Penerapan paradigma pedagogi reflektif pada pembelajaran materi indeks harga dan inflasi untuk meningkatkan competence, conscience, dan compassion siswa kelas X SMA Pangudi Luhur Santo Louis IX Sedayu - USD Repository

Gratis

0
0
204
3 months ago
Preview
Full text

  

PENERAPAN PARADIGMA PEDAGOGI REFLEKTIF PADA

PEMBELAJARAN MATERI INDEKS HARGA DAN INFLASI

UNTUK MENINGKATKAN COMPETENCE, CONSCIENCE,

DAN COMPASSION SISWA KELAS X SMA PANGUDI

  

LUHUR SANTO LOUIS IX SEDAYU

SKRIPSI

Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat

Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan

  

Program Studi Pendidikan Ekonomi

Bidang Keahlian Khusus Pendidikan Akuntansi

Oleh :

Gregorius Yudanto Rahadi

  

081334027

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AKUNTANSI

BIDANG KEAHLIAN KHUSUS PENDIDIKAN AKUNTANSI

JURUSAN PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS SANATA DHARMA

YOGYAKARTA

  

PERSEMBAHAN

Kupersembahkan karya ini untuk:

Tuhan Yesus yang selalu melindungi, membimbing, serta menyertai aku,

bapak, ibu, dan kakaku yang selalu memberikan dorongan doa dan

semangat, serta sahabat-sahabatku di manapun mereka berada yang selalu

memberikan aku keceriaan.

  

MOTTO

Kegagalan hanya terjadi bila kita menyerah

―Jenius adalah 1 % inspirasi dan 99 % keringat. Tidak ada yang dapat

menggantikan kerja keras‖

Jadikanlah kekecewaan masa lalu menjadi senjata sukses di masa

depan.

Manusia tidak merancang untuk gagal, mereka gagal untuk

merancang.

  

ABSTRAK

PENERAPAN PARADIGMA PEDAGOGI REFLEKTIF PADA

PEMBELAJARAN MATERI INDEKS HARGA DAN INFLASI UNTUK

MENINGKATKAN COMPETENCE, CONSCIENCE, DAN COMPASSION

SISWA KELAS X SMA PANGUDI LUHUR SANTO LOUIS IX SEDAYU

  

Gregorius Yudanto Rahadi

Universitas Sanata Dharma

Yogyakarta

2013

  Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan competence, conscience, dan

compassion siswa kelas X SMA Pangudi Luhur Santo Lois IX Sedayu dalam

pembelajaran ekonomi melalui penerapan Paradigma Pedagogi Reflektif (PPR).

  Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang diterapkan

padasiswakelas X SMA Pangudi Luhur Santo Lois IX Sedayu. PPR mempunyai

unsur-unsur utama, yaitu konteks, pengalaman, refleksi, aksi dan evaluasi.

Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dokumentasi, tes, dan

kuesioner. Penelitian tersebut dilaksanakan dalam dua siklus yang tiap siklusnya

meliputi empat komponen, yaitu perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi.

Analisis deskriptif dan analisis komparatif digunakan untuk menganalisis data

yang sudah diperoleh.

  Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Paradigma Pedagogi

Reflektif pada pembelajaran ekonomi materi indeks harga dan inflasi mampu

meningkatkan competence, conscience, dan compassion siswa kelas X SMA

Pangudi Luhur Santo Louis IX Sedayu. Hal ini dibuktikan dengan adanya

peningkatan skor rerata pada aspek competence yaitu pada saat pra penelitian

menunjukkan skor rerata sebesar 37,9 dan pada saat akhir siklus I meningkat

menjadi 60. Begitu juga pada siklus II, pada saat awal siklus II menunjukkan skor

rerata sebesar 10 dan di akhir siklus II meningkat menjadi 93. Pada aspek

conscience , dilihat dari skor rerata sikap, minat dan sikap kritis. Skor rerata pra

penelitian dan akhir siklus I terjadi peningkatan. Pada aspek sikap meningkat

sebesar 26% yaitu dari skor rerata 3,06 menjadi 3,77, minat sebesar 19% yaitu

dari skor rerata 3,12 menjadi 3,7, dan pada sikap kritis sebesar 11% yaitu dari skor

rerata 3,52 menjadi 4,04. Kemudian hasil skor rata-rata antara akhir siklus I dan

akhir siklus II pada aspek sikap terjadi perubahan sebesar 0,02%, yaitu dari skor

rerata 3,77 menjadi 3,79, pada aspek minat terjadi perubahan sebesar 3% yaitu

dari skor rerata 3,7 menjadi 3,8, dan pada aspek sikap kritis terjadi perubahan

sebesar 2%, yaitu dari skor rerata 4,04 menjadi 4,17. Hasil penelitian juga

menunjukkan bahwa skor rerata aspek compassion di awal siklus I sebesar 3,6

meningkat menjadi sebesar 4,00 pada akhir siklus I dan di akhir siklus II

meningkat lagi menjadi sebesar 4,29.

  

ABSTRACT

THE APPLICATION OF REFLECTIVE PEDAGOGY PARADIGM IN

LEARNING WITH THE TOPIC: PRICE INDEX AND INFLATION TO

  

INCREASE THE COMPETENCE, CONSCIENCE, AND COMPASSION

OF STUDENTS IN PANGUDI LUHUR SENIOR HIGH SCHOOL SAINT

LOUIS IX SEDAYU

Gregorius Yudanto Rahadi

  

Universitas Sanata Dharma

Yogyakarta

2013

  The purpose of this study is to improve the competence, conscience, and

compassion of students of the tenth class of Pangudi Luhur Senior High School

Saint Louis IX Sedayu in the learning economy through the implementation of

Reflective Pedagogy Paradigm (RPP).

  This study is a Classroom Action Research (CAR) that was applied in the

students of the tenth class in Pangudi Luhur Senior High School Saint Louis IX

Sedayu. RPP has major elements, there are context, experience, reflection, action

and evaluation. The data were collected through observation, interviews,

documentation, testing, and questionnaires. The study was conducted in two

cycles, where each cycle consists of four components: planning, action,

observation, and reflection. Descriptive analysis and comparative analysis were

used to analyze the data obtained.

  The results show that the application of pedagogy reflective paradigm in

economic learning in price index and inflation material could increase the

competence, conscience, and compassion of students of the tenth class in Pangudi

Luhur Senior High School Saint Louis IX Sedayu. These results could be proved

by seeing the increase of average score in the competence aspect when the pre-

study showed the average scores of 37.9 and at the end of the cycle I it increased

to 60. The same thing also occurred on the cycle II, at the beginning of the cycle II

showed the average score of 10 and at the end of the cycle II the score increased

to 93. In the aspect of conscience, and perceived from the average score of

attitude, interest and critical attitude. The average score of pre-study and the score

of the end of cycle I increased. In the aspect of attitude, the score increased by

26%, from an average score of 3.06 to 3.77, from the interest aspect increased

19% from the average score of 3.12 to 3.7, and from the critical aspect by 11%,

from average score 3.52 became 4.04. Afterward the results of the average score

between the end of the cycle I and the end of cycle II in the aspect of attitude

changed 0.02% from the average score of 3.77 to 3.79, in the aspects of interest

there was of 3% change from the average score of 3.7 to 3.8, and from the aspect

of a critical attitude there was change by 2%, from an average score of 4.04 to

4.17. The results also showed that the average score in the compassion aspect of

KATA PENGANTAR

  Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat rahmat dan kasih sayang-Nya penulis dapat menyelesaikan Skripsi yang berjudul ―Penerapan

Paradigma Pedagogi Reflektif pada pembelajaran materi Indeks Harga dan Inflasi

untuk meningkatkan competence, conscience, dan compassionsiswa kelas X SMA

Pangudi Luhur St. Louis IX Sedayu

  ‖. Skripsi ini disusun dan diajukan untuk memenuhi salah satu syarat untuk

memperoleh gelar Sarjana Pendidikan, Program Studi Pendidikan

  

Akuntansi.Melalui kesempatan ini penyusun menyampaikan terima kasih yang

tulus kepada semua pihak yang telah membantu penyelesaian skripsi ini, terutama

kepada: 1.

  Bapak Rohandi, Ph.D., selaku Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.

  2. Bapak Indra Darmawan, S.E., M.Si., selaku Ketua Jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.

  3. Bapak Laurentius Saptono, S.Pd., M.Si., selaku Ketua Program Studi Pendidikan Akuntansi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.

  4. Ibu B. Indah Nugraheni, S.Pd., S.I.P., M.Pd., selaku Dosen Pembimbing yang telah banyak meluangkan waktu dalam memberikan bimbingan, memberikan

  5. Staf pengajar Program Studi Pendidikan Akuntansi yang telah memberikan tambahan pengetahuan selama dalam proses perkuliahan.

  6. SMA Pangudi Luhur St. Louis IX Sedayu, yang telah memberikan

kesempatan pada peneliti untuk melaksanakan penelitian tindakan kelas ini.

  7. Ibu P. Weni Triana, S.E, selaku guru mitra dalam penelitian ini.

  8. Siswa kelas X SMA Pangudi Luhur St. Louis IX Sedayu selaku subjek dalam penelitian ini.

  9. Keluarga kecilku: Kedua orangtuaku, Bapak Paulus Suhartono Bsc. dan Ibu Elisabeth Siti Rahayu, serta kakakku Yudi Kris Hartoko yang telah memberikan doa, dukungan, semangat, dan kasih sayangnya selama ini.

  10. Seseorang yang selalu mendampingiku dalam keadaan susah ataupun senang, serta selalu memberikank u semangat ―Maria Oktaviana Harum‖.

  11. Bernardus Purnawan, Nurul Kurnianingsih, Yustina Reni Swastika,Lourentius Dwi Hasto, Robertus Prasetya Jati,Augusto Morista, Ignatius Erdha Atung Yuda yang telah membantu penelitian dan memberi kritik serta saran masukan selama proses diskusi dalam mata kuliah Seminar Penelitian.

  12. Sahabat-sahabatku yang selalu memberikan senyum dan keceriaan: Yosef Tundra Tri Wibowo, Catur Bayu Nugraha, Robertus Catur Pamungkas, Theopilus Prastya Adhi Harjono, Vincentius Prambetu, Therecia Wahyu Indriyani, Ivena Lemuela Anindita, Windyananto Ardi Nugroho, Julius Widyastomo Isworo, Matheus Putra Rustiantoro, Adi Putra Kurniawan, Alloysius Prananta Adi, Angga Wascasmaka, dan Theodorus Hanung

  

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ................................................................................. i HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING ..................................... ii

HALAMAN PENGESAHAN ................................................................... iii

HALAMAN PERSEMBAHAN ............................................................... iv

HALAMAN MOTTO ............................................................................... v

PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ................................................... vi

LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI

KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS ................ vii

ABSTRAK ................................................................................................. viii

ABSTRACT ................................................................................................ ix

KATA PENGANTAR ............................................................................... x

DAFTAR ISI .............................................................................................. xii

DAFTAR TABEL .................................................................................... xvi

DAFTAR GAMBAR ................................................................................ xvii

DAFTAR LAMPIRAN ............................................................................. xviii

  BAB I PENDAHULUAN A.

Latar Belakang Masalah .............................................................

  1 B.

Identifikasi Masalah ...................................................................

  3 C.

Batasan Masalah .........................................................................

  4

  E.

  5 Tujuan Penelitian ........................................................................

  F.

  5 Manfaat Penelitian ......................................................................

  BAB II TINJAUAN PUSTAKA A.

  7 Paradigma Pedagogi Reflektif ....................................................

  1.

  7 Pengertian Paradigma Pedagogi Reflektif .............................

  2. DefinisiCompetence, Conscience, dan Compassion (3C) ..................................................................

  8 3.

  9 Unsur-unsur PPR ...................................................................

  B.

  11 Deskripsi Materi .........................................................................

  C.

  18 Penerapan PPR dalam Pembelajaran Ekonomi ..........................

  D.

  19 Penelitian Tindakan Kelas ..........................................................

  1.

  19 Ciri-Ciri Penelitian Tintakan Kelas .......................................

  2.

  20 Proses Penelitian Tindakan Kelas ..........................................

  E.

  23 Kerangka Berpikir ......................................................................

  BAB III METODE PENELITIAN A.

  25 Jenis Penelitian ...........................................................................

  B.

  25 Lokasi dan Waktu Penelitian ......................................................

  C.

  25 Subjek dan Objek Penelitian.......................................................

  D.

  26 Variabel Penelitian .....................................................................

  E.

  26 Prosedur Penelitian .....................................................................

  F.

  30 Metode Pengumpulan Data ........................................................

  BAB IV GAMBARAN UMUM SEKOLAH A.

  33 Sejarah Berdirinya SMA Pangudi Luhur St. Lois Sedayu .........

  B.

  34 Tujuan, Visi, dan MisiSMA Pangudi Luhur St. Lois Sedayu ....

  C.

  36 Kurikulum SMA Pangudi Luhur St. Lois Sedayu ......................

  BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A.

  40 Deskripsi Data ...........................................................................

  1.

  40 Pra Penelitian ........................................................................

  a.

  40 Observasi Guru .................................................................

  b.

  44 Observasi Siswa ...............................................................

  c.

  47 Observasi Kelas ................................................................

  2.

  49 Pelaksanaan Penelitian Siklus I .............................................

  a.

  50 Perencanaan ......................................................................

  b.

  56 Tindakan ............................................................................ 1)

  56 Konteks ........................................................................ 2)

  57 Pengalaman ................................................................. 3)

  62 Refleksi ......................................................................... 4)

  64 Aksi .............................................................................. 5)

  65 Evaluasi ........................................................................

  c.

  66 Observasi ...........................................................................

  d.

  70 Refleksi .............................................................................

  3.

  72 Siklus Kedua .........................................................................

  b.

  77 Tindakan ............................................................................ 1)

  78 Konteks ........................................................................ 2)

  79 Pengalaman .................................................................. 3)

  80 Refleksi ........................................................................ 4)

  82 Aksi ............................................................................. 5)

  83 Evaluasi .......................................................................

  c.

  84 Observasi ..........................................................................

  d.

  88 Refleksi ............................................................................

  B.

  Hasil Analisis Komparasi Competence, Conscience, dan Compassion (3C) Siswa, Sebelum dan Sesudah

Penerapan Paradigma Pedagogi Reflektif (PPR)........................

  89 1.

  89 Aspek Competence ................................................................

  2.

  92 Aspek Conscience .................................................................

  3.

  96 Aspek Compassion ...............................................................

  BAB VI KESIMPULAN, KETERBATASAN, DAN SARAN A.

  99 Kesimpulan .................................................................................

  B.

  100

Keterbatasan Penelitian .............................................................

  C.

  101

Saran ..........................................................................................

  

DAFTAR PUSTAKA ................................................................................ 103

LAMPIRAN

  

DAFTAR TABEL

Tabel 2.1 : Bobot Barang Dalam Menghitung IHK .................................

  91 Tabel 5.10 : Rerata Skor Aspek Conscience Siklus I(Sikap) .....................

  96 Tabel 5.17 : Rerata Skor Aspek Compassion Pada Siklus II .....................

  95 Tabel 5.16 : Rerata Skor Aspek Compassion Pada Siklus I .......................

  95 Tabel 5.15 : Rerata Skor Aspek Conscience Siklus II (Sikap Kritis).........

  94 Tabel 5.14 : Rerata Skor Aspek Conscience Siklus I (Sikap Kritis) ..........

  93 Tabel 5.13 : Rerata Skor Aspek Conscience Siklus II (Minat) ..................

  93 Tabel 5.12 : Rerata Skor Aspek Conscience Siklus I (Minat)....................

  92 Tabel 5.11 : Rerata Skor Aspek Conscience Siklus II (Sikap) ...................

  90 Tabel 5.9 : Rerata Skor Aspek Competence Pada Siklus II dan II ...........

  12 Tabel 2.1 : Harga Rata-Rata dalam IHK ..................................................

  90 Tabel 5.8 : Rerata Skor Aspek Competence PadaSiklus II ......................

  86 Tabel 5.7 : Rerata Skor Aspek Competence Pada Siklus I .......................

  84 Tabel 5.6 : Hasil Observasi Aktivitas Siswa pada Siklus II .....................

  69 Tabel 5.5 : Hasil Observasi Aktivitas Guru pada Siklus II ......................

  66 Tabel 5.4 : Hasil Observasi Aktivitas Siswa pada SiklusI .......................

  46 Tabel 5.3 : Hasil Observasi Aktivitas Guru pada Siklus I........................

  43 Tabel 5.2 : Hasil Observasi Siswa pada Pra Penelitian ............................

  13 Tabel 5.1 : Hasil Observasi Guru pada Pra Penelitian .............................

  97

  

DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1 : Tahap Penelitian Tindakan Kelas ........................................

  20

  

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1 : Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Siklus I ....................

  131 Lampiran 12 : Lembar Pertanyaan Refleksi dan Aksi ..............................

  161 Lampiran 20 : Instrumen Refleksi Siswa ..................................................

  157 Lampiran 19 : Instrumen Refleksi Guru Mitra .........................................

  156 Lampiran 18 : Kuesioner Sikap, Minat, Sikap Kritis, dan Kerja sama ....

  155 Lampiran 17 : Soal Diskusi IHK ..............................................................

  153 Lampiran 16 : Soal Kasus Uang Saku ......................................................

  151 Lampiran 15 : Artikel Tips Hemat di Tahun 2012 ...................................

  150 Lampiran 14 : Artikel Kenaikan Tarif Dasar Listrik ................................

  144 Lampiran 13 : Peta Konsep ......................................................................

  130 Lampiran 11 : Hasil Pre Test dan Post TestSiklus I dan II .......................

  105 Lampiran 2 : Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Siklus II ...................

  129 Lampiran 10 : Soal Post Test Siklus II .....................................................

  127 Lampiran 9 : Soal Pre Test Siklus II .......................................................

  125 Lampiran 8 : Soal Pos TestSiklus I .........................................................

  124 Lampiran 7 : Soal Pre Test Siklus I ........................................................

  121 Lampiran 6 : Lembar Observasi Kegiatan Siswa Siklus I dan II ............

  120 Lampiran 5 : Lembar Observasi Kegiatan Guru Siklus I dan II .............

  118 Lampiran 4 : Lembar Observasi Kegiatan Siswa Pra Penelitian ............

  113 Lampiran 3 : Lembar Observasi Kegiatan Guru Pra Penelitian ..............

  162

  Lampiran 22 : Hasil Pengolahan Data Kuesioner .....................................

  171 Lampiran 23 : Surat Ijin Penelitian dari FKIP .........................................

  183 Lampiran 24 : Surat Keterangan Telah Melaksanakan Penelitian ............

  184

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pada era globalisasi ini, teknologi dan ilmu pendidikan berkembang

  sangat pesat sekali. Kemajuan berpikir dan bertingkah laku sangatlah dituntut, karena dua hal tersebut merupakan salah satu kunci seseorang dapat bertahan hidup dengan layak di jaman yang boleh dikatakan sebagai masa transisi yang dialami oleh seluruh dunia. Pada era ini, tidak dapat dipungkiri banyak sekali ketidakadilan. Semakin lama, untuk melanjutkan kehidupan yang layak dan sewajarnya, seseorang harus memiliki bekal yang cukup, karena hidup di jaman yang semakin maju ini untuk dapat melanjutkan kehidupan yang layak dan sewajarnya bagaikan kompetisi. Banyak sekali penindasan-penindasan yang dilakukan oleh para kaum kuat (para petinggi-petinggi) kepada para kaum lemah (para pekerja dan bawahan-bawahan).

  Salah satu contoh bekal yang dapat dipakai pada masa sekarang ini contohnya seperti ilmu dan hati nurani. Tidak dipungkiri metode-metode yang digunakan dalam proses pembelajaran yang diterapkan di berbagai sekolah hanyalah menitik beratkan pada segi kognitif saja, tetapi tidak paham segi-segi lain apa yang sesungguhnya terkandung di dalam materi pembelajaran tersebut. Oleh karena itu, dapat dikatakan bahwa proses pembelajaran yang hati nurani tidak didapat, sehingga jika hati nurani tidak terbentuk maka dapat menjadikan bibit-bibit yang berkepribadian kurang baik.

  Metode yang digunakan pada saat mengajar sangatlah penting dan berpengaruh pada tingkat kepribadian siswa. Penerapan metode di dalam proses pembelajaran, jika kurang tepat akan membentuk pribadi siswa yang egois dan hanya mementingkan suatu pembelajaran untuk meneruskan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Oleh karena itu, beberapa sekolah yang ada, termasuk SMA Pangudi Luhur St. Louis IX Sedayu, berharap akan adanya penerapan metode yang tepat dalam proses pembelajaran di sekolah, yang dapat membentuk pribadi yang unggul tidak hanya dari segi kognitif saja, tetapi juga unggul dari segi afektif dan psikomotorik.

  Dalam mewujudkan pembelajaran yang bermakna tidak hanya dalam hal pemahaman kognitif saja tetapi juga pembentukan hati nurani, khususnya dari aspek 3C (competence, conscience, dan compassion) dapat digunakan Paradigma Pedagogi Reflektif (PPR). Paradigma Pedagogi Reflektif (PPR) merupakan pola pikir (paradigma = pola pikir) dalam menumbuhkembangkan pribadi siswa menjadi pribadi kekristenan atau kemanusiaan (Subagya, 2008:39). Dalam penerapan metode tersebut pada sebuah materi pembelajaran, para siswa diajak bekerja sama untuk menggali beberapa pengalaman mengenai nilai

  • –nilai kemanusiaan yang terkait dengan materi pembelajaran, refleksi, dan aksi. Banyak sekali permasalahan yang terjadi di dalam kelas X.A SMA Pangudi Luhur St. Louis IX Sedayu, seperti kurang
kemampuan lebih dengan siswa yang masih sulit dalam memahami materi pembelajaran. Oleh karena itu siswa yang masih sulit dalam memahami materi pembelajaran akan semakin merasa terpuruk di dalam kelas. Selain itu, kebanyakan siswa lebih memilih untuk berbicara dengan temannya daripada mendengarkan guru yang sedang menyampaikan materi di depan kelas, sehingga siswa tidak dapat memahami nilai yang terkandung dalam materi tersebut. Kemudian, secara umum, siswa juga belum bisa mengembangkan sikap kritis dalam kehidupan sehari-hari melalui materi pembelajaran yang dipelajarinya. Contohnya pada saat guru bertanya tentang apa yang akan dilakukan siswa yang setiap hari ke sekolah dengan sepeda motor, jika harga BBM naik sedangkan uang saku tetap, kebanyakan siswa menjawab mereka lebih memilih membonceng temannya daripada berhemat untuk membeli BBM.

  Berdasarkan manfaat dari pembelajaran berbasis PPR yang sudah diuraikan di atas, maka peneliti tertarik untuk meneliti tentang Bagaimana Penerapan Paradigma Pedagogi Reflektif Pada Pembelajaran Materi Indeks Harga dan Inflasi Untuk Meningkatkan 3C (Competence, Conscience, dan Compassion) Siswa Kelas X SMA Pangudi Luhur St. Louis IX Sedayu.

B. Identifikasi Masalah

  Sekarang ini paradigma pembelajaran yang diterapkan oleh guru kebanyakan hanya berpusat pada tingkat pemahaman siswa dari aspek kognitif kemanusiaan yang terkandung dalam materi pembelajaran. Oleh karena itu, dengan PPR (Paradigma Pedagogi Reflektif ), siswa diharapkan selain dapat unggul dari segi kognitif, juga unggul dari segi afektif dan psikomotorik.

C. Batasan Masalah

  Untuk membatasi ruang lingkup permasalahan yang dibahas agar tidak terlalu meluas maka permasalahan dalam penelitian ini dibatasi sebagai berikut: 1.

  Dalam proses pembelajaran menerapkan Paradigma Pedagogi Reflektif.

2. Penerapan paradigma pembelajaran ini dilakukan pada mata pelajaran Ekonomi SMA Kelas X, khususnya pada materi Indeks Harga dan Inflasi.

D. Rumusan Masalah 1.

  Bagaimana meningkatkan competence siswa kelas X SMA Pangudi Luhur St. Louis IX Sedayu melalui penerapan Paradigma Pedagogi Reflektif dalam pembelajaran materi Indeks Harga dan Inflasi? 2. Bagaimana meningkatkan conscience siswa kelas X SMA Pangudi Luhur St. Louis IX Sedayu melalui penerapan Paradigma Pedagogi Reflektif dalam pembelajaran materi Indeks Harga dan Inflasi? 3. Bagaimana meningkatkan compassion siswa kelas X SMA Pangudi Luhur St. Louis IX Sedayu melalui penerapan Paradigma Pedagogi Reflektif dalam pembelajaran materi Indeks Harga dan Inflasi?

  4. Apakah penerapan Paradigma Pedagogi Reflektif dalam pembelajaran materi Indeks Harga dan Inflasi dapat meningkatkan competence, conscience, dan compassion siswa kelas X SMA Pangudi Luhur St. Louis

  IX Sedayu?

E. Tujuan Penelitian 1. Untuk meningkatkan competence siswa kelas SMA Pangudi Luhur St.

  Louis IX Sedayu Yogyakarta melalui penerapan Paradigma Pedagogi Reflektif dalam pembelajaran materi Indeks Harga dan Inflasi.

  2. Untuk meningkatkan conscience siswa kelas X SMA Pangudi Luhur St.

  Louis IX Sedayu melalui penerapan Paradigma Pedagogi Reflektif dalam pembelajaran materi Indeks Harga dan Inflasi.

  3. Untuk meningkatkan compassion siswa kelas X SMA Pangudi Luhur St.

  Louis IX Sedayu melalui penerapan Paradigma Pedagogi Reflektif dalam pembelajaran materi Indeks Harga dan Inflasi.

F. Manfaat Penelitian

  Penelitian ini dapat memberikan manfaat bagi pihak-pihak yang bersangkutan, yaitu :

  1. Bagi Siswa Diharapkan dengan adanya penelitian ini, siswa dapat mengembangkan nilai-nilai kehidupan khususnya competence, conscience,

  Indeks Harga dan Inflasi melalui penerapan PPR (Paradigma Pedagogi Reflektif) dalam pembelajaran.

  2. Bagi Guru Mitra Dengan adanya penelitian ini, guru diharapkan dapat terinspirasi dan menerapkan model pembelajaran yang dapat mengembangkan aspek competence, conscience, dan compassion dalam diri siswa, sehingga kepribadian siswa dapat berkembang secara utuh.

  3. Bagi Sekolah Semoga penelitian ini dapat memberikan inspirasi baru bagi guru mata pelajaran lain dalam mengajar, sehingga dapat memvariasikan model pembelajaran saat mengajar di kelas.

  4. Bagi Peneliti Penelitian ini dapat menambah pengalaman dan wawasan tentang penerapan PPR dalam pembelajaran ekonomi dalam rangka mengembangkan aspek competence, conscience, dan compassion siswa.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Paradigma Pedagogi Reflektif (PPR)

1. Pengertian Paradigma Pedagogi Reflektif (PPR)

  Paradigma Pedagogi Reflektif (PPR) merupakan pola pikir (paradigma = pola pikir) dalam menumbuhkembangkan pribadi siswa menjadi pribadi kekristenan atau kemanusiaan. Pola pikirnya: dalam membentuk pribadi, siswa diberi pengalaman akan suatu nilai kemanusiaan, kemudian siswa difasilitasi dengan pertanyaan agar merefleksikan pengalaman tersebut, dan berikutnya difasilitasi dengan pertanyaan aksi agar siswa membuat niat dan berbuat sesuai dengan nilai tersebut (Subagya, 2008:39).

  Melalui dinamika pola pikir tersebut siswa diharapkan mengalami sendiri (bukan hanya mendapat informasi karena diberi tahu). Melalui refleksi diharapkan siswa yakin sendiri (bukan karena patuh pada tradisi atau peraturan). Melalui aksi, siswa berbuat dari kemauannya sendiri (bukan karena ikut-ikutan atau takut sanksi). Pembentukan kepribadian diharapkan dilakukan sedemikian rupa sehingga siswa nantinya memiliki komitmen untuk memperjuangkan kehidupan bersama yang lebih adil, bersaudara, bermartabat, melestarikan lingkungan hidup, dan lebih menjamin kesejahteraan

2. Pengertian Competence, Conscience, dan Compassion (3C)

  PPR menjadikan para siswa dan guru saling belajar mengembangkan kompetensi secara utuh (competence), saling mengasah kepekaan dan hati nurani (conscience), dan saling terlibat dengan penuh belarasa terhadap sesama (compassion). Menurut Kuntoro (2010:16), pengertian competence , conscience , dan compassion adalah sebagai berikut:

  a. Competence Competence dimaknai sebagai kemampuan akademik yang memadukan unsur-unsur pengetahuan, keterampilan, dan sikap.

  Unsur dasar dari competence adalah pengetahuan, keterampilan, dan sikap.

  b. Conscience Conscience dimaknai sebagai kemampuan memahami alternatif dan menentukan pilihan (baik-buruk, benar-salah). Unsur dasar dari conscience adalah moral, prinsip, tanggung jawab, kejujuran, kebebasan, keterbukaan, memiliki semangat belajar, kesadaran, kewaspadaan, keadilan, konsekuen, dan keseimbangan.

  Oleh karena itu digunakan sikap, minat, dan sikap kritis untuk mengetahui aspek conscience.

  c. Compassion Compassion dimaknai sebagai kemauan untuk berbela rasa

  others ). Unsur-unsur compassion adalah: peduli, peka, rela, dan tanggap. Pada penelitian ini aspek compassion yang digunakan adalah kerja sama. Karena kerja sama merupakan kegiatan yang dilakukan oleh lebih dari satu orang yang saling membantu dalam satu pokok permasalahan yang sama serta mencapai tujuan yang sama.

3. Unsur – unsur PPR

  Menurut Subagya (2008:39), unsur-unsur PPR dibagi menjadi lima bagian, yaitu: a. Konteks

  Menumbuhkembangkan pendidikan, antara lain sebagai berikut: 1) wacana tentang nilai-nilai yang ingin dikembangkan, agar semua anggota komunitas, guru, dan mahasiswa menyadari bahwa yang menjadi landasan pengembangan bukan aturan, perintah, atau sanksi-sanksi, melainkan nilai kemanusiaan. 2) Kedua, contoh-contoh penghayatan mengenai nilai-nilai yang diperjuangkan, lebih-lebih contoh dari guru. Ketiga, hubungan akrab, saling percaya, agar bisa terjalin dialog yang saling terbuka antara guru dan siswa.

  b. Pengalaman Pengalaman untuk menumbuhkan persaudaraan, solidaritas, kelomp ok kecil yang ―direkayasa‖ sehingga terjadi interaksi dan komunikasi yang intensif, ramah dan sopan, penuh tenggang rasa, dan akrab. Sugesti dapat diberikan oleh guru kepada siswa agar mereka dapat menggunakan imajinasinya. Sugesti tersebut dapat dilakukan dengan berbagai cara, yaitu mendengar cerita dari guru, melihat video yang ditampilkan oleh guru, dan lain sebagainya. Misal dalam pembelajaran IPA dan sekaligus ingin memberikan siswa pengalaman tentang ketidakadilan, siswa dapat diajak melihat gambar dan membaca cerita tentang orang-orang yang bekerja di tambang batubara dan tinggal di gubuk-gubuk kumuh.

  c. Refleksi Guru memfasilitasi dengan pertanyaan agar siswa terbantu untuk berefleksi. Pertanyaan yang baik adalah pertanyaan divergen agar siswa secara otentik dapat memahami, mendalami, dan meyakini temuannya.

  d. Aksi Guru memfasilitasi siswa dengan pertanyaan agar siswa terbantu untuk membangun niat dan bertindak sesuai dengan hasil refleksinya.

  e. Evaluasi Setelah pembelajaran, guru memberikan evaluasi atas kompetensinya dari segi akademik. Ini adalah hal wajar dan mengembangkan ranah akademik dan menyiapkan siswa menjadi kompeten di bidang studi yang dipelajarinya.

