Upaya membangun aktivitas dan hasil belajar siswa kelas VIII A SMP Pangudi Luhur 1 Yogyakarta melalui pendekatan pembelajaran berbasis masalah pokok bahasan volume bangun ruang sisi datar - USD Repository

Gratis

0
0
264
2 months ago
Preview
Full text

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

UPAYA MEMBA BANGUN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJA AJAR SISWA

KELAS VIII A

  III A SMP PANGUDI LUHUR 1 YOGYAK KARTA MELALUI PEND DEKATAN PEMBELAJARAN BERBASIS

  IS MASALAH POKOK BAHA HASAN VOLUME BANGUN RUANG SISI D

ISI DATAR

  

Skripsi

  Dia Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Matematika

  

Oleh :

Theresia Dian Puspitasari

NIM : 091414071

PROGR RAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIK TIKA

  

JURUSA SAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN IP N IPA

FAKULT LTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIK

  IKAN

U UNIVERSITAS SANATA DHARMA

YOGYAKARTA

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

UPAYA MEMBA BANGUN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJA AJAR SISWA

KELAS VIII A

  III A SMP PANGUDI LUHUR 1 YOGYAK KARTA MELALUI PEND DEKATAN PEMBELAJARAN BERBASIS

  IS MASALAH POKOK BAHA HASAN VOLUME BANGUN RUANG SISI D

ISI DATAR

  

Skripsi

  Dia Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Matematika

  

Oleh :

Theresia Dian Puspitasari

NIM : 091414071

  

PROG GRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA KA

JURUS USAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN IPA

   IPA

FAKUL ULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKA AN

UNIVERSITAS SANATA DHARMA

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Skripsi ini kupersembahkan untuk:

Tuhan Yesus dan Bunda Maria untuk segala berkat, kasih, penyertaan dan

mukjizat-Nya. Kedua orangtuaku Heribertus Suhartono dan Theresia Sumarwati untuk semua doa dan dukungan yang tiada henti diberikan.

  Kakak-kakak dan adikku yang juga selalu memberikan dukungan dan semangat.

  

Sahabat-sahabatku untuk semua kebersamaan, dukungan, dan canda tawa

selama ini.

  Almamaterku Universitas Sanata Dharma.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

ABSTRAK

Upaya Membangun Aktivitas dan Hasil Theresia Dian Puspitasari, 2013.

Belajar Siswa Kelas VIII A SMP Pangudi Luhur 1 Yogyakarta melalui

Pendekatan Pembelajaran Berbasis Masalah Pokok Bahasan Volume Bangun

Ruang Sisi Datar. Skripsi. Program Studi Pendidikan Matematika, Jurusan

Pendidikan Matematika dan IPA, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan,

Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta.

  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah penerapan pendekatan pembelajaran berbasis masalah dapat (1) membangun aktivitas siswa kelas VIII A SMP Pangudi Luhur 1 Yogyakarta pada pembelajaran matematika pokok bahasan volume bangun ruang sisi datar, (2) membangun hasil belajar siswa kelas VIII A SMP Pangudi Luhur 1 Yogyakarta pada pembelajaran matematika pokok bahasan volume bangun ruang sisi datar.

  Jenis penelitian ini adalah penelitian eksploratif. Subjek penelitian siswa kelas VIII A SMP Pangudi Luhur 1 Yogyakarta yang berjumlah 31 orang. Penelitian dilaksanakan pada semester II tahun ajaran 2012/2013 dengan pokok bahasan volume bangun ruang sisi datar. Penelitian diawali dengan observasi kegiatan siswa dan pengambilan data kemampuan awal siswa melalui tes. Pelaksanaan pembelajaran dengan pendekatan pembelajaran berbasis masalah dilakukan dalam 4 kali pertemuan. Pengambilan data aktivitas siswa diperoleh dengan melakukan pengamatan aktivitas siswa pada setiap pelaksanaan pembelajaran. Pengambilan data hasil belajar dilakukan dengan menggunakan tes kemampuan awal dan tes hasil belajar.

  Hasil penelitian menunjukkan (1) Pendekatan pembelajaran berbasis masalah dapat digunakan untuk membangun aktivitas siswa di kelas VIII A SMP Pangudi Luhur 1 Yogyakarta pada pembelajaran pokok bahasan volume bangun ruang sisi datar. Pada pertemuan kedua, ketiga, keempat, dan kelima jumlah skor aktivitas siswa masing-masing 67,31%, 67,42%, 68,49%, dan 72,80%. Hasil pengamatan aktivitas siswa tergolong tinggi dan menunjukkan adanya peningkatan jumlah skor aktivitas siswa dari pelaksanaan pembelajaran pertama hingga keempat. (2) Pendekatan pembelajaran berbasis masalah dapat digunakan untuk membangun hasil belajar siswa di kelas VIII A SMP Pangudi Luhur 1 Yogyakarta pada pembelajaran pokok bahasan volume bangun ruang sisi datar. Presentase jumlah siswa yang mendapatkan nilai tuntas pada tes kemampuan awal dan tes hasil belajar mengalami peningkatan, yaitu sebanyak 12,90% menjadi 58,06% dari keseluruhan siswa dan adanya peningkatan rata-rata nilai tes kemampuan awal dan tes hasil belajar, yaitu dari 52,71 menjadi 76,57.

  Kata kunci: Membangun, Aktivitas Siswa, Hasil Belajar, dan Pendekatan Pembelajaran Berbasis Masalah.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

ABSTRACT

Theresia Dian Puspitasari. 2013. Efforts to Build Learning Activities and

Learning Achievements for the Students in Class VIII A of SMP Pangudi

Luhur 1 Yogyakarta through Problem Based Learning Approach on the Topic

of Volumes of Polyhedra. Undergraduate Thesis. Mathematics Education

Study Program, Departement of Mathematics and Science Education,

Faculty of Teachers Training and Education, Sanata Dharma University,

Yogyakarta.

  This research aimed to know whether the implementation of problem based learning approach can (1) build activities for the students in class VIII A of SMP Pangudi Luhur 1 Yogyakarta in mathematics learning on the topic of volumes of polyhedra, (2) build learning achievements for the students in class

  VIII A of SMP Pangudi Luhur 1 Yogyakarta in mathematics learning on the topic of volumes of polyhedra.

  The type of research was explorative research. The subjects of this research were Class VIII A students of SMP Pangudi Luhur 1 Yogyakarta consisting of 31 students. This research was conducted in the second semester, in the academic year 2012/2013 on the topic of volumes of polyhedra. The research was started by observations of the students’ learning activities and data of initial ability students were collected through tests. The implementation of learning with problem based learning approach was conducted in four meetings. The data of learning activities were obtained by observing students’ learning activities. The data of learning achievements were obtained by using initial ability tests and learning achievement tests.

  The results showed that (1) problem based learning approach could build students’ activities in Class VIII A of SMP Pangudi Luhur 1 Yogyakarta on the topic of volumes of polyhedra. The score of the student activities from the second to fifth meetings were 67,31%, 67,42%, 68,49%, and 72,80%. The results of the observations were relatively high and showed an increase in students’ activities score from the first to fourth meetings. (2) problem based learning approach could build students’ learning activities in Class VIII A of SMP Pangudi Luhur 1 Yogyakarta on the topic of volumes of polyhedra. The percentage of students who passed or fulfilled the the minimum requirements criteria on initial ability test and learning achievement test has increased, that was from 12,90% to 58,06% and there was an enhancement of the average of score on initial ability test and learning achievement test, that was from 52,71 to 76,57. Keywords: Build, Student Activity, Learning Achievement, Problem Based

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Puji dan syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Kuasa atas berkat dan rahmat-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul “Upaya Membangun Aktivitas dan Hasil Belajar Siswa Kelas VIII A SMP Pangudi Luhur

  1 Yogyakarta melalui Pendekatan Pembelajaran Berbasis Masalah Pokok Bahasan Volume Bangun Ruang Sisi Datar”.

  Skripsi ini dapat terselesaikan berkat bimbingan, bantuan dan dukungan dari berbagai pihak secara langsung maupun tidak langsung. Oleh karena itu, penulis hendak mengucapkan terima kasih kepada:

  1. Bapak Prof. Dr. St. Suwarsono selaku dosen pembimbing skripsi yang telah menyediakan waktu, pikiran, serta kesabaran dalam memberikan bimbingan kepada penulis.

  2. Bapak Dr. Marcellinus Andy Rudhito, S. Pd. dan Ibu Ch. Enny Murwaningtyas, M. Si. Selaku dosen penguji yang telah memberikan saran kepada penulis.

  3. Segenap dosen JPMIPA yang telah memberikan ilmu dan bimbingan selama penulis menuntut ilmu di Universitas Sanata Dharma.

  4. Br. Valentinus Naryo FIC, M.Pd. selaku Kepala SMP Pangudi Luhur 1 Yogyakarta yang bersedia memberikan ijin dan bimbingan dalam penelitian.

  5. Bapak F.X. Suharyono selaku guru mata pelajaran matematika kelas VIII A SMP Pangudi Luhur 1 Yogyakarta yang telah bersedia membantu penulis dalam melakukan penelitian.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  6. Siswa-siswi kelas VIII A SMP Pangudi Luhur 1 Yogyakarta yang telah membantu sebagai subjek penelitian.

  7. Segenap staf dan karyawan Sekretariat JPMIPA yang telah membantu segala hal yang berkaitan dengan administrasi selama penulis berkuliah di Universitas Sanata Dharma.

  8. Teman-teman Rinda, Ana, Merry, Tiwi, Betty, Dina, Friska, Wiby, yang telah membantu menjadi observer dalam pengambilan data selama penelitian.

  9. Teman-teman Pendidikan Matematika 2009 khususnya Rinda, Merry, Sasa, Putri, Anna, Oneng, Wulan, Kribo, Sujud, Ricky, Tepik.

  10. Teman-teman bertukar cerita Risma, Loren, Tiara, Deri, Pipin untuk setia berbagi semangat.

  11. Semua pihak yang tanpa sengaja tidak disebutkan di sini namun telah memberikan begitu banyak doa dan dukungan agar skripsi ini selesai.

  Penulis menyadari bahwa skripsi ini belum sempurna. Oleh karena itu, saran dan kritik selalu penulis harapkan demi perbaikan di masa yang akan datang. Penulis juga berharap semoga skripsi ini dapat bermanfaat bagi kemajuan dan perkembangan pendidikan.

  Yogyakarta, 31 Juli 2013 Penulis

  Theresia Dian Puspitasari

  PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  DAFTAR ISI

  HALAMAN JUDUL ................................................................................. i HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING ........................................ ii HALAMAN PENGESAHAN ................................................................... iii HALAMAN PERSEMBAHAN ............................................................... iv PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ................................................... v LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA

  ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS .................................. vi ABSTRAK ................................................................................................ vii ABSTRACT .............................................................................................. viii KATA PENGANTAR .............................................................................. ix DAFTAR ISI ............................................................................................. xi DAFTAR TABEL ..................................................................................... xv DAFTAR GAMBAR ................................................................................ xvii DAFTAR LAMPIRAN ............................................................................. xviii BAB I PENDAHULUAN .........................................................................

  1 A. Latar Belakang Masalah ................................................................

  1 B. Rumusan Masalah .........................................................................

  3 C. Tujuan Penelitian ..........................................................................

  4 D. Pembatasan Istilah .........................................................................

  4 E. Manfaat Penelitian ........................................................................

  6 BAB II LANDASAN TEORI ...................................................................

  8 A. Belajar ...........................................................................................

  8

  

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  2. Teori Belajar ............................................................................

  9 B. Pendekatan Pembelajaran ..............................................................

  15 1. Pendekatan ..............................................................................

  15 2. Pembelajaran ...........................................................................

  15 3. Pendekatan Pembelajaran ........................................................

  16 C. Pendekatan Pembelajaran Berbasis Masalah ................................

  16 1. Landasan Teoritis ....................................................................

  16 2. Pengertian ................................................................................

  18 3. Karakteristik ............................................................................

  19 4. Sintaks .....................................................................................

  20 5. Hambatan ................................................................................

  23 D. Aktivitas Siswa .............................................................................

  23 1. Pengertian Aktivitas ................................................................

  23 2. Macam-macam Aktivitas ........................................................

  25 E. Hasil Belajar ..................................................................................

  26 1. Pengertian Hasil Belajar ..........................................................

  26 2. Penilaian Hasil Belajar ............................................................

  26 F. Menghitung Volume Bangun Ruang Sisi Datar ............................

  27 1. Pengertian Volume ..................................................................

  27 2. Satuan Volume ........................................................................

  27 3. Volume Prisma dan Limas ......................................................

  28 G. Materi Volume Bangun Ruang di SMP ........................................

  32 1. Volume Kubus ........................................................................

  32 2. Volume Balok .........................................................................

  33 3. Volume Prisma ........................................................................

  34 4. Volume Limas .........................................................................

  35 H. Kerangka Berpikir .........................................................................

  36 BAB III METODE PENELITIAN ............................................................

  38 A. Jenis Penelitian ..............................................................................

  38

  C. Objek Penelitian ............................................................................

  48 H. Desain Penelitian ...........................................................................

  56 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  56 2. Persiapan Penelitian ................................................................

  56 1. Penyusunan Proposal ..............................................................

  56 K. Langkah-Langkah Pelaksanaan Penelitian ....................................

  55 3. Data Hasil Wawancara ............................................................

  55 2. Data Hasil Belajar Siswa .........................................................

  54 1. Data Hasil Pengamatan Aktivitas Siswa .................................

  53 J. Teknis Analisis Data .....................................................................

  51 3. Reliabilitas Tes Hasil Belajar ..................................................

  51 2. Validitas Tes Kemampuan Awal dan Tes Hasil Belajar ..........

  1. Validitas RPP, LKS, dan Lembar Pengamatan Aktivitas Siswa .......................................................................................

  51

  50 I. Uji Coba Instrumen Penelitian ......................................................

  47 7. Lembar Wawancara ................................................................

  39 D. Variabel Penelitian ........................................................................

  46 6. Tes Hasil Belajar .....................................................................

  42 5. Tes Kemampuan Awal ............................................................

  42 4. Lembar Pengamatan Aktivitas Siswa .....................................

  42 3. Lembar Kuis ............................................................................

  41 2. Lembar Kerja Siswa (LKS) .....................................................

  41 1. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) .............................

  41 G. Instrumen yang Digunakan dalam Penelitian ...............................

  40 3. Data Tanggapan Siswa ............................................................

  40 2. Data Hasil Belajar Siswa .........................................................

  40 1. Data Aktivitas Siswa ...............................................................

  40 F. Bentuk Data ...................................................................................

  39 E. Waktu dan Tempat Penelitian .......................................................

  39 2. Variabel Independen ...............................................................

  39 1. Variabel Dependen ..................................................................

  

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  4. Pelaksanaan Pembelajaran ......................................................

  57 5. Analisis Data ...........................................................................

  58 6. Penulisan Laporan ...................................................................

  58 BAB IV PELAKSANAAN PENELITIAN, DESKRIPSI DATA, ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN ..............................................

  59 A. Pelaksanaan Penelitian ..................................................................

  59 1. Sebelum Penelitian ..................................................................

  59 2. Selama Penelitian ....................................................................

  63 3. Sesudah Penelitian ..................................................................

  79 B. Deskripsi Data ...............................................................................

  79 1. Data Hasil Pengamatan Aktivitas Siswa .................................

  79 2. Data Hasil Belajar Siswa .........................................................

  87 3. Data Hasil Wawancara ............................................................

  88 C. Analisis Data .................................................................................

  89 1. Analisis Hasil Pengamatan Aktivitas Siswa ...........................

  89 2. Analisis Hasil Belajar Siswa ...................................................

  99

  3. Analisis Hasil Wawancara Siswa ............................................ 103

  D. Pembahasan ................................................................................... 108

  1. Aktivitas Siswa ....................................................................... 108

  2. Hasil Belajar Siswa ................................................................. 113

  3. Pembahasan Hasil Analisis ..................................................... 121

  4. Kelemahan dalam Penelitian ................................................... 121

  BAB V PENUTUP .................................................................................... 123 A. Kesimpulan ................................................................................... 123 B. Saran .............................................................................................. 124 DAFTAR PUSTAKA ............................................................................... 126 LAMPIRAN .............................................................................................. 128

  DAFTAR TABEL Tabel 2.1 Sintaks Pembelajaran Berbasis Masalah .................................

  68 Tabel 4.5 Distribusi Aktivitas Siswa pada Pertemuan II ........................

  92 Tabel 4.12 Jumlah Siswa yang Melakukan Aktivitas pada

  89 Tabel 4.11 Jumlah Siswa yang Melakukan Aktivitas pada Pertemuan III ..........................................................................

  87 Tabel 4.10 Jumlah Siswa yang Melakukan Aktivitas pada Pertemuan II ...........................................................................

  83 Tabel 4.9 Skor Hasil Tes Siswa ..............................................................

  82 Tabel 4.8 Distribusi Aktivitas Siswa pada Pertemuan V ........................

  81 Tabel 4.7 Distribusi Aktivitas Siswa pada Pertemuan IV .......................

  79 Tabel 4.6 Distribusi Aktivitas Siswa pada Pertemuan III .......................

  67 Tabel 4.4 Posisi Duduk Siswa di Kelas ..................................................

  20 Tabel 3.1 Kisi-Kisi Lembar Pengamatan Aktivitas Siswa ......................

  64 Tabel 4.3 Daftar Kelompok Siswa ..........................................................

  61 Tabel 4.2 Kegiatan Selama Penelitian ....................................................

  55 Tabel 4.1 Data Koefisien Validitas Masing-Masing Butir Soal Tes Hasil Belajar ...........................................................................

  54 Tabel 3.5 Kriteria Aktivitas Siswa ..........................................................

  53 Tabel 3.4 Interpretasi Nilai Koefisien Reliabilitas ..................................

  44 Tabel 3.3 Interpretasi Besarnya Koefisien Korelasi ...............................

  43 Tabel 3.2 Pedoman Penskoran Aktivitas Siswa ......................................

  

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Tabel 4.13 Jumlah Siswa yang Melakukan Aktivitas pada Pertemuan V ...........................................................................

  96 Tabel 4.14 Perbandingan Nilai Tes Kemampuan Awal dan Tes Hasil Belajar Berdasarkan KKM .....................................................

  99 Tabel 4.15 Hasil Kuis I ............................................................................. 102

Tabel 4.16 Hasil Kuis II ............................................................................ 102Tabel 4.17 Jumlah Skor Setiap Jenis Aktivitas Siswa pada

  Pertemuan II, III, IV, dan V ................................................... 109

Tabel 4.18 Kriteria Aktivitas Siswa .......................................................... 111Tabel 4.19 Jumlah Siswa Ditinjau dari Hasil Tes ..................................... 114Tabel 4.20 Rata-Rata Hasil Belajar Siswa pada TKA, Kuis I, Kuis II, dan THB ................................................................................. 116Tabel 4.21 Jumlah Siswa dengan Nilai yang Mencapai KKM ................. 117Tabel 4.22 Perbandingan Perolehan Nilai TKA dan THB ........................ 118

  

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  DAFTAR GAMBAR Gambar 2.1 Prisma untuk Teorema 14.13 ................................................

  28 Gambar 2.2 Limas untuk Pembuktian Teorema 14.14 .............................

  29 Gambar 2.3 Limas dan Prisma ..................................................................

  30 Gambar 2.4 Pembuktian Teorema 14.15 ...................................................

  31 Gambar 2.5 Limas untuk Teorema 14.16 ..................................................

  32 Gambar 2.6 Kubus dengan Berbagai Ukuran ...........................................

  32 Gambar 2.7 Balok dengan Berbagai Ukuran ............................................

  33 Gambar 2.8 Pembuktian Volume Prisma ..................................................

  34 Gambar 2.9 Volume Limas .......................................................................

  35 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  DAFTAR LAMPIRAN

  LAMPIRAN A .......................................................................................... 128 A.1 Surat Ijin Penelitian ................................................................ 128 A.2 Surat Keterangan Telah Melakukan Penelitian ...................... 129 A.3 Surat Ijin Ujicoba Instrumen Penelitian ................................. 130

  LAMPIRAN B .......................................................................................... 131 B.1 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran ....................................... 131 B.2 Lembar Kerja Siswa 1 ............................................................ 143 B.3 Contoh Hasil Lembar Kerja Siswa 1 ...................................... 146 B.4 Lembar Kerja Siswa 2 ............................................................ 149 B.5 Contoh Hasil Lembar Kerja Siswa 2 ...................................... 152 B.6 Lembar Kerja Siswa 3 ............................................................ 155 B.7 Contoh Hasil Lembar Kerja Siswa 3 ...................................... 158 B.8 Lembar Kerja Siswa 4 ............................................................ 161 B.9 Contoh Hasil Lembar Kerja Siswa 4 ...................................... 164

  LAMPIRAN C .......................................................................................... 167 C.1 Soal Uji Coba Tes Hasil Belajar ............................................. 167 C.2 Kunci Jawaban Uji Coba Tes Hasil Belajar ........................... 169 C.3 Contoh Lembar Jawab Uji Coba Tes Hasil Belajar ................ 173 C.4 Analisis Data Uji Coba Tes Hasil Belajar .............................. 176

  LAMPIRAN D .......................................................................................... 191 D.1 Lembar Pengamatan Aktivitas Siswa ..................................... 191

  

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  D.2 Contoh Lembar Pengamatan Aktivitas Siswa ........................ 192 D.3 Lembar Wawancara Siswa ..................................................... 200 D.4 Hasil Wawancara .................................................................... 203

  LAMPIRAN E .......................................................................................... 207 E.1 Kisi-Kisi Soal Tes Kemampuan Awal .................................... 207 E.2 Soal Tes Kemampuan Awal ................................................... 205 E.3 Kunci Jawaban TKA ............................................................... 206 E.4 Hasil Validasi Pakar Soal Tes Kemampuan Awal ................. 208 E.5 Contoh Lembar Jawab Tes Kemampuan Awal ...................... 209 E.6 Kisi-Kisi Soal Tes Hasil Belajar ............................................. 214 E.7 Soal Tes Hasil Belajar ............................................................ 216 E.8 Kunci Jawaban THB ............................................................... 218 E.9 Contoh Lembar Jawab Tes Hasil Belajar ............................... 222 E.10 Soal Kuis I dan II .................................................................. 237 E.11 Contoh Lembar Kuis I dan II ................................................ 239

  LAMPIRAN F Foto Pelaksanaan Pembelajaran ....................................... 242

  

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Menurut Suyatno (2009), pembelajaran yang berbasis materi ajar

  seringkali tidak relevan dan tidak bermakna bagi siswa sehingga tidak menarik perhatian siswa. Pembelajaran yang dibangun berdasarkan materi ajar seringkali terlepas dari kejadian aktual di masyarakat. Akibatnya, siswa tidak dapat menerapkan konsep yang dipelajarinya di dalam kehidupan nyata sehari- hari.

  Seringkali siswa sulit menerima materi pelajaran yang baru atau yang belum mereka kenal. Oleh karena itu, guru perlu mengembangkan pembelajaran dengan menerapkan pendekatan pembelajaran yang tepat, khususnya matematika sebagai salah satu bidang studi di sekolah yang mendapat cukup banyak perhatian dalam pengembangan pembelajarannya.

  Menurut Wena (2012), pada dasarnya tujuan akhir pembelajaran adalah menghasilkan siswa yang memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam memecahkan masalah yang dihadapi kelak di masyarakat. Untuk menghasilkan siswa yang memiliki kompetensi yang andal dalam pemecahan masalah, maka siswa harus dibiasakan untuk menghadapi masalah-masalah berkaitan dengan materi pelajaran yang sedang dipelajari.

  Salah satu contoh pendekatan pembelajaran yang dapat digunakan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  dalam pemecahan masalah adalah pembelajaran berbasis masalah. Pembelajaran berbasis masalah adalah suatu pendekatan pembelajaran, di mana proses proses pembelajarannya diawali dengan menggunakan masalah dalam kehidupan nyata yang sudah ditentukan sebelumnya (Suyatno, 2009).

  Dengan menggunakan masalah dari kehidupan sehari-hari, siswa dirangsang untuk mempelajari masalah tersebut berdasarkan pengetahuan dan pengalaman yang telah mereka miliki sebelumnya sehingga akan terbentuk pengetahuan dan pengalaman baru. Dengan demikian, siswa dapat mengumpulkan dan mengintegrasikan pengetahuan baru.

  Masalah yang dimunculkan harus riil yang ada kaitannya dengan kehidupan siswa, sehingga ada hasrat dan kesediaan untuk memecahkannya.

  Siswa di sekolah sering dihadapkan dengan bahan pelajaran yang tidak disadari murid maknanya bagi dirinya sendiri. Ia mempelajarinya karena terpaksa, karena takut akan kegagalan dan hukuman atau karena diharapkan oleh guru atau orang tua. Karena itu memberi kesempatan bagi siswa untuk menghadapi masalah nyata tampaknya merupakan suatu pendekatan yang dapat diterapkan pada pembelajaran matematika.

  Adanya suatu masalah yang menarik dan bermakna bagi siswa merupakan salah satu hal yang dapat membangun aktivitas siswa di kelas.

  Dengan menghadapkan masalah pada siswa, siswa dituntut untuk merumuskan masalah itu, merumuskan hipotesis, dan menguji hipotesis itu. Siswa memecahkan masalah langkah demi langkah dengan menggunakan aturan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  masalah itu. Dengan cara demikian mereka menemukan sendiri aturan yang diperlukan untuk memecahkan masalah itu.

  Pada prinsipnya belajar adalah aktivitas yang dilakukan oleh siswa sendiri. Tidak ada belajar kalau tidak ada aktivitas. Menurut Wena (2012), idealnya aktivitas pada pembelajaran tidak hanya difokuskan pada upaya mendapatkan pengetahuan sebanyak-banyaknya, melainkan juga bagaimana menggunakan segenap pengetahuan yang didapat untuk menghadapi situasi baru atau memecahkan masalah-masalah khusus yang ada kaitannya dengan bidang studi yang dipelajari. Faktor keaktifan siswa sangat menentukan keberhasilan dari tujuan pembelajaran.

  Di samping pentingnya aktivitas siswa dalam pembelajaran, hasil belajar yang baik tentunya sangat diharapkan dan didambakan oleh setiap siswa yang melakukan kegiatan belajar di sekolah. Dengan adanya tes hasil belajar, dapat terlihat tingkat usaha yang dilakukan siswa selama pembelajaran khususnya aktivitas siswa. Yakni banyaknya aktivitas yang dilakukan siswa selama pembelajaran diharapkan hasil belajarnya pun juga baik.

B. Rumusan Masalah

  Berdasarkan latar belakang masalah yang telah dipaparkan di atas, maka peneliti ingin melihat:

  1. Apakah penerapan pendekatan pembelajaran berbasis masalah dapat membangun aktivitas siswa kelas VIII A SMP Pangudi Luhur 1

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Yogyakarta pada pembelajaran matematika pokok bahasan volume bangun ruang sisi datar ?

  2. Apakah penerapan pendekatan pembelajaran berbasis masalah dapat membangun hasil belajar siswa kelas VIII A SMP Pangudi Luhur 1 Yogyakarta pada pembelajaran matematika pokok bahasan volume bangun ruang sisi datar ?

  C. Tujuan Penelitian

  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah penerapan pendekatan pembelajaran berbasis masalah dapat: 1. membangun aktivitas siswa kelas VIII A SMP Pangudi Luhur 1

  Yogyakarta pada pembelajaran matematika pokok bahasan volume bangun ruang sisi datar.

  2. membangun hasil belajar siswa kelas VIII A SMP Pangudi Luhur 1 Yogyakarta pada pembelajaran matematika pokok bahasan volume bangun ruang sisi datar.

  D. Pembatasan Istilah

  Istilah-istilah yang digunakan dalam penelitian ini yaitu:

  1. Pendekatan Pembelajaran Berbasis Masalah Pendekatan pembelajaran berbasis masalah merupakan pendekatan pembelajaran yang menggunakan masalah sebagai langkah awal dalam

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  pembelajaran matematika pada pokok bahasan volume bangun ruang sisi datar.

  2. Aktivitas Siswa Aktivitas siswa adalah suatu prinsip atau azas yang penting dalam interaksi belajar yang berupa aktivitas fisik maupun psikis dan melibatkan penguasaan dan pengubahan pengetahuan, keterampilan, strategi, keyakinan, sikap, dan perilaku pada pembelajaran matematika melalui pendekatan pembelajaran berbasis masalah pada pokok bahasan volume bangun ruang sisi datar.

  3. Hasil Belajar Hasil belajar adalah kemampuan yang dimiliki siswa setelah ia menerima pengalaman belajarnya yang sesuai dengan tujuan khusus yang direncanakan. Hasil belajar ditunjukkan dengan nilai tes atau angka yang diberikan pada mata pelajaran matematika dengan menggunakan pendekatan pembelajaran berbasis masalah pada pokok bahasan volume bangun ruang sisi datar.

  4. Membangun Aktivitas Siswa Membangun memiliki dua makna. Membangun berarti meningkatkan sesuatu yang ada menjadi lebih baik, namun juga dapat berarti mengadakan sesuatu yang belum ada menjadi ada. Membangun aktivitas siswa adalah meningkatkan aktivitas yang sudah dilakukan siswa menjadi lebih baik dan mengadakan aktivitas yang belum ada menjadi ada melalui

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  pertama sampai keempat. Aktivitas siswa yang lebih baik dapat dilihat dari peningkatan jumlah skor aktivitas siswa dari pelaksanaan pembelajaran pertama hingga keempat.

  5. Membangun Hasil Belajar Siswa Membangun berarti meningkatkan sesuatu yang ada menjadi lebih baik.

  Membangun hasil belajar siswa adalah membina siswa melalui pendekatan pembelajaran berbasis masalah untuk mengusahakan supaya hasil belajarnya lebih baik yaitu dari tes kemampuan awal hingga tes hasil belajar.

E. Manfaat Penelitian

  Penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi:

  1. Guru Penelitian ini memberikan masukan kepada guru agar dapat membangun aktivitas dan hasil belajar siswa pada pelajaran matematika melalui pendekatan pembelajaran berbasis masalah.

  2. Siswa Bagi siswa yang menjadi subjek penelitian diharapkan dapat membangun aktivitas dan hasil belajar mereka khususnya pada pelajaran matematika dengan penerapan pendekatan pembelajaran berbasis masalah.

  3. Peneliti Bagi peneneliti sendiri, penelitian ini dapat menjadi pengetahuan dan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  pembelajaran berbasis masalah ini dengan baik di manapun peneliti berada sebagai guru di kemudian hari.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

BAB II LANDASAN TEORI A. Belajar

  1. Pengertian Belajar Seperti yang dikemukakan oleh Slameto dalam bukunya Belajar dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya, bahwa belajar ialah suatu proses usaha yang dilakukan sesorang untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya. Menurut Hilgard dalam Mulyati (2005), belajar berarti pembentukan atau shaping tingkah laku individual melalui kontak dengan lingkungan. Sedangkan Winkel (1987) menyatakan belajar adalah suatu aktivitas mental/psikis, yang berlangsung dalam interaksi aktif dengan lingkungan, yang menghasilkan perubahan- perubahan dalam pengetahuan-pemahaman, keterampilan dan nilai-sikap.

  Dengan demikian, inti dari belajar adalah aktivitas atau proses usaha untuk memperoleh perubahan perilaku sebagai akibat dari pengalaman interaksi dengan lingkungan. Siswa dikatakan belajar jika ia memperoleh sesuatu dari usaha belajarnya yang semakin mengantar ke penyempurnaan pengetahuan dan pemahaman. Makin banyak kemampuan yang diperoleh sampai menjadi milik pribadi, makin banyak pula perubahan yang telah dialami.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  2. Teori Belajar Menurut Trianto (2010) teori belajar pada dasarnya merupakan penjelasan mengenai bagaimana terjadinya belajar atau bagaimana informasi diproses di dalam pikiran siswa itu. Berikut dijabarkan beberapa teori belajar.

  a. Teori Belajar Konstruktivisme Menurut Trianto (2010), teori konstruktivis ini menyatakan bahwa siswa harus menemukan sendiri dan mentransformasikan informasi kompleks, mengecek informasi baru dengan aturan-aturan lama dan merevisinya apabila aturan-aturan itu tidak lagi sesuai. Bagi siswa agar benar-benar memahami dan dapat menerapkan pengetahuan, mereka harus bekerja memecahkan masalah, menemukan segala sesuatu untuk dirinya, berusaha dengan susah payah dengan ide-ide. Menurut teori konstruktivis ini, satu prinsip yang paling penting dalam psikologi pendidikan adalah bahwa guru tidak hanya sekadar memberikan pengetahuan kepada siswa. Siswa harus membangun sendiri pengetahuan di dalam benaknya.

  b. Teori Perkembangan Kognitif Piaget Menurut Sanjaya (2011), Piaget berpendapat bahwa pada dasarnya setiap individu sejak kecil sudah memiliki kemampuan untuk mengkonstruksi pengetahuannya sendiri. Pengetahuan yang dikonstruksi oleh anak sebagai subjek, maka akan menjadi

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  diperoleh melalui proses pemberitahuan tidak akan menjadi pengetahuan yang bermakna.

  Menurut Piaget, sejak kecil setiap anak sudah memiliki skema, yaitu struktur kognitif yang terbentuk karena pengalaman anak.

  Semakin dewasa anak, maka semakin sempurnalah skema yang dimilikinya. Proses mengkonstruksi pengetahuan dilakukan melalui proses asimilasi dan akomodasi. Asimilasi adalah proses penyempurnaan skema yang telah terbentuk dan akomodasi adalah proses mengubah skema yang sudah ada hingga terbentuk skema baru (Sanjaya, 2011).

  Dalam Trianto (2010), menurut teori Piaget, setiap individu pada saat tumbuh mulai dari bayi yang baru dilahirkan sampai menginjak usia dewasa mengalami empat tingkat perkembangan kognitif. Tingkatan-tingkatan perkembangan kognitif tersebut meliputi:

  1) Sensorimotor Tahap ini diperkirakan berlangsung dari usia kelahiran sampai 2 tahun. Tindakan-tindakan anak spontan dan menunjukkan usaha untuk memahami dunia. Pemahaman bersumber dari tindakan di saat sekarang.

  2) Pra-operasional Tahap ini diperkirakan berlangsung dari usia 2 sampai 7 tahun.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  tentang masa yang sudah lewat, meskipun persepsi mereka masih sangat berorientasi pada masa sekarang. Mereka juga belum mampu berpikir dengan lebih dari satu dimensi pada satu saat. 3) Operasional konkret Tahap ini diperkirakan berlangsung dari usia 7 sampai 11 tahun.

  Tahapan ini ditandai dengan pertumbuhan kognitif yang luar biasa dan merupakan tahapan formatif dalam pendidikan sekolah, karena ini masanya bahasa dan penguasaan keterampilan- keterampilan dasar anak-anak bertambah cepat secara dramatis.

  Anak-anak mulai menunjukkan beberapa pemikiran abstrak meskipun biasanya didefinisikan dengan karakter-karakter atau tindakan-tindakan. 4) Operasional formal

  Tahap ini diperkirakan berlangsung dari usia 11 tahun sampai dewasa. Tahapan ini mengembangkan pikiran operasional konkret. Pikiran anak-anak tidak lagi hanya terfokus pada hal-hal yang dapat dilihat; anak-anak mampu berpikir tentang situasi- situasi hipotesis atau pengandaian. Kapabilitas penalaran mereka meningkat dan mereka dapat berpikir tentang lebih dari satu dimensi dan karakter-karakter abstrak.

  Dalam Trianto (2010), berdasarkan tingkat perkembangan kognitif Piaget ini, sebagai contoh untuk siswa pada rentang usia 11 –

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  ini yang perlu dipertimbangkan adalah aspek-aspek perkembangan remaja. Di mana remaja mengalami tahap transisi dari penggunaan operasi konkret ke penerapan operasi formal dalam bernalar. Remaja mulai menyadari keterbatasan-keterbatasan pemikiran mereka, di mana mereka mulai bergelut dengan konsep-konsep yang ada di luar pengalaman mereka sendiri.

  c. Teori Pengajaran John Dewey John Dewey menekankan pentingnya metode reflektif di dalam memecahkan masalah, yaitu suatu proses berpikir aktif, hati-hati, yang dilandasi proses berpikir ke arah kesimpulan-kesimpulan yang definitif melalui lima langkah (Trianto, 2010).

  1) Siswa mengenali masalah, masalah itu datang dari luar diri siswa itu sendiri.

  2) Selanjutnya siswa akan menyelidiki dan menganalisis kesulitannya dan menentukan masalah yang dihadapinya.

  3) Lalu dia menghubungkan uraian-uraian hasil analisisnya itu atau satu sama lain, dan mengumpulkan berbagai kemungkinan guna memecahkan masalah tersebut. Dalam bertindak ia dipimpin oleh pengalamannya sendiri.

  4) Kemudian ia menimbang kemungkinan jawaban atau hipotesis dengan akibatnya masing-masing.

  5) Selanjutnya ia mencoba mempraktikkan salah satu kemungkinan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  membuktikan betul tidaknya pemecahan masalah itu. Bilamana pemecahan masalah itu salah atau kurang tepat, maka akan dicobanya kemungkinan yang lain sampai ditemukan pemecahan masalah yang tepat. Pemecahan masalah itulah yang benar, yaitu yang berguna untuk hidup.

  d. Teori Belajar Bermakna David Ausubel Menurut Dahar (2011), belajar bermakna merupakan suatu proses dikaitkannya informasi baru pada konsep-konsep yang relevan yang terdapat dalam struktur kognitif seseorang. Menurut Trianto (2010), berdasarkan teori Ausubel, dalam membantu siswa menanamkan pengetahuan baru dari suatu materi, sangat diperlukan konsep-konsep awal yang sudah dimiliki siswa yang berkaitan dengan konsep yang akan dipelajari. Sehingga jika dikaitkan dengan model pembelajaran berdasarkan masalah, di mana siswa mampu mengerjakan permasalahan yang autentik sangat memerlukan konsep awal yang sudah dimiliki siswa sebelumnya untuk suatu penyelesaian nyata dari permasalahan yang nyata.

  e. Teori Penemuan Jerome Bruner Menurut Dahar (2011), Bruner menganggap bahwa belajar penemuan sesuai dengan pencarian pengetahuan secara aktif oleh manusia dan dengan sendirinya memberikan hasil yang paling baik. Berusaha sendiri untuk mencari pemecahan masalah serta pengetahuan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  bermakna. Bruner menyarankan agar siswa-siswa hendaknya belajar melalui partisipasi secara aktif dengan konsep dan prinsip-prinsip agar mereka dianjurkan untuk memperoleh pengalaman dan melakukan eksperimen-eksperimen yang mengizinkan mereka untuk menemukan prinsip-prinsip itu sendiri. Belajar menemukan mengacu pada penguasaan pengetahuan untuk diri sendiri. Penemuan melibatkan perumusan dan pengujian hipotesis, bukan sekedar membaca dan mendengarkan guru menerangkan. Guru mengatur aktivitas di mana siswa mencari, mengolah, menelusuri, dan menyelidiki. Pembelajaran berdasarkan aktivitas di mana siswa-siswa diharapkan menggunakan pengalaman dan observasi langsung mereka sendiri untuk memperoleh informasi dan memecahkan masalah-masalah ilmiah.

  f. Teori Pembelajaran Sosial Vygotsky Menurut Trianto (2010), Vygotsky berpendapat seperti Piaget, bahwa siswa membentuk pengetahuan sebagaai hasil dari pikiran dan kegiatan siswa sendiri melalui bahasa. Vygotsky berkeyakinan bahwa perkembangan tergantung baik pada faktor biologis menentukan fungsi-fungsi elementer memori, atensi, persepsi, dan stimulus- respons, faktor sosial sangat penting artinya bagi perkembangan fungsi mental lebih tinggi untuk pengembangan konsep, penalaran logis, dan pengambilan keputusan. Vygotsky yakin bahwa fungsi mental yang lebih tinggi pada umumnya muncul dalam percakapan dan kerja sama

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  antar-individu sebelum fungsi mental yang lebih tinggi itu terserap ke dalam individu tersebut.

B. Pendekatan Pembelajaran

  1. Pendekatan Menurut Sanjaya (2011), pendekatan dapat diartikan sebagai titik tolak atau sudut pandang kita terhadap suatu proses. Istilah pendekatan merujuk kepada pandangan tentang terjadinya suatu proses yang sifatnya masih sangat umum. Pendekatan berbeda dengan strategi maupun metode.

