Penerapan teori konstruktivisme dalam pembelajaran pokok bahasan getaran untuk siswa kelas 2 SMP Pangudi Luhur 1 Kalibawang - USD Repository

Gratis

0
3
137
7 months ago
Preview
Full text

  

PENERAPAN TEORI KONSTRUKTIVISME DALAM PEMBELAJARAN

POKOK BAHASAN GETARAN UNTUK SISWA KELAS 2

SMP PANGUDI LUHUR 1 KALIBAWANG

SKRIPSI

  Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd)

  Program Studi Pendidikan Fisika Oleh :

  Heribertus Setyawan 011424001

  

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN FISIKA

JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN IPA

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS SANATA DHARMA

PERNYATAAN KEASLIAN KARYA

   Saya menyatakan dengan sesungguhnya bahwa skripsi yang saya tulis ini

  tidak memuat karya atau bagian karya orang lain, kecuali yang telah disebutkan dalam kutipan dan daftar pustaka, sebagaimana layaknya karya ilmiah.

  Yogyakarta, 28 Agustus 2008 Penulis,

  Heribertus Setyawan

  

ABSTRAK

PENERAPAN TEORI KONSTRUKTIVISME DALAM PEMBELAJARAN

POKOK BAHASAN GETARAN UNTUK SISWA KELAS 2

SMP PANGUDI LUHUR 1 KALIBAWANG

  Penelitian ini dilaksanakan di SMP Pangudi Luhur 1 Kalibawang dengan partisipan siswa kelas 2a SMP tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan teori konstruktivisme dalam pembelajaran pokok bahasan getaran dan meningkatkan pemahaman siswa tentang getaran.

  Penelitian ini termasuk dalam penelitian deskriptif kualitatif dan deskriptif kuantitatif. Instrumen yang digunakan adalah tes tertulis, wawancara. Tes tertulis dan wawancara digunakan untuk mengetahui pemahaman awal siswa. Pemahaman awal siswa akan digunakan untuk membuat desain pembelajaran. Pembelajaran ini dimulai dari tahap orientasi, yaitu siswa kelas 2a Smp Pangudi Luhur 1 Kalibawang sejumlah 30 anak, kemudian tahap elisitasi gagasan, yaitu pretes, kemudian tahap klarifikasi yaitu wawancara, kemudian tahap dihadapkan pada situasi konflik yaitu percobaan, kemudian tahap evaluasi, yaitu siswa menulis pengertian getaran, periode, frekuensi, amplitudo, kemudian tahap aplikasi gagasan, yaitu siswa melakukan eksperimen, kemudian tahap review perubahan dalam gagasan, yaitu postes dan wawancara, sampai tahap membandingkan dengan elisitasi gagasan, yaitu dengan T-Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata - rata siswa mengalami peningkatan pemahaman.

  

ABSTRACT

APPLICATION CONSTRUCTIVISM THEORY IN TEACHING OF

nd

  

VIBRATION FOR 2 CLASS STUDENTS AT SMP PANGUDI LUHUR I

KALIBAWANG.

  This reseach was carried out at SMP Pangudi Luhur 1 Kalibawang. The

  nd

  participants was 2 class students at the school . The aim of this research was to study the application of constructivism theory in theacing of vibration and to improve the students understanding about vibration.

  Data were collected by using writen test and interview. The data collected from pre-test was used as a basic to design teaching and learning activities. This teaching start at orientation, then elisitation pretest, then clarification, then towarded in conflic situation step, for example trial, then aplication concept step, for example students does experiment, then change review in concept, for example postes and interview, till compare with elisitation concept step, for example T-Test. Research resulted show that average understanding students is rissing up.

  

LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN

PUBLIKASI KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS

  Yang bertanda tangan di bawah ini, saya mahasiswa Universitas Sanata Dharma : Nama : Heribertus Setyawan Nomor Mahasiswa : 011424001

  Demi pengembangan ilmu pengetahuan, saya memberikan kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma karya ilmiah saya yang berjudul :

  

Penerapan Teori Konstruktivisme Dalam Pembelajaran Pokok Bahasan

Getaran Untuk Siswa Kelas 2 SMP Pangudi Luhur 1 Kalibawang

  beserta perangkat yang diperlukan (bila ada). Dengan demikian saya memberikan kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma hak untuk menyimpan, me- ngalihkan dalam bentuk media lain, mengelolanya dalam bentuk pangkalan data, mendistribusikan secara terbatas, dan mempublikasikannya di Internet atau media lain untuk kepentingan akademis tanpa perlu meminta ijin dari saya maupun memberikan royalti kepada saya selama tetap mencantumkan nama saya sebagai penulis.

  Demikian pernyataan ini yang saya buat dengan sebenarnya. Dibuat di Yogyakarta Pada tanggal : 28 Agustus 2008 Yang menyatakan (Heribertus Setyawan)

  

KATA PENGANTAR

Puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas berkat dan rahmatnya sehingga

  skripsi yang berjudul “Penerapan teori Konstruktivisme dalam pembelajaran pokok bahasan getaran di SMP Pangudi Luhur 1 Kalibawang” sebagai syarat untuk mendapatkan gelar S1 pendidikan fisika, telah selesai dilaksanakan. Dalam menyusun skripsi, peneliti menemukan banyak kesulitan yang dialami, dan penulis mendapat dorongan dari berbagai pihak yang telah membantunya berupa bimbingan, dorongan materi, dorongan spirituil. Peneliti mengucapkan banyak terima kasih kepada orang – orang yang membantunya yaitu :

  1. Br Aloysius Supardji, FIC selaku Kepala Sekolah SMP Pangudi Luhur 1 Kalibawang.

  2. Bapak Drs. T. Sarkim, M.Ed., Ph.D selaku Dosen Pembimbing yang telah membimbing, membantu dan mengarahkan sampai penyusunan skripsi ini.

  3. Ibu Y Indah Kurniati, S.Pd selaku wakil Kepala Sekolah bidang Kurikulum.

  4. Bapak Yohanes Dedi Setyawan, S.Pd selaku guru matematika yang telah membantu dalam mengatur waktu untuk pengambilan data skripsi.

  5. Bapak ibu guru SMP Pangudi Luhur yang telah membantu demi terlaksananya penelitian yang tidak bisa saya sebutan satu persatu.

  6. Bapak (alm) FX Basirun yang selalu sabar dalam membimbing aku sewaktu masih ada.

  7. Ibu Th Sutiyem yang selalu sabar dalam mendidik aku.

  9. Novi, Mbak desi atas bantuan, dukungan dan saran.

  10. Eny, atas semangatnya.

  11. Anton atas titipan data di komputer.

  12. Gembong atas nasihatnya dan doanya.

  13. Andri, Sopyan, Oka, terima kasih atas tumpangan kontrakannya.

  14. Pram, nunung, ferdinan atas kebersamaan selama di kost cansas grandes.

  15. Kristian atas dorongannya.

  16. Hari atas bantuan kesana kemari dan ngeprintnya 17. Deny, oma, hira, atas perjuangan selama di pfis ini.

  18. Tyas, sapto, hari, desi atas sekelompok bimbingannya.

  19. Anakku SMP PANGUDILUHUR 1 KALIBAWANG. Atas bantuannya.

  Peneliti menyadari bahwa masih banyak kekurangan dalam penyelesaian skripsi ini sehingga segala kritik dan saran yang bersifat membangun sangat penulis harapkan. Semoga skripsi ini memberikan manfaat bagi pembaca pada khususnya serta ilmu pengetahuan pada umumnya.

  

DAFTAR ISI

  HALAMAN JUDUL........................................................................................ i HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING .............................................. ii HALAMAN PENGESAHAN.......................................................................... iii PERNYATAAN KEASLIAN KARYA .......................................................... iv ABSTRAK ....................................................................................................... v ABSTRACT..................................................................................................... vi LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA

  ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS ........................................ vii KATA PENGANTAR ..................................................................................... viii DAFTAR ISI.................................................................................................... x DAFTAR GAMBAR ...................................................................................... xvi DAFTAR TABEL............................................................................................ xvii DAFTAR LAMPIRAN.................................................................................... xviii BAB I. PENDAHULUAN ...............................................................................

  1 A. Latar Belakang .....................................................................................

  1 B. Tinjauan Pustaka .................................................................................

  2 1. Filsafat konstruktivisme .................................................................

  2 2. Asal Usul konstruktivisme ..............................................................

  2 3. Hakekat Pengetahuan ....................................................................

  3 4. Realitas dan Kebenaran .................................................................

  4

  6. Faktor yang memungkinkan perubahan pengetahuan ...................

  5 7. Hubungan Konstruktivisme dengan Teori Belajar.........................

  5 8. Teori belajar bermakna Ausubel ....................................................

  5 9. Metode Eksperimen ......................................................................

  7

  10. Definisi Penelitian Eksperimen ..................................................... 7

  11. Karakteristik Penelitian Eksperimen ............................................. 8

  12. Pembelajaran Eksperimen yang konstruktivis .............................. 9

  13. Wawancara / interview................................................................... 12

  14. Observasi ....................................................................................... 13

  15. Quesioner / angket ......................................................................... 13

  16. Short Answer Test ......................................................................... 14

  a) Ragam Benar salah .................................................................... 14

  b) Mengisi Titik Titik .................................................................... 15

  17. Konstruktivisme dalam kelas ......................................................... 15

  18. Strategi mengajar untuk perubahan konseptual ............................. 16

  19. Menangani pluralisme dalam kelas ................................................ 18 20. Peranan guru dan pelajar dalam pembelajaran konstruktivisme .....

  20 a. Peranan guru ..............................................................................

  20 b. Peranan pelajar ..........................................................................

  21 21. Pembelajaran ..................................................................................

  21 22. Getaran ...........................................................................................

  22 a Periode ........................................................................................ 22

  c Frekuensi .................................................................................... 23 d Simpangan .................................................................................. 23 e Gaya pemulih .............................................................................

  29 G. Desain Penelitian .................................................................................

  36 2. Pemilihan siswa untuk wawancara pertama ....................................

  35 1. Tabel data pretes .............................................................................

  35 B. Data dan Pembahasan ..........................................................................

  35 A. Pelaksanaan Penelitian .........................................................................

  2. Analisis wawancara ....................................................................... 34 BAB III. DATA DAN PEMBAHASAN .........................................................

  30

  29 H. Metode Analisis Data .......................................................................... 30 1. Analisis Tes Tertulis ......................................................................

  27 F. Rancangan Pembelajaran ....................................................................

  23 C. Perumusan Masalah..............................................................................

  26 E. Instrumen Penelitian ............................................................................

  26 D. Metode Pengumpulan Data ..................................................................

  25 C. Subyek Penelitian.................................................................................

  A. Jenis Penelitian..................................................................................... 25 B. Waktu dan Tempat penelitian ..............................................................

  24 BAB II. METODOLOGI PENELITIAN......................................................... 25

  24 E. Kegunaan Penelitian ...........................................................................

  24 D. Tujuan Penelitian .................................................................................

  38

  4. Rangkuman pemahaman awal siswa ...............................................

  53 5. Desain Pembelajaran .......................................................................

  54 6. Pemilihan siswa untuk wawancara kedua ........................................

  61 7. Data dan analisis postes ...................................................................

  63

8. Rangkuman postes ....................................................................................

  80 9.Analisis T-Tes ...................................................................................

  81 10. Rangkuman analisis T-Tes.............................................................

  84

11. Rangkuman pembahasan ........................................................................

  84 BAB IV. KESIMPULAN DAN SARAN ........................................................

  85 A. Kesimpulan .......................................................................................... 85

  B. Saran .............................................................................................................. 86 DAFTAR PUSTAKA ......................................................................................

  87 LAMPIRAN..................................................................................................... 89

  DAFTAR GAMBAR Gambar 1. Struktur umum mengajar ...............................................................

  16 Gambar 2. Mistar getar ...................................................................................

  22 Gambar 3. Gaya pada ayunan ..........................................................................

  22 Gambar 4. Pendulum sederhana.......................................................................

  22 Gambar 5. Massa bergetar di ujung pegas .......................................................

  23 Gambar 6. (a) Pegas tanpa beban; (b) dan (e) pegas pada titik keseimbangan; (c) = (d) pegas pada simpangan terjauh; (f) = (g) pegas pada kedudukan di atas titik keseimbangan

  .......................................................................

  23

  DAFTAR TABEL Tabel 1. Contoh perhitungan jumlah skor .................................................................

  31 Tabel 2. Tingkat pemahaman siswa ............................................................................

  32 Tabel 3. Nilai akhir pretes siswa ................................................................................

  36 Tabel 4.

  Total skor, jumlah bobot skor dan persentase jumlah bobot skor dari pretes .......................................................................................

  37 Tabel 5. Nilai akhir postes siswa ....................................................................

  63 Tabel 6. Total skor, jumlah bobot skor dan persentase jumlah bobot skor dari postes ......................................................................................

  67 Tabel 7. T-Test untuk untuk penghitungan manual .........................................

  81 Tabel 8. Paired Samples Statistics ...................................................................

  82 Tabel 9. Paired Samples Correlations ..............................................................

  82 Tabel 10. Paired samples Test..........................................................................

  83

  

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1. Wawancara dengan siswa nomor absen 2 ...................................

  89 Lampiran 2. Wawancara dengan siswa nomor absen 13 .................................

  91 Lampiran 3. Wawancara dengan siswa nomor absen 15 .................................

  93 Lampiran 4. Wawancara dengan siswa nomor absen 16 .................................

  95 Lampiran 5. Wawancara dengan siswa nomor absen 19 .................................

  97 Lampiran 6. Wawancara dengan siswa nomor absen 20 ................................

  99 Lampiran 7. Lembar observasi selama pembelajaran ..................................... 101 Lampiran 8. Kelompok pembelajaran ............................................................. 102 Lampiran 9. Lembar angket setelah pembelajaran ......................................... 103 Lampiran 10. Lembar wawancara dengan siswa nomor absen 2..................... 105 Lampiran 11. Lembar wawancara dengan siswa nomor absen 13................... 106 Lampiran 12. Lembar wawancara dengan siswa nomor absen 15................... 108 Lampiran 13. Lembar wawancara dengan siswa nomor absen 16................... 109 Lampiran 14. Lembar wawancara dengan siswa nomor absen 19................... 111 Lampiran 15. Lembar wawancara dengan siswa nomor absen 19................... 113 Lampiran 16. Tabel T-Test .............................................................................. 115 Lampiran 17 Soal pretes dan postes ................................................................ 116 Lampiran 18 Jawaban tes ................................................................................. 118 Lampiran 19 Jawaban siswa setelah pembelajaran ......................................... 119 Lampiran 20 Surat keterangan dari Sekolah .................................................... 120

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Kurikulum saat ini yang sedang digunakan adalah kurikulum tingkat satuan

  pelajaran (KTSP).Saat penelitian, kurikulum yang dipakai adalah kurikulum berbasis kompetensi, yang mana siswa diajak untuk menjadi subyek dalam belajar, tidak lagi menjadi obyek. Subyek sendiri mempunyai arti yang melakukan bukan yang dikenai, yang artinya siswa harus aktif. Kata atau istilah mengajar sekarang berubah menjadi pembelajaran. Pembelajaran mengkaitkan proses belajar mengajar yang 2 arah, dari guru ke murid dan sebaliknya. Pembelajaran itu akan melibatkan guru murid dan pengetahuan, dalam membuat pengetahuan agar dapat dipahami oleh siswa tersebut ada banyak macam cara yang dilakukan atau ada banyak metode yang dilakukan .

  Antara lain diantaranya adalah dengan cara metode pembentukan Pengetahuan merupakan suatu proses pembentukan, maka apa yang baru adalah cara fakta – fakta itu dikonstruksikan atau diorganisasikan . Maka pengetahuan merupakan suatu bentukan dari seseorang yang mempelajarinya. Pengetahuan tidak ada “di sana“ dan tinggal diambil. Orang harus menciptakannya sendiri dalam pikirannya. Dunia pendidikan sains dan matematika telah menunjukkan pergeseran, yaitu lebih menekankan proses belajar mengajar dan metode penelitian yang menitik beratkan konsep bahwa “ dalam belajar seseorang mengkonstruksi pengetahuannya”. Salah satu mengonstruksi pengetahuannya adalah dengan belajar. Belajar adalah kegiatan

  Untuk dapat membuat masuk akal pengetahuan dalam diri siswa perlu metode yang tepat, karena di dalam diri siswa sudah terbentuk pengetahuan yang ada. Dengan pengetahuan yang ada tersebut akan digabungkan dengan pengetahuan yang baru dan akan terbentuk (terkonstruksi) dalam akal siswa.

  Maka dari itu penulis ingin sekali menerapkan teori konstruktivisme dalam pembelajaran pokok bahasan getaran untuk siswa kelas 2 SMP PANGUDI LUHUR 1 kalibawang.

B. Tinjauan Pustaka

  1 Filsafat Konstruktivisme

  Menurut Driver dan Bell (dalam Suparno, 2006 : 17), ilmu pengetahuan bukanlah hanya kumpulan hukum atau daftar fakta. Ilmu pengetahuan, terutama sains adalah ciptaan pikiran manusia dengan semua gagasan dan konsepnya yang ditemukan secara bebas (Suparno, 2006 : 17). Menurut Einstein dan Ninfeld (dalam Suparno, 2006 : 17), konsep atau teori tidak menuruti pengamatan induktif yang sederhana. Hal ini terbukti dengan adanya banyak siswa yang mengalami kesulitan untuk mengabstraksikan kenyataan – kenyataan yang mereka peroleh dari percobaan

  • – percobaan mereka. Abstraksi dan teorisasi itu melalui proses penemuan yang imaginatif (Suparno, : 2006 : 18), tidak cukup hanya dengan mengamati objek yang ada. Ada dua yang berbeda yaitu dunia kenyataan dan dunia pengertian. Untuk menjembataninya dibutuhkan proses konstruksi imaginatif.

  2 Asal usul konstruktivisme

  Menurut Von Glasersfeld (dalam Suparno, 2006 : 24), pengertian konstruktif diperdalam dan disebarkan oleh Jean Piaget. Namun, bila ditelusuri lebih jauh, gagasan pokok konstruktivisme sebenarnya sudah dimulai oleh Giambatissta Vico, seorang epistemology dari Italia, dialah cikal bakal konstruktivisme.

  Pada tahun 1710, Vico dalam De antiquissima Italorum dalam (Suparno, 2006 : 24), mengungkapkan filsafatnya dengan berkata, “Tuhan adalah pencipta alam semesta dan manusia adalah tuan dari ciptaan.” Dia menjelaskan bahwa “mengetahui” berarti “mengetahui bagaimana membuat sesuatu.” Ini berarti bahwa seseorang itu baru mengetahui sesuatu jika ia dapat menjelaskan unsur – unsur apa yang membangun sesuatu itu. Menurutnya juga hanya Tuhan sajalah yang dapat mengerti alam raya ini karena hanya Dia yang tahu bagaimana membuatnya dan dari apa Ia membuatnya. Sementara itu orang hanya dapat mengetahui sesuatu yang telah dikonstruksikannya.

  Menurut Von Glasersfeld (dalam Suparno, 2006 : 24), pengetahuan selalu menunjuk kepada struktur konsep yang dibentuk. Ini berbeda dengan kaum empirisme yang menyatakan bahwa pengetahuan itu harus menunjuk kepada dunia luar. Menurut Vico (dalam Suparno, 2006 : 24), pengetahuan tidak lepas dari orang (subyek) yang tahu. Pengetahuan merupakan struktur konsep dari pengamat yang berlaku.

3 Hakikat pengetahuan

  Konstruktivisme adalah salah satu filsafat pengetahuan yang menekankan bahwa pengetahuan kita adalah konstruksi (bentukan) kita sendiri Battencourt dan Mathews (dalam Suparno, 2006 : 18). Pengetahuan bukanlah suatu tiruan dari selalu merupakan akibat dari konstruksi kognitif kenyataan melalui kegiatan seseorang. Seseorang membentuk skema, kategori, konsep dan struktur pengetahuan yang diperlukan untuk pengetahuan (Suparno, 2006 : 18). Maka pengetahuan bukanlah tentang dunia lepas dari pengamat tetapi merupakan ciptaan manusia yang dikonstruksikan dari pengalaman atau dunia sejauh dialaminya. Proses pembentukan ini berjalan terus menerus dengan setiap kali mengadakan reorganisasi karena adanya suatu pemahaman yang baru Piaget (dalam Suparno, 2006 : 18)

4 Realitas dan Kebenaran

  Menurut Battencourt (dalam Suparno, 2006 : 21), memang konstruktivisme tidak bertujuan mengerti realitas, tetapi lebih hendak melihat bagaimana kita menjadi tahu akan sesuatu. Boleh juga dikatakan bahwa “realitas” bagi konstruktivisme tidak pernah ada secara terpisah dari pengamat. Yang diketahui bukan suatu realitas “di sana” yang berdiri sendiri, melainkan kenyataan sejauh dipahami oleh orang yang menangkapnya (Saphiro dalam Suparno, 2006 : 21). Menurut Saphiro (dalam Suparno, 2006 : 21), ada banyak bentuk kenyataan dan masing masing tergantung pada kerangka dan interaksi pengamat dengan objek yang diamati. Bagi kaum konstruktivis, kebenaran diletakkan pada viabilitas, yaitu kemampuan suatu konsep atau pengetahuan dalam beroperasi, artinya pengetahuan yang kita konstruksikan itu dapat digunakan dalam menghadapi macam macam fenomena dari persoalan yang berkaitan dengan pengetahuan tersebut.

  5 Hal yang membatasi konstruksi pengetahuan

  Menurut Battencourt (dalam Suparno, 2006 : 22), menyebutkan hal yang dapat membatasi proses konstruksi pengetahuan manusia, antara lain (1) konstruksi kita yang lama, (2) domain pengalaman kita, dan (3) jaringan struktur kognitif kita.

  6 Faktor yang memungkinkan perubahan pengetahuan

  Menurut Battencourt (dalam Suparno, 2006 : 23), menyebutkan beberapa situasi atau konteks yang membantu perubahan, yaitu (1) konteks tindakan, (2) konteks membuat masuk akal, (3) konteks penjelasan, dan (4) konteks pembenaran (justifikasi)

  7 Hubungan Konstruktivisme dengan Teori belajar

  Secara garis besar prinsip – prinsip konstruktivisme yang diambil adalah (1) pengetahuan dibangun oleh siswa sendiri, baik secara personal maupun sosial, (2) pengetahuan tidak dapat dipindahkan dari guru ke murid, kecuali hanya dengan keaktifan murid sendiri untuk menalar, (3) murid aktif mengkonstruksi terus menerus, sehingga selalu terjadi perubahan konsep menuju konsep yang lebih rinci, lengkap, serta sesuai dengan konsep ilmiah, guru sekedar membantu menyediakan sarana dan situasi agar proses konstruksi siswa berjalan mulus. Inti teori ini berkaitan dengan beberapa teori belajar seperti teori perubahan konsep, teori belajar bermakna Ausubel, dan teori skema.

  8 Teori belajar bermakna Ausubel

  Menurut Ausubel, Novak, dan Hanesian (dalam Suparno, 2006 : 53), ada dua jenis belajar : (1) belajar bermakna (meaningful learning) dan (2) belajar menghafal dihubungkan dengan struktur pengertian yang sudah dipunyai seseorang yang sedang belajar. Belajar bermakna terjadi bila pelajar mencoba menghubungkan fenomena baru ke dalam struktur pengetahuan mereka. Ini terjadi melalui belajar konsep, dan perubahan konsep yang telah ada, yang akan mengakibatkan pertumbuhan dan perubahan struktur konsep yang telah dipunyai siswa. Ada beberapa cara untuk mengetahui latar belakang pengetahuan siswa, antara lain yaitu dengan pretes, diskusi atau melalui pertanyaan – pertanyaan (Sulaeman, 1988 :199).

  Teori belajar bermakna Ausubel ini sangat dekat dengan inti pokok konstruktivisme. Keduanya menekankan pentingnya asimilasi pengalaman baru ke dalam konsep atau pengertian yang sudah dipunyai siswa. Keduanya mengandaikan bahwa dalam proses belajar itu siswa aktif (siswa dapat aktif bekerja dan berpikir untuk menemukan jawaban dari masalah yang ada)

  Untuk memungkinkan terjadinya belajar aktif maka siswa harus mempunyai aktivitas. Merumuskan hipotesis, mengamati peristiwa, mengumpulkan data, menganalisis data dan mengambil kesimpulan. Dalam hal ini dapat diwujudkan dengan metode eksperimen. Melalui metode eksperimen siswa berhadapan langsung dengan fenomena yang akan dipelajari. Siswa bebas melakukan kegiatan untuk mencari jawaban dari masalah yang ditemui. Anak tidak bersifat pasif (duduk, dengar, dan mencatat), melainkan aktif mencari berbagai informasi dan data yang dibutuhkan untuk suatu permasaalahan (Rohandi, 1997 : 122). Bila kita melihat dari tujuan pembelajaran dengan metode eksperimen, maka metode eksperimen merupakan pendekatan pembelajaran konstruktivis (metode eksperimen dapat

  9 Metode eksperimen

  Seperti halnya dengan metode demonstrasi, metode eksperimen dapat dilakukan oleh guru dan dapat pula dikerjakan oleh murid. Metode ini merupakan metode yang mengikuti cara – cara berfikir ilmiah karena dilakukan dengan melalui jenjang – jenjang kegiatan yang sudah dipersiapkan sebelumnya di dalam mencoba mengetahui atau membuktikan sesuatu. Metode ini sebenarnya juga merupakan metode yang mengikuti cara – cara ilmiah yang ditempuh manusia dalam penjelajahan untuk memahami dunia (Djajadisastra, 1983 : 9). Metode eksperiman sangat baik untuk digunakan sebagai suatu alat guna memberikan pengertian yang tepat mengenai suatu proses atau kejadian (Djajadisastra, 1983 : 9). Kita disini juga bisa melihat perbedaannya dengan praktikum. Praktikum adalah pekerjaan – pekerjaan dengan menggunakan alat – alat sains untuk keperluan tertentu, misalnya latihan mengukur tahanan suatu penghantar, latihan mempergunakan mikroskop untuk melihat benda – benda kecil (Winarni, 1995 :28).

  10 Definisi penelitian eksperimen

  Penelitian eksperimen adalah penelitian di mana ada perlakuan (treatment) terhadap variable indipenden. Penelitian eksperimen dapat memberikan penjelasan tentang “alasan mengapa.” Hubungan sebab – akibat bisa diketahui oleh karena peneliti dimungkinkan untuk melakukan perlakuan (treatment) terhadap obyek penelitian (Kountour, 2003 : 116).