  Untuk membentuk siswa yang unggul dari segi competence, conscience, dan compassion dengan menggunakan Paradigma Pedagogi Reflektif (PPR), maka unsur-unsur di atas harus dilaksanakan dan diterapkan dengan sebaik mungkin.

B. Deskripsi Materi

  Penerapan PPR dilakukan pada mata pelajaran Ekonomi SMA untuk siswa kelas X khususnya materi Indeks Harga dan Inflasi. Materi tersebut dalam kurikulum digunakan untuk mencapai Standar Kompetensi Memahami Produk Domestik Bruto (PDB), Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), Pendapatan Nasional Bruto (PNB), dan Pendapatan Nasional (PN), serta Kompetensi Dasar Mendeskripsikan Indeks Harga dan Inflasi.

  1. Indeks Harga Laju Inflasi biasanya dihitung dari persentase perubahan IHK pada suatu periode waktu. Pengertian Indeks Harga Konsumen adalah ukuran rata-rata perubahan harga dari suatu paket komoditas (commodity basket) dalam suatu kurun waktu tertentu atau antar waktu. a.

  Tujuan penghitungan IHK adalah sebagai berikut, 1) Mengetahui perkembangan harga barang dan jasa yang tergabung dalam diagram timbangan IHK.

  2) Sebagai pedoman untuk menentukan suatu kebijaksanaan yang akan datang, terutama di bidang pembangunan ekonomi.

  3) Sebagai penghitungan penyesuaian Upah Minimum Kabupaten (UMK). 4) Mempermudah pemantauan supply dan demand khususnya barang kebutuhan yang ada di pasar.

  b.

  Bobot Barang dalam Menghitung IHK

Tabel 2.1 Bobot Barang dalam menghitung IHK Komoditas Harga Kuantitas Jumlah Bobot Proporsional (Kg) Pengeluaran

  Beras Rp5000,-

  50 Rp250.000,- Jeruk Rp5000,- 0,8 Rp4.000,- Sayuran Rp1000,- 0,5 Rp500,- c.

  Harga Rata-Rata Barang Dalam IHK

Tabel 2.2 Harga Rata-Rata Barang Dalam IHK Komoditas Bobot Harga Harga x Bobot 2007 2008 2009 2007 2008 2009

  Beras 0,99 Rp5.000, Rp7.000,- Rp8.000,- Rp4.950,- Rp6.930,- Rp7.920,-

  • Jeruk 0,01 Rp1.000, Rp3.000,- Rp3.000,- Rp10,- Rp150,- Rp30,-
  • Sayuran 0,00 Rp250,- Rp500,- Rp2.000,- Rp0,- Rp0,- Rp0,- Jumlah

  Rp4.960,- Rp6.945,- Rp7.950,- Dari tabel di atas, IHK dapat ditentukan sebagai berikut,

  IHK Tahun 2007 =

  IHK Tahun 2008 =

  IHK Tahun 2009 = Dari penjelasan di atas jelaslah bahwa IHK dengan memberikan suatu bobot terhadap barang atau jasa yang akan dihitung dan besarnya selalu meningkat. Hal ini tidak lepas dari harga komoditas yang juga meningkat. Hal ini terkait dengan inflasi yang akan dibahas berikut ini.

2. Inflasi a.

  Pengertian Inflasi Inflasi adalah suatu keadaan yang mengakibatkan naiknya harga secara umum atau suatu proses meningkatnya harga-harga secara umum dan terus menerus (kontinu) atau dengan kata lain proses suatu peristiwa dan bukan tinggi- rendahnya tingkat harga.

  b.

  Penggolongan Inflasi 1) Berdasarkan sumber timbulnya inflasi dibedakan menjadi dua, Inflasi yang berasal dari dalam negeri sebagai akibat terjadinya defisit anggaran belanja yang dibiayai dengan cara mencetak uang baru dan gagalnya pasar yang berakibat harga bahan makanan menjadi mahal. Serta inflasi yang berasal dari luar negeri sebagai akibat naiknya harga barang impor sehingga bisa menakibatkan biaya produksi barang di luar negeri atau adanya kenaikan tarif impor barang. 2) Berdasarkan cakupan pengaruh kenaikan harga yaitu jika kenaikan harga secara umum hanya berkaitan dengan beberapa barang tertentu saja secara kontinu disebut inflasi tertutup, begitu juga sebaliknya disebut inflasi terbuka, sedangkan apabila serangan inflasi demikian hebatnya dan setiap saat harga-harga terus berubah dan meningkatan sehingga orang tidak dapat menahan uang lebih lama disebabkan nilai uang terus merosot disebut inflasi yang tidak terkendali (hyper inflation).

  3) Berdasarkan parah atau tidaknya, inflasi dapat digolongkan:

  a) Inflasi ringan (di bawah 10% setahun), b) Inflasi sedang (antara 10%-30% setahun), c) Inflasi berat (antara 30%-100%), dan d) Inflasi tak terkendali (di atas 100%) c.

  Sebab-sebab timbulnya inflasi 1) Tarikan Permintaan ( Deman Full Inflation) 2)

Desakan Biaya (Cost Push Inflation)

3) Inflasi Campuran 4)

Inflasi Impor atau Imported Inflation

d. Pengukuran Laju Inflasi Untuk menentukan berapa besar kenaikan harga barang terlebih dahulu dihitung angka indeks harga (perbandingan harga-harga barang tertentu pada suatu periode yang berbeda atau pada periode yang sama dalam bentuk persentase).

  1) Metode pengukuran indeks harga dapat dilakukan dengan dua metode dasar yaitu Indeks Laspeyres dan Indeks Paasche.

a) Indeks Laspeyres

  IL = indeks Laspeyres

  ΣPo= jumlah harga komoditi tahun ke-0 Q0 = jumlah barang tahun ke-0

b) Indeks Paasche

  IP = indeks Pasche Qn = kuantitas tahun ke-n e.

  Cara Pengukuran Laju Inflasi 1) GNP Deflator adalah suatu indeks harga yang digunakan untuk menyesuaikan nilai uang dalam GNP guna mendapatkan nilai riil GNP. GNP deflator dapat dihitung dengan menggunakan indeks Paasche atau indeks Laspeyres sehingga dapat diketahui kenaikan harga periode tahun.

  2) Indeks Harga Konsumen (IHK) Indeks harga konsumen mengukur biaya pembelian sekelompok barang dan jasa yang dianggap mewakili belanja konsumen. Indeks Harga Konsumen (IHK) dapat dihitung dengan menggunakan indeks Paasche atau indeks Laspeyres sehingga dapat diketahui kenaikan indeks harga konsumen.

  f.

  Cara-Cara Mengatasi Inflasi 1) Kebijakan Moneter

  Kebijakan moneter adalah segala kebijakan pemerintah di bidang moneter (keuangan) yang bertujuan menjaga kestabilan moneter untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat.

  Kebijakan moneter dilakukan melalui Nank Indonesia sebagai Bank sentral. Kebijakan moneter tersebut adalah sebagai berikut.

  a) Politik Diskonto terhadap Bank Umum b) Politik Pasar Terbuka c) Menaikkan Cash Ratio d) Kebijakan Kredit

  2) Kebijakan Fiskal Kebijakan ini dilakukan oleh pemerintah sejalan dengan kebijakan moneter. Ada tiga cara yang dilakukan sebagai berikut:

  a) Mengatur Penerimaan dan Pengeluaran Pemerintah b) Menaikkan Tarif Pajak c) Mengadakan Pinjaman Pemerintah g.

  Dampak Inflasi 1) Investasi Berkurang, 2) Mendorong Tingkat Bunga, 3) Mendorong Tindakan Spekulatif,

  5) Menimbulkan Ketidakpastian Keadaan Ekonomi di Masa yang akan Datang, 6)

  Menyebabkan Daya Saing Produk Nasional Berkurang, 7) Menimbulkan Defisit Neraca Pembayaran, 8)

Merosotnya Kesejahteraan Masyarakat.

C. Penerapan PPR dalam Pembelajaran Ekonomi

  Dalam pengembangan 3C melalui suatu materi pembelajaran sangat jarang sekali dilakukan oleh guru. Kebanyakan guru hanya menitikberatkan pada tingkat pemahaman siswa terhadap materi yang diajarkan saja tanpa menggali nilai-nilai kemanusiaan apa yang terkandung pada materi ajar tersebut. Oleh karena itu penulis meneliti pengembangan 3C melalui suatu materi pembelajaran, dan materi yang penulis pilih adalah materi Indeks Harga dan Inflasi pada mata pelajaran Ekonomi kelas X. Dalam materi Indeks Harga dan Inflasi terdapat nilai- nilai kemanusiaan yang dapat diambil, diantaranya adalah nilai sikap kritis dan kerja sama. Jika terjadi inflasi di negara ini, otomatis harga kebutuhan sehari-hari akan naik, sehingga dibutuhkan sikap kritis dari masyarakat untuk mengelola keuangan mereka dengan sebaik mungkin.

  Selain itu siswa juga dapat belajar bekerja sama dengan teman lain dalam memecahkan kasus perhitungan harga pada saat terjadi inflasi.

D. Penelitian Tindakan Kelas (PTK)

  Secara singkat PTK adalah suatu suatu pencermatan terhadap kegiatan belajar berupa sebuah tindakan, yang sengaja dimunculkan dan terjadi dalam sebuah kelas secara bersama (Suharsimi, 2006:3). Sejalan dengan hal tersebut di atas, penelitian tindakan kelas merupakan penelitian terpakai (applied research), artinya penelitian yang dilakukan guru dapat memberi nilai tambah dan masukan untuk perbaikan (Isjoni, 2006:106).

  1. Ciri-Ciri Penelitian Tindakan Kelas Susilo (2007:17) menyebutkan ciri-ciri dari penelitian tindakan kelas adalah sebagai berikut.

  a.

  Ditinjau dari segi permasalahan, karakteristik PTK adalah masalah yang diangkat berangkat dari persoalan praktik dan proses pembelajaran sehari-hari di dalam kelas yang benar- benar dirasakan langsung oleh guru.

  b.

  Penelitian tindakan kelas selalu berangkat dari kesadaran kritis guru terhadap persoalan yang terjadi ketika praktik dan proses pembelajaran berlangsung, dan guru menyadari pentingnya untuk mencari pemecahan permasalahan melalui satu tindakan atau aksi yang direncanakan dan dilakukan secermat mungkin dengan cara-cara ilmiah dan sistematis.

  c.

  Karakteristik yang unik dari penelitian tindakan kelas, yaitu adanya rencana tindakan-tindakan (aksi) tertentu untuk penelitian yang dilakukan hanya sekedar ingin tahu tanpa disertai tindakan-tindakan tertentu untuk memperbaiki persoalan atau permasalahan, maka penelitian itu tidak bisa disebut penelitian tindakan kelas.

  d.

  Karakteristik PTK berikutnya yaitu adanya upaya kolaborasi antara guru dan teman sejawat (para guru atau peneliti) lainnya dalam rangka membantu untuk mengobservasi dan

merumuskan permasalahan yang perlu diatasi.

  2. Proses Penelitian Tindakan Kelas Proses PTK menurut Arikunto (2008:16) secara lebih jelas dapat ditunjukkan dalam gambar 2.1 berikut ini:

  

Gambar 2.1: Proses Penelitian Tindakan Kelas a.

  Perencanaan Rencana tindakan apa yang akan dilakukan untuk memperbaiki, meningkatkan atau perubahan perilaku dan sikap sebagai solusi. Pada tahap perencanaan dilakukan dengan menyusun perencanaan tindakan berdasarkan identifikasi masalah pada observasi awal sebelum penelitian dilaksanakan. Rencana tindakan ini mencakup semua langkah tindakan secara rinci pada tahap ini segala keperluan pelaksanaan peneliti tindakan kelas dipersiapkan mulai dari bahan ajar, rencana pembelajaran, metode dan strategi pembelajaran, pendekatan yang akan digunakan, subjek penelitian serta teknik dan instrumen observasi disesuaikan dengan rencana.

  b.

  Pelaksanaan Apa yang dilakukan oleh guru atau peneliti sebagai upaya perbaikan, peningkatan atau perubahan yang diinginkan. Pelaksanaan tindakan disesuaikan dengan rencana yang telah dibuat sebelumnya. Pelaksanaan tindakan merupakan proses kegiatan pembelajaran kelas sebagai realisasi dari teori dan strategi belajar mengajar yang telah disiapkan serta mengacu pada kurikulum yang berlaku, dan hasil yang diperoleh diharapkan dapat meningkatkan kerja sama peneliti dengan subjek penelitian sehingga dapat memberikan refleksi dan evaluasi terhadap apa c.

  Pengamatan Mengamati atas hasil atau dampak dari tindakan yang dilaksanakan atau dikenakan terhadap siswa. Tahap observasi merupakan kegiatan pengamatan langsung terhadap pelaksanaan tindakan yang dilakukan dalam PTK. Tujuan pokok observasi adalah untuk mengetahui ada-tidaknya perubahan yang terjadi dengan adanya pelaksanaan tindakan yang sedang berlangsung.

  d.

  Refleksi Peneliti mengkaji, melihat dan mempertimbangkan atas hasil atau dampak dari tindakan dari berbagai kriteria. Berdasarhan hasil refleksi ini, peneliti bersama-sama guru dapat melakukan revisi perbaikan terhadap rencana awal. Melalui refleksi, guru akan dapat menetapkan apa yang telah dicapai, serta apa yang belum dicapai, serta apa yang perlu diperbaiki lagi dalam pembelajaran berikutnya. Oleh karena itu hasil dari tindakan perlu dikaji, dilihat dan direnungkan, baik itu dari segi proses pembelajaran antara

guru dan siswa, metode, alat peraga maupun evaluasi.

  Dengan adanya pengertian di atas, dapat disimpulkan bahwa pengertian penelitian tindakan kelas merupakan usaha guna mendapatkan suatu pembuktian terhadap suatu tindakan yang terjadi secara langsung di dalam kelas dan diyakini supaya dapat meningkatkan proses pembelajaran secara optimal.

E. Kerangka Berpikir

  Dalam penyampaian suatu materi pembelajaran dibutuhkan metode metode pembelajaran tertentu, supaya materi tersebut dapat tersampaikan dengan sebaik mungkin pada siswa. Berbagai macam metode pembelajaran mempunyai maksud pencapaian tujuan sesuai dengan hal apa yang akan ditingkatkan.

  Penerapan suatu metode pembelajaran di kebanyakan sekolah, cenderung hanya dapat membuat siswa cepat menangkap materi dan dapat mengerjakan soal yang diberikan guru berkaitan dengan materi tersebut. Padahal sesungguhnya pada setiap materi pembelajaran pasti memiliki suatu nilai yang dapat ditarik untuk kemudian dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, dalam menerapkan suatu metode akan lebih baik lagi jika tujuan pencapaiannya tidak hanya berhenti sampai pada pemahaman siswa tentang materi yang sedang diajarkan saja, melainkan juga sampai pada pemahaman siswa akan nilai apa yang terkandung dalam materi tersebut.

  Dalam hal ini, peneliti memilih Paradigma Pedagogi Reflektif (PPR) untuk diterapkan di dalam kelas, karena PPR dianggap dapat membantu siswa untuk menarik suatu nilai yang terkandung dalam suatu materi pembelajaran. Hal ini dimungkinkan dengan adanya unsur-unsur PPR yang mencakup konteks, pengalaman, refleksi, aksi, serta evaluasi. Melalui penerapan PPR, diharapkan dapat mengembangkan nilai berkembang secara utuh yang mencakup aspek competence, conscience, dan compassion.

BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian yang dilakukan adalah Penelitian Tindakan Kelas

  (PTK). PTK tersebut merupakan penelitian yang bersifat kualitatif. Menurut Sugiyono (2009:14), penelitian kualitatif digunakan untuk meneliti pada objek yang alamiah. Analisis data bersifat kualitatif dan hasil penelitian tersebut menekankan makna generalisasi, sehingga hasil penelitian hanya berlaku untuk saat itu saja. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengembangkan aspek competence, conscience, dan compassion (3C) siswa kelas XA SMA Pangudi Luhur St. Louis IX Sedayu Sleman Yogyakarta pada tahun ajaran 2011/2012 dengan menerapkan Paradigma Pedagogi Reflektif (PPR).

B. Tempat dan Waktu Penelitian

  Penelitian ini dilakukan di SMA Pangudi Luhur St. Louis IX Sedayu Sleman Yogyakarta pada bulan Januari sampai dengan Februari 2012.

C. Subjek dan Objek Penelitian 1.

  Subjek Penelitian

Siswa SMA Pangudi Luhur St. Louis IX Sedayu.

  2. Objek Penelitian Peningkatan competence, conscience, dan compassion (3C) siswa kelas X semester 2 SMA Pangudi Luhur St. Louis IX Sedayu, melalui penerapan PPR dalam pembelajaran Ekonomi materi Indeks Harga dan Inflasi.

  D. Variabel Penelitian 1.

  Variabel bebas (Independent variable) Variabel bebas adalah variabel yang berpengaruh terhadap variabel terikat. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah penerapan PPR (Paradigma Pedagogi Reflektif) (X

  1 ), dalam pembelajaran ekonomi kelas X materi Indeks Harga dan Inflasi.

  2. Variabel terikat (Dependent variable) Variabel terikat adalah variabel yang dipengaruhi oleh variabel bebas, variabel terikat dari penelitian ini adalah peningkatan competence (Y 1 ), conscience (Y 2 ) dan compassion (Y 3 ) siswa kelas X SMA Pangudi Luhur St. Louis IX Sedayu

  E. Prosedur Penelitian Sebelum melakukan penelitian, peneliti melakukan pengamatan di dalam kelas pada saat proses pembelajaran penyusunan laporan keuangan perusahaan jasa. Selanjutnya peneliti melakukan wawancara kepada guru yang bersangkutan tentang pengembangan competence, conscience, dan compassion (3C).

  Rancangan penelitian yang dilakukan selama penelitian terdiri dari dua siklus sebagai berikut :

1. Siklus I

  a) Rencana Tindakan Penelitian Persiapan yang pertama kali dilakukan adalah menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), materi pembelajaran, media pembelajaran, serta lembar kerja siswa.

  b) Tindakan 1) Konteks

  Siswa diajak untuk mencermati konteks-konteks dalam hidupnya guna mengenali faktor-faktor yang berpotensi mendukung proses pembelajaran seperti pertemuan sebelumnya, yaitu mengenai jumlah uang saku siswa 10 tahun yang lalu dengan uang saku yang sekarang, serta harga permen 10 tahun yang lalu kira-kira dijual dengan harga Rp50,-/buah, sedangkan sekarang dijual dengan harga Rp100,-/buah.

  2) Pengalaman Guru membentuk kelompok kecil yang berisi 5 orang tiap kelompok, lalu guru menyediakan fasilitas pengalaman tidak langsung kepada siswa dengan memutarkan video tentang dengan permasalahan ekonomi di Indonesia salah satunya tentang akibat dan penanganan inflasi. Setelah itu guru menjelaskan tentang materi dan kaitannya dengan video yang sudah diputar. Selanjutnya guru memberikan soal latihan tentang indeks harga untuk dikerjakan siswa di dalam kelompok serta membimbing selama diskusi.

  3) Refleksi Pertama-tama siswa diminta diam dan hening untuk merefleksikan makna nilai yang terkandung di dalam pengalamannya. Guru dapat membantu siswa berefleksi dengan memberikan pertanyaan agar siswa terbantu dalam memahami, mendalami, dan meyakini temuannya. 4) Aksi

  Guru memberikan pertanyaan aksi supaya siswa terbantu untuk membangun niat dan bertindak sesuai dengan hasil refleksinya. 5) Evaluasi

  Guru melakukan evaluasi dengan cara memberikan soal post-test kepada siswa untuk mengetahui tingkat pemahaman

siswa terhadap materi yang sudah diajarkan.

  c) Observasi Tahap ini dilaksanakan bersamaan waktunya dengan tahap atau dampak pelaksanaan tindakan, meliputi: pengamatan terhadap guru, pengamatan terhadap siswa, dan pengamatan terhadap kelas.

  Pengamatan terhadap guru mencakup pengamatan terhadap seluruh kegiatan yang dilakukan oleh guru selama pembelajaran berlangsung. Pengamatan terhadap siswa meliputi partisipasi siswa dalam diskusi kelas dan interaksi siswa. Pengamatan terhadap kelas mencakup seluruh keadaan dan kejadian yang terjadi di kelas selama pembelajaran berlangsung. Pengamatan dilakukan dengan bantuan instrumen observasi guru, siswa, dan kelas, serta dilengkapi dengan perekaman menggunakan handycame.

  d) Refleksi Pada tahap ini, dilaksanakan analisis, pemaknaan, dan penyimpulan hasil observasi terhadap tingkat pemahaman siswa.

  Refleksi dilakukan setelah akhir siklus untuk melihat ketercapaian indikator tujuan pembelajaran dan mengidentifikasi kekurangan- kekurangan dalam pembelajaran dan pemecahannya untuk perbaikan dalam siklus selanjutnya.

  2. Siklus II Tahap-tahap dan kegiatan-kegiatan pada siklus kedua pada dasarnya sama dengan siklus pertama, hanya tindakan dan pembahasan materinya yang berbeda. Tindakan pada siklus kedua ini ditentukan berdasarkan hasil refleksi siklus pertama. Pada siklus pertama materi yang dipelajari adalah mengenai Inflasi, sedangkan pada siklus kedua materi yang dipelajari adalah Indeks Harga.

F. Metode Pengumpulan Data 1.

  Observasi Pada tahap ini, peneliti melakukan pengamatan terhadap guru (observing teacher) , pengamatan terhadap kelas (observing classroom) , dan pengamatan terhadap perilaku siswa (observing student).

  2. Wawancara Wawancara adalah pengumpulan data dengan cara mengajukan pertanyaan secara langsung atau lisan dengan guru pengampu mata pelajaran tersebut untuk melengkapi data tentang gambaran keadaan kelas, serta mengenai pengembangan nilai-nilai dalam pembelajaran.

  3. Dokumentasi Dokumentasi adalah pengumpulan data dengan menggunakan catatan atau dokumen yang telah ada. Melalui cara ini dimaksudkan untuk memperoleh data penilaian belajar siswa dan data tentang keadaan sekolah misalnya kurikulum dan jumlah siswa.

  4. Kuesioner Kuesioner atau angket (questionaire) digunakan untuk memperoleh data tentang sikap, minat, sikap kritis, dan kerja sama. kemungkinan-kemungkinan tanggapan responden yang disusun dalam bentuk skala Likert. Hasil yang dicerminkan mengenai pandangan siswa terhadap 40 pernyataan terkait dengan sikap, minat, sikap kritis, dan kerja sama, diukur dengan menggunakan alat ukur : skala Likert dengan bobot skor antara 1 dan 5. Dalam skala ini bobot 1 menunjukk an pandangan ―sangat tidak setuju‖, bobot 2 menunjukkan pandangan ―tidak setuju‖, bobot 3 menunjukkan pandangan ―netral‖, bobot 4 menunjukk an pandangan ―setuju‖, bobot 5 menunjukkan pandangan ―sangat setuju‖. Kisi-kisi kuesioner dapat dilihat pada lampiran halaman 170.

  5. Tes Pada tahap ini guru dan peneliti menyusun soal tes berdasarkan prosedur tertentu. Tes ini dibagi dalam 2 macam tes, yaitu pre-test dan post-test. Pre test digunakan untuk mengetahui tingkat pemahaman peserta didik sebelum penerapan PPR, sedangkan pre-test digunakan untuk mengetahui tingkat pemahaman peserta didik setelah penerapan PPR. Kisi-kisi soal tes dapat dilihat pada lampiran halaman 168.

G. Teknik Analisis Data

  Teknik analisis data yang digunakan setelah memperoleh hasil dari pengumpulan data, dapat dilakukan dengan dua cara :

  1. Deskriptif Dalam analisis deskriptif, yang dilakukan oleh peneliti adalah mendeskripsikan hasil pengamatan pada saat pra penelitian, penelitian siklus I, dan penelitian siklus II.

  2. Komparatif Analisis komparatif adalah membandingkan skor

  3C (competence, conscience, dan compassion) serta nilai akhir masing- masing siswa pada kondisi awal, siklus I, dan siklus II. Setelah diketahui adanya peningkatan nilai pada masing-masing siswa, rata- rata nilai akhir kelas dibandingkan dari kondisi awal, siklus I, dan siklus

II. Pendeskripsian tentang peningkatan competence, conscience, dan compassion (3C) juga dilakukan menggunakan rata-rata nilai.

  

BAB IV

GAMBARAN UMUM SEKOLAH A. Sejarah Berdirinya SMA Pangudi Luhur St. Louis IX Sedayu SMA Pangudi Luhur St. Louis IX Sedayu merupakan SMA alih fungsi dari SPG Pangudi Luhur Sedayu sejak tahun 1989 bersama dengan SPG yang lain, sesuai dengan SK Mendikbud RI No. 031/113/H/Kpts/1989 tanggal 25 Februari 1989. Oleh karena itu visi SMA Pangudi Luhur St. Louis IX Sedayu adalah sama dengan visi SPG Pangudi Luhur tetapi dengan penyesuaian dan beberapa perubahan, karena SMA tidak seperti SPG. Visi yang melandasi berdirinya sekolah adalah ingin mengentaskan kemiskinan masyarakat sekitar yang tidak dapat melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi di kota Yogyakarta karena keadaan ekonomi yang kurang.

  Melihat kenyataan bahwa banyak lulusan SMP yang tidak dapat melanjutkan sekolah, maka pada tahun 1967 Pastor Paroki Sedayu mendirikan SPG Santo Paulus yang mulai tahun 1968 dikelola oleh Yayasan Pangudi Luhur bersama SLTP Pangudi Luhur Sedayu dan SLTP Pangudi Luhur Moyudan. Sejak berdirinya, SMA Pangudi Luhur St. Louis IX Sedayu merupakan salah satu SMA yang masih dibutuhkan oleh masyarakat sekitar.

  Terbukti bahwa sampai saat ini minat siswa masuk ke SMA Pangudi Luhur St. Louis IX Sedayu masih tinggi.

  Pada pembukaan tahun ajaran baru 2010-2011, SMA Pangudi Luhur SMA Pangudi Luhur Sedayu. Pada tanggal 25 Agustus 2010, SMA Pangudi Luhur Sedayu melakukan launching nama baru bagi sekolahnya dengan menambahkan ST. Louis IX. Sejak saat itu, nama SMA Pangudi Luhur Sedayu dikenal dengan nama SMA Pangudi Luhur St. Louis IX Sedayu.

  Pendidikan yang dilaksanakan di SMA Pangudi Luhur St. Louis IX juga berdasarkan teladan kerendahan hati dan kerja keras St. Louis IX. Hari Kamis, 25 Agustus 2011 kemarin, SMA Pangudi Luhur St. Louis IX Sedayu mengadakan Perayaan Ekaristi dan pentas seni dalam rangka merayakan Ulang Tahun kedua atas pemilihan nama St. Louis IX sebagai Santo Pelindung SMA Pangudi Luhur Sedayu.

B. Tujuan, Visi dan Misi SMA Pangudi Luhur St. Louis IX Sedayu

  Tujuan pendidikan SMA pangudi Luhur St. Louis IX Sedayu secara umum dapat diuraikan sebagai berikut:

  1. Meningkatkan dan mengembangkan pengetahuan siswa agar mampu melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi, sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan kesenian.

2. Meningkatkan kemampuan siswa sebagai anggota masyarakat dalam mengadakan interakasi sosial, budaya dan alam sekitarnya.

  Untuk mencapai tujuan tersebut, digunakan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (Peraturan Menteri No.22 tahun 2006). Dalam pelaksanaannya SMA Pangudi Luhur St. Louis IX Sedayu memperkaya a) Pendidikan nilai Pendidikan nilai sangat penting ditanamkan kepada siswa agar para siswa dapat berkembang secara harmonis antar jasmani, rohani dan sosialnya. Spiritualitas hidup, nilai moral, nilai persatuan, persaudaraan dan humaniora merupakan nilai pembentuk pribadi manusia yang amat besar artinya. Kurangnya pemahaman suatu nilai bagi suatu generasi akan menimbulkan kesulitan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

  b) Pembentukan pribadi Pribadi yang tangguh merupakan bekal hidup dalam alam yang serba majemuk seperti sekarang ini. Melalui perenungan, kedisiplinan dalam latihan-latihan memperhatikan lingkungan sosial diharapkan dapat melahirkan pribadi yang kuat dalam menghadapi berbagai gejolak sosial.

  c) Pendidikan ketrampilan Untuk menghadapi hal-hal yang praktis dalam kehidupan ini, diperlukan ketrampilan yang dibutuhkan masyarakat dewasa ini.

  

Visi dan Misi SMA Pangudi Luhur St. Louis IX Sedayu adalah sebagai

berikut: 1) Visi

  Terbentuknya lulusan yang cerdas, berbudi pekerti luhur dan memiliki ketrampilan dengan semangat melayani yang miskin dan dihasilkan mempunyai daya saing yang tinggi baik dalam melanjutkan ke pendidikan tinggi maupun terserap ke dunia kerja dengan bekal santun yang tampak dari sikap dan perilaku teladan. 2) Misi

  Misi merupakan penjabaran dari visi seperti pada butir-butir berikut: a) Melakukan pembelajaran yang efektif, berkualitas dan profesional b) Mengembangkan ketrampilan komputer, akuntansi dan Bahasa

  Inggris.

  c) Menciptakan suasana kondusif untuk menciptakan peserta didik yang berbudi pekerti luhur.

  d) Menyelenggarakan pelayanan prima, transparan dan akuntabel

dengan semangat melayani yang miskin dan berkekurangan.

  e) Mengembangkan sekolah sebagai pusat budaya Dasar visi dan misi tersebut di atas memberi kesempatan kepada usaha untuk peningkatan mutu sekolah. Dasar tersebut merupakan acuan yang jelas dan tegas karena keluwesannya, maka tidak menutup

kemungkinan atas usaha-usaha perbaikan pelaksanaan pendidikan.

  Kurikulum Satuan Pendidikan SMA Pangudi Luhur St. Louis IX Sedayu C.

  Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003, tentang Sistem Pendidikan Nasional dan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005, tentang Standar Nasional Pendidikan mengamanatkan bahwa Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) jenjang pendidikan

  menengah disusun oleh satuan pendidikan dengan mengacu kepada

  dasar dan

  Standar Isi (SI) dan Standar Kompetensi Lulusan (SKL), serta berpedoman pada panduan yang disusun oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP).

  Pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan yang mengacu pada standar nasional pendidikan dimaksudkan untuk menjamin pencapaian tujuan pendidikan nasional. Standar nasional pendidikan terdiri atas : standar isi, standar proses, standar kompetensi lulusan, standar pendidik dan tenaga kependidikan, standar sarana dan prasarana, standar pengelolaan, standar pembiayaan, dan standar penilaian pendidikan. Dua dari kedelapan standar nasional pendidikan tersebut, yaitu Standar Isi (SI) dan Standar Kompetensi Lulusan (SKL) merupakan acuan utama bagi satuan pendidikan dalam mengembangkan kurikulum.

  Untuk memenuhi amanat Undang-Undang tersebut di atas dan guna mencapai tujuan pendidikan nasional pada umumnya, serta tujuan pendidikan sekolah pada khususnya, SMA Pangudi Luhur St. Louis IX Sedayu sebagai lembaga pendidikan tingkat menengah memandang perlu untuk mengembangkan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Melalui KTSP ini sekolah dapat melaksanakan program pendidikannya sesuai dengan karakteristik, potensi, dan kebutuhan peserta didik. Untuk itu, dalam pengembangannya melibatkan seluruh warga sekolah dengan berkoordinasi kepada pemangku kepentingan di lingkungan sekitar sekolah. Dalam dokumen ini dipaparkan tentang Kurikulum SMA Pangudi Luhur St. Louis

  IX Sedayu, yang secara keseluruhan mencakup : 1.

  Struktur dan muatan kurikulum.

  2. Beban belajar peserta didik.

  3. Kalender pendidikan.

  4. Silabus.

  5. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP).

  Landasan kurikulum satuan pendidikan yang dipakai berdasarkan: 1. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003, tentang Sistem Pendidikan Nasional.

  2. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005, tentang Standar Nasional Pendidikan.

  3. Peraturan Pemerintah No.38 Tahun 2007, tentang Pembagian Kewenangan Pusat dan Daerah.

  4. Peraturan Pemerintah No. 55 Tahun 2007, tentang Pendidikan Agama dan Keagamaan.

  5. Permendiknas RI Nomor 22 Tahun 2006, tentang Standar Isi.

  6. Permendiknas RI Nomor 23 Tahun 2006, tentang Standar Kompetensi Lulusan.

  7. Permendiknas RI Nomor 24 Tahun 2006, tentang Pelaksanaan Permendiknas Nomor 22 Tahun 2006 dan Permendinas RI Nomor 23

  8. Permendiknas RI Nomor 6 Tahun 2007, tentang Perubahan Permendinas RI Nomor 24 Tahun 2006.

  9. Permendiknas RI Nomor 12 Tahun 2007, tentang Standar Pengawas Sekolah/Madrasah.

  10. Permendiknas RI Nomor 13 Tahun 2007, tentang Standar Kepala Sekolah/Madrasah.

  11. Permendiknas RI Nomor 16 Tahun 2007, tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru.

  12. Permendiknas RI Nomor 18 Tahun 2007, tentang Sertifikasi Guru Dalam Jabatan.

  13. Permendinas RI Nomor 19 Tahun 2007, tentang Standar Pengelolaan Pendidikan.

  14. Permendiknas RI Nomor 20 Tahun 2007, tentang Standar Penilaian Pendidikan.

  15. Permendiknas RI Nomor 24 Tahun 2007, tentang Standar Sarana Prasarana Pendidikan.

  16. Permendiknas RI Nomor 41 Tahun 2007, tentang Standar Proses.

  17. Surat Edaran Menteri Pendidikan Nasional No.33/MPN/SE/2007 tanggal

  13 Februari 2007, perihal Sosialisasi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan.

BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi Data 1. Pra Penelitian Pada tahap pra penelitian ini, peneliti melakukan observasi untuk

  mengetahui berbagai permasalahan yang terjadi di dalam kelas yang akan diteliti. Selain itu peneliti juga mengumpulkan berbagai data mengenai kelas tersebut demi keperluan penelitian. Observasi dilakukan pada hari Senin, 13 Februari 2012 di kelas XA SMA Pangudi Luhur Santo Louis IX Sedayu.

  Observasi dilakukan pada jam ke-3 yaitu pada pukul 08.30 wib. Observasi dilakukan bersama dengan guru mitra yaitu Ibu P. Weni Triana, S.E selaku guru pengampu mata pelajaran ekonomi kelas XA SMA Pangudi Luhur Santo Louis IX Sedayu. Peneliti juga melakukan observasi di dalam kelas guna mengamati kegiatan guru, siswa di dalam kelas dan mengetahui kondisi fisik kelas. Selain itu peneliti juga membagikan kuesioner yang pertama untuk mengumpulan data tentang kegiatan guru, kegiatan siswa, serta keadaan kelas selama proses pembelajaran.

  a.

  Observasi Guru (observing teacher) Untuk mengetahui kegiatan guru selama proses pembelajaran, peneliti membuat catatan anekdotal. Pada saat pergantian jam belajar, memberikan salam kepada para siswa. Selanjutnya guru meminta siswa supaya mempersiapkan diri untuk memulai mata pelajaran ekonomi seperti meminta siswa untuk memasukkan buku-buku yang terkait dengan mata pelajaran sebelumnya serta mempersiapkan buku yang berkaitan dengan mata pelajaran yang akan dipelajari.

  Sebelum masuk ke dalam materi yang akan dibahas, guru melakukan apersepsi supaya para siswa dapat memfokuskan diri untuk mempelajari materi selanjutnya. Apersepsi dilakukan dengan cara tanya jawab kepada siswa yang berkaitan dengan materi yang sebelumnya telah dipelajari.

  Kegiatan tersebut dilakukan supaya selain siswa dapat fokus terhadap materi selanjutnya, juga supaya siswa dapat mengingat kembali tentang materi yang sebelumnya dipelajari yaitu tentang Pendapatan Nasional. Pada awalnya pada saat guru memberikan pertanyaan mengenai materi yang sebelumnya dipelajari para siswa hanya diam saja. Melihat hal tersebut, guru lalu menunjuk beberapa siswa untuk menjawab pertanyaan tersebut. Beberapa siswa memang tidak dapat menjawab pertanyaan tersebut, kemudian guru memberikan petunjuk-petunjuk khusus supaya siswa dapat mengingat materi sebelumnya. Setelah itu guru menunjuk beberapa siswa lagi untuk menjawab pertanyaan tersebut dan beberapa siswa tersebut dapat menjawab pertanyaan yang diberikan oleh guru.

  Selanjutnya setelah siswa dapat mengingat kembali tentang materi pembelajaran sebelumnya, guru mengkaitkan materi sebelumnya dengan

  Untuk mengawali materi yang akan dipelajari selanjutnya, guru meminta siswa untuk membaca sebentar tentang materi yang akan dipelajari. Setelah sekiranya para siswa selesai membaca tentang materi tersebut, lalu guru memberikan beberapa pertanyaan dan memberikan kesempatan kepada siswa untuk berdiskusi dengan teman sebangkunya. Para siswa sangat antusias dalam membahas pertanyaan tersebut dengan teman sebangkunya. Ada beberapa siswa, terutama siswa laki-laki hanya mengobrol tentang hal yang tidak berkaitan dengan materi. Melihat hal tersebut lalu guru mendekati satu per satu beberapa siswa tersebut dan membimbing mereka supaya mau berdiskusi menjawab pertanyaan yang diberikan oleh guru.

  Setelah sekiranya siswa sudah memahami maksud dari pertanyaan yang diberikan guru, guru memulai lagi dengan menunjuk beberapa siswa, terutama para siswa yang sering berbuat gaduh dan tidak mau mengikuti pelajaran dengan baik. Hal tersebut dilakukan supaya selanjutnya mereka dapat lebih serius lagi dalam mengikuti proses pembelajaran. Setelah semua pertanyaan guru dapat terjawab semua, lalu guru mulai menjelaskan tentang materi tersebut. Supaya siswa dapat lebih jelas dalam memahami materi tersebut, guru mengkaitkan materi tersebut dengan kehidupan sehari-hari seperti contohnya jika kita memasuki obyek wisata, sebagian dari dana hasil penjualan tiket masuk pada pendapatan negara.

Tabel 5.1 Hasil Observasi terhadap Aktivitas Guru Pada Pra Penelitian

  

No. Kegiatan Ya Tidak Keterangan

  1. Guru meminta siswa untuk tenang pada saat pergantian jam belajar.

  √ Pada saat pergantian jam belajar, suasana kelas biasanya gaduh.

  2. Guru meminta siswa untuk menyiapkan buku yang terkait dengan materi yang akan dipelajari.

  √ Hal ini dilakukan supaya siswa dapat fokus pada mata pelajaran yang akan dipelajari

  3. Guru melakukan apersepsi √ Hal tersebut dilakukan agar siswa dapat mempersiapkan diri memulai pembelajaran tentang materi tersebut

  4. Guru melakukan tanya jawab yang berkaitan dengan materi tersebut √

  Guru melakukan Tanya jawab supaya memancing keingintahuan siswa tentang materi tersebut

  5. Guru membacakan tujuan pembelajaran.

  √ Guru langsung masuk pada materi.

  6. Guru memarahi siswa yang ribut di kelas.

  √ Jika ada siswa yang ribut guru hanya menegur secara halus. b. Observasi siswa (observing student) Untuk mengetahui perilaku siswa selama mengikuti proses pembelajaran di dalam kelas, peneliti membuat catatan anekdotal. Pada saat pergantian jam pelajaran, suasana di dalam kelas XA SMA Pangudi Luhur Santo Louis IX Sedayu sangat gaduh. Siswa merasa ingin sejenak menenangkan pikiran setelah dua jam mengikuti proses pembelajaran pada mata pelajaran sebelumnya. Segala hal yang terkait dengan mata pelajaran sebelumnya seperti buku dan lain-lain masih berserakan di atas meja

  No. Kegiatan Ya Tidak Keterangan

  7. Guru langsung menjelaskan tentang materi yang akan dipelajari.

  √ Guru member kesempatan siswa untuk membaca buku sebentar, kemudian diberi pertanyaan.

  8. Guru memberi kesempatan kepada siswa untuk mendiskusikan soal latihan.

  √ Siswa mendiskusikan soal tersebut dengan teman sebangkunya.

  9. Guru mengkaitkan materi yang diajarkan dengan kehidupan sehari-hari √

  Guru bermaksud supaya siswa dapat lebih memahami tentang materi yang diajarkan dengan kehidupan sehari-hari.

  10. Guru memberikan tugas di akhir pembelajaran materi.

  √ Guru hanya sedikit mengulang materi yang sudah dipelajari. mempersiapkan diri dengan tenang. Ada beberapa siswa yang berebut untuk ijin ke toilet dengan maksud supaya dapat jalan-jalan karena merasa bosan di dalam kelas atau karena hanya ingin mencari perhatian guru saja. Setelah guru meminta untuk mempersiapkan diri, para murid bergegas memasukkan buku yang tidak perlu lalu mengeluarkan buku ekonomi.

  Sebagian besar dari siswa yang ada di kelas tersebut sangat antusias dalam mengikuti proses pembelajaran ekonomi. Sebagian besar siswa di kelas ini memang sulit untuk diatur, tetapi mereka masih bisa untuk diajak kerja sama. Contohnya pada saat guru memberikan pertanyaan, mereka sangat antusias dalam mencoba menjawab pertanyaan tersebut.

  Pada saat guru memberi kesempatan untuk berdiskusi, para siswa segera memulai percakapan dengan teman sebangkunya. Tetapi ada beberapa siswa yang bercakap-cakap dengan teman sebangkunya mengenai hal di luar pelajaran. Setelah guru mendatangi beberapa siswa tersebut, walaupun mereka masih sering bercanda, mereka sudah bisa diajak bekerja sama dengan baik. Pada saat guru menjelaskan materi di depan kelas, kadang masih ada satu atau dua siswa yang memicu kegaduhan seperti menyaut kata-kata dari guru yang membuat teman yang lainnya menjadi tertawa. Setelah diperingatkan oleh guru, lalu keadaan menjadi kembali kondusif, walaupun di tengah-tengah guru menjelaskan beberapa siswa tersebut masih mengulangi lagi hal tersebut. Kebanyakan siswa di kelas ini memamg kurang begitu aktif dalam bertanya, jika guru diam saja, sehingga guru sering memberi pertanyaan kepada para siswa agar menjadikan suasana di dalam kelas menjadi lebih hidup. Walaupun tidak mudah membuat siswa untuk aktif di dalam kelas, namun guru sangat sabar dalam berusaha memberikan yang terbaik untuk mereka.

  Sampai di akhir pelajaran pun, selain beberapa dari siswa hanya ribut saja, beberapa dari siswa di kelas ini hanya memilih untuk diam.

Tabel 5.2 Hasil Observasi terhadap Aktivitas Siswa Pada Pra Penelitian

  

No. Kegiatan Ya Tidak Keterangan

  1. Siswa tetap tenang saat pergantian jam pelajaran.

  √ Suasana di dalam kelas sangat gaduh karena mereka merasa bosan di dalam kelas.

  2. Siswa segera mempersiapkan diri mengikuti pelajaran setelah diajak oleh guru.

  √ Siswa harus menunggu ajakan guru terlebih dahulu untuk mulai mengikuti pelajaran.

  3. Semua siswa memiliki buku pelajaran ekonomi.

  √ Guru menggunakan satu buku paket dan LKS wajib untuk latihan soal.

  4. Siswa menjawab setiap pertanyaan dari guru √

  Jika tidak ada siswa yang menjawab pertanyaan dari guru, maka guru akan mulai menunjuk beberapa untuk menjawab. c.

  Observasi kelas (observing classroom) Observasi kelas merupakan kegiatan peneliti untuk mengamati keadaan kelas. Bagaimanapun juga kondisi kelas sangatlah berpengaruh

  No. Kegiatan Ya Tidak Keterangan

  5. Siswa bertanya kepada guru

Siswa hanya diam saja atau rebut sendiri saat pelajaran berlangsung.

  6. Siswa mau berdikusi dengan teman yang lain.

  √ Guru memberi kesempatan untuk berdiskusi.

  7. Siswa hanya ribut saja saat guru menjelaskan.

  √ Tidak semua, tapi beberapa siswa memang sering membuat kegaduhan.

  8. Siswa mau mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru.

  √ Sebagian besar siswa bisa diajak untuk bekerjasama seperti mengerjakan soal yang diberikan guru

  9. Siswa mencatat setiap hal mereka rasa penting.

  

Sebagian besar siswa hanya mendengarkan saja saat guru menjelaskan di depan.

  10. Pada akhir pelajaran, siswa tergesa-gesa untuk keluar kelas.

  √ Siswa merasa jenuh serta lapar atau haus. pada kelancaran proses belajar mengajar di dalam kelas. Siswa akan merasa nyaman dan mempunyai semangat untuk belajar jika kondisi kelasnya baik. Kondisi kelas juga sangat membantu guru untuk menyampaikan materi suatu mata pelajaran sebaik mungkin. Jika dilihat dari segi tatanan ruang ataupun fasilitas belajar mengajar, kondisi kelas XA SMA Pangudi Luhur Santo Louis IX Sedayu sudah cukup baik.

  Penataan meja dan kursi, almari, dan papan tulis sudah sesuai dengan standar tata ruang kelas pada umumnya. Khusus untuk kelas XA tersebut juga sudah memiliki viewer walaupun sedang rusak. Sedangkan kelas X yang lain jika ingin menggunakan viewer harus memakai ruang multimedia yang sudah disediakan oleh sekolah.

  Kelas XA juga berada di lantai dua dan hanya bersebelahan dengan laboratorium komputer, tidak seperti kelas

  • –kelas lain yang saling bersebelahan antara kelas yang satu dengan kelas yang lainnya. Kondisi tersebut sangatlah menguntungkan bagi kelas ini, karena tidak terganggu dengan proses pembelajaran dari kelas yang lain ataupun siswa
  • –siswa dari kelas lain yang lewat di depannya, sehingga suara dari guru terdengar lebih jelas.

  Di sisi lain kelas XA juga mempunyai beberapa kekurangan. Kelas

  XA hanya mempunyai jendela di satu sisi ruangan kelas saja, berbeda dengan kelas

  • –kelas lain yang mempunyai jendela pada dua sisi ruangan kelas, bagian kiri dan kanan kelas. Keadaan seperti ini membuat

  2. Pelaksanaan Penelitian Siklus I Tiap siklus dilaksanakan pada dua kali pertemuan. Jadwal mata pelajaran Ekonomi di kelas X SMA Pangudi Luhur Santo Louis IX Sedayu tiap minggunya sebanyak 3 jam pelajaran dan terbagi menjadi dua kali pertemuan yang terdiri dari dua jam dan satu jam pelajaran. Pada kelas XA, pembagian mata pelajaran ekonomi adalah hari Senin selama dua jam pada jam ke- 3 dan ke- 4 pukul 08.45

  proses pembelajaran yang memakai multimedia keadaan tersebut sangat mendukung, tetapi jika siswa ingin mencatat dari papan tulis, beberapa siswa akan merasa sedikit kesulitan karena ruangan kelas sedikit gelap sehingga tulisan yang ada di papan tulis menjadi tidak terlalu jelas. Jika pagi hari, cahaya matahari juga menyilaukan para siswa, karena kelas ini berada di lantai atas, salah satu cara untuk mengatasi permasalahan ini adalah dengan menutup gordyn pada jendela dengan resiko kelas menjadi agak terlihat gelap. Tetapi melihat keadaan kelas XA, sebagian besar sudah sangat baik bagi siswa dan guru dalam melaksanakan proses belajar mengajar.

  • –10.15 WIB dan hari Selasa selama satu jam pada jam ke- 3 pukul 08.45
  • –09.30 WIB. Dengan adanya pembagian jadwal seperti ini, peneliti dapat menyelesaikan satu siklus dalam satu minggu.

  Jumlah siswa di kelas XA sebanyak 33 siswa, terdiri dari 16 siswa laki- laki dan perempuan dan 17 siswi perempuan. Pada siklus pertama, sebanyak 2 siswa yang tidak bisa hadir dikarenakan sedang ada rapat OSIS. Sedangkan PPR (Paradigma Pedagogi Reflektif) untuk meningkatkan 3C (Competence, Conscience, dan Compassion ) pada mata pelajaran Ekonomi: a.

  Perencanaan Sebelum melakukan penelitian, peneliti telah mempersiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan dalam pelaksanaan penelitian. Beberapa perangkat pembelajaran telah dipersiapkan oleh peneliti, seperti: Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), materi pembelajaran, media pembelajaran, serta lembar kerja siswa. Setelah semua perangkat pembelajaran tersebut sudah dipersiapkan semua, peneliti mengkonsultasikan kepada Ibu P. Weni Triana, S.E selaku guru pengampu mata pelajaran ekonomi siswa kelas XA. Hal tersebut perlu dilakukan supaya antara peneliti dan guru mitra dapat menyatukan pikiran sesuai dengan tujuan utama penelitian sehingga penelitian ini bisa terlaksana dengan sebaik mungkin dan sesuai dengan tujuan yang diharapkan. Berikut ini diuraikan tentang perangkat pembelajaran yang sudah dipersiapkan oleh peneliti.

  1) Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) digunakan oleh peneliti sebagai acuan dalam melaksanakan proses pembelajaran di dalam kelas. Di dalam RPP terdapat Standar Kompetensi, Kompetensi Dasar, Indikator, Tujuan pembelajaran, Materi Ajar, Metode Pembelajaran, Langkah-Langkah Kegiatan Pembelajaran, Sumber adanya RPP juga dapat memudahkan guru untuk mengetahui maksud tujuan dari peneliti. RPP dapat dijadikan batasan dalam melakukan

proses belajar mengajar, baik dari batasan materi ataupun waktu.

  Semua komponen RPP sangatlah penting, supaya proses pembelajaran dapat berjalan sesuai rencana, pada bagian langkah- langkah kegiatan pembelajaran haruslah lebih dipahami sebaik mungkin, karena bagian tersebut merupakan skenario atau petunjuk bagi guru supaya guru dapat mengetahui apa yang harus dilakukan. 2) Materi pembelajaran

  Penelitian ini dilakukan dengan maksud supaya siswa dapat mengembangkan suatu nilai kehidupan dari sebuah materi pembelajaran tertentu. Pada kesempatan ini, peneliti ingin mengembangkan nilai sikap kritis dan kerja sama dari sebuah materi pembelajaran ekonomi tentang Inflasi. Materi tersebut digunakan oleh peneliti karena peneliti menyesuaikan dengan silabus SMA Pangudi Luhur Santo Louis IX Sedayu.

  Karena penelitian ini dilakukan dalam dua siklus, maka peneliti membagi materi tersebut menjadi dua bagian. Pada siklus pertama membahas tentang Inflasi, sedangkan pada siklus kedua membahas

tentang Indeks Harga. Tujuan Pembelajaran Inflasi mencakup:

a) Competence :

  2) Siswa mampu menjelaskan jenis inflasi 3)

Siswa mampu menjelaskan sebab terjadinya inflasi

4) Siswa mampu menjelaskan cara menghitung laju inflasi 5) Siswa mampu menjelaskan dampak inflasi 6)

Siswa mampu menjelaskan cara mengatasi inflasi

b) Conscience/ suara hati: Siswa mampu mengembangkan sikap kritis di dalam kehidupan sehari-hari.

  c) Compassion/ belarasa: Siswa mampu bekerja sama terhadap teman di dalam kelas.

  Pada penelitian siklus pertama, diharapkan semua cakupan tujuan pembelajaran pada RPP dapat tercapai.

  3) Media Pembelajaran Media pembelajaran dipersiapkan oleh peneliti supaya keadaan kelas menjadi lebih hidup. Dengan adanya media pembelajaran tersebut, diharapkan para siswa tidak akan merasa bosan dalam mengikuti proses pembelajaran di dalam kelas. Untuk mencapai hal tersebut, maka peneliti mempersiapkan berbagai media pembelajaran semenarik mungkin, tanpa harus meninggalkan pesan yang akan disampaikan dalam materi tersebut. Dalam penelitian siklus pertama ini,

peneliti menggunakan media pembelajaran seperti berikut ini:

a) Peta Konsep

  Peta konsep digunakan dengan tujuan supaya siswa dapat konsep dibuat oleh peneliti dengan menggunakan satu kertas asturo besar dan beberapa dipotong kecil-kecil. Satu kertas yang besar diberi garis lurus dan garis berbentuk beberapa kotak sehingga membentuk suatu gambar struktur konsep bertingkat. Di bagian struktur tingkat paling atas diberi petunjuk berupa ide pokok atau prinsip yang meliputi berbagai konsep. Selanjutnya siswa diminta untuk mengidentifikasi ide-ide pokok atau konsep-konsep yang menunjang ide utama dengan cara menempelkan potongan- potongan kertas asturo yang sebelumnya oleh peneliti sudah diberi tulisan tentang ide-ide pokok dari ide utama.

  b) Power Point Power point digunakan supaya memudahkan guru dalam menjelaskan suatu materi, serta membantu siswa supaya dapat menangkap suatu materi dengan jelas. Power point menampilkan poin-poin penting dalam sebuah pembahasan materi. Jika guru menjelaskan di depan kelas dengan menggunakan media papan tulis mungkin siswa akan merasa bosan, tetapi dengan menggunakan media Power point siswa tidak akan merasa bosan karena background nya dapat diberi desain bermacam-macam sehingga menjadi enak untuk dipandang.

  Selain itu dengan menggunakan media tersebut, juga dapat membantu siswa untuk melihat tulisan yang ada di depan kelas mungkin beberapa siswa, khususnya siswa yang duduk di bagian belakang kelas tidak dapat melihat tulisan dengan jelas, tetapi jika menggunakan media Power point maka kemungkinan semua siswa dapat melihat tulisan dengan jelas. Hal tersebut dikarenakan selain tulisan yang ada dapat diperbesar, juga guru dapat mengatur slide demi slide sesuai kebutuhan.

  c) Artikel Tentang ―Kenaikan Tarif Dasar Listrik‖ Artikel diberikan kepada siswa supaya siswa dapat menghubungkan materi pembelajaran dengan contoh kasus nyata yang pernah terjadi. Hal ini dimaksudkan supaya dengan cara mengetahui langsung kasus nyata yang pernah terjadi, siswa tidak semata-mata hanya mengetahui materi yang diajarkan, tetapi juga dapat mengkaitkan materi pembelajaran dengan fenomena yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari. 4) Soal Pre Test

  Soal pre-test diberikan kepada siswa untuk mengetahui tingkat pemahaman siswa suatu materi sebelum materi tersebut diajarkan oleh guru. Soal pre test dibagikan sesaat setelah guru memasuki ruangan kelas. Dalam mengerjakan soal ini, para siswa dilarang untuk membuka buku atau bertanya kepada teman yang lain. 5) Soal kasus

  Soal kasus harus disesuaikan dan berhubungan dengan materi mempelajari suatu materi dan suatu saat dalam kehidupan nyata menghadapi permasalahan yang berhubungan dengan materi tersebut, siswa dapat menyelesaikannya sebaik mungkin sesuai dengan apa yang sudah mereka pelajari. Dengan cara memberikan soal kasus diharapkan siswa tidak hanya mengetahui ataupun menguasai materi tersebut, tetapi juga dapat memahaminya dan dapat menerapkan dalam kehidupan nyata sehari-hari. 6) Lembar Refleksi

  Lembar refleksi digunakan untuk merefleksikan pengalaman siswa setelah mengikuti proses belajar mengajar di dalam kelas.

  Beberapa cakupannya meliputi tingkat pemahaman siswa tentang materi tersebut, metode yang digunakan guru untuk menyampaikan materi, dan lain-lain. Selain itu, lembar refleksi juga sangat berguna bagi siswa supaya mereka dapat mengetahui nilai apa yang dapat dikembangkan berkaitan dengan materi yang baru saja mereka pelajari. 7) Lembar Post Test

  Lembar post test digunakan oleh guru untuk mengetahui tingkat pemahaman siswa terhadap materi ajar. Dalam pelaksanaannya sama halnya dengan pre test, siswa mengerjakan soal ini tanpa adanya bantuan dari buku ataupun teman. Yang berbeda dari pelaksanaan pre test dan post test, pre test dilaksanakan pada awal pertemuan sebelum materi ajar dijelaskan oleh guru, sedangkan post test dilaksanakan di b.

  Tindakan Tiap siklus dalam penelitian ini dilakukan dalam dua kali pertemuan.

  Pada siklus I pertemuan pertama ini, peneliti dan guru memulai menerapkan Paradigma Pedagogi Reflektif (PPR). Materi yang diajarkan adalah mengenai Inflasi. Peneliti ingin mencoba mengembangkan nilai- nilai kemanusiaan pada materi inflasi tersebut. Hal tersebut dilakukan supaya pada saat proses pembelajaran di dalam kelas, siswa tidak hanya memahami materi yang diajarkan saja, tetapi juga bisa mengembangkan nilai-nilai kemanusiaan yang ada pada materi tersebut, serta menerapkannya di dalam kehidupan sehari-hari. Berikut tahap-tahap penerapan PPR yang dilaksanakan pada siswa kelas XA SMA Pangudi Luhur Santo Louis IX Sedayu: 1) Konteks

  Setelah melakukan pre-test, guru masuk pada pembahasan materi. Guru mengawali pembelajaran dengan menekankan bahwa materi pembelajaran yang akan dipelajari hari ini adalah tentang Inflasi. Setelah itu guru memberi gambaran sedikit tentang materi inflasi dengan memberikan pertanyaan kepada siswa tentang jumlah uang saku siswa 10 tahun yang lalu dengan uang saku siswa sekarang.

  Para siswa menjawab bahwa uang saku mereka sekarang lebih banyak dibanding uang saku siswa 10 tahun yang lalu. Berdasarkan jawaban siswa tersebut, guru memberi penjelasan bahwa uang saku mereka ini. Guru memberi contoh tentang kenaikan harga tersebut dengan harga permen. Harga permen 10 tahun yang lalu kira-kira dijual dengan harga Rp50,-/buah, sedangkan sekarang dijual dengan harga Rp100,-/buah.

  Dengan sedikit penjelasan yang telah disampaikan guru tersebut, diharapkan siswa dapat sedikit memahami apa itu inflasi dan bagaimana inflasi itu terjadi pada kehidupan sehari-hari mereka. 2) Pengalaman

  Pada tahap pengalaman ini yang pertama dilakukan guru adalah membagi siswa ke dalam kelompok. Satu kelompok terdiri dari 4-5 orang siswa, sehingga berjumlah 6 kelompok. Setelah para siswa masuk ke dalam kelompok mereka masing-masing, guru membagikan satu lembar kertas asturo besar dan beberapa lembar potongan kertas asturo yang sudah diberi tulisan sebagai petunjuk untuk menyusun peta konsep. Guru memperbolehkan siswa untuk membuka buku pada saat menyusun peta konsep tersebut. Ide-ide pokok dalam peta konsep tersebut meliputi :

  a) Jenis-jenis Inflasi b) Penyebab Timbulnya Inflasi c) Cara Menghitung Inflasi d) Dampak Inflasi e) Pihak Yang Diuntungkan dan Dirugikan

  Sebagai motivasi agar siswa mau mengerjakan peta konsep dengan serius, guru berjanji bahwa guru akan memberikan hadiah pada akhir pembahasan materi sebagai penghargaan kepada salah satu kelompok yang dapat menyelesaikannya dengan cepat dan tepat.

  Dalam menyusun peta konsep ini, para siswa sangat antusias. Mereka bekerja sama satu sama lain berharap kelompok mereka menjadi kelompok tercepat dan mendapatkan hadiah dari guru. Di dalam kelompoknya, dengan cepat para siswa membagi tugas untuk masing- masing orang. Ada yang bertugas untuk membaca buku mencari jawaban konsep dari ide pokok yang meliputi berbagai konsep, ada yang bertugas menempelkan potongan kertas, dan ada yang bertugas memberi komando ataupun mengkoreksi jika ada yang salah menempel.

  Hal tersebut dilakukan oleh guru supaya siswa tidak merasa bosan untuk belajar di dalam kelas, karena metode seperti ini mengandung banyak manfaat, selain siswa dapat bermain sambil belajar, siswa juga dapat belajar bekerja sama dengan orang lain dalam menyelesaikan pekerjaan. Salah satu kelompok berhasil menyelesaikan peta konsep tersebut terlebih dahulu, kemudian guru meminta hasil

pekerjaan kelompok tersebut untuk ditempelkan di depan kelas.

