Implementasi perangkat pembelajaran penjumlahan pecahan menggunakan pendekatan PMRI di kelas IV SD Kanisius Condongcatur Sleman - USD Repository

Gratis

0
0
381
6 days ago
Preview
Full text

  

IMPLEMENTASI PERANGKAT PEMBELAJARAN PENJUMLAHAN

PECAHAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN PMRI

DI KELAS IV SD KANISIUS CONDONGCATUR SLEMAN

SKRIPSI

Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat

Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan

  

Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar

  Oleh: Stevani Ika Pratiwi

  NIM : 091134141

  

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR

JURUSAN ILMU PENDIDIKAN

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS SANATA DHARMA

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Motto:

Janganlah takut, sebab Aku menyertai engkau, janganlah bimbang,

sebab Aku ini Allahmu; Aku akan meneguhkan, bahkan akan menolong

engkau; Aku akan memegang engkau dengan tangan kanan-Ku yang

membawa kemenangan

  

(Yesaya 41:10)

Skripsi ini kupersembahkan kepada:  My Lord Jesus Christ yang selalu memberkati setiap langkah hidupku  Orang tua “Tarcicius Ngateno dan “Yuliana Sumarti” dan adikku “Yohana Dwi Kurniawati” tersayang yang selalu mendukung dan menguatkanku  Masku “Yulius Eko Fitrianto” tercinta yang selalu mendukung dan menghiburku

 Sahabat-sahabatku

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PERNYATAAN KEASLIAN KARYA

  Saya menyatakan dengan sesungguhnya bahwa skripsi yang saya tulis ini tidak memuat karya atau bagian karya orang lain, kecuali yang telah disebutkan dalam kutipan dan daftar pustaka, sebagaimana layaknya karya ilmiah.

  Yogyakarta, 7 Juni 2013 Penulis, Stevani Ika Pratiwi

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

PERNYATAAN PERSETUJUAN

PUBLIKASI KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS

  Yang bertanda tangan di bawah ini, saya mahasiswa Universitas Sanata Dharma: Nama : Stevani Ika Pratiwi Nomor Mahasiswa : 091134141 Demi pengembangan ilmu pengetahuan, saya memberikan kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma karya ilmiah saya yang berjudul:

  

IMPLEMENTASI PERANGKAT PEMBELAJARAN PENJUMLAHAN

PECAHAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN PMRI

DI KELAS IV SD KANISIUS CONDONGCATUR SLEMAN

  Dengan demikian saya memberikan kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma baik untuk menyimpan, mengalihkan dalam bentuk media lain, mengelolanya dalam bentuk pangkalan data, mendistribusikan secara terbatas, dan mempublikasikannya di internet atau media lain untuk kepentingan akademis tanpa perlu ijin dari saya atau memberi royalti kepada saya selama tetap mencatumkan nama saya sebagai penulis.

  Demikian pernyataan ini saya buat dengan sebenarnya. Yogyakarta, 7 Juni 2013 Yang menyatakan Stevani Ika Pratiwi

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

ABSTRAK

  Pratiwi, Stevani Ika. 2013. Implementasi Perangkat Pembelajaran Penjumlahan Pecahan Menggunakan Pendekatan PMRI di Kelas IV SD Kanisius Condongcatur Sleman. Yogyakarta: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sanata Dharma.

  Berdasarkan observasi pembelajaran matematika di sekolah dasar menunjukkan bahwa pembelajaran belum mengaitkan konsep dengan masalah kontekstual dalam kehidupan sehari-hari. Hal tersebut menyebabkan beberapa siswa menganggap bahwa matematika itu sulit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses implementasi perangkat pembelajaran penjumlahan pecahan menggunakan pendekatan PMRI di kelas IV dan mengetahui kemunculan indikator-indikator kelima karakteristik PMRI pada implementasi di SD Kanisius Condongcatur. Jenis penelitian ini adalah deskriptif. Subjek penelitian adalah 33 siswa kelas IV SD Kanisius Condongcatur. Penelitian ini merupakan lanjutan dari penelitian yang telah dilakukan tahun lalu. Tahapan penelitian terdiri dari kegiatan mempelajari penelitian tahun lalu, revisi perangkat pembelajaran, validasi, uji keterbacaan dan implementasi. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini berupa data kuantitatif dan kualitatif. Data kuantitatif diperoleh dari hasil validasi perangkat pembelajaran, hasil angket uji keterbacaan, hasil angket respon siswa dan hasil evaluasi belajar siswa. Data kualitatif diperoleh dari transkripsi video proses pembelajaran, observasi kelas dan wawacara. Data yang diperoleh disajikan dalam bentuk deskripsi.

  Hasil penelitian ini adalah proses implemetasi perangkat pembelajaran penjumlahan pecahan menggunakan pendekatan PMRI di SD Kanisius Condongcatur dapat berjalan sesuai dengan rancangan dalam perangkat pembelajaran. Berdasarkan proses pembelajaran dapat dilihat kemunculan indikator-indikator karakteristik PMRI. Indikator-indikator pada karakteristik penggunaan masalah kontekstual, penggunaan model, dan penggunaan interaktivitas siswa sudah muncul maksimal dalam proses pembelajaran. Sedangkan indikator-indikator pada karakteristik penggunaan kontribusi siswa dan pemanfaatan keterkaitan muncul berbeda-beda. Ada yang muncul maksimal, ada pula yang muncul kurang maksimal dan ada yang tidak muncul dalam proses pembelajaran.

  Kata kunci: implementasi, perangkat pembelajaran, penjumlahan pecahan, pendekatan PMRI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

ABSTRACT

  Pratiwi, Stevani Ika. 2013. Learning Instruments of Fractions Addition using PMRI Approach Implementation in the Fourth Grade of Kanisius Condongcatur Sleman Elementary School. Thesis. Yogyakarta: Elementary School Teacher Eduaction Program Study, Faculty of Teacher Training and Education, Sanata Dharma University.

  An observation of Mathematics learning in elementary school shows that the learning process has not correlate the concept with the contextual context of daily life. It causes students to consider Mathematics as a difficult subject. This research is a descriptive research. The objective of this research is (1) to figure out the process of learning instruments of fractions addition using PMRI approach implementation and (2) to figure out the emergence of the five indicators of PMRI characteristics during the learning process in the fourth grade of Kanisius Condongcatur Elementary School. The subjects of the research are 33 fourth grade students of Kanisius Condongcatur Elementary School. This research is a

  

follow up research of the previous year’s research. The steps of this research

include the study of previous year’s research, learning instrument revision,

  learning instrument validation, readability test and implementation. The data gathered in this research are quantitative and qualitative data. The quantitative data are derived from the learning instrument validation result, readability

  

questionnaire result, students’ response questionnaire result, and students’

  evaluation marks. The qualitative data are derived from the video transcription of the learning process, class observation and the interview. The data gathered in this research is presented descriptive.

  The result of the research is that the process of learning instruments of fractions addition using PMRI approach implementation in Kanisius Condongcatur Elementary School runs according to the design in the learning instrument. The indicators of the five PMRI characteristics appear during the learning process. The indicators of three characteristics; contextual problem application, model application and student interactivity application, have optimally appeared during the learning process. Meanwhile the indicators of the two other characteristics; student contribution application and relevance utilization, appear in various levels. Some indicators appear optimally, some appear averagely and some others do not appear at all during the learning process.

  Keywords: implementation, learning instrument, fraction addition, PMRI approach

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Puji syukur kepada Tuhan Yesus Kristus dan Bunda Maria atas segala kasih dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul

  “Implementasi Perangkat Pembelajaran Penjumlahan Pecahan

  Menggunakan Pendekatan PMRI di Kelas IV SD Kanisius Condongcatur Sleman

  ”. Skripsi ini disusun untuk melengkapi syarat memperoleh gelar Sarjana

  Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sanata Dharma.

  Pada kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih kepada berbagai pihak yang telah memberikan bimbingan dan dukungan dalam proses penyusunan skripsi ini. Penulis mengucapkan terima kasih kepada: 1.

  Rohandi, Ph.D., selaku Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sanata Dharma.

  2. G. Ari Nugrahanta, SJ., SS., BST., M.A., selaku Ketua Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Sanata Dharma.

  3. Catur Rismiati, S.Pd., M.A., Ed.D., selaku Wakil Ketua Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Sanata Dharma dan Dosen Pembimbing Akademik.

  4. Haniek Sri Pratini, M.Pd., selaku dosen pembimbing I yang telah memberikan saran, kritik, dorongan, semangat, tenaga, pikran, dan waktu untuk membimbing penulis dalam menyelesaikan skripsi.

  5. Veronika Fitri Rianasari, M.Sc., selaku dosen pembimbing II yang telah memberikan bantuan ide, saran, kritik, semangat, tenaga, pikran dan waktu untuk membimbing penulis dalam menyelesaikan skripsi.

  6. R. Sutamta, S.Pd., selaku kepala SD Kanisius Condongcatur yang telah memberikan ijin penelitian di kelas IV SD Kanisius Condongcatur.

  7. Fajar Utami, S.Pd., selaku guru kelas IV SD Kanisius Condongcatur yang telah memberikan waktu, tenaga, bantuan, ijin penelitian di kelas IV SD Kanisius Condongcatur.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  9. Bapak Tarsisius Ngateno, Ibu Yuliana Sumarti kedua orang tuaku dan adekku Yohana Dwi Kurniawati yang tiada pernah berhenti memberikan semangat, dukungan, doa dan kasih sayang kepada penulis sehingga skripsi ini bisa terselesaikan.

  10. Mas Yulius Eko Fitrianto yang selalu setia menemani, mendukung dan mendoakan sehingga skripsi ini dapat terselesaikan dengan baik.

  11. Sahabat-sahabat terbaikku Tika, Puspa, Ratna, Novi, Mukti, Dian, Eka Yusniawati dan Laura yang telah mendukung dalam doa dan senantiasa memberi semangat serta memberikan bantuan sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini.

  12. Teman-teman seperjuangan payung PMRI (Tika, Dini, Eko, Novi, Tyas, Kristian, Erni, Winda, Lina) yang telah memberikan bantuan dan dukungan selama melaksanakan penelitian.

  13. Teman-teman 8C angkatan 2009, terima kasih atas kebersamaan yang indah selama ini.

  14. Teman-teman kost Brojowikalpo 18A (Dessy Irawati, Desi, dan Etik) yang telah memberikan semangat dan bantuan sehingga terselesaikan skripsi ini.

  15. Terimakasih untuk teman-temanku: Vivi dan Aris yang telah meminjamkan printernya sehingga skripsi ini dapat tersusun dengan baik.

  16. Semua pihak yang tidak bisa disebutkan satu persatu oleh penulis, yang telah membantu, memberikan dukungan, semangat, doa, dan inspirasi hingga terselesaikan skripsi ini. Penulis menyadari bahwa penelitian ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu penulis mengharapkan masukan, saran, dan kritik yang membangun demi kesempurnaan skripsi ini. Semoga skripsi ini dapat bermanfaat bagi para pembaca.

  Yogyakarta, Penulis,

  PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

DAFTAR ISI

  HALAMAN JUDUL .................................................................................... i HALAMAN PERSETUJUAN DOSEN PEMBIMBING ............................... ii HALAMAN PENGESAHAN ....................................................................... iii HALAMAN MOTTO DAN PERSEMBAHAN ............................................ iv PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ....................................................... v PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH ............ vi ABSTRAK ................................................................................................... vii ABSTRACT ................................................................................................... viii KATA PENGANTAR .................................................................................. ix DAFTAR ISI ................................................................................................ xi DAFTAR TABEL ........................................................................................ xiii DAFTAR GAMBAR .................................................................................... xv DAFTAR LAMPIRAN ................................................................................. xvii

  BAB I PENDAHULUAN ............................................................................ 1 A. Latar Belakang .................................................................................. 1 B. Rumusan Masalah ............................................................................. 5 C. Tujuan Penelitian ............................................................................... 5 D. Manfaat Penelitian ............................................................................. 5 E. Definisi Operasional .......................................................................... 6 BAB II LANDASAN TEORI ...................................................................... 9 A. Kajian Pustaka................................................................................... 9 1. Implementasi ............................................................................... 9 2. Perangkat Pembelajaran ............................................................... 10 3. Pecahan ....................................................................................... 14 4. Pendekatan PMRI ........................................................................ 16 B. Kerangka Berpikir ............................................................................. 21

  PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

BAB III METODE PENELITIAN ............................................................. 23

A. Jenis Penelitian .................................................................................. 23 B. Setting Penelitian .............................................................................. 23 C. Rancangan Penelitian ........................................................................ 24 D. Instrumen Penelitian .......................................................................... 27 E. Teknik Pengumpulan Data ................................................................ 30 F. Teknik Analisis Data ......................................................................... 32

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ............................. 34

A. Paparan Penelitian Tahun Lalu .......................................................... 34 B. Paparan Revisi Perangkat Pembelajaran ............................................ 37 C. Validasi Perangkat Pembelajaran ....................................................... 66 D. Hasil Uji Keterbacaan........................................................................ 67 E. Paparan Hasil Analisis dan Pembahasan Implementasi Perangkat Pembelajaran .................................................................... 68 1. Deskripsi Proses Implementasi Perangkat Pembelajaran .............. 68 2. Hasil Analisis Kemunculan Indikator Setiap Karakteristik PMRI. 76 3. Rangkuman Kemunculan Indikator setiap Karakteristik PMRI

  dalam Pembelajaran ..................................................................... 143 4.

  Respon Siswa dan Guru ............................................................... 157 F. Refleksi Implementasi ....................................................................... 163

  

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN ....................................................... 166

A. KESIMPULAN ................................................................................. 166 B. SARAN ............................................................................................. 168 DAFTAR REFERENSI ................................................................................ 170

  PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

DAFTAR TABEL

Tabel 3.1 Kriteria Tingkat Kualitas Produk ................................................ 32Tabel 4.1 Revisi Alokasi Waktu pada Silabus dan RPP .............................. 39Tabel 4.2 Revisi Pembagian Kegiatan Pembelajaran pada

  Silabus dan RPP ........................................................................ 40

Tabel 4.3 Revisi Indikator pada Silabus dan RPP ...................................... 45Tabel 4.4 Revisi Tujuan Pembelajaran pada Silabus dan RPP .................... 49Tabel 4.5 Revisi Kegiatan Pembelajaran pada Silabus dan RPP ................. 50Tabel 4.6 Revisi Refleksi pada Silabus dan RPP ........................................ 52Tabel 4.7 Revisi Aksi pada Silabus dan RPP ............................................. 54Tabel 4.8 Revisi Penilaian pada Silabus dan RPP ...................................... 55Tabel 4.9 Revisi Nilai Kemanusian pada Silabus dan RPP .......................... 57Tabel 4.10 Revisi Kecakapan Hidup pada Silabus dan RPP .......................... 57Tabel 4.11 Revisi Kegiatan Belajar pada Lembar Kerja Siswa...................... 58Tabel 4.12 Revisi Gambar Ilustrasi pada Lembar Kerja Siswa ...................... 60Tabel 4.13 Revisi Soal Latihan pada Lembar Kerja Siswa ............................ 61Tabel 4.14 Revisi Permainan pada Bahan Ajar ............................................. 63Tabel 4.15 Revisi Soal Evaluasi .................................................................. 65Tabel 4.16 Hasil Validasi Ahli ..................................................................... 66Tabel 4.17 Hasil Jawaban Siswa dari Angket Uji Keterbacaan ..................... 67Tabel 4.18 Kriteria Kemunculan Indikator Karakteristik PMRI .................... 144Tabel 4.19 Rangkuman Kemunculan Indikator Karakteristik

  Penggunaan Konteks................................................................... 145

Tabel 4.20 Rangkuman Kemunculan Indikator Karakteristik

  Penggunaan Model ..................................................................... 147

Tabel 4.21 Rangkuman Kemunculan Indikator Karakteristik

  Penggunaan Kontribusi Siswa ..................................................... 149

Tabel 4.22 Rangkuman Kemunculan Indikator Karakteristik

  Penggunaan Interaktivitas ........................................................... 152

  PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Pemanfaatan Keterkaitan ............................................................ 154

Tabel 4.24 Hasil Wawancara dengan Siswa Kelas IV ................................... 157Tabel 4.25 Hasil Jawaban Siswa dari Angket Respon Siswa ......................... 160Tabel 4.26 Hasil Wawancara dengan Guru Kelas ......................................... 161

  PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

DAFTAR GAMBAR

Gambar 3.1 Bagan Rancangan Penelitian .................................................. 25Gambar 4.1 Gambaran tahu yang dipotong oleh X16 ................................. 79Gambar 4.2 Siswa terlihat bersemangat ketika melakukan permainan

  “Papan Harga” ....................................................................... 83

Gambar 4.3 Siswa bernyanyi dan menari lagu Pizza Hut ........................... 84Gambar 4.4 Roti pizza sebagai media pembelajaran pada pertemuan kedua .................................................................................... 87Gambar 4.5 Roti tawar, bolu, dan tahu sebagai media pembelajaran pada pertemuan pertama ................................................................. 87Gambar 4.6 Siswa mengambil alat peraga dan media di depan kelas .......... 88Gambar 4.7 Siswa sedang menata kartu pecahan di atas papan pecahan pada pertemuan ketiga .............................................. 89Gambar 4.8 Potongan bolu siswa sebagai strategi informal pngerjaan soal

  Latihan nomor satu pertemuan 1............................................. 91

Gambar 4.9 Potongan tahu siswa untuk mengerjakan soal latihan nomor dua pada pertemuan 1 ................................................. 91Gambar 4.10 Hasil potongan tahu kelompok 1 ............................................ 92

