KEAKTIFAN DAN HASIL BELAJAR DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA POKOK BAHASAN PECAHAN DENGAN MENGGUNAKAN ALAT PERAGA LUASAN PADA SISWA KELAS VII B SEMESTER GASAL SMP JOANNES BOSCO YOGYAKARTA TAHUN AJARAN 2013 2014

Gratis

0
0
274
4 days ago
Preview
Full text

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

KEAKTI TIFAN DAN HASIL BELAJAR DAL LAM

PEMBELAJA JARAN MATEMATIKA POKOK BA BAHASAN

PECAHAN DE DENGAN MENGGUNAKAN ALAT P T PERAGA

LUASAN PADA DA SISWA KELAS VII B SEMESTE TER GASAL

SMP J P JOANNES BOSCO YOGYAKARTA TA

TAHUN AJARAN 2013/ 2014

  

SKRIPSI

  Dia Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Matematika

  Disusun oleh: Patricia Risdya Pratiwi

  091414061

  

PROGR RAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIK TIKA

JURUSA SAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN N IPA

FAKULT LTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIK

  IKAN

UNIVERSITAS SANATA DHARMA

YOGYAKARTA

  

2013

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

KEAKTI TIFAN DAN HASIL BELAJAR DAL LAM

PEMBELAJA JARAN MATEMATIKA POKOK BA BAHASAN

PECAHAN DE DENGAN MENGGUNAKAN ALAT P T PERAGA

LUASAN PADA DA SISWA KELAS VII B SEMESTE TER GASAL

SMP J P JOANNES BOSCO YOGYAKARTA TA

TAHUN AJARAN 2013/ 2014

  

SKRIPSI

  Dia Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Matematika

  Disusun oleh: Patricia Risdya Pratiwi

  091414061

  

PROGR RAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIK TIKA

JURUSA SAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN N IPA

FAKULT LTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIK

  IKAN

UNIVERSITAS SANATA DHARMA

YOGYAKARTA

  

2013

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

“Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat;

ketuklah, maka pintu akan dibukakan bagimu.

  

Karena setiap orang yang meminta, menerima dan setiap orang yang mencari,

mendapat dan setiap orang yang mengetuk, baginya pintu dibukakan.”

(Lukas 11: 9-10)

“Orang yang menabur sedikit, akan menuai sedikit juga,

dan orang yang menabur banyak, akan menuai banyak juga.”

(2 Kor 9: 6)

  

“Tuhan adalah kekuatan dan perisaiku. Kepada-Nya hatiku percaya.”

(Mazmur 28:7)

  Dengan penuh syukur skripsi ini kupersembahkan untuk: Bapak dan Ibuku tercinta, Ignatius Joko Supraptono dan Caecilia Resmini,

  Mbak dan Adekku tersayang, Antonita Yuni Pramita dan Martinus Tegar Praditya, Masku terkasih, Yohanes Widhi Nugroho Aji.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  ABSTRAK

Patricia Risdya Pratiwi. 2013. Keaktifan dan Hasil Belajar dalam

Pembelajaran Metematika Pokok Bahasan Pecahan dengan Menggunakan

Alat Peraga Luasan pada Siswa Kelas VII B Semester Gasal SMP Joannes

Bosco Yogyakarta Tahun Ajaran 2013/ 2014. Skripsi. Program Studi

Pendidikan Matematika, Jurusan Pendidikan Matematika dan Ilmu

Pengetahuan Alam, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas

Sanata Dharma Yogyakarta.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan alat peraga Luasan,

  keaktifan dan hasil belajar siswa dalam proses pembelajaran matematika pokok bahasan Pecahan di kelas VII B. Penelitian ini digolongkan dalam jenis penelitian deskriptif kualitatif dibantu dengan kuantitatif. Penelitian dilaksanakan pada semester gasal tahun ajaran 2013/ 2014 pokok bahasan Pecahan. Subyek dalam penelitian ini adalah guru dan siswa-siswi kelas VII B SMP Joannes Bosco Yogyakarta yang berjumlah 30 siswa.

  Instrumen dalam penelitian ini meliputi instrumen pembelajaran berupa Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) beserta Lembar Kerja Siswa (LKS) dan instrumen pengumpulan data berupa non tes meliputi lembar pengamatan keterlaksanaan RPP, lembar pengamatan ketercapaian penggunaan alat peraga Luasan, lembar pengamatan keaktifan, wawancara, dan tes meliputi Tes Kemampuan Awal (TKA) dan Tes Evaluasi (TE). Sebelum digunakan, semua instrumen dilakukan pertimbangan pakar atau uji butir dan dinyatakan sudah memenuhi syarat yang ditetapkan.

  Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Penggunaan alat peraga Luasan dalam pembelajaran matematika pokok bahasan Pecahan berdampak pada meningkatnya keaktifan dan hasil belajar siswa. Hal ini terlihat dari skor keaktifan siswa yang meningkat di setiap pertemuannya. Selain itu peningkatan hasil belajar siswa dapat dilihat dari hasil perbandingan rata-rata nilai Tes Kemampuan Awal (TKA) dengan rata-rata nilai Tes Evaluasi (TE) yang mengalami kenaikan sebesar 21,56. (2) Keaktifan siswa dalam pembelajaran menggunakan alat peraga Luasan tergolong cukup aktif dengan persentase keaktifan terbesar terdapat pada kriteria sedang (S) yaitu 43,44%. (3) Hasil belajar siswa dalam pembelajaran menggunakan alat peraga Luasan tergolong tinggi dengan persentase terbesar terdapat pada kriteria tinggi (T) yaitu 66,67%.

  Kata kunci: Alat peraga Luasan, keaktifan, hasil belajar, Pecahan.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

ABSTRACT

Patricia Risdya Pratiwi. 2013. The Activeness and Learning Result in

Learning Fractions Using The Width Figure Model of the VII B Students,

Gasal Semester 2013/ 2014 Academic Year in SMP Joannes Bosco

Yogyakarta. Thesis. Mathematics Education Study Program, Departement of

Mathematics Education and Science, Faculty of Teacher Training and

Educational Science, Sanata Dharma University in Yogyakarta.

This research is aimed to know the use of width figure model, student’s

  activeness and learning result in learning Fractions of the VII B students. This research is classified of descriptive-qualitative research supported with quantative research. The research had been done in Gasal semester 2013/ 2014 academic year in the fractions main subject. The subjects in this research are teacher and 30 students of class VII B in SMP Joannes Bosco.

  

Instrument in this research includes of learning instruments such as the

  learning lesson plan (RPP) and the student worksheet (LKS), and data collection instrument such as non test instruments which include the realization of lesson plan observation sheets, realization of width figure model observation sheets, activeness observation sheets, interview sheets, and test instruments include the beginning competency (TKA) and evaluation test (TE). Prior to the use in the research, all instruments were validated by the experts andit considered by its requirement.

  

The results of this research show that (1) the using of width figure gives the

  effects of the increasing of the student’s activeness and learning result. It can be seen from the student’s activeness scor which has been increased in every meeting. Beside, the increasing of the learning result can be seen from the comparasion of the TKA average with the increasing of TE is 21,56. (2) Student’s activeness in using the width figure model is medium. It can be seen from the greatest activeness percentage that shown from medium criteria (S) is 43,44%, (3) The student’s learning result using the width figure model is high. It can be seen from the greatest evaluation test percentage in high criteria (T) reaches 66,67%.

  Keywords: Width figure model, activeness, learning result, Fractions.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kepada Tuhan Yesus Kristus atas cinta dan kasih-Nya

  sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas skripsi dengan baik. Skripsi ini disusun sebagai salah satu syarat memperoleh gelar Sarjana Pendidikan Matematika Universitas Sanata Dharma. Dalam penyusunan skripsi ini penulis mendapatkan banyak pengalaman, hambatan, dan rintangan akan tetapi berkat bantuan, dukungan, dan motivasi dari berbagai pihak penulis dapat melalui dan menyelesaikan skripsi ini. Oleh karena itu, penulis ingin mengucapkan terimakasih kepada berbagai pihak yang membantu, diantaranya:

  1. Bapak Rohandi, Ph.D., selaku dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan;

  2. Bapak Drs. Aufridus Atmadi, M.Si., selaku Kepala Jurusan Pendidikan Matematika dan IPA;

  3. Bapak Dr. Marcellinus Andy Rudhito, S.Pd., selaku Kepala Program Studi Pendidikan Matematika;

  4. Bapak Dominikus Arif Budi Prasetyo, S.Si., M.Si., selaku dosen pembimbing akademik;

  5. Bapak Drs. Sukardjono, M.Pd., selaku dosen pembimbing yang telah meluangkan waktu untuk membimbing penulis selama penyusunan skripsi ini;

  6. Segenap dosen dan karyawan JPMIPA Universitas Sanata Dharma yang telah membimbing, membantu, serta memberikan ilmunya selama belajar di Universitas Sanata Dharma;

  7. Drs. Y. Sugiarto, selaku kepala SMP Joannes Bosco Yogyakarta tahun ajaran 2012/ 2013 dan Ag. Nuranisah. S, S.Ag., selaku kepala SMP Joannes Bosco Yogyakarta tahun ajaran 2013/ 2014 yang telah memberikan kesempatan serta ijin untuk melakukan penelitian;

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  8. Ibnu Sundaru, S.Pd., selaku guru matematika SMP Joannes Bosco Yogyakarta, yang telah memberikan kesempatan, bimbingan, dan bantuan selama proses penelitian;

  9. Siswa-siswa kelas VII B semester gasal SMP Joannes Bosco Yogyakarta tahun ajaran 2013/ 2014 yang telah membantu penulis selama melakukan penelitian;

  10. Bapak, Ibu, Mbak Yuni, Dek Ega, dan Mas Aji atas dukungan, doa, semangat, dan cinta kasih yang telah diberikan kepada penulis sehinga dapat menyelesaikan skripsi ini;

  11. Teman-teman dari Program Studi Pendidikan Matematika angkatan 2009 dan teman-teman kos “Anggrek” atas bantuan, motivasi, dukungan, dan doa sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini;

  12. Semua pihak yang telah memberikan dukungan dalam menyelesaikan skripsi ini yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu.

  Penulis berharap semoga skripsi ini dapat memberikan manfaat bagi pembaca dan dapat digunakan sebagai acuan penelitian selanjutnya.

  Yogyakarta, 27 September 3013 Penulis

  Patricia Risdya Pratiwi

  PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

DAFTAR ISI

  HALAMAN JUDUL ........................................................................................ i HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING .............................................. ii HALAMAN PENGESAHAN .......................................................................... iii HALAMAN PERSEMBAHAN ...................................................................... iv PERNYATAAN KEASLIAN KARYA .......................................................... v ABSTRAK ....................................................................................................... vi ABSTRACT ..................................................................................................... vii LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS ........................................................ viii KATA PENGANTAR ..................................................................................... ix DAFTAR ISI .................................................................................................... xi DAFTAR TABEL ............................................................................................ xiv DAFTAR DIAGRAM ...................................................................................... xvi DAFTAR GAMBAR ....................................................................................... xvii DAFTAR LAMPIRAN .................................................................................... xviii

  BAB I ............................................................................................................... 1 A. Latar Belakang ..................................................................................... 1 B. Identifikasi Masalah ............................................................................. 4 C. Pembatasan Masalah ............................................................................ 5 D. Rumusan Masalah ................................................................................ 5 E. Tujuan Penelitian ................................................................................. 6

  PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  F. Batasan Istilah ...................................................................................... 6

  G. Manfaat Hasil Penelitian ...................................................................... 8

  H. Sistematika Penulisan .......................................................................... 8

  BAB II LANDASAN TEORI .......................................................................... 10 A. Kajian Pustaka ...................................................................................... 10

  1. Belajar .............................................................................................. 10

  2. Pembelajaran ................................................................................... 26

  3. Media ............................................................................................... 28

  4. Alat Peraga ...................................................................................... 31

  5. Alat Peraga Luasan .......................................................................... 35

  6. Keaktifan ......................................................................................... 36

  7. Hasil Belajar .................................................................................... 38

  8. Pecahan ............................................................................................ 41

  B. Kerangka Berpikir ................................................................................ 56

  C. Hipotesis Tindakan............................................................................... 57

  BAB III METODE PENELITIAN................................................................... 58 A. Jenis Penelitian ..................................................................................... 58 B. Tempat dan Waktu Penelitian .............................................................. 59 C. Populasi dan Sampel Penelitian ........................................................... 60 D. Subyek dan Obyek Penelitian .............................................................. 60 E. Variabel Penelitian ............................................................................... 61 F. Instrumen Penelitian............................................................................. 61 G. Teknik Penyekoran Data ...................................................................... 75

  PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  H. Validitas dan Reabilitas........................................................................ 77

  I. Teknik Analisis Data ............................................................................ 79

  BAB IV PELAKSANAAN PENELITIAN, ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN .............................................................................................. 83 A. Pelaksanaan Penelitian ......................................................................... 83 B. Penyajian Data ..................................................................................... 96 C. Analisis Data dan Pembahasan ............................................................ 105 D. Kelemahan Penelitian........................................................................... 138 BAB V PENUTUP ........................................................................................... 139 A. Kesimpulan .......................................................................................... 139 B. Saran ..................................................................................................... 140 DAFTAR PUSTAKA ...................................................................................... 141

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  82 Tabel 4.1 Data Kelompok

Tabel 4.9 Hasil Tes Evaluasi (TE) 104Tabel 4.8 Hasil Tes Kemampuan Awal (TKA) 102Tabel 4.7 Data Keaktifan Siswa pada Pertemuan IV 100

  99 Tabel 4.6 Data Keaktifan Siswa pada Pertemuan III 100

  98 Tabel 4.5 Data Keaktifan Siswa pada Pertemuan II

  97 Tabel 4.4 Data Keaktifan Siswa pada Pertemuan I

  97 Tabel 4.3 Data Ketercapaian Penggunaan Alat Peraga Luasan

  86 Tabel 4.2 Data Keterlaksanaan RPP

  

DAFTAR TABEL

Tabel 2.1 Silabus Materi Pecahan Kelas VII SMP

  71 Tabel 3.9 Kriteria Keaktifan Siswa Kelas VII B

  69 Tabel 3.8 Kisi-kisi Soal Tes Evaluasi

Tabel 3.7 Kisi-kisi Soal Tes Kemampuan Awal

  68 Tabel 3.6 Lembar Rekap Pengamatan Keaktifan Siswa Keseluruhan 68

  67 Tabel 3.5 Lembar Rekap Pengamatan Keaktifan Siswa Pertemuan Pertama

  64 Tabel 3.4 Lembar Pengamatan Keaktifan Siswa 10 Menit Pertama

  63 Tabel 3.3 Lembar Pengamatan Penggunaan Alat Peraga Luasan

  62 Tabel 3.2 Lembar Pengamatan Keterlaksanaan RPP Pertemuan I

  41 Tabel 3.1 Rencana Pembelajaran

  81 Tabel 3.10 Kriteria Hasil Belajar Kelas VII B

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Tabel 4.10 Data Keaktifan Siswa Keseluruhan 118Tabel 4.11 Rincian Kriteria Keaktifan Siswa Kelas VII B 120Tabel 4.12 Data Kegiatan (Indikator Keaktifan) yang Dilakukan Siswa 123Tabel 4.13 Nilai TKA dan TE 124Tabel 4.14 Rincian Kriteria Hasil Belajar Siswa Kelas VII B 127Tabel 4.15 Korelasi antara Keaktifan dan Hasil Belajar Siswa 129

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

DAFTAR DIAGRAM

  Diagram 4.1 Grafik Peningkatan Keaktifan Siswa 119 Diagram 4.2 Histogram Keaktifan Siswa 122 Diagram 4.3 Grafik Peningkatan Hasil Belajar Siswa 126 Diagram 4.4 Histogram Hasil Belajar Siswa 128

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1 Alat Peraga Luasan

  35 Gambar 2.2 Garis Bilangan Pecahan

  43 Gambar 2.3 Kerangka Berpikir

  57 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  LAMPIRAN A 143

  1. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) 144

  2. Lembar Kerja Siswa (LKS) 166

  3. Instrumen Pengamatan 173

  LAMPIRAN B 183

  1. Soal Tes Kemampuan Awal (TKA) dan Jawaban 184

  2. Soal Tes Evaluasi (TE) dan Jawaban 189 LAMPIRAN C

  194

  1. Validitas dan Reabilitas Soal Tes Kemampuan Awal (TKA) 195

  2. Validitas dan Reabilitas Soal Tes Evaluasi (TE) 200

  3. Uji Normalitas Kolmogorov-Smirnov 205 LAMPIRAN D

  209

  1. Daftar Nilai Tes Kemampuan Awal Kelas VII B 210

  2. Daftar Nilai Tes Evaluasi Kelas VII B 211 LAMPIRAN E

  212

  1. Contoh Hasil Pengamatan Keterlaksanaan RPP 213

  2. Contoh Hasil Pengamatan Ketercapaian Penggunaan Alat Peraga 215

  3. Contoh Hasil Pengamatan Keaktifan 217

  4. Transkrip Wawancara 223

  LAMPIRAN F 226

  1. Contoh Hasil Kerja LKS 227

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  2. Contoh Hasil Kerja TKA 239

  3. Contoh Hasil Kerja TE 245

  4. Foto-foto Pelaksanaan Pembelajaran 250 LAMPIRAN G

  252

  1. Surat Ijin Penelitian 253

  2. Surat Keterangan telah Melaksanakan Penelitian 254

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Belajar adalah suatu proses yang kompleks yang terjadi pada diri setiap

  orang sepanjang hidupnya. Proses belajar itu terjadi karena adanya interaksi antara seseorang dengan lingkungannya. Oleh karena itu, belajar dapat terjadi kapan saja dan dimana saja. Salah satu pertanda bahwa seseorang itu telah belajar adalah adanya perubahan tingkah laku pada diri orang itu yang mungkin disebabkan oleh terjadinya perubahan pada tingkat pengetahuan, keterampilan, atau sikapnya (Azhar Arsyad, 2010: 1).

  Pembelajaran pada hakekatnya merupakan suatu proses komunikasi transaksional yang bersifat timbal balik, baik antara guru dengan siswa, maupun antara siswa dengan siswa, untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Komunikasi transaksional adalah bentuk komunikasi yang dapat diterima, dipahami, dan disepakati oleh pihak-pihak yang terkait dalam proses pembelajaran, seperti: guru berpendapat kemudian siswa menanggapi ataupun sebaliknya, dan lain sebagainya. Guru memegang posisi kunci dan strategis dalam menciptakan suasana belajar yang kondusif dan menyenangkan untuk mengarahkan siswa agar dapat mencapai tujuan yang optimal. Guru sebagai figur sentral harus mampu

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  menempatkan strategi pembelajaran yang tepat, sehingga dapat mendorong terjadinya proses belajar siswa yang aktif, produktif, dan efisien. Oleh karena itu, dalam kedudukannya sebagai pembelajar, guru berfungsi membelajarkan anak didiknya agar mencapai tujuan pendidikan. Guru harus mengupayakan agar anak didiknya berada dalam kondisi yang memungkinkan untuk belajar. Pembelajaran yang menyenangkan dan terpusat pada siswa akan mengaktifkan dan memberikan hasil belajar yang maksimal. Banyak hal yang dapat dilakukan guru untuk mengupayakan kondisi belajar yang menyenangkan bagi siswa, salah satunya dengan penggunaan media dalam proses belajar mengajar. Menurut Hamidjojo (dalam Azhar Arsyad, 2010) media adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dari pengirim ke penerima sehingga dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian, dan minat siswa sedemikian rupa sehingga terjadi proses belajar. Sedangkan menurut Hamalik (dalam Azhar Arsyad, 2010), media berperan sebagai perangsang belajar dan dapat menumbuhkan motivasi belajar sehingga siswa tidak menjadi bosan dalam meraih tujuan-tujuan belajar. Ringkasnya, media adalah alat yang menyampaikan atau mengantarkan pesan-pesan pembelajaran demi tercapainya tujuan pendidikan pada umumnya dan tujuan pembelajaran di sekolah pada khususnya (Azhar Arsyad, 2010: 3). Dapat dikatakan bahwa media pembelajaran berpengaruh terhadap keberhasilan siswa dalam proses pembelajaran. Salah satu media yang baik dalam proses pembelajaran adalah pemakaian alat peraga. Alat peraga merupakan salah satu komponen yang

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  tidak dapat diabaikan dalam pengembangan sistem pengajaran yang sukses. Penggunaan alat peraga dalam suatu pengajaran terutama dalam penanaman suatu konsep dapat membantu kelancaran, efektivitas, dan efisiensi pencapaian tujuan. Bahan pembelajaran yang dimanipulasi dalam bentuk alat peraga benda nyata menjadikan suasana belajar menjadi menyenangkan karena siswa dapat bermain sambil belajar melalui alat peraga tersebut. Menurut pengalaman peneliti saat melakukan observasi pada bulan Mei- Juli 2013 di SMP Joannes Bosco, ditemukan bahwa kegiatan belajar mengajar sering berjalan kurang tepat dan tidak lancar. Beberapa guru masih menerapkan pembelajaran konvensional yang lebih menggunakan media papan tulis sebagai sarananya. Media papan tulis ini memiliki keterbatasan dalam proses pembelajaran. Melalui media papan tulis, siswa hanya dapat menggunakan indera penglihatan saja. Hal itu mengakibatkan pembelajaran kurang maksimal. Hanya sedikit siswa yang terlibat aktif dalam proses pembelajaran. Banyak pula ditemukan siswa yang asik bermain dan bergurau dengan teman sebangkunya bahkan terlihat beberapa siswa yang melamun dan tidak fokus pada pembelajaran saat itu. Ketika ditanya terkait materi yang baru saja dipelajari, beberapa siswa tidak bisa menjawab. Ketidaktahuan siswa dalam menjawab pertanyaan guru, bisa jadi karena kurangnya pemahaman siswa tentang konsep yang diajarkan. Menurut peneliti penggunaan alat peraga Luasan sesuai pada subyek penelitian karena pada umumnya penggunaan alat peraga tersebut dapat melibatkan siswa dalam penanaman konsep dan penguatan pemahaman

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  pembelajaran khususnya pada materi Pecahan. Selain itu dengan penggunaan alat peraga Luasan dapat menjadikan pembelajaran jauh lebih menarik dan menyenangkan bagi siswa. Berdasarkan uraian di atas, peneliti tertarik untuk meneliti tentang keaktifan dan hasil belajar dalam pembelajaran matematika pokok bahasan Pecahan dengan menggunakan alat peraga Luasan pada siswa kelas VII B semester gasal SMP Joannes Bosco Yogyakarta tahun ajaran 2013/ 2014.

B. Identifikasi Masalah

   Berdasarkan latar belakang di atas dapat diidentifikasikan kemungkinan

  masalah sebagai berikut:

  1. Kurangnya konsentrasi siswa saat proses pembelajaran matematika di kelas. Hal ini mengakibatkan siswa kurang memahami materi yang diajarkan oleh guru.

  2. Kurang tepatnya model pembelajaran yang digunakan pada saat proses belajar mengajar matematika di kelas. Hal ini mengakibatkan siswa kurang aktif dalam mengikuti proses pembelajaran.

  3. Kurangnya penggunaan alat peraga dalam pembelajaran matematika.

  Gejala verbalisme cenderung terjadi pada siswa, yaitu siswa mengetahui kata-kata yang disampaikan oleh guru tetapi tidak memahami arti dan maknanya.

  4. Kurangnya rasa percaya diri siswa untuk menyelesaikan suatu permasalahan matematika yang mereka jumpai.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  5. Kurangnya kemauan siswa untuk bertanya kepada guru sehingga membuat siswa kurang memahami apa yang telah mereka pelajari.

  C. Pembatasan Masalah Dari beberapa masalah yang telah diidentifikasi dan keterbatasan peneliti

  dalam waktu, tenaga, serta biaya, maka penelitian ini dibatasi tentang keaktifan dan hasil belajar dalam pembelajaran matematika pokok bahasan Pecahan dengan menggunakan alat peraga Luasan pada siswa kelas VII B semester gasal SMP Joannes Bosco Yogyakarta tahun ajaran 2013/ 2014.

  D. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang, identifikasi, dan pembatasan masalah yang

  telah diuraikan, penelitian ini fokus merumuskan masalah sebagai berikut:

  1. Bagaimana dampak penggunaan alat peraga Luasan dalam pembelajaran matematika pokok bahasan Pecahan?

  2. Bagaimana keaktifan siswa dalam penggunaan alat peraga Luasan pada pembelajaran matematika pokok bahasan Pecahan?

  3. Bagaimana hasil belajar siswa dalam penggunaan alat peraga Luasan pada pembelajaran matematika pokok bahasan Pecahan?

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  E. Tujuan Penelitian Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui:

  1. Dampak penggunaan alat peraga Luasan dalam pembelajaran matematika pokok bahasan Pecahan.

  2. Keaktifan siswa dalam penggunaan alat peraga Luasan pada pembelajaran matematika pokok bahasan Pecahan.

  3. Hasil belajar siswa dalam penggunaan alat peraga Luasan pada pembelajaran matematika pokok bahasan Pecahan.

  F. Batasan Istilah

  1. Belajar adalah suatu proses yang kompleks yang terjadi pada diri setiap orang sepanjang hidupnya. Proses belajar itu terjadi karena adanya interaksi antara seseorang dengan lingkungannya. Salah satu pertanda bahwa seseorang itu telah belajar adalah adanya perubahan tingkah laku pada diri orang itu yang mungkin disebabkan oleh terjadinya perubahan pada tingkat pengetahuan, keterampilan, atau sikapnya (Azhar Arsyad, 2010: 1).

  2. Pembelajaran adalah suatu proses yang dilakukan oleh individu untuk memperoleh suatu perubahan perilaku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil dari pengalaman individu itu sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya (Mohamad Surya, 2004: 7).

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  3. Media adalah alat yang menyampaikan atau mengantarkan pesan-pesan pembelajaran demi tercapainya tujuan pendidikan pada umumnya dan tujuan pembelajaran di sekolah pada khususnya (Azhar Arsyad, 2010: 3).

  4. Alat peraga adalah saluran komunikasi atau perantara yang digunakan untuk membawa atau menyampaikan suatu pesan guna mencapai tujuan pengajaran. Alat peraga merupakan alat bantu atau penunjang yang digunakan oleh guru untuk menunjang proses belajar mengajar (Pujiati, 2004).

  5. Luasan merupakan alat peraga dengan bentuk bangun datar lingkaran dan persegi yang didalamnya dapat memuat potongan-potongan/ puzzle dengan ukuran dan bentuk yang sama.

  6. Aktif adalah mampu beraksi dan bereaksi (Depdikbud, 1988).

  7. Keaktifan adalah keterlibatan intelektual-emosional siswa dalam kegiatan pembelajaran (Dimyati dan Mudjiono, 2009).

  8. Hasil belajar adalah perubahan tingkah laku siswa yang luas mencakup bidang kognitif, afektif, maupun psikomotorik (Nana Sudjana, 2010).

  9. Pecahan adalah suatu materi yang dipelajari oleh siswa-siswi kelas VII semester gasal SMP Joannes Bosco Yogyakarta tahun ajaran 2013/ 2014.

G. Manfaat Hasil Penelitian

  1. Bagi Peneliti Penelitian ini memberikan pengalaman dalam meningkatkan wawasan sebagai calon guru sehingga ketika terjun ke lapangan, peneliti

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  dapat mempersiapkan media pembelajaran berupa alat peraga yang dapat mengaktifkan dan meningkatkan hasil belajar siswa.

  2. Bagi Sekolah Penggunaan alat peraga Luasan ini dapat dijadikan salah satu variasi dalam proses pembelajaran. Jika penggunaan alat peraga ini tepat guna, maka media pembelajaran ini dapat dijadikan bahan pertimbangan untuk merancang kegiatan pembelajaran selanjutnya.

  3. Bagi Universitas Sanata Dharma Penelitian ini dapat digunakan sebagai tambahan wawasan bagi para pembaca khususnya dikalangan Universitas Sanata Dharma.

H. Sistematika Penulisan

  Penelitian ini mengajak pembaca untuk mempelajari tentang keaktifan dan hasil belajar dalam pembelajaran matematika pokok bahasan Pecahan dengan menggunakan alat peraga Luasan pada siswa kelas VII B semester gasal SMP Joannes Bosco Yogyakarta tahun ajaran 2013/ 2014. Apa yang mendasari penelitian ini akan disajikan pada Bab I yang mencakup latar belakang masalah, identifikasi masalah, pembatasan masalah, rumusan masalah, tujuan penelitian, batasan istilah, manfaat hasil penelitian, dan sistematika penulisan.

  Landasan teori yang berisi uraian teori-teori yang mendukung penelitian akan dijelaskan pada Bab II. Penjelasan yang diberikan meliputi belajar,

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  pembelajaran, media, alat peraga, alat peraga Luasan, keaktifan, hasil belajar, dan materi Pecahan.

  Bab III akan menyajikan tentang metodologi penelitian. Bagian ini memuat jenis penelitian, tempat dan waktu penelitian, populasi dan sampel penelitian, subyek dan obyek penelitian, variabel penelitian, instrumen penelitian, teknik penyekoran data, validitas dan reabilitas, dan teknik analisis data. Analisis data dan pembahasan akan disajikan pada Bab IV. Bagian ini memuat pelaksanaan penelitian, penyajian data, analisis data dan pembahasan. Kesimpulan dan saran dari penelitian ini akan disajikan pada Bab V.

  Bagian ini akan memberikan ringkasan hasil penelitian yang merupakan jawaban dari tujuan penelitian dan ide mengenai langkah-langkah lanjut untuk perbaikan dan pengembangan penelitian yang telah dilakukan.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

BAB II LANDASAN TEORI A. Kajian Pustaka

1. Belajar

  a. Definisi Belajar Sebagian terbesar dari proses perkembangan berlangsung melalui kegiatan belajar. Belajar selalu berkenaan dengan perubahan- perubahan pada diri orang yang belajar, apakah itu mengarah kepada yang lebih baik atau pun yang kurang baik, direncanakan atau tidak.

  Hal lain yang juga selalu terkait dalam belajar adalah pengalaman. Pengalaman ini berbentuk interaksi dengan orang lain atau lingkungannya (Hamalik, 2007: 36).

  Unsur perubahan dan pengalaman hampir selalu ditekankan dalam rumusan atau definisi tentang belajar, yang dikemukakan oleh para ahli. Misalnya saja menurut Witherington (dalam Hamalik, 2007) belajar merupakan perubahan kepribadian, yang dimanifestasikan sebagai pola-pola respons yang baru yang berbentuk keterampilan, sikap, kebiasaan, pengetahuan, dan kecakapan.

  Terdapat aliran psikologi serta konsep-konsep hasil pemikiran ahli pendidikan yang melandasi teori belajar, antara lain:

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  1) Behaviorisme Menurut Suyono dan Hariyanto (2011), behaviorisme merupakan aliran psikologi yang memandang individu lebih kepada sisi fenomena jasmaniah, mengabaikan aspek-aspek mental seperti kecerdasan, bakat, minat, dan perasaan individu dalam belajar. Aliran ini sangat menekankan kepada perlunya perilaku (behavior) yang diamati. Beberapa ahli yang menyatakan pengertian belajar sesuai dengan aliran

  behaviorisme , antara lain:

  a) Herman Hudojo (1988) Belajar adalah kegiatan atau usaha untuk mencapai perubahan tingkah laku.

  b) Garry dan Kingsley (dalam Trianto 2011) Belajar adalah proses perubahan tingkah laku yang orisinal melalui pengalaman-pengalaman dan latihan-latihan.

  c) Suyono dan Hariyanto (2011) Lebih dijelaskan lagi bahwa belajar adalah proses perubahan tingkah laku sebagai akibat dari interaksi antar siswa dengan sumber-sumber atau objek belajar, baik yang sengaja dirancang maupun yang tidak sengaja dirancang tetapi dimanfaatkan.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa belajar merupakan proses interaktif yang aktif antara siswa dengan pendidik dan sumber belajar pada lingkungannya yang menghasilkan perubahan-perubahan dalam pengetahuan, pemahaman, keterampilan, dan tingkah laku.

  2) Konstruktivisme Menurut Suyono dan Hariyanto (dalam W. S. Winkel, 1991), kontruktivisme adalah sebuah filosofi pembelajaran yang dilandasi premis bahwa dengan merefleksikan pengalaman, kita membangun, mengkonstruksi pengetahuan pemahaman kita tentang dunia tempat kita hidup. Dengan demikian, belajar semata-mata adalah suatu aktivitas mental atau psikis yang berlangsung dalam interaksi yang aktif dengan lingkungan, yang menghasilkan perubahan-perubahan dalam pengetahuan, pemahaman, keterampilan, dan nilai sikap.

  Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa pengetahuan akan dibentuk sendiri oleh siswa dari pengalaman-pengalaman pribadi melalui asimilasi. Dalam hal ini guru hanya berperan sebagai fasilitator dan motivator.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  b. Teori-teori Belajar Beberapa teori belajar, antara lain: 1) Teori Perkembangan Kognitif Piaget (dalam Trianto, 2011)

  Teori perkembangan kognitif Piaget memandang perkembangan kognitif sebagai suatu proses dimana anak secara aktif membangun sistem makna dan pemahaman realitas melalui pengalaman-pengalaman dan interaksi-interaksi mereka.

  Tahapan-tahapan perkembangan kognitif Piaget:

  a) Sensorimotor (lahir sampai 2 tahun) Mereka mengandalkan kemampuan sensorik dan motoriknya untuk melihat, meraba, memegang, mencium, mendengarkan, dan menggerakkan anggota tubuhnya.

  b) Praoperasional (2 sampai 7 tahun) Dalam tahap ini anak belum dapat konservasi. Bahasa dan ingatan anak sudah berkembang. Dengan adanya perkembangan bahasa dan ingatannya, anak pun mampu mengingat banyak hal, tetapi pemikiran anak dibatasi oleh egosentrisnya.

  c) Operasi Konkret (7 sampai 11 tahun atau 12 tahun) Merupakan awal kegiatan rasional. Mereka melihat sesuatu berdasarkan persepsinya, dimulai sistem nyata dari obyek, serta hubungannya. Anak telah mengembangkan sistem pemikiran logis yang dapat diterapkan untuk memecahkan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  persoalan-persoalan konkret yang dihadapi dengan bantuan alat peraga. Namun, anak-anak masih kesulitan dalam ide- ide abstrak.

  d) Operasi Formal (12 tahun ke atas) Pada tahap ini anak sudah mampu berpikir abstrak dan murni simbolis. Masalah-masalah dapat dipecahkan melalui penggunaan eksperimentasi sistematis. Sehingga anak sudah mampu bekerja secara efektif dan sistematis, secara proposional, serta menarik generalisasi secara mendasar.

  Dari teori belajar menurut Piaget dapat disimpulkan bahwa pengalaman dan interaksi aktif anak sangat penting untuk membangun sistem makna dan pemahaman realitas. Oleh karena itu, guru dalam mendesain pembelajaran hendaknya menyesuaikan dengan taraf perkembangan dan kemampuan siswanya.