  Setelah para siswa menyelesaikan tugas tentang menyusun peta konsep, kemudian guru memberi tugas pada tiap-tiap kelompok. Setiap ide pokok yang sudah dibuat tadi. Tiap kelompok diberi waktu untuk mencari penjelasan dari tiap konsep tersebut di buku. Dalam hal ini, mereka juga sangat antusias dalam mengerjakan tugas di dalam kelompok. Mereka juga membagi tugas pada tiap-tiap teman kelompoknya untuk mencari jawaban tersebut.

  Semua kelompok telah siap untuk penjelasan peta konsep sesuai dengan yang diminta guru, selanjutnya guru meminta salah satu perwakilan dari tiap kelompok untuk maju ke depan kelas. Perwakilan dari tiap kelompok tersebut diminta untuk menjelaskan jawaban dari kelompoknya mulai dari kelompok yang bertugas menjelaskan tentang Jenis-Jenis Inflasi sampai dengan kelompok yang bertugas menjelaskan tentang Cara Mengatasi Inflasi. Pada saat beberapa siswa tersebut maju dan menjelaskan di depan kelas, guru juga menampilkan jawaban yang benar sesuai dengan bagian yang dijelaskan siswa menggunakan media powerpoint. Media tersebut dimaksudkan supaya siswa dapat mengkoreksi jika penjelasan teman dari kelompok lain ada yang salah, juga supaya siswa dapat melihat dengan jelas karena jika ditulis di papan tulis, tulisan tidak nampak begitu jelas dikarenakan faktor cahaya dari luar kurang mendukung.

  Setelah semua kelompok selesai menjelaskan di depan, guru memberikan penguatan lagi tentang materi tersebut. Guru mengulang kembali penjelasan dari tiap kelompok tentang inflasi. Hal ini inflasi. Guru juga menekankan tentang pentingnya bekerja sama, namun dalam melakukan kerja sama haruslah menyesuaikan situasi, karena jika sedang melakukan ujian, siswa tidak diperbolehkan untuk bekerja sama. Selanjutnya, di akhir pertemuan pertama, guru memberikan artikel tentang ―Kenaikan Tarif Dasar Listrik‖. Siswa diminta untuk membacanya di rumah untuk kemudian memberikan komentar pada pertemuan selanjutnya.

  Pada siklus 1 pertemuan kedua, melanjutkan apa yang sudah dilakukan pada pertemuan sebelumnya. Pada pertemuan sebelumnya, guru telah membagikan artikel te ntang ―Kenaikan Tarif Dasar Listrik‖ untuk dibaca oleh para siswa dan diberi komentar. Beberapa siswa ditunjuk oleh guru untuk mengemukakan pendapatnya mengenai kenaikan tarif dasar listrik. Beberapa siswa yang ditunjuk guru untuk mengemukakan pendapatnya tersebut sudah dapat menangkap maksud dari isi artikel tersebut. Selain memberikan pendapat, para siswa juga memberikan saran kepada pemerintah supaya dengan adanya kenaikan tarif dasar listrik, masyarakat pada umumnya tidak merasa dirugikan.

  Setelah memb ahas artikel tentang ―Kenaikan Tarif Dasar Listrik‖, guru membagikan kembali soal kasus untuk memancing siswa berpikir kritis dalam menghadapi gejolak perekonomian di Indonesia.

  Guru memberikan kasus tentang kenaikan harga BBM (Bahan Bakar Minyak). Pada kasus ini diuraikan bahwa para siswa dihadapkan pada uang saku sebesar Rp 10.000,00. Dengan uang saku tersebut para siswa sudah merinci pengeluaran sebagai berikut: a) :Rp 4.500,00 Bensin b) Makan siang di kantin :Rp 4.000,00 c) :Rp 1.500,00 Ditabung Suatu saat terjadi kenaikan harga BBM yang tadinya Rp 4.500,00 per liter sekarang menjadi Rp 5.500,00 per liter. Kemudian siswa diberi pertanyaan tentang bagaimana cara mereka mengatur uang saku mereka tanpa harus meminta uang saku lebih dari orang tua ataupun mengorbankan salah satu dari ketiga kebutuhan di atas.

  Setelah para siswa menyelesaikan soal kasus tersebut, guru memberikan kesempatan kepada para siswa yang ingin mengutarakan jawaban mereka masing-masing. Sebagian besar siswa sudah mampu memberikan jawaban yang sesuai dengan apa yang diinginkan guru, yaitu dengan cara membawa bekal makanan sendiri dari rumah, karena selain mereka dapat mengalokasikan uang jajan mereka untuk membeli bensin dengan harga yang baru, mereka juga dapat menambah uang tabungan mereka dari sisa alokasi uang jajan tersebut. Tapi ada beberapa siswa yang memberikan jawaban tidak sesuai dengan keinginan guru. Contohnya seperti siswa tersebut memilih untuk berangkat sekolah dengan membonceng temannya.

  Setelah sekiranya cukup banyak siswa yang mengutarakan maksud kenapa para siswa diberikan soal kasus tersebut. Guru menekankan bahwa dalam kehidupan sehari-hari, kita harus mampu untuk bersikap kritis, supaya setiap ada perubahan baik itu perubahan keadaan ekonomi bangsa ini ataupun berbagai perubahan pada aspek kehidupan yang lainnya, para siswa mampu untuk mengatasi permasalahan yang terjadi akibat perubahan aspek tersebut. Tidak lupa guru juga meluruskan jawaban-jawaban dari para siswa yang tidak sesuai dengan apa yang dimaksudkan guru.

  Sebelum memasuki tahap selanjutnya dalam proses penelitian ini, guru kembali menempelkan peta konsep di papan tulis yang sebelumnya telah dibuat oleh para siswa. Setelah peta konsep tersebut ditempelkan, guru mengulang sedikit penjelasan tentang materi yang sudah dipelajari selama dua pertemuan ini. Hal ini dilakukan supaya siswa dapat lebih memahami lagi tentang materi inflasi. Guru juga memberikan kesempatan kepada para siswa untuk bertanya jika ada bagian dari materi ini yang belum mereka mengerti.

  3) Refleksi Selanjutnya guru mengajak siswa untuk merefleksikan nilai-nilai yang terkandung dalam materi yang sudah diajarkan yaitu tentang sikap kritis dan kerja sama. Guru membantu siswa berefleksi dengan menggunakan selembar kertas yang berisi beberapa pertanyaan.

  Pertanyaan tersebut dibagikan kepada masing-masing siswa.

1. Apa yang kalian rasakan dalam berdiskusi kelompok? 2.

  Nilai apa yang dapat kalian petik dari diskusi kelompok? 3. Apa manfaatnya jika kita dapat bekerja sama dengan teman lain? 4. Apakah manfaat yang dapat kita rasakan jika kita bisa bersikap kritis?

  Setelah menerima pertanyaan tersebut, para siswa diminta untuk segera tenang supaya dapat sungguh-sungguh meresapi pertanyaan tersebut.

  Pengembangan nilai kerja sama dilakukan setelah guru selesai memberikan materi. Pada pengembangan nilai kerja sama ini ditekankan bahwa saat melakukan suatu pekerjaan jika dikerjakan secara bersama-sama maka akan menjadi lebih ringan. Nilai kerja sama ini dikembangkan pada saat guru memberikan tugas kelompok menyusun peta konsep. Jika satu peta konsep dikerjakan hanya satu orang maka akan memakan waktu lama, begitu juga sebaliknya jika dikerjakan secara berkelompok maka akan lebih cepat selesai. Apalagi jika dalam satu kelompok memiliki pemikiran tujuan yang sama contohnya ingin mendapat hadiah jika lebih dahulu dapat menyelesaikan tugas tersebut daripada kelompok yang lain. Sama halnya dalam kehidupan nyata, siswa diajarkan supaya dapat bekerja sama dengan orang lain untuk menyelesaikan sebuah permasalahan kehidupan. Hal ini bertujuan menumbuhkan sikap sosial pada diri anak, supaya dapat hidup berdampingan dengan masyarakat umum.

  Sama halnya dengan sikap kritis. Pada saat proses belajar mengajar sebelumnya, siswa diberi artikel tentang ‖Kenaikan Tarif Dasar Listrik‖ dan soal kasus tentang pengalokasian uang saku jika ada salah satu kebutuhan siswa yang mengalami kenaikan harga. Dalam hal ini siswa diajarkan supaya dalam kehidupan nyata sehari-hari mereka mampu bersikap kritis jika terjadi fenomena atau permasalahan yang muncul. Nilai tersebut juga mengajarkan siswa supaya dapat segera mungkin mengambil keputusan dalam melakukan sebuah tindakan jika terjadi permasalahan dalam kehidupan sehari-hari. 4) Aksi

  Setelah para siswa dapat menarik nilai-nilai kehidupan yang ada pada materi Inflasi, maka siswa diajak untuk membangun niat sesuai dengan nilai yang telah didapatnya, khususnya pada kehidupan nyata sehari-hari. Beberapa pertanyaan sudah dibagikan kepada masing- masing siswa. Pertanyaan-pertanyaan tersebut antara lain: 1.

  Setelah kalian menyadari pentingnya kerja sama dalam kelompok, niat/tindakan apa yang akan dilakukan dalam hidup kalian sehari- hari? 2. Setelah kalian tahu tentang pentingnya sikap kritis, tindakan/niat apa yang akan dilakukan selanjutnya dalam hidup kalian sehari- hari? Pertanyaan tersebut dimaksudkan supaya siswa mendapatkan nilai kehidupan. Selain itu juga supaya siswa dapat memperbaiki karakter diri yang mungkin sebelumnya pada dirinya tidak terkandung nilai-nilai tersebut. 5) Evaluasi

  Dalam tahap evaluasi, peneliti melakukan pengukuran tentang perkembangan aspek competence, conscience, dan compassion. Pengukuran aspek competence dilakukan dengan tes supaya guru dapat mengetahui perkembangan kompetensi siswa secara akademis. Sedangkan pada perkembangan aspek conscience menggunakan kuesioner mengenai penilaian sikap, minat, sikap kritis, serta lembar refleksi dan compassion, untuk pengukurannya menggunakan kuesioner tentang penilaian kerja sama dan lembar refleksi. Pada pengukuran perkembangan aspek competence, peneliti menggunakan tes. Bentuk soal post-test ini sama dengan bentuk soal pre-test, yaitu pilihan ganda, namun pertanyaannya berbeda walaupun masih dalam cakupan pembahasan materi yang sama. Tahap pelaksanaannya pun juga sama dengan tahap pelaksanaan pre test. Pertama-tama, para siswa diminta untuk segera menutup segala jenis buku yang berkaitan dengan materi inflasi. Setelah itu guru membagikan soal post test untuk segera dikerjakan oleh siswa. Dalam mengerjakan post test ini, siswa dilarang keras bertanya ataupun memberi jawaban kepada teman karena post test ini digunakan untuk mengukur tingkat pemahaman

masing-masing siswa tentang materi yang diajarkan.

  c.

  Observasi Selama proses penelitian berlangsung, peneliti menyiapkan dan mengisi lembar observasi yang di dalamnya terdapat pernyataan- pernyataan yang berhubungan dengan kegiatan guru dan siswa selama proses penelitian berlangsung. Setelah penelitian siklus I selesai, peneliti memperoleh beberapa data tentang perkembangan aspek competence, conscience dan compassion. Data perkembangan aspek competence didapat dari hasil penilaian pre test dan post test. Untuk data perkembangan aspek conscience didapat dari hasil penilaian kuesioner sikap, minat, sikap kritis, dan lembar refleksi. Sedangkan data aspek compassion didapat dari kuesioner kerja sama dan lembar refleksi.

  Data yang diperoleh dari hasil observasi guru selama proses pembelajaran siklus I dapat dilihat di bawah ini.

Tabel 5.3 Observasi terhadap Aktivitas Guru pada Siklus I

  

No. Kegiatan Ya Tidak Keterangan

  1. Guru menggali pengetahuan tentang materi yang akan diajarkan.

  √ Hal tersebut dilakukan dengan memberikan pertanyaan.

  2. Guru menggali pengalaman tentang materi √

  Hal ini dilakukan dengan menceritakan sebuah kasus

  

No. Kegiatan Ya Tidak Keterangan

  3. Guru memberikan contoh kasus pada kehidupan sehari- hari sesuai dengan materi ajar.

  √ Supaya siswa dapat memahami materi dengan lebih nyata.

  4. Guru melakukan tanya jawab kepada siswa √

  Hal ini dimaksudkan untuk menggali pengetahuan siswa.

  5. Guru memberikan sedikit gambaran tentang materi sebelum menggali pengalaman siswa √

  Gambaran materi digunakan agar siswa mampu mengembangkan materi tersebut.

  6. Guru membagi siswa ke dalam kelompok- kelompok kecil.

  √ Mengajarkan siswa untuk bekerjasama dengan orang lain.

  7. Guru memberi tugas untuk dikerjakan para siswa di dalam kelompok kecil √

  Memberikan soal peta konsep agar diselesaikan bersama- sama di dalam kelompok kecil.

  8. Guru memberi hadiah kepada kelompok yang menyelesaikan tugas terlebih dahulu

  √ Memotivasi supaya siswa dapat lebih maksimal bekerjasama di dalam kelompok.

  9. Guru memberi tugas pada tiap kelompok untuk menjelaskan komponen peta konsep di depan kelas.

  √ Guru menunjuk wakil dari tiap kelompok untuk menjelaskan materi kepada kelompok lain. No. Kegiatan Ya Tidak Keterangan

  10. Guru menjelaskan materi secara rinci.

  √ Guru menegaskan penjelasan materi dari tiap kelompok.

  11. Guru memberikan tugas contoh kasus kehidupan sehari- hari berhubungan dengan materi.

  √ Supaya siswa mampu mengatasi masalah kehidupan nyata sesuai dengan nilai yang dipetik dari materi ajar

  12. Guru mengajak siswa untuk mengambil nilai kehidupan pada materi ajar.

  √ Setiap materi ajar pasti mengandung suatu nilai kehidupan.

  13. Guru memberi tugas rumah kepada siswa.

  √ Pekerjaan rumah sebagai sarana supaya siswa mau meperdalam materi di rumahnya masing-masing.

  14. Guru memberi kesempatan kepada siswa untuk berefleksi.

  √ Guru memberikan pertanyaan refleksi sesuai dengan nilai kehidupan yang diperoleh dari materi ajar.

  15. Guru memberikan pertanyaan aksi sesuai dengan hasil refleksi.

  √ Hal nyata apa yang akan dilakukan siswa setelah melakukan refleksi. Data yang diperoleh dari hasil observasi siswa selama proses pembelajaran siklus I dapat dilihat di bawah ini.

Tabel 5.4 Hasil Observasi terhadap Aktivitas Siswa Pada Siklus I

  No. Kegiatan Ya Tidak Keterangan

  1. Siswa Guru meminta siswa untuk √ mempersiapkan diri mempersiapkan diri. untuk megikuti pelajaran.

  2. Siswa Sebagian besar siswa mau √ mendengarkan tiap mendengarkan penjelasan penjelasan guru. guru.

  3. Siswa menjawab Walaupun harus diberi √ setiap pertanyaan beberapa pertanyaan dari guru. pancingan, siswa mau menjawab pertanyaan guru.

  4. Siswa bergegas Setelah kelompok dibagi, √ masuk ke dalam siswa segea masuk ke dalam kelompok kecil kelompoknya. sesuai dengan yang diminta guru.

  5. Siswa mengerjakan Siswa membagi tugas dengan √ tugas kelompok teman satu kelompoknya. yang diberikan guru.

  6. Siswa mencatat hal- Siswa hanya mendengarkan √ hal penting yang penjelasan dari guru saja. disampaikan oleh guru.

  7. Siswa bertanya Saat guru menjelaskan √ kepada guru jika beberapa siswa mau bertanya merasa belum jelas. kepada guru.

  No. Kegiatan Ya Tidak Keterangan

  8. Siswa mampu Guru memberi pertanyaan √ menarik nilai pancingan dalam menarik kehidupan dari nilai tersebut. materi ajar.

  9. Siswa tenang saat Siswa dapat menjawab √ menjawab soal pertanyaan refleksi dengan refleksi. serius.

  10. Siswa menjawab Siswa mampu menjawab √ pertanyaan aksi. pertanyaan aksi yang berkaitan dengan refleksi.

  d. Refleksi Secara keseluruhan proses pembelajaran dengan menggunakan PPR (Paradigma Pedagogi Reflektif) pada akhir siklus I berhasil. Hal ini dibuktikan dengan adanya peningkatan 3C (competence, conscience, dan compassion ) pada diri siswa. Peningkatan aspek competence diukur dengan menggunakan pre-test dan post test. Pada aspek competence terjadi peningkatan sebesar 22%. Hal ini diketahui dari hasil pre test yang menunjukkan rerata 37,9. Kemudian setelah adanya penerapan PPR, rerata post test menunjukkan 60. Peningkatan aspek conscience dilihat dari kuesioner sikap, minat, dan sikap kritis. Pada penilaian sikap terjadi peningkatan sebesar 26% yaitu dari rerata 3,06 menjadi 3,77, dan minat sikap kritis terjadi peningkatan sebesar 11%, yaitu dari rerata 3,52 menjadi 4,1, dan jika dilihat dari jawaban pada lembar refleksi sebanyak 81% siswa yang ada di dalam kelas sudah dapat merefleksikan nilai yang terkandung dalam materi ini. Sedangkan pada aspek compassion terjadi peningkatan sebesar 10%, yaitu dari rerata 3,6 meningkat menjadi 4 dan jika dilihat dari jawaban pada lembar aksi, 71% siswa dapat membangun niat sesuai dengan hasil refleksi. Dengan demikian, maka dapat disimpulkan bahwa proses pembelajaran dengan menggunakan PPR (Paradigma Pedagogi Reflektif) pada siklus I berhasil.

  Walaupun penelitian tersebut berhasil, tetapi masih banyak hambatan- hambatan selama proses penelitian berlangsung. Hambatan-hambatan tersebut antara lain: Beberapa siswa kurang bisa diajak bekerja sama karena hanya ribut sendiri di dalam kelas, tingkat konsentrasi siswa kurang selama mengikuti proses pembelajaran, alokasi waktu kurang mendukung, serta masih ada lagi hambatan-hambatan kecil yang berpengaruh selama proses pembelajaran berlangsung. Tetapi sejauh ini, guru sudah merasa puas, karena walaupun banyak sekali hambatan selama proses penelitian berlangsung, namun sudah bisa terlihat bahwa ada peningkatan yang terjadi pada diri siswa dibandingkan dengan sebelum adanya penerapan PPR pada proses pembelajaran.

  Selain itu peneliti juga sangat merasa puas dengan adanya peningkatan yang terjadi pada diri siswa. Peneliti merasa usaha yang selama ini penelitian tetap dapat berjalan dengan lancar. Pada siklus kedua diharapkan hasilnya lebih baik lagi dari siklus pertama.

  3. Pelaksanaan Siklus Kedua Pada pelaksanaan siklus kedua ini, sama halnya dengan pelaksanaan pada siklus pertama. Tiap siklus dilaksanakan dengan dua kali pertemuan. Penelitian siklus kedua ini dilaksanakan satu minggu setelah pelaksanaan siklus pertama. Jadwal pelaksanaan siklus kedua sama dengan siklus pertama, yaitu hari Senin selama dua jam pada jam ke- 3 dan ke- 4 pukul 08.45

  • –10.15 WIB dan hari Selasa selama satu jam pada jam ke- 3 pukul 08.45 –09.30 WIB.

  Dengan adanya pembagian jadwal seperti ini, peneliti dapat menyelesaikan satu siklus dalam satu minggu.

  Jumlah siswa XA sebanyak 33 siswa, terdiri dari 16 siswa laki-laki dan 17 siswa perempuan. Berbeda dengan siklus pertama, pada siklus kedua semua siswa dapat hadir dalam pelaksanaan pembelajaran di kelas. Berikut

ini diuraikan tentang siklus 2 penerapan PPR pada mata pelajaran Ekonomi:

a.

  Perencanaan Sebelum melakukan penelitian, peneliti mempersiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan dalam pelaksanaan penelitian. Beberapa perangkat pembelajaran dipersiapkan oleh peneliti, seperti: Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), materi pembelajaran, media pembelajaran, serta lembar kerja siswa. Setelah semua perangkat pembelajaran tersebut selaku guru mitra atau pengampu mata pelajaran ekonomi di kelas X.A. Hal tersebut perlu dilakukan supaya antara peneliti dan guru pamong dapat menyatukan pikiran terkait dengan tujuan utama penelitian sehingga penelitian ini bisa terlaksana dengan sebaik mungkin dan sesuai dengan tujuan yang diharapkan. Berikut ini diuraikan beberapa perangkat pembelajaran yang dipersiapkan peneliti.

  1) Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) digunakan oleh peneliti sebagai acuan dalam melaksanakan proses pembelajaran di dalam kelas. Di dalam RPP terdapat standar kompetensi, kompetensi dasar, indikator, tujuan pembelajaran, materi ajar, metode pembelajaran, langkah-langkah kegiatan pembelajaran, sumber belajar dan media belajar, penilaian, serta latihan soal. Dengan adanya RPP juga dapat memudahkan guru mitra untuk mengetahui maksud tujuan dari peneliti. RPP dapat dijadikan batasan dalam melakukan proses belajar mengajar, baik dari batasan materi ataupun waktu.

  Semua komponen RPP sangatlah penting, supaya proses pembelajaran dapat berjalan sesuai rencana, pada bagian langkah- langkah kegiatan pembelajaran haruslah lebih dipahami sebaik mungkin, karena bagian tersebut merupakan skenario atau petunjuk bagi guru supaya guru dapat mengetahui apa yang harus dilakukan.

  2) Materi pembelajaran Penelitian ini dilakukan dengan maksud supaya siswa dapat mengembangkan suatu nilai kehidupan dari sebuah materi pembelajaran tertentu. Pada kesempatan ini, peneliti ingin mengembangkan nilai sikap kritis dan kerja sama dari sebuah materi pembelajaran ekonomi tentang Indeks Harga.

  Karena penelitian ini dilakukan dalam dua siklus, maka peneliti membagi materi tersebut menjadi dua bagian. Pada siklus kedua ini membahas tentang Indeks Harga. Tujuan Pembelajaran Indeks Harga mencakup: a) Competence:

  (1) Menjelaskan pengertian IHK. (2)

Menghitung IHK dalam kaitannya dengan inflasi.

  b) Conscience/suara hati: Siswa mampu mengembangkan sikap kritis di dalam kehidupan sehari-hari.

  c)

Compassion/belarasa: Siswa mampu bekerja sama dengan

mengerjakan tugas kelompok. Pada penelitian siklus pertama, diharapkan semua cakupan tujuan pembelajaran pada RPP dapat tercapai.

  3) Media Pembelajaran Media pembelajaran dipersiapkan oleh peneliti supaya keadaan kelas menjadi lebih hidup. Dengan adanya media pembelajaran mengikuti proses pembelajaran di dalam kelas. Untuk mencapai hal tersebut, peneliti mempersiapkan berbagai media pembelajaran semenarik mungkin, tanpa harus meninggalkan pesan yang akan disampaikan dalam materi tersebut. Dalam penelitian siklus pertama ini,

peneliti menggunakan media pembelajaran seperti berikut ini:

  a) Peta Konsep Peta konsep digunakan dengan tujuan supaya siswa dapat memahami materi pembelajaran dengan baik dan menarik. Pada siklus pertama para siswa telah menyusun peta konsep tetang inflasi di dalam kelompok. Pada siklus kedua ini guru memilih salah satu peta konsep yang sudah disusun oleh siswa, kemudian pada siklus kedua peta konsep tersebut digunakan sebagai media supaya siswa lebih memahami keterkaitan antara Inflasi dengan Indeks Harga.

  b)

Artikel Tentang ―Tips Agar Lebih Hemat di Tahun 2012‖

Artikel diberikan kepada siswa supaya siswa dapat menghubungkan materi pembelajaran dengan contoh kasus nyata yang pernah terjadi. Hal ini dimaksudkan supaya dengan cara mengetahui langsung kasus nyata yang pernah terjadi, siswa tidak semata-mata hanya mengetahui materi yang diajarkan, tetapi juga dapat memahami kejadian nyata dalam kehidupan sehari-hari yang berkaitan dengan materi yang dipelajari.

  4) Soal Pre Test Soal pre test dibagikan kepada siswa untuk mengetahui tingkat pemahaman siswa suatu materi sebelum materi tersebut diajarkan oleh guru. Soal pre test dibagikan sesaat setelah guru memasuki ruangan kelas. Dalam mengerjakan soal ini, para siswa dilarang untuk membuka buku atau bertanya kepada teman yang lain.

  5) Soal kasus Soal kasus harus disesuaikan dan berhubungan dengan materi yang sedang diajarkan. Soal ini diberikan kepada siswa supaya setelah mempelajari suatu materi dan suatu saat dalam kehidupan nyata menghadapi permasalahan yang berhubungan dengan materi tersebut, siswa dapat menyelesaikannya sebaik mungkin sesuai dengan apa yang sudah mereka pelajari. Dengan cara memberikan soal kasus diharapkan siswa tidak hanya mengetahui ataupun menguasai materi tersebut, tetapi juga dapat memahaminya dan

dapat menerapkan dalam kehidupan nyata sehari-hari.

6) Lembar Refleksi

  Lembar refleksi digunakan untuk merefleksikan pengalaman siswa setelah mengikuti proses belajar mengajar di dalam kelas.

  Beberapa cakupannya meliputi tingkat pemahaman siswa tentang materi tersebut, metode yang digunakan guru untuk menyampaikan bagi siswa supaya mereka dapat mengetahui nilai apa yang dapat dikembangkan berkaitan dengan materi yang baru saja mereka pelajari. 7) Lembar Post Test

  Lembar post test digunakan oleh guru untuk mengetahui tingkat pemahaman siswa terhadap materi ajar. Dalam pelaksanaannya sama halnya dengan pre test, siswa mengerjakan soal ini tanpa adanya bantuan dari buku ataupun teman. Yang berbeda dari pelaksanaan pre test dan post test, pre test dilaksanakan pada awal pertemuan sebelum materi ajar dijelaskan oleh guru, sedangkan post tes dilaksanakan di akhir pertemuan setelah guru menjelaskan materi ajar.

  b.

  Tindakan Tiap siklus dalam penelitian ini dilakukan dalam dua kali pertemuan.

  Pada siklus kedua pertemuan pertama ini, peneliti dan guru menerapkan Paradigma Pedagogi Reflektif (PPR). Materi yang diajarkan adalah mengenai Indeks Harga. Peneliti ingin mencoba mengembangkan nilai- nilai kemanusiaan pada materi Indeks Harga tersebut. Hal tersebut dilakukan supaya pada saat proses pembelajaran di dalam kelas, siswa tidak hanya memahami materi yang diajarkan saja, tetapi juga bisa mengembangkan nilai-nilai kemanusiaan yang ada pada materi tersebut, serta menerapkannya di dalam kehidupan sehari-hari. Berikut tahap-tahap penerapan unsur-unsur PPR yang dilaksanakan pada siswa kelas XA SMA Pangudi Luhur Santo Lois IX Sedayu: 1) Konteks

  Setelah melakukan pre-test, guru melakukan apersepsi. Sebelum masuk pembahasan materi, guru mengulang kembali tentang materi Inflasi yang sudah dipelajari pada pertemuan sebelumnya. Setelah itu, guru mengkaitkan materi yang akan dipelajari dengan materi pertemuan sebelumnya. Guru mengawali pembelajaran dengan menekankan bahwa materi pembelajaran yang akan dipelajari hari ini adalah tentang Indeks Harga. Selanjutnya guru memberi gambaran sedikit tentang materi Indeks Harga. Supaya siswa lebih memahami, guru memberikan contoh yang berhubungan dengan kehidupan sehari- hari yaitu tentang kenaikan harga BBM. Dengan menggunakan perhitungan Indeks Harga, maka siswa mampu mengetahui jumlah laju Inflasi yang terjadi. Karena materi ini dinilai sulit oleh guru dan supaya siswa tidak terlalu kebingungan saat mengerjakan soal latihan, maka guru juga memberikan penjelasan sederhana tentang penghitungan Indeks Harga.

  Dengan sedikit penjelasan yang telah disampaikan guru tersebut, diharapkan siswa dapat sedikit memahami apa itu inflasi dan bagaimana inflasi itu terjadi pada kehidupan sehari-hari mereka.

  2) Pengalaman Pada tahap pengalaman ini yang pertama dilakukan guru adalah membagikan soal tentang penghitungan Indeks Harga menurut

  Paasche dan Laspeyres. Setiap meja diberikan satu lembar soal supaya para siswa dapat mengerjakan soal tersebut dengan teman satu bangkunya. Siswa diberi kebebasan untuk bekerja sama, supaya mereka dapat menjawab soal latihan dengan lebih mudah, karena jika soal tersebut hanya dikerjakan oleh satu orang siswa, maka akan memakan waktu yang lama serta sangat menguras pikiran. Setelah soal dibagi, para siswa segera mengerjakan soal tersebut. Ada siswa yang mengerjakan dengan teman sebangkunya maupun dengan teman di depan atau belakangnya.

  Setelah sekiranya para siswa selesai mengerjakan soal tersebut, kemudian guru meminta dua orang siswa untuk menuliskan jawaban mereka di papan tulis. Jawaban dua orang siswa tersebut kemudian dipergunakan oleh guru untuk menjelaskan perhitungan Indeks Harga Paasche dan Laspeyres kepada siswa yang lainnya.

  Setelah selesai menjelaskan, guru membagikan artikel yang berjudul ―Tips Agar Lebih Hemat di Tahun 2012‖ dan meminta siswa untuk membaca sebentar artikel tersebut. Usai para siswa selesai membaca artikel tersebut, guru lalu mengajak siswa untuk membahasnya. Guru memulai pembahasan dengan bertanya tips satu tips yang ada pada artikel. Kemudian guru memberikan contoh tentang cara berhemat. Jika siswa masih memiliki baju yang layak janganlah membeli baju, serta tentang menjaga kesehatan yaitu dengan contoh lebih baik makan lauk tempe daripada ayam goreng menggunakan saus, karena jika kebanyakan atau salah makan saus maka akan menyebabkan sakit perut dan menambah biaya pengobatan.

  Pada siklus kedua pertemuan kedua, guru mengulang kembali pembahasan artikel tentang ―Tips Agar Lebih Hemat di Tahun 2012‖ yang sudah dibahas pada pertemuan sebelumnya supaya siswa dapat mengingat kembali isi artikel tersebut. Artikel tersebut digunakan untuk mengembangkan sikap kritis pada diri siswa. Guru memulai dengan menanyakan kembali menurut artikel tips apa saja yang dapat dilakukan agar lebih hemat. Para siswa menyebutkan satu per satu tips tersebut dan guru menuliskan jawaban para siswa tersebut di papan tulis. Setelah itu guru juga mengingatkan kembali tentang nilai kerja sama pada saat mengerjakan soal pada pertemuan sebelumnya. Guru menekankan bahwa suatu pekerjaan sulit jika dikerjakan bersama-sama akan menjadi lebih mudah.

