Efektifitas pebelajaran menggunakan LKS terstruktur pokok bahasan operasi penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat terhadap hasil belajar siswa kelas VII A di SMP BOPKRI 2 Yogyakarta tahun ajaran 2012 2013

Gratis

0
2
222
2 years ago
Preview
Full text

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah pembelajaran yang dikemas dalam bentuk LKS terstruktur dapat memberikan pembelajaran yangefektif terhadap hasil belajar dan bagaimana anggapan siswa kelas VII A terhadap pembelajaran dengan LKS terstruktur pokok bahasan operasi penjumlahan danpengurangan bilangan bulat di SMP BOPKRI 2 Yogyakarta tahun ajaran 2012/2013. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil belajar mencapai ketuntasan80% maka pembelajaran menggunakan lembar kerja siswa (LKS) terstruktur pokok bahasan penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat dinyatakan efektifterhadap hasil belajar siswa kelas VII A SMP BOPKRI 2 Yogyakarta tahun ajaran2012/2013.

KATA PENGANTAR

  83 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR FOTO Halaman Foto C.1 Guru Mengajarkan Materi Bilangan Bulat kepada Siswa Kelas VII A ......................................................................................... 159Foto D.2 Siswa Berkelompok Mempraktekkan Alat Peraga Mistar Sederhana untuk Menyelesaikan Soal-soal Latihan pada LKS 159Foto D.3 Siswa Berkelompok Mempraktekkan Alat Peraga Kancing Bermuatan untuk Menyelesaikan Soal-soal Latihan pada LKS 160Foto D.4 Guru Mengajarkan Cara Mengoperasikan Bilangan Bulat Menggunakan Garis Bilangan...................................................

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang SMP BOPKRI 2 Yogyakarta berada di jalan Sultan Agung No. 4, Wirogunan, Mergangsan, Yogyakarta. Sekolah ini dekat dengan pusat

  Olehkarena itu, seorang guru mesti mempersiapkan suatu perangkat pembelajaran yang disusun sedemikian-rupa sehingga proses pembelajaran dapat berjalanefektif dan efisien sesuai dengan bahan yang telah disiapkan dan tujuan pembelajaran yang akan dicapai. LKS terstruktur ini dapat menjembatani dan meningkatkan penguasaan kemampuan siswa jika disusundengan seksama dan memperhatikan dengan cermat perkembangan kognitif siswa serta cara penyampaian yang sesuai dengan pembelajarannya.

B. Identifikasi Masalah

Berdasarkan observasi di lapangan tersebut, penulis mengetahui berbagai permasalahan yang ada di lapangan. Oleh karena itu penulis hendakmengemukakan hubungan satu masalah dengan masalah yang lain sebagai hasil penelitian yang penulis jumpai di lapangan :

1. Pembaharuan sistem pendidikan terutama pada pembaharuan Kurikulum

  Misalnya, pada 6pembelajaran pokok bahasan operasi penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat, banyak siswa mengalami kesulitan dalam mengoperasikanpenjumlahan dan pengurangan bilangan bulat, maka selain merancang pembelajaran seorang guru juga merancang suatu alat peraga. Persiapan seorang guru mempersiapkan suatu perangkat pembelajaran yang disusun sedemikianrupa sehingga proses pembelajaran berjalanefektif sesuai yang telah disiapkan dan tujuan pembelajaran tercapai.

5. Penilaian terhadap hasil belajar merupakan bagian penting dari kegiatan belajar mengajar yang efektif

C. Pembatasan Masalah

  Efektifitas pembelajaran dengan LKS terstruktur pokok bahasan operasi penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat terhadap hasil belajar siswa kelas VII A di SMP BOPKRI 2 Yogyakarta tahun ajaran 2012/2013. Apakah pembelajaran menggunakan LKS terstruktur dapat memberikan pembelajaran yang efektif terhadap hasil belajar siswa kelas VII A padapokok bahasan operasi penjumlahan dan pengurangan bilangan bulatdiSMP BOPKRI 2 Yogyakarta tahunajaran 2012/2013?

9. Tahun Ajaran 2012/2013

Tahun ajaran 2012/2013 adalah masa belajar dalam tahun 2012/2013. Efektifitas Pembelajaran Menggunakan LKS Terstruktur Pokok 9Bahasan Operasi Penjumlahan dan Pengurangan Bilangan Bulat terhadapHasil Belajar Siswa kelasVII A di SMP BOPKRI 2 Yogyakarta TahunAjaran 2012/2013 adalah ukuran suatu keberhasilan dalam proses interaksi peserta didik dan pendidik menggunakan sarana lembar kerja tertrukturdilengkapi dengan media alat peraga pada pembahasan tindakan yang menghasilkan suatu penjumlahan dan pengurangan himpunan bilanganbulat terhadap perolehan nilai/skor belajar siswa kelas VII A SMP BOPKRI 2 Yogyakarta pada masa belajar dalam tahun 2012/2013.

F. Tujuan Penelitian

  Sesuai dengan rumusan masalah di atas, maka tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: 1. Pembelajaran yang dikemas dalam bentuk LKS terstruktur dapat memberikan pembelajaran yang efektif terhadap hasil belajar siswa kelas VII A pokok bahasan operasi penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat di SMP BOPKRI 2 Yogyakarta tahun ajaran 2012/2013.

