PENGARUH JENIS TANAH TERHADAP PERTUMBUHAN VEGETATIF TANAMAN ANGGUR (Vitis vinifera) VARIETAS PRABU BESTARI DENGAN TEKNIK PENANAMAN DALAM POT

Gratis

0
0
143
9 months ago
Preview
Full text
(1)PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PENGARUH JENIS TANAH TERHADAP PERTUMBUHAN VEGETATIF TANAMAN ANGGUR (Vitis vinifera) VARIETAS PRABU BESTARI DENGAN TEKNIK PENANAMAN DALAM POT SKRIPSI Disusun untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Biologi Oleh: DWI PUTRI PASINGGI NIM : 101434039 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI JURUSAN PENDIDKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2014

(2) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PENGARUH JENIS TANAH TERHADAP PERTUMBUHAN VEGETATIF TANAMAN ANGGUR (Vitis vinifera) VARIETAS PRABU BESTARI DENGAN TEKNIK PENANAMAN DALAM POT SKRIPSI Disusun untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Biologi Oleh: DWI PUTRI PASINGGI NIM : 101434039 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI JURUSAN PENDIDKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2014 i

(3) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI ii

(4) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI iii

(5) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI HALAMAN PERSEMBAHAN Karya kecil ini kupersembahkan untuk: Bapak dan Mama’ yang tak pernah lelah menyayangiku setulus hati Kakak dan Adik-adikku yang selalu mendukung dan memberiku semangat Sahabat-sahabatku yang selalu ada untukku baik suka maupun duka Almamaterku iv

(6) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI v

(7) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI vi

(8) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI HALAMAN MOTTO “Keberhasilan adalah kemampuan untuk melewati dan Mengatasi dari satu kegagalan ke kegagalan berikutnya tanpa harus kehilangan semangat” (Winston Churcill) “Orang yang menginginkan impiannya menjadi kenyataan, harus menjaga diri agar tidak tertidur. “(Richard Wheeler) ”Mulai” adalah kata yang penuh kekuatan. Cara terbaik untuk menyelesaikan sesuatu adalah, “mulai”.Tapi juga mengherankan, pekerjaan apa yang dapat kita selesaikan kalau kita hanya memulainya. (Clifford Warren) vii

(9) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI KATA PENGANTAR Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas segala kemuliaanNya yang telah Ia berikan sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul “Pengaruh Jenis Tanah terhadap Pertumbuhan Vegetatif Tanaman Anggur (Vitis vinifera) Varietas Prabu Bestari dengan Teknik Penanaman dalam Pot” ini dengan baik sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Pendidikan di Program Studi Pendidikan Biologi, Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta. Penulis sangat menyadari bahwa keberhasilan penyusunan skripsi ini berkat bantuan dan dukungan dari berbagai pihak, baik secara langsung maupun tidak langsung antara lain berupa materi, waktu, tenaga, moral, maupun spiritual. Oleh karena itu pada kesempatan ini penulis ingin menghaturkan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada: 1. Tuhan Yang Maha Esa atas bimbingan, berkat dan kasihNya yang melimpah kepada penulis serta ujianNya sehingga membuat penulis semakin menyadari berbagai arti nilai kehidupan. 2. Drs. Tri Priantoro M. For. Sc selaku dosen pembimbing dan dosen penguji atas segala kesabaran, bimbingan, waktu, tenaga, dan masukan yang telah diberikan kepada penulis sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi. 3. Segenap dosen pengajar dan staf sekretariat Universitas Sanata Dharma atas segala bimbingan, pesan moral, pengajaran, dan bantuan selama penulis melakukan proses pembelajaran di Pendidikan Biologi, Universitas Sanata Dharma. viii

(10) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 4. Orang tua penulis yaitu Bapak Paulus Suhud dan Ibu Jeni Pabimbin yang telah mencurahkan kasih sayang dan pengorbanannya demi memberikan yang terbaik di dalam seluruh hidup penulis. 5. Kakakku, Eko atas dukungan dan bantuan selama penulis menyelesaikan skrisi ini serta adikku Tri dan Catur yang selalu mendukung penulis. 6. Sahabat-sahabat sekaligus rekan penelitian Resi, Nesya, Sesil, Galuh, Yayan, Hugos, Daus, Esther, Mela, Sem dan Yesi yang telah menjadi rekan dalam penelitian anggur yang kita lakukan bersama-sama, akhirnya selesai juga perjuangan kita kawan. 7. Teman-teman program studi pendidikan biologi angkatan 2010, terima kasih atas kasih, dukungan, dan kesediaannya untuk saling berbagi suka duka dan berbagai informasi kepada penulis dari awal kuliah serta selama proses penyusunan skripsi. 8. Teman-teman dari dalam maupun dari luar kampus Universitas Sanata Dharma serta semua pihak yang tidak dapat disebutkan satu-persatu yang juga turut membantu dalam penyelesaian skripsi ini. Penulis menyadari bahwa skripsi ini jauh dari kata sempurna, oleh karena itu penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun agar skripsi ini dapat menjadi lebih baik. Semoga skripsi ini dapat menambah pengetahuan dan wawasan bagi semua pihak yang membutuhkan. Penulis ix

(11) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI ABSTRAK Dwi Putri Pasinggi. 2014. Pengaruh Jenis Tanah Terhadap Pertumbuhan Vegetatif Tanaman Anggur (Vitis vinifera) Varietas Prabu Bestari Dengan Teknik Penanaman Dalam Pot Pertumbuhan tanaman anggur dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya faktor tanah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah jenis tanah mempengaruhi pertumbuhan tanaman anggur dan jenis tanah mana yang memberikan pengaruh paling optimal terhadap pertumbuhan tanaman anggur varietas Prabu bestari. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen. Jenis rancangan penelitian yang digunakan adalah Complete Randomized Design. Penelitian dilakukan terhadap pertumbuhan Vitis vinifera varietas Prabu Bestari yang ditanam dengan perlakuan Jenis tanah. Ada 3 jenis kelompok eksperimen yaitu tanah regosol, aluvial dan latosol serta satu kelompok kontrol dengan masing-masing 3 pengulangan. Penelitian dilakukan di kebun percobaan di Paingan selama 4 bulan. Pengamatan pertumbuhan meliputi tinggi batang, diameter batang dan jumlah daun yang diamati setiap minggu. Data hasil pengamatan dianalisis dengan uji anova satu jalur. Berdasarkan hasil pengamatan dapat diketahui bahwa rata-rata kumulatif pertambahan tinggi batang pada ketiga perlakuan berturut-turut tanah regosol, aluvial dan latosol adalah 7,81cm ; 7,14 cm; 4,88 cm. Rata-rata kumulatif pertambahan diameter batang yaitu 0,035 cm; 0,029 cm; 0,029 cm sedangkan ratarata kumulatif pertambahan jumlah daun yaitu 1,87; 1,49; 1,36. Berdasarkan analisa statistik yang telah dilakukan dapat diketahui bahwa jenis tanah tidak mempengaruhi pertumbuhan vegetatif Vitis vinifera varietas Prabu Bestari. Hasil tersebut juga memperlihatkan bahwa tanah Regosol, Aluvial dan Latosol memberikan pengaruh yang sama terhadap pertumbuhan vegetatif anggur (Vitis vinifera) varietas Prabu Bestari sehingga dapat ditanam pada ketiga jenis tanah tersebut. Kata kunci: Vitis vinifera varietas Prabu Bestari, jenis tanah, pertumbuhan vegetatif. x

(12) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI ABSTRACT Dwi Putri Pasinggi. 2014. Effect of soil type to Vegetative Growth of Grapes (Vitis vinifera) Prabu Bestari Variety With Pot Planting Technique Growth of grape is affected by various factors, one of them is soil factor. The purpose of this research is to determine whether the type of soil give affect on growth of the grape and which type soil that give the most optimal effect on plant growth of grape Prabu Bestari variety. This study is an experimental study. The type of research design used was Randomized Complete Design. Research conducted on growth of Vitis vinifera Prabu bestari variety that planted with different types of soil treatment. There are 3 types of experimental group i.e regosol soil, alluvial soil and latosol soil and a control group with 3 repetitions of each. The study was conducted at the experimental farm in Paingan for 4 months. Observations of growth include plant height, stem diameter and number of leaves were observed every week. Data were analized by anova one way. Based on the observations, it can be seen that the cumulative average of plant height in three treatment consecutive regosol soil, alluvial and latosol are 7.81 cm; 7.14 cm; 4.88 cm. Cumulative average of the stem diameter increment are 0.035 cm; 0.029 cm; 0.029 cm while the cumulative average of the quantity of leaves are 1.87; 1.49; 1.36. Based on the statistical analysis it can be seen that the type of soil does not affect the vegetative growth of Vitis vinifera Prabu Bestari variety. The results also show that the Regosol soil, Aluvial soil and Latosol soil having the same effect on the vegetative growth of grape (Vitis vinifera) Prabu Bestari variety, so it can be grown on the three of those soils. Key words : Vitis vinifera Prabu Bestari variety, type soil, vegetative growth xi

(13) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL ................................................................................... i HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING ............................................ ii HALAMAN PENGESAHAN ....................................................................... iii HALAMAN PERSEMBAHAN .................................................................... iv PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ....................................................... v PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI ........................................... vi MOTTO........................................................................................................ vii KATA PENGANTAR .................................................................................. vii ABSTRAK ................................................................................................... x ABSTRACT ................................................................................................. xi DAFTAR ISI ................................................................................................ xii DAFTAR TABEL ........................................................................................ xvi DAFTAR GAMBAR ................................................................................... xvii DAFTAR LAMPIRAN ................................................................................ xviii BAB BAB I. PENDAHULUAN ..................................................................... 1 A. Latar Belakang Masalah ............................................................. 1 B. Rumusan Masalah....................................................................... 4 C. Tujuan Penelitian ....................................................................... 5 D. Batasan Masalah ........................................................................ 5 E. Manfaat Penelitian ..................................................................... 5 II. TINJAUAN PUSTAKA ............................................................. 7 A. Tanaman Anggur ....................................................................... 7 1. Klasifikasi Anggur ............................................................... xii 7

(14) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 2. Sejarah Tanaman Anggur ..................................................... 7 3. Karakteristik Morfologi Anggur ........................................... 8 4. Kandungan dan Manfaat Anggur .......................................... 13 B. Faktor yang Mempengaruhi Pertumbuhan Anggur ..................... 14 1. Keadaan Iklim ...................................................................... 14 2. Keadaan Tanah .................................................................... 16 3. Hama dan Penyakit Tanaman Anggur ................................. 17 4. Pupuk ................................................................................. 20 C. Tanah ......................................................................................... 24 1. Komponen Tanah................................................................. 24 2. Fungsi Tanah sebagai Media Tumbuh .................................. 25 3. Sifat Dasar Tanah ................................................................ 26 4. Jenis Tanah dan Karakteristik Tanah .................................... 27 D. Penanaman anggur dengan teknik tabulampot ............................. 31 E. Hipotesa ..................................................................................... 31 BAB III. METODE PENELITIAN ............................................................ 33 A. Jenis Penelitian ............................................................................. 33 B. Variabel Penelitian ........................................................................ 33 C. Waktu dan Tempat Penelitian ...................................................... 34 D. Desain Penelitian .......................................................................... 34 E. Alat dan Bahan ............................................................................. 35 1. Alat ...................................................................................... 35 2. Bahan .................................................................................. 36 F. Prosedur Kerja ............................................................................. 36 xiii

(15) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 1. Penyiapan Lahan.................................................................. 36 2. Penyiapan Media Tanah dan Pot .......................................... 36 3. Penyampuran Pupuk ............................................................ 37 4. Penyampuran Media Tanah .................................................. 37 5. Penyiapan Medium Tanah ke dalam Pot ............................... 38 6. Penyiapan Bibit Anggur ....................................................... 38 7. Penanaman Anggur .............................................................. 38 8. Perawatan dan Pemeliharaan ................................................ 39 9. Pengamatan ......................................................................... 42 G. Prosedur Kerja .............................................................................. 45 BAB IV. HASIL DAN PEMBAHASAN ................................................... 51 A. Hasil dan Analisis Data Penelitian ............................................... 51 1. Tinggi Batang ...................................................................... 51 2. Diameter Batang ................................................................. 54 3. Jumlah Daun ....................................................................... 56 4. Kerusakan daun ................................................................... 58 B. Pembahasan ................................................................................. 60 1. Pengaruh Jenis Tanah Terhadap Pertumbuhan Vegetatif Vitis vinifera var. Prabu Bestari............................................ 60 2. Pola Pertumbuhan Vegetatif Tanaman Anggur .................... 63 3. Hama dan Penyakit Pada Vitis vinifera varietas Prabu Bestari ................................................................................. BAB V. IMPLEMENTASI HASIL PENELITIAN UNTUK PEMBELAJARAN............................................................................ xiv 66 68

(16) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB VI. KESIMPULAN DAN SARAN .................................................... 71 A. Kesimpulan ................................................................................... 71 B. Saran ............................................................................................. 71 DAFTAR PUSTAKA .................................................................................. 72 xv

(17) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR TABEL Tabel 3.1 Pola Penyusunan Pot ..................................................................... 34 Tabel 3.2 Contoh Tabel Data untuk Pengukuran Tinggi Batang .................... 42 Tabel 3.3 Contoh Tabel Data untuk Pengukuran Diameter Batang ................ 43 Tabel 3.4 Contoh Tabel Data untuk Hasil Penghitungan Jumlah Daun .......... 43 Tabel 3.5 Contoh Tabel Data untuk Presentase Kerusakan Daun ................... 44 Tabel 3.6 Contoh Tabel Data Hasil pengukuran pH tanah ....... ...................... 45 Tabel 3.7 Contoh Tabel Data Hasil Pengukuran Kelembapan Tanah....... ...... 45 Tabel 3.8 Hasil pengamatan indikator pertumbuhan tanaman anggur secara keseluruhan............................................................................. 47 Tabel 3.9 Analisis Ragam Model CRD....... ................................................... 48 Tabel 4.1 Rata-Rata Pertambahan Tinggi Tanaman Anggur .......................... 52 Tabel 4.2 Analisis variansi rata-rata pertambahan tinggi tanaman anggur.... 53 Tabel 4.3 Rata-Rata Pertambahan Diameter Batang Tanaman Anggur.......... 55 Tabel 4.4 Analisis variansi rata-rata pertambahan diameter batang tanaman Vitis vinifera....... ............................................................... 56 Tabel 4.5 Rata-rata pertambahan jumlah daun tanaman anggur /minggu ....... 57 Tabel 4.6 Analisis variansi pertambahan jumlah daun tanaman anggur..... 58 xvi

(18) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR GAMBAR Gambar 2.1 Daun Vitis vinifera Varietas Prabu Bestari ................................. 10 Gambar 2.2 Sulur Vitis vinifera Varietas Prabu Bestari ................................. 11 Gambar 2.2 Buah Vitis vinifera Varietas Prabu Bestari ................................. 12 Gambar 4.1 Grafik pertambahan tinggi batang Vitis vinifera setiap minggu... 51 Gambar 4.2 Grafik pertambahan diameter batang Vitis vinifera setiap minggu .............................................................................................. 54 Gambar 4.3 Grafik pertambahan jumlah daun Vitis vinifera setiap minggu .... 56 Gambar 4.4 Grafik Kerusakan Daun pada Tanaman Anggur ......................... 59 xvii

(19) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1. Data Hasil Pengukuran Tinggi Tanaman Vitis Vinifera Varietas Prabu Bestari Setiap Minggunya....... ........................................ 74 Lampiran 2. Data Pertambahan Tinggi Tanaman Vitis Vinifera Varietas Prabu Bestari Setiap Minggunya .................................................. 76 Lampiran 3. Perhitungan Uji Homogenitas Data Tinggi Tanaman Vitis vinifera Varietas Prabu Bestari .................................................................. Lampiran 4. Perhitungan Uji Normalitas Data Tinggi Tanaman Vitis vinifera Varietas Prabu Bestari ...................................................... ............ 78 80 Lampiran 5. Perhitungan Analisis Sidik Ragam Menggunakan Uji Anova pada pada Tinggi Batang Tanaman Vitis Vinifera Varietas Prabu Bestari.. 82 Lampiran 6. Data Hasil Pengukuran Diameter Tanaman Vitis vinifera Varietas Prabu Bestari Setiap Minggunya ................................... 85 Lampiran 7. Data Pertambahan Diameter Batang Vitis vinifera Varietas Prabu Bestari Setiap Minggunya............................................ 86 Lampiran 8. Perhitungan Uji Homogenitas Data Diameter Batang Vitis vinifera Varietas Prabu Bestari .................................................... 87 Lampiran 9. Perhitungan Uji Normalitas Data Tinggi Tanaman Vitis vinifera Varietas Prabu Bestari ...................................................... ................. 89 Lampiran 10.Perhitungan Analisis Sidik Ragam Menggunakan Uji Anova Pada Tinggi Batang Tanaman Vitis vinifera Varietas Prabu Bestari 91 Lampiran 11. Data Hasil Pengukuran Jumlah Daun Vitis vinifera Varietas Prabu Bestari Setiap Minggunya ........................................... 94 Lampiran 12. Data Hasil Pengukuran Jumlah Daun Vitis vinifera Varietas Prabu Bestari Setiap Minggunya ........................................................ Lampiran 13. Perhitungan Uji Homogenitas Data Jumlah Daun Vitis vinifera Varietas Prabu Bestari ....................................................................... 96 98 Lampiran 14. Perhitungan Uji Normalitas Data Tinggi Tanaman Vitis vinifera Varietas Prabu Bestari ....................................................................... . 100 Lampiran 15. Perhitungan Analisis Sidik Ragam Menggunakan Uji Anova pada Tinggi Batang Tanaman Vitis vinifera Varietas Prabu Bestari ... 102 Lampiran 16. Data Kerusakan Daun yang disebabkan oleh hama................... 105 Lampiran 17. Data Pengukuran Kelembaban Tanah ....................................... 106 xviii

(20) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 18. Silabus ....................................................................................... 107 Lampiran 19. RPP............................................................................................ 110 xix

(21) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Perkebunan merupakan salah satu bidang usaha yang mulai banyak diminati oleh masyarakat. Perkebunan adalah segala kegiatan yang mengusahakan tanaman tertentu pada tanah dan/atau media tumbuh lainnya dalam ekosistem yang sesuai, mengolah dan memasarkan barang dan jasa hasil tanaman tersebut, dengan bantuan ilmu pengetahuan dan teknologi, permodalan serta manajemen untuk mewujudkan kesejahteraan bagi pelaku usaha perkebunan dan masyarakat. Terdapat banyak jenis perkebunan di Indonesia antara lain perkebunan kelapa sawit, perkebunan tanaman coklat, perkebunan buah-buahan seperti anggur, apel, jeruk dan sebagainya. Kondisi perkebunan di Indonesia cukup berkembang pesat mengingat kondisi alam yang mendukung untuk perkebunan. Salah satu perkebunan yang mulai berkembang di Indonesia adalah perkebunan anggur. Anggur awalnya merupakan tanaman liar dari Armenia (Rusia) kemudian menyebar ke Asia Kecil, Yunani dan Mesir, Dari Yunani menyebar ke Eropa, Afrika, Australia, Asia dan Amerika (Owens, 2008). Budidaya tanaman anggur mulai dikenal di Timur Tengah pada tahun 4.000 SM, namun teknologi pengolahan anggur menjadi minuman (wine) oleh orang Mesir baru dikenal pada tahun 2.500 SM. Teknologi ini kemudian menyebar ke berbagai negara seperti Spanyol, Jerman, Prancis dan berbagai negara lainnya. Penyebaran tanaman anggur di dunia pun semakin meluas hingga akhirnya pada abad ke-17 tanaman anggur mulai dikenal di Indonesia yang dilakukan oleh Hindia-Belanda (Dewi,2012). 1

(22) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 2 Anggur memiliki berbagai manfaat yaitu dapat dikonsumsi langsung maupun diolah menjadi berbagai produk antara lain wine yang merupakan hasil perasan anggur yang difermentasi mengandung alkohol, kismis dan untuk keperluan industri selai dan jeli. Manfaat mengkonsumsi anggur bagi kesehatan telah didukung banyak peneliti, yaitu mampu menyehatkan jantung, terutama karena kandungan flavonoid, resveratrol, serta polifenolat. Para ahli menemukan bahwa konsumsi anggur bisa meningkatkan fungsi jantung, mencegah pembesaran hati dan ginjal, serta mengurangi kerusakan oksidatif pada jantung dan ginjal (Andrini, 2006). Daerah Indonesia yang sudah mengembangkan tanaman anggur dan menjadi sentra perkebunan anggur antara lain terdapat di Bali, Probolinggo (Jawa Timur), Kediri, Pasuruan dan Situbondo. Varietas anggur yang unggul di Indonesia antara lain: anggur Probolinggo Biru-81, Bali, Kediri Kuning, Probolinggo Super, dan pada tahun 2007, 2008 Prabu Bestari, Jestro Ag60 dan Jestro Ag86 (Dewi, 2012). Sentra perkebunan anggur di Indonesia masih terbilang sedikit jika dibandingkan dengan jenis perkebunan lainnya. Jika produksi anggur di Indonesia dibandingkan dengan jumlah kebutuhan anggur sendiri, dapat diketahui masih terdapat kekurangan jumlah produksi anggur padahal kebutuhan anggur cukup tinggi seiring dengan kesadaran masyarakat akan kebutuhan buah sehingga konsumsi anggur pun meningkat selain itu di Indonesia juga mulai dikembangkan perusahaan pembuat minuman anggur atau wine. Sementara di lain pihak impor anggur mulai dibatasi untuk melindungi produk lokal. Dengan adanya pembukaan perusahaan pembuat wine diharapkan nilai ekonomi anggur lokal pun meningkat.