  Pendekatan tertentu akan menentukan strategi dan metode yang digunakan.

  2. Pembelajaran Menurut Trianto (2010), pembelajaran hakikatnya adalah usaha sadar dari seorang guru untuk membelajarkan siswanya (mengarahkan interaksi siswa dengan sumber belajar lainnya) dalam rangka mencapai tujuan yang diharapkan.

  Pembelajaran terjadi ketika ada interaksi dua arah antara guru dan siswa. Guru dan siswa berkomunikasi secara intens dan terarah menuju suatu target yang yang telah ditetapkan sebelumnya. Pembelajaran merupakan perubahan yang bertahan lama dalam perilaku, atau dalam kapasitas berperilaku dengan cara tertentu, yang dihasilkan dari praktik atau bentuk-bentuk pengalaman lainnya (Schunk, 2012).

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Menurut Sanjaya (2011), pembelajaran (instruction) itu menunjuk pada usaha siswa mempelajari bahan pelajaran sebagai akibat perlakuan guru. Dalam pembelajaran, guru harus berperan secara optimal, demikian juga dengan siswa. Perbedaan dominasi dan aktivitas guru dan siswa hanya menunjuk pada perbedaan tugas-tugas atau perlakuan guru dan siswa tersebut terhadap materi dan proses pembelajaran.

  3. Pendekatan Pembelajaran Pendekatan pembelajaran adalah sudut pandang kita terhadap proses usaha siswa untuk belajar sebagai akibat perlakuan guru yang masih bersifat umum.

C. Pendekatan Pembelajaran Berbasis Masalah

  1. Landasan Teoritis Pembelajaran berbasis masalah berlandaskan pada psikologi kognitif sebagai pendukung teoritisnya. Peran guru dalam pelajaran yang berbasis masalah kadang-kadang melibatkan presentasi dan penjelasan sesuatu hal kepada siswa, namun yang lebih sering memfungsikan diri sebagai pembimbing dan fasilitator sehingga siswa dapat belajar untuk berpikir dan menyelesaikankan masalah oleh mereka sendiri. (Arends, 2008).

  Menurut Schunk (2012), teori-teori kognitif memberikan penekanan pada penguasaan pengetahuan dan keterampilan, pembentukan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  struktur mental, dan pengolahan informasi siswa sebagai penyebab utama dari pembelajaran.

  Di samping teori kognitif, teori konstruktivisme mendasari pembelajaran berbasis masalah. Keterkaitan konstruktivisme dengan pendekatan pembelajaran berbasis masalah adalah bahwa dalam pembelajaran berbasis masalah terdapat proses konstruksi pengetahuan untuk menyelesaikan masalah.

  “PBL is in the vein of constructivist learning genre (Jonnasen,

  1998) as it is found to be consistent with constructivism (Savery & Duffy, 1995). The term refers to the idea that learners construct knowledge for themselves: each learner individually (and socially) constructs meaning as she or he learns. The learner is viewed as an active participant in learning rather than a passive recipient of knowledge.” (Ee & Tan, 2009)

  Pembelajaran berbasis masalah ada dalam arus utama pembelajaran konstruktivis seperti yang ditemukan untuk konsisten dengan konstruktivisme. Istilah ini mengacu pada ide bahwa siswa membangun pengetahuan untuk diri mereka sendiri: setiap siswa secara individual (dan sosial) membangun makna sebagai dia belajar. Siswa dipandang sebagai peserta aktif dalam belajar daripada penerima pasif pengetahuan.

  Dengan pembelajaran berbasis masalah siswa mempelajari materi pelajaran dengan upaya sendiri dan diharapkan bisa menyelesaikan berbagai masalah. Tujuannya supaya siswa memahami konsep baru yang

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  sehingga konsep yang baru tersebut dapat dipahami dengan lebih baik daripda jika konsep tersebut langsung diberitahukan oleh guru tanpa upaya yang serius dari siswa sendiri.

  Pengetahuan tidak ditentukan dari luar diri manusia, tapi terbentuk di dalam diri mereka. Seseorang menghasilkan pengetahuan berdasarkan keyakinan-keyakinan dan pengalaman-pengalaman mereka sendiri dalam situasi-situasi yang dihadapi.

  2. Pengertian Pendekatan pembelajaran berbasis masalah merupakan pendekatan pembelajaran yang menggunakan masalah sebagai langkah awal dalam mengumpulkan dan mengintegrasikan pengetahuan baru. Pendekatan ini berfokus pada keaktifan siswa dalam kegiatan pembelajaran. Siswa tidak lagi diberikan materi belajar secara satu arah seperti pada pembelajaran yang konvensional. Dengan pendekatan ini, diharapkan siswa dapat mengembangkan pengetahuan mereka secara mandiri. Dengan demikian, masalah yang ada digunakan sebagai sarana agar anak didik dapat belajar sesuatu yang dapat menyokong keilmuannya (Suyatno, 2010).

  Pembelajaran berbasis masalah adalah proses pembelajaran yang diawali dengan menggunakan masalah dalam kehidupan nyata lalu dari masalah ini siswa dirangsang untuk mempelajari masalah berdasarkan pengetahuan dan pengalaman yang telah mereka punyai sebelumnya (prior

  knowledge ) sehingga dari prior knowledge ini akan terbentuk pengetahuan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  merupakan poin utama dalam penerapan pembelajaran berbasis masalah (Suyatno, 2010).

  Menurut Gagne dalam Wena (2012), dalam memecahkan masalah siswa berproses untuk menemukan kombinasi dari sejumlah aturan yang dapat diterapkan dalam upaya mengatasi situasi yang baru. Pemecahan masalah tidak sekedar sebagai bentuk kemampuan menerapkan aturan- aturan yang telah dikuasai melalui kegiatan-kegiatan belajar terdahulu, melainkan lebih dari itu, merupakan proses untuk mendapatkan seperangkat aturan pada tingkat yang lebih tinggi. Apabila seseorang telah mendapatkan suatu kombinasi perangkat aturan yang terbukti dapat dioperasikan sesuai dengan situasi yang sedang dihadapi maka ia tidak saja dapat memecahkan suatu masalah, melainkan juga telah berhasil menemukan sesuatu yang baru. Sesuatu yang dimaksud adalah perangkat prosedur atau strategi yang memungkinkan seseorang dapat meningkatkan kemandirian dalam berpikir.

  3. Karakteristik Menurut Suyatno (2009), dalam melaksanakan proses pembelajaran berbasis masalah ini, beberapa ciri-ciri utamanya adalah sebagai berikut.

  a. Pembelajaran berpusat dengan masalah.

  b. Masalah yang digunakan merupakan masalah dunia sebenarnya yang mungkin akan dihadapi oleh siswa dalam kerja profesional mereka di

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  c. Pengetahuan yang diharapkan dicapai oleh siswa saat proses pembelajaran disusun berdasarkan masalah.

  d. Para siswa bertanggung jawab terhadap proses pembelajaran mereka sendiri.

  e. Siswa aktif dengan proses bersama.

  f. Pengetahuan menyokong pengetahuan yang baru.

  g. Pengetahuan diperoleh dalam konteks yang bermakna.

  h. Siswa berpeluang untuk meningkatkan serta mengorganisasikan pengetahuan. i. Kebanyakan pembelajaran dilaksanakan dalam kelompok kecil.

  4. Sintaks Menurut Ibrahim dan Nur (2001), pembelajaran berbasis masalah biasanya terdiri dari 5 tahap utama yang dimulai dengan guru memperkenalkan siswa dengan suatu situasi masalah dan diakhiri dengan penyajian dan analisis hasil kerja siswa. Kelima tahapan tersebut disajikan pada Tabel Tabel 2.1.

Tabel 2.1 Sintaks Pembelajaran Berbasis Masalah

  Tahap Perilaku Guru Tahap 1 Guru menjelaskan tujuan pembelajaran, Orientasi siswa pada menyajikan masalah, menjelaskan logistik masalah yang dibutuhkan, memotivasi siswa terlibat dalam aktivitas pemecahan masalah yang dipilih.

  Tahap 2 Guru membantu siswa mendefinisikan dan Mengorganisasi siswa mengorganisasikan tugas belajar yang untuk belajar berhubungan dengan masalah tersebut

  (menetapkan topik, tugas, jadwal, dan lain- lain).

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  penyelidikan individual maupun kelompok eksperimen untuk mendapatkan penjelasan dan pemecahan masalah, pengumpulan data, hipotesa, dan pemecahan masalah.

  Tahap 4 Mengembangkan dan menyajikan hasil karya

  Guru membantu siswa dalam merencanakan menyiapkan karya yang sesuai seperti laporan, video, dan model dan membantu mereka berbagi tugas dengan temannya. Tahap 5 Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah

  Guru membantu siswa untuk melakukan refleksi atau evaluasi terhadap penyelidikan mereka dan proses-proses yang mereka gunakan.

  (Ibrahim & Nur, 2001: 13) Perilaku yang diinginkan dari guru dan siswa yang berhubungan dengan masing-masing tahap, dideskripsikan dengan lebih terperinci sebagai berikut.

  a. Orientasi Siswa pada Masalah Pada awal pembelajaran, guru mengomunikasikan dengan jelas maksud pelajarannya, membangun sikap positif terhadap pelajaran itu, dan mendeskripsikan sesuatu yang diharapkan untuk dilakukan oleh siswa. Guru menyodorkan masalah dengan hati-hati atau memiliki prosedur yang jelas untuk melibatkan siswa dalam identifikasi permasalahan. Guru seharusnya menyuguhkan masalah kepada siswa dengan semenarik dan seakurat mungkin (Arends, 2008).

  b. Mengorganisasi Siswa untuk Belajar Pembelajaran berbasis masalah mengharuskan guru untuk mengembangkan keterampilan kolaborasi di antara siswa dan membantu mereka untuk menginvestigasi masalah secara bersama- sama. Pembelajaran berbasis masalah juga mengaharuskan guru untuk

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  membantu siswa untuk merencanakan tugas investigatif dan pelaporannya (Arends, 2008).

  c. Membimbing Penyelidikan Individual maupun Kelompok Penyelidikan yang dilakukan secara individual, berpasangan, atau dalam kelompok-kelompok kecil adalah inti pembelajaran berbasis masalah. Meskipun setiap masalah membutuhkan teknik penyelidikan yang agak berbeda, kebanyakan melibatkan proses mengumpulkan data dan eksperimentasi, pembuatan hipotesis dan penjelasan, dan memberikan solusi. Guru seharusnya membantu siswa dalam mengumpulkan informasi dari berbagai sumber dan menyodorkan berbagai pertanyaan untuk membuat siswa memikirkan tentang permasalahan itu dan tentang jenis informasi yang dibutuhkan untuk sampai pada solusi yang dapat dipertahankan (Arends, 2008).

  d. Mengembangkan dan Menyajikan Hasil Karya Hasil karya lebih dari sekadar laporan tertulis. Hasil karya termasuk hal-hal seperti rekaman video yang memperlihatkan situasi yang bermasalah dan solusi yang diusulkan, model-model yang mencakup representasi fisik dari situasi masalah atau solusinya, dan program komputer serta presentasi multimedia (Arends, 2008).

  e. Menganalisis dan Mengevaluasi Proses Pemecahan Masalah Tahap terakhir pembelajaran berbasis masalah melibatkan kegiatan- kegiatan yang dimaksudkan untuk membantu siswa menganalisis dan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  investigatif dan keterampilan intelektual yang mereka gunakan. Selama tahap ini, guru meminta siswa untuk merekonstruksikan pikiran dan kegiatan mereka selama berbagai tahap pelajaran (Arends, 2008).

  5. Hambatan Ada beberapa hambatan yang yang dapat muncul selama proses belajar dengan pendekatan pembelajaran berbasis masalah : a. Hambatan yang paling sering terjadi adalah kurang terbiasanya siswa dan pengajar dengan metode ini. Siswa dan pengajar masih terbawa kebiasaan metode konvensional, yaitu pemberian materi terjadi secara satu arah (Suyatno, 2009).

  b. Kurangnya waktu. Proses pembelajaran berbasis masalah terkadang membutuhkan waktu yang lebih banyak. Siswa terkadang memerlukan waktu untuk menghadapi persoalan yang diberikan. Sementara, waktu pelaksanaan Pembelajaran Berbasis Masalah harus disesuaikan dengan beban kurikulum (Suyatno, 2009).

D. Aktivitas Siswa

  1. Pengertian Aktivitas Belajar adalah berbuat; memperoleh pengalaman tertentu sesuai dengan tujuan yang diharapkan. Oleh karena itu, proses belajar siswa harus dapat mendorong siswa untuk beraktivitas melakukan sesuatu.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  yang sangat penting dalam interaksi belajar mengajar. Menurut Sanjaya (2011), aktivitas tidak dimaksudkan terbatas pada aktivitas fisik, akan tetapi juga meliputi aktivitas yang bersifat psikis seperti aktivitas mental.

  Menurut Schunk (2012) aktivitas belajar melibatkan penguasaan dan pengubahan pengetahuan, keterampilan, strategi, keyakinan, sikap, dan perilaku.

  Dari ketiga pendapat di atas dapat disimpulkan aktivitas adalah suatu prinsip atau azas yang penting dalam interaksi belajar yang berupa aktivitas fisik maupun psikis dan melibatkan penguasaan dan pengubahan pengetahuan, keterampilan, strategi, keyakinan, sikap, dan perilaku.

  Aktivitas tidak dimaksudkan terbatas pada aktivitas fisik, akan tetapi juga meliputi aktivitas yang bersifat psikis seperti aktivitas mental.

  Misalnya ketika guru berceramah, siswa menghayati materi pelajaran yang dituturkan melalui proses menyimak dan meragukan tentang segala sesuatu yang dituturkan, sehingga dari keraguan itu memunculkan keinginan siswa untuk memperdalam materi pelajaran (Sanjaya, 2010).

  Dalam proses mengajar belajar, guru perlu menimbulkan aktivitas siswa dalam berpikir maupun berbuat. Penerimaan pelajaran jika dengan aktivitas siswa sendiri, kesan itu tidak akan berlalu begitu saja, tetapi dipikirkan, diolah kemudian dikeluarkan lagi dalam bentuk yang berbeda.

  Misalnya siswa akan bertanya, mengajukan pendapat, menimbulkan diskusi dengan guru. Bila siswa menjadi partisipasi yang aktif, maka ia

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  2. Macam-Macam Aktivitas Menurut Paul D. Diedrich (dalam Sardiman, 2007) kegiatan siswa yang antara lain dapat digolongkan sebagai berikut: a. Visual activities , yang termasuk di dalamnya misalnya, membaca, memerhatikan gambar demonstrasi, percobaan, pekerjaan orang lain.

  b. Oral activities , seperti: menyatakan, merumuskan, bertanya, member saran, mengeluarkan pendapat, mengadakan wawancara, diskusi, interupsi.

  c. Listening activities , sebagai contoh mendengarkan: uraian, percakapan, diskusi, musik, pidato.

  d. Writing activities , seperti misalnya menulis cerita, karangan, laporan, angket, menyalin.

  e. Drawing activities , misalnya: menggambar, membuat grafik, peta, diagram.

  f. Motor activities , yang termasuk di dalamnya antara lain: melakukan percobaan, membuat konstruksi, model, mereparasi, bermain, berkebun, beternak.

  g. Mental activities , sebagai contoh misalnya: menanggapi, mengingat, memecahkan masalah, menganalisis, melihat hubungan, mengambil keputusan.

  h. Emotional activities , seperti misalnya, menaruh minat, merasa bosan, gembira, bersemangat, bergairah, berani, tenang, gugup.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

E. Hasil Belajar

  1. Pengertian Hasil Belajar Nana Sudjana (2010) berpendapat bahwa hasil belajar adalah kemampuan-kemampuan yang dimiliki siswa setelah ia menerima pengalaman belajarnya. Menurut Sanjaya (2011) hasil belajar berkaitan dengan pencapaian dalam memperoleh kemampuan sesuai dengan tujuan khusus yang direncanakan. Sehingga hasil belajar adalah kemampuan yang dimiliki siswa setelah ia menerima pengalaman belajarnya yang sesuai dengan tujuan khusus yang direncanakan.

  Dengan demikian, tugas guru dalam kegiatan ini adalah merancang instrumen yang dapat mengumpulkan data tentang keberhasilan siswa mencapai tujuan pembelajaran. Berdasarkan data tersebut guru dapat mengembangkan dan memperbaiki program pembelajaran.

  2. Penilaian Hasil Belajar Menurut Nasution (2005) ada dua macam penilaian menurut

  Glaser, yakni norm-referenced dan criterion-referenced. Penilaian norm- referenced didasarkan atas penilaian murid dibandingkan dengan hasil seluruh kelas. Yang diutamakan ialah kedudukan seorang siswa dibandingkan dengan norma kelompok. Yang dipentingkan ialah perbedaan individual. Penilaian criterion-referenced menilai hasil belajar anak berdasarkan standar atau kriteria tertentu, yakni yang ditentukan oleh tujuan pelajaran. Yang perlu diketahui ialah, hingga manakah anak itu

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  dan spesifik. Tujuan yang dirumuskan secara umum sukar dinilai dan diukur keberhasilannya. Dengan penilaian criterion-referenced kita ingin mengukur hasil langsung dari pelajaran yang baru saja kita berikan. Hal- hal yang perlu diperhatikan dalam penilaian serupa ini adalah: a. Soal-soal atau pertanyaan harus berhubungan langsung dengan rumusan tujuan pelajaran.

  b. Murid-murid harus diberitahukan dengan jelas hasil apa yang diharapkan dari mereka pada akhir pelajaran.

  c. Pertanyaan hendaknya jangan mengenai hal-hal yang dapat dihafal dan kemudian diingat kembali untuk mencegah hasil belajar berupa rangkaian kata-kata atau “verbal chain”, kecuali bila sesuatu memang harus dihafal sebagai hasil belajar yang diharapkan.

F. Menghitung Volume Bangun Ruang Sisi Datar

  1. Pengertian Volume Travers (1987) menyatakan, ukuran dari suatu ruang yang ditempati oleh suatu polihedra (bangun ruang sisi datar) disebut volume dari bangun ruang tersebut. (Bangun ruang sisi datar disebut juga bidang banyak).

  2. Satuan Volume Untuk menghitung volume bangun ruang sisi datar, terdapat istilah satuan volume. Salah satu contoh satuan volume adalah kubus satuan. Jika

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  3

  3

  1 cm x 1 cm = 1 cm . Jika satuan volume m , artinya panjang rusuk satuan

  3 adalah 1 m. Satuan volume selain kubik adalah liter. 1000 dm = 1 liter.

  3. Volume Prisma dan Limas Dalam Travers (1987) disebutkan Postulat 21, yang berbunyi volume paralelepipedum siku-siku adalah hasil kali dari tinggi dan luas alas dari bangun tersebut, yaitu V = Ah dengan V adalah volume bangun ruang, A adalah luas alas bangun ruang, dan h adalah tinggi bangun ruang.

  Dalam Suwarsono (2002) disebutkan Prinsip Cavalieri. Prinsip Cavalieri: Jika dua bangun ruang mempunyai tinggi yang sama, dan jika bidang-bidang yang sejajar dengan alas dan berjarak sama dari alas selalu membuat irisan pada kedua bangun ruang itu yang luasnya sama, maka kedua bangun ruang itu mempunyai volum yang sama.

  Teorema 14.13, Volume setiap prisma adalah hasil kali dari tinggi prisma dan luas alas prisma.

Gambar 2.1 Prisma untuk Teorema 14.13

  Diketahui sebuah prisma dan sebuah paralelepipedum, yang masing-masing memiliki tinggi h dan luas alas A dan keduanya terletak pada bidang E. Untuk membuktikan volume sebuah prisma adalah hasil kali tinggi prisma dan luas alas prisma digunakan Postulat 21, Teorema

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  14.8, dan Prinsip Cavalieri. Postulat 21 menyatakan volume paralelepipedum adalah hasil kali dari tinggi dan luas alas, yaitu V = Ah.

  Berdasarkan Teorema Irisan Melintang Prisma (Teorema 14.8) yang berbunyi semua irisan melintang dari sebuah prisma memiliki luas yang sama dan dengan Prinsip Cavalieri dapat disimpulkan prisma dan paralelepipedum tersebut memiliki volume (V) yang sama. Berdasarkan Postulat 21, volume paralelepipedum adalah Ah, maka volume prisma yang lain juga Ah. Jadi, untuk setiap prisma V = Ah.

  Prinsip Cavalieri juga berlaku pada Teorema Irisan Melintang Limas yang memenuhi untuk menentukan volume limas. Pertama, akan dibuktikan bahwa dua limas dengan tinggi dan luas alas yang sama memiliki volume yang sama.

  Dalam Travers (1987) Teorema 14.14 menyatakan jika dua limas memiliki tinggi yang sama dan luas alas yang sama, maka kedua limas memiliki volume yang sama.

Gambar 2.2 Limas untuk Pembuktian Teorema 14.14

  Diketahui dua limas seperti pada gambar di atas yang masing- masing memiliki tinggi h dan luas alas A. Akan dibuktikan bahwa kedua limas memiliki volume yang sama. Berdasarkan Teorema Irisan Melintang

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Limas (Teorem orema 14.12) yang menyatakan, “Diberikan dua dua limas dengan tinggi yang sa sama, jika alas kedua limas memiliki luas ya s yang sama, maka irisan melintang ntang dengan jarak yang sama dari alas juga mem emiliki luas yang sama.”, maka ka irisan melintang kedua limas pada gamba bar memiliki luas yang sama. Jadi Jadi, dengan Prinsip Cavalieri, volume kedua li dua limas juga sama.

  Untuk uk memperoleh rumus volume limas, deng ngan pembuktian teorema berikut rikut. Dalam Travers (1987) Teorema 14.15 14.15 menyatakan, Volume dari li i limas segitiga adalah satu per tiga hasil kali da li dari tinggi limas dan luas alas li s limas = = = ℎ . ℎ ℎ

Gambar 2.3 Limas dan Prisma

  Diketahui ketahui sebuah limas segitiga dengan puncak E, vol , volume V, tinggi

  h, dan alas AB ABC dengan luas A; sebuah prisma segitiga de a dengan tinggi h

  dan alas dan at n atas ABC dan DEF, dengan luas keduanya A. P

  A. Pembuktian dari

  Teorema 14.15 14.15 adalah dengan membagi prisma segitiga i a itu menjadi tiga limas segitiga ga, salah satu dari ketiga limas segitiga sesua suai dengan limas yang diketahui hui.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Gambar 2.4 Pembuktian Teorema 14.15 Limas 1 dan 2 dengan alas ADF dan FCA dengan puncak E.

  Karena segitiga ADF dan segitiga FCA adalah dua segitiga yang dibentuk dari segiempat ACFD yang dibagi oleh garis diagonal AF, segitiga ADF dan segitiga FCA terletak pada bidang yang sama dan kongruen. Karena itu, limas 1 dan 2 memiliki alas dan tinggi yang sama, jadi berdasarkan Teorema 14.14 keduanya memiliki volume yang sama. Untuk limas 1 dan 3 yang memiliki alas DEF dan ABC. Diketahui segitiga DEF sama dan kongruen dengan segitiga ABC, dan diketahui tinggi (h) dari puncak A ke bidang segitiga DEF sama dengan tinggi dari puncak E ke bidang segitiga

  ABC. Jadi, limas 1 dan 3 memiliki volume yang sama. Berdasarkan sifat transitif, semua limas (1, 2, dan 3) memiliki volume yang sama V.

  Berdasarkan Teorema 14.13, volume prisma adalah Ah. Jadi, 3V = Ah, dan = ℎ.

  Teorema selanjutnya menyatakan rumus yang dapat digunakan untuk semua jenis limas. Dalam Travers (1987), Teorema 14.16 menyatakan,Volume suatu limas adalah satu per tiga hasil kali tinggi limas dan luas alas limas = ℎ .

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Gambar 2.5 Limas untuk Pembuktian Teorema 14.16

  Diketahui limas segitiga dengan tinggi h dan luas alas A; limas lainnya dengan tinggi h dan luas alas A pada bidang yang sama.

  Berdasarkan Teorema Irisan Melintang Limas (Teorema 14.12), irisan melintang limas dengan tinggi yang sama memiliki luas yang sama. Oleh karena itu, berdasarkan Prinsip Cavalieri (Postulat 22), kedua limas memiliki volume yang sama. Karena = ℎ untuk limas segitiga menurut Teorema 14.15, berlaku juga = ℎ untuk limas yang lainnya.

G. Materi Volume Bangun Ruang Sisi Datar di SMP

  1. Volume Kubus

Gambar 2.6 Kubus dengan Berbagai Ukuran

  Gambar diatas menunjukkan bentuk-bentuk kubus dengan ukuran

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  membuat kubus kubus satuan pada gambar (b), diperlukan 2 × 2 × 2 = 8 2 × 2 × 2 = 8 kubus 2 × 2 × 2 = 8 satuan, sedang dangkan untuk membuat kubus pada gambar bar (c), diperlukan 3 × 3 × 3 = 27 3 × 3 × 3 = 27 3 × 3 × 3 = 27 kubus satuan. Dengan demikian, volume ume atau isi suatu kubus dapat di t ditentukan dengan cara mengalikan panjan njang rusuk kubus tersebut seban banyak tiga kali, sehingga

  = = = × × × × × × = = = × × × × × × = = =

  2. Volume Balok lok (a) (b) ( (c)

  

Gam ambar 2.7 Balok dengan Berbagai Ukuran an

  Gamba bar diatas menunjukkan pembentukan berba rbagai balok dari kubus satuan. uan. Gambar (a) adalah kubus satuan. Untuk uk membuat balok seperti pada da gambar (b), diperlukan 4 × 2 × 2 = 16 4 × 2 × 2 = 16 4 × 2 × 2 = 16 kubus satuan, sedangkan unt untuk membuat balok seperti pada gambar bar (c) diperlukan

  6

  6

  6

  2 2 2 = 24 2 = 24 2 = 24 kubus satuan. Hal ini menunjukkan bahw hwa volume suatu balok diperole oleh dengan cara mengalikan ukuran panjang, g, lebar dan tinggi balok tersebut. but.

  2

  = = = × × × × × × = = = × × × × × ×

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  3. Volume Prism sma

Gambar 2.8 Pembuktian Volume Prisma ma

  Gamba bar (a) memperlihatkan sebuah balok ABC BCD.EFGH yang dibagi dua se secara melintang. Ternyata, hasil belahan han balok tersebut membentuk pr uk prisma segitiga seperti pada gambar (b). Pe Perhatikan prisma segitiga BCD. D.FGH pada gambar (c). Dengan demikian, n, volume prisma segitiga adalah se lah setengah kali volume balok.

  1 . . . = = = × × × . . .

  1

  1

  2

  2

  2

  1

  1

  1 = = = × ( × × ) × ( × × ) × ( × × )

  2

  2

  2

  1 = = = × × × × × × × × ×

  1

  1

  2 = = = × × × Jadi, volume pr e prisma dapat dinyatakan dengan rumus sebaga bagai berikut.

  2

  2

  = = = × × ×

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  4. Volume Limas as (a)

  (b) (b

Gambar 2.9 Volume Limas

  Gamba bar (a) menunjukkan kubus ABCD.EFGH. . Kubus tersebut memiliki 4 bua 4 buah diagonal ruang yang saling berpotongan an di titik O. Jika diamati secara ara cermat, keempat diagonal ruang tersebut but membentuk 6 buah limas se s segiempat seperti terlihat pada gambar (b (b), yaitu limas segiempat O.A O.ABCD, O.EFGH, O.ABFE, O.BCGF, O.CD .CDHG, O.DAEH . Dengan demi mikian, volume kubus ABCD.EFGH merupa upakan gabungan volume keenam nam limas tersebut.

  6 × 6 × 6 × . . . = = = . . .

  1 . . . = = = × × × × × × × × ×

  1

  1

  6

  6

  6

  1

  1

  1 = = = × × × × × × × × ×

  6

  6

  6

  1 = = = × × × × × ×

  1

  1

  6

  6

  6

  1

  1

  1

  2 = = = × × ×

  2

  2

  6

  6

  6

  2

  2

  2

  2 = = = × × × × × ×

  2

  2

  6

  6

  6

  2

  2

  2

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

2 Oleh karena s merupakan luas alas kubus ABCD.EFGH dan merupakan

  tinggi limas O.ABCD maka, . = × ×

  = × × Jadi, rumus volume limas dapat dinyatakan sebagai berikut.

  = × ×

H. Kerangka Berpikir

  Pendekatan pembelajaran berbasis masalah merupakan pembelajaran yang menggunakan masalah sebagai langkah awal dalam mengumpulkan dan mengintegrasikan pengetahuan baru. Pendekatan pembelajaran berbasis masalah berfokus pada keaktifan siswa dalam kegiatan pembelajaran.

  Aktivitas siswa merupakan faktor penting dalam pembelajaran berbasis masalah. Aktivitas yang dilakukan siswa berupa aktivitas fisik maupun psikis dan melibatkan penguasaan dan pengubahan pengetahuan, keterampilan, strategi, keyakinan, sikap, dan perilaku. Aktivitas yang dilakukan siswa dalam proses pembelajaran berbasis masalah dapat membangun hasil belajar siswa karena selama pembelajaran siswa selalu mempelajari masalah dan berusaha memecahkannya sehingga terbentuk pengetahuan dan pengalaman baru. Hasil belajar siswa yang dimaksud

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  adalah kemampuan yang dimiliki siswa setelah ia menerima pengalaman belajarnya yang sesuai dengan tujuan khusus yang direncanakan.

  Salah satu pendekatan pembelajaran yang dapat membangun aktivitas dan hasil belajar siswa adalah pembelajaran berbasis masalah.

  Dengan aktivitas yang dilakukan siswa selama pembelajaran, diharapkan hasil belajar siswa juga baik.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian

  eksploratif, yaitu penelitian yang menerapkan suatu pendekatan atau metode yang telah ada untuk melihat dampak dari pendekatan tersebut. Pendekatan pembelajaran yang digunakan adalah pembelajaran berbasis masalah khususnya dalam pokok bahasan volume bangun ruang sisi datar.

B. Subjek Penelitian

  Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII A SMP Pangudi Luhur 1 Yogyakarta yang beralamat di Jalan Timoho II nomor 29, Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta. SMP Pangudi Luhur 1 Yogyakarta merupakan salah satu sekolah tingkat Menengah Pertama swasta yang berada di Yogyakarta. Tingkat kelulusan di SMP Pangudi Luhur 1 selalu meningkat setiap tahunnya. Berkaitan dengan prestasi, siswa SMP Pangudi Luhur 1 memiliki banyak prestasi. Hal ini bisa dibuktikan dengan banyaknya piala, trofi dan piagam penghargaan yang diperoleh.

  SMP Pangudi Luhur 1 Yogyakarta terletak di pinggir kota Jogja yang jauh dari keramaian kota. Dengan luas lahan 3 hektar memberikan ruang yang cukup bagi para peserta didik untuk berinteraksi dengan teman dan interaksi dengan alam sekitar. Lingkungan yang sejuk dan nyaman turut mendukung proses pembelajaran di sekolah.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Menengah ditetapkan sebagai Sekolah Rintisan Bertaraf Internasional (RSBI).

  C. Objek Penelitian

  Objek dalam penelitian ini adalah aktivitas dan hasil belajar siswa SMP Pangudi Luhur I Yogyakarta Kelas VIII A pada pembelajaran matematika pokok bahasan volume bangun ruang sisi datar dengan pendekatan pembelajaran berbasis masalah.

  D. Variabel Penelitian

  Dalam penelitian ini terdapat dua variabel yang digunakan. Kedua variabel tersebut adalah:

  1. Variabel Dependen (variabel terikat) Variabel dependen (variabel terikat) merupakan variabel yang terjadi atau muncul atau berubah karena mendapat pengaruh atau disebabkan oleh variabel bebas. Variabel terikat dalam penelitian ini yaitu aktivitas dan hasil belajar siswa dalam pembelajaran matematika dengan pendekatan pembelajaran berbasis masalah pokok bahasan volume bangun ruang sisi datar.

  2. Variabel Independen (vaiabel bebas) Variabel independen (variabel bebas) adalah variabel yang oleh peneliti diperkirakan menjadi penyebab berubahnya variabel dependen (variabel terikat).

  Variabel bebas dalam penelitian ini adalah pendekatan pembelajaran berbasis

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  masalah dalam pembelajaran matematika pokok bahasan volume bangun ruang sisi datar.

  E. Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di kelas VIII A SMP Pangudi Luhur 1 Yogyakarta.

  Pelaksanaan penelitian berlangsung mulai bulan April – Mei 2013 (semester II tahun ajaran 2012/2013) dengan pokok bahasan volume bangun ruang sisi datar.

  F. Bentuk Data Dalam penelitian ini terdapat tiga macam data yang akan diambil oleh peneliti.

  Data-data tersebut adalah:

  1. Data Aktivitas Siswa Data aktivitas siswa diperoleh dari hasil pengamatan (observasi) aktivitas siswa pada saat diskusi kelompok maupun diskusi kelas dan foto-foto selama pelaksanaan pembelajaran matematika dengan pendekatan pembelajaran berbasis masalah. Dalam observasi aktivitas siswa digunakan lembar pengamatan aktivitas siswa. Lembar ini diisi oleh observer pada saat melakukan pengamatan terhadap aktivitas siswa dalam proses pembelajaran.

  2. Data Hasil Belajar Siswa Data hasil belajar siswa diperoleh dari hasil tes kemampuan awal yang diberikan sebelum pembelajaran matematika dengan pendekatan pembelajaran berbasis masalah dilakukan dan hasil tes hasil belajar yang diberikan di akhir pembelajaran

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  digunakan pula kuis individu sebanyak dua kali yang berguna untuk mengukur kemampuan siswa dalam memahami materi yang dipelajari.

  3. Data Tanggapan Siswa Data ini diperoleh dari hasil wawancara kepada beberapa siswa. Tujuan wawancara ini adalah untuk memperkuat data yang diperoleh bahwa siswa mengikuti kegiatan pembelajaran dengan menggunakan pendekatan pembelajaran berbasis masalah dengan sungguh-sungguh.

G. Instrumen yang Digunakan dalam Penelitian

  Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan dua macam instrumen yaitu instrumen yang digunakan untuk kegiatan pembelajaran dan instrumen yang digunakan untuk pengumpulan data. Instrumen yang digunakan untuk kegiatan pembelajaran adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), Lembar Kerja Siswa (LKS), dan Lembar Kuis. Instrumen yang digunakan untuk pengumpulan data adalah Lembar Pengamatan Aktivitas Siswa, Tes Kemampuan Awal (TKA), Tes Hasil Belajar (THB), dan Lembar Wawancara Siswa.

  Instrumen-instrumen tersebut dapat dijabarkan sebagai berikut:

  1. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) RPP pada materi pokok volume bangun ruang sisi datar terdiri dari 4 kali pertemuan. RPP tersebut memuat kompon-komponen antara lain identitas sekolah

  (nama sekolah, mata pelajaran, kelas/semester), alokasi waktu, materi pembelajaran, standar kompetensi, kompetensi dasar, indicator pencapaian, tujuan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  pembelajaran, sumber dan media pembelajaran, dan penilaian hasil belajar. RPP ini dibuat berdasarkan kebutuhan siswa sehingga peneliti berusaha menyesuaikan karakteristik siswa dalam belajar dengan pendekatan pembelajaran yang peneliti gunakan.

  2. Lembar Kerja Siswa (LKS) LKS digunakan peneliti dan siswa selama proses pembelajaran. LKS ini peneliti susun dengan pendampingan dari dosen pembimbing dan guru mata pelajaran matematika. Penggunaan LKS dalam pembelajaran matematika berbasis masalah ini diharapkan dapat membangun aktivitas dan hasil belajar siswa.

  3. Lembar Kuis Lembar kuis diberikan kepada siswa pada akhir pertemuan III dan V dan berisi tentang tes singkat. Kuis ini dikerjakan secara individu. Pemberian kuis ini digunakan untuk mengukur kemampuan siswa dalam memahami materi yang telah dipelajari. Kuis I dan kuis II masing-masing terdiri dari dua soal.

  4. Lembar Pengamatan Aktivitas Siswa Lembar pengamatan ini digunakan untuk mencatat hasil pengamatan aktivitas siswa selama pembelajaran matematika berbasis masalah berlangsung di kelas.

  Lembar pengamatan memuat aspek-aspek yang harus diamati dalam penelitian ini. Lembar pengamatan telah dipersiapkan terlebih dulu oleh peneliti. Lembar pengamatan diisi oleh observer dalam setiap pertemuan di kelas. Peneliti dibantu oleh 4 observer yang masing-masing akan mengamati 9 – 10 siswa.

  Kisi-kisi pengamatan aktivitas siswa ditunjukkan dalam tabel berikut.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Tabel 3.1 Kisi-kisi Lembar Pengamatan Aktivitas Siswa No Indikator Nomor

  1 Melakukan aktivitas visual

  15

  2 Melakukan aktivitas lisan 5, 7, 11, 12, 13, 14

  3 Melakukan aktivitas mendengarkan

  8

  4 Melakukan aktivitas menulis dan menggambar 6, 10

  5 Melakukan aktivitas motorik

  1

  6 Melakukan aktivitas mental 4, 9

  7 Melakukan aktivitas emosional 2, 3 Keterangan aktivitas belajar siswa sesuai dengan lembar pengamatan:

  1. Siswa membawa dan menggunakan alat tulis dan buku yang diperlukan selama proses pembelajaran.

  2. Selama proses pembelajaran, siswa tidak melakukan aktivitas yang tidak berhubungan dengan pelajaran seperti bercanda, melamun, atau mengobrol di luar pelajaran, dan lain-lain.

  3. Siswa menunjukkan semangat kerjasama dan antusiasme dalam kelompok.

  4. Siswa menyimak penjelasan guru mengenai materi pelajaran maupun hal lainnya.

  5. Siswa bekerja bersama (berdiskusi) dengan teman kelompoknya untuk memecahkan masalah.

  6. Siswa mencatat informasi yang diperoleh dari permasalahan-permasalahan pada LKS.

  7. Siswa menyampaikan ide/pendapat mengenai cara menyelesaikan masalah dalam diskusi kelompok.

  8. Siswa mendengarkan ide/pendapat teman yang lain selama berdiskusi.

  9. Siswa memecahkan permasalahan-permasalahan yang terdapat pada LKS.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  11. Siswa mengajukan pertanyaan kepada guru tentang materi dan latihan soal,

  12. Siswa mengajukan pertanyaan kepada teman kelompoknya tentang permasalahan-permasalahan pada LKS.

  13. Siswa menyampaikan hasil pekerjaan kelompok.

  14. Siswa memberikan jawaban/tanggapan atas pertanyaan yang diajukan guru atau teman.

  15. Siswa memeriksa kembali pekerjaannya setelah selesai mengerjakan permasalahan-permasalahan pada LKS.

  Bentuk lembar pengamatan aktivitas siswa dapat dilihat pada lampiran. Pengamatan aktivitas siswa yang dilakukan oleh masing-masing observer adalah pengamatan per siswa. Setiap observer mengamati aktivitas yang dilakukan setiap siswa dalam kelompoknya masing-masing berdasarkan lembar pengamatan aktivitas siswa yang sudah disiapkan.

  Untuk mengetahui bagaimana aktivitas siswa dalam mengikuti kegiatan pembelajaran dengan menggunakan peendekatan pembelajaran berbasis masalah dilakukan penskoran. Penskoran tersebut dilakukan sesuai dengan ketentuan pada penskoran aktivitas siswa pada tabel berikut. Cara pengisian lembar pengamatan ini dengan cara memberikan skor 0, 1, atau 2 untuk setiap hal yang diamati.

Tabel 3.2 Pedoman Penskoran Aktivitas Siswa

  

No Hal yang Diamati Deskripsi Skor

1 Siswa membawa dan Siswa membawa dan menggunakan alat tulis dan buku

  2 menggunakan alat tulis dan yang diperlukan selama proses pembelajaran. buku yang diperlukan selama Siswa meminjam dan menggunakan alat tulis dan buku

  1 proses pembelajaran. yang diperlukan selama proses pembelajaran bersama teman-teman.

  Siswa tidak membawa alat tulis dan buku yang diperlukan

  2 Selama proses pembelajaran, siswa tidak melakukan aktivitas yang tidak berhubungan dengan pelajaran seperti bercanda, melamun, atau mengobrol di luar pelajaran, dan lain-lain.

