HUBUNGAN ANTARA KECERDASAN EMOSI DAN SUASANA BELAJAR DALAM KELUARGA TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS VII SMP BOPKRI 2 YOGYAKARTA TAHUN AJARAN 20112012 SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Progr

Gratis

0
0
233
3 months ago
Preview
Full text

  

HUBUNGAN ANTARA KECERDASAN EMOSI DAN SUASANA

BELAJAR DALAM KELUARGA TERHADAP HASIL BELAJAR

MATEMATIKA SISWA KELAS VII SMP BOPKRI 2 YOGYAKARTA

TAHUN AJARAN 2011/2012

SKRIPSI

  

Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat

Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan

Program Studi Pendidikan Matematika

  

Oleh :

ADINA BR DEPARI

NIM : 081414041

  

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA

JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS SANATA DHARMA

YOGYAKARTA

2012

  

HUBUNGAN ANTARA KECERDASAN EMOSI DAN SUASANA

BELAJAR DALAM KELUARGA TERHADAP HASIL BELAJAR

MATEMATIKA SISWA KELAS VII SMP BOPKRI 2 YOGYAKARTA

TAHUN AJARAN 2011/2012

SKRIPSI

  

Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat

Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan

Program Studi Pendidikan Matematika

  

Oleh :

ADINA BR DEPARI

NIM : 081414041

  

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA

JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS SANATA DHARMA

YOGYAKARTA

  

KUPERSEMBAHKAN KARYA INI UNTUK :

  • + Tuhan Yesus Kristus
    • + pelindung dan penolongku

      Bunda Maria, Santo Fransiskus Asisi dan Semua Orang Kudus di Surga.

      

    Kedua Orangtuaku yang tercinta, Kakak dan abang serta semua keponakanku yang

    membuatku selalu bersemangat.

      Sr.Fidelia, Sr.Leonarda, Sr.Roberta, Sr.Bernadette, Sr.Kornelia, serta semua suster Fransiskanes Santa Elisabeth di Komunitas Arumdalu Yogyakarta.

      Semua teman-temanku Ika, Nenek, Mami, Mita, Laras, Puput, Lala, Tiwi, Yoha, Novi, Siska, Fili, dan Desi.

      Paramita Jati, Mulai dari PPL sampai skripsi paling banyak membantu penulis...

    Almamaterku, Universitas Sanata Dharma, tempatku menuntut ilmu……..

      

    Pax Et Bonum

      

    MOTTO

    “Ketika engkau sangat menginginkan sesuatu dan berusaha untuk

    mendapatkannya, maka seluruh jagad raya akan bersatu padu

    membantumu”

      Setiap hari Tuhan memberi kita matahari. Jika kita perhatikan, kita

    selalu mengalami saat-saat magis. Bisa saja saat kita bersembunyi dalam

    keheningan sesudah makan siang, saat memotong kayu, saat menggayung air,

    saat memandang bunga atau burung di udara, atau dalam seribu satu hal yang

    nampaknya biasa saja. Tapi, saat itu memungkinkan kita menciptakan

    mukjizat.

      Betapa malangnya orang yang takut mengambil resiko. Mungkin ia

    takkan pernah kecewa atau menderita seperti orang yang mengejar impiannya.

    Tapi pada suatu titik ketika ia menoleh kebelakang —ia akan menyesali bahwa

    telah menyia-nyiakan semua karunia Tuhan dalam hidup dan saat-saat magis

    telah berlalu.

      Benar, kita akan mengalami masa-masa sulit dan kekecewaan, namun

    semua itu hanya sementara, tidak meninggalkan bekas yang kekal. Dan suatu

    hari kelak, kita akan menoleh dan memandang perjalanan yang telah kita

    tempuh, penuh kebanggan.

      Saduran dari buku “By the River Piedra I Sat Down And Wept” Karangan Paulo Coelho

      “Amor Mutat Gratia si Impertimus Hominibus” La Vita Est Bella

      

    ABSTRAK

    Adina Br Depari (2012). Hubungan antara Kecerdasan Emosi dan Suasana

      

    Belajar dalam Keluarga terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas VII

    SMP Bopkri 2 Yogakarta Tahun Ajaran 2011/2012. Program Studi Pendidikan

    Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Fakultas Keguruan dan Ilmu

    Pendidikan, Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta.

      Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada hubungan yang positif

    dan signifikan antara: (1) kecerdasan emosi dengan hasil belajar matematika

    siswa, (2) suasana belajar dalam keluarga dengan hasil belajar matematika siswa,

    (3) kecerdasan emosi dan suasana belajar dalam keluarga dengan hasil belajar

    matematika siswa. Penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui tingkat

    kecerdasan emosi siswa, suasana belajar dalam keluarga siswa dan hasil belajar

    matematika siswa.

      Penelitian dilakukan dari bulan Mei sampai Juni 2012. Sampel penelitian

    berjumlah 15 orang siswa. Data kecerdasan emosi dan data suasana belajar dalam

    keluarga dikumpulkan dengan metode non tes yang berbentuk kuesioner. Data

    hasil belajar matematika dikumpulkan dengan menggunakan metode tes. Teknik

    analisis data penelitian menggunakan teknik korelasi Product Moment dari

      Karl Pearson dan teknik korelasi ganda.

      Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) ada hubungan yang positif dan

    signifikan antara kecerdasan em baikosi siswa dengan hasil belajar matematika

    siswa ( sebesar 0,551 dan =2,378 > =2,131), (2) ada hubungan

    positif dan signifikan antara suasana belajar dalam keluarga dengan hasil belajar

    matematika siswa ( = 0,541 dan =2,319 >

      =2,131), (3) ada

    hubungan positif dan signifikan antara kecerdasan emosi dan suasana belajar

    dalam keluarga secara bersama-sama terhadap hasil belajar matematika siswa

    ( = 0,628 dan =3,913 >

      =3,68). Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa para siswa yang kecerdasan

    emosinya berada dalam kategori sangat baik sebesar 0%, dalam kategori baik

    sebesar 0%, dalam kategori cukup baik sebesar 40%, dalam kategori tidak baik

    sebesar 46,67% dan dalam kategori sangat tidak baik sebesar 13,34%. Para siswa

    yang suasana belajar dalam keluarganya berada dalam kategori sangat baik

    sebesar 0%, dalam kategori baik sebesar 13,33%, dalam kategori cukup baik

    sebesar 60%, dalam kategori tidak baik sebesar 13,33% dan dalam kategori sangat

    tidak baik sebesar 13,33%. Para siswa yang hasil belajar matematikanya berada

    dalam kategori sangat baik sebesar 13,33%, dalam kategori baik sebesar 20%,

    dalam kategori cukup baik sebesar 40%, dalam kategori tidak baik sebesar

    13,33% dan dalam kategori sangat tidak baik sebesar 13,33%.

      

    ABSTRACT

    Adina Br Depari (2012). The Relationship between Emotional Intelligence

    and Learning Conditional in the Family Against the Results of Learning Math

    Grade VII Bopkri 2 Junior High School Yogyakarta Year 2011/2012. Education of

    Mathematics and Natural Sciences, Faculty of Teacher Training and Education,

    Sanata Dharma University, Yogyakarta.

      This research aims to find out if there is a positive and significant

    relationship between: (1) emotional intelligence with the results of learning math

    students, (2) learning conditional in the family with the results of learning math

    students, (3) emotional intelligence and learning conditional in the family with the

    results of learning math students. This research aims also to find out emotional

    intelligence level, learning conditional in the family level and the results of

    learning math students level.

      The research was conducted from May to June 2012. The samples were 15

    students. Emotional intelligence data and learning conditional in the family data

    gathered with testing methods in the form of a questionnaire. Results of the data

    collected with learn math using the method test. Research data analysis techniques

    using the technique of correlation of Product Moment of Karl Pearson and

    multiple correlation techniques.

      The result of the study indicates that: (1) there is a positive and significant

    relationship between emotional intelligence with the results of learning math

    students ( = 0,551 and =2,378 > =2,131), (2) there is a positive

    and significant relationship between learning conditional in the family with the

    results of learning math students ( = 0,541 and = > = 2,319

    2,131), (3) there is a positive and significant relationship between emotional

    intelligence and learning conditional in the family together against the results of

    learning math students ( = and = 0,628 3,913 > = 3,68).

      Research results also showed that students who were emotionally

    intelligence within the category of very good 0%, in the category of either 0%, in

    the category quite well by 40%, in the category of no good of 46,67% and in the

    category is not very good for 13,34%. Students who study conditional in her

    family are in a category of very good 0%, in the category of good 13,33%, in the

    category of pretty good by 60%, in the category of no good of 13,33% and in the

    category is not very good for 13,33%. Students who learned his mathematical

    results are excellent in the category of 13,33%, in the category of good by 20%, in

    a category is good enough for 40%, in the category of no good of 13,33% and in

    the category is not very good for 13,33%.

    KATA PENGANTAR

      Puji syukur kepada Tuhan Yesus Kristus atas berkat dan rahmatNya yang besar, sehingga penulis bisa menyelesaikan tugas akhir ini. Semua usaha yang penulis lakukan ini tidak akan berhasil tanpa doa, bimbingan, bantuan dan dukungan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, pada kesempatan ini dengan rendah hati penulis mengucapkan terimakasih kepada:

      1. Bapak Rohandi, Ph.D. selaku Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.

      2. Bapak Drs. Aufridus Atmadi, M.Si selaku Ketua Jurusan Pendidikan

    Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Sanata Dharma.

      3. Bapak Dr. Marcellinus Andy Rudhito, S.Pd. selaku Ketua Program Studi Pendidikan Matematika, Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.

      4. Bapak Drs. Th. Sugiarto, M.T selaku Dosen Pembimbing yang telah banyak meluangkan waktu dalam memberikan bimbingan, dukungan dan mengarahkan penulis untuk menyelesaikan skripsi ini.

      5. Bapak Prof. Dr. St. Suwarsono, Bapak Drs. Sukardjono, M.Pd. dan Bapak Drs. Th. Sugiarto, M.T selaku dosen penguji skripsi

      6. Seluruh staf dosen JPMIPA Universitas Sanata Dharma, terimakasih atas kebaikan, bimbingan dan ilmu yang telah diberikan.

      7. Ibu Dra.Yetti Yuliati Soebari, selaku Kepala Sekolah SMP Bopkri 2 Yogyakarta sudah memberikan kesempatan kepada penulis untuk melakukan penelitian di SMP Bopkri 2 Yogyakarta.

      8. Bapak Drs.Yulius selaku guru mata pelajaran Matematika Kelas VII SMP Bopkri 2 Yogyakarta, yang sudah memberikan kesempatan dan arahan kepada penulis dalam melakukan penelitian ini hingga selesai dengan baik.

      9. Siswa-siswi Kelas VII A dan VII B SMP Bopkri 2 Yogyakarta yang telah

    bersedia bekerja sama dengan penulis untuk melakukan tes penelitian.

      10. Seluruh staf Sekretariat JPMIPA, staf Perpustakaan dan karyawan Universitas Sanata Dharma yang telah membantu kelancaran proses belajar penulis selama ini.

      11. Kedua orangtuaku, kakak dan abang. Terimakasih atas semua kebaikan yang kuterima.

      12. Teman-teman Pendidikan Matematika Angkatan 2008 yang menjadi teman ‘seperjuangan’.

      13. Semua pihak yang telah membantu dan memberi dukungan baik langsung atau tidak langsung yang tidak bisa disebutkan satu persatu.

      Dengan segala kerendahan hati, penulis menyadari bahwa skripsi ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu segala saran dan kritik sangat diharapkan demi perbaikan skripsi ini. Akhir kata, penulis berharap semoga skripsi ini berguna bagi semua pihak yang memerlukannya.

      Penulis Adina Br Depari

      DAFTAR ISI

    HALAMAN JUDUL .................................................................................................... i

    HALAMAN PERSETUJUAN .................................................................................... ii

    HALAMAN PENGESAHAN .................................................................................... iii

    HALAMAN PERSEMBAHAN ................................................................................ iv

    HALAMAN MOTTO ................................................................................................. v

    PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ..................................................................... vi

    LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA

      

    ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS .................................................. vii

    ABSTRAK ................................................................................................................ viii

    ABSTRACT................................................................................................................. ix

    KATA PENGANTAR ................................................................................................. x

    DAFTAR ISI ............................................................................................................. xii

    DAFTAR TABEL ..................................................................................................... xv

    DAFTAR LAMPIRAN ........................................................................................... xvii

      

    BAB I PENDAHULUAN ............................................................................................ 1

    A. Latar Belakang Masalah .................................................................................... 1 B. Rumusan Masalah ............................................................................................. 5 C. Tujuan Penelitian .............................................................................................. 5 D. Manfaat Penelitian............................................................................................. 6 E. Batasan Istilah ................................................................................................... 7

      

    BAB II LANDASAN TEORI ...................................................................................... 9

    A. Kecerdasan Emosi ............................................................................................. 9 B. Suasana Belajar Dalam Keluarga ..................................................................... 21 C. Hasil Belajar Matematika ............................................................................... 32 D. Kerangka Berpikir ........................................................................................... 36 E. Hipotesis ......................................................................................................... 41

    BAB III METODOLOGI PENELITIAN ............................................................... 42

    A. Jenis Penelitian ................................................................................................ 42 B. Tempat dan Waktu Penelitian .......................................................................... 42 C. Subjek dan Objek Penelitian ............................................................................ 42 D. Populasi dan Sampel Penelitian ....................................................................... 43 E. Variabel Penelitian ......................................................................................... 44 F. Bentuk Data .................................................................................................... 45 G. Metode Pengumpulan Data dan Instrumen Penelitian ..................................... 46 H. Keabsahan Data .............................................................................................. 54 I. Metode Analisis Data ...................................................................................... 58 BAB IV PELAKSANAAN PENELITIAN, TABULASI DATA, ANALISIS DATA, DAN PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN ......................... 66 A. Pelaksanaan Penelitian .................................................................................... 66

      B. Tabulasi Data dan Deskripsi Data Penelitian ................................................... 71

      C. Analisis Data .................................................................................................. 77

      D. Pembahasan Hasil Penelitian ........................................................................... 84

      E. Kelemahan Penelitian ...................................................................................... 90

      

    BAB V. PENUTUP.................................................................................................... 91

    A. Kesimpulan ..................................................................................................... 91 B. Saran ............................................................................................................... 94

    Daftar Pustaka ............................................................................................................ 95

    Lampiran .................................................................................................................... 97

      DAFTAR TABEL

    Tabel 3.1 : Kisi-kisi Tes Hasil Belajar Matematika ................................................ 47Tabel 3.2 : Skor Pernyataan Kuesioner .................................................................. 51Tabel 3.3 : Kisi-kisi Kuesioner Kecerdasan Emosi ................................................ 52Tabel 3.4 : Kisi-kisi Kuesioner Suasana Belajar Dalam Keluarga .......................... 53Tabel 3.5 : Interpretasi Koefisien Nilai r ................................................................ 63Tabel 4.1 : Waktu Pengambilan Data .................................................................... 67Tabel 4.2 : Hasil Uji Validitas Variabel Kecedasan Emosi..................................... 67Tabel 4.3 : Hasil Uji Validitas Suasana Belajar Dalam Keluarga ........................... 68Tabel 4.4 : Hasil Uji Validitas Tes Hasil Belajar Matematika ................................ 69Tabel 4.5 : Hasil Uji Reliabilitas Variabel Penelitian ............................................. 70Tabel 4.6 : Interpretasi Reliabilitas ........................................................................ 70 Tabel 4.7: Penilaian Acuan Patokan (PAP) Tipe II ................................................ 71Tabel 4.8 : Kriteria Data Variabel Kecerdasan Emosi ............................................ 72Tabel 4.9 : Distribusi Frekuensi Variabel Kecerdasan Emosi ................................. 73Tabel 4.10 : Kriteria Data Variabel Suasana Belajar Dalam Keluarga .................... 74Tabel 4.11 : Distribusi Frekuensi Suasana Belajar Dalam Keluarga ....................... 74Tabel 4.12 : Kriteria Data Variabel Skor Hasil Belajar Matematika ....................... 75Tabel 4.13 : Distribusi Frekuensi Hasil Belajar Matematika .................................. 76Tabel 4.14 : Mean, Median, Modus, dan Standar Deviasi ..................................... .77Tabel 4.15 : Hasil Uji Normalitas ....................................................................... ...78Tabel 4.16 : Hasil Analisis Korelasi Product Moment .......................................... .79Tabel 4.17 : Rangkuman Kontribusi Variabel ....................................................... .82Tabel 4.18 : Hasil Analisis Regresi ....................................................................... .83

      DAFTAR LAMPIRAN LAMPIRAN I Kuesioner ............................................................................... 97 LAMPIRAN II Soal Tes Hasil Belajar Matematika ....................................... 105 LAMPIRAN III Kunci Jawaban Hasil Belajar Matematika ............................. 111 LAMPIRAN IV Skor Variabel , ,

      ........................................................ 125 LAMPIRAN V Hasil Uji Validitas ................................................................ 132 LAMPIRAN VI Hasil Uji Realibilitas ............................................................ 150 LAMPIRAN VII Hasil Uji Normalitas ............................................................ 159 LAMPIRAN VIII Hasil Uji Korelasi ................................................................ 160 LAMPIRAN IX Kontribusi Antar Variabel .................................................... 163 LAMPIRAN X Mean, Median, Modus .......................................................... 167 LAMPIRAN XI Contoh Hasil Jawaban Siswa ................................................. 170 LAMPIRAN XII Foto Penelitian ...................................................................... 198 LAMPIRAN XIII Surat Administrasi Penelitian ................................................ 201

    BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Siswa sekolah menengah pertama (SMP) dalam rentang usia 13-16 tahun

      adalah masa remaja awal. Masa remaja adalah masa peralihan dari masa kanak-kanak menuju masa dewasa, dimana pada masa ini seorang anak akan mengalami perubahan besar baik dalam hal fisik maupun psikologis. Pada masa remaja, seorang anak juga semakin dituntut oleh keluarga, sekolah, teman-teman sebaya dan masyarakat untuk memiliki tanggung jawab yang besar dalam hal kepribadian, kemampuan sosial, hasil belajar yang baik, dan prestasi di bidang akademis maupun non akademis. Dalam hal ini, kualitas anak dilihat dari hasil belajar di sekolah.

      Ada beberapa faktor yang mempengaruhi hasil belajar anak, yaitu faktor eksternal dan internal (Roestiyah, 1982:159). Faktor eksternal, yaitu faktor yang berasal dari luar diri anak, meliputi: faktor lingkungan keluarga; sekolah; masyarakat; cuaca; kebersihan rumah dan sebagainya. Faktor internal adalah faktor yang timbul dari dalam diri anak itu sendiri, meliputi: kemampuan atau kecerdasan; rasa aman; motivasi belajar; bakat; dan sebagainya.

      Pendampingan yang serius dari keluarga pada anak di akhir masa kanak- kanak sangat penting, terutama untuk mendampingi anak dalam perkembangan emosinya dan dengan memberikan suasana belajar yang kondusif dalam keluarga (Hurlock,1978:213). Dalam hal ini seringkali orangtua hanya mengharapkan hasil tanpa memperhatikan prosesnya. Proses yang dimaksud disini adalah, bagaimana seorang anak diperlakukan, dididik dan diberi fasilitas yang mendukung ketika belajar. Banyak orang tua menyerahkan sepenuhnya pendidikan anak kepada pihak sekolah, karena menganggap bahwa sekolah bertanggung jawab sepenuhnya terhadap pendidikan anak, baik pendidikan intelegensia maupun kepribadian. Masih banyak orang tua kurang sadar, bahwa faktor keluarga sangat berpengaruh terhadap keberhasilan belajar anak,

      Dari faktor internal kita melihat bahwa faktor kecerdasan menjadi hal yang penting untuk menentukan hasil belajar seseorang. Faktor kecerdasan intelektual sangat penting dalam pencapaian hasil belajar yang baik bagi seorang anak. Banyak orang berpendapat bahwa untuk meraih prestasi belajar yang tinggi diperlukan kecerdasan intelektual (IQ) yang juga tinggi. Kecerdasan intelektual merupakan kemampuan yang dapat mempermudah seorang siswa mengikuti pelajaran dan tentu saja akan menghasilkan prestasi belajar yang optimal. Umumnya orang yang memiliki kecerdasan intelektual rendah memang akan sulit mengikuti pelajaran di kelas. Siswa pintar dengan prestasi bagus dan nilai raport tinggi, selalu diidentikkan dengan siswa yang memiliki kecerdasan intelektual tinggi.

      Berdasarkan pengalaman penulis sewaktu mengikuti Program Pengalaman Lapangan (PPL) di sekolah, penulis melihat bahwa pendapat tentang nilai yang tinggi identik dengan kecerdasan intelektual tinggi tidak selalu benar. Pada waktu mengajar matematika penulis mengalami hambatan

      

    dari beberapa siswa yang selalu mengganggu efektifitas proses belajar

    mengajar di kelas. Hal tersebut terjadi karena diantara siswa ada yang suka

    membuat gaduh suasana kelas ketika belajar dan ada juga yang menyita waktu

    belajar karena harus diberikan ujian ulang karena nilai ujiannya rendah. Guru

    matematika di kelas tersebut menyatakan, bahwa siswa tersebut sebenarnya

    bukanlah murid yang berintelegensia rendah meskipun selama ini nilai

    matematikanya buruk. Bahkan bisa dikatakan siswa tersebut cerdas bila diukur

    dari hasil tes intelegensia, dimana hasil tes intelegensia siswa tersebut bahkan

    lebih tinggi dari beberapa teman-teman sekelasnya yang memiliki nilai

    matematika yang lebih tinggi dari dia. Menurut guru matematika tersebut,

    siswa itu memiliki masalah pribadi dan keluarga yang berimbas pada

    ketidakstabilan emosinya.

      Orang yang memiliki intelegensi tinggi tetapi tidak diimbangi dengan

    emosi yang stabil cenderung memiliki rasa gelisah yang tidak beralasan,

    terlalu kritis, cenderung menarik diri, terkesan dingin dan cenderung sulit

    mengekspresikan kekesalan dan kemarahannya secara tepat. Bila didukung

    dengan rendahnya taraf kecerdasan emosionalnya, maka orang-orang seperti

    ini sering menjadi sumber masalah. Karena sifat-sifat di atas, bila seseorang

    memiliki kecerdasan intelektual tinggi namun taraf kecerdasan emosinya

    rendah maka cenderung akan terlihat sebagai orang yang keras kepala, sulit

    bergaul, mudah frustrasi, tidak mudah percaya kepada orang lain, tidak peka

    dengan kondisi lingkungan dan cenderung putus asa bila mengalami stress

    (Goleman, 1997:44).

      Kondisi sebaliknya dialami oleh orang-orang yang memiliki taraf kecerdasan intelektual rata-rata namun memiliki kecerdasan emosi yang tinggi. Kecerdasan intelektual hanya menyumbang 20% bagi kesuksesan, sedangkan 80% adalah sumbangan faktor kekuatan-kekuatan lain, diantaranya adalah kecerdasan emosi atau Emotional Quotient (EQ) (Goleman 2000:44).

      Berdasarkan pemahaman dan pengalaman tersebut penulis tertarik meneliti hubungan antara kecerdasan emosional dan hasil belajar matematika siswa, serta hubungan antara suasana belajar dalam keluarga dengan hasil belajar matematika siswa.

      Pada penelitian ini penulis mengunakan populasi siswa SMP Bopkri 2 Yogyakarta. Alasannya adalah karena jumlah siswa di kelas maksimal 20 orang perkelas, jumlah yang efektif untuk sampel yang dibutuhkan agar pengamatan atau observasi terhadap karakter siswa lebih akurat. Penulis juga mengamati bahwa karakteristik siswa pada waktu pelajaran matematika di kelas sangat beragam karena para siswa juga berasal dari berbagai latar belakang keluarga yang berbeda. Keberagaman karakter siswa dan latar belakang siswa yang berbeda sangat penting bagi peneliti untuk mengumpulkan data.

      Untuk melihat hubungan antara kecerdasan emosi dan suasana belajar dalam keluarga terhadap hasil belajar siswa, khususnya hasil belajar matematika, maka dalam penyusunan skripsi ini penulis tertarik untuk meneliti

      : “Hubungan antara Kecerdasan Emosi dan Suasana Belajar dalam Keluarga terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas VII SMP Bopkri 2 Yogyakarta Tahun Ajaran 2011/2012

    B. Rumusan Masalah

      Berdasarkan uraian latar belakang masalah di atas, maka dapat dikemukakan rumusan masalah berikut:

      1. Bagaimana keadaan tingkat kecerdasan emosi siswa, suasana belajar dalam keluarga siswa dan hasil belajar siswa kelas VII di SMP Bopkri 2 Yogyakarta?

      2. Apakah ada hubungan antara kecerdasan emosi dengan hasil belajar

    matematika pada siswa kelas VII di SMP Bopkri 2 Yogyakarta?

      3. Apakah ada hubungan antara suasana belajar dalam keluarga dengan hasil belajar matematika pada siswa kelas VII di SMP Bopkri 2 Yogyakarta?

      4. Apakah ada hubungan antara kecerdasan emosi dan suasana belajar dalam keluarga secara bersama-sama terhadap hasil belajar matematika pada siswa kelas VII di SMP Bopkri 2 Yogyakarta? C.

       Tujuan Penelitian Sesuai dengan rumusan masalah di atas, maka tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada hubungan antara kecerdasan emosi dan suasana belajar dalam keluarga terhadap hasil belajar matematika siswa, khususnya hasil belajar matematika siswa kelas VII SMP Bopkri 2 Yogyakarta tahun ajaran 2011/2012.

    D. Manfaat Penelitian

      Penelitian ini diharapkan bermanfaat bagi beberapa pihak, antara lain :

      1. Bagi Siswa : Penelitian ini diharapkan : a. Dapat membangun karakter siswa yang lebih paham untuk mengelola dan mengontrol emosinya sendiri menjadi lebih positif, serta siswa dapat termotivasi untuk lebih meningkatkan hasil belajarnya, khususnya hasil belajar matematika.

      b. Dapat memotivasi siswa untuk membentuk dan menemukan suasana belajar yang ideal dalam keluarga.

      c. Dapat menjadi masukan bagi siswa untuk mengembangkan diri dan kehidupan yang lebih baik

      2. Manfaat Bagi Sekolah dan Dunia Pendidikan: Penelitian ini diharapkan : a. Dapat memberi wawasan yang lebih luas bagi guru untuk selalu memperhatikan dan meningkatkan aspek-aspek lain pada siswa selain aspek kecerdasan intelektual, ketika melakukan proses belajar mengajar di kelas.

      b. Dapat membantu memberikan informasi khususnya kepada para konselor sekolah dan guru dalam upaya membimbing dan memotivasi siswa remaja untuk menggali kecerdasan emosi yang dimilikinya guna lebih meningkatkan hasil belajar, khususnya hasil belajar matematika.

      c. Dapat membantu guru atau sekolah untuk memberikan informasi kepada keluarga, agar membantu anak menciptakan suasana belajar kondusif, guna membantu anak dalam melakukan aktifitas belajar di rumah.

      3. Manfaat Bagi Peneliti : Penelitian ini diharapkan : a. Dapat membantu peneliti mengoreksi diri sendiri untuk lebih melihat potensi kecerdasan emosi dan lingkup keluarga serta pengaruhnya dalam diri peneliti pribadi.

      b. Dapat mempersiapkan peneliti menjadi guru yang lebih memahami dan mengembangkan kemampuan siswa bukan hanya dari segi intelektual tapi juga dari lingkup keluarga dan faktor emosionalnya.

    c. Memberikan sumbangan pikiran dalam rangka penanaman ilmu pengetahuan, khususnya yang berkaitan dengan studi matematika.

    E. Batasan Istilah

      Agar tidak terjadi kesalahpahaman, penyimpangan, penafsiran yang tidak tepat dan agar dapat mencapai tujuan penelitian, maka masalah penelitian dibatasi pada hal-hal berikut.

      1. Kecerdasan Emosi Dalam penelitian ini yang dimaksud dengan kecerdasan emosi adalah kemampuan siswa untuk mengenali perasaan-perasaan sendiri, mengendalikan perasaan, memotivasi diri, mengelola perasaan sendiri, mengenali dan merasakan perasaan orang lain.

      2. Keluarga Dalam penelitian ini keluarga adalah tempat dimana seorang anak menjalani hidupnya sehari-hari bersama orang tua dan saudara-saudarinya di rumah.

      3. Hasil belajar Dalam penelitian ini hasil belajar adalah hasil yang diperoleh siswa dalam proses belajar matematika setelah mengikuti pelajaran di sekolah menengah pertama yang diukur dengan test atau evaluasi matematika yang disusun oleh peneliti.

    BAB II LANDASAN TEORI A. Kecerdasan Emosi 1. Pengertian Emosi Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (2001), emosi berarti

      luapan perasaan yang berkembang dan surut dalam waktu singkat, yang berhubungan dengan keadaan serta reaksi psikologis dan fisiologis seperti kegembiraan, kesedihan, keharuan, kecintaan dan keberanian yang bersifat subjektif.

      Kata emosi berasal dari bahasa Latin, yaitu dari akar kata emovere, yang berarti menggerakkan dan bergerak menjauh. Pengertian ini menyiratkan bahwa kecenderungan bertindak merupakan hal yang mutlak dalam emosi. Disini emosi diartikan sebagai dorongan untuk bertindak atau rencana seketika untuk mengatasi masalah yang telah ditanamkan secara berangsur-angsur oleh evolusi (Goleman, 1997:7).