(23) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 3 Nilai ekonomi anggur dipengaruhi kualitas anggur. Kualitas anggur impor dan anggur lokal cukup berbeda sehingga harganya pun berbeda. Harga anggur lokal saat ini berkisar Rp.15.000,00 – Rp.25.000,00 sedangkan harga anggur impor dipasaran berkisar Rp.30.000,00 – Rp.60.000,00 (Budiyanto, 2013). Dari kondisi tersebut dapat diketahui bahwa harga anggur impor jauh lebih mahal dibandingkan harga anggur lokal. Untuk meningkatkan nilai ekonomi anggur lokal, pemerintah membuat kebijakan untuk mulai membatasi impor anggur dari luar negeri. Dengan adanya pembatasan impor anggur diharapkan produksi anggur lokal mengalami peningkatan nilai, tetapi kebijakan ini harus dibarengi dengan peningkatan jumlah produksi serta peningkatan kualitas. Untuk meningkatkan produksi anggur lokal dapat dilakukan dengan memperluas sentra perkebunan dengan memperhatikan faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anggur. Banyak hal-hal yang harus diperhatikan dalam membuka lahan perkebunan, salah satunya kondisi lingkungan yang cocok untuk tanaman anggur. Indonesia memiliki daya dukung iklim yang cukup memadai untuk membuka lahan perkebunan anggur, tetapi perlu diperhatikan hal-hal yang mendukung pertumbuhan anggur. Dalam membudidayakan anggur diperlukan perhatian yang cukup intensif terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan seperti kondisi iklim, keadaan tanah, hama dan penyakit serta pemberian pupuk (Rukmana, 1999). Salah satu faktor lingkungan yang sangat berpengaruh bagi pertumbuhan tanaman yaitu faktor tanah. Tanah merupakan media tumbuh bagi tanaman anggur sehingga sangat berpengaruh bagi pertumbuhan tanaman. Tanah sebagai sebagai tempat tumbuh tanaman anggur disamping sebagai sumber unsur hara baik makro

(24) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 4 maupun mikro juga berpengaruh terhadap penyerapan air mengingat sifat porositas masing-masing tanah berbeda-beda. Jenis tanah yang umumnya terdapat di Indonesia adalah tanah humus, tanah kapur, tanah lempung berpasir, tanah pasir, tanah vulkanik, tanah aluvial dan jenis tanah lainnya (Sutanto,2005). Untuk membuka suatu lahan perkebunan anggur perlu diketahui tanah mana yang paling cocok untuk pertumbuhan tanaman anggur. Kiranya sangat penting untuk mengetahui dan mempelajari jenis tanah yang cocok untuk tanaman anggur Berdasarkan uraian diatas, penulis melakukan penelitian tentang jenis tanah apa yang paling cocok untuk pertumbuhan vegetatif Vitis vinifera atau anggur khususnya varietas Prabu Bestari. Penelitian ini merupakan bagian penelitian panjang dengan topik “pengaruh jenis tanah terhadap pertumbuhan 6 varietas anggur. Penelitian yang sama dilakukan oleh rekan penulis (Desiwanti, 2014) dengan penambajan nopkor pada media tanam sedangkan pada penelitian ini tidak dilakukan penambahan nopkor. Tanah yang digunakan diambil dari 3 kabupaten di D.I. Yogyakarta yaitu tanah regosol dari Bantul, tanah latosol dari Gunung Kidul dan tanah aluvial vulkanik dari Sleman. Pemilihan ketiga jenis tanah tersebut berdasarkan jenis tanah yang paling sering di jumpai pada masingmasing kebupaten tersebut. B. Rumusan Masalah 1. Bagaimana pengaruh Jenis tanah terhadap pertumbuhan vegetatif tanaman anggur (Vitis vinifera) varietas Prabu Bestari? 2. Tanah jenis apa yang memberikan pengaruh paling baik untuk pertumbuhan vegetatif tanaman anggur varietas Prabu Bestari?

(25) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 5 C. Tujuan Penelitian 1. Mengetahui pengaruh Jenis tanah terhadap pertumbuhan vegetatif tanaman anggur varietas Prabu Bestari. 2. Mengetahui jenis tanah yang memberikan pengaruh paling baik untuk pertumbuhan vegetatif tanaman anggur varietas Prabu Bestari. D. Batasan Masalah 1. Subjek Penelitian Subjek dalam penelitian ini adalah Vitis vinifera varietas Prabu Bestari 2. Objek Penelitian Objek Penelitian dalam penelitian ini adalah jenis tanah yang digunakan yaitu tanah regosol (tanah pasir), tanah aluvial (tanah lempung berpasir), tanah latosol (tanah kapur). 3. Parameter Parameter dalam penelitian ini yaitu tinggi tanaman anggur, jumlah daun, dan diameter batang. 4. Teknik penanaman Teknik penanaman anggur dalam penelitian ini adalah tabulampot. E. Manfaat Penelitian Dalam penulisan karya tulis ilmiah ini ada beberapa tujuan yang ingin diraih, yaitu: 1. Bagi Masyarakat: a. Menambah informasi bagi masyarakat tentang budidaya anggur untuk memaksimalkan pemanfaatan lingkungan secara positif.

(26) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 6 b. Memberi informasi kepada masyarakat mengenai jenis tanah yang paling cocok untuk pertumbuhan vegetatif tanaman anggur varietas Prabu Bestari. 2. Bagi Penulis a. Memperluas dan mengembangkan pengetahuan penulis khususnya di bidang perkebunan; b. Melatih kemampuan penulis untuk memecahkan masalah dan menuangkan ke dalam karya tulis ilmiah; c. Mengembangkan potensi dan keterampilan proses ilmiah serta membantu siswa mengenal dan mendekatkan diri pada objek atau persoalan biologi. 3. Bagi Perkembangan Ilmu Pengetahuan a. Menambah khazanah keilmuan, khususnya studi Pertanian terkait budidaya tanaman anggur. 4. Bagi Dunia Pendidikan a. Hasil penelitian dapat dikaitkan dengan materi pembelajaran di Sekolah Menengah Atas (SMA) sehingga dapat diaplikasikan bagi pembelajaran siswa.

(27) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Tanaman Anggur 1. Klasifikasi Anggur Klasifikasi tanaman anggur menurut Dewi (2012) adalah sebagai berikut: 2. Kingdom : Plantae Super Divisi : Spermatophyta Divisi : Magnoliophyta Kelas : Magnoliopsida Sub Kelas : Rosidae Ordo :Rhamnales Famili :Vitaceae Genus :Vitis Spesies :Vitis vinifera L Varietas : Prabu Bestari Sejarah Tanaman Anggur Tanaman anggur merupakan tanaman asli daerah subtropis. Pada mulanya tanaman anggur tumbuh liat di kawasan Tenggara pegunungan Kaukakus, daerah Armenia (Rusia) di dekat laut Kaspia sehingga para ahli botani berpendapat bahwa daerah asal tanaman anggur adalah daerah Armenia (Rusia). Tanaman anggur dari kawasan Kaukaus ini menyebar luas ke seluruh penjuru dunia hingga ke daerah yang beriklim panas (tropis). Tanaman anggur menyebar ke berbagai negara misalnya Asia kecil, Yunani Mesir, Eropa, Afrika, Australia, Jepang 7

(28) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 8 California (Owens, 2008). Di Indonesia, tanaman anggur sudah dikenal sejak abad 19. Tanaman anggur awalnya dikenal sebagai tanaman hias dan dan tidak diusahakan secara komersial karena menghasilkan buah yang masam/ kemudian pada tahun 1950-an tanaman anggur mulai dibudidayakan secara komersial karena telah ditemukan cara-cara untuk mengurangi rasa kemasamannya. Kini anggur yang dibudidayakan dan dikembangkan oleh masyarakat bermacam-macam jenisnya (Dewi, 2012). Anggur varietas Prabu Bestari merupakan anggur yang berasal dari Australia yang aslinya bernama Red Prince. Pada tahun 1986 Ir. Dermawan membawa bibit red prince dari Australia kemudian ditanam di desa Banjarsari, kabupaten Probolinggo. Pada tahun 1991, kebun percobaan Banjarsari mengambil bibit red prince dari pertanaman anggur Ir. Dermawan. Anggur ini menjadi salah satu koleksi kebun percobaan Banjarsari. Anggur var. Prabu Bestari (Red prince) mulai menyebar ke daerah lain, Anggur ini kemudian oleh Walikota Probolinggo diberi nama Prabu Bestari yang telah diajukan pelepasannya pada bulan Desember 2006 (Andrini 2006). 3. Karakterisitik Morfologi Anggur Tanaman anggur tumbuh tahunan (perennial) berbentuk perdu, dan memanjat atau menjalar. Tubuh tanaman anggur terdiri atas akar, batang, daun, sulur, bunga dan buah. Karakteristik morfologi masing-masing organ adalah sebagai berikut: a. Akar (Radix) Tanaman anggur memiliki akar tunggang (radix primaria) dan akar cabang (radix lateralis). Tetapi tanaman anggur hasil perbanyakan vegetatif

(29) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 9 biasanya berakar serabut. Sistem perakaran menyebar ke seluruh tanah. Sistem perakaran menyebar ke seluruh arah pada bagian lapisan atas sedalam 1,5 m – 3,0 m. Tanaman anggur hasil perbanyakan vegetatif (stek batang, pencangkokan, penyambungan, penyusuan, perundukan) biasanya mempunyai perakaran lebih dangkal daripada tanaman hasil perbanyakan generatif (biji). Akar anggur memiliki perkembangan yang sangat lebat jika media tanamnya berupa tanah subur dan gembur. Selain cepat tumbuh berkembang di dalam tanah, akar anggur sering muncul pada ruas-ruas ranting. Munculnya akarakar pada ruas-ruas ranting atau cabang biasanya terjadi pada musim hujan karena ruas-ruas batang dan ranting mudah berakar, maka perbanyakannya lebih mudah dengan cara stek atau cangkok (Suwito, 2007). Akar berperan dalam penyerapan makanan. Akar tanaman anggur mudah mengalami kerusakan akibat lingkungan yang tidak cocok. Misalnya karena aerasi yang kurang baik, kurang kadar air dalam tanah, tingginya angka keasaman tanah dan kandungan senyawa aluminium serta mangan dalam tanah yang tinggi. Akar tanaman anggur tidak tahan terhadap genangan air. Oleh karena itu tanaman anggur harus ditanam di tanah yang drainasenya baik (Rukmana, 1999). b. Batang (Caulis) Batang merupakan bagian dari tubuh tanaman yang amat penting sebagai alat pembentuk dan pembawa daun. Anggur Prabu Bestari memiliki batang yang tegak berbentuk lingkaran (Andrini, 2006). Batang tanaman anggur beruas-ruas dan berbuku-buku serta berkayu. Spesifikasi batang tanaman anggur tumbuh memanjat atau menjalar. Pada pertumbuhannya tanaman anggur sangat mudah menumbuhkan cabang-cabang, dan setiap cabang akan menumbuhkan ranting,

(30) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 10 karena hal ini tanaman anggur temasuk tumbuhan semak (Suwito, 2007). Struktur batang dan pecabangannya terdiri atas batang utama, cabang primer, cabang sekunder dan cabang tersier yang akan menghasilkan cabang bunga atau buah. Setiap buku batang memiliki mata tunas. Kulit batang atau cabang yang masih muda berwarna hijau, tetapi setelah tua berubah menjadi hijau kecoklat-coklatan atau cokelat. Cabang bermata tunas dapat digunakan sebagai bagan perbanyakan tanaman secara vegetatif (Rukmana, 1999). Pada awal pertumbuhannya, batang anggur tampak lemah sehingga tidak tumbuh tegak. Karena itu, pada awal penanaman bibit anggur memerlukan penopang untuk perambatan. Penopang biasanya berupa tanaman hidup atau batang-batang kayu atau bambu yang ditancapkan dekat batang anggur. Dengan demikian, sulur pada ujung ranting akan membelit penopang tersebut dan tumbuh merambat ke atas (Suwito, 2007). Dalam pertumbuhannya, pada setiap buku-buku batang anggur, akan tumbuh mata tunas yang akan menjadi cabang tanaman anggur. c. Daun (Folium) Gambar 2.1 Daun Vitis vinifera varietas Prabu Bestari Tanaman anggur mempunyai daun tunggal, artinya terdiri atas satu helai daun pada satu tangkai daun. Daun anggur var. Prabu Bestari berbentuk pentagonal, bergigi, dengan panjang 8,5 – 13,4 cm, lebar 11,4-20,3 cm dan

(31) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 11 panjang tangkai daun 4,1 – 7,8 cm. Daun Vitis vinifera varietas Prabu berwarna hijau muda saat daun masih muda yang lama-kelamaan berwarna hijau tua, dengan pangkal daun berwarna kemerahan (Andrini, 2006). Daunnya memiliki urat daun menjari dan permukaannya sedikit berbulu. Daun tumbuh secara bertebaran pada ranting-ranting dan kedudukannya saling menyilang. Daun tanaman merupakan bagian dari organ tubuh yang berfungsi sebagai tempat berlangsungya fotosintesis yang menghasilkan zat-zat yang diperlukan tanaman untuk pertumbuhan vegetatif (batang, cabang, sulur dan daun) dan pertumbuhan generatif (bunga buah dan biji) (Cahyono, 2010). d. Sulur (Sirrus) Gambar 1. 2 Sulur Vitis vinifera varietas prabu bestari Tanaman anggur memiliki sulur. Sulur (sirrus) berfungsi sebagai alat pemanjat. Sulur pada tanaman anggur letaknya berhadap-hadapan atau berseling dengan daun dan bersifat terputus, artinya dua helai daun yang letaknya berdekatan masing-masing memiliki sulur, sedangkan daun yang berikutnya tidak bersulur (Rukmana, 1999).

(32) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI e. 12 Bunga (Flos) Bunga tanaman anggur tersusun dalam tangkai, artinya pada tiap tangkai bunga terdapat banyak kuntum bunga atau disebut “bunga majemuk” (inflorentia). Tiap kuntum memiliki lima helai daun kelopak (calyx), lima helai daun mahkota (corolla), di bagian atasnya bersatu membentuk suatu tudung (calyptra), lima benangsari dan sebuah putik. Bunga anggur tumbuh bergerombol dalam malai yaitu bunga mempunyai tangkai utama yang panjang dan bercabang banyak (Rukmana, 1999). f. Buah Gambar 2.2 Buah Vitis vinifera var. Prabu Bestari Buah anggur merupakan produk utama dari tanaman anggur. Buah anggur varietas prabu bestari berbentuk bulat lonjong (oval), kulit buah sangat tipis dan memiliki warna merah. Demikian pula warna daging buahnya juga beragam, ada yang berwarna kekuningan, putih kemerahan, putih, putih kehijauan, tergantung dari varietasnya. Daging buah anggur bertekstur halus dan memiliki rasa beragam, ada yang manis, sangat manis, agak asam, agak manis,dan manis-manis asam. Buah anggur ada yang berbiji dan ada yang tidak berbiji. Buah anggur yang berbiji, memiliki jumlah biji 2-4 perbuah. Selain itu, buah anggur juga mengandung banyak air (Cahyono, 2010).

(33) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 4. 13 Kandungan dan Manfaat Anggur Banyak orang yang menggemari anggur karena rasanya enak, manis, segar dan mengandung gizi tinggi, terutama vitamin C dan vitamin A. Selain untuk dimanfaatkan sebagai buah segar, anggur juga biasanya diolah menjadi minuman yaitu wine, dikeringkan menjadi kismis dan untuk keperluan industri selai dan jeli. Buah anggur yang segar dalam bentuk jus mengandung air 70% - 80%, karbohidrat 15% - 25%, asam organik 0,3% - 1,5%, tanin 0,01% - 0,10%, protein 0,0001% - 0,01%, amino 0,017% - 0,11%, amoniak 0,001% - 0,012%, dan mineral 0,3% - 0,6% (Rukmana, 1999). Buah anggur tidak hanya sumber dari vitamin A, C, B6 dan folat yang baik, tetapi juga sumber mineral penting lainnya, seperti potassium, magnesium, kalsium, zat besi, fosfor dan selenium. Semua vitamin tersebut sangat berguna untuk menjaga kesehatan tubuh (Alex, 2012). Selain itu, anggur juga mengandung serat yang sangat penting untuk tubuh karena berpengaruh terhadap penurunan resiko kanker, melancarkan pencernaan dan menjaga atau meningkatkan daya tahan tubuh. Berikut adalah beberapa khasiat kesehatan dari buah anggur yaitu: a. Antibakteri Anggur memiliki kandungan antibakterial dan antivirus yang kuat, sehingga dapat melindungi dari infeksi b. Kanker payudara Penelitian menujukkan bahwa jus anggur yang berwarna ungu membantu dalam mencegah kanker patyudara yang secara signifikan mengurangi massa tumor pada payudara. Kulit buah anggur mengandung 50-

(34) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 14 100 mikrogram zat resveratrol yang berfungsi sebagai obat kanker (Rukmana, 1999). c. Sembelit Anggur mengandung asam organik, gula, selulosa yang dikenal sebagai pencahar. Manfaat ini sangat baik untuk mengatasi keluhan sembelit atau susah buang air besar (Dewi, 2012). B. Faktor yang Mempengaruhi Pertumbuhan Anggur 1. Keadaan Iklim Keadaan iklim yang berpengaruh terhadap pertumbuhan dan produksi buah adalah ketinggian tempat, suhu udara, curah hujan, kelembapan udara dan cahaya matahari a. Ketinggian Tempat Ketinggian tempat yang optimum untuk pertumbuhan dan produksi anggur pada ketinggian 0 – 300 meter di atas permukaan laut (dpl). Jenis anggur dataran rendah yaitu anggur Vitis vinifera yang ditanam di dataran tinggi menyebabkan perubahan kualitas dan kuantitas buah, buah menjadi kecil-kecil dan rasanya masam (Rukmana, 1999). b. Suhu udara Suhu udara berpengaruh terhadap metabolisme tanaman misalnya respirasi, fotosintesis, pertunasan, pembungaan, pembuahan, pematangan buah, pembelahan sel, transpirasi, absorbsi air dan unsur hara. Suhu yang terlalu tinggi atau pun rendah menyebabkan fotosintesis pada tanaman tidak optimal sehingga produksi pati terbatas. Sementara respirasi meningkat lebih besar sehingga hasil fotosintesis lebih banyak digunakan untuk respirasi daripada untuk pertumbuhan.

(35) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 15 Suhu yang terlalu tinggi juga dapat menyebabkan kehilangan air akibat transpirasi. Suhu yang rendah juga menimbulkan kematian pada tanaman diawali dengan timbulnya gejala kematian jaringan daun (nekrosis) (Cahyono, 2010). Suhu udara yang cocok bagi tanaman anggur adalah antara 25 o-31oC (Rukmana, 1999). c. Curah hujan Keadaan iklim yang cocok untuk tanaman anggur yaitu iklim yang hangat dan kering dengan curah hujan kering. Daerah yang memiliki iklim dengan bulan kering dalam 1 tahun dan curah hujan rata-rata 800-1.800 cm/tahun dengan curah hujan pada bulan terkering <60 cm sangat cocok untuk budidaya anggur. Namun anggur masih toleran terhadap iklim agak basah dengan 3-4 bulan kering dalam 1 tahun tanaman anggur masih dapat tumbuh baik walaupun produksi kurang maksimal (Cahyono, 2010). d. Kelembapan udara Kelembapan udara (rH) yang baik untuk anggur yaitu kisaran 40% -80% (Rukmana, 1999). Kelembapan udara berpengaruh terhadap proses fotosintesis tanaman anggur. Kelembapan udara yang tinggi dapat menyebabkan mulut daun (stomata) tertutup sehingga penyerapan gas karbondioksida terhambat. Akibatnya proses fotosintesis pun terhambat. Selain itu kelembapan yang tinggi dapat juga merangsang perumbuhan patogen yang mengganggu tanaman anggur. Kelembapan udara yang rendah dapat menyebabkan tanaman sulit menyerap zat hara nitrogen dan fosfat, akibatnya pertumbuhan menjadi terhambat (Cahyono, 2010).

(36) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI e. 16 Sinar matahari Sinar matahari sangat dibutuhkan oleh tanaman anggur sebagai sumber energi dalam proses fotosintesis, baik untuk pertumbuhan vegetatif maupun generatif. Pada masa awal pertumbuhan tanaman anggur memerlukan intensitas matahari lemah yaitu sekitar 50 %, sedangkan menjelang dewasa tanaman anggur memerlukan sinar matahari penuh untuk mempercepat masa awal produksi yaitu sekitar 80% dari pagi sampai sore atau lama penyinaran 10-12 jam sehari (Cahyono, 2010). 2. Keadaan Tanah Tanaman anggur mempunyai toleransi yang tinggi terhadap berbagai jenis atau tipe tanah. Hal yang penting diperhatikan dalam pemilihan lahan atau tanah untuk budidaya tanaman anggur adalah tanahnya subur, gembur, keadaan aerasi dan drainasenya baik, bebas dari kandungan garam (alkalin), dan reaksi tanah (pH) 6 – 7. Di sentrum tanaman anggur, jenis tanah yang ideal untuk pengembangan tanaman anggur adalah tanah aluvial dan grumosol. Anggur yang tumbuh di tanah liat (berat) akan menghasilkan buah bermutu tinggi, yaitu tingkat kematangannya seragam dan kadar gulanya tinggi (Rukmana, 1999). Tanah yang banyak mengandung pasir dapat memberikan keleluasaan bagi perakaran tanaman anggur untuk mencari air dan makanannya. Namun pada tanah pasir tanaman anggur akan tumbuh relatif kurang subur dan mulai masak buahnya akan lebih cepat terjadi daripada di tanah-tanah yang berat/ berlempung (Rismunandar, 1985).

