DOCRPIJM 2a2f58c397 BAB VBAB 5 Keterpaduan strategi Peng. Kab HSU Bantek RPI2JM 30 10 14

 0  0  173  2019-03-15 02:44:29 Laporkan dokumen yang dilanggar

5.1 Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Hulu Sungai Utara

  5.1 Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Hulu Sungai Utara Pada sub bab ini akan dijelaskan mengenai keterpaduan strategi pengembanganKabupaten dengan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Hulu Sungai Utara. Hal ini dimaksukan untuk menyelaraskan agar pengembangan kabupaten sesuai dengan arahanyang ada di Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Hulu Sungai Utara.

5.1.1 Rencana Struktur Ruang

Rencana struktur ruang Kabupaten Hulu Sungai Utara, meliputi pusat -pusat kegiatan, sistem jaringan prasarana utama dan sistem jaringan prasarana lainnya.

A. Pusat - pusat Kegiatan dan Fungsinya

  Pusat Kegiatan Wilayah (PKW)Pusat kegiatan wilayah yaitu Kota Amuntai, melayani pusat kegiatan lokal Alabio dan beberapa PPK di sekitarnya seperti Telaga Silaba, termasuk juga PPL yang ada disebelah timur Amuntai seperti Sungai Tabukan, Banua Hanyar, Banjang, Teluk Daun, Sungai Turak dan Haur Gading. Pusat Pelayanan Kawasan (PPK)1) Telaga Silaba Pusat pelayanan kawasan Telaga Silaba melayani beberapa desa seperti JinggahBujur, Palimbangan dan sekitarnya dan bahkan beberapa desa dalam beberapa kabupaten, termasuk daerah sekitarnya.

B. Sistem Jaringan prasarana Utama

a. Rencana jaringan transportasi di Kabupaten Hulu Sungai Utara meliputi:

  Rencana terminal di Kabupaten Hulu Sungai Utara berupa pengembangan terminal tipeB serta rencana pengembangan angkutan bus antarkota dalam propinsi dengan trayek Banjarmasin – Alabio – Danau Panggang. Rencana Jaringan Sungai, Danau dan Penyeberangan Rencana pembangunan pelabuhan sungai regional yang terletak di Babirik, Amuntai,Danau Panggang dan Paminggir.

C. Sistem Jaringan Prasarana Lainnya

1. Rencana Pengembangan Sistem Jaringan Energi

  Jaringan Pipa Minyak dan Gas Bumi Jaringan pipa minyak dan gas bumi yang ada di Kabupaten Hulu Sungai Utara adalahStasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) berjumlah 3 buah yang berada di Kelurahan Kebun Sari, Desa Muara Tapus dan Desa Pekapuran. Jaringan Air Bersih ke Kelompok PenggunaSistem pengembangan palayanan air bersih non perpipaan dengan menambahkan sarana dan prasarana air minum yang diperuntukkan pada daerah-daerah yangjauh dari cakupan pelayanan PDAM Kabupaten Hulu Sungai Utara.

4. Rencana Pengembangan Prasarana Lingkungan

  Rencana Pengembangan Sistem Jaringan Air Minum1) Rencana pengembangan sistem sambungan langsung dari PDAM direncanakan melayani kawasan perkotaan, pusat kegiatan komersil, industri maupun pusatpemerintahan pada kawasan perkotaan di setiap kecamatan di KabupatenHulu Sungai Utara; dan 2) Penyediaan air dengan swadaya murni dari masyarakat dengan menggunakan sumur bor. Rencana dalam penanganan air limbah secara rinci dijabarkan sebagai berikut : a) Pembuatan Jaringan Sistem Penyaluran Air Buangan (SPAB) dengan sistemSmall Bore Sewerage (SBS) yang dilengkapi dengan pengolahan air limbah terpusat (I PAL), yang diarahkan menggunakan sistem biologis baik.

5.1.2 Rencana Pola Ruang

  Pola pemanfaatan ruang Kabupaten Hulu Sungai Utara terbagi menjadi kawasan lindung dan kawasan budidaya. Proporsi penggunaan lahan untuk kawasan lindung dankawasan budidaya direncanakan berbanding 4,49 % dan 95,50 % dimana kawasan lindung seluas 4.090,82 ha dan budidaya 86.901,72 ha.

A. Rencana Pola Ruang Kaw asan Lindung

  Berdasarkan kesesuaian lahan aktual dan kesesuaian lahan potensial, maka rencana pemanfaatan kawasan lindung di Kabupaten Hulu Sungai Utara meliputikawasan perlindungan setempat, kawasan suaka alam dan cagar budaya, kawasan 1. Kawasan Sempadan Sungai Perlindungan terhadap sempadan sungai diarahkan pada pengembangan kawasan terbuka tepi Sungai yang berada di Jalan Basuki Rahmat Kecamatan AmuntaiTengah sebesar 0,5 Ha dan jalur sempadan sungai, mulai dari sungai Tabalong,Balangan, Negara, dan Paminggir.

4. Kaw asan Perlindungan Lainnya

  Kawasan perlindungan plasma nutfah dirasa penting untuk dikembangkan karena adanya kekhawatiran hilangnya kekhasan dan sifat unggul spesies hewan yangdimiliki oleh Kabupaten Hulu Sungai Utara. Spesies yang memiliki sifat unggul adalah itik Alabio dan spesies yang mempunyai kekhasan ekosistem rawa adalah kerbau rawa.

B. Rencana Pengembangan Kaw asan Budi Daya

  Kaw asan Peruntukan Hutan Produksi yang Dapat Dikonservasi Pengembangan kawasan hutan produksi yang dapat dikonversi (HPK) diarahkan pada asas penataan yang secara legal telah ditetapkan oleh Kemeterian Kehutanan RepublikI ndonesia dan arahan dari RTRW Provinsi Kalimantan Selatan Luas kawasan hutan yang dapat dikonversi sebesar 40.972,87 Ha. Kawasan Peruntukan Pertahanan dan KeamananPada kawasan peruntukan pertahanan dan keamanan yang ada di Kabupaten HuluSungai Utara terdapat Kodim 1001/ Amuntai yang terletak di Kelurahan Murung Sari, Kecamatan Amuntai Tengah dengan luasan kurang lebih 0, 11 ha.

5.1.3 Rencana Kependudukan

  Kawasan tidak padat dan kurang padat namun bukan merupakan kawasan strategis pemicu pertumbuhan penduduk, hingga tahun 2032 direncanakan tingkat kepadatannyacenderung tetap atau meningkat meskipun tidak secara signifikan. Kawasan ini terdiri dari Kecamatan Paminggir, Danau Panggang, Amuntai Selatan, dan Babirik.

5.1.4 Kaw asan Strategi Kabupaten Hulu Sungai Utara

  12 tahun 2012 tentang Rencana Tata RuangWilayah Kabupaten Hulu Sungai Utara 2012 - 2032 pasal 33, Kawasan Strategis KabupatenHulu Sungai Utara meliputi: Tabel 5.1 Kaw asan Strategis Kabupaten ( KSK) Hulu Sungai Utara Kaw asan strategis dari sudut Kepentingan Ekonomi Kaw asan strategis dari sudut Kepentingan Sosial Budaya a. Kawasan cukup padat namun memiliki luasan lahan yang masih memungkinkan untuk menambah penduduk dan merupakan kawasan strategis dengan aktivitas guna lahanseperti pendidikan, perdagangan, direncanakan dit ingkatkan kepadatannya.

1. Kawasan industri kerajinan, terdiri atas :

  Kawasan Candi Agung merupakan cagar budaya terdapat diKecamatan Amuntai Tengah; 2. Kawasan Mesjid Tua Sungai Banar terdapat di JarangKuantan, Kecamatan Amuntai Selatan; 3.

e. Kawasan kerajinan plastik di Kecamatan Amuntai Utara

  Lahan pertanian pangan berkelanjutan seluas 14.908 (empat belas ribu sembilan ratus delapan)hektar, dengan kriteria: 1) berada pada lahan lebak t engahan (watun I I ); dan2) kondisi lahan dalam satu tahun tergenang selama 3 – 6 bulan dengan ketinggian genangan Kaw asan strategis dari sudut Kaw asan strategis dari sudut Kepentingan Ekonomi Kepentingan Sosial Budaya b. Lahan cadangan pertanian pangan berkelanjutan seluas 8.451 (delapan ribu empat ratus lima puluhsatu) hektar, dengan kriteria: 1) Berada pada lahan lebak dalam (watun I I I ); dan2) Kondisi lahan dalam satu tahun, tergenang lebih dari 6 bulan dengan ketinggian genangan 100 – 200 cm.

1 Perwujudan pusat kegiatan

     Daerah sempadan sungai dan sekitar danausda Dinas PU  Pengangkatan sedimen untuk mempertahankan volume sungai dan pengerukan dilakukan dengan tetap memperhatikankemiringan sungai. Wilayah rawan bencana sda Dishubkominfo,Dinas PU, BPBD    Pemasangan rambu – rambu peringatan pada daerah yang rawan bencana alam Pasar, Kebersihan & Tata Kota,Satpol-PP Daerah potensi rawan bencanasda BPBD,PU, Dinas 1.4 Kawasan Rawan Bencana Alam Pemetaan kawasan rawan bencana Kabupaten HSU sda Bappeda/ BPBD Pengendalian kegiatan disekitar kawasan rawan bencana.

