SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Farmasi (S.Farm.) Program Studi Ilmu Farmasi

Gratis

0
0
115
11 months ago
Preview
Full text

  

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Farmasi (S.Farm.) Program Studi Ilmu Farmasi Diajukan oleh : Devi Chandra Kristanti NIM : 018114131 FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2008

  

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

! " #

  $% &'()*+ " , , , '

  # " , -, ! .

  / , , ) ,

  iv

  

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI vi

  

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PRAKATA

  Segala puji syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yesus Kristus atas berkat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini. Skripsi yang berjudul “Persepsi dan Motivasi Ibu-ibu Anggota Posyandu Kelurahan Purwodiningratan Solo Terhadap Iklan Susu Formula Anak di Televisi” disusun untuk memenuhi salah satu syarat guna memperoleh gelar Sarjana Farmasi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.

  Penulis menyadari bahwa dalam penyusunan skripsi ini masih terdapat benyak kekurangan karena keterbatasan pengetahuan dan kemampuan menulis.

  Oleh karena itu penulis mengaharapkan kritik dan saran yang membangun. Tersusunnya skripsi ini tidak lepas dari bantuan dan dorongan berbagai pihak. Penulis dengan ketulusan hati menyampaikan ucapan terima kasih sebesar- besarnya kepada :

  1. Ibu Rita Suhadi,MSi.,Apt., selaku Dekan Fakultas Farmasi dan dosen pembimbing yang telah menyediakan waktu dan tenaga untuk berdiskusi serta memberikan saran dalam skripsi ini. Serta dengan kesabarannya memberikan motivasi sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini.

  2. Ibu Aris Widayati, Msi., Apt selaku dosen penguji yang telah banyak memberikan masukan dalam skripsi ini

  3. Ibu Yustina Sri Hartini, Msi., Apt. selaku dosen penguji yang telah banyak memberikan masukan dalam skripsi ini

4. Bapak Drs. Sri Wahyono, MSi selaku kepala kelurahan Purwodiningratan Solo yang telah memberikan ijin bagi penulis untuk melakukan penelitian ini.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 5.

  Ibu Dra.Endang selaku kepala puskesmas kelurahan Purwodiningratan Solo yang bertanggung jawab terhadap posyandu yang telah memberikan masukan dalam skripsi ini.

  6. Ibu- ibu Anggota posyandu kelurahan Purwodiningratan Solo yang telah bersedia meluangkan waktu untuk mengisi dan menjawab pertanyaan dalam kuisioner dan wawancara dalam penelitian ini.

  7. Ibu-ibu di Kanjengan Klaten dan Timbulrejo Yogyakarta yang bersedia membantu mengisi kuisioner untuk uji validitas.

  8. Papah Harsono, Spd dan Ibu Tutanti Marhaeni,SE untuk segala pengorbanan, motivasi, doa dan kasih sayangnya yang diberikan.

  9. Mas Denny Mahendra, MM dan Mas Galih Wisnu Wardhana serta kedua keponakanku yang selalu memberikan doa dan motivasi.

  10. Mas Prie terkasih, terimakasih untuk dukungan doanya, kesetiaan, cinta, kasih sayang, kesabaran dan semangat yang diberikan hingga saat ini.

  11. Sahabat-sahabatku tersayang mba Nisa, mba Fitri, Diyah, Shinta, Hendi, Mz Koko, Mz Wayan terimakasih sedalam-dalamnya untuk dukunganya dan segala bantuannya serta motivasi yang diberikan.

  12. Untuk tampungan curhatku Dika dan Tedy thanks ya friend buat saran n motivasinya. Aq semakin dikuatkan karena kalian.

  13. Teman-teman mainku Pinky, Jeng2, Polo mba Ari, mba Arum, Bebex, Rini, Deka, mba Tildy, mba Shinta Ratu, mba Mira, Eros, bang Ignas, bang Yul, bang Zendy, Aril, Puxon, Dani, bang Mail, Pay dan temen-temen mainku yang tidak bisa kusebutkan satu persatu terimakasih untuk keceriaan dan kebahagiaan selama ini. Kalian kenangan terindah yang kumiliki.

  14. Bora, Milda, dan Melinda terimakasih untuk persahabatanya dan motivasinya.

  Semoga kalian semua sukses dan tetap ingat persahabatan kita.

  15. Puji, Dika, mas Wahyu, mba Tika, mas Kris terimakasih untuk perhatiannya dan bantuannya.

  16. Semua teman-teman kelas C, terutama kelompok praktikum E terimakasih untuk keceriaannya selama praktikum.

  17. Semua pihak yang telah membantu dan tidak dapat saya sebutkan satu persatu, sehingga skripsi ini dapat terselesaikan.

  Tuhan Yesus Kristus akan membalas semua kebaikan atas semua yang telah diberikan kepada penulis. Penulis berharap semoga skripsi ini dapat bermanfaat bagi pembaca. Tuhan memberkati.

  Yogyakarta, Oktober 2007 Penulis

  PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR ISI

  Halaman HALAMAN JUDUL........................................................................................ i HALAMAN PERSETUJUAN ......................................................................... ii HALAMAN PENGESAHAN .......................................................................... iii HALAMAN PERSEMBAHAN ....................................................................... iv PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ........................................................... v PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI.............................................. vi PRAKATA ...................................................................................................... vii DAFTAR ISI ................................................................................................. x DAFTAR TABEL............................................................................................ xiv DAFTAR GAMBAR ....................................................................................... xvi DAFTAR LAMPIRAN .................................................................................... xvii

  INTISARI ........................................................................................................ xviii

  ABSTRACT ...................................................................................................... xix BAB I PENGANTAR................................................................................

  1 A. Latar Belakang Masalah .....................................................................

  1 B. Perumusan Masalah............................................................................

  5 C. Keaslian Penelitian .............................................................................

  6 D. Manfaat Penelitian.............................................................................

  6 E. Tujuan Penulisan...............................................................................

  7

  BAB II PENELAAHAN PUSTAKA ..........................................................

  8 A. Media Massa .....................................................................................

  8 B. Iklan..................................................................................................

  9 C. Peraturan Periklanan.......................................................................... 10 D.

  Persepsi ............................................................................................. 12 1.

  Perhatian................................................................................... 13 a.

  Faktor Internal.................................................................. 13 b.

  Faktor Eksternal............................................................... 14 2. Faktor-faktor Fungsional........................................................... 14 3. Faktor-faktor Struktural ............................................................ 14 E. Motivasi ............................................................................................ 15 F. Sikap dan Perilaku............................................................................. 17 G.

  Susu .................................................................................................. 20 1.

  Susu Segar ................................................................................ 21 2. Susu Asam................................................................................ 21 3. Susu Skim................................................................................. 21 4. Susu Bubuk............................................................................... 22 5. Susu Kental Manis.................................................................... 22 6. Susu Kaleng Tanpa Perubahan atau Penambahan Zat Lain........ 22 H. Asam Dokosaheksanoat dan Asam Arakhidonat................................. 25 I. Pertumbuhan dan Perkembangan Anak..............................................

  27 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 1.

  Pertumbuhan............................................................................. 28 2. Perkembangan .......................................................................... 28 BAB III METODOLOGI PENELITIAN ......................................................

  30 A. Jenis dan Rancangan Penelitian ......................................................

  30 B. Definisi dan Operasional Penelitian ................................................

  30 C. Subjek Penelitian ............................................................................

  32 D. Instrumen Penelitian .......................................................................

  33 E. Tata Cara Penelitian........................................................................

  35 1. Observasi Iklan ....................................................................

  35 2. Pembuatan Kuisioner ...........................................................

  35 a. Data Pribadi Responden ............................................. 36 b.

  Tingkat Pengenalan Responden .................................. 37 c. Persepsi Motivasi dan Tindakan Responden ............... 38 3. Uji Validitas.........................................................................

  40 4. Uji Reliabilitas .....................................................................

  41 5. Penyebaran Kuisioner...........................................................

  42 6. Pengolahan Hasil..................................................................

  42 F. Analisa Data Penelitian...................................................................

  43 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ...............................

  44 A. Karakteristik Iklan Susu Formula Anak di Televisi .........................

  44 B. Karakteristik Ibu-ibu Anggota Posyandu Kelurahan Purwodiningratan Solo ...................................................................

  47

  PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 1. Usia Ibu ...............................................................................

  47 2. Usia Anak ............................................................................

  48 3. Tingkat Pendidikan Ibu ........................................................

  50 4. Pekerjaan Ibu .......................................................................

  51 5. Pendapatan dalam Keluarga .................................................

  53 6. Susu Formula yang Digunakan Anak....................................

  54 C. Tingkat Pengenalan dan Persepsi Ibu-ibu Anggota Posyandu Kelurahan Purwodiningratan Solo ..................................................

  55 1. Lama Waktu Menonton Televisi Setiap Hari .......................

  55

  2. Tingkat Keseringan Melihat Tayangan Iklan Susu Formula Anak di Televisi Setiap Hari ...............................................

  56 3. Iklan Susu Anak yang Sering Dilihat...................................

  58 4. Sumber yang Dipercaya dalam Memberikan Saran..............

  59 D. Motivasi dan Tindakan Ibu-ibu Anggota Posyandu Kelurahan Purwodiningratan Solo ...................................................................

  68 E. Rangkuman Pembahasan ................................................................

  72 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN .......................................................

  76 A. Kesimpulan ....................................................................................

  76 B. Saran ..............................................................................................

  76 DAFTAR PUSTAKA ......................................................................................

  78 LAMPIRAN ....................................................................................................

  79 BIOGRAFI ......................................................................................................

  96

  PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

DAFTAR TABEL

Tabel I. Perbandingan Kandungan ASI dan Susu Sapi.........................

  24 Tabel II Bobot Relatif Komponen dalam Skala Persepsi, Motivasi dan Tindakan Ibu-ibu Anggota Posyandu Kelurahan Purwodiningratan...................................................................

  38 Tabel III. Aspek dan Distribusi Skala Persepsi dan Motivasi Ibu-ibu Anggota Posyandu Kelurahan Purwodiningratan Solo............

  39 Tabel IV Karakteristik Beberapa Iklan Susu Anak di Televisi Swasta Tahun 2007............................................................................

  45 Tabel V Usia Ibu-ibu Anggota Posyandu Kelurahan Purwodiningratan Solo...........................................................

  48 Tabel VI Usia Anak Yang Mengkonsumsi Susu Formula......................

  49 Tabel VII Tingkat Pendidikan Ibu Anggota Posyandu Kelurahan Purwodiningratan Solo...........................................................

  50 Tabel VIII Jenis Pekerjaan Para Ibu Anggota Posyandu Kelurahan Purwodiningratan Solo...........................................................

  52 Tabel IX Pendapatan Dalam Keluarga Para Ibu Anggota Posyandu Kelurahan Purwodiningratan Solo..........................................

  53 Tabel X. Jenis Susu Formula yang Sering Dikonsumsi Oleh Anak di Posyandu Kelurahan Purwodiningratan Solo..........................

  54 Tabel XI. Lama Waktu Ibu-ibu Anggota Posyandu Kelurahan Purwodiningratan Solo Menonton Televisi

  dalam Satu Hari .....................................................................

  56 Tabel XII. Frekuensi Responden Melihat Tayangan Iklan Susu Anak Setiap Hari....................................................................

  57 Tabel XIII. Iklan Susu Anak yang Sering Dilihat Responden....................

  58 Tabel XIV. Sumber yang Dipercaya Responden dalam Pemilihan Susu Anak .............................................................

  60 Tabel XV. Rekapitulasi Hasil Kuisioner Tentang Persepsi Ibu-ibu Anggota Posyandu Kelurahan Purwodiningratan Solo...........................................................

  62 Tabel XVI. Rekapitulasi Hasil Motivasi Ibu-ibu Anggota Posyandu Kelurahan Purwodiningratan Solo..........................................

  69 Tabel XVII. Rekapitulasi Hasil Tindakan Ibu-ibu Anggota Posyandu Kelurahan Purwodiningratan Solo..........................................

  70 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR GAMBAR Gambar 1. Skema Proses Terjadinya Perilaku ..................................................

  16 Gambar 2. Mekanisme Terjadinya Motivasi dan Tindakan Setelah Melihat Tanyangan Iklan ................................................................

  17

  DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1. Surat Ijin Penelitian ........................................................................

  79 Lampiran 2. Kuisioner untuk Uji Validitas dan Reabilitas...................................

  80 Lampiran 3. Kuisioner untuk Penelitian..............................................................

  84 Lampiran 4. Rekapitulasi Hasil Kuisioner Bagian Persepsi Terhadap Iklan Susu Anak di Televisi.............................................

  88 Lampiran 5. Rekapitulasi Hasil Kuisioner Bagian Motivasi Terhadap Iklan Susu Anak di Televisi.............................................

  91 Lampiran 6. Rekapitulasi Hasil Kuisioner Bagian Tindakan Terhadap Iklan Susu Anak di Televisi.............................................

  92 Lampiran 7. Hasil Wawancara

  PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

INTISARI

  Informasi mengenai produk susu formula bayi sangat mudah diperoleh melalui iklan di berbagai media. Televisi merupakan salah satu media elekronik yang memiliki pengaruh besar terhadap konsumen. Iklan merupakan salah satu media bagi produsen untuk mengenalkan produknya kepada konsumen. Iklan susu formula anak di televisi dapat memberikan pengaruh yang besar terhadap ibu-ibu anggota posyandu kelurahan Purwodiningratan Solo dalam pemilihan susu formula untuk anak.

  Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui persepsi konsumen tentang iklan susu anak di televisi, pengaruhnya terhadap motivasi pemilihan susu anak serta tindakan yang dilakukan dalam memilih susu untuk anak. Jenis penelitian adalah non eksperimental dengan rancangan penelitian deskriptif dan metode yang digunakan dalam pengambilan data menggunakan kuisioner, wawancara dan observasi terhadap iklan produk susu anak di televisi. Data dianalisa secara deskriptif dengan menjumlahkan setiap jawaban dan selanjutnya dipersentase.

  Hasil penelitian menunjukkan karakteristik iklan susu formula yang tayang di televisi swasta sebagian besar sudah memenuhi kriteria menurut asal dan sifat, isi dan komposisi, mutu dan kegunaan seperti yang terdapat pada Permenkes RI nomor 79/MEN.KES/PER/III/1978. Karakteristik responden persentase terbesar ditunjukkan usia responden 31-35 tahun (36,0%), usia anak >1-3 tahun (46,5%), tingkat pendidikan SMU (27,2%), profesi sebagai ibu rumah tangga (37,7%), penghasilan Rp.500.000,00-Rp.1.000.000,00 (29,8%), pemakaian susu formula SGM (51,8%).

  Pengenalan responden terhadap iklan susu formula di televisi menunjukkan persentase terbesar lama menonton televisi 3-5jam (48,3%), frekuensi keseringan >5 kali melihat iklan (42,1%), iklan SGM (73,7%), saran dokter (61,4%). Persepsi setuju (96,5%) responden menyukai iklan susu formula. Motivasi (66,7%) responden setuju iklan susu formula di televisi menjadi pertimbangan dalam menentukan susu formula anak. Tindakan (85,1%) responden setuju untuk tidak mencoba produk susu formula baru yang diiklankan.

  Kata kunci: susu formula, iklan, persepsi, motivasi, tindakan. PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

ABSTRACT

  The information that concerning about milk product of formula baby can be obtained through advertisement in various media. Television represent one of the media elekronic media that give major effect to the consumer. Advertisement represent one of the media to producer to define its product to consumer. Milk advertisement of formula baby in television can give big influence to housewife as Posyandu member in sub-district of Purwodiningratan Solo in election of milk of formula baby.

  Intention of this research is to know the perception of the consumer about baby milk advertisement in television, its influence toward motivation election of baby milk and also action performed within choose milk for the baby of. Research type is the non eksperimental with descriptive research device is non analytic and method which is used in intake of data use questionnaire, interview, and observation to baby milk product advertisement in television. Data is analyzed descriptively by suming each, every answer and hereinafter percentage.

  Result of research show milk advertisement characteristic of formula which display in private sector television mostly have fulfilled criterion such as those which there are at Permenkes RI No 79/MEN.KES/PER/III/1978. Shown by biggest percentage of responder characteristic of age 31-35 year ( 36,0%), child age > 1-3 year ( 46,5%), storey;level education of SMU ( 27,2%), profession as housewife (37,7%), the income of house wife Rp.500.000,00-Rp.1.000.000,00 (29,8%), usage of milk of formula SGM (51,8%).

  Recognition of responder to milk advertisement of formula in television show biggest percentage of the long time to watch television 3-5 hours (48,3%), frequency often > 5 times watch advertisement (42,1%), advertisement of SGM (73,7%), doctor suggestion (61,4%). Perception (96,5%) responder agree to take a fancy to milk advertisement. Motivation (66,7%) responder agree milk advertisement of formula in television become consideration in determining milk of formula baby. Action (85,1%) responder agree in order not to try new formula milk product which advertised Keyword: milk of formula, advertisement, perception, motivation, action PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

BAB I PENGANTAR A Latar Belakang Media masa merupakan salah satu cara yang digunakan untuk

  menyampaikan sesuatu kepada masyarakat baik itu informasi maupun hiburan untuk menunjang kesejahteraan masyarakat. Media masa yang dikenal adalah media cetak yang meliputi koran, tabloid, majalah dan media elektronik yang meliputi radio, televisi dan komputer. Media elektronik ini dilihat dari sisi ekonomi lebih mahal dibandingkan media cetak, namun seiring dengan kemajuan jaman media elektronik lebih mendapatkan perhatian dari masyarakat. Media elekronik dilengkapi suara misalnya radio, atau suara dan gambar misalnya televisi sehingga masyarakat lebih tertarik dibandingkan media cetak yang hanya menampilkan tulisan dan gambar saja.

  Pada masa sekarang ini televisi memiliki peranan yang sangat penting bagi kehidupan sosial masyarakat. Televisi selalu menyajikan informasi terbaru yang sedang berkembang bahkan juga menyajikan tayangan hiburan yang menarik. Oleh karena itu televisi lebih mendapatkan perhatian dari masyarakat dibandingkan dengan jenis media lain. Penayangan iklan di televisi merupakan salah satu strategi produsen dalam mengenalkan produknya kepada masyarakat.

  Fakta menunjukkan bahwa sebagian besar masyarakat mendapatkan informasi tentang produk baru dari penayangan iklan di televisi. Bahkan tidak sedikit pula masyarakat yang tertarik untuk mencoba produk yang ditawarkan karena tayangan

  2

  PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  iklan yang dikemas secara menarik. Iklan yang bagus dan menarik belum tentu barang yang ditawarkan memiliki jaminan kualitas yang bagus. Khususnya untuk produk-produk yang berhubungan dengan kesehatan, masyarakat harus selektif dalam memilihnya karena berhubungan dengan efek samping yang mungkin merugikan yang dapat ditimbulkan.

  Susu merupakan makanan utama bagi bayi karena adanya kandungan protein, lemak, zat kapur serta vitamin-vitamin yang diperlukan dalam pertumbuhan bayi. Susu yang baik yang wajib dikonsumsi bayi adalah air susu ibu (ASI) karena komposisi dari ASI sesuai dengan kebutuhan pertumbuhan bayi.

  Bayi usia 0-6 bulan wajib diberikan ASI ekslusif. Sekarang sudah merupakan konsensus internasional, termasuk para ahli WHO, bahwa pemberian ASI dianjurkan untuk jangka panjang sampai mencapai dua tahun (Sediaoetama, 2004). Namun demikian ada juga ibu yang memberikan ASI dalam jangka pendek. Ada beberapa faktor yang menjadi penyebabnya, antara lain volume sekresi ASI yang dihasilkan sedikit, kesibukan ibu sehingga tidak sempat memberikan ASI, takut penampilan akan berubah, dan masih banyak faktor lain yang menjadi alasan pemberian ASI dalam jangka pendek. Untuk itu diperlukan alternatif pengganti ASI untuk menunjang pertumbuhan anak yaitu susu formula.

  Susu formula merupakan alternatif pengganti ASI yang memiliki komposisi yang hampir sama dengan ASI. Anak yang mengkonsumsi susu formula diharapkan dapat tercukupi kebutuhan gizinya untuk menunjang pertumbuhan dan perkembangan anak yang optimal. Hal ini dikarenakan dalam susu formula mengandung zat-zat gizi seperti karbohidrat, lemak, protein dan

  3

  PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  vitamin-vitamin yang diperlukan anak. Susu formula ini dapat diberikan pada anak usia diatas 6 bulan sebagai pendamping ASI.