(37) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 3. Hama Dan Penyakit Tanaman Anggur a. Hama 17 Hama yang sering menyerang tanaman anggur adalah sebagai berikut: 1) Kutu Phylloxera (Phylloxera vitifoliae) Kutu Phylloxera termasuk sejenis kutu yang hidup di bawah jaringan kayu yang mengering. Menyerupai kutu wol tetapi lapisan selimut wolnya tidak begitu tebal. Kutu dewasa bersayap dan berukuran kecil. Hama ini menyerang dengan cara mengisap cairan akar dan daun tanaman anggur. Pengendalian hama ini dengan menggunakan bibit tanaman anggur okulasi yang bagian bawahnya tahan terhadap hama tersebut (Rukmana, 1999). 2) Tungau Merah (Tetranychus sp.) Tungau merah berukuran kecil, berwarna merah dengan bagian mulut dan kakinya berwarna putih. Hama ini biasanya bergerombol di bawah permukaan daun dan di antara tulang-tulang daun. Hama ini menyerang dengan mengisap cairan daun Gejala serangan ditandai dengan bercak-bercak kuning pada daun yang kemudian berubah menjadi hitam. Pengendalian tungau merah dapat dilakukan dengan memotong bagian tanaman yang terserang dan menyemprotan insektisida (Rukmana, 2010). 3) Kumbang Daun (Apogonia sp.) Kumbang ini berwarna hitam atau coklat yang aktif pada senja dan malam hari sampai menjelang fajar pada siang hari kumbang bersembunyi di dalam tanah. Kumbang menyerang dengan cara memakan atau merusak daun kemudian membuat lubang-lubang kecil pada permukaan daun. Serangan ini menyebabkan proses fotosintesis terganggu sehingga pertumbuhan tanaman

(38) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 18 kecil. Pengendalian dapat dilakukan dengan mamasang perangkap lampu penerang pada malam hari. Kumbang yang tertangkap kemudian dibakar (Cahyono, 2010). 4) Belalang Belalang sering mersak daun. Pengendaliannya dengan disemprot insektisida sistemik. 5) Ulat kumbang Coleoptera Hama ini menyebabkan tanaman menjadi layu, daun-daun berubah menjadi kecoklatan sampai kering selanjutnya gugur. Cabang menjadi mudah patah (Rismunandar, 1985). b. Penyakit Penyakit yang sering menyerang tanaman anggur adalah sebagai berikut: 1) Tepung palsu (Valse Meeldauw, Downy Mildew) Penyebab penyakit tepung palsu adalah cendawan Plasmopara viticola. Penyakit ini menyerang secara berat pada musim hujan. Gejala serangan penyakit tepung palsu mula-mula tampak pada sisi daun yang menimbulkan bercak-bercak berwarna kuning kehijau-hijauan, kemudian bercak meluas dan bersatu serta berubah warna menjadi cokelat berlapis tepung. Serangan berat menyebabkan daun kering dan rontok. Pengendalian tepung palsu dengan cara memusnahkan bagian tanaman yang sakit berat, melindungi tanaman dengan naungan (atap) plastik dan aplikasi fungisida (Suwito, 2007).

(39) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 19 2) Cendawan Tepung ( Powdery Mildew) Penyakit ini disebabkan oleh cendawan Uncinula necator (Schw.) Burr; menyerang secara berat pada cuaca kering. Bagian tanaman yang terinfeksi menampakkan gejala bercak-bercak bertepung putih kelabu. Daundaun yang terinfeksi menggulung ke atas dan berubah bentuk ditutupi tepung berwarna kelabu agak gelap. Batang yang sakit menjadi berwarna cokelat. Pengendalian penyakit tepung dapat dilakukan dengan cara memotong bagian tanaman yang sakit untuk dibakar, menjaga kebersihan kebun dan aplikasi fungisida (Suwito, 2007). 3) Bercak Daun Cercospora Penyebab penyakit ini adalah cendawan Cercospora viticola (Ces) Sacc. Penyebaran penyakit bercak daun dibantu oleh angin dan percikan air. Penyakit bercak cercopora menyerang berat pada keadaan cuaca lembap. Gejala serangannya adalah mula-mula pada daun dan tunas muda menjadi bercak-bercak berwarna cokelat yang bersudut, kemudian timbul bintik-bintik hitam pada bercak. Serangan berat menyebabkan tunas muda mengering (mati). Pengendalian penyakit bercak cercopora dapat dilakukan dengan cara mengurangi kelembapan kebun, menjaga kebersihan kebun, memangkan bagian tanaman yang sakit berat untuk dimusnahkan dan aplikasi fungisida (Rukmana, 1999). 4) Karat Daun Penyakit karat daun disebabkan oleh cendawan Physopella ampelopsida. Gejala serangan penyakit ini adalah terdapatnya tepung berwarna jingga pada sisi bawah daun. Serangan berat menyebabkan daun kering dan

(40) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 20 rontok. Pengendalian penyakit karat daun dapat dilakukan dengan cara memangka daun yang sakit berat dan aplikasi fungisida (Dewi, 2012). 5) Bercak Daun Alternaria Penyebabnya adalah cendawan Alternaria vitis Cav. Gejala serangannya adalah mula-mula terjadi bercak-bercak berwarna kuning di ssepanjang tepi daun, kemudian bercak menjadi besar berwarna cokelat dengan cincin-cincin. Serangan berat menyebabkan daun kering dan rontok. Pengendalian penyakit bercak daun alternaria dapat dilakukan dengan cara menjaga kebersihan kebun, memotong bagian tanaman yang sakit berat dan aplikasi fungisida (Suwito, 2007). 4. Pupuk Dalam pengertian luas yang dimaksud pupuk adalah suatu bahan yang digunakan untuk mengubah sifat fisik, kimia atau biologi tanah sehingga menjadi lebih baik bagi pertumbuhan tanaman. Sedangkan dalam pengertian khusus pupuk adalah suatu bahan yang mengandung satu atau lebih hara tanaman. Bahan pupuk selain mengandung hara tanaman juga mengandung zat pembawa san senyawasenyawa lain berupa kototran atau campuran lain yang relatif sedikit, bahan mantel dan filler (pengisi) (Agus,2012). a. Pupuk Organik Pupuk organik merupakan hasil perombakan/ pengomposan bahan sampah organik oleh mikrobia pada kondisi lingkungan yang lembab, hangat dan aerobik atau anaerob dengan hasil akhir berupa kompos nosbah C/N yang rendah yaitu <20. Manfaat dari bahan organik terhadap tanah yaitu merangksang granulasi, memperbaiki aerasi tanah dan meningkatkan kemampuan menahan air serta

(41) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 21 meningkatkan aktivitas mikroorganisme yang berperan pada fiksasi nitrogen dan transfer hara tertentu seperti N, P dan S. Proses penguraian bahan organik ini memerlukan kondisi tertentu yaitu suhu, udara dan kelembapan. Waktu pengomposan rata-rata 4-6 minggu. Bahan baku pupuk organik yaitu semua material yang mengandung karbon dan nitrogen. Kompos dapat terbuat dari limbah pertanian seperti jerami, sekam, tongkol jagung, batang pisang dan sabut kelapa. Pupuk organik dapat pula terbuat dari limbah industri seperti serbuk gergaji kayu, kertas, limbah kelapa sawit dan dari limbah rumah tangga seperti tinja, urin, sampah rumah tangga. Pupuk organik memiliki beberapa manfaat bagi tumbuhan yaitu meningkatkan kesuburan tanah, memperbaiki struktur dan karakteristik tanah, meningkatkankan kapasitas penyerapan air oleh tanah, meningkatkan aktivitas mikroba tanah, meningkatkan kualitas hasil panen, menyediakan hormon dan vitamin bagi tanaman, meningkatkan ketersediaan hara di dalam tanah (Alex, 2012). Pupuk organik yang baik dan memiliki mutu tinggi memiliki kriteria yaitu: 1) Telah terdekomposisi dengan sempurna serta menimbulkan efek-efek merugikan bagi pertumbuhan tanaman. 2) Penggunaan kompos yang belum matang akan menyebabkan terjadinya persaingan antara bagian nutrien antar tanaman dengan mikroorganisme tanah yang mengakibatkan terhambatnya pertumbuhan tanaman. Pupuk organik yang baik memiliki ciri sebagai berikut: 1) Berwarna coklat tua hingga hitam mirip dengan warna tanah 2) Tidak larut dalam air, meski sebagaian kompos dapat membentuk suspensi 3) Berefek baik jika diaplikasikan dengan tanah 4) Suhunya kurang lebih sama dengan suhu lingkungan.

(42) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 22 5) Tidak berbau. Pupuk kandang termasuk dalam pupuk organik yang memiliki kualitatif hara yang lebih tinggi dan mikrobia dibandingkan limbah pertanian. Pupuk kandang ialah pupuk yang berasal dari kotoran hewan/ternak. Susunan hara pupuk kandang tergantung macam dan jenis hewan ternak. Nilai hara pupuk kandang dipengaruhi oleh makanan hewan yang bersangkutan, fungsi hewan tersebut sebagai pembantu pekerjaan atau dibutuhkan dagingnya saja, jenis hewan dan jenis bahan yang digunakan sebagai alas kandang (Agus, 2012). b. Pupuk kompos cacing Kompos cacing adalah kompos yang terbuat dari bahan organik yang dicerna oleh cacing. Pupuk ini merupakan campuran kotoran cacing tanah dengan sisa media atau pakan dalam budidaya cacing tanah. Kompos cacing dapat menyuburkan tanah karena kotoran cacing memiliki bentuk dan struktur mirip dengan tanah namun pratikelnya lebih kecil dan lebih kaya bahan organik sehingga memiliki tingkat aerasi yang tinggi dan cocok untuk dijadikan media tanam. Kandungan kompos cacing yaitu humus, hormon pertumbuhan tanaman dan mikroba tanah. Kompos cacing yang berkualitas baik ditandai dengan warna hitam kecoklatan hingga hitam, tidak berbau, bertekstur remah dan matang (C/N< 20). Keunggulan kompos cacing yaitu memiliki kemampuan menahan air sebesar 40-60% sehingga mampu mempertahankan kelembapan, memperbaiki struktur tanah dan menetralkan pH tanah, mengandung unsur hara seperti N, P, K, Ca, Mg, S, Fe, Mn, Al, Na, Cu Zn Bo dan Mo yang dibutuhkan oleh tanaman (Alex, 2010).

(43) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI c. 23 Lypotril Lypotril atau pupuk mikro sistemik daun merupakan campuran berbagai unsur bahan pupuk unsur anorganik dengan bahan organik yang digunakan lewat sistem penyerapan permukaan stomata atau seluruh pro daun, batang dan buah. Komposisinya yaitu: 1) Unsur Nitrogen 17,40% 2) Unsur P 24,85% 3) Unsur Kalium 18,25% 4) MgO dan CaO 1,78% 5) Vitamin (E, Caroteen) dan mineral (Baron, Cu, Zn, Cr, Mn, I) 3,68% Manfaat penggunaan Lypotril bagi tanaman yaitu: 1) Percepatan pertumbuhan pucuk daun dan penguatan ketahanan daun, berhadapan dengan tingginya paparan sinar UV matahari. 2) Mempercepat proses pertumbuhan bunga, ketahanan bunga sampai terjadi proses pembuahan, serta ketahanan bakal buah pada kondisi klimat ekstrem. 3) Dapat berfungsi pada berbagai jenis tanaman, dan akan meningkatkan produktifitasnya, akan berfungsi sebagau faktor pengatur tumbuh bagi tanaman, proses aklimatisasinya. 4) Memperbesar kemungkinan keberhasilan budidaya, dengan pencegahan terjadinya kerontonkan bunga, buah dan daunnya serta percepatan pertumbuhan dan perkembangannya. 5) Pemupukan akan langsung diserap oleh pori permukaan daun (stomata), batang dan buahnya, dan langsung doproses dalam metabolisme asimilasi, sehingga dapat mengurangi derajat kehilangan mikro hara, maka proses

(44) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 24 serapan pada daun, batang dan buah akan sangat efisien. Penekanan karena kehilangan, dapat dihindari sekecil mungkin. 6) Menaikkan kualitas dan kuantitas panen mempersingkat waktu panen 7) Bagi tanaman semudim dengan masa petik lebih dari sekali, maka akan memperpanjang periode dan waktu usia petik (Murwono,2013). C. Tanah 1. Komponen Tanah Tanah sebagai media tumbuh yang ideal secara material tersusun oleh 4 komponen, yaitu bahan padatan yang terdiri dari bahan mineral dan bahan organik, air tanah dan udara tanah. Berdasarkan volumenya, maka tanah secara rerata terdiri-dari : (1) 50 % padatan, berupa 45% bahan mineral (bahan hasil pelapukan batuan induk, termasuk mineral prmer, mineral sekunder dan bahan amorf) dan 5 % bahan organik (flora dan fauna tanah, perakaran tabaman serta hasil dekomposisi/penguraian sisa vegetasi atau hewan hasil kegiatan mikroorganisme) dan (2) 50% ruang pori berisi 20% - 30% air dan 20% - 30% udara (Sutanto, 2005). Menurut Hanafiah (2004), secara alamiah, proporsi komponen tanah tergantung pada: a. Ukuran partikel penyusun tanah, makin halus berarti makin padat tanah, sehingga ruang porinya akan semakin menyempit, sebaliknya jika makin kasar, b. Sumber bahan organik tanah, tanah bervegetasi akan mempunyai BOT tinggi, sebaliknya pada tanah gundul (tanpa vegetasi),

(45) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI c. 25 Iklim terutama curah hujan dan tempertaur, saat hujan dan evaporasi (penguapan) rendah proporsi air meningkat dan proporsi udara menurun), sebaliknya pada saat tidak hujan dan evaporasi tinggi, dan d. Sumber air, tanah yang berdekatan dengan sungai akan mengandung lebih banyak air ketimbang yang jauh dari sungai. 2. Fungsi Tanah sebagai Media Tumbuh Masing-masing komponen memiliki peran dalam menunjang fungsi tanah sebagai media tumbuhm sehingga variabilitas keempat komponen tanah ini akan berdampak terhadap fungsi tanah sebagi media tumbuh. Menurut Hanafiah (2004) fungsi masing-masing komponen tanah yaitu : a. Udara tanah berfungsi sebagai gudang dan sumber gas seperti O2 yang dibutuhkan oleh sel-sel perakaran untuk melaksanakan respirasi, CO2 bagi mikroba fotosintetik dan N2 bagi mikrobia pengikat N. b. Air tanah berfungsi sebagai komponen utama tubuh tanaman dan biota tanah, sebagian besar penyerapan hara seperti N, K, dan Ca oleh tanaman dimediasi oleh air melalui mekanisme aliran massa air, baik ke permukaan akar maupun transportasi ke daun. c. Bahan organik dan mineral tanah terutama berfungsi sebagai gudang dan penyuplai hara bagi tanaman dan biota tanah. Bahan organik melalui bentuk partikel-partikelnya merupakan penyusun ruang pori tanah yang tidak saja berfungsi sebagai gudang udara dan air tetapi juga sebagai ruang untuk akar berpenetrasi, makin sedikit ruang pori akan makin tidak berkembang sistem perakaran tanaman. Sedangkan bahan organik merupakan sumber energi,

(46) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 26 karbon dan hara bagi biota heterotrofik (pengguna senyawa organik) sehingga keberadaan BOT (bahan organik tanah) akan sangat menentukan populasi dan aktivitsnya dalam membebaskan hara-hara tersedia yang dikandung oleh BOT tersebut. 3. Sifat Dasar Tanah Menurut hanafiah, sifat dasar tanah yang berpengaruh terhadap pertumbuhan adalah sebagai berikut: a. Tekstur Tekstur tanah menunjukkan komposisi partikel penyusun tanah (separat). Semakun kecil ukuran separat berarti semakin padat partikel-partikel persatuan volume tanah, begitupula sebaliknya. Semakin besar ukuran partikel tanah maka akan memiliki pori-pori yang lebih besar pula sehingga sifatnya akan semakin poreus. Semakin poreus tanah akan semakin baik bagi pertumbuhan tanaman karena memudahkan akar untuk berpenetrasi dan makin mudah air dan udara untuk bergerak. b. Struktur tanah Struktur tanah menunjukkan bentuk dan susunan partikel tanah. Struktur tanah berfungsi untuk memodifikasi pengaruh tekstur terhadap drainasi dan aerasi tanah karena terkait dengan susunan agregat tanah. Struktur tanah yang baik akan menyebabkan tanah memiliki kondisi drainase yang baik sehingga memudahkan akar tanaman untuk berpenetrasi dan mengabsorbsi air dan zat hara. c. Porositas Porositas adalah proporsi ruang pori total yang terdapat dalam satuan volume tanah yang ditempati oleh air dan udara sehingga menjadi indikator

(47) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 27 kondisi drainase dan aerasi tanah. Tanah yang poreus berarti tanah yang cukup mempunyai ruang pori total untuk pergerakan air dan udara. d. Aerasi Aerasi mengindikasi kondisi tata udara dalam tanah. Aerasi baik berarti keluar-masuknya udara dari dan ke dalam tanah terjadi tanpa hambatan, sedangkan aerasi yang buruk sebaliknya. Aerasi yang buruk dapat berpengaruh buruk bagi tanaman karena terhambatnya pertumbuhan dan perakaran tanaman, respirasi akar, penyerapan air dan unsur hara. 4. Jenis Tanah dan Karakteristik Tanah a. Tanah Regosol (Tanah bukit pasir) Tanah dari Samas (Bantul) merupakan jenis tanah regosol. Tanah ini banyak terdapat di sepanjang pantai di banyak pulau di Indonesia. Bukit-bukit pasir (sand dunes) terbentuk dari pasir pantai yang berasal dari erosi dan terbawa oleh sungai, kemudian terbawa oleh kekuatan angin laut yang bersifat deflasi dan akumulasi. Pasir yang ringan terbawa oleh gaya ombak laut dan terlempar lebih jauh dari bibir pantai, sedangkan yang berat (pertikel lebih besar) biasanya lebih hitam (berat jenis lebih tinggi teronggok dekat bibir pantai yang landai. Pasir yang kering dan ringan tertiup angin ke arah daratan dan diendapkan di daerah yang ada vegetasi sebagai penumpu sehingga terbentuk daerah bukit pasir. Jika daratan pantai meluas, bukit pasir yang semula dipengaruhi angin laut menjadi tidak dipengaruhi dan menjadi tidak asin (Supriyo, et al., 2009). Kendala jika pasir akan ditanami adalah: 1) Kemampuan menyimpan air sangat rendah (very low water holding capacity)

(48) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 28 2) Unsur hara yang tersedia sangat rendah 3) Kecepatan angin sangat kuat dan suhu tinggi, maka evapo-transpirasi sangat besar sehingga mempercepat kekeringan. Tanah pasir memiliki sifat yang mendukung pertumbuhan tanaman yang tidak membutuhkan air yang banyak yaitu memiliki porositas yang tinggi sehingga kemampuan aerasi dan drainase pun baik. Kemampuan aerasi yang tinggi akan menyediakan udara yang cukup untuk pertumbuhan tanaman. Selain aerasi yang baik, drainasenya pun cukup tinggi karena kemampuan menyimpan air yang rendah. Rendahnya kemampuan menyimpan air ini cocok untuk tanaman yang tidak membutuhkan air yang banyak (Hanafiah, 2004). b. Tanah Aluvial Tanah Aluvial merupakan tanah yang masih muda dan belum ada diferensiasi horison (Rosmarkam dan Wongsoatmodjo, 2002). Tanah aluvial berasal dari endapan baru, berlapis-lapis, bahan organiknya jumlahnya berubahubah tidak teratur dengan kedalamannya. Lapisan ini bukan horison karena bukan terbentuk secara pedogenesis (perkembangan tanah secara alami) tetapi bahan atau material yang diendapkan berbeda dari waktu ke waktu dan lama pengendapan pun berbeda, sehingga terbentuk lapisan yang berbeda (Supriyo et al, 2009). Tanah aluvial terbentuk akibat banjir di musim hujan, maka sifat bahanbahannya juga tergantung pada kekuatan banjir dan asal serta macam bahan yang diangkut, sehingga menampakkan ciri morfologi berlapis-lapis atau berlembarlembaran yang bukan horison karena bukan hasil perkembangan tanah secara alami. Ciri pembentukan aluvial adalah bahan yang kasar akan diendapkan tidak

(49) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 29 jauh dari sumbernya. Tekstur bahan yang diendapkan pada waktu dan tempat yang sama akan lebih seragam, makin jauh dari sumbernya makin halus butir yang diangkat. (Rosmarkam dan Wongsoatmodjo, 2001). Tanah aluvial kurang dipengaruhi oleh iklim dan vegetasi, tetapi yang paling nampak pengaruhnya pada ciri dan sifat tanahnya adalah bahan induk dan topografi sebagai akibat waktu terbentuknya tanah yang masih muda (Supriyo et al, 2009). Menurut bahan induknya tanah paingan termasuk tanah aluvial lempung berpasir. Memiliki warna kelabu. Sifat tanah aluvial dipengaruhi langsung oleh sumber bahan asal, sehingga kesuburannya ditentukan oleh bahan asalnya. Tanah dari Paingan umumnya subur karena berasal dari gunung Merapi yang masih muda dan kaya akan unsur-unsur hara. Kalau melihat sifat fisiknya tanah ini mudah digarap karena menghisap air dan permeabel (Rosmarkam dan Wongsoatmodjo, 2002). Beberapa sifat tanah alluvial yaitu memiliki pH yang relatif rendah, kejenuhan basa yang rendah, struktur kurang baik (Sutejo, 2005). c. Tanah Latosol (Tanah bukit kapur) Tanah yang terdapat di Gunung Kidul merupakan jenis tanah kapur atau Latosol. Tanah latosol meliputi semua tanah zonal di daerah tropika dan khatulistiwa yang mempunyai sifat-sifat dominan: 1) Nilai silikon oksida fraksi lempung rendah 2) Kapasitas penukaran kation rendah 3) Lempungya kurang aktif 4) Kadar mineral primer rendah 5) Kadar bahan larut rendah

(50) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 30 6) Stabilitas agregat tinggi dan 7) Berwarna merah. Latosol meliputi tanah-tanah yang telah mengalami pelapukan intensif dan perkembangan tanah lanjut, sehingga terjadi pencucian untur basa dan bahan organik dan silika dengan meninggalkan sesquiozid sebagai sisa berwarna merah. Ciri morfologi yang umum ialah tekstur lempung sampai geluh, struktur remah sampai gumpal remah dan konsistensi gembur. Selain itu tanah latosol juga memiliki kandungan bahan organik yang rendah (Sutejo et al, 2005). Di Indonesia tanah latosol umumnya berasal dari batuan induk vulkanik baik tuff maupun batuan beku, terdapat mulai dari tepi pantai hingga ketinggian 900 mdpl dengan topografi miring, bergelombang. Tanah latosol mempunya distribusi kadar lempung tinggi (≥ 60%), remah sampau gumpal dan warna secara homogen pada penampang tanah dalam (lebih dari 15 cm) dengan batas horison terselubung; kejenuhan basa (NH4Oac) kurang dari 50% sekurang-kurangnya pada beberapa bagian dari horison B di dalam penampang 125 cm dari permukaan; tidak mempunyai horison diagnostik (kecuali jika tertimbun oleh 50 cm atau lebih bahan baru), selain horison A umbrik atau horison B kambik, tidak memperlihatkan gejala plintik di penampang 125 cm dari permukaan, tidak mempunyai sifat-sifat vertik (Supriyo et al, 2009). Sifat fisik dari tanah latosol yaitu memiliki porositas yang rendah. Rendahnya porositas menyebabkan aerasi dan drainase yang rendah pula. Rendahnya aerasi pada tanah latosol menyebabkan rendahnya mobilitas udara khususnya oksigen yang dibutuhkan oleh tanaman. Drainase yang rendah menyebabkan kelembaban tanah latosol menjadi tinggi sehingga kurang cocok bagi tanaman yang tidak membutuhkan air yang banyak.