  Siswa sangat sering mencatat informasi yang diperoleh dari permasalahan-permasalahan pada LKS.

  2 Siswa memecahkan permasalahan-permasalahan yang terdapat pada LKS dengan kurang tepat.

  Siswa memecahkan semua permasalahan yang terdapat

pada LKS dengan tepat.

  9 Siswa memecahkan permasalahan-permasalahan yang terdapat pada LKS.

  1 Siswa sangat jarang mendengarkan ide/pendapat teman yang lain selama berdiskusi.

  2 Siswa kadang-kadang mendengarkan ide/pendapat teman yang lain selama berdiskusi.

  Siswa sangat sering mendengarkan ide/pendapat teman yang lain selama berdiskusi.

  8 Siswa mendengarkan ide/pendapat teman yang lain selama berdiskusi.

  1 Siswa tidak pernah menyampaikan ide/pendapat mengenai cara menyelesaikan masalah di dalam kelompok.

  2 Siswa menyampaikan ide/pendapat mengenai cara menyelesaikan masalah 1-2 kali di dalam kelompok.

  Siswa menyampaikan ide/pendapat mengenai cara menyelesaikan masalah sebanyak lebih dari 2 kali di dalam kelompok.

  7 Siswa menyampaikan ide/pendapat mengenai cara menyelesaikan masalah dalam diskusi kelompok.

  1 Siswa sangat jarang mencatat informasi yang diperoleh dari permasalahan-permasalahan pada LKS.

  2 Siswa kadang-kadang mencatat informasi yang diperoleh dari permasalahan-permasalahan pada LKS.

  6 Siswa mencatat informasi yang diperoleh dari permasalahan-permasalahan pada LKS.

  Siswa sangat jarang melakukan aktivitas yang tidak berhubungan dengan pelajaran seperti bercanda, melamun, atau mengobrol di luar pelajaran, dan lain-lain.

  1 Siswa sangat jarang bekerja bersama (berdiskusi) dengan teman kelompoknya untuk memecahkan masalah.

  2 Siswa kadang-kadang bekerja bersama (berdiskusi) dengan teman kelompoknya untuk memecahkan masalah.

  Siswa sangat sering bekerja bersama (berdiskusi) dengan teman kelompoknya untuk memecahkan masalah.

  5 Siswa bekerja bersama (berdiskusi) dengan teman kelompoknya untuk memecahkan masalah.

  1 Siswa sangat jarang menyimak penjelasan guru mengenai materi pelajaran maupun hal lainnya.

  2 Siswa kadang-kadang menyimak penjelasan guru mengenai materi pelajaran maupun hal lainnya.

  Siswa sangat sering menyimak penjelasan guru mengenai materi pelajaran maupun hal lainnya.

  4 Siswa menyimak penjelasan guru mengenai materi pelajaran maupun hal lainnya.

  1 Siswa tidak antusias dalam berdiskusi.

  2 Siswa cukup antusias dalam berdiskusi.

  Siswa antusias dalam berdiskusi.

  3 Siswa menunjukkan semangat kerjasama dan antusiasme dalam kelompok.

  1 Siswa sangat sering melakukan aktivitas yang tidak berhubungan dengan pelajaran seperti bercanda, melamun, atau mengobrol di luar pelajaran, dan lain-lain.

  2 Siswa kadang-kadang melakukan aktivitas yang tidak berhubungan dengan pelajaran seperti bercanda, melamun, atau mengobrol di luar pelajaran, dan lain-lain.

  1 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  permasalahan yang terdapat pada LKS.

  10 Siswa menulis/mencatat Siswa sangat sering menulis/mencatat jawaban pada LKS.

  2 jawaban pada LKS. Siswa kadang-kadang menulis/mencatat jawaban pada

  1 LKS. Siswa sangat jarang menulis/mencatat jawaban pada LKS.

  11 Siswa mengajukan pertanyaan Siswa mengajukan pertanyaan kepada guru tentang materi

  2 kepada guru tentang materi dan latihan soal sebanyak lebih dari 2 kali. dan latihan soal.

  Siswa mengajukan pertanyaan kepada guru tentang materi

  1 dan latihan soal sebanyak l-2 kali. Siswa tidak pernah mengajukan pertanyaan kepada guru tentang materi dan latihan soal.

  12 Siswa mengajukan pertanyaan Siswa mengajukan pertanyaan kepada teman

  2 kepada teman kelompoknya kelompoknya tentang permasalahan-permasalahan pada tentang permasalahan- LKS sebanyak lebih dari 2 kali. permasalahan pada LKS.

  Siswa mengajukan pertanyaan kepada teman

  1 kelompoknya tentang permasalahan-permasalahan pada

LKS sebanyak l-2 kali.

Siswa tidak pernah mengajukan pertanyaan kepada teman kelompoknya tentang permasalahan-permasalahan pada LKS.

  13 Siswa menyampaikan hasil Siswa maju untuk menyampaikan hasil pekerjaan

  2 pekerjaan kelompok. kelompok dengan kemauan sendiri. Siswa menyampaikan hasil pekerjaan kelompok dengan

  1 ditunjuk guru. Siswa tidak mau menyampaikan hasil pekerjaan kelompok.

  14 Siswa memberikan Siswa memberikan jawaban/tanggapan atas pertanyaan

  2 jawaban/tanggapan atas yang diajukan guru atau teman dengan tepat. pertanyaan yang diajukan Siswa memberikan jawaban/tanggapan atas pertanyaan

  1 guru atau teman. yang diajukan guru atau teman dengan asal-asalan Siswa tidak memberikan jawaban/tanggapan atas pertanyaan yang diajukan guru atau teman yang menimbulkan diskusi.

  15 Siswa memeriksa kembali Siswa sangat sering memeriksa kembali pekerjaannya

  2

pekerjaannya setelah selesai setelah selesai mengerjakan permasalahan-permasalahan

mengerjakan permasalahan- pada LKS. permasalahan pada LKS.

  Siswa kadang-kadang memeriksa kembali pekerjaannya

  1 setelah selesai mengerjakan permasalahan-permasalahan pada LKS. Siswa sangat jarang memeriksa kembali pekerjaannya setelah selesai mengerjakan permasalahan-permasalahan pada LKS.

  5. Tes Kemampuan Awal Tes kemampuan awal dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui sejauh

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  siswa. Tes kemampuan awal diberikan sebelum siswa mengikuti pembelajaran matematika dengan pendekatan pembelajaran berbasis masalah. Acuan atau sumber yang dipakai adalah buku Cerdas Matematika untuk Kelas 5 SD Semester Pertama dan Semester Kedua (Tim Matematika, 2007), buku Matematika untuk SMP Kelas VIII (Cholik, 2007), dan buku Matematika untuk SMP dan MTs Kelas

  VIII (Suryatin, 2007). Materi tes adalah materi mengenai volume bangun ruang sisi datar yang telah didapatkan siswa pada saat kelas V SD yang tingkat kesulitannya sudah disesuaikan dengan tingkatan siswa kelas VIII. Tes kemampuan awal berbentuk uraian dan terdiri dari 5 soal. Dalam penilaian hasil belajar digunakan rentangan 1-100. Kisi-kisi, soal, dan kunci jawaban tes kemampuan awal dapat dilihat di lampiran.

  6. Tes Hasil Belajar Tes hasil belajar adalah tes yang digunakan untuk mengetahui hasil belajar siswa, apakah materi pembelajaran yang telah disampaikan sudah dikuasai oleh siswa setelah mengikuti kegiatan pembelajaran dengan penggunaan pendekatan pembelajaran berbasis masalah Tes ini dilakukan setelah proses pembelajaran selesai dilaksanakan.

  Penilaian hasil belajar dilakukan dengan memberikan tes tertulis yang menuntut jawaban secara tulisan. Soal-soal tes disusun dalam bentuk esai atau uraian yang terdiri dari 8 soal. Dalam penilaian hasil belajar digunakan rentangan 1-100. Sistem penilaian hasil belajar menggunakan penilaian acuan dari KKM (Kriteria Ketuntasana Minimal) mata pelajaran matematika Kelas VIII di SMP

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  menguasai atau dapat mencapai nilai 75 atau lebih. Kisi-kisi, soal, dan kunci jawaban tes hasil belajar dapat dilihat di lampiran.

  7. Lembar Wawancara Lembar wawancara berbentuk pertanyaan uraian yang berisi pertanyaan tentang pelaksanaan pembelajaran dengan pendekatan pembelajaran berbasis masalah. Wawancara dilakukan setelah pembelajaran tentang volume bangun ruang sisi datar dilakukan. Wawancara ini dilakukan untuk mendukung atau memberikan penguatan atas data yang telah diambil dan melihat tanggapan siswa terhadap pembalajaran matematika dengan pendekatan pembelajaran berbasis masalah yang telah dilaksanakan. Wawancara hanya dilakukan pada beberapa siswa saja yang dipilih berdasarkan aktivitas siswa dan nilai tes hasil belajar yang mereka peroleh.

  Beberapa aspek yang ditanyakan kepada siswa dalam wawancara tersebut meliputi: a. Perasaan siswa selama mengikuti pembelajaran matematika dengan pendekatan pembelajaran berbasis masalah dengan menggunakan LKS.

  b. Pendapat siswa mengenai pembelajaran matematika dengan pendekatan pembelajaran berbasis masalah dengan menggunakan LKS.

  c. Aktivitas siswa selama mengikuti pembelajaran matematika dengan pendekatan pembelajaran berbasis masalah dengan menggunakan LKS.

  d. Kesulitan/kendala yang dialami siswa selama mengikuti pembelajaran matematika dengan pendekatan pembelajaran berbasis masalah dengan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Pertanyaan wawancara tersebut sebagai berikut:

  a. Bagaimana perasaanmu selama mengikuti pembelajaran dengan pendekatan pembelajaran berbasis masalah ? Mengapa ? b. Apakah kamu merasa terbantu dalam mempelajari materi volume bangun ruang sisi datar dengan menggunakan pendekatan pembelajaran berbasis masalah ?

  Mengapa ?

  c. Apakah kamu membawa sendiri dan menggunakan alat tulis dan buku yang diperlukan selama pembelajaran ? d. Apakah selama proses pembelajaran kamu terpancing untuk bercanda, melamun, atau ngobrol di luar pelajaran ? Mengapa ? e. Apakah kamu bersemangat dan antusias belajar dalam kelompok ? Mengapa ?

  f. Apakah kamu menyimak setiap kali guru menjelaskan selama proses pembelajaran ? Mengapa ? g. Apakah kamu berusaha untuk memecahkan permasalahan-permasalahan pada

  LKS ? Bagaimana caranya ?

  h. Apakah kamu bekerjasama dengan cara berdiskusi dengan teman kelompok untuk menyelesaikan permasalahan-permasalahan pada LKS ? i. Apakah kamu bertanya pada guru ketika ada materi atau soal yang kurang jelas ? j. Apakah kamu sering bertanya atau menyampaikan ide/pendapat selama diskusi kelompok ? k. Apakah kamu mendengarkan jika ada teman yang memberikan ide/ pendapat

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  l. Apakah kamu mencatat informasi yang terdapat pada soal serta jawaban pada LKS ? m. Apakah kamu menyampaikan hasil pekerjaan kelompok di depan kelas ?

  Mengapa ? n. Apakah kamu memeriksa kembali pekerjaanmu setelah selesai mengerjakannya ? o. Apakah kamu mengalami kesulitan/kendala selama mengikuti proses pembelajaran ? Apa saja kesulitan/kendala itu ? p. Apa pendapatmu mengenai pembelajaran yang sudah kita lalui kemarin ?

  Apakah ada saran/kritik ?

H. Desain Penelitian

  Penelitian ini ditujukan kepada satu kelas, di mana peneliti dan siswa melaksanakan pembelajaran matematika dengan pendekatan pembelajaran berbasis masalah dengan pokok bahasan volume bangun ruang sisi datar. Sebelum pelaksanaan kegiatan pembelajaran dengan pendekatan pembelajaran berbasis masalah dimulai, diberikan tes kemampuan awal terlebih dahulu.

  Pada saat melaksanakan kegiatan pembelajaran, para siswa dikelompokkan menjadi beberapa kelompok kecil yang teridiri dari 3 – 4 siswa untuk menjalankan aktivitas dan memecahkan permasalahan-permasalahan yang terdapat di LKS. Selama kegiatan pembelajaran berlangsung, penulis dibantu oleh beberapa observer untuk mengamati aktivitas setiap siswa. Pengamatan aktivitas siswa selama pembelajaran

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  telah disusun oleh peneliti. Pada akhir pembelajaran kedua dan keempat juga diberikan kuis yang harus dikerjakan secara individu untuk melihat kemampuan siswa dalam memahami materi yang telah dipelajari.

  Setelah peneliti dan siswa selesai melaksanakan kegiatan pembelajaran untuk pokok bahasan volume bangun ruang sisi datar, peneliti mengadakan tes hasil belajar untuk melihat hasil belajar siswa setelah pembelajaran matematika berbasis masalah diadakan.

I. Uji Coba Instrumen Penelitian Uji coba instrumen digunakan untuk mengetahui kevalidan suatu instrumen.

  Berikut ini uji coba yang dilakukan peneliti untuk melihat kevalidan instrumen- instrumen yang digunakan dalam penelitian ini.

  1. Validitas RPP, LKS, dan Lembar Pengamatan Aktivitas Siswa RPP dan LKS diuji kesahihannya dengan penilaian pakar (expert judgment), yaitu oleh dosen pembimbing dan guru mata pelajaran matematika. Lembar pengamatan aktivitas siswa juga diuji kesahihannya dengan menguji setiap item dengan teknik penilaian pakar (expert judgment).

  2. Validitas Tes Kemampuan Awal dan Tes Hasil Belajar Ujicoba soal pada prinsipnya adalah upaya untuk mendapatkan informasi empirik mengenai seberapa besar sebuah soal dapat mengukur apa yang hendak diukur. Informasi empirik tersebut pada umumnya menyangkut segala hal yang dapat mempengaruhi validitas soal seperti aspek-aspek keterbacaan soal, tingkat

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  kesukaran soal, pola jawaban (khusus pada pilihan ganda), tingkat daya pembeda soal, pengaruh budaya, dan sebagainya (Suwandi, 2010).

  Tes kemampuan awal dan tes hasil belajar perlu diuji validitasnya. Jenis validitas yang hendak diperiksa untuk tes hasil kemampuan awal adalah validitas isi, sedangkan tes hasil belajar adalah validitas isi dan validitas butir item. Validitas instrumen dengan validitas isi dimaksudkan untuk mengetahui sejauh mana item-item dalam tes mencakup seluruh kawasan isi objek yang hendak diukur. Selanjutnya, pengujian validitas isi ini dilakukan melalui professional judgment di mana proses penilaian dilakukan oleh orang yang dianggap ahli yaitu dosen pembimbing. Tujuan dari pengujian validitas isi tersebut dimaksudkan untuk mengetahui apakah item-item tersebut benar-benar mewakili seluruh aspek yang hendak diukur (Azwar, 2009).

  Validitas instrumen dengan validitas butir item dilakukan dengan menggunakan teknik korelasi product-moment dari Pearson. Rumus korelasi product-moment dari Pearson adalah sebagai berikut:

  ∑ − (∑ )(∑ ) =

  { ∑ − (∑ ) }{ ∑ − (∑ ) } Di mana:

  = Koefisien korelasi antara variabel X dan Y, dua variabel yang dikorelasikan N = Besarnya sampel X = Skor masing-masing subjek pada satu butir item tertentu Y = Skor total masing-masing subjek pada semua butir item pada instrumen

  Apabila nilai ≥ maka korelasi antara item soal dengan skor total soal

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  dengan skor total tersebut tidak valid. Interpretasi dari koefisien korelasi ( ) dapat dilihat dari tabel berikut ini:

Tabel 3.3 Interpretasi Besarnya Koefisien Korelasi ( )

  

Koefisien Korelasi Interpretasi

  Sangat Tinggi Tinggi Cukup

  Rendah Sangat Rendah

  (Arikunto, 1988:71)

  3. Reliabilitas Tes Hasil Belajar Reliabilitas (keajegan, konsistensi, kestabilan) pada dasarnya menunjukkan pada konsep sejauh mana hasil suatu pengukuran dapat dipercaya (Azwar, 1999).

  Tinggi rendahnya reliabilitas secara empirik ditunjukkan dengan suatu angka yang disebut koefisien reliabilitas.

  Untuk menghitung koefisien reliabilitas tes hasil belajar siswa digunakan rumus Alpha Cronbrach untuk jenis data interval/essay. Rumus koefisien reliabilitas Alpha Cronbach sebagai berikut.

  ∑ = 1 −

  − 1 Keterangan:

  = koefisien reliabilitas yang dicari k = banyaknya item dalam instrumen ∑

  = jumlah variansi tiap-tiap item soal = variansi total

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Variansi tiap-tiap item soal diperoleh dengan rumus berikut.

  (∑ ) ∑ −

  = Keterangan:

  = variansi tiap-tiap item soal = skor pada item soal

  N = banyak siswa yang mengikuti tes Kriteria koefisien reliabilitas alat ukur yang digunakan yaitu sebagai berikut.

Tabel 3.4 Interpretasi Nilai Koefisien Reliabilitas ( ) Besarnya nilai r Interpretasi

  Antara 0,800 sampai dengan 1,00 Tinggi Antara 0,600 sampai dengan 0,800 Cukup Antara 0,400 sampai dengan 0,600 Agak rendah Antara 0,200 sampai dengan 0,400 Rendah Antara 0,000 sampai dengan 0,200 Sangat rendah

  (Arikunto, 2006:276)

  J. Teknik Analisis Data

  Analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis kuantitatif dan kualitatif. Analisis kuantitatif digunakan jika data yang dikumpulkan berupa angka yang akan dihitung menggunakan analisis statistik untuk memperoleh skor atau rata- rata dari aspek yang diteliti. Analisis kualitatif digunakan jika data yang diperoleh berbentuk gambar atau wawancara. Data hasil penelitian akan dianalisis dengan cara sebagai berikut.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  1. Data Hasil Pengamatan Aktivitas Siswa Pada penelitian ini aktivitas siswa selama proses pembelajaran dengan pendekatan pembelajaran berbasis masalah dianalisis dengan cara menafsirkan dan menyimpulkan dari data-data yang diperoleh dari lembar pengamatan aktivitas siswa. Proses penafsiran data pada penelitiaan ini adalah dengan mengidentifikasi dan menentukan jenis-jenis aktivitas siswa selama proses pembelajaran. Dari data yang terkumpul peneliti menghitung presentase masing-masing aspek pada setiap siswa dan diberi keterangan kriteria. Kriteria yang digunakan untuk mengukur aktivitas siswa selama proses pembelajaran dijabarkan sebagai berikut.

Tabel 3.5 Kriteria Aktivitas Siswa

  

Jumlah Skor Aktivitas (%) Kriteria Aktivitas Siswa

  ≤ 20 Sangat Rendah 21 – 40 Rendah 41 – 60 Cukup 61 – 80 Tinggi

  81 – 100 Sangat Tinggi (Budi, 2001: 53)

  Berdasarkan kriteria yang telah dibuat, data yang diperoleh dapat digunakan untuk menjawab pembelajaran matematika dengan pendekatan pembelajaran berbasis masalah dapat membangun aktivitas siswa.

  2. Data Hasil Belajar Siswa Tingkat keberhasilan siswa dapat diukur dengan hasil belajar yang dilakukan dengan menganalisis nilai tes kemampuan awal dan tes hasil belajar yang dilaksanakan pada akhir pembahasan pokok bahasan volume bangun ruang sisi datar. Tes kemampuan awal terdiri dari 5 item soal sedangkan tes hasil belajar terdiri dari 8 item soal dengan jenis uraian. Untuk penilaian per item soal diuraikan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Nilai masing-masing siswa kemudian dianalisis dengan menggunakan KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal) SMP Pangudi Luhur 1 Yogyakarta untuk kelas VIII mata pelajaran matematika. KKM tercapai apabila nilai tes hasil belajar siswa ≥

  75. Nilai tes kemampuan awal dibandingkan dengan nilai tes hasil belajar pada akhir pembelajaran, jika terdapat peningkatan jumlah siswa yang mendapatkan nilai tuntas (≥ 75) dan jika rata-rata nilai tes hasil belajar lebih besar daripada nilai tes kemampuan awal maka penggunaan pendekatan pembelajaran berbasis masalah dalam penelitian ini dapat membantu membangun hasil belajar siswa.

  3. Data Hasil Wawancara Data dari hasil wawancara dianalisis secara kualitatif. Data hasil wawancara digunakan untuk mendukung data hasil pengamatan aktivitas siswa dan digunakan sebagai salah satu alat evaluasi serta refleksi kegiatan yang telah berlangsung.

  K. Langkah-langkah Pelaksanaan Penelitian

  Langkah-langkah pelaksanaan penelitian adalah sebagai berikut:

  1. Penyusunan Proposal

  2. Persiapan Penelitian

  a. Perijinan penelitian ke SMP Pangudi Luhur 1 Yogyakarta

  b. Observasi Kegiatan Pembelajaran di Kelas Observasi ini bertujuan untuk melihat sejauh mana materi pembelajaran matematika diajarkan di kelas sehingga dapat berguna dalam penyusunan RPP,

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  tes kemampuan awal, dan LKS yang akan digunakan dalam proses kegiatan pembelajaran matematika dengan pendekatan pembelajaran berbasis masalah.

  c. Pembuatan instrumen-instrumen penelitian Pembuatan instrumen mencakup pembuatan RPP, Tes Kemampuan Awal,

  LKS, Kuis, Tes Hasil Belajar, Lembar Pengamatan Aktivitas Siswa dan Wawancara

  3. Validitas dan Reliabilitas Validitas dan reliabilitas dilakukan dengan mengujicobakan instrumen- instrumen. Selain untuk menghitung validitas dan reliabilitas, ujicoba penelitian bertujuan supaya peneliti mengetahui kekurangan seluruh pembelajaran sehingga dapat diperbaiki untuk kelancaran penelitian. Instrumen yang diujicobakan adalah tes hasil belajar.

  4. Pelaksanaan Pembelajaran Pelaksanaan pembelajaran disesuaikan dengan jadwal mata pelajaran matematika. Materi ajar pada proses pembelajaran adalah volume bangun ruang sisi datar. Siswa melakukan aktivitas-aktivitas yang diarahkan di LKS dan mengerjakan soal-soal yang ada dengan baik.

  Pada proses pembelajaran matematika berbasis masalah berlangsung, pengambilan data mengenai aktivitas belajar siswa juga dilakukan. Pengambilan data diambil dengan cara mengamati langsung siswa selama proses pembelajaran oleh observer.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  5. Analisis Data Data yang diperoleh dalam penelitian dianalisis dengan model analisis seperti yang telah dipaparkan di atas hingga diperoleh suatu kesimpulan.

  6. Penulisan Laporan Pada akhir penelitian diperlukan penulisan laporan penelitian tentang hasil penelitian tersebut.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

BAB IV PELAKSANAAN PENELITIAN, DESKRIPSI DATA, ANALISIS DATA, DAN PEMBAHASAN A. Pelaksanaan Penelitian Pelaksanaan penelitian dalam pembelajaran dibagi dalam 3 tahap, yaitu sebelum penelitian, selama penelitian, dan sesudah penelitian.

1. Sebelum Penelitian

  Sebelum melaksanakan penelitian di kelas VIII A SMP Pangudi Luhur 1 Yogyakarta, peneliti melakukan persiapan, yaitu mempersiapkan materi pelajaran, membuat instrumen pembelajaran, seperti rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), lembar kerja siswa (LKS), lembar kuis, tes kemampuan awal (TKA), tes hasil belajar (THB), dan perlengkapan lainnya (misalnya: callcard siswa, lembar pangamatan atau observasi aktivitas siswa, dan kamera) yang berguna sebagai alat pengumpul data serta mempersiapkan observer yang nantinya akan membantu peneliti dalam mengumpulkan data. Dalam penyusunan instrumen pembelajaran, peneliti mencoba berkonsultasi dengan guru pamong mata pelajaran matematika kelas VIII di sekolah agar guru menyetujui dan memberikan saran untuk pembelajaran yang akan dilakukan dengan menggunakan pendekatan pembelajaran berbasis masalah di kelas. Selain itu peneliti juga meminta saran kepada dosen pembimbing terkait dengan instrumen

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Sebelum instrumen tes hasil kemampuan awal dan tes hasil belajar digunakan untuk pengumpulan data, peneliti melakukan pengujian instrumen tes kemampuan awal dan tes hasil belajar untuk mengukur validitas dan reliabilitas tes yang akan digunakan dalam penelitian. Soal tes kemampuan awal berjumlah 5 soal dan soal tes hasil belajar berjumlah 8 soal. Soal tes kemampuan awal dan soal tes hasil belajar berupa soal uraian. Tes yang diujicobakan adalah soal tes hasil belajar. Ujicoba soal tes hasil belajar dilakukan di kelas VIII Responsibility SMP Joannes Bosco Yogyakarta dengan jumlah siswa sebanyak 30 siswa. Pemilihan uji coba di luar SMP Pangudi Luhur 1 Yogyakarta karena di kelas VIII yang lain belum mempelajari secara keseluruhan volume bangun ruang sisi datar. Sedangkan alasan pemilihan kelas VIII Responsibility SMP Joannes Bosco Yogyakarta sebagai uji coba karena kelas VIII Responsibility yang telah mempelajari mengenai volume bangun ruang sisi datar dan SMP Joannes Bosco memiliki predikat akreditasi yang sama dengan SMP Pangudi Luhur 1 Yogyakarta yaitu A dengan nilai akreditasi berturut-turut 94,65 dan 96.

  Uji coba soal tes hasil belajar dilaksanakan pada tanggal 11 Mei 2013 selama 80 menit (2 jam pelajaran), yaitu sejak pukul 06.50 sampai 08.10 dengan subjek uji coba 29 siswa karena 1 siswa lainnya tidak masuk. Setelah uji coba tes hasil belajar tersebut selesai, peneliti melakukan penskoran. Dari hasil penskoran tersebut kemudian dilakukan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  uji validitas dan reliabilitas. Adapun hasil uji validitas dan reliabilitas soal tes hasil belajar adalah sebagai berikut: a. Uji Validitas Soal Tes Hasil Belajar

  Hasil ujicoba tes hasil belajar dianalisis dengan validitas butir item dengan menggunakan teknik korelasi product-moment dari Pearson.

  Rumus korelasi product-moment dari Pearson adalah sebagai berikut: =

  ∑ − (∑ )(∑ ) { ∑ − (∑ ) }{ ∑ − (∑ ) }

  Pada uji validitas tes hasil belajar, nilai pada tabel ( ) pada taraf signifikansi 5%, dengan jumlah siswa 29 adalah 0,367. Hasil dari analisis validitas tes hasil belajar (analisis lengkapnya dapat dilihat lampiran) adalah sebagai berikut.

Tabel 4.1 Data Koefisien Validitas Masing-masing Butir Soal Tes Hasil Belajar No Item Keterangan Kualifikasi

  1 0,374 Valid Rendah 2 0,717 Valid Tinggi 3 0,813 Valid Sangat Tinggi 4 0,582 Valid Cukup 5 0,689 Valid Tinggi 6 0,667 Valid Tinggi 7 0,775 Valid Tinggi 8 0,878 Valid Sangat Tinggi b. Uji Reliabilitas Soal Tes Hasil Belajar

  Setelah diketahui validitas setiap soal, kemudian dilakukan analisis reliabilitas tes hasil belajar. Untuk menghitung taraf reliabilitas ini menggunakan rumus Koefisiensi Alpha. Hasil dari analisis reliabilitas

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  tes hasil belajar (analisis lengkapnya dapat dilihat pada lampiran) adalah sebagai berikut.

  ∑ = 1 −

  − 1 8 14,35 = 1 − 8 − 1

  54.90

  8 =

  (1 − 0.26)

  7 = (1,142)(0,74) = 0,845

  Dari perhitungan diperoleh = 0,845 maka soal tes tersebut reliabel dengan interpretasi tinggi (Berdasarkan tabel 3.4 pada Bab

  III). Setelah soal tes hasil belajar valid dan reliabel, maka soal tersebut siap digunakan untuk penelitian.

  Selain itu, peneliti juga melakukan observasi terlebih dahulu sebanyak 3 kali yaitu pada tanggal 3, 4, dan 6 April 2013 untuk mengetahui keadaan lingkungan sekolah terutama keadaan situasi kelas yang akan digunakan untuk penelitian agar peneliti lebih mengenal karakter siswa, gambaran aktivitas siswa dalam mengikuti pembelajaran, palajaran apa yang telah diajarkan, dan bagaimana guru pamong mengajar di kelas. Dalam hal ini, peneliti juga banyak bertanya dan berkonsultasi dengan guru pamong matematika yang mengajar kelas tersebut.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Dari observasi yang telah dilakukan tersebut, peneliti mencoba menyimpulkan dan sedikit memberikan pendapat mengenai hasil observasi yang didapatkan, antara lain:

  a. Siswa cukup serius dalam menyimak penjelasan guru dan mau menjawab pertanyaan yang diajukan guru walaupun terlihat didominasi oleh beberapa siswa saja.

  b. Siswa mengerjakan apa yang diperintahkan guru, tapi terkadang ada siswa yang melakukan hal-hal di luar belajar seperti ngobrol atau bercanda sehingga harus ditegur oleh guru terlebih dulu agar mau mengerjakan tugasnya kembali.

  c. Siswa bersemangat dalam pembahasan soal bersama guru. Guru menunjuk secara urut siswa yang harus menyampaikan jawabannya.

  Namun sayangnya hal itu membuat beberapa siswa hanya mengerjakan soal yang menjadi tanggung jawabnya saja.

2. Selama Penelitian

  Penelitian yang dilakukan di kelas VIII A SMP Pangudi Luhur 1 Yogyakarta ini dilakukan pada semester II tahun ajaran 2012/2013 pada pokok bahasan volume bangun ruang sisi datar. Kelas VIII A terdiri dari 38 siswa, 20 siswa laki-laki dan 18 siswa perempuan.

  Penelitian dilaksanakan dalam 6 kali pertemuan. Satu pertemuan untuk perkenalan dan pengambilan data mengenai kemampuan awal siswa melalui tes, 4 kali pertemuan untuk kegiatan pembelajaran matematika,

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  melalui tes. Jadwal kegiatan yang dilakukan selama penelitian dapat dilihat pada tabel di bawah ini.

Tabel 4.2 Kegiatan Selama Penelitian Pertemuan Waktu Kegiatan

  I Rabu, 1 Mei 2013 Perkenalan dan pengambilan data kemampuan awal sebelum mengikuti kegiatan pembelajaran dengan pendekatan PBM melalui tes.

  

II Kamis, 2 Mei 2013 Pembelajaran dengan pendekatan

PBM.

  III Jumat, 3 Mei 2013 Pembelajaran dengan pendekatan PBM (pemberian Kuis I).

  

IV Jumat, 10 Mei 2013 Pembelajaran dengan pendekatan

PBM.

  V Sabtu, 10 Mei 2013 Pembelajaran dengan pendekatan PBM (pemberian kuis II).

  VI Jumat, 17 Mei 2013 Pengambilan data hasil belajar siswa setelah emngikuti kegiatan pembelajaran dengan pendekatan PBM melalui tes.

  Selama penelitian, peneliti bertindak sebagai guru yang melaksanakan kegiatan pembelajaran bersama siswa. Dalam kegiatan penelitian, peneliti dibantu oleh lima rekan mahasiswa yang mengobservasi aktivitas siswa dan mendokumentasikan kegiatan pembelajaran yang berlangsung pada materi sub pokok bahasan volume bangun ruang sisi datar.

  Selama melaksanakan kegiatan penelitian, peneliti juga melakukan pengamatan terhadap proses kegiatan pembelajaran yang dilakukan oleh siswa terkait dengan aktivitas yang dilakukannya dan mewawancari beberapa siswa pada akhir penelitian untuk mengetahui lebih jauh tanggapan mereka selama mengikuti pembelajaran dengan pendekatan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Pelaksaanaan pembelajaran dilakukan sebanyak enam kali pertemuan. Pertemuan I berlangsung selama 1 jam pelajaran (1 x 40’), sedangkan pertemuan II, III, IV, V, dan VI berlangsung selama 2 jam pelajaran (2 x 40’). Adapun rincian singkat mengenai proses pelaksanaan pembelajaran dengan pendekatan pembelajaran berbasis masalah pada setiap pertemuan adalah sebagai berikut: a. Pertemuan I

  Pertemuan I dilaksanakan pada hari Rabu, 1 Mei 2013 pada pukul 12.25 – 13.05. Kegiatan yang dilakukan pada pertemuan I adalah sebagai berikut: 1) Perkenalan

  Sebelum peneliti memulai kegiatan penelitian, guru pamong menjelaskan secara umum apa saja yang akan dilakukan peneliti untuk beberapa pertemuan mendatang untuk pelajaran matematika di kelas kepada seluruh siswa. Dimulai dari pemberian tes kemampuan awal, kegiatan pembelajaran, dan diakhiri dengan tes hasil belajar.

  2) Tes Kemampuan Awal Sebelum pendekatan pembelajaran berbasis masalah diterapkan, diadakan tes kemampuan awal, dengan materi volume bangun ruang sisi datar yang telah didapatkan siswa di Sekolah Dasar yang disesuaikan dengan tingkatan SMP kelas VIII.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Pelaksanaan tes diawali dengan pembagian lembar jawab dan soal kepada siswa. Tes berlangsung selama 40 menit. Tes kemampuan awal ini diikuti oleh 36 siswa dari 38 siswa kelas di

  VIII A. Peneliti mendapatkan informasi dari guru pamong bahwa siswa tersebut tidak masuk karena sakit. Oleh karena itu, 2 siswa tersebut (siswa 15 dan siswa 26) direduksi, dianggap tidak mengikuti kegiatan pembelajaran dengan pendekatan pembelajaran berbasis masalah ini karena mereka tidak mengikuti kegiatan pembelajaran secara penuh, yaitu enam kali pertemuan.

  b. Pertemuan II Pertemuan II dilaksanakan pada hari Kamis, 2 Mei 2013 pada pukul 07.15 – 08. 35. Pembelajaran pada pertemuan II ini diikuti oleh seluruh siswa kelas VIII A yang terdiri dari 38 siswa. Kegiatan pada pertemuan II sebagai berikut: 1) Kegiatan Awal

  Awalnya peneliti masuk kelas dan memberi salam. Peneliti juga menyampaikan tujuan pembelajaran dan memotivasi siswa untuk terlibat dalam pemecahan masalah. Karena ini merupakan pertemuan pertama untuk penggunaan pendekatan pembelajaran berbasis masalah, peneliti membagi siswa dalam kelompok terlebih dulu. Dalam pembagian kelompok ini, peneliti menyusun pembagian kelompok secara heterogen. Peneliti menggunakan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  kelompok tersebut. Dalam pembagian kelompok ini, peneliti membagi siswa menjadi 12 kelompok, 10 kelompok terdiri dari 3 siswa dan 2 kelompok terdiri dari 4 siswa.

Tabel 4.3 Daftar Kelompok Diskusi

  Kelompok I Kelompok II Kelompok III Kelompok IV

  1. Siswa 1

  1. Siswa 2

  1. Siswa 19

  1. Siswa 24

  2. Siswa 11

  2. Siswa 10

  2. Siswa 28

  2. Siswa 29

  3. Siswa 14

  3. Siswa 34

  3. Siswa 35

  3. Siswa 36

  4. Siswa 15 Kelompok V Kelompok VI Kelompok VII Kelompok VIII

  1. Siswa 3

  1. Siswa 12

  1. Siswa 9

  1. Siswa 33

  2. Siswa 21

  2. Siswa 31

  2. Siswa 25

  2. Siswa 5

  3. Siswa 23

  3. Siswa 38

  3. Siswa 32

  3. Siswa 20 Kelompok IX Kelompok X Kelompok XI Kelompok XII

  1. Siswa 17

  1. Siswa 6

  1. Siswa 16

  1. Siswa 4

  2. Siswa 22

  2. Siswa 8

  2. Siswa 27

  2. Siswa 13

  3. Siswa 37

  3. Siswa 18

  3. Siswa 30

  3. Siswa 26

  4. Siswa 7 Setelah siswa sudah mengetahui anggota kelompok masing- masing, maka peneliti mengarahkan siswa untuk berkumpul ke dalam kelompok masing-masing. Untuk mempermudah pengamatan aktivitas masing-masing siswa, peneliti membagikan

  callcard untuk dipakai masing-masing siswa yang memuat nomor identitas siswa.

  Untuk mempermudah pengamatan aktivitas siswa, peneliti membagikan callcard kepada tiap siswa yang bertuliskan nomor kelompok dan nomor urut anggotanya. Misalnya jika siswa memiliki callcard yang tertulis I.3 berarti siswa tersebut berada di kelompok I dengan nomor urut anggota 3. Peneliti mengingatkan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  duduk juga tidak boleh berpindah selama pelaksanaan pembelajaran.

  Peneliti juga menentukan posisi duduk dari setiap kelompok di dalam kelas. Berikut tabel denah posisi duduk masing-masing siswa.

Tabel 4.4 Posisi Duduk Siswa di Kelas

  Papan Tulis I. 1 I. 2

  II. 1

  II. 2

  III. 1

  III. 2

  IV. 1

  IV. 2 I. 3 I. 4

  II. 3

  III. 3

  IV. 3 V. 1 V. 2

  VI. 1

  VI. 2

  VII. 1

  VII. 2

  VIII. 1

  VIII. 2 V. 3

  VI. 3

  VII. 3

  VIII. 3

  IX. 1

  IX. 2 X. 1 X. 2

  XI. 1

  XI. 2

  XII. 1

  XII. 2

  IX. 3 X. 3

  XI. 3

  XII. 3

  XII. 4

  2) Kegiatan Inti Setelah setiap siswa berkumpul dengan kelompoknya dan memakai callcard, peneliti membagikan LKS kepada masing- massing siswa yang berisi permasalah-permasalahan yang harus dipecahkan siswa. Peneliti memberikan permasalahan mengenai volume bangun ruang kubus. Pada awal pembelajaran masih banyak siswa yang merasa bingung karena langsung diberikan LKS dengan permasalahan-permasalahan yang harus dipecahkan tanpa diberikan materinya terlebih dulu. Namun peneliti memotivasi siswa untuk terlebih dulu mempelajari dan mengerjakan permasalahan yang ada secara individu, jika

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  didiskusikan secara bersama-sama. Dalam diskusi kelompok ini siswa fokus dan menunjukkan semangat kerjasama dan antusias.

