KEAKTIFAN DAN HASIL BELAJAR DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA POKOK BAHASAN PECAHAN DENGAN MENGGUNAKAN ALAT PERAGA LUASAN PADA SISWA KELAS VII B SEMESTER GASAL SMP JOANNES BOSCO YOGYAKARTA TAHUN AJARAN 2013 2014

Gratis

0
0
274
2 days ago
Preview
Full text

DAFTAR DIAGRAM

Diagram 4.1 Grafik Peningkatan Keaktifan Siswa 119Diagram 4.2 Histogram Keaktifan Siswa 122Diagram 4.3 Grafik Peningkatan Hasil Belajar Siswa 126Diagram 4.4 Histogram Hasil Belajar Siswa 128 DAFTAR GAMBAR Gambar 2.1 Alat Peraga Luasan 35 Gambar 2.2 Garis Bilangan Pecahan 43 Gambar 2.3 Kerangka Berpikir 57

DAFTAR LAMPIRAN

  Lembar Kerja Siswa (LKS) 166 3. Validitas dan Reabilitas Soal Tes Kemampuan Awal (TKA) 195 2.

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Belajar adalah suatu proses yang kompleks yang terjadi pada diri setiap

  Komunikasi transaksional adalah bentuk komunikasi yang dapatditerima, dipahami, dan disepakati oleh pihak-pihak yang terkait dalam proses pembelajaran, seperti: guru berpendapat kemudian siswa menanggapi ataupunsebaliknya, dan lain sebagainya. Banyak pula ditemukan siswa yang asik bermain dan berguraudengan teman sebangkunya bahkan terlihat beberapa siswa yang melamun dan tidak fokus pada pembelajaran saat itu.

B. Identifikasi Masalah

  Pembatasan MasalahDari beberapa masalah yang telah diidentifikasi dan keterbatasan peneliti dalam waktu, tenaga, serta biaya, maka penelitian ini dibatasi tentang keaktifan dan hasil belajar dalam pembelajaran matematika pokok bahasanPecahan dengan menggunakan alat peraga Luasan pada siswa kelas VII B semester gasal SMP Joannes Bosco Yogyakarta tahun ajaran 2013/ 2014. Luasan merupakan alat peraga dengan bentuk bangun datar lingkaran dan persegi yang didalamnya dapat memuat potongan-potongan/ puzzledengan ukuran dan bentuk yang sama.

G. Manfaat Hasil Penelitian

  Bagi SekolahPenggunaan alat peraga Luasan ini dapat dijadikan salah satu variasi dalam proses pembelajaran. Jika penggunaan alat peraga ini tepat guna,maka media pembelajaran ini dapat dijadikan bahan pertimbangan untuk merancang kegiatan pembelajaran selanjutnya.

H. Sistematika Penulisan

  Penelitian ini mengajak pembaca untuk mempelajari tentang keaktifan dan hasil belajar dalam pembelajaran matematika pokok bahasan Pecahandengan menggunakan alat peraga Luasan pada siswa kelas VII B semester gasal SMP Joannes Bosco Yogyakarta tahun ajaran 2013/ 2014. Bagian ini akan memberikan ringkasan hasil penelitian yang merupakan jawaban dari tujuan penelitian dan ide mengenai langkah-langkah lanjutuntuk perbaikan dan pengembangan penelitian yang telah dilakukan.

BAB II LANDASAN TEORI A. Kajian Pustaka

1. Belajar

  Guru yang berani mencoba metode- metode baru dapat membantu meningkatkan kegiatan (3) Alat pelajaranMengusahakan alat pelajaran yang baik dan lengkap adalah perlu agar guru dapat mengajar dengan baik,sehingga siswa dapat menerima pelajaran dengan baik serta dapat belajar dengan baik pula. Jika relasi guru dengan siswa baik, siswa akan cenderung menyukai gurunya, juga akanmenyukai mata pelajaran yang diajarkannya sehingga siswa berusaha mempelajari sebaik-baiknya.(d) Hubungan siswa dengan siswa Siswa yang mempunyai sifat atau tingkah laku yang kurang menyenangkan teman lain,mempunyai rasa rendah diri atau sedang mengalami tekanan batin, akan diasingkan darikelompoknya, akibatnya akan menggangu belajarnya.