  Metode eksperimen adalah suatu cara mengajar yang memberikan kesempatan kepada murid untuk menemukan sendiri sesuatu fakta yang harus dialami sendiri, dicari dan ditemukan sendiri data dan pemecahannya. Pada metode eksperimen murid dituntut untuk menganalisa suatu proses. Jika pada metode demonstrasi murid cukup dengan mengamati saja, maka pada metode eksperimen murid harus meneliti sendiri, mengalami kegiatan itu sendiri, menganalisa dan mengambil kesimpulan sendiri. Eksperimen sendiri memiliki karakteristik.

11 Karakteristik penelitian eksperimen

  Penellitian eksperimen mempunyai beberapa karakteristik yaitu: (1) ada perlakuan, (2) memiliki tiga jenis variable, dan (3) randomisasi (Kountour, 2003 : 117). Jenis – jenis variabel eksperimen

  a. Variabel indipenden Variabel indipenden adalah variabel perlakuan. Peneliti memanipulasi variabel indipenden untuk mengetahui apa yang akan terjadi pada variabel dipenden.

  Variabel indipenden menyebabkan perubahan pada variabel dipenden. Menurut (Zuriah, 2006 : 64 ) variabel indipenden disebut juga dengan variabel bebas. Terbukti dengan pengertian Variabel bebas adalah kondisi yang oleh pengeksperimen dimanipulasikan untuk menerangkan hubungannya dengan fenomena yang diobservasi b. Variabel dipenden.

  Variabel ini disebut juga variabel terikat oleh karena perubahan yang terjadi di variabel ini dipengaruhi oleh variabel indipenden. Variabel dipenden adalah hasil dari variabel indipenden (perlakuan). Hasil dari suatu penelitian eksperimen dilihat c. Confounding variable.

  Seperti apa yang telah disebutkan sebelumnya, confounding variabel adalah variabel yang tidak diharapkan mempengaruhi variabel indipenden tetapi dapat mempengaruhi variabel dipenden. Itu sebabnya counfounding variable perlu dikendalikan sehingga dapat diketahui apakah benar – benar variabel dipenden dipengaruhi oleh variabel indipenden.

12. Pembelajaran eksperimen yang konstruktivis

  Kadang ada orang yang menganggap bahwa konstruktivisme sama dengan teori pencarian sendiri (inquiri approach) dalam belajar. Sebenarnya, kalau kita lihat secara teliti, kedua teori ini tidak sama. Memang dalam banyak hal mereka punya kesamaan, seperti penekanan pada keaktifan siswa untuk menemukan sesuatu hal.

  Dapat terjadi bahwa metode mencari sendiri memang merupakan metode konstruktivisme tetapi tidak semua konstruktivisme dengan metode pencarian sendiri (Suparno, 2006 : 82).

  Metode penemuan adalah metode yang dirancang sedemikain rupa sehingga dalam kegiatan belajar mengajar siswa dapat menemukan konsep – konsep dan prinsip – prinsip melalui proses mentalnya sendiri (Winarni, 2005 : 26).

  Sedangkan di dalam eksperimen siswa dituntut untuk belajar aktif, siswa menemukan sendiri variabel – variabel yang terkait dalam eksperimen. Dalam menemukan sendiri variabel – variabel yang ada, siswa dibimbing oleh peneliti. Dalam hal ini eksperiman yang dilakukan adalah eksperimen terbimbing. Dalam artian eksperimen tidak sepenuhnya dilakukan oleh siswa.

  Sesuai menurut (Suparno, 2006 : 71), dalam aliran konstruktivisme, guru bukanlah seorang yang mahatau dan murid bukanlah yang belum tahu dan kerena itu harus diberi tahu. Dalam proses belajar, murid aktif mencari tahu dengan membentuk pengetahuannya, sedangkan guru membantu agar pencarian itu berjalan baik. Dalam banyak hal guru dan murid bersama – sama membangun pengetahuan. Dalam artian inilah hubungan guru dan murid lebih sebagai mitra yang bersama – sama membangun pengetahuannya. Dalam eksperimen, siswa membangun pengertian tentang apa sajakah variabel yang ada dalam konteks eksperimen, apa tujuan dari eksperimen, apa saja alatnya, bagaimana caranya, ada berapa eksperimen yang akan dilakukan. Dalam hal ini siswa akan lebih berpikir. Guru konstruktivis tidak pernah membenarkan ajarannya dengan mengklaim bahwa “ini satu – satunya yang benar ”, karena murid harus membangun sendiri pengetahuan mereka, seorang guru harus melihat mereka bukan sebagai lembaran kertas putih kosong atau tabula rasa. Adapun yang dikatakan seorang murid dalam menjawab suatu persoalan adalah jawaban yang masuk akal bagi mereka pada saai itu. Ini perlu ditanggapi serius, apa pun “salah” mereka seperti yang dilihat guru. Bagi murid, dinilai salah merupakan suatu yang mengecewakan dan mengganggu.

  Kegiatan siswa dalam (Winarni, 1995 :30) antara lain : i) Siswa berlatih mengenali masalah. Dalam hal ini siswa dilatih untuk mengetahui apa yang akan dilakukan. ii) Siswa berlatih merumuskan masalah. Dalam hal ini siswa perlu mengetahui masalah apa yang akan dihadapi. iii) Siswa diberi kesempatan untuk bekerja sendiri. Dalam hal ini siswa dilatih untuk bekerja sendiri atau belajar secara aktif. iv) Siswa mempersiapkan alat apa saja yang akan digunakan v) Siswa menentukan variabel – variabel apa saja yang terkait, variabel kontrol, variabel dipenden atau variabel indipenden vi) Siswa menentukan variabel mana yang saling mempengaruhi vii) Siswa menentukan variabel mana yang akan di cari viii) Siswa menetapkan tujuan eksperimen

  Dalam pembelajaran, untuk dapat mengerti apakah ada periode bergantung pada panjang tali dan tidak bergantung pada massa dan amplitudo, maka dibuatlah pertanyaan – pertanyaan

  a. Bagaimana pengaruh ini harus diukur ?

  b. Karakteristik apa yang harus dianalisis ?

  c. Faktor – faktor apa sajakah yang mempengaruhi karakteristik yang harus dianalisis tersebut ? d. Faktor – faktor manakah yang penting untuk dianalisis ?

  e. Berapa besar pengaruh yang dianggap penting ?

  f. Perlukan eksperimen control diambil untuk dijadikan perbandingan ?

  g. Bagaimana eksperimen harus dilakukan ?

  h. Apa tujuan eksperimen ini ? Setelah melakukan pembelajaran eksperimen maka evaluasi adalah yang wajib dilakukan. Sebenarnya guru tidak dapat mengevaluasi apa yang sedang dibuat murid kepada murid bahwa yang mereka pikirkan itu tidak cocok atau tidak sesuai untuk persoalan yang dihadapi. Guru konstruktivis tidak menekankan kebenaran, tetapi berhasilnya suatu operasi. Tidak ada gunanya mengatakan murid itu salah karena hanya merendahkan motivasi belajar (Suparno, 2006 :71).

  Evaluasi meliputi semua aspek dari penentuan batas – batas hasil belajar, sedangkan ukuran hanya terbatas kepada aspek – aspek penilaian yang lebih bersifat tepat serta kuantitatif (Witherington, 1982 : 141) evaluasi ini dilakukan untuk mengetahui pemahaman siswa tentang getaran.

13. Wawancara / interview

  Interview adalah salah satu teknik pengumpulan data yang hampir bersamaan dengan kuesioner, perbedaannya terletak pada cara menjawab yang dipakai oleh interviewee. Pada interview pertanyaan – pertanyaan yang diajukan interviewer dijawab dengan lisan dan berhadap – hadapan, sedangkan pada questionnaire jawaban itu diberikan dengan tulisan dan tidak dengan hafalan. Interview adalah tehnik yang paling penting dalam guidance dan counseling, karena interview lebih memungkinkan interviewer mengenal pribadi interviewee. Interviewer dapat menduga apa yang berperan dibalik jawaban yang diberikan interviewee melalui mimic, dan terkadang interviewer dapat menafsirkan lain atau sebaliknya dari jawaban yang diberikan interviewee dari gelagat yang timbul dalam proses interview tersebut (Qahar, 1972 : 78). Melalui Tanya jawab kita dapat memasuki alam pikiran orang lain, sehingga kita peroleh gambaran tentang dunia mereka (Nasution, 2003 : 114). Jadi wawancara dapat berfungsi deskriptif yaitu melukiskan dunia kenyataan bila masalah yang kita hadapi masih samar – samar bagi kita karena belum pernah diselidiki secara mendalam oleh orang. Wawancara ini menanyakan tentang getaran, pengertian getaran, periode, frekuensi, amplitudo, dan hubungan antara periode terhadap massa, periode terhadap panjang tali, periode terhadap amplitudo.

  14. Observasi

  Dalam (Winkel , 1987 : 377) menyebutkan bahwa beberapa orang cukup terlatih dalam mengadakan observasi dalam menggunakan suatu alat yang disesuaikan dengan apa yang akan diobservasi, menghadiri proses belajar – mengajar di dalam kelas. Salah satu sistem observasi terencana ialah sistem analisa interaksi verbal yang dikembangkan oleh Ned. A. Fladers dalam bukunya yang berjudul “Analyzing

Teacher Behavior ”, yang dikenal dengan nama Interaction Analyzis Categories.

  Salah satu dalam daftar observasi dalam (Winkel , 1987 : 378) adalah untuk mengobservasi keterlibatan siswa apakah siswa itu aktif atau agak pasif. Observasi dilakukan untuk memperoleh informasi tentang kelakuan manusia seperti dalam kenyataan (Nasution, 2003 : 106).

  15. Kuesioner / angket

  Kuesioner adalah satu deretan pertanyaan tulisan, dan djawabannyapun dilakukan dengan tulisan pula. Kuesioner ini sebaiknya digunakan untuk sejumlah murid yang agak banyak, yang jika hendak dilakukan interview mengalami kesukaran (Qahar , 1972 : 73). Angket yang dipakai oleh peneliti adalah jenis angket terbuka. Angket ini memberi kesempatan penuh jawaban menurut apa yang dirasa perlu oleh siswa. Peneliti hanya memberikan sejumlah pertanyaan berkenaan dengan masalah penelitian dan meminta siswa menguraikan pendapat atau pendiriannya dengan panjang lebar bila diinginkan (Nasution, 2003 : 103).

16. Short Answer Test

  

Short – answer test adalah sejenis tes yang digunakan oleh sebagian besar

  sekolah sekolah modern dalam evaluasi, terutama dalam menilai prestasi siswa. Tes ini adalah tes tulisan. Tes ini adalah tes obyektif. Terdiri dari pertanyaan – pertanyaan yang merangsang murid agar memberikan jawaban dari hasil pemilihannya dari berbagai – bagai alternatif hanya dengan mengisikan kata atau ungkapan pendek pada ruang atau tempat yang telah disediakan (Qahar, 1972 : 83) Dalam (Winkel, 1987 : 326) disebutkan tes obyektif, dengan menggunakan soal atau pertanyaan tertutup, biasanya digunakan ragam betul – salah. Ragam betul salah ini merangsang siswa untuk berpikir, sehingga siswa dapat mengungkapkan kembali apa yang didapat dari pembelajaran dengan disertai alasan. Soal ragam betul salah ini di berikan saat awal sebelum pembelajaran dengan tujuan untuk mengetahui apa yang siswa pikirkan tentang getaran dan diberikan setelah pembelajaran dilakukan dengan tujuan diharapkan siswa memahami pengertian tentang pembelajaran. Ragam yang dipakai adalah

a. Ragam Benar Salah

  Pada ragam ini, item terdiri atas suatu pertanyaan yang mengandung pengertian atau pendapat tertentu, pernyataan itu dapat benar, dapat salah tentang getaran. Kalau salah mana yang benar dan kalau benar disuruh menuliskan kembali. Soal soal yang diberikan adalah soal soal yang berisi tentang tentang getaran, pengertian getaran, periode, frekuensi, amplitudo, dan hubungan antara periode terhadap massa, periode terhadap panjang tali, periode terhadap amplitudo.

b. Mengisi titik titik

  Apabila hanya ada satu kemungkinan jawaban yang benar, bentuk soal yang paling baik ialah melengkapi atau mengisi titik titik.

17. Konstruktivisme dalam kelas

  Pluralisme dalam pendidikan dapat ditinjau dari 2 sudut yaitu dari kebiasaan sehari – hari yang merupakan dampak dari sifat pluralistik masyarakat kita dan dari sifat konsepsi anak yang terungkap selama proses belajar mengajar berlangsung. Kedua kenyataan itu dapat memberikan dampak negatif terhadap hasil pendidikan kita, maka perlu dicoba mencari jalan untuk mengurangi dampak itu sampai seminim mungkin, dengan menerapkan konstruktivisme dalam PBM sebagai fenomena wacana (Sindhunata : 2004 :171).

  Diantara konsepsi – konsepsi anak ada yang merupakan penghambat dalam belajar. Karena itu konsepsi anak yang demikian sedapat mungkin ditiadakan melalui proses perubahan konseptual.

  Menurut Posner (1982) dan Hewson (1989) dalam Sindhunata (2004) jika perubahan konseptual akan terjadi, mula mula siswa harus merasa tidak puas dengan gagasannya yang ada. Walaupun demikian ketidakpuasan saja tidak cukup untuk mengganti gagasan lama dengan gagasan baru. Harus ditambahkan tiga kondisi yaitu gagasan baru itu dapat dimengerti (intelligible) masuk akal (plausible) dan memberi suatu kegunaan (fruitful).

  Segi kegunaannyalah yang sangat menentukan terjadinya perubahan konseptual. Segi kegunaan merupakan hal yang kompleks dan sulit untuk dicapai ditinjau dari siswa, kegunaan dapat disebabkan oleh faktor – faktor eksternal misalnya macam ujian yang baru ditepuhnya atau internal misalnya apakah gagasan baru itu mempunyai kekuatan kemampuan menerangkan yang lebih unggul bila diterapkan pada fenomena – fenomena lain. Kegunaan internal lebih memungkinkan terjadinya perubahan konseptual

18. Strategi mengajar untuk perubahan konseptual

  Ada beberapa strategi mengajar yang dapat digunakan untuk berlangsungnya perubahan konseptual pada siswa dalam kelas. Salah satu streategi yaitu dengan strategi Driver. Driver menyebut modelnya struktur umum urutan mengajar terdiri dari fase – fase utama orientasi, elisitasi, restukturisasi, aplikasi dan review seperti pada gambar dibawah ini

  Orientasi Elisitasi gagasan

  Restrukturisasi gagasan

  Klarifikasi dan pertukaran Dihadapkan pada situasi konflik

  Membandingkan dengan

  Konstruksi pada gagasan baru

  gagasan sebelumnya

  Evaluasi

  Aplikasi gagasan

  Review perubahan dalam gagasan

Gambar 1 . Struktur umum mengajar Orientasi. Murid diberi kesempatan untuk mengembangkan motivasi dalam mempelajari suatu topic. Murid diberi kesempatan untuk mengadakan observasi terhadap topic yang hendak dipelajari. Elisitasi : Murid dibantu untuk mengungkapkan idenya secara jelas dengan berdiskusi, menulis.

  Inti dari struktur ini terletak pada fase restrukturisasi. Kondisi – kondisi yang harus dipenuhi agar perubahan konseptual terjadi, tampak dalam model Driver ini ketidak puasan siswa akan gagasan yang dimilikinya terjadi waktu ia dihadapkan pada suatu gagasan baru yang bertentangan dengan gagasan yang dimilikinya, yaitu pada fase dihadapkan pada situasi konflik. Menurut Carey (dalam Suparno, 2006 : 51) menguraikan adanya 2 perubahan konsep yaitu restrukturisasi kuat dan restrukturisasi lemah, dalam rekstrukturisasi kuat seseorang mengubah konsep lama yang telah mereka punyai, sedangkan dalam proses restrukturisasi lemah seseorang tidak mengubah konsep lama mereka, melainkan hanya memperluasnya.

  Restrukturisasi kuat mirip dengan proses akomodasi sedangkan restrukturisasi lemah mirip dengan asimilasi yang sesuai dengan model ausubel yaitu dari belajar bermakna ausubel.

  Penggunaan ide dalam banyak situasi. Ide atau pengetahuan yang telah dibentuk oleh siswa perlu diaplikasikan pada bermacam – macam situasi yang dihadapi. Hal ini akan membuat pengetahuan murid lebih lengkap dan bahkan lebih rinci dengan segala macam pengecualiannya.

  Review, bagaimana ide itu berubah. Dapat terjadi bahwa aplikasi pengetahuannya pada situasi yang dihadapi sehari – hari, seseorang perlu merevisi gagasannya entah dengan menambahkan suatu keterangan ataupun mungkin dengan mengubahnya menjadi lebih lengkap.

19. Menangani pluralisme dalam kelas

  Model di atas adalah sebagai titik tolak untuk menangani pluralisme yang kita hadapi dalam pendidikan, dengan memperlihatkan peranan guru dan siswa selama PBM berlangsung.

  Peranan guru terlihat pada bagaimana ia memilih dan mengendalikan wacana dalam kelas, memberikan dukungan selektif terhadap interpretasi yang dikemukakan siswa, baik mengenai isi interpretasi maupun cara atau sikap memberikan interpretasi. Guru membuat para siswa sadar dan bertanggung jawab atas proses belajar mereka. Dengan penguasaan materi, subyek yang luas dan mendalam, guru lebih mudah mengajukan pertanyaan – pertanyaan yang meminta para siswa berfikir, dan merangsang mereka mengajukan pertanyaan – pertanyaan yang berkualitas dalam usaha mengkonstruksi pengetahuan.

  Dengan sadar dan bertanggung jawab atas proses belajar mereka sendiri, para siswa berusaha melibatkan diri dalam proses perubahan konseptual dengan memperhatikan bimbingan guru dan kerjasama dengan teman – teman sekelas. Mereka berusaha mengkonstruksi kebermaknaan tentang apa yang sedang dipelajari. Konstruksi kebermaknaan dapat berlangsung dengan berinteraksi dengan fenomena dengan teks, melalui negosiasi interpersonal atau refleksi internal. Selain itu mereka berusaha menerima dan menerapkan kebiasaan – kebiasaan baik yang meminta waktu yang cukup lama, yaitu kebiasaan mau bertanya. Pendekatan pembelajaran secara konstruktivisme dapat dibagi lima format yaitu (http://planet.time.net.my/KLCC/azm01/teori/Teori_Pembelajaran_Konstruktiv

  ) :

  ism.htm

  a. Penglibatan : Simulasi perasaan ingin tahu pelajar melalui pemberian suatu tugasan, topik atau konsep, memupuk minat dan membangkitkan persoalan.

  b. Penjelajahan : Adalah bertujuan untuk memuaskan perasaan ingin tahu melalui penggunaan pendekatan inkuiri untuk menjelajah dan menyiasat, melalui eksperimen, menggalakkan pelajar untuk bekerjasama dan menyoal.

  c. Penerangan: Pendekatan yang melibatkan definisi konsep dan penyataan.

  Pertanyaan tentang penerangan orang lain dan membuat pertimbangan dan penjelasan.

  d. Penguraian: Memperdalamkan lagi konsep ke dalam sudut kandungan yang lain. Pelajar akan menghubungkan dan mengkaitkan dan melihat perhubungan sesuatu konsep atau topik dalam sudut kandungan yang lain dan membuat perkiatan dengan konsep/ topik ke dalam situasi dunianya.

  e. Penilaian: Menilai pemahaman pelajar melalui demontrasi pemahaman dan kemahiran atau konsep pengetahuan. Mengakses pengetahuan pelajar dan kemahiran dan konsep. Mengemukakan soalan terbuka (contoh: Apa yang sedang anda fikirkan?)

20. Peranan guru dan pelajar dalam pembelajaran konstruktivisme.

  a. Peranan Guru Guru memainkan peranan sebagai fasilitator yang akan merancang dan menekankan aktivitas yang berpusatkan pada pelajar. Guru merupakan pembimbing yang akan membantu pelajar menyedari kerelevanan kurikulum kepada kehidupan mereka. Guru akan mengenal pasti pengetahuan awal siswa dan merancang pengajarannya dengan sifat asas pengetahuan tersebut. Guru juga merupakan pembuat bentuk bahan pengajaran yang menyediakan peluang kepada murid untuk membina pengetahuan baru. Guru sentiasa berfikiran terbuka yang sentiasa menggalakkan pelajar menerangkan ide mereka serta menghargai pandangan mereka.

  Sebagai penyokong kognitif, guru akan menstruktur pelajaran untuk mencabar persepsi murid, menggalakkan mereka membuat tugasan yang berbentuk penyelesaian, menganalisis, meramal, menerka dan membuat hipotesis. Pelajar juga perlu digalakkan menerangkan lebih lanjut jawaban mereka. Selain itu pelajar juga digalakkan membuat penemuan melalui pertanyaan soalan uraian dan bersoal jawab antara satu sama lain. Masa yang secukupnya perlu diberikan agar pelajar dapat membuat perkaitan antara idea-idea yang telah diutarakan. Akhirnya guru perlu tahu cara melaksanakan pembelajaran koperatif dalam menjalankan tugasan dan membimbing pelajar untuk mendapatkan jawaban yang tepat. (http://planet.time.net.my/KLCC/azm01/teori/Teori_Pembelajaran_Konstruktivism.ht

  m ) b. Peranan Pelajar Perubahan ke atas peranan pelajar dalam pembelajaran secara konstruktivisme melibatkan sikap bertanggungjawab terhadap pembelajaran mereka sendiri dan boleh menyelesaikan masalah. Pelajar juga perlu mempunyai inisiatif mengemukakan persoalan-persoalan dan isu dan membuat analisis dan menjawab soalan-soalan yang dikemukakan. Perbincangan juga penting dalam membantu pelajar mengubah atau mengukuhkan idea-idea mereka, mengemukakan pendapat dan mendengar idea orang lain dan membina asas pengetahuan yang mereka faham.

  Selain itu pelajar perlu menerapkan hipotesis yang telah dibuat dan digalakkan untuk membuat ramalan.

  (http://planet.time.net.my/KLCC/azm01/teori/Teori_Pembelajaran_Konstruktivism.ht

  m )

21. Pembelajaran

  Pembelajaran merupakan kegiatan yang mutlak memerlukan keterlibatan siswa. Pembelajaran adalah kegiatan menciptakan kondisi yang memungkinkan siswa membangun pengetahuannya sendiri, tugas baru adalah menciptakan suasana belajar yang menggairahkan dan menyenangkan bagi siswa. Pembelajaran bukanlah proses memindahkan pengetahuan dari guru ke siswa, tetapi merupakan kegiatan yang memungkinkan siswa membangun sendiri pengetahuannya. Pembelajaran berarti partisipasi pelajar dalam membentuk pengetahuan, membuat bermakna. Mempertanyakan kejelasan, bersikap kritis. Peranan guru adalah mediator dan fasilitator yang membantu agar proses belajar murid berjalan dengan baik (Suparno,

22. Getaran

  Getaran adalah gerak bolak balik secara berkala melalui titik keseimbangan (Kanginan, 2004 : 97).

  c a b

  Gambar 2. Mistar getar Yang dimaksud dengan 1 getaran adalah gerakan dari a – b – a – c – a

  Apabila bagian ujung penggaris di luar tepi meja makin panjang, getarannya akan semakin lambat (Humizar, 2005:86)

  a. Periode

  Periode adalah selang waktu untuk menempuh satu getaran, satuannya dalam SI adalah sekon (disingkat s).

  Massa tali diabaikan. Panjang tali = L

  θ

  Jika beban ditarik ke satu sisi dan dilepaskan,

  L

  maka beban akan berayun melalui titik keseimbangan manuju ke sisi yang lain. Jika amplitude ayunan kecil, maka bandul sederhana akan melakukan getaran harmonik (kanginan, 1997: 115) mg sin θ (gaya pemulih)

  mg cos θ

  θ

  mg Gambar 3. Gaya pada ayunan

  b. Apakah periode bergantung pada amplitudo Periode tidak bergantung pada massa dan pada amplitudo tetapi tergantung pada panjang tali.

  B

  c. Frekuensi

  Frekuensi adalah bayaknya getaran yang dilakukan dalam satu sekon; satuannya dalam SI adalah hertz (disingkat Hz). Hubungan antara kedua besaran ini dinyatakan oleh rumus T = 1/f atau f = 1/T

  d. Simpangan

  Simpangan adalah jarak benda dari titik seimbangnya. Simpangan paling besar disebut amplitudo. Periode getaran ayunan sederhana bergantung pada panjang tali, tetapi tidak bergantung pada massa beban dan amplitudo getaran.

e. Gaya pemulih

  Semua pegas memiliki panjang alami dimana pada keadaan ini pegas tidak memberikan gaya pada massa m, dan posisi massa di titik ini disebut posisi setimbang. Jika massa dipindahkan apakah ke kiri, yang menekan pegas atau ke kanan, yang merentangkan pegas, pegas memberikan gaya pada massa, yang bekerja dalam arah mengembalikan massa ke posisi setimbangnya. Oleh sebab itu gaya ini disebut “Gaya pemulih”. Besar gaya pemulih F ternyata berbanding lurus dengan simpangan x dari pegas yang direntangkan atau ditekan dari posisi setimbang (Giancoli, 2001: 365).

  m X=0 F 2 F F F S m

  B D D R 2 F 1 s w B R 1 w

  X A=amplitudo s (> 0) keseimbangan F w w C C m w Tanda minus menandakan bahwa gaya pemulih selalu mempunyai arah yang berlawanan dengan simpangan x, jika pegas ditekan, x negatif (kekiri) tetapi gaya f bekerja ke arah kanan. F= -kx

  Makin besar nilai k, makin besar gaya yang dibutuhkan untuk meregangkan pegas sejauh jarak tertentu sehingga, makin kaku pegas, makin besar konstanta pegas k.

  C. Perumusan masalah

  Penulis merumuskan masalah sebagai berikut :

  1. Bagaimana Penerapan Teori Konstruktivisme dalam Pembelajaran pokok bahasan getaran yang dilakukan peneliti ?

  2. Apakah penerapan Teori Konstruktivisme dalam pembelajaran pokok bahasan getaran dapat meningkatkan pemahaman pemahaman siswa tentang pokok bahasan getaran?

  D. Tujuan Penelitian

  Sesuai dengan perumusan masalah, maka tujuan penelitian adalah :

  1. Untuk mengetahui Penerapan Teori Konstruktivisme dalam Pembelajaran pokok bahasan getaran yang dapat membantu pemahaman Siswa.