  2) Teori Penemuan Jerome S. Bruner Bruner menganggap bahwa belajar penemuan sesuai dengan pencarian pengetahuan secara aktif oleh manusia, dan dengan sendirinya memberi hasil yang paling baik. Bruner menyarankan agar siswa-siswi hendaknya belajar melalui partisipasi aktif dengan konsep-konsep dan prinsip-prinsip, agar mereka

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  memperoleh pengalaman dan melakukan eksperimen- eksperimen sehingga menemukan prinsip-prinsip itu sendiri (Trianto, 2011). Tiga tahapan perkembangan intelektual menurut Bruner (Udin S. Winataputra, dkk, 2008) meliputi: a) Enaktif

  Pembelajaran dilakukan melalui tindakan dan memiliki karakter manipulasi yang tinggi. Ia akan dapat memahami sesuatu dari berbuat atau melakukan sesuatu.

  b) Ikonik Pembelajaran yang dilakukan melalui model-model, serangkaian gambar-gambar atau grafik yang menggambarkan suatu konsep tetapi tidak mendefinisikannya dan visualisasi verbal.

  c) Simbolik Pembelajaran dimana anak sudah mampu menggambarkan kapasitas berpikir dalam istilah-istilah yang abstrak. Dalam memahami dunia sekitarnya anak-anak belajar melalui simbol-simbol bahasa, logika, matematika, dan sebagainya.

  Dari tiga tahap perkembangan intelektual menurut Bruner dapat disimpulkan bahwa partisipasi aktif dengan konsep- konsep dan prinsip-prinsip yang dibangun sendiri akan memberikan hasil yang maksimal.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  3) Teori Belajar Dienes (Ruseffendi, 1980) Dienes mengemukakan bahwa tiap-tiap konsep atau prinsip dalam matematika yang disajikan dalam bentuk yang konkret akan dapat dipahami dengan baik. Ini mengandung arti bahwa benda-benda atau obyek-obyek dalam bentuk permainan akan sangat berperan bila dimanipulasi dengan baik dalam pengajaran matematika (Ruseffendi, 1980).

  Menurut Dienes (dalam Ruseffendi, 1980) konsep-konsep matematika akan berhasil jika dipelajari dalam tahap-tahap tertentu. Dienes membagi tahap-tahap belajar menjadi 6 tahap, yaitu: a) Permainan Bebas (Free Play)

  Dalam setiap tahap belajar, tahap yang paling awal dari pengembangan konsep bermula dari permainan bebas.

  Permainan bebas merupakan tahap belajar konsep yang aktivitasnya tidak berstruktur dan tidak diarahkan. Selama permainan pengetahuan anak muncul. Dalam tahap ini anak mulai membentuk struktur mental dan struktur sikap dalam mempersiapkan diri untuk memahami konsep yang sedang dipelajari.

  b) Permainan yang Menggunakan Aturan (Games) Dalam permainan yang disertai aturan siswa sudah mulai meneliti pola-pola dan keteraturan yang terdapat

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  dalam konsep tertentu. Melalui permainan siswa diajak untuk mulai mengenal dan memikirkan bagaimana struktur matematika itu.

  c) Permainan Kesamaan Sifat Dalam mencari kesamaan sifat siswa mulai diarahkan dalam kegiatan menemukan sifat-sifat kesamaan dalam permainan yang sedang diikuti. Guru perlu mengarahkan siswa untuk melatih dalam mencari kesamaan sifat-sifat tersebut, dengan menstranslasikan kesamaan struktur dari bentuk permainan lain.

  d) Permainan Representasi (Representation) Representasi adalah tahap pengambilan sifat dari beberapa situasi yang sejenis. Para siswa menentukan representasi dari konsep-konsep tertentu. Setelah itu mereka berhasil menyimpulkan kesamaan sifat yang terdapat dalam situasi-situasi yang dihadapinya.

  e) Permainan dangan Simbolisasi (Symbolization) Simbolisasi termasuk tahap belajar konsep yang membutuhkan kemampuan merumuskan representasi dari setiap konsep-konsep dengan menggunakan simbol matematika atau melalui perumusan verbal.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  f) Permainan dengan Formalisasi (Formalization) Formalisasi merupakan tahap belajar konsep yang terakhir. Dalam tahap ini siswa-siswa dituntut untuk mengurutkan sifat-sifat konsep dan kemudian merumuskan sifat-sifat baru konsep tersebut.

  Dari teori belajar menurut Dienes di atas dapat disimpulkan bahwa pembelajaran matematika dapat dikemas dengan menarik melalui kegiatan-kegiatan konkret yang dapat meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi yang akan dipelajari.

  c. Faktor yang Mempengaruhi Belajar Menurut Daryanto (2009: 51) belajar dipengaruhi oleh banyak faktor, diantaranya adalah: 1) Faktor Interen

  Faktor Interen digolongkan menjadi dua, yaitu faktor fisik dan faktor psikis.

  a) Faktor Fisik Faktor fisik yang mempengaruhi belajar seperti: (1) Kesehatan Umum

  Dalam pembelajaran khususnya matematika, kesehatan mata dan telinga merupakan hal yang terpenting.

  Seseorang yang terganggu mata dan telinganya akan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  mengalami kesulitan dalam menerima pelajaran. Apabila hal itu terjadi maka perlu digunakan alat bantu berupa audiovisual.

  (2) Kelelahan Kelelahan dapat dibedakan menjadi dua, yaitu kelelahan jasmani dan kelelahan rohani. Kelelahan jasmani terlihat dengan lemah lunglainya tubuh dan timbul kecenderungan untuk membaringkan tubuh.

  Kelelahan rohani dapat dilihat dengan adanya kelesuan dan kebosanan, sehingga minat dan dorongan untuk menghasilkan sesuatu hilang. Siswa yang lelah, maka akan sulit berkonsentrasi dalam belajar.

  b) Faktor Psikis Faktor psikis yang mempengaruhi belajar seperti: (1) Bakat

  Bakat juga mempengaruhi belajar. Anak yang berbakat akan lebih cepat belajar daripada anak yang kurang berbakat. (2) Intelegensi

  Siswa yang mempunyai tingkat intelegensi yang tinggi akan lebih berhasil daripada yang memiliki tingkat intelegensi rendah. Walaupun begitu siswa yang memiliki tingkat intelegensi yang tinggi belum pasti

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  berhasil dalam belajarnya. Hal ini disebabkan karena belajar adalah suatu proses yang kompleks dengan banyak faktor yang mempengaruhinya. (3) Motif

  Motif yang kuat sangatlah perlu dalam belajar. Di dalam membentuk motif yang kuat itu dapat dilaksanakan dengan adanya latihan-latihan/ kebiasaan- kebiasaan dan pengaruh lingkungan yang memperkuat.

  (4) Minat Minat besar pengaruhnya terhadap belajar, karena bila bahan pelajaran yang dipelajari tidak sesuai dengan minat siswa, siswa tidak akan belajar dengan sebaik- baiknya, karena tidak ada daya tarik baginya.

  (5) Kematangan Anak yang sudah siap (matang) belum dapat melaksanakan kecakapannya sebelum belajar.

  Balajarnya akan berhasil jika anak sudah siap (matang). (6) Kesiapan

  Kesiapan adalah kesediaan untuk memberi response atau reaksi. Kesediaan itu timbul dari dalam diri seseorang dan juga berhubungan kematangan, karena kematangan berarti kesiapan untuk melaksanakan kecakapan. Kesiapan ini perlu diperhatikan dalam

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  proses belajar, karena jika siswa belajar dan sudah ada kesiapan maka hasil belajarnya akan lebih baik.

  2) Faktor Eksteren Faktor eksteren yang berpengaruh terhadap belajar dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu: a) Faktor Instrumen

  Faktor instrumen yang mempengaruhi belajar seperti: (1) Kurikulum

  Kurikulum yang kurang baik berpengaruh tidak baik terhadap hasil belajar. Kurikulum yang tidak baik misalnya kurikulum yang terlalu padat, di atas kemampuan siswa, tidak sesuai dengan bakat, minat, dan perhatian siswa akan membuat belajar siswa di sekolah pun akan terganggu.

  (2) Metode mengajar Metode mengajar guru yang kurang baik akan mempengaruhi belajar siswa yang tidak baik pula. Guru yang mengajar dengan metode ceramah saja membuat siswa menjadi bosan, mengantuk, pasif, dan malas untuk beajar. Guru yang berani mencoba metode- metode baru dapat membantu meningkatkan kegiatan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  belajar mengajar dan meningkatkan motivasi siswa untuk belajar.

  (3) Alat pelajaran Mengusahakan alat pelajaran yang baik dan lengkap adalah perlu agar guru dapat mengajar dengan baik, sehingga siswa dapat menerima pelajaran dengan baik serta dapat belajar dengan baik pula.

  (4) Waktu sekolah Waktu terjadinya proses belajar mengajar di sekolah juga mempengaruhi belajar siswa. Siswa yang belajar di pagi hari, pikiran masih segar dan jasmani dalam kondisi yang baik. Siswa yang menerima pelajaran di siang atau sore hari akan mengalami kesulitan dalam menerima pelajaran karena kondisi badannya sudah lelah/ lemah. (5) Keadaan gedung

  Dengan jumlah siswa yang luar biasa besarnya, keadaan gedung dewasa ini terpaksa kurang. Siswa duduk berjejal-jejal di dalam setiap kelas. Hal ini mengakibatkan suasana kelas menjadi tidak kondusif sehingga akan mempengaruhi belajar siswa.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  (6) Metode belajar Dengan cara belajar yang tepat akan efektif pula hasil belajar siswa. Siswa yang belajar tidak teratur atau terus menerus hanya saat menjelang ujian akan mengakibatkan siswa jatuh sakit karena kurang beristirahat. Maka siswa perlu belajar secara teratur setiap hari dengan pembagian waktu yang baik, memilih cara belajar yang tepat dan cukup istirahat akan meningkatkan hasil belajar.

  b) Faktor Lingkungan Faktor lingkungan dibagi menjadi dua, yaitu faktor sosial dan nonsosial.

  (1) Faktor Sosial Faktor sosial yang mempengaruhi belajar seperti: (a) Cara orang tua mendidik

  Cara oarang tua mendidik anaknya besar pengaruhnya terhadap belajar anaknya. Orang tua yang kurang/ tidak memperhatikan pendidikan anaknya dapat menyebabkan anak tidak/ kurang berhasil dalam belajarnya. (b) Relasi antara anggota keluarga

  Relasi di dalam keluarga yang kurang baik menyebabkan perkembangan anak terhambat,

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  belajarnya terganggu dan bahkan dapat menimbulkan masalah-masalah psikologis yang lain. (c) Hubungan guru dengan siswa

  Guru yang kurang berinteraksi dengan siswa secara akrab menyebabkan proses belajar mengajar kurang lancar, siswa juga merasa jauh dari guru, sehingga segan berpartisipasi secara aktif dalam belajar. Jika relasi guru dengan siswa baik, siswa akan cenderung menyukai gurunya, juga akan menyukai mata pelajaran yang diajarkannya sehingga siswa berusaha mempelajari sebaik- baiknya. (d) Hubungan siswa dengan siswa

  Siswa yang mempunyai sifat atau tingkah laku yang kurang menyenangkan teman lain, mempunyai rasa rendah diri atau sedang mengalami tekanan batin, akan diasingkan dari kelompoknya, akibatnya akan menggangu belajarnya.

  (e) Kegiatan siswa dalam masyarakat Kegiatan siswa dalam masyarakat dapat menguntungkan terhadap perkembangan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  pribadinya. Namun apabila siswa ambil bagian dalam kegiatan masyarakat yang terlalu banyak, maka belajarnya akan terganggu, lebih-lebih jika tidak bijaksana dalam mengatur waktunya.

  (2) Faktor Nonsosial Faktor nonsosial yang mempengaruhi belajar seperti: (a) Suasana rumah

  Suasana rumah yang gaduh/ ramai dan semrawut tidak akan memberi ketenangan kepada anak yang belajar. Suasana yang demikian dapat mengganggu belajar anak, terutama untuk berkonsentrasi.

  (b) Keadaan ekonomi keluarga Jika anak hidup dalam keluarga yang miskin, kebutuhan pokok anak kurang, akibatnya kesehatan anak terganggu, sehingga belajar anak juga terganggu. Akibat yang lain anak selalu dirundung kesedihan sehingga anak merasa minder dengan teman lain. Hal ini pasti akan mengganggu belajar anak. Sebaliknya jika anak hidup dalam keluarga yang kaya raya, orang tua sering mempunyai kecenderungan untuk memanjakan anak. Anak hanya besenang-senang dan berfoya-foya, akibatnya anak kurang memusatkan perhatiannya

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  kepada belajar. Hal tersebut juga dapat mengganggu belajar anak.

2. Pembelajaran

  a. Definisi Pembelajaran Dalam keseluruhan proses pendidikan di sekolah, pembelajaran merupakan aktivitas yang paling utama. Pemahaman seorang guru terhadap pengertian pembelajaran akan mempengaruhi cara guru itu mengajar. Secara umum pembelajaran merupakan suatu proses perubahan yaitu perubahan dalam perilaku sebagai hasil interaksi antara dirinya dengan lingkungannya dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Sedangkan secara lengkap, pembelajaaran diartikan sebagai suatu proses yang dilakukan oleh individu untuk memperoleh suatu perubahan perilaku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil dari pengalaman individu itu sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya (Mohamad Surya, 2004: 7).

  b. Tujuan Pembelajaran Tujuan pembelajaran (instructinal objective) adalah perilaku hasil belajar yang diharapkan terjadi, dimiliki atau dikuasai oleh peserta didik setelah mengikuti kegiatan pembelajaran tertentu. Hal ini didasarkan sebagai pendapat tentang makna tujuan pembelajaran atau tujuan instruksional.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Magner (dalam Mohamad Surya, 2004) mendefinisikan tujuan pembelajaran sebagai tujuan perilaku yang hendak dicapai atau yang dapat dikerjakan oleh peserta didik sesuai kompetensi. Sedangkan Dejnozka dan Kavel (Mohamad Surya, 2004) mendefinisikan tujuan pembelajaran adalah suatu pernyataan spefisik yang dinyatakan dalam bentuk perilaku yang diwujudkan dalam bentuk tulisan yang menggambarkan hasil belajar yang diharapkan.

  c. Pembelajaran Matematika Pada hakekatnya pembelajaran matematika adalah proses yang sengaja dirancang dengan tujuan untuk menciptakan suasana lingkungan yang memungkinkan seseorang melaksanakan kegiatan belajar matematika. Hal ini sejalan dengan pendapat Nickson (dalam Dyan, 2001: 16) yang mengungkapkan bahwa pembelajaran matematika menurut pandangan kontruktivistik adalah untuk membantu siswa dalam membangun konsep-konsep/ prinsip-prinsip metematika dengan kemampuannya sendiri melalui proses internalisasi sehingga konsep/ prinsip terbangun kembali sehingga informasi yang diperoleh menjadi konsep/ prinsip baru.

  Transformasi tersebut mudah terjadi bila muncul pemahaman karena terbentuknya skemata dalam benak siswa. Dengan demikian pembelajaran matematika yaitu membangun pemahaman sehingga materi yang dipelajari semakin bermakna.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

3. Media

  a. Pengertian Media Kata media berasal dari bahasa Latin medius yang secara harfiah berarti ‘tengah’, ‘perantara’ atau ‘pengantar’. Dalam bahasa Arab, media adalah perantara atau pengantar pesan dari pengirim kepada penerima pesan. Gerlach dan Ely (dalam Azhar Arsyad, 2010) mengatakan bahwa media apabila dipahami secara garis besar adalah manusia, materi, atau kejadian yang membangun kondisi yang membuat siswa mampu memperoleh pengetahuan, keterampilan, atau sikap.

  Batasan lain telah pula dikemukakan oleh para ahli (dalam Azhar Arsyad, 2010) yang sebagian diantaranya akan diberikan berikut ini: 1) Heinich, dan kawan-kawan (1982) mengemukakan istilah medium sebagai perantara yang mengantar informasi antara sumber dan penerima. Apabila membawa pesan-pesan atau informasi yang bertujuan instruksional atau mengandung maksud-maksud pengajaran maka media itu disebut media pembelajaran.

  2) Hamidjojo dan Latuheru (1993) memeberi batasan media sebagai semua bentuk perantara yang digunakan oleh manusia untu menyampaikan atau menyebar ide, gagasan, atau pendapat sehingga ide, gagasan, atau pendapat yang dikemukakan itu sampai kepada penerima yang dituju.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  3) Gagne’ dan Briggs (1975) secara implisit mengatakan bahwa media pembelajaran meliputi alat yang secara fisik digunakan untuk menyampaikan isi materi pengajaran, yang terdiri dari buku, tape recorder, kaset, video camera, video recorder, film,

  slide , foto, gambar, grafik, televisi, dan komputer. Dengan kata

  lain, media adalah komponen sumber belajar atau wahana fisik yang mengandung materi instruksional di lingkungan siswa yang dapat merangsang siswa untuk belajar.

  b. Fungsi Media Fungsi utama media pembelajaran adalah sebagai alat bantu mengajar yang turut mempengaruhi iklim, kondisi, dan lingkungan belajar yang ditata dan diciptakan oleh guru. Levie dan Lentz (dalam Azhar Arsyad, 2010) mengemukakan empat fungsi media pembelajaran, khususnya media visual, yaitu:

  1) Fungsi atensi

  Fungsi atensi media visual merupakan inti, yaitu menarik dan mengarahkan perhatian siswa untuk berkonsentrasi kepada isi pelajaran yang berkaitan dengan makna visual yang ditampilkan atau menyertai teks materi pelajaran.

  2) Fungsi afektif

  Fungsi afektif media visual dapat terlihat dari tingkat kenikmatan siswa ketika belajar (atau membaca) teks yang

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  bergambar. Gambar atau lambang visual dapat menggugah emosi dan sikap siswa.

  3) Fungsi kognitif Fungsi kognitif media visual terlihat dari temuan-temuan penelitian yang mengungkapkan bahwa lambang visual atau gambar memperlancar pencapaian tujuan untuk memahami dan mengingat informasi atau pesan yang terkandung dalam gambar.

  4) Fungsi Kompensatoris Fungsi kompensatoris media pembelajaran terlihat dari hasil penelitian bahwa media visual yang memberikan konteks untuk memahami teks membantu siswa yang lemah dalam membaca untuk mengorganisasikan informasi dalam teks dan mengingatnya kembali.

  c. Manfaat Media Berbagai manfaat media pembelajaran telah dibahas oleh banyak ahli. Salah satunya menurut Sudjana dan Rivai (dalam Azhar Arsyad, 2010) mengemukakan manfaat media pembelajaran dalam proses belajar siswa, yaitu: 1) Pembelajaran akan lebih menarik perhatian siswa sehingga dapat menumbuhkan motivasi belajar.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  2) Bahan pembelajaran akan lebih jelas maknanya sehingga dapat lebih dipahami oleh siswa dan memungkinkannya menguasai dan mencapai tujuan pembelajaran. 3) Metode mengajar akan lebih bervariasi, tidak semata-mata komunikasi verbal melalui penuturan kata-kata oleh guru, sehingga siswa tidak bosan dan guru tidak kehabisan tenaga, apalagi kalau guru mengajar pada setiap jam pelajaran.

  4) Siswa dapat lebih banyak melakukan kegiatan belajar sebab tidak hanya mendengarkan uraian guru, tetapi juga aktivitas lain seperti mengamati, malakukan, mendemonstrasikan, memerankan, dan lain-lain.

4. Alat Peraga

  a. Pengertian Alat Peraga Alat peraga adalah saluran komunikasi atau perantara yang digunakan untuk membawa atau menyampaikan suatu pesan guna mencapai tujuan pengajaran . Alat peraga merupakan alat bantu atau penunjang yang digunakan oleh guru untuk menunjang proses belajar mengajar. Menurut Pujiati (2004) alat peraga adalah alat pembantu dalam mengajar agar efektif. Menurut Suhardi (dalam Pujiati, 2004) pengertian alat peraga atau Audio-Visual Aids (AVA) adalah media yang pengajarannya berhubungan dengan indera pendengaran.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Sejalan dengan itu Sumadi (dalam Pujiati, 2004) mengemukakan bahwa alat peraga atau AVA adalah alat untuk memberikan pelajaran atau yang dapat diamati melalui panca indera.

  b. Tujuan dan Fungsi Alat Peraga Pembelajaran menggunakan alat peraga berarti mengoptimalkan fungsi seluruh panca indra siswa untuk meningkatkan efektivitas siswa belajar dengan cara mendengar, melihat, meraba, dan menggunakan pikirannya secara logis dan realistis.

  Pelajaran tidak sekedar menerawang pada wilayah abstrak, melainkan sebagai proses empirik yang konkret yang realistik serta menjadi bagian dari hidup yang tidak mudah dilupakan. Tujuan alat peraga adalah sebagai berikut : 1) Memberikan kemampuan berpikir matematika secara kreatif.

  Bagi sebagian anak, matematika tampak seperti suatu sistem yang kaku, yang hanya berisi simbol-simbol dan sekumpulan dalil-dalil untuk dipecahkan. Padahal sesungguhnya matematika memiliki banyak hubungan untuk mengembangkan kreativitas.

  2) Mengembangkan sikap yang menguntungkan ke arah berpikir matematika. Suasana pembelajaran matematika di kelas haruslah sedemikian rupa, sehingga para peserta didik dapat menyukai pelajaran tersebut.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  3) Menunjang matematika di luar kelas, yang menunjukkan penerapan matematika dalam keadaan sebenarnya. Siswa dapat menghubungkan pengalaman belajarnya dengan pengalaman- pengalaman dalam kehidupan sehari-hari.

  4) Memberikan motivasi dan memudahkan abstraksi. Dengan alat peraga diharapkan peserta didik lebih memperoleh pengalaman- pengalaman yang baru dan menyenangkan, sehingga mereka dapat menghubungkannya dengan matematika yang bersifat abstrak.

  Dengan kata lain, tujuan penggunaan alat peraga adalah untuk mendemonstrasikan konsep yang abstrak ke dalam bentuk visual.

  Dalam proses pembelajaran alat peraga berfungsi : 1) Memecahkan rangkaian pembelajaran ceramah yang monoton.

  2) Membumbui pembelajaran dengan humor untuk memperkuat minat siswa.

  3) Menghibur siswa agar pembelajaran tidak membosankan. 4) Memfokuskan perhatian siswa pada materi pelajaran secara konkret.

  5) Melibatkan siswa dalam proses belajar sebagai rangkaian pengalaman nyata.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  c. Persyaratan Alat Peraga Menurut Pujiati (2004) ada beberapa persyaratan yang harus dimiliki alat peraga agar fungsi atau manfaat dari alat peraga tersebut sesuai dengan yang diharapkan dalam pembelajaran, yaitu: 1) Sesuai dengan konsep matematika.

  2) Dapat memperjelas konsep matematika, baik dalam bentuk real, gambar, atau diagram dan bukan sebaliknya (mempersulit pemahaman konsep matematika) 3) Tahan lama (dibuat dari bahan-bahan yang cukup kuat).

  4) Bentuk dan warnanya menarik. 5) Dari bahan yang aman bagi kesehatan peserta didik. 6) Sederhana dan mudah dikelola. 7) Ukuran sesuai atau seimbang dengan ukuran fisik dari peserta didik.

  8) Peragan diharapkan menjadi dasar bagi tumbuhnya konsep berpikir abstrak bagi peserta didik, karena alat peraga tersebut dapat dimanipulasi (dapat diraba, dipegang, dipindahkan, dipasangkan, dan sebagainya) agar peserta didik dapat belajar secara aktif baik secara individual maupun kelompok. 9) Bila mungkin alat peraga tersebut dapat berfaedah banyak.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

5. Alat Peraga Luasan

   Luasan merupakan alat peraga dengan bentuk bangun datar lingkaran

  dan persegi yang di dalamnya dapat memuat potongan-potongan/ puzzle dengan ukuran dan bentuk yang sama. Tujuan dari permainan Luasan adalah untuk menyusun potongan/ puzzle itu (tanpa tumpang tindih) menjadi suatu bentuk bangun datar lingkaran atau persegi yang utuh.

   Dengan memindah-mindahkan potongan/ puzzle yang ada, kita dapat

  menciptakan berbagai bentuk yang sangat banyak. Ini adalah awal mula/ dasar untuk mengerti akan luas (area) dan garis keliling. Tidak hanya itu saja, Luasan kerap pula digunakan untuk mempelajari bilangan pecahan. Melalui permainan Luasan, konsep materi bilangan pecahan dapat dengan mudah tertanam di benak siswa. Siswa dapat menyebutkan besarnya pecahan dari setiap potongan Luasan tersebut. Siswa juga dapat melakukan operasi hitung pecahan menggunakan Luasan tersebut.

Gambar 2.1 Alat Peraga Luasan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

6. Keaktifan

  a. Hakekat Keaktifan Aktif adalah mampu beraksi dan bereaksi (Depdikbud, 1988).

  Keaktifan adalah keterlibatan intelektual-emosional siswa dalam kegiatan pembelajaran (Dimyati dan Mudjiono, 2009). Pada waktu guru mengajar ia harus mengusahakan agar siswanya aktif jasmani maupun rohani. Keaktifan jasmani maupun rohani itu (Syaiful Sagala, 2006) meliputi: 1) Keaktifan indera: pendengaran, penglihatan, peraba, dan lain- lain. Pesera didik harus dirangsang agar dapat menggunakan alat inderanya sebaik mungkin. 2) Keaktifan akal: akal anak-anak harus aktif atau diaktifkan untuk memecahkan masalah, menimbang-nimbang, menyusun pendapat, dan mengambil keputusan. 3) Keaktifan ingatan: pada waktu mengajar, anak harus aktif menerima bahan pengajaran yang disampaikan guru dan menyimpannya dalam otak, kemudian pada suatu saat ia siap mengutarakan kembali.

  4) Keaktifan emosi: dalam hal ini siswa hendaknya senantiasa berusaha mencintai pelajarannya.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  b. Indikator Keaktifan Siswa

   Indikator keaktifan siswa berdasarkan jenis aktivitasnya dalam

  proses pembelajaran, yaitu sebagai berikut (Paul D. Deirich dalam Ahmad Rohani, 1991): 1) Aktivitas visual (visual activities), antara lain: membaca, mengamati, demontrasi, dan mengamati eksperimen.

  2) Aktivitas lisan (oral activities), antara lain: mengemukakan fakta/ prinsip, menghubungkan suatu kejadian, diskusi, mengajukan pertanyaan, menjawab pertanyaan, dan mengemukakan pendapat.

  3) Aktivitas audio (listening activities), antara lain: menyimak penyajian materi/ informasi dan mendengarkan percakapan/ diskusi kelompok. 4) Aktivitas menulis (writing activities), antara lain: mengerjakan soal tes atau problem solving, mencatat hasil percobaan/ pengukuran, dan mencatat hasil diskusi. 5) Aktivitas menggambar (drawing activities), antara lain: membuat grafik atau sketsa.

  6) Aktivitas motorik (motor activities), antara lain: memilih alat, merangkai alat, dan melakukan pengukuran.

  7) Aktivitas mental, antara lain: merenungkan, memecahkan masalah, menganalisis, dan membuat keputusan.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  8) Aktivitas emosional, antara lain: keberanian dan ketenangan siswa dalam merespon pertanyaan atau mengajukan pertanyaan serta mengemukakan pendapat.

  c. Keaktifan Siswa dalam Proses Pembelajaran

   Nana Sudjana (2010) mengemukakan keaktifan siswa dalam

  mengikuti proses pembelajaran dapat dilihat dalam: 1) Turut serta dalam melaksanakan tugas belajarnya.

  2) Terlibat dalam pemecahan masalah. 3) Bertanya kepada siswa lain atau guru apabila tidak memahami persoalan yang dihadapinya.

  4) Berusaha mencari berbagai informasi yang diperlukan untuk memecahkan masalah.

  5) Melatih diri dalam memecahkan masalah atau soal. 6) Menilai kemampuan dirinya dan hasil-hasil yang diperoleh.

7. Hasil Belajar

  Menurut Nana Sudjana (2010) hasil belajar adalah perubahan tingkah laku siswa yang luas mencakup bidang kognitif, afektif, dan psikomotorik. Ranah kognitif berkenaan dengan hasil belajar intelektual yang terdiri dari enam aspek, yakni pengetahuan/ ingatan, pemahaman, aplikasi, analisis, sintesis, dan evaluasi. Kedua aspek pertama disebut kognitif tingkat rendah dan keempat aspek berikutnya termasuk kognitif

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  tingkat tinggi. Ranah afektif berkenaan dengan sikap yang terdiri dari lima aspek, yakni penerimaan, jawaban/ reaksi, penilaian, organisasi, dan internalisasi. Ranah psikomotoris berkenaan dengan hasil belajar ketrampilan dan kemauan bertindak. Ada enam aspek ranah psikomotoris, yakni gerakan reflek, kemampuan perseptual, keharmonisan/ ketepatan, ketrampilan kompleks, dan gerakan ekspresif dan interpretatif. Usaha dan keberhasilan belajar dipengaruhi oleh banyak faktor. Faktor-faktor tersebut dapat bersumber pada dirinya atau di luar dirinya atau lingkungannya. Faktor-faktor yang mempengaruhi hasil belajar antara lain:

  a. Faktor-faktor dalam diri individu Faktor-faktor dalam diri individu menyangkut aspek jasmaniah maupun rohaniah. Aspek jasmaniah mencangkup kondisi dan kesehatan jasmani dari individu. Kondisi fisik menyangkut pula kelengkapan dan kesehatan indra penglihatan, pendengaran, perabaan, penciuman, dan pencecapan. Aspek psikis atau rohaniah tidak kalah pentingnya dalam belajar dengan aspek jasmaniah. Aspek psikis menyangkut kondisi kesehatan psikis, kemampuan-kemampuan intelektual, sosial, psikomotor, serta kondisi afektif dan kognitif dari individu.

  Kondisi intelektual juga berpengaruh terhadap keberhasilan belajar. Kondisi intelektual ini menyangkut tingkat kecerdasan,

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  bakat-bakat, baik bakat sekolah maupun bakat pekerjaan. Juga termasuk kondisi intelektual adalah penguasaan siswa akan pengetahuan atau pelajaran-pelajaran yang lalu. Kondisi sosial menyangkut hubungan siswa dengan orang lain, baik guru, teman, orang tua, maupun orang-orang yang lainnya.

  Seorang yang memiliki kondisi hubungan yang wajar dengan orang- orang sekitarnya akan mengalami ketentraman hidup dan berpengaruh pada kosentrasi dan kegiatan belajarnya. Hal lain yang ada pada diri individu juga berpengaruh terhadap kondisi belajar adalah situasi afektif, selain ketenangan dan ketentraman psikis juga motivasi untuk belajar. Keberhasilan belajar seseorang juga dipengaruhi oleh keterampilan-keterampilan yang dimilikinya, seperti keterampilan membaca, berdiskusi, memecahkan masalah, mengerjakan tugas-tugas, dan lain-lain.

  b. Faktor-faktor lingkungan Keberhasilan belajar juga sangat dipengaruhi faktor-faktor di luar diri siswa, baik faktor fisik maupun sosial-psikologis yang berada pada lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat. Keluarga merupakan lingkungan pertama dan utama dalam pendidikan, memberikan landasan dasar bagi proses belajar pada lingkungan sekolah dan masyarakat. Faktor fisik dalam lingkungan keluarga yang meliputi keadaan rumah dan ruangan tempat belajar, suasana

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  lingkungan rumah sekitar dan yang tak kalah pentingnya adalah kondisi dan suasana sosial psikologis dalam keluarga.

  Lingkungan fisik sekolah yang meliputi lingkungan kampus, sarana dan prasarana belajar yang ada, sumber-sumber belajar, media belajar, dan sebagainya. Lingkungan masyarakat di mana siswa atau individu berada juga berpengaruh terhadap semangat dan aktivitas belajarnya.

8. Pecahan

Tabel 2.1 Silabus Materi Pecahan Kelas VII SMP Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Indikator

  Memahami sifat- sifat operasi hitung bilangan dan penggunaannya dalam pemecahan masalah

  1.1 Melakukan operasi hitung pecahan

  • Memberikan contoh berbagai bentuk dan jenis pecahan
  • Mengubah bentuk pecahan ke bentuk pecahan yang lain
  • Mengurutkan pecahan
  • Menyelesaikan operasi hitung tambah, kurang, kali, bagi pecahan termasuk operasi campuran
  • Mengenal dan menggunakan sifat-sifat operasi hitung pecahan

  1.2 Menggunakan sifat-sifat operasi hitung pecahan dalam pemecahan masalah

  a. Arti Pecahan Bilangan pecahan merupakan himpunan bagian dari bilangan rasional. Bilangan rasional adalah bilangan yang dapat dibentuk menjadi , dimana

  ≠ 0 dan , ∈ . Sedangkan bilangan pecahan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  satu bagian utuh yang dibagi menjadi beberapa bagian yang sama besar.

  Sebuah jeruk mula-mula dibagi menjadi dua bagian yang sama. Satu bagian jeruk dari bagian yang sama itu disebut “satu per dua” atau “seperdua” atau “setengah” dan ditulis . Kedua bagian tersebut masing-masing dibagi dua lagi sehingga menjadi dua bagian yang sama. Satu bagian dari empat bagian yang sama itu disebut “satu per empat” atau “seperempat” dan ditulis . Bilangan dan pada contoh diatas disebut pecahan. Pada pecahan , 1 disebut pembilang dan 2 disebut penyebut, sedangkan pada pecahan , 1 disebut dan 4 disebut penyebut. Jadi dapat disimpulkan bahwa

  pembilang

  bilangan yang dibagi disebut pembilang dan bilangan yang membagi disebut penyebut. Jika pembilang = dan penyebut = maka pecahan itu adalah

  , ≠ 0. Apabila = 0 maka pecahan itu tidak ada nilainya atau tidak terdefinisi. Hal ini mengisyaratkan bahwa penyebut pecahan tidak boleh nol. Bilangan pecahan dapat digambarkan dengan garis bilangan, yaitu dengan cara membagi garis itu menjadi beberapa bagian yang sama besar sesuai dengan penyebutnya.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Gambar 2.2 Garis Bilangan Pecahan

  b. Sifat Pecahan Pecahan mempunyai sifat yaitu: 1) Nilai pecahan sama dengan nol (0) jika penyebutnya sama dengan nol (0).

  2) Pembilang dan penyebut dapat dikali dengan bilangan yang sama, asalkan bukan nol (0).

  c. Jenis Pecahan 1) Pecahan Senama

  Dalam pecahan sering dikenal pecahan senama, yaitu pecahan- pecahan yang penyebutnya sama. Pecahan dan adalah pecahan senama karena penyebutnya sama yaitu 8. Demikian pula

  , , dan adalah pecahan yang senama karena penyebutnya sama yaitu . Untuk menjadikan dua atau lebih pecahan menjadi pecahan yang senama, caranya adalah dengan mencari kelipatan persekutuan terkecil dari penyebut pecahan- pecahan tersebut.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  2) Pecahan Senilai Selain pecahan senama, dikenal pula pecahan senilai. Pecahan senilai yaitu pecahan-pecahan yang nilainya sama. Pecahan yang senilai dengan pecahan dengan

  ≠ 0 dapat dicari dengan aturan berikut ini:

  × ∶ atau dengan sembarang bilangan asli.

  = =

  × :

  d. Menyederhanakan Pecahan Sebuah pecahan dapat disederhanakan asalkan penyebut dan pembilang dari pecahan itu memiliki faktor persekutuan.

  Menyederhanakan sebuah pecahan berarti mencari pecahan yang lebih sederhana dari pecahan tersebut. Sebuah pecahan dapat disederhanakan dengan cara membagi terus-menerus pembilang dan penyebut suatu pecahan dengan faktor pembagi dari pembilang dan penyebut. Sebuah pecahan dikatakan dalam bentuk paling sederhana apabila ia hanya mempunyai faktor pembagi 1.

  e. Membandingkan Dua Pecahan Jika mempunyai dua pecahan yang tidak senilai maka keduanya dapat dibandingkan dengan menggunakan notasi lebih dari

  > atau

  kurang dari

  <). Untuk membandingkan pecahan-pecahan itu, perlu memperhatikan besar pembilang dan penyebut dari pecahan tersebut.

