Persepsi mahasiswa terhadap program pendidikan profesi guru ditinjau dari jenis kelamin, program studi dan prestasi belajar akademik : studi kasus mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.

Gratis

0
5
189
2 years ago
Preview
Full text

KATA PENGANTAR

  Puji syukur penulis haturkan kepada Allah, Bapa, Putra dan Roh Kudus yang telah melimpahkan rahmat dan karunianya kepada penulis, sehingga penulisdapat menyelesaikan skripsi yang berjudul: “Persepsi Mahasiswa Terhadap Program Pendidikan Guru ditinjau dari Jenis Kelamin, Program Studi dan PrestasiBelajar Akademik. Win Supriadi, yang telah hadir dalam kehidupanku, selalu ada untukku, slalu buat aku tersenyum, slalu mewarnai hari-hariku dengan keceriaan, slaluberikan semangat dan kekuatan dalam hidupku, terimakasih untuk doa dan dukungannya.

16. Kak Yusi, Bang Willy dan dedek Carol sekeluarga terimakasih atas keceriaannya dan kebersamaan selama di Jogja

  Keberhasilan pelaksanaan pendidikan dalam rangka meningkatkanmutu pendidikan secara nasional juga menjadi harapan nyata bagi pembangunan pendidikan dan pembangunan guru yang profesional menujupembangunan Insan Indonesia yang Cerdas dan Kompetitif. Tanggapan dan penilaian mahasiswa terhadap program pendidikan profesi guru yang positif, akan menentukansemangat belajar dan prestasi belajar akademik yang dicapai selama menimba ilmu di bangku kuliah.

B. Batasan Masalah

  Agar penelitian ini lebihterarah dan efektif, maka penelitian ini hanya difokuskan pada persepsi 6mahasiwa terhadap program pendidikan profesi guru ditinjau dari jenis kelamin, program studi dan prestasi belajar akademik. Untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan persepsi mahasiswa terhadap program pendidikan profesi guru ditinjau dari Program Studi.

E. Manfaat Penelitian

  Bagi USD Menambah referensi yang diharapkan dapat menjadi wacana bagi USDdalam menyikapi program pendidikan profesi guru ditinjau dari jenis kelamin, program studi dan prestasi belajar akademik. Bagi Mahasiswa Untuk mengetahui secara nyata tentang persepsi mahasiswa USD terhadapprogram pendidikan profesi guru ditinjau dari jenis kelamin, program studi dan prestasi belajar akademik.

BAB II KAJIAN TEORITIK A. Tinjauan Teoritis

1. Persepsi Mahasiswa

a. Pengertian Persepsi

  Azwar (1995:10) mengemukakan bahwa persepsi terhadap suatu objek dan peristiwa yang sama dan disampaikan oleh orang yang samapula, hal ini tidak berarti persepsi orang yang satu dengan orang yang lain tidak mungkin terjadi kesamaan. Seseorang tentu punya pola dan cita rasa yang berbeda dalam pengamatannya sehingga individu yang satu tentu mempunyainilai-nilai dan kebutuhan yang berbeda dengan individu lainnya.

b. Objek Persepsi

  Apabila objek persepsi berada di luar individu yang mempersepsi, maka objek persepsi dapat berupa benda-benda disebutpersepsi benda (things perception) atau disebut juga non socialperception, sedangkan bila objek persepsi berupa manusia disebutpersepsi sosial (social perception) (Heider, 1958 dalam Bimo Walgito, 1991:56). Dalam kenyataannya, manusia bukanbenda fisik semata, tetapi mempunyai kemampuan-kemampuan, harapan dan perasaan yang tidak dipunyai oleh benda - benda fisiklainnya sehingga hal ini akan membawa perbedaan antara mempersepsi benda-benda dan mempersepsi manusia (Morgan dalamBimo Walgito, 1991:56).

2. Program Pendidikan Profesi Guru

  20/2003 Pasal 3, tujuan umum pendidikan profesi guru adalah menghasilkan calon guru yang memilikikemampuan mewujudkan tujuan pendidikan nasional, yaitu mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yangberiman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warganegara yang demokratis serta bertanggung jawab. Tujuan khusus Pendidikan Profesi Guru adalah menghasilkan calon guru yang 15memiliki kompetensi merencanakan dan melaksanakan proses pembelajaran, menilai hasil pembelajaran, melakukan pembimbingandan pelatihan peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah sertamelakukan penelitian.

c. Standar Kompetensi Lulusan

  3) Kemampuan menyelenggarakan pembelajaran yang mendidik yang meliputi perancangan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran,penilaian proses dan hasil pembelajaran serta pemanfaatan hasil penilaian terhadap proses dan hasil pembelajaran sebagai pemicuperbaikan secara berkelanjutan.4) Pengembangan profesionalitas berkelanjutan. Keempat wilayah kompetensi ini dapat ditinjau dari segi pengetahuan, keterampilan dan sikap, yang merupakan kesatuan utuhtetapi memiliki dua dimensi tak terpisahkan yaitu dimensi akademik (kompetensi akademik) dan dimensi profesional (kompetensiprofesional).