  Penelitian ini dilakukan di kelurahan Purwodiningratan Solo. Kelurahan Purwodiningratan ini termasuk kawasan padat penduduk dan memiliki latar belakang yang berbeda beda, seperti suku bangsa, tingkat pendidikan, tingkat penghasilan dan yang lainnya. Kondisi seperti ini dapat mewakili masyarakat Indonesia yang. Oleh karena perlu adanya informasi yang benar tentang hal-hal yang berhubungan dengan kesehatan sehingga masyarakat dapat lebih selektif dalam memilih produk-produk yang berhubungan dengan kesehatan khususnya susu formula untuk anak. Selain itu juga perlu dilaksanakan kegiatan-kegiatan yang menunjang kesehatan masyarakat, salah satunya adalah kegiatan Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu).

  Posyandu ini diadakan di masing-masing RW di kelurahan ini. Jumlah posyandu di kelurahan Purwodiningratan adalah sembilan posyandu. Puskesmas bertanggung jawab langsung terhadap kelangsungan posyandu ini. Anggota dari posyandu adalah anak-anak usia 0 sampai 5 tahun, para ibu, manula. Kegiatan posyandu untuk anak-anak misalnya penimbangan badan, imunisasi, pemberian vitamin, pemberian makanan yang memenuhi standar nilai gizi. Kegiatan untuk para ibu yaitu penyuluhan-penyuluhan untuk meningkatkan kesehatan keluarga, konsultasi KB dan lain lain. Para Manula dalam posyandu memiliki kegiatan misalnya penimbangan badan, pemantauan kesehatan (pemeriksaan tekanan darah, konsultasi gejala-gejala penyakit yang mulai muncul), pemberian makanan yang memenuhi standar nilai gizi. PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  4 Pada masa sekarang ini kenaikan harga susu menjadi topik yang sangat penting untuk dibahas diberbagai media. Susu formula ini bahkan ada yang mengalami kenaikan harga hingga 5-7%. Namun demikian masyarakat harus berusaha untuk memenuhi kebutuhan susu untuk anak walaupun harga susu di pasaran meningkat. Masyarakat dengan tingkat ekonomi rendah hal itu menjadi beban, bahkan tidak sedikit pula anak yang mengalami gizi buruk. Untuk itu perlu upaya dari pemerintah untuk memberikan kebijakan tentang harga susu agar dapat dijangkau masyarakat.

  Penelitian mengenai persepsi konsumen terhadap iklan susu anak di televisi dan pengaruhnya terhadap motivasi pemilihan susu untuk anak sangat penting dilakukan. Semakin banyaknya produk susu formula yang beredar dan frekuensi iklan susu formula yang tayang di televisi yang semakin banyak dan bervariasi mendasari dilakukannya penelitian ini. Iklan susu formula yang bervariasi ini dikhawatirkan dapat menimbulkan persepsi masyarakat yang berbeda dan apabila tingkat pengetahuan masyarakat yang kurang dapat menimbulkan kerugian bagi masyarakat sendiri. Penelitian sebelumnya oleh Amirudin tahun 2007 tentang promosi susu formula menghambat pemberian ASI ekslusif pada bayi 6-11 bulan di kelurahan Pa’Baeng Makasar juga menjadi latar belakang untuk memperkuat perlu diadakan penelitian ini.

  Iklan televisi memiliki pengaruh yang besar terhadap tindakan yang akan dilakukan oleh konsumen. Iklan susu di televisi ini menyajikan informasi yang dikemas secara menarik untuk mendapatkan perhatian dari konsumen. Oleh karena itu masyarakat harus selektif dalam memilih produk susu anak, apakah

  5 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  komposisinya sesuai dengan yang dibutuhkan untuk perkembangan bayi atau tidak. Selain itu juga dilihat dari sisi ekonomisnya, belum tentu harga susu yang mahal memiliki kualitas yang bagus dibandingkan harga susu yang lebih murah. Iklan juga harus dipertimbangkan karena tidak semua iklan yang menarik memiliki kualitas yang dapat dipertanggungjawabkan, sehingga masyarakat sendiri yang diharapkan mampu memilih kebutuhan susu yang sesuai untuk anak.

B. Rumusan Permasalahan

  Permasalahan dalam penelitian ini dibatasi untuk mengetahui persepsi konsumen dan pengaruh iklan televisi terhadap pemilihan produk susu anak oleh para ibu di Posyandu kalurahan Purwodiningratan. Rumusan permasalahannya adalah :

  1. Seperti apa karakteristik iklan susu formula anak di stasiun televisi swasta pada bulan Januari 2007?

2. Seperti apa karakteristik ibu-ibu anggota Posyandu kelurahan

  Purwodiningratan Solo? 3. Sejauh mana pengenalan dan persepsi ibu-ibu anggota Posyandu kelurahan

  Purwodiningratan Solo terhadap iklan susu formula anak di televisi? 4. Sejauh mana motivasi dan tindakan yang dilakukan ibu-ibu anggota posyandu kelurahan Purwodiningratan Solo setelah melihat tayangan iklan susu formula di televisi?

  6 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI C.

   Keaslian Penelitian

  Sepanjang penelusuran pustaka oleh penulis, penelitian tentang persepsi konsumen tentang iklan susu formula anak di televisi dan pengaruhnya terhadap motivasi pemilihan susu anak oleh para ibu di kelurahan Purwodiningratan Solo belum pernah dilakukan. Penelitian sebelumnya yang pernah dilakukan adalah oleh (Amirudin, 2007) tentang promosi susu formula menghambat pemberian ASI eksklusif pada bayi 6-11 bulan di kelurahan Pa’Baeng Makasar tahun 2006.

  Penelitian mengenai persepsi konsumen tentang iklan susu anak di televisi terhadap motivasi pemilihan susu anak berbeda dengan penelitian sebelumnya.

  Penelitian ini membahas seperti apa persepsi konsumen terhadap iklan susu anak dan sejauh mana iklan televisi ini mempengaruhi terhadap motivasi pemilihan susu anak oleh para ibu di Posyandu kelurahan Purwodiningratan Solo.

D. Manfaat Penelitian 1. Manfaat teoritis

  Penelitian ini secara teoritis bermanfaat untuk mendapatkan informasi tentang persepsi konsumen tentang iklan susu bayi di televisi dan pengaruhnya terhadap pemilihan produk susu anak.

2. Manfaat praktis

  a. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat menambah wawasan bagi konsumen dalam memilih susu formula anak untuk menunjang kesehatan masyarakat b. Masyarakat diharapkan mampu secara selektif memilik produk yang tepat untuk dikonsumsi tanpa terpengaruh iklan di televisi. PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  7 E.

   Tujuan Penelitian 1.

  Mengetahui karakteristik iklan susu formula anak di televisi swasta pada bulan Januari 2007.

  2. karakteristik ibu-ibu anggota posyandu kelurahan Mengetahui Purwodiningratan Solo.

3. Mengetahui sejauh mana pengenalan dan persepsi ibu-ibu anggota posyandu kelurahan Purwodiningratan Solo terhadap iklan susu formula anak di televisi.

  4. Mengetahui sejauh mana iklan susu formula anak di televisi berperan dalam motivasi dan tindakan dalam pemilihan susu formula oleh ibu-ibu anggota posyandu kelurahan Purwodiningratan Solo. PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

BAB II PENELAAHAN PUSTAKA A. Media Massa Sebagai sarana komunikasi, berbagai bentuk media massa seperti televisi,

  radio, surat kabar majalah dan lain-lain mempunyai pengaruh besar dalam pembentukan opini dan kepercayaan orang. Dalam penyampaian informasi sebagai tugas pokoknya, media massa membawa pesan-pesan yang berisi sugesti yang dapat mengarahkan opini seseorang. Adanya informasi baru mengenai sesuatu hal memberikan landasan kognitif baru bagi terbentuknya sikap terhadap hal tersebut. Pesan-pesan sugestif yang dibawa oleh informasi tersebut, apabila cukup kuat akan memberikan dasar afektif dalam menilai sesuatu hal sehingga terbentuklah arah sikap tertentu (Azwar, 2005).

  Walaupun pengaruh media massa tidak sebesar pengaruh interaksi individual secara langsung, namun dalam proses pembentukan dan perubahan sikap, peranan media massa tidak kecil artinya. Salah satu bentuk informasi sugestif dalam media massa, yaitu iklan selalu dimanfaatkan dalam dunia usaha guna meningkatkan penjualan atau memperkenalkan suatu produk baru. Informasi dalam iklan selalu berisi segi positif mengenai produk sehingga dapat menimbulkan pengaruh afektif yang positif (Azwar, 2005).

  Dalam penayangan iklan di televisi, informasi-informasi faktual yang seharusnya disampaikan secara obyektif seringkali dimasuki unsur subyektivitas baik sengaja maupun tidak. Hal ini dilakukan oleh suatu perusahaan dengan

  9 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  membuat tayangan iklan yang menarik, karena merupakan strategi perusahaan untuk menarik perhatian konsumen terhadap produk yang ditawarkan. Hal ini seringkali berpengaruh terhadap sikap konsumen yang menyaksikan tayangan iklan tersebut sehingga dengan hanya menerima berita yang sudah dimasuki unsur subjektif itu, terbentuklah sikap tertentu, misalnya dengan pengambilan tindakan membeli.

B. Iklan

  Iklan adalah penyajian informasi nonpersonal tentang suatu produk, merek, perusahaan atau toko yang dilakukan dengan bayaran tertentu. Pada iklan biasanya ditampakkan organisasi yang mensponsorinya. Iklan ditujukan untuk mempengaruhi afeksi dan kognisi konsumen, evaluasi, perasaan, pengetahuan, makna, kepercayaan, sikap dan citra yang berkaitan dengan produk dan merek. Dalam prakteknya iklan telah dianggap sebagai manajemen citra (image

  ) yaitu menciptakan dan memelihara citra dan makna dalam benak

  management

  konsumen. Tujuan pertama iklan akan mempengaruhi afeksi dan kognisi, tujuan yang paling akhir adalah bagaimana mempengaruhi perilaku pembelian konsumen (Peter dan Olson, 2000).

  Tujuan utama iklan adalah memberikan informasi tentang produk–produk baru kepada konsumen, tanpa adanya iklan mungkin kita banyak tertinggal oleh begitu banyaknya produk baru hasil dari perkembangan teknologi. Bagi mereka yang jarang bepergian untuk berbelanja ataupun jalan-jalan atau sekedar melihat lihat di pasaran, iklan merupakan sumber informasi bagi mereka. Dengan

  10

  PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  banyaknya jenis produk yang diiklankan atau dipasarkan tentu saja perbendaharaan kita tentang produk menjadi semakin banyak (Kusno, 1993).

  Selain memberi informasi tentang produk yang memang sangat berguna bagi konsumen, iklan bermaksud membujuk konsumen agar mau membeli produk yang diiklankan. Tetapi karena persaingan yang makin ketat yang disebabkan oleh semakin banyaknya produk baru, seringkali iklan tidak hanya sekedar membujuk konsumen, tetapi membohongi, mengelabuhi atau bahkan menjerumuskan (Kusno,1993).

  Iklan dapat disajikan melalui berbagai macam media yaitu TV, radio, cetakan (majalah, surat kabar), papan bilboard, papan tanda dan yang lain.

  Walaupun konsumen pada umumnya diekspos pada ratusan iklan setiap hari, sebagian besar dari pesan yang disampaikan hanya menerima perhatian dan pemahaman dari konsumen dalam jumlah yang sangat sedikit. Oleh karena itu, adalah suatu tantangan yang besar bagi pemasar untuk mengembangkan pesan dalam iklan dan memilih media yang dapat mengekspos konsumen, menangkap perhatian mereka dan menciptakan pemahaman yang tepat (Peter dan Olson, 2000).

C. Peraturan Periklanan

  Pemerintah mengeluarkan peraturan tentang periklanan pangan yang beredar di Indonesia yang bertujuan untuk melindungi masyarakat dari segala bentuk promosi tentang pangan. Salah satu alasannya adalah karena keprihatinan yang sangat mendalam mengenai masalah label dan iklan pangan yang seringkali

  11

  PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI memuat keterangan yang membingungkan bahkan menyesatkan konsumen.

  Peraturan yang mendukung adalah Peraturan Menteri Kesehatan Repubblik Indonesia nomor 79/MEN.KES/ PER III/ 1978 tentang Label dan Periklanan Makanan, pada pasal 34 tentang cara periklanan terdapat pernyataan bahwa periklanan makanan termasuk iklan pengganti ASI tidak boleh menyesatkan, mengacaukan dan menim,bulkan penafsiran yang salah tentang asal dan sifat, isi dan komposisi, mutu dan kegunaan.

  Peraturan yang mendukung lainnya adalah Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia nomor 240/MenKes/Per/V/1985 tentang Pengganti Air Susu Ibu. Pada peraturan ini memuat peraturan tentang produksi dan peredaran pengaanti air susu ibu, label pengganti air susu ibu, dan larangan-larangan.

  Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 386/Menkes/SK/IV/1994 tentang pedoman periklanan obat bebas, obat tradisional, alat kesehatan, kosmetika, perbekalan kesehatan, rumah tangga dan makanan minuman juga mengatur peredaran makanan dan minuman termasuk didalamnya adalah susu. Lampiran empat dalam pedoman periklanan makanan dan minuman terdapat peraturan khusus tentang iklan susu yaitu:

  1. Hasil Olahan Susu

  1.1 Iklan susu kental manis , susu skim dan “Filled Milk”, tidak boleh diiklankan untuk bayi (sampai dengan 12 bulan).

  1.2 Iklan susu kental manis, susu skim dan “Filled milk” harus mencantumkan spot peringatan yang berbunyi “PERHATIKAN TIDAK COCOK UNTUK BAYI”. Dan jika menggunakan media radio spot tersebut harus dibacakan dengan jelas.

  1.3 Iklan susu krim penuh harus mencantumkan spot peringatan “PERHATIKAN TIDAK COCOK UNTUK BAYI BERUMUR DI BAWAH 6 BULAN”.

  2. Pengganti Air Susu Ibu (Pasi) atau Susu Bayi atau Infant Formula Pengganti Air Susu Ibu (Pasi) atau susu bayi atau infant formula dilarang

  12

  PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  dipromosikan dan diiklankan dalam bentuk apapun kecuali dalam jurnal kesehatan.

  Peraturan yang mendukung promosi susu formula selanjutnya dengan dikeluarkannya Peraturan Pemerintah nomor 69 tahun 1999 tentang Label dan Iklan Pangan. Peraturan ini diaharapkan menjadi instrumen yang andal yang mampu menjembatani antara kepentingan produsen dan konsumen untuk menciptakan perdagangan pangan yang jujur dan bertanggung jawab. Peraturan mengenai susu formula terdapat pada pasal 47 ayat 4. Pasal-pasal sebelumnya dalam peraturan ini mengatur tentang Label pada pangan. Pada pasal 47 ayat 4 yang terdapat dalam peraturan ini terdapat pernyataan: Iklan tentang pangan yang diperuntukkan bagi bayi yang berusia sampai dengan 1 (satu) tahun, dilarang dimuat dalam media massa, kecuali dalam media cetak khusus tentang kesehatan, setelah mendapatkan persetujuan Menteri Kesehatan dan dalam iklan yang bersangkutan wajib memuat keterangn bahwa pangan yang bersangkutan bukan pengganti ASI. Pasal-pasal tentang label pangan memuat ketentuan-ketentuan yang mengatur tentang pencantuman keterangan dalam label yang meliputi: nama produk, daftar bahan yang digunakan, berat bersih, nama perusahaan yang memproduksi, tanggal, bulan dan tahun kadaluwarsa. Keterangan lainnnya tentang produk juga dicantumkan yang meliputi: manfaat bagi kesehatan (didukung fakta ilmiah), pernyataan halal dan lain sebagainya seperti diatur dalam Peraturan Pemerintah nomor 69 tahun 1999.

D. Persepsi Persepsi merupakan suatu proses yang didahului oleh penginderaan.

  Penginderaan adalah merupakan suatu proses diterimanya stimulus oleh individu

  13

  PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  melalui alat penerima yaitu alat indera. Stimulus diteruskan oleh syaraf ke otak sebagai pusat susunan syaraf, dan proses selanjutnya merupakan proses persepsi (Walgito, 1978). Persepsi ini menimbulkan seorang individu dapat menyadari dan, dapat mengerti tentang keadaan lingkungan yang ada di sekitarnya, dan juga tentang keadaan diri individu yang bersangkutan. Dalam diri individu, seperti perasaan, pengalaman, kemampuan berfikir, kerangka acuan, dan aspek-aspek lain yang ada dalam diri individu akan ikut berperan dalam persepsi tersebut.

  Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi persepsi antara lain : perhatian, faktor-faktor fungsional dan faktor-faktor struktural.

  1. Perhatian Perhatian adalah proses mental ketika stimuli atau rangakaian stimuli menjadi menonjol dalam kesadaran pada saat stimuli lainnya melemah. Perhatian terjadi bila kita mengkonsentrasikan diri pada salah satu alat indera kita, dan mengesampingkan masukan-masukan melalui alat indera yang lain (Rakhmat, 2000). Hal-hal yang mempengaruhi perhatian seseorang dapat dilihat dari faktor internal dan faktor eksternal (Rukminto,1994). Faktor internal merupakan faktor yang ada dalam diri individu sendiri yang akan mempengaruhi individu dalam mengadakan persepsi. Faktor eksternal yang dapat mempengaruhi individu dalam mengadakan persepsi adalah faktor stimulus dan faktor lingkungan dimana persepsi ini berlangsung.

  a.

  Faktor internal yang mempengaruhi perhatian : 1) Motif dan kebutuhan

  14 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  2) Preparatory set (kesiapan seseorang untuk merespon terhadap suatu input sensori tertentu, tetapi tidak pada input yang lain).

  3) Minat b.

  Faktor eksternal 1) Intensitas dan ukuran (intensity and size), misalnya semakin besar iklan di suatu surat kabar semakin menarik perhatian seseorang 2) Kontras dan hal-hal yang baru (contrast and novelty), misalnya suatu bentuk yang dimunculkan pada suatu latar belakang (yang sangat kontras dengan latar belakangnya) akan dapat lebih menarik perhatian seseorang. 3) Pengulangan (repetition), pengulangan dapat mempengaruhi munculnya perhatian misalnya pada dunia iklan pesan yang sama diberikan secara berulang-ulang agar menarik perhatian seseorang. 4) Gerakan (movement), suatu gerak juga akan menarik perhatian seseorang, karena itu dalam dunia periklanan, iklan yang bergerak realatif lebih efekif dibanding dengan iklan yang tidak bergerak.

  2. Faktor-faktor fungsional Faktor-faktor fungsional berasal dari kebutuhan, pengalaman masa lalu dan hal- hal yang lainnya. Yang menentukan persepsi bukan jenis atau bentuk stimuli, tetapi karakteristik orang yang memberikan respon pada stimuli itu (Rakhmat, 2000).

  3. Faktor-faktor struktural Faktor-faktor struktural berasal semata-mata dari sifat stimuli fisik dan efek-efek saraf yang ditimbulkannya pada sistem saraf individu (Rakhmat, 2000). Faktor-

  15

  PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  faktor struktural ini mempunyai makna bahwa bila seseorang mempersepsi sesuatu, maka orang tersebut mempersepsinya sebagai suatu keseluruhan (perasaan, pengalaman, kemampuan berfikir, kerangka acuan dan aspek-aspek lainnya).

  Persepsi individu dalam melihat suatu objek berawal dari stimulus yang diterima oleh alat indera, stimulus yang mengenai individu ini kemudian diorganisasikan, diinterprestasikan, sehingga individu menyadari tentang apa yang diinderakan. Persepi individu terhadap objek ini meliputi sikap individu melihat objek dihadapannya, yang akan menimbulkan penilaian mengenai objek tersebut, selanjutnya menimbulkan pendapat terhadap suatu objek. Proses tersebut selanjutnya akan menimbulkan individu untuk mengambil tindakan terhadap objek tersebut.

  E. Motivasi

  Manusia merupakan makhluk yang mempunyai daya gerak dari dalam dirinya sendiri, hal inilah yang disebut dengan motivasi. Sedangkan seluruh aktifitas mental yang dirasakan atau dialami dan memberikan kondisi hingga terjadinya perilaku dikatakan sebagai motif. Selain itu ada pula yang menganggap bahwa motif adalah rangsangan, dorongan ataupun pembangkit tenaga bagi munculnya suatu tingkah laku tertentu. Kedua pengertian mengenai motif di atas adalah pengertian yang saling melengkapi mengenai keberadaan motif dalam kaitan dengan terbentuknya perilaku tertentu (Rukminto, 1994).

  Motif sosial merupakan motif yang timbul dalam diri manusia untuk

  16

  PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI memenuhi kebutuhan individu dalam hubungannya dengan lingkungan sosialnya.

