SIKAP PELANGGAN TERHADAP ISI PESAN MEDIA PROMOSI PUBLIC RELATIONS HOTEL MIDTOWN SURABAYA (STUDI DESKRIPTIF KUANTITATIF SIKAP PELANGGAN HOTEL MIDTOWN SURABAYA TERHADAP ISI PESAN PROMOSI PUBLIC RELATIONS DI KORAN JAWA POS, KORAN SURYA, LION MAGAZINE, BROSUR

97 

Full text

(1)

(STUDI DESKRIPTIF KUANTITATIF SIKAP PELANGGAN HOTEL MIDTOWN

SURABAYA TERHADAP ISI PESAN PROMOSI PUBLIC RELATIONS DI KORAN J AWA

POS, KORAN SURYA, LION MAGAZINE, BROSUR, LEAFLET, BULETIN, WEBSITE,

FACEBOOK, DAN NEON BOX)

SKRIPSI

Oleh :

DERY RIZKIANTO 0943015017

YAYASAN KESEJ AHTERAAN PENDIDIKAN DAN PERUMAHAN UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL “VETERAN” J AWA TIMUR

FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK PROGRAM STUDI ILMU KOMUNIKASI

(2)

Ter hadap Isi Pesan Pr omosi Public Relations di Koran J awa Pos, Koran Sur ya,

Lion Magazine, Brosur, Leaflet, Buletin, Website, Facebook, dan Neon Box)

Disusun Oleh :

DERY RIZKIANTO NPM. 0943015017

Telah dipertahankan dihadapan dan diter ima oleh Tim Penguji Skr ipsi J ur usan Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

(3)

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis tujukan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Karena

karuniaNya, penulis bisa menyelesaikan skripsi ini dengan judul “Sikap

Pelanggan Terhadap Isi Pesan Media Promosi Public Relations Hotel Midtown

Surabaya”.

Terwujudnya skripsi ini tidak lepas dari bantuan berbagai macam pihak

yang telah mendorong dan membimbing penulis, baik tenaga, ide-ide, maupun

pemikiran. Oleh karena itu, tak lupa penulis menyampaikan rasa terima kasih

pada pihak-pihak yang telah membantu penulis selama menyelesaikan pembuatan

proposal skripsi ini.

Adapun penulis sampaikan rasa terima kasih, kepada:

1. Allah SWT. Karena telah melimpahkan segala karuniaNYA, sehingga

penulis mendapatkan kemudahan selama proses praktek magang dan

penyusunan laporan.

2. Ibu Dra. Hj. Suparwati, M.Si selaku Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu

Politik UPN “Veteran” Jawa Timur

3. Bapak Juwito, S.Sos, Msi. Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi.

4. Bapak Saifuddin Zuhri. Msi. Sekretaris Program Studi Ilmu Komunikasi.

5. Bapak DR. Catur Suratnoaji, Msi. Dosen pembimbing yang selalu

memberikan bimbingan dan dorongan demi terselesainya skripsi ini.

6. Dosen-dosen Ilmu Komunikasi yang telah banyak memberikan ilmu dan

(4)

7. Bapak Donny Manuarva, selaku General Manager Hotel Midtown Surabaya.

8. Bapak Rio Wibowo, selaku Manager Sales & Marketing Departement Hotel

Midtown Surabaya.

9. Ibu Adita Putri, selaku Public Relations Hotel Midtown Surabaya.

Serta tak lupa penulis memberikan rasa terima kasih secara khusus kepada:

1. Mama, papa, kakak, adik yang telah memberikan dorongan, semangat,

perhatian dan pengertiannya bagi penulis baik secara moril dan materiil.

2. Seluruh staf dan karyawan Hotel Midtown Surabaya, Pak Rio, Pak Budi,

Pak Puguh, Bu Irma, Bu Eli, Mba Lina, Mba Era, dan seluruh staf Hotel

Midtown Surabaya.

3. Sahabat-sahabat terbaik yang selalu ada, Vhyra, Poppy, Rieke, Malida,

Mona, Komang, Pampi, Mba Nurul.

4. Semua Pesona Family Bunda, Tan Cikyen, Tan Irma, Om Rinto, Om kohe,

Vita, Kuro, Anne, Mba Lina, Mas Kucing dan semuanya yang selalu

memberikan semangat dan perhatian untuk segera menyelesaikan skripsi ini.

5. Dan Pihak-pihak yang tidak dapat disebutkan satu-satu oleh penulis, yang

telah membantu penyelesaian proposal skripsi ini.

Penulis menyadari bahwa proposal skripsi ini masih jauh dari

kesempurnaan, maka kritik dan saran yang bersifat membangun sangatlah

(5)

Akhir kata semoga proposal skripsi ini dapat bermanfaat bagi semua pembaca,

khususnya teman-teman di Jurusan Ilmu Komunikasi.

Surabaya, 1 Juli 2014

(6)

DAFTAR ISI

1.4.2.2 Bagi Hotel Midtown Surabaya ... 9

BAB II KAJ IAN PUSTAKA ……….. 10

(7)

2.2.3.4 Perwujudan Sikap Dalam Perilaku ... 22

2.2.4 Promosi ... 24

2.2.4.1 Tujuan Promosi ... 26

2.2.4.2 Bauran Promosi ... 28

2.2.4.3 Media Promosi ... 31

2.2.4.4 Sikap Terhadap Promosi ... 33

2.3. Kerangka Berpikir ...………... 36

BAB III METODE PENELELITIAN ...………. 39

3.1. Definisi Operasional dan Pengukuran Variabel ...…... 39

3.1.1. Definisi Operasional ………...……….. 39

3.1.2. Sikap …...………. 40

3.1.3. Pengukuran Variabel ...………. 44

3.2. Populasi, Sampel dan Teknik Penarikan Sampel ...… 45

3.2.1. Populasi ... 45

3.2.2. Sampel dan teknik penarikan sampel ... 45

3.3. Teknik Pengumpulan Data ... 46

3.6. Teknik Analisis Data ...……… 47

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN... ………. 48

4.1. Gambaran Obyek Penelitian ...…... 48

4.2. Penyajian Data dan Analisis Data ... 51

4.2.1. Identitas Responden ………...……….. 52

4.2.1.1. Jenis Kelamin Responden …...………. 52

4.2.1.2. Usia Responden …...………. 53

4.2.1.3. Pendidikan Terakhir Responden …...… 54

4.2.1.4. Jenis Pekerjaan Responden …...……. 56

4.2.1.5. Kewarganegaraan Responden …...…. 57

4.2.2. Media Promosi Hotel Midtown Surabaya ... 57

(8)

4.2.3.1. Indikator Kognitif ...…...………. 61

4.2.3.2. Tingkat Pengetahuan Responden ...…. 64

4.2.3.3. Indikator Afektif ...…...………. 65

4.2.3.4. Tingkat Ketertarikan Responden ... 70

4.2.3.5. Indikator Konatif ...…...………. 71

4.2.3.6. Tingkat Kecenderungan Responden ... 78

4.2.3.7. Sikap Pelanggan Terhadap Isi Pesan Media Promosi Public Relations Hotel Midtown Surabaya...…...………. 79

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN ... ………... 82

5.1. Kesimpulan ... 82

5.2. Saran ... 83

DAFTAR PUSTAKA ……… 84

(9)

DAFTAR TABEL

Tabel 4.1. Jenis Kelamin Responden ... 52

Tabel 4.2. Usia Responden ... 53

Tabel 4.3. Pendidikan Terakhir Responden ... 54

Tabel 4.4. Jenis Pekerjaan Responden ... 56

Tabel 4.5. Kewarganegaraan Responden ... 57

Tabel 4.6. Respon Pelanggan ... 58

Tabel 4.7. Jenis Media ... 59

Tabel 4.8. Jenis Informasi ... 60

Tabel 4.9. Pengetahuan Tentang Lokasi Hotel ... 61

Tabel 4.10 Pengetahuan Tentang Harga Kamar Hotel ... 62

Tabel 4.11. Pengetahuan Tentang Fasilitas Hotel ... 63

Tabel 4.12. Pengetahuan Tentang Macam-macam Tipe Kamar ... 64

Tabel 4.13. Tingkat Pengetahuan Responden ... 65

Tabel 4.14. Ketertarikan Terhadap Lokasi ... 66

Tabel 4.15. Ketertarikan Terhadap Harga Kamar ... 67

Tabel 4.16. Ketertarikan Terhadap Fasilitas Hotel ... 68

Tabel 4.17. Ketertarikan Terhadap Macam-macam Tipe Kamar ... 69

Tabel 4.18. Tingkat Ketertarikan Responden ... 70

Tabel 4.19. Kecenderungan Menginap Karena Lokasi ... 72

Tabel 4.20. Kecenderungan menginap karena harga kamar ... 72

Tabel 4.21. Kecenderungan menginap karena fasilitas hotel ... 73

Tabel 4.22. Kecenderungan Menginap Karena ada macam-macam Tipe Hunian Kamar ... 74

Tabel 4.23. Kecenderungan Memberikan Informasi Lokasi ... 75

Tabel 4.24. Kecenderungan Memberikan Informasi Harga ... 76

Tabel 4.25. Kecenderungan Memberikan Informasi Fasilitas ... 76

(10)

Tabel 4.27. Tingkat Kecenderungan Responden Terhadap Isi Pesan Media Promosi Public Relations Hotel Midtown Surabaya ... 78 Tabel 4.28. Sikap Pelanggan Terhadap Isi Pesan Media Promosi Public

(11)

ABSTRAKSI

DERY RIZKIANTO, SIKAP PELANGGAN TERHADAP ISI PESAN

MEDIA PROMOSI PUBLIC RELATIONS HOTEL MIDTOWN

SURABAYA (studi deskriptif kuantitatif sikap pelanggan sikap pelanggan terhadap isi pesan promosi Public Relations di koran jawa pos, koran surya, lion magazine, brosur, leaflet, buletin, website, facebook, dan neon box Hotel Midtown Sur abaya)

Pesatnya perkembangan ekonomi di Surabaya menyebabkan semakin banyaknya pula persaingan yang terjadi di dalam jasa perhotelan. Persaingan tersebut tentu saja juga melalui kegiatan promosi. Hal ini dilakukan karena promosi pada dasarnya adalah sebuah cara untuk menginformasikan kepada khalayak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sikap pelanggan terhadap isi pesan media promosi Public Relations Hotel Midtown Surabaya.