  2. Untuk mengetahui peningkatan pemahaman siswa dari sebelum dilakukan pembelajaran dan sesudah dilakukan pembelajaran.

  E. Kegunaan Penelitian

  1. Penelitian ini berguna untuk mengetahui langkah – langkah pembelajaran secara konstruktivis tentang getaran dengan metode eksperimen

BAB II METODOLOGI PENELITIAN A. Jenis Penelitian Penelitian yang dilakukan ini termasuk penelitian diskriptif kuantitatif /

  kualitatif termasuk diskriptif kuantitatif karena penelitian ini dilakukan dengan menjelaskan kejadian – kejadian yang sedang berlangsung melalui pengumpulan data yang kemudian data – data itu yang sedang berlangsung melalui pengumpulan data yang kemudian data – data itu diubah dalam bentuk skor kuantitatif. Sedangkan untuk kejelasan adalah dengan alasan yang mereka tuliskan yang ini menjadi kualitatif dari penelitian

  Menurut kamus besar ilmu pengetahuan, metode kualitatif adalah metode penelitian yang lebih menitik beratkan mutu dari data yang dikumpulkan ketimbang aspek – aspek kuantitatifnya. Setelah terhimpun, data kualified itu dianalisa agar sasaran penelitian dapat terwujudkan secara mendalam dan memuaskan.

  Sedangkan metode kuantitatif, adalah metode penelitian yang lebih mengutamakan aspek – aspek kauntitatif dari data ketimbang aspek – aspek kualitatifnya.

B. Waktu dan Tempat Penelitian

  Penelitian ini dilaksanakan di kelas 2 semester 1 tahun ajaran 2006 / 2007 di SMP PANGUDILUHUR 1 Kalibawang, Kulonprogo. Pelaksanaan penelitian ini dimulai tanggal 28 September 2006 sampai 16 November 2006.

  C. Subyek Penelitian

  Populasi dari penelitian ini adalah Siswa – Siswi kelas 2 SMP PANGUDILUHUR 1 Kalibawang, Kulonprogo tahun ajaran 2006 / 2007

  Sampel penelitian adalah kelas 2a jumlah sampel yang diambil adalah 30 siswa

  D. Metode Pengumpulan Data

  Data – data yang diperlukan dalam penelitian antara lain data yang berkaitan dengan prestasi siswa dan keterlibatan siswa. Untuk mendapatkan data itu menggunakan (1) tes tertulis (2) angket (3) wawancara atau dialog (4) lembar observasi.

1. Tes tertulis

  Tes terdiri dari tes tertulis 1 dan tes tertulis 2. Tes tertulis 1 dan tes tertulis 2 berisi soal yang sama. Tes tertulis 1 diberikan pada saat siswa sebelum diberi treatmen, tujuannya dilakukan tes tertulis 1 adalah untuk mengetahui keadaan awal / kemampuan awal siswa. Sedangkan tes tertulis 2 diberikan kepada siswa setelah siswa diberi treatmen, tujuannya adalah untuk mengetahui apakah ada perubahan dengan pengetahuan awal, apakah terjadi asimilasi setelah diberi treatmen, dan apakah perubahan tersebut sesuai dengan yang peneliti harapkan. Dan juga apakah siswa mampu mengungkapkan kembali pelajaran dengan apa yang diterima setelah dihadapkan pada situasi konflik dengan pemahaman awal siswa.

  2. Wawancara atau dialog

  Tujuan dari adanya wawancara atau dialog ini adalah untuk mengetahui pengetahuan awal siswa dengan cara menanyai tentang soal tes tertulis 1. Siswa juga diwawancarai untuk mengungkapkan kembali dengan kata kata mengenai materi pembelajaran yang telah dilakukan. Dengan diberi pertanyaan lisan, siswa menjawab dengan lisan. Dialog dilakukan setelah pre tes dan pos tes. Setelah pre tes, peneliti melakukan wawancara untuk mereka yang nilainya masih dibawah cukup. Dan setelah post, peneliti melakukan wawancara yang sama kepada mereka yang nilainya dibawah cukup. Adapun wawancara ini dilakukan dengan menggunakan perekam suara

  3. Angket

  Angket ini digunakan untuk mengetahui pendapat siswa, komentar siswa, usul siswa, yang ditangkap siswa, yang dipikirkan siswa. Isi dari angket ini adalah berupa pernyataan mengenai pembelajaran.

  4. Lembar Observasi

  Tujuan dari adanya lembar observasi adalah untuk mengetahui keterlibatan siswa dalam pembelajaran.

E. Instrumen Penelitian

  Dalam penelitian ini digunakan beberapa instrumen penelitian, yaitu tes tertulis, angket, wawancara, lembar observasi.

  1. Tes tertulis 1

  Tes tertulis 1 disusun berdasarkan konsep yang terkait dengan materi getaran. Tes tertulis 1 ini diberikan kepada siswa berdasarkan kisi – kisi materi getaran. Tujuan dari tes tertulis 1 ini adalah untuk mengetahui pengetahuan awal tentang getaran.

  Sebelum peneliti memberikan treatmen kepada siswa terlebih dahulu peneliti meneliti apakah soal tes tertulis 1 yang dibuat itu sudah layak untuk mengukur kemampuan awal. Peneliti terlebih dahulu mengkonsultasikan soal untuk tes tertulis 1 tersebut kepada dosen pembimbing.

  2. Tes tertulis 2

  Tes tertulis 2 bertujuan untuk mengetahui pemahaman siswa setelah mengikuti pembelajaran. Soal dari tes tertulis 2 ini adalah soal yang sama dengan tes tertulis 1. Hasil dari tes tertulis 2 inilah yang menjadi hasil dari prestasi belajar secara kuantitatif setelah diberi pembelajaran mengenai getaran.

  Dalam soal tes tertulis 2 ini, siswa juga mengisi penjelasan

  3. Angket

  Angket yang diberikan oleh peneliti adalah jenis angket terbuka. Angket ini memberi kesempatan penuh memberi jawaban menurut apa yang disara perlu oleh siswa. Peneliti hanya memberikan sejumlah pertanyaan berkenan dengan masalah penelitian dan meminta responden menguraikan pendapat atau pendiriannya dengan penjang lebar yang diinginkannya. Keuntungan dari angket terbuka ini adalah siswa dapat mengungkapkan secara bebas.

  4. Wawancara atau Dialog

  Dialog atau wawancara adalah upaya untuk mengetahui daya ingat siswa dan dapat mengungkapkan kembali dengan lisan. Adapun data yang diperoleh dalam wawancara ini adalah berupa data kualitatif.

  5. Lembar Observasi

  Observasi digunakan untuk mengetahui keterlibatan siswa dalam pembelajaran. Apa yang dilakukan oleh siswa, dicatat dalam lembar observasi.

  Peneliti meminta bantuan kepada orang lain untuk mencatat kegiatan siswa yang akan dilakukan atau observer

  F. Rancangan pembelajaran

  Pembelajaran yang dilakukan oleh peneliti berpedoman pada pemahaman awal siswa. Desain pembelajaran ada pada bab III.

  G. Desain Penelitian

  Dalam penelitian ini, peneliti terlebih dahulu memberikan tes tertulis 1 sebelum meberikan pembelajaran mengenai getaran. Tes tertulis 1 tujuannya adalah untuk mengetahui pengetahuan awal dari siswa secara kuantitatif. Setelah tes tertulis 1 dilakukan kemudian langkah selanjutnya adalah melakukan wawancara, wawancara ini diberikan kepada 6 siswa yang mendapat nilai rendah wawancara ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui pengetahuan awal yang dipunyai siswa.

  Setelah itu dilakukan pembelajaran. Pembelajaran dilakukan di kelas 2a. Selama dilakukan, siswa diberi angket untuk mengetahuai bagaimana pendapat, komentar, usul, dan yang dipikirkan siswa saat pembelajaran. Untuk mengetahui pemahaman mereka dilakukan wawancara kepada 6 siswa yang melakukan wawancara 1, karena ingin mengetahuai perubahan siswa. Setelah dilakukan wawancara kemudian dilakukan tes tertulis 2. Diharapkan setelah dilakukan pembelajaran ini siswa mengalami restrukturisasi lemah, atau asimilasi.

  Tes tertulis Diperoleh data kuantitatif dan kualitatif

  Wawancara 1 Diperoleh data kualitatif Pembelajaran

  Selama pembelajaran ada Lembar observasi yang mencatat kegiatan siswa yang dilakukan

  Angket Diperoleh data

  Wawancara 2 kualitatif Diperoleh data

  Tes tertulis kuantitatif dan kualitatif

H. Metode Analisis Data

1 Analisis tes tertulis

  Analisis tes tertulis dilakukan dengan cara memeriksa jawaban tes uraian seorang demi seorang untuk semua soal, kemudian masing-masing soal diberi skor ( Sudjana N, 1990). Dalam penelitian ini skoring yang digunakan adalah skor dengan skala 0 - 4. Skor nilai paling bawah diekivalensikan dengan 0, skor berikutnya diekivalensikan dengan 2, skor nilai tinggi berikutnya diekivalesikan dengan 3 dan skor nilai tertinggi diekivalensikan dengan 4.

  Kemudian digunakan sistem bobot dalam memberikan nilai terhadap jawaban siswa pada setiap nomornya. Bobot nilai yang digunakan adalah sama yaitu 4 Soal-soal tes uraian yang digunakan sebanyak 13 soal

  12

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  16

  4

  16

  8

  12

  16

  4

  16

  12

  4

  4

  12 Total skor 168

  Sistem penilaian yang digunakan untuk mengevaluasi hasil belajar siswa adalah dengan menggunakan Percentages Correction, atau penilaian yang didasarkan pada persentase. Besarnya nilai yang diperoleh siswa merupakan persentase dari skor maksimal yang seharusnya dicapai (Ngalim Purwanto, 1984).

  4

  4

  Tabel 1. Contoh perhitungan jumlah skor Nomor Soal Skor yang diperoleh Bobot Soal Bobot Skor ( B.S )

  12

  1

  2

  3

  4

  5

  6

  7

  8

  9

  10

  11

  13

  3

  3

  4

  4

  2

  3

  4

  1

  4

  3

  1

  1

  Rumus penilaiannya adalah :

  Dengan S = Nilai Akhir yang dicari R = Total skor yang diperoleh siswa N = Skor maksimal SM= Standard Mark ( besarnya skala penilaian yang dikehendaki, misalnya : 1 – 10 atau 1 - 100)

  Dari contoh diatas, kita dapat menghitung nilai yang diperoleh widiasto dengan cara: jumlah skor yang diperoleh / jumlah skor maksimal x Standard mark

  Maka nilai yang diperoleh widiasto adalah 20/ 208x 100 = 9.6 Setelah itu kita masukkan persentase tingkat kebenaran yang dimiliki oleh siswa ke dalam kriteria penilaian dengan passing score 56% (Masidjo, 1995).

  Kriteria ini disebut persentil minimal, karena passing score pada percentil 56 dianggap merupakan batas penguasaan kompetensi minimal yang paling rendah.

  Untuk nilai-nilai diatasnya dan dibawahnya ditulis sebagai berikut:

  Tabel 2. Tingkat pemahaman siswa Tingkat Penguasaan (%) Nilai Huruf Keterangan 81 – 100 A Sangat Paham 66 – 80 B Paham

  56 – 65 C Cukup Paham 46 - 55 D Kurang paham < 46 E Tidak Paham

  Dengan melihat kriteria nilai yang diperoleh siswa seperti diatas kita akan

  T-tes digunakan untuk mengetes dua kelompok yang dependen atau satu kelompok yang dites dua kali, yaitu dengan pretes dan postes (suparno:2001: hal

  xx ( )

  59). Berikut adalah rumus untuk menghitung : t =

  rel 2

  ⎡ ⎤ 2 ( ∑ ) DD

  ⎢ ⎥

  N

  ⎣ ⎦

  N N

  1

  ( − )

  Dimana, D = perbedaan antara skor tiab subyek = X - X

  i1 i2

  N = jumlah pasang skor (jumlah pasangan) Df = N-1

  Berikut adalah analisis data dengan menggunakan spss. Setelah data dimasukkan ke dalam data editor dan dilakukan uji T dengan menggunakan Menu Analyse pada Compare Means pada Paired samples T tes (Wahana: 2006: hal 345 - 347).

  Paired samples statistics menunjukkan ringkasan dari data - data dan standar deviasi dari kedua perbandingan. (Wahana: 2006: hal 345 - 347).

  Output paired sample correlations menunjukkan hasil korelasi antara 2 buah sampel(Wahana: 2006: hal 345 - 347).

  Inti dari analisis ini adalah output ketiga (pada tabel paired samples test). (Wahana: 2006: hal 345 - 347).

  Ho : Rata - rata populasi sebelum dan sesudah adalah identik H

  1 : Rata - rata populasi sebelum dan sesudah adalah tiodak identik

  Jika probabilitas > 0.05, maka Ho diterima Jika probabilitas < 0.05, maka Ho ditolak

2 Analisis wawancara

  Analisis wawancara dilakukan dengan bertanya langsung kepada siswa tentang materi yang baru saja diajarkan dan dicatat melalui perekam suara (flashdisk). Wawancara ini dilakukan 2 kali, wawancara 1 dilakukan sebelum pembelajaran atau sesudah pretes, tunuannya adalah untuk mengetahui pengetahuan awal siswa, sedangkan wawancara ke-2 dilakukan setelah pembelajaran, tujuannya adalah untuk mengetahui apakah ada perubahan pemahaman setelah melakukan pembelajaran. Wawancara diberikan kepada 6 siswa yang melakukan wawancara 1.

BAB III DATA DAN PEMBAHASAN A. Pelaksanaan Penelitian Penelitian ini dilaksanakan pada bulan September 2006 sampai dengan bulan November 2006. Pada saat penelitian, materi getaran belum diajarkan. Berikut adalah

  kegiatan yang dilakukan selama penelitian: Observasi kelas : 28 September 2006 – 5 Oktober 2006 Mengajar di kelas 2b, 2c : 5 Oktober 2006 Pretes di kelas 2a : 5 Oktober 2006 Wawancara : 7 November 2006 Pembelajaran : 9 November 2006 Angket : 9 November 2006 Wawancara : 16 November 2006 Postes di kelas 2a : 23 November 2006

B. Data dan Pembahasan

  Pengambilan data pretes diikuti oleh 30 siswa kelas 2a yang ada di SMP PANGUDI LUHUR 1 KALIBAWANG. Pretes dilaksanakan dalam waktu 45 menit.

  Hasil dari pretes tersebut menunjukkan apakah siswa sudah paham tentang getaran atau belum. Setelah pretes, penulis memeriksa, memberi skor, dan memberi nilai.

  Kriteria skor yang diberikan untuk setiap soal adalah antara 0 sampai 4. Soal diskor 0 jika tidak ada jawaban atau salah sama sekali, 1 jika jawabannya diisi dan isinya jawabannya diisi dan isinya memuat sedikit konsep, 3 jika jawabannya diisi dan isinya memuat banyak konsep tetapi tidak benar semua, dan 4 jika jawabannya diisi, dan isinya memuat konsep dan benar. Struktur mengajar terdiri dari fase - fase utama yaitu orientasi, elisitasi, restrukturisasi, aplikasi dan review (lih gambar 1, hal 16).

  Orientasi adalah siswa. Elisitasi gagasan adalah berupa pretes, murid diajak untuk mengungkapkan pemahaman atau gagasan. Proses elisitasi adalah ketika siswa mengerjakan soal tes tertulis. Hasil dari elisitasi adalah pemahaman awal siswa yang belum sempurna (kurang paham) dan pemahaman awal siswa yang tidak sempurna (tidak paham) tentang pengertian getaran.

  24

  10 Endra Dwi Jatmika

  52

  25.00 25 tidak paham

  11 Erna Yuliyanti V

  76

  36.54 37 tidak paham

  12 Febreantari Guntari A

  72

  34.62 35 tidak paham

  13 Hendry Susanto V

  11.54 12 tidak paham

  40

  14 Lanjar Sri Lestari

  40

  19.23 19 tidak paham

  15 Majella Brahm S

  20

  9.62 10 tidak paham

  16 Madoca Yacob

  20

  9.62 10 tidak paham

  17 Nanik Jaya I

  84

  19.23 19 tidak paham

  9 Eko Setyawan

  1. Tabel data pretes

  68

  Tabel data pretes ada 2 yaitu tabel 1, tabel nilai akhir siswa dan tabel 2, tabel total skor, jumlah bobot skor dan persentase jumlah bobot skor dari pretes. Berikut adalah tabel 1, tabel nilai akhir siswa

  Tabel 3: Nilai Akhir pretes Siswa

No Nama Skor S/NxSM Nilai Tingkat Penguasaan

  1

  2 Widiasto C

  20

  9.62 10 tidak paham

  3 Villy Wahyu N

  44

  21.15 21 tidak paham

  4 Anistha Indah S

  32.69 33 tidak paham

  28.85 29 tidak paham

  5 Bayu Setiawan

  56

  26.92 27 tidak paham

  6 Berti Asistanti A

  80

  38.46 38 tidak paham

  7 Dwi Septiani R

  76

  36.54 37 tidak paham

  8 Eko Septiani A

  60

  40.38 40 tidak paham Tabel 3: Nilai Akhir pretes Siswa

  20 Paryanto Agustinus

  28

  13.46 13 tidak paham

  21 Ridha Yunita A 112

  53.85 54 kurang paham

  22 Riman Saverius

  52

  25.00 25 tidak paham

  23 Sintya Ardiantari R

  72

  34.62 35 tidak paham

  24 Sulastiningsih E

  56

  26.92 27 tidak paham

  25 Sumarno

  40

  19.23 19 tidak paham

  26 Tukidi

  56

  26.92 27 tidak paham

  27 Vani Hertanti M 100

  48.08 48 kurang paham

  28 Viktor Vian R

  40

  19.23 19 tidak paham

  29 Vivin Mulyantari

  92

  44.23 44 tidak paham

  30 Yuniastuti CH

  40

  19.23 19 tidak paham

  31 Dermawati N

  44

  21.15 21 tidak paham Jumlah skor 1640 Skor rata-rata kelas

  54.67 nilai rata-rata kelas

  26.28 Keterangan: S = Total Skor yang diperoleh siswa N = Skor Maksimal SM=Standard Mark (Besarnya skala penilaian yang dikehendaki Misalnya 1-10 atau 1-100) S/NxSM = persentase total skor yang diperoleh siswa

  Berikut adalah tabel.2 total skor, jumlah bobot skor dan persentase jumlah bobot skor dari pretes :

  Tabel 4.Total skor, jumlah bobot skor dan persentase jumlah bobot skor dari pretes no soal 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

  11

  12

  13 no s s s s s s s s s s s s s s

  1 b*s s 1 1 1 1 0 0 0 0 0 1 0 0 0

  2 b*s 4 4 4 4 0 0 0 0 0 4 0 0 0 s 1 1 1 1 1 0 1 0 1 1 0 1 2

  3 b*s 4 4 4 4 4 0 4 0 4 4 0 4 8 s 3 1 1 1 1 1 1 0 1 3 1 1 2

  4 b*s 12 4 4 4 4 4 4 0 4 12 4 4 8 s 2 1 1 1 2 1 1 1 2 1 0 1 0

  5 b*s 8 4 4 4 8 4 4 4 8 4 0 4 0 s 2 1 1 4 1 1 1 1 1 2 1 1 3

  6 b*s 8 4 4 16 4 4 4 4 4 8 4 4 12 s 4 4 4 4 2 1 0 0 0 0 0 0 0

  7 b*s

  16

  16 16 16 8 4 0 0 0 0 0 0 0 s 1 1 0 1 1 1 1 1 1 3 1 1 2

  8 b*s 4 4 0 4 4 4 4 4 4 12 4 4 8 s 2 1 2 2 1 0 1 0 1 0 0 0 0

  9 b*s 8 4 8 8 4 0 4 0 4 0 0 0 0 s 2 4 1 1 0 0 0 0 2 0 0 0 3

  10 b*s 8 16 4 4 0 0 0 0 8 0 0 0 12 s 2 0 0 4 1 1 1 0 4 1 1 1 3

  11 b*s 8 0 0 16 4 4 4 0 16 4 4 4 12 s 1 1 1 1 2 1 1 1 1 3 1 2 2

  12 b*s 4 4 4 4 8 4 4 4 4 12 4 8 8

  Tabel 4.Total skor, jumlah bobot skor dan persentase jumlah bobot skor dari pretes s 1 1 1 1 2 0 0 0 1 1 1 1 0

  12

  Tahap ini disebut tahap restrukturisasi gagasan pada bagian klarifikasi dan pertukaran (lih gambar 1, hal 16). Klarifikasi dan pertukaran adalah berupa wawancara, wawancara ini tidak dilakukan semua siswa maka perlu diklarifikasi. Berdasarkan data pada tabel 3 halaman 35-36, kita dapat melihat ada 30 siswa yang

  ∑b*smax = Jumlah bobot skor maksimum % ∑b*s = Persentase jumlah bobot skor

  ∑b*s 52 36 32 43 28 13 15 9 30 37 12 13 23 keterangan : NA = Nilai akhir

  ∑ b*s 248 172 152 208 132 64 72 44 144 176 56 60 112

∑b*smax 480 480 480 480 480 480 480 480 480 480 480 480 480

%

  31 b*s 4 4 4 4 8 0 0 0 0 8 4 4 4 s 62 43 38 52 33 16 18 11 36 44 14 15 28

  30 b*s 8 4 8 4 8 4 4 0 0 0 0 0 0 s 1 1 1 1 2 0 0 0 0 2 1 1 1

  29 b*s 16 4 0 16 4 4 4 4 16 16 4 4 0 s 2 1 2 1 2 1 1 0 0 0 0 0 0

  28 b*s 12 8 0 8 4 0 4 0 4 0 0 0 0 s 4 1 0 4 1 1 1 1 4 4 1 1 0

  27 b*s 16 4 12 16 4 4 4 4 16 16 4 0 0 s 3 2 0 2 1 0 1 0 1 0 0 0 0

  16 16 12 0 0 0 0 0 0 0 0 0 s 4 1 3 4 1 1 1 1 4 4 1 0 0

  26 b*s

  14 b*s 4 4 4 4 8 0 0 0 4 4 4 4 0 s 1 1 1 1 1 0 0 0 0 0 0 0 0

  25 b*s 12 0 12 8 4 4 0 0 0 0 0 0 0 s 3 4 4 3 0 0 0 0 0 0 0 0 0

  24 b*s 4 4 4 0 4 0 4 4 4 12 4 4 8 s 3 0 3 2 1 1 0 0 0 0 0 0 0

  23 b*s 4 4 4 4 4 4 4 4 4 16 4 4 12 s 1 1 1 0 1 0 1 1 1 3 1 1 2

  22 b*s 16 16 8 8 4 0 0 0 0 0 0 0 0 s 1 1 1 1 1 1 1 1 1 4 1 1 3

  21 b*s 16 12 0 16 4 4 4 4 16 16 4 4 12 s 4 4 2 2 1 0 0 0 0 0 0 0 0

  20 b*s 4 4 4 4 4 4 0 0 4 0 0 0 0 s 4 3 0 4 1 1 1 1 4 4 1 1 3

  19 b*s 4 4 4 4 4 0 4 0 0 0 0 0 0 s 1 1 1 1 1 1 0 0 1 0 0 0 0

  18 b*s 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 0 8 s 1 1 1 1 1 0 1 0 0 0 0 0 0

  17 b*s 16 4 4 4 4 4 4 4 16 16 4 4 0 s 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 2

  16 b*s 4 4 4 0 0 0 0 0 0 8 0 0 0 s 4 1 1 1 1 1 1 1 4 4 1 1 0

  15 b*s 4 4 4 4 4 0 0 0 0 0 0 0 0 s 1 1 1 0 0 0 0 0 0 2 0 0 0

2. Pemilihan siswa untuk wawancara pertama

  penguasaan soal kurang paham. Untuk mengungkap konsistensi jawaban yang ditulis oleh siswa saat melakukan pretes, maka dilakukan wawancara dengan 6 siswa.

  Wawancara yang dilakukan adalah berkisar soal nomer 1 sampai 5. untuk soal nomer 6 sampai 13 tidak dilakukan wawancara karena berkaitan aplikasi pemahaman. Siswa yang diwawancara adalah siswa yang memiliki nilai akhir sangat rendah berdasarkan hasil analisis tes tertulis pertama (lih tabel.3 halaman 36). Berikut ini adalah keenam siswa yang diwawancara.

  a. Siswa nomor absen 20 : mendapat skor 28 (nilai akhirnya 13), tingkat penguasaan soal tidak paham, dan menjawab soal nomor 1,2,3,4,5,6,9 dengan jawaban yang mempunyai hubungan dengan fisika, mengosongkan soal nomor 7,8,10,11,12,13 b. Siswa nomor absen 19 : mendapat skor 24 (nilai akhirnya 12), tingkat penguasaan soal tidak paham, menjawab soal nomor 1,2,3,4,5,7 dengan jawaban yang mempunyai hubungan dengan fisika, mengosongkan soal nomor 6,8,9,10,11,12,13 c. Siswa nomor absen 13 : mendapat skor 24(nilai akhirnya 12), tingkat penguasaan soal tidak paham, menjawab soal nomor 1,2,3,4 dengan jawaban yang mempunyai hubungan dengan fisika, menjawab soal nomor 5 dengan jawaban yang memuat sedikit konsep, mengosongkan soal nomor 6,7,8,9,10,11,12,13,

  d. Siswa nomor absen 16 : mendapat skor 20 (nilai akhirnya 10), tingkat penguasaan soal tidak paham, menjawab soal nomor 1,2,3 dengan jawaban jawaban yang memuat sedikit konsep, mengosongkan soal nomor 4,5,6,7,8,9,11,12,13

  e. Siswa nomor absen 15 : mendapat skor 20 (nilai akhirnya 10), tingkat penguasaan soal tidak paham, menjawab soal nomor 1,2,3,4,5 dengan jawaban yang mempunyai hubungan dengan fisika, mengosongkan soal nomor 6,7,8,9,10,11,12,13 f. Siswa nomor absen 2 : mendapat skor 20 (nilai akhirnya 10), tingkat penguasaan soal tidak paham, menjawab soal nomor 1,2,3,4,10 dengan jawaban yang mempunyai hubungan dengan fisika, mengosongkan soal nomor 5,6,7,8,9,11,12,13

3. Analisis hasil pretes

  Jumlah siswa yang melakukan pretes adalah 30 orang. Setiap siswa mengerjakan 13 soal, skor maksimal dari tes tertulis pertama adalah 208. Didalam pretes ini skor terendah yang diperoleh siswa adalah 20, dan skor tertinggi yang diperoleh siswa adalah 112. Konversi antara skor dan nilai dihitung dengan rumus

  R

  xSM. Dari 30 siswa yang melakukan pretes, 28 siswa tingkat penguasaan soal

  N

  tidak paham, 2 siswa tingkat penguasaan soal kurang paham. Skor rata - rata kelas 54.66 dan nilai rata rata kelas 26.28 (lih tabel.3 halaman 36).