5.2.1 Kebijakan Pembangunan Daerah

  Raw a; mengandung pengertian bahwa wilayah Kabupaten Hulu Sungai Utara dengan luasan seluruhnya 892,7 km2 memiliki kawasan rawa atau kawasan yang tergenang baik secara monoton maupun yang tergenang secara periodik dan meliputi 89 % daritotal luas wilayahnya. Makmur; yakni dengan lahan rawa yang sangat luas yang dimiliki oleh daerah diHulu Sungai Utara terkandung berbagai potensi yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat di daerah sebagai kawasan ekonomi produktif yang dapat membawapada kesejahteraan masyarakat .

B. Strategi

  Strategi pencapaian visi dan misi didasarkan atas penelaahan terhadap berbagai tujuan dan sasaran yang ingin dicapai berdasarkan visi dan misi daerah. Berdasarkanketerkaitan antara visi, misi, tujuan dan sasaran yang diinginkan dari rumusan visi dan misi serta tujuan dan sasaran, maka strategi pembangunan Kabupaten Hulu Sungai Utara tahun2013 sampai tahun 2017 adalah : 1.

C. Arahan Kebijakan

  Arah kebijakan yang ditetapkan pada periode tahun 2013 – 2017 merupakan jabaran dari visi dan misi RPJMD, namun tetap tidak terlepas dan harus mengacu pada arahkebijakan yang ada pada Rencana Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Kabupaten Hulu Sungai Utara Tahun 2005 – 2025. Arah Kebijakan Tahun 2013 Arah kebijakan tahun 2013 akan dijelaskan dalam tabel berikut: No Aspek Arah Kebijakan 1 Pemerintahan Meningkatkan pelaksanaan tata pemerintahan yang semakin baik, memberikan layanan masyarakat yang semakin berkualitas,mewujudkan masyarakat yang semakin mandiri dan dewasa serta berdaya saing dalam kehidupan sosial, ekonomi dan politik sertabudaya, meningkatkan keamanan dan ketertiban dalam kehidupan masyarakat, serta memelihara kerukunan beragama.

3. Arah Kebijakan Tahun 2015

  4 I nfrastruktur Melanjutkan upaya pengembangan dan perluasan kota Amuntai serta membuka akses masyarakat di pedesaan, peningkatan danpemeliharaan berbagai infrastruktur kewilayahan, perhubungan, ekonomi, dan infrastruktur sosial lainnya termasuk pemerintahan ;pada aspek lingkungan diarahkan pada pemeliharaan dan peningkatan kualitas lingkungan dan ekosistem rawa,pengendalian bencana alamserta perbaikan/ rehabilitasi terhadap dampak pembangunan yang berpengaruh terhadap lingkungan. 4 I nfrastruktur Semakin meningkatnya perwujudan Amuntai Baru sebagai alternatif perluasan kawasan perkotaan, penyediaan infrastrukturperekonomian guna lebih memantapkan mobilitas perekonomian daerah serta meningkatkan pendapatan masyarakat, penyediaandan pemeliharaan infrastruktur pendidikan dan kesehatan guna menunjang tercapainya sumberdaya manusia yang lebihberkualitas dan mandiri.

3 Pendidikan dan Peningkatan mutu layanan baik pendidikan maupun kesehatan serta pemerataan akses pendidikan dan kesehatan bagi masyarakat

Kesehatan 4 I nfrastruktur Pada aspek infrastruktur wilayah, infrastruktur ekonomi, infrastruktur pendidikan, infrastruktur kesehatan dan infrastruktur sosial lainnyajuga selalu dilakukan peningkatan dan perbaikan sesuai kebutuhan guna lebih terpenuhinya aksesibilit as masyarakat, termasukpengembangan kota Amuntai.

D. Program

  Guna mencapai misi, tujuan dan sasaran pembangunan yang berpedoman kepada strategi dan kebijakan umum yang telah ditetapkan sebelumnya, maka disusun program-program pembangunan untuk mencapai visi dan misi Kepala Daerah dalam kurun waktu 5(lima) tahun ke depan. Mewujudkan pengembangan wilayah dan perluasan kotaAmuntai 1) Program pengembangan wilayahstrategis dan cepat tumbuh Luas kawasan perkotaan 2) Program perencanaan pengembangan kota-kotamenengah dan besar I mplementasi rencana dalamdokumen pengembangan kota 3) Program Pembangunan Kota Amuntai Terbangunnya infrastrukturdasar di kawasan pengembangan kota Amuntai 4.

1) Program Pengendalian Banjir Kawasan rawan banjir

2. Meningkatkan pengembangan dan konservasi sumberdaya air untuk mengoptimalkanperlindungan dan pemanfaatan lahan rawa

E. Kebutuhan Anggaran Pembangunan I nfrastruktur Cipta Karya

  HSU jalan lingkar di pembangunan11 sungai dan terpisah oleh wilayah yang pada wilayah- h hubungan Mempermuda 14.29% 14.29%1 Program pembangunan turap/ talud/ Pengurangan 20% 20% jalan dan jembatan a halan di Program rehabilitasi/ pemeliharaan Terpeliharany 14.96% 17.65% bronjong longsor tebing danau Kab. HSU11 lainnya jaringan Program pembangunan jaringan jalan Lancarnya 30 ha 30 ha 30 ha 30 ha 30 ha 150 ha irigasi, rawa, danjaringan pengairan irigasi dan di Kab.

5.2.2 Kebijakan Keuangan Daerah

  Meningkatkan kualitas aparatur pengelola keuangan daerah agar mampu mengembangkan kreatifitas, inisiatif, kemampuan, dan memiliki motivasi yang kuatdalam menggali potensi dan sumber-sumber baru yang ada dalam meningkatkan penerimaan asli daerah dan mengelola keuangan daerah secara optimal, efisien danefektif dan menghindari kebocoran. Menumbuhkan dan mengembangkan lembaga keuangan non bank milik pemerintah daerah (BUMD) yang bergerak dalam permodalan usaha mikro yang mampumeningkatkan dan mendorong pertumbuhan serta perkembangan usaha ekonomi masyarakat kecil secara merata.

5.2.3 I ndikator Kinerja

  Dengan adanya indikator kinerja, perencanaan sudah mempersiapkan alat ukur yangakan digunakan untuk menentukan apakah rencana yang ditetapkan telah dapat dicapai. Penetapan indikator kinerja pada saat merencanakan kinerja akan lebih meningkatkan kualitas perencanaan dengan menghindari penetapan – penetapan sasaran yang sulit untukdiukur dan dibuktikan secara objektif kebenarannya.

5.3 Perda Bangunan Gedung

  5.3.1 Ketentuan Fungsi Bangunan Gedung Ketentuan fungsi bangunan gedung sesuai dengan peratururan daerah bangunan gedung Kabupaten Hulu Sungai Utara digolongkan menjadi 5, yaitu: hunian, keagamaan,usaha, sosial dan budaya, serta fungsi khusus. Bangunan gedung menurut fungsi khusus meliputi: bangunan gedung untuk reaktor nuklir, instalasi pertahanan dan keamanaan dan bangunan sejenis yang ditetapkan olehMenteri.

1. Persyaratan administratif bangunan gedung

  c) Keseimbangan, keserasian, dan keselarasan bangunan gedung dengan lingkungannya harus mempertimbangkan terciptanya ruang luar bangunangedung, dan ruang terbuka hijau yang seimbang, serasi, dan selaras dengan lingkungannya. a) Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan ( RTBL ) sebagaimana dimaksud dalam Pasal 13 huruf d, merupakan persyaratan tata bangunan sebagai tindaklanjut dari RTRW dan/ atau RDTRKP, digunakan dalam pengendalian pemanfaatan ruang suatu kawasan dan sebagai panduan rancangan kawasanuntuk mewujudkan kesatuan karakter serta kualitas bangunan dan lingkungan yang berkelanjutan.

b) Kemampuan bangunan gedung dalam mencegah dan menanggulangi bahaya kebakaran dan bahaya petir

  d) Setiap bangunan gedung, kecuali rumah tinggal tunggal dan rumah deret sederhana, harus menyediakan sarana evakuasi yang meliputi sistemperingatan bahaya bagi pengguna, pintu keluar darurat, dan jalur evakuasi yang dapat menjamin kemudahan pengguna bangunan gedung untukmelakukan evakuasi dari dalam bangunan gedung secara aman apabila terjadi bencana atau keadaan darurat. e) Setiap bangunan gedung untuk kepentingan umum harus menyediakan kelengkapan prasarana dan sarana pemanfaatan bangunan gedung meliputiruang ibadah, ruang ganti, ruang bayi, toilet, tempat parkir, tempat sampah, serta fasilitas komunikasi dan informasi untuk memberikan kemudahan bagipengguna bangunan gedung dalam beraktivitas dalam bangunan gedung.

5.3.3 Penyelenggaraan Bangunan Gedung

  Pengaturan peran masyarakat dimaksudkan untuk mendorong tercapainya tujuan penyelenggaraan bangunan gedung yang tertib, fungsional, andal, dapat menjaminkeselamatan, kesehatan, kenyamanan, kemudahan bagi pengguna dan masyarakat di sekitarnya, serta serasi dan selaras dengan lingkungannya. Peran masyarakat yang diaturdalam Peraturan Daerah ini dapat dilakukan oleh perseorangan atau kelompok masyarakat melalui sarana yang disediakan atau melalui gugatan perwakilan.

