DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA SD INPRES BIME KABUPATEN PEGUNUNGAN BINTANG PAPUA

Gratis

0
0
167
9 months ago
Preview
Full text
(1)w. A B B Y Y.c Y F T ra n sf o he re to bu y rm C lic k om w w w w PD ABB to PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI C lic k he re Y 3.0 3.0 bu y rm er Y F T ra n sf o ABB PD er Y PERAN FASILITAS SEKOLAH, ORANG TUA, DAN PENDIDIK, DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA SD INPRES BIME KABUPATEN PEGUNUNGAN BINTANG PAPUA SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Ekonomi Disusun Oleh: Obeth Lepitalen NIM: 081324027 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN EKONOMI BIDANG KEAHLIAN KHUSUS PENDIDIKAN EKONOMI JURUSAN PENDIDIKAN ILMU PENGETAUHAN SOSIAL FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU KEPENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2014 i w. A B B Y Y.c om

(2) w. A B B Y Y.c Y F T ra nsf o he re to bu y rm C lic k om w w w w PD ABB to PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI C lic k he re Y 3.0 3.0 bu y rm er Y F T ra n sf o ABB PD er Y SKRIPSI PERAI{ FASILITAS SEKOLAH, ORANG TUA, DAN PENDIDIK, DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA SD INPRES BIME KABUPATEN PEGUNUNGAN BINTANG PAPUA Oleh: Obeth Lepitalen NIM:081324027 Telah disetujui oleh: & Pembfmbins I Y.M.Y Mudayen, S.Pd., M.Sc Pembimbing Tanggal 8 Juli 2013 II /- --.f__l---..\\ /; \{ ,;;.mawan, \' s.E., M.si Tanggal 16 Juti 2013 w. A B B Y Y.c om

(3) w. A B B Y Y.c Y F T ra nsf o he re to bu y rm C lic k om w w w w PD ABB to PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI C lic k he re Y 3.0 3.0 bu y rm er Y F T ra n sf o ABB PD er Y SKRIPSI PERAN FASILITAS SEKOLAH, ORANG TUA, DAN PENDIDIK DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA SD INPRES BIME KABUPATEN PEGUNUNGAN BINTANG PAPUA Dipersiapkan dan ditulis oleh: Obeth Lepitalen NIM:081324027 Telah dipertahankan di depan panitia penguji Pada tanggal 28 Februari20l4 Dan dinyatakan telah memenuhi syarat Susunan panitia penguji Tanda Nama Lengkap Ketua Indra Darmawan, S.8., M.Si Sekretaris Y.M.V Mudayen, S.Pd., M.Sc Anggota Y.M.V Mudayen, S.E., M.Sc Anggota Indra Darmawan, Anggota Dr. C. Teguh S.8., M.Si Dalyono, M.S Yogyakarta, 28 Februnri 2014 Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sanata Dharma III w. A B B Y Y.c om

(4) w. A B B Y Y.c Y F T ra n sf o he re to bu y rm C lic k om w w w w PD ABB to PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI C lic k he re Y 3.0 3.0 bu y rm er Y F T ra n sf o ABB PD er Y HALAMAN PERSEMBAHAN  Pertama-tama saya mengucap syukur kepada Tuhan Yesus Kristus atas berkat dan anugrah-Nya sehigga, saya dapat menyelesaikan gelar sarjana.  Bapa yang tercinta, membuat saya sampai menyelesaikan sarjana atas dorongan bapa, ada satu kata yang keluar dari mulut bapa dan itu menjadi motivasi saya adalah “ KAMU MENJADI PEMBANTU MEREKA & CUCI PIRING”. Tiada kata yang lebih indah selain ucapan terima kasih yang sedalam-dalamnya. iv w. A B B Y Y.c om

(5) w. A B B Y Y.c Y F T ra n sf o he re to bu y rm C lic k om w w w w PD ABB to PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI C lic k he re Y 3.0 3.0 bu y rm er Y F T ra n sf o ABB PD er Y HALAMAN MOTTO  Carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu ditambahkan kepadamu (Matius 6: 33)  Sebab di dalam Dialah tersembunyi segala harta hikmat dan pengetahuan (Kolose 2: 3)  Langit dan bumi akan berlalu, tetapi perkataan Ku tidak akan berlalu (Matius 24: 35)  Orang yang mengarahkan telinga kepada teguran yang membawa kepada kehidupan akan tinggal di tengah –tengah orang bijak .  Siapa yang mengabaikan didikan membuang dirinya sendiri, tetapi siapa yang mendengarkan teguran memperoleh akal budi  Takut akan TUHAN adalah didikan yang mendatangkan hikmat, dan kerendahan hati mendahului kehormatan . (Amsal 15 : 31-33) v w. A B B Y Y.c om

(6) w. A B B Y Y.c Y F T ra n sf o he re to bu y rm C lic k om w w w w PD ABB to PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI C lic k he re Y 3.0 3.0 bu y rm er Y F T ra n sf o ABB PD er Y w. A B B Y Y.c om

(7) w. A B B Y Y.c Y F T ra n sf o he re to bu y rm C lic k om w w w w PD ABB to PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI C lic k he re Y 3.0 3.0 bu y rm er Y F T ra n sf o ABB PD er Y w. A B B Y Y.c om

(8) w. A B B Y Y.c Y F T ra n sf o he re to bu y rm C lic k om w w w w PD ABB to PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI C lic k he re Y 3.0 3.0 bu y rm er Y F T ra n sf o ABB PD er Y ABSTRAK PERAN FASILITAS SEKOLAH, ORANG TUA, DAN PENDIDIK DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA SD INPRES BIME DI KABUPATEN PEGUNUNGAN BINTANG PAPUA. Obeth Lepitalen 081324027 Universitas Sanata Dharma Yogyakarta 2014 Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran fasilitas sekolah, orang tua, dan pendidik terhadap hasil belajar siswa SD Inpres Bime Kabupaten Pegunungan Bintang Papua tahun 2013. Jenis penelitian ini termasuk penelitian deskriptif. Jumlah populasi 124 siswa dari SD Inpres Bime dan jumlah sampel yang digunakan 95 siswa. Teknik pengambilan data dalam penelitian ini adalah menggunakan metode proporsional random sampling. Data dikumpulkan dengan menggunakan beberapa cara yaitu kuisioner,dan dokumentasi. Teknik menganalisis data yang digunakan analisis regresi berganda. Hasil analisis menunjukkan bahwa peran fasilitas sekolah tidak signifikan terhadap hasil belajar siswa hanya sebesar (0,010 : 0,455) x 100% = 2,2%. Peran orang tua tidak signifikan terhadap hasil belajar siswa hanya sebesar (0,099 : 0,455) x 100% = 21,8%. Dan peran pendidik yang signifikan terhadap hasil belajar siswa sebesar (0,346 : 0,455) x 100% = 76,04%. Nilai adjusted R square sebesar 0,126 artinya fasilitas sekolah, orang tua, dan pendidik dapat menjelaskan variasi hasil belajar siswa sebesar 12,6%. viii w. A B B Y Y.c om

(9) w. A B B Y Y.c Y F T ra n sf o he re to bu y rm C lic k om w w w w PD ABB to PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI C lic k he re Y 3.0 3.0 bu y rm er Y F T ra n sf o ABB PD er Y ABSTRACT THE ROLE OF SCHOOL FACILITIES, PARENTS, AND TEACHERS IN IMPROVING THE STUDENTS’ STUDY ACHIEVEMENT OF BIME INPRES ELEMENTARY SCHOOL IN PEGUNUNGAN BINTANG REGENCY, PAPUA Obeth Lepitalen 081324027 Sanata Dharma University Yogyakarta 2014 This study aimed to discover the role of school facilities, parents, and teachers towards the students’ study achievement of Bime INPRES elementary school in Pegunungan Bintang regency, Papua in 2013. This study is a descriptive study. The number of population were 124 students of Bime INPRES elementary school and the number of sample used were 95 students. The technique of data collection used in this study was the random sampling proportional method. The data were collected by using several instruments, such as questionnaire and documentation. The technique of analyzing data was double regression analysis. The result showed that: (1) the role of school facilities was not significant for the students’ study achievement, which was (0.010 : 0.455) x 100 % = 2.2 %; (2) the role of parents was not significant for the students’ study achievement, which was just (0.099 : 0.455) x 100 % = 21.8 %; and the role of teacher was significant for the students’ achievement, which was (0.346 : 0.455) x 100 % = 76.04 %. The score of adjusted R square was 0.126. It meant that the school facilities, parents, and teacher were able to explain the variation of students’ study achievement, which is 12.6 %. ix w. A B B Y Y.c om

(10) w. A B B Y Y.c Y F T ra n sf o he re to bu y rm C lic k om w w w w PD ABB to PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI C lic k he re Y 3.0 3.0 bu y rm er Y F T ra n sf o ABB PD er Y KATA PENGANTAR Puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas segala rahmat dan karuniaNya yang telah dilimpahkan kepada penulis, sehingga penulis dapat menyelesaikan penulisan skripsi yang berjudul “PERAN FASILITAS SEKOLAH, ORANG TUA, DAN PENDIDIK DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA SD INPRES BIME DI KABUPATEN PEGUNUNGAN BINTANG PAPUA”. Penulisan skripsi ini dimaksudkan untuk memenuhi salah satu syarat memperoleh gelar sarjana pendidikan pada fakultas keguruan dan ilmu pendidikan, program study pendidikan ekonomi, Universitas Sanata Dharma. Banyak pihak yang telah memberikan dukungan, bantuan, perhatian dan kasih sayang kepada penulis dalam menyelesaikan skripsi ini, sehingga pada kesempatan ini penulis ingin menyampaikan terima kasih dan penghormatan kepada: 1. Bapak Rohandi, Ph.D., selaku dekan fakultas keguruan dan ilmu pendidikan, Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. 2. Bapak Indra Darmawan, S.E., M.Si., selaku Kaprodi pendidikan ekonomi, Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. 3. Bapak Y.M.V Mudayen, S.Pd., M.Sc. selaku dosen pembimbing I yang telah membimbing dengan penuh kesabaran, memberikan kritik dan saran yang membangun mulai dari perencanaan sampai skripsi selesai. 4. Bapak Indra Darmawan, S.E., M.Si., selaku dosen pembimbing II yang telah membimbing dalam penulisan skripsi ini sampai selesai. 5. Bapak Dr. C. Teguh Dalyono, M.S., yang telah memberikan segala dukungan dan masukan sehingga penulisan skripsi sampai selesai. x w. A B B Y Y.c om

(11) w. A B B Y Y.c Y F T ra n sf o he re to bu y rm C lic k om w w w w PD ABB to PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI C lic k he re Y 3.0 3.0 bu y rm er Y F T ra n sf o ABB PD er Y 6. Pak Drs. T. Sarkim, M.Ed; Ph.D selaku wakil Rektor IV mendorong, memotivasi dalam kuliah sehingga merai gelar sarjana di Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. 7. Seluruh dosen yang telah membantu penulis selama kuliah maupun dalam mengerjakan skripsi 8. Ibu Titin, yang selalu membantu dalam administrasi dan kelancaran selama perkuliahan. 9. Bapak Frans Malo,. A.Ma.Pd.SD Selaku Kepala Sekolah SD Inpres Bime, yang telah memberikan kesempatan untuk penelitiaan dan kerja samanya. 10. Mas Agus, Mas Anto, Ibu Agnes selaku karyawan FKIP yang selalu membantu mengelolah keuangan perkuliaan dan biaya hidup selama kuliah Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. 11. Teman –teman PE angkatan 2008, khusunya anak-anak Papua, Aminus Dolame, Isep G.Wijangge, Yosep Werke, Arry Yupini, Arim .Mbisikbo,dan Kelvin Yikwa, dan Zeki Wijangge. Atas dukungan dan kerja sama teman-teman menyelesaikan penulisan skripsi. 12. Teman- teman “KOMAPO” yang seslalu memberikan dorongan dan motivasi dalam penyusunan skripsi sehingga saya bisa menyelesaikan skripsi dengan baik. 13. Bapak Pdt. Yopi Pelamonia, sebagai pendeta saya dan mendorong, memotivasi serta doa, saya bisa menyelesaikan skripsi terima kasih. 14. Ibu Pdt. Helen Aritonang yang mendukung dalam doa, memberikan semangat dan motivasi sehingga menyelesaikan skripsi dan merai gelar sarjana. 15. Teman-teman PE 2008 semuanya tetap semangat menatap masa depan yang cerah. xi w. A B B Y Y.c om

(12) w. A B B Y Y.c Y F T ra n sf o he re to bu y rm C lic k om w w w w PD ABB to PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI C lic k he re Y 3.0 3.0 bu y rm er Y F T ra n sf o ABB PD er Y 16. Bapak Alves Lepitalen, sebagai orang tua saya, dukungan dalam doa, memotivasi sehingga menyelesaikan skripsi dengan baik. 17. Brother dan Sister komsel “ Breaghtrogh” Aan, Deli, Silvi, Desi, Priska, Andir, Latius, Alex, Maikel, Ike, Pilip, Niko atas dukungan doa dan berikan semangat, motivasi sehingga menyelesaikan skripsi dengan baik. 18. Brother kontrakan Paingan Dion, Isto, Dola, Yandi, Pilip, Ardian Faustin, atas motivasi, semangat dan dorongan saya menulis skripsi dengan baik dan merai gelar sarjana. Semua pihak yang telah membantu penulis dalam menyelesaikan skripsi ini tidak dapat penulis sebutkan satu persatu, semoga kasih, damai sejahtera selalu menyertai setiap saat. Penulis menyadari bahwa penulisan skripsi ini jauh dari kesempurnaan sehingga perlu dikaji dan dikembangkan lebih lanjut. Oleh karena itu penulis sangat mengharapkan adanya kritik serta saran yang membangun sehingga nantinya penulis dapat memperbaikinya. Akhir kata, penulis sangat berharap semoga skripsi ini dapat bermanfaat bagi pembaca ataupun pihak-pihak yang membutuhkan. Yogyakarta, 28 Februari 2014 Obeth Lepitalen xii w. A B B Y Y.c om

(13) w. A B B Y Y.c Y F T ra n sf o rm he re to bu y ABB om w w w w PD C lic k C lic k he re to Y 3.0 PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 3.0 bu y rm er Y F T ra n sf o ABB PD er Y DAFTAR ISI Halaman HALAMAN JUDUL ....................................................................... ...... i HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING ................................. ii HALAMAN PENGESAHAN .............................................................. iii HALAMAN PERSEMBAHAN ........................................................... iv HALAMAN MOTTO ........................................................................... v PERNYATAAN KEASLIAN KARYA............................................... vi LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA vii ABSTRAK ............................................................................................. viii ABSTRACT .......................................................................................... ix KATA PENGANTAR .......................................................................... x DAFTAR ISI ........................................................................................ xii DAFTAR TABEL ................................................................................. xii DAFTAR GAMBAR ............................................................ ................ xiii DAFTAR LAMPIRAN BAB I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalahh…………………………………….. 1 B. Rumusan Masalah……………………………………………. 6 C. Batasan Masalah…………………………………………….. 6 D. Tujuan Penelitian…………………………………………….. 7 E. Manfaat Penelitian.................................................................... 7 F. Definisi Operasional................................................................. 8 BAB II. KAJIAN PUSTAKA A. Prestasi Belajar Siswa.............................................................. 10 1. Pengertian hasil belajar siswa................................................ 10 2. Faktor –faktor yang mempengaruhi prestasi belajar siswa... 16 xiii w. A B B Y Y.c om

(14) w. A B B Y Y.c Y F T ra n sf o rm he re to bu y ABB om w w w w PD C lic k C lic k he re to Y 3.0 PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 3.0 bu y rm er Y F T ra n sf o ABB PD er Y B. Fasilitas Sekolah ..................................................................... 21 1. Pengertian fasilitas sekolah .................................................. 21 2. Macam-macam fasilitas sekolah........................................... 21 Dukungan Orang Tua................................................................ 26 1. Pengertian dukungan orang tua ............................................ 26 2. Fungsi dukungan orang tua .................................................. 27 3. Bentuk –bentuk dukungan orang tua .................................... 31 4. Jenis- jenis dukungan orang tua ........................................... 33 D. Kualitas Pendidik ...................................................................... 37 E. Hasil Penelitian Yang Relevan.................................................. 50 F. Kerang Berpikir......................................................................... 51 G. Hipotesis.................................................................................... 54 C. BAB III. METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian.......................................................................... 55 B. Subjek, Objek Penelitian, dan Tempat Waktu Penelitian......... 55 C. Populasi, Sampel, dan Teknik Penarikan Sampel..................... 57 D. Variabel Indikator, Definisi Operasional, dan Cara Penguuranya 59 E. Data Yang Di Cari..................................................................... 64 F. Teknik Pengumpulan Data........................................................ 65 G. Teknik Pengujian Instrumen..................................................... 67 H. Tenik Analisis Data.................................................................. 72 BAB IV. GAMBARAN UMUM TEMPAT PENELITIAN A. Identitas Sekolah....................................................................... 81 B. Visi dan Misi Sekolah SD Inpres Bime..................................... 81 C. Identitas Kepala Sekolah........................................................... 82 xiv w. A B B Y Y.c om

(15) w. A B B Y Y.c Y F T ra n sf o rm he re to bu y ABB om w w w w PD C lic k C lic k he re to Y 3.0 PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 3.0 bu y rm er Y F T ra n sf o ABB PD er Y D. Keadaan Sekolah....................................................................... 83 E. Keadaan Peserta Didik.............................................................. 85 F. Anak –anak Yang Sekolah SD Inpres Bime.............................. 85 G. Standar Sekolah Dasar (SD) Variabel Penelitian Fasilitas Sekolah, Orang Tua, Dan Hasil Belajar Siswa........................................ 88 BAB V. ANALISIS DAN PEMBAHASAN A. Pelaksanaan Penelitian............................................................... 92 B. Pengujian Hipotesis................................................................... 93 C. Pembahasan............................................................................... 109 BAB. VI. KESIMPULAN, KETERBATASAN PENELITIAN, DAN SARAN A. Kesimpulan................................................................................ 116 B. Keterbatasan Penelitian.............................................................. 117 C. Saran.......................................................................................... 118 DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN xv w. A B B Y Y.c om

(16) w. A B B Y Y.c Y F T ra n sf o he re to bu y rm C lic k om w w w w PD ABB to PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI C lic k he re Y 3.0 3.0 bu y rm er Y F T ra n sf o ABB PD er Y DAFTAR TABEL Tabel III.1 Populasi Siswa SD Inpres Bime Kabupaten Pegunungan Bintang Papua.......................................................................................... Tabel III.2 Populasi dan Sampel Siswa SD Inpres Bime Kabupaten Pegunungan Bintang Papua........................................................................... Tabel III.3 56 58 Instrumen untuk mengukur peran fasilitas sekolah, trang tua dan kualitas pendidik dalam meningkatkan hasil belajar siswa SD Tabel III.4 Inpres Bime di Kabupaten Pegunnungan Bintang Papua.......... 59 Skoring Berdasarkan Skala Likert............................................. 62 Tabel III.5 Kisi-kisi instrumen untuk mengukur peran fasilitas sekolah, dari orang tua, dan pendidik dalam meningkatkan hasil belajar siswa SD Inpres Bime di Kabupaten Pegunungan Bintang Papua...... 65 Tabel III.6 Rangkuman Uji Validitas Variabel Fasilitas Sekolah............... 67 Tabel III.7 Rangkuman Uji Validitas Variabel Orang Tua........................ 68 Tabel III.8 Rangkuman Uji Validitas VariabelPendidik.. .......................... 69 Tabel III.9 Tingkat Keterandalan Instrumen Penelitian.............................. 70 Tabel III.10 Rangkuman Hasil Pengujian Reliabilitas Variabel Fasilitas Sekolah, Orang Tua, dan Pendidik......................................................... 71 Tabel III.11 Uji Statistik Durbin-Watson d.................................................. 78 Tabel IV.1 Keadaan Tanah Sekolah SD Inpres Bime................................. 83 Tabel IV.2 Keadaan Gedung Sekolah SD Inpres Bime.............................. 84 Tabel IV.3 Data Guru-Guru Tetap dan Guru Tidak Tetap SD Inpres Bime 84 Tabel IV.4 Jumlah Peserta Didik SD Inpres Bime..................................... 85 Tabel IV.5 Nama-nama Kepala Desa Distrik Bime.................................... 86 Tabel IV.6 Standar Fasilitas Sekolah.......................................................... 88 Tabel IV. 7 Standar Orang tua.................................................................... 89 Tabel IV.8 89 Standar Pendidik..................................................................... xvi w. A B B Y Y.c om

(17) w. A B B Y Y.c Y F T ra n sf o he re to bu y rm C lic k om w w w w PD ABB to PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI C lic k he re Y 3.0 3.0 bu y rm er Y F T ra n sf o ABB PD er Y Tabel IV.9 Standar Prestasi Belajar ........................................................... 91 Tabel V.1 Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin dan Angkata 92 Tabel V.2 One-Sample Kolmogorov-Smirnov Tes.................................... 94 Tabel V.3 Rangkuman Uji Normalitas....................................................... 94 Tabel V.4 Linieritas Fasilitas Sekolah........................................................ 95 Tabel V.5 Linieritas Orang Tua................................................................. 96 Tabel V.6 Linieritas Kualitas Pendidik ................................................ 96 Tabel V.7 Rangkuman Uji Linieritas ......................................................... 97 Tabel V.8 Uji Multikolinieritas ................................................................ 98 Tabel V.9 Uji Heteroskedasitas ............................................................ 100 Tabel V.10 Uji Autokorelasi......................................................................... 101 Tabel V.11 Rangkuman Hasil Uji Asumsi Klasik........................................ 102 Tabel V.12 Uji Regresi Berganda................................................................. 102 Tabel V.13 ANOVAb 107 .......................................................................................................... Tabel V.14 Model Summary......................................................................... xvii 108 w. A B B Y Y.c om

(18) w. A B B Y Y.c Y F T ra n sf o he re to bu y rm C lic k om w w w w PD ABB to PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI C lic k he re Y 3.0 3.0 bu y rm er Y F T ra n sf o ABB PD er Y DAFTAR GAMBAR Gambar III. Paradigma Ganda dengan tiga variabel Independen ............. Gambar IV. 1 Dokumentassi kondisi fisik sekolah dan siswa SD Inpres Bime 87 Gambar IV.2 Dokumentasi Gedung Sekolah SD Inpres Bime 201.............. xviii 53 147 w. A B B Y Y.c om

(19) w. A B B Y Y.c Y F T ra n sf o he re to bu y rm C lic k om w w w w PD ABB to PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI C lic k he re Y 3.0 3.0 bu y rm er Y F T ra n sf o ABB PD er Y DAFTAR LAMPIRAN 1. Lampiran Kuesioner ................................................................................. 124 2. Lampiran Uji Validitas dan Uji Reablitas .............................................. 129 3. Lampiran Uji Prasyarat (Uji Normalitas Dan Uji Linieritas) .................. 132 4. Uji Asumsi Klasik (Multikolineritas, Hetrokasidasitas Dan Autokorelasi. 134 5. Lampiran Uji Regresi Berganda , Uji F, Dan Model Sumary ................... 136 6. Lampiran Data Induk Penelitian ............................................................... 137 7. Lampiran Surat Ijin Penelitian.................................................................... 146 xix w. A B B Y Y.c om

(20) w. A B B Y Y.c Y F T ra n sf o he re to bu y rm C lic k om w w w w PD ABB to C lic k he re Y 3.0 PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 3.0 bu y rm er Y F T ra n sf o ABB PD er Y BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Tujuan Pendidikan Nasional (PN) adalah tujuan yang bersifat paling umum dan merupakan sasaran akhir yang harus dijadikan pedoman oleh setiap usaha pendidikan, artinya setiap lembaga dan penyelenggara pendidikan harus dapat membentuk manusia yang sesuai dengan rumusan itu, baik pendidikan yang diselenggarakan oleh lembaga pendidikan formal, informal, maupun nonformal. Tujuan pendidikan umum biasanya dirumuskan dalam bentuk prilaku yang ideal sesuai dengan pandagan hidup dan filsafat suatu bangsa yang dirumuskan oleh pemerintah dalam bentuk undang-undang. PN merupakan sumber dan pedoman dalam usaha penyelenggaraan pendidikan. Secara jelas tujuan pendidikan nasional yang bersumber dari sistem nilai Pancasila dirumuskan dalam undang-undang nomor 20 tahun 2003 pasal 3 “Pendidikan Nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berahlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta jawab”. bertanggung Tujuan pendidikan untuk mengembangkan keterampilan, kebiasaan, dan sikap-sikap yang diharapkan dapat membuat seseorang menjadi lebih baik. 1 w. A B B Y Y.c om

(21) w. A B B Y Y.c Y F T ra n sf o he re to bu y rm C lic k om w w w w PD ABB to he re C lic k PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Y 3.0 3.0 bu y rm er Y F T ra n sf o ABB PD er Y Prestasi belajar siswa dapat diukur melalui tes yang sering dikenal dengan tes prestasi belajar. Menurut Anwar (2005:8-9) mengemukakan tentang tes prestasi belajar bila dilihat dari tujuannya yaitu mengungkap keberhasilan siswa dalam belajar. Testing pada hakikatnya menggali informasi yang dapat digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan. Tes prestasi belajar siswa berupa tes yang disusun secara terencana untuk mengungkap performasi maksimal subyek dalam menguasai bahan-bahan atau materi yang telah diajarkan. Dalam kegiatan pendidikan formal tes prestasi belajar dapat berbentuk ulangan harian, tes formatif, tes sumatif, bahkan ebtanas dan ujianujian masuk perguruan tinggi. Pengertian prestasi belajar adalah sesuatu yang dapat dicapai atau tidak dapat dicapai. Untuk mencapai suatu prestasi belajar siswa harus mengalami proses pembelajaran. Dalam melaksanakan proses pembelajaran siswa akan mendapatkan pengetahuan pengalaman, dan keterampilan. Menurut Mohammad (2000:19), kualitas pendidikan dapat dilihat dari seberapa banyak outcame yang didapatkan oleh peserta didik, yang disebut dengan kompetensi. Rosiada (1998: 20) mengatakan bahwa kualitas pendidikan adalah cermin dari kualitas kebijakan pendidikan, baik secara makro maupun mikro. Kebijakan makro berangkat dari tujuan pendidikan secara nasional, kurikulum nasional, dan kebijakan daerah sedangkan kebijakan mikro adalah kebijakan terhadap proses pendidikan yang dilaksankan oleh sekolah, keluarga, dan masyarakat. 2 w. A B B Y Y.c om

(22) w. A B B Y Y.c Y F T ra n sf o he re to bu y rm C lic k om w w w w PD ABB to he re C lic k PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Y 3.0 3.0 bu y rm er Y F T ra n sf o ABB PD er Y Peningkatan kualitas tenaga kependidikan di daerah dapat dilaksanakan dengan beberapa langkah : 1. Menata kembali kebijakan kependidikan di daerah di antaranya pemerataan tenaga kependidikan, seperti penempatan tenaga pendidik (guru) yang profesional, tepat dan efektif. 2. Menata orientasi kualitas guru dengan meluruskan niat guru dalam melaksanakan tugasnya secara totalitas, kesungguhan dedikasi dan loyalitas yang tinggi. 3. Meningkatkan kinerja kerja, dengan belajar kembali, artinya guru tidak bosan untuk belajar dan terus belajar guna meningkatkan wawasan pengetauhan dan profesinya. 4. Meningkatkan niat dan semangat pengabdian, karena profesi guru adalah perkerjaan mulia untuk mendidik anak jangkah panjang dan sebaliknya perlu ingat bahwa profesi guru juga bisa menjadi ladang dosa yang berkepanjangan apabila guru salah dalam mengajar sesuatu pada anak didik. Dari beberapa uraian di atas dapat disimulkan bahwa kebijakan kependidikan nasional, pada akibatnya adalah untuk menciptakan sumber daya manusia yang baik, berakhlak, dan handal (Akbar, 2008). Sebagaimana ditetapkandalam undang–undang sikdinas no. 20 tahun 2003, pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, 3 w. A B B Y Y.c om

(23) w. A B B Y Y.c Y F T ra n sf o he re to bu y rm C lic k om w w w w PD ABB to he re C lic k PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Y 3.0 3.0 bu y rm er Y F T ra n sf o ABB PD er Y kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara. Menurut Syaibanyialah, (1998:86) perubahan-perubahan yang di inginkan yang diusahakan oleh proses pendidikan atau usaha pendidikan untuk mencapainya, baik pada tingkahlaku individu dan pada kehidupan pribadinya, atau pada kehidupan masyarakat dan pada alam sekitar individu itu hidup atau pada prosespendidikan sendiri dan proses pengajaran sebagai suatu aktivitas asasi dan sebagai proporsi di antara profesi-profesi asasi dalam masyarakat. Dengan demikian, setelah kualitas pendidikan itu diperbaiki disesuaikan dengan perkembangan zaman maka semua potensi yang dimiliki oleh peserta didik selaku generasi penerus bangsa akan maju dan berkembang sesuai dengan potensi masing-masing melalui aktivitas belajar di sekolah, sehingga apa yang menjadi tujuan belajar tersebut dapat tercapai yang terwujud dalam suatu prestasi belajar. (Harunwira, 2012). Dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 (Pasal 1 ayat 1) dijelaskan bahwa Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara (Pasal 2 Ayat 2), dan Pendidikan Nasional adalah pendidikan yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia 4 w. A B B Y Y.c om

(24) w. A B B Y Y.c Y F T ra n sf o he re to bu y rm C lic k om w w w w PD ABB to PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI C lic k he re Y 3.0 3.0 bu y rm er Y F T ra n sf o ABB PD er Y Tahun 1945 yang berakar pada nilai-nilai agama, kebudayaan nasional Indonesia dan tanggap terhadap tuntutan perubahan zaman. Untuk mewujudkan cita-cita luhur tesebut, pemerintah menetapkan 8 Standar Nasional Pendidikan (SNP) Indonesia yang menjadi pedoman bagi Pendidik dan Tenaga Kependidikan untuk mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. Berikut ini penjelasan 8 Standar Nasional Pendidikan Indonesia (Kurniawan, 2003) 1. Standar Kompetensi Lulusan 2. Standar Isi 3. Standar Proses 4. Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan 5. Standar Sarana dan Prasarana 6. Standar Pengelolaan Pendidikan 7. Standar Pembiayaan Pendidikan 8. Standar Penilaian Berdasarkan latar belakang diatas, maka peneliti ini berjudul “Peran Fasilitas Sekolah, Orang Tua, Dan Pendidik Dalam meningkatkan hasil Belajar Siswa SD Inpres Bime Di Kabupaten Pegunungan Bintang Papua Tahun 2013”. 5 w. A B B Y Y.c om

(25) w. A B B Y Y.c Y F T ra n sf o he re to bu y rm C lic k om w w w w PD ABB to C lic k he re Y 3.0 PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 3.0 bu y rm er Y F T ra n sf o ABB PD er Y B. Rumusan Masalah Beberapa rumusan masalah pada penelitian ini yaitu: 1. Seberapa besar dan signifikasi peran fasilitass sekolah dalam meningkatkan hasil belajar siswa SD Inpres Bime di Kabupaten Pegunungan Bintang Papua tahun 2013? 2. Seberapa besar dan signifikasi peran orang tua dalam meningkatkan hasil belajar siswa SD Inpres Bime di Kabupaten Pegunungan Bintang Papua tahun 2013? 3. Seberapa besar dan signifikasi peran pendidik dalam meningkatkan hasil belajar siswa SD Inpres Bime di Kabupaten Pegunungan Bintang Papua? C. Batasan Masalah Masalah yang dikaji dalam penelitian dibatasi pada hal–hal: 1. Peran fasilitas sekolah di Kabupaten Pegunungan Bintang Papua tahun 2013. 2. Peran orang tua di Kabupaten Pegunungan Bintang Papua tahun 2013. 3. Peran pendidik di Kabupaten Pegunungan Bintang Papua tahun 2013. tahun 2013? 6 w. A B B Y Y.c om