  Siswa nomor absen 21 mendapat skor 112. Skor 112 dikonversi dengan

  R

  rumus xSM menghasilkan nilai 54. Nilai 54 masuk dalam tingkat penguasaan soal

  N

  antara 46-55. Tingkat penguasaan soal antara 46-55 adalah kurang paham. (lih

  

tabel.2 halaman 32 ). Tingkat penguasaan soal yang kurang paham juga terjadi pada

siswa nomor absen 27 (lih tabel.3 halaman 36).

  Siswa nomor absen 2 mendapat skor 20. Skor 20 dikonversi dengan rumus

  R xSM menghasilkan nilai 10. Nilai 10 masuk dalam tingkat penguasaan soal <46. N

  Tingkat penguasaan soal <46 adalah tidak paham (lih tabel.2 halaman 32). Tingkat penguasaan soal yang tidak paham juga terjadi pada siswa nomor absen 3,4,5,6,7,8,9,10,11,12,13,14,15,16,17,18,19,20,22,23,24,25,26,28,29,30,31 (lih tabel.3 halaman 36 ).

  Skor rata-rata kelas adalah 54.67. Skor rata-rata kelas jika dikonversi dengan

  R

  rumus xSM menghasilkan nilai rata-rata kelas yaitu 26.28. Nilai rata-rata kelas

  N

  masuk dalam tingkat penguasaan soal <46. tingkat penguasaan soal <46 adalah tidak paham (lih tabel.2 halaman 32).

  Tidak ada satupun siswa yang tingkat penguasannya cukup paham, dapat diaklumi bahwa siswa belum belajar.

  Dari tiga belas soal yang diberikan oleh penulis ke siswa, soal yang mendapat skor tertinggi adalah soal nomor 1 yaitu 248, dengan persentase skor 52 %.

  Sedangkan soal yang mendapat skor terendah adalah soal nomor 8 yaitu 44, dengan persentase skor 9.2 %.

  Dari tiga belas soal yang diberikan, soal nomor 1 sampai 4 berhubungan dengan pemahaman tentang pengertian getaran, periode, frekuensi, amplitudo. Soal ini meminta siswa untuk menulis pengertian getaran, periode, frekuensi dan

  Soal nomor 5 berhubungan dengan pemahaman siswa tentang pengaruh periode terhadap amplitudo, massa beban, dan panjang tali. Soal ini meminta siswa untuk menyilang (B) jika pernyataan benar, sedangkan (S) jika pernyataan salah. Soal ini juga meminta siswa untuk menulis pernyataan yang benar, jika menyilang (S).

  Soal nomor 6 sampai 13 berhubungan dengan penerapan pemahaman getaran, periode, frekuensi dan amplitudo dengan menghitung. Soal ini meminta siswa untuk menulis jawaban secara ringkas, padat dan jelas.

  Berikut adalah analisis soal mulai dari soal yang persentase skornya paling tinggi ke soal yang persentase skornya paling rendah.

a. Soal no 1.

  Getaran adalah .....................................................................................................................

  Pada soal nomor 1 ini, skor maksimal adalah 248 dan persentase skor adalah 52% (lih tabel 4. halaman 37). Soal tersebut meminta siswa untuk menjawab pengertian getaran. Soal ini digunakan untuk mengetahui pemahaman awal siswa tentang pengertian getaran. Dari persentase skor yang didapat yaitu 52%, siswa kurang paham tentang pengertian getaran.

  Dari wawancara terungkap bahwa siswa belum paham tentang pengertian getaran. Siswa tidak menyebutkan konsep-konsep yang ada di dalam getaran. Indikator bahwa siswa tidak menyebutkan konsep-konsep yang ada dalam getaran adalah terlihat dari wawancara berikut :

  (lampiran 1, halaman 89, pada siswa nomor absen 2) P Apa yang anda ketahui tentang pengertian getaran ? M Pergetaran pada sisi yang lain pada sama orang P Misalkan ada bandul yang diikatkan pada tali, titik kiri A, titik tengah B dan titik kanan C. Getaran

  (lampiran 1, halaman 89, pada siswa nomor absen 2) M

A, B, C, D, E

  Dari wawancara tersebut terungkap bahwa konsep mengenai getaran belum diungkapkan. Siswa nomor absen 2 belum mengungkapkan pengertian getaran.

  Sedangkan dari wawancara dengan nomor absen 13

  (lampiran 2, halaman 91, pada siswa nomor absen 13) P Apa yang anda ketahui tentang getaran M (siswa diam) P Lupa? M Lupa P Lupa atau gak tau ? M Gak tau

  Dari wawancara tersebut terungkap bahwa siswa tidak tahu. Siswa nomor absen 13 tidak mengungkapkan pengertian getaran. Jawaban yang sama terjadi pada siswa nomor absen 15,16,19,20. siswa tidak tahu pengertian getaran dan tidak menyebutkan konsep - konsep yang ada pada getaran.

  Dari analisis tes tertulis pertama soal nomor 1 dan wawancara terjadi ketidaksinkronan jawaban. Nilai rata-rata tes tertulis pertama kurang paham sedangkan jawaban wawancara tidak paham, hal ini dapat dimaklumi karena tes tertulis pertama dilakukan oleh 30 siswa dimana ada sejumlah siswa yang paham, sedangkan wawancara dilakukan oleh 6 siswa.

b. Soal no 4.

  Lihat gambar nomor 2 Amplitudo adalah ...................................................................................................................

  Pada soal nomor 4 ini, skor maksimal adalah 208 dan persentase skor adalah 43% (lih tabel 4. halaman 37). Soal tersebut meminta siswa untuk gambar nomor 2. Soal ini digunakan untuk mengetahui pemahaman awal siswa tentang pengertian amplitudo. Dari persentase skor yang didapat yaitu 43%, siswa tidak paham tentang pengertian amplitudo.

  Dari wawancara terungkap siswa tidak tahu pengertian amplitudo. Siswa tidak menyebutkan konsep konsep yang ada pada amplitudo

  (lampiran 5, halaman 97, pada siswa nomor absen 19) P Apakah pernah dengar amplitudo ? M Pernah P Apa pengertian amplitudo? M Gerakan yang tadi P Gerakan yang tadi yang mana ? M A (titik kiri dari titik keseimbangan)ke B(titik tengah/titik keseimbangan)ehh B ke A P Apakah dari C(titik kanan dari titik keseimbangan) ke A bisa disebut amplitudo? M Kurang tau P Apakah dari B ke C bisa disebut amplitudo ? M Ya mungkin.. P Mengapa? M Kurang tahu

  Siswa tidak menyebutkan jarak terjauh dari titik keseimbangan selama ayunan. Siswa memusatkan pengertian amplitudo adalah gerakan.

  Sedangkan dari wawancara dengan siswa nomor absen 20, siswa tidak paham tentang amplitudo.

  (lampiran 6, halaman 99, pada siswa nomor absen 20) P Apakah pernah dengar amplitudo ? M Pernah P Apa pengertian amplitudo ? M Lupa P Lupa? Atau gak tau ? M Gak tau deng

  Dari wawancara di atas terungkap siswa tidak tahu pengertian amplitudo, hal yang sama terjadi oleh siswa nomor absen 2,13,15,16.

  Dari analisis tes tertulis pertama soal nomor 4 dan wawancara, hasil tes tertulis pertama sinkron dengan hasil wawancara. Hal ini bisa dimaklumi karena nilai rata – rata tes tertulis pertama untuk soal nomor 4 dan hasil wawancara tidak paham

  c. Soal no 10.

  Suatu benda bergetar di antara dua titik yang berjarak 30 cm. Benda itu melakukan 50 getaran dalam waktu 25 sekon. hitunglah : a. Frekuensi getaran dalam Hz ..........................................................................................

  b. Periode getaran dalam sekon .........................................................................................

  c. Amplitudo getaran dalam cm ........................................................................................

  Pada soal nomor 10 ini, skor maksimal adalah 176 dan persentase skor adalah 37% (lih tabel 4. halaman 37). Soal tersebut meminta siswa untuk menghitung frekuensi, periode dan amplitudo. Soal ini digunakan untuk mengetahui pemahaman siswa tentang pengertian frekuensi, periode dan amplitudo yang di terapkan dengan menghitung. Dari persentase skor yang didapat yaitu 37%, siswa tidak paham bagaimana menghitung berapa frekuensi, periode, dan amplitudo.

  Soal nomor 10 tidak dilakukan wawancara karena berkaitan dengan aplikasi pemahaman.

  d. Soal no 2.

  Perhatikan gambar bandul yang digoyangkan dibawah ini

  B C A

  1

  3 Arah goyangan

  2

  4 Dengan melihat gambar di atas, Periode adalah...........................................................................

  Pada soal nomor 2 ini, skor maksimal adalah 172 dan persentase skor adalah 36% (lih tabel 4. halaman 37). Soal tersebut meminta siswa untuk menjawab pengertian periode. Soal ini digunakan untuk mengetahui pemahaman awal siswa tentang pengertian periode. Dari persentase skor yang didapat yaitu 36%, siswa tidak paham pengertian periode.

  Siswa tidak paham pengertian periode terlihat saat wawancara dengan siswa

  (lampiran 6, halaman 99, pada siswa nomor absen 20) P Apa pengertian periode ? M Waktu mulainya getaran sampai berhentinya P Kapan waktu berhentinya ? M Saat stop wacthnya distop

  Sedangkan wawancara dengan siswa lain

  (lampiran 1, halaman 89, pada siswa nomor absen 2) P Besaran apa saja yang ada dalam getaran ? M Periode P Periode itu satuannya apa ? M Gak tau P Periode itu pengertiannya apa ? M Lupa P Lupa atau gak tau ? M Gak tau

  Jawaban yang sama dijawab oleh siswa nomor absen 16,15,13 siswa tidak paham pengertian periode.

  Sedangkan wawancara dengan siswa nomor absen 19 didapat siswa sudah tahu satuan sekon sedangkan pengertian periode tidak paham. Siswa belum menjawab waktu yang diperlukan untuk melakukan 1 kali getaran.

  (lampiran 5, halaman 97, pada siswa nomor absen 19) P Apa pengertian periode ? M Lamanya gerak A ke B, B ke C P Apa satuannya periode? M Sekon

  Dari analisis tes tertulis pertama soal nomor 2 dan wawancara, hasil tes tertulis pertama sinkron dengan hasil wawancara. Hal ini bisa dimaklumi karena nilai rata – rata tes tertulis pertama untuk soal nomor 2 dan hasil wawancara tidak paham

e. Soal no 3.

  Lihat gambar pada nomor 2 Frekuensi adalah ..................................................................................................................

  Pada soal nomor 3 ini, skor maksimal adalah 152 dan persentase skor adalah 32% (lih tabel 4. halaman 37). Soal tersebut meminta siswa untuk menjawab pengertian frekuensi. Soal ini digunakan untuk mengetahui pemahaman awal siswa tentang pengertian frekuensi. Dari persentase skor yang didapat yaitu 32%, siswa tidak paham pengertian frekuensi.

  Dari wawancara yang dilakukan didapat siswa tidak paham tentang pengertian frekuensi. Siswa tidak menyebutkan frekuensi adalah banyaknya getaran yang terjadi selama 1 sekon.

  (lampiran 5, halaman 97, pada siswa nomor absen 19) P Apakah pernah dengar frekuensi? M Pernah P Apa pengertian frekuensi? M Jarak antara suatu benda yang bergerak dari jarak yang pertama ke yang kedua P Gerakannya gimana? M Umpamanya tu jarum dikasih benang trus digerakan P Gerakannya yang mana? M Jarum yang bergoyang

  Sedangkan dari wawancara dengan siswa juga didapat siswa tidak paham tentang pengertian frekuensi.

  (lampiran 1, halaman 89, pada siswa nomor absen 2) P Apakah ada frekuensi ? M Ada P Pengertian frekuensi itu apa ? M Bandingan benda yang digetarakan oleh kita P Bandingan apa ?

M Misalnya benda yang besar dengan benda yang lebih seimbang yaitu dengan benda yang besar

P Dibandingkan maksudnya gimana? M Misalkan benda besar itu diadukan, trus ada yang mantul gitu.. P Ada apa lagi selain frekuensi M Udah cukup

  Sedangkan jawaban wawancara dendan siswa nomor absen 13. Siswa tidak tahu pengertian frekuensi. Hal yang sama terjadi pada siswa nomor absen 15,16,20.

  (lampiran 2, halaman 91, pada siswa nomor absen 13) M Gak tau P Gak tau atau lupa? M Lupa P Pernah tau? M Pernah dulu waktu sd kelas 6 P Berhubungan dengan getaran atau berhubungan dengan bunyi ? M Bunyi

  Dari analisis tes tertulis pertama soal nomor 3 dan wawancara, hasil tes tertulis pertama sinkron dengan hasil wawancara. Hal ini bisa dimaklumi karena nilai rata – rata tes tertulis pertama untuk soal nomor 3 dan hasil wawancara tidak paham

  f. Soal no 9.

  Ujung sebuah tali mendatar digetarkan naik – turun dengan periode 2 sekon. Banyak getaran yang terjadi dalam 1 menit adalah ........................................................................................

  Pada soal nomor 9 ini, skor maksimal adalah 144 dan persentase skor adalah 30% (lih tabel 4. halaman 37). Soal tersebut meminta siswa untuk menghitung banyaknya getaran yang terjadi dalam 1 menit. Soal ini digunakan untuk mengetahui pemahaman awal siswa tentang pengertian getaran yang diterapkan dengan menghitung. Dari persentase skor yang didapat yaitu 30%, siswa tidak paham bagaimana menghitung getaran yang terjadi dalam 1 menit.

  Soal nomor 9 tidak dilakukan wawancara karena berkaitan dengan aplikasi pemahaman.

  g. Soal no 5.

  Periode getaran pada ayunan bergantung pada ampltudo, massa beban dan panjang tali (B) (S)

  tidak bergantung Jika pernyataan salah, bagaimana pernyataan yang benar? ........................

  Pada soal nomor 5 ini, skor maksimal adalah 132 dan persentase skor adalah 28% (lih tabel 4. halaman 37). Soal tersebut meminta siswa untuk menyilang B untuk benar atau S untuk salah dari pernyataan. Soal ini digunakan untuk mengetahui pemahaman awal siswa tentang ketergantungan periode dengan amplitudo, massa, dan panjang tali. Dari persentase skor yang didapat yaitu 28%, siswa tidak paham ketergantungan periode dengan amplitudo, massa dan panjang tali.

  Dari wawancara yang dilakukan dengan siswa, siswa tidak paham tentang pengaruh massa, amplitudo dan sudut ayunan terhadap periode. Siswa tidak menyebutkan periode getaran ayunan sederhana tidak bergantung pada massa beban dan amplitudo getaran terlihat saat wawancara dengan siswa nomor absen 2

  (lampiran 1, halaman 89, pada siswa nomor absen 2)

P Misalkan benda ini di tambah bebannya apakah goyangannya tambah lambat atau tambah cepat?

M Tambah cepat P Mengapa ? M Karena berkaitan dengan gaya gravitasi P Mengapa kok gaya gravitasi M Gak tau P Pengertian gaya gravitasi itu apa ? M Gaya gravitasi adalah gaya yang kebawah

P Kalau talinya diperpanjang, trus jarak ayunan sama. Apakah tambah lambat atau tambah cepat?

M Tambah lambat P Mengapa? M Karena jaraknya tambah panjang. P Kok bisa? M Gak tau.

P Kalau sudutnya diperbesar antara titik seibang ke simpanganannya, apakah tambah lambat atau

tambah cepat ? M Cepat P Mengapa ? M gak tau.

  Menurut mereka jika massa ditambah maka waktu goyangannya tambah cepat, kalau sudut ayunan diperlebar maka waktu ayunan tambah cepat, sedangkan panjang tali yang diperpanjang membuat waktu ayunan

  Dari wawancara tersebut siswa sudah menjawab pengaruh panjang tali terhadap periode. Siswa tidak tahu pengaruh panjang tali terhadap periode. Jawaban yang sama terjadi pada siswa nomor absen 13

  Sedangkan dari wawancara dengan siswa lain didapat pemahaman akan pengaruh perubahan massa, perubahan amplitudo belum paham.

  Sedangkan pemahaman akan perubahan panjang tali terhadap periode masih kurang paham karena tidak bisa menjelaskan.

  (lampiran 4, halaman 95, pada siswa nomor absen 16) P Bagaimana cara mengukur periode jika ada perubahan massa, panjang tali dan amplitudo.

  M Gak tau. P Kalau beban ini saya tambah bagaimana waktu ayunnya ?tambah cepat atau lambat? M Tambah cepat P Mengapa? M Gak tau P Kalau talinya diperpanjang, bagaimana waktu ayunannya ?tambah cepat atau lambat? M Tambah lambat P Mengapa? M Gak tau P Kalau sudutnya diperlebar, bagaimana waktu ayunannya?tambah cepat atau tambah lambat? M Cepat P Mengapa?

  Menurut mereka jika beban di tambah maka waktu ayunan tambah cepat. mereka tidak tahu mengapa jika beban ditambah waktunya tambah cepat. Menurut mereka jika sudut ayunan diperlebar waktunya tambah cepat, sedangkan jika panjang tali diperpanjang maka waktunya semakin lambat.

  Jawaban yang sama dilakukan oleh siswa nomor absen 15,19,20 Dari analisis tes tertulis pertama soal nomor 5 dan wawancara, hasil tes tertulis sinkron dengan hasil wawancara. Hal ini bisa dimaklumi karena nilai rata – rata tes tertulis untuk soal nomor 5 dan hasil wawancara tidak paham

h. Soal no 13.

  

Banyak getaran dalam waktu 1 menit............................................................................

  Pada soal nomor 13 ini, skor maksimal adalah 114 dan persentase skor adalah 23% (lih tabel 4. halaman 37). Soal tersebut meminta siswa untuk menghitung selang waktu dalam 8 getaran dan banyaknya getaran dalam 1 menit. Soal ini digunakan untuk mengetahui pemahaman awal siswa tentang pengertian periode, frekuensi dengan menghitung. Dari persentase skor yang didapat yaitu 23%, siswa tidak paham bagaimana menghitung selang waktu untuk melakukan 8 getaran dan menghitung getaran dalam 1 menit.

  Soal nomor 13 tidak dilakukan wawancara karena berkaitan dengan aplikasi pemahaman.

i. Soal no 7.

  

Periode (T) sebuah getaran 2/5 detik. Frekuensinya ............................................................

  Pada soal nomor 7 ini, skor maksimal adalah 72 dan persentase skor adalah 15% (lih tabel 4. halaman 37). Soal tersebut meminta siswa untuk menghitung frekuensi. Soal ini digunakan untuk mengetahui pemahaman awal siswa tentang pengertian frekuensi dengan menghitung. Dari persentase skor yang didapat yaitu 15%, siswa tidak paham bagaimana menghitung frekuensi.

  Soal nomor 7 tidak dilakukan wawancara karena berkaitan dengan aplikasi pemahaman.

  j. Soal no 6.

  

Frekuensi (f) sebuah getaran 40 Hz. Periodenya ..................................................................

  Pada soal nomor 6 ini, skor maksimal adalah 64 dan persentase skor adalah 13% (lih tabel 4. halaman 37). Soal tersebut meminta siswa untuk menghitung periode. Soal ini digunakan untuk mengetahui pemahaman awal siswa tentang pengertian periode dengan menghitung. Dari persentase skor yang didapat yaitu 13%, siswa tidak paham bagaimana menghitung periode.

  Soal nomor 6 tidak dilakukan wawancara karena berkaitan dengan aplikasi pemahaman.

  k. Soal no 12.

  Suatu benda bergetar dengan frekuensi 50 Hz. Berapa getaran benda jika dinyatakan dalam

getaran per menit? Berapakah periodenya ? .........................................................................

  Pada soal nomor 12 ini, skor maksimal adalah 60 dan persentase skor adalah 13% (lih tabel 4. halaman 37). Soal tersebut meminta siswa untuk menghitung getaran permenit dan periode. Soal ini digunakan untuk mengetahui pemahaman awal siswa tentang pengertian frekuensi, periode dengan menghitung. Dari persentase skor yang didapat yaitu 13%, siswa tidak paham bagaimana menghitung frekuensi dan periode.

  Soal nomor 12 tidak dilakukan wawancara karena berkaitan dengan aplikasi pemahaman.

  l. Soal no 11.

  Hembusan angin menyebabkan bangunan di suatu kota bergetar dengan frekuensi kira – kira

0.2 Hz. Berapakah periode dari getaran bangunan?..............................................................

  Pada soal nomor 11 ini, skor maksimal adalah 56 dan persentase skor adalah 12% (lih tabel 4. halaman 37). Soal tersebut meminta siswa untuk mengetahui pemahaman awal siswa tentang periode dengan menghitung dalam kasus sehari - hari. Dari persentase skor yang didapat yaitu 12%, siswa tidak paham bagaimana menghitung periode dalam kasus sehari - hari.

  Soal nomor 11 tidak dilakukan wawancara karena berkaitan dengan aplikasi pemahaman.

  m. Soal no 8.

  Suatu benda bergetar dengan frekuensi 5 Hz. Periode getarannya adalah ............................

  Pada soal nomor 8 ini, skor maksimal adalah 44 dan persentase skor adalah 9.2% (lih tabel 4. halaman 37). Soal tersebut meminta siswa untuk menghitung periode getaran. Soal ini digunakan untuk mengetahui pemahaman awal siswa tentang periode getaran dengan menghitung. Dari persentase skor yang didapat yaitu 9.2%, siswa tidak paham bagaimana menghitung periode getaran.

  Soal nomor 8 tidak dilakukan wawancara karena berkaitan dengan aplikasi pemahaman. Soal nomor 8 ini adalah soal yang mendapat persentase nilai yang paling rendah.

4. Rangkuman pemahaman awal siswa

  Berdasarkan hasil tes uraian dan wawancara yang telah dilakukan, siswa tidak paham tentang pengertian getaran, pengertian frekuensi, pengertian periode, dan pengertian amplitudo dan tidak paham tentang pengaruh perubahan massa, amplitudo dan panjang tali terhadap periode.

5. Desain Pembelajaran

  Desain pembelajaran disusun berdasarkan rangkuman pemahaman awal siswa. Pada tahap ini disebut dengan restrukturisasi gagasan / pemahaman. Guru mendampingi siswa membangun pemahaman. Siswa diberi fenomena mengenai gerakan. Pemahaman yang dibangun adalah getaran, periode, frekuensi, dan amplitudo. Berikut adalah desain pembelajaran untuk membangun pemahaman siswa tentang getaran :

  Tujuan : ................................. Alat dan bahan : ..................................

  Langkah kerja

  Kegiatan.1 Penting !! Keadaan mistar a adalah titik keseimbangan Untuk menganalisis getaran, bayangkan mistar bergerak dengan gerakan lambat Centanglah ( √) pada kolom C, A atau B. sesuai dengan posisi mistar pada akhir gerakan Posisi mistar pada akhir No Gerakan gerakan C A B

  1 Dari A ke B

  2 Dari B ke A

  3 Dari A ke C

  4 Dari C ke A

  5 Dari A ke B

  6 Dari B ke A

  7 Dari A ke C C A B Letakkan sebuah mistar plastik di atas meja. Ujung yang satu ditahan dengan tangan sehingga tidak dapat bergerak, ujung lainnya bergantung di udara ! Dari kedudukan seimbang a, tarik ujung mistar ke bawah ke titik b, kemudian lepaskan. Amati gerakan mistar ! Bagian yang ditekan di meja

Titik keseimbangan

  10 Dari B ke A

  11 Dari A ke C Perhatikan kolom posisi mistar pada akhir gerakan!

  Apakah isi centangan pada kolom C, A, B dapat memberikan gambaran bahwa mistar bergerak ? .......................................................................................

  Jika ya Apakah gerakan mistar tersebut bolak balik ? ......................................................

  Apakah gerakan itu melalui titik keseimbangan ? ................................................

  Jika tidak Gambaran apa yang dapat ditangkap ...................................................................

  ...............................................................................................................................

  Ingat!!! Penjelasan diatas menggambarkan getaran Coba tuliskan apa pengertian dari getaran. ...........................................................

  ............................................................................................................................... ...............................................................................................................................

  1 getaran adalah gerakan dari titik semula kembali ke titik semula Dari gerakan diatas, besaran apa saja yang berkaitan?.......................................

  Alat apa saja yang diperlukan dari kegiatan diatas ? ....................................... Apa tujuan dari kegiatan diatas ?............................................................... Tuliskan langkah langkah percobaan ?..................................

  Berikut adalah desain pembelajaran untuk membangun pemahaman siswa tentang periode : ...................................

  Tujuan : Alat dan bahan : ............................................

  Langkah kerja

  Kegiatan.2 Tarik beban sejauh kesamping pada Gantungkan beban pada ayunan ! kedudukan b, kemudian lepaskan beban ! Nolkan stopwatchnya, jalankan bersamaan ketika kamu melepaskan bandulnya dari kedudukan B, mulai hitung 1 saat bandul sampai ke posisi B

  C B

  yang pertama , hitung 2 saat bandul

  A

  sampai ke posisi B yang kedua, saat sudah sampai hitungan 10 matikan stop watch Titik keseimbangan

  Perhatikan tabel dibawah ini !

  akhir gerakan

  1 Dari B ke A ke C B

  1 ?

  ke A ke B

  1

  2 Dari B

  1 ke A ke C B

  2

  ke A ke B

  2

  3 Dari B

  2 ke A ke C B

  3

  ke A ke B

  3

  4 Dari B

  3 ke A ke C B

  4

  ke A ke B

  4

  5 Dari B

  4 ke A ke C B

  5

  ke A ke B

  5

  6 Dari B

  5 ke A ke C B

  6

  ke A ke B

  6

  7 Dari B

  6 ke A ke C B

  7

  ke A ke B

  7

  8 Dari B

  7 ke A ke C B

  8

  ke A ke B

  8

  9 Dari B ke A ke C B

  8

  9

  ke A ke B

  9

  10 Dari B ke A ke C B .......................sekon

  9

  10

  ke A ke B

10 Perhatikan kolom gerakan bandul diatas

  Apakah anda dapat membayangkan bahwa hampir setiap hitungan bandul, gerakannya hampir selalu sama? Jika ya. lihat tabel dibawah ini !

  Gerakan bandul Posisi mistar pada akhir gerakan

  Dari B ke A ke C ke A ke B B

  1

  1 Dari B 1 ke A ke C ke A ke B

  2 B

  2 Dari B 2 ke A ke C ke A ke B

  3 B

  3 Dari B 3 ke A ke C ke A ke B

  4 B

  4 Dari B ke A ke C ke A ke B B

  4

  5

  5 Dari B 5 ke A ke C ke A ke B

  6 B

  6 Dari B 6 ke A ke C ke A ke B

  7 B

  7 Dari B ke A ke C ke A ke B B

  7

  8

  8 Dari B 8 ke A ke C ke A ke B

  9 B

  9 Dari B 9 ke A ke C ke A ke B

  10 B

  10 jika tidak.