  1 Gambar 4.11 Hasil potongan tahu kelompok ............................................ 92

  4 Gambar 4.12 Pekerjaan X28 pada LKS pertemuan pertama ......................... 93

Gambar 4.13 Pekerjaan X13 pada LKS pertemuan 3 ................................... 95Gambar 4.14 Pekerjaan X25 pada LKS pertemuan 3 ................................... 95Gambar 4.16 Pekerjaan X25 pada LKS pertemuan 3 ................................... 103Gambar 4.17 Pekerjaan X26 pada LKS pertemuan ketiga ............................ 103Gambar 4.18 Perbedaan potongan tahu yang dihasilkan kelompok 1

  1

  dan kelompok ..................................................................... 104

  4 Gambar 4.19 Variasi jawaban kelompok 1 pada saat permainan

  papan harga ........................................................................... 105

  papan harga ............................................................................ 105

Gambar 4.21 X28 menuliskan kesimpulan akhir dari proses pembelajaran .......................................................................... 110Gambar 4.22 Siswa demonstrasi menggunakan media bolu dan tahu saat presentasi pada pertemuan pertama ........................................ 117Gambar 4.23 Siswa demontrasi menggunakan media papan pecahan saat presentasi pada pertemuan ketiga ....................... 117Gambar 4.24 Guru membimbing siswa untuk menyelesaikan soal LKS pada pertemuan pertama ......................................................... 119Gambar 4.25 Siswa dalam kelompok berkerjasama menyusun potongan kertas menjadi sebuah lingkaran ............................................. 127Gambar 4.26 Siswa mengangkat tangan untuk memberikan pendapat kepada kelompok lain pada pertemuan ketiga ......................... 129Gambar 4.27 Siswa memperhatikan kelompok presentasi yang sedang menulis hasil pekerjaan di papan tulis..................................... 131Gambar 4.28 Hasil pekerjaan X28 pada LKS pertemuan pertama ................ 134Gambar 4.29 Siswa menyusun potongan kertas menjadi sebuah lingkaran .................................................................... 135Gambar 4.30 Gambar lingkaran pada hasil pekerjaan siswa ......................... 136Gambar 4.31 Pekerjaan siswa yang menggunakan KPK untuk menyamakan penyebut dua pecahan ....................................... 138Gambar 4.32 Arsiran X31 pada gambar bintang di LKS .............................. 142Gambar 4.33 Hasil tempelan kelompok 3 untuk membentuk sebuah pecahan ...................................................................... 142

  PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

DAFTAR LAMPIRAN

  Lampiran 1 Silabus ................................................................................... (1) Lampiran 2 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Pertemuan 1 ................... (14) Lampiran 3 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Pertemuan 2 ................... (26) Lampiran 4 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Pertemuan 3 ................... (38) Lampiran 5 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Pertemuan 4 ................... (50) Lampiran 6 Materi Ajar ............................................................................ (62) Lampiran 7 Bahan Ajar ............................................................................. (66) Lampiran 8 Lembar Kerja Siswa Pertemuan 1 ........................................... (81) Lampiran 9 Lembar Kerja Siswa Pertemuan 2 ........................................... (86) Lampiran 10 Lembar Kerja Siswa Pertemuan 3 ........................................... (91) Lampiran 11 Lembar Kerja Siswa Pertemuan 4 ........................................... (95) Lampiran 12 Soal Evaluasi Pertemuan 1 ..................................................... (98) Lampiran 13 Soal Evaluasi Pertemuan 2 ..................................................... (100) Lampiran 14 Soal Evaluasi Pertemuan 3 ..................................................... (102) Lampiran 15 Soal Evaluasi Pertemuan 4 ..................................................... (104) Lampiran 16 Kunci Jawaban Soal Evaluasi Pertemuan 1 ............................. (107) Lampiran 17 Kunci Jawaban Soal Evaluasi Pertemuan 2 ............................. (107) Lampiran 18 Kunci Jawaban Soal Evaluasi Pertemuan 3 ............................. (108) Lampiran 19 Kunci Jawaban Soal Evaluasi Pertemuan 4 ............................. (108) Lampiran 20 Instrumen Validasi Desain Pembelajaran ................................ (110) Lampiran 21 Lembar Angket Uji Keterbacaan ............................................ (113) Lampiran 22 Lembar Indikator-indikator Karakteristik PMRI ..................... (114) Lampiran 23 Lembar Angket Respon Siswa ................................................ (117) Lampiran 24 Lembar Pedoman Wawancara Guru ....................................... (118) Lampiran 25 Lembar Pedoman Wawancara Siswa ...................................... (118) Lampiran 26 Hasil Pekerjaan Siswa pada LKS Pertemuan 1 ....................... (119) Lampiran 27 Hasil Pekerjaan Siswa pada LKS Pertemuan 2 ....................... (122)

  PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Lampiran 30 Hasil Validasi Ahli ................................................................. (129) Lampiran 31 Hasil Olah Data Validasi Ahli ................................................ (141) Lampiran 32 Hasil Angket Uji Keterbacaan ................................................ (145) Lampiran 33 Hasil Angket Respon Siswa ................................................... (146) Lampiran 34 Transkripsi Pertemuan 1 ......................................................... (147) Lampiran 35 Transkripsi Pertemuan 2 ......................................................... (158) Lampiran 36 Transkripsi Pertemuan 3 ......................................................... (169) Lampiran 37 Transkripsi Pertemuan 4 ......................................................... (179) Lampiran 38 Hasil Penilaian Competence ................................................... (185) Lampiran 39 Hasil Penilaian Conscience .................................................... (186) Lampiran 40 Hasil Penilaian Compassion ................................................... (187) Lampiran 41 Foto Kegiatan Implementasi ................................................... (188) Lampiran 42 Lembar Izin Penelitian ........................................................... (189) Lampiran 43 Lembar Sudah Melakukan Penelitian .................................... (190) Lampiran 44 Biodata ................................................................................... (191)

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

BAB I PENDAHULUAN Dalam bab ini akan diuraikan lima hal, yaitu latar belakang penelitian,

  rumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian dan definisi operasional yang digunakan dalam penelitian ini. Kelima hal tersebut dipaparkan dalam subbab-subbab berikut ini.

A. Latar Belakang

  Matematika adalah ilmu yang universal yang membantu memajukan daya pikir manusia (BNSP, 2006:127). Matematika memiliki peranan penting dalam berbagai aspek kehidupan. Permasalahan dan kegiatan dalam kehidupan dapat diselesaikan dengan menggunakan ilmu matematika seperti menghitung, mengukur, dan lain-lain. Oleh karena itu matematika sangat perlu diajarkan kepada semua siswa mulai dari pendidikan dasar.

  Anak-anak pada jenjang pendidikan dasar sudah mempelajari matematika. Tujuan matematika di jenjang pendidikan dasar di antaranya adalah untuk mempersiapkan siswa agar dapat menggunakan matematika dan pola pikir matematika dalam kehidupan sehari-hari (BNSP, 2006). Hal ini mengartikan bahwa hasil pembelajaran matematika harus dapat diaplikasikan dalam kehidupan nyata siswa untuk menyelesaikan masalah matematika sehari-hari. Konsep-konsep yang sudah dikuasai oleh siswa melalui pembelajaran matematika dapat

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  2 Pendidikan matematika pada jenjang pendidikan dasar mempunyai peranan yang sangat penting. Semenjak pendidikan dasar anak diberikan pendidikan matematika agar anak dapat berpikir logis, analitis, sistematis, kritis, dan kreatif, serta memiliki kemampuan bekerjasama (BNSP, 2006:127). Salah satu implikasi dari hasil penelitian tentang ilmu kognitif dalam pembelajaran matematika adalah proses pembelajaran seharusnya lebih menekankan pada makna dan pemahaman sejak usia sekolah dasar. Pemberian tekanan pada makna dan pemahaman tersebut untuk mengembangkan kemampuan berpikir anak dengan tingkat yang lebih tinggi (Suryadi, 2007:174).

  Kenyataannya pada saat ini banyak siswa yang mengeluh bahwa matematika itu sulit. Hal ini didukung dengan hasil wawancara informal peneliti kepada beberapa siswa kelas IV SD Kanisius Condongcatur tentang mata pelajaran dan materi yang mereka anggap sulit. Berdasarkan wawancara tersebut beberapa siswa mengungkapkan bahwa mata pelajaran yang sulit adalah matematika pada materi pecahan. Matematika dipandang sulit karena memiliki banyak rumus dan langkah- langkah yang harus dihafal. Hal ini menunjukkan bahwa guru lebih banyak mengajar matematika secara prosedural tanpa memahami konsep yang melandasi prosedur tersebut. Padahal menurut Wijaya (2012:11) pembelajaran yang lebih menekankan pada pemahaman konseptual daripada prosedural akan membangun aktivitas dan kreativitas siswa.

  Peneliti melakukan observasi di kelas IV Sekolah Dasar Kanisius Condongcatur Yogyakarta ketika pembelajaran Matematika dengan materi

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  3 informasi bahwa guru menjelaskan penjumlahan pecahan dengan menuliskan langkah-langkah penyelesaiannya di papan tulis. Pada saat guru menjelaskan banyak siswa yang ribut dan tidak memperhatikan. Guru terkesan hanya menjelaskan langkah-langkah penyelesaiannya tanpa mengaitkan penjelasan tersebut dengan keadaan nyata di sekitar siswa sehingga siswa sulit untuk memahami pecahan. Hal ini berdampak kepada siswa ketika mengerjakan soal latihan. Banyak siswa yang masih mengalami kebingungan sehingga guru harus mengulang kembali penjelasannya.

  Hasil wawancara dan observasi peneliti di SD Kanisius Condongcatur menunjukkan bahwa siswa mengalami kesulitan dalam mempelajari matematika pada materi pecahan. Sebuah jurnal yang berjudul

  ”Helping Children Understand

Fraction Concepts Using Various Contexts and Interpretations” oleh Morge

  (2011:282) menyatakan bahwa anak-anak memiliki pemahaman yang lemah tentang konsep pecahan. Guru perlu memasukkan konteks realistik ketika membantu siswa memahami pecahan. Supinah (2008:7) juga mengungkapkan bahwa pembelajaran matematika dengan pendekatan kontekstual atau realistik memberikan peluang pada siswa untuk aktif mengkonstruksi pengetahuan matematika.

  Berdasarkan kenyataan yang telah dipaparkan di atas, pembelajaran matematika seharusnya mengaitkan konsep-konsep matematika dengan pengalaman sehari-hari siswa. Konsep matematika yang sudah dipahami siswa juga dapat kembali diterapkan dalam kehidupan sehari-hari mereka agar

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  4 Salah satu pembelajaran matematika yang berorientasi pada pengalaman sehari-hari atau realistik dan menerapkan matematika dalam kehidupan sehari-hari adalah Pendidikan Matematika Realistik. Di Indonesia terdapat pendekatan pembelajaran yang bernama pendekatan Pendidikan Matematika Realistik Indonesia. Pendekatan ini merupakan pendekatan pembelajaran matematika yang mengadaptasi teori pendidikan matematika di Belanda yang dikenal dengan nama

  

”Realistic Mathematic Educations (RME)”. Supinah (2008:7) mendefinisikan

  Pendekatan PMRI sebagai pendekatan pembelajaran matematika yang menghubungkan pembelajaran dengan dunia nyata, berada dekat dengan siswa dan relevan dengan kehidupan masyarakat agar memiliki nilai manusiawi.

  Berdasarkan paparan di atas, peneliti memilih untuk melakukan penelitian tentang pembelajaran yang menerapkan pendekatan PMRI. Penelitian ini merupakan lanjutan dari penelitian tahun lalu. Penelitian tahun lalu merupakan penelitian pengembangan perangkat pembelajaran matematika dengan pendekatan PMRI yang telah diujicobakan di kelas IV SD Negeri Adisucipto 1. Sedangkan dalam penelitian ini akan dilihat proses implementasi perangkat pembelajaran tersebut di sekolah lain yaitu di SD Kanisius Condongcatur. Perangkat pembelajaran yang digunakan pada penelitian tahun lalu direvisi dan disesuaikan dengan kondisi sekolah sebelum diimplementasikan di SD Kanisius Condongcatur. Oleh karena itu, peneliti akan melakukan penelitian dengan judul

  

”Implementasi Perangkat Pembelajaran Penjumlahan Pecahan Menggunakan

  Pendekatan PMRI di Kelas IV SD Kanisius Condongcatur Sleman ”.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  5

  B. Rumusan Masalah

  Berdasarkan latar belakang di atas, maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

  1. Bagaimanakah proses implementasi perangkat pembelajaran penjumlahan pecahan menggunakan pendekatan PMRI di Kelas IV SD Kanisius Condongcatur Sleman? 2.

  Bagaimanakah kemunculan indikator-indikator setiap karakteristik pada

  implementasi perangkat pembelajaran penjumlahan pecahan menggunakan pendekatan PMRI di kelas IV SD Kanisius Condongcatur Sleman?

  C. Tujuan Penelitian

  Berdasarkan rumusan masalah di atas, tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini, adalah sebagai berikut:

  1. Mengetahui proses implementasi perangkat pembelajaran penjumlahan pecahan menggunakan pendekatan PMRI di kelas IV SD Kanisius Condongcatur Sleman.

  2. Mengetahui kemunculan indikator-indikator setiap karakteristik pada implementasi perangkat pembelajaran penjumlahan pecahan menggunakan pendekatan PMRI di kelas IV SD Kanisius Condongcatur Sleman.

  D. Manfaat Penelitian

  Implementasi perangkat pembelajaran penjumlahan pecahan di kelas IV SD Kanisius Condongcatur dilaksanakan untuk mendukung pembelajaran matematika. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi berbagai pihak, antara lain sebagai berikut:

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  6

  1. Bagi Peneliti Peneliti dapat mengetahui proses pembelajaran matematika khususnya materi penjumlahan pecahan menggunakan pendekatan PMRI. Penulis juga dapat menambah wawasan untuk menggunakan pendekatan PMRI sebagai pendekatan yang digunakan saat mengajar matematika.

  2. Bagi Program Studi Penelitian ini dapat menambah referensi skripsi yang ada di perpustakaan Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Sanata Dharma.

  3. Bagi Sekolah Penelitian ini dapat digunakan sebagai acuan bagi pihak sekolah untuk menciptakan pembelajaran inovatif dalam proses belajar. Sekolah juga dapat terdorong untuk menggunakan pendekatan PMRI dalam pembelajaran Matematika.

  4. Bagi Guru Sekolah Dasar Penelitian ini dapat memberikan masukan bagi guru sekolah dasar, khususnya guru kelas IV untuk menggunakan pendekatan PMRI pada saat mengajar matematika.

E. Definisi Operasional Terdapat beberapa definisi operasional yang digunakan dalam penelitian ini.

  Definisi operasional bertujuan untuk mempermudah pemahaman istilah-istilah yang digunakan dalam penelitian. Berikut definisi operasional dalam penelitian

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  7

  1. Implementasi Implementasi adalah pelaksanaan atau penerapan dari rencana tindakan, strategi dan penetapan sumber daya untuk mencapai tujuan yang spesifik. Pada penelitian ini yang dimaksud implementasi adalah pelaksanaan atau penerapan perangkat pembelajaran penjumlahan pecahan dengan pendekatan PMRI di kelas

  IV SD Kanisius Condongcatur.

  2. Perangkat pembelajaran Perangkat pembelajaran merupakan perangkat yang digunakan oleh guru dan siswa dalam proses pembelajaran yang terdiri dari bahan ajar, silabus, Rencana

  Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), Lembar Kegiatan Siswa (LKS), dan soal evaluasi.

  3. Pecahan Pecahan adalah bilangan rasional yang dapat ditulis dalam bentuk dengan a dan b merupakan bilangan bulat, b tidak sama dengan nol, dan bilangan b bukan faktor bilangan a.

  4. Penjumlahan pecahan Penjumlahan pecahan adalah salah satu materi pelajaran yang dipelajari siswa kelas IV semester 2. Materi penjumlahan pecahan dalam penelitian ini meliputi penjumlahan pecahan berpenyebut sama dan penjumlahan pecahan berpenyebut berbeda.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  8

  5. Pendekatan Pembelajaran Pendekatan pembelajaran adalah sudut pandang guru terhadap proses pembelajaran yang melatari metode pembelajaran untuk mengupayakan siswa berinteraksi dengan lingkungannya.

  6. Pendekatan PMRI Pendekatan Pendidikan Matematika Realistik Indonesia (PMRI) adalah suatu pendekatan pembelajaran yang diadaptasi dari Realistic Mathematic Education

  (RME) dan dirancang untuk pembelajaran matematika di sekolah yang disesuaikan dengan kondisi dan budaya Indonesia. Pendekatan PMRI mempunyai 5 karakteristik yaitu penggunaan konteks, penggunaan model, penggunaan kontribusi siswa, penggunaan interaktivitas, dan pemanfaatan keterkaitan (intertwining).

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

BAB II LANDASAN TEORI Pada bagian landasan teori ini dibahas beberapa hal terkait dengan teori-teori

  dalam penelitian. Landasan teori ini dibagi menjadi dua bagian, yaitu kajian pustaka dan kerangka berpikir.

A. Kajian Pustaka

  Berikut dipaparkan pandangan beberapa ahli tentang teori-teori yang digunakan sebagai landasan dalam penelitian ini:

1. Implementasi

  Implementasi menurut Kamus Terbaru Bahasa Indonesia (2008:299) adalah pelaksanaan, penerapan. Sedangkan Sanjaya (2008:25) menyatakan bahwa implementasi adalah pelaksanaan dari strategi dan penetapan sumber daya. Pengertian implementasi dari Lyer, dkk dalam Ferry dan Makhfud (2009:157) adalah inisiatif dari rencana tindakan untuk mencapai tujuan yang spesifik.