  Suatu cara membandingkan pecahan adalah dengan menyatakan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  pecahan-pecahan itu sebagai pecahan yang senama kemudian membandingkan pembilang-pembilangnya. Dalam proses ini dapat digunakan kelipatan persekutuan terkecil dari penyebut-penyebut pecahan.

  f. Pecahan diantara Dua Pecahan Diantara dua pecahan selalu dapat ditentukan sebuah pecahan diantara keduanya. Hal ini dilakukan dengan cara mengurutkan pecahan itu secara naik (dari kecil ke besar) atau secara turun (dari besar ke kecil). Langkah awal yang harus dilakukan adalah mengubah kedua pecahan itu menjadi pecahan senama, setelah itu melihat urutan pembilang dari pecahan senama tersebut, kemudian menentukan letaknya pada garis bilangan.

  g. Operasi hitung pada Pecahan Dalam bilangan real, dikenal operasi hitung penjumlahan dan perkalian beserta invers-inversnya. Pengurangan merupakan invers dari penjumlahan. Sedangkan pembagian merupakan invers dari perkalian. Seperti yang dituliskan berikut ini:

  • × = ⇔ = ata

    • = ⇔ − = atau − =

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Pada bilangan pecahan juga berlaku operasi hitung seperti pada bilangan real, sebab bilangan pecahan merupakan himpunan bagian dari bilangan real. Operasi hitung tersebut meliputi: 1) Penjumlahan

  a) Penjumlahan pecahan senama Operasi penjumlahan pada pecahan senama dapat dilakukan dengan menjumlahkan pembilang-pembilangnya dengan penyebut yang tetap. Contoh:

  !

  = +

  b) Penjumlahan pecahan tak senama Operasi penjumlahan hanya dapat dilakukan asalkan penyebut dari pecahan yang akan dijumlahkan bernilai sama atau merupakan pecahan senama. Untuk menyamakan penyebut, pertama-tama ubah pecahan tersebut menjadi pecahan senama dengan menggunakan kelipatan persekutuan terkecil penyebutnya. Kemudian jumlahkan pembilangnya dan tulis dalam bentuk yang paling sederhana.

  Contoh:

  " × "× "

  • = = + = = 1 +

  × × "

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  c) Penjumlahan antarpecahan campuran Cara untuk menjumlahkan bilangan campuran adalah menghitung bagian bilangan bulat dan pecahannya secara terpisah. Kadang-kadang jumlah dari bagian pecahan adalah suatu pecahan yang pembilangnya lebih dari penyebutnya.

  Jika demikian, ubahlah dahulu pecahan tersebut sebagai bilangan campuran.

  Contoh: 3 + 4 = ⋯ Maka langkah pengerjaannya:

  • Jumlahkan bilangan bulatnya 4 + 3 = 7
  • Jumlahkan pecahannya

  × × "

  • = = = = 1

  × × ( ( ( (

  • Jumlahkan bilangan bulat dan pecahannya 7 + 1 = 8

  ( (

  2) Pengurangan

  a) Pengurangan pecahan senama Operasi pengurangan pada pecahan senama dapat dilakukan dengan mengurangkan pembilang-pembilangnya dengan penyebut yang tetap.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Contoh: − = =

  b) Pengurangan pecahan tak senama Operasi pengurangan hanya dapat dilakukan asalkan penyebut dari pecahan yang akan dikurangkan bernilai sama atau merupakan pecahan senama. Untuk menyamakan penyebut, pertama-tama ubah pecahan tersebut menjadi pecahan senama dengan menggunakan kelipatan persekutuan terkecil penyebutnya. Kemudian kurangkan pembilang-pembilangnya (penyebut tetap) dan tulis dalam bentuk yang paling sederhana.

  Contoh:

  × ×

  − = − = − =

  × ×

  c) Pengurangan pecahan campuran tanpa peminjaman Cara untuk mengurangkan bilangan campuran adalah mengurangkan bagian bilangan bulat dan pecahannya secara terpisah. Contoh: 68 − 4 = ⋯ Langkah pengerjaannya:

  • Kurangkan bilangan bulatnya 68 − 4 = 64

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • Kurangkan pecahannya

  − =

  × ×

  −

  

×

×

  = − =

  • Jumlahkan bilangan bulat dan pecahannya 64 + = 64

  d) Pengurangan pecahan campuran dengan peminjaman Cara ini digunakan apabila pecahan tidak dapat dikurangkan. Maka langkah yang diambil adalah dengan meminjam dari bilangan bulat. Contoh: 67 − 12 = ⋯ Langkah pengerjaannya:

  • Karena < , maka pinjam 1 dari 67 sehingga menjadi

  66

  • Kurangkan bilangan bulatnya 66 − 12 = 54
  • Kurangkan pecahannya

  − =

  (

  =

  • Jumlahkan bilangan bulat dan pecahannya 54 + = 54

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  3) Perkalian

  a) Perkalian antarpecahan Untuk mengalikan pecahan dengan pecahan, kalikanlah pembilang-pembilangnya. Kemudian kalikan penyebut- penyebutnya. Jika pembilang dari pecahan pertama dan penyebut dari pecahan yang lain mempunyai faktor persekutuan, maka dapat disederhanakan sebelum mengalikannnya.

  Contoh:

  × (

  × = = =

  ×

  b) Perkalian bilangan cacah dengan pecahan Pada perkalian bilangan cacah dengan pecahan, dapat mengubah bilangan cacah ke dalam bentuk pecahan dengan penyebut 1 kemudian melakukan perkalian pecahan. Kadang-kadang perkalian dari bagian pecahan adalah suatu pecahan yang pembilangnya lebih dari penyebutnya. Jika demikian, ubahlah dahulu pecahan tersebut sebagai bilangan campuran.

  Contoh:

  ×

  3 × = × = = = 2

  ! ! ×! ! !

  c) Perkalian antarpecahan campuran Untuk mengalikan bilangan campuran, nyatakanlah terlebih dahulu bilangan campuran itu sebagai pecahan yang

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  pembilangnya lebih dari penyebutnya atau mengubah pecahan campuran menjadi pecahan biasa. Kemudian kalikan pecahan-pecahan tersebut. Jika hasil dari hasil perkalian pembilang lebih besar dari penyebutnya, maka ubahlah dahulu pecahan tersebut sebagai bilangan campuran.

  Contoh: 2 × 1 =

  !

  ×

  !

  =

  !

  = 3 4) Pembagian

  Sebelum menguraikan operasi pembagian pada pecahan, perlu diperhatikan terlebih dahulu mengenai invers (kebalikan).

  Contoh:

  • × = 1, adalah invers (kebalikan) perkalian dari atau adalah invers perkalian dar
  • × 2 = 1, adala invers perkalian dari 2 atau 2 adalah invers perkalian dari .

  Secara umum dapat disimpulkan bahwa adalah invers (kebalikan) perkalian dari , karena × = 1 dan sebaliknya. Untuk melakukan operasi pembagian antar bilangan pecahan, langkah yang ditempuh adalah dengan mengalikan pecahan itu

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Contoh: ∶ = × =

  × ×

  = = 2

  h. Sifat-sifat Operasi Pecahan Ingat kembali sifat-sifat yang berlaku pada penjumlahan dan perkalian bilangan bulat. Untuk setiap bilangan bulat

  , , dan maka berlaku:

  • Sifat komutatif
    • Komutatif pada penjumlahan:
      • = +

    • Komutatif pada perkalian:

  • Sifat asosiatif
    • Asosiatif pada penjumlahan:
      • = + +

    • Asosiatif pada perkalian:

  • Sifat distributif perkalian terhadap penjumlahan:
  • Sifat distributif perkalian terhadap pengurangan:

  × = ×

  × × = × ×

  × + = × + ×

  × − = × − × Sifat-sifat ini juga berlaku pada penjumlahan dan perkalian bilangan pecahan. Berikut adalah penjelasannya: 1) Komutatif

  Sifat komutatif atau sifat pertukaran. Jika kedua bilangan ditukar tempatnya, namun hasilnya tidak berubah, maka operasi tersebut memenuhi sifat komutatif.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  a) Penjumlahan Contoh:

  • = = dan + = =

  ( ( ( ( ( (

  Ini berarti . Sehingga dapat disimpulkan = + +

  

( ( ( (

  bahwa sifat komutatif berlaku pada operasi penjumlahan pecahan.

  b) Pengurangan Contoh:

  " ! ! "

  dan − = − = −

  ! ! ! ! ! !

" ! ! "

  Ini berati . Sehingga dapat disimpulkan − ≠ −

  

! ! ! !

  bahwa sifat komutatif tidak berlaku pada opersi pengurangan pecahan.

  c) Perkalian Contoh:

  × = dan × =

  " "

  Ini berarti × = × . Sehingga dapat disimpulkan

  

" "

  bahwa sifat komutatif berlaku pada operasi perkalian pecahan.

  d) Pembagian Contoh:

  ∶ = 2 dan ∶ =

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Ini berarti ∶ ≠ ∶ . Sehingga dapat disimpulkan bahwa sifat komutatif tidak berlaku pada operasi pembagian pecahan.

  2) Asositif Sifat asosiatif atau sifat pengelompokkan. Jika operasi tersebut dikelompokkan secara berbeda, namun hasil operasinya tetap sama, maka operasi tersebut memenuhi sifat asosiatif.

  a) Penjumlahan Contoh:

  ! " "

  dan

  • . = = + . + = =

  Ini berarti . Sehingga dapat

  • . = - . + + + disimpulkan bahwa sifat asosiatif berlaku pada operasi penjumlahan pecahan.

  b) Pengurangan Contoh:

  ! ! "

  dan − - − . = − = =

  " ! (

  − . − = - − = =

  " ! !

  Ini berarti − - − . ≠ - − . − . Sehingga dapat disimpulkan bahwa sifat asosaitif tidak berlaku pada operasi pengurangan pecahan.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  c) Perkalian Contoh:

  × - × . = × = × . × = × =

  • dan .

  ! ( ! / ! ( / /

  Ini berarti × - × . = - × . × . Sehingga dapat

  ! ( ! (

  disimpulkan bahwa sifat asosiatif berlaku pada operasi perkalian pecahan.

  d) Pembagian Contoh:

  ! ! ! (

  dan ∶ - ∶ . = ∶ = ∶ - .: = ∶ =

  ( / ( ! ! ! !

  Ini berarti ∶ - ∶ . ≠ - ∶ .: . Sehingga dapat

  ( (

  disimpulkan bahwa sifat asosiatif tidak berlaku pada operasi pembagian pecahan.

  3) Distributif Sifat distributif atau sifat penyebaran.

  a) Distributif perkalian terhadap penjumlahan Contoh:

  !

  × - + . = × =

  ( (

! !

  • × . + - × . = + =

  (

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  ! !

  Karena × - + . = - × . + - × .. Maka dapat

  ( (

  disimpulkan bahwa sifat distributif perkalian terhadap penjumlahan berlaku pada operasi hitung pecahan.

  b) Distributif perkalian terhadap pengurangan Contoh:

  !

  × - − . = × =

  ( ( ! !

  • × . − - × . = − =

  ( ! !

  Karena × - − . = - × . − - × .. Maka dapat

  ( (

  disimpulkan bahwa sifat distributif perkalian terhadap pengurangan berlaku pada operasi hitung pecahan.

B. Kerangka Berpikir

   Pembelajaran adalah proses interaksi siswa dengan pendidik dan sumber

  belajar pada suatu lingkungan belajar. Jadi, pembelajaran dikatakan berhasil apabila adanya interaksi aktif antara siswa dengan siswa, guru, maupun sumber belajar pada saat proses pembelajaran berlangsung di kelas. Pembelajaran yang menyenangkan dan terpusat pada siswa menuntut siswa berinteraksi aktif dengan siswa, guru, dan sumber belajar. Pembelajaran yang demikian bertujuan, menuntun siswa untuk dapat mencari dan membangun pengetahuannya sendiri sehingga akan memberikan hasil yang maksimal.

  Media pembelajaran sangat berperan dalam keberhasilan siswa. Penggunaan media pembelajaran salah satunya dengan penggunaan alat

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  peraga. Alat peraga Luasan, khususnya pada materi Pecahan dirancang untuk melibatkan lebih banyak siswa dalam penanaman konsep dan menelaah materi yang tercakup dalam suatu pelajaran serta mengecek pemahaman siswa terhadap isi pelajaran tersebut. Jika pembelajaran matematika dilakukan dengan baik dan disertai dengan penggunaan alat peraga yang tepat, maka keaktifan dan hasil belajar siswa akan meningkat.

   Kerangka berpikir dapat digambarkan sebagai berikut:

  Pembelajaran Keaktifan Siswa Pemahaman dan Hasil

  Alat Peraga Luasan Belajar Siswa

Gambar 2.3 Kerangka Berpikir

C. Hipotesis Tindakan

   Hipotesis merupakan suatu jawaban sementara terhadap masalah

  penelitian yang kebenarannya masih harus diuji terlebih dahulu secara empiris. Oleh karena itu agar rumusan jawaban dipecahkan, maka seorang peneliti memerlukan suatu pedoman yang digunakan sebagai tuntunan. Pedoman itu berupa jawaban sementara atau hipotesis. Sehubungan dengan hal tersebut, maka di dalam penelitian ini penulis mengajukan hipotesis sebagai berikut:

   Penggunaan alat peraga Luasan pada pembelajaran matematika pokok

  bahasan pecahan dapat meningkatkan keaktifan dan hasil belajar siswa kelas VII B semester gasal SMP Joannes Bosco tahun pelajaran 2013/ 2014.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Penelitian ini menggunakan metode penelitian eksperimen sekaligus

  korelasional. Metode penelitian eksperimen merupakan metode penelitian yang digunakan untuk mencari pengaruh treatment (perlakuan) tertentu (dalam Sugiyono, 2010: 11). Pengaruh treatment dalam penelitian ini adalah pengaruh penggunaan alat peraga Luasan pada pembelajaran matematika pokok bahasan Pecahan. Metode korelasional merupakan metode penelitian yang digunakan untuk mencari hubungan antara beberapa variabel yang digunakan dalam penelitian. Hubungan beberapa variabel tersebut misalnya hubungan antara penggunaan alat peraga dalam pembelajaran matematika terhadap keaktifan dan hasil belajar siswa.

   Penelitian ini digolongkan dalam jenis penelitian deskriptif kualitatif

  dibantu dengan kuantitatif. Menurut Sugiyono (2010: 14) metode penelitian kualitatif adalah metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat postpositivisme, digunakan untuk meneliti pada kondisi obyek yang alamiah, dimana peneliti adalah sebagai instrumen kunci, pengambilan sampel sumber data dilakukan secara purposive dan snowbaal, teknik pengumpulan dengan triangulasi (gabungan), analisis data bersifat induktif/ kualitatif, dan hasil penelitian kualitatif lebih menekankan makna daripada generalisasi. Metode

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  penelitian kuantitatif adalah metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat positivisme, digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu, teknik pengambilan sampel pada umumnya dilakukan secara random, pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian, analisis data bersifat kuantitatif/ statistik dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan.

   Peneliti berusaha mendeskripsikan dampak penggunaan alat peraga

  Luasan pada pembelajaran matematika pokok bahasan Pecahan terhadap keaktifan dan hasil belajar siswa. Analisis kualitatif dalam penelitian ini digunakan untuk mengetahui keaktifan siswa dalam proses pembelajaran matematika yang menggunakan alat peraga Luasan. Analisis kualitatif diperoleh dari hasil pengamatan keaktifan siswa baik secara kelompok maupun individu. Analisis kuantitatif dalam penelitian ini digunakan untuk mengetahui hasil belajar siswa setelah menggunakan alat peraga Luasan dalam proses pembelajaran. Analisis kuantitatif diperoleh dari hasil Tes Kemampuan Awal (TKA) dan Tes Evaluasi (TE).

B. Tempat dan Waktu Penelitian

  1. Tempat Penelitian Penelitian dilaksanakan di SMP Joannes Bosco Yogyakarta.

  2. Waktu Penelitian Waktu penelitian dilaksanakan mulai Mei-September 2013.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  C. Populasi dan Sampel Penelitian

  1. Populasi Penelitian Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII SMP Joannes Bosco Yogyakarta.

  2. Sampel Penelitian Sampel yang digunakan dalam penelitian ini dipilih secara tak acak, yaitu siswa-siswi kelas VII B yang berjumlah 30 orang.

  D. Subyek dan Obyek Penelitian

  1. Subyek Penelitian Subyek dalam penelitian ini adalah:

  a. Guru Matematika

  b. Siswa-siswi kelas VII B semester gasal SMP Joannes Bosco tahun ajaran 2013/ 2014 yang terdiri dari 30 siswa

  2. Obyek Penelitian Obyek dalam penelitian ini adalah:

  a. Penggunaan alat peraga Luasan dalam pembelajaran matematika

  b. Keaktifan siswa

  c. Hasil belajar siswa

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  E. Variabel Penelitian

  1. Variabel Bebas Variabel bebas dalam penelitian ini adalah pembelajaran dan penggunaan alat peraga Luasan pada pokok bahasan Pecahan.

  2. Variabel Terikat Variabel terikat dalam penelitian ini adalah keaktifan dan hasil belajar.

  F. Instrumen Penelitian Instrumen penelitian ini terdiri dari instrumen pembelajaran, instrumen

  peraga, instrumen keaktifan siswa, instrumen hasil belajar siswa, dan wawancara.

  1. Instrumen Pembelajaran Instrumen pembelajaran berupa Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) pada pokok bahasan Pecahan dengan menggunakan alat peraga Luasan. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) terdiri dari empat kali pertemuan dengan alokasi waktu untuk setiap pertemuan 80 menit.

  Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) mencakup beberapa komponen, antara lain: standar kompetensi, kompetensi dasar, indikator, tujuan pembelajaran, metode pembelajaran yang digunakan, rincian langkah-langkah kegiatan pembelajaran, sumber belajar, media pembelajaran, dan penilaian. Rencana pembelajaran yang digunakan adalah sebagai berikut:

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Tabel 3.1 Rencana Pembelajaran Pertemuan Materi yang diajarkan ke-

  I Membentuk pecahan dan mencari pecahan yang senilai dengan menggunakan alat peraga Luasan

  II Mengurutkan pecahan dan membandingkan dua atau lebih pecahan dengan menggunakan alat peraga Luasan

  III Melakukan operasi hitung pada pecahan dengan menggunakan alat peraga Luasan

  IV Mengenal sifat-sifat operasi hitung pada pecahan Instrumen pembelajaran yang berupa Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dapat diukur melalui lembar pengamatan keterlaksanaan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Lembar pengamatan keterlaksanaan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) digunakan untuk mengamati pembelajaran matematika dengan menggunakan alat peraga Luasan pada pokok bahasan Pecahan. Lembar pengamatan keterlaksanaan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) berisi tentang langkah-langkah pembelajaran yang sesuai pada Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang telah disusun peneliti. Sebelum digunakan, lembar pengamatan RPP ini sudah diujicobakan. Pengamatan keterlaksanaan RPP diamati oleh tiga observer. Observer mencatat hasil pengamatan pada lembar pengamatan dengan memberi tanda cek

  √ pada kolom ‘ya’ untuk kegiatan yang terlaksana atau kolom ‘tidak’ untuk kegiatan yang tidak terlaksana. Contoh lembar pengamatan keterlaksanaan RPP adalah sebagai berikut:

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Tabel 3.2 Lembar Pengamatan Keterlaksanaan RPP Pertemuan Pertama No. Aspek yang Diamati Keterlaksanaan Ya Tidak

  I. PRAPEMBELAJARAN

  1. Memeriksa kesiapan ruang, alat pembelajaran, dan media

  2. Memeriksa kesiapan siswa

  II. MEMBUKA PEMBELAJARAN

  1. Menyampaikan kompetensi yang akan dicapai dan recana kegiatannya

  2. Memberi motivasi kepada siswa

  3. Melakukan kegiatan apersepsi

  III. KEGIATAN INTI PEMBELAJARAN

  1. Menjelaskan secara singkat mengenai pecahan dengan menggunakan alat peraga Luasan

  2. Membagi siswa menjadi 6 kelompok yang masing-masing kelompok beranggotakan 5 siswa

  3. Membagikan Luasan kepada siswa dan mengajak siswa untuk menujukkan pecahan yang terbentuk dari alat peraga tersebut

  4. Mengajak siswa untuk mencari pecahan- pecahan yang besarnya sama dengan bantuan alat peraga yang mereka miliki

  5. Membimbing siswa menemukan pecahan yang senilai

  6. Membagikan Lembar Kerja Siswa (LKS) dan mengajak siswa mengerjakan soal yang terdapat di dalam LKS secara berkelompok

  7. Memantau kerja siswa dan mengarahkan siswa yang mengalami kesulitan

  8. Mengajak siswa untuk mempresentasikan hasil diskusi kelompok di depan kelas

  9. Memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya atau menganggapi jawaban kelompok lain

  10. Memberikan penguatan berupa pujian kepada siswa yang telah menunjukkan hasil diskusi kelompok kepada teman- teman lainnya

  11. Terjadi diskusi kelas

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  IV. PENUTUP

  1. Memberikan konfirmasi

  2. Mengajak siswa untuk menarik kesimpulan terhadap materi pembelajaran

  2. Instrumen Alat Peraga Luasan Instrumen Alat peraga Luasan berupa lembar pengamatan alat peraga Luasan yang disusun oleh peneliti. Lembar pengamatan alat peraga bertujuan untuk mengukur dan mengetahui sejauh mana alat peraga digunakan dengan baik sesuai dengan fungsi dan persyaratan alat peraga. Lembar pengamatan alat peraga diamati oleh tiga observer. Observer mencatat hasil pengamatan pada lembar pengamatan dengan memberi tanda cek

  √ pada kolom ‘ya’ jika alat peraga memenuhi fungsi dan persyaratan alat peraga atau kolom ‘tidak’ jika alat peraga tidak memenuhi fungsi dan persyaratan alat peraga. Contoh lembar pengamatan ketercapaian fungsi dan persyaratan alat peraga adalah sebagai berikut:

Tabel 3.3 Lembar Pengamatan Penggunaan Alat Peraga Luasan No. Aspek yang Diamati Ketercapaian Ya Tidak

  I. FUNGSI ALAT PERAGA

  1. Memecahkan rangkaian pembelajaran ceramah yang monoton

  2. Membubui pembelajaran dengan humor untuk memperkuat minat siswa

  3. Menghibur siswa agar pembelajaran tidak membosankan

  4. Memfokuskan perhatian siswa pada materi pelajaran secara konkret

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  5. Melibatkan siswa dalam proses belajar sebagai rangkaian pengalaman nyata

  II. PERSYARATAN ALAT PERAGA

  1. Sesuai dengan konsep matematika

  2. Dapat memperjelas konsep matematika, baik dalam bentuk real, gambar, atau diagram

  3. Tahan lama

  4. Bentuk dan warnanya menarik

  5. Dari bahan yang aman bagi kesehatan peserta didik

  6. Sederhana dan mudah dikelola

  7. Ukuran sesuai atau seimbang dengan ukuran fisik dari peserta didik

  8. Dapat membuat peserta didik belajar secara aktif baik secara individual maupun kelompok

  3. Instumen Keaktifan Siswa Instrumen keaktifan siswa berupa lembar pengamatan keaktifan siswa yang disusun oleh peneliti. Lembar pengamatan keaktifan digunakan untuk mencatat setiap perilaku aktif yang dilakukan siswa selama proses pembelajaran dengan menggunakan alat peraga Luasan. Sebelum digunakan, lembar pengamatan keaktifan ini sudah diujicobakan. Lembar pengamatan keaktifan diisi oleh tiga observer ketika kegiatan belajar sedang berlangsung. Observer mencatat hasil pengamatan pada lembar pengamatan dengan memberi turus pada kolom yang tersedia setiap sepuluh menit dalam jangka waktu 60 menit. Data pengamatan keaktifan siswa yang terkumpul selama 60 menit tersebut kemudian dicatat pada lembar rekap pengamatan keaktifan siswa pada setiap pertemuan. Data

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  yang diperoleh disetiap pertemuannya kemudian diakumulatifkan pada lembar rekap pengamatan keaktifan siswa akhir.

  Aspek-aspek keaktifan siswa yang diamati berdasarkan beberapa indikator keaktifan yang dapat diukur dan diamati. Beberapa indikator yang digunakan adalah sebagai berikut:

  a. Kegiatan lisan 1) Siswa mengajukan pertanyaan

  Kegiatan siswa bertanya tentang materi pelajaran baik kepada peneliti maupun siswa lain.

  2) Siswa menjawab pertanyaan Siswa mampu memberikan jawaban/ solusi dari suatu permasalahan yang dilontarkan oleh peneliti atau siswa lain.

  3) Siswa mengemukakan pendapat Siswa memberikan pendapat dan membantu teman dalam menyelesaikan permasalahan baik dalam kelompok maupun dalam kelas. 4) Siswa menanggapi pendapat/ jawaban siswa lain

  Siswa mampu memberikan tanggapan tentang pendapat/ jawaban yang diajukan oleh teman lain dalam menyelesaikan/ memecahkan persoalan baik dalam kelompok maupun dalam kelas.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  b. Kegiatan menulis 1) Siswa mengerjakan tugas/ soal

  c. Kegiatan mental 1) Siswa berdiskusi dalam kelompok

  Kesediaan siswa untuk bekerja sama dan bertukarpikiran dalam menyelesaikan permasalahan dengan anggota kelompoknya.

  Berikut ini adalah lembar pengamatan keaktifan siswa selama 10 menit pertama:

Tabel 3.4 Lembar Pengamatan Keaktifan Siswa 10 Menit Pertama No. Hal yang Diamati Kelompok.................

  1

  2

  3

  4

  5

  1. Kegiatan Lisan

  a. Siswa mengajukan pertanyaan b. Siswa menjawab pertanyaan c. Siswa mengemukakan pendapat d. Siswa menanggapi pendapat atau jawaban siswa lain

  2. Kegiatan menulis Siswa mengerjakan tugas/ soal yang diberikan

  3. Kegiatan mental Siswa berdiskusi dalam kelompok

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Berikut ini adalah lembar rekap pengamatan keaktifan siswa pertemuan pertama:

Tabel 3.5 Lembar Rekap Pengamatan Keaktifan Siswa Pertemuan Pertama NO. Nama Siswa Indikator

  1

  1

  2

  3

  4

  5

  6 Jumlah

  Berikut adalah lembar rekap pengamatan keaktifan siswa:

Tabel 3.6 Lembar Rekap Pengamatan Keaktifan Siswa Keseluruhan No. Nama Siswa Pertemuan ke-

  1

  1

  2

  3

  4 Jumlah

  4. Instrumen Hasil Belajar Siswa Instrumen hasil belajar siswa berupa tes. Tes merupakan alat pengukuran berupa serangkaian pertanyaan yang harus dijawab secara sengaja dalam situasi yang distandarisasikan, dan yang dimaksudkan untuk mengukur kemampuan hasil belajar siswa baik secara individu maupun kelompok (Masidjo, 1995: 38).

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  a. Tes Kemampuan Awal Tes Kemampuan Awal (TKA) diberikan sebelum melaksanakan pembelajaran dengan menggunakan alat peraga Luasan. Tes Kemampuan Awal (TKA) tersebut berupa sebelas soal uraian tentang materi kelas VII yang berhubungan dengan pokok bahasan Pecahan yang disusun peneliti sendiri berdasarkan standar kompetensi yang berlaku di sekolah dan dilakukan pertimbangan pakar oleh guru matematika dan dosen pembimbing. Tes Kemampuan Awal (TKA) digunakan untuk melihat kemampuan awal siswa. Kisi-kisi soal Tes Kemampuan Awal (TKA) adalah sebagai berikut:

Tabel 3.7 Kisi-kisi Soal Tes Kemampuan Awal

  Standar Kompetensi : Memahami sifat-sifat operasi hitung bilangan dan penggunaannya dalam pemecahan masalah

  Kompetensi Dasar : 1.1 Melakukan opersi hitung pecahan

  1.2 Menggunakan sifat-sifat operasi hitung pecahan dalam pemecahan masalah Indikator : 1. Memberikan contoh berbagai bentuk dan jenis pecahan

  2. Mengubah bentuk pecahan ke bentuk pecahan yang lain.

  3. Mengurutkan pecahan

  4. Menyelesaikan operasi hitung tambah, kurang, kali, bagi, pecahan termasuk operasi campuran

  5. Mengenal dan menggunakan sifat-sifat operasi hitung pecahan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  No soal: 11 1 9,09%

  berasal dari Jakarta, dan

  (

  . dalam bentuk yang paling sederhana! 3) Pada hari Sabtu, Bela mengunjungi Malioboro. Ia mencatat pengunjung berasal dari Bali,

  / !

  dan

  (

  Persegi yang lebih kecil, berapa bagian dari persegi yang lebih besar? 2) Nyatakan pecahan

  3 11 100% Contoh soal Tes Kemampuan Awal (TKA) adalah sebagai berikut: 1) Perhatikan gambar di bawah ini!

  4

  4

  Jumlah

  5. Sifat-sifat opersi hitung pada pecahan

  No. Sub Pokok Bahasan Jenjang Kemampuan dan Kesukaran Soal Banyak Soal Jumlah (%) Mudah Sedang Sulit

  No soal: 9,10 6 54,56%

  5 No soal: 6,7,8

  No soal:

  4. Operasi hitung dua pecahan atau lebih

  3 No soal: 4 2 18,18%

  No soal:

  3. Mengurutkan Pecahan

  No soal: 2 1 9,09%

  2. Pecahan Senilai dan Menyederhana kan Pecahan

  No soal: 1 1 9,09%

  1. Membentuk Pecahan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  berasal dari Yogyakarta. Berasal dari daerah manakah pengunjung terbanyak? 4) Ali membeli dua buah semangka di pasar. Semangka pertama beratnya kg. Dan semangka kedua beratnya kg. Berapa kelebihan berat semangka pertama dibandingkan semangka kedua?

  !

  5) Tentukan hasil dari

  • × . + - × .!

  (

  b. Tes Evaluasi Tes Evaluasi (TE) diberikan pada pertemuan terakhir setelah penggunaan media pembelajaran yaitu alat peraga Luasan. Tes Evaluasi (TE) berupa sebelas soal uraian yang disusun oleh peneliti berdasarkan pokok bahasan Pecahan yang telah dipelajari. Sebelum digunakan, Tes Evaluasi (TE) ini sudah dilakukan pertimbangan pakar oleh guru matematika dan dosen pembimbing serta dilakukan uji butir. Uji butir berupa uji validitas dan reliabilitas. Kisi-kisi soal Tes Evaluasi (TE) adalah sebagai berikut:

Tabel 3.8 Kisi-kisi Soal Tes Evaluasi

  Standar Kompetensi : Memahami sifat-sifat operasi hitung bilangan dan penggunaannya dalam pemecahan masalah

  Kompetensi Dasar : 1.1 Melakukan opersi hitung pecahan

  1.2 Menggunakan sifat-sifat operasi hitung bilangan dalam pemecahan masalah

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  4. Operasi hitung dua pecahan atau lebih

  3 11 100% Contoh soal Tes Evaluasi (TE) adalah sebagai berikut: 1) Perhatikan susunan tujuh potong Luasan berikut ini!

  4

  4

  11 2 18,18% Jumlah

  No soal: 10,

  5. Sifat-sifat opersi hitung pada pecahan

  No soal: 9 5 45,45%

  5 No soal: 6,7,8

  No soal:

  Indikator : 1. Memberikan contoh berbagai bentuk dan jenis pecahan

  2. Mengubah bentuk pecahan ke bentuk pecahan yang lain

  No soal:

  3. Mengurutkan Pecahan

  No soal: 2 1 9,09%

  2. Pecahan Senilai dan Menyederhana kan Pecahan

  No soal: 1 1 9,09%

  1. Membentuk Pecahan

  No. Sub Pokok Bahasan Jenjang Kemampuan dan Kesukaran Soal Banyak Soal Jumlah (%) Mudah Sedang Sulit

  5. Mengenal dan menggunakan sifat-sifat operasi hitung pecahan

  4. Menyelesaikan operasi hitung tambah, kurang, kali, bagi pecahan termasuk operasi campuran

  3. Mengurutkan pecahan

  3 No soal: 4 2 18,18%

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Potongan persegi kecil yang ditunjukkan pada gambar, berapa bagian dari persegi yang lebih besar?

  "

  2) Nyatakan pecahan dan

  • − . dalam bentuk yang paling

  "

  sederhana! 3) Jarak dari rumah Anton ke sekolah km. Jarak rumah Budi ke sekolah km dan jarak rumah Dani ke sekolah km. Urutkan

  !

  jarak rumah ke sekolah masing-masing siswa dari yang terdekat sampai terjauh! 4) Sebuah resep kue menggunakan 1 gelas gula, dan yang lain menggunakan

  2 gelas gula. Kamu mempunyai 3 gelas gula di rumah. Apakah gula yang kamu punyai cukup untuk kedua resep tersebut? Jelaskan!

  5) Tentukan hasil dari

  • × . − - × .!

  5. Wawancara Wawancara dilakukan dengan tujuan mengetahui lebih dalam pendapat siswa tentang penggunaan alat peraga Luasan, keaktifan siswa selama proses pembelajaran, kemampuan mengerjakan Tes Evaluasi (TE) dan faktor lain yang mempengaruhi hasil belajar siswa. Wawancara dilakukan pada beberapa siswa yang terpilih berdasarkan hasil pengamatan keaktifan siswa dan hasil Tes Evaluasi (TE). Siswa terpilih yaitu siswa yang keaktifan dan hasil belajarnya diskonkordan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  (bertentangan). Diskonkordan adalah kondisi siswa yang memiliki keaktifan rendah tetapi hasil belajarnya sedang atau tinggi, keaktifan sedang tetapi hasil belajarnya rendah atau tinggi, dan keaktifannya tinggi tetapi hasil belajaranya rendah atau sedang. Pedoman pertanyaan dalam wawancara antara lain:

  a. Pendapat siswa tentang penggunaan alat peraga Luasan pada pembelajaran matematika pokok bahasan Pecahan 1) Bagaimana perasaan Anda saat pembelajaran matematika menggunakan alat peraga Luasan kemarin? 2) Senang atau tidak? Mengapa?

  b. Keaktifan siswa selama proses pembelajaran 1) Jika anda mengalami kesulitan, apakah Anda bertanya pada teman atau guru? Sering atau tidak? 2) Apakah teman Anda ada yang bertanya dengan Anda? Anda jawab atau tidak? 3) Apakah Anda berpendapat dalam proses pembelajaran? 4) Apakah anda menanggapi pendapat teman Anda? 5) Apakah Anda mengerjakan soal-soal LKS yang diberikan? 6) Apakah Anda berdiskusi dengan teman Anda? Sering atau tidak? c. Kemampuan mengerjakan Tes Evaluasi (TE)

  1) Apakah pembelajaran menggunakan alat peraga kemarin memudahkan Anda memahami materi?

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  2) Ada merasa bisa mengerjakan tes evaluasi atau tidak? 3) Dari soal tes evalusi, soal manakah yang Anda rasa paling sulit?