  Motif yang timbul pada diri individu ini timbul karena adanya kebutuhan. Kebutuhan dapat dipandang sebagai kekurangan adanya sesuatu, dan ini menuntut segera pemenuhannya, untuk segera mendapat keseimbangan. Situasi kekurangan ini berfungsi sebagai suatu kekuatan atau dorongan alasan, sehingga seseorang bertindak untuk memenuhi kebutuhan (Ahmadi, 1991). Proses terjadinya perilaku seperti gambar di bawah ini: kebutuhan motif perilaku

  Gambar 1. Skema proses terjadinya perilaku (Ahmadi, 1991)

  Berdasarkan proses terjadinya perilaku seperti yang tersebut diatas penelitian ini sesuai dengan proses yang terjadi yaitu adanya kebutuhan, motif, dan perilaku. Kebutuhan yang ada pada penelitian ini adalah kebutuhan pemenuhan susu untuk anak. Motifnya adalah pertumbuhan dan perkembangan anak yang optimal. Sedangkan perilaku yang terjadi adalah pemenuhan untuk membeli atau menyediakan susu tersebut. Selain hal utama yang tersebut diatas pada penelitian ini objek yang diteliti adalah iklan susu anak di televisi.

  Pada iklan susu anak di televisi ini juga terjadi proses seperti yang tersebut diatas. Kebutuhan yang mendasari responden adalah pemilihan susu formula yang tepat untuk anak. Motifnya adalah konsumen mendapatkan susu yang tepat. Oleh karena itu diperlukan wawasan yang luas mengenai informasi produk susu anak sebagai pertimbangan untuk memilih susu yang tepat. Perilaku yang terjadi adalah pemenuhan kebutuhan dengan membeli atau menyediakan susu untuk anak

  17

  PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  setelah mendapat informasi yang tepat. Pada gambar dibawah ini dijelaskan tentang mekanisme terjadinya motivasi dan tindakan setelah melihat tayangan iklan di televisi adalah sebagai berikut:

  Pemahaman Persuasi Perhatian Pemikiran yang

  • Kepercayaan produk Fokus pada

  Iklan lebih dalam

  • Sikap terhadap iklan informasi yang tentang ciri –ciri
  • Keinginan membeli berkaitan dan konsekuensi dengan produk produk

  Gambar 2. Mekanisme terjadinya motivasi dan tindakan setelah melihat tayangan iklan.

F. Sikap dan Perilaku

  Perilaku manusia (human behavior) merupakan reaksi yang dapat bersifat sederhana maupun bersifat komplek. Salah satu karakteristik reaksi perilaku manusia yang menarik adalah sifat diferensialnya. Maksudnya, satu stimulus dapat menimbulkan lebih dari satu respon yang berbeda dan beberapa stimulus yang berbeda dapat menimbulkan satu respon yang sama (Azwar, 1995).

  Karakteristik individu meliputi beberapa variabel seperti motif, nilai-nilai, sifat kepribadian, dan sikap yang saling berinteraksi satu sama lain dan kemudian berinteraksi pula dengan faktor-faktor lingkungan dalam menentukan perilaku. Faktor lingkungan memiliki kekuatan besar dalam menentukan perilaku, bahkan kadang-kadang lebih besar daripada karakteristik individu (Azwar, 1995).

  Pembentukan sikap tidak terjadi begitu saja, melainkan melalui kontak sosial yang terus menerus antara individu dengan individu-individu lain disekitarnya. Dalam hubungan ini faktor-faktor yang yang mempengaruhi

  18

  PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  terbentuknya sikap adalah: 1.

  Faktor intern, yaitu faktor yang terdapat dalam diri individu, misalnya selektifitas. Penyeleksian diperlukan karena rangsang yang datang dari luar (lingkungan) tidak dapat seluruhnya diserap individu, oleh karena itu seseorang harus memilih rangsang-rangsang mana yang akan diperdalam dan rangsang- rangsang mana yang tidak ingin diperdalam (Rukminto, 1994).

2. Faktor ekstern yang mempengaruhi terbentuknya sikap: a. Sifat objek yang dijadikan sasaran sikap.

  b. Kewibawaan orang yang mengemukakan suatu sikap.

  c. Sifat orang-orang atau kelompok yang mendukung sikap tersebut.

  d. Media komunikasi yang digunakan untuk menyampaikan sikap.

  e. Situasi pada saat sikap dibentuk.

  Tayangan iklan di televisi juga dapat memberikan pengaruh perubahan sikap bagi seseorang yang melihatnya. Faktor-faktor yang dominan yang mempengaruhi perubahan sikap yaitu: 1.

  Sumber pesan Dalam upaya mengubah sikap seseorang, pihak yang menyampaikan pesan mempunyai peranan penting.

  a.

  Kredibilitas Pesan yang disampaikan oleh seseorang atau perusahaan yang mempunyai kredibilitas tinggi di masyarakat biasanya mempengaruhi minat dan perhatian penerima pesan serta dapat mempengaruhi pula sikap seseorang terhadap pesan tersebut. Misalnnya : industri yang terkenal, para ahli kesehatan seperti dokter dan

  19

  PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI yang lainnya.

  b.

  Keatraktifan Untuk iklan-iklan komersial, keatraktifan dari pembawa pesan tersebut menjadi hal penting untuk menarik minat masyarakat. Sehingga tidak jarang figur publik seperti artis yang terkenal diminta perusahaan untuk membawakan iklan, meskipun figur publik itu sendirti mungkin tidak mengenakan produk tersebut.

  2. Isi pesan Isi pesan yang disampaikan dalam iklan komersial biasanya berisikan sugesti sehingga dapat menarik minat dan perhatian responden.

  3. Penerima pesan a.

  Kemudahan untuk dipengaruhi Perusahaan berusaha membuat ikaln semenarik mungkin agar mendapat perhatian dari mayarakat, sehingga masyarakat akan mempertimbangkan dan mungkin akan memutuskan membeli.

  b.

  Interprestasi dan seleksi Kemampuan suatu pesan utnuk mempengaruhi sasaran, asangat bergantung pada interprestasi dan seleksi terhadap pesan yang masuk, sehingga informasi yang diberikan seharusya diberikan sesuai taraf kemampuan menginterprestasi informasi dari kelompok sasaran.

  Hal-hal tersebut diatas merupakan faktor-faktor yang dapat mempengaruhi perubahan sikap seseorang terhadap pesan yang disampaikan, dalam hal ini adalah iklan di televisi. Oleh karena itu perusahaan yang membuat tayangan iklan perlu memperhatikan hal-hal tersebut diatas dan masyarakat diharapkan lebih selektif.

  20

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI G.

   Susu

  Susu adalah cairan yang dihasilkan oleh kelenjar- kelenjar susu (mamae), baik dari binatang maupun dari buah dada seorang ibu. Air susu ibu biasa dikenal dengan ASI sedangkan susu hewan atau susu tiruan sebagai pengganti susu ibu disebut Pengganti Air Susu Ibu atau PASI pada umumnya adalah air susu dari berbagai ternak, misalnya sapi, kerbau, kambing dan ada pula yang mempergunakan air susu unta atau kuda.

  Susu sapi maupun ASI mengandung gula khusus yang disebut laktosa. Jenis gula ini hanya terdapat di dalam susu. Banyak bayi dan orang dewasa yang tidak tahan terhadap laktosa ini. Pada saluran pencernaan, laktosa dipecah menghasilkan glukosa dan galaktosa oleh enzim laktase. Pada sebagian bayi dan orang dewasa terdapat kelainan bawaan, dimana sekresi laktase tidak mencukupi atau tidak dihasilkan sama sekali. Maka laktosa tidak dapat dicerna dan zat ini dalam konsentrasi besar bersifat sebagai laksans (urus-urus) sehingga terjadi diarrhoea. Kondisi ini disebut lactoce intolerance dan dikatakan terdapat pada sebagian besar orang- orang dari bangsa berwarna. Terapi kondisi ini adalah dengan memberikan susu rendah laktosa (LLM-low lactose milk) atau dengan menggantikan susu oleh susu tiruan yang dibuat dari kacang kedelai (soya bean

  

milk ). Mereka yang menderita lactose intolerance ini tidak tahan terhadap

konsumsi laktosa seumur hidupnya (Sediaoetama, 2005).

  Terdapat berbagai jenis modifikasi susu yang diperdagangkan diantaranya adalah:

  21

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 1.

  Susu segar Susu sapi segar adalah hasil pemerasan sapi secara langsung, tanpa ditambah zat-zat lain ataupun mengalami pengolahan. Susu ini tidak begitu manis dan mengandung protein kira-kira tiga kali konsentrasinya dalam ASI. Karena itu untuk menyesuaikan dengan kondisi bayi, susu sapi dapat diencerkan dengan air matang sebanyak tiga kali volume air susu tersebut. Kadar protein menjadi sesuai dengan ASI, tetapi zat-zat gizi lainya termasuk kandungan enersi menjadi terlalu rendah (Sediaoetama, 2005).

  2. Susu Asam Susu segar ada yang diolah dengan diasamkan mempergunakan bakteri

  

Lactobacillus spp. Ada pendapat bahwa kondisi asam ini menghambat

  pertumbuhan bakteri-bakteri pembusuk di dalam rongga usus sehingga produk pembusukan yang lebih merugikan konsumen (terutama bayi) dapat dihindarkan atau setidak tidaknya dihambat. Untuk orang dewasa susu asam terdapat dalam bentuk yogurt (Sediaoetama, 2005).

  3. Susu Skim Susu ini sebenarnya limbah produksi mentega, setelah lemak dalam susu tersebut diambil untuk dijadikan mentega. Susu skim mengandung enersi lebih rendah, karena diambil lemaknya tersebut. Jenis susu ini masih baik dikonsumsi sebagai suplemen protein, yang masih tetap berkualitas baik dan bahkan konsentrasinya meningkat dengan dikurangkan lemak tersebut. Kerugian dari susu skim ini ialah kurang vitamin-vitamin yang larut lemak terutama vitamin A dan vitamin D (Sediaoetama, 2005).

  22

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 4.

  Susu Bubuk Susu bubuk terjadi dengan mengeringkan susu sehingga tertinggal komponen padat dari susu tersebut. Karena komposisi padat ini merupakan sekitar

  14% dari susu asalnya, maka rekonstitusi menjadi susu cair kembali dengan menambah air matang sebanyak tujuh kali sebanyak susu bubuknya (100/14 bag).

  Pada proses pengeringan ini terjadi perubahan atau kerusakan pada beberapa zat gizi komponennya, diantaranya vitamin A dan beberapa vitamin B kompleks. Karena itu pada susu bubuk ditambahkan berbagai zat gizi yang rusak atau berkurang ini (Sediaoetama, 2005).

  5. Susu kental manis Susu ini biasanya dikemas dalam kaleng dan dihasilkan dengan menguapkan sebagian airnya dari susu segar. Sebagai alat preservasi ditambahkan gula sehingga susu ini terlalu manis dan mengandung enersi sangat tinggi. Susu ini tidak baik diberikan kepada bayi, tetapi masih dapat dikonsumsi oleh anak yang telah besar dan orang dewasa. Karena sangat manis biasanya susu ini dipakai sebagai campuran dalam air kopi, air teh atau air coklat. Susu kental manis lebih tahan bila telah dibuka kalengnya dibanding dengan jenis susu yang lain, karena adanya gula kadar tinggi tersebut. Meskipun demikian sebaiknya susu ini jangan terlalu lama dibiarkan setelah dibuka kalengnya, karena lama-lama akan terjadi kerusakan atau pembusukan (Sediaoetama, 2005).

  6. Susu kaleng tanpa perubahan atau penambahan zat lain Susu ini komposisinya sama dengan susu segar, hanya mengalami pensterilan sebelum dikalengkan, untuk memperpanjang daya tahan dengan

  23

  PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  menghindarkan pertumbuhan berbagai jenis bakteri pembusuk dan yang menyebabkan fermentasi. Susu demikian harus segera dihabiskan, jangan dibiarkan di udara terbuka, karena akan cepat menjadi rusak. Proses yang dialami susu ini dibawah 100

  C, beberapa kali, diselingi dengan mendinginkan pada suhu kamar. Dengan cara demikian diharapkan bakteri aktif dibunuh dan pada waktu didinginkan sporanya berubah menjadi bakteri aktif yang kemudian dibunuh juga sehingga bakteri dan spora yang di dalam air susu asalnya menjadi mati semua (Sediaoetama, 2005).

  Berbagai proses yang dialami oleh susu sebelum dikalengkan dan diperdagangkan bertujuan untuk meningkatkan kualitas susu terutama untuk dikonsumsi anak-anak dan bayi agar sesuai dengan kandungan yang terdapat seperti dalam ASI. Pengganti ASI ini salah satunya adalah susu formula yang didesain semirip mungkin dengan ASI.

  Susu formula anak adalah cairan atau bubuk dengan formula tertentu yang diberikan pada bayi dan anak-anak. Susu formula ini berfungsi sebagai pengganti ASI. Susu formula memiliki peranan penting dalam makanan bayi karena seringkali bertindak sebagai satu-satunya sumber gizi bagi bayi. Komposisi susu formula yang diperdagangkan dikontrol dengan hati-hati, salah satunya adalah FDA (Food and Drug Assosiation atau Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika) yang mensyaratkan bahwa produk susu formula untuk anak harus memenuhi standar ketat tertentu (Roewijoko, 2006).

  Komposisi susu berdasarkan asalnya dibedakan menjadi dua yaitu hewani contohnya adalah susu sapi dan susu yang diolah dari bahan nabati seperti susu kedelai. Susu formula dibentuk dari komponen pembentuk susu hewani maupun nabati dengan penambahan nutrient. Susu formula harus mencukupi zat- zat dasar yang diperlukan tubuh yaitu mengandung air, protein, lemak karbohidrat, vitamin dan mineral. Bahkan susu formula yang beredar dipasaran tidak jarang terdapat penambahan zat-zat penting semisal DHA dan AA. Penambahan zat penting ini dimaksudkan agar kandungan komposisi susu formula mirip dengan kandungan ASI.

  Susu formula yang berasal dari hewani lebih dianjurkan daripada susu nabati. Hal ini dikarenakan susu formula yang berasal dari hewani memiliki rasa yang lebih enak, produknya mudah didapat, harganya terjangkau dan memiliki kandungan yang hampir sama dengan ASI. Sebaliknya, susu nabati yang biasanya berasal dari kacang kedelai ini kurang disukai bayi karena rasa dan aromanya yang kurang enak(Roewijoko, 2006). Oleh karena itu sebagian besar susu formula terbuat dari susu sapi dengan penyesuaian kandungan yang hampir mirip dengan ASI.

  Tabel I. Perbandingan Kandungan ASI dan susu sapi Komposisi Air Susu Manusia Air Susu Sapi Air (%) 87,6 87,2 Total Protein (%) 0,9 3,3 Kasein : whey 40 : 60 76 : 24 Primary whey - laktoglobulin – laktoglobulin Protein Laktoferin imonoglobulin A - 3,8 3,8

  < jenuh > jenuh Lemak (%) Rantai asam lemak > pendek Asam lemak rantai panjang Laktose (%) 7,0 4,8

  NPN (%) total N

  

25

  6 Ca (%) 0,034 0,126 P (%) 0,016 0,099 Na (%) 0,015 0,058 Vitamin A (µ g/dl)

  

53

  34 Asam Nikotinik (B 2 ) (µg/dl) 172

  85 Vitamin C (µ g/dl) 4,3 1,8

  24

  PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  25

  PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Nilai gizi yang terkandung dalam air susu sapi lebih tinggi dibandingkan dengan nilai gizi ASI. Nilai gizi ASI yang lebih rendah ini bukan jaminan bahwa air susu sapi lebih unggul, karena dalam ASI mengandung zat antibodi yang tidak terdapat dalam air susu sapi.

  Tabel diatas membandingkan rata-rata nilai ASI dan air susu sapi dan melukiskan perbedaan utama dalam konsentrasi protein (komposisinya) dan seterusnya. Dalam preparasi formula bayi, air susu sapi diencerkan menjadi sepertiga kali agar konsentrasi proteinnya mendekati ASI, demikian juga kadar mineralnya (Ca,P,Na) tetapi menyebabkan laktose dan vitamin lebih besar perbedaannya (Linder,1992). Setiap komponen susu seperti yang tersebut diatas memiliki peran yang penting untuk pertumbuhan dan perkembangan anak

  Susu formula sangat diperlukan untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak, oleh karena itu perlu pemilihan susu yang tepat. Karena pemilihan susu yang tidak tepat dapat mengakibatkan gangguan beberapa fungsi organ tubuh seperti diare, alergi, batuk dan sebagainya. Gangguan sistem tubuh ini akan mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak serta mempengaruhi dan memperberat perilaku anak (Judarwanto, 2006).

H. Asam Dokosaheksanoat dan Asam Arakhidonat

  Susu formula yang beredar biasanya terdapat zat-zat tambahan yang penting yaitu DHA dan AA. Asam dokosaheksanoat (DHA) merupakan asam lemak tak jenuh rantai panjang yang juga dikenal masyarakat sebagai omega-3. Berdasarkan penelitian komponen utama jaringan otak terdiri atas DHA dan AA

  26 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  (asam arakhidonat). Sejumlah besar DHA ini terdapat dalam retina mata. DHA dan AA ini diperlukan untuk perkembangan otak dan ketajaman penglihatan.

  DHA dan AA ini terbentuk lewat proses sintesis biokimia dengan bantuan enzim yang tersedia dalam sisitem saraf pusat dan hati. DHA dan AA ini merupakan komponen struktural yang penting pada otak dan retina, asam lemak tak jenuh ganda terutama terdapat pada fosfolipid membran yang berperan penting dalam sifat-sifat fisik dan juga fungsi membran. Yaitu berkembang dalam perkembangan saraf bayi.

  Berdasarkan penelitian oleh para ahli bayi yang mendapat susu formula dengan penambahan DHA menunjukkan tampilan yang lebih baik dibandingkan bayi dengan diet formula standar. Demikian juga dengan kadar DHA dan AA dalam sirkulasi lemak dan fosfolipid erithrosit juga lebih tinggi pada kelompok ASI dan kelompok bayi dengan susu formula+DHA. Dengan penelitian dapat ditarik kesimpulan bahwa susu formula dengan tambahan DHA memberikan keuntungan bagi perkembangan saraf bayi (Gsianturi,2001)..

  Pada penelitian lain DHA juga berperan dalam fungsi saraf alur penglihatan. Hal ini berdasarkan penelitian profil asam lemak pada erithrosit dan hubungannya dengan maturitas alur penglihatan dari VEP (Visual Evoked

  

Potential ). VEP adalah tes ketajaman penglihatan yang digunakan untuk

  mengevaluasi keutuhan saraf pada alur retina ke cortex visual primer dan kemampuan bayi untuk melihat dan memberi respon motorik jika dirangsang secara visual (Gsianturi,2001).

  27

  PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Pada dasarnya ASI secara alami memproduksi DHA, sehinga pada bayi sumber DHA yang tidak terkalahkan adalah air susu ibu. Penambahan DHA pada berbagai susu formula dan makanan pada anak-anak sebenarnya adalah upaya industri untuk sedapat mungkin mendekati kualitas ASI.

  DHA tidak selamanya menguntungkan, karena DHA mempunyai efek samping pendarahan dan gangguan sistem kekebalan. Menurut (Nasar, 2001) asupan DHA berlebihan bisa membuat darah makin encer. Akibatnya anak akan mudah mengalami pendarahan dan sistem kekebalan menurun. Kelebihan DHA akan mengganggu kerja enzim desaturase dan elongase. Dalam kondisi normal, dua enzim ini mengubah lemak menjadi asam linoleat dan asam alfa linoleat. Dua asam inilah yang memprodukasi DHA dan asam arakidonat. Kelebihan DHA akan merangsang produksi prostaglandin yang mengencerkan darah dan memperlebar pembuluh darah. Selain itu AA merangsang produksi trombosit yang membuat darah mengental dan mempersempit pembuluh darah. Berhubung kelebihan DHA, enzim mengurangi produksi DHAnya, otomatis AA pun ikut berkurang. Akibatnya trombosit didalam berkurang maka darah akan lambat membeku (Gsianturi,2001).

I. Pertumbuhan dan Perkembangan Anak

  Pertumbuhan dan perkembangan anak merupakan dua proses utama yang terjadi pada anak. Anak yang tergolong sehat memiliki pertumbuhan dan perkembangan yang optimal. Pertumbuhan dan perkembangan anak ini sangat penting sebagai dasar untuk perkembangan selanjutnya yakni pada saat

  28

  PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  prasekolah, sekolah, akil balik dan remaja. Oleh karena itu diperlukan kesehatan dan gizi yang optimal untuk menunjang pertumbuhan dan perkembangan anak.