d. Profesi Keguruan

  Ciri-ciri profesi adalah (Pakde Sofa, 2008) : 1) Standar unjuk kerja2) Lembaga pendidikan khusus untuk menghasilkan pelaku profesi tersebut dengan standar kualitas akademik yang bertanggung jawab3) Organisasi profesi 4) Etika dan kode etik profesi5) Sistem imbalan 6) Pengakuan masyarakat Pada dasarnya profesi guru adalah profesi yang sedang tumbuh. 4) Memerlukan latihan dalam jabatan yang berkesinambungan.5) Menjanjikan karier hidup dan keanggotaan yang permanen.6) Menentukan baku (standarnya) sendiri.7) Lebih mementingkan layanan di atas keuntungan pribadi.8) Mempunyai organisasi profesional yang kuat dan terjalin erat.

e. Model Ideal Profesi Guru

  Statusprofesional juga bisa dipandang dari sudut yang lebih luas, yaitu dalam konteks politik, sosial, dan ekonomi (Siegrist, 1994 dalam Nurkolis,2004). Menurut Husen dan Kogan (Nurkolis, 2004)hasil temuan atau penelitian para guru tidak memiliki pengaruh terhadap pengambilan kebijakan para penguasa, dan hubungankeduanya tidak jelas.

5) Peran dan kedudukan guru di tengah masyarakat terus merosot

  Hal ini karenapendidikan tidak dipandang sebagai investasi yang menguntungkan, tetapi hanya sebagai cost. Ketika pendidikan 21tidak dianggap memberi sumbangan terhadap ekonomi, maka guru tidak dianggap sebagai profesi (Kydd dkk, 1997 dalam Nurkolis,2004).

f. Model Pendidikan Profesi Guru

  Jalur yang pertama adalah guru harus mengumpulkan portofolio yang berisi ijazah dan serifikat-sertifikatlain yang berkaitan dengan kompetensi keguruannya. Alasan pemerintah membuka kesempatan bagi sarjana ilmumurni untuk dapat mengikuti pendidikan profesi guru adalah bahwa 22mereka memiliki penguasaan keilmuan yang jelas lebih tinggi dari pada melalui jalur S1 pendidikan, karena mereka belajar bidangkeilmuan lebih lama dari pada jalur S1 pendidikan.

3. Standar Kompetensi Guru

  Kompetensi guru merupakan perpaduan antara kemampuan personal, keilmuan, teknologi, sosial dan spiritual yang secara kaffah membentukkompetensi standar profesi guru, yang mencakup penguasaan materi, pemahaman terhadap peserta didik, pembelajaran yang mendidikpengembangan pribadi dan profesionalisme. Dalam konteks itu, maka kompetensi guru dapat diartikansebagai kebulatan pengetahuan, keterampilan dan sikap yang diwujudkan 28dalam bentuk perangkat tindakan cerdas dan penuh tanggung jawab yang dimiliki seorang guru untuk memangku jabatan guru sebagai profesi.

a. Kompetensi Pedagogik

  29Subkompetensi ini memiliki indikator esensial antara lain menerapkan teori belajar dan pembelajaran; menentukan strategipembelajaran berdasarkan karakteristik peserta didik, kompetensi yang ingin dicapai, dan materi ajar; serta menyusun rancanganpembelajaran berdasarkan strategi yang dipilih.3) Melaksanakan pembelajaran. Subkompetensi ini memiliki indikator esensial antara lain melaksanakan evaluasi (assess-ment) proses dan hasil belajarsecara berkesinambungan dengan berbagai metode; menganalisis hasil penilaian proses dan hasil belajar untuk menentukan tingkatketuntasan belajar (mastery level); dan memanfaatkan hasil penilaian pembelajaran untuk perbaikan kualitas programpembelajaran secara umum.5) Mengembangkan peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimilikinya.

b. Kompetensi Kepribadian

  Kompetensi kepribadian merupakan kemampuan personal yang mencerminkan kepribadian yang mantap, stabil, dewasa, arif danberwibawa, menjadi teladan bagi peserta didik dan berakhlak mulia. Subkompetensi ini memiliki indikator esensial seperti menampilkan tindakan yang didasarkan pada pemanfaatan peserta 31didik, sekolah, dan masyarakat serta menunjukkan keterbukaan dalam berpikir dan bertindak.

5) Memiliki akhlak mulia dan dapat menjadi teladan

Subkompetensi ini memiliki indikator esensial seperti bertindak sesuai dengan norma religius (takwa kepada Tuhan YME, jujur,iklas dan suka menolong) dan memiliki perilaku yang diteladani peserta didik.

c. Kompetensi Profesional

  Kompetensi profesional merupakan kemampuan yang berkenaan dengan penguasaan materi pembelajaran bidang studi secara luas danmendalam yang mencakup penguasaan substansi isi materi kurikulum mata pelajaran di sekolah dan substansi keilmuan yang menaungimateri kurikulum tersebut, serta menambah wawasan keilmuan sebagai guru. Secara rinci masing-masing elemen kompetensi tersebutmemiliki subkompetensi dan indikator esensial sebagai berikut.

