N A G N I B M I B

Gratis

0
0
84
7 months ago
Preview
Full text
(1)PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI MANFAAT LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING MENURUT PERSEPSI PARA SISWA KELAS XI SMA NEGERI 1 DEPOK YOGYAKARTA TAHUN AJARAN 2013/2014 SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Bimbingan dan Konseling Oleh: Lisbeth Riany Purba NIM : 091114047 PROGRAM STUDI BIMBINGAN DAN KONSELING JURUSAN ILMU PENDIDIKAN FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2014

(2) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI MANFAAT LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING MENURUT PERSEPSI PARA SISWA KELAS XI SMA NEGERI 1 DEPOK YOGYAKARTA TAHUN AJARAN 2013/2014 SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Bimbingan dan Konseling Oleh: Lisbeth Riany Purba NIM : 091114047 PROGRAM STUDI BIMBINGAN DAN KONSELING JURUSAN ILMU PENDIDIKAN FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2014 i

(3) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ii

(4) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI iii

(5) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI MOTTO Bahwa tiada yang orang dapatkan, kecuali yang ia usahakan, Dan bahwa usahanya akan kelihatan nantinya. (Q.S. An Najm ayat 39-40) Jangan terlalu memikirkan masa lalu karena telah pergi dan selesai, dan jangan terlalu memikirkan masa depan hingga dia datang sendiri. Karena jika melakukan yang terbaik di hari ini, maka hari esok akan lebih baik. iv

(6) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI PERSEMBAHAN Karya sederhana ini ku persembahkan untuk: Allah SWT Setiap orang yang mencintai dunia pendidikan khususnya bimbingan dan konseling... Keluargaku tercinta: Kedua orangtuaku tercinta, My Dad Rikson Purba dan My Mom Srimurwani Kedua adikku Arbi Armando Purba, Nessa Claudia Purba serta Kekasihku Vitaly Rica Fernando Teman-temanku BK USD angkatan 2009 “Semoga Allah SWT selalu memberikan berkah di setiap jalan yang kita tempuh” v

(7) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI PERNYATAAN KEASLIAN KARYA Saya menyatakan dengan sesungguhnya bahwa skripsi yang saya tulis ini tidak memuat karya atau bagian karya orang lain, kecuali yang telah bersangkutan dalam kutipan dan daftar pustaka, sebagaimana layaknya karya ilmiah. Yogyakarta, 25 Februari 2014 Penulis Lisbeth Riany Purba vi

(8) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS Yang bertanda tangan di bawah ini, saya mahasiswa Universitas Sanata Dharma : Nama : Lisbeth Riany Purba No Induk Mahasiswa : 091114047 Demi pengembangan ilmu pengetahuan, saya memberikan kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma karya ilmiah saya yang berjudul: MANFAAT LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING MENURUT PERSEPSI PARA SISWA KELAS XI SMA NEGERI 1 DEPOK YOGYAKARTA TAHUN AJARAN 2013/2013 beserta perangkat yang diperlukan (bila ada). Dengan demikian saya memberikan hak kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma untuk menyimpan, mengalihkan dalam bentuk media lain, mengelolanya dalam bentuk pangkalan data, mendistribusikan secara terbatas, dan mempublikasikannya di internet atau media lain untuk kepentingan akademis tanpa perlu meminta ijin saya maupun memberikan royalty kepada saya selama tetap mencantumkan nama saya sebagai penulis. Demikian penyataan ini saya buat dengan sebenarnya. Dibuat di Yogyakarta Pada Tanggal 25 Februari 2014 Yang Menyatakan Lisbeth Riany Purba vii

(9) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ABSTRAK MANFAAT LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING MENURUT PERSEPSI PARA SISWA KELAS XI SMA NEGERI 1 DEPOK YOGYAKARTA TAHUN AJARAN 2013/2014 Lisbeth Riany Purba Universitas Sanata Dharma Yogyakarta, 2014 Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi siswa kelas XI SMA Negeri 1 Depok Yogyakarta tahun ajaran 2013/ 2014 terhadap manfaat layanan bimbingan dan konseling. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan metode survei. Subjek penelitian adalah siswa kelas XI jurusan IPA dan IPS SMA Negeri 1 Depok Yogyakarta tahun ajaran 2013/ 2014 yang berjumlah 87 orang. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakana kuesioner manfaat layanan bimbingan dan konseling menurut persepsi para siswa yang disusun oleh peneliti berdasarkan program layanan bimbingan dan konseling di sekolah. Validitas instrumen menggunakan validitas isi dengan cara expert judgment. Uji reliabilitas dilakukan dengan menggunakan SPSS 15 dan diperoleh data koefisien 0,961. Teknik analisi data yang digunakan dalam penelitian ini mengacu pada Azwar (2007: 108). Manfaat layanan bimbingan dan konseling digolongkan menjadi 5 kualifikasi, yaitu: “sangat bermanfaat”, “bermanfaat”, “cukup bermanfaat”, “tidak bermanfaat”, dan “sangat tidak bermanfaat”. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 7 siswa (8%) memiliki persepsi bahwa layanan bimbingan dan konseling “sangat bermanfaat”, 52 siswa (60%) memiliki persepsi bahwa layanan bimbingan dan konseling “bermanfaat”, 28 siswa (32%) memiliki persepsi bahwa layanan bimbingan dan konseling “cukup bermanfaat”, dan tidak ada siswa yang memiliki persepsi bahwa layanan bimbingan dan konseling “tidak bermanfaat” dan “sangat tidak bermanfaat”. viii

(10) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ABSTRACT THE DESCRIPTION OF GUIDANCE SERVICE AND CONSELING BENEFIT ACCORDING TO SMA NEGERI 1 DEPOK YOGYAKARTA ELEVENTH GRADE STUDENTS’ PERCEPTION IN 2013/2014 Lisbeth Riany Purba Universitas Sanata Dharma Yogyakarta, 2014 This study aims to know the perception of SMA Negeri 1 Depok Yogyakarta 2013/2014 students toward the benefit of guidance service and conseling. It is a descriptive study with survey method. The subject of this study are 87 students from SMA Negeri 1 Depok Yogyakarta eleventh grade students majored Science and Social Science. Data were collected using questionnaire about guidance service and conseling according to students perception which based on the school guidance service and conseling. The validity of data uses the content validity type then uses expert judgement method. The checking of reliability was done by using SPSS 15 and was gotten coefficient point which was 0,961. The data analysis technique used in this study refers to Azwar (2007: 108). Benefits of guidance service and conseling are divided into five qualifications: “very useful”, “useful”, “quite useful”, “not useful”, and “very not useful”. The result of this study shows: 7 students (8%) had perceptions that guidance service and conseling were “very useful”, 52 students (60%) had perception that guidance service and conseling were “useful”, 28 students (32%) had perception that guidance service and conseling were “quite useful”, and none of students who had perception that guidance service and conseling were “not useful” and “very not useful”. ix

(11) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI KATA PENGANTAR Segala puji bagi Allah Ta’ala yang telah memberi kemudahan, rahmat serta karunia kepada penulis, sehingga dapat menyelesaikan penulisan skripsi ini dengan baik. Skripsi ini ditulis dalam rangka memenuhi salah satu syarat untuk memperoleh gelar sarjana pendidikan dari Program Studi Bimbingan dan Konseling, Jurusan Ilmu Pendidikan, Universitas Sanata Dharma. Penulisan skripsi ini dapat terselesaikan karena bantuan dan dukungan dari banyak pihak. Untuk itu, pada kesempatan ini penulis menghanturkan ucapan terima kasih kepada : 1. Bapak Dr. Gendon Barus, M.Si., selaku Ketua Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. 2. Ibu A. Setyandari, S.Pd., S.Psi., Psi., M.A., selaku dosen pembimbing yang telah banyak membimbing dan memberikan masukan untuk menyelesaikan skripsi ini. 3. Panitia penguji yang memberi kesempatan pa da penulis untuk mempertanggungjawabkan skripsi ini. 4. Mas Priyatmoko yang membantu menyelesaikan administrasi penulis. 5. Drs. Maskur, selaku Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Depok Yogyakarta yang berkenan menerima dan memberikan kesempatan kepada penulis untuk melakukan penelitian. x

(12) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 6. Drs. Joko Wuryono, S.Pd, selaku koordinator Bimbingan dan Konseling SMA Negeri 1 Depok Yogyakarta yang bersedia membantu, membimbing, dan mengarahkan penulis dalam melaksanakan penelitian. 7. Seluruh staf Bimbingan dan Konseling SMA Negeri 1 Depok Yogyakarta yang berkenan menerima dan memberikan saran bagi penulis dalam melaksanakan penelitian. 8. Seluruh siswa SMA Negeri 1 Depok Yogyakarta, khususnya siswa kelas XI tahun ajaran 2013/2014 yang telah bersedia berpartisipasi dalam penelitian ini. 9. Kedua orangtua tersayang, Bapak Rikson Purba dan Ibu Srimurwani yang tiada henti-hentinya memberikan motivasi, doa, kasih sayang dan segalanya sehingga skripsi ini dapat terselesaikan. 10. Adik-adikku Arbi Armando Purba dan Nessa Claudia Purba yang selalu mendukung penulis dengan penuh kasih sayang, kebahagiaan, dan kebersamaan. 11. Kekasihku Vitally Rica Fernando yang selalu menemani, memberikan motivasi dan semangat pada penulis sehingga skripsi ini bisa terselesaikan 12. Sahabatku Frisca Windarni Putri Soedarno yang selalu setia menemani disaat suka maupun duka. 13. Sahabat-sahabatku: Putri Rahmawati Putri, Suryati Murni, Deddy Setiawan, Dwi Elok Permataningtyas, Rino Novidianta, Aldian Putranto Hadi, Yuvita Kristiasanti. xi

(13) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 14. Teman-teman kost elit: Fauziah Ivo, Mithya Ayu, Rizky Fitriani, Mieke Widi, Farin Windy, Natha Subkhan, Linna dan Mellisa Indah yang selalu memberikan dukungannya. 15. Teman-teman BK ’09 yang selalu memberikan semangat dan sharing. Terimaksih untuk kalian semua. 16. Semua pihak yang sudah membantu dalam penulisan skripsi ini yang tidak dapat penulis sebutkan satu per satu. Penulis berharap semoga skripsi ini dapat memberikan manfaat bagi pembaca. xii

(14) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR ISI Halaman HALAMAN JUDUL ......................................................................... i HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING ............................... ii HALAMAN PENGESAHAN ........................................................... iii HALAMAN MOTTO ....................................................................... iv HALAMAN PERSEMBAHAN ........................................................ v HALAMAN PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ....................... vi HALAMAN PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI ....... vii ABSTRAK......................................................................................... viii ABSTRACT........................................................................................ ix KATA PENGANTAR ....................................................................... x DAFTAR ISI ..................................................................................... xii DAFTAR TABEL ............................................................................. xvi DAFTAR LAMPIRAN ..................................................................... xvii BAB I PENDAHULUAN .................................................................. 1 A. Latar Belakang Masalah .................................................... 1 B. Rumusan Masalah ............................................................ 4 C. Tujuan Penelitian .............................................................. 5 D. Manfaat Penelitian ............................................................. 5 E. Definisi Operatioanl ......................................................... 6 BAB II KAJIAN TEORITIS ............................................................ 7 A. Persepsi ............................................................................ 7 1. Pengertian persepsi ...................................................... 7 2. Faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi.................. 9 B. Layanan Bimbingan dan Konseling ................................... 10 1. Pengertian bimbingan .................................................. 10 xiii

(15) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 2. Pengertian konseling .................................................... 12 3. Tujuan bimbingan dan konseling ................................. 13 4. Program bimbingan dan konseling di sekolah .............. 15 5. Jenis layanan bimbingan dan konseling........................ 19 6. Fungsi layanan bimbingan dan konseling …………….. 22 7. Bidang bimbingan dan konseling……………………… 24 C. Remaja ............................................................................. 25 1. Pengertian masa remaja ............................................... 25 2. Cirri-ciri masa remaja .................................................. 26 3. Tugas-tugas perkembangan remaja .............................. 28 D. Layanan Bimbingan dan Konseling di SMA Negeri 1 Depok Yogyakarta ……………............. 29 BAB III METODOLOGI PENELITIAN ........................................ 31 A. Jenis Penelitian .................................................................. 31 B. Subjek Penelitian ............................................................... 31 1. Subjek penelitian ……………………………………... 31 2. Sampel ………………………………………………… 32 3. Teknik sampling ……………………………………… 32 C. Teknik Pengumpulan Data................................................. 33 1. Instrumen penelitian .................................................... 33 2. Skoring ...................................................................... 35 D. Validitas dan Reliabilitas ................................................... 36 1. Validitas instrumen ...................................................... 36 2. Uji reliabilitas instrumen.............................................. 39 E. Prosedur Pengumpulan Data .............................................. 40 F. Teknik Analisis Data ......................................................... 41 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN................... 43 A. Hasil Penelitian................................................................. 43 B. Pembahasan ...................................................................... 44 xiv

(16) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB IV PENUTUP ........................................................................... 48 A. Kesimpulan ............................................................................. 48 B. Saran-saran ............................................................................. 48 xv

(17) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR TABEL Halaman Tabel 1 : Rincian Jumlah Siswa Kelas XI SMAN 1 Depok Yogyakarta Tahun Ajaran 2013/2014 ………………… 32 Tabel 2: Daftar Kelas yang Dijadikan Sampel ………………….. 33 Tabel 3: Kisi-kisi Kuesioner Manfaat Layanan Bimbingan dan Konseling Menurut Persepsi Para Siswa Kelas XI SMAN 1 Depok Yogyakarta Tahun Ajaran 2013/2014 ………………………………. 35 Tabel 4: Rincian Item Instrumen yang Valid dan yang Gugur dalam Uji Coba Penelitia ……… 38 Tabel 5: Kriteria Guildford ………………………………............ 40 Tabel 6: Kualifikasi Skor Manfaat Layanan Bimbingan dan Konseling ……………………………… 42 Table 7: Penilaian Responden Terhadap Manfaat Layanan Bimbingan dan Konseling Menurut Persepsi Para Siswa …………………………… xvi 43