  Pertumbuhan dan perkembangan anak dapat didefinisikan seperti di bawah ini: 1.

  Pertumbuhan Pertumbuhan dalam hal ini adalah bertambahnya ukuran fisik anak.

  Pertumbuhan dinilai dengan pengukuran tinggi dan berat badan, lingkar kepala, ketebalan lipat kulit dan lain-lain (Speirs, 1992).

  a.

  Bayi Setelah lahir kecepatan pertumbuhan paling pesat selama tahun pertama. Pada kegiatan di posyandu dilakukan pencatatan tinggi dan berat badan anak pada Kartu Menuju Sehat (KMS).

  b.

  Anak kecil Panjang anggota gerak bertambah sehubungan dengan panjang badan. Anak yang normal akan terus tumbuh dengan kecepatan kira-kira 2 kg per tahun pada kelompok usia ini (Speirs, 1992).

  c.

  Anak sekolah Berat badan terus bertambah dengan kecepatan kira-kira 2-3 kg per tahun dan tinggi badan 5-6 cm per tahun (Speirs, 1992).

2. Perkembangan

  Perkembangan merupakan kemajuan tingkah laku dan kematangan emosional dan sosial. Perkembangan ditandai dengan perkembangan di daerah aktivitas sosial, pendengaran dan bahasa, motorik kasar dan motorik halus. Menurut Departemen Kesehatan RI (1993) ciri anak sehat adalah:

  29

  PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI a.

  Tumbuh dengan baik, yang dapat dilihat dari naiknya berat dan tinggi badan secara teratur dan proporsional.

  b.

  Tingkat perkembanganya sesuai dengan tingkat umurnya.

  c.

  Tampak aktif, gesit dan gembira.

  d.

  Mata bersih dan bersinar.

  e.

  Nafsu makan baik.

  f.

  Bibir dan lidah tampak segar.

  g.

  Pernafasan tidak berbau.

  h.

  Kulit dan rambut tampak bersih dan tidak kering i. Mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan (Santoso dan Ranti, 1999).

  Jika ciri-ciri tersebut telah dimiliki oleh anak, maka pertumbuhan dan perkembangan anak biasanya dapat dikatakan wajar atau normal. PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Jenis dan Rancangan Penelitian Penelitian ini bersifat non eksperimental. Jenis penelitian ini adalah

  merupakan penelitian observasional yang pengamatannya dilakukan terhadap sejumlah variabel subjek menurut keadaan apa adanya, tanpa adanya manipulasi atau intervensi dari peneliti (Pratiknya, 1986). Rancangan penelitian yang digunakan adalah deskriptif. Rancangan penelitian deskriptif merupakan prosedur pemecahan masalah yang diselidiki dengan menggambarkan atau melukiskan keadaan subjek objek penelitian pada saat sekarang berdasarkan fakta yang tampak atau sebagaimana adanya (Nawawi, 2003). Metode yang digunakan dalam pengambilan data adalah menggunakan kuesioner yang dilengkapi dengan wawancara dan observasi terhadap iklan produk susu anak di televisi.

B. Definisi dan Operasional Penelitian

  1. Anak adalah golongan usia 0-2 tahun yang disebut bayi, usia 2-6 tahun yang disebut tahap anak-anak awal yang membutuhkan susu untuk menunjang pertumbuhan dan perkembangan anak.

  2. Iklan susu anak adalah saluran informasi melalui tayangan di televisi mengenai produk susu untuk bayi yang diiklankan oleh suatu industri.

  3. Tenaga kesehatan adalah orang-orang yang memiliki profesi dalam bidang kesehatan meliputi dokter, apoteker, perawat, bidan. PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  31

  4. Karakteristik iklan susu formula adalah menyangkut asal dan sifat, isi dan komposisi, mutu dan kegunaan yang sesuai dengan Permenkes RI nomor 79/MEN.KES/PER/III/1978 dan diperkuat dengan Peraturan Pemerintah nomor 69 tahun 1999 tentang Label dan Iklan Pangan mengenai cara periklanan bahwa Iklan tentang pangan yang diperuntukkan bagi bayi yang berusia sampai dengan 1 (satu) tahun, dilarang dimuat dalam media massa.

  5. Asal dan sifat adalah menunjukkan bahan baku pembuatan susu dalam hal ini adalah susu berasal dari susu sapi dengan penambahan zat gizi yang lain.

  6. Isi dan komposisi adalah menunjukkan kandungan gizi yang terdapat dalam susu formula seperti vitamin, mineral, zat tambahan yang penting lainnya seperti DHA, asam folat, prebiotik.

  7. Mutu dan kegunaan adalah menunjukkan manfaat dari susu formula bahwa susu berguna untuk pertumbuhan anak

  8. Karakteristik responden adalah data mengenai responden yang berhubungan dengan usia ibu, usia anak, tingkat pendidikan ibu, pekerjaan ibu, pendapatan dalam keluarga, susu formula yang digunakan anak.

  9. Pengenalan adalah kemampuan para ibu di posyandu kelurahan Purwodiningratan Solo untuk mengetahui jenis-jenis produk susu anak yang ditawarkan melalui iklan di televisi.

  10. Persepsi merupakan proses pengorganisasian, penginterprestasian terhadap stimulus yang diterima oleh para ibu di posyandu kelurahan Purwodiningratan Solo sehingga merupakan sesuatu yang berarti dan merupakan aktivitas yang

  

intergrated. Aktivitas intergrated yaitu seluruh apa yang ada dalam diri

  32 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  individu (pengetahuan, pandangan, keyakinan, perasaan, pengalaman, kemampuan berfikir) ikut aktif berperan dalam persepsi.

  11. Motivasi adalah dorongan yang timbul (niat) dari diri para ibu di posyandu kelurahan Purwodiningratan Solo dalam memilih susu untuk anak setelah melihat tayangan iklan susu di televisi.

  12. Pengaruh iklan susu adalah daya yang timbul setelah melihat penayangan dari iklan susu di televisi terhadap penentuan pemilihan susu yang dilakukan oleh subyek, dalam hal ini berupa preferensi atau tindakan membeli oleh para ibu di Posyandu kelurahan Purwodiningratan Solo.

  13. Tindakan membeli adalah suatu kegiatan yang dilakukan oleh para di posyandu kelurahan Purwodiningratan Solo untuk memenuhi kebutuhannya dengan membeli sesuatu, dalam hal ini membeli susu untuk anak guna meningkatkan gizi anak dan menunjang pertumbuhan anak.

  14. Kecenderungan setuju dan tidak setuju, pada persepsi, motivasi dan tindakan terhadap iklan susu anak di televisi akan dilihat kecenderungan jawaban reponden ke arah setuju yang meliputi Sangat Setuju (SS) dan Setuju (S) atau ke arah tidak setuju yang meliputi Tidak Setuju (TS) dan Sangat Tidak Setuju (STS).

C. Subjek Penelitian

  Subyek penelitian dalam penelitian ini adalah ibu-ibu anggota Posyandu kelurahan Purwodiningratan Solo yang memiliki anak balita dan yang pernah melihat produk iklan susu di televisi serta yang anaknya mengkonsumsi susu formula. Pengambilan sampel di 9 Posyandu di seluruh kelurahan Purwodiningratan. Dari tiap Posyandu diambil sampel ibu yang memiliki anak yang mengkonsumsi susu formula sebagai responden. Jumlah responden adalah 114 orang, yaitu para ibu yang hadir pada saat pelaksanaan kegiatan posyandu. Dengan taraf kepercayaan 90%. Selanjutnya diambil 8 orang responden untuk dilakukan wawancara, untuk melengkapi data yang sudah ada.

  Instrumen penelitian yang digunakan adalah kuesioner, yaitu kelompok atau urutan pertanyaan yang dibuat untuk memperoleh informasi dari sumber informasi atau responden (Prawitasari, 1998). Pertanyaan dalam kuesioner dikelompokan sesuai dengan permasalahan penelitian, yaitu:

  Pertanyaan kuisioner untuk menentukan karakteristik responden ini terdiri dari pertanyaan tertutup dan pertanyaan semi terbuka. Pertanyaan tertutup adalah pertanyaan dimana setiap item pertanyaan disediakan sejumlah alternatif jawaban yang dapat dipilih responden. Pertanyaan semi terbuka adalah pertanyaan dimana selain diberikan alternatif jawaban juga disediakan tempat untuk memberikan jawaban secara bebas apabila menurut responden diantara alternatif jawaban yang disediakan tersebut tidak terdapat jawaban yang dianggap tepat.

  2. Pengenalan iklan susu anak yaitu skala yang menggunakan pertanyaan tertutup dan semi terbuka.

  33

  PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

D. Instrumen Penelitian

1. Data pribadi

  34

  PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  3. Persepsi, motivasi dan tindakan respoden terhadap iklan susu anak mengunakan kuisioner dengan bentuk pernyataan yang mirip dengan skala Likert. Pernyataan pada kuisioner ini memiliki alternative jawaban SS (Sangat Setuju), S (Setuju), TS (Tidak Setuju), STS (Sangat Tidak Setuju). Responden diharapkan memilih jawaban yang sesuai dengan keadaanya, kemudian jawaban seluruh responden tiap item pertanyaan dijumlahkan dan diprosentasekan.

  Skala mengenai data pribadi reponden bertujuan untuk mengetahui latar belakang responden sehingga dapat ditentukan karakteristik responden. Hal ini akan berpengaruh terhadap pola pikir reponden yang berhubungan dengan persepsi responden terhadap objek (iklan), motivasinya, serta tindakan dalam pemilihan susu untuk anak.

  Skala pengenalan iklan susu anak oleh responden adalah untuk mengetahui seberapa jauh responden mengenal iklan susu anak di televisi.

  Pertanyaan dalam skala ini meliputi berapa jam dalam satu hari responden menyaksikan tayangan televisi, frekuensi menyaksikan iklan susu anak di televisi dalam sehari, serta iklan susu anak apa saja yang pernah disaksikan. Dengan pengenalan responden terhadap iklan susu untuk anak ini responden dapat memahami sehingga akan berpengaruh terhadap tindakan pemilihan susu untuk anak.

  Skala persepsi, motivasi dan tindakan responden menggunakan skala Likert 5 tingkat dengan menghilangkan jawaban tengah tingkat, sehingga pilihan

  35 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  jawaban adalah Sangat Setuju (SS), Setuju (S), Tidak Setuju (TS), dan Sangat Tidak Setuju (STS).

  Penelitian ini menggunakan alternatif jawaban dari lima pilihan menjadi empat pilihan, yaitu dengan menghilangkan kategori jawaban tengah yang berdasarkan tiga alasan. Pertama, kategori ditengah mempunyai arti ganda yang tidak diharapkan dalam suatu instrumen, bisa diartikan belum dapat memutuskan atau memberi jawaban, bisa juga diartikan netral. Kedua, tersedianya jawaban di tengah menimbulkan kecenderungan menjawab ketengah, terutama bagi mereka yang ragu- ragu atas arah kecenderungan jawaban kearah setuju atau kearah tidak setuju. Ketiga, maksud kategorisasi empat adalah terutama untuk melihat kecenderungan pendapat responden kearah setuju atau kearah tidak setuju (Hadi, 1991).

E. Tata Cara Penelitian

1. Observasi Iklan Susu Formula Anak

  Observasi dilakukan dengan melihat tayangan iklan susu anak yang tayang ditelevisi stasiun swasta. Observasi dilakukan pada bulan Januari 2007 menggunakan metode accidental sampling. Metode accidental sampling ini adalah mengambil sampel yang secara kebetulan muncul. Dalam hal ini adalah pengamatan iklan susu formula anak yang secara kebetulan muncul di stasiun televisi swasta. Observasi ini dilakukan untuk mengetahui karakteristik dari iklan susu formula.

  36

  PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

2. Pembuatan Kuesioner Pembuatan kuisioner terdiri dari tiga kelompok permasalahan.

  Permasalahan-permasalahan ini meliputi data pribadi responden, skala pengenalan responden terhadap iklan susu anak di televisi, skala persepsi, motivasi dan tindakan responden terhadap iklan susu anak di televisi. Dalam setiap kelompok permasalahan terdiri dari pertanyaan- pertanyaan yang meliputi : a. Data Pribadi Responden

  Data pribadi responden ini dibuat dengan tujuan untuk mengenal lebih dalam latar belakang responden, dengan demikian dapat ditentukan karakteristik responden. Hal ini akan mempengaruhi pola pikir reponden yang berhubungan dengan persepsi responden terhadap objek (iklan), motivasi responden serta tindakan responden dalam pemilihan susu untuk anak. Pertanyaan-pertanyaan yang disusun meliputi : 1) Umur responden, dalam hal ini adalah ibu-ibu anggota posyandu yang memiliki anak yang mengkonsumsi susu formula.

  2) Tingkat pendidikan reponden. 3) Umur anak yang mengkonsumsi susu formula 4) Pekerjaan responden 5) Jumlah penghasilan keluarga per bulan, dalam hal ini jumlah penghasilan seluruh keluarga yang sudah berpenghasilan.

  6) Susu formula yang dikonsumsi anak Dalam permasalahan ini subjek diminta untuk mengisi data pribadinya sesuai dengan apa yang menjadi latar belakangnya. Data pribadi ini terdiri dari

  37

  PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  enam pertanyaan, yaitu tiga pertanyaan merupakan pertanyaan tertutup yang ditunjukkan dengan nomor item 1,2,5 dan tiga pertanyaan bersifat semi terbuka yaitu dengan nomor item 3,4,6.

  b. Pengenalan Responden Dalam skala ini subjek diminta untuk merespon pertanyaan- pertanyaan yang berhubungan dengan pengenalan responden terhadap iklan susu formula di televisi. Tujuan dari skala ini adalah untuk mengetahui sejauh mana responden mengenal iklan susu anak di televisi. Pertanyaan- pertanyaan ini meliputi:

1) Rata-rata responden menonton televisi dalam sehari.

  Pertanyaan ini merupakan pertanyaan tertutup, dimana responden diberikan alternatif jawaban dan diharuskan memilih satu jawaban sesuai dengan kenyataan yang ada. 2)

  Frekuensi responden menyaksikan iklan susu di televisi Pertanyaan ini merupakan pertanyaan tertutup. Responden diharapkan memilih satu jawaban sesuai keadaannya. Pertanyaan ini akan mengarahkan reponden tentang seberapa jauh pengenalan reponden tentang iklan susu anak di televisi, dilihat dari keseringan responden melihat tayangan iklan susu anak.

  3) Iklan susu formula anak apa saja yang pernah dilihat

  Pertanyaan ini merupakan pertanyaan semi terbuka. Responden diberikan pertanyaan dengan alternatif jawaban, namun selain itu juga disediakan tempat untuk responden dapat memberikan jawaban lain apabila jawaban yang disediakan kurang sesuai.

  4) Figur yang dipercaya responden

  38

  PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Pertanyaan ini merupakan pertanyaan semi terbuka. Responden diharapkan menjawab pertanyaan, figur siapa yang dapat dipercaya dalam menyampaikan saran dalam pemilihan susu untuk anak.

c. Persepsi, Motivasi dan Tindakan Responden

  Skala persepsi, motivasi dan tindakan responden dalam kuisioner ini dibuat oleh peneliti sebanyak 25 pernyataan. Setiap pernyataan dalam skala ini bertujuan mengarahkan responden tentang persepsinya terhadap iklan susu anak di televisi, motivasinya setelah menyaksikan tayangan iklan susu anak di televisi serta tindakan yang akan dilakukan responden.

  Pilihan alternatif jawaban dalam skala ini adalah Sangat Setuju (SS), Setuju (S), Tidak Setuju (TS) dan Sangat Tidak Setuju (STS). Hal ini untuk melihat bagaimana kecenderungan persepsi, motivasi dan tindakan responden ke arah setuju atau kearah tidak setuju terhadap setiap pernyataan yang disediakan. Pernyataan- pernyataan dalam skala ini mengandung unsur : 1)

  Persepsi, pengetahuan, pandangan, keyakinan, perasaan, pengalaman, kemampuan berfikir konsumen.

  2) Motivasi pemilihan susu anak oleh konsumen. 3) Tindakan membeli susu anak oleh konsumen.

  

Tabel II. Bobot Relatif Komponen dalam Skala Persepsi, Motivasi dan

Tindakan Ibu-ibu Anggota Posyandu Kelurahan Purwodiningratan Solo

  No Komponen Bobot (%)

  1 Pengetahuan, pandangan, keyakinan,

  64 perasaan, pengalaman, kemampuan berfikir konsumen

  2 Motivasi pemilihan susu anak oleh konsumen

  16

  3 Tindakan membeli susu anak oleh konsumen

  20 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  39 Dalam skala ini subjek diminta untuk merespon pernyataan dengan jumlah 25 pernyataan yang dirumuskan secara favourable dan non favourable tentang suatu objek. Objek dalam skala ini adalah mengenai persepsi, motivasi dan tindakan responden. Item-item favourable adalah item yang mendukung indikator-indikator persepsi, motivasi dan tindakan responden terhadap iklan susu anak di televisi. Item- item non favourable adalah item yang tidak mendukung indikator-indikator persepsi, motivasi dan tindakan responden terhadap iklan susu anak di televisi.

  Skala Persepsi, Motivasi dan Tindakan Responden dalam penelitian ini mempunyai pilihan alternatif jawaban Sangat Setuju (SS), Setuju (S) Tidak Setuju (TS), Sangat Tidak Setuju (STS). Hal ini melihat kecenderungan responden ke arah setuju atau ke arah tidak setuju. Setiap pernyataan dalam skala ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana persepsi, motivasi dan tindakan responden terhadap iklan susu anak di televisi yang akan berpengaruh terhadap pemilihan susu untuk anak.

  Tabel III. Aspek dan Distribusi Skala Persepsi dan Motivasi Ibu-ibu Anggota Posyandu Kelurahan Purwodiningratan Solo Aspek Nomor Item Jml (%)

Pengetahuan, 1,2,3,4,5,6,8,9,10,11,12,17, 16 (64)

  F

  pandangan, keyakinan, 21,25 perasaan, pengalaman, kemampuan berfikir

  20,23

  NF

  konsumen

Motivasi pemilihan 7,22 4 (16)

  F

  susu anak oleh 16,18

  NF

  konsumen Tindakan membeli 14,15 5 (20)

  F

  susu anak oleh 13,19,24

  NF

  konsumen Total (persen) 25 (100)

  F = Favourable NF = Non Favourabl

  40

  PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Uji coba skala dilakukan terhadap ibu- ibu yang mempunyai anak yang mengkonsumsi susu formula di daerah Kanjengan Klaten dan Timbulrejo Yogyakarta dengan mengambil 30 responden. Menurut Azwar (1997) jumlah minimal responden untuk uji coba yaitu 30 responden. Hasil uji coba ini untuk menghitung validitas dan reliabilitas instrumen penelitian.

3. Uji Validitas

  Validitas merupakan tingkat kemampuan suatu instrumen untuk mengungkapkan sesuatu yang menjadi sasaran pokok pengukuran yang dilakukan dengan instrumen tersebut. Validitas ini berkaitan dengan hasil pengukuran, yaitu menunjukkan sejauh mana hasil pengukuran yang diperoleh benar-benar mencerminkan pengamatan apa yang hendak diukur (Dwiatmoko,2003). Terdapat dua ciri validitas suatu pengukuran yaitu: ketepatukuran dan ketelitian, kecermatan. Ketepatukuran berarti, disamping secara tepat mengukur apa yang memang akan diukur (sensitivitas), juga dengan pengukuran tersebut tidak terukur hal lain selain yang akan diukur (spesifitas). Sedangkan ciri ketelitian adalah penggambaran bahwa pengukuran yang dilakukan memenuhi syarat reliabilitas (Pratiknya, 2001).

  Uji validitas dalam kuisioner ini adalah untuk mengetahui tingkat kepahaman bahasa sehingga diperoleh bahasa yang sederhana, mudah dipahami dan dimengerti oleh responden. Selain itu juga uji validitas ini bertujuan supaya tidak terdapat makna ganda dalam setiap pernyataan, yaitu untuk mendapatkan pernyataan yang relevan untuk analisis, sehingga jawaban reponden dapat diarahkan ke arah setuju atau ke arah tidak setuju.

  41

  PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Suatu alat ukur dikatakan mempunyai validitas tinggi apabila alat tersebut dapat mengungkapkan secara jitu gejala yang hendak diukur dan seberapa jauh alat memilki ketelitian dalam memberikan status (Hadi,1991). Uji validitas dalam penelitian ini dilakukan terhadap skala persepsi, motivasi dan tindakan yang terdiri dari 25 pertanyaan. Uji validitas ini dilakukan terhadap 30 orang responden untuk mengisi kuisioner. Peneliti mengawasi jalannya pengisian kuisioner oleh responden secara langsung. Hal ini bertujuan apabila ada pertanyaan mengenai bahasa yang kurang dimengerti oleh responden maka responden dapat langsung bertanya kepada peneliti.