(26) w. A B B Y Y.c Y F T ra n sf o he re to bu y rm C lic k om w w w w PD ABB to he re C lic k PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Y 3.0 3.0 bu y rm er Y F T ra n sf o ABB PD er Y D. Tujuan Penelitian Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah: 1. Mengetahui peran fasilitas sekolah dalam meningkatkan hasil belajar siswa SD Inpres Bime di Kabupaten Pegunungan Bintang Papua tahun 2013 2. Mengetahui peran orang tua dalam meningkatkan hasil belajar siswa SD Inpres Bime di Kabupaten Pegunungan Bintang Papua tahun 2013 3. Mengetahui peran pendidik dalam meningkatkan hasil belajar siswa SD Inpres Bime di Kabupaten Pegunungan Bintang Papua tahun 2013. E. Manfaat Penelitian Manfaat yang diharapkan dalam penelitian ini adalah: 1. Memberikan informasi peran fasilitas sekolah dalam meningkatkan hasil belajar siswa SD Inpres Bime di Kabupaten Pegunungan Bintang Papua tahun 2013. 2. Memberikan informasi kepada pemerintah di Kabupaten Pegunungan Bintang Papua Dinas Pendidikan untuk dapat menanggani masalah keterbatasan fasilitas sekolah, orang tua, serta pendidik SD Inpres Bime tahun 2013. 3. Memberikan informasi kepada orang tua pentingnya pendidikan kepada anak– anak sekolah SD Inpres Bime di Kabupaten PenunganBintang Papua tahun 2013. 7 w. A B B Y Y.c om

(27) w. A B B Y Y.c Y F T ra n sf o he re to bu y rm C lic k om w w w w PD ABB to he re C lic k PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Y 3.0 3.0 bu y rm er Y F T ra n sf o ABB PD er Y F. Definisi Operasional Definisi operasional dapat dibagi menjadi empat (4) bagian yaitu: 1. Peran fasilitas sekolah adalah kualitas dan kuantitas sarana -prasarana yang disediakan oleh sekolah dalam meningkatkan hasil belajar siswa dan mendukung proses belajar mengajar (KBM). Fasilitas belajar sangat dibutuhkan dalam kegiatan belajar mengajar secara formal yang pada umumnya berlangsung di sekolah. 2. Peran orang tua adalah memberikan semangat, memotivasi dalam belajar anak dan memfasilitasi anak belajar. Orang tua merupakan contoh dekat dari anak-anaknya. Segala sesuatu yang di perbuat orang tua tanpa disadari akan di tiru oleh anak –anaknya. Karenanya sikap orang tua yang bermalas–malas tidak baik, hendaknya di buang jauh-jauh demkian juga dengan belajar memerlukan bimbingan dari orang tua agar sikap dewasa dan tanggung jawab belajar, tumbuh pada diri anak. 3. Pendidik/guru merupakan salah satu komponen yang sangat penting, selain komponen lainnya seperti tujuan, tujuan kurikulum, metode, sarana, dan prasarana, lingkungan dan evaluasi. Guru juga berperan penting dalam kaitanya dengan kurikulum, karena gurulah yang secara langsung berhubungan dengan murid. Demikian guru berperan penting dalam hal sarana, lingkungan, dan evaluasi karena seorang gurulah yang mampu memanfaatkannya sebagai media pendidikan secara langsung bagi muridnya. 8 w. A B B Y Y.c om

(28) w. A B B Y Y.c Y F T ra n sf o he re to bu y rm C lic k om w w w w PD ABB to he re C lic k PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Y 3.0 3.0 bu y rm er Y F T ra n sf o ABB PD er Y 4. Hasil belajar adalah merupakan suatu proses yang ditandai dengan adanya perubahaan dalam diri seseorang. Perubahan yang diperoleh ini sebagai hasil proses belajar, perubahan itu meliputi pengetahuan, pemahaman, sikap dan tingkah laku yang diperoleh siswa SD Inpres Bime Kabupaten Pegunungan Bintang Papua pada semester ganjil. 9 w. A B B Y Y.c om

(29) w. A B B Y Y.c Y F T ra n sf o he re to bu y rm C lic k om w w w w PD ABB to PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI C lic k he re Y 3.0 3.0 bu y rm er Y F T ra n sf o ABB PD er Y BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Prestasi Belajar Siswa 1. Pengertian prestasi belajar siswa Selama proses pendidikan di sekolah, belajar merupakan kegiatan yang paling pokok. Hal ini berhasil tidaknya pencapaian tujuan pendidikan. Untuk mewujudkan cita-cita luhur tesebut, pemerintah menetapkan 8 Standar Nasional Pendidikan (SNP) Indonesia yang menjadi pedoman bagi Pendidik dan Tenaga Kependidikan untuk mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. Berikut ini penjelasan 8 Standar Nasional Pendidikan Indonesia: a. Standar Kompetensi Lulusan Standar Kompetensi Lulusan untuk satuan pendidikan dasar dan menengah digunakan sebagai pedoman penilaian dalam menentukan kelulusan peserta didik. Standar Kompetensi Lulusan tersebut meliputi standar kompetensi lulusan minimal satuan pendidikan dasar dan menengah, standar kompetensi lulusan minimal kelompok mata pelajaran, dan standar kompetensi lulusan minimal mata pelajaran. b. Standar Isi Standar Isi mencakup lingkup materi minimal dan tingkat kompetensi minimal untuk mencapai kompetensi lulusan minimal pada 10 w. A B B Y Y.c om

(30) w. A B B Y Y.c Y F T ra n sf o he re to bu y rm C lic k om w w w w PD ABB to PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI C lic k he re Y 3.0 3.0 bu y rm er Y F T ra n sf o ABB PD er Y jenjang dan jenis pendidikan tertentu. Standar isi tersebut memuat kerangka dasar dan struktur kurikulum, beban belajar, kurikulum tingkat satuan pendidikan, dan kalender pendidikan. c. Standar Proses Proses pembelajaran pada satuan pendidikan diselenggarakan secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik. Selain itu, dalam proses pembelajaran pendidik memberikan keteladanan. Setiap satuan pendidikan melakukan perencanaan proses pembelajaran, pelaksanaan proses pembelajaran, penilaian hasil pembelajaran, dan pengawasan proses pembelajaran untuk terlaksananya proses pembelajaran yang efektif dan efisien. d. Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidik harus memiliki kualifikasi akademik dan kompetensi sebagai agen pembelajaran, sehat jasmani dan rohani, serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional. Kualifikasi akademik yang dimaksudkan di atas adalah tingkat pendidikan minimal yang harus dipenuhi oleh seorang pendidik yang dibuktikan dengan ijazah dan/atau sertifikat keahlian yang relevan sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku. 11 Kompetensi sebagai agen w. A B B Y Y.c om

(31) w. A B B Y Y.c Y F T ra n sf o he re to bu y rm C lic k om w w w w PD ABB to PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI C lic k he re Y 3.0 3.0 bu y rm er Y F T ra n sf o ABB PD er Y pembelajaran pada jenjang pendidikan dasar dan menengah serta pendidikan anak usia dini meliputi: Kompetensi Pedagogik, Kompetensi Kepribadian, Kompetensi Profesional, dan Kompetensi Sosial. e. Standar Sarana dan Prasarana Setiap satuan pendidikan wajib memiliki sarana yang meliputi perabot, peralatan pendidikan, media pendidikan, buku dan sumber belajar lainnya, bahan habis pakai, serta perlengkapan lain yang diperlukan untuk menunjang proses pembelajaran yang teratur dan berkelanjutan. Setiap satuan pendidikan wajib memiliki prasarana yang meliputi lahan, ruang kelas, ruang pimpinan satuan pendidikan, ruang pendidik, ruang tata usaha, ruang perpustakaan, ruang laboratorium, ruang bengkel kerja, ruang unit produksi, ruang kantin, instalasi daya dan jasa, tempat berolahraga, tempat beribadah, tempat bermain, tempat berkreasi, dan ruang/tempat lain yang diperlukan untuk menunjang proses pembelajaran yang teratur dan berkelanjutan. f. Standar Pengelolaan Pendidikan Standar Pengelolaan terdiri dari 3 (tiga) bagian, yakni standar pengelolaan oleh satuan pendidikan, standar pengelolaan oleh Pemerintah Daerah dan standar pengelolaan oleh Pemerintah. g. Standar Pembiayaan Pendidikan Pembiayaan pendidikan terdiri atas biaya investasi, biaya operasi, dan biaya personal.Biaya investasi satuan pendidikan meliputi 12 w. A B B Y Y.c om

(32) w. A B B Y Y.c Y F T ra n sf o he re to bu y rm C lic k om w w w w PD ABB to he re C lic k PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Y 3.0 3.0 bu y rm er Y F T ra n sf o ABB PD er Y biaya penyediaan sarana dan prasarana, pengembangan sumberdaya manusia, dan modal kerja tetap. Biaya personal meliputi biaya pendidikan yang harus dikeluarkan oleh peserta didik untuk bisa mengikuti proses pembelajaran secara teratur dan berkelanjutan. Biaya operasi satuan pendidikan meliputi: Gaji pendidik dan tenaga kependidikan serta segala tunjangan yang melekat pada gaji, Bahan atau peralatan pendidikan habis pakai, dan Biaya operasi pendidikan tak langsung berupa daya, air, jasa telekomunikasi, pemeliharaan sarana dan prasarana, uang lembur, transportasi, konsumsi, pajak, asuransi, dan lain sebagainya. h. Standar Penilaian Pendidikan Penilaian pendidikan pada jenjang pendidikan dasar dan menengah terdiri atas: Penilaian hasil belajar oleh pendidik, Penilaian hasil belajar oleh satuan pendidikan, dan Penilaian hasil belajar oleh Pemerintah. Penilaian pendidikan pada jenjang pendidikan tinggi terdiri atas: Penilaian hasil belajar oleh pendidik, dan Penilaian hasil belajar oleh satuan pendidikan tinggi. Penilaian pendidikan pada jenjang pendidikan tinggi sebagaimana dimaksud di atas diatur oleh masingmasing perguruan tinggi sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku. (Kurniawan, 2003) . Untuk mengetahui apa itu belajar, berikut ini definisi–definisi menurut para ahli: 13 w. A B B Y Y.c om

(33) w. A B B Y Y.c Y F T ra n sf o he re to bu y rm C lic k om w w w w PD ABB to he re C lic k PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Y 3.0 3.0 bu y rm er Y F T ra n sf o ABB PD er Y Menurut Sudjana (1990: 28) belajar adalah suatu proses yang ditandai dengan adanya perubahaan dalam diri seseorang. Perubahan yang diperoleh ini sebagai hasil proses belajar, perubahan itu meliputi pengetahuan, pemahaman, sikap dan tingkah laku. Sedangkan Menurut Masidjo (2010 : 11) dalam modul di Diagnosis Kesulitan Belajar dan Pembejaran Remedial, belajar adalah proses perubahan aktivitas mental yang sadar tujuan, yang terjadi dalam interaksi aktif dengan lingkungan ( keluarga, sekolah ) dalam jangka waktu tertentu sehingga diperoleh tingkah laku baru/ penyempurnaan tingkah laku yang lama bersifat menetap. Menurut Winkel (1987: 36) belajar merupakan suatu aktivitas mental/ psikis, yang berlangsung dalam interaksi aktif dengan lingkungan, yang dapat menghasilkan perubahan-perubahan dalam pengetahuan, pemanhaman, keterampilan nilai dan sikap. Perubahan yang terjadi ini biasanya bersifat relative konstann dan berbekas. Ketika seorang siswa hadir di dalam kelas belum berarti siswa itu sedang belajar. Selama siswa itu tidak melibatkan diri, maka siswa itu tidak akan belajar.oleh karena itu, proses belajar membutuhkan keterlibatan dan interaksi aktif dari siswa itu sendiri. Belajar merupakan suatu usaha yang dilakukan oleh individu untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan sebagai hasil pengalaman individu itu sendiri dalam interaksi dengan lingkungan sekitarnya (Ahmadi, 1991: 121). Perubahan yang terjadi dalam 14 w. A B B Y Y.c om

(34) w. A B B Y Y.c Y F T ra n sf o he re to bu y rm C lic k om w w w w PD ABB to he re C lic k PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Y 3.0 3.0 bu y rm er Y F T ra n sf o ABB PD er Y diri individu itu tentu saja mengarah pada hal yang lebih baik. Perubahan ini diharapkan akan membawa dampak yang positif bagi mereka. Hergenhahn (1997:12) Menjelaskan, learnig is a reatifly permanent chage in behavior or behavioral potentiality that comes from experience and cannot attributed to temporary body states such as illness, fatigue,or drugs. Belajar merupakan perubahan perilaku yang relatif menetap yang di dapat dari pengalaman yang telah didapatkanya. Misalnya, seorang siswa akan bisa melakukan praktek mencangkok bila siswa itu sudah mendapat pengetahuan bagaimana cara mencangkok yang benar. Sebagian orang beranggapan bahwa belajar hanya semata-mata mengumpulkan atau menghafalkan fakta-fakta yang tersaji dalam bentuk informasi ataupun materi pelajaran. Anggapan sebagian orang ini tentu saja salah, karena belajar bukan hanya sekedar mengumpulkanatau menghafal fakta-fakta. Belajar sendiri merupakan suatu proses untuk mengubah sesuatu. Syah (2002:92) menjelaskan bahwa belajar dapat dipahami sebagai tahapan perubahan seluruh tingkah laku individu yang relative menetaf sebagai hasil pengalaman dan interaksi dengan lingkungan yang melibatkan proses kognitif. Dari beberapa pendapat di atas, dapat dapat disimpulkan bahwa belajar adalah suatu proses perubahan aktivitas mental/psikis yang melibatkan proses kognitif dan berlangsung dalam interaksi aktif dengan lingkungan yangb terjadi dalam kurun waktu tertentu. Belajar tidak dapat dilakukan 15 w. A B B Y Y.c om

(35) w. A B B Y Y.c Y F T ra n sf o he re to bu y rm C lic k om w w w w PD ABB to he re C lic k PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Y 3.0 3.0 bu y rm er Y F T ra n sf o ABB PD er Y secara instan, tetapi harus dilakukan dengan bertahap –tahap tertentu. Perubahan yang ditimbulkan akibat dari proses belajar diharapkan memiliki dampak yang positif, sehingga dapat merubah tingkah laku yang kurang baik menjadi yang lebih baik. 2. Faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi belajar siswa Prestasi belajar siswa dipengaruhi oleh dua faktor, yaitu: faktor yang berasal dari dalam diri siswa (internal) dan dari luar siswa (eksternal) itu sendiri. Keduannya berpengaruh pada tinggi rendahnya prestasi belajar siswa. (Ahmadi dan Supriyono, 1991:130-131): a. Faktor internal, yang meliputi: 1) Faktor jasmaniah (fisikologis) Faktor jasmaniah bersifat bawaan maupun yang diperoleh. Yang termasuk faktor ini adalah penglihatan, pendengaran, struktur tubuh, dan sebagainya. Keaadaan jasmani melatarbelakangi aktivitas belajar. Fisik yang segar akan berbeda dengan fisik yang kurang segar. Apabila siswa memiilki fisik yang sehat, motivasi belajar pun semakin baik dari pada siswa yang kondisi fisiknya kurang baik. 2) Faktor-faktor psikologis a) Faktor intelektif yang meliputi:  Faktor potensial atau kecerdasan dan bakat 16 w. A B B Y Y.c om

(36) w. A B B Y Y.c Y F T ra n sf o he re to bu y rm C lic k om w w w w PD ABB to PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI C lic k he re Y 3.0 3.0 bu y rm er Y F T ra n sf o ABB PD er Y Kecerdasan dan bakat siswa berpengaruh pada tingkat usia siswa yang memiliki kecerdasan dan bakat pada suatu bidang akan menekuni bidang tersebut dengan senang hati. Pada siswa yang memiliki bakat menggambar, ia akan senang dengan pelajaran tersebut. Ia menganggap menggambar adalah mudah. Hal inilah yang membuat semangat siswa dalam menggambar menjadi lebih tinggi.  Faktor kecapan nyata yaitu prestasi yang telah memilki Siswa yang prestasinya baik berbeda dengan siswa yang memiliki prestasi yang kurang baik. Prestasi siswa dapat menentukan bagaimana ia akan mempelajari suatu hal nantinya. Siswa yang prestasi belajarnya tinggi, belum tentu memilki motivasi yang tinggi dalam belajar. Bisa saja karena ia sudah merasa “ bisa”, siswa tersebut menjadi malas untuk belajar. Begitu pula sebaliknya. b) Faktor nonitelektif Faktor non intelektif meliputi unsur-unsur kepribadian tertentu seperti sikap, kebiasaan, minat, kebutuhan, motivasi, emosi, penyesuaian diri. Siswa yang memiliki sikap, kebiasaan, 17 kebutuhan, motivasi emosi, dan w. A B B Y Y.c om

(37) w. A B B Y Y.c Y F T ra n sf o he re to bu y rm C lic k om w w w w PD ABB to PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI C lic k he re Y 3.0 3.0 bu y rm er Y F T ra n sf o ABB PD er Y penyesuaian diri yang baik ketika belajar akan berpengaruh dengan cara belajarnya. Apabila hal tersebut dapat dikendalikan dengan baik, siswa akan lebih konsentrasi dalam belajar. Konsentrasi yang baik membuat siswa dapat mnyerap informasi dengan baik. Hal tersebut dapat membuat siswa mampu menuangkan dengan maksimal apa yang telah dipelajarinya ketika menghadapi ujian sehingga nilainya baik. 3) Faktor kematangan fisik maupun psikis Saat ini muncul anggapan bahawa sekolah dengan usia muda dianggap pintar. Hal tersebut justru kurang baik bagi psikologi siswa tersebut. Siswa yang sebenarnya belum siap mengikuti kegiatan belajar tetapi sudah harus mengalami pembelajaran yang sebenarnya belum waktunya harus ia pelajari. Misalnya ada siswa berumur empat tahun sudah duduk di kelas satu sekolah dasar. Umur tersebut sebenarnya belum boleh duduk di kelas satu. Kondisi psikisnya belum siap untuk menghadapi kegitan belajar yang formal. Pada umur tersebut anak pada tingkat perkembangan para operasional (2 sampe 7 tahun) dimana pada umur tersebut anak belum bisa berpikir mementingkan egonya sendiri. 18 secara obyektif. Anak masih w. A B B Y Y.c om

(38) w. A B B Y Y.c Y F T ra n sf o he re to bu y rm C lic k om w w w w PD ABB to he re C lic k PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Y 3.0 3.0 bu y rm er Y F T ra n sf o ABB PD er Y b. Faktor eksternal 1) Faktor sosial yang terdiri atas : a) Lingkungan keluarga Lingkungan keluarga yang harmonis menciptakan lingkungan yang kondusif bagi belajar siswa. Dengan lingkungan yang kondusif, siswa dapat belajar dengan baik. b) Lingkungan sekolah Lingkungan sekolah memilki pengaruh yang besar bagi prestasi belajar siswa. Lingkungan sekolah yang bising dapat menganggu aktivitas belajar di dalam kelas. Guru tidak dapat menyampaikan materi dengan baik karena konsentrasi siswa terganggu oleh suasana yang bising dari luar kelas. Untuk itu, lingkungan sekolah hendaknya mampu menciptakan suasana yang tenang, nyaman, dan aman bagi siswa agar dapat belajar dengan baik. c) Lingkungan masyarakat Masyarakat juga berpenagruh pada siswa. Lingkungan masyarakat yang baik, dapat berpengaruh pada kegiatan belajar masyarakat biasanya dijumpai, dapat berpenagruh pada warganya. 19 w. A B B Y Y.c om

(39) w. A B B Y Y.c Y F T ra n sf o he re to bu y rm C lic k om w w w w PD ABB to he re C lic k PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Y 3.0 3.0 bu y rm er Y F T ra n sf o ABB PD er Y d) Lingkungan kelompok Lingkungan kelompok juga berpengaruh pada proses belajar siswa. Kelompok yang memiliki kegiatan positif, akan membuat anggota bersikap positif. Sedangkan kelompok yang perilakunya cenderung negatif, anggotanya pun juga akan bersikap negatif juga. 2) Faktor budaya Faktor budaya meliputi adat istiadat, ilmu pengetahuan dan teknologi, dan kesenian. 3) Faktor lingkungan fisik seperti fasilitas rumah, fasilitas belajar dan iklim. Ketersediaan fasilitas belajar yang memadai dapat memanjang proses belajar siswa. Fasilitas belajar siswa seperti buku dapat menunjang siswa untuk belajar. Ketersediaan buku dapat membuat siswa memperoleh informasi dengan mudah. 4) Faktor lingkungan spritual dan keamanan Lingkungan yang tidak aman dapat menciptakan rasa was-was dalam diri siswa. Hal ini menyebabkan siswa merasa tidak tenang dalam belajar. Sebaiknya, jika lingkungan siswa aman, siswa akan dapat belajar dengan tenang dan penuh konsentrasi. Rasa aman ini akan menimbulkan kenyaman dalam diri siswa. 20 w. A B B Y Y.c om

(40) w. A B B Y Y.c Y F T ra n sf o he re to bu y rm C lic k om w w w w PD ABB to he re C lic k PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Y 3.0 3.0 bu y rm er Y F T ra n sf o ABB PD er Y B. Fasilitas Belajar 1. Pengertian Fasilitas Belajar Banyak faktor yang mempengaruhi belajar, salah satu diantara faktorfaktor tersebut adalah fasilitas belajar. Meskipun fasilitas belajar hanya sebagian kecil dari faktor- faktor yang mempengaruhi belajar, namun keberadaannya tidak bisa diabaikan begitu saja. Sebab, tanpa adanya fasilitas belajar kegiatan belajar mengajar (KBM) tidak akan dapat terlaksana dengan baik sesuai dengan tujuan yang diharapkan. Fasilitas belajar sangat dibutuhkan dalam kegiatan belajar mengajar secara formal yang pada umumnya berlangsung di sekolah. Ketika berbicara masalah fasilitas belajar dan sebelum membahas lebih dalam mengenai fasilitas belajar, maka perlu diketahui terlebih dahulu mengenai definisi atau pengertian fasilitas belajar. Menurut Bahri (2000: 150) mengemukakan bahwa, fasilitas belajar merupakan kelengkapan belajar yang harus dimiliki oleh sekolah. 2. Macam Macam Fasilitas Belajar Menurut Sanjaya (2009: 20) membagi fasilitas belajar menjadi dua macam, yaitu: sarana dan prasarana. Lebih lanjut Wina Sanjaya mengungkapkan definisi dari sarana adalah segala sesuatu yang berkaitan secara langsung dengan peserta didik dan mendukung kelancaran serta keberhasilan proses belajar peserta didik yang meliputi media pembelajaran, alat-alat pelajaran, perlengkapan sekolah, dan lain- lain. Sedangkan Prasarana merupakan segala sesuatu yang tidak secara langsung berkaitan dengan 21 w. A B B Y Y.c om

(41) w. A B B Y Y.c Y F T ra n sf o he re to bu y rm C lic k om w w w w PD ABB to he re C lic k PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Y 3.0 3.0 bu y rm er Y F T ra n sf o ABB PD er Y peserta didik, namun dapat mendukung kelancaran dan keberhasilan proses belajar peserta didik yang meliputi jalan menuju ke sekolah, penerangan sekolah, kamar kecil dan lain sebagainya. Menurut Idris dan Jamal (1992:39) menyebutkan bahwa, sarana pendidikan adalah segala sesuatu yang dipergunakan pendidik dalam pelaksanaan pendidikan. Adapun penjelasan secara terperinci mengenai sarana adalah sebagai berikut: a. Media Pembelajaran Menurut Bafadal (2003:14) mengungkapkan bahwa media pembelajaran yang perlu disiapkan untuk kepentingn efektifitas proses belajar mengajar di kelas dapat dikelompokkan menjadi empat macam antara lain: 1) Media pandang yang diproyeksikan, seperti projector opaque, overhead projector, slide, projector filmstrip. 2) Media pandang yang tidak diproyeksikan, seperti gambar diam, grafis, model dan benda asli. 3) Media dengar, seperti piringan hitam, open reel tape, pita kaset dan radio. 4) Media pandang dengar, seperti televisi dan film. b. Alat-alat Pelajaran Menurut Amir Daien (1973: 139-140) mengemukakan bahwa yang termasuk kedalam alatalat pelajaran adalah buku-buku, alat peraga, alat-alat kimia, alat-alat ilmu alam, dan juga kebun sekolah. Kelengkapan 22 w. A B B Y Y.c om

(42) w. A B B Y Y.c Y F T ra n sf o he re to bu y rm C lic k om w w w w PD ABB to he re C lic k PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Y 3.0 3.0 bu y rm er Y F T ra n sf o ABB PD er Y dari alat-alat pelajaran, mau tidak mau mempunyai pengaruh yang besar pada berhasilnya pengajaran dan pendidikan. Lebih lanjut Amir Daien mengungkapkan bahwa alat-alat pelajaran yang lengkap dapat memberikan kesempatan bagi anak untuk pembentukan materiil (pembentukan ilmu pengetahuan) dan pembentukan formal (pembentukan sikap-sikap belajar dan berpikir) yang baik. c. Perlengkapan Sekolah Menurut Bahri (2000: 149) mengungkapkan bahwa salah satu persyaratan untuk membuat suatu sekolah adalah pemilikan gedung sekolah yang di dalamnya meliputi ruang kelas, kantor, laboratorium. Lebih lanjut Bahri mengungkapkan “suatu sekolah yang kekurangan ruang kelas, akan banyak menemukan masalah seperti kegiatan belajar mengajar menjadi kurang kondusif, pengelolaan kelas kurang efektif dan konflik antar siswa sulit dihindari”. Pelajaran yang bersifat praktikum sangat membutuhkan laboratorium untuk menunjang penyampaian materi. Hal ini seperti yang diungkapkan oleh Ahmadi dan Widodo Supriyono bahwa tidak adanya laboratorium menyebabkan guru cenderung menggunakan metode ceramah yang menimbulkan kepasifan bagi siswa, sehingga tidak mustahil timbul kesulitan belajar. Begitu pula dengan pelajaran lain yang membutuhkan praktikum seperti: kesenian dan olahraga. Adapun pejelasan mengenai prasarana belajar adalah sebagai berikut: 23 w. A B B Y Y.c om

(43) w. A B B Y Y.c Y F T ra n sf o he re to bu y rm C lic k om w w w w PD ABB to PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI C lic k he re Y 3.0 3.0 bu y rm er Y F T ra n sf o ABB PD er Y 1) Jalan menuju sekolah Menurut Ahmadi dan Supriyono (2004: 91) mengungkapkan bahwa letak sekolah yang jauh dari keramaian (pasar, bengkel, pabrik, dan lainlain) akan memudahkan anak berkonsentrasi dalam belajarnya. Jalan menuju sekolah berhubungan dengan letak sekolah. Jalan yang jauh dan sulit di tempuh oleh siswa membutuhkan tenaga yang lebih besar untuk dapat sampai ke sekolah. Hal ini tentu akan sangat mempengaruhi keadaan siswa ketika hendak menerima pelajaran. Sebab, siswa datang ke sekolah dalam keadaan lelah, sehingga konsentrasi berkurang dan pada akhirnya siswa kurang optimal dalam menerima pelajaran. Hal ini sejalan dengan apa yang dikemukakan oleh Purwanto (2012:105) bahwa faktor yang juga dapat mempengaruhi hasil belajar adalah jarak antara rumah dengan sekolah yang terlalu jauh, sehingga melelahkan. Dengan demikian, hal tersebut dapat mempengaruhi prestasi belajar siswa. 2) Penerangan Menurut Daien (1973:138) mengungkapkan bahwa di waktu siang, cahaya matahari harus bisa masuk ke dalam ruang-ruang kelas dengan leluasa, sehingga ruangan kelas cukup terang untuk keperluan membaca dan menulis. Pemberian penerangan di dalam kelas dapat dilakukan dengan cara membuka jendela-jendela yang ada pada kelas tersebut. Dengan demikian, selain cahaya matahari dapat masuk ke 24 w. A B B Y Y.c om

(44) w. A B B Y Y.c Y F T ra n sf o he re to bu y rm C lic k om w w w w PD ABB to PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI C lic k he re Y 3.0 3.0 bu y rm er Y F T ra n sf o ABB PD er Y dalam kelas, sirkulasi udara yang di dalam kelas menjadi lancar sehingga kelas tidak pengap dan dapat menerangi siswa ketika menulis ataupun menbaca pada waktu kegiatan belajar berlangsung. Adapun kelengkapan fasilitas yang dimilki oleh sekolah haruslah dapat membantu terselenggaranya proses belajar mengajar seperti tersedianya buku-buku pelajaran, buku-buku bacaan yang tersedia di perpustakaan, alat tulis menulis, alat-alat peraga, serta alat-alat didik lainnya yang tersedia baik di perpustakaan maupun di laboratorium. Proses belajar mengajar diharapkan dapat bergairah dan dapat membantu anak didik dalam berprestasi dengan peran sekolah yang membantu anak didik, seperti menyediakan sejumlah buku yang sesuai dengan kurikulum di perpustakaan, menyediakan segala macam alat yang digunakan untuk praktikum, menyediakan media pembelajaran, menyediakan ruangan kelas yang sesuai dengan ketentuan kesehatan, dan sebagainya. Berbicara mengenai masalah fasilitas yang terkait dengan proses belajar peserta didik, sesungguhnya tidak hanya sekolah saja sebagai lembaga formal yang berperan aktif dalam menyediakan fasilitas yang menunjang keberhasilan peserta didik. Akan tetapi, orang tua juga ikut berperan dalam menyumbang tersedianya fasilitas belajar peserta didik. Menurut Baharuddin dan Esa (2007: 38) mengungkapkan bahwa manusia diciptakan oleh Allah dalam keadaan yang tidak berpengetahuan, namun Allah membekali manusia dengan sarana-sarana baik fisik maupun 25 w. A B B Y Y.c om

(45) w. A B B Y Y.c Y F T ra n sf o he re to bu y rm C lic k om w w w w PD ABB to he re C lic k PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Y 3.0 3.0 bu y rm er Y F T ra n sf o ABB PD er Y psikis agar manusia dapat menggunakannya untuk belajar dan ilmu pengetahuan guna kepentingan dan kemaslahatan manusia. Dengan demikian, manusia memerlukan fasilitas untuk belajar dan memperoleh pengetahuan. Begitu juga dengan peserta didik yang memerlukan fasilitas belajar untuk memperoleh pengetahuan. Sebab, tanpa adanya fasilitas belajar, akan ada banyak sekali hambatan-hambatan yang dialami oleh perserta didik dalam menyerap materi pelajaran seperti yang telah dikemukakan pada pembahasan di atas. C. Dukungan Orang Tua 1. Pengertian dukungan orang tua Dalam dunia pendidikan, peranan orang tua sangatlah dibutuhkan sebagai penunjang prestasi akademik anak di sekolah. Seperti diketahui banyak faktor yang dapat mempengaruhi prestasi akademik seseorang anak, salah satunya adalah dukungan orang tua, yaitu suatu bentuk perlakuan orang tua dalam memberikan perhatian serta bantuan dalam masalah-masalah dibidang pendidikan guna mencapai prestasi akademik yang dihadapi anaknya. Menurut Admin, (1990: 14-15) mengemukakan bahwa orang tua adalah komponen sekeluarga yang terdiri dari ayah dan ibu, merupakam hasil dari sebuah perkawinan yang sah yang dapat membentuk sebuah keluarga. Orang tua memilki tanggung jawab untuk mendidik mengasuh dan 26 w. A B B Y Y.c om

(46) w. A B B Y Y.c Y F T ra n sf o he re to bu y rm C lic k om w w w w PD ABB to PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI C lic k he re Y 3.0 3.0 bu y rm er Y F T ra n sf o ABB PD er Y membimbing anak-anaknya untuk mencapai tahapan tertentu yang mengantarkan anak untuk siap dalam kehidupan masyarakat. Sedangkan pengertian orang tua di atas, tidak terlepas dari pengertian keluarga, karena orang tua merupakan bagian keluarga besar yang sebagian besar telah tergantikan oleh keluarga inti yang terdiri dari ayah, ibu dan anakanak. Kesadaran orang tua akan peran dan tanggung jawabnya selaku pendidik pertama dan utama dalam keluarga sangat diperlukan. Tanggung jawab orang tua terhadap anak tampil dalam bentuk yang bermacam-macam. Konteknya dengan tanggung jawab rang tua dalam pendidikan, maka orang tua adalah pendidik pertama dan utama dalam keluarga. Bagi anak orang tua adalah model yang harus ditiru dan diteladani. Sebagai model seharusnya orang tua memberikan contoh yang terbaik bagi anak dalam kelurga. Sikap dan perilaku orang tua harus mencerminkan akhlak yang mulia. 2. Fungsi Dukungan Orang tua Menurut Ahmadi (2007:246) menjelaskan bahwa keluarga adalah kelompok sosial yang utama dimana anak belajar menjadi manusia sosial. Perhatian orang tua merupakan faktor yang paling penting dalam membina suksesnya belajar. Keluarga perhatian dan dukungan dari orang tua dapat menyebabkan anak malas, acuh dan kurang minat dalam belajar. Orang tua yang terlalu sibuk dengan pekerjaan sehingga conrol dan bimbimbingan 27 w. A B B Y Y.c om