(18) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR LAMPIRAN Halaman Lampiran 1: Hasil Perhitungan Reliabilitas Kuesioner Uji Coba ……………………………….. 53 Lampiran 2: Kuesioner Manfaat Layanan Bimbingan dan Konseling ………………………… 55 Lampiran 3: Tabulasi Data Hasil Penelitian …………………….. 59 Lampiran 4: Surat Keterangan Melakukan Penelitian …………… 63 xvii

(19) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB I PENDAHULUAN Pada bab ini dipaparkan latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian dan definisi operasional. A. Latar Belakang Masalah Sekolah sebagai lembaga formal yang menyelenggarakan pendidikan formal mempunyai peranan yang sangat penting dalam usaha mendewasakan siswa serta menjadikan mereka sebagai anggota masyarakat yang berguna. Sekolah turut pula bertanggung jawab atas anggota masyarakat yang dihasilkannya, dan untuk tujuan tersebut sekolah menyelenggarakan kegiatan belajar mengajar. Hamalik (2005: 15) mengatakan bahwa pendidikan juga berkenaan dengan kehidupan etika moral, fisik, mental dan emosional, serta kepuasan personal setiap individu sesuai dengan kemampuan dan pengalaman kerja dalam masyarakat. Pendidikan memberikan kesempatan berkembang secara maksimal, mempelajari peristiwa masa lalu, kesempatan untuk aktif dan kreatif. Setiap pendidik perlu mendorong siswa untuk mengembangkan kemampuan dalam diri siswa semaksimal mungkin sehingga dikemudian hari siswa dapat menggunakannya secara efektif. Pada tingkat sekolah menengah atas peserta didik yang sebagian besar adalah remaja, memiliki kebutuhan, karakteristik dan tugas-tugas perkembangan yang harus dipenuhi. Tugas para pendidik adalah membantu 1

(20) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 2 para siswa untuk memenuhi tugas-tugas perkembangan dan kebutuhan siswa tersebut. Tujuan pendidikan yang ingin dicapai untuk membantu siswa, dapat didukung melalui program layanan bimbingan dan konseling di sekolah. Program layanan bimbingan dan konseling di sekolah, hendaknya dapat membantu siswa untuk mengembangkan dan menyesuaikan dirinya terhadap lingkungan masyarakat. Namun demikian, dalam kehidupan sehari-hari banyak remaja mengalami kesulitan dalam proses pengembangan dirinya. Remaja seringkali masih mengalami kesulitan dalam menentukan sikap dan perilaku untuk dirinya. Kesulitan-kesulitan tersebut terjadi dibidang pribadi, sosial, belajar maupun dalam menentukan masa depannya. Melalui layanan bimbingan dan konseling para siswa dibantu mengenal diri dan lingkungan, serta perencanaan masa depan. Bimbingan diperlukan oleh individu atau siswa untuk menciptakan situasi yang dapat memberikan pemahaman bagi diri dan lingkungan sehingga ia mampu membuat pilihannya secara bijak dan tepat dimasa mendatang. Mengingat usia remaja rentan pada pengaruh-pengaruh buruk, maka layanan bimbingan dan konseling yang dirancang dan dilaksanakan dengan baik dan mencangkup berbagai bidang bimbingan menjadi sangat penting. Oleh karena itu, dibandingkan dengan jenjang pendidikan yang lain, layanan bimbingan dan konseling di SMA memiliki peranan yang sangat penting. Guru pembimbing sebagai petugas bimbingan dan konseling di sekolah memiliki andil yang besar dalam membantu siswa untuk

(21) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 3 mengarahkan pada proses pencapaian masa depannya. Guru pembimbing perlu memberi berbagai layanan bantuan sesuai dengan tuntutan dan keadaan lingkungan sekolah, keluarga dan masyarakat untuk mencapai perkembangan yang optimal. Karena itu dalam melaksanakan tugas dan peranannya di sekolah, guru pembimbing dituntut untuk memiliki kemampuan dan bekerja secara professional. Bimbingan dan konseling di sekolah merupakan pelayanan bantuan untuk siswa baik perorangan ataupun kelompok agar mandiri dan berkembang secara optimal, melalui berbagai jenis layanan dan kegiatan pendukung. Kegiatan tersebut mengacu kepada program yang telah direncanakan oleh guru pembimbing dengan memperhatikan kebutuhan siswa, jumlah siswa asuh yang wajib dibimbing, adanya sarana kegiatan yang memadai dan sebagainya. Winkel dan Sri Hastuti (2006: 57) mengatakan bahwa pelayanan bimbingan diharapkan menunjang perkembangan semua siswa di SMA dan tidak hanya dibatasi pada siswa-siswi yang mengalami suatu permasalahan. Siswa-siswi didampingi dalam memanfaatkan pendidikan sekolah menengah bagi perkembangan dirinya. Kegiatan bimbingan dan konseling di SMA Negeri 1 Yogyakarta merupakan proses bantuan yang diberikan guru pembimbing kepada siswa. Dengan adanya layanan bimbingan dan konseling yang baik, maka siswa akan dapat mencapai tugas perkembangan dengan baik.

(22) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 4 Keberhasilan layanan bimbingan dan konseling di sekolah tidak terlepas dari partisipasi berbagai pihak, baik siswa, guru, sekolah dan masyarakat. Dari pihak siswa, persepsi yang baik terhadap layanan bimbingan dan konseling menjadi sangat penting untuk memotivasi siswa terlibat dalam layanan bimbingan dan konseling di sekolah. Persepsi siswa akan berpengaruh pada perilaku yang ditunjukkannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi siswa terhadap manfaat pelayanan bimbingan dan konseling yang telah diperoleh di sekolah. Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri 1 Depok Yogyakarta karena sekolah tersebut memiliki pelayanan bimbingan dan konseling yang terprogram dan terjadwal. Dengan mengetahui persepsi siswa terhadap manfaat pelayanan bimbingan dan konseling di sekolah, diharapkan dapat memberikan masukanmasukan pengembangan program. Penelitian ini dilakukan pada siswa kelas XI karena dengan pertimbangan bahwa siswa kelas XI sudah dipandang cukup menerima pelayanan bimbingan dan konseling di sekolah. B. Rumusan Masalah Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah apa manfaat layanan bimbingan dan konseling menurut persepsi para siswa kelas XI SMA Negeri 1 Depok Yogyakarta tahun ajaran 2013/2014.

(23) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 5 C. Tujuan Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui manfaat layanan bimbingan konseling menurut persepsi para siswa kelas XI SMA Negeri 1 Depok Yogyakarta tahun ajaran 2013/2014. D. Manfaat Penelitian Hasil penelitian diharapkan dapat bermanfaat sebagai berikut: 1. Manfaat Teoritis Menambah pengetahuan khususnya mengenai persepsi siswa SMA Negeri 1 Depok Yogyakarta tentang manfaat layanan bimbingan dan konseling. 2. Manfaat Praktis a. Manfaat dari penelitian ini bagi peneliti lain adalah membantu peneliti sebagai bahan informasi dan menjadikan inspirasi untuk melakukan penelitian lain yang lebih mendalam mengenai manfaat layanan bimbingan dan konseling. b. Manfaat untuk guru pembimbing adalah hasil penelitian ini diharapkan dapat memberi masukan atau informasi dalam meningkatkan pelayanan bimbingan dan konseling agar bermanfaat bagi siswanya. c. Manfaat bagi siswa adalah memberikan masukan tentang pentingnya layanan bimbingan dan konseling, sehingga siswa mampu

(24) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 6 mengembangkan persepsi yang positif terhadap pelayanan BK dan bersedia mendapat layanan bimbingan dari guru BK. E. Definisi Operasional 1. Persepsi terhadap manfaat layanan bimbingan dan konseling adalah pandangan/pendapat/keyakinan siswa tentang kegunaan layanan bimbingan dan konseling sepanjang tahun ajaran 2013/2014 sebagaimana diungkap dalam butir-butir kuesioner yang digunakan dalam penelitian ini. 2. Siswa kelas XI SMA Negeri 1 Depok Yogyakarta merupakan para siswa yang terdaftar di kelas XI jurusan IPA dan IPS SMA Negeri 1 Depok Yogyakarta T.A 2013/2014.

(25) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB II LANDASAN TEORI Pada bab ini dipaparkan persepsi, bimbingan dan konseling, remaja, dan layanan bimbingan dan konseling di SMA Negeri Depok 1 Yogyakarta. A. Persepsi 1. Pengertian persepsi Persepsi adalah proses internal yang kita lakukan untuk memilih, mengevaluasi dan mengorganisasikan rangsangan dari lingkungan eksternal (Suharman, 2005). Sedangkan Kotler (2000) menjelaskan persepsi sebagai proses bagaimana seseorang menyeleksi, mengatur dan menginterpretasikan masukan-masukan informasi untuk menciptakan gambaran keseluruhan yang berarti. Menurut Sarwono (2009: 86) persepsi berlangsung saat seseorang menerima stimulus dari dunia luar yang ditangkap oleh organ-organ bantunya yang kemudian masuk kedalam otak. Didalamnya terjadi proses berpikir yang pada akhirnya terwujud dalam sebuah pemahaman. Woodworth dan Marquis (Walgito, 2010: 100) mengemukakan persepsi merupakan suatu proses yang didahului oleh proses penginderaan, yaitu proses diterimanya stimulus oleh individu melalui alat indera atau juga disebut proses sensoris. Proses penginderaan akan berlangsung setiap saat pada waktu individu menerima stimulus melalui alat indera yang dugunakan untuk menerima stimulus dari luar individu. Alat indera tersebut merupakan alat penghubung antara individu dengan dunia luarnya. Menurut Desmita 7

(26) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 8 (2009: 118) persepsi adalah suatu proses penggunaan pengetahuan yang telah dimiliki untuk memperoleh dan menginterprestasi stimulus (rangsangan) yang diterima oleh sistem alat indera manusia. Jadi, pada dasarnya persepsi menyangkut hubungan manusia dengan lingkungannya, bagaimana ia mengerti dan menginterprestasikan stimulus yang ada di lungkungannya dengan menggunakan pengetahuan yang dimilikinya. Setelah individu menginderakan objek di lingkungannya, kemudian ia memproses hasil pengindraannya itu, sehingga timbullah makna tentang objek itu. Secara singkat dapat dikatakan bahwa persepsi merupakan suatu proses menginterprestasi atau menafsirkan informasi yang diperoleh melalui sistem indera manusia. Misalnya pada waktu seorang melihat sebuah gambar, membaca tulisan, atau mendengar suara tertentu, ia akan melakukan interprestasi berdasarkan pengetahuan yang dimilikinya yang relevan dengan hal-hal itu. Dari beberapa pendapat diatas dapat dikatakan bahwa persepsi adalah suatu proses menginterprestasi atau menafsirkan informasi yang diperoleh melalui sistem penginderaan. Interprestasi dipengaruhi oleh faktor dari luar individu maupun luar individu.

(27) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 9 2. Faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi Menurut Irwanto, dkk (1988) ada beberapa faktor yang mempengaruhi persepsi, yaitu : a. Perhatian yang selektif Dalam kehidupan manusia setiap saat menerima rangsangan dari lingkungan sekitar. Tetapi hanya beberapa objek bahkan satu yang dapat diterima dan yang lainnya diabaikan. Hal ini menunjukkan bahwa perhatian melibatkan seleksi objek tertentu yang hadir pada saat bersangkutan. Untuk itu individu hanya memusatkan pada rangsangan-rangsangan tertentu saja yang dianggap perlu. b. Ciri-ciri rangsangan Rangsangan yang bergerak akan lebih menarik bagi seseorang yang memperhatiakannya daripada rangsangan yang diam yang tidak dapat menarik perhatian seseorang. Seseorang lebih senang melihat suatu rangsangan yang lebih besar daripada yang kecil. Rangsangan yang lebih mendapat perhatian seseorang adalah yang memiliki latar belakang yang kontras dan intensitas rangsangannya paling kuat. c. Nilai-nilai dan kebutuhan individu Setiap orang memiliki rangsangan yang sama yaitu dalam menentukan atau memenuhi nilai-nilai dan kebutuhan dalam dirinya. Tetapi nilai dan kebutuhan yang berbeda inilah yang menimbulkan persepsi berbeda pada setiap diri seseorang.