1) Menguasai substansi keilmuan yang terkait dengan bidang studi

  Subkompetensi ini memiliki indikator esensial antara lain memahami materi ajar yang ada dalam kurikulum sekolah;memahami struktur, konsep dan metode keilmuan yang menaungi atau koheren dengan materi ajar; memahami hubungan konsepantar mata pelajaran terkait; dan menerapkan konsep-konsep keilmuan dalam kehidupan sehari-hari. 322) Menguasai langkah-langkah penelitian dan kajian kritis untuk menambah wawasan dan memperdalam pengetahuan/materi bidangstudi.

d. Kompetensi Sosial

  Prodi Pendidikan Matematika Jurusan ini bertujuan untuk membantu pengembanganpendidikan/pengajaran dan sistemnya untuk membentuk manusia yang 39seutuhnya, serta mendidik dan melatih mahasiswa untuk menjadi guru matematika yang profesional, baik dalam bidang keahlian maupunkeguruannya (Insadha, 2005:38).i. Faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi belajar Menurut Haditono (1994:229) faktor-faktor yang mempengaruhiprestasi belajar adalah sebagai berikut: 1) Faktor intern yaitu faktor yang berasal dari individu, yang meliputi:a) Faktor psikologis yaitu faktor yang berhubungan dengan kejiwaan misalnya intelegasi, perhatian, minat, bakat, emisi, dankesiapan maupun kelelahan.

7) Rasa percaya diri, timbul dari keinginan mewujudkan diri bertindak dan berhasil

  8) Intelegensi dan keberhasilan belajar, adalah salah satu kecakapan global atau rangkuman kecakapan untuk dapatbertindak secara terarah, berfikir secara baik, dan bergaul dengan lingkungan secara efisien. b) Faktor eksternal 1) Guru adalah pengajar yang mendidik, ia tidak hanyamengajar pada bidang studi yang sesuai dengan keahliannya, tetapi juga menjadi pendidik generasi muda bangsanya.

4) Faktor lingkungan, linkungan dimana mahasiswa tinggal, akan mempengaruhi kegiatan belajarnya

B. Kerangka Berpikir

1. Persepsi mahasiswa terhadap program pendidikan profesi guru ditinjau dari jenis kelamin

  Persepsi positifberarti pandangan atau pendapat mahasiswa yang baik terhadap suatu objek, sedang persepsi negatif berarti pandangan atau pendapatmahasiswa yang kurang baik terhadap suatu objek. 46Keadaan fisik dan psikologis inilah yang dapat mempengaruhi perbedaan persepsi antara pria dan wanita.

2. Persepsi mahasiswa terhadap program pendidikan profesi guru ditinjau dari program studi

  Persepsi merupakan suatu proses pemahaman, penerimaan, pengorganisasian dan penginterpretasian terhadap rangsangan dari luaryaitu adanya program pendidikan profesi guru. Faktor internal berupa apa yang ada dalam diri individu yang mempersepsi (segi kejasmanian dan psikologis), sedangkan faktor eksternal berupastimulus dan lingkungan.

3. Persepsi mahasiswa terhadap program pendidikan profesi guru ditinjau dari prestasi belajar akademik

  Mahasiswayang mempunyai prestasi belajar akademik yang tinggi akan tercermin dalam segala usaha yang dilakukannya untuk mencapai apa yang menjaditujuan dan cita-citanya. Mahasiswa yang mempunyai prestasi belajar tinggi diduga memiliki persepsi yang baik pada program pendidikan profesi guru.

C. Hipotesis

  Dalam penelitian ini penulis mengajukan hipotesis sebagai berikut: H 1: Ada perbedaan persepsi mahasiswa terhadap program pendidikan profesi guru ditinjau dari jenis kelamin. H 3: Ada perbedaan persepsi mahasiswa terhadap program pendidikan profesi guru ditinjau dari prestasi belajar akademik.

BAB II I METODOLOGI PENELITIAN A. Jenis Penelitian Penelitian ini termasuk jenis penelitian komparatif. Penelitian komparatif

  Jadi tujuan penelitian iniadalah untuk menganalisis persepsi mahasiswa Universitas Sanata Dharma terhadap program pendidikan profesi guru ditinjau dari jenis kelamin, programstudi dan prestasi belajar akademik. Objek penelitian Objek dalam penelitian ini adalah persepsi mahasiswa terhadap programpendidikan profesi guru ditinjau dari jenis kelamin, program studi dan prestasi belajar akademik.

D. Populasi, Sampel dan Teknik Penarikan Sampel 1

  Populasi Penelitian Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas objek atausubjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarikkesimpulannya (Sugiyono 2008:61). Bila populasi besar dan peneliti tidak mungkin mempelajari semua yang ada pada populasi, karena keterbatasan dana, tenaga danwaktu, maka peneliti dapat menggunakan sampel yang diambil dari populasi itu (Sugiyono, 2008:62).