(51) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 31 D. Penanaman Anggur Dengan Teknik Tabulampot Teknik penanaman dengan teknik tabulampot atau tanaman buah dalam pot merupakan alternatif penanaman tanaman buah yang dapat memberikan solusi untuk yang memiliki lahan terbatas, tetapi ingin memiliki banyak tanaman. Prinsip penanaman dengan teknik ini yaitu dengan menanam anggur di dalam pot. Kelemahan tabulampot yaitu memerlukan keseriusan dan ketelitian dalam merawat tanaman buah, misalnya dalam hal pemberian pupuk. Menurut Rahmat (2011) keuntungan memelihara tanaman buah dalam pot yaitu area tanaman yang dibutuhkan tidak terlalu luas, dapat menghasilkan buahbuahan murni minim pestisida, mempercantik halaman rumah dan pekarangan di sekitarnya, masa berbunga dan berbuah tanaman dapat diatur, sehingga produksi buah tidak tergantung musim, pertumbuhan nutrisi tanaman dapat diperoleh secara maksimal, jika terserang hama atau penyakit, penanggulangannya lebih mudah dilakukan. E. Hipotesa 1. Ada pengaruh jenis tanah terhadap pertumbuhan tanaman anggur varietas Prabu Bestari. 2. Jenis tanah yang paling cocok untuk pertumbuhan tanaman anggur adalah tanah Aluvial.

(52) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 32 BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian eksperimen dengan melakukan percobaan dan pengujian pada penelitian yang dilakukan. Pada penelitian eksperimental variabel-variabel penelitian dan kondisi eksperimen dikontrol ketat, adanya kelompok kontrol dan semua variabel penting diusahakan konstan. Penelitian eksperimen bertujuan untuk menyelidiki hubungan sebab akibat dalam penelitian ini yaitu pengaruh jenis tanah terhadap pertumbuhan tanaman anggur dengan tiga kelompok eksperimen yaitu regosol, aluvial dan latosol dan satu kelompok kontrol dengan masing-masing 3 pengulangan B. Variabel Penelitian Dalam penelitian ini terdapat 3 jenis variabel, yaitu variabel bebas, variabel terikat dan variabel kontrol. 1. Variabel bebas yaitu jenis tanah yang digunakan yaitu tanah regosol, tanah aluvial dan tanah latosol. 2. Variabel terikat meliputi tinggi batang, diameter batang dan jumlah daun. 3. Variabel kontrol pada penelitian ini adalah air, intensitas cahaya, suhu, pupuk kandang, umur bibit, penyiraman, serta pemeliharaan. Pada penelitian ini perlu pula dilakukan pengamatan dan pengukuran kelembaban tanah, pH tanah, kerusakan daun dan serangan penyakit.

(53) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 33 C. Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di kebun percobaan Universitas Sanata Dharma di Desa Paingan, Depok, Sleman, Yogyakarta. Penelitian dilaksanakan selama empat bulan, yaitu pada bulan November 2013 sampai Februari 2014. D. Desain Penelitian Rancangan penelitian yang digunakan adalah Complete Randomized Design. Menurut Tanujaya (2013), Complete Randomized Design atau Rancangan Acak Lengkap (RAL) merupakan rancangan dasar dengan beberapa perlakuan yang disusun secara random untuk seluruh unit percobaan. Ciri khas percobaan ini yaitu bahan percobaan yang digunakan harus bersifat homogen. Dalam rancangan penelitian ini dilakukan pembuatan denah percobaan dengan pengacakan untuk memperoleh nilai yang tidak bias, nilai tengah maupun beda antar nilai tengah. Pengacakan dilakukan tehadap penempatan perlakuan satuan percobaan (Tanujaya, 2013). Pada penelitian ini terdapat tiga perlakuan yaitu penggunaan tanah gunung kidul (tanah latosol), tanah paingan (tanah aluvial), tanah paingan (tanah regosol) dan kontrol. Masing-masing perlakuan diulang tiga kali. Pot disusun dan diberi nomor 1-9 seperti tabel berikut: Tabel 3.1 Pola penyusunan pot TR1 TR2 TR3 TA1 TA2 TA3 TL1 TL2 TL3 TK1 TK2 TK3 Ket : TR1 = tanah regosol pengulangan 1 TR2 = tanah regosol pengulangan 2 TR3 = tanah regosol pengulangan 3

(54) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 34 TA1 = tanah aluvial pengulangan 1 TA2 = tanah aluvial pengulangan 2 TA3 = tanah aluvial pengulangan 3 TL1 = tanah regosol pengulangan 1 TL2 = tanah regosol pengulangan 2 TL3 = tanah regosol pengulangan 3 TK1 = kontrol (pasir + pupuk) pengulangan 1 TK2 = kontrol (pasir + pupuk) pengulangan 2 TK3 = kontrol (pasir + pupuk) pengulangan 3 Pengacakan pada penelitian ini dilakukan pada saat memilih tanaman yang akan diberikan perlakuan. Penentuan tanaman yang akan diberi perlakuan tertentu dilakukan secara acak dan tidak ada perbedaan khusus terhadap jenis tanah tertentu. Setelah tanaman anggur ditanam, kemudian dilakukan perawatan dan pengukuran setiap minggu untuk mengetahui pertambahan tinggi batang, diameter batang dan jumlah daun. E. Alat dan Bahan Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini meliputi: 1. Alat Alat yang digunakan dalam penelitian ini yaitu karung, cangkul, sekop, gembor, ember, selang, kran, gunting pemangkas, pot, moisturemeter, pH meter, para-para, buku untuk mencatat hasil pengukuran, semprotan pestisida, alat ukur kesuburan tanah, meteran, mistar, sendok semen, topi/caping, sarung tangan, tali raffia, ember, takaran air, parang/arit, gayung, perangkap hama, label, kawat, timbangan 5kg, penampung air, sapu lidi.

(55) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 2. 35 Bahan Bahan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu bibit anggur, pupuk kascing, pupuk kompos, tanah regosol, tanah aluvial, tanah latosol, air, insektisida merk lannete, fungisida, pupuk sistemik daun „lypotril‟. F. Prosedur Kerja Dalam mengumpulkan data dilakukan beberapa tahapan berikut: 1. Penyiapan Lahan Lahan yang digunakan untuk meletakkan pot berisi tanaman anggur terletak di kampus 3 Universitas Sanata Dharma, Paingan, Maguwoharjo, Sleman, Yogyakarta. Persiapan lahan meliputi pembersihan lahan dan pembuatan pagar pembatas untuk mencegah gangguan dari luar. 2. Penyiapan Media Tanam dan Pot Sarana yang dibutuhkan dalam penelitian ini terdiri atas pot, medium tanah, bibit tanaman anggur, tempat rambatan dan fasilitas penunjang. a. Pot Pot yang digunakan dalam penelitian ini berdiameter 40 cm dengan tinggi 35 cm. Bagian dasar wadah tanam memiliki lubang drainase untuk mengurangi kadar air karena anggur tidak tahan di tanah yang kadar airnya tinggi. b. Medium tanam Medium tanam yang digunakan terdiri dari campuran tanah, pasir dan pupuk. Pupuk terdiri dari campuran pupuk kandang dan pupuk kascing. Ada tiga jenis tanah yang digunakan yaitu tanah paingan yang merupakan tanah lempung berpasir, dari daerah pantai samas (Bantul) yang merupakan tanah pasir yang

(56) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 36 diambil dan tanah dari gunung kidul yang merupakan tanah kapur. Selain perlakuan juga dibuat pasir dan pupuk sebagai kontrol. c. Tempat rambatan Tempat rambatan yang digunakan terbuat dari bambu. Ukuran rambatan disesuaikan dengan ukuran tanaman anggur. Rambatan dibentuk huruf H. d. Fasilitas penunjang Untuk pertumbuhan anggur dibutuhkan beberapa fasilitas pendukung antara lain gembor, semprotan kecil, pupuk, pestisida dan lain-lain. 3. Pencampuran pupuk Campur pupuk kompos dan pupuk kompos cacing dengan perbandingan 1:1. 4. Pencampuran Media Tanam a. Tanah Regosol 1) Siapkan tanah regosol, pasir dan pupuk dengan perbandingan 2:1:1 2) Campur tanah dan pupuk dengan menggunakan sekop 3) Setelah dicampurkan medium dimasukkan ke dalam pot. b. Tanah Aluvial 1) Siapkan tanah Aluvial, pasir dan pupuk dengan perbandingan 2:1:1 2) Campur tanah dan pupuk dengan menggunakan sekop. 3) Setelah dicampurkan medium dimasukkan ke dalam pot. c. Tanah Latosol 1) Siapkan tanah Latosol, pasir dan pupuk dengan perbandingan 2:1:1 2) Campur tanah dan pupuk dengan menggunakan sekop.

(57) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 37 3) Setelah dicampurkan medium dimasukkan ke dalam pot. d. Kontrol 1) Siapkan pasir dan pupuk dengan perbandingan 1:1 2) Campur tanah dan pupuk dengan menggunakan sekop. 3) Setelah dicampurkan medium dimasukkan ke dalam pot. 5. Penyiapan Media Tanah ke Dalam Pot Pot yang digunakan terbuat dari tanah liat. Cara pengisian medium tanam ke dalam pot adalah sebagai berikut : a. Isi pot dengan medium tanam yang telah dicampur dengan pupuk dan pasir sampai cukup penuh atau sekitar 5 cm dibawah tepi (permukaan) mulut pot. b. Siram medium tanam dalam pot dengan air bersih hingga cukup basah (lembap). c. Simpan pot atau drum yang telah diisi medium tanam di tempat yang teduh. Sebelum tanaman siap ditanam di pot berisi tanah, tanah harus disiram dengan air selama 3 hari agar tanah siap ditanami anggur 6. Penyiapan Bibit Anggur Bibit yang digunakan didatangkan dari Probolinggo. Bibit yang dipilih berasal dari varietas Prabu Bestari yang tumbuhnya sehat dan normal, serta minimal mempunyai dua helai daun dewasa. 7. Penanaman Anggur Setelah medium tanam anggur sudah siap, penanaman bibit tanaman anggur dilakukan dengan memperhatikan pengairan (penyiraman). Berikut adalah langkah-langkah penanaman bibit anggur:

(58) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 38 a. Medium tanam dalam polybag disiram sampai basah b. Bibit bersama akar dan medium tanamannya dikeluarkan dari polybag untuk segera ditanam di tengah-tangah pot . c. Tancapkan rambatan dalam pot. d. Medium tanam dalam pot segera disiram dengan air bersih hingga cukup basah. e. Tanaman anggur bisa diletakkan di tempat yang mendapat sinar matahari yang cukup. 8. Perawatan dan Pemeliharaan a. Penempatan tanaman pot Pot berisi tanaman anggur ditempatkan pada lokasi terbuka yang mendapat sinar matahari penuh. Di samping itu, lokasi penempatan pot harus dekat sumber air dan serasi dengan lingkungan sekitarnya. b. Penyiraman Pada fase awal pertumbuhan tanaman anggur membutuhkan air dalam jumlah yang memadai. Pengairan (penyiraman) dilakukan dengan memperhatikan kelembapan tanah. Kelembapan tanah harus dikontrol antara 40% - 80%. Jika kelembapan <40% maka tanah harus disiram, sedangkan jika kelembapan >80 %, tanah tidak perlu disiram misalnya sehabis hujan. Untuk penyiraman tanaman pemberian air harus dikontrol, setiap tanaman harus memperoleh volume air yang sama. c. Pemupukan Pemberian pupuk dalam penelitian ini yaitu pemberian lypotril yaitu pupuk mikro sistemik daun. Cara pemberian lypotril yaitu:

(59) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 39 1) Campurkan lypotryl sebanyak 15 mL ke dalam Liter air 2) Aduk larutan sampai homogen 3) Semprotkan lypotril yang telah dicampur air ke daun dan batang tanaman anggur. d. Pemangkasan Pemangkasan pembentukan cabang dilakukan sebagai berikut: 1) Sebelum batang primer mencapai pagar (± 50 cm) dilakukan pemangkasan tunas anggur yang tumbuh di ketiak daun dengan menggunakan jari atau pun gunting agar tunas primer tumbuh maksimal. 2) Setelah tinggi anggur 50 cm dilakukan pemotongan ujung batang primer kemudian dipilih 2 tunas yang paling sehat untuk membentuk batang sekunder. Pada masa ini tidak dilakukan lagi pemangkasan tunas diketiak daun agar tanaman anggur dapat memenuhi pagar. 3) Untuk pembentukan batang tersier, setelah batang sekunder mencapai ±20 cm dilakukan pemotongan ujung batang agar batang tersier terbentuk. e. Perambatan cabang Tunas-tunas baru atau cabang yang ada dirambatkan pada tempat rambatan sambil ditarik atau diatur agar jarak antarcabang seimbang. Tiap ujung cabang sebaiknya diikat dengan tali plastik agar cabang yang satu tidak mudah bertumpuk dengan cabang yang lainnya. Setelah mencapai 50 cm tanaman dirambatkan pada pagar yang telah disiapkan.

(60) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI f. 40 Penanganan hama Untuk hama serangga dilakukan pencegahan dengan pemberian insektisida. Cara penggunaannya adalah: 1) Larutkan 1,5 gram – 3 gram lanette ke dalam 1 liter air (dosis disesuaikan dengan ketahanan hama terhadap pestisida. 2) Semprotkan lanette pada tanaman daun tanaman anggur 5-7 hari sekali. Untuk menangani rayap dan semut menggunakan abu bakar, cara penggunaannya adalah sebagai berikut 1) Buat lingkaran di sekeliling tanaman anggur dengan diameter 12 cm 2) Taburkan abu bakar didalam lingkaran tersebut 3) Taburkan pula abu bakar dibagian bawah pot untuk mencegah semut masuk ke dalam pot. g. Penanganan penyakit Untuk menangani penyakit pada tanaman anggur yang disebabkan oleh fungi dilakukan dengan pemberian fungisida. Berikut adalah cara pemberian fungisida 1) Larutkan 1,5 gram – 3 gram lanette ke dalam 1 liter air (dosis disesuaikan dengan ketahanan hama terhadap pestisida. 2) Semprotkan lanette pada tanaman daun tanaman anggur 5-7 hari sekali. Untuk menangani penyakit karena bakteri atau virus dilakukan dengan memangkas bagian yang terserang untuk mencegah penyebaran bakteri atau virus pada jaringan tanaman anggur.

(61) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 41 9. Pengamatan Pengambilan data dari pertumbuhan tanaman anggur dilakukan seminggu sekali. Data yang diambil setiap minggunya adalah tinggi batang, jumlah daun, diameter dan ketahanan terhadap hama. Data yang diperoleh dituliskan dalam tabel untuk mempermudah analisis. Berikut adalah tabel untuk mencatat data hasil pengamatan: a. Tinggi batang Tinggi batang diukur dengan menggunakan meteran atau mistar dari bagian pangkal batang primer sampai pucuk. Jika sudah dilakukan pemangkasan dan ditumbuhkan cabang, pengukuran cabang dan batang primer dijumlahkan. Tabel 3.2 Contoh tabel data untuk pengukuran tinggi batang Hari/ No. Tanggal b. Regosol R1 R2 Aluvial R3 R1 R2 Latosol R3 R1 R2 Kontrol R3 R1 R2 R3 Diameter batang Pengukuran diamater batang tanaman anggur dilakukan dengan menggunakan jangka sorong. Pengukuran dilakukan pada bagian batang dengan diameter paling besar pada batang primer dengan menggunakan jangka sorong, kemudian hasil pengukuran dicatat pada tabel.

(62) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 42 Tabel 3.3 Contoh tabel data untuk pengukuran diameter batang. Hari/ No. Tanggal c. Regosol R1 R2 Aluvial R3 R1 R2 Latosol R3 R1 R2 Kontrol R3 R1 R2 R3 Jumlah daun Jumlah daun dihitung sebagai salah satu indikator pertumbuhan indikator, semua daun pada tanaman anggur dihitung kemudian dicatat pada tabel. Tabel 3.4. Contoh tabel data untuk penghitungan jumlah daun No. Hari/ Tanggal Regosol R1 R2 Aluvial R3 R1 R2 Latosol R3 R1 R2 Kontrol R3 R1 R2 R3 Selain pengukuran indikator pertumbuhan, dilakukan pengukuran pH dan kelembapan tanah juga dilakukan dengan menggunakan pH meter dan moisturemeter untuk mengetahui adanya faktor lain yang mungkin mempengaruhi pertumbuhan. a. Kerusakan daun yang disebabkan oleh hama Untuk mengetahui kerusakan daun yang disebabkan oleh hama dilakukan dengan menghitung total luas kerusakan pada daun. Berikut adalah caranya:

(63) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 43 1) Menghitung jumlah daun pada tanaman anggur 2) Untuk mengetahui presentasi 1 daun terhadap jumlah kesuruhan daun dilakukan dengan : 3) Hasil penghitungan tersebut digunakan untuk memperkirakan luas daun yang rusak/ berlubang karena serangan hama. Pengamat harus memperhatikan kerusakan setiap daun kemudian presentasi kerusakan setiap daun tersebut dijumlahkan. Tabel 3.5 Contoh tabel data untuk Presentase kerusakan daun No. b. Hari/ Tanggal Regosol R1 R2 Aluvial R3 R1 R2 Latosol R3 R1 R2 Kontrol R3 R1 R2 R3 pH Cara pengukuran pH adalah sebagai berikut: 1) ukur jarak tanah 10 cm dari batang tanaman anggur 2) beri tanda pada pH meter setinggi 10 cm lalu tancapkan pengukur pH sampai batas yang telah dibuat. 3) Lakukan kalibrasi dengan mencuci pH meter lalu lap sampai kering untuk penggunaan selanjutnya 4) Catat hasil pada tabel

(64) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 44 Tabel 3.6. Contoh tabel data hasil pengukuran pH tanah Hari/ No. Tanggal c. Regosol R1 R2 Aluvial R3 R1 R2 Latosol R3 R1 R2 Kontrol R3 R1 R2 R3 Kelembapan Cara pengukuran kelembapan adalah sebagai berikut: 1) ukur jarak tanah 10 cm dari batang tanaman anggur 2) beri tanda pada moisturemeter setinggi 10 cm lalu tancapkan pengukur pH sampai batas yang telah dibuat. 3) Catat hasil pada tabel Tabel 3.7 Contoh tabel data hasil pengukuran kelembapan tanah No. Hari/ Tanggal Regosol Aluvial Latosol Kontrol G. Teknik Analisis Data Data yang telah diperoleh merupakan data mentah hasil pengamatan yang terdiri dari tinggi batang, diameter batang dan jumlah daun. Setelah data hasil penelitian yang telah diperoleh kemudian dilakukan uji normalitas dan uji homogenitas.

(65) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 45 Homogenitas adalah kesamaan variansi antarkelompok yang ingin dibandingkan, sehingga kita akan berhadapan dengan kelompok yang dari awalnya dalam kondisi yang sama. Uji homogenitas variasi sangat diperlukan sebelum kita membandingkan dua kelompok atau lebih agar perbedaan yang ada bukan disebabkan oleh adanya perbedaan dara dasar (ketidakhoogenan kelompok yang dibandingkan) (Irianto, 2003). Pengujian homogenitas data hasil penelitian ini menggunakan Uji Levene dengan rumus: Setelah dilakukan pengujian normalitas dan homogneitas dilakukan analisa menggunakan uji f anova satu arah untuk menguji hipotesis. ANOVA (analisys of variances) adalah teknik analisis statistik yang digunakan untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan skor pada masing-masing kelompok, dengan suatu resiko kesalahan yang sekecil mungkin. Di samping memounyai kemampuan membedakan antar banyak kelompok dengan resiko kesalahan yang kecil anova juga dapat memberi informasi tentang ada tidaknya interaksi antar variabel bebas sehubungan dengan pengukuran terhadap variabel terikat. Oleh karena perbedaan yang merupakan sasaran utama dalam analisis ANOVA maka data kategorikal untuk variabel bebas merupakan kondisi yang sesuai (Irianto, 2003). Menurut Irianto (2003), langkah langkah untuk melakukan uji hipotesis dengan anova adalah sebagai berikut: 1. Menghitung rata-rata selisih dari hasil pengukuran yang dilakukan setiap minggunya untuk mengetahui jumlah pertambahan tinggi batang, diameter batang dan jumlah daun.

(66) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 2. Data rata-rata selisih pertumbuhan sampel dikumpulkan 46 dan dikelompokkan menurut perlakuan, kemudian hitung total perlakuan, rerata perlakuan, seperti tabel berikut: Tabel 3.8 Hasil pengamatan indikator pertumbuhan anggur secara keseluruhan. Tinggi tanaman Perlakuan P1 P2 P3 X X2 (Total (Total Rerata perlakuan) perlakuan)2 perlakuan Regosol Aluvial Latosol Kontrol Jumlah total 3. Menentukan Ho dan Ha - Ho; µ 1 = µ 2= µ 3, menyatakan tidak terdapat perbedaan antara rata-rata beberapa populasi (tidak ada pengaruh jenis tanah terhadap pertumbuhan anggur) - Hi ; µ 1 ≠ µ2≠ µ3 menyatakan satu atau lebih rata-rata populasi (µ) terdapat perbedaan dengan rata=rata populasi lainnya ( ada pengaruh jenis tanah terhadap pertumbuhan anggur).

(67) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 4. Membuat tabel analisis ragam model CRD (RAL) Tabel 3.9. analisis ragam model CRD Sumber variansi df SS MS F Hitung F tabel 5 % 1% Perlakuan (antar kelompok) Galat percobaan (dalam kelompok) Total 5. Menghitung df a. Df Total = jumlah semua pengamatan – 1 b. Df perlakuan = jumlah perlakuan – 1 c. Df galat = df total – df perlakuan 6. Menghitung faktor koreksi (CF) Ket : G = Total X keseluruhan n = Jumlah sampel masing-masing kelompok 7. Menghitung Jumlah kuadrat antar kelompok (SS) a. Jumlah kuadrat antar kelompok (SSb) dengan rumus: Keterangan : T N = Total X masing-masing kelompok = Jumlah sampel keseluruhan 47

(68) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 48 b. Jumlah kuadrat total (SStotal ) dengan rumus: c. Jumlah kuadrat dalam kelompok (SSgalat ) 8. Menghitung variansi (deviasi rata-rata kuadrat) Menghitung variansi dilakukan dengan menggunakan rumus a. Untuk variansi antar kelompo b. Untuk variansi dalam kelompok 9. Menghitung nilai distribusi F (Fhitung) berdasarkan perbandingan variance antar kelompok dan variandi falam kelompok. 10. Menentukan Ftabel Untuk mengetahui F tabel diperlukan alpha (0,05 dan 0,1) dan df. df yang dibutuhkan yaitu df SSb dan df SSw.