(28) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 10 d. Pengalaman terdahulu Pengalaman-pengalaman terdahulu sangat mempengaruhi seseorang dalam mempersepsi dunianya. Hal ini menunjukkan bahwa rangsangan seseorang terhadap hal baru turut dipengaruhi oleh rangsangan atau pengalaman terdahulu yang pernah dilaluinya. B. Layanan Bimbingan dan Konseling 1. Pengertian bimbingan Menurut Moegiadi (Winkel & Sri Hastuti, 2006: 29), bimbingan berarti suatu proses pemberian bantuan atau pertolongan kepada individu dalam hal: memahami diri sendiri, menghubungkan pemahaman tentang dirinya sendiri dengan lingkungan, memilih dan menentukan serta menyusun rencana sesuai dengan konsep dirinya sendiri dan tuntutan dari lingkungan. Sedangkan menurut Natawidjaja (Winkel & Sri Hastuti, 2006: 29) bimbingan adalah proses pemberian bantuan kepada individu yang dilakukan secara berkesinambungan, supaya individu tersebut dapat memahami dirinya, sehingga ia sanggup mengarahkan diri dan dapat bertindak wajar, sesuai dengan tuntutan dan keadaan keluarga serta masyarakat. Dengan demikian dia dapat mengecap kebahagiaan hidupnya serta dapat memberikan sumbangan yang berarti. Mappiare (Winkel & Sri Hastuti, 2006: 35) berpendapat bahwa bimbingan merupakan serangkaian kegiatan paling pokok bimbingan dalam membantu konseli/klien secara tatap muka, dengan tujuan agar

(29) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 11 klien dapat mengambil tanggung jawab sendiri terhadap berbagai persoalan atau masalah khusus. Bimbingan juga merupakan layanan yang bersifat professional yang diberikan oleh para konselor yang memiliki latar belakang pendidikan dan keahlian di bidang bimbingan dan konseling. Menurut Laksmi (Sukmadinata, 2003: 3) bimbingan merupakan bantuan yang diberikan oleh konselor yang memiliki kompetensi (professional) kepada individu dari berbagai tahapan usia, untuk membantu mereka mengarahkan kehidupannya, mengembangkan pandangan hidupnya, menentukan keputusan bagi dirinya, dan memecahkan masalah-masalah yang dihadapi. Menurut Yusuf dan Juntika (2010: 6) bimbingan merupakan suatu proses yang berkesinambungan, bukan kegiatan yang seketika atau kebetulan. Bimbingan merupakan serangkaian tahapan kegiatan yang sistematis dan berencana yang terarah kepada pencapaian tujuan. Menurut Sukardi (2002 : 19) bimbingan adalah suatu proses bantuan kepada individu yang dilakukan secara berkesinambungan supaya individu tersebut dapat memahami dirinya sendiri, sehingga mampu mengarahkan dirinya sendiri dan bertindak wajar sesuai dengan tuntutan dan keadaan di sekitarnya. Bimbingan membantu individu mencapai perkembangan diri secara optimal sebagai makhluk sosial. Jadi, bimbingan adalah proses pemberian bantuan (process of helping) kepada individu agar mampu memahami dan menerima diri dan lingkungannya, mengarahkan diri, dan menyesuaikan diri secara positif dan konstruktif terhadap tuntutan norma

(30) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 12 kehidupan (agama dan budaya) sehingga mencapai kehidupan yang bermakna (berbahagia, baik secara personal maupun sosial). 2. Pengertian konseling Konseling adalah suatu layanan profesional yang dilakukan oleh para konselor yang terlatih secara profesional. Hal ini bukan merupakan hubungan yang secara kebetulan direncanakan untuk membereskan atau memecahkan masalah klien. Konseling merupakan suatu proses yang direncanakan untuk mempercepat pertumbuhan klien. Rogers (Hendrarno 2003: 24) menyatakan bahwa konseling merupakan rangkaian-rangkaian kontak atau hubungan secara langsung dengan individu yang tujuannya memberikan bantuan dalam merubah sikap dan tingkah lakunya. Menurut Winkel (2005) konseling merupakan serangkaian kegiatan paling pokok dari bimbingan dalam usaha membantu konseli/klien secara tatap muka dengan tujuan agar klien dapat mengambil tanggung jawab sendiri terhadap berbagai persoalan atau masalah khusus. Menurut Prayitno dan Amti (2004: 105) konseling adalah proses pemberian bantuan yang dilakukan melalui wawancara konseling oleh seorang ahli (disebut konselor) kepada individu yang sedang mengalami sesuatu masalah (disebut klien) yang bermuara pada teratasinya masalah yang dihadapi klien. Menurut Tolber (Prayitno, 2004: 101) konseling adalah hubungan pribadi yang dilakukan secara tatap muka antara dua orang dalam mana konselor melalui hubungan itu dengan kemampuan-kemampuan khusus yang dimilikinya, menyediakan situasi belajar. Dalam hal ini konseli

(31) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 13 dibantu untuk memahami diri sendiri, keadaannya sekarang, dan kemungkinan keadaannya masa depan yang dapat ia ciptakan dengan menggunakan potensi yang dimilikinya, demi untuk kesejahteraan pribadi maupun masyarakat. Lebih lanjut konseli dapat belajar bagaimana memecahkan masalah-masalah dan menemukan kebutuhan-kebutuhan yang akan datang. Bertolak dari beberapa definisi konseling di atas dapat disimpulkan bahwa konseling merupakan suatu proses bantuan secara profesional antara konselor dan klien yang bertujuan membantu individu (klien) dalam memecahkan masalahnya agar individu dapat menyesuaikan diri dengan lingkungannya sesuai potensi atau kemampuan yang ada pada dirinya. 3. Tujuan bimbingan dan konseling Bimbingan dan konseling merupakan layanan untuk peserta didik baik individu maupun kelompok agar mandiri dan berkembang secara optimal dalam hubungan pribadi, sosial, belajar, karir, melalui berbagai jenis layanan dan kegiatan pendukung atas dasar norma-norma yang berlaku dengan tujuan untuk membantu memandirikan peserta didik dalam mengembangkan potensi-potensi mereka secara optimal (Hikmawati 2010: 64). Menurut Winkel dan Sri Hastuti (2006: 31), tujuan layanan bimbingan dan konseling adalah: a. Agar sesama manusia mengatur kehidupan sendiri

(32) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 14 b. Menjamin perkembangan dirinya sendiri soptimal mungkin c. Memikul tanggung jawab sepenuhnya atas arah hidupnya sendiri d. Menggunakan kebebasannya sebagai manusia secara dewasa dengan berpedoman pada cita-cita yang mewujudkan semua potensi yang baik padanya e. Menyelesaikan semua tugas yang dihadapi dalam kehidupan ini secara memuaskan. Tujuan khusus dari pelayanan bimbingan dan konseling adalah supaya siswa berkembang seoptimal mungkin dan mengambil manfaat sebanyak mungkin dari pengalamannya selama bersekolah, dengan mengindahkan ciri-ciri kepribadiannya dan tuntutan kehidupan masyarakat di masa sekarang dan di masa yang akan datang (Winkel dan Sri Hastuti, 2006: 73). Sedangkan tujuan layanan bimbingan dan konseling menurut Syamsu (2009: 49) ialah agar konseli dapat: (1) merencanakan kegiatan penyelesaian studi, perkembangan karier serta kehidupannya dimasa datang; (2) mengembangkan seluruh potensi dan kekuatan yang dimilikinya seoptimal mungkin; (3) menyesuaikan diri dengan lingkungan pendidikan, lingkungan masyarakat serta lingkungan kerjanya; (4) mengatasi hambatan dan kesulitan yang dihadapi dalam studi, penyesuaian dengan lingkungan pendidikan, masyarakat, maupun lingkungan kerja.

(33) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 15 4. Program bimbingan dan konseling di sekolah Suatu program bimbingan dan konseling tidak mungkin akan terselenggara bila tidak ada suatu sistem pengelolaan (manajemen) yang bermutu yang dilakukan secara jelas, sistematis, dan terarah. Menurut Nurihsan (2009: 40), ada beberapa kegiatan penting yang perlu dilakukan dalam merencanakan program bimbingan di sekolah: a. Analisis kebutuhan dan permasalahan siswa b. Penentuan tujuan program layanan bimbingan yang hendak dicapai c. Analisis situasi dan kondisi sekolah d. Penentuan jenis-jenis kegiatan yang akan dilakukan e. Penetapan metode dan teknik yang akan digunakan dalam kegiatan f. Penetapan personel-personel yang akan melaksanakan kegiatan yang telah ditetapkan g. Persiapan fasilitas dan biaya pelaksanaan kegiatan-kegiatan bimbingan yang direncanakan h. Perkiraan tentang hambatan-hambatan yang ditemui dan usahausaha yang akan dilakukan dalam mengatasi hambatan-hambatan.

(34) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 16 Menurut Hikmawati (2010: 6), program bimbingan dan konseling mencangkup bidang-bidang sebagai berikut: a. Bimbingan pribadi Layanan pengembangan kemampuan mengatasi masalah-masalah pribadi dan intelektual, afektif, dan fisikomotorik b. Bimbingan sosial Layanan pengembangan kemampuan dan mengatasi masalah sosial dalam kehidupan keluarga, sekolah, dan masyarakat c. Bimbingan belajar Layanan mengoptimalkan perkembangan dan mengatasi masalah dalam proses pembelajaran d. Bimbingan karier Layanan yang diberikan untuk merencanakan dan mempersiapkan pemgembangan karier. Para guru bimbingan dan konseling memegang peranan sangat penting dalam pelaksanaan program layanan bimbingan dan konseling. Guru bimbingan dan konseling dapat bekerjasama dengan kepala sekolah, para guru dan pihak-pihak terkait lainnya dalam membatu perkembangan para siswa. Guru bimbingan dan konseling merupakan ujung tombak terlaksananya program bimbingan dan konseling di sekolah. Sebagai ujung tombak, guru bimbingan dan konseling perlu memiliki semangat kerja yang tinggi, rasa cinta terhadap tugasnya, ketekunan, kesediaan, tanggung jawab, dan kreatif.

(35) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 17 Menurut Nurihsan (2009: 11), untuk merencanakan program bimbingan di sekolah, perlu dilakukan hal-hal yang berikut: a. Karena bimbingan dan konseling itu berhubungan dengan sikap dan perilaku individu (peserta didik), maka perlu diingat bahwa sikap dan perilaku tersebut terbentuk dari segala aspek kepribadian yang unik dan rumit. b. Perlu dikenal dan dipahami perbedaan individu orang-orang yang akan dibimbing (peserta didik), agar dapat memberikan bimbingan yang tepat, sesuai dengan apa yang dibutuhkan oleh individu yang dibimbing itu c. Bimbingan merupakan suatu proses membantu individu (peserta didik), agar dapat membantu dirinya sendiri dala memecahkan masalah yang dihadapi d. Bimbingan hendaknya bertitik tolak pada individu (peserta didk) yang dibimbing e. Masalah yang tidak dapat diselesaikan oleh guru pembimbing di SMA, harus diserahkan kepada individu atau lembaga yang mampu dan berwenang untuk memecahkannya f. Bimbingan dimulai dengan identifikasi kebutuhan yang dirasakan oleh individu (peserta didik) yang akan dibimbing g. Bimbingan harus luwes dan fleksibel, sesuai dengan kebutuhan individu (peserta didik) yang dibimbing dan mayarakat

(36) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 18 h. Program bimbingan di SMA harus sesuai dengan program di SMA yang bersangkutan i. Pelaksanaan program bimbingan harus dipimpin oleh seseorang yang memiliki keahlian dalam bidang bimbingan dan dapat menggunakan sumber-sumber yang relevan yang berada di luar SMA j. Program bimbingan harus selalu diakan penilaian secara berkala untuk mengetahui sampai di mana hasil yang telah dicapai dan untuk mengetahui apakah pelaksanaan program itu sesuai dengan yang telah direncanakan semula. Penilaian kegiatan bimbingan di sekolah adalah segala upaya, tindakan atau proses untuk menentukan derajat kualitas kemajuan kegiatan yang berkaitan dengan pelaksanaan program bimbingan di sekolah dengan mengacu pada kriteria atau patokan-patokan tertentu sesuai dengan program bimbingan yang dilaksanakan (Nurihsan 2009: 58) Menurut Wahyuni (Salahudin, 2010: 219), penyelenggaraan evaluasi program bimbingan dan konseling bertujuan untuk: a. Mengetahui kemajuan program bimgingan dan konseling atau subyek yang telah memanfaatkan layanan bimbingan dan konseling.

(37) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI b. Mengetahui tingkat efisiensi dan efektivitas 19 strategi pelaksanaan program bimbingan dan konseling yang telah dilaksanakan dalam kurun waktu tertentu. Fungsi evaluasi program menurut Salahudin (2010:220) antara laian sebagai berikut: a. Memberi umpan balik (feed back) kepada guru pembimbing untuk memperbaiki atau mengembangkan program bimbingan dan konseling. b. Memberikan informasi kepada pihak pimpinan sekolah, guru mata pelajaran, guru bimbingan dan konseling serta orangtua wali tentang perkembangan siswa agar secara bersinergi atau berkolaborasi meningkatkan kualitas implementasi program BK di sekolah. 5. Jenis layanan bimbingan dan konseling Menurut Tohirin (2004: 141), ada beberapa jenis layanan dalam bimbingan dan konseling yang digunakan di sekolah yaitu: layanan orientasi, layanan penempatan/penyaluran, layanan konseling individual, layanan konseling kelompok, layanan pemberian informasi, layanan pembelajaran, layanan bimbingan kelompok. a. Layanan orientasi Layanan ini diberikan kepada siswa baru agar mereka mengenal lingkungan sekolahnya yang baru secara lebih baik, sehingga mereka terhindar dari berbagai masalah selama mengikuti

(38) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 20 kegiatan belajar mengajar. Melalui layanan ini disampaikan berbagai hal tentang kurikulum, cara-cara belajar, fasilitas belajar, hubungan sosial, tata tertib atau peraturan sekolah, sarana pendidikan, dan lain sebagainya. b. Layanan penempatan/penyaluran Setiap siswa hendaknya memperoleh kesempatan untuk mengembangkan diri sesuai keadaan pribadinya masing-masing yang meliputi bakat, minat, kecakapan, cita-cita, dan lain sebagainya. Melalui fungsi ini layanan bimbingan dan konseling berupaya mengenali masing-masing siswa secara perorangan, selanjutnya memberikan bantuan menyalurkan kearah kegiatan atau program yang dapat menunjang tercapainya perkembangan yang optimal. c. Layanan konseling individual Layanan konseling individual yaitu layanan yang diberikan kepada siswa yang menghadapi masalah-masalah pribadi melalui teknik konseling. Layanan konseling individual dimaksudkan sebagai pelayanan khusus dalam hubungan langsung tatap muka antara konselor dan klien. Tujuan layanan ini agar peserta didik yang menghadapi masalah pribadi mampu memecahkannya sendiri.