E. Variabel Penelitian dan Pengukurannya

  53program pendidikan profesi guru, jenis kelamin, program studi dan prestasi belajar akademik. Variabel Terikat (Dependent Variable) Variabel terikat (dependent) dalam penelitian ini adalah persepsimahasiswa yaitu pemahaman, penerimaan, pengorganisasian dan penginterprestasian terhadap program pendidikan profesi guru.

b. Variabel Bebas (Independent Variable)

  Variabel ini meliputiprogram studi Pendidikan Akuntansi, Pendidikan Ekonomi, Pendidikan Sejarah, Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia danDaerah, Pendidikan Bahasa Inggris, Bimbingan dan Konseling, Pendidikan Fisika, Pendidikan Matematika, Pendidikan Biologi,Pendidikan Guru Sekolah Dasar dan Ilmu Pendidikan- Kekhususan Pendidikan Agama Katolik. 543) Variabel Prestasi Belajar Akademik Mahasiswa Variabel prestasi belajar akademik mahasiswa akan tampak dari hasil usaha kegiatan belajar yang berupa nilai-nilai dari matakuliah yang diambil, prestasi belajar akademik ini dapat terlihat pada Indeks Prestasi Kumulatif.

2. Pengukuran Variabel Penelitian a

  Indikator yang digunakan untuk menilai persepsi mahasiswa FKIP Universitas Sanata Dharma terhadap programpendidikan profesi guru adalah seperti terlihat pada tabel berikut ini. Variabel ini dikelompokkan menjadi sebelas prodi yaitu ProgramStudi Pendidikan Akuntansi, Pendidikan Ekonomi, Pendidikan Sejarah, Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia dan Daerah, Pendidikan Bahasa 1 Jenis Kelamin Kode PriaWanita Tabel 3.4 Skor Jenis Kelamin Variabel ini diberi kode sebagai berikut.

b. Jenis Kelamin Jenis Kelamin yang dimaksud di sini adalah pria dan wanita

  Tabel 3.5 Kode Program Studi Program Studi Kode Pendidikan AkuntansiPendidikan Ekonomi Pendidikan SejarahPendidikan Bahasa, Sastra Indonesia dan Daerah Pendidikan Bahasa InggrisBimbingan dan Konseling Pendidikan FisikaPendidikan Matematika Pendidikan BiologiPendidikan Guru Sekolah Dasar Ilmu Pendidikan-Khususan Pendidikan Agama Katolik 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 d. Teknik Pengumpulan Data Data yang akan dikumpulkan dalam penelitian ini adalah data primermengenai persepsi mahasiswa FKIP Universitas Sanata Dharma terhadap program pendidikan profesi guru.

G. Teknik Pengujian Instrumen

1. Pengujian Validitas

  Sebuah instrumen dikatakan validapabila mampu mengukur apa yang diinginkan dan dapat mengungkap data dari variabel yang diteliti secara tepat (Sugiyono, 2008:168-169). Sedangkan ítem yang rhitung lebih rendah dari r adalah ítem nomor 30, 34, 36, 38, 39, 42 dan 46.tabel Maka 11 item tersebut tidak dipakai sebagai instrumen penelitian.

2. Pengujian Reliabilitas

  Reliabilitas variabel persepsi mahasiswa terhadap 65program pendidikan profesi guru dilakukan dengan pendekatan atau teknik Alfa Cronbach. Dengan demikian instrumen yang digunakan untuk mengukur persepsi mahasiswa terhadap program pendidikanprofesi guru dinyatakan reliabel.

H. Teknik Analisis Data 1

  Statistik Deskriptif Statistik deskriptif adalah statistik yang berfungsi untukmendeskripsikan atau memberi gambaran terhadap objek yang diteliti melalui data sampel atau populasi sebagaimana adanya, tanpa melakukananálisis atau membuat kesimpulan yang berlaku untuk umum (Sugiyono, 2008:29). Deskripsi data tersebut dapat memberikan gambaranmengenai layak tidaknya pendidikan profesi guru memenuhi tuntutan standar profesi guru yang mencakup aspek pedagogi, profesional, sosialdan kepribadian.

2. Uji Prasyarat Analisis Data

  Keterangan: D = Deviasi atau penyimpanganSn (x) = Distribusi frekuensi kumulatif teoritis 1 Sn (x) = Distribusi frekuensi kumulatif yang di observasi 2 Apabila probabilitas yang diperoleh melalui perhitungan lebihkecil dari taraf signifikansi 5% maka signifikan, artinya ada perbedaan antara distribusi data yang dianalisis dengan distribusi teoritis,sehingga sebaran data variabel adalah tidak normal pada taraf signifikansi 5%. Sedangkan Apabila probabilitas yang diperolehmelalui perhitungan lebih besar dari taraf signifikansi 5% maka tidak signifikan, artinya tidak ada perbedaan antara distribusi data yangdianalisis dengan distribusi teoritis, sehingga sebaran data variabel adalah normal pada taraf signifikansi 5%.