  3) Refleksi Selanjutnya guru mengajak siswa untuk merefleksikan nilai-nilai yang terkandung dalam materi yang sudah diajarkan yaitu tentang sikap kritis dan kerja sama. Guru membantu siswa berefleksi dengan

  Pertanyaan tersebut dibagikan kepada masing-masing siswa. Pertanyaan-pertanyaan tersebut antara lain:

  a) Apa yang kalian rasakan dalam berdiskusi kelompok? Mengapa? b) Hasil apa yang akan kamu peroleh jika kamu mengerjakan sesuatu dengan bekerjasama dengan orang lain? Mengapa?

  c) Apakah menurutmu sikap kritis itu penting untuk dimiliki setiap orang? Mengapa? Setelah menerima pertanyaan tersebut, para siswa diminta untuk segera tenang supaya dapat sungguh-sungguh meresapi pertanyaan tersebut.

  Pengembangan nilai kerja sama dilakukan setelah guru selesai memberikan materi. Pada pengambilan nilai kerja sama, ditekankan bahwa saat melakukan suatu pekerjaan jika dikerjakan secara bersama- sama maka akan menjadi lebih ringan. Nilai kerja sama ini diambil pada saat guru memberikan tugas menghitung Indeks Harga Konsumen. Perhitungan IHK ini memang lumaya sulit, oleh karena itu siswa diperbolehkan berdiskusi dengan teman yang lain, supaya soal yang sebelumnya dianggap sulit jika dikerjakan bersama-sama dengan temannya maka akan menjadi lebih mudah. Secara tidak langsung, pada kehidupan nyata, siswa diajarkan supaya dapat bekerja sama dengan orang lain untuk menyelesaikan sebuah permasalahan kehidupan. Hal ini bertujuan menumbuhkan sikap sosial pada diri anak, supaya dapat hidup berdampingan dengan masyarakat umum. Sama halnya dengan sikap kritis. Pada saat proses belajar mengajar sebelumnya, siswa diberi artikel tentang ―Tips Agar Lebih Hemat di Tahun 2012‖ . Dalam hal ini siswa diajarkan supaya dalam kehidupan nyata sehari-hari mereka mampu bersikap kritis jika terjadi fenomena permasalahan yang muncul. Nilai tersebut juga mengajarkan siswa supaya dapat segera mungkin mengambil keputusan dalam melakukan sebuah tindakan jika terjadi permasalahan dalam kehidupan sehari- hari.

  4) Aksi Setelah para siswa dapat menarik nilai-nilai kehidupan yang ada pada materi Inflasi, maka siswa diajak untuk membangun niat sesuai dengan nilai yang telah didapatnya, khususnya pada kehidupan nyata sehari-hari. Beberapa pertanyaan sudah dibagikan kepada masing- masing siswa. Pertanyaan-pertanyaan tersebut antara lain: a.

  Apa yang akan kamu lakukan jika ada salah satu teman di dalam kelompokmu yang tidak mau bekerja? b.

  Setelah membaca artikel di atas, pilihlah salah satu dari beberapa tips yang ada pada artikel tersebut yang menurut kalian dapat diterapkan mulai dari sekarang! Mengapa? Pertanyaan tersebut dimaksudkan supaya siswa mendapatkan gambaran apa yang akan dilakukan setelah mereka mempelajari suatu nilai kehidupan. Selain itu juga supaya siswa dapat memperbaiki karakter diri yang mungkin sebelumnya pada dirinya tidak terkandung nilai-nilai tersebut.

  5) Evaluasi Dalam tahap evaluasi, peneliti melakukan pengukuran tentang perkembangan aspek competence, conscience, dan compassion.

  Pengukuran aspek competence dilakukan dengan tes supaya guru dapat mengetahui perkembangan kompetensi siswa secara akademis.

  Sedangkan pada perkembangan aspek conscience menggunakan kuesioner mengenai penilaian sikap, minat, sikap kritis, serta lembar refleksi dan compassion, untuk pengukurannya menggunakan kuesioner tentang penilaian kerjasama dan lembar refleksi. Pada pengukuran perkembangan aspek competence, peneliti menggunakan tes. Bentuk soal post test ini sama dengan bentuk soal pre test, yaitu pilihan ganda, namun pertanyaannya berbeda walaupun masih dalam cakupan pembahasan materi yang sama. Tahap pelaksanaannya pun juga sama dengan tahap pelaksanaan pre test. Pertama-tama, para siswa diminta untuk segera menutup segala jenis buku yang berkaitan dengan materi inflasi. Setelah itu guru membagikan soal post test untuk segera dikerjakan oleh siswa. Dalam mengerjakan post test ini, siswa dilarang keras bertanya ataupun memberi jawaban kepada teman lainnya. Para siswa diminta untuk mengerjakan secara individu karena post test ini digunakan untuk mengukur tingkat pemahaman masing- c.

  Observasi Selama proses penelitian berlangsung, peneliti menyiapkan dan mengisi lembar observasi yang di dalamnya terdapat pernyataan- pernyataan yang berhubungan dengan kegiatan guru dan siswa selama proses penelitian berlangsung. Setelah penelitian siklus kedua selesai, peneliti memperoleh beberapa data tentang perkembangan aspek competence, conscience dan compassion. Data perkembangan aspek competence didapat dari hasil penilaian pre-test dan post-test. Untuk data perkembangan conscience didapat dari penilaian kuesioner sikap, minat, sikap kritis, dan lembar refleksi. Sedangkan data perkembangan aspek

compassion didapat dari kuesioner kerja sama dan lembar refleksi.

  Data hasil dari observasi guru yang diperoleh selama proses pembelajaran siklus II dapat dilihat di bawah ini.

Tabel 5.5 Hasil Observasi terhadap Aktivitas Guru siklus II

  No. Kegiatan Ya Tidak Keterangan

  1. Guru menggali pengetahuan tentang materi yang akan diajarkan.

  √ Hal tersebut dilakukan dengan memberikan pertanyaan.

  2. Guru menggali pengalaman tentang materi yang akan diajarkan.

  √ Hal ini dilakukan dengan menceritakan sebuah kasus No. Kegiatan Ya Tidak Keterangan

  3. Guru memberikan contoh kasus pada kehidupan sehari- hari sesuai dengan materi ajar.

  √ Supaya siswa dapat memahami materi dengan lebih nyata.

  4. Guru melakukan tanya jawab kepada siswa √

  Hal ini dimaksudkan untuk menggali pengetahuan siswa.

  5. Guru memberikan sedikit gambaran tentang materi sebelum menggali pengalaman siswa.

  √ Gambaran materi digunakan agar siswa mampu mengembangkan materi tersebut.

  6. Guru membagi siswa ke dalam kelompok- kelompok kecil.

  √ Mengajarkan siswa untuk bekerjasama dengan orang lain.

  7. Guru memberi tugas untuk dikerjakan para siswa di dalam kelompok kecil.

  √ Memberikan soal peta konsep agar diselesaikan bersama-sama di dalam kelompok kecil.

  8. Guru memberi hadiah kepada kelompok yang menyelesaikan tugas terlebih dahulu.

  √ Memotivasi supaya siswa dapat lebih maksimal bekerjasama di dalam kelompok.

  9. Guru meminta tiap kelompok siswa untuk menjelaskan komponen peta konsep di depan √

  Guru menunjuk wakil dari tiap kelompok untuk menjelaskan materi kepada kelompok lain. No. Kegiatan Ya Tidak Keterangan

  10. Guru menjelaskan materi secara rinci.

  √ Guru memberikan pertanyaan refleksi sesuai dengan nilai kehidupan yang diperoleh dari materi ajar.

  1. Siswa mempersiapkan diri untuk megikuti pelajaran.

  

No. Kegiatan Ya Tidak Keterangan

Tabel 5.6 Hasil Observasi terhadap Aktivitas Siswa siklus II

  Data hasil dari observasi siswa yang diperoleh selama proses pembelajaran siklus II dapat dilihat di bawah ini.

  √ Hal nyata apa yang akan dilakukan siswa setelah melakukan refleksi.

  15. Guru memberikan pertanyaan aksi sesuai dengan hasil refleksi.

  14. Guru memberi kesempatan kepada siswa untuk berefleksi.

  √ Guru menegaskan penjelasan materi dari tiap kelompok.

  √ Pekerjaan rumah sebagai sarana supaya siswa mau meperdalam materi di rumahnya masing-masing.

  13. Guru memberi tugas rumah kepada siswa.

  √ Setiap materi ajar pasti mengandung suatu nilai kehidupan.

  12. Guru mengajak siswa untuk mengambil nilai kehidupan pada materi ajar.

  √ Supaya siswa mampu mengatasi masalah kehidupan nyata sesuai dengan nilai yang dipetik dari materi ajar

  11. Guru memberikan tugas contoh kasus kehidupan sehari- hari berhubungan dengan materi.

  √ Guru meminta siswa untuk mempersiapkan diri.

  

No. Kegiatan Ya Tidak Keterangan

  √ Siswa hanya mendengarkan penjelasan dari guru saja.

  10. Siswa menjawab pertanyaan aksi.

  √ Siswa dapat menjawab pertanyaan refleksi dengan serius.

  9. Siswa tenang saat menjawab soal refleksi.

  √ Guru memberi pertanyaan pancingan dalam menarik nilai tersebut.

  8. Siswa mampu menarik nilai kehidupan dari materi ajar.

  √ Saat guru menjelaskan beberapa siswa mau bertanya kepada guru.

  7. Siswa bertanya kepada guru jika merasa belum jelas.

  6. Siswa mencatat hal- hal penting yang disampaikan oleh guru.

  2. Siswa mendengarkan tiap penjelasan guru.

  √ Siswa membagi tugas dengan teman satu kelompoknya.

  5. Siswa mengerjakan tugas kelompok yang diberikan guru.

  √ Setelah kelompok dibagi, siswa segea masuk ke dalam kelompoknya.

  4. Siswa bergegas masuk ke dalam kelompok kecil sesuai dengan yang diminta guru.

  √ Walaupun harus diberi beberapa pertanyaan pancingan, siswa mau menjawab pertanyaan guru.

  3. Siswa menjawab setiap pertanyaan dari guru.

  √ Sebagian besar siswa mau mendengarkan penjelasan guru.

  √ Siswa mampu menjawab pertanyaan aksi yang berkaitan dengan refleksi. d.

  Refleksi Pada penelitian siklus kedua ini, secara keseluruhan proses pembelajaran dengan menggunakan PPR muncul adanya peningkatan walaupun hanya sedikit. Pada tingkat competence terjadi peningkatan sebesar 83%. Hal ini diketahui dari hasil pre test yang menunjukkan rerata

  10. Kemudian setelah adanya penerapan PPR, rerata post test menunjukkan 93. Pada aspek conscience siklus II yang dinilai dari kuesioner sikap, minat, dan sikap kritis. Pada kuesioner sikap antara siklus I dan siklus II terjadi peningkatan sebesar 0,02%, yaitu dari rerata 3,77 menjadi 3,79. Pada minat terjadi perubahan sebesar 3%, yaitu dari rerata 3,7 menjadi 3,8, pada kuesioner sikap kritis terjadi peningkatan sebesar 2% dibandingkan dengan penelitian siklus I, dan jika dilihat dari jawaban pada lembar refleksi yang sebelumnya pada siklus I sebesar 81% siswa dapat merefleksikan nilai yang terkandung dalam materi pembelajaran, pada siklus II terjadi peningkatan sebesar 6% yaitu menjadi 87%.

  Sedangkan pada tingkat compassion siklus II terjadi peningkatan sebesar 4% dibandingkan dengan siklus I, dan jika dilihat dari jawaban pada lembar aksi, terjadi peningkatan sebesar 19%. Yang sebelumnya pada siklus I sebesar 71% siswa dapat membangun niat sesuai dengan hasil refleksi, pada siklus II meningkat menjadi 90% .

  Pada pelaksanaan penelitian siklus II ini walaupun hanya sedikit, tetapi telah terjadi peningkatan dibandingkan dengan pelaksanaan pada siklus I. nilai yang ada di dalam materi pembelajaran dan juga siswa sudah merasa jenuh dalam mengisi lembar kuesioner maupun lembar refleksi dan aksi.

  Dalam siklus II ini guru dan peneliti sudah cukup puas melihat hasil pada akhir penelitian.

  B.

  

Analisis Komparasi tentang Competence, Conscience, dan Compassion (3C)

Siswa Sebelum dan Sesudah Penerapan Paradigma Pedagogi Reflektif (PPR)

  Dari hasil analisis data Penerapan Paradigma Pedagogi Reflektif (PPR) siklus I dan II untuk meningkatkan aspek competence, conscience, dan compassion (3C) kelas XA SMA Pangudi Luhur Santo Louis IX Sedayu

menunjukkan keberhasilan. Hal tersebut dapat dilihat dari data-data berikut ini.

  1. Aspek Competence Untuk mengetahui peningkatan aspek competence dapat dilihat dari data rerata skor pre-test, post test. Berikut ini rincian dari masing-masing data tersebut.

  a.

   Pre Test dan Post Test Perkembangan pada aspek competence, dilihat dari hasil pre test dan post test. Soal test berbentuk pilihan ganda yang berjumlah 10 soal.

  Materi yang digunakan dalam pengambilan tes ini adalah mengenai Inflasi. Hasil post-test menunjukkan peningkatan nilai dibandingkan dengan pre-test. Berikut rincian hasil perhitungan rerata skor pre-test dan post-test.

Tabel 5.7 Rerata Skor Aspek Competence Pada Siklus I Saat Pengukuran Rerata

  Pre Test

  38 Post Test

  60 Kenaikan

  22 Persentase perubahan 22% Tiap soal jika benar mempunyai skor 1, dan jika salah 0. Kemudian total skor benar dikali 10. Untuk persentase perubahan dicari dengan rumus = (skor pre test - skor post test) / skor pre test x 100% . Ada sebanyak 3 siswa yang mengalami penurunan nilai test, tetapi siswa yang lainnya mengalami peningkatan walaupun hanya sedikit.

  Pada siklus II bentuk soal berbeda dengan siklus I. Bentuk soal Siklus I adalah uraian, karena materi yang dibahas mengenai perhitungan IHK.

  Terdapat 1 Soal uraian, namun pada soal tersebut terdapat 4 komponen jawaban. Jika benar, setiap komponen diberi skor 25 dan jika jawaban tersebut kurang tepat maka jumlah skor disesuaikan dengan tingkat kesalahan dari jawaban tersebut. Berikut rincian perhitungan rerata skor pre test dan post test siklus II.

Tabel 5.8 Rerata Skor Aspek Competence Pada Siklus II

  Saat Pengukuran Rerata Pre test

  10 Post test

  93 Kenaikan

  83 Pada perhitungan persentase perubahan menggunakan cara yang sama dengan siklus I. Hasil perubahan tersebut dapat lebih besar dibandingkan dengan siklus I dikarenakan proporsi materi yang dibahas pada siklus II ini memang lebih sedikit dibandingkan dengan siklus I, sehingga para siswa dapat lebih fokus dalam memahaminya.

  Berikut hasil perhitungan perubahan aspek competence yang terjadi antara siklus I dan siklus II

Tabel 5.9 Rerata Skor Aspek Competence Pada Siklus I dan siklus II Siklus Pre Test Post Test Persentase

  I

  38 60 22%

  II

  10 93 83% Rerata 24 76.5 52.5% Jika dibandingkan antara siklus I dan siklus II pre tes dan post test terjadi perubahan peningkatan sebesar 22%.

  Berikut hasil perhitungan rerata berbagai aspek dari pra penelitian, akhir siklus I, sampai dengan akhir siklus II untuk mengetahui peningkatan aspek competence sebelum dan setelah diterapkan PPR. Berdasarkan Patokan Acuan Penilaian (PAP), Aspek competence masuk dalam kategori baik.

  Dengan adanya peningkatan setelah diterapkan PPR, para siswa diharapkan dapat lebih baik lagi dalam mengikuti proses pembelajaran ekonomi di dalam kelas.

  2. Aspek Conscience Untuk mengetahui peningkatan aspek conscience sebelum dan sesudah diterapkan PPR digunakan kuesioner sikap, minat, dan sikap kritis, serta lembar refleksi. Di bawah ini penjelasan dari masing-masing komponen penilaian aspek conscience.

  a.

  Sikap Penilaian aspek sikap untuk mengetahui perkembangan aspek consciene . Penilaian sikap diambil dari kuesioner. Dibandingkan dengan pra penelitian, pada siklus I ini aspek sikap mengalami peningkatan.

  Berikut rerata peningkatan aspek sikap tersebut.

Tabel 5.10 Rerata Skor Aspek Conscience (Sikap) Pada Siklus I

  

Saat Pengukuran Sikap Keterangan

Pra penelitian

  3.06 Cukup Baik Akhir siklus I

  3.77 Baik Kenaikan

  0.71 Persentase perubahan 21% Kuesioner yang digunakan untuk mengukur sikap ini menggunakan skala Likert yang terdiri dari 4 alternatif jawaban, yaitu sangat tidak setuju, tidak setuju, setuju, dan sangat setuju. Pada penilaian aspek sikap ini mengalami peningkatan sebesar 21% dibandingkan dengan pada saat observasi pra penelitian. Pada siklus II, penilaian aspek sikap terjadi peningkatan sebesar 0,02%, yaitu dari rerata 3,77 menjadi 3,79. Hal ini disebabkan siswa sudah cukup mengerti tentang sikap apa yang harus mereka lakukan selama mengikuti proses pembelajaran di dalam kelas. Berikut rerata aspek sikap tersebut.

Tabel 5.11 Rerata Skor Aspek Conscience (Sikap) Pada Siklus II Saat Pengukuran Sikap Keterangan

  Akhir siklus I

  3.77 Baik Akhir siklus II

  3.79 Baik Kenaikan

  0.02 Persentase perubahan 0.02% b.

  Minat Setelah diterapkan PPR, aspek minat pada siklus I mengalami peningkatan. Pengukuran minat menggunakan kuesioner. Aspek minat juga dipergunakan untuk mengetahui perkembangan aspek conscience.

  Berikut rerata aspek minat pada siklus I tersebut.

Tabel 5.12 Rerata Skor Aspek Conscience (Minat) Pada Siklus I Saat Pengukuran Minat Keterangan

  Pra penelitian

  3.12 Cukup baik Akhir siklus I

  3.7 Baik Kenaikan

  0.58 Persentase perubahan 19% Dalam hal minat mengikuti pembelajaran ekonomi terjadi peningkatan skor sebesar 19% dari pra penelitian sampai akhir siklus I.

  Hal tersebut ditunjukkan dengan jumlah rerata skor dari 3.12 pada pra penelitian menjadi 3.73 pada akhir siklus I. Sedangkan pada siklus II aspek minat hanya mengalami peningkatan sebesar 3% saja. Soal test siklus kedua bukan berbentuk pilihan ganda seperti pada siklus I, melainkan berbentuk uraian penghitungan Indeks Harga Konsumen. Berikut rerata aspek minat pada siklus II tersebut.

Tabel 5.13 Rerata Skor Aspek Conscience (Minat) Pada Siklus II Saat Pengukuran Minat Keterangan

  Akhir Siklus I

  3.7 Baik Akhir siklus II

  3.8 Baik Kenaikan

  0.1 Persentase perubahan 3% c.

  Sikap Kritis Sikap kritis merupakan salah satu unsur aspek conscience yang dikembangkan dalam penelitian ini. Sikap kritis diukur dengan kuesioner, untuk mengetahui perkembangan aspek conscience. Berikut rerata skor aspek sikap kritis pada akhir siklus I.

Tabel 5.14 Rerata Skor Aspek Conscience (Sikap Kritis ) Pada Siklus I Saat Pengukuran Sikap Kritis Keterangan

  Pra Penelitian

  3.52 Baik Akhir siklus I

  4.04 Sangat Baik Kenaikan

  0.52 Persentase perubahan 11% Perkembangan aspek conscience (sikap kritis) dapat dilihat dari hasil perhitungan rerata skor sikap kritis sebelum penerapan dan setelah penerapan PPR. Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa terjadi perubahan peningkatan sebesar 11%. Selain itu dilihat dari hasil refleksi siswa, sebanyak 81% siswa dari seluruh siswa yang hadir dapat merefleksikan nilai kehidupan yang terkandung dalam materi tersebut.

  Pada akhir siklus II perubahan yang terjadi hanya sebesar 2% dibandingkan dengan akhir siklus I. Berikut rerata aspek sikap kritis pada akhir siklus II.

Tabel 5.15 Rerata Skor Aspek Conscience (Sikap Kritis )Pada Siklus II Saat Pengukuran Sikap Kritis Keterangan

  Akhir Siklus I

  4.04 Sangat Baik Akhir siklus II

  4.17 Sangat Baik Kenaikan

  0.13 Persentase perubahan 2% Selain itu sebanyak 87% dari total jumlah siswa yang hadir dapat merefleksikan nilai kehidupan yang terkandung dalam materi tersebut.

  Berdasarkan Penilaian Acuan Penilaian (PAP), dilihat dari rerata awal siklus, akhir siklus I, dan akhir siklus II, asspek conscience masuk dalam kategori sangat baik pada awal siklus, akhir siklus 1, dan akhir siklus 2. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa ada peningkatan aspek conscience pada diri siswa setelah diterapkan PPR.

  3. Aspek Compassion Aspek compassion yang dikembangkan melalui penelitian ini adalah nilai kerja sama yang diukur dengan kuesioner dan lembar aksi. Pada awal siklus I dilihat dari hasil pengukuran aspek compassion menunjukkan bahwa terjadi peningkatan antara sebelum dan sesudah diterapkan PPR. Berikut rerata skor nilai kerja sama pada akhir siklus I.

Tabel 5.16 Rerata Skor Aspek Compassion Pada Siklus I Saat Pengukuran Kerjasama Keterangan

  Pra Penelitian

  3.66 Baik Akhir siklus I

  4.08 Sangat Baik Kenaikan

  0.42 Persentase perubahan 10% Berdasarkan data pada tabel di atas dapat dilihat bahwa terjadi skor nilai kerja sama pada diri siswa sebelum dan sesudah penerapan PPR sebesar 10%. Selain itu jika dilihat dari hasil lembar aksi, tampak bahwa sebanyak Pada akhir siklus II, perubahan peningkatan skor kerja sama hanya sebesar 4% dibandingkan dengan akhir siklus II. Berikut rerata skor aspek kerja sama pada akhir siklus II.

Tabel 5.17 Rerata Skor Aspek Compassion Siklus II Saat Pengukuran Kerjasama Keterangan

  Akhir Siklus I

  4.08 Sangat Baik Akhir siklus II

  4.29 Baik Kenaikan

  0.21 Persentase perubahan 4% Berdasarkan Patokan Acuan Penilaian (PAP), dilihat dari rerata awal siklus, akhir siklus I, dan akhir siklus II, aspek compassion masuk dalam kategori baik.

  Berdasarkan perhitungan hasil penelitian di atas dapat disimpulkan bahwa penerapan Paradigma Pedagogi Reflektif pada pembelajaran materi Indeks Harga dan Inflasi untuk meningkatkan competence, conscience, dan compassion siswa kelas X SMA Pangudi Luhur St. Louis IX Sedayu berhasil.

  Siswa dapat mengembangkan nilai kehidupan melalui pembelajaran materi tersebut. Siswa dapat mengembangkan aspek competence melalui pemahaman materi yang diajarkan. Siswa memperoleh pengalaman untuk mengembangkan aspek conscience, dalam hal ini sikap kritis melalui artikel tent ang ―Kenaikan Tarif Dasar Listrik‖ dan ―Tips Agar Lebih Hemat di Tahun 2012‖. Artikel tersebut dapat dijadikan sebagai sarana para siswa khususnya yang berhubungan dengan keadaan ekonomi negara seperti kenaikan tarif dasar listrik ataupun bagaimana cara berhemat dalam menghadapi kenaikan berbagai macam kebutuhan hidup. Sedangkan aspek compassion dikembangkan dengan diskusi kelompok. Diskusi kelompok tersebut mengajarkan pentingnya kerja sama antara siswa satu dengan siswa yang lainnya untuk memecahkan suatu permasalahan yang sama. Dengan demikian, para siswa dapat berefleksi mengenai pentingnya kerja sama dan mempunyai sikap kritis. Sebagian besar menjawab bahwa kedua nilai itu sangat bermanfaat bagi kehidupan mereka ke depannya. Setelah itu siswa juga dapat membangun niat sesuai dengan hasil refleksi mereka masing- masing. Beberapa contoh niat yang mereka tulis adalah mereka akan mulai belajar menabung dan mencoba untuk hidup sehat serta belajar menerapkan nilai kerja sama melalui kerja kelompok seperti menyusun peta konsep bersama-sama serta memecahkan soal mengenai IHK.

  Setelah ini diharapkan siswa dapat secara mandiri menarik nilai-nilai kehidupan pada setiap materi pembelajaran yang disampaikan oleh para guru.

  Semua nilai tersebut nantinya akan sangat berguna bagi masa depan para siswa.

BAB VI KESIMPULAN, KETERBATASAN, DAN SARAN A. Kesimpulan Penerapan Paradigma Pedagogi Reflektif pada pembelajaran materi Indeks Harga dan Inflasi untuk meningkatkan competence, conscience, dan compassion

  siswa kelas X SMA Pangudi Luhur St. Louis IX Sedayu sangat mungkin sekali dilakukan. Hal ini terbukti dari peningkatan pada aspek-aspek competence, conscience, dan compassion setelah penerapan PPR dalam pembelajaran. Pada aspek competence siswa terjadi peningkatan antara sebelum dan sesudah penerapan PPR. Penilaian aspek tersebut dilakukan melalui pre test dan post test.

  Pada Pre test dan post test pada siklus I mengalami peningkatan sebesar 54%, dan 83% pada siklus II.

  Pada aspek conscience dinilai melalui kuesioner sikap, minat, dan sikap kritis serta lembar refleksi. Pada aspek sikap mengalami peningkatan sebesar 21% antara pra penelitian dan akhir siklus I. Pada akhir siklus II terjadi peningkatan sebesar 0.02% dibandingkan dengan akhir siklus I. Sedangkan pada aspek minat jika dibandingkan antara pra penelitian dengan akhir siklus I terjadi peningkatan sebesar 19%, dan 3% antara akhir siklus I dengan akhir siklus II.

  Pada penilaian sikap kritis terjadi peningkatan sebesar 11% antara pra penelitian dengan akhir siklus I. Peningkatan hanya sebesar 2% juga terjadi antara akhir sudah dapat memahami mengenai nilai apa yang dapat diambil pada materi pembelajaran. Selain itu sebanyak 87% siswa dari total siswa yang hadir sudah dapat merefleksikan nilai tersebut.

  Perkembangan aspek compassion dalam hal ini adalah nilai kerja sama diukur melalui kuesioner dan lembar aksi. Pada akhir siklus I terjadi peningkatan sebesar 10% dibandingkan saat sebelum diterapkan PPR. Tetapi pada akhir siklus II hanya terjadi peningkatan sebesar 2% dibandingkan dengan akhir siklus I.

  Alasannya sama dengan pengambilan aspek conscience. Pada akhir siklus I para siswa sudah dapat memahami tentang nilai yang terkandung selama proses pembelajaran dengan menerapkan PPR. Selain itu penilaian juga diambil melalui lembar aksi. Sebesar 90% dari jumlah total siswa yang hadir sudah dapat membangun niat sesuai dengan hasil refleksi mereka masing-masing.

B. Keterbatasan Penelitian yang dilakukan di SMA Pangudi Luhur Santo Lois IX berhasil.

  Namun dibalik keberhasilan tersebut terdapat keterbatasan-keterbatasan. Berikut

keterbatasan-keterbatasan yang dialami selama proses penelitian berlangsung.

  1. Waktu Memang waktu yang diambil peneliti dalam melakukan penelitian setiap siklus berlangsung selama 2 kali pertemuan, 2 jam pelajaran dan 1 jam pelajaran. Tetapi mengingat komponen proses penerapan PPR sangat banyak karena harus melewati proses-proses seperti konteks, pengalaman, refleksi, dengan pengumpulan-pengumpulan data seperti tes, kuesioner, dan lembar refleksi. Alangkah lebih baiknya tiap siklus penelitian dilakukan selama 2 kali

pertemuan, namun tiap pertemuan berlangsung selama 2 jam pelajaran.

  2. Ruang Kelas Kelas X SMA Pangudi Luhur St. Louis IX Sedayu berada di lantai dua dan tepat di bawah sinar matahari. Oleh karena itu setiap pagi gordyn kelas ditutup supaya para siswa tidak merasa silau oleh cahaya matahari tersebut. Oleh karena itu maka kondisi ruang kelas menjadi agak gelap. Hal ini membuat siswa merasa sedikit kesulitan dalam membaca atau beraktivitas.

  3. Instrumen Pengukuran mengenai komponen aksi tidaklah mudah, karena materi yang diajarkan merupakan sesuatu yang berhubungan dengan ekonomi. Siswa belum dapat menerapkannya secara langsung kecuali nilai kerja sama. Oleh karena itu para siswa hanyalah sekedar membangun niat untuk bersikap kritis.

C. Saran 1.

  Bagi Guru Penelitian ini dapat dijadikan guru sebagai referensi untuk mengembangkan model pembelajaran. Pembelajaran dengan PPR dalam meningkatkan dan compassion sangatlah bermanfaat bagi competence, conscience, kehidupan siswa ke depannya, karena siswa mendapatkan nilai kehidupan sebagai bekal masa depan mereka.

  2. Bagi Mahasiswa Keguruan Sebagai seorang calon guru, hendaklah kita memberikan yang terbaik bagi siswa kita. Salah satu caranya adalah dengan memberikan sesuatu yang berguna bagi kehidupan siswa. Guru tidak hanya dapat menyampaikan materi dengan baik, namun guru juga harus dapat membekali suatu nilai kehidupan yang berhubungan dengan materi pembelajaran bagi anak didik.

  

DAFTAR PUSTAKA

Arikunto, Suharsimi. (2006:3). Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta: PT.

  Bumi Aksara Firdaus, Y. (2005:67). Pelajaran Akuntansi SMA untuk kelas XI.

  Jakarta : Erlangga Isjoni. (2009:106). Pendidikan Sebagai Investasi Masa Depan.

  Jakarta: Yayasan Obor Indonesia Kuntoro. (2010:16). Model Pendidikan Karakter.

  Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma

Subagya, C. (2008:39). Paradigma Pedagogi Reflektif. Yogyakarta: Tim Redaksi

Kanisius Sugiyono. (2009:14). Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, kualitatif, dan R&D . Bandung: Alfabeta

  Sukamto, S. dkk. (2006). Ekonomi SMA kelas X. Jakarta: Yudhistira Susilo. (2007:17). Penelitian Tindakan Kelas.

  Yogyakarta: Pustaka Book Publisher

  

LAMPIRAN

  

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

(RPP) SIKLUS I

Sekolah : SMA Pangudi Luhur St. Louis IX Sedayu. Mata Pelajaran : Ekonomi Materi : Indeks Harga dan Inflasi Kelas/Semester : X/2 Alokasi Waktu : 3 x 45 menit

  Standar Kompetensi : a.

