Efektivitas penggunaan obat antihipertensi di Instalasi Rawat Inap bangsal Bakung RSUD Panembahan Senopati Bantul periode Agustus 2015.

Gratis

1
9
95
2 years ago
Preview
Full text

BAB I PENGANTAR A. Latar Belakang Pharmaceutical care merupakan penyediaan yang bertanggung jawab

  Apoteker dapat bekerja samadengan dokter dalam memberikan edukasi ke pasien mengenai hipertensi, memonitor respon pasien melalui farmasi komunitas, adherence terhadap terapiobat dan non obat, mendeteksi dan mengenali secara dini reaksi efek samping, serta mencegah atau memecahkan masalah yang berkaitan dengan pemberian obat(Direktorat Bina Farmasi komunitas dan Klinik Ditjen Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan Departemen, 2006). Prevalensi dari hipertensi meningkat dengan bertambahnya usia dan lebih tinggi angka kejadian pada pria dibandingkan pada wanita saat usia 55 tahun,namun sedikit lebih tinggi kejadian pada wanita pada saat pascamenopouse.

1. Perumusan Masalah

  Seperti apakah profil penggunaan obat antihipertensi yang diberikan pada pasien di Instalasi Rawat Inap Bangsal Bakung RSUD PanembahanSenopati Bantul? Berapa proporsi pengobatan yang efektif pada terapi pasien di Instalasi Rawat Inap Bangsal Bakung RSUD Panembahan Senopati Bantul?

1. Pratama (2013) mengenai “Studi Literatur Interaksi Obat Pada Peresepan

  Subyek yang digunakan adalah pasien usia lanjut di Instalasi Rawat Jalan RS DrSardjito, sedangkan dalam penelitian ini subyek yang digunakan adalah pasien geriatri di Bangsal Rawat Inap RSUD Panembahan Senopati periodeJuli 2015. Manfaat Penelitian ini diharapkan dapat digunakan untuk meningkatkan pharmaceutical care untuk pasien dengan tekanan darah tinggi sehingga dapat meningkatkan mutu pelayanan di RSUD Panembahan Senopati Bantul serta hasil dari penelitian ini dapat mendukung dan meningkatkan peran farmasisdalam memilih obat antihipertensi yang efektif untuk pasien dengan tekanan darah tinggi.

BAB II PENELAAHAN PUSTAKA A. Hipertensi 1. Definisi Hipertensi didefinisikan sebagai nilai tekanan darah darah systole >140

  Tekanan darah tinggi tidak dapat disembuhkan, tetapi dapat diatasi dengan beberapa cara seperti perubahan gayahidup dan apabila diperlukan dapat menggunakan obat-obatan. Terdapat dua kategori dari hipertensi menurut penyebabnya yaitu hipertensi primer (esensial) dan sekunder (non esensial).

1. Hipertensi Primer

  Terdapat beberapa faktor yang berhubungan degan hipertensi 60 tahun, jenis kelamin (pada laki-laki dan perempuan pada masa pascamenopouse), dan riwayat penyakit pada keluarga seperti penyakitkardiovaskular (laki-laki < 55 tahun dan perempuan < 65 tahun). Pada wanita setelah postmenopause, hormone esterogen tidak di produksi lagi sehingga risiko terkena kardiovaskular menjadi lebih tinggi (Anggraini, Waren, 3. EtiologiHipertensi primer (esensial) merupakan hipertensi yang tidak diketahui penyebabnya yang dihasilkan dari disregulasi mekanisme control homeostatiknormal tekanan darah serta tidak terdeteksinya penyebab sekunder yang dapat diketahui.

5. Manifestasi klinik

  Pada umumya sangat terlihat dari kesehatan pasien atau mungkin 55 tahun untuk laki-laki dan 65 tahun untuk perempuan), diabetes mellitus, dislipidemia, mikroalbuminuria, riwayat keluarga yang terkena penyakit 2), aktivitas fisik, dan kardiovaskuler terlalu dini, obesitas (BMI ≥ 30 kg/m merokok. Gejala pada hipertensi pada semua pasien yaitu asimpomatik Terkadang hipertensi menyebabkan gejala seperti sakit kepala, sesak nafas, pusing, nyeripada dada, jantung berdebar dan pendarahan pada hidung.

B. Obat Antihipertensi 1

  Tujuan Tujuan utama dari terapi hipertensi menurut guideline ASH (American Society of Hypertension) yaitu mengatasi hipertensi dan mengidentifikasi faktor risiko lainnya yang menyebabkan penyakit kardiovaskular seperti gangguan lipid, diabetes, obesitas, dan merokok. Efektivitas merupakan seberapa jauh obat dapat mencapai efek yang diinginkan dalam praktek klinis (Marley, 2000).