(69) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 49 11. Membandingkan Fhitung dengan Ftabel a. Bila F hitung ≥ F tabel pada aras 1% maka perbedaan di antara rerata perlakuan dikatakan sangat signifikan. b. Bila F hitung ≥ F tabel pada aras 5% maka perbedaan di antara rerata perlakuan dikatakan signifikan. c. Bila F hitung < F tabel pada aras 5% maka perbedaan di antara rerata perlakuan dikatakan tidak signifikan. 12. Membuat kesimpulan mengenai jenis tanah mana yang paling cocok untuk pertumbuhan anggur ataukah semua tanah memiliki efek yang sama. Jika hasil tidak signifikan, berarti semua tanah sama. Jika perlakuan menghasilkan efek yang signifikan, setidaknya satu dari jenis tanah lebih cocok terhadap pertumbuhan anggur.

(70) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. Hasil dan Analisis Data Penelitian Setelah dilakukan penelitian sesuai dengan prosedur dan teknik yang telah ditentukan sebelumnya, maka disajikan data hasil penelitian yang terdiri dari : tinggi batang, diamater batang, jumlah daun. 1. Tinggi Batang Berdasarkan data hasil pengukuran yang diperoleh dapat dibuatkan grafik pertambahan tinggi batang Vitis vinifera var. Prabu Bestari setiap minggu (cm/minggu) sebagai berikut: Gambar 3. 1 Grafik Pertambahan Tinggi Vitis vinifera Setiap Minggu Berdasarkan gambar 4.1 yaitu grafik kecepatan pertambahan tinggi batang Vitis vinifera varietas Prabu Bestari pada 3 perlakuan dan kontrol secara umum 50

(71) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 51 semua tanaman pada masing-masing perlakuan mengalami pertambahan tinggi batang yang berbeda setiap minggunya. Minggu ke 1 – 6 pertambahan tinggi pada semua tanaman pada masingmasing perlakuan hampir sama karena tanaman sedang melakukan penyesuaian terhadap media tanam dan kondisi lingkungan. Pada minggu ke 7-12 pertumbuhan paling tinggi terjadi pada tanah kontrol, pertumbuhan paling rendah pada tanaman dengan perlakuan tanah regosol sedangkan tanah aluvial dan latosol relatif sama. Memasuki minggu ke 14 pertumbuhan tanaman pada kontrol mulai menurun kemudian pertumbuhan paling tinggi terjadi pada tanah regosol. Pada akhir penelitian rata-rata tinggi tanaman berurutan dari yang paling tinggi yaitu pada perlakuan tanah regosol, aluvial, kontrol kemudian latosol. Rata-rata hasil pengukuran pertambahan tinggi batang tanaman anggur Vitis vinifera var. Prabu Bestari setiap minggunya selama 4 bulan pada 3 jenis perlakuan yaitu tanah regosol, tanah aluvial dan tanah latosol serta kontrol dapat dilihat pada tabel 4.1 (lihat juga lampiran 1 dan 2). Tabel 4.1 Rata-rata pertambahan tinggi batang tanaman anggur Perlakuan Tanah Regosol Tanah Aluvial Tanah Latoso Kontrol Pertambahan Tinggi Batang R1 R2 R3 10,46 5,79 7,18 2,32 12,79 6,29 2,06 4,29 4,88 5,03 4,35 9,53 Keterangan: TR = Tanah Regosol TA = Tanah Aluvial TL = Tanah Latosol K = Kontrol R1 = pengulangan 1 R2 = Pengulangan 2 R3 = Pengulangan 3 Rata-rata 7,81 7,14 4,88 6,30

(72) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 52 Dari tabel 4.1 dapat diketahui bahwa secara umum rata-rata pertambahan tinggi tanaman anggur berbeda-beda baik dalam satu perlakuan maupun antar perlakuan. Berdasarkan perhitungan rata-rata masing-masing perlakuan, kecepatan pertambahan tinggi tanaman anggur dengan hasil tertinggi yaitu pada perlakuan tanah regosol dengan rata-rata = 7,81 cm/minggu yaitu pada jenis tanah regosol sedangkan kecepatan pertumbuhan tanaman anggur dengan hasil terendah pada perlakuan TL dengan rata-rata = 4,88 cm/minggu yaitu perlakuan dengan tanah latosol. Setelah dilakukan pengujian distribusi data homogenitas dan normalitas (lihat lampiran 3 dan 4), kemudian dilakukan analisis variansi dengan anova satu arah untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan yang nyata antara rata-rata pertambahan tinggi batang tanaman anggur seperti dapat dilihat sebagai berikut: Tabel 4.2 Analisis variansi rata-rata pertambahan tinggi batang tanaman Vitis vinifera varietas Prabu Bestari Sumber Variansi df SS MS F Hitung F Tabel 5% Perlakuan Galat Percobaan Total 3 8 11 13,19 104,34 117, 52 4,40 13,04 0,337 4,07 Dari uji statistik diketahui bahwa F hitung = 0,337 < F tabel 5% = 4,07. Hal ini menunjukkan bahwa perbedaan antara rata-rata pertambahan tinggi batang antar perlakuan tidak signifikan atau tidak berbeda nyata sehingga secara kuantitatif jenis tanah tidak berpengaruh terhadap pertambahan tinggi batang. (lihat lampiran 5).

(73) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 2. 53 Diameter Batang Berdasarkan data hasil pengukuran dapat dibuatkan grafik kecepatan pertambahan diameter batang Vitis vinifera var. Prabu Bestari (cm/minggu) sebagai berikut: Gambar 4.2 Grafik Pertambahan diameter tanaman anggur setiap minggu Berdasarkan gambar 4.2 yaitu grafik kecepatan pertambahan tinggi batang Vitis vinifera varietas Prabu Bestari pada 3 perlakuan dan kontrol. Secara umum semua tanaman pada masing-masing perlakuan mengalami pertambahan diameter batang yang berbeda setiap minggunya. Pengukuran diameter mulai dilakukan pada minggu ke-7. Pada minggu ke 7-15 pertambahan diameter yang paling tinggi terjadi pada tanaman pada tanah latosol, pertambahan diameter terendah yaitu pada tanaman anggur perlakuan tanah aluvial sedangkan tanaman anggur dengan perlakuan regosol dan kontrol memiliki pertambahan diameter batang yang hampir sama. Pertumbuhan diameter batang berubah pada minggu ke-15 yaitu diameter batang terbesar yaitu tanaman

(74) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 54 pada tanah regosol, kemudian berurutan tanaman anggur pada tanah latosol, kontrol dan aluvial. Hasil pengukuran diameter batang tanaman anggur Vitis vinifera var. Prabu Bestari selama 4 bulan pada tanah regosol, tanah aluvial, tanah latosol dan kontrol dapat dilihat pada tabel 12 (lihat juga lampiran 6 dan 7). Tabel 4.3 Rata-rata pertambahan diameter batang tanaman anggur Perlakuan Tanah Regosol Tanah Aluvial Tanah Latoso Kontrol Pertambahan Diameter Batang R1 (cm) R2 (cm) R3(cm) 0,035 0,040 0,030 0,023 0,022 0,043 0,026 0,017 0,038 0,025 0,020 0,038 Rata-rata 0,035 0,029 0,029 0,031 Keterangan: TR = Tanah Regosol TA = Tanah Aluvial TL = Tanah Latosol K = Kontrol R1 = pengulangan 1 R2 = Pengulangan 2 R3 = Pengulangan 3 Dari tabel 4.3 dapat diketahui bahwa secara umum rata-rata pertambahan diameter batang tanaman anggur berbeda-beda baik dalam satu perlakuan maupun antar perlakuan. Berdasarkan perhitungan rata-rata masing-masing perlakuan, pertambahan diameter batang tanaman anggur dengan hasil tertinggi pada perlakuan tanah regosol dengan rata-rata = 0,043 cm/minggu yaitu pada jenis tanah regosol sedangkan kecepatan pertambahan diameter batang tanaman anggur dengan hasil terendah pada perlakuan tanah latosol dengan rata-rata = 0,027 cm/minggu yaitu perlakuan dengan tanah latosol. Setelah dilakukan pengujian distribusi data homogenitas dan normalitas (lihat lampiran 8 dan 9), kemudian dilakukan analisis variansi dengan anova satu arah untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan yang nyata antara rata-rata

(75) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 55 pertambahan diameter batang tanaman anggur seperti dapat dilihat sebagai berikut: Tabel 4.4 Analisis variansi rata-rata pertambahan diameter batang tanaman Vitis vinifera Sumber Variansi df SS MS F Hitung F Tabel 5% Perlakuan Galat Percobaan Total 3 8 11 0,00011 0,00076 0,00088 0,00004 0,0001 0,294 4,07 Dari tabel 4.4 diketahui bahwa F hitung (0,294) < F tabel 5% = 4,07. Hal ini menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan antara rata-rata pertambahan diameter batang tanaman Vitis vinifera var. Prabu Bestari sehingga secara kuantitatif jenis tanah tidak berpengaruh terhadap pertambahan diameter batang (lihat lampiran 10). 3. Jumlah Daun Data hasil penghitungan jumlah daun tanaman anggur pada 3 jenis perlakuan dan kontrol selama 4 bulan dapat dibuatkan grafik pertambahan jumlah daun Vitis vinifera var. Prabu Bestari setiap minggunya sebagai berikut : Gambar 4.3 Grafik Pertambahan Jumlah Daun Anggur Setiap Minggu

(76) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 56 Berdasarkan grafik 4.3 dapat diketahui bahwa pertambahan jumlah daun tanaman anggur setiap minggu pada keempat jenis perlakuan berbeda-beda. Pada minggu ke1-11 tanaman pada perlakuan kontrol memiliki jumlah daun yang paling banyak, tetapi setelah minggu 11 jumlah daunnya menurun karena tingginya serangan penyakit. Tanaman pada tanah aluvial memiliki jumlah daun paling sedikit dari minggu 1 – 13. Setelah minggu ke-11 tanaman yang memiliki jumlah daun paling banyak dimiliki oleh tanaman anggur pada perlakuan tanah regosol. Hasil penghitungan jumlah daun tanaman anggur Vitis vinifera var. Prabu Bestari selama 4 bulan pada tanah regosol, tanah aluvial, tanah latosol dan kontrol dapat dilihat pada tabel 17 (lihat juga lampiran 11 dan 12). Tabel 4.5 Rata-rata pertambahan jumlah daun tanaman anggur /minggu Perlakuan Tanah Regosol Tanah Aluvial Tanah Latoso Kontrol R1 2,29 0,62 0,92 1,77 Keterangan: TR = Tanah Regosol TA = Tanah Aluvial TL = Tanah Latosol K = Kontrol Pertambahan Jumlah Daun R2 R3 2,08 1,23 2,23 1,62 1,23 1,92 1,15 1,59 Rata-rata 1,87 1,49 1,36 1,50 R1 = pengulangan 1 R2 = Pengulangan 2 R3 = Pengulangan 3 Dari tabel 4.5 dapat diketahui bahwa secara umum rata-rata pertambahan jumlah daun tanaman anggur berbeda-beda baik dalam satu perlakuan maupun antar perlakuan. Berdasarkan perhitungan rata-rata masing-masing, kecepatan pertambahan jumlah daun tanaman anggur dengan hasil tertinggi pada perlakuan

(77) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 57 TR dengan rata-rata = 1,87 daun/minggu yaitu pada jenis tanah regosol, sedangkan kecepatan jumlah daun tanaman anggur dengan hasil terendah pada perlakuan TL dengan rata-rata = 1,36 daun/minggu yaitu perlakuan dengan tanah latosol. Setelah dilakukan pengujian distribusi data homogenitas dan normalitas (lihat lampiran 13 dan 14), kemudian dilakukan analisis variansi dengan anova satu arah untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan yang nyata antara rata-rata pertambahan jumlah daun tanaman anggur seperti dapat dilihat sebagai berikut: Tabel 4.6 Analisis Variansi Pertambahan Jumlah Daun Tanaman Vitis vinifera Varietas Prabu Bestari Sumber Variansi df SS MS F Hitung Perlakuan 3 0,43 0,14 0,426 Galat Percobaan 8 2,69 0,34 Total 11 3,11 F Tabel 5% Dari tabel 4.6 diketahui bahwa F hitung (0,426) < F tabel 5% = 4,07. Hal ini menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan nyata antara rata-rata pertambahan jumlah daun anggur diantara perlakuan sehingga secara kuantitatif jenis tanah tidak berpengaruh terhadap pertambahan jumlah daun (lihat lampiran 15). 4. Kerusakan Daun Pada penelitian ini dilakukan pengukuran presentase luas permukaan daun yang rusak karena serangan hama yaitu sebagai berikut:

(78) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 58 Gambar 4.4 Grafik kerusakan daun pada tanaman anggur Berdasarkan gambar 4.4 dapat diketahui kerusakan daun yang disebabkan oleh hama pada masing-masing perlakuan. Masing-masing tanaman pada keempat perlakuan mendapatkan pengaruh yang berbeda pada setiap tanaman. Tingkat kerusakan pada tanah regosol pada awal penanaman paling tinggi dibandingkan dengan perlakuan yang lain, tetapi lama-kelamaan kerusakan daun semakin berkurang setiap minggunya dengan persentase kerusakan daun 9 % - 22%. Pada tanah Aluvial pada minggu ke 7 – 12 kerusakan daunnya relatif tetap tetapi pada minggu ke 13- 17 mengalami kenaikan dan penurunan yang cukup ekstrim dengan kisaran kerusakan daun 9 % – 26 %. Pada perlakuan dengan tanah latosol kerusakan relatif stabil yaitu tidak mengalami penurunan atau penambahan yang cukup jauh dari minggu sebelumnya dengan kisaran kerusakan 11 % - 20%. Sedangkan pada kontrol hampir selalu mengalami peningkatan kerusakan daun dari minggu ke minggu dengan kisaran kerusakan 15 % - 25%. (lampiran 16).

(79) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 59 B. Pembahasan 1. Pengaruh Jenis Tanah Terhadap Pertumbuhan Vegetatif Vitis vinifera var. Prabu Bestari Pengaruh Jenis tanah terhadap pertumbuhan vegetatif tanaman anggur berdasarkan pengolahan data hasil pengukuran baik tinggi batang, diameter batang dan jumlah daun. Berdasarkan data yang diperoleh ketiganya menunjukkan hasil bahwa jenis tanah tidak memberikan pengaruh yang nyata terhadap pertumbuhan anggur. Faktor-faktor yang diduga menyebabkan tidak adanya pengaruh nyata jenis tanah terhadap pertumbuhan vegetatif anggur adalah pemberian pupuk, pemberian pasir dan munculnya hama dan penyakit. Pemberian pupuk menyebabkan pengaruh jenis tanah terhadap pertambahan tinggi, diameter dan jumlah daun tidak berbeda nyata karena pemberian pupuk mempengaruhi kandungan nutrisi tanah. Secara alami, setiap tanah memiliki kandungan nutrisi yang berbeda tetapi dengan pemberian pupuk menyebabkan kandungan nutrisi pada ketiga jenis tanah menjadi hampir sama sehingga semuanya mampu mencukupi nutrisi yang dibutuhkan tanaman. Pada tanah regosol yang memiliki kandungan nutrisi yang rendah (Supriyo, et al., 2009) dengan pemberian pupuk maka kandungan nutrisi pun dapat terpenuhi sehingga kandungan nutrisi ketiga jenis tanah hampir sama. Persamaan kandungan nutrisi ini menyebabkan pertumbuhan anggur pada ketiga jenis tanah menjadi sama pula. Penambahan pupuk juga akan mempengaruhi tekstur asli ketiga perlakuan. Pemberian pupuk pada tanah regosol (pasir) menyebabkan tanah menjadi lebih padat serta memiliki kemampuan menahan air lebih banyak, sementara itu

(80) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 60 penambahan pupuk pada tanah latosol dan aluvial akan membuat tekstur tanah akan menjadi lebih ringan sehingga kelembaban pun tidak akan terlalu tinggi (Saputra, 2013). Penambahan pupuk ini akan menyebabkan tekstur ketiga jenis tanah hampir sama sehingga pengaruh masing-masing perlakuan terhadap pertumbuhan anggur pun akan sama. Persamaan pengaruh ini akan menyebabkan pertumbuhan tanaman anggur tidak berbeda secara signifikan. Pada penelitian ini juga dilakukan penambahan pasir sebanyak 25% dari total komposisi tanah. Penambahan pasir dapat mempengaruhi tekstur tanah sehingga berdampak pada kondisi drainase dan aerasi tanah. Tekstur tanah masing-masing tanah sebenarnya berbeda-beda tergantung ukuran partikel penyusun tanah. Pada tanah regosol partikelnya berukuran lebih besar dibandingkan dengan tanah aluvial dan latosol. Tekstur tanah aluvial dan latosol lebih kecil karena memiliki kandungan lempung (Hakim, 1986). Perbedaan ukuran partikel ini menyebabkan porositas semua tanah berbeda-beda. Penambahan pasir akan mengubah tekstur tanah aluvial dan latosol menjadi lebih poreus dan hampir sama dengan tanah regosol, akibatnya drainase dan aerasi tanah perlakuan yang digunakan akan menjadi sama pula (Kertonegoro, 2001). Perubahan ini menyebabkan pertumbuhan anggur pada semua jenis tanah menjadi tidak berbeda secara nyata. Kemampuan aerasi yang sama pada semua perlakuan dapat menyebabkan pertumbuhan anggur pada ketiga perlakuan menjadi sama karena aerasi sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman. Aerasi yang baik akan menyediakan oksigen yang cukup bagi akar tanaman untuk melakukan pernapasan. Jika pernapasan akar dapat berlangsung baik maka penyerapan garam-garam mineral dari tanah dan pertumbuhan pun akan berlangsung dengan baik (Dwijoseputro,

(81) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 61 1986). Pada penelitian selanjutnya hendaknya memperhatikan jumlah komposisi pupuk dan pasir jika akan dilakukan penelitian serupa. Selain pemberian pasir dan pupuk, serangan hama dan penyakit juga menyebabkan pertumbuhan pada semua perlakuan menjadi relatif sama. Pada penelitian ini ditemukan adanya serangan hama dan penyakit. Serangan ini menghambat pertumbuhan tanaman anggur. Serangan hama terjadi pada semua tanaman anggur sehingga pertumbuhan semua tanaman anggur mengalami hambatan pertumbuhan yang sama. Terganggunya pertumbuhan ini menyebabkan pertumbuhan semua tanaman anggur tidak berbeda secara signifikan. Salah satu tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis tanah mana yang memberikan pengaruh paling baik pada tanaman anggur. Berdasarkan data yang diperoleh dapat diketahui bahwa pertumbuhan tanaman pada perlakuan dengan tanah regosol lebih baik dari kedua jenis perlakuan lainnya Tetapi setelah dilakukan analisis statistik dapat diketahui bahwa semua jenis tanah memberikan pengaruh yang tidak berbeda secara signifikan terhadap pertumbuhan anggur sehingga tidak dapat disimpulkan jenis tanah mana yang memberikan pengaruh paling baik. Hal ini dapat dipengaruhi oleh pemberian pupuk dan pasir serta adanya serangan hama seperti telah diterangkan dimuka. Hal itu juga dapat disebabkan karena anggur memiliki kemampuan beradaptasi dengan baik terhadap berbagai jenis tanah (Rukmana, 1999). Berdasarkan hal ini dapat diketahui bahwa ketiga jenis tanah yang digunakan untuk penelitian ini cocok untuk menanam tanaman anggur.