  Berdasarkan ketiga pengertian tersebut, peneliti menyimpulkan bahwa pengertian implementasi adalah pelaksanaan atau penerapan dari rencana tindakan, strategi dan penetapan sumber daya untuk mencapai tujuan yang spesifik.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  10

2. Perangkat Pembelajaran

  Pengertian perangkat pembelajaran menurut Trianto (2009:201) adalah perangkat yang digunakan dalam proses pembelajaran. Trianto juga menyampaikan bahwa perangkat pembelajaran yang mengelola proses pembelajaran dapat berupa silabus, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), Lembar Kegiatan Siswa (LKS), instrumen evaluasi atau tes hasil belajar, media pembelajaran, serta buku ajar siswa. Berdasarkan pendapat Trianto tersebut, peneliti menyimpulkan bahwa perangkat pembelajaran merupakan perangkat yang digunakan oleh guru dan siswa dalam proses pembelajaran yang terdiri dari bahan ajar, silabus, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), Lembar Kegiatan Siswa (LKS), dan soal evaluasi. Perangkat yang digunakan dalam penelitian ini antara lain: a.

  Silabus

  Menurut Mushlic (2007:23) silabus adalah penjabaran standar kompetensi dan kompetensi dasar ke dalam materi pokok, kegiatan pembelajaran, dan indikator pencapaian kompetensi untuk penilaian, alokasi waktu, dan sumber belajar. Sedangkan menurut Rusman (2011:4) silabus sebagai acuan pengembangan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran memuat identitas mata pelajaran atau tema pelajaran, standar kompetensi, kompetensi dasar, materi pelajaran, kegiatan pembelajaran indikator pencapaian kompetensi, penilaian, alokasi waktu, dan sumber belajar.

  Berdasarkan pengertian silabus dari kedua ahli di atas, peneliti melihat

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  11 silabus yang terdiri dari standar kompetensi, kompetensi dasar, materi pokok, kegiatan pembelajaran, indikator pencapaian kompetensi untuk penilaian, penilaian, alokasi waktu, dan sumber belajar. Namun ada sedikit perbedaan yaitu pada pengertian silabus menurut Mushlich yaitu penjabaran standar kompetensi dan kompetensi dasar ke dalam materi pokok sedangkan Rusman merupakan acuan pengembangan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran.

  Dari kedua pengertian di atas, peneliti menyimpulkan bahwa silabus adalah garis besar pembelajaran isi atau materi pembelajaran yang terdiri dari standar kompetensi, kompetensi dasar, materi pokok/pembelajaran, kegiatan pembelajaran, indikator pencapaian kompetensi untuk penilaian, penilaian, alokasi waktu, dan sumber belajar.

  b.

  Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)

  Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) adalah rancangan pembelajaran mata pelajaran per unit yang akan diterapkan guru dalam pembelajaran di kelas (Muslich, 2007:45). Mulyasa (2008:154) menyatakan bahwa RPP yang baik adalah RPP yang memberikan petunjuk yang operasional tentang apa-apa yang harus dilakukan guru dalam pembelajaran, dari awal guru masuk ke kelas sampai akhir pembelajaran. Sedangkan menurut Gagne dan Briggs dalam Majid (2008:96) menyatakan bahwa rencana pembelajaran yang baik hendaknya mengandung tiga komponen yang disebut anchor point, yaitu 1) tujuan pembelajaran, 2) materi pelajaran/bahan ajar, pendekatan dan metode mengajar, media pengajaran, dan pengalaman belajar, dan 3) evaluasi keberhasilan.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  12 pembelajaran mata pelajaran per topik bahasan yang memberikan petunjuk operasional untuk hal yang harus dilakukan guru dalam pembelajaran.

  c.

  Bahan Ajar

  Menurut Majid (2008:173) bahan ajar adalah segala bentuk bahan yang digunakan untuk membantu guru/instruktur dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar. Bahan ajar dapat berupa bahan tertulis maupun bahan tidak tertulis. Haryati (2008:10) mengemukakan bahwa bahan ajar berisikan tentang pengetahuan (kognitif), keterampilan (psikomotorik/life skill) dan minat atau sikap (afektif) yang harus dipelajari dan dikuasai siswa sebagai subyek didik. Haryati juga menyebutkan bahwa bahan ajar terdiri dari konsep, fakta, prosedural, prinsip dan sikap atau nilai.

  Berdasarkan pengertian di atas dapat dilihat bahwa pengertian bahan ajar dari kedua ahli tersebut berbeda. Namun pengertian bahan ajar dari Haryati dapat melengkapi pengertian bahan ajar dari Majid yang tidak menyebutkan isi dari bahan ajar tersebut. Oleh karena itu peneliti menyimpulkan bahwa bahan ajar adalah bahan yang berisi konsep, fakta, prosedural, dan sikap atau nilai yang digunakan untuk membantu guru dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar.

  d.

  Lembar Kerja Siswa (LKS)

  Lembar Kerja Siswa atau bisa disebut Lembar Kegiatan Siswa adalah lembaran-lembaran yang berisi tugas yang harus dikerjakan siswa (Majid, 2009:176). Trianto (2009:223) menyatakan bahwa LKS memuat sekumpulan kegiatan mendasar yang harus dilakukan siswa untuk memaksimalkan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  13 pemahaman dalam upaya pembentukan kemampuan dasar sesuai indikator pencapaian hasil belajar yang harus ditempuh.

  Pengertian LKS dari kedua ahli tersebut memiliki perbedaan. Perbedaannya adalah Majid menyebutkan bahwa LKS berisi tugas sedangkan Trianto menyebutkan bahwa LKS adalah sekumpulan kegiatan mendasar. Trianto juga menyebutkan bahwa tujuan dari kegiatan yang dilakukan dalam LKS yaitu memaksimalkan pemahaman dalam upaya pembentukan kemampuan dasar sesuai indikator pencapaian hasil belajar yang harus ditempuh.

  Berdasarkan paparan tersebut dapat disimpulkan bahwa LKS adalah lembar yang berisi kegiatan-kegiatan yang harus dikerjakan siswa untuk memaksimalkan pemahaman siswa berdasarkan indikator pembelajaran yang harus dicapai.

  e.

  Soal Evaluasi

  Menurut Harjanto (2008:277) menyatakan bahwa evaluasi adalah penilaian terhadap pertumbuhan dan kemajuan siswa kearah tujuan yang telah ditetapkan.

  Evaluasi digunakan untuk mengukur tingkat kemampuan dan keberhasilan siswa dalam mencapai tujuan pembelajaran. Sedangkan Guba dan Lincoln dalam Sanjaya (2008:241) mendefinisikan evaluasi merupakan suatu proses memberikan pertimbangan mengenai nilai dan arti sesuatu yang dipertimbangkan (evaluation).

  Evaluasi dapat diberikan kepada siswa dalam bentuk soal. Berdasarkan pengertian kedua ahli tersebut, peneliti dapat menyimpulkan bahwa soal evaluasi adalah soal yang diberikan kepada siswa untuk memberikan pertimbangan mengenai nilai dan arti terhadap pertumbuhan dan kemajuan siswa kearah tujuan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  14

3. Pecahan a.

  Pengertian Pecahan

  Heruman (2007:43) menyatakan bahwa pecahan adalah suatu bilangan rasional yang menyatakan bagian dari suatu benda yang utuh. Dalam ilustrasi gambar, bagian yang dimaksud adalah bagian yang diperhatikan, yang ditandai dengan arsiran. Bagian ini yang dimaksud pembilang dan yang utuh dianggap sebagai satuan dan dinamakan penyebut. Sedangkan menurut Marsigit (2009:34) pecahan adalah bilangan yang dinyatakan dalam bentuk , dengan a dan b adalah

  

bilangan bulat, b ≠ 0, dan b bukan faktor dari a. Bilangan a disebut pembilang

  dan b disebut penyebut. b tidak sama dengan 0 karena b merupakan unit dasar keutuhan, jika 0 berarti tidak ada unit lengkap yang dapat digunakan untuk membandingkan bagian-bagian lain. Hal ini seperti yang diungkapkan Hatfield,

  

dkk (1993:326) ”since b represents the basic unit of wholeness, b cannot equal 0

  because it would mean that there was no complete unit with which to compare other portions

  ” (karena b merupakan unit dasar keutuhan, b tidak bisa sama

  dengan 0 karena itu berarti bahwa tidak ada unit lengkap yang dapat digunakan untuk membandingkan bagian-bagian lain).

  Dari paparan di atas dapat disimpulkan bahwa pecahan adalah bagian dari keseluruhan bagian yang utuh yang dinyatakan dalam bentuk , dengan syarat a

  dan b adalah bilangan bulat, b ≠ 0, dan b bukan faktor dari a.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  15 b.

  Penjumlahan pecahan

  Penjumlahan pecahan merupakan salah satu materi pelajaran yang dipelajari siswa kelas IV semester 2. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan materi penjumlahan pecahan berpenyebut sama dan penjumlahan pecahan berpenyebut berbeda. Berikut pengertian dari kedua penjumlahan tersebut:

  1)

  Penjumlahan berpenyebut sama

  Sukayati (2003:20) menyatakan bahwa penjumlahan berpenyebut sama dapat diperoleh hasilnya dengan menjumlahkan pembilangnya, sedangkan penyebutnya tetap.

  1

  2

  • Contoh :

  = …

  4

  4

  1 2 1+2

3 Jawab : + = =

  4

  4

  4

  4

  2)

  Penjumlahan berpenyebut berbeda

  Penjumlahan berpenyebut berbeda supaya dapat memperoleh hasil, maka penyebutnya harus disamakan terlebih dahulu yaitu dengan mencari pecahan senilai atau mencari KPK dari kedua penyebut (Sukayati, 2003:12).

a) Penjumlahan pecahan berpenyebut berbeda dengan mencari pecahan senilai.

  1

  1

  • Contoh :

  = …

  4

  3

  1

  

2

  3 Bentuk yang senilai dengan adalah , , ….

  4

  

8

  12

  1

  

2

  3

  4 Bentuk yang senilai dengan adalah , , , ….

  3

  

6

  9

  12

  1

  1

  3

  4 Pecahan yang senilai dengan dan yang berpenyebut sama adalah dan

  4

  3

  12

  12

  1

  1

  3

  4

  7

  • Jadi, = =

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  16

b) Penjumlahan pecahan berpenyebut berbeda dengan mencari KPK.

  1

  1

  • Contoh : = ….

  4

3 Jawab : Penyebut kedua pecahan adalah 4 dan 3, maka dicari KPK dari 4 dan 3 yaitu 12.

  1

  1

  3

  4

7 Jadi, + = + =

  4

  3

  12

  12

  12 4.

   Pendekatan PMRI a. Pengertian Pendekatan Pembelajaran

  Pendekatan pembelajaran dapat diartikan sebagai titik tolak atau sudut pandang kita terhadap proses pembelajaran, yang merujuk pada pandangan tentang terjadinya suatu proses yang sifatnya masih sangat umum, di dalamnya mewadahi, menginspirasi, menguatkan dan melatari metode pembelajaran dengan cakupan teoritis tertentu (Komalasari, 2011:54). Sedangkan menurut Gulo dalam Siregar dan Nara (2011:75) pengertian pendekatan pembelajaran adalah suatu cara pandang dalam mengupayakan cara siswa berinteraksi dengan lingkungannya.

  Berdasarkan pengertian pendekatan pembelajaran dari kedua ahli tersebut, peneliti menyimpulkan pengertian pendekatan pembelajaran adalah sudut pandang guru terhadap proses pembelajaran yang melatari metode pembelajaran untuk mengupayakan siswa berinteraksi dengan lingkungannya.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  17

b. Pendekatan Pendidikan Matematika Realistik Indonesia (PMRI) 1)

  

Pengertian Pendekatan Pendidikan Matematika Realistik Indonesia

(PMRI)

  Pendekatan PMRI (Pendidikan Matematika Realistik Indonesia) merupakan suatu gerakan pendekatan pembelajaran matematika yang diprakarsai oleh seorang profesor matematika dari ITB (Institut Teknik Bandung) yaitu R.K. Sembiring. Pendekatan pembelajaran ini mengajarkan matematika yang dapat dibayangkan dan disenangi oleh siswa (Hadi, Majalah Pendidikan Matematika Realistik Indonesia, 2010).

  Pendekatan PMRI merupakan sebuah pendekatan pembelajaran yang mengadaptasi pendekatan pembelajaran Matematika di Belanda yang dikembangkan oleh Hans Freudenthal di Institut Freudenthal sejak tahun 1971 yang diberi nama Realistic Mathematic Education (RME) (Hadi, 2005:7). Hans Freudenthal berpendapat bahwa matematika dianggap sebagai aktivitas insani (mathematic as human activities) dan harus dikaitkan dengan realitas (Daryanto, 2012:149).

  Wijaya (2012:21) menjelaskan bahwa dalam Pendidikan Matematika Realistik, permasalahan realistik digunakan sebagai fondasi dalam membangun konsep matematika atau sumber untuk pembelajaran (a source for learning).

  Suryanto (2010:37) mengemukakan bahwa PMRI adalah Pendidikan Matematika sebagai hasil adaptasi dari Realistic Mathematics Education yang diselaraskan dengan kondisi budaya, geografi, dan kehidupan masyarakat Indonesia. Marpaung

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  18 the differences ini context with the PMRI strategy we also tell teacher how to communicate with student

  ”. Berdasarkan pernyataan tersebut menjelaskan bahwa

  tidak hanya meliputi perbedaan konteks dengan strategi tetapi juga bagaimana guru berkomunikasi dengan siswa.

  Berdasarkan beberapa kutipan di atas dapat disimpulkan bahwa pendekatan Pendidikan Matematika Realistik Indonesia (PMRI) adalah suatu pendekatan pembelajaran yang diadaptasi dari Realistic Mathematic Education (RME) dirancang untuk pembelajaran matematika di sekolah yang disesuaikan dengan kondisi dan budaya Indonesia.

2) Prinsip-prinsip PMRI

  Ada beberapa prinsip yang merupakan dasar teoritis PMRI. Berikut adalah prinsip-prinsip PMRI: a)

  Guided Re-invention (Penemuan Kembali Secara Terbimbing)

  Suryanto (2010:42) menyatakan bahwa prinsip guided re-invetion ialah penekanan pada penemuan kembali secara terbimbing. Siswa diberikan kesempatan untuk membangun dan menemukan kembali ide-ide dan konsep matematis melalui masalah kontekstual yang realistis yang mengandung topik-topik matematis.

  b)

  Progressive Mathematization (Matematisasi Progresif)

  Matematisasi atau pematematikaan diartikan sebagai upaya yang mengarah ke pemikiran matematis (Suryanto, 2010:42). Menurut Wijaya (2012:41) menyatakan bahwa arti sederhana matematisasi adalah suatu proses

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  19 sebagai memodelkan suatu fenomena secara matematis atau nenbangun suatu konsep matematika dari suatu fenomena. Dikatakan progresif karena terdiri atas dua langkah yaitu matematisasi horizontal (berawal dari masalah kontekstual yang diberikan dan berakhir pada matematika formal) dan matematisasi vertical (dari matematika formal ke matematika formal yang lebih luas atau lebih tinggi atau lebih rumit).

  c)

  Didactical Phenomenology (Fenomena Didaktis)

  Suryanto (2010:42) menyatakan bahwa prinsip ini menekankan fenomena pembelajaran yang bersifat mendidik dan menekankan pada pentingnya masalah kontekstual untuk memperkenalkan topik-topik matematika kepada siswa.

  d)

  Self-developed model (membangun sendiri model) Terdapat dua model dalam prinsip PMRI yaitu model of dan model for.

  Model of masih dapat disebut matematika informal (Suryanto, 2010: 43). Model ini merupakan model yang berpangkal dari masalah kontekstual dan menuju ke matematika formal. Model kedua yaitu model for yang merupakan model yang lebih umum yang dikembangkan melalui generalisasi atau formalisasi.

3) Karakteristik PMRI

  PMRI memiliki lima karakteristik. Berikut adalah kelima karakteristik dari PMRI:

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  20 a)

  Penggunaan konteks

  Suatu pengetahuan akan menjadi bermakna bagi siswa jika proses belajar melibatkan masalah realistik atau dilaksanakan dalam dan dengan suatu konteks (Wijaya, 2012:31). Menurut Suryanto (2010:44) yang dimaksud konteks adalah lingkungan siswa yang nyata baik aspek budaya maupun aspek geografis. Konteks dalam PMRI ditujukan untuk membangun ataupun menemukan kembali suatu konsep matematisasi melalui proses matematisasi.

  Proses matematisasi diartikan sebagai proses mematematikakan suatu konteks, yaitu proses menerjemahkan suatu konteks menjadi konsep matematika (Wijaya, 2012:32). Bentuk dari konteks tidak harus berupa masalah dunia nyata namun bisa dalam bentuk permainan, penggunaan alat peraga, atau situasi lain selama hal tersebut bermakna dan bisa dibayangkan dalam pikiran siswa (Wijaya, 2012:21).

  b)

  Penggunaan model

  Penggunaan model berfungsi sebagai jembatan (bridge) dari pengetahuan dan matematika tingkat konkret menuju pengetahuan matematika tingkat formal (Wijaya, 2012:22). Terdapat dua macam model dalam PMRI yaitu model of dan model for. Model of adalah model untuk menggambarkan situasi konteks. Sedangkan model for adalah model yang dikembangkan siswa yang mengarah pada pencarian solusi secara sistematis (Wijaya, 2012:47).

  c)

  

Penggunaan kontribusi siswa atau pemanfaatan hasil konstruksi siswa

  Mengacu pada pendapat Freudenthal bahwa matematika tidak diberikan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  21 konsep yang dibangun oleh siswa maka dalam PMRI siswa ditempatkan sebagai subjek belajar (Wijaya, 2012:22). Siswa memiliki kebebasan untuk mengembangkan strategi pemecahan masalah. Hasil konstruksi siswa selanjutnya digunakan untuk landasan pengembangan konsep matematika.

  d)

  Penggunaan interaktivitas siswa

  Proses belajar siswa menjadi lebih singkat dan bermakna pada saat siswa saling mengkomunikasikan hasil kerja dan gagasan mereka. Manfaat dari interaksi dalam pembelajaran matematika yaitu mengambangkan kemampuan kognitif dan afektif siswa secara simultan (Wijaya, 2012:23).

  e)

  Pemanfaatan keterkaitan (Intertwining)

  Topik-topik belajar dalam matematika dapat dikaitkan dan diintegrasikan dengan materi lain dalam pelajaran matematika ataupun materi pelajaran yang lain. Melalui keterkaitan, satu pembelajaran matematika diharapkan dapat mengenalkan dan membangun lebih dari satu konsep matematika secara bersamaan (Wijaya, 2012:23).