2. Tanggapan siswa kelas VII A di SMP BOPKRI 2 Yogyakarta tahun ajaran

2012/2013 terhadap pembelajaran dengan LKS terstruktur pokok bahasan operasi penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat.

G. Manfaat Penelitian 1

  Dapat meningkatkan keaktifan belajar siswa dalam pembelajaran yang 10dikemas dalam bentuk LKS terstruktur. Dapat meningkatkan pemahaman siswa terhadap pokok bahasan operasi penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat.

2. Manfaat bagi guru dan calon guru : a

  Guru dapat menciptakan lingkungan belajar yang efektif, tidak monoton, bervariasi, yang membuat proses pembelajaran menjadi terasa menarik sehingga dapat memudahkan proses belajar. Dapat mempermudah guru dalam melibatkan keaktifan siswa dalam proses belajar.

3. Manfaat bagi sekolah : a

  Penggunaan pembelajaran dengan LKS terstruktur yang menunjang pembelajaran siswa di kelas akan lebih bervariasi. Dengan adanya penelitian ini, maka pihak sekolah lebih mudah untuk mendorong guru untuk meningkatkan pembelajaran, sehingga kegiatan belajar tidak monoton.

4. Manfaat bagi peneliti : a

  Dapat meningkatkan profesionalisme dan dedikasi sebagai guru sekaligus pendidik di sekolah untuk lebih mengembangkan pembelajaran dalam proses belajar mengajar. Memberikan sumbangan pikiran dalam rangka penanaman ilmu pengetahuan yang berkaitan dengan studi matematika.

BAB II LANDASAN TEORI A. Kajian Teori 1. Pembelajaran Pembelajaran merupakan aspek kegiatan manusia yang kompleks

  Dalam makna yang lebih kompleks pembelajaran hakikatnya adalah usaha sadar dari seorang guru untuk membelajarkansiswanya (mengarahkan interaksi siswa dengan sumber belajar lainnya) dalam rangka mencapai tujuan yang diharapkan (Trianto, 2009:17). Dimyati dan Mudjiono (2006:20) menjabarkan bahwa pembelajaran adalah kegiatan guru secara terprogram dalam desaininstruksional, untuk membuat siswa belajar secara aktif yang menekankan pada penyediaan sumber belajar.

2. Kondisi guru siap membelajarkan siswa

  Model, siswa lebih suka memperoleh tingkah laku baru bila disajikan dengan suatu model perilaku yang dapat diamati dan ditiru. Latihan yang terbagi, siswa lebih suka belajar bila latihan-latihan dilaksanakan dalam jangka waktu yang pendek.

2. Sumber-sumber yang digunakan sebagai belajar terdapat pada: a

  Pribadi guru Pribadi guru sendiri pada dasarnya merupakan sumber tak tertulis dan sangat penting serta sangat kaya dan luas, yang perludimanfaatkan secara maksimal. Itu sebabnya, guru-guru senantiassa diminta agar terus belajar untuk memperkaya dan memperluas sertamendalami ilmu pengetahuan, sehingga pada waktunya dapat dimanfaatkan sebagai sumber bahan belajar yang berdayaguna bagikepentingan proses belajar siswa.

3. Pengadaan alat-alat bantu belajar dilakukan oleh guru

  Prinsip kesesuaian ini perlu diperhatikan karena sering terjadipemilihan dan penggunaan suatu alat bantu belajar ternyata tidak cocok untuk kegiatan belajar itu sendiri, dan ternyata tidak banyak pengaruhnya terhadap keberhasilan belajar siswa. Membeli di pasaran bebas seandainya alat-alat yang perlukan itu ada di pasaran dan cocok untuk kegiatan belajar yang akan dilakukan.

4. Menjamin dan membina suasana belajar yang efektif

  Guru dan siswa berupaya menciptakan hubungan dan kerja sama yang dijiwai oleh rasa kekeluargaan dan kebersamaan. Rasa tenggang rasa dan tanggung jawab untuk kepentingan bersama ternyata lebih efektif dibandingkan dengan suasana denganpersaingan, berusaha untuk kepentingan sendiri, dan pergaulan guru siswa yang renggang dan kaku.

5. Subjek belajar yang berada dalam kondisi kurang mantap perlu diberikan binaan

2. Media Pembelajaran

  Pembinaan kesehatan, penyesuaian bahan belajar dengan tingkat kecerdasan siswa, memperhatikan tingkat kesiapan belajar yangtepat waktunya, penyesuaian bahan belajar dengan kemampuan dan bakatnya, dan memberikan pengalaman-pengalaman prasyarat, semuakondisi itu perlu terus dikontrol oleh guru. Hal yang harus diperhatikan dalam penggunaan alat peraga menurutSriyono (1992:82-83), antara lain: Supaya anak-anak dapat melihat hubungan antara ilmu yang dipelajarinya dengan alam sekitar dan masyarakat.

