Pemeriksaan Aktiva Tetap

RP. 10,000

0
8
16
2 weeks ago
Preview
Full text

  
PERTEMUAN 17:
PEMERIKSAAN AKTIVA TETAP A. TUJUAN PEMBELAJARAN
  Pada bab ini akan dijelaskan mengenai definisi aktiva tetap, tujuan pemeriksaan aktiva tetap serta prosedur pemeriksaan aktiva tetap. Melalui pembelajaran, Anda harus mampu: 1.1 Mendefinisikan aktiva tetap.
  1.2 Mengetahui tujuan dari pemeriksaan aktiva tetap.
  1.3 Memahami prosedur yang harus dilakukan dalam proses pemeriksaan aktiva tetap.B. URAIAN MATERI
  Tujuan Pembelajaran 1.1: Definisi Aktiva Tetap Aset tetap (Fixed asset) disebut juga property,plant, and Equipment.
  Menurut Standar Akuntansi Keuangan (PSAK No. 14, hal 16.2 dan 16.3
– IAI,2002): “Aset tetap adalah aset berwujud yang diperoleh dalam bentuk siap pakai atau dengan dibangun lebih dahulu, yang digunakan dalam operasi perusahaan, tidak dimaksudkan untuk dijual dalam kegiatan normal perusahaan dan mempunyai masa manfaat lebih dari satu tahun.
  Menurut SAK ETAP (IAI, 2009; 68): Aset tetap adalah aset berwujud yang:
  a. Dimiliki untuk digunakan dalam produksi atau penyediaan barang atau jasa, untuk disewakan ke pihak lain, atau untuk tujuan administratif; dan b. Diharapkan akan digunakan lebih dari satu periode.
  Suatu Benda berwujud harus diakui sebagai suatu aset dan dikelompokkan sebagai aset tetap bila: a. Besar kemungkinan (probable) bahwa manfaat keekonomian di masa yang akan datang yang berkaitan dengan aset tersebut akan mengalir ke dalam perusahaan; dan b. Biaya perolehan aset dapat diukur secara andal.
  Beberapa sifat atau ciri aset tetap adalah:
  1. Tujuan dari pembeliannya bukan untuk dijual kembali atau diperjualbelikan sebagai barang dagangan, tetapi untuk dipergunakan
  2. Mempunyai masa manfaat lebih dari satu tahun.
  3. Jumlahnya cukup material.
  Sifat pertama dari asset tetap tersebut yang membedakan asset tetap dari persediaan barang dagangan. Misalnya mobil yang dimiliki oleh PT. Astra sebagai produsen mobil, hasil produksi/rakitan yang berupa mobil untuk dijual harus digolongkan sebagai persediaan barang dagangan (inventory), sedangkan mobil manajer perusahaan harus digolongkan sebagaiaset tetap.
  Sifat kedua dari aset tetap, merupakan salah satu alasan mengapa aset tetap harus disusutkan.Biaya penyusutan merupakan alokasi dari biaya penggunaan asset tetap selama manfaatnya, secara sistematis dan teratur (menggunakan metode tertentu yang diterapkan secara konsisten).
  Sifat ketiga merupakan salah satu alasan mengapa setiap perusahaan harus mempunyai kebijakan kapitalisasi, yang membedakan antara capital expenditure dan revenue expenditure.
  Capital expenditure adalah suatu pengeluaran modal yang jumlahnya
  material dan mempunyai manfaat lebih dari satu tahun. Revenue expenditure adalah suatu pengeluaran yang jumlahnya tidak material walaupun masa manfaatnya mungkin lebih dari satu tahun. Selain itu revenue expenditure merupakan pengeluaran yang dilakukan perusahaan dalam rangka menghasilkan pendapatan dan dibebankan kedalam laba rugi pada saat terjadinya beban tersebut.
  Misalnya pembelian mesin tik, meja tulis yang harga per unitnya kurang dari Rp. 500.000,- bagi perusahaan yang besar (misalkan Pertamina) akan merupakan revenue expenditure tetapi bagi perusahaan yang kecil (misal kantor akuntan kecil) akan merupakan capital expenditure.
  Fixed Asset atau Aset Tetap Bisa Dibedakan Menjadi :
  1. Fixed tangible assets (asset tetap yang mempunyai wujud/ bentuk, bisa dilihat, bisa diraba).
  2. Fixed intangible assets (asset tetap yang tidak mempunyai wujud/bentuk, sehingga tidak bisa dilihat dan tidak bisa diraba).