  Siswa bekerjasama dengan cara berdiskusi dengan teman kelompoknya untuk memecahkan masalah. Siswa menyampaikan ide/pendapat maupun mendengarkan ide/pendapat teman yang lain mengenai cara menyelesaikan masalah. Siswa mulai mengajukan pertanyaan baik kepada peneliti sebagai guru maupun teman kelompoknya. Siswa terlihat aktif mencatat informasi maupun jawaban pada LKS. Namun masih ada siswa yang melakukan aktivitas yang tidak berhubungan dengan pelajaran seperti bercanda, melamun, atau mengobrol di luar pelajaran. Setelah waktu diskusi kelompok habis, presentasi kelompok dilakukan untuk membahas permasalahan-permasalahan dalam LKS. Dalam diskusi kelas ini, presentasi kelompok dilakukan oleh perwakilan anggota kelompok (satu atau dua siswa) untuk setiap kelompoknya. Pembahasan soal nomor 1 dipresentasikan oleh siswa 3 dari kelompok V, pembahasan soal nomor 2 dipresentasikan oleh siswa 32 dari kelompok VII, pembahasan soal no 3 dipresentasikan oleh siswa 18 dari kelompok X, pembahasan soal nomor 4 dipresentasikan oleh siswa 19 dari kelompok III, dan pembahasan soal nomor 5 dipresentasikan oleh siswa 10 dari kelompok II. Setelah masing-masing siswa perwakilan kelompok

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  untuk menanggapi atau bertanya. Ketika ada pertanyaan, peneliti dan siswa bersama-sama mengkaji ulang proses atau hasil pemecahan masalah yang telah dipresentasikan di depan kelas. 3) Kegiatan Akhir

  Setelah semua permasalahan yang terdapat di LKS selesai dibahas, peneliti bersama siswa mengulas kembali materi yang telah dipelajari dan mengambil kesimpulan mengenai volume bangun ruang kubus. Peneliti juga memberikan tugas untuk mempelajari materi selanjutnya kepada siswa yaitu volume bangun ruang balok.

  c. Pertemuan III Pertemuan III dilaksanakan pada hari Jumat, 3 Mei 2013 pada pukul 07.55 – 09.15. Pada pertemuan ketiga ini, pembelajaran diikuti oleh 37 siswa, ada 1 siswa (siswa 36) yang tidak berangkat ke sekolah. Sehingga ada 1 siswa lagi yang direduksi/dianggap tidak mengikuti kegiatan pembelajaran bersama peneliti dengan pendekatan pembelajaran berbasis masalah karena tidak mengikuti kegiatan pembelajaran secara penuh, yaitu 6 kali pertemuan. Pembelajaran pada pertemuan III ini dilaksanakan di kelas VIII A. Pembelajaran pada pertemuan III dilakukan dengan kegiatan sebagai berikut: 1) Kegiatan Awal

  Awalnya peneliti masuk kelas dan memberi salam

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  pada pertemuan III ini yaitu untuk mempelajari volume balok dan memotivasi siswa untuk terlibat dalam pemecahan masalah dalam kelompok. Karena siswa sudah mengetahui anggota kelompok masing-masing maka peneliti mengarahkan siswa untuk berkumpul ke dalam kelompok masing-masing. 2) Kegiatan Inti

  Setelah masing-masing siswa berkumpul dengan kelompoknya, kemudian peneliti mengajukan permasalahan- permasalahan yang harus dipelajari siswa dengan membagikan LKS kepada setiap siswa. Siswa mengemukakan ide dan berdiskusi dalam kelompoknya sendiri tentang menyelesaikan masalah yang ada. Selama diskusi kelompok, peneliti berkeliling kelas untuk membimbing siswa secara individu maupun kelompok dalam pemecahan masalah. Dalam diskusi kelompok, ada siswa yang bertanya dan anggota kelompok yang lainnya menanggapi. Ada juga yang memberi ide/pendapat dalam menyelesaikan permasalahan yang ada. Siswa terlihat berusaha untuk menyelesaikan permasalahan yang ada, baik dengan berpikir sendiri, melihat buku, maupun bertanya pada teman atau peneliti.

  Presentasi kelompok dilakukan untuk membahas soal diskusi kelompok. Dalam pembahasan diskusi ini, presentasi kelompok dilakukan dengan cara menunjuk satu kelompok secara acak untuk

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  soal nomor 1 dipresentasikan oleh siswa 25 dari kelompok VII, pembahasan soal nomor 2 dipresentasikan oleh siswa 32 dari kelompok VII, pembahasan soal no 3 dipresentasikan oleh siswa 16 dari kelompok XI, pembahasan soal nomor 4 dipresentasikan oleh siswa 37 dari kelompok IX, dan pembahasan soal nomor 5 dipresentasikan oleh siswa 3 dari kelompok V.

  Setelah siswa mempresentasikan jawabannya, ada siswa dari kelompok yang lainnya bertanya untuk hal-hal yang kurang jelas.

  Peneliti menjawab pertanyaan yang diajukan siswa. Setelah itu, peneliti dan siswa bersama-sama mengkaji ulang proses atau hasil pemecahan masalah yang telah dipresentasikan di depan kelas. 3) Kegiatan Akhir

  Setelah semua permasalahan yang terdapat di LKS selesai dibahas, peneliti bersama siswa mengulas kembali materi yang telah dipelajari dan mengambil kesimpulan mengenai volume bangun ruang balok. Pada pertemuan III ini juga diberikan kuis I yang harus dikerjakan secara individu oleh siswa. Soal pada Kuis I meliputi volume kubus dan volume balok. Peneliti juga memberikan tugas untuk mempelajari materi selanjutnya kepada siswa yaitu volume bangun ruang prisma.

  d. Pertemuan IV Pertemuan IV dilaksanakan pada hari Jumat, 10 Mei 2013 pada

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  diikuti oleh 38 siswa. Pembelajaran pada pertemuan IV ini dilaksanakan di kelas VIII A. Pembelajaran pada pertemuan III dilakukan dengan kegiatan sebagai berikut: 1) Kegiatan Awal

  Awalnya peneliti masuk kelas dan memberi salam pembuka. Kemudian peneliti menyampaikan tujuan pembelajaran pada pertemuan IV ini yaitu untuk mempelajari volume prisma dan memotivasi siswa untuk terlibat dalam pemecahan masalah dalam kelompok. Karena siswa sudah mengetahui anggota kelompok masing-masing maka peneliti mengarahkan siswa untuk berkumpul ke dalam kelompok masing-masing. 2) Kegiatan Inti

  Setelah masing-masing siswa berkumpul dengan kelompoknya, kemudian peneliti mengajukan permasalahan- permasalahan yang harus dipelajari siswa dengan membagikan LKS kepada setiap siswa. Siswa mengemukakan ide dan berdiskusi dalam kelompoknya sendiri tentang menyelesaikan masalah yang ada. Selama diskusi kelompok, peneliti berkeliling kelas untuk membimbing siswa secara individu maupun kelompok dalam pemecahan masalah. Dalam diskusi kelompok, ada siswa yang bertanya dan anggota kelompok yang lainnya menanggapi. Ada juga yang memberi ide/pendapat dalam menyelesaikan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Presentasi kelompok dilakukan untuk membahas soal diskusi kelompok. Dalam pembahasan diskusi ini, presentasi kelompok dilakukan dengan cara menunjuk satu kelompok secara acak untuk menyampaikan hasil diskusi kelompok di depan kelas. Pembahasan soal nomor 1 dipresentasikan oleh siswa 38 dari kelompok VI dan siswa 5 dari kelompok VIII, pembahasan soal nomor 2 dipresentasikan oleh siswa 2 dari kelompok II dan siswa 14 dari kelompok I, pembahasan soal no 3 dipresentasikan oleh siswa 30 dari kelompok XI, pembahasan soal nomor 4 dipresentasikan oleh siswa 37 dari kelompok IX, dan pembahasan soal nomor 5 dipresentasikan oleh siswa 3 dari kelompok V. Untuk soal nomor 1 dan 2, jawaban dipresentasikan oleh 2 kelompok karena ada 2 cara yang diperoleh untuk menyelesaikan permasalahan yang ada. Setelah masing-masing siswa perwakilan kelompok mempresentasikan hasil jawabannya, siswa lain diberi kesempatan untuk menanggapi atau bertanya.

  Peneliti menjawab pertanyaan yang diajukan siswa. Setelah itu, peneliti dan siswa bersama-sama mengkaji ulang proses atau hasil pemecahan masalah yang telah dipresentasikan di depan kelas. 3) Kegiatan Akhir

  Setelah semua permasalahan yang terdapat di LKS selesai dibahas, peneliti bersama siswa mengulas kembali materi yang

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  bangun ruang prisma. Peneliti juga memberikan tugas untuk mempelajari materi selanjutnya kepada siswa yaitu volume bangun ruang limas.

  e. Pertemuan V Pertemuan V dilaksanakan pada hari Sabtu, 11 Mei 2013 pada pukul 08.35 – 10.10. Karena jadwal pelajaran matematika pada jam ketiga dan keempat maka terdapat jeda 15 menit yaitu pukul 09.15 –

  09.30. Pada pertemuan kelima ini, pembelajaran diikuti oleh 37 siswa, ada 1 siswa (siswa 22) yang tidak berangkat ke sekolah. Sehingga ada 1 siswa lagi yang direduksi/dianggap tidak mengikuti kegiatan pembelajaran bersama peneliti dengan pendekatan pembelajaran berbasis masalah karena tidak mengikuti kegiatan pembelajaran secara penuh, yaitu 6 kali pertemuan. Pembelajaran pada pertemuan V ini dilaksanakan di kelas VIII A. Pembelajaran pada pertemuan V dilakukan dengan kegiatan sebagai berikut: 1) Kegiatan Awal

  Awalnya peneliti masuk kelas dan memberi salam pembuka. Kemudian peneliti menyampaikan tujuan pembelajaran pada pertemuan V ini yaitu untuk mempelajari volume limas dan memotivasi siswa untuk terlibat dalam pemecahan masalah dalam kelompok. Karena siswa sudah mengetahui anggota kelompok masing-masing maka peneliti mengarahkan siswa untuk berkumpul

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  2) Kegiatan Inti Setelah masing-masing siswa berkumpul dengan kelompoknya, kemudian peneliti mengajukan permasalahan- permasalahan yang harus dipelajari siswa dengan membagikan LKS kepada setiap siswa. Siswa mengemukakan ide dan berdiskusi dalam kelompoknya sendiri tentang menyelesaikan masalah yang ada. Selama diskusi kelompok, peneliti berkeliling kelas untuk membimbing siswa secara individu maupun kelompok dalam pemecahan masalah. Dalam diskusi kelompok, ada siswa yang bertanya dan anggota kelompok yang lainnya menanggapi. Ada juga yang memberi ide/pendapat dalam menyelesaikan permasalahan yang ada.

  Presentasi kelompok dilakukan untuk membahas soal diskusi kelompok. Dalam pembahasan diskusi ini, presentasi kelompok dilakukan dengan cara menunjuk satu kelompok secara acak untuk menyampaikan hasil diskusi kelompok di depan kelas. Pembahasan soal nomor 1 dipresentasikan oleh siswa 25 dari kelompok VII, pembahasan soal nomor 2 dipresentasikan oleh siswa 11 dan siswa 14 dari kelompok I, pembahasan soal no 3 dipresentasikan oleh siswa 3 dari kelompok V, dan pembahasan soal nomor 4 dipresentasikan oleh siswa 16 dari kelompok XI. Setelah masing- masing siswa perwakilan kelompok mempresentasikan hasil

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  bertanya. Ada siswa dari kelompok yang lainnya bertanya untuk hal-hal yang kurang jelas. Peneliti menjawab pertanyaan yang diajukan siswa. Setelah itu, peneliti dan siswa bersama-sama mengkaji ulang proses atau hasil pemecahan masalah yang telah dipresentasikan di depan kelas. 3) Kegiatan Akhir

  Setelah semua permasalahan yang terdapat di LKS selesai dibahas, peneliti bersama siswa mengulas kembali materi yang telah dipelajari dan mengambil kesimpulan mengenai volume bangun ruang limas. Pada pertemuan V ini juga diberikan kuis II yang harus dikerjakan secara individu oleh siswa. Soal pada Kuis

  II meliputi volume prisma dan volume limas. Peneliti juga memberikan tugas untuk mempelajari materi yang telah dipelajari yaitu mengenai volume bangun ruang sisi datar karena pada tanggal 17 Mei 2013 akan diadakan tes hasil belajar.

  f. Pertemuan VI Pertemuan VI dilaksanakan pada hari Jumat, 17 Mei 2013 pada pukul 07.55 – 09.15. Pada pertemuan keenam ini, pembelajaran diikuti oleh 38 siswa. Pembelajaran pada pertemuan VI ini dilaksanakan di kelas VIII A. Pembelajaran pada pertemuan VI dilakukan dengan kegiatan sebagai berikut:

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  1) Kegiatan Awal Peneliti memasuki kelas dan memberikan salam kepada siswa. Siswa masih belum menempati tempat duduknya dan suasana kelas sedikit gaduh karena pada pertemuan VI ini akan diadakan tes hasil belajar dan mereka merasa cemas bila nantinya tidak bisa mengerjakan soal. Namun peneliti menenangkan siswa dengan memberikan semangat dan motivasi bahwa mereka pasti bisa mengerjakan tes hasil belajar karena materi sudah dipelajari pada pertemuan-pertemuan sebelumnya yaitu volume bangun ruang sisi datar. Peneliti juga mengingatkan bahwa tes ini bersifat buku tertutup dan harus dikerjakan secara individu.

  2) Kegiatan Inti Ketika siswa sudah siap untuk mulai mengerjakan tes hasil belajar, peneliti membagikan lembar jawab dan lembar soal pada masing-masing siswa. Pelaksanaan tes hasil belajar berjalan dengan lancar.

  3) Kegiatan Penutup Setelah waktu yang diberikan habis, peneliti meminta siswa untuk mengumpulkan hasil pekerjaan mereka ke depan kelas.

  Setelah semua siswa mengumpulkan hasil pekerjaan mereka, peneliti mengucapkan terima kasih kepada siswa dan membagikan kenang-kenangan kepada siswa sebagai ucapan terimakasih atas

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

3. Sesudah Penelitian

  2

  1

  1

  2

  1

  2

  1

  2

  12

  2

  1

  18

  60.00 S 9

  2

  2

  1

  2

  2

  1

  70.00 S 7

  2

  2

  1

  14

  21

  70.00 S 6

  2

  1

  2

  1

  2

  1

  1

  2

  2

  2

  2

  2

  12

  21

  2

  2

  Berdasarkan hasil pengamatan oleh observer, dapat dilihat data aktivitas siswa dalam mengikuti pembelajaran matematika pada sub pokok bahasan volume bangun ruang sisi datar. Data tersebut dapat dilihat pada tabel di bawah ini.

  2

  27

  90.00 S 11

  2

  2

  1

  1

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  12

  22

  73.33 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  14

  2

  2

  2

  2

  1

  2

  2

  13

  23

  76.67 S 10

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  1

  1

  Setelah enam kali pertemuan berlangsung, peneliti meminta perwakilan 5 siswa untuk diwawancarai oleh peneliti. Wawancara dilaksanakan pada hari Rabu, 22 Mei 2013. Wawancara digunakan untuk mengetahui sejauh mana pengaruh pelaksanaan pembelajaran matematika dengan pendekatan pembelajaran berbasis masalah terhadap aktivitas dan hasil belajar siswa kelas VIII A SMP Pangudi Luhur 1 Yogyakarta.

B. Deskripsi Data

1. Data Hasil Pengamatan Aktivitas Siswa

  1

  2

  1

  1

  2

  1

  8

  12

  40.00 S 2

  2

  2

  1

  1

  2

  1

  1

  2

  2

  1

  2

  2

  2

  6

  a. Aktivitas Siswa pada Pertemuan II

Tabel 4.5 Distribusi Aktivitas Siswa pada Pertemuan II

  Nama Siswa Jenis Aktivitas Aktivitas Presen- tase (%)

  1

  2

  3

  4

  5

  7

  11

  8

  9

  10

  11

  12

  13

  14

  15 Jumlah Skor S 1

  1

  17

  2

  70.00 S 5

  2

  1

  2

  2

  2

  2

  13

  21

  2

  2

  1

  2

  2

  1

  2

  2

  1

  2

  1

  1

  56.67 S 3

  2

  2

  2

  1

  2

  2

  2

  2

  2

  1

  1

  2

  2

  1

  13

  23

  76.67 S 4

  2

  2

  1

  1

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  12

  1

  2

  2

  2

  2

  2

  53.33 S 34

  16

  1

  2

  1

  1

  2

  1

  1

  1

  2

  2

  2

  2

  1

  2

  2

  1

  2

  1

  1

  40.00 S 37

  12

  7

  1

  2

  2

  2

  1

  2

  2

  66.67 S 35

  20

  11

  1

  1

  2

  2

  1

  2

  46.67 S 31

  14

  9

  1

  2

  1

  2

  2

  1

  2

  1

  2

  66.67 S 30

  20

  13

  2

  1

  1

  1

  80.00 S 33

  2

  24

  12

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  33.33 S 32

  10

  7

  1

  2

  2

  2

  2

  7

  1

  5

  3 .5

  9

  4

  4 .8

  5

  1 .0

  6 .7

  3

  9

  5

  3 .5

  9

  7

  3 .8

  8

  7 .1 1 .0

  6 .1

  3

  7 .1

  51

  2) Kriteria pemberian skor “0”, “1”, “2” pada masing-masing jenis aktivitas mengacu pada halaman 44 - 46.

  Keterangan: 1) Keterangan jenis aktivitas nomor 1 sampai 15 mengacu pada halaman 42 – 43.

  17 36 626

  10

  50

  24

  61

  52

  41

  5 .4

  60

  45

  39

  41

  39

  60

  7 Skor

  7 .9

  8

  8

  8

  2

  1

  1

  2

  1

  2

  2

  2

  2

  2

  1

  13

  1

  2

  76.67 S 38

  23

  13

  2

  2

  2

  2

  2

  21

  7 .1

  17

  8

  2

  7 .4

  7

  22 % 1 .0

  11

  5

  29

  31

  70.00 Jumlah Siswa

  30

  29

  26

  31

  27

  27

  27

  24

  31

  2

  S 13

  2

  2

  1

  2

  1

  1

  66.67 S 18

  20

  11

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  1

  1

  2

  2

  2

  25

  2

  2

  2

  1

  2

  2

  1

  2

  1

  2

  2

  80.00 S 19

  24

  14

  1

  2

  2

  2

  2

  2

  83.33 S 17

  13

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  83.33 S 14

  25

  13

  2

  1

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  1

  2

  76.67 S 16

  23

  12

  1

  2

  2

  2

  2

  2

  1

  2

  2

  80.00 S 27

  24

  14

  2

  2

  1

  1

  2

  1

  2

  2

  2

  2

  1

  1

  2

  2

  1

  1

  21

  23

  1

  2

  1

  1

  1

  2

  2

  76.67 S 29

  14

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  1

  2

  1

  2

  70.00 S 24

  12

  2

  1

  2

  2

  2

  46.67 S 21

  14

  9

  1

  2

  1

  2

  2

  2

  2

  1

  2

  90.00 S 20

  27

  15

  2

  2

  2

  1

  1

  2

  1

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  80.00 S 23

  24

  12

  2

  2

  2

  2

  2

  2 b. Aktivitas Siswa pada Pertemuan III

Tabel 4.6 Distribusi Aktivitas Siswa pada Pertemuan III

  2

  2

  1

  1

  1

  2

  76.67 S 30

  23

  12

  2

  2

  1

  2

  2

  2

  1

  2

  2

  2

  2

  2

  46.67 S 29

  14

  10

  1

  1

  1

  2

  2

  2

  1

  1

  2

  2

  2

  2

  2

  1

  1

  2

  2

  50.00 S 32

  15

  11

  1

  1

  1

  2

  2

  2

  1

  1

  1

  1

  2

  60.00 S 31

  18

  13

  1

  1

  1

  2

  2

  1

  2

  2

  73.33 S 23

  22

  13

  2

  1

  1

  2

  2

  2

  1

  2

  1

  2

  2

  1

  2

  56.67 S 21

  17

  11

  1

  1

  1

  2

  2

  1

  1

  2

  2

  2

  2

  2

  1

  2

  2

  80.00 S 27

  24

  12

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  86.67 S 24

  26

  14

  2

  1

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  63.33 S 20

  30

  6 .7

  9

  13 %

  21

  4

  28

  26

  31

  28

  28

  24

  31

  26

  23

  7 .9

  22

  30

  70.00 Jumlah Siswa

  21

  13

  1

  1

  1

  2

  2

  2

  1

  2

  2

  7

  7

  2

  2

  1 .9

  4

  4

  7 .7

  6

  2 .9

  1

  2

  9 .3

  7

  3 .8

  8

  1 .0

  9 .3

  7

  2

  9 .3

  2

  7 .4

  7

  1 .0

  7

  3 .8

  8

  7

  6 .7

  9

  9

  4 .1

  1

  2

  1

  9

  1

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  40.00 S 34

  12

  1

  2

  2

  1

  2

  1

  1

  2

  1

  1

  86.67 S 33

  26

  15

  1

  2

  2

  1

  13

  2

  1

  83.33 S 38

  25

  14

  2

  1

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  24

  1

  2

  46.67 S 37

  14

  8

  1

  2

  2

  2

  2

  2

  1

  2

  80.00 S 35

  2

  19

  Nama Siswa Jenis Aktivitas Aktivitas Presen- tase (%)

  24

  11

  2

  2

  2

  2

  1

  2

  2

  1

  2

  1

  2

  80.00 S 6

  12

  63.33 S 7

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  40.00 S 5

  12

  19

  1

  1

  2

  26

  14

  2

  1

  2

  1

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  1

  2

  60.00 S 9

  18

  12

  2

  2

  2

  1

  1

  1

  2

  2

  2

  1

  7

  2

  2

  2

  1

  2

  2

  46.67 S 2

  14

  8

  2

  2

  2

  1

  2

  1

  2

  15 Jumlah Skor S 1

  2

  14

  13

  12

  11

  10

  9

  8

  7

  6

  5

  4

  3

  2

  1

  1

  1

  1

  2

  2

  2

  2

  2

  93.33 S 4

  28

  15

  2

  1

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  1

  2

  56.67 S 3

  17

  11

  2

  1

  1

  2

  86.67 S 10

  2

  10

  1

  1

  2

  2

  1

  2

  1

  2

  66.67 S 17

  20

  13

  1

  2

  2

  2

  2

  1

  2

  2

  2

  1

  1

  1

  2

  86.67 S 16

  26

  13

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  1

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  80.00 S 19

  24

  13

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  1

  2

  1

  2

  63.33 S 18

  19

  11

  2

  2

  2

  2

  14

  2

  1

  2

  1

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  86.67 S 12

  90.00 S 11

  27

  14

  2

  1

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  26

  2

  2

  1

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  50.00 S 14

  15

  10

  1

  1

  1

  2

  2

  1

  1

  2

  2

  2

  40.00 S 13

  12

  9

  1

  1

  1

  1

  2

  2

  1

  4 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  2

  14

  2

  2

  2

  1

  2

  2

  2

  2

  1

  80.00 S 19

  2

  1

  1

  2

  70.00 S 18

  21

  12

  1

  1

  24

  2

  2

  20

  2

  2

  1

  1

  2

  2

  2

  2

  66.67 S 20

  11

  2

  2

  2

  2

  2

  1

  2

  2

  2

  1

  2

  2

  1

  2

  15

  2

  1

  2

  2

  1

  2

  2

  2

  2

  93.33 S 16

  2

  2

  2

  2

  2

  53.33 S 14

  16

  11

  1

  28

  2

  2

  2

  2

  2

  1

  2

  2

  2

  80.00 S 17

  24

  13

  2

  2

  2

  2

  2

  1

  2

  2

  2

  2

  1

  1

  1

  2

  1

  2

  2

  2

  70.00 S 29

  21

  14

  1

  1

  1

  2

  2

  2

  1

  1

  2

  2

  2

  1

  2

  2

  2

  2

  24

  1

  43.33 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  13

  8

  1

  2

  2

  1

  2

  2

  2

  2

  83.33 S 30

  25

  13

  2

  2

  1

  2

  2

  2

  80.00 S 27

  13

  11

  2

  2

  1

  2

  70.00 S 23

  21

  12

  2

  1

  2

  2

  1

  2

  2

  1

  1

  2

  2

  2

  56.67 S 21

  17

  1

  2

  2

  2

  2

  1

  2

  2

  2

  1

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  70.00 S 24

  21

  13

  2

  1

  1

  2

  2

  2

  1

  Keterangan: 1) Keterangan jenis aktivitas nomor 1 sampai 15 mengacu pada halaman 42 – 43.

  2) Kriteria pemberian skor “0”, “1”, “2” pada masing-masing jenis aktivitas mengacu pada halaman 44 - 46.

  15

  1

  2

  2

  2

  1

  1

  2

  86.67 S 4

  26

  2

  1

  1

  1

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  1

  1

  2

  1

  2

  80.00 S 6

  24

  13

  2

  1

  2

  2

  2

  10

  2

  2

  1

  2

  2

  2

  2

  50.00 S 5

  15

  2

  2

  2

  8

  2

  2

  15 Jumlah Skor S 1

  14

  13

  12

  11

  10

  9

  7

  2

  6

  5

  4

  3

  2

  1

  Nama Siswa Jenis Aktivitas Aktivitas Presen- tase (%)

Tabel 4.7 Distribusi Aktivitas Siswa pada Pertemuan IV

  c. Aktivitas Siswa pada Pertemuan IV

  1

  2

  1

  2

  2

  70.00 S 3

  21

  13

  2

  2

  1

  2

  2

  1

  2

  2

  1

  1

  1

  2

  2

  43.33 S 2

  13

  7

  2

  1

  1

  2

  86.67 S 11

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  26

  1

  13

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  1

  2

  1

  1

  1

  2

  2

  33.33 S 13

  10

  7

  1

  1

  1

  2

  1

  2

  2

  86.67 S 12

  26

  14

  2

  2

  2

  2

  25

  1

  2

  2

  2

  1

  1

  1

  2

  83.33 S 7

  15

  2

  2

  2

  1

  2

  1

  2

  2

  2

  2

  1

  2

  2

  2

  2

  86.67 S 10

  26

  14

  1

  2

  1

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  63.33 S 9

  19

  12

  1

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  1

  2

  1

  1

  1

  1

  1

  2

  1

  2

  1

  73.33 S 7

  22

  13

  1

  2

  1

  2

  2

  2

  1

  1

  2

  2

  2

  2

  80.00 S 10

  24

  13

  2

  2

  1

  2

  2

  13

  2

  2

  2

  2

  2

  1

  2

  53.33 S 9

  16

  1

  2

  2

  2

  1

  1

  2

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  96.67 S 4

  11

  29

  15

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  1

  13

  2

  1

  2

  1

  2

  83.33 S 6

  25

  14

  1

  2

  1

  2

  43.33 S 5

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  73.33 S 14

  2

  22

  13

  2

  2

  1

  2

  1

  2

  2

  2

  2

  2

  1

  76.67 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  23

  14

  2

  2

  1

  2

  2

  1

  2

  2

  1

  2

  2

  2

  1

  2

  30 100.00 S 16

  15

  2

  2

  2

  2

  90.00 S 11

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  27

  1

  14

  2

  2

  2

  1

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  1

  1

  1

  2

  50.00 S 13

  15

  10

  1

  1

  2

  2

  2

  2

  1

  2

  1

  2

  96.67 S 12

  29

  15

  2

  2

  2

  S 33

  1

  2

  2

  1

  1

  2

  2

  2

  1

  2

  1

  1

  2

  2

  2

  83.33 S 38

  25

  13

  2

  2

  2

  1

  15

  2

  30

  7 .4

  7

  2

  9 .3

  16 % 1 .0

  22

  7

  27

  23

  31

  24

  27

  26

  30

  23

  30

  24

  28

  31

  80.00 Jumlah Siswa

  2

  2

  9

  2

  2

  2

  2

  1

  2

  1

  1

  1

  2

  36.67 S 34

  1

  11

  8

  2

  2

  1

  1

  1

  2

  1

  1

  2

  2

  1

  2

  2

  1

  2

  2

  2

  50.00 S 37

  15

  9

  2

  13

  2

  1

  2

  2

  1

  2

  2

  66.67 S 35

  20

  2

  6 .7

  2

  13

  2

  1

  2

  1

  1

  2

  2

  15 Jumlah Skor S 1

  14

  12

  1

  11

  10

  9

  8

  7

  6

  5

  4

  3

  2

  2

  1

  1

  2

  2

  1

  2

  60.00 S 3

  18

  11

  2

  1

  2

  10

  2

  2

  2

  1

  1

  2

  2

  53.33 S 2

  16

  2

  Nama Siswa Jenis Aktivitas Aktivitas Presen- tase (%)

  7

  7 .1 1 .0

  2

  7 .1

  8

  9

  4 .1

  7

  7

  6 .7

  9

  8

  8

  7

  3 .8

  8

  7

  6 .7

  9

  9

  4 .1

  7

  2 .5

  7 .9

Tabel 4.8 Distribusi Aktivitas Siswa pada Pertemuan V

  48

  d. Aktivitas Siswa pada Pertemuan V

  2) Kriteria pemberian skor “0”, “1”, “2” pada masing-masing jenis aktivitas mengacu pada halaman 44 - 46.

  Keterangan: 1) Keterangan jenis aktivitas nomor 1 sampai 15 mengacu pada halaman 42 – 43.

  32 27 637

  12

  39

  32

  59

  55

  44

  7

  60

  37

  46

  37

  48

  61

  1 Skor

  1 .6

  5

  2

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  2

  1

  1

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  14

  1

  1

  2

  2

  70.00 S 35

  21

  12

  1

  23

  2

  2

  83.33 S 38

  25

  13

  2

  2

  2

  2

  2

  76.67 S 37

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  1

  2

  2

  2

  1

  2

  2

  2

  2

  53.33 S 33

  16

  12

  1

  2

  1

  2

  1

  1

  2

  2

  1

  2

  1

  2

  2

  2

  1

  2

  2

  1

  1

  2

  73.33 S 34

  2

  22

  13

  1

  2

  2

  1

  1

  2

  2

  1

  9

  5

  7

  3 .8

  8

  2 .9

  1

  1 .0

  4 .1

  4 Skor

  7

  1 .0

  7

  6 .7

  9

  7 .1 1 .0

  8

  4 .8

  60

  7

  34

  a. Situasi Kelas ketika Pembelajaran Dimulai dan Pembagian Kelompok Siswa cukup tenang saat peneliti masuk ke kelas dan mengucapkan salam pembuka dan menyampaikan tujuan pembelajaran. Sebelum

  Secara umum data aktivitas siswa, antara lain:

  2) Kriteria pemberian skor “0”, “1”, “2” pada masing-masing jenis aktivitas mengacu pada halaman 44 - 46.

  Keterangan: 1) Keterangan jenis aktivitas nomor 1 sampai 15 mengacu pada halaman 42 – 43.

  40 27 677

  8

  48

  60

  48

  50

  57

  43

  57

  51

  48

  46

  1 .0

  6 .7

  1

  2

  28

  30

  31

  86.67 Jumlah Siswa

  26

  14

  1

  2

  30

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  29

  31

  9

  9

  5

  3 .5

  9

  2

  9 .3

  7

  6 .7

  17 % 1 .0

  27

  26

  4

  31

  23

  31

  30

  31

  1

  S 18

  2

  76.67 S 21

  1

  2

  1

  1

  1

  2

  2

  23

  2

  14

  1

  1

  2

  1

  2

  1

  2

  2

  1

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  1

  2

  1

  1

  63.33 S 23

  19

  12

  2

  2

  2

  22

  2

  2

  86.67 S 19

  26

  13

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  1

  2

  2

  2

  2

  90.00 S 20

  27

  1

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  12

  73.33 S 24

  56.67 S 32

  2

  2

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  86.67 S 30

  2

  26

  14

  1

  2

  2

  2

  2

  1

  1

  2

  2

  17

  12

  2

  1

  1

  2

  1

  1

  11

  2

  1

  1

  1

  2

  46.67 S 31

  14

  2

  2

  2

  1

  80.00 S 27

  24

  14

  1

  2

  2

  1

  2

  1

  2

  2

  2

  1

  2

  2

  2

  2

  1

  2

  13

  2

  1

  2

  2

  2

  56.67 S 29

  17

  1

  2

  1

  1

  2

  1

  2

  1

  1

  1

  2

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  akan berlangsung. Pembelajaran akan selalu dimulai dengan pengajuan permasalahan-permaslahan yang terdapat pada LKS. Kemudian peneliti juga mengumumkan bahwa pembelajaran akan berkelompok, siswa terlihat cukup antusias. Namun ketika peneliti menyebutkan nama anggota masing-masing kelompok, siswa menjadi gaduh karena beberapa siswa merasa terpaksa dan kurang setuju dengan pembagian kelompok tersebut. Namun pada akhirnya, semua siswa mau bergabung bersama dalam kelompoknya dan keadaan menjadi tenang terkendali.

  b. Diskusi Kelompok dan Presentasi Kelas Setelah siswa berkumpul dalam kelompoknya, peneliti membagikan LKS kepada masing-masing siswa. Siswa perlu berusaha untuk memecahkan permasalahan yang ada dengan kemampuan sendiri terlebih dulu. Jika mengalami kesulitan, siswa diperbolehkan untuk memecahkan persoalan yang ada dengan cara berdiskusi dalam kelompok. Secara keseluruhan, hampir semua siswa terlibat aktif dalam menjalankan aktivitas, baik dalam diskusi kelompok maupun presentasi kelas. Siswa saling mengemukakan ide untuk menyelesaikan permasalahan yang ada. Siswa yang dianggap lebih mampu tentu akan lebih banyak memberikan ide,sedangkan yang lainnya akan bertanya. Namun mereka semua selalu mendengarkan jika ada yang memberikan ide. Jika permasalahan tetap tidak bisa

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  akan memberikan informasi yang mungkin dibutuhkan siswa utnuk memecahkan permasalahan yang ada dan memotivasi siswa untuk berdiskusi bersama teman-teman. Selama proses diskusi kelompok, suasana kelas cukup kondusif, namun terkadang situasi kelas terlalu berisik karena siswa terlalu bersemangat untuk berdiskusi bahkan sampai ke kelompok lain. Selama proses diskusi kelompok, peneliti berkeliling untuk membimbing atau mengamati siswa dalam menyimpulkan hasil pemecahan masalah yang ada.

  Setelah waktu diskusi kelompok habis, peneliti menawarkan kepada perwakilan kelompok yang ingin mempresentasikan jawaban berdasarkan hasil diskusi kelompok. Sebagian besar siswa mendengarkan dan memperhatikan apa yang disampaikan kelompok.

  Namun terkadang ada beberapa siswa yang tidak mau mendengarkan karena jawaban mereka sama sehingga merasa sudah tahu. Jika kelompok lain mempunyai cara yang berbeda, peneliti memberikan kesempatan kepada kelompok tersebut untuk mempresentasikan jawabannya. Saat siswa selesai mempresentasikan jawabannya, peneliti bersama-sama dengan siswa menganalisa dan mengevaluasi proses ataupun hasil pemecahan masalah yang telah dipresentasikan. Jika ada yang kurang tepat bisa diperbaiki bersama-sama.

  c. Pengambilan Kesimpulan Setelah semua permasalahan-permasalahan pada LKS berhasil

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  terhadap materi pelajaran, yaitu apa saja yang telah dipelajari berdasarkan permasalahan yang telah dipecahkan.

2. Data Hasil Belajar Siswa

  Data hasil belajar diambil dari skor hasil tes kemampuan awal dan tes hasil belajar yang diperoleh oleh masing-masing siswa. Skor tes kemampuan awal adalah hasil tes siswa tentang kemampuan yang telah dimiliki siswa pada sub pokok bahasan volume bangun ruang sisi datar yang telah dipelajari siswa di kelas V SD sebelum menerapkan pendekatan pembelajaran berbasis masalah. Skor tes hasil belajar adalah hasil tes siswa setelah mengikuti pembelajaran dengan menerapkan pendekatan pembelajaran berbasis masalah mengenai sub pokok bahasan volume bangun ruang sisi datar.

Tabel 4.9 Skor Hasil Tes Siswa

  Nama Siswa Kemampuan Awal Hasil Belajar S 1

  12

  58.75 S 2

  28

  62.5 S 3

  24

  85 S 4

  54

  78.75 S 5

  56

  61.25 S 6

  40

  73.75 S 7

  40

  53.75 S 9

  48

  57.5 S 10

  44

  80 S 11

  44

  63.75 S 12

  44

  43.75 S 13

  44

  71.25 S 14 100 100 S 16

  64

  88.75 S 17

  40

  71.25 S 18 64 100

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  48

  Wawancara dilakukan pada 5 siswa. Siswa S1 dengan rata-rata jumlah skor aktivitas 45,83 dalam kategori cukup dan nilai tes hasil belajar 58,75. Siswa S3 dengan rata-rata jumlah skor aktivitas 88,34 dalam kategori sangat tinggi dan nilai tes hasil belajar 85. Siswa S17 dengan rata- rata jumlah skor aktivitas 66,67 dalam kategori tinggi dan nilai tes hasil belajar 71,25. Siswa S34 dengan rata-rata jumlah skor aktivitas 70,84 dalam kategori tinggi dan nilai tes hasil belajar 77,5. Siswa S37 dengan rata-rata jumlah skor aktivitas 81,67 dalam kategori cukup dan nilai tes hasil belajar 100. Data hasil wawancara dapat dilihat pada lampiran.

  97.5 S 37 64 100 S 38 72 100

  48

  77.5 S 35

  76

  76.25 S 34

  64

  61.25 S 33

  60

  S 20 52 100 S 21

  40

  46.25 S 31

  40

  75 S 30

  80

  81.25 S 27 52 100 S 29

  36

  77.5 S 24

  72

  81.25 S 23

  50 S 32

3. Data Hasil Wawancara

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

C. Analisis Data

1. Analisis Hasil Pengamatan Aktivitas Siswa

  a. Pertemuan II Berdasarkan hasil pengamatan aktivitas siswa, jumlah skor aktivitas siswa pada pertemuan II adalah 626. Berikut ini adalah adalah tabel mengenai jumlah siswa yang melakukan aktivitas dalam proses pembelajaran pada pertemuan II.

Tabel 4.10 Jumlah Siswa yang Melakukan Aktivitas pada Pertemuan II

  Siswa yang Aktif Jumlah No Hal yang Diamati Skor Jumlah %

  Siswa membawa dan menggunakan alat tulis dan buku yang

  1 31 100.00

  60 diperlukan selama proses pembelajaran. Selama proses pembelajaran, siswa tidak melakukan aktivitas yang tidak berhubungan dengan pelajaran seperti bercanda, melamun,

  2

  24

  77.42

  39 ngobrol di luar pelajaran, dll. Siswa menunjukkan semangat kerjasama dan antusiasme dalam

  3

  27

  87.10

  41 kelompok. Siswa menyimak penjelasan guru mengenai materi pelajaran maupun

  4

  27

  87.10

  39 hal lainnya. Siswa bekerja bersama (berdiskusi) dengan teman kelompoknya

  5

  27

  87.10

  45 untuk memecahkan masalah. Siswa mencatat informasi yang diperoleh dari permasalahan-

  6 31 100.00

  60 permasalahan pada LKS. Siswa menyampaikan ide/pendapat mengenai cara menyelesaikan

  7

  26

  83.87

  41 masalah dalam diskusi kelompok. Siswa mendengarkan ide/pendapat teman yang lain selama berdiskusi.

  8

  29

  93.55

  51 Siswa memecahkan permasalahan-permasalahan yang terdapat pada

  9

  30

  96.77

  52 LKS. Siswa menulis/mencatat jawaban pada LKS.

  10 31 100.00

  61 Siswa mengajukan pertanyaan kepada guru tentang materi dan latihan

  11

  17

  54.84

  24 soal. Siswa mengajukan pertanyaan kepada teman kelompoknya tentang

  12

  29

  93.55

  50 permasalahan-permasalahan pada LKS. Siswa menyampaikan hasil pekerjaan kelompok.

  13

  5

  16.13

  10 Siswa memberikan jawaban/tanggapan atas pertanyaan yang diajukan

  14

  11

  35.48

  17 guru atau teman.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Siswa memeriksa kembali pekerjaannya setelah selesai mengerjakan

  15

  22

  70.97

  36 permasalahan-permasalahan pada LKS. Total 626

  Berdasarkan Tabel di atas, dapat dilihat bahwa untuk jenis aktivitas visual, 22 siswa memeriksa kembali pekerjaannya setelah selesai mengerjakan permasalahan-permasalahan pada LKS. Untuk jenis aktivitas lisan, 27 siswa bekerja bersama (berdiskusi) dengan teman kelompoknya untuk memecahkan masalah, 26 siswa menyampaikan ide/pendapat mengenai cara menyelesaikan masalah dalam diskusi kelompok, 17 siswa mengajukan pertanyaan kepada guru tentang materi dan latihan soal, 29 siswa mengajukan pertanyaan kepada teman kelompoknya tentang permasalahan-permasalahan pada LKS, 5 siswa menyampaikan hasil pekerjaan kelompok, dan 11 siswa memberikan jawaban/tanggapan atas pertanyaan yang diajukan guru atau teman. Untuk jenis aktivitas mendengarkan, 29 siswa tercatat mendengarkan ide/pendapat teman yang lain selama diskusi. Untuk aktivitas menulis dan menggambar, tercatat semua siswa mencatat informasi yang yang diperoleh dari permasalahan-permasalahan pada LKS dan semua siswa juga menulis/mencatat jawaban pada LKS.

  Untuk aktivitas motorik, semua siswa membawa sendiri dan menggunakan alat tulis dan buku yang diperlukan selama proses pembelajaran. Untuk jenis aktivitas mental, 27 siswa menyimak penjelasan guru mengenai materi pelajaran maupun hal lainnya dan 30

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  LKS. Dan yang terakhir untuk jenis aktivitas emosional, 24 siswa tidak melakukan aktivitas yang tidak berhubungan dengan pelajaran seperti bercanda, melamun, ngobrol di luar pelajaran, dan lain-lain dan 27 siswa menunjukkan semangat kerjasama dan antusiasme dalam kelompok.

