel Disiplin kerja guru 0,915 0,60 Reliabel Cronbach Sikap guru terhadap program sertifikasi Sumber: data diolah,2014

(78) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI G. 57 Teknik Analisis Data 1. Analisis Deskriptif Untuk membuat generalisasi pada penelitian analisis data terhadap 38 responden yang meliputi sikap guru terhadap program sertifikasi, motivasi kerja guru dan disiplin kerja guru menggunakan analisis deskriptif. Dalam penelitian ini, peneliti menghitung skor rata-rata (Mean) dan standar deviasi untuk setiap item pertanyaan. Analisis dilakukan pada masing-masing item pertanyaan. Rumus yang digunakan dalam mencari mean dan standar deviasi adalah sebagai berikut: a) 𝑀𝑒𝑎𝑛 = ∑ 𝑥𝑖 𝑁 b) 𝑆𝑡𝑎𝑛𝑑𝑎𝑟 𝐷𝑒𝑣𝑖𝑎𝑠𝑖 = � 2 ∑𝑛 𝑖=1(𝑋1 −𝑋) (Sumber: Sugiyono, 2008) 𝑛−1 Keterangan: 𝑋 ∑ 𝑥𝑖 𝑁 = rata-rata (Mean) = jumlah skor = jumlah responden Namun dalam penelitian ini , untuk mencari jumlah mean dan standar deviasi dilakukan dengan menggunakan bantuan program SPSS. Mean dan standar deviasi dalam variabel ini sebagai berikut: a. Variabel Sikap Guru terhadap Program Sertifikasi

(79) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 58 Tabel III.6 Mean dan Standar Deviasi Variabel Sikap Guru terhadap Program Sertifikasi Variabel Sikap guru terhadap program sertifikasi Sumber: data diolah, 2014 N 38 M e an 55,84 Standar Deviasi 10,186 Untuk mengetahui penilaian sikap guru terhadap program sertifikasi, dapat ditunjukkan dengan memasukkan nilai mean dan standar deviasi yang diperoleh dengan interval di bawah ini: Tabel III.7 Interval Rata-rata Penilaian Responden Terhadap Program Sertifikasi Guru Sikap guru terhadap program sertifikasi Kurang baik Cukup baik Sangat baik Sumber: data diolah, 2014 Kategori s i ka p Rumus Interval Interval X < mean – SD Mean - SD < x < mean + SD Mean + SD < x 38-46 47 - 66 guru terhadap program 67 - 77 sertifikasi digolongkan menjadi tiga yaitu: 1) Sikap Guru terhadap Program Sertifikasi Sangat Baik Sikap guru terhadap program sertifikasi sangat baik berarti guru dalam kategori ini memberikan respon yang sangat baik terhadap kegiatan sertifikasi, baik proses sertifikasi, manfaat sertifikasi, waktu pelaksanaan sertifikasi serta tempat dan fasilitator dalam kegiatan sertifikasi. Respon yang sangat baik dalam hal ini yaitu

(80) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 59 mereka sangat mendukung adanya program sertifikasi, diman program sertifikasi ini memberikan dampak positif bagi mereka, salah satunya yaitu dapat meningkatkan kinerja mereka. 2) Sikap Guru terhadap Program Sertifikasi Cukup Baik Sikap guru terhadap program sertifikasi cukup baik berarti guru memberikan respon cukup baik terhadap kegiatan sertifikasi, baik proses sertifikasi, manfaat sertifikasi, waktu pelaksanaan sertifikasi serta tempat dan fasilitator dalam kegiatan sertifikasi. Respon yang cukup baik yang dimaksud disini adalah bahwa guruguru dalam kategori ini, mendukung program sertifikasi tetapi disisi lain masih ada hal-hal lainnya yang membuat mereka menjadi kurang tertarik untuk mengikuti program sertifikasi. Misalkan waktu pelaksanaan sertifikasi yang terlalu lama, ataupun syarat-syarat untuk mengikuti program sertifikasi terlalu berbelitbelit dan sebagainya. 3) Sikap Guru terhadap Program Sertifikasi Kurang Baik Sikap guru terhadap program sertifikasi kurang baik berarti guru memberikan respon yang kurang baik terhadap kegiatan sertifikasi, baik proses sertifikasi, manfaat sertifikasi, waktu pelaksanaan sertifikasi serta tempat dan fasilitator dalam kegiatan sertifikasi. Respon kurang baik yang dimaksud dalam hal ini adalah guru-guru yang tidak mendukung adanya program sertifikasi.

(81) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 60 b. Variabel Motivasi Kerja Guru Tabel III.8 Mean dan Standar Deviasi Variabel Motivasi Kerja Guru Variabel Motivasi Kerja Guru Sumber: data diolah, 2014 N 38 M e an 63,29 Standar Deviasi 8,908 Untuk mengetahui penilaian motivasi kerja guru, dapat ditunjukkan dengan memasukkan nilai mean dan standar deviasi yang diperoleh dengan interval di bawah ini: Tabel III.9 Interval Rata-rata Penilaian Responden Terhadap Motivasi Kerja Guru Motivasi kerja guru Rendah Sedang Tinggi Sumber: data diolah, 2014 Rumus Interval X < mean – SD Mean - SD < x < mean + SD Mean + SD < x Interval 44 - 54 55 - 72 73 - 88 Kategori motivasi kerja guru digolongkan menjadi tiga yaitu: 1) Motivasi Kerja Guru Tinggi Motivasi kerja guru tinggi berarti guru memiliki daya dorong yang tinggi untuk berprestasi, serta sangat mencintai pekerjaan itu sendiri. Karena memiliki daya dorong yang tinggi untuk berprestasi dan sangat mencintai pekerjaan mereka maka guru yang berada dalam kategori ini biasanya melakukan pekerjaan

(82) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 61 tanpa ada paksaan dari pihak manapun ataupun tanpa diberikan motivasi untuk melakukan pekerjaan, mereka dapat bekerja sendiri. 2) Motivasi Kerja Guru Sedang Motivasi kerja guru sedang berarti guru dalam kategori ini memiliki motivasi kerja yang sedang dimana terkadang mereka harus membutuhkan motivasi dari orang lain agar mereka dapat melaksanakan pekerjaan mereka. Tetapi tidak selalu dimotivasi untuk melaksanakan pekerjaan, sehingga guru yang berada dalam kategori ini digolongkan memiliki motivasi kerja sedang. 3) Motivasi Kerja Guru Rendah Motivasi kerja guru rendah berarti guru memiliki daya dorong yang rendah terhadap keinginan untuk berprestasi, serta tidak mencintai pekerjaan itu sendiri. Sehingga guru yang berada dalam kategori ini memerlukan motivasi dari orang lain untuk dapat melakukan pekerjaan mereka. c. Variabel Disiplin Kerja Guru Tabel III.10 Mean dan Standar Deviasi Variabel Disiplin Kerja Guru Variabel Disiplin kerja guru Sumber: data diolah, 2014 N 38 M e an 29,11 Standar Deviasi 4,689

(83) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 62 Untuk mengetahui penilaian disiplin kerja guru, dapat ditunjukkan dengan memasukkan nilai mean dan standar deviasi yang diperoleh dengan interval di bawah ini: Tabel III.11 Interval Rata-rata Penilaian Responden Terhadap Disiplin Kerja Guru Disiplin kerja guru Rendah Sedang Tinggi Sumber: data diolah, 2014 Rumus Interval X < mean – SD Mean - SD < x < mean + SD Mean + SD < x Interval 20- 24 25 - 34 35- 40 Kategori disiplin kerja guru digolongkan menjadi tiga yaitu: 1) Disiplin Kerja Tinggi Disiplin kerja guru tinggi berarti guru selalu tertib dalam hal kehadirannya di sekolah, pengumpilan tugas adminsitrasi guru, mengumpulkan nilai-nilai serta pemenuhan jam kerja. Oleh kerena itu, guru yang berada dalam kategori ini, memiliki disiplin kerja yang tinggi. 2) Disiplin Kerja Sedang Disiplin kerja guru tinggi berarti guru sering tidak tertib atau sering terlambat dalam hal kehadirannya di sekolah, pengumpilan tugas adminsitrasi pemenuhan jam kerja. guru, mengumpulkan nilai-nilai serta

(84) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 63 3) Disiplin Kerja Redah Disiplin kerja guru rendah berarti guru selalu tidak tertib atau selalu terlambat dalam hal kehadirannya di sekolah, pengumpilan tugas adminsitrasi guru, mengumpulkan nilai-nilai serta pemenuhan jam kerja. Oleh kerena itu, guru yang berada dalam kategori ini, memiliki disiplin kerja yang rendah. 2. Uji Hipotesis Dalam pengujian hipotesis ini menggunakan uji Korelasi Kendal Tau. Korelasi Kendal Tau, digunakan untuk mencari hubungan dan menguji hipotesis antara dua variabel atau lebih, bila datanya berbentuk ordinal atau rangking (Sugiyono, 2010 : 253). Rumusnya : 𝜏= 𝜏 2(2𝑁+5) �9𝑁(𝑁−1) Keterangan : z = koefisien korelasi kendal tau yang besarnya (-1<) n = jumlah sampel penelitian Jika z hitung > z tabel, maka x dan y adalah signifikan.Jika z hitung < z tabel, maka hubungan x dan y adalah tidak signifikan.