  Yang Termasuk Fixed tangible assets Misalnya : a) Tanah (Land) yang diatasnya dibangun gedung kantor, pabrik atau rumah.
  Tanah ini biasanya tidak disusutkan (menurut SAK maupun peraturan pajak). Tanah bisa dimiliki dalam bentuk hak milik, hak guna bangunan (biasanya jika kita membeli rumah dari real estate) yang mempunyai jangka waktu 20-30 tahun, hak guna usaha dan hak pakai. Perlu diperhatikan bahwa perusahaan asing dan warga negara asing tidak diperbolehkan membeli tanah dan hak milik.
  b) Gedung (Building) termasuk pagar, lapangan parkir, taman, mesin-mesin (Machinery), peralatan (Equipment), Furniture & Fixtures (meja, kursi), Delivery Equipment/Vehicles (mobil, motor, kapal laut, pesawat terbang).
  c) Natural Resources (Sumber Alam), seperti pertambangan minyak, batu bara, emas, marmer dan hak pengusahaan hutan (HPH). Natural resources ini harus didepresi, bukan disusutkan, pada saat sumber alam tersebut mulai menghasilkan.
  Yang Termasuk Fixed intangible assets misalnya:
  Hak paten, hak cipta (copy right), franchise, goodwill, preoperating expenses (biaya-biaya yang dikeluarkan sebelum perusahaan berproduksi secara komersial, termasuk biaya pendirian).
  Contoh dari franchise misalnya Kentucky Fried Chicken, Hamburger,
  mc.Donald, Es Teller ’77. Dalam hal ini pengusaha yang ingin menjual
  makanan/minuman tersebut harus menandatangani kontrak dengan pemilik
  franchise , agar bisamenjual makanan/minuman dengan rasa, bentuk, gaya,
  dekorasi yang khusus untuk jenis makanan tersebut, tentu saja dengan membayar royalty.
  Sifat Aktiva Tetap
  Meskipun semua aktiva memiliki beberapa ciri dasar yang umum, aktiva tetap memiliki ciri-ciri tambahan sebagai berikut :
  1. Aktiva tetap merupakan barang-barang fisik yang dimiliki untuk memperlancar/mempermudah produksi barang-barang lain atau untuk menyediakan jasa-jasa bagi perusahaan atau para pelanggannya dalam kegiatan normal perusahaan.
  2. Semua aktiva tetap memiliki usia terbatas, pada akhir usianya harus dibuang atau diganti.
  3. Nilai aktiva tetap berasal dari kemampuannya untuk mengesampingkan pihak lain dalam mendapatkan hak- hak yang sah atas penggunanya dan bukan dari pemaksaan dari suatu kontrak.
  4. Aktiva tetap seluruhnya nonmoneter : manfaatnya diterima dari penggunaan atau penjualan jasa-jasa dan bukan dari pengubahannya menjadi sejumlah uang tertentu.
  5. Pada umumnya jasa yang diterima dari ativa tetap meliputi suatu periode yang lebih panjang dari satu tahun atau satu siklus operasi perusahaan. Akan tetapi terdapat terkecualian. Misalnya suatu bangunan atau peralatan tidak klasifikasikan kembali sebagai aktiva lancar bilamana sisa manfaatnya kurang dari satu tahun. Dalam beberapa kasus seperti halnya,beberapa unsur memiliki usia asli yang lebih pendek dari pada satu siklus operasi perusahaan.
  Tujuan Pelaporan Aktiva Tetap
  Unsur-unsur aktiva tetap mempunyai ciri umum dan memiliki beberapa tujuan pelaporan keuangan yang sama. Salah satu tujuan ini di dasarkan kepada keseragaman mereka dalam proses akuntansi. Aktiva tetap dimiliki untuk sebagai biaya usia manfaatnya dengan cara yang sama seperti biaya di bayar dimuka (prepaid expense). Perbedaan pokok antara biaya dibayar dimuka dan aktiva tetap terletak pada usia aktiva tersebut. Biaya dibayar dimuka biasanya di bebankan sebagai ongkos selama siklus kegiatan berjalan atau satu tahun,tergantung mana yang lebih lama,sedangkan aktiva tetap di bebankan sebagai biaya selama satu periode yang lebih panjang. Tetapi jika keseragaman dalam proses akuntansi itu di anggap sebagai tujuan utama klasifikasi maka pos-pos tidak berwujud yang usianya terbatas mungkin harus di sertakan pula di dalamnya tetapi klasifikasi menurut proses akuntansi bukanlah tujuan yang relevan.