(39) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 21 d. Layanan bimbingan kelompok layanan yang membantu peserta didik dalam pengembangan pribadi, kemampuan hubungan sosial, kegiatan belajar, karir/jabatan, dan pengambilan keputusan, serta melakukan kegiatan tertentu melalui dinamika kelompok. e. Layanan konseling kelompok layanan yang membantu peserta didik dalam pembahasan dan pengentasan masalah pribadi melalui dinamika kelompok. Melalui layanan ini diharapkan siswa memperoleh pemahaman diri secara lebih baik.Selain itu juga meningkatkan pemahaman lingkungan dan kemampuan mengambil keputusan secara tepat. Kegiatankegiatan yang dapat diwujudkan berkenaan dengan fungsi ini antara lain: diskusi kelompok, bermain peren, dinamika kelompok dan kegiatan-kegiatan lainnya. f. Layanan pemberian informasi Layanan yang memberikan sejumlah informasi kepada siswa. Tujuan layanan ini agar peserta memiliki informasi yang memadai, baik informasi tentang dirinya maupun tentang lingkungannya.informasi yang diterima oleh siswa merupakan bantuan dalam membuat keputusan secara tepat. Layanan yang membantu peserta didik menerima dan memahami berbagai informasi diri, sosial, belajar, karir/jabatan, dan pendidikan lanjutan.

(40) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 22 g. Layanan pembelajaran Layanan belajar merupakan salah satu bentuk layanan bimbingan yang penting diselenggarakan di sekolah.Layanan bimbingan belajar dilakukan melalui beberapa tahap yaitu tahap pengungkapan masalah, pemberian bantuan, dan pengentasan masalah. 6. Fungsi layanan bimbingan dan konseling Menurut Prayitno dan Atmi (2004: 197) ada banyak fungsi bimbingan dan konseling yang dikelompokkan menjadi empat, yaitu: fungsi pemahaman, fungsi pencegahan, fungsi pengentasan, fungsi pengembangan dan pemeliharaan. Fungsi-fungsi bimbingan menurut Syamsu (2009: 59-61) adalah sebagai berikut: a. Fungsi pemahaman, yaitu fungsi bimbingan yang membantu siswa agar memiliki pemahaman terhadap dirinya dan lingkungannya, agar siswa mampu mengembangkan potensi yang ada didalam dirinya secara optimal dan dapat menyesuaikan diri dengan lingkungannya. b. Fungsi pencegahan (preventif), yaitu fungsi yang berkaitan dengan upaya guru BK untuk senantiasa mengantisipasi berbagai masalah yang mungkin terjadi dan berupaya untuk mencegahnya agar tidak dialami siswa. c. Fungsi pengembangan, yaitu fungsi bimbingan yang sifatnya proaktif dari fungsi-fungsi lainnya. Konselor senantiasa berupaya untuk

(41) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 23 menciptakan lingkungan belajar yang nyaman, yang memfasilitasi perkembangan siswa. d. Fungsi perbaikan, yaitu fungsi bimbingan dimana guru BK memberikan bantuan kepada siswa yang mengalami masalah baik menyangkut aspek pribadi, sosial, karier, dan belajar. e. Fungsi penyaluran, yaitu fungsi bimbingan dalam membantu siswa memilih kegiatan ekstrakulikuler, jurusan atau program studi, dan memantapkan penguasaan karier yang sesuai dengan bakat, minat, keahlian, dan ciri-ciri kepribadian yang lain. f. Fungsi adaptasi, yaitu fungsi membantu pelaksanaan pendidikan, kepala sekolah dan staff konselor, dan guru untuk menyesuaikan program pendidikan terhadap latar belakang pendidikan, minat, kemampuan dan kebutuhan siswa. g. Fungsi penyesuaian, yaitu fungsi bimbingan dalam membantu siswa agar dapat menyesuaikan diri secara dinamis dan konstruktif terhadap program pendidikan, peraturan sekolah, serta norma agama.

(42) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 24 7. Bidang bimbingan dan konseling Menurut Winkel dan Sri Hastuti (2006: 113), terdapat 4 bidang bimbingan dan konseling, yaitu: bidang pribadi, bidang bimbingan sosial, bidang bimbingan belajar dan bidang bimbingan karier. a. Bidang bimbingan pribadi Pelayanan ini bertujuan membantu siswa untuk mengenal dan menemukan serta mengembangkan pribadi dirinya untuk mencapai kemandirian. b. Bidang bimbingan sosial Pelayanan ini bertujuan membantu siswa untuk memahami dirinya dalam membina hubungan kemanusiaan dengan sesama di berbagai lingkungan (pergaulan sosial). c. Bidang bimbingan belajar Pelayanan bimbingan dibidang ini bertujuan membantu siswa menemukan cara belajar yang tepat dalam mengatasi hambatan dan kesulitan yang dihadapi dalam study serta dapat mengembangkan diri untuk mempersiapkan masa depan. d. Bidang bimbingan karier Pelayanan bimbingan di bidang ini bertujuan membantu siswa mempersiapkan diri mengembangkan persiapan karir da n melanjutkan pendidikan tinggi serta persiapan karier masa depan.

(43) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 25 C. Remaja 1. Pengertian masa remaja Masa remaja adalah masa peralihan manusia dari anak-anak menuju dewasa. Masa remaja menurut Mappiare (Hartinah, 2009: 57) berlangsung antara umur 12 sampai dengan 21 tahun bagi wanita dan 13 sampai dengan 22 tahun bagi pria. Rentang usia remaja tersebut dapat dibagi menjadi dua bagian, yaitu usia 12 atau 13 tahun sampai 17 atau 18 tahun adalah remaja awal dan usia 17 atau 18 tahun sampai dengan 21 atau 22 tahun adalah remaja akhir. Menurut Piaget (Hurlock,2004), remaja adalah suatu usia dimana individu tidak merasa berada di bawah tingkat orang yang lebih tua, melainkan mereka sama atau paling tidak sejajar. Sedangkan Lie (2004:105) menegaskan bahwa pada masa awal remaja, anak sering merasa kebingungan terhadap perubahan-perubahan yang terjadi pada dirinya misalnya suara yang membesar pada laki-laki, dan menstruasi pada perempuan. Dengan perubahan-perubahan diri tersebut, anak seringkali tidak menyukai gambaran dirinya sendiri dan merasa dirinya tidak menarik. Menurut Rumini & Sundari (2004: 53) masa remaja adalah peralihan dari masa anak dengan masa dewasa yang mengalami perkembangan semua aspek / fungsi untuk memasuki masa dewasa. Masa remaja berlangsung antara umur 12 tahun sampai dengan 21 tahun bagi wanita dan 13 tahun sampai dengan 22 tahun bagi pria. Hal

(44) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 26 senada diungkapkan oleh Santrock (2003: 26) bahwa masa remaja diartikan sebagai masa perkembangan transisi antara masa anak dan masa dewasa yang mencakup perubahan biologis, kognitif, dan sosialemosional. Batasan usia remaja yang umum digunakan oleh para ahli adalah antara 12 hingga 21 tahun. 2. Ciri-ciri masa remaja Menurut Hurlock (2004:207-209), masa remaja memiliki ciri-ciri yang terdiri dari: a. Masa remaja sebagai periode perubahan. Remaja mengalami perubahan penting dalam hidupnya baik dari segi fisik maupun mentalnya untuk menuju kedewasaan diri. b. Masa remaja sebagai periode peralihan. Dalam setiap periode peralihan, status individu tidaklah jelas dan terdapat keraguan akan perannya yang harus dilakukan. Pada masa ini, remaja bukan lagi seorang anak dan juga bukan orang dewasa. c. Masa remaja sebagai usia bermasalah. Masalah masa remaja sering menjadi masalah yang sulit diatasi. Ketidakmampuan mereka untuk mengatasi masalah membuat banyak remaja akhirnya menemukan bahwa penyelesaiannya tidak selalu sesuai dengan harapan mereka. d. Masa remaja sebagai masa mencari identitas. Pada periode ini remaja melakukan identifikasi dengan tokoh atau orang yang dikaguminya.

(45) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 27 e. Masa remaja sebagai usia yang menimbulkan ketakutan. Adanya stereotip budaya bahwa remaja adalah anak-anak yang berperilaku merusak, mempengaruhi konsep diri dan sikap remaja terhadap dirinya sendiri dan akhirnya membuat peralihan ke masa dewasa menjadi sulit. f. Masa remaja sebagai masa yang tidak realistik. Remaja cenderung melihat kehidupan melalui kaca berwarna merah jambu. Ia melihat dirinya sendiri dan orang lain sebagaimana yang ia inginkan dan bukan sebagaimana adanya, terlebih dalam hal cita-cita. g. Masa remaja sebagai ambang masa dewasa. Remaja mulai memusatkan diri pada perilaku yang dihubungkan dengan status kedewasaan, yaitu merokok, minum-minuman keras, menggunakan obat-obatan, dan seks bebas. h. Masa remaja sebagai periode penting. Setiap periode dalam rentang kehidupan manusia semuanya adalah penting, dengan kadar kepentingan yang berbeda-beda. Pada masa remaja awal ini perkembangan fisik yang cepat dan penting disertai dengan cepatnya perkembangan mental yang cepat, menimbulkan perlunya penyesuaian mental dan perlunya membentuk sikap, nilai, dan minat baru.

(46) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 28 3. Tugas perkembangan remaja Tugas-tugas perkembangan remaja menurut Havighurst (Hartinah, 2009 : 47-48) adalah : a. Mampu menjalin hubungan yang lebih matang dengan sebaya dan jenis kelamin lain. Remaja hendaknya mampu melihat gadis sebagai wanita dan pemuda sebagai laki-laki, menjadi seorang dewasa diantara orang dewasa lainnya. b. Mampu melakukan peran-peran sosial sebagai laki-laki dan wanita. Mampu menghargai, menerima, dan melakukan peranperan sosial sebagai laki-laki dan wanita dewasa. c. Menerima kondisi jasmaninya dan dapat menggunakannya secara efektif. Remaja dituntut untuk menyenangi dan menerima dengan wajar kondisi badannya, dapat menghargai atau menghormati kondisi badan orang lain, serta dapat memelihara dan menjaga kondisi badannya. d. Memiliki perasaan mampu berdiri sendiri dalam bidang ekonomi. e. Mampu memilih dan mempersiapkan diri untuk sesuatu pekerjaan. Anak telah mampu membuat perencanaan karier, memilih pekerjaan yang cocok dan mampu ia kerjakan. f. Memiliki perilaku sosial seperti yang diharapkan masyarakat. Dapat berpartisipasi dengan rasa tanggung jawab bagi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat.

(47) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI g. 29 Memiliki seperangkat nilai yang menjadi pedoman bagi perbuatannya. Mampu menciptakan kehidupan yang serasi dengan orang lain. h. Memiliki kemandirian emosional dari orangtua dan orang dewasa lainnya. D. Program Bimbingan dan Konseling di SMA Negeri 1 Depok Yogyakarta Kegiatan bimbingan dan konseling di SMA Negeri 1 Depok Yogyakarta memberikan empat bidang bimbingan dan konseling yang menggunakan program kerja bulanan dan disusun oleh guru pembimbing Dra. Eko Rini Purbowati tahun ajaran 2013/2014. Empat bidang bimbingan dan konseling meliputi: 1. Bidang bimbingan pribadi Bidang bimbingan pribadi memiliki tujuan membantu siswa dalam memahami, menilai, dan mengembangkan kecakapan, bakat dan minatnya sesuai dengan karakteristik kepribadian, kondisi dan kebutuhan dirinya secara realistis serta memiliki fungsi layanan dibidang pengembangan pribadi secara umum (pemahaman, pemeliharaan dan pengembangan dan fungsi pengentasan). 2. Bidang bimbingan sosial Bidang bimbingan sosial memiliki tujuan membantu siswa dalam memahami, menilai dan mengembangkan kemampuan hubungan

(48) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 30 social yang sehat, efektif dan santun dengan teman sebaya, orangtua, guru/karyawan, dan warga lingkungan sosial yang lebih luas serta memiliki fungsi layanan bimbingan dan konseling di bidang bimbingan sosial secara umum (pencegahan, pemahaman, pemeliharaan dan pengembangan, dan fungsi pengentasan). 3. Bidang bimbingan belajar Bidang bimbingan belajar memiliki tujuan membantu siswa mengembangkan sikap, kemampuan dan kebiasaan belajar yang efektif untuk bias mengikuti kegiatan belajar di sekolah dan untuk kepentingan belajar secara mandiri serta memiliki fungsi layanan bimbingan dan konseling di bidang bimbingan belajar secara umum (pencegahan, pemahaman, pemeliharaan dan pengembangan, dan fungsi pengentasan). 4. Bidang bimbingan karier Bidang bimbingan karier memiliki tujuan tujuan membantu siswa dalam memahami dan menilai informasi karier serta memilih dan mengambil keputusan rencana karir masa depannya serta memiliki fungsi layanan bimbingan dan konseling di bidang bimbingan karier secara umum (pencegahan, pemahaman, pengembangan, dan fungsi pengentasan). pemeliharaan dan

(49) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB III METODOLOGI PENELITIAN Bab ini memaparkan jenis penelitian, subjek penelitian, teknik pengumpulan data, validitas dan reliabilitas kuesioner, prosedur pengumpulan data, dan teknik analisis data. A. Jenis Penelitian Penelitian ini adalah penelitian di bidang pendidikan khususnya bidang bimbingan dan konseling di sekolah. Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif. Menurut Furchan (2004: 39) penelitian deskriptif adalah suatu metode yang menggambarkan dan menafsirkan keadaan suatu objek pada masa sekarang. Peneliti menggunakan penelitian deskriptif karena peneliti ingin memperoleh gambaran mengenai manfaat layanan bimbingan dan konseling menurut persepsi para siswa kelas XI SMA Negeri 1 Depok Yogyakarta. B. Subjek Penelitian 1. Populasi Menurut Sugiyono (2011: 117) populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas: obyek/subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh penelitiuntuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah para siswa kelas XI SMA Negeri 1 Depok 31