(85) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Tabel III.12 Intepretasi Koefisien Korelasi Interval Koefisien Tingkat Hubungan 0,00 – 0,199 Sangat Rendah 0,20 – 0,399 Rendah 0,40 – 0,599 Sedang 0,60 – 0,799 Kuat 0,80 – 1,000 Sangat Kuat Sumber : Sugiyono (200:184) 64

(86) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN A. Gambaran Umum 1. Data Kelembagaan Sekolah a. Nama Sekolah : SMA Negeri 2 Nubatukan b. Lokasi : Jln. Trans Atadei Lusikawak Lewoleba c. Status : Akreditasi B 2. Visi, Misi, dan Tujuan a. Visi Visi dari SMA Negri 2 Nubatukan adalah unggul kepribadian, unggul intelektual dan unggul kepedulian sosial. b. Misi 1) Menumbuhkan dan mengembangkan semangat idealisme, jujur, kerja keras dan menghargai perbedaaan. 2) Mengerjakan 8 (delapan) kunci keunggulan siswa : Integritas (kejujuran), kegagalan adalah awal kesuksesan, berbicara dengan niat baik, hidup disaat ini, komitmen, tanggung jawab, sikap luwes dan keseimbangan. 3) Mendorong dan membantu siswa untuk menggali yang menyenagkan dan mengembangkan potensi diri. 4) Melaksanakan pembelajaran berpedoman pada PAIKEM. 5) Melaksanakan bimbingan dan konseling secara intensif. 65 dengan

(87) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 66 6) Mendorong guru dan siswa untuk gemar membaca dan meneliti. 7) Mnciptakan lingkungan fisik dan non fisik yang menyenagkan, menggairahkan dan kreatif bagi warga sekolah. 8) Mendorong siswa untuk peduli terhadap lingkungan. c. Tujuan 1) Terbentuknya budaya PAIKEM dalam lingkungan sekolah. 2) Terwujudnya peningkatan nilai rata-rata semester dan nilai ujian akhir setiap angkatan. 3) Terwujudnya kepedulian sosial dengan ikut berpartisipasi aktif dalam kegiatan sosial. 4) Terciptanya disiplin diri melalui “Self Control” pada setiap warga sekolah. 5) Terciptanya kebiasaan siswa-siswi untuk menulis kreatif, baik dalam media sekolah maupun menjadi jurnalistik yang ada di NTT. 6) Memiliki 2 tim andalan dibidang seni dan olahraga yang mampu menjadi finalis tingkat daerah atau provinsi. 3. Sistem Pendidikan di SMA Negeri 2 Nubatukan Sistem Pendidikan yang diterapkan di SMA Negeri 2 Nubatukan adalah program pengajaran umum dan program pengajaran khusus. Program pengajaran umum, dilaksanakan di kelas X, sedangkan program pengajaran khusus diadakan di kelas XI dan XII dengan pilihan program IPA, program IPS dan program bahasa.

(88) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 67 4. Kurikulum Satuan Pendidikan SMA Negeri 2 Nubatukan Pembangunan nasional dibidang pendidikan adalah upaya mencerdaskan kehidupan bangsa dan meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia dalam wujud masyarakat maju, adil dan makmur berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 yang memungkinkan warganya untuk mengembangkan diri menjadi manusia Indonesia yang seutuhnya. Kurikulum disusun untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional dan memperhatikan tahap perkembangan peserta didik dan kesesuaiannya dengan lingkungan pembangunan nasional, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta kesenian sesuai dengan jenis dan jenjang masing-masing pendidikan. Isi kurikulum merupakan susunan bahan kajian dan pelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan SMA dalam rangka pencapaian tujuan pendidikan nasional. Kurikulum SMA Negeri 2 Nubatukan saat ini adalah Kurikulum Berkarakter. Berdasarkan kurikulum yang berlaku, ada dua program pengajaran di SMA Negeri 2 Nubatukan, yaitu program pengajaran umum dan program pengajaran khusus. Program pengajaran umum diselenggarakan di kelas X, sedangkan program pengajaran khusus diselenggarakan di kelas XI dan XII dengan program pengajaran IPA, IPS dan Bahasa.

(89) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 68 5. Organisasi Sekolah SMA Negeri 2 Nubatukan a. Sejarah SMA Negeri 2 Nubatukan SMA Negeri 2 Nubatukan adalah salah satu sekolah negeri yang didirikan pada bulan Juli Tahun 2004 di era otonomi ketika Lembata baru menjadi sebuah Kabupaten. Cikal bakal pendirian sekolah ini mengacu pada “CATUR PROGRAM “ Kabupaten Lembata antara lain adalah “PENINGKATAN SUMBER DAYA MANUSIA” sehingga SMA Negeri 2 Nubatukan yang dibangun saat itu dijadikan sebagai Sekolah Unggul Daerah oleh Pemerintah Kabupaten Lembata. Tanggal 1 Agustus 2004, barulah sekolah ini mulai dibuka. Sehingga tanggal 1 Agustus dijadikan sebagai hari ulang tahun SMA Negeri 2 Nubatukan.

(90) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 69 b. Struktur Organisasi SMA Negeri 2 Nubatukan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kepala Sekolah Tata Usaha Kepala Urusan Kepala Urusan Kepala Urusan Kesiswaaan Kurikulum Hubungan Kepala urusan Sarana dan Prasarana Kemasyarakatan Koordinator BP Guru-Guru OSIS Sumber data: SMA Negeri 2 Nubatukan

(91) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 70 6. Fasilitas SMA Negeri 2 Nubatukan SMA Negeri 2 Nubatukan yang bertempat di Jln. Trans Atadei, Lusikawak ini, berdiri diatas tanah seluas 25,235 m2 dengan jumlah gedung sebanyak 12 buah. Ruang menurut jenis, jumlah, pemilik dan kondisi dapat di lihat pada tabel berikut. Tabel IV.1 Tabel ruang menurut jenis, jumlah, pemilik dan kondisi NO 1 JENIS BARANG Teori JML 9 MILIK LUAS KONDISI M2 1.250,9 Baik JML BUKAN MILIK LUAS M2 KONDISI 0 2 Laboratorium IPA 1 172,2 Baik 3 Perpustakaan 1 172,89 Baik 4 Ketrampilan - - - 5 Kepala Sekolah 1 10,8 Baik 6 Wakil Kepala Sekolah 1 9 Baik 7 Tata Usaha 1 21,6 Baik 8 Guru 1 21,6 Baik 9 BP / BK 1 9 Baik 10 UKS 1 9 Baik 11 WC / Kamar Mandi 15 74,58 Baik 12 OSIS 1 9 Baik - - Sumber data: SMA Negeri 2 Nubatukan Kondisi ruang kelas SMA Negeri 2 Nubatukan yang terdiri dari 2 ruang kelas, sangat mendukung proses belajar mengajar. Ukuran ruangan kelas yang cukup besar dengan atap tinggi, pencahayaan cukup sehingga ruangan tidak gelap, dan jendela berukuran besar dan cukup sehingga -

(92) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 71 sirkulasi udara lancar. Ruang kelas tampak bersih, meja dan kursi tertata dengan rapi dan dalam kondisi yang baik (tidak rusak dan layak pakai). Tiap kelas tersedia dua buah white board sebagai sarana kegiatan pembelajaran. Kelas juga dilengkapi dengan papan absensi, kalender akademik, jadwal pelajaran dan jadwal piket peserta didik. Kantor kepala sekolah, kantor guru, kantor bimbingan konseling, dan kantor tata usaha dibuat terpisah sehingga kegiatan di tiap-tiap kantor dapat berjalan secara leluasa dan tidak saling mengganggu. Hal lain yang sangat menunjang kegiatan belajar mengajar adalah tersedianya buku-buku sebagai sumber belajar yang memadahi di perpustakaan.. Terdapat pula laboratorium komputer, dan laboratorium IPA, ruang kesenian, dan ruang UKS, dan ruang OSIS yang menunjang pemaksimalan kegiatan peserta didik di sekolah. B. Deskripsi Data Penelitian Penelitian ini diadakan pada bulan September 2013. Obyek dalam penelitian ini adalah sikap guru terhadap program sertifikasi, motivasi kerja guru dan disiplin kerja guru di SMA Negeri 2 Nubatukan. Responden dalam penelitian ini adalah guru-guru di SMA Negeri 2 Nubatukan. Kuesioner yang disebar sebanyak 38 eksemplar. Jumlah keseluruhan guru di SMA Negeri 2 Nubatukan adalah 38 orang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui ada tidaknya hubungan sikap guru terhadap program sertifikasi guru (XI), dengan motivasi kerja guru (YI) dan disiplin kerja guru (Y2) di SMA Negeri 2 Nubatukan.

(93) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 72 Berdasarakan kuesioner yang telah diisi oleh responden dapat dilakukan analisis kuantitatif sebagai berikut: 1. Deskripsi Data tentang Sikap Guru terhadap Program Sertifikasi Sikap guru terhadap program sertifikasi dapat dilihat dari proses sertifikasi, manfaat sertifikasi, waktu, tempat dan fasilitator dalam kegiatan sertifikasi. Berikut adalah tabel hasil perhitungan mengenai sikap guru terhadap program sertifikasi dengan bantuan program SPSS versi 16. Tabel IV.2 Frekuensi Sikap Guru terhadap Program Sertifikasi Frequency Valid Kurang baik Percent Valid Percent Cumulative Percent 7 18.4 18.4 18.4 Cukup baik 25 65.8 65.8 84.2 Sangat baik 6 15.8 15.8 100.0 38 100.0 100.0 Total Sumber data diolah: 2014 Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui bahwa sebagian besar responden memiliki respon terhadap program sertifikasi dengan frekuensi cukup baik yaitu sejumlah 25 orang atau sebesar 65,8%. Dimana responden dalam kategori ini berpendapat bahwa proses sertifikasi yang dilakukan, serta manfaat dari program sertifikasi memberikan manfaat yang cukup baik bagi para guru. Sehingga dengan mengikuti program sertifikasi mereka dapat meningkatkan kinerja mereka sebagi seorang guru. Sedangkan jumlah

(94) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 73 responden yang memiliki respon yang kurang baik terhadap program sertifikasi berjumlah 7 orang atau sebesar 18,4%, dimana responden dalam kategori ini, tidak mendukung adanya kegiatan sertifikasi, baik proses yang dilalui dalam kegiatan sertiffikasi maupun manfaat dari program sertiffikasi itu sendiri. Dan responden yang memiliki respon yang sangat baik terhadap program sertifikasi berjumlah 6 orang atau sebesar 15,8%. Responden dalam kategori ini sangat mendukung adanya program sertifikasi, dimana dengan adanya kegiatan sertifikasi, dapat meningkatkan kinerja mereka sebagai seorang guru. Hal ini berarti sebagian besar guru di SMA Negeri 2 Nubatukan memberikan atau memiliki respon yang cukup baik terhadap program sertifikasi. 2. Deskripsi Data tentang Motivasi Kerja Guru Motivasi kerja guru dapat dilihat dari keinginan untuk berprestasi, pekerjaan itu sendiri, tempat kerja, suasana kerja, dan gaji. Berikut adalah tabel hasil perhitungan mengenai motivasi kerja guru dengan bantuan program SPSS versi 16.