5.4 Arahan Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan

  Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan (RTBL) yang telah disusun di KabupatenHulu Sungai Utara saat ini sebanyak 3 lokasi. RTBL Kecamatan Amuntai TengahMengingat kesemua RTBL tersebut masuk dalam kategori RTBL Kawasan Strategis Kabupaten (KSK), maka pada bagian ini tidak dipaparkan arahan dari kedelapan RTBL tersebut, karena dalam sistematika penyusunan Dokumen RPI 2JM berdasarkan pedomantahun 2014, maka untuk ulasan atau paparan mengenai RTBL KSK disampaikan dalam sub bab tersendiri.

5.5.1 Rencana Sistem Pelayanan

  Selain itu pertimbangan kepadatan penduduk yang berujung pada adanya potensi pencemaran terhadap sumber air baku air minum menjadi dasarperlunya sistem perpipaan untuk diterapkan pada suatu wilayah. Sistem pelayanan dengan jaringan perpipaan yang telah dilayani oleh PDAM Kabupaten Hulu Sungai Utara.

A. Sistem Pelayanan Perpipaan

  Zona pelayanan 1 adalah Sistem I ntegrasi Kota Amuntai dan sekitarnya yaitu pelayanan untuk wilayah Kecamatan Amuntai Tengah, Kecamatan Amuntai Utara , Amunt ai Selatan,Kecamatan Banjang dan Kecamatan Haur Gading. Zona pelayanan 1 terdiri dari dari BNAAmuntai, I KK Telaga Silaba, I KK Tangkawang , I KK Muara Tapus dan yang terbaru I KK Haur Gading.

B. Sistem Pelayanan Non Perpipaan

  Jaringan air minum dengan sistem non perpipaan dengan menggunakan sumber airbaku berupa air tanah dalam dan air tanah dangkal yan berupa sumur bor dan sumur galiyang dibangun oleh pemerintah daerah ataupun dikelola oleh masyarakat setempat. Rencana pelayanan dengan sistem non perpipaan akan ditingkatkan menjadi 100% sampai akhir tahun perencanaan untuk wilayah pedesaan yang tidak memungkinkan untukdilayani oleh jaringan perpipaan dari PDAM.

5.5.2 Rencana Pengembangan SPAM

A. Sistem Jaringan Perpipaan

1. Tahap Lima Tahun I ( Tahun 2014 -2018)

a) Pompa Submersible Q = 22 lt/ dtk, H = 20 m sebanyak 4 unit 1) Pembangunan, Pengadaan dan Pemasangan I ntake c) Pipa transmisi HDPE diameter 250 mm = 200 m d) Pipa transmisi HDPE diameter 150 mm = 200 m e) Pembangunan I ntake sebanyak 3 Ls f) Penambahan Daya listrik 110 Kva sebanyak 2 Ls g) Penambahan Daya listrik 80 Kva sebanyak 1 Ls2) Pekerjaan Pembangunan I PA, Pompa Distribusi a) I PA kapasitas 20 lt/ dtk sebanyak 2 unit b) I PA kapasitas 10 lt/ dtk sebanyak 1 unit c) Pompa centrifugal Q = 20 lt/ dtk, Head = 60 m sebanyak 4 unit d) Pompa centrifugal Q = 10 lt/ dtk, Head = 60 m sebanyak 2 unit e) Rumah Pompa dan Genset 36 m2 sebanyak 2 Ls3) Pekerjaan Pembangunan Reservoir3 a) Reservoir 500 m sebanyak 2 unit b) Reservoir 200 m3 sebanyak 1 unit4) Pengadaan dan Pemasangan Pipa Transmisi Air Bersih a) Pipa GI φ 200 mm = 36 m b) Pipa GI φ 150 mm = 108 m c) Pipa GI φ 100 mm = 234 m d) Pipa GI φ 75 mm = 174 m e) Pipa HDPE φ 200 mm = 1.962 m f) Pipa HDPE φ 150 mm = 7.892 m g) Pipa HDPE φ 100 mm = 34.883 m h) Pipa HDPE φ 75 mm = 26.803 m i) Pipa HDPE φ 50 mm = 34.250 m5) Pengadaan dan Pemasangan Meter I nduk a) Meter induk φ 8 inch sebanyak 1 unit b) Meter induk φ 6 inch sebanyak 2 unit c) Meter induk φ 4 inch sebanyak 1 unit6) Pertambahan Unit Pelayanan a) Sambungan Rumah sebanyak 2.908 unit b) Hidran Umum sebanyak 9 unit

b. Zona Pelayanan 2

1) Pembangunan, Pengadaan dan Pemasangan I ntake a) Pompa Submersible Q = 11 lt/ dtk, H = 20 m sebanyak 2 unit b) Pembangunan I ntake/ Ponton sebanyak 1 Ls d) Penambahan Daya Listrik 80 Kva sebanyak 1 Ls2) Pekerjaan Pembangunan I PA, Pompa Distribusi a) I PA kapasitas 10 lt/ dtk sebanyak 1 unit b) Pompa centrifugal Q = 10 lt/ dtk, Head = 60 m sebanyak 2 unit c) Rumah pompa dan genset 36 m2 sebanyak 1 Ls33) Pekerjaan pembangunan reservoir 200 m sebanyak 1 unit4) Pengadaan dan Pemasangan Pipa Transmisi Air Bersih a) Pipa HDPE φ 250 mm = 300 m b) Pipa HDPE φ 200 mm = 200 m c) Pipa HDPE φ 150 mm = 500 m d) Pipa HDPE φ 100 mm = 6.910 m e) Pipa HDPE φ 75 mm = 13.982 m f) Pipa HDPE φ 50 mm = 20.600 m g) Pipa GI φ 100 mm = 90 m h) Pipa GI φ 75 mm = 140 m5) Pengadaan dan Pemasangan Meter I nduk a) Meter induk φ 6 inch sebanyak 1 unit b) Meter induk φ 4 inch sebanyak 1 unit6) Pertambahan Unit Pelayanan a) Sambungan Rumah sebanyak 995 unit b) Hidran Umum sebanyak 15 unit 1) Pembangunan, pengadaan dan pemasangan intake a) Pompa Submersible Q = 11 lt/ dtk, H = 20 m sebanyak 2 unit b) Pembangunan I ntake/ Ponton sebanyak 1 Ls c) Pipa transmisi diameter 150 mm = 100 m d) Penambahan daya listrik 80 Kva sebanyak 1Ls2) Pekerjaan pembangunan I PA, pompa distribusi a) I PA kapasitas 10 lt/ detik sebanyak 1 unit b) Pompa centrifugal Q = 10 lt/ dtk, H = 60 m sebanyak 2 unit2 c) Rumah pompa dan genset 36 m sebanyak 1 Ls33) Pekerjaan pembangunan reservoir 200 m sebanyak 1 unit4) Pengadaan dan Pemasangan Pipa Transmisi Air Bersih a) Pipa HDPE φ 250 mm = 250 m b) Pipa HDPE φ 200 mm = 200 m d) Pipa HDPE φ 100 mm = 8.000 m e) Pipa HDPE φ 75 mm = 12.000 m f) Pipa HDPE φ 50 mm = 11.000 m g) Pipa GI φ 100 mm = 110 m5) Pengadaan dan pemasangan meter induk φ 6 inch sebanyak 1 unit6) Pertambahan Unit Pelayanan a) Sambungan Rumah sebanyak 534 unit b) Hidran Umum sebanyak 13 unit d. Zona Pelayanan 4 1) Pembangunan, pengadaan dan pemasangan intake a) Pompa Submersible Q = 11 lt/ dtk, H = 20 m sebanyak 2 unit b) Pembangunan I ntake/ Ponton sebanyak 1 ls (2015), 1 ls (2024), 1 ls (2029) c) Pipa transmisi diameter 150 mm = 100 m d) Penambahan daya listrik 80 Kva sebanyak 1 Ls2) Pekerjaan pembangunan I PA, pompa distribusi a) I PA kapasitas 10 lt/ detik sebanyak 1 unit b) Pompa centrifugal Q = 10 lt/ dtk, H = 60 m sebanyak 2 unit2 c) Rumah pompa dan genset 36 m sebanyak 1 Ls33) Pekerjaan pembangunan reservoir 200 m sebanyak 1 unit4) Pengadaan dan Pemasangan Pipa Transmisi Air Bersih a) Pipa HDPE φ 150 mm = 300 m b) Pipa HDPE φ 100 mm = 1000 m c) Pipa HDPE φ 75 mm = 11.000 m d) Pipa HDPE φ 50 mm = 15.000 m e) Pipa GI φ 75 mm = 100 m5) Pengadaan dan pemasangan meter induk φ 4 inch sebanyak 1 unit6) Pertambahan Unit Pelayanan a) Sambungan Rumah sebanyak 642 unit b) Hidran Umum sebanyak 10 unit e. Zona Pelayanan 5 1) Pompa Submersible Q = 11 lt/ dtk, H = 20 m sebanyak 1 unit2) Pompa centrifugal Q = 10 lt/ dtk, H = 60 m sebanyak 2 unit3) Pengadaan dan Pemasangan Pipa Transmisi Air Bersih a) Pipa HDPE φ 75 mm = 500 m b) Pipa HDPE φ 50 mm = 1.000 m 4) Pengadaan dan pemasangan meter induk φ 4 inch sebanyak 1 unit5) Pertambahan Sambungan Rumah sebanyak 102 unit

2. Tahap Lima Tahun I I ( Tahun 2019 -2023)

  Zona Pelayanan 12) Pengadaan dan Pemasangan Pipa Transmisi Air Bersih a) Pipa HDPE φ 100 mm = 7.500 m b) Pipa HDPE φ 75 mm = 8.000 m c) Pipa HDPE φ 50 mm = 11.200 m3) Pertambahan Unit Pelayanan a) Sambungan Rumah sebanyak 3.380 unit b) Hidran Umum sebanyak 16 unit b. Zona Pelayanan 31) Pengadaan dan Pemasangan Pipa Transmisi Air Bersih a) Pipa HDPE φ 100 mm = 8.000 m c) Pipa HDPE φ 50 mm = 9.000 m2) Pertambahan Unit Pelayanan a) Sambungan Rumah sebanyak 522 unit b) Hidran Umum sebanyak 1 unit d.