(50) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 32 Yogyakarta tahun pelajaran 2013/2014. Jumlah seluruh siswa kelas XI adalah 180 siswa, yang terbagi dalam enam kelas yaitu tiga kelas jurusan IPA dan tiga kelas jurusan IPS. Pembagian siswa kelas XI terdapat dalam tabel sebagai berikut: Tabel 1 Rincian Jumlah Siswa Kelas XI SMAN 1 Depok Yogyakarta Tahun Ajaran 2013/2014 No 1 2 3 4 5 6 Kelas XI IPS 1 XI IPS 2 XI IPS 3 XI IPA 1 XI IPA 2 XI IPA 3 Jumlah siswa Jumlah 32 32 32 28 28 28 180 2. Sampel Menurut Sugiyono (2011: 118) sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki populasi. Sampel dalam penelitian ini adalah sebanyak 87 siswa. Sampel yang digunakan adalah 87 siswa dari 180 siswa kelas XI. Sampel ini diambil dari tiga kelas yaitu kelas IPS 3, IPA 1 dan 3. 3. Teknik sampling Menurut Sugiyono (2011: 118) teknik sampling adalah teknik atau cara yang digunakan peneliti untuk pengambilan sampel. Ada dua teknik sampling yaitu teknik Probability Sampling dan Non Probability Sampling. Probability Sampling adalah teknik pengambilan sampel yang memberikan peluang yang sama bagi setiap unsur (anggota) populasi

(51) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 33 untuk dipilih menjadi anggota sampel. Nonprobability sampling adalah teknik pengambilan sampel yang tidak memberi peluang/kesempatan sama bagi setiap unsur atau anggota populasi untuk dipilih menjadi sampel. Teknik pengambilan sampel atau sampling dalam penelitian ini adalah teknik probability sampling dengan simple random sampling karena pengambilan anggota sampel dari populasi dilakukan secara acak tanpa memperhatikan strata yang ada dalam populasi, dalam penelitian ini kelas dipilih secara acak. Kelas-kelas yang dipilih untuk dijadikan sampel adalah sebagai berikut: Tabel 2 Daftar Kelas yang Dijadikan Sampel No 1 2 3 Kelas IPS 3 IPA 1 IPA 3 Jumlah Jumlah Siswa 32 28 28 88 C. Teknik Pengumpulan Data 1. Instrumen Penelitian Instrumen penelitian digunakan untuk melakukan pengukuran dengan tujuan menghasilkan data kuantitatif yang akurat. Instrumen dalam penelitian ini adalah kuesioner untuk mengukur persepsi siswasiswi terhadap manfaat layanan bimbingan dan konseling di sekolah. Alat pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini berupa kuesioner. Kuesioner adalah sekumpulan daftar pernyatan tertulis yang

(52) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 34 diberikan kepada subjek penelitian (Furchan, 2004: 259). Pada penelitian ini, subjek penelitian diminta untuk memilih alternatif jawaban dari pernyataan-pernyataan yang disajikan yang sesuai dengan keadaan yang sebenarnya. Pernyataan-pernyataan dalam kuesioner persepsi siswa-siswi kelas XI SMAN 1 Depok Yogyakarta tahun pelajaran 2012/2013 terhadap manfaat layanan bimbingan dan konseling di sekolah diberikan pada responden. Jawaban setiap item instrumen menggunakan skala Likert yang mempunyai gradiasi positif sampai sangat negatif yang dapat berupa kata-kata: “sangat setuju”, “setuju”, “kurang setuju”, dan “tidak setuju” (Sugiyono, 2008: 133). Bidang bimbingan dan konseling digunakan sebagai aspek-aspek penelitian, sedangkan tujuan layanan bimbingan dan konseling di sekolah digunakan sebagai indikator dalam penyususnan kuesioner. Kisi-kisi kuesioner pada tabel sebagai berikut:

(53) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI No 1 2 3 4 35 Tabel 3 Kisi-kisi Kuesioner Manfaat Layanan Bimbingan dan Konseling Menurut Persepsi Para Siswa Kelas XI SMA Negeri 1 Depok Yogyakarta Tahun Ajaran 2013/2014 Aspek Indikator Nomor Item Bimbingan 1. Siswa mempunyai kemampuan 1, 2, 3, 4, 5, Pribadi mengelola diri 6, 7 2. Siswa mempunyai kemampuan 8, 9, 10, 11, menerima diri 12, 13, 14 Bimbingan 1. Siswa mempunyai kemampuan 15, 16, 17, Sosial menyesuaikan diri dengan 18, 19, 20, lingkungan sekolah 21 2. Siswa mempunyai kemampuan 22, 23, 24, menyesuaikan diri dengan teman 25, 27 sebaya Bimbingan 1. Siswa mempunyai kemampuan 28, 29, 30, Karier mengembangkan persiapan karier 31, 32, 33, dan melanjutkan pendidikan tinggi 34 2. Siswa mempunyai kemampuan 35, 36, 37, mencapai kematangan dalam 28, 39, 40, pilihan karir 41, 42 Bimbingan 1. Siswa memiliki kemampuan 43, 44, 45, Belajar mengatasi hambatan dan kesulitan 46, 47, 48 yang dihadapi dalam belajar 49, 2. Merencanakan kegiatan 50,51,52,53, penyelesaian study serta kehidupan 54 dimasa yang akan datang 2. Skoring Penentuan skor untuk setiap jawaban dari item-item pernyataan yang diajukan adalah sebagai berikut: untuk pernyataan dengan jawaban Sangat Setuju (SS) diberi skor 4, untuk pernyataan dengan jawaban Setuju (S) diberi skor 3, untuk pernyataan dengan jawaban Kurang Setuju (KS) diberi skor 2, dan untuk pernyataan dengan jawaban Tidak Setuju (TS) diberi skor 1. Dari pernyataan yang diajukan, responden diminta untuk memilih salah satu alternatif jawaban dengan cara memberi tanda centang (√)

(54) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI sesuai dengan pilihannya, kemudian jawaban 36 pernyataan diakumulasikan untuk mengungkap persepsi siswa terhadap manfaat layanan bimbingan dan konseling. Semakin tinggi skor yang diperoleh, maka siswa berpendapat bahwa semakin banyak manfaat layanan bimbingan dan konseling sedangkan semakin rendah skor yang diperoleh, maka siswa berpandapat bahwa semakin sedikit manfaat layanan bimbingan dan konseling di sekolah. D. Validitas dan Reliabilitas Kuesioner Kuesioner ini diujicobakan terlebih dahulu, agar kualitas kuesioner dapat diandalkan, dengan kata lain agar kuesioner valid dan reliabel. 1. Validitas instrumen Uji Validitas dilakukan untuk mengetahui tingkat validitas instrumen. Menurut Kountur (2005: 152) Instrumen dikatakan valid apabila instrumen tersebut dapat mengukur apa yang seharusnya diukur dan mengungkap data dari variabel yang diteliti secara tepat. Uji validitas dan realibilitas diperlukan dalam penelitian ilmiah yang merupakan dasar untuk mempercayai bahwa instrumen tersebut benar-benar layak digunakan dalam penelitian. Analisa yang digunakan dalam uji validitas dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan korelasi produk moment sesuai dengan pendapat Pearson (Arikunto, 2006: 170) pada setiap butir alat ukur dengan skor total

(55) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 37 yang merupakan jumlah tiap skor butir dan kemudian dibantu dengan SPSS guna pengelompokkan data. Dalam penelitian ini, peneliti meminta tanggapan dosen pembimbing. Setelah mendapatkan tanggapan dari dosen pembimbing lalu kuesioner diberikan kepada guru BK SMA Negeri 1 Depok Yogyakarta Ibu Wahyu S.Pd. Kuesioner diuji cobakan pada 30 siswa kelas XI SMA Negeri 1 Depok Yogyakarta. Uji coba dilakukan pada hari Jumat, 15 November 2013. Hasil uji coba digunakan untuk menghitung item total korelasi untuk memilih item-tem yang valid. Perhitungan item total korelasi dilakukan dengan menggunakan rumus product moment. Rumus product moment yang digunakan adalah: 𝑟𝑥𝑦 = Keterangan: 𝑁 ∑ 𝑋𝑌 − (∑ 𝑋)(∑ 𝑌) �{𝑁 ∑ 𝑋 2 − (∑ 𝑋)2 }{𝑁 ∑ 𝑌 2 − (∑ 𝑌)2 } rxy = koefisien validitas butir x = skor masing-masing butir y = skor total semua siswa N = jumlah siswa Pengujian validitas dilakukan dengn program SPSS (Statistic Programme for Sosial Science) versi 15.0. Perhitungan dengan SPSS menggunakan patokan 0,300. Jika koefisien korelasinya ≥ 0,300 maka item yang bersangkutan dinyatakan valid. Sedangkan, jika koefisien korelasinya < 0,300 maka item yang bersangkutan dinyatakan tidak valid.

(56) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 38 Dari perhitungan statistik diperoleh 51 item yang valid dan 4 yang gugur. Item yang gugur tidak digunakan dalam penelitian. Pada tabel 4 disajikan table rincian item yang gugur. Tabel 4 Rincian Item Valid dan Gugur Kuesioner Manfaat Layanan Bimbingan dan Konseling Menurut Persepsi Para Siswa SMA Negeri 1 Depok Yogyakarta Tahun Ajaran 2013/2014 No Aspek Indikator No item valid 1 Bimbingan Pribadi Siswa mempunyai kemampuan mengelola diri Siswa mempunyai kemampuan menerima diri 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7 8, 9, 11, 12, 14 Siswa mempunyai kemampuan menyesuaikan diri dengan lingkungan sekolah Siswa mempunyai kemampuan menyesuaikan diri dengan teman sebaya Siswa mempunyai kemampuan mengembangkan persiapan karier dan melanjutkan pendidikan tinggi Siswa mempunyai kemampuan mencapai kematangan dalam pilihan karier siswa memiliki kemampuan mengatasi hambatan dan kesulitan yang dihadapi dalam study merencanakan kegiatan penyelesaian study serta kehidupan dimasa yang akan datang 2 3 4 Bimbingan Sosial Bimbingan karier Bimbingan belajar Total No item yang gugur - Jumlah item 7 10, 13 7 16, 17, 18, 19, 20, 21 15 7 22, 23, 24, 25, 26, 27, 28, 29, 39, 31, 32, 33, 34 - 6 - 7 - 8 6 - 6 3 54 35, 36, 37, 38, 39, 40, 41, 42 43, 44, 45, 46, 47, 48 49, 50, 51, 52, 53, 54 51 Dari hasil ujicoba terdapat tiga item yang gugur, sehingga jumlah item yang digunakan adalah sejumlah 51.

(57) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 39 2. Uji Reliabilitas Instrumen Uji realiabilitas dilakukan untuk mengetahui sejauh mana hasil suatu pengukuran dapat dipercaya. Menurut Azwar (2012: 7) reliabilitas adalah sejauh mana hasil suatu pengukuran dapat dipercaya. Tingkat reliabilitas instrumen diungkapkan dengan koefisien alpha (α). Untuk menghitung indeks reliabilitas kuesioner manfaat layanan bimbingan dan konseling digunakan SPSS (Statistic Programme for Social Science) versi 15.0. Rumus koefisien alpha (α) adalah sebagai berikut : Keterangan : 𝑺𝟏𝟐 +𝑺𝟐𝟐 𝜶 = 𝟐[𝟏 − ] 𝑺𝒙𝟐 𝑺𝟏𝟐 dan 𝑺𝟐𝟐 = Varians skor 1 dan varians skor belahan 2 𝑺𝒙𝟐 = Varians skor skala Dari hasil uji coba di SMA Negeri 1 Depok Yogyakarta diperoleh perhitungan koefisien reliabilitas seluruh instrumen dengan menggunakan rumus koefisien alpha (α) yaitu 0,961. Hasil perhitungan dikonsultasikan ke kriteria Guildford (Masidjo, 1995: 209) seperti yang disajikan dalam tabel 5.

(58) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 40 Tabel 5 Kriteria Guildford Koefisien Korelasi 0,91 – 1,00 0,71 – 0,90 0,41 – 0,70 1,21 – 0,40 0,00 – 0,20 Kualifikasi Sangat Tinggi Tinggi Cukup Tinggi Rendah Sangat Rendah Berdasarkan kriteria Guildford dapat disimpulkan bahwa koefisien reliabilitas kuesioner termasuk tinggi. Hasil perhitungan reliabilitas dapat dilihat pada lampiran 1. E. Prosedur Pengumpulan Data Uji coba alat penelitian dilakukan pada tanggal 15 November 2013, di kelas XI IPS 2 SMA Negeri 1 Depok Yogyakarta, kemudian dilanjutkan pengolahan data uji coba untuk mencari validitas dan reliabilitas uji coba pada tanggal 16 November 2013. Pengumpulan data penelitian dilakukan pada kelas XI IPA 1, XI IPA 3, dan XI IPS 3 SMA Negeri 1 Depok Yogyakarta yang berjumlah 87 siswa. Pengumpulan data penelitian menggunakan jam kosong yang dibantu oleh guru BK. Penelitian dilaksanakan pada hari Selasa, tanggal 26 November 2013 di SMA Negeri 1 Depok Yogyakarta sesuai dengan waktu yang telah disepakati bersama.

(59) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 41 F. Teknik Analisis Data Menurut (Azwar, 2007: 108) teknik analisis data dilakukan berdasarkan norma yang berupa rentangan skor skala lima. Skala tersebut dirumuskan berdasarkan mean dan standar deviasi. Skala manfaat layanan bimbingan karier terdiri atas 51 item yang masing-masing itemnya diberi skor yang berkisar mulai dari 1, 2, 3, 4. Dengan demikian, skor terkecil yang mungkin diperoleh 51 (1x51) dan skor terbesar adalah 204 (4x51). Maka rentangan skor skala sebesar 153 (204-51) itu dibagi dalam enam satuan deviasi standar (σ) sehingga diperoleh 153/6= 25. Dan mean teoritisnya (µ) adalah (204+51)/2=127 µ + 1,5 σ < X Kategori Sangat Tinggi µ + 0,5 σ < X ≤ µ + 1,5 σ Kategori Tinggi µ - 0,5 σ < X ≤ µ + 0,5 σ Kategori Sedang µ - 1,5 σ < X ≤ µ - 0,5 σ Kategori Rendah X ≤ µ - 1,5 σ Kategori Sangat Rendah Keterangan : Xitem maksimum teoritk : skor tertinggi yang mungkin dicapai item dalam skala. Xitem minimun teoritik : skor terendah yang mungkin dicapai item dalam skala. σ (item teoritik) : Standard deviasi, yaitu luas jarak rentangan yang dibagi dalam satuan deviasi sebaran.