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif menggunakan metode survei. Sampel dalam penelitian ini adalah pelanggan Hotel Midtown Surabaya. Adapaun teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah penarikan sampel secara accidental, jadi para pelanggan atau tamu yang datang untuk menginap di Hotel Midtown akan diberi angket. Penentuan ukuran sampel diambil berdasarkan rumus Yamane Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Data primer adalah data yang diperoleh secara langsung dari responden yang memberikan jawaban-jawaban kuisioner, sementara data sekunder adalah data yang diperoleh dari buku-buku penunjang penelitian. Penelitian ini hanya menggambarkan variabel sikap pengunjung Hotel Midtown dalam indikator kognitif, afektif, dan konatif tetapi tidak menguji hubungan antar variabel. Untuk itu digunakan teknik analisis deskriptif. Dalam penelitian ini juga digunakan tabel frekuensi untuk memudahkan analisis data oleh peneliti.

Berdasarkan paparan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa pelanggan Hotel Midtown Surabaya memiliki sikap tinggi terhadap isi media promosi yang dilakukan public relations Hotel Midtown Surabaya, baik sikap kognitif, afektif, maupun konatif.

(12)

terhadap isi pesan promosi Public Relationsdi koran jawa pos, koran surya, lion magazine, br osur, leaflet, buletin, website, facebook, dan neon box Hotel Midtown Sur abaya)

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sikap pelanggan terhadap isi pesan media promosi Public Relations Hotel Midtown Surabaya. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif menggunakan metode survei. Sampel dalam penelitian ini adalah pelanggan Hotel Midtown Surabaya. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah accidental. Penelitian ini hanya menggambarkan variabel sikap pengunjung Hotel Midtown dalam indikator kognitif, afektif, dan konatif tetapi tidak menguji hubungan antar variabel. Untuk itu digunakan teknik analisis deskriptif. Dalam penelitian ini juga digunakan tabel frekuensi untuk memudahkan analisis data oleh peneliti.

Berdasarkan paparan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa pelanggan Hotel Midtown Surabaya memiliki sikap positif terhadap isi media promosi yang dilakukan public relations Hotel Midtown Surabaya.

Kata kunci : Sikap, Media Promosi, Promosi, Public Relations.

ABSTRACT

DERY RIZKIANTO, CUSTOMER ATTITUDES TOWARD THE

MESSAGE CONTENT MEDIA PROMOTION PUBLIC RELATIONS MIDTOWN HOTEL SURABAYA (Quantitative Descriptive Study Of Customer Behaviour Attitude Towards The Content Of The Pr omotional Message Public Relations in J AWA POS, SURYA, LION Magazine, Brochures, Leaflets, Newsletter s, Websites, Facebook, And Neon Box)

This study aims to determine the attitude of the customers towards the content of the media message campaign Public Relations Midtown Hotel Surabaya. This study is a descriptive research with quantitative approach using a survey method. The sample in this study is the customer Midtown Hotel Surabaya. sampling technique used in this study is accidental. This study only describes the attitude variable visitor Hotel Midtown in indicators of cognitive, affective, and conative but did not examine the relationship between variables. Was used for descriptive analysis. In this study also used a frequency table to facilitate the analysis of the data by the researcher.

Based on the exposure results, it can be concluded that customers Midtown Hotel Surabaya has a positive attitude towards the content of the media public relations campaign undertaken Midtown Hotel Surabaya.

(13)

1.1. LatarBelakangMasalah

Salah satuinvestasi yang banyakberkembang di Surabaya

dewasainiadalahjasaperhotelandanresidensial,

denganpertimbanganbahwabanyakparapebisnisasingmaupundariluardaerahdalam

mengurusbisnisdanmelakukantransaksiusahamembutuhkantempattinggaluntukjan

gkawaktu yang cukup lama di Surabaya.

Banyak hotel barudenganharga yang terjangkausaatiniberkembang di

Surabaya, Penginapan Hotel

saatinibukanlagimenjadisuatukebutuhanmewahbagimasyarakatluas.Bermalam di

hotel untukbeberapaharibukanlagimenjadisuatuhal yang

mewahbagiparapelakubisnis, banyakparapelakubisnis yang datingke Surabaya

bukanhanyaberasaldari Indonesia melainkanjugadarimancanegara.

Pesatnyaperkembanganperekonomian di Surabaya

menyebabkansemakinbanyaknya pula persaingan yang terjadi di

dalamjasapenginapanataupunperhotelan.Persaingan tersebut tentu saja juga

melalui kegiatan promosi. Hal ini dilakukan karena promosi pada dasarnya

adalahsebuah cara untuk menginformasikan kepada pengguna tentang apa

yanganda lakukan dan apa yang dapat anda lakukan (Nicholas, 1998).

Di Surabaya sendiri saat ini memang banyak bermunculan hotel bintang tiga

(14)

memiliki ciri khas masing-masing sesuai dengan target yang dituju.

Sekaranginibanyakperusahaanatauorganisasi,di mana orang orang yang

mengelolanyasangatmemperhatikan kebutuhan konsumen,

terutamauntukmenghadapipublik -publik yang strategis. Itulah kenapa diperlukan

public relations untuk dapat menarik calon pelanggan. Public Relationssangat

diperlukan karena public relationsadalahfungsimanajemen yang

membangundanmempertahankanhubungan yang

baikdanbermanfaatantaraorganisasidengan public yang

mempengaruhikesuksesanataukegagalanorganisasitersebut (Cutlip, 2006).

Berkembangnyasectorpariwisatadanjugasectorindustri di Surabaya saatini,

memberikandampakpositifbagiindustryjasaperhotelan.Hotel Midtown

Surabayamenjadisalahsatuperusahaan yang bergerak di

bidangjasapenginapanturutmerasakandampakmeningkatnya. Tingkat hunian

kamar sangat ditentukan oleh kegiatan public relations dalam menjalin kemitraan.

Public relationsmemberikankontribusi yang

besarbagiperusahaandenganmengembangkanhubungan-hubungan (relations) yang

harmonisdenganstakeholder-nya agar

perusahaandapatmengembangkankemampuannyamencapaimisinya (Oliver, 2007).

Hotel Midtown Surabaya yang terletak di pusat kota Surabaya merupakan

salah satu jenis Hotel Bisnis berbintang tiga. Letaknya yang dekat dengan Pusat

perbelanjaan, kantor pemerintahan, gedung perkantoran membuat Hotel Midtown

Surabaya sering disinggahi untuk untuk melakukan aktivitas bisnis maupun

(15)

Dikarenakan lokasinya yang strategis di pusat kota Surabaya maka Hotel

Midtown Surabaya ini dikelilingi oleh beberapa hotel kompetitor bertaraf bintang

3. Diantaranya seperti Hotel Bisanta, Hotel Ibis,dan Hotel Santika. Walaupun

ketiganya mempunyai target yang sama namun memiliki perbedaan antara satu

hotel dengan hotel lainnya. Hotel Midtown Surabaya menawarkan tempat yang

nyaman untuk tinggal di pusat kota Surabaya dan menjadikan sebagai rumah

kedua.

Dengan berkembangnya industri perhotelan, maka timbul persaingan antar

perusahaan perhotelan untuk memberikan pelayanan yang memuaskan kepada

para tamunya. Adapun strategi pemasaran yang ditempuh public relations setiap

hotel berbeda satu dengan yang lainnya, yang bertujuan meluaskanpemasarandan

demi mencapaikepuasankonsumen (customer satisfaction) (Ruslan, 2010) .

Produk yang ditawarkan berupa fasilitas hotel dan mutu pelayanan serta harga

yang dapat bersaing.

Hotel Midtown Surabaya memiliki 200 kamar yang terbagi menjadi lima

tipe antara lain tipe Cool, Groovy, Splendid, Fabolous, dan Marvelous. Semua

tipe kamar tersebar disetiap lantai. Lantai 1 digunakan untuk Lobby dan Townhall

Restaurant, lantai 2 digunakan Midtownhall sebagai ruang meeting, lantai 3

digunakan sebagai kantor manajemen, dan lantai 5 hingga lantai 18 digunakan

sebagai kamar. Selain kamar untuk menginap, Hotel Midtown Surabaya juga

menyediakan Fasilitas bisnis yaitu Ruang Meeting atau Midtownhall. Terbagi

menjadi 5 ruangan dan memiliki kapasitas yang berbeda-beda disetiap ruangnya

(16)

100 orang. Townhall Restaurant yang melayani pengunjung 24 jam juga tersedia

untuk melayani santap makan dan minum ketika menginap dan melakukan

kegiatan bisnis di Hotel Midtown Surabaya. Tidak ketinggalan D’Sea Spa

melengkapi fasilitas yang ada di Hotel Midtown Surabaya dengan menyediakan

layanan Spa and Massage di kamar pengunjung hotel.

Berbekalpengalaman, pengetahuandankeahliantentangselukbisnisperhotelan

yang sukses, Midtown Hotel hadirsebagaipemilik franchise hotel

dankonsultanuntukmendirikandanmenjalankanbisnisperhotelan yang sukses.