3. Tahap Lima Tahun I I I ( Tahun 2024- 2028)

1) Pembangunan, Pengadaan & Pemasangan I ntake a) Pompa Submersible Q = 22 lt/ dtk, H = 20 m sebanyak 2 unit b) Pompa Submersible Q = 11 lt/ dtk, H = 20 m sebanyak 6 unit c) Pipa transmisi HDPE φ 250 mm = 200 m d) Pipa transmisi HDPE φ 150 mm = 400 m e) Pembangunan I ntake sebanyak 4 Ls f) Penambahan Daya listrik 110 Kva sebanyak 1 ls (2017) dan 1 ls (2018)2) Pekerjaan pembangunan I PA, Pompa distribusi a) I PA kapasitas 20 lt/ dtk sebanyak 1 unit b) I PA kapasitas 10 lt/ dtk sebanyak 3 unit c) Pompa centrifugal Q = 20 lt/ dtk, Head = 60 m sebanyak 2 unit d) Pompa centrifugal Q = 10 lt/ dtk, Head = 60 m sebanyak 6 unit2 e) Rumah Pompa dan Genset 36 m sebanyak 4 Ls3) Pembangunan Reservoir3 a) Reservoir 200 m sebanyak 2 unit3 b) Reservoir 100 m sebanyak 2 unit 4) Pengadaan dan Pemasangan Pipa Transmisi Air Bersih a) Pipa HDPE φ 250 mm = 200 m b) Pipa HDPE φ 200 mm = 500 m c) Pipa HDPE φ 150 mm = 2.500 m d) Pipa HDPE φ 100 mm = 5.000 m e) Pipa HDPE φ 75 mm = 10.500 m f) Pipa HDPE φ 50 mm = 12.500 m5) Pengadaan dan pemasangan meter induk φ 8 inch sebanyak 1 unit6) Pertambahan Unit Pelayanan a) Sambungan Rumah sebanyak 3.739 unit b) Hidran Umum sebanyak 11 unit b.Zona Pelayanan 2 1) Pembangunan, Pengadaan dan Pemasangan I ntake a) Pompa Submersible Q = 11 lt/ dtk, H = 20 m sebanyak 2 unit b) Pembangunan I ntake/ Ponton sebanyak 1 Ls c) Pipa transmisi φ 150 mm = 100 m d) Penambahan Daya Listrik 80 Kva sebanyak 1 Ls2) Pekerjaan Pembangunan I PA, Pompa Distribusi a) I PA kapasitas 10 lt/ dtk sebanyak 1 unit b) Pompa centrifugal Q = 10 lt/ dtk, Head = 60 m sebanyak 2 unit2 c) Rumah pompa dan genset 36 m sebanyak 1 Ls33) Pekerjaan Pembangunan Reservoir 200 m sebanyak 1 unit4) Pengadaan dan Pemasangan Pipa Transmisi Air Bersih a) Pipa HDPE φ 150 mm = 500 m b) Pipa HDPE φ 100 mm = 5.300 m c) Pipa HDPE φ 75 mm = 5.500 m d) Pipa HDPE φ 50 mm = 10.500 m5) Pengadaan dan pemasangan meter induk φ 6 inch sebanyak 1 unit6) Pertambahan Unit Pelayanan a) Sambungan Rumah sebanyak 1.285 unit b. Hidran Umum sebanyak 9 unit 1) Pembangunan, pengadaan dan pemasangan intake a) Pompa Submersible Q = 11 lt/ dtk, H = 20 m sebanyak 2 unit b) Pembangunan I ntake/ Ponton sebanyak 1 Ls c) Pipa transmisi φ 150 mm = 100 m a) I PA kapasitas 10 lt/ detik sebanyak 1 unit b) Pompa centrifugal Q = 10 lt/ dtk, H = 60 m sebanyak 2 unit2 c) Rumah pompa dan genset 36 m sebanyak 1 Ls33) Pekerjaan pembangunan reservoir 200 m sebanyak 1 unit4) Pengadaan dan Pemasangan Pipa Transmisi Air Bersih a) Pipa HDPE φ 200 mm = 500 m b) Pipa HDPE φ 150 mm = 1.500 m c) Pipa HDPE φ 100 mm = 7.500 m d) Pipa HDPE φ 75 mm = 6.000 m e) Pipa HDPE φ 50 mm = 10.000 m5) Pertambahan Unit Pelayanan a) Sambungan Rumah sebanyak 1.055 unit b) Hidran Umum sebanyak 2 unit d. Zona Pelayanan 4 1) Pembangunan, pengadaan dan pemasangan intake a) Pompa Submersible Q = 11 lt/ dtk, H = 20 m sebanyak 2 unit b) Pembangunan I ntake/ Ponton sebanyak 1 Ls c) Pipa transmisi φ 150 mm = 100 m d) Penambahan daya listrik 80 Kva sebanyak 1 Ls2) Pekerjaan pembangunan I PA, pompa distribusi a) I PA kapasitas 10 lt/ detik sebanyak 1 unit b) Pompa centrifugal Q = 10 lt/ dtk, H = 60 m sebanyak 2 unit2 c) Rumah pompa dan genset 36 m sebanyak 1 Ls33) Pekerjaan pembangunan reservoir 200 m sebanyak 1 unit4) Pengadaan dan Pemasangan Pipa Transmisi Air Bersih a) Pipa HDPE φ 150 mm = 600 m b) Pipa HDPE φ 100 mm = 10.000 m c) Pipa HDPE φ 75 mm = 15.000 m d) Pipa HDPE φ 50 mm = 16.500 m5) Pertambahan Unit Pelayanan a) Sambungan Rumah sebanyak 440 unit b) Hidran Umum sebanyak 5 unit e. Zona Pelayanan 5 1) Pengadaan dan Pemasangan Pipa Transmisi Air Bersih b) Pengadaan dan pemasangan pipa HDPE φ 50 mm = 1.000 m2) Pertambahan Sambungan Rumah sebanyak 127 unit