B. Kerangka Berpikir

  Pecahan merupakan materi yang dipelajari oleh siswa kelas IV. Berdasarkan wawancara dan observasi di sekolah diperoleh hasil bahwa materi penjumlahan pecahan ini cukup sulit untuk dipahami karena siswa merasakan bahwa matematika merupakan pelajaran yang menggunakan banyak rumus dan langkah- langkah yang harus dihafal. Oleh karena itu guru perlu menyampaikan materi penjumlahan pecahan dengan membawa pemikiran siswa ke konteks yang dekat

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  22 Pembelajaran yang menyampaikan materi menggunakan konteks yang dekat dengan kehidupan sehari-hari siswa adalah pendekatan PMRI. Guru dapat menggunakan benda konkret untuk membantu siswa dalam memahami konsep. Siswa dapat menemukan konsep sendiri tentang suatu materi dengan bantuan media nyata dan menggunakan masalah-masalah yang berkaitan dengan kehidupan siswa sehari-hari. Pembelajaran yang seperti hal tersebut membuat siswa aktif dan kreatif.

  Berdasarkan hal-hal tersebut, perlu suatu perangkat pembelajaran yang menyajikan kegiatan-kegiatan yang membuat siswa mampu menemukan konsep penjumlahan pecahan dengan konteks yang dapat ditemui dan dibayangkan oleh siswa. Perangkat pembelajaran dirasa sesuai untuk mengajarkan penjumlahan pecahan adalah perangkat pembelajaran yang menggunakan pendekatan PMRI. Perangkat pembelajaran yang digunakan diharapkan dapat membantu siswa untuk memahami konsep-konsep matematika terlebih konsep penjumlahan pecahan.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

BAB III METODE PENELITIAN Bab ini akan menguraikan tentang metode penelitian ini yang terdiri dari

  jenis penelitian, setting penelitian, rancangan penelitian, instrumen penelitian, teknik pengumpulan data, dan teknik analisis data. Berikut adalah penjelasan dari masing-masing subbab: A.

   Jenis Penelitian

  Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui proses implementasi perangkat pembelajaran penjumlahan pecahan dan mengetahui kemunculan indikator- indikator setiap karakteristik PMRI pada implementasi perangkat pembelajaran penjumlahan pecahan menggunakan pendekatan PMRI di Kelas IV SD Kanisius Condongcatur. Hasil data dari penelitian ini akan disajikan dalam bentuk deskripsi. Oleh sebab itu peneliti menggunakan jenis penelitian deskriptif.

B. Setting Penelitian 1.

  Tempat Penelitian

  Tempat penelitian dilaksanakan di SD Kanisius Condongcatur yang beralamat di Jl. Tambakboyo, RT 020/14, Dero, Condongcatur, Depok, Sleman.

  Sekolah ini merupakan sekolah bagian dari Yayasan Kanisius Yogyakarta. Bangunan sekolah ini berada dekat dengan waduk buatan Tambak Boyo dan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  24 Berdasarkan pengamatan yang dilakukan saat kegiatan pembelajaran dan wawancara dengan guru kelas, guru belum pernah menggunakan pendekatan

  Pendidikan Matematika Realistik Indonesia (PMRI) dalam pembelajaran matematika. Hal ini menjadi alasan peneliti memilih sekolah ini menjadi tempat penelitian.

  2. Subjek Penelitian Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IV SD Kanisius Condongcatur,

  Yogyakarta tahun ajaran 2012/2013 yang berjumlah 33 orang yang terdiri dari 14 siswa perempuan dan 19 siswa laki-laki.

  3. Objek Penelitian Objek penelitian ini adalah implementasi perangkat pembelajaran penjumlahan pecahan menggunakan pendekatan Pendidikan Matematika Realistik

  Indonesia (PMRI). Pembelajaran dibatasi pada Standar Kompetensi 6. Menggunakan pecahan dalam pemecahan masalah dan Kompetensi Dasar 6.3 yaitu Menjumlahkan pecahan. Materi penjumlahan pecahan yang dipelajari terdiri dari penjumlahan pecahan berpenyebut sama dan penjumlahan pecahan berpenyebut berbeda.

C. Rancangan Penelitian

  Penelitian ini merupakan pengimplementasian perangkat pembelajaran penjumlahan pecahan menggunakan pendekatan PMRI di kelas IV SD Kanisius Condongcatur. Perangkat pembelajaran yang digunakan berupa silabus, RPP, bahan ajar, LKS, dan soal evaluasi. Berikut gambar bagan rancangan penelitian yang dilakukan dalam penelitian ini:

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  25 Mempelajari penelitian tahun lalu Revisi perangkat pembelajaran

  Validasi perangkat pembelajaran Uji keterbacaan

  Implementasi

Gambar 3.1 Bagan Rancangan Penelitian

  Berikut penjelasan bagan rancangan penelitian di atas: 1.

  Mempelajari penelitian tahun lalu

  Pada tahap ini peneliti mempelajari penelitian tahun lalu yaitu penelitian research and development atau R&D. Terdapat lima penelitian yang dilakukan tahun lalu. Penelitian tahun lalu mengembangkan perangkat pembelajaran penjumlahan pecahan menggunakan pendekatan PMRI sekaligus melakukan ujicobakan secara terbatas di SD N Adisucipto I. Peneliti mempelajari perangkat pembelajaran yang dikembangkan dan juga proses implementasi perangkat tersebut. Berikut judul dan peneliti dari kelima penelitian tersebut:

  a)

  Pengembangan Perangkat Pembelajaran yang Menggunakan Masalah

  Kontekstual sebagai Starting Point Pembelajaran dengan Pendekatan PMRI di Kelas IVA SD Negeri Adisucipto 1 oleh Roimartini.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  26 b)

  Pengembangan Perangkat Pembelajaran yang Mengakomodasi Pemodelan

  dalam Menyelesaikan Masalah Penjumlahan Pecahan dengan Pendekatan PMRI Kelas IVA SD Negeri Adisucipto 1 oleh Erni Kurniasih.

  c)

  Pengembangan Perangkat Pembelajaran yang Mengakomodasi Kontribusi

  Siswa Pada Penjumlahan Pecahan dengan Pendekatan PMRI Kelas IVA SD Negeri Adisucipto 1 oleh Andrea Galuh Pusporini.

  d)

  Pengembangan Perangkat Pembelajaran yang Mengakomodasi Karakteristik

  Interaktivitas Siswa Pada Penjumlahan Pecahan dengan Pendekatan PMRI Kelas IVA SD Negeri Adisucipto 1 oleh Elfrida Joise Wahyuningtyas.

  e)

  Pengembangan Perangkat Pembelajaran yang Mengakomodasi Karakteristik

  Intertwining Pada Penjumlahan Pecahan dengan Pendekatan PMRI Kelas IVA SD Negeri Adisucipto 1 oleh Andreas Vetriyanto.

  2. Revisi perangkat pembelajaran Setelah mempelajari penelitian tahun lalu, peneliti merevisi perangkat pembelajaran. Perangkat pembelajaran yang direvisi adalah silabus, Rencana

  Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), bahan ajar, Lembar Kerja Siswa (LKS) dan soal evaluasi. Revisi dan perubahan dilakukan dengan melihat konteks sekolah yang digunakan untuk penelitian yaitu SD Kanisius Condongcatur.

  3. Validasi perangkat pembelajaran Perangkat pembelajaran yang sudah direvisi dan diubah kemudian divalidasi oleh 3 orang ahli. Validator perangkat pembelajaran ini adalah dua orang dosen ahli PMRI dan satu orang guru kelas IV.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  27

  4. Uji keterbacaan Setelah perangkat pembelajaran divalidasi, peneliti melakukan uji keterbacaan. Uji keterbacaan dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui pemahaman siswa terhadap isi bahan ajar, LKS, dan soal evaluasi. Uji keterbacaan dilakukan oleh 6 orang siswa kelas IV SD lain.

  5. Implementasi Perangkat pembelajaran yang telah diuji keterbacaannya diimplementasikan di kelas IV SD Kanisius Condongcatur. Implementasi perangkat ini untuk melihat proses pembelajaran dan kemunculan karakteristik PMRI dalam proses pembelajaran. Setelah pengimplementasian, peneliti menyebarkan angket respon siswa kepada beberapa siswa dan melakukan wawancara kepada siswa dan guru. Hal ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui respon siswa dan guru setelah melakukan pembelajaran menggunakan pendekatan PMRI.

D. Instrumen Penelitian

  Ada beberapa instrumen yang digunakan dalam penelitian. Berikut dijelaskan tentang instrumen yang digunakan dalam penelitian ini:

1. Jenis data

  Penelitian ini menghasilkan dua jenis data, yaitu data kuantitatif dan data kualitatif. Data kuantitatif diperoleh dari hasil validasi para ahli, hasil angket uji keterbacaan, hasil angket respon siswa, dan hasil evaluasi siswa. Sedangkan data kualitatif diperoleh dari hasil analisis proses implementasi perangkat pembelajaran, hasil analisis kemunculan indikator-indikator karakteristik PMRI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  28

2. Instrumen pengumpulan data

  Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa instrumen data kuantitatif dan instrumen data kualitatif. Berikut penjelasan dari masing-masing instrumen: a.

  Instrumen data kuantitatif

  Instrumen yang digunakan untuk menghasilkan data kuantitatif yaitu lembar validasi perangkat pembelajaran, lembar angket uji keterbacaan, lembar angket respon siswa dan lembar soal evaluasi. Berikut penjelasan dari masing-masing instrumen yang digunakan untuk memperoleh data kuantitatif:

  1)

  Lembar validasi perangkat pembelajaran

  Pada penelitian ini, peneliti menggunakan lembar validasi perangkat pembelajaran yang digunakan dalam penelitian tahun lalu yaitu penelitian Pusporini (2012:186-190). Validasi ini dilakukan untuk menilai perangkat yang sudah direvisi layak atau tidak untuk digunakan dalam pengimplementasian perangkat pembelajaran. Lembar validasi perangkat pembelajaran dapat dilihat pada lampiran halaman (113).

  2)

  Lembar angket uji keterbacaan

  Angket uji keterbacaan digunakan untuk mengetahui pemahaman siswa terhadap keterbacaan perangkat pembelajaran yang berupa bahan ajar, LKS, dan soal evaluasi. Peneliti menggunakan angket uji keterbacaan yang digunakan pada penelitian tahun lalu yaitu pada penelitian Pusporini (2012:106). Lembar angket uji keterbacaan pada penelitian ini dapat dilihat

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  29 3)

  Lembar angket respon siswa

  Angket respon siswa ini digunakan untuk mengetahui respon atau tanggapan siswa terhadap proses pembelajaran. Peneliti menggunakan angket respon siswa yang digunakan pada penelitian tahun lalu yaitu pada penelitian Pusporini (2012:107). Lembar angket respon siswa yang digunakan dalam penelitian ini dapat dilihat pada lampiran halaman (120).

  4)

  Lembar soal evaluasi

  Evaluasi ini dilakukan untuk melihat hasil belajar siswa setelah mengikuti pembelajaran menggunakan pendekatan PMRI. Peneliti menggunakan soal evaluasi yang digunakan pada penelitian tahun lalu yaitu penelitian Pusporini (2012:179). Soal evaluasi yang digunakan pada penelitian ini direvisi oleh peneliti. Soal evaluasi yang diberikan berbentuk soal uraian. Lembar soal evaluasi tersebut dapat dilihat pada lampiran halaman (99)-(107).

  b.

  Instrumen data kualitatif

  Instrumen yang digunakan untuk menghasilkan data kualitatif yaitu lembar pedoman wawancara dan dokumentasi. Berikut penjelasan dari masing-masing instrumen yang digunakan untuk memperoleh data kualitatif:

  1)

  Lembar pedoman wawancara

  Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan dua lembar pedoman wawancara yaitu lembar pedoman wawancara guru dan siswa. Lembar pedoman wawancara yang digunakan dalam penelitian bertujuan untuk

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  30 Lembar pedoman wawancara guru dapat dilihat pada lampiran halaman (121). Lembar pedoman wawancara siswa digunakan untuk mengetahui respon siswa setelah melakukan pembelajaran menggunakan pendekatan PMRI. Lembar pedoman wawancara siswa dapat dilihat pada lampiran halaman (122) 2)

  Dokumentasi

  Dokumentasi yang digunakan dalam penelitian ini yaitu rekaman video proses pembelajaran, foto-foto kegiatan dan rekaman suara pada saat wawancara siswa dan guru.

E. Teknik Pengumpulan Data

  Teknik pengumpulan data dilakukan untuk memperoleh data kuantitatif dan data kualitatif. Berikut penjelasan tentang teknik pengumpulan data dalam penelitian ini: 1.

   Teknik Pengumpulan Data Kuantitatif

  Berikut adalah teknik pengumpulan data kuantitatif: a.

  Validasi

  Validasi dilakukan untuk mengukur validitas dari perangkat pembelajaran. Peneliti memilih 3 orang ahli untuk melakukan validasi perangkat pembelajaran penjumlahan pecahan menggunakan pendekatan PMRI yaitu 2 orang dosen ahli matematika dan satu orang guru kelas IV.

  Para ahli diminta untuk menilai komponen-komponen yang ada dalam

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  31 b.

  Angket Uji keterbacaan

  Peneliti menyebarkan lembar angket uji keterbacaan kepada 6 siswa kelas IV SD Kanisius Sengkan yang memiliki karakteristik hampir sama dengan siswa di SD Kanisius Condongcatur. Siswa diminta untuk mengisi angket tersebut dengan melihat kategori jawaban sesuai dengan perangkat pembelajaran yang telah dibaca. Perangkat pembelajaran yang dibaca oleh siswa yaitu bahan ajar, LKS, dan soal evaluasi.

  c.

  Angket Respon siswa

  Setelah kegiatan implementasi, peneliti juga menyebarkan lembar angket yaitu lembar angket respon siswa. Siswa diminta untuk mengisi angket tersebut dengan melihat kategori jawaban sesuai hal yang dialami oleh siswa pada saat pembelajaran.

  d.

  Soal Evaluasi

  Teknik pengumpulan data dari instrumen lembar soal evaluasi adalah dengan membagikan lembar soal evaluasi dan meminta setiap siswa untuk mengerjakan soal tersebut di kegiatan akhir pembelajaran pada pertemuan keempat.

2. Teknik Pengumpulan Data Kualitatif

  Berikut adalah teknik pengumpulan data kualitatif: a.

  Wawancara

  Wawancara dilakukan terhadap 6 orang siswa dan guru kelas. Siswa yang diwawancarai adalah 2 orang siswa yang memiliki kemampuan tinggi, 2 orang siswa yang memiliki kemampuan sedang, dan 2 orang siswa yang memiliki kemampuan rendah. Pemilihan siswa atas rekomendasi guru kelas.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  b.

  xi = skor suatu item

  ∑

  Keterangan : M = rerata skor untuk setiap aspek yang dinilai = ∑�� .

  Tidak baik (Sumber: Setiani (2011:171))

  0,00 < M ≤ 1,75

  1

  Kurang baik

  1,65 < M ≤ 2,50

  2

  Baik

  32 pembelajaran penjumlahan pecahan. Peneliti menggunakan lembar pedoman wawancara berisi pertanyaan-pertanyaan yang digunakan sebagai pedoman wawancara.

  3

  Sangat baik

  3,25 < M ≤ 4,00

  4

  Angka Interval skor rata-rata Kategori

Tabel 3.1 Kriteria Tingkat Kualitas Produk

  Data kuantitatif diperoleh dari lembar validasi, lembar angket uji keterbacaan dan lembar angket respon siswa. Skor yang diperoleh dari masing-masing instrumen penelitian diubah dengan data skala empat. Berikut adalah kategori hasil ubahan dengan skala empat yang mengadopsi kriteria penilaian dari Anzwar dalam disertasi Fatima Setiani (2011:171).

   Teknik Analisis Data Kuantitatif

  Analisis yang digunakan dalam penelitian ini ada dua macam, yaitu: 1.

  Dokumentasi video proses pembelajaran kemudian ditranskripsikan oleh peneliti. Teknik ini dilakukan untuk mengetahui setiap kejadian dan kegiatan yang dilakukan dalam proses implementasi perangkat pembelajaran penjumlahan pecahan.

  Transkripsi

F. Teknik Analisis Data

  2,50 < M ≤ 3,25

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  33 Setelah mendapat hasil pekerjaaan soal evaluasi dari siswa, peneliti memberikan skor pada jawaban siswa. Pemberian skor ini berdasarkan pedoman skoring yang terdapat pada lampiran RPP. Setelah memperoleh skor, peneliti memberikan nilai berdasarkan pedoman penilaian.

2. Teknik Analisis Data Kualitatif

  Data kualitatif diperoleh dari hasil wawancara siswa dan guru serta dokumentasi video. Data yang diperoleh tersebut kemudian disajikan dalam bentuk transkripsi. Transkripsi dari wawancara guru dan siswa menunjukkan respon guru dan siswa setelah melakukan penelitian. Sedangkan transkripsi dari dokumentasi video menunjukkan proses pemberlajaran menggunakan pendekatan PMRI.