(60) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI µ (item teoritik) 42 : mean teoritik, yaitu rata-rata teoritis dari Xitem maksimum dan Xitem minimum. Tabel 6 Kualifikasi Skor Manfaat Layanan Bimbingan dan Konseling PERHITUNGAN SKOR µ+ 1.5σ < X µ + 0.5 σ < X ≤ µ+ 1.5σ µ - 0.5 σ < X ≤ µ + 0.5 σ µ- 1.5σ < X ≤ µ - 0.5 σ X ≤ µ- 1.5σ KATEGORISASI 166< X 140 < X ≤ 166 115< X ≤ 140 89< X ≤ 115 X ≤ 89 KETERANGAN Sangat Bermanfaat Bermanfaat Cukup Bermanfaat Tidak Bermanfaat Sangat Tidak Bermanfaat Tahap-tahap analisis data dapat dilihat sebagai berikut : 1. Peneliti memberi skor pada tiap item. 2. Peneliti memasukkan skor jawaban ke dalam tabel dan menghitung skor masing-masing responden. 3. Peneliti melakukan perhitungan untuk melihat skor-skor yang termasuk pada kualifikasi sangat bermanfaat, bermanfaat, cukup bermanfaat, tidak bermanfaat dan sangat tidak bermanfaat berdasarkan rentangan skor yang telah dibuat oleh peneliti.

(61) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Bab ini menjelaskan hasil penelitian mengenai “Deskripsi Manfaat Layanan Bimbingan dan Konseling Menurut Persepsi Para Siswa kelas XI SMA Negeri 1 Yogyakarta Tahun Ajaran 2013/2014”, dan pembahasan hasil penelitian. A. Hasil Penelitian Uraian berikut ini merupakan hasil pengolahan data manfaat layanan bimbingan dan konseling pada siswa kelas XI SMA Negeri 1 Depok Yogyakarta tahun ajaran 2013/2014 berdasarkan rentang skor skala lima (tabel 5). Hasil penelitian ini menjelaskan tentang jumlah siswa yang memiliki persepsi tentang manfaat layanan bimbingan dan konseling sangat bermanfaat, bermanfaat, cukup bermanfaat, tidak bermanfaat, dan tidak bermanfaat. Hasilnya disajikan dalam tabel 7: Tabel 7 Penilaian Responden Terhadap Manfaat Layanan Bimbingan dan Konseling Menurut Persepsi Para Siswa Rentang Skor 166
(62) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 44 Negeri 1 Depok Yogyakarta tahun ajaran 2013/2014 adalah bermanfaat. Data yang terkumpul diolah menggunakan lima kategori dan hasilnya adalah 8% sangat bermanfaat, 60% bermanfaat, 32% cukup bermanfat, 0% tidak bermanfaat dan sangat tidak bermanfaat. Dari data di atas dapat diketahui bahwa terdapat 7 siswa yang memiliki persepsi bahwa layanan bimbingan dan konseling sangat bermanfaat bagi mereka, selain itu terdapat 52 siswa yang memiliki persepsi terhadap layanan bermanfaat bagi mereka, serta 28 siswa memiliki persepsi bahwa layanan bimbingan dan konseling cukup bermanfaat. Tidak ada siswa yang memiliki persepsi layanan bimbingan dan konseling tidak bermanfaat. B. Pembahasan Hasil Penelitian menunjukkan bahwa siswa kelas XI SMAN 1 Depok Yogyakarta tahun ajaran 2013/2014 yang memiliki persepsi layanan bimbingan dan konseling “sangat bermanfaat” ada 7 orang (8%), siswa yang memiliki persepsi bahwa layanan bimbingan dan konseling “bermanfaat” ada 52 orang (60%), siswa yang memiliki persepsi bahwa layanan bimbingan dan konseling “cukup bermanfaat” ada 28 orang (32%). Tidak terdapat siswa yang memiliki kualifikasi manfaat layanan bimbingan dan konseling “tidak bermanfaat” dan “sangat tidak bermanfaat”. Untuk membatasi pembahasan sekaligus menghindari pengulangan yang tidak perlu, maka pembahasan kategori “sangat bermanfaat” dan “bermanfaat” disatukan dan pembahasan kategori “tidak bermanfaat” dan “sangat tidak bermanfaat” disatukan.

(63) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 45 Dari hasil penelitian diatas, terdapat 59 siswa (68%) yang mempunyai persepsi bahwa bimbingan dan konseling bermanfaat. Hal tersebut dapat diartikan bahwa siswa tersebut mempunyai persepsi yang baik terhadap manfaat layanan bimbingan dan konseling. Persepsi yang baik ini menunjukkan bahwa manfaat layanan bimbingan dan konseling dapat diterima oleh siswa. Siswa yang memiliki persepsi bahwa layanan bimbingan dan konseling bermanfaat, telah merasakan dan mengalami perubahan dalam diri mereka setelah mengikuti layanan bimbingan dan konseling di sekolah. Selain itu, layanan-layanan bimbingan dan konseling yang diberikan didasarkan pada kebutuhan-kebutuhan siswa agar layanan yang diberikan tepat sasaran pada peserta didik yaitu siswa. Dengan demikian, siswa akan merasa bahwa layanan bimbingan dan konseling bermanfaat bagi dirinya untuk membantu menghadapi masalah-masalah berkaitan dengan tugas-tugas perkembangan. Selain itu, guru pembimbing mendapatkan kesempatan masuk kelas meskipun hanya pada nol jam pelajaran dalam seminggu untuk mendampingi siswa dalam bimbingan kelompok. Dengan masuk kelas guru pembimbing dapat melihat satu persatu kebutuhan masing-masing siswa dalam proses belajar di sekolah. Hal ini dikarenakan kebutuhan masing-masing siswa tidaklah sama. Dengan kata lain daya tangkap, minat, dan tingkat kedewasaan masing-masing siswa berbeda-beda (Winkel dan Sri Hastuti 2006: 333). Tujuan layanan bimbingan dan konseling agar siswa mampu mandiri dan berkembang secara optimal dalam hubungan pribadi, sosial, belajar, karir,

(64) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 46 melalui berbagai jenis layanan dan kegiatan pendukung atas dasar normanorma yang berlaku dengan tujuan untuk membantu memandirikan peserta didik dalam mengembangkan potensi-potensi mereka secara optimal (Hikmawati 2010:64). Hal ini dapat diartikan bahwa siswa mempunyai persepsi yang baik terhadap manfaat layanan bimbingan dan konseling di sekolah. Berbagai jenis layanan dan kegiatan pendukung hendaknya dapat membantu siswa dalam mengembangkan diri secara optimal. Pemberian layanan dapat dirasakan manfaatnya apabila layanan bimbingan yang diberikan didukung oleh beberapa faktor. Faktor-faktor pendukung yang mendukung pemberian layanan adalah memberikan topik-topik bimbingan sesuai dengan kebutuhan siswa, pada saat bimbingan berlangsung penyampaian materi hendaknya tidak monoton seperti penyampaian mata pelajaran, tetapi menggunakan metode-metode yang dapat menarik perhatian siswa agar siswa senang dan tertarik mengikuti bimbingan. Beberapa faktor tersebut menjadi sangat penting dalam pemberian layanan bimbingan dan konseling di sekolah. Menyadari hal di atas, maka pelaksanaan layanan bimbingan dan konseling sangatlah bermanfaat bagi siswa di mana layanan-layanannya sangat membantu siswa dalam melaksanakan tugas perkembangan dan tugas-tugas belajar siswa sebagai remaja di sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 28 siswa (32%) mempunyai persepsi bahwa layanan bimbingan dan konseling cukup bermanfaat. Sebagian siswa

(65) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 47 memiliki persepsi bahwa layananan bimbingan dan konseling “cukup bermanfaat” 28 siswa (32%) kemungkinan disebabkan oleh rendahnya keinginan mengikuti layanan bimbingan dan konseling. Artinya dikarenakan pihak sekolah memberikan jam masuk bimbingan dan konseling pada nol jam pelajaran yaitu diawal sebelum memulai kegiatan belajar mengajar. Hal ini menyebabkan sebagian siswa kurang berminat dalam mengikuti kegiatan layanan bimbingan dan konseling.

(66) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB V KESIMPULAN DAN SARAN Pada bab ini peneliti memaparkan kesimpulan dan saran untuk berbagai pihak. Bagian kesimpulan memuat kesimpulan dari hasil penelitian. Bagian saran memuat saran untuk pihak sekolah dan peneliti lain. A. Kesimpulan Kesimpulan yang dapat ditarik berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan adalah sebagian besar siswa SMA Negeri 1 Depok Yogyakarta kelas XI tahun ajaran 2013/2014 memiliki persepsi bahwa layanan bimbingan dan konseling di sekolah bermanfaat. B. Saran Berikut ini dikemukakan saran bagi beberapa pihak : 1. Bagi guru pembimbing Untuk mengetahui manfaat layanan bimbingan dan konseling bagi siswa hendaknya dapat dilakukan evaluasi terhadap layanan bimbingan dan konseling yang sudah dilakukan di sekolah. 2. Bagi pihak sekolah Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar siswa memiliki persepsi bahwa layanan bimbingan dan konseling di sekolah bermanfaat. Oleh karena itu, hendaknya pihak sekolah memberikan dukungan yang lebih kuat lagi, misalnya dengan memberikan jam masuk kelas secara terjadwal 48

(67) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 49 sehingga guru bimbingan dan konseling mempunyai waktu cukup untuk memberikan layanan bimbingan dan konseling pada semua siswa. 3. Bagi peneliti lain Peneliti lain diharapkan dapat memperbaiki instrument penelitian.

(68) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR PUSTAKA Arikunto, Suharsimi. 2006. Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta. Azwar, Saifudin. 2007. Reliabilitas dan Validitas, Yogyakarta: Pustaka Pelajar Azwar, Saifudin. 2012. Penyusunan Skala Psikologi. Yogyakarta: Pustaka Belajar. Desmita. 2009. Panduan Bagi Orang Tua dan Guru dalam Memahami Psikologi Anak Usia SD, SMP, dan SMA. Bandung: Rosda Dewa Ketut Sukardi. 2002. Pengantar Pelaksanaan Program Bimbingan dan Konseling. Jakarta: Rineka Cipta. Furchan, A. 2004. Pengantar Penelitian dalam Pendidikan. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Hamalik, Oemar. 2005. Psikologi Belajar dan Mengajar. Bandung: Sinar Baru Algensindo. Hendrarno, Eddy dkk. 2003. Bimbingan dan Konseling. Semarang: Unnes Hikmawati, Fenti. 2010. Bimbingan dan Konseling. Jakarta: Raja Grafindo Persada. Hurlock, E.B. 2004. Psikologi Perkembangan: Suatu Pendekatan Sepanjang Rentang Kehidupan. Jakarta: Erlangga. Irwanto,dkk (1988). Psikologi Umum. Jakarta: Gramedia. Kotler,Philip.2000. Marketing, manajemen : Analisis,Planing, Implementation and Control, 9 Th. Prentice Hall International Int, New Yersey. Kountur, Ronny. 2005. Metode Penelitian Untuk Penulisan Skripsi dan Tesis. Cetakan ketiga. Jakarta: PPM. Lie, Anita. 2004. 101 Cara Menumbuhkan Percaya Diri Anak. Jakarta: Gramedia. Nurihsan, Achmad. 2009. Strategi Layanan Bimbingan dan Konseling. Bandung: Refika Aditama. Prayitno dan Erman Amti. 2004. Dasar-Dasar Bimbingan dan Konseling. Cetakan ke dua. 50

(69) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 51 Purbowati, Ekorini. 2013. Program Kerja Bulanan Bimbingan dan Konseling. Yogyakarta: tidak diterbitkan. Rumini, Sri dan Siti Sundari. 2004. Perkembangan Anak dan Remaja. Jakarta: PT Rineka Cipta. Salahudin. 2010. Bimbingan dan Konseling. Bandung: Pustaka Setia. Sarwono. S.W. 2009. Psikologi Remaja. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada. Santrock, Jhon W. 2003. Adolescence; Perkembangan Remaja. Jakarta: Erlangga. Siti, Hartinah. 2009. Perkembangan Peserta Didik. Bandung: Refika Aditama. Sugiyono. 2008. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta. Sugiyono. 2011. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif. Bandung: Alfabeta. Suharman, 2005. Psikologi Kognitif. Surabaya: Srikandi. Sukmadinata, Nana Syaodih. 2007. Bimbingan dan Konseling dalam Praktek. Bandung: Maestro. Tohirin, M.Pd., 2007. Bimbingan dan Konseling di Sekolah dan Madrasah. Jakarta: Pt. Rajagrafindo Persada. Walgito, Bimo. 2010. Bimbingan & Konseling (Studi &Karier). Yogyakarta: Andi. Winkel, W.S,.2005. Bimbingan dan Konseling di Intitusi Pendidikan, Edisi Revisi. Jakarta: Gramedia. Winkel, W.S, & M.M Sri Hastuti. 2006. Bimbingan dan Konseling di Institut Pendidikan, Yogyakarta: Media Abadi. Yusuf, Syamsu. 2009. Bimbingan dan Konseling Komprehensif dalam Penyelenggaraan Bimbingan dan Konseling. Universitas Pendidikan Indonesia Yusuf.L.N, Syamsu & Ahcmad Juntika. 2010. Landasan Bimbingan & Konseling. Bandung: Rosda.