4. Tahap Lima Tahun I V ( Tahun 2029 -2033)

a. Zona Pelayanan 11) Pembangunan, Pengadaan & Pemasangan I ntake a) Pompa Submersible Q = 22 lt/ dtk, H = 20 m sebanyak 2 unit b) Pompa Submersible Q = 11 lt/ dtk, H = 20 m sebanyak 6 unit c) Pipa transmisi HDPE φ 250 mm = 200 m d) Pipa transmisi HDPE φ 150 mm = 400 m e) Pembangunan I ntake sebanyak 4 Ls2) Pekerjaan pembangunan I PA, Pompa distribusi a) I PA kapasitas 20 lt/ dtk sebanyak 1 unit b) I PA kapasitas 10 lt/ dtk sebanyak 3 unit c) Pompa centrifugal Q = 20 lt/ dtk, Head = 60 m sebanyak 2 unit d) Pompa centrifugal Q = 10 lt/ dtk, Head = 60 m sebanyak 6 unit2 e) Rumah Pompa dan Genset 36 m sebanyak 4 Ls3) Pembangunan Reservoir3 a) Reservoir 200 m sebanyak 2 unit3 b) Reservoir 100 m sebanyak 2 unit4) Pengadaan dan Pemasangan Pipa Transmisi Air Bersih a) Pipa HDPE φ 250 mm = 200 m b) Pipa HDPE φ 200 mm = 300 m c) Pipa HDPE φ 150 mm = 1.500 m d) Pipa HDPE φ 100 mm = 3.000 m e) Pipa HDPE φ 75 mm = 10.500 m f) Pipa HDPE φ 50 mm = 15.000 m5) Pengadaan dan Pemasangan Meter I nduk a) Meter induk φ 8 inch sebanyak 1 unit b) Meter induk φ 6 inch sebanyak 1 unit6) Pertambahan Unit Pelayanan a) Sambungan Rumah sebanyak 2.941 unit b) Hidran Umum sebanyak 24 unit b. Zona Pelayanan 21) Pembangunan, Pengadaan dan Pemasangan I ntake b) Pembangunan I ntake/ Ponton sebanyak 1 Ls c) Pipa transmisi φ 150 mm = 100 m d) Penambahan Daya Listrik 80 Kva sebanyak 1 Ls2) Pekerjaan Pembangunan I PA, Pompa Distribusi a) I PA kapasitas 10 lt/ dtk sebanyak 1 unit b) Pompa centrifugal Q = 10 lt/ dtk, Head = 60 m sebanyak 2 unit2 c) Rumah pompa dan genset 36 m sebanyak 1 Ls33) Pekerjaan Pembangunan Reservoir 200 m sebanyak 1 unit4) Pengadaan dan Pemasangan Pipa Transmisi Air Bersih a) Pipa HDPE φ 250 mm = 300 m b) Pipa HDPE φ 200 mm = 500 m c) Pipa HDPE φ 150 mm = 1.000 m d) Pipa HDPE φ 100 mm = 6.600 m e) Pipa HDPE φ 75 mm = 10.000 m f) Pipa HDPE φ 50 mm = 14.500 m5) Pengadaan dan pemasangan meter induk φ 6 inch sebanyak 1 unit6) Pertambahan Unit Pelayanan a) Sambungan Rumah sebanyak 631 unit b) Hidran umum sebanyak 10 unit c. Zona Pelayanan 31) Pembangunan, pengadaan dan pemasangan intake a) Pompa Submersible Q = 11 lt/ dtk, H = 20 m sebanyak 2 unit b) Pembangunan I ntake/ Ponton sebanyak 1 Ls c) Pipa transmisi φ 150 mm = 100 m d) Penambahan daya listrik 80 Kva sebanyak 1 Ls2) Pekerjaan pembangunan I PA, pompa distribusi a) I PA kapasitas 10 lt/ detik sebanyak 1 unit b) Pengadaan pompa centrifugal Q = 10 lt/ dtk, H = 60 m sebanyak 2 unit2 c) Rumah pompa dan genset 36 m sebanyak 1 Ls33) Pekerjaan pembangunan reservoir 200 m sebanyak 1 unit4) Pengadan dan Pemasangan Pipa Transmisi Air Bersih a) Pipa HDPE φ 250 mm = 200 m b) Pipa HDPE φ 200 mm = 500 m c) Pipa HDPE φ 150 mm = 1.000 m d) Pipa HDPE φ 100 mm = 7.500 m f) Pipa HDPE φ 50 mm = 12.500 m5) Pengadaan dan pemasangan meter induk φ 6 inch sebanyak 1 unit6) Pertambahan Unit Pelayanan a) Sambungan Rumah sebanyak 644 unit b) Hidran Umum sebanyak 7 unit d. Zona Pelayanan 41) Pembangunan, pengadaan dan pemasangan intake a) Pompa Submersible Q = 11 lt/ dtk, H = 20 m sebanyak 2 unit b) Pembangunan I ntake/ Ponton sebanyak 1 Ls c) Pipa transmisi φ 150 mm = 100 m d) Penambahan daya listrik 80 Kva sebanyak 1 Ls2) Pekerjaan pembangunan I PA, pompa distribusi a) I PA kapasitas 10 lt/ detik sebanyak 1 unit b) Pompa centrifugal Q = 10 lt/ dtk, H = 60 m sebanyak 2 unit2 c) Rumah pompa dan genset 36 m sebanyak 1 Ls33) Pekerjaan pembangunan reservoir 200 m sebanyak 1 unit4) Pengadaan dan Pemasangan Pipa Transmisi Air Bersih a) Pipa HDPE φ 200 mm = 500 m b) Pipa HDPE φ 150 mm = 1.000 m c) Pipa HDPE φ 100 mm = 3.500 m d) Pipa HDPE φ 75 mm = 10.000 m e) Pipa HDPE φ 50 mm = 12.500 m5) Pengadaan dan pemasangan meter induk φ 4 inch sebanyak 1 unit6) Pertambahan Sambungan Rumah sebanyak 719 unit e. Zona Pelayanan 51) Pengadaan dan Pemasangan Pipa Transmisi Air Bersih a) Pipa HDPE φ 75 mm = 500 m b) Pipa HDPE φ 50 mm = 1.000 m2) Pengadaan dan pemasangan meter induk φ 4 inch sebanyak 1 unit3) Pertambahan Sambungan Rumah sebanyak 138 unit

B. Sistem Jaringan Non Perpipaan

  Tingkat pelayanan yangada sampai tahun 2012 telah 27% dengan total penduduk yang terlayani sebesar 7,136 jiwa terhadap total jumlah penduduk daerah pelayanan sebesar 25.237 jiwa Hal ini sebagian Tingkat pelayanan akan dikembangkan sampai 100% terutama untuk 5 desa diKecamatan Paminggir yang sebagian besar dilayani dengan sumur bor dan sumur pompa tangan. Dengan cara ini dapat diketahui zona mana yang mempunyai tingkat kebocoran paling tinggi dan jauh melebihi standar yang diperbolehkan (20% ),sehingga tindakan penurunan kebocoran dapat lebih dikonsentrasikan terhadap zona yang bersangkutan.

5.6 Arahan Strategi Sanitasi Kota

5.6.1 Kerangka Kerja Pembangunan Sanitasi

  Air LimbahMeningkatkan kuantitas dan kualitas sarana dan prasarana pengelolaan air limbah rumah tangga yang berwawasan lingkungan. PersampahanMeningkatkan kuantitas dan kualitas sarana dan prasarana pengelolaan persampahan yang ramah lingkungan.

5.6.2 Tujuan, Sasaran dan Strategi Sektor Sanitasi

A. Sub- sektor Air Limbah Domestik

Tujuan, sasaran dan indikatornya serta strategi untuk mencapai visi dan misi sanitasiKabupaten Hulu Sungai Utara, dirumuskan berdasarkan kondisi terkini dari pengelolaan sanitasi sub-sektor Air Limbah Domestik seperti tercantum dalam tabel di bawah ini. Tabel 5.8 Tujuan, Sasaran dan Strategi Pengembangan Air Limbah Tujuan Sasaran Strategi Pernyataan Sasaran I ndikator SasaranMeningkatkan aksesmasyarakat terhadap saranadan prasarana air limbah domestikyang layak, aman dan ramahlingkungan Tujuan Sasaran Strategi Pernyataan Sasaran I ndikator Sasaran Sumber: SSK Kabupaten HSU 2014-2018

B. Sub- sektor Persampahan

  Untuk melakukan perencanaan Sistem Prasarana Pengelolaan Persampahan sesuai dengan Rencana Struktur Wilayah maka perlu diperhatikan beberapa kebijakan yang terkaitdengan target dan capaian pelayanan persampahan. Pencapaian sasaran cakupan pelayanan di wilayah perkotaan sampai dengan tahun 2015 adalah mencapai 60% , dan pencapaian pengolahan sampah secara mandiri (konsep 3R)adalah sebesar 20% ; 2.

3 R

  Aspek Higiene/ PHBS Tujuan, sasaran dan strategi untuk mencapai visi dan misi sanitasi Kabupaten Hulu Sungai Utara untuk aspek Higiene/ PHBS seperti tercantum dalam tabel di bawah. Tabel 5.11 Tujuan, Sasaran dan Strategi Aspek Higiene/ PHBS Tujuan Sasaran Strategi Pernyataan Sasaran I ndikator SasaranMeningkatnya masyarakatyang sadar terhadapPerilaku Hidup Bersih danSehat (PHBS) secara terusmenerus di sektor sanitasi Sumber: SSK Kabupaten HSU 2014-2018 Program bisa dipahami sebagai kumpulan beberapa kegiatan yang mengarah kepada sebuah perubahan sesuai dengan strategi yang telah disusun.

9 Pembangunan MCK+ +

  75 Desa Keg 4 750 APBD (Kab) 12 Pembebasan Lahan/ Tanah 75 Desa m2 7.000 37.500 APBD (Kab) 13 Perencanaan Tangki Septik Komunal 75 Desa Paket 4 400 APBD (Kab) 14 Pelatihan bagi pengurus KSM, berupa pelatihan dibidang teknis,keuangnan dan manajerial 15 Sosialiasasi kepada masy. oleh pengurus KSM (SANI MAS) 75 Desa Paket 40 Desa Unit 46 23.000 APBN 16 Pembangunan Tangki Septik Komunal 75 Desa Unit 75 37.500 APBN 17 Pembangunan Jaringan Pipa 75 Desa Keg 4 300 APBN 18 Pembangunan Sambungan Rumah (SR) 75 Desa SR 7.500 30.000 APBN 19 Supervisi 75 Desa Keg 4 750 APBD (Kab) No Nama Program Lokasi Satuan Volume Biaya ( juta Rp) Sumber Dana 1 3 Pemantauan Kualitas Udara Ambein Kab.

1 Pemantauan Kualitas Air Sungai Kab. HSU Keg

  Secara agregat terciptastruktur perekonomian yang kuat, dengan tingkat pertumbuhan yang stabil dan relatif tinggi, yang merupakan perwujudan dari transformasi ekonomi melalui integrasiperekonomian yang bersifat primer (pertanian) dengan perekonomian yang bersifat sekunder (industri). Pemantapan tata kelola pemerintahan yang baik, yakni menciptakan sistem pemerintahan yang semakin berkualitas, yang ditunjang oleh keberadaan sumberdayaaparatur yang profesional, sehingga pelaksanaan otonomi daerah yang nyata dan bertanggung jawab dapat terlaksana guna memberikan kesejahteraan kepadamasyarakat, dapat memberi pelayanan yang maksimal yang disertai penegakkan supremasi hukum dalam menciptakan keamanan dan ketertiban di masyarakat.