  Transkripsi digunakan untuk mendukung argumen peneliti dalam menganalis dan membahas hasil penelitian. Melalui transkripsi tersebut peneliti dapat melihat respon guru dan siswa, proses implementasi perangkat pembelajaran dan juga kemunculan indikator-indikator dari setiap karakteristik PMRI. Indikator- indikator setiap karakteristik PMRI dapat dilihat pada lampiran halaman (117). Argumen-argumen yang disampaikan oleh peneliti didukung dengan menunjuk pada bagian transkripsi tertentu. Selain itu argumen peneliti juga dapat didukung dengan gambar kegiatan yang dilakukan siswa dalam pembelajaran.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Pada Bab IV ini peneliti akan menguraikan analisis data hasil penelitian

  dan pembahasan tentang permasalahan yang telah dirumuskan pada Bab I. Peneliti akan membaginya menjadi 7 bagian yaitu paparan penelitian tahun lalu, paparan revisi perangkat pembelajaran penelitian tahun lalu, validasi perangkat pembelajaran, uji keterbacaan, paparan hasil analisis dan pembahasan implementasi perangkat pembelajaran, respon siswa dan guru, serta refleksi implementasi. Berikut penjelasan hasil penelitian dan pembahasan dalam penelitian ini: A.

   Paparan Penelitian Tahun Lalu Penelitian ini merupakan penelitan lanjutan dari penelitian tahun lalu.

  Penelitian tahun lalu merupakan penelitian pengembangan yang menghasilkan produk berupa perangkat pembelajaran penjumlahan pecahan dengan pendekatan PMRI (Pendidikan Matematika Realistik Indonesia). Sebelum melanjutkan penelitian terdahulu maka peneliti perlu untuk mempelajari penelitian tahun lalu.

  Penelitian tahun lalu dilakukan 5 orang mahasiswa di mana setiap peneliti meneliti satu dari kelima karakteristik PMRI dalam proses pembelajaran.

  Penelitian tahun lalu diawali dengan melaksanakan analisis kebutuhan di kelas IV SD Negeri Adisucipto 1. Analisis kebutuhan ini dilakukan menggunakan metode

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  35 dan mengetahui komponen pembelajaran matematika yang dibutuhkan untuk mengakomodasi pembelajaran dengan pendekatan PMRI.

  Dari hasil analisis kebutuhan yang dilakukan, peneliti kemudian mengembangkan produk berupa silabus, RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran), LKS (Lembar Kerja Siswa), bahan ajar, dan soal evaluasi. Produk yang dihasilkan mengacu pada mata pelajaran Matematika kelas IV dengan Kompetensi Dasar 6.3 yaitu Menjumlahkan pecahan.

  Silabus disusun berdasarkan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) dan menggunakan format yang sudah ditentukan oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP). Silabus yang disusun mengalami pengembangan dalam penjabaran indikatornya, yaitu indikator mengandung aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik. Ketiga aspek dalam indikator tersebut bertujuan untuk memfasilitasi kenampakan karakteristik PMRI.

  Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang disusun peneliti menggunakan pendekatan PMRI dan proses pembelajaran disusun dengan memunculkan kelima karakteristik PMRI. Indikator dalam RPP dirumuskan dalam aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik. Kegiatan pembelajaran dalam RPP dijabarkan dengan mengacu pada kegiatan eksplorasi, elaborasi, dan konfirmasi. RPP dilengkapi dengan materi ajar untuk mempermudah guru menyampaikan materi kepada siswa. RPP juga dilengkapi dengan rubrik penilaian. Rubrik penilaian yang disusun terdiri dari rubrik penilaian kognitif, afektif, dan psikomotorik.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  36 Kegiatan pembelajaran yang terdapat dalam RPP diawali dengan memunculkan permasalahan kontekstual yaitu dengan soal cerita. Dalam RPP juga dirancang pembelajaran menggunakan media dan alat peraga yang dekat dengan kehidupan siswa seperti bahan makanan (bolu, tahu, roti pizza), papan pizza, gambar pizza, dan papan pecahan. Pada kegiatan inti siswa berdiskusi untuk memecahkan permasalahan kontekstual tersebut menggunakan media yang dibagikan guru. Setelah diskusi dalam kelompok, siswa mempresentasikan hasil pekerjaan mereka di depan kelas. Siswa dengan bimbingan guru kemudian menyimpulkan hasil pembelajaran yang telah dilakukan.

  Lembar Kerja Siswa (LKS) yang disusun menampilkan petunjuk-petunjuk kegiatan pembelajaran. LKS dibuat untuk 4 kali pertemuan. Setiap LKS terdapat 2 buah soal latihan penjumlahan pecahan. Soal yang dibuat berupa soal kontekstual. Soal kontekstual yang biasanya terjadi dalam kehidupan sehari-hari disajikan dalam bentuk soal cerita.

  Bahan ajar yang dibuat berisi kumpulan fakta dan prosedur, petunjuk permainan dan lirik lagu, soal-soal latihan dan soal evaluasi. Bahan ajar yang disusun diberikan gambar-gambar yang menarik untuk membantu siswa memahami materi dan mendukung pengakomodasian karakteristik PMRI.

  Soal evaluasi disusun berdasarkan sub materi yang telah diajarkan pada setiap pertemuan. Soal evaluasi akhir disusun dengan menggabungkan sub materi penjumlahan pecahan berpenyebut sama dan pecahan yang berpenyebut berbeda.

  Setelah membuat perangkat pembelajaran, peneliti melakukan validasi

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  37 dilakukan untuk memastikan perangkat pembelajaran yang sudah dibuat sudah sesuai dan mengakomodasi karakteristik PMRI. Hasil validasi perangkat pembelajaran tersebut mendapatkan skor rata-rata 3,54 dengan kategori sangat baik. Dari hasil validasi tersebut, peneliti masih melakukan revisi dengan memperbaiki sesuai masukan-masukan yang diberikan ahli. Setelah melakukan revisi perangkat pembelajaran, peneliti melakukan uji keterbacaan di kelas IVB SD Negeri Adisucipto 1 dengan 34 siswa dengan mengisi angket uji keterbacaan. Hasil uji keterbacaan tersebut adalah 3,55 dengan kategori sangat baik.

  Setelah itu peneliti mengimplementasikan perangkat pembelajaran yang sudah dibuat di kelas IVA SD Negeri Adisucipto 1. Pelaksanaannya pada hari Selasa dan Kamis, yaitu tanggal 14,16, 21, dan 23 Februari 2012. Pelaksanaan pembelajaran dilakukan sebanyak 4 kali pertemuan dengan menggunakan alokasi waktu setiap pertemuan 2 JP (2 x 35 menit).

B. Paparan Revisi Perangkat Pembelajaran

  Sebelum melakukan penelitian, peneliti perlu melakukan revisi untuk perangkat pembelajaran yang akan diimplementasikan. Revisi dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi sekolah yaitu SD Kanisius Condongcatur, antara lain karakteristik siswa, pendekatan pembelajaran yang digunakan, kemampuan guru, ketersediaan sarana dan prasarana belajar di sekolah, dan keadaan lingkungan sekitar sekolah. Revisi yang dilakukan akan dijabarkan di bawah ini disertai dengan alasannya.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  38

1. Silabus dan RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran)

  Pada bagian silabus dan RPP, penulis melakukan beberapa revisi, yaitu: a.

  Perubahan alokasi waktu

  Perubahan alokasi waktu disesuaikan dengan alokasi waktu setiap pembelajaran yang diterapkan di SD Kanisius Condongcatur. Selain itu terdapat pandangan dari Ruseffendi (1979:28) bahwa waktu yang diperlukan untuk mengajarkan Matematika modern harus jauh lebih banyak dari waktu yang diperlukan untuk Matematika tradisionil, sebab dalam metode modern kita memberikan lebih banyak kesempatan kepada murid-murid untuk mencari dan menemukan sendiri serta diperlukan kerja lapangan. Perubahan alokasi tersebut yaitu sebagai berikut:

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Tabel 4.1 Revisi Alokasi Waktu pada Silabus dan RPP

  Pertemuan Penelitian tahun lalu Revisi Alasan 1 2 x 35 menit (2 JP) 3 x 40 menit (3 JP) Alokasi waktu pada penelitian ini ditambah 1 JP karena waktu yang 2 2 x 35 menit (2 JP) 3 x 40 menit (3 JP) digunakan pada penelitian tahun lalu 3 2 x 35 menit (2 JP) 3 x 40 menit (3 JP) masih kurang untuk mencakup seluruh kegiatan pembelajaran. Alokasi yang digunakan disesuaikan dengan alokasi di sekolah yang digunakan untuk penelitian yaitu 1 JP = 40 menit.

  4 2 x 35 menit (2 JP) 2 x 40 menit (2 JP) Alokasi yang digunakan disesuaikan dengan alokasi di sekolah yang digunakan untuk penelitian yaitu 1 JP = 40 menit.

  b.

  Pembagian Kegiatan Pembelajaran

  Perangkat pembelajaran yang dikembangkan oleh peneliti tahun lalu menggunakan pendekatan PMRI dengan mengelaborasi kegiatan yang menunjukkan EEK (Eksplorasi, Elaborasi, Konfirmasi) pada kegiatan inti. Tempat penelitian sekarang adalah di SD Kanisius Condongcatur yang menggunakan pendekatan PPR (Paradigma Pedagogi Reflektif) dalam proses pembelajarannya. Revisi yang dilakukan yaitu perangkat pembelajaran penjumlahan pecahan menggunakan pendekatan PMRI yang dipadukan dengan ciri khas pendekatan PPR yaitu adanya kegiatan yang menampilkan konteks, pengalaman, evaluasi, refleksi, dan aksi. Berikut adalah pembagian kegiatan inti dalam pembelajaran:

  39

  40

  Pertemuan Penelitian tahun lalu Revisi Alasan

1 Eksplorasi : a.

  Siswa berkumpul dengan kelompoknya berdasarkan pasangan saat bermain Mencari Pasangan.

  Siswa dibagikan dua buah soal cerita yang berkaitan dengan penjumlahan pecahan berpenyebut sama.

  Aspek EEK dielaborasi ke dalam ciri khas PPR yaitu termasuk dalam pengalaman belajar. Kegiatan yang menunjukkan eksplorasi, elaborasi, dan konfirmasi tetap ada dalam kegiatan pembelajaran menjadi bagian dalam pengalaman belajar berdasarkan pendekatan PPR dan karakteristik pendekatan PMRI. PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

Beberapa

kelompok diminta mengemukakan hasil pola penjumlahan

  g.

  Siswa mendiskusikan pola penjumlahan pecahan yang berpenyebut sama.

  f.

  Siswa diberi kesempatan untuk menanggapi jawaban teman yang melakukan presentasi.

  e.

  Beberapa kelompok mempresentasikan cara menemukan jawaban mereka di depan

kelas.

  Pengalaman belajar dan PMRI 4 (Penggunaan interaktivitas siswa): d.

  Siswa diminta menyelesaikan soal tersebut dengan menggunakan bolu, tahu, atau roti tawar sebagi media eksplorasi.

  Pengalaman belajar dan PMRI 2 (Penggunaan model): c.

  b.

  b.

  40 Tabel 4.2 Revisi Pembagian Kegiatan Pembelajaran pada Silabus dan RPP

  Pengalaman belajar dan PMRI 1 (Penggunaan konteks): a.

  Siswa dibimbing guru untuk menarik kesimpulan sendiri terhadap pembelajaran pecahan dengan penyebut yang sama.

  f.

  Siswa diberi kesempatan untuk menanggapi jawaban teman.

  e.

  Siswa diminta untuk mempresentasikan cara menemukan jawaban mereka di depan kelas.

  Elaborasi: d.

  Siswa diminta menyelesaikan soal tersebut dengan menggunakan bolu, tahu, dan roti tawar sebagai alat bentu menghitung.

  c.

  Guru membagikan dua buah soal cerita yang berkaitan dengan penjumlahan pecahan berpenyebut sama.

  Siswa berkumpul dengan kelompoknya berdasarkan pasangan saat bermain Mencari Pasangan.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Beberapa kelompok diminta mengemukakan hasil pola penjumlahan berpenyebut sama di depan kelas.

  Setiap kelompok diberi sebuah papan pizza dan satu paket papan pecahan (1

  e.

  Siswa diberikan sebuah soal cerita mengenai penjumlahan pecahan berpenyebut beda.

  Pengalaman belajar dan PMRI 1 (Penggunaan konteks): d.

  Siswa diminta untuk menyelesaikan masalah yang dibacakan oleh guru dengan menggunakan papan pizza yang telah disiapkan oleh guru.

  4 (penggunaan interaktivitas siswa): c.

  Pengalaman belajaran dan PMRI

  Siswa mendengarkan cerita yang dibacakan oleh guru.

  b.

  Siswa dibagi menjadi beberapa kelompok yang terdiri dari 4-5 siswa berdasarkan bentuk nomor dada yang telah diberikan.

  Setiap kelompok diberi sebuah papan pizza dan satu paket papan pecahan (1 Pengalaman belajar dan PMRI 5 (pemanfaatan keterkaitan): a.

  41 41 g.

  Siswa diberikan sebuah soal cerita mengenai penjumlahan pecahan berpenyebut beda.

  d.

  Siswa diminta untuk menyelesaikan masalah yang dibacakan oleh guru dengan menggunakan papan pizza yang telah disiapkan oleh guru.

  c.

  Siswa mendengarkan cerita yang dibacakan oleh guru.

  b.

  Siswa dibagi menjadi beberapa kelompok yang terdiri dari 3 siswa berdasarkan bentuk nomor dada yang telah diberikan.

  Siswa dibimbing guru untuk menyimpulkan pola penjumlahan pecahan yang berpenyebut sama.

  3 (pemanfaatan konstruksi siswa): h.

  Pengalaman belajarn dan PMRI

  Siswa bersama guru menarik kesimpulan mengenai penjumlahan pecahan berpenyebut sama. berpenyebut sama di depan kelas.

  Konfirmasi: h.

2 Eksplorasi: a.

  e.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Pengalaman belajar dan PMRI 2 (Penggunaan model): f.

  Guru memberikan kesempatan bertanya kepada siswa yang belum paham terhadap materi yang disampaikan.

  Siswa bersama guru menyimpulkan pola penjumlahan pecahan yang berpenyebut berbeda. j.

  Pengalaman belajar dan PMRI 3 (Pemanfaatan hasil kontruksi siswa): i.

  Kelompok lain diberikan kesempatan untuk memberikan tanggapan kepada kelompok yang sedang menyampaikan presentasi.

  h.

  Beberapa kelompok diminta untuk mengemukakan hasil jawaban melalui presentasi.

  Pengalaman belajar dan PMRI 4 (Penggunaan interktivitas siswa): g.

  Siswa bersama kelompok mencoba mencari jawaban dengan cara mereka sendiri.

  42

  42

  Siswa bersama guru menyimpulkan hasil belajar. j.

  Konfirmasi: i.

  Kelompok lain diberikan kesempatan untuk memberikan tanggapan kepada kelompok yang sedang menyampaikan presentasi.

  h.

  Beberapa kelompok diminta untuk mengemukakan hasil jawaban melalui presentasi.

  Elaborasi: g.

  Siswa bersama kelompok mencoba mencari jawaban dengan cara mereka sendiri.

  f.

  utuh, setengahan, sepertigaan, seperempatan, seperlimaan, seperenaman, dan seperdelapanan) untuk membantu siswa menyelesaikan soal.

  Guru memberikan kesempatan bertanya kepada siswa yang belum paham terhadap materi yang disampaikan. utuh, setengahan, sepertigaan, seperempatan, seperlimaan, seperenaman, seperdelapanan, sepersembilanan, sepersepuluhan, sepersebelasan, dan seperduabelasan) untuk membantu siswa

menyelesaikan soal.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  43

3 Eksplorasi Pengalaman belajar dan PMRI 4 (Penggunaan a.

  

interaktivitas siswa):

Siswa diberikan dua buah soal penjumlahan pecahan berpenyebut berda a.

  Siswa diberikan dua buah soal untuk diselesaikan melalui diskusi. penjumlahan pecahan berpenyebut berda untuk diselesaikan melalui diskusi.

  Pengalaman belajar dan PMRI 1 (Penggunaan b. konteks):

  Siswa menyelesaikan soal tersebut menggunakan media seperti pada b.

  Siswa menyelesaikan soal pertama pertemuan sebelumnya. menggunakan media papan pecahan.

  Pengalaman belajaran dan PMRI

  2

(Penggunaan model):

c.

  c.

  Siswa diminta untuk menyelesaikan Siswa diminta untuk menyelesaikan soal soal-soal dengan cara mereka sendiri dengan cara mereka sendiri tanpa tanpa menggunakan media. menggunakan media.

  Elaborasi: Pengalaman belajar dan PMRI 4 (Penggunaan

interaktivitas siswa):

d. kelompok diminta

  d. kelompok diminta Beberapa Beberapa mempresentasikan hasil diskusi mempresentasikan hasil diskusi (jawaban) (jawaban) mereka di depan kelas dengan mereka di depan kelas dengan menuliskan menuliskan hasil jawaban pada papan hasil jawaban pada papan tulis. tulis.

  e.

  Siswa yang lain diberikan kesempatan e. untuk memberikan tanggapan terhadap

  Siswa yang lain diberikan kesempatan untuk memberikan tanggapan terhadap hasil pekerjaan kelompok yang presentasi. hasil pekerjaan kelompok yang presentasi.

  43

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  44

  Konfirmasi: Pengalaman belajar dan PMRI 3 (Pemanfaatan hasil kontruksi siswa): f. f.

  Siswa bersama guru menyimpulkan Siswa bersama guru menyimpulkan kembali pola penjumlahan pecahan kembali pola penjumlahan pecahan berbeda penyebut. berbeda penyebut.