3. Efektifitas

  Efektifitas proses pembelajaran merupakan pencerminan untuk mencapai tujuan yang tepat padasasarannya sesusi dengan tujuan yang telah ditepakan, sehingga untuk mencapai tujuan tersebut diperlukan suatu jalan, upaya, teknik, dan strategiyang baik dan sesuai dengan materi yang akan diajarkan. Keefektifan suatu proses pembelajaran diukur dengan tingkat pencapaian siswa dalammencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan sebelumnya, sehingga untuk dapat mencapai tujuan secara optimal dan tepat diperlukan suatukegiatan pembelajaran yang dirancang dengan sebaik-baiknya.

4. Lembar Kerja Siswa (LKS) a

  LKS memuat sekumpulan kegiatan mendasar yang harus dilakukan oleh siswa untuk memaksimalkanpemahaman dalam upaya pembentukan kemampuan dasar sesuai indikator pencapaian hasil belajar yang harus ditempuh. Lembar Kerja Tak Berstruktur Lembar kerta tak berstruktur adalah lembaran yang berisi sarana untuk menunjang materi pelajaran, sebaggi alat bantukegiatan belajar siswa yang dipakai guru untuk menyampaikan pelajaran.

2. Lembar Kerja Berstruktur

  Oleh karena itu komponen lembar kerja berstruktur mencakup: a) Judul Judul lembar kerja berstruktur terdiri dari identitas siswa(invidual/ kelompok dalam kelas), bidang studi, topik atau pokok bahasan yang dipelajari, kelas, tanggal mengerjakan lembar kerjadan waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan kegiatan dalam lembar kerja (perkiraan secara umum). b) Tujuan Pengajaran Karena lembar kerja merupakan saran bagi siswa dalam mempelajari suatu topik maka siswa perlu mengetahui apa yangakan dipelajari dan apa yang akan diperoleh dari proses belajar dengan menggunakan lembar kerja yang siswa lakukan.

1. Pemanfaatan Lembar Kerja pada Tahap Penanaman Konsep

  Pemanfaatan lembar kerja pada tahap penanaman konsep berarti lembar kerja diberikan kepada siswa dalam rangkamempelajari topik/ meteri baru yang menjadi dasar dalam mempelajari topik berikutnya yang bersesuaian. Untuk menghindari siswa yang hanya dilatih untuk mengerjakan soal sebaiknya guru mempunyai buku pegangan selain LKS dan di dalam LKS tidak hanya soal-soal yang wajib dikerjakan oleh siswa tetapi sejumlah kegiatan-kegiatan lapang untuk peserta didik juga perlu.

5. Metode Diskusi a

  Metode Diskusi Metode diskusi ini merupakan bentuk belajar mengajar dimana terjadi interaksi utama antara guru dengan siswa dan siswa dengansiswa. Dalam pembelajaran diskusi mempunyai arti suatu situasi dimana guru dengan siswa atau siswa dengan siswa yang lain salingbertukar pendapat secara lisan, saling berbagi gagasan dan pendapat(Trianto, 2009:123).

2. Masalah yang ada harus mengandung banyak kemungkinan jawaban dan masing-masing jawaban dapat dijamin kebenarannya

3. Dalam diskusi masalah yang ada harus merangsang pertimbangan, kemampuan berpikir logis dan usaha membandingkan

  Para siswa berdiskusi dalam kelompoknya masing-masing sedangkan guru berkeliling dari kelompok yang satu ke kelompokyang lain, menjaga ketertiban serta memberikan dorongan dan bantuan agar setiap kelompok berpantisipasi aktif dan diskusiberjalan lancar. Memaksa siswa untuk berbicara dengan bahasa yang baik, belajar mengemukakan pendapat dengan tepat dalam waktu relatif singkat dan belajar menanggapi pendapat orang lain dengan benar.

6. Penggunaan Metode Diskusi yang Menggunakan LKS Terstruktur

  Beda antara diskusi dengan LKS terstruktur dan diskusi tanpaLKS terstruktur adalah diskusi dengan LKS terstruktur materi yang akan kita diskusikan itu sudah terangkum dalam LKS terstruktur, langkah-langkah apa yang akan didiskusikan sudah ada dalam LKS terstruktur tersebut. Pemakaian metode diskusi yang menggunakan LKS terstruktur akan menimbulkan interaksi guru dengan siswa yang akan memberikandiskusi informasi yaitu siswa tidak hanya mendengar informasi dan menerima konsep dari guru saja tetapi siswa dibimbing memahami konsepdalam mengerjakan soal-soal dalam LKS terstruktur yang pada akhirnya konsep tersebut dapat diterima secara sadar oleh siswa.

7. Hasil Belajar

  Pengertian hasil ( product menunjuk pada pada suatu perolehan akibat dilakukannya suatu aktivitas atau proses yang mengakibatkan berubahnya input secara fungsional. Hasilproduksi adalah perolehan yang didapatkan karena adanya kegiatan mengubah bahan ( raw materials ) menjadi barang jadi ( finished goods ). Menurut Gagne dalam Purwanto, 2008:42 menenjelaskan hasil belajar adalah terbentuknya konsep, yaitu kategori yang kita berikan padastimulus yang ada di lingkungan, yang menyediakan skema yang terorganisasi untuk mengasimilasi stimulus-stimulus baru dan menentukanhubungan di dalam dan di antara kategori-kategori.