C. Strategi Pembangunan Permukiman dan I nfrastruktur Skala Kawasan

KPP V:

Kaw asan Prioritas No StrategiF Pengelolaan Sistem Sanitasi G Pengelolaan Sistem Persampahan KPP VI :KAWASAN PERMUKI MAN KOTA RADEN A Penataan Tepi Sungai Tabalong B Normalisasi Sungai TabalongC Peningkatan Kualitas Jalan dan Penataan Jaringan Drainase D Pengendalian Pertumbuhan KawasanE Peningkatan Kualitas Permukiman F Penyediaan Pelayanan Air MinumG Pengelolaan Sistem Sanitasi H Pengelolaan Sistem Persampahan KPP VI I :KAWASAN PERMUKI MAN TANGGA ULI N A Penataan Tepi Sungai Balangan B Normalisasi Sungai BalanganC Peningkatan Kualitas Jalan dan Penataan Jaringan Drainase D Pengendalian Pertumbuhan KawasanG Penyediaan Pelayanan Air Minum H Pengelolaan Sistem Sanitasi I Pengelolaan Sistem PersampahanKPP VI I I : KAWASAN PERMUKI MAN JUMBAA Peningkatan Kualitas Jalan, Pembangunan Jalan dan Penataan Jaringan DrainaseB Pembangunan Permukiman Baru C Percepatan Pembangunan Sarana Umum dan SosialD Pengendalian Pertumbuhan Kawasan E Peningkatan Kualitas PermukimanF Penyediaan Pelayanan Air Minum G Pengelolaan Sistem SanitasiH Pengelolaan Sistem Persampahan Sumber: Buku Laporan Akhir SPPI P Perkotaan Amuntai Kabupaten Hulu Sungai Utara Tahun 2012 KAWASAN PERMUKI MAN ANTASARIA Peningkatan Kualitas Jalan dan Penataan Jaringan Drainase B Pengendalian Pertumbuhan KawasanC Peningkatan Kualitas Permukiman D Penyediaan Pelayanan Air MinumE Pengelolaan Sistem Sanitasi F Pengelolaan Sistem Persampahan

5.7.3 Penetapan Kaw asan Permukiman Prioritas

  5.8.1 Potensi, Permasalahan, Tantangan dan Hambatan Berdasarkan hasil survei yang dilakukan beberapa potensi yang dimiliki oleh kawasan prioritas Paliwara untuk dapat meningkatkan kualitas lingkungan perumahannya adalahsebagai berikut: 1. Sudah ada sistem sanitasi (MCK) didalam rumah penduduk, dan jamban apung di sungai digunakan sebagian kecil oleh masyarakat untuk toilet umum dan mencuci.

A. Drainase

  Kalaupun ada yang terhubung, pada beberapa titik jaringan terputus sehingga tidak membentuk sistem yang baik. Dalam sistem drainase memiliki hirarki sistem dalam skala kaveling, lingkungan dan kota, ketiga sistem ini membentuk jaringan yang saling terhubung, namun untuk menjagakestabilan jaringan pada setiap tingkat dibagi antara penyaluran dan peresapan/ penampungan.

B. Persampahan

  Berdasarkan wawancara dengan penduduk yang berada di dalam kawasan, volume sampah yang ada (dan terus meningkat volumenya) tidakterangkut/ terlayani dengan TPS yang berada diluar KPP 1 Paliwara. Pengembangan sistem persampahan dalam KPP 1 Paliwara ini dapat digambarkan dalam skenario pengembangan pada diagram berikut ini: Gambar 5.5 Skenario Pengembangan Sistem Persampahan Kaw asan Dalam diagram di atas skenario pengelolaan persampahan juga dilakukan dengan pendekatan fisik dan non fisik.

C. Sanitasi/ Air Limbah

  Gambar 5.6 Skema Pengelolaan Sanitasi/ Air Limbah Pada skema tersebut di atas dapat dilihat bahwa pengelolaan sanitasi dapat dilakukan dengan sistem on site (di dalam tapak) dan sistem off site (di luar tapak). G Gambar 5.7 Skenario Penanganan Sanitas Kaw asan Skenario pengembangan sistem sanitasi kawasan dilakukan dengan memperhatikan aspek fisiknya dan ikut melibatkan berbagai pihak: pemerintah, masyarakat dan swasta.

2 Penyiapan lahan PU

 I ndikasi Nilai Pembiayaan I ndikasi I ndikasi I nstansi Periode I ( 2014- No No I ndikasi Kegiatan( 2018- Program Volume Pelaksana 2018) 2022) 2014 2015 2016 2017 Kabupaten 3 Pembangunan fisik MCK Komunal PU Kab/ Prov 4 Pelembagaan pengurus/ pengelola PU unit MCK Komunal Kab/ Prov/  CSR 5 Peningkatan kualitas dan kapasitas PU Cipta  MCK komunal Karya C Pengelolaan 1 PU Cipta Perbaikan TPS Lingkungan SistemKarya yg sudah rusak Persampahan 2 Pengadaan Bin atau Tong Sampah PU Cipta Kapasitas 50 l Tiap lima rumah satu Karya unit 3 Pengadaan Gerobak Sampah Dinas Tata Kota dan Kebersihan 4 Pengadaan Sepeda motor Sampah Dinas Tata Roda 3 Kota dan Kebersihan 5 Pengadaan Truk Sampah Dinas Kebersihan Provinsi 6 Pembebasan Lahan TPST Pemda Kab.  HSU 7 Pembuatan DED PU Cipta Karya 8 Pembangunan Fisik PU Cipta  Karya D Penataan Tepi 1 Penyediaan Lahan PU-CK Sungai Negara 2 Penataan Lahan Sempadan Sungai 3 Pengaturan Permukiman Sempadan PU-CK Sungai 4 Perbaikan JalanTepi Sungai PU-CK  5 Penataan KawasanTepi Sungai PU-CK  E Normalisasi 1 Pengerukan Sungai PU-CK Sungai Negara 2 Pembangunan Tanggul PU-CK  Sumber: RPKPP Kabupaten Hulu Sungai Utara Tahun 2013-

5.8.3 Konsep Detail Desain I nfrastruktur Bidang Keciptakaryaan

Konsep detail desain yang disampaikan dalam sub bab ini adalah ketentuan – ketentuan teknis yang menjadi pedoman fasilitator dalam hal ini konsultan, untukmengarahkan proses masyarakat agar dapat menggunakan dan mengadapatasi teknologi yang telah memenuhi standar kelayakan teknis, pembiayaan dan program dari masing –masing sub sektor bidang keciptakaryaan.

A. Bidang Sanitasi/ Air Limbah

  Lingkungan perumahan harus dilengkapi jaringan air limbah sesuai ketentuan dan persyaratan teknis yang diatur dalam peraturan / perundangan yang telah berlaku, terutama Jenis-jenis elemen perencanaan pada jaringan air limbah yang harus disediakan pada lingkungan perumahan di perkotaan adalah : 1. Jaringan pemipaan air limbahLingkungan perumahan harus dilengkapi dengan sistem pembuangan air limbah yang memenuhi ketentuan perencanaan plambing yang berlaku.

B. Bidang Persampahan

  Dalam merencanakan jaringan jalan, harus mengacu pada ketentuan teknis tentang pembangunan prasarana jalan perumahan, jaringan jalan dan geometri jalan yang berlaku,terutama mengenai tata cara perencanaan umum jaringan jalan pergerakan kendaraan dan manusia, dan akses penyelamatan dalam keadaan darurat drainase pada lingkunganperumahan di perkotaan. Jenis prasarana dan utilitas pada jaringan jalan yang harus disediakan ditetapkan menurutklasifikasi jalan perumahan yang disusun berdasarkan hirarki jalan, fungsi jalan dankelaskawasan/ lingkungan perumahan (lihat Tabel 19 dan Gambar 1).

5.9.1 RTBL Kaw asan Kerajinan Tikar Purun Kecamatan Haur Gading

A. Program Bangunan dan Lingkungan

  Visi dari rencana penataan bangunan dan lingkungan pada Kawasan Kerajinan TikarPurun Kecamatan Haur Gading adalah “Kaw asan Kerajinan Tikar Purun Haur Gading sebagai Pusat Pengembangan I ndustri Kerajinan Rakyat di Kabupaten Hulu Sungai Utara yang Mandiri, Berw aw asan Lingkungan dan Berbasis KearifanLokal”. Mewujudkan upaya penataan bangunan dan lingkungan kawasan kerajinan tikar purun yang mampu memadukan konsep perdesaan (rural) yang lestari dengan konsep perkotaan (urban) yang produktif.

2. Konsep perancangan Struktur Tata Bangunan dan Lingkungan

  Didasarkan pada karakteristik kawasan perencanaan yang linier sepanjang Sungai Haur Gading serta perancangan perletakan fungsi-fungsi utama padaareal yang saling berdekatan, maka konsep perancangan struktur tata bangunan dan lingkungan adalah mengalir dan komunikatif. I dentitas inilah yang merupakan bagian dari upaya untuk mengedepankan dan menspesialisasikan ciri dankarakter fisik dari kawasan perencanaan yakni kawasan kerajinanrakyat tikar purun di Kecamatan Haur Gading, Kabupaten Hulu Sungai Utara.

3. Konsep Komponen Perancangan Kaw asan

  Adapun konsep komponen perancangan kawasan perencanaan secara keseluruhan adalah I ntegrasi Karakter Lokal dan Fungsi Pengembangan Kawasan Kerajinan Tikar PurunKecamatan Tikar Purun yang dikemas dalam visual suasana yang membuat setiaporang yang datang merasa terkesan dengan perpaduan karakter dasar/ lokal dengan karakter zonafungsi yang akan dikembangkan. Keberadaan jembatan yang menjadi penghubung lingkungan permukiman yang berada di sisi kanan dan kiri Sungai Haur Gading merupakan elemen yang cukupdominan terlihat pada kawasan perencanaan.