3. Uji Hipotesis a

  Untuk menguji hipotesis 2 dan 3 yaitu perbedaan persepsi mahasiswa terhadap program pendidikan profesi guru ditinjau dari program studidan prestasi belajar akademik. Merumuskan hipótesis nol (Ho) dan hipótesis alternatif (Ha) Ho : μ 1= μ 2= μ 3 69Berarti tidak ada perbedaan persepsi mahasiswa terhadap program pendidikan profesi guru ditinjau dari jenis kelamin, program studi danprestasi belajar akademik.

d. Membandingkan nilai F dengan F yaitu :

  hitung tabelHo diterima jika F < Fhitung tabel Ha diterima jika F > Fhitung tabel Apabila data tidak memenuhi asumsi distribusi data normal maka pengujian hipotesis yang digunakan adalah uji non parametrik. Dalamuji non parametrik ini peneliti menggunakan analisis Chi-Kuadrat (X²) dengan rumus sebagai berikut (Sugiyono, 2008:107).

2 X = Chi Kuadrat

  fo = frekuensi yang diobservasi (jenis kelamin/program studi/prestasi belajar akademik)fh = frekuensi yang diharapkan (persepsi mahasiswa) 70Untuk memperoleh frekuensi yang diharapkan (fh) digunakan rumus sebagai berikut. Adapun langkah-langkah yang perlu dilakukan: a.

3 Berarti tidak ada perbedaan persepsi mahasiswa terhadap program

  pendidikan profesi guru ditinjau dari jenis kelamin, program studi dan prestasi belajar akademik. Ha : μ ≠ μ ≠ μ 1 2 pendidikan profesi guru ditinjau dari jenis kelamin, program studi dan prestasi belajar akademik.

b. Memilih level kepercayaan Level kepercayaan yang digunakan adalah 95%

  c. Taraf signifikansi Taraf signifikansi adalah 5%, dengan nilai kritis (df)df = (k −1)(b−1)Dimana: k = kategori pengamatan kolom b = kategori pengamatan baris 71d.

e. Membuat kesimpulan

2

1) Berdasarkan pada perbandingan chi-kuadrat (X ) dengan

hitung 2chi-kuadrat (X ) :table 2 a) < X² , maka Ho diterima dan Ha ditolak Apabila Xhitung tabel b) > X² , maka Ho ditolak dan Ha diterima Apabila X²hitung tabelapabila 2) Berdasarkan pada probabilitas (signifikansi): a) Ho diterima apabila probabilitas > 0,05b) Ho ditolak apabila probabilitas < 0,05 Untuk mengetahui derajat hubungan antara variabel yang satu dengan yang lainnya, digunakan koefisien kontingensi denganrumus (Sugiyono, 2008:277-278): Keterangan: C = Koefisien kontingensi

2 X = Harga chi-kuadrat yang diperoleh

  Perkembangan Selanjutnya Untuk menyesuaikan diri dengan ketentuan pemerintah, dalam halini Kementerian P dan K tentang perubahan PTPG menjadi FKIP, maka PTPG Sanata Dharma pada bulan November 1958 berubah menjadi FKIPSanata Dharma dan merupakan bagian dari Universitas Katolik Indonesia cabang Yogyakarta. Saat ini Universitas Sanata Dharma memiliki delapan fakultasyang menyelenggarakan pendidikan program gelar (S1), yakni : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Fakultas Ekonomi, Fakultas Sainsdan Teknologi, Fakultas Sastra, Fakultas Teknik, Fakultas Farmasi, Fakultas Psikologi dan Fakultas Teologi ; dan program non gelar, yaituDII PGSD (di Jurusan Ilmu Pendidikan, FKIP), English Extension Course, dan Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA).

B. Visi, Misi, dan Tujuan USD

  78 2. Tujuan Pendidikan di USD bertujuan membantu mencerdaskan putra-putribangsa dengan memadukan keunggulan akademik dan nilai-nilai humanistik yang berlandaskan nilai-nilai Kristiani yang universal dan cita-cita kemanusiaan sebagaimana terkandung dalam Pancasila, sehingga memiliki kemampuan akademik sesuai dengan bidang studinya danintegritas kepribadian yang tinggi.

C. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP)

  Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, yang sekarang ini merupakan salah satu fakultas dari Universitas Sanata Dharma, yang dulu pernah populerdengan sebutan IKIP Sanata Dharma, mulanya adalah sebuah Perguruan Tinggi Pendidikan Guru (PTPG) yang berdiri pada tanggal 17 Desember 791955. Dengan demikian, IKIP yang dulu merupakan lembaga yang berdiri sendiri, sekarang merupakan sebuahfakultas dari USD.

1. Jurusan Ilmu Pendidikan (JIP)

  Program Studi Bimbingan dan Konseling (BK) Program studi ini bertujuan menghasilkan konselor yang kompetendi lembaga pendidikan, khususnya sekolah, dan sekaligus memiliki bekal yang dapat dikembangkan untuk menjadi tenaga yang profesionaldalam bidang pendidikan, pelatihan, pengembangan sumber daya manusia, serta pemberian berbagai layanan bimbingan, termasuk 80konseling di luar sekolah, seperti di rumah sakit, panti sosial, asrama dan industri. Misi program studi ini: Mendidik dan membina mahasiswa agar menjadi ahli pendidikanagama yang beriman, berkepribadian dan terampil di dalam menyelenggarakan dan mengembangkan pendidikan agama untuklingkungan jemaat di paroki/wilayah/stasi.

2. Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni (JPBS)

  Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris bertujuan untukmenghasilkan lulusan yang memiliki kemampuan berbahasa Inggris yang andal dan berkepribadian yang matang guna menjadi pendidikyang profesional. Program Studi Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia, dan Daerah (PBSID)PBSID menghasilkan guru bahasa dan sastra Indonesia yang profesional, baik dalam bidang keahliannya maupun dalam bidangkeguruan, untuk SMP, SMA, dan SMK.

3. Jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (JPIPS)

  Pengenalan di bidang komputer yang ditekankan oleh Prodi Pendidikan Akuntansi pada sebagian mata kuliah yang ditawarkansungguh membekali dan memberikan manfaat yang sangat berharga bagi lulusan prodi ini dalam dunia kerja. 86Program studi ini mempunyai kurikulum bermuatan lokal yang membekali mahasiswa dengan keterampilan tambahan atau pilihanakuntansi dan manajemen, sehingga lulusannya mempunyai fleksibilitas yang tinggi dalam memasuki lapangan kerja, baik di bidangkependidikan maupun non kependidikan, seperti di perusahaan jasa maupun manufaktur, antara lain pada bank, asuransi, hotel, yayasansosial, koperasi, dan wiraswasta.

4. Jurusan Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (JPMIPA)

  Mampu mengembangkan ilmu dan ketrampilan kependidikan secara mandiri dan mampu melanjutkan studi pada jenjangpendidikan yang lebih tinggi (S2 dan S3) Lulusan program studi ini mampu bekerja sebagai tenaga pengajarfisika yang profesional di sekolah menengah umum, di perguruan tinggi, serta juga mampu bekerja di tempat industri. Pembekalan tersebut disertai dengankemampuan dan wawasan pada bidang studi dan bidang kependidikan yang luas dan mendalam.

c. Program Studi Pendidikan Biologi (PBio)

  88Lulusan program studi ini memiliki kompetensi untuk menjadi guru biologi di sekolah menengah yang unggul dalam penguasaan ilmubiologi dan pembelajarannya. Secara umum FKIP USD bertujuan untuk menyiapkan tenaga kependidikan yang profesional, humanistik, memiliki semangat dialogis, danmenghargai serta mengembangkan kebebasan dan kejujuran akademik dalam proses pendidikan.

BAB V ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi Responden dan Variabel Penelitian Penelitian ini dilakukan pada bulan Agustus sampai dengan Oktober 2010. Subjek dalam penelitian ini adalah mahasiswa FKIP Universitas Sanata Dharma Yogyakarta Tahun Ajaran 2009/2010. Data yang digunakan dalam penelitian ini

  Sebelummenyebarkan kuesioner kepada mahasiswa dari berbagai program studi, mula- mula peneliti membagi terlebih dahulu kuesioner kepada 30 mahasiswa untukdilakukan uji validitas dan reliabilitas. Berikutini deskripsi persepsi mahasiswa terhadap program pendidikan profesi guru ditinjau dari jenis kelamin, program studi dan prestasi belajar akademik.

1 Laki-laki 29 4%

  Interpretasi Persepsi Mahasiswa terhadap Pendidikan Profesi Guru Banyaknya butir kuesioner variabel persepsi mahasiswa terhadappendidikan profesi guru berjumlah 35 item dan mempunyai rentang skor antara 35 sampai 175. 93Kategorisasi dari persepsi sangat buruk sampai dengan sangat baik dilakukan dengan mengacu pada Penilaian Acuan Patokan (PAP) tipe II : Tabel 5.4 Interpretasi Persepsi Mahasiswa FKIP terhadap Pendidikan Profesi Guru Perhitungan IntervalSkor Frek.

B. Analisis Data

  Adapun hasil yang diperoleh dari pengujian normalitas data dengan menggunakan One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test adalah sebagaiberikut : Tabel 5.5Pengujian Normalitas Data Persepsi Mahasiswa Terhadap Pendidikan Profesi Guru (PPG) Ditinjau dari Jenis Kelamin Jenis Kelamin Asymp. Levene Testhitung untuk variabel program studi adalah 0,891 dan nilai probabilitasnya sebesar 0,542 oleh karena probabilitas lebih besar dari 0,05 maka Hoditerima dan Levene Test hitung untuk variabel prestasi belajar akademik adalah 1,903 dan nilai probabilitasnya sebesar 0,129 oleh karenaprobabilitas lebih besar dari 0,05 maka Ho diterima.