(47) w. A B B Y Y.c Y F T ra n sf o he re to bu y rm C lic k om w w w w PD ABB to he re C lic k PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Y 3.0 3.0 bu y rm er Y F T ra n sf o ABB PD er Y terhadap anak dalam sangat kurang dapat menyebabkan anak kurang bergairah dalam belajar. Anak membutuhkan rangsangan, motivasi, bimbingan atau dukungan dari orang tua. Untuk memberikan dukungan ini hendaknya orang tua melakukan berbagai usaha, diantaranya membimbing anak dalam belajar, membelikan buku-buku yang belum dimilki, memberikan pujian dan kasih sayang. Dukungan dari orang tua sangat penting dalam membangkitkan minat dan rangsangan anak untuk belajar. Orang tua memegang peranan penting sebagai penyambung dan penafsir kehidupan masyarakat dan kebuadayaan terhadap anaknya. Anak mempelajari status sosialnya dalam lingkungan keluarganya melalui perbuatan dan pola berpikir dan perbuatan orang tuanya. Ketidakberdayaan anak pada waktu kecil membuatnya lebih banyak bergantung pada orang di sekitarnya. Pada saat anak menginjak usia kanak-kanak ataupun remaja, lingkungan keluarga tetap memegang peranan penting, sebagai pembentuk karakter, moral, akhlak, dan kepribadian anak. Orang tua adalah orang yang pertama dan utama yang bertanggung jawab terhadap kelangsungan hidup dan pendidikan anaknya. Oleh karena itu, sebagai orang tua harus dapat membantu dan mendukung terhadap segala uasaha yang di lakukan oleh anaknya serta dapat memberikan pendidikan informal guna membantu pertumbuhan dan perkembangan anak tersebut serta untuk mengikuti atau melanjutkan pendidikan pada program pendidikan formal di sekolah. 28 w. A B B Y Y.c om

(48) w. A B B Y Y.c Y F T ra n sf o he re to bu y rm C lic k om w w w w PD ABB to he re C lic k PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Y 3.0 3.0 bu y rm er Y F T ra n sf o ABB PD er Y Orang tua merupakan contoh dekat dari anak-anaknya. Segala sesuatu yang di perbuat orang tua tanpa disadari akan di tiru oleh anak – anaknya. Karenanya sikap orang tua yang bermalas–malas tidak baik, hendaknya di buang jauh-jauh demkian juga dengan belajar memerlukan bimbingan dari orang tua agar sikap dewasa dan tanggung jawab belajar, tumbuh pada diri anak. Menurut ahmadi menyatakan bahawa “ Orang tua yang sibuk bekerja, terlalu banyak anak yang diawasi, sibuk organisasi, berarti anak tidak didapatkan pengawan atau bimbingan dari orang tua, hingga kemungkinan anak banyak mengalami kesulitan belajar”. Berhasil membimbing anak dalam belajar dan menjadikannya sukses adalah sebuah kebanggaan tersendiri oleh orang tua, bahkan orang tua akan rela berusaha maksimal mungkin dan melakukan apa saja demi membantu anak sukses dalam belajarnya. Tapi bagaimana dan caranya yang paling tepat, ini yang sering menjadi masalah bagi orang tua. Bentuk dan isi serta cara-cara pendidikan di dalam keluarga akan selalu mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan watak, budi pekerti dan kepribadian tiap-tiap manusia. Pendidikan yang diterima dalam keluarga inilah yang akan di contoh oleh anak sebagai dasar yang digunakan untuk mengikuti pendidikan selanjutnya di sekolah. Mengingat tanggung jawab pendidikan anak di tanggung oleh keluarga dalam pendidikan informalnya dan ditanggung oleh sekolah dalam 29 w. A B B Y Y.c om

(49) w. A B B Y Y.c Y F T ra n sf o he re to bu y rm C lic k om w w w w PD ABB to he re C lic k PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Y 3.0 3.0 bu y rm er Y F T ra n sf o ABB PD er Y pendidikan formal, maka orang tua harus berperan dalam menanamkan sikap dan nilai hidup, pengembangan bakat dan minat serta pembinaan bakat dan kepribadian. Selain itu, orang tua juga harus memperhatikan sekolah anaknya, yaitu dengan memperhatikan pengalaman-pengalamanya dan menghargai segala usahanya serta harusdapat menunjukkan kerja sesamanya dalam mengarahkan cara anak belajar dirumah, memuat pekerjaan rumahnya, tidak menyita waktu anak dengan mengerjakan perkerjaan rumah tangga, orang tua harus berusaha memotivasi dan membimbing anak dalam belajar. Banyak pasangan suami- istri disekiling kita yang tidak menjalankan tugas mereka sebagai orang tua dengan baik. Mereka sering menganggap bahwa pengasuhan anak adalah tidak begitu penting. Oleh karena itu, orangtua seperti itu cenderung mengabaikan apa yang menjadi kebutuhan dasar anak, terutama kebutuhan rohaninya. Orang tua seperti itu boleh jadi tidak pernah memberikan perhatian, tidak mau mendidik anak, dan tidak perna mau memberikan dukungan kepada anak mereka. Mereka tidak mau melibatkan diri dalam pengasuhan dan pendidikan anak. Dengan kondisi orang tua sperti diatas, maka tidak heran jika banyak anak terjerumus pada tindakan kriminalitas yang dapat merugikan dirinya sendiri, tetapi juga merugikan kelurga dan masyarakat di sekitarnya. Beberapa tindakan negatif yang sering dilakukan oleh anak karena ia kurang dukungan orang tua diantaranya adalah tindakan pencurian, penggunaan obat-obatan 30 w. A B B Y Y.c om

(50) w. A B B Y Y.c Y F T ra n sf o he re to bu y rm C lic k om w w w w PD ABB to he re C lic k PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Y 3.0 3.0 bu y rm er Y F T ra n sf o ABB PD er Y terlarang, seks bebas, pemerkosaan, hamil diluar nikah, penipuan, dan tindakan bunuh diri. Seyogyanya, perlu orang tua sadari bahwa pada dasarnya setiap saat, dalam keadaan apapun anak sangat memerlukan dukungan, perhatian, dan cinta dari orangtuanya. Kebutuhan tersebut perlu orangtua berikan kepada anak sepanjang hidupnya.mulai dari mendukung untuk hal-hal kecil seperti ketika ia mulai belajar jalan, bermain sepeda, mengancingkan baju hingga halhal besar yang sangat penting bagi hidupnya di masa mendatang. Seperti belajar hidup disiplin dan tanggung jawab. Dari uraian di atas dapat kita simpulkan bahwa fungsi dukungan orang tua dalam pendidikan anak sangat besar pengaruhnya. Oleh karena itu bila orang tua menyerahkan pendidikan sepenuhnya pada sekolah adalah kesalahan mereka para orang tua. Karena itu lebih banyak waktu yang dihabiskan anak bersama keluarga di banding dengan waktu anak disekolah, sehingga anak lebih dapat perhatian dan dukungan dari orang tua dalam 3. Bentuk Dukungan Orang tua Menurut Musbihin (2009: 129) menjelaskan bahwa dukungan yang diberikan orang tua bagi anaknya dalam belajar dapat mendukung nilai belajar siswa serta niat siswa untuk mengenyam pendidikan setinggi-tingginya. Bentuk dukungan orang tua bagi siswa yang dapat dilakukan yaitu: 31 w. A B B Y Y.c om

(51) w. A B B Y Y.c Y F T ra n sf o he re to bu y rm C lic k om w w w w PD ABB to he re C lic k PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Y 3.0 3.0 bu y rm er Y F T ra n sf o ABB PD er Y a. Menciptakan suasana belajar Orang tua juga belajar untuk memahami keadaan pada saat anak sedang belajar. Anak membutuhkan suasana yang tenang dan hening agar dapat berkonsentrasi. Orang tua juga mendukung dengan tidak terlalu berisik anak belajar bahkan sebaiknya juga ikut membaca koran atau majalah untuk menciptakan suasana belajar bersama. b. Memprioritaskan tugas sekolah Orang tua ikut berperan aktif mendukung pembelajaran siswa di sekolah dan saat di rumah orang tua mengutamakan tugas sekolah anaknya dari pada tugas di rumah. c. Mendorong aktif kegiatan di sekolah Saat terdapat waktu luang pada anaknya, seharusnya mendukung anak mengikuti kegiatan di sekolahnya seperti mengikuti kegiatan ekstrakurikuler ataupun pelajaran tambahan dari pada kegiataan serupa tetapi dengan peserta atau lingkungan tidak jelas d. Menciptakan stratergi diskusi di rumah Menciptakan situasi adanya kondisi saling berargumentasi dengan anak. Dengan adanya sistuasi saling berdialog maka hal itu akan mendorong orang tua untuk menyelami jiwa anaknya. 32 w. A B B Y Y.c om

(52) w. A B B Y Y.c Y F T ra n sf o he re to bu y rm C lic k om w w w w PD ABB to he re C lic k PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Y 3.0 3.0 bu y rm er Y F T ra n sf o ABB PD er Y e. Orang tua perlu mengetahui pengalaman anak di sekolah Sangat penting bahwa orang tua datang ke sekolah secara berkala untuk melihat perkembangan anaknya serta menjalin hubungan dengan pihak sekolah. f. Menyediakan sarana belajar Keperluan anak untuk belajar seperti buku, alat tulis, dan berbagai keperluan pembiayaan sekolah harus dicukupi oleh orang tua siswa. 4. Jenis-jenis Dukungan Orang Tua Menurut Ahmadi (2004 : 87) menjelaskan bahwa orang tua yang tidak mau memberikan dukungan kepada anak dengan baik maka besar kemungkinan anak menemukan masalah yang cukup besar kelak. Anak yang tidak dipedulikan oleh orang tuanya akan berusaha mencari dukungan dari luar rumah. Yang sangat dikhawatirkan, anak akan ikut terbawa arus negatif yang dilakukan oleh teman-teman atau” keluarga barunya”. Oleh karena itu sangat penting orang tua untuk selalu memberikan dukungan berupa perhatian, pengertian, dan rasa cinta kepada anak. Sikap orang tua sperti itu dapat menghindarkan anak terjerumus kepada tindakan kriminalitas yang akan merugikan kita sebagai orangtuanya dan juga masyarakat umum. Pendidikan anak juga sangat ditentukan keberadaannya bentuk dukungan dari kelauarga, hal ini dapat terlihat bila dukungan keluarga yang 33 w. A B B Y Y.c om

(53) w. A B B Y Y.c Y F T ra n sf o he re to bu y rm C lic k om w w w w PD ABB to he re C lic k PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Y 3.0 3.0 bu y rm er Y F T ra n sf o ABB PD er Y sangat baik maka prestasi akademik anak akan baik, tetapi apabila dukungan kelauarga anak kurang baik, maka anak akan mengalami hambatan pada dirinya yang dapat mengganggu prestasi akademik anak. Pada dasarnya dukungan orang tua terhadap pendidikan anaknya menyangkut tiga hal pokok yaitu dukungan moral, dukungan spritual dan materi. a. Dukungan moral Dukungan moral dari orang tua terhadap pendidikan anak dapat berupa perhatian terhadap pembunuhan kebutuhan psikis yang meliputi kasih sayang keteladanan, bimbingan dan pengarahan, dorongan menamkan rasa percaya diri. Dengan perhatian orang tua yang berupa pemenuhan kebutuhan psikis tersebut diharapkan dapat memberikan semangat belajar dalam keluarga dapat dilakukan dengan berbagi cara misalnya: 1) Selalu mengingat anaknya barang kali mendapat tugas yang harus di selesaikan di rumah 2) Memantau aktivitas anak selama dirumah baik mengenai aktitvitas belajar maupun pergaulanya. 3) Memperhatikan buku-buku bacaan yang dimiliki oleh anaknya. Dengan adanya perhatian terhadap pemenuhan kebutuhan pskis tersebut di atas, akan sangat mempermudah bagi orang tua dalam 34 w. A B B Y Y.c om

(54) w. A B B Y Y.c Y F T ra n sf o he re to bu y rm C lic k om w w w w PD ABB to he re C lic k PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Y 3.0 3.0 bu y rm er Y F T ra n sf o ABB PD er Y mengawasi atau membantu aktivitas belajar anaknya selama di rumah sebagai penunjang aktivitas belajar di sekolah. Dengan demikian berarti bahwa orang tua tersebut telah melaksanakan kewajiban dan tanggungg jawabnya dengan baik dalam mengasuh anak-anaknya ditengah-tenagh keluarga yang dibinanya dalam rangka mempersiapkan masa depan anak-anaknya di kehidupan yang lebih cemerlang. Namun, berdasarkan fenomena yang terjadi di masyarakat tidak semua orang atau keluarga dapat memenuhi kebutuhan pskis tersebut karena adanya berbagai macam susunan keluarga tersebut, probbins membagikan menjadi tiga macam yaitu: 1) Keluarga yang bersifat otoriter Di sini perkembangan anak itu semata-mata ditentukan oleh orang tuanya sifat pribadi anak yang otoriter suka menyendiri, mengalami kemunduran kematangannya, ragu-ragu di dalam semua tindakan serta lambat berinisiatif 2) Keluarga Demokrasi Disini sikap pribadi anak lebih dapat menyesuaikan diri, sifatnya fleksibel, dapat menguasai diri, mau menghargai pekerjaan orang lain, 35 w. A B B Y Y.c om

(55) w. A B B Y Y.c Y F T ra n sf o he re to bu y rm C lic k om w w w w PD ABB to he re C lic k PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Y 3.0 3.0 bu y rm er Y F T ra n sf o ABB PD er Y menerima kritik dengan terbuka, aktif di dalam hidupnya, emosi lebih stabil, serta rasa tanggung jawab. 3) Keluarga Liberal Menurut Ahmadi (2004:87) menyatakan bahwa “ di sini anak –anak bebas bertindak dan berbuat. Sifat-sifat dari keluarga ini biasanya bersifat agresif, tak dapat bekerja sama dengan orang lain, sukar menyesuaikan diri, emosi kurang stabil serta mempunyai sifat selalu curiga”. Perbedaan pola asuh dari setiap keluarga akan berdampak pada sifat atau tingkah laku anak masing-masing keluarga. Hal ini merupakam hasil pola asuh dari prhatian yang telah di tunjukkan kepada anak, sebagai contoh dalam belajar di sekolah. b. Keluarga Religius Disini orang tua menanamkan nilai-nilai keagamaan ke dalam pribadi anak, anak-anak seharusnya dibiasakan ikut gereja/masjid bersama-sama untuk menjalankan ibadah, mendengarkan khtotbah atau cerama-ceramah keagamaan, kegiatan seperti ini besar sekali pengaruhnya terhadap kepribadian anak. Menurut Hasbullah (2001: 43) berpendapat dalam bukunya yang berjudul” Dasar-dasar Ilmu Pendidikan “ menyatakan bahwa: “ Kenyataan membuktikan, bahwa anak yang semasa kecilnya tidak tau menahu dengan hal-hal yang berhubungan dengan hidup keagamaan, tidak pernah pergi bersama 36 w. A B B Y Y.c om

(56) w. A B B Y Y.c Y F T ra n sf o he re to bu y rm C lic k om w w w w PD ABB to PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI C lic k he re Y 3.0 3.0 bu y rm er Y F T ra n sf o ABB PD er Y orang tuanya ke gereja/ masjid atau tempat ibadah untuk melaksanakan ibadah, mendengar khotbah atau ceramah-ceramah dan sebaginya, maka setelah dewasa mereka itu pun tidak perhatian terhadap hidup keagamaan”. Jadi meskipun terdapat keanekaragaman bentuk atau susunan keluarga yang ada di masyarakat, namun kesadaran akan tanggung jawab mendidik dan membina anak secara terus menerus perlu dikembangkan pada setiap orang tua maka generasi mendatang telah mempunyai kekuatan mental menghadapi perubahaan dalam masyarakat. D. Pendidik Guru adalah seorang yang harus dan harus ditiru oleh semua muridnya. Harus digugu artinya segala sesuatu yang disampaikan olehnya senantiasa di percaya dan diyakini sebagai kebenaran oleh semua murid. Segala ilmu pengetahuan yang datangnya dari guru dijadikan sebagai sebuah kebenaran yang tidak perlu dibuktikan atau diteliti lagi. Seorang guru juga harus ditiru, artinya seorang guru menjadi suri teladan bagi semua muridnya. Mulai dari cara bepikir, cara berbicara hingga cara berprilaku sehari-hari sebagai seorang yang harus digugu dan ditiru seorang dengan dirinya memilki peran yang luar biasa dominanya bagi murid. Dalam sebuah proses pendidikan guru merupakan salah satu komponen yang sangat penting, selain komponen lainnya seperti tujuan, tujuan 37 w. A B B Y Y.c om

(57) w. A B B Y Y.c Y F T ra n sf o he re to bu y rm C lic k om w w w w PD ABB to he re C lic k PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Y 3.0 3.0 bu y rm er Y F T ra n sf o ABB PD er Y kurikulum, metode, sarana, dan prasarana, lingkungan dan evaluasi. Dianggap sebagai komponen yang paling penting karena yang mampu memahami, mendalami, melaksanakan dan akhirnya mencapai tujuan pendidikan adalah guru. Guru juga berperan penting dalam kaitanya dengan kurikulum, karena gurulah yang secara langsung berhubungan dengan murid. Demikian guru berperan penting dalam hal sarana, lingkungan, dan evaluasi karena seorang gurulah yang mampu memanfaatkannya sebagai media pendidikan secara langsung bagi muridnya. (Darwan, 2004:7). Para pakar pendidikan di Barat telah melakukan penelitian tentang peran guru yang harus dilakoni. Peran guru yang beragam telah diidentifikasi dan dikaji oleh Pullias dan Young (1988), Manan (1990) serta Yelon dan Weinstein (1997). Adapun peran-peran tersebut adalahsebagai berikut : 1. Guru Sebagai Pendidik Guru adalah pendidik, yang menjadi tokoh, panutan dan identifikasi bagi para peserta didik, dan lingkungannya. Oleh karena itu, guru harus memiliki standar kualitas tertentu, yang mencakup tanggung jawab, wibawa, mandiri dan disiplin. Peran guru sebagai pendidik (nurturer) berkaitan dengan meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan anak untuk memperoleh pengalaman-pengalaman lebih lanjut seperti penggunaan kesehatan jasmani, bebas dari orang tua, dan orang dewasa yang lain, moralitas tanggungjawab kemasyarakatan, pengetahuan dan keterampilan dasar, persiapan untuk 38 w. A B B Y Y.c om

(58) w. A B B Y Y.c Y F T ra n sf o he re to bu y rm C lic k om w w w w PD ABB to he re C lic k PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Y 3.0 3.0 bu y rm er Y F T ra n sf o ABB PD er Y perkawinan dan hidup berkeluarga, pemilihan jabatan, dan hal-hal yang bersifat personal dan spiritual. 2. Guru Sebagai Pengajar Peranan guru sebagai pengajar dan pembimbing dalam kegiatan belajar peserta didik dipengaruhi oleh berbagai factor, seperti motivasi, kematangan, hubungan peserta didik dengan guru, kemampuan verbal, tingkat kebebasan, rasa aman dan keterampilan guru dalam berkomunikasi. Jika faktor-faktor di atas dipenuhi, maka melalui pembelajaran peserta didik dapat belajar dengan baik. Guru harus berusaha membuat sesuatu menjadi jelas bagi peserta didik dan terampil dalam memecahkan masalah. Ada beberapa hal yang harus dilakukan oleh seorang guru dalam pembelajaran, yaitu : Membuat ilustrasi, Mendefinisikan, Menganalisis, Mensintesis, Bertanya, Merespon, Mendengarkan, Menciptakan kepercayaan, Memberikan pandangan yang bervariasi, Menyediakan media untuk mengkaji materi standar, Menyesuaikan metode pembelajaran, Memberikan nada perasaan. Agar pembelajaran memiliki kekuatan yang maksimal, guru-guru harus senantiasa berusaha untuk mempertahankan dan meningkatkan semangat yang telah dimilikinya ketika mempelajari materi standar. 3. Guru Sebagai Pembimbing Guru dapat diibaratkan sebagai pembimbing perjalanan, yang berdasarkan pengetahuan dan pengalamannya bertanggungjawab atas kelancaran perjalanan itu. Dalam hal ini, istilah perjalanan tidak hanya 39 w. A B B Y Y.c om

(59) w. A B B Y Y.c Y F T ra n sf o he re to bu y rm C lic k om w w w w PD ABB to he re C lic k PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Y 3.0 3.0 bu y rm er Y F T ra n sf o ABB PD er Y menyangkut fisik tetapi juga perjalanan mental, emosional, kreatifitas, moral dan spiritual yang lebih dalam dan kompleks. Sebagai pembimbing perjalanan, guru memerlukan kompetensi yang tinggi untuk melaksanakan empat hal berikut. Pertama, guru harus merencanakan tujuan dan mengidentifikasi kompetensi yang hendak dicapai. Kedua, guru harus melihat keterlibatan peserta didik dalam pembelajaran, dan yang paling penting bahwa peserta didik melaksanakan kegiatan belajar itu tidak hanya secara jasmaniah, tetapi mereka harus terlibat secara psikologis. Ketiga, guru harus memaknai kegiatan belajar. Keempat, guru harus melaksanakan penilaian. 4. Guru sebagai Pemimpin Guru diharapkan mempunyai kepribadian dan ilmu pengetahuan. Guru menjadi pemimpin bagi peserta didiknya. Ia akan menjadi imam. 5. Guru sebagai pengelola pembelajaran Guru harus mampu menguasai berbagai metode pembelajaran. Selain itu ,guru juga dituntut untuk selalu menambah pengetahuan dan keterampilan agar supaya pengetahuan dan keterampilan yang dirnilikinya tidak ketinggalan zaman. 6. Guru Sebagai Model dan Teladan Guru merupakan model atau teladan bagi para peserta didik dan semua orang yang menganggap dia sebagai guru. Terdapat kecenderungan yang besar untuk menganggap bahwa peran ini tidak mudah untuk ditentang, apalagi ditolak. Sebagai teladan, tentu saja pribadi dan apa yang dilakukan 40 w. A B B Y Y.c om

(60) w. A B B Y Y.c Y F T ra n sf o he re to bu y rm C lic k om w w w w PD ABB to he re C lic k PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Y 3.0 3.0 bu y rm er Y F T ra n sf o ABB PD er Y guru akan mendapat sorotan peserta didik serta orang di sekitar lingkungannya yang menganggap atau mengakuinya sebagai guru. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan oleh guru: Sikap dasar, Bicara dan gaya bicara, Kebiasaan bekerja, Sikap melalui pengalaman dan kesalahan, Pakaian, Hubungan kemanusiaan, Proses berfikir, Perilaku neurotis, Selera, Keputusan, Kesehatan, Gaya hidup secara umum. Perilaku guru sangat mempengaruhi peserta didik, tetapi peserta didik harus berani mengembangkan gaya hidup pribadinya sendiri. Guru yang baik adalah yang menyadari kesenjangan antara apa yang diinginkan dengan apa yang ada pada dirinya, kemudian menyadari kesalahan ketika memang bersalah. Kesalahan harus diikuti dengan sikap merasa dan berusaha untuk tidak mengulanginya. 7. Guru sebagai anggota masyarakat Peranan guru sebagai komunikator pembangunan masyarakat. Seorang guru diharapkan dapat berperan aktif dalam pembangunan di segala bidang yang sedang dilakukan. Ia dapat mengembangkan kemampuannya pada bidang-bidang dikuasainya. Guru perlu juga memiliki kemampuan untuk berbaur dengan masyarakat melalui kemampuannya, antara lain melalui kegiatan olah raga, keagamaan dan kepemudaan. Keluwesan bergaul harus dimiliki, sebab kalau tidak pergaulannya akan menjadi kaku dan berakibat yang bersangkutan kurang bisa diterima oleh masyarakat. 41 w. A B B Y Y.c om

(61) w. A B B Y Y.c Y F T ra n sf o he re to bu y rm C lic k om w w w w PD ABB to he re C lic k PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Y 3.0 3.0 bu y rm er Y F T ra n sf o ABB PD er Y 8. Guru sebagai administrator Seorang guru tidak hanya sebagai pendidik dan pengajar, tetapi juga sebagai administrator pada bidang pendidikan dan pengajaran. Guru akan dihadapkan pada berbagai tugas administrasi di sekolah. Oleh karena itu seorang guru dituntut bekerja secara administrasi teratur. Segala pelaksanaan dalam kaitannya proses belajar mengajar perlu di administrasikan secara baik. 9. Guru Sebagai Penasehat Guru adalah seorang penasehat bagi peserta didik juga bagi orang tua, meskipun mereka tidak memiliki latihan khusus sebagai penasehat dan dalam beberapa hal tidak dapat berharap untuk menasehati orang. 10. Guru Sebagai Pembaharu (Inovator) Guru menerjemahkan pengalaman yang telah lalu ke dalam kehidupan yang bermakna bagi peserta didik. Dalam hal ini, terdapat jurang yang dalam dan luas antara generasi yang satu dengan yang lain, demikian halnya pengalaman orang tua memiliki arti lebih banyak daripada nenek kita. Seorang peserta didik yang belajar sekarang, secara psikologis berada jauh dari pengalaman manusia yang harus dipahami, dicerna dan diwujudkan dalam pendidikan. 11. Guru Sebagai Pendorong Kreatifitas Kreativitas merupakan hal yang sangat penting dalam pembelajaran dan guru dituntut untuk mendemonstrasikan dan menunjukkan proses kreatifitas tersebut. Kreatifitas merupakan sesuatu yang bersifat universal dan 42 w. A B B Y Y.c om

(62) w. A B B Y Y.c Y F T ra n sf o he re to bu y rm C lic k om w w w w PD ABB to PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI C lic k he re Y 3.0 3.0 bu y rm er Y F T ra n sf o ABB PD er Y merupakan cirri aspek dunia kehidupan di sekitar kita. Kreativitas ditandai oleh adanya kegiatan menciptakan sesuatu yang sebelumnya tidak ada dan tidak dilakukan oleh seseorang atau adanya kecenderungan untuk menciptakan sesuatu. 12. Guru Sebagai Emansipator Dengan kecerdikannya, guru mampu memahami potensi peserta didik, menghormati setiap insan dan menyadari bahwa kebanyakan insan merupakan “budak” stagnasi kebudayaan. Guru mengetahui bahwa pengalaman, pengakuan dan dorongan seringkali membebaskan peserta didik dari “self image” yang tidak menyenangkan, kebodohan dan dari perasaan tertolak dan rendah diri. Guru telah melaksanakan peran sebagai emansipator ketika peserta didik yang dicampakkan secara moril dan mengalami berbagai kesulitan dibangkitkan kembali menjadi pribadi yang percaya diri. 13. Guru Sebagai Evaluator Evaluasi atau penilaian merupakan aspek pembelajaran yang paling kompleks, karena melibatkan banyak latar belakang dan hubungan, serta variable lain yang mempunyai arti apabila berhubungan dengan konteks yang hampir tidak mungkin dapat dipisahkan dengan setiap segi penilaian.Teknik apapun yang dipilih, dalam penilaian harus dilakukan dengan prosedur yang jelas, yang meliputi tiga tahap, yaitu persiapan, pelaksanaan dan tindak lanjut. 43 w. A B B Y Y.c om

(63) w. A B B Y Y.c Y F T ra n sf o he re to bu y rm C lic k om w w w w PD ABB to he re C lic k PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Y 3.0 3.0 bu y rm er Y F T ra n sf o ABB PD er Y 14. Guru Sebagai Kulminator Guru adalah orang yang mengarahkan proses belajar secara bertahap dari awal hingga akhir (kulminasi). Dengan rancangannya peserta didik akan melewati tahap kulminasi, suatu tahap yang memungkinkan setiap peserta didik bisa mengetahui kemajuan belajarnya. Disini peran kulminator terpadu dengan peran sebagai evaluator. Guru sejatinya adalah seorang pribadi yang harus serba bisa dan serba tahu. Serta mampu mentransferkan kebisaan dan pengetahuan pada muridnya dengan cara yang sesuai dengan perkembangan dan potensi anak didik. Begitu banyak peran yang harus diemban oleh seorang guru. Peran yang begitu berat dipikul di pundak guru hendaknya tidak menjadikan calon guru mundur dari tugas mulia tersebut. Peran-peran tersebut harus menjadi tantangan dan motivasi bagi calon guru. Dia harus menyadari bahwa di masyarakat harus ada yang menjalani peran guru. Bila tidak, maka suatu masyarakat tidak akan terbangun dengan utuh. Penuh ketimpangan dan akhirnya masyarakat tersebut bergerak menuju kehancuran. (Purwanto 2012). Mohamad surya dalam kuliah umumnya pada Dies Natalis UPY ke 45 mengemukakan satu pandangan, bahwa upaya mencapai pendidikan berkualitas harus dimulai dengan guru yan berkulitas. Upaya meningkatkan kualitas pendidikan tanpa memperhitungan guru secara nyata, hanya 44 w. A B B Y Y.c om

(64) w. A B B Y Y.c Y F T ra n sf o he re to bu y rm C lic k om w w w w PD ABB to he re C lic k PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Y 3.0 3.0 bu y rm er Y F T ra n sf o ABB PD er Y akan menghasilkan suatu fatamorgana atau sesuatu yang semu dan tiupan belaka. Pernyataan pengamat pendidikan Mochar Buchori yang menilai bahwa kebijakan pendidikan Nasional saat masih belum jelas (kompas 2/11/2006). Mochar memandang bahwa ada dua persoalan penting untuk memperbaiki pendidikan di Indonesia. Pertama, peningkatan mutu guru. Kedua, rasionalisasi dan modernisasi kurikulum. Faud Hasan dalam pendapatnya tentang perkembangan pendidikan Indonesia perna berkata, „ jangan terlalu ribut soal kurikulum dan sistemnya. Itu semua bukan apa-apa justru pelaku-pelakunya itulah yang lebih penting diperhatikan.„ sebagai Mantan Menteri Pendidikan, beliau tentu sadar betul bahwa kualitas gurulah yang justru menjadi permasalahan pokok pendidikan dimana pun. Baik itu di Indonesia, Jepang, Finlandia, AS, dan di manapun di dunia ini, pendidikan ditentukan oleh kualitas gurunya, bukan oleh besarnya dana pendidikan dan juga bukan oleh fasilitas. Jika guru berkualitas baik, maka baik pula kualitas pendidikannya. Contohnya Finlandia, negara dengan kualitas pendidikan terbaik di dunia, yang dengan serius menjaga kualitas gurunya. Guru-guru Finlandia dapat dikatakan sebagai guru-guru dengan kualitas terbaik dengan pelatihan terbaik pula. Profesi guru sendiri adalah yang sangat dihargai, meski gaji mereka tidaklah fantastis. Lulusan sekolah yang menengah terbaik biasanya justru mendaftar untuk dapat masuk di 45 w. A B B Y Y.c om

(65) w. A B B Y Y.c Y F T ra n sf o he re to bu y rm C lic k om w w w w PD ABB to he re C lic k PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Y 3.0 3.0 bu y rm er Y F T ra n sf o ABB PD er Y sekolah-sekolah pendidikan dan hanya 1 dari 7 pelamar yang biasa diterima, lebih ketat persaingannya yang ketimbang masuk ke fakultas bergengsi lainnya, seperti fakultas hukum dan kedokteran. Bandingkan dengan Indonesia yang guru-gurunya dipasok oleh siswa dengan kualitas seadanya dan di didik oleh perguruan tinggi dengan kualitas adanya pula. Hal ini berarti, pendidikan dan unggul tetap dan tergantung pada kondisi mutu guru. Hal ini ditegaskan UNESCO dalam laporan The International Commision on Education for Twenty- first Century, yaitu “ memperbaiki mutu pendidikan pertama-tama tergantung pada perbaikan recruitmen, pelatihan, status sosial, dan kondisi kerja para guru; mereka membutuhkan pengetahuan dan keterampilan, karakter personal, prospek propesional, dan motivasi tepat kita ingin memenuhi ekspektasi stakolder pendidikan„ (Jacques Delors 1996). Karena itu upaya meningkatkan mutu, profesionalisme dan kesejahteraan para guru adalah suatu keniscayaan. Suratmi mengatakan bahwa guru harus meningkatkan kemampuan dan keahlihannya untuk mempersiapkan diri dalam persaingan dunia. Guru juga harus menjadi seseorang yang dapat bekerja sama yang baik dengan menggunakan sumber daya informasi. Ada lima syarat agar guru dapat memasuki era global, yaitu menguasai ilmu pengetahuan dasar, memilki kemampuan belajar dalam berbagai situasi, sadar akan sains dan teknologi, mempunyai jiwa berusaha, dan memilki budaya kerja yang tinggi. Dalam 46 w. A B B Y Y.c om