2. Farmakologi

  The United Kingdom Guideline, mengelompokan obat untuk hipertensi berdasarkan usia dan ras dimana direkomendasikan ACE Inhibitor sebagai lini pertama untuk pasien < 55 tahun dan CCB serta diuretic tiazid untuk pasiendengan usia > 55 tahun dan untuk pasien yang berkulit hitam (Dipiro, et al, 2008). Ca Chanel Blockers Menghasilkan efek antihipertensi dengan menghambat L-type-voltage- dependent yang terlibat dalam masuknya ekstrasesluler ion Ca, sehingga terjadi relaksasi pembuluh darah otot polos dan mengurangi resistensi pembuluh darah perifer (Kikuchi, et.al., 2009).

2. Tetapi obat beta-blockers tidak diresepkan untuk penderita asma karena dapat meningkatkan kejang otot di paru-paru (Dufton, 2011)

C. Keterangan Empiris

BAB II I METODE PENELITIAN A. Jenis dan rancangan penelitian Penelitian efektivitas penggunaan obat pada pasien hipertensi di Instalasi Rawat Inap Rumah Sakit Panembahan Senopati periode Agustus 2015 merupakan

  Penelitian mengenai Efektivitas Penggunaan ObatAntihipertensi pada Pasien di Instalasi Rawat Inap Bangsal Bakung Rumah SakitPanembahan Senopati Bantul Periode Agustus 2015 diharapkan bisa memberikan informasi mengenai efektivitas penggunaan obat antihipertensi meliputi pemilihanobat dan dosis obat antihipertensi yang diberikan pada pasien Rawat Inap BangsalBakung Rumah Sakit Panembahan Senopati Bantul. Jenis penelitian yang dilakukan merupakan penelitian deskriptif evaluatif karena melakukan pengambilan data dan membandingkan data yang dikumpulkandengan standar yang digunakan.

B. Variabel dan definisi operasional 1. Variabel penelitian a

  Penggunaan obat antihipertensi pada pasien di Instalasi Rawat Inap Bangsal Bakung RSUD Panembahan Senopati Bantul Periode Agustus 2015. Efektivitas penggunaan obat antihipertensi yang meliputi pemilihan obat dan dosis obat antihiperteni di Instalasi Rawat Inap Bangsal Bakung RSUD Panembahan Senopati Bantul Periode Agustus 2015.

2. Definisi Operasional a

  Proporsi penggunaan obat yang efektif adalah jumlah pasien yang menggunakan obat antihipertensi dan mengalami penurunan tekanan darah selama hari rawat hingga mencapai target tekanan darah pada akhir harirawat pasien. Apabila pasien mengalami stroke maka target tekanan darah pasien yaitu < 150/90 mmHg (AHA/ASA, 2014) dan pada pasien yang mengalamigagal jantung target tekanan darah pasien yaitu < 140/90 mmHg.

C. Subyek penelitian

  Kriteria insklusi subyek adalah pasien di Instalasi Rawat Inap Bangsal Bakung RSUD PanembahanSenopati Bantul yang menerima terapi obat antihipertensi, memiliki diagnosis hipertensi, dan yang masuk Instalasi Rawat Inap Bangsal Bakung RSUDPanembahan Senopati melalui poliklinik atau IGD pada bulan Agustus 2015. Pada penelitian ini terdapat 5 pasien yang di eksklusi, karena 2 pasien meninggal dunia dan 3 pasien menggunakan obat hipoglikemia.

D. Instrumen penelitian

  Instrumen penelitian yang digunakan adalah blanko data yang terdapat pada lampiran I. Sedangkan data pasien yang lainnya meliputi tanggal masuk dan keluar rumah sakit, anamnese, diagnosispenyakit, hasil pengukuran tanda vital, hasil pengukuran laboratorium, obat yang digunakan pasien saat di bangsal, status pulang, obat yang dibawa pulang dancatatan rekomendasi untuk pasien.

E. Lokasi penelitian

F. Tata cara penelitian

  Penelitian tentang evaluasi penggunaan obat antihipertensi dilakukan di ruang rawat inap bangsal Bakung, ruang rekam mendis, dan ruang InstalasiFarmasi Rawat Inap Rumah Sakit Panembahan Senopati Bantul. Penelitian mengenai evaluasi penggunaan obat antihipertensi pada pasien rawat inap di bangsal Bakung Rumah Sakit Panembahan Senopati Bantul meliputitiga tahapan dalam penelitian, yaitu analisis situasi, pengambilan data, dan analisis data.