  Apa yang anda bayangkan ? Apakah anda dapat melihat bahwa pada gerakan bandul ke sepuluh, terjadi 10 gerakan bandul ?

  Dari B

  9 ke A ke C ke A ke B

  10 B

  10

  menghitung waktu gerakannya ?

  10 Dari B

  9 ke A ke C B 10 .......................sekon

  ke A ke B

  10 Bagaimana anda akan menghitung waktu pada gerakan bandul pertama /

  berapa waktu untuk melakukan 1 kali getaran ?

  1 Dari B ke A ke C B 1 ? ke A ke B

  1 Ingat !!!!! penjelasan terakhir menjelaskan pengertian periode Coba tuliskan pengertian periode...................................................................

  Penting !!! Periode satuannya sekon Alat apa saja yang diperlukan diatas ? .......................................

  Apa tujuannya ?............................................................... Tuliskan langkah langkah percobaan ?..................................

  Penting !!!!!!!!Panjang tali, jarak ayunan, massa, sudut ayunan, gaya gesek dengan udara, gaya gravitasi adalah variabel yang berpengaruh Kegiatan.3

  Bila massanya di tambah, panjang tali tetap, jarak ayunan tetap, bagaimana waktunya ? tetap / berubah. bagaimana periodenya ? tetap / berubah

   Lakukan dengan eksperimen, seperti melakukan kegiatan 2, panduan variabel pada kegiatan 3 !

  Bila panjang talinya ditambah, massanya tetap, jarak ayunan tetap, bagaimana waktunya ? tetap / berubah bagaimana periodenya? Tetap / berubah

   Lakukan dengan eksperimen seperti melakukan kegiatan 2, panduan variabel pada kegiatan 3!

  Bila jarak ayunan ditambah, panjang tali tetap, massa tetap, bagaimana waktunya ? tetap / berubah bagaimana periodenya ? tetap / berubah

   Lakukan dengan eksperimen seperti melakukan kegiatan 2, panduan variabel pada kegiatan 3!

  Variabel apa yang dicari? Variabel apa yang diukur?variabel apa yang tetap? Variabel apa yang bebas? Ada berapa macam eksperimen yang dilakukan pada kegiatan 3 diatas ? Apa tujuan eksperimen pada kegiatan 3 diatas ? Alat apa saja yang diperlukan untuk eksperimen pada kegiatan 3 diatas ? Tuliskan langkah langkah eksperimen?..................................

  Berikut adalah desain pembelajaran untuk membangun pemahaman siswa

  Tujuan : ....................................... Alat dan bahan : .............................................

  Langkah kerja

  Gantungkan beban pada ayunan Kegiatan. 4

  Tarik beban sejauh kesamping pada kedudukan b, kemudian lepaskan beban Nolkan stopwatchnya, jalankan bersamaan ketika kamu melepaskan bandulnya dari kedudukan B, mulai

  C B

  hitung 1 saat bandul sampai ke posisi B

  A

  yang pertama , hitung 2 saat bandul Titik keseimbangan sampai ke posisi B yang kedua, saat sudah sampai hitungan 10 matikan stop watch

  Perhatikan kolom dibawah!

  Kita dapat mengisi kolom waktu pada getaran kesepuluh

  10 Dari B

  9 ke A ke C B

  10 P x 1 sekon

  ke A ke B

  10 Apakah dapat dituliskan dengan kalimat. Bandul itu melakukan sepuluh

  getaran dalam waktu P sekon ? Jika ya Berapa getaran yang dilakukan bandul dalam 1 sekon ?

  Getaran Waktu

  Sepuluh P x 1 sekon ? 1 sekon

  Jika tidak Mengapa?

  Penting !!!!! Frekuensi satuannya Hertz (Getaran /Sekon)

Ingat !!!!!!! Penjelasan diatas menggambarkan pemahaman frekuensi.

  Jadi apa pengertian frekuensi .................................................................... Apakah ada hubungannya dengan periode ? Jika ada Bagaimana hubungannya ?..........................................................................

  Jika tidak ada Bagaimana hubungannya ?........................................................................ Alat apa saja yang diperlukan diatas ? ....................................... Apa tujuannya ?............................................................... Tuliskan langkah langkah percobaan ?..................................

  Berikut adalah desain pembelajaran untuk membangun pemahaman siswa tentang amplitudo :

  Tujuan : ............................................. Alat dan bahan : .........................................

  C B A D Arah

  Jika bandul awalnya pada posisi setimbang a kemudian digoyangkan ke arah

  b, kemudian bandul bergerak ke arah b dan selanjutnya akan kembali melewati a sampai ke titik c, kemudian kembali melewati titik a lagi

  Penting !!!!!!!!! a adalah titik seimbang b, c adalah titik terjauh dari titik seimbang.

Amplitudo berkaitan dengan jarak, titik terjauh, titik keseimbangan, dan

bergetar.

  1. Apakah dari titik a ke titik b disebut simpangan ? ya / tidak Apakah dapat disebut simpangan terbesar ? ya / tidak

  2. Apakah dari titik a ke titik d disebut simpangan ? ya / tidak Apakah dapat disebut simpangan terbesar ? ya / tidak

  3. Apakah dari titik a ke titik c disebut simpangan ? ya / tidak Apakah dapat disebut simpangan terbesar? Ya / tidak

  Simpangan adalah jarak yang ditempuh ujung bandul dari titik seimbang Apa yang dimaksud dengan simpangan terbesar........................................

  Apakah simpangan terbesar disebut juga amplitudo ? ya / tidak

  Penjelasan diatas menggambarkan pengertian amplitudo

  Jadi apa pengertian amplitudo? Alat apa saja yang diperlukan diatas ? ....................................... Apa tujuannya ?............................................................... Tuliskan langkah langkah percobaan ?..................................

  Tiap siswa diberi lembar kegiatan. Lembar kegiatan tersebut ada 4 lembar. (lih kegiatan 1 - kegiatan 5, hal 54-59). Guru membacakan tiap pertanyaan dan pernyataan. Dalam pembelajaran siswa dibuat kelompok, karena alatnya terbatas.

  Kegiatan dilakukan oleh tiap kelompok. Pada awal pembelajaran, siswa diberi fenomena tentang gerakan, periode, frekuensi, dan amplutido melalui kegiatan. yang diperlukan. Eksperimen terbimbing dilakukan pada kegiatan 3, tahap ini adalah tahap restrukturisasi gagasan pada bagian dihadapkan pada situasi konflik (lih ) Eksperimen dilakukan oleh siswa pada tiap kelompok masing

  gambar 1, hal 16

  masing. Pada tahap konstruksi gagasan, gagasan terkonstruksi ke dalam pikiran siswa, tidak dapat dilihat tetapi siswa dapat mengatakan secara tertulis di dalam lembar kegiatan. Guru mendampingi melalui pertanyaan dan pernyataan yang penting (lih kegiatan 1 - kegiatan 5, hal 54-59). Selama proses pembelajaran, ada siswa yang memperhatikan tetapi ada juga siswa yang tidak memperhatikan. Keterlibatan siswa dalam pembelajaran ada berbagai macam, keterlibatan secara fisik, contoh siswa berada di kelas melakukan eksperimen, keterlibatan secara mental, contoh ada siswa yang tidak memperhatikan, siswa ramai, keterlibatan yang ketiga adalah keterlibatan dengan teman sekelas, contoh siswa jalan - jalan ke kelompok lain(lih lampiran 7, halaman 101). Siswa yang mempunyai keterlibatan fisik belum tentu diikuti dengan keterlibatan mental, contoh siswa yang melakukan pembelajaran di kelas adalah melakukan keterlibatan fisik, tetapi belum tentu pikiran mereka ada di kelas, (lih lampiran 9, halaman 103). Setelah pembelajaran, siswa diberi pertanyaan tentang pengertian getaran, pengertian periode, pengertian frekuensi, dan pengertian amplitudo dan menuliskan di lembar kegiatan. Tahap ini adalah tahap evaluasi (lih gambar 1. hal 16) pada restrukturisasi gagasan. Restrukturisasi gagasan adalah membangun kembali pemahaman siswa tentang pengertian getaran, periode, frekuensi dan amplitudo. Restrukturisasi yang salah bisa menjadi betul, restrukturisasi yang belum lengkap bisa menjadi lengkap. Pemahaman menjawab getaran adalah pergerakan suatu benda dari 1 sisi ke sisi yang lain. Kemudian setelah melakukan pembelajaran, siswa menjawab gerakan bolak balik melalui titik keseimbangan. (lih lampiran 19, hal 119). Aplikasi gagasan baru diterapkan dengan mengubah alat yang digunakan, misalnya jika awalnya menggunakan mistar, maka menggunakan tali dan bandul, dan jika awalnya menggunakan tali dan bandul, sekarang menggunakan mistar.

6. Pemilihan siswa untuk wawancara kedua

  Berdasarkan data pada tabel 5 halaman 60, kita dapat melihat ada 30 siswa yang melakukan postes, 2 siswa tingkat penguasaan soal sangat paham, 8 siswa tingkat penguasaan soal paham, 5 siswa tingkat penguasaan soal cukup paham, 8 siswa tingkat penguasaan soal kurang paham, 7 siswa tingkat penguiasaan soal tidak paham. Untuk mengungkap konsistensi jawaban yang ditulis oleh siswa saat melakukan postes, maka dilakukan wawancara dengan 6 siswa. Wawancara yang dilakukan adalah berkisar soal nomer 1 sampai 5. untuk soal nomer 6 sampai 13 tidak dilakukan wawancara karena berkaitan aplikasi pemahaman. Siswa yang diwawancara adalah siswa yang melakukan wawancara 1. Interviewer ingin mengetahui apakah ada perubahan jawaban dari interviewee, saat wawancara 1 dan wawancara 2. Berikut ini adalah keenam siswa yang diwawancara.

  a. Siswa nomor absen 20 : mendapat skor 112 (nilai akhirnya 54), tingkat penguasaan soal kurang paham, menjawab soal nomor 1,2,6,7 dengan jawaban benar, menjawab soal nomor 3,4,5 dengan jawaban yang memuat banyak konsep, menjawab soal nomor 8 dengan jawaban yang memuat sedikit konsep, menjawab soal nomor 10 dengan jawaban yang mempunyai hubungan dengan fisika, mengosongkan soal nomor 9,11,12,13.

  b. Siswa nomor absen 19 : mendapat skor 76 (nilai akhirnya 37), tingkat penguasaan soal tidak paham, menjawab soal nomor 1,2 dengan jawaban benar, menjawab soal nomor 4,5 dengan jawaban yang memuat banyak kosep, menjawab soal nomor 2 dengan jawaban yang memuat sedikit konsep, menjawab soal nomor 6,7,8 dengan jawaban yang mempunyai hubungan dengan fisika, mengosongkan soal nomor 9,10,11,12,13 c. Siswa nomor absen 13 : mendapat skor 132 (nilai akhirnya 63), tingkat penguasaan soal cukup paham, menjawab soal nomor 1,2,3,6,7,9,13 dengan jawaban benar, menjawab soal nomor 4 dengan jawaban yang memuat banyak konsep, menjawab soal nomor 5 dengan jawaban yang memuat sedikit konsep,mengosongkan soal nomor 8,10,11,12

  d. Siswa nomor absen 16 : mendapat skor 60 (nilai akhirnya 29), tingkat penguasaan soal tidak paham, menjawab soal nomor 1 dengan jawaban benar, menjawab soal nomor 4 dengan jawaban yang memuat banyak konsep, menjawab soal nomor 2,3,5,6,7,8,9,13 dengan jawaban yang mempunyai hubungan dengan fisika, mengosongkan soal nomor 10,11,12

  e. Siswa nomor absen 15 : mendapat skor 84 (nilai akhirnya 40), tingkat penguasaan soal tidak paham, menjawab soal nomor 1,2,3 dengan jawaban benar, menjawab soal nomor 4 dengan jawaban yang mempunyai banyak konsep, menjawab soal nomor 5,6,8 dengan jawaban yang mempunyai sedikit f. Siswa nomor absen 2 : mendapat skor 112 (nilai akhirnya 54), tingkat penguasaan soal kurang paham, menjawab soal nomor 1,2,6,7,8 dengan jawaban benar, menjawab soal nomor 3,4 dengan jawaban yang memuat banyak konsep, menjawab soal nomor 5,10 dengan jawaban yang mempunyai hubungan dengan fisika, mengosongkan soal nomor 9,11,12,13 7. Data dan analisis postes.

  Postes diikuti oleh 30 siswa kelas 2a yang ada di SMP PANGUDI LUHUR 1 KALIBAWANG. Postes dilaksanakan dalam waktu 2 x 45 menit. Hasil dari postes tersebut menunjukkan apakah siswa sudah paham atau belum tentang getaran, penerapan getaran pada hitungan, dan pengaruh perubahan massa, amplitudo dan panjang tali terhadap periode. Tujuan dilakukan postes adalah untuk mereview perubahan dalam gaasan (lih gambar 1, hal 16), dan nantinya akan digunakan untuk membandingkan dengan elisitasi gagasan.

  Setelah postes dilakukan, penulis memeriksa, memberi skor, dan memberi nilai. Kriteria skor yang diberikan untuk setiap soal adalah antara 0 sampai 4. Soal diskor 0 jika tidak ada jawaban atau salah sama sekali, 1 jika jawabannya diisi dan isinya masih ada hubungannya dengan fisika, 2 jika jawabannya diisi dan isinya memuat sedikit konsep, 3 jika jawabannya diisi dan isinya memuat banyak konsep tetapi tidak benar semua, dan 4 jika jawabannya diisi, dan isinya memuat konsep dan benar

  Berikut adalah tabel 5, tabel nilai akhir postes siswa Tabel 5 Nilai akhir postes Siswa

  Tingkat

No Nama Total Skor S/NxSM Nilai Akhir Penguasaan Tabel 5 Nilai akhir postes Siswa

  3 Villy Wahyu N 168

  53.85

  25 Sumarno 100

  50 Kurang paham

  50.00

  24 Sulastiningsih E 104

  73 Paham

  73.08

  23 Sintya Ardiantari R 152

  54 Kurang paham

  22 Riman Saverius 112

  48 Kurang paham

  71.15 71 paham

  21 Ridha Yunita A 148

  54 Kurang paham

  53.85

  20 Paryanto Agustinus 112

  37 Tidak paham

  36.54

  76

  48.08

  26 Tukidi

  63 Cukup paham

  73.08

  53.45 Keterangan: S = Total Skor yang diperoleh siswa N = Skor Maksimal SM=Standard Mark (Besarnya skala penilaian yang dikehendaki Misalnya 1-10 atau 1-100) S/NxSM = persentase total skor yang diperoleh siswa Setiap siswa mengerjakan 13 soal, skor maksimal dari tes tertulis adalah 208.

  62 Cukup paham Jumlah total skor 3592 Skor rata-rata 119.73 Persentase rata - rata jawaban

  61.54

  31 Dermawati N 128

  52 Kurang paham

  51.92

  30 Yuniastuti CH 108

  73 Paham

  29 Vivin Mulyantari 152

  96

  48 Kurang paham

  48.08

  28 Viktor Vian R 100

  58 Cukup paham

  57.69

  27 Vani Hertanti M 120

  46 Tidak paham

  46.15

  19 Pangestu Tri P

  63.46

  80.77 81 sangatpaham

  52 Kurang paham

  73.08 73 paham

  10 Endra Dwi Jatmika 152

  38.46 38 tidak paham

  80

  9 Eko Setyawan

  58 Cukup paham

  57.69

  8 Eko Septiani A 120

  51.92

  76.92 77 paham

  7 Dwi Septiani R 108

  67.31 67 paham

  6 Berti Asistanti A 140

  36.54 37 tidak paham

  76

  5 Bayu Setiawan

  76.92 77 paham

  4 Anistha Indah S 160

  11 Erna Yuliyanti V 160

  12 Febreantari Guntari A

  18 Nuryani Martina 132

  40.38

  77 Paham

  76.92

  17 Nanik Jaya I 160

  29 Tidak paham

  28.85

  60

  16 Madoca Yacob

  40 Tidak paham

  84

  72

  15 Majella Brahm S

  81 Sangat paham

  80.77

  14 Lanjar Sri Lestari 168

  63 Cukup paham

  63.46

  13 Hendry Susanto V 132

  35 Tidak paham

  34.62

  Di dalam postes ini skor terendah yang diperoleh siswa adalah 60, dan skor tertinggi yang diperoleh siswa adalah 168, sedangkan pada pretes, skor terendah yang

  30 siswa yang melakukan postes, 2 siswa tingkat penguasaan soal sangat paham, 8 siswa tingkat penguasaan soal paham, 5 siswa tingkat penguasaan soal cukup paham, 8 siswa tingkat penguasaan soal kurang paham, 7 siswa tingkat penguasaan soal tidak paham(lih Tabel 5 Nilai akhir postes Siswa, hal 63), sedangkan pada pretes dari 30 siswa yang melakukan pretes, 28 tingkat penguasaan soal tidak paham, 2 tingkat penguasaan soal kurang paham. Skor rata - rata kelas saat postes adalah 119.73 dan nilai rata rata kelas saat postes adalah 53.45, sedangkan skor rata - rata kelas saat pretes adalah 54.66 dan nilai rata - rata kelas saat pretes adalah 26.28, berarti nilai rata - rata kelas mengalami kenaikan.

  Siswa nomor absen 3 mendapat skor 168. Skor 168 dikonversi dengan rumus

  R

  xSM menghasilkan nilai 81. Nilai 81 masuk dalam tingkat penguasaan soal antara

  N

  81-100. Tingkat penguasaan soal antara 81-100 adalah sangat paham. (lih tabel.2

  

halaman 32 ). Tingkat penguasaan soal yang sangat paham juga terjadi pada siswa

  nomor absen 14, sedangkan pada pretes, siswa nomor absen 3 dan 14, tingkat penguasaan soal tidak paham. Hal ini berarti siswa nomor absen 3 dan 14 mengalami peningkatan pemahaman.

  Siswa nomor absen 4 mendapat skor 160. Skor 160 dikonversi dengan rumus

  R

  xSM menghasilkan nilai 77. Nilai 77 masuk dalam tingkat penguasaan soal antara

  N 66-80. Tingkat penguasaan soal antara 66-80 adalah paham. (lih tabel.2 halaman 32).

  Tingkat penguasaan soal yang paham juga terjadi pada siswa nomor absen 6,10,11,17,21,23,29, sedangkan pada pretes, siswa nomor absen 4,6,10,11,17,23,29, kurang paham. Hal ini berarti siswa nomor absen 4,6,10,11,17,21,23,29, mengalami peningkatan pemahaman.

  Siswa nomor absen 8 mendapat skor 120. Skor 120 dikonversi dengan rumus

  R

  xSM menghasilkan nilai 58. Nilai 58 masuk dalam tingkat penguasaan soal antara

  N

  56-65. Tingkat penguasaan soal antara 56-65 adalah cukup paham. (lih tabel.2 ). Tingkat penguasaan soal yang cukup paham juga terjadi pada siswa

  halaman 32

  nomor absen 13,18,27,31, sedangkan pada pretes, siswa nomor absen 8,13,18,31, tingkat penguasaan soal tidak paham dan nomor absen 27 tingkat penguasaan soal kurang paham. Hal ini berarti siswa nomor absen 8,13,18,27,31 mengalami peningkatan pemahaman.

  Siswa nomor absen 2 mendapat skor 112. Skor 112 dikonversi dengan rumus

  R

  xSM menghasilkan nilai 54. Nilai 54 masuk dalam tingkat penguasaan soal antara

  N

  46-55. Tingkat penguasaan soal antara 46-55 adalah kurang paham. (lih tabel.2 ). Tingkat penguasaan soal yang kurang paham juga terjadi pada siswa

  halaman 32

  nomor absen 7,20,22,24,25,28,30, sedangkan pada pretes, siswa nomor absen 2,7,20,22,24,25,28,30, tingkat penguasaan soal tidak paham. Hal ini berarti siswa nomor absen 2,7,20,22,24,25,28,30, mengalami peningkatan pemahaman

  Siswa nomor absen 5 mendapat skor 76. Skor 76 dikonversi dengan rumus

  R

  xSM menghasilkan nilai 37. Nilai 37 masuk dalam tingkat penguasaan soal

  N

  kurang dari 46. Tingkat penguasaan soal kurang dari 46 adalah tidak paham.(lih

  

tabel.2 halaman 32 ). Tingkat penguasaan soal yang tidak paham juga terjadi pada siswa nomor absen 9,12,15,16,19,26, sedangkan pada pretes, siswa nomor absen 5,9,12,15,16,19,26 , tingkat penguasaan soal tidak paham. Hal ini berarti siswa nomor absen 5,9,12,15,16,19,26 tidak mengalami peningkatan pemahaman.

  Skor rata-rata kelas adalah 119.73. Skor rata-rata kelas jika dikonversi

  R

  dengan rumus xSM menghasilkan nilai rata-rata kelas yaitu 53.45. Nilai rata-rata

  N

  kelas masuk dalam tingkat penguasaan soal 46-55. tingkat penguasaan soal 46-55 adalah kurang paham, sedangkan pada pretes, skor rata - rata kelas adalah 54.67 dan nilai rata - rata kelas adalah 26.28. Hal ini berarti rata - rata kelas mengalami peningkatan pemahaman .

  Dari 30 siswa yang melakukan postes, siswa yang mengalami peningkatan penguasaan soal adalah siswa nomor absen 2,3,4,6,7,8,10,11,13,14,17,18,21,22,23,24,25,27,28,29,30,31, sedangkan siswa yang tidak mengalami peningkatan penguasaan adalah siswa nomor absen 5,9,12,15,16,19,20,26.

  Berikut adalah tabel 6. total skor, jumlah skor dan persentase jumlah bobot dan skor dari postes.

  Tabel 6. Total skor, jumlah bobot skor dan persentase jumlah bobot skor dari postes no soal 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

  11

  12

  13 no s s s s s s s s s s s s s s

  1 b*s

s 4 4 3 3 1 4 4 4 0 1 0 0 0

  2 b*s 16 16 12 12 4 16 16 16 0 4 0 0 0

s 4 4 4 3 1 4 1 4 1 4 4 4 4

  3

b*s 16 16 16 12 4 16 4 16 4 16 16 16 16

s 4 4 4 3 4 4 4 4 0 1 4 2 2

  4 b*s 16 16 16 12 16 16 16 16 0 4 16 8 8

s 4 3 1 2 1 1 0 3 4 0 0 0 0

  5 b*s 16 12 4 8 4 4 0 12 16 0 0 0 0

s 4 3 3 4 2 4 1 4 3 2 1 0 4

  6

b*s 16 12 12 16 8 16 4 16 12 8 4 0 16

  Tabel 6. Total skor, jumlah bobot skor dan persentase jumlah bobot skor dari postes s 4 4 3 3 2 4 4 1 1 1 1 1 1

  27 b*s 16 12 12 12 12 16 0 4 12 4 4 0 16 s 4 4 4 2 2 4 4 1 0 0 0 0 0

  23 b*s 16 16 16 12 16 16 16 16 0 4 16 4 4 s 4 4 3 2 3 4 4 2 0 0 0 0 0

  24 b*s

  16 16 12 8 12 16 16 8 0 0 0 0 0 s 3 4 4 3 1 4 4 2 0 0 0 0 0

  25 b*s

  12

  16 16 12 4 16 16 8 0 0 0 0 0 s 3 3 3 2 3 4 4 1 0 1 0 0 0

  26 b*s

  12 12 12 8 12 16 16 4 0 4 0 0 0 s 4 3 3 3 3 4 0 1 3 1 1 0 4

  28 b*s

  21 b*s 16 16 12 12 16 16 0 16 8 8 4 8 16 s 4 4 3 3 3 4 4 3 0 0 0 0 0

  16 16 16 8 8 16 16 4 0 0 0 0 0 s 4 4 4 3 4 4 0 4 4 2 1 0 4

  29 b*s 16 16 16 12 16 16 0 16 16 8 4 0 16 s 4 4 3 0 2 4 0 0 4 2 0 0 4

  30 b*s

  16 16 12 0 8 16 0 0 16 8 0 0 16 s 4 4 4 3 1 4 1 4 4 0 2 1 0

  31 b*s 16 16 16 12 4 16 4 16 16 0 8 4 0 s 115 112 100 85 75 102 69 74 44 28 29 17 48

  ∑ b*s 460 448 400 340 300 408 276 296 176 112 116 68 192

∑b*smax 480 480 480 480 480 480 480 480 480 480 480 480 480

%

  ∑b*s 96 93 83 71 63 85 58 62 37 23 24 14 40 keterangan : NA = Nilai akhir

  ∑b*smax = Jumlah bobot skor maksimum % ∑b*s = Persentase jumlah bobot skor

  22 b*s 16 16 12 12 12 16 16 12 0 0 0 0 0 s 4 4 4 3 4 4 4 4 0 1 4 1 1

  20 b*s 16 16 12 12 12 16 16 8 0 4 0 0 0 s 4 4 3 3 4 4 0 4 2 2 1 2 4

  8 b*s

  16

  16

  16 12 12 8 16 16 4 4 4 4 4 4 s 4 4 4 3 2 1 1 1 0 0 0 0 0

  9 b*s

  16

  16 16 12 8 4 4 4 0 0 0 0 0 s 4 3 4 3 2 4 4 4 4 2 0 0 4

  10 b*s 16 12 16 12 8 16 16 16 16 8 0 0 16 s 4 4 4 4 4 4 1 4 4 2 1 0 4

  11 b*s 16 16 16 16 16 16 4 16 16 8 4 0 16 s 4 4 4 3 2 0 1 0 0 0 0 0 0

  12 b*s

  16 16 12 8 0 4 0 0 0 0 0 0 s 4 4 4 3 2 4 4 0 4 0 0 0 4

  19 b*s 16 16 8 12 12 4 4 4 0 0 0 0 0 s 4 4 3 3 3 4 4 2 0 1 0 0 0

  13 b*s 16 16 16 12 8 16 16 0 16 0 0 0 16 s 4 4 4 3 3 4 4 4 1 1 4 4 2

  14 b*s 16 16 16 12 12 16 16 16 4 4 16 16 8 s 4 4 4 3 2 2 0 2 0 0 0 0 0

  15 b*s

  16

  16 16 12 8 8 0 8 0 0 0 0 0 s 4 1 1 3 1 1 1 1 1 0 0 0 1

  16 b*s 16 4 4 12 4 4 4 4 4 0 0 0 4 s 4 4 4 3 4 4 4 4 1 1 4 2 1

  17 b*s 16 16 16 12 16 16 16 16 4 4 16 8 4 s 2 4 2 3 3 4 1 4 3 2 1 0 4

  18 b*s 8 16 8 12 12 16 4 16 12 8 4 0 16 s 4 4 2 3 3 1 1 1 0 0 0 0 0

  Dari tiga belas soal yang diberikan oleh penulis ke siswa, soal yang mendapat sedangkan soal yang mendapat skor terendah adalah soal nomor 12 yaitu 68, dengan persentase skor 14 %., pada pretes, soal yang mendapat skor tertinggi adalah soal nomor 1 yaitu 248, dengan persentase skor 52%, sedangkan soal yang mendapat skor terendah adalah soal nomor 8 yaitu 44, dengan persentase skor 9.2%. berikut adalah soal yang mendapat skor terendah yaitu soal nomor 12 dan soal nomor 8.

a. Soal no 12.