  Tujuan kedua dalam penguraian dan pengukuran pos-pos aktiva tetap adalah memberikan indikasi jumlah fisik atau kapasitas produksi yang dimiliki perusahaan dan juga beberapa petunjuk mengenai usia relatifnya serta taksiran masa pakainya yang akan datang. Semua informasi itu tidak mungkin terpenuhi dengan sejumlah angka dalam rupiah. Namun demikian untuk aktiva atau aktiva tertentu mungkin lebih relevan jika digunakan basis penilaian input daripada nilai likuidasinya : dan di masa mendatang tidak mungkin di pergunakan sebagai pengukur baik secara teoritis maupun praktis. Suatu jumlah akumulasi penyusutan yang di kurangkan dari suatu nilai input tidak dapat menghasilkan gambaran yang cukup tentang kondisi atau usia relatif aktiva tetap tersebut.
  Tujuan ketiga adalah tujuan yang penting dari klasifikasi dan penilaian aktiva tetap untuk menyajikan suatu gambaran mengenai kegiatan suatu perusahaan sebagaimana pengelompokkan moneter dan aktiva lancar menunjukkan informasi mengenai kegiatan perusahaan,demikian pula halnya dengan pengelompokkan investasi dalam pos-pos modal. Jumlah relatif modal yang di tanamkan dalam aktiva tetap merupakan informasi yang relevan bagi penanam modal dan para kreditur,karena hal itu mungkin dapat menambah informasi untuk membantu meramal arus kas di masa depan dan memberikan petunjuk mengenai periode sebelum perusahaan berkesempatan menanamkan kembali sumber dayanya untuk penggunaan yang sama atau penggunaan lainnya tanpa adanya keharusan likuidasi (forced liquidation). Dalam perusaan Public Utility (pelayanan umum seperti PLN,TELKOM,GAS,dll) dan dalam berbagai perusahaan jasa lainnya,jumlah yang ditanamkan sebagai pos-pos modal jangka panjang merupakan kelompok terpenting sebagian besar public utility menyajikan pos-pos aktiva tetap pada bagian pertama dalam neraca,mendahului aktiva lancar.
  Pos-pos aktiva tetap nonoperasional biasanya disajikan di neraca dalam kelompok yang terpisah,meskipun masalah penilaian dan penyusutanya sama dengan aktiva tetap operasi. Karena itu sebagian besar uraian berikut akan dikaitkan baik dengan unsur-unsur aktiva tetap operasional maupun non operasional.
  Harga Perolehan Aktiva Tetap Berwujud
  Untuk menentukan besarnya harga perolehan suatu aktiva, berlaku prinsip yang menyatakan bahwa semua pengeluaran yang terjadi sejak pembelian sampai aktiva itu siap dipakai harus dikapitalisasi. Karena jenis aktiva itu macam-macam maka masing-masing jenis mempunyai masalah-masalah khusus yang akan dibicarakan berikut ini : 1.
   Tanah
  Tanah yang dimiliki dan digunakan sebagai tempat berdirinya perusahaan perusahaan maka dicatat dalam rekening investasi jangka panjang. Harga perolehan tanah terdiri dari berbagai elemen seperti :Harga beli, Komisi pembelian, Bea balik nama, Biaya penelitian tanah, Iuran-iuran (pajak-pajak) selama tanah belum dipakai, Biaya merobohkan bangunan lama, Biaya perataan tanah pembersihan dan pembagian dan Pajak-Pajak yang jadi beban pembelian pada waktu pembelian
  2. Bangunan
  Gedung yang diperoleh dari pembelian, harga perolehannya harus dialokasikan pada tanah dan gedung. Biaya yang dikapitalisasi sebagai harga perolehan gedung adalah :Harga beli, Biaya Perbaikan sebelum gedung itu dipakai,Komisi pembelian, Bea balik nama, Pajak-Pajak yang menjadi tanggunganpembeli pada waktu pembelian
  3. Alat-Alat Kerja
  Alat-alat kerja yang dimiliki bisa berupa alat-alat untuk mesin atau alat-alat tangan.Yang merupakan harga perolehan mesin dan alat-alat adalah : Harga beli, Pajak-pajak yang menjadi beban pembeli, Biaya angkut, Asuransi selama dalam perjalanan, Biaya pemasangan dan Biaya-biaya yang dikeluarkan selama masa__nl_

Dokumen baru