      Paul Ekman dari University Of California (dalam Goleman, 1997:412), menggolongkan beberapa emosi sebagai emosi besar atau emosi primer, yaitu emosi yang paling biasa muncul pada seorang manusia. Emosi ini disebut emosi primer karena emosi ini bersifat universal artinya bisa dikenal oleh bangsa-bangsa di seluruh dunia meski hanya dari ekspresi wajah seseorang, termasuk bangsa-bangsa buta huruf yang dianggap tidak mengenal film dan televisi. Emosi-emosi ini sering terjadi pada diri seorang berkaitan dengan amarah, sedih, takut, terkejut, malu dan cinta seperti yang diuraikan berikut ini.

      a. Amarah Suatu sikap yang muncul karena sesuatu yang terjadi tidak sesuai dengan keinginan. Golongan emosi yang ditimbulkan adalah beringas,

    benci, kesal hati, tersinggung, jengkel, muak, dan bermusuhan.

      b. Kesedihan Sikap yang timbul karena rasa susah atau pilu hati, biasanya muncul karena rasa kehilangan atau peristiwa duka. Golongan emosi yang ditimbulkan adalah pedih, sedih, muram, melankolis, mengasihani diri sendiri, kesepian, ditolak, putus asa, atau depresi berat.

      c. Rasa Takut Reaksi awal yang muncul dari ingatan-ingatan yang kurang menyenangkan. Golongan emosi yang ditimbulkan adalah cemas, gugup, khawatir, was-was, waspada, tidak tenang, ngeri, takut sekali, kecut, fobia dan panik.

      d. Kenikmatan Sikap yang timbul karena rasa puas dan nyaman. Golongan emosi yang ditimbulkan adalah bahagia, gembira, ringan, riang, senang, terhibur, bangga, kenikmatan inderawi, takjub, dan terpesona.

      e. Cinta Sikap positif yang muncul karena rasa dikasihi dan mengasihi terhadap manusia, hewan atau benda lain. Golongan emosi yang ditimbulkan adalah penerimaan, persahabatan, kepercayaan, kebaikan hati, rasa dekat, bakti, hormat, kasmaran dan kasih.

    f. Terkejut Reaksi yang muncul akibat sesuatu yang terjadi di luar batas perkiraan.

      Golongan emosi yang muncul adalah takjub, terpana, terperanjat dan kaget.

      g. Malu Reaksi yang muncul karena merasa tidak enak hati, segan atau karena suatu perbuatan kurang baik diketahui orang lain. Golongan emosi yang muncul adalah rasa salah, malu hati, kesal hati, sesal, hina, aib dan hati hancur lebur.

      Berdasarkan uraian-uraian di atas dapat disimpulkan bahwa emosi adalah suatu reaksi yang muncul dalam diri individu yang dipicu oleh suatu keadaan, dimana reaksi tersebut melibatkan aspek biologis dan psikologis pada diri individu.

    2. Pengertian Kecerdasan Emosi

      Orang yang pertama kali mengungkapkan adanya kecerdasan lain selain kecerdasan intelektual adalah Howard Gardner. Dalam bukunya yang berjudul Frames of Mind yang diterbitkan tahun 1983, Gardner secara tegas menolak cara berpikir yang telah meresap kuat dalam masyarakat yang menyatakan bahwa seseorang itu cerdas atau tidak, memang terlahir demikian, tak ada banyak hal yang bisa dibuat untuk mengubahnya dan bahwa kecerdasan intelektual adalah faktor penentu kesuksesan seseorang. Gardner menyebut cara berpikir tersebut adalah "cara berpikir IQ", karena menempatkan kecerdasan intelektual sebagai yang utama dalam hidup seseorang (dalam Goleman, 1997:48).

      Selanjutnya Gardner menyatakan bahwa bukan hanya satu jenis kecerdasan yang menjadi penentu kesuksesan seseorang, melainkan ada spektrum kecerdasan yang lebar dengan tujuh varietas utama yaitu linguistik, matematika atau logika, spasial, kinestetik, musik, interpersonal dan intrapersonal. Spektrum Kecerdasan dengan tujuh varietas utama ini dinamakan oleh Gardner sebagai kecerdasan pribadi yang oleh Daniel

    Goleman disebut sebagai kecerdasan emosi (Goleman, 1997:50).

      Pencipta istilah kecerdasan emosi, Peter Salovey dan Jack Mayer (dalam Stein dan Book, 2004:30) mendefinisikan kecerdasan emosi sebagai kemampuan untuk mengenali perasaan, meraih dan membangkitkan perasaan untuk membantu pikiran, memahami perasaan dan maknanya, dan mengendalikan perasaan secara mendalam.

      Menurut Reuven Bar (dalam Stein dan Book, 2004:30), kecerdasan emosi adalah serangkaian kemampuan, kompetensi, dan kecakapan non kognitif yang mempengaruhi kemampuan individu untuk berhasil mengatasi tuntutan dan tekanan dari lingkungan tempat dia hidup.

      Selanjutnya, menurut Goleman kecerdasan emosi adalah kemampuan seseorang untuk memotivasi diri sendiri dan bertahan menghadapi frustrasi, mengatur dan menyelaraskan emosi dengan inteligensi; menjaga keselarasan emosi dan pengungkapannya melalui keterampilan kesadaran diri, pengendalian diri, empati dan keterampilan sosial. Goleman menambahkan kecerdasan emosi merupakan sisi lain dari kecerdasan kognitif yang berperan dalam aktivitas manusia yang meliputi kesadaran diri dan kendali dorongan hati, ketekunan, semangat dan motivasi diri serta empati dan kecakapan sosial (Goleman, 1997:45).

      Kecerdasan emosi lebih ditujukan kepada upaya mengenali, memahami dan mewujudkan emosi dalam porsi yang tepat dan upaya untuk mengelola emosi agar terkendali dan dapat dimanfaatkan untuk memecahkan masalah kehidupan terutama yang terkait dengan hubungan antar manusia. Kecerdasan emosi berkembang sejalan dengan usia, dari pengalaman masa kecil hingga dewasa. Kecerdasan emosi ternyata juga dapat dipelajari, sifatnya tidak tetap, dan selalu ada kemungkinan untuk berubah.

      Berdasarkan uraian-uraian di atas dapat disimpulkan bahwa kecerdasan emosi adalah keterampilan untuk mengenali dan mengelola semua perasaan yang timbul dari diri sendiri dan orang lain serta mengaplikasikannya dengan tepat dengan cara dan waktu yang tepat untuk kemudian menghasilkan hal-hal positif bagi diri sendiri dan orang lain.

    3. Jenis-jenis Kecerdasan Emosi Setiap individu memiliki kecerdasan emosi yang berbeda-beda.

      Goleman (1997:315) mengemukakan bahwa setiap individu memiliki kecerdasan emosi tinggi atau rendah. Orang yang memiliki kecerdasan emosi tinggi berbeda dengan orang yang memiliki kecerdasan emosi rendah. Goleman memberikan spesifikasi dari dua jenis kecerdasan tersebut dengan indikator sebagai berikut : a. Kecerdasan emosi tinggi adalah orang yang mampu mengendalikan perasaan marah, tidak agresif dan memiliki kesabaran, memikirkan akibat sebelum bertindak, berusaha mempunyai daya tahan untuk mencapai tujuan hidupnya, menyadari perasaan diri sendiri dan orang lain serta berempati pada orang lain. Orang dengan kecerdasan emosi tinggi juga dapat mengendalikan mood atau perasaan negatif, memiliki konsep diri yang positif, mudah menjalin persahabatan dengan semua orang, mahir dalam berkomunikasi, dan dapat menyelesaikan konflik sosial secara damai.

      b. Kecerdasan emosi rendah adalah orang yang bertindak mengikuti perasaan tanpa memikirkan akibatnya. Pemarah, bertindak agresif dan tidak sabar, memiliki tujuan hidup dan cita-cita yang tidak jelas, mudah putus asa, kurang peka terhadap perasaan diri sendiri dan orang lain, tidak dapat mengendalikan mood atau perasaan negatif. Memiliki konsep diri yang negatif, tidak mampu menjalin persahabatan yang baik dengan orang lain, tidak mampu berkomunikasi dengan baik, dan menyelesaikan konflik dengan kekerasan.

      Biasanya anak-anak yang memiliki kecerdasan emosi yang tinggi akan nampak bahagia pada raut wajahnya dan jadi anak yang disenangi diantara teman-temannya karena sikapnya yang percaya diri dan pandai bergaul. Sementara anak dengan kecerdasan emosi rendah justru sebaliknya, selalu mempunyai masalah dengan dirinya sendiri dan orang lain. Hal ini kelihatan dari sikapnya yang kaku dan nampak tertekan, karena memiliki banyak penilaian-penilaian negatif pada dirinya sendiri dan pada orang lain dan lingkungan sekitarnya.

    4. Ciri-ciri Kecerdasan Emosi

      Salovey (dalam Goleman 1997:57) membagi kecerdasan emosi ke dalam lima ciri-ciri utama, yaitu : a. Pengenalan Diri Pengenalan diri atau mengenali emosi diri sendiri adalah suatu kemampuan untuk mencermati dan menguasai perasaan sendiri. Orang yang mempunyai kemampuan mengenali diri serta mengenal emosi diri sendiri adalah orang yang mempunyai keyakinan tinggi akan perasaannya dan handal dalam mengambil keputusan yang tepat dalam hidupnya.

      Goleman (1997) menyatakan bahwa pengenalan diri merupakan karakter dari orang yang tahu dan sadar diri sewaktu suatu perasaan terjadi. Diperlukan pemantauan perasaan dari waktu ke waktu agar pengenalan terhadap diri semakin matang. Pengenalan diri merupakan ketrampilan dasar utama yang akan menumbuhkan tiga kecakapan emosi berikut :

    1) Menilai diri secara akurat, yaitu mengetahui kelebihan dan kekurangan diri sendiri.

      2) Kesadaran emosi, yaitu tahu dan sadar pengaruh emosi pada diri dan orang lain, dan menggunakannya untuk membuat keputusan.

      3) Percaya diri, yaitu memiliki harga diri dan kemampuan sendiri.

      b. Pengendalian Diri Pengendalian diri adalah kemampuan mengatur diri dan mengelola kondisi, impuls, dan sumber daya diri sendiri (Goleman, 1997).

      Berdasarkan pengertian diatas, dapat diartikan bahwa pengendalian diri adalah kemampuan mengelola emosi dan menangani perasaan agar dapat terungkap dengan tepat, sehingga dapat bangkit dengan cepat jika mengalami masalah berat dalam hidupnya.

      Pengendalian diri merupakan ketrampilan emosi yang tercakup dalam kecakapan emosi berikut : 1) Sabar, yaitu mengelola emosi dengan efektif. 2) Inovasi, yaitu : bersikap terbuka terhadap gagasan dan informasi terkini.

      3) Kehati-hatian, yaitu : dapat diandalkan dan bertanggungjawab dalam setiap tindakannya.

      4) Dapat dipercaya, yaitu memelihara norma kejujuran dan integritas. 5) Adaptabilitas, yaitu : keluwesan dalam menangani perubahan dan tantangan. c. Memotivasi Diri Memotivasi diri adalah kemampuan untuk menyemangati, mendorong, mengendalikan dan menguasai diri sendiri untuk mencapai suatu tujuan. Kemampuan untuk melakukan hal ini hanya bisa dimiliki oleh orang yang berpikiran positif dan selalu mengajak diri berbahagia atas apapun yang terjadi.

      Motivasi adalah kemampuan emosi untuk mengantar seseorang untuk meraih sasaran (Goleman, 1997). Menata emosi berarti memotivasi diri sendiri dan menguasai diri sendiri dan untuk berkreasi. Motivasi diri merupakan ketrampilan emosi yang tercakup dalam kecakapan emosi berikut : 1) Optimis, yaitu : melihat kesempatan baik dalam setiap peristiwa, serta gigih dalam mencapai tujuan meski banyak halangan.

      2) Komitmen, yaitu setia dan menyesuaikan diri dengan keputusan yang diambil.

      3) Inisiatif, yaitu selalu siap memanfaatkan kesempatan. 4) Dorongan berprestasi, yaitu : semangat untuk mencapai standar keberhasilan.

      d. Empati Empati adalah suatu kepedulian dan kemampuan untuk merasakan apa yang dirasakan orang lain, biasanya muncul ketika orang lain merasakan penderitaan atau kesusahan. Menurut Goleman, orang yang tidak dapat merasakan apa yang dirasakan oleh orang lain dan diri sendiri adalah orang yang menderita penyakit aleksitimia. Ketidakmampuan dalam merasakan perasaan orang lain adalah kekurangan utama dalam kecerdasan emosi dan cacat yang menyedihkan sebagai seorang manusia, karena setiap hubungan yang merupakan akar kepedulian berasal dari penyesuaian emosi (Goleman, 1997:135).

      Empati adalah ketrampilan dasar untuk semua kecakapan sosial yang penting untuk hidup dalam masyarakat dan untuk bekerja.

      Empati merupakan ketrampilan emosi yang tercakup dalam kecakapan emosi berikut: 1) Memahami orang lain, yaitu merasakan perasaan atau penderitaan orang lain, mengerti cara pandang orang lain dan menunjukkan minat afektif terhadap kepentingan mereka. 2) Mengatasi keragaman, yaitu membangun pergaulan yang baik dengan bermacam-macam latar belakang orang lain.

      3) Mengembangkan orang lain, yaitu mengindera kebutuhan orang lain untuk berkembang dan meningkatkan kemampuan mereka.

      e. Ketrampilan Sosial Suatu hubungan tanpa komunikasi, misalnya bahasa isyarat atau percakapan langsung dengan tatap muka serta bahasa tubuh, maka tidak akan ada suatu hubungan yang interpersonal.

      Keterampilan sosial adalah kemampuan membina hubungan atau komunikasi dengan orang lain serta merupakan suatu keterampilan yang menunjang popularitas (Goleman, 1997:59). Ketrampilan sosial sebagian besar merupakan keterampilan mengelola emosi orang lain.

      Ketrampilan sosial merupakan ketrampilan emosi yang tercakup dalam kecakapan emosi berikut : 1) Kepemimpinan, yaitu menjadi pemandu dan pemimpin. 2) Organisasi, yaitu menciptakan sinergi dalam kerjasama meraih sasaran kelompok.

      3) Membangun ikatan, yaitu menumbuhkan hubungan dengan orang lain.

      4) Komunikasi, yaitu menyampaikan pesan secara efektif.

      5. Faktor-Faktor yang mempengaruhi Kecerdasan Emosi Goleman (1997) mengemukakan bahwa terdapat empat faktor yang mempengaruhi kecerdasan emosi, yaitu : a. Pengalaman Kecerdasan emosi dapat meningkat sepanjang perjalanan hidup individu. Ketika individu belajar untuk menangani suasana hati, menangani emosi yang sulit, maka semakin cerdaslah emosi individu.

      b. Usia Semakin tua usia individu maka pada umumnya kecerdasan emosinya akan lebih baik dibanding dengan usia yang lebih muda. Hal ini dipengaruhi proses belajar yang dialami oleh individu seiring dengan pertambahan usianya. c. Jenis kelamin Tidak ada perbedaan antara kemampuan pria dan wanita dalam meningkatkan kecerdasan emosinya. Tetapi rata-rata wanita memiliki

    keterampilan emosi yang lebih baik dibandingkan dengan pria.

      d. Jabatan Umumnya orang yang punya jabatan akan dengan sendirinya belajar mengelola kecerdasan emosinya, baik dengan cara mempelajari atau melatihnya, agar dapat menjalin hubungan dengan orang lain secara lancar, mampu memimpin dan mengorganisir, dan pintar menangani perselisihan yang muncul dalam kelompok. Sehingga mampu merumuskan suara kolektif untuk meraih sasaran (Goleman 1997:166).

      Goleman memaparkan hasil yang diperoleh dari anak yang telah diberi program mengelola emosi (Goleman,1997:269).

      a. Lebih peka terhadap perasaan orang lain dan

      b. Lebih memahami akibat-akibat dari tindak tanduk mereka

      c. Meningkatnya kemampuan untuk memanfaatkan situasi pergaulan, merencanakan tindakan yang tepat dan punya harga diri yang tinggi d. Lebih peduli pada lingkungan sosialnya

      e. Lebih mampu mengatasi transisi di sekolah menengah

      f. Berkurangnya sifat antisosial, mencelakakan diri sendiri dan perbuatan tak pantas.

      g. Meningkatnya kendali diri, kesadaran sosial, dan pembuatan keputusan sosial didalam dan diluar sekolah.

    h. Meningkatnya keterampilan untuk belajar bagaimana caranya belajar.

      Menurut John Gottman dan Joan Declaire (2008:42), anak yang mampu mengendalikan emosinya akan tumbuh menjadi pribadi yang mengagumkan, punya harga diri yang tinggi, percaya diri, mampu menyelesaikan masalah-masalahnya dan mampu belajar dengan baik, yang pada akhirnya membawa anak mendapatkan hasil belajar yang lebih baik B.

       Suasana Belajar Dalam Keluarga

    1. Pengertian Keluarga

      Keluarga seringkali disebut sebagai lingkungan pendidikan informal yang sangat berpengaruh terhadap perkembangan diri anak. Hal ini disebabkan karena keluarga adalah sekolah pertama bagi seorang anak yang memberi kontribusi inti dalam hidupnya sebelum sekolah formal atau lingkungan masyarakat. Semua interaksi yang terjadi antara anak dan orang tua dalam keluarga akan memiliki makna bagi kehidupan anak untuk selanjutnya.

      Setiap keluarga memiliki kekhasan masing-masing dalam cara mendidik dan menanamkan nilai-nilai serta kebiasaan-kebiasaan hidup.

      Semua hal tersebut secara tidak sadar akan mempengaruhi pembentukan kepribadian dan semangat hidup seorang anak. Keluarga yang berhasil akan memberi pengaruh positif bagi kehidupan anak, sedangkan keluarga yang gagal atau keluarga yang penuh konflik dan tidak bahagia akan memberi pengaruh negatif bagi kehidupan anak.

      Gottman mendefinisikan keluarga sebagai sekumpulan orang yang hidup bersama, dan masing-masing anggota merasakan adanya pertautan batin sehingga terjadi saling mempengaruhi, saling memperhatikan, dan saling menyerahkan diri (Gottman, 2008:142).

      Selanjutnya, Kartini Kartono mendefinisikan keluarga sebagai lembaga pertama dalam kehidupan anak, tempat anak belajar dan menyatakan diri sebagai mahluk sosial. Dalam sebuah keluarga umumnya seorang anak berada dalam interaksi yang intim. Keluarga memberikan dasar pembentukan tingkah laku, watak, moral dan pendidikan anak (Kartono, 1992:19). Fungsi keluarga bagi seorang anak adalah memberi contoh rasa memiliki, memberikan model-model peran dan mengajarkan kemampuan-kemampuan berkomunikasi, serta memenuhi kebutuhan psikologi dan emosional untuk menunjang mewujudkan potensi seorang anak.

      Dari penjabaran tersebut dapat disimpulkan bahwa keluarga adalah kesatuan antara ayah, ibu, dan anak, dan menjadi tempat pertama seorang anak memperoleh pendidikan, bimbingan dan kasih sayang dan yang kelak akan menjadi bekal dalam hidupnya.

    2. Pengertian Suasana Belajar Dalam Keluarga

      Belajar dapat dilakukan dimana saja. Demikian juga ketika berada di rumah atau dalam keluarga belajar dapat dilakukan di ruang tamu, di lantai, di taman, di halaman, atau dimana saja. Belajar juga bisa dilakukan dengan berbagai cara, misalnya sambil berbaring, tengkurap, atau sambil berjalan. Semua tergantung dari kebiasaan atau situasi keluarga dimana anak tinggal.

      Tempat atau cara belajar memang bisa beragam, tetapi kenyamanan dan kualitas hasil belajar yang menjadi tujuan belajar sering menjadi kurang maksimal. Tempat yang nyaman dan suasana belajar yang kondusif

    menjadi faktor pendukung hasil belajar yang baik bagi seorang anak.

      Menurut Winkel, lingkungan belajar adalah keseluruhan situasi atau keadaan yang melingkupi siswa atau keadaan yang dengan kehadirannya memberikan pengaruh pada perkembangan siswa (Winkel, 1989:108). Lingkungan belajar yang dimaksud Winkel disini adalah sekolah, masyarakat dan keluarga.

      Dalam keluarga, anak menghabiskan waktu relatif lebih lama daripada di tempat lain. Keluarga juga dapat menjadi tempat belajar yang paling potensial dan penting bagi anak, dimana anak bisa belajar dengan kualitas lebih baik dengan dibimbing dan dimotivasi oleh seluruh anggota keluarga didukung oleh suasana yang nyaman dan kondusif .

      Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa suasana belajar dalam keluarga berarti keseluruhan keadaan situasi dan kondisi atau kejadian-kejadian yang terjadi ketika anak belajar dalam keluarga yang memberikan pengaruh baik positif maupun negatif bagi perkembangan belajar siswa.

    3. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Suasana Belajar Dalam Keluarga

      Ada beberapa faktor yang mempengaruhi suasana belajar anak dalam keluarga. Menurut Abu Ahmad (1982:86), faktor-faktor yang mempengaruhi suasana belajar anak ketika dalam keluarga atau di rumah adalah : a. Keadaan Sosial Ekonomi Keluarga Keadaan sosial ekonomi keluarga menjadi hal penting yang memberi pengaruh terhadap suasana belajar anak dalam keluarga, karena anak membutuhkan biaya untuk belajar. Keluarga yang mempunyai status sosial ekonomi yang baik, akan dapat dengan mudah memenuhi semua fasilitas belajar anak, namun tidak sedikit juga keluarga yang tidak mampu memenuhi fasilitas atau biaya belajar bagi anak, akibat keadaan ekonomi yang tidak memungkinkan.

      Pada umumnya biaya sekolah diperoleh anak dari orangtua walaupun sebagian anak ada yang mencari sendiri biaya sekolahnya, baik dengan bekerja paruh waktu ataupun dengan bantuan beasiswa dari sekolah. Banyak siswa yang sekolahnya terbengkalai dan nilai- nilainya anjlok atau bahkan berhenti sekolah karena masalah biaya. Namun, banyak juga anak yang berasal dari keluarga kaya dengan uang berlebihan justru gagal dalam studi. Hal ini karena anak tersebut menyalahgunakan uang yang diterima. Maka dalam hal, ini masalah sosial ekonomi tergantung pada sejauh mana pengertian orangtua terhadap biaya dan fasilitas yang dia berikan kepada anak, dan bagaimana anak memanfaatkan biaya dan fasilitas yang diberikan kepadanya.

      Menurut kamus besar bahasa Indonesia, fasilitas adalah segala sesuatu yang memudahkan (2001:123). Dengan pengertian tersebut, dapat didefinisikan bahwa fasilitas adalah segala sesuatu yang ada yang dapat mempermudah pencapaian suatu tujuan. Fasilitas dalam keluarga yang disediakan orang tua bagi anaknya adalah untuk menunjang kelancaran belajar. Dengan adanya fasilitas belajar tersebut anak diharapkan dapat belajar dengan baik dalam keluarga, karena fasilitas tersebut berfungsi untuk meningkatkan proses belajar anak.

      Ada beberapa fasilitas yang dibutuhkan anak dalam belajar yang diharapkan dapat dipenuhi oleh keluarga sebagai fasilitas atau sarana untuk mendukung kegiatan belajar anak. Fasilitas belajar atau sarana belajar tersebut diantaranya adalah buku referensi, alat-alat tulis, kursi atau meja, dan komputer. 1) Buku Referensi Buku referensi adalah media tradisional untuk menunjang dan membantu proses belajar siswa. Dalam penelitian ini penulis membatasi buku referensi sebagai buku paket yang berbentuk non elektronik. Buku referensi sebagai buku teks menjadi sumber ilmu pengetahuan yang dapat dimanfaatkan siswa untuk memahami, meningkatkan dan mengelola ilmu pengetahuan yang diperoleh.

      Siswa yang tidak memiliki buku referensi memang masih bisa memanfaatkan buku catatan. Namun hal itu tetap saja menghambat siswa dalam proses pembelajaran, karena dalam buku referensi materi dimuat dengan lebih lengkap dan terperinci.

      2) Alat-alat Tulis Alat-alat tulis adalah perlengkapan yang menjadi hal pokok bagi anak untuk belajar. Alat tulis yang harus dimiliki seorang anak

    adalah pulpen, pensil, penggaris, buku, dan penghapus.

      Tanpa alat tulis tersebut anak memang masih bisa belajar, tetapi tidak akan bisa belajar dengan efektif dan maksimal karena kurangnya media atau alat yang bisa dipergunakan. Maka alat-alat tulis tersebut sangat bermanfaat dan mendukung bagi proses belajar anak.

    3) Ruang Belajar

      a) Tempat Belajar Tempat yang nyaman dan kondusif menjadi salah satu faktor pendukung hasil belajar yang baik bagi seorang anak. Maka dapat diartikan bahwa ruang belajar adalah ruangan yang digunakan oleh siswa agar dapat belajar dengan baik dan lebih berkonsentrasi.

      b) Perabotan Belajar Kursi, meja dan perabotan lainnya seperti rak buku adalah sarana pendukung di ruang belajar. Namun, pada kenyataannya tanpa kursi atau meja atau perabotan lainnya, seorang anak tetap bisa melaksanakan proses belajar di rumah dengan memanfaatkan kamar tidur atau ruang lain, dengan cara duduk di lantai atau berbaring di kasur.

      Namun, belajar sambil berbaring atau duduk ditikar atau dilantai kurang memberi kenyamanan pada anak dan tidak mendukung proses belajar. Anak akan cepat mengantuk jika belajar sambil berbaring dikasur dan badan akan cepat lelah jika belajar sambil duduk dilantai atau ditikar. Kenyamanan anak dalam belajar akan mempengaruhi konsentrasi belajar anak.

      c) Penerangan Penerangan adalah pencahayaan yang baik yang dibutuhkan anak untuk belajar di rumah. Penerangan atau listrik sangat dibutuhkan seorang anak sewaktu belajar terutama di malam hari, dan pada siang atau sore hari, anak juga sangat membutuhkan cahaya untuk belajar.

      Anak masih bisa belajar tanpa penerangan listrik yaitu dengan menggunakan lilin atau obor dan yang lainnya. Namun tetap saja hasilnya kurang maksimal, karena suasana belajar dengan penerangan yang buram atau remang-remang membuat gairah belajar anak turun dan akibatnya juga kurang baik bagi

    penglihatan serta menghilangkan konsentrasi. d) Ventilasi Ventilasi adalah sarana atau celah yang berfungsi untuk menghasilkan sirkulasi udara yang dibutuhkan untuk kenyamanan belajar.

      4) Komputer dan Jaringan Internet Bagi seorang siswa sekolah menengah pertama, komputer dan jaringan internet mungkin belum menjadi hal yang mutlak diperlukan. Namun pada jaman sekarang komputer menjadi alat belajar yang sudah biasa dipergunakan di sekolah menengah pertama, dan bahkan anak sekolah dasar juga sudah memakainya.

      Penggunaan komputer dan jaringan internet secara efektif oleh anak, dapat menambah wawasan dan pengetahuannya.

      5) Media Massa Media massa adalah sarana penunjang yang dibutuhkan anak untuk menambah wawasannya dan meningkatkan pengetahuan umum anak di luar pelajaran yang diperoleh di sekolah. Media massa yang dimaksud disini adalah koran, majalah, televisi dan radio.

    b. Suasana Keluarga.

      Suasana keluarga adalah situasi dan kondisi dalam rumah atau keluarga, pada saat anak sedang belajar. Suasana keluarga yang harmonis dan menyenangkan menjadi suasana yang kondusif bagi anak untuk belajar. Suasana kondusif tersebut akan memberi motivasi dan semangat bagi anak untuk belajar.

      Dukungan dari ayah, ibu serta dari saudara lain sangat dibutuhkan seorang anak ketika belajar. Sedangkan keluarga yang terpecah atau tidak harmonis akan memunculkan suasana dalam keluarga yang tegang, kaku dan penuh konflik. Hal ini membuat anak tidak betah dan tidak bersemangat untuk belajar.

      c. Sikap dan Kebiasaan-kebiasaan Orangtua Proses belajar, dapat dilaksanakan seorang anak di sekolah atau di rumah. Jika di sekolah guru memegang peranan penting dalam proses belajar anak, maka di rumah orangtua bertanggung jawab terhadap kegiatan belajar anak. Komunikasi yang baik antara anak dan orangtua dapat menimbulkan ikatan yang baik antara anak dan orangtua serta meningkatkan minat belajar anak karena merasa dicintai dan diperhatikan.

      Orang tua yang membiasakan anaknya untuk belajar dengan pola yang baik akan membantu anak dalam proses belajar. Demikian juga sikap orangtua yang memperhatikan dan selalu memberi dukungan belajar kepada anak dengan penuh kasih sayang akan memotivasi anak untuk belajar. Adapun bentuk perhatian dan bimbingan yang dapat dilakukan orangtua terhadap anak dapat dilakukan dalam bentuk:

    1) Menyediakan fasilitas belajar dan kebutuhan sekolah anak.

    2) Bersama menyusun jadwal belajar anak.

      3) Menemani atau mengawasi anak ketika belajar.

    4) Mengingatkan anak akan prioritas belajar dalam hidupnya.

    5) Mengikuti perkembangan hasil belajar anak dari nilai-nilai ulangan anak.

      6) Membantu anak dalam kesulitan belajar. 7) Menyediakan waktu bagi anak sebagai ungkapan kasih sayang,

    dengan memberi dorongan dan perhatian kepada anak.

      Menurut Winkel (1989:108), suasana belajar dalam keluarga dipengaruhi oleh faktor sosio ekonomis dan sosio kultural yang dijabarkan sebagi berikut :

      a. Keadaan Sosio Ekonomi Keadaan sosio ekonomi adalah taraf kemampuan finansial keluarga yang dapat berarti baik, cukup atau kurang. Pada keadaan ini tergantung sejauh mana keluarga dapat memenuhi fasilitas atau sarana belajar bagi anak dalam keluarga.

      Namun, menurut Winkel keadaan ekonomi tersebut bisa menguntungkan sekaligus menghambat untuk belajar. Anak yang berada dalam taraf sosio ekonomi tinggi lebih terdukung untuk belajar karena semua fasilitas dan kebutuhannya sudah dipenuhi, namun ada juga yang menjadi malas untuk belajar karena merasa semua kebutuhannya sudah dipenuhi dan jaminan masa depannya sudah ada.