8. Prestasi Belajar

  Jika dilihat dari beberapa fungsi prestasi belajar di atas, maka betapa pentingnya kita mengetahui dan memahami prestasi belajar pesertadidik, baik secara perseorangan maupun secara kelompok, sebab fungsi prestasi belajar tidak hanya sebagai indikator keberhasilan dalam bidangstudi tertentu, tetapi juga sebagai indikator kualitas institusi pendidikan. Sebagaimana yang dikemukakan olehCronbach (dalam Azwar, 1987:3) bahwa kegunaan prestasi belajar banyak ragamnya, antara lain “sebagai umpan balik bagi guru dalam mengajar, untuk keperluan diagnostik, untuk keperluan bimbingan dan penyuluhan, untuk keperluan seleksi, untuk keperluan penempatan atau penjurusan,untuk menentukan isi kurikulum, dan untuk menentukan kebijakan sekolah”.

9. Integers ) Bilangan Bulat ( 1. Pengertian Bilangan Bulat

  Bilangan bulat terdiri bilangan bulat negatif, bilangan nol dan bilangan bulat positif (bilangan asli). Letak bilangan bulat dapat dinyatakan pada garis bilangan, seperti gambar berikut: Bilangan nol Bilangan bulat negatif Bilangan bulat positif 3 4 5 -5 -4 -3 -2 -1 1 2 Gambar 2.0 Garis Bilangan Bilangan-bilangan di sebelah kanan 0, yaitu 1, 2, 3, ...

2. Urutan Bilangan Bulat Urutan bilangan bulat dari bilangan 0 ke kanan semakin besar

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Untuk lebih jelasnya, perhatikan gambar berikut: 4 3 Penjumlahan bilangan positif dengan bilangan positifa + b = b + a 1) Penjumlahan bilangan negatif dengan bilangan negatif(-a) + (-b) = -(a + b) 1 2 a, b, -a, dan -b dapat dilakukan sebagai berikut. Operasi Penjumlahan Bilangan Bulat contoh: 6 + 10 = 10 + 6 = 162) 3) Penjumlahan bilangan positif dengan bilangan negatif a) dengan a < b contoh: 6 + (-8) = (-8) + 6 = -(8 a + (-b) = (-b) + a = 0 dengan a = b contoh: (-7) + 7 = 7 + (-7) = 04) Penjumlahan bilangan negatif dengan bilangan positif contoh: 8 + (-2) = (-2) + 8 = 8 a + (-b) = (-b) + a = 0 dengan a = b contoh: (-8) + 8 = 8 + (-8) = 0 b.

c. Operasi Pengurangan Bilangan Bulat

  Jika a dan b merupakan bilangan cacah (bilangan yang terdiri dari bilangan nol dan bilangan bulat positif) maka pengurangan yang melibatkan bilangan-bilangan bulat a, b, -a, dan -b dapat dilakukan sebagai berikut. 1) Pengurangan bilangan positif dengan bilangan positif contoh: 10 2) Pengurangan bilangan negatif dengan bilangan negatif contoh: (-8) 3) Pengurangan bilangan positif dengan bilangan negatif contoh: 6 4) Pengurangan bilangan negatif dengan bilangan positif Contoh: (-8) Sifat-sifat Operasi Pengurangan Bilangan Bulat 1) Sifat Tertutup Pengurangan pada bilangan bulat bersifat tertutup, karena pengurangan dua bilangan bulat pasti mengahasilkan bilanganbulat juga.

10. Operasi Penjumlahan dan Pengurangan Bilangan Bulat Penjumlahan dan Sifat-sifatnya 1. Operasi Penjumlahan

  Penjumlahan pada himpunan bilangan bulat dapat dilakukan dengan beberapa alat peraga, yaitu dengan mistar sederhana, bolabermuatan, dan garis bilangan. Penjumlahan Bilangan Bulat dengan Mistar Sederhana Alat : Bahan :Penggaris, alat tulis, dan Kertas biasa/ karton gunting Cara kerja 1.

2. Buatlah garis bilangan dengan skala 1 cm

  Penjumlahan Bilangan Bulat dengan Kancing Bermuatan Bayangkan beberapa partikel kecil berbentuk lingkaran(disimbolkan dengan kancing baju) bermuatan positif (kancing baju dengan 4 lubang) dan bermuatan negatif (kancing baju dengan 2lubang). Gambar 2.12 Garis Bilangan pada Penjumlahan 2 + 1 Untuk menghitung 2 + 1, langkah-langkahnya sebagai berikut.

4. Penjumlahan Bilangan Negatif dengan Bilangan Positif

  Gambar 2.15 Garis Bilangan pada Penjumlahan -2 + 1 Untuk menghitung -2 + 1, langkah-langkahnya sebagai berikut. Hasil penjumlahan -2 + 1 = -1.

d. Penjumlahan Bilangan Bulat Tanpa Alat Bantu

  Penjumlahan pada bilangan yang bernilai kecil dapat dilakukan dengan bantuan garis bilangan. Namun, untuk bilangan-bilangan yang bernilai besar, hal itu tidak dapat dilakukan.