(66) w. A B B Y Y.c Y F T ra n sf o he re to bu y rm C lic k om w w w w PD ABB to PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI C lic k he re Y 3.0 3.0 bu y rm er Y F T ra n sf o ABB PD er Y kaitan itu, ia memintah pemerintah supaya memprioritaskan pembangunan di sektor pendidikan, terutama tersedianya dan pemberdayaan tenaga guru. Usman (2002) dalam bukunya yang berjudul Menjadi Guru Profesional menyatakan, bahwa guru profesional adalah yang memilki kemampuan dan kealihan khusus dalam bidang keguruan, sehingga ia mampu melakukan tugas dan fungsinya sebagai guru dengan kemampuan yang maksimal. Prinsip -prinsip profesional seperti tercantum pada pasal 5 ayat 1, yaitu, profesi guru dan dosen merupakan bidang pekerjaan khusus yang memerlukan prinsip prinsip profesional sebagai berikut: 1. Memiliki bakat, minat, panggilan jiwa, dan idealisme. 2. Memiliki kualifikasi pendidikan dan latar belakang pendidikan sesuai dengan bidang tugasnya. 3. Memiliki kompetensi yang diperlukan sesuai dengan bidang tugasnya. 4. Mematui kode etik profesi. 5. Memiliki hak dan kewajiban dalam melaksanakan tugas. 6. Memperoleh penghasilan yang ditentukan sesuai dengan prestasi kerjanya. 7. Memiliki kesempatan untuk mengembangkan profesinya secara berkelanjutan. 8. Memperoleh perlindungan hukum dalam melaksanakan profesionalnya. 9. Memiliki organisasi profesi yang berbadan hukum. 47 tugas w. A B B Y Y.c om

(67) w. A B B Y Y.c Y F T ra n sf o he re to bu y rm C lic k om w w w w PD ABB to he re C lic k PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Y 3.0 3.0 bu y rm er Y F T ra n sf o ABB PD er Y Pada prinsipnya, profesionalisme guru adalah yang dapat menjalankan tugasnya secara profesional, yang memiliki ciri-ciri antara lain: ahli dibidang teori dan praktik keguruan. Guru profesional adalah guru yang menguasai ilmu pengetahuan yang diajarkan dan ahli mengajarnya (menyampaikannya). Dengan kata lain, guru profesional adalah guru yang mampu membelajarkan peserta didiknya tentang pengetahuan yang dikuasainya dengan baik. Guru sebagai profesi, selain memiliki peran dan tugas sebagai pendidik, juga memiliki tugas melayani masyarakat dalam bidang pendidikan. Tuntutan profesionalnya adalah memberikan layanan yang optimal dalam bidang pendidikan kepada masyarakat. Lebih khusus, guru dituntut memberikan layanan profesional kepada peserta didik agar tujuanya pembelajaran dapat tercapai. Suatu pekerjaan dikatakan sebagai jabatan profesi apabila salah satu syaratnya adalah pekerjaan itu memilki organisasi profesi dan anggotaanggotanya senang memasuki organisasi profesi tersebut. Guru sebagai jabatan profesional seharusnya guru memiliki organisasi ini. Fungsi organisasi profesi selain untuk melindungi kepentingan anggotanya juga sebagai dinamisator dan motivator anggota untuk mencapai kairir yang lebih baik (Kartadinata dalam Meter, 1999). Konsekuensinya organisasi profesi turut mengontrol kinerja kerja anggotanya, bagaimana para anggota dalam memberikan pelayanan pada masyarakat. PGRI sebagai salah satu organisasi guru di Indonesia memiliki fungsi: 48 w. A B B Y Y.c om

(68) w. A B B Y Y.c Y F T ra n sf o he re to bu y rm C lic k om w w w w PD ABB to he re C lic k PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Y 3.0 3.0 bu y rm er Y F T ra n sf o ABB PD er Y 1. Menyatuhkan seluruh kekuatan satu wadah, 2. Mengusahakan adanya satu kesatuan langkah dan tindakan, 3. Menyiapkan program-program peningkataan kemampuan para anggotanya, 4. Menyiapkan fasilitas penerbitan dan bacaan dalam rangka peningkatan kemampuan profesional, dan 5. Mengambil tindakan terhadap anggota yang melakukan pelanggaran baik administratif maupun psikologis. Memilki latar belakang pendidikan keguruan yang memadai. Keahlihan guru dalam melaksanakan tugas –tugas kependidikan diperoleh setelah menempu pendidikan keguruan tertentu, dan kemampuan tersebut tidak dimilki oleh warga masyarakat pada umumnya yang tidak perna mengikuti pendidikan keguruan. Ada beberapa peran yang dapat dilakukan guru sebagai tenaga pendidik, antara lain: a) sebagai pekerja profesional dengan fumgsi mengajar, membimbing dan melatih, b) sebagai pekerja kemanusiaan dengan fungsi dapat merealisasikan seluruh kemampuan kemanusiaan yang dimiliki, c) sebagai petugas kemasyarakatan dengan fungsi mengajar dan mendidik masyarakat untuk menjadi warga negara yang baik. Peran guru seperti ini, kerja sebagai ahli, serta keiklasan bekerja yang dilandaskan pada panggilan hati untuk melayani orang lain. (Surya :2008). 49 w. A B B Y Y.c om

(69) w. A B B Y Y.c Y F T ra n sf o he re to bu y rm C lic k om w w w w PD ABB to he re C lic k PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Y 3.0 3.0 bu y rm er Y F T ra n sf o ABB PD er Y E. Hasil Penelitian yang Relevan Berdasarkan beberapa hasil penelitian ilmiah yang cukup relevan untuk dijadikan panduan dasar atau kerangka berpikir bagi penulis untuk melalukan penelitian lanjutan yang akan dibukukan dalam bentuk skripsi di antaranya yaitu: 1. Rohidin tahun (2006) dengan judul : Pengaruh Tingakat Pendidikan Dan Dorongan Orang Tua Terhadap Prestasi Belajar Anak Kelas II (Di SMK Triguna Utama Ciputat Tangerang). Setelah dilakukan perhitungan secara keseluruhan, maka didapat hasilbahwasannya korelasi antara tingkat pendidikan orang tua dan dorongan orang tuaterhadap prestasi belajar anak kelas II SMK Triguna Utama Ciputat Tangerang Banten tergolong sangat lemah atau rendah sehingga korelasi itu diabaikan, karenaberada pada rentang 0,40. 0,70, terbukti dengan hasil perhitungan R ganda = 0,56.Sedangkan untuk menyatakan besar kecilnya sumbanganVariabel X1 dan X2 terhadapVariabel Y (koefisien diterminan) dicari dengan menggunakan rumus R2 X = 100%atau 0,562 x 100 % = 31,36 %, hal ini berarti tingkat pendidikan dan dorongan orangtua memberikan kontribusi sebesar 31,36 % terhadap prestasi belajar anak kelas IISMK Triguna Utama. 2. Mafutkhah tahun (2007) penelitian dengan judul : Pengaruh Kondisi Sosial Ekonomi Orang Tua Terhadap Prestasi Belajar Geografi Siswa Kelas VIII SMP N.1 Randudongkal Kabupaten Pemalang Tahun 2006/2007. . 50 w. A B B Y Y.c om

(70) w. A B B Y Y.c Y F T ra n sf o he re to bu y rm C lic k om w w w w PD ABB to he re C lic k PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Y 3.0 3.0 bu y rm er Y F T ra n sf o ABB PD er Y Berdasarkan hasil penelitian dan perhitungan dapat diketahui besarnya pengaruh mencapai 55,066 signifikan 0,000 > 4,05 bahwa hipotesis yang menyatakan ada pengaruh positif yang signifikan antara kondisi sosial ekonomi dan prestasi belajar “diterima”. 3. Chintami Dhenis Saputri tahun (2010) dengan judul: Pengaruh Pemanfaatan Fasilitas Belajar Dan Keaktifan Belajar Siswa Terhadap Prestasi Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran IPS Siswa Kelas VIII SMP Negeri 1 Widodaren Ngawi Tahun Ajaran 2010/2011. Jadi besar kemungkinan fasilitas belajar merupakan faktor yang mempunyai adil besar dalam meningkatkan prestasi belajar proses belajar mengajar merupakan komunikasi dua arah antara tenaga pendidikan dan anak didik maka diperlukan fasilitas untuk mendukungnya. Berdasarkan hasil penelitian sebelumnya, pada penelitian ini diharapkan dapat dipelajari tentang pengaruh fasilitas sekolah, dukungan orang, dan tenaga pengajar terhadap prestasi belajar siswa yang maksimal dan sesuai yang diharapkan. F. Kerangka Berpikir 1. Peran fasilitas sekolah dalam meningkatkan hasil belajar siswa Fasilitas belajar sangat dibutuhkan dalam kegiatan belajar mengajar secara formal yang pada umumnya berlangsung di sekolah. Ketika berbicara masalah fasilitas belajar dan sebelum membahas lebih dalam mengenai fasilitas belajar, maka perlu diketahui terlebih dahulu mengenai definisi atau 51 w. A B B Y Y.c om

(71) w. A B B Y Y.c Y F T ra n sf o he re to bu y rm C lic k om w w w w PD ABB to he re C lic k PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Y 3.0 3.0 bu y rm er Y F T ra n sf o ABB PD er Y pengertian fasilitas belajar. Syaiful Bahri mengemukakan bahwa, fasilitas belajar merupakan kelengkapan belajar yang harus dimiliki oleh sekolah. 2. Peran orang tua dalam meningkatkan hasil belajar siswa Keluarga adalah kelompok sosial yang utama dimana anak belajar menjadi manusia sosial. Perhatian orang tua merupakan faktor yang paling penting dalam membina suksesnya belajar. Keluarga perhatian dan dukungan dari orang tua dapat menyebabkan anak malas, acuh dan kurang minat dalam belajar. Orang tua yang terlalu sibuk dengan pekerjaan sehingga control dan bimbimbingan terhadap anak dalam sangat kurang dapat menyebabkan anak kurang bergairah dalam belajar. Anak membutuhkan rangsangan, motivasi, bimbingan atau dukungan dari orang tua. Untuk memberikan dukungan ini hendaknya orang tua melakukan berbagai usaha, diantaranya membimbing anak dalam belajar, membelikan buku-buku yang belum dimilki, memberikan pujian dan kasih sayang. Dukungan dari orang tua sangat penting dalam membangkitkan minat dan rangsangan anak untuk belajar. 3. Peran pendidik dalam meningkatkan hasil belajar Peran guru sebagai pengajar dan pembimbing dalam kegiatan belajar peserta didik dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti motivasi, kematangan, hubungan peserta didik dengan guru, kemampuan verbal, tingkat kebebasan, rasa aman dan keterampilan guru dalam berkomunikasi. Jika faktor-faktor di atas dipenuhi, maka melalui pembelajaran peserta didik dapat belajar dengan 52 w. A B B Y Y.c om

(72) w. A B B Y Y.c Y F T ra n sf o he re to bu y rm C lic k om w w w w PD ABB to he re C lic k PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Y 3.0 3.0 bu y rm er Y F T ra n sf o ABB PD er Y baik. Guru harus berusaha membuat sesuatu menjadi jelas bagi peserta didik dan terampil dalam memecahkan masalah. 4. Hasil belajar Hasil adalah bukti keberhasilan yang dicapai. Proses belajar yang dialami siswa menghasilkan perubahan-perubahan dalam bidang pengetahuan atau pemahaman dalam bidang keterampilan, nilai dan sikap. Adanya perubahan itu tampak dalam perstasi belajar yang dihasilkan siswa terhadap pertanyaan, tugas atau ujian yang diberikan oleh guru. Gambar 2:9 Paradigma Ganda dengan tiga variabel Independen X1 Y X2 X3 Keterangan : X1 = Fasilitas Sekolah X2 = Orang Tua X3 = Pendidik Y. = Hasil Belajar 53 w. A B B Y Y.c om

(73) w. A B B Y Y.c Y F T ra n sf o he re to bu y rm C lic k om w w w w PD ABB to he re C lic k PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Y 3.0 3.0 bu y rm er Y F T ra n sf o ABB PD er Y G. Hipotesis Berdasarkan kajian teori yang di tuliskan di atas, maka hipotesis pada penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut : 1. Ada peran signifikan terhadap fasilitas sekolah dalam meningkatkan hasil belajar siswa SD Inpres Bime di Kabupaten Pegunungan Bintang Papua tahun 2013. 2. Ada peran signifikan terhadap orang tua dalam meningkatkan hasil belajar siswa SD Inpres Bime di Kabupaten Pegunungan Bintang Papua tahun 2013. 3. Ada peran signifikan terhadap pendidik dalam meningkatkan hasil belajar siswa SD Inpres Bime di Kabupaten Pegunungan Bintang Papua tahun 2013. 54 w. A B B Y Y.c om

(74) w. A B B Y Y.c Y F T ra n sf o he re to bu y rm C lic k om w w w w PD ABB to he re C lic k PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Y 3.0 3.0 bu y rm er Y F T ra n sf o ABB PD er Y BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif faktual di lokasi karena penelitian ini mendiskripsikan peran fasilitas sekolah, orang tua dan pendidik dalam meningkatkan hasil belajar siswa SD Inpres Bime di Kabupaten Pegunungan Bintang Papua. B. Subjek, Objek Penelitian, dan Tempat dan Waktu Penelitian 1. Subjek Penelitian Subjek penelitian adalah semua orang atau sekelompok orang yang di jadikan responden penelitian. Dalam penelitian ini yang menjadi subjek adalah siswasiswi pelajar asal Kabupaten Pegunnungan Bintang di Distrik Bime. Alasan peneliti memilih subjek siswa-siswi dalam penelitian ini yaitu: a. Hasil belajar siswa–siswi yang tidak maksimal seperti yang diharapkan orang tua dan sekolah. b. Hasil belajar siswa-siswi sangat menyedihkan karena ada beberapa faktor yaitu sesuai dengan judul skripsi peran fasilitas sekolah, orang tua, dan pendidik, dalam meningkatkan hasil belajar siswa –siswi yang kurang baik. c. Salah satu kebanggaan sebagai peneliti adalah, semangat belajar mereka namun, fasilitas sekolah, peran orang tua, secara finansial tidak berperan 55 w. A B B Y Y.c om

(75) w. A B B Y Y.c Y F T ra n sf o he re to bu y rm C lic k om w w w w PD ABB to he re C lic k PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Y 3.0 3.0 bu y rm er Y F T ra n sf o ABB PD er Y dalam meningkatkan hasil belajar siswa bahkan guru yang kurang aktif mengajar tetapi semangat belajar mereka luar biasa, itu salah satu kebanggaan sebagai peneliti, karena saya sendiri mengalaminnya. d. Peneliti ingin mengetahui bagaimana peran fasilitas sekolah, orang tua dan pendidik dalam meningkatkan hasil belajar siswa SD Inpres Bime Kabupaten Pegunungan Bintang Papua. Penelitian ini ingin memberikan informasih kepada pemerintah daerah agar menangani masalah pendidikan secara serius. 2. Objek Penelitian Objek penelitian adalah variabel-variabel yang akan di teliti. Dalam penelitian ini yang menjadi objek penelitian adalah peran fasilitas sekolah, orang tua, dan pendidik dalam meningkat hasil belajar siswa. Ada 4 variabel dalam penelitian ini terdiri dari 3 Variabel Bebas (X) dan 1 variabel terikat (Y). Adapun variabel yang dimaksud adalah : a. Variabel Terikat ( Dependent Variable) hasil belajar siswa b. Variabel Bebas (Independent Variable) meliputi fasilitas sekolah (X1), Orang Tua (X2), dan pendidik (X³). 3. Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian tempat SD Inpres Bime di Kabupaten Pegunungan Bintang Papua. Waktu penelitian bulan Maret sampai bulan April 2013. 56 w. A B B Y Y.c om

(76) w. A B B Y Y.c Y F T ra n sf o he re to bu y rm C lic k om w w w w PD ABB to he re C lic k PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Y 3.0 3.0 bu y rm er Y F T ra n sf o ABB PD er Y C. Populasi, Sampel, dan Teknik Penarikan Sampel 1. Populasi Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas : objek/subjek yang mempunyai kuantitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk di pelajari dan kemudian di tarik kesimpulan. Populasi dari penelitian ini adalah siswa –siswi SD Inpres Bime di Kabupaten Pegunungan Bintang Papua. Adapun jumlah 124 siswa perinciannya adalah sebagai berikut: Tabel III.1 Populasi Siswa SD Inpres BimeKabupaten Pegunungan Bintang Papua No 1. 2. 3 4 5 6 Kelas Jumlah siswa Kelas 1 20 Kelas 2 28 Kelas 3 20 Kelas 4 19 Kelas 5 18 Kelas 6 19 Jumlah 124 Sumber : data sekunder tahun 2013 Arikunto (2006:130) menyatakan apabila seseorang ingin meneliti semua elemen yang ada dalam wilayah penelitian, maka penelitiannya adalah penelitian populasi. Hal itu dikarenakan subjek yang diteliti adalah seluruh siswa putra dan putri kelas 1, 2, 3, 4, 5 dan 6 SD Inpres Bime, di Kabupaten Pegunungan Bintang Papua. 57 w. A B B Y Y.c om

(77) w. A B B Y Y.c Y F T ra n sf o he re to bu y rm C lic k om w w w w PD ABB to PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI C lic k he re Y 3.0 3.0 bu y rm er Y F T ra n sf o ABB PD er Y 2. Sampel Penelitian Sampel yang digunakan dalam penelitian adalah sampel dalam penelitian ini ditentukan dengan menggunakan rumus Solvin (Etta M.S. dan Sophia, 2010:189) sebagai berikut: 𝑛= 𝑛= 𝑁 1 + 𝑁(𝑒 2 ) 124 1+124(0,05 2 ) = 94,7 dibulatkan 95 Keterangan: n = ukuran sampel N= ukuran populasi e = prestasi kelonggaran ketidaktelitian karena kesalahan pengambilan sampel yang masih ditolerir. Jumlah populasi adalah 124, dan tingkat kesalahan yang dikehendaki adalah 5%, maka jumlah sampel yang digunakan adalah : 95 3. Teknik Penarikan Sampel Teknik pengambilan data dalam penelitian ini adalah menggunakan metode proporsional random sampling, dilakukan dengan cara menentukan proporsi tertentu dari kelas 1 sampai kelas 6 sehingga 58 w. A B B Y Y.c om

(78) w. A B B Y Y.c Y F T ra n sf o he re to bu y rm C lic k om w w w w PD ABB to he re C lic k PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Y 3.0 3.0 bu y rm er Y F T ra n sf o ABB PD er Y totalnya menjadi sebanyak 95. Distribusi populasi setiap sampel dapat diamati pada tabel berikut ini: Tabel III.2 Populasi dan Sampel Siswa SD Inpres Bime Kabupaten Pegunungan Bintang Papua No Kelas Jumlah Jumlah Sampel Siswa (Jumlah Siswa*95/124) 1. I 20 (20*95)/124 = 15,32 = 15 2. II 28 (28*95)/124 = 21,45 = 21 3. III 20 (20*95)/124 = 15,32 = 15 4. IV 19 (19*95)/124 = 14,55 = 15 5 V 18 (18*95)/124 = 13,79 = 14 6 VI 19 (19*95)/124 = 14,55 = 15 Sumber : data sekunder tahun 2013 D. Variabel Indikator, Definisi Operasional, dan Cara Pengukuranya 1. Variabel Indikator Variabel adalah segala sesuatu yang menjadi sasaran dalam objek penelitian. Adapun variabel dalam penelitian ini adalah: 59 w. A B B Y Y.c om

(79) w. A B B Y Y.c Y F T ra n sf o he re to bu y rm C lic k om w w w w PD ABB to he re C lic k PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Y 3.0 3.0 bu y rm er Y F T ra n sf o ABB PD er Y Tabel III.3 Instrumen Untuk Mengukur Peran Fasilitas Sekolah, Orang Tua Dan Pendidik Dalam meningkatkan Hasil Belajar Siswa SD Inpres Bime di Kabupaten Pegunnungan Bintang Papua Variabel Penelitian Fasilitas Sekolah Indikator  Meja Data Yang Akan Dicari Ketersediaan meja belajar tidak cukup sehingga mereka belajar di tanah. Ketersediaan kursi tempat duduk siswa tidak cukup. Ketersediaan papan tulis tidak cukup maka, guru sulit menjelaskan/ mengambarkan di papan tulis. Ketersediaan kapur untuk menulis juga tidak ada sehingga tidak bisa menulis dan tidak bisa menjelaskan. Ketersediaan toilet tidak tersedia di sekolah Ketesediaan buku-buku sangat kurang di sekolah sehingga, daya membaca siswa juga kurang  Kursi  Papan tulis  Kapur  Toilet  Buku-buku  Ruang Belajar  Ruang guru/Kantor  RuangKepalaSek olah Ruang belajar, yang kurang bagus sehingga aktivitas belajar yang kurang efektif Ruangan guru/ kantor , tidak ada maka, persiapan mengajar guru kurang Ruang kepala sekolah tidak ada sehingga kepala sekolah tidak bekerja dengan maksimal.  Ruang Perpustakaan Perpustakaan tidak ada maka, siswa juga meminjam buku untuk belajar sendiri kurang  Biaya sekolah Biaya sekolah yang kurang mampu karena sektor ekonomi Orang Tua 60 w. A B B Y Y.c om

(80) w. A B B Y Y.c Y F T ra n sf o he re to bu y rm C lic k om w w w w PD ABB to he re C lic k PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Y 3.0 3.0 bu y rm er Y F T ra n sf o ABB PD er Y Variabel Penelitian Pendidik Indikator Data Yang Akan Dicari  Menyediakan fasilitas belajar Menyediakan alat-alat belajar tetapi, sektor ekonomi kurang mampu  Memberi motivasi belajar Tidak memberikan motivasi, siswa belajar dengan baik.  Lulusan SPG Guru-guru yang mengajar pun lulusan SPG jadi, kualitas siswa yang kurang begitu baik Lulusan diploma, maka penguasan materi kurang. Belum ada guru –guru SD lulusan S1 SD Inpres Bime. Mengukur kemampuan siswa apakah sudah paham atau tidak melalui tes ujian tengah semester ( uts) Hasil akhir /ujian akhir akan terlihat, hasil yang diperoleh siswa sehingga guru bisa mengukur kemampuan siswa.  Lulusan DIPLOMA  Lulusan S1 Belajar Siswa  UTS  Hasil akhir/ nilai rapot Sumber : data sekunder tahun 2013 2. Definisi Operasional Untuk menghindari kesalahan penafsiran tentang variabel-variabel yang digunakan dalam penelitian ini, maka peneliti membatasi pengertian dari variabel-variabel tersebut adalah: a. Variabel Bebas (Independent Variable) meliputi fasilitas sekolah (X1), orang tua (X2), dan pendidik (X³). 1) Peran fasilitas sekolah adalah fasilitas yang disediakan oleh sekolah untuk mendukung proses kegiatan belajar mengajar (KBM) seperti: 61 w. A B B Y Y.c om

(81) w. A B B Y Y.c Y F T ra n sf o he re to bu y rm C lic k om w w w w PD ABB to PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI C lic k he re Y 3.0 3.0 bu y rm er Y F T ra n sf o ABB PD er Y meja, kursi,papantulis, kapur, buku-buku, toilet, ruang belajar, ruang guru/kantor, ruang kepala sekolah, ruang perpustakaan dll. 2) Peran orang tua adalah memberikan semangat belajar anak dalam bentuk secara finansial seperti: biaya sekolah menyediakan fasilitas belajar belikan buku tulis, buku- buku pelajaran, bolpoin, tas sekolah, sepatu sekolah agar anak mempunyai semangat belajar yang tinggi maka akan sangat juga secara otomatis mempengaruhi hasil belajar anak. 3) Peran pendidik, di Papua khususnya Kabupaten Pegunungan Bintang guru-guru yang mengajar adalah lulusan SPG, DIPLOMA, dan tidak ada S1 yang mengajar SD Inpres Bime di Kabupate Pegunnungan Bintang Papua, sehinggahasil belajar siswa yang tidak optimal. Menurut Masjumi (2008:74) peranan dan tugas guru seharusnya dipilih dan ditetapkan sebelum pelaksanaan proses belajar mengajar. Oleh karena itu guru harus memahami betul peranannya dalam proses belajar mengajar yang bersifat majemuk, artinya peran guru tidak hanya satu tetapi lebih dari satu. b. Variabel Terikat (Dependent Variable) hasil belajar siswa Hasil adalah merupakan nilai rapot yang diperoleh siswa SD Inpres Bime di Kabuapaten Pegunungan Bintang Papua, pada semester ganjil. Cara Menentukan Hasil Belajar Dalam dunia pendidikan, khususya persekolaan 62 guru wajib mengetahui sejauh w. A B B Y Y.c om

(82) w. A B B Y Y.c Y F T ra n sf o he re to bu y rm C lic k om w w w w PD ABB to he re C lic k PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Y 3.0 3.0 bu y rm er Y F T ra n sf o ABB PD er Y mana keberhasilan siswanya telah mengikuti pelajaran yang diberikan oleh guru. 3. Cara Pengukurannya Indikator yang diperoleh dari variabel fasilitas sekolah, peran orang tua, peran pendidik, dan hasil belajar siswa yang diubah ke dalam daftar pernyataan (kuisioner) dengan bentuk pernyataan tertutup. Teknik pengukuran yang dipergunakan adalah dengan menggunakan skala likert. Skala likert digunakan untuk mengukur sikap seseorang tentang fenomena sosial. Dalam penelitian ini, fenomena sosial yang dimaksud adalah hasil belajar siswa yang dipengaruhi oleh peran fasilitas sekolah, peran orang tua, dan peran pendidik. Penilaian atas jawaban-jawaban yang diberikan oleh responden diukur dengan tingkat 1 s.d 4, tingkat jawabannya adalah sebagai berkut: Tabel III.4 Skoring Berdasarkan Skala Likert Kriteria Jawaban Skor Sangat setuju (SS) Setuju (S) Kurang Setuju (KS) Tidak Sejutu (TS) Sumber : data sekunder tahun 2013 63 Positif 4 3 2 1 Negatif 1 2 3 4 w. A B B Y Y.c om

(83) w. A B B Y Y.c Y F T ra n sf o he re to bu y rm C lic k om w w w w PD ABB to he re C lic k PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Y 3.0 3.0 bu y rm er Y F T ra n sf o ABB PD er Y E. Data Yang di Cari 1. Data Primer Data primer adalah data atau informasi dari sumber pertama, yang biasa disebut responden. Data atau informasi yang diperoleh dalam penlitian berasal dari Siswa SD Inpres Bime di Kabupaten Pegunnungan Bintang Papua. Data tersebut diperoleh dengan: a. Membagikan kuisioner yang mencakup pernyataan mengenai peran fasilitas sekolah yang terdiri dari: meja, kursi, papan tulis, kapur, toilet, buku-buku, ruang belajar, ruangan guru/ kantor, ruang kepala sekolah, dan ruang perpustakaan. b. Membagikan kuisioner yang mencakup pernyataan mengenai peran orang tua, yang terdiri dari: dukungan biaya sekolah, menyediakan fasilitas sekolah di rumah, dan memberikan motivasi belajar. c. Membagikan kuisioner yang mencakup pernyataan mengenai peran pendidik yang terdiri atas: Lulusan SPG, Lulusan DIPLOMA, dan Lulusan S1. d. Hasil belajar siswa yang diambil dari ulangan tengah semester (UTS) dan nilai rapot. 64 w. A B B Y Y.c om

(84) w. A B B Y Y.c Y F T ra n sf o he re to bu y rm C lic k om w w w w PD ABB to he re C lic k PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Y 3.0 3.0 bu y rm er Y F T ra n sf o ABB PD er Y 2. Data Sekunder Data sekunder merupakan data yang sudah tersedia sehingga kita tinggal mencari dan mengumpulkannya. Data skunder berupa studi kepustakaan yang artinya bahan-bahan yang didapatkan dari buku-buku literatur, jurnal, dan artikel yang dapat digunakan sebagai landasan teori yang digunakan sebagai pedoman dan evaluasi dalam penelitian ini. F. Teknik Pengumpulan Data 1. Kuisisoner (angket) Dalam penelitian ini teknik pengumpulan data menggunakan kuisioner. Kuisioner merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seprangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawabnya (Sugiyono, 2009:142). Kuisioner ini disebarkan ke dalam populasi dengan jumlah responden 124 orang, yang digunakan untuk mengumpulkan data peran fasilitas sekolah, orang tua, dan pendidik dalam meningkat hasil belajar siswa SD Inpres Bime di Kabupaten Pegunungan Bintang Papua baik secara sendiri-sendiri maupun secara bersamaan. 65 w. A B B Y Y.c om

(85) w. A B B Y Y.c Y F T ra n sf o he re to bu y rm C lic k om w w w w PD ABB to he re C lic k PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Y 3.0 3.0 bu y rm er Y F T ra n sf o ABB PD er Y Tabel III.5 Kisi-kisi Instrumen Untuk Mengukur Peran Fasilitas Sekolah, Orang Tua, dan Pendidik Dalam Meningkatkan Hasil Belajar Siswa SD Inpres Bime di Kabupaten Pegunungan Bintang Papua No Data Yang Dicari 1. 2. Identitas responden Ketersediaan meja, kursi, papan tulis, kapur, buku-buku, toilet, ruang belajar, ruang guru, ruang kepala sekolah, perpustakaan, dan sebagainya. 3. Peran orang tua membiayai sekolah dan membelikan fasilitas belajarseperti : buku tulis, bukubuku pelajaran, bolpoin, tas sekolah, sepatu sekolah agar anak mempunyai semangat belajar yang tinggi. 4. Pendidik, di Papua khususnya Kabupaten Pegunungan Bintang guru-guru yang mengajar adalah lulusan SPG, DIPLOMA saja tidak ada S1 sehingga prestasi belajar siswa SD Inpres Bime tidak optimal. 5. Hasil adalah merupakan nilai rapot yang diperoleh siswa SD Inpres Bime Kabuapaten Pegunungan Bintang Papua pada semester ganjil. Sumber : data sekunder tahun 2013 Jumlah Item 2 10 No. Item Kuesioner Positif Negatif A. 1,2,3,4,5,6, 7,8,9,10 10 B. 1,2,3,4,5,6, 7,8,9,10 10 C. 1,2,3,4,5,6, 7,8,9,10 2. Dokumentasi Metode dokumentasi adalah metode pengumpulan data dengan cara mencatat, membaca, dan mempelajari dokumen-dokumen yang berhubungan dengan objek penelitian. Dalam penelitian ini dokumentasi digunakan untuk 66 w. A B B Y Y.c om

(86) w. A B B Y Y.c Y F T ra n sf o he re to bu y rm C lic k om w w w w PD ABB to he re C lic k PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Y 3.0 3.0 bu y rm er Y F T ra n sf o ABB PD er Y mengungkapkan data tentang hasil belajar siswa SD Inpres Bime di Kabupaten Pegunungan Bintang Papua, tahun ajaran 2012/2013 yang diambil dari hasil ujian kenaikan kelas, nilai rapot (UAS). G. Teknik Pengujian Instrumen 1. Pengujian Validitas Uji validitas digunakan untuk mengetahui seberapa cermat suatu instrumen atau item-item dalam mengukur apa yang ingin diukur (Priyatno, 2012:95). Pengujian validitas dilakukan dengan mengkorelasi (r).koevisien yang sering digunakan untuk mengukur kevalidan suatu tes adalah korelasi product moment (Person). Korelasi product moment digunakan menguji hipotesis pengaruh antara satu variabel dependen dengan satu variabel independen. Rumusnya adalah sebagai berikut: r= 𝑥¹𝑦¹ ataur = ( 𝑥¹)² ( 𝑦¹)² Keterangan : N 𝑋𝑌−( 𝑋)( 𝑌) ( 𝑋²−( 𝑋)²) ( 𝑌²−( 𝑌)²) rxy = korelasi antara variabel X dan Y N = banyaknya data XY = Jumlah hasil penelitian antara skor X dan skor Y X = Jumlah seluruh skor X Y = Jumlah seluruh skor Y. Nilai koefisien r diperhitungkan pada signifikan 5%. Apabila hasil perhitungan koefisien nilai r menunjukkan lebih besar atau sama dengan taraf 5%, maka item tersebut dinyatakan valid. Pada kasus ini 67 w. A B B Y Y.c om