  Memahami Produk Domestik Bruto (PDB), Produk Domestik Regional Bruto

(PDRB), Pendapatan Nasional Bruto (PNB), dan Pendapatan Nasional (PN).

  Kompetensi Dasar : a.

  Mendeskripsikan Indeks Harga dan Inflasi.

  Indikator : a.

  Competence/kompetensi dasar: 1) Mendeskripsikan pengertian inflasi 2) Membedakan jenis Inflasi 3) Menjelaskan sebab terjadinya inflasi 4) Menjelaskan cara menghitung laju inflasi 5) Menjelaskan dampak inflasi 6) Menjelaska cara mengatasi inflasi b. Conscience/suara hati: Siswa mampu mengembangkan sikap kritis di dalam kehidupan sehari-hari.

  c.

  Compassion/belarasa: Siswa mampu bekerjasama dengan mengerjakan tugas kelompok.

A. Tujuan Pembelajaran a.

  Competence/kompetensi dasar:

  3) Siswa mampu menjelaskan sebab terjadinya inflasi 4) Siswa mampu menjelaskan cara menghitung laju inflasi 5) Siswa mampu menjelaskan dampak inflasi 6) Siswa mampu menjelaskan cara mengatasi inflasi b.

  Conscience/suara hati: Siswa mampu mengembangkan sikap kritis di dalam kehidupan sehari-hari.

  

Compassion/ belarasa: Siswa mampu bekerjasama dengan mengerjakan tugas kelompok.

  c.

B. Materi Ajar : 1.

  Inflasi a.

  Pengertian Inflasi Inflasi adalah suatu kecenderungan kenaikan harga secara terus menerus dan berlaku secara umum yang akan mengakibatkan turunnya nlai uang. Dalam perekonomian salah satu penyebab inflasi yaitu dinamika dan perkembangan ekonomi yang berdampak pada permintaan barang dan jasa pada kapasitas yang terbatas. Jika inflasi timbul ketika pengangguran tinggi dan perekonomian menurun, maka akan mengakibatkan stagflasi. Stagflasi menggambarkan keadaan suatu dimana kegiatan kegiatan perekonomian semakin menurun, pengangguran semakin tinggi, dan pada waktu yang sama proses kenaikan harga semakin bertambah cepat.

  b.

  Jenis-jenis inflasi 1) Jenis Inflasi Menurut Sebabnya

  a)

Inflasi karena Tarikan Permintaan ( Demand Pull Inflation )

Inflasi ini timbul karena permitaan masyarakat terhadap barang dan jasa tertentu selalu mengalami peningkatan, sementara kapasitas produksi tetap sehingga terjadi ketidakseimbangan antara permintaan dan penawaran yag pada akhirnya harga akan mengalami kenaikan.

  b) Inflasi karena kenaikan biaya produksi (Cost Push Inflation) Inflasi jenis ini timbul karena kenaikan ongkos produksi yaitu kenaikan bahan baku dan kenaikan upah.

  2) Jenis Inflasi dilihat dari Tingkat Keparahannya

  10% setahun.

  b) Inflasi sedang yaitu inflasi yag besarnya mencapai 10%-30% setahun.

  c) Inflasi berat yaitu inflasi yang besarnya mencapai 30%-100% setahun.

  d) Hiperinflasi (hyper-inflation) yaitu inflasi yang besarnya di atas100% setahun. 3) Inflasi berdasarkan asalnya a) Inflasi yang berasal dari dalam negeri

  Adalah inflasi akibat terjadinya defisit anggaran belanja yang dibiayai dengan cara mencetak uang baru dan gagalnya pasar yang berakibat harga bahan makanan menjadi mahal.

  b) Inflasi yang berasal dari luar negeri

Adalah inflasi akibat naiknya harga barang impor sehingga bisa

menakibatkan biaya produksi barang di luar negeri atau adanya kenaikan tarif impor barang.

  c.

  Penyebab Timbulnya inflasi Berdasarkan Teori Inflasi

  a) Teori Kuantitas Berdasarkan teori kuantitas inflasi disebabkan oleh hal-hal sebagai berikut 1)

  Jumlah uang yang beredar melebihi yang dibutuhkan masyarakat 2) Harapan psikologis masyarakat mengenai kenaikan harga di masa mendatang b) Teori Keynes

  Berdasarkan teori keynes, inflasi terjadi karena masyarakat ingin hidup di luar batas kemampuannya, sehingga terjadi peningkatan permintaan secara keseluruhan yang melebihi jumlah barang yang tersedia, akibatnya dalam masyarakat terjadi celah atau kekurangan barag-barang akibat pengaruh inflasi (inflation gap)

  c) Teori struktualis Berdasarkan teori struktural, terjadinya inflasi dikaitkan dengan faktor struktural perekonomian suatu negara. Bagi negara berkembang faktor

struktural perekonomian menyangkut dua hal sebagai berikut.

  Ketidakelastisan penerimaan ekspor Ketidakelastisan penawaran atau produksi bahan makanan di dalam d.

  Menghitung Laju Inflasi 1) GNP Deflator

  Adalah suatu indeks harga yang digunakan untuk menyesuaikan nilai uang dalam GNP guna mendapatkan nilai riil GNP. GNP deflator dapat dihitung dengan menggunakan indeks Paasche atau indeks Laspeyres sehingga dapat diketahui kenaikan harga periode tahun. 2) Indeks Harga Konsumen (IHK)

  Indeks harga konsumen mengukur biaya pembelian sekelompok barang dan jasa yang dianggap mewakili belanja konsumen. Indeks Harga Konsumen (IHK) dapat dihitung dengan menggunakan indeks Paasche atau indeks

Laspeyres sehingga dapat diketahui kenaikan indeks harga konsumen.

  e.

  Dampak Inflasi 1) Dampak Inflasi bagi perekonomian nasional

  a) Mendorong penanaman modal spekulatif b)

Menyebabkan tingkat bunga meningkat dan investasi berkurang

c) Menimbulkan ketidakpastian keadaan ekonomi di masa depan d) Menimbulkan masalah neraca pembayaran

  2) Dampak Inflasi Terhadap Individu dan Masyarakat a) Kesenjangan distribusi pendapatan b) Pendapatan riil merosot c) Nilai riil tabungan merosot f.

  Pihak-Pihak yng Mendapatkan Keuntungan dan Menderita kerugian Akibat terjadinya Inflasi 1) Pihak yang diuntungkan a) Para pengusaha, yang pada saat sebelum terjadinya inflasi telah memiliki stok persediaan produksi barang yang siap dijual dalam jumlah besar.

  b) Para pedagang, menaikkan harga karena ingin mendapatkan laba/keuntungan besar.

  c) Para spekulan, yaitu orang-orang atau badan usaha yang mengadakan spekulasi dengan cara menimbun barang sebanyak-banyaknya sebelum

terjadi inflasi dan menjualnya kembali pada saat terjadi inflasi. terjadi, tetapi peminjam membayar kembali tetap sesuai dengan perjanjian yang dibuat sebelum terjadi inflasi. 2) Pihak-Pihak yang Dirugikan a) Para konsumen, karena harus membsyar lebih mahal sehingga barang yang diperoleh lebih sedikit jika dibandingkan dengan sebelumnya terjadi inflasi.

  b) Mereka yang berpenghasilan tetap, karena dengan penghasilan tetap naiknya harga barang dan jasa akan mengakibatkan jumlah barang dan jasa yang dapat dibeli menjadi lebih sedikit sehingga pendapata riil/nyata berkurang, sedangkan kenaikan penghasilan atau pendapatan pada saat terjadi inflasi sulit diharapkan.

  c) Para pemborong atau kontraktor, karena harus mengeluarkan tambahan biaya agar dapat menutup pengeluaran-pengeluaran yang diakibatkan terjadinya inflasi dan mengakibatkan berkurangnya keuntungan yang diperoleh dari proyek yang dikerjakan.

  d) Para pemberi pinjaman/kreditor, karena nilai riil dari pinjaman yang telah diberikan menjadi lebih kecil akibat terjadinya inflasi.

  e)

Para penabung, karena pada saat inflasi bumga yang diperoleh dari

tabungan dirasakan lebih kecil jika dibandingkan dengan kenaikan harga yang terjadi.

  g.

  Cara Mengatasi Inflasi 1) Kebijakan Moneter

  a) Kebijakan diskonto dilakukan dengan cara menaikkan tingkat suku bunga b) Politik Pasar Terbuka c) Menaikkan Cash Ratio

  2) Kebijakan Fiskal a) Mengatur Penerimaan dan Pengeluaran Pemerintah b) Menaikkan Tarif Pajak c) Mengadakan Pinjaman Pemerintah

  3) Kebijakan Nonmoneter a) Mendorong pengusaha agar meningkatkan hasil produksi b) Menekan tingkat upah d) Pemerintah melakukan distribusi secara langsung C. Nilai Kemanusiaan :

  Sikap Kritis Kerjasama D. Metode Pembelajaran : - Ceramah

  • Tanya jawab
  • Diskusi

  E. Langkah-Langkah Kegiatan Pembelajaran (Pertemuan 1) 1.

  PENDAHULUAN (15‘) Guru mengucapkan salam pembuka Guru memberikan soal pretest untuk mengukur competence siswa

  Konteks : (10’) Guru melakukan tanya jawab dengan siswa secara lisan mengenai segala sesuatu yang berkaitan dengan Inflasi. Pertanyaan tersebut antara lain: a) Apakah kalian pernah mengalami kenaikan harga? b) Jika pernah, berikan contoh kenaikan harga yang pernah kalian alami!

  Berdasarkan tanya jawab tersebut, siswa diminta untuk mengutarakan pendapatnya tentang pengertian Inflasi Guru menyampaikan tujuan pembelajaran Guru menegaskan kepada siswa, bahwa hari ini kita akan belajar materi inflasi

2. KEGIATAN INTI

  Pengalaman : Guru menjelaskan tentang pengertian inflasi (5’) Guru meminta siswa untuk membaca sebentar tentang inflasi (10’) Guru membagi siswa dalam 6 kelompok (5’) Guru membagikan kertas asturo dan potongan kertas berisi konsep-konsep inflasi

  Siswa diminta menyusun peta konsep inflasi di dalam kelompok(15’) Guru menunjuk salah satu kelompok tercepat dalam menyusun peta konsep tersebut untuk maju ke depan menampilkan dan menjelaskan pekerjaan kelompok di depan kelas serta memberi point kepada kelompok tersebut (7’)

  Guru meminta kelompok lain untuk mengomentari hasil kelompok yang ada di depan (2’)

  Guru memberi penegasan/kesimpulan tentang materi Guru mengajak siswa untuk sharing atas pengalaman yang diperoleh saat diskusi kelompok dengan melontarkan pertanyaan-pertanyaan secara lisan:

  (5’) Apa yang kalian rasakan dalam diskusi kelompok? Nilai apa yang dapat kalian petik dari diskusi kelompok tadi?

  Guru menyimpulkan bahwa salah satu nilai yang dapat diambil dari pengalaman diskusi adalah nilai kerjasama. Guru meyakinkan pentingnya kerjasama dalam diskusi kelompok. (5’) Guru menayangkan video ‖Indonesia Sudah Merdeka? Kata Siapa?‖ Guru membagikan dan meminta siswa untuk membaca artikel tentang kenaikan tarif dasar listrik

  (4’).

  Guru memberikan beberapa pertanyaan mengenai artikel tersebut untuk menggali pemahaman siswa terhadap artikel tersebut (3’).

  Apa yang kalian lakukan jika dihadapkan dalam keadaan tersebut? (Pertemuan 2)

  Guru membagikan dan meminta siswa untuk mengerjakan kasus tentang penyusunan skala prioritas (8’).

  

Guru menunjuk beberapa siswa untuk membacakan hasil pekerjaan mereka (3’)

Guru meyakinkan pentingya bersikap kritis dalam menghadapi kenaikan harga, salah satu contohnya adalah dengan membuat skala prioritas (4’).

3. PENUTUP

a. Refleksi:

  Guru memberikan pertanyaan refleksi secara tertulis kepada siswa, yang terdiri dari: (10)’

  3) Apa manfaatnya jika kita dapat bekerjasama dengan teman lain? 4) Apakah manfaat yang dapat kita rasakan jika kita bisa bersikap kritis? b. Aksi:

  

Guru memberikan pertanyaan secara tertulis kepada siswa: (10’)

e.

  Setelah kalian menyadari pentingnya kerjasama dalam kelompok, niat/tindakan apa yang akan dilakukan dalam hidup kalian sehari-hari? f.

  Setelah kalian tahu tentang pentingnya sikap kritis, tindakan/niat apa yang akan dilakukan selanjutnya dalam hidup kalian sehari-hari? c. Evaluasi:

  Guru memberikan soal postest (15’)

H. Sumber Belajar dan Media Belajar:

  a. Sumber Belajar Sukamto, S. dkk. (2006). Ekonomi SMA kelas X. Jakarta: Yudhistira b.

  Media Pembelajaran: (sesuai kebutuhan) Lembar soal Lembar jawab Power point+LCD Video Modul kerja siswa Kartu konsep

I. Penilaian

  Jenis Penilaian: 1.

  Tes : Masalah kasus, soal pretest dan postest (terlampir) 2. Non test : Lembar kuisoner untuk mengukur conscience dan compassion siswa.

  Praktikan,

  

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

(RPP) SIKLUS II

  Sekolah : SMA Pangudi Luhur St. Louis IX Sedayu. Mata Pelajaran : Ekonomi Materi : Indeks Harga dan Inflasi Kelas/Semester : X/2 Alokasi Waktu : 3 x 45 menit

  Standar Kompetensi : a.

  Memahami Produk Domestik Bruto (PDB), Produk Domestik Regional Bruto

(PDRB), Pendapatan Nasional Bruto (PNB), dan Pendapatan Nasional (PN).

  Kompetensi Dasar : a.

  Mendeskripsikan Indeks Harga dan Inflasi.

  Indikator : a.

   Competence/kompetensi dasar: 7) Menjelaskan pengertian IHK 8) Menghitung IHK dalam kaitannya dengan inflasi b.

  Conscience/suara hati: Siswa mampu mengembangkan sikap kritis di dalam kehidupan sehari-hari.

  c.

  Compassion/belarasa: Siswa mampu bekerjasama dengan mengerjakan tugas kelompok.

  C.

  Tujuan Pembelajaran a.

  Competence/kompetensi dasar: 1) Menjelaskan pengertian IHK 2) Menghitung IHK dalam kaitannya dengan inflasi b. Conscience/suara hati: Siswa mampu mengembangkan sikap kritis di dalam kehidupan sehari-hari.

  Materi Ajar D.

1. Indeks Harga dan Peranannya dalam Perekonomian a.

  Pengertian Indeks Harga Laju Inflasi biasanya dihitung dari presentase perubahan IHK pada suatu periode waktu. Pengertian Indeks Harga Konsumen adalah ukuran rata-rata perubahan harga dari suatu paket komoditas (commodity basket) dalam suatu kurun waktu tertentu atau antarwaktu.

  b.

  Tujuan penghitungan IHK adalah sebagai berikut, 1) Mengetahui perkembangan harga barang dan jasa yang tergabung dalam diagram timbangan IHK.

  2) Sebagai pedoman untuk menentukan suatu kebijaksanaan yang akan datang, terutama di bidang pembangunan ekonomi.

3) Sebagai penghitungan penyesuaian Upah Minimum Kabupaten (UMK).

  4) Mempermudah pemantauan supply dan demand khususnya barang kebutuhan yang ada di pasar.

  c.

  Indeks Agregatif Tertimbang Indeks agregatif tertimbang adalah indeks yang dalam pembuatannya telah dipertimbangkan faktor-faktor yamg akan mempengaruhi naik turunnya angka indeks tersebut.

  d.

  Angka indeks agregatif tertimbang terbagi menjadi tiga jenis, yakni laspeyres, Paasche, dan Fisher.

  1) Indeks Laspeyres

  IL = indeks Laspeyres ΣPn= jumlah harga komoditi tahun ke-n Q0 = jumlah barang tahun ke-0 ΣPo= jumlah harga komoditi tahun ke-0

  2) Indeks Paasche

  ΣPn= jumlah harga komoditi tahun ke-n ΣPo= jumlah harga komoditi tahun ke-0 Q0 = jumlah barang tahun ke-0

  3) Indeks Fisher F. Nilai Kemanusiaan :

  Sikap Kritis Kerjasama

  G. Metode Pembelajaran : - Ceramah

  • Tanya jawab
  • Diskusi - Think pair Share

  H. Langkah-Langkah Kegiatan Pembelajaran (Pertemuan 1) 4.

  PENDAHULUAN (15‘) Guru mengucapkan salam pembuka Guru memberikan soal pretest untuk mengukur competence siswa

  Konteks : (10’)

  Guru mengajak siswa untuk mengingat kembali materi pada pertemuan sebelumnya Guru mengingatkan siswa tentang nilai sikap kritis yang telah dibahas pada pertemuan sebelumnya Guru mengingatkan siswa tentang nilai kerjasama 5.

KEGIATAN INTI

  Pengalaman :

  Guru menjelaskan tentang rumus menghitung IHK dalam kaitannya dengan inflasi

  (7’) Guru memberikan latihan soal untuk dikerjakan siswa secara berkelompok (20’) Setiap kelompok dibagi menjadi 2 kelompok kecil lagi dan masing-masing diberikan soal dengan metode penghitungan yang berbeda.

  Guru meminta setiap kelompok kecil saling menjelaskan pekerjaanya di dalam kelompok besar

  (8’) 6.

  Guru memberikan pertanyaan aksi secara tertulis kepada siswa: (8’) g.

  Aksi:

  Mengapa?

  6) Apakah menurutmu sikap kritis itu penting untuk dimiliki setiap orang?

  5) Hasil apa yang akan kamu peroleh jika kamu mengerjakan sesuatu dengan bekerjasama dengan orang lain?

  (7’)

  Guru memberikan pertanyaan refleksi secara tertulis kepada siswa, yang terdiri dari:

  Refleksi:

  PENUTUP

  Nilai apa saja yang dapat ditarik dari dari isi artikel tersebut? Guru menyimpulkan tentang komentar-komentar siswa bahwa nilai kehidupan yang dapat ditarik dari artikel tersebut adalah sikap kritis.

  (6’)

  (7’)

  Guru mengingatkan kembali tentang artikel yang dibagikan pada pertemuan sebelumnya dengan memberikan pertanyaan secara lisan

  (7’) (Pertemuan 2)

  Guru memberikan artikel tentang ‖Tips Agar Lebih Hemat di Tahun 2012‖ serta memberikan pertanyaan-pertanyaan singkat tentang pemhaman siswa terhadapa artikel tersebut

  Apa yang kalian rasakan dalam mengerjakan soal latihan secara berkelompok? Apakah menurut kalian kerjasama itu penting untuk mengerjakan sesuatu hal?

  (5’)

  Guru mengajak siswa untuk sharing atas pengalaman yang diperoleh saat diskusi kelompok dalam mengerjakan soal latihan dengan melontarkan pertanyaan-pertanyaan secara lisan:

  (15’)

  Guru mengajak siswa untuk membahas soal tersebut dengan meminta beberapa siswa menuliskan jawabannya di depan

  Apa yang akan kamu lakukan jika ada salah satu teman di dalam kelompokmu yang tidak mau bekerja? h.

  Setelah membaca artikel di atas, pilihlah salah satu dari beberapa tips yang ada pada artikel tersebut yang menurut kalian dapat diterapkan mulai dari sekarang! Mengapa?

  Evaluasi:

  Guru memberikan soal postest (15’)

H. Sumber Belajar dan Media Belajar:

  a. Sumber Belajar Sukamto, S. dkk. (2006). Ekonomi SMA kelas X. Jakarta: Yudhistira b. Media Pembelajaran: (sesuai kebutuhan)

  Lembar soal Lembar jawab Power point+LCD Video Modul kerja siswa

I. Penilaian

  Jenis Penilaian: 1.

  Tes : Masalah kasus, soal pretest dan postest (terlampir) 2. Non test : Lembar kuisoner untuk mengukur conscience dan compassion siswa.

  Praktikan, Gregorius Yudanto Rahadi Observasi terhadap Aktivitas Guru Pada Pra Penelitian

No. Kegiatan Ya Tidak Keterangan

  1. Guru meminta siswa untuk tenang pada saat pergantian jam belajar.

  2. Guru meminta siswa untuk menyiapkan buku yang terkait dengan materi yang akan dipelajari.

  3. Guru melakukan apersepsi

  4. Guru melakukan tanya jawab yang berkaitan dengan materi tersebut

  5. Guru membacakan tujuan pembelajaran.

  6. Guru memarahi siswa yang ribut di kelas.

  

No. Kegiatan Ya Tidak Keterangan

  7. Guru langsung menjelaskan tentang materi yang akan dipelajari.

  8. Guru memberi kesempatan kepada siswa untuk mendiskusikan soal latihan.

  9. Guru mengkaitkan materi yang diajarkan dengan kehidupan sehari-hari

  10. Guru memberikan tugas di akhir pembelajaran materi.

  

Observasi terhadap Aktivitas Siswa Pada Pra Penelitian

No. Kegiatan Ya Tidak Keterangan

  1. Siswa tetap tenang saat pergantian jam pelajaran.

  2. Siswa segera mempersiapkan diri mengikuti pelajaran setelah diajak oleh guru.

  3. Semua siswa memiliki buku pelajaran ekonomi.

  4. Siswa menjawab setiap pertanyaan dari guru

  5. Siswa bertanya kepada guru

  6. Siswa mau berdikusi dengan teman yang lain.

  7. Siswa hanya ribut saja saat guru menjelaskan.

  8. Siswa mau mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru.

  9. Siswa mencatat setiap hal mereka rasa penting.

  10. Pada akhir pelajaran, siswa tergesa-gesa untuk keluar kelas.

  Observasi terhadap Aktivitas Guru siklus I dan II No. Kegiatan Ya Tidak Keterangan

  1. Guru menggali pengetahuan tentang materi yang akan diajarkan.

  2. Guru menggali pengalaman tentang materi yang akan diajarkan.

  3. Guru memberikan contoh kasus pada kehidupan sehari-hari sesuai dengan materi ajar.

  4. Guru melakukan tanya jawab kepada siswa

  5. Guru memberikan sedikit gambaran tentang materi sebelum menggali pengalaman siswa.

  6. Guru membagi siswa ke dalam kelompok-kelompok kecil.

  No. Kegiatan Ya Tidak Keterangan

  7. Guru memberi tugas untuk dikerjakan para siswa di dalam kelompok kecil.

  8. Guru memberi hadiah kepada kelompok yang menyelesaikan tugas terlebih dahulu

  9. Guru meminta tiap kelompok siswa untuk menjelaskan komponen peta konsep di depan kelas.

10. Guru menjelaskan materi secara rinci.

  11. Guru memberikan tugas contoh kasus kehidupan sehari-hari berhubungan dengan materi.

  No. Kegiatan Ya Tidak Keterangan

  12. Guru mengajak siswa untuk mengambil nilai kehidupan pada materi ajar.

13. Guru memberi tugas rumah kepada siswa.

  14. Guru memberi kesempatan kepada siswa untuk berefleksi.

  15. Guru memberikan pertanyaan aksi sesuai dengan hasil refleksi.

  Observasi terhadap Aktivitas Siswa siklus I dan II No. Kegiatan Ya Tidak Keterangan

  1. Siswa mempersiapkan diri untuk megikuti pelajaran.

  2. Siswa mendengarkan tiap penjelasan guru.

  3. Siswa menjawab setiap pertanyaan dari guru.

  4. Siswa bergegas masuk ke dalam kelompok kecil sesuai dengan yang diminta guru.

  5. Siswa mengerjakan tugas kelompok yang diberikan guru.

  6. Siswa mencatat hal-hal penting yang disampaikan oleh guru.

  7. Siswa bertanya kepada guru jika merasa belum jelas.

  8. Siswa mampu menarik nilai kehidupan dari materi ajar

  9. Siswa tenang saat menjawab soal refleksi.

  10. Siswa menjawab pertanyaan

  Soal Pre Test Siklus I 1.

  Harapan psikologis masyarakat mengenai kenaikan harga di masa mendatang merupakan penyebab inflasi menurut teori...

  Sebabnya d. Waktu b. Asalnya e. Dampaknya

  a.

  6. Domestic Inflation dan Imported Inflation adalah penggolongan timbulnya inflasi berdasarkan...

  Di bawah 10% b. Di atas 100% c. Antara 30-100% d. Antara 90-100% e. Antara 10-30%

  Creeping inflation adalah inflasi yang besarnya....setahun a.

  Kuantitas d. Pasar terbuka b. Struktualis e. Keynes c. Perbandingan 5.

  a.

  Inflasi ringan d. Inflasi sedang b. Inflasi berat e. Inflasi menyeluruh c. Hiperinflasi 4.

  Kenaikan harga barang secara umum disebut....

  a.

  Inflasi yang besarnya di atas 100% setahun disebut...

  Demand Pull Inflation b. hyper-inflation c. Cost Push Inflation d. creeping inflation e. stagflasi 3.

  a.

  Inflasi yang timbul karena permintaan masyarakat terhadap barang dan jasa tertentu selalu mengalami peningkatan, sementara kapasitas produksi tetap sehingga terjadi ketidakseimbangan antara permintaan dan penawaran yag pada akhirnya harga akan mengalami kenaikan disebut...

  Deflasi b. Inflasi c. Stagflasi d. Demand Pull Inflation e. Creeping Inflation 2.

  a.

  c. Tempat terjadinya

  7. Dampak inflasi Terhadap Individu dan Masyarakat adalah...

  a.

  Pendapatan riil merosot b. Mendorong penanaman modal spekulatif c. Tingkat bunga meningkat dan investasi berkurang d. Ketidakpastian keadaan ekonomi di masa depan e. Masalah neraca pembayaran 8.

  Pihak yang dirugikan karena inflasi...

  a.

  Pengusaha d. Pedagang b. Peminjam e. Spekulan c. Penabung 9.

  Yang bukan termasuk kebijakan non-moneter adalah...

  a.

  Mendorong pengusaha agar meningkatkan hasil produksi b.

  Menekan tingkat upah c.

  pengawasan harga sekaligus menetakan harga maksimal d. Pemerintah melakukan distribusi secara langsung e. Menaikkan Cash Ratio 10.

  Kebijakan mengatasi inflasi, kecuali...

  a. Kebijakan Moneter

  b. Kebijakan Fiskal

  c. Kebijakan Deflasi

  d. Kebijakan diskonto

  e. Kebijakan non-moneter

  Soal Post Test Siklus I 1.

  a.

  d. IHP b. GNP Deflator e. Deregulasi

  IHK

  a.

  6. Yang digunakan untuk mengukur biaya pembelian sekelompok barang dan jasa yang dianggap mewakili belanja konsumen...

  Inflasi yan besarnya di bawah 10% b. Inflasi yang besarnya di atas 100% c. Inflasi yang besarnya antara 30-100% d. Inflasi yang besarnya antara 90-100% e. Inflasi yang besarnya antara 10-30%

  a.

  Hyper-inflation adalah....

  Kuantitas d. Pasar terbuka b. Struktualis e. Keynes c. Perbandingan 5.

  Jumlah uang yang beredar melebihi yang dibutuhkan masyarakat merupakan penyebab inflasi menurut teori...

  Jelaskan Pengertian Inflasi...

  Inflasi ringan b. Inflasi berat c. Hiperinflasi d. Inflasi sedang e. Demand Pull Inflation 4.

  a.

  Inflasi yang besarnya mencapai 10%-30% setahun disebut...

  Demand Pull Inflation b. hyper-inflation c. Cost Push Inflation d. creeping inflation e. stagflasi 3.

  a.

  Inflasi yang timbul karena kenaikan ongkos produksi yaitu kenaikan bahan baku dan kenaikan upah...

  Menurunnya daya beli masyarakat d. Ketidakseimbangan dalam perekonomian e. Suatu kecenerungan penurunan harga barang secara umum 2.

  a. suatu kecenderungan kenaikan harga barang secara umum b. suatu kecenderungan kenaikan nilai uang secara umum c.

  c. GDP Deflator

  c.

  Ketidakpastian keadaan ekonomi di masa depan d. Masalah neraca pembayaran e. Pendapatan riil merosot 8.

  Pihak yang diuntungkan karena inflasi...

  a.

  Konsumen d. Pedagang b. Pemborong e. Penabung c. Kreditor 9.

1. Kebijakan Moneter

  2. Kebijakan Kuantitas

  3. Kebijakan Fiskal

  4.Kebijakan Non-moneter

  5. Kebijakan Persediaan Yang termasuk cara mengatasi inflasi adalah...

  a.

  d. 3,4,5 1,3,5 b.

  e. 1,2,5 2,3,4 c.

  1,3,4 10. Cara mengatasi Inflasi, kecuali...

  a. Politik Pasar Terbuka b.

  Menaikkan Cash Ratio c. Menaikkan Tarif Pajak d. Menekan tingkat upah e. Menaikkan harga barang

  Soal Pre-test Siklus II Nama : Kelas/ No. :

  

Hitunglah indeks harga agregatif tertimbang dengan menggunakan rumus Paasche, pada

tahun 2011 tahun dasar 2010 dari data berikut ini! Harga dan Jumlah Produksi Barang Menurut Jenis Untuk Tahun 2010-2011

  

Jenis Barang Harga (Rp) Per Satuan Produksi dalam Satuan

2010 2011 2010 2011

  1

  2

  3

  4

  5 A 713 2.100 805 995

  

B 368 703 1.020 1.576

C 499 1.025 98 102

  D 472 1.350 323 423 Jawab :

  Soal Post-test Siklus II Nama : Kelas/ No. :

Hitunglah indeks harga agregatif tertimbang dengan menggunakan rumus Laspeyres,

pada tahun 2011 tahun dasar 2010 dari data berikut ini!

  Harga dan Jumlah Produksi Barang Menurut Jenis Untuk Tahun 2010-2011 Jenis Barang Harga (Rp) Per Satuan Produksi dalam Satuan 2010 2011 2010 2011

  1

  2

  3

  4

  5 A 700 2.120 800 990 B 360 700 1.011 1.500

  C 501 1.030 100 100 D 415 1.385 300 402 Jawab :

  Pre-test Siklus I

  Post-test Siklus I

  Pre Test Siklus II

  Post Test Siklus II

  

Hasil Pre Test dan Post Test Siklus I dan II

No.