(70) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 52 LAMPIRAN

(71) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Scale: ALL VARIABLES Case Processing Summary Cases N Valid Excluded( a) Total 30 % 1 0 0 .0 0 .0 30 1 0 0 .0 a Listwise deletion based on all variables in the procedure. Reliability Statistics Cronbach's Alpha .9 6 1 N of Items 53 Item-Total Statistics VAR00001 Scale Mean if Item Deleted 141.10 Scale Variance if Item Deleted 398.438 Corrected Item-Total Correlation .3 9 0 Cronbach's Alpha if Item Deleted .9 6 2 VAR00002 140.97 391.413 .6 4 1 .9 6 0 VAR00003 141.63 398.240 .5 2 1 .9 6 1 VAR00004 141.43 399.702 .5 3 0 .9 6 1 VAR00005 141.53 399.154 .5 1 0 .9 6 1 VAR00006 141.20 399.269 .5 2 1 .9 6 1 VAR00007 140.93 395.375 .6 9 9 .9 6 0 VAR00008 140.63 402.447 .4 4 1 .9 6 1 VAR00009 140.50 399.155 .6 0 0 .9 6 1 VAR00010 140.47 407.016 .2 6 0 .9 6 2 VAR00011 140.83 403.178 .3 2 8 .9 6 2 VAR00012 140.77 393.633 .6 6 6 .9 6 0 VAR00013 140.73 409.857 .1 4 5 .9 6 2 VAR00014 140.70 397.734 .5 4 6 .9 6 1 VAR00015 140.50 407.017 .2 1 2 .9 6 2 VAR00016 140.63 403.275 .3 6 2 .9 6 1 VAR00017 140.90 398.852 .4 7 2 .9 6 1 VAR00018 141.03 393.137 .5 5 0 .9 6 1 VAR00019 140.63 406.723 .3 4 1 .9 6 1 VAR00020 140.97 398.171 .5 7 2 .9 6 1

(72) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI VAR00021 140.60 402.662 .4 5 8 .9 6 1 VAR00022 140.97 399.413 .5 7 9 .9 6 1 VAR00023 140.97 394.792 .6 5 3 .9 6 0 VAR00024 140.70 400.010 .5 0 3 .9 6 1 VAR00025 140.90 395.955 .5 7 8 .9 6 1 VAR00026 140.83 401.937 .4 5 3 .9 6 1 VAR00027 141.53 398.533 .5 8 9 .9 6 1 VAR00028 141.40 392.455 .7 4 8 .9 6 0 VAR00029 141.10 403.197 .3 5 6 .9 6 1 VAR00030 141.23 395.702 .5 7 3 .9 6 1 VAR00031 141.17 397.592 .4 4 0 .9 6 1 VAR00032 140.90 395.403 .5 9 8 .9 6 0 VAR00033 140.93 395.513 .5 8 6 .9 6 1 VAR00034 140.57 397.771 .4 9 9 .9 6 1 VAR00035 140.77 401.978 .3 6 1 .9 6 1 VAR00036 140.53 394.395 .6 4 5 .9 6 0 VAR00037 140.87 392.671 .6 2 1 .9 6 0 VAR00038 140.67 392.851 .7 0 3 .9 6 0 VAR00039 140.73 393.306 .7 5 7 .9 6 0 VAR00040 140.73 392.754 .7 1 7 .9 6 0 VAR00041 140.93 393.237 .6 2 5 .9 6 0 VAR00042 141.00 399.103 .5 2 8 .9 6 1 VAR00043 140.93 397.651 .6 7 2 .9 6 0 VAR00044 140.97 399.689 .5 0 9 .9 6 1 VAR00045 140.77 398.047 .6 7 4 .9 6 0 VAR00046 140.80 393.200 .6 2 3 .9 6 0 VAR00047 140.97 395.206 .5 9 1 .9 6 1 VAR00048 140.67 393.402 .6 8 2 .9 6 0 VAR00049 140.87 394.051 .6 5 8 .9 6 0 VAR00050 140.77 390.047 .7 0 1 .9 6 0 VAR00051 140.73 387.789 .7 9 2 .9 6 0 VAR00052 140.80 396.441 .7 2 2 .9 6 0 VAR00053 140.80 387.131 .8 3 1 .9 5 9

(73) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI KUESIONER PENELITIAN PERSEPSI SISWA-SISWI KELAS XI SMAN 1 DEPOK TERHADAP MANFAAT LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING A. Penjelasan 1. Pengisian pernyataan-pernyataan dalam kuesioner ini bukan merupakan pengerjaan suatu tes dan tidak akan mempengaruhi nilai-nilai mata pelajaran. 2. Agar betul-betul bermanfaat, pernyataan-pernyataan dalam kuesioner ini hendaknya diisi dengan jujur dan teliti sesuai keadaan dirimu. B. Petunjuk Pengisian 1. Bacalah setiap pernyataan dalam kuesioner dengan teliti! 2. Berilah tanda centang Jawablah (√) pada alternatif jawaban yang kamu pilihdi tempat yang tersedia Alternatif jawaban: a. SS : Sangat Setuju b. S : Setuju c. KS : Kurang Setuju d. TS : Tidak Setuju 3. Jawablah dengan jujur sesuai dengan keadaan anda yang sebenarnya! Hasil dari kuisioner ini tidak mempengaruhi nilai rapor anda.

(74) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Kuisioner No Layanan BK di sekolah membantu saya untuk 1 Dapat menggunakan waktu luang saya dengan kegiatan yang bermanfaat 2 Dapat mempertimbangkan resiko dari setiap keputusan yang saya ambil 3 Dapat mengelola uang jajan saya dengan baik 4 Dapat mengatur waktu istirahat dengan baik 5 Dapat menjaga kondisi tubuh saya 6 Dapat memahami pola hidup sehat 7 Dapat membuat jadwal kegiatan sehari-hari 8 Dapat mengetahui kelebihan saya 9 Dapat mengetahui kekurangan saya 10 Dapat mempunyai penilaian positif terhadap diri saya 11 Dapat menghargai setiap jerih payah diri saya 12 Dapat bersyukur atas apa yang ada pada diri saya 13 Dapat mengembangkan bakat dan menghargai keadaan diri saya 14 Dapat mengetahui setiap orang memiliki hak dan kewajiban yang sama di sekolah 15 Dapat bergaul dengan siswa lain di sekolah 16 Dapat mengerjakan setiap tugas yang diberikan oleh guru 17 Dapat mengerti pentingnya menjaga keharmonisan antara saya dan guru 18 Dapat bergaul dengan semua warga sekolah (guru, karyawan) 19 Dapat mengetahui sanksi-sanksi apabila saya melanggar peraturan sekolah 20 Dapat bersosialisasi dengan orang yang baru saya kenal 21 Dapat mengungkapkan pendapat saya pada teman saya SS S KS TS

(75) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI No Layanan BK di sekolah membantu saya untuk 22 Dapat menghargai dan menghormati teman yang SS S KS TS SS S KS TS berbeda pendapat 23 Dapat memiliki sifat positif atau respek terhadap teman saya 24 Dapat menerima apa pun keadaan teman saya 25 Dapat menjadi rajin mengerjakan PR di rumah 26 Dapat menjadi rajin mengerjakan tugas yang diberikan orangtua saya dirumah 27 Dapat menjadi berani menghadapi ulangan harian 28 Dapat bersemangat mengerjakan tugas kelompok bersama dengan anggota kelompok saya 29 Dapat mengatur waktu belajar dan mengerjakan tugas rumah dari orangtua saya 30 Dapat menyadari bahwa tugas yang diberikan guru, membantu saya untuk lebih memahami pelajaran 31 Dapat memahami pentingnya mengerjakan tugas sekolah dari pada bermain 32 Dapat memilih jurusan sesuai dengan cita-cita pekerjaan saya 33 Dapat memilih kegiatan ekstrakurikuler yang akan mendukung terhadap cita-cita pekerjaan saya 34 Dapat memahami program studi yang adadiperguruan tinggi yang sesuai dengan cita-cita pekerjaan saya 35 Dapat memahami jenis kursus yang akan mendukung cita-cita pekerjaan saya 36 Dapat memahami syarat-syarat yang diperlukan untuk pekerjaan yang dicita-citakan 37 Dapat mengenali bakat-bakat yang ada didalam diri saya 38 Dapat mengerti cara-cara untuk meraih cita-cita No Layanan BK di sekolah membantu saya untuk 39 Dapat mengetahui tempat-tempat selain sekolah yang bisa saya jadikan sarana penyaluran bakat saya

(76) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 40 Berani bertanya kepada guru mata pelajaran jika saya mengalami kesulitan belajar 41 Dapat mengatasi kesulitan belajar saya dengan cara bertanya kepada teman yang lebih tahu 42 Percaya diri bertanya kepada guru ketika saya belum memahami pelajaran guru di kelas 43 Dapat mengerti pentingnya belajar kelompok dalam mengatasi kesulitan belajar 44 Dapat sharing dengan guru BK agar permasalahan saya menjadi ringan 45 Dapat referensi (internet, buku-buku) dalam mengatasi kesulitan belajar saya 46 Dapat memiliki gambaran tentang lapangan pekerjaan yang sesuai dengan jurusan saya 47 Dapat masuk perguruan tinggi yang saya inginkan 48 Dapat bersemangat dalam belajar untuk memenuhi syarat masuk perguruan tinggi 49 Dapat bersemangat dalam mempelajari ketrampilanketrampilan tertentu yang sesuai dengan pekerjaan yang saya inginkan 50 Dapat mengetahui cara-cara mengatasi hambatan dalam dunia pekerjaan 51 Dapat mengetahui syarat-syarat masuk perguruan tinggi

(77) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 1 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 4 3 3 3 2 2 2 3 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 4 3 3 3 4 3 3 3 4 2 3 4 4 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 4 3 3 4 3 3 2 3 3 3 3 3 2 3 4 3 3 4 3 3 4 2 3 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 3 2 2 4 3 3 3 4 2 3 4 4 3 3 3 3 3 3 3 2 4 4 4 2 3 3 3 3 3PLAGIAT 4 MERUPAKAN 5 6 TINDAKAN 7 8 9 10 TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 3 3 3 3 3 3 3 3 2 1 2 2 1 3 3 3 2 3 2 3 3 4 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 1 1 1 3 3 3 3 2 2 2 2 2 3 2 2 3 3 3 2 3 4 4 4 4 2 2 2 2 2 3 3 3 2 3 3 3 2 3 3 3 3 3 2 3 4 4 4 3 2 2 2 2 3 2 2 3 3 3 2 2 2 4 2 3 2 2 3 4 2 4 4 4 2 2 2 2 2 2 2 2 3 2 2 3 2 3 3 3 3 2 2 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 2 2 2 2 2 2 3 2 2 2 2 2 2 2 3 2 2 2 2 2 2 2 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 2 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 2 2 3 2 3 3 3 2 2 2 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 2 2 2 3 3 3 3 3 2 2 3 2 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 2 3 2 2 2 3 2 2 2 2 2 2 3 3 3 3 3 3 3 4 4 4 3 3 3 2 3 2 2 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 4 3 4 4 4 3 3 4 4 3 3 3 3 3 3 3 2 2 2 2 3 2 2 2 2 2 3 3 3 3 3 4 4 3 4 4 4 3 3 3 3 3 3 3 3 2 2 3 3 2 2 3 3 3 3 3 2 2 2 2 3 3 3 2 3 3 3 3 3 1 2 2 2 2 2 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 4 4 4 2 4 1 2 4 3 3 3 2 3 2 4 4 3 3 3 3 3 3 3 3 2 2 2 2 3 2 2 3 3 3 3 2 1 1 1 1 3 3 4 3 3 2 2 3 3 3 3 3 2 2 2 2 2 2 2 3 2 3 3 3 2 2 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 2 2 3 3 3 3 3 3 2 2 3 3 2 2 3 3 2 2 3 3 3 2 2 4 4 4 3 4 4 4 4 2 2 2 4 3 3 3 3 3 3 3 3 2 2 2 2 3 3 3 4 11 3 2 4 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 2 2 3 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 4 4 3 3 4 3 3 2 1 3 3 4 2 3 3 3 2 3 2 3 3 3 3 2 3 3 2 3 3 12 3 3 4 3 4 3 3 3 2 3 3 3 3 4 2 3 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 3 4 4 3 3 4 3 3 4 3 3 3 4 3 3 3 3 3 3 3 4 3 3 4 4 4 4 3 3 4 13 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 3 2 3 3 3 3 3 3 2 2 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 4 3 3 3 4 3 2 3 3 2 3 3 4 3 3 3 1 3 3 3 3 3 3 4 3 4 3 3 4

(78) 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 4 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 2 3 3PLAGIAT 3 MERUPAKAN 3 3 TINDAKAN 3 3 3 3 TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 2 3 3 3 3 2 2 2 2 1 3 3 3 3 2 3 3 3 2 2 3 2 2 2 2 4 4 4 3 3 3 3 2 3 3 3 3 4 4 4 4 4 4 3 3 2 2 2 3 3 2 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 4 3 3 4 2 2 3 4 4 3 3 3 2 2 2 2 2 2 2 2 3 3 2 2 2 3 3 3 3 3 3 3 2 4 3 3 3 3 3 4 3 2 3 3 3 3 3 3 4 3 3 3 3 3 4 3 2 3 3 3 3 3 3 4 2 3 3 3 3 3 3 2 2