2. Pembelajaran

  SedangkanDejnozka dan Kavel (Mohamad Surya, 2004) mendefinisikan tujuan pembelajaran adalah suatu pernyataan spefisik yang dinyatakandalam bentuk perilaku yang diwujudkan dalam bentuk tulisan yang menggambarkan hasil belajar yang diharapkan. Hal ini sejalan dengan pendapat Nickson (dalamDyan, 2001: 16) yang mengungkapkan bahwa pembelajaran matematika menurut pandangan kontruktivistik adalah untukmembantu siswa dalam membangun konsep-konsep/ prinsip-prinsip metematika dengan kemampuannya sendiri melalui prosesinternalisasi sehingga konsep/ prinsip terbangun kembali sehingga informasi yang diperoleh menjadi konsep/ prinsip baru.

3. Media

  Levie dan Lentz (dalam Azhar Arsyad, 2010) mengemukakan empat fungsi media pembelajaran, khususnya media visual, yaitu: 1) Fungsi atensi Fungsi atensi media visual merupakan inti, yaitu menarik dan mengarahkan perhatian siswa untuk berkonsentrasi kepada isipelajaran yang berkaitan dengan makna visual yang ditampilkan atau menyertai teks materi pelajaran. 2) Fungsi afektif Fungsi afektif media visual dapat terlihat dari tingkat kenikmatan siswa ketika belajar (atau membaca) teks yang 3) Fungsi kognitifFungsi kognitif media visual terlihat dari temuan-temuan penelitian yang mengungkapkan bahwa lambang visual ataugambar memperlancar pencapaian tujuan untuk memahami dan mengingat informasi atau pesan yang terkandung dalam gambar.

4. Alat Peraga

  Tujuan dan Fungsi Alat PeragaPembelajaran menggunakan alat peraga berarti mengoptimalkan fungsi seluruh panca indra siswa untuk meningkatkan efektivitassiswa belajar dengan cara mendengar, melihat, meraba, dan menggunakan pikirannya secara logis dan realistis. Pelajaran tidak sekedar menerawang pada wilayah abstrak, melainkan sebagai proses empirik yang konkret yang realistik sertamenjadi bagian dari hidup yang tidak mudah dilupakan.

5. Alat Peraga Luasan

  Luasan merupakan alat peraga dengan bentuk bangun datar lingkaran dan persegi yang di dalamnya dapat memuat potongan-potongan/ puzzle dengan ukuran dan bentuk yang sama. Dengan memindah-mindahkan potongan/ puzzle yang ada, kita dapat menciptakan berbagai bentuk yang sangat banyak.

6. Keaktifan

  Pesera didik harus dirangsang agar dapat menggunakan alatinderanya sebaik mungkin.2) Keaktifan akal: akal anak-anak harus aktif atau diaktifkan untuk memecahkan masalah, menimbang-nimbang, menyusunpendapat, dan mengambil keputusan.3) Keaktifan ingatan: pada waktu mengajar, anak harus aktif menerima bahan pengajaran yang disampaikan guru danmenyimpannya dalam otak, kemudian pada suatu saat ia siap mengutarakan kembali. Keaktifan Siswa dalam Proses Pembelajaran Nana Sudjana (2010) mengemukakan keaktifan siswa dalam mengikuti proses pembelajaran dapat dilihat dalam: 1) Turut serta dalam melaksanakan tugas belajarnya.

7. Hasil Belajar

  Kondisi intelektual ini menyangkut tingkat kecerdasan, Seorang yang memiliki kondisi hubungan yang wajar dengan orang- orang sekitarnya akan mengalami ketentraman hidup danberpengaruh pada kosentrasi dan kegiatan belajarnya. Faktor fisik dalam lingkungan keluargayang meliputi keadaan rumah dan ruangan tempat belajar, suasana Lingkungan fisik sekolah yang meliputi lingkungan kampus, sarana dan prasarana belajar yang ada, sumber-sumber belajar,media belajar, dan sebagainya.

8. Pecahan

  Contoh: 3 + 4 = ⋯Maka langkah pengerjaannya: × × " × × ( ( ( ( ( ( 2) Pengurangan a) Pengurangan pecahan senamaOperasi pengurangan pada pecahan senama dapat dilakukan dengan mengurangkan pembilang-pembilangnya denganpenyebut yang tetap. Untuk setiap bilangan bulat , , dan maka berlaku: × = × × × = × × × + = × + × × − = × − ×Sifat-sifat ini juga berlaku pada penjumlahan dan perkalian bilangan pecahan.