      Sedangkan anak yang berada pada taraf sosio ekonomi rendah, yang mengalami kekurangan dalam fasilitas belajar kerap lebih rajin belajar, karena keinginannya untuk maju dan mendapatkan hidup lebih layak. Menurut Winkel, hal tersebut dikaitkan dengan sikap anak sendiri dalam menghadapi keadaan tersebut.

      b. Keadaan Sosio Kultural Keadaan sosio kultural adalah taraf kebudayan yang dimiliki keluarga, dapat tinggi, tengahan atau rendah. Keadaan ini tergantung pada pandangan keluarga tentang pendidikan dan corak hubungan atau pergaulan antara anak dan orangtua. Anak yang berada pada keluarga dengan taraf kebudayaan tinggi akan lebih beruntung, karena orangtua sudah mengetahui manfaat pendidikan dan punya pengalaman pribadi tentang belajar, maka orangtua akan mendampingi dan melayani anak yang membutuhkan bantuan dalam belajar. Tentu saja hal ini akan memberi semangat bagi anak untuk belajar di rumah. Sebaliknya siswa yang berada dalam keluarga dengan taraf kebudayaan rendah akan menemukan banyak pertentangan antara kebiasaan-kebiasaan di rumah dan tuntutan-tuntutan belajar di sekolah.

      Namun hasil belajar suasana belajar dalam keluarga tetap tergantung pada sikap anak dalam menghadapi perbedaan tersebut serta bagaimana orangtua serta anggota keluarga lain ikut membantu dan mendorong anak untuk belajar.

      Jadi dapat disimpulkan bahwa suasana belajar dalam keluarga sangat mempengaruhi hasil belajar bagi anak, dimana suasana belajar kondusif, fasilitas yang memadai serta perhatian dan dukungan dari orangtua menjadikan suasana belajar dalam keluarga yang ideal bagi seorang anak untuk mencapai hasil maksimal.

    C. Hasil Belajar Matematika 1. Pengertian Hasil Belajar Matematika

      Dalam proses belajar mengajar, sasaran utama yang diharapkan adalah tercapainya hasil belajar. Hasil belajar yang diberikan guru dapat berupa angka atau nilai yang beragam, sesuai dengan kemampuan siswa yang bersangkutan. Nilai tersebut menjadi menjadi gambaran hasil belajar yang diperoleh siswa. Hasil belajar adalah kemampuan-kemampuan yang dimiliki siswa setelah menerima pengalaman belajar. Kemampuan tersebut meliputi kemampuan dalam ranah kognitif, afektif dan psikomotorik (Sudjana, 1989:22).

      Ranah kognitif adalah hasil belajar yang menunjuk kepada perkembangan fungsi intelektual, meliputi pengetahuan, pemahaman, penerapan, analisis, sintesis dan evaluasi.

      Ranah afektif adalah hasil belajar yang menunjuk kepada perkembangan mental siswa yang berhubungan dengan perubahan- perubahan cara berhubungan dengan orang lain, meliputi aspek penerimaan, penilaian, jawaban atau reaksi, organisasi dan pembentukan pola hidup.

      Ranah psikomotorik adalah hasil belajar yang menunjuk kepada perkembangan ketrampilan fisik siswa, yaitu persepsi, kesiapan, dan kreativitas.

      Pada masyarakat modern seperti sekarang ini, hasil belajar seorang siswa menjadi hal yang sangat penting. Hasil belajar yang baik dianggap sebagai cermin pengetahuan seorang anak. Dengan hasil belajar yang baik, maka seorang siswa dianggap berhasil mengikuti proses belajar mengajar, dapat diandalkan dan memiliki pengetahuan serta kemampuan yang baik dalam pelajaran tersebut.

      Siswa yang memiliki hasil belajar yang baik, akan selalu dicari dan diutamakan oleh orang banyak, dan diyakini memiliki masa depan lebih baik dari pada anak yang memiliki hasil belajar yang kurang baik. Maka dengan alasan tersebut, setiap siswa berusaha untuk memiliki hasil belajar yang baik.

      Dalam pelajaran matematika, hasil belajar ditandai dengan perubahan tingkah laku yang diarahkan pada pemahaman konsep-konsep dalam matematika, termasuk didalamnya konsep-konsep dari materi yang diberikan oleh guru. Konsep-konsep tersebut diharapkan dapat mengarahkan anak untuk berpikir lebih matematis, logis dan selalu percaya diri karena matematika yang memang selalu mengajarkan ilmu yang pasti kepada siswa.

      Maka dapat disimpulkan bahwa hasil belajar matematika adalah pemahaman konsep dan sehingga mampu untuk menyelesaikan soal atau tes yang diberikan guru. Disini, hasil matematika yang baik indikatornya adalah jika seorang siswa kelas VII mampu menyelesaikan soal atau tes matematika dengan baik dari materi yang telah dipelajari sampai kelas VII. Seorang siswa hanya akan mampu menyelesaikan soal atau tes matematika, jika sudah menguasai materi yang diujikan tersebut.

      Hasil belajar matematika ini adalah gambaran dari usaha anak setelah mengikuti proses belajar mengajar, serta menjadi tolak ukur bagi guru untuk melihat sejauh mana pemahaman siswa terhadap pelajaran yang telah diterima oleh siswa.

    2. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Hasil Belajar Matematika

      Menurut Winkel (1987:82) ada beberapa faktor yang mempengaruhi hasil belajar siswa, yaitu : a. Pribadi siswa, yang mencakup hal-hal seperti taraf intelegensi, daya kreatifitas, kemampuan berbahasa, kecepatan belajar, kadar motivasi belajar, sikap terhadap tugas belajar, minat dalam belajar, perasaan dalam belajar dan kondisi mental dan fisik.

      b. Pribadi Guru, yaitu yang mencakup hal-hal seperti sifat kepribadian guru, penghayatan nilai-nilai kehidupan, daya kreativaitas, motivasi

    kerja, gaya mengajar dan penguasaan materi dari seorang guru.

      c. Struktur jaringan hubungan sosial yaitu yang mencakup keluarga, status sosial, suasana dalam kelas dan interaksi antara siswa dan guru.

      d. Sekolah sebagai institusi pendidikan, yaitu yang mencakup hal-hal

    seperti disiplin sekolah dan pembentukan satuan-satuan kelas.

    e. Faktor-faktor situasional, yaitu yang mencakup hal-hal keadaan sosial ekonomi siswa.

      Menurut A. Tabrani Rusyan (1994:81), ada beberapa faktor yang mempengaruhi hasil belajar, yaitu: a. Faktor Internal Faktor internal adalah faktor yang timbul dari dalam anak yang

    meliputi kondisi psikologis anak. Faktor-faktor tersebut adalah:

    1) Kecerdasan 2) Bakat 3) Motivasi Belajar 4) Emosi

      b. Faktor Eksternal Faktor eksternal ialah faktor yang datang dari luar diri si anak, yang meliputi: 1) Faktor sosial yang terdiri atas lingkungan keluarga, lingkungan sekolah, lingkungan masyarakat, dan lingkungan kelompok. 2) Faktor budaya, seperti adat istiadat, ilmu pengetahuan, teknologi dan kesenian.

      3) Faktor lingkungan fisik, seperti fasilitas rumah, fasilitas belajar dan iklim.

      4) Faktor lingkungan spiritual.

      Berdasarkan uraian di atas, disimpulkan bahwa hasil belajar matematika merupakan hasil interaksi dari berbagai faktor, baik dari dalam diri siswa (faktor internal) maupun dari luar diri siswa (faktor eksternal). Setelah memahami dan mengetahui faktor-faktor tersebut, maka guru dan siswa serta semua yang terlibat dalam kegiatan belajar, dapat lebih memprioritaskan pengembangan terhadap faktor-faktor tersebut untuk meningkatkan hasil belajar matematika.

      Penelitian ini akan dibatasi dengan meneliti kecerdasan emosi dan suasana belajar dalam keluarga serta hubungannya dengan hasil belajar matematika.

    D. Kerangka Berpikir

      Dalam penelitian ini penulis ingin membuktikan bahwa ada hubungan antara kecerdasan emosi dan suasana belajar dalam keluarga terhadap hasil belajar matematika, dengan kata lain kecerdasan emosi dan suasana belajar dalam keluarga seorang anak akan berpengaruh terhadap hasil belajar

    matematika siswa. Hal ini berdasarkan kerangka berpikir sebagai berikut:

    1.

       Hubungan Positif antara Kecerdasan Emosi dengan Hasil Belajar Matematika.

      Hubungan antara kecerdasan emosi dengan hasil belajar siswa akan dilihat menurut ciri-ciri kecerdasan emosi menurut Salovey dalam Goleman (1997:57).

      a. Pengenalan Diri Orang yang mempunyai pengenalan diri atau kemampuan mengenali emosi diri adalah orang yang mempunyai keyakinan tinggi akan perasaannya dan handal dalam mengambil keputusan yang tepat dalam hidupnya. Siswa yang mempunyai kesadaran diri tinggi akan mengenali kemampuannya sendiri serta mengetahui apa yang dia inginkan. Dengan itu, maka siswa yang dengan kesadaran diri tinggi sadar akan kekurangan dan kelebihannya sendiri, dan akan belajar

    lebih giat dan berulang-ulang jika belum menguasai pelajaran.

    b. Pengendalian Diri.

      Seorang siswa tentu akan mempunyai banyak masalah dalam kehidupan mereka sebagai remaja, baik dari keluarga maupun sekolah dan teman sebaya. Siswa yang memiliki kemampuan untuk mengelola emosi mampu menangani perasaannya agar dapat terungkap dengan tepat, sehingga dapat bangkit dengan cepat jika mengalami masalah berat dalam hidupnya. Tidak memendam kemarahan berlarut-larut terhadap suatu persoalan, namun tetap fokus dan konsentrasi pada pelajaran karena melihat prioritas yang lebih utama dalam suatu peristiwa.

      c. Memotivasi Diri Motivator terbaik adalah diri sendiri. Ketika mengalami kejatuhan, seorang siswa membutuhkan dorongan dan dukungan dari banyak pihak. Namun, pada dasarnya siswa mampu bangkit kembali ketika sudah memahami dan mengerti tujuannya mengerjakan sesuatu. Dengan kata lain siswa memotivasi diri sendiri dengan menyemangati, mendorong, mengendalikan dan menguasi diri sendiri untuk mencapai suatu tujuan atau prestasi.

      d. Empati Dengan empati seorang siswa akan cepat beradaptasi dengan lingkungan sekolah, peka terhadap situasi. Khususnya ketika belajar dapat menciptakan suasana belajar yang efektif karena siswa mampu bersikap menyenangkan bagi guru dan teman-temannya, bertanya pada saat dan cara yang tepat kepada guru dan teman, dan mau menjelaskan kepada teman jika sudah tahu.

    e. Keterampilan Sosial.

      Perasaan senang dan bersahabat yang diperoleh dari kelas sewaktu belajar dapat meningkatkan semangat dan minat belajar seorang siswa dan tentunya akan menunjang hasil belajar siswa.

      Orang yang mengalami gangguan emosi dan tidak mampu mengendalikan emosinya akan berdampak terhadap aktifitas mental dan kognitif. Murid-murid yang cemas, marah atau depresi mengalami kesulitan belajar dan mengalami kesukaran dalam menyerap informasi dengan benar dan efesien, serta tidak bisa berkonsentrasi (Goleman, 1997:110).

      Kecemasan merontokkan nalar dan menghambat kinerja akademis, dengan kata lain semakin rendah kecerdasan emosi seseorang, semakin buruklah kinerja akademis mereka, baik dari nilai-nilai tes harian ataupun indeks prestasi kumulatifat atau tes prestasi akademik (Goleman, 1997:117) Dari uraian diatas dapat dilihat bahwa kecerdasan emosi dapat memacu semangat siswa untuk belajar, serta membuat siswa lebih konsentrasi dan akhirnya membuat siswa lebih cepat memahami pelajaran.

    2. Hubungan Positif antara Suasana Belajar dalam Keluarga dengan Hasil Belajar Matematika.

      Suasana belajar dalam keluarga sangat menentukan faktor keberhasilan seorang anak. Keluarga adalah pondasi seorang anak untuk kehidupan selanjutnya. Berbekal dari pendidikan dan suasana belajar dalam keluarga, seorang anak melanjutkan pendidikan di sekolah untuk mengembangkan potensi-potensi yang ada dalam dirinya. Kemampuan seorang anak dalam menerima pelajaran dan pendidikan disekolah tentunya sangat ditentukan oleh suasana belajar dalam keluarga.

      Suasana belajar dalam keluarga yang kondusif akan membantu siswa dalam mencapai hasil belajar matematika yang baik. Perhatian dan pendampingan orangtua dan anggota keluarga lain sangat membantu siswa lebih giat belajar karena merasa nyaman dan dicintai.

      Menurut Peterson dan Loeber (dalam Syah 1995:153), lingkungan keluarga yang mempunyai fasilitas yang lengkap akan mendukung siswa dapat belajar optimal, sehingga hasil belajar yang dicapai siswa juga akan lebih baik.

      Menurut Goleman, pada masa kanak-kanak dan awal masa remaja dalam hidup, adalah masa perkembangan otak yang sangat pesat bagi seorang anak. Ketegangan hebat dalam keluarga atau perlakuan buruk dari orang tua dalam keluarga, akan merusak pusat-pusat belajar di otak, dan dengan demikian akan merusak kecerdasan seorang anak. Berdasarkan hasil sebuah survey, anak-anak yang diperlakukan dengan buruk dan ditelantarkan oleh orangtuanya akan selalu merasa cemas, tidak punya perhatian, dan tidak punya perasaan, kadang-kadang-kadang agresif, kadang-kadang menarik diri, tidak mampu berkonsentrasi pada pelajaran, tidak mampu memotivasi diri untuk belajar dan menyelesaikan masalah, serta memiliki rasio tinggal kelas sebesar 65 persen (Goleman, 1997:277).

      Dari kerangka berpikir diatas, dapat digambarkan skema pemikiran

    dalam penelitian ini untuk menunjukkan hubungan antara kecerdasan emosi

    dan suasana belajar dalam keluarga terhadap hasil belajar matematika siswa.

      Keluarga (Suasana Belajar Dalam Keluarga) . Hasil Belajar SISWA Matematika (Kecerdasan Emosi)

      

    (Kemampuan memotivasi dir i,

    mengelola emosi, empati dan

    ketrampilan sosial)

    E. Hipotesis

      Berdasarkan uraian teoritis di atas, maka hipotesis penelitian yang disusun adalah : “Ada hubungan positif antara kecerdasan emosi dan suasana belajar dalam keluarga terhadap hasil belajar matematika siswa”. Semakin tinggi kecerdasan emosi seorang siswa akan semakin tinggi hasil belajar matematikanya, dan semakin baik atau kondusif suasana belajar dalam keluarga, semakin tinggi juga hasil belajar matematika siswa tersebut. Begitu juga sebaliknya, semakin rendah kecerdasan emosi seorang siswa, maka hasil belajar matematikanya juga akan semakin rendah, dan semakin buruk atau tidak kondusif suasana belajar dalam keluarga maka hasil belajar matematika siswa juga akan semakin rendah.

    BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian yang akan dilakukan adalah penelitian korelasional,

      yaitu penelitian yang bertujuan untuk menyelidiki tingkat hubungan antara dua variabel atau lebih, dan jika ada hubungan diselidiki betapa eratnya hubungan serta berarti atau tidak hubungan itu, tanpa melakukan manipulasi terhadap data yang sudah ada (Suharsimi, 2010:313).

      Dalam penelitian ini, hubungan yang ingin diselidiki adalah hubungan antara kecerdasan emosi siswa dengan hasil belajar matematika siswa dan hubungan antara suasana belajar dalam keluarga dengan hasil belajar matematika siswa, serta hubungan antara kecerdasan emosi siswa dan suasana belajar dalam keluarga secara bersama-sama terhadap hasil belajar matematika siswa.

    B. Tempat dan Waktu Penelitian

      1. Penelitian dilaksanakan di SMP BOPKRI 2 Yogyakarta, yang beralamat di Jalan Sultan Agung No.4 Yogyakarta.

      2. Waktu Penelitian dilaksanakan pada tanggal 15 Mei 2012 sampai dengan 1 Juni 2012.

    C. Subjek dan Objek Penelitian

      Subjek penelitian adalah seluruh siswa kelas VII SMP Bopkri 2 Yogyakarta tahun ajaran 2011/2012.

    2. Objek Penelitian

      Objek penelitian pada penulisan skripsi ini adalah :

      a. Kecerdasan Emosi

      b. Suasana Belajar dalam Keluarga

      c. Hasil Belajar Matematika

    D. Populasi dan Sampel Penelitian 1. Populasi

      Populasi adalah keseluruhan atau kumpulan yang lengkap dari seluruh unsur sejenis yang ada dalam wilayah penelitian (Suharsimi, 2010:173).

      Dalam penelitian ini yang menjadi populasi adalah seluruh siswa SMP Bopkri 2 Yogyakarta.

      2. Sampel Sampel adalah sebagian atau wakil populasi yang diambil dan diteliti dengan menggunakan cara-cara tertentu (Suharsimi, 2010:174). Dalam penelitian ini yang menjadi sampel penelitian adalah siswa kelas VII B SMP Bopkri 2 Yogyakarta tahun ajaran 2011/2012.

      3. Teknik Pengambilan Sampel Sampel ditentukan dengan menggunakan teknik purposive sampling, yaitu teknik pengambilan sampel dengan pertimbangan tertentu (Suharsimi, 2010:183). Peneliti melakukan pengambilan sampel dengan memilih kelas

      VII B SMP Bopkri 2 Yogyakarta sebagai sampel penelitian, karena menurut pertimbangan dan pengamatan peneliti kelas ini memenuhi kriteria penelitian yang dibutuhkan. Kriteria penelitian yang dimaksud adalah jumlah siswa yang tidak lebih dari 20 orang, memudahkan peneliti mengadakan pendekatan personal, agar mendapatkan informasi yang sebenarnya dari siswa. Karakter siswa yang beragam serta berasal dari tingkat ekonomi dan latar belakang keluarga yang berbeda-beda.

    E. Variabel Penelitian

      Variabel penelitian adalah objek atau sesuatu yang menjadi titik perhatian pada suatu penelitian (Suharsimi, 2010:161). Dalam penelitian ini, variabel ditetapkan sebagai pusat informasi yang sebelumnya harus dipelajari terlebih dahulu. Variabel sebagai objek penelitian dapat dibedakan menjadi dua, yaitu variabel bebas dan variabel terikat. Adapun variabel-variabel yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :

      1. Variabel Bebas (Independent Variable) Variabel bebas adalah variabel yang diselidiki pengaruhnya (Suharsimi, 2010:162). Dalam penelitian ini yang termasuk variabel bebas adalah kecerdasan emosi dan suasana belajar dalam keluarga .

      2. Variabel Terikat (Dependent Variable ) Variabel terikat adalah variabel yang diramalkan akan timbul dalam hubungan fungsional (Suharsimi, 2010:162). Dalam penelitian ini yang termasuk variabel terikat adalah hasil belajar matematika .

    F. Bentuk Data

      Dalam penelitian ini terdapat tiga macam data yang akan dikumpulkan

    dan diolah oleh peneliti. Adapun data-data tersebut adalah sebagai berikut :

      1. Data Kecerdasan Emosi Siswa Bentuk data kecerdasan emosi siswa adalah hasil isian dan pilihan siswa dalam kuesioner kecerdasan emosi yang dibagikan kepada siswa.

      Kuesioner kecerdasan emosi ini terdiri atas 40 item, bertujuan untuk mengukur kecerdasan emosi siswa. Data kecerdasan emosi diperoleh melalui kuesioner yang dijawab oleh responden yang berupa daftar pertanyaan tertutup, dimana responden hanya memilih jawaban yang disediakan.

      2. Data Suasana Belajar Dalam Keluarga Bentuk data suasana belajar dalam keluarga, juga berupa hasil pilihan siswa terhadap kuesioner yang dibagikan kepada siswa.

      Pengukuran variabel suasana belajar dalam keluarga didasarkan pada indikator-indikator yang selanjutnya dijabarkan dalam bentuk pernyataan- pernyataan yang terdiri dari 30 item. Tanggapan siswa sebagai responden terhadap skala yang diberikan menjadi hasil terhadap tinggi rendahnya hubungan varibel-variabel yang diteliti. Tanggapan ini bisa dilihat dari skor total yang diperoleh responden. Makin tinggi skor berarti suasana belajar dalam keluarga makin mendukung proses belajar anak sedangkan bila skor semakin rendah maka suasana belajar dalam keluarga semakin tidak mendukung proses belajar anak.

    3. Data Hasil Belajar Matematika Siswa

      Bentuk data hasil belajar matematika siswa adalah jawaban siswa dari tes pilihan ganda dari soal matematika yang diberikan. Soal-soal dalam tes tersebut disesuaikan dengan Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar serta disusun berdasarkan ranah kognitif.

    G. Metode Pengumpulan Data dan Instrumen Penelitian

      Metode yang digunakan untuk mengambil data dalam penelitian ini adalah Metode Tes dan Metode Non Tes (Suharsimi, 2010:193). Instrumen dalam penelitian ini adalah tes soal-soal matematika siswa untuk mengetahui hasil belajar matematika siswa, kuesioner kecerdasan emosi siswa untuk mengukur tingkat kecerdasan emosi siswa, dan kuesioner suasana belajar dalam keluarga untuk mengetahui bagaimana suasana belajar dalam keluarga ketika siswa belajar di rumah.

    1. Metode Tes

      Tes adalah serentetan pertanyaan atau alat lain yang digunakan untuk mengukur ketrampilan, pengetahuan, intelegensi, kemampuan atau bakat yang dimiliki oleh individu atau kelompok (Suharsimi, 2010:193). Metode tes dalam penelitian ini digunakan untuk memperoleh hasil belajar matematika siswa, yaitu untuk mengukur pencapaian responden setelah belajar matematika.

      Tes kemampuan matematika diberikan kepada siswa setelah mereka selesai mempelajari semua materi matematika untuk semester 1 dan 2 kelas VII. Hasil belajar matematika diperoleh dengan menggunakan soal tes matematika. Tes tersebut terdiri dari 40 soal pilihan ganda. Tes dipilih dalam bentuk pilihan ganda karena hasil belajar matematika yang akan diukur adalah kompetensi matematika siswa selama duduk di kelas VII.

      Skor maksimal tiap soal adalah 1, maka apabila siswa berhasil mengerjakan semua soal dengan benar, akan mendapat nilai 40.

      Penyusunan instrumen yang berupa soal-soal penelitian tes hasil belajar matematika dilakukan melalui beberapa tahapan, yaitu :

    a. Memilih materi yang akan diujikan, yaitu materi yang telah dipelajari di kelas VII SMP Bopkri 2 Yogyakarta.

      b. Membuat kisi-kisi tes matematika penelitian. Kisi-kisi tes hasil belajar matematika disusun dalam kemampuan ranah kognitif berdasarkan Taksonomi Bloom (Tabel 3.1).

    Tabel 3.1 Kisi-kisi Tes Hasil Belajar Matematika No. Soal Indikator C1 C2 C3 C4 C5 C6

      Operasi pada bilangan bulat 1,2 3 dan operasi campuran.

      Mengurutkan pecahan..

      4 Menyelesaikan operasi hitung pada bilangan bulat dan 5,6 7 pecahan. Mengubah bentuk pecahan 8,9 kebentuk lain. Menemukan dan menggunakan sifat operasi bilangan bulat

      10

      11 berpangkat untuk menyelesaikan masalah. Arti faktor, variabel, konstanta, 12 13,14 bentuk aljabar. Menerapkan operasi pada bentuk aljabar untuk

      17

      18 menyelesaikan masalah. Mengenali PLSV dalam

      19 berbagai bentuk. Bentuk ekuivalen dari PLSV.

      20 Bentuk ekuivalen pertidaksamaan linear satu 21 variabel

      Menyelesaikan pertidaksamaan

      22 linear satu variabel Menyelesaikan model matematika yang berkaitan

      23 dengan PLSV. Menyelesaikan model matematika yang berkaitan

      24 dengan pertidaksamaan linear satu variabel Menyelesaikan masalah yang berhubungan dengan aritmetika

      25 sosial. Menyelesaikan masalah yang berhubungan dengan

      26 pebandingan. Menyatakan masalah sehari- hari dalam bentuk himpunan

      27 dan mendata anggotanya. Menyatakan notasi himpunan.

      28 Dapat menyatakan himpunan

      29 bagian suatu himpunan. Mengidentifikasi anggota

      30 himpunan. Menyajikan himpunan dalam

      31 bentuk diagram venn. Menggunakan konsep himpunan dalam pemecahan

      32 masalah. Mengenal satuan sudut.

      33 Menentukan sifat garis sejajar, jika dua garis sejajar dipotong 34 garis yang ketiga. Mengidentifikasi sifat-sifat 35,36 segiempat. segitiga dan segiempat. Melukis segitiga, garis tinggi,

      39

      40 garis bagi, dan gari berat Jumlah :

      2

      24

      8

      6 Total Soal :

      40 Keterangan : C1 : Pengetahuan atau ingatan C2 : Pemahaman C3 : Penerapan C4 : Analisis C5 : Sintesis C6 : Penilaian c. Menentukan tipe soal yang akan diujikan kepada siswa. Pada

    penelitian ini peneliti menggunakan tipe soal pilihan ganda.

      d. Menentukan jumlah soal yang akan digunakan. Pada penelitian ini jumlah soal yang diujikan adalah 40 butir soal.

      e. Menentukan durasi waktu yang akan digunakan untuk mengerjakan soal penelitian. Pada penelitian ini, durasi waktu yang digunakan adalah 3 jam pelajaran atau 135 Menit.

      f. Menentukan kriteria penelitian.

      Penentuan kriteria penilaian atau penyekoran soal hasil belajar matematika adalah sebagai berikut :

    1) Untuk setiap jawaban yang benar diberi nilai 1 (satu) dan untuk setiap jawaban yang salah diberi nilai 0 (nol).

      2) Total skor yang diperoleh pada tes hasil belajar matematika adalah dengan menjumlahkan skor yang diperoleh, yaitu jumlah dari semua skor yang benar. 3) Jumlah soal hasil belajar matematika adalah 40 item, maka skor maksimum adalah 40.

      2. Metode Non Tes Dalam penelitian ini metode non tes berbentuk angket atau kuesioner. Kuesioner adalah pernyataan tertulis yang digunakan untuk memperoleh informasi dari responden, dalam arti laporan tentang pribadinya atau hal-hal yang diketahui responden (Suharsimi, 2010:194).

      Dalam penelitian ini teknik pengumpulan data dilakukan dengan mengumpulkan pendapat atau opini dari subjek yang akan diteliti, yaitu dengan menyebarkan kuesioner yang berisi pernyataan-pernyataan yang diharapkan akan dijawab oleh responden dengan jujur.

      Kuesioner dalam penelitian ini terdiri dari dua bagian,yaitu kuesioner variabel kecerdasan emosi dan kuesioner variabel suasana belajar dalam keluarga. Jenis kuesioner yang diberikan adalah kuesioner tertutup, dimana responden tinggal memilih atau mencentang jawaban yang sudah disediakan. Kuesioner ini merupakan kuesioner langsung, yaitu responden langsung menjawab tentang dirinya sendiri.

      Kedua kuesioner ini ditunjukkan dalam pernyataan positif (pernyataan yang mendukung teori yang akan diungkap) dan pernyataan negatif (pernyataan yang tidak mendukung teori yang akan diungkap). Skala penelitian diadaptasi dari skala Likert dengan empat alternatif jawaban, yaitu : “Sangat Setuju” (SS), “Setuju” (S), “Tidak Setuju” (TS), dan “Sangat Tidak Setuju” (STS).

      Adapun alternatif jawaban beserta skor dengan pernyataan positif maupun negatif terdapat dalam tabel berikut.

    Tabel 3.2 Skor Pernyataan Kuesioner Skor Alternatif Jawaban Positif Negatif

      Sangat Setuju

      4

      1 Setuju

      3

      2 Tidak Setuju

      2

      3 Sangat Tidak Setuju

      1

      4 a.

       Kuesioner Kecerdasan Emosi Kuesioner ini disusun berdasarkan ciri-ciri atau aspek kecerdasan emosi yang diungkapkan oleh Salovey dalam Goleman (1997:57).

      Kuesioner kecerdasan emosi terdiri atas 40 butir pernyataan yang masing-masing tersedia empat alternatif jawaban seperti yang telah dijelaskan di atas, dan siswa hanya memilih satu dari empat alternatif jawaban tersebut. Agar peneliti memiliki gambaran yang jelas dan lengkap dari isi dan jenis instrumen, serta untuk memudahkan penyusunan instrumen menjadi lebih lengkap dan sistematis, maka terlebih dahulu dibuat kisi-kisi instrumen kecerdasan emosi. Kisi-kisi instrumen kecerdasan emosi menggunakan indikator dari ciri-ciri kecerdasan emosi seperti tampak pada tabel berikut.

    Tabel 3.3 Kisi-kisi Kuesioner Kecerdasan Emosi Aspek Nomor Pernyataan Kecerdasan Indikator Positif Negatif Emosi

      Pengenalan diri

      1. Menilai diri

      2. Kesadaran emosi 1,6,7 2,3,4,5,8

      3. Percaya diri Pengendalian diri

      1. Sabar

      2. Inovasi 10,12,14,15,

      3. Kehati-hatian 9,11,13

      16

      4. Dapat dipercaya

      5. Adaptabilitas Memotivasi diri

      1. Optimis

      2. Komitmen

      3. Inisiatif 18,19,22,24 17,20,21,23

      4. Dorongan Berprestasi Empati

      

    1. Memahami orang

    lain

      2. Mengatasi 25,28,30,31, 26,27,29 Keragaman

      32

      3. Mengembangkan orang lain Ketrampilan

      1. Kepemimpinan sosial

      2. Organisasi 35,37,38,39, 33,34,36

      

    3. Membangun ikatan

      40

      4. Komunikasi TOTAL

      20

      20

    b. Kuesioner Suasana Belajar Dalam Keluarga

      Kuesioner suasana belajar dalam keluarga terdiri atas 30 item yang masing-masing tersedia empat alternatif jawaban seperti yang telah dijelaskan di atas, dan siswa hanya memilih satu dari empat alternatif jawaban tersebut. Agar peneliti memiliki gambaran yang jelas dan lengkap dari isi dan jenis instrumen, serta untuk memudahkan terlebih dahulu dibuat kisi-kisi instrumen suasana belajar dalam keluarga. Kisi-kisi instrumen suasana belajar dalam keluarga menggunakan indikator suasana belajar dalam keluarga seperti tampak pada tabel berikut.