  Suatu benda bergetar dengan frekuensi 50 Hz. Berapa getaran benda jika dinyatakan dalam getaran per menit? Berapakah periodenya ? .........................................................................

  Pada soal nomor 12 ini, skor maksimal adalah 68 dan persentase skor adalah 14% (lih tabel 6, halaman 67). Soal tersebut meminta siswa untuk menghitung getaran permenit dan periode. Soal ini digunakan untuk mengetahui pemahaman siswa tentang pengertian frekuensi, periode dengan menghitung setelah pembelajaran. Dari persentase skor yang didapat yaitu 14%, siswa tidak paham bagaimana menghitung frekuensi dan periode, sedangkan pada pretes, soal nomor 12 skor maksimalnya adalah 60 dan persentase skornya adalah 13% (lih tabel 4, halaman 37). Hal ini berarti pada soal nomor 12 tidak terjadi kenaikan pemahaman, tetapi terjadi kenaikan persentase skor.

  Soal nomor 12 tidak dilakukan wawancara karena berkaitan dengan aplikasi pemahaman. Soal nomor 12 ini adalah soal yang mendapat persentase skor paling rendah setelah dilakukan pembelajaran.

  Soal nomor 12 mendapat nilai terendah setelah postes, dimungkinkan karena setelah pretes tidak dilakukan wawancara berkaitan dengan soal ini.

b. Soal no 8.

  Suatu benda bergetar dengan frekuensi 5 Hz. Periode getarannya adalah ............................

  Pada soal nomor 8 ini, skor maksimal adalah 44 dan persentase skor adalah 9.2% (lih tabel 4. halaman 37). Soal tersebut meminta siswa untuk menghitung periode getaran. Soal ini digunakan untuk mengetahui pemahaman awal siswa tentang periode getaran dengan menghitung. Dari persentase skor yang didapat yaitu 9.2%, siswa tidak paham bagaimana menghitung periode getaran, sedangkan pada pretes, soal nomor 8 skor maksimalnya adalah 44 dan persentase skornya adalah 9% (lih tabel 4,

  halaman 37 ). Hal ini berarti pada soal nomor 8 tidak terjadi kenaikan pemahaman, tetapi terjadi kenaikan persentase skor.

  Soal nomor 8 tidak dilakukan wawancara karena berkaitan dengan aplikasi pemahaman. Soal nomor 8 ini adalah soal yang mendapat persentase nilai yang paling rendah.

  Soal nomor 8 mendapat nilai terendah saat pretes, dapat dimaklumi karena siswa belum belajar, sedangkan mendapat nilai terendah setelah postes, dimungkinkan karena setelah pretes tidak dilakukan wawancara berkaitan dengan soal ini Dari tiga belas soal yang diberikan, soal nomor 1 sampai 4 berhubungan dengan pemahaman tentang pengertian getaran, periode, frekuensi, amplitudo. Soal ini meminta siswa untuk menulis pengertian getaran, periode, frekuensi dan amplitudo. Tingkat penguasaan soal nomor 1 sampai 4 adalah diatas paham, sedangkan setelah pretes, tingkat penguasaan soal nomor 1 sampai 4 tidak paham. Berikut adalah soal nomor 1 sampai dengan 4 setelah postes, beserta wawancara c. Soal no 1.

  Getaran adalah .....................................................................................................................

  Pada soal nomor 1 ini, skor maksimal adalah 460 dan persentase skor adalah 96% (lih tabel 6, halaman 67). Soal tersebut meminta siswa untuk menjawab pengertian getaran. Soal ini digunakan untuk mengetahui sejauh mana pemahaman siswa tentang pengertian getaran setelah dilakukan pembelajaran. Dari persentase skor yang didapat yaitu 96%, siswa sangat paham tentang pengertian getaran.

  (lampiran 12, halaman 108, pada siswa nomor absen 15) P Masih ingat khan pembelajaran kemarin ? M Ya P Apa pengertian getaran?

M Getaran adalah gerakan bolak balik yang melalui titik keseimbangan, dan itu terjadi terus menerus

  Dari wawancara terungkap bahwa siswa sangat paham tentang pengertian getaran. Siswa menyebutkan konsep-konsep yang ada di dalam getaran. Jawaban yang hampir sama dijawab oleh siswa nomor absen 20,19,16,13,2

  Dari wawancara tersebut terungkap bahwa konsep mengenai getaran sudah terungkap. Siswa nomor absen 15,20,19,16,13,2 sangat paham pengertian getaran, sedangkan hasil pretes, tingkat pemahaman siswa adalah 52%. Hal ini berarti siswa mengalami peningkatan pemahaman tentang pengertian getaran.

d. Soal no 2.

  Perhatikan gambar bandul yang digoyangkan dibawah ini

  B C A

  1

  3 Arah goyangan

  2

  4 Dengan melihat gambar di atas, Periode adalah...........................................................................

  Pada soal nomor 2 ini, skor maksimal adalah 448 dan persentase skor adalah 93% (lih tabel 6, halaman 67). Soal tersebut meminta siswa untuk menjawab pengertian periode. Soal ini digunakan untuk mengetahui pemahaman siswa tentang pengertian periode setelah pembelajaran. Dari persentase skor yang didapat yaitu 93%, siswa sangat paham pengertian periode.

  (lampiran 10,halaman 105, pada siswa nomor absen 2) P Masih ingat pengertian periode ? apa pengertian periode ? M waktu yang diperlukan bandul dalam 1 kali getaran

  Siswa paham pengertian periode terlihat saat wawancara dengan siswa. Hal yang sama terjadi pada siswa nomor absen 15 dan 19. Ada juga siswa yang kurang paham dalam menjawab.

  (lampiran 11,halaman 106, pada siswa nomor absen 13).

  P Masih ingat pengertian periode ? apa pengertian periode? M Lama waktu getaran

  Hal yang sama terjadi pada siswa nomor absen 16 dan 20 Dari analisis tes tertulis ke-2 soal nomor 2 dan wawancara, hasil tes tertulis ke-2 sinkron dengan hasil wawancara. Hal ini bisa dimaklumi karena nilai rata – rata tes tertulis ke-2 untuk soal nomor 2 dan hasil wawancara paham, sedangkan hasil pretes, tingkat pemahaman siswa adalah 36%. Hal ini

  e. Soal no 3.

  Lihat gambar pada nomor 2 Frekuensi adalah ..................................................................................................................

  Pada soal nomor 3 ini, skor maksimal adalah 400 dan persentase skor adalah 83% (lih tabel 6, halaman 67). Soal tersebut meminta siswa untuk menjawab pengertian frekuensi. Soal ini digunakan untuk mengetahui pemahaman siswa tentang pengertian frekuensi setelah pembelajaran. Dari persentase skor yang didapat yaitu 83%, siswa sangat paham pengertian frekuensi.

  Dari wawancara yang dilakukan didapat siswa sangat paham tentang pengertian frekuensi.

  (lampiran 10,halaman 105, pada siswa nomor absen 2).

  P Masih ingat pengertian frekuensi ? M Banyaknya getaran dalam waktu 1 sekon

  Hal yang sama terjadi oleh siswa nomor absen 13,15,16 dan 20, sedangkan siswa nomor absen 16 kurang paham pengertian frekuensi

  (lampiran 14, halaman 111, pada siswa nomor absen 19) P Masih ingat pengertian frekuensi ? M Lupa P Masih ingat percobaan kemarin ? M Ya P Masih ingat pengertian frekuensi ? M waktu dalam bentuk sekon yang terjadi dalam 10 kali getaran

  Dari analisis tes tertulis ke-2 soal nomor 3 dan wawancara, hasil tes tertulis ke-2 sinkron dengan hasil wawancara. Hal ini bisa dimaklumi karena nilai rata – rata tes tertulis ke-2 untuk soal nomor 3 dan hasil wawancara sangat paham, sedangkan hasil pretes, tingkat pemahaman siswa adalah 32%.

  Hal ini berarti siswa mengalami peningkatan pemahaman tentang pengertian frekuensi.

  f. Soal no 4. Amplitudo adalah ...................................................................................................................

  Pada soal nomor 4 ini, skor maksimal adalah 340 dan persentase skor adalah 71% (lih tabel 6, halaman 67). Soal tersebut meminta siswa untuk menjawab pengertian amplitudo. Soal nomor 4 ini dibantu dengan melihat gambar nomor 2. Soal ini digunakan untuk mengetahui sejauh mana pemahaman siswa tentang pengertian amplitudo setelah dilakukan pembelajaran. Dari persentase skor yang didapat yaitu 71%, siswa paham tentang pengertian amplitudo (lih tabel 6, halaman 67)

  (lampiran 15, halaman 113, pada siswa nomor absen 20) P Masih ingat amplitudo ? M Simpangan terjauh P Simpangan terjauh dari mana ? M Dari titik keseimbangan

  Dari wawancara terungkap siswa paham pengertian amplitudo. Hal yang sama terjadi pada siswa nomor absen 2,13,15,16,19 Dari analisis tes tertulis ke-2 soal nomor 4 dan wawancara, hasil tes tertulis ke-2 sinkron dengan hasil wawancara. Hal ini bisa dimaklumi karena nilai rata – rata tes tertulis ke-2 untuk soal nomor 4 dan hasil wawancara paham, sedangkan hasil pretes, tingkat pemahaman siswa adalah 43%. Hal ini berarti siswa mengalami peningkatan pemahaman tentang pengertian amplitudo.

  Soal nomor 5 berhubungan dengan pemahaman siswa tentang pengaruh periode terhadap amplitudo, massa beban, dan panjang tali. Soal ini meminta siswa untuk menyilang (B) jika pernyataan benar, sedangkan (S) jika pernyataan salah. Soal ini juga meminta siswa untuk menulis pernyataan yang benar, jika menyilang (S). Soal ini mendapat skor 300, dengan persentase skor 63 %.

g. Soal no 5.

  Periode getaran pada ayunan bergantung pada ampltudo, massa beban dan tidak bergantung panjang tali (B) (S) Jika pernyataan salah, bagaimana pernyataan yang benar? ...................................................

  Pada soal nomor 5 ini, skor maksimal adalah 300 dan persentase skor adalah 63% (lih tabel 6, halaman 67). Soal tersebut meminta siswa untuk menyilang B untuk benar atau S untuk salah dari pernyataan. Soal ini digunakan untuk mengetahui pemahaman siswa tentang ketergantungan periode dengan amplitudo, massa, dan panjang tali setelah pembelajaran. Dari persentase skor yang didapat yaitu 63%, siswa cukup paham ketergantungan periode dengan amplitudo, massa dan panjang tali.

  Dari wawancara yang dilakukan dengan siswa, tidak paham tentang pengaruh massa, jarak ayunan terhadap periode.

  (lampiran 13,halaman 109, pada siswa nomor absen 16).

  P Kemudian saya tarik ke kiri trus dilepas. Ayunan bergoyang seperti pada gambar. Talinya ini tipis supaya tidak ada gesekan udara.misalkan beban sekian dengan waktu sekian detik, jika beban ditambah, waktu ayun lebih cepat atau lebih lambat ? M Lebih cepat

  

P Jika panjang tali ditambah, massa tetap, jarak ayunan tetap. Bagaimana waktunya ?lebih

cepat atau lebih lambat ?atau tetap ? M Lebih cepat

P Jika jarak ayunan ditambah, panjang tali tetap, massa tetap, bagaimana waktunya ? lebih

cepat atau lebih lambat ? atau tetap ? M Lebih cepat

  Hal yang sama terjadi pada siswa nomor absen 2,13,15,19,20. Siswa paham pengaruh panjang tali terhadap periode .

  `(lampiran 11, halaman 106, pada siswa nomor absen 13).

  P Jika panjang tali ditambah, massa tetap, jarak ayunan tetap. Bagaimana waktunya ?lebih cepat atau lebih lambat ?atau tetap ? M Lebih cepat Hal yang sama terjadi pada siswa nomor absen 2,13,15,19,20.

  Dari analisis tes tertulis ke-2 soal nomor 5 dan wawancara, hasil tes tertulis sinkron dengan hasil wawancara. Hal ini bisa dimaklumi karena nilai rata – rata tes tertulis ke-2 untuk soal nomor 5 dan hasil wawancara cukup berarti siswa mengalami peningkatan pemahaman tentang ketergantungan periode dengan amplitudo, massa, dan panjang tali Soal nomor 6 sampai 13 berhubungan dengan penerapan pemahaman getaran, periode, frekuensi dan amplitudo dengan menghitung. Soal ini meminta siswa untuk menulis jawaban secara ringkas, padat dan jelas. Soal nomor 6 sampai dengan 13 tidak dilakukan wawancara, karena berkaitan dengan aplikasi pemahaman pada hitungan. Berikut adalah soal nomor 6,7,9,10,11,13.

h. Soal no 6.

  Frekuensi (f) sebuah getaran 40 Hz. Periodenya ..................................................................

  Pada soal nomor 6 ini, skor maksimal adalah 408 dan persentase skor adalah 85% (lih tabel 6, halaman 67). Soal tersebut meminta siswa untuk menghitung periode. Soal ini digunakan untuk mengetahui pemahaman siswa tentang pengertian periode dengan menghitung setelah pembelajaran. Dari persentase skor yang didapat yaitu 85%, siswa sangat paham bagaimana menghitung periode, sedangkan pada pretes, soal nomor 6 skor maksimalnya adalah 64 dan persentase skornya adalah 13% (lih tabel 4, halaman 37). Hal ini berarti pada soal nomor 6 terjadi kenaikan pemahaman.

  Soal nomor 6 tidak dilakukan wawancara karena berkaitan dengan aplikasi pemahaman.

i. Soal no 7.

  Periode (T) sebuah getaran 2/5 detik. Frekuensinya ............................................................

  Pada soal nomor 7 ini, skor maksimal adalah 276 dan persentase skor adalah 58% (lih tabel 6, halaman 67). Soal tersebut meminta siswa untuk siswa tentang pengertian frekuensi dengan menghitung setelah pembelajaran. Dari persentase skor yang didapat yaitu 58%, siswa cukup paham bagaimana menghitung frekuensi, sedangkan pada pretes, soal nomor 7 skor maksimalnya adalah 72 dan persentase skornya adalah 15% (lih tabel 4, halaman 37 ). Hal ini berarti pada soal nomor 7 terjadi kenaikan pemahaman.

  Soal nomor 7 tidak dilakukan wawancara karena berkaitan dengan aplikasi pemahaman.

  j. Soal no 9.

  Ujung sebuah tali mendatar digetarkan naik – turun dengan periode 2 sekon. Banyak getaran

yang terjadi dalam 1 menit adalah ........................................................................................

  Pada soal nomor 9 ini, skor maksimal adalah 176 dan persentase skor adalah 37% (lih tabel 6, halaman 67). Soal tersebut meminta siswa untuk menghitung banyaknya getaran yang terjadi dalam 1 menit. Soal ini digunakan untuk mengetahui pemahaman siswa tentang pengertian getaran yang diterapkan dengan menghitung setelah pembelajaran. Dari persentase skor yang didapat yaitu 37%, siswa tidak paham bagaimana menghitung getaran yang terjadi dalam 1 menit, sedangkan pada pretes, soal nomor 9 skor maksimalnya adalah 144 dan persentase skornya adalah 30% (lih tabel 4,

  halaman 37 ). Hal ini berarti pada soal nomor 9 tidak terjadi kenaikan pemahaman.

  Soal nomor 9 tidak dilakukan wawancara karena berkaitan dengan aplikasi pemahaman.

  k. Soal no 10.

  Suatu benda bergetar di antara dua titik yang berjarak 30 cm. Benda itu melakukan 50 getaran dalam waktu 25 sekon. hitunglah :

d. Frekuensi getaran dalam Hz ..........................................................................................

  

e. Periode getaran dalam sekon .........................................................................................

  

f. Amplitudo getaran dalam cm ........................................................................................

  Pada soal nomor 10 ini, skor maksimal adalah 112 dan persentase skor adalah 23% (lih tabel 6, halaman 67). Soal tersebut meminta siswa untuk menghitung frekuensi, periode dan amplitudo. Soal ini digunakan untuk mengetahui sejauh mana pemahaman siswa tentang pengertian frekuensi, periode dan amplitudo yang di terapkan dengan menghitung setelah dilakukan pembelajaran. Dari persentase skor yang didapat yaitu 23%, siswa tidak paham bagaimana menghitung berapa frekuensi, periode, dan amplitudo, sedangkan pada pretes, soal nomor 10 skor maksimalnya adalah 176 dan persentase skornya adalah 37% (lih tabel 4, halaman 37). Hal ini berarti pada soal nomor 10 tidak terjadi kenaikan pemahaman dan terjadi penurunan skor.

  Soal nomor 10 tidak dilakukan wawancara karena berkaitan dengan aplikasi pemahaman.

  l. Soal no 11.

  Hembusan angin menyebabkan bangunan di suatu kota bergetar dengan frekuensi kira – kira

0.2 Hz. Berapakah periode dari getaran bangunan?..............................................................

  Pada soal nomor 11 ini, skor maksimal adalah 116 dan persentase skor adalah 24% (lih tabel 6, halaman 67). Soal tersebut meminta siswa untuk menghitung getaran yang dialami bangunan. Soal ini digunakan untuk mengetahui pemahaman siswa tentang periode dengan menghitung dalam kasus sehari - hari setelath pembelajaran. Dari persentase skor yang didapat yaitu 24%, siswa tidak paham bagaimana menghitung periode dalam kasus sehari - hari, sedangkan pada pretes, soal nomor 11 skor maksimalnya adalah 56 dan persentase skornya adalah 12% (lih tabel 4, halaman 37). Hal ini berarti pada soal nomor 11 tidak terjadi kenaikan pemahaman, tetapi terjadi kenaikan persentase skor.

  Soal nomor 11 tidak dilakukan wawancara karena berkaitan dengan aplikasi pemahaman.

  m. Soal no 13.

  Sebuah bandul sederhana bergetar dengan periode 0.25 sekon. Tentukan

Selang waktu untuk melakukan 8 getaran ....................................................................

Banyak getaran dalam waktu 1 menit............................................................................

  Pada soal nomor 13 ini, skor maksimal adalah 192 dan persentase skor adalah 40% (lih tabel 6, halaman 67). Soal tersebut meminta siswa untuk menghitung selang waktu dalam 8 getaran dan banyaknya getaran dalam 1 menit. Soal ini digunakan untuk mengetahui pemahaman siswa tentang tentang penerapan pengertian getaran pada hitungan setelah pembelajaran Dari persentase skor yang didapat yaitu 40%, siswa tidak paham bagaimana menghitung selang waktu untuk melakukan 8 getaran dan menghitung getaran dalam 1 menit, sedangkan pada pretes, soal nomor 13 skor maksimalnya adalah 112 dan persentase skornya adalah 23% (lih tabel

  4, halaman 37 ). Hal ini berarti pada soal nomor 13 tidak terjadi kenaikan pemahaman, tetapi terjadi kenaikan persentase skor.

  Soal nomor 13 tidak dilakukan wawancara karena berkaitan dengan Dari 30 siswa yang melakukan postes, soal yang mengalami peningkatan pemahaman adalah soal nomor 1,2,3,4,5,6,7, sedangkan soal yang tidak mengalami peningkatan pemahaman adalah soal nomor ,8,9,10,11,12,13. Soal yang mengalami kenaikan persentse skor adalah soal nomor 1,2,3,4,5,6,7,8,9,11,12,13, sedangkan soal yang mengalami penurunan persentase skor adalah soal nomor 10.

8. Rangkuman postes

  Dari 30 siswa yang melakukan postes, dan setiap siswa mengerjakan 13 soal, siswa yang mengalami peningkatan penguasan soal berjumlah 22 orang, dengan nomor absen 2,3,4,6,7,8,10,11,13,14,17,18,21,22,23,24,25,27,28,29,30,31, sedangkan siswa yang tidak mengalami peningkatan penguasaan, berjumlah 8 orang, dengan nomor absen 5,9,12,15,16,19,20,26.

  Dari 13 soal yang diberikan saat postes, soal yang mengalami peningkatan pemahaman adalah berjumlah 7 soal, yaitu soal nomor 1,2,3,4,5,6,7, sedangkan soal yang tidak mengalami peningkatan pemahaman adalah berjumlah 6 soal, yaitu soal nomor 8,9,10,11,12,13.

  Restrukturisasi gagasan adalah membangun kembali gagasan, restrukturi gagasan ini ada yang kuat dan juga ada yang lemah. Restrukturisasi kuat adalah siswa mengubah pemahaman awal, sedangkan restrukturisasi lemah, siswa tidak mengubah pemahaman awal. Restrukturisasi kuat pada siswa ada 8 siswa, sedangkan restrukturisasi lemah ada 22 siswa, sedangkan restrukturisasi pada soal, restrukturisasi kuat ada 6 soal, sedangkan restrukturisasi lemah ada 7 soal.

9. Analisis T-Test

  Analisis menggunakan T-Test bertujuan untuk mengetahui nilai pretes dan nilai postes significan atau tidak significan dasar dari analisis. Analisis T-Test ini adalah bertujuan untuk membandingkan dengan gagasan sebelumnya(lih gambar 1,

  

hal 16) .Analisis T-Test yang digunakan ada 2 macam, analisis dengan menghitung

  manual dan analisis dengan memasukkan data di program spss. Berikut adalah tabel T-Test untuk penghitungan manual.

  Tabel 7. T-Test untuk untuk penghitungan manual no Nilai pretes Nilai postes D D² 1 10 54 -44 1936 2 21

  81 -60 3600 3 33 77 -44 1936 4 27 37 -10 100 5 38 67 -29 841 6 37 52 -15 225 7 29 58 -29 841 8 19 38 -19 361 9 25 73 -48 2304 10 37 77 -40 1600 11 35 35 12 12 63 -51 2601 13 19 81 -62 3844 14 10 40 -30 900 15 10 29 -19 361 16 40 77 -37 1369 17 25 63 -38 1444 18 12 37 -25 625 19 13 54 -41 1681 20 54 71 -17 289 21 25 54 -29 841 22 35 73 -38 1444 23 27 50 -23 529 24 19 48 -29 841 25 27 46 -19 361 26 48 58 -10 100 27 19 48 -29 841 28 44 73 -29 841 29 19 52 -33 1089 30 21 62 -41 1681 ∑

  790 1728 -938 35426 X 26.33 57.6 x1-x2 -31.27 Tabel 7. T-Test untuk untuk penghitungan manual ( 879844 ∑D)² ( ∑D)²/N 29328.13

  6097.87 ∑D²-(∑D)²/N (

  

7.01

∑D²-(∑D)²/N)/N(N-1)

2.65

√(∑D²-(∑D)²/N)/N(N-1)

X1-X2/

  • -11.81 Trel

  √(∑D²-(∑D)²/N)/N(N-1) Df =n-1

  

29

T crit = 2.045 (two tailed test) dengan level significan = 0.05 Keterangan :

  D : Perbedaan antara skor tiap subyek (antara pretes dan postes) N : Jumlah pasang skor (jumlah pasangan) Df : N-1 X : rata - rata X1 : rata - rata pretes X2 : rata - rata postes T crit : T dari tabel T-tes (lampiran 16, halaman ) T rel : T diperoleh dari hitungan diatas

  Dari tabel diatas, T rel menghasilkan -11,81. Karena -11.81 berada di luar antara -2.045 sampai 2.045, maka significan, berarti nilai pretes dan postes berbeda, dengan kata lain desain pembelajaran yang diterapkan, cukup efektif untuk meningkatkan pemahaman siswa tentang getaran.

  Berikut adalah analisis dengan memasukkan data ke dalam program spss 14. Setelah data dimasukkan ke dalam data editor dan dilakukan uji T dengan menggunakan Menu Analyse pada Compare Means pada Paired samples T tes

  Tabel 8. Paired Samples Statistics Std. Error Mean N Std. Deviation Mean

  Pair pretes

  26.33 30 11.775 2.150

  1 postes 57.60 30 15.122 2.761

  Paired samples statistics menunjukkan ringkasan dari data - data dan standar deviasi dari kedua perbandingan. Sebelum diberi pembelajaran, nilai rata - rata kelas adalah 26.33, sedangkan setelah diberi pembelajaran, nilai rata - rata kelas adalah

  57.60 Output paired sample correlations menunjukkan hasil korelasi antara 2 buah sampel. Korelasi ditunjukkan dengan angka 0.441 dengan angka probabilitas 0.015 (dibawah 0.05) ini berarti bahwa hubungan antara sebelum dan sesudah diberi pembelajaran adalah nyata dan sangat erat.

  • -31.267 14.501 2.647 -36.681 -25.852 -11.810

    Pair 1 29 .000 pretes - postes Mean Std. Deviation Std. Error Mean Lower Upper 95% Confidence Interval of the Difference Paired Differences t df Sig. (2-tailed) Tabel 10. Paired Samples Test

  Inti dari analisis ini adalah output ketiga (pada tabel paired samples test). Ho : Rata - rata populasi sebelum dan sesudah adalah identik H

  

1 : Rata - rata populasi sebelum dan sesudah adalah tidak identik

  Jika probabilitas > 0.05, maka Ho diterima Jika probabilitas < 0.05, maka Ho ditolak Dari output dapat dilihat bahwa sig (2 tailed) adalah 0.000. hal ini berarti bahwa probabilitas kurang dari 0.05, yang berarti juga bahwa Ho ditolah. Ho ditolak berarti nilai pretes dan postes adalah tidak identik atau dengan kata lain desain pembelajaran yang diterapkan cukup efektif meningkatkan pemahaman siswa tentang getaran.

  Tabel 9. Paired Samples Correlations 30 .441 .015 Pair 1 pretes & postes N Correlation Sig.

10. Rangkuman analisis T-Test

  Dari kedua analisis T-Tes diatas, dapat disimpulkan bahwa korelasi antara pretes dan postes sangat erat. Nilai pretes dan postes adalah significan, dalam artian nilai rata - rata pretes dan nilai rata - rata postes memang berbeda atau tidak identik, berarti dari 30 siswa yang melakukan pembelajaran, terjadi perubahan dalam gagasan / pemahaman.