4 Eksplorasi: Pengalaman belajar dan PMRI 4 (Penggunaan a.

  interaktivitas siswa): Siswa bersama kelompok diminta untuk membuat kesimpulan mengenai pola a.

  Siswa bersama kelompok diminta untuk penjumlahan yang berpenyebut sama membuat kesimpulan mengenai pola dan berpenyebut beda. penjumlahan yang berpenyebut sama dan berpenyebut beda. Pengalaman belajar dan PMRI 3 (Pemanfaatan hasil kontruksi siswa): b. b.

  Beberapa siswa diminta menuliskan Beberapa siswa diminta menuliskan kesimpulan yang dibuat kelompok pada kesimpulan yang dibuat kelompok pada papan tulis. papan tulis.

  Elaborasi: c. c.

  Siswa yang belum paham terhadap Siswa yang belum paham terhadap materi materi diberi kesempatan bertanya. diberi kesempatan bertanya.

  c.

  Indikator

  Perumusan indikator pada perangkat tahun lalu adalah berdasarkan aspek kognitif, afektif dan psikomotorik. Sedangkan pada penelitian ini perangkat tersebut direvisi sesuai dengan perumusan indikator menurut pendekatan PPR yaitu aspek 3 C (competence, conscience, dan compassion), sebagai berikut:

  44

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  45

Tabel 4.3 Revisi Indikator pada Silabus dan RPP

  Pertemuan Penelitian tahun lalu Revisi Alasan

  1 Kognitif Competence Indikator pada penelitian tahun lalu terdiri dari kognitif, afektif, dan a.

  a.

  Menemukan pola penjumlahan Menemukan pola penjumlahan pecahan psikomotorik. Perubahan yang dilakukan pecahan dengan penyebut sama. dengan penyebut sama. adalah pembagian indikator menjadi b.

  b.

  Mengubah soal cerita ke dalam Mengubah soal cerita ke dalam kalimat competence, conscience, dan compassion. kalimat matematika. matematika.

  Perubahan ini dilakukan dengan c.

  c. dua pecahan Menjumlahkan dua pecahan. Menjumlahkan menyesuaikan pendekatan pembelajaran berpenyebut sama. yang dilakukan di SD Kanisius yaitu Psikomotorik PPR. Indikator kognitif dan psikomotorik

  a. cara d.

  Mendemonstrasikan Mendemonstrasikan cara menjumlahkan pada penelitian tahun lalu diubah menjadi menjumlahkan pecahan dengan pecahan dengan media. indikator competence. Pada indikator media. afektif a peneliti mengubahnya menjadi Afektif Compassion indikator compassion yaitu “Bekerjasama a.

  a.

  Menemukan pola penjumlahan Bekerjasama dengan teman lain dalam dengan teman lain dalam menemukan pecahan dengan semangat menemukan pola penjumlahan pecahan pola penjumlahan pecahan berpenyebut kerjasama. berpenyebut sama. sama” untuk lebih menekankan bela rasa

  Conscience siswa terhadap siswa lain. Sedangkan b.

  a.

  Mengubah soal cerita ke dalam Menampilkan sikap berani dalam indikator afektif b diubah peneliti kalimat matematika dengan mengungkapkan pendapatnya tentang menjadi

  ”Menampilkan sikap berani menghargai pendapat teman. penjumlahan pecahan berpenyebut sama dalam mengungkapkan pendapatnya di hadapan guru dan teman. tentang penjumlahan pecahan berpenyebut sama di hadapan guru dan teman” karena peneliti akan lebih melihat kegiatan siswa yang menunjukkan karakteristik PMRI yaitu penggunaan kontribusi siswa.

  45

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  46

2 Kognitif Competence Indikator pada penelitian tahun lalu a.

  a. terdiri dari kognitif, afektif, dan

  Menemukan pola penjumlahan Menemukan pola penjumlahan pecahan psikomotorik. Perubahan yang dilakukan pecahan penyebut yang berbeda. dengan penyebut yang berbeda. adalah pembagian indikator menjadi b.

  b.

  Mengubah soal cerita ke dalam Mengubah soal cerita ke dalam kalimat competence, conscience, dan compassion. kalimat matematika. matematika.

  Perubahan ini dilakukan dengan c.

  c. dua pecahan Menjumlahkan dua pecahan Menjumlahkan menyesuaikan pendekatan pembelajaran berpenyebut berbeda. yang dilakukan di SD Kanisius yaitu Psikomotorik PPR. Indikator kognitif dan psikomotorik

  a. cara d.

  Mendemostrasikan Mendemontrasikan cara menjumlahkan pada penelitian tahun lalu diubah menjadi menjumlahkan pecahan dengan pecahan dengan media. indikator competence. Pada indikator media. afektif a peneliti mengubahnya menjadi Afektif Compassion indikator compassion yaitu ”Menghargai a.

  a.

  Mengubah soal cerita ke dalam Menghargai pendapat teman pada saat pendapat teman pada saat mengubah soal kalimat matematika dengan mengubah soal cerita ke dalam kalimat cerita ke dalam kalimat matematika” menghargai pendapat teman. matematika. untuk lebih menekankan bela rasa siswa Conscience terhadap siswa lain. Peneliti juga a.

  Menampilkan sikap berani dalam menambahi indikator conscience yaitu mengungkapkan pendapat tentang ”Menampilkan sikap berani dalam penjumlahan pecahan berpenyebut mengungkapkan pendapat tentang berbeda di hadapan teman dan guru. penjumlahan pecahan berpenyebut berbeda di hadapan teman dan guru” untuk lebih memperlihatkan nilai berani siswa sesuai dengan indikator yang digunakan dalam pendekatan PPR. Selain hal itu indikator ini ditambahkan peneliti untuk melihat kegiatan siswa yang menunjukkan karakteristik PMRI yaitu penggunaan kontribusi siswa.

  46

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  47

3 Kognitif Competence Indikator pada penelitian tahun lalu a.

  terdiri dari kognitif, afektif, dan Menemukan pola penjumlahan

  a. Menemukan pola penjumlahan pecahan

  psikomotorik. Perubahan yang dilakukan pecahan dengan penyebut yang

dengan penyebut berbeda.

berbeda. adalah pembagian indikator menjadi competence, conscience, dan compassion.

  b.

  Mengubah soal cerita ke dalam Mengubah soal cerita ke dalam kalimat b.

  Perubahan ini dilakukan dengan kalimat matematika. matematika. menyesuaikan pendekatan pembelajaran c.

  Menjumlahkan dua pecahan. Menjumlahkan dua pecahan c. yang dilakukan di SD Kanisius yaitu berpenyebut berbeda. PPR. Indikator kognitif dan psikomotorik Psikomotorik pada penelitian tahun lalu diubah menjadi

  a. cara Mendemostrasikan

  d. Mendemontrasikan cara menjumlahkan

  indikator competence. Indikator afektif a menjumlahkan pecahan dengan pecahan dengan media. dan b diubah peneliti karena kedua media. indikator tersebut dapat dijadikan indikator compassion. Peneliti memilih

  Afektif Conscience indikator conscience ”Menampilkan a.

  a. sikap berani Menemukan pola penjumlahan Menampilkan sikap berani mengungkapkan pendapat pecahan dengan semangat mengungkapkan pendapat tentang tentang penjumlahan pecahan kerjasama. penjumlahan pecahan berpenyebut berpenyebut berbeda di hadapan teman berbeda di hadapan teman dan guru. dan guru” untuk melihat kegiatan siswa

  Compassion yang menunjukkan nilai berani dan juga b.

  a.

  Mengubah soal cerita ke dalam Menghargai pendapat teman pada saat karakteristik PMRI kontribusi siswa. kalimat matematika dengan menemukan pola penjumlahan Pada indikator afektif b peneliti menghargai pendapat teman. berpenyebut berbeda mengubahnya menjadi indikator compassion yaitu ”Menghargai pendapat teman pada saat menemukan pola penjumlahan berpenyebut ber beda” untuk menunjukkan sikap bela rasa siswa terhadap siswa lain dan memunculkan karakteristik PMRI yaitu penggunaan kontribusi siswa.

  47

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  48

4 Kognitif Competence Indikator pada penelitian tahun lalu a.

  a. terdiri dari kognitif, afektif, dan Mengubah soal cerita ke dalam Mengubah soal cerita ke dalam kalimat psikomotorik. Perubahan yang dilakukan kalimat matematika. matematika. adalah pembagian indikator menjadi b.

  b.

  Menjumlahkan dua pecahan. Menjumlahkan dua pecahan. competence, conscience, dan compassion. Psikomotorik

  Perubahan ini dilakukan dengan a.

  c.

  Menulis jawaban soal evaluasi Menulis jawaban soal evaluasi dengan menyesuaikan pendekatan pembelajaran dengan tulisan yang rapi. tulisan yang rapi. yang dilakukan di SD Kanisius yaitu Afektif Conscience PPR. Indikator kognitif dan psikomotorik a.

  a.

  Menunjuk sikap tanggung jawab Menampilkan sikap jujur dalam pada penelitian tahun lalu diubah menjadi ketika bekerja mengerjakan tugas menyelesaikan soal evaluasi indikator competence. Indikator afektif individu. penjumlahan pecahan. diubah peneliti menjadi dua indikator Compassion yaitu menjadi indikator conscience dan a.

  Menghargai teman yang sedang competence. Indikator conscience untuk mengerjakan soal evaluasi melihat kemunculan sikap jujur dari

penjumlahan pecahan.

siswa sedangkan indikator compentence untuk melihat kemunculan sikap bela rasa siswa terhadap siswa lain dan kemunculan karakteristik PMRI yaitu penggunaan kontribusi siswa.

  c.

  Tujuan Pembelajaran

  Perumusan tujuan pembelajaran disesuaikan dengan indikator pembelajaran yang mengelaborasi aspek 3C (competence, conscience, compassion). Selain itu rumusan tujuan pembelajaran direvisi dengan memperhatikan aspek ABCD (Audience, Behaviour, Condition, Degree) terutama pada rumusan tujuan pembelajaran yang belum memenuhi aspek ABCD, antara lain sebagai berikut:

  48

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  49

Tabel 4.4 Revisi Tujuan Pembelajaran pada Silabus dan RPP

  Pertemuan Penelitian tahun lalu Revisi Alasan

  1 Pada rumusan tujuan pertama pada  Siswa mampu mendiskusikan cara-  Siswa mampu menemukan sebuah pola penelitian tahun lalu tidak mengacu cara penyelesaian penjumlahan penjumlahan pecahan dengan penyebut pada indikator pembelajaran, pecahan yang berpenyebut sama sama setelah berdiskusi bersama teman setelah mendemonstrasikan media di sekelompoknya. sehingga revisi yang dilakukan yaitu merumuskan tujuan pembelajaran dalam kelompok. berdasarkan indikator pembelajaran

   Siswa mampu mengubah soal cerita  Siswa mampu mengubah dua buah soal yang dibuat. Pada rumusan tujuan ke dalam kalimat matematika secara cerita ke dalam kalimat matenatika pembelajaran yang kedua, peneliti kelompok. secara kelompok. sebelumnya belum menampilkan bagian degree (D), sehingga revisi yang dilakukan yaitu memperjelas bagian degree dengan menambah kata “dua buah” sebagai penunjuk adanyan degree kuantitatif.

  2 Pada rumusan tujuan pertama pada  Siswa mampu mendiskusikan cara-  Siswa mampu menemukan sebuah pola penelitian tahun lalu tidak mengacu cara penyelesaian penjumlahan penjumlahan pecahan dengan penyebut pecahan yang berpenyebut beda berbeda setelah berdiskusi bersama pada indikator pembelajaran, sehingga revisi yang dilakukan yaitu setelah mendemonstrasikan media di teman sekelompoknya. merumuskan tujuan pembelajaran dalam kelompok. berdasarkan indikator pembelajaran

   Siswa mampu mengubah soal cerita  Siswa mampu mengubah dua buah soal yang dibuat. Pada rumusan tujuan ke dalam kalimat matematika secara cerita ke dalam kalimat matematika pembelajaran yang kedua, peneliti kelompok. secara kelompok. sebelumnya belum menampilkan bagian degree (D), sehingga revisi yang dilakukan yaitu memperjelas bagian degree dengan menambah kata “dua buah” sebagai penunjuk adanya degree kuantitatif.

  49

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  50

3 Pada rumusan tujuan pertama pada

   Siswa mampu mendiskusikan cara-  Siswa mampu menemukan sebuah pola cara penyelesaian penjumlahan penjumlahan pecahan dengan penyebut penelitian tahun lalu tidak mengacu pada indikator pembelajaran, pecahan yang berpenyebut beda berbeda setelah berdiskusi bersama sehingga revisi yang dilakukan yaitu setelah mendemonstrasikan media di teman sekelompoknya. merumuskan tujuan pembelajaran dalam kelompok. berdasarkan indikator pembelajaran

   Siswa mampu mengunakan soal  Siswa mampu mengubah dua buah soal yang dibuat. Pada rumusan tujuan cerita ke dalam kalimat matematika cerita ke dalam kalimat matematika pembelajaran yang kedua, peneliti secara kelompok. secara kelompok. sebelumnya belum menampilkan bagian degree (D), sehingga revisi yang dilakukan yaitu memperjelas bagian degree dengan menambah kata “dua buah” sebagai penunjuk adanyan degree kuantitatif.

  d.

  Kegiatan Pembelajaran Revisi kegiatan pembelajaran yang ada dalam RPP penelitian ini dilakukan dengan melihat penelitian tahun lalu.

Tabel 4.5 Revisi Kegiatan Pembelajaran pada Silabus dan RPP

  Pertemuan Penelitian tahun lalu Revisi Alasan

  1 Siswa melihat cerita yang ditayangkan Siswa berkumpul dengan kelompoknya Kegiatan ini mengalami perubahan melalui video mengenai konsep pecahan. berdasarkan pasangan saat bermain karena pada bagian ini penggunaan LCD sangat tidak efisien.

  

“Mencari Pasangan”.

  Penggunaan LCD hanya digunakan untuk menonton satu video dan tidak digunakan lagi pada proses pembelajaran selanjutnya. Selain itu, permainan mencari pasangan

  50

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  51

  mempunyai tujuan untuk mengingatkan kembali tentang nilai pecahan yang dibentuk oleh sebuah gambar lingkaran yang diarsir. Siswa mempresentasikan hasil jawaban di Beberapa kelompok mempresentasikan Perubahan ini dilakukan karena tidak depan kelas. hasil jawaban di depan kelas. memungkinkan untuk semua kelompok melakukan presentasi sehingga guru hanya memilih beberapa kelompok yang berbeda jawaban untuk mempresentasikan hasil jawaban di depan kelas.

  

2 Siswa dibagi menjadi beberapa kelompok Siswa dibagi menjadi beberapa kelompok Perubahan ini dilakukan peneliti

yang terdiri dari 3 siswa berdasarkan yang terdiri dari 4-5 siswa berdasarkan karena dengan pertimbangan apabila bentuk nomor dada yang diberikan. bentuk nomor dada yang telah diberikan. setiap kelompok terdiri dari 3 siswa maka banyak kelompok terlalu banyak. Hal ini akan berdampak pada waktu pembelajaran yang digunakan untuk presentasi.

  

3 Pada penelitian ini peneliti tidak Siswa membentuk 8 kelompok seperti Revisi dilakukan karena pada silabus

menjelaskan cara pembagian kelompok. pada pertemuan kedua. dan RPP di penelitian tahun lalu tidak dijelaskan cara pembagian kelompok. Pada saat kelompok mempresentasikan Pada saat kelompok mempresentasikan Pemberian bintang dilakukan untuk hasil diskusi siswa lain memberi hasil diskusi siswa yang lain diberikan memberikan semangat siswa untuk tanggapan terhadap hasil presentasi teman. kesempatan untuk memberikan tanggapan memberikan tanggapan. Pemberian terhadap hasil pekerjaan kelompok yang tanggapan ini menunjukkan presentasi. Siswa yang memberikan kemunculan karakteristik PMRI yaitu tanggapan akan mendapatkan bintang. penggunaan kontribusi siswa.

  

4 Pada penelitian ini peneliti tidak Siswa berkumpul dengan kelompok Revisi dilakukan karena pada silabus

menjelaskan cara pembagian kelompok. seperti kelompok pertemuan sebelumnya. dan RPP di penelitian tahun lalu tidak dijelaskan cara pembagian kelompok.

  51

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  52 e.

  Refleksi

  Refleksi kegiatan pembelajaran direvisi sesuai dengan sekolah tempat diadakannya penelitian, yang menggunakan pendekatan PPR dimana refleksi merupakan bagian yang penting dalam pembelajaran, revisi yang dilakukan antara lain sebagai berikut:

Tabel 4.6 Revisi Refleksi pada Silabus dan RPP

  Pertemuan Penelitian tahun lalu Revisi Alasan

  1 Refleksi dan penguatan yaitu dengan Siswa merefleksikan pembelajaran hari ini Revisi dilakukan karena pada pertanyaan ”Bagaimana perasaanmu dengan mengarsir gambar emoticon smile penelitian tahun lalu hanya melihat setelah mempelajari materi ini?” dan menjawab beberapa pertanyaan perasaan siswa setelah pembelajaran refleksi. sedangkan pada penelitian ini siswa diajak untuk mengukur kemampuannya sendiri. Refleksi ini juga disesuaikan dengan pendekatan PPR yang dilaksanakan di SD Kanisius yaitu dibantu dengan beberapa pertanyaan reflektif.