(82) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 2. 62 Pola Pertumbuhan Vegetatif Tanaman Anggur Setiap Minggu Kecepatan pertumbuhan tanaman anggur setiap waktu selalu mengalami perubahan untuk semua perlakuan. Pada awal mula penanaman anggur dengan perlakuan tanah regosol pertumbuhannya tidak terlalu tinggi. Kecepatan pertumbuhan sampai minggu ke-5 belum menunjukkan perubahan yang cukup besar. Hal ini dipengaruhi karena struktur tanah yang belum begitu sesuai dengan kondisi yang dibutuhkan oleh tanaman anggur. Memasuki minggu ke-6 pertumbuhan anggur dilihat dari pertambahan tinggi dan jumlah daun mulai terlihat karena tekstur tanah pasir menjadi lebih baik karena pupuk kompos telah membenahi tekstur tanah pasir menjadi lebih lembab (Ramadhan, 2008). Berdasarkan data pengukuran kelembaban tanah (lihat lampiran 17), terlihat bahwa pada awal penanaman kelembaban tanah regosol cukup rendah karena kandungan airnya rendah sehingga pertumbuhan pun berlangsung lambat. Setelah minggu ke 12 kelembaban tanah regosol menjadi lebih baik sehingga pertumbuhannya pun semakin baik. Tanaman anggur yang ditanam pada tanah aluvial mengalami pola pertumbuhan yang hampir sama dengan perlakuan regosol yang awalnya kecepatan pertumbuhannya mulai membaik pada minggu ke 4. Tetapi seperti tanaman anggur yang pada tanah regosol, tanaman pada tanah aluvial juga mengalami penurunan dan kenaikan. Hal ini disebabkan oleh adanya serangan penyakit yang mulai muncul karena curah hujan yang cukup tinggi. Selain itu, ketika terjadi hujan, air pada tanah aluvial seringkali menggenang sehingga menyebabkan kebutuhan oksigen tidak terpenuhi karena seluruh rongga pada tanaman terpenuhi oleh air (Huang, et al., 2005). Pada kondisi cukup oksigen, nitrogen tersedia bagi tanaman dalam bentuk NH4+ atau NO3- sedangkan pada

(83) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 63 kondisi anaerob atau tergenang air ion-ion nitrogen tersebut tereduksi menjadi NO2 yang sangat beracun bagi tanaman. Pertumbuhan vegetatif tanaman anggur pada tanah latosol kurang lebih memiliki kesamaan dengan perlakuan lain yang pada awal penanaman belum menunjukkan pertumbuhan yang cepat. Setelah minggu ke-7 kecepatan pertumbuhan mulai meningkat tetapi kecepatan pertumbuhannya merupakan yang terendah dibandingkan perlakuan lain. Hal itu disebabkan oleh kelembaban tanah yang terlalu tinggi yang dapat menghambat pertumbuhan (telah dijelaskan pada bagian sebelumnya). Kelembaban yang tinggi disebabkan oleh karena curah hujan yang tinggi. Curah hujan yang tinggi juga menyebabkan ketersediaan unsur hara pun rendah. Pertambahan ukuran tinggi batang tanaman dan diameter batang serta jumlah daun setiap minggu mengalami penurunan maupun kenaikan terjadi karena dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu faktor adaptasi, pemberian pupuk, curah hujan yang tinggi dan munculnya hama dan penyakit. Adaptasi mempengaruhi kecepatan pertumbuhan anggur karena tanaman anggur memiliki respon dan adaptasi yang berbeda terhadap kondisi lingkungan. Perbedaan kondisi lingkungan antara Probolinggo dan lokasi penelitian menyebabkan tanaman anggur harus beradaptasi salah satunya dengan cara mengontrol kecepaan pertumbuhan sesuai dengan faktor lingkungan yang ada (Bunea et al, 2010). Adaptasi ini berlangsung pada masa awal penanaman sehingga pada awal penanaman pertumbuhan tanaman belum berlangsung cepat. Kenaikan dan penurunan kecepatan pertumbuhan tanaman anggur juga disebabkan ketersedian unsur hara. Ketersediaan unsur hara pada penelitian ini dipengaruhi oleh pemberian pupuk. Pemberian pupuk kompos dan kascing

(84) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 64 dilakukan pada awal penanaman dan pada minggu ke -16. Berdasarkan hasil pengukuran diketahui setelah pemberian pupuk dilakukan, biasanya tanaman akan mengalami pertumbuhan yang cukup tinggi karena nutrisi pada tanah menjadi lebih banyak. Selain pemberian pupuk, tingginya curah hujan dapat juga mempengaruhi kadar unsur hara dalam tanah. Saat penelitian dilakukan curah hujan cukup tinggi yaitu hampir setiap hari terjadi hujan. Curah hujan yang tinggi menyebabkan tercucinya basa-basa kompleks dan hilang melalui drainase. Pada keadaan basabasa habis tercuci, tinggallah kation Al dan H sebagai kation dominan yang menyebabkan tanah beraksi masam. Curah hujan menyebabkan unsur hara yang dibutuhkan oleh tanaman menjadi berkurang atau bahkan hilang sehingga berdampak pada pertumbuhan tanaman (Widodo, 2011). Curah hujan berdampak pula pada tingginya kelembaban tanah. Kelembaban tanah dapat mempengaruhi pola pertumbuhan tanaman karena terkait dengan ketersediaan oksigen dalam tanah. Oksigen tanah digunakan untuk respirasi akar. Semakin lembab tanah maka ketersediaan oksigen tanah akar rendah (Eliakim, et al., 2008). Rendahnya ketersediaan oksigen akan menyebabkan respirasi akar akan terhambat sehingga penyerapan hara pun akan terhambat. Akibatnya kecepatan pertumbuhan pun akan berkurang. Sebaliknya jika kelembaban tanah sesuai dan cukup oksigen maka akan mendukung pertumbuhan menjadi lebih cepat. Selain faktor yang telah dijelaskan tersebut terdapat faktor lain yaitu tingginya curah hujan yang menimbulkan serangan penyakit yang cukup parah yaitu serangan cendawan Physopella ampelopidis dan penyakit tepung palsu atau

(85) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 65 Downy Mildew yang disebabkan oleh Plasmopara viticola. Munculnya berbagai penyakit ini menghambat pertumbuhan tanaman anggur. 3. Hama dan Penyakit pada Vitis vinifera varietas Prabu Bestari Pada penelitian yang dilakukan ditemukan adanya serangan hama dan penyakit yang cukup mengganggu pertumbuhan tanaman. Hama yang menyerang tanaman anggur pada semua perlakuan baik regosol, aluvial dan latosol adalah kumbang daun (Apogonia sp). Hama ini memakan daun sehingga daun menjadi rusak dan berlubang terutama pada malam hari (Cahyono, 2010). Munculnya hama ini karena tempat penelitian berada di dekat sawah dan kebun yang memiliki banyak hama. Penanganan hama ini dilakukan dengan pemberian insektisida yang disemprotkan pada daun secara merata kepada semua tanaman tetapi hama tetap saja menyerang. Serangan hama ini mengganggu pertumbuhan anggur karena mengurangi luas permukaan daun yang digunakan untuk fotosintesis. Dengan berkurangnya luas daun ini maka hasil fotosintesis untuk memenuhi kebutuhan tanaman pun akan berkurang. Oleh karena itu, dalam penanaman anggur perlu lebih diperhatikan lagi penanganan hama yang lebih intensif misalnya dengan memperhatikan jadwal pemberian insektisida dan sering membersihkan wilayah penanaman anggur. Serangan penyakit yang muncul pada semua tanaman anggur adalah munculnya penyakit bercak daun Cercospora. Penyakit ini disebabkan oleh jamur yang menyerang berat pada keadaan cuaca lembab (Rukmana, 1999). Penyakit bercak daun mulai menyerang bulan januari pada saat curah hujan cukup tinggi. Penyakit ini menyerang hebat pada anggur dengan perlakuan tanah aluvial dan

(86) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 66 tanah latosol sedangkan pada anggur dengan perlakuan tanah regosol baru mulai terserang penyakit ini menjelang penelitian berakhir yaitu pada bulan Maret. Munculnya penyakit ini menyebabkan pertumbuhan tanaman anggur menjadi terhambat karena menyerang pucuk yang lama kelamaan akan menjadi kering. Selain bercak daun muncul juga penyakit karat daun yang disebabkan oleh cendawan Physopella ampelopidis dan penyakit tepung palsu atau Downy Mildew yang disebabkan oleh Plasmopara viticola (Rukmana 1999). Gejala penyakit ini menyebabkan daun menjadi kering dan rontok serta menyerang tunas muda sehingga pertumbuhan anggur akan terhambat. Penyakit yang disebabkan oleh jamur umumnya diakibatkan oleh tingginya kelembaban udara dan tanah karena curah hujan yang tinggi. Penanganan penyakit ini dilakukan dengan pemberian fungisida tetapi penanganan ini belum cukup berhasil karena curah hujan yang terlalu tinggi dan kurangnya panas matahari pada saat penelitian dilakukan. Berdasarkan hal ini perlu dilakukan penanganan khusus dengan memperhatikan jadwal pemberian fungisida dan melakukan pemangkasan daun yang terserang penyakit ini agar tidak semakin menyebar.

(87) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB V IMPLEMENTASI HASIL PENELITIAN DALAM PROSES PEMBELAJARAN BIOLOGI Penelitian mengenai pengaruh Jenis tanah terhadap pertumbuhan tanaman anggur (Vitis vinifera) varietas Prabu Bestari dengan teknik penanaman dalam pot dapat menjadi informasi bermanfaat bagi masyarakat umum. Penelitian ini menemukan bahwa jenis tanah yang memberikan pengaruh yang paling baik terhadap pertumbuhan anggur adalah tanah regosol jika dibandingkan dengan kedua jenis tanah lainnya. Variabel bebas yaitu faktor luar khususnya jenis tanah pada penelitian ini dapat diterapkan terhadap jenis tanaman lain khususnya untuk tanaman yang lebih cepat tumbuh misalnya tanaman kacang-kacangan. Penerapan dalam pembelajaran yaitu dapat dikaitkan dengan materi pembelajaran merancang dan melaksanakan percobaan. Siswa diminta untuk menyusun rancangan percobaan mengenai pengaruh jenis tanah terhadap pertumbuhan tumbuhan, kemudian melakukan percobaan berdasarkan rancangan yang telah dibuat dan melaporkan hasil penelitian. Guru dapat menyediakan tanaman yang lebih cepat pertumbuhannya yang ditanam pada jenis tanah yang berbeda, sehingga siswa dapat mengamati ada tidaknya pengaruh jenis tanah terhadap kecepatan pertumbuhan tanaman. Sebelum melaksanakan praktikum guru membekali siswa dengan materi pertumbuhan dengan menggunakan metode yang sesuai serta diintegrasikan dengan praktikum mengenai pengaruh jenis tanah terhadap pertumbuhan tanaman. 67

(88) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 68 Berikut adalah kompetensi inti dan kompetensi dasar yang dapat digunakan: A. Kompetensi Inti 1: Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya 2: Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab,peduli (gotong royong, kerja sama, toleran, damai) santun, reponsif dan proaktif dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraktif secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia 3: Memahami, menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual, konseptual dan prosedural berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan dan peradaban terkait fenomena dan kejadian serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bisang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah 4: Mengolah, menalar dan menyaji dalam ranah konkret (menggunakan, mengurai, merangkai, memodifikasi, dan membuat) dan ranah abstrak (menulis, membaca, menghitung, menggambar, dan mengarang) dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri dan mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuwan.

(89) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 69 B. Kompetensi Dasar 1.1 Peka dan peduli terhadap permasalahan lingkungan hidup, menjaga dan menyayangi lingkungan sebagai manifestari pengamalan ajaran agama yang dianutnya. 2.1 Berperilaku ilmiah: teliti, tekun, jujur terhadap data dan fakta, disiplin, tanggung jawab, dan peduli dalam observasi dan eksperimen, berani dan santun dalam mengajukan pertanyaan dan berargumentasi, peduli lingkungan, gotong royong, bekerjasama, cinta damai, berpendapat secara ilmiah dan kritis, renponsif dan proaktif dalam setiap tindakan dan dalam melakukan pengamatan dan percobaan di dalam kelas/ laboratorium maupun di luar kelas/ laboratorium 3.1 Menganalisis hubungan antara faktor internal dan eksternal dengan proses pertumbuhan dan perkembangan pada mahkluk hidup berdasarkan hasil percobaan 4.1 Merencanakan dan melaksanakan percobaan tentang faktor luar yang mempengaruhi proses pertumbuhan dan perkembangan tanaman, dan melaporkan secara tertulis dengan menggunakan tatacara penulisan ilmiah yang benar. Materi pelajaran yang dapat digunakan yaitu materi kelas XII IPA SMA yaitu “Merencanakan dan Melaksanakan Percobaan”. Pelaksanaan praktikum dilakukan oleh siswa diluar jam pembelajaran sebagai tugas terstruktur. Sebaiknya percobaan dilakukan secara berkelompok. (lampiran 18 dan 19).

(90) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian pengaruh Jenis tanah terhadap pertumbuhan Vitis vinifera varietas Prabu Bestari dengan teknik penanaman dalam pot dapat disimpulkan sebagai berikut: 1. Jenis tanah tidak berpengaruh secara nyata terhadap pertumbuhan vegetatif anggur (Vitis vinifera) varietas Prabu Bestari. 2. Tanah Regosol, Aluvial dan Latosol memberikan pengaruh yang sama terhadap pertumbuhan vegetatif anggur (Vitis vinifera) varietas Prabu Bestari sehingga dapat ditanam pada ketiga jenis tanah tersebut. B. Saran Dari hasil penelitian dapat disarankan untuk : 1. Dalam penanaman anggur hendaknya memperhatikan penanganan hama dan penyakit pada musim hujan agar tidak mengganggu pertumbuhan anggur. 2. Hasil penelitian dapat diterapkan dalam pembelajaran biologi di sekolah khususnya mengenai pengaruh faktor luar terhadap pertumbuhan. 3. Dapat dilakukan penelitian serupa tetapi hendaknya memperhatikan jumlah komposisi pupuk dan pasir yang digunakan. 70

(91) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 71 DAFTAR PUSTAKA Agus, C. 2012. Pengelolaan Bahan Organik : Peran dalam Kehidupan dan Lingkungan. Yogyakarta : BPFE. Alex, S. 2010. Sukses mengolah sampah organik menjadi pupuk organik. Yogyakarta: Pustaka Baru. Alex, S. 2012. Buah Konsumsi dalam Pot. Yogyakarta : Pustaka Baru press. Andrini. 2006. Anggur Prabu Bestari, Si Merah yang Menggoda. Iptek Holtikultura No.2, Juni 2006. Budiyanto, E. 2013. Prospek Pengembangan Viarietas-Varietas Unggul Anggur di Daerah Sentra Produksi. http://digilib.litbang.Depkes.go.id/go.php?prospek_Prospek_Pengembanga n_Viarietas-Varietas_Unggul_Anggur_di_Daerah_Sentra_Produksi, diakses tanggal 15 November 2013 Bunea, C. I., Ardelean, M., Pop, N., Bunea, A., Babes, A., & Calugar, A. (2010). Influence of Variety and Type of Cultivation (Organic and Conventional) on Quality, in Five Wine Grape Varieties, Grown in Cluj County, Romania. Bulletin of the University of Agricultural Sciences & Veterinary Medicine Cluj-Napoca. Horticulture, 67(1). Cahyono, B. 2010. Cara Sukses Berkebun anggur lokal dan impor. Depok: Pustaka Mina. Dewi, N. 2012. Kreatif Bertanam Buah Anggur. Yogyakarta : Pustaka Baru Press. Dwijoseputro, D. 1986. Pengantar Fisiologi Tumbuhan. Jakarta : Gramedia. Eliakim. Sulistiani, R. Surianto. Manik, T. 2008. Pengaruh Kelebihan Air terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman. Medan : Universitas Sumatera Utara Hakim, N. 1986. Dasar-Dasar Ilmu Tanah. Lampung. Universitas Lampung (178187) Hanafiah, K. A. 2004. Dasar-Dasar Ilmu Tanah. Palembang : Rajawali Pers. Huang, X., Lakso, A. N., & Eissenstat, D. M. (2005). Interactive effects of soil temperature and moisture on Concord grape root respiration. Journal of experimental botany, 56(420), 2651-2660. Irianto, H. A. 2003. Statistik : Konsep Dasar, Aplikasi dan Pengembangannya. Padang : Kencana.

(92) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 72 Kertonegoro, B. D. 2001. Aerasi Tanah dan Peranannya Bagi Tanaman. Yogyakarta : UGM Murwono. 2013. Sistem organik rasional. Yogyakarta : USD press. Noverita, S.V. 2005. Pengaruh pemberian nitrogen terhadap komponen pertumbuhan tanaman lidah buaya (Aloe vera). Jurnal penelitian bidang ilmu pertanian 2 (1), 95 – 105. Owens, C, L. 2008. Grapes. Springer Netherlands, Temperate Fruit Crop Breeding, 197-233. Rahmat, P. 2011. 21 Jenis Tabulampot Populer. Jakarta :Agromedia Ramadhan, D. 2008. Pengaruh Macam Pupuk Dan Frekuensi Penyiraman Terhadap Pertumbuhan Bibit Jarak Pagar Pada Media Pasir Pantai. Skripsi. Instiper. Yogyakarta Rismunandar. 1985. Liku-liku bertanam anggur. Bandung : Sinar Baru. Rosmarkam, A. dan Wongsoatmodjo, S. 2001. Taksonomi dan Klasifikasi Tanah Menurut USDA dan PPT Bogor. Yogyakarta: UGM Press Rosmarkam, A. Dan Yowono, N. W. 2002. Ilmu Kesuburan Tanah. Yogyakarta : Kanisius. Rukmana, R, 1998. Anggur. Yogyakarta : Kanisius. Saputra, D. I. 2013. Pengaruh Komposisi Media Tanam Dan Dosis Pupuk NPK Terhadap Pertumbuhan Bibit Kakao Asal Kultur Jaringan. Skripsi. Instiper. Yogyakarta Supriyo, H., Koranto, C. A. D., Bale, A. 2009. Buku Ajar Klasifikasi Tanah. Yogyakarta : UGM press. Sutanto, R. 2005. Dasar-Dasar Ilmu Tanah, Konsep dan Kenyataan. Yogyakarta : Kanisius. Sutejo, M., Mul, Kartasapoetra, A, G. 2005. Pengantar Ilmu Tanah. Jakarta : Bhineka Cipta. Suwito, P. 2007. Bertanaman Anggur dalam Pot. Jakarta : Azka press. Tanujaya, B. 2013. Penelitian percobaan. Jakarta: Rosda Widodo, H., Subositi, D., Supriyati, N. 2011. Pengaruh Jenis Tanah Terhadap produksi Artesinin Tanaman Artemisia annua L. Simposium Penelitian Bahan Obat Alami XV (78-87).

(93) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 73 Lampiran 1 Data Hasil Pengukuran Tinggi Tanaman Vitis vinivera Varietas Prabu Bestari Setiap Minggunya Regosol NO Alluvial Latosol Kontrol Tanggal R1 R2 R3 R1 R2 R3 R1 R2 R3 R1 R2 R3 1 06-Nop-13 7,1 7,5 6 10 10,5 3 6,5 12 9 5,5 13 7 2 13-Nop-13 7,6 8,1 7 13,5 11,1 4 7 12,5 10 5,8 13,2 7,5 3 20-Nop-13 7,7 9,5 7,3 13,5 11,5 4,6 7,5 12,9 10,4 6,9 13,5 12 4 27-Nop-13 7,7 13,4 7,7 13,7 12 6,3 10 16 10,6 10,5 15 16,3 5 04-Des-13 7,7 20,5 8 14,7 18 10,3 14,5 19,5 12 16 19,5 22 6 11-Des-13 11 29,3 10 17 25 19 24 26 21 22 25 30,5 7 18-Des-13 21 41,8 19,5 19 37 35 34,5 40 36 32 38 50 8 25-Des-13 34 56 30 25 50 53 42 59 57 49 57 78 9 01-Jan-14 51 62 38 32 53 60 42 67 62 62 73 80 10 08-Jan-14 56 60 49 33 70 80 41 63 89 72 72 105

(94) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 74 11 15-Jan-14 65 69 57 33 83 84 41 66 110 79 65 117 12 22-Jan-14 97 78 61 38 103 67 41 70 135 83 71 125 13 29-Jan-14 102 76 87 41 142 59 42 69 123 89 62 142 14 05-Feb-14 135 78 102 41 185 73 45 66 134 91 65 154 15 12-Feb-14 150 83 105 42 189 75 45 71 125 95 70 163 16 19-Feb-14 170 90 112 44 223 79 45 77 129 99 67 169 17 26-Feb-14 185 102 128 45 228 85 45 72 132 99 63 172

(95) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 75 Lampiran 2 Data Pertambahan Tinggi Tanaman Vitis vinivera Varietas Prabu Bestari Setiap Minggunya Hari/ NO Regosol Alluvial Latosol Kontrol Tanggal R1 R2 R3 R1 R2 R3 R1 R2 R3 R1 R2 R3 1 06-Nop-13 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 2 13-Nop-13 0,5 0,6 1 3,5 0,6 1 0,5 0,5 1 0,3 0,2 0,5 3 20-Nop-13 0,1 1,4 0,3 0 0,4 0,6 0,5 0,4 0,4 1,1 0,3 4,5 4 27-Nop-13 0 3,9 0,4 0,2 0,5 1,7 2,5 3,1 0,2 3,6 1,5 4,3 5 04-Des-13 0 7,1 0,3 1 6 4 4,5 3,5 1,4 5,5 4,5 5,7 6 11-Des-13 3,3 8,8 2 2,3 7 8,7 9,5 6,5 9 6 5,5 8,5 7 18-Des-13 10 12,5 9,5 2 12 16 10,5 14 15 10 13 19,5 8 25-Des-13 13 14,2 10,5 6 13 18 7,5 19 21 17 19 28

(96) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 76 9 01-Jan-14 17 6 8 7 3 7 0 8 5 13 16 2 10 08-Jan-14 5 0 11 1 17 20 0 0 27 10 0 25 11 15-Jan-14 9 9 98 0 13 4 0 3 21 7 0 12 12 22-Jan-14 32 9 94 5 20 0 0 4 25 0 6 8 13 29-Jan-14 5 0 26 3 39 0 1 0 0 6 0 17 14 05-Feb-14 33 2 15 0 43 14 3 0 11 2 3 12 15 12-Feb-14 15 5 3 1 4 2 0 5 0 4 5 9 16 19-Feb-14 20 7 7 2 34 4 0 6 4 0 0 6 17 26-Feb-14 15 12 16 1 5 6 0 0 0 0 0 0 Rata-Rata 10,46 5,79 7,18 2,32 12,79 6,29 2,06 12,79 8,29 5,03 4,35 9,53

(97) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 3 Perhitungan Uji Homogenitas Data Tinggi Tanaman Vitis vinivera Varietas Prabu Bestari Regosol (TR) Alluvial (TA) Latosol (TA) Kontrol (K) Total 10,46 2,32 2,06 5,03 5,79 12,79 4,29 4,35 7,18 6,29 8,29 9,53 n 3 3 3 3 12 ∑X 23,44 21,41 14,65 18,91 78,41 183,07 152,82 71,51 119,22 526,62 194,58 208,70 91,47 135,05 629,81 (∑X)2/ n ∑X2 = {(∑X)2/n – (∑X2/n)}: 3 SSb = {525,48 - 78,412/ 12} : 3 = 4,39 = {∑X2 – ((∑X)2/n)}: (n -3) SSw = { 629,81 - 525,48} : (12-3) = 11,46 Fhitung F0,05(3,11) = 3,59 Fhitung < F0,05(3,11) 77

(98) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 78 Uji Homogenitas dilakukan dengan menggunakan Uji Lavene. Jika F hitung < Ftabel maka data yang diuji homogen. Berdasarkan hasil perhitungan uji homogenitas dengan Uji Lavene dapat diketahui Fhitung = 0,379, sedangkan Ftabel0,05(3,11) = 3,59, dimana Fhitung < Ftabel0,05(3,11), maka dapat disimpulkan bahwa data hasil penelitian tersebut homogen.

(99) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 4 Perhitungan Uji Normalitas Data Tinggi Tanaman Vitis vinivera Varietas Prabu Bestari Descriptive Statistics M N TINGG I BATANG ean 1 2 Std. Deviation 6. 5317 3.268 07 Mi M nimum aximum 2. 06 12. 79 One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Tinggi tanaman N 12 Normal Parametersa Mean 6.5317 Std. 3.26807 Deviation Most Extreme Differences Absolute .113 Positive .113 Negative -.086 Kolmogorov-Smirnov Z .391 Asymp. Sig. (2-tailed) .998 a. Test distribution is Normal. 79

(100) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 80 Uji normalitas dilakukan dengan menggunakan uji Kolmogrov Smirnov, jika Dhitung < Dtabel maka distribusi data normal. Berdasarkan hasil perhitungan uji normalitas dengan aplikasi SPSS dapat diketahui nilai diketahui nilai D Hitung sebesar 0.113 sedangkan Dtabel (0,05, n=12) = 0,375. Dimana Dhitung < Dtabel (0,05, n = 12) maka data kecepatan pertambahan tinggi batang tanaman anggur tersebut terdistribusinormal.