1. Analisis situasi

  Tahap analisis situasi dimulai dengan mengidentifikasi obat antihipertensi yang digunakan di Instalasi Rawat Inap Rumah Sakit PanembahanSenopati Bantul. Data tersebut di evaluasi berdasarkan standarJNC VIII (2014), AHA/ASA (2014), dan AHA/ACC/ASH (2015) untuk melihat ketepatan pemilihan obat dan Drug Information Handbook (2011) untuk melihatketepatan pemilihan dosis obat.

G. Tata Cara Analisis Data

  Analisis data dilakukan secara deskriptif dengan mengelompokan data dalam bentuk tabel berdasarkan: 1. Mengelompokan obat antihipertensi berdasarkan golongan obatnya yaitu golongan ACEi, ARB, dan CCB.

H. Keterbatasan dan Kelemahan Penelitian

  Penelitian ini juga terbatas pada pemeriksaan tanda vital pasien yaitu tekanan darah sehingga tidak dapat mengevaluasi pemilihan obat dan dosis obatdari hasil pemeriksaan pasien lainnya. Hasil pemeriksaan pasien yang lainnya yaitu berupa hasil laboratorium pasien yang meliputi fungsi organ pasien yaituseperti fungsi ginjal dan hati.

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN Penelitian mengenai Efektivitas Penggunaan Obat antihipertensi Pada Pasien di Instalasi Rawat Inap Bangsal Bakung RSUD Panembahan Senopati Bantul Periode Agustus 2015 dilakukan dengan cara menelusuri kasus pasien rawat inap yang menggunakan obat antihipertensi. Hasil dan pembahasan dalam penelitian ini akan dibahas menjadi tiga bagian, yaitu karakteristik pasien hipertensi meliputi demografi pasien hipertensi. Bagian kedua yaitu profil pennggunaan obat berdasarkan golongannya. Bagian

ketiga yaitu efektivitas penggunaan obat antihipertensi yang meliputi ketepatan pemilihan obat dan ketepatan dosis dilihat dari waktu terjadinya perbaikan kondisipada pasien.

1. Karakteristik pasien hipertensi

  Selama periode Agustus 2015 terdapat 12 pasien yang memiliki diagnosis hipertensi dan menggunakan obat antihipertensi. Demografi pasienhipertensi di lihat berdasarkan jenis kelamin dan umur.

a. Demografi pasien berdasarkan jenis kelamin Demografi pasien berdasarkan jenis kelamin dapat dilihat dari tabel II

  Dari tabel II tersebut dapat dilihat terdapat 7 pasien (58,3%) perempuan dan 5 pasien (41,7%) laki-laki dengan dari 12 pasien yang menerima terapiantihipertensi. Tingginya dosis esterogen pada kontrasepsi pil hormonal yang diberikan, maka semakin besar kemungkinan esterogen akan mempengaruhi metabolismelektrolit yang dapat mengakibatkan terjadinya kenaikan ketahan perifer dan venous return yang dapat meningkatkan tekanan darah.

b. Demografi pasien berdasarkan umur

  Pengelompokan umur pasien dilakukan berdasarkan pustaka Pratama(2011), umur pasien hipertensi dibagi menjadi tiga kelompok umur yaitu pediatri, adult, dan geriatri. Distribusi pasien hipertensi di Rumah Sakit Panembahan Senopati Bantul periode Agustus 2015 berdasarkan umur dapat dilihat pada tabel III.

A,B,C,D,E,G,I

  Dengan bertambahnya umur risiko terkena hipertensi jauh lebih besar sehingga prevalensi hipertensi di kalangan usia lanjut cukup tinggi yaitu sekitar40%, dengan kematian sekitar diatas 65 tahun (Sarasati, 2011). Tekanan darah mulai meningkat setelahumur 45 tahun, dinding arteri akan mengalami penebalan oleh karena adanya penumpukan zat kolagen pada lapisan otot , sehingga pembuluh darah akanberangsur-angsur menyempit dan menjadi kaku.

c. Lama Perawatan

  E,I,K,L7-8 1 10,3 B 9-10 2 27,9 C Total 12 100 Pasien dengan hipertensi harus rutin dalam mengontrol tekanan darah agar tetap sesuai dengan target tekanan darah yaitu bertujuan untuk mencegahmorbiditas dan mortalitas yang disebabkan karena kardiovaskular. Menurut penelitian Weber (2011) pada jurnal Hypertension, pasien dengan tekanan darah tinggi sekitar 180/110 mmHg segera dievaluasi dan diberipengobatan selama satu minggu, tergantung pada situasi klinis dan komplikasinya (Weder, 2011).