(95) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 74 Tabel IV.3 Frekuensi Motivasi Kerja Guru Frequency Percent Valid Percent Cumulativ e Percent Valid Rendah 4 10.5 10.5 10.5 Sedang 28 73.7 73.7 84.2 Tinggi 6 15.8 15.8 100.0 Total 38 100.0 100.0 Sumber data diolah: 2014 Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui bahwa sebagian besar responden memiliki frekuensi motivasi kerja sedang yaitu sejumlah 28 orang atau sebesar 73.7%. Responden dalam kategori ini memiliki motivasi kerja yang pas-pasan. Dimana responden dalam kategori ini memiliki keinginan berprestasi, kecintaan terhadap pekerjaan itu sendiri masih sedang. Sedangkan jumlah responden yang memiliki motivasi kerja rendah berjumlah 4 orang atau sebesar 10.5%. responden untuk kategori ini memiliki motivasi kerja yang sangat rendah dimana keinginan untuk berprestasi, kecintaan terhadap pekerjaanpun masih sangat rendah. Dan responden yang memiliki motivasi kerja tinggi berjumlah 6 orang atau sebesar 15,8%. Responden untuk kategori ini memiliki keinginan untuk berprestasi sangat tinggi, begitupun kecintaan mereka terhadap pekerjaan pun sangat tinggi sehingga motivasi kerja merekapun menjadi tinggi. Hal ini

(96) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 75 berarti sebagian besar guru di SMA Negeri 2 Nubatukan memiliki motivasi kerja sedang. 3. Deskripsi Data tentang Disiplin Kerja Guru Disiplin kerja guru dapat dilihat dari hadir tepat waktu, pemenuhan jam kerja, ketepatan waktu pengumpulan tugas administrasi keguruan, dan ketepatan waktu dalam mengumpulkan nilai. Berikut adalah tabel hasil perhitungan mengenai disiplin kerja guru dengan bantuan program SPSS versi 16. Tabel IV.4 Frekuensi Disiplin Kerja Guru Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent rendah 8 21.1 21.1 21.1 sedang 25 65.8 65.8 86.8 tinggi 5 13.2 13.2 100.0 Total 38 Sumber data diolah: 2014 100.0 100.0 Valid Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui bahwa sebagian besar responden memiliki frekuensi disiplin kerja sedang yaitu sejumlah 25 orang atau sebesar 65,8%. Responden dalam kategori ini memiliki disiplin kerja yang masih sedang dimana masih sering melakukan pelanggaran terhadap ketepatan waktu hadiran di sekolah, pemenuhan jam kerja. Sedangkan jumlah responden yang menyatakan memiliki disiplin kerja rendah berjumlah 8 orang atau sebesar 21,1%. Responden dalam kategori ini, selalu

(97) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 76 melakukan pelanggaran baik untuk kehadiran di sekolah maupun pemenuhan jam kerja. Sehingga motivasi kerja yang dimilikipun sangat rendah. Responden yang memiliki disiplin kerja tinggi berjumlah 5 orang atau sebesar 13,2%. Untuk responden dalam kategori ini, memiliki disiplin kerja yang sangat bagus dimana mereka tidak melakukan pelanggaran baik ketepatan waktu hadir di sekolah maupun untuk pemenuhan jam kerja. Hal ini berarti sebagian besar guru di SMA Negeri 2 Nubatukan memiliki disiplin kerja sedang. C. Analisis Data 1. Pengujian Hipotesis Dalam penelitian ini peneliti menguji hipotesis menggunakan korelasi Kendal Tau dengan bantuan program SPSS versi 16. Tabel IV.5 Intepretasi Koefisien Korelasi Interval Koefisien Tingkat Hubungan 0,00 – 0,199 Sangat Rendah 0,20 – 0,399 Rendah 0,40 – 0,599 Sedang 0,60 – 0,799 Kuat 0,80 – 1,000 Sangat Kuat Sumber : Sugiyono (200:184) Kriteria pengujian hipotesis: a. Jika probabilitas > 0,05, maka Ho diterima dan Ha ditolak b. Jika probabilitas < 0,05, maka Ho ditolak dan Ha diterima

(98) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 77 a. Hubungan Sikap Guru terhadap Program Sertifikasi dengan Motivasi Kerja Guru Ho= tidak ada hubungan antara sikap guru terhadap program sertifikasi dengan motivasi kerja guru Ha= ada hubungan antara sikap guru terhadap program sertifikasi dengan motivasi kerja guru Berikut tabel hasil pengujian hipotesis: Tabel IV.6 Hasil Uji Hipotesis sikap_guru motivasi_kerja Kendall’s sikap_guru tau_b Correlation Coefficient 1.000 .461 . .000 38 38 Correlation Coefficient .461 1.000 Sig. (2-tailed) .000 . 38 38 Sig. (2-tailed) N motivasi_kerja N Sumber data diolah: 2013 Melihat dari arah korelasi diketahui angka koefisien hasilnya positif yaitu 0,461, maka korelasi kedua variabel dapat dikatakan searah. Arah korelasinya positif, mengandung pengertian semakin tinggi atau semakin baik respon guru terhadap program sertifikasi maka menunjukkan semakin tinggi atau semakin baik pula motivasi kerja guru.

(99) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 78 Untuk melihat kuat atau lemahnya hubungan dapat dilihat dari nilai koefisien korelasi. Koefisien yang dihasilkan yaitu sebesar 0,461 lebih besar dari rtabel 0,320. Hal ini berarti korelasi kedua variabel menunjukkan ada hubungan yang signifikan dengan tingkat hubungan sedang. Hasil ini dapat dilihat pada tabel intepretasi yang terletak dalam interval 0,40-0,599. Tingkat korelasi yang sedang artinya bahwa tingkat hubungan variabel sikap guru terhadap program sertifikasi memiliki cukup banyak kaitan dengan variabel motivasi kerja guru. Taraf signifikansi sebesar 0,000 < 0,05. Hal itu menunjukkan probabilitas < 0,05, sesuai dengan ketentuan sebelumnya maka ada hubungan yang signifikan antara sikap guru terhadap program sertifikasi dengan motivasi kerja guru.. Dari hasil analisis di atas maka dapat disimpulkan bahwa Ha diterima yang berarti ada hubungan yang signifikan antara sikap guru terhadap program sertifikasi dengan motivasi kerja guru. b. Hubungan Sikap Guru terhadap Program Sertifikasi dengan Disiplin Kerja Guru Ho= tidak ada hubungan sikap guru terhadap program sertifikasi dengan disiplin kerja guru Ha= ada hubungan antara sikap guru terhadap program sertifikasi dengan disiplin kerja guru

(100) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 79 Tabel IV. 7 Hasil Uji Hipotesis sikap_guru disiplin_kerja Kendall’s tau_b sikap_guru Correlation Coefficient Sig. (2-tailed) N disiplin_kerja Correlation Coefficient Sig. (2-tailed) N 1.000 .572 . .000 38 38 .572 1.000 .000 . 38 38 Sumber data diolah: 2013 Melihat dari arah korelasi diketahui angka koefisien hasilnya positif yaitu 0,572, maka korelasi kedua variabel dapat dikatakan searah. Arah korelasinya positif, mengandung pengertian semakin tinggi atau semakin baik respon guru terhadap program sertifikasi maka menunjukkan semakin tinggi atau semakin baik pula disiplin kerja guru. Untuk melihat kuat atau lemahnya hubungan dapat dilihat dari nilai koefisien korelasi. Koefisien yang dihasilkan yaitu sebesar 0,572 lebih besar dari rtabel 0,320. Hal ini berarti korelasi kedua variabel menunjukkan ada hubungan yang signifikan dengan tingkat hubungan sedang. Hasil ini dapat dilihat pada tabel intepretasi yang terletak dalam interval 0,40-0,599. Tingkat korelasi yang sedang artinya bahwa tingkat hubungan variabel sikap guru terhadap program sertifikasi memiliki cukup banyak kaitan dengan variabel disiplin kerja guru.

(101) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 80 Taraf signifikansi sebesar 0,000 < 0,05. Hal itu menunjukkan probabilitas < 0,05, sesuai dengan ketentuan sebelumnya maka ada hubungan yang signifikan antara sikap guru terhadap program sertifikasi dengan motivasi kerja guru.. Dari hasil analisis di atas maka dapat disimpulkan bahwa Ha diterima yang berarti ada hubungan yang signifikan antara sikap guru terhadap program sertifikasi dengan disiplin kerja guru.. D. Pembahasan Hasil Penelitian 1. Sikap guru di SMA Negeri 2 Nubatukan terhadap Program Sertifikasi Berdasarkan analisis data yang telah dilakukan sebelumnya, diketahui bahwa sebagian besar guru di SMA Negeri 2 Nubatukan memberikan respon yang cukup baik terhadap program sertifikasi. Meraka berpendapat bahwa proses sertifikasi yang dilakukan, serta manfaat dari program sertifikasi memberikan manfaat yang cukup baik bagi para guru. Sehingga dengan mengikuti program sertifikasi mereka dapat meningkatkan kinerja mereka sebagi seorang guru. Dari hasil olah data di ketahui bahwa sebagian besar responden memiliki respon cukup baik terhadap program sertifikasi dengan frekuensi sedang yaitu sejumlah 25 orang atau sebesar 65,8%. Sedangkan jumlah responden yang memiliki respon yang kurang baik terhadap program sertifikasi berjumlah 6 orang atau sebesar 15,8% dan responden yang memiliki respon yang sangat baik terhadap program sertifikasi berjumlah 7 orang atau sebesar 18,4%.