    Tabel 3.4 Kisi-kisi Kuesioner Suasana Belajar Dalam Keluarga Aspek Suasana Belajar dalam Keluarga

      1. Penyediaan

    fasilitas belajar

      21

      TOTAL

      21,22,23,24, 25,26,27,30 28,29

      7. Memberi dorongan kepada anak.

      6. Membantu

    kesulitan anak

      

    5. Memeriksa hasil

    belajar anak

      

    4. Menemani anak

    belajar

      3. Mengingatkan anak belajar

      

    2. Menyusun jadwal

    belajar anak

      Sikap dan Kebiasaan-kebiasaan Orangtua.

      

    Indikator

    Nomor Pernyataan Positif Negatif

      

    2. Suasana Kondusif

    11,12, 13 14,15,16,20 17,18,19

      1. Keluarga harmonis

      Suasana Keluarga

      5. Media massa 1,3,4,5, 8,10 2,6,7,9

      4. Alat-alat Elektronik

      3. Ruang Belajar

    (Tempat belajar,

    perabotan belajar, penerangan, ventilasi).

      2. Alat-alat tulis

      1. Buku Referensi

      Keadaan Sosial ekonomi keluarga (Fasilitas Belajar Anak)

      9

    H. Keabsahan Data

      Untuk menjaga keabsahan data dan agar mencapai tingkat objektivitas hasil yang tinggi, maka alat ukur atau instrumen perlu diuji terlebih dahulu tingkat validitas dan reabilitasnya. Uji validitas dan reabilitas alat ukur atau instrumen berfungsi untuk mencegah pengambilan kesimpulan penelitian yang keliru dan mencegah pemberian gambaran yang jauh berbeda dari keadaan yang sebenarnya.

    1. Uji Validitas Instrumen

      Validitas adalah suatu ukuran yang menunjukkan tingkat-tingkat kevalidan atau kesahihan suatu instrumen. Suatu instrumen yang valid atau sahih, mempunyai tingkat kevalidan yang tinggi, sebaliknya instrumen yang kurang valid berarti memiliki tingkat validitas rendah.

      Sebuah instrumen penelitian dinyatakan valid apabila mampu mengukur apa yang diinginkan serta dapat mengungkap data dari variabel yang diteliti secara tepat (Suharsimi, 2010:211).

      Pengujian validitas ketiga variabel dicari dengan menggunakan Rumus Korelasi product moment dari Karl Pearson dengan taraf

    signifikansi 5% (Suharsimi, 2010:314) dengan rumus sebagai berikut:

    Keterangan :

      = koefisien korelasi antara variabel dengan variabel = skor pada butir soal tertentu

      = jumlah skor butir soal tertentu = jumlah skor total = jumlah responden Uji validitas digunakan untuk mengetahui apakah tes hasil belajar yang dipakai sebagai bahan penelitian layak atau tidak layak dipakai, sedangkan perlunya uji validitas kuesioner atau alat ukur adalah untuk menunjukkan sejauh mana ketepatan dan keakuratan alat ukur tersebut melakukan fungsinya. Semakin tinggi alat ukurnya, semakin tepat fungsi alat ukur tersebut, dan sebaliknya semakin rendah validitas alat ukurnya, maka fungsi alat ukur tersebut juga menjadi kurang akurat.

      Koefisien korelasi yang diperoleh menunjukkan tinggi rendahnya tingkat validitas instrumen yang diukur. Hasil perhitungan koefisien korelasi yang selanjutnya disebut dibandingkan dengan hasil tabel korelasi pada taraf product moment yang selanjutnya disebut signifikasi 5%. Instrumen dikatakan signifikan atau valid jika koefesien korelasi bernilai positif atau lebih besar dari dan sebaliknya, jika koefesien korelasi maka instrumen tidak lebih kecil dari signifikan atau tidak valid. Singkatnya, kriteria uji validitas dapat ditulis dengan pernyataan berikut, jika > maka instrumen penelitian signifikan atau valid, sebaliknya jika < maka instrumen penelitian tidak signifikan atau tidak valid (Suharsimi, 2010:213). Proses perhitungan validitas pada penelitian ini dilakukan dengan menggunakan

    2. Uji Reliabilitas Instrumen

      Reliabilitas menunjuk pada tingkat keterandalan, artinya bahwa suatu instrumen cukup dapat dipercaya untuk digunakan sebagai alat pengumpul data karena instrumen tersebut sudah baik. Reliabel artinya dapat dipercaya, jadi dapat diandalkan (Suharsimi, 2010:221). Pada penelitian ini terdapat tiga jenis instrumen, yaitu instrumen kecerdasan emosi, instrumen suasana belajar dalam keluarga dan instrumen tes hasil belajar matematika. Reliabilitas instrumen dihitung dengan adalah menggunakan rumus Alpha dan rumus K

    • –R.21 dari Kuder dan Richardson.

      a. Rumus Alpha Rumus Alpha digunakan untuk mencari reliabilitas instrumen yang skornya bukan 1 dan 0, atau dengan kata lain rumus ini digunakan untuk mencari reliabilitas soal bentuk uraian atau kuesioner dan skala bertingkat dengan rentang skor 1

    • – 3, 1 – 4 atau 1 – 5 dan seterusnya 2010:239). Dalam penelitian ini rumus Alpha akan digunakan untuk mencari reliabilitas kuesioner kecerdasan emosi siswa dan kuesioner suasana belajar dalam keluarga yang mempunyai rentang skor 1
    • – 4. Rumus Alpha adalah sebagai berikut: = Keterangan : : reabilitas instrumen Σ : jumlah varians butir

      : varians total

    b. Rumus K

    • –R.21 Rumus K –R.21 dari Kuder dan Richardson digunakan untuk mencari reliabilitas instrumen yang skornya 1 dan 0, yaitu tes yang berbentuk pilihan ganda dan angket yang dijawab dengan “Ya” dan “Tidak” 2010:241). Dalam penelitian ini rumus K–R.21 digunakan untuk mencari reliabilitas hasil belajar matematika yang diskor dengan 1 dan 0. Adapun rumus K –R.21 adalah sebagai berikut: = Keterangan : k = banyaknya butir soal atau butir pertanyaan m = skor rata-rata = varians total

      Varians Total dihitung dengan menggunakan rumus : Keterangan : = Jumlah kuadrat skor total = Jumlah responden

      Setelah reliabilitas instrumen diperoleh, maka dibandingkan dengan pada taraf signifikansi 5%. Adapun kriteria keputusan adalah Jika > maka instrumen penelitian reliabel, sebaliknya jika < maka instrumen penelitian tidak reliabel.

    I. Metode Analisis Data

      1. Uji Persyaratan Analisis Korelasi Uji persyaratan analisis dilakukan dengan tujuan untuk menguji dan melihat apakah data penelitian yang didapat berdasarkan data empiris telah memenuhi asumsi-asumsi yang mendasarinya. Uji persyaratan analisis ini menggunakan uji normalitas.

      Uji normalitas dilakukan untuk menguji apakah variabel-variabel yang diteliti mempunyai sebaran yang normal atau tidak (Sugiyono, 2008:79). Dalam penelitian ini, uji normalitas dihitung menggunakan uji Kolomogorov Smirnov dengan taraf signifikansi 5% yang dihitung dengan bantuan program SPSS 16. Rumus Kolomogorov Smirnov adalah sebagai berikut :

      D = Maksimum Fo (x)

    • – Sn (X)

      Keterangan : D = deviasi maksimum Fo = fungsi distribusi frekuensi kumulatif yang ditentukan Sn(X) = distribusi frekuensi kumulatif yang diobservasi

      2. Pengujian Hipotesis Penelitian Uji hipotesis adalah suatu prosedur dalam pengujian data penelitian yang menerima atau keputusan yang menolak hipotesis yang telah ditentukan (Hasan, 2004:31).

      Uji hipotesis pada penelitian ini terdiri dari tiga variabel, yaitu variabel kecerdasan emosi dan variabel suasana belajar dalam keluarga sebagai variabel bebas, serta variabel hasil belajar matematika sebagai variabel terikat. Hipotesis yang akan diuji ada tiga, yaitu hipotesis pertama mengenai hubungan antara kecerdasan emosi dengan hasil belajar matematika

      , hipotesis kedua mengenai hubungan antara suasana belajar dalam keluarga , dan dengan hasil belajar matematika

    hipotesis ketiga adalah mengenai hubungan antara kecerdasan emosi

    dengan suasana belajar dalam keluarga dengan hasil belajar matematika

      . Kriteria penerimaan hipotesis jika > , dan hipotesis ditolak jika pada tingkat signifikansi 5%. Korelasi untuk hipotesis pertama dan kedua dihitung dengan menggunakan teknik korelasi product moment dari Pearson (Suharsimi, 2010:213) dengan rumus berikut.

      Keterangan : = koefisien korelasi antara variabel dengan variabel = skor pada butir soal tertentu

      = jumlah skor butir soal tertentu = jumlah skor total = jumlah subjek = jumlah hasil kali skor butir soal tertentu dan skor total

    = jumlah kuadrat skor butir soal tertentu

    = jumlah kuadrat skor total

      Tingkat signifikansi dari koefisien korelasi ditentukan dengan uji t yaitu dengan membandingkan nilai dengan pada tingkat signifikansi 5%. Kriteria keputusan adalah jika maka terdapat korelasi yang signifikan dan jika maka tidak terdapat hubungan yang signifikan. Berikut adalah rumus yang dipergunakan untuk mencari (Sudjana 2003:62).

      Keterangan : t = distribusi t n = jumlah responden r = koefisien korelasi antara variabel dengan variabel r² = kuadrat koefisien korelasi antara variabel dengan variabel Korelasi untuk hipotesis ketiga dicari dengan menggunakan teknik korelasi ganda ( multiple correlation). Korelasi ganda adalah angka yang menunjukkan arah dan kuatnya hubungan antara dua atau lebih variabel bebas secara bersama-sama dengan satu variabel terikat (Sugiyono, 2008:232). Rumus yang digunakan adalah sebagai berikut : Keterangan :

       = Korelasi ganda antara variabel dan terhadap = Korelasi Product Moment antara dan

       = Korelasi Product Moment antara dan = Korelasi Product Moment antara dan

      a. Pengujian Hipotesis Pertama Pengujian hipotesis pertama ingin melihat hubungan antara kecerdasan emosi dengan hasil belajar matematika siswa. 1) Rumusan Hipotesis Ho : Tidak ada hubungan positif antara kecerdasan emosi dengan hasil belajar matematika siswa. Ha : Ada hubungan positif antara kecerdasan emosi dengan hasil belajar matematika siswa.

      2) Kriteria Pengujian Terima Ha, jika > dan tolak Ha jika < Tingkat signifikansi diperoleh dengan membandingkan dengan Jika > maka korelasi tersebut signifikan dan sebaliknya. b. Pengujian Hipotesis Kedua Pengujian hipotesis kedua, ingin melihat hubungan antara suasana

    belajar dalam keluarga dengan hasil belajar matematika siswa.

    1) Rumusan Hipotesis Ho : Tidak ada hubungan positif antara suasana belajar dalam keluarga dengan hasil belajar matematika siswa. Ha : Ada hubungan positif antara suasana belajar dalam keluarga

    dengan hasil belajar matematika siswa.

      2) Kriteria Pengujian Terima Ha, jika > dan tolak Ha jika < Tingkat signifikansi diperoleh dengan membandingkan dengan Jika > maka korelasi tersebut signifikan dan sebaliknya.

      c. Pengujian Hipotesis Ketiga Pengujian hipotesis ketiga ingin melihat hubungan antara kecerdasan emosi dan suasana belajar dalam keluarga dengan hasil belajar matematika siswa.

      1) Rumusan Hipotesis Ho : Tidak ada hubungan positif antara kecerdasan emosi dan suasana belajar dalam keluarga dengan hasil belajar matematika siswa. a H : Ada hubungan positif antara kecerdasan emosi dan suasana belajar dalam keluarga dengan hasil belajar matematika siswa.

      2) Kriteria Pengujian Terima Ha, jika > dan tolak Ha jika < Untuk menguji signifikan atau tidaknya koefisien korelasi ganda dari ketiga variabel tersebut tersebut digunakan uji F, yaitu dengan mencari nilai dengan tingkat signifikansi 0,05. Berikut adalah rumus yang dipergunakan untung mencari nilai

      (Sudjana, 2003:108).

      Keterangan : R : koefisien korelasi ganda k : banyak faktor yang mempengaruhi n : jumlah responden

      

    Jika maka hipotesis signifikan dan jika

    Koefisien korelasi nilai r akan diinterpretasikan berikut ini (Sudijono, 2009:193).

    Tabel 3.5 Interpretasi Nilai r Koefisien Korelasi Interpretasi

      

    0,91 Sangat Tinggi

    • – 1,00 0,71 Tinggi – 0,90

      0,41 Sedang/Cukup

    • – 0,70

    3. Kontribusi Variabel Penelitian

      Kontribusi Variabel Penelitian digunakan untuk menghitung besar sumbangan masing-masing variabel bebas atau prediktor untuk keperluan pengadaan prediksi.

      Untuk menghitung persentase kontribusi dari masing-masing variabel terlebih dahulu dicari perbandingan masing-masing variabel

      X terhadap variabel

      Y yang disebut sumbangan relatif. Persentasenya dapat dihitung dengan menggunakan rumus berikut : SR% = x 100% Keterangan : SR% : sumbangan relatif variabel X A : koefisien variabel X

      : jumlah perkalian antara variabel X dengan variabel Y : jumlah kuadrat regresi (Sutrisno Hadi, 1987:42) Besarnya kontribusi masing-masing variabel atau sumbangan efektif dapat dihitung dengan menggunakan rumus berikut :

      SE(%) = SR(%) x R² Keterangan : SE (%) : sumbangan efektif atau kontribusi variabel

      X R² : koefisien determinasi Kontribusi secara bersama-sama variabel kecerdasan emosi dan suasana belajar dalam keluarga terhadap hasil belajar matematika dicari dengan dengan menghitung koefisien determinasi R² yang kemudian diubah ke dalam bentuk persen dalam penafsiran kontribusinya (Sudjana, 2003:108). Tetapi dalam penafsiran ini koefisien korelasi ganda R nilai korelasinya harus bersifat positif, artinya hipotesis diterima dan signifikan. Koefisien korelasi dan nilai determinasi R² diperoleh dari perhitungan dengan bantuan program Microsoft Excel.

    BAB IV PELAKSANAAN PENELITIAN, TABULASI DATA, ANALISIS DATA, DAN PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN A. Pelaksanaan Penelitian

    1. Persiapan Penelitian Penelitian ini dilakukan melalui beberapa proses atau tahapan.

      Tahapan yang dimaksud adalah tahap persiapan dan pelaksanaan penelitian. Tahap persiapan dimulai dengan meminta surat ijin penelitian terlebih dahulu dari pihak universitas. Kemudian surat ijin tersebut diajukan ke pihak SMP Bopkri 2 Yogyakarta. Setelah melakukan pembicaraan dengan kepala sekolah dan guru pelajaran matematika terkait judul dan bentuk penelitian, maka peneliti mendapat ijin untuk mengadakan penelitian dari pihak SMP Bopkri 2 Yogyakarta.

      Pelaksanaan penelitian dimulai dengan wawancara dengan guru pelajaran matematika, terkait dengan jenis kesulitan atau kendala yang dihadapi oleh guru dan siswa ketika proses belajar mengajar matematika berlangsung, kemudian dilanjutkan dengan observasi. Observasi dilaksanakan pada tanggal 7 Mei 2012 sampai dengan 14 Mei 2012. Materi yang dipelajari adalah segi empat, dengan metode belajar PMRI dan diskusi kelompok. Selama observasi di kelas, suasana kelas tenang dan kondusif. Observasi dilakukan untuk melihat proses belajar siswa di kelas, serta mengamati kecenderungan siswa dalam menerima pelajaran matematika. Setelah selesai pelajaran, penulis mengajak siswa berkenalan dan berbicara. Hal ini dilakukan agar peneliti bisa mengenal pribadi siswa secara lebih dekat dan menjadi lebih akrab, sehingga pada waktu dilakukan pengambilan data tes, dan terutama kuesioner, para siswa dapat menjawab dengan lebih jujur dan terbuka.

      Langkah berikutnya adalah melakukan uji coba instrumen yaitu tes uji coba hasil belajar matematika, dan kuesioner kecerdasan emosi dan suasana belajar dalam keluarga. Data yang telah diuji cobakan kemudian dianalisis, setelah itu data tersebut digunakan untuk pengambilan data penelitian. Berikut adalah tabel urutan waktu uji coba dan pelaksanaan penelitian di SMP Bopkri 2 Yogyakarta.

    Tabel 4.1 Waktu Pengambilan Data No. Kegiatan Waktu Pelaksanaan

      1 Uji validitas hasil belajar matematika

      15 Mei 2012

      2 Uji validitas Kusioner Kecerdasan Emosi

      18 Mei 2012 dan Suasana belajar dalam keluarga.

      3 Penelitian instrumen kecerdasan emosi

      22 Mei 2012 dan suasana belajar dalam keluarga siswa

      4 Penelitian tes hasil belajar matematika

      1 Juni 2012 2.

       Hasil Uji Validitas Instrumen

    a. Uji Validitas Instrumen Variabel Kecerdasan Emosi

    Tabel 4.2 Hasil Uji Validitas Variabel Kecerdasan Emosi No. Ket. No. Ket.

      0,799 0,799 0,602

      Valid

      1 0,602 Valid

      21

      0,602 0,602 0,441 0,670 Valid

      4 Tidak Valid

      24 0,657 0,602 0,853 0,602

      Valid

      5 Valid

      25 0,602 0,602 0,626 0,853 Valid

      Valid

      6

      26 Valid 0,519 0,602 Tidak Valid 7 0,624 0,602 27 0,602 0,602

      0,588 0,853 Valid

      8 Tidak Valid

      28 0,862 0,602 0,696 0,602 Valid

      9 Valid

      29 0,602 0,602 0,781 0,742 Valid

      Valid

      10

      30 0,611 0,602 0,782 0,602 Valid

      11 Valid

      31 0,602 0,602 0,656 0,742 Valid

      Valid

      12

      32 0,853 0,602 0,664 0,602 Valid

      13 Valid

      33 0,602 0,602 0,626 0,654 Valid

      Valid

      14

      34 0,536 0,602 0,739 0,602 Valid

      15 Tidak Valid

      35 0,602 0,602 0,799 0,739 Valid

      Valid

      16

      36 0,799 0,602 0,557 0,602

      Tidak Valid

      17 Valid

      37 0,602 0,602 0,702 0,691 Valid

      Valid

      18

      38 0,667 0,602 0,719 0,602

      Valid

      19 Valid

      39 0,602 0,602 0,799 0,620 Valid

      20 Valid

      40

    b. Uji Validitas Instrumen Variabel Suasana Belajar dalam Keluarga

    Tabel 4.3 Hasil Uji Validitas Variabel Suasana Belajar Dalam keluarga No. Ket. No. Ket.

      0,602

      Valid Valid

      1 0,689 0,602 16 0,625 0,602 0,602

      Valid Valid

      2 0,740 17 0,744

      Valid

      0,746 0,602

      Tidak Valid

      18 0,580 0,602

      3 0,602 0,602

      Valid Valid

      4 0,650 19 0,610 0,602 0,602

      Valid Valid

      5 0,679 20 0,640 0,602

      Valid 0,602 Valid

      6 0,657 21 0,613 0,602 0,602

      Tidak Valid Valid

      7 0,515 22 0,727 0,602 Valid 0,602 Valid 8 0,746 23 0,720 0,602 0,602

      Tidak Valid Valid

      9 0,583 24 0,665 0,602 Valid 0,602 Valid 10 0,627 25 0,791 0,602 0,602

      Valid Valid

      11 0,707 26 0,610 0,602 0,602

      Valid Valid

      12 0,675 27 0,637 0,602 0,602

      Valid Valid

      13 0,739 28 0,610 0,602 0,602

      Valid Valid

      14 0,646 29 0,740

    c. Uji Validitas Instrumen Hasil Belajar Matematika

      Valid 14 0,76 0,602 valid

      Tidak Valid Berdasarkan data hasil uji validitas dari ketiga variabel tersebut, diperoleh hasil 5 item tidak valid pada variabel kecerdasan emosi, 3 item tidak valid pada variabel suasana belajar dalam keluarga dan 4 item tidak valid pada variabel hasil belajar matematika siswa. Karena masing-masing item mewakili satu indikator, maka item yang tidak valid tersebut diperbaiki dari segi bahasa dan dikonsultasikan dengan pakar dan dikaji

      0,602 valid 40 0,431 0,602

      39 0,736 0,602 Valid 20 0,718

      Valid 19 0,61 0,602 valid

      0,602 valid 38 0,665 0,602

      37 0,604 0,602 Valid 18 0,736

      Valid 17 0,64 0,602 valid

      0,602 valid 36 0,665 0,602

      35 0,750 0,602 Valid 16 0,62

      15 0,598 0,602 TidakValid

      34 0,609 0,602 Valid

    Tabel 4.4 Hasil Uji Validitas Variabel Tes Hasil Belajar Matematika No. Ket. No. Ket.

      1 0,750 0,602 valid 21 0,72 0,602 valid 2 0,708

      0,602 valid 32 0,665 0,602 valid 13 0,692

      0,602 valid 31 0,636 0,602 valid 12 0,732

      Tidak Valid 10 0,636 0,602 valid 30 0,609 0,602 valid 11 0,718

      0,602 valid 29 0,552 0,602

      0,602 valid 28 0,636 0,602 valid 9 0,636

      0,602 valid 27 0,736 0,602 valid 8 0,618

      0,602 valid 26 0,636 0,602 valid 7 0,679

      0,602 valid 25 0,636 0,602 valid 6 0,636

      0,602 valid 24 0,654 0,602 valid 5 0,654

      Tidak Valid 3 0,679 0,602 valid 23 0,654 0,602 valid 4 0,750

      0,602 valid 22 0,536 0,602

      0,602 valid 33 0,746 0,602 Hasil pengolahan uji validitas selengkapnya dari ketiga instrumen penelitian dapat dilihat pada lampiran V.

    3. Hasil Uji Reliabilitas Instrumen

      Berikut adalah rangkuman hasil uji reliabilitas ketiga variabel, yaitu variabel kecerdasan emosi, variabel suasana belajar dalam keluarga dan variabel hasil belajar matematika siswa.

    Tabel 4.5 Hasil Uji Reliabilitas Variabel Penelitian Keterangan No Variabel

      1 Kecerdasan Emosi 0,968 0,602 Reliabel

      2 Suasana Belajar Dalam Keluarga 0,9 0,602 Reliabel

      3 Hasil Belajar Matematika 0,963 0,602 Reliabel Hasil analisis tabel hasil uji reliabilitas tersebut dibandingkan dengan tabel berikut untuk melihat tingkat keterandalan masing-masing variabel.

    Tabel 4.6 Interpretasi Reliabilitas Nilai r

      

    Koefisien Korelasi Klasifikasi

    0,91 Sangat Tinggi

    • – 1,00 0,71 Tinggi – 0,90 0,41 Sedang/Cukup
    • – 0,70 0,21 Rendah – 0,40 Negatif Sangat Rendah – 0,20 (Suharsimi, 2010) Reliabilitas variabel kecerdasan emosi sebesar 0,968, maka variabel kecerdasan emosi berada pada klasifikasi sangat tinggi. Reliabilitas variabel suasana belajar dalam keluarga sebesar 0,9 maka variabel suasana belajar dalam keluarga berada pada klasifikasi tinggi. Reliabilitas
    belajar matematika berada pada klasifikasi sangat tinggi. Ketiga variabel adalah reliabel artinya ketiga variabel penelitian tersebut dapat diandalkan.

      Uji reliabilitas selengkapnya dapat dilihat selengkapnya pada lampiran VI.

    B. Tabulasi Data dan Deskripsi Data Penelitian

      Dalam penelitian ini, data diperoleh dari kuesioner yang telah disebarkan kepada sampel penelitian. Data tersebut masih merupakan data mentah, sehingga proses pengolahan data belum dapat dilakuka. Data akan dideskripsikan menurut masing-masing variabel penelitian.

      Deskripsi data berfungsi untuk mengungkapkan ciri-ciri data dari setiap variabel penelitian. Bentuk dari pendeskripsian ketiga data variabel adalah dengan menggunakan daftar tabulasi, yaitu dengan menyajikan data dalam bentuk tabel yang berisi data dan digolong-golongkan ke dalam kelas-kelas secara terurut yang disebut tabel distribusi frekuensi.

      Pendeskripsian dilakukan dengan menggunakan PAP (Penilaian Acuan Patokan) Tipe II dengan mengelompokkan data menjadi 5 kategori, yaitu sangat baik, baik, cukup baik, tidak baik, dan sangat tidak baik.

    Tabel 4.7 Penilaian Acuan Patokan (PAP) Tipe II

      

    Skor Penilaian

      

    81 Sangat Baik

    • – 100%

      66 Baik

    • – 80%

      

    56 Cukup Baik

    • – 65%

      

    46 Tidak Baik

    • – 55%

      di bawah 46% Sangat Tidak Baik

    Berikut ini adalah kategori kecenderungan dari masing-masing variabel penelitian berdasarkan PAP Tipe II diatas :

    1. Variabel Kecerdasan Emosi

      Jumlah pernyataan adalah 40 item dan skor maksimum pada satu item pernyataan adalah 4, maka rentang skor antara 40 sampai dengan 160.

      Selisih dari skor tertinggi dan terendah adalah 120. Berdasarkan data yang diperoleh, maka diketahui bahwa skor tertinggi sebesar 118, dan skor terendah sebesar 88. Maka dari kecenderungan data variabel kecerdasan emosi diatas skor diperoleh dengan perhitungan : Skor = nilai terendah + % (selisih dari nilai tertinggi dan terendah) Berikut adalah kriteria kecenderungan dari data kecerdasan emosi yang dideskripsikan dari hasil penelitian.

    Tabel 4.8 Kriteria Data Variabel Kecerdasan Emosi Perhitungan Skor Keterangan

      40 + 81% x 120 = 137,2 dibulatkan 137 137

    • – 160 Sangat Baik 40 + 66% x 120 = 119,2 dibulatkan 119 119
    • – 136 Baik 40 + 56% x 120 = 107,2 dibulatkan 107 107
    • – 118 Cukup Baik 40 + 46% x 120 = 95,2 dibulatkan 95

      95

    • – 106 Tidak Baik Di bawah 46% di bawah 95

      40

    • – 94 Sangat Tidak Baik Data yang diperoleh dimasukkan dalam tabel frekuensi sebagai berikut :

    Tabel 4.9 Distribusi Frekuensi Variabel Kecerdasan Emosi Interval F F Relatif Keterangan

      137 0 % Sangat Baik

    • – 160 119 0 % Baik – 136 107

      6 40% Cukup Baik

    • – 118

      95 7 46,67 % Tidak Baik

    • – 106

      40 2 13,33 % Sangat Tidak Baik

    • – 94

      Jumlah

    15 100 %

      Berdasarkan tabel diatas dapat dilihat bahwa 0% siswa masuk dalam kategori kecerdasan emosi yang sangat baik, 0% siswa masuk dalam kategori kecerdasan emosi yang baik, 40% siswa masuk dalam kategori kecerdasan emosi yang cukup baik, 46,67% siswa masuk dalam kategori kecerdasan emosi yang tidak baik dan 13,34% siswa masuk dalam kategori kecerdasan emosi yang sangat tidak baik. Berdasarkan data tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa kecerdasan emosi siswa kelas VII SMP Bopkri 2 Yogyakarta termasuk dalam kategori tidak baik, hal ini karena variabel kecerdasan emosi yang sebagian besar berada pada kategori tidak baik. Hasil temuan samping ini perlu ditindak lanjuti untuk mencari solusi terbaik untuk membantu meningkatkan kecerdasan emosi siswa.

    2. Suasana Belajar Dalam Keluarga

      Jumlah pernyataan adalah 30 item dan skor maksimum pada satu item pernyataan adalah 4, maka rentang skor antara 30 sampai dengan 120.

      Selisih dari skor tertinggi dan terendah adalah 90. Berdasarkan data yang diperoleh, maka diketahui bahwa skor tertinggi adalah sebesar 101, dan skor terendah sebesar 68. Maka dari kecenderungan data variabel suasana

    belajar dalam keluarga diatas, skor diperoleh dengan perhitungan :

    Skor = nilai terendah + % (selisih nilai tertinggi dan terendah) Berikut adalah kriteria kecenderungan dari data suasana belajar dalam keluarga yang dideskripsikan dari hasil penelitian.

    Tabel 4.10 Kriteria Data Variabel Suasana Belajar Dalam Keluarga Perhitungan Skor Keterangan

      30 + 81% x 90 = 102,9 103 Sangat Baik

    • – 120 dibulatkan 103 30 + 66% x 90 = 89,4

      89 Baik

    • – 102 dibulatkan 89 30 + 56% x 90 = 80,4

      80 Cukup Baik

    • – 88 dibulatkan 80 30 + 46% x 90 = 71,4

      71 Tidak Baik

    • – 79 dibulatkan 71 Di bawah 46%

      30 Sangat Tidak Baik

    • – 70 di bawah 71 Data yang diperoleh dimasukkan dalam tabel frekuensi sebagai berikut :

    Tabel 4.11 Distribusi Frekuensi Suasana Belajar Dalam Keluarga Interval F F Relatif Keterangan

      103 0 % Sangat Baik

    • – 120

      89 2 13,33 % Baik

    • – 102

      80 9 60 % Cukup Baik

    • – 88

      71 2 13,33 % Tidak Baik

    • – 79

      30 2 13,33 % Sangat Tidak Baik

    • – 70

      Jumlah 15 100% Berdasarkan data yang diperoleh dari kuesioner dan dari tabel distribusi frekuensi diatas, maka dapat dilihat bahwa sebanyak 0% siswa

      13,33% hidup dengan suasana keluarga yang baik, sebanyak 60% dengan suasana belajar dalam keluarga yang cukup baik, sebanyak 13,33% dengan suasana belajar dalam keluarga yang tidak baik, dan 13,33% dengan suasana belajar dalam keluarga yang sangat tidak baik.