  2 Refleksi dan penguatan yaitu dengan Siswa merefleksikan pembelajaran hari ini Revisi dilakukan karena pada pertanyaan perasaanmu dengan mengarsir gambar emoticon smile penelitian tahun lalu hanya melihat ”Bagaimana setelah mempelajari materi ini?” dan menjawab beberapa pertanyaan perasaan siswa setelah pembelajaran refleksi. sedangkan pada penelitian ini siswa diajak untuk mengukur kemampuannya sendiri. Refleksi ini juga disesuaikan dengan pendekatan PPR yang dilaksanakan di SD Kanisius yaitu dibantu dengan beberapa pertanyaan reflektif.

  52

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  53

  3 Refleksi dan penguatan yaitu dengan Siswa merefleksikan pembelajaran hari ini Revisi dilakukan karena pada pertanyaan ”Bagaimana perasaanmu dengan mengarsir gambar bintang dan penelitian tahun lalu hanya melihat menjawab beberapa pertanyaan refleksi. perasaan siswa setelah pembelajaran setelah mempelajari materi ini?” sedangkan pada penelitian ini siswa diajak untuk mengukur kemampuannya sendiri. Refleksi ini juga disesuaikan dengan pendekatan PPR yang dilaksanakan di SD Kanisius yaitu dibantu dengan beberapa pertanyaan reflektif.

  4 Refleksi dan penguatan yaitu dengan Siswa merefleksikan pembelajaran hari ini Revisi dilakukan karena pada pertanyaan ”Bagaimana perasaanmu hari dengan mengarsir gambar bintang dan penelitian tahun lalu hanya melihat menjawab beberapa pertanyaan. perasaan siswa setelah pembelajaran ini” sedangkan pada penelitian ini siswa diajak untuk mengukur kemampuannya sendiri. Refleksi ini juga disesuaikan dengan pendekatan PPR yang dilaksanakan di SD Kanisius yaitu dibantu dengan beberapa pertanyaan reflektif.

  f.

  Aksi Bagian aksi ini disesuaikan dengan pendekatan PPR yang digunakan dalam pembelajaran di SD Kanisius Condongcatur.

  Penambahan aksi dalam kegiatan akhir pada proses pembelajaran, sebagai berikut:

  53

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  54

  54 Tabel 4.7 Revisi Aksi pada Silabus dan RPP

  Pertemuan Penelitian tahun lalu Revisi Alasan

  1 Pada penelitian tahun lalu tidak ada kegiatan yang menunjukkan aksi.

  Siswa diminta untuk membuat soal cerita tentang penjumlahan pecahan berpenyebut sama dan diberikan kepada temannya untuk dikerjakan lalu dikumpulkan pada pertemuan berikutnya dan rencana setelah mempelajari penjumlahan pecahan berpenyebut sama.

  Peneliti menambahkan kegiatan yang menunjukkan aksi siswa setelah mempelajari penjumlahan pecahan berpenyebut sama. Aksi yang dilakukan berupa aksi nyata yaitu membuat soal dan rencana yang berupa niat-niat siswa setelah pembelajaran. Kegiatan ini disesuaikan dengan pendekatan yang dilaksanakan di SD Kanisius yaitu PPR.

  2 Pada penelitian tahun lalu tidak ada kegiatan yang menunjukkan aksi.

  Siswa diminta untuk membuat satu soal cerita tentang penjumlahan pecahan berpenyebut berbeda dan diberikan kepada temannya untuk dikerjakan lalu dikumpulkan pada pertemuan berikutnya berikutnya dan merumuskan rencana setelah mempelajari penjumlahan berpenyebut berbeda.

  Peneliti menambahkan kegiatan yang menunjukkan aksi siswa setelah mempelajari penjumlahan pecahan berpenyebut sama. Aksi yang dilakukan berupa aksi nyata yaitu membuat soal dan rencana yang berupa niat-niat siswa setelah pembelajaran. Kegiatan ini disesuaikan dengan pendekatan yang dilaksanakan di SD Kanisius yaitu PPR.

  3 Pada penelitian tahun lalu tidak ada kegiatan yang menunjukkan aksi.

  Siswa diminta untuk membuat satu soal tentang penjumlahan pecahan berpenyebut berbeda dan diberikan kepada temannya untuk dikerjakan lalu dikumpulkan pada pertemuan berikutnya dan merumuskan rencana setelah mempelajari penjumlahan berpenyebut berbeda.

  Peneliti menambahkan kegiatan yang menunjukkan aksi siswa setelah mempelajari penjumlahan pecahan berpenyebut sama. Aksi yang dilakukan berupa aksi nyata yaitu membuat soal dan rencana yang berupa niat-niat siswa setelah pembelajaran. Kegiatan ini disesuaikan dengan pendekatan yang dilaksanakan di SD Kanisius yaitu PPR.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  �

  Revisi ini dilakukan untuk disesuaikan dengan penilaian

  2 Nilai kognitif: 10 Nilai Competence = 10 Conscience = 12

  Nilai akhir = ((Nilai competence + nilai conscience + nilai compassion): 3) x 100 Revisi ini dilakukan untuk disesuaikan dengan penilaian setiap indikator pembelajaran dan penilaian yang dilakukan di SD Kanisius yang menggunakan pendekatan PPR.

  16 x 100

  Nilai compassion = � �

  12 x 100

  Nilai conscience =

� �

  10 x 100

  55

4 Pada penelitian tahun lalu tidak ada kegiatan yang menunjukkan aksi.

  55

  Nilai afektif: jumlah skor siswa jumlah maksimal x100

  1 Nilai kognitif: 10 Nilai psikomotorik: jumlah skor siswa jumlah maksimal x100

  Pertemuan Penelitian tahun lalu Revisi Alasan

Tabel 4.8 Revisi Penilaian pada Silabus dan RPP

  Perubahan pada penilaian yang sebelumnya mengacu pada indikator berdasarkan EEK (Eksplorasi, Elaborasi dan Konfirmasi), revisi yang dilakukan yaitu mengacu pada indikator yang memuat aspek 3C (competence, conscience, compassion), antara lain sebagai berikut:

  Penilaian

  g.

  Peneliti menambahkan kegiatan yang menunjukkan aksi siswa setelah mempelajari penjumlahan pecahan berpenyebut sama. Aksi yang dilakukan berupa aksi nyata yaitu membentuk pecahan dari kertas yang ditempel- tempel di papan karton. Kegiatan ini disesuaikan dengan pendekatan yang dilaksanakan di SD Kanisius yaitu PPR.

  Siswa diminta untuk menempelkan kertas pada gambar lingkaran di papan karton untuk membentuk suatu pecahan.

  Competence =10 Conscience =12 Compassion =16 Nilai akhir : Nilai competence =

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  56

  psikomotorik: Compassion = 12 setiap indikator pembelajaran dan jumlah skor siswa

  Nilai akhir : penilaian yang dilakukan di SD x100 jumlah maksimal �

  Kanisius yang menggunakan x 100

  Nilai competence =

  

10

Nilai pendekatan PPR. jumlah skor siswa � � x 100

  Nilai conscience = x100 afektif:

  

12

jumlah maksimal

� �

  Nilai compassion = x 100

  

12

Nilai akhir = ((Nilai competence + nilai conscience + nilai compassion) : 3) x 100

  

3 Nilai kognitif: 10 Competence = 10 Revisi ini dilakukan untuk

Nilai Conscience = 12 disesuaikan dengan penilaian psikomotorik: Compassion = 12 setiap indikator pembelajaran dan jumlah skor siswa

  Nilai akhir : penilaian yang dilakukan di SD x100 jumlah maksimal �

  Kanisius yang menggunakan Nilai competence = x 100 Nilai

  

10

pendekatan PPR. jumlah sko r siswa � �

  Nilai conscience = x 100 afektif: x100

12

jumlah maksimal

  

� �

Nilai compassion = x 100

  

12

Nilai akhir = ((Nilai competence + nilai conscience + nilai compassion): 3) x 100

  

4 Nilai kognitif: 20 Competence = 20 Revisi ini dilakukan untuk

Nilai Conscience = 16 disesuaikan dengan penilaian psikomotorik: Compassion = 16 setiap indikator pembelajaran dan jumlah skor siswa

  Nilai akhir : penilaian yang dilakukan di SD x100 jumlah maksimal �

  Kanisius yang menggunakan Nilai competence = x 100

  

20

Nilai pendekatan PPR. s jumlah skor siswa � �

  Nilai conscience = x 100 afektif: x100

16

jumlah maksimal

  

� �

Nilai compassion = x 100

  

16

Nilai akhir = ((Nilai competence + nilai conscience + nilai compassion): 3) x 100

  56

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  57 57 h.

  Nilai Kemanusian

  Penambahan aspek nilai kemanusiaan yang dituliskan pada silabus pembelajaran, seperti berikut ini:

Tabel 4.9 Revisi Nilai Kemanusian pada Silabus dan RPP

  Pertemuan Penelitian tahun lalu Revisi Alasan 1,2,3,dan 4 Pada penelitian tahun lalu nilai kemanusiaan tidak dirumuskan dalam silabus.

  Sikap berani, bekerja sama, jujur, dan menghargai.

  Peneliti memberikan tambahan nilai kemanusian dalam silabus. Penelitian ini diharapkan dapat membangun nilai-nilai kemanusian disesuaikan dengan pendekatan yang digunakan di SD Kanisius.

  i.

  Kecakapan Hidup

  Penambahan aspek kecakapan hidup yang dituliskan pada silabus pembelajaran, seperti berikut ini:

Tabel 4.10 Revisi Kecakapan Hidup pada Silabus dan RPP

  Pertemuan Penelitian tahun lalu Revisi Alasan 1,2,3,dan 4 Pada penelitian tahun lalu kecakapan hidup tidak dirumuskan dalam silabus.

  

Kecakapan Generik

Personal Skill : Sikap berani, berani, dan jujur. Thingking Skill : menemukan sendiri. Social Skill : Kecakapan bekerjasama dan saling menghargai

  Peneliti menambahkan kecakapan hidup pada silabus karena dalam pendekatan PPR terdapat kecakapan hidup yang harus dicapai yaitu personal skill, thingking skill, dan social skill.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  58 Jadi, setelah peneliti mempelajari perangkat silabus dan RPP yang digunakan pada penelitian tahu lalu, peneliti melakukan beberapa revisi pada silabus dan RPP. Revisi yang dilakukan adalah pada bagian alokasi waktu, pendekatan pembelajaran, indikator, tujuan pembelajaran, kegiatan pembelajaran, refleksi, aksi, penilaian, nilai kemanusian, dan kecakapan hidup.

2. Lembar Kerja Siswa

  Revisi dalam LKS (Lembar Kerja Siswa) terdiri dari beberapa bagian, yaitu: a.

  Kegiatan Belajar

  Kegiatan belajar siswa pada LKS lebih diuraikan, kemudian peneliti memberikan beberapa tambahan sebagai berikut:

Tabel 4.11 Revisi Kegiatan Belajar pada Lembar Kerja Siswa

  Pertemuan Penelitian tahun lalu Revisi Alasan

  1 Kegiatan belajar 1 Kegiatan belajar 1 Perubahan kegiatan ini dilakukan karena pada bagian ini penggunaan Perhatikan video yang diputarkan oleh Bergabunglah dengan kelompokmu dan LCD sangat tidak efisien sebab gurumu! pilihlah alat peraga yang sudah disediakan oleh gurumu! penggunaan LCD hanya digunakan untuk menonton satu video dan tidak digunakan lagi pada proses pembelajaran selanjutnya. Selesaikan masalah berikut ini Selesaikan masalah berikut ini menggunakan Peneliti memberikan tambahan perintah menggunakan cara kalian sendiri cara kalian sendiri dengan bantuan alat yaitu menuliskan cara dan menyertakan dengan bantuan alat peraga yang telah peraga yang telah kalian pilih. Tulislah cara gambar penyelesaiannya agar langkah- kalian pilih! (alat peraga sudah dan sertakan gambar penyelesaiannya! (alat langkah penyelesaian masalah dari disediakan) peraga sudah disediakan). siswa dapat terlihat. Kegiatan belajar 3 Kegiatan belajar 3 Peneliti mengubah kata-kata untuk

  58

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  59

  Buatlah kesimpulan tentang Rumuskanlah pola penjumlahan pecahan perintah di kegiatan belajar 3 namun penjumlahan pecahan berpenyebut berpenyebut sama bersama kelompokmu! memilik arti yang sama. Hal ini sama bersama kelompokmu! dilakukan agar siswa lebih mudah memahami perintah tersebut.

  Kegiatan belajar 4 Kegiatan belajar 4 Pada LKS penelitian tahun lalu perintah untuk mengerjakan soal evaluasi belum Kerjakan soal evaluasi! Kerjakan soal evaluasi secara individu! jelas dikerjakan secara berkelompok atau individu sehingga LKS pada penelitian ini lebih diperjelas dengan memberikan perintah mengerjakan soal evaluasi secara individu.

  

2 Kegiatan belajar 1 Kegiatan belajar 1 Peneliti memberikan tambahan perintah

yaitu menyertakan gambar Kerjakan masalah berikut ini Kerjakan masalah berikut ini menggunakan penyelesaiannya agar langkah-langkah menggunakan “papan pizza”! “papan pizza” dan gambarlah cara kalian menyelesaikannya! penyelesaian masalah dari siswa dapat terlihat.

  Kegiatan belajar 4 Kegiatan belajar 4 Pada LKS penelitian tahun lalu perintah untuk mengerjakan soal evaluasi belum Kerjakan soal evaluasi! Kerjakan soal evaluasi secara individu! jelas dikerjakan secara berkelompok atau individu sehingga LKS pada penelitian ini lebih diperjelas dengan memberikan perintah mengerjakan soal evaluasi secara individu.

  

3 Kegiatan belajar 4 Kegiatan belajar 4 Pada LKS penelitian tahun lalu perintah

Kerjakan soal evaluasi! Kerjakan soal evaluasi secara individu! untuk mengerjakan soal evaluasi belum jelas dikerjakan secara berkelompok atau individu sehingga LKS pada penelitian ini lebih diperjelas dengan memberikan perintah mengerjakan soal evaluasi secara individu.

  59

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  60 b.

  Gambar Ilustrasi

  Gambar ilustrasi ditambahkan dalam setiap soal latihan, berikut uraiannya:

Tabel 4.12 Revisi Gambar Ilustrasi pada Lembar Kerja Siswa

  Pertemuan Penelitian tahun lalu Revisi Alasan

  1 Pada penelitian tahun lalu tidak Gambar ilustrasi soal a Gambar ilustrasi disajikan untuk mempermudah siswa terdapat gambar ilustrasi soal a. membayangkan benda yang ada dalam soal sehingga siswa lebih mudah menyelesaikan permasalahan dalam soal.

  Pada penelitian tahun lalu tidak Gambar ilustrasi soal b Gambar ilustrasi disajikan untuk mempermudah siswa terdapat gambar ilustrasi soal b. membayangkan benda yang ada dalam soal sehingga siswa lebih mudah menyelesaikan permasalahan dalam soal.

  2 Pada penelitian tahun lalu tidak Gambar ilustrasi soal a Gambar ilustrasi disajikan untuk mempermudah siswa terdapat gambar ilustrasi soal a. membayangkan benda yang ada dalam soal sehingga siswa lebih mudah menyelesaikan permasalahan dalam soal.

  Pada penelitian tahun lalu tidak Gambar ilustrasi soal b Gambar ilustrasi disajikan untuk mempermudah siswa terdapat gambar ilustrasi soal b. membayangkan benda yang ada dalam soal sehingga siswa lebih mudah menyelesaikan permasalahan dalam soal.

  60

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  61

3 Pada penelitian tahun lalu tidak terdapat gambar ilustrasi soal a.

  61

  Gambar ilustrasi soal a Gambar ilustrasi disajikan untuk mempermudah siswa membayangkan benda yang ada dalam soal sehingga siswa lebih mudah menyelesaikan permasalahan dalam soal.

  c.

  Soal latihan

  Pada soal latihan peneliti melakukan revisi. Peneliti merevisi soal latihan direvisi dengan menguraikan kalimat-kalimatnya, berikut revisi dan alasannya:

Tabel 4.13 Revisi Soal Latihan pada Lembar Kerja Siswa

  Pertemuan Penelitian tahun lalu Revisi Alasan

  1 Soal a Soal a Peneliti mengubah atau mengganti nama- nama dalam soal cerita menjadi nama siswa kelas IV SD Kanisus Condongcatur untuk lebih dekat dan dibayangkan oleh siswa sebab nama-nama yang ada di soal merupakan nama teman mereka. Ibu memotong kue bolu menjadi empat bagian yang sama besar. Kemudian potongan kue tadi dibagikan kepada Ani, Budi, dan Cindy. Masing-masing mendapatkan satu potong kue, sehingga masih tersisa 1 potong kue. Lalu satu potong kue itu ibu berikan kepada Ani. Berapa bagian kue yang dimiliki Ani sekarang?

  Ibu memotong kue bolu menjadi empat bagian sama besar. Kemudian potongan kue tadi dibagikan kepada Diana, Frizas, dan Erika. Masing- masing mendapatkan satu potong kue, sehingga masih tersisa 1 potong kue. Lalu satu potong kue itu ibu berikan kepada Diana. Berapa bagian kue yang dimiliki Diana sekarang?

  2 Soal a Soal a Peneliti mengubah atau mengganti nama- nama dalam soal cerita menjadi nama siswa kelas IV SD Kanisus Condongcatur Dafa dan Putri masing-masing membeli 1 loyang pizza yang sama besar dan rasanya.

  Dika dan Diana masing-masing membeli 1 loyang yang sama besar

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  62

  Dafa membagi pizzanya menjadi 4 bagian dan rasanya. Dika membagi pizzanya untuk lebih dekat dan dibayangkan oleh yang sama besar sedangkan Putri membagi menjadi 4 potong yang sama besar, siswa sebab nama-nama yang ada di soal pizzanya menjadi 2 bagian yang sama besar. sedangkan Diana membagi pizzanya merupakan nama teman mereka. Dafa memberikan 1 bagian dari pizzanya menjadi 2 potong yang sama besar. kepada Bu Jum dan beberapa saat kemudian Dika memberikan 1 potong pizzanya Putri juga memberikan 1 bagian dari kepada Bu Fajar dan beberapa saat pizzanya kepada Bu Jum. Berapakah jumlah kemudian Diana juga memberikan 1 bagian pizza yang diterima oleh Bu Jum? potong pizzanya kepada Bu Fajar.