(102) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 81 2. Motivasi Kerja Guru di SMA Negeri 2 Nubatukan Berdasarkan hasil olah data dapat diketahui bahwa sebagian besar guru di SMA Negeri 2 Nubatukan memiliki motivasi kerja yang sedang. Mereka memiliki motivasi kerja yang pas-pasan. Dimana keinginan berprestasi, kecintaan terhadap pekerjaan itu sendiri masih sedang. Dari hasil olah data diperoleh jumlah guru yang memiliki motivasi kerja tinggi sebanyak 6 orang atau sebesar 15,8%. Sedangkan kebanyakan guru memiliki motivasi kerja yang sedang yaitu 28 orang atau sebesar 73.7%. Sedangkan jumlah guru yang memiliki motivasi kerja rendah berjumlah 4 orang atau sebesar 10.5%. 3. Disiplin Kerja Guru di SMA Negeri 2 Nubatukan Berdasarkan hasil olah data yang dilakukan, diketahui bahwa disiplin kerja yang dimiliki oleh guru-guru di SMA Negeri 2 Nubatukan masih sedang dimana mereka masih sering melakukan pelanggaran terhadap ketepatan waktu hadiran di sekolah maupun pemenuhan jam kerja Hal ini dapat dibuktikan bahwa dari hasil olah data yaitu 5 orang atau sebesar 13,2% guru memiliki motivasi kerja yang tinggi. Hal ini menunjukan bahwa masih sangat minim disiplin kerja guru di SMA Negeri 2 Nubatukan. Sedangkan sebagian besar guru di SMA Negeri 2 Nubatukan memiliki motivasi kerja sedang yaitu sebanyak 25 orang atau sebesar 65,8%. Sedangkan hanya 8 orang atau sebesar 21,1% yang memilki motivasi kerja rendah.

(103) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 82 4. Hubungan Sikap Guru terhadap Program Sertifikasi dengan Motivasi Kerja Guru di SMA Negeri 2 Nubatukan Berdasarkan analisis data diketahui bahwa ada hubungan antara sikap guru terhadap program sertifikasi dengan motivasi kerja guru. Hal ini didukung dari perhitungan korelasi Kendal Tau yang menunjukkan probabilitas 0,000 yang berarti nilai ini berada dibawah taraf 0,05 yang bernilai positif. Dalam penelitian ini dapat juga dilihat kuat lemahnya hubungan dari nilai rhitung, jika dibandingkan dengan tabel intepretasi koefisien korelasi menunjukkan hubungan yang sedang dengan nilai 0,461. Hal ini juga didukung oleh analisis data responden yang sebagian besar memiliki respon yang cukup baik terhadap program sertifikasi dan responden yang memiliki respon cukup baik tersebut berjumlah 28 orang dari total 38 responden. Meskipun sebagian besar guru memberikan respon yang cukup baik terhadap program sertifikasi, ada kemungkinan jika para guru belum memahami benar proses sertifikasikasi, dan kemungkinan juga bahwa fasilitas atau tempat yang disediakan untuk kegiatan sertifikasi masih kurang mendukung, begitupun fasilitator yang memfasilitas kegiatan sertifikasi tersebut. Sikap guru terhadap program sertifikasi dengan motivasi kerja guru dalam penelitian ini memiliki hubungan, dengan kategori yang sedang dimana kegiatan sertifikasi dapat memicu motivasi kerja para guru untuk

(104) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 83 dapat meningkatkan prestasi kerja mereka, kecintaan akan pekerjaan itu sendiri, serta perolehan pendapatan atau gaji. 5. Hubungan Sikap Guru terhadap Program Sertifikasi dengan Disiplin Kerja Guru di SMA Negeri 2 Nubatukan Berdasarkan analisis data diketahui bahwa ada hubungan antara sikap guru terhadap program sertifikasi dengan disiplin kerja guru. Hal ini didukung dari perhitungan korelasi Kendal Tau yang menunjukkan probabilitas 0,000 yang berarti nilai ini berada dibawah taraf 0,05 yang bernilai positif. Dalam penelitian ini dapat juga dilihat kuat lemahnya hubungan dari nilai rhitung, jika dibandingkan dengan tabel intepretasi koefisien korelasi menunjukkan hubungan yang kuat dengan nilai 0,572. Hal ini juga didukung oleh analisis data responden yang sebagian besar memiliki respon yang sedang dan responden yang memiliki respon sedang tersebut berjumlah 25 orang dari total 38 responden. Sikap guru terhadap program sertifikasi dengan disiplin kerja guru dalam penelitian ini memiliki hubungan, dengan kategori sedang dimana kegiatan sertifikasi dapat memicu disiplin kerja para guru untuk dapat hadir tepat waktu, dapat memenuhi tuntutan jam kerja, dan disiplin dalam mengumpulkan tugas administrasi keguruan.

(105) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB V KESIMPULAN, SARAN DAN KETERBATASAN A. Kesimpulan Berdasarkan hasil analisis data, pengujian hipotesis dan pembahasan masingmasing variabel penelitian yang telah diuraikan pada bab IV, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut: 1. Sebagian besar guru di SMA Negeri 2 Nubatukan memberikan respon yang cukup baik terhadap program sertifikasi guru. Dimana mereka cukup mendukung adanya program sertifikasi. Meraka berpendapat bahwa proses sertifikasi yang dilakukan, serta manfaat dari program sertifikasi memberikan manfaat yang cukup baik bagi para guru. Sehingga dengan mengikuti program sertifikasi mereka dapat meningkatkan kinerja mereka sebagi seorang guru. Responden yang memberikan respon cukup baik terhadap program sertifikasi tersebut berjumlah 25 orang atau sebesar 65,8%. Responden yang memberikan respon kurang baik terhadap program sertifikasi berjumlah 7 orang atau sebesar 18,4% dan responden yang memiliki respon yang sangat baik terhadap program sertifikasi berjumlah 6 orang atau sebesar 15,8%. 2. Sebagian besar guru di SMA Negeri 2 Nubatukan memiliki motivasi kerja yang sedang. Mereka memiliki motivasi kerja yang pas-pasan dimana keinginan berprestasi dan kecintaan terhadap pekerjaan itu sendiri masih sedang. Jumlah guru yang memiliki motivasi kerja tinggi sebanyak 6 orang 84

(106) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 85 atau sebesar 15,8%.s sedangkan kebanyakan guru memiliki motivasi kerja yang sedang yaitu 28 orang atau sebesar 73.7%. Sedangkan jumlah guru yang memiliki motivasi kerja rendah berjumlah 4 orang atau sebesar 10.5%. 3. Disiplin kerja yang dimiliki oleh guru-guru di SMA Negeri 2 Nubatukan masih sedang dimana mereka masih sering melakukan pelanggaran terhadap ketepatan waktu hadiran di sekolah maupun pemenuhan jam kerja Hal ini dapat dibuktikan bahwa dari hasil olah data yaitu 5 orang atau sebesar 13,2% guru memiliki motivasi kerja yang tinggi. Hal ini menunjukan bahwa masih sangat minim disiplin kerja guru di SMA Negeri 2 Nubatukan. Sedangkan sebagian besar guru di SMA Negeri 2 Nubatukan memiliki motivasi kerja sedang yaitu sebanyak 25 orang atau sebesar 65,8%. Sedangkan hanya 8 orang atau sebesar 21,1% yang memilki motivasi kerja rendah. 4. Ada hubungan positif dengan tingkat korelasi sedang sikap guru terhadap program sertifikasi dengan motivasi kerja guru. Hal ini ditunjukkan dengan nilai probabilitas sebesar 0,000 lebih kecil dari 0,05. Sebagian besar guru menyatakan proses dan manfaat sertifikasi serta tempat dan juga fasilitator kegiatan sertifikasi dapat memotivasi kerja mereka untuk dapat mencapai prestasi kerja yang tinggi, kecintaan terhadap pekerjaan itu sendiri, serta untuk memperoleh gaji yang lebih baik. Hubungan sikap guru terhadap program sertifikasi memiliki hubungan yang sedang.

(107) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 86 5. Ada hubungan positif dengan tingkat korelasi sedang sikap guru terhadap program sertifikasi dengan disiplin kerja guru. Hal ini ditunjukkan dengan nilai probabilitas sebesar 0,000 lebih kecil dari 0,05. Sebagian besar guru menyatakan proses dan manfaat sertifikasi serta tempat dan juga fasilitator kegiatan sertifikasi dapat meningkatkan disiplin kerja mereka untuk dapat hadir tepat waktu, dapt memenuhi tuntutan jam kerja, serta ketepatan waktu dalam mengumpulkan tugas administrasi keguruan maupun nilai. Hubungan sikap guru terhadap program sertifikasi memiliki hubungan yang sedang. B. Saran Berdasarkan kesimpulan di atas, maka peneliti dapat memberikan beberapa saran yang mungkin dapat berguna bagi guru dan pihak sekolah. 1. Bagi Guru SMA Negeri 2 Nubatukan Guru diharapkan dapat memanfaatkan kegiatan sertifikasi dengan sebaikbaiknya untuk dapat meningkatkan prestasi kerja baik di bidang akademik maupun sosial. 2. Bagi Pihak Sekolah SMA Negeri 2 Nubatukan Pihak sekolah dapat memperhatikan dan meningkatkan motivasi kerja guru dengan memberikan apresiasi bagi guru berprestasi. Selain itu, perlu adanya penekanan pada kedisiplinan para guru. C. Keterbatasan Dalam penelitian ini, peneliti tidak dapat mengakses semua aspek sikap (kognitif, afektif dan psikomotorik), tetapi peneliti hanya mengakses salah satu

(108) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 87 dari ketiga aspek tersebut yaitu aspek kognitif. Informasi yang dipeoleh dari para guru hanya melalui kuesioner yang disebarkan. Pelaksanan penelitian ini diadakan setelah para guru selesai mengajar sehingga kemungkinan guru sudah lelah sehingga pertanyaan pada kuesioner kurang direspon dengan baik.