4. Blok- blok Pengembangan Kaw asan dan Program Pembangunan

  Peruntukan Lahan Mikro Kondisi eksisting kawasan kerajinan tikar purun di Haur Gading saat ini didominasi oleh pola penggunaan lahan yang berupa pertanian dan rawa dengan pola kecenderunganperkembangan yang relatif monoton. Kawasan tersebut akan dibagi menjadi beberapa peruntukan lahanyang diantaranya blok kawasan permukiman khusus pusat produksi kerajinan tikar purun, blok kawasan pemasaran dan pendukung industri, blok kawasan permukiman bersamadengan fasilitas umum, blok kawasan bahan baku yang tidak terbangun.

a. Rencana Garis Sempadan Bangunan

  Rencana tampilan muka bangunan pada kawasan perencanaan yangdikembangkan dengan konsep arsitektur bangunan kunci, laras, varian dan kontras, dengan pengaturan: 1) Bangunan kunciDiarahkan terutama pada setiap segmen dan kawasan pengembangan untuk memiliki bangunan kunci yang dapat menjadi landmark pada kawasan tersebut. 2) Bangunan selarasDiarahkan untuk fungsi rumah yang terletak menyebar di kawasan perencanaan bangunan selaras diarahkan pada bangunan permukiman dengan ketinggianbangunan maksimal 1 – 2 lantai.3) Bangunan varian Diarahkan untuk pengembangan fungsi perdagangan dan jasa yang tersebar di kawasan perencanaan.

4. Rencana Tapak

  Untuk rencana tapak didasarkan atas strategi perencanaan yang telah tertuang dalam bahasan mengenai konsep penataan bangunan dan lingkungan Untuk menunjangperanannya sebagai kawasan perdagangan dan jasa berupa pasar, maka dibutuhkan arahan tapak untuk beberapa elemen pada wilayah studi untuk menghidupkan karakter khas padakawasan kerajinan tikar purun di Haur Gading ini. Pengaturan terhadap penempatan street furniture dan penanda jalan yang terintegrasi dengan bangunan dan lingkungan, baik pada persil bangunan, persillahan di dalam maupun di luar tapak, sehingga tidak mengganggu estetika atau tampilan visual.

5. Rencana Sistem Pergerakan

  Rencana pengembangan jaringan jalan dan pergerakan pada kawasan perencanaan adalah untuk menunjang aktivitas pergerakan transportasi guna menunjang pengembangankoridor jalan utama dan pengembangan kawasan konservasi sempadan sungai yang berupa ruang terbuka hijau publik di sepanjang sempadan sungai di kawasan kerajinan tikar purunini. Koridor perencanaan memiliki posisi yang strategis dan nilai jual kawasan yang tinggi Berdasarkan permasalahan yang terdapat di kawasan perencanaan perlu suatu rencana jaringan jalan yang lebih baik dan bersinergi.

6. Rencana Sirkulasi Kendaraan

  Oleh karena itu, perlu direncanakan jalur angkutan umum, yang sampai pada kecamatan Haur Gading, sehinggamemdudahkan pengunjung yang mendatangi kawasan ini. Sirkulasi Angkutan Barang Sistem sirkulasi angkutan barang yang juga berperan penting dalam perencanaan ini adalah sirkulasi angkutan barang yang memuat barang dagang yang diperjualbelikan.

c. Rencana Pedestrian

  Rencana Sistem Parkir Sistem parkir yang terdapat di kawasan perencanaan ialah sistem parkir off-street dan parkir on-street. Rencana Transportasi Air Perencanaan sistem transportasi air pada kawasan perencanaan diarahkan sebagai berikut:1) Perbaikan dermaga atau pelabuhan lokal yang melayani kebutuhan perhubungan sungai di kawasan perencanaan.2) Rencana penambahan dermaga baru terutama diarahkan dekat dengan pusat kawasan kerajinan tikar purun.3) Penyediaan moda trasnportasi air yang lebih memadai seperti kelotok, longboat, speedboat, bis air dan sampan.

7. Rencana Ruang Terbuka Hijau

  Ruang terbuka di luar tapak diantaranya menambah dan menata jalur hijau yang ada di sepanjang tepi koridor jalan pada masing - masing kawasan perencanaan. Rencana pohon yang akan ditanam seperti, Glodogan Tiang, Bunga Sapu Tangan,Bungur, dan Kiara Payung yang akan ditempatkan di tepi jalan.

8. Rencana Prasarana dan Sarana Lingkungan

  Untuk pengembangan jaringan air bersih diupayakan bekerjasama dengan jaringan utilitas lainnyamewujudkan sistem pemanfaatan jaringan bawah tanah (cable trance) yang terpadu dengan jaringan listrik dan telepon (yaitu dengan tidak menempatkan jaringan air bersihpada deretan yang sama dengan jaringan air bersih dan telepon) guna meminimalkan gangguan pada jaringan tersebut. Bangunan- Bangunan Umum Pengembangan dengan sistem blok yang merupakan gabungan kavling kecil-kecil dan diselenggarakan secara individu oleh masing-masing pemilik kavling, dan harusmengacu pada panduan pengembangan unit perencanaan agar diperoleh satu kesatuan yang menyatu dan harmonis.

5.9.2 RTBL Kaw asan Masjid Tua Sungai Banar

  Diperkirakan kawasan ini berkembang menjadi kawasan sentra religius yang vital dan tumbuh sehingga diperlukan perangkat perencanaan, penataan dan pengendalian yang tepatuntuk mewujudkan keteraturan dan kelestarian kawasan, baik kawasan terbangun maupun kawasan tak terbangun. Gambar 5.18 Peta Tata Guna Lahan Kaw asan Masjid Tua Sungai Banar Program Bangunan dan Lingkungan Visi perencanaan tata bangunan dan lingkungan di Kawasan Masjid Tua Sungai Banar yaitu “Mew ujudkan Kaw asan Masjid Tua Sungai Banar menjadi Kaw asan Wisata Religius sebagai Pusat Syiar I slam yang Berkelanjutan, Hijau dan Sehat”.

c. Tampilan Bangunan

  e) Massa bangunan besar tidak diwujudkan dengan cara membesarkan bentuk/ sosok bangunan tradisional yang kecil, tetapi merupakan pengulangan/penggandaan yang kecil secara proporsional.2) Arahan penataan bentuk bangunan Penataan bentuk bangunan di kawasan perencanaan direncanakan dengan arahan sebagai berikut :a) Menjaga keserasian antara bentuk bangunan. c) Bentuk bangunan mengembangkan konsep selaras, varian, atau kontras terhadap bangunan karakter/ bangunan inti3) Arahan penataan struktur bahan bangunan Penataan struktur dan bahan bangunan di kawasan perencanaan direncanakan dengan arahan sebagai berikut :a) Bangunan yang bernilai sejarah dipertahankan bentuk bangunannya.

d. Ketinggian dan Elevasi Bangunan

Adapun konsep penetapan ketinggian dan elevasi lantai bangunan di wilayah perencanaan adalah sebagai berikut:1) Ketinggian bangunan diatur agar terbentuk ruang yang mempunyai skala harmonis antara tinggi bangunan dengan ruang luarnya sehingga tercipta komposisi ruangyang masih berskala manusia; 2) Tinggi bangunan harus memperhatikan pencahayaan dan penghawaan alami agar dapat tercipta lingkungan yang sehat dan nyaman;3) Pembentukan karakter yang berbeda sebagai upaya menciptakan landmark bagi kegiatan fungsional yang berlainan;4) Tinggi bangunan tidak lebih dari lebar rumija agar sudut elevasi yang dibentuk tidak terlalu besar. Berdasarkan ketentuan Ketinggian dan Elevasi Lantai Bangunan dalam RDTRKAmuntai, ditetapkan bahwa ketinggian lantai dasar suatu bangunan diperkenankan mencapai1,2 meter di atas tinggi rata-rata tanah atau jalan di sekitarnya. Jika pada sebuah area perencanaan terdapat kemiringan yang curam atau perbedaan tinggi yang besar, makatinggi maksimal lantai dasar ditetapkan berdasarkan jalan masuk utama ke persil, dengan

a. Jaringan Jalan dan Pergerakan

  Konsep jaringan jalan dan pergerakan yang akan diterapkan di wilayah perencanan meliputi:1) Membedakan antara jalur kendaraan dan jalur pejalan kaki.2) Mengatur sirkulasi masuk dan keluar kendaraan.3) Mengatur parkir di dalam tapak untuk meminimalisir hambatan badan jalan yang digunakan untuk parkir kendaraan.4) Pembukaan akses baru menuju kawasan Masjid Tua Sungai Banar melalui Jl. Parkir Rencana rancangan fasilitas parkir yang dapat diusulkan pada kawasan perencanaan adalah sebagai berikut:1) Parkir tepi atau sempadan jalan pada kawasan perencanaan tidak diperkenankan pada jalan dengan hierarki kolektor tersier yakni Jalan Amuntai Alabio dan Jalan Brigjend H.

a. Ruang Terbuka Publik

  Secara umum sempadansungai dibagi menjadi 3 zonasi yaitu area resapan air dan penahan longsor di pinggir sungai, area peneduh sepanjang jalur pejalan kaki yang dapat dimanfaatkan pulauntuk kegiatan rekreasi dan lain sebagainya (berfungsi aktif) dan terakhir adalah area peredam polusi dan pengarah visual. Ruang terbuka ini bisa dimanfaatkan untuk pelataran parkir, taman, pencahayaan dan penghawaan alamidan lain-lainnya.2) Untuk bangunan rumah, ruang terbuka yang ada minimal ditanami dengan tanaman buah–buahan dan tanaman apotek hidup.3) Untuk bangunan perdagangan dan jasa, menyediakan elemen penghijauan berupa tanaman hias yang ditanam dalam media pot.