  Mengapa?

  d. Faktor lain yang mempengaruhi hasil belajar siswa 1) Dengan siapa Anda tinggal di rumah? 2) Anda anak ke berapa? 3) Jika di rumah sering belajar atau tidak? 4) Dengan siapa Anda belajar? 5) Anda mengikuti les atau tidak? 6) Kira-kira berapa jam per hari Anda belajar di rumah? 7) Apakah ada yang mengingatkan Anda untuk belajar? 8) Apakah di rumah Anda sering mengulang pelajaran yang dipelajari di sekolah? 9) Jika saat belajar di rumah Anda merasa belum paham, apakah yang Anda lakukan? 10) Bagaimana cara Anda belajar di rumah?

G. Teknik Penyekoran Data

  Dalam penelitian ini teknik penyekoran data yang digunakan yaitu:

  1. Observasi Keterlaksanaan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dengan menggunakan alat peraga Luasan dan keaktifan siswa diamati oleh tiga

  observer yang kemudian dicatat pada lembar pengamatan. Sebelum

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  digunakan, lembar pengamatan ini sudah diujicobakan. Observer mencatat hasil pengamatan keterlaksanaan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dengan memberikan tanda cek

  √ pada kolom ‘ya’ untuk kegiatan yang terlaksana atau memberikan tanda cek √ pada kolom ‘tidak’ untuk kegiatan yang tidak terlaksana.

  Hasil pengamatan penggunaan alat peraga dicatat pada lembar pengamatan alat peraga oleh tiga observer. Observer mencatat hasil pengamatan dengan memberikan tanda cek

  √ pada kolom ‘ya’ jika alat peraga memenuhi fungsi dan persyaratan alat peraga atau kolom ‘tidak’ jika alat peraga tidak memenuhi fungsi dan persyaratan alat peraga. Hasil pengamatan keaktifan siswa dicatat pada lembar pengamatan keaktifan siswa dilakukan dengan memberikan turus pada kolom yang tersedia setiap sepuluh menit dalam jangka waktu 60 menit selama proses belajar mengajar berlangsung. Data pengamatan keaktifan siswa selama 60 menit tersebut kemudian dicatat pada lembar rekap pengamatan keaktifan siswa pada setiap pertemuannya. Data yang diperoleh disetiap pertemuannya kemudian diakumulatifkan pada lembar rekap pengamatan keaktifan siswa keseluruhan. Pada keaktifan siswa yang diamati adalah keaktifan siswa secara keseluruhan, baik dalam kelompok maupun dalam individu. Keaktifan siswa dianalisis kemudian diukur menggunakan indikator-indikator yang berhubungan dengan aktivitas siswa selama proses pembelajaran berlangsung.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  2. Data Kemampuan Awal dan Hasil Belajar Kemampuan awal diperoleh dari Tes Kemampuan Awal (TKA) yang diberikan satu kali di awal pertemuan sebelum melaksanakan pembelajaran menggunakan alat peraga Luasan. Hasil Tes Kemampuan Awal (TKA) digunakan untuk melihat kemampuan awal yang dimiliki siswa. Hasil belajar diperoleh dari Tes Evaluasi (TE) yang diberikan satu kali pada pertemuan terakhir. Tes Evaluasi (TE) digunakan untuk mengukur hasil belajar yang dicapai setelah melaksanakan pembelajaran menggunakan alat peraga Luasan.

  3. Wawancara Wawancara dilakukan setelah hasil pengamatan keaktifan dan Tes Evaluasi (TE) sudah dianalisis. Wawancara dilakukan pada beberapa siswa yang keaktifan dan hasil belajarnya diskonkordan (bertentangan), yaitu: siswa yang keaktifannya rendah tetapi hasil belajarnya sedang atau tinggi, keaktifannya sedang tetapi hasil belajarnya rendah atau tinggi, keaktifannya tinggi tetapi hasil belajarnya rendah atau sedang.

H. Validitas dan Realibilitas

  1. Validitas Validitas suatu tes adalah kemampuan untuk mengukur secara tepat sesuatu yang ingin diukur (Masidjo, 1995: 242). Surapranata (2004: 50) validitas adalah suatu konsep yang berkaitan dengan sejauh mana tes

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  telah mengukur sesuatu yang seharusnya diukur. Jadi validitas adalah kemampuan untuk mengukur ketepatan suatu tes yang seharusnya diukur.

  Validitas yang digunakan oleh peneliti dalam penelitian ini adalah validitas isi dan validitas butir soal. Validitas isi bertujuan untuk mengetahui sejauh mana tes yang telah disusun mencapai ranah isi. Validitas isi ini ditempuh dengan mengkonsultasikan instrumen yang telah dibuat kepada ahlinya atau disebut juga validitas expert judgement.

  Pada penelitian ini ahli yang dimaksud adalah dosen dan guru pembimbing penelitian. Kisi-kisi soal yang telah disusun dikonsultasikan pada dosen dan guru pembimbing penelitian untuk mengetahui validitasnya sebelum diujikan pada siswa.

  Hasil uji coba tes kemudian dihitung dan dianalisis untuk mengetahui valid tidaknya item soal menggunakan korelasi product moment dari Pearson dengan rumus: 5 ∑ 78 − ∑ 7 ∑ 8

  2 =

  34

  9:5 ∑ 7 − ∑ 7 ;:5 ∑ 8 − ∑ 8 ; Keterangan:

  = koefisien validitas

  2

  34

  7 = hasil pengukuran suatu tes yang ditentukan validitasnya 8 = kriteria yang dipakai Suatu soal dikatakan valid atau baik jika nilai koefisien validitasnya lebih dari atau sama dengan

  ≥ 0,3. Sebaliknya soal dikatakan tidak valid atau buruk jika nilai koefisien validitasnya kurang dari < 0,3.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  2. Reabilitas Reliabititas pada hakikatnya menguji keajegan pertanyaan tes apabila diberikan berulang kali pada objek yang sama. Untuk menghitung taraf reliabilitas suatu tes dipakai rumus koefisien Alpha sebagai berikut:

  > ∑ ? 2 =∝= - > − 1. 1 −

  ? Keterangan: 2 = koefisien reliabilitas suatu tes > = jumlah soal ∑ ? = jumlah kuadrat S dari masing-masing soal ? = kuadrat S total keseluruhan Dengan nilai koefisien realibilitas 2 sebagai berikut: 0,800-1,000 = Sangat tinggi sekali 0,600-0,799 = Tinggi 0,400-0,599 = Cukup 0,200-0,399 = Rendah 0,200 = Sangat rendah

I. Teknik Analisis Data

  Analisis terhadap data yang diperoleh dapat dilakukan apabila paling sedikit 80% siswa mengikuti proses pembelajaran.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  1. Analisis Data Keterlaksanaan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Analisis keterlaksanaan rencana pelaksanaan pembelajaran sebagai berikut:

  D@E2 BA2C @D > F >G HIJA2ECAℎ @ABA2C @D > > =

  D@E2 BA2C @D > @ADACL2Lℎ > × 100%

   Dimana skor 1 apabila tanda cek

  √ diberikan pada kolom ‘ya’ dan skor 0 apabila tanda cek √ diberikan pada kolom ‘tidak’. Penggunaan alat peraga Luasan pada pembelajaran matematika dapat dikatakan terlaksana dengan baik apabila keterlaksanaan lebih dari sama dengan ≥ 80%.

  2. Analisis Ketercapaian Penggunaan Alat Peraga Luasan Analisis ketercapaian penggunaan alat peraga Luasan adalah sebagai berikut:

  D@E2 BA2 J I F >G HIJA2ECAℎ @ABA2 J I > =

  D@E2 BA2 J I @ADACL2Lℎ > × 100% Dimana skor 1 apabila tanda cek

  √ diberikan pada kolom ‘ya’ dan skor 0 apabila tanda cek √ diberikan pada kolom ‘tidak’. Penggunaan alat peraga Luasan dapat dikatakan baik apabila ketercapaian lebih dari sama dengan ≥ 80%.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  3. Analisis Data Keaktifan Siswa dan Tes Evaluasi (TE) Peneliti menggunakan skala Likert 3 (Sugiyono, 2010) untuk menganalisis data keaktifan siswa dan Tes Evaluasi (TE). Analisis dibagi menjadi tiga kriteria yaitu tinggi (T), sedang (S), dan rendah (R). Rumus skala Likert 3:

  O − P N =

  3 Dimana, A adalah skor/ nilai minimum yang diperoleh B adalah skor/ nilai maksimum yang diperoleh

  Untuk menentukan kriteria yaitu: Rendah (R)

  P ≤ 7 ≤ N Sedang (S)

  P + N < 7 ≤ P + 2N Tinggi (T)

  P + 2N < 7 ≤ P + 3N Maka diperoleh kriteria sebagai berikut: Kriteria Keaktifan

Tabel 3.9 Kriteria Keaktifan Siswa Kelas VII B Kriteria Interval nilai

  Rendah (R) 19 ≤ S ≤ 38 Sedang (S) 38 < S ≤ 57 Tinggi (T) 57 < S ≤ 76

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Kriterian Hasil Belajar

Tabel 3.10 Kriteria Hasil Belajar Kelas VII B Kriteria Interval nilai

  Rendah (R) 50,91 ≤ S ≤ 65,46

  Sedang (S) 65,46 < S ≤ 80,01

  Tinggi (T) 80,01 < S ≤ 94,56

  Catatan: Kriteria pada tabel 3.9 dan tabel 3.10 hanya berlaku untuk siswa-siswi kelas VII B semester gasal SMP Joannes Bosco tahun ajaran 2013/ 2014 pada pokok bahasan Pecahan.

  4. Wawancara Wawancara dilakukan dengan tujuan mengetahui lebih dalam pendapat siswa tentang penggunaan alat peraga Luasan, keaktifan siswa selama proses pembelajaran, kemampuan mengerjakan Tes Evaluasi (TE) dan faktor lain yang mempengaruhi hasil belajar siswa. Analisis wawancara dilakukan dengan menyimpulkan jawaban siswa saat wawancara.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

BAB IV

PELAKSANAAN PENELITIAN, ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN Pada bab IV ini, peneliti akan mendiskripsikan tentang pelaksanaan penelitian,

  menyajikan dan menganalisis data yang diperoleh selama penelitian tentang penggunaan alat peraga Luasan dalam pembelajaran matematika pokok bahasan Pecahan, serta pembahasan terhadap data yang sudah dianalisis.

A. Pelaksanaan Penelitian Pelaksanaan penelitian meliputi tiga tahap, yaitu:

  1. Tahap I Peneliti melakukan observasi pada bulan Mei-Juli terhadap lingkungan sekolah, proses pembelajaran matematika di kelas, dan karakteristik siswa kelas VII semester gasal SMP Joannes Bosco Yogyakarta tahun ajaran 2013/ 2014. Peneliti juga melakukan wawancara dengan guru matematika terkait metode pembelajaran, buku yang dipakai siswa, teknik evaluasi, dan lain sebagainya. Hasil observasi yang dilakukan peneliti menunjukkan lingkungan sekolah berada di tengah kota yang cukup ramai karena berada di tepi jalan raya, yaitu di jalan Melati Wetan No. 51. Namun demikian, letak sekolah tidak mempengaruhi proses pembelajaran. Proses pembelajaran dapat berlangsung dengan lancar dan kondusif karena didukung dengan lingkungan sekolah yang bersih dan fasilitas yang memadai seperti ruang

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  kelas yang terang dan tidak pengap, adanya viewer, whiteboard, adanya alat-alat yang mendukung pelajaran matematika (seperti: penggaris, jangka, dan lain-lain), buku paket, buku jurnal, dan lain sebagainya. Proses pembelajaran juga tidak terlepas dari peran guru dan siswa. Guru di SMP Joannes Bosco Yogyakarta telah menerapkan metode pembelajaran yang berbeda. Metode pembelajaran yang digunakan tidak hanya metode ceramah, namun juga menerapkan metode tanya jawab, diskusi kelompok, dan sesekali menggunakan powerpoint untuk menerangkan materi. Namun sayangnya, jarang sekali guru menggunakan alat peraga untuk menerangkan materi. Hal tersebut dikarenakan alat peraga matematika di sekolah yang tidak mencukupi. Alat peraga yang ada hanya berkaitan dengan materi-materi tertentu saja. Sedangkan model pembelajaran yang sering digunakan adalah model pembelajaran klasikal, masih terpusat pada guru, dimana dalam pembelajaran guru menerangkan, sedangkan siswa mendengarkan. Karakteristik siswa kelas VII A sampai VII E menunjukkan adanya keberagaman (heterogen). Peneliti melihat keberagaman tersebut saat siswa sedang berdiskusi dan mengerjakan soal pada materi Bilangan Bulat. Beberapa siswa terlihat belum begitu paham mengenai materi yang diajarkan oleh guru. Sehingga seringkali dalam mengerjakan soal ataupun berdiskusi, mereka hanya diam dan megikuti jawaban teman yang dianggap sudah paham. Ketidakpahaman ini dikarenakan beberapa siswa tersebut kurang mengerti dan memahami konsep bilangan itu

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  sendiri. Selain itu keberagaman karakteristik siswa kelas VII juga terlihat dari hasil tes kemampuan awal yang selalu diadakan oleh guru matematika setiap awal tahun ajaran baru. Tes ini digunakan untuk melihat sejauh mana kemampuan siswa dan sebagai acuan bagaimana guru bersikap dalam menangani berbagai karakter siswa yang ada. Dengan melihat hasil observasi dan hasil pertimbangan guru matematika, maka peneliti memutuskan untuk melakukan pengambilan data pada pokok bahasan Pecahan di kelas VII B semester gasal tahun ajaran 2013/ 2014. Proses pembelajaran tersebut nantinya akan menggunakan alat peraga sehingga konsep bilangan pecahan akan benar- benar tertanam dalam benak siswa. Peneliti memilih guru dan siswa kelas

  VII B sebagai subyek penelitian. Peneliti mengadakan Tes Kemampuan Awal (TKA) pada hari Rabu,

  21 Agustus 2013 pada pukul 11.45-13.05 di kelas VII B. Tes Kemampuan Awal ini berisi materi yang berkaitan dengan Pecahan. Tes Kemampuan Awal (TKA) digunakan untuk melihat kemampuan awal siswa dan digunakan sebagai acuan dalam pembuatan kelompok diskusi.

  Sebelum Kemampuan Awal (TKA) tersebut diberikan, peneliti sudah melakukan uji coba Kemampuan Awal (TKA) di kelas VIII C pada hari Sabtu, 27 Juli 2013 pukul 08.35-10.10. Hasil yang didapat dari uji coba Tes Kemampuan Awal (TKA) tersebut, kemudian dianalisis dengan menggunakan uji validitas dan reabilitas. Hasil analisis tersebut tertera pada lampiran C.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Tes Kemampuan Awal (TKA) diikuti oleh 28 siswa. Dua siswa tidak mengikuti tes ini dikarenakan sakit, yaitu Siswa 3 dan Siswa 8.

  Kelompok heterogen terdiri dari lima orang sehingga terbentuk enam kelompok. Pembagian kelompok diskusi adalah sebagai berikut:

Tabel 4.1 Data Kelompok No.

  I II

  III

  IV V

  VI

  1. Siswa Siswa Siswa Siswa Siswa Siswa

  21

  1

  18

  28

  12

  17

  2. Siswa Siswa Siswa Siswa Siswa Siswa

  2

  7

  10

  9

  20

  13

  3. Siswa Siswa Siswa Siswa Siswa Siswa

  27

  26

  19

  22

  30

  23

  4. Siswa Siswa Siswa Siswa Siswa Siswa

  16

  14

  6

  4

  25

  11

  5. Siswa Siswa Siswa Siswa Siswa Siswa

  15

  29

  5

  8

  24

  3

  2. Tahap II Pada tahap II, peneliti melakukan proses pembelajaran sebanyak empat kali pertemuan. Peneliti berperan sekaligus sebagai guru yang mengajar di kelas VII B dengan menggunakan alat peraga Luasan dalam pembelajaran matematika pokok bahasan Pecahan. Peneliti dibantu oleh tiga observer untuk mengamati keterlaksanaan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), penggunaan alat peraga Luasan, dan keaktifan siswa selama proses pembelajaran. Peneliti mendeskripsikan pelaksanaan pembelajaran matematika pokok bahasan Pecahan dengan menggunakan alat peraga Luasan pada siswa-siswi kelas VII B semester gasal SMP

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Joannes Bosco Yogyakarta tahun ajaran 2013/ 2014 adalah sebagai berikut: a. Pertemuan I (2 x 40 menit)

  Pertemuan I dilaksanakan pada Kamis, 22 Agustus 2013 pukul 08.35-09.55. Pertemuan petama diikuti oleh 28 siswa. Terdapat dua siswa yang tidak mengikuti pertemuan ini karena sakit, yaitu Siswa 3 dan Siswa 8. Pada pertemuan I ini, secara keseluruhan proses pembelajaran telah berjalan sesuai dengan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Kendala yang dialami pada pertemuan I adalah guru menghabiskan banyak waktu di awal pembelajaran untuk membagi siswa dalam beberapa kelompok. Hal ini terjadi karena beberapa siswa yang berbuat gaduh, sehingga mengakibatkan siswa yang lain tidak mendengar saat nama mereka dibacakan untuk dikelompokkan. Dengan demikian guru harus mengulang membacakan nama anggota dari masing-masing kelompok. 1) Pembuka

  Pembukaan pelajaran diawali dengan masuknya guru ke dalam kelas sambil mengucapkan salam, sementara siswa menanggapinya. Guru mengkondisikan suasana kelas dengan mengecek kesiapan ruang dan kesiapan siswa untuk menerima pelajaran dan dilanjutkan dengan pembagian kelompok. Guru menjelaskan kompetensi yang akan dicapai dan rencana kegiatannya. Setelah itu guru memberikan permasalahan awal

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  kepada siswa menggunakan alat peraga Luasan sebagai apersepsi atau mengingat kembali apa yang telah siswa pelajari sebelumnya, khususnya pada materi Pecahan. 2) Inti

  Pada bagian inti pembelajaran, guru membagikan alat peraga Luasan kepada masing-masing kelompok. Setelah semua kelompok mendapatkan alat peraga Luasan, siswa diajak untuk menunjukkan kepada kelompok lain, pecahan yang terbentuk dari alat peraga tersebut. Kegiatan selanjutnya yaitu siswa mencari pecahan-pecahan yang besarnya sama dengan bantuan alat peraga yang mereka miliki dan masing-masing kelompok menuliskannya di papan tulis. Siswa dan guru bersama-sama mencari tahu bagaimana membentuk pecahan yang senilai tersebut. Setelah siswa semua mengerti, siswa kembali dalam kelompok dan mengerjakan LKS yang dibagikan oleh guru.

  Siswa mendiskusikan semua soal-soal yang terdapat di dalam LKS, sementara guru memantau dan mengarahkan siswa yang mengalami kesulitan. Siswa mengerjakan LKS selama kurang lebih 25 menit. Kemudian dilanjutkan dengan presentasi hasil diskusi masing-masing kelompok di depan kelas dan terjadilah diskusi kelas. Keaktifan siswa selama pembelajaran diamati oleh tiga observer. Satu observer mengamati dua kelompok. Selama pembelajaran berlangsung, observer mengamati keaktifan siswa

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  setiap sepuluh menit dengan memberikan turus pada kolom yang tersedia pada lembar pengamatan keaktifan siswa.

  3) Penutup Di bagian penutup, guru meminta siswa untuk mengumpulkan kembali LKS yang sudah mereka kerjakan.

  Setelah itu guru memberikan konfirmasi dan mengajak siswa untuk menarik kesimpulan terhadap materi pembelajaran saat itu. Bel pergantian jam berbunyi, guru mengucapkan salam dan siswa menanggapinya.

  b. Pertemuan II (2 x 40 menit) Pertemuan II dilaksanakan pada hari Selasa, 27 Agustus 2013 pukul 08.35-09.55. Pertemuan II diikuti oleh 30 siswa. Keseluruhan proses pembelajaran berjalan sesuai dengan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Pada saat pembagian kelompok sudah tidak lagi mengalami kendala. Pembagian kelompok sudah berjalan lancar karena siswa telah mengetahui kelompoknya masing-masing dan langsung menempatkan posisi duduk seperti pada pertemuan sebelumya. 1) Pembuka

  Guru masuk kelas dan memberikan salam, sementara siswa menanggapinya. Sebelum memulai pembelajaran, guru mengkondisikan ruang, mengecek kesiapan, dan memotivasi siswa sebelum menerima pelajaran. Guru mengajak siswa untuk

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  masuk dalam kelompoknya masing-masing seperti pada pertemuan sebelumnya. Guru mengingatkan kembali apa yang telah siswa pelajari dalam pertemuan sebelumnya sebagai apersepsi. Setelah itu guru menyampaikan tujuan dan rencana pembelajaran. 2) Inti

  Siswa kembali masuk dalam kelompok yang telah dibentuk pada pertemuan sebelumnya. Pembelajaran diawali dengan penjelasan dari guru secara singkat mengenai bagaimana membandingkan dua pecahan atau lebih menggunakan alat peraga Luasan. Setelah itu guru membagi alat peraga Luasan kepada masing-masing kelompok dan mengajak siswa untuk membandingkan kemudian mengurutkan pecahan tersebut dari yang berukuran kecil hingga besar. Kegiatan yang dilakukan selanjutnya adalah guru membimbing siswa menemukan bagaimana membandingkan dua pecahan atau lebih dan mengurutkan pecahan tersebut. Setelah siswa mengerti penjelasan singkat dari guru, siswa kembali masuk ke dalam kelompok untuk mengerjakan LKS. Dalam kelompok tersebut, siswa saling berdiskusi satu sama lain dalam menyelesaikan soal-soal yang terdapat dalam LKS. Selama siswa berdiskusi di dalam kelompok, guru memantau dan mengarahkan siswa yang mengalami kesulitan. Setelah kurang lebih 25 menit mereka

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  berdiskusi dalam kelompok, masing-masing dari kelompok mempresentasikan hasil diskusinya di depan kelas dan kelompok lain menanggapinya sehingga terjadilah diskusi kelas. Keaktifan siswa selama proses pembelajaran berlangsung di kelas diamati oleh tiga observer. Satu observer mengamati dua kelompok sekaligus. Pengamatan dilakukan dengan cara memberikan turus pada kolom yang telah disediakan setiap sepuluh menit. 3) Penutup

  Dalam kegiatan penutup, guru memberikan konfirmasi dan penegasan terhadap hasil-hasil pekerjaan siswa di papan tulis.

  Selain itu, guru juga mengajak siswa untuk menarik kesimpulan terhadap materi yang baru saja dipelajari.

  c. Pertemuan III (2 x 40 menit) Pertemuan III dilaksanakan pada hari Rabu, 28 Agustus 2013 pukul 11.45-13.05. Pertemuan III ini diikuti oleh 30 siswa. Secara keseluruhan proses pembelajaran telah berlangsung sesuai dengan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP).

  1) Pembuka Guru memulai pembelajaran dengan mengucapkan salam dan siswa menanggapinya. Guru mengkondisikan situasi kelas dengan mengecek kesiapan ruang dan kesiapan siswa serta memotivasi siswa sebelum menerima pelajaran. Guru

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  mengingatkan kembali apa yang telah siswa pelajari pada pertemuan sebelumnya dan menyampaikan tujuan serta rencana kegiatannya pada hari itu. 2) Inti

  Di dalam kegiatan inti, siswa kembali dikelompokkan menjadi 6 kelompok. Kelompok yang dibentuk hari ini, masih sama dengan kelompok pada pertemuan sebelumnya. Hal ini dimaksudkan untuk mempermudah observer dalam mengamati keaktifan siswa. Pembelajaran diawali dengan penjelasan secara singkat dari guru bagaimana melakukan operasi hitung pecahan dengan menggunakan alat peraga Luasan. Guru menanamkan konsep bagaimana menjumlah, mengurang, mengali dan membagi bilangan pecahan dengan menggunakan alat peraga Luasan. Guru juga meminta beberapa siswa untuk mencoba mencari hasil dari operasi hitung bilangan pecahan dengan menggunakan alat peraga Luasan. Setelah siswa memahami betul bagaimana konsep operasi hitung pada pecahan, kemudian guru mengajak siswa untuk berdiskusi dalam kelompok untuk mengerjakan LKS yang sudah dibagikan. Guru juga membagikan alat peraga untuk membantu siswa dalam mengerjakan soal yang ada dalam LKS. Sementara siswa berdiskusi dala kelompok, guru memantau dan mengarahkan siswa yang mengalami kesulitan. Diskusi kelompok berlangsung

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  selama kurang lebih 30 menit, kemudian disusul dengan presentasi hasil diskusi kelompok di depan kelas. Pada kegiatan ini beberapa dari siswa menanyakan, berpendapat, dan menanggapi pendapat, sehingga terjadilah diskusi kelas.

  Keaktifan siswa selama pelajaran diamati oleh tiga observer. Satu observer mengamati dua kelompok. Observer mengamati keaktifan siswa dengan memberikan turus pada kolom yang telah disediakan setiap sepuluh menit. 3) Penutup

  Sebelum menutup pembelajaran, guru memberikan konfirmasi dan penegasan terhadap jawaban-jawaban yang telah didiskusikan oleh masing-masing kelompok. Setelah bel berbunyi, guru mengucapkan salam dan meninggalkan kelas.

  d. Pertemuan IV (2 x 40 menit) Pertemuan IV berlangsung pada hari Kamis, 29 Agustus 2013 pukul 08.35-09.55. Pertemuan IV ini diikuti oleh 29 siswa. Satu siswa tidak mengikuti pertemuan ini dikarenakan sakit, yaitu Siswa

  8. Proses pembelajaran pada pertemuan IV ini secara keseluruhan telah sesuai dengan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP).

  1) Pembuka Bel pergantian pelajaran berbunyi, guru masuk kelas dan memberikan salam. Beberapa siswa menaggapi salam guru dan siswa lainnya terlihat sibuk memasukkan buku dan menyiapkan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  buku matematika. Adapula siswa yang ramai dan membuat gaduh kelas. Guru berusaha mengkondisikan kelas dengan mengecek kesiapan ruang dan kesiapan siswa untuk menerima pelajaran saat itu. Guru mengingatkan kembali materi yang telah siswa dapatkan pada pertemuan sebelumnya. 2) Inti

  Pada kegiatan inti, siswa masuk ke dalam kelompok yang telah dibentuk pada pertemuan sebelumnya. Guru membagikan LKS kepada masing-masing kelompok dan mengajak siswa berdiskusi dengan teman kelompoknya untuk menyelesaikan permasalahan yang terdapat dalam LKS. Sewaktu siswa berdiskusi dalam kelompok, guru berjalan berkeliling untuk memantau dan mengarahkan siswa yang mengalami kesulitan. Diskusi kelompok berlangsung selama 30 menit. Kegiatan yang dilakukan selanjutnya adalah siswa mempresentasikan hasil diskusi kelopok di depan kelas. Masing-masing dari kelompok menunjuk dua temannya untuk menjelaskan jawaban kepada teman satu kelas. Dalam kegiatan ini terjadi diskusi kelas, karena ada beberapa kelompok yang memiliki jawaban dan cara pengerjaan yang berbeda. Siswa nampak begitu aktif. Keaktifan siswa selama proses pembelajaran ini diamati oleh tiga observer.

  Masing-masing observer mengamati dua kelompok. Pengamatan dilakukan dengan memberikan turus pada kolom

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  yang telah disediakan setiap sepuluh menit. Pengamatan ini berlangsung selama 60 menit, sehingga terkumpul enam kali pengamatan disetiap pertemuan. 3) Penutup

  Pada bagian penutup, guru kembali memberikan konfirmasi dan penegasan terhadap jawaban-jawaban siswa yang telah mereka paparkan di depan kelas. Sebelum bel berbunyi, guru mengajak siswa untuk menarik kesimpulan atas materi yang baru saja dipelajari dan menginformasikan adanya tes evaluasi pada pertemuan selanjutnya. Bel pergantian pelajaranpun berbunyi, guru segera mengucapkan salam dan meninggalkan kelas.

  3. Tahap III Pada tahap III, guru memberikan Tes Evaluasi (TE) di kelas VII B.

  Tes ini dilakukan setelah terselesaikannya proses pembelajaran sebanyak empat kali pertemuan di kelas VII B. Tes Evaluasi (TE) ini berlangsung pada hari Selasa, 3 September 2013 pukul 08.35-09.55. Tes Evaluasi (TE) ini berisi tentang materi Pecahan yang telah diajarkan selama empat kali pertemuan. Tes Evaluasi (TE) ini diikuti oleh 29 siswa. Satu siswa tidak mengikuti Tes Evaluasi (TE) ini karena ijin, yaitu Siswa 10. Sebelum tes evaluasi tersebut diberikan, peneliti sudah melakukan uji coba Tes Evaluasi (TE) di kelas VII C pada hari Jumat, 30 Agustus 2013.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Hasilnya kemudian dianalisis dengan menggunakan uji validitas dan reabilitas. Hasil analisis tersebut tertera pada lampiran C.

  Peneliti kemudian mengoreksi hasil Tes Evaluasi (TE) siswa kelas

  VII B. Hasil tersebut kemudian dianalisis dan dibagi menjadi tiga kriteria dengan skala Likert 3. Hasil Tes Evaluasi (TE) kemudian dibandingkan dengan kriteria keaktifan siswa yang diamati selama pembelajaran berlangsung. Setelah itu peneliti mengambil data wawancara pada hari Jumat, 13 September 2013 kepada lima siswa yang keaktifan dan hasil belajarnya diskonkordan (bertentangan), yaitu siswa yang keaktifannya rendah tetapi hasil belajarnya sedang atau tinggi, siswa yang keaktifannya sedang tetapi hasil belajarnya rendah atau tinggi, siswa yang keaktifannya tinggi tetapi hasil belajarnya rendah atau sedang.

B. Penyajian Data

  1. Keterlaksanaan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Pengamatan keterlaksanaan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dilakukan oleh tiga observer selama proses pembelajaran. Proses pembelajaran yang diamati adalah proses pembelajaran matematika dengan menggunakan alat peraga Luasan di kelas VII B semester gasal SMP Joannes Bosco Yogyakarta tahun ajaran 2013/ 2014. Perhitungan keterlaksanaan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dengan memberi skor 1 apabila yang diberi tanda cek

  √ kolom ‘ya’ untuk kegiatan yang terlaksana dan skor 0 apabila yang diberi tanda cek √

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  kolom ‘tidak’ untuk kegiatan yang tidak terlaksana. Skor yang terkumpul kemudian dijumlahkan dan diperoleh data sebagai berikut:

Tabel 4.2 Data Keterlaksanaan RPP Observer Skor Keterlaksanaan Pertemuan Ke- ke-

  I II

  III

  IV

  1

  18

  17

  15

  12

  2

  18

  17

  15

  12

  3

  18

  17

  15

  12

  2. Ketercapaian Penggunaan Alat Peraga Luasan Pengamatan ketercapaian penggunaan alat peraga Luasan dilakukan oleh tiga observer selama proses pembelajaran. Perhitungan ketercapaian penggunaan alat peraga Luasan yaitu dengan memberi skor 1 apabila yang diberi tanda cek

  √ kolom ‘ya’ jika alat peraga memenuhi fungi dan persyaratan alat peraga dan skor 0 apabila yang diberi tanda cek √ kolom ‘tidak’ jika alat peraga tidak memenuhi fungi dan persyaratan alat peraga. Skor yang terkumpul kemudian dijumlahkan dan diperoleh data sebagai berikut:

Tabel 4.3 Data Ketercapaian Penggunaan Alat Peraga Luasan Observer Skor Ketercapaian Pertemuan Ke- ke-

  I II

  III

  IV

  1

  13

  13

  13

  13

  2

  13

  13

  13

  13

  3

  13

  13

  13

  13

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  21. Siswa 21

  6

  20. Siswa 20

  2

  3

  2

  3

  10

  1

  1

  1

  1

  2

  2

  7

  22. Siswa 22

  2

  1

  2

  1

  2

  9

  3

  2

  6

  17. Siswa 17

  2

  4

  1

  2

  18. Siswa 18

  1

  3

  2

  1

  3

  4

  13

  19. Siswa 19

  1

  1

  4

  16. Siswa 16

  3

  1

  2

  2

  8

  27. Siswa 27

  3

  2

  8

  26 Siswa 26

  28. Siswa 28

  2

  3

  3

  3

  4

  4

  19 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  3

  8

  10

  5

  23. Siswa 23

  2

  4

  1

  3

  10

  24. Siswa 24

  3

  2

  3

  2

  2

  14

  25. Siswa 25

  1

  1

  1

  2

  1

  3. Keaktifan Siswa Pengamatan keaktifan dilaksanakan empat kali pertemuan selama proses pembelajaran berlangsung yaitu 60 menit. Pengamatan dilakukan oleh tiga observer. Satu observer mengamati dua kelompok. Data keaktifan siswa di kelas per pertemuan adalah sebagai berikut: Pertemuan Pertama

Tabel 4.4 Data Keaktifan Siswa pada Pertemuan I No. Nama Poin Skor

  1

  1

  1

  3

  5. Siswa 5

  1

  2

  1

  2

  4. Siswa 4

  4

  11

  6. Siswa 6

  2

  1

  2

  2

  7

  1

  3. Siswa 3 Tidak masuk

  1

  2

  1

  2

  3

  4

  5

  6

  1. Siswa 1

  2

  2

  11

  6

  2. Siswa 2

  2

  2

  1

  1

  2

  3

  7. Siswa 7

  2

  2

  2

  1

  1

  2

  3

  7

  13. Siswa 13

  1

  1

  14. Siswa 14

  5

  1

  1

  3

  4

  9

  15. Siswa 15

  2

  3

  12. Siswa 12

  3

  2

  4

  5

  8. Siswa 8 Tidak masuk

  9. Siswa 9

  2

  2

  3

  3

  4

  18

  1

  10. Siswa 10

  2

  1

  2

  2

  7

  11. Siswa 11

  1

  7

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  22. Siswa 22

  6

  4

  4

  14

  21. Siswa 21

  2

  2

  2

  4

  10

  2

  12

  2

  2

  1

  3

  5

  15

  23. Siswa 23

  3

  1

  2

  20. Siswa 20

  4

  4

  4

  16. Siswa 16

  2

  1

  1

  3

  4

  11

  17. Siswa 17

  1

  1

  3

  2

  9

  18. Siswa 18

  3

  2

  3

  7

  15

  19. Siswa 19

  4

  2

  2

  12

  5

  19

  4

  5

  5

  19

  29. Siswa 29

  4

  2

  2

  6

  5

  30. Siswa 30

  2

  1

  2

  1

  1

  1

  6 Jumlah

  24

  40

  43

  22 82 111 322

  3

  28. Siswa 28

  24. Siswa 24

  26 Siswa 26

  2

  6

  1

  3

  3

  15

  25. Siswa 25

  4

  4

  8

  1

  11

  1

  3

  5

  10

  27. Siswa 27

  1

  1

  1

  1

  3

  4

  8

  29. Siswa 29

  1

  3

  3

  3

  3

  11

  3. Siswa 3

  2

  2

  4

  4. Siswa 4

  1

  4

  2. Siswa 2

  5. Siswa 5

  1

  1

  2

  4

  3

  11

  6. Siswa 6

  3

  2

  2

  6

  4

  33

  1

  3

  3

  8

  30. Siswa 30

  3

  2

  5 Jumlah

  34

  23

  18

  3

  57 74 239 Pertemuan Kedua

Tabel 4.5 Data Keaktifan Siswa pada Pertemuan II No. Nama Poin Skor

  1

  2

  3

  4

  5

  6

  1. Siswa 1

  2

  1

  1

  4

  2

  8

  1

  2

  1

  2

  9

  12. Siswa 12

  1

  1

  3

  3

  13. Siswa 13

  2

  1

  2

  3

  14. Siswa 14

  2

  3

  2

  2

  9

  15. Siswa 15

  1

  11. Siswa 11

  14

  9

  7. Siswa 7

  2

  1

  3

  6

  8. Siswa 8

  2

  2

  1

  4

  9. Siswa 9

  15

  2

  3

  4

  5

  5

  19

  10. Siswa 10

  3

  2

  5

  5

  1

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  3

  22. Siswa 22

  2

  3

  1

  1

  4

  4

  15

  23. Siswa 23

  3

  1

  2

  3

  3

  3

  15

  24. Siswa 24

  1

  3

  6

  5

  15

  25. Siswa 25

  2

  2

  11

  3

  4

  3

  18. Siswa 18

  3

  2

  1

  4

  8

  18

  19. Siswa 19

  2

  3

  2

  8

  1

  18

  20. Siswa 20

  6

  1

  7

  3

  2

  2

  21

  21. Siswa 21

  2

  2

  2

  10

  2

  No. Nama Poin Skor

  23

  30. Siswa 30

  1

  2

  3

  6 Jumlah

  40

  44

  62

  29 96 131 402 Pertemuan Keempat

Tabel 4.7 Data Keaktifan Siswa pada Pertemuan IV

  1

  6

  2

  3

  4

  5

  6

  1. Siswa 1

  1

  2

  1

  2

  3

  9 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  6

  2

  26 Siswa 26

  4

  1

  1

  2

  2

  5

  11

  27. Siswa 27

  1

  1

  1

  2

  5

  5

  14

  28. Siswa 28

  4

  2

  2

  1

  6

  4

  19

  29. Siswa 29

  1

  3

  10

  Pertemuan Ketiga

Tabel 4.6 Data Keaktifan Siswa pada Pertemuan III No. Nama Poin Skor

  1

  5

  5. Siswa 5

  2

  3

  1

  3

  7

  16

  6. Siswa 6

  3

  3

  3

  1

  7

  17

  7. Siswa 7

  1

  4

  2

  7

  8. Siswa 8

  2

  1

  2

  1

  3

  1

  4

  8

  1

  2

  3

  4

  5

  6

  1. Siswa 1

  1

  1

  3

  3

  2. Siswa 2

  4. Siswa 4

  2

  3

  4

  2

  3

  5

  19

  3. Siswa 3

  1

  2

  3

  6

  2

  12

  1

  3

  2

  5

  14. Siswa 14

  2

  2

  3

  5

  12

  15. Siswa 15

  3

  1

  4

  1

  6

  17

  16. Siswa 16

  1

  3

  1

  5

  5

  15

  17. Siswa 17

  3

  1

  2

  13. Siswa 13

  9. Siswa 9

  16

  3

  3

  3

  2

  3

  5

  19

  10. Siswa 10

  3

  2

  4

  7

  11. Siswa 11

  11

  2

  3

  1

  3

  2

  11

  12. Siswa 12

  1

  3

  2

  2

  3

  3

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  8

  1

  1

  4

  6

  17

  23. Siswa 23

  2

  2

  3

  2

  5

  3

  22

  24. Siswa 24

  6

  2

  6

  3

  9

  6

  32

  25. Siswa 25

  2

  22. Siswa 22

  5

  2

  6

  18

  19. Siswa 19

  2

  3

  2

  5

  6

  18

  20. Siswa 20

  2

  12

  9

  4

  8

  4

  29

  21. Siswa 21

  2

  1

  1

  3

  5

  3

  2

  3

  3

  29. Siswa 29

  2

  3

  5

  1

  4

  8

  23

  30. Siswa 30

  1

  2

  6

  4

  10 Jumlah

  50

  57

  91 56 112 151 517 Keterangan Poin: 1. Siswa mengajukan pertanyaan.