B. Kerangka Berpikir

  Pembelajaran yang menyenangkan dan terpusat pada siswa menuntut siswa berinteraksi aktif dengan siswa, guru, dan sumber belajar. Pembelajaran yangdemikian bertujuan, menuntun siswa untuk dapat mencari dan membangun pengetahuannya sendiri sehingga akan memberikan hasil yang maksimal.

C. Hipotesis Tindakan

  Oleh karena itu agar rumusan jawaban dipecahkan, maka seorangpeneliti memerlukan suatu pedoman yang digunakan sebagai tuntunan. Sehubungan dengan hal tersebut, maka di dalam penelitian ini penulis mengajukan hipotesissebagai berikut: Penggunaan alat peraga Luasan pada pembelajaran matematika pokok bahasan pecahan dapat meningkatkan keaktifan dan hasil belajar siswa kelas VII B semester gasal SMP Joannes Bosco tahun pelajaran 2013/ 2014.

BAB II I METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Penelitian ini menggunakan metode penelitian eksperimen sekaligus

  Metode Peneliti berusaha mendeskripsikan dampak penggunaan alat peraga Luasan pada pembelajaran matematika pokok bahasan Pecahan terhadap keaktifan dan hasil belajar siswa. Analisis kualitatif dalam penelitian inidigunakan untuk mengetahui keaktifan siswa dalam proses pembelajaran matematika yang menggunakan alat peraga Luasan.

B. Tempat dan Waktu Penelitian

  3) Siswa mengemukakan pendapatSiswa memberikan pendapat dan membantu teman dalam menyelesaikan permasalahan baik dalam kelompok maupundalam kelas.4) Siswa menanggapi pendapat/ jawaban siswa lain Siswa mampu memberikan tanggapan tentang pendapat/ jawaban yang diajukan oleh teman lain dalam menyelesaikan/memecahkan persoalan baik dalam kelompok maupun dalam kelas. Tes merupakan alat pengukuran berupa serangkaian pertanyaan yang harus dijawab secarasengaja dalam situasi yang distandarisasikan, dan yang dimaksudkan untuk mengukur kemampuan hasil belajar siswa baik secara individumaupun kelompok (Masidjo, 1995: 38).

G. Teknik Penyekoran Data

  Observer mencatat hasilpengamatan dengan memberikan tanda cek √ pada kolom ‘ya’ jika alat peraga memenuhi fungsi dan persyaratan alat peraga atau kolom ‘tidak’jika alat peraga tidak memenuhi fungsi dan persyaratan alat peraga. Wawancara dilakukan pada beberapa siswa yang keaktifan dan hasil belajarnya diskonkordan (bertentangan),yaitu: siswa yang keaktifannya rendah tetapi hasil belajarnya sedang atau tinggi, keaktifannya sedang tetapi hasil belajarnya rendah atau tinggi,keaktifannya tinggi tetapi hasil belajarnya rendah atau sedang.

H. Validitas dan Realibilitas

  Surapranata (2004: 50)validitas adalah suatu konsep yang berkaitan dengan sejauh mana tes Validitas yang digunakan oleh peneliti dalam penelitian ini adalah validitas isi dan validitas butir soal. Kisi-kisi soal yang telah disusun dikonsultasikanpada dosen dan guru pembimbing penelitian untuk mengetahui validitasnya sebelum diujikan pada siswa.

I. Teknik Analisis Data

  WawancaraWawancara dilakukan dengan tujuan mengetahui lebih dalam pendapat siswa tentang penggunaan alat peraga Luasan, keaktifan siswaselama proses pembelajaran, kemampuan mengerjakan Tes Evaluasi(TE) dan faktor lain yang mempengaruhi hasil belajar siswa. BAB IV PELAKSANAAN PENELITIAN, ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN Pada bab IV ini, peneliti akan mendiskripsikan tentang pelaksanaan penelitian, menyajikan dan menganalisis data yang diperoleh selama penelitian tentang penggunaan alat peraga Luasan dalam pembelajaran matematika pokok bahasanPecahan, serta pembahasan terhadap data yang sudah dianalisis.