d. Komplikasi

  Tekanan darah tinggi dapat menyebabkan tingginya faktor risiko Komplikasi penyakit yang sering dialami oleh pasien dengan hipertensi adalah myocardial infarction (MI), left ventricular hypertrophy, gagal jantung(CHF), aneurisma, stroke, dan penyakit gagal ginjal kronik (nefropati hipertensi) and retinopati hipertensi (Sawicka, et al., 2011). Berdasarkan pengelompokan jenis dan persentase kelompok komplikasi yang disajikan dalam tabel V, dari 12 pasien sebanyak 3 pasien (25%) yangmengalami komplikasi gagal jantung, 3 pasien (25%) mengalami komplikasi stroke dan 6 pasien tidak mengalami komplikasi tetapi memiliki penyakit penyertaseperti hemiparese sinestra, ISK, GERD, vertigo, dispnea, bronkitis akut, PPOK akut, metabolit enselopati, bronchopneumonia, hemiparesis.

A,B,C,D,E,H

  6 50 Hipertensi + Penyakit Penyerta ,L 12 100 Hipertensi dapat menyebabkan gagal jantung karena pada pasien hipertensi otot jantung bekerja lebih keras sehingga menyebabkan pembesaran Stroke terjadi ketika otak kekurangan oksigen dan nutrisi yang menyebabkan matinya sel-sel otak. Hipertensi yang tidak terkontrol dapatmenyebabkan terjadinya stroke dengan merusak dan melemahkan pembuluh darah otak yang menyebabkan sempitnya atau pecahnya pembuluh darah otak.

2. Profil Penggunaan Obat Antihipertensi

  Seluruh pasien dalam penelitian di Instalasi Rawat Inap Bangsal BakungRumah Sakit Panembahan Senopati Bantul Yogyakarta Periode Agustus 2015 dikelompokan berdasarkan golongan obat antihipertensi yang diterima oleh pasienselama menjalani perawatan di Rumah Sakit. Dari 68 kasus terdapat 57kasus (83,8%) yang menggunakan obat antihipertensi tunggal dan 11 kasus (16,2%) menggunakan obat antihipertensi kombinasi.

a. Penggunaan Obat Antihipertensi Tunggal Penggunaan obat antihipertensi secara tunggal diberikan secara peroral

  Pada penelitian ini obat antihipertensi yang diberikan secara tunggal adalah golongan ARB yaitu valsartandan candesartan serta golongan CCB yaitu amlodipine. Antihipertensi golongan ARB yaitu valsartan dapat mengurangi kerusakan yang disebabkan oleh remodeling jantung dengan merangsang reseptorAT2 yang dapat menghambat penebalan arteri koroner dan fibrosis perivaskular.

b. Penggunaan Obat Antihipertensi Kombinasi

  Penggunaan terapi dengan menggunakan kombinasi 2 obat antihipertensi dianjurkan untuk pasien yang memiliki tekanan darah yang sangat tinggi yaitunilai tekanan darah yang jauh dari target nilai tekanan darah yang seharusnya. Kombinasi obat antihipertensi sering diperlukan untuk dapat mengontrol nilai tekanan darah dan kebanyakan pasien memerlukan kombinasi 2 atau lebihpenggunaan obat antihipertensi (Dipiro, 2008).

A,C,D,E

ARB 8 47 69,1

G,H,I,J

  Ketepatan Pemilihan Obat Menurut JNC 8, obat antihipertensi yang di rekomendasikan adalah golongan diuretik tiazid, ACEi, ARB, dan CCB. Keempat golongan obatantihipertensi ini dipilih sebagai rekomendasi karena keempat golongan obat antihipertensi ini memiliki efek yang sebanding pada kematian secara keseluruhan Pada penelitian ini terdapat beberapa pasien yang memiliki komplikasi gagal jantung dan stroke.

A). Sedangkan rekomendasi obat antihipertensi dari AHA/ASA (2014) yang

  Sedangkan Level of Evidence A menunjukan bahwa rekomendasi/prosedur terapi tergolong efektif dan hal tersebut terbukti dari beberapa uji klinis acak data meta analisis (PERDOSSI,2011) Pada tabel VIII disajikan ketepatan pemilihan obat berdasarkan rekomendasi dari JNC 8 (2014), AHA/ASA (2014), dan AHA/ACC/ASH (2015). Ketidaktepatan pemilihan obat, karena tidak sesuai denganstandar terapi dari AHA/ASA (2014) yang merekomendasikan golongan antihipertensi diuretik secara tunggal atau dikombinasikan dengan golongan ACEipada pasien hipertensi dengan komplikasi stroke.