(109) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR PUSTAKA Arikunto, Suharsimi. 2000. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. JakartaPT. Rineka Cipta. Azwar, Saifuddin. 1995. Sikap Manusia, Teori dan Pengukurannya. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Depdiknas. 1990. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka Dharma, Agus. 1985. Manajemen Prestasi Kerja. Jakarta: CV. Rajawali. Furchan, Arief. 2005. Pengantar Penelitian dalam Pendidikan. Yogyakarta : Pustaka Pelajar. Ghozali, Imam. 2002. Statistik Non Parametrik. Semarang : Universitas Diponegoro. Handoko, T. Hani. 1985. Manajemen Personalia dan Sumber Daya Manusia. Yogyakarta : BPFE Hasibuan, Malayu S.P..1994. Manajemen Sumber Daya MAnusia. Jakarta: CV. Haji Masagung. Hasibuan, Malayu S.P. 1997. Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta: GunungAgung. Indrawijaya, Adam. 1989. Perilaku Organisasi Cetakan Keempat. Bandaung: Penerbit Sinar Baru. Komarudin, 1983. Ensiklopedia Manajemen. Alumni, Bandung. Kunandar. 2007. Guru Profesional; Implementasi Kumrikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) dan Sukses dalam Sertifikasi. Jakarta: PT. Rajagrafindo Persada. Liputo, Benyamin. 1988. Pengantar Manajemen. Jakarta: Depdikbud. Mangkunegara, A.A. dan Anwar Prabu. 2001. Manajemen Sumber Daya Manusia Perusahaan. Bandung: PT.Remaja Rosdakarya. Marjono. 2007. Pengaruh Kedisiplinan, Motivasi, dan Fasilitas Sekolah terhadap Prestasi Belajar Siawa Kelas VIII SMPN 8Purwerejo.Tesis. Purwekerto: Program Pascasarjana Universitas Jendral Soedirman. Martoyo, Susilo. 2000. Manajemen Sumber Daya Manusia Edisi Keempat. Yogyakarta: BPFE. 88

(110) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 89 Mulyasa, Enco. 2007. Standar Kompetensi dan Sertifikasi Guru.Bandung: PT. Remaja Rosdakarya. Muslich, Masnur. 2007. Sertifikasi Guru Menuju Profesionalisme Pendidik.Jakarta: PT. Bumi Aksara. Poerwasarminta. 1985. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka. Ranupandojo, Heidjrachman dan Suad Husnan. 1997. Manajemen Personalia. Yogyakarta:BPFE Ruben, Marselus. 2011. Sertifikasi Profesi Guru; Konsep Dasar, Problematika, dan Implementasinya.Jakarta: PT. Indeks. Sedarmayanti. 2001. Sumber Daya Manusia dan Produktivitas Kerja. Bandung: CV. Mandar Maju Steers, R.M. 1985. Efektivitas Organisasi: Suatu Perilaku Cetakan Kedua. Jakarta: Erlangga.. Sugiyono. 2010. Statistika untuk Penelitian. Bandung: CV. Alfabeta. Sugiyono. 2009. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: CV. Alfabeta. Sugiyono. 2001. Metode Penelitian Bisnis. Bandung: CV. Alfabeta. Supriadi, Dedi. 1999. Mengangkat Citra dan Martabat Guru. Yogyakarta: Adicita Karya Nusa. Suryabrata, Sumadi. 1989. Psikologi Pendidikan, Edisi IV. Jakarta: Penerbit Rajawali. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 14 Tentang Guru dan Dosen, Peraturan Mendiknas Nomor 11Tahun 2005. 2006. Bandung: Citra Umbara. Uzer, Mohamad. 2007. Menjadi Guru Profesional. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya. Veithzal, Rivai. 2004. Manajemen Sumber Daya Manusia untuk Perusahaan. Jakarta: PT. Grafindo Persada Indonesia. Yamin, Martinus dan Maisah. 2010. Standarisasi Kinerja Guru. Jakarta: Gaung Persada.

(111) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI LAMPIRAN 1 90

(112) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 91 KUESIONER INSTRUMEN PENILAIAN HUBUNGAN SIKAP GURU TERHADAP PROGRAM SERTIFIKASI DENGAN MOTIVSI KERJA DAN DISIPLIN KERJA GURU IDENTITAS RESPONDEN 1. Nama : 2. Jenis Kelamin : 3. Umur : PETUNJUK 1. Bacalah instrumen ini secara seksama 2. Jawaban instrumen ini tidak ada yang benar dan salah 3. Jawablah dengan jujur dan apa adanya, agar jawaban yang Bapak/Ibu berikan dapat memberikan informasi yang berguna sesuai dengan tujuan penelitian ini. 4. Berilah tanda silang pada salah satu pilihan yang paling sesuai dengan apa yang ada pada diri Bapak/Ibu. 5. Pilihlah : SS : SangatSetuju SL : Selalu S : Setuju S : Sering TS : TidakSetuju J : Jarang STS : Sangat Tidak Setuju TP : TidakPernah Atas kesediaan Bapak/Ibu untuk mengisi angket ini penulis sampaikan terima kasih. Peneliti, Regina Redemptha A.Making

(113) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 92 INSTRUMEN PENILAIAN SIKAP GURU TEHADAP PROGRAM SERTIFIKASI No Pernyataan Alternatif jawaban SS 1 Saya tidak mendapat informasi mengenai program sertifikasi dan syarat apa saja yang di perlukan untk mengikuti program sertifikasi 2 Saya mendapat penjelasan mengenai alur sertifikasi melalui kegiatan sosialisasi yang dilakukan oleh pemerintah setempat. 3 Proses yang dilalui dalam sertifikasi terlalu berbelit-belit sehingga menyulitkan para guru dalam mengikuti program sertifikasi. 4 Proses pemilihan guru yang menjadi peserta sertifikasi menggunakan kriteria yang jelas dan dilakukan secara transparan. 5 Guru mengetahui persyaratan yang diminta untuk lolos dalam proses seleksi internal. 6 Saya mendapat penjelasan bagaimana kriteria penilaian dalam program sertifikasi. 7 Penetapan standar nilai untuk mendapatkan sertifikasi pendidik terlalu sulit untuk dijangkau. 8 Setiap guru dapat menghalalkan segala cara untuk dapat lulus program sertifikasi 9 Sertifikasi mendorong guru untuk mendalami bidang ajar yang menjadi tanggung jawabnya dan dapat meningkatkan kemampuan guru untuk menerapkan kurikulum yang telah ditetapkan dalam kegiatan belajar mengajar 10 Sertifikasi tidak mampu meningkatkan kemampuan guru untuk menerapkan kurikulum yang telah ditetapkan dalam kegiatan belajar mengajar dan tidak dapat menigkatkan kreatifitas guru S TS STS

(114) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI untuk mengembangkan materi pelajaran yang diajarkan. 11 Saya merasa bahwa program sertifikasi dapat bermanfaat bagi saya karena dapat memotivasi saya untuk mengembangkan kinerja saya 12 Sertifikasi mendorong guru untuk mendalami bidang ajar yang menjadi tanggung jawabnya. 13 Sertifikasi tidak dapat menigkatkan kreativitas guru untuk mengembangkan materi pelajaran yang diajarkan agar siswa lebih mudah mengerti 14 Saya mengikuti program sertifikasi guna meningkatkan pendapatan saya 15 Sertifikasi mendorong guru untuk menggunakan media yang berbeda-beda dalam menyampaikan materi pembelajaran seperti: panel, gambar-gambar dan artikel. 16 Sertifikasi menuntut guru untuk selalu terlibat dalam kegiatan bermasyarakat. 17 Jangka waktu yang diberikan terlalu singkat sehinggaakanmenyulitkan peserta untuk mempersiapkan berkasberkas yang diperlukan 18 Tempat yang nyaman membuat peserta dapat megikuti sosialisasi mengenai program sertifikasi dengan baik dan dapat menyerap apa yang disampaikan 19 Dengan fasilitator yang mampu menjelaskan dengan baik makadapat memperoleh informasi dan manfaat yang banyak dari sertifikasi 20 Fasilitator yang membangkitkan baikadalahfasilitator semangat para peserta yang mampu dalam mengikuti rangkaian kegiatan sertifikasi sehingga peserta tidak merasa bosan 93

(115) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 94 INSTRUMEN PENILAIAN MOTIVASI KERJA GURU No Pernyataan Alternatif Jawaban SL 1 Saya selalu mencari peluang untuk meningkatkan kinerja diri saya 2 Saya berusaha untuk mengembangkan metode pengajaran yang sesuai dengan materi yang di ajarkan 3 Saya menghindari mengikuti pelatihan-pelatihan yang dapat meningkatkan kompetensi diri saya 4 Saya ingin menguasai keterampilan mengajar lebih berbasis Teknologi Informatika yang berguna untuk tugas-tugas saya 5 Dorongan untuk berkompetensi dengan teman-teman seprofesi sangat kuat didalam diri saya 6 Saya mencintai pekerjaan saya sehingga saya selalu bersemangat dalam bekerja 7 Saya tidak terampil dalam menyelesaikan pekerjaan saya karena saya belum bisa menguasai IPTEK 8 Saya melaksanakan tugas apabila ada perintah dari kepala sekolah 9 Saya bekerja dengan baik untuk mendapatkan pengakuan dari kepala sekolah 10 Saya melakukan pekerjaan bukan hanya untuk kepentingan diri saya tetapi juga untuk kepentingan sekolah 11 Saya bekerja sesuai dengan prosedur ditetapkan yang sudah S J TP

(116) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 12 Fasilitas kerja yang disediakan oleh sekolah sangat mendorong semangat kerja saya 13 Saya tidak bersemangat dalam bekerja karena kurangnya fasilitas yang di sediakan oleh sekolah 14 Saya dapat menggunakan berbagai metode pembelajaran yang bervariasi karena di dukung fasilitas yang memadai 15 Saya selalu berusaha sebaik mungkin untuk menjalin hubungan baik dengan sesama guru. 16 Hubungan yang tidak harmonis antara para guru dan kepala sekolah membuat suasana kerja menjadi nyaman 17 Saya mau membantu guru yang mengalami kesulitan dalam melaksanakan pekerjaan 18 Saya selalu menerima kritikan dari kepala sekolah maupun sesama guru yang bersifat membangun 19 Hubungan kerja yang baik antara seluruh warga sekolah akan menciptakan suasana kerja yang baik dan nyaman 20 Pemberian penghargaan akan mendorong semangat kerja guru 21 Pemberian tunjangan akan menurunkan semangat kerja guru 22 Saya selalu bersemangat dalam melaksanakan tugas saya ketika akan diberikan gaji 95