A. Pelaksanaan Penelitian Pelaksanaan penelitian meliputi tiga tahap, yaitu:

  Siswa Siswa Siswa Siswa Siswa Siswa 15 29 5 8 24 3 2. Setelah itu peneliti mengambil data wawancara pada hariJumat, 13 September 2013 kepada lima siswa yang keaktifan dan hasil belajarnya diskonkordan (bertentangan), yaitu siswa yang keaktifannyarendah tetapi hasil belajarnya sedang atau tinggi, siswa yang keaktifannya sedang tetapi hasil belajarnya rendah atau tinggi, siswayang keaktifannya tinggi tetapi hasil belajarnya rendah atau sedang.

B. Penyajian Data

  Perhitungan keterlaksanaan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) denganmemberi skor 1 apabila yang diberi tanda cek √ kolom ‘ya’ untuk kegiatan yang terlaksana dan skor 0 apabila yang diberi tanda cek Tabel 4.2 Data Keterlaksanaan RPP Observer Skor Keterlaksanaan Pertemuan Ke- ke- I II III IV 1 18 17 15 12 2 18 17 15 12 3 18 17 15 12 2. Perhitungan ketercapaianpenggunaan alat peraga Luasan yaitu dengan memberi skor 1 apabila yang diberi tanda cek √ kolom ‘ya’ jika alat peraga memenuhi fungi dan persyaratan alat peraga dan skor 0 apabila yang diberi tanda cek√ kolom ‘tidak’ jika alat peraga tidak memenuhi fungi dan persyaratan alatperaga.

C. Analisis Data dan Pembahasan

  Sehingga, keterlaksanaan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran(RPP) pada pertemuan I menurut observer 1 adalah sebagai berikut: 18@ABA2C @D > > T = 18 × 100% = 100% 2) Observer 2 Skor terlaksana yang diperoleh adalah 18. Sehingga, keterlaksanaan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran(RPP) pada pertemuan I menurut observer 2 adalah sebagai berikut: 18@ABA2C @D > > T = 18 × 100% = 100% 3) Observer 3 Skor terlaksana yang diperoleh adalah 18.

2 B − B @ABAC @D > > T =

  Sehingga, keterlaksanaan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran(RPP) pada pertemuan II menurut observer 1 adalah sebagai berikut: 17@ABA2C @D > > TT = 17 × 100% = 100% 2) Observer 2 Skor terlaksana yang diperoleh adalah 17. Sehingga, keterlaksanaan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran(RPP) pada pertemuan II menurut observer 2 adalah sebagai berikut: 17@ABA2C @D > > TT = 17 × 100% = 100% 3) Observer 3 Skor terlaksana yang diperoleh adalah 17.

2 B − B @ABAC @D > > TT =

  Sehingga, keterlaksanaan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran(RPP) pada pertemuan III menurut observer 1 adalah sebagai berikut: 15@ABA2C @D > > TTT = 16 × 100% = 93,75% 2) Observer 2 Skor terlaksana yang diperoleh adalah 15. Sehingga, keterlaksanaan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran(RPP) pada pertemuan III menurut observer 2 adalah sebagai berikut: 15@ABA2C @D > > TTT = 16 × 100% = 93,75% 3) Observer 3 Skor terlaksana yang diperoleh adalah 15.

2 B − B @ABAC @D > > TT

  Sehingga, keterlaksanaan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran(RPP) pada pertemuan IV menurut observer 1 adalah sebagai berikut: 12@ABA2C @D > > TU = 14 × 100% = 85,71% 2) Observer 2 Skor terlaksana yang diperoleh adalah 12. Sehingga, keterlaksanaan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran(RPP) pada pertemuan IV menurut observer 2 adalah sebagai berikut: 12@ABA2C @D > > TU = 14 × 100% = 85,71% 3) Observer 3 Skor terlaksana yang diperoleh adalah 12.