      Berdasarkan data tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa suasana belajar dalam keluarga siswa kelas VII SMP Bopkri 2 Yogyakarta termasuk dalam kategori cukup baik, artinya suasana keluarga kondusif dan mendukung proses belajar siswa di rumah, hal tersebut dapat dilihat dari variabel suasana belajar dalam keluarga yang sebagian besar berada dalam kategori cukup baik. Hasil temuan samping ini perlu ditindak lanjuti untuk mencari solusi terbaik untuk membantu meningkatkan suasana belajar dalam keluarga siswa.

    3. Hasil Belajar Matematika

      Jumlah soal adalah 40 item dan skor maksimum pada satu item pernyataan adalah 1, maka rentang skor adalah antara 0 sampai dengan 40.

      Selisih dari skor tertinggi dan terendah adalah 40. Berdasarkan data yang diperoleh, maka diketahui bahwa skor tertinggi sebesar 36, dan skor terendah sebesar 9. Maka dari kecenderungan data variabel suasana belajar dalam keluarga diatas skor diperoleh dengan perhitungan : Skor = nilai terendah + % (selisih nilai tertinggi dan terendah) Berikut adalah kriteria kecenderungan dari data suasana belajar dalam keluarga yang dideskripsikan dari data hasil penelitian.

    Tabel 4.12 Kriteria Data Variabel Skor Hasil Belajar Matematika

      Perhitungan Skor Keterangan 81% x 40 = 32,4 dibulatkan 32

      32 Sangat Baik

    • – 40 66% x 40 = 26,4 dibulatkan 26

      26 Baik

    • – 31 56% x 40 = 22,4 dibulatkan 22

      22 Cukup Baik

    • – 25 46% x 40 = 18,4 dibulatkan 18

      18 Tidak Baik

    • – 21

      Di bawah 46% ,di bawah 18 Sangat Tidak Baik

      – 17 Data yang diperoleh dimasukkan ke dalam tabel frekuensi berikut :

    Tabel 4.13 Distribusi Frekuensi Hasil Belajar Matematika Interval F F Relatif Keterangan

      30 2 13,33 % Sangat Baik

    • – 40

      26 3 20 % Baik

    • – 31

      22 6 40 % Cukup Baik

    • – 25

      18 2 13,33 % Tidak Baik

    • – 21 2 13,33 % Sangat Tidak Baik – 17

      Jumlah

    15 100 %

      Berdasarkan data yang diperoleh dari pengukuran hasil belajar matematika siswa dan dideskripsikan pada distribusi frekuensi diatas, sebanyak 13,33% siswa mendapat hasil belajar matematika yang sangat baik, 20% siswa mendapat hasil belajar matematika yang baik, 40% mendapat hasil belajar matematika yang cukup baik, 13,33% siswa mendapat hasil belajar yang kurang baik dan 13,33% siswa mendapat hasil belajar matematika yang sangat tidak baik.

      Berdasarkan data tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa hasil belajar matematika siswa kelas VII SMP Bopkri 2 Yogyakarta masuk dalam kategori cukup baik, hal ini dapat dibuktikan dari hasil belajar matematika siswa yang sebagian besar pada kategori yang cukup baik.

      Berikut ini adalah rangkuman penghitungan nilai mean, median, modus dan standar deviasi yang dihitung dengan bantuan program Microsoft Excel. Data selengkapnya dapat dilihat pada lampiran X.

    Tabel 4.14 Mean, Median, Modus dan Standar Deviasi

      Keterangan Emosi Suasana Hasil Belajar Mean 104.00

      82.40

      23.93 Median 102.00

      82.00

      24.00 Mode 102

      81

      24 Std. Deviation 10.142 9.417 6.933 C.

       Analisis Data

    1. Uji Prasyarat Analisis

      Uji prasyarat analisis dilakukan dengan uji normalitas dengan menggunakan rumus Kolomogorov Smirnov. Pengujian signifikan dilakukan dengan membandingkan nilai probability value (p) dengan tingkat signifikan yang digunakan oleh peneliti (α), dimana nilai α=0,05 dan nilai probability value (p) diperoleh dari penghitungan SPSS 16. Dasar pengambilan keputusan adalah dengan ketentuan berikut :

      a. Jika probability value (p) > α=0,05, berarti tidak ada perbedaan antara distribusi data dengan distribusi normal, artinya data berdistribusi normal.

      b. Jika probability value (p) < α=0,05 berarti terdapat perbedaan antara distribusi data dengan distribusi normal, artinya data tidak berdistribusi

      Hasil pengujian normalitas dengan bantuan SPSS 16 selengkapnya dapat dilihat pada lampiran VII. Berikut ini disajikan tabel ringkasan hasil pengujian normalitas terhadap masing-masing variabel:

    Tabel 4.15 Hasil Uji Normalitas

      Probability Tingkat Variabel

      Kesimpulan Value (p) Signifikansi (

      α) Kecerdasan Emosi 0,728 0,05 Normal Suasana Belajar dalam 0,804 0,05 Normal Keluarga Hasil Belajar 0,976 0,05 Normal Matematika Berikut ini adalah deskripsi hasil uji normalitas dari variabel-variabel yang diteliti berdasarkan tabel di atas. Hasil pengujian normalitas untuk variabel kecerdasan emosi menunjukkan bahwa probability value (p)=0,728> α=0,05 artinya variabel kecerdasan emosi berdistribusi normal.

      Hasil pengujian normalitas untuk variabel suasana belajar dalam keluarga menunjukkan bahwa probability value (p)=0,804 > α=0,05

    artinya variabel suasana belajar dalam keluarga berdistribusi normal.

      Hasil pengujian normalitas untuk variabel hasil belajar matematika menunjukkan bahwa probability value (p)=0,976 > α=0,05 artinya variabel hasil belajar matematika berdistribusi normal.

    2. Uji Hipotesis Penelitian

      Penelitian ini terdiri dari tiga hipotesis yang akan diuji. Hipotesis pertama dan kedua diuji dengan menggunakan rumus korelasi product korelasi ganda. Berikut adalah hasil analisis korelasi dari ketiga variabel penelitian, yaitu variabel kecerdasan emosi , variabel suasana belajar dalam keluarga( ) dan variabel hasil belajar matematika

      ). Hasil uji korelasi selengkapnya dapat dilihat pada lampiran VIII.

    Tabel 4.16 Hasil Analisis Korelasi Product Moment Variabel Koefisien Korelasi

      ( ) dengan 0,551 dengan 0,541 dengan 0,628

    a. Hubungan antara Kecerdasan Emosi dengan Hasil Belajar Matematika Siswa.

      Pengujian hipotesis pertama, ingin melihat hubungan antara kecerdasan emosi dengan hasil belajar matematika siswa.

      1) Rumusan Hipotesis Ho : Tidak ada hubungan positif antara kecerdasan emosi dengan hasil belajar matematika siswa. Ha : Ada hubungan positif antara kecerdasan emosi dengan hasil belajar matematika siswa.

      2) Pengujian Hipotesis Berdasarkan hasil analisis korelasi product moment antara kecerdasan emosi dengan hasil belajar matematika diperoleh besarnya nilai korelasi =0,551 dan =2,378

      =0,551> =0,514 maka hipotesis diterima. Tingkat signifikansi data diperoleh dengan membandingkan dengan Oleh karena =2,378> =2,131 maka korelasi tersebut signifikan.

      Berdasakan hasil analisis diatas, dari rumusan hipotesis pertama Ho ditolak dan Ha diterima kebenarannya, dimana hubungan antara kecerdasan emosi dengan hasil belajar matematika signifikan bersifat positif. Hal ini berarti semakin tinggi kecerdasan emosi seorang siswa, maka hasil belajarnya juga akan semakin baik.

    b. Hubungan antara Suasana Belajar dalam Keluarga dengan Hasil Belajar Matematika Siswa.

      Pengujian hipotesis kedua ingin melihat hubungan antara suasana

    belajar dalam keluarga dengan hasil belajar matematika siswa.

      1) Rumusan Hipotesis Ho : Tidak ada hubungan positif antara suasana belajar dalam keluarga dengan hasil belajar matematika siswa. a

      H : Ada hubungan positif antara suasana belajar dalam keluarga

    dengan hasil belajar matematika siswa.

      2) Pengujian Hipotesis Berdasarkan hasil analisis korelasi product moment antara suasana belajar dalam keluarga dengan hasil belajar

      =2,319 pada tingkat signifikansi sebesar α=0,05. Oleh karena =0,541> =0,514 maka hipotesis diterima. Tingkat signifikansi data diperoleh dengan membandingkan dengan

      Oleh karena =2,316> =2,131 maka korelasi tersebut signifikan.

      Berdasakan hasil analisis diatas, dari rumusan hipotesis kedua Ho ditolak dan Ha diterima kebenarannya, dimana hubungan antara suasana belajar dalam keluarga dengan hasil belajar matematika signifikan bersifat positif. Hal ini berarti semakin baik atau kondusif suasana belajar dalam keluarga seorang siswa, maka hasil belajar siswa juga semakin baik.

    c. Hubungan antara Kecerdasan Emosi dan Suasana Belajar dalam Keluarga dengan Hasil Belajar Matematika Siswa.

      Pengujian hipotesis ketiga ingin melihat hubungan antara kecerdasan emosi dan suasana belajar dalam keluarga dengan hasil belajar matematika siswa. 1) Rumusan Hipotesis Ho : Tidak ada hubungan positif antara kecerdasan emosi dan suasana belajar dalam keluarga dengan hasil belajar matematika siswa. a

      H : Ada hubungan positif antara kecerdasan emosi dan suasana belajar dalam keluarga dengan hasil belajar matematika.

      Hasil pengujian hipotesis ketiga, diuji dengan menggunakan teknik korelasi ganda dan diperoleh sebesar 0,628 artinya hubungan antara kecerdasan emosi dan suasana belajar dalam keluarga dengan hasil belajar matematika terletak pada kategori sedang atau cukup yaitu antara 0,41 sampai dengan 0,70.

      

    Untuk menguji signifikansi koefisien korelasi ganda

    digunakan uji F dengan taraf signifikansi 5%, yaitu dengan membandingkan hasil uji dengan . Hipotesis diterima jika diperoleh sebesar 3,913, dan pada taraf signifikansi 5% diperoleh sebesar 3,68. Berdasarkan hasil analisis ini, diketahui bahwa maka

      > korelasi signifikan, sehingga Ho ditolak dan Ha diterima. Hasil perhitungan selengkapnya dapat dilihat pada lampiran F.

    3. Kontribusi Variabel Penelitian

      a. Kontribusi Antar Variabel Kontribusi dari variabel ( ) dan variabel ( ) variabel ( ) dapat dilihat pada tabel di bawah ini.

    Tabel 4.17 Rangkuman Kontribusi Variabel

      No Variabel Kontribusi

      1

    2 Kontribusi variabel kecerdasan emosi terhadap hasil belajar

      belajar matematika siswa dapat dijelaskan oleh kecerdasan emosi sebesar 20,5%, dan sisanya sebesar 100% - 20,5% = 79,5% dijelaskan oleh faktor-faktor lain yang mempengaruhi hasil belajar matematika siswa di luar faktor kecerdasan emosi.

      Kontribusi variabel suasana belajar dalam keluarga terhadap hasil belajar matematika adalah sebesar 19% artinya tinggi rendahnya hasil belajar matematika siswa dapat dijelaskan oleh suasana belajar dalam keluarga sebesar 19%, dan sisanya sebesar 100% - 19% = 81% dijelaskan oleh faktor-faktor lain yang mempengaruhi hasil belajar

    matematika siswa di luar faktor suasana belajar dalam keluarga.

      Hasil perhitungan kontribusi dari variabel kecerdasan emosi ( ) dan suasana belajar dalam keluarga ( ) terhadap hasil belajar matematika (

    ) dapat dilihat pada lampiran IX .

    dan

      b. Kontribusi Variabel Bersama-sama terhadap Kontribusi secara bersama-sama variabel kecerdasan emosi dan suasana belajar dalam keluarga terhadap hasil belajar matematika dicari dengan dengan menghitung koefisien determinasi R² (R square) yang diubah ke dalam bentuk persen dalam penafsiran kontribusinya.

    Tabel 4.18 Hasil Analisis Regresi

      Regression Statistics Multiple R 0,628295 R Square 0,394755 Adjusted R Square 0,293881 Standard Error 5,825872 Koefisien determinasi diperoleh sebesar 0,395, artinya tinggi rendahnya hasil belajar matematika siswa dapat dijelaskan secara bersama-sama oleh faktor kecerdasan emosi dan suasana belajar dalam keluarga siswa sebesar 39,5% dan sisanya sebesar 100% - 39,5% = 60,5% dijelaskan oleh faktor-faktor lain yang mempengaruhi hasil belajar matematika siswa yang tidak terdapat pada penelitian ini.

    D. Pembahasan Hasil Penelitian

    1. Pembahasan Kondisi Kecerdasan Emosi Siswa, Suasana BElajar

      

    Dalam Keluarga Siswa dan Tes Hasil Belajar Matematika Siswa

      a. Pembahasan Kondisi Kecerdasan Emosi Siswa Berdasarkan hasil analisis tingkat kecenderungan kondisi kecerdasan emosi siswa, diperoleh 0% siswa masuk dalam kategori kecerdasan emosi yang sangat baik dan kategori kecerdasan emosi yang baik. Artinya tidak ada siswa yang memiliki kecerdasan emosi yang sangat baik ataupun baik. Siswa dalam kategori kecerdasan emosi yang cukup baik sebesar 40%. Siswa dalam kategori kecerdasan emosi yang tidak baik sebesar 46,67% dan siswa dalam kategori kecerdasan emosi yang sangat tidak baik sebesar 13,34%.

      Hasil temuan sampingan dari kecerdasan emosi ini menunjukkan bahwa 60% kecerdasan emosi siswa masih berada pada kategori yang kurang baik. Ini menyiratkan keadaan emosi yang pada umumnya tindaklanjut dari pihak sekolah dan keluarga untuk mencari solusi terbaik membantu meningkatkan kecerdasan emosi siswa. dengan harapan, meningkatnya kecerdasan emosi siswa, dapat meningkatkan meningkatkan hasil belajar matematika siswa.

      b. Pembahasan Kondisi Suasana Belajar Dalam Keluarga Berdasarkan hasil analisis tingkat kecenderungan kondisi suasana belajar dalam keluarga siswa, diperoleh 0% siswa masuk kategori suasana belajar dalam keluarga yang sangat baik dan 13,33% siswa masuk dalam kategori suasana belajar dalam keluarga yang baik. Sebesar 60% siswa masuk kategori suasana belajar dalam keluarga yang cukup baik. Sebesar 13,33% siswa masuk kategori suasana belajar dalam keluarga yang tidak baik dan 13,33% siswa masuk

    kategori suasana belajar dalam keluarga yang sangat tidak baik.

      Hasil temuan sampingan dari suasana belajar dalam keluarga ini menunjukkan bahwa 26,66% suasana belajar dalam keluarga siswa masih berada pada kategori yang kurang baik. Ini menyiratkan bahwa suasana belajar dalam keluarga pada siswa kelas VII SMP Bopkri 2 Yogyakarta pada umumnya kurang baik. Dapat dilihat bahwa suasana belajar dalam keluarga belum mendukung proses belajar anak. Artinya, anak belum mendapat dukungan sepenuhnya dari keluarga ketika melaksanakan proses belajar di rumah. Baik dukungan afektif maupun dari segi pemenuhan kebutuhan atau fasilitas belajar. Perlu tindak lanjut dari pihak sekolah dan kerjasama dengan keluarga siswa untuk mencari solusi terbaik membantu meningkatkan hasil belajar matematika siswa dengan memperbaiki suasana belajar dalam keluarga siswa.

      c. Pembahasan Kondisi Hasil Belajar Matematika Siswa Berdasarkan hasil analisis tingkat kecenderungan hasil belajar matematika siswa, diperoleh 13,33% siswa mendapat hasil belajar matematika yang sangat baik, 20% siswa mendapat hasil belajar matematika yang baik, 40% mendapat hasil belajar matematika yang cukup baik, 13,33% siswa mendapat hasil belajar matematika yang kurang baik dan 13,33% siswa mendapat hasil belajar matematika yang sangat tidak baik.

      Hasil temuan sampingan dari tes hasil belajar matematika siswa diatas, menunjukkan bahwa 40% siswa masuk dalam kategori hasil belajar matematika yang cukup baik. Ini menyiratkan bahwa hasil belajar matematika siswa kelas VII SMP Bopkri 2 Yogyakarta pada umumnya adalah cukup baik. Namun tetap perlu lebih ditingkatkan agar hasil belajar matematika siswa yang masuk dalam kategori cukup baik tersebut, menjadi kategori baik atau sangat baik, serta merata ke

    semua siswa, tidak hanya jadi hasil beberapa orang siswa saja.

    2. Hubungan Antar Variabel

    a. Hubungan antara Kecerdasan Emosi dan Hasil Belajar Matematika

      Hasil analisis menyatakan bahwa ada hubungan positif antara kecerdasan emosi terhadap hasil belajar matematika siswa. Hal ini dapat dilihat dari hasil korelasi sebesar 0,551 yang masuk dalam kategori sedang atau cukup, dengan nilai =2,378 lebih besar dari

      =2,131.

      Meskipun demikian hasil hipotesis tersebut tidak mutlak, artinya terdapat beberapa kasus yang bertolak belakang dari kesimpulan.

      Seperti dalam penelitian ini siswa dengan nomor absensi satu. Tingkat kecerdasan emosi siswa ini pada kategori yang tidak baik tetapi mempunyai hasil belajar matematika pada kategori yang sangat baik. Ini adalah suatu kasus khusus, karena selain kecerdasan emosi masih banyak faktor lain yang dapat menjelaskan hasil belajar matematika siswa.

      b. Hubungan antara Suasana Belajar Dalam Keluarga dengan Hasil Belajar Matematika Hasil analisis menyatakan bahwa ada hubungan positif antara suasana belajar dalam keluarga terhadap hasil belajar matematika siswa. Hal ini dilihat dari hasil korelasi sebesar 0,541 yang masuk dalam kategori sedang atau cukup, dengan =2,319 lebih besar dari = 2,131.

      Suasana belajar dalam keluarga yang baik ditandai dengan faktor suasana keluarga yang kondusif, pemenuhan kebutuhan anak yaitu c. Hubungan antara Kecerdasan Emosi dan Suasana Belajar Dalam Keluarga dengan Hasil Belajar Matematika Hasil analisis memperlihatkan bahwa ada hubungan positif dan signifikan antara kecerdasan emosi dan suasana belajar dalam keluarga siswa secara bersama-sama terhadap hasil belajar matematika siswa. Hal ini berdasarkan hasil analisis korelasi ganda sebesar 0,628, masuk dalam interpretasi sedang atau cukup. Hasil uji signifikansi dengan uji F menunjukkan bahwa yaitu 3,91>3,68 , maka hasil uji F signifikan.

      Berdasarkan analisis di atas, maka diketahui bahwa kecerdasan emosi dan suasana belajar dalam keluarga siswa dapat menjelaskan hasil belajar matematika siswa. Dengan kecerdasan emosi siswa memiliki ketrampilan pengelolaan diri untuk mencapai hasil belajar yang baik.

      Siswa yang mempunyai pengenalan diri akan mengenali kemampuannya sendiri serta mengetahui apa yang dia inginkan. Maka siswa akan sadar kekurangan dan kelebihannya serta belajar lebih giat jika belum menguasai pelajaran. Siswa yang memiliki kemampuan untuk mengendalikan diri mampu menangani perasaannya agar dapat terungkap dengan tepat, sehingga dapat bangkit dengan cepat jika mengalami masalah berat dalam hidupnya. Tidak memendam kemarahan berlarut-larut terhadap suatu persoalan, namun tetap fokus dan konsentrasi pada pelajaran karena melihat prioritas yang lebih utama dalam suatu peristiwa.

      Siswa yang mampu memotivasi diri sendiri akan mampu menyemangati, mendorong, mengendalikan dan menguasai diri sendiri untuk mencapai suatu tujuan atau prestasi. Dengan empati seorang siswa akan cepat beradaptasi dengan lingkungan sekolah dan peka terhadap situasi. Ketika belajar dapat menciptakan suasana belajar yang efektif karena mampu bersikap menyenangkan bagi guru dan teman-temannya serta bertanya pada saat dan cara yang tepat kepada guru dan teman, serta mau menjelaskan kepada teman jika sudah tahu.

      Kemampuan ketrampilan sosial siswa, yang diperoleh dari kelas sewaktu belajar dapat meningkatkan semangat dan minat belajar siswa dan tentunya akan meningkatkan hasil belajar siswa.

      Suasana belajar dalam keluarga yang kondusif dengan perhatian dan dukungan dari orang tua dalam bentuk pemenuhan fasilitas dan kebutuhan belajar lainnya serta dukungan dari anggota keluarga lain akan membantu siswa lebih giat belajar karena merasa nyaman dan dicintai. Hal tersebut akan membantu siswa dalam mencapai hasil belajar matematika yang baik. Namun hal ini tetap tergantung pada cara siswa tersebut bersikap dan menanggapi fasilitas dan dukungan yang diberikan kepadanya.

    E. Kelemahan Penelitian

      Penelitian ini telah dilaksanakan dengan semaksimal mungkin oleh peneliti. Namun demikian, masih banyak kekurangan, kelemahan dan keterbatasan dalam penelitian ini. Keterbatasan tersebut antara lain adalah berbagai kendala yang penulis alami dilapangan, yaitu :

      1. Ketidakmampuan penulis untuk melacak kejujuran responden ketika mengisi kuesioner, sehingga data yang diperoleh berupa data yang tidak

    bisa dikatakan seluruhnya benar atau berdasarkan pribadi responden.

      2. Hasil penelitian ini belum tentu berlaku untuk waktu dan tempat yang berbeda, karena penelitian ini hanya dilaksanakan di area yang sempit, yaitu di SMP Bopkri 2 Yogyakarta.

      3. Opsi atau pilihan kuesioner pada penelitian ini, mendorong kearah opini berbentuk setuju, sangat setuju, tidak setuju dan sangat tidak setuju padahal yang ditanya adalah sebuah fakta. Diduga opsi atau pilihan

    tersebut akan mendatangkan masalah bagi siswa ketika mengisinya.

    BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian yang telah dianalisa, maka peneliti

      dapat menarik kesimpulan, sebagai berikut :

      1. Ada hubungan yang positif dan signifikan antara kecerdasan emosi dengan hasil belajar matematika siswa. Hal ini didukung oleh hasil analisis korelasi product moment dimana besarnya =0,551, dan nilai koefisien =2,378 lebih besar dari

      =2,131. Kontribusi kecerdasan emosi terhadap hasil belajar matematika adalah sebesar 20,5% yang artinya masih ada faktor-faktor lain sebesar 79,5% yang menjelaskan hasil belajar matematika siswa di luar faktor kecerdasan emosi.

      2. Ada hubungan yang positif dan signifikan antara suasana belajar dalam keluarga dengan hasil belajar matematika siswa SMP Bopkri 2 Yogyakarta. Hal ini didukung oleh hasil analisis korelasi product moment dimana besarnya =0,541, dan nilai =2,316 lebih besar dari =2,131. Kontribusi suasana belajar matematika terhadap hasil belajar matematika adalah sebesar 19%, artinya masih ada faktor-faktor lain sebesar 81% yang menjelaskan hasil belajar matematika siswa di luar faktor suasana belajar dalam keluarga.

      3. Ada hubungan yang positif dan signifikan antara kecerdasan emosi dan suasana belajar dalam keluarga siswa SMP Bopkri 2 Yogyakarta dengan hasil belajar matematika siswa. Hal ini didukung oleh hasil perhitungan teknik korelasi ganda dimana besarnya =0,628.

      Hubungan tersebut signifikan karena didukung harga koefisien korelasi =3,913 lebih besar dari =3,68. Kontribusi dari kecerdasan emosi siswa dan suasana belajar dalam keluarga secara bersama-sama terhadapap hasil belajar matematika siswa adalah sebesar 39,5%, artinya hasil belajar matematika dapat dijelaskan oleh kecerdasan emosi siswa dan suasana belajar dalam keluarga sebesar 39,5% sedangkan sisanya sebesar 60,5 adalah dari faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.

      Selain hasil di atas, pada penelitian ini juga diperoleh hasil sampingan tentang tingkat kecenderungan kondisi kecerdasan emosi, suasana belajar dalam keluarga dan hasil belajar matematika siswa sebagai berikut :

      1. Kecerdasan emosi emosi siswa kelas VII SMP Bopkri 2 Yogyakarta masuk dalam kategori tidak baik, hal ini dibuktikan dari kecerdasan emosi siswa yang sebagian besar berada pada kategori tidak baik. Dengan besar persentase 0% siswa dalam kategori kecerdasan emosi yang sangat baik, 0% siswa dalam kategori kecerdasan emosi yang

      46,67% siswa dalam kategori kecerdasan emosi yang tidak baik dan 13,34% siswa dalam kategori kecerdasan emosi yang sangat tidak baik.

      2. Suasana belajar dalam keluarga siswa kelas VII SMP Bopkri 2 Yogyakarta masuk dalam kategori cukup baik, hal ini dibuktikan dari suasana belajar dalam keluarga siswa yang sebagian besar berada dalam kategori cukup baik. Dengan besar persentase 0% siswa dengan suasana belajar dalam keluarga yang sangat baik, sebanyak 13,33% dengan suasana keluarga yang baik, sebanyak 60% dengan suasana belajar dalam keluarga yang cukup baik, sebanyak 13,33% dengan suasana belajar dalam keluarga yang tidak baik, dan 13,33% dengan suasana belajar dalam keluarga yang sangat tidak baik.

      3. Hasil belajar matematika siswa kelas VII SMP Bopkri 2 Yogyakarta masuk dalam kategori cukup baik, hal ini dibuktikan dari hasil belajar matematika siswa yang sebagian besar berada pada kategori yang cukup baik. Dengan besar persentase 13,33% siswa mendapat hasil belajar matematika yang sangat baik, 20% siswa mendapat hasil belajar matematika yang baik, 40% mendapat hasil belajar matematika yang cukup baik, 13,33% siswa mendapat hasil belajar yang kurang baik dan 13,33% siswa mendapat hasil belajar matematika yang sangat tidak baik.

    B. Saran

      Berdasarkan kesimpulan dari hasil penelitian ini, maka saran-saran yang dapat penulis kemukakan adalah sebagai berikut :

      1. Siswa perlu lebih efektif berkonsultasi dengan guru bimbingan konseling di sekolah dan menjalin hubungan yang baik dengan anggota keluarga untuk belajar mengoptimalkan diri dengan mengembangkan hal-hal positif yang ada dalam dirinya dan memperbaiki hal-hal negatif dalam diri, juga untuk belajar mengendalikan diri dan menjalin hubungan baik dengan orang lain, serta memanfaatkan waktu belajar yang baik bukan hanya di sekolah tapi juga ketika berada di rumah.

      2. Perlunya perhatian dari pihak sekolah, guru mata pelajaran dan guru bimbingan konseling terhadap pengembangan suatu pemahaman siswa selain peningkatan intelegensi dalam pendidikan, yaitu pemahaman yang berfungsi untuk mengembangangkan kemampuan pengenalan diri, pengendalian diri, memotivasi diri, empati dan ketrampilan sosial dalam diri siswa.

      3. Perlunya kerjasama yang baik antara sekolah dan orangtua untuk memantau dan membantu meningkatkan hasil belajar anak, sehingga baik di sekolah maupun ketika berada di tengah keluarga anak selalu merasa terdukung

    4. Perlunya tindak lanjut terhadap hasil penelitian yang diperoleh terhadap

      siswa, untuk membantu meningkatkan kecerdasan emosi dan suasana belajar dalam keluarga siswa.

      

    DAFTAR PUSTAKA

    Abu Ahmad. 1982. Sosiologi Pendidikan. Surabaya : Bina Ilmu.