(117) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 96 INSTRUMEN PENILAIAN DISIPLIN KERJA GURU No Pernyataan Alternatif Jawaban SL S J TP 1 Saya hadir di sekolah tepat waktu 2 Saya hadir tepat waktu di sekolah apabila saya mendapat tugas piket. 3 Saya hadir tepat waktu di sekolah walaupun sedang tidak mendapatkan tugas piket dan mengajar di jam pelajaran pertama 4 Saya mengajar di kelas tepat pada waktunya. 5 Saya mengakhiri kegiatan pembelajaran sebelum bel ahkir pelajaran 6 Saya datang ke sekolah dan pulang sesuka saya 7 Saya melaksanakan tugas saya sesuai jam kerja 8 Saya selalu melaksanakan tugas sesuka saya tanpa memperdulikan pemenuhan jam kerja 9 Saya mengumpulkan Silabus dan RPP tepat waktu 10 Saya mengumpulkan Silabusdan RPP apabila saya mendapat desakan dari kepala sekolah **********TERIMA KASIH**********

(118) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI LAMPIRAN 2 97

(119) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI NAMA GURU-GURU DI SMA NEGERI 2 NUBATUKAN NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 NAMA Sinu Yohanes, S.Pd Agnus Dei, S.Ag Drs. Husen Kadir Wilhelmina Wua, S.Pd Pankrasius N. Genere, S.Pd Agustina Emiliana Sawo,S.Pd Carolina Hingi Lewar, S.Pd Yeremias Dua, S.Pd Sarni Yati Tamo Ina, S.Pd Nikolaus Honi, S.Pd Ignasius Yosep Satel, S.Fil Renata Leviani, S.Pd Yasinta Lelu Arkian, SE Maria Elfia Arkian, S.Pd Darius Buku, S.S Kristoferus Marin Ulin, S.Pd Gerardiana Jawa, S.Si Moh. Imran Wuekero, S.Pd Abrisius A.Arantangen,S.Pd Marselina M. Nogo,S.Pd Maria Feronika Ytu, S.Pd Atri Sofia, S.S Maria A. Hulo Waton, S.Pd Siti M. A.l Haris, S.Pd Bergita Tena Tokan, S.Pd Nursamsiah, S.Pd Maria M. P.R.Postel,S.Pd Abdul Hakim Syuaib, S.Hi Fransiskus Gala S,Pd Genoviefa Tomaya Sareng,S.Pd Oktaviana Daniela Ignasius Dewantoro Belikon,S.Pd Margaretha Bahy Moh. Irwan, S.Pd Gergoris Batafor Katarina Kewa Gokok,SE Maria Y. Kewa, S.Pd Felisitas Saruang, S.Pd 98

(120) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI LAMPIRAN 3 99

(121) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 100 DATA MENTAH 1. SIKAP GURU TERHADAP PROGRAM SERTIFFIKASI No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 1 2 2 2 3 3 3 2 3 4 2 3 4 3 3 3 1 2 4 4 2 4 3 3 3 1 2 3 3 2 3 3 2 1 3 3 2 2 2 3 4 3 3 3 1 2 4 4 2 4 3 3 3 1 2 3 3 2 3 3 2 1 3 3 2 3 2 4 3 2 4 3 3 2 3 2 2 3 4 4 3 2 3 4 3 3 3 2 3 2 2 3 3 2 2 4 3 3 3 2 3 2 3 2 4 2 3 4 3 2 2 4 2 2 3 4 4 3 2 3 4 3 3 3 2 3 2 2 3 3 2 2 4 3 3 3 2 3 2 3 2 4 2 3 4 3 2 2 5 2 2 3 4 3 3 2 3 3 3 3 4 2 3 2 2 3 3 3 3 3 3 3 2 2 3 3 2 2 3 3 3 4 3 2 3 6 2 2 2 3 3 3 2 3 4 2 3 4 3 3 3 1 2 4 4 2 4 3 3 3 1 2 3 1 3 2 2 3 4 4 3 2 7 2 2 3 4 3 3 2 3 4 3 3 4 3 3 2 2 3 4 3 3 3 3 3 3 2 2 4 3 1 4 3 3 2 4 3 3 8 2 2 3 4 4 3 2 3 4 3 3 3 2 3 2 2 3 3 2 2 4 3 3 3 2 3 2 3 3 2 2 4 3 3 1 2 Nomor Soal 9 10 11 12 2 2 2 2 2 2 2 2 4 3 3 3 4 4 4 4 3 3 3 4 3 3 3 3 3 2 2 2 3 3 3 3 4 3 3 4 4 3 3 3 4 3 3 3 4 4 4 3 3 2 2 2 3 3 3 3 3 2 2 2 3 2 2 2 4 3 3 3 4 3 3 3 4 3 3 2 3 3 3 2 4 3 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 2 3 3 2 2 2 4 3 3 3 3 3 3 2 2 2 2 3 2 2 2 2 4 3 3 4 4 3 3 2 3 2 3 3 2 1 4 4 4 1 2 3 3 2 2 2 4 2 4 2 Jumlah 13 14 15 16 17 18 8 20 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 3 3 3 3 3 3 3 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 3 3 4 3 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3 2 2 2 2 2 2 2 2 3 3 3 3 3 3 3 3 4 4 4 3 4 4 4 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 3 3 4 4 4 4 4 4 4 2 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 2 2 2 3 2 3 3 2 2 2 2 2 2 2 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 4 3 4 4 4 4 2 3 3 3 2 3 3 2 2 3 3 3 4 3 4 4 4 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 3 3 2 3 3 3 3 3 2 2 2 2 2 2 2 3 2 2 3 2 2 3 2 1 4 4 3 2 4 2 2 2 3 3 2 3 3 3 3 3 1 1 2 3 1 4 3 2 4 4 3 3 4 2 3 3 3 3 3 2 3 2 2 3 3 3 3 2 3 3 2 2 2 2 4 2 2 3 2 2 4 4 3 4 4 2 4 2 3 3 2 3 3 4 3 1 3 3 3 4 3 2 4 40 41 60 77 67 60 40 59 76 60 61 75 51 60 47 38 58 70 56 55 68 59 59 55 41 53 54 52 43 65 53 56 56 63 51 53

(122) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 101 37 38 3 2 2 3 3 3 3 3 2 4 2 2 2 1 2 1 2 3 2 1 3 3 3 2 2 1 2 2 2 2 3 2 2 2 2 2 2 3 2 2 50 40 2. MOTIVASI KERJA GURU Nama 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 1 3 3 3 4 3 3 2 3 4 3 4 4 3 3 3 3 3 4 4 3 4 3 3 2 2 3 3 3 2 4 2 3 2 1 4 4 4 3 3 3 3 4 4 3 4 3 3 3 2 4 4 4 4 3 3 3 3 2 3 2 4 2 3 3 3 3 3 3 3 4 3 3 2 3 4 3 4 4 3 3 3 3 3 4 4 3 4 3 3 2 2 3 3 3 2 4 2 3 4 1 4 4 4 3 3 3 3 4 4 3 4 3 3 3 2 4 4 4 4 3 3 3 3 2 3 2 4 2 3 3 3 5 3 3 3 4 3 3 2 3 4 3 3 3 2 3 3 3 3 4 4 2 3 3 3 3 3 3 2 2 2 3 2 3 6 3 3 3 4 3 3 2 3 4 3 3 3 2 3 3 3 3 4 4 2 3 3 3 3 3 3 2 2 2 3 2 3 7 3 3 3 4 3 3 2 3 4 3 3 3 2 3 3 3 3 4 4 2 3 3 3 3 3 3 2 2 2 3 2 3 8 1 4 4 4 3 3 3 3 4 4 3 4 3 3 3 2 4 4 4 4 3 3 3 3 2 3 2 4 2 3 3 3 9 10 11 3 3 3 3 3 3 3 3 2 4 4 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 3 3 2 3 3 3 4 4 4 3 3 3 2 2 3 3 3 2 2 2 3 3 3 2 4 4 4 3 3 3 2 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 2 2 2 2 3 4 4 4 2 2 2 3 3 4 3 3 3 2 2 3 4 4 3 Nomor Soal 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 Jumlah 3 3 3 1 1 1 1 1 1 1 1 44 3 3 3 1 1 1 1 1 1 1 1 53 3 2 2 2 2 2 3 3 3 3 3 63 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 88 3 3 3 1 1 1 4 4 3 3 4 63 3 3 3 2 2 2 3 3 3 3 3 63 3 3 3 2 2 2 3 3 2 2 3 56 3 3 3 1 1 1 3 3 3 3 3 60 3 4 4 2 2 2 4 4 4 4 4 79 3 2 2 2 2 2 3 3 3 3 3 63 3 3 3 1 1 1 3 3 3 3 3 62 4 4 4 2 2 2 4 4 3 3 4 77 3 3 3 2 2 2 3 3 3 3 3 60 2 3 3 1 1 1 4 4 3 3 4 60 3 2 2 3 3 3 3 3 3 3 3 63 2 3 3 2 2 2 4 4 3 3 4 60 3 2 2 2 2 2 3 3 3 3 3 63 4 4 4 2 2 2 4 4 3 3 4 80 3 3 3 3 3 3 4 4 4 4 4 79 2 3 3 1 1 1 4 4 4 4 4 62 3 3 3 1 1 1 4 4 3 3 4 65 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 66 3 3 3 2 2 2 3 3 3 3 3 63 3 3 3 2 2 2 3 3 3 3 3 61 2 2 2 1 1 1 3 3 2 2 3 47 2 3 3 2 2 2 4 4 4 4 4 65 4 4 4 3 3 3 4 4 3 3 4 69 2 2 2 3 3 3 3 3 3 3 3 60 3 4 4 3 3 3 3 3 2 2 3 59 3 3 3 2 2 2 2 2 2 2 2 60 2 3 3 3 3 3 4 4 3 3 4 61 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 69