(87) w. A B B Y Y.c Y F T ra n sf o he re to bu y rm C lic k om w w w w PD ABB to he re C lic k PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Y 3.0 3.0 bu y rm er Y F T ra n sf o ABB PD er Y peneliti meneliti variabel fasilitas sekolah, orang tua, pendidikan dan hasil belajar siswa, dengan sampel (n) = 30 dan alpha = 0,05 didapat r tabel = 0,361. Keputusan uji validitas apabila: r hitung> r tabel, maka Ho ditolak, artinya butir pertanyaan yang diuji valid. r hitung≤ r tabel, maka Ho diterima, artinya butir pertanyaan yang diuji tidak valid. 1) Variabel Fasilitas Sekolah Tabel III.6 Rangkuman Uji Validitas Variabel Fasilitas Sekolah Butir Nilai t Tabel Nilai r Hitung Pernyataan 1. 0,361 0,319 2. 0,361 0,668 3. 0,361 0,214 4. 0,361 0,612 5. 0,361 0,582 6. 0,361 0,107 7. 0,361 0,765 8. 0,361 0,028 9. 0,361 0,617 10. 0,361 0,726 Sumber: data primer diolah tahun 2013 Keterangan Tidak Valid Valid Tidak Valid Valid Valid Valid Valid Tidak Valid Valid Valid Dari 10 item yang nilai signifikans lebih dari 0,05 adalah 7 item dan 3 item lainya kurang dari 0,05. Jadi ke 7 item tersebut dinyatakan valid dan ke 3 item lainya dinyatakan tidak valid sehingga harus dibuang. 68 w. A B B Y Y.c om

(88) w. A B B Y Y.c Y F T ra n sf o he re to bu y rm C lic k om w w w w PD ABB to he re C lic k PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Y 3.0 3.0 bu y rm er Y F T ra n sf o ABB PD er Y 2) Variabel Orang Tua Tabel III.7 Rangkuman Uji Validitas Variabel Orang Tua Butir Nilai t Tabel Nilai r Hitung Pernyataan 1. 0,361 0,356 2. 0,361 0,425 3. 0,361 0,387 4. 0,361 0,627 5. 0,361 0,617 6. 0,361 0,147 7. 0,361 0,267 8. 0,361 0,418 9. 0,361 0,421 10. 0,361 0,542 Sumber: data primer diolah tahun 2013 Keterangan Tidak Valid Valid Valid Valid Valid Tidak Valid Tidak Valid Valid Valid Valid Dari 10 item yang nilai signifikan lebih dari 0,05 adalah 7 item dan 3 item lainya kurang dari 0,05. Jadi ke 7 item tersebut dinyatakan valid dan ke 3 item lainya dinyatakan tidak valid sehingga harus dibuang. 69 w. A B B Y Y.c om

(89) w. A B B Y Y.c Y F T ra n sf o he re to bu y rm C lic k om w w w w PD ABB to he re C lic k PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Y 3.0 3.0 bu y rm er Y F T ra n sf o ABB PD er Y 3) Variabel Pendidik Tabel III.8 Rangkuman Uji Validitas Variabel Pendidik Butir Nilai t Tabel Nilai r Hitung Pernyataan 1. 0,361 0.365 2. 0,361 0,689 3. 0,361 0,626 4. 0,361 0.077 5. 0,361 0,161 6. 0,361 0,388 7. 0,361 0,386 8. 0,361 0,032 9. 0,361 0,164 10. 0.361 0,120 Sumber: data primer diolah tahun 2013 Keterangan Valid Valid Valid Tidak Valid Tidak Valid Valid Valid Tidak Valid Tidak Valid Tidak Valid Dari 10 item yang nilai signifikan lebih dari 0,05 adalah 5 item dan 5 item lainya kurang dari 0,05. Jadi ke 5 item tersebut dinyatakan valid dan ke 5 item lainya dinyatakan tidak valid sehingga harus dibuang. 2. Pengujian Reliabilitas Reliabilitas adalah pengukuran yang digunakan beberapa kali untuk mengukur obyek yang sama, akan menghasilkan data yang sama. k   Si 2  1   𝜶= k  1  St 2  70 w. A B B Y Y.c om

(90) w. A B B Y Y.c Y F T ra n sf o he re to bu y rm C lic k om w w w w PD ABB to he re C lic k PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Y 3.0 3.0 bu y rm er Y F T ra n sf o ABB PD er Y Dimana: α = koefisien reliabilitas alpha k = jumlah item Si = varians responden untuk item I St = jumlah varians skor total Sebuah kuisioner dikatakan reliabel atau tidak dengan melihat besarnya nilai alpha, caranya yaitu dengan membandingkan nilai rhitung dengan rtabel. Kuisioner dikatakan reliabel apabila rhitung≥rtabel, sedangkan kuesioner dinyatakan tidak reliabel apabila rhitung ≤ rtabel Jika nilai alpha lebih dari 0,60 maka instrument penelitian dinyatakan reliabel sebaliknya jika nilai alpha kurang dari 0,60 maka instrument penelitian dinyatakan tidak reliabel pernyataan ini dikemukakan oleh Nunnaly. Sebagai pedoman untuk menentukan keterandalan instrumen penelitian, digunakan interpretasi nilai r yang dikemukakan oleh: (Arikunto, 1993:7), dengan pedoman sebagai berikut: Tabel III.9 Tingkat Keterandalan Instrumen Penelitian Koefisien Alpha Tingkat Keterandalan 0,800 – 1,000 Sangat Tinggi 0,600 – 0,800 Tinggi 0,400 – 0,600 Cukup 0,200 – 0,400 Rendah 0,000 – 0,200 Sangat Rendah Sumber: data primer diolah tahun 2013 71 w. A B B Y Y.c om

(91) w. A B B Y Y.c Y F T ra n sf o he re to bu y rm C lic k om w w w w PD ABB to he re C lic k PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Y 3.0 3.0 bu y rm er Y F T ra n sf o ABB PD er Y Hasil pengujian reliabilitas secara keseluruhan Uji reliabilitas instrumen menggunakan rumus cornbach alpha yang dikerjakan menggunakan program SPSS versi 16.0, maka diperoleh hasilnya sebagai berikut: Tabel III.10 Rangkuman Hasil Pengujian Reliabilitas Variabel Fasilitas Sekolah, Orang Tua, dan Pendidik No Variabel Nilai Nilai r hitung r tabel 1 Fasilitas Sekolah 0,752 0,60 2 Orang Tua 0,759 0,60 3 Pendidik 0,498 0,60 Sumber: data primer diolah tahun 2013 Keterangan Reliabel Reliabel Reliabel Tingkat Keterandalan Tinggi Tinggi Cukup Dapat disimpulkan keseluruhan nilai r hitung atau r alpha lebih besar (>) dari r tabel (0,60) sehingga dapat disimpulkan bahwa semua butir pertanyaan adalah reliabel dan nilai r hitung atau r alpha dari keempat variabel berada pada kategori 0,600-0,800 dan 0,400-0,600 yang berarti ke empat variabel mempunyai tingkat keterandalan yang tinggi dan cukup. H. Teknik Analisis Data 1. Uji Hipotesis a. Pengujian Normalitas Uji normalitas digunakan untuk mengetahui apakah data yang terjaring berdistribusi normal atau tidak. Pengujian dilakukan dengan menggunakan uji satu sampel dari Kolmogrov- Smirnov, yaitu tingkat 72 w. A B B Y Y.c om

(92) w. A B B Y Y.c Y F T ra n sf o he re to bu y rm C lic k om w w w w PD ABB to he re C lic k PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Y 3.0 3.0 bu y rm er Y F T ra n sf o ABB PD er Y kesesuaian antara distribusi harga satu sampel (skor yang diobservasi) dengan distribusi teoritis tertentu. Dengan rumus sebagai berikut (Sugiyono, 2004:150): Rumus D = maksimum[𝑆𝑛1 𝑋 − 𝑆𝑛2 𝑋 ] Keterangan: D = Deviasi atau penyimpangan Sn1 (X) = Distribusi frekuensi kumulatif teoritis Sn2 (X) = Distribusi frekuensi yang diobservasi Bila probabilitas (p) yang diperoleh melalui perhitungan lebih kecil dari taraf signifikans 5% berarti data sebaran variabel tidak normal. Sebaliknya bila probabilitas (p) yang diperoleh melalui perhitungan lebih besar dari taraf signifikans 5% berarti data sebaran variabel normal. b. Uji Linieritas Uji linieritas dilakukan untuk mengetahui apakah masing-masing variabel bebas mempunyai hubungan linier atau tidak dengan variabel terikatnya. Uji linieritas ini digunakan dengan analisis varians dengan menggunakan rumus F. Rumus yang digunakan untuk mencari nilai F adalah sebagai berikut (Sudjana, 1989:332) 73 w. A B B Y Y.c om

(93) w. A B B Y Y.c Y F T ra n sf o he re to bu y rm C lic k om w w w w PD ABB to he re C lic k PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Y 3.0 3.0 bu y rm er Y F T ra n sf o ABB PD er Y Rumus: 2 FS S TG 2 G Keterangan: F = Bilangan untuk linieritas S2TG = Varian tuna cocok S2G = Varian kekeliruan Kriteria pengujian linieritasnya yaitu: 1) Jika nilai Fhitung lebih kecil dari Ftabel pada taraf signifikasi 5% dengan derajat kebebasan (dk)= (k-2) dan (n-k) maka hubungan variabel bebas dengan variabel terikat bersifat linear. 2) Jika nilai Fhitung lebih besar dari Ftabel pada taraf signifikasi 5% dengan derajat kebebasan (dk) = (k-2) dan (n-k) maka hubungan variabel bebas dengan variabel terikat tidak bersifat linear. 2. Uji Asumsi Klasik a. Uji Multikolinearitas Uji multikolinearitas bertujuan untuk menguji apakah model regresi ditemukan adanya korelasi anatara variabel bebas (independen). Model regresi yang baik seharusnya tidak terjadi korelasi diantara variabel independen. Jika variabel independen saling berkorelasi, maka variabel tersebut tidak memiliki korelasi sama dengan nol. Uji ini diterapkan untuk analisis regresi berganda yang terdiri dari dua atau lebih variabel bebas, 74 w. A B B Y Y.c om

(94) w. A B B Y Y.c Y F T ra n sf o he re to bu y rm C lic k om w w w w PD ABB to he re C lic k PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Y 3.0 3.0 bu y rm er Y F T ra n sf o ABB PD er Y untuk mengukur pengaruh variabel bebas tersebut melalui besaran koefisien korelasi (r). Untuk mendeteksi ada atau tidaknya multikolinearitas di dalam model regresi penulis menggunakan rumus: 𝑉𝑎𝑟 𝛽𝑗 = 𝜎2 𝑉𝐼𝐹𝑗 𝑋𝑗2 R2j merupakan R2 yang diperoleh dari regresi auxiliary antara variabel independen dengan variabel independen sisanya (k-1).VIF merupakan variance inflation factor. Jika R2j mendekati 1 maka ada kolinearitas antar variabel independen, maka VIF akan naik dan mendekati tak terhingga jika nilai R2j = 1. Dengan demikian VIF bisa digunakan untuk mendeteksi masalah multikolinearitas dalam sebuah regresi berganda. Jika nilai VIF semakin membesar maka diduga ada multikolinearitas. Dasar pengambilan keputusan: 1) Jika semakin kecil nilai Tolerance dan semakin besar nilai VIF maka semakin mendekati terjadinya masalah multikolinearitas. 2) Jika tolerance lebih dari 0,1 dan VIF kurang dari 10 maka tidak terjadi multikolinearitas 75 w. A B B Y Y.c om

(95) w. A B B Y Y.c Y F T ra n sf o he re to bu y rm C lic k om w w w w PD ABB to PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI C lic k he re Y 3.0 3.0 bu y rm er Y F T ra n sf o ABB PD er Y Pengujian multikoliniearitas data dalam penelitian ini didasarkan pada (1) variance inflation factor (VIC)(2) nilai tolerance dan lawannya dengan bantuan SPSS for Windows versi 16. b. Heteroskedastisitas Uji Heteroskedastisitas bertujuan menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan variance dan residual satu pengamatan ke pengamatan lain. Model regresi yang baik adalah yang tidak terjadi heteroskedastisitas. Untuk mendeteksi ada atau tidaknya heteroskedastisitas, digunakan uji dengan metode korelasi Spearman adalah sebagai berikut: rs = 1 – 6 𝑛 𝑑 12 2 (𝑛 − 1) Dimana d adalah perbedaan rank antara residual (𝑒1 ) dengan variabel independen x dan n adalah jumlah observasi. Metode deteksi heteroskedastisitas dengan korelasi Spearman. Pengujian heteroskedastisitas pada penelitian ini menggunakan program SPSS for windows versi 16. c. Uji Autokorelasi Uji autokorelasi bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi linear ada korelasi antara kesalahan pengganggu pada periode t dengan kesalahan pengganggu pada periode t-1. Jika terjadi korelasi maka 76 w. A B B Y Y.c om

(96) w. A B B Y Y.c Y F T ra n sf o he re to bu y rm C lic k om w w w w PD ABB to he re C lic k PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Y 3.0 3.0 bu y rm er Y F T ra n sf o ABB PD er Y dinamakan autokorelasi. Untuk mendeteksi ada tidaknya autokorelasi dapat diuji dengan jalan menghitung “ The Durbin-Watson, d” denganrumus sebagai berikut: Keterangan: d = statistik durbin watson e = gangguan estimasi i = observasi terakhir i-1 = observasi sebelumnya Untuk memperoleh kesimpulan apakah ada masalah autokorelasi atau tidak, hasil hitungan statistic d harus dibandingkan dengan tabel statistic d. pemilihan angka tabel d harus memperhatikan banyaknya parameter (=k), dan jumlah observasi (=n), pada tingkat signifikan (=α) tertentu. Hipotesis yang dapat disimpulkan adalah: H0 :  ≤ 0 (tidak ada autokorelasi positif) HA : > 0 (ada autokorelasi positif) 77 w. A B B Y Y.c om

(97) w. A B B Y Y.c Y F T ra n sf o he re to bu y rm C lic k om w w w w PD ABB to he re C lic k PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Y 3.0 3.0 bu y rm er Y F T ra n sf o ABB PD er Y Keputusan ada tidaknya autokorelasi adalah (Kuncoro, 2007): 1) Bila nilai DW lebih besar daripada batas atas (upper bound, U), maka koefisien autokorelasi sama dengan nol. Artinya, tidak ada autokorelasi positif. 2) Bila nilai DW lebih rendah daripada batas bawah (lower bound, L), maka koefisien autokorelasi lebih besar daripada nol. Artinya, ada autokorelasi positif. 3) Bila nilai DW terletak di antara batas atas dan batas bawah, maka koefisien autokorelasi tidak dapat disimpulkan. Durbin-Watson telah berhasil mengembangkan uji statistik yang disebut uji statistik d, sehingga berhasil menurunkan nilai kritis batas bawah (dL) dan batas atas (dU) sehingga jika nilai d terletak di luar nilai kritis maka ada tidaknya autokorelasi baik positif atau negatif dapat diketahui. Penentuan ada tidaknya autokorelasi dapat dilihat dengan jelas dalam gambar Statistik Durbin-Watson d di bawah ini Autokorelasi Ragu-ragu Tidak Ada Ragu-ragu Autokorelasi Positif Autokorelasi Negatif O dL dU 78 24 - du 4- dL w. A B B Y Y.c om

(98) w. A B B Y Y.c Y F T ra n sf o he re to bu y rm C lic k om w w w w PD ABB to he re C lic k PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Y 3.0 3.0 bu y rm er Y F T ra n sf o ABB PD er Y Tabel III.11 Uji Statistik Durbin-Watson d Nilai Statistik d      0 < d < dL d L ≤ d ≤ dU 4 – dL< d < 4 4 – du ≤ d ≤ 4 – dL du< d < 4 -du Hasil      Menolak hipotesis nol; ada autokorelasi positif Daerah keragu-raguan; tidak autokorelasi positif Menolah hipotesis nol, tidak ada korelasi negatif Daerah keragu-raguan; tidak ada keputusan Menolak hipotesis nol, tidak ada autokorelasi positif dan negative 3. Analisis Regresi Berganda Analisis regresi berganda merupakan pengembangan dari analisis regresi sederhana. Analisis regresi digunakan untuk melakukan prediksi, bagaimana perubahan nilai variabel dependen bila nilai variabel independen dinaikan atau diturunkan nilainya (dimanipulasi). Pada analisis ini, variabel independen X yang diperhitungkan jumlahnya lebih dari 2. Analisis ini digunakan untuk meneliti pengaruh dari beberapa variabel independen X terhadap variabel dependen Y. Untuk melihat apakah ada peran variabel independen X terhadap variabel dependen Y yaitu dengan melihat hasil regresi berganda pada output SPSS dengan melihat tabel Coefficients pada Kolom Standardized Coefficients yaitu dengan melihat nilai Beta (β). Penggunaan standardized coefficients beta dikarenakan unit ukuran variabel bebas tidak sama. Keuntungan penggunaan standardized coefficients 79 w. A B B Y Y.c om

(99) w. A B B Y Y.c Y F T ra n sf o he re to bu y rm C lic k om w w w w PD ABB to he re C lic k PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Y 3.0 3.0 bu y rm er Y F T ra n sf o ABB PD er Y beta adalah mampu mengeliminasi perbedaan unit ukuran pada variabel bebas. Dengan melakukan regresi dengan standardized variabel adalah agar dapat membandingkan secara langsung antar variabel independen, dalam pengaruhnya masing-masing terhadap variabel dependen. Variabel independen mana yang berpengaruh lebih besar terhadap variabel dependen dapat dilihat dari besar kecilnya masing-masing koefisien (beta) regressor. Rumusan Hipotesis: 1) Fasilitas Sekolah Ho= Fasilitas sekolah tidak berperan secara signifikan dalam meningkatkan hasil belajar siswa Ha= Fasilitas sekolah berperan secara signifikan dalam meningkatkan hasil belajar siswa 2) Orang Tua Ho= Orang tua tidak berperan secara signifikan dalam meningkatkan hasil belajar siswa Ha= Orang tua berperan secara signifikan dalam meningkatkan hasil belajar siswa 3) Pendidik Ho= Pendidik tidak berperan secara signifikan dalam meningkatkan hasil belajar siswa. Ha= Pendidik berperan secara signifikan dalam meningkatkan hasil belajar siswa 80 w. A B B Y Y.c om

(100) w. A B B Y Y.c Y F T ra n sf o he re to bu y rm C lic k om w w w w PD ABB to he re C lic k PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Y 3.0 3.0 bu y rm er Y F T ra n sf o ABB PD er Y 4) Fasilitas sekolah, orang tua, kualitas pendidik (secara bersama-sama) Ho= Fasilitas sekolah, orang tua, pendidik secara bersama-sama tidak berperan secara signifikan dalam meningkatkan hasil belajar siswa. Ha= Fasilitas sekolah, orang tua, pendidikan secara bersama-sama berperan secara signifikan dalam meningkakan hasil belajar siswa. Berdasarkan tabel pada taraf signifikansi 5%, dengan db pembilang = k dan db penyebut = n-k-1, maka dapat disimpulkan sebagai berikut Kriteria Pengujian Hipotesis: a) Jika Fhitung ≤ Ftabel, maka Ho diterima dan Ha ditolak b) Jika Fhitung ≥ Ftabel, maka Ho ditolak dan Ha diterima Atau bisa juga melihat signifikansinya, dengan melihat kolom Sig (ρ): a) Jika Sig ≤ 0,05, maka Ho ditolak dan Ha diterima b) Jika Sig ≥ 0,05, maka Ho diterima dan Ha ditolak a. Analisis Koefisien Determinasi Analisis 𝑅 2 (Adjusted R Square) atau koefisien determinasi digunakan untuk mengetahui seberapa besar prosentase sumbangan pengaruh variabel independen secara bersama-sama terhadap variabel dependen. (Priyanto, 2012:55). 81 w. A B B Y Y.c om

(101) w. A B B Y Y.c Y F T ra n sf o he re to bu y rm C lic k om w w w w PD ABB to he re C lic k PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Y 3.0 3.0 bu y rm er Y F T ra n sf o ABB PD er Y BAB IV GAMBARAN UMUM TEMPAT PENELITIAN A. Identitas Sekolah 1. Nama Sekolah : SD Inpres Bime 2. Alamat Sekolah : Jln. Turuban Bime No. 9 3. Desa /kelurahan : Desa Bime 4. Kecamatan : Kecamatan Bime 5. Kota : Kabupaten Pegunungan Bintang 6. Propinsi : Papua 7. Bentuk Sekolah : Biasa / Konvensional 8. Status Sekolah : Negeri 9. Tanggal /Bln/ Thn Berdiri : 20 / Mei/ 1994 10. Luas Tanah : 15.850 m2 11. Luas Bangunan : 4.340 m2 12. Luas Halaman : 5.326 m2 B. Visi dan Misi Sekolah SD Inpres Bime 1. Visi “Mencerdaskan penerus bangsa dan membangkitkan semangat juang anak – anak”. Visi merupakan salah satu tujuan yang mendorong dan membankitkan siswa SD Inpres Bime yang mampu bersaing. 82 w. A B B Y Y.c om

(102) w. A B B Y Y.c Y F T ra n sf o he re to bu y rm C lic k om w w w w PD ABB to he re C lic k PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Y 3.0 3.0 bu y rm er Y F T ra n sf o ABB PD er Y a. Cerdas artinya anak-anak mampu mengerti pelajaran dan mampu memahami mata pelajaran yang di ajarkan oleh guru dapat mengikuti dengan baik. b. Mendorong artinya, kemampuan siswa sejauh mana, dan sebagai guru memberikan dorongan, memberi motivasi, memberi pujian, agar siswa mempunyai semangat yang ekstra untuk belajar lebih semangat lagi. c. Juang artinya, mempunyai daya juang yang tinggi mencapai tujuan dan mempunyai semangat yang tak pudar, itu akan tercapai cita-cita yang diharapkan. 2. Misi a. Membawa anak-anak siswa mampu berkreasi, mampu menulis, mampu membaca dan mampu menggambar b. Membawa siswa belajar mandiri, bekerja keras, daya juang yang tinggi mampu bersaing c. Membawa siswa lulusan yang unggul dan terampil d. Mampu menghasilkan manusia-manusia mudah mempunyai kreasi, inovatif dan integritas yang tinggi. C. Identitas Kepala Sekolah 1. Nama lengkap : Franis Malo, A.Ma,. Pd. SD 2. Pendidikan terakhir : D3 3. Jurusan : Sekolah Pendidikan Guru (SPG) 83 w. A B B Y Y.c om

(103) w. A B B Y Y.c Y F T ra n sf o he re to bu y rm C lic k om w w w w PD ABB to PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI C lic k he re Y 3.0 3.0 bu y rm er Y F T ra n sf o ABB PD er Y D. Keadaan Sekolah 1. Tanah dan Halaman Tanah sekolah sepenuhnya adalah tanah milik masyarakat Desa Bime luas areal 10.877 𝑚2 . Sekolah ini belum ada pagar kosong. Tabel IV.1 Keadaan Tanah Sekolah SD Inpres Bime Status Luas Tanah Luas Bangunan Sumber : Data dari sekolah 2013 Tanah Masyarakat Desa Bime 10.877 𝑚2 2.835 𝑚2 2. Gedung Sekolah Bangunan sekolah pada umumnya dalam kondisi yang kurang baik, lampuk dan rusak, karena bangunan ini menggunakan bahan adalah kayu sehingga bangunan sebagian besar sudah lapuk dan rusak. Jumlah ruangan untuk melaksanakan kegiatan belajar mengajar cukup namum, kondisi fisik sekolah yang kurang baik. 84 w. A B B Y Y.c om

(104) w. A B B Y Y.c Y F T ra n sf o he re to bu y rm C lic k om w w w w PD ABB to he re C lic k PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Y 3.0 3.0 bu y rm er Y F T ra n sf o ABB PD er Y Dokumentasi Gedung Sekolah SD Inpres Bime 2013 Tabel IV.2 Keadaan Gedung Sekolah SD Inpres Bime Lokal Ruang guru Keterangan 1 Ruang kelas 7 Ruang Perpustakaan 1 Sumber : Data dari Sekolah 201 Tabel IV.3 Data Guru-Guru Tetap dan Guru Tidak Tetap SD Inpres Bime Guru Tetap 1. Franis Malo A.Ma.Pd.SD 2. Tinus Gire A.Ma.Pd.SD 3. Rulan Betebalyo A.Ma.Pd.SD Sumber : data dari sekolah 2013 85 Guru Tidak Tetap 1. Geri Keduman 2. Terri Duyala w. A B B Y Y.c om

(105) w. A B B Y Y.c Y F T ra n sf o he re to bu y rm C lic k om w w w w PD ABB to he re C lic k PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Y 3.0 3.0 bu y rm er Y F T ra n sf o ABB PD er Y E. Keadaan Peserta Didik Tabel IV.4 Jumlah Peserta Didik SD Inpres Bime No Kelas Jumlah Peserta Didik 1 Kelas I 2 Kelas II 3 Kelas III 4 Kelas IV 5 Kelas V 6 Kelas VI Jumlah Total Sumber : dari data Sekolah 2013 20 28 20 19 18 19 124 Melihat kondisi sekolah di SD Inpres Bime, sangat menyedihkan bangunan yang di bangun tahun 1994 itu sudah rusak dan lapuk kayu bahkan meja dan kursi belajar tidak ada sehingga, belajar tidak nyaman proses belajar mengajar di sekolah. Secara keseluruhan kondisi fisik bangunan lapuk dan tidak layak di gunakan namun, tidak ada bangunan selain bangunan lama maka, siswa siswi masih menggunakan kelas yang sudah lapuk dan tidak layak untuk di gunakan. F. Anak-Anak Yang Sekolah SD Inpres Bime Berasal Dari 11 Desa Anak –anak sekolah yang berlajar SD Inpres Bime di Distrik Bime. Distrik Bime ada 11 Kepala Kampung /Desa, anak –anak yang sekolah bersal dari sebelas kampung. 86 w. A B B Y Y.c om

(106) w. A B B Y Y.c Y F T ra n sf o he re to bu y rm C lic k om w w w w PD ABB to he re C lic k PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Y 3.0 3.0 bu y rm er Y F T ra n sf o ABB PD er Y Tabel IV.5 Nama-nama Kepala Desa Distrik Bime No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 Nama-nama Kepala Kampung / Desa Kepala Kampun Bime Kepala Kampung Calap Kepala Kampung Telly Kelapa Kampung Bob Kepala Kampung Kameme Kepala Kampung Lim –lim Kepala Kampung Perem Kepala Kampung Limiri Kepala Kampung Bunggon Kepala Kampung Puryo Kepala Kampung Pauram Sumber : Diambil dari Kantor Distrik Bime 2013 Siswa yang belajar di SD Inpres Bime adalah berasal dari 11 kepala desa yang diatas, namun Pemerintah Kabupaten Pegunnungan Bintang Papua, tidak perhatikan bangunan sekolah, bangunan lama yang sudah lapuk itu, Kabupaten dari Jaya Wijaya, sementara Kabupaten Pegunungan Bintang tidak perhatikan bangunan sekolah yang sudah rusak dan tidak pantas di gunakan oleh siswa dan ini sangat di sayangkan. Dokumentassi kondisi fisik sekolah dan siswa SD Inpres Bime 2013 87 w. A B B Y Y.c om

(107) w. A B B Y Y.c Y F T ra n sf o he re to bu y rm C lic k om w w w w PD ABB to he re C lic k PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Y 3.0 3.0 bu y rm er Y F T ra n sf o ABB PD er Y Permasalahan tidak perhatikan nasib pendidikan di Kabupaten Pegunungan Bintang Papua, khususnya SD Inpres Bime karena, tidak tegas Dinas Pendidikan Kabupaten Pegunungan Bintang dalam hal ketersediaan fasilitas sekolah, keterbatasan kualitas pendidik, fisik banngunan dan kepala sekolah yang ditempatkan SD tidak ada c kontrol dari Dinas Pendidikan maka, kepala sekolah tidak di tempat dan tidak memperhatikan tugas sebagai kepala sekolah tersebut, lalu tinggal di Jayapura. Pendidikan adalah jalan pembebasan, pentingnya pendidikan pada dasarnya diselenggarakan untuk membebaskan manusia dari berbagai persoalan hidup yang melingkupinya. Namun, pada kenyataannya yang menjadi masalah adalah dari segi ketersediaan fasilitas sekolah, keterbatasan perhatian orang tua, keterbatasaan pendidik dalam meningkat hasil belajar siswa yang kurang memuaskan. Untuk itu, pendidikan dipahami sebagai tolak ukur perwujudan seluruh aspek kehidupan manusia. Pendidikan terus dilaksanakan secara kontinyu bagi lintas negeri ini. Menurut Paulo Freire, pendidikan merupakan salah satu upaya untuk mengembalikan fungsi manusia menjadi manusia agar terhindar dari berbagai penindasan, kebodohan sampai kepada ketertinggalan. Oleh karena itu manusia sebagai pusat pendidikan, maka manusia harus menjadikan alat pembebasan untuk mengantarkan manusia menjadi makhluk yang bermartabat. (Majala Komapo News: 12). 88 w. A B B Y Y.c om

(108) w. A B B Y Y.c Y F T ra n sf o he re to bu y rm C lic k om w w w w PD ABB to he re C lic k PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Y 3.0 3.0 bu y rm er Y F T ra n sf o ABB PD er Y G. Standar Sekolah Dasar (SD) Variabel Penelitian Fasilitas Sekolah, Orang Tua, Dan Hasil Belajar Siswa. Tabel IV.6 a. Fasilitas Sekolah No Fasilitas sekolah 1 Kondisi ruang belajar 2 Kursi dan meja 3 Fasilitas ruang dan referensi buku di perpustakaan 4 5 6 7 8 9 10 Fasilitas ruang dan alat bahan laboratrium IPA Fasilitas ruang dan alat laboratrium Bahasa Alat media pendidikan Buku pegangan Papan tulis dan kapur tulis Peta Indonesia Lapangan Olahraga Sumber : Data sekunder tahun 2013 89 w. A B B Y Y.c om

(109) w. A B B Y Y.c Y F T ra n sf o he re to bu y rm C lic k om w w w w PD ABB to he re C lic k PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Y 3.0 3.0 bu y rm er Y F T ra n sf o ABB PD er Y Tabel IV. 7 b. Orang Tua No Orang Tua 1 Memberikan semangat terhadap diri anak akan pentingnya suatu pendidikan untuk masa depan mereka. 2 Sebagai fasilitator terhadap segala kegiatan mereka. 3 4 5 6 Menjadi sumber ilmu dan pengetahuan dalam keluarga. Memberikan motivasi kepada anak untuk selalu meningkatkan prestasi belajar mereka. Sebagai tempat bertanya dan mengaduh terhadap hal-hal yang menjadi permasalahan anak. Memberikan arahan yang jelas untuk masa depan anak-anaknya. Sumber : Data sekunder tahun 2013 Tabel IV.8 c. Pendidik No Standar Pendidik 1 Kualifikasi akademik 2 Pendidikan dan pelatihan 3 Pengalaman mengajar 4 Perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran 5 Penilain dari atasan dan pengawas 6 Prestasi akademik 90 w. A B B Y Y.c om

(110) w. A B B Y Y.c Y F T ra n sf o he re to bu y rm C lic k om w w w w PD ABB to he re C lic k PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Y 3.0 3.0 bu y rm er Y F T ra n sf o ABB PD er Y No Standar Pendidik 7 Karya pengembangan profesi 8 Keikutsertaan dalam forum ilmiah 9 Pengalaman organisasi di bidang pendidikan & sosial 10 Penghargaan yang relevan dengan bidang pendidikan Sumber : Data sekunder tahun 2013 Tabel IV.9 d. Hasil Belajar Siswa No 1 2 Hasil Belalar Siswa Pengembangan Alat Penilaian Kognitif 1. Pengetahuan, mencakup kemampuan ingatan dari apa yang telah dipelajari, berkaitan fakta dan peristiwa. 2. Pemahaman, mencakup kemampuan menerima arti dan makna dari apa yang telah diterima 3. Penerapan, menerapkan masalah pada yang nyata. 4. Analisis, kemampuan menganalisa apa yang dimengerti menjadi lebih paham lagi. 5. Sintesis, kemapuan membentuk pola baru yang dianggap lebih tepat. 6. Evaluasi, kemampuan untuk menilai hasil ujian atau hal lain sesuai standar Pengembangan Alat Penilaian Afektif 1. Penerapan, berhubungan dengan kesensitifan akan suatu peristiwa. 2. Partisipasi, kesediaan memperhatikan dan perduli untuk ikut serta. 3. Penilaian dan penentuan sikap, penerimaan mengakui penilaian atau pendapat orang lain. 4. Organisasi,sistem nilai pedoman dan pegangan hidup. 5. Pembentukan pola hidup, terkait dengan kehidupan pribadi. 91 w. A B B Y Y.c om