      

    Achmad Efendi. 2008. Pengolahan dan Analisis Data dengan Excel. Jakarta :

    Salemba Infotek

    Anas Sudijono. 2009. Pengantar Statistik Pendidikan. Jakarta : Raja Grafindo

    Persada

    Goleman, Daniel. 1997. Emotional Intelligence (Terjemahan). Jakarta: Gramedia

    Pustaka Utama Goleman, Daniel. 2000. Emotional Intelligence

       (Terjemahan). Jakarta: Gramedia Pustaka Utama

    Gottman, John. 2008. Mengembangkan Kecerdasan Emosional Anak

    (Terjemahan). Jakarta : Gramedia Pustaka Utama

    Hurlock, Elizabeth B. 1978. Perkembangan Anak (Terjemahan). Jakarta:

    Gramedia Pustaka Utama

    Iqbal Hasan. 2004. Analisis Data Penelitian Dengan Statistik. Jakarta : Bumi

    Aksara

    Kartini Kartono. 1992. Peran Keluarga Dalam Memandu Anak. Bandung :

    Remadja Rosda Karya

    Nana Sudjana. 1989. Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. Bandung:

    Remaja Rosdakarya Pedoman Penulisan Skripsi. 2004. Universitas Sanata Dharma. Yogyakarta Roestiyah. 1982. Masalah-masalah Ilmu Keguruan. Jakarta : Gramedia

      

    Saifuddin Azwar. 1997. Reliabilitas dan Validitas . Cetakan Kelima. Yogyakarta:

    Pustaka Pelajar Offset

    Stein, Steven J dan Howard E. Book. 2004. Ledakan EQ. Bandung : Mizan

    Pustaka Sudjana. 2003. Teknik Analisis Regresi dan Korelasi. Bandung : Tarsito Sugiyono. 2007. Statistika Untuk Penelitian. Bandung : Alfabeta Suharsimi Arikunto. 2009. Manajemen Penelitian. Jakarta : Rineka Cipta

    Suharsimi Arikunto. 2010. Prosedur Penelitian. Edisi Revisi. Jakarta : Rineka

    Cipta Supratiknya, A. 2000. Statistik Psikologi. Jakarta : Grasindo

    Syah Muhibbin. 1995. Psikologi Pendidikan. Suatu Pendekatan Baru. Bandung:

    Remadja Rosda Karya

    Tabrani Rusyan, A. 1994. Pendekatan dalam Proses Belajar Mengajar . Jakarta:

    Raja Grafindo Persada

    Tim Penyusun Kamus Pusat Bahasa. 2001, Kamus Besar Bahasa Indonesia,

    Jakarta : Balai Pustaka

    Winkel, W.S. 1989. Psikologi Pengajaran dan Evaluasi Belajar. Jakarta:

    Gramedia

      LAMPIRAN

      LAMPIRAN I KUESIONER

       1 Kuesioner Kecerdasan Emosi

       2 Kuesioner Suasana Belajar Dalam Keluarga Kepada Yth Siswa-siswi Kelas VII SMP BOPKRI 2 Yogyakarta Dengan Hormat Saya sebagai mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika, Fakultas

    Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sanata Dharma Yogyakarta

    bermaksud mengadakan kegiatan penelitian. Adapun topik penelitiannya adalah

    “Hubungan Antara Kecerdasan Emosi dan Suasana Belajar Dalam Keluarga

    Terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas VII SMP Bopkri 2 Yogyakarta

    Tahun Ajaran 2011/2012”. Penelitian ini merupakan suatu bentuk kegiatan ilmiah dalam rangka penyusunan skripsi.

      Maka saya mohon kesediaan saudara/saudari menjadi responden untuk

    meluangkan waktu guna mengerjakan tes hasil belajar matematika dan mengisi

    kuesioner yang saya sediakan. Saya berharap saudara/saudari menjawab seluruh

    pertanyaan dengan sesungguhnya dan sesuai dengan keadaan yang sebenarnya.

    Informasi yang saya dapatkan hanya digunakan untuk kepentingan penelitian dan

    dijamin kerahasiaannya. Kejujuran dan kesanggupan saudara/saudari merupakan

    bantuan yang sangat berharga bagi saya.

      Atas bantuan dan kerjasama yang baik saya ucapakan terimakasih.

      Yogyakarta, 15 Mei 2012 Hormat saya, Adina Br Depari Peneliti

      

    KUESIONER PENELITIAN

    HUBUNGAN ANTARA KECERDASAN EMOSI DAN SUASANA

    BELAJAR DALAM KELUARGA TERHADAP HASIL BELAJAR

    MATEMATIKA SISWA KELAS VII SMP BOPKRI 2 YOGYAKARTA

    Dibuat dalam rangka penyusunan skripsi

      

    Peneliti :

    Adina Br Depari

    NIM : 081414041

      

    PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA

    JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

    FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

    UNIVERSITAS SANATA DHARMA

    YOGYAKARTA

    IDENTITAS RESPONDEN

      Nama Lengkap : Kelas : Umur : ……. Tahun No. Absen : Hari/Tanggal :

      

    PETUNJUK PENGISIAN KUESIONER

    Kuesioner ini terdiri atas 2 (dua) bagian, yaitu :

    Bagian 1. Kuesioner Kecerdasan Emosi Bagian 2. Suasana Belajar Dalam Keluarga Bacalah setiap pernyataan yang tertera dalam kuesioner, kemudian pilihlah

      

    pendapat anda yang sesuai dengan pengalaman anda yang sesungguhnya terhadap

    kejadian-kejadian tersebut dengan memberi centang ( ) pada salah satu jawaban pada kolom pendapat, dengan alternatif :

      STS : Sangat Tidak Setuju TS : Tidak Setuju S : Setuju SS : Sangat Setuju

      

    Jawablah seluruh pernyataan yang ada dan jangan sampai ada yang terlewatkan.

    Dalam pernyataan-pernyataan tersebut tidak ada jawaban yang benar atau salah.

    Oleh karena itu pilihlah jawaban yang sesuai dengan keadaan anda yang

    sebenarnya. Kejujuran dan keseriusan anda sangat diperlukan disini. Terimakasih

    Bagian 1. Kuesioner Kecerdasan Emosi No Pernyataan STS TS S SS Pengenalan Diri

      1. Saya tahu kelebihan dan kekurangan diri saya.

      2. Saya sering merasa khawatir meski saya tidak tahu penyebabnya.

      3. Saya mudah marah tanpa alasan yang jelas.

      4. Saya merasa khawatir terhadap masa depan saya.

      5. Saya sering merasa tidak mampu melakukan sesuatu.

      6. Saya akan menyelesaikan pekerjaan yang menjadi tanggung jawab saya, meskipun saya tidak menyukainya.

      7. Saya berani tampil beda diantara teman-teman saya.

      8. Saya sering tidak percaya diri dan malu ketika tampil di muka umum.

       Pengendalian Diri

      9. Saya sering tidak sabar menghadapi orang lain.

      10. Saya suka mencoba hal-hal baru dalam setiap hal.

      11. Saya sering mengingat-ngingat kekecewaan dan kegagalan saya di masa lalu.

      12. Saya selalu memikirkan akibat baik atau buruk dari setiap tindakan saya.

      13. Saya merasa cepat bosan dan jenuh dalam melakukan sesuatu.

      14. Saya lebih mengutamakan belajar dan hal-hal penting lainnya dari pada nonton televisi, main game atau mengobrol.

      15. Saya tidak suka mengulur-ulur waktu dalam mengerjakan pekerjaan.

      16. Ketika terjadi situasi yang sangat kacau dan menimbulkan kepanikan, saya akan tetap tenang.

      Memotivasi Diri

      17. Bila gagal dalam suatu hal, saya menjadi sangat sedih dan langsung putus asa.

      18. Bagi saya hambatan adalah suatu cara untuk membuat saya lebih bekerja keras.

      19. Saya senang menghadapi tantangan.

      20. Saya malas ketika harus mengerjakan tugas dan PR yang rumit dari guru.

      21. Saya dipengaruhi perasaan takut gagal, dan tidak pernah punya harapan untuk berhasil atau sukses.

      22. Saya selalu merenungkan setiap kesalahan yang saya perbuat, dan berjanji untuk memperbaiki diri.

      23. Saya tidak suka mengikuti suatu perlombaan atau pertandingan, karena saya rasa saya akan kalah.

      24. Saya punya cita-cita yang ingin saya wujudkan, sehingga saya belajar dengan baik.

      Empati musibah, saya turut merasakan penderitaan mereka.

      26. Saya merasa teman-teman saya menjauhi saya.

      27. Saya kesulitan memahami cara berpikir orang lain.

      28. Saya memiliki banyak teman dari berbagai latar belakang suku dan agama.

      29. Saya sulit bergaul dengan orang yang baru saya kenal.

      30. Teman-teman saya suka curhat kepada saya.

      31. Saya tahu perasaan teman-teman saya kepada saya, ketika suka atau tidak suka kepada saya.

      32. Saya selalu memahami kesulitan dan masalah teman-teman saya.

      Ketrampilan Sosial

      33. Saya pernah menjadi pengurus suatu organisasi.

      34. Saya senang mengikuti organisasi.

      35. Saya lebih senang menyendiri dari pada bergabung dengan teman-teman yang lain.

      36. Saya mudah menyesuaikan diri dengan orang lain.

      37. Saya tidak punya sahabat dekat.

      38. Ketika saya mempunyai masalah pribadi, saya menjadi malas berbicara dan bergaul dengan teman-teman saya.

      39. Ide-ide yang saya dapat ketika berdiskusi dalam suatu kelompok, tidak saya ungkapkan karena tidak tahu cara mengungkapkannya.

    Bagian 2. Suasana Belajar Dalam Keluarga No STS TS S SS Pernyataan Keadaan Sosial Ekonomi Keluarga

      1. Saya memiliki buku pegangan untuk setiap mata pelajaran di sekolah.

      2. Alat tulis yang saya miliki kurang lengkap.

      3. Saya mempunyai ruang belajar yang nyaman di rumah.

      4. Saya mempunyai meja dan kursi belajar di rumah.

      5. Saya mempunyai rak dan lemari buku di rumah, agar buku-buku saya menjadi lebih teratur dan mudah dicari.

      6. Pencahayaan di ruang belajar saya kurang baik.

      7. Sirkulasi udara di ruang belajar saya baik.

      8. Saya menggunakan alat-alat elektronik (komputer, laptop, kalkulator) yang membantu saya belajar lebih efektif.

      9. Saya sering meminjam alat-alat belajar dari teman, karena orangtua saya tidak memenuhi keperluan belajar saya.

      10. Keluarga saya berlangganan Koran/majalah yang menambah pengetahuan saya.

      Suasana Keluarga rumah sangat tenang, sehingga saya dapat konsentrasi untuk belajar.

      12. Biasanya dalam keluarga saya, televisi selalu dimatikan pada jam belajar.

      13. Semua anggota keluarga akan bersedia membantu jika saya kesulitan dalam pelajaran.

      14. Saya sangat senang belajar di rumah.

      15. Suasana yang akrab dan menyenangkan dalam keluarga membuat saya makin semangat belajar.

      16. Kebiasaan saudara-saudara saya dalam keluarga yang rajin belajar membuat saya juga jadi rajin belajar.

      17. Perilaku saudara yang suka mengganggu saya ketika belajar, membuat saya malas belajar dan konsentrasi saya buyar.

      18. Ketika saya belajar rumah kami sangat gaduh dan ramai.

      19. Saya menjadi malas belajar ketika mendengar ayah dan ibu saya bertengkar.

      20. Saya merasa terbantu dalam belajar dengan adanya jadwal belajar tetap di rumah.

      Sikap dan kebiasaan-kebiasaan orangtua

      21. Orangtua saya selalu mendorong saya untuk tidak putus asa ketika

      22. Orangtua saya menyadarkan pentingnya belajar untuk masa depan saya.

      23. Ketika saya mengalami kesulitan atau masalah dalam belajar, orang tua saya selalu membantu.

      24. Orangtua saya selalu menanyakan hasil ulangan saya

      25. Perhatian orangtua membuat saya lebih semangat belajar.

      26. Orangtua saya selalu memuji saya jika saya memperoleh prestasi atau nilai yang bagus di sekolah.

      27. Orangtua saya selalu mengingatkan saya untuk belajar.

      28. Orangtua saya tidak peduli dengan urusan sekolah saya dan lebih mementingkan urusan lain.

      29. Orangtua saya membuat jadwal belajar untuk saya, sehingga saya merasa terbantu dan semangat belajar di rumah.

      30. Orangtua saya selalu menemani saya belajar.

    LAMPIRAN II TES HASIL BELAJAR MATEMATIKA

    TES HASIL BELAJAR MATEMATIKA

      

    HUBUNGAN ANTARA KECERDASAN EMOSI DAN SUASANA

    BELAJAR DALAM KELUARGA TERHADAP HASIL BELAJAR

    MATEMATIKA SISWA KELAS VII SMP BOPKRI 2 YOGYAKARTA

    Dibuat dalam rangka penyusunan skripsi

      

    Peneliti :

    Adina Br Depari

    NIM : 081414041

      

    PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA

    JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

    FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

    UNIVERSITAS SANATA DHARMA

    YOGYAKARTA

    LEMBAR SOAL

    • – 5 b.
    • – 2 c.
    • – 1
    • – 4 x ( -5 ) x (- 2) = ……… a.
    • – 31 b.
    • – 20

      a.

      c.

      7. Hasil dari a.

      b.

      c.

      8. Nyatakan bilangan sebagai bilangan desimal.

      9. Nyatakan bilangan dalam bentuk persen.

      d.

      6. Bentuk sederhana dari a.

      a.

      b.

      c.

      d.

      10. Nilai 8% dari 6000 adalah…

      b.

      c.

      A. Kerjakanlah soal-soal berikut di lembar jawaban yang disediakan, dengan memberi tanda silang (X) pada jawaban anda

    B. Silahkan dikerjakan sendiri, dilarang membuka buku dan segala tindakan yang

    tidak jujur.

      3. Hasil dari ( 4 ³ : 4 ² ) = a. 16

      C. Kumpulkan lembar soal, lembar jawaban dan kertas buram.

      Pertanyaan : 1.

      a.

      d. 0 2. (- 3)²

      c. 25

      d. 49

      b. 64

      b.

      c. 256

      d. 625 4. Urutkan pecahan dari yang terbesar ke urutan terkecil.

      a.

      c.

      b.

      d.

      5. Nilai dari a.

    b. 0,6 c.

    11. Luas lapangan basket adalah 120 m², jika lebarnya 10 m, maka panjang lapangan basket tersebut adalah….

      a. 1200 m b. 10 m c. 12 m

      d. 1,20 m

      12. Koefesien dari x pada bentuk aljabar adalah…… a. 2 b.

      

    c. 16

    d.

    • – 8 – 16 13.

      Bentuk aljabar berikut yang terdiri dari tiga suku adalah…… a.

      c. ab – pq b.

      d.

      3ab – 3cd

      14. Suku yang sejenis dari adalah… a.

      c. dan dan b. dan d. dan

    15. Hasil dari 7

      p x ( - 3 pq) x (- 2qr ) = …….

      a.

      b.

      c. 42 pqr

      d. 42 p²q²r

    • – 42 pqr – 42 p²q²r

    16. Bentuk paling sederhana dari 3 ( 2x – 4y) – 5 ( 2x + 3y) adalah….

      a. 4 x + 27y

      c. 4 x - 27y

      b. - 4 x + 27y

       d. - 4x - 27y

      

    17. Intan pergi ke pasar untuk membeli buah-buahan. Jika harga sebuah jeruk

    Rp.1.500,00 dan harga sebuah apel Rp.4.500,00, berapakah uang yang harus dibayar Intan untuk membeli lima buah jeruk dan tiga buah apel?

      a. Rp. 6.000,00

      c. Rp.48.000,00

      b. Rp.21.000,00

      d. Rp.27.000,00

      

    18. Mita mendapat penghasilan kotor Rp.3.000.000,00 dan penghasilan tidak kena

    pajak Rp.400.000,00. Jika besar pajak penghasilan (PPh) 10% dari penghasilan bersih, maka besar gaji yang diterima Mita adalah….

      a. Rp. 2.240.000,00

      c. Rp. 2.740.000,00

      b. Rp. 2.500.000,00

      d. Rp. 3.000.000,00

    19. Penyelesaian dari a.

    b. 1 c.

      d.

    • – 1

      20. Penyelesaian dari adalah….

      a.

      b.

      c.

      d.

      21. Penyelesaian dari 8 x + 2 > 3x + 3 adalah….

      a.

      b.

      d.

    x > x > x >

      c. x >

      22. Penyelesaian dari ( x + 1) ( 3 x + 6 ) adalah….

      a.

      b.

      c.

      d.

    x x x x

      

    23. Keliling suatu kebun yang berbentuk persegi panjang adalah 90 cm. Jika

    panjang kebun tersebut 5 cm lebih dari lebarnya, maka lebar kebun tersebut adalah…..

      a. 20

      b. 25

      

    c. 30

      d. 35

      24. Suatu persegi panjang berukuran panjang = ( x + 3) cm dan lebar 6 cm. Jika luas persegi panjang tersebut kurang dari 48 , maka nilai x adalah…….

      a. x < 5 c.

    • – 3 < x < 5

      b. x < 11

      d. 3 < x < 11

    • 25. Seorang pedagang tas menjual sebuah tas dengan harga Rp.75.000,00. Dari

      penjualan itu ia memperoleh untung 20%. Maka harga pembelian awal tas tersebut oleh pedagang adalah…..

      c. Rp. 60.000,00

      c. Rp.75.000,00

      d. Rp.70.000,00

      d. Rp.100.000,00

      

    26. Seorang peternak bebek memiliki persediaan makanan untuk 1.000 ekor bebek

    selama 2 minggu. Jika ia menambah 400 ekor bebek lagi, maka persediaan makanan itu akan habis dalam waktu….

      a. 9 hari

      b. 10 hari

      c. 11 hari

      d. 12 hari

    27. Diantara kumpulan-kumpulan berikut, yang merupakan himpunan adalah...

      a. Kumpulan bunga-bunga yang indah

      b. Kumpulan Bilangan kecil

      c. Kumpulan bilangan asli antara 3 dan 20

      d. Kumpulan siswa yang tinggi 28. {2, 3, 5, 7, 11, 13} dapat dinyatakan dengan notasi pembentuk himpunan berikut ini…

      a. { x | x

      b. { x | x

      c. { x | x

      d. { x | x

    29. Diketahui

       C = {m, e, n, g, h, i, a, s}. dari himpunan-himpunan berikut : 1) V= { s, i, a, r} 2) W = { n, i, a, s}

    3) X = { s, i, a, n, g } Yang merupakan himpunan bagian dari himpunan C adalah….

      a. 1) dan 2)

      c. 2) dan 3)

      30. Ditentukan : P = Himpunan lima bilangan prima yang pertama Q = Himpunan tujuh bilangan cacah yang pertama P

      ∩ Q adalah……

      a. {1,2,3,5}

      b. {1,3,5,7}

      c. {1,3,5} d. { 2,3,5}

      

    31. Apabila A = {bilangan cacah}, B={bilangan genap}, maka dapat ditunjukkan

    dengan diagram Venn… a.

      c.

      S S A B A B b.

      d.

      S S B A A B

      32. Dari sekelompok anak, terdapat 12 anak yang gemar bernyanyi, 15 anak

    gemar menari, 7 anak gemar keduanya. Banyak anak dalam kelompok itu

    adalah…

      a. 17 anak

      b. 20 anak

      c. 27 anak

      d. 34 anak 33. Besar sudut yang dibentuk jarum jam pada pukul 04.00 sama dengan….

      a. sudut satu putaran penuh

      c. sudut satu putaran penuh

      b. sudut satu putaran penuh

      d. sudut satu putaran penuh

    34. Berdasarkan gambar dibawah ini, sudut- sudut dalam berseberangan adalah…..

      1

    2 A

      4

      3

      2

    1 B

      a.

      c. A1 dan B3 A4 dan B2 b.

      d. A4 dan B1 A3 dan B3

    35. Pada layang-layang PQRS di bawah ini, besar SPR = 30˚ dan QSR = 40˚.

      Tentukanlah besar PQR. 40 S ˚

      R P 30

    ˚

      Q

      a. 70

      b. 80

      c. 100

      d. 110 ˚ ˚ ˚ ˚

      36. Trapesium PQRS berikut siku-siku di S. Jika panjang PQ = 10 cm, SR = 15

    cm, PS = 12 cm, dan QR = 13 cm, maka luas trapesium tersebut adalah…

    P Q

      10 cm 13 cm

      13 cm S R

      15 cm

      a. 150 cm²

      b. 162,5 cm²

      c. 300 cm²

      d. 325 cm² 37. Keliling sebuah persegi adalah 44 cm. Maka luas persegi tersebut adalah…

      a. 1936 cm²

      b. 121 cm²

      c. 11 cm²

      d. 40 cm²

      38. Luas sebuah segitiga adalah 135 cm² dan alasnya 18 cm. Tinggi segitiga itu adalah…… a. 7,5 cm

      b. 15 cm

      c. 18 cm

      d. 22,5 cm

      39. Pada segitiga ABC di bawah ini, besar B = 36˚, maka besar C =…… C

      36 A ˚

      B

      b. 44

      b. 54

      c. 64

      d. 126 ˚ ˚ ˚ ˚

      40. Tiga buah garis yang berukuran berikut ini dapat membentuk segitiga siku- siku, yaitu ……

      a. 3 cm, 4 cm, dan 5 cm

      c. 10 cm, 6 cm, dan 3 cm

      b. 12 cm, 8 cm, dan 15 cm

      d. 2 cm, 3 cm, dan 4 cm

      LAMPIRAN III KUNCI JAWABAN TES HASIL BELAJAR MATEMATIKA a. Lembar Jawaban Tes Hasil Belajar Matematika b. Kunci Jawaban Tes Hasil Belajar Matematika

      112

      22. C

      38. B 39. B

      36. A 37. B

      35. C

      33. C 34. C

      30. D 31. C 32. B

      28. D 29. C

      27. C

      25. A 26. B

      23. A 24. A

      20. C 21. C

      1. D

      18. C 19. A

      16. D 17. B

      15. D

      13. B 14. C

      10. B 11. C 12. C

      8. B 9. A

      7. C

      5. C 6. A

      3. C 4. D

      2. A

      40. C KUNCI JAWABAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA

      

    KUNCI JAWABAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA :

    1.

      Penyelesaian : Jawaban : D 2.

      Penyelesaian : Jawaban : A

      3. Hasil dari Penyelesaian :

      Jawaban : C 4. Urutkan pecahan dari yang terbesar ke urutan terkecil.

      Penyelesaian : Kelipatan persekutuan penyebut ketiga bilangan adalah 42 Dari perkalian diatas diperoleh :

      Jawaban : D

      5. Nilai dari

      Jawaban : C

      6. Bentuk sederhana dari Penyelesaian :

      Jawaban : A

      7. Hasil dari Penyelesaian :

      Jawaban : C 8. Nyatakan bilangan sebagai bilangan desimal.

      Penyelesaian : Jawaban : B

      9. Nyatakan bilangan dalam bentuk persen Penyelesaian :

      Jawaban : A

      10. Nilai 8% dari 6000 adalah… Penyelesaian :

      Jawaban : B

      

    11. Luas lapangan basket adalah 120 m², jika lebarnya 10 m, maka panjang

    lapangan basket tersebut adalah….

      Penyelesaian : L = panjang x lebar 120 = panjang x 10 panjang

      Jawaban : C

      12. Koefesien dari x pada bentuk aljabar adalah…… Penyelesaian :

      Jawaban : D Koefesien dari x adalah 13.

      Bentuk aljabar berikut yang terdiri dari tiga suku adalah…… Penyelesaian :

      Jawaban : B

      14. Suku yang sejenis dari adalah… Penyelesaian : dan

      Jawaban : C

      15. Hasil dari 7 p x ( - 3 pq) x (- 2qr ) = …….

      Penyelesaian : 7 p x ( - 3 pq) x (- 2qr) = (- 21p²q )( -2qr )

      Jawaban : D = 42p²q²r

      Penyelesaian : 3 ( 2x

    • – 4y) – 5 ( 2x + 3y) = (6x – 12y) – (10x + 15y)

      = 6x – 12y – 10x – 15y

      = Jawaban : D

      – 4x – 27y

      

    17. Intan pergi ke pasar untuk membeli buah-buahan. Jika harga sebuah jeruk

    Rp.1.500,00 dan harga sebuah apel Rp.4.500,00, berapakah uang yang harus dibayar Intan untuk membeli lima buah jeruk dan tiga buah apel?

      Penyelesaian : Misalnya : Jeruk = x

      Apel = y Maka persamaan menjadi 5x + 3y = 5(1500) + 3(4500) = 7500 + 13500 = 21.000 Jawaban : B

      

    18. Mita mendapat penghasilan kotor Rp.3.000.000,00 dan penghasilan tidak kena

    pajak Rp.400.000,00. Jika besar pajak penghasilan (PPh) 10% dari penghasilan bersih , maka besar gaji yang diterima Mita adalah….

      Penyelesaian : Besar penghasilan kotor = Rp.3.000.000,00 Penghasilan tidak kena pajak = Rp.400.000,00 (PPh) 10% Penghasilan kena pajak = Penghasilan kotor

    • – Penghasilan tidak kena pajak = Rp.3.000.000,00
    • – Rp.400.000,00 = Rp.2.600.000,00 Besar pajak penghasilan = 10% x Penghasilan kena pajak =

      2.600.000

      = 260.000

      Maka besar gaji yang diterima Mita = Penghasilan kotor - Besar pajak penghasilan

      = Rp.2.740.000,000 Jawaban : C

      19. Penyelesaian dari Penyelesaian :

      Jawaban : B

      20. Penyelesaian dari adalah….

      Penyelesaian : Jawaban : C

      21. Penyelesaian dari 8 x + 2 > 3x + 3 adalah….

      Penyelesaian : 8 x + 2 > 3x + 3

      5 x > 1 x >

      Jawaban : C

      22. Penyelesaian dari ( x + 1) ( 3 x + 6 ) adalah….

      Penyelesaian : ( x + 1) ( 3 x + 6 ) Jawaban : A

      

    23. Keliling suatu kebun yang berbentuk persegi panjang adalah 90 cm. Jika

    panjang kebun tersebut 5 cm lebih dari lebarnya, maka lebar kebun tersebut adalah…..

      Penyelesaian : Diket : K = 90 cm p = 5 cm lebih panjang dari lebarnya Ditanya : lebar? Jawab : Misalkan

      : l = x Maka p = ( 5 + x ) K = 2 (p + l) 90 = 2 ((5 + x )+x)) 90 = 10 + 4x x = 20

       Jawaban : A

    24. Suatu persegi panjang diketahui memiliki panjang ( x + 3) cm dan lebar 6 cm.

      Jika luas persegi panjang tersebut kurang dari 48 , maka nilai x adalah…….

      Penyelesaian : Diket : p = ( x + 3 ) cm Jawab : l = 6 cm L = panjang x lebar L < 48cm² 48 < ( x + 3 )6

      Ditanya : nilai x ? 48 < 6x + 18 6x < 30

    • -3 < x < 5 Jawaban : C

      

    25. Seorang pedagang tas menjual sebuah tas dengan harga Rp.75.000,00. Dari

    penjualan tersebut ia memperoleh untung sebesar 20%. Tentukan harga pembelian awal tas tersebut oleh si pedagang.

      Diket : Untung = 20% Misal. Pembelian = 100% Maka Penjualan = 100% + 20% = 120% Karena yang diketahui harga penjualan, maka : Untung ( Rupiah) =

      = = = Harga Pembelian = Penjualan

    • – Untung = = Jawaban : A

      26. Seorang peternak bebek memiliki persediaan makanan untuk 1.000 ekor bebek

    selama 14 hari. Jika ia menambah 400 ekor bebek lagi, maka persediaan

    makanan itu akan habis dalam waktu….

       Penyelesaian : 1000 --------------- 14 hari 1400 --------------- x hari Maka 1000 x 14 = 1400 x

       14.000 = 1400 x x =

    Jadi untuk 1400 ekor bebek, persediaan makanan akan habis dalam waktu 10

    hari.

      Jawaban : B 27. Diantara kumpulan-kumpulan berikut, yang merupakan himpunan adalah...

       Penyelesaian :

    Kumpulan bilangan asli antara 3 dan 20 Jawaban : C

      

    28. {2,3,5,7,11,13}, dapat dinyatakan dengan notasi pembentuk himpunan berikut

    Penyelesaian : {2,3,5,7,11,13} adalah himpunan bilangan prima yang kurang dari 15.

      Maka dapat dinyatakan dengan notasi pembentuk himpunan berikut : { x | x Jawaban : D

      29. Diketahui C = {m, e, n, g, h, i, a, s} dari himpunan-himpunan berikut : 1) V= { s, i, a, r}

      2) W = { n, i, a, s} 3) X = { s, i, a, n, g } Yang merupakan himpunan bagian dari himpunan C adalah….

      2). W = { n, i, a, s} dan 3). X = { s, i, a, n, g }

    1) V = { s, i, a, r } bukan himpunan bagian dari himpunan C, karena ada

    anggota V yang bukan anggota C, yaitu unsur r.

      Jawaban : C

      30. Ditentukan : P = Himpunan lima bilangan prima yang pertama Q = Himpunan tujuh bilangan cacah yang pertama P

      ∩ Q adalah…… Penyelesaian :

      P = { 2,3,5,7,11} Q = {0,1,2,3,4,5,6,} Maka P

      Jawaban : D ∩ Q = { 2,3,5}

      31. Apabila A = {bilangan cacah}, B={bilangan genap}, maka dapat ditunjukkan dengan diagram Venn… a.

      S A

      Jawaban : A

      

    32. Dari sekelompok anak, terdapat 12 anak yang gemar bernyanyi, 15 anak

    gemar menari, 7 anak gemar bernyanyi dan gemar menari. Banyak anak dalam kelompok itu adalah… Penyelesaian : Anak yang hanya suka bernyanyi : 12

    • – 7 = 5 orang Anak yang hanya suka menari : 15
    • – 7 = 8 orang Anak yang suka bernyanyi dan menari : 7 orang Maka banyak anak dalam kelompok tersebut = 5 + 8 + 7 = 20 orang Jawaban : B 33.

      Besar sudut yang dibentuk jarum jam pada pukul 04.00 sama dengan….

      Penyelesaian : Satu putaran penuh = 360 ˚ Maka sudut satu putaran penuh Jawaban : C

    34. Berdasarkan gambar dibawah ini, sudut- sudut dalam berseberangan adalah…..

      1

    2 A

      4

      3

      2

      1 B

      4

      3 Penyelesaian : Sudut yang dalam berseberangan adalah A4 dan B2

    35. Pada layang-layang PQRS di bawah ini, besar SPR = 30˚ dan QSR = 40˚.

      Tentukanlah besar PQR. 40 S ˚ 30

    ˚

      R P Q Penyelesaian :

      SPR = 30˚ QSR = 40˚ Maka PQR.= (180˚ - (30˚ + 90˚)) + 40˚

      = (180 ˚ - 120˚) + 40˚ = 100

      Jawaban : C ˚

      36. Trapesium PQRS berikut siku-siku di S. Jika panjang PQ = 10 cm, SR = 15 cm, PS = 12 cm, dan QR = 13 cm, maka luas trapesium tersebut adalah… P Q

      10 cm 13 cm 13 cm S R

      15 cm Penyelesaian :

      Diket : panjang PQ = 10 cm, SR = 15 cm, PS = 12 cm, dan QR = 13 cm Ditanya : Luas Trapesium Jawab : Dengan cara menghitung luas segitiga dan luas persegi : a² + b² = c² 12² + b² = 13² 144 + b² = 169

      b = 5 cm Luas Segitiga = alas x tinggi. Luas Persegipanjang =

      = x 5 x 12 = = 30 = 120 cm² Maka luas trapesium = 30 + 120 = 150 cm²

      Jawaban : A 37.