  22

  60

  20

  25

  10 95 30% Meningkat 85% Meningkat

  70

  40

  24

  60 10 100 20% Meningkat 90% Meningkat

  40

  23

  50 85 20% Meningkat 85% Meningkat

  30

  5 95 20% Meningkat 90% Meningkat

  26

  50

  30

  21

  40 90 30% Meningkat 50% Meningkat

  70

  40

  20

  5 90 20% Meningkat 85% Meningkat

  40

  20

  19

  70 75 50% Meningkat 75% Meningkat

  5 80 40% Meningkat 75% Meningkat

  30

  18

  70

  60

  38

  70 70 20% Meningkat 70% Meningkat Rerata

  50

  33

  20 95 -10% Menurun 75% Meningkat

  50

  60

  32

  20 50 100 30% Meningkat 100% Meningkat

  31

  25 95 20% Meningkat 70% Meningkat

  50

  70

  30

  5 95 30% Meningkat 90% Meningkat

  60

  30

  29

  70 90 20% Meningkat 0% Meningkat

  28

  5 95 20% Meningkat 90% Meningkat

  50

  30

  27

  20 95 40% Meningkat 75% Meningkat

  20

  5 95 20% Meningkat 90% Meningkat

  Siklus 1 Siklus 2 Siklus 1 Siklus 2 Pre- test

  5 85 10% Meningkat 80% Meningkat

  60

  50

  8

  20 60 100 40% Meningkat 100% Meningkat

  7

  30 50 100 20% Meningkat 100% Meningkat

  6

  50 80 30% Meningkat 0% Meningkat

  5

  40 85 10% Meningkat 85% Meningkat

  30

  4

  50

  9

  40

  3

  20 95 30% Meningkat 75% Meningkat

  80

  50

  2

  5 95 10% Meningkat 90% Meningkat

  50

  40

  1

  Post- test Perubahan Keterangan Perubahan Keterangan

  Post- test Pre- test

  10 90 10% Meningkat 80% Meningkat

  30

  70

  10 95 40% Meningkat 85% Meningkat

  50

  17

  40 95 -10% Menurun 95% Meningkat

  50

  16

  60 20 100 30% Meningkat 80% Meningkat

  30

  15

  15 95 -10% Menurun 80% Meningkat

  60

  70

  14

  70

  70

  30

  13

  25 95 20% Meningkat 70% Meningkat

  70

  50

  12

  50 25 100 30% Meningkat 75% Meningkat

  20

  11

  40 15 100 10% Meningkat 85% Meningkat

  30

  10

  15 95 40% Meningkat 80% Meningkat

  10 93 22% 77%

  Refleksi Akhir Siklus I

  Refleksi Akhir Siklus II

PETA KONSEP

  

INFLASI

Jenis-

  Dampak Cara Pihak Yang Menghitung Penyebab Diuntungkan dan Inflasi Mengatasi Laju Inflasi Jenis Timbulnya Inflasi Inflasi menurut Pihak Yang Pihak Yang Teori Diuntungkan Dirugikan Kebijakan Bagi Moneter

  GNP Menurut

  Perekono Deflator

  Sebabnya mian Nasional

  Kuantitas Pengusah konsumen Kebijakan a Fiskal dilihat dari Indeks Terhadap Keparahannya Tingkat

Harga dan

Individu Konsumen Masyarak Kebijakan Keynes Non-moneter

  Pedagang Pemboron g berdasark an asalnya

  Strukt

  Spekulan Kreditur

  ualis

  Peminjam Penabung

  ARTIKEL BERITAJAKARTA.COM — 14-07-2010 18:00

Kenaikan tarif dasar listrik (TDL) per 1 Juli 2010 diperkirakan akan memicu

kenaikan harga dan biaya operasinal di sektor perdagangan, industri di Jakarta,

hingga kenaikan beban pembayaran biaya listrik dalam Anggaran Pendapatan dan

Belanja Daerah (APBD) DKI pada tahun ini dan tahun-tahun mendatang. Karena itu,

Pemerintah Provinsi DKI meminta dinas dan instansi terkait di jajarannya segera

melakukan antisipasi dampak kenaikan TDL terhadap pertumbuhan perekonomian

ibu kota dan inflasi DKI hingga akhir tahun.

Beberapa langkah antisipasi yang akan dilakukan Pemprov DKI yaitu

menyosialisasikan dampak kenaikan beban produksi pada pelaku sektor industri dan

perdagangan, serta memantau harga bahan makanan di pasar tradisional agar tidak

melambung tinggi sehingga dapat memicu inflasi.

Langkah lainnya yaitu meminta agar seluruh jajaran menerapkan sistem hemat listrik

di lingkungan Pemprov DKI. Sehingga beban pembayaran listrik yang diambil dari

APBD DKI tidak membengkak akibat dari pemakaian yang berlebihan. Dengan

antisipasi itu, diharapkan kenaikan tarif listrik tidak lantas menyebabkan

keterpurukan kondisi ekonomi di Jakarta.

Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo, mengeluarkan instruksi tersebut untuk menjaga

pertumbuhan ekonomi di DKI Jakarta tetap bergerak positif dan dapat menekan laju

inflasi agar tidak meningkat tajam atau melampaui target yang telah ditetapkan.

Tingkat inflasi di DKI sendiri tahun ini diperkirakan mencapai 4,5 persen yang

tercantum dalam APBD DKI 2010. Sedangkan, asumsi pertumbuhan ekonomi tahun

ini ditargetkan mencapai 5,25 persen.

―Instruksi dikeluarkan karena kenaikan TDL diperkirakan akan memicu kenaikan

harga dan biaya operasional di kedua sektor tersebut. Kita perlu menjaga pergerakan

perekonomian agar tetap positif dan laju inflasi tidak melampui target yang

ditetapkan,‖ kata Fauzi Bowo di Balaikota DKI, Jakarta, Rabu (14/7).

Kenaikan tarif listrik, jelasnya, akan berimbas pada sektor industri yang

menggunakan pasokan listrik dalam kegiatan operasionalnya. Kondisi ini pula

dikhawatirkannya dapat menurunkan kembali kinerja sektor industri yang baru

mulai bangkit sejak terpuruk akibat krisis global akhir 2008. Kendati belum

mendapatkan laporan adanya industri yang mengalami dampak kenaikan TDL,

Pemprov DKI sudah mulai memantau ke seluruh sektor industri dan perdagangan.

Meski demikian, sambungnya, Pemprov DKI belum akan memberikan kebijakan

khusus terhadap sektor industri dan perdagangan yang terkena dampak kenaikan

TDL. Selain itu, dia juga belum tahu seberapa besar pengaruh kenaikan TDL

  

Seperti diberitakan, kenaikan TDL sebesar 10 persen mulai diberlakukan pada 1 Juli

2010. Kenaikan tersebut telah memicu kenaikan harga bahan makanan, terutama

sayuran di pasar tradisional di Jakarta.

  Tips Agar Lebih Hemat di Tahun 2012

Selamat Tahun Baru 2012!! Tak terasa, tahun baru sudah melewati minggu pertama.

  Apa resolusi finansialmu tahun ini? Tahun ini sepertinya keadaan ekonomi masih belum mau ramah pada kantong kita. Pemerintah berencana mengurangi subsidi BBM, artinya barang-barang kebutuhan sehari-hari bisa saja merayap naik. Mari berharap semoga pemerintah mengurungkan niatnya dan mencari jalan keluar lain

untuk mengurangi defisit anggaran. Namun, apabila skenario terburuk terjadi, yaitu

dilakukannya eksekusi rencana pengurangan subsidi BBM, maka kita harus sudah bersiap sedia. Kita harus bisa menyiasati kenaikan harga kebutuhan pokok dengan caraikut tips menghemat pengeluaran di tahun 2012.

  Buatlah anggaran per bulan Jika kamu belum memiliki anggaran bulanan, maka tahun baru ini menjadi waktu

yang tepat untuk menyusunnya. Kamu harus mampu melacak pengeluaranmu setiap

bulan agar kamu tahu seberapa besar potensi yang kamu miliki untuk dapat hidup lebih hemat. Pastikan label besar pasak daripada tiang tidak tertempel di rencana

anggaranmu. Kalau bisa, buatlah anggaran pengeluaran per harinya. Pastikan batas

maksimal pengeluaran yang kamu tentukan benar-benar sesuai dengan kemampuanmu.

  Menabung Tabunglah setidaknya 20 persen dari uang jajan atau penghasilanmu bila kamu

sudah bekerja. Jika kamu mendapatkan bonus, jangan langsung dihabiskan. Sisihkan

paling tidak setengahnya untuk masuk ke rekening tabunganmu. Buatlah tabungan khusus untuk keadaan yang benar-benar mendesak, contohnya apabila kamu sakit tiba-tiba.

  Kesampingkan ego dan gengsi Mungkin sering kita merasa takut dianggap ndeso dan kurang gaul bila tidak mengikuti tren-tren terbaru di setiap tahunnya. Namun sekarang saatnya kita membuka mata. Penampilan luar bukanlah segalanya. Barang yang murah belum pasti merupakan barang yang kita butuhkan. Ingat, belilah barang yang sekiranya

bisa kamu tarik manfaatnya, bukan barang yang menarik kemasannya tetapi tak ada

gunanya. Hiduplah dengan sederhana, hindari gaya hidup mewah yang gemar menghambur-hamburkan uang untuk hal yang tidak penting.

  Buatlah prioritas

Selain membuat rencana anggaran, buatlah pula skala prioritas untuk barang-barang

yang akan kamu beli. Pastikan kebutuhan pokok berada di tempat tertinggi dalam daftar belanjamu. Jangan lupa memasukkan rencana rekreasi seperti pergi berlibur atau sekadar menonton bioskop karena refreshing sangatlah perlu agar badan dan pikiran kembali segar, tidak suntuk dan kurang bergairah.

  Hidup sehat Sehat itu mahal harganya. Oleh karena itu, jagalah kondisi tubuhmu agar tetap fit

setiap hari karena ketika kamu jatuh sakit, bukan tak mungkin biaya yang akan kamu kantongmu. Mulailah makan makanan bergizi seperti sayur dan buah lebih sering.

Hindari junk food sebisa mungkin. Berolahragalah secara teratur dan pastikan kamu

memiliki waktu istirahat yang cukup. Hidup sehat berati hidup hemat. Selamat mencoba!

  Kasus Setiap hari kalian diberi uang saku oleh orang tua sebesar Rp 10.000,00 dengan rincian sbb.

  ) :Rp 4.500,00 Bensin a) Makan siang di kantin :Rp 4.000,00 b) :Rp 1.500,00 Ditabung

  

Suatu saat, harga bensin naik menjadi Rp 5.500,00. Bagaimana cara kalian mengatur

uang saku kalian tanpa harus meminta uang saku lebih dari orang tua ataupun mengorbankan salah satu dari ketiga kebutuhan di atas: Jawab :

  

Soal Diskusi

Hitunglah indeks harga agregatif tertimbang dengan menggunakan rumus Paasche dan

Laspeyres, pada tahun 2008 tahun dasar 2007 dari data berikut ini!

  

Harga dan Jumlah Produksi Barang Menurut Jenis

Untuk Tahun 2007-2008

Jenis Barang Harga (Rp) Per Satuan Produksi dalam Satuan 2007 2008 2007 2008

  1

  2

  3

  4

  5 A 650 1.920 705 899 B 280 515 911 1.443 C 400 927

  20

  17 D 388 900 243 356 E 521 1.110 2.316 3.100 Jawab :

  

PENERAPAN PARADIGMA PEDAGOGI REFLEKTIF PADA PEMBELAJARAN

MATERI INDEKS HARGA DAN INFLASI UNTUK MENINGKATKAN

COMPETENCE, CONSCIENCE, DAN COMPASSION SISWA KELAS X SMA

  

PANGUDI LUHUR SANTO LOUIS IX SEDAYU

KUESIONER

Disusun Oleh :

Gregorius Yudanto Rahadi

  081334027

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AKUNTANSI

JURUSAN PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS SANATA DHARMA

YOGYAKARTA

  

2012

  Nama : Kelas/No. abs. : Sekolah : SMA Pangudi Luhur Santo Louis IX Sedayu Berilah tanda ( ) pada kolom yang sesuai dengan pilihan anda.

  2

  Sangat Setuju

  9. Saya mengikuti pelajaran ekonomi dari awal sampai selesai dengan antusias Sangat Tidak Setuju O O O O

  Sangat Setuju 10 .

  Saya senang terhadap metode yang digunakan guru dalam proses pembelajaran ekonomi Sangat

  Tidak Setuju O O O O Sangat

  Setuju

  INSTRUMEN PENILAIAN MINAT BELAJAR No Pernyataan

  1

  4

  8. Saya senang mengikuti pelajaran ekonomi karena dapat mengembangkan sikap atau memperoleh nilai-nilai yang bermanfaat dalam kehidupan sehari- hari.(misal: sikap kritis dan nilai kerjasama.

  5

  1. Saya mencatat hal-hal penting mengenai materi yang diajarkan Sangat Tidak Setuju O O O O

  Sangat Setuju

  2. Saya berusaha tidak terlambat sampai di kelas untuk mengikuti pembelajaran ekonomi Sangat

  Tidak Setuju O O O O Sangat

  Setuju

  3. Saya menyiapkan diri dengan membaca materi sebelum mengikuti pelajaran ekonomi Sangat

  Tidak Setuju O O O O Sangat

  Sangat Tidak Setuju O O O O

  Sangat Setuju

  INSTRUMEN PENILAIAN SIKAP BELAJAR No Pernyataan

  3. Saya bertanya kepada guru jika merasa belum jelas tentang materi yang diajarkan.

  1

  2

  4

  5

  1. Saya mengerjakan tugas ekonomi yang diberikan oleh guru Sangat Tidak Setuju O O O O

  Sangat Setuju

  2. Saya membaca buku paket ekonomi selama pembelajaran berlangsung Sangat Tidak Setuju O O O O

  Sangat Setuju

  Sangat Tidak Setuju O O O O

  7. Saya berpartisipasi secara aktif dalam kerja kelompok atau diskusi kelompok Sangat Tidak Setuju O O O O

  Sangat Setuju

  4. Saya memperhatikan pada saat guru menjelaskan di depan kelas Sangat Tidak Setuju O O O O

  Sangat Setuju

  5. Saya berbicara sendiri dengan teman diluar materi pelajaran jika saya merasa bosan Sangat

  Tidak Setuju O O O O Sangat

  Setuju

  6. Saya membantu teman yang kesulitan dalam memahami materi pada saat proses pembelajaran berlangsung Sangat

  Tidak Setuju O O O O Sangat

  Setuju

  Setuju

  5. Saya membuat ringkasan atau peta konsep tentang materi ekonomi untuk mempermudah dalam belajar Sangat

  Tidak Setuju O O O O Sangat

  Setuju

  6. Saya dapat mengembangkan nilai-nilai atau sikap-sikap positif yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hai melalui mata pelajaran ekonomi

  Sangat Tidak Setuju O O O O

  Sangat Setuju

7. Saya tertarik untuk mempelajari materi pelajaran ekonomi dengan lebih serius.

  Sangat Setuju

  7. Saya perlu menyisihkan uang jajan saya untuk ditabung Sangat Tidak Setuju O O O O

  Setuju

  4. Ada banyak cara untuk menghadapi kenaikan harga-harga kebutuhan hidup Sangat Tidak Setuju O O O O

  Sangat Setuju

  5. Kita perlu membuat skala prioritas dalam membelanjakan uang yang kita miliki Sangat Tidak Setuju O O O O

  Sangat Setuju

  6. Dalam membeli barang kita selalu melihat dari segi bentuknya yang menarik, bukan dari segi manfaat barang tersebut

  Sangat Tidak Setuju O O O O

  Sangat Setuju

  Sangat Setuju

  3. Kita hendaknya pasrah dalam menghadapi kenaikan harga-harga kebutuhan sehari-hari Sangat

  8. Kita perlu membatasi pengeluaran jika harga-harga mengalami kenaikan Sangat Tidak Setuju O O O O

  Sangat Setuju

  9. Membuat rencana anggaran penerimaan pendapatan dan pengeluaran hanya membuang-buang waktu Sangat

  Tidak Setuju O O O O Sangat

  Setuju

  10 .

  Saya akan berusaha untuk bisa membeli barang-barang yang saya inginkan Sangat Tidak

  O O O O Sangat Setuju

  Tidak Setuju O O O O Sangat

  Setuju

  8. Saya berusaha memahami semua hal tentang mata pelajaran ekonomi yang diajarkan oleh guru Sangat

  Setuju

  Tidak Setuju O O O O Sangat

  Setuju

  9. Saya berusaha mencari referensi lain seperti koran, majalah, dll tentang mata pelajaran ekonomi selain dari buku paket.

  Sangat Tidak Setuju O O O O Sangat

  Setuju

  10 .

  Materi pelajaan ekonomi penting untuk saya kuasai dan pahami karena bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari Sangat

  Tidak Setuju O O O O Sangat

  INSTRUMEN PENILAIAN SIKAP KRITIS No Pernyataan

  Tidak Setuju O O O O Sangat

  1

  2

  4

  5

  1. Kita perlu mengikuti perkembangan berita tentang kenaikan harga-harga kebutuhan sehari-hari Sangat

  Tidak Setuju O O O O Sangat

  Sangat Tidak Setuju O O O O

  2. Keputusan pembelian suatu barang didasarkan pada keinginan untuk memiliki barang tersebut Sangat

  Setuju

  INSTRUMEN PENILAIAN KERJA SAMA No Pernyataan

  

Tidak

Setuju O O O O Sangat

  Saya dapat berkomunikasi dengan baik pada saat diskusi kelompok Sangat

Tidak

Setuju O O O O

  10 .

  Setuju

  

Tidak

Setuju O O O O Sangat

  9. Saya senang melihat teman yang dapat memahami suatu materi setelah saya jelaskan Sangat

  Sangat Setuju

  8. Saya menerima perbedaan pendapat diantara teman dalam kelompok Sangat

Tidak

Setuju O O O O

  Sangat Setuju

  7. Saya bersedia membantu teman yang mengalami kesulitan belajar Sangat

Tidak

Setuju O O O O

  Setuju

  

Tidak

Setuju O O O O Sangat

  6. Saya menghargai pendapat yang diberikan teman didalam maupun diluar kelompok Sangat

  Setuju

  5. Saya dapat bersikap sabar dalam membantu teman yang mengalami kesulitan untuk memahami suatu materi Sangat

  1

  Sangat Setuju

  4. Kerja kelompok membantu saya dalam memahami materi pelajaran Sangat

Tidak

Setuju O O O O

  Sangat Setuju

  Sangat

Tidak

Setuju O O O O

  3. Saya dan setiap anggota kelompok terlibat aktif dalam diskusi atau mengerjakan tugas atau soal yang diberikan

  Setuju

  

Tidak

Setuju O O O O Sangat

  2. Saya tidak malu untuk bertanya kepada teman yang sekiranya dapat membantu saya Sangat

  Sangat Setuju

  1. Saya memperoleh banyak manfaat melalui kerjasama dalam kelompok Sangat

Tidak

Setuju O O O O

  5

  4

  2

  Sangat Setuju

  Instrumen Refleksi Guru Mitra

  

Instrumen Refleksi Siswa Terhadap Perangkat dan Model Pembelajaran

PPR Siklus 1

  

Instrumen Refleksi Siswa Terhadap Perangkat dan Model Pembelajaran

PPR Siklus II

  Kisi-Kisi Soal Pre Test dan Post Test Siklus I Sekolah : SMA Pangudi Luhur St. Louis IX Sedayu.

  Mata Pelajaran : Ekonomi Materi : Indeks Harga dan Inflasi Kelas/Semester : X/2 Alokasi Waktu : 15 Menit Bentuk Soal : Pilihan Ganda

  Indikator No. Soal Mendefinisikan Inflasi

  1 Jenis-jenis Inflasi

  2 Jenis Inflasi dilihat dari Tingkat Keparahannya

  3

  5 Inflasi berdasarkan asalnya

  6 Penyebab Timbulnya inflasi Berdasarkan Teori Inflasi

  4 Menghitung Laju Inflasi

  6 Dampak Inflasi

  7 Pihak-Pihak yng Mendapatkan Keuntungan dan Menderita kerugian Akibat terjadinya Inflasi

  8 Cara Mengatasi Inflasi

  9

  10

  

Kisi-Kisi Soal Pre Test dan Post Test Siklus II

Sekolah : SMA Pangudi Luhur St. Louis IX Sedayu.

  Mata Pelajaran : Ekonomi Materi : Indeks Harga dan Inflasi Kelas/Semester : X/2 Alokasi Waktu : 15 Menit Bentuk Soal : Uraian

  Indikator Siklus I (Paasche) Menghitung indeks harga agregatif tertimbang dengan menggunakan rumus Paasche dan Laspeyres

  Menghitung indeks harga agregatif tertimbang dengan

menggunakan rumus Paasche

Siklus II (Laspeyres)

  Menghitung indeks harga agregatif tertimbang dengan

menggunakan rumus Laspeyres

  

Kisi-Kisi Kuesioner

Pengukuran Indikator Pernyataan Conscience

  Rasa senang dalam 8, 9, 10 pembelajaran Sikap Tanggap terhadap situasi 1, 2, 4, 5, 6 pembelajaran Berpartisipasi aktif dalam 7, 3 pembelajaran Kesadaran dalam belajar 4, 9

Keinginan untuk mencapai 3,

tujuan

  Minat Dorongan dan kebutuhan 1, 5 dalam belajar Kedisiplinan dalam belajar

  2 Ketertarikan terhadap 6, 7, 8, 10 pelajaran Keberanian untuk bersikap 3, 4, 6, 10 Sikap Kritis krirtis Bersikap kritis 1, 2, 5, 7,8 Manfaat bersikap kritis

  9 Compassion Kepedulian terhadap teman 5, 7 Kerja sama Berpartisipasi aktif dalam

  3 diskusi Manfaat kerja sama 1, 4, 9, 10 Memiliki sikap kerja sama 2, 6, 8 Penilaian Sikap Pra Penelitian No.

  Instrumen Penilaian Sikap

  2

  2

  4

  5

  1

  2

  2

  4

  22

  2.4

  2

  1

  4

  5

  2

  2

  2

  5

  2

  4

  21

  1

  2

  4

  3.4

  5

  2

  5

  1

  5

  2

  2

  5

  24

  2

  2.1

  2

  2

  2

  1

  4

  2

  2

  2

  2

  23

  3

  2

  5

  2

  1

  1

  2

  2

  4

  4

  18

  2.6

  2

  2

  4

  4

  4

  2

  2

  4

  4

  4

  17

  3

  4

  2

  4

  4

  5

  5

  4

  5

  2

  4

  2

  2

  20

  3.4

  2

  2

  5

  2

  2

  2

  4

  4

  1

  2

  19

  2.9

  2

  2.4

  2

  31

  2

  1

  2

  4

  2

  4

  2

  4

  1

  2.4

  2

  5

  1

  2

  3

  2

  5

  4

  5

  1

  2

  32

  30

  5

  2

  1

  4

  2

  4

  3

  4

  5

  2

  33

  4

  3.2

  1

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  1

  5

  3.3

  25

  26

  4

  5

  2

  4

  1

  5

  5

  4

  4

  3.8

  27

  1

  1

  1

  4

  2

  2

  2

  4

  5

  2

  4

  3.6

  4

  29

  2

  2

  5

  4

  5

  4

  2

  4

  4

  3.6

  28

  2

  4

  4

  5

  2

  4

  4

  5

  4

  2

  1

  2

  1

  2

  6

  3.3

  4

  2

  2

  4

  2

  2

  2

  2

  4

  2

  5

  2.4

  2

  4

  5

  5

  2

  2

  4

  4

  2

  2

  4

  8

  3

  2

  2

  4

  4

  2

  5

  5

  4

  4

  5

  7

  3.5

  2

  2

  2

  5

  4

  2

  2

  4

  2

  2

  3.5

  2

  2

  1

  2

  4

  4

  2

  2

  4

  1

  1

  10

  9

  8

  7

  6

  5

  4

  3

  2

  2

  2

  4

  2

  4

  3.2

  4

  2

  5

  5

  4

  5

  4

  2

  5

  4

  3

  3.7

  5

  5

  4

  5

  5

  1

  2

  2

  4

  5

  4

  5

  2

  1

  4

  14

  3.9

  2

  2

  2

  4

  4

  4

  2

  2

  2

  4

  13

  2.8

  4

  2

  4

  4

  5

  2

  2

  1

  5

  2

  2

  5

  16

  2.9

  2

  4

  2

  5

  5

  4

  4

  4

  2

  4

  15

  3.3

  5

  4

  2

  5

  5

  2

  4

  2

  10

  2.8

  4

  2

  4

  4

  4

  2

  2

  2

  2

  4

  9

  3

  2

  2

  5

  2

  2

  4

  2

  4

  4

  5

  2

  2

  12

  3.2

  2

  2

  2

  4

  4

  2

  4

  5

  5

  5

  11

  3.7

  4

  2

  2

  4

  3.06 3.5 2.7 3.3 3.1 3.1 3.19 3.38 3.09 2.31 2.97 3.06 Penilaian Sikap Akhir Siklus I No.

  Instrumen Penilaian Sikap

  2

  3.1

  4

  5

  2

  4

  2

  2

  2

  4

  4

  2

  22

  4.1

  4

  2

  4

  5

  5

  4

  4

  23

  2

  4

  5

  5

  5

  5

  5

  5

  5

  5

  5

  5

  5

  2

  24

  2.6

  4

  2

  4

  2

  2

  2

  4

  5

  4

  4

  5

  4

  4

  5

  4

  4

  2

  4

  4

  4

  4

  2

  18

  4.6

  5

  4

  4

  5

  5

  5

  4

  19

  4

  21

  4

  4.2

  5

  4

  4

  5

  4

  2

  4

  5

  5

  4

  20

  3.4

  2

  5

  5

  4

  2

  4

  2

  25

  1

  4

  2

  2.2

  2

  2

  2

  2

  2

  4

  2

  2

  2

  4

  31

  3.9

  5

  2

  4

  4

  4

  1

  5

  32

  2

  4

  2

  2.4 4.1 3.5 4.2 3.7 3.1 3.84 4.06 3.97 3.29 3.9

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  4

  4

  2

  33

  2.7

  1

  2

  4

  4

  4

  2

  2

  5

  5

  4

  2

  3.5

  4

  2

  5

  4

  4

  2

  4

  4

  4

  4

  26

  3.5

  5

  4

  4

  4

  2

  2

  5

  27

  2

  30

  4

  4.4

  5

  4

  5

  4

  5

  4

  4

  4

  5

  5

  29

  28

  3.8

  4

  2

  4

  4

  5

  4

  4

  5

  5

  1

  4

  2

  2

  2

  5

  4

  2

  4

  4

  4

  6

  7

  5

  3.4

  4

  4

  2

  4

  4

  2

  2

  3.3

  4

  4

  4

  4

  5

  5

  4

  4

  5

  4

  4

  4

  8

  4

  3.5

  5

  1

  4

  4

  1

  2

  5

  5

  4

  4

  9

  4

  5

  4

  5

  4

  5

  4

  2

  4

  4

  1

  2

  10 Rerata

  9

  8

  7

  6

  5

  4

  3

  2

  4.1

  4

  4

  3

  4.1

  5

  4

  5

  5

  4

  4

  3

  4

  4

  5

  3

  4.3

  4

  2

  4

  5

  5

  5

  5

  4

  4.3

  4

  17

  4

  4

  4

  2

  4

  4

  5

  4

  4

  5

  4

  4

  14

  3.2

  2

  2

  2

  4

  4

  4

  4

  15

  2

  2

  5

  4.4

  5

  5

  5

  4

  4

  1

  5

  5

  5

  4

  16

  3.9

  4

  4

  5

  5

  5

  2

  4

  4

  4

  4

  5

  5

  4

  4

  2

  5

  4

  5

  5

  4

  10

  11

  4

  5

  4

  4

  5

  4

  4

  2

  4

  4.3

  5

  13

  5

  4.4

  5

  2

  5

  4

  5

  4

  4

  5

  5

  5

  12

  4.2

  1

  5

  5

  5

  5

  1

  5

  5

  3.65 Penilaian Sikap Akhir Siklus II No.

  Instrumen Penilaian Sikap

  5

  2

  2

  2

  23

  4.6

  4

  4

  5

  5

  4

  4

  4

  5

  5

  5

  22

  4

  4

  4

  5

  4

  2

  2

  2

  5

  2

  1

  2

  2

  1

  25

  5

  5

  5

  5

  5

  2

  5

  5

  5

  5

  5

  24

  2.4

  2

  4

  2

  4

  4

  2

  4

  19

  4.6

  5

  5

  5

  4

  4

  5

  5

  4

  5

  5

  18

  4.3

  5

  4

  4

  4

  5

  4

  4

  5

  4

  5

  5

  4

  4

  21

  4.4

  4

  5

  5

  5

  5

  4

  5

  4

  2

  4

  20

  4.6

  5

  5

  4

  5

  5

  4

  2

  1

  4

  31

  2

  2

  4

  4

  5

  2

  2

  2

  2

  3.5

  2.7

  4

  4

  4

  4

  4

  1

  4

  4

  2

  4

  2

  32

  4.5

  2

  3.6 3.82 3.5 3.9 3.8 3.5 3.91 4.06 3.79 3.82 3.7

  4

  4

  4

  4

  5

  4

  4

  1

  4

  33

  4

  2.4

  1

  1

  2

  4

  4

  2

  2

  2

  2

  30

  5

  1

  4

  5

  1

  4

  5

  2

  4

  27

  2.9

  4

  2

  4

  2

  2

  1

  4

  4

  2

  4

  26

  1.5

  1

  4

  2

  5

  5

  5

  4

  4

  4

  4

  4

  5

  5

  29

  4.7

  5

  2

  5

  4

  4

  5

  4

  5

  5

  5

  28

  3.3

  5

  4

  1

  5

  2

  2

  6

  4.3

  4

  4

  5

  5

  4

  5

  2

  5

  4

  2

  5

  3.2

  2

  4

  2

  4

  4

  2

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  8

  4.4

  4

  4

  4

  5

  5

  2

  4

  5

  5

  4

  7

  2.4

  2

  2

  2

  4

  2

  4

  4

  5

  4.7

  5

  5

  5

  5

  4

  4

  5

  4

  5

  5

  1

  10 Rerata

  9

  8

  7

  6

  5

  4

  3

  2

  2

  5

  4

  4

  2

  4

  4.6

  5

  5

  4

  5

  4

  5

  5

  4

  5

  5

  3

  4.6

  5

  5

  5

  5

  5

  1

  5

  4

  4

  17

  14

  4

  5

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  3.6

  4.1

  5

  4

  2

  4

  4

  4

  4

  4

  1

  4

  4

  15

  3.8

  5

  4.6

  5

  5

  5

  5

  1

  5

  5

  5

  5

  16

  4

  4.3

  4

  5

  5

  4

  4

  5

  4

  4

  4

  13

  4

  4

  4

  4

  4

  2

  2

  2

  1

  10

  4.1

  4

  4

  4

  1

  4

  4

  4

  4

  4

  5

  9

  4

  4

  4

  2

  1

  2

  1

  4

  4

  4

  2

  4

  5

  4

  5

  12

  3.3

  4

  2

  4

  4

  4

  2

  4

  4

  2

  4

  11

  2.1

  3.79 Penilaian Minat Pra Penelitian

  Instrumen Penilaian Minat No.