2. Pengujian Hipotesis

a. Analisis Perbedaan Persepsi Mahasiswa terhadap Program Pendidikan Profesi Guru Ditinjau dari Jenis KelaminLangkah-langkah pengujian hipotesis adalah sebagai berikut: 1) Menentukan formulasi hipotesis nol (Ho) dan hipotesis alternatif (Ha) 98Ho : μ = μ 2 = μ 3 Tidak ada perbedaan persepsi mahasiswa terhadap program pendidikanprofesi guru ditinjau dari jenis kelamin Ha : μ ≠ μ 2 ≠ μ 3 Ada perbedaan persepsi mahasiswa terhadap program pendidikanprofesi guru ditinjau dari jenis kelamin 2) Membandingkan t dengan thitung tabel Ho diterima jika t hitung < t tabel Ha diterima jika t hitung > t tabel

3) Uji t

  4) Membuat Kesimpulan Dilihat dari hasil pengujian statistik bahwa signifikansinya sebesar0,018 < 0,05, maka kesimpulan yang diambil adalah menolak Ho atau 99menerima Ha, yang berarti ada perbedaan persepsi mahasiswa terhadap program pendidikan profesi guru ditinjau dari jenis kelaminb. 4) Membuat Kesimpulan Dilihat dari hasil pengujian statistik bahwa signifikansinya sebesar0,170 > 0,05, maka kesimpulan yang diambil adalah menerima Ho atau menolak Ha, yang berarti tidak ada perbedaan persepsi mahasiswaterhadap program pendidikan profesi guru ditinjau dari prestasi belajar akamedik.

C. Pembahasan

  Perbedaanpersepsi yang ditunjukkan oleh mahasiswa dari berbagai macam prodi tentang program pendidikan profesi guru menunjukkan bahwa merekamemiliki persepsi yang berbeda dengan adanya program pendidikan profesi guru. Apalagi PPG ini tidak hanya dibuka bagi mahasiswa lulusan FKIPsaja, tetapi juga mahasiswa lulusan non FKIP, yang hanya berlangsung 6 bulan untuk guru TK dan SD, sedangkan untuk guru SMP dan SMA hanya 1tahun, hal tersebut dirasakan tidak efektif, karena dikhawatirkan akan menimbulkan terciptanya guru-guru instan yang mengajar tanpa jiwa dandedikasi.

BAB VI PENUTUP A. Kesimpulan Berdasarkan hasil analisis data dalam penelitian ini dan pembahasan pada BAB IV, maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut

  Hal ini didukung dengan hasil analisis ujit dengan signifikansi sebesar 0,018 lebih kecil dari 0,05, sehingga Ho ditolak dan Ha diterima. Tidak ada perbedaan persepsi mahasiswa terhadap program pendidikan profesi guru ditinjau dari prestasi belajar akademik.

B. Keterbatasan Penelitian

  Penelitian ini adalah termasuk jenis penelitian komparatif, jadi kesimpulannya hanya membandingkan atau menganalisis perbedaan-perbedaan dalam variebel jenis kelamin, program studi dan prestasi belajar akademik yang diteliti. Dalam hal ini, penulis kurang mampu melihat kebenaran dan kejujuran dari respondendalam memberikan jawaban terhadap kuesioner sehingga data yang diperoleh kurang maksimal.

C. Saran

  Hasil analisis data persepsi mahasiswa terhadap program pendidikan profesi guru ditinjau dari program studi menunjukkan adanya perbedaanpersepsi mahasiswa terhadap pendidikan profesi guru. Dalam hal ini, penting bagi universitas atauFKIP untuk membantu mahasiswa dalam menyiapkan kompetensi 108keguruan, sehingga mahasiswa lulusan FKIP benar-benar siap mengikuti pendidikan profesi guru dan mampu bersaing dengan mahasiswa lulusannon FKIP.

DAFTAR PUSTAKA

  Dasar, Proses dan Efektivitas Belajar Mengajar Pendidikan Jasmani. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

DAN PRESTASI BELAJAR AKADEMIK

  Mahasiswa/Mahasiswi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP)Universitas Sanata Dharma Yogyakarta Dengan hormat, Saya adalah Mahasiswi Program pendidikan Akuntansi, Jurusan Ilmu Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan Sosial, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan(FKIP), Universitas sanata Dharma Yogyakarta. Isikan data anda terlebih dahulu Nama Mahasiswa :Jenis Kelamin : Laki-laki/Perempuan IPK terakhir : Angkatan :Fakultas : FKIP Program Studi : Pendidikan Akuntansi Pendidikan Ekonomi Pendidikan Sejarah PBSID PBI BKPendidikan Fisika Pendidikan Matematika Pendidikan Biologi PGSD IPPAK 117Anda diminta pendapat tentang program Pendidikan Profesi Guru (PPG) yang terbuka bagi sarjana ilmu murni.

14. PPG dapat membentuk calon guru menjadi guru yang sungguh-sungguh memahami materi ajar

  PPG dapat membentuk calon guru menjadi guru yang mampu berkomunikasi dan bergaul secaraefektif dengan peserta didik. PPG dapat membentuk calon guru menjadi guru yang mampu berkomunikasi dan bergaul secaraefektif dengan orang tua/wali peserta didik.