1. Kedua Bilangan Bertanda Sama

  a) Penjumlahan Bilangan Positif dengan Bilangan Positif Contoh 125 + 234 = 359b) Penjumlahan Bilangan Negatif dengan Bilangan Negatif Contoh Kedua bilangan berlawanan tanda Jika kedua bilangan berlawanan tanda (bilangan positif dan bilangan negatif), tanpa memperhatikan tanda pada keduabilangan kemudian bilangan yang bernilai lebih besar dikurangi dengan bilangan yang bernilai lebih kecil. Contoh 1(4 + (-5)) + 6 = -1 + 6 = 5 4 + ((-5) + 6) = 4 + 1 = 5Contoh 2(-3 + (-9)) + 10 = -12 + 10 = -2 Mempunyai invers Invers suatu bilangan artinya lawan dari bilangan tersebut.

a. Pengurangan Bilangan Bulat dengan Mistar Sederhana

  ContohBerapa hasil pengurangan Gambar 2.19 Mistar Sederhana pada Pengurangan -3 – 1 Bagian atas digeser hingga angka 1 di bagian atas sejajar (berhimpit) dengan angka -3 di bagian bawah (bagian diam). Pengurangan Bilangan Bulat dengan Kancing Bermuatan Bayangkan beberapa partikel kecil berbentuk lingkaran(simbol dengan kancing baju) bermuatan positif (kancing bagu dengan 4 lubang) dan bermuatan negatif (kancing baju dengan 2lubang).

5. Sisa kancing ada 4 bermuatan (+) Jadi hasil pengurangan 3 – (-1) = 4

  Pengurangan Bilangan Negatif dengan Bilangan Positif ContohBerapa hasil pengurangan Wadah berisi 3 kancing (-) 2. Ingat, jika ada kancing (+) yang digabungkan dengan salah satu kancing (-) akan saling meniadakan.

c. Pengurangan Bilangan Bulat dengan Garis Bilangan

  1) 4 – 3 Gambar 2.24 Garis Bilangan pada Pengurangan 4 2) 4 + (-3) Gambar 2.25 Garis Bilangan pada Penjumlahan 4 + ( – 3) Dari perbandingan (1) dan (2) di atas, diperoleh hubungan sebagai berikut. 4 Contoh 23) Gambar 2.26 Garis Bilangan pada Pengurangan -5 - ( – 2) 4) Gambar 2.27 Garis Bilangan pada Penjumlahan -5 + 2 Dari perbandingan (3) dan (4) di atas, diperoleh hubungan sebagai berikut.

2. Sifat-sifat Pengurangan pada Himpunan Bilangan Bulat

  Contoh 1 7 - 12 = -57 bilangan bulat, 12 bilangan bulat, dan ternyata 7 - 12 = -5 juga bilangan bulat. 2 – 10 = -8 2 bilangan cacah, 10 bilangan cacah, dan ternyata 2 Hal ini berarti pengurangan pada bilangan cacah tidak bersifat tertutup atau bersifat tidak tertutup.

B. Kerangka Berpikir

  Dalam penelitian bidang studi matematika ini menggunakan metode pembelajaran diskusi yang merupakan bentuk belajar mengajar dimana terjadiinteraksi utama antara guru dengan siswa dan siswa dengan siswa sehingga untuk menunjang pembelajaran ini maka guru mempersiapkan media alat peraga sebagai sarana melaksanakan kegiatan belajar mengajar di sekolah. Kemudian pencapaian belajar siswa diukur dengan hasilbelajar yang diberikan pada akhir materi yang diajarkan khususnya materi operasi penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat.

C. Hipotesis

Berdasarkan penjelasan yang telah diutarakan tersebut maka dapat diajukan hipotesis untuk ini sebagai berikut : “sebanyak 60% siswa mencapai standar kelulusan belajar minimum (SKBM) maka pembelajaran menggunakan LKS terstruktur pada pokok bahasan operasi penjumlahan danpengurangan bilangan bulat terhadap hasil belajar siswa kelas VII A di SMPBOPKRI 2 Yogyakarta tahun ajaran 2012/2013 merupakan pembelajaran yang efektif”.

BAB II I METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Pada penelitian ini, metode penelitian yang digunakan adalah

B. Waktu dan Tempat Penelitian 1

  Metode penelitian kuantitatif yaitu metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat postpositivisme, digunakanuntuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu, teknik pengambilan sampel pada umumnya dilakukan secara random, pengumpulan datamenggunakan instrumen penelitian analisis data bersifat kuantitatif/statistik dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telahditetapkan (Sugiyono, 2010:14). Penelitian dilaksanakan di SMP BOPKRI 2 Yogyakarta, yang beralamat di Jalan Sultan Agung No.

2. Waktu Penelitian dilaksanakan pada tanggal 27 Juli 2012 sampai dengan 13 Agustus 201

C. Subjek dan Objek Penelitian 1

  Subjek Penelitian Subjek penelitian adalah seluruh siswa kelas VII A SMP BOPKRI 2Yogyakarta tahun ajaran 2012/2013. Jumlah seluruh siswa kelas VII A adalah 20 orang.