  Kuisioner pada penelitian ini dapat dinyatakan valid. Hal ini dikarenakan dari seluruh kuisioner yang disebar dan diisi oleh responden secara langsung ternyata tidak ada pertanyaan mengenai bahasa yang kurang dimengerti oleh responden.

4. Uji Reliabilitas

  Uji reliabilitas ini mengacu pada konsistensi atau kepercayaan hasil ukur, yang mengandung makna kecermatan pengukuran. Tujuan diadakan uji reabilitas ini adalah untuk mengetahui apakah data yang dikumpulkan dapat dipercaya atau tidak.

  Uji reliabilitas pada penelitian ini dapat dilihat dari tingkat konsistensi dan ketepatan serta ketelitian responden dalam menjawab pertanyaan yang ada pada kuisioner (Notoadmojo, 2002). Uji reliabilitas ini bertujuan untuk menggali lebih dalam suatu kuisioner. Pada penelitian deskriptif ini uji reliabilitas boleh untuk tidak dilakukan. Pada kuisioner terdapat pertanyaan-pertanyaan yang dapat

  42

  PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  bersifat favorable dan nonfavorable. Jawaban responden sebagian besar cukup konsisten, hal ini dapat dilihat konsistensi pada setiap pertanyaan. Skala Persepsi, Motivasi dan Tindakan Konsumen sudah reliabel.

  5. Penyebaran kuesioner

  Setelah dilakukan uji validitas dan reliabilitas, selanjutnya dilakukan penyebaran kuesioner terhadap responden yaitu para ibu di Posyandu kelurahan Purwodiningratan Solo. Waktu yang dipilih untuk penyebaran kuesioner ini pada saat dilakukan kegiatan posyandu. Penyebaran kuisioner dilakukan selama bulan Maret hingga April 2007. Pengisian kuisioner dilakukan oleh responden sendiri, pada saat dilaksanakan kegiatan posyandu, dan langsung dikumpulkan .

  Sampel yang dibutuhkan dalam penelitian ini adalah jumlah seluruh ibu yang memiliki anak yang mengkonsumsi susu formula di 9 posyandu kelurahan Purwodiningratan Solo.

  6. Pengolahan Hasil

  Perhitungan dilakukan terhadap jawaban kuisioner yang telah diisi oleh responden dan membuat persentase terhadap masing-masing jawaban berdasarkan masing-masing aspek penelitian. Kemudian dilakukan interpretasi data hasil penelitian dengan melihat persentase jawaban responden, selain itu akan dilihat kecenderungan responden untuk menjawab setiap pernyataan dengan cara menjumlahkan jawaban responden pada skala persepsi, motivasi, tindakan (SS+S dan TS+STS) dan penarikan kesimpulan.

  Skala mengenai data pribadi responden dihitung dengan menjumlahkan setiap pilihan jawaban responden kemudian diprosentase dengan jumlah total 114.

  43

  PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Skala tingkat pengenalan responden dihitung dengan menjumlahkan setiap jawaban responden. Pertanyaan dengan nomor item 7 dan 8, setiap jawaban responden dijumlahkan dengan jumlah total 114. Pertanyaan dengan nomor item 9 dan 10 diprosentase dengan jumlah total masing-masing 288 dan 204. Hal ini dikarenakan responden dapat memilih alternatif jawaban lebih dari satu jawaban. Skala persepsi, motivasi dan tindakan dipersentase dengan jumlah total 114.

F. Analisis Data Penelitian

  Analisis data penelitian dilakukan dengan analisis deskriptif. Prosedur yang digunakan adalah perhitungan prosentase terhadap seluruh pertanyaan yang terbagi dalam tiga skala tersebut. Skala mengenai data pribadi responden dan skala pengenalan responden, untuk pertanyaan yang hanya boleh dijawab satu jawaban saja, jawaban yang sama dijumlahkan kemudian diprosentasekan dengan jumlah total seratus prosen, sedangkan pertanyaan yang boleh dijawab lebih dari satu jawaban, jawaban yang sama dijumlahkan kemudian diprosentasekan tidak seratus prosen. Skala persepsi, motivasi dan tindakan setiap item pertanyaan dianalisa jawabannya. Analisa data ditampilkan dalam bentuk tabel. PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi konsumen tentang

  iklan susu anak di televisi dan motivasinya terhadap pemilihan susu untuk anak oleh para ibu di Posyandu kelurahan Purwodiningratan Solo. Setiap responden dibagikan satu kuisioner dan langsung dikerjakan, kuisioner yang telah diisi oleh responden digunakan sebagai data yang diolah. Delapan orang responden dilakukan wawancara sebagai perwakilan untuk mengetahui lebih dalam persepsi konsumen, tanpa dibatasi dengan pertanyaan yang ada pada kuisioner. Hasil dari pengolahan data untuk kuisioner ditampilkan dalam bentuk tabel.

A. Karakteristik Iklan Susu Formula Anak di Televisi

  Berdasarkan peraturan yang mendasari tentang label dan periklanan makanan pernyataan untuk periklanan makanan termasuk iklan susu pengganti ASI tidak boleh menyesatkan, mengacaukan dan menimbulkan penafsiran yang salah tentang asal dan sifat, isi dan komposisi, mutu dan kegunaan. Observasi terhadap karakteristik iklan dilihat berdasarkan peraturan seperti yang tersebut di atas. Hasil penelitian menunjukkan beberapa karakterisik dari iklan susu anak yang tayang di televisi. Pengamatan karakteristik iklan susu formula anak di televisi dilakukan dengan melihat tayangan setiap iklan susu anak yang tayang kemudian dianalisa menurut asal dan sifatnya, komposisinya serta mutu dan kegunaannya.

  45

  PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Tabel IV. Karakteristik Beberapa Iklan Susu Anak di Televisi Swasta pada

Tahun 2007

  Nama Produk Asal & Sifat Isi & Komposisi Mutu & kegunaan Bebelac

  • + + + Dancow Anak

  • Enfagrow
  • Gain Plus +
    • Lactona + +

    >Nutrilion
  • Pediasure + Procal
  • + - +
  • + SGM
  • + -
  • + + - Susu Bendera 123

  Tabel di atas menunjukkan karakteristik beberapa iklan susu anak yang tayang di televisi pada bulan Januari 2007. Tayangan iklan susu formula ini selanjutnya dianalisa berdasarkan asal dan sifatnya, isi dan komposisi, serta mutu dan kegunaan. Iklan susu menurut asal dan sifatnya yaitu menunjukkan bahan baku pembuatan susu dalam hal ini adalah susu berasal dari susu sapi. Pada iklan hal ini ditunjukkan dengan tulisan seperti misalnya 100% susu sapi murni, atau disebutkan bahwa susu terbuat dari susu sapi. Isi dan komposisi susu pada iklan di televisi ditunjukkan dengan tulisan dan disebutkan seperti misalnya mengandung AA, DHA, prebiotik, vitamin dan yang lainnya. Mutu dan kegunaan pada iklan susu anak di televisi ditunjukkan dengan menyebutkan manfaat susu misalnya susu tersebut berguna untuk pertumbuhan, susu berguna untuk nutrisi belajar efektif atau susu berguna untuk meningkatkan kecerdasan.

  Iklan susu anak di televisi sebagian besar sudah memenuhi kriteria yang ditentukan. Hal ini dibuktikan dengan sebagian besar iklan sudah memaparkan tentang komposisi dan kandungan dari susu formula yang disertai dengan manfaat

  46

  PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  masing-masing. Sebagian besar iklan sudah menjelaskan mutu dan kegunaan dari susu untuk anak. Iklan di televisi ini juga sudah memenuhi kriteria bahwa produk susu formula khusus untuk anak usia dibawah satu tahun tidak ditampilkan di televisi. Pengawasan dalam peredaran iklan perlu dipantau oleh badan yang berwenang agar informasi yang disampaikan oleh iklan tersebut tidak menyesatkan masyarakat.

  Peraturan yang mengatur tentang label dan periklanan makanan ini merupakan salah satu usaha dari pemerintah dalam pengawasan iklan di televisi.

  Tayangan iklan susu formula di televisi ini terdapat batas durasi sehingga tidak seluruh informasi tentang produk susu formula dijelaskan. Label dalam susu formula juga tidak dijelaskan dalam iklan di televisi. Iklan televisi ini hanya menjelaskan hal-hal pada label yang dianggap perlu dan sudah mewakili informasi dari suatu produk.

  Iklan tidak lepas dari bentuk psikologisnya, artinya bahwa iklan harus menggunakan aspek-aspek psikologis untuk mempengaruhi masyarakat. Aspek itu telah nampak pada cara penyampaian di televisi misalnya dengan menggunakan artis-artis terkenal dengan anaknya, dan model iklan seperti anak-anak yang terlihat sehat dan pintar. Beberapa iklan susu di televisi juga membuat kata-kata slogan yang mudah diingat masyarakat. Hal tersebut bertujuan agar pemirsa tertarik dan selalu ingat terhadap produk susu tersebut, dan produsen berharap masyarakat membeli produk yang ditawarkan.

  47 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Menurut pendapat pengamat, iklan susu anak di televisi telah berperan sebagai informasi awal adanya suatu jenis produk walaupun tidak semua iklan susu anak di trelevisi berisi informasi yang lengkap karena adanya keterbatasan dalam durasi penayangan iklan. Selanjutnya perlu dianjurkan kepada masyarakat untuk berkonsultasi dengan dokter atau tenaga medis lainnya untuk mendapatkan penjelasan mengenai produk susu yang tepat. Pemilihan susu untuk anak ini juga perlu memerhatikan usia anak, dan susu yang diberikan harus sesuai dengan usia anak yang bersangkutan, Hal ini bertujuan agar nilai gizi anak tercukupi untuk menunjang pertumbuhan dan perkembangan anak. Selain itu juga pemilihan susu yang tepat dapat memperkecil resiko terjadinya efek samping seperti diare dan alergi pada anak.

B. Karakteristik Ibu-ibu Anggota Posyandu Kelurahan Purwodiningratan Solo

  Karakteristik responden merupakan data mengenai diri responden. Pada penelitian ini karakteristik responden meliputi usia ibu, usia anak yang mengkonsumsi susu formula, tingkat pendidikan ibu, pekerjaan ibu, penghasilan setiap bulan dan susu formula yang dikonsumsi anak dari ibu-ibu anggota posyandu kelurahan Purwodingratan Solo.

1. Usia Ibu

  Penelitian ini dilakukan terhadap ibu-ibu anggota posyandu kelurahan Purwodiningratan Solo yang dikelompokkan dalam rentang usia seperti yang terdapat pada tabel di bawah. Usia 20 tahun merupakan usia minimal yang ditetapkan dalam penelitian ini, karena usia ini merupakan usia yang cukup

  48

  PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  matang untuk menjadi seorang ibu. Selain itu usia 20 tahun keatas merupakan usia produktif yang akan berpengaruh terhadap kehidupan sosial dan memiliki pengalaman yang cukup. Dengan demikian seorang ibu dapat dengan tepat memutuskan sesuatu yang terbaik.

  

Tabel V. Usia Ibu-ibu Anggota Posyandu Kelurahan Purwodiningratan Solo

No Usia (tahun) Jumlah Persentase (%)

  1 20-25 20 17,5 2 26-30 34 29,8 3 31-35 41 36,0 4 >35 19 16,7

  Total 114 100 Persentase terbesar responden yang mengisi kuisioner berusia 31-35 tahun. Data ini menunjukkan bahwa responden dengan rentang usia tersebut dianggap memiliki kedewasaan yang cukup matang dengan tingkat emosi yang stabil. Responden diharapkan dapat menilai dan mengambil keputusan dengan tepat untuk menentukan sesuatu yang terbaik. Dalam hal ini adalah memilih susu formula yang tepat untuk anaknya.

  2. Usia Anak Usia anak yang dimaksud dalam penelitian ini adalah usia anak yang mengkonsumsi susu formula dari ibu yang menjadi anggota posyandu di kelurahan Purwodiningratan Solo. Usia 0-6 bulan merupakan usia wajib pemberian asi ekslusif yaitu tanpa makanan tambahan lain untuk bayi.

  Selanjutnya anak dengan usia 6 bulan keatas dapat dikombinasikan dengan susu formula sesuai dengan usia anak. Pada usia 6 bulan hingga 1 tahun rasio

  49

  PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  perbandingan susu formula lebih rendah dari pemberian ASI karena untuk memperkecil resiko efek samping bagi anak akibat pemberian susu formula.

  Persentase usia anak yang mengkonsumsi susu formula dapat dilihat seperti tabel dibawah ini.

  Tabel VI. Usia Anak yang Mengkonsumsi Susu Formula No Usia Anak (tahun) Jumlah Persentase(%)

  1 0-1 27 23,7 2 >1-3 53 46,5 3 >3-5 28 24,5 4 >5

  6 5,3 Total 114 100

  Persentase terbesar usia anak yang mengkonsumsi susu formula adalah usia >1-3 tahun. Usia ini merupakan usia yang tepat untuk anak mengkonsumsi susu formula. Hal ini karena pada usia >1-3 tahun anak tidak tergantung lagi terhadap ASI, berbeda dengan anak usia 0-1 tahun yang wajib diberikan ASI ekslusif sebagai makanan utama untul memenuhi kebutuhan gizinya.. Anak dengan usia >1-3 tahun memerlukan makanan tambahan karena kebutuhan gizi yang semakin meningkat untuk menunjang pertumbuhan dan perkembangannya, dalam hal ini adalah susu formula dan makanan pendamping lainnya seperti buah- buahan. Untuk anak usia >3-5 tahun sudah dapat mengkonsumsi makanan sama seperti makanan orang dewasa sehingga susu formula hanya merupakan tambahan untuk meningkatkan gizi anak.

  Dalam penelitian ini rentang usia 0-1 tahun juga memiliki persentase yang cukup tinggi yaitu 23,7% hal ini cukup mengkhawatirkan, karena seharusnya usia

  50

  PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  bulan pertama sangat diperlukan, karena ASI mengandung semua nutrisi yang dibutuhkan anak. Anak yang tidak diberi ASI eksklusif lebih mudah terjangkiti penyakit kronis setelah dewasa seperti hipertensi, jantung, kanker, obesitas. Oleh karena itu perlu adanya pembinaan tentang pemahaman pemberian susu untuk anak khususnya pemberian ASI eksklusif pada 6 bulan pertama usia anak.

3. Tingkat Pendidikan Ibu

  Responden digolongkan dalam suatu tingkat pendidikan tertentu sesuai dengan pendidikan yang pernah ditempuh, walaupun masa studynya belum selesai. Penggolongan tingkat pendidikan responden ini diperlukan oleh karena latar belakang pendidikan yang pernah ditempuh sangat mempengaruhi cara berpikir respoden, cara mengambil keputusan dan akan mempengaruhi tingkat pengetahuan responden terhadap sesuatu. Menurut Anief (1989) responden yang berpendidikan tinggi akan cenderung kritis terhadap iklan yang ada. Penggolongan tingkat pendidikan ibu-ibu anggota posyandu kelurahan Purwodiningratan Solo seperti terdapat pada tabel dibawah ini.

  

Tabel VII. Tingkat Pendidikan Ibu Anggota Posyandu Kelurahan

Purwodiningratan Solo

No Tingkat Pendidikan Jumlah Persentase(%)

  1 SD 15 13,2

  2 SLTP 30 26,3

  3 SMU 31 27,2

  4 Akademi 20 17,5

  5 Perguruan Tinggi 15 13,2

  6 Lain-lain 3 2,6 Total 114 100

  51 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Menurut pendapat peneliti, tingkat pendidikan akan mempengaruhi produktivitas selanjutnya akan berpengaruh terhadap pendapatan yang akhirnya akan mempengaruhi daya beli responden. Pendidikan yang tinggi juga akan membantu seseorang untuk menerima informasi dengan cepat dibanding yang berpendidikan rendah. Sebagai contohnya adalah informasi mengenai pemberian ASI ekslusif pada bayi sampai usia 6 bulan, ibu yang berpendidikan tinggi akan lebih mudah menerima informasi.

  Pada penelitian ini persentase terbesar tingkat pendidikan responden adalah SMU yaitu sebanyak 27,2%. Tingkat pendidikan ibu-ibu anggota posyandu kelurahan Purwodiningratan Solo digolongkan cukup tinggi. Kegiatan Posyandu sangat diperlukan untuk membantu memberikan informasi untuk meningkatkan kesehatan masyarakat. Hal ini dimulai dengan peningkatan kesehatan dalam keluarga, yang bertanggung jawab adalah ibu, sehingga pengetahuan ibu diharapkan cukup luas.

4. Pekerjaan Para Ibu

  Jenis pekerjaan responden dapat berpengaruh terhadap status sosial dan interaksi individu terhadap masyarakat sehingga akan berpengaruh pula terhadap cara pandang serta minat seseorang terhadap sesuatu. Jenis pekerjaan juga sangat berpengaruh terhadap pendapatan dalam keluarga. Hal ini akan sangat mempengaruhi pemilihan suatu produk oleh responden yang disesuaikan dengan tingkat pendapatannya. Penggolongan jenis pekerjaan pada penelitian ini terdapat pada tabel di bawah ini.

  52

  PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Tabel VIII. Jenis Pekerjaan Para Ibu Anggota Posyandu Kelurahan

Purwodiningratan Solo

  No Jenis Pekerjaan Jumlah Persentase(%)

  1 Wiraswasta 28 24,6

  2 Pegawai swasta 26 22,8

  3 Pegawai negri 17 14,9

  4 Ibu rumah tangga 43 37,7 Total 114 100

  Hasil penelitian memperlihatkan bahwa profesi sebagai ibu rumah tangga mempunyai persentase terbesar yaitu 37,7%. Hal ini sangat positif karena ibu rumah tangga bertanggung jawab langsung terhadap kesehatan keluarga khususnya untuk peningkatan pertumbuhan dan perkembangan anak. Para ibu rumah tangga yang mengikuti kegiatan posyandu ini dapat meningkatkan pengetahuan karena dalam posyandu disampaikan informasi oleh tenaga kesehatan. Kegiatan dalam posyandu ini sangat mendukung kesehatan masyarakat, dengan adanya para ibu rumah tangga yang menjadi anggota posyandu, kesehatan masyarakat dapat ditingkatkan. Sebaliknya ibu yang memiliki pekerjaan cenderung memiliki waktu yang sedikit untuk terlibat dalam kegiatan posyandu.

  Jenis pekerjaan yang menduduki urutan terbesar kedua adalah wiraswasta dengan jumlah 24,6%, selanjutnya pegawai swasta dengan jumlah 22,8% dan pegawai negri dengan jumlah 14,9%. Jenis penggolongan pekerjaan ini diharapkan seseorang dapat berinteraksi dengan masyarakat sehingga dapat menambah wawasan dan bertukar pikiran, khususnya adalah pemilihan susu untuk anak.

  53

  PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

5. Pendapatan Dalam Keluarga

  Pendapatan ini merupakan penghasilan rata-rata dalam keluarga setiap bulan. Pendapatan memiliki pengaruh yang besar terhadap daya beli responden dalam pemilihan susu untuk anak. Pendapatan ibu-ibu anggota posyandu kelurahan Purwodinigratan Solo seperti terdapat pada tabel dibawah ini.

  

Tabel IX. Pendapatan Dalam Keluarga Para Ibu Anggota Posyandu

Kelurahan Purwodiningratan Solo Tahun 2007 No Pendapatan (Rp) Jumlah Persentase(%)

  1 100.000-300.000 9 7,9 2 300.000-500.000 19 16,7 3 500.000-1.000.000 43 37,7 4 1.000.000-2.000.000 34 29,8 5 >2.000.000

  9 7,9 Total 114 100

  Dari hasil penelitian didapat bahwa persentase terbesar penghasilan rata- rata dalam keluarga sebanyak 37,7 % dengan jumlah penghasilan Rp.500.000,00- Rp.1.000.000,00. Menurut pendapat peneliti penghasilan dengan jumlah seperti yang tersebut diatas cukup untuk pemenuhan kebutuhan susu khususnya untuk keluarga kecil. Data yang dihasilkan dari penelitian juga terdapat tingkat penghasilan dibawah Rp.500.000,00, bahkan jumlah responden menunjukkan persentase yang cukup besar. Hal ini menunjukkan tingkat perekonomian masyarakat yang kurang dan dikhawatirkan pemenuhan kebutuhan susu untuk anak tidak tercukupi.