(111) w. A B B Y Y.c Y F T ra n sf o he re to bu y rm C lic k om w w w w PD ABB to he re C lic k PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Y 3.0 3.0 bu y rm er Y F T ra n sf o ABB PD er Y No 3 Prestasi Belajar Siswa Pengembangan Alat Penilaian Psikomotorik 1. Persepsi, kemampuan memilah-milah hal-hal secara khas setelah menyadari adanya perbedaan. Misalnya: pemilahan antara anak yang pendiam dengana anak yang suka berbuat gaduh. 2. Kesiapan, kemampuan penempatan diri dalam gerakan jasmani dengan rohani. Dalam PKn misalnya mengamati perilaku seseorang. 3. Gerakan terbimbing, menirukan gerakan yang sesuai dengan contoh yang diberikan oleh guru. Misalnya dalam PKn, guru memberi contoh : teladan cara mengucap salam yang baik, perilaku yang sopan di depan murid. 4. Gerakan kompleks, melakukan sikap moral cara membantu teman yang membutuhkan bantuan sikap yang menyenangkan, terampil dan cekatan. 5. Gerakan yang terbiasa, mencakup kemampuan melakukan kebiasaan yang baik. Contohnya: kebiasaan mengucapkan salam, jabat tangan dsb. 6. Penyesuaian pola gerakan, menyesuaikan dengan keadaan lingkungan sekitar. 7. Kreativitas, kemampuan berperilaku yang disesuaikan dengan sikap dasar yang dimilikinya sendiri. Misalnya: cara bergaul, cara menolong teman yang membutuhkan. Sumber : Data sekunder tahun 2013 92 w. A B B Y Y.c om

(112) w. A B B Y Y.c Y F T ra n sf o he re to bu y rm C lic k om w w w w PD ABB to he re C lic k PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Y 3.0 3.0 bu y rm er Y F T ra n sf o ABB PD er Y BAB V ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN A. Pelaksanaan Penelitian Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret tahun 2013 di SD Inpres Bime, Kabupaten Pegunungan Bintang Papua. Data dalam penelitian ini diperoleh melalui penyebaran kuesioner sebanyak 124 eksemplar kepada 124 responden berdasarkan kelas (I, II, III, IV, Vdan VI). Dari 124 responden peneliti mengambil 95 responden sebagai sampel.Kuesioner tersebut berisikan pertanyaan-pertanyaan dari semua variabel dalam penelitian ini, yaitu variabel fasilitas belajar, orang tua, pendidik, dan hasil belajar. Selain itu peneliti juga mengambel data-data skunder dari SD Inpres Bime. Berikut ini akan disajikan data tentang karakteristik responden dan berdasarkan angkatan. Tabel V.1 Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin No Jenis Kelamin Presentase 1 Laki-laki 66 70% 2 Perempuan 29 30% Total 95 100% Sumber : data sekunder tahun 2013 93 w. A B B Y Y.c om

(113) w. A B B Y Y.c Y F T ra n sf o he re to bu y rm C lic k om w w w w PD ABB to PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI C lic k he re Y 3.0 3.0 bu y rm er Y F T ra n sf o ABB PD er Y Dari tabel diatas dapat diketahui sebagian besar responden yang paling banyak laki-laki yaitu sebanyak 66 orang atau 70%. Respondent yang paling sedikit perempuan yaitu sebanyak 29 orang atau 30%. B. Pengujian Hipotesis 1. Pengujian AnalisisPrasyarat Uji persyaratan analisis diperlukan guna mengetahui apakah analisis data untuk pengujian hipotesis dapat dilanjutkan atau tidak. Beberapa teknik analisis data menuntut uji persyaratan analisis. Analisis varian mempersyaratkan bahwa data berasal dari populasi yang berdistribusi normal dan linier. a. Uji Normalitas Uji normalitas digunakan untuk mengetahui apakah data yang terjaring berdistribusi normal atau tidak. Pengujian dilakukan dengan menggunakan uji satu sampel dari Kolmogrov-Smirnov, yaitu tingkat kesesuaian antara distribusi harga satu sampel (skor yang diobservasi) dengan distribusi teoritis tertentu. Pengujian ini bantuan dengan menggunakan komputer program SPSS versi 16.0. berikut ini disajikan rangkuman hasil pengujianya: 94 w. A B B Y Y.c om

(114) w. A B B Y Y.c Y F T ra n sf o he re to bu y rm C lic k om w w w w PD ABB to PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI C lic k he re Y 3.0 3.0 bu y rm er Y F T ra n sf o ABB PD er Y Tabel V.2 One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Fasilitas Sekolah N Normal Mean Parameters Std. Deviation a Most Absolute Extreme Positive Difference Negative s Kolmogorov-Smirnov Z Asymp. Sig. (2-tailed) Orang Tua Pendidik Hasil Belajar Siswa 95 13.60 95 15.43 95 10.48 95 69.5589 4.049 3.935 2.693 5.08083 .123 .123 .127 .127 .108 .108 .117 .074 -.054 -.063 -.092 -.117 1.195 1.236 1.055 1.141 .115 .094 .215 .148 a. Test distribution is Normal. Sumber: data primer diolah tahun 2013 Tabel V.3 Rangkuman Uji Normalitas Asymp Sig2-tailed 1 Fasilitas Sekolah 0,115 2 Orang Tua 0,094 3 Pendidik 0,215 4 Hasil Belajar Siswa 0,148 Sumber: data primer diolah tahun 2013 No Variabel α Kesimpulan 0,05 0,05 0,05 0,05 Normal Normal Normal Normal Tabel di atas menunjukkan bahwa nilai probabilitas variabel fasilitas belajar = 0,115, variabel orang tua = 0,094, variabel pendidik = 0,215, dan variabel hasil belajar = 0,148. Nilai-nilai tersebut lebih besar dari nilai α = 0,05 maka hal tersebut menunjukkan bahwa distribusi data penelitian keempat variabel penelitian ini adalah berperan normal. 95 w. A B B Y Y.c om

(115) w. A B B Y Y.c Y F T ra n sf o he re to bu y rm C lic k om w w w w PD ABB to PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI C lic k he re Y 3.0 3.0 bu y rm er Y F T ra n sf o ABB PD er Y b. Uji Linieritas Pengujian linieritas digunakan untuk mengetahui apakah ada hubungan yang linier diantara masing-masing variabel bebas dengan variabel terikat. Hasil pengujian nilai adalah pengaruh variabel fasilitas sekolah, orang tua, dan pendidikan dalam meningkatkan hasil belajar siswa SD Inpres Bime. Secara lengkap tersaji dalam tabel berikut: 1) Fasilitas sekolah dengan hasil belajar siswa Tabel V.4 Linieritas Fasilitas Sekolah Sum of Squares Prestasi Between (Combined) 475.256 _Belaja Groups Linearity 2.006 r_ Deviation Siswa * from 473.250 Fasilita Linearity s_Sekol ah Within Groups 1951.335 Total 2426.591 Mean Square df 18 1 F 26.403 1.028 2.006 Sig. .440 .078 .781 17 27.838 1.084 .384 76 25.675 94 Sumber: data primer diolah tahun 2013 Tabel di atas menunjukkan bahwa nilai Fhitung variabel Fasilitas sekolah dengan variabel hasil belajar = 1,084 dan Ftabel = 1,76. Jadi dapat disimpulkan Fhitung≤Ftabel yaitu 1,084 ≤ 1,76 sehingga peran variabel fasilitas sekolah dengan variabel hasil belajar siswa bersifat linier. 96 w. A B B Y Y.c om

(116) w. A B B Y Y.c Y F T ra n sf o he re to bu y rm C lic k om w w w w PD ABB to PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI C lic k he re Y 3.0 3.0 bu y rm er Y F T ra n sf o ABB PD er Y 2) Orang tua dengan hasil belajar siswa Tabel V.5 Linieritas Dukungan Orang Tua Sum of Squares Hasil Between (Combined) _Belajar_Sis Groups Linearity wa * Deviation Orang_Tua from Linearity 654.933 121.418 Mean Square df 16 F 40.933 1.802 .046 1 121.418 5.346 .023 533.515 15 35.568 1.566 1771.658 78 22.714 Total 2426.591 Sumber: data primer diolah tahun 2013 94 Within Groups Sig. .103 Tabel di atas menunjukkan bahwa nilai Fhitung variabel dukungan orang tua dengan hasil belajar = 1,566 dan Ftabel = 1,802. Maka dapat disimpulkan Fhitung≤Ftabelyaitu 1,566 ≤ 1,802, sehingga pengaruh variabel orang tua dengan variabel hasil belajar siswa bersifat linier. 3) Pendidik dengan hasil belajar siswa Tabel V.6 Linieritas Pendidik Sum of Mean Squares df Square Hasil Between (Combined) _Belajar_Siswa * Groups Linearity Pendidik Deviation from Linearity Within Groups 738.517 14 52.751 333.211 Sig. 2.500 .005 1 333.211 15.791 .000 405.306 13 31.177 1688.074 80 21.101 Total 2426.591 94 Sumber : data primer diolah tahun 2013 97 F 1.478 .144 w. A B B Y Y.c om

(117) w. A B B Y Y.c Y F T ra n sf o he re to bu y rm C lic k om w w w w PD ABB to he re C lic k PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Y 3.0 3.0 bu y rm er Y F T ra n sf o ABB PD er Y Tabel di atas menunjukkan bahwa nilai Fhitung variabel kualitas pendidik = 1,478dan Ftabel = 1,84. Maka dapat disimpulkan Fhitung≤Ftabelyaitu 1,478≤ 1,84., sehingga berperan variabel hasil belajar siswa bersifat linier. Tabel V.7 Rangkuman Uji Linieritas Variabel Df Fhitung Ftabel Fasilitas Sekolah 17/76 1,084 1,76 Orang Tua 15/78 1,566 1,80 Pendidik 13/80 1,478 1,84 Sumber: data primer diolah tahun 2013 Nilai probabilitas (ρ) 0,781 0,023 0,000 Keterangan Linier Linier Linier 2. Pengujian Asumsi Klasik Menurut Sudrajat 1988, dalam bukunya (Priyanto, 1012:59). Pengujian asumsi klasik dipergunakan untuk mengetahui apakah hasil estimasi regresi yang dilakukan benar-benar bebas dari adanya gejala multikolinearitas, heteroskedastisitas, dan autokorelasi. Model regresi akan dapat dijadikan alat estimasi yang tidak bisa jika telah memenuhi persyaratan BLUE (Best Linear Unbiased Estimator) yakni tidak terdapat multikolinearitas, heteroskedastisitas, dan autokorelasi. Jika terdapat heteroskedastisitas, maka varian tidak konstan sehingga dapat menyebabkan standar error. Jika terdapat multikolinearitas, maka akan sulit untuk mengisolasi pengaruh-pengaruh individual dari variabel, sehingga tingkat signifikansi koefisien regresi menjadi rendah. Dengan adanya 98 w. A B B Y Y.c om

(118) w. A B B Y Y.c Y F T ra n sf o he re to bu y rm C lic k om w w w w PD ABB to PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI C lic k he re Y 3.0 3.0 bu y rm er Y F T ra n sf o ABB PD er Y autokorelasi mengakibatkan penaksir masih tetap bias dan masih tetap konsisten hanya saja menjadi tidak efisien. Oleh karena itu, uji asumsi klasik perlu dilakukan. a. Uji Multikolinieritas Uji multikolinearitas bertujuan untuk menguji apakah model regresi ditemukan adanya korelasi anatara variabel bebas (independen).Model regresi yang baik seharusnya tidak terjadi korelasi diantara variabel independen. Jika variabel independen saling berkorelasi, maka variabel tersebut tidak memiliki korelasi atau sama dengan nol. Uji ini diterapkan untuk analisis regresi berganda yang terdiri dari dua atau lebih variabel bebas, untuk mengukur pengaruh variabel bebas tersebut melalui besaran koefisien korelasi (r). Tabel V.8 Uji Multikolinieritas Unstandardiz Standardize ed d Coefficients Coefficients Model 1(Constant) Fasilitas_Sekolah B Std. Error Beta 78.03 2.744 8 Collinearity Statistics t Sig. Tolerance VIF 28.441 .000 .015 .123 .012 .119 .906 .981 1.019 -.135 .135 -.104 -.997 .321 .858 1.166 Pendidik -.630 .196 -.334 -3.210 .002 a. Dependent Variable: Hasil_Belajar_Siswa Sumber: data primer diolah Tahun 2013 .868 1.153 Orang_Tua 99 w. A B B Y Y.c om

(119) w. A B B Y Y.c Y F T ra n sf o he re to bu y rm C lic k om w w w w PD ABB to PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI C lic k he re Y 3.0 3.0 bu y rm er Y F T ra n sf o ABB PD er Y Pertama, Berdasarkan analisis collinearity statistics untuk variabel fasilitas belajar didapat koefisien tolerance 0,981, sedangkan VIF (Variance Inflation Factor) untuk variabel fasilitas belajar sebesar 1,019. Oleh karena nilai tolerance lebih besar dari 0,01 dan nilai VIF lebih kecil dari 10, maka dapat disimpulkan bahwa variabel fasilitas sekolah tidak terjadi multikolinieritas. Kedua, berdasarkan analisis collinearity statistics untuk variabel orang tua didapat koefisien tolerance 0,858, sedangkan VIF (Variance Inflation Factor) untuk variabel orang tua sebesar 1,166. Oleh karena nilai tolerance lebih besar dari 0,01 dan nilai VIF lebih kecil dari 10, maka dapat disimpulkan bahwa variabel orang tua tidak terjadi multikolinieritas. Ketiga, Berdasarkan analisis collinearity statistics untuk variabel kualitas pendidikan didapat koefisien tolerance 0,68, sedangkan VIF (Variance Inflation Factor) untuk variabel kualitas pendidik sebesar 1,153. Oleh karena nilai tolerance lebih besar dari 0,01 dan nilai VIF lebih kecil dari 10, maka dapat disimpulkan bahwa variabel kualiatas pendidik tidak terjadi multikolinieritas. b. Uji Heteroskedastisitas Uji Heteroskedastisitas bertujuan menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan variance dan residual satu pengamatan ke pengamatan lain. Model regresi yang baik adalah yang tidak terjadi 100 w. A B B Y Y.c om

(120) w. A B B Y Y.c Y F T ra n sf o he re to bu y rm C lic k om w w w w PD ABB to PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI C lic k he re Y 3.0 3.0 bu y rm er Y F T ra n sf o ABB PD er Y heteroskedastisitas. Untukmendeteksi ada atau tidaknya heteroskedastisitas, digunakan uji dengan metode korelasi Spearman. Tabel V.9 Uji Heteroskedasitas Unstandardized Coefficients Model B 1 (Constant) Standardized Coefficients Std. Error 2.387 1.690 -.024 .075 .174 Pendidik -.108 a. Dependent Variable: RES Sumber: data primer diolah Tahun 2013 Fasilitas_Sekolah Orang_Tua Beta t Sig. 1.412 .161 -.033 -.320 .750 .083 .232 2.093 .039 .122 -.097 -.886 .378 Hasil analisis pertama diperoleh koefisien korelasi t hitung sebesar 0,320 dengan probabilitas (ρ) sebesar 0,750. Oleh karena nilai probabilitas (ρ) = 0,750≥ α = 0,005, maka dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi heteroskedastisitas untuk variabel fasilitas sekolah. Hasil analisis kedua diperoleh koefisien korelasi t hitung sebesar 2,093 dengan probabilitas (ρ) sebesar 0,039. Oleh karena nilai probabilitas (ρ) = 2,093≥ α = 0,005, maka dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi heteroskedastisitas untuk variabel orang tua. Hasil analisis ketiga diperoleh koefisien korelasi t hitung sebesar 0,086 dengan probabilitas (ρ) sebesar 0,037. Oleh karena nilai probabilitas (ρ) = 0,086≥ α = 0,005, maka dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi heteroskedastisitas untuk variabel pendidik. 101 w. A B B Y Y.c om

(121) w. A B B Y Y.c Y F T ra n sf o he re to bu y rm C lic k om w w w w PD ABB to PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI C lic k he re Y 3.0 3.0 bu y rm er Y F T ra n sf o ABB PD er Y a. Uji Autokorelasi Uji autokorelasi bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi linear ada korelasi antara kesalahan pengganggu pada periode t dengan kesalahan pengganggu pada periode t-1. Jika terjadi korelasi maka dinamakan autokorelasi. Untuk mendeteksi ada tidaknya autokorelasi dapat diuji dengan jalan menghitung “ The Durbin-Watson”. Tabel V.10 Uji Autokorelasi Model R R Square Adjusted R Square a Std. Error of the Estimate 1 .392 .154 .126 4.75039 a. Predictors: (Constant), Pendidik, Fasilitas_Sekolah, Orang_Tua Durbin-Watson 2.208 b. Dependent Variable: Hasil Belajar_Siswa Sumber: dataprimerdiolah Tahun 2013 Berdasarkan tabel di atas, diperoleh nilai DW hitung sebesar 2,208, nilai ini akan dibandingkan dengan nilai tabel dengan menggunakan nilai signifikansi 5%, jumlah sampel 95 (n) maka di tabel Durbin Watson akan didapat sebagai berikut: n = 95 dan k = 4 dan tingkat signifikan 0,05 (α = 0,05) didapat dl = 1,5795 ; du = 1,7546. Oleh sebab nilai DW hitung yaitu 2,208 lebih besar dari batas atas (du) 1,7546 dan kurang dari 4 -du (4 - 1,7546 = 2,2458), dengan demikian dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi autokorelasi untuk variabel fasilitas sekolah, orang tua, dan pendidik. 102 w. A B B Y Y.c om

(122) w. A B B Y Y.c Y F T ra n sf o he re to bu y rm C lic k om w w w w PD ABB to C lic k he re Y 3.0 PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 3.0 bu y rm er Y F T ra n sf o ABB PD er Y Tabel V.11 Rangkuman Hasil Uji Asumsi Klasik Uji Asumsi Klasik Kesimpulan Multikolinieritas Tidak terjadi Heteroskedastisitas Tidak terjadi Autokorelasi Tidak terjadi Sumber: data primer tahun 2013 3. Regresi Berganda Tabel V.12 Uji Regresi Berganda Unstandardized Coefficients Model 1 Std. Error B (Constant) 78.268 2.744 .012 .122 -.127 Pendidik -.659 a. Dependent Variable: Belajar_Siswa Sumber:data primer diolah Tahun 2013. Fasilitas_Sekolah Orang_Tua Standardized Coefficients Beta t Sig. 28.523 .000 .010 .101 .920 .135 -.099 -.945 .347 .197 -.346 -3.339 .001 Jumlah total nilai Beta seluruh variabel: 0,010 + 0,099 + 0,346 = 0,455 a. Fasilitas sekolah Rumusan hipotesis Ho = Fasilitas sekolah tidak berperan secara signifikan hasil belajar siswa Ha = Fasilitas sekolah berperan secara signifikan hasil belajar siswa. 103 w. A B B Y Y.c om

(123) w. A B B Y Y.c Y F T ra n sf o he re to bu y rm C lic k om w w w w PD ABB to PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI C lic k he re Y 3.0 3.0 bu y rm er Y F T ra n sf o ABB PD er Y Standardized Coefficients nilai Beta menunjukkan bahwa fasilistas sekolah = 0,010, orang tua = 0,099 dan pendidik = 0,346 artinya bahwa, sesuai dengan fakta di lapangan memang tidak mendukung untuk belajar siswa. Faktor lain diluar variabel seperti : lingkungan keluarga, sosial ekonomi kelauarga, pendidikan orang tua, faktor lingkungan sosial, kurikulum dan metode mengajar, sosial budaya dan partisipasi terhadap pendidikan, ini sangat beperan terhadap hasil belajar siswa. Namun, pada kenyataan/fakta di lapangan tidak mendukung sehingga hasil belajar siswa sangat kurang. Jika semua faktor disebutkan diatas mendukung maka itu sangat mendukung/berperan yang sangat besar hasil belajar siswa yang baik. Dalam penelitian ini menunjukkan bahwa fasilitas sekolah, orang tua, tidak berperan hasil belajar siswa, sesuai fakta di lapangan bahwa itu tidak mendukung, hanya satu varibel yaitu pendidikan berperan terhadap hasil belajar siswa. Kolom Standardized Coefficient menunjukkan Nilai Beta (β) pada variabel fasilitas sekolah sebesar 0,010 yang artinya bahwa fasiliats sekolah berperan terhadap hasil belajar siswa sebesar (0,010 : 0,455) x 100% = 2,19%. Sedangkan untuk menguji apakah berperan tersebut signifikan atau tidak dengan membandingkan nilai thitung dengan ttabel atau dengan melihat kolom Sig (ρ). Hasil perhitungan yang dilakukan dengan berdasarkan program SPSS menunjukkan bahwa nilai thitung sebesar 0,101, sedangkan nilai ttabel pada df = n-k = 95 – 3 = 92 sebesar 1,66159. Hal ini berarti nilai thitung ≤ ttabel (0,101≤ 104 w. A B B Y Y.c om

(124) w. A B B Y Y.c Y F T ra n sf o he re to bu y rm C lic k om w w w w PD ABB to he re C lic k PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Y 3.0 3.0 bu y rm er Y F T ra n sf o ABB PD er Y 1,66159) dan dapat diartikan Ho diterima dan Ha ditolak yang artinya fasilitas sekolah tidak berperan secara signifikan terhadap hasil belajar siswa. Untuk menguji signifikansinya dapat juga dilihat dari kolom Sig. Probabilitas ditunjukkan dengan nilai 0,920 yang berarti nilai ini berada di atas taraf signifikan 5% (0,05), oleh karena Sig ≥ 0,05 (0,920 ≥ 0,05) maka dapat dikatakan Ho diterima dan Ha ditolak yang artinya fasilitas sekolah tidak berperan secara signifikan terhadap hasil belajar siswa. Dari hasil analisis diatas dapat disimpulkan bahwa Ho diterima dan Ha ditolak yang artinya fasilitas sekolah tidak berperan secara signifikan terhadap hasil belajar siswa. b. Orang Tua Rumusan hipotesis Ho = Orang tua tidak berperan secara signifikan terhadap hasil belajar. Ha = Orang tua berperan secara signifikan terhadap hasil belajar siswa. Kolom Standardized Coefficient menunjukkan Nilai Beta (β) pada variabel orang tua sebesar 0,099 yang artinya bahwa orang tua berperan terhadap hasil belajar siswa sebesar (0,099 : 0,455) x 100% = 21,75%. Sedangkan untuk menguji apakah peran tersebut signifikan atau tidak dengan membandingkan nilai thitung dengan ttabel atau dengan melihat kolom Sig (ρ) 105 w. A B B Y Y.c om

(125) w. A B B Y Y.c Y F T ra n sf o he re to bu y rm C lic k om w w w w PD ABB to he re C lic k PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Y 3.0 3.0 bu y rm er Y F T ra n sf o ABB PD er Y Hasil perhitungan yang dilakukan dengan berdasarkan program SPSS menunjukkan bahwa nilai thitung sebesar 0,945, sedangkan nilai ttabel pada df = n-k = 92 sebesar 1,66159. Hal ini berarti nilai thitung ≤ttabel (0,945≤ 1,66159). dan dapat diartikan Ho diterima dan Ha ditolak yang artinya orang tua tidak berperan secara signifikansi terhadap hasil belajar siswa. Sedangkan untuk menguji signifikansinya dapat dilihat dari kolom Sig. Probabilitas ditunjukkan dengan nilai 0,347 yang berarti nilai ini berada di atas taraf signifikan 5% (0,05), oleh karena Sig ≥ 0,05 (0,347≥ 0,05) maka dapat dikatakan Ho diterima dan Ha ditolak yang artinya peran orang tua tidak berperan secara signifikan terhadap hasil belajar siswa . Dari hasil analisis diatas dapat disimpulkan bahwa Ho diterima dan Ha ditolak yang artinya peran orang tua tidak berperan secara signifikan terhadap hasili belajar siswa. c. Pendidik Rumusan hipotesis Ho = Pendidik tidak berperan secara signifikan terhadap hasil belajar siswa Ha = Pendidik berperan secara signifikan terhadap hasil belajar siswa Kolom Standardized Coefficient menunjukkan Nilai Beta (β) pada variabel pendidik sebesar 0,346 yang artinya bahwa pendidikan berperan terhadap hasil belajar siswa sebesar (0,346 : 0,455) x 100% = 76,04% 106 w. A B B Y Y.c om

(126) w. A B B Y Y.c Y F T ra n sf o he re to bu y rm C lic k om w w w w PD ABB to he re C lic k PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Y 3.0 3.0 bu y rm er Y F T ra n sf o ABB PD er Y sedangkan untuk menguji apakah peran tersebut signifikan atau tidak dengan membandingkan nilai thitung dengan ttabel atau dengan melihat kolom Sig (ρ). Hasil perhitungan yang dilakukan dengan berdasarkan program SPSS menunjukkan bahwa nilai thitung sebesar3,339 sedangkan nilai ttabel pada df = nk = 92 sebesar 1,66159. Hal ini berarti nilai thitung ≥ ttabel (3,339≥1,66159) dan dapat diartikan Ho ditolak dan Ha diterima yang artinya pendidik berperan secara signifikan terhadap hasil belajar siswa. Sedangkan untuk menguji signifikansinya dapat dilihat dari kolom Sig. Probabilitas ditunjukkan dengan nilai 0,01 yang berarti nilai ini berada di bawah taraf signifikan 5% (0,05), oleh karena Sig ≤ 0,05 (0,01 ≤ 0,05) maka dapat dikatakan Ho ditolak dan Ha diterima yang artinya pendidik berperan terhadap hasil belajar siswa. Dari hasil analisis diatas dapat disimpulkan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima yang artinya pendidikan berperan terhadap hasil belajar siswa. d. Fasilitas sekolah, orang tua, dan pendidik secara bersama-sama. Rumusan hipotesis: Ho= Fasilitas sekolah, orang tua, dan pendidik tidak berperan secara signifikan terhadap hasil belajar siswa Ha= Fasilitas sekolah, orang tua, dan pendidik secara bersama-sama berperan secara signifikan terhadap hasil belajar siswa. 107 w. A B B Y Y.c om

(127) w. A B B Y Y.c Y F T ra n sf o he re to bu y rm C lic k om w w w w PD ABB to PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI C lic k he re Y 3.0 3.0 bu y rm er Y F T ra n sf o ABB PD er Y Tabel V.13 ANOVAb Sum of Squares Model Df Mean Square 1Regression 373.068 3 124.356 Residual 2053.523 91 22.566 F 5.511 Sig. .002a Total 2426.591 94 a. Predictors: (Constant), Pendidik, Fasilitas_Sekolah, Orang_Tua b. Dependent Variable: Hasil Belajar_Siswa Sumber: data primer diolah tahun 2013 Berdasarkan hasil perhitungan diperoleh harga Fhitung sebesar 5,511, sementara Ftabelpada df (3;91) sebesar 2,70 sehingga kriteria pengujian hipotesisnya Fhitung≥ Ftabelyaitu 5,511 ≥ 2,70 makaHo ditolak dan Ha diterima, dengan demikian hipotesis keempat yang menyatakan fasilitas sekolah, orang tua, dan pendidik secara bersama-sama berperan secara signifikan terhadap hasil belajar siswa. Sedangkan untuk menguji signifikansinya dapat dilihat dari kolom Sig. Probabilitas ditunjukkan dengan nilai 0,002 yang berarti nilai ini berada di bawah taraf signifikan 5% (0,05), oleh karena Sig ≤ 0,05 (0,002 ≤ 0,05) maka dapat dikatakan Ho ditolak dan Ha diterima yang artinya fasilitas sekolah, orang tua, dan pendidik secara bersama-sama berperan secara signifikan terhadap hasil belajar siswa. Dari hasil analisis diatas dapat disimpulkan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima yang menyatakan bahwa fasilitas sekolah, orang tua, dan 108 w. A B B Y Y.c om

(128) w. A B B Y Y.c Y F T ra n sf o he re to bu y rm C lic k om w w w w PD ABB to he re C lic k PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Y 3.0 3.0 bu y rm er Y F T ra n sf o ABB PD er Y pendidik secara bersama-sama berperan secara signifikan terhadap hasil belajar siswa. Tabel V.14 Model Summary Model R R Square Adjusted R Square a Std. Error of the Estimate 1 .392 .154 .126 a. Predictors: (Constant), Pendidik, Fasilitas_Sekolah, Orang_Tua Sumber: data primer diolah tahun 2013 4.75039 Hasil perhitungan yang dilakukan dengan berdasarkan program SPSS menunjukkan bahwa nilai adjusted R square sebesar 0,126. Perhitungan analisis menunjukkan bahwa faslitas sekolah hanya hasil sebesar 2,2%, orang tua hasilnya 21,8% dan pendidik sebesar 76,04%. Hal ini berarti fasilitas sekolah, orang tua, dan pendidik secara bersama-sama berperan sebesar 0,126 % terhadap hasil belajar siswa. Faktor lain diluar variabel 87,4 % artinya bahwa adalah ada faktor lain yang tidak mendukung, selain fasilitas sekolah, orang tua, pendidik terhadap hasil belajar siswa seperti: Faktor lingkungan keluarga faktor sosial ekonomi keluarga, faktor pendidikan orang tua, faktor linkungan sekolah, faktor kurikulum dan metode mengajar, faktor lingkungan masyarakat, faktor sosial budaya, dan partisipasi terhadap pendidikan. Artinya bahwa ada faktor lain selain variabel yang tidak mendukung hasil belajar siswa. 109 w. A B B Y Y.c om

(129) w. A B B Y Y.c Y F T ra n sf o he re to bu y rm C lic k om w w w w PD ABB to he re C lic k PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Y 3.0 3.0 bu y rm er Y F T ra n sf o ABB PD er Y C. Pembahasan 1. Peran fasilitas sekolah terhadap hasil belajar siswa Hasil analisis data menunjukan bahwa tidak berperan yang signifikan variabel fasilitas sekolah terhadap hasil belajar siswa. Hal ini ditunjukan dengan nilai signifikansinya (probabilitas) lebih besar dari 0,05 yaitu 0,920 ≥ 0,05, serta nilait hitung ≥t tabel yaitu 0,101≤ 1,66159. Berperan dari variabel fasilitas sekolah terhadap hasil belajar siswa merujuk pada nilai Beta (β) sebesar 0,180 yang artinya peran variabel fasiliats sekolah terhadap variabel hasil belajar siswa hanya sebesar (0,010≥ 0,455) x 100% = 2,2%. Meskipun fasilitas belajar hanya sebagian kecil dari faktor- faktor yang mempengaruhi belajar, namun keberadaannya tidak bisa diabaikan begitu saja. Sebab, tanpa adanya fasilitas belajar kegiatan belajar mengajar (KBM) tidak akan dapat terlaksana dengan baik sesuai dengan tujuan yang diharapkan. Fasilitas belajar sangat dibutuhkan dalam kegiatan belajar mengajar secara formal yang pada umumnya berlangsung di sekolah. Ketika berbicara masalah fasilitas belajar dan sebelum membahas lebih dalam mengenai fasilitas belajar, maka perlu diketahui terlebih dahulu mengenai definisi atau pengertian fasilitas belajar. Tetapi, dilihat dari hasil penelitian dapat dijelaskan bahwa ternyata fasilitas sekolah sangat kurang sehingga minat belajar siswa berkurang karena keterbatasan fasilitas sekolah seperti: buku-buku papan tulis, kapur tulis, meja dan kursi sehingga ini akan sangat mempengaruhi 110 w. A B B Y Y.c om

(130) w. A B B Y Y.c Y F T ra n sf o he re to bu y rm C lic k om w w w w PD ABB to he re C lic k PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Y 3.0 3.0 bu y rm er Y F T ra n sf o ABB PD er Y hasil belajar siswa yang tidak signifikan. Hal ini dikarenakan minat belajar siswa berkurang karena ketersediaan fasilitas sekolah sangat minim. Hasil penilitian membuktikan bahwa fasilitas sekolah tidak berperan pada hasil belajar siswa. Sesuai dengan fakta di lapangan bahwa hasil belajar siswa kurang baik, dikarenakan ketersediaan fasilitas sekolah yang tidak mendukung, baik itu kondisi fisik bangunan maupun fasilitas sekolah yang tidak mendukung untuk belajar siswa. Namun, melihat siswa-siswi antusias untuk belajar tetapi tidak didukung oleh ketersediaan fasilitas sekolah sehingga semangat belajar siswa berkurang. Standar sekolah dasar (SD) variabel fasilitas sekolah tidak memadai yang diharapkan sehingga tidak berperan terhadap hasil belajar siswa. Walaupun hasil yang dicapai siswa tidak tercapai standar hasil belajar siswa yang diharapkan, orang tua, guru, maupun siswa itu sendiri. 2. Orang Tua terhadap Hasil Belajar Siswa Hasil analisis data menunjukan bahwa tidak berperan yang signifikan antara variabel orang tua dengan hasil belajar siswa. Hal ini ditunjukan dengan nilai thitung≤ttabelyaitu (0,945≤ 1,66159, serta nilai signifikansinya lebih besar dari 0,05 yaitu 0,347 ≥ 0,05. Peran dari variabel orang tua terhadap hasil belajar siswa merujuk pada nilai Beta (β) pada variabel orang tua sebesar 0,099 yang artinya berperan variabel orang tua terhadap variabel hasil belajar siswa hanya sebesar (0,099: 0,455 ) x 100% = 21,8%. 111 w. A B B Y Y.c om