a. Konsep I dentitas Lingkungan

  I dentitas lingkungan yang harus adadan perlu dipertahankan di wilayah perencanaan meliputi : 1) PathPath merupakan elemen pembentuk ruang kota yangberbentuk linier, berupa jalur sirkulasi yang digunakanmasyarakat untuk menuju atau meninggalkan lingkungan yangbisa berbentuk sungai, jalan, dan pola lain yang berbentuk linier, memiliki ciri khas dan alur jelas serta mudah dikenali. Pada wilayah perencanaan terdapat enam (6) distrik yang dikembangkan terkait dengan struktur dan fungsi peruntukan lahan yang dikembangkan, yaitu:a) Distrik Jarang Kuantan b) Distrik Kawasan Masjid Tua Sungai Banar dan kompleks makam Datu Kabul, merupakan kawasan inti RTBLc) Distrik Ujung Murung d) Distrik Raden I lir e) Distrik Kembang Kuning f) Distrik Pasar Senin Gambar 5.29 Konsep I dentitas Lingkungan b.

a. Sistem Jaringan Air Bersih

  Sistem jaringan air bersih di wilayah perencanaanyang diarahkan untuk distribusi air bersih di wilayah perencanaan, dilakukan dengan peningkatan kualitas distribusi / pipanisasiair bersih ke seluruh wilayah perencanaan dan peningkatan debit air bersih. Untuk pengembangan jaringan air bersih diupayakan bekerjasama dengan j aringan utilitas lainnyamewujudkan sistem pemanfaatan jaringan bawah tanah (cable trance) yang terpadu dengan jaringan listrik dan telepon (yaitu dengan tidak menempatkan jaringan air bersih padaderetan yang sama dengan jaringan air bersih dan telepon) guna meminimalkan gangguan pada jaringan tersebut.

b. Sistem Jaringan Air Limbah dan Air Kotor

  Bila pada suatu waktucubluk atau septictank tersebut sudah penuh dengan lumpur tinja maka harus disedot dan diangkut dengan truk tinja ke I PLT (I nstalasi Pengelolaan Lumpur Tinja)untuk disempurnakan prosesnya agar tidak merusak dan mencemari lingkungan. Gambar 5.31 MCK Komunal 2) Sistem Sanitasi Tidak Setempat/ Terpusat (Off Site Sanitation)Proses pembuangan air limbah atau penyaluran air limbah yang berasal dari rumah- rumah dan berbagai fasilitas lainnya seperti, air sisa mandi, air sisa cucian, danseterusnya serta air limbah yang berasal dari sisa-sisa proses industri yang kemudian dialirkan melalui jaringan perpipaan menuju I PAL (I nstalasi Pengolahan Air Limbah)untuk diolah secara terpusat.

c. Sistem Jaringan Drainase

  Wilayah perencanaan menghadapi bahaya banjir yang terjaditiap tahun, baik karena curah hujan yang tinggi yang tidak ditunjang dengan sistem drainase, serta meluapnya air sungai. Peningkatan jumlah biopori dapat dilakukan dengan membuat lubang vertikal ke dalam tanah yang selanjutnya diisi bahan organik yang melalui proses pengomposan menjadisumber energi bagi organisme di dalam tanah.

d. Sistem Jaringan Persampahan

  Maka dari itu perlu dikembangan teknik pengelolaan sampahyang meliputi : 1) Pewadahan SampahProses pewadahan sampah dilakukan dari sumber sampahnya, dengan cara pemilahan sampah berdasarkan jenisnya yakni sampah organik(sampah sisa sayuran,sisa makanan, kulit buah-buahan dan daun-daunan) dan sampah anorganik (sampah jenis kertas, kardus, botol, kaca, plastik). Sistempengumpulan dapat dilaksanakan dengan cara : a) Pola I ndividual (door to door) yaitu : b) Pola Komunal berpenghasilan menengah kebawah atau pada daerah permukiman yang tidak teratur dimana kondisi jalannya tidak dapat dilalui oleh alat pengumpulsampah (truk atau gerobak sampah).

e. Sistem Jaringan Listrik

  Jalur penyelamatan/ evakuasi saatterjadi bahaya kebakaran dapat diantisipasi dengan perencanaan lebar jalan lingkungan, dibuat dengan lebar minimal 3,5 Arahan program investasi untuk pengembangan bangunan akan dirumuskan dengan baik apabila diketahui siapa developer yang akan mengembangkan kawasan tersebut, apasaja kebutuhan pengembangannya, kapan dan bagaimana pertahapan pembangunan serta berapa kemampuan pendanaannya. Bangunan Pertokoan – Jasa Pengembangan dengan sistem blok yang merupakan gabungan kavling kecil-kecil dan diselenggarakan secara individu oleh masing-masing pemilik kavling, dan harusmengacu pada panduan pengembangan unit perencanaan agar diperoleh satu kesatuan yang menyatu dan harmonis.

f. Bangunan- Bangunan Umum

  Pengembangan dengan sistem blok yang merupakan gabungan kavling kecil-kecil dan diselenggarakan secara individu oleh masing-masing pemilik kavling, dan harusmengacu pada panduan pengembangan unit perencanaan agar diperoleh satu kesatuan yang menyatu dan harmonis. Pengembangan dengan sistem ini dilakukansepenuhnya oleh developer atau investor swasta.

a. Pihak Yang Membangun

  Telkom, PDAM, Departemen Pekerjaan Umum, PemerintahDaerah Tingkat I , Pemerintah Daerah Tingkat I I ), berupa aspek fisik yang berhubungan dengan lingkungan, seperti fasilitas listrik, telepon, air bersih, tempat pembuangan sampah,boks telepon, hidran, dan sebagainya. Perusahaan swasta, komunitas masyarakat, danorganisasi kemasyarakatan sumber dananya bisa berasal dari pinjaman bank, swadaya masyarakat, dana sendiri, patungan, maupun pinjaman dari pemerintah Berikut ini akan dijabarkan tabel 5.25 indikasi program pengembangan Rencana TataBangunan dan Lingkungan Kawasan Masjid Tua Sungai Banar untuk jangka waktu 10 tahun kedepan.

5.9.3 RTBL Kecamatan Amuntai Tengah

  Bangunan yang merupakan fasilitas pelayanan umum seperti sarana pendidikan dan sarana kesehatan dalam pengembangannya tetap memperhatikan KDB, KLB, dan GSBsesuai dengan ketentuan yang berlaku, sehingga mampu menyediakan ruang terbuka sendiri di dalam persil lahan untuk kegiatan parkir dan ruang hijau. Hubungan keterkaitan peruntukan lahan pada kawasan perencanaan dengan kawasan pusat kota atau Sub – BWP adalah sesuai dengan rencana peruntukan lahan padakawasan pusat kota, dimana pola penggunaan lahan pada kawasan perencanaan yang dominan adalah diperuntukan untuk sarana umum, perdagangan dan jasa, pusatpemerintahan.

a. Rencana Pengaturan Blok Lingkungan

  Sirkulasi kendaraan secara makro di kawasan perencanaan yaitu sirkulasi kendaraan dua arah yang sudah diterapkan padakawasan perencanaan.2) Sirkulasi Kendaraan Pribadi Sirkulasi kendaraan pribadi yang sebagian besar adalah mobil dan sepeda motor disebabkan oleh adanya tarikan dan bangkitan yang berupa pemukiman,perdagangan dan jasa, perkantoran. Pedestrian juga harus bebas dari hambatan dan gangguan yang disebabkan oleh ruang yang sempitseperti adanya PKL dan parkir maupun kondisi permukaan pedestrian yang naik turun terlalu tinggi, dan keadaan trotoar yang memiliki badan jalan jalan hampir sama dengan badanjalan.

a. Bangunan Rumah Tinggal Biasa

  Bangunan- Bangunan Umum Pengembangan dengan system blok yang merupakan gabungan kavling kecil-kecil dan diselenggarakan secara individu oleh masing-masing pemilik kavling, dan harusmengacu pada panduan paengembangan unit perencanaan agar diperoleh satu kesatuan yang menyatu dan harmonis. Departemen Pekerjaan Umum, PemerintahDaerah Tingkat I , Pemerintah Daerah Tingkat I I ), berupa aspek fisik yang berhubungan dengan lingkungan, seperti fasilitas listrik, telepon, air bersih, tempat pembuangansampah, boks telepon, hidran dan sebagainya.

5.10 PTMP/ Masterplan Persampahan

5.10.1 Wilayah Pelayanan

  Dalam hal ini adalah wilayah pelayanan pengelolaan persampahan diKabupaten Hulu Sungai Utara sudah sampai sejauh mana fungsi pelayanan pengelolaan persampahan yang ada untuk menjangkau permukiman yang ada. Malang 6.270 6 Palampitan Hulu 2.510 7 Palampitan Hilir 2.634 8 Kota Raden Hulu 1.339 10 Tangga Ulin Hulu 767 19 Panangkalaan Hulu 985 11 Tangga Ulin Hilir 1.355 12 Hulu Pasar 1.111 13 Tambaiangan 1.546 14 Sei.

Dokumen baru
Aktifitas terbaru
Penulis
123dok avatar

Berpartisipasi : 2019-03-13

Tags

Docrpijm 1Ad673B4D5 Bab Vbab 5 Keterpaduan Strategi Sibolga

5 1 Potensi Pendanaan Apbd Docrpijm 1Eb59Dd501 Bab Vbab

DOCRPIJM 2a2f58c397 BAB VBAB 5 Keterpaduan st..

Gratis

Feedback