  2. Siswa menjawab pertanyaan.

  3. Siswa mengemukakan pendapat.

  4. Siswa menanggapi pendapat atau jawaban siswa lain.

  5. Siswa mengerjakan tugas/ soal yang diberikan.

  6. Siswa berdiskusi dalam kelompok.

  19

  5

  2

  15

  2

  2

  16

  26 Siswa 26

  2

  1

  2

  1

  3

  6

  27. Siswa 27

  2

  2

  2

  2

  1

  3

  6

  16

  28. Siswa 28

  2

  2

  2

  3

  3. Siswa 3

  2

  3

  2

  1

  2

  3

  8

  8. Siswa 8 Tidak masuk

  9. Siswa 9

  2

  1

  4

  4

  22

  6

  20

  10. Siswa 10

  4

  2

  2

  5

  5

  18

  11. Siswa 11

  7. Siswa 7

  6

  11

  6

  1

  2

  1

  3

  9

  4. Siswa 4

  2

  3

  1

  2

  14

  6

  5. Siswa 5

  4

  4

  3

  4

  5

  20

  6. Siswa 6

  4

  3

  3

  1

  3

  3

  1

  1

  3

  6

  3

  7

  10

  30

  16. Siswa 16

  3

  2

  4

  21

  5

  15

  17. Siswa 17

  4

  6

  2

  3

  4

  19

  18. Siswa 18

  15. Siswa 15

  9

  4

  13. Siswa 13

  4

  23

  12. Siswa 12

  5

  1

  1

  2

  2

  3

  14

  1

  3

  1

  1

  2

  1

  3

  9

  14. Siswa 14

  2

  3

  3

  1

  3

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  11. Siswa 11 31 59,62

  21. Siswa 21 40 76,92

  20. Siswa 20 39 75,00

  19. Siswa 19 38 73,08

  18. Siswa 18 37 71,15

  17. Siswa 17 33 63,46

  16. Siswa 16 31 59,62

  15. Siswa 15 36 69,23

  14. Siswa 14 33 63,46

  13. Siswa 13 25 48,08

  12. Siswa 12 20 38,46

  4. Tes Kemampuan Awal (TKA) Tes Kemampuan Awal (TKA) diberikan kepada siswa kelas VII B pada hari Rabu, 21 Agustus 2013 pukul 11.45-13.05 yang diikuti oleh 28 siswa. Terdapat dua siswa yang tidak mengikuti tes tersebut karena sakit, yaitu Siswa 3 dan Siswa 8. Tes Kemampuan Awal (TKA) telah dipertimbangkan oleh guru matematika dan dosen pembimbing. Selain itu tes Kemampuan Awal (TKA) juga telah diuji cobakan di kelas VIII C pada hari Sabtu, 27 Juli 2013. Tes Kemampuan Awal (TKA) mencakup materi kelas VII yang berhubungan dengan Pecahan. Hasil tes kemampuan awal adalah sebagai berikut:

Tabel 4.8 Hasil Tes Kemampuan Awal (TKA)

  9. Siswa 9 32 61,54

  8. Siswa 8 Tidak masuk

  7. Siswa 7 23 44,23

  6. Siswa 6 28 53,85

  5. Siswa 5 20 38,46

  4. Siswa 4 20 38,46

  3. Siswa 3 Tidak masuk

  2. Siswa 2 36 69,23

  1. Siswa 1 38 73,08

  

No. Nama Skor Nilai

  10. Siswa 10 28 53,85

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  22. Siswa 22 31 59,62

  23. Siswa 23 32 61,54

  24. Siswa 24 33 63,46

  25. Siswa 25 32 61,54

  26 Siswa 26 24 46,15

  27. Siswa 27 24 46,15

  28. Siswa 28 42 80,77

  29. Siswa 29 41 78,85

  30. Siswa 30 27 51,92 Data hasil Tes Kemampuan Awal (TKA) VII B menunjukkan bahwa:

  a. Nilai tertinggi (MAX) = 80,77

  b. Nilai terendah (MIN) = 38,46

  c. Nilai tengah (MEDIAN) = 61,54

  d. Nilai sering muncul (MODE) = 38,46

  e. Rata-rata (MEAN) = 60,03

  f. Standar Deviasi (SD) = 12,60

  5. Tes Evaluasi (TE) Tes Evaluasi di kelas VII B diadakan pada hari Selasa, 3 September 2013 pukul 08.35-09.55. Sebelumnya Tes Evaluasi (TE) dipertimbangkan terlebih dahulu dengan guru matematika dan dosen pembimbing. Setelah itu tes diuji cobakan di kelas VII C pada hari Jumat, 30 Agustus 2013 pukul 08.50-10.10 dan dilakukan uji butir berupa validitas dan reabilitas. Tes Evaluasi (TE) untuk kelas VII B mencakup pokok bahasan Pecahan yang telah diberikan selama empat kali pertemuan dengan penggunaan alat peraga Luasan. Tes ini diikuti

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  25. Siswa 25 49 89,09

  19. Siswa 19 43 78,18

  20. Siswa 20 49 89,09

  21. Siswa 21 51 92,73

  22. Siswa 22 40 72,73

  23. Siswa 23 47 85,45

  24. Siswa 24 47 85,45

  26 Siswa 26 28 50,91

  17. Siswa 17 41 74,55

  27. Siswa 27 43 78,18

  28. Siswa 28 48 87,27

  29. Siswa 29 50 90,91

  30. Siswa 30 41 74,55 Data hasil Tes Evaluasi (TE) VII B menunjukkan bahwa:

  a. Nilai tertinggi (MAX) = 94,55

  b. Nilai terendah (MIN) = 50,91

  18. Siswa 18 46 83,64

  oleh 29 siswa. Satu siswa berhalangan hadir karena ijin tidak masuk sekolah, yaitu Siswa 10. Hasil Tes Evaluasi (TE) adalah sebagai berikut:

Tabel 4.9 Hasil Tes Evaluasi (TE)

  6. Siswa 6 41 74,55

  

No. Nama Skor Nilai

  1. Siswa 1 47 85,45

  2. Siswa 2 52 94,55

  3. Siswa 3 36 65,45

  4. Siswa 4 40 72,73

  5. Siswa 5 47 85,45

  7. Siswa 7 41 74,55

  15. Siswa 15 48 87,27

  8. Siswa 8 44 80,00

  9. Siswa 9 48 87,27

  10. Siswa 10 Tidak masuk

  11. Siswa 11 46 83,64

  12. Siswa 12 45 81,82

  13. Siswa 13 47 85,45

  14. Siswa 14 45 81,82

  16. Siswa 16 45 81,82

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  c. Nilai tengah (MEDIAN) = 83,64

  d. Nilai sering muncul (MODE) = 85,45

  e. Rata-rata (MEAN) = 81,19

  f. Standar Deviasi (SD) = 8,96

C. Analisis Data dan Pembahasan

   Analisis data dapat dilakukan apabila paling sedikit 80% siswa mengikuti

  pembelajaran. Jumlah siswa di kelas VII B semester gasal tahun ajaran 2013/ 2014 SMP Joannes Bosco Yogyakarta adalah 30 siswa, sehingga paling sedikit harus ada 24 siswa yang mengikuti proses pembelajaran. Pada saat penelitian, semua kegiatan seperti Tes Kemampuan Awal (TKA), Tes Evaluasi (TE), dan proses pembelajaran selama empat kali pertemuan telah diikuti oleh lebih dari 80% siswa. Dengan demikian peneliti dapat menganalisis data yang diperoleh.

  1. Analisis Keterlaksanaan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Analisis keterlaksanaan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dilakukan dengan rumus yang tertera pada Bab III, yaitu:

  D@E2 BA2C @D > F >G HIJA2ECAℎ @ABA2C @D > > =

  D@E2 BA2C @D > @ADACL2Lℎ > × 100% Rincian keterlaksanaan RPP per pertemuan adalah sebagai berikut:

  a. Pertemuan I 1) Observer 1 Skor terlaksana yang diperoleh adalah 18.

  Skor terlaksana keseluruhan pada pertemuan I adalah 18.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Sehingga, keterlaksanaan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) pada pertemuan I menurut observer 1 adalah sebagai berikut:

  18 @ABA2C @D > > T = 18 × 100% = 100%

  2) Observer 2 Skor terlaksana yang diperoleh adalah 18.

  Skor terlaksana keseluruhan pada pertemuan I adalah 18. Sehingga, keterlaksanaan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) pada pertemuan I menurut observer 2 adalah sebagai berikut:

  18 @ABA2C @D > > T = 18 × 100% = 100%

  3) Observer 3 Skor terlaksana yang diperoleh adalah 18.

  Skor terlaksana keseluruhan pada pertemuan I adalah 18. Sehingga, keterlaksanaan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) pada pertemuan I menurut observer 3 adalah sebagai berikut:

  18 @ABA2C @D > > T = 18 × 100% = 100%

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Rata-rata keterlaksanaan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) pada pertemuan I adalah sebagai berikut: 100% + 100% + 100%

2 B − 2 B @ABA2C @D > > T =

  3

  //% =

  = 100%

  b. Pertemuan II 1) Observer 1 Skor terlaksana yang diperoleh adalah 17.

  Skor terlaksana keseluruhan pada pertemuan II adalah 17. Sehingga, keterlaksanaan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) pada pertemuan II menurut observer 1 adalah sebagai berikut:

  17 @ABA2C @D > > TT = 17 × 100% = 100%

  2) Observer 2 Skor terlaksana yang diperoleh adalah 17.

  Skor terlaksana keseluruhan pada pertemuan II adalah 17. Sehingga, keterlaksanaan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) pada pertemuan II menurut observer 2 adalah sebagai berikut:

  17 @ABA2C @D > > TT = 17 × 100% = 100%

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  3) Observer 3 Skor terlaksana yang diperoleh adalah 17.

  Skor terlaksana keseluruhan pada pertemuan II adalah 17. Sehingga, keterlaksanaan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) pada pertemuan II menurut observer 3 adalah sebagai berikut:

  17 @ABA2C @D > > TT = 17 × 100% = 100%

  Rata-rata keterlaksanaan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) pada pertemuan II adalah sebagai berikut: 100% + 100% + 100%

2 B − 2 B @ABA2C @D > > TT =

  3

  //% =

  = 100%

  c. Pertemuan III 1) Observer 1 Skor terlaksana yang diperoleh adalah 15.

  Skor terlaksana keseluruhan pada pertemuan III adalah 16. Sehingga, keterlaksanaan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) pada pertemuan III menurut observer 1 adalah sebagai berikut:

  15 @ABA2C @D > > TTT = 16 × 100% = 93,75%

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  2) Observer 2 Skor terlaksana yang diperoleh adalah 15.

  Skor terlaksana keseluruhan pada pertemuan II adalah 16. Sehingga, keterlaksanaan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) pada pertemuan III menurut observer 2 adalah sebagai berikut:

  15 @ABA2C @D > > TTT = 16 × 100% = 93,75%

  3) Observer 3 Skor terlaksana yang diperoleh adalah 15.

  Skor terlaksana keseluruhan pada pertemuan II adalah 16. Sehingga, keterlaksanaan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) pada pertemuan III menurut observer 3 adalah sebagai berikut:

  15 @ABA2C @D > > TTT = 16 × 100% = 93,75%

  Rata-rata keterlaksanaan Recana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) pada pertemuan III adalah sebagai berikut:

2 B − 2 B @ABA2C @D > > TT

  93,75% + 93,75% + 93,75% =

  3

  , !% =

  = 93,75%

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  d. Pertemuan IV 1) Observer 1

  Skor terlaksana yang diperoleh adalah 12 Skor terlaksana keseluruhan pada pertemuan IV adalah 14.

  Sehingga, keterlaksanaan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) pada pertemuan IV menurut observer 1 adalah sebagai berikut:

  12 @ABA2C @D > > TU = 14 × 100% = 85,71%

  2) Observer 2 Skor terlaksana yang diperoleh adalah 12.

  Skor terlaksana keseluruhan pada pertemuan IV adalah 14. Sehingga, keterlaksanaan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) pada pertemuan IV menurut observer 2 adalah sebagai berikut:

  12 @ABA2C @D > > TU = 14 × 100% = 85,71%

  3) Observer 3 Skor terlaksana yang diperoleh adalah 12.

  Skor terlaksana keseluruhan pada pertemuan IV adalah 14. Sehingga, keterlaksanaan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) pada pertemuan IV menurut observer 3 adalah sebagai berikut:

  12 @ABA2C @D > > TU =

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Rata-rata keterlaksanaan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) pada pertemuan IV adalah sebagai berikut:

2 B − 2 B @ABA2C @D > > TU

  85,71% + 85,71% + 85,71% =

  3

  !", % =

  = 85,71% Dari rincian rata-rata keterlaksanaan I-IV diperoleh keterlaksanaan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) keseluruhan adalah

  @ABA2C @D > > T + TT + TTT + TU @ABA2C @D > > @ADACL2Lℎ > =

  4

  //%V //%V ,"!%V !," %

=

  " , (%

=

  = 94,87% Karena hasil yang didapat

  94,87% menunjukkan persentase keterlaksanaan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) keseluruhan lebih dari 80% maka dapat dikatakan bahwa pembelajaran matematika dengan menggunakan alat peraga Luasan telah dan dapat terlaksana dengan baik di kelas VII B semester gasal SMP Joannes Bosco Yogyakarta tahun ajaran 2013/ 2014.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  2. Analisis Ketercapaian Penggunaan Alat Peraga Luasan Analisis ketercapaian penggunaan alat peraga Luasan dilakukan dengan rumus yang tertera pada Bab III, yaitu:

  D@E2 BA2 J I F >G HIJA2ECAℎ @ABA2 J I > =

  D@E2 BA2 J I @ADACL2Lℎ > × 100% Rincian ketercapaian penggunaan alat peraga Luasan per pertemuan adalah sebagai berikut: a. Pertemuan I

  1) Observer 1 Skor ketercapaian yang diperoleh adalah 13.

  Skor ketercapaian keseluruhan pada pertemuan I adalah 13. Sehingga, ketercapaian penggunaan alat peraga Luasan pada pertemuan I menurut observer 1 adalah sebagai berikut:

  13 @ABA2 J I > T = 13 × 100% = 100%

  2) Observer 2 Skor ketercapaian yang diperoleh adalah 13.

  Skor ketercapaian keseluruhan pada pertemuan I adalah 13. Sehingga, ketercapaian penggunaan alat peraga Luasan pada pertemuan I menurut observer 2 adalah sebagai berikut:

  13 @ABA2 J I > T = 13 × 100% = 100%

  3) Observer 3 Skor ketercapaian yang diperoleh adalah 13.

  Skor ketercapaian keseluruhan pada pertemuan I adalah 13.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Sehingga, ketercapaian penggunaan alat peraga Luasan pada pertemuan I menurut observer 3 adalah sebagai berikut:

  13 @ABA2 J I > T = 13 × 100% = 100%

  Rata-rata ketercapaian penggunaan alat peraga Luasan pada pertemuan I adalah sebagai berikut: 100% + 100% + 100%

2 B − 2 B @ABA2 J I > T =

  3 300%

  =

  3 = 100%

  b. Pertemuan II 1) Observer 1 Skor ketercapaian yang diperoleh adalah 13.

  Skor ketercapaian keseluruhan pada pertemuan II adalah 13. Sehingga, ketercapaian penggunaan alat peraga Luasan pada pertemuan II menurut observer 1 adalah sebagai berikut:

  13 @ABA2 J I > TT = 13 × 100% = 100%

  2) Observer 2 Skor ketercapaian yang diperoleh adalah 13.

  Skor ketercapaian keseluruhan pada pertemuan II adalah 13.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Sehingga, ketercapaian penggunaan alat peraga Luasan pada pertemuan II menurut observer 2 adalah sebagai berikut:

  13 @ABA2 J I > TT = 13 × 100% = 100%

  3) Observer 3 Skor ketercapaian yang diperoleh adalah 13.

  Skor ketercapaian keseluruhan pada pertemuan II adalah 13. Sehingga, ketercapaian penggunaan alat peraga Luasan pada pertemuan II menurut observer 3 adalah sebagai berikut:

  13 @ABA2 J I > TT = 13 × 100% = 100%

  Rata-rata ketercapaian penggunaan alat peraga Luasan pada pertemuan II adalah sebagai berikut: 100% + 100% + 100%

2 B − 2 B @ABA2 J I > TT =

  3 300%

  =

  3 = 100%

  c. Pertemuan III 1) Observer 1 Skor ketercapaian yang diperoleh adalah 13.

  Skor ketercapaian keseluruhan pada pertemuan III adalah 13.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Sehingga, ketercapaian penggunaan alat peraga Luasan pada pertemuan III menurut observer 1 adalah sebagai berikut:

  13 @ABA2 J I > TTT = 13 × 100% = 100%

  2) Observer 2 Skor ketercapaian yang diperoleh adalah 13.

  Skor ketercapaian keseluruhan pada pertemuan III adalah 13. Sehingga, ketercapaian penggunaan alat peraga Luasan pada pertemuan III menurut observer 2 adalah sebagai berikut:

  13 @ABA2 J I > TTT = 13 × 100% = 100%

  3) Observer 3 Skor ketercapaian yang diperoleh adalah 13.

  Skor ketercapaian keseluruhan pada pertemuan III adalah 13. Sehingga, ketercapaian penggunaan alat peraga Luasan pada pertemuan III menurut observer 3 adalah sebagai berikut:

  13 @ABA2 J I > TTT = 13 × 100% = 100%

  Rata-rata ketercapaian penggunaan alat peraga Luasan pada pertemuan III adalah sebagai berikut: 100% + 100% + 100%

2 B − 2 B @ABA2 J I > TTT =

  3 300%

  =

  3 = 100%

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  d. Pertemuan IV 1) Observer 1 Skor ketercapaian yang diperoleh adalah 13.

  Skor ketercapaian keseluruhan pada pertemuan IV adalah 13. Sehingga, ketercapaian penggunaan alat peraga Luasan pada pertemuan IV menurut observer 1 adalah sebagai berikut:

  13 @ABA2 J I > TU = 13 × 100% = 100%

  2) Observer 2 Skor ketercapaian yang diperoleh adalah 13.

  Skor ketercapaian keseluruhan pada pertemuan IV adalah 13. Sehingga, ketercapaian penggunaan alat peraga Luasan pada pertemuan IV menurut observer 2 adalah sebagai berikut:

  13 @ABA2 J I > TU = 13 × 100% = 100%

  3) Observer 3 Skor ketercapaian yang diperoleh adalah 13.

  Skor ketercapaian keseluruhan pada pertemuan IV adalah 13. Sehingga, ketercapaian penggunaan alat peraga Luasan pada pertemuan IV menurut observer 3 adalah sebagai berikut:

  13 @ABA2 J I > TU = 13 × 100% = 100%

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Rata-rata ketercapaian penggunaan alat peraga Luasan pada pertemuan IV adalah sebagai berikut: 100% + 100% + 100%

2 B − 2 B @ABA2 J I > TU =

  3 300%

  =

  3 = 100%

  Dari rincian rata-rata ketercapaian I-IV diperoleh ketercapaian penggunaan alat peraga Luasan keseluruhan adalah @ABA2 J I > T + TT + TTT + TU

  @ABA2 J I > @ADACL2Lℎ > =

  4 100% + 100% + 100% + 100%

  =

  4 400%

  =

  4 = 100%

  Karena hasil yang didapat 100% menunjukkan persentase ketercapaian penggunaan alat peraga Luasan keseluruhan lebih dari 80% maka dapat dikatakan bahwa penggunaan alat peraga Luasan telah dan dapat tercapai dengan baik di kelas VII B semester gasal SMP Joannes Bosco Yogyakarta tahun ajaran 2013/ 2014.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  11

  10

  14

  21

  29

  74

  21. Siswa 21

  7

  10

  12

  54

  40

  22. Siswa 22

  10

  15

  15

  17

  57

  23. Siswa 23

  10

  20. Siswa 20

  18

  15

  19

  11

  15

  15

  47

  17. Siswa 17

  9

  9

  10

  47

  18

  18. Siswa 18

  13

  15

  18

  18

  64

  19. Siswa 19

  6

  12

  12

  22

  16. Siswa 16

  8

  49

  28. Siswa 28

  19

  19

  19

  19

  76

  29. Siswa 29

  19

  14

  23

  23

  73

  30. Siswa 30

  5

  6

  6

  10

  27 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  16

  11

  59

  8

  24. Siswa 24

  14

  15

  15

  32

  76

  25. Siswa 25

  8

  10

  8

  16

  42

  26 Siswa 26

  8

  10

  11

  15

  44

  27. Siswa 27

  6

  3. Analisis Keaktifan Siswa dalam Pembelajaran Matematika Pokok Bahasan Pecahan dengan Menggunakan Alat Peraga Luasan

  a. Keaktifan siswa secara keseluruhan Dari data pada tabel 4.4–tabel 4.7 diperoleh data keaktifan siswa keseluruhan adalah sebagai berkut:

  20

  4

  5

  14

  26

  5. Siswa 5

  11

  11

  16

  58

  4. Siswa 4

  6. Siswa 6

  7

  14

  17

  22

  60

  7. Siswa 7

  5

  6

  3

  19

  8

  9

Tabel 4.10 Data Keaktifan Siswa Keseluruhan No. Nama Pertemuan Skor

  I II

  III

  IV

  1. Siswa 1

  6

  6

  8

  29

  9

  2. Siswa 2

  11

  11

  19

  19

  60

  9 Siswa 3 -

  4

  6

  7

  26

  30

  19

  11

  14

  40

  13. Siswa 13

  2

  3

  5

  9

  14. Siswa 14

  7

  9

  9

  12

  21

  51

  15. Siswa 15

  7

  8

  17

  8

  12. Siswa 12

  8. Siswa 8 -

  10. Siswa 10

  9 12 -

  21

  9. Siswa 9

  18

  19

  19

  20

  76

  7

  48

  15

  16

  18

  56

  11. Siswa 11

  5

  9

  11

  23

  62

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Data hasil keaktifan siswa keseluruhan VII B menunjukkan bahwa: 1) Skor tertinggi (MAX) = 76 2) Skor terendah (MIN) = 19 3) Skor tengah (MEDIAN) = 50 4) Skor sering muncul (MODE) = 76 5) Rata-rata (MEAN) = 49,33 6) Standar Deviasi (SD) = 17,73 Pada tabel 4.10 diperoleh ada kenaikan skor keaktifan siswa di setiap pertemuannya. Kenaikan tersebut dapat terlihat dari grafik berikut ini:

  Diagram 4.1 Grafik Peningkatan Keaktifan Siswa Keaktifan Siswa 600 r o k

  400 S h la

  200 m Ju

  I II

  III

  IV Pertemuan ke-

  Pada tabel 4.10 dapat diperoleh jumlah maksimum (B) adalah 76

  "(W

  dan jumlah minimum (A) adalah 19 sehingga N = = 19.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  54 Sedang

  51 Sedang

  15. Siswa 15

  62 Tinggi

  16. Siswa 16

  47 Sedang

  17. Siswa 17

  47 Sedang

  18. Siswa 18

  64 Tinggi

  19. Siswa 19

  20. Siswa 20

  19 Rendah

  74 Tinggi

  21. Siswa 21

  40 Sedang

  22. Siswa 22

  57 Sedang

  23. Siswa 23

  59 Sedang

  24. Siswa 24

  76 Tinggi

  25. Siswa 25

  42 Sedang

  14. Siswa 14

  Maka, diperoleh kriteria keaktifan siswa kelas VII B dengan cara sebagai berikut: Rendah (R) 19 ≤ S ≤ 19 + 19 Sedang(S) 19 + 19 < S ≤ 19 + 2 × 19 Tinggi (T) 19 + 2 × 19 < S ≤ 19 + 3 × 19 Dari tabel 4.10 diperoleh rincian keaktifan siswa adalah sebagai berikut:

Tabel 4.11 Rincian Keaktifan Siswa Kelas VII B No. Nama Skor Kriteria

  6. Siswa 6

  1. Siswa 1

  29 Rendah

  2. Siswa 2

  60 Tinggi

  3. Siswa 3

  19 Rendah

  4. Siswa 4

  26 Rendah

  5. Siswa 5

  58 Tinggi

  60 Tinggi

  40 Sedang

  7. Siswa 7

  26 Rendah

  8. Siswa 8

  21 Rendah

  9. Siswa 9

  76 Tinggi

  10. Siswa 10

  56 Sedang

  11. Siswa 11

  48 Sedang

  12. Siswa 12

  13. Siswa 13

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  26 Siswa 26

  44 Sedang

  27. Siswa 27

  49 Sedang

  28. Siswa 28

  76 Tinggi

  29. Siswa 29

  73 Tinggi

  30. Siswa 30

  27 Rendah

Tabel 4.11 menunjukkan bahwa terdapat 7 siswa yang masuk dalam kriteria keaktifan rendah (R), 13 siswa yang masuk dalam

  kriteria keaktifan sedang (S), dan 10 siswa yang masuk dalam kriteria keaktifan tinggi (T). Maka dapat diperoleh persentase kriteria keaktifan adalah sebagai berikut: 1) Tinggi (T)

  10 30 × 100% = 33,33% 2) Sedang (S)

  13 30 × 100% = 43,33% 3) Rendah (R)

  7 30 × 100% = 23,33%

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Histogram keaktifan sesuai persentase di atas adalah sebagai berikut:

  Diagram 4.2 Histogram Keaktifan Siswa

  Dilihat dari persentase kriteria keaktifan pada diagram 4.2 dapat disimpulkan bahwa persentase keaktifan terbesar pada kriteria sedang (S) sebesar 43,33% sehingga dapat dikatakan keaktifan siswa dalam pembelajaran matematika pokok bahasan Pecahan dengan menggunakan alat peraga Luasan pada siswa-siswi kelas VII B semester gasal SMP Joannes Bosco Yogyakarta tahun ajaran 2013/ 2014 adalah cukup aktif.

  23,33% 43,33% 33,33%

  0% 5% 10% 15% 20% 25% 30% 35% 40% 45% 50%

  Rendah Sedang Tinggi P e rs e n ta se Skor Keaktifan Keaktifan Siswa

  Rendah Sedang Tinggi

  19 38 57 76

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  b. Kegiatan yang sering dilakukan siswa dilihat dari data yang diperoleh dari instrumen observasi keaktifan siswa adalah sebagai berikut:

Tabel 4.12 Data Kegiatan (Indikator Keaktifan) yang Dilakukan Siswa Poin Pertemuan Jumlah

  I II

  III

  IV

  1

  34

  24

  40 50 148

  2

  23

  40

  44 57 164

  3

  33

  43

  62 91 229

  4

  18

  22

  29 56 125

  5

  57

  82 96 112 347

  6 74 111 131 151 467 Sesuai data pada tabel 4.12 dapat disimpulkan bahwa siswa kelas VII B semester gasal SMP Joannes Bosco Yogyakarta tahun ajaran 2013/ 2014 paling sering melakukan kegiatan pada poin 6 selama pembelajaran, yaitu kegiatan berdiskusi dalam kelompok karena jumlahnya paling banyak yaitu 467, dan jarang melakukan kegiatan pada poin 4 selama pembelajaran, yaitu kegiatan menanggapi pendapat atau jawaban siswa lain karena jumlahnya paling sedikit yaitu 125.

  4. Analisis Hasil Belajar dalam Pembelajaran Matematika Pokok Bahasan Pecahan dengan menggunakan alat peraga Luasan Analisis data untuk hasil belajar dalam pembelajaran matematika pokok bahasan Pecahan menggunakan alat peraga Luasan dilakukan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  15. Siswa 18 71,15 83,64

  27. Siswa 30 51,92 74,55 Jumlah 1626,93 2209,10

  26 Siswa 29 78,85 90,91

  25. Siswa 28 80,77 87,27

  24. Siswa 27 46,15 78,18

  23. Siswa 26 46,15 50,91

  22. Siswa 25 61,54 89,09

  21. Siswa 24 63,46 85,45

  20. Siswa 23 61,54 85,45

  19. Siswa 22 59,62 72,73

  18. Siswa 21 76,92 92,73

  17. Siswa 20 75,00 89,09

  16. Siswa 19 73,08 78,18

  a) Membandingkan hasil Tes Evaluasi (TE) dengan Tes Kemampuan Awal (TKA) Perbandingan rata-rata nilai Tes Kemampuan Awal (TKA) dan Tes Evaluasi (TE) oleh peneliti dibuat untuk 27 siswa karena ada 3 siswa tidak mengikuti salah satu dari tes tersebut.

Tabel 4.13 Nilai TKA dan TE No. Nama TKA TE

  13. Siswa 16 59,62 81,82

  12. Siswa 15 69,23 87,27

  11. Siswa 14 63,46 81,82

  10. Siswa 13 48,08 85,45

  9. Siswa 12 38,46 81,82

  8. Siswa 11 59,62 83,64

  7. Siswa 9 61,54 87,27

  6. Siswa 7 44,23 74,55

  5. Siswa 6 53,85 74,55

  4. Siswa 5 38,46 85,45

  3. Siswa 4 38,46 72,73

  2. Siswa 2 69,23 94,55

  1. Siswa 1 73,08 85,45

  14. Siswa 17 63,46 74,55

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Dari data tabel dapat diperoleh rata-rata nilai sebagai berikut: 1) Rata-rata Tes Kemampuan Awal (TKA)

  1626.93

  7X = = 60,26

  27 2) Standar Deviasi (SD) = 12,78 3) Rata-rata Tes Evaluasi (TE)

  2209.10

  7X = = 81,82

  27 4) Standar Deviasi (SD) = 8,75 Dilihat dari hasil rata-rata Tes Kemampuan Awal (TKA) yaitu 60,26 dan rata-rata Tes Evaluasi (TE) yaitu 81,82 menunjukkan bahwa rata-rata nilai Tes Evaluasi (TE) lebih besar daripada rata-rata nilai Tes Kemampuan Awal (TKA). Terdapat kenaikan sebesar 21,56 maka dapat dikatakan bahwa pembelajaran matematika pokok bahasan Pecahan dengan menggunakan alat peraga Luasan meningkatkan hasil belajar siswa-siswa kelas VII B semester gasal SMP Joannes Bosco Yogyakarta tahun ajaran 2013/ 2014. Berikut adalah grafik peningkatan hasil belajar siswa kelas VII B semester gasal SMP Joannes Bosco Yogyakarta tahun ajaran 2013/ 2014:

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Diagram 4.3 Grafik Peningkatan Hasil Belajar Siswa Hasil Belajar Siswa 100 s la

  80 e K

  60 ta a

  40

  • -r ta

  20 a R

TKA TE

  b. Menggunakan skala Likert 3 Penggunaan skala Likert 3 pada hasil belajar dalam pembelajaran matematika pokok bahasan Pecahan dengan menggunakan alat peraga Luasan hanya melihat dari hasil Tes Evaluasi (TE). Peneliti membuat analisis untuk 27 siswa. Data pada tabel 4.9 diperoleh nilai maksimum (B) adalah 94,55 dan nilai minimum (A) adalah 50,91 .!!W!/. sehingga

  N = = 14,55. Dengan menggunakan skala

  Likert 3 pada BAB III, maka diperoleh kriteria dengan cara sebagai

  berikut: Rendah (R)

  50,91 ≤ S ≤ 50,91 + 14,55 Sedang (S)

  50,91 + 14,55 ≤ S ≤ 50,91 + 2 × 14,55 Tinggi (T)

  50,91 + 2 × 14,55 ≤ S ≤ 50,91 + 3 × 14,55 Dengan melihat kriteria dan tabel 4.9 maka diperoleh rincian kriteria hasil belajar siswa adalah sebagai berikut:

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  14. Siswa 17 74,55 Sedang

  27. Siswa 30 74,55 Sedang

  26 Siswa 29 90,91 Tinggi

  25. Siswa 28 87,27 Tinggi

  24. Siswa 27 78,18 Sedang

  23. Siswa 26 50,91 Rendah

  22. Siswa 25 89,09 Tinggi

  21. Siswa 24 85,45 Tinggi

  20. Siswa 23 85,45 Tinggi

  19. Siswa 22 72,73 Sedang

  18. Siswa 21 92,73 Tinggi

  17. Siswa 20 89,09 Tinggi

  16. Siswa 19 78,18 Sedang

  15. Siswa 18 83,64 Tinggi

Tabel 4.14 Rincian Kriteria Hasil Belajar Siswa

  Pada tabel 4.14 terlihat dari 27 siswa yang kriteria hasil belajarnya tinggi (T) ada 18 siswa, sedang (S) ada 8 siswa, dan rendah (R) ada 1 siswa. Maka dari itu dapat diperoleh kriteria hasil belajar: 1) Tinggi (T)

  12. Siswa 15 87,27 Tinggi

  11. Siswa 14 81,82 Tinggi

  10. Siswa 13 85,45 Tinggi

  9. Siswa 12 81,82 Tinggi

  8. Siswa 11 83,64 Tinggi

  7. Siswa 9 87,27 Tinggi

  6. Siswa 7 74,55 Sedang

  5. Siswa 6 74,55 Sedang

  4. Siswa 5 85,45 Tinggi

  3. Siswa 4 72,73 Sedang

  2. Siswa 2 94,55 Tinggi

  1. Siswa 1 85,45 Tinggi

  No. Nama Nilai Kriteria

  18 27 × 100% = 66,67%

  13. Siswa 16 81,82 Tinggi

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  2) Sedang (S)

  8 27 × 100% = 29,63% 3) Rendah (R)

  1 27 × 100% = 3,70% Histogram hasil belajar sesuai persentase hasil belajar siswa adalah sebagai berikut:

  Diagram 4.4 Histogram Hasil Belajar Siswa

  Dari persentase pada diagram 4.4 dapat disimpulkan bahwa pembelajaran matematika pokok bahasan Pecahan dengan menggunakan alat peraga Luasan memberikan pengaruh positif

  3,70% 29,63% 66,67%

  0% 10% 20% 30% 40% 50% 60% 70% 80%

  Rendah Sedang Tinggi P e rs e n ta se Nilai Siswa Hasil Belajar Siswa

  Rendah Sedang Tinggi

  50,91 65,46 80,01 94,56

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  1

  7. Siswa 9

  3

  3

  8. Siswa 11

  2

  3

  1

  9. Siswa 12

  2

  3

  10. Siswa 13

  2

  1

  3

  4

  11. Siswa 14

  2

  3

  1

  12. Siswa 15

  3

  3 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  1

  terhadap hasil belajar. Hal ini terlihat dari 66,67% siswa kelas VII B SMP Joannes Bosco Yogyakarta berada pada kriteria belajar tinggi (T).