  Berapakah jumlah bagian pizza yang

diterima oleh Bu Fajar?

Soal b Soal b Peneliti mengganti soal b dengan soal

2 Kakak mempunyai satu bungkus cerita yang mudah untuk diselesaikan

  Santi mempunyai kue. Kemudian ibu

  3 siswa menggunakan media papan tempe yang dipotong menjadi 3 memberinya lagi seperempat kue yang sama potong. Kakak memberikan 2 potong pecahan. Peneliti juga mengubah soal jenisnya. Berapakah bagian kue yang cerita tersebut dengan tidak menyertakan tempenya kepada Vivi. Ibu dimiliki Santi sekarang? bilangan pecahan secara eksplisit namun mempunyai tempe yang sama jenisnya dengan tempe kakak. Ibu bentuk pecahan tersebut dijelaskan memotongnya menjadi 4 potong. melalui cerita. Peneliti melakukan ini agar siswa dapat membentuk bilangan Kemudian ibu memberikan 1 potong tempenya kepada Vivi. Berapa bagian pecahan sendiri dengan memahami tempe yang dimiliki Vivi sekarang? kalimat dalam soal.

  d.

  Refleksi dan Aksi Refleksi dan aksi sudah dijelaskan pada bagian revisi pada silabus dan RPP.

  62

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  63 Jadi, setelah peneliti mempelajari perangkat LKS pada penelitian tahun lalu peneliti melakukan revisi pada LKS (Lembar Kerja Siswa). Revisi dilakukan pada bagian alokasi waktu, kegiatan belajar, gambar ilustrasi, soal latihan, refleksi dan aksi.

3. Bahan Ajar

  Revisi dalam bahan ajar terdiri dari beberapa bagian, yaitu: a.

  Permainan

  Dalam bahan ajar terdapat petunjuk kegiatan permainan. Peneliti melakukan revisi dengan memberikan penjelasan petunjuk permainan yang dilakukan. Berikut revisi berserta alasannya pada petunjuk kegiatan permainan:

Tabel 4.14 Revisi Permainan pada Bahan Ajar

  Penelitian tahun lalu Revisi Alasan

  Alat dan bahan: Alat dan bahan: Permainan mencari

  1

  1

  1

  1 Kartu yang bergambar potongan pizza dan disebaliknya pasangan pada Puzzle pecahan berbentuk lingkaran bernilai 1, , , , ,

  2

  3

  4

  5 terdapat kalimat perintah. penelitian ini direvisi

  1

  1

  

1

, , dan yang sudah dipotong menjadi 4 atau 5 bagian. karena peneliti ingin

  6

  7

  

8

Langkah-langkah Permainan: melihat pemahaman 1.

  Langkah-langkah Permainan: Setiap siswa mendapat satu potong puzzle dengan siswa tentang konsep 1. warna yang berbeda. pecahan yang terbentuk

  Setiap siswa mendapat satu kartu perintah. Kartu perintah ini berisi kalimat perintah dan siswa diminta 2. dari potongan-potongan

  Siswa berkumpul dengan teman yang memiliki potongan puzzle berwarna sama. untuk melaksanakannya sesuai dengan tulisan di kartu kertas yang disusun tersebut.

  3. menjadi lingkaran.

  Setelah semua siswa berkumpul menjadi kelompok, siswa dalam kelompok tersebut diminta 2.

  Siswa melaksanakan perintah yang ada di kartu tersebut. menggabungkan potongan puzzlenya dengan teman Dari beberapa perintah yang diberikan tersebut maka

  63

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  64 64 siswa akan terbentuk menjadi beberapa kelompok.

  3. Setelah semua siswa berkumpul menjadi kelompok, siswa dalam kelompok tersebut diminta untuk membalik kertas perintah tersebut dan menggabungkannya dengan teman 1 kelompok sehingga menjadi gambar yang utuh.

  1 kelompok sehingga menjadi 1 gambar lingkaran yang utuh.

  4. Siswa diminta untuk menyebutkan nilai pecahan dari puzzle yang diarsir.

  5. Nilai pecahan yang diperoleh akan menjadi nama

kelompoknya.

  b.

  Soal latihan Revisi soal latihan sudah dijelaskan pada bagian LKS (Lembar Kerja Siswa).

  c.

  Soal evaluasi Revisi soal evaluasi akan dijelaskan pada bagian soal evaluasi.

  Jadi, setelah peneliti mempelajari perangkat bahan ajar tahun lalu, peneliti melakukan revisi bahan ajar. Revisi yang dilakukan yaitu pada bagian permainan, soal latihan dan soal evaluasi.

4. Soal Evaluasi

  Revisi yang dilakukan peneliti dalam soal evaluasi, yaitu:

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  1

  Jadi, setelah peneliti mempelajari perangkat evaluasi pada penelitian tahun lalu peneliti melakukan revisi pada evaluasi. Soal evaluasi yang direvisi adalah soal evaluasi pada pertemuan pertama. Soal evaluasi pada pertemuan 2, 3, dan 4 masih sama menggunakan soal evaluasi pada penelitian tahun lalu.

  Agung ingin mengecat tongkat pramuka yang akan digunakan untuk Persami hari Minggu besok. Tongkat tersebut terdiri dari 4 ruas yang sama panjang. Hari ini dia akan mengecat 1 ruas tongkat tersebut dengan warna hitam. Tongkat tersebut akan dijemur dulu agar bagian warna hitam kering. Keesokan harinya dia mengecat lagi 3 ruas tongkat tersebut dengan warna coklat. Kini berapa bagian yang telah dicat oleh Agung?

  4 bagian. Kini berapa bagian tongkat yang telah dicat oleh Agus?

  3

  Tongkat tersebut akan dijemur dulu agar bagian warna hitam kering. Keesokan harinya dia mengecat lagi tongkat tersebut dengan warna cokelat

  4 bagian.

  65

  65 Tabel 4.15 Revisi Soal Evaluasi

  6 bagian kue tart lagi dari kakaknya. Berapa banyak kue tart sekarang yang dimiliki oleh Rita? Ibu memiliki satu kue tart. Lalu ibu memotong kue tart tersebut menjadi 6 potong.

  1

  6 bagian yang dia peroleh dari ibunya. Beberapa saat kemudian Rita mendapat lagi

  2

  1 Soal 1 Soal 1 Peneliti mengubah soal cerita tersebut dengan tidak menggunakan bilangan pecahan secara eksplisit namun bentuk pecahan tersebut dijelaskan melalui kalimat cerita. Peneliti melakukan ini agar siswa dapat membentuk bilangan pecahan sendiri dengan memahami kalimat dalam soal. Rita memiliki kue tart sebanyak

  Pertemuan Penelitian tahun lalu Revisi Alasan

  Ibu memberikan 2 potong kue tart kepada Risa. Beberapa saat kemudian ibu memberikan 1 potong kue tart lagi kepada Risa. Berapa bagian kue tart yang dimiliki

oleh Risa sekarang?

Soal 2 Soal 2 Peneliti mengubah soal cerita tersebut dengan tidak menggunakan bilangan pecahan secara eksplisit namun bentuk pecahan tersebut dijelaskan melalui kalimat cerita. Peneliti melakukan ini agar siswa dapat membentuk bilangan pecahan sendiri dengan memahami kalimat dalam soal. Agus ingin mengecat tongkat pramuka yang akan digunakan untuk Persami hari Minggu besok. Hari ini dia akan mengecat ongkat tersebut dengan warna hitam

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  66

C. Validasi Perangkat Pembelajaran

  Hal yang dilakukan oleh peneliti setelah melakukan revisi perangkat pembelajaran adalah melakukan validasi perangkat pembelajaran oleh 2 dosen ahli dan 1 guru. Dosen yang melakukan validasi merupakan dosen Matematika yang ahli tentang pendekatan PMRI sedangkan guru yang melakukan validasi adalah guru kelas IV di sekolah yang digunakan untuk penelitian. Validasi dilakukan untuk memastikan perangkat pembelajaran yang sudah dibuat sudah sesuai dan mengakomodasi karakteristik PMRI. Hasil validasi perangkat pembelajaran dengan 2 dosen ahli dan 1 guru mendapatkan skor rata-rata 3,42 dengan kategori sangat baik berikut hasil validasi ahli. Hasil olah data validasi perangkat pembelajaran dapat dilihat pada lampiran halaman (158)-(161).

Tabel 4.16 Hasil Validasi Ahli

  No Perangkat Pembelajaran Rata-rata Skor Kategori

  1 Silabus 3,48 Sangat baik

  2 RPP 3,58 Sangat baik

  3 LKS 3,00 Sangat baik

  4 Bahan Ajar 3,30 Sangat baik

  5 Evaluasi 3,72 Sangat baik Total Skor 17,08 Rata-rata skor 3,42 Kategori keseluruhan Sangat baik

  Berdasarkan hasil validasi di atas, perangkat pembelajaran yang direvisi oleh peneliti termasuk kriteria sangat baik. Hal tersebut dapat diartikan bahwa perangkat pembelajaran yang telah direvisi sudah sesuai dan mengakomodasi karakteristik PMRI sehingga layak untuk diimplementasikan dalam

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  67

D. Hasil Uji Keterbacaan

  Setelah melakukan validasi ahli, peneliti melakukan uji keterbacaan untuk perangkat pembelajaran yaitu bahan ajar, LKS dan soal evaluasi. Peneliti memilih siswa kelas IVA di SD Kanisius Sengkan sebagai responden uji keterbacaan. Peneliti memilih siswa di SD tersebut karena proses pembelajaran dan kemampuan siswa di SD tersebut hampir sama dengan SD Kanisius Condongcatur. Peneliti memilih 6 siswa sebagai responden yaitu 2 siswa yang termasuk kelompok yang memiliki kemampuan tinggi, 2 siswa yang memiliki kemampuan sedang, dan 2 siswa yang memiliki kemampuan rendah. Peneliti memilih siswa tersebut berdasarkan saran dari guru kelas. Berdasarkan angket uji keterbacaan yang diberikan kepada siswa didapatkan skor rata-rata 3,72 dengan kategori sangat baik. Berikut hasil uji keterbacaan perangkat pembelajaran.

Tabel 4.17 Hasil Jawaban Siswa dari Angket Uji Keterbacaan

  SKOR

No. ASPEK PENILAIAN SS S KS TS

(4) (3) (2) (1)

  1.

  4

  2 Saya memahami bahasa yang digunakan.

  2.

  5

  1 Ilustrasi gambar yang digunakan dalam bahan ajar dapat memperjelas materi.

  3.

  4

  1

  1 Saya tidak memahami soal yang diberikan oleh guru.

  4.

  5

  1 Saya mengerti kata-kata yang digunakan.

  5.

  5

  1 Saya menemukan gambar yang tidak sesuai dengan materi.

  6.

  4

  1

  1 Saya menemukan kata-kata yang tidak sering saya jumpai dalam kehidupan sehari-hari.

  7.

  4

  2 Saya merasa soal yang diberikan jelas.

  8.

  6 Saya tidak mengerti bahasa yang digunakan.

  Jumlah

  37

  9

  2 Jumlah X Skala Penilaian

  14

  27

  4

  8 Jumlah Total 179 Rata-Rata

  3,72 Ketegori Sangat baik

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  68 Berdasarkan hasil dari uji keterbacaan di atas, perangkat pembelajaran yang sudah diuji keterbacaannya termasuk kategori sangat baik. Hal tersebut mengartikan bahwa perangkat pembelajaran yang berupa bahan ajar, LKS, dan soal evaluasi sudah dapat dipahami oleh pembaca.

E. Paparan Hasil Analisis dan Pembahasan Implementasi Perangkat Pembelajaran

  Pada bagian ini dipaparkan tentang implementasi perangkat pembelajaran penjumlahan pecahan di kelas IV SD Kanisius Condongcatur yang terdiri dari deskripsi pelaksanaan dan hasil implementasi serta pembahasan sebagai berikut.

1. Deskripsi Proses Implementasi Perangkat Pembelajaran

  Implementasi perangkat pembelajaran matematika dengan pendekatan PMRI dilaksanakan di kelas IV SD Kanisius Condongcatur sebanyak 4 kali yaitu pada tanggal 18, 21, 25, dan 28 Februari 2013. Implementasi perangkat pembelajaran ini dilaksanakan pada saat pelajaran matematika dengan jumlah siswa 33 orang.

  Setiap pelaksanaannya akan dideskripsikan di bawah ini: a.

  Pertemuan 1

  Pertemuan pertama dilaksanakan pada tanggal 18 Februari 2013 pada pukul 07.00-09.00 WIB. Pada kegiatan awal guru mengucapkan salam kepada siswa dan menyampaikan materi yang akan dipelajari hari ini yaitu menjumlahkan bilangan pecahan. Guru dan siswa saling menyepakati norma kelas yaitu pada saat pembelajaran yaitu menjaga ketertiban, tidak ribut, tidak teriak-teriak, dan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  69 kelompok. Kemudian setiap siswa mendapat potongan kertas dengan warna yang berbeda-beda. Siswa yang mendapatkan potongan kertas dengan warna sama berkumpul dan membentuk potongan kertas tersebut menjadi sebuah lingkaran. Setiap kelompok menyebutkan pecahan yang terbentuk di lingkaran tersebut berdasarkan kertas yang diarsir. Setiap kelompok mendapatkan nama kelompok berdasarkan pecahan yang terdapat pada lingkaran.

  Pada kegiatan inti guru membagikan LKS kemudian guru meminta perwakilan setiap kelompok untuk mengambil media yang digunakan untuk mengerjakan soal. Media yang diambil adalah roti tawar, tahu dan bolu. Siswa mengerjakan soal yang terdapat dalam LKS dengan menggunakan media yang diambil. Siswa memotong-motong bolu dan tahu untuk membantu mereka menyelesaikan permasalah dalam LKS. Siswa mendengarkan guru membacakan soal. Guru membaca soal dengan pelan-pelan untuk memperjelas kalimat dalam soal cerita sebelum siswa menyelesaikan permasalahan tersebut.

  Kegiatan selanjutnya adalah presentasi hasil diskusi kelompok. Terdapat 4 kelompok yang mempresentasikan hasil diskusi di depan kelas. Kelompok yang mempresentasikan adalah kelompok seperempat, seperenam, seperlima, dan kelompok setengah. Setiap kelompok akan memilih dua orang untuk mewakili kelompok mempresentasikan hasil diskusi. Siswa membacakan soal terlebih dahulu kemudian siswa menjelaskan penyelesaian masalah menggunakan media yang telah diberikan. Pada saat kegiatan presentasi guru selalu memberi kesempatan kepada siswa untuk bertanya atau menanggapi kelompok lain. Setiap kali perwakilan kelompok selesai presentasi, siswa dan guru memberikan tepuk

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  70 Setelah itu setiap kelompok merumuskan pola penjumlahan pecahan berpenyebut sama. Guru memberikan waktu lima menit kepada seluruh kelompok untuk berdiskusi merumuskan pola penjumlahan pecahan berpenyebut sama. Setelah beberapa saat, kelompok seperdelapan menjelaskan hasil diskusi kelompok mereka di depan kelas. Salah satu siswa dari kelompok seperdelapan menuliskan rumusan pola penjumlahan pecahan berpenyebut sama dari kelompok mereka di papan tulis.

  Pada kegiatan akhir guru dan siswa bertanya jawab untuk menyimpulkan pola penjumlahan berpenyebut sama. Salah satu siswa memberikan pendapatnya bahwa penjumlahan pecahan berpenyebut sama yang dijumlahkan hanya pembilangnya saja dan penyebutnya tetap. Kegiatan selanjutnya adalah siswa mengerjakan soal evaluasi secara individu. Setelah siswa mengerjakan soal evaluasi, siswa mengumpulkan lembar pekerjaan mereka di meja guru. Guru meminta siswa untuk mengarsir gambar emoticon smile di LKS dan juga menjawab beberapa pertanyaan refleksi. Guru meminta siswa untuk membuat satu buah soal cerita tentang penjumlahan pecahan berpenyebut sama dan menukarkannya kepada temannya untuk dikerjakan dan dikumpulkan pada pertemuan selanjutnya. Setelah semua siswa menukarkan soal yang telah dibuat, guru meminta seluruh siswa untuk duduk kembali di tempatnya masing-masing.

  Guru menutup pembelajaran dengan mengucapkan salam lalu meminta salah satu siswa untuk memimpin doa.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  71 b.

  Pertemuan 2

  Pertemuan 2 dilakukan pada hari Kamis, tanggal 21 Februari 2013 mulai pukul 07.00-09.00 WIB. Deskripsi pertemuan ini akan dijelaskan berikut. Pada pertemuan awal guru melakukan tanya jawab dengan siswa tentang materi dan kegiatan yang sudah dilakukan pada pertemuan sebelumnya kemudian guru menjelaskan tujuan pembelajaran hari ini yaitu siswa mampu menjumlahkan pecahan berpenyebut berbeda. Siswa dan guru menyanyikan lagu yang berjudul pizza hut dan menari sesuai gerakan yang dibuat oleh guru. Setelah beberapa saat siswa mendengarkan sebuah cerita dari guru untuk mengingatkan siswa tentang konsep penjumlahan pecahan berpenyebut sama. Dua orang siswa menyelesaikan masalah yang ada di dalam cerita tersebut dengan menggunakan roti pizza di depan kelas.

  Pada kegiatan inti siswa memperoleh potongan kertas