  Menurut pengamatan observer, siswa masih tampak beradaptasi dengan pelaksanaan pembelajaran matematika dengan pendekatan pembelajaran berbasis masalah. Semua siswa aktif untuk mencatat bsik informasi yang terdapat pada soal maupun jawaban pada LKS.

  Interaksi siswa dalam kelompok sudah cukup baik, namun masih banyak siswa yang tidak berani untuk bertanya kepada peniliti tentang permasalahan yang dihadapi maupun memberikan jawaban atas pertanyaan yang peneliti atau teman ajukan kepada siswa. Hambatan yang peneliti hadapi adalah masih ada beberapa siswa yang masih melakukan hal-hal di luar belajar seperti ngobrol atau bercanda dengan teman kelompoknya.

  b. Aktivitas Siswa pada Pertemuan III Berdasarkan hasil pengamatan aktivitas siswa, jumlah skor aktivitas siswa pada pertemuan III adalah 627. Berikut ini adalah adalah tabel mengenai jumlah siswa yang melakukan aktivitas dalam proses pembelajaran pada pertemuan III.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Tabel 4.11 Jumlah Siswa yang Melakukan Aktivitas pada Pertemuan III

  Siswa yang Aktif Jumlah No Jenis Aktivitas Skor

  Jumlah % Siswa membawa dan menggunakan alat tulis dan buku yang

  1

  30

  96.77

  59 diperlukan selama proses pembelajaran. Selama proses pembelajaran, siswa tidak melakukan aktivitas yang tidak berhubungan dengan pelajaran seperti bercanda, melamun,

  2

  22

  70.97

  34 ngobrol di luar pelajaran, dll. Siswa menunjukkan semangat kerjasama dan antusiasme dalam

  3

  23

  74.19

  39 kelompok. Siswa menyimak penjelasan guru mengenai materi pelajaran maupun

  4

  30

  96.77

  46 hal lainnya. Siswa bekerja bersama (berdiskusi) dengan teman kelompoknya untuk

  5

  26

  83.87

  46 memecahkan masalah. Siswa mencatat informasi yang diperoleh dari permasalahan-

  6 31 100.00

  61 permasalahan pada LKS. Siswa menyampaikan ide/pendapat mengenai cara menyelesaikan

  7

  24

  77.42

  40 masalah dalam diskusi kelompok. Siswa mendengarkan ide/pendapat teman yang lain selama berdiskusi.

  8

  28

  90.32

  49 Siswa memecahkan permasalahan-permasalahan yang terdapat pada

  9

  28

  90.32

  52 LKS. Siswa menulis/mencatat jawaban pada LKS.

  10 31 100.00

  61 Siswa mengajukan pertanyaan kepada guru tentang materi dan latihan

  11

  26

  83.87

  38 soal. Siswa mengajukan pertanyaan kepada teman kelompoknya tentang

  12

  28

  90.32

  44 permasalahan-permasalahan pada LKS. Siswa menyampaikan hasil pekerjaan kelompok.

  13

  4

  12.90

  7 Siswa memberikan jawaban/tanggapan atas pertanyaan yang diajukan

  14

  21

  67.74

  28 guru atau teman. Siswa memeriksa kembali pekerjaannya setelah selesai mengerjakan

  15

  13

  41.94

  23 permasalahan-permasalahan pada LKS. Total 627

  Berdasarkan Tabel di atas, dapat dilihat bahwa untuk jenis aktivitas visual, 13 siswa memeriksa kembali pekerjaannya setelah selesai mengerjakan permasalahan-permasalahan pada LKS. Untuk jenis aktivitas lisan, 26 siswa bekerja bersama (berdiskusi) dengan teman kelompoknya untuk memecahkan masalah, 24 siswa menyampaikan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  kelompok, 26 siswa mengajukan pertanyaan kepada guru tentang materi dan latihan soal, 28 siswa mengajukan pertanyaan kepada teman kelompoknya tentang permasalahan-permasalahan pada LKS, 4 siswa menyampaikan hasil pekerjaan kelompok, dan 21 siswa memberikan jawaban/tanggapan atas pertanyaan yang diajukan guru atau teman. Untuk jenis aktivitas mendengarkan, 28 siswa tercatat mendengarkan ide/pendapat teman yang lain selama diskusi. Untuk aktivitas menulis dan menggambar, tercatat semua siswa mencatat informasi yang yang diperoleh dari permasalahan-permasalahan pada LKS dan semua siswa juga menulis/mencatat jawaban pada LKS.

  Untuk aktivitas motorik, 30 siswa membawa sendiri dan menggunakan alat tulis dan buku yang diperlukan selama proses pembelajaran. Untuk jenis aktivitas mental, 30 siswa menyimak penjelasan guru mengenai materi pelajaran maupun hal lainnya dan 28 siswa memecahkan permasalahan-permasalahan yang terdapat pada LKS. Dan yang terakhir untuk jenis aktivitas emosional, 22 siswa tidak melakukan aktivitas yang tidak berhubungan dengan pelajaran seperti bercanda, melamun, ngobrol di luar pelajaran, dan lain-lain dan 23 siswa menunjukkan semangat kerjasama dan antusiasme dalam kelompok.

  Menurut pengamatan observer, pada pertemuan III ini siswa sudah terbiasa dengan pembelajaran matematika dengan pendekatan pembelajaran berbasis masalah. Semakin banyak siswa yang

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  kepada peneliti tentang materi dan latihan soal. Siswa pun semakin berani untuk memberikan jawaban/tanggapan atas pertanyaan yang diajukan guru atau teman. .

  c. Aktivitas Siswa pada Pertemuan IV Berdasarkan hasil pengamatan aktivitas siswa, jumlah skor aktivitas siswa pada pertemuan IV adalah 637. Berikut ini adalah adalah tabel mengenai jumlah siswa yang melakukan aktivitas dalam proses pembelajaran pada pertemuan IV.

Tabel 4.12 Jumlah Siswa yang Melakukan Aktivitas pada Pertemuan IV

  Siswa yang Aktif Jumlah No Jenis Aktivitas Skor

  Jumlah % Siswa membawa dan menggunakan alat tulis dan buku yang

  1 31 100.00

  61 diperlukan selama proses pembelajaran. Selama proses pembelajaran, siswa tidak melakukan aktivitas yang tidak berhubungan dengan pelajaran seperti bercanda, melamun,

  2

  28

  90.32

  48 ngobrol di luar pelajaran, dll. Siswa menunjukkan semangat kerjasama dan antusiasme dalam

  3

  24

  77.42

  37 kelompok. Siswa menyimak penjelasan guru mengenai materi pelajaran maupun

  4

  30

  96.77

  46 hal lainnya. Siswa bekerja bersama (berdiskusi) dengan teman kelompoknya untuk

  5

  23

  74.19

  37 memecahkan masalah. Siswa mencatat informasi yang diperoleh dari permasalahan-

  6

  30

  96.77

  60 permasalahan pada LKS. Siswa menyampaikan ide/pendapat mengenai cara menyelesaikan

  7

  26

  83.87

  44 masalah dalam diskusi kelompok. Siswa mendengarkan ide/pendapat teman yang lain selama berdiskusi.

  8

  27

  87.10

  48 Siswa memecahkan permasalahan-permasalahan yang terdapat pada

  9 31 100.00

  55 LKS. Siswa menulis/mencatat jawaban pada LKS.

  10

  30

  96.77

  59 Siswa mengajukan pertanyaan kepada guru tentang materi dan latihan

  11

  23

  74.19

  32 soal. Siswa mengajukan pertanyaan kepada teman kelompoknya tentang

  12

  27

  87.10

  39 permasalahan-permasalahan pada LKS. Siswa menyampaikan hasil pekerjaan kelompok.

  13

  7

  22.58

  12

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Siswa memeriksa kembali pekerjaannya setelah selesai mengerjakan

  15

  16

  51.61

  27 permasalahan-permasalahan pada LKS. Total 637

  Berdasarkan Tabel di atas, dapat dilihat bahwa untuk jenis aktivitas visual, 16 siswa memeriksa kembali pekerjaannya setelah selesai mengerjakan permasalahan-permasalahan pada LKS. Untuk jenis aktivitas lisan, 23 siswa bekerja bersama (berdiskusi) dengan teman kelompoknya untuk memecahkan masalah, 26 siswa menyampaikan ide/pendapat mengenai cara menyelesaikan masalah dalam diskusi kelompok, 23 siswa mengajukan pertanyaan kepada guru tentang materi dan latihan soal, 27 siswa mengajukan pertanyaan kepada teman kelompoknya tentang permasalahan-permasalahan pada LKS, 7 siswa menyampaikan hasil pekerjaan kelompok, dan 22 siswa memberikan jawaban/tanggapan atas pertanyaan yang diajukan guru atau teman. Untuk jenis aktivitas mendengarkan, 27 siswa tercatat mendengarkan ide/pendapat teman yang lain selama diskusi. Untuk aktivitas menulis dan menggambar, tercatat 30 siswa mencatat informasi yang yang diperoleh dari permasalahan-permasalahan pada LKS dan 30 siswa juga menulis/mencatat jawaban pada LKS. Untuk aktivitas motorik, semua siswa membawa sendiri dan menggunakan alat tulis dan buku yang diperlukan selama proses pembelajaran. Untuk jenis aktivitas mental, 30 siswa menyimak penjelasan guru mengenai materi pelajaran maupun hal lainnya dan semua siswa memecahkan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  terakhir untuk jenis aktivitas emosional, 28 siswa tidak melakukan aktivitas yang tidak berhubungan dengan pelajaran seperti bercanda, melamun, ngobrol di luar pelajaran, dan lain-lain dan 24 siswa menunjukkan semangat kerjasama dan antusiasme dalam kelompok.

  Menurut pengamatan observer, pertemuan IV tidak jauh berbeda dengan pertemuan III yaitu siswa sudah terbiasa dengan pembelajaran matematika dengan pendekatan pembelajaran berbasis masalah. Interaksi antarsiswa dalam kelompok maupun dengan peneliti tampak berjalan dengan lancar. Peneliti merasa sedikit kerepotan dalam menangani siswa yang semakin aktif dalam bertanya, misalnya ketika peneliti sedang membimbing salah satu kelompok dalam pemecahan masalah, kelompok lain terus memanggil-manggil untuk dibimbing juga.

  d. Aktivitas Siswa pada Pertemuan V Berdasarkan hasil pengamatan aktivitas siswa, jumlah skor aktivitas siswa pada pertemuan V adalah 677. Berikut ini adalah adalah tabel mengenai jumlah siswa yang melakukan aktivitas dalam proses pembelajaran pada pertemuan V.

Tabel 4.13 Jumlah Siswa yang Melakukan Aktivitas pada Pertemuan V

  Siswa yang Aktif Jumlah No Jenis Aktivitas Skor

  Jumlah % Siswa membawa dan menggunakan alat tulis dan buku yang 1 diperlukan selama proses pembelajaran. 31 100.00

  60 Selama proses pembelajaran, siswa tidak melakukan aktivitas yang tidak berhubungan dengan pelajaran seperti bercanda, melamun,

  2

  30

  96.77

  48 ngobrol di luar pelajaran, dll.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Siswa menunjukkan semangat kerjasama dan antusiasme dalam 3 kelompok.

  28

  90.32

  46 Siswa menyimak penjelasan guru mengenai materi pelajaran maupun 4 hal lainnya.

  29

  93.55

  48 Siswa bekerja bersama (berdiskusi) dengan teman kelompoknya untuk

  5

  30

  96.77

  51 memecahkan masalah. Siswa mencatat informasi yang diperoleh dari permasalahan- 6 permasalahan pada LKS. 31 100.00

  57 Siswa menyampaikan ide/pendapat mengenai cara menyelesaikan 7 masalah dalam diskusi kelompok.

  27

  87.10

  43 Siswa mendengarkan ide/pendapat teman yang lain selama berdiskusi.

  8 31 100.00

  57 Siswa memecahkan permasalahan-permasalahan yang terdapat pada 9 LKS.

  30

  96.77

  50 Siswa menulis/mencatat jawaban pada LKS.

  10 31 100.00

  60 Siswa mengajukan pertanyaan kepada guru tentang materi dan latihan

  11

  23

  74.19

  34 soal. Siswa mengajukan pertanyaan kepada teman kelompoknya tentang 12 permasalahan-permasalahan pada LKS. 31 100.00

  48 Siswa menyampaikan hasil pekerjaan kelompok.

  13

  4

  12.90

  8 Siswa memberikan jawaban/tanggapan atas pertanyaan yang diajukan 14 guru atau teman.

  26

  83.87

  40 Siswa memeriksa kembali pekerjaannya setelah selesai mengerjakan 15 permasalahan-permasalahan pada LKS.

  17

  54.84

  27 Total 677

  Berdasarkan Tabel di atas, dapat dilihat bahwa untuk jenis aktivitas visual, 17 siswa memeriksa kembali pekerjaannya setelah selesai mengerjakan permasalahan-permasalahan pada LKS. Untuk jenis aktivitas lisan, 30 siswa bekerja bersama (berdiskusi) dengan teman kelompoknya untuk memecahkan masalah, 27 siswa menyampaikan ide/pendapat mengenai cara menyelesaikan masalah dalam diskusi kelompok, 23 siswa mengajukan pertanyaan kepada guru tentang materi dan latihan soal, semua siswa mengajukan pertanyaan kepada

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  siswa menyampaikan hasil pekerjaan kelompok, dan 26 siswa memberikan jawaban/tanggapan atas pertanyaan yang diajukan guru atau teman. Untuk jenis aktivitas mendengarkan, semua siswa tercatat mendengarkan ide/pendapat teman yang lain selama diskusi. Untuk aktivitas menulis dan menggambar, tercatat semua siswa mencatat informasi yang yang diperoleh dari permasalahan-permasalahan pada LKS dan semua siswa juga menulis/mencatat jawaban pada LKS. Untuk aktivitas motorik, semua siswa membawa sendiri dan menggunakan alat tulis dan buku yang diperlukan selama proses pembelajaran. Untuk jenis aktivitas mental, 29 siswa menyimak penjelasan guru mengenai materi pelajaran maupun hal lainnya dan 30 siswa memecahkan permasalahan-permasalahan yang terdapat pada LKS. Dan yang terakhir untuk jenis aktivitas emosional, 30 siswa tidak melakukan aktivitas yang tidak berhubungan dengan pelajaran seperti bercanda, melamun, ngobrol di luar pelajaran, dan lain-lain dan 28 siswa menunjukkan semangat kerjasama dan antusiasme dalam kelompok.

  Menurut pengamatan observer, pada pertemuan V ini siswa paling banyak melakukan aktivitas. Siswa sudah sangat terbiasa dengan pembelajaran dengan pendekatan pembelajaran berbasis masalah. Siswa aktif berdiskusi baik dalam diskusi kelompok maupun diskusi kelas yaitu presentasi jawaban masing-masing kelompok.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

2. Analisis Hasil Belajar Siswa

  58.75 √

  S 13 44 √ 71.25 √ S 14 100 √ 100 √ S 16 64 √ 88.75 √ S 17 40 √ 71.25 √ S 18 64 √ 100 √ S 19 84 √ 100 √

  43.75 √

  48 √

  S 10 44 √ 80 √ S 11 44 √ 63.75 √ S 12

  57.5 √

  48 √

  S 2 28 √ 62.5 √ S 3 24 √ 85 √ S 4 54 √ 78.75 √ S 5 56 √ 61.25 √ S 6 40 √ 73.75 √ S 7 40 √ 53.75 √ S 9

  a. Analisis Data Hasil Belajar Siswa Berdasarkan Nilai Tes Kemampuan Awal dan Tes Hasil Belajar 1) Analisis Berdasarkan Kriterian Ketuntasan Minimal (KKM)

  Tingkat keberhasilan siswa dapat diukur dengan menganalisis tes kemampuan awal dan tes hasil belajar siswa. Berikut ini adalah tabel nilai hasil tes kemampuan awal dan tes hasil belajar siswa dengan range nilai setiap siswa 0 - 100.

  Tuntas S 1

  Tuntas Tidak

  Tidak Tuntas

  Ketuntasan Tuntas

  Hasil Belajar

  Awal Ketuntasan

  Siswa Kemam- puan

Tabel 4.14 Perbandingan Nilai Tes Kemampuan Awal dan Tes Hasil Belajar Berdasarkan KKM

  Dari Tabel dapat dianalisis data hasil belajar siswa berdasarkan kriteria ketuntasan minimal (KKM) yang ditetapkan sekolah yaitu 75, sebagai berikut:

  12 √

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  S 21 48 √ 81.25 √ S 23 72 √ 77.5 √ S 24

  36 √

  81.25 √

  S 27 52 √ 100 √ S 29 80 √ 75 √ S 30 40 √ 46.25 √ S 31 40 √ 50 √ S 32 64 √ 61.25 √ S 33 64 √ 76.25 √ S 34

  80 √

  77.5 √

  S 35 48 √ 97.5 √ S 37 64 √ 100 √ S 38

  72 √

  100 √

  Berdasarkan Tabel 4.14, dapat diketahui bahwa jumlah siswa yang mendapatkan nilai tuntas pada saat tes kemampuan awal dan tes hasil belajar mengalami peningkatan, meskipun terdapat dua siswa yang mengalami penurunan nilai, yaitu siswa 11 dan siswa

  23. Berdasarkan Tabel 4.14, dapat dianalisis sebagai berikut.

  a) Siswa yang mendapatkan nilai tuntas pada saat tes kemampuan awal Jumlah siswa yang mendapatkan nilai tuntas = 4 siswa Presentase siswa tuntas = 100%

  = 12,9 % Jadi siswa yang mendapatkan nilai tuntas pada tes kemampuan awal adalah 4 siswa atau 12,9 %.

  b) Siswa yang mendapatkan nilai tuntas pada saat tes hasil belajar Jumlah siswa yang mendapatkan nilai tuntas = 18 siswa

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  = 58,06 % Jadi siswa yang mendapatkan nilai tuntas pada tes kemampuan awal adalah 18 siswa atau 58,06 %.

  Dari perhitungan di atas, tampak bahwa terjadi peningkatan presentase jumlah siswa yang mendapatkan nilai tuntas pada saat tes kemampuan awal dan tes hasil belajar. 2) Analisis Berdasarkan Rata-Rata Nilai Hasil Belajar

  Berdasarkan Tabel, diperoleh rata-rata nilai siswa pada saat tes kemampuan awal dan tes hasil belajar sebagai berikut.

  ̅ =rata-rata nilai tes kemampuan awal = 52,71 ̅ =rata-rata nilai tes hasil belajar = 76,57

  Dari rata-rata di atas terlihat bahwa rata-rata nilai tes hasil belajar lebih tinggi daripada nilai tes kemampuan awal, yaitu 76,57 dan 52,71.

  Dari hasil penelitian hasil belajar siswa berdasarkan kriteria ketuntasan minimal (KKM) dan rata-rata nilai tes, keduanya menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar siswa.

  b. Analisis Data Hasil Belajar Siswa Berdasarkan Nilai Kuis Kuis adalah salah satu alat evaluasi yang bertujuan untuk mengukur kemampuan siswa setelah mempelajari materi. Kuis I dilaksanakan pada pertemuan III dan pertemuan V. Data hasil belajar siswa berdasarkaan nilai kuis dapat dilihat di lampiran. Hasil analisis

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Tabel 4.15 Hasil Kuis I

  Tingkat Jumlah Rata-rata Kriteria Presentase

  Penguasaan Siswa Kuis I

  76.13 Sangat Baik 81 – 100

  13 41,9 Baik 66 – 80 1 3,2

  Cukup 56 – 65 15 48,4

  • Kurang 46 – 55 Sangat Kurang 0 – 45

  2 6,5 Berdasarkan Tabel di atas, dapat diketahui mengenai hasil Kuis I.

  Pada tabel terlihat 13 siswa atau 41,9% yang memperoleh nilai dengan kriteria sangat baik dan 1 siswa atau 3,2% yang memenuhi kriteria baik. Terdapat 15 siswa atau 48,4% yang memiliki nilai kuis dengan kriteria cukup. Tidak ada siswa yang memperoleh nilai kuis dengan kriteria kurang. Terakhir terdapat 2 siswa atau 6,5% yang memperoleh nilai kuis dengan kriteria sangat kurang. Rata-rata yang diperoleh untuk Kuis I adalah 76.13.

Tabel 4.16 Hasil Kuis II

  Tingkat Jumlah Rata-rata Kriteria Presentase

  Penguasaan Siswa Kuis II

  14 45,2 Baik 66 – 80 8 25,8

  76.45 Sangat Baik 81 – 100

  Cukup 56 – 65 1 3,2 Kurang 46 – 55 4 12,9

  Sangat Kurang 0 – 45 4 12,9 Berdasarkan Tabel di atas, dapat diketahui mengenai hasil Kuis II.

  Pada tabel terlihat 14 siswa atau 45,2% yang memperoleh nilai dengan kriteria sangat baik dan 8 siswa atau 25,8% yang memenuhi kriteria baik. Terdapat 1 siswa atau 3,2% yang memiliki nilai kuis dengan kriteria cukup. Terdapat 4 siswa atau 12,9% yang memperoleh nilai

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  yang memperoleh nilai kuis dengan kriteria sangat kurang. Rata-rata yang diperoleh untuk Kuis I adalah

  76.45. Dari rata-rata Kuis I dan Kuis II di atas terlihat bahwa rata-rata nilai Kuis II lebih tinggi daripada nilai Kuis I, yaitu 76,45 dan 76,13.

3. Analisis Hasil Wawancara Siswa

  Berdasarkan hasil wawancara yang telah diperoleh dari 8 siswa yang dipilih berdasarkan aktivitas dan hasil belajar siswa, dapat disimpulkan bahwa:

  a. Siswa merasa senang selama mengikuti pembelajaran matematika dengan pendekatan pembelajaran berbasis masalah karena bisa mendapatkan informasi (materi pelajaran volume bangun ruang sisi datar) dari peneliti. Selain itu, siswa merasa senang karena banyak yang membantu dalam pembelajaran. Tetapi ada juga siswa yang merasa sedikit bosan dikarenakan kelompok yang tidak boleh berganti- ganti anggotanya. Hal itu memang peraturan yang peneliti buat yaitu pembentukan kelompok dari pertemuan II akan digunakan sampai pada pembelajaran dengan pendekatan pembelajaran berbasis masalah selesai.

  b. Siswa merasa terbantu dalam mempelajari materi volume bangun ruang sisi datar dengan pendekatan pembelajaran berbasis masalah karena adanya penggunaan cara yang lebih mudah. Siswa juga

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  ada hal yang kurang jelas bisa langsung ditanyakan. Siswa juga merasa terbantu karena dengan pemberian soal-soal yang berbasis masalah membuat siswa ingin menyelesaikannya permasalahan tersebut. Di samping itu, siswa juga mendapat pelajaran baru dengan mengetahui langkah-langkah untuk mengetahui suatu volume bangun ruang sisi datar sehingga lebih bisa mengerti dari sebelumnya.

  c. Siswa membawa sendiri dan menggunakan alat tulis dan buku yang diperlukan selama proses pembelajaran matematika dengan pendekatan pembelajaran berbasis masalah. Hanya sedikit siswa yang kadang meminjam alat tulis pada temannya.

  d. Sedikit siswa yang tidak terpancing untuk bercanda, melamun, atau mengobrol di luar pelajaran. Kebanyakan siswa kadang-kadang terpancing untuk melakukan hal-hal di luar belajar seperti mengobrol jika sedang tidak memiliki niat untuk belajar atau bosan dengan kegiatan pembelajaran yang dilakukan. Alasan lainnya adalah siswa sudah memiliki kebiasaan untuk mengobrol selama pelajaran karena asik dan tidak enak jika tidak mengobrol. Walaupun satu kelompok hanya terdiri dari 3 atau 4 siswa mereka tetap menggunakan kesempatan untuk mengobrol.

  e. Siswa bersemangat dan antusias belajar dalam kelompok karena siswa dapat berpikir bagaimana memecahkan permasalahan-permasalahan yang ada secara bersama-sama. Mereka merasa tertarik untuk

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  lagi jika anggota-anggota kelompoknya sesuai. Namun ada juga siswa yang kurang bersemangat karena keinginan pemilihan anggota kelompok ditentukan sendiri oleh siswa atau karena bosan hanya ditugaskan untuk mengerjakan soal.

  f. Siswa selalu menyimak setiap kali guru menjelaskan selama proses pembelajaran karena menurut siswa penjelasan guru itu penting dan akan lebih mengerti. Siswa yang kadang-kadang tidak menyimak apa yang dijelaskan guru karena merasa apa yang sedang dijelaskan guru sudah ia mengerti.

  g. Siswa berusaha untuk memecahkan permasalahan-permasalahan pada LKS dengan cara berusaha mengerjakan sendiri. Jika siswa tidak bisa mengerjakan sendiri, siswa akan bertanya dengan anggota kelompok lainnya atau melihat buku. Siswa selalu berusaha untuk memecahkan permasalahan yang ada karena siswa menyadari jika siswa dapat memecahkan permasalahan yang ada maka akan membantu mereka untuk memahami materi.

  h. Siswa bekerjasama dengan cara berdiskusi dengan anggota kelompok yang lain untuk menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang ada. i. Siswa selalu bertanya pada guru ketika ada materi atau soal yang kurang jelas. Tetapi beberapa siswa memilih untuk bertanya kepada teman terlebih dulu. Siswa bertanya untuk memastikan proses atau hasil pemecahan soal yang dikerjakan sudah benar atau belum atau

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  meminta informasi yang mereka butuhkan untuk menyelesaikan masalah. j. Siswa saling bertanya atau menyampaikan ide/pendapat selama diskusi kelompok. Namun siswa yang memiliki kemampuan lebih pasti akan lebih banyak memberikan ide cara pemecahan masalah yang ada dan yang lainnya akan sering bertanya. k. Siswa selalu mendengarkan jika ada teman yang memberikan ide/pendapat selama diskusi kelompok karena mereka menyadari untuk saling menghargai teman-teman yang berada dalam satu kelompok dengannya. l. Siswa selalu mencatat informasi yang terdapat pada permasalahan serta cara penyelesaiannya pada LKS. m. Beberapa siswa sudah pernah menyampaikan hasil pekerjaan kelompok di depan kelas. Tidak semua siswa mendapat kesempatan untuk menyampaikan hasil pekerjaan kelompok di depan kelas karena keterbatasan waktu yang ada. Dalam satu pertemuan hanya ada lima siswa saja yang menyampaikan hasil pekerjaan kelompok. Mereka merasa senang untuk menyampaikan hasil pekerjaan kelompok untuk melatih kepercayaan diri. n. Siswa memeriksa kembali hasil pekerjaannya setelah selesai mengerjakannya. Namun ada siswa yang kadang-kadang atau bahkan tidak memeriksa kembali jawabannya karena mereka tahu bahwa soal-

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  soal akan dibahas pada setiap akhir pertemuan sehingga menganggap hasil pekerjaan mereka bisa dikoreksi bersama-sama nanti. o. Beberapa siswa mengalami kesulitan selama mengikuti pembelajaran yaitu pada soal-soal berbasis masalah yang dianggap baru dan sulit dipecahkan. Beberapa siswa merasa terganggu dengan adanya lima rekan mahasiswa yang bertindak sebagai observer, kadang situasi kelas yang tidak mendukung karena diskusi kelas yang terlalu bersemangat sehingga menimbulkan suara gaduh atau karena siswa yang ngobrol dan teman kelompok yang tidak bisa diajak bekerjasama. p. Siswa menyampaikan pendapat dan saran/kritik mengenai pembelajaran dengan pendekatan pembelajaran berbasis masalah.

  Antara lain sebagai berikut. 1) Pembelajaran seru dan menyenangkan karena bisa belajar dengan berkelompok sehingga banyak yang bisa membantu jika mengalami kesulitan selama pembelajaran. 2) Siswa menyukai pembelajaran dengan berkelompok karena jika ada siswa yang malu bertanya pada guru bisa bertanya pada teman.

  3) Siswa kadang merasa terganggu dengan adanya siswa lain yang tidak menghargai pembelajaran dengan mengobrol bersama teman yang membuat situasi kelas menjadi ramai. 4) Siswa yang merasa bosan dikarenakan anggota kelompok yang tidak boleh berganti-ganti.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

D. Pembahasan

  1. Aktivitas Siswa Sardiman (1986:94) berpendapat bahwa aktivitas merupakan prinsip atau azas yang sangat penting dalam interaksi belajar mengajar.

  Aktivitas tidak dimaksudkan terbatas pada aktivitas fisik, akan tetapi juga meliputi aktivitas yang bersifat psikis seperti aktivitas mental (Sanjaya, 2010:170). Menurut Schunk (2012:2) aktivitas belajar melibatkan penguasaan dan pengubahan pengetahuan, keterampilan, strategi, keyakinan, sikap, dan perilaku. Dari ketiga pendapat di atas dapat disimpulkan aktivitas adalah suatu prinsip atau azas yang penting dalam interaksi belajar yang berupa aktivitas fisik maupun psikis dan melibatkan penguasaan dan pengubahan pengetahuan, keterampilan, strategi, keyakinan, sikap, dan perilaku.

  Dalam proses mengajar belajar, guru perlu menimbulkan aktivitas siswa dalam berpikir maupun berbuat. Penerimaan pelajaran jika dengan aktivitas siswa sendiri, kesan itu tidak akan berlalu begitu saja, tetapi dipikirkan, diolah kemudian dikeluarkan lagi dalam bentuk yang berbeda.

  Misalnya siswa akan bertanya, mengajukan pendapat, menimbulkan diskusi dengan guru. Bila siswa menjadi partisipasi yang aktif, maka ia memiliki ilmu/pengetahuan itu dengan baik (Slameto, 2010). Hal ini juga sesuai dengan pendekatan pembelajaran berbasis masalah yang berfokus pada keaktifan siswa dalam kegiatan pembelajaran. Di samping itu,

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  diskusi dengan menggunakan kelompok kecil merupakan poin utama dalam penerapan pembelajaran berbasis masalah.

  Aktivitas siswa diamati melalui observasi yang dilakukan oleh observer dan selanjutnya diberi skor sesuai dengan aktivitas yang sesuai.

  Aktivitas siswa pada penelitian ini diamati pada kegiatan pembelajaran pada pertemuan II, III, IV, dan V. Berikut ini adalah rata-rata jumlah skor aktivitas siswa (dalam bentuk %) pada setiap pertemuan yaitu meliputi pertemuan II, III, IV, dan V.

Tabel 4.17 Jumlah Skor Setiap Jenis Aktivitas Siswa pada Pertemuan II, III, IV, dan V

  Jumlah Skor Aktivitas pada Pertemuan No Indikator Aktivitas

II III

  IV V

  1 Melakukan aktivitas visual

  36

  23

  27

  27

  

2 Melakukan aktivitas lisan 187 203 196 224

  3 Melakukan aktivitas mendengarkan

  51

  49

  48

  57 Melakukan aktivitas menulis dan

  4 121 122 119 117 menggambar

  5 Melakukan aktivitas motorik

  60

  59

  61

  60

  6 Melakukan aktivitas mental

  91 98 101

  98

  7 Melakukan aktivitas emosional

  80

  73

  85

  94 Rata-rata Jumlah Skor Aktivitas Siswa 67,31 67,42 68,49 72,80 (dalam %)

  Berdasarkan tabel 4.17, dapat diketahui mengenai jumlah skor aktivitas siswa dan rata-rata jumlah skor aktivitas pada pertemuan II, III,

  IV, dan V. Uraian penjelasannya adalah sebagai berikut.

  a) Untuk jenis aktivitas visual jumlah skor aktivitas siswa mengalami penurunan yaitu semula pada pertemuan II sebanyak 36 menurun

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  jumlah semula 36 menjadi 27, dan tetap berjumlah 27 pada pertemuan V.

  b) Untuk jenis aktivitas lisan jumlah skor aktivitas siswa mengalami peningkatan yaitu semula pada pertemuan II sebanyak 187 meningkat menjadi 203 pada pertemuan III, juga meningkat pada pertemuan IV dari jumlah semula 187 menjadi 196, dan kembali meningkat pada pertemuan V dari jumlah semula 187 menjadi 224.

  c) Untuk jenis aktivitas mendengarkan jumlah skor aktivitas siswa mengalami penurunan yaitu semula pada pertemuan II sebanyak 51 menurun menjadi 49 pada pertemuan III, juga menurun pada pertemuan IV dari semula 51 menjadi 48, namun meningkat pada pertemuan V dari semula 51 menjadi 57.

  d) Untuk jenis aktivitas menulis dan emnggambar jumlah skor aktivitas siswa mengalami peningkatan yaitu semula pada pertemuan II sebanyak 121 meningkat menjadi 122 pada pertemuan III, namun menurun pada pertemuan IV dari semula 121 menjadi 119, dan kembali menurun pada pertemuan V dari semula 121 menjadi 117.

  e) Untuk jenis aktivitas motorik jumlah skor aktivitas siswa mengalami penurunan yaitu semula pada pertemuan II sebanyak 60 menurun menjadi 59 pada pertemuan III, namun meningkat pada pertemuan IV dari semula 60 menjadi 61, dan tetap berjumlah sama dari semula yaitu 60 pada pertemuan V.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  f) Untuk jenis aktivitas mental jumlah skor aktivitas siswa mengalami peingkatan yaitu semula pada pertemuan II sebanyak 91 meningkat menjadi 98 pada pertemuan III, meningkat lagi pada pertemuan IV dari semula 91 menjadi 101, dan kembali meningkat pada pertemuan V dari semula 91 menjadi 98.

  g) Untuk jenis aktivitas emosional jumlah skor aktivitas siswa mengalami penurunan yaitu semula pada pertemuan II sebanyak 80 menurun menjadi 73 pada pertemuan III, namun meningkat pada pertemuan IV dari semula 80 menjadi 85, dan kembali meningkat pada pertemuan V dari semula 80 menjadi 94.

  Berdasarkan tabel 4.17 juga dapat diketahui rata-rata skor aktivitas siswa. Rata-rata skor aktivitas siswa mengalami peningkatan, yaitu mula- mula pada pertemuan II rata-rata skor aktivitas siswa sebesar 67,31% meningkat menjadi 67,42% pada pertemuan III atau meningkat sebesar 0,11% dan meningkat lagi pada pertemuan IV menjadi 68,49% atau meningkat sebesar 1,18% dari pertemuan II dan meningkat sebesar 1,07% dari pertemuan III. Rata-rata skor aktivitas kembali meningkat pada pertemuan V yaitu menjadi 72,80% atau meningkat sebesar 5,49% dari pertemuan II dan meningkat sebesar 4,31% dari pertemuan IV.

Tabel 4.18 Kriteria Aktivitas Siswa Jumlah Skor Aktivitas (%) Kriteria Aktivitas Siswa

  ≤ 20 Sangat Rendah 21 – 40 Rendah 41 – 60 Cukup 61 – 80 Tinggi

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Berdasarkan tabel 4.18 dapat dilihat bahwa pada pertemuan II rata- rata skor aktivitas sebesar 67,31% dari rata-rata skor maksimal yang dapat dicapai 100%. Pada pertemuan III rata-rata skor aktivitas sebesar 67,42% dari rata-rata skor maksimal yang dapat dicapai 100%, pertemuan IV rata- rata skor aktivitas sebesar 68,49% dari rata-rata skor maksimal yang dapat dicapai 100%, dan pada pertemuan V rata-rata skor aktivitas sebesar 72,80% dari rata-rata skor maksimal yang dapat dicapai 100%. Rata-rata skor aktivitas pada pertemuan II sampai V termasuk dalam kriteria tinggi yaitu terletak pada interval 61 – 80.

  Dari catatan lapangan dan hasil wawancara peneliti memetik poin- poin penting, di antaranya: a) Siswa tertarik dengan pembelajaran dengan penggunaan pendekatan pembelajaran berbasis masalah, terlihat siswa tampak antusias dan bersemangat. Selain itu, siswa juga mempersiapkan dengan membawa sendiri dan menggunakan buku dan alat tulis yang diperlukan selama proses pembelajaran.

  b) Pendekatan pembelajaran berbasis masalah juga merangsang siswa untuk menjadi aktif, seperti bekerja sama (berdiskusi), menyampaikan ide/pendapat, maju ke depan kelas menyampaikan hasil pekerjaan kelompok, mengajukan pertanyaan baik kepada teman atau guru, dan memberikan jawaban/tanggapan atas pertanyaan yang diajukan guru atau teman.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  c) Siswa juga berlatih untuk saling menghargai dan menghormati, yaitu siswa menyimak penjelasan guru mengenai materi pelajaran atau hal lainnya, mendengarkan ide/pendapat teman yang lain selama berdiskusi, dan memperhatikan selama siswa mempresentasikan hasil pekerjaan kelompok di depan kelas.

  d) Siswa juga berusaha untuk menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang diberikan dengan baik guna memahami materi pelajaran.

  Dari seluruh penjelasan di atas, menunjukkan bahwa siswa dapat mengikuti pembelajaran matematika dengan pendekatan pembelajaran berbasis masalah secara baik. Dilihat dari jumlah skor aktivitas yang dilakukan setiap siswa pada masing-masing pertemuan tergolong aktif, yaitu dengan kriteria aktivitas yang tinggi dan menunjukkan adanya peningkatan skor aktivitas siswa dari pelaksanaan pembelajaran pada pertemuan II hingga pertemuan V. Sehingga dapat disimpulkan bahwa penggunaan pendekatan pembelajaran berbasis masalah pada sub pokok bahasan volume bangun ruang sisi datar dapat membangun aktivitas siswa kelas VIII A SMP Pangudi Luhur 1 Yogyakarta.

  2. Hasil Belajar Siswa Nana Sudjana (2011:22) berpendapat bahwa hasil belajar adalah kemampuan-kemampuan yang dimiliki siswa setelah ia menerima pengalaman belajarnya. Menurut Sanjaya (2010:13), hasil belajar

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  6

  1 Berdasarkan tabel 4.19, dapat diketahui mengenai jumlah siswa siswa ditinjau dari hasil tes kemampuan awal, kuis I, kuis II, dan tes hasil belajar. Dari tabel diperoleh jumlah siswa yang mendapat nilai dengan dengan kriteria sangat baik dengan interval 81 – 100, baik dengan interval 66 – 80, cukup dengan interval 56 – 65, kurang dengan interval 46 -65, dan sangat kurang dengan nilai di bawah 46. Berikut

  4

  2

  13

  3 0 – 45 Sangat Kurang

  4

  6 46 – 55 Kurang 6 -

  1

  15

  dengan tujuan khusus yang direncanakan. Sehingga hasil belajar adalah kemampuan yang dimiliki siswa setelah ia menerima pengalaman belajarnya yang sesuai dengan tujuan khusus yang direncanakan.

  Dalam penelitian ini, hasil belajar yang diuraikan meliputi tes kemampuan awal, kuis I, kuis II, dan tes hasil belajar. Berikut inidipaparkan mengenai hasil belajar siswa yang dilihat dari beberapa kriteria: a) Hasil Belajar Siswa Berdasarkan Kriteria Tingkat Penguasaan

  8

  1

  4

  12 66 – 80 Baik

  14

  13

  2

  81 – 100 Sangat Baik

Tabel 4.19 Jumlah Siswa Ditinjau dari Hasil Tes Tingkat Penguasaan Kriteria Banyaknya (Jumlah) Siswa TKA Kuis I Kuis II THB

  Berikut ini adalah tabel mengenai banyaknya (jumlah) siswa pada tes kemampuan awal (TKA), kuis I, kuis II, dan tes hasil belajar (THB).