(123) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 102 33 34 35 36 37 38 4 3 3 2 3 2 4 3 3 3 3 3 4 3 3 2 3 2 4 3 3 3 3 3 3 2 2 2 3 2 3 2 2 2 3 2 3 2 2 2 3 2 4 3 3 3 3 3 3 3 3 4 3 2 3 3 3 4 3 2 3 2 2 3 3 2 3 3 3 4 3 2 3 2 2 3 3 2 3 2 2 3 3 2 3 2 2 3 1 2 8 3 3 2 4 3 3 3 3 4 2 3 4 3 3 2 3 2 4 3 3 3 3 3 3 2 3 4 2 4 3 9 10 Jumlah 3 3 30 3 3 30 3 3 28 4 4 40 3 3 30 3 3 30 3 3 24 3 3 30 3 3 38 3 3 28 3 3 32 4 4 36 3 3 26 2 2 28 3 3 28 2 2 28 3 3 28 4 4 40 3 3 36 2 2 24 3 3 32 3 3 30 3 3 30 3 3 28 2 2 24 2 2 28 4 4 30 2 2 22 3 3 26 3 3 32 3. DISIPLIN KERJA GURU Nama 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 1 3 3 3 4 3 3 2 3 4 3 3 3 2 3 3 3 3 4 4 2 3 3 3 3 3 3 2 2 2 3 2 3 3 3 4 3 3 2 3 4 3 4 4 3 3 3 3 3 4 4 3 4 3 3 2 2 3 3 3 2 4 3 3 3 3 4 3 3 2 3 4 3 4 4 3 3 3 3 3 4 4 3 4 3 3 2 2 3 3 3 2 4 Nomor Soal 4 5 6 7 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 4 4 4 4 3 3 3 3 3 3 3 3 2 2 3 2 3 3 3 3 4 4 4 4 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 4 3 2 2 3 2 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 2 3 4 4 4 4 4 4 3 4 2 2 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 2 2 4 2 2 2 2 2 2 2 4 2 3 3 3 3 3 2 2 3 1 2 3 2 2 3 1 2 3 2 3 3 4 2 3 2 3 3 4 2 4 4 3 3 3 3 4 4 3 3 3 3 3 2 3 3 4 2 73 56 57 64 63 49

(124) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 103 31 32 33 34 35 36 37 38 2 3 3 2 2 2 3 2 2 3 4 3 3 2 3 2 2 3 4 3 3 2 3 2 2 3 3 2 2 2 3 2 2 3 3 2 2 2 3 2 3 3 3 2 2 3 3 2 2 3 3 2 2 2 3 2 3 3 3 2 2 3 3 2 2 4 3 3 3 4 3 2 2 4 3 3 3 4 3 2 22 32 32 24 24 26 30 20

(125) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 104 LAMPIRAN 4

(126) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 105 HASIL OLAH DATA 1. Variabel sikap guru terhadap program sertifikasi Scale: ALL V ARIABLES Case Processing Summary N Cases Valid % 38 100.0 0 .0 38 100.0 a Excluded Total a. Listwise deletion based on all variables in the procedure. Reliability Statistics Cronbach's Alpha Based on Cronbach's Standardized Alpha Items .941 N of Items .944 20 Item Statistics Mean Std. Deviation N no1 2.66 .815 38 no2 2.71 .835 38 no3 2.76 .714 38 no4 2.76 .714 38 no5 2.76 .590 38 no6 2.68 .904 38 no7 2.87 .741 38 no8 2.71 .802 38 no9 3.24 .714 38 no10 2.53 .725 38

(127) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 106 no11 2.79 .622 38 no12 2.76 .714 38 no13 2.58 .826 38 no14 2.87 .741 38 no15 2.87 .741 38 no16 2.76 .590 38 no17 2.87 .741 38 no18 2.87 .741 38 no19 2.92 .712 38 no20 2.87 .741 38 Inter-Item Correlation Matrix no1 no2 no3 no4 no5 no6 no7 no8 no9 no10 no1 1.000 .248 .322 .322 .277 .657 .639 .299 .375 .496 no2 .248 1.000 .426 .426 .406 .234 .330 .114 .299 .214 no3 .322 .426 1.000 1.000 .633 .425 .450 .773 .272 .351 no4 .322 .426 1.000 1.000 .633 .425 .450 .773 .272 .351 no5 .277 .406 .633 .633 1.000 .515 .545 .537 .458 .552 no6 .657 .234 .425 .425 .515 1.000 .420 .467 .203 .219 no7 .639 .330 .450 .450 .545 .420 1.000 .252 .622 .534 no8 .299 .114 .773 .773 .537 .467 .252 1.000 .123 .362 no9 .375 .299 .272 .272 .458 .203 .622 .123 1.000 .535 no10 .496 .214 .351 .351 .552 .219 .534 .362 .535 1.000 no11 .174 .348 .493 .493 .892 .311 .407 .362 .420 .492 no12 .322 .426 1.000 1.000 .633 .425 .450 .773 .272 .351 no13 .302 .132 .605 .605 .289 .324 .216 .708 .311 .515 no14 .639 .330 .450 .450 .545 .420 1.000 .252 .622 .534 no15 .639 .330 .450 .450 .545 .420 1.000 .252 .622 .534 no16 .277 .406 .633 .633 1.000 .515 .545 .537 .458 .552 no17 .460 .242 .399 .399 .359 .380 .607 .343 .418 .383 no18 .639 .330 .450 .450 .545 .420 1.000 .252 .622 .534

(128) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 107 no19 .371 .233 .281 .281 .276 .422 .236 .290 .197 .396 no20 .460 .242 .399 .399 .359 .380 .607 .343 .418 .383 no18 no19 no20 Inter-Item Correlation Matrix no11 no12 no13 no14 no15 no16 no17 no1 .174 .322 .302 .639 .639 .277 .460 .639 .371 .460 no2 .348 .426 .132 .330 .330 .406 .242 .330 .233 .242 no3 .493 1.000 .605 .450 .450 .633 .399 .450 .281 .399 no4 .493 1.000 .605 .450 .450 .633 .399 .450 .281 .399 no5 .892 .633 .289 .545 .545 1.000 .359 .545 .276 .359 no6 .311 .425 .324 .420 .420 .515 .380 .420 .422 .380 no7 .407 .450 .216 1.000 1.000 .545 .607 1.000 .236 .607 no8 .362 .773 .708 .252 .252 .537 .343 .252 .290 .343 no9 .420 .272 .311 .622 .622 .458 .418 .622 .197 .418 no10 .492 .351 .515 .534 .534 .552 .383 .534 .396 .383 no11 1.000 .493 .138 .407 .407 .892 .290 .407 .267 .290 no12 .493 1.000 .605 .450 .450 .633 .399 .450 .281 .399 no13 .138 .605 1.000 .216 .216 .289 .348 .216 .447 .348 no14 .407 .450 .216 1.000 1.000 .545 .607 1.000 .236 .607 no15 .407 .450 .216 1.000 1.000 .545 .607 1.000 .236 .607 no16 .892 .633 .289 .545 .545 1.000 .359 .545 .276 .359 no17 .290 .399 .348 .607 .607 .359 1.000 .607 .543 1.000 no18 .407 .450 .216 1.000 1.000 .545 .607 1.000 .236 .607 no19 .267 .281 .447 .236 .236 .276 .543 .236 1.000 .543 no20 .290 .399 .348 .607 .607 .359 1.000 .607 .543 1.000

(129) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 108 Item-Total Statistics Corrected Squared Cronbach's Scale Mean if Scale Variance Item-Total Multiple Alpha if Item Item Deleted Correlation Correlation Deleted if Item Deleted no1 53.18 93.506 .609 . .939 no2 53.13 96.225 .417 . .943 no3 53.08 92.994 .745 . .937 no4 53.08 92.994 .745 . .937 no5 53.08 94.831 .747 . .937 no6 53.16 93.001 .570 . .940 no7 52.97 92.026 .786 . .936 no8 53.13 94.009 .585 . .940 no9 52.61 95.435 .560 . .940 no10 53.32 94.492 .620 . .939 no11 53.05 96.267 .582 . .940 no12 53.08 92.994 .745 . .937 no13 53.26 94.794 .515 . .941 no14 52.97 92.026 .786 . .936 no15 52.97 92.026 .786 . .936 no16 53.08 94.831 .747 . .937 no17 52.97 93.648 .666 . .938 no18 52.97 92.026 .786 . .936 no19 52.92 96.831 .458 . .942 no20 52.97 93.648 .666 . .938 Scale Statistics Mean 55.84 Variance Std. Deviation N of Items 103.758 10.186 20

(130) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 109 2. Variabel Motivasi Kerja Guru Reliability Scale: ALL VARIABLES Reliability Statistics Cronbach's Alpha Based on Cronbach's Standardized Alpha Items .906 Case Processing Summary N Cases Valid a Excluded Total % 38 100.0 0 .0 38 100.0 a. Listwise deletion based on all variables in the procedure. Item Statistics Mean Std. Deviation N no1 3.05 .655 38 no2 3.16 .718 38 no3 3.05 .655 38 no4 3.16 .718 38 no5 2.82 .609 38 no6 2.82 .609 38 no7 2.82 .609 38 no8 3.16 .718 38 no9 2.95 .613 38 no10 2.95 .613 38 no11 2.92 .632 38 no12 2.95 .613 38 N of Items .908 22