(101) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 81 Lampiran 5 Perhitungan Analisis Sidik Ragam Menggunakan Uji Anova Pada Tinggi Batang Tanaman Vitis vinivera Varietas Prabu Bestari Rata-rata pertambahan tinggi tanaman anggur Pengulangan perlakuan Total Rerata R1 R2 R3 perlakuan perlakuan TR 10,46 5,79 7,18 23,44 7,81 TA 2,06 12,79 6,29 21,15 7,05 TL 2,32 4,29 8,29 14,91 4,97 K 5,03 4,35 9,53 18,91 6,30 78,4 Jumlah Total 1 Analisis variansi rata-rata pertambahan tinggi tanaman anggur Sumber variansi df SS MS F Hitung F Tabel 5% perlakuan 3 13,19 4,40 0,337 4,07 Galat percobaan 8 104,34 13,04 total 11 117,52 1. Derajat of Freedom (Df) a. Df perlakuan = jumlah perlakuan – 1 = 4 -1 = 3 b. Df Total = jumlah semua pengamatan – 1 = 12 -1 = 11

(102) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI c. Df galat = df total – df perlakuan = 11 – 3 =8 2. Faktor Koreksi (FK) 3. Jumlah Kuadrat ( SS) 82

(103) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 4. Variansi 83

(104) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 84 Lampiran 6 Data Hasil Pengukuran Diameter Tanaman Vitis vinivera Varietas Prabu Bestari Setiap Minggunya NO Regosol Hari/ Alluvial Latosol Kontrol Tanggal R1 R2 R3 R1 R2 R3 R1 R2 R3 R1 R2 R3 1 18 Des 14 0,43 0,43 0,44 0,31 0,49 0,39 0,42 0,53 0,51 0,43 0,4 0,52 2 25-Des-13 0,43 0,45 0,45 0,33 0,49 0,4 0,43 0,57 0,57 0,45 0,41 0,52 3 01-Jan-14 0,49 0,52 0,52 0,35 0,5 0,45 0,49 0,61 0,57 0,52 0,41 0,59 4 08-Jan-14 0,51 0,59 0,59 0,41 0,5 0,48 0,51 0,61 0,61 0,54 0,47 0,62 5 15-Jan-14 0,57 0,63 0,63 0,41 0,59 0,50 0,53 0,62 0,62 0,56 0,47 0,68 6 22-Jan-14 0,6 0,65 0,65 0,42 0,59 0,65 0,57 0,62 0,73 0,56 0,5 0,74 7 29-Jan-14 0,62 0,67 0,67 0,45 0,62 0,65 0,57 0,63 0,74 0,58 0,52 0,75 8 05-Feb-14 0,65 0,7 0,7 0,47 0,62 0,53 0,6 0,65 0,77 0,59 0,55 0,79 9 12-Feb-14 0,7 0,72 0,72 0,47 0,68 0,55 0,63 0,65 0,77 0,6 0,59 0,8 10 19-Feb-14 0,78 0,76 0,76 0,47 0,7 0,55 0,67 0,67 0,81 0,64 0,62 0,8 11 26-Feb-14 0,92 0,82 0,82 0,47 0,7 0,6 0,67 0,69 0,83 0,68 0,64 0,87

(105) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 85 Lampiran 7 Data Pertambahan Diameter Batang Vitis vinivera Varietas Prabu Bestari Setiap Minggunya NO Regosol Hari/ Alluvial Latosol Kontrol Tanggal R1 R2 R3 R1 R2 R3 R1 R2 R3 R1 R2 R3 1 18 Des 14 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 2 25-Des-13 0 0,02 0,07 0,02 0 0,01 0,01 0,04 0,06 0,02 0,01 0 3 01-Jan-14 0,06 0,07 0,02 0,02 0,01 0,05 0,06 0,04 0 0,07 0 0,07 4 08-Jan-14 0,02 0,07 0,04 0,06 0 0,03 0,02 0 0,04 0,02 0,06 0,03 5 15-Jan-14 0,06 0,04 0,03 0 0,09 0,02 0,02 0,01 0,01 0,02 0 0,06 6 22-Jan-14 0,03 0,02 0,02 0,01 0 0,15 0,04 0 0,11 0 0,03 0,06 7 29-Jan-14 0,02 0,02 0 0,03 0,03 0 0 0,01 0,01 0,02 0,02 0,01 8 05-Feb-14 0,03 0,03 0,02 0,02 0 0 0,03 0,02 0,03 0,01 0 0,04 9 12-Feb-14 0,05 0,02 0 0 0,06 0,02 0,03 0 0 0 0,04 0,01 10 19-Feb-14 0,08 0,04 0,04 0 0,02 0 0,04 0,02 0,04 0,04 0,03 0 11 26-Feb-14 0,14 0,06 0,06 0 0 0,05 0 0,02 0,02 0,04 0 0,07 0,035 0,04 0,03 0,023 0,022 0,043 0,025 0,017 0,038 0,025 0,02 0,07 RATA-RATA

(106) 86 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 8 Perhitungan Uji Homogenitas Data Diameter Batang Vitis vinivera Varietas Prabu Bestari Regosol Alluvial Latosol (TR) (TA) (TA) 0,035 0,023 0,025 0,025 0,040 0,022 0,017 0,020 0,030 0,043 0,038 0,038 n 3 3 3 3 12 ∑X 0,105 0,088 0,080 0,083 0,035 (∑X)2/n 0,0037 0,0026 0,0021 0,0023 0,0107 ∑X2 0,0037 0,0029 0,0024 0,0025 0,0115 SSb = {(∑X)2/n – (∑X2/n)}: 3 = {0,0107 – 0,0352/ 12} : 3 = 4,1049 x 10-5 SSw = {∑X2 – ((∑X)2/n)}: (n -3) = { 0,015 – 0,0107} : (12-3) = 8,4362 x 10-5 Kontrol (K) Total

(107) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 87 Fhitung < F0,05(3,11) --- > signifikan (homogen) Uji Homogenitas dilakukan dengan menggunakan Uji Lavene, jika Fhitung < Ftabel maka data yang diuji homogen. Berdasarkan hasil perhitungan uji homogenitas dengan Uji Lavene dapat diketahui Fhitung = 0,487, sedangkan Ftabel0,05(3,11) = 3,59, dimana Fhitung < Ftabel0,05(3,11), maka dapat disimpulkan bahwa data hasil penelitian tersebut homogen.

(108) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 88 Lampiran 9 Perhitungan Uji Normalitas Data Diameter Batang Vitis Vinivera Varietas Prabu Bestari Descriptive Statistics N DIAMETER BATANG Mean 12 Std. Deviation .02967 Minimum Maximum .008804 .017 .043 One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Diameter Batang N Normal Parametersa 12 Mean Std. Deviation .02967 .008804 Most Extreme Absolute .202 Differences Positive .202 Negative -.161 Kolmogorov-Smirnov Z .700 Asymp. Sig. (2-Tailed) .712 A. Test Distribution Is Normal. Uji Normalitas dilakukan dengan menggunakan uji Kolmogrov Smirnov, jika Dhitung < Dtabel maka distribusi data normal. Berdasarkan hasil perhitungan uji

(109) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 89 normalitas dengan Kolmogorov Smirnov dengan aplikasi SPSS dapat diketahui nilai diketahui nilai DHitung sebesar 0.202 sedangkan D tabel (0,05, n=12) = 0,375. Jika Dhitung < Dtabel (0,05, n = 12) maka data tersebut terdistribusi normal. Berdasarkan hasil perhitungan diketahui D hitung < Dtabel maka data kecepatan pertambahan tinggi batang tanaman anggur tersebut terdistribusi normal.

(110) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 10 Perhitungan Analisis Sidik Ragam Menggunakan Uji Anova Pada Diameter Batang Tanaman Vitis vinivera Varietas Prabu Bestari Rata-rata pertambahan diameter batang tanaman anggur Pengulangan Perlakuan Total Rerata perlakuan perlakuan (mm) (mm) R1 (mm) R2 (mm) R3(mm) TR 0,035 0,040 0,030 0,105 0,035 TA 0,023 0,022 0,043 0,088 0,029 TL 0,027 0,017 0,038 0,082 0,027 K 0,025 0,020 0,038 0,092 0,031 Jumlah Total 0,37 Analisis variansi rata-rata pertambahan diameter batang tanaman anggur Sumber variansi df SS MS perlakuan 3 0,00011 0,00004 Galat percobaan 8 0,00098 0,0001 total 11 123,45 F Hitung 0,294 1. Derajat of Freedom (Df) a. Df Total = jumlah semua pengamatan – 1 = 12 -1 = 11 b. Df perlakuan = jumlah perlakuan – 1 F Tabel 5% 1% 4,07 7,59 90

(111) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI = 4 -1 =3 c. Df galat = df total – df perlakuan = 11 – 3 =8 2. Faktor Koreksi (CF 3. Jumlah Kuadrat ( SS) 91

(112) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 92

(113) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 93 Lampiran 11 Data Hasil Pengukuran Jumlah Daun Vitis vinivera Varietas Prabu Bestari Setiap Minggunya NO Regosol Hari/ Alluvial Latosol Kontrol Tanggal R1 R2 R3 R1 R2 R3 R1 R2 R3 R1 R2 R3 1 06-Nop-13 5 4 5 5 5 4 2 3 3 6 7 9 2 13-Nop-13 6 4 6 5 5 4 2 4 4 7 7 9 3 20-Nop-13 6 7 6 7 5 5 2 7 5 10 8 11 4 27-Nop-13 6 10 8 8 6 9 6 10 5 10 9 13 5 04-Des-13 7 12 10 7 11 8 9 12 9 14 11 16 6 11-Des-13 9 15 13 7 11 9 9 13 11 12 12 18 7 18-Des-13 11 18 14 8 14 13 11 15 14 16 14 20 8 25-Des-13 12 21 16 7 15 17 14 19 19 20 18 24 9 01-Jan-14 15 25 18 9 14 19 14 19 21 21 21 26 10 08-Jan-14 15 23 18 8 16 24 14 19 25 24 22 28 11 15-Jan-14 20 20 19 10 21 19 14 19 28 28 18 25

(114) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 94 12 22-Jan-14 26 25 18 8 24 12 13 18 27 26 16 29 13 29-Jan-14 25 26 20 6 33 10 8 15 25 21 11 31 14 05-Feb-14 36 28 28 7 41 12 9 12 23 21 9 35 15 12-Feb-14 38 30 30 5 38 5 8 13 18 17 8 37 16 19-Feb-14 39 32 31 3 47 13 7 16 28 15 6 27 17 26-Feb-14 43 34 33 3 47 11 9 10 22 16 6 24

(115) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 95 Lampiran 12 Hasil Pengukuran Pertambahan Jumlah Daun Vitis vinivera Varietas Prabu Bestari NO Regosol Hari/ Tanggal Alluvial Latosol Kontrol R1 R2 R3 R1 R2 R3 R1 R2 R3 R1 R2 R3 1 06-Nop-13 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 2 13-Nop-13 1 0 1 0 0 0 0 1 1 3 1 2 3 20-Nop-13 0 3 0 2 0 1 0 3 1 0 1 2 4 27-Nop-13 0 3 2 1 1 4 4 3 0 4 2 3 5 04-Des-13 1 2 2 0 5 0 3 2 4 0 1 2 6 11-Des-13 2 3 3 0 0 1 0 1 2 4 2 2 7 18-Des-13 2 3 1 1 3 4 2 2 3 4 4 4 8 25-Des-13 1 3 2 0 1 4 3 4 5 1 3 2 9 01-Jan-14 3 4 2 2 0 2 0 0 2 3 1 2 10 08-Jan-14 0 0 0 0 2 5 0 0 4 4 0 0

(116) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 96 11 15-Jan-14 5 0 1 2 5 0 0 0 3 0 0 4 12 22-Jan-14 6 5 0 0 3 0 0 0 0 0 0 0 13 29-Jan-14 0 1 2 0 9 0 0 0 0 0 0 0 14 05-Feb-14 11 0 8 1 8 2 1 0 0 0 0 4 15 12-Feb-14 2 0 0 0 0 0 0 1 0 0 0 0 16 19-Feb-14 1 0 1 0 9 8 0 3 10 0 0 0 17 26-Feb-14 4 2 2 0 0 0 2 0 0 1 0 0 2,29 2,08 1,23 0,62 2,23 1,62 0,92 1,23 1,92 1,77 1,15 1,59 Rata-Rata

(117) 97 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 13 Perhitungan Uji Homogenitas Data Jumlah Daun Vitis vinivera Varietas Prabu Bestari Regosol Kontrol Alluvial (TA) Latosol (TA) 2,29 0,62 0,92 1,77 2,08 2,23 1,23 1,15 1,23 1,62 1,92 1,59 n 3 3 3 3 12 ∑X 5,60 4,46 4,08 4,51 18,65 10,46 6,64 5,54 6,78 29,42 11,09 7,96 6,07 6,98 32,10 (TR) (∑X)2 /n ∑X2 (K) Total = {(∑X)2/n – (∑X2/n)}: 3 = {29,42 – 18,652/ 12} : 3 SSb = 0,143 = {∑X2 – ((∑X)2/n)}: (n -3) = { 31,10 – 29,42} : (12-3) SSw = 0,298 Fhitung F0,05(3,11) = 3,59 Fhitung < F0,05(3,11) Uji homogenitas dilakukan dengan menggunakan Uji Lavene, jika F hitung < Ftabel maka data yang diuji homogen. Berdasarkan hasil perhitungan uji

(118) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 98 homogenitas dengan Uji Lavene dapat diketahui Fhitung = 0,479, sedangkan Ftabel0,05(3,11) = 3,59, dimana Fhitung < Ftabel0,05(3,11), maka dapat disimpulkan bahwa data hasil penelitian tersebut homogen.

(119) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 99 Lampiran 14 Perhitungan Uji Normalitas Data Jumlah Daun Vitis vinivera Varietas Prabu Bestari Descriptive Statistics N JumlahDaun Mean 12 Std. Deviation 1.5542 Minimum Maximum .53164 .62 2.29 One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Jumlah daun N Normal Parameters 12 Mean 1.5542 Std. Deviation .53164 Most Extreme Differences Absolute .146 Positive .146 Negative -.110 Kolmogorov-Smirnov Z .505 Asymp. Sig. (2-tailed) .961 a. Test distribution is Normal. Uji Normalitas dilakukan dengan menggunakan uji Kolmogrov Smirnov, jika Dhitung < Dtabel maka distribusi data normal. Berdasarkan hasil perhitungan uji normalitas dengan Kolmogorov Smirnov dengan aplikasi SPSS dapat diketahui

(120) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 100 nilai diketahui nilai DHitung sebesar 0.146 sedangkan D tabel (0,05, n=12) = 0,375. Jika Dhitung < Dtabel (0,05, n = 12) maka data tersebut terdistribusi normal. Berdasarkan hasil perhitungan diketahui D hitung < Dtabel maka data kecepatan pertambahan tinggi batang tanaman anggur tersebut terdistribusi normal.

(121) 101 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 15 Perhitungan Analisis Sidik Ragam Menggunakan Uji Anova Pada Jumlah Daun Tanaman Vitis vinivera Varietas Prabu Bestari Rata-rata pertambahan jumlah daun tanaman anggur Pengulangan Total Rerata perlakuan Perlakuan R1 R2 R3 perlakuan TR 2,29 2,08 1,23 5,60 1,87 TA 0,62 2,23 1,62 4,46 1,49 TL 0,92 1,23 1,92 4,08 1,36 K 1,77 1,15 1,59 4,51 1,50 Jumlah Total 18,65 Analisis variansi rata-rata pertambahan jumlah daun tanaman anggur Sumber variansi 1. df SS MS perlakuan 3 0,43 0,14 Galat percobaan 8 2,69 0,34 total 11 3,11 Derajat of Freedom (Df) a. Df Total = jumlah semua pengamatan – 1 = 12 -1 = 11 b. Df perlakuan = jumlah perlakuan – 1 = 4 -1 F Hitung 0,426 F Tabel 5% 1% 4,07 7,59

(122) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI =3 c. Df galat = df total – df perlakuan = 11 – 3 =8 2. Faktor Koreksi (CF) 3. Jumlah Kuadrat ( SS) 102

(123) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 4. Variansi 103

(124) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 104 Lampiran 16 Data Kerusakan Daun yang Disebabkan oleh Hama Jenis Tanah No Hari/tanggal 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 18-Des-13 25-Des-13 01-Jan-14 08-Jan-14 15-Jan-14 22-Jan-14 29-Jan-14 05-Feb-14 12-Feb-14 19-Feb-14 26-Feb-14 Tanah Regosol* P1 15 20 18 14 16 15 15 11 7 9 7 P2 25 30 27 19 21 18 12 8 6 5 6 P3 20 18 15 9 11 11 16 12 15 16 20 * Kerusakan daun dinyatakan dalam % RataRata 20,00 22,67 20,00 14,00 16,00 14,67 14,33 10,33 9,33 10,00 11,00 Tanah Aluvial* P1 20 15 15 18 23 17 40 15 50 0 0 P2 25 22 18 12 13 10 10 17 12 12 15 P3 10 12 21 16 18 27 30 22 25 15 25 RataRata 18,33 16,33 18,00 15,33 18,00 18,00 26,67 18,00 29,00 9,00 13,33 Tanah Latosol* P1 5 5 15 12 15 18 26 23 18 25 25 P2 25 23 23 12 13 14 11 11 10 7 22 P3 30 25 22 16 5 16 10 25 15 12 14 RataRata 20,00 17,67 20,00 13,33 11,00 16,00 15,67 19,67 14,33 14,67 20,33 Kontrol* P1 15 15 27 25 16 28 19 31 25 20 23 P2 20 15 14 17 15 20 30 19 18 16 0 P3 10 22 18 15 15 24 20 25 35 28 28 RataRata 15,00 17,33 19,67 19,00 15,33 24,00 23,00 25,00 26,00 21,33 17,00

(125) 105 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 17 Data Pengukuran Kelembaban Tanah NO Tanggal 1 Jenis Tanah Regosol Alluvial Latosol Kontrol 13 Nop 13 3 8 10 9 2 15 Nop 13 2,5 8 >10 9 3 18 Nop 13 4 8 >10 9,5 4 21 Nop 13 3 8,5 >10 >10 5 25 Nop 13 5,8 8 >10 10 6 27 Nop 13 2 5 >10 6,4 7 29 Nop 13 2,5 1,5 10 6 8 1 Des 13 2 5,5 >10 6 9 5 Des 13 4 7,5 10 7 10 7 Des 13 2 4 6 4 11 9 Des 13 3,5 5 6 8,1 12 12 Des 13 6 9 >10 9,2 13 14 Des 13 6 9 >10 7,4 14 16 Des 13 3 8 10 8 15 18 Des 13 2 7 10 7 16 20 Des 13 5 7,8 >10 7 17 23 Des 13 4,5 7 >10 7 18 26 Des 13 2 6 8 6 19 03 Jan 14 7 >10 >10 7 20 06 Jan 14 6 10 10 8 21 11 Jan 14 6 9 >10 >10 22 13 Jan 14 7 >10 >10 10 23 21 Jan 14 7 >10 >10 >10 24 25 Jan 14 6,5 >10 >10 >10 25 30 Jan 14 6 >10 >10 >10 26 01 Feb 14 7 >10 >10 >10

(126) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 18 SILABUS PEMINATAN MATEMATIKA DAN ILMU-ILMU ALAM MATA PELAJARAN BIOLOGI SMA Satuan Pendidikan : SMA Kelas : XII KI 1 : 1. Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya KI 2 : 2. Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif dan proaktif dan menunjukan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia KI 3 : 3. Memahami, menerapkan, dan menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah. KI 4 : 4. Mengolah, menalar, menyaji, dan mencipta dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri serta bertindak secara efektif dan kreatif, dan mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan 106

(127) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Kompetensi Dasar 1.1 2.1 Peka dan peduli terhadap permasalahan lingkungan hidup, menjaga dan menyayangi lingkungan sebagai manifestasi pengamalan ajaran agama yang dianurnya. Berperilaku ilmiah: teliti, tekun, jujur terhadap data dan fakta, disiplin, tanggung jawab, dan peduli dalam observasi dan eksperimen, berani dan santun dalam mengajukan pertanyaan dan berargumentasi, peduli lingkungan, gotong royong, bekerjasama, cinta damai, berpendapat secara ilmiah dan kritis, responsif dan proaktif dalam dalam setiap tindakan dan dalam melakukan pengamatan dan percobaan di dalam kelas/laboratorium maupun di Materi Pokok 2. Merencanakan dan Melaksanakan Percobaan Pembelajaran 2. Merencanakan dan Melakukan Percobaan tentang Pertumbuhan dan Perkembangan pada Tumbuhan Penilaian Tugas  Observasi - Mengamati  Mengkaji hasil kerja ilmiah (contoh kerja ilmiah).  Bagaimana langkah-langkah melakukan percobaan menurut kerja ilmiah dari hasil diskusi dan mengkaji contoh karya ilmiah dari berbagai sumber. Tugas  Observasi  Kerja Ilmiah, sikap ilmiah dan keselamatan kerja Menanya  Memberikan pertanyaan tentang langkahlangkah Eksperimen dan penyusunan laporan hasil eksperimen. Portofolio  Laporan Percobaan Mengumpulkan Data (Eksperimen/Ekplorasi)  Mendiskusikan rancangan dan usulan Test  Membuat outline perencanaan 107 Alokasi Waktu Sumber Belajar 5 minggu x 4 JP  Video pertumbuhan dan perkembanga n  makalah, Artikel atau Laporan hasil Penelitian  Buku Biologi SMA  Biologi Campbell