  54

  PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

6. Susu Formula yang Digunakan Anak

  

Persentase jenis susu formula yang sering dikonsumsi oleh anak di

  posyandu kelurahan Purwodiningratan Solo seperti terdapat pada tabel dibawah ini. Jenis susu formula yang digunakan anak dari para ibu merupakan susu formula yang sering tayang di televisi. Hal ini menunjukkan bahwa iklan merupakan informasi awal tentang adanya suatu produk.

  

Tabel X. Jenis Susu Formula yang Sering Dikonsumsi Oleh Anak di

Posyandu Kelurahan Purwodiningratan

No Jenis Susu Formula Jumlah Persentase(%)

  1 Dancow Anak 28 24,6

  2 Enfagrow 5 4,4

  3 Nutrilion 4 3,5

  4 Pediasure 2 1,7

  5 SGM 59 51,8

  6 Susu Bendera 123 16 14,0 Total 114 100

  Persentase terbesar jenis susu formula yang dikonsumsi oleh anak di posyandu kelurahan Purwodiningratan Solo adalah susu SGM dengan 51,8%.

  Dancow anak menduduki urutan kedua dengan persentase sebesar 24,6%. Menurut pendapat peneliti berdasarkan tabel diatas dapat dianalisa pemilihan susu formula yang paling banyak adalah susu SGM. Susu SGM ini merupakan susu dengan harga yang terjangkau masyarakat dibanding jenis susu formmula lain, nilai gizi yang terkandung dalam SGM ini sudah sesuai dengan kebutuhan gizi untuk anak. Selain itu susu SGM ini juga mempromosikan produknya lewat iklan di media cetak bahkan iklannya juga sering muncul di televisi. Hal-hal

  55

  PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  tersebut diatas merupakan beberapa pertimbangan para ibu anggota posyandu kelurahan Purwodiningratan Solo dalam memilih susu untuk anak.

C. Tingkat Pengenalan dan Persepsi Ibu-ibu Anggota Posyandu Kelurahan Purwodiningratan Terhadap Iklan Susu di Televisi

  Skala tingkat pengenalan responden terhadap iklan televisi ini akan membahas tentang sejauh mana responden mengenal iklan susu anak di televisi.

  Pada penelitian responden diberikan empat pertanyaan yang ada pada kuisioner. Pertanyaan-pertanyaan tersebut akan mengarahkan responden sehingga dapat diketahui sejauh mana responden mengenal iklan susu anak yang ada di televisi.

1. Lama Waktu Menonton Televisi Setiap Hari

  Lama waktu responden menonton televisi ini dimasukkan dalam skala pengenalan karena semakin lama dan seringnya responden menonton televisi dalam satu hari kemungkinan melihat iklan susu anak di televisi juga semakin sering pula. Hal ini akan mempengaruhi penilaian responden terhadap iklan susu anak dan tingkat pemahaman yang tinggi terhadap iklan susu formula anak di televisi. Lama menonton televisi ibu-ibu anggota posyandu kelurahan Purwodiningratan Solo digolongkan menjadi 3 bagian, setiap bagian menunjukkan lama waktu menonton televisi dalam sekali menonton. Sehingga semakin sering responden semakin lama waktu menonton. Lama waktu responden menonton televisi ditunjukkan seperti tabel dibawah ini.

  56

  PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Tabel XI. Lama Waktu Ibu-ibu Anggota Posyandu Kelurahan

Purwodiningratan Solo Menonton Televisi Dalam Satu Hari

  

No Lama Waktu (jam) Jumlah Persentase(%)

  1 1-3 29 25,4 2 >3-5 55 48,3 3 >5 30 26,3 total 114 100

  Persentase terbesar tingkat keseringan menonton televisi oleh para ibu adalah 48,3% ditunjukkan dengan para ibu menonton televisi rata-rata 3-5 jam setiap harinya. Persentase tingkat keseringan selanjutnya ditunjukkan berturut- turut oleh para ibu menonton televisi lebih dari 5 jam dan selanjutnya tingkat keseringan menonton televisi antara 1 hingga 2 jam.

  Para ibu anggota posyandu kelurahan Purwodiningratan ini memiliki tingkat keseringan menonton televisi yang cukup tinggi. Hal ini dapat dimaklumi karena sebagian besar para ibu tidak memiliki pekerjaan dan hanya berprofesi sebagai ibu rumah tangga. Profesi sebagai ibu rumah tangga ini sebagian besar kegiatannya dilakukan dirumah, sehingga kemungkinan besar tingkat keseringan menonton televisi juga cukup tinggi. Televisi ini merupakan salah satu media yang lengkap dengan sarana hiburan dan informasi yang menarik dibanding jenis media lain.

2. Tingkat Keseringan Melihat Tayangan Iklan Susu Formula Anak di Televisi Setiap Hari

  Skala pengenalan responden terhadap iklan susu anak di televisi sangat dipengaruhi oleh keseringan responden melihat tayangan iklan susu di televisi

  57

  PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Pada penelitian ini terdapat frekuensi iklan susu yang dilihat responden setiap harinya.

  

Tabel XII. Frekuensi Responden Melihat Tayangan Iklan Susu Anak

Setiap Hari

No Keterangan Jumlah Persentase(%)

  1 1-3 29 25,4 2 4-5 37 32,5 3 >5 48 42,1

  Total 114 100 Persentase terbesar frekuensi responden melihat tayangan iklan susu anak di televisi adalah 42,1% dengan frekuensi lebih dari 5 kali dalam sehari.

  Selanjutnya frekuensi 4 sampai 5 kali dalam sehari dengan persentase 32,5% responden. Frekuensi 1 sampai 3 kali dalam sehari dengan jumlah 25,4% responden.

  Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden melihat tayangan iklan susu anak di televisi lebih dari 5 kali dalam sehari. Hal ini menunjukkan bahwa tingkat pengenalan responden terhadap iklan susu anak di televisi cukup tinggi. Menurut pendapat pengamat frekuensi tingkat keseringan melihat tayang iklan semakin tinggi berarti semakin tinggi pula tingkat pengenalan para ibu tentang berbagai jenis susu formula yang ada. Selain itu semakin bertambah pula informasi tentang suatu produk susu formula menyangkut komposisi vitamin-vitamin dan zat gizi yang terkandung. Hal ini dapat menjadi pertimbangan para ibu dalam memilih susu formula untuk anak.

  Iklan televisi ini memiliki potensi untuk mempengaruhi responden, oleh karena itu perlu adanya pengawasan dalam peredaran iklan. Responden juga

  58

  PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  diharapkan untuk lebih kritis terhadap tayangan iklan yang ada supaya tidak mudah tertarik dalam membeli suatu produk khususnya susu formula ini.

3. Iklan Susu Anak yang Sering Dilihat

  Frekuensi muncul iklan susu anak di televisi setiap harinya menyebabkan iklan susu banyak dilihat dan diperhatikan orang. Berbagai cara digunakan seperti menggunakan artis terkenal atau figur yang disukai masyarakat, membuat tayangan yang menarik dan mudah diingat. Pada penelitian ini terdapat macam- macam iklan susu yang sering dilihat responden. Beberapa produk iklan susu formula yang tayang di televisi seperti terdapat pada tabel di bawah ini.

  Tabel XIII. Iklan Susu Anak yang Sering Dilihat Responden

No Keterangan Jumlah Persentase(%)

  1 SGM 84 73,7

  2 Dancow Anak 83 72,8

  3 Susu Bendera 81 71,1

  4 Pediasure 52 45,6

  5 Gain Plus 45 39,5

  6 Enfagrow 42 36,8

  7 Lactona 33 29,0

  8 Nutrilon 32 28,1

  9 Lain-lain 3 2,6 Data yang terlihat pada tabel XIII menunjukkan urutan iklan susu yang sering dilihat responden. Persentase terbesar iklan yang sering dilihat responden adalah SGM dengan 73,7% total responden, dan tidak jauh berbeda berturut turut iklan Dancow Anak dan Iklan Susu Bendera dengan jumlah responden 72,8% dan 71,1%. Intensitas tayang iklan setiap hari membuat iklan sering dilihat responden dan dampak yang kuat tersebut akan lebih mempengaruhi masyarakat. beberapa

  59

  PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  iklan yang memiliki persentase terbesar seperti yang tersebut diatas juga menjadi dasar pertimbangan masyarakat untuk menentukan pemilihan susu untuk anak.

  Berdasarkan penelitian ini dapat diambil kesimpulan bahwa semakin sering iklan dilihat oleh masyarakat semakin tinggi pula produknya digunakan masyarakat. Hal ini didasarkan dengan membandingkan tabel XIII tentang keseringan melihat iklan susu di televisi dengan tabel X tentang susu formula yang digunakan oleh anak para ibu posyandu kelurahan Purwodiningratan Solo. Tayangan iklan susu SGM memiliki persentase paling tinggi dalam tingkat keseringan para ibu melihat tayangan iklan susu anak, dan persentase tertinggi pula dalam penggunaan susu formula anak. Demikian pula untuk jenis susu Dancow Anak dan Susu Bendera yang memiliki persentase yang cukup besar sebagai tayangan iklan yang sering dilihat dan persentase besar sebagai produk yang digunakan.

4. Sumber yang Dipercaya dalam Memberikan Saran

  Pengenalan responden terhadap pemilihan susu untuk anak ini tidak lepas dari figur yang dipercaya oleh responden. Figur yang dipercaya responden ini diantaranya dari teman atau kerabat, dokter, petugas apotek, iklan televisi dan yang lainnya. Informasi dari teman atau kerabat yang dipercaya ini menimbulkan reaksi sugesti (ajakan), misalnya karena pengalaman setelah pemakain susu formula merek tertentu. Informasi dari dokter, petugas apotek dan tenaga kesehatan lainnya merupakan sumber yang dapat dipercaya untuk memberikan saran. Informasi melalui iklan televisi, merupakan informasi awal adanya suatu

  60

  PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  produk baru sehingga masyarakat perlu selektif. Tabel di bawah ini menunjukkan urutan persentase sumber yang dapat dipercaya responden.

  

Tabel XIV. Sumber yang Dipercaya Responden Dalam Pemilihan Susu

Anak No Keterangan Jumlah Persentase(%)

  1 Dokter 70 61,4

  2 Iklan Televisi 55 48,3

  3 Pengalaman Sendiri 38 33,3

  4 Informasi Teman 28 24,6

  5 Petugas Apotek 8 7,0

  6 Perawat, bidan 5 4,4 Tabel diatas menunjukkan sumber yang dipercaya responden dalam memberikan saran tentang pemilihan susu yang tepat. Pada penelitian ini persentase terbesar sumber yang dipercaya responden dalam memberikan saran adalah dokter dengan jumlah 61,4%. Keberadaan dokter hingga saat ini masih menduduki posisi paling tinggi yang mendapatkan kepercayaan dari masyarakat dalam memberikan informasi. Sebagian besar masyarakat belum menyadari bahwa selain dokter, petugas apotek yang didalamnya terdapat apoteker dan asisten apoteker juga mampu memberikan informasi kesehatan, hal ini kemungkinan dikarenakan kurang dekatnya seorang apoteker di masyarakat dalam pemberian informasi kesehatan. Petugas apotek dalam hal ini mendapat kepercayaan dari responden dengan jumlah 7,0%.

  Urutan kedua yaitu iklan televisi dengan jumlah 48,3% responden. Hal ini menunjukkan bahwa iklan televisi mendapatkan perhatian dari responden yang tidak sedikit bahkan iklan televisi mendapatkan kepercayaan untuk memberikan saran dalam pemilihan susu untuk anak. Iklan susu anak di televisi menjadi sangat

  61

  PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  dekat dengan masyarakat oleh karena hampir seluruh lapisan masyarakat memiliki televisi dan tidak sedikit juga waktu untuk menonton televisi. Perusahaan yang menawarkan produknya juga berusaha membuat tayangan iklan lebih menarik misalnya dengan menghadirkan figur artis yang sedang disukai, model iklan yang terlihat sehat dan cerdas dan yang lainnya.

  Pengawasan dari badan yang berwenang seperti Badan Pengawasan Obat dan Makanan bertanggung jawab terhadap peredaran makanan dalam hal ini adalah susu formula untuk anak. Perusahaan yang menghasilkan produk juga harus mentaati peraturan yang ada yang sesuai dengan Peraturan Pemerintah nomor 69 tahun 1999, bahwa iklan tidak boleh menyesatkan. Suatu iklan diharapkan jujur dalam menampilkan karakteristik suatu produk khususnya produk makanan dan produk kesehatan walaupun dalam iklan dituntut memiliki kreativitas tinggi supaya menarik konsumen. Masyarakat sendiri juga diharapkan lebih kritis terhadap peredaran iklan sebelum memutuskan tindakan membeli.

  Pengenalan responden terhadap iklan ini selanjutnya akan mempengaruhi persepsi responden terhadap tayangan iklan susu formula di televisi. Persepsi yang dibahas dalam penelitian ini menyangkut pengetahuan, pandangan, keyakinan, perasaan, pengalaaman dan kemampuan berfikir. Berikut dibawah ini disajikan tabel tentang rekapitulasi hasil kuisioner bagian persepsi terhadap iklan susu anak di televisi oleh para ibu anggota posyandu kelurahan Purwodiningratan Solo.

  62

  PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Tabel XV. Rekapitulasi Hasil Kuisioner Tentang Persepsi Ibu-ibu Anggota

Posyandu Kelurahan Purwodiningratan Solo

  Persentase Item Kecenderungan No Keterangan Pernyataan (SS+S)/(TS+STS) SS+S TS+STS

  Selain ASI anak usia 1 tahun keatas perlu 2 mengkomsumsi susu formula untuk 99,1 0,9 Setuju meningkatkan pertumbuhan anak. Vitamin-vitamin yang ada dalam susu formula sudah mencukupi untuk

  5 43,8 56,2 Tidak Setuju kebutuhan anak sehingga tidak perlu vitamin tambahan. Anak perlu mengkonsumsi susu formula 6 karena dalam susu mengandung zat-zat 96,5 3,5 Setuju

  1 Pengetahuan yang berguna untuk pertumbuhan anak.

  Iklan susu anak di televisi menambah 9 wawasan tentang manfaat susu yaitu 93,9 6,1 Setuju untuk meningkatkan pertumbuhan anak Komposisi susu yang baik adalah jumlah

  11 kandungan zat gizinya menyerupai 96,5 3,5 Setuju kandungan komposisi ASI.

  Komposisi susu yang baik adalah jumlah

17 kandungan zat gizinya menyerupai 27,2 72,8

Tidak Setuju kandungan komposisi ASI. Iklan susu di televisi dapat menambah 3 informasi dalam memilih susu unutk 94,7 5,3 Setuju anak.

  2 Pandangan Iklan susu di televisi dapat menambah 4 informasi dalam memilih susu unutk 86,0 14,0 Setuju anak.

  Responden lebih mempercayai tenaga kesehatan dalam menyampaikan saran 12 94,7 5,3 Setuju mengenai pemilihan susu anak daripada melalui iklan televisi.

  3 Keyakinan Iklan susu yang sering muncul di televisi menjamin bahwa susu tersebut aman 23 57,9 42,1 Setuju dikonsumsi tanpa menimbulkan efek samping.

  Responden menyukai iklan susu anak di televisi karena informasinya lengkap dan

  4 Perasaan 1 96,5 3,5 Setuju jelas.

  Kualitas susu yang baik tidak 10 86,0 14,0 Setuju dipengaruhi oleh mahalnya harga

  5 Pengalaman Hanya susu anak yang mahal saja yang 20 24,6 75,4 Tidak Setuju memiliki kualitas susu yang baik.

  Iklan susu di TV memberikan informasi bahwa susu untuk anak minimal 8 84,2 15,8 Setuju diberikan

  

3 kali sehari untuk

pertumbuhan yang optimal. Iklan susu di TV menambah wawasan Kemampuan responden tentang macam-macam

  6 berfikir 21 kandungan dan manfaat zat-zat gizi 97,4 2,6 Setuju seperti DHA, taurin, prebiotik dalam susu formula.

  Efek samping seperti alergi, diare dapat 25 terjadi pada anak yang mengkonsumsi 74,6 25,4 Setuju susu formula.

  Berdasarkan tabel diatas persepsi terbagi menjadi beberapa bagian, yang pertama adalah tentang pengetahuan. Penjelasan tentang hasil persepsi responden

  63

  PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  pada penelitian ini dapat dilihat pada lampiran 4. Pada lampiran 4 menjelaskan tentang tanggapan responden terhadap pertanyaan-pertanyaan yang berhubungan dengan persepsi responden yang disajikan dalam bentuk tabel.

  Hal pertama adalah persepsi menyangkut pengetahuan. Pengetahuan ini akan mempengaruhi bagaimana konsumen mau mendengar informasi dan memahami arti yang dikandung dari penayangan iklan susu anak di televisi. Pada kuisioner dalam penelitian ini pertanyaan tentang pengetahuan terdapat pada nomor item 2,5,6,9,11,17. Setiap pertanyaan pada persepsi bagian pengetahuan pada penelitian ini bersifat favorabel. Pada nomor item 2 responden cenderung menjawab setuju dengan persentase 99,1%. Jadi dapat disimpulkan bahwa responden setuju bahwa selain ASI anak dengan usia satu tahun keatas perlu mengkonsumsi susu formula karena dapat meningkatkan pertumbuhan anak.

  Pernyataan dengan nomor item 5 responden tidak mendukung pernyataan yang ada pada kuisioner dengan persentase sebesar 56,1%. Responden tidak setuju bahwa vitamin-vitamin dalam susu formula sudah mencukupi untuk kebutuhan anak dan tidak perlu pemberian vitamin. Responden cenderung berfikir bahwa perlu pemberian vitamin lagi disamping pemberian susu formula. Menurut pendapat peneliti dan didasarkan pada teori yang sudah ada susu formula sudah distandarisasi memiliki angka kecukupan gizi yang sesuai untuk kebutuhan anak, sehingga pemberian vitamin tidak perlu dilakukan selama kebutuhan gizi anak tercukupi dengan pemberian susu formula.

  Pernyataan dengan nomor item 6 responden mendukung pernyataan yang ada pada kuisioner dengan persentase yang tinggi yaitu 96,5%. Responden setuju

  64

  PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  bahwa anak perlu mengkonsumsi susu formula karena dalam susu mengandung zat-zat yang diperlukan untuk meningkatkan pertumbuhan anak. Pernyataan nomor 9 responden mendukung pernyataan dengan persentase 93,9%. Responden setuju bahwa iklan di televisi menambah wawasan bagi responden akan manfaat susu untuk anak.

  Pernyataan nomor 11 responden mendukung pernyataan dengan persentase 96,5%. Responden setuju bahwa komposisi susu yang baik adalah jumlah kandungan protein, lemak, karbohidrat, vitamin dan mineral menyerupai kandungan komposisi ASI. Jawaban responden mendukung pernyataan tersebut, berarti responden menjawab dengan tepat.

  Pernyataan nomor 17 responden tidak mendukung pernyataan atau tidak setuju dengan persentase sebesar 72,8%. Responden tidak setuju dengan pernyataan bahwa susu formula memiliki nilai gizi yang lebih tinggi. Menurut pendapat peneliti hal ini tidak tepat. Susu formula memiliki nilai gizi yang lebih tinggi dari ASI karena jumlah kandungan yang lebih tinggi dan dalam susu formula dilengkapi zat-zat penting yang diperlukan seperti DHA, omega 3 dan yang lainnya. namun demikian ASI juga memiliki keunggulan yang lain yang diperlukan anak misalnya adanya zat antibodi tubuh terbentuk dan hubungan psikologis yang terjalin antara ibu dan anak.

  Tingkat persepsi ibu-ibu anggota posyandu kelurahan Purwodiningratan Solo selain pertanyaan yang ada pada kuisioner juga dilakukan wawancara.

  Wawancara ini dilakukan untuk mengetahui lebih dalam persepsi responden. Pertanyaan dalam wawancara untuk mengetahui persepsi responden yang PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  65 menyangkut pengetahuan adalah informasi apa saja yang didapat responden setelah menyaksikan tayangan iklan susu formula di televisi. Dari wawancara ini informasi yang diperoleh respoden informasi mengenai manfaat susu, macam- macam kandungan, dan informasi mengenai adanya produk baru.

  Pertanyaan dalam wawancara yang berhubungan dengan persepsi responden yang menyangkut pengetahuan adalah mengenai seberapa jauh responden mengetahui kandungan zat-zat dalam susu formula. Pada wawancara ini responden memiliki pengetahuan yang cukup baik. Responden mampu menyebutkan kandungan-kandungan dalam susu formula. Informasi dari tayangan iklan susu formula anak di televisi cukup membantu bagi responden untuk memahami kandungan zat gizi dalam susu formula.