  9 56 – 65 Cukup

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  a. Pada tes kemampuan awal, jumlah siswa yang mendapat nilai dengan kriteria sangat baik berjumlah 2 siswa, untuk kriteria baik berjumlah 4 siswa, untuk kriteria cukup berjumlah 6 siswa, untuk kriteria kurang berjumlah 6 siswa, sedangkan untuk kriteria sangat kurang berjumlah 13 siswa.

  b. Pada kuis I, jumlah siswa yang mendapat nilai dengan kriteria sangat baik berjumlah 13 siswa, untuk kriteria baik berjumlah 1 siswa, untuk kriteria cukup berjumlah 15 siswa, tidak ada siswa untuk kriteria kurang, sedangkan untuk kriteria sangat kurang berjumlah 2 siswa.

  c. Pada kuis II, jumlah siswa yang mendapat nilai dengan kriteria sangat baik berjumlah 14 siswa, untuk kriteria baik berjumlah 8 siswa, untuk kriteria cukup berjumlah 1 siswa, untuk kriteria kurang berjumlah 4 siswa, sedangkan untuk kriteria sangat kurang berjumlah 4 siswa.

  d. Pada hasil belajar, jumlah siswa yang mendapat nilai dengan kriteria sangat baik berjumlah 12 siswa, untuk kriteria baik berjumlah 9 siswa, untuk kriteria cukup berjumlah 6 siswa, untuk kriteria kurang berjumlah 3 siswa, sedangkan untuk kriteria sangat kurang berjumlah 1 siswa.

  b) Hasil Belajar Siswa BerdasarkaRata-rata Nilai Hasil Belajar

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Tabel 4.20 Rata-Rata Hasil Belajar Siswa pada TKA, Kuis I, Kuis

  II, dan THB Rata-rata Hasil Belajar Siswa TKA Kuis I Kuis II THB 52,71 76,13 76,45 76,57

  Berdasarkan tabel 4.20, dapat diketahui mengenai rata-rata hasil belajar pada tes kemampuan awal, kuis I, kuis II, dan tes hasil belajar. Pada tabel terlihat bahwa antara tes kemampuan awal, kuis I, kuis II, dan tes hasil belajar mengalami peningkatan. Bila dilihat pada tes kemampuan awal rata-rata hasil belajar yang dicapai masih kurang. Akan tetapi, pada kuis I dan kuis II, rata-rata hasil belajar yang diperoleh sudah baik, yaitu 76,13 dan 76,45. Pada tes hasil belajar dapat dilihat bahwa rata-rata dari tes hasil belajar mencapai 76,57. Walaupun tidak meningkat jauh bila dibandingkan dengan kuis I dan kuis II, namun hasil tes hasil belajar mengalami peningkatan yang cukup tinggi dibanding tes kemampuan awal. Sehingga hasil tes hasil belajar dapat dikatakan baik.

  c) Hasil Belajar Siswa Berdasarkan KKM Selain itu, hasil belajar siswa juga diamati dari jumlah siswa yang mencapai KKM. Berdasarkan kriteria ketuntasan minimal

  (KKM) bidang studi matematika SMP Pangudi Luhur 1 Yogyakarta, siswa dikatakan tuntas apabila mendapatkan nilai ≥ 75. Pada tabel 4.20 dijelaskan mengenai jumlah siswa dengan nilai yang mencapai KKM.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Tabel 4.21 Jumlah Siswa dengan Nilai yang Mencapai KKM

  KKM TKA Kuis I Kuis II THB ≥ 75

  Jumlah % Jumlah % Jumlah % Jumlah % 4 12,90 14 45,16 20 64,52 18 58,06

  Sisanya 27 87,10 17 54,84 11 35,48 13 41,94 < 75

  Berdasarkan tabel 4.21, dapat diketahui jumlah dan presentase siswa yang memiliki nilai tes kemampuan awal, kuis I, kuis II, dan tes hasil belajar yang mencapai ≥ KKM. Pada tes kemampuan awal terlihat bahwa banyak siswa yang mencapai ≥KKM ada 4 siswa atau sebesar 12,90% dari keseluruhan siswa dan 27 siswa atau sebesar 87,10% dari keseluruhan siswa yang tidak mencapai KKM. Pada kuis I terlihat bahwa banyak siswa yang mencapai ≥KKM ada 14 siswa atau sebesar 45,16% dari keseluruhan siswa dan 17 siswa atau sebesar 54,84% dari keseluruhan siswa yang tidak mencapai KKM. Pada tes kuis II terlihat bahwa banyak siswa yang mencapai ≥KKM ada 20 siswa atau sebesar 64,52% dari keseluruhan siswa dan 11 siswa atau sebesar 35,48% dari keseluruhan siswa yang tidak mencapai KKM. Sedangkan pada tes hasil belajar terlihat bahwa banyak siswa yang mencapai ≥KKM ada 18 siswa atau sebesar 58,06% dari keseluruhan siswa dan 13 siswa atau sebesar 41,94% dari keseluruhan siswa yang tidak mencapai KKM.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Berdasarkan tabel 4.21, di atas dapat dikatakan pula:

  • Pada kuis I mengalami jumlah peningkatan yaitu semula pada tes kemampuan awal berjumlah 4 siswa naik menjadi 14 siswa yang nilainya mencapai ≥ KKM atau dengan kata lain mengalami peningkatan sebesar 32,26%.
  • Pada kuis II juga mengalami jumlah peningkatan yaitu semula pada tes kemampuan awal berjumlah 4 siswa naik menjadi 20 siswa yang nilainya mencapai ≥ KKM atau dengan kata lain mengalami peningkatan sebesar 51,62%.
  • Pada tes hasil belajar juga mengalami jumlah peningkatan yaitu semula pada tes kemampuan awal berjumlah 4 siswa naik menjadi 18 siswa yang nilainya mencapai ≥ KKM atau dengan kata lain mengalami peningkatan sebesar 45,16%.

  d) Peningkatan Hasil Belajar Pada penelitian ini hasil belajar siswa dapat diamati hasil tes kemampuan awal sampai dengan tes hasil belajar, namun peningkatan hasil belajar hanya dilihat pada hasil tes kemampuan awal dan tes hasil belajar.

Tabel 4.22 Perbandingan Perolehan Nilai TKA dan THB

  Siswa TKA THB Keterangan

  58.75

  12 Meningkat S 1

  62.5

  28 Meningkat S 2

  85

  24 Meningkat S 3

  78.75

  54 Meningkat S 4

  61.25

  56 Meningkat S 5

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  64

  81.25 Meningkat S 27

  52 100

  Meningkat S 29

  80

  75 Menurun S 30

  40

  46.25 Meningkat S 31

  40

  50 Meningkat S 32

  60

  61.25 Meningkat S 33

  76.25 Meningkat S 34

  77.5 Meningkat S 24

  76

  77.5 Meningkat S 35

  48

  97.5 Meningkat S 37

  64 100

  Meningkat S 38

  72 100

  Meningkat Rata- rata

  52.71

  76.57 Dari tabel 4.22, dapat dilihat bahwa terdapat 12 siswa atau sebesar 38,71% dari keseluruhan siswa dengan nilai tes hasil belajar masuk dalam kriteria sangat baik yaitu berkisar 81 – 100 dan 9 siswa atau sebesar 29,03% dari keseluruhan siswa yang memperoleh nilai tes hasil belajar dengan kriteria baik yaitu berkisar antara 66 – 80 dan rata-rata meningkat.

  Namun ada seorang siswa atau sebesar 3,23% dari keseluruhan siswa yang

  36

  S 7

  40

  100 100

  53.75 Meningkat S 9

  48

  57.5 Meningkat S 10

  44

  80 Meningkat S 11

  44

  63.75 Meningkat S 12

  44

  43.75 Menurun S 13

  44

  71.25 Meningkat S 14

  Tetap S 16

  81.25 Meningkat S 23

  64

  88.75 Meningkat S 17

  40

  71.25 Meningkat S 18

  64 100

  Meningkat S 19

  84 100

  Meningkat S 20

  52 100

  Meningkat S 21

  48

  72

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  dari 45. Dari tabel terlihat ada 2 siswa yang nilainya turun meski tidak secara signifikan yaitu masih berada dalam kriteria yang sama dengan nila tes kemampuan awal yaitu 1 siswa masih dalam kriteria sangat kurang dan siswa lainnya tetap dalam kriteria baik. Ada 1 siswa yang dengan nilai yang tetap dari semula yaitu sama dengan nilai tes kemampuan awal yaitu nilai 100. Berdasarkan nilai tes kemampuan awal dan tes hasil belajar, peneliti mengamati bahwa sebagian besar siswa mengalami kemajuan dalam belajar, hal ini terlihat dengan jumlah siswa yang nilainya meningkat. Namun ada 2 siswa yang mengalami penurunan bila dilihat dari tes kemampuan awal, hal ini disebabkan karena siswa kurang teliti dalam mengerjakan soal dan kurang atau tidak melakukan aspek tertentu pada aktivitas. Sedangkan siswa dengan nilai tepat dikarenakan siswa memang memiliki kemampuan yang tinggi dengan nilai dari semula yaitu 100.

  Secara keseluruhan hasil belajar siswa sudah cukup baik. Karena jumlah siswa yang tuntas lebih dari 58% dari keseluruhan siswa.

  Berdasarkan uraian di atas maka dapat disimpulkan bahwa penggunaan pendekatan pembelajaran berbasis masalah pada sub pokok bahasan volume bangun ruang sisi datar dapat membangun hasil belajar siswa kelas VIII A SMP Pangudi Luhur 1 Yogyakarta.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  3. Pembahasan Hasil Analisis Pendekatan pembelajaran berbasis masalah merupakan pendekatan pembelajaran yang dapat membuat siswa tertarik karena dalam pelaksanaannya, pendekatan pembelajaran ini terpusat pada siswa dan alur pembelajaran dari awal hingga akhir menuntut siswa untuk aktif. Hal ini dapat dilihat pada setiap pertemuan yang meliputi pertemuan II, III, IV, dan IV, jumlah skor aktivitas siswa semakin meningkat.

  Penerapan pendekatan pembelajaran berbasis masalah juga membangun hasil belajar siswa yaitu pada tes kemampuan awal rata-rata hasil belajar siswa mencapai 52,71 dari nilai maksimum 100 dan pada tes hasil belajar rata-rata mencapai 76,57 dari nilai maksimum 100. Hasil belajar yang meningkat ini juga dipengaruhi oleh beberapa faktor yang terkait dengan aktivitas siswa dalam kegiatan pembelajaran. Siswa yang dari awal aktif semakin meningkatkan aktivitas mereka dalam pembelajaran pada pertemuan-pertemuan berikutnya, begitupun untuk siswa yang semula kurang aktif juga tergerak untuk meningkatkan aktivitas mereka dan menunjukkan hasil belajar yang semakin baik pula.

  4. Kelemahan dalam Penelitian Selama proses pembelajaran matematika dengan sub pokok bahasan volume bangun ruang sisi datar dengan pendekatan pembelajaran berbasis masalah terdapat beberapa kelemahan yang dialami peneliti,

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  a. Proses pengamatan (observasi) aktivitas siswa dalam proses pembelajaran yang dilakukan lima observer dirasa masih kurang karena masing-masing observer mengamati siswa yang berbeda pula.

  b. Pada pergantian jam pelajaran, siswa sering berjalan-jalan dan meninggalkan kelas. Oleh karena itu, setiap memulai pembelajaran peneliti masih harus menertibkan siswa terlebih dulu yang mengakibatkan waktu yang digunakan peneliti dalam melakukan pembelajaran pun berkurang.

  c. Masih ada siswa yang malas untuk berdiskusi baik dalam kelompok dan kelas dan memilih untuk mengobrol sehingga peneliti harus sering menegur dan memperingatkan.

  d. Peneliti masih mengalami kesulitan dalam penguasaan kelas sehingga situasi kelas terkesan ramai. Walaupun dalam hal ini siswa ramai berdiskusi tentang permasalahan-permasalahan yang diberikan di LKS tetapi ada juga siswa yang terganggu dengan situasi kelas yang ramai.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

BAB V PENUTUP A. Kesimpulan Berdasarkan analisis data dan pembahasan pada bab sebelumnya, maka

  diperoleh kesimpulan sebagai berikut:

  1. Pendekatan pembelajaran berbasis masalah dapat digunakan untuk membangun aktivitas siswa di kelas VIII A SMP Pangudi Luhur 1 Yogyakarta pada pembelajaran pokok bahasan volume bangun ruang sisi datar. Hal ini sesuai dengan analisis hasil pengamatan aktivitas siswa selama mengikuti pelajaran. Pada pertemuan kedua, ketiga, keempat, dan

  67,31 67,42

  kelima jumlah skor aktivitas siswa masing-masing %, %,

  68,49 %, dan 72,80 %. Presentase jumlah skor aktivitas siswa pada masing-

  masing pertemuan tersebut tergolong tinggi dan menunjukkan adanya peningkatan skor aktivitas siswa dari pelaksanaan pembelajaran pertama hingga keempat.

  2. Pendekatan pembelajaran berbasis masalah dapat digunakan untuk membangun hasil belajar siswa di kelas VIII A SMP Pangudi Luhur 1 Yogyakarta pada pembelajaran pokok bahasan volume bangun ruang sisi datar. Kesimpulan ini diperoleh dari hasil analisis tes kemampuan awal dan tes hasil belajar siswa yang mengalami peningkatan. Peningkatan hasil belajar siswa ditunjukkan dengan adanya peningkatan presentase jumlah

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  hasil belajar yaitu di mana siswa yang tuntas atau mencapai KKM sebanyak 12,90% menjadi 58,06% dari keseluruhan siswa dan adanya peningkatan rata-rata nilai nilai tes kemampuan awal dan tes hasil belajar, yaitu dari 52,71 menjadi 76,57. Dengan begitu pencapaian hasil tes hasil belajar dapat menunjukkan bahwa pembelajaran melalui pendekatan pembelajaran berbasis masalah dapat mencapai tujuan dan indikator pembelajaran untuk pokok bahasan volume bangun ruang sisi datar.

B. Saran

  Berdasarkan kesimpulan dari hasil penelitian dan pengalaman yang peneliti peroleh selama penelitian, maka saran-saran yang dapat peneliti berikan adalah sebagai berikut:

  1. Bagi Sekolah Penggunaan pendekatan pembelajaran berbasis masalah ini diharapkan dapat menjadi masukan bagi sekolah untuk mengembangkan pembelajaran yang dapat merangsang siswa untuk aktif. Di samping itu, pihak sekolah dapat mengarahkan guru-guru bidang studi matematika untuk menggunakan pendekatan pembelajaran berbasis masalah untuk membantu siswa meningkatkan pengetahuan dan pemahaman akan pokok bahasan yang dipelajari karena pendekatan ini akan mendorong siswa memecahkan masalah untuk membangun pengetahuannya sendiri.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  2. Bagi Guru Bidang Studi Matematika Guru dapat menggunakan pendekatan pembelajaran berbasis masalah sebagai salah satu pendekatan pembelajaran sebab penggunaan pendekatan pembelajaran berbasis masalah dapat membangun aktivitas dan hasil belajar siswa.

  3. Bagi Calon Peneliti dengan Penelitian Serupa Penelitian sebaiknya dilakukan pada subjek penelitian yang serupa namun dengan pokok bahasan yang berbeda. Karena penggunaan pendekatan pembelajaran berbasis masalah tidak hanya dapat digunakan untuk pokok bahasan volume bangun ruang sisi datar, namun juga dapat diterapkan pada pokok bahasan yang lain.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

DAFTAR PUSTAKA

Arends, Richard I. 2008. Belajar untuk Mengajar Edisi Ketujuh/Buku Dua.

  Yogyakarta: Pustaka Belajar. Arikunto, Suharsimi. 1988. Penilaian Program Pendidikan. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

  Arikunto, Suharsimi. 2006. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik.

  Jakarta: PT Rineka Cipta. Azwar, Saifuddin. 2009. Metode Penelitian. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Budi, Fr. Y. Kartika. 2001. Berbagai Strategi Untuk Melibatkan Siswa Secara

  Aktif dalam Proses Pembelajaran Fisika di SMU, Efektifitasnya, dan Sikap Mereka pada Strategi Tersebut . USD: Widya Dharma edisi April 2001.

  Cholik, M.A., Sugijono. 2007. Matematika untuk SMP Kelas VIII. Jakarta: Erlangga. Dahar, Ratna Wilis. 2011. Teori-Teori Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Erlangga. Departemen Pendidikan NAsional. 2008. Kamus Besar Bahasa Indonesia Pusat Bahasa Edisi Keempat. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama. Ee, Jessie & Tan, Oon Seng. 2009. PBL Made Simple Lessons for the Classroom.

  Singapore: Cengage Learning Asia Pte Ltd. Ibrahim, M. & Nur, M.. 2001. Pembelajaran Berdasarkan Masalah. Surabaya: Unesa-University Press.

  Mulyati. 2005. Psikologi Belajar. Yogyakarta: Andi Offset. Nasution, S. 2005. Berbagai Pendekatan dalam Proses Belajar Mengajar.

  Jakarta: Bumi Aksara. Sanjaya, Wina. 2011. Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan . Jakarta: Kencana Prenada Media.

  Sardiman, A.M. 2007. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada. Schunk, Dale H. 2012. Teori-teori Pembelajaran: Perspektif Pendidikan.

  Yogyakarta: Pustaka Belajar. Slameto. 2010. Belajar dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhi. Jakarta: Rineka Cipta.

  Sudjana, Nana. 2010. Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Suryatin, Budi. 2007. Matematika untuk SMP dan MTs Kelas VIII. Jakarta: Grasindo. Suwandi, Sarwiji. 2010. Model Asesmen dalam Pembelajaran. Surakarta: Yuma Pressindo. Suwarsono, St. 2002. Geometri Dimensi Tiga. Yogyakarta: Direktorat Sekolah

  Lanjutan Tingkat Pertama Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Departemen Pendidikan Nasional. Suyatno. 2009. Menjelajah Pembelajaran Inovatif. Sidoarjo: Masmedia Buana Pustaka. Travers, Kenneth J, dkk. 1987. Laidlaw Geometry. Illinois: Laidlaw Brothers. Tim Matematika. 2007. Cerdas Matematika Kelas 5 SD Semester Pertama.

  Bogor: Yudhistira. Tim Matematika. 2007. Cerdas Matematika Kelas 5 SD Semester Kedua. Bogor: Yudhistira.

  Trianto. 2010. Mendesain Model Pembelajaran Inovatif-Progresif. Jakarta: Kencana. Wena, Made. 2012. Strategi Pembelajaran Inovatif Kontemporer. Jakarta: Bumi Aksara. Winkel, W.S. 1987. Psikologi Pengajaran. Jakarta: Gramedia.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Lampiran A.1

  Surat Ijin Penelitian

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Lampiran A.2

  Surat Keterangan Telah Melakukan Penelitian

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Lampiran A.3

  Surat Ijin Uji Coba Instrumen Penelitian

  131 Lampiran B.1

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  5 menit

  B. Kegiatan Inti Orientasi Siswa pada Masalah

  5 menit

  A. Kegiatan Awal - Memberi salam pembuka.

  2. Metode Pembelajaran : Ceramah, Diskusi, Tanya Jawab

  1. Pendekatan Pembelajaran : Pembelajaran Berbasis Masalah

  V. Pendekatan dan Metode Pembelajaran :

  2. Siswa dapat menyelesaikan soal yang melibatkan kubus.

  IV. Tujuan Pembelajaran : 1. Siswa dapat menghitung volume kubus.

  2. Menyelesaikan soal yang melibatkan kubus.

  III. Indikator Pencapaian : 1. Menghitung volume kubus.

  II. Kompetensi Dasar : 5.3 Menghitung luas permukaan dan volume kubus, balok, prisma, dan limas.

  I. Standar Kompetensi : 5. Memahami sifat-sifat kubus, balok, prisma, limas, dan bagian-bagiannya, serta menentukan ukurannya.

  

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN I

(RPP I)

Nama Sekolah : SMP Pangudi Luhur 1 Yogyakarta

Mata Pelajaran : Matematika Kelas / Semester : VIII / Genap Alokasi Waktu : 2 x 40 menit (1 Pertemuan) Materi Pembelajaran: Bangun Ruang Sisi Datar

VI. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran : Kegiatan Guru Kegiatan Siswa Waktu

  • Menyampaikan tujuan pembelajaran dan memotivasi siswa untuk lebih aktif dan semangat dalam proses pembelajaran.
  • Menjawab salam guru.
  • Mendengarkan penjelasan guru.
  • Guru mengajukan permasalahan- permasalahan yang ada di LKS dan meminta siswa untuk mempelajari masalah tersebut.
  • Mempelajari permasalahan- permasalahan yang ada di LKS.

  132

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Lampiran B.1 Mengorganisasikan Siswa untuk Belajar

  • Membagi siswa ke dalam kelompok - Duduk sesuai dengan 5 menit di mana satu kelompok terdiri dari 3- kelompoknya. 4 siswa.
  • Meminta siswa mengemukakan ide - Memberi ide tentang cara 5 menit dan berdiskusi dalam kelompoknya penyelesaian masalah sendiri tentang menyelesaikan tersebut. masalah tersebut.

  Membimbing Penyelidikan Individual Maupun Kelompok

  • Memberikan informasi yang - Mengumpulkan informasi 5 menit mungkin dibutuhkan oleh siswa tentang masalah yang ada di dalam mengisi LKS. LKS.
  • Memotivasi siswa untuk melakukan - Mendengarkan motivasi guru 5 menit dialog atau diskusi antar-teman untuk berdiskusi dengan dalam satu kelompok. teman kelompoknya.

  Mengembangkan dan Menyajikan Hasil Karya

  • Membimbing atau mengamati siswa - Mengisi LKS 15 menit dalam menyimpulkan hasil pemecahan masalah yang ada atau dalam pengisian LKS.
  • Mendorong siswa untuk menyajikan - Mempresentasikan hasil 15 menit hasil pemecahan masalah pada LKS diskusi kelompok. dengan cara menunjuk satu kelompok secara acak untuk mempresentasikan hasil diskusi kelompok di depan kelas.

  Menganalisa dan Mengevaluasi Proses Pemecahan Masalah

  • Membantu siswa mengkaji ulang - Menanggapi hasil diskusi 10 menit proses atau hasil pemecahan masalah kelompok lain dan yang telah dipresentasikan di depan mendengarkan hasil analisa kelas. dan evaluasi.

C. Kegiatan Akhir

  • Bersama dengan siswa membuat - Bersama dengan guru 5 menit kesimpulan terhadap materi membuat kesimpulan pelajaran. terhadap materi pelajaran.
  • Guru memberikan tugas untuk - Siswa mendengarkan 5 menit mempelajari materi selanjutnya informasi mengenai tugas

  133 Lampiran B.1

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  3. Siswa dapat menyelesaikan soal yang melibatkan balok.

  B. Kegiatan Inti Orientasi Siswa pada Masalah

  5 menit

  A. Kegiatan Awal - Memberi salam pembuka.

  2. Metode Pembelajaran : Ceramah, Diskusi, Tanya Jawab

  1. Pendekatan Pembelajaran : Pembelajaran Berbasis Masalah

  V. Pendekatan dan Metode Pembelajaran :

  2. Siswa dapat merancang balok untuk volume tertentu.

  134 Lampiran B.1

  IV. Tujuan Pembelajaran : 1. Siswa dapat menghitung volume balok.

  3. Menyelesaikan soal yang melibatkan balok.

  2. Merancang balok untuk volume tertentu.

  III. Indikator Pencapaian : 1. Menghitung volume balok.

  

II. Kompetensi Dasar : 5.3 Menghitung luas permukaan dan volume kubus, balok,

prisma, dan limas.

  I. Standar Kompetensi : 5. Memahami sifat-sifat kubus, balok, prisma, limas, dan bagian-bagiannya, serta menentukan ukurannya.

  

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN II

(RPP II)

Nama Sekolah : SMP Pangudi Luhur 1 Yogyakarta

Mata Pelajaran : Matematika Kelas / Semester : VIII / Genap Alokasi Waktu : 2 x 40 menit (1 Pertemuan) Materi Pembelajaran : Bangun Ruang Sisi Datar

VI. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran : Kegiatan Guru Kegiatan Siswa Waktu

  • Menyampaikan tujuan pembelajaran dan memotivasi siswa untuk untuk lebih aktif dan semangat dalam proses pembelajaran.
  • Menjawab salam guru.
  • Mendengarkan penjelasan guru.
  • Guru mengajukan permasalahan- permasalahan yang ada di LKS dan
  • Mempelajari permasalahan- permasalahan yang ada di 5 menit

  135

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Lampiran B.1 Mengorganisasikan Siswa untuk Belajar

  • Membagi siswa ke dalam kelompok - Duduk sesuai dengan 5 menit di mana satu kelompok terdiri dari 3- kelompoknya. 4 siswa.
  • Meminta siswa mengemukakan ide - Memberi ide tentang cara 5 menit dan berdiskusi dalam kelompoknya penyelesaian masalah sendiri tentang menyelesaikan tersebut. masalah tersebut.

  Membimbing Penyelidikan Individual Maupun Kelompok

  • Memberikan informasi yang - Mengumpulkan informasi 5 menit mungkin dibutuhkan oleh siswa tentang masalah yang ada di dalam mengisi LKS. LKS.
  • Memotivasi siswa untuk melakukan - Mendengarkan motivasi guru 5 menit dialog atau diskusi antar-teman untuk berdiskusi dengan dalam satu kelompok. teman kelompoknya.

  Mengembangkan dan Menyajikan Hasil Karya

  • Membimbing atau mengamati siswa - Mengisi LKS 15 menit dalam menyimpulkan hasil pemecahan masalah yang ada atau dalam pengisian LKS.
  • Mendorong siswa untuk menyajikan - Mempresentasikan hasil 15 menit hasil pemecahan masalah pada LKS diskusi kelompok. dengan cara menunjuk satu kelompok secara acak untuk mempresentasikan hasil diskusi kelompok di depan kelas.

  Menganalisa dan Mengevaluasi Proses Pemecahan Masalah

  • Membantu siswa mengkaji ulang - Menanggapi hasil diskusi 10 menit proses atau hasil pemecahan masalah kelompok lain dan yang telah dipresentasikan di depan mendengarkan hasil analisa kelas. dan evaluasi.

C. Kegiatan Akhir

  • Bersama dengan siswa membuat - Bersama dengan guru 5 menit kesimpulan terhadap materi membuat kesimpulan pelajaran. terhadap materi pelajaran.
  • Guru meminta siswa untuk - Siswa secara mandiri 5 menit mengerjakan kuis I yang dibagikan mengerjakan kuis I.

  136 Lampiran B.1

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  137 Lampiran B.1

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  5 menit

  B. Kegiatan Inti Orientasi Siswa pada Masalah

  5 menit

  A. Kegiatan Awal - Memberi salam pembuka.

  2. Metode Pembelajaran : Ceramah, Diskusi, Tanya Jawab

  1. Pendekatan Pembelajaran : Pembelajaran Berbasis Masalah

  V. Pendekatan dan Metode Pembelajaran :

  2. Siswa dapat menyelesaikan soal yang melibatkan prisma.

  IV. Tujuan Pembelajaran : 1. Siswa dapat menghitung volume prisma.

  2. Menyelesaikan soal yang melibatkan prisma.

  III. Indikator Pencapaian : 1. Menghitung volume prisma.

  

II. Kompetensi Dasar : 5.3 Menghitung luas permukaan dan volume kubus, balok,

prisma, dan limas.

  I. Standar Kompetensi : 5. Memahami sifat-sifat kubus, balok, prisma, limas, dan bagian-bagiannya, serta menentukan ukurannya.

  

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN III

(RPP III)

Nama Sekolah : SMP Pangudi Luhur 1 Yogyakarta

Mata Pelajaran : Matematika Kelas / Semester : VIII / Genap Alokasi Waktu : 2 x 40 menit (1 Pertemuan) Materi Pembelajaran: Bangun Ruang Sisi Datar

VI. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran : Kegiatan Guru Kegiatan Siswa Waktu

  • Menyampaikan tujuan pembelajaran dan memotivasi siswa untuk untuk lebih aktif dan semangat dalam proses pembelajaran.
  • Menjawab salam guru.
  • Mendengarkan penjelasan guru.
  • Guru mengajukan permasalahan- permasalahan yang ada di LKS dan meminta siswa untuk mempelajari masalah tersebut.
  • Mempelajari permasalahan- permasalahan yang ada di LKS.

  138

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Lampiran B.1 Mengorganisasikan Siswa untuk Belajar

  • Membagi siswa ke dalam kelompok - Duduk sesuai dengan 5 menit di mana satu kelompok terdiri dari 3- kelompoknya. 4 siswa.
  • Meminta siswa mengemukakan ide - Memberi ide tentang cara 5 menit dan berdiskusi dalam kelompoknya penyelesaian masalah sendiri tentang menyelesaikan tersebut. masalah tersebut.

  Membimbing Penyelidikan Individual Maupun Kelompok

  • Memberikan informasi yang - Mengumpulkan informasi 5 menit mungkin dibutuhkan oleh siswa tentang masalah yang ada di dalam mengisi LKS. LKS.
  • Memotivasi siswa untuk melakukan - Mendengarkan motivasi guru 5 menit dialog atau diskusi antar-teman untuk berdiskusi dengan dalam satu kelompok. teman kelompoknya.

  Mengembangkan dan Menyajikan Hasil Karya

  • Membimbing atau mengamati siswa - Mengisi LKS 15 menit dalam menyimpulkan hasil pemecahan masalah yang ada atau dalam pengisian LKS.
  • Mendorong siswa untuk menyajikan - Mempresentasikan hasil 15 menit hasil pemecahan masalah pada LKS diskusi kelompok. dengan cara menunjuk satu kelompok secara acak untuk mempresentasikan hasil diskusi kelompok di depan kelas.

  Menganalisa dan Mengevaluasi Proses Pemecahan Masalah

  • Membantu siswa mengkaji ulang - Menanggapi hasil diskusi 10 menit proses atau hasil pemecahan masalah kelompok lain dan yang telah dipresentasikan di depan mendengarkan hasil analisa kelas. dan evaluasi.

C. Kegiatan Akhir

  • Bersama dengan siswa membuat - Bersama dengan guru 5 menit kesimpulan terhadap materi membuat kesimpulan pelajaran. terhadap materi pelajaran.
  • Guru memberikan tugas untuk - Siswa mendengarkan 5 menit mempelajari materi selanjutnya informasi mengenai tugas

  139 Lampiran B.1

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  140 Lampiran B.1

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  5 menit

  B. Kegiatan Inti Orientasi Siswa pada Masalah

  5 menit

  A. Kegiatan Awal - Memberi salam pembuka.

  2. Metode Pembelajaran : Ceramah, Diskusi, Tanya Jawab

  1. Pendekatan Pembelajaran : Pembelajaran Berbasis Masalah

  V. Pendekatan dan Metode Pembelajaran :

  3. Siswa dapat menyelesaikan soal yang melibatkan limas tegak.

  2. Siswa dapat menghitung besar perubahan volume bangun limas tegak jika ukuran rusuknya berubah.

  IV. Tujuan Pembelajaran : 1. Siswa dapat menghitung volume limas tegak.

  3. Menyelesaikan soal yang melibatkan limas tegak.

  2. Menghitung besar perubahan volume bangun limas tegak jika ukuran rusuknya berubah.

  III. Indikator Pencapaian : 1. Menghitung volume limas tegak.

  

II. Kompetensi Dasar : 5.3 Menghitung luas permukaan dan volume kubus, balok,

prisma, dan limas.

  I. Standar Kompetensi : 5. Memahami sifat-sifat kubus, balok, prisma, limas, dan bagian-bagiannya, serta menentukan ukurannya.

  

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN IV

(RPP IV)

Nama Sekolah : SMP Pangudi Luhur 1 Yogyakarta

Mata Pelajaran : Matematika Kelas / Semester : VIII / Genap Alokasi Waktu : 2 x 40 menit (1 Pertemuan) Materi Pembelajaran: Bangun Ruang Sisi Datar

VI. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran : Kegiatan Guru Kegiatan Siswa Waktu

  • Menyampaikan tujuan pembelajaran dan memotivasi siswa untuk terlibat dalam pemecahan masalah.
  • Menjawab salam guru.
  • Mendengarkan penjelasan guru.
  • Guru mengajukan permasalahan- - Mempelajari permasalahan-

  141

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Lampiran B.1 Mengorganisasikan Siswa untuk Belajar

  • Membagi siswa ke dalam kelompok - Duduk sesuai dengan 5 menit di mana satu kelompok terdiri dari 3- kelompoknya. 4 siswa.
  • Meminta siswa mengemukakan ide - Memberi ide tentang cara 5 menit dan berdiskusi dalam kelompoknya penyelesaian masalah sendiri tentang menyelesaikan tersebut. masalah tersebut.

  Membimbing Penyelidikan Individual Maupun Kelompok

  • Memberikan informasi yang - Mengumpulkan informasi 5 menit mungkin dibutuhkan oleh siswa tentang masalah yang ada di dalam mengisi LKS. LKS.
  • Memotivasi siswa untuk melakukan - Mendengarkan motivasi guru 5 menit dialog atau diskusi antar-teman untuk berdiskusi dengan dalam satu kelompok. teman kelompoknya.

  Mengembangkan dan Menyajikan Hasil Karya

  • Membimbing atau mengamati siswa - Mengisi LKS 15 menit dalam menyimpulkan hasil pemecahan masalah yang ada atau dalam pengisian LKS.
  • Mendorong siswa untuk menyajikan - Mempresentasikan hasil 15 menit hasil pemecahan masalah pada LKS diskusi kelompok. dengan cara menunjuk satu kelompok secara acak untuk mempresentasikan hasil diskusi kelompok di depan kelas.

  Menganalisa dan Mengevaluasi Proses Pemecahan Masalah

  • Membantu siswa mengkaji ulang - Menanggapi hasil diskusi 10 menit proses atau hasil pemecahan masalah kelompok lain dan yang telah dipresentasikan di depan mendengarkan hasil analisa kelas. dan evaluasi.

C. Kegiatan Akhir

  • Bersama dengan siswa membuat - Bersama dengan guru 5 menit kesimpulan terhadap materi membuat kesimpulan pelajaran. terhadap materi pelajaran.
  • Guru meminta siswa untuk - Siswa secara mandiri 5 menit mengerjakan kuis II yang dibagikan mengerjakan kuis II.

  142 Lampiran B.1

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  143 Lampiran B.2

  

Lembar Kerja Siswa 1

Volume Kubus

Tujuan Pembelajaran: 1. Siswa dapat menghitung volume kubus.

  2. Siswa dapat menyelesaikan soal yang melibatkan kubus.

  Petunjuk: 1. Isilah identitas diri pada tempat yang telah disediakan di LKS.

  2. Kerjakan semua permasalahan yang ada pada LKS.

  3. Diskusikan bersama teman kelompokmu cara menyelesaikan permasalahan tersebut. : ……………………………….. Nama Kelompok : ……… : ……… No Absen : ……………………………….. No Anggota Permasalahan 1

  Sebuah kubus besar panjang setiap rusuknya 1 m, kubus besar tersebut tersusun dari kubus-kubus kecil dengan panjang setiap rusuknya 20 cm. Berapa banyaknya kubus kecil yang tersusun pada kubus besar ? Diketahui: Ditanyakan: Penyelesaian:

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  144 144 144 Lampiran B.2 Lampiran B.2 Lampiran B.2 Permasalahan 2 Gambar di samping adalah tempa pat minyak rambut dan kotak kemasannya.

  Hitunglah volume kotak kemasan m san minyak rambut tersebut ! Diketahui: Ditanyakan: Penyelesaian:

  Permasalahan 3

  Terdapat kawat sepanjang 144 cm 144 cm, akan dibuat model kerangka seperti gamba bar di samping yang panjang setiap rusukn usuknya sama. Tentukan volume bangun ruang y g yang terbentuk! Diketahui: Ditanyakan: Penyelesaian:

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  145 Lampiran B.2 Permasalahan 4

  Sebuah bak penampung air berbentuk kubus dengan panjang rusuk bagian dalam 60 cm. Jika bak itu diisi penuh air yang mengalir dengan kecepatan 3 liter/menit, berapa lamakah bak tersebut terisi penuh ?

  3

  ( Ingat 1 dm = 1 liter ) Diketahui: Ditanyakan: Penyelesaian: Catatan Penting :

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Lampiran B.3

Contoh Hasil Lembar Kerja Siswa 1

  S 9

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Lampiran B.3

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Lampiran B.3

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Lampiran B.4

Lembar Kerja Siswa 2

Volume Balok

  Tujuan Pembelajaran: 1. Siswa dapat menghitung volume balok.

  2. Siswa dapat merancang balok untuk volume tertentu.

  3. Siswa dapat menyelesaikan soal yang melibatkan balok.

  Petunjuk: 1. Isilah identitas diri pada tempat yang telah disediakan di LKS.

  2. Kerjakan semua permasalahan yang ada pada LKS.

  3. Diskusikan bersama teman kelompokmu cara menyelesaikan permasalahan tersebut. : ……………………………….. : ……… Nama Kelompok : ……… No Absen : ……………………………….. No Anggota Permasalahan 1

  Suatu bak berbentuk balok memiliki ukuran 100 cm x 80 cm x 50 cm. Bak tersebut diisi air sebanyak 240 liter. Jika setiap sisi balok dapat berfungsi sebagai alas, berapa kedalaman air maksimum yang dapat ditampung bak tersebut ?

  Diketahui: Ditanyakan: Penyelesaian:

  Permasalahan 2

  Sebuah lilin berbentuk balok berukuran 3 cm x 3 cm x 8 cm. Berapa lama lilin

  3

  tersebut akan terbakar habis jika 1 cm lilin terbakar habis selama 3 menit ?

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Lampiran B.4

  Ditanyakan: Penyelesaian:

  Permasalahan 3

  Pagoda pastilles dikemas dalam kaleng yang berukuran lebar 5,5 cm dan tinggi 1,7 cm, kemudian dimasukkan ke dalam sebuah dus. Hitunglah volume dus tersebut jika berisi 12 buah kemasan pagoda pastilles !

  Diketahui: Ditanyakan: Penyelesaian:

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Lampiran B.4 Permasalahan 4

  Sebuah truk memiliki bak pengangkut berbentuk balok yang bagian dalamnya berukuran panjang = 4 m, lebar = 1,9 m, dan tinggi = 1,25 m. Hitunglah berat muatan

  3

  truk jika truk tersebut bermuatan penuh tanah dan berat 1 m tanah adalah 1,2 ton ! Diketahui: Ditanyakan: Penyelesaian:

  Permasalahan 5

  Seorang pekerja membuat sebuah bak berbentuk balok dengan luas sisi atas dan sisi depan masing-masing 50 dan 30 . Jika rusuk yang membatasi sisi alas dan sisi depan panjangnya

  10 maka berapa liter air yang dapat diisikan penuh ke dalam bak ?

  Diketahui: Ditanyakan: Penyelesaian:

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Lampiran B.5

Contoh Hasil Lembar Kerja Siswa 2

  S 32

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Lampiran B.5

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Lampiran B.5

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Lampiran B.6

Lembar Kerja Siswa 3

Volume Prisma Tegak

  Tujuan Pembelajaran: 1. Siswa dapat menghitung volume prisma.

  2. Siswa dapat menyelesaikan soal yang melibatkan prisma.

  Petunjuk: 1. Isilah identitas diri pada tempat yang telah disediakan di LKS.

  2. Kerjakan semua permasalahan yang ada pada LKS.

  3. Diskusikan bersama teman kelompokmu cara menyelesaikan permasalahan tersebut. : ……………………………….. : ……… Nama Kelompok : ……… No Absen : ……………………………….. No Anggota Permasalahan 1 (a) (b) (c)

  a. Jika balok pada gambar (a) dipotong tegak sepanjang salah satu bidang diagonalnya, maka apa yang akan kalian peroleh ? Jawab:

  b. Bagaimana hubungan antara volume balok dengan volume prisma pada gambar (b) ? Jawab:

  c. Tentukan volume balok pada gambar (a), jika balok tersebut memiliki panjang p cm, lebar l cm, dan tinggi t cm ! Jawab:

  d. Tentukan volume prisma pada gambar (c) ! Jawab:

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Lampiran B.6

  e. Apa yang dapat disimpulkan dari langkah-langkah tersebut ? Sebutkan rumus volume prisma ! Kesimpulan:

  Permasalahan 2

  Gambar di samping menunjukkan sebuah rumah mungil dengan ukuran seperti tampak pada gambar. Hitunglah volume udara yang terdapat dalam ruangan rumah tersebut ! Diketahui: Ditanyakan: Penyelesaian :

  Permasalahan 3

  Gambar di samping menunjukkan makanan ringan yang dikemas dalam dus berbentuk prisma. Hitunglah volume dus makanan ringan tersebut ! Diketahui:

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Lampiran B.6

  Penyelesaian :

  Permasalahan 4

  Suatu bangun terdiri dari sebuah balok dan sebuah prisma dengan alas berbentuk trapesium sama kaki seperti tampak pada gambar di samping. Hitunglah volume bangun ruang tersebut !