(131) w. A B B Y Y.c Y F T ra n sf o he re to bu y rm C lic k om w w w w PD ABB to he re C lic k PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Y 3.0 3.0 bu y rm er Y F T ra n sf o ABB PD er Y Jika orang tua yang tidak mendukung siswa apa jadinya anak –anak masa depan, karena orang tua memunyai pengaruh yang besar terhadap hasil belajar siswa. Oleh karena itu fungsi orang tua memfasilitasi belajar, yang diperlukan anak untuk belajar, sehingga mempunyai semangat yang tinngi untuk belajar. Tugas orang tua bukan hanya melahirkan anak tetapi anak perlu belajar, jika anak masuk sekolah bukan hanya tanggungjawab guru semata, tetapi orang tua juga berkewajiban memotivasi anak untuk lebih giat belajar. Selain itu motivasi sosial dapat timbul dari orang-orang lain di sekitar siswa, seperti dari tetangga, sanak saudara, atau teman bermain. Tetapi dilihat dari hasil penelitian variabel orang tua dapat membuktikan bahwa ternyata orang tua hanya memberikan peran yang kecil dan tidak signifikan terhadap hasil belajar siswa. Standar sekolah dasar (SD) variabel orang tua, tidak mendukung karena keterbatasan perhatian orang tua, linkungan sosial, sosial ekonomi keluarga, pendidikan orang tua dan linkungan masyarakat sehingga tidak memenuhi standar yang di harapkan, karena keterbatasan perhatian orang tua sangat tidak berperan terhadap hasil belajar siswa. 3. Pendidik Terhadap Hasil Belajar Siswa Hasil analisis data menunjukan bahwa berperan yang signifikan antara variabel pendidik terhadap hasil belajar siswa. Hal ini ditunjukan dengan nilai thitung ≥ttabelyaitu 3.339 ≥1,66159, serta nilai signifikansinya (probabilitas) lebih kecil dari 0,05 yaitu 0,01 ≥ 0,05. peran dari variabel pendidik terhadap hasil 112 w. A B B Y Y.c om

(132) w. A B B Y Y.c Y F T ra n sf o he re to bu y rm C lic k om w w w w PD ABB to he re C lic k PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Y 3.0 3.0 bu y rm er Y F T ra n sf o ABB PD er Y belajar siswa merujuk pada nilai Beta (β) pada variabel pendidik sebesar 0,346 yang artinya berperan variabel pendidik terhadap variabel hasil belajar sebesar (0,346 : 0,455) x 100% = 76,04% Pada zaman moderen ini, membutuhkan pendidik yang berkualitas sehingga mampu mengikuti dunia globalisasi, karena pendidik adalah salah satu media atau sumber belajar untuk menghadapi dunia globalisasi ini. Pendidik yang perlu di perhatikan bersama adalah guru-guru yang mampu mengajar, mendorong, dan mendidik siswa. Guru adalah mempunyai tugas yang mulia, karena tugas guru yaitu memanusiakan manusia. Namun, siswa dalam belajar jika guru-guru mampu memberikan motivsi, mendorong siswa dalam belajar maka sangat mempengaruhi hasil belajar siswa yang tinggi dan mampu menciptakan sumber daya manusia berkualitas. Jika guru- guru tidak mempunyai niat mengajar, mendidik dan mendorong siswa itu akan sangat fatal masa depan siswa yang mematikan potensi yang mereka miliki, seharusnya guru mempunyai tugas yang mulia untuk mengajar, mendorong, dan memotivasi siswa dalam belajar murid. Guru adalah salah satu sumber belajar siswa dan guru mempunyai fungsi yang menstransfer ilmu kepada siswa, memberikan teladan bagi siswa-siswi untuk belajar yang lebih baik. 113 w. A B B Y Y.c om

(133) w. A B B Y Y.c Y F T ra n sf o he re to bu y rm C lic k om w w w w PD ABB to PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI C lic k he re Y 3.0 3.0 bu y rm er Y F T ra n sf o ABB PD er Y Tetapi dilihat dari hasil penelitian variabel pendidik membuktikan bahwa ternyata pendidik berperan yang sangat besar dapat dan signifikan terhadap hasil belajar siswa. Standar sekolah dasar (SD) variabel pendidik tidak mendukung sehingga hasil belajar siswa yang diharapkan tidak tercapai, karena tidak mendukung standar pendidik yang di harapkan. Guru sangat mempengaruhi hasil belajar siswa, namun, pada kenyataan di lapangan tidak lengkap guruguru sehingga, hasil belajar siswa yang mendatar. 4. Peran fasilitas sekolah, Orang Tua, Pendidik Terhadap Hasil Belajar Siswa Hasil analisis data membuktikan bahwa berperan yang signifikan antara variabel faslitas sekolah, orang tua, dan pendidik terhadap hasil belajar. Hal ini membuktikan dengan nilai Fhitung sebesar 5,511 lebih besar dari Ftabel pada df (3;91) sebesar 2,70serta nilai sig (probabilitas) sebesar 0,002 lebih kecil dari 0,05, maka Ho ditolak dan Ha diterima yang artinya fasilitas sekolah, orang tua, dan pendidik secara bersama-sama berperan secara signifikan terhadap hasil belajar siswa. Fasilitas sekolah, orang tua, dan pendidik secara bersama-sama berperan terhadap hasil belajar siswa merujuk pada nilai adjusted R square sebesar 0,126. Hal ini berarti fasilitas sekolah, orang tua, dan pendidik secara bersama-sama berperan sebesar 12,6% terhadap hasil belajar siswa. 114 w. A B B Y Y.c om

(134) w. A B B Y Y.c Y F T ra n sf o he re to bu y rm C lic k om w w w w PD ABB to he re C lic k PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Y 3.0 3.0 bu y rm er Y F T ra n sf o ABB PD er Y Dari analisis diatas dapat disimpulkan bahwa variabel fasilitas sekolah, orang tua, dan pendidik secara bersama-sama berperan terhadap hasil belajar. Hasil belajar siswa akan baik jika fasilitas sekolah, orang tua dan pendidik mendukung bersama sama berperan hasil belajar siswa yang lebih baik. Peran fasilitas sekolah, orang tua serta pendidik yang mempunyai peran yang sangat besar terhadap hasil belajar siswa, jika didukung oleh ketersediaan failitas sekolah yang lengkap, didukung oleh orang tua, serta pendidik mendukung sehingga, hasil belajar siswa yang di capai juga lebih baik. Sebaliknya jika tidak di dukung oleh fasilitas sekolah, orang tua, serta pendidik tidak memberikan pengaruh terhadap hasil belajar siswa. Dalam dunia pendidikan sangat penting karena, menciptakan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas. Melihat dari fakta di berbagai daerah di selurruh pelosok Indonesia masih kurang pendidik. Standar hasil belajar siswa, yang diharapkan tidak mendukung karena, tidak berperan fasilitas sekolah, orang tua, dan kualitas pendidik sehingga hasil belajar siswa yang tidak mendapatkan hasil yang baik. Dalam dunia pendidikan sangat membutuhkan hasil belajar siswa namun, melihat fakta dilapangan sangat tidak mendukung belajar siswa. 115 w. A B B Y Y.c om

(135) w. A B B Y Y.c Y F T ra n sf o he re to bu y rm C lic k om w w w w PD ABB to PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI C lic k he re Y 3.0 3.0 bu y rm er Y F T ra n sf o ABB PD er Y BAB VI KESIMPULAN, KETERBATASAN PENELITIAN, DAN SARAN A. Kesimpulan Berdasarkan hasil uji hipotesis, analisis data, dan pembahasan, maka diperoleh kesimpulan sebagai berikut: 1. Tidak signifikan peran fasilitas sekolah terhadap variabel hasil belajar siswa. Hal ini dikarenakan fasilitas sekolah di SD Inpres Bime tidak memadai untuk pembelajaran. Pemeintah Kabupaten Pegunungan Bintang Papua tidak memperhatikan serius fasilitas sekolah, sehingga hasil belajar siswa pun kurang baik. Jika ketersediaan fasilitas sekolah mendukung maka sangat besar peran terhadap hasil belajar siswa. 2. Tidak ada berperan signifikan orang tua terhadap hasil belajar siswa. Hal ini menunjukkan bahwa orang tua tidak berperan dalam hal memberikan motivasi, sanjungan kepada siswa, akibatnya hasil belajar siswa pun kurang baik. 3. Ada peran yang signifikan antara variabel pendidik dengan variabel hasil belajar siswa. Hal ini dikarenakan pendidik berpengaruh terhadap hasil belajar siswa. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidik sangat berpengaruh terhadap hasil belajar siswa. 4. Ada peran yang signifikan antara variabel fasilitas sekolah, orang tua, dan pendidik secara bersama-sama terhadap variabel hasil belajar siwa. 116 w. A B B Y Y.c om

(136) w. A B B Y Y.c Y F T ra n sf o he re to bu y rm C lic k om w w w w PD ABB to he re C lic k PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Y 3.0 3.0 bu y rm er Y F T ra n sf o ABB PD er Y Hasil belajar siswa baik jika, peran fasilitas sekolah, orang tua, pendidik sangat mendukung hasil belajar siswa yang lebih baik. Namun, melihat fakta di lapangan tidak sesuai yang kita bayangkan dalam hal peran fasilitas sekolah tidak lengkap, peran orang tua dan pendidik maka, sangat berpengaruh terhadap hasil belajar siswa yang tidak optimal. B. Keterbatasan Penelitian Dalam penelitian ini tidak dapat dihindari berbagai kelemahan dan kesalahan kemungkinan dapat menyebabkan temuan penelitian bukan merupakan gambaran sesungguhnya dari subjek penelitian yaitu: 1. Penelitian ini difokuskan pada tiga variabel yaitu fasilitas sekolah, orang tua, dan pendidik. Variabel fasilitas sekolah dan orang tua tidak berperan secara signifikan terhadap hasil belajar siswa dikarenakan masih banyak yang kekurangan keterterdiaan fasilitas sekolah, keterbatasan peran orang tua di luar variabel tersebut yang tidak berperan hasil belajar siswa, misalnya: meja, kursi, papan tulis, acara kapur tulis, buku-buku, perpustakaan dan biaya sekolah, menyediakan fasilitas di rumah, memberikan motivasi belajar anak dan lainya. 2. Kesalahan peneliti dalam membuat pernyataan-pernyataan kuisioner untuk pengujian instrumen, sehingga banyak butir pertanyaan dari kuisioner yang tidak valid. 3. Adanya keterbatasan waktu yang diberikan untuk menyebarkan kuisioner menyebabkan sebagian siswa-siswi kurang teliti dan tergesa-gesa dalam 117 w. A B B Y Y.c om

(137) w. A B B Y Y.c Y F T ra n sf o he re to bu y rm C lic k om w w w w PD ABB to he re C lic k PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Y 3.0 3.0 bu y rm er Y F T ra n sf o ABB PD er Y pengisian kuisioner sehingga berdampak pada data yang diperoleh kurang mencerminkan kondisi yang sesungguhnya. 4. Keterbatasan masalah pemilihan variabel penelitian sebab 87,4% variasi nilai Y ditentukan oleh variabel di luar model. C. Saran Berdasarkan kesimpulan yang diberikan diatas, maka peneliti memberikan saran yang mungkin dapat berguna bagi kemajuan bagi siswa di SD Inpres Bime di Kabupaten Pegunungan Bintang Papua: 1. Bagi Siswa SD Inpres Bime a. Diharapkan kepada siswa semangat belajar tidak bermalas-bermalas mempunyai daya juang yang tinggi, untuk mau belajar bagi siswa SD Inpres Bime Kabupaten Pegunungan Bintang Papua. b. Diharapkan kepada siswa SD Inpres Bime harus belajar kreatif dan inovatif, jangan malas sekolah karena keterbatasan fasiilitas sekolah, keterbasan dukungan orang tua, tetapi semangat belajar adalah mendatangkan keberhasilan yang baik. c. Diharapkan kepada siswa SD Inpres Bime minat belajar untuk mengetahui hal-hal yang baru itu membutuhkan perjuangan yang tinggi, jangan padamkan semangat dalam diri dan jangan terpengaruh dengan anak-anak yang belajar di kota. 118 w. A B B Y Y.c om

(138) w. A B B Y Y.c Y F T ra n sf o he re to bu y rm C lic k om w w w w PD ABB to he re C lic k PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Y 3.0 3.0 bu y rm er Y F T ra n sf o ABB PD er Y d. Diharapkan kepada siswa SD Inpres Bime untuk mempertahan hasil belajar, semangat belajar adalah modal awal keberhasilan ada di tangan ade-ade, saya berharap ade-ade tidak terpengaruh dengan anak yang sekolah di kota, belajar terus tiak putus asa dalam belajar, pasti bisa. 2. Bagi Peneliti Selanjutnya Berdasarkan kesimpulan diatas dapat diberikan beberapa saran bagi peneliti selanjutnya yang tertarik untuk meneliti mengenai hasil belajar siswa, yaitu memperhatikan faktor-faktor lain dalam meningkatkan hasil belajar siswa. Peneliti menggali sebanyak mungkin informasi dari subjek yang peneliti butuhkan. Selain itu peneliti mempertimbangkan dalam penggunaan alat ukur dan metode penelitian selain yang digunakan dalam penelitian ini ketika ingin meneliti hasil belajar siswa. 119 w. A B B Y Y.c om

(139) w. A B B Y Y.c Y F T ra n sf o he re to bu y rm C lic k om w w w w PD ABB to he re C lic k PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Y 3.0 3.0 bu y rm er Y F T ra n sf o ABB PD er Y DAFTAR PUSTAKA Abu Ahmadi, 2004. Sosiologi Pendidikan.Jakarta : PT Rineka cipta. Abu Ahmadi, 2007. Psikologi sosial. Jakarta : PT Rineka Cipta. Admin, hubungan antara persepsi terhadap dukungan orang tua di bidang pendidikan dan cara belajar dengan prestasi belajar pada siswa –siswi di SMK St. Carolus Surabaya ( http:/www. Digilib.ubaya.co.id/..index php? ). Ahmad Akbar, 2008. Jurnal kependidikan. Diakses dari htp: blogpost com.tanggal 10 oktober tahun 2012. Ahmadi, Abu dan Widodo Supriyanto, Psikologi Belajar. Jakarta : Rineka Cipta. Abu Ahmadi dan Widodo Supriyono, 2004.Psikologi Belajar. Jakarta: Rineka Cipta. Amir Daien Indrakusuma, 1973.Pengantar Ilmu Pendidikan. Surabaya: Usaha Nasional. Aninur frofiq Darmawan, 2009. Menjadi Yang Baik . Yogyakarta : Kanisius Arikunto Suharsimi,2007. Evaluasi Program Pendidikan Pedoman Teoritis,Praktis bagi Mahasiswa dan Praktisi Pendidikan.Jakarta Bumi Aksara Baharuddin dan Esa, 2007. Teori Belajar dan Pembelajaran.Jogjakarta: Ar-Ruzz Media. Etta Mangang Sangadji, dan Sophia, 2010. “Metodologi Penelitian (Pendekatan Praktis Penelitian)”, Yogyakarta. Penerbit: Andi Yogyakarta. Hergenhahn dan Matthew H. Olson, 1997. An Introducation to Theories of Learning. NewJersey, Prentice.Hall International, Inc. Hasbullah, 2001. Dasar-dasar Ilmu Pendidikan. Jakarta : Raja Grafindi Persada. Harunwira 2012. Undang –undang sisdiknas-uu-no20-tahun-2003. Di akses dari http: blogpost com. Tanggal 20 Agustus 2012. 120 w. A B B Y Y.c om

(140) w. A B B Y Y.c Y F T ra n sf o he re to bu y rm C lic k om w w w w PD ABB to PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI C lic k he re Y 3.0 3.0 bu y rm er Y F T ra n sf o ABB PD er Y Ibrahim Bafadal,2003. Manajemen Perlengkapan Aplikasinya.Jakarta: Bumi Aksara. Sekolah: Teori dan Indrakusuma, 1973. Pengantar Ilmu Pendidikan, Surabaya: Usaha Nasional Imam Musbihim, 2009. Mengapa Anakku Malas Belajar.Jogkakarta: Diva Pres. Kuncoro Mudrajad.2007, Metode Kuantitatif. Teori -teori dan Aplikasi Untuk Bisnis dan Ekonomi.Eidisi ketiga, Yogyakarta, YKPN Kurniawan, 2003. Badan Stantar Nasional Pendidikan (BSNP) Indonesia. Diakses dari htp blogpost com. Tanggal 23 oktober 2012. Masidjo, 2010. Penilaian Hasil Belajar di Sekolah. Yogyakarta : Kanisius. M. Ngalim Purwanto, 2000. Psikologi Pendidikan. Bandung: Remaja Rosdakarya. Muhamad Nurdin, 2008. Kiat Menjadi Guru Profesional . Yogyakarta. Cetak Mohamad Surya, 2008. Landasan Pendidikan. Menjadi Guru Yang Baik, . Ghalia Indonesia. Purwanto 2012 . Peranan Guru Dalam Pendidikan. Diakses dari 23 Oktobertahun 2012 http:/profesipend. Priyanto Duwi. 2012. “Belajar Praktis Analisis Parametrik dan Non Parametrik dengan SPSS dan Prediksi Pertanyaan Pendadaran Skripsi dan Tesis”. Yogyakarta. Gava Media. Sugiyono. 2009. “Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D”. Bandung. Alfabeta. Sujana. Nana,1990.Penilaian Hasil proses belajar Mengajar. Bandung: Remanja Rosdakarya. Syah, Muhibbin, 2002. Psikologi Pendidikan dan Pendekatan baru. Bandung :Remaja Rosdakarya. Syaibanyialah (1998) Pembelajaran Pembelajaran Terpadu D.II PGSD.dan S-2 Pendidikan Dasar. Tim Pengembang PGSD. Syaiful Bahri Djamarah, 2000. Psikologi Belajar. Jakarta: Rineka Cipta. 121 w. A B B Y Y.c om

(141) w. A B B Y Y.c Y F T ra n sf o he re to bu y rm C lic k om w w w w PD ABB to he re C lic k PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Y 3.0 3.0 bu y rm er Y F T ra n sf o ABB PD er Y Sugiyono, 2010, Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D Bandung: Alfabeta. Rosiada, 1998 Pengantar pendidikan . Jakarta : Kencana Tutitik widayanti,2004 pengaruh motovasi, dukungan orang tua asal sekolah terhadap prestasi belajar mata pelajaran akuntansi padasiswakelas ii ma alasorpatemongunungpatisemarangtahunpelajaran2005(htt: /www.digilib.unnes.ac.id/gsdl/collect/skripsi/archves/HASHOIcf./doc.pdf). Usman ,2002, Menjadi guru profesional . Yogyakarta : Andi Offset. Wina Sanjaya, Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan.Jakarta: Kencana. Winkel, W.S, 1987. Psikologi Pengajaran. Jakarta: Gramedia. Zahara Idris dan Lisma Jamal, 1992. Pengantar Pendidikan 1, (Jakarta: Grasindo). 122 w. A B B Y Y.c om

(142) w. A B B Y Y.c Y F T ra n sf o he re to bu y rm C lic k om w w w w PD ABB to he re C lic k PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Y 3.0 3.0 bu y rm er Y F T ra n sf o ABB PD er Y 123 w. A B B Y Y.c om

(143) w. A B B Y Y.c Y F T ra n sf o he re to bu y rm C lic k om w w w w PD ABB to he re C lic k PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Y 3.0 3.0 bu y rm er Y F T ra n sf o ABB PD er Y 1. LAMPIRAN KUISIONER: KUISIONER PENELITIAN PERAN FASILITAS SEKOLAH, ORANG TUA, DAN PENDIDIK DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA SD INPRES BIME KABUPATEN PEGUNUNGAN BINTANG PAPUA Oleh: Obeth: Lepitalen NIM : 081324027 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN EKONOMI BIDANG KEAHLIAN KHUSUS PENDIDIKAN EKONOMI JURUSAN PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2013 124 w. A B B Y Y.c om

(144) w. A B B Y Y.c Y F T ra n sf o he re to bu y rm C lic k om w w w w PD ABB to PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI C lic k he re Y 3.0 3.0 bu y rm er Y F T ra n sf o ABB PD er Y KUISIONER Hal : Pengisian Kuisioner Kepada Siswa - siswi SD Inpres Bime Dengan hormat, Saya adalah mahasiswa Program Studi Pendidikan Ekonomi, Jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sanata Dharma. Saya bermaksud mengadakan kegiatan Penelitian dengan judu l“ Peran Fasilitas Sekolah, Orang Tua, dan Pendidik Dalam Meningkatkan Hasil Belajar Siswa SD Inpres Bime Kabupaten Pegunugan Bintang Papua Tahun 2013”. Penelitian ini merupakan kegiatan ilmiah dalam rangka penyusunan skripsi. Sehubungan dengan hal tersebut, saya mohon kesediaan saudara menjadi responden penelitian ini. Saya berhadap saudara berkenan untuk menjawab keseluruhan pertanyaan sesuai dengan keadaan yang sesungguhnya. Sejalan dengan etika penelitian, saya akan menjamin kerasiaan jawaban saudara dan memastikan bahwa jawaban saudara hanyalah semata –mata untuk mencapai tujuan penelitian ini Demikian permohonan saya, atas perhatian dan kerja samanya, saya mengucapkan banyak terimakasih. Yogyakarta, 13 Februari 2013 Hormat Saya Obeth Lepitalen 125 w. A B B Y Y.c om

(145) w. A B B Y Y.c Y F T ra n sf o he re to bu y rm C lic k om w w w w PD ABB to he re C lic k PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Y 3.0 3.0 bu y rm er Y F T ra n sf o ABB PD er Y KUISIONER Pertunjuk Pengisian 1. Tulislah identitas mu pada tempat telah di sediakan a. Nama : ………………………….. b. Kelas : ………………………….. c. Fasilitas Sekolah yang terdiri dari 1) Meja 2) Kursi 3) Papan tulis 4) Kapur 5) Toilet 6) Buku-buku 7) Ruang belajar 8) Ruangan guru/ kantor 9) Ruang kepala sekolah 10) Ruang perpustakaan d. Dukungan orang tua 1) Biaya sekolah 2) Menyediakan fasilitas sekolah di rumah 3) Memberikan motivasi belajar e. Kualitas Pendidik 1) Lulusan SPG 2) Lulusan DIPLOMA 3) Lulusan S1 126 w. A B B Y Y.c om

(146) w. A B B Y Y.c Y F T ra n sf o he re to bu y rm C lic k om w w w w PD ABB to PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI C lic k he re Y 3.0 3.0 bu y rm er Y F T ra n sf o ABB PD er Y f. Prestasi Belajar Siswa 1) Ulangan tengah semester (UTS) 2) Nilai rapot 2. Berilah tanda ( ) sesuai dengan pilihan mu pada salah satu alternatif pilihan terdapat lembar jawaban yang telah di sediakan, yaitu No I 1 2 3 4 5 6 7 a. SS = sangat setuju (4) b. S = setuju c. KS = kurang setuju (2) d. TS = tidak setuju (3) (1) Pertanyaan Fasilitas Sekolah Apakah ketersediaan meja sekolah anda sudah lengkap Apakah ketersediaan kursi sekolah anda sudah lengkap Apakah ketersediaan buku –buku di sekolah anda sudah lengkap Apakah ketersediaan kapur tulis di sekolah anda sudah lengkap Apakah toilet sekolah andah sudah lengkap Ketersediaan buku-buku di perpustakaan sudah lengkap Apakah ruang belajar di sekolah sudah lengkap 10 Apakah ketersediaan papan tulis sekolah anda sudah lengkap Apakah ruang guru/ kantor sekolah anda sudah lengkap Ruang kepala sekolah sudah bagus II Orang Tua 11 Apakah orang tua anda memotivasi anda sekolah 12 Apakah semua kebutuhan sekolah di sediakan oleh 8 9 orang tua anda 13 Apakah rang tua anda membiayai sekolah 127 SS S KS TS w. A B B Y Y.c om

(147) w. A B B Y Y.c Y F T ra n sf o he re to bu y rm C lic k om w w w w PD ABB to PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI C lic k he re Y 3.0 3.0 bu y rm er Y F T ra n sf o ABB PD er Y No Pertanyaan 14 Apakah orang tua anda mengerti manfaat pendidikan Apakah orang tua anda menyediakan fasilitas belajar di rumah Apakah orang tua anda sangat peduli keberhasilan dalam belajar anda 15 16 SS III Apakah orang tua anda mengerti apa yang anda butuhkan dalam belajar Apakah orang tua anda mendorong untuk belajar lebih baik Apakah orang tua anda menyiapkan sarapan pagai sebelum anda berangkat ke sekolah Apakah orang tua anda memberikan uang jajan, ketika anda pergi ke sekolah Apakah dii sekolah anda guru –guru lulusan sarjana semua Pendidik 22 Apakah cara mengajar guru-guru anda baik 23 Apakah di sekolah anda guru-guru mengajar bisa mengerti pelajaran dengan baik Apakah di sekolah anda guru mengajar sesuai dengan standar kompetesi Apakah di sekolah anda guru-guru peduli pada siswa Apakah sikap mengajar guru –guru anda menyenangkan Apakah di sekolah anda guru- guru selalu aktif mengajar Apakah di sekolah anda guru –guru berjiwa mendidik, membimbing anda yang kurang mampu Apakah di sekolah anda guru-guru beta mengajar di pedalaman Papua Apakah di sekolah anda guru –guru bersikap tegas, 17 18 19 20 21 24 25 26 27 28 29 30 128 S KS TS w. A B B Y Y.c om

(148) w. A B B Y Y.c Y F T ra n sf o he re to bu y rm C lic k om w w w w PD ABB to PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI C lic k he re Y 3.0 3.0 bu y rm er Y F T ra n sf o ABB PD er Y 2. LAMPIRAN UJI VALIDITAS DAN UJI RELIABILITAS a. Uji Validitas dan Reliabilitas Fasilitas Sekolah Case Processing Summary N Cases Valid Excludeda Total % 30 100.0 0 .0 30 100.0 a. Listwise deletion based on all variables in the procedure. Reliability Statistics Cronbach's Alpha .752 N of Items 10 Item-Total Statistics Scale Mean Corrected if Item Scale Variance if Item-Total Deleted Item Deleted Correlation Cronbach's Alpha if Item Deleted Butir_1 21.60 34.662 -.319 .800 Butir_2 22.27 23.582 .668 .688 Butir_3 22.63 30.033 .214 .754 Butir_4 22.53 24.947 .612 .701 Butir_5 22.00 24.759 .582 .704 Butir_6 22.57 29.978 .107 .776 Butir_7 22.10 22.438 .765 .669 Butir_8 21.77 32.185 -.028 .777 Butir_9 22.37 24.378 .617 .698 Butir_10 22.47 23.499 .726 .680 129 w. A B B Y Y.c om

(149) w. A B B Y Y.c Y F T ra n sf o he re to bu y rm C lic k om w w w w PD ABB to he re C lic k PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Y 3.0 3.0 bu y rm er Y F T ra n sf o ABB PD er Y b. Uji Validitas dan Reliabilitas Orang Tua Case Processing Summary N Cases % Valid 30 100.0 0 .0 30 100.0 Excludeda Total a. Listwise deletion based on all variables in the procedure. Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items .759 10 Item-Total Statistics Corrected ItemScale Mean if Scale Variance Total Cronbach's Alpha Item Deleted if Item Deleted Correlation if Item Deleted Butir_1 23.30 18.148 .356 .750 Butir_2 23.67 18.575 .425 .739 Butir_3 23.07 17.926 .387 .745 Butir_4 23.40 16.041 .627 .705 Butir_5 23.63 16.861 .617 .710 Butir_6 23.73 20.547 .147 .770 Butir_7 22.10 20.576 .267 .757 Butir_8 23.37 17.344 .418 .741 Butir_9 22.70 18.907 .421 .740 Butir_1 0 23.53 16.947 .542 .721 130 w. A B B Y Y.c om

(150) w. A B B Y Y.c Y F T ra n sf o he re to bu y rm C lic k om w w w w PD ABB to PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI C lic k he re Y 3.0 3.0 bu y rm er Y F T ra n sf o ABB PD er Y Case Processing Summary N Cases % Valid 3 0 100.0 Excludeda 0 .0 Total 3 100.0 0 a. Listwise deletion based on all variables in the procedure. c. Uji Validitas dan Reliabilitas Pendidik Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items .498 10 Item-Total Statistics Scale Mean if Scale Variance Item Deleted if Item Deleted Corrected Item-Total Correlation Cronbach's Alpha if Item Deleted Butir_1 21.43 11.633 .365 .428 Butir_2 21.70 9.321 .689 .289 Butir_3 21.83 10.351 .626 .345 Butir_4 21.47 12.947 .077 .510 Butir_5 21.43 12.668 .161 .485 Butir_6 20.83 11.454 .388 .420 Butir_7 20.60 11.352 .386 .418 Butir_8 21.77 12.806 .032 .536 Butir_9 21.53 14.395 -.164 .592 Butir_10 21.90 14.024 -.120 .582 131 w. A B B Y Y.c om

(151) w. A B B Y Y.c Y F T ra n sf o he re to bu y rm C lic k om w w w w PD ABB to C lic k he re Y 3.0 PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 3.0 bu y rm er Y F T ra n sf o ABB PD er Y 3. LAMPIRAN UJI PRASYARAT ( UJI NORMALITAS DAN UJI LINIERITAS) a. Uji Normalitas One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Fasilitas_S Orang_Tu Pendidik Hasil_Belajar ekolah a an _Siswa N Normal Mean a Parameters Std. Deviation 95 95 95 95 13.60 15.43 10.48 69.5589 4.049 3.935 2.693 5.08083 .123 .127 .108 .117 Most Absolute Extreme Positive Differences Negative .123 .127 .108 .074 -.054 -.063 -.092 -.117 Kolmogorov-Smirnov Z 1.195 1.236 1.055 1.141 .115 .094 .215 .148 Asymp. Sig. (2-tailed) a. Test distribution is Normal. a. Uji Linieritas 1) Uji Linieritas Fasilitas Sekolah ANOVA Table Sum of Squares Hasil_Bel Between (Combined) 475.256 ajar_Sisw Groups Linearity 2.006 a* Deviation Fasilitas_ 473.250 from Linearity Sekolah Within Groups 1951.335 Total 2426.591 132 Mean Square df 18 1 F 26.403 1.028 .440 .078 .781 17 27.838 1.084 .384 76 25.675 94 2.006 Sig. w. A B B Y Y.c om

(152) w. A B B Y Y.c Y F T ra n sf o he re to bu y rm C lic k om w w w w PD ABB to PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI C lic k he re Y 3.0 3.0 bu y rm er Y F T ra n sf o ABB PD er Y 2) Linieritas Orang Tua ANOVA Table Sum of Squares Hasil_Belajar Between _Siswa * Groups Orang_Tua (Combined) Linearity Deviation from Linearity Mean df Square F Sig. 654.933 16 40.933 1.80 .046 2 121.418 1 121.418 5.34 .023 6 533.515 15 35.568 1.56 .103 6 Within Groups 1771.658 78 22.714 Total 2426.591 94 3) Linieritas Pendidik ANOVA Table Sum of Squares Hasil_Belajar Between _Siswa * Groups Pendidik (Combined) Linearity 738.517 333.211 Deviation from Linearity Mean df Square 14 52.751 1 Sig. 2.50 .005 0 333.21 15.7 .000 1 91 405.306 13 31.177 Within Groups 1688.074 80 21.101 Total 2426.591 94 133 F 1.47 .144 8 w. A B B Y Y.c om

(153) w. A B B Y Y.c Y F T ra n sf o he re to bu y rm C lic k om w w w w PD ABB to C lic k he re Y 3.0 PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 3.0 bu y rm er Y F T ra n sf o ABB PD er Y 4. UJI ASUMSI KLASIK (MULTIKOLINIERITAS, HETEROSKEDASITAS, DAN AUTOKORELASI a. Uji Multikolinieritas Coefficientsa Standardiz ed Unstandardized Coefficien Coefficients ts Model 1 (Constant) Fasilitas_Se kolah Orang_Tua Pendidik B Std. Error Beta Collinearity Statistics t Tolera Sig. nce VIF 28.44 .00 1 0 78.038 2.744 .119 .90 6 .981 1.019 .135 -.104 -.997 .32 1 .858 1.166 .196 -.334 - .00 3.210 2 .868 1.153 .015 .123 -.135 -.630 .012 134 w. A B B Y Y.c om