(79) 14 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 3 4 4 2 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 4 3 3 3 4 4 3 3 3 4 3 4 4 3 3 3 3 3 3 4 3 3 2 4 4 3 4 3 4 15 3 3 3 3 4 3 3 3 2 3 4 3 3 4 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 2 3 3 3 3 3 3 2 3 3 4 3 3 3 3 4 3 3 3 4 3 3 3 3 4 3 4 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 4 3 2 4 3 4 16 2 2 2 3 3 2 2 3 1 2 4 2 3 3 3 3 3 3 3 2 3 2 2 2 2 3 3 2 2 3 3 2 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 1 2 3 3 4 3 2 3 3 3 3 3 2 3 2 2 4 2 3 2 3 3 2 3 3 2 4 3 2 17PLAGIAT 18 MERUPAKAN 19 20 TINDAKAN 21 22 23 24 TIDAK PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAKTERPUJI TERPUJI 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 2 2 3 3 3 3 3 4 3 2 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 4 2 2 2 2 2 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 3 2 3 2 1 3 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3 4 3 3 3 4 3 3 3 2 3 3 2 2 3 3 3 3 3 3 4 4 3 2 2 3 3 4 3 3 4 4 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 2 2 3 3 3 3 3 3 2 2 3 3 3 3 3 3 2 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 2 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 4 3 4 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 3 4 4 4 3 3 3 3 3 3 3 4 4 3 3 3 2 2 2 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 4 3 4 4 4 4 4 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 4 4 3 3 3 3 3 4 3 2 3 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 3 4 4 4 4 3 3 4 4 4 4 4 4 3 3 3 4 3 3 4 3 4 3 3 3 3 3 2 2 2 3 3 2 3 3 3 3 3 4 4 4 2 3 4 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 4 3 4 2 3 4 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 3 4 4 3 4 4 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 25 2 1 2 3 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 3 3 3 3 3 2 3 2 2 2 2 2 3 2 2 2 3 2 3 3 3 3 3 3 2 3 2 3 3 2 3 2 3 4 3 2 2 3 2 3 3 2 2 2 2 1 2 3 3 3 3 2 3 3 3 4 3 3 26 3 1 2 3 3 2 2 2 2 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 2 3 2 2 2 2 2 3 2 2 2 3 2 3 3 3 3 3 3 2 3 2 3 3 2 3 2 3 4 3 2 3 3 3 3 3 2 3 2 2 3 2 2 2 3 3 2 3 3 3 4 3 3 27 2 1 3 3 3 2 2 2 2 3 3 2 3 2 3 3 3 3 3 3 3 2 2 2 2 3 3 3 2 2 3 2 3 3 3 3 3 3 2 2 3 3 3 2 3 3 2 4 3 2 3 3 3 3 4 3 3 2 2 2 4 3 3 3 3 3 4 2 3 4 3 3

(80) 3 3 3 4 3 3 3 3 3 3 3 4 4 2 3 3 3 3 4 3 3 3 3 3 3 3 4 4 2 3 3 3 2 3 2 2 3 3 2 3 3 4 3 2 3 3PLAGIAT 3 MERUPAKAN 3 3 TINDAKAN 3 3 3 3 TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 3 4 3 4 4 2 2 2 2 2 2 2 2 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 2 1 1 2 3 3 2 3 3 3 3 2 3 3 3 2 2 2 2 3 3 2 3 3 3 3 2 3 3 3 3 2 2 2 3 3 2 3 3 3 3 2 3

(81) 28 3 3 3 3 3 2 2 3 3 3 3 2 3 4 3 3 3 3 3 3 3 2 2 2 2 2 3 2 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 2 3 3 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 1 3 3 2 3 3 2 4 3 2 4 3 3 29 3 2 2 3 3 2 2 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 2 2 2 3 2 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 2 3 3 2 3 4 4 3 3 3 1 3 2 2 3 2 3 3 3 4 3 3 3 30 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 2 3 3 3 3 3 3 4 3 3 3 3 2 3 2 3 4 3 2 4 4 3 3 4 4 3 3 3 1 3 2 3 3 3 3 4 2 4 3 3 3 31PLAGIAT 32 MERUPAKAN 33 34 TINDAKAN 35 36 37 38 TIDAK PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAKTERPUJI TERPUJI 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 2 1 2 2 2 3 4 3 3 2 3 2 3 3 3 2 3 2 3 3 3 3 3 2 2 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 2 3 2 3 3 3 3 4 3 4 4 4 4 4 3 4 3 4 4 4 4 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 2 3 3 3 4 3 4 2 3 2 3 3 3 4 4 4 4 4 4 3 2 3 4 4 4 4 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 3 2 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 2 3 3 2 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 2 2 3 3 2 3 2 3 3 3 3 3 2 2 2 2 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 3 3 3 2 2 3 3 2 2 3 3 3 2 2 3 3 3 3 2 4 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 3 3 3 3 3 3 2 3 2 2 2 2 1 1 3 3 3 3 2 3 3 3 3 2 2 3 2 3 2 3 3 3 2 3 2 2 3 3 4 4 2 4 4 4 4 4 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 2 2 2 2 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3 4 3 4 4 3 4 4 3 3 2 2 2 2 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 4 4 3 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 3 3 3 3 2 2 3 2 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 2 3 3 3 3 3 2 4 4 4 4 4 2 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 2 2 3 2 2 2 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 2 3 3 3 2 3 3 3 2 3 2 3 4 4 4 3 3 2 3 4 3 3 2 2 2 2 2 2 4 4 3 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 39 4 4 3 2 2 3 3 3 3 2 4 3 4 4 3 3 2 3 3 3 3 2 2 2 2 3 3 3 2 3 2 3 2 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 1 2 1 1 4 3 2 3 3 2 3 3 3 3 2 3 1 2 2 3 3 3 2 3 2 2 3 3 1 40 4 3 3 3 2 2 3 4 4 3 4 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 2 2 2 2 3 3 2 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 3 3 3 4 3 3 4 4 3 2 3 1 3 3 2 3 3 2 2 4 3 2 3 3 41 4 2 4 3 3 2 3 3 3 3 4 2 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 3 3 3 3 3 2 4 3 3 3 3 2 3 4 3 4 3 3 1 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3

(82) 3 3 3 2 2 2 3 3 2 3 3 4 3 2 3 3 3 3 2 2 3 3 3 2 3 3 3 3 2 3 3 3 3 2 3 3 3 3 2 3 3 4 3 2 3 3PLAGIAT 3 MERUPAKAN 3 3 TINDAKAN 3 3 3 3 TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 2 2 3 3 3 3 1 2 2 2 2 2 2 2 1 3 2 3 3 2 3 2 3 4 2 4 4 4 4 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 2 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 3 4 4 4 4 4 4 3 3 3 3 3 3 3 3 2 2 2 2 2 2 2 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 2 3 3 2 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3

(83) 42 4 3 4 3 2 2 2 3 3 3 4 2 2 3 3 3 3 3 3 3 3 2 2 2 2 3 3 3 2 2 2 3 3 3 3 3 3 3 3 2 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 4 3 3 3 1 3 2 3 3 3 2 3 3 2 3 3 2 43 4 3 3 3 3 3 2 3 3 3 4 3 2 4 3 3 3 3 3 3 3 2 2 2 2 3 3 3 3 3 2 2 3 3 3 3 3 3 3 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 4 3 3 3 1 3 2 3 3 3 3 3 4 2 3 3 3 44 4 2 2 2 2 3 2 4 4 2 4 2 2 2 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 2 2 3 3 2 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 1 4 2 3 2 3 3 3 3 1 3 4 4 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 4 2 4 1 3 2 45PLAGIAT 46 MERUPAKAN 47 48 TINDAKAN 49 50 51 TIDAK PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAKTERPUJI TERPUJI 4 4 4 4 4 4 4 162 T 3 3 3 2 3 3 2 123 S 3 3 3 3 4 3 3 152 T 3 3 3 3 3 2 3 147 T 4 3 4 2 3 2 2 145 T 2 3 2 2 2 3 3 127 S 2 3 2 3 3 3 3 132 S 4 4 4 4 4 4 4 170 ST 4 4 4 4 4 4 4 152 T 3 3 1 3 3 2 3 144 T 2 3 2 3 3 3 3 162 T 3 3 3 2 3 3 3 134 S 3 3 4 3 4 4 4 157 T 4 3 3 3 3 3 3 165 T 3 3 3 3 3 3 3 139 S 3 3 3 3 3 3 3 150 T 3 3 3 3 3 3 3 148 T 3 3 3 3 3 3 3 158 T 3 3 3 3 3 3 3 153 T 3 3 3 3 3 2 2 146 T 3 3 4 3 3 3 3 151 T 2 2 2 2 2 2 2 118 S 2 2 2 2 2 2 2 118 S 2 2 2 2 2 2 2 118 S 2 3 2 2 2 3 3 134 S 3 3 3 3 3 3 3 145 T 3 3 3 3 3 3 3 154 T 2 3 3 3 3 2 3 133 S 3 3 3 3 3 3 3 134 S 3 3 2 3 2 2 3 144 T 2 2 3 2 2 2 3 139 S 2 3 3 3 3 3 3 140 S 3 3 3 3 3 2 3 143 T 3 3 3 3 3 3 3 153 T 3 3 3 3 3 3 3 153 T 3 3 3 3 3 3 3 149 T 3 3 3 3 3 3 3 153 T 3 3 3 3 3 3 3 153 T 3 3 3 3 3 3 3 142 T 2 2 2 3 2 2 3 136 S 3 4 3 3 3 3 3 157 T 3 3 3 3 3 3 3 153 T 3 3 4 3 3 3 3 155 T 1 1 2 1 1 1 3 136 S 4 4 4 4 4 4 4 164 T 3 3 2 2 3 2 3 131 S 1 2 3 3 3 2 3 136 S 4 4 4 4 4 3 4 192 ST 3 3 3 3 3 3 3 154 T 2 2 2 2 2 2 3 130 S 3 3 3 3 3 3 3 153 T 4 3 3 3 3 3 3 160 T 2 1 2 2 2 2 2 125 S 3 3 3 3 3 3 3 153 T 3 4 3 4 4 4 4 186 ST 3 4 2 4 4 4 4 172 ST 2 3 3 3 3 3 3 152 T 3 3 2 2 2 3 3 137 S 2 2 2 2 3 3 3 140 S 1 4 4 4 4 4 4 134 S 3 3 3 3 2 2 3 145 T 3 3 3 3 2 2 2 132 S 3 2 3 3 3 2 3 139 S 3 3 3 3 3 3 3 151 T 2 3 3 3 2 3 3 149 T 3 3 3 3 3 2 3 138 S 3 3 2 4 3 3 3 165 T 4 2 4 4 4 3 3 145 T 4 4 4 4 4 4 4 169 ST 3 4 4 4 4 4 4 171 ST 3 3 3 3 3 3 3 153 T 3 3 3 3 3 3 3 148 T

(84) 3 3 3 3 3 2 2 3 3 3 3 4 3 2 3 3 3 3 2 3 2 3 3 2 3 3 3 4 2 3 3 3 3 3 4 4 2 3 2 3 3 2 3 2 3 3PLAGIAT 3 MERUPAKAN 3 3 TINDAKAN 3 3 3 153 T TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 3 3 3 3 3 3 3 153 T 3 3 3 3 3 3 3 145 T 3 3 4 4 4 3 3 135 S 4 2 4 2 4 4 4 142 T 2 4 3 4 4 4 4 155 T 3 3 3 3 3 3 3 149 T 3 3 3 3 3 3 3 159 T 2 2 2 3 3 3 2 131 S 3 3 3 3 3 3 3 153 T 3 3 3 3 3 3 3 153 T 4 3 3 4 4 3 3 181 ST 3 3 4 4 3 3 3 165 T 3 2 2 2 2 2 2 103 S 3 3 3 3 3 3 3 148 T

(85)

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

B E N T U K PE N GA W A S A N B E B A S V I S A K U N J U N G A N S I N G K A T ( B V K S ) O L E H K A N T O R K E I M I G R A S I A N K E P A D A W A R G A N E G A R A A S I N G Y A N G T I N G G A L D I I N D O N E S I A
0
4
15
E V A L U A S I E FE K T I FI T A S PE N G G U N A A N J E M B A T A N PE N Y E B E R A N G A N O R A N G
0
11
5
H U B U N G A N A N T A R A P R O F E S I O N A L I S M E P E G A W A I D E N G A N K U A L I T A S P E L A Y A N A N P E N E R B I T A N K T P D A N K K D I K A N T O R K E C A M A T A N G A M B I R A N K A B U P A T E N B A N Y U W A N G I
0
5
22
I N V E S T A S I B I D A N G E N E R G I M I N Y A K D A N G A S B U M I P E R U S A H A A N M U L T I N A S I O N A L P E T R O C H I N A D I I N D O N E S I A
0
4
16
M E D I A K O M U N I K A S I I N T E R N B A D A N G E O L O G I
0
0
48
ANALISIS M E K A N I S M E PEMUTGUTAN R E T R I B U S I PASAR PADA PERUSAHAAN DAER.VH PASAR P A L E M B A N G J A Y A UNIT PASAR A I J i N G - A l A N G L E B A R DI K O T A P A L E M B A N G SKRIPSI
0
1
75
K E W E N A N G A N P E M B I N A A N DAN P E N G A W A S A N B A N K I N D O N E S I A M E N U R U T UNDANG-UNDANG NO. 10 T A H U N 1998
0
0
71
N A G N A B M E G N E P
0
6
114
N A G N A B M E G N E P
0
0
120
G A B E S I M O N O K E I R E T A M N A M A H A M E P N A K T A K G N I N E M O P A D A P K U T N E B N A S A H A B K O K - R A S A P K U T N E BG N A R A B
0
2
216
I B M I B R E TI R E T A M E T S I S O K E M A L A D P U D I H K U L H K A M N A G N U B U H A W S I S I S A L E K V N A G N A L B M O J I R E G E N D S L U T N A B N A P A T N U G N A B
0
0
128
N A T A K G N I N E P N A G N A L I B N A G N A R U G N E P I S A R E P O N A K I A S E L E Y N E M N A R A J A L E B M E P L E D O M N A K A N U G N E M T A L U B E P I T F I T A R E P O K
0
0
199
N A G N A B M E G N E P
0
0
254
G N I B M I B I
0
0
133
N A G N I B M I B I
0
0
112
Show more