2. Objek Penelitian

  Objek penelitian pada penulisan skripsi ini adalah: a. Hasil belajar siswa.

D. Treatmen Penelitian

  Kemudian setiap siswa diberi LKS terstruktur dansetiap kelompok diberi alat peraga, LKS terstruktur berisi materi dan petunjuk penggunaan alat peraga pada operasi penjumlahan danpengurangan bilangan bulat dan alat peraga yang digunakan untuk memperagakan operasi penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat, dimana LKS terstruktur dan alat peraga tersebut yang membuat peneliti sendiri. Siswa mempelajari dan mempraktekkan sendiri dalammengoperasikan penjumlahan dan pengurangan, memahami sifat-sifat, dan penggunaan dalam kehidupan sehari-hari pada bilangan bulatdengan berdiskusi dengan teman sekelompoknya dan guru sebagai pembimbing dalam diskusi.

E. Variabel Penelitian

  Variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah : 1. Variabel Bebas Efektivitas pembelajaran menggunakan LKS terstruktur.

2. Variabel Terikat

Hasil belajar siswa meteri penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat.

F. Instrumen Penelitian

  Instrumen untuk mengumpulkan data berupa tes yang diadakan pada akhir pokok bahasanoperasi penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat dan angket sebagai evaluasi selama pembelajaran menggunakan LKS terstruktur dan alatperaga yang telah dilaksanakan. Tes ini bertujuan untuk mengetahui hasil belajar siswa setelah mengikuti kegiatan belajar operasipenjumlahan dan pengurangan bilangan bulat dengan pembelajaran menggunakan LKS terstruktur.

3. Huruf-huruf berikut melambangkan bilangan cacah. Tentukan nilai dari huruf-huruf tersebut

  Angket adalah suatu daftar pertanyaan tertulis yang terinci dan lengkap yang harus dijawab oleh responden tentang pribadinya atauhal-hal yang diketahuinya. Angket terbuka atau tak berstruktur adalah angket yang disusun sedemikian rupa,sehingga responden secara bebas dapat memberikan sesuai dengan bahasanya sendiri (Suharsimi Arikunto, 1997:213).

G. Validitas Penelitian

H. Teknik Analisis Data

  Dalam penelitian ini peneliti ingin mengetahui hasil belajar siswa pokok bahasan operasi penjumlahan dan pengurangan bilangan bulatdengan menggunakan LKS terstruktur. Jadi teshasil belajar pada sub pakok bahasan operasi penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat dikatakan valid.

1. Tes Hasil Belajar

  Apakah kamu merasa senang setelah mengikuti pembelajaran matematika tentang operasi penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat menggunakan lembar kerja siswa (LKS) dan alat peraga(mistar sederhana, kancing bermuatan dan garis bilangan)? Apakah kamu menjadi lebih mudah dalam mempelajari operasi penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat menggunakan lembar kerja siswa (LKS) dan alat peraga (mistar sederhana, kancingbermuatan dan garis bilangan)?

BAB IV HASIL PENELITIAN A. Data Pengumpulan data dilakukan dengan metode: 1. Tes Hasil Belajar Data test hasil belajar ini didapat dari hasil nilai post test. Hasil

  1 Apakah kamu merasa senang setelah mengikuti pembelajaran matematika tentang operasi penjumlahan dan pengurangan bilanganbulat menggunakan lembar kerja siswa (LKS) dan alat peraga (mistar sederhana, kancing bermuatan dan garis bilangan)? 2 Apakah kamu menjadi lebih mudah dalam mempelajari operasi penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat menggunakan lembarkerja siswa (LKS) dan alat peraga (mistar sederhana, kancing bermuatan dan garis bilangan)?

B. Analisis Data 1. Penilaian Hasil Belajar

  Nilai tengah ( median ) dan nilai mempunyai frekuensi terbanyak ( modus ) menunjukkan nilai yanghampir sama yaitu 7,55 dan 7,60 maka memberikan perbedaan yang mencolok antara nilai tertinggi dan terendah yaitu 9,67 dan 4,67. 1 dan 14 adalah 9,67 standar deviasi kelompok siswa kelas VII A yaitu 1,38 menunjukkan rentang yang terlalu jauh untuk nilai terendah.

2. Interpretasi Hasil Penilaian dalam Menetapkan Ketuntasan Belajar

  Kriteria ketuntasan belajar setiap indikator-indikatornya yaitu melakukan operasi penjumlahan bilangan bulat, memahami sifat-sifatpenjumlahan pada himpunan bilangan bulat, melakukan operasi pengurangan bilangan bulat, memahami sifat pengurangan pada himpunan bilangan bulat dan menggunakan bilangan bulat dalam kehidupan sehari-hari pada kompetensi dasar (KD) melakukan operasihitung bilangan bulat dan pecahan lebih besar 60%. Hasil belajar yang diperoleh tersebut dapat dikatakan bahwa siswa telah menuntaskan indikator- indikator itu, dapat dikatakan pula siswa telah menguasai KD tersebutsehingga pembelajaran menggunakan LKS dikatakan efektif.