  5. Korelasi antara Keaktifan dan Hasil Belajar Analisis korelasi keaktifan ini hanya digunakan untuk melihat hubungan antara keaktifan dan hasil belajar siswa. Sebelum dilakukan uji korelasi, keaktifan, dan Tes Evaluasi (TE) terlebih dahulu dilakukan uji normalitas Kolmogorov-Smirnov yang terdapat pada lampiran C dengan hasil keaktifan dan Tes Evaluasi (TE) berdistribusi normal. Setelah itu, dilakukan uji korelasi dengan melihat tabel 4.11 dan tabel 4.14. Dimana ditentukan kriteria tinggi (T) dengan skor 3, sedang (S) dengan skor 2, dan rendah (R) dengan skor 1, maka diperoleh data sebagai berikut:

  3

Tabel 4.15 Korelasi antara Keaktifan dan Hasil Belajar Siswa No. Nama Keaktifan (x) Hasil Belajar (y)

  Z

  [ \

  ] − ^

  \

  1. Siswa 1

  1

  3

  4

  2. Siswa 2

  3

  6. Siswa 7

  3. Siswa 4

  1

  2

  1

  4. Siswa 5

  3

  3

  5. Siswa 6

  3

  2

  1

  1

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  2

  a

  2

  20 Dengan menggunakan korelasi jenjang, maka diperoleh koefisien korelasi sebagai berikut:

  `

  _

  1 ∑

  1

  `

  27. Siswa 30

  3

  3

  26 Siswa 29

  3

  3

  25. Siswa 28

  = 1 − 6 ∑ _

  > > − 1

  2

  = 0,99 Kemudian dilanjutkan Statistik Uji

  B = 0,99b 27 − 2 1 − 0,99

  a

  b > − 2 1 − 2

  a

  : B = 2

  a

  2

  a

  2

  2

  19656

  = 1 − 120

  a

  2

  = 1 − 6 × 20 27 27 − 1

  a

  2

  13. Siswa 16

  2

  16. Siswa 19

  18. Siswa 21

  3

  3

  17. Siswa 20

  2

  2

  3

  3

  3

  15. Siswa 18

  2

  2

  14. Siswa 17

  1

  3

  2

  1

  1

  3

  1

  2

  23. Siswa 26

  1

  3

  2

  22. Siswa 25

  3

  19. Siswa 22

  21. Siswa 24

  1

  3

  2

  20. Siswa 23

  2

  2

  24. Siswa 27

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  25 B = 0,99b 0,0199

  B = 0,99 × 35,44 B = 35,086

  Dengan derajat kebebasan ( c adalah > − 2 Dilihat dari tabel t, dengan c = 25 dan alpha 0,05 diperoleh daerah penerimaan hipotesis nol sebesar 2,060. Karena t hitung lebih besar dari t tabel yaitu

  35,086 > 2,060 maka dapat disimpulkan bahwa pada taraf nyata 0,05 terdapat korelasi positif yang tinggi antara keaktifan dan hasil belajar siswa.

  6. Wawancara Wawancara dilakukan pada lima siswa yang keaktifan dan hasil belajarnya diskonkordan (bertentangan), yaitu: a. Siswa a merupakan siswa yang keaktifannya rendah tetapi hasil belajaranya sedang.

  b. Siswa b merupakan siswa yang keaktifannya sedang tetapi hasil belajarnya rendah.

  c. Siswa c merupakan siswa yang keaktifannya sedang tetapi hasil belajarnya tinggi.

  d. Siswa d merupakan siswa yang keaktifannya tinggi tetapi hasil belajarnya rendah.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  e. Siswa e merupakan siswa yang kekatifannya tinggi tetapi hasil belajarnya sedang.

  Analisis wawancara kelima siswa tersebut adalah sebagai berikut:

  a. Pendapat siswa tentang pembelajaran matematika pokok bahasan Pecahan dengan menggunakan alat peraga Luasan

  1. Siswa a P : “Bagaimana perasaanmu waktu pembelajaran matematika menggunakan alat peraga kemarin?

  Seneng apa nggak?” S a : “Ya, seneng sih.” P : “Kenapa” S a : “Iya, soalnya bisa sekalian main sambil belajar gitu.”

  2. Siswa b P : “Bagaimana perasaanmu saat pembelajaran pakai alat peraga kemarin?” S b : “Aku suka mbak, asik aja gitu.” P : “Asik gimana maksudnya?” S b : “Jadi nggak bosen aja gitu belajarnya, mbak.”

  3. Siswa c P : “Bagaimana perasaanmu saat pembelajaran pakai alat peraga kemarin?” S c : “Enak mbak, jadi lebih mudeng gitu.”

  4. Siswa d P : “Bagaimana perasaanmu waktu pembelajaran pakai alat peraga kemarin?” S d : “Seru banget mbak, nggak tegang kayak biasanya.” P : “Kenapa?” S d : “ Soalnya mbaknya enak ngajarnya, nggak galak gitu.”

  5. Siswa e P : “Bagaimana perasaanmu saat pembelajaran pakai alat peraga kemarin?”

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  S e : “Seneng.” P : “Kenapa?” S e : “Ya soalnya jadi lebih mudeng gitu. Terus nggak ngebosenin juga. Kemarin tuh kayak belajar tapi sambil main juga. Jadi seru.”

  Pendapat kelima siswa tersebut tentang pembelajaran matematika pokok bahasan Pecahan dengan mengunakan alat peraga Luasan adalah siswa merasa senang karena siswa mendapat suasana belajar yang baru dan materi pembelajaran dapat lebih mudah dipahami.

  b. Kemampuan mengerjakan Tes Evaluasi (TE) 1) Siswa a

  P : “Kamu bisa mengerjakan tes evaluasi kemarin nggak?” S a : “Ya lumayan sih mbak.” P : “Ada yang sulit nggak?” S a : “Ada, yang itu lho mbak nomer 10 kalo nggak salah.”

  2) Siswa b P : “Bagaimana tes evaluasi kemarin? Bisa?” S b : “Nggak bisa mbak, susah.” P : “Bagian mana yang kamu rasa sulit?” S b : “Pokoknya yang soal-soal cerita itu.”

  3) Siswa c P : “Waktu tes evaluasi kemarin, apakah kamu bisa mengerjakan?” S c : “Bisa mbak.”

  4) Siswa d P : “Kamu bisa mengerjakan tes evaluasi kemarin nggak?” S d : “Bisa sedikit sih mbak.” P : “Bagian mana yang kamu rasa sulit?”

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  S d : “Yang nomer-nomer terakhir itu kayaknya.” P : “Yang soal cerita itu ya?” S d : “Ya mbak, itu.”

  5) Siswa e P : “Kamu bisa mengerjakan tes evaluasi kemarin nggak?” S e : “Ada yang nggak bisa.” P : “ Bagian mana?” S e : “Yang soal cerita kehidupan sehari-hari itu.” P : “Berarti kamu masih susah menyelesaikan soal pecahan yang berkaitan dengan kehidupan sehari hari?”

  S : “ Ya.”

  e

  Pendapat dari kelima siswa tentang Tes Evaluasi (TE) adalah siswa cukup dapat mengerjakan soal Tes Evaluasi (TE). Namun siswa merasa kesulitan pada bagian soal-soal cerita yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari.

  c. Keaktifan siswa selama proses pembelajaran dan faktor lain yang mempengaruhi hasil belajar siswa 1) Siswa a

  Saat pembelajaran berlangsung siswa a cenderung pasif dan banyak diam. Siswa tersebut hanya berbicara saat ditanya saja. Saat menghadapi latihan soal yang dianggapnya sulit, siswa tersebut lebih memilih untuk tidak mengerjakan soal tersebut. Tetapi saat menghadapi ulangan, siswa tersebut selalu belajar sehingga mendapatkan hasil belajar yang cukup

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  tetapi kurang maksimal. Seperti kutipan wawancara berikut ini: P : “Saat mendapat LKS kamu mengerjakan nggak?” S a : “ Kerjain kok.” P : “Semuanya? Dari pertemuan I sampai IV?” S a : “Iya, tapi nggak semuanya aku kerjain sendiri.

  Yang nggak tau, aku liat jawaban temen kelompokku.” P : “Kalau ada ulangan, sebelumnya kamu belajar nggak?” S a : “Belajar dong.”

  2) Siswa b Siswa b lebih nyaman dengan pembelajaran seperti ini karena karakteristik dari siswa b ini yang memang senang bermain dan cukup aktif. Siswa tersebut senang sekali jika diminta maju ke depan kelas untuk mempresentasikan hasil diskusi kelompok. Tetapi saat akan menghadapi ulangan, siswa tersebut kurang fokus dalam belajar karena suasana belajar di rumah yang kurang mendukung sehingga hasil belajarnya masih kurang. Seperti kutipan wawancara berikut ini: P : “Bagaimana caramu belajar?” S b : “Kalau ada yang bikin menarik aja baru mau belajar.” P : “Yang menarik gimana maksudmu?” S b : “Ya kalau bisa belajar sambil mainan gitu. Kan seru, ada yang baru gitu.” P : “Seberapa sering kamu belajar di rumah?” S b : “Jarang mbak, soalnya di rumah tuh berisik.

  Apalagi kalo lagi rame tokonya.”

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  3) Siswa c Saat pembelajaran berlangsung, siswa d jarang berdiskusi dengan temannya. Siswa tersebut hanya mau terlibat aktif bila disuruh saja. Tetapi saat akan menghadapi ulangan, siswa tersebut belajar sendiri dan mengikuti les privat sehingga mendapat hasil belajar yang baik. Seperti kutipan wawancara berikut ini: P : “Kamu sering diskusi dengan temanmu nggak waktu pembelajaran kemarin?” S c : “Kadang-kadang sih mbak.” P : “Hal apa yang biasa kamu diskusikan?” S : “Ya kalau ada soal yang susah.”

  c

  P : “Kamu biasanya belajar dengan siapa?” S c : “Sama guru lesku mbak.”

  4) Siswa d Siswa d termasuk siswa yang aktif. Siswa tersebut sering terlihat menanyakan hal yang belum dimengerti dan menyampaikan pendapatnya dalam diskusi. Tetapi saat akan menghadapi ulangan, siswa tersebut tidak mempersiapkannya dengan baik. Siswa tersebut tidak belajar sehingga hasil belajarnya masih kurang. Seperti kutipan wawancara berikut ini: P : “Kamu sering berdiskusi dengan temanmu nggak waktu pembelajaran kemarin?” S d : “Ya lumayanlah mbak.” P : “Apa yang sering kamu diskusikan dengan temanmu?” S d : “Kadang hal-hal yang aku belum dong, sama kadang tuh aku nemuin cara ngitung yang lebih gampang.”

  P : “Kalau besoknya ada ulangan kamu belajar?”

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  S d : “Ya kalau inget aja sih mbak.” P : “Kalau nggak inget gimana?” S d : “Yaudah, belajar dadakan di sekolah.” P : “Hasilnya gimana?” S d : “Jelek sih biasanya mbak.”

  5) Siswa e Saat pembelajaran berlangsung, siswa e terlihat cukup aktif. Siswa tersebut nampaknya senang belajar menggunakan alat peraga. Hal ini nampak ketika siswa e sering mencoba mempresentasikan dan memperagakan alat peraga di depan kelas. Tetapi saat akan menghadapi ulangan, siswa tersebut mempersiapkannnya dengan kurang baik sehingga memperoleh hasil belajar yang kurang maksimal. Seperti kutipan wawancara berikut ini: P : “Kamu senang ya belajar dengan menggunakan alat peraga seperti kemarin?” S e : “Ya mbak, soalnya asik, lebih paham juga. Jadi aku bisa ngajarin temen-temen biar paham juga pake itu.”

  P : “Bagaimana caramu belajar?” S e : “Biasanya si ngerjain soal-soal aja mbak.” P : “Kamu biasanya belajar dimana?” S e : “Di kamar mbak, biasanya ya sambil dengerin musik biar nggak ngantuk.”

  Peneliti menyimpulkan dari keseluruhan wawancara di atas bahwa siswa merasa senang dengan pembelajaran matematika pokok bahasan Pecahan menggunakan alat peraga Luasan. Kemampuan mengerjakan Tes Evaluasi (TE) tiap siswa berbeda. Ada beberapa bagian tertentu dari soal yang membuat siswa merasa kesulitan yaitu soal berbentuk cerita yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari. Saat pembelajaran

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  berlangsung, keaktifan tiap siswa juga berbeda. Ada yang terlihat antusias dan aktif namun ada juga yang terlihat kurang bersemangat dan pasif. Hasil belajar yang diperoleh siswa juga berbeda. Tidak semua hasil belajar dipengaruhi oleh pembelajaran yang menggunakan alat peraga dan keaktifan saat proses pembelajaran tetapi juga dipengaruhi oleh berbagai faktor lain.

D. Kelemahan Penelitian

  Kelemahan-kelemahan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

  1. Waktu pembelajaran yang digunakan pada penelitian ini terbatas sehingga tujuan yang dicapai kurang maksimal.

  2. Adanya pembatasan observer dalam penelitian ini dikarenakan ruang kelas yang tidak memungkinkan untuk diamati oleh banyak observer.

  Sehingga pengamatan keaktifan individu selama proses pembelajaran kurang maksimal.

  3. Penelitian ini menggunakan kelas yang cukup besar yaitu terdiri dari 30 siswa sehingga guru kurang dapat memperhatikan siswa-siswi secara individu.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

BAB V PENUTUP A. Kesimpulan Berdasarkan analisis data serta pembahasanannya tentang penggunaan

  alat peraga Luasan, keaktifan, dan hasil belajar pada siswa-siswi kelas VII B semester gasal SMP Joannes Bosco Yogyakarta tahun ajaran 2013/ 2014, maka diperoleh kesimpulan sebagai berikut:

  1. Penggunaan alat peraga Luasan pada pembelajaran matematika pokok bahasan Pecahan berdampak pada meningkatnya keaktifan dan hasil belajar siswa. Hal ini terlihat dari skor keaktifan siswa yang meningkat di setiap pertemuannya. Selain itu peningkatan hasil belajar siswa dapat dilihat dari hasil perbandingan rata-rata nilai Tes Kemampuan Awal (TKA) dengan rata-rata nilai Tes Evaluasi (TE) yang mengalami kenaikan sebesar 21,56.

  2. Keaktifan siswa dalam pembelajaran matematika dengan menggunakan alat peraga Luasan adalah cukup aktif. Hal ini dapat dilihat dari persentase keaktifan terbesar terdapat pada kriteria sedang (S) yaitu 43,33%, sedangkan pada kriteria tinggi (T) sebesar 33,33%, dan rendah (R) sebesar 23,33%. Keaktifan siswa pada penelitian ini meliputi keaktifan lisan berupa mengajukan pertanyaan, menjawab pertanyaan, mengemukakan pendapat, dan menanggapi pendapat, keaktifan menulis

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  berupa mengerjakan tugas/ soal, dan keaktifan mental berupa diskusi kelompok.

  3. Hasil belajar siswa dalam pembelajaran matematika menggunakan alat peraga Luasan adalah tinggi. Hal ini dapat dilihat dari persentase Tes Evalusi (TE) terbesar terdapat pada kriteria tinggi (T) yaitu 66,67%, sedangkan kriteria sedang (S) sebesar 29,63%, dan rendah (R) sebesar 37,70%.

B. Saran

   Adapun saran yang dapat diberikan oleh peneliti agar penelitian

  mendatang lebih baik adalah sebagai berikut:

  1. Jika akan melakukan penelitian sebaiknya langkah-langkah pembelajaran harus sesuai dengan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang telah dibuat sebelumnya. Selain itu instrumen yang diperlukan juga harus dipersiapkan dengan baik agar penelitian berjalan dengan lancar.

  2. Pemilihan alat peraga dalam pembelajaran harus dapat membantu pemahaman siswa terhadap materi yang diajarkan dan mampu mengaktifkan siswa baik secara individual maupun kelompok.

  3. Perlu penelitian lebih lanjut untuk mengetahui hubungan antar variabel terikat dalam penelitian ini yaitu keaktifan dan hasil belajar, karena dalam penelitian ini ditemukan ada hubungan antar keduanya.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  DAFTAR PUSTAKA Agus H. Irianto. 2004. Statistik. Konsep Dasar, Aplikasi, dan Pengembangan.

  Jakarta: Kencana Prenada Media. Ahmad Rohani. 1991. Pengelolaan Pengajaran. Jakarta: Rineka Cipta. Azhar Arsyad. 2010. Media Pembelajaran. Jakarta: Rajawali Pers. Daryanto. 2009. Panduan Proses Pembelajaran. Jakarta: AV Publiser 2-4. Depdikbud. 1988. Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Tim Penyusun Kamus Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. Jakarta: Balai Pustaka.

  Dimyati dan Mudjiono. 2009. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: PT Rineka Cipta. Dyan P., Tri., Barokah, W & Dewie, T. W. 2001. Peningkatan Pemahaman Konsep Pecahan dengan Pembelajaran Matematika Konstruktif . Skripsi.

  UT Jakarta. Dalam

  

http://pk.ut.ac.id/scanpenelitian/Tri%20Dyan%20Prastiti%202001.pdf/

diakses tanggal 13 Maret 2013.

  Hamalik. 2007. Psikologi Belajar dan Mengajar. Bandung: Sinar Baru Algensindo. Herman Hudojo. 1988. Mengajar Belajar Matematika. Jakarta: Depdikbud. Masidjo, Ign. 1995. Penelitian Pencapaian Hasil Belajar Siswa di Sekolah.

  Yogyakarta: Kanisius. Mohamad Surya. 2004. Psikologi Pembelajaran dan Pengajaran. Bandung: Pustaka Bani Quraisy 7.

  Nana Sudjana. 2010. Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. Pujiati. 2004. Penggunaan Alat Peraga dalam Pembelajaran Metematika SMP.

  Yogyakarta: PPPG Matematika. Ruseffendi. 1980. Pengajaran Matematika Modern untuk Orang Tua Murid Guru

  dan SPG . Bandung: Tarsito.

  Sugiyono. 2010. Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: Alfabeta. Sumarna Surapranata. 2004. Analisis Validitas, Reabilitas, dan Interprestasi Hasil Tes . Bandung: Remaja Rosdakarya.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Suyono dan Hariyanto. 2011. Belajar dan Pembelajaran. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. Syaiful Sagala. 2006. Konsep dan Makna Pembelajaran. Bandung: Alfabeta. Tampomas, Husein. 2006. Matematika Plus SMP Kelas VII Semester Pertama.

  Jakarta: Yudhistira. Trianto. 2011. Mendesain Model Pembelajaran Inovatif-Progresif. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.

  Udin S. Winataputra. 2008. Teori Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Universitas Terbuka. Winkel, W. S. 1991. Psikologi Pembelajaran. Jakarta: PT Grasindo.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  LAMPIRAN A

  1. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)

  2. Lembar Kerja Siswa (LKS)

  3. Instrumen Pengamatan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

  Nama Sekolah : SMP Joannes Bosco Yogyakarta Mata Pelajaran : Matematika Kelas/ Semester : VII/ I Materi : Bilangan Pecahan Alokasi Waktu : 8 x 40 menit ( 4 x pertemuan)

  A. Standar Kompetensi : 1. Memahami sifat-sifat operasi hitung bilangan dan penggunaannya dalam pemecahan masalah.

  B. Kompetensi Dasar : 1.1 Melakukan opersi hitung pecahan.

  1.2 Menggunakan sifat-sifat operasi hitung pecahan dalam pemecahan masalah C. Indikator : 1. Memberikan contoh berbagai bentuk dan jenis bilangan pecahan.

  2. Mengubah bentuk pecahan ke bentuk pecahan yang lain.

  3. Mengurutkan pecahan.

  4. Menyelesaikan operasi hitung tambah, kurang, kali, bagi pecahan termasuk operasi campuran.

  5. Mengenal dan menggunakan sifat-sifat operasi hitung pecahan.

  D. Tujuan Pembelajaran 1. Siswa dapat memberikan contoh berbagai bentuk dan jenis pecahan.

  2. Siswa dapat mengubah bentuk pecahan ke bentuk pecahan yang lain.

  3. Siswa dapat mengurutkan pecahan.

  4. Siswa dapat menyelesaikan operasi hitung tambah, kurang, kali, bagi pecahan termasuk operasi campuran.

  5. Siswa dapat mengenal dan menggunakan sifat-sifat operasi hitung pecahan.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  E. Pendekatan dan Metode Pembelajaran: 1. Pendekatan Pembelajaran :Pemecahan masalah.

  2. Metode Pembelajaran :Eksplorasi alat peraga, penemuan terbimbing, tanya jawab, diskusi, dan presentasi.

  F. Materi Pembelajaran Bilangan Pecahan.

  G. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran

  ALOKASI NILAI NO. KEGIATAN WAKTU KARAKTER Pertemuan I (2 x 40 menit)

  1. Pendahuluan 10 menit

  • Siswa menyiapkan diri untuk - Komunikatif menerima pelajaran - Menghargai - Siswa mendengarkan kompetensi prestasi yang akan dicapai dan recana - Rasa ingin kegiatan yang disampaikan oleh tahu guru.
  • Siswa diberi motivasi oleh guru agar siap menerima pelajaran.
  • Siswa diajak mengingat materi yang berkaitan dengan bilangan pecahan yang telah dipelajari sebelumnya di SD.

  2. Inti 60 menit - Disiplin

  • Siswa mendengarkan penjelasan - Rasa ingin singkat dari guru mengenai tahu bagaimana membentuk suatu - Mandiri

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  bilangan pecahan dengan - Tanggung menggunakan alat peraga. jawab

  • Siswa dibagi menjadi 6 kelompok - Kreatif yang masing-masing - Kerja keras beranggotakan 5 siswa. - Komunikatif - Setiap kelompok dibagikan alat - Menghargai peraga dan diajak untuk prestasi menunjukkan nilai pecahan yang dapat dibentuk dari alat peraga tersebut.
  • Siswa diajak untuk mencari pecahan-pecahan yang besarnya sama dengan bantuan alat peraga yang mereka miliki.
  • Siswa dibimbing oleh guru untuk menemukan cara dalam mencari pecahan yang senilai.
  • Setiap kelompok dibagikan

  Lembar Kerja Siswa (LKS) oleh guru dan diajak untuk mengerjakan soal yang terdapat di dalam LKS secara berkelompok.

  • Guru memantau kerja siswa dan mengarahkan siswa yang mengalami kesulitan.
  • Siswa diajak untuk mempresentasikan hasil diskusi kelompok di depan kelas.
  • Siswa diberi penguatan berupa pujian karena telah memaparkan hasil diskusi kelompok kepada

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  teman-teman lain.

  • Siswa diberi kesempatan oleh guru untuk bertanya atau menanggapi jawaban kelompok lain sehingga terjadi diskusi kelas.

  3. Penutup 10 menit - Komunikatif

  • Siswa diberi konfirmasi oleh guru atas jawaban-jawaban yang telah dipaparkan oleh masing-masing kelompok di depan kelas.
  • Siswa diajak oleh guru untuk bersama-sama menarik kesimpulan terhadap materi pembelajaran.

  Pertemuan II (2 x 40 menit)

  1. Pendahuluan 10 menit - Komunikatif

  • Siswa menyiapkan diri untuk - Menghargai menerima pelajaran prestasi
  • Siswa mendengarkan kompetensi - Rasa ingin yang akan dicapai dan recana tahu kegiatan yang disampaikan oleh guru.
  • Siswa diberi motivasi oleh guru agar siap menerima pelajaran.
  • Siswa diajak mengingat materi yang telah dipelajari pada pertemuan sebelumnya.

  2. Inti 60 menit - Disiplin

  • Siswa mendengarkan penjelasan - Rasa ingin singkat dari guru mengenai tahu bagaimana membandingakan dua - Mandiri

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  pecahan atau lebih menggunakan - Tanggung alat peraga. jawab

  • Siswa dibagi menjadi 6 kelompok - Kreatif yang masing-masing - Kerja keras beranggotakan 5 siswa. - Komunikati - Setiap kelompok dibagikan alat - Menghargai peraga dan diajak untuk prestasi membandingkan dua pecahan atau lebih menggunakan alat peraga tersebut.
  • Siswa dibimbing oleh guru untuk menemukan cara dalam mengurutkan dan membandingkan dua pecahan atau lebih.
  • Setiap kelompok dibagikan

  Lembar Kerja Siswa (LKS) oleh guru dan diajak untuk mengerjakan soal yang terdapat di dalam LKS secara berkelompok.

  • Guru memantau kerja siswa dan mengarahkan siswa yang mengalami kesulitan.
  • Siswa diajak untuk mempresentasikan hasil diskusi kelompok di depan kelas.
  • Siswa diberi penguatan berupa pujian karena telah memaparkan hasil diskusi kelompok kepada teman-teman lain.
  • Siswa diberi kesempatan oleh guru untuk bertanya atau menanggapi

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  jawaban kelompok lain sehingga terjadi diskusi kelas.

  3. Penutup 10 menit - Komunikatif

  • Siswa diberi konfirmasi oleh guru atas jawaban-jawaban yang telah dipaparkan oleh masing-masing kelompok di depan kelas.
  • Siswa diajak oleh guru untuk bersama-sama menarik kesimpulan terhadap materi pembelajaran.

  Pertemuan III (2 x 40 menit)

  1. Pembukaan 10 menit - Komunikatif

  • Siswa menyiapkan diri untuk - Menghargai menerima pelajaran. prestasi
  • Siswa mendengarkan kompetensi - Rasa ingin yang akan dicapai dan recana tahu kegiatan yang disampaikan oleh guru.
  • Siswa diberi motivasi oleh guru agar siap menerima pelajaran.
  • Siswa diajak mengingat materi yang telah dipelajari pada pertemuan sebelumnya.

  2. Inti 60 menit - Disiplin

  • Siswa mendengarkan penjelasan - Rasa ingin singkat dari guru mengenai tahu bagaimana melakukan operasi - Mandiri hitung bilangan pecahan dengan - Tanggung menggunakan alat peraga. jawab
  • Beberapa siswa mencoba - Kreatif

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  mempraktekkan penggunaaan alat - Kerja keras peraga dalam melakukan operasi - Komunikati hitung bilangan pecahan. - Menghargai

  • Siswa dibagi menjadi 6 kelompok prestasi yang masing-masing beranggotakan 4-5 siswa.
  • Setiap kelompok dibagikan

  Lembar Kerja Siswa (LKS) dan alat peraga oleh guru kemudian diajak untuk mengerjakan soal yang terdapat di dalam LKS secara berkelompok.

  • Guru memantau kerja siswa dan mengarahkan siswa yang mengalami kesulitan.
  • Siswa diajak untuk mempresentasikan hasil diskusi kelompok di depan kelas.
  • Siswa diberi penguatan berupa pujian karena telah memaparkan hasil diskusi kelompok kepada teman-teman lain.
  • Siswa diberi kesempatan oleh guru untuk bertanya atau menanggapi jawaban kelompok lain sehingga terjadi diskusi kelas.

  3. Penutup 10 menit - Komunikatif

  • Siswa diberi konfirmasi oleh guru atas jawaban-jawaban yang telah dipaparkan oleh masing-masing kelompok di depan kelas.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • Siswa diajak oleh guru untuk bersama-sama menarik kesimpulan terhadap materi pembelajaran.

  Pertemuan IV (2 x 40 menit)

  1. Pembukaan

  10 menit - Komunikatif

  • Siswa menyiapkan diri untuk menerima pelajaran.
  • Siswa mendengarkan kompetensi yang akan dicapai dan recana kegiatan yang disampaikan oleh guru.
  • Siswa diberi motivasi oleh guru agar siap menerima pelajaran.
  • Siswa diajak mengingat materi yang telah dipelajari pada pertemuan sebelumnya.
  • Menghargai prestasi
  • Rasa ingin tahu

  2. Inti

  • Siswa dibagi menjadi 6 kelompok yang masing-masing beranggotakan 4-5 siswa.
  • Setiap kelompok dibagikan
  • Mandiri - Tanggung jawab
  • Kreatif - Kerja keras
  • Komunikati - Menghargai prestasi

  Lembar Kerja Siswa (LKS) oleh guru dan diajak untuk mengerjakan soal yang terdapat di dalam LKS secara berkelompok.

  • Guru memantau kerja siswa dan mengarahkan siswa yang mengalami kesulitan.
  • Siswa diajak untuk mempresentasikan hasil diskusi 60 menit - Disiplin - Rasa ingin tahu
  • PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

      kelompok di depan kelas.

    • Siswa diberi penguatan berupa pujian karena telah memaparkan hasil diskusi kelompok kepada teman-teman lain.
    • Siswa diberi kesempatan oleh guru untuk bertanya atau menanggapi jawaban kelompok lain sehingga terjadi diskusi kelas.

      3. Penutup 10 menit - Komunikatif

    • Siswa diberi konfirmasi oleh guru atas jawaban-jawaban yang telah dipaparkan oleh masing-masing kelompok di depan kelas.
    • Siswa diajak oleh guru untuk bersama-sama menarik kesimpulan terhadap materi pembelajaran.
    • Siswa diberi informasi bahwa pada pertemuan selanjutnya akan diadakan tes evaluasi dan menghimbau agar siswa mempersiapkannya dengan baik.

      H. Sumber Belajar, Media, Alat/ Bahan :

      1. Sumber Belajar: Tampomas, Husein. 2006. Matematika Plus SMP Kelas VII - . Jakarta: Yudhistira.

      Semester Pertama

      LKS - 2. Media : Media Pembelajaran berbasis alat peraga “Luasan”.

      3. Alat/ Bahan : Alat peraga dan papan tulis.

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

      MATERI PEMBELAJARAN

    A. Arti Pecahan Bilangan pecahan merupakan himpunan bagian dari bilangan rasional.

      Bilangan rasional adalah bilangan yang dapat dibentuk menjadi , dimana ≠ 0 dan , ∈ . Sedangkan bilangan pecahan sama seperti bilangan rasional, namun

      < . Pecahan merupakan satu bagian utuh yang dibagi menjadi beberapa bagian yang sama besar. Gambar: Sebuah jeruk mula-mula dibagi menjadi dua bagian yang saman. Satu bagian jeruk dari bagian yang sama itu disebut “satu per dua” atau “seperdua” atau “setengah” dan ditulis . Kedua bagian tersebut masing- masing dibagi dua lagi sehingga menjadi dua bagian yang sama. Satu bagian dari empat bagian yang sama itu disebut “satu per empat” atau “seperempat” dan ditulis . Bilangan dan pada contoh diatas disebut pecahan. Pada pecahan , 1 disebut pembilang dan 2 disebut penyebut, sedangkan pada pecahan , 1 disebut pembilang dan 4 disebut penyebut. Jadi dapat disimpulkan bahwa bilangan yang dibagi disebut pembilang dan bilangan yang membagi disebut penyebut. Jika pembilang

      = dan penyebut = maka pecahan itu adalah , ≠ 0. Apabila = 0 maka

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

      pecahan itu tidak ada nilainya atau tidak terdefinisi. Hal ini mengisyaratkan bahwa penyebut pecahan tidak boleh nol. Bilangan pecahan dapat digambarkan dengan garis bilangan, yaitu dengan cara membagi garis itu menjadi beberapa bagian yang sama besar sesuai dengan penyebutnya.

      Gambar:

      B. Sifat Pecahan

      Pecahan mempunyai sifat yaitu:

      1. Nilai pecahan sama dengan nol (0) jika penyebutnya sama dengan nol (0).

      2. Pembilang dan penyebut dapat dikali dengan bilangan yang sama, asalkan bukan nol (0).

      C. Jenis Pecahan

      1. Pecahan Senama Dalam pecahan sering dikenal pecahan senama, yaitu pecahan- pecahan yang penyebutnya sama. Pecahan dan adalah pecahan senama karena penyebutnya sama yaitu 8. Demikian pula

      , , dan adalah pecahan yang senama karena penyebutnya sama yaitu . Untuk menjadikan dua atau lebih pecahan menjadi pecahan yang senama, caranya adalah dengan mencari kelipatan persekutuan terkecil dari penyebut pecahan-pecahan tersebut.

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

      2. Pecahan Senilai Selain pecahan senama, dikenal pula pecahan senilai. Pecahan senilai yaitu pecahan-pecahan yang nilainya sama. Pecahan yang senilai dengan pecahan dengan

      ≠ 0 dapat dicari dengan aturan berikut ini:

      × ∶ atau dengan sembarang bilangan asli.

      = =

      × :

      D. Menyederhanakan Pecahan

      Sebuah pecahan dapat disederhanakan asalkan penyebut dan pembilang dari pecahan itu memiliki faktor persekutuan. Menyederhanakan sebuah pecahan berarti mencari pecahan yang lebih sederhana dari pecahan tersebut. Sebuah pecahan dapat disederhanakan dengan cara membagi terus-menerus pembilang dan penyebut suatu pecahan dengan faktor pembagi dari pembilang dan penyebut. Sebuah pecahan dikatakan dalam bentuk paling sederhana apabila ia hanya mempunyai faktor pembagi 1.