2 B − B @ABAC @D > > TU

  Sehingga, ketercapaian penggunaan alat peraga Luasan pada pertemuan I menurut observer 1 adalah sebagai berikut: 13@ABA2 J I > T = 13 × 100% = 100% 2) Observer 2 Skor ketercapaian yang diperoleh adalah 13. Sehingga, ketercapaian penggunaan alat peraga Luasan pada pertemuan I menurut observer 2 adalah sebagai berikut: 13@ABA2 J I > T = 13 × 100% = 100% 3) Observer 3 Skor ketercapaian yang diperoleh adalah 13.

2 B − B @ABA J I > T =

  Sehingga, ketercapaian penggunaan alat peraga Luasan pada pertemuan II menurut observer 1 adalah sebagai berikut: 13@ABA2 J I > TT = 13 × 100% = 100% 2) Observer 2 Skor ketercapaian yang diperoleh adalah 13. Sehingga, ketercapaian penggunaan alat peraga Luasan pada pertemuan II menurut observer 2 adalah sebagai berikut: 13@ABA2 J I > TT = 13 × 100% = 100% 3) Observer 3 Skor ketercapaian yang diperoleh adalah 13.

2 B − B @ABA J I > TT =

  Sehingga, ketercapaian penggunaan alat peraga Luasan pada pertemuan III menurut observer 1 adalah sebagai berikut: 13@ABA2 J I > TTT = 13 × 100% = 100% 2) Observer 2 Skor ketercapaian yang diperoleh adalah 13. Sehingga, ketercapaian penggunaan alat peraga Luasan pada pertemuan III menurut observer 2 adalah sebagai berikut: 13@ABA2 J I > TTT = 13 × 100% = 100% 3) Observer 3 Skor ketercapaian yang diperoleh adalah 13.

2 B − B @ABA J I > TTT =

  Sehingga, ketercapaian penggunaan alat peraga Luasan pada pertemuan IV menurut observer 1 adalah sebagai berikut: 13@ABA2 J I > TU = 13 × 100% = 100% 2) Observer 2 Skor ketercapaian yang diperoleh adalah 13. Sehingga, ketercapaian penggunaan alat peraga Luasan pada pertemuan IV menurut observer 2 adalah sebagai berikut: 13@ABA2 J I > TU = 13 × 100% = 100% 3) Observer 3 Skor ketercapaian yang diperoleh adalah 13.

2 B − B @ABA J I > TU =

  Maka, diperoleh kriteria keaktifan siswa kelas VII B dengan cara sebagai berikut:Rendah (R) 19 ≤ S ≤ 19 + 19Sedang(S) 19 + 19 < S ≤ 19 + 2 × 19Tinggi (T) 19 + 2 × 19 < S ≤ 19 + 3 × 19Dari tabel 4.10 diperoleh rincian keaktifan siswa adalah sebagai berikut: 64 Tinggi 14. Siswa 30 27 Rendah Tabel 4.11 menunjukkan bahwa terdapat 7 siswa yang masuk dalam kriteria keaktifan rendah (R), 13 siswa yang masuk dalam kriteria keaktifan sedang (S), dan 10 siswa yang masuk dalam kriteria keaktifan tinggi (T).

TKA TE

  Dengan menggunakan skala Likert 3 pada BAB III, maka diperoleh kriteria dengan cara sebagai berikut:Rendah (R) 50,91 ≤ S ≤ 50,91 + 14,55Sedang (S) 50,91 + 14,55 ≤ S ≤ 50,91 + 2 × 14,55Tinggi (T) 50,91 + 2 × 14,55 ≤ S ≤ 50,91 + 3 × 14,55Dengan melihat kriteria dan tabel 4.9 maka diperoleh rincian kriteria hasil belajar siswa adalah sebagai berikut: Tabel 4.14 Rincian Kriteria Hasil Belajar Siswa 13. Siswa 28 = 1 − 6 ∑ _ > > − 1 2 = 0,99Kemudian dilanjutkan Statistik Uji a b> − 2 1 − 2 a :B = 2 a 2 a 2 2 19656 = 1 −120 a 2 = 1 − 6 × 2027 27 − 1 a 2 24.