  4

  2

  2

  4

  2

  1

  1

  2

  22

  3.4

  2

  1

  4

  5

  4

  2

  2

  2

  4

  5

  21

  4

  4

  5

  2.6

  5

  2

  5

  2

  1

  1

  5

  5

  24

  2

  2.3

  2

  4

  4

  2

  1

  1

  2

  4

  4

  23

  4

  4

  5

  4

  2

  2

  4

  2

  4

  4

  18

  3.7

  4

  2

  4

  4

  4

  2

  4

  4

  5

  4

  17

  4.4

  5

  2

  2

  5

  5

  2

  4

  4

  2

  4

  5

  5

  20

  3.6

  4

  4

  4

  5

  4

  2

  2

  1

  5

  4

  19

  3

  1

  3.2

  5

  2

  1

  4

  4

  4

  1

  4

  2

  2

  2

  31

  32

  2.5

  5

  1

  2

  5

  2

  4

  1

  1

  2

  2.6

  2

  30

  2

  2.7 3.91 3.84 2.44 2.2 2.5 3.25 3.44 3.5 2.53 3.84

  1

  2

  4

  5

  4

  2

  1

  2

  4

  4

  33

  2

  2

  2

  1

  2

  2

  1

  2

  2

  2

  4.3

  25

  26

  1

  4

  2

  1

  2

  4

  2

  4

  5

  2.8

  2.9

  4

  1

  2

  5

  2

  1

  2

  2

  4

  5

  4

  27

  5

  29

  4

  5

  5

  4

  4

  2

  4

  5

  5

  3.1

  28

  4

  2

  4

  2

  4

  4

  2

  4

  1

  4

  5

  5

  1

  4

  6

  2.5

  4

  2

  2

  2

  1

  2

  2

  4

  5

  2

  5

  3

  4

  2

  1

  4

  4

  2

  5

  4

  2

  2

  2

  8

  3

  4

  4

  2

  2

  4

  2

  2

  2

  4

  4

  7

  3.4

  4

  2

  2

  2

  4

  4

  2

  5

  2

  5

  3.3

  5

  4

  2

  5

  1

  2

  2

  2

  5

  1

  1

  10 Rerata

  9

  8

  7

  6

  5

  4

  3

  2

  2

  5

  4

  2

  4

  3.3

  2

  4

  4

  4

  5

  1

  2

  4

  2

  5

  3

  3.4

  2

  4

  5

  4

  5

  2

  4

  5

  2

  5

  2

  2

  4

  4

  4

  14

  2.7

  2

  2

  5

  5

  1

  2

  2

  1

  2

  4

  13

  3.1

  4

  2

  5

  5

  5

  4

  4

  2

  4

  4

  5

  4

  16

  3.4

  5

  2

  1

  1

  5

  4

  2

  2

  4

  5

  15

  3.5

  5

  4

  4

  1

  2

  2

  5

  4

  10

  3.2

  4

  2

  4

  4

  4

  2

  2

  2

  4

  4

  9

  2.7

  4

  2

  4

  2

  2

  4

  2

  1

  5

  1

  4

  5

  12

  3.5

  5

  1

  4

  4

  4

  2

  2

  4

  1

  5

  11

  3.4

  5

  2

  4

  4

  3.14 Penilaian Minat Akhir Siklus I

  Instrumen Penilaian Minat No.

  2

  3.6

  4

  4

  4

  5

  5

  4

  2

  2

  4

  2

  22

  4.2

  5

  1

  5

  4

  4

  5

  4

  23

  4

  5

  5

  3.8

  5

  1

  5

  5

  5

  5

  1

  1

  5

  2

  24

  3

  4

  4

  4

  4

  2

  2

  2

  5

  4

  5

  4

  4.4

  5

  5

  4

  5

  4

  4

  4

  5

  4

  4

  18

  4.7

  5

  5

  4

  4

  5

  5

  5

  19

  5

  21

  5

  4.2

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  5

  2

  20

  3.4

  4

  4

  2

  4

  5

  2

  2

  25

  4

  5

  2

  2.1

  2

  2

  4

  2

  2

  2

  2

  1

  2

  2

  31

  4.3

  5

  4

  4

  4

  5

  5

  4

  32

  4

  5

  2

  2.3 4.16 4.29 3.29 3.3 3.65 4.1 3.68 4 3.13 4.42

  5

  1

  2

  2

  2

  2

  2

  1

  4

  2

  33

  2.1

  2

  1

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  5

  1

  4

  3.3

  5

  2

  5

  2

  4

  2

  2

  2

  5

  2

  26

  3.1

  4

  2

  5

  4

  4

  1

  1

  27

  4

  30

  4

  3.8

  4

  2

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  2

  29

  28

  3.2

  5

  2

  5

  4

  4

  2

  2

  4

  5

  1

  5

  4

  2

  2

  2

  4

  4

  2

  4

  5

  6

  7

  5

  4.2

  5

  5

  4

  2

  4

  4

  5

  3.4

  4

  4

  4

  5

  4

  5

  5

  5

  4

  4

  4

  5

  8

  4

  4.1

  4

  2

  5

  4

  4

  4

  5

  5

  5

  4

  9

  5

  5

  2

  4

  5

  5

  4

  2

  2

  5

  1

  2

  10 Rerata

  9

  8

  7

  6

  5

  4

  3

  2

  3.9

  5

  4

  5

  4

  5

  5

  4

  2

  5

  2

  4

  3

  5

  4

  3

  4.2

  5

  4

  4

  2

  5

  5

  4

  4

  4.5

  5

  17

  5

  4.1

  4

  2

  4

  5

  4

  4

  4

  5

  4

  4

  14

  3.8

  4

  2

  2

  4

  4

  4

  4

  15

  4

  5

  5

  5

  5

  5

  5

  5

  5

  5

  5

  5

  5

  2

  16

  3.3

  5

  2

  4

  2

  4

  4

  2

  4

  5

  5

  2

  4

  4

  4

  4

  4

  5

  5

  4

  4

  10

  11

  4.3

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  5

  4

  5

  13

  4

  4.6

  5

  5

  5

  4

  4

  4

  5

  5

  5

  5

  12

  5

  5

  5

  5

  5

  5

  5

  5

  5

  3.8 Penilaian Minat Akhir Siklus II

  Instrumen Penilaian Minat No.

  4

  2

  4

  2

  23

  4.6

  5

  5

  5

  4

  4

  1

  5

  5

  4

  5

  22

  3.4

  5

  2

  4

  4

  2

  2

  2

  5

  1

  2

  2

  2

  4

  25

  5

  5

  5

  5

  5

  4

  5

  5

  5

  5

  5

  24

  2.5

  2

  2

  4

  4

  2

  2

  4

  19

  3.6

  5

  2

  2

  4

  4

  4

  2

  4

  5

  5

  18

  3.7

  5

  4

  4

  1

  4

  2

  4

  5

  4

  2

  5

  4

  5

  21

  4.3

  5

  4

  5

  5

  1

  5

  5

  4

  4

  4

  20

  4.3

  4

  5

  5

  5

  2

  4

  1

  2

  4

  31

  4

  4

  2

  2

  5

  2

  2

  2

  2

  4

  2.9

  4

  2

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  5

  5

  4

  32

  4.5

  4

  3.8 4.09 4.18 3.42 3.3 3.45 3.55 3.73 3.88 3.48 3.85

  2

  2

  4

  4

  4

  5

  4

  5

  4

  33

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  1

  2

  1

  4

  30

  5

  2

  2

  2

  1

  1

  1

  4

  2

  27

  3.2

  4

  4

  2

  4

  4

  2

  2

  2

  4

  4

  26

  1.9

  1

  2

  1

  4

  4

  4

  4

  5

  4

  4

  5

  5

  5

  29

  4.5

  5

  2

  4

  5

  5

  5

  4

  4

  4

  5

  28

  1.8

  4

  5

  1

  5

  5

  2

  6

  4.8

  4

  5

  5

  5

  4

  5

  2

  5

  5

  5

  5

  3.2

  2

  4

  2

  4

  4

  2

  2

  2

  5

  4

  4

  5

  4

  8

  3.9

  5

  4

  4

  4

  2

  2

  2

  4

  4

  5

  7

  2.3

  2

  2

  2

  2

  2

  4

  4

  4

  4.3

  5

  4

  5

  5

  5

  5

  4

  2

  4

  5

  1

  10 Rerata

  9

  8

  7

  6

  5

  4

  3

  2

  2

  5

  4

  4

  4

  4

  4.7

  5

  5

  5

  4

  4

  5

  5

  5

  5

  5

  3

  5

  5

  5

  5

  5

  5

  5

  5

  4

  4

  17

  14

  4

  4

  4

  4

  5

  4

  4

  5

  4

  4.3

  4.2

  4

  5

  4

  4

  4

  4

  4

  5

  5

  4

  4

  15

  2.9

  5

  4.7

  5

  5

  5

  5

  5

  4

  4

  4

  5

  16

  4

  4.5

  5

  4

  5

  5

  5

  4

  4

  4

  5

  13

  4

  5

  4

  1

  2

  2

  2

  1

  2

  10

  4

  4

  4

  4

  1

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  9

  4.2

  4

  4

  1

  1

  4

  4

  4

  2

  2

  2

  1

  1

  4

  5

  12

  3.6

  2

  1

  4

  4

  4

  4

  4

  2

  4

  4

  11

  1.4

  3.7 Instrumen Penilaian Sikap Kritis Pra Penelitian

  Instrumen Penilaian Sikap Kritis No.

  5

  5

  1

  4

  5

  5

  2

  4

  22

  4.3

  2

  1

  5

  5

  5

  5

  4

  5

  2

  5

  21

  4

  5

  5

  2.4

  5

  5

  5

  5

  5

  5

  1

  5

  24

  2

  3.6

  1

  4

  2

  1

  2

  5

  2

  1

  4

  23

  3.6

  1

  5

  1

  4

  5

  4

  4

  1

  2

  18

  3.4

  1

  5

  4

  2

  5

  4

  5

  4

  2

  5

  17

  2.3

  1

  2

  1

  5

  1

  5

  5

  5

  5

  2

  1

  2

  20

  3.1

  4

  4

  2

  4

  1

  4

  5

  5

  1

  4

  19

  3.1

  1

  4.2

  1

  31

  1

  2

  2

  2

  5

  5

  2

  5

  2

  3.2

  2.7

  5

  1

  5

  5

  1

  5

  2

  5

  1

  1

  32

  30

  5

  4

  1

  5

  1

  2

  5

  1

  5

  1

  33

  4

  3.9

  5

  2

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  2

  3.3

  25

  26

  2

  4

  2

  5

  5

  5

  4

  4

  2

  4.2

  3.8

  5

  2

  5

  5

  5

  5

  5

  4

  5

  1

  5

  27

  2

  29

  2

  5

  4

  4

  4

  4

  2

  2

  4

  3.9

  28

  5

  2

  5

  5

  4

  5

  4

  4

  1

  4

  4

  1

  1

  2

  6

  3

  2

  4

  4

  4

  2

  2

  4

  2

  4

  4

  5

  3.4

  4

  2

  5

  5

  2

  2

  4

  1

  5

  5

  5

  8

  3.6

  5

  2

  4

  4

  5

  1

  4

  5

  2

  4

  7

  3.1

  2

  1

  5

  2

  2

  5

  5

  2

  2

  2

  4.2

  4

  2

  5

  4

  5

  5

  5

  5

  5

  1

  1

  10 Rerata

  9

  8

  7

  6

  5

  4

  3

  2

  2

  1

  2

  4

  4

  3.6

  2

  1

  4

  4

  5

  5

  4

  2

  5

  5

  3

  4.2

  5

  5

  5

  5

  5

  5

  5

  4

  2

  1

  5

  4

  4

  2

  4

  14

  3.8

  2

  1

  5

  5

  1

  5

  4

  4

  2

  5

  13

  3.9

  4

  2

  5

  5

  5

  5

  4

  4

  2

  2

  2

  5

  16

  4.5

  5

  4

  5

  4

  5

  5

  5

  5

  2

  5

  15

  3.5

  4

  2

  5

  5

  4

  4

  2

  4

  10

  3

  4

  2

  2

  4

  2

  4

  4

  2

  2

  4

  9

  3.8

  1

  5

  5

  5

  5

  5

  2

  2

  5

  4

  5

  2

  12

  3.9

  1

  4

  5

  5

  5

  5

  5

  4

  1

  4

  11

  3.5

  5

  2

  2

  4

  3 3.69 2.22 3.75 4.2 4.25 3.56 3.9 4.19 2.13 3.47 3.531 Instrumen Penilaian Sikap Kritis Siklus I

  Instrumen Penilaian Sikap Kritis No.

  4

  5

  4

  5

  5

  4

  2

  5

  4

  4

  22

  23

  4.5

  4

  5

  5

  5

  4

  5

  5

  4

  4.2

  4

  4

  5

  5

  1

  5

  5

  5

  5

  5

  5

  1

  24

  5

  4

  4

  2

  4

  5

  5

  5

  4

  2

  4

  21

  25

  4

  5

  5

  4

  4

  5

  4

  5

  4

  4

  18

  19

  3.4

  2

  5

  5

  5

  1

  4

  5

  1

  4.4

  4

  4.6

  5

  5

  1

  5

  5

  5

  5

  5

  5

  5

  20

  2

  3.4

  2

  2

  5

  4

  1

  4

  5

  5

  4.2

  4

  5

  5

  2

  4

  4

  4

  2

  5

  5

  4

  4

  31

  32

  4.8

  5

  5

  5

  5

  5

  5

  5

  4

  3.9

  2

  4

  4

  5

  1

  5

  4

  5

  5

  5

  5

  1

  33

  5

  4.5

  5

  5

  5

  5

  5

  4

  4

  5

  5

  30

  5

  2

  5

  2

  4

  4

  5

  4

  4

  5

  5

  26

  27

  4.1

  1

  4

  5

  5

  5

  2

  5

  5

  4

  4

  3.8

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  2

  29

  4

  28

  4.4

  4

  5

  4

  4

  5

  5

  5

  4

  1

  17

  1

  6

  1

  5

  5

  5

  5

  5

  5

  4

  4

  5

  4.4

  3.8

  5

  4

  4

  2

  4

  4

  2

  4

  5

  7

  5

  8

  5

  5

  5

  5

  5

  5

  2

  1

  5

  4.1

  4

  4

  4

  4

  5

  4

  5

  5

  4

  2

  4

  4

  3.9

  5

  4

  2

  5

  5

  4

  5

  5

  4

  1

  1

  2

  10 Rerata

  9

  8

  7

  6

  5

  4

  3

  2

  4

  5

  3.8

  5

  5

  1

  5

  5

  4

  1

  5

  5

  2

  3

  5

  4.6

  4

  5

  4

  4

  5

  5

  5

  4

  1

  9

  4.9

  4

  4

  4

  4

  4

  5

  4

  5

  5

  4

  14

  15

  3.8

  4

  2

  5

  5

  4

  4

  4

  4

  4.3

  5

  4

  5

  5

  5

  5

  5

  5

  5

  4

  5

  5

  16

  4

  4.7

  4

  5

  5

  4

  5

  5

  5

  5

  2

  13

  4

  10

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  3.2

  4

  2

  4

  4

  4

  2

  4

  4

  2

  2

  4

  11

  4.5

  5

  5

  4

  4

  4

  5

  5

  5

  4

  4

  12

  5

  5

  5

  5

  5

  5

  5

  5

  5

  5

  5

  4 4.29 3.42 4.13 4.6 4.32 4.26 4.5 4.58 3.55 4 4.168 Instrumen Penilaian Sikap Kritis Siklus II

  Instrumen Penilaian Sikap Kritis No.

  4

  4

  4

  23

  4.6

  5

  4

  5

  5

  4

  4

  4

  5

  5

  5

  22

  4.3

  5

  4

  4

  4

  5

  4

  2

  4

  5

  2

  5

  5

  1

  25

  4.6

  5

  1

  5

  5

  5

  4

  5

  5

  5

  5

  24

  3.4

  2

  2

  4

  4

  4

  4

  4

  5

  4.6

  5

  4

  4

  5

  5

  5

  4

  4

  5

  5

  18

  4.5

  4

  4

  5

  5

  5

  4

  4

  5

  19

  5

  5

  4

  4

  21

  4.5

  5

  5

  4

  4

  4

  5

  5

  4

  5

  5

  20

  4.6

  4

  5

  5

  4

  4

  5

  4

  1

  1

  4

  4.4

  4

  5

  4

  5

  4

  5

  2

  5

  31

  5

  2

  1

  5

  5

  5

  5

  4

  5

  5

  4

  30

  2

  3.8

  2

  33

  1

  4

  4

  4

  1

  2

  2

  1

  4

  4

  4.3

  32

  5

  1

  5

  5

  5

  5

  5

  5

  5

  2

  4

  5

  1

  4

  5

  5

  4

  4

  4

  27

  3.7

  5

  2

  2

  5

  5

  4

  4

  4

  5

  2

  26

  2.6

  5

  1

  4

  4

  4

  5

  4

  5

  5

  4

  4

  2

  5

  29

  4.2

  5

  4

  2

  5

  5

  5

  1

  2

  5

  5

  28

  4.2

  5

  5

  17

  1

  4

  4

  5

  6

  4.5

  4

  5

  5

  5

  4

  5

  5

  4

  4

  5

  5

  3.5

  4

  4

  4

  5

  2

  5

  5

  4

  4

  5

  2

  1

  5

  8

  4.6

  5

  5

  4

  4

  5

  5

  5

  5

  4

  5

  7

  4.2

  5

  2

  4

  2

  4

  2

  4

  5

  4.5

  5

  5

  5

  4

  5

  4

  4

  4

  4

  4

  1

  10 Rerata

  9

  8

  7

  6

  5

  4

  3

  2

  2

  5

  4

  4

  2

  4

  4.3

  5

  4

  4

  5

  5

  4

  4

  4

  5

  4

  3

  4.9

  5

  5

  5

  5

  5

  5

  5

  4

  5

  5

  3.4

  5

  5

  1

  5

  4

  4

  1

  4

  14

  2

  2

  5

  4

  4

  2

  4

  4

  2

  2

  5

  13

  2

  3.3

  4

  16

  5

  5

  5

  5

  5

  5

  5

  5

  5

  5

  4.8

  15

  5

  5

  4

  5

  5

  5

  5

  4

  5

  5

  4.5

  4

  5

  4

  1

  1

  2

  4

  1

  10

  3.2

  2

  4

  4

  1

  2

  4

  4

  2

  2

  4

  9

  3.8

  2

  5

  2

  1

  5

  1

  5

  5

  5

  4

  4

  5

  4

  12

  4.3

  5

  5

  1

  5

  5

  4

  5

  5

  4

  4

  11

  1.6

  2

  2.7 4.09 4.06 3.94 4.1 4.21 4.09 4.3 4.24 3.45 4 4.042 Penilaian Kerja Sama Pra Penelitian

  Instrumen Penilaian Kerja Sama No.

  2

  4

  2

  2

  5

  2

  2

  4

  22

  3.6

  1

  5

  5

  4

  4

  4

  5

  5

  1

  5

  21

  1

  1

  5

  2.3

  1

  5

  1

  5

  5

  1

  5

  5

  24

  1

  2.8

  2

  5

  1

  1

  2

  4

  2

  4

  1

  23

  3

  1

  2

  4

  4

  2

  4

  4

  4

  4

  18

  4.4

  4

  5

  4

  4

  5

  5

  4

  4

  4

  5

  17

  3.3

  5

  4

  2

  4

  4

  4

  2

  5

  5

  1

  2

  1

  20

  3.5

  5

  2

  4

  2

  2

  2

  2

  4

  5

  5

  19

  3.4

  5

  3.5

  5

  31

  5

  2

  4

  2

  2

  2

  4

  4

  4

  3.5

  3.3

  5

  5

  2

  5

  1

  1

  5

  1

  5

  4

  32

  30

  5

  2

  4

  5

  2

  5

  2

  4

  4

  1

  33

  5

  3.9

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  2

  5

  3.8

  25

  26

  5

  1

  4

  5

  5

  4

  4

  4

  5

  3.4

  4.1

  1

  5

  5

  5

  5

  5

  1

  2

  1

  4

  4

  27

  4

  29

  5

  4

  4

  5

  4

  5

  1

  1

  5

  4

  28

  4

  5

  4

  4

  5

  4

  4

  4

  5

  1

  1

  1

  1

  4

  6

  3.8

  4

  4

  4

  4

  4

  2

  4

  4

  2

  4

  5

  2.8

  5

  5

  2

  2

  5

  2

  2

  4

  2

  4

  4

  8

  3.2

  2

  5

  4

  1

  4

  2

  4

  1

  4

  2

  7

  3.2

  5

  5

  4

  1

  4

  4

  1

  2

  1

  5

  4.3

  4

  4

  5

  4

  4

  2

  5

  5

  5

  5

  1

  10 Rerata

  9

  8

  7

  6

  5

  4

  3

  2

  2

  5

  2

  5

  4

  4.5

  5

  5

  4

  5

  5

  4

  5

  5

  4

  2

  3

  4.9

  5

  5

  5

  5

  5

  5

  5

  2

  4

  1

  5

  4

  1

  1

  4

  14

  4.5

  4

  5

  5

  4

  4

  5

  4

  4

  5

  4

  13

  3.5

  5

  5

  4

  5

  5

  5

  4

  4

  5

  5

  1

  5

  16

  4.4

  4

  5

  4

  5

  5

  4

  4

  4

  5

  5

  15

  3.9

  5

  5

  5

  5

  2

  4

  1

  4

  10

  4

  4

  4

  4

  4

  2

  5

  5

  4

  4

  5

  9

  2.7

  4

  4

  2

  2

  2

  5

  4

  1

  1

  2

  1

  2

  12

  4.2

  5

  5

  5

  5

  5

  5

  5

  2

  4

  5

  11

  4

  5

  5

  2

  4

  3.4 3.88 3.2 3.22 3.91 3.53 3.5 3.66 3.75 4.22 3.75 3.659 Penilaian Kerja Sama Akhir Siklus I

  Instrumen Penilaian Kerja Sama No.

  4

  4.1

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  5

  5

  22

  4.1

  4

  4

  4

  5

  4

  4

  4

  23

  4

  4

  5

  5

  5

  5

  5

  5

  5

  5

  5

  5

  5

  4

  24

  3.8

  4

  4

  2

  4

  5

  4

  2

  4

  4

  5

  5

  4.2

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  5

  4

  4

  5

  18

  4.6

  5

  5

  4

  5

  4

  4

  5

  19

  5

  21

  5

  4.4

  4

  5

  4

  4

  4

  4

  5

  4

  5

  4

  20

  4.2

  5

  4

  2

  4

  5

  4

  4

  25

  5

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  2

  4

  4

  4

  31

  32

  4.1

  4

  5

  5

  5

  5

  4

  2

  2

  3.8

  5

  4

  4

  2

  2

  4

  4

  5

  2

  2

  2

  4

  33

  5

  4.6

  5

  5

  4

  4

  5

  4

  5

  4

  5

  30

  5

  4

  3.4

  2

  4

  2

  4

  4

  4

  4

  2

  4

  4

  26

  5

  5

  5

  5

  5

  5

  5

  5

  27

  4

  4.7

  4

  5

  5

  5

  4

  5

  5

  5

  5

  4

  29

  4

  28

  4.1

  4

  4

  4

  5

  5

  5

  2

  5

  5

  1

  6

  5

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  5

  2

  5

  4.1

  3.4

  4

  2

  2

  4

  4

  4

  2

  4

  5

  7

  4

  8

  5

  5

  5

  5

  5

  5

  4

  5

  5

  4.5

  4

  5

  5

  4

  4

  5

  4

  4

  5

  5

  4

  4

  4.9

  5

  2

  5

  5

  5

  5

  4

  5

  5

  5

  1

  2

  10 Rerata

  9

  8

  7

  6

  5

  4

  3

  2

  4.6

  4

  4.4

  4

  5

  5

  4

  5

  4

  5

  4

  4

  4

  3

  4

  4.6

  5

  5

  5

  5

  4

  5

  5

  4

  5

  9

  17

  4

  3.8

  5

  4

  4

  4

  4

  5

  4

  4

  14

  5

  5

  5

  5

  5

  5

  5

  5

  5

  5

  15

  5

  5

  5

  5

  5

  5

  5

  5

  5

  5

  5

  5

  5

  5

  16

  4.2

  4

  4

  4

  4

  5

  2

  4

  5

  13

  4

  10

  4

  4

  2

  2

  4

  4

  2

  4

  4

  4

  3.4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  11

  3.9

  12

  5

  5

  4

  4

  4

  4

  5

  4

  4

  5

  5

  5

  5

  5

  5

  5

  5

  5

  5

  5

  3.1 4.39 4.5 4.1 4.13 4.13 4.5 4.35 4.1 4.45 4.28 4.286 Penilaian Kerja Sama Akhir Siklus I

  Instrumen Penilaian Kerja Sama No.

  4

  5

  4

  4

  2

  4

  4

  23

  4.3

  4

  4

  5

  5

  5

  4

  4

  4

  5

  4

  22

  4.4

  4

  4

  5

  4

  5

  2

  2

  2

  1

  1

  2

  1

  2

  25

  5

  5

  4

  5

  5

  5

  5

  5

  5

  5

  5

  24

  4.1

  4

  5

  1

  4

  5

  5

  4

  19

  4.2

  5

  4

  4

  4

  4

  4

  5

  4

  4

  5

  18

  4.5

  5

  5

  5

  5

  4

  2

  5

  4

  5

  4

  5

  4

  5

  5

  21

  4.5

  4

  4

  5

  5

  4

  5

  4

  5

  4

  4

  20

  4.2

  4

  4

  4

  1

  1.5

  4

  4

  2

  5

  32

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  5

  4

  4

  31

  4.1

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  1

  4.12

  4.21

  4.1

  4

  4

  1.3 4.27 4.1 3.88

  1

  1

  1

  1

  1

  5

  1

  1

  1

  4

  33

  4.3

  4

  5

  5

  4

  4

  5

  26

  27

  5

  5

  5

  5

  5

  4

  5

  5

  5

  5

  4

  28

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4.9

  5

  4

  5

  30

  4.9

  5

  5

  5

  5

  5

  5

  5

  4

  5

  4

  29

  4.3

  4

  4

  4

  4

  4

  5

  5

  4

  4

  5

  1

  4

  5

  2

  2

  6

  4.6

  4

  4

  5

  5

  5

  2

  5

  4

  5

  5

  5

  3.7

  4

  5

  5

  5

  2

  2

  2

  5

  5

  5

  2

  2

  5

  8

  4.2

  4

  4

  4

  4

  2

  4

  4

  4

  5

  4

  7

  2.5

  2

  4

  2

  2

  4

  5

  5

  2

  4.6

  5

  5

  4

  5

  5

  5

  4

  4

  4

  5

  1

  10 Rerata

  9

  8

  7

  6

  5

  4

  3

  2

  5

  5

  2

  5

  4

  4

  4

  4.8

  5

  5

  5

  4

  5

  5

  4

  5

  5

  5

  3

  5

  5

  5

  5

  5

  5

  5

  5

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  14

  5

  4.4

  5

  4

  4

  5

  4

  4

  4

  4

  5

  15

  4

  13

  5

  4

  17

  4.7

  5

  5

  4

  4

  4

  5

  5

  5

  4

  5

  16

  4.7

  4

  5

  5

  5

  5

  5

  5

  5

  4.5

  4

  4

  1

  2

  1

  1

  2

  2

  1

  10

  4.2

  4

  4

  1

  4

  4

  4

  4

  4

  5

  5

  9

  4.1

  4

  1

  1

  5

  4.8

  5

  5

  5

  4

  4

  4

  4

  5

  4

  12

  4

  1.3

  5

  5

  5

  4

  5

  5

  5

  5

  5

  11

  4.15 4 4.079

  Surat Ijin Penelitian dan Surat Keterangan Penelitian

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

Implementasi paradigma pedagogi reflektif dalam pembelajaran matematika untuk meningkatkan competence, conscience, dan compassion mahasiswa.
1
1
11
Implementasi pembelajaran sejarah berbasis paradigma pedagogi reflektif melalui pemanfaatan multimedia untuk meningkatkan competence, conscience, dan compassion siswa kelas XI IPS 2 SMA Negeri 2 Ngaglik.
0
4
277
Penerapan paradigma pedagogi reflektif dalam pembelajaran materi fungsi konsumsi dan tabungan untuk meningkatkan competence, conscience, dan compassion siswa kelas X SMA Pangudi Luhur St.Louis IX Sedayu.
0
1
196
Penerapan model pembelajaran koope-ratif tipe Student Team Achievement Divisions (STAD) untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas XII IPS 2 SMA Pangudi Luhur St. Louis IX Sedayu pada mata pelajaran akuntansi materi jurnal penyesuaian.
0
0
310
Penerapan pembelajaran kooperatif metode jigsaw pada materi perubahan dan pencemaran lingkungan untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa kelas XC SMA Pangudi Luhur Sedayu tahun ajaran 2011/2012.
0
0
224
Penerapan paradigma pedagogi reflektif dalam pembelajaran materi uang untuk meningkatkan Competence, Conscience, dan Compassion (3C) siswa kelas X1 SMA Kolese De Britto Yogyakarta.
3
17
299
Penerapan paradigma pedagogi reflektif dalam pembelajaran materi fungsi konsumsi dan tabungan untuk meningkatkan competence, conscience, dan compassion siswa kelas X2 SMA Pangudi Luhur Yogyakarta.
0
0
223
Penerapan Paradigma Pedagogi Reflektif (PPR) dalam pembelajaran materi pendapatan nasional untuk meningkatkan competence, conscience, dan compassion siswa kelas XC SMA Pangudi Luhur St. Louis IX Sedayu.
0
14
256
Penerapan paradigma pedagogi reflektif dalam pembelajaran materi fungsi konsumsi dan tabungan untuk meningkatkan competence, conscience, dan compassion siswa kelas X SMA Pangudi Luhur St.Louis IX Sedayu
0
3
194
Pengembangan silabus dan materi pembelajaran keterampilan menulis dengan media audio-visual untuk siswa kelas VII semester II SMP Pangudi Luhur Santo Vincentius Sedayu - USD Repository
0
0
237
Penerapan Paradigma Pedagogi Reflektif (PPR) dalam pembelajaran tematik untuk meningkatkan competence, conscience, dan compassion peserta didik kelas III SD Kanisius Kenteng - USD Repository
0
0
140
Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD pada pokok bahasan rumus-rumus trigonometri untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa kelas XI IPA SMA Pangudi Luhur Sedayu - USD Repository
0
1
300
Penerapan Paradigma Pedagogi Reflektif (PPR) dalam pembelajaran materi pendapatan nasional untuk meningkatkan competence, conscience, dan compassion siswa kelas XC SMA Pangudi Luhur St. Louis IX Sedayu - USD Repository
0
0
254
Penerapan paradigma pedagogi reflektif dalam pembelajaran materi uang untuk meningkatkan Competence, Conscience, dan Compassion (3C) siswa kelas X1 SMA Kolese De Britto Yogyakarta - USD Repository
0
0
297
Penerapan pembelajaran kooperatif metode jigsaw pada materi perubahan dan pencemaran lingkungan untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa kelas XC SMA Pangudi Luhur Sedayu tahun ajaran 2011/2012 - USD Repository
0
0
222
Show more