3. Analisis Hasil Angket a

  Berdasarkan data dari angket, ternyata semua siswa kelas VII A terdiri 20 siswa yang menjadi lebih mudah dalam mempelajari operasi penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat menggunakanlembar kerja siswa (LKS) dan alat peraga (mistar sederhana, kancing bermuatan dan garis bilangan). Hal itu dapat ditunjukkan darisebagian besar siswa yang mengutarakan alasannya bahwa pembelajaran menggunakan LKS dan alat peraga dalam mempelajarioperasi penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat memudahkan dalam mengerjakan soal-soal dan menemukan jawaban.

C. Kelemahan Peneliti

  Hasil penelitian ini belum tentu berlaku di waktu dan tempat yang berbeda, karena penelitian ini hanya dilaksanakan di area yang sempit,yaitu di BOPKRI 2 Yogyakarta. Kesimpulan Dari hasil penelitian dan analisis yang diuraikan pada bab IV, dapat diambil kesimpulan yaitu hasil belajar mencapai ketuntasan 80% maka pembelajaran menggunakan lembar kerja siswa (LKS) terstrukturpokok bahasan penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat dinyatakan efektif terhadap hasil belajar siswa kelas VII A SMP BOPKRI 2Yogyakarta tahun ajaran 2012/2013.

B. Saran

  Pelaksanaan pembelajaran yang sudah berjalan, supaya ditingkatkan, dengan cara membuat lembar kerja siswa (LKS) terstruktur secara mandiri oleh guru yang bersangkutan disertai alat peraga sebagaimedia pembelajaran untuk mengatasi kesulitan siswa dalam memahami materi. Diperlukan kesiapan materi pembelajaran yang dilengkapi dengan suatu metode yang sesuai serta didukung dengan alat peraga sebagai media pembelajaran.

DAFTAR PUSTAKA

  Pengetahuan Prasyarat : Bilangan bulat merupakan kumpulan bilangan negatif, nol, dan bilangan positif. Operasi PenjumlahanPenjumlahan pada himpunan bilangan bulat dapat dilakukan dengan beberapa alat peraga yaitu dengan mistar sederhana, kancing bermuatan, dan garis bilangan.

a. Penjumlahan bilangan bulat dengan mistar sederhan

  Angka yang sejajar dengan minus 1 (-1) pada bagian bawah (bagian diam) merupakan hasilnya yaitu 1. Angka yang sejajar dengan minus 1 (-1) pada bagian bawah (bagian diam) merupakan hasilnya yaituminus 3 (-3).

b. Penjumlahan bilangan bulat dengan kancing bermuatan

  Bayangkan beberapa partikel kecil berbentuk lingkaran (simbol dengan kancing baju) bermuatan positif (kancing bagu dengan 4 lubang) dan bermuatan negatif(kancing baju dengan 2 lubang). Alat : Bahan : Tempat kancing Kacing baju 4 lubang (muatan +)(sebagai wadah Kacing baju 2 lubang (muatan -) kancing) Bagaimana menjumlahkan bilangan bulat dengan menggunakan kancing bermuatan?

c. Penjumlahan bilangan bulat dengan garis bilangan

  Kedua bilangan berlawanan tanda Jika kedua bilangan berlawanan tanda (bilangan positif dan bilangan negatif),kurangi bilangan yang bernilai lebih besar dengan bilangan yang bernilai lebih kecil tanpa memerhatikan tanda. (4 + (-5)) + 6 = -1 + 6 = 54 + ((-5) + 6) = 4 + 1 = 5 2.

b. Pengurangan bilangan bulat dengan kancing bermuatan

  Bayangkan beberapa partikel kecil berbentuk lingkaran (simbol dengan kancing baju) bermuatan positif (kancing bagu dengan 4 lubang) dan bermuatan negatif(kancing baju dengan 2 lubang). Positif merupakan lawan negatif, hal ini berarti satu Alat : Tempat kancing(sebagai wadah kancing) Bahan : Kacing baju 4 lubang (muatan +)Kacing baju 2 lubang (muatan -) Bagaimana mengurangkan bilangan bulat dengan menggunakan kancing bermuatan?

1. Wadah berisi 3 kancing (-) 2

  Ingat, jika ada kancing (+) yang digabungkan dengan salah satu kancing (-) akan saling meniadakan. Ingat, jika ada kancing (+) yang digabungkan dengan salah satu kancing (-) akan saling meniadakan.

c. Pengurangan bilangan bulat dengan garis bilangan

  Seperti pada penjumlahan bilangan bulat, untuk menghitung hasil pengurangan dua bilangan bulat dapat digunakan bantuan garis bilangan. Operasi pengurangan merupakanpenjumlahan dengan lawan bilangan pengurang.

1. Pengurangan dinyatakan sebagai penjumlahan dengan lawan bilangan pengurangan

  4 – 3 = 4 + (-3) = 1 c) d) Secara umum, dapat dituliskan sebagai berikut. Hasilnya, 3 – (-1) = 4 (-2 – 5) – [(-2 + 7) + 3] = ......

LEMBAR KERJA SISWA

  Mata Pelajaran : Matematika Kelas/ Semester : VII/ GanjilMateri : Pengurangan Bilangan Bulat Indikator : 1. Memahami sifat pengurangan pada himpunan bilangan bulat.