Hotel yang banyakberdirisaatinimenawarkanharga yang

sangatterjangkaudenganfasilitas yang diberikan pun tidakkalahmenarikdengan

hotel berbintanglainnya yang menawarkanhargajauhlebihmahal.Dengan adanya

persaingan antar hotel maka di perlukan kegiatan pemasaran yang baik. Salah satu

kegiatan pemasaran yang penting dalam industri perhotelan adalah kegiatan

promosi yang merupakan suatu sarana komunikasi bagi perusahaan dengan target

sasarannya. Di sinilahperanPublic Relationsdibutuhkanuntukmembantukegiatan

promosi untuk menarikminatpelanggan Midtown Hotel

mengingatsaatinibanyaknya hotel yang bermunculan di Surabaya

denganmenawarkanharga yang sangatterjangkaudenganfasilitas yang

didapatkansangatmenarik.

Promosi yang dilakukan Public

Relationsmenunjukkanbahwakomunikasimerupakan proses stimulus-respon.

Artinya model inimengasumsibahwa kata-kata verbal, isyaratnon verbal,

(17)

Sehingga stimulus yang merupakan kegiatan promosi Public Relations Hotel

Midtown Surabaya pada pelanggan hotel akan memberikan respon berupa sikap

terhadap Hotel Midtown Surabaya. Efek yang

ditimbulkanadalahreaksikhususterhadap stimulus khusus,

sehinggaseseorangdapatmengharapkandanmemperkirakankesesuaianantarapesand

anreaksikomunikan (Arindita, 2013). Efekkomunikasimerupakansetiapperubahan

yang terjadi di dalamdiripenerima,

karenamenerimapesan-pesandarisuatusumber.Perubahaninimeliputiperubahanpengetahuan,

perubahansikap, danperubahanperilakunyata (Arinda, 2013).

DalamkegiatanPublic

Relationsterdapatsuatuusahauntukmewujudkanhubungan yang

harmonisantarasuatubadanatauperusahaandenganpubliknya.Disinidicipatkansuatu

aktifitasuntukmembinadanmemeliharasikapbudi yang

menyenangkanbagisuatulembagaatauperusahaan di suatupihakdenganpublik di

pihak lain. S.M Cultifdan Allen H.CenterdalambukunyaEffective Public

Relationsmengatakan : Semakinteliti orang menentukankhalayak yang dituju,

semakinbanyakditentukancara – caramendekatidanmempengaruhinya (Cutlip,

2006).

Dalammelakukankegiatanpromosi, Public Relations Midtown Hotel

selaluberusahamembinahubunganbaikdengan media massa, baik media

cetakmaupun media elektronik. Tujuannyaadalahuntukmendapatkanpublikasi di

(18)

Promosi pada dasarnya adalah menginformasikan atau memberitahukan

kepada orang atau konsumen tentang produk atau jasa yang ditawarkan dengan

tujuan agar orang atau konsumen tersebut mau mencoba bahkan sampai membeli

produk atau jasa yang ditawarkan. Dalam menginformasikan seputar perusahaan

kepada publik sangatlah tidak mungkin dilakukan secara tatap muka dengan satu

per satu publik, melainkan perusahaan memerlukan media massa untuk

menyebarluaskan informasi tersebut. Media massa mempunyai kekuatan yang

besar untuk mempengaruhi publik, sehingga pesan tersebut yang berupa informasi

perusahaan dapat sampai kepada khalayak sasaran. Denganbegitu, media massa

dapat dijadikan mitra, khususnya untuk menyebarluaskan dan memberikan

informasi perusahaan.

Pada tahun 2013 Public relations Hotel Midtown Surabaya melakukan

berbagai aktivitas promosi antara lain melalui media cetak seperti iklan di surat

kabar, majalah, buletin, brosur dan flyer, media online seperti email blast, social

media, dan website serta neon box yang bertujuan untuk memberikan informasi

produk yang ditawarkan khususnya dalam hal ini yaitu kamar hunian. Semua

memiliki materi sama yaitu berisikan promosi yang bertujan memberitahukan

kepada pelanggan dan calon pelanggan informasi tentang hunian kamar yang ada

di Hotel Midtown Surabaya. Diantaranya berisikan informasi mengenai lokasi,

fasilitas, macam-macam tipe hunian kamar, harga, dan paket promo yang sedang

berlangsung.

Promosi iklan di surat kabar, Hotel Midtown menggunakan Koran Jawa Pos

(19)

menampilkan 4x dalam satu bulan. Untuk majalah Hotel Midtown bekerja sama

dengan Lion Magazine yaitu majalah yang diterbitkan oleh Maskapai

Penerbangan Lion Air yang mana terbit sekali setiap bulannya. Majalah tersebut

diberikan kepada semua penumpang penerbangan yang menggunakan maskapai

Lion Air. Sedangkan Buletin, brosur, dan leaflet dibuat 3bulan sekali yang mana

di sebarkan ke seluruh kantor pemerintahan, kantor swasta, Universitas &

Sekolah, swalayan (dalam hal ini Ranch Market) , serta seluruh travel agent yang

ada di Surabaya. Untuk promosi di media online seperti email blast ke pelanggan

dan social media seperti facebook dilakukan sesering mungkin, sedangkan untuk

website dan neon box diperbaharui setiap 3 bulan sekali. Seluruh promosi yang

dilakukan dikemas dan dibuatsemenarikmungkinuntukdibagikan,

dimanadalamkegiataninipublic relationsbekerjasamadengandivisipemasaran.

Kegiatan tersebut dilakukan oleh Public Relations Hotel Midtownn

Surabaya untuk menginformasikan dan memberikan pengetahuan ke pelanggan

dan calon pelanggan mengenai seluk beluk Hotel Midtown Surabaya. Dari

fenomenapenulissampaikan di atas maka penulis tertarik mengambil judul:Sikap

Pelanggan terhadap Isi Pesan Media Promosi Public Relations Hotel Midtown

Surabaya.

1.2. RumusanMasalah

Mengacupadapenjelasandarilatarbelakang di atas, makarumusan masalah

yang diangkatpenulisadalah:Bagaimana sikap pelanggan terhadap isi pesan

(20)

1.3. TujuanPenelitian

Mengacupadarumusanmasalahdiatas, penelitian ini bertujuan untk

mengetahuisikap pelanggan terhadap isi pesan media promosi Public Relations

Hotel Midtown Surabaya.

1.4. ManfaatPenelitian

1.4.1. ManfaatTeoritis

Penelitian ini diharapkan dapat membantuuntukmengembangkan teori

komunikasi khususnya teori S-O-R. Selain itupenelitianinidapatjuga

menjadibahanreferensitentang sikap pelanggan terhadap isi pesan mediapromosi

Public RelationsHotel Midtown Surabaya, sehingga kegiatanpromosipublic

relations yang diterapkanHotel Midtown Surabaya dalammenarik calon

pelanggan layakmenjadi acuanbagi hotel-hotel yang lain.

1.4.2. ManfaatPraktis

1.4.2.1 Bagi Peneliti

Penelitianinidapatbermanfaat untuk menjadi masukan pengelola hotel dalam

menjalankan strategi promosi melalui media cetaksepertiiklan di suratkabar,

buletin, brosurdan flyer, media elektronikseperti email blast, social media seperti

facebook, dan website. Selain itu, penelitian ini bermanfaat bagi masyarakat

umum untuk mengetahui dan memahami apa saja yang ditawarkan oleh Hotel

(21)

1.4.2.2 BagiHotel Midtown

PenelitianinidiharapkandapatmemberikanreferensibagiHotel Midtown

Surabaya mengenaisikap pelanggan terhadap isi pesan mediapromosi Public

RelationsHotel Midtown Surabaya, sehinggakegiatanpromosipublic

relationsmenarikminatpelanggan.Mengingatsaatinibanyaknya hotel yang

bermunculan di Surabaya dengan berbagai media promosi danmenawarkan lokasi,

harga yang sangatterjangkaudenganfasilitas yang bagus sehingga memerlukan

promosi yang kreatif agar pelanggan memberikan sikap yang positif untuk Hotel

(22)

2.1. Penelitian Ter dahulu

Dalam penelitian ini akan diuraikan dari rangkuman jurnal penelitian

terdahulu yang dapat dipakai sebagai bahan kajian yang berkaitan dengan

penelitian sekarang ini: Liana Elviyanti Tan(2013) dengan judul: Sikap

pelanggan mengenai program CRM “Return Guest Program”Surabaya Plaza

Hotel.

Jurnal penelitian pertama ini dilakukan untuk mengetahui sikap pelanggan

mengenai program CRM “Return Guest Program” yang dijalankan oleh Surabaya

Plaza Hotel. CRM merupakan merupakan proses memperoleh, mengembangkan,

dan mempertahankan hubungan yang menguntungkan dengan pelanggan agar

tetap setia dan membeli lagi produk atau jasa tersebut. Surabaya Plaza Hotel

menerapkan CRM dalam sebuah program yang disebut dengan “Return Guest

Program”. Program ini dibuat dengan tujuan untuk membangun hubungan jangka

panjang dengan pelanggan. Komponen-komponen yang ada dalam sikap

pelanggan turut berperan dalam menentukan penilaian terhadap program CRM

yang dimiliki oleh Surabaya Plaza Hotel. Teknik analisa yang digunakan dalam

penelitian ini adalah deskriptif dengan metode survei untuk mendeskripsikan

sikap pelanggan. Hasil penelitian menunjukkan sikap pelanggan positif terhadap

(23)

Jurnal penelitian kedua berasal dari E-jurnal Universitas Kristen Petra

Surabaya, Program studi ilmu komunikasi, Volume 1 no.3 tahun 2013, yang

berjudul “Sikap Penonton Surabaya Terhadap Pesan Iklan 3 Always On Bebas Itu

Nyata Versi Cewek Dan Cowok”. Jurnal ini diteliti oleh Caroline Suryanto

Suciadi.

Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif yang mendeskripsikan sikap

terhadap pesan iklan 3 “Always On Bebas Itu Nyata” versi cowok dan cewek.