  Diketahui: Ditanyakan: Penyelesaian :

  Catatan-catatan penting :

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Lampiran B.7

Contoh Hasil Lembar Kerja Siswa 3

  S 19

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Lampiran B.7

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Lampiran B.7

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Lampiran B.8 Lampiran B.8 Lampiran B.8

Lembar Kerja Siswa 4

Volume Limas Tegak

  Tujuan Pembelajaran: 1. Siswa dapat menghitung volum volume limas tegak.

  2. Siswa dapat menghitung peruba rubahan volume bangun limas tegak jika ukura ran rusuknya berubah.

  3. Siswa dapat menyelesaikan soa n soal yang melibatkan limas tegak.

  Petunjuk: 1. Isilah identitas diri pada tem a tempat yang telah disediakan di LKS.

  2. Kerjakan semua permasalah salahan yang ada pada LKS.

  3. Diskusikan bersama teman k an kelompokmu cara menyelesaikan permasal asalahan tersebut. : ……………………………….. ……………………………….. : ……… Nama Kelompok ok ……………………………….. : ……… No Absen : ……………………………….. No Anggot ggota Permasalahan 1

  (a) (b)

  a. Gambar (a) menunjukkan sebu n sebuah kubus dengan panjang masing-masing ru rusuknya 2s dengan keempat diagonal ruang yang s ng saling berpotongan di satu titik.

  Bagaimana hubungan antara vol a volume kubus dengan volume limas pada gam gambar (a) ? Jawab:

  b. Tentukan volume kubus pada da gambar (a) jika panjang masing-masing rusu usuknya 2s cm ! Jawab:

  c. Tentukan volume limas pada da gambar (b) dengan menggunakan hubungan pa n pada langkah a, jika diketahui panjang rusuk alas l s limas adalah 2s cm dan tingginya s cm ! Jawab:

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Lampiran B.8

  d. Apa yang dapat disimpulkan dari langkah-langkah tersebut ? Sebutkan rumus volume limas! Kesimpulan:

  Permasalahan 2

  Gambar di samping menunjukkan dus kemasan makanan ringan berbentuk limas dengan alas berbentuk persegi yang panjang sisi-sisinya 14 cm dan panjang rusuk tegaknya 25 cm. Hitunglah volume dus kemasan makanan tersebut ! Diketahui: Ditanyakan: Penyelesaian :

  Permasalahan 3

  Alas sebuah limas berbentuk persegi panjang dengan ukuran panjang 12 cm dan lebar 8 cm. Tinggi limas adalah 15 cm. Jika panjang sisi-sisi alas dan tinggi limas diperbesar 2 kali, tentukan selisih volume limas sebelum dan sesudah diperbesar !

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Lampiran B.8

  Ditanyakan: Penyelesaian :

  Permasalahan 4

  Perhatikan gambar di samping! Jika TP = 6 cm, maka berapa volume bangun tersebut ? Diketahui: Ditanyakan: Penyelesaian :

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Lampiran B.9

Contoh Hasil Lembar Kerja Siswa 4

  S 37

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Lampiran B.9

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Lampiran B.9

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Lampiran C.1

SOAL UJI COBA TES HASIL BELAJAR

Mata Pelajaran : Matematika

  Kelas / Semester : VIII / Genap Pokok Bahasan : Volume Bangun Ruang Sisi Datar Waktu : 80 menit

Petunjuk :

1. Tulislah terlebih dulu nama, kelas, dan no absen pada lembar jawab yang disediakan.

  

2. Periksa dan bacalah soal-soal sebelum kamu menjawabnya. Apabila ada tulisan yang

kurang jelas, rusak, atau jumlah soal kurang, segeralah minta ganti kepada pengawas.

  

3. Jumlah soal sebanyak 8 butir soal esai dan semuanya harus dikerjakan pada lembar

jawab yang disediakan.

  

4. Bacalah soal dengan teliti dan kerjakan dengan menggunakan cara dan langkah-langkah

secara rinci dan jelas.

  1. Jumlah panjang rusuk sebuah kubus 108 cm. Berapakah volume kubus tersebut ? 2. Alas sebuah limas berbentuk persegi yang panjang masing-masing rusuk alasnya 24 cm.

  2 Berapa volume limas tersebut jika jumlah luas sisi tegaknya 960 cm ?

  3. Sebuah ruang kelas berbentuk seperti gambar di samping! Jika AB = 10 m, BC = 5 m, CD = // // //

  EF = 5 m, ED = 4 m, dan BH = 10 m. Diketahui pula , // // // . Hitunglah volume bangun tersebut !

  4. Bangun ruang di samping merupakan gabungan dari sebuah kubus yang panjang masing-masing rusuknya 16 cm dan sebuah limas yang tingginya 15 cm. Hitunglah volume bangun tersebut !

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Lampiran C.1

  5. Sebuah kaleng berbentuk kubus yang panjang masing-masing rusuknya 60 cm diisi minyak sampai penuh. Minyak itu dipindahkan sampai habis ke dalam kaleng berbentuk balok hingga terisi penuh. Kaleng yang berbentuk balok memiliki alas yang berukuran 80 cm x 50 cm. Tentukan tinggi kaleng yang berbentuk balok tersebut !

  6. Alas sebuah limas berbentuk persegi dengan panjang sisinya 20 cm dan tinggi limas 24 cm.

  Jika panjang sisi-sisi alas dan tinggi limas diperbesar 4 kali, tentukan selisih volume limas sebelum dan sesudah diperbesar !

  7. Sebuah balok berukuran panjang (2x + 6) cm, lebar (2x – 2) cm, dan tinggi (3x + 4) cm.

  Sedangkan jumlah panjang rusuk-rusuknya 228 cm. Hitunglah nilai x dan volume balok !

  8. Hitunglah volume bangun ruang di samping !

  

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Lampiran C.2

KUNCI JAWABAN DAN PENSKORAN SOAL UJI COBA TES HASIL BELAJAR

  1. Jumlah panjang rusuk sebuah kubus 108 cm. Berapakah volume kubus tersebut ?

  Jawab Skor

  Diketahui : Jumlah panjang rusuk kubus = 108 cm

  1 Ditanya : Berapakah volume kubus ?

  1 Jumlah panjang rusuk kubus = 12 x r 1 12 x r = 108 cm r = 9 cm

  3 Volume kubus = r

  1

  3

  = 9

  3

  = 729 cm

  3 Jadi, volume kubus adalah 729 cm .

  1 Total skor 5

  2. Alas sebuah limas berbentuk persegi yang panjang masing-masing rusuk alasnya 24 cm. Berapa

  2

  volume limas tersebut jika jumlah luas sisi tegaknya 960 cm ?

  Jawab Skor

  Diketahui :

  1 Alas limas berbentuk persegi dengan s = 24 cm

  2 Luas sisi tegak limas = 960 cm

  Ditanya : Berapakah volume limas ?

  1

  1 Luas sisi tegak = 4 ( ) 4 ( 24 ) = 960 48 x = 960

  = 20 cm Tinggi limas = √20 − 12 = 16 cm

  1 Volume limas = = (24 24) 16

  3

  = 3072 cm

  3 Jadi, volume limas adalah 3072 cm .

  1 Total skor 5

  3. Sebuah ruang kelas berbentuk seperti gambar di samping! Jika AB = 10 m, BC = 5 m, CD = EF = 5 m, ED = 4 m, dan BH = 10 m. Diketahui pula // , // // // // // . Hitunglah volume bangun tersebut !

  

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Lampiran C.2 Jawab Skor

  Diketahui :

  1 Ukuran balok : p = 10 m, l = 10 m, t = 5 m Ukuran prisma : alas prisma berbentuk persegi dengan s = 10 m Ditanya : Berapakah volume bangun ruang ?

  1 Tinggi prisma = 10 m

  1 = √5 − 3 = 4 m

  ( )

  2 Luas alas prisma = = 28 m

  3 Volume prisma = L alas x t prisma = 28 x 10 = 280 m

  Volume balok = p l t

  1 = 10 x 10 x 5

  3

  = 500 cm Volume bangun ruang = volume prisma + volume balok

  

3

  = 280 + 500 = 780 cm

  3 Jadi, volume bangun ruang adalah 780 cm .

  1 Total skor 5

  4. Bangun ruang di samping merupakan gabungan dari sebuah kubus yang panjang rusuknya 16 cm dan sebuah limas yang tingginya 15 cm. Hitunglah volume bangun tersebut !

  Jawab Skor

  Diketahui :

  1 Ukuran kubus : r = 16 cm Ukuran limas : alas limas berbentuk persegi dengan s = 10 m dan t = 15 cm Ditanya : Berapakah volume bangun ruang ?

  1

  2 Luas alas limas = 16 x 16 = 256 cm

  1

  3 Volume limas = L x t = 256 x 15 = 1280 cm

  3 Volume kubus = r

  1

  3

  = 16

  3

  = 4096 cm Volume bangun ruang = volume limas + volume kubus

  3

  = 1280 + 4096 = 5376 cm

  3 Jadi, volume bangun ruang adalah 5376 cm .

  1 Total skor 5

  5. Sebuah kaleng berbentuk kubus yang panjang masing-masing rusuknya 60 cm diisi minyak

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Lampiran C.2 Jawab Skor

  Diketahui : Ukuran kubus : r = 60 cm

  1 Ukuran balok : p = 80 cm, l = 50 cm Ditanya : Berapakah tinggi balok ?

  1

3 Volume kubus = r

  1

  3

  = 60

  3

  = 216000 cm Volume balok = volume kubus

  1 80 x 50 x t = 216000 t = 54 cm Jadi, tinggi kaleng yang berbentuk balok adalah 54 cm.

  1 Total skor 5

  6. Alas sebuah limas berbentuk persegi dengan panjang sisinya 20 cm dan tinggi limas 24 cm. Jika panjang sisi-sisi alas dan tinggi limas diperbesar 4 kali, tentukan selisih volume limas sebelum dan sesudah diperbesar !

  Jawab Skor

  Diketahui :

  1 Ukuran limas : Alas limas berbentuk persegi dengan s = 20 cm, dan tinggi limas t = 24 cm Panjang sisi-sisi alas dan tinggi limas diperbesar 4 kali Ditanya : tentukan besar perubahan volume limas !

  1 Ukuran limas setelah diperbesar : s = 4 x 20 = 80 cm, t = 4 x 24 = 96 cm

  1 Besar perubahan volume = volume setelah diperbesar – volume awal

  1 = { (80 x 80) x 96} - { (20 x 20) x 24}

  3

  = 204800 – 3200 = 201600 cm

  3 Jadi, besar perubahan volume limas adalah 201600 cm .

  1 Total skor 5 7. Sebuah balok berukuran panjang (2x + 6) cm, lebar (2x – 2) cm, dan tinggi (3x + 4) cm.

  Sedangkan jumlah panjang rusuk-rusuknya 228 cm. Hitunglah nilai x dan volume balok !

  Jawab Skor

  Diketahui :

  1 Ukuran balok : p = (2x + 6) cm, l = (2x – 2) cm, dan t = (3x + 4) cm Jumlah panjang rusuk balok = 228 cm Ditanya : Hitunglah nilai x dan volume balok !

  1 Jumlah panjang rusuk balok = 4 (p + l + t)

  1 4{(2x + 6) + (2x – 2) + (3x + 4)} = 228 4 (7x + 8) = 228

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Lampiran C.2

  p = (2x + 6) cm = 20 cm, l = (2x – 2) cm = 12 cm,

  1 dan t = (3x + 4) cm = 25 cm Volume balok = p l t

  = 20 x 12 x 25

  3

  = 6000 cm

  3 Jadi, nilai x adalah 7 dan volume balok adalah 6000 cm .

  1 Total skor 5

  8. Hitunglah volume bangun ruang di bawah !

  Jawab Skor

  Diketahui :

  1 Ukuran prisma: alas berbentuk trapesium dengan sisi 8 cm, 17 cm dan t = 32 cm Tinggi prisma = 20 cm Ditanya : Berapakah volume bangun ruang ?

  1

  1 Luas alas prisma = L = (8 + 17) 32

  2

  = 400 cm Volume prisma = L x t

  1 = 400 x 20

  3

  = 8000 cm

3 Jadi, volume bangun ruang adalah 8000 cm .

  1 Total skor 5

PEDOMAN PENILAIAN

  Nilai = : 4 x 10

  Lampiran C.3

  Contoh Lembar Jawab Uji Coba Tes Hasil Belajar

  U 4 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Lampiran C.3

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Lampiran C.3

  Lampiran C.4

ANALISIS DATA UJI COBA TES HASIL BELAJAR

  = ∑

  2.5

  

4

  2

  2.5

  3

  23.5 U 17

  5

  2.5

  2.5

  

2.5

  2.5

  5

  5

  2

  27.5 U 18

  5

  3.5

  2.5

  

3.5

  3

  2.5

  1.5

  1

  22.5 U 19

  2

  5

  5

  

5

  2

  2.5

  3

  2.5

  

3.5

  2

  2.5

  2

  2.5

  20.5 U 14

  2

  2

  

3

  37.5 U 16

  3

  2.5

  2

  16.5 U 15

  3.5

  4

  5

  

5

  5

  5

  5

  5

  5

  5

  5

  5

  2.5

  

3

  2

  2

  2.5

  1

  18.5 U 24

  5

  5

  5

  

3

  4.5

  3

  5

  5

  37.5 U 25

  2

  5

  5

  

5

  5

  5

  5

  5

  37 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  2.5

  26 U 23

  4

  2

  21 U 20

  3

  2

  

2.5

  3

  2.5

  2

  2

  17 U 21

  5

  2

  

2.5

  2

  2

  2.5

  2.5

  1

  19.5 U 22

  5

  3.5

  2.5

  

3.5

  2

  5

  2.5

  33 U 13

  2.5

  − (∑ )(∑ ) { ∑ − ( ) }{ ∑ − ( ) }

  

5

  5

  2.5

  2.5

  

2

  2

  2

  1

  17 U 4

  5

  5

  5

  5

  2.5

  5

  5

  5

  40 U 5

  3

  2

  2

  

3

  2

  3

  2

  1

  25 U 3

  2.5

  4

  5

  Tabel Daftar Skor Uji Coba Tes Hasil Belajar

  Kode Siswa Skor Butir Soal Total

  Skor

  1

  2

  3

  

4

  5

  6

  7

  8 U 1

  2.5

  2.5

  2.5

  

2.5

  2

  2

  2

  1

  19.5 U 2

  5

  2.5

  2.5

  

5

  2.5

  18 U 6

  3.5

  1. Analisis Validitas Tes Hasil Belajar Validitas tes hasil belajar diperoleh dengan menghitung koefisien korelasi data hasil uji coba tes hasil belajar. Koefisien korelasi yang diperoleh kemudian dibandingkan dengan r product-moment sehingga dapat disimpulkan tes hasil belajar valid atau tidak. Validitas butir item soal uji coba dianalisis dengan menggunakan teknik korelasi product-moment dari Pearson. Rumus korelasi product-moment dari Pearson adalah sebagai berikut:

  5

  2.5

  2

  18 U 10

  2.5

  3

  2.5

  

3.5

  2

  2.5

  1

  17 U 11

  5

  2

  5

  

5

  5

  3

  2.5

  5

  35.5 U 12

  5

  3

  5

  

4

  3.5

  2.5

  

3

  2

  3.5

  

3

  2

  2

  2

  1.5

  20 U 7

  2.5

  2.5

  2

  

3.5

  2

  2

  1

  2

  20 U 8

  5

  2.5

  2

  

3

  1

  2.5

  2

  18 U 9

  2.5

  2.5

  5

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

6.25

20.5 420.25

  5

  

25

27.5 756.25 137.5 U 18

  5

  

25

23.5 552.25 117.5 U 17

  5

  

12.25

37.5 1406.25 131.25 U 16

  3.5

  33 U 15

  

4

16.5 272.25

  2

  51.25 U 14

  2.5

  2

  

25

33 1089 165 U 13

  5

  

25

35.5 1260.25 177.5 U 12

  5

  42.5 U 11

  

6.25

17 289

  2.5

  45 U 10

  

6.25

18 324

  2.5

  90 U 9

  

25

18 324

  

25

22.5 506.25 112.5 U 19

  

4

21 441

  50 U 8

  2

  

25

31 961 155 Jumlah 115 498.5 712 19073 2920.75

  5

  

25

30 900 150 U 29

  5

  

25

28 784 140 U 28

  5

  43.75 U 27

  

6.25

17.5 306.25

  2.5

  74 U 26

  

4

37 1369

  

25

37.5 1406.25 187.5 U 25

  42 U 20

  5

  55.5 U 24

  

9

18.5 342.25

  3

  

25

26 676 130 U 23

  5

  97.5 U 22

  

25

19.5 380.25

  5

  51 U 21

  

9

17 289

  3

  5

  Lampiran C.4 U 26

  2.5

  1.5

  5

  30 U 29

  5

  4

  2.5

  5

  

3

  3

  2.5

  5

  28 U 28

  3.5

  5

  2.5

  5

  

3

  5

  2.5

  5

  17.5 U 27

  1.5

  3

  5

  

3

  2.5

  4

  

3

  2.5

  

25

25 625 125 U 3

  80 U 7

  

16

20 400

  4

  54 U 6

  

9

18 324

  3

  

25

40 1600 200 U 5

  5

  85 U 4

  

25

17 289

  5

  5

  3

  97.5 U 2

  

25

19.5 380.25

  5

  2 XY U 1

  2 Y Y

  X X

  Kode Siswa

  a. Validitas Soal Tes Hasil Belajar Nomor 1 Tabel Validitas Soal Tes Hasil Belajar Nomor 1

  31

  5

  4

  2

  

6.25 20 400 Lampiran C.4

  Perhitungan validitas soal nomor 1: =

  ∑ − (∑ )(∑ )

  { ∑ − (∑ ) }{ ∑ − (∑ ) } =

  29(2920.75) − (115)(712) 29(498.5) − (115 ) (29 19073) − (712 )

  = 0,374 Apabila nilai ≥ maka korelasi antara item soal dengan skor total soal tersebut valid. Pada uji validitas tes hasil belajar, nilai pada tabel ( ) pada taraf signifikansi 5%, dengan jumlah siswa 29 adalah 0,367. Dari perhitungan diperoleh

  = 0,374 Karena nilai > maka soal tersebut valid dengan kualifikasi rendah.

  b. Validitas Soal Tes Hasil Belajar Nomor 2 Tabel Validitas Soal Tes Hasil Belajar Nomor 2

  Kode Siswa

2 Y Y

  2 XY U 1

  68.75 U 18

  3

  9 20.5 420.25

  61.5 U 14

  2

  4 16.5 272.25

  33 U 15

  4

  16 37.5 1406.25 150 U 16

  2

  4 23.5 552.25

  47 U 17

  2.5

  6.25 27.5 756.25

  3.5

  9 33 1089

  12.25 22.5 506.25

  78.75 U 19

  5

  25 21 441 105 U 20

  2

  4 17 289

  34 U 21

  2

  4 19.5 380.25

  39 U 22

  3.5

  12.25 26 676

  91 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  99 U 13

  3

  2.5

  3.5

  6.25 19.5 380.25

  48.75 U 2

  2.5

  6.25 25 625

  62.5 U 3

  2.5

  6.25 17 289

  42.5 U 4

  5

  25 40 1600 200 U 5

  2

  4 18 324

  36 U 6

  12.25 20 400

  25 35.5 1260.25 177.5 U 12

  70 U 7

  2.5

  6.25 20 400

  50 U 8

  2.5

  6.25 18 324

  45 U 9

  2.5

  6.25 18 324

  45 U 10

  X X

  9 17 289

  51 U 11

  5

  3

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Lampiran C.4 U 23

  2.5

  6.25 18.5 342.25

  46.25 U 24

  5

  25 37.5 1406.25 187.5 U 25

  5

  25 37 1369 185 U 26

  2.5

  6.25 17.5 306.25

  43.75 U 27

  2.5

  6.25 28 784

  70 U 28

  2.5

  6.25 30 900

  75 U 29

  4

  16 31 961 124 Jumlah 90 309.5 712 19073 2366.75

  Perhitungan validitas soal nomor 2: ∑

  − (∑ )(∑ ) =

  { ∑ − (∑ ) }{ ∑ − (∑ ) } 29(2366.75) − (90)(712)

  = 29(309.5) − (90 ) (29 19073) − (712 )

  = 0.717 Apabila nilai ≥ maka korelasi antara item soal dengan skor total soal tersebut valid. Pada uji validitas tes hasil belajar, nilai pada tabel ( ) pada taraf signifikansi 5%, dengan jumlah siswa 29 adalah 0,367. Dari perhitungan diperoleh = 0.717. Karena nilai > maka soal tersebut valid dengan kualifikasi tinggi.

  c. Validitas Soal Tes Hasil Belajar Nomor 3 Tabel Validitas Soal Tes Hasil Belajar Nomor 3

  Kode

  2

  2 Siswa

  XY U 1

  X X Y Y

  2.5

  6.25 19.5 380.25

  48.75 U 2

  2.5

  6.25 25 625

  62.5 U 3

  2.5

  6.25 17 289

  42.5 U 4

  5

  25 40 1600 200 U 5

  2

  4 18 324

  36 U 6

  2

  4 20 400

  40 U 7

  2

  4 20 400

  40 U 8

  2

  4 18 324

  36 U 9

  1

  1 18 324

  18 U 10

  2.5

  6.25 17 289

  42.5 U 11

  5

  25 35.5 1260.25 177.5 U 12

  5

  25 33 1089 165

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Lampiran C.4 U 13

  2.5

  6.25 20.5 420.25

  51.25 U 14

  2

  4 16.5 272.25

  33 U 15

  5

  25 37.5 1406.25 187.5 U 16

  5

  25 23.5 552.25 117.5 U 17

  2.5

  6.25 27.5 756.25

  68.75 U 18

  2.5

  6.25 22.5 506.25

  56.25 U 19 21 441 U 20 17 289 U 21

  2

  4 19.5 380.25

  39 U 22

  2.5

  6.25 26 676

  65 U 23

  2.5

  6.25 18.5 342.25

  46.25 U 24

  5

  25 37.5 1406.25 187.5 U 25

  5

  25 37 1369 185 U 26 17.5 306.25 U 27

  5

  25 28 784 140 U 28

  3

  9 30 900

  90 U 29

  5

  25 31 961 155 Jumlah 83.5 315.25 712 19073 2330.75

  Perhitungan validitas soal nomor 3: ∑

  − (∑ )(∑ ) =

  { ∑ − (∑ ) }{ ∑ − (∑ ) } 29(2330.75) − (83.5)(712)

  = 29(315.25) − (83.5 ) (29 19073) − (712 )

  = 0.813 Apabila nilai ≥ maka korelasi antara item soal dengan skor total soal tersebut valid. Pada uji validitas tes hasil belajar, nilai pada tabel ( ) pada taraf signifikansi 5%, dengan jumlah siswa 29 adalah 0,367. Dari perhitungan diperoleh = 0.813. Karena nilai > maka soal tersebut valid dengan kualifikasi sangat tinggi.

  d. Validitas Soal Tes Hasil Belajar Nomor 4 Tabel Validitas Soal Tes Hasil Belajar Nomor 4

  Kode

  2

  2 Siswa

  XY U 1

  X X Y Y

  2.5

  6.25 19.5 380.25

  48.75 U 2

  5

  25 25 625 125

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  48.75 U 22

  3

  55.5 U 24

  9 18.5 342.25

  3

  91 U 23

  12.25 26 676

  3.5

  6.25 19.5 380.25

  5

  2.5

  42.5 U 21

  6.25 17 289

  2.5

  25 21 441 105 U 20

  5

  78.75 U 19

  9 37.5 1406.25 112.5 U 25

  25 37 1369 185 U 26

  3.5

  9 31 961

  ≥ maka korelasi antara item soal dengan skor total soal tersebut valid. Pada uji validitas tes hasil belajar, nilai pada tabel ( ) pada

  = 0,582 Apabila nilai

  29(2578.75) − (100.5)(712) 29(371.25) − (100.5 ) (29 19073) − (712 )

  { ∑ − (∑ ) }{ ∑ − (∑ ) } =

  ∑ − (∑ )(∑ )

  Perhitungan validitas soal nomor 4: =

  93 Jumlah 100.5 371.25 712 19073 2578.75

  3

  3

  90 U 29

  9 30 900

  3

  84 U 28

  9 28 784

  3

  52.5 U 27

  9 17.5 306.25

  12.25 22.5 506.25

  Lampiran C.4 U 3

  2

  60 U 7

  3

  54 U 9

  9 18 324

  3

  70 U 8

  12.25 20 400

  3.5

  9 20 400

  54 U 10

  3

  54 U 6

  9 18 324

  3

  25 40 1600 200 U 5

  5

  34 U 4

  4 17 289

  9 18 324

  3.5

  6.25 27.5 756.25

  9 16.5 272.25

  2.5

  94 U 17

  16 23.5 552.25

  4

  25 37.5 1406.25 187.5 U 16

  5

  49.5 U 15

  3

  12.25 17 289

  71.75 U 14

  12.25 20.5 420.25

  3.5

  16 33 1089 132 U 13

  4

  25 35.5 1260.25 177.5 U 12

  5

  59.5 U 11

  68.75 U 18

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Lampiran C.4

  taraf signifikansi 5%, dengan jumlah siswa 29 adalah 0,367. Dari perhitungan diperoleh = 0,582. Karena nilai > maka soal tersebut valid dengan kualifikasi cukup.

  e. Validitas Soal Tes Hasil Belajar Nomor 5 Tabel Validitas Soal Tes Hasil Belajar Nomor 5

  Kode

  2

  2 Siswa

  XY U 1

  X X Y Y

  2

  4 19.5 380.25

  39 U 2

  2.5

  6.25 25 625

  62.5 U 3

  2

  4 17 289

  34 U 4

  5

  25 40 1600 200 U 5

  2

  4 18 324

  36 U 6

  2

  4 20 400

  40 U 7

  2

  4 20 400

  40 U 8

  1

  1 18 324

  18 U 9

  2

  4 18 324

  36 U 10

  2

  4 17 289

  34 U 11

  5

  25 35.5 1260.25 177.5 U 12

  3.5

  12.25 33 1089 115.5 U 13

  2

  4 20.5 420.25

  41 U 14

  3

  9 16.5 272.25

  49.5 U 15

  5

  25 37.5 1406.25 187.5 U 16

  2

  4 23.5 552.25

  47 U 17

  2.5

  6.25 27.5 756.25

  68.75 U 18

  3

  9 22.5 506.25

  67.5 U 19

  5

  25 21 441 105 U 20

  3

  9 17 289

  51 U 21

  2

  4 19.5 380.25

  39 U 22

  2

  4 26 676

  52 U 23

  2

  4 18.5 342.25

  37 U 24

  5

  25 37.5 1406.25 187.5 U 25

  5

  25 37 1369 185 U 26

  5

  25 17.5 306.25

  87.5 U 27

  5

  25 28 784 140 U 28

  5

  25 30 900 150 U 29

  3

  9 31 961

  93 Jumlah 90.5 334.75 712 19073 2420.75

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  51.25 U 14

  2.5

  25 37.5 1406.25 187.5 U 16

  5

  41.25 U 15

  6.25 16.5 272.25

  2.5

  6.25 20.5 420.25

  58.75 U 17

  2.5

  25 33 1089 165 U 13

  5

  9 35.5 1260.25 106.5 U 12

  3

  42.5 U 11

  6.25 23.5 552.25

  5

  2.5

  6.25 17 289

  25 26 676 130

  5

  48.75 U 22

  6.25 19.5 380.25

  2.5

  42.5 U 21

  2.5

  25 27.5 756.25 137.5 U 18

  84 U 20

  16 21 441

  4

  56.25 U 19

  6.25 22.5 506.25

  2.5

  6.25 17 289

  Lampiran C.4

  Perhitungan validitas soal nomor 5: =

  X X

  6.25 25 625

  2.5

  39 U 2

  4 19.5 380.25

  2

  2 XY U 1

  Kode Siswa

  2

  f. Validitas Soal Tes Hasil Belajar Nomor 6 Tabel Validitas Soal Tes Hasil Belajar Nomor 6

  = 0,689. Karena nilai > maka soal tersebut valid dengan kualifikasi tinggi.

  = 0,689 Apabila nilai ≥ maka korelasi antara item soal dengan skor total soal tersebut valid. Pada uji validitas tes hasil belajar, nilai pada tabel ( ) pada taraf signifikansi 5%, dengan jumlah siswa 29 adalah 0,367. Dari perhitungan diperoleh

  29(2420.75) − (90.5)(712) 29(334.75) − (90.5 ) (29 19073) − (712 )

  { ∑ − (∑ ) }{ ∑ − (∑ ) } =

  ∑ − (∑ )(∑ )

2 Y Y

  62.5 U 3

  4 17 289

  6.25 18 324

  3.5

  2.5

  45 U 9

  6.25 18 324

  2.5

  70 U 8

  12.25 20 400

  40 U 7

  34 U 4

  4 20 400

  2

  54 U 6

  9 18 324

  3

  25 40 1600 200 U 5

  5

  45 U 10

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Lampiran C.4 U 23

  2

  4 18.5 342.25

  37 U 24

  4.5

  20.25 37.5 1406.25 168.75 U 25

  5

  25 37 1369 185 U 26

  3

  9 17.5 306.25

  52.5 U 27

  2.5

  6.25 28 784

  70 U 28

  2.5

  6.25 30 900

  75 U 29

  2

  4 31 961

  62 Jumlah 91 320.5 712 19073 2391.5

  Perhitungan validitas soal nomor 6: ∑

  − (∑ )(∑ ) =

  { ∑ − (∑ ) }{ ∑ − (∑ ) } 29(2391.5) − (91)(712)

  = 29(320.5) − (91 ) (29 19073) − (712 )

  = 0,0.667 Apabila nilai ≥ maka korelasi antara item soal dengan skor total soal tersebut valid. Pada uji validitas tes hasil belajar, nilai pada tabel ( ) pada taraf signifikansi 5%, dengan jumlah siswa 29 adalah 0,367. Dari perhitungan diperoleh = 0.667. Karena nilai > maka soal tersebut valid dengan kualifikasi tinggi.

  g. Validitas Soal Tes Hasil Belajar Nomor 7 Tabel Validitas Soal Tes Hasil Belajar Nomor 7

  Kode

  2

  2 Siswa

  XY U 1

  X X Y Y

  2

  4 19.5 380.25

  39 U 2

  2.5

  6.25 25 625

  62.5 U 3 17 289 U 4

  5

  25 40 1600 200 U 5

  2

  4 18 324

  36 U 6

  2

  4 20 400

  40 U 7

  2

  4 20 400

  40 U 8

  2

  4 18 324

  36 U 9

  2.5

  6.25 18 324

  45 U 10 17 289 U 11

  2.5

  6.25 35.5 1260.25

  88.75 U 12

  2.5

  6.25 33 1089

  82.5

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Lampiran C.4 U 13

  2

  4 20.5 420.25

  41 U 14

  2

  4 16.5 272.25

  33 U 15

  5

  25 37.5 1406.25 187.5 U 16 23.5 552.25 U 17

  2.5

  6.25 27.5 756.25

  68.75 U 18

  1.5

  2.25 22.5 506.25

  33.75 U 19 21 441 U 20

  2

  4 17 289

  34 U 21

  2.5

  6.25 19.5 380.25

  48.75 U 22

  2.5

  6.25 26 676

  65 U 23

  2.5

  6.25 18.5 342.25

  46.25 U 24

  5

  25 37.5 1406.25 187.5 U 25

  5

  25 37 1369 185 U 26 17.5 306.25 U 27

  3.5

  12.25 28 784

  98 U 28

  4

  16 30 900 120 U 29

  4

  16 31 961 124 Jumlah 69 228.5 712 19073 1942.25

  Perhitungan validitas soal nomor 7: ∑

  − (∑ )(∑ ) =

  { ∑ − (∑ ) }{ ∑ − (∑ ) } 29(1942.5) − (69)(712)

  = 29(228.5) − (69 ) (29 19073) − (712 )

  = 0,775 ≥

  Apabila nilai maka korelasi antara item soal dengan skor total soal tersebut valid. Pada uji validitas tes hasil belajar, nilai pada tabel ( ) pada taraf signifikansi 5%, dengan jumlah siswa 29 adalah 0,367. Dari perhitungan

  = 0,775. Karena nilai > diperoleh maka soal tersebut valid dengan kualifikasi tinggi.

  h. Validitas Soal Tes Hasil Belajar Nomor 8 Tabel Validitas Soal Tes Hasil Belajar Nomor 8

  Kode

  2

  2 Siswa

  X Y

  XY

  X Y

  U 1

  1

  1 19.5 380.25

  19.5 U 2

  2.5

  6.25 25 625

  62.5 U 3

  1

  1 17 289

  17

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  25 37 1369 185 U 26

  4 17 289

  34 U 21

  1

  1 19.5 380.25

  19.5 U 22

  2

  4 26 676

  52 U 23

  1

  1 18.5 342.25

  18.5 U 24

  5

  25 37.5 1406.25 187.5 U 25

  5

  1.5

  22.5 U 19 21 441 U 20

  2.25 17.5 306.25

  26.25 U 27

  1.5

  2.25 28 784

  42 U 28

  5

  25 30 900 150 U 29

  5

  25 31 961 155 Jumlah 72.5 276.25 712 19073 2121.5

  Perhitungan validitas soal nomor 8 =

  ∑ − (∑ )(∑ ) { ∑ − (∑ ) }{ ∑ − (∑ ) }

  = 29(2121.5) − (72.5)(712)

  29(276.25) − (72.5 ) (29 19073) − (712 ) = 0,878

  Apabila nilai ≥ maka korelasi antara item soal dengan skor total soal tersebut valid. Pada uji validitas tes hasil belajar, nilai pada tabel ( ) pada taraf signifikansi 5%, dengan jumlah siswa 29 adalah 0,367. Dari perhitungan

  2

  Lampiran C.4 U 4

  5

  1 17 289

  25 40 1600 200 U 5

  1

  1 18 324

  18 U 6

  1.5

  2.25 20 400

  30 U 7

  2

  4 20 400

  40 U 8 18 324 U 9

  2

  4 18 324

  36 U 10

  1

  17 U 11

  1

  5

  25 35.5 1260.25 177.5 U 12

  5

  25 33 1089 165 U 13

  2.5

  6.25 20.5 420.25

  51.25 U 14 16.5 272.25 U 15

  5

  25 37.5 1406.25 187.5 U 16

  3

  9 23.5 552.25

  70.5 U 17

  5

  25 27.5 756.25 137.5 U 18

  1 22.5 506.25

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Lampiran C.4

  diperoleh = 0,878. Karena nilai > maka soal tersebut valid dengan kualifikasi sangat tinggi.

  2. Analisis Reliabilitas Tes Hasil Belajar Tinggi rendahnya reliabilitas secara empirik ditunjukkan dengan suatu angka yang disebut koefisien reliabilitas. Untuk menghitung koefisien reliabilitas tes hasil belajar siswa digunakan rumus Alpha Cronbrach untuk jenis data interval/essay. Rumus koefisien reliabilitas Alpha Cronbach sebagai berikut.

  ∑ = 1 −

  − 1 Keterangan:

  = koefisien reliabilitas yang dicari k = banyaknya item dalam instrumen ∑

  = jumlah variansi tiap-tiap item soal = variansi total Variansi tiap-tiap item soal diperoleh dengan rumus berikut.

  (∑ ) ∑

  − =

  Keterangan: = variansi tiap-tiap item soal = skor pada item soal

  N = banyak siswa yang mengikuti tes Tabel Analisis Butir Soal Uji Coba Tes Hasil Belajar

  Skor Butir Soal Kode Total Siswa

  Skor

  1

  2

  3

  4

  5

  6

  7

  8 U 1

  5

  2.5

  2.5

  2.5

  2

  2

  2

  1

  19.5 U 2

  5

  2.5

  2.5

  5

  2.5

  2.5

  2.5

  2.5

  25 U 3

  5

  2.5

  2.5

  2

  2

  2

  1

  17 U 4

  5

  5

  5

  5

  5

  5

  5

  5

  40 U 5

  3

  2

  2

  3

  2

  3

  2

  1

  18 U 6

  4

  3.5

  2

  3

  2

  2

  2

  1.5

  20 U 7

  2.5

  2.5

  2

  3.5

  2

  3.5

  2

  2

  20 U 8

  5

  2.5

  2

  3

  1

  2.5

  2

  18

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  37 U 26

  5

  37.5 U 25

  2

  5

  5

  5

  5

  5

  5

  5

  2.5

  4.5

  2.5

  3

  5

  3

  1.5

  17.5 U 27

  5

  2.5

  5

  3

  5

  5

  2.5

  26 U 23

  1

  19.5 U 22

  5

  3.5

  2.5

  3.5

  2

  5

  2.5

  2

  3

  3

  2.5

  2.5

  3

  2

  2

  2.5

  1

  18.5 U 24

  5

  5

  5

  5

  3.5

  2.5

  29 =

  29

  29 =

  498.50 − 456.03

  29 = 1.46

  2) Varians butir soal nomor 2 =

  ∑ −

  (∑ ) =

  309.50 −

  90

  29

  309.50 − 279.31

  = 498.50 −

  29 = 1.04

  3) Varians butir soal nomor 3 =

  ∑ −

  (∑ ) =

  315.25 −

  83.5

  29

  29 =

  315.25 − 240.42

  29 = 2.58

  115

  − (∑ )

  1.5

  5

  28 U 28

  5

  2.5

  3

  3

  5

  2.5

  4

  5

  30 U 29

  4

  = ∑

  5

  3

  3

  2

  4

  5

  31 x 115 90 83.5 100.5

  90.5

  91

  69 72.5 712 ∑ x 2 498.50 309.50 315.25 371.25 334.75 320.50 228.50 276.25 19073.00

  a. Mencari varians tiap-tiap butir soal 1) Varians butir soal nomor 1

  2.5

  Lampiran C.4 U 9

  2.5

  3.5

  5

  4

  3.5

  5

  2.5

  5

  33 U 13

  2.5

  3

  2.5

  2

  5

  2.5

  2

  2.5

  20.5 U 14

  2

  2

  2

  3

  3

  2.5

  3

  35.5 U 12

  16.5 U 15

  2.5

  2.5

  1

  3

  2

  2.5

  2.5

  2

  18 U 10

  2.5

  3

  3.5

  5

  2

  2.5

  1

  17 U 11

  5

  5

  5

  5

  5

  3

  2.5

  2

  3.5

  2.5

  4

  3.5

  3

  2.5

  1.5

  1

  22.5 U 19

  2

  5

  5

  5

  21 U 20

  3.5

  3

  2

  2.5

  3

  2.5

  2

  2

  17 U 21

  5

  2

  2

  2.5

  5

  4

  4

  5

  5

  5

  5

  5

  5

  37.5 U 16

  5

  2

  5

  2

  27.5 U 18

  2.5

  3

  23.5 U 17

  5

  2.5

  2.5

  2.5

  2.5

  5

  2.5

  5

  2

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  b. Menghitung varians semua butir soal = + + + + + + +

  29

  29 =

  228.50 − 164.17

  29 = 2.21

  8) Varians butir soal nomor 8 =

  ∑ − (∑ )

  = 276.25 −

  72.5

  29

  29 =

  276.25 − 181.25

  29 = 3.27

  = 1.46 + 1.04 + 2.58 + 0.79 + 1.80 + 1.20 + 2.21 + 3.27 = 14.35

  228.50 −

  c. Menghitung varians total =

  ∑ − (∑ )

  = 19073 − 712

  29

  29 = 19073 − 17480.82

  29 = 54.90

  d. Menghitung koefisien korelasi =

  − 1 1 − ∑

  =

  8 8 − 1 1 −

  14,35

  54.90 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  69

  Lampiran C.4

  4) Varians butir soal nomor 4 =

  29

  ∑ −

  (∑ ) =

  371.25 − 100.5

  29

  29 =

  371.25 − 348.28

  29 = 0.79

  5) Varians butir soal nomor 5 =

  ∑ −

  (∑ ) =

  334.75 −

  90.5

  29 =

  ∑ −

  334.75 − 282.42

  29 = 1.80

  6) Varians butir soal nomor 6 =

  ∑ −

  (∑ ) =

  320.50 −

  91

  29

  29 =

  320.50 − 285.55

  29 = 1.20

  7) Varians butir soal nomor 7 =

  (∑ ) =

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Lampiran C.4

  8 = (1 − 0.26)

  7 = (1,142)(0,74) = 0,845

  = 0,845 maka soal tes tersebut reliabel dengan Dari perhitungan diperoleh interpretasi tinggi (Berdasarkan tabel 3.3 pada Bab III).