  11. Rangkuman pembahasan Tabel 11. Tabel rangkuman pembahasan Tahap pembelajaran Perlakuan Orientasi Guru membangun motivasi siswa kelas 2a untuk mempelajari getaran melalui proses pembelajaran. Terlebih dahulu guru mengobservasi siswa untuk mengetahui karakteristik siswa.

Elisitasi Siswa melakukan pretes kemudian guru

memeriksa hasil pretes kemudian memberi skor sampai memberi nilai. Dari situ diketahui pemahaman awal siswa secara kuantitatif. Restrukturisasi gagasan Klarifikasi dan pertukaran Guru melakukan wawancara, menganalisis pretes dari soal yang skor tinggi ke rendah beserta wawancara untuk mendapatkan pemahaman awal siswa secara kualitatif dan kuantitatif untuk membuat desain pembelajaran. Dihadapkan pada situasi konflik Pembelajaran melalui kegiatan 1,2,3,4,5 (demonstrasi, mengisi titik - titik) Konstruksi gagasan baru (terjadi di dalam otak siswa) Evaluasi Guru memberi pertanyaan tentang pengertian getaran, amplitudo, periode, frekuensi dan siswa menjawab di balik lembar kegiatan. Aplikasi gagasan Eksperimen (pada kegiatan 3) siswa mengubah variabel massa, panjang tali dan jarak ayunan untuk mengetahui perubahan periode. Review perubahan dalam gagasan Siswa melakukan postes, kemudian guru memeriksa, memberi skor, dan memberi nilai(didapat data kuantitatif). Guru melakukan wawancara(didapat data kualitatif), kemudian menganalisis postes beserta wawancara (didapat data kuantitatif dan kualitatif )

  Tahap diluar pembelajaran Perlakuan Membandingkan dengan gagasan Guru membandingkan postes dan pretes dengan sebelumnya T-Test. (Didapat perbedaan gagasan secara

BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN A. KESIMPULAN Berdasarkan data penelitian yang telah dilakukan, maka dapat ditarik

  kesimpulan bahwa:

  1. Penerapan teori konstruktivisme melalui berbagai tahap, yaitu :

  a. Tahap pertama adalah orientasi pembelajaran, guru memberikan kesempatan kepada siswa kelas 2a sejumlah 30 anak untuk mengembangkan motivasi dalam mempelajari getaran (lih hal 24-

  25 ).Terlebih dahulu guru melakukan observasi untuk mengetahui karakteristik siswa.

  b. Tahap ke-dua adalah elisitasi gagasan, yaitu dengan pretes sampai memberi nilai (lih hal 40).

  c. Tahap ke-tiga adalah tahap restrukturisasi gagasan, yaitu memilih siswa untuk wawancara dan mewawancarai (lih hal 38) yang termasuk dalam klarifikasi sampai menganalisis wawancara dan pretes (lih hal 42) untuk membuat desain pembelajaran (lih hal 54) yang akan menghadapkan siswa pada situasi konflik yaitu dengan kegiatan kegiatan sehingga getaran, periode, frekuensi, amplitudo dapat terkonstruksi pada otak siswa dan akhir pembelajaran, siswa diberi lembar pertanyaan untuk evaluasi tentang pengertian getaran, periode, frekuensi dan amplitudo (lih lamp hal d. Tahap ke-empat adalah aplikasi gagasan, yaitu siswa melakukan eksperimen pengaruh periode terhadap perubahan massa, panjang tali dan sudut ayunan (lih keg 3, hal 57).

  e. Tahap ke-lima adalah review perubahan dalm gagasan, yaitu menganalisis postes dan wawancara dengan kriteria wawancara sama seperti setelah pretes, sedangkan kriteria analisis postes adalah soal yang mempunyai skor terendah, kemudian urut nomor.(lih hal 69).

  f. Tahap ke-enam adalah membandingkan dengan elisitasi gagasan, yaitu hasil analisis postes dan wawancara dibandingkan dengan hasil analisis pretes dan wawancara dengan menggunakan T-Tes. (lih hal 81).

  2. Penerapan teori konstruktivisme ini dapat membangun pemahaman siswa secara kuat atau secara lemah tentang getaran dan mengalami perubahan dalam gagasan (lih hal 80 - 81).

B. SARAN

  1. Saran kepada guru : Apabila akan melakukan pembelajaran yang konstruktivis dengan eksperimen pada pokok bahasan getaran sebaiknya menggunakan tahap dalam memberikan pembelajaran, yaitu pretes, kemudian design pembelajaran kemudian postes.

  2. Saran kepada pembaca : Apabila akan mengadakan penelitian sebaiknya melalui tahap orientasi sampai tahap membandingkan dengan gagasan sebelumnya.

  3. Saran kepada peneliti :

DAFTAR PUSTAKA

  Bismoko, J. 2004. Pedoman Penulisan Skripsi. Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma. Djajadisastra, J. 1982. Metode – metode Mengajar. Bandung: Angkasa Giancoli, D.C. 2001. Fisika. Jakarta: Erlangga Humizar. 2005. Dunia fisika 2 untuk smp kelas VIII. Jakarta: Erlangga Kanginan, M. 1995. Fisika. Jakarta: Erlangga Kanginan, M. 1997. Fisika Smu Kelas 1 Caturwulan 2. Jakarta: Erlangga Kountour, R. 2003. Metode Penelitian untuk penulisan skripsi dan tesis. Jakarta :

  PPM Mangunwiyoto, W. 2005. Pokok – Pokok Fisika SMP. Jakarta: Erlangga Masidjo, I., 1995. Penilaian Pencapaian Hasil Belajar Siswa disekolah. Yogyakarta:

  Kanisius Nasution, S. 2003. Metode Research: penelitian ilmiah. Jakarta: Bumi Aksara.

  Purwanto,N. 1984. Prinsip-Prinsip dan Teknik Evaluasi Pengajaran. Bandung: Remaja Karya

  Qahar, J. 1972. Evaluasi Pendidikan. Jakarta: Bursa Buku FIP – ikip Rohandi, R. 1997. Pendidikan sains yang humanistis. Yogyakarta: Kanisius.

  Sindhunata. 2004. Membuka Masa depan Anak – anak kita mencari Kurikulum abad

XXI. Yogyakarta: Kanisius Sudjana, 1985. Desain dan Analisis Eksperimen. Bandung: Tarsito.

  Sulaeman, D. 1989. Teknologi/Metodologi Pengajaran. Jakarta: Depdikbud Suparno, P. 2001. Statistika Dasar. Yogyakarta. Prodi P Fis,JPMIPA Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sanata Dharma.

  Wahana. 2006. Pengolahan data Statistik dengan SPSS 14. Yogyakarta: Salemba infotek. Winarni, A. 1995. pendekatan ketrampilan proses dengan metode eksperimen sebagai salah satu alternative untuk mengefektifkan pengajaran fisika pada siswa kelas 1 SMU Negeri Kalasan. ________._______

  Winkel, W.S. 1987. Psikologi Pengajaran. Jakarta: Gramedia Witherington, H.C. 1982. Teknik –teknik Belajar dan Mengajar. Bandung: Jenmars Zuriah, N. 2006. Metodologi penelitian sosial dan pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara (27 – 09 – 2007 at 11 :26 am) http://planet.time.net.my/KLCC/azm01/teori/Teori_Pembelajaran_Konstr uktivism.htm

  P Apa yang anda ketahui tentang pengertian getaran ? M Pergetaran pada sisi yang lain pada sama orang P Misalkan ada bandul yang diikatkan pada tali, titik kiri A, titik tengah B dan titik kanan C. Getaran itu dari mana ke mana ? M Dari titik A, B trus C P Kalau 2 getaran ? M

  A, B, C, D, E P Komponen apa yang mempengaruhi getaran ? M Besi, tali, penjepit statip.

  P Besaran apa saja yang ada dalam getaran ? M Periode P Periode itu satuannya apa ? M Gak tau P Periode itu pengertiannya apa ? M Lupa P Lupa atau gak tau ? M Gak tau P Apakah ada amplitudo yang berhubungan dengan getaran ? M Ada P Amplitudo itu pengertiannya apa ? M Duhh dah lupa gak buka buku P Amplitudo itu satuannya apa ? M n kecil P Ada besaran apa lagi M Mmmm P Apakah ada frekuensi ? M Ada P Pengertian frekuensi itu apa ? M Bandingan benda yang digetarakan oleh kita P Bandingan apa ? M Misalnya benda yang besar dengan benda yang lebih seimbang yaitu dengan benda yang besar P Dibandingkan maksudnya gimana? M Misalkan benda besar itu diadukan, trus ada yang mantul gitu..

  P Ada apa lagi selain frekuensi M Udah cukup P Besaran apa yang mempengaruhi periode ? M Mmm ga tau P Gimana cara mengukur bila ingin mengetahui hubungan periode dengan perubahan massa, panjang tali dan amplitudo.

  M Gak tau.... P Misalkan benda ini di tambah bebannya apakah goyangannya tambah lambat atau tambah cepat? M Tambah cepat

  Lampiran 1 Wawancara dengan siswa nomor absen 2 Lampiran 1 Wawancara dengan siswa nomor absen 2.

  P Mengapa kok gaya gravitasi M Gak tau P Pengertian gaya gravitasi itu apa ? M Gaya gravitasi adalah gaya yang kebawah P Kalau talinya diperpanjang, trus jarak ayunan sama. Apakah tambah lambat atau tambah cepat? M Tambah lambat P Mengapa? M Karena jaraknya tambah panjang.

  P Kok bisa? M Gak tau. P Kalau sudutnya diperbesar antara titik seibang ke simpanganannya, apakah tambah lambat atau tambah cepat ? M Cepat P Mengapa ? M gak tau.

  P Apa yang anda ketahui tentang getaran M (siswa diam) P Lupa? M Lupa P Lupa atau gak tau ? M Gak tau P Misalkan ini ada bandul yang saya diamkan seperti ini ya (sambil menggantungkan beban tidak bergerak). Keadaain ini disebut keadaan apa ?

  M Keadaaan tenang P Keadaan tenang kemudian kalau saya goyangkan menjadi ? M Bergerak P Bergerak... kemudian arahnya kemana? M Kanan kiri P Kanan kiri..... kalau saya gerakan ke arah ku kemana ?(gerakkan ke arah peneliti) M Kedepan kebelakang P Goyangan arah tak beraturan apakah gerakan juga ? M Ya P Mengapa ? M Gak tau P Besaran apa yang mempengaruhi periode ? M Mmm ga tau P Gimana cara mengukur bila ingin mengetahui hubungan periode dengan perubahan massa, panjang tali dan amplitudo.

  M Gak tau P Trus misalnya beban ini ditambah beratnya. Kemudian saya tarik dengan jarak seperti semula. Apa yang terjadi bila beban digoyangkan. Tambah pelan atau tambah cepat ?

  M Tambah cepat P Mengapa? M Gak tau P Kemudian kalau tali saya perpanjang dengan jarak ayunan tetap... tambah pelan atau tambah cepat? M Tambah pelan P Mengapa? M Gak tau P Kemudian sudutnya saya perbesar, tambah pelan atau tambah cepat ? M Cepat P Mengapa? M Gak tau P Apakah bisa menjelaskan dari semuanyua ? M (siswa diam) P Lupa... trus besaran apa saja yang ada dalam ayunan ?

  Lampiran 2 Wawancara dengan siswa nomor absen 13.

  Lampiran 2 Wawancara dengan siswa nomor absen 13.

  M Gak tau deng P Sudah diajarkan besaran dan satuan? M Udah P Apa pengertian periode? M Gak tau soale belum pernah diajarkan P Satuan dari periode apa? M Gak tau P Apa pengertian amplitudo? M Gak tau P Apa pengertian frekuensi ? M Gak tau P Gak tau atau lupa? M Lupa P Pernah tau? M Pernah dulu waktu sd kelas 6 P Berhubungan dengan getaran atau berhubungan dengan bunyi ? M Bunyi

  P Masih ingat tentang soal yang sudah saya berikan? M Masih P Apa pengertian getaran? M Getaran adalah sesuatu gerakan yang sangat kecil yang dihasilkan oleh suatu benda P Gerakan yang sangat kecil yang dihasilkan oleh suatu benda. Gerakannya bagaimana ? M Gerakannya bisa bermacam macam bisa bergerak kemana saja P Apakah ini (sambil menggoyagkan bandul) disebut getaran ? M Ya P Apakah misalnya saya melampar dengan batu mengenai apel disebut getaran ? M Ada getaran tapi tidak bisa disebut getaran P Ada getaran... getarannya yang mana saat melempar apel ? M Getarannya saat benda itu menyentuh apel, kemudian apel itu bergerak P Gerakannya kemana ? gerakannya apel ? M Yang bisa memantulkan kembali ke arah benda yang dilempar tadi kemudian mbalik P Kalau apel itu jatuh apakah itu disebut getaran M Bukan P Mengapa? M Gak tau P Kalau orang berjalan apakah itu getaran ? M Bukan P Besaran apa yang terkait dengan getaran? M Kurang tau P Apa pengertian periode? M Gak tau P Besaran apa yang mempengaruhi periode ? M Mmm gak tau P Gimana cara mengukur bila ingin mengetahui hubungan periode dengan perubahan massa, panjang tali dan amplitudo.

  M Gak tau. P Apakah pernah dengar frekuensi ? M Pernah P Apakah frekuensi merupakan hal hal yang terkait dalam getaran ? M Iya P Apa pengertian frekuensi ? M Ferekuensi adalah (siswa diam) lupa eee P Satuan dari frekuensi apa? M Gak tau P Kemudian apakah pernah dengar amplitudo ? M Kayaknya pernah P Apa pengertian amplitudo

  Lampiran 3 Wawancara dengan siswa nomor absen 15

  Lampiran 3 Wawancara dengan siswa nomor absen 15.

  M Lupa P Berarti dulu pernah dengar ? M Pernah P Kapan? M SD P Apa satuan dari amplitudo? M Nggak tau P Bandul saya gantungkan (diam membawa gandul)... seperti gambar no 2 soal. Keadaan seperti ini namanya apa ? M Keadaan diam P Kemudian saya tarik ke kiri trus dilepas. Ayunan bergoyang seperti pada gambar. Talinya ini tipis supaya kemungkinan kecil ada gesekan udara.

  Misalkan beban sekian dengan waktu sekian detik, jika beban ditambah, waktu ayun lebih cepat atau lebih lambat ? M Lebih cepat P Mengapa M Gak tau P Kalau talinya diperpanjang, waktu ayunan lebih cepat atau lebih lambat ? M Lebih lambat P Mengapa? M Gak tau P Kalau sudut ayunan ditambah, waktu ayunan lebih cepat atau lebih lambat ? M Lebih lambat P Mengapa? M Gak tau P Apakah bandul yang saya goyangkan bisa disebut getaran ? M Gak tau P Apakah frekuensi, amplitudo dan periode ada hubungannya dengan getaran M Ada P Bagaimana hubungan frekuensi, amplitudo dan periode? M Kurang tau

  P Masih ingat tentang soal yang saya berikan? M Masih P Apa pengertian getaran ? M (siswa diam) P Lupa? Lupa atau masih ingat ? M Lupa P Bila ada bandul yang saya goyangkan, apakah bandul yang saya goyangkan ini disebut juga getaran ? M Tidak P Kenapa ? M Karena menghasilkan....eeeeeee... bisa... bisa.......

  P Bisa? M Bisa P Kenapa? M Ya karena bandul itu berpindah tempat gitu lo... goyang kesana kemari P Kalau bandul itu yang atas dan bawah bergerak ke kanan ke kiri bersamaan, apakah disebut getaran ? M Iya P Mengapa? M Gak tau P Gerakan melingkar apakah disebut getaran ? M Lupa..ee P Orang berjalan apakah disebut getaran ? M Ya..

  P Kenapa bisa disebut getaran ? M (siswa diam) P Yang dilihat dari orang berjalan kok dibilang bergetar itu apanya? M Kaki P Kakinya mengapa? M Bisa melangkah P Bisa melangkah, melangkah sekali atau berkali kali ? M Berkali kalli P Kalo orang berdiri apakah disebut getaran ? M Nggak P Kenapa ? M Karena diam P Kalau ada bandul yang diam kaya gini apakah seperti orang berdiri ? M Iya P Kalau bandul diyangkan kesamping apakah sama seperti orang berjalan

  ? M Iya P Apa pengertian getaran? M (siswa diam) P Lupa?..bandul saya diamkan seperti ini berarti dalam keadaan ?

  Lampiran 4 Wawancara dengan siswa nomor absen 16

  goyangan. Goyangannya bagaimana ? M Berulang ulang P Besaran apa yang mempengaruhi periode ? M Mmm ga tau P Bagaimana cara mengukur periode jika ada perubahan massa, panjang tali dan amplitudo.

  M Gak tau. P Kalau beban ini saya tambah bagaimana waktu ayunnya ?tambah cepat atau lambat? M Tambah cepat P Mengapa? M Gak tau P Kalau talinya diperpanjang, bagaimana waktu ayunannya ?tambah cepat atau lambat? M Tambah lambat P Mengapa? M Gak tau P Kalau sudutnya diperlebar, bagaimana waktu ayunannya?tambah cepat atau tambah lambat? M Cepat P Mengapa? P Besaran apa saja yang ada didalam getaran? M (siswa diam) P Apakah pernah dengar besaran? M (siswa diam) P Apa pengertian periode? M Gak tau P Apa pengertian amplitudo? M Gak tau P Apa satuannya periode? M Gak tau P Apa satuannya amplitudo? M Gak tau P Apa pengertian frekuensi ? M Gak tau P Apa satuannya frekuensi? M Gak tau P Apakah getaran itu ada hubungannya dengan amplitudo, frekuensi, dan periode M Ada P Bagaimana hubungannya M Bisa mengettahui suara P Pengaruhnya bagaimana ?

  (Siswa diam) Lampiran 4 Wawancara dengan siswa nomor absen 16. P Masih ingat tentang soal yang saya berikan ? M Ya agak masih P Apa pengertian getaran? M Gerakan yang ditimbulkan oleh suatu benda karena adanya suatu sentuhan P Gerakannya bagaimana? M Bermacam macam P Bermacam macam, misalnya? M Berjalan P Kenapa berjalan disebut getaran? M Karena bergerak P Besaran besaran apa saja yang ada didalam getaran? M Lupa P Apakah pernah dengar frekuensi? M Pernah P Apa pengertian frekuensi? M Jarak antara suatu benda yang bergerak dari jarak yang pertama ke yang kedua P Gerakannya gimana? M Umpamanya tu jarum dikasih benang trus digerakan P Gerakannya yang mana? M Jarum yang bergoyang P Apakah pernah dengar amplitudo ? M Pernah P Apa pengertian amplitudo? M Gerakan yang tadi P Gerakan yang tadi yang mana ? M A (titik kiri dari titik keseimbangan)ke B(titik tengah/titik keseimbangan)ehh B ke A P Apakah dari C(titik kanan dari titik keseimbangan) ke A bisa disebut amplitudo? M Kurang tau P Apakah dari B ke C bisa disebut amplitudo ? M Ya mungkin..

  P Mengapa? M Kurang tahu P Apa yang dimaksud dengan periode ? M Lamanya gerak A ke B, B ke C P Apa satuannya periode? M Sekon P Keadaan bandul sebelum digoyangkan disebut keadaan apa ? M Diam / tidak bergerak P Besaran apa yang mempengaruhi periode ? M Mmm ga tau

  Lampiran 5 Wawancara dengan siswa nomor absen 19.

  Lampiran 5 Wawancara dengan siswa nomor absen 19. M Gak tau.... P Jika bandul ini jarak goyangan ini tetap dan panjang tali tetap, tetapi beban yang ada ditambah. Bawaimana waktu selama 1 getaran ? Tambah cepat atau tambah lambat atau tetap ?

  M Tambah cepat P Kenapa ? M Karena berat benda itu lebih besar P Apa yang mempengaruhi beban ditambah, waktunya menjadi lebih cepat

  ? M Gerakannya lebih cepat P Kok bisa ? M Gayanya lebih besar.

  P Gaya yang mana ? M Gerak. P Apakah gaya itu disebut juga gerak ? M Iya. P Jika bandul ini talinya di tambah sehingga menjadi panjang, tetapi bebannya tetap dan jarak ayunan tetap, bagaimana waktu selama 1 getaran ? tambah cepat atau tambah lambat atau tetap?

  M Lebih lambat P Mengapa M Karena panjang tali lebih panjang P Apa yang mempengaruhi panjang tali sehingga waktunya menjadi lebih lambat ? M Gak tau P Jika bandul itu jarak ayunan di tambah sehingga menjadi jauh dengan titik keseimbangan, tetapi beban tetap dan panjang tali tetap. Bagaimana waktu selama 1 getaran?tambah cepat atau tambah lambat atau tetap ?

  M Tambah cepat P Mengapa ? M Karena menariknya menggoyangkannya lebih jauh P Mengapa bisa goyangan lebih jauh waktunya menjadi lebih cepat ? M Gak tahu P Apakah ada hubungannya antara periode frekuensi dan amplitudo dengan getaran ? M Ada P Gimana keterkaitannya ? M Gak tau P Apakah periode, frekuensi dan amplitudo adalah besaran yang ada di getaran ? M Iya ada P Apakah besaran besaran tersebut mempengeruhi getaran ? M Iya P Bagaimana pengaruhnya

  P Masih ingat tentang soal yang saya berikan ? M Masih dikit dikit P Apa pengertian getaran ? M Lupa P Lupa atau gak tau? M Gak tau P Apakah di dalam getaran tersebut ada besaran frekuensi ? M Ada P Apa pengertian frekuensi ? M Lupa P Apakah ada besaran periode dalam getaran ? M Ada P Apa pengertian periode ? M Waktu mulainya getaran sampai berhentinya P Kapan waktu berhentinya ? M Saat stop wacthnya distop P Bagaimana hubungan antara panjang tali dan waktu goyangan M Semakin panjang tali, waktunya semakin lama.

  P Mengapa bisa? M Gak tau P Periode itu tergantung pada apa? M Panjang dan pendeknya tali P Periode satuannya apa? M Kurang tau P Apakah pernah dengar amplitudo ? M Pernah P Apa pengertian amplitudo ? M Lupa P Lupa? Atau gak tau ? M Gak tau deng P Bandul yang tidak saya goyangkan dalam keadaan apa ? M Tenang P Bandul tersebut ditarik dari titik A (samping kiri titik keseimbangan), kemudian dilepaskan dan melewati titik B (titik keseimbangan) yang ada di tengah tengah, dan sampai di titik C (titik yang paling kanan dari titik keseimbangan). Tentunya ada waktu untuk menempuh dari titik A ke C

  M Ya. P Bagaimana cara mengukur waktunya. M Menggunakan stop watch. Trus saat awalnya mau digoyangkan, stopwatnya dimulai dan setelah selesai goyangan yang ditentukan, stopwatchnya dihentikan. P Besaran apa yang mempengaruhi periode? M Mmm ga tau.

  P Gimana cara mengukur bila ingin mengetahui hubungan periode dengan Lampiran 6 Wawancara dengan siswa nomor absen 20

  Lampiran 6 Wawancara dengan siswa nomor absen 20. P Misalnya beban itu ditambah berat, apakah yang terjadi dengan waktu dari A (titik di kiri titik keseimbangan)ke C (titik di kanan titik keseimbangan)?

  M Semakin lama P Mengapa? M Karena beban semakin berat maka ayunan tadi semakin lama.

  P Apa yang mempengaruhi beban terhadap waktu ayunan ? M Gak tau P Apakah pernah dengar rumus yang menyatakan hal itu? M Belum P Kemudian talinya diperpanjang, jarak ayunan tetap dan beban tetap, waktunya gimana ? M Lebih lama P Apa yang dapat menyebabkan waktu lebih lama ? M Panjang talinya P Mengapa ? M Karena semakin panjang talinya maka ayunannya semakin lama P Apakah pernah dengar rumus yang menyatakan hal itu? M Belum P Kemudian jarak ayunan di tarik sehingga menjadi semakin jauh, beban tetap, dan panjang tali tetap, apa yang terjadi dengan waktunya? M Lebih lama P Apa yang menyebabkan waktunya lebih lama? M Semakin jauh / besar sudutnya maka ayunan semakin keras.

  P Apakah ada hubungan antara periode frekuensi amplitudo terhadap getaran ? M Ada P Gimana hubungannya ? M Kurang tahu P Apakah saling mempengaruhi antar besaran ? M Mempengaruhi. Lampiran 7 Lembar observasi selama pembelajaran

  No Waktu selang 5 menit Kegiatan Siswa

  1 Mulai jam 11.29 1 siswa mengerjakan getaran secara lisan 2 1.29 – 11.34 Ada sebagian siswa rame (2 orang) Siswa mendengarkan penjelasan 3 11.34 – 11.39 Siswa membaca LKS Siswa menjelaskan isi LKS pada temannya Siswa diskusi 4 11.39 – 11.44 Siswa sebagian ramai Siswa mengamati penjelasan 5 11.44 – 11.49 Siswa rebut dengan temennya Satu orang bener bener tidak memperhatikan (yacob) 6 11.49 – 11.54 Siswa menulis pernyataan / jawaban dari siswa lain Siswa mulai diskusi 7 11.54 – 11.59 Siswa mencari buku paket yang ada di lab Siswa mencari jawaban dari buku paket Siswa menjawab pertanyaan secara lisan 8 11.59 – 12.04 Siswa mengambil alat eksperimen Siswa mulai eksperimen 9 12.04 – 12.09 Siswa mencoba stop watch Siswa melakukan eksperimen 10 12.09 – 12.14 Siswa mengamati eksperimen Siswa mencatat data eksperimen 11 13.14 – 12.19 Ada siswa yang jalan jalan ke kelompok lain Siswa menulis 12 12.19 – 12.24 Siswa menghitung jumlah simpangan Siswa menghitung waktu yang ada di stop watch Siswa jalan – jalan ke kelompok lain 13 12.24 – 12.29 Siswa melakukan eksperimen Siswa menghitung Siswa mengamati 14 12.29 – 12.34 Siswa menulis Siswa mengukur benang 15 12.34 Lampiran 8 Kelompok pembelajaran

  Kelompok I

  5. Ridha yunita astray

  6. Paryanto agustinus

  Kelompok IV

  1. Bayu setiawan mikael

  2. Eko septianti A

  3. Endra Dwi jatmiko

  4. Nanik jaya indarjati

  6. Vani hertanti M

  4. Mendosa Yacob

  Kelompok V

  2. Eko setyawan

  3. Erna yulianti

  4. Febriantari guntari asih

  5. Nuryani Martina

  6. Sulastiningsih

  5. Pangestu tri panuju Y

  3. Majella Brahm Setia

  1. Anistha indah setyawati

  1. Villy wahyu N

  2. Risman saverius

  3. Sumarno

  4. Viktor vian R.B

  5. Yuniastuti Ch

  6. Dermawati nainggolan

  Kelompok II

  2. Berti asistanti agustina

  2. Widiasto Christoporus

  3. Lanjar sri lestari

  4. Sintya ardiantari R

  5. Tukidi

  6. Vivin mulyantari P

  Kelompok III

  1. Hendry Susanto

1. Dwi septiani rantika

  Lampiran 9 Lembar angket setelah pembelajaran

  Petunjuk : • Isilah kotak yang kosong di sebaleh kanan.