Kesamaan penelitian tersebut dengan penelitian ini adalah teori yang digunakan

sama yaitu Teori S-O-R. Mengacu pada teori S-O-R

(Stimulus-Organism-Response), bahwa sebuah proses komunikasi dimulai dengan adanya stimulus

yaitu pesan yang ingin ditujukan pada khalayak atau organism yang berperan

sebagai komunikan yang kemudian memberikan sebuah respon dari komunikan

tersebut (Effendy, 2003). Pada penelitian ini, pesan dari iklan 3 “Always On

Bebas Itu Nyata” versi cowok dan cewek merupakan suatu stimulus atau pesan

yang ingin disampaikan kepada penonton di Surabaya (sebagai organism) yang

nantinya dapat menciptakan suatu respon dari kognitif, afektif, dan konatif.

Sedangkan yang akan jadi stimulus dalam penelitian ini adalah media promosi

yang meliputi media cetak dan media online yang digunakan Public Relations

Hotel Midtown Surabaya.

2.2. Landasan Teori

2.2.1. TEORI S-O-R

Dalam penelitian ini model yang digunakan adalah model S-O-R (Stimulus,

(24)

Stimulus-Organism-Response. Objek materialnya adalah manusia yang jiwanya meliputi

komponen-komponen: sikap, opini, perilaku, kognisi, afeksi dan konasi (Effendy, 2003 dan

Chandra, 2012).

Menurut model ini, organism menghasilkan perilaku tertentu jika ada

kondisi stimulus tertentu pula, efek yang ditimbulkan adalah reaksi khusus

terhadap stimulus khusus, sehingga seseorang dapat mengharapkan dan

memperkirakan kesesuaian antara pesan dan reaksi komunikan.

Asumsi dasar dari model ini adalah : media massa menimbulkan efek yang

terarah, segera dan langsung terhadap komunikan. Stimulus Response Theory atau

S-R theory. Model ini menunjukkan bahwa komunikasi merupakan proses

aksi-reaksi. Artinya model ini mengasumsi bahwa kata-kata verbal, isyarat non verbal,

simbol-simbol tertentu akan merangsang orang lain memberikan respon dengan

cara tertentu. Pola S-O-R ini dapat berlangsung secara positif atau negatif;misal

jika orang tersenyum akan dibalas tersenyum ini merupakan reaksi positif, namun

jika tersenyum dibalas dengan palingan muka maka ini merupakan reaksi negatif.

Model inilah yang kemudian mempengaruhi suatu teori klasik komunikasi yaitu

Hypodermic needle atau teori jarum suntik. Asumsi dari teori inipun tidak jauh

berbeda dengan model S-O-R, yakni bahwa media secara langsung dan cepat

memiliki efek yang kuat terhadap komunikan. Artinya media diibaratkan sebagai

jarum suntik besar yang memiliki kapasitas sebagai perangsang (S) dan

menghasilkan tanggapan (R) yang kuat pula.

Jadi unsur model ini adalah :

(25)

b. Komunikan (Organism,O)

c. Efek (Response, R)

Dalam proses perubahan sikap tampak bahwa sikap dapat berubah hanya

jika stimulus yang menerpa melebihi semula. Respon atau perubahan sikap

bergantung pada proses terhadap individu. Stimulus yang merupakan pesan yang

disampaikan kepada komunikan dapat diterima atau ditolak, komunikasi yang

terjadi dapat berjalan apabila komunikan memberikan perhatian terhadap stimulus

yang disampaikan kepadanya. Sampai pada proses komunikan tersebut

memikirkannya sehingga timbul pengertian dan penerimaan atau mungkin

sebaliknya. Perubahan sikap dapat terjadi berupa perubahan kognitid, afektif atau

behavioral (Effendy, 2003 dan Arindita, 2013).

Adapun keterkaitan model S-O-R dalam penelitian ini adalah :

1. Stimulus yang dimaksud adalah promosi yang disampaikan Public Relations

Midtown Hotel

2. Organisme yang dimaksud adalah pelanggan Midtown Hotel pada tahun 2013.

3. Respon yang dimaksud adalah sikap pelanggan Midtown Hotel terhadap

promosi yang disampaikan oleh Public Relation Midtown Hotel .

Proses perubahan perilaku pada hakekatnya sama dengan proses belajar.

Proses perubahan perilaku tersebut menggambarkan proses belajar pada individu

yang terdiri dari: Stimulus (rangsang) yang diberikan pada organisme dapat

(26)

stimulus itu tidak efektif mempengaruhi perhatian individu dan berhenti disini.

Tetapi bila stimulus diterima oleh organisme berarti ada perhatian dari individu

dan stimulus tersebut efektif. Apabila stimulus telah mendapat perhatian dari

organisme (diterima) maka ia mengerti stimulus ini dilanjutkan kepada proses

berikutnya (Effendy, 2003).

Setelah itu organisme mengolah stimulus tersebut sehingga terjadi

kesediaan untuk bertindak demi stimulus yang telah diterimanya (bersikap).

Akhirnya dengan dukungan fasilitas serta dorongan dari lingkungan maka

stimulus tersebut mempunyai efek tindakan dari individu tersebut (perubahan

perilaku).

Selanjutnya teori ini mengatakan bahwa perilaku dapat berubah hanya

apabila stimulus (rangsang) yang diberikan benar-benar melebihi dari stimulus

semula. Stimulus yang dapat melebihi stimulus semula ini berarti stimulus yang

diberikan harus dapat meyakinkan organisme ini, faktor reinforcement memegang

peranan penting.

Stimulus atau pesan yang disampaikan kepada komunikan mungkin

diterima atau mungkin ditolak. Komunikasi akan berlangsung jika ada perhatian

komunikan. Proses berikutnya komunikan mengerti. Kemampuan komunikan

inilah yang melanjutkan proses berikutnya. Setelah komunikan mengolahnya dan

menerimanya, maka terjadilah kesediaan untuk mengubah sikap.

Teori ini mendasarkan asumsi bahwa penyebab terjadinya perubahan

perilaku tergantung kepada kualitas rangsang (stimulus) yang berkomunikasi

(27)

kredibilitas, kepemimpinan, gaya berbicara sangat menentukan keberhasilan

perubahan perilaku seseorang, kelompok atau masyarakat.

2.2.2. Komunikasi

Manusia merupakan makhluk hidup yang bermasyarakat. Semakin besar

suatu masyarakat berarti semakin banyak masalah yang akan timbul akibat dari

perbedaan – perbedaan dalam pikiran, perasaan, kebutuhan, keinginan, sifat,

tabiat, perspektif dan kepercayaan antara individu dengan individu yang lain.

Karena itu manusia harus berinteraksi sehingga terjadilah pengungkapan pikiran

dan perasaan dalam bentuk percakapan.

Hakikat komunikasi adalah proses pernyataan pikiran dan perasaan

seseorang kepada orang lain dengan menggunakan bahasa sebagai alat

penyalurnya. Kata komunikasi atau communication dalam bahasa Inggris berasal

dari kata Latin yang berarti “sama”, communico, communicatio, atau

communicare yang berarti “membuat sama” (to make common). Istilah pertama

communis paling sering digunakan sebagai asal kata komunikasi, yang merupakan

akar dari kata-kata latin lainnya yang hampir mirip. Komunikasi menyarankan

bahwa suatu pikiran,makna atau suatu pesan dianut secara sama

(Mulyana,2007:46). Melalui komunikasi orang berusaha mendefenisikan sesautu

termasuk istilah “komunikasi” itu sendiri.Sampai saat ini terdapat banyak defenisi

komunikasi yang berasal dari banyak ahli. Menurut Bernard Berelson dan Gary

A.Steiner, komunikasi adalah transmisi informasi, gagasan, emosi, keterampilan,

(28)

grafik dan sebagainya. Tindakan atau transmisi itulah yang biasanya disebut

komunikasi (Mulyana,2007:68).

2.2.3. Definisi sikap

Mekanisme mental yang mengevaluasi, membentuk pandangan, mewarnai

perasaan dan akan ikut menentukan kecenderungan perilaku individu terhadap

manusia lainnya atau sesuatu yang sedang dihadapi oleh individu, bahkan

terhadap diri individu itusendiri disebut fenomena sikap. Fenomena sikap yang

timbul tidak saja ditentukanoleh keadaan objek yang sedang dihadapi tetapi juga

dengan kaitannya dengan pengalaman-pengalaman masa lalu, oleh situasi di saat

sekarang, dan oleh harapan-harapan untuk masa yang akan datang. Sikap

manusia, atau untuk singkatnya disebut sikap, telah didefinisikan dalam berbagai

versi oleh para ahli (Azwar, 2007).

Thurstone mendefinisikan sikap sebagai derajat afek positif atau afek

negatif terhadap suatu objek psikologis (Azwar, 2007).Sikap atau

Attitudesenantiasa diarahkan pada suatu hal, suatu objek.Tidak ada sikap tanpa

adanya objek (Gerungan, 2004).LaPierre mendefinisikan sikap sebagai suatu pola

perilaku, tendensi, atau kesiapan antisipatif, predisposisi untukmenyesuaikan diri

dalam situasi sosial, atau secara sederhana, sikap adalah respon terhadap stimuli

sosial yang telah terkondisikan.Definisi Petty &Cacioppo secara lengkap

mengatakan sikap adalah evaluasi umumyang dibuat manusia terhadap dirinya

(29)

Menurut Fishben & Ajzen, sikap sebagai predisposisi yang dipelajari

untuk merespon secara konsisten dalam cara tertentu berkenaan dengan objek

tertentu. Sherif & Sherif menyatakan bahwa sikap menentukan keajegan dan

kekhasan perilaku seseorang dalam hubungannya dengan stimulus manusia atau

kejadian-kejadian tertentu.Sikap merupakan suatu keadaan yang memungkinkan

timbulnya suatu perbuatan atau tingkah laku (dalam Dayakisni & Hudaniah,

2003).

Azwar (2007), menggolongkan definisi sikap dalam tiga kerangka

pemikiran.Pertama, kerangka pemikiran yang diwakili oleh para ahli psikologi

seperti Louis Thurstone, Rensis Likert dan Charles Osgood.Menurut mereka sikap

adalah suatu bentuk evaluasi atau reaksi perasaan.Sikap seseorang terhadap suatu

objek adalah perasaan mendukung atau memihak (favorable) maupun perasaan

tidak mendukung atau tidak memihak (unfavorable) pada objek tersebut.