(128) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI luar kelas/laboratorium. 3.1 4.1 Menganalisis hubungan antara faktor internal dan eksternal dengan proses pertumbuhan dan perkembangan pada Mahluk Hidup berdasarkan hasil percobaan. Merencanakan dan melaksanakan percobaan tentang faktor luar yang memengaruhi proses pertumbuhan dan perkembangan tanaman, dan melaporkan secara tertulis dengan menggunakan tatacara penulisan ilmiah yang benar. penelitian tentang faktor luar yang mempengaruhi pertumbuhan pada tumbuhan  Melaksanakan Eksperimen sesuai dengan ususlan yang disusun dan sudah disepakati setiap kelompok.  Melakukan pengamatan eksperimen, mencatat data. Mengasosiasikan  Mengolah data hasil eksperimen.  Menjawab permasalahan.  Menyimpulkan hasil pengamatan.  Menarik kesimpulan dari hasil diskusi mengenai usulan penelitian. Mengkomunikasikan  Menyusun Usulan Penelitian tentang faktor luar yang mempengaruhi pertumbuhan. tanaman dalam bentuk laporan tertulis.  Melaporkan hasil eksperimen secara lisan (presentasi) dan tertulis tertulis. percobaan  Pemahaman tentang hasil percobaan dan kesimpulan  Pemahaman tentang hal-hal yang harus dilakukan dalam melakukan percobaan  Pemahaman tentang faktor luar dan faktor dalam terhadap pertumbuhan 108

(129) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 109 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Satuan Pendidikan : SMA Kelas/Semester : XII / 1 Mata Pelajaran : Biologi Materi Pokok : Pertumbuhan dan Perkembangan Pertemuan ke :1 Alokasi Waktu : 4 x 45 menit A. Kompetensi Inti KI.1 : Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya KI.2 : Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (gotong royong, kerja sama, toleran, damai) santun, reponsif dan proaktif dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraktif secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia KI. 3 : Memahami, menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual, konseptual dan prosedural berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan dan peradaban terkait fenomena dan kejadian serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bisang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah KI.4 : Mengolah, menalar dan menyaji dalam ranah konkret (menggunakan, mengurai, merangkai, memodifikasi, dan membuat) dan ranah abstrak (menulis, membaca, menghitung, menggambar, dan mengarang) dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri dan mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuwan B. Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian Kompetensi Kompetensi Dasar KD. 1.1 Peka dan peduli terhadap permasalahan lingkungan hidup, menjaga dan menyayangi Indikator Pencapaian Kompetensi 1. Peka dan peduli terhadap lingkungan pada saat

(130) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI lingkungan sebagai manisfestasi 110 melakukan percobaan. pengamalan ajaran agama yang dianutnya. KD 2.1 Berperilaku ilmiah: teliti, peka, jujur 2. Bekerjasama, bergotong terhadap data dan fakta, disiplin, tanggung royong dan proaktif dalam jawab, dan peduli dalam observasi dan melakukan percobaan dan eksperimen, berani dan santun dalam diskusi mengajukan pertanyaan dan berargumentasi, peduli lingkungan, gotong royong, bekerjasama, cinta damai, berpendapat secara ilmiah dan kritis, renponsif dan proaktif dalam setiap tindakan dan dalam melakukan pengamatan dan percobaan di dalam kelas/ laboratorium maupun di luar kelas/ laboratorium KD 3.1 Menganalisis hubungan antara faktor 1. Menganalisis hubungan internal dan eksternal dengan proses antara faktor internal dan pertumbuhan dan perkembangan pada eksternal dengan proses mahkluk hidup berdasarkan hasil percobaan pertumbuhan dan perkembangan pada makhluk hidup berdasarkan hasil percobaan 2. Mengkaji contoh hasil kerja ilmiah. 3. Menjelaskan langkah-langkah kerja ilmiah. KD 4.1 Merencanakan dan melaksanakan 1. Merancang usulan penelitian percobaan tentang faktor luar yang tentang faktor luar yang mempengaruhi proses pertumbuhan dan mempengaruhi pertumbuhan perkembangan tanaman, dan melaporkan pada tumbuhan. secara tertulis dengan menggunakan 2. Melaksanakan percobaan

(131) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI tatacara penulisan ilmiah yang benar 111 sesuai dengan rancangan penelitian yang telah dibuat 3. Melaporan hasil penelitian dalam bentuk tertulis dan lisan. C. Tujuan Pembelajaran Kompetensi Dasar Tujuan Pembelajaran 1. Melalui kegiatan yang dirancang guru, siswa dapat KD. 1.1 mengembangkan sikap ilmiah yaitu peka dan peduli terhadap lingkungan. 2. Melalui kegiatan yang dirancang guru, siswa mampu KD 2.1 bekerja sama, bergotong royong dan bersikap proaktif dalam percobaan dan diskusi. 3. Setelah melakukan percobaan siswa dapat menganalisis hubungan antara faktor internal dan eksternal dengan proses pertumbuhan dan perkembangan pada makhluk hidup berdasarkan hasil percobaan KD 3.1 4. Setelah pembelajaran siswa mampu mengkaji kerja ilmiah 5. Setelah pembelajaran siswa mampu menjelaskan langkah-langkah kerja ilmiah. 6. Setelah pembelajaran siswa mampu merancang usulan penelitian tentang faktor luar yang mempengaruhi KD 4.1 pertumbuhan pada tumbuhan. 7. Setelah membuat rancangan penelitian, siswa dapat melaksanakan percobaan sesuai dengan rancangan

(132) 112 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI percobaan tersebut. 8. Setelah melakukan percobaan siswa mampu menjelaskan hasil percobaan pengaruh faktor luar terhadap pertumbuhan. 9. Setelah melakukan percobaan siswa mampu menghubungkan antara faktor internal dan eksternal dengan proses pertumbuhan dan perkembangan makhluk hidup. 10. Setelah berdiskusi siswa mampu menyimpulkan hasil penelitian secara lisan dan tertulis dalam bentuk laporan percobaan. D. Materi Ajar Merencanakan dan Melaksanakan Percobaan E. Metode Pembelajaran Pendekatan : Scientific Model : Pembelajaran koperatif (cooperatif) dan penemuan (Discovery) Metode : Diskusi kelompok, eksperimen, pengamatan, penugasan, tanya jawab dan ceramah. F. Kegiatan Pembelajaran Pertemuan Ke-1 No Kegiatan Deskripsi Alokasi Waktu 1. Guru mengucap salam 1. Pendahuluan 2. Berdoa 3. Apersepsi 10 Menit

(133) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 113 “apa saja langkah-langkah yang dapat harus dilakukan dalam percobaan” 4. Guru menyampaikan tujuan dan kegiatan pembelajaran Mengamati  Siswa membentuk kelompok-kelompok kecil yang terdiri dari 3-4 orang perkelompok.  Siswa menyaksikan video tentang percobaan faktor pertumbuhan kemudian siswa diminta untuk mencatat hal-hal penting dari video tentang langkah kerja ilmiah.  Siswa mengkaji hasil kerja ilmiah (contoh kerja ilmiah) yang dibagikan oleh guru untuk mengetahui bagaimana langkah-langkah melakukan percobaan menurut kerja ilmiah dari 2. Kegiatan Inti hasil diskusi. Menanya  Memberikan pertanyaan tentang langkah-langkah percobaan berdasarkan hasil diskusi siswa. Mengumpulkan Data  Siswa masih dalam kelompok mendiskusikan mengenai rancangan dan usulan penelitian tentang faktor luar khususnya jenis tanah yang mempengaruhi pertumbuhan pada tumbuhan. Mengasosiasikan  Menarik kesimpulan dari hasil diskusi mengenai usulan penelitian. Mengkomunikasikan 60 Menit

(134) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 114  Menyusun usulan penelitian tentang faktor luar khususnya jenis tanah yang mempengaruhi pertumbuhan tanaman dalam bentuk laporan tertulis. Penugasan Terstruktur 1. Setiap kelompok melaksanakan eksperimen sesuai dengan ususlan yang disusun dan sudah 3. Penutup disepakati setiap kelompok dan melakukan 20 Menit pengamatan eksperimen, mencatat data. 2. Refleksi Pertemuan Ke-2 No Kegiatan Deskripsi Alokasi Waktu 1. Guru mengucap salam 2. Berdoa 1. Pendahuluan 3. Apersepsi 10 Menit 4. Guru menyampaikan tujuan dan kegiatan pembelajaran Mengkomunikasikan 1. Siswa duduk bersama kelompok percobaan untuk melaporkan hasil percobaan secara 2. Kegiatan Inti lisan (presentasi) 2. Beberapa kelompok untuk menyampaikan respon berupa pertanyaan terhadap kelompok yang telah melaporkan hasil percobaan. 60 Menit

(135) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 115 3. Setelah semua kelompok melaporkan hasil percobaan, siswa mengumpulkan laporan percobaan secara tertulis yang telah dipersiapkan sebelumnya. 4. Guru memberikan penguatan pada hasil diskusi. Menanya 5. Siswa menjawab pertanyaan guru tentang apakah ada pengaruh jenis tanah terhadap pertumbuhan tanaman. Mengasosiasikan 6. Siswa menarik kesimpulan mengenai hasil percobaan secara umum. 1. Guru memberitahu siswa bahwa pada 3. pertemuan selanjutnya akan dilaksanakan Penutup ulangan harian. 20 Menit 2. Refleksi G. Alat dan Sumber Belajar 1. Alat Pembelajaran Laptop dan viewer 2. Sumber Belajar a. Buku siswa b. Buku guru c. Contoh hasil karya ilmiah d. Informasi dari berbagai sumber misalnya, koran, jurnal, buku sumber lainnya dan internet. e. Makhluk hidup di sekitar. H. Penilaian Hasil Belajar 1. Teknik penilaian : Pengamatan dan tes tertulis 2. Prosedur penilaian :

(136) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI No 1 KI KI 1 dan 2 Aspek yang dinilai Sikap Teknik Penilaian Pengamatan a. Teliti, jujur dan 116 Waktu Penilaian Selama pembelajaran, bertanggung jawab diskusi kelompok saat melakukan dan melaksanakan penelitian percobaan. b. Bekerjasama, bergotong royong, dan proaktif dalam kegiatan kelompok 2. KI. 3 Pengetahuan Pengamatan Penyelesaian tugas a. Pemahaman tentang dan tes dan hasil tes Pengamatan Saat pengamatan hasil percobaan dan kesimpulan b. Pemahaman tentang hal-hal yang harus dilakukan dalam melakukan percobaan c. Pemahaman tentang faktor luar dan dalam terhadap pertumbuhan. 3. KI. 4 Keterampilan Keterampilan mengamati dalam dan menyajikan hasil diskusi dan percobaan bentuk lapir presentasi dalam dan dan presentasi

(137) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 117 I. Instrumen Penilaian Hasil Belajar KISI-KISI PENULISAN SOAL POSTTEST TAHUN AJARAN 2014/2015 Mata Pelajaran : Biologi Kelas / Program : XII/ IPA Semester :1 Alokasi Waktu Bentuk Soal Jumlah Soal : 45 Menit : Essay :4 No. Kompetensi Dasar Indikator Bentuk Soal Ranah Kognitif Nomor Soal 1. 3.1 Menganalisis hubungan Setelah melakukan Essay C6 1 antara faktor internal dan percobaan siswa dapat eksternal dengan proses menganalisis hubungan pertumbuhan dan perkembangan antara faktor internal C1 4 pada mahkluk hidup berdasarkan dan eksternal dengan hasil percobaan proses pertumbuhan dan perkembangan pada makhluk hidup berdasarkan hasil percobaan

(138) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 2. Merencanakan dan Setelah mengkaji melaksanakan percobaan tentang kerja ilmiah siswa faktor luar yang mempengaruhi mampu menjelaskan proses pertumbuhan dan langkah-langkah perkembangan tanaman, dan kerja ilmiah. melaporkan secara tertulis dengan menggunakan tatacara penulisan ilmiah yang benar Essay C1 118 2 (mengingat) C4 (menganalisis) 3

(139) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Tes tertulis : Posttest (15 menit) 1. Andre mempunyai pohon pisang yang ditanam di dekat kandang sapi. Ternyata pohon pisang tersebut lebih subur daripada pohon pisang yang lebih jauh dari kandang sapi. Andre ingin melakukan penelitian mengapa pohon pisang yang tumbuh di dekat kandang sapi lebih subur daripada pohon pisang lain. Rumuskan hipotesis yang dapat diajukan Andre untuk melakukan penelitian itu! (7 poin) 2. Dalam suatu percobaan terdapat tiga jenis variabel yaitu ...., .......... dan .......... (3 poin) 3. Dina melakukan percobaan bagaimana pengaruh suhu terhadap pertumbuhan jagung. Variabel bebas pada percobaan tersebut adalah.... (3 poin) 4. Faktor eksternal yang mempengaruhi pertumbuhan antara lain ....., ....., ....., dan ..... ( 4 poin) Kunci Jawaban 1. Kotoran sapi mempengaruhi pertumbuhan tanaman pisang 2. Variabel bebas, variabel terikat, variabel kontrol 3. Suhu 4. Suhu, Cahaya, Nutrisi, air dan kelembaban. Pedoman Penilaian Skor total = (17 : 17) x 100 119

(140) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 120 LEMBAR PENGAMATAN PENILAIAN SIKAP Mata Pelajaran Kelas/Semester Tahun Pelajaran Waktu Pengamatan : Biologi : X/I : 2013/2014 : Indikator sikap peka terhadap lingkungan dalam pembelajaran : 1. Tidak menunjukkan sikap peka terhadap lingkungan sama sekali dalam pembelajaran. 2. Kadang-kadang menunjukkan sikap peka terhadap lingkungan dalam pembelajaran tetapi belum konsisten. 3. Sering menunjukkan sikap peka terhadap lingkungan dalam pembelajaran kelompok (mulai konsisten). 4. Selalu peka terhadap lingkungan dalam pembelajaran secara terus menerus/konsisten. Indikator sikap peduli terhadap lingkungan dalam pembelajaran : 1. Tidak menunjukkan sikap peduli terhadap lingkungan sama sekali dalam pembelajaran. 2. Kadang-kadang menunjukkan sikap peduli terhadap lingkungan dalam pembelajaran tetapi belum konsisten. 3. Sering menunjukkan sikap peduli terhadap lingkungan dalam pembelajaran kelompok (mulai konsisten). 4. Selalu peduli terhadap lingkungan dalam pembelajaran secara terus menerus/konsisten. Indikator sikap bertanggung jawab dalam kegiatan kelompok : 1. Tidak menunjukkan sikap bertanggung jawab sama sekali dalam pembelajaran. 2. Kadang-kadang menunjukkan sikap bertanggung jawab dalam pembelajaran tetapi belum konsisten. 3. Sering menunjukkan sikap bertanggung jawab dalam menyelesaikan tugas kelompok (mulai konsisten). 4. Selalu bertanggung jawab dalam menyelesaikan tugas kelompok secara terus menerus/konsisten. Indikator sikap bekerjasama dalam kegiatan kelompok : 1. Tidak menunjukkan sikap mau bekerjasama sama sekali dalam pembelajaran.

(141) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 121 2. Kadang-kadang menunjukkan sikap bekerjasama dalam pembelajaran tetapi belum konsisten. 3. Sering menunjukkan sikap mau bekerjasama dalam menyelesaikan tugas kelompok (mulai konsisten). 4. Selalu mau bekerjasama dalam menyelesaikan tugas kelompok secara terus menerus/konsisten. Indikator sikap proaktif dalam pembelajaran dan percobaan : 1. Tidak menunjukkan sikap proaktif sama sekali dalam pembelajaran. 2. Kadang-kadang menunjukkan sikap proaktif dalam pembelajaran tetapi belum konsisten. 3. Sering menunjukkan sikap proaktif dalam menyelesaikan tugas kelompok (mulai konsisten). 4. Selalu bersikap proaktif dalam menyelesaikan tugas kelompok secara terus menerus/konsisten. No. Nama Siswa Peka Peduli Sikap Bertanggung Bekerjasama jawab Proaktif Jumlah skor Keterangan : 1 : jika peserta didik tidak konsisten memperlihatkan perilaku yang tertera dalam indikator 2 : jika peserta didik belum konsisten memperlihatkan perilaku yang tertera dalam indikator 3 : jika peserta didik mulai konsisten memperlihatkan perilaku yang tertera dalam indikator 4 : jika peserta didik sudah konsisten memperlihatkan perilaku yang tertera dalam indikator Nilai : (Skor perolehan : 20) x 100 =

(142) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 122 LEMBAR PENILAIAN KETERAMPILAN Mata Pelajaran Kelas/Semester Tahun Pelajaran Waktu Pengamatan : Biologi : X/I : 2013/2014 : No. 1 2 3 Aspek yang dinilai Skor Maksimal Perencanaan a. Latar Belakang (tepat =3; kurang tepat = 2, tidak tepat = 1) 6 b. Rumusan Masalah (tepat = 3; kurang tepat = 2, tidak tepat = 1) Pelaksanaan a. Pengumpulan data (akurat = 3; kurang akurat = 2; tidak akurat = 1) b. Kelengkapan data (lengkap= 3; kurang lengkap = 2; 12 tidak lengkap = 1) c. Pengolahan/analisis data (sesuai = 3; kurang sesuai = 2; tidak sesuai = 1) d. Kesimpulan (tepat = 3; kurang tepat = 2; tidak tepat = 1) Pelaporan hasil a. Sistematika laporan (baik = 3; kurang baik = 2; tidak baik = 1) b. Penggunaan bahasa (sesuai kaidah= 3; kurang sesuai kaidah = 2; tidak sesuai kaidah = 1) 12 c. Penulisan/ejaan (tepat = 3; kurang tepat = 2; tidak tepat/ banyak kesalahan =1) d. Tampilan (menarik= 3; kurang menarik= 2; tidak menarik= 1) Skor Maksimal Nilai Akhir = (skor perolehan :skor maksimal) x 4 30

(143) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 123 WORKSHEET (Pengaruh Jenis Tanah Terhadap Pertumbuhan pada Tanaman) Tujuan Pembelajaran: Mengetahui pengaruh jenis tanah terhadap pertumbuhan tanaman Langkah Kerja: 1. Siswa dibentuk dalam kelompok yang terdiri dari 3-4 orang 2. Guru membagikan nama jenis tanaman yang akan digunakan oleh siswa untuk percobaan. (sebelumnya guru sudah menyiapkan benih tanaman yang akan digunakan oleh siswa). Jenis tanaman yang digunakan adalah : a. Kacang tanah b. Kacang hijau c. Kacang merah d. Kacang kedelai 3. Siswa membuat rancangan percobaan yang terdiri dari: a. Rumusan masalah b. Menentukan hipotesa. c. Merancang berbagai perlakuan untuk membuktikan hipotesa. d. Menentukan alat-alat dan bahan yang diperlukan untuk melaksanakan percobaan e. Menentukan langkah kerja. 4. Melakukan kegiatan sesuai dengan rancangan yang telah dibuat. 5. Siswa mencatat hasilnya dan tulislah dalam bentuk tabel. 6. Membuat laporan tertulis dari percobaan. 7. Presentasikan hasil percobaan dan kesimpulan berdasarkan hasil percobaan.

(144)

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

PENGARUH EKSTRAK BAGIAN TANAMAN RUMPUT TEKI DAN LAMA PERENDAMAN TERHADAP PERTUMBUHAN STEK ANGGUR (Vitis vinifera L.) VARIETAS BELGIE
0
17
1
PENGARUH EKSTRAK BIJI ANGGUR MERAH (Vitis vinifera) TERHADAP PERBAIKAN SEL OTAK TIKUS PUTIH MODEL DIABETIKUM
0
14
22
UJI PERTUMBUHAN VEGETATIF BERBAGAI VARIETAS TANAMAN ANGGUR (Vitis) DI DESA TEGAL GONDO KECAMATAN KARANGPLOSO
0
7
1
PENGARUH DEFISIT AIR TANAH TERSEDIA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN KEBUTUHAN AIR TANAMAN TIGA VARIETAS KEDELAI (Glycine Max. (L) MerrilI) PADA FASE VEGETATIF
3
16
95
PENGARUH JENIS BONGGOL DAN KONSENTRASI BA (BENZILADENIN) TERHADAP PERTUMBUHAN VEGETATIF TANAMAN PISANG (Musa paradisiaca Linn) KEPOK MANADO
1
8
42
PENGARUH JENIS BONGGOL DAN KONSENTRASI BA (BENZILADENIN) TERHADAP PERTUMBUHAN VEGETATIF TANAMAN PISANG (Musa paradisiaca Linn) KEPOK KUNING
0
8
41
MUTU SEDIAAN LIPSTIK DARI KOMBINASI EKSTRAK BIJI ANGGUR (Vitis vinifera) DAN ANGKAK (Monascus purpureus).
0
4
13
PENGARUH PEMBERIAN IBA DAN JENIS STEK TERHADAP PERTUMBUHAN VEGETATIF TANAMAN ANGGREK VANDA (VANDA DOUGLAS).
1
11
16
UJI ORGANOLEPTIK FRUITGHURT HASIL FERMENTASI LIMBAH BUAH ANGGUR (Vitis vinifera) OLEH Lactobacillus bulgaricus.
0
1
6
PENGARUH KOMBINASI ZAT PENGATUR TUMBUH INDOLE-3-BUTYRIC ACID (IBA) DAN 6-BENZIL AMINO PURIN (BAP) PADA KULTUR IN VITRO TUNAS AKSILAR ANGGUR (Vitis vinifera L.) VARIETAS PRABU BESTARI DAN JESTRO AG 86.
0
0
11
PENGARUH PASTA GIGI DENGAN KANDUNGAN BUAH ANGGUR (Vitis vinifera) TERHADAP PEMBENTUKAN PLAK GIGI - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)
0
0
17
PENGARUH KADAR AIR TANAH DAN BOKASHI DAUN GAMAL TERHADAP PERTUMBUHAN VEGETATIF TANAMAN SORGUM (Sorghum Bicolor L.)
0
0
8
RESPON VARIETAS TANAMAN JAGUNG (Zea mays L.) TERHADAP CEKAMAN KEKERINGAN PADA FASE PERTUMBUHAN VEGETATIF
0
0
24
EVALUATION OF PHYSICOCHEMICAL, MICROBIOLOGICAL AND CONSUMER PREFERENCES OF GRAPE (Vitis vinifera) WINE EVALUASI FISIKOKIMIA, MIKROBIOLOGI DAN TINGKAT KESUKAAN KONSUMEN TERHADAP WINE BUAH ANGGUR (Vitis vinifera)
0
0
11
PENGARUH JENIS TANAH TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN ANGGUR (Vitis vinifera) VARIETAS JESTRO AG 86 DI DALAM POT
0
0
114
Show more