      Keliling sebuah persegi adalah 44 cm. Maka luas persegi tersebut adalah… Penyelesaian : K = 4 x sisi L = sisi x sisi 44 = 4 x sisi L = 11 x 11

    Sisi = 11 cm L = 121 cm² Jawaban : B

      38. Luas sebuah segitiga adalah 135 cm² dan alasnya 18 cm. Tinggi segitiga itu adalah…… Penyelesaian :

      Luas Segitiga = alas x tinggi 135 = x 18 x t 135 = 9t t = 15 cm Jawaban : B

      39. Pada segitiga ABC di bawah ini, besar B = 36˚, maka besar C =…… C A

      36 ˚ B Penyelesaian :

      A + B + C = 180˚

    • C = 180˚ C = 180˚ - 126˚ = 54˚

      Jawaban : B

      40. Tiga buah garis yang berukuran berikut ini dapat membentuk segitiga siku- siku yaitu 3,4,5 Jawaban : A

    LAMPIRAN IV

      

    SKOR VARIABEL , ,

    a. Skor Antar Variabel b.

      ) Skor Penelitian Kecerdasan Emosi ( c.

      ) Skor Penelitian Suasana Belajar Dalam Keluarga ( d. Skor Penelitian Hasil Belajar Matematika Siswa (Y)

      126

    a. Skor Antar Variabel No.

      X1 X2 Y X 1 ² X2² Y²

    X1X2

    X1Y

      3

      76 24 9409 5776

      88

      70 9 7744 4900

      81 6160 792 630

      12 102

      88 30 10404 7744

      900 8976 3060 2640

      13

      97

      576 7372 2328 1824

      484 6528 2112 1496

      14 111

      84 20 12321 7056

      400 9324 2220 1680

      15

      90

      72 15 8100 5184

      225 6480 1350 1080

      2 118

      1 102 100 34 10404 10000 1156 10200 3468 3400

      11

      68 22 9216 4624

      96

      83 36 13225 6889 1296 9545 4140 2988

      81 25 9216 6561

      625 7776 2400 2025 4 118 101

      23 13924 10201

      529 11918 2714 2323

      5

      99

      88 24 9801 7744 576 8712 2376 2112

      6 115

      7 118

      96

      80 29 13924 6400

      841 9440 3422 2320

      8 102

      81 18 10404 6561

      324 8262 1836 1458

      9 108

      82 24 11664 6724

      576 8856 2592 1968

      82 26 13924 6724 676 9676 3068 2132

      10

      127

    b. Skor Penelitian Kecerdasan Emosi ( ) Nomor Subjek Item

      2

      4

      3

      1

      24

      3

      4

      3

      3

      3

      4

      3

      3

      3

      1

      3

      2

      3

      2

      3

      3

      3

      3

      3

      23

      3

      3

      2

      4

      2

      4

      3

      3

      3

      3

      3

      4

      3

      3

      3

      3

      3

      3

      3

      3

      26

      3

      2

      2

      3

      3

      2

      3

      3

      3

      3

      25

      3

      4

      3

      3

      2

      3

      4

      3

      3

      1

      3

      3

      3

      3

      3

      3

      3

      4

      3

      2

      3

      4

      2

      2

      3

      2

      3

      20

      3

      2

      3

      3

      3

      2

      4

      4

      2

      4

      3

      3

      3

      3

      4

      3

      3

      3

      2

      19

      3

      4

      3

      3

      22

      1

      2

      3

      2

      3

      3

      3

      2

      4

      3

      3

      3

      3

      3

      2

      3

      2

      3

      3

      2

      1

      1

      2

      2

      3

      4

      21

      3

      4

      2

      3

      3

      27

      2

      4

      3

      3

      3

      33

      1

      1

      1

      2

      3

      3

      3

      3

      2

      3

      2

      2

      3

      2

      3

      3

      2

      3

      3

      32

      3

      3

      3

      3

      2

      3

      3

      3

      3

      3

      3

      3

      2

      2

      2

      3

      3

      3

      3

      3

      35

      1

      1

      3

      2

      3

      1

      3

      1

      1

      3

      34

      2

      2

      2

      3

      3

      3

      3

      3

      3

      1

      2

      3

      2

      2

      3

      2

      3

      3

      3

      3

      3

      2

      2

      2

      3

      4

      2

      29

      2

      2

      2

      3

      3

      3

      3

      2

      3

      2

      3

      3

      3

      2

      4

      2

      3

      2

      3

      28

      3

      3

      2

      3

      31

      3

      3

      3

      2

      3

      2

      3

      3

      3

      3

      4

      3

      3

      3

      3

      3

      3

      3

      3

      2

      2

      2

      2

      2

      2

      3

      30

      2

      2

      3

      3

      3

      2

      3

      3

      3

      3

      2

      6

      2

      3

      3

      3

      3

      2

      3

      3

      4

      1

      2

      3

      2

      3

      4

      3

      2

      1

      2

      5

      2

      3

      3

      3

      3

      4

      3

      2

      4

      2

      3

      4

      2

      2

      2

      2

      2

      1

      3

      2

      8

      1

      2

      1

      2

      2

      2

      3

      2

      4

      3

      7

      3

      3

      2

      4

      2

      3

      3

      3

      2

      4

      3

      3

      3

      2

      1

      3

      3

      3

      3

      3

      3

      3

      2

      3

      3

      3

      3

      2

      2

      3

      2

      3

      3

      2

      10

      4

      5

      6

      

    7

      8

      9

      11

      3

      12

      13

      14

      15

      1

      2

      2

      3

      2

      4

      4

      3

      2

      3

      3

      3

      2

      1

      4

      1

      3

      2

      3

      3

      2

      3

      2

      2

      2

      2

      2

      2

      3

      3

      2

      2

      3

      3

      4

      3

      3

      3

      9

      3

      1

      2

      3

      3

      15

      3

      3

      3

      2

      2

      3

      3

      3

      3

      1

      2

      3

      2

      2

      3

      1

      2

      2

      2

      14

      2

      2

      1

      2

      2

      2

      3

      3

      3

      3

      3

      1

      3

      3

      2

      4

      3

      4

      3

      3

      17

      4

      2

      3

      2

      3

      3

      3

      3

      2

      3

      16

      2

      3

      2

      3

      2

      3

      2

      3

      3

      1

      2

      2

      2

      3

      2

      3

      2

      2

      3

      2

      2

      1

      3

      3

      3

      3

      2

      11

      2

      2

      2

      1

      1

      2

      4

      2

      3

      3

      3

      2

      3

      2

      1

      3

      3

      3

      1

      10

      2

      2

      1

      2

      13

      3

      2

      3

      2

      3

      2

      3

      3

      2

      2

      2

      3

      2

      3

      3

      3

      3

      1

      2

      3

      4

      2

      1

      2

      1

      4

      12

      2

      4

      3

      3

      3

      18

      128

      37

      3

      4

      2

      3

      2

      3

      3

      2

      3

      3

      2

      3

      3

      3

      3

      38

      2

      2

      2

      3

      2

      1

      3

      2

      3

      3

      2

      1

      3

      3

      2

      39

      2

      2

      2

      3

      2

      3

      3

      2

      2

      1

      1

      3

      2

      3

      2

      40

      2

      4

      2

      2

      2

      3

      3

      2

      2

      3

      2

      3

      2

      2

      1 102 118 96 118 99 115 118 102 108

      96 88 102 97 111

      90 Jumlah

      

    Rata-rata 2,6 2,95 2,4 2,95 2,5 2,9 2,95 2,6 2,7 2,4 2,2 2,6 2,43 2,78 2,25

      129

    c. Skor Penelitian Suasana Belajar Dalam Keluarga ( ) Nomor Subjek Item

      2

      3

      3

      4

      2

      3

      3

      3

      3

      3

      3

      4

      3

      3

      21

      3

      3

      3

      2

      3

      2

      2

      3

      3

      3

      3

      3

      4

      2

      3

      22

      3

      23

      2

      3

      2

      2

      3

      2

      2

      3

      3

      3

      3

      2

      4

      3

      3

      3

      3

      3

      2

      2

      2

      3

      2

      3

      3

      3

      2

      3

      3

      20

      2

      4

      4

      3

      2

      2

      3

      3

      3

      3

      3

      3

      4

      3

      3

      17

      18

      2

      3

      3

      3

      2

      4

      3

      3

      3

      3

      3

      3

      2

      2

      3

      1

      4

      1

      2

      1

      2

      3

      3

      3

      2

      1

      3

      3

      3

      3

      19

      3

      3

      3

      3

      3

      2

      3

      3

      2

      3

      3

      3

      4

      3

      3

      24

      4

      29

      1

      3

      1

      2

      2

      2

      2

      2

      3

      3

      3

      2

      4

      2

      1

      2

      2

      3

      2

      3

      3

      2

      2

      3

      3

      3

      3

      3

      2

      30

      28

      82 81 101

      2,5 2,05 2,03 2,53 2,2 2,08 2 2,03 2,05 1,7 1,75 2,2 1,9 2,1 1,8

      rata

      72 Rata-

      84

      76

      88

      70

      68

      82

      81

      80

      83

      88

      3 Jumlah 100

      4

      2

      2

      3

      2

      1

      3

      2

      2

      3

      2

      3

      3

      2

      4

      2

      3

      25

      3

      3

      2

      1

      3

      3

      2

      3

      3

      3

      3

      2

      4

      2

      2

      3

      2

      3

      2

      2

      2

      2

      2

      3

      3

      3

      3

      3

      3

      26

      3

      27

      1

      3

      2

      3

      2

      1

      2

      2

      3

      3

      3

      2

      4

      2

      4

      3

      2

      3

      2

      3

      3

      2

      2

      3

      3

      3

      3

      3

      3

      16

      3

      2

      3

      3

      3

      3

      1

      3

      3

      3

      3

      3

      4

      3

      2

      6

      5

      3

      3

      3

      2

      3

      1

      2

      3

      3

      2

      3

      4

      2

      3

      3

      2

      3

      3

      3

      3

      1

      2

      3

      3

      3

      4

      3

      2

      3

      7

      3

      3

      3

      3

      4

      3

      1

      3

      3

      3

      3

      2

      3

      2

      2

      3

      8

      2

      2

      1

      3

      3

      3

      4

      3

      3

      4

      2

      4

      4

      2

      3

      3

      1

      15

      14

      13

      12

      11

      10

      9

      8

      7

      6

      5

      4

      2

      3

      4

      3

      2

      2

      3

      3

      3

      1

      3

      3

      3

      3

      3

      4

      3

      3

      3

      3

      3

      3

      3

      3

      3

      1

      3

      3

      3

      3

      2

      3

      3

      3

      1

      3

      4

      3

      3

      3

      3

      3

      3

      3

      3

      3

      3

      2

      3

      13

      14

      2

      3

      3

      3

      2

      3

      2

      3

      3

      3

      3

      4

      3

      3

      3

      4

      3

      3

      3

      4

      2

      4

      3

      3

      3

      3

      3

      4

      3

      3

      15

      2

      3

      3

      3

      3

      2

      4

      3

      3

      3

      3

      3

      3

      3

      3

      12

      3

      4

      3

      3

      4

      3

      2

      3

      3

      3

      3

      2

      3

      3

      3

      9

      10

      3

      4

      2

      3

      3

      1

      3

      3

      3

      3

      3

      4

      3

      3

      3

      2

      3

      3

      3

      2

      2

      2

      3

      3

      2

      2

      3

      3

      3

      3

      11

      3

      3

      2

      1

      2

      3

      2

      2

      3

      3

      3

      3

      3

      2

      2

      130

    d. Skor Penelitian Hasil Belajar Matematika Siswa (Y) Nomor

      1

      1

      22

      1

      1

      1

      1

      1

      1

      1

      1

      1

      1

      1

      1

      1

      21

      1

      1

      1

      1

      1

      1

      1

      1

      1

      1

      1

      1

      1

      1

      1

      1

      1

      1

      23

      1

      1

      1

      1

      1

      1

      1

      1

      1

      1

      1

      1

      1

      1

      1

      1

      1

      1

      1

      1

      1

      17

      1

      1

      1

      1

      1

      1

      1

      16

      1

      1

      1

      1

      1

      1

      1

      19

      1

      1

      1

      20

      1

      1

      1

      1

      1

      1

      1

      1

      1

      1

      1

      1

      1

      1

      1

      1

      18

      1

      1

      1

      1

      1

      1

      32

      1

      1

      1

      31

      1

      1

      1

      1

      1

      30

      1

      1

      1

      1

      1

      1

      1

      1

      1

      1

      1

      1

      1

      1

      1

      36

      1

      35

      1

      1

      1

      1

      34

      1

      1

      1

      1

      1

      33

      1

      1

      1

      1

      1

      1

      1

      1

      1

      1

      1

      1

      1

      25

      1

      1

      1

      1

      1

      1

      1

      1

      1

      1

      1

      1

      24

      1

      26

      29

      1

      1

      1

      1

      1

      28

      1

      1

      1

      1

      1

      1

      1

      1

      1

      1

      1

      27

      1

      1

      1

      1

      1

      1

      2

      1

      1

      5

      1

      1

      1

      1

      1

      1

      1

      1

      1

      1

      1

      1

      4

      1

      1

      1

      1

      1

      1

      1

      1

      1

      1

      1

      1

      1

      1

      1

      1

      1

      1

      1

      1

      1

      1

      1

      6

      1

      1

      1

      1

      1

      1

      1

      1

      1

      13

      1

      1

      1

      1

      1

      1

      1

      15

      14

      12

      1

      11

      10

      9

      8

      

    7

      6

      5

      4

      3

      1

      1

      1

      1

      1

      1

      1

      1

      1

      3

      1

      1

      1

      1

      1

      1

      1

      1

      1

      1

      1

      1

      2

      1

      1

      7

      1

      Subjek Soal

      1

      1

      1

      1

      1

      1

      1

      1

      1

      1

      12

      1

      1

      1

      1

      1

      1

      1

      1

      1

      1

      13

      1

      1

      1

      15

      1

      1

      1

      1

      1

      1

      1

      1

      1

      1

      1

      1

      1

      14

      1

      1

      1

      1

      1

      1

      11

      1

      1

      8

      1

      1

      1

      1

      1

      1

      1

      1

      1

      1

      1

      1

      1

      1

      1

      1

      1

      1

      1

      1

      1

      1

      1

      10

      1

      1

      1

      1

      1

      1

      1

      1

      1

      1

      9

      1

      1

      1

      1

      1

      1

      1

      1

      1

      1

      1

      131

      18

      26

      25

      23

      24

      36

      29

      24

      1 Jumlah

      22

      9

      30

      24

      20

      15 Rata-

      rata

      34

      1

      38

      1

      1

      1

      1

      1

      39

      1

      1

      1

      1

      1

      1

      40

      1

      1

      1

      0,85 0,65 0,63 0,58 0,6 0,9 0,73 0,45 0,6 0,55 0,23 0,75 0,6 0,5 0,38

      

    LAMPIRAN

      V HASIL UJI VALIDITAS

      133

    PERHITUNGAN VALIDITAS VARIABEL KECERDASAN EMOSI

      1

      3

      3

      28

      3 26 676

      2

      2

      2

      2

      2

      3

      3

      2

      2

      27

      2

      3 30 900

      2

      3

      3

      2

      3

      3

      3

      2

      3

      3

      26

      3

      3

      2

      3

      3

      2

      3

      2

      3

      2

      3

      3

      30

      3 28 784

      2

      2

      2

      3

      2

      3

      3

      2

      3

      3

      29

      3 30 900

      2

      3

      3

      2

      3

      3 30 900

      3

      2

      22

      23

      3 29 841

      2

      2

      3

      2

      3

      3

      3

      2

      3

      3

      3 32 1024

      3

      3

      3

      3

      3

      3

      3

      3

      2

      3

      3

      21

      3 32 1024

      3

      3

      2

      3

      2

      2

      3

      3

      3

      2

      3

      3

      25

      3 28 784

      2

      2

      2

      3

      3

      3

      3

      2

      3

      3

      24

      3 29 841

      2

      3

      2

      2

      3

      3

      3

      3 29 841

      3

      3

      3

      1

      3

      3

      38

      2 28 784

      3

      3

      3

      3

      3

      2

      1

      1

      3

      3

      37

      2 24 576

      2

      2

      2

      2

      3

      2

      2

      1

      2

      2

      3

      1 22 484

      2 24 576

      1

      2

      3

      3

      2

      2

      2

      1

      3

      3

      40

      1

      3

      2

      2

      2

      2

      2

      3

      1

      3

      3

      39

      2 24 576

      2

      2

      3

      36

      31

      2

      1

      2

      3

      33

      3 29 841

      2

      3

      3

      2

      3

      2

      3

      3

      2

      3

      32

      3 31 961

      3

      3

      3

      2

      3

      3

      3

      2

      3

      3

      3

      3

      1 24 576

      1

      1

      3

      3

      2

      2

      3

      3

      1

      2

      3

      35

      2 26 676

      3

      3

      3

      2

      3

      3

      3

      1

      2

      3

      34

      2 26 676

      2

      2

      3

      3

      3

      2

      3

      3

      3

      3

      1

      2

      3

      7

      3 30 900

      3

      3

      3

      2

      2

      3

      3

      2

      3

      3

      6

      3 30 900

      3

      3

      3

      3

      3

      3

      3

      2

      1

      3

      3

      10

      3 30 900

      3

      3

      3

      2

      3

      3

      3

      1

      3

      9

      3

      2 28 784

      1

      3

      3

      1

      3

      4

      3

      2

      3

      3

      8

      3 29 841

      3

      2

      2

      3

      2

      3

      2

      3

      3

      2

      3 32 1024

      3

      3

      3

      3

      3

      3

      2

      2

      3

      3

      1

      11 ΣX ( ΣX)²

      10

      9

      8

      7

      6

      5

      4

      3

      3

      2

      3

      4

      5

      3 30 900

      3

      2

      3

      3

      2

      3

      3

      2

      3

      3

      3 25 625

      2

      2

      2

      2

      3

      2

      2

      3

      1

      2

      3

      3

      3 27 729

      2

      3

      3

      Nomor Subjek Item

      3

      3

      3

      3

      3

      3

      3

      3

      2

      3

      3

      17

      3 32 1024

      3

      18

      3

      3

      3

      3

      3

      2

      3

      3

      16

      3 31 961

      3

      3

      3

      3 32 1024

      3

      3

      3

      3

      3

      2

      3

      3

      20

      3 31 961

      3

      3

      3

      2

      2

      3

      3

      2

      3

      4

      19

      3 29 841

      2

      3

      2

      2

      3

      3

      3

      2

      3

      2

      3

      3

      3

      3

      3

      3

      3

      2

      3

      4

      12

      3 30 900

      3

      3

      2

      3

      2

      3

      3

      2

      3

      3

      11

      3 29 841

      2

      2

      3

      2

      3

      2

      3 32 1024

      3

      2

      2

      3

      3

      15

      3 30 900

      3

      3

      3

      2

      3

      2

      3

      3

      13

      3

      14

      3 30 900

      2

      3

      3

      2

      3

      3

      3

      2

      3

      3

      3

      134 Nomor Subjek Item

      X3Y 366 226 68 354 216 218 279 222 210 184 327 2670

      X38Y 366 339 68 354 216 109 186 333 210 184 218 2583 X39Y 366 339 68 354 216 218 186 222 210 92 109 2380

      X36Y 366 339 68 236 216 327 186 222 210 184 218 2572 X37Y 366 339 68 354 216 327 279 222 315 276 218 2980

      X35Y 366 226 68 354 324 218 186 333 315 92 109 2591

      X34Y 366 226 68 354 324 327 186 333 315 92 218 2809

      X9Y 366 339 68 354 324 327 186 333 315 276 327 3215 X10Y 366 339 136 354 324 327 186 333 210 184 327 3086 X11Y 366 339 136 354 324 218 186 333 315 276 327 3174 X12Y 488 339 136 354 324 327 279 333 210 276 327 3393 X13Y 366 339 136 354 324 327 186 333 315 184 327 3191 X14Y 366 339 136 354 216 327 186 333 315 276 327 3175 X15Y 366 339 136 354 216 327 279 333 315 276 327 3268 X16Y 366 339 136 354 324 327 279 333 315 276 327 3376 X17Y 366 339 136 354 324 327 279 333 315 276 327 3376 X18Y 366 339 136 354 324 327 186 222 315 184 327 3080 X19Y 488 339 136 354 324 218 186 333 315 276 327 3296 X20Y 366 339 136 354 324 327 279 333 315 276 327 3376 X21Y 366 339 136 354 324 327 279 333 315 276 327 3376 X22Y 366 339 136 354 324 327 186 333 210 184 327 3086 X23Y 366 339 136 354 324 327 186 222 315 184 327 3080 X24Y 366 339 136 354 324 327 186 222 210 184 327 2975 X25Y 366 339 136 354 324 327 186 333 315 184 327 3191 X26Y 366 339 136 354 324 327 186 333 315 184 327 3191 X27Y 366 226 136 354 324 218 186 222 210 184 327 2753 X28Y 366 339 136 354 324 327 186 333 315 184 327 3191 X29Y 366 339 136 354 324 218 186 333 210 184 327 2977 X30Y 366 339 136 354 216 327 186 333 315 184 327 3083 X31Y 366 339 136 354 324 327 186 333 315 276 327 3283 X32Y 366 339 136 354 216 327 186 333 315 184 327 3083 X33Y 366 226 68 354 216 327 279 333 210 184 218 2781

      X8Y 366 339 136 354 432 327 93 333 315 92 218 3005

      X7Y 366 226 68 354 324 327 279 333 210 276 327 3090

      X6Y 366 339 136 354 216 327 186 333 315 276 327 3175

      X5Y 366 226 68 354 324 327 279 333 315 276 327 3195

      X4Y 366 339 136 354 324 218 279 333 210 276 327 3162

      X2Y 366 339 136 354 216 327 186 222 210 184 327 2867

      1

      X1Y 366 339 136 354 324 327 279 333 315 276 327 3376

      11 ΣXY

      10

      9

      8

      7

      6

      5

      4

      3

      2

      X40Y 366 339 68 236 216 218 279 333 210 92 218 2575

      135 Nomor Subjek ΣX² Item

      9

      9

      64 X28²

      9

      4

      4

      4

      4

      4

      9

      9

      4

      4

      84 X27²

      4

      9

      4

      9

      9

      4

      9

      9

      9

      4

      9

      9

      84 X26²

      9

      9

      4

      9

      9

      4

      9

      4

      9

      4

      9

      9

      74 X30²

      9

      4

      4

      4

      9

      4

      9

      9

      4

      9

      9

      84 X29²

      9

      4

      9

      9

      4

      9

      9

      9

      4

      94 X22²

      79 X23²

      9

      4

      4

      9

      4

      9

      9

      9

      4

      9

      9

      9

      9

      9

      9

      9

      9

      9

      9

      9

      4

      9

      9

      94 X21²

      9

      9

      9

      4

      9

      4

      4

      9

      9

      9

      4

      9

      9

      74 X25²

      9

      4

      4

      4

      9

      9

      9

      9

      4

      9

      9

      79 X24²

      9

      4

      9

      4

      4

      9

      9

      9

      9

      9

      9

      9

      1

      9

      9

      76 X38²

      4

      9

      9

      4

      9

      9

      4

      1

      1

      9

      9

      56 X37²

      4

      4

      4

      4

      4

      9

      4

      4

      1

      4

      4

      9

      1

      4

      1

      4

      9

      9

      4

      4

      4

      1

      9

      9

      50 X40²

      1

      9

      4

      4

      4

      4

      4

      9

      1

      9

      9

      58 X39²

      4

      4

      4

      9

      60 X36²

      79 X31²

      4

      1

      4

      9

      79 X33²

      9

      4

      9

      9

      4

      9

      4

      9

      9

      4

      9

      89 X32²

      9

      9

      9

      9

      4

      9

      9

      9

      4

      9

      9

      9

      9

      1

      1

      1

      9

      9

      4

      4

      9

      9

      1

      4

      9

      68 X35²

      4

      9

      9

      9

      4

      9

      9

      9

      1

      4

      9

      66 X34²

      4

      4

      4

      9

      9

      9

      1

      9

      9

      9

      9

      1

      4

      9

      84 X7²

      9

      9

      9

      9

      4

      4

      9

      9

      4

      9

      9

      86 X6²

      9

      9

      9

      9

      9

      9

      9

      9

      4

      1

      9

      9

      86 X10²

      9

      9

      9

      9

      4

      9

      9

      9

      1

      9

      80 X9²

      9

      4

      1

      9

      9

      1

      9

      16

      9

      4

      9

      9

      81 X8²

      9

      9

      4

      4

      9

      4

      9

      4

      9

      9

      94 X2²

      9

      9

      9

      9

      9

      9

      9

      4

      4

      9

      9

      11 X1²

      10

      9

      8

      7

      6

      5

      4

      3

      2

      9

      4

      9

      61 X4²

      84 X5²

      9

      9

      4

      9

      9

      4

      9

      9

      4

      9

      9

      9

      4

      4

      4

      4

      9

      4

      4

      9

      1

      4

      9

      69 X3²

      9

      4

      9

      9

      9

      9

      9

      9

      9

      9

      9

      9

      9

      4

      9

      9

      94 X17²

      9

      9

      94 X18²

      9

      9

      9

      9

      9

      4

      9

      9

      89 X16²

      9

      9

      9

      9

      9

      9

      9

      9

      9

      9

      4

      9

      9

      91 X20²

      9

      9

      9

      9

      4

      4

      9

      9

      4

      9

      16

      79 X19²

      9

      4

      9

      4

      4

      9

      9

      9

      4

      9

      4

      9

      9

      9

      9

      9

      9

      9

      4

      9

      16

      84 X12²

      9

      9

      9

      4

      9

      4

      9

      9

      4

      9

      9

      79 X11²

      9

      4

      4

      9

      4

      9

      4

      9

      9

      4

      4

      9

      9

      84 X15²

      9

      9

      9

      9

      4

      9

      4

      9

      9

      96 X13²

      9

      84 X14²

      9

      4

      9

      9

      4

      9

      9

      9

      4

      9

      9

      58

      136 = 0,799 = 0,624 = 0,624

      0,441

      =

      0,657

      = = 0,626 = 0,624 = 0,588 = 0,862 = 0,781

      = 0,611 = 0,656 = 0,853

      137 = 0,536 = 0,799 = 0,799 = 0,702 = 0,667 = 0,799 = 0,799 = 0,781 = 0,702 = 0,670 = 0,853 = 0,853 = 0,519 = 0,853

      138 = 0,742 = 0,782 = 0,742 = 0,664 = 0,654 = 0,739 = 0,739 = 0,557 = 0,691 = 0,719 = 0,620

      139 PERHITUNGAN VALIDITAS VARIABEL SUASANA BELAJAR DALAM KELUARGA

      21

      3

      3

      3

      3

      3

      4

      3

      3

      3

      3 32 1024

      2 33 1089

      2

      3

      3

      3

      3

      3

      4

      2

      3

      3

      22

      20

      23

      3

      2

      2

      3

      3

      3

      3

      2

      4

      2 28 784

      3

      2

      2

      3

      2

      3

      3

      3

      2

      3

      3

      2 29 841

      2 29 841

      17

      3

      3

      3

      3

      3

      4

      3

      3

      4

      3 32 1024

      3 35 1225

      2

      3

      3

      3

      3

      3

      3

      2

      3

      3

      18

      2

      19

      3

      3

      2

      1

      3

      3

      3

      3

      4

      3 32 1024

      3

      2

      3

      2

      3

      3

      3

      4

      3

      3

      2

      24

      16

      29

      2

      3

      2

      2

      3

      3

      3

      2

      4

      2 32 1024

      2 28 784

      3

      3

      3

      2

      3

      3

      3

      3

      3

      2

      30

      28

      ΣY

      ( ΣY)²

      59 67 900

      81

      85

      74

      83

      87

      82 81 101

      100

      2 29 841

      4

      2

      3

      3

      2

      3

      2

      3

      3

      2

      4

      1 25 625

      3

      25

      3

      3

      2

      3

      3

      3

      3

      2

      4

      2 28 784

      2 30 900

      2

      2

      2

      2

      3

      3

      3

      3

      3

      2

      26

      2

      27

      2

      1

      2

      2

      3

      3

      3

      2

      4

      2 32 1024

      4

      3

      3

      3

      2

      3

      3

      3

      3

      3

      4

      2 33 1089

      Nomor Subjek Item

      3 29 841

      3

      2

      3

      3

      4

      3

      2

      2

      5

      1

      1

      2

      3

      3

      2

      3

      4

      2

      3

      3

      3

      2 28 784

      3 32 1024

      2 28 784

      3

      3

      3

      3

      3

      2

      3

      2

      7

      1

      6

      3

      3

      3

      3

      2

      3

      2

      3

      3

      4

      1

      1

      11 ΣX ( ΣX)²

      3

      2

      2

      4

      4

      2

      2

      3

      1

      10

      2

      9

      8

      7

      6

      5

      4

      3

      2

      1

      2

      2 28 784

      3

      2 28 784

      3

      3

      3

      3

      4

      3

      3

      3

      3

      1

      2

      3

      3

      2

      3

      2

      3

      3

      3

      3

      2

      2 27 729

      3

      13

      3

      3

      2

      3

      3

      3

      2

      3

      3

      2 33 1089

      2 29 841

      3

      2

      3

      3

      3

      3

      4

      3

      3

      2

      14

      12

      15

      3

      3

      3

      3

      3

      4

      3

      3

      3

      2 30 900

      3

      2

      3

      3

      3

      3

      3

      3

      3

      2

      4

      2 29 841

      8

      3 32 1024

      3

      2

      3

      2

      3

      3

      3

      4

      9

      1

      2

      3

      3

      3

      3

      3

      4

      3

      3

      3

      3

      3 31 961

      2

      11

      3

      3

      2

      2

      3

      3

      3

      3

      3

      2 29 841

      10

      2

      2

      3

      3

      3

      3

      3

      2

      3

      3

      10000 6724 6561 10201 7569 6889 5476 7225 6561 3481 4489 75176

      140 Nomor Subjek Item

      X1Y 300 164 162 404 348 166 148 255 162 118 134 2361

      X20Y 300 246 162 404 261 249 222 255 243 118 201 2661 X21Y 300 246 243 404 261 249 222 255 243 177 134 2734 X22Y 300 246 162 303 261 249 148 255 162 118 134 2338 X23Y 400 164 243 303 261 249 148 170 243 118 134 2433 X24Y 300 246 243 303 261 249 148 170 162 118 134 2334 X25Y 400 164 243 303 261 249 148 255 243 118 134 2518 X26Y 400 246 243 303 261 249 148 255 243 177 134 2659 X27Y 400 164 243 303 261 166 148 85 162 118 67 2117