Kedua, kerangka pemikiran ini diwakili oleh ahli seperti Chave, Bogardus,

LaPierre, Mead dan Gordon Allport.Menurut kelompok pemikiran ini sikap

merupakan semacam kesiapanuntuk bereaksi terhadap suatu objek dengan

cara-cara tertentu. Kesiapan yang dimaksud merupakan kecenderungan yang potensial

untuk bereaksi dengan cara tertentu apabila individu dihadapkan pada suatu

stimulus yang menghendaki adanya respon .

Ketiga, kelompok pemikiran ini adalahkelompok yang berorientasi pada

skema triadik (triadic schema). Menurut pemikiran ini suatu sikap merupakan

konstelasi komponen kognitif, afektif dan konatif yang saling berinteraksi didalam

(30)

definisidi atas, dapat disimpulkan bahwa sikap adalah kecenderungan individu

untuk memahami, merasakan, bereaksi dan berperilaku terhadap suatu objek yang

merupakan hasil dari interaksi komponen kognitif, afektif dan konatif.

2.2.3.1 Komponen sikap

Azwar (2007) menyatakan bahwa sikap memiliki 3 komponen yaitu:

a. Komponen kognitif

Komponen kognitif merupakan komponen yang berisi kepercayaanseseorang

mengenai apa yang berlaku atau apa yang benar bagi objeksikap.

b. Komponen afektif

Komponen afektif merupakan komponen yang menyangkut masalah emosional

subjektif seseorang terhadap suatu objek sikap.Secara umum, komponen ini

disamakan dengan perasaan yang dimiliki terhadap sesuatu.

c. Komponen perilaku

Komponen perilaku atau komponen konatif dalam struktur sikap menunjukkan

bagaimana perilaku atau kecenderungan berperilaku yang ada dalam diri

seseorang berkaitan dengan objek sikap yang dihadapinya.

2.2.3.2.Karakteristik sikap

Menurut Brigham (dalam Dayakisni dan Hudiah, 2003) ada beberapa ciri

atau karakteristik dasar dari sikap, yaitu :

(31)

b. Sikap ditujukan mengarah kepada objek psikologis atau kategori, dalam hal ini

skema yang dimiliki individu menentukan bagaimana individu

mengkategorisasikan objek target dimana sikap diarahkan.

c. Sikap dipelajari.

d. Sikap mempengaruhi perilaku. Memegang teguh suatu sikap yang mengarah

pada suatu objek memberikansatu alasan untuk berperilaku mengarah pada

objek itu dengan suatu cara tertentu.

2.2.3.3.Faktor -faktor yang mempengaruhi sikap

Azwar (2007) menyimpulkan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi

pembentukan sikap adalah pengalaman pribadi, kebudayaan, orang lain yang

dianggap penting, media massa, institusi atau lembaga pendidikan dan lembaga

agama, serta faktor emosi dalam diri individu.

a. Pengalaman pribadi

Middlebrook (dalam Azwar, 2007) mengatakan bahwa tidak adanya

pengalaman yang dimiliki oleh seseorang dengan suatu objek psikologis,

cenderung akan membentuk sikap negatif terhadap objek tersebut. Sikap akan

lebih mudah terbentuk jika yang dialami seseorang terjadi dalam situasi yang

melibatkan faktor emosional. Situasi yang melibatkan emosi akan

menghasilkan pengalaman yang lebih mendalam dan lebih lama membekas.

b. Pengaruh orang lain yang dianggap penting.

Pada umumnya, individu cenderung untuk memiliki sikap yang atau searah

(32)

dimotivasi oleh keinginan untuk berafiliasi dan keinginan untuk menghindari

konflik dengan orang yang dianggap penting tersebut.

c. Pengaruh Kebudayaan

Burrhus Frederic Skinner, seperti yang dikutip Azwar sangat menekankan

pengaruh lingkungan (termasuk kebudayaan) dalam membentuk pribadi

seseorang. Kepribadian merupakan pola perilaku yang konsisten yang

menggambarkan sejarah penguat (reinforcement) yang kita alami (Hergenhan

dan Azwar, 2011).Kebudayaan memberikan corak pengalaman bagi individu

dalam suatu masyarakat.Kebudayaan telah menanamkan garis pengarah sikap

individu terhadap berbagai masalah.

d. Media Massa

Berbagai bentuk media massa seperti televisi, radio, surat kabar, majalah dan

lain-lain mempunyai pengaruh yang besar dalam pembentukan opini dan

kepercayaan individu. Media massamemberikan pesan-pesan yang sugestif

yang mengarahkan opini seseorang. Adanya informasi baru mengenai sesuatu

hal memberikan landasan kognitif baru bagi terbentuknya sikap terhadap hal

tersebut. Jika cukup kuat, pesan-pesan sugestif akan memberi dasar afektif

dalam menilai sesuatu hal sehingga terbentuklah arah sikap tertentu.

e. Lembaga Pendidikan dan Lembaga Agama

Lembaga pendidikan serta lembaga agama sebagai sesuatu sistem mempunyai

pengaruh dalam pembentukan sikap dikarenakan keduanya meletakkan dasar

pengertian dan konsep moral dalam diri individu. Pemahaman akan baik dan

(33)

diperoleh dari pendidikan dan dari pusat keagamaan serta ajaran-ajarannya.

Konsep moral dan ajaran agama sangat menetukan sistem kepercayaan

sehingga tidaklah mengherankan kalau pada gilirannya kemudian konsep

tersebut ikut berperanan dalam menentukan sikap individu terhadap sesuatu

hal. Apabila terdapat sesuatu hal yang bersifat kontroversial, pada umumnya

orang akan mencari informasi lain untuk memperkuat posisi sikapnya atau

mungkin juga orang tersebut tidak mengambil sikap memihak. Dalam hal

seperti itu, ajaran moral yang diperoleh dari lembaga pendidikan atau lembaga

agama sering kali menjadi determinan tunggal yang menentukan sikap.

f. Faktor Emosional

Suatu bentuk sikap terkadang didasari oleh emosi, yang berfungsi sebagai

semacam penyaluran frustrasi atau pengalihan bentuk mekanisme pertahanan

ego. Sikap demikian dapat merupakan sikap yang sementara dan segera berlalu

begitu frustrasi telah hilang akan tetapi dapat pula merupakan sikap yang lebih

persisten dan bertahan lama.

Menurut Bimo Walgito (dalam Dayakisni & Hudaniah, 2003), pembentukan dan

perubahan sikap akan ditentukan oleh dua faktor, yaitu :

a. Faktor internal (individu itu sendiri) yaitu cara individu dalam menanggapi

dunia luar dengan selektif sehingga tidak semua yang datang akan diterima

atau ditolak.

b. Faktor eksternal yaitu keadaan-keadaanyang ada di luar individu yang

(34)

Sementara itu Mednick, Higgins dan Kirschenbaum (Dayakisni & Hudaniah,

2003) menyebutkan bahwa pembentukan sikap dipengaruhi oleh tiga faktor,

yaitu:a.Pengaruh sosial, seperti norma dan kebudayaan.

b. Karakter kepribadian individu.

c.Informasi yang selama ini diterima individu.

Berdasarkan uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa pembentukan sikap

dipengaruhi oleh faktor ekstrinsik yang berasal dari luar individu dan faktor

intrinsik yang berasal dari dalam individu.

2.2.3.4.Perwujudan sikap dalam perilaku

Werner dan Defleur (Azwar, 2011) mengemukakan 3 postulat guna

mengidentifikasikan tiga pandangan mengenai hubungan sikap dan perilaku, yaitu

postulat of consistency, postulat of independent variation, dan postulate of

contigent consistency. Berikut ini penjelasan tentang ketiga postulat tersebut:

a. Postulat Konsistensi

Postulat konsistensi mengatakan bahwa sikap verbal memberi petunjuk yang

cukup akurat untuk memprediksikan apa yang akan dilakukan seseorang bila

dihadapkan pada suatu objek sikap. Jadi postulat ini mengasumikan adanya

hubungan langsung antara sikap dan perilaku.

(35)

Postulat ini mengatakan bahwa mengetahui sikap tidak berarti dapat

memprediksi perilaku karena sikap dan perilaku merupakan dua dimensi dalam

diri individu yang berdiri sendiri, terpisah dan berbeda.

c. Postulat Konsistensi Kontigensi

Postulat konsistensi kontigensi menyatakan bahwa hubungan sikap dan

perilaku sangat ditentukan oleh faktor-faktor situasional tertentu.Norma-norma,

peranan, keanggotaan kelompok dan lain sebagainya, merupakan kondisi

ketergantungan yang dapat mengubah hubungan sikap dan perilaku. Oleh

karena itu, sejauh mana prediksi perilaku dapat disandarkan pada sikap akan

berbeda dari waktu ke waktu dan dari satu situasi ke situasi lainnya. Postulat

yang terakhir ini lebih masuk akal dalam menjelaskan hubungan sikap dan

perilaku.

Apabila individu berada dalam situasi yang betul-betul bebas dari berbagai

bentuk tekanan atau hambatan yang dapat mengganggu ekspresi sikapnya maka

dapat diharapkan bahwa bentuk-bentuk perilaku yang ditampakkannya merupakan

ekspresi sikap yang sebenarnya. Artinya, potensi reaksi sikap yang sudah

terbentuk dalam diri individu itu akan muncul berupa perilaku aktual sebagai

cerminan sikap yang sesungguhnya terhadap sesuatu. Sebaliknya jika individu

mengalami atau merasakan hambatan yang dapat mengganggu kebebasannya

dalam mengatakan sikap yang sesungguhnyaatau bila individu merasakan

ancaman fisik maupun ancaman mental yang dapat terjadi pada dirinya sebagai

(36)

oleh individu sebagai perilaku lisan atau perbuatan itu sangat mungkin tidak

sejalan dengan sikap hati nuraninya, bahkan dapat sangat bertentangan dengan apa

yang dipegangnya sebagai suatu keyakinan. Semakin kompleks situasinya dan

semakin banyak faktor yang menjadi pertimbangan dalam bertindak maka

semakin sulitlah mempediksikan perilaku dan semakin sulit pula menafsirkannya

sebagai indikator (Azwar, 2011).