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  191 Lampiran D.1

  

Lembar Pengamatan Aktivitas Siswa

Kelompok …. Kelompok …. Kelompok ….

  No Hal yang diamati

  1

  2

  3

  4

  1

  2

  3

  4

  1

  2

  3

  4

  1 Siswa membawa dan menggunakan alat tulis dan buku yang diperlukan selama proses pembelajaran.

  2 Selama proses pembelajaran, siswa tidak melakukan aktivitas yang tidak berhubungan dengan pelajaran seperti bercanda, melamun, ngobrol di luar pelajaran, dll.

  3 Siswa menunjukkan semangat kerjasama dan antusiasme dalam kelompok.

  4 Siswa menyimak penjelasan guru mengenai materi pelajaran maupun hal lainnya.

  5 Siswa bekerja bersama (berdiskusi) dengan teman kelompoknya untuk memecahkan masalah.

  6 Siswa mencatat informasi yang diperoleh dari permasalahan-permasalahan pada LKS.

  7 Siswa menyampaikan ide/pendapat mengenai cara menyelesaikan masalah dalam diskusi kelompok.

  8 Siswa mendengarkan ide/pendapat teman yang lain selama berdiskusi.

  9 Siswa memecahkan permasalahan-permasalahan yang terdapat pada LKS.

  10 Siswa menulis/mencatat jawaban pada LKS.

  11 Siswa mengajukan pertanyaan kepada guru tentang materi dan latihan soal.

  12 Siswa mengajukan pertanyaan kepada teman kelompoknya tentang permasalahan-permasalahan pada LKS.

  13 Siswa menyampaikan hasil pekerjaan kelompok.

  14 Siswa memberikan jawaban/tanggapan atas pertanyaan yang diajukan guru atau teman.

  15 Siswa memeriksa kembali pekerjaannya setelah selesai mengerjakan permasalahan-permasalahan pada LKS.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  192 Lampiran D.1

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  192 Lampiran D.2

  Contoh Lembar Pengamatan Aktivitas Siswa

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  193 Lampiran D.2

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  194 Lampiran D.2

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  195 Lampiran D.2

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Lampiran D.3

LEMBAR WAWANCARA SISWA

Nama Siswa / No : ……………………………………………… : ……………………………………………… Hari/tanggal : ……………………………………………… Waktu

  

1. Bagaimana perasaanmu selama mengikuti pembelajaran dengan penerapan pendekatan pembelajaran

berbasis masalah yang sudah dilakukan? Mengapa ?

  Jawaban:………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………………. ……………………………………………………………………………………………………

  

2. Apakah kamu merasa terbantu dalam mempelajari materi volume bangun ruang sisi datar dengan

menggunakan pendekatan pembelajaran berbasis masalah ? Mengapa ?

  Jawaban:………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………………. ……………………………………………………………………………………………………

  

3. Menurut kamu apakah penggunaan LKS pada proses pembelajaran dapat membantu kamu belajar di

kelas ? Mengapa ?

  Jawaban:………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………………. ……………………………………………………………………………………………………

  

4. Apakah kamu membawa dan menggunakan alat tulis dan buku yang diperlukan selama proses

pembelajaran ?

  Jawaban:………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………………. ……………………………………………………………………………………………………

  

5. Apakah selama proses pembelajaran kamu terpancing untuk bercanda, melamun, atau ngobrol di luar

pelajaran ? Mengapa ?

  Jawaban:………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………………. ……………………………………………………………………………………………………

6. Apakah kamu bersemangat dan antusias belajar dalam kelompok? Mengapa ?

  Jawaban:………………………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………………………………….

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Lampiran D.3

  7. Apakah kamu menyimak setiap kali guru menjelaskan selama proses pembelajaran ? Mengapa?

  Jawaban:………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………………. ……………………………………………………………………………………………………

  8. Apakah kamu berusaha untuk memecahkan soal-soal pada LKS ? Bagaimana caranya ?

  Jawaban:………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………………. ……………………………………………………………………………………………………

  

9. Apakah kamu bekerjasama dengan cara berdiskusi dengan teman kelompok untuk menyelesaikan soal-

soal ?

  Jawaban:………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………………. ……………………………………………………………………………………………………

  10. Apakah kamu bertanya pada guru ketika ada materi atau soal yang kurang jelas ?

  Jawaban:………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………………. ……………………………………………………………………………………………………

  11. Apakah kamu sering bertanya atau menyampaikan ide/pendapat selama diskusi kelompok ?

  Jawaban:………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………………. ……………………………………………………………………………………………………

  12. Apakah kamu mendengarkan jika ada teman yang memberikan ide/ pendapat selama diskusi ?

  Jawaban:………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………………. ……………………………………………………………………………………………………

  13. Apakah kamu mencatat informasi yang terdapat pada soal serta jawaban pada LKS ?

  Jawaban:………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………………. ……………………………………………………………………………………………………

  14. Apakah kamu menyampaikan hasil pekerjaan kelompok di depan kelas ? Mengapa ?

  Jawaban:…………………………………………………………………………………………

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Lampiran D.3

15. Apakah kamu memeriksa kembali pekerjaanmu setelah selesai mengerjakannya ?

  Jawaban:………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………………. ……………………………………………………………………………………………………

  

16. Apakah kamu mengalami kesulitan/kendala selama mengikuti proses pembelajaran ? Apa saja

kesulitan/kendala itu ?

  Jawaban:………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………………. ……………………………………………………………………………………………………

  

17. Apa pendapatmu mengenai proses pembelajaran yang sudah kita lalui kemarin ? Apakah ada saran/kritik

mengenai proses pembelajaran yang sudah kita lalui kemarin?

  Jawaban:………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………………. ……………………………………………………………………………………………………

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Lampiran D.4 Hasil Wawancara

  Pertanyaan Jawaban Siswa

  1. Bagaimana perasaanmu selama mengikuti pembelajaran dengan pendekatan pembelajaran berbasis masalah ? Mengapa ?

  S1 : Seneng kok, seru. Senengnya ya bisa dapet informasi belajar dari yang lain, gak cuma dari dari guru PL. S3 : Perasaan saya dengan pembelajaran yang kemarin ya seneng-seneng aja. S17 : Seneng, soalnya belajar kelompok. S34 : Ya cukup enak, tapi bosen kelompoknya gak anti-ganti. S37 :Menyenangkan, karena banyak yang membantu.

  2. Apakah kamu merasa terbantu dalam mempelajari materi volume bangun ruang sisi datar dengan menggunaan pendekatan pembelajaran berbasis masalah ? Mengapa ?

  S1 : Terbantu, soalnya kalo aku ngerasain sih dikasih caranya yang lebih mudah. S3 : Lumayan sih terbantu soalnya kan waktu awal belajar volume bangun ruang, aku tahunya cuma balok, kubus, tahunya cuma dua itu. Tapi kan masuk SMP tambah limas dan prisma. Dengan pembelajaran kemaren sih ya cukup terbantu sih. Ya jadi jelas aja. Tahu ternyata prisma segitiga itu setengahnya dari balok, setengahnya dari kubus. Ada langkah-langkahnya buat mengetahui volumenya. Ya jadi terbantu lah pokoknya. S17 : Iya, soalnya ada yang ngajarin langsung

  S34 :Ya. Kalo misalnya ada yang ga tahu mbaknya ya bisa bantu. S37 : Terbantu, tapi aku merasa soal-soal yang diberikan kurang sulit, kurang tertantang.

  3. Apakah kamu membawa sendiri dan menggunakan alat tulis dan buku yang diperlukan selama pembelajaran ? S1 : Iya.

  S3 : Ya iyalah aku bawa sendiri. S17 : Iya. S34 : Selalu bawa sendiri. S37 : Buku bawa. Alat tulis kadang meminjam.

  Biasa lupa.

  4. Apakah selama proses pembelajaran kamu terpancing untuk bercanda, melamun, atau ngobrol di luar pelajaran ? Mengapa ?

  S1 : Enggak kok. S3 : Aku sih orangnya moody ya. Kalo misalnya aku udah ga mood ya aku ga niat belajar. Ya gambarlah, ngelipet-lipet, cari temen ngobrol. Tapi kalo uda niat belajar ya belajar.

  S17 : Iya kadang-kadang kalo materinya ngebosenin. S34 : Ya suka ngobrol. Soalnya kan sama temen sekelas. Kalo ga ngobrol ga enak.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Lampiran D.4

  S37 : Mengerjakan soal dulu, baru bercanda sama teman. Kalau belum selesai tidak akan bercanda dan melamun. Yang penting tugasnya selesai dulu biar ga kepikiran.

  5. Apakah kamu S1 : Semangat, ya semangatnya bisa mikir bersemangat dan antusias bareng-bareng. Ga sendiri-sendiri. belajar dalam S3 : Sebenernya sih aku antusiasnya setengah. kelompok ? Mengapa ? Soalnya kan kelompoknya udah ditentuin, ga bisa cari temen sendiri. Tapi yaudahlah aku terima-terima aja. Soalnya kan kemarin aku kelompoknya sama Rena kenal, Nuno kenal. Ga kaya aku sama cowo-cowo yang lain kan aku sama sekali ga ada nyambungnya. Jadi ya lumayanlah. S17 : Iya, lebih deket sama temen. S34 : Ya semangat. Senang sama kelompok.

  S37 : Biasa aja, karena hanya mengerjakan soal saja.

  6. Apakah kamu menyimak S1 : Nyimak. setiap kali guru S3 : Tergantung mood. Misalnya kalo udah menjelaskan selama males, bosen, laper, ngantuk itu aku ga proses pembelajaran ? dengerin. Tapi, kalo misalnya itu materi yang Mengapa ? penting aku maksain untuk dengerin aja.

  S17 : Iya. S34 : Iya.

  S37 : Dikit-dikit. Kalo penting didengarkan.

  7. Apakah kamu berusaha S1 : Ya, kalo misalnya ada yang bisa aku kerjain untuk memecahkan sendiri, aku ngerjain sendiri. Tapi kalo permasalahan- misalnya aku ada yang ga tahu, aku tanya permasalahan pada temen. LKS ? Bagaimana S3 : Ya berusahalah, jelas. Soalnya itu kan buat caranya ? aku udah kaya kewajiban. Itu tuh bakal bantu aku. Aku tahu itu pasti berguna di kemudian hari. Ya aku berusaha aja buat ngerjain. Ya usahanya ya tanya temen, buka buku gitu. S17 : Berusaha. Ya kalo gak tanya temen ya tanya yang lebih bisa. S34 : Ya iya. Kalo misalnya ga tahu ya tanya. Atau baca di buku mesti ada.

  S37 : Berusaha dengan mengerjakan sendiri.

  8. Apakah kamu S1 : Iya diskusi. bekerjasama dengan cara S3 : Ya diskusi, rame malah. berdiskusi dengan teman S17 : Iya. kelompok untuk S34 : Diskusi. menyelesaikan S37 : Iya sih. Kalo diskusi kan pelan-pelan. Aku permasalahan- senengnya ngerjainnya cepet.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Lampiran D.4

  permasalahan pada LKS?

  9. Apakah kamu bertanya pada guru ketika ada materi atau soal yang kurang jelas ?

  S1 : Iya tanya sama guru. S3 : Aku kan orangnya kepo ya, aku suka tanya- tanya guru gitu, soalnya prinsip aku guru bakal inget sama muridnya kalo ga pinter banget, nakal banget, ya kepolah.

  S17 : Tanya temen dulu, kalo ga jelas baru tanya guru. S34 : Sering. S37 : Sering bertanya kalo tidak jelas untuk memastikan.

  10. Apakah kamu sering bertanya atau menyampaikan ide/pendapat selama diskusi kelompok ? S1 : Ga terlalu sering, tapi pernah.

  S3 : Ya. Ya kalo misalnya itu materi yang aku udah bisa ini loh ideku, ya kalo materi yang aku belum bisa aku bakal cari guru buat tanya. S17 : Iya. S34 : Ya. Lumayan sering bertanya. Sering ngasih ide juga. S37 : Sering bertanya maupun menyampaikan ide juga.

  11. Apakah kamu mendengarkan jika ada teman yang memberikan ide/pendapat selama diskusi ? S1 : Dengerin.

  S3 : Ya jelas aku dengerin lah. Itu kan hak setiap orang gitu. Aku belajar PKN lagi. Ya kalo berpendapat ya fine-fine aja. Ya terima- terima aja. S17 : Dengerin. S34 : Ya didengerin. S37 : Mendengarkan karena namanya satu kelompok.

  12. Apakah kamu mencatat informasi yang terdapat pada permasalahan serta cara penyelesaiannya pada LKS ? S1 : Aku catat, jawaban juga.

  S3 : Iya. Ya suka nulis. Ya kalo ada kerjaan nulis, ya nulis aja. Maksudnya emang udah kebiasaan nulis banyak gitu kan. Jadi ya nulis apapun lah gitu lo. S17 : Iya dicatat di LKS. S34 : Iya ditulis.

  S37 : Mencatat di LKS.

  13. Apakah kamu menyampaikan hasil pekerjaan kelompok di depan kelas ? Mengapa ?

  S1 : Enggak. Soalnya takut kalo misalnya nanti salah terus diejek-ejek. S3 : Ya. Suka-suka aja. Soalnya aku kan bisa belajar buat public speaking. Biar buat percaya diri. Aku belajar presentasi segala macem. Aku tuh yakin klo itu pasti berguna buat aku di kemudian hari. S17 : Belum, belum saatnya aja.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Lampiran D.4 S34 : Enggak. Kalo ditunjuk ya mau.

  S37 : Menyampaikan hasil pekerjaan kelompok satu kali.

  14. Apakah kamu memeriksa S1 : Iya sering. kembali pekerjaanmu S3 : Iya, Koreksinya lebih ke jawabannya. setelah selesai Misalnya nyocokin sama temen, liat mengerjakannya ? satuannya segala macem.

  S17 : Kadang-kadang. S34 : Kadang-kadang iya, kadang-kadang enggak.

  S37 :Enggak meriksa lagi pekerjaan setelah mengerjakan. Kan kalo salah kan, dibantu kelompok yang lain bisa lihat dan diganti bareng-bareng.

  15. Apakah kamu mengalami S1 : Lumayan kesulitan. Kesulitannya tuh kesulitan/kendala selama gurunya yang banyak banget sama temennya mengikuti pembelajaran tuh pada rame. ? Apa saja S3 : Ya sebenernya kendalanya ya cuma suasana kesulitan/kendala itu ? kelas kurang mendukung. Ada yang rame dan ga bisa diajak kerjasama. Sebenernya aku enjoy gitu. S17 : Kalo yang kemaren enggak ada. S34 : Nggak ada sih mbak. Bisa ngikutin.

  S37 : Iya. Kendalanya kakaknya kebanyakan.

  16. Apa pendapatmu S1 : Ehm, pembelajarannya aku suka kerja mengenai pembelajaran kelompok. Jadi kalo misalnya ada yang malu yang sudah kita lalui tanya guru bisa tanya temen. Ya pokoknya kemarin ? Apakah ada aku suka model pembelajarannya. saran/ kritik ? S3 : Sebenernya seru dan bisa menikmati. Tapi suka terganggu anak-anak yang tidak menghargai dan rame di kelas. Ya aku saranin kalo sama temen-temen kaya kita ya lebih tegas aja gitu. S17 : Ehm, pendapatku seneng. Enggak ada saran. S34 : Ya lumayan enak, tapi bosen itu kelompoknya gak anti-ganti. Dengan soal- soal itu tertarik untuk belajar. Mungkin mbaknya jangan galak-galak. S37 : Biasa aja. Tidak ada saran/kritik.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Lampiran E.1

KISI-KISI SOAL TES KEMAMPUAN AWAL

  Tes kemampuan awal dilakukan sebelum penggunaan pendekatan pembelajaran berbasis masalah dilaksanakan dalam pembelajaran matematika di kelas. Tes ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan awal siswa pada pokok bahasan volume bangun ruang sisi datar. Tes hasil belajar ini dalam bentuk soal esai (uraian). Berikut ini kisi-kisi tes kemampuan awal. Mata Pelajaran : Matematika Kelas : VIII Standar Kompetensi : 5. Memahami sifat-sifat kubus, balok, prisma, limas, dan bagian-bagiannya, serta menentukan ukurannya.

  Kompetensi Dasar : 5.3 Menghitung luas permukaan dan volume kubus, balok, prisma dan limas.

  Materi : Volume Bangun Ruang Sisi Datar Jumlah Soal : 5 soal esai Alokasi Waktu : 40 menit

  Jenjang Kemampuan dan Kesukaran Soal

  Indikator Banyak Jumlah

  No Indikator Soal Pembelajaran Penge- Pema- Pene- Soal (%) tahuan haman rapan

  1 - 1 20% volume kubus diagonal sebuah kubus, (soal siswa dapat menghitung no 1) volume kubus.

  • 1. Menghitung Diberikan panjang

  2. Menghitung Diberikan ukuran 1 20% - 1 - volume balok panjang, lebar dan (soal diagonal ruang sebuah no. 2) balok, siswa dapat menghitung volume balok.

  3 1 - Menghitung

  • Diberikan panjang sisi 1 20% volume alas dan tinggi sebuah (soal prisma prisma segitiga, siswa no. 3)

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Lampiran E.1

  • 4 Menghitung Diberikan panjang rusuk

  1 - 1 20% volume limas alas dan rusuk tegak (soal tegak sebuah limas, siswa dapat no. 4) menghitung volume limas.

  5 1 - Menghitung - Diberikan ukuran-ukuran 1 20% volume panjang rusuk bangun (soal gabungan ruang pada gambar, siswa no. 5) bangun ruang. dapat menghitung volume bangun ruang.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Lampiran E.2 Lampiran E.2 Lampiran E.2 SOAL TES KEMAMPUAN AWAL SO Mata Pelaj elajaran : Matematika Kelas / Se as / Semester : VIII / Genap Pokok Bah Bahasan : Volume Bangun Ruang Sisi g Sisi Datar Waktu : 40 menit

  √162 √162

  1. Diketahui panjang diagona onal bidang sebuah kubus adalah √162 cm. . Hitunglah volume kubus tersebut !

  2. Balok ABCD.EFGH diket etahui memiliki panjang AB = 12 cm, BC = 9 9 cm, dan AG = 17 cm. Hitunglah volume balok i alok itu !

  3. Alas sebuah prisma berbent bentuk segitiga sama kaki dengan panjang sisi sisi alas segitiga 7 cm dan tinggi 10 cm. Jika tingg nggi prisma 12 cm, hitunglah volume prisma te tersebut !

  4. Suatu souvenir berbentuk k piramida terbuat dari kaca. Piramida tersebut ebut berbentuk limas tegak segiempat beraturan. uran. Pada bagian dalam souvenir terdapat zat at cair. Jika panjang √2 √2 rusuk alas 10√2 cm dan pa n panjang rusuk tegak 26 cm, tentukan volume c e cairan tersebut !

  5. Hitunglah volume bangun r un ruang pada gambar di bawah ini !

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

KUNCI JAWABAN DAN PENSKORAN TES KEMAMPUAN AWAL

  3 V = r = 9 = 729 cm

  1. Diketahui panjang diagonal bidang sebuah kubus adalah √162 cm. Hitunglah volume kubus tersebut !

  Jawab Skor

  r + r = √162 r

  2

  2

  Lampiran E.3

  • r

  2

  = 12 x 9 x 8 = 864 cm

  = 162 2 r

  5 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  V = luas alas × tinggi = × 10 × 7 × 12 = 5 × 7 × 12 = 420 cm

  Jawab Skor

  3. Alas sebuah prisma berbentuk segitiga sama kaki dengan panjang sisi alas segitiga 7 cm dan tinggi 10 cm. Jika tinggi prisma 12 cm, hitunglah volume prisma tersebut !

  2 Total skor 5

  3

  3 Volume balok : V = p × l × t

  = 81 r = 9

  2. Mencari CG AG − AC = CG 17 − 15 = CG 289 − 225 = CG CG = 8

  1. Mencari AC AB + BC = AC 12 + 9 = AC 144 + 81 = AC AC = 15

  Mencari panjang CG ( tinggi) :

  Jawab Skor

  2

  2 Total skor 5

  3

  = 162 r

  2. Balok ABCD.EFGH diketahui memiliki panjang AB = 12 cm, BC = 9 cm, dan AG = 17 cm. Hitunglah volume balok itu !

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Lampiran E.3

  4. Suatu souvenir berbentuk piramida terbuat dari kaca. Pada bagian dalam souvenir terdapat zat cair. Jika panjang rusuk alas 10 √2 cm dan panjang rusuk tegak 26 cm, tentukan volume cairan tersebut !

  Jawab Skor

  1

  5 V = × luas alas × tinggi

  3 = × r × r × t = × 10√2 × 10√2 × 26 = 200 × 8.67 = 1734 cm

  Total skor 5

  5. Hitunglah volume bangun ruang pada gambar di bawah ini !

  Jawab Skor

  1 V balok 1 = p × l × t = 4 × 4 × 6 = 16 × 6 = 96 m

  1 V balok 2 = p × l × t = 5 × 4 × 1.5 = 20 × 1.5 = 30 m

  1 V balok 3 = p × l × t = 3 × 4 × 5 = 12 × 5 = 60 m

  2 V total = V balok 1 + V balok 2 + V balok 3 = 96 + 30 + 60

  = 186 m

  Total skor 5 PEDOMAN PENILAIAN Lampiran E.4

HASIL VALIDASI SOAL TES KEMAMPUAN AWAL

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Lampiran E.5

Contoh Lembar Jawab Tes Kemampuan Awal

  S 24

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Lampiran E.5

  S 8

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Lampiran E.5

  S 16

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Lampiran E.5

  S 23

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Lampiran E.5

  S 14

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

KISI-KISI SOAL TES HASIL BELAJAR

  1. Menghitung volume kubus Diberikan jumlah panjang rusuk kubus, siswa dapat menghitung volume kubus.

  1 12.5 %

  1 (soal no. 5)

  Diberikan ukuran rusuk kubus, panjang dan lebar balok, siswa dapat

  3. Menyelesaikan soal yang melibatkan

  1 (soal no. 7)

  2. Menghitung volume balok Diberikan panjang, lebar, dan tinggi balok dan jumlah panjang rusuk balok, siswa dapat menghitung volume balok.

  1 (soal no. 1)

  Pene- rapan

  Lampiran E.6

  (%) Penge- tahuan Pema- haman

  Soal Jumlah

  Jenjang Kemampuan dan Kesukaran Soal Banyak

  Pembelajaran Indikator Soal

  No Indikator

  Kompetensi Dasar : 5.3 Menghitung luas permukaan dan volume kubus, balok, prisma dan limas. Materi : Volume Bangun Ruang Sisi Datar Jumlah Soal : 8 soal esai Alokasi Waktu : 80 menit

  Mata Pelajaran : Matematika Kelas : VIII Standar Kompetensi : 5. Memahami sifat-sifat kubus, balok, prisma, limas, dan bagian-bagiannya, serta menentukan ukurannya.

  Tes hasil belajar dilakukan sesudah penggunaan pendekatan pembelajaran berbasis masalah dengan menggunakan LKS dilaksanakan dalam pembelajaran matematika di kelas. Tes ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana penggunaan LKS membantu pemahaman siswa dalam menyelesaikan masalah volume bangun ruang sisi datar. Tes hasil belajar ini dalam bentuk soal esai (uraian). Berikut ini kisi-kisi tes hasil belajar.

  • 1 12.5 %
  • 1 12.5 %

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Lampiran E.6

  1 - Menghitung Diberikan ukuran-ukuran 1 12.5 % volume prisma panjang rusuk prisma pada (soal gambar, siswa dapat no. 8) menghitung volume prisma.

  • 4.

  5. Menghitung 1 - - Diberikan ukuran sisi alas 1 12.5 % volume limas limas yang berbentuk persegi (soal tegak. jumlah luas sisi tegak limas, no. 2) siswa dapat menghitung volume limas.

  6. Menghitung Diberikan ukuran panjang - -

  1 1 12.5 % besar perubahan alas limas dan tinggi limas, (soal volume bangun diketahui panjang sisi-sisi alas no. 6) limas jika dan tinggi diperbesar, siswa ukuran dapat menghitung besar rusuknya perubahan volume limas. berubah

  7. Diberikan ukuran-ukuran Menghitung

  1 1 12.5 % volume panjang rusuk bangun ruang (soal gabungan pada gambar, siswa dapat no. 3) bangun ruang menghitung volume bangun ruang. Diberikan ukuran-ukuran -

  1 1 12.5 % - panjang rusuk bangun ruang, (soal siswa dapat menghitung no. 4) volume bangun ruang.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Lampiran E.7

SOAL TES HASIL BELAJAR

Mata Pelajaran : Matematika

  Kelas / Semester : VIII / Genap Pokok Bahasan : Volume Bangun Ruang Sisi Datar Waktu : 80 menit

Petunjuk :

1. Tulislah terlebih dulu nama, kelas, dan no absen pada lembar jawab yang disediakan.

  

2. Periksa dan bacalah soal-soal sebelum kamu menjawabnya. Apabila ada tulisan yang

kurang jelas, rusak, atau jumlah soal kurang, segeralah minta ganti kepada pengawas.

  

3. Jumlah soal sebanyak 8 butir soal esai dan semuanya harus dikerjakan pada lembar

jawab yang disediakan.

  

4. Bacalah soal dengan teliti dan kerjakan dengan menggunakan cara dan langkah-langkah

secara rinci dan jelas.

  1. Jumlah panjang rusuk sebuah kubus 108 cm. Berapakah volume kubus tersebut ? 2. Alas sebuah limas berbentuk persegi yang panjang masing-masing rusuk alasnya 24 cm.

  2 Berapa volume limas tersebut jika jumlah luas sisi tegaknya 960 cm ?

  3. Sebuah ruang kelas berbentuk seperti gambar di samping! Jika AB = 10 m, BC = 5 m, CD = // // //

  EF = 5 m, ED = 4 m, dan BH = 10 m. Diketahui pula , // // // . Hitunglah volume bangun tersebut !

  4. Bangun ruang di samping merupakan gabungan dari sebuah kubus yang panjang masing-masing rusuknya 16 cm dan sebuah limas yang tingginya 15 cm. Hitunglah volume bangun tersebut !

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Lampiran E.7

  5. Sebuah kaleng berbentuk kubus yang panjang masing-masing rusuknya 60 cm diisi minyak sampai penuh. Minyak itu dipindahkan sampai habis ke dalam kaleng berbentuk balok hingga terisi penuh. Kaleng yang berbentuk balok memiliki alas yang berukuran 80 cm x 50 cm. Tentukan tinggi kaleng yang berbentuk balok tersebut !

  6. Alas sebuah limas berbentuk persegi dengan panjang sisinya 20 cm dan tinggi limas 24 cm.

  Jika panjang sisi-sisi alas dan tinggi limas diperbesar 4 kali, tentukan selisih volume limas sebelum dan sesudah diperbesar !

  7. Sebuah balok berukuran panjang (2x + 6) cm, lebar (2x – 2) cm, dan tinggi (3x + 4) cm.

  Sedangkan jumlah panjang rusuk-rusuknya 228 cm. Hitunglah nilai x dan volume balok !

  8. Hitunglah volume bangun ruang di samping !

  

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Lampiran E.8

KUNCI JAWABAN DAN PENSKORAN SOAL UJI COBA TES HASIL BELAJAR

  1. Jumlah panjang rusuk sebuah kubus 108 cm. Berapakah volume kubus tersebut ?

  Jawab Skor

  Diketahui : Jumlah panjang rusuk kubus = 108 cm

  1 Ditanya : Berapakah volume kubus ?

  1 Jumlah panjang rusuk kubus = 12 x r 1 12 x r = 108 cm r = 9 cm

  3 Volume kubus = r

  1

  3

  = 9

  3

  = 729 cm

  3 Jadi, volume kubus adalah 729 cm .

  1 Total skor 5

  2. Alas sebuah limas berbentuk persegi yang panjang masing-masing rusuk alasnya 24 cm. Berapa

  2

  volume limas tersebut jika jumlah luas sisi tegaknya 960 cm ?

  Jawab Skor

  Diketahui :

  1 Alas limas berbentuk persegi dengan s = 24 cm

  2 Luas sisi tegak limas = 960 cm

  Ditanya : Berapakah volume limas ?

  1

  1 Luas sisi tegak = 4 ( ) 4 ( 24 ) = 960 48 x = 960

  = 20 cm Tinggi limas = √20 − 12 = 16 cm

  1 Volume limas = = (24 24) 16

  3

  = 3072 cm

  3 Jadi, volume limas adalah 3072 cm .

  1 Total skor 5

  3. Sebuah ruang kelas berbentuk seperti gambar di samping! Jika AB = 10 m, BC = 5 m, CD = EF = 5 m, ED = 4 m, dan BH = 10 m. Diketahui pula // , // // // // // . Hitunglah volume bangun tersebut !

  

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Lampiran E.8 Jawab Skor

  Diketahui :

  1 Ukuran balok : p = 10 m, l = 10 m, t = 5 m Ukuran prisma : alas prisma berbentuk persegi dengan s = 10 m Ditanya : Berapakah volume bangun ruang ?

  1 Tinggi prisma = 10 m

  1 = √5 − 3 = 4 m

  ( )

  2 Luas alas prisma = = 28 m

  3 Volume prisma = L alas x t prisma = 28 x 10 = 280 m

  Volume balok = p l t

  1 = 10 x 10 x 5

  3

  = 500 cm Volume bangun ruang = volume prisma + volume balok

  

3

  = 280 + 500 = 780 cm

  3 Jadi, volume bangun ruang adalah 780 cm .

  1 Total skor 5

  4. Bangun ruang di samping merupakan gabungan dari sebuah kubus yang panjang rusuknya 16 cm dan sebuah limas yang tingginya 15 cm. Hitunglah volume bangun tersebut !

  Jawab Skor

  Diketahui :

  1 Ukuran kubus : r = 16 cm Ukuran limas : alas limas berbentuk persegi dengan s = 10 m dan t = 15 cm Ditanya : Berapakah volume bangun ruang ?

  1

  2 Luas alas limas = 16 x 16 = 256 cm

  1

  3 Volume limas = L x t = 256 x 15 = 1280 cm

  3 Volume kubus = r

  1

  3

  = 16

  3

  = 4096 cm Volume bangun ruang = volume limas + volume kubus

  3

  = 1280 + 4096 = 5376 cm

  3 Jadi, volume bangun ruang adalah 5376 cm .

  1 Total skor 5

  5. Sebuah kaleng berbentuk kubus yang panjang masing-masing rusuknya 60 cm diisi minyak

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Lampiran E.8 Jawab Skor

  Diketahui : Ukuran kubus : r = 60 cm

  1 Ukuran balok : p = 80 cm, l = 50 cm Ditanya : Berapakah tinggi balok ?

  1

3 Volume kubus = r

  1

  3

  = 60

  3

  = 216000 cm Volume balok = volume kubus

  1 80 x 50 x t = 216000 t = 54 cm Jadi, tinggi kaleng yang berbentuk balok adalah 54 cm.

  1 Total skor 5

  6. Alas sebuah limas berbentuk persegi dengan panjang sisinya 20 cm dan tinggi limas 24 cm. Jika panjang sisi-sisi alas dan tinggi limas diperbesar 4 kali, tentukan selisih volume limas sebelum dan sesudah diperbesar !

  Jawab Skor

  Diketahui :

  1 Ukuran limas : Alas limas berbentuk persegi dengan s = 20 cm, dan tinggi limas t = 24 cm Panjang sisi-sisi alas dan tinggi limas diperbesar 4 kali Ditanya : tentukan besar perubahan volume limas !

  1 Ukuran limas setelah diperbesar : s = 4 x 20 = 80 cm, t = 4 x 24 = 96 cm

  1 Besar perubahan volume = volume setelah diperbesar – volume awal

  1 = { (80 x 80) x 96} - { (20 x 20) x 24}

  3

  = 204800 – 3200 = 201600 cm

  3 Jadi, besar perubahan volume limas adalah 201600 cm .

  1 Total skor 5 7. Sebuah balok berukuran panjang (2x + 6) cm, lebar (2x – 2) cm, dan tinggi (3x + 4) cm.

  Sedangkan jumlah panjang rusuk-rusuknya 228 cm. Hitunglah nilai x dan volume balok !

  Jawab Skor

  Diketahui :

  1 Ukuran balok : p = (2x + 6) cm, l = (2x – 2) cm, dan t = (3x + 4) cm Jumlah panjang rusuk balok = 228 cm Ditanya : Hitunglah nilai x dan volume balok !

  1 Jumlah panjang rusuk balok = 4 (p + l + t)

  1 4{(2x + 6) + (2x – 2) + (3x + 4)} = 228 4 (7x + 8) = 228

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Lampiran E.8

  p = (2x + 6) cm = 20 cm, l = (2x – 2) cm = 12 cm,

  1 dan t = (3x + 4) cm = 25 cm Volume balok = p l t

  = 20 x 12 x 25

  3

  = 6000 cm

  3 Jadi, nilai x adalah 7 dan volume balok adalah 6000 cm .

  1 Total skor 5

  8. Hitunglah volume bangun ruang di bawah !

  Jawab Skor

  Diketahui :

  1 Ukuran prisma: alas berbentuk trapesium dengan sisi 8 cm, 17 cm dan t = 32 cm Tinggi prisma = 20 cm Ditanya : Berapakah volume bangun ruang ?

  1

  1 Luas alas prisma = L = (8 + 17) 32

  2

  = 400 cm Volume prisma = L x t

  1 = 400 x 20

  3

  = 8000 cm

3 Jadi, volume bangun ruang adalah 8000 cm .

  1 Total skor 5

PEDOMAN PENILAIAN

  Nilai = : 4 x 10

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Lampiran E.9

Contoh Lembar Jawab Tes Hasil Belajar

  S 30

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Lampiran E.9

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Lampiran E.9

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Lampiran E.9

  S 31

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Lampiran E.9

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Lampiran E.9

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Lampiran E.9

  S 2

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Lampiran E.9

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Lampiran E.9

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Lampiran E.9

  S 4

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Lampiran E.9

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Lampiran E.9

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Lampiran E.9

  S 14

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Lampiran E.9

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Lampiran E.9

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Lampiran E.10

Soal Latihan

Nama / No Absen: …………………………………

  : ………………………………... Hari / Tanggal Kerjakan soal di bawah ini dengan menggunakan cara !

  2

  1. Luas salah satu sisi kubus adalah 16 cm . Hitunglah volume kubus tersebut !

  2. Sebuah balok memiliki perbandingan panjang : lebar : tinggi = 2 : 3 : 5. Jika panjang seluruh rusuk balok adalah 120 cm, tentukan volume balok ! Jawab :

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Lampiran E.10

Soal Latihan

Nama / No Absen: …………………………………

  Hari / Tanggal : ………………………………... Kerjakan soal di bawah ini dengan menggunakan cara !

  1. Gambar di samping adalah kolam renang berisi penuh oleh air yang mempunyai ukuran panjang 20 m dan lebar 10 m.

  Kedalaman air pada ujung yang dangkal 1 m dan terus menurun sampai 3m pada ujung yang paling dalam. Berapa literkah volume air dalam kolam itu ?

  2. Gambar di samping adalah limas dengan alas berbentuk persegi panjang berukuran 16 cm x 14 cm. Tinggi segitiga pada sisi tegaknya adalah 25 cm dan 8√10 cm. Hitunglah volume limas tersebut !

  Jawab :

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Lampiran E.11

Contoh Lembar Kuis I dan II

  S 6 S 37

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Lampiran E.11

  S3

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Lampiran E.11

  SS S 18

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Lampiran F Lampiran F Lampiran F

  Foto Pelaksanaan Pembelajaran Siswa Mengerjakan T an Tes Siswa Mempelajari jari Permasalahan

  Kemampuan Awa wal yang Terdapat pat pada LKS Peneliti Menjelaskan Pem n Pembagian Siswa Menulis/Me Mencatat Jawaban

  Kelompok dan Posisi T si Tempat pada L LKS Duduk

  Siswa Berdiskusi dengan gan Teman Ada Siswa yang Be Bercanda Selama Kelompoknya untuk Mem uk Memecahkan Proses Pembe mbelajaran

  Masalah

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Lampiran F

  Observer Mengamati Aktivitas Siswa Selama Pelaksanaan

  Pembelajaran Siswa Menyampaikan Hasil

  Pekerjaan Kelompok Peneliti Menjawab Pertanyaan yang Diajukan Siswa

  Siswa Mengerjakan Soal Kuis Siswa Bertanya pada Teman

  Kelompoknya Siswa Mengerjakan Tes Hasil

  Belajar

Dokumen baru

Download (264 Halaman)
Gratis

Tags

Dokumen yang terkait

Pemanfaatan metode pembelajaran Blended Learning yang dilengkapi dengan aplikasi edmodo pada pokok bahasan bangun ruang sisi datar di kelas VIII C SMP Pangudi Luhur 1 Yogyakarta tahun ajaran 2016/2017.
1
2
351
Upaya meningkatkan hasil belajar siswa dengan mendiagnosis kesalahan dan pembelajaran remedial Kelas VIII E SMP Pangudi Luhur 1 Yogyakarta pada materi bangun ruang sisi datar.
0
0
2
Efektivitas model pembelajaran NHT (Numbered Heads Together) mengakomodasi tugas proyek dalam pokok bahasan bangun ruang sisi datar ditinjau dari hasil belajar dan kreativitas pembuatan tugas proyek siswa kelas VIII A di SMP Pangudi Luhur Ambarawa tahun 2
0
0
249
Upaya meningkatkan prestasi belajar siswa dengan mendiagnosis kesulitan belajar dan pembelajaran remediasi kelas VIII A SMP Pangudi Luhur Moyudan pada materi bangun ruang sisi datar.
0
2
229
Pengembangan perangkat pembelajaran mengakomodasi teori van hiele materi bangun ruang sisi datar dengan pendekatan saintifik pada siswa kelas VIII B SMP Pangudi Luhur 1 Kalibawang.
0
6
258
Minat belajar dan hasil belajar siswa dalam penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Heads Together (NHT) pokok bahasan volume bangun ruang sisi datar pada kelas VIII B semester genap tahun ajaran 2012/2013 SMP Pangudi Luhur 1 Yogyakarta.
0
1
315
Upaya meningkatkan hasil belajar siswa dengan mendiagnosis kesalahan dan pembelajaran remedial Kelas VIII E SMP Pangudi Luhur 1 Yogyakarta pada materi bangun ruang sisi datar
0
0
260
Upaya membangun aktivitas dan hasil belajar siswa kelas VIII A SMP Pangudi Luhur 1 Yogyakarta melalui pendekatan pembelajaran berbasis masalah pokok bahasan volume bangun ruang sisi datar.
0
1
266
Peningkatan motivasi dan hasil belajar siswa dengan metode pembelajaran penemuan terbimbing dan pemberian kuis pada sub pokok bahasan luas permukaan dan volume bangun ruang sisi datar di kelas VIII C SMP Pangudi Luhur 1 Klaten.
0
1
297
Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD pada pembelajaran matematika topik luas permukaan dan volume bangun ruang sisi datar ditinjau dari sikap dan hasil belajar siswa kelas VIII B SMP Pangudi Luhur Gantiwarno.
4
24
178
Penggunaan media powerpoint dalam pembelajaran remedial pada materi bangun ruang sisi datar siswa kelas VIII D SMP Pangudi Luhur 1 Yogyakarta.
0
12
237
Pengaruh status sosial ekonomi orangtua siswa terhadap hasil belajar matematika pada pokok bahasan bangun ruang sisi datar siswa kelas VIII D SMP Maria Immaculatata Marsudirini Yogyakarta
0
14
223
Minat belajar dan hasil belajar siswa dalam penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Heads Together (NHT) pokok bahasan volume bangun ruang sisi datar pada kelas VIII B
0
2
313
Pengaruh media pembelajaran berbasis blog terhadap motivasi, keaktifan belajar dan hasil belajar siswa di kelas VIII SMP Pangudi Luhur 1 Yogyakarta pada pokok bahasan lensa - USD Repository
0
0
192
Penerapan model pembelajaran Mind Map (peta pikiran) dalam pembelajaran matematika pada pokok bahasan materi bangun ruang sisi datar di kelas VIII B SMP Pangudi Luhur Bayat Klaten - USD Repository
0
0
320
Show more