(131) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 110 no13 2.92 .632 38 no14 2.92 .632 38 no15 2.05 .804 38 no16 2.05 .804 38 no17 2.05 .804 38 no18 3.18 .801 38 no19 3.18 .801 38 no20 2.97 .716 38 no21 2.97 .716 38 no22 3.18 .801 38 Inter-Item Correlation Matrix 1 no1 no2 no3 2 1.000 4 5 6 7 8 9 10 11 12 .442 .635 .635 .635 .442 .344 .344 .337 .344 .442 1.000 .316 .316 .316 1.000 .142 .142 -.031 .142 -.031 -.031 .442 .635 .635 .635 .442 .344 .344 .344 .316 .316 .316 1.000 .142 .142 -.031 .142 -.031 -.031 .442 1.000 .442 1.000 1.000 3 .442 1.000 .337 13 .337 .337 14 15 .337 -.005 .173 .337 -.005 no4 .442 1.000 .442 1.000 no5 .635 .316 .635 .316 1.000 1.000 1.000 .316 .263 .263 .313 .263 .313 .313 -.035 no6 .635 .316 .635 .316 1.000 1.000 1.000 .316 .263 .263 .313 .263 .313 .313 -.035 no7 .635 .316 .635 .316 1.000 1.000 1.000 .316 .263 .263 .313 .263 .313 .313 -.035 no8 .442 1.000 .442 1.000 .316 .316 .316 1.000 .142 .142 -.031 no9 .344 .142 .344 .142 .263 .263 .263 .142 1.000 1.000 .478 1.000 .478 .478 .335 no10 .344 .142 .344 .142 .263 .263 .263 .142 1.000 1.000 .478 1.000 .478 .478 .335 no11 .337 -.031 .337 -.031 .313 .313 .313 -.031 .478 1.000 1.000 .168 no12 .344 .344 .142 .263 .263 .263 no13 .337 -.031 .337 -.031 .313 .313 .313 -.031 .478 no14 .337 -.031 .337 -.031 .313 .313 .313 -.031 .142 .478 .478 1.000 .142 1.000 1.000 .142 -.031 -.031 .478 1.000 .478 .173 .173 .478 .335 .478 1.000 .478 1.000 1.000 .168 .478 .478 1.000 .478 1.000 1.000 .168 no15 -.005 .173 -.005 .173 -.035 -.035 -.035 .173 .335 .335 .168 .335 .168 .168 1.000 no16 -.005 .173 -.005 .173 -.035 -.035 -.035 .173 .335 .335 .168 .335 .168 .168 1.000 no17 -.005 .173 -.005 .173 -.035 -.035 -.035 .173 .335 .335 .168 .335 .168 .168 1.000 no18 .239 .230 .230 .230 .020 .020 .404 .020 .404 .404 .239 .238 .238 .238 .153

(132) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 111 no19 .239 .230 .239 .230 .238 .238 .238 .230 no20 .349 .482 .349 .482 .175 .175 .175 no21 .349 .482 .349 .482 .175 .175 no22 .239 .230 .239 .230 .238 .238 16 17 18 19 20 21 22 .239 .239 .349 .349 .239 .173 .230 .230 .482 .482 .230 -.005 -.005 .239 .239 .349 .349 .239 .173 .230 .230 .482 .482 .230 no5 -.035 -.035 .238 .238 .175 .175 .238 no6 -.035 -.035 .238 .238 .175 .175 .238 no7 -.035 -.035 .238 .238 .175 .175 .238 .482 no1 no2 no3 no4 -.005 -.005 .173 .173 .020 .404 .404 .153 .482 -.003 -.003 .055 -.003 .055 .055 .331 .175 .482 -.003 -.003 .055 -.003 .055 .055 .331 .238 .230 .404 .404 .404 .153 no8 .173 .173 .230 .230 .482 .230 no9 .335 .335 .020 .020 -.003 -.003 .020 no10 .335 .335 .020 .020 -.003 -.003 .020 no11 .168 .168 .404 .404 .055 .404 no12 .335 .335 .020 .020 -.003 -.003 .020 no13 .168 .168 .404 .404 .055 .055 .404 no14 .168 .168 .404 .404 .055 .055 .404 no15 1.000 1.000 .153 .153 .331 .331 .153 no16 1.000 1.000 .153 .153 .331 .331 .153 no17 1.000 1.000 .153 .153 .331 .331 .153 .055 no18 .153 .153 1.000 1.000 .622 .622 1.000 no19 .153 .153 1.000 1.000 .622 .622 1.000 no20 .331 .331 .622 .622 1.000 1.000 .622 no21 .331 .331 .622 .622 1.000 1.000 .622 no22 .153 .153 1.000 1.000 .622 .622 1.000 .020 .020 .020 .020 .404 .020

(133) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 112 Item-Total Statistics Cronbach's Scale Mean if Item Deleted Scale Variance if Corrected Item- Squared Multiple Item Deleted Total Correlation Correlation Alpha if Item Deleted no1 60.24 72.240 .599 . .900 no2 60.13 72.442 .523 . .902 no3 60.24 72.240 .599 . .900 no4 60.13 72.442 .523 . .902 no5 60.47 73.445 .530 . .902 no6 60.47 73.445 .530 . .902 no7 60.47 73.445 .530 . .902 no8 60.13 72.442 .523 . .902 no9 60.34 73.799 .491 . .903 no10 60.34 73.799 .491 . .903 no11 60.37 73.212 .531 . .902 no12 60.34 73.799 .491 . .903 no13 60.37 73.212 .531 . .902 no14 60.37 73.212 .531 . .902 no15 61.24 72.780 .432 . .905 no16 61.24 72.780 .432 . .905 no17 61.24 72.780 .432 . .905 no18 60.11 70.853 .583 . .901 no19 60.11 70.853 .583 . .901 no20 60.32 71.789 .580 . .901 no21 60.32 71.789 .580 . .901 no22 60.11 70.853 .583 . .901 Scale Statistics Mean 63.29 Variance 79.346 Std. Deviation 8.908 N of Items 22

(134) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 113 3. Variabel Disipli Kerja Guru Reliability Scale: ALL VARIABLES Reliability Statistics Cronbach's Alpha Based on Cronbach's Standardized Alpha Items .915 N of Items .915 10 Case Processing Summary N Cases Valid a Excluded Total % 38 100.0 0 .0 38 100.0 a. Listwise deletion based on all variables in the procedure. Item Statistics Mean Std. Deviation N no1 2.82 .609 38 no2 3.05 .655 38 no3 3.05 .655 38 no4 2.82 .609 38 no5 2.82 .609 38 no6 2.92 .632 38 no7 2.82 .609 38 no8 2.92 .632 38 no9 2.95 .613 38 no10 2.95 .613 38

(135) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 114 Inter-Item Correlation Matrix no1 no1 1.000 no2 no3 .635 no4 no5 no6 .635 1.000 1.000 no7 no8 no9 no10 .313 1.000 .313 .263 .263 no2 .635 1.000 1.000 .635 .635 .337 .635 .337 .344 .344 no3 .635 1.000 1.000 .635 .635 .337 .635 .337 .344 .344 no4 1.000 .635 .635 1.000 1.000 .313 1.000 .313 .263 .263 no5 1.000 .635 .635 1.000 1.000 .313 1.000 .313 .263 .263 no6 .313 .337 .337 .313 1.000 .478 .478 no7 1.000 .635 .635 1.000 1.000 .313 .263 .263 no8 .313 .337 .337 .313 .313 1.000 .313 1.000 .478 .478 no9 .263 .344 .344 .263 .263 .478 .263 .478 1.000 1.000 no10 .263 .344 .344 .263 .263 .478 .263 .478 1.000 1.000 .313 .313 1.000 .313 1.000 Item-Total Statistics Cronbach's Scale Mean if Item Deleted Scale Variance if Corrected Item- Squared Multiple Item Deleted Total Correlation Correlation Alpha if Item Deleted no1 26.29 17.509 .807 . .899 no2 26.05 17.565 .727 . .903 no3 26.05 17.565 .727 . .903 no4 26.29 17.509 .807 . .899 no5 26.29 17.509 .807 . .899 no6 26.18 18.533 .562 . .913 no7 26.29 17.509 .807 . .899 no8 26.18 18.533 .562 . .913 no9 26.16 18.785 .532 . .914 no10 26.16 18.785 .532 . .914 Scale Statistics Mean 29.11 Variance 21.989 Std. Deviation 4.689 N of Items 10

(136) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 115 MEAN DAN STANDAR DEVIASI VariabelSikap Guru terhadap Program Sertifikasi Descriptives Descriptive Statistics N Minimum sikapguru 38 Valid N (listwise) 38 Maximum 38 77 Mean 55.84 Std. Deviation 10.186 Variable MotivasiKerja Guru Descriptives Descriptive Statistics N Minimum motivasikerja 38 Valid N (listwise) 38 Maximum 44 88 Mean 63.29 Std. Deviation 8.908 VariableDisiplinKerja Guru Descriptives Descriptive Statistics N Minimum disiplinkerja 38 Valid N (listwise) 38 20 Maximum 40 Mean 29.11 Std. Deviation 4.689

(137) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 116 FREKUENSI Variable Sikap Guru terhadap Program Sertifikasi Frequencies Statistics sikapgurucording N Valid Missing 38 0 sikapgurucording Cumulative Frequency Valid Percent Percent kurang baik 7 18.4 18.4 18.4 cukup baik 25 65.8 65.8 84.2 baik 6 15.8 15.8 100.0 Total 38 100.0 100.0 Variable MotivasiKerja Guru Frequencies Statistics motivasikerjacoding N Valid Percent Valid Missing 38 0

(138) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 117 Motivasikerjacoding Cumulative Frequency Valid Percent Valid Percent Percent rendah 4 10.5 10.5 10.5 sedang 28 73.7 73.7 84.2 tinggi 6 15.8 15.8 100.0 Total 38 100.0 100.0 Variable DisiplinKerja Guru Frequencies Statistics disiplinkerjacoding N Valid Missing 38 0 Disiplinkerjacoding Cumulative Frequency Valid Percent Valid Percent Percent rendah 8 21.1 21.1 21.1 sedang 25 65.8 65.8 86.8 tinggi 5 13.2 13.2 100.0 Total 38 100.0 100.0

(139) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 118 LAMPIRAN 5

(140) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 119 UJI HIPOTESIS Nonparametric Correlations Correlations sikapguru Kendall's tau_b sikapguru Correlation Coefficient 1.000 Sig. (2-tailed) N motivasikerja Correlation Coefficient Sig. (2-tailed) N disiplinkerja Correlation Coefficient Sig. (2-tailed) N **. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed). motivasikerja disiplinkerja ** .461 ** .481 . .000 .000 38 38 38 ** 1.000 .000 . .000 38 38 38 ** 1.000 .000 .000 . 38 38 38 .461 ** .481 .572 ** .572

(141) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 120 LAMPIRAN 6

(142) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 121

(143) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 122 LAMPIRAN 7

(144) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 123

(145) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 124 LAMPIRAN 8

(146) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 125

(147) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 126 LAMPIRAN 9

(148) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 127

(149)

Dokumen baru