  Pertanyaan wawancara berikutnya adalah mengenai pengetahuan responden terhadap komposisi susu yang sering disebut dalam iklan televisi seperti DHA dan AA. Hasil penelitian berdasarkan wawancara terhadap beberapa responden, sebagaian besar responden belum memahami benar tentang manfaat dan efek samping DHA bila berlebihan. Responden hanya mengetahui manfaat DHA untuk meningkatkan kecerdasan anak. Pengetahuan itu mereka peroleh dari iklan televisi, yang hanya berdurasi beberapa detik, dimana informasi yang disampaikan sangat kurang. Oleh karena itu perlu pembinaan dan pengawasan oleh tenaga medis agar responden lebih memahami terhadap pentingnya kandungan susu formula untuk mendukung perkembangan anak.

  Persepsi selanjutnya adalah menyangkut pandangan konsumen. Pandangan konsumen menyangkut pemahaman konsumen yang akhirnya akan

  66

  PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  mempengaruhi pandangannya terhadap iklan susu anak di televisi misalnya manfaat yang dapat diambil dari penayangan iklan susu anak di televisi.

  Pernyataan tentang pandangan terdapat pada nomor item 3 dan 4.

  Pada nomor item 3 responden menjawab setuju dengan persentase 94,7%. Responden setuju dengan pernyataan bahwa iklan susu anak di televisi dapat menambah wawasan responden dalam memilih susu untuk anak. Penyataan nomor item 4 responden setuju dengan persentase 86,0%. Responden setuju bahwa iklan susu anak di televisi lebih menarik dibanding iklan di media cetak karena iklan susu di TV dilengkapi dengan contoh produknya dan informasinya lengkap.

  Pertanyaan dalam wawancara bagian persepsi ini tentang penilaian atau pandangan responden terhadap tayangan iklan susu formula anak di televisi.

  Responden yang dilakukan wawancara sebagian besar melihat tayangan iklan susu formula menarik. Alasan responden mengatakan iklan susu formula anak di televisi menarik karena adanya penampilan artis yang disukai, bahasa lebih mudah dimengerti, kelengkapan informasi maupun penilaian secara keseluruhan bahwa iklan menarik.

  Persepsi selanjutnya menyangkut keyakinan yaitu berhubungan dengan tingkat keyakinan pada diri responden yang dapat mempengaruhi pilihan responden terhadap suatu tindakan yang akan diambil. Persepsi menyangkut keyakinan terdapat pada pernyataan dengan nomor item 12 dan 23. Pernyataan dengan nomor item 12 responden cenderung menjawab setuju dengan persentase 94,7%. Responden cenderung lebih mempercayai tenaga kesehatan dalam

  67

  PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  menyampaikan saran tentang pemilihan susu yang tepat untuk anak dibanding informasi dari dari televisi. Pernyataan dengan nomor item 23 responden sebagian besar menjawab setuju dengan persentase 57,9%. Responden setuju bahwa iklan yang sering muncul ditelevisi sudah dijamin aman untuk dikonsumsi.

  Menurut pendapat pengamat hal ini kurang tepat, iklan susu yang sering muncul ditelevisi bukan berarti suatu produk bebas dari efek samping atau jumlah komposisinya sesuai untuk kebutuhan anak. Oleh karena itu saran dari tenaga kesehatan sangat diperlukan dalam pemilihan susu untuk anak. Pada tingkat persepsi menyangkut kesehatan ini responden menjawab setuju atau mendukung pernyataan dengan persentase 76,3%.

  Persepsi selanjutnya adalah menyangkut perasaan. Perasaan ini berhubungan dengan perasaan konsumen menyangkut perasaan suka atau tidak suka terhadap penayangan iklan susu anak di televisi. Pada persepsi menyangkut perasaan ini terdapat pada penyataan dalam kuisioner dengan nomor item 1.

  Responden sebagian besar setuju dengan persentase 96,5% bahwa responden suka terhadap iklan susu anak ditelevisi karena informasi yang disajikan lengkap dan jelas.

  Persepsi menyangkut pengalaman ini merupakan pengalaman responden terhadap suatu produk susu anak yang sudah digunakan, yang akan menjadi pertimbangan untuk pemilihan susu selanjutnya. Pernyataan pada kuisioner tentang pengalaman ini terdapat pada nomor item 10 dan 20. Pernyataan dengan nomor item 10 sebagian responden menjawab setuju dengan persentase 86,0%. Responden setuju bahwa kualitas susu yang baik tidak dipengaruhi mahalnya

  68

  PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  harga. Nomor item 20 responden sebagian besar menjawab tidak setuju dengan persentase 75,4%. Pertanyaan pada nomor 20 ini bersifat non favorabel sehingga jawaban responden diharapkan tidak mendukung pertanyaan. Pada penelitian ini jawaban responden sudah tepat. Persepsi menyangkut pengalaman oleh responden ini memiliki persentase setuju dengan 55,3%.

  Persepsi yang terakhir adalah persepsi menyangkut kemampuan berfikir responden. Kemampuan berfikir responden menyangkut seberapa jauh penafsiran, tingkat pemahaman dan pengetahuan responden terhadap iklan di televisi yang akan mempengaruhi tindakan responden. Persepsi menyangkut kemampuan berfikir ini terdapat pada nomor item 8, 21dan 25. Pada nomor item 8 sebagian besar responden menjawab setuju dengan persentase 84,2%. Pada nomor item 21 responden menjawab setuju dengan persentase 97,4%. Responden setuju bahwa iklan susu di TV menambah wawasan responden tentang macam-macam kandungan dan manfaat zat-zat gizi seperti DHA, taurin, prebotik dalam susu formula. Pada nomor item 25 responden sebagian besar menjawab setuju dengan persentase 74,6%. Responden setuju bahwa efek samping seperti alergi, diare dapat terjadi pada anak yang mengkonsumsi susu formula. Jadi dapat disimpulkan responden menjawab setuju dengan persentase 85,4% pada persepsi menyangkut kemampuan berfikir.

  Jadi dapat disimpulkan dari seluruh pertanyaan dalam kuisioner dan wawancara yang berhubungan dengan persepsi, tingkat persepsi responden menunjukkan persentase 96,5% responden setuju atau menyukai iklan susu formula di televisi.

  69 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI D.

   Motivasi dan Tindakan Ibu-ibu Anggota Posyandu Kelurahan Purwodiningratan Terhadap Tayangan Iklan Susu Formula di Televisi

  Motivasi dalam penelitian ini merupakan sikap dari konsumen sebelum melakukan tindakan membeli produk yang dibutuhkan. Sebelum membeli produk tertentu dalam hal ini adalah produk susu untuk anak konsumen harus menyadari adanya kebutuhan bahwa anak memerlukan susu formula untuk menunjang pertumbuhan dan perkembangan yang optimal. Perlu adanya beberapa pertimbangan dalam pemilihan susu untuk anak. salah satu pertimbangannya adalah menyangkut kandungan dari susu formula yang dibutuhkan untuk pertumbuhan dan perkembangan anak.

  Tingkat motivasi responden terhadap iklan susu anak di televisi disajikan pada tabel dibawah ini.

  

Tabel XVI. Rekapitulasi Hasil Motivasi Ibu-ibu Anggota Posyandu

Kelurahan Purwodinigratan Solo Terhadap Iklan Susu Anak di Televisi Persentase No

  Kecenderungan Keterangan Pernyataan item (SS+S)/(TS+STS) SS+S TS+STS

  Responden akan mempertimbangkan untuk membeli susu anak yang diiklankan di 7 86,8 13,2 Setuju televisi karena informasi yang disampaikan lengkap. Penjelasan tentang manfaat kandungan susu yang jelas, mudah dimengerti dan memilki

  22 jaminan kualitas yang baik 91,2 8,8 Setuju Motivasi mendorong

responden untuk memilih susu

tersebut.

  Responden akan mempertimbangkan untuk 16 43,0 57,0 Tidak Setuju membeli susu formula yang diiklan di TV karena melibatkan artis favorit.

  Ikaln susu yang sering muncul di tv 18 mendorong saya untuk memilih susu 66,7 33,3 Setuju tersebut.

  Motivasi responden dalam penelitian ini terdiri dari 4 item pertanyaan yang terdapat pada nomor item 7,16,18, dan 22. Nomor item 7 dan 22 pada kuisioner

  70

  PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  merupakan pertanyaan yang bersifat favorabel. Pada nomor item 7 sebagian responden menjawab setuju dengan persentase 86,8%. Responden setuju akan mempertimbangkan untuk membeli produk susu anak yang diiklankan melalui televisi karena informasi yang disampaikan lengkap. Untuk nomor item 22 responden sebagian besar menjawab setuju dengan persentase 91,2%. Jawaban responden pada pertanyaan ini tepat, karena responden mendukung atau setuju dengan pertanyaan favorabel pada bagian motivasi.

  Pertanyaan pada kuisioner dengan nomor item 16 dan 18 merupakan pertanyaan bagian motivasi yang bersifat favorabel. Pada setiap nomor item ini jawaban responden diharapkan untuk tidak mendukung pertanyaan atau tidak setuju. Pada nomor item 16 responden tidak setuju dengan pernyataan dengan persentase 57,0%. Responden tidak setuju mempertimbangkan akan membeli susu untuk anak karena melibatkan artis favorit. Pernyataan dengan nomor 18 responden setuju dengan pernyataan dengan persentase sebesar 66,7%. Responden setuju bahwa iklan yang sering muncul di TV menjadi pertimbangan dalam memilih susu untuk anak.

  Pada penelitian ini dapat disimpulkan tingkat motivasi ibu-ibu anggota posyandu kelurahan Purwodiningratan Solo memiliki persentase 66,7%.

  Responden setuju bahwa iklan televisi dapat menjadi pertimbangan dalam menentukan susu formula untuk anak.

  Tindakan merupakan keputusan terakhir yang diambil oleh konsumen dalam menentukan suatu produk yang dipilih. Pada tabel dibawah ini ditampilkan tingkat perilaku atau tindakan konsumen terhadap iklan susu anak di televisi.

  71

  PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Tabel VII. Rekapitulasi Hasil Tindakan Ibu-ibu Anggota Posyandu

Kelurahan Purwodiningratan Terhadap Iklan Susu Anak di

  Televisi

Keterangan No pernyataan Persentase Kecenderungan

item

  (SS+S)/(TS+STS) SS+S TS+STS Responden tidak akan mencoba setiap 14 produk susu baru yang sedang 85,1 14,9 Setuju diiklankan. Responden akan membeli susu anak setelah mendapat informasi melalui

  15 80,7 19,3 Setuju ikaln TV dan setelah mendapat penjelasan dari tenaga kesehatan. Responden memutuskan untuk Tindakan mengganti susu formula untuk anak

  13 37,7 62,3 Tidak Setuju karena sudah tidak diiklankan di televisi lagi. Responden akan membeli susu untuk 19 anak yang diiklankan di TV karena 32,4 67,6 Tidak Setuju diproduksi oleh industri terkenal. Responden memutuskan untuk mengganti susu untuk anak karena

  24 35,9 64,1 Tidak Setuju melihat model ikaln susu anak di TV yang terlihat sehat dan pintar.

  Pada penelitian ini pertanyaan bagian tindakan terdapat pada nomor item 13,14,15,19 dan 24. Pada pertanyaan dengan nomor item 14 dan 15 jawaban responden diharapkan mendukung pertanyaan atau menjawab setuju. Pada nomor item 14 responden sebagian besar setuju dengan persentase 85,1%. Responden setuju untuk tidak mencoba setiap produk susu anak baru yang diiklankan.

  Pernyataan dengan nomor 15 sebagian besar responden setuju dengan persentase 80,7%. Responden setuju bahwa responden akan membelli susu anak setelah mendapatkan informasi melalui iklan televisi dan mendapatkan penjelasan tenaga kesehatan

  Pernyataan dengan nomor item 13, 19 dan 24 jawaban responden diharapkan tidak mendukung pernyataan atau tidak setuju karena bersifat non favorabel. Pada pertanyaan nomor 13 responden sebagian besar menjawab tidak setuju dengan persentase 62,3%. Responden tidak setuju jika langsung

  72

  PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  dengan nomor item 19 responden sebagian besar menjawab tidak setuju dengan persentase 67,6%. Responden tidak setuju akan membeli produk susu yang diiklankan di televisi karena diproduksi oleh industri terkenal. Pertanyaan dengan nomor item 24 responden sebagian besar tidak setuju dengan persentase 64,1%.

  Pada penelitian ini wawancara juga dilakukan untuk mengetahui lebih dalam motivasi dan tindakan responden yang diambil setelah menyaksikan tayangan iklan susu anak di televise. Dari hasil wawancara sebagian besar responden mempertimbangkan untuk membeli susu anak setelah melihat tayangan iklan di televisi. Namun ada beberapa juga yang berpendapat bahwa iklan hanya sebuah tayangan saja. Menurut pendapat peneliti iklan di televisi merupakan informasi awal tentang adanya produk yang beredar. Sehingga iklan televisi ini dapat untuk menjadi tambahan wawasan dalam memilih susu. Selanjutnya untuk pemilihan susu diperlukan pengetahuan responden dan saran dari tenaga kesehatan agar memperoleh susu yang tepat.

  Pertanyaan selanjutnya dalam wawancara yang berhubungan dengan tindakan adalah pada usia berapa anak diperkenalkan dengan susu formula. Hasil dari wawancara sebagian para ibu memberikan ASI untuk anak rata-rata sampai mencapai usia satu tahun, kemudian mengganti dengan susu formula. Namun ada juga ibu yang mengkombinasikan ASI dengan susu formula mulai anak usia 6 bulan.

  Jadi dapat disimpulkan tindakan ibu-ibu anggota posyandu kelurahan Purwodiningratan Solo memiliki persentase 85,1% setuju untuk tidak mencoba setiap produk susu formula yang baru diiklankan.

  73

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI E.

   Rangkuman Pembahasan

  Karakteristik iklan susu anak di televisi berdasarkan hasil observasi sebagian besar iklan susu sudah memenuhi kriteria yang dipersyaratkan seperti yang tercantum pada Permenkes RI nomor 79/MEN.KES/PER/III/1978 tentang Label dan Periklanan Makanan pasal 34 dan Peraturan Pemerintah nomor 69 tahun 1999. Hal ini dibuktikan dengan sebagian besar iklan sudah memaparkan tentang komposisi dan kandungan dari susu formula yang disertai dengan manfaat masing-masing. Sebagian besar iklan sudah menjelaskan mutu dan kegunaan dari susu untuk anak. Namun demikian iklan perlu pengawasan agar tidak menyesatkan masyarakat dan tidak menimbulkan penafsiran yang salah.

  Masyarakat sendiri diharapkan untuk selektif dalam memilih produk susu untuk anak.

  Karakteristik responden berdasarkan hasil penelitian, responden yaitu para ibu anggota posyandu kelurahan Purwodiningratan Solo sebagian besar berusia 31-35 tahun dengan persentase 36,0%. Usia anak yang menkonsumsi susu formula sebagian besar berusia >1-3 tahun dengan persentase 46,5%. Tingkat pendidikan ibu sebagian besar adalah SMU dengan persentase 27,2%. Pekerjaan responden sebagian besar masuk dalam golongan pekerjaan yang lain, dalam hal ini misalnya sebagai ibu rumah tangga, dengan persentase 37,7%. Anggota posyandu sebagian besar memiliki pekerjaan sebagai ibu rumah tangga karena ibu rumah tangga bertanggung jawab penuh terhadap kesehatan keluarga khususnya pertumbuhan dan perkemnagan anak. Selain itu juga ibu rumah tangga memilki banyak waktu luang, dibandingkan dengan pekerjaan yang lain. Pengasilan dalam

  74

  PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  keluarga pada penelitian ini sebagian besar responden memiliki penghasilan antara Rp500.000,00-Rp1.000.000,00 setiap bulan. Dengan penghasilan demikian keperluan membeli susu untuk anak dapat tercukupi.

  Skala tingkat pengenalan responden terhadap iklan susu anak di televisi ini dapat dilihat dari tingkat keseringan menonton televisi, responden sebagian besar menonton televisi selama 3-5jam dengan persentase 48,3%. Semakin lama menonton televisi berarti semakin sering juga menyaksikann tayangan iklan, sehingga semakin tinggi juga tingkat pemahaman terhadap iklan susu di televisi. Frekuensi keseringan menonton iklan televisi oleh responden pada penelitian ini sebagian besar responden menyaksikan iklan susu sebanyak >5kali dengan persentase 42,11%. Iklan susu yang sering dilihat oleh responden pada penelitian ini adalah iklan susu SGM dengan persentase 73,7%. Figur yang dipercaya untuk memberikan saran pada penelitian ini adalah dokter dengan persentase 61,4%.

  Persepsi konsumen tentang iklan susu anak di televisi terbagi menjadi beberapa menyangkut pengetahuan yaitu pengetahuan tentang manfaat susu formula dan ASI, kandungan-kandungan dalam susu formula. Menyangkut pandangan responden terhadap iklan yaitu mengenai informasinya yang lengkap dan tayangannya yang mudah diingat dan menarik. Persepsi menyangkut keyakinan yaitu kepercayaan terhadap tenaga kesehatan dalam menyampaikan saran, keyakinan bahwa iklan susu yang taynag ditelevisi menjamin aman dikonsumsi. Persepsi menyangkut perasaan responden terhadap iklan susu menyangkut suka atau tidak suka terhadap iklan susu. Persepsi menyangkut pengalaman yaitu pengalaman membeli susu yang berhubung dengan harga yang

  75

  PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  menyangkut kualitas susu. Persepsi menyangkut kemampuan berfikir responden yaitu sampai sejauh mana pemahaman terhadap iklan susu di televisi.

  Motivasi responden seteleh menyaksikan iklan susu anak di televisi adalah mempertimbangkan untuk membeli. Pertimbangan–pertimbangan yang menjadi dasar bagi responden menyangkut informasinya yang lengkap, mudah dimengerti dan memiliki jaminan kualitas yang bagus. Beberapa responden mempertimbangkan membeli karena melibatkan artis yang disukai. Iklan yang sering muncul juga merupakan salah satu pertimbangan responden dalam memilih susu untuk anak.

  Tindakan yang dilakukan setelah melihat iklan susu anak di televisi sebagian besar responden tidak setuju bahwa karena produk sudah tidak ditayangkan maka lansung memutuskan untuk mengganti susu. Tindakan responden selanjutnya adalah tidak akan mencoba setiap produk susu yang baru diiklankan. Responden juga cukup selektif terbukti responden hanya memilih susu karena informasinya yang lengkap dan setelah mendapat penjelasan dari tenaga kesehatan. Responden juga tidak terpengaruh untuk membeli karena diproduksi oleh industri terkenal.

  Hasil dari wawancara yang terdiri dari beberapa pertanyaan adalah responden tertarik pada iklan susu anak di televisi karena informasinya lengkap dan model iklan yang menarik. Informasi menyangkut komposisi dan manfaatnya seperti DHA, AA, vitamin-vitamin. Pertanyaan dalam wawancara juga menyangkut efek samping yang pernah dialami anak. PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan 1. Karakteristik iklan susu formula anak yang tayang di televisi pada bulan Januari 2007 sudah memenuhi kriteria menurut asal dan sifat, isi dan

  komposisi, mutu dan kegunaan seperti yang ada pada Permenkes RI nomor 79/MEN.KES/PER/III/1978 dan Peraturan Pemerintah nomor 69 tahun 1999.

  2. Karakteristik responden dengan prosentase terbesar meliputi usia ibu 31-35 tahun (36,0%), usia anak >1-3 (46,5%), tingkat pendidikan ibu yaitu SMU (27,2%), berprofesi sebagai ibu rumah tangga (37,7%), pendapatan Rp 500.000,00-Rp. 1.000.000,00 (37,7%), dan konsumsi susu terbesar yaitu susu SGM (51,8%).

3. Pengenalan dan persepsi menunjukkan 96,5% responden setuju atau menyukai iklan susu formula yang tayang di televisi.

  4. Motivasi menunjukkan 66,7%, responden setuju bahwa iklan televisi dapat menjadi pertimbangan dalam menentukan susu formula untuk anak. Tindakan menunjukkan 85,1% responden setuju untuk tidak mencoba setiap produk susu formula yang baru diiklankan.

B. Saran 1.

  Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai kajian komposisi produk susu formula dan makanan instan untuk anak

  77

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 2.

  Perlu kesadaran masyarakat untuk berkonsultasi dengan tenaga kesehatan dalam menentukan susu formula yang tepat untuk anak

  3. Perlu pengawasan yang intensif dari pemerintah terhadap penayangan iklan susu formula dan produk untuk anak..

  4. Perlu usaha pemerintah dan tenaga kesehatan memberikan informasi yang lebih mengenai pemberian ASI eksklusif.

  5. Perlu adanya penelitian lebih lanjut tentang hubungan korelasi antara penayangan iklan susu formula dengan persepsi dan motivasi oleh responden.