A,C,D,E,F,G

  Terapi yang diberikan sudah sesuai dengan standar yang digunakan, yaitu pemilihan obat sudah sesuai dengan standarASA/ACC/ASH (2015) dan dosis yang diberikan sudah sesuai dengan rentang dosis yang di rekomendasikan oleh DIH (2011). Selama perawatan pasien menerima Terapi yang diberikan sudah sesuai dengan standar yang digunakan, yaitu pemilihan obat sudah sesuai dengan standar JNC 8 (2014) dan dosis yangdiberikan sudah sesuai dengan rentang dosis yang di rekomendasikan oleh DIH(2011).

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan 1. Obat antihipertensi yang diterima oleh pasien berupa obat antihipertensi

  Penggunaan obat antihipertensi yang digunakan di Rumah SakitPanembahan Senopati periode Agustus 2015 adalah golongan ARB, ACEi, dan CCB. Saran Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, peneliti memberikan saran kepada peneliti selanjutnya untuk dapat melakukan evaluasi efektivitas obatantihipertensi tidak hanya dari pemeriksaan tekanan darah tetapi juga dari pemeriksaan kondisi pasien yang lainnya yang berupa hasil pemeriksaanlaboratorium yang meliputi fungsi organ seperti fungsi hati dan ginjal.

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

EVALUASI IMPLEMENTASI CLINICAL PATHWAY PNEUMONIA DI RUANG RAWAT INAP BANGSAL ANAK RSUD PANEMBAHAN SENOPATI BANTUL
13
64
229
Evaluasi penggunaan obat antihipertensi pada pasien di insatalasi rawat Inap RSUD Panembahan Senopati Bantul.
1
2
49
Evaluasi DTPs penggunaan antihipertensi pada pasien hipertensi dengan diabetes melitus di instalasi rawat inap RSUD Tugurejo Semarang periode Januari 2015-Agustus 2016.
0
0
54
Evaluasi penggunaan obat antihipertensi pada pasien geriatri di Instalasi Rawat Inap RSUD Panembahan Senopati Bantul.
0
1
50
Evaluasi peresepan antibiotika pada pasien diare dengan metode gyssens di instalasi rawat inap RSUD Panembahan Senopati Bantul Yogyakarta periode April 2015.
0
4
213
Evaluasi interaksi penggunaan obat hipoglikemi pada pasien rawat inap di Bangsal Cempaka RSUD Panembahan Senopati Bantul periode Agustus 2015.
0
1
92
Evaluasi interaksi penggunaan obat antihipertensi pada pasien rawat inap di Bangsal Cempaka RSUD Panembahan Senopati Bantul periode Agustus 2015.
0
4
109
Evaluasi pelayanan informasi obat pada pasien di instalasi farmasi RSUD Panembahan Senopati Bantul Yogyakarta.
8
72
110
Evaluasi penggunaan obat Hipoglikemia pada pasien di instalasi rawat inap bangsal Bakung RSUD Panembahan Senopati Bantul Periode Agustus 2015.
1
6
117
Studi literatur interaksi obat pada peresepan pasien gagal ginjal kronik di instalasi rawat jalan RSUD Panembahan Senopati Bantul Yogyakarta periode Desember 2013.
7
45
147
Evaluasi penggunaan obat antihipertensi pada pasien di insatalasi rawat Inap RSUD Panembahan Senopati Bantul
0
0
47
Studi pustaka interaksi obat pada peresepan pasien tuberkulosis di Instalasi Rawat Jalan RSUD Panembahan Senopati Bantul periode Oktober-Desember 2013.
1
7
142
Evaluasi penggunaan obat antihipertensi pada pasien geriatri di Instalasi Rawat Inap RSUD Panembahan Senopati Bantul
0
0
48
HUBUNGAN PENGALAMAN DIRAWAT DENGAN LOYALITAS PASIEN RAWAT INAP DI BANGSAL PENYAKIT DALAM RSUD PANEMBAHAN SENOPATI BANTUL NASKAH PUBLIKASI - Hubungan Pengalaman Dirawat dengan Loyalitas Pasien Rawat Inap di Bangsal Penyakit Dalam RSUD Panembahan Senopati B
0
0
16
Evaluasi penggunaan obat antihipertensi pada pasien diabetes melitus tipe 2 dengan hipertensi di instalasi rawat inap RSUD Panembahan Senopati Bantul - USD Repository
0
0
152
Show more