  • Isilah dengan jujur menurut keadaan anda sekarang

  Jawaban No Pertanyaan Senang karena pada waktu saya melakukan periode dan frekuensi Saya merasa senang setelah melakukan pembelajaran ini

  Bagaimana pendapat anda tentang

  karena saya merssa mendapat ilmu Meyenangkan 1 pembelajaran yang baru saja

  Kita dapat mengerti tentang getaran

  dilakukan

  Menarik dan menyenangkan karena mudah dimengerti Baik untuk kita Saya dan teman teman menggunakan ada kerjasama Saya senang kalau pelajaran , praktik mudah dimengerti dan mudah dipahami

  Apa komentar anda tentang

  Mudah dimengerti dan menyenangkan 2 pembelajaran yang baru saja

  Percobaan ini membuat kita semakin mengenal

  dilakukan

  Menarik dan dapat dimengerti dengan baik Berkualitas Saya dan teman teman ingin mendapat pelajaran yang susah tetapi sangan menyenangkan Suara diperkeras dan penjelasan semakin diperjelas, saat

  Apa usul anda agar pembelajaran

  mengajar lebih tegas terhadap muridnya 3 yang baru saja dilakukan menjadi

  Sedikit lebih tenang tetapi tetap menyenangkan

  lebih baik

  Bukan hanya pelajar, tetapi kita harus giat mengetahui Dibuat lebih jelas lagi penjelasanya Dipelajari agar menjadi pengetahuan Jelas dan dapat dimengerti Rasanya saya menjadi lebih mengerti tentang getaran Biasa saja dan mudah dimengerti

  Apa yang anda rasakan ketika

  Merasakan dapat dimengerti Senang karena dapat mengerti apa yang belum saya 4 materi getaran dijelaskan oleh mengerti

  peneliti

  Yang saya rasakan, saya dapat mengerti apa yang diajarkan Periode dan frekuensi dan waktu pada sekon berbeda Arti getaran dan faktor – faktor terhadap getaran Arti dari getadan amplitudo periode dan lain lain

  Apa yang anda tangkap dari meteri

  Yang saya tangkap mempelajari cara pergetaran

  5

  yang baru saja diajarkan

  Yang saya tangkap, pengaruh periode terhadap massa, beban, panjang tali Arti dari amplitudo, getaran, periode Makanan dan minuman serta contoh yang digunakan Sedikit bingung (karena ribut)

  Apa yang anda pikirkan saat Awalnya yang saya pikirkan tidak mengerti, tetapi setelah

  6 melakukan percobaan menjadi mengerti

  materi diajarkan

  Tentang materi yang diajarkan

  Saya sudah mengerti dan sangat jelas pada eksperimen tadi Santai, menyenangkan Ribut, sehingga yang dijelaskan tidak begitu terdengar

  Tuliskan komentar anda saat

  Kita mudah memahami

  7

  pembelajaran

  Menarik dapat dimengerti materinya Suasananya tidak baik (ribut) Sangat senang dan mengerti, kalau udah lupa menjadi

ingat

Saya ingin cepat pulang dan ingin cepat makan Biasa saja

  Tuliskan komentar anda setelah

  Semakin tambah ilmu dan mengerti

  8

  selesai pembelajaran

  Saya dapat mengerti apa yang diajarkan dan yang belum saya ketahui

Senang Lampiran 10 Lembar wawancara dengan siswa nomor absen 2

  P Masih ingat khan pembelajaran kemarin ? M Ya P Apa pengertian getaran? M Pergerakan suatu benda dari satu titik ke titik yang lain dan menuju ke titik yang pertama P Apakah melalui titik keseimbangan ? M Ya P Jadi pengertian getaran secara utuh gimana ? M Gerakan dari titik keseimbangan dan menuju titik keseimbangan dan terjadi secara berulang ulang P Masih ingat pengertian periode ? apa pengertian periode ? M waktu yang diperlukan bandul dalam 1 kali getaran P Masih ingat pengertian frekuensi ? M Banyaknya getaran dalam waktu 1 sekon P Masih ingat amplitudo ? M Simpangan terjauh P Kemudian jika bandul saya tarik ke kiri trus dilepas. Ayunan bergoyang seperti pada gambar. Talinya ini tipis supaya tidak ada gesekan udara.misalkan beban sekian dengan waktu sekian detik, jika beban ditambah, waktu ayun lebih cepat atau lebih lambat ?

  M Lebih cepat P Jika panjang tali ditambah, massa tetap, jarak ayunan tetap. Bagaimana waktunya ?lebih cepat atau lebih lambat ?atau tetap ? M Lebih cepat P Jika jarak ayunan ditambah, panjang tali tetap, massa tetap, bagaimana waktunya ? lebih cepat atau lebih lambat ? atau tetap ? M Lebih cepat P Alat apa yang dibutuhkan dalam eksperimen kemarin ? M Bandul, tali, penjepit, stopwatch P Cuma itu ? M Ya P Cara melakukan eksperimen kemarin gimana ? M Beban itu diikat sama tali trus di ayunkan, trus dihitung P Dihitung apanya ? M Waktu dalam 10 ayunan P Percobaan yang lainnya ? M Panjang tali yang diubah ubah, trus beban yang diubah, trus jarak ayunan P Apakah ada hubungannya antar periode dengan frekuensi ? M Ada P Gimana hubungannya ? M Kalau periode itu waktu per satu kali getaran, kalau frekuensi itu getaran per sekon

  P Masih ingat khan pembelajaran kemarin ? M Ya P Pengertian getaran itu apa ? M Peristiwa naik turunnya suatu titik benda dari titik A ke titik B P Titik A, titik B nya yang mana ? M Titik yang paling ujung P Apakah melalui titik keseimbangan ? M Ya P Masih ingat pengertian periode ? apa pengertian periode? M Lama waktu getaran P Masih ingat bandul yang diayunkan ? M Masih P Berapa kali bandul yang diukur ? M 10 kali P Trus artinya periode ? M Waktu yang diperlukan untuk sekali getaran P Pengertian frekuensi itu apa ? M Banyaknya getaran dalam sekon ? P Dalam sekon atau dalam waktu 1 sekon ? M Dalam waktu 1 sekon P Jadi frekuensi? M Banyaknya getaran dalam waktu 1 sekon P Masih ingat amplitudo ? M Simpangan terjauh P Kemudian jika bandul saya tarik ke kiri trus dilepas. Ayunan bergoyang seperti pada gambar. Talinya ini tipis supaya tidak ada gesekan udara.misalkan beban sekian dengan waktu sekian detik, jika beban ditambah, waktu ayun lebih cepat atau lebih lambat ?

  M Lebih cepat P Jika panjang tali ditambah, massa tetap, jarak ayunan tetap. Bagaimana waktunya ?lebih cepat atau lebih lambat ?atau tetap ? M Lebih cepat P Jika jarak ayunan ditambah, panjang tali tetap, massa tetap, bagaimana waktunya ? lebih cepat atau lebih lambat ? atau tetap ? M Lebih cepat P Alat apa yang dibutuhkan dalam eksperimen kemarin ? M Bandul, tali, penjepit, stopwatch P Cuma itu ? M Ya P Cara melakukan eksperimen kemarin gimana ? M Beban itu diikat sama tali trus di ayunkan, trus dihitung P Dihitung apanya ? M Waktu dalam 10 ayunan

  Lampiran 11 Lembar wawancara dengan siswa nomor absen 13 Lampiran 11 Lembar wawancara dengan siswa nomor absen 13 P Apakah ada hubungannya antar periode dengan frekuensi ? M Ada P Gimana hubungannya ? M Kalau periode itu waktu per satu kali getaran, kalau frekuensi itu getaran per sekon

Lampiran 12 Lembar wawancara dengan siswa nomor absen 15

  P Masih ingat khan pembelajaran kemarin ? M Ya P Apa pengertian getaran? M Getaran adalah gerakan bolak balik yang melalui titik keseimbangan, dan itu terjadi terus menerus P Apa pengertian periode ? M Waktu dalam 1 getaran P Masih ingat pengertian frekuensi ? apa pengertian frekuensi ? M Banyaknya getaran dalam satu sekon P Satuannya frekuensi itu apa ? M Lupa P Pengertian amplitudo ? M Lupa M Simpangan terjauh P Kemudian bila bandul saya tarik ke kiri trus dilepas. Ayunan bergoyang seperti pada gambar. Talinya ini tipis supaya tidak ada gesekan udara.misalkan beban sekian dengan waktu sekian detik, jika beban ditambah, waktu ayun lebih cepat atau lebih lambat ?

  M Lebih cepat P Jika panjang tali ditambah, massa tetap, jarak ayunan tetap. Bagaimana waktunya ?lebih cepat atau lebih lambat ?atau tetap ? M Lebih cepat P Jika jarak ayunan ditambah, panjang tali tetap, massa tetap, bagaimana waktunya ? lebih cepat atau lebih lambat ? atau tetap ? M Lebih cepat P Alat apa yang dibutuhkan dalam eksperimen kemarin ? M Bandul, tali, penjepit, stopwatch P Cuma itu ? M Ya P Cara melakukan eksperimen kemarin gimana ? M Beban itu diikat sama tali trus di ayunkan, trus dihitung P Dihitung apanya ? M Waktu dalam 10 ayunan P Percobaan yang lainnya ? M Panjang tali yang diubah ubah, trus beban yang diubah, trus jarak ayunan P Apakah ada hubungannya antar periode dengan frekuensi ? M Ada P Gimana hubungannya ? M Kalau periode itu waktu per satu kali getaran, kalau frekuensi itu getaran per sekon

  P Masih ingat khan pembelajaran kemarin ? M Ya P Pengertian getaran itu apa ? M Peristiwa naik turunnya suatu titik benda dari titik A ke titik B P Titik A, titik B nya yang mana ? M Titik yang paling ujung P Apakah melalui titik keseimbangan ? M Ya P Masih ingat pengertian periode ? apa pengertian periode? M Lama waktu getaran P Masih ingat bandul yang diayunkan ? M Masih P Berapa kali bandul yang diukur ? M 10 kali P Trus artinya periode ? M Waktu yang diperlukan untuk sekali getaran P Pengertian frekuensi itu apa ? M Banyaknya getaran dalam sekon ? P Dalam sekon atau dalam waktu 1 sekon ? M Dalam waktu 1 sekon P Jadi frekuensi? M Banyaknya getaran dalam waktu 1 sekon P Masih ingat amplitudo ? M Simpangan terjauh P Apakah P Kemudian saya tarik ke kiri trus dilepas. Ayunan bergoyang seperti pada gambar. Talinya ini tipis supaya tidak ada gesekan udara.misalkan beban sekian dengan waktu sekian detik, jika beban ditambah, waktu ayun lebih cepat atau lebih lambat ?

  M Lebih cepat P Jika panjang tali ditambah, massa tetap, jarak ayunan tetap. Bagaimana waktunya ?lebih cepat atau lebih lambat ?atau tetap ? M Lebih cepat P Jika jarak ayunan ditambah, panjang tali tetap, massa tetap, bagaimana waktunya ? lebih cepat atau lebih lambat ? atau tetap ? M Lebih cepat P Alat apa yang dibutuhkan dalam eksperimen kemarin ? M Bandul, tali, penjepit, stopwatch P Cuma itu ? M Ya P Cara melakukan eksperimen kemarin gimana ? M Beban itu diikat sama tali trus di ayunkan, trus dihitung P Dihitung apanya ?

  Lampiran 13 Lembar wawancara dengan siswa nomor absen 16

  Lampiran 13 Lembar wawancara dengan siswa nomor absen 16

  M Panjang tali yang diubah ubah, trus beban yang diubah, trus jarak ayunan P Apakah ada hubungannya antar periode dengan frekuensi ? M Ada P Gimana hubungannya ? M Kalau periode itu waktu per satu kali getaran, kalau frekuensi itu getaran per sekon

  P Masih ingat khan pembelajaran kemarin ? M Ya P Pengertian getaran itu apa ? M Getaran adalah suatu gerakan dari satu titik ke titik yang lain dan menuju ke titik yang pertama P Apakah melalui titik keseimbangan ? M Ya P Jadi pengertian getaran secara utuh gimana ? M Gerakan dari titik keseimbangan dan menuju titik keseimbangan dan terjadi secara berulang ulang P Maih ingat pengertian periode ? apa pengertian periode? M Waktu getaran ehhhh waktu dalam 1 kali getaran P Masih ingat pengertian frekuensi ? M Lupa P Masih ingat percobaan kemarin ? M Ya P Masih ingat pengertian frekuensi ? M waktu dalam bentuk sekon yang terjadi dalam 10 kali getaran P Masih ingat tentang amplitudo M Jarak antara titik keseimbangan ke titik yang jauh P Satuannya apa ? M Centimeter P Masih ingata eksperimen kemarin ? M Ya P Eksperimen kemarin tujuannnya apa? M Mencari perbedaannya dengan mengatikan perubahan masa dan jarak amplitudo yang berbeda P Perbedaan Perubahan apa dengan apa ? M Perubahan waktu per satu kali getaran dan amplitudonya P Maksudnya berubah itu untuk mengetahui apa ? M Kecepatan per satu kali getaran P Kalau panjang talinya berubah itu untuk mengetahui apa ? M Untuk mengetahui pengaruh amplitudo terhadap getaran P Yang diukur itu apa ? M Tali trus jarak tali berat benda, massa benda, dan jarak amplitudo ke titik keseimbangan.

  P Percobaan pertama yang diubah ubah apa M Massa benda P Yang tetap ? M Panjang tali dan jarak amplitudo ke titik keseimbangan P Yang mau dicari ? M Waktu per satu kali getaran.

  P Kalau massanya berubah periodenya berubah apa nggak ? Lampiran 14 Lembar wawancara dengan siswa nomor absen 19

  Lampiran 14 Lembar wawancara dengan siswa nomor absen 19

  M Berubah P Kalau amplitudonya berubah, periodenya berubah apa nggak ? M Berubah P Eksperimen kemarin tujuannya untuk apa ? M Mengetahui lebih lanjut tentang getaran, amplitudo , frekuensi periode P Yang dilakukan itu perubahan apa ? M Perubahan massa waktu dan amplitudo.

  P Masih ingat khan pembelajaran kemarin ? M Ya P Pengertian getaran itu apa ? M Peristiwa naik turunnya suatu titik benda dari titik A ke titik B P Titik A, titik B nya yang mana ? M Titik yang paling ujung P Apakah melalui titik keseimbangan ? M Ya P Masih ingat pengertian periode ? apa pengertan periode? M Lama waktu getaran P Masih ingat bandul yang diayunkan ? M Masih P Berapa kali bandul yang diukur ? M 10 kali P Trus artinya periode ? M Waktu yang diperlukan untuk sekali getaran P Pengertian frekuensi itu apa ? M Banyaknya getaran dalam sekon ? P Dalam sekon atau dalam waktu 1 sekon ? M Dalam waktu 1 sekon P Jadi frekuensi? M Banyaknya getaran dalam waktu 1 sekon P Masih ingat amplitudo ? M Simpangan terjauh P Simpangan terjauh dari mana ? M Dari titik keseimbangan P Kemudian bandul saya tarik ke kiri trus dilepas. Ayunan bergoyang seperti pada gambar. Talinya ini tipis supaya tidak ada gesekan udara.misalkan beban sekian dengan waktu sekian detik, jika beban ditambah, waktu ayun lebih cepat atau lebih lambat ?

  M Lebih cepat P Jika panjang tali ditambah, massa tetap, jarak ayunan tetap. Bagaimana waktunya ?lebih cepat atau lebih lambat ?atau tetap ? M Lebih cepat P Jika jarak ayunan ditambah, panjang tali tetap, massa tetap, bagaimana waktunya ? lebih cepat atau lebih lambat ? atau tetap ? M Lebih cepat P Alat apa yang dibutuhkan dalam eksperimen kemarin ? M Bandul, tali, penjepit, stopwatch P Cuma itu ? M Ya P Cara melakukan eksperimen kemarin gimana ? M Beban itu diikat sama tali trus di ayunkan, trus dihitung

  Lampiran 15 Lembar wawancara dengan siswa nomor absen 20

  Lampiran 15 Lembar wawancara dengan siswa nomor absen 20

  P Percobaan yang lainnya ? M Panjang tali yang diubah ubah, trus beban yang diubah, trus jarak ayunan P Apakah ada hubungannya antar periode dengan frekuensi ? M Ada P Gimana hubungannya ? M Kalau periode itu waktu per satu kali getaran, kalau frekuensi itu getaran per sekon

  Lampiran 16 Lembar tabel T-Tes Critical values of the t distribution for

  α = .05 and α = .01. A value of tobs(df) equal to or greather than the tabled value is statistically significant at the α level selected

  Two - Tailed Test Df

  α = .05 α = .01 1 12.706 63.657 2 4.303 9.925 3 3.182 5.841 4 2.776 4.604 5 2.571 4.032 6 2.447 3.707 7 2.365 3.499 8 2.306 3.355 9 2.262 3.250

  10 2.228 3.169 11 2.201 3.106 12 2.179 3.055 13 2.160 3.012 14 2.145 2.977 15 2.131 2.947 16 2.120 2.921 17 2.110 2.898 18 2.101 2.878 19 2.093 2.861 20 2.086 2.845 21 2.080 2.831 22 2.074 2.819 23 2.069 2.807 24 2.064 2.797 25 2.060 2.787 26 2.056 2.779 27 2.052 2.771 28 2.048 2.763 29 2.045 2.756 30 2.042 2.750 40 2.041 2.704 60 2.000 2.660 120 1.980 2.617

  Tak terhingga 1.960 2.576

  Lampiran 17 Soal pretes dan postes

  Petunjuk : Nomer absen :

  • Untuk soal no 1 - 4 Isilah titik titk di bawah ini Dan berikan alasannya.

  1 Getaran adalah .........................................................................................................

  2 Perhatikan gambar bandul yang digoyangkan dibawah ini B C A

  1

  3

  2 Arah goyangan

  4 Dengan melihat gambar diatas, Periode adalah .............................................................

  3 Lihat gambar pada nomer 2 Frekuensi adalah ...........................................................................................................

  4 Lihat gambar nomer 2 Amplitudo adalah ....................................................................................................

  Petunjuk untuk soal no 5 silanglah B jika pernyataan itu benar dan S jika pernyataan itu salah

  5 Periode getaran pada ayunan bergantung pada ampltudo, massa beban dan tidak

  bergantung panjang tali (B) (S) Jika pernyataan salah, bagaimana pernyataan yang benar? ..................................

  Petunjuk Pertanyaan no 6 – 13, isilah sesuai apa yang anda ketahui dengan caranya secara singkat, padat dan jelas ! 6 Frekuensi (f) sebuah getaran 40 Hz. Periodenya .....................................................

  ........................................................................................................................................

  7 Periode (T) sebuah getaran 2/5 detik. Frekuensinya ...............................................

  ........................................................................................................................................

  8 Suatu benda bergetar dengan frekuensi 5 Hz. Periode getarannya adalah ...............

  ........................................................................................................................................

  9 Ujung sebuah tali mendatar digetarkan naik – turun dengan periode 2 sekon.

  Banyak getaran yang terjadi dalam 1 menit adalah.................................................

  10. Suatu benda bergetar di antara dua titik yang berjarak 30 cm. Benda itu melakukan 50 getaran dalam waktu 25 sekon. hitunglah : a. Frekuensi getaran dalam Hz...............................................................................

  b. Periode getaran dalam sekon..............................................................................

  c. Amplitudo getaran dalam cm ............................................................................

  11. Hembusan angin menyebabkan bangunan di suatu kota bergetar dengan frekuensi kira – kira 0.2 Hz. Berapakah periode dari getaran bangunan? ...............................

  ........................................................................................................................................

  12. Suatu benda bergetar dengan frekuensi 50 Hz. Berapa getaran benda jika dinyatakan dalam getaran per menit? Berapakah periodenya ? ...............................

  ........................................................................................................................................

  13. Sebuah bandul sederhana bergetar dengan periode 0.25 sekon. Tentukan d. Selang waktu untuk melakukan 8 getaran ......................................................

  Lampiran 18 Lembar jawaban soal Jawaban

  1. gerakan bolah balik melalui titik keseimbangan 2. waktu untuk menempuh satu kali getaran (A-B-A-C-A) 3. banyaknya getaran yang diperlukan dalam 1 sekon 4. jarak terjauh dari titik keseimbangan (A-C)(A-B) 5. salah, periode tidak bergantung pada amplitude dan massa tetapi tergantung pada panjang tali

  1 6. f = 40 Hz, T = sekon

  40

  2

  5

  7. T = sekon, f = Hz

  5

  2

  1 8. f = 5 Hz , T = sekon

  5

  1

  1

  9. T = 2 sekon , f = Hz selama 1 menit = 60 sekon x = 30 getaran selama 1

  2

  2 menit

  50 10. a. f = = 2 Hz

  25

  1

  b. T= sekon

  2

  c. A = 15 cm

  1 11. f = 0.2 Hz, T = sekon = 5 sekon .

  2

  1 12. f = 50 Hz, T = sekon = 0.02 sekon. Banyaknya getaran per menit = 50 x

  50 60 = 3000 get 13. a. T = 0.25 sekon selang waktu selama 8 getaran = 0.25 x 8 = 2 sekon

  1

  b. f = = 4 Hz selama 1 menit = 4 x 60 = 240 getaran .

  25 Lampiran 19 Lembar jawaban siswa setelah pembelajaran

  1. Apa pengertian getaran ? ¾ Gerakan bolak balik yang terus menerus ¾ Gerakan bolak balik yang melalui titik tengah.

  ¾ Gerakan dari kiri ke kanan ¾ Gerakan bolak balik melalui titik keseimbangan, dan terjadi secara terus menerus ¾ Goyangan dari titik awal ke titik terakhir ¾ Gerakan yang dilakukan bandul. Melewati titik keseimbangan

  2. Apa pengertian periode? ¾ Waktu yang diperlukan untuk melakukan 1 kali getaran ¾ Jika waktu selama 10 gerakan adalah 10,3 detik . nah itu waktunya kalau melakukan 1 getaran.

  ¾ Waktu selama 10 kali gerakan bandul ¾ Waktu yang dialami oleh bandul bergerak

  3. Apa pengertian frekuensi ? ¾ Gerakan yang dilakukan badul selama 10,3 detik ¾ Gerakan bandul dari titik awal ke titik itu lagi.

  ¾ Jika selama 10 gerakan terjadi 10.3 detik, nah kalau frekuensi itu kalau 1 detik, berapa gerakannya. ¾ Gerakan yang dilakukan bandul itu dalam 1 detik. ¾ Waktu yang diperlukan bandul selama 10 goyangan

  4. Apa pengertian amplitudo ? ¾ Jarak terjauh ¾ Jarak dari titik awal goyangan / gerakan ke titik paling jauh ¾ Waktu terjauh ¾ Jarak dari titik diam ke titik paling jauh melakukan goyangan ¾ Jarak ketika bandul melakukan goyangan dan diukur dari titik awal goyangan ke titik keseimbangan. Lampiran 20 Surat keterangan

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

Analisis kesalahan siswa kelas VII B SMP Pangudi Luhur 1 Kalibawang tahun ajaran 2015/2016 dalam menyelesaikan soal-soal pada pokok bahasan rotasi.
0
1
412
Profil kemampuan literasi Matematis siswa kelas VIII-F SMP Pangudi Luhur 1 Yogyakarta dalam pembelajaran Matematika dengan pendekatan PMRI (Pendidikan Matematika Realistik Indonesia) pokok bahasan kubus dan balok tahun ajaran 2015/2016.
0
2
576
Pengembangan komik sebagai media pembelajaran teks observasi untuk siswa kelas VII SMP Pangudi Luhur 1 Yogyakarta.
0
4
197
Analisis kesalahan siswa kelas VIIB SMP Pangudi Luhur Moyudan tahun ajaran 2013/2014 dalam mengerjakan soal matematika pada pokok bahasan bilangan bulat dan pecahan.
0
1
224
Efektifitas pembelajaran yang menggunakan teori Van Hiele dalam pembelajaran matematika pada pokok bahasan kesebangunan pada siswa kelas IX di SMP Budya Wacana Yogyakarta.
1
1
251
Peningkatan pemahaman konsep siswa kelas VII SMP Pangudi Luhur Srumbung Magelang pada pokok bahasan suhu melalui pembahasan dengan metode kooperatif tipe Jigsaw II.
0
0
136
Analisis kesalahan siswa kelas VII B SMP Pangudi Luhur 1 Kalibawang tahun ajaran 2015 2016 dalam menyelesaikan soal soal pada pokok bahasan rotasi
0
0
408
Penerapan model pembelajaran tipe Teams Games Tournament (TGT) dalam pembelajaran ekonomi untuk meningkatkan prestasi belajar siswa kelas X SMA Pangudi Luhur Yogyakarta.
2
24
273
Pemanfaatan program geogebra pada pokok bahasan teorema pythagoras di kelas VIII SMP Pangudi Luhur Gantiwarno Klaten.
0
0
222
Upaya membangun aktivitas dan hasil belajar siswa kelas VIII A SMP Pangudi Luhur 1 Yogyakarta melalui pendekatan pembelajaran berbasis masalah pokok bahasan volume bangun ruang sisi datar.
0
1
266
Penerapan model pembelajaran Mind Map (peta pikiran) dalam pembelajaran matematika pada pokok bahasan materi bangun ruang sisi datar di kelas VIII B SMP Pangudi Luhur Bayat Klaten.
0
4
322
Efektifitas pembelajaran yang menggunakan teori Van Hiele dalam pembelajaran matematika pada pokok bahasan kesebangunan pada siswa kelas IX di SMP Budya Wacana Yogyakarta
0
1
249
Latihan soal terbimbing dalam pembelajaran fisika untuk meningkatkan pemahaman konsep fisika siswa pada pokok bahasan kalor - USD Repository
0
0
103
Efektivitas pembelajaran fisika di SMP pada pokok bahasan pesawat sederhana dengan metode demonstrasi dan tekanan dengan metode eksperimen menggunakan lembar kegiatan siswa pada siswa kelas VII semester II SMP Pangudi Luhur Boro - USD Repository
0
0
175
Efektivitas metode pembelajaran dalam hal perubahan konsep dengan eksperimen terbimbing menggunakan lembar kegiatan siswa pada pokok bahasan getaran - USD Repository
0
0
119
Show more