  

DAFTAR PUSTAKA

Ahmadi, A.,1991, Psikologi Sosial, Rineka Cipta, Jakarta.

  Amiruddin, R., 2007, Promosi Susu Formula Menghambat Pemberian ASI

  Eksklusif pada Bayi 6-11 Bulan di Kelurahan Pa’Baeng Makasar Tahun 2006 , Program Magister Epidemiologi Universitas Hasanudin, Makasar.

  Anonim,1992, Undang-Undang Republik Indonesia No 23 tahun 1992 tentang

  Kesehatan pasal 17 , CV Eko Jaya, Jakarta

  Anonim, 1993, Kumpulan Peraturan Perundangan di Bidang Makanan edisi III, Permenkes RI Nomor 79/ Men.Kes/Per/III/1978, Departemen Kesehatan Republik Indonesia Direktorat Jendral Pengawasan Obat dan Makanan.

  Anonim, 1993, Kumpulan Peraturan Perundangan di Bidang Makanan edisi III, Permenkes RI Nomor 240/Men.Kes/Per/V/1985, Departemen Kesehatan.

  Anonim,1999, Peraturan Pemerintah Nomor 69 tahun 1999 tentang Label dan Iklan Pangan , Kantor Menteri Negara Pangan dan Holtikultura, Jakarta. Azwar, S., 1995, Sikap Manusia: Teori dan Pengukurannya edisi 2, Pustaka Pelajar Offset, Yogyakarta. Beck, M.E., 1993, Nutrition and Dietetics for Nurses, Yayasan Essentia Medica, Yogyakarta. Esterik, P.V., 1990, Dibalik Kontroversi ASI-Susu Formula, penerjemah: Kustiniyati Mochtar, Yayasan Obor Indonesia, Jakarta. Gerungan, W.A, 1986, Psikologi Sosial, PT Eresco, Bandung. Gsianturi, 2001, Susu Formula, file: google/Susu Formula/htm,18/03/07. Hartini,Y.S dan Sulasmono., 2006, Industri Farmasi Regristasi Obat , Keputusan

  Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 386/Menkes/SK/IV/1994 lampiran 4, Fakultas Farmasi Universitas Sanata Dharma,Yogyakarta. Kasali, R., 1992, Manajemen Periklanan, Konsep dan Aplikasinya di Indonesia, Pustaka Utama Grafiti, Jakarta. Linder, M.C., 1992, Nutritional Biochemistry and Metabolism, penerjemah: Amminudin Parakkasi, UI Press, Jakarta.

  PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Nardju, A.A, 1997, Iklan Televisi dan Pengaruhnya bagi Perilaku Konsumen, Widya Dharma, no 2, tahunVII. Nawawi, 1990, Metodologi Penelitian Bidang Sosial, Gajah Mada University Press, Yogyakarta. Notoadmojo, S., 2002, Metodologi Penelitian Kesehatan, PT Rineka Cipta, Jakarta. Olson, R.E,dkk., 1988, Present Knowledge in Nutrition, PT Gramedia, Jakarta. Anonim, 2002, Panduan Pelatihan Kader Posyandu, dikembangkan oleh Tim Lintas Sektoral. Peter, J.P & Jerry C.O, 1999, Consumer Behavior: Perilaku Konsumen dan

  Strategi pemasaran edisi 4 Jilid1 alih bahasa oleh Damos Sihombing, Erlangga, Jakarta.

  Peter, J.P & Jerry C.O, 2000, Consumer Behavior: Perilaku Konsumen dan

  Strategi pemasaran edisi 4 Jilid2 alih bahasa oleh Damos Sihombing, Erlangga, Jakarta.

  Pratiknya, A.W., 2001, Metedologi Penelitian Kedokteran dan Kesehatan, PT Raja Grafindo Persada, Jakarta. Rakhmat, J., 2001, Psikologi Komunikasi, PT Remaja Kosdakarya, Bandung. Roewijoko, S., Susu Formula: Mahal Bukan Berarti Paling Bagus, file: yahoo/

  Susu formula/ html, 18/03/07 Rukminto, I., 1994, Psikologi: Pekerjaan Sosial dan Ilmu Kesejahteraan Sosial, Raja Grafindo Persada, Jakarta.

  Santoso, S & Anne Lies Ranti, 1999, Kesehatan dan Gizi, Rineka Cipta, Jakarta. Sediaoetama, A.D., 2004, Ilmu Gizi jilid I, Dian Rakyat, Jakarta Timur. Sidabolok, J,1999, Analisis Terhadap Iklan dan Praktek Periklanan Menurut Hukum , Atma nan Jaya, tahun XII no 2 1998.

  Speirs,Al., 1992, Paediatrics for Nurses, penerjemah: dr M sidhartani Zain, IKIP Semarang Press, Semarang. Walgito, 1991, Psikologi Sosial, Andi Offset, Yogyakarta.

  79 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  80 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  81 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  82 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  83 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  84 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  85

  PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PERSEPSI KONSUMEN TENTANG IKLAN SUSU ANAK DI TELEVISI DAN PENGARUHNYA TERHADAP MOTIVASI PEMILIHAN SUSU ANAK OLEH PARA IBU DI POSYANDU KELURAHAN PURWODININGRATAN SOLO Petunjuk :

  Lingkarilah jawaban yang Anda anggap paling sesuai dengan kondisi Anda.

I. DATA PRIBADI RESPONDEN 1.

  Umur ibu (tahun) :

  a. b.26-30

  c. 31-35

  d. > 35 20-25 2.

  Umur anak (tahun) yang mengkonsumsi susu formula: a.

  b. 2-3

  c. 4-5

  d. >5 0-1 3.

  Tingkat pendidikan : a.

  d. Akademi SD b.

  e. Perguruan Tinggi SLTP c.

  f. Yang lain…………….. SMU 4.

  Pekerjaan: a.

  c. Pegawai Negri Wiraswasta b.

  d. Yang lain…………… Pegawai Swasta 5.

  Penghasilan keluarga per bulan: a.

  Rp 100.000,00 - Rp 300.000,00 b.

  Rp 300.000,00 – Rp 500.000,00 c. Rp 500.000,00 – Rp 1.000.000,00 d.

  Rp 1.000.000,00 – Rp 2.000.000,00 e. > Rp 2.000.0000,00

  86

  PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

II. SKALA TINGKAT PENGENALAN RESPONDEN 6.

  Rata- rata anda menonton televisi tiap hari :

  a. 1 - 2 jam

  b. 3 - 5 jam

  c. > 5 jam

  7. Rata-rata berapa kali sehari anda menyaksikan iklan susu formula anak di televisi? a. 1-3

  b. 4-5 c.> 5

  8. Iklan susu anak apa yang pernah anda lihat? (jawaban boleh lebih dari satu) a. SGM

  d. Pediasure h. Susu Bendera 123

  b. Dancow anak

  e. Nutrilion i. Enfagrow

  c. Gain Plus f. Lactona j. Yang lain……………..

  9. Siapa yang Anda percaya untuk memberikan saran dalam pemilihan susu formula untuk anak Anda? (jawaban boleh lebih dari satu) a. Informasi teman

  d. Petugas apotek

  b. Pengalaman sendiri

  e. Iklan Televisi

  c. Dokter f. Yang lain……………..

  10. Susu formula merek apakah yang Anda berikan untuk anak Anda saat ini? a. Dancow Anak

  b. Susu Bendera

  c. SGM d. Lainnya…………..

  87

  PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

III. PERSEPSI, MOTIVASI DAN TINDAKAN

SKALA RESPONDEN Petunjuk:

  Berilah tanda silang (X) pada salah satu jawaban pada setiap pernyataan yang sesuai dengan pendapat Anda.

  SS : Bila Anda Sangat Setuju S : Bila Anda Setuju TS : Bila Anda Tidak Setuju STS : Bila Anda Sangat Tidak Setuju

  No Pernyataan Jawaban

  ! " ! # $

  % #% & ' ( ) ! ( (

  • , , , ,

  

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

No Pernyataan Jawaban

  , - , .

  " !

  $ !

  & % ' ! )

  ! / *

  ! ( ( # % #% % 0/ , ,

  1 ,

  ( 2 ! " 3 , 1 ( , ( PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  89 Rekapitulasi Hasil Kuisioner Bagian Persepsi Terhadap Iklan Susu Anak di Televisi 1.

   Persepsi Menyangkut Pengetahuan Pernyataan Persentase Kecenderung an SS S TS STS F - Selain ASI anak usia 1 tahun keatas perlu 57,0 42,1 0,9 Setuju mengkonsumsi susu formula untuk meningkatkan pertumbuhan anak.

Vitamin-vitamin yang ada dalam susu formula sudah F 10,5 33,3 47,4 8,8 Tidak Setuju

mencukupi untuk kebutuhan anak sehingga tidak perlu vitamin tambahan.

  • Anak perlu mengkonsumsi susu formula karena dalam F 43,0 61,4 3,5 Setuju susu mengandung zat-zat yang berguna untuk pertumbuhan anak.
  • - Iklan susu anak di televisi menambah wawasan tentang F 32,5 61,4 6,1 Setuju

  manfaat susu yaitu untuk meningkatkan pertumbuhan anak

Komposisi susu yang baik adalah jumlah kandungan zat - F 43,0 53,5 3,5 Setuju

gizinya menyerupai kandungan komposisi ASI.

Susu formula nilai gizinya lebih tinggi dibanding F 12,3 14,9 40,3 32,5 Tidak Setuju

dengan ASI.

  2. Persepsi Menyangkut Pandangan Pernyataan Persentase Kecenderung an SS S TS STS

Iklan susu di televisi dapat menambah informasi dalam F 37,7 57,0 4,4 0,9 Setuju

memilih susu unutk anak.

Iklan susu anak di televisi lebih menarik dibandingkan F 29,0 57,0 10,5 3,5 Setuju

iklan susu anak di media cetak karena iklan di TV penjelasan informasinya lebih lengkap dan menarik 3.

   Persepsi Menyangkut Keyakinan Pernyataan Persentase Kecenderung an SS S TS STS

Responden lebih mempercayai tenaga kesehatan dalam F 38,6 56,1 2,6 2,7 Setuju

menyampaikan saran mengenai pemilihan susu anak daripada melalui iklan televisi.

Iklan susu yang sering muncul di televisi menjamin NF 19,3 38,6 32,5 9,6 Setuju

bahwa susu tersebut aman dikonsumsi tanpa menimbulkan efek samping.

  4. Persepsi Menyangkut Perasaan Pernyataan Persentase Kecenderung an SS S TS STS

  • Responden menyukai iklan susu anak di televisi karena F 37,7 58,8 3,5 Setuju informasinya lengkap dan jelas.

  90 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 5.

   Persepsi Menyangkut Pengalaman Pernyataan Persentase Kecenderung an SS S TS STS

Kualitas susu yang baik tidak dipengaruhi oleh F 34,2 - 51,8 14,0 Setuju

mahalnya harga

Hanya susu anak yang mahal saja yang memiliki NF 8,8 15,8 45,6 29,8 Tidak Setuju

kualitas susu yang baik.

6. Persepsi Menyangkut Kemampuan Berfikir Pernyataan Persentase Kecenderung an SS S TS STS

  

Iklan susu di TV memberikan informasi bahwa susu F 27,2 57,0 13,2 2,6 Setuju

untuk anak minimal diberikan 3 kali sehari untuk pertumbuhan yang optimal.

Iklan susu di TV menambah wawasan responden F 34,2 63,2 - 2,6 Tidak Setuju

tentang macam-macam kandungan dan manfaat zat-zat gizi seperti DHA, taurin, prebiotik dalam susu formula.

Efek samping seperti alergi, diare dapat terjadi pada F 15,8 58,8 22,8 2,6 Tidak Setuju

anak yang mengkonsumsi susu formula.

  Rekapitulasi Hasil Kuisioner Bagian Motivasi Terhadap Iklan Susu Anak di Televisi Pernyataan Persentase Kecenderung SS S TS STS an

Responden akan mempertimbangkan untuk membeli F 29,8 57,0 12,3 0,9 Setuju

susu anak yang diiklankan di televisi karena informasi yang disampaikan lengkap.

Penjelasan tentang manfaat kandungan susu yang jelas, F 28,9 62,3 7,9 0,9 Setuju

mudah dimengerti dan memilki jaminan kualitas yang baik mendorong responden untuk memilih susu tersebut. Responden akan mempertimbangkan untuk membeli NF 12,3 30,7 34,2 22,8 Tidak Setuju susu formula yang diiklan di TV karena melibatkan artis favorit. Ikaln susu yang sering muncul di tv mendorong saya NF 22,8 43,9 27,2 6,1 Tidak Setuju untuk memilih susu tersebut.

  91

  PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Rekapitulasi Hasil Kuisioner Bagian Tindakan Terhadap Iklan Susu Anak di Televisi Pernyataan Persentase Kecenderung SS S TS STS an

  

Responden tidak akan mencoba setiap produk susu baru F 33,3 51,8 14,0 0,9 Setuju

yang sedang diiklankan.

Responden akan membeli susu anak setelah mendapat F 33,3 47,4 17,5 1,8 Setuju

informasi melalui ikaln TV dan setelah mendapat penjelasan dari tenaga kesehatan. Responden memutuskan untuk mengganti susu formula NF 10,5 27,1 41,2

  21 Tidak Setuju untuk anak karena sudah tidak diiklankan di televisi 9 3 ,05 lagi.

  Responden akan membeli susu untuk anak yang NF 7,9 24,5 16,6 Tidak Setuju diiklankan di TV karena diproduksi oleh industri 50,9 terkenal. Responden memutuskan untuk mengganti susu untuk NF 11,4 24,5 50,9 13,2 Tidak Setuju anak karena melihat model ikaln susu anak di TV yang terlihat sehat dan pintar.

  92 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Berikut adalah hasil wawancara yang mencakup pertanyaan dan jawaban dari responden. Berapa kali dalam sehari Anda menyaksikan iklan susu anak di televisi?

  Responden 1: Sebanyak 5 sampai enam kali Responden 2: Banyak sekali sekitar lebih dari 5 kali Responden 3: 5 kali Responden 4: Sekitar 5 kali dalam sehari Responden 5: 7 kali dalam sehari Responden 6: Sekitar 3 kali dalam sehari Responden 7: Sekitar 4 kali Responden 8: Sekitar 5 kali

  Menurut Anda apakah iklan susu anak di televisi menarik? Mengapa? Responden 1: Menarik, karena disamping iklannya bagus kita jadi tahu produk-produk mana yang lengkap kandungan isinya Responden 2: Menarik karena anak kecilnya lucu, kelihatan cerdas dan sehat Responden 3: Menarik, karena adanya model anak kecil yang menyenangkan dan kita jadi tahu kandungan susu dan manfaatnya Responden 4: Menarik aja Responden 5: Kadang-kadang, karena ada anak kecilnya menggemaskan Responden 6: Menarik karena iklannya lucu Responden 7: Menarik soalnya bagus dan seru karena anak-anaknya lucu dan imut-imut Responden 8: Menarik karena ada model anak-anak yang menggemaskan dan lincah

  Informasi apa saja yang bisa Anda peroleh setelah menyaksikan iklan susu di televisi? Responden 1: Informasi seperti komposisinya, yaitu adanya DHA, vitamin- vitamin serta manfaatnya Responden 2: Adanya informasi tentang komposisi susu lewat tulisan mengandung AA, DHA

  93

  PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Responden 3: Jadi tahu manfaat susu untuk pertumbuhan anak dan meningkatkan kecerdasan anak Responden 4: Informasi mengenai kandungan susu seperti adanya vitamin- vitamin dan mineral, adanya zat-zat tambahan seperti DHA, omega3, AA dan yang lainnya. Responden 5: Informasi mengenai manfaat susu Responden 6: Informasi adanya produk baru Responden 7: Informasi tentang jenis-jenis produk susu yang sesuai untuk pertumbuhan anak. Responden 8: Informasi tentang kandungan dalam susu yang baik untuk pertumbuhan anak

  Tolong sebutkan komposisi susu anak yang anda ketahui dari iklan susu anak di televisi? Responden 1 : Mengandung vitamin-vitamin, DHA dan yang lainnya Responden 2 : Mengandung AA, DHA, kolin, vitamin-vitamin, kalsium, protein Responden 3 : Mengandung vitamin, mineral, AA, DHA Responden 4: Mengandung AA, DHA, Protein, karbohidrat, mineral dan yang lainnya. Responden 5: AA, DHA, omega 3, vitamin, mineral Responden 6: Seperti vitamin, AA, protein, karbohidrat Responden 7: Adanya kandungan karbohidrat, lemak dan seperti DHA, AA Responden 8: Mengandung vitamin-vitamin yang penting untuk kesehatan anak

  Apakah yang Anda ketahui tentang DHA dan Omega 3? Responden 1: DHA merupakan nutrisi untuk otak bayi dan pertumbuhan Responden 2: DHA baik untuk otak agar anak menjadi cerdas Responden 3: DHA untuk perkembangan otak dan meningkatkan kecerdasan.

  Responden 4: DHA merupakan zat yang mengandung gizi untuk menunjang pertumbuhan anak Responden 5: Untuk pertumbuhan otak

  94

  PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Responden 6: DHA untuk vitamin otak Responden 7: DHA dan AA berfungsi untuk nutrisi otak bayi Responden 8: untuk meningkatkan kecerdasan

  Bagaimana motivasi atau tindakan yang akan Anda lakukan setelah menyaksikan iklan susu anak di televisi? Responden 1: Mempertimbangkan dan mungkin membeli Responden 2: Kadang-kadang membeli Responden 3: Biasa saja tapi kadang-kadang membeli Responden 4: Mempertimbangkannya dan kadang membeli, soalnya anak suka bosan, sehingga sering menggantinya. Responden 5: Kadang-kadang langsung mencoba Responden 6: Mempertimbangkannya dulu Responden 7: Mempertimbangkannya dulu Responden 8: Tidak tertarik dengan produk-produk baru yang ditawarkan, saya akan mempertimbangkan dahulu

  Sejak kapan Anda mulai mengganti ASI dengan susu formula? Responden 1: Sejak umur 1 tahun sudah mengkombinasikan ASI dengan susu formula Responden 2: Sejak umur satu tahunan Responden 3: Sejak 6 bulan sudah diperkenalkan susu formula, namun masih dengan ASI Responden 4: Sejak usia satu tahunan Responden 5: Umur 2 tahun Responden 6: Usia 1 tahun Responden 7: Usia satu tahun Responden 8: Usia 2 tahun

  Apakah Anda pernah punya pengalaman efek samping pemberian susu terhadap anak? tolong diceritakan? Responden 1: Tidak pernah Responden 2: Belum pernah Responden 3: Anak pernah diare

  95

  PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Responden 4: Belum pernah Responden 5: Pernah mengalami efek samping yaitu anak pernah diare Responden 6: Belum pernah Responden 7: Pernah mengalami alergi yaitu kulitnya menjadi kemerahan dan gatal-gatal Responden 8: Anak pernah mencret setelah mengkonsumsi susu formula

  96

  PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

BIOGRAFI

  Penulis skripsi yang berjudul “Persepsi dan Motivasi Ibu-ibu Anggota Posyandu Kelurahan Purwodiningratan Solo terhadap Iklan Susu Formula Anak di Televisi Tahun 2007” bernama lengkap Devi Chandra Kristanti. Penulis lahir di Solo, 3 Juni 1983 dari pasangan Bapak Harsono, Spd dan Ibu Tutanti Marhaeni, SE. pendidikan yang ditempuh yaitu taman Kanak-kanak Siwipeni Solo. Penulis melanjutkan di SDN Belik 122 Surakarta hingga tahun 1995. Pada tahun 1998 lulus dari SMPN 4 Surakarta. Pada tahun 2001 lulus dari SMUN 5

  Surakarta. Penulis melanjutkan Studinya pada tahun 2001 di Universitas Sanata Dharma Yogyakarta di Fakultas Farmasi sampai oktober 2007.

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Dalam Memperoleh Gelar Sarjana Akuntansi Program Studi Akuntansi
0
1
14
SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Sains Program Studi Matematika
0
0
82
Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Ekonomi Program Studi Akuntansi
0
3
129
Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Sains Program Studi Ilmu Komputer
0
0
158
SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi
0
0
165
SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi
0
0
144
SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi
0
2
125
Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana
0
1
97
SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Farmasi (S.Farm.) Program Studi Farmasi
0
0
105
SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Sejarah
0
0
205
SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Sains Program Studi Ilmu Komputer
0
0
111
SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi
0
0
92
SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Farmasi (S.Farm) Program Studi Ilmu Farmasi
0
0
83
SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Sastra Program Studi Ilmu Sejarah
0
0
191
SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Sastra Indonesia Program Studi Sastra Indonesia
0
0
139
Show more