      X9Y 400 246 243 303 174 249 148 255 243 118 201 2580 X10Y 300 246 162 303 261 249 222 255 162 118 134 2412 X11Y 300 246 243 303 261 166 148 255 243 118 134 2417 X12Y 400 246 243 404 261 249 222 255 162 177 134 2753 X13Y 300 246 162 303 261 249 148 255 243 118 134 2419 X14Y 300 164 243 303 261 249 222 255 243 118 134 2492 X15Y 300 246 243 404 261 249 222 255 243 177 134 2734 X16Y 400 246 162 303 261 249 222 255 243 118 201 2660 X17Y 400 246 243 404 261 249 222 255 243 177 201 2901 X18Y 300 246 243 404 261 249 222 170 243 118 201 2657 X19Y 400 246 243 303 261 83 148 255 243 118 134 2434

      X8Y 300 246 243 404 261 249 222 255 243 59 201 2683

      X7Y 200 246 162 303 261 249 222 255 162 59 134 2253

      X6Y 300 246 162 303 174 249 222 255 243 59 134 2347

      X5Y 200 164 243 404 261 249 148 255 243 59 134 2360

      X4Y 300 246 162 404 261 166 222 255 162 59 201 2438

      X3Y 300 246 243 404 261 249 222 255 243 59 201 2683

      X2Y 300 246 243 303 174 249 148 255 243 59 134 2354

      11 ΣXY

      1

      10

      9

      8

      7

      6

      5

      4

      3

      2

      X28Y 400 246 243 303 261 249 148 255 243 177 134 2659 X29Y 400 164 243 303 261 166 148 255 162 118 134 2354 X30Y 400 164 243 303 174 249 148 255 243 118 134 2431

      141 Nomor Subjek ΣX² Item

      9

      9

      9

      9

      96 X21²

      9

      4

      9

      9

      9

      9

      9

      16

      4

      9

      9

      83 X20²

      4

      4

      16

      9

      9

      9

      9

      9

      4

      16

      74 X23²

      4

      4

      4

      4

      9

      9

      9

      9

      4

      9

      9

      9 4 101 X22²

      9

      9

      9

      4

      9

      9

      16

      9

      9

      16

      96 X17²

      9

      4

      9

      9

      9

      9

      9

      9

      4

      9

      16

      9 4 101 X16²

      9

      9

      9

      9

      1

      9

      9

      9

      9

      9

      16

      96 X19²

      9

      4

      4

      9

      9

      9

      9

      16

      9

      9

      9

      9 9 113 X18²

      9

      9

      4

      9

      9

      16

      96 X29²

      4

      9

      9

      9

      4

      9

      9

      9

      9

      9

      16

      65 X28²

      1

      4

      4

      1

      4

      4

      9

      9

      9

      81

      4

      4

      9

      9

      4

      9

      4

      9

      9

      4

      16

      76 X30²

      4

      4

      4

      9

      4

      4

      4

      9

      4

      4

      9

      4

      16

      74 X25²

      4

      4

      4

      4

      9

      9

      9

      9

      9

      9

      9

      81 X24²

      4

      4

      9

      9

      9

      9

      9

      4

      16

      96 X27²

      4

      9

      9

      9

      4

      9

      4

      9

      9

      9

      16

      86 X26²

      4

      4

      9

      9

      9

      9

      1

      1

      9

      9

      16

      9

      4

      4

      83 X5²

      9

      4

      9

      9

      9

      4

      9

      16

      4

      9

      9

      4

      9

      9

      9

      9

      9

      4

      9

      4

      76 X7²

      4

      1

      9

      1

      9

      9

      4

      9

      4

      9

      9

      78 X6²

      4

      98 X4²

      1

      9

      9

      4

      9

      4

      4

      16

      16

      4

      4

      11 X1²

      4

      10

      9

      8

      7

      6

      5

      4

      3

      2

      4

      78 X2²

      9

      76 X3²

      9

      9

      9

      9

      16

      9

      9

      9

      4

      9

      1

      9

      9

      4

      9

      4

      9

      9

      9

      9

      9

      16

      9

      9

      4

      9

      9

      9 4 103 X13²

      4

      9

      9

      9

      9

      16

      9

      9

      16

      79 X12²

      4

      4

      9

      9

      9

      4

      4

      9

      9

      9

      9

      84 X15²

      4

      4

      9

      9

      9

      9

      9

      9

      9

      4

      9

      79 X14²

      4

      4

      9

      4

      9

      4

      9

      9

      9

      9

      16

      98 X9²

      9

      1

      9

      9

      9

      9

      9

      16

      9

      9

      9

      71 X8²

      4

      1

      4

      4

      9

      9

      9

      9

      9

      79 X11²

      4

      4

      4

      9

      9

      9

      9

      9

      4

      9

      9

      91 X10²

      9

      4

      9

      = 0,689 = 0,740

      142

    =

      0,650

      = 0,679 = 0,657 = 0,515 = 0,746 = 0,583 = 0,627

      = 0,707 = 0,675 = 0,739 = 0,646

      = 0,613 = 0,625 = 0,744 = 0,580

      143 = 0,610 = 0,640

      = 0,613 = 0,727 = 0,720 = 0,665 = 0,791 = 0,610 = 0,637 = 0,610 = 0,740 = 0,697

      144 PERHITUNGAN VALIDITAS VARIABEL TES HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA

      1

      1

      1

      28

      49

      7

      1

      1

      1

      1

      1

      1

      1

      27

      36

      6

      1

      1

      1

      4

      1

      30

      1

      1

      1

      1

      1

      1

      1

      36

      16

      6

      1

      1

      1

      1

      1

      1

      29

      1

      1

      8

      1

      1

      1

      1

      1

      22

      36

      6

      1

      1

      1

      1

      1

      1

      21

      25

      5

      1

      1

      6

      1

      4

      26

      16

      4

      1

      1

      1

      1

      25

      2

      36

      1

      1

      24

      4

      2

      1

      1

      23

      1

      64

      1

      1

      1

      38

      49

      7

      1

      1

      1

      1

      1

      1

      1

      37

      16

      4

      1

      1

      1

      1

      1

      36

      7

      4

      1

      1

      1

      1

      40

      49

      1

      4

      1

      1

      1

      1

      1

      1

      39

      16

      1

      36

      31

      1

      1

      33

      16

      4

      1

      1

      1

      32

      1

      36

      6

      1

      1

      1

      1

      1

      1

      1

      3

      6

      8

      1

      1

      1

      1

      1

      1

      35

      64

      1

      9

      1

      1

      1

      1

      1

      1

      1

      34

      1

      1

      Nomor Subjek Item

      4

      16

      4

      1

      1

      1

      1

      6

      2

      1

      1

      1

      5

      36

      6

      1

      1

      1

      7

      1

      1

      1

      1

      9

      49

      7

      1

      1

      1

      1

      1

      1

      1

      8

      36

      6

      1

      1

      1

      1

      1

      1

      10

      1

      1

      1

      1

      1

      ( ΣX)²

      11 ΣX

      9

      1

      8

      7

      6

      5

      4

      3

      2

      1

      1

      6

      4

      3

      36

      6

      1

      1

      1

      1

      1

      1

      36

      36

      6

      1

      1

      1

      1

      1

      1

      2

      1

      1

      1

      1

      17

      36

      6

      1

      1

      1

      1

      1

      1

      16

      49

      7

      1

      1

      1

      1

      1

      1

      2

      1

      49

      20

      16

      4

      1

      1

      1

      1

      19

      7

      4

      1

      1

      1

      1

      1

      1

      1

      18

      1

      15

      1

      1

      12

      25

      5

      1

      1

      1

      1

      11

      1

      4

      2

      1

      1

      10

      36

      6

      1

      1

      1

      9

      1

      3

      1

      1

      1

      14

      49

      7

      1

      1

      1

      1

      1

      1

      1

      13

      25

      5

      1

      16

      145 Nomor Subjek Item

      36

      37

      31

      36 12 157 X27Y

      36

      37

      31

      16

      36

      13 12 181 X28Y

      37

      36

      36 9 118 X29Y

      36

      37

      31

      16

      36 4 160 X30Y

      36

      37

      31

      16

      5

      36 9 118 X26Y

      13

      36

      36

      37

      31

      36 4 144 X21Y

      36

      37

      31

      16

      36 7 163 X22Y

      5

      37

      37

      31

      36 12 157 X23Y

      37

      36

      73 X24Y

      37

      36

      73 X25Y

      36

      36

      12 7 188 X31Y

      37

      37

      16 120

      X37Y

      36

      37

      31

      16

      36

      9 7 172 X38Y

      36

      31

      37

      16 120

      X39Y

      36

      37

      31

      16

      36

      13 12 181 X40Y

      36

      37

      31

      36

      36

      31 36 103 X34Y

      5

      37

      31

      36 12 157 X32Y

      36

      37

      31

      16 120

      X33Y

      36

      36

      36 9 165 X36Y

      37

      31

      16

      36

      13

      12 7 188 X35Y

      36

      37

      31

      16

      31 12 116 X20Y

      36

      1

      37

      36

      13 7 160

      X4Y

      36

      37

      31

      16

      36 9 165

      X5Y

      36

      37

      73 X6Y

      36

      37

      36 9 118

      X7Y

      36

      37

      31

      36

      13 7 160

      31

      36

      36

      X1Y

      2

      3

      4

      5

      

    6

      7

      8

      9

      10

      11 ΣXY

      36

      X3Y

      37

      31

      36

      13 12 165

      X2Y

      36

      37

      31

      36

      13 9 162

      X8Y

      5

      13 12 181 X19Y

      37

      37

      31 36 104 X15Y

      36

      37

      31

      16

      36

      13 12 181 X16Y

      36

      31

      36

      36

      9 7 156 X17Y

      36

      36

      72 X18Y

      36

      37

      31

      16

      36

      13 9 178 X14Y

      16

      37

      36

      31

      16

      36 12 173

      X9Y

      36

      37

      31

      36

      13 4 157 X10Y

      36

      72 X11Y

      31

      36

      37

      31

      36 4 144 X12Y

      36

      5

      37

      31 36 145 X13Y

      36

      37

      36 13 122

      146 Nomor Subjek ΣX² Item

      1

      1

      6 X27²

      1

      1

      1

      1

      1

      1

      1

      7 X28²

      1

      1

      1

      4 X29²

      1

      1

      1

      1

      1

      1

      1

      6 X30²

      1

      1

      1

      1

      1

      1

      1

      1

      1

      1

      1

      5 X21²

      1

      1

      1

      1

      1

      1

      6 X22²

      1

      1

      1

      1

      1

      1

      6 X23²

      1

      1

      2 X24²

      1

      1

      2 X25²

      1

      1

      1

      1

      4 X26²

      1

      1

      8 X31²

      1

      1

      1

      1

      4 X37²

      1

      1

      1

      1

      1

      1

      1

      7 X38²

      1

      1

      1

      1

      4 X39²

      1

      1

      1

      1

      1

      1

      1

      7 X40²

      1

      1

      1

      1

      1

      6 X36²

      1

      1

      1

      1

      1

      1

      1

      6 X32²

      1

      1

      1

      1

      4 X33²

      1

      1

      3 X34²

      1

      1

      1

      1

      1

      1

      1

      1

      1

      8 X35²

      1

      1

      1

      1

      1

      1

      1

      1

      1

      1

      1

      1

      1

      6 X5²

      1

      1

      2 X6²

      1

      1

      1

      1

      4 X7²

      1

      1

      1

      1

      1

      1

      6 X8²

      1

      1

      1

      1

      1

      1

      1

      7 X9²

      1

      6 X4²

      1

      1

      2

      3

      4

      5

      6

      

    7

      8

      9

      10

      11 X1²

      1

      1

      1

      1

      1

      1

      6 X2²

      1

      1

      1

      1

      1

      1

      6 X3²

      1

      1

      1

      1

      1

      1

      1

      1

      1

      1

      1

      1

      1

      7 X16²

      1

      1

      1

      1

      1

      1

      6 X17²

      1

      2 X18²

      1

      1

      1

      1

      1

      1

      1

      1

      7 X19²

      1

      1

      1

      1

      4 X20²

      1

      1

      1

      1

      1

      1

      6 X10²

      1

      1

      2 X11²

      1

      1

      1

      1

      1

      5 X12²

      1

      1

      3 X15²

      1

      1

      5 X13²

      1

      1

      1

      1

      1

      1

      1

      7 X14²

      1

      1

      1

      4

      147 = 0,750

    = 0,708

      

    = 0,679

      0,750

      =

      0,654

      =

    = 0,636

    = 0,679

    = 0,618

    = 0,636

    = 0,636

      = 0,718 = 0,732 = 0,692

      148 = 0,654 = 0,622 = 0,636 = 0,736 = 0,606 = 0,718

    = 0,72

    = 0,636 = 0,654 = 0,654 = 0,636 = 0,636 = 0,736 = 0,636

      149 = 0,609 = 0,636 = 0,665 = 0,746 = 0,609 = 0,750 = 0,665 = 0,604 = 0,665 = 0,736 = 0,431

      

    LAMPIRAN

      VI HASIL UJI RELIABILITAS

      Uji Reliabilitas

    1. Kuesioner Kecerdasan Emosi ( )

    a. Data Kuesioner Kecerdasan Emosi

      1

      2

      2

      3

      3

      28

      26 64 0,231

      3

      2

      2

      2

      

    2

      2

      3

      3

      2

      3

      3

      27

      30 84 0,198

      3

      2

      3

      3

      

    2

      3

      3

      3

      2

      3

      3

      3

      3

      30 84 0,198

      2

      3

      2

      3

      3

      

    2

      3

      2

      3

      2

      3

      3

      30

      28 74 0,248

      3

      2

      

    2

      3

      

    2

      2

      3

      3

      2

      3

      3

      29

      30 84 0,198

      3

      2

      3

      3

      26

      3

      31

      3

      3

      23

      29 79 0,231

      3

      2

      2

      3

      

    2

      3

      3

      3

      2

      3

      22

      2

      32 94 0,083

      3

      3

      3

      3

      

    3

      3

      3

      3

      2

      3

      3

      21

      32 94 0,083

      3

      3

      2

      2

      3

      3

      

    2

      3

      3

      3

      2

      3

      3

      25

      28 74 0,248

      3

      2

      2

      

    2

      3

      3

      3

      3

      2

      3

      3

      24

      29 79 0,231

      3

      2

      3

      2

      

    2

      3

      29 79 0,231

      3

      3

      

    3

      

    2

      1

      2

      3

      1

      3

      3

      38

      29 81 0,413

      2

      3

      3

      3

      3

      2

      2

      3

      1

      3

      3

      37

      24 56 0,331

      2

      2

      2

      2

      

    2

      3

      2

      3

      2

      1

      3

      Kuadrat Varians Soal

      11,62 Kuadrat 14884 12769 4624 13924 11664 11881 8649 12544 11025 8464 11881 122309

      68 118 108 109 93 112 105 92 109 1149 3153

      24 58 0,512 Skor Total 122 113

      2

      1

      2

      3

      

    3

      2

      2

      2

      1

      3

      40

      2

      22 50 0,545

      1

      1

      2

      2

      

    2

      2

      2

      3

      1

      3

      3

      39

      24 58 0,512

      2

      3

      3

      2

      2

      3

      1

      2

      3

      33

      29 79 0,231

      3

      2

      3

      3

      

    2

      3

      3

      

    3

      2

      3

      3

      32

      31 89 0,149

      3

      3

      3

      3

      

    2

      3

      3

      3

      2

      3

      3

      3

      26 68 0,595

      36

      24 60 0,694

      1

      1

      3

      3

      

    2

      2

      3

      3

      1

      2

      3

      35

      2

      2

      1

      3

      3

      

    2

      3

      3

      3

      1

      2

      3

      34

      26 66 0,413

      2

      2

      3

      3

      2

      3

      3

      

    3

      3

      3

      3

      1

      2

      3

      7

      30 84 0,198

      3

      3

      3

      

    2

      3

      3

      2

      3

      2

      3

      3

      6

      30 86 0,380

      3

      3

      3

      3

      

    3

      3

      2

      3

      3

      3

      2

      3

      3

      10

      30 86 0,380

      3

      3

      3

      3

      

    2

      3

      3

      3

      1

      3

      29 81 0,413

      9

      28 80 0,793

      2

      1

      3

      3

      1

      3

      4

      3

      2

      3

      3

      8

      3

      1

      3

      3

      3

      2

      3

      2

      3

      3

      2

      32 94 0,083

      3

      3

      3

      3

      

    3

      3

      2

      3

      2

      3

      3

      1

      11

      10

      9

      8

      

    7

      6

      5

      4

      3

      

    2

      2

      2

      4

      3

      5

      30 84 0,198

      3

      3

      2

      3

      

    3

      2

      3

      3

      2

      3

      3

      25 61 0,380

      2

      3

      2

      2

      2

      

    3

      2

      2

      3

      1

      2

      3

      3

      27 69 0,248

      3

      3

      3

      Butir Subjek Jumlah Jumlah

      32 94 0,083

      32 94 0,083

      3

      3

      3

      3

      

    3

      3

      3

      3

      2

      3

      3

      17

      3

      3

      3

      3

      3

      

    3

      3

      3

      3

      2

      3

      3

      16

      31 89 0,149

      3

      3

      18

      3

      3

      2

      

    3

      3

      3

      3

      2

      3

      3

      20

      31 91 0,331

      3

      3

      3

      3

      

    2

      3

      2

      3

      2

      3

      4

      19

      29 79 0,231

      3

      2

      3

      2

      

    2

      3

      3

      3

      3

      

    3

      

    2

      3

      3

      2

      3

      

    3

      3

      3

      3

      2

      3

      4

      12

      30 84 0,198

      3

      3

      32 96 0,264

      3

      

    2

      2

      3

      3

      2

      3

      3

      11

      29 79 0,231

      3

      2

      2

      3

      3

      13

      3

      3

      2

      3

      2

      3

      3

      15

      30 84 0,198

      3

      3

      3

      3

      

    2

      3

      2

      2

      3

      3

      3

      14

      30 84 0,198

      3

      2

      3

      3

      

    2

      3

      3

      3

      2

      3

      3 b. Reliabilitas Kuesioner Kecerdasan Emosi Uji reliabilitas instrumen kecerdasan emosi dihitung dengan menggunakan Rumus Alpha.

      Keterangan : : jumlah varians butir k : banyaknya butir soal atau butir pertanyaan

      : varians total (Arikunto, 2010:239) Varians dihitung dengan rumus berikut : Keterangan : = Jumlah kuadrat skor butir N = Jumlah responden (Arikunto, 2010:232) Jumlah varians butir soal dapat dilihat pada tabel dengan menjumlahkan nilai varians tiap butir soal. Kemudian ditentukan nilai varians skor total.

      2 = = = 208,25 Nilai yang diperoleh dimasukkan ke dalam rumus Alpha :

      = (1,0256)(0,9442) = 0,968371 = 0,968 (dibulatkan) 2.

       Kuesioner Suasana Belajar dalam Keluarga ( )

    a. Data Suasana Belajar dalam Keluarga

      Kuadrat Varians Soal

      3

      3

      3

      3

      3

      3

      3

      4

      3

      3

      21

      22

      31 91 0,331

      2

      2

      3

      3

      3

      3

      3

      4

      2

      2 33 101 0,182

      3

      3

      4

      2

      2

      3

      2

      2

      3

      3

      3

      3

      2

      23

      3

      28 74 0,248

      2

      2

      2

      3

      2

      3

      3

      3

      2

      3

      20

      24

      4

      3

      3

      3

      3

      3

      3

      4

      3

      3

      17

      18

      2 33 103 0,364

      4

      3

      3

      3

      3

      3

      3

      2

      3

      2 34 108 0,264

      3

      30 88 0,562

      4

      2

      3

      3

      3

      2

      1

      3

      3

      3

      3

      19

      3

      32 96 0,264

      2

      3

      3

      2

      3

      3

      3

      4

      3

      29 81 0,413

      3

      16

      29

      2

      2

      2

      2

      3

      3

      3

      2

      4

      31 91 0,331

      1

      2

      3

      3

      2

      2

      3

      3

      3

      3

      3

      2

      26 68 0,595

      28

      27 73 0,612 Skor Total 100

      Tota 10000 6724 6561 10201 7744 6889 6400 6561 6724 4624 4900 77328

      11,69 Kuadrat Skor

      70 916 2684

      68

      82

      81

      80

      83

      88

      82 81 101

      2

      30

      1

      3

      2

      2

      3

      2

      3

      3

      2

      4

      4

      27 73 0,612

      3

      4

      1

      3

      3

      2

      3

      3

      3

      3

      2

      25

      29 83 0,595

      28 74 0,248

      2

      2

      2

      2

      2

      3

      3

      3

      3

      2

      26

      2

      27

      3

      2

      1

      2

      2

      3

      3

      3

      2

      4

      31 91 0,331

      4

      2

      3

      3

      2

      2

      3

      3

      3

      3

      3

      4

      2 34 108 0,264

      1

      2

      1

      3

      3

      3

      3

      3

      4

      3

      2

      5

      30 88 0,562

      29 83 0,595

      3

      1

      2

      3

      3

      2

      3

      4

      2

      3

      6

      3

      7

      1

      2

      3

      3

      3

      4

      3

      2

      3

      2

      29 81 0,413

      3

      3

      1

      3

      3

      3

      3

      2

      3

      2

      3

      3

      4

      29 83 0,595

      3

      4

      3

      3

      4

      2

      4

      4

      2

      2

      1

      2

      11

      10

      9

      8

      7

      6

      5

      4

      3

      2

      3 34 112 0,628

      3

      32 98 0,446

      3

      3

      1

      3

      3

      3

      3

      3

      4

      3

      3

      3

      3

      30 86 0,380

      3

      1

      3

      3

      3

      3

      2

      3

      3

      3

      8

      Butir Subjek Jumlah Jumlah

      13

      3

      3

      3

      3

      3

      3

      2

      3

      3

      2 33 103 0,364

      3

      3

      2

      3

      3

      3

      3

      4

      3

      3

      4

      3

      32 94 0,083

      29 79 0,231

      32 96 0,264

      3

      3

      3

      3

      3

      4

      3

      3

      3

      15

      2

      14

      4

      3

      3

      3

      3

      3

      3

      3

      2

      3

      12

      2

      3

      9

      3

      3

      3

      3

      2

      3

      3

      3

      4

      32 98 0,446

      3

      3

      1

      3

      3

      3

      3

      3

      4

      3

      3

      2

      32 96 0,264

      2

      30 84 0,198

      3

      3

      2

      2

      3

      3

      3

      3

      3

      11

      3

      10

      2

      2

      3

      3

      3

      3

      3

      2

      3

      3

      4 b. Reliabilitas Suasana Belajar dalam Keluarga Uji reliabilitas instrumen suasana belajar dalam keluarga dihitung dengan menggunakan Rumus Alpha sebagai berikut.

      Keterangan : : jumlah varians butir k : banyaknya butir soal atau butir pertanyaan

      : varians total (Arikunto, 2010:239) Varians butir dihitung dengan rumus berikut : Keterangan : = Jumlah kuadrat skor butir N = Jumlah responden (Arikunto, 2010:232) Jumlah varians butir soal dapat dilihat pada tabel dengan menjumlahkan nilai varians tiap butir soal. Kemudian ditentukan nilai varians skor total.

      = 95,47 Nilai yang diperoleh dimasukkan ke dalam rumus Alpha :

      = 0,900015 = 0,9 (dibulatkan)

    3. Tes Hasil Belajar Matematika (Y )

    a. Data Tes Hasil Belajar Matematika

      2

      1

      1 4 0,36 0,64 0,23

      26

      1

      1

      1

      1

      1

      1 6 0,55 0,45 0,25

      27

      1

      1

      1

      1

      1

      1

      1 7 0,64 0,36 0,23

      28

      1

      1

      1

      1 4 0,36 0,64 0,23

      29

      1

      1

      1

      1

      1

      1

      1 6 0,55 0,45 0,25

      1

      1 4 0,36 0,64 0,23

      20

      1

      1

      1

      1

      1 5 0,45 0,55 0,25

      21

      1

      1

      1

      1

      1 6 0,55 0,45 0,25

      25

      22

      1

      1

      1

      1

      1

      1 6 0,55 0,45 0,25

      23

      1

      1 2 0,18 0,82 0,15

      24

      1

      1 2 0,18 0,82 0,15

      1

      30

      1

      1 4 0,36 0,64 0,23

      1 8 0,73 0,27 0,20

      35

      1

      1

      1

      1

      1

      1 6 0,55 0,45 0,25

      36

      1

      1

      1

      37

      1

      1

      1

      1

      1

      1

      1

      1 7 0,64 0,36 0,23

      38

      1

      1

      1

      1 4 0,36 0,64 0,23

      1

      1

      1

      1

      1

      1

      1

      1

      1

      1

      1

      1 8 0,73 0,27 0,20

      31

      1

      1

      1

      1

      1 6 0,55 0,45 0,25

      1

      32

      1

      1

      1

      1 4 0,36 0,64 0,23

      33

      1

      1

      1 3 0,27 0,73 0,20

      34

      1

      1

      1

      1

      1

      3

      1 4 0,36 0,64 0,23

      1

      1

      1

      1

      1 6 0,55 0,45 0,25

      5

      1

      1 2 0,18 0,82 0,15

      6

      1

      1

      1

      7

      4

      1

      1

      1

      1

      1

      1 6 0,55 0,45 0,25

      8

      1

      1

      1

      1

      1

      1

      1 6 0,55 0,45 0,25

      1 7 0,64 0,36 0,23

      1

      4

      5

      6

      7

      8

      9

      10

      11

      1

      1

      1

      1

      1

      1

      1 6 0,55 0,45 0,25

      2

      1

      1

      1

      1

      1

      1 6 0,55 0,45 0,25

      3

      1

      1

      1

      1

      1

      9

      Butir Subjek x p q Varians Soal

      1

      1 3 0,27 0,73 0,20

      15

      1

      1

      1

      1

      1

      1

      1 7 0,64 0,36 0,23

      16

      1

      1

      1

      1

      1

      1 6 0,55 0,45 0,25

      17

      1

      1 2 0,18 0,82 0,15

      18

      1

      1

      1

      1

      1

      1

      1 7 0,64 0,36 0,23

      1

      14

      1

      1

      1

      1

      1

      1

      1 6 0,55 0,45 0,25

      10

      1

      1 2 0,18 0,82 0,15

      11

      1

      1

      1

      1 5 0,45 0,55 0,25

      1 7 0,64 0,36 0,23

      12

      1

      1

      1

      1

      1 5 0,45 0,55 0,25

      13

      1

      1

      1

      1

      1

      1

      19

      40

      1

      1

      1

      1 4 0,36 0,64 0,23 206

      8,98

      36

      5

      37

      31

      16

      36

      13

      12

      9

      4

      7 X 5662

      1296 25 1369 961 256 1296 169 144

      81

      16

      49

      b. Uji Reliabilitas Tes Hasil Belajar Matematika Uji reliabilitas instrumen tes hasil belajar matematika dihitung dengan menggunakan Rumus K

    • –R.21 dari Kuder dan Richardson sebagai berikut.

       = Keterangan :

      = reliabilitas instrumen k = banyaknya butir soal atau butir pertanyaan M = skor rata-rata

      = varians total

    Sedangkan skor rata-rata (M) dihitung dengan menggunakan rumus :

    M = =

      = 18,73 Dengan menggunakan tabel analisis butir yang sudah ada, maka dapat diketahui k = 40 dan Varians Total dihitung dengan menggunakan rumus berikut : Keterangan : = Jumlah kuadrat skor total N = Jumlah responden (Arikunto, 2010:232)

      = 164,02 Setelah nilai M dan nilai varians skor total ditemukan, kemudian disubstitusikan ke rumus K

    • –R.21 = = = = =

      = 0,963 (dibulatkan)

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan
0
0
15
Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan
0
0
17
SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan
0
0
26
SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan
0
0
14
SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan
0
0
16
SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Akuntansi
0
0
147
Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Sejarah
0
0
224
PERBEDAAN TINGKAT KESULITAN CARA BELAJAR MATEMATIKA ANTARA SISWA PUTERA DAN PUTERI KELAS VII SMP PIRI I YOGYAKARTA TAHUN AJARAN 20062007 SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Bimbingan dan Kons
0
0
77
SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Akuntansi
0
0
190
SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd) Program Studi Pendidikan Fisika
0
0
90
PERSEPSI SISWA KELAS VII DAN KELAS VIII SMP STELLA DUCE 2 YOGYAKARTA TENTANG KOMPETENSI PROFESIONAL KONSELORNYA TAHUN AJARAN 20072008 SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Bimbingan dan Konseli
0
0
135
Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Ekonomi
0
0
130
SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Sejarah
0
0
135
ANALISIS DOKUMENTER PROFIL ASPEK KELUARGA DAN KESEHATAN BERBASIS DATA KARTU PRIBADI SISWA-SISWI KELAS VII SMP STELLA DUCE 2 YOGYAKARTA TAHUN AJARAN 20102011 SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Stud
0
0
141
JENIS KESALAHAN MENYELESAIKAN SOAL CERITA SISWA KELAS X SMA KOLOMBO YOGYAKARTA TAHUN AJARAN 20112012 SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Matematika
0
0
230
Show more