2. Menggunakan bilangan bulat dalam kehidupan sehari-hari.

  1. (-6 – 3) – [(-2 + 3) – 10] = ......

2. Sifat Pengurangan Bilangan Bulat

  7 - 12 = -57 bilangan bulat, 12 bilangan bulat, dan ternyata 7 - 12 = -5 juga bilangan bulat. 2 – 10 = -82 bilangan cacah, 10 bilangan cacah, dan ternyata 2 Hal ini berarti pengurangan pada bilangan cacah tidak bersifat tertutup atau bersifat tidak tertutup.

3. Penggunaan Bilangan Bulat dalam Kehidupan Sehari-hari

  Dalam kehidupan sehari-hari kita sering menggunakan bilangan bulat beserta operasinya untuk menjawab suatu persoalan yang ada (biasanya berbentuk soal cerita). a.p – 17 = 16 b.p – 25 = 15 c.

2. C di bawah nol, kemudian diturunkan 20 C

  Diketahui suhu di Puncak Jaya Wijaya -4 o C, sedangkan suhu di kota Mekah 48 o C. Jika ia membayar dengan 1 lembar uang lima puluh ribuan, berapa rupiah uang kembalinya?

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

Upaya Meningkatkan Pemahaman Siswa Pada Operasi Penjumlahan Dan Pengurangan Bilangan Bulat Negatif Melalui Metode Demonstrasi Dengan Menggunakan Alat Peraga (Penelitian Tindakan Kelas Di Kelas Iv Mi Sirojul Athfal Bekasi)
1
55
145
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS IV (EMPAT) SD LEMPONGSARI 02 SEMARANG PADA POKOK BAHASAN PENJUMLAHAN DAN PENGURANGAN BILANGAN BULAT MENGGUNAKAN PERAGA GARIS BILANGAN TAHUN PELAJARAN 2005
0
3
98
PENERAPAN PENDEKATAN CTL UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA OPERASI HITUNG PENJUMLAHAN DAN PENGURANGAN BILANGAN BULAT DI KELAS VII SMP NEGERI 2 PERBAUNGAN T.A 2012/2013.
0
2
23
PENINGKATAN PEMAHAMAN KONSEP PENJUMLAHAN, PENGURANGAN, DAN HASIL BELAJAR TENTANG OPERASI BILANGAN BULAT Peningkatan Pemahaman Konsep Penjumlahan, Pengurangan, dan Hasil Belajar Tentang Operasi Bilangan Bulat Melalui Pendekatan Sodakom Pada Siswa Kelas I
0
1
14
Analisis kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal pada pokok bahasan penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat di kelas VII D SMP Joannes Bosco Yogyakarta pada tahun ajaran 2015/2016.
0
1
202
Efektifitas pebelajaran menggunakan LKS terstruktur : pokok bahasan operasi penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat terhadap hasil belajar siswa kelas VII A di SMP BOPKRI 2 Yogyakarta tahun ajaran 2012-2013.
1
2
224
Pengaruh pemanfaatan media pembelajaran CD online terhadap minat dan hasil belajar siswa kelas VII SMP Maria Assumpta Klaten tahun ajaran 2012/2013 pada pokok bahasan bilangan bulat.
0
0
239
Pengaruh penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe STAD terhadap motivasi dan hasil belajar siswa pada pokok bahasan penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat di kelas VII A SMP Kanisius Kalasan Yogyakarta tahun pelajaran 2012/2013.
1
6
193
Penggunaan program Geogebra pada pembelajaran pokok bahasan penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat kelas VII semester gasal di SMP Kanisius Sumber Dukun Magelang Jawa Tengah tahun ajaran 2012-2013.
1
4
196
Diagnosis kesulitan belajar dan pembelajaran remidial bagi siswa kelas VIIB SMP Kanisius Kalasan tahun pelajaran 2012/2013 dalam penyelesaian soal pada pokok bahasan penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat.
0
1
142
Operasi Penjumlahan dan Pengurangan Bilangan Bulat
0
14
11
Eksplorasi pemakaian mistar bilangan bulat pada operasi penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat ditinjau dari prestasi belajar siswa kelas VII SMP Joannes Bosco, Yogyakarta tahun ajaran 2009/2010 - USD Repository
0
0
201
CARA BERPIKIR SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL YANG BERKAITAN DENGAN POKOK BAHASAN PENJUMLAHAN DAN PENGURANGAN BILANGAN BULAT PADA SISWA SMP KELAS VII AKSELERASI
0
0
170
Pengaruh penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe STAD terhadap motivasi dan hasil belajar siswa pada pokok bahasan penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat di kelas VII A SMP Kanisius Kalasan Yogyakarta tahun pelajaran 2012/2013 - USD Repository
1
2
191
ANALISIS KESULITAN DALAM MENYELESAIKAN OPERASI PENJUMLAHAN DAN PENGURANGAN BILANGAN BULAT NEGATIF UNTUK SISWA KELAS VII SMPN 2 YOGYAKARTA TAHUN PELAJARAN 20112012
0
0
146
Show more