UJI NORMALITAS

  Deviation Minimum Maximum Persepsi_Mahasiswa129 129.25 19.803 73 175 One-Sample Kolmogorov-Smirnov TestPersepsi_Maha siswa N129 Mean Normal Parameters(a,b) 129.25 Std. Deviation Minimum Maximum Persepsi_Mahasiswa30 126.00 21.223 76 175 One-Sample Kolmogorov-Smirnov TestPersepsi_Maha siswa N 30 Mean Normal Parameters(a,b) 126.00Std.

11. IPPAK

  One-Sample Kolmogorov-Smirnov TestPersepsi_Maha siswa .260 Positive.260 Negative 6.364 Most ExtremeDifferences Absolute 2 Normal Parameters(a,b) Mean129.50 Std. Deviation18.650 Most Extreme Persepsi_Maha siswaN 19 137.53 18.650 104 175One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Descriptive StatisticsN Mean Std.

1. Prestasi Rendah

  Prestasi SedangOne-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Persepsi_Maha siswaN 56 Normal Parameters(a,b) Mean128.71 Std. Prestasi TinggiOne-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Persepsi_Maha siswaN 134 Normal Parameters(a,b)Mean 131.19Std.

4. Prestasi Sangat Tinggi

One-Sample Kolmogorov-Smirnov TestPersepsi_Maha siswa N125 Normal Parameters(a,b) Mean 134.72Std. Deviation 19.256 Most Extreme DifferencesAbsolute .055Positive .054Negative 160   

UJI HOMOGENITAS

  95% Confidence N Mean Deviation Error Interval for Mean Minimum Maximum Lower UpperBound Bound Tinggi 2 129.50 6.364 4.500 72.32 186.68 125 134 Cukup56 128.71 15.681 2.095 124.51 132.91 73 158 Rendah 134 131.19 17.567 1.518 128.19 134.20 76 175 Sangat Rendah125 134.72 19.256 1.722 131.31 138.13 76 175 Total317 132.14 17.985 1.010 130.15 134.12 73 175 Test of Homogeneity of VariancesPersepsi_Mahasiswa Levene Statistic df1 df2 Sig. 95% Confidence N Mean Deviation Error Interval for Mean Minimum Maximum Lower UpperBound Bound Tinggi 2 129.50 6.364 4.500 72.32 186.68 125 134 Cukup56 128.71 15.681 2.095 124.51 132.91 73 158 Rendah 134 131.19 17.567 1.518 128.19 134.20 76 175 Sangat Rendah125 134.72 19.256 1.722 131.31 138.13 76 175 Total317 132.14 17.985 1.010 130.15 134.12 73 175 Test of Homogeneity of VariancesPersepsi_Mahasiswa Levene Statistic df1 df2 Sig.

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

Motivasi mahasiswa masuk program ekstensi fitk UIN Jakarta serta penagaruhnya terhadap aktivitas belajar
0
3
98
Pengaruh service climate terhadap prestasi belajar siswa melalui kompentensi guru : studi kasus pada mts. madrasah pembngunan jakarta
7
29
150
hubungan motivasi belajar antara mahasiswa yang bekerja dan tidak bekerja terhadap prestasi akademik (IPK) (Studi kasus mahasiswa pendidikan ips FITK semester 6)
7
22
89
Korelasi kemampuan akademik mahasiswa terhadap penyelesaian studi di program studi pendidikan fisika
0
6
65
Perbedaan human capital skill dan prestasi belajar mahasiswa berdasarkan jenis kelamin dan inteligensi
1
8
87
Pengaruh konsep diri terhadap minat menjadi guru pada mahasiswa jurusan pendidikan IPS Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
5
23
165
Pengaruh motivasi akademik, gaya belajar dan penyesuaian diri di perguruan tinggi terhadap prestasi akademik mahasiswa Tahun pertama
16
85
164
Hubungan gaya belajar dengan prestasi belajar statistik mahasiswa program non reguler fakultas Psikologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
0
9
115
Pengetahuan, sikap, dan perilaku mahasiswa program studi pendidikan dokter UIN Syarif Hidayatullah Jakarta tentang makanan cepat saji ( fast food) tahun 2009
0
21
71
PPeranan media gambar dalam meningkatkan hasil belajar siswa kelas v pada mata pelajaran pkn di Madrasah Ibtidaiyah Nurul Falah Asem Parungpanjang Bogor: skripsi program pendidikan program studi PGMI dual mode sistem Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Un
3
21
152
Laporan penelitian relevansi profesi kerja dan profesi akademik : Studi kasus alumnus program doktoral Fakultas ushuliddin IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
0
3
100
Profesionalisme guru agama dan hubungannya dengan motivasi belajar siswa terhadap pendidikan agama Islam : studi kasus di SMK YANUSA pondok pinang Jakarta
0
3
113
Hubungan orientasi masa depan dengan pengambilan keputusan dalam memilih program studi pada mahasiswa
2
36
95
Persepsi siswa terhadap profesionalisme guru agama hubunganya dengan minat belajar pendidikan agama islam : studi kasus di sma 28 oktober 1928 jakarta selatan
0
13
0
Analisis positioning program studi matematika FST berdasarkan minat mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
2
7
98
Show more