2.2.4. Promosi

Promosi merupakan salah satu bagian dari rangkaian kegiatan pemasaran

suatu barang atau jasa. Promosi adalah suatu kegiatan dalam bidang marketing

yang merupakan kegiatan berkomunikasi yang dilaksanakan perusahaan kepada

pembeli atau konsumen yang memuat pemberitaan, membujuk, dan

mempengaruhi segala sesuatu mengenai barang maupun jasa yang dihasilkan

untuk konsumen, segala kegiatan itu bertujuan untuk meningkatkan volume

penjualan dengan menarik minat konsumen dalam mengambil keputusan membeli

barang atau jasa yang ditawarkan. Untuk memperjelas tentang pengertian

promosi, berikut ini beberapa definisi tentang promosi.

Menurut Tjiptono (2000) promosi adalah suatu bentuk komunikasi

pemasaran. Adapun yang dimaksud dengan komunikasi pemasaran adalah

aktivitas pemasaran yang berusaha menyebarkan informasi,

mempengaruhi/membujuk, dan/atau mengingatkan pasar sasaran atas perusahaan

dan produknya agar bersedia menerima, membeli, dan loyal pada produk yang

(37)

Selanjutnya Kotler (2002) menyatakan bahwa promosi adalah berbagai

kegiatan yang dilakukan oleh perusahaan yang menonjolkan

keistimewaan-keistimewaan produknya yang membujuk konsumen sasaran agar membelinya.

Sistaningrum (2002) berpendapat bahwa promosi merupakan salah satu unsur

kegiatan dari bauran pemasaran (marketing mix). Promosi menjadi media

informasimengenal segala hal yang berkaitan dengan produk yang akan

ditawarkan perusahaan kepada konsumen.

Efektivitas kegiatan promosi penjualan akan sangat menentukan citra

produk maupun citra perusahaan dimata masyarakat, khususnya konsumen, pada

akhirnya akan sangat mempengaruhi tingkat permintaan konsumen atas produk

yang ditawarkan perusahaan. Karena itulah kegiatan mempromosikan barang yang

akan dijual termasuk kegiatan pemilihan media advertensi yang sesuai dengan

bagian dagangan, menjadi kegiatan yang sangat penting bagi seorang pengusaha.

Berdasarkan beberapa pendapat para ahli tersebut dapat diketahui bahwa

promosi merupakan salah satu aspek yang penting dalam manajemen pemasaran

dan sering dikatakan sebagai proses berlanjut. Ini disebabkan karena promosi

dapat menimbulkan rangkaian kegiatan selanjutnya di perusahaan.Promosi

merupakan penyampaian informasi dari penjual kepada pembeli untuk

mempengaruhi sikap dan tingkah laku dalam rangka menciptakan pertukaran,

sehingga tujuan untuk meningkatkan kuantitas penjualan diharapkan dapat

terealisasi.Promosi dapat dikatakan kegiatan komunikasi dimana seluruh

(38)

Promosi adalah kegiatan mengkomunikasikan informasi dari penjual kepada

pembeli atau pihak lain dalam saluran untuk mempengaruhi sikap dan prilaku.

Komponen yang dilakukan memberitahukan dan meyakinkan pasar tentang

produk suatu perusahaan dapat dilakukan melalui dua kegiatan utama yaitu

periklanan dan Personal selling.Jadi pada dasarnya promosi itu adalah penyebaran

informasi tentang kehadiran, ketersediaan produk, ciri-ciri, kondisi dan manfaat

yang dapat diperoleh calon pembeli.

2.2.4.1 Tujuan Promosi

Tujuan promosi adalah untuk mempengaruhi suatu konsumen dalam

mengambilkeputusan untuk meningkatkan volume penjualan, di segi lain ada juga

dari promosi yaitu menjual suatu barang atau jasa. Dalam promosi kita tidak

hanya sekedar berkomunikasi ataupun menyampaikan informasi, tetapi juga

menginginkan komunikasi yang mampu menciptakan suasana/keadaan dimana

para pelanggan bersedia memilih dan memiliki produk. Dengan demikian promosi

yang akan dilakukan haruslah selalu berdasarkan atas beberapa hal sehingga

tujuan yang diharapkan dapat tercapai.

Menurut Tjiptono (2000) tujuan promosi diantaranya adalah:Menumbuhkan

persepsi pelanggan terhadap suatu kebutuhan (category need), Memperkenalkan

dan memberikan pemahaman tentang suatu produk kepada konsumen (brand

awareness), Mendorong pemilihan terhadap suatu produk (brand attitude),

(39)

Mengimbangi kelemahan unsur bauran pemasaran lain (puchase facilitation),

Menanamkan citra produk dan perusahaan (positioning)

Menurut Goh (2003), tujuan promosi secara sederhana bisa dipersempit

menjadi tiga jenis tujuan:Memberikan informasi pelanggan tentang produk atau

fitur baru seperti menciptakan kebutuhan.,Mempengaruhi pelanggan untuk

membeli merek orang lain, Mengingatkan pelanggan tentang merek, yang

termasuk memperkuat penetapan ancangan merek.

Menurut Basu Swastha dan Irawan (2001) mengemukakan tujuan

promosiadalah: a) Modifikasi tingkah laku, kegiatan promosi yang dilakukan

sebagai usaha untuk merubah tingkah laku yang sudah ada. Penjualan akan selalu

berusaha memberikan kesan baik pada produk yang dijualnya, b) Memberitahu.

Kegiatan promosi ditujukan untuk memberitahukan pasar yang dituju tentang

penawaran perusahaan.Promosi yang bersifat informasi umumnya lebih sesuai

dilakukan pada tahap-tahap awal di dalam siklus kehidupan produk.Kiranya hal

ini merupakan masalah penting untuk meningkatkan permintaan. Sebagai orang

tidak akan membeli barang atau jasa sebelun mereka mengetahui produk tersebut

dan apa faedahnya. Promosi yang bersifat memberitahukan penting bagi

konsumen karena dapat membantu pengambilan keputusan untuk membeli, c)

Membujuk.Promosi yang bersifat membujuk kurang disenangi orang

namunkenyataannya sekarang ini banyak yang muncul adalah promosi yang

bersifat membujuk.Promosi seperti ini diarahkan untuk mendorong

pembelian.Sering perusahaan tidak ingin meperoleh tanggapan secepatnya tetapi

(40)

dapat memberikan pengaruh dalam waktu yang lama terhadap perilaku pembeli,

d) Mengingatkan.Promosi yang bersifat mengingatkan, dilakukan untuk

mempertahankan merk produk di hati masyarakat dan perlu dilakukan selama

tahap kedewasaan di dalam siklus kehidupan produk.Ini berarti hak perusahaan

berusaha untuk paling tidak mempertahankan pembeli yang ada.Jadi secara

singkat promosi berkaitan dengan upaya bagaimana orang dapat mengenal produk

perusahaan, lalu memahaminya berubah sikap, menyukai, dan yakin untuk

membeli.

2.2.4.2 Baur an Promosi

Telah diterangkan di atas bahwa promosi adalah kegiatan yang

direncanakan dengan maksud membujuk dan merangsang konsumen agar

membeli produk perusahaan, sehingga tujuan untuk meningkatkan penjualan

diharapkan dapat tercapai dan memberi kepuasan bagi konsumen.

Menurut Hurriyati (2005) bentuk-bentuk promosi memiliki fungsi yang

sama, tetapi bentuk-bentuk tersebut dapat dibedakan berdasarkan tugas-tugas

khususnya.Beberapa tugas khusus itu sering disebut bauran promosi (promotion

mix) yang mencakup: 1) Personal Selling (Penjualan Pribadi), komunikasi

langsung (tatap muka) antara penjual dengan calonpelanggan untuk

memperkenalkan suatu produk kepada calon pelanggan dan membentuk

pemahaman pelanggan terhadap produk sehingga pelanggan kemudian akan

mencoba dan membelinya. 2) Mass Selling, merupakan pendekatan yang

(41)

khalayak ramai dalam satu waktu. Ada dua bentuk utama Mass Selling yaitu

Periklanan dan Publisitas.Periklanan merupakan salah satu bentuk promosi yang

paling banyak digunakan perusahaan dalam mempromosikan produknya. Iklan

adalah bentuk komunikasi tidak langsung yang didasarkan pada informasi tentang

keunggulan atau keuntungan suatu produk yang disusun sedemikian rupa

sehingga menimbulkan rasa menyenangkan yang akan mengubah pikiran

seseorang untuk melakukan pembelian. 3) Sales Promotion (Promosi Penjualan),

bentuk persuasi langsung melalui penggunaan berbagai insentif yang dapat diatur

untuk merangsang pembelian produk dengan segera dan atau meningkatkan

jumlah barang yang dibeli pelanggan. Tujuan dari promosi penjualan yaitu

perusahaan dapat menarik pelanggannya untuk mencoba produk pesaing,

mendorong pelanggan membeli lebih banyak, menyerang aktivitas para pesaing.