Dokumen baru

Aktifitas terkini

Download (274 Halaman)
Gratis

Tags

Dokumen yang terkait

ENERAPAN PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL PADA POKOK BAHASAN ARITMATIKA SOSIAL UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS VII A SEMESTER GASAL SMP NEGERI 2 WULUHAN JEMBER TAHUN AJARAN 2011/2012
0
6
19
PAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA PADA POKOK BAHASAN PECAHAN DENGAN MENGGUNAKAN ALAT PERAGA DI KELAS IV SD NEGERI 3 MATARAM KECAMATAN GADINGREJO KABUPATEN PRINGSEWU TAHUN PELAJARAN 2011/2012
0
3
42
UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA PADA POKOK BAHASAN PECAHAN DENGAN MENGGUNAKAN ALAT PERAGA DI KELAS IV SD NEGERI 3 MATARAM KECAMATAN GADINGREJO KABUPATEN PRINGSEWU TAHUN PELAJARAN 2011/2012
0
31
213
HASIL PEMBELAJARAN KETERAMPILAN PROSES DILENGKAPI PEMBERIAN TUGAS PADA POKOK BAHASAN GETARAN DAN GELOMBANG SISWA SMP KELAS II SEMESTER GASAL TAHUN AJARAN 2004 2005
0
11
88
PERBEDAAN HASIL BELAJAR SISWA MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI DENGAN PROBLEM POSING PADA POKOK BAHASAN PECAHAN DI KELAS VII SMP NEGERI 2 PORSEA T.A 2015/2016.
0
2
24
PERBEDAAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK-PAIR-SHARE (TPS) MENGGUNAKAN ALAT PERAGA DENGAN TANPA ALAT PERAGA PADA SUB POKOK BAHASAN PENJUMLAHAN DAN PENGURANGAN BILANGAN BULAT DI KELAS VII SMP NEGERI 34 MEDAN TAHUN AJARAN 2012/2013.
0
2
16
EKSPERIMEN PEMBELAJARAN MATEMATIKA REALISTIK DENGAN MENGGUNAKAN ALAT PERAGA PADA POKOK BAHASAN HIMPUNAN DITINJAU DARI AKTIVITAS BELAJAR SISWA.
0
0
8
PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS IV SEMESTER I SDN 1 GONDANGMANIS TAHUN AJARAN 20132014 DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA MATERI KPK DAN FPB DENGAN MENGGUNAKAN ALAT PERAGA
0
0
18
PERBANDINGAN HASIL BELAJAR SISWA ANTARA YANG MENGGUNAKAN ALAT PERAGA BLOK PECAHAN DENGAN YANG MENGGUNAKAN ALAT PERAGA KARTU DOMINO PADA POKOK BAHASAN BILANGAN PECAHAN (Studi Eksperimen di Kelas VII SMP Negeri 8 Kota Cirebon) - IAIN Syekh Nurjati Cirebon
0
0
23
MENINGKATKAN MINAT SERTA PRESTASI BELAJAR DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA POKOK BAHASAN PENJUMLAHAN DENGAN MENGGUNAKAN ALAT PERAGA PADA SISWA KELAS DUA SD KANISIUS SOROWAJAN YOGYAKARTA TAHUN PELAJARAN 20102011
0
0
236
PENGARUH PENGGUNAAN ALAT PERAGA KEPING PECAHAN TERHADAP MINAT DAN HASIL BELAJAR SISWA PADA POKOK BAHASAN PECAHAN DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA DI KELAS IV SLB B KARNNAMANOHARA SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pend
0
0
363
AKTIVITAS DAN PRESTASI BELAJAR SISWA DALAM PENGGUNAAN ALAT PERAGA KEPING PECAHAN PADA PEMBELAJARAN PECAHAN DI KELAS IV SLB B KARNNAMANOHARA
0
0
450
DUKUNGAN MEDIA PEMBELAJARAN MATEMATIKA BERBASIS MEMBANTU PEMAHAMAN OPERASI HITUNG BILANGAN PECAHAN PADA SISWA KELAS VII SMP JOANNES BOSCO TAHUN AJARAN 20112012
0
0
218
MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD PADA POKOK BAHASAN BANGUN RUANG SISI DATAR DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS VIII D SEMESTER 2 SMP JOANNES BOSCO YOGYAKARTA TAHUN AJARAN 2010 2011 SKRIPSI
0
0
233
EFEKTIVITAS PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS VIIIB SMP JOANNES BOSCO TAHUN AJARAN 20112012 MELALUI INTENSIFIKASI LEMBAR KERJA SISWA (LKS) SKRIPSI
0
0
236
Show more