(154) w. A B B Y Y.c Y F T ra n sf o he re to bu y rm C lic k om w w w w PD ABB to he re C lic k PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Y 3.0 3.0 bu y rm er Y F T ra n sf o ABB PD er Y b. Uji Heteroskedasitas Correlations Hasil_B Fasilitas elajar_Si _Sekola Orang_T swa h ua Pearson Correlation Pendidik Hasil_Belajar_Si swa 1.000 -.029 -.224 -.381 Fasilitas_Sekola h -.029 1.000 .133 .074 Orang_Tua -.224 .133 1.000 .365 -.381 .074 .365 1.000 . .391 .015 .000 .391 . .099 .239 .015 .000 .099 .239 . .000 .000 . 95 95 95 95 95 95 95 95 95 95 95 95 95 95 95 95 Pendidikan Sig. (1-tailed) Hasil_Belajar_Si swa Fasilitas_Sekola h Orang_Tua Pendidikan Hasil_Belajar_Si N swa Fasilitas_Sekola h Orang_Tua Pendidikan c. Uji Autokorelasi Model Summaryb Model 1 R .392a R Adjusted R Std. Error of Square Square the Estimate .154 .126 Durbin-Watson 4.75039 a. Predictors: (Constant), Pendidik, Fasilitas_Sekolah, Orang_Tua 135 2.208 w. A B B Y Y.c om

(155) w. A B B Y Y.c Y F T ra n sf o he re to bu y rm C lic k om w w w w PD ABB to C lic k he re Y 3.0 PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 3.0 bu y rm er Y F T ra n sf o ABB PD er Y Model Summaryb Model R 1 R Adjusted R Std. Error of Square Square the Estimate .392a .154 .126 Durbin-Watson 4.75039 2.208 a. Predictors: (Constant), Pendidik, Fasilitas_Sekolah, Orang_Tua a. Dependent Variable: Hasil_Belajar_Siswa 5. LAMPIRAN UJI REGRESI BERGANDA, UJI F, DAN MODEL SUMMARY a. Regresi Berganda Coefficientsa Unstandardized Coefficients Model 1 B (Constant) Fasilitas_Sekolah Orang_Tua Standardized Coefficients Std. Error Beta t Sig. 78.268 2.744 28.5 .000 23 .012 .122 .010 .101 .920 -.127 .135 -.099 -.945 .347 .197 -.346 3.33 .001 9 Pendidikan -.659 a. Dependent Variable: Hasil_Belajar_Siswa 136 w. A B B Y Y.c om

(156) w. A B B Y Y.c Y F T ra n sf o he re to bu y rm C lic k om w w w w PD ABB to C lic k he re Y 3.0 PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 3.0 bu y rm er Y F T ra n sf o ABB PD er Y 6. LAMPIRAN DATA INDUK PENELITIAN 1. Variabel Fasilitas Belajar No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 Nama Responden Arohim Wasini Agustini G. Lepi Cemner Keduman Eliaatan Wisal Ependi Keduman Leta Keduman Herwin Deal Hiron Wasini Henni Wali Mano wisal Milson Wisal Martinus Kaleyala Jupis Deal Naldo Deal Nalis Wasini Pince Lepitalen Ronal Keduman Warson Keduman Yopito Wasini Desemina Lepitalen Aten Duyala Delwan G. Lepi Donita Lepi Esman Lepitalen Gusten Malo Helda Keduman Heresa Kaleyala Henius Malo Jupin Wali Jonius Wasini Jopia Wali Menis Duyala Manung Kaleyala Merita Wasini 1 2 3 3 3 4 3 3 3 4 3 2 4 3 3 4 3 4 4 4 3 3 3 3 3 3 1 3 3 2 4 4 4 3 1 2 3 2 4 2 1 4 2 4 3 1 2 2 1 2 1 2 1 3 1 1 3 4 2 4 2 4 4 3 4 1 4 3 1 1 137 3 2 2 2 3 2 2 1 3 1 4 2 2 1 2 2 1 2 1 1 3 2 3 2 3 1 2 3 2 3 2 1 4 2 1 Butir Pertanyaan 4 5 6 7 8 2 3 3 3 3 2 2 2 2 2 4 4 4 4 3 1 2 4 2 3 3 1 2 1 2 4 4 2 4 3 1 2 1 2 3 3 4 1 4 3 2 3 1 3 2 1 4 1 1 3 3 2 4 2 2 1 2 2 2 4 1 1 3 1 3 3 2 2 2 3 2 4 2 4 4 2 2 2 2 3 1 1 2 1 4 3 3 1 3 3 1 3 2 1 4 1 1 1 1 3 1 3 2 3 3 2 4 4 4 4 4 2 2 4 3 2 4 4 4 4 2 2 2 2 3 2 4 1 4 1 3 4 1 4 3 1 3 4 3 3 4 4 1 4 2 3 1 1 1 2 2 2 4 4 4 3 2 1 4 3 1 1 3 2 1 2 2 1 2 2 9 4 2 4 1 3 4 1 3 2 1 3 1 2 3 2 2 1 3 1 1 1 2 4 4 2 2 3 1 3 4 4 1 1 3 10 Total 2 27 2 21 4 36 1 22 3 22 4 34 1 17 3 31 2 23 1 20 3 25 1 21 1 17 3 25 2 27 2 21 1 18 3 27 1 19 1 16 1 22 2 32 4 30 4 36 2 21 2 23 3 31 1 24 4 31 3 22 3 32 2 27 1 16 3 18 w. A B B Y Y.c om

(157) w. A B B Y Y.c Y F T ra n sf o he re to bu y rm C lic k om w w w w PD ABB to PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI C lic k he re Y 3.0 3.0 bu y rm er Y F T ra n sf o ABB PD er Y 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 Marselina Taplo Nopelius Kaleyala Nopela G.Lepi Modena Malo Koren Trukna Yopiel Lepitalen yepis Keduman Yesmina Mewaru Rico Uropmabin Siltia Keduman Selius Urwan Steven Keduman Tohip Taplo Tepina Lepitalen Erinus Betebalyo Dani Lepi Elin Tengket Efianus Deal Gotye Wisal Hendri Wisal Hemina Keduman Henita Wisal Helpis Lepitalen Marlin Deal Misra Wisal Iskia Deal Lince Lepitalen Lestin Lepitalen Tomina Duyala Tarina Lepitalen Tiban Kaleyala Silta Wasini Siilta Keduman Roni Tengket Agutus Lepitalen Balita Kaleyala Derri Urwan Marlin Malo Jenius Napyal 2 3 1 4 4 1 1 1 2 2 2 2 3 1 3 3 3 4 4 3 2 4 4 2 2 1 3 3 2 1 1 2 1 1 3 2 3 3 3 2 3 1 3 2 2 3 2 1 1 1 1 2 2 3 2 2 1 1 3 2 1 1 1 1 1 2 2 1 1 2 1 2 2 3 3 2 3 3 138 1 4 3 1 2 2 2 2 1 2 2 2 1 3 3 1 3 3 3 3 3 3 2 2 2 2 1 2 1 1 1 2 3 3 3 3 4 2 1 1 4 3 2 1 1 2 1 1 1 1 3 2 2 3 2 3 2 2 1 3 2 3 2 3 3 3 1 1 1 3 3 3 3 2 1 1 1 2 1 1 3 4 1 1 2 1 2 2 3 2 1 1 3 2 3 4 4 2 3 4 4 1 2 2 2 1 2 1 3 2 2 2 3 3 3 4 1 2 1 3 4 3 2 1 3 2 1 2 1 3 2 3 2 3 1 3 1 1 1 2 2 1 3 1 2 1 2 2 1 2 2 2 1 2 2 3 3 1 4 4 3 2 1 1 1 2 3 2 2 1 1 3 1 3 1 2 2 3 1 2 2 1 3 1 2 2 1 2 2 3 2 4 4 3 2 2 2 2 3 2 1 1 1 2 1 2 3 1 2 1 3 1 2 2 2 2 4 3 2 2 2 1 2 2 2 2 1 2 3 3 2 1 1 3 1 2 2 1 2 1 3 3 2 2 1 2 2 3 2 3 3 4 4 2 4 2 4 1 2 1 2 1 2 2 1 2 1 3 2 1 3 2 3 1 3 2 3 2 2 1 2 4 1 2 1 1 2 2 2 3 1 1 3 4 1 2 3 1 2 2 3 1 1 3 3 1 2 2 3 2 4 1 16 24 24 29 22 15 17 17 18 15 19 19 18 19 24 23 25 25 25 22 26 25 26 18 18 18 20 18 15 14 19 19 19 24 25 23 25 25 22 w. A B B Y Y.c om

(158) w. A B B Y Y.c Y F T ra n sf o he re to bu y rm C lic k om w w w w PD ABB to PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI C lic k he re Y 3.0 3.0 bu y rm er Y F T ra n sf o ABB PD er Y 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 Pelita Malo Tilina Wisal Toni Lepitalen Hendri Wasini Modena Keduman Yonce Keduman Dakna Wisal Yopiel Nayal Niss Trukna Pieen Kaleyala Theo Napyal Apirianus Sikwa A dison Napyal Meina Kaleyala Dani Lepi Detin Kaleyala Defis Wisal Danita Kaleyalaya Efina Trukna Eva Keduman Etoyana Kaleyala Eriss Wasini 2 2 3 3 1 2 1 3 4 2 1 2 1 2 4 4 2 1 1 2 2 2 3 1 3 3 3 2 2 3 4 2 2 3 2 1 1 1 2 1 2 2 2 2 3 2 2 2 1 3 2 3 3 3 2 2 2 1 3 3 1 2 3 2 2 2 1 1 1 2 2 3 1 1 3 4 1 1 2 2 2 2 1 2 1 1 1 2 3 3 3 3 1 3 4 1 1 4 2 3 1 2 4 4 3 2 1 1 1 2 1 1 2 2 2 4 4 1 1 4 2 2 1 2 1 1 3 3 1 2 1 1 3 2 3 3 4 4 4 3 1 1 3 1 3 1 3 3 1 3 2 3 3 1 3 1 1 2 1 4 4 3 1 1 2 3 3 1 2 2 1 1 2 3 3 2 2 3 2 2 3 3 3 2 1 4 3 3 3 1 4 4 2 1 2 1 3 2 1 2 3 2 1 1 2 2 2 4 2 2 4 2 1 1 2 2 2 1 2 2 22 18 23 24 19 29 27 22 21 29 20 22 22 15 25 25 18 18 17 18 20 18 2. Variabel Orang Tua Butir Pertanyaan No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Nama Responden Arohim Wasini Agustini G. Lepi Cemener Keduman Eliaatan Wisal Ependi Keduman Leta Keduman Herwin Deal Hiron Wasini Henni Wali Mano wisal 1 1 3 2 3 4 2 3 3 1 2 2 2 2 1 3 3 4 3 2 3 2 139 3 3 4 2 3 4 3 3 3 3 2 4 1 4 2 3 4 2 3 3 3 2 5 2 2 2 2 4 4 2 2 2 1 6 2 2 2 1 3 3 3 2 2 2 7 3 4 4 3 4 4 4 4 4 4 8 2 4 2 3 4 2 3 3 1 2 9 2 3 3 3 4 3 4 3 4 2 10 Total 4 22 2 30 2 22 2 26 4 38 4 31 2 30 2 27 2 25 1 20 w. A B B Y Y.c om

(159) w. A B B Y Y.c Y F T ra n sf o he re to bu y rm C lic k om w w w w PD ABB to PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI C lic k he re Y 3.0 3.0 bu y rm er Y F T ra n sf o ABB PD er Y 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 Milson Wisal Martinus Kaleyala Jupis Deal Naldo Deal Nalis Wasini Pince Lepitalen Ronal Keduman Warson Keduman Yopito Wasini Desemina Lepitalen Aten Duyala Delwan G. Lepi Donita Lepi Esman Lepitalen Gusten Malo Helda Keduman Heresa Kaleyala Henius Malo Jupin Wali Jonius Wasini Jopia Wali Menis Duyala Manung Kaleyala Merita Wasini Marselina Taplo Nopelius Kaleyala Nopela G.Lepi M odena Malo Koren Trukna Yopiel Lepitalen yepis Keduman Yesmina Mewaru Rico Uropmabin Siltia Keduman Selius Urwan Steven Keduman Tohip Taplo 3 4 2 2 3 2 3 2 2 4 2 4 3 2 1 1 3 3 2 4 2 4 2 2 2 4 4 4 3 3 1 3 2 2 2 1 3 2 1 2 4 2 2 2 2 2 2 2 3 2 2 2 2 1 2 1 2 2 3 1 2 1 4 2 4 1 3 1 2 2 1 1 2 2 140 2 1 2 4 4 3 3 2 2 3 2 3 4 1 1 2 3 4 3 4 4 4 1 1 1 2 1 1 1 2 2 3 2 2 2 1 1 3 1 2 2 3 2 3 4 2 2 2 4 2 2 4 1 1 1 2 3 3 4 1 1 1 2 1 2 2 1 2 1 4 1 1 3 2 2 2 2 4 3 2 1 3 2 2 2 4 2 2 2 1 1 2 2 2 1 2 2 2 2 2 2 2 1 1 1 1 4 2 2 2 1 2 1 3 2 2 2 2 1 3 1 2 2 3 3 2 2 1 2 2 3 1 1 2 2 2 1 3 2 2 1 1 1 1 1 1 1 3 4 4 3 3 4 3 4 4 4 4 3 4 3 4 4 3 4 4 4 4 3 1 2 2 2 4 4 3 1 1 1 2 3 2 1 2 2 3 1 2 2 3 2 3 4 2 4 2 4 2 2 4 1 3 1 2 1 3 1 2 1 2 4 3 3 2 1 1 1 3 1 2 1 1 3 2 3 2 4 2 4 4 3 4 3 3 3 3 3 3 3 4 3 4 2 4 2 1 1 4 2 3 2 2 2 1 3 2 1 2 2 2 2 2 2 3 2 1 3 2 2 2 4 2 2 3 1 1 2 2 4 2 3 1 1 1 3 2 3 1 3 2 2 1 1 2 3 3 26 19 23 27 31 22 26 29 24 28 22 35 26 23 26 17 21 25 23 31 23 27 16 15 15 30 24 27 16 18 14 17 25 15 15 18 20 w. A B B Y Y.c om

(160) w. A B B Y Y.c Y F T ra n sf o he re to bu y rm C lic k om w w w w PD ABB to PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI C lic k he re Y 3.0 3.0 bu y rm er Y F T ra n sf o ABB PD er Y 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 Tepina Lepitalen Erinus Betebalyo Dani Lepi Elin Tengket Efianus Deal Gotye Wisal Hendri Wisal Hemina Keduman Henita Wisal Helpis Lepitalen Marlin Deal Misra Wisal Iskia Deal Lince Lepitalen Lestin Lepitalen Tomina Duyala Tarina Lepitalen Tiban Kaleyala Silta Wasini Siilta Keduman Roni Tengket Agutus Lepitalen Balita Kaleyala Derri Urwan Marlin Malo Jenius Napyal Pelita Malo Tilina Wisal Toni Lepitalen Hendri Wasini Modena Keduman Yonce Keduman Dakna Wisal Yopiel Nayal Niss Trukna Pieen Kaleyala Theo Napyal 2 2 1 1 3 3 3 1 2 1 3 1 4 3 1 2 2 3 3 3 1 2 3 4 3 2 3 2 1 2 4 4 2 2 4 3 3 1 3 1 1 2 2 3 4 2 3 2 2 3 2 1 2 3 2 1 2 1 2 2 1 2 2 3 3 2 2 1 3 4 4 4 2 2 141 3 3 3 2 4 1 3 4 1 2 2 3 3 2 2 2 2 2 2 2 2 3 4 3 1 3 3 1 3 2 3 3 4 4 3 1 3 2 3 3 3 1 4 2 2 3 2 1 2 3 1 1 2 3 1 2 3 3 3 1 2 3 3 2 2 1 3 2 1 1 4 2 1 2 1 1 3 3 3 3 2 4 3 1 3 1 3 3 2 1 3 1 1 1 2 2 2 1 2 1 1 1 2 3 1 1 1 4 2 2 2 2 1 3 2 2 2 3 1 2 3 2 2 1 2 1 1 2 1 2 1 2 2 3 4 1 2 3 1 3 3 4 2 1 4 2 3 3 3 2 2 3 4 4 3 3 2 2 2 2 2 2 3 1 2 2 2 2 1 3 3 4 3 3 4 1 3 3 1 4 4 2 3 4 2 2 2 2 3 1 1 3 3 1 1 3 1 1 1 2 1 1 1 3 2 2 3 3 1 3 1 3 1 3 3 1 4 4 2 1 4 3 1 2 1 2 3 3 1 3 2 3 1 1 2 2 1 2 2 2 2 1 3 2 1 3 2 3 3 2 2 3 3 1 4 4 4 4 2 2 3 3 2 2 2 1 2 3 2 2 1 1 1 1 2 2 2 3 2 2 1 1 2 1 3 1 3 1 2 4 2 3 4 4 2 1 19 22 22 22 25 25 24 27 21 20 21 16 23 19 15 16 22 17 21 19 19 23 23 25 21 23 26 17 21 26 24 25 28 34 29 26 23 w. A B B Y Y.c om

(161) w. A B B Y Y.c Y F T ra n sf o he re to bu y rm C lic k om w w w w PD ABB to PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI C lic k he re Y 3.0 3.0 bu y rm er Y F T ra n sf o ABB PD er Y 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 Apirianus Sikwa A dison Napyal Meina Kaleyala Dani Lepi Detin Kaleyala Defis Wisal Danita Kaleyalaya Efina Trukna Eva Keduman Etoyana Kaleyala Eriss Wasini 2 4 2 3 3 3 2 3 1 1 2 1 3 1 2 2 2 2 2 1 1 2 2 2 2 4 4 3 1 2 1 2 2 2 2 1 1 1 2 1 1 1 2 1 2 2 1 3 3 2 2 1 2 1 1 1 2 2 2 2 2 2 3 2 1 2 3 4 2 4 4 1 1 2 2 2 2 1 4 1 1 1 1 1 2 3 3 2 2 4 2 3 3 3 2 1 1 3 2 1 4 2 2 2 2 2 1 1 1 1 17 31 16 25 25 21 16 18 15 17 17 10 1 3 1 4 1 1 3 1 1 1 3 1 2 1 2 2 2 1 3 3 3 Total 21 26 22 25 22 30 24 22 30 17 26 21 25 21 24 20 28 30 23 20 24 3. Variabel Pendidik Butir Pertanyaan No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 Nama Responden Arohim Wasini Agustini G. Lepi Cemener Keduman Eliaatan Wisal Ependi Keduman Leta Keduman Herwin Deal Hiron Wasini Henni Wali Mano wisal Milson Wisal Martinus Kaleyala Jupis Deal Naldo Deal Nalis Wasini Pince Lepitalen Ronal Keduman Warson Keduman Yopito Wasini Desemina Lepitalen Aten Duyala 1 1 2 2 3 2 3 3 2 3 2 2 1 3 2 2 2 2 4 2 3 3 2 1 3 2 2 2 4 2 2 3 1 2 1 3 2 2 2 4 2 2 1 2 142 3 3 3 2 2 2 3 2 2 4 1 2 1 2 2 2 2 3 3 2 1 2 4 2 3 2 2 1 2 4 3 4 2 4 2 2 2 2 2 3 4 2 2 2 5 2 2 3 2 3 4 2 2 3 2 2 4 2 3 2 2 3 4 2 3 3 6 2 2 2 3 4 4 3 3 3 2 4 4 3 3 3 2 4 4 2 3 3 7 8 3 3 4 3 2 4 3 3 4 2 4 3 3 1 4 1 4 3 4 1 4 1 3 2 3 2 2 2 4 2 3 2 4 1 4 2 3 2 1 1 3 2 9 3 1 2 1 1 2 1 2 2 1 2 2 3 2 3 1 2 2 3 2 1 w. A B B Y Y.c om

(162) w. A B B Y Y.c Y F T ra n sf o he re to bu y rm C lic k om w w w w PD ABB to PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI C lic k he re Y 3.0 3.0 bu y rm er Y F T ra n sf o ABB PD er Y 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 Delwan G. Lepi Donita Lepi Esman Lepitalen Gusten Malo Helda Keduman Heresa Kaleyala Henius Malo Jupin Wali Jonius Wasini Jopia Wali Menis Duyala Manung Kaleyala Merita Wasini Marselina Taplo Nopelius Kaleyala Nopela G.Lepi Modena Malo Koren Trukna Yopiel Lepitalen yepis Keduman Yesmina Mewaru Rico Uropmabin Siltia Keduman Selius Urwan Steven Keduman Tohip Taplo Tepina Lepitalen Erinus Betebalyo Dani Lepi Elin Tengket Efianus Deal Gotye Wisal Hendri Wisal Hemina Keduman Henita Wisal Helpis Lepitalen Marlin Deal Misra Wisal Iskia Deal 1 3 3 2 2 3 4 2 3 4 4 1 2 2 4 4 4 2 1 3 2 1 2 3 3 2 3 1 3 3 4 1 2 2 2 1 2 3 1 1 4 3 1 2 1 1 3 3 4 4 2 1 1 2 4 1 3 1 2 2 1 1 2 2 1 1 3 2 3 1 3 2 2 2 1 2 1 2 143 1 3 2 1 1 1 1 2 2 1 2 3 1 1 2 1 1 2 2 2 1 2 2 1 1 3 2 3 2 3 3 2 2 3 1 1 1 2 2 1 2 2 4 2 2 2 2 2 1 2 3 3 3 2 1 1 2 3 1 1 2 1 2 2 2 1 3 2 3 2 4 3 3 3 2 2 2 1 1 2 2 1 3 2 2 2 2 1 2 3 3 3 1 2 3 2 3 1 1 2 2 1 1 1 2 2 2 1 4 1 3 1 2 2 2 1 3 2 3 3 2 3 2 4 4 4 1 2 3 3 2 1 3 3 1 2 2 2 2 1 3 2 2 1 2 3 1 1 3 3 2 2 2 3 1 2 3 4 3 2 3 3 2 4 4 2 1 1 2 2 1 4 4 1 2 2 2 1 2 2 2 1 3 2 3 2 3 2 2 3 1 1 1 2 1 1 2 4 1 1 4 1 4 1 2 3 1 2 1 2 4 4 1 1 3 2 1 1 1 3 2 1 3 3 3 2 4 2 2 3 2 2 3 1 4 4 3 2 4 3 4 3 3 4 4 3 1 2 2 4 2 1 1 2 3 3 2 2 2 1 2 3 2 3 4 1 2 1 2 3 2 1 3 3 3 1 1 1 2 2 1 4 4 4 1 1 2 2 4 1 2 1 1 3 1 1 1 1 2 1 3 2 2 1 3 2 2 2 1 1 2 2 18 30 26 17 22 23 23 27 28 24 28 21 19 19 19 31 24 17 17 19 19 16 15 18 19 17 17 25 24 24 25 24 23 21 20 16 18 18 18 w. A B B Y Y.c om

(163) w. A B B Y Y.c Y F T ra n sf o he re to bu y rm C lic k om w w w w PD ABB to PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI C lic k he re Y 3.0 3.0 bu y rm er Y F T ra n sf o ABB PD er Y 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 Lince Lepitalen Lestin Lepitalen Tomina Duyala Tarina Lepitalen Tiban Kaleyala Silta Wasini Siilta Keduman Roni Tengket Agutus Lepitalen Balita Kaleyala Derri Urwan Marlin Malo Jenius Napyal Pelita Malo Tilina Wisal Toni Lepitalen Hendri Wasini Modena Keduman Yonce Keduman Dakna Wisal Yopiel Nayal Niss Trukna Pieen Kaleyala Theo Napyal Apirianus Sikwa A dison Napyal Meina Kaleyala Dani Lepi Detin Kaleyala Defis Wisal Danita Kaleyalaya Efina Trukna Eva Keduman Etoyana Kaleyala Eriss Wasini 3 2 1 2 2 2 2 1 3 2 4 3 2 3 1 3 3 2 3 1 2 3 1 4 2 2 2 4 3 1 3 1 2 2 2 2 2 1 2 2 3 1 2 3 3 1 2 3 3 1 2 3 1 3 1 4 3 3 3 3 2 1 1 1 1 2 1 2 2 1 144 1 2 2 1 2 1 3 1 3 1 3 1 1 2 2 1 3 3 4 2 4 4 2 2 2 1 1 3 2 2 2 2 1 2 1 2 2 3 1 3 1 2 3 2 4 2 3 1 3 2 3 2 4 3 2 3 1 2 3 3 1 2 2 2 2 1 2 3 2 2 2 3 1 2 3 1 2 1 2 1 2 2 3 3 2 3 1 2 4 3 2 3 2 2 2 1 4 4 2 1 1 2 3 2 1 1 2 2 3 3 2 2 3 1 4 1 3 1 3 1 2 2 4 4 2 2 3 1 3 3 2 1 2 1 2 2 1 3 1 2 1 2 3 2 1 1 1 3 3 3 3 1 3 2 3 3 2 4 4 3 2 3 2 2 3 1 3 3 1 2 2 1 1 1 1 1 1 3 3 1 3 1 3 2 2 2 3 2 2 2 2 1 1 2 4 3 2 1 3 4 2 2 2 3 2 3 2 1 2 2 2 2 2 2 2 2 2 3 1 1 1 2 1 1 1 3 4 1 2 1 3 1 2 2 4 1 4 2 3 1 2 2 1 2 2 3 1 1 1 2 2 2 2 2 4 3 1 3 1 3 3 3 1 2 1 3 1 1 1 4 2 1 1 3 1 2 2 1 2 18 18 18 18 22 19 19 17 26 21 25 21 19 24 18 21 27 23 26 24 27 26 21 21 23 26 15 25 22 19 17 16 17 19 16 w. A B B Y Y.c om

(164) w. A B B Y Y.c Y F T ra n sf o he re to bu y rm C lic k om w w w w PD ABB to C lic k he re Y 3.0 PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 3.0 bu y rm er Y F T ra n sf o ABB PD er Y 4. Variabel Hasil Belajar Siswa No Kelas I 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 70.0 72.86 67.09 67.54 61.14 65.63 66.45 65.71 69.2 66.66 64.5 68.81 60.0 79.45 78.09 61.09 Nilai Rapot Siswa Kelas II Kelas III Kelas IV Kelas V 66.73 71.27 67.12 72.19 66.74 73.09 76.45 72.19 73.36 70.27 62.55 71.27 76.3 64.7 60.82 73.09 62.0 70.56 71.64 70.27 78.09 73.82 62.36 60.0 70.03 70.09 70.29 61.25 72.09 71.27 65.21 73.82 73.64 69.91 74.17 70.09 67.22 70.27 76.19 71.27 72.36 76.55 61.81 65.91 72.66 68.82 71.16 60.27 63.54 70.09 72.18 62.32 65.64 66.64 76.19 73.16 75.32 71.18 70.18 74.18 61.45 73.27 77.28 78.19 145 Kelas VI 68.82 60.09 66.64 71.18 63.27 71.09 76.45 75.36 64.81 76.19 74.23 76.19 71.18 78,29 70,18 w. A B B Y Y.c om

(165) # FakultasKeguruandanIlmuPendidikan UNIVERSITAS SANATA DHARMA Nomor Lamp Hal : ^ 3 /Pnlt/Kaiur/ ^ £ /_j : : Permohonan Ijin Penelitian A B B Y Y.c om Mrican/TromolPos 29 Yogyakarta 55002.Telp.(0274) 513301, 51532, Fax, (0274) 562383 /^'3 Kabupaten Pegunungan Bintang Papua Dengan Hormat, Dengan ini kami memohon ijin bagi mahasiswa kmi, Nama : Obeth Lepitalen No.Mhs : 081324027 Program Studi : Pendidikan Ekonomi Jurusan : Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Semester : X (sepuluh) Untuk melaksanakan penelitian dalam rangka persiapan penyusunan Skripsi/Makalah dengan ketentuan sebagai berikut: Lokasi : SD Inpres Bime Kabupaten Pegunugan Bintang Waktu : Maret-April Tahun 2013 Topik/Judul : Kontribusi Fasilitas Sekolah, Dukungan Orang Tua Dan Kualitas Pendidik Terhadap Prestasi Belajar Siswa SD Inpres Bime Di Kabupaten Pegunugan Bintang Papua Tahun 2013. Atas perhatan dan ijin yang diberikan, kami ucapkan terima kasih. Yogyakarta 27 Februari 2013 ^tfrb/Dekan y ^^kSu ^J^usan Pendidikan \P£ C^SJ^^nnawan, Tembusan: 1. Dekan FKIP Y F T ra n sf o rm he re to bu y ABB w Kepada Yth. Kepala Sekolah SD Inpres Bime - PD C lic k to he re C lic k w. w w w Y 3.0 PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 3.0 bu y rm er Y F T ra n sf o ABB PD er Y S.E., M. Si. w. A B B Y Y.c om

(166) w. A B B Y Y.c F T ra n sf o rm he re to bu y ABB Y om w w w w PD C lic k C lic k he re to Y 3.0 PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 3.0 bu y rm er Y F T ra n sf o ABB PD er Y 1. LAMPIRAN DOKUMENTASI FOTO-FOTO KONDISI FISIK SEKOLAH & ANAK-ANAK SEKOLAH 1. Gedung Sekolah SD Inpres Bime 2. Anak Sekolah SD Inpres Bime 3. Dalam kelas SD Ipres Bime a.Tidak ada kursi 147 w. A B B Y Y.c om

(167) w. A B B Y Y.c Y F T ra n sf o he re to bu y rm C lic k om w w w w PD ABB to PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI C lic k he re Y 3.0 3.0 bu y rm er Y F T ra n sf o ABB PD er Y a. Rusak pelapon dalam kelas 148 w. A B B Y Y.c om

(168)

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

UPAYA MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN (PKN) DENGAN METODE SOSIODRAMA PADA SISWA KELAS IV SD NEGERI I TRIMULYO KECAMATAN TANJUNG BINTANG KABUPATEN LAMPUNG SELATAN TAHUN PELAJARAN 2011/2012
0
12
81
UPAYA MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA BANGUN DATAR DENGAN MENGGUNAKAN METODE DEMONSTRASI BAGI SISWA KELAS IV SD NEGERI I TRIMULYO KECAMATAN TANJUNG BINTANG KABUPATEN LAMPUNG SELATAN TAHUN AJARAN 2014/2015
0
5
49
PENERAPAN MEDIA PEMBELAJARAN MENGGUNAKAN RINTANGAN DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR LARI SPRINT PADA SISWA KELAS V SD INPRES BAH BUNTU KECAMATAN STM HULU KABUPATEN DELI SERDANG TAHUN AJARAN 2012/2013.
0
1
19
PENERAPAN METODE DEMONSTRASI DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPA PADA SISWA KELAS V SD TEUPIN PANAH
0
0
11
PENERAPAN MODEL QUANTUM TEACHING DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS IV SD NEGERI TUKANGAN YOGYAKARTA.
0
0
212
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN TINGKAT KEPATUHAN MENELAN OBAT PADA PENDERITA MALARIA DI PUSKESMAS KIWIROK KABUPATEN PEGUNUNGAN BINTANG PAPUA TAHUN 2009 - UDiNus Repository
0
0
2
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA SIKLUS
0
0
8
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA DENGAN
0
0
8
UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA
0
1
1
IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE GROUP INVESTIGATION DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS V SD 1 JURANG KABUPATEN KUDUS
0
0
21
PENGARUH MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS EXPERIENTIAL LEARNINGTERHADAP HASIL BELAJAR IPA DI SD INPRES EDALODE KECAMATAN PANTAI BARU KABUPATEN ROTE NDAO
0
1
6
PERAN GURU PAI DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA SD NEGERI 134 KALUMPANG KECAMATAN BONTOTIRO KABUPATEN BULUKUMBA
0
0
87
PENGARUH BIMBINGAN BELAJAR TERHADAP HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK KELAS IV SD INPRES BATANGKALUKU KABUPATEN GOWA
0
2
116
IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN INSIDE OUTSIDE CIRCLE DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PENDIDIKAN AGAMA ISLAM PESERTA DIDIK DI SD INPRES CAMBAYA KABUPATEN GOWA
0
1
108
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPS SISWA KELAS IV SD NEGERI 102 PEKANBARU
0
0
13
Show more