4) Public Relations (Hubungan Masyarakat), merupakan upaya komunikasi

menyeluruh dari suatu perusahaan untuk mempengaruhi persepsi, opini,

keyakinan dan sikap berbagai kelompok terhadap perusahaan tersebut. Dalam hal

ini yang dimaksud kelompokitu adalah mereka yang terlibat mempunyai

kepentingan dan dapat mempengaruhi kemampuan perusahaan dalam mencapai

tujuannya. 5) Direct Marketing (Pemasaran Langsung), adalah sistem pemasaran

yang bersifat interaktif, yang memanfaatkan satu atau beberapa media iklan untuk

menimbulkan respon yang terukur dan atau transaksi di sembarang lokasi. Dalam

Direct Marketing, komunikasi promosi ditujukan langsung kepada konsumen

individual, dan tujuan agar pesan-pesan tersebut ditanggapi konsumen yang

(42)

pemasar. Teknik ini berkembang sebagai respon terhadap demasifikasi

(pengecilan) pasar, dimana semakin banyak ceruk pasar (market niche) dengan

kebutuhan serta pilihan yang sangat individual. 6) Word of Mouth (Komunikasi

dari Mulut ke Mulut), pentingnya penyerahan (greater importance of referral) dan

komunikasi dari mulut ke mulut merupakan salah satu ciri khusus dari promosi

dalam bisnis jasa. Pelanggan seringkali memperhatikan dengan teliti penyerahan

jasa dan kemudian menceritakan pengalamannya pada pelanggan potensial

lainnya.Mereka yang senang dapat memberikan masukan pada penyedia jasa dan

pada kenyataannya beberapa bisnis khususnya didirikan untuk menawarkan jasa

seperti itu.Penelitian atas rekomendasi perseorangan melalui word of mouth

menjadi salah satu sumber yang penting, di mana orang yang menyampaikan

rekomendasi secara perorangan seringkali lebih disukai sebagai sumber

informasi.Pelanggan memiliki harapan yang nyata.Pertama kali mereka

memutuskan untuk membeli, pelanggan memulai interaksi denganpenyedia jasa

dan menemukan kualitas teknik dan fungsional dari jasa yang ditawarkan.Sebagai

hasil dari pengalaman dari interaksi dan menilai kualitas jasa tadi, pelanggan

dapat menjadi tertarik atau dapat pula tidak kembali lagi. Positif atau negatifnya

komunikasi word of mouth akan berpengaruh pada luasnya pengguna lain jasa.

Menurut Goh (2003), jenis alat bantu promosi dijelaskan secara singkat

yaitu:Iklan (presentasi produk non-pribadi dan alat promosi yang dibayarkan oleh

sponsor, misalnya Iklan TV), Penjualan pribadi (alat bantu ini termasuk

meyakinkan pelanggan potensial untuk membeli produk melalui komunikasi atau

(43)

ini dikembangkan untuk mendongkrak penjualan atau mendukung pembelian

produk secara intensif dalam jangka pendek, misalnya hadiah gratis), relasi public

(alat bantu non-pribadi yang gratis untuk meningkatkan pembelian dengan

menanamkan berita yang bagus tentang produk tersebut dimedia, misalnya

sumbangan sukarela), pemasaran langsung (alat bantu ini menggunakan satu atau

banyak media untuk berinteraksi secara langsung dengan pelanggan yang dituju

untuk mendapatkan respons pembelian).

2.2.4.3 Media Promosi

Media promosi Hotel Midtown Surabaya adalah melalui iklan. Iklan adalah

bentuk pesan tentang suatu produk yang disampaikan lewat media kepada

sebagian /seluruh masyarakat. Sedangkan periklanan adalah keseluruhan proses

yang meliputi penyiapan, perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan

penyampaian iklan. Iklan adalah suatu proses yang mempunyai kekuatan yang

sangat penting sebagai alat pemasaran yang membantu menjual barang,

memberikan layanan serta gagasan atau ide-ide melalui saluran tertentu dalam

bentuk informasi persuasive (Suciadi, 2013).

Iklan adalah bentuk komunikasi persuasif terbayar yang menggunakan

media massa dan interaktif media untuk menjangkau audiens yang luas untuk

menghubungkan sponsor dengan pembeli (target pemirsa) dan memberikan

informasi tentang produk (barang, jasa, dan gagasan)” (Moriarty, Mitchell &

(44)

Iklan adalah informasi tentang barang ataupun gagasan yang menggunakan

media non personal yang dibayar. Pengertian seperti ini menerangkan bahwa

kegiatan periklanan mengandung unsur penyewaan ruang dan waktu dari sudut

media massa karena ruang dan waktu memang dipergunakan oleh pengiklanan

untuk menyebarkan informasi (Candhra,2013).

Iklan merupakan salah satu bentuk promosi yang paling dikenal dan paling

banyak dibahas orang, hal ini memungkinkan karena daya jangkaunya yang luas.

Iklan juga menjadi instrumen promosi yang sangat penting, khususnya bagi

perusahaan yang memproduksi barang atau jasa yang ditujukan kepada

masyarakat luas (Morrison,2007).

Penyebaran informasi melalui media itulah yang membawa sifat iklan non

professional atau tidak bertatap muka. Defenisi iklan menurut AMA (American

Marketing Association), bahwa iklan adalah setiap bentuk pembayaran terhadap

suatu proses penyampaian dan perkenalan ide-ide, gagasan dan layanan yang

bersifat non personal atas tanggungan sponsor tertentu. Masyarakat periklanan

Indonesia mendefenisikan iklan sebagai bentuk pesan tentang suatu produk yang

disampaikan lewat media, ditujukan kepada sebagian atau seluruh masyarakat.

Jenis-jenis iklan:

1. Iklan standar (Komersil)

Yang dimaksud iklan standar adalah iklan yang ditata secara khusus untuk

(45)

sebuah media. Tujuan iklan standar adalah merangsang motif dan minat para

pembeli atau para pemakai.

2. Iklan Layanan Masyarakat

Iklan layanan masyarakat adalah iklan yang bersifat tidak mencari keuntungan

akibat pemasangannya kepada khalayak. Hal ini berbeda dengan iklan standar

yang mengharapkan dari pemasangan iklan yang mendapatkan keuntungan atas

penjualan barang produksinya. Umumnya iklan layanan masyarakat bertujuan

memberikan informasi dan penerangan serta pendidikan kepada masyarakat

dalam rangka pelayanan dengan mengajak masyarakat untuk berpartisipasi,

bersikap positif terhadap pesan yang akan disampaikan.

Adapun jenis-jenis media iklan adalah sebagai berikut:

1. Iklan media cetak: surat kabar, majalah, jurnal, tabloid dan lain-lain.

2. Iklan media elektronik: televisi, radio (jingle dan sound) dan lain-lain.

3. Iklan media online: internet.

4. Poster, papan reklame, dan media ruang lainnya.

5. Brosur, booklet, catalog dan lain-lain.

6. Surat penawaran melalui direct mail.

7. Pemberian sponsor dengan penekanan pada tujuan pemasaran dan periklanan.

8. Bentuk-bentuk iklan khusus, seperti tas belanja, balon udara dan lain-lain.

2.2.4.4 Sikap terhadap Promosi

Sikap adalah kecenderungan bertindak, berpersepsi, berpikir, dan merasa

dalam menghadapi objek, ide, situasi atau nilai.Sikap bukan perilaku, tetapi

(46)

objek sikap.Objek sikap boleh berupa benda, orang, tempat, gagasan atau situasi,

atau kelompok.Jadi, pada kenyataannya tidak ada istilah sikap yang berdiri sendiri

(Rakhmat, 2009).

Sikap adalah sebuah susunan dari motivasi, emosi persepsi dan

proseskognitif dengan mempertimbangkan beberapa aspek lingkungan.

Sebuahsikap adalah cara kita berpikir, merasa dan bertindak terhadap

aspek-aspeklingkungan seperti toko, program televisi dan lain-lain. Sikap sebagai inti

dari rasa suka atau tidak suka bagi orang,kelompok, situasi, objek dan ide-ide.

Secara garis besar, terdapatbeberapa model sikap, antara lain:

a. The Tricomponent Attitude Model (Triandis). Sikap konsumen terhadapsuatu

produk terbentuk dari tiga komponen yaitu kepercayaan(kognitif), emosi

(afektif) dan keinginan berperilaku (konatif).

b. Multi Attribute Atitude Model (Fishbein). Model multiatributmenjelaskan

bahwa sikap konsumen terhadap suatu model sikap(produk atau merek) sangat

ditentukan oleh sikap konsumen terhadapatribut-atribut yang dievaluasi. Model

tersebut disebut multiatributkarena evaluasi konsumen terhadap objek

berdasarkan kepadaevaluasinya terhadap banyak atribut yang dimiliki oleh

objek tersebut.

c. Ideal Point Model (Model Angka-Ideal). Model angka ideal ini

memberikaninformasi mengenai sikap konsumen terhadap merek suatu produk

dansekaligus bisa memberikan informasi mengenai merek yang ideal

(47)

tricomponent attitude modelyang terdiri dari komponen kognitif, komponen

afektif dan komponenkonatif.

Menurut Schiffman dan Kanuk, sikap terdiridari tiga komponen yaitu kognitif,

afektif dan konatif (Tan, 2013).

1. Komponen kognitif dari sikap menggambarkan pengetahuan dan

persepsiterhadap suatu objek sikap. Pengetahuan dan persepsi tersebut

diperolehmelalui pengalaman langsung dari objek sikap tersebut dan

informasidari berbagai sumber lainnya. Pengetahuan dan persepsi

tersebutbiasanya berbentuk kepercayaan (beliefs) artinya

konsumenmempercayai bahwa suatu objek sikap memiliki atribut dan

perilakuyang spesifik dan akan mengarahkan pada hasil yang

spesifik.Kepercayaan yang dikatakan mewakili asosiasi yang konsumen

bentukantara objek, atribut, dan manfaat, didasarkan atas proses

pembelajarankognitif. Seseorang membentuk tiga jenis kepercayaan a)

Kepercayaan atribut-objek. Kepercayan atribut-objek menghubungkan sebuah

atribut denganobjek, seperti seseorang, barang atau jasa.b) Kepercayaan

manfaat-atribut. Kepercayaan atribut-manfaat merupakan persepsi konsumen

tentangseberapa jauh sebuah atribut tertentu menghasilkan atau

memberikanmanfaat tertentu.c) Kepercayaan manfaat objek. Kepercayaan

objek-manfaat merupakan persepsi konsumen tentangseberapa jauh produk,

orang atau jasa tertentu yang akanmemberikan manfaat tertentu.