      E. Membandingkan Dua Pecahan

      Jika mempunyai dua pecahan yang tidak senilai maka keduanya dapat dibandingkan dengan menggunakan notasi lebih dari > atau

      kurang dari

      <). Untuk membandingkan pecahan-pecahan itu, perlu memperhatikan besar pembilang dan penyebut dari pecahan tersebut. Suatu cara membandingkan pecahan adalah dengan menyatakan pecahan- pecahan itu sebagai pecahan yang senama kemudian membandingkan pembilang-pembilangnya. Dalam proses ini dapat digunakan kelipatan persekutuan terkecil dari penyebut-penyebut pecahan.

      F. Pecahan diantara Dua Pecahan

      Diantara dua pecahan selalu dapat ditentukan sebuah pecahan diantara keduanya. Hal ini dilakukan dengan cara mengurutkan pecahan

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

      itu secara naik (dari kecil ke besar) atau secara turun (dari besar ke kecil). Langkah awal yang harus dilakukan adalah mengubah kedua pecahan itu menjadi pecahan senama, setelah itu melihat urutan pembilang dari pecahan senama tersebut, kemudian menentukan letaknya pada garis bilangan.

    G. Operasi hitung pada Pecahan

      Dalam bilangan real, dikenal operasi hitung penjumlahan dan perkalian beserta invers-inversnya. Pengurangan merupakan invers dari penjumlahan. Sedangkan pembagian merupakan invers dari perkalian. Seperti yang dituliskan berikut ini:

    • = ⇔ − = atau − = • × = ⇔ = atau = •

      Pada bilangan pecahan juga berlaku operasi hitung seperti pada bilangan real, sebab bilangan pecahan merupakan himpunan bagian dari bilangan real. Operasi hitung tersebut meliputi:

      1. Penjumlahan

      d) Penjumlahan pecahan senama Operasi penjumlahan pada pecahan senama dapat dilakukan dengan menjumlahkan pembilang-pembilangnya dengan penyebut yang tetap. Contoh:

      !

      = +

      e) Penjumlahan pecahan tak senama Operasi penjumlahan hanya dapat dilakukan asalkan penyebut dari pecahan yang akan dijumlahkan bernilai sama atau merupakan pecahan senama. Untuk menyamakan penyebut, pertama-tama ubah pecahan tersebut menjadi pecahan senama dengan menggunakan kelipatan persekutuan terkecil

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

      penyebutnya. Kemudian jumlahkan pembilangnya dan tulis dalam bentuk yang paling sederhana. Contoh:

      " × "× "

    • = = + = = 1

      × × "

      f) Penjumlahan antar pecahan campuran Cara untuk menjumlahkan bilangan campuran adalah menghitung bagian bilangan bulat dan pecahannya secara terpisah. Kadang- kadang jumlah dari bagian pecahan adalah suatu pecahan yang pembilangnya lebih dari penyebutnya. Jika demikian, ubahlah dahulu pecahan tersebut sebagai bilangan campuran. Contoh: 3 + 4 = ⋯ Maka langkah pengerjaannya:

    • Jumlahkan bilangan bulatnya 4 + 3 = 7
    • Jumlahkan pecahannya

      × × "

    • = = = = 1 +

      × × ( ( ( (

    • Jumlahkan bilangan bulat dan pecahannya 7 + 1 = 8

      ( (

      2. Pengurangan

      e) Pengurangan pecahan senama Operasi pengurangan pada pecahan senama dapat dilakukan dengan mengurangkan pembilang-pembilangnya dengan penyebut yang tetap. Contoh:

      − = =

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

      f) Pengurangan pecahan tak senama Operasi pengurangan hanya dapat dilakukan asalkan penyebut dari pecahan yang akan dikurangkan bernilai sama atau merupakan pecahan senama. Untuk menyamakan penyebut, pertama-tama ubah pecahan tersebut menjadi pecahan senama dengan menggunakan kelipatan persekutuan terkecil penyebutnya. Kemudian kurangkan pembilang-pembilangnya (penyebut tetap) dan tulis dalam bentuk yang paling sederhana. Contoh:

      × ×

      − = − = − =

      × ×

      g) Pengurangan pecahan campuran tanpa peminjaman Cara untuk mengurangkan bilangan campuran adalah mengurangkan bagian bilangan bulat dan pecahannya secara terpisah. Contoh: 68 − 4 = ⋯ Langkah pengerjaannya:

    • Kurangkan bilangan bulatnya 68 − 4 = 64
    • Kurangkan pecahannya

      × ×

      − = − = − =

      × ×

    • Jumlahkan bilangan bulat dan pecahannya 64 + = 64

      h) Pengurangan pecahan campuran dengan peminjaman Cara ini digunakan apabila pecahan tidak dapat dikurangkan.

      Maka langkah yang diambil adalah dengan meminjam dari bilangan bulat. Contoh: 67 − 12 = ⋯

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

      Langkah pengerjaannya:

    • Karena < , maka pinjam 1 dari 67 sehingga menjadi 66
    • Kurangkan bilangan bulatnya 66 − 12 = 54
    • Kurangkan pecahannya

      (

      − = =

    • Jumlahkan bilangan bulat dan pecahannya 54 + = 54

      3. Perkalian

      d) Perkalian antarpecahan Untuk mengalikan pecahan dengan pecahan, kalikanlah pembilang-pembilangnya. Kemudian kalikan penyebut- penyebutnya. Jika pembilang dari pecahan pertama dan penyebut dari pecahan yang lain mempunyai faktor persekutuan, maka dapat disederhanakan sebelum mengalikannnya. Contoh:

      × (

      × = = =

      ×

      e) Perkalian bilangan cacah dengan pecahan Pada perkalian bilangan cacah dengan pecahan, dapat mengubah bilangan cacah ke dalam bentuk pecahan dengan penyebut 1 kemudian melakukan perkalian pecahan. Kadang-kadang perkalian dari bagian pecahan adalah suatu pecahan yang pembilangnya lebih dari penyebutnya. Jika demikian, ubahlah dahulu pecahan tersebut sebagai bilangan campuran.

      Contoh:

      ×

      3 × = × = = = 2

      ! ! ×! ! !

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

      f) Perkalian antarpecahan campuran Untuk mengalikan bilangan campuran, nyatakanlah terlebih dahulu bilangan campuran itu sebagai pecahan yang pembilangnya lebih dari penyebutnya atau mengubah pecahan campuran menjadi pecahan biasa. Kemudian kalikan pecahan- pecahan tersebut. Jika hasil dari hasil perkalian pembilang lebih besar dari penyebutnya, maka ubahlah dahulu pecahan tersebut sebagai bilangan campuran. Contoh: 2 × 1 =

      !

      ×

      !

      =

      !

      = 3

      4. Pembagian Sebelum menguraikan operasi pembagian pada pecahan, perlu diperhatikan terlebih dahulu mengenai invers (kebalikan).

      Contoh:

    • × = 1, adalah invers (kebalikan) perkalian dari atau adalah invers perkalian dari .
    • × 2 = 1, adala invers perkalian dari 2 atau 2 adalah invers perkalian dari .

      Secara umum dapat disimpulkan bahwa adalah invers (kebalikan) perkalian dari , karena × = 1 dan sebaliknya.

      Untuk melakukan operasi pembagian antar bilangan pecahan, langkah yang ditempuh adalah dengan mengalikan pecahan itu dengan invers (kebalikan) dari pembagi. Contoh:

      ∶ = × =

      × ×

      = = 2

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

    H. Sifat-sifat Operasi Pecahan

      Ingat kembali sifat-sifat yang berlaku pada penjumlahan dan perkalian bilangan bulat. Untuk setiap bilangan bulat , , dan maka berlaku:

    • Sifat komutatif
      • Komutatif pada penjumlahan:
        • = +

      • Komutatif pada perkalian:

      × = ×

    • Sifat asosiatif
      • Asosiatif pada penjumlahan:
        • = + +

      • Asosiatif pada perkalian:

      × × = × ×

    • Sifat distributif perkalian terhadap penjumlahan:

      × + = × + ×

    • Sifat distributif perkalian terhadap pengurangan:

      × − = × − × Sifat-sifat ini juga berlaku pada penjumlahan dan perkalian bilangan pecahan. Berikut adalah penjelasannya:

      1. Komutatif Sifat komutatif atau sifat pertukaran. Jika kedua bilangan ditukar tempatnya, namun hasilnya tidak berubah, maka operasi tersebut memenuhi sifat komutatif.

      e) Penjumlahan Contoh:

    • = = dan = + =

      ( ( ( ( ( (

      Ini berarti . Sehingga dapat disimpulkan bahwa sifat = + +

      ( ( ( ( komutatif berlaku pada operasi penjumlahan pecahan.

      f) Pengurangan Contoh:

      " ! ! "

      dan − = − = −

      ! ! ! ! ! !

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

      " ! ! "

      Ini berati . Sehingga dapat disimpulkan bahwa − ≠ −

      ! ! ! ! sifat komutatif tidak berlaku pada opersi pengurangan pecahan.

      g) Perkalian Contoh:

      × = dan × =

      " "

      Ini berarti × = × . Sehingga dapat disimpulkan bahwa sifat

      " " komutatif berlaku pada operasi perkalian pecahan.

      h) Pembagian Contoh:

      ∶ = 2 dan ∶ = Ini berarti

      ∶ ≠ ∶ . Sehingga dapat disimpulkan bahwa sifat komutatif tidak berlaku pada operasi pembagian pecahan.

      2. Asositif Sifat asosiatif atau sifat pengelompokkan. Jika operasi tersebut dikelompokkan secara berbeda, namun hasil operasinya tetap sama, maka operasi tersebut memenuhi sifat asosiatif.

      e) Penjumlahan Contoh:

      ! " "

      dan . = = . + + + = = + - + - +

      Ini berarti . Sehingga dapat

    • . = - . + + + disimpulkan bahwa sifat asosiatif berlaku pada operasi penjumlahan pecahan.

      f) Pengurangan Contoh:

      ! ! "

      dan − - − . = − = =

      " ! (

      − . − = − = = -

      "

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

      ! !

      Ini berarti − - − . ≠ - − . − . Sehingga dapat disimpulkan bahwa sifat asosaitif tidak berlaku pada operasi pengurangan pecahan.

      g) Perkalian Contoh:

      × - × . = × = × . × = × =

    • dan .

      ! ( ! / ! ( / /

      Ini berarti × - × . = - × . × . Sehingga dapat

      

    ! ( ! (

      disimpulkan bahwa sifat asosiatif berlaku pada operasi perkalian pecahan.

      h) Pembagian Contoh:

      ! ! ! (

      dan ∶ - ∶ . = ∶ = ∶ - .: = ∶ =

      ( / ( ! ! ! !

      Ini berarti ∶ - ∶ . ≠ - ∶ .: . Sehingga dapat disimpulkan

      ( (

      bahwa sifat asosiatif tidak berlaku pada operasi pembagian pecahan.

      3. Distributif Sifat distributif atau sifat penyebaran.

      c) Distributif perkalian terhadap penjumlahan Contoh:

      !

      × - + . = × =

      ( ( ! !

    • × . + - × . = + =

      ( ! !

      Karena × - + . = - × . + - × .. Maka dapat disimpulkan

      ( (

      bahwa sifat distributif perkalian terhadap penjumlahan berlaku pada operasi hitung pecahan.

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

      d) Distributif perkalian terhadap pengurangan Contoh:

      !

      × - − . = × =

      ( ( ! !

    • × . − - × . = − =

      ( ! !

      Karena × - − . = - × . − - × .. Maka dapat disimpulkan

      ( (

      bahwa sifat distributif perkalian terhadap pengurangan berlaku pada operasi hitung pecahan.

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

      

    LEMBAR KERJA SISWA (LKS) 1

      Indikator : 1. Memberikan contoh berbagai bentuk dan jenis bilangan pecahan.

      2. Mengubah bentuk pecahan ke bentuk pecahan yang lain. Tujuan : 1. Siswa mampu memberikan contoh berbagai bentuk dan jenis bilangan pecahan.

      2. Siswa mampu mengubah bentuk pecahan ke bentuk pecahan yang lain. Nama : 1.

      2.

      3.

      4. Diskusikan soal-soal di bawah ini dengan teman kelompokmu!

      1. Tentukan besarnya pecahan yang terbentuk dari gambar yang diarsir berikut ini: a.

      b.

      c.

      Jawaban: a.

      b.

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

      2. Udara yang kita hirup terdiri dari sekitar 80% nitrogen dan 20% osigen.

      Tulislah masing-masing besarnya persen tersebut sebagai suatu pecahan dalam bentuk yang paling sederhana!

      Jawaban: 3. Saya adalah sebuah pecahan sejati dengan bentuk paling sederhana.

      Pembilang dan penyebutku adalah bilangan prima yang berselisih dua. Jumlah dari pembilang dan penyebutku sama dengan 12. Berapakah saya?

      Jawaban:

      4. Tulislah setiap pecahan berikut sebagai bilangan campuran!

      " a. ! b.

      " "

      c.

      ! Jawaban: a.

      b.

      c.

      5. Tulislah dua pecahan yang senilai dengan pecahan berikut: a.

      / b. / c.

      ! Jawaban: a.

      b.

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

      

    LEMBAR KERJA SISWA (LKS) 2

      Indikator : Mengurutkan bilangan bentuk pecahan Tujuan : Siswa mampu mengurutkan bilangan bentuk pecahan. Nama : 1.

      2.

      3.

      4. Diskusikan soal-soal berikut ini dengan teman kelompokmu! 1. Perhatikan model pecahan yang diarsir di bawah ini.

      a. Sebutkan pecahan yang melambangkan masing-masing model!

      b. Pecahan mana yang paling besar? Paling kecil?

      c. Urutkanlah dari yang terkecil ke terbesar!

      2. Misalkan di sekolahmu diadakan pemilihan Ketua OSIS dan diperoleh hasil sebagai berikut.

      Jawaban: a.

      b.

      c.

    • dari siswa-siswa di sekolahmu memilih Calon I.
    • " dari siswa-siswa di sekolahmu memilih Calon II.

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

      Berdasarkan hasil tersebut, calon manakan yang lebih banyak pemilihnya?

      Jawaban:

      3. Isikan tanda <, =, atau > untuk membandingkan pecahan berikut:

      " ! a. ...

      b. ...

      " !

      c. ...

      / Jawaban: a.

      b.

      c.

      4. Urutkanlah bilangan-bilangan berikut dari kecil ke besar!

      " a.

      , , dan

      ! / ! "

      b.

      , ,

      ( !

      c.

      1 , 1 , 1

      ( Jawaban: a.

      b.

      c.

      "

      5. Ali berlari sejauh km. Siapakah yang berlari 1 km, Budi berlari sejauh 1

      /

      lebih jauh?

      Jawaban:

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

      

    LEMBAR KERJA SISWA (LKS) 3

      Indikator : Menyelesaikan operasi hitung tambah, kurang, kali, bagi, bilangan pecahan termasuk operasi campuran Tujuan : Siswa mampu menyelesaikan operasi hitung tambah, kurang, kali, bagi, bilangan pecahan termasuk operasi campuran Nama : 1.

      2.

      3.

      4. Petunjuk: Diskusikan soal-soal di bawah ini dengan teman kelompokmu! Gunakan potongan Tangram untuk membantu dalam mengerjakan soal. Gunakan potongan Tangram untuk memodelkan operasi hitung pecahan. Cari dan tempelkan potongan Tangram yang sesuai kemudian tentukan hasil dari operasi hitung pecahan yang terdapat dalam soal.

      1. Tentukan:

    • a.

      = ⋯

      ! !

    • b.

      = ⋯

      (

      2. Tentukan pengurangan: − = ⋯

      3. Tentukan: a.

      × = ⋯ b. × = ⋯

      4. Tentukan pembagian 6: = ⋯

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

      

    LEMBAR KERJA SISWA (LKS) 4

      Indikator : Mengenal dan menggunakan sifat-sifat operasi hitung bilangan pecahan Tujuan : Siswa mampu mengenal dan menggunakan sifat-sifat operasi hitung bilangan pecahan Nama : 1.

      2.

      3.

      4. Diskusikan soal-soal di bawah ini dengan teman kelompokmu!

      1. Prabu ingin membuat seragam sekolah. Ia bergegas pergi ke penjahit dekat rumahnya. Penjahit itu berkata apabila ingin membuat satu stel baju seragam, diperlukan 2 meter kain untuk atasan dan 1 meter kain untuk bawahan. Jika Prabu ingin membuat 3 buah stel seragam, berapa meter kain yang harus dibeli Prabu?

      2. Hitunglah keliling persegi panjang dan luasnya, jika persegi panjang itu mempunyai panjang 8 cm dan lebar 6 cm!

      Jawaban: Jawaban:

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

      3. Bayu menerima gaji Rp 400.000,00 setiap bulannya. Sebelum menerima gaji ia mendapat potongan dari gajinya. Berapa besar gaji yang ia terima

      /

      setelah dipotong?

      Jawaban:

      4. Pak Joko memiliki sebidang kebun yang berbentuk persegi panjang dengan ukuran 500 × 30 . Karena Pak Joko sudah tua, ia hendak mewariskan kebun itu kepada ketiga anaknya Yuni, Tiwi, dan Ega. Yuni memperoleh bagian luas kebun itu. Tiwi mendapat bagian, dan sisanya untuk Ega.

      !

      Berapa luas kebun yang diterima masing-masing anak Pak Joko?

      Jawaban:

      5. Ayah memberikan uang Rp 50.000,00 kepada Santi dan Dila. Santi mendapat bagian dan Eni sisanya.

      !

      a. Berapa rupiah yang didapat masing-masing anak?

      b. Bila Santi membelanjakan bagian dari uangnya, berapakah sisanya?

      !

      c. Bila Eni membelanjakan 60% uangnya, berapakah sisanya?

      Jawaban: a.

      b.

      c.

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

      Hari/ tanggal : Pertemuan ke- : 1

      

    NO. ASPEK YANG DIAMATI KETERLAKSANAAN

    YA TIDAK

      I. PRAPEMBELAJARAN

      1. Memeriksa kesiapan ruang, alat pembelajaran dan media

      2. Memeriksa kesiapan siswa

      II. MEMBUKA PEMBELAJARAN

      1. Menyampaikan kompetensi yang akan dicapai dan recana kegiatannya

      2. Memberikan motivasi kepada siswa

      3. Melakukan kegiatan apersepsi

      III. KEGIATAN INTI PEMBELAJARAN

      1. Menjelaskan secara singkat bagaimana membentuk suatu bilangan pecahan dengan menggunakan alat peraga

      2. Membagi siswa menjadi 6 kelompok yang masing-masing kelompok beranggotakan 5 siswa

      3. Membagikan alat peraga kepada tiap kelompok dan mengajak siswa untuk menujukkan nilai pecahan yang dapat dibentuk dari alat peraga tersebut

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

      4. Mengajak siswa untuk mencari pecahan- pecahan yang besarnya sama dengan bantuan alat peraga yang mereka miliki

      5. Membimbing siswa menemukan pecahan yang senilai

      6. Membagikan Lembar Kerja Siswa (LKS) dan mengajak siswa mengerjakan soal yang terdapat di dalam LKS secara berkelompok

      7. Memantau kerja siswa dan mengarahkan siswa yang mengalami kesulitan

      8. Mengajak siswa untuk mempresentasikan hasil diskusi kelompok di depan kelas

      9. Memberikan penguatan berupa pujian kepada siswa yang telah memaparkan hasil diskusi kelompok kepada teman-teman lainnya

      10. Memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya atau menganggapi jawaban kelompok lain

      11. Terjadi diskusi kelas

    IV. PENUTUP

      1. Memberikan konfirmasi

      2. Mengajak siswa untuk menarik kesimpulan terhadap materi pembelajaran Observer,

      (...................................)

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

      Hari/ tanggal : Pertemuan ke- : 2

      

    NO. ASPEK YANG DIAMATI KETERLAKSANAAN

    YA TIDAK

      I. PRAPEMBELAJARAN

      1. Memeriksa kesiapan ruang, alat pembelajaran dan media

      2. Memeriksa kesiapan siswa

      II. MEMBUKA PEMBELAJARAN

      1. Menyampaikan kompetensi yang akan dicapai dan recana kegiatannya

      2. Memberikan motivasi kepada siswa

      3. Melakukan kegiatan apersepsi

      III. KEGIATAN INTI PEMBELAJARAN

      1. Menjelaskan secara singkat bagaimana membandingakan dua pecahan atau lebih menggunakan alat peraga

      2. Membagi siswa menjadi 6 kelompok yang masing-masing kelompok beranggotakan 5 orang

      3. Membagikan alat peraga dan diajak untuk membandingkan dua pecahan atau lebih menggunakan alat peraga tersebut.

      4. Membimbing siswa bagaimana mengurutkan dan membandingkan dua pecahan atau lebih

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

      5. Membagikan Lembar Kerja Siswa (LKS) dan mengajak siswa mengerjakan soal yang terdapat di dalam LKS secara berkelompok

      6. Memantau kerja siswa dan mengarahkan siswa yang mengalami kesulitan

      7. Mengajak siswa untuk mempresentasikan hasil diskusi kelompok di depan kelas

      8. Memberikan penguatan berupa pujian kepada siswa yang telah menunjukkan hasil diskusi kelompok kepada teman-teman lainnya

      9. Memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya atau menganggapi jawaban kelompok lain

      10. Terjadi diskusi kelas

    IV. PENUTUP

      1. Memberikan konfirmasi

      2. Mengajak siswa untuk menarik kesimpulan terhadap materi pembelajaran Observer,

      (...................................)

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

      Hari/ tanggal : Pertemuan ke- : 3

      

    NO. ASPEK YANG DIAMATI KETERLAKSANAAN

    YA TIDAK

      I. PRAPEMBELAJARAN

      1. Memeriksa kesiapan ruang, alat pembelajaran dan media

      2. Memeriksa kesiapan siswa

      II. MEMBUKA PEMBELAJARAN

      1. Menyampaikan kompetensi yang akan dicapai dan recana kegiatannya

      2. Memberikan motivasi kepada siswa

      3. Melakukan kegiatan apersepsi

      III. KEGIATAN INTI PEMBELAJARAN

      1. Menjelaskan secara sigkat bagaimana melakukan operasi hitung pecahan dengan menggunakan alat peraga

      2. Mengajak beberapa satu siswa untuk mencoba menggunakan alat peraga dalam melakukan operasi hitung pecahan

      3. Membagi siswa menjadi 6 kelompok yang masing-masing kelompok beranggotakan 5 orang

      4. Membagikan LKS dan pecahan Luasan kepada siswa dan mengajak siswa mengerjakan LKS secara berkelompok

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

      5. Memantau kerja siswa dan mengarahkan siswa yang mengalami kesulitan

      6. Mengajak siswa untuk mempresentasikan hasil diskusi kelompok di depan kelas

      7. Memberikan penguatan berupa pujian kepada siswa yang telah menunjukkan hasil diskusi kelompok kepada teman-teman lainnya

      8. Memberi kesempatan siswa untuk bertanya atau menanggapi jawaban kelompok lain

      9. Terjadi diskusi kelas

    IV. PENUTUP

      1. Memberikan konfirmasi

      2. Mengajak siswa untuk menarik kesimpulan terhadap materi pembelajaran Observer,

      (...................................)

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

      Hari/ tanggal : Pertemuan ke- : 4

      

    NO. ASPEK YANG DIAMATI KETERLAKSANAAN

    YA TIDAK

      I. PRAPEMBELAJARAN

      1. Memeriksa kesiapan ruang, alat pembelajaran dan media

      2. Memeriksa kesiapan siswa

      II. MEMBUKA PEMBELAJARAN

      1. Menyampaikan kompetensi yang akan dicapai dan recana kegiatannya

      2. Memberikan motivasi kepada siswa

      3. Melakukan kegiatan apersepsi

      III. KEGIATAN INTI PEMBELAJARAN

      1. Membagi siswa menjadi 6 kelompok yang masing-masing kelompok beranggotakan 5 orang

      2. Membagikan Lembar Kerja Siswa (LKS) dan mengajak siswa mengerjakan soal yang terdapat di dalam LKS secara berkelompok

      3. Memantau kerja siswa dan mengarahkan siswa yang mengalami kesulitan

      4. Mengajak siswa untuk mempresentasikan hasil diskusi kelompok di depan kelas

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

      5. Memberikan penguatan berupa pujian kepada siswa yang telah menunjukkan hasil diskusi kelompok kepada teman-teman lainnya

      6. Memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya atau menganggapi jawaban kelompok lain

      7. Terjadi diskusi kelas

    IV. PENUTUP

      1. Memberikan konfirmasi

      2. Mengajak siswa untuk menarik kesimpulan terhadap materi pembelajaran Observer,

      (...................................)

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

      Hari/ Tanggal : Pertemuan ke- :

      

    NO. ASPEK YANG DIAMATI KETERCAPAIAN

    YA TIDAK

      I. FUNGSI ALAT PERAGA

      1. Memecahkan rangkaian pembelajaran ceramah yang monoton

      2. Membubui pembelajaran dengan humor untuk memperkuat minat siswa

      3. Menghibur siswa agar pembelajaran tidak membosankan

      4. Memfokuskan perhatian siswa pada materi pelajaran secara konkret

      5. Melibatkan siswa dalam proses belajar sebagai rangkaian pengalaman nyata

      II. PERSYARATAN ALAT PERAGA

      1. Sesuai dengan konsep matematika

      2. Dapat memperjelas konsep matematika, baik dalam bentuk real, gambar atau diagram

      3. Tahan lama

      4. Bentuk dan warnanya menarik

      5. Dari bahan yang aman bagi kesehatan peserta didik

      6. Sederhana dan mudah dikelola

      7. Ukuran sesuai atau seimbang dengan ukuran fisik dari peserta didik

      8. Dapat membuat peserta didik belajar secara aktif baik secara individual maupun kelompok Observer,

      (...............................)

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

      Hari/ tanggal : Pertemuan ke- : Menit ke- : NO. HAL YANG DIAMATI KELOMPOK.............. KELOMPOK................

      1

      2

      3

      4

      5

      1

      2

      3

      4

      5

      1. Kegiatan Lisan

      e. Siswa mengajukan pertanyaan f. Siswa menjawab pertanyaan g. Siswa mengemukakan pendapat h. Siswa menanggapi pendapat atau jawaban siswa lain

      2. Kegiatan menulis Siswa mengerjakan tugas/ soal yang diberikan

      3. Kegiatan mental Siswa berdiskusi dalam kelompok

      182

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

      LAMPIRAN B

      1. Soal Tes Kemampuan Awal (TKA) dan Jawabannya

      2. Soal Tes Evaluasi (TE) dan Jawabannya

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

    SOAL TES KEMAMPUAN AWAL (TKA) DAN JAWABANNYA

      = −

      ×! !×! =

      / !

      Skor 1 b.

      ( =

      (:( :( =

      Skor 1

      − / !

      = − /:! !:!

      3. Tulislah lambang (notasi) yang tepat pada titik-titik berikut: a.

      Skor 1 Total skor 5

      Skor 1

      ! . … -−

      ! .

      b.

      … "

      Jawaban a.

      ! . > -−

      ! .

      Skor 1

      ! =

      ( /

      1. Perhatikan gambar di bawah ini! Persegi yang lebih kecil, berapa bagian dari persegi yang lebih besar? Jawaban

      … !

      Skor 1 =

      Skor 1 Total skor 2

      2. a. Lengkapilah titik-titik pada pecahan senilai berikut:

      … !

      =

      !

      =

      ( …

      =

      b. Nyatakan pecahan

      × !× =

      (

      dan −

      / !

      dalam bentuk yang paling sederhana Jawaban a.

      ! =

      × !× =

      !

      Skor 1

      ! =

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

      ×"

      Skor 1 b.

      = = ×" !( ×

      Skor 1

      = = " "× !(

      Skor 1

      , sehingga <

      < !( !( "

      Total skor 4

      4. Pada hari Sabtu, Bela mengunjungi Malioboro. Ia mencatat pengunjung

      berasaldari Bali, berasal dari Jakarta, dan berasal dari Yogyakarta. Berasal ( dari daerah manakah pengunjung terbanyak?

      Jawaban

      ×

      Skor 1

      = = × ×

      Skor 1

      = = ( (× ×

      Skor 1

      = = ×

      Skor 1

      < < Sehingga pengunjung terbanyak dari daerah daerah

      Skor 1

      Jakarta

      Total skor 5

      5. Tentukan hasil penjumlahan berikut:

    • a.

      ( b.

    • 3

      !

      Jawaban

      × × !

      Skor 2 a.

    • = = + =

      ( (× × ( ( ( × !×! "! "

      Skor 2 b.

    • 3 = = = + +

      ! !× ×! / / / "

      Skor 1

      = 3 / /

      Total skor 5

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

      !

      = 13

      Skor 2 b.

      ∶ ! (

      = × ( !

      = !

      Skor 2

      ! =

      Skor 1 Total Skor 5

      5: = 5 × = !× ×

      8. Ani membaca sebuah buku cerita. Dua hari yang lalu, Ani membaca dari isi

      buku itu. Hari ini Ani melanjutkan membaca buku cerita itu. Dia membaca dari isi buku itu hari ini. Berapa bagian dari isi buku cerita yang telah dibaca oleh Ani?

      Jawaban

      × ×

      = + =

      Skor 2

      Jadi, Ani telah membaca bagian dari buku cerita tersebut.

      Skor 1 Total Skor 4

      = /

      Jawaban a.

      6. Tentukan hasil setiap perkalian berikut: a.

      = × /

      × b. 3 ×

      /

      Jawaban a.

      × = × ×

      =

      Skor 2 b.

      3 × /

      = × × /

      ∶ ! (

      = /

      Skor 2

      / =

      / = 3

      /

      Skor 1 Total skor 5

      7. Tentukan hasil pembagian berikut: a.

      5: b.

    • Sk
    • =
    • × ×

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

      Ali membeli dua buah semangka di pasar. Semangka pertama beratnya kg. Dan 9. semangka kedua beratnya kg. Berapa kelebihan berat semangka pertama dibandingkan semangka kedua?

      Jawaban Skor 1

      −

      Skor 2

      − = Jadi, kelebihan semangka pertama dibandingkan

      Skor 1 dengan semangka kedua adalah kg. Total skor 4

      10. Tini membutuhkan

      3 meter kain untuk membuat sebuah baju seragam. Bila Tini ingin membuat 4 baju seragam, paling sedikit berapa meter kain yang harus dibeli Tini?

      Jawaban Skor 1

      4 × 3 ! × ! (/

      Skor 2

      4 × 3 = 4 × = = × (/

      Skor 1

      = 15 Jadi, Tini harus membeli paling sedikit 15 meter kain.

      Skor 1 Total skor 5

      11. Tentukan hasil dari:

      ! a.

    • × . + - × .

      ( b.

    • 2 × -−3 . − Jawaban

      ×

      Skor 1 a.

      × = = × ( ! ×! !

      Skor 1

      × = = ( ×( ! × !× !

      Skor 1

      = = + = + + ( (× ×

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

      Skor 1

      = ! " !

      Skor 1 b.

      2 × -−3 . = × -− . = − !

      Skor 1

    • − . = −

      Skor 1 − − = −

      Skor 1 − = −8 = −8

      Total skor 8 jklmno pqrs tuvns efghf ifehg = × xyy w\

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

    SOAL TES EVALUASI (TE) DAN JAWABANNYA

      ( =

      dan

      "

      b. Nyatakan pecahan

      … /

      … =

      … =

      1. Perhatikan gambar di bawah ini! P otongan persegi kecil yang ditunjukkan pada gambar, berapa bagian dari persegi

      2. a. Lengkapilah titik-titik pada pecahan senilai berikut:

      Skor 1 Total skor 2

      ( =

      Skor 1

      (

      Jawaban

      yang lebih besar?

      dalam bentuk yang paling sederhana Jawaban c.

      = (

      Skor 1

      "

    .

      18

      9×2 12×2 =

      =

      Jawaban a.

      …

      ( d.

      …

      3. Tulislah lambang (notasi) yang tepat pada titik-titik berikut: c.

      Skor 1 Total skor 5

      = −

      = − : ":

      − "

      Skor 1

      ":" :" =

      " =

      Skor 1 d.

      = ! /

      = ×! ×!

      Skor 1

      = × ×

      = ×( ×(

      =

    24 Skor 1

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

      Jawaban c.

      15

      40 Skor 1 ! /

      < /

      < / /

      Skor 1

      Sehingga urutan jarak rumah ke sekolah dari yang terdekat sampai yang terjauh adalah rumah Dani, rumah Budi, dan rumah Anton.

      Skor 1 Total skor 5

      5. Tentukan hasil penjumlahan berikut: c.

      !

      1 + 2 (

      !

      = 3×5 8×5

      × !×

      = /

      = /

      Skor 2 d.

      1 + 2 (

      = + (

      = × ×

      = (

      = !! (

      Skor 2

      =

      24

      (

      =

      =

      6×3 8×3 =

      18

      24 = Sehingga

      =

      (

      Skor 1 b.

      = × ×

      = (

      = × ×

      Skor 1

      3×8 5×8 =

      ( > Sehingga

      >

      Skor 1 Total skor 4 4.

      Jarak

      dari rumah Anton ke sekolah km. Jarak rumah Budi ke sekolah

      !

      km dan jarak rumah Dani ke sekolah km. Urutkan jarak rumah ke sekolah masing-masing siswa dari yang terdekat sampai terjauh! Jawaban

      = 3×10 4×10

      =

      30

      40 Skor 1 ! =

    40 Skor 1

    • d.
    • =
    • ×! ×!
    • ! /
    • × (×
    • (

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

      !! "

      Skor 1

      = 3 ( (

      Total skor 5

      6. Tentukan hasil setiap pengurangan berikut:

      ! c.

      − ( d.

      7 − 3

      Jawaban

      ! × !× ( !

      Skor 2 c.

      − = − = − = ( (× ×

    " × "× ( " !

      Skor 2 d.

      7 − 3 = − = − = − = × × !

      Skor 1

      = 4

      Total skor 5

      7. Tentukan hasil pembagian berikut: c.

      4: / !

      d.

      ∶ (

      Jawaban

      / × / /

      Skor 2 c.

      4: = 4 × = = = 10 / × ! ( ×(

      Skor 2 d.

      ∶ = × = = = ( ! ×! ! !

      Skor 1

      = ! !

      Total skor 5

      Tentukan

      8. luas sebidang tanah yang berbentuk persegi panjang yang panjangnya 5 m dan lebar 4 m!

      Jawaban Skor 1

      z = J × C z = 5 × 4 !

      Skor 2

      5 × 4 = × = ( !

      Skor 1

      = 25 = 25 ( (

      Skor 1

      Jadi, luas sebidang tanah tersebut adalah

      25 Total skor 5

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

      10. Pepi ingin membuat teh dan kopi. Satu liter teh memerlukan 1 gelas gula, sedangkan satu liter kopi memerlukan 2 gelas gula. Pepi mempunyai 3 gelas gula di rumah. Apakah gula yang Pepi punyai cukup untuk membuat teh dan kopi tersebut? Jelaskan!

      Jawaban

      9. Bonar dapat membaca sebuah tulisan satu halaman penuh dalam jam.

      Berapa jam yang Bonar perlukan untuk membaca 4 halaman? Jawaban

      × 4

      Skor 1

      × 4 = × =

      Skor 2

      = 1

      Skor 1

      Jadi, untuk membaca

      4 halaman, Bonar memerlukan

      1 jam.

      Skor 1 Total skor 5

    • 1 + 2 . … 3

    • !
    • !× ×
      • × . + - × .

    • /

      = 4 Skor 1 4 > 3 Skor 1

      − + 2 × -−4 . −

      d.

      11. Tentukan hasil dari: c.

      Skor 1 Total skor 6

      gelas gula, sedangkan Pepi hanya mempunyai 3 gelas gula.

      4

      Gula yang Pepi punya tidak cukup untuk membuat teh dan kopi tersebut, karena untuk membuat teh dan kopi, Pepi memerlukan

      "

      Skor 1 1 + 2 =

      Skor 2

      "

      =

      

    "

      =

      "× ×

      =

      "

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

      Jawaban Skor 1 c. × =

      Skor 1 × =

    • Skor 1

      = Skor 1

      = 1 = 1

      " (

      Skor 1 d. 2 × -−4 . = × -− . = −

      

    (

    ( × ( ×

      Skor 1 − + -− + . = − + -− . = −

      ( × (× ( ( ((

    • − . = −

      ( ( (( ((× × (( (

      Skor 1 − − = − − = − − = −

      ( (× × ( ( ( (

      Skor 1 − = −11 = −11

      ( (

      Total skor 8 jklmno pqrs tuvns efghf ifehg = × xyy ww

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

      LAMPIRAN C

      1. Validitas dan Reabilitas Soal Tes Kemampuan Awal (TKA)

      2. Validitas dan Reabilitas Soal Tes Evaluasi (TE)

      3. Uji Normalitas Kolmogorov-Smirnov

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

    VALIDITAS DAN REABILITAS SOAL TES KEMAMPUAN AWAL (TKA)

    A. Uji Validitas Butir Soal

      4

      9

      1

      4

      3

      3

      5

      5

      5

      1

      4

      8

      4

      39

      10

      1

      5

      2

      3

      49

      4

      5

      35

      2

      5

      5

      5

      3

      3

      4

      4

      8

      5

      2

      5

      3

      3

      5

      5

      5

      4

      5

      3

      5

      1

      2

      3

      1

      2

      26

      13

      1

      4

      3

      2

      5

      5

      5

      3

      3

      4

      4

      38 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

      5

      3

      7

      4

      3

      4

      6

      42

      11

      4

      1

      1

      2

      2

      2

      3

      3

      4

      24

      12

      1

      5

      4

      195

      Suatu soal dikatakan valid atau baik jika nilai koefisien validitasnya lebih dari atau sama dengan ≥ 0,3. Sebaliknya soal dikatakan tidak valid atau buruk jika nilai koefisien validitasnya kurang dari

      3

      3

      4

      4

      35

      2

      1

      5

      3

      5

      2

      5

      5

      3

      3

      4

      6

      43

      3

      3

      5

      4

      6 X

      < 0,3.

      Siswa

      X

      1 X

      2 X

      3 X

      4 X

      5 X

      7 X

      5

      8 X

      9 X

      10 X

      11 Y

      1

      1

      3

      2

      3

      1

      3

      4

      6

      5

      2

      5

      4

      4

      5

      6

      43

      1

      3

      5

      1

      4

      4

      4

      4

      3

      3

      4

      4

      5

      3

      4

      5

      5

      1

      4

      4

      29

      4

      1

      2

      5

      2

      5

      5

      4

      3

      3

      4

      5

      38

      37

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

      3

      8

      35

      24

      3

      1

      2

      5

      3

      4

      4

      6

      27

      25

      1

      4

      1

      5

      5

      2

      5

      4

      3

      5

      3

      4

      8

      46

      22

      4

      2

      5

      5

      3

      5

      3

      4

      4

      35

      23

      4

      1

      2

      2

      3

      4

      5

      5

      4

      5

      39

      28

      2

      3

      1

      5

      2

      3

      3

      3

      4

      4

      32 r xy 0,493 0,371 0,499 0,496 0,485 0,288 0,718 0,466 0,353 0,340 0,696 Valid

      √ √ √ √ √

      Dari hasil perhitungan r

      xy

      , ternyata soal nomer 6 tidak valid. Oleh karena itu dilakukan uji pakar dan soal nomer 6 mendapat perubahan soal.

      3

      4

      4

      3

      32

      26

      1

      1

      3

      3

      5

      2

      5

      3

      5

      4

      7

      39

      27

      1

      4

      1

      4

      5

      3

      5

      196

      5

      4

      3

      3

      5

      5

      2

      4

      4

      1

      21

      36

      17

      1

      5

      2

      4

      5

      5

      3

      16

      1

      5

      4

      14

      1

      3

      3

      3

      2

      4

      5

      4

      5

      3

      4

      38

      15

      4

      1

      1

      4

      3

      3

      3

      3

      5

      2

      4

      36

      20

      4

      1

      3

      4

      5

      4

      3

      4

      5

      4

      36

      21

      2

      5

      3

      3

      4

      3

      36

      3

      18

      1

      4

      1

      4

      5

      5

      4

      3

      4

      4

      4

      38

      19

      2

      4

      1

      2

      5

      4

    • √ √ √ √ √

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

    B. Uji Reabilitas Soal

      5

      2

      3

      1

      2 26 676

      13

      1

      4

      1

      3

      5

      5

      3

      3

      2

      4

      4 38 1444

      14

      1

      3

      3

      3

      2

      4

      5

      4

      5

      3

      5

      6 42 1764

      10

      1

      5

      2

      3

      5

      5

      5

      3

      3

      4

      11

      2

      4

      1

      1

      4

      2

      2

      3

      3

      4 24 576

      12

      1

      5

      4

      4 38 1444

      1

      4

      3 36 1296

      18

      1

      4

      1

      4

      5

      5

      4

      3

      3

      4 38 1444

      3

      19

      2

      4

      1

      2

      5

      4

      4

      3

      3

      4

      4 36 1296

      5

      3

      15

      3

      4

      1

      1

      4

      3

      3

      3

      1 21 441

      16

      4

      3

      5

      5

      5

      2

      4

      4

      5

      1 36 1296

      17

      1

      5

      2

      4

      5

      4 39 1521

      197

      Suatu soal dikatakan reliable jika nilai koefisien reabilitasnya lebih dari atau sama dengan ≥ 0,5.

      4

      3

      3

      5

      5

      5

      3

      3

      4

      6 43 1849

      3

      1

      3

      1

      3

      5

      5

      1

      4

      4 29 841

      4

      1

      4

      2

      2

      5

      5

      2

      4

      11 X t

      Siswa

      X

      1 X

      2 X

      3 X

      4 X

      5 X

      6 X

      7 X

      8 X

      9 X

      10 X

      X t

      4 35 1225

      2

      1

      1

      3

      2

      3

      5

      5

      2

      3

      3

      4

      5

      3

      4

      5

      5

      3

      3

      4

      4 35 1225

      8

      2

      5

      3

      3

      5

      5

      5

      4

      4

      5

      8 49 2401

      9

      1

      4

      3

      3

      5

      5

      5

      5

      2

      3

      6 43 1849

      4

      5 38 1444

      5

      5

      3

      4

      5

      2

      5

      4

      4

      5

      6

      4

      1

      5

      1

      4

      4

      4

      4

      3

      3

      4

      4 37 1369

      7

      4

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

      7 39 1521

      5 39 1521

      4

      3

      3

      4

      5

      5

      4

      1

      4

      1

      27

      4

      2

      3

      3

      5

      2

      5

      3

      3

      1

      1

      26

      4 32 1024

      4

      28

      3

      3

      `

      4225 28 = 2,004

      ? = 207 28 −

      121 28 − 2809 28 = 0,739

      13225 28 = 0,453 ? =

      ? = 485 28 −

      31 28 − 529 28 = 0,432

      ? =

      ) >

      4 |

      > − (∑

      4 |

      = ∑

      ?

      1

      31 485 121 207 555 539 458 284 292 474 658 ∑y) 529 13225 2809 4225 14161 13225 10816 7396 7744 12544 15376

      2

      y

      86 88 112 124 ∑

      53 65 119 115 104

      4 32 1024 ∑ y 23 115

      4

      3

      3

      2

      5

      5

      3

      198

      20

      3

      5

      2

      4

      22

      8 46 2116

      4

      3

      3

      5

      5

      5

      3

      5

      5

      2

      21

      4 36 1296

      5

      4

      4

      2

      5

      4

      3

      1

      4

      5

      3

      5

      3

      5

      1

      4

      1

      25

      6 27 729

      4

      3

      3

      5

      2

      1

      24

      3

      8 35 1225

      5

      4

      4

      5

      2

      2

      1

      4

      23

      4 35 1225

      4

      2

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

      555 14161 ? =

      !

      28 − 28 = 1,759 539 13225 ? =

      (

      28 − 28 = 2,381 458 10816 ? =

      "

      28 − 28 = 2,561 284 7396 ? = 28 − 28 = 0,709

      292 7744 ? = 28 − 28 = 0,551

      474 12544 ? =

      /

      28 − 28 = 0,929 658 15376 ? = 28 − 28 = 3,888 Jumlah variasi semua item: ∑? = 0,432 + 0,453 + 0,739 + 2,004 + 1,759 + 2,381 + 2,561 + 0,709

      `

    • 0,551 + 0,929 + 3,888 = 16,406 Variansi total:

      ∑ (∑ )

      } } ~ ~

      ? = > − > 37082 (1004)

      ? = = 38,622 28 −

    28 Substitusi ke dalam rumus Alpha:

      @ ∑?

      `

      2 = € @ − 1 •1 −

      ? 11 16,406 2 = 10 •1 − 38,622‚ = 0,633 Karena 2 ≥ 0,5, maka soal reliabel.

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

    VALIDITAS DAN REABILITAS SOAL TES EVALUASI (TE)

    A. Uji Validitas Butir Soal

      5

      9

      1

      3

      3

      2

      4

      3

      5

      3

      5

      8

      6

      40

      10

      2

      5

      4

      3

      5

      47

      5

      6

      5

      3

      3

      5

      5

      5

      5

      4

      5

      46

      5

      8

      2

      5

      3

      2

      3

      5

      4

      4

      5

      5

      4

      5

      4

      5

      4

      6

      7

      43

      13

      2

      4

      2

      4

      3

      5

      5

      5

      5

      6

      6

      50 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

      2

      3

      2

      3

      6

      4

      48

      11

      2

      5

      3

      2

      4

      3

      4

      3

      4

      6

      5

      41

      12

      2

      5

      4

      200

      Suatu soal dikatakan valid atau baik jika nilai koefisien validitasnya lebih dari atau sama dengan ≥ 0,3. Sebaliknya soal dikatakan tidak valid atau buruk jika nilai koefisien validitasnya kurang dari

      4

      3

      8

      50

      2

      2

      5

      4

      2

      5

      5

      5

      5

      5

      6

      8

      51

      3

      2

      3

      5

      5

      2

      7 X

      < 0,3.

      Siswa

      X

      1 X

      2 X

      3 X

      4 X

      5 X

      6 X

      8 X

      5

      9 X

      10 X

      11 Y

      1

      2

      5

      3

      4

      5

      4

      4

      53

      2

      5

      5

      5

      5

      4

      5

      7

      49

      6

      5

      3

      4

      5

      5

      4

      5

      5

      5

      6

      7

      4

      5

      5

      4

      3

      5

      5

      6

      8

      47

      4

      2

      5

      4

      1

      4

      5

      5

      5

      5

      6

      7

      52

      5

      7

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

      4

      6

      6

      47

      22

      1

      4

      3

      5

      3

      3

      5

      5

      5

      6

      7

      48

      3

      5

      2

      3

      3

      4

      5

      5

      5

      5

      4

      8

      5

      49

      21

      2

      5

      4

      3

      5

      23

      3

      2

      5

      7

      44

      25

      2

      4

      2

      4

      4

      2

      3

      5

      4

      6

      4

      43 r xy 0,405 0,691 0,571 0,537 0,496 0,331 0,333 0,303 0,475 0,300 0,614 Valid

      √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √

      2

      5

      3

      3

      2

      3

      5

      5

      3

      3

      6

      38

      5

      24

      2

      5

      4

      4

      5

      3

      5

      201

      14

      4

      5

      5

      6

      6

      51

      16

      1

      3

      5

      4

      3

      5

      3

      5

      2

      5

      5

      5

      41

      5

      2

      5

      4

      5

      5

      3

      5

      5

      3

      5

      6

      50

      15

      2

      5

      4

      6

      17

      43

      3

      4

      2

      4

      35

      19

      1

      4

      2

      5

      4

      5

      4

      5

      5

      6

      4

      5

      3

      2

      5

      4

      3

      3

      5

      5

      4

      2

      6

      3

      4

      43

      18

      1

      3

      3

      2

      20

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

    B. Uji Reabilitas Soal

      5

      5

      4

      6

      7 43 1849

      13

      2

      5

      4

      4

      3

      5

      5

      5

      2

      6

      6 50 2500

      14

      2

      5

      4

      5

      5

      3

      5

      5

      5

      4

      3

      2

      2

      2

      5

      4

      3

      5

      5

      5

      4

      5

      6

      4 48 2304

      11

      5

      6 50 2500

      3

      2

      3

      4

      4

      3

      4

      6

      5 41 1681

      12

      2

      5

      3

      5

      2

      15

      4

      5

      6

      4 43 1849

      18

      1

      3

      3

      2

      3

      3

      5

      5

      2

      4

      4 35 1225

      19

      1

      4

      3

      2

      4

      5

      4

      5

      5

      6

      4 43 1849

      2

      5

      6 40 1600

      4

      5

      4

      3

      5

      5

      5

      5

      5

      6

      6 51 2601

      16

      1

      3

      5

      4

      3

      5

      3

      5

      2

      5

      6 41 1681

      17

      2

      4

      3

      3

      10

      202

      Suatu soal dikatakan reliable jika nilai koefisien reabilitasnya lebih dari atau sama dengan ≥ 0,5.

      2

      2

      4

      5

      5

      5

      5

      6

      8 51 2601

      3

      2

      3

      4

      4

      5

      5

      3

      5

      5

      6

      8 47 2209

      4

      2

      5

      4

      4

      4

      5

      4

      2

      5

      11 X t

      Siswa

      X

      1 X

      2 X

      3 X

      4 X

      5 X

      6 X

      7 X

      8 X

      9 X

      10 X

      X t

      2

      2

      1

      2

      5

      3

      4

      5

      5

      5

      5

      5

      3

      8 50 2500

      5

      5

      5

      5

      5

      5

      5

      4

      5

      5 46 2116

      8

      2

      5

      3

      2

      3

      4

      3

      4

      5

      6

      8 47 2209

      9

      1

      3

      3

      2

      4

      3

      5

      5

      5

      3

      6

      7 49 2401

      7 52 2704

      5

      1

      5

      3

      4

      5

      5

      5

      5

      4

      5

      6

      4

      2

      5

      4

      5

      5

      4

      5

      5

      5

      6

      7 53 2809

      7

      2

      3

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

      7 44 1936

      3

      4

      5

      4

      2

      4

      2

      25

      2

      4

      2

      5

      5

      3

      5

      4

      4

      5

      2

      5

      6

      3 38 1444

      ? =

      11025 25 = 0,880

      = 463 25 −

      !

      6400 25 = 0,960 ?

      ? = 280 25 −

      290 25 − 7056 25 = 0,310

      12321 25 = 0,566 ? =

      ? = 507 25 −

      82 25 − 1936 25 = 0,182

      ) >

      4 43 1849 ∑ y 44 111

      4 |

      > − (∑

      4 |

      = ∑

      `

      ?

      82 507 290 280 463 497 532 538 488 711 969 ∑y) 1936 12321 7056 6400 11025 11881 12996 12996 11664 16641 22801

      2

      84 80 105 109 114 114 108 129 151 1149 53331 ∑ y

      24

      203

      20

      8 49 2401

      3

      5

      5

      5

      3

      4

      5

      2

      21

      3

      6

      4

      5

      5

      5

      5

      4

      3

      5

      2

      3

      6 47 2209

      3

      7 48 2304

      3

      5

      5

      3

      2

      3

      3

      2

      23

      6

      22

      5

      5

      5

      3

      5

      4

      3

      4

      1

      6

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

      497 11881 ? =

      (

      25 − 25 = 0,870 532 12996 ? =

      "

      25 − 25 = 0,485 538 12996 ? = 25 − 25 = 0,726

      488 11664 ? = 25 − 25 = 0,858

      711 16641 ? =

      /

      25 − 25 = 1,814 969 22801 ? = 25 − 25 = 2,278 Jumlah variasi semua item: ∑? = 0,182 + 0,566 + 0,310 + 0,960 + 0,880 + 0,870 + 0,486 + 0,726

      `

    • 0,858 + 1,814 + 2,278 = 9,930 Variansi total:

      ∑ (∑ )

      } } ~ ~

      ? = > − > 53331 (1149)

      ? = = 20,918 25 −

    25 Substitusi ke dalam rumus Alpha:

      @ ∑?

      `

      2 = € @ − 1 •1 −

      ? 11 9,930 2 = 10 •1 − 20,918‚ = 0,578 Karena 2 ≥ 0,5, maka soal reliabel.

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

      1 21 0,033 0,700 0,545 0,709 0,024 0,009

      1 16 0,033 0,533 0,094 0,536 0,030 0,003

      54

      1 17 0,033 0,567 0,263 0,603 0,003 0,036

      56

      1 18 0,033 0,600 0,376 0,648 0,015 0,048

      57

      1 19 0,033 0,633 0,432 0,666 0,000 0,033

      58

      1 20 0,033 0,667 0,489 0,687 0,013 0,020

      59

      60

      1 15 0,033 0,500 -0,019 0,492 0,025 0,008

      2 23 0,067 0,767 0,602 0,726 0,026 0,041

      62

      1 24 0,033 0,800 0,715 0,764 0,003 0,036

      64

      1 25 0,033 0,833 0,827 0,797 0,003 0,036

      73

      1 26 0,033 0,867 1,335 0,910 0,010 0,043

      74

      1 27 0,033 0,900 1,391 0,918 0,015 0,018

      76

      3 30 0,100 1,000 1,504 0,933 0,033 0,067

      51

      

    UJI NORMALITAS KOLMOGOROV-SMIRNOV

    KEAKTIFAN

    Penyelesaian: H : f(X) = NORMAL H 1 : f(X)

      ≠ NORMAL Jumlah Sampel (n) = 30 Rata-rata (MEAN) = 49,333 Standar Deviasi (SD) = 17,728

      27

      x f F f/n F/n Z P

      ≤Z

      a 1 a

      2

      19

      2 2 0,067 0,067 -1,711 0,044 0,044 0,023

      21

      1 3 0,033 0,100 -1,598 0,055 0,012 0,045

      26

      2 5 0,067 0,167 -1,316 0,093 0,007 0,074

      1 6 0,033 0,200 -1,260 0,104 0,063 0,096

      1 14 0,033 0,467 -0,075 0,468 0,032 0,001

      29

      1 7 0,033 0,233 -1,147 0,125 0,075 0,108

      40

      2 9 0,067 0,300 -0,526 0,298 0,065 0,002

      42

      1 10 0,033 0,333 -0,414 0,341 0,025 0,008

      44

      1 11 0,033 0,367 -0,301 0,382 0,018 0,015

      47

      2 13 0,067 0,433 -0,132 0,448 0,052 0,015

      48

      49

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

      D (0,05)(30) = 0,24 a

      1 maksimum = 0,075 Kriteria pengujian: Terima H jika a maksimum 1 tabel

      ≤ D

      Tolak H jika a 1 maksimum > D tabel

      Didapat: 0,075

      ≤ 0,24 a maksimum , maka H diterima

      1 tabel

      ≤ D Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa keaktifan berdistribusi NORMAL.

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

      

    UJI NORMALITAS KOLMOGOROV-SMIRNOV

    TES EVALUASI (TE)

    Penyelesaian: H : f(X) = NORMAL H 1 : f(X)

      ≠ NORMAL Jumlah Sampel (n) = 29 Rata-rata (MEAN) = 81,191 Standar Deviasi (SD) = 8,963

      x f F f/n F/n Z P

      ≤Z

      a

      1 a

      2

      50,91 1 1 0,034 0,034 -3,378 0,000 0,000 0,034 65,45 1 2 0,034 0,069 -1,756 0,039 0,004 0,030 72,73 2 4 0,069 0,138 -0,944 0,174 0,033 0,036 74,55 4 8 0,138 0,276 -0,741 0,230 0,092 0,046 78,18 2 10 0,069 0,345 -0,336 0,367 0,047 0,022 80,00 1 11 0,034 0,379 -0,133 0,448 0,035 0,069 81,82 3 14 0,103 0,483 0,070 0,528 0,058 0,045 83,64 2 16 0,069 0,552 0,273 0,606 0,015 0,054 85,45 5 21 0,172 0,724 0,475 0,684 0,132 0,040 87,27 3 24 0,103 0,828 0,678 0,752 0,027 0,076 89,09 2 26 0,069 0,897 0,881 0,811 0,017 0,086 90,91 1 27 0,034 0,931 1,084 0,860 0,037 0,071 92,73 1 28 0,034 0,966 1,287 0,902 0,030 0,064 94,55 1 29 0,034 1,000 1,490 0,932 0,034 0,068

      D (0,05)(29) = 0,246 a

      1 maksimum = 0,132

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

      Kriteria pengujian: Terima H jika a maksimum 1 tabel

      ≤ D

      Tolak H jika a 1 maksimum > D tabel

      Didapat: 0,132

      ≤ 0,246 a maksimum , maka H diterima

      1 tabel

      ≤ D Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa Tes Evaluasi (TE) berdistribusi NORMAL.

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

      LAMPIRAN D

      1. Daftar Nilai Tes Kemampuan Awal (TKA) Kelas VII B

      2. Daftar Nilai Te Evaluasi (TE) Kelas VII B

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

      17. Siswa 17 33 63,46

      30. Siswa 30 27 51,92

      29. Siswa 29 41 78,85

      28. Siswa 28 42 80,77

      27. Siswa 27 24 46,15

      26 Siswa 26 24 46,15

      25. Siswa 25 32 61,54

      24. Siswa 24 33 63,46

      23. Siswa 23 32 61,54

      22. Siswa 22 31 59,62

      21. Siswa 21 40 76,92

      20. Siswa 20 39 75,00

      19. Siswa 19 38 73,08

      18. Siswa 18 37 71,15

      DAFTAR NILAI TES KEMAMPUAN AWAL (TKA) KELAS VII B

    No. Nama Skor Nilai

      1. Siswa 1 38 73,08

      15. Siswa 15 36 69,23

      14. Siswa 14 33 63,46

      13. Siswa 13 25 48,08

      12. Siswa 12 20 38,46

      11. Siswa 11 31 59,62

      10. Siswa 10 28 53,85

      9. Siswa 9 32 61,54

      8. Siswa 8 Tidak masuk

      7. Siswa 7 23 44,23

      6. Siswa 6 28 53,85

      5. Siswa 5 20 38,46

      4. Siswa 4 20 38,46

      3. Siswa 3 Tidak masuk

      2. Siswa 2 36 69,23

      16. Siswa 16 31 59,62

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

      17. Siswa 17 41 74,55

      30. Siswa 30 41 74,55

      29. Siswa 29 50 90,91

      28. Siswa 28 48 87,27

      27. Siswa 27 43 78,18

      26 Siswa 26 28 50,91

      25. Siswa 25 49 89,09

      24. Siswa 24 47 85,45

      23. Siswa 23 47 85,45

      22. Siswa 22 40 72,73

      21. Siswa 21 51 92,73

      20. Siswa 20 49 89,09

      19. Siswa 19 43 78,18

      18. Siswa 18 46 83,64

      DAFTAR NILAI TES EVALUASI (TE) KELAS VII B

    No. Nama Skor Nilai

      1. Siswa 1 47 85,45

      15. Siswa 15 48 87,27

      14. Siswa 14 45 81,82

      13. Siswa 13 47 85,45

      12. Siswa 12 45 81,82

      11. Siswa 11 46 83,64

      10. Siswa 10 Tidak masuk

      9. Siswa 9 48 87,27

      8. Siswa 8 44 80,00

      7. Siswa 7 41 74,55

      6. Siswa 6 41 74,55

      5. Siswa 5 47 85,45

      4. Siswa 4 40 72,73

      3. Siswa 3 36 65,45

      2. Siswa 2 52 94,55

      16. Siswa 16 45 81,82

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

      

    LAMPIRAN E

      1. Contoh Hasil Pengamatan Keterlaksanaan RPP

      2. Contoh Hasil Pengamatan Ketercapaian Penggunaan Alat Peraga

      3. Contoh Hasil Pengamatan Keaktifan

      4. Transkrip Wawancara

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

      

    CONTOH HASIL PENGAMATAN KETERLAKSANAAN RPP

    Pertemuan II

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

      Pertemuan IV

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

      

    CONTOH HASIL PENGAMATAN KETERCAPAIAN

    PENGGUNAAN ALAT PERAGA

    Pertemuan I

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

      Pertemuan III

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

      

    CONTOH HASIL PENGAMATAN KEAKTIFAN

    Pertemuan I

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

      Pertemuan IV

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

    TRANSKRIP WAWANCARA

      1. Siswa a P : “Bagaimana perasaanmu waktu pembelajaran matematika menggunakan alat peraga kemarin? Seneng apa nggak?” S a : “Ya, seneng sih.” P : “Kenapa” S

      a

      : “Iya, soalnya bisa sekalian main sambil belajar gitu.” P : “Kamu bisa mengerjakan tes evaluasi kemarin nggak?” S a : “Ya lumayan sih mbak.” P : “Ada yang sulit nggak?” S

      a

      : “Ada, yang itu lho mbak nomer 10 kalo nggak salah.” P : “Saat mendapat LKS kamu mengerjakan nggak?” S a : “ Kerjain kok.” P : “Semuanya? Dari pertemuan I sampai IV?” S a : “Iya, tapi nggak semuanya aku kerjain sendiri. Yang nggak tau, aku liat jawaban temen kelompokku.” P : “Kalau ada ulangan, sebelumnya kamu belajar nggak?” S a : “Belajar dong.”

      2. Siswa b P : “Bagaimana perasaanmu saat pembelajaran pakai alat peraga kemarin?” S b : “Aku suka mbak, asik aja gitu.” P : “Asik gimana maksudnya?” S

      b

      : “Jadi nggak bosen aja gitu belajarnya, mbak.” P : “Bagaimana tes evaluasi kemarin? Bisa?” S b : “Nggak bisa mbak, susah.” P : “Bagian mana yang kamu rasa sulit?” S b : “Pokoknya yang soal-soal cerita itu.” P : “Bagaimana caramu belajar?” S

      b

      : “Kalau ada yang bikin menarik aja baru mau belajar.” P : “Yang menarik gimana maksudmu?” S b : “Ya kalau bisa belajar sambil mainan gitu. Kan seru, ada yang baru gitu.” P : “Seberapa sering kamu belajar di rumah?” S

      b

      : “Jarang mbak, soalnya di rumah tuh berisik. Apalagi kalo lagi rame tokonya.”

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

      3. Siswa c P : “Bagaimana perasaanmu saat pembelajaran pakai alat peraga kemarin?” S c : “Enak mbak, jadi lebih mudeng gitu.” P : “Waktu tes evaluasi kemarin, apakah kamu bisa mengerjakan?” S c : “Bisa mbak.” P : “Kamu sering diskusi dengan temanmu nggak waktu pembelajaran kemarin?” S c : “Kadang-kadang sih mbak.” P : “Hal apa yang biasa kamu diskusikan?” S c : “Ya kalau ada soal yang susah.” P : “Kamu biasanya belajar dengan siapa?” S

      c

      : “Sama guru lesku mbak.”

      4. Siswa d P : “Bagaimana perasaanmu waktu pembelajaran pakai alat peraga kemarin?” S d : “Seru banget mbak, nggak tegang kayak biasanya.” P : “Kenapa?” S d : “ Soalnya mbaknya enak ngajarnya, nggak galak gitu.” P : “Kamu bisa mengerjakan tes evaluasi kemarin nggak?” S

      d

      : “Bisa sedikit sih mbak.” P : “Bagian mana yang kamu rasa sulit?” S d : “Yang nomer-nomer terakhir itu kayaknya.” P : “Yang soal cerita itu ya?” S d : “Ya mbak, itu.” P : “Kamu sering berdiskusi dengan temanmu nggak waktu pembelajaran kemarin?” S d : “Ya lumayanlah mbak.” P : “Apa yang sering kamu diskusikan dengan temanmu?” S d : “Kadang hal-hal yang aku belum dong, sama kadang tuh aku nemuin cara ngitung yang lebih gampang.” P : “Kalau besoknya ada ulangan kamu belajar?” S d : “Ya kalau inget aja sih mbak.” P : “Kalau nggak inget gimana?” S d : “Yaudah, belajar dadakan di sekolah.” P : “Hasilnya gimana?” S d : “Jelek sih biasanya mbak.”

      5. Siswa e P : “Bagaimana perasaanmu saat pembelajaran pakai alat peraga kemarin?” S e : “Seneng.”

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

      S e : “Ya soalnya jadi lebih mudeng gitu. Terus nggak ngebosenin juga. Kemarin tuh kayak belajar tapi sambil main juga. Jadi seru.”

      P : “Kamu bisa mengerjakan tes evaluasi kemarin nggak?” S e : “Ada yang nggak bisa.” P : “ Bagian mana?” S e : “Yang soal cerita kehidupan sehari-hari itu.” P : “Berarti kamu masih susah menyelesaikan soal Pecahan yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari?” S e : “ Ya.” P : “Kamu merasa lebih aktif nggak kalau belajar pakai alat peraga?” S e : “Ya mbak, soalnya asik, lebih paham juga. Jadi aku bisa ngajarin temen-temen biar paham juga pake itu.” P : “Bagaimana caramu belajar?” S e : “Biasanya si ngerjain soal-soal aja mbak.” P : “Kamu biasanya belajar dimana?” S e : “Di kamar mbak, biasanya ya sambil dengerin musik biar nggak ngantuk.”

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

      LAMPIRAN F

      1. Contoh Hasil Kerja LKS

      2. Contoh Hasil Kerja TKA

      3. Contoh Hasil TE

      4. Foto-foto Pelaksanaan Pembelajaran

      Pertemuan I

    CONTOH HASIL KERJA LKS

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

      Pertemuan II

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

      Pertemuan III

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

      Pertemuan IV

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

      

    CONTOH HASIL KERJA TKA

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

      

    CONTOH HASIL KERJA TE

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

    FOTO-FOTO PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

      Saat siswa bersama dengan guru mempraktekkan peggunaan alat peraga di depan kelas

      Saat siswa menggunakan alat peraga dalam kelompok Saat siswa mengerjakan LKS

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

      Saat siswa menuliskan hasil diskusi kelompok di papan tulis dan mempresentasikannya

      Saat siswa mengemukan pendapat dalam diskusi kelas Saat guru memberikan konfirmasi atas jawaban-jawaban siswa

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

      LAMPIRAN G

      1. Surat Ijin Penelitian

      2. Surat Keterangan telah Melaksanakan Penelitian

      

    SURAT IJIN PENELITIAN

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

      

    SURAT KETERANGAN TELAH MELAKSANAKAN PENELITIAN

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Dokumen baru

Aktifitas terkini

Download (274 Halaman)
Gratis

Tags

Dokumen yang terkait

ENERAPAN PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL PADA POKOK BAHASAN ARITMATIKA SOSIAL UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS VII A SEMESTER GASAL SMP NEGERI 2 WULUHAN JEMBER TAHUN AJARAN 2011/2012
0
6
19
PAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA PADA POKOK BAHASAN PECAHAN DENGAN MENGGUNAKAN ALAT PERAGA DI KELAS IV SD NEGERI 3 MATARAM KECAMATAN GADINGREJO KABUPATEN PRINGSEWU TAHUN PELAJARAN 2011/2012
0
3
42
UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA PADA POKOK BAHASAN PECAHAN DENGAN MENGGUNAKAN ALAT PERAGA DI KELAS IV SD NEGERI 3 MATARAM KECAMATAN GADINGREJO KABUPATEN PRINGSEWU TAHUN PELAJARAN 2011/2012
0
31
213
HASIL PEMBELAJARAN KETERAMPILAN PROSES DILENGKAPI PEMBERIAN TUGAS PADA POKOK BAHASAN GETARAN DAN GELOMBANG SISWA SMP KELAS II SEMESTER GASAL TAHUN AJARAN 2004 2005
0
11
88
PERBEDAAN HASIL BELAJAR SISWA MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI DENGAN PROBLEM POSING PADA POKOK BAHASAN PECAHAN DI KELAS VII SMP NEGERI 2 PORSEA T.A 2015/2016.
0
2
24
PERBEDAAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK-PAIR-SHARE (TPS) MENGGUNAKAN ALAT PERAGA DENGAN TANPA ALAT PERAGA PADA SUB POKOK BAHASAN PENJUMLAHAN DAN PENGURANGAN BILANGAN BULAT DI KELAS VII SMP NEGERI 34 MEDAN TAHUN AJARAN 2012/2013.
0
2
16
EKSPERIMEN PEMBELAJARAN MATEMATIKA REALISTIK DENGAN MENGGUNAKAN ALAT PERAGA PADA POKOK BAHASAN HIMPUNAN DITINJAU DARI AKTIVITAS BELAJAR SISWA.
0
0
8
PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS IV SEMESTER I SDN 1 GONDANGMANIS TAHUN AJARAN 20132014 DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA MATERI KPK DAN FPB DENGAN MENGGUNAKAN ALAT PERAGA
0
0
18
PERBANDINGAN HASIL BELAJAR SISWA ANTARA YANG MENGGUNAKAN ALAT PERAGA BLOK PECAHAN DENGAN YANG MENGGUNAKAN ALAT PERAGA KARTU DOMINO PADA POKOK BAHASAN BILANGAN PECAHAN (Studi Eksperimen di Kelas VII SMP Negeri 8 Kota Cirebon) - IAIN Syekh Nurjati Cirebon
0
0
23
MENINGKATKAN MINAT SERTA PRESTASI BELAJAR DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA POKOK BAHASAN PENJUMLAHAN DENGAN MENGGUNAKAN ALAT PERAGA PADA SISWA KELAS DUA SD KANISIUS SOROWAJAN YOGYAKARTA TAHUN PELAJARAN 20102011
0
0
236
PENGARUH PENGGUNAAN ALAT PERAGA KEPING PECAHAN TERHADAP MINAT DAN HASIL BELAJAR SISWA PADA POKOK BAHASAN PECAHAN DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA DI KELAS IV SLB B KARNNAMANOHARA SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pend
0
0
363
AKTIVITAS DAN PRESTASI BELAJAR SISWA DALAM PENGGUNAAN ALAT PERAGA KEPING PECAHAN PADA PEMBELAJARAN PECAHAN DI KELAS IV SLB B KARNNAMANOHARA
0
0
450
DUKUNGAN MEDIA PEMBELAJARAN MATEMATIKA BERBASIS MEMBANTU PEMAHAMAN OPERASI HITUNG BILANGAN PECAHAN PADA SISWA KELAS VII SMP JOANNES BOSCO TAHUN AJARAN 20112012
0
0
218
MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD PADA POKOK BAHASAN BANGUN RUANG SISI DATAR DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS VIII D SEMESTER 2 SMP JOANNES BOSCO YOGYAKARTA TAHUN AJARAN 2010 2011 SKRIPSI
0
0
233
EFEKTIVITAS PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS VIIIB SMP JOANNES BOSCO TAHUN AJARAN 20112012 MELALUI INTENSIFIKASI LEMBAR KERJA SISWA (LKS) SKRIPSI
0
0
236
Show more