2. Komponen afektif. Afektif menggambarkan perasaan dan emosiseseorang

(48)

evaluasi menyeluruh terhadap objek sikap (produkatau merek). Afektif

mengungkapkan penilaian konsumen terhadap suatuproduk apakah baik atau

buruk, disukai atau tidak disukai.Aspek emosional inilah yang biasanya

berakar paling dalam sebagai komponen sikap dan merupakan aspek yang

paling bertahan terhadap pengaruh-pengaruh yang mungkin adalah mengubah

sikap seseorang komponen afektif disamakan dengan perasaan yang dimiliki

seseorang terhadap sesuatu

3. Komponen konatif. Komponen konatif adalah komponen ketiga dari sikap

yangmenggambarkan kecenderungan dari seseorang untuk melakukantindakan

tertentu yang berkaitan dengan objek sikap (produk atau

merektertentu)Komponen konatif berisi tendensi atau kecenderungan untuk

bertindak/bereaksi terhadap sesuatu dengan cara-cara tertentu. Dan berkaitan

dengan objek yang dihadapinya adalah logis untuk mengharapkan bahwa sikap

seseorang adalah dicerminkan dalam bentuk tendensi perilaku.(Azwar, 2011).

2.3. Kerangka Berfikir

Kerangka berpikir adalah serangkaian konsep dan kejelasan hubungan antar

konsep tersebut yang dirumuskan oleh peneliti berdasar tinjauan pustaka, dengan

meninjau teori yang disusun dan hasil-hasil penelitian yang terdahulu yang terkait.

Kerangka berfikir penelitian ini disajikan dalam diagram alur seperti di

(49)

Keterangan diagram:

Promosi yang dilakukan Public Relationsmenunjukkan bahwa komunikasi

merupakan proses aksi-reaksi. Artinya kata-kata verbal, isyarat non verbal,

simbol-simbol tertentu akan merangsang orang lain memberikan respon dengan

cara tertentu. Sehinggan stimulus yang merupakan kegiatan promosi Public

(50)

respon berupa sikap terhadap Hotel Midtown Surabaya. Efek yang ditimbulkan

adalah reaksi khusus terhadap stimulus khusus, sehingga seseorang dapat

mengharapkan dan memperkirakan kesesuaian antara pesan dan reaksi komunikan

(Arindita, 2013). Efek komunikasi merupakan setiap perubahan yang terjadi di

dalam diri penerima, karena menerima pesan-pesan dari suatu sumber.Perubahan

ini meliputi perubahan pengetahuan, perubahan sikap, dan perubahan perilaku

(51)

3.1. Definisi Operasional dan Pengukuran Variabel.

3.1.1. Definisi Operasional

Definisi operasional adalah suatu pembatasan atau perincian prosedur

yang memungkinkan penegasan ada atau tidaknya realitas tertentu sebagaimana

digambarkan menurut konsepnya. Penelitian ini hanya difokuskan kepada sikap

pelanggan Hotel Midtown Surabaya terhadap isi pesan media promosi yang ada di

Brosur, flyer, bulletin, iklan di koran Jawa Pos, iklan di Koran Surya, iklan di

Lion Magazine, Website Hotel Midtown, Facebook Hotel Midtown, e-mail blast,

dan di neon box. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan

pendekatan kuantitatif menggunakan metode survei dengan tujuan untuk

memperoleh informasi tentang sejumlah sampel yang dianggap mewakili populasi

tertentu, untuk itu digunakanlah alat bantu berupa kuisioner.

Tipe penelitian deskriptif adalah suatu jenis penelitian yang hanya

menggambarkan atau menguraikan atas suatu keadaan sejernih mungkin tanpa

adanya perlakuan terhadap objek yang diteliti. Metode ini merupakan suatu

metode yang berupaya untuk memberikan gambaran mengenai suatu fenomena

tertentu secara terperinci, yang pada akhirnya akan diperoleh pemahaman yang

Gambar

Tabel 2 Skor Skala Instrumen Sikap Pelanggan Alternatif
Tabel 2 Skor Skala Instrumen Sikap Pelanggan Alternatif . View in document p.56
Tabel 4.1. Jenis Kelamin Pelanggan Hotel
Tabel 4 1 Jenis Kelamin Pelanggan Hotel . View in document p.64
Tabel 4.2. Usia Responden Pelanggan Hotel
Tabel 4 2 Usia Responden Pelanggan Hotel . View in document p.65
Tabel 4.3. Pendidikan Terakhir Responden Pelanggan Hotel Midtown
Tabel 4 3 Pendidikan Terakhir Responden Pelanggan Hotel Midtown . View in document p.67
Tabel 4.4. Jenis Pekerjaan Responden Pelanggan Hotel
Tabel 4 4 Jenis Pekerjaan Responden Pelanggan Hotel . View in document p.68
Tabel 4.5. Kewarganegaraan Pelanggan Hotel
Tabel 4 5 Kewarganegaraan Pelanggan Hotel . View in document p.69
Tabel 4.6. Respon Pelanggan Hotel terhadap Media Promosi
Tabel 4 6 Respon Pelanggan Hotel terhadap Media Promosi . View in document p.70
Tabel 4.7. Jenis Media Promosi yang Dilihat Pelanggan Hotel  Jenis Media F %
Tabel 4 7 Jenis Media Promosi yang Dilihat Pelanggan Hotel Jenis Media F . View in document p.71
Tabel 4.8. Jenis Informasi yang Diketahui Pelanggan Hotel
Tabel 4 8 Jenis Informasi yang Diketahui Pelanggan Hotel . View in document p.72
Tabel 4.9. Pengetahuan Tentang Lokasi Hotel
Tabel 4 9 Pengetahuan Tentang Lokasi Hotel . View in document p.73
Tabel 4.10. Pengetahuan Tentang Harga Hunian Kamar Hotel
Tabel 4 10 Pengetahuan Tentang Harga Hunian Kamar Hotel . View in document p.74
Tabel 4.11. Pengetahuan Tentang Fasilitas Hotel
Tabel 4 11 Pengetahuan Tentang Fasilitas Hotel . View in document p.75
Tabel 4.12. Pengetahuan Tentang Macam-macam Tipe Hunian Kamar
Tabel 4 12 Pengetahuan Tentang Macam macam Tipe Hunian Kamar . View in document p.76
Tabel 4.13. Tingkat Pengetahuan Responden Terhadap Isi Pesan Media
Tabel 4 13 Tingkat Pengetahuan Responden Terhadap Isi Pesan Media . View in document p.77
Tabel 4.14. Ketertarikan Terhadap Lokasi Hotel
Tabel 4 14 Ketertarikan Terhadap Lokasi Hotel . View in document p.78
Tabel 4.15. Ketertarikan Terhadap Harga Hunian Kamar Hotel
Tabel 4 15 Ketertarikan Terhadap Harga Hunian Kamar Hotel . View in document p.79
Tabel 4.16. Ketertarikan Terhadap Fasilitas Hotel
Tabel 4 16 Ketertarikan Terhadap Fasilitas Hotel . View in document p.80
Tabel 4.17. Ketertarikan Terhadap Tipe Hunian Kamar Hotel
Tabel 4 17 Ketertarikan Terhadap Tipe Hunian Kamar Hotel . View in document p.81
Tabel 4.18. Tingkat Ketertarikan Responden Terhadap Isi Pesan Media
Tabel 4 18 Tingkat Ketertarikan Responden Terhadap Isi Pesan Media . View in document p.82
Tabel 4.19. Kecenderungan Menginap Karena Lokasi Hotel.
Tabel 4 19 Kecenderungan Menginap Karena Lokasi Hotel . View in document p.84
Tabel 4.20. Kecenderungan MenginapKarena Harga Hunian Kamar
Tabel 4 20 Kecenderungan MenginapKarena Harga Hunian Kamar . View in document p.84
Tabel 4.21. Kecenderungan Menginap Karena Fasilitas Hotel
Tabel 4 21 Kecenderungan Menginap Karena Fasilitas Hotel . View in document p.85
Tabel 4.22. Kecenderungan menginap karena macam-macam
Tabel 4 22 Kecenderungan menginap karena macam macam . View in document p.86
Tabel 4.23. Kecenderungan Memberikan Informasi kepada Orang Lain  Tentang Lokasi Hotel Midtown
Tabel 4 23 Kecenderungan Memberikan Informasi kepada Orang Lain Tentang Lokasi Hotel Midtown . View in document p.87
Tabel 4.25. Kecenderungan Memberikan Informasi kepada Orang Lain Tentang Fasilitas Hotel Midtown
Tabel 4 25 Kecenderungan Memberikan Informasi kepada Orang Lain Tentang Fasilitas Hotel Midtown . View in document p.88
Tabel 4.24. Kecenderungan Memberikan Informasi Kepada Orang LainTentang Harga Kamar Hotel Midtown
Tabel 4 24 Kecenderungan Memberikan Informasi Kepada Orang LainTentang Harga Kamar Hotel Midtown . View in document p.88
Tabel 4.26. Kecenderungan Memberikan Informasi kepada Orang Lain Tentang Macam-Macam Tipe Hunian Kamar
Tabel 4 26 Kecenderungan Memberikan Informasi kepada Orang Lain Tentang Macam Macam Tipe Hunian Kamar. View in document p.89
Tabel 4.27. Tingkat Kecenderungan Perilaku Responden Terhadap
Tabel 4 27 Tingkat Kecenderungan Perilaku Responden Terhadap . View in document p.90
Tabel 4.28. Sikap Pelanggan Terhadap Isi Pesan Media Promosi Public
Tabel 4 28 Sikap Pelanggan Terhadap Isi Pesan Media Promosi Public . View in document p.92

Referensi

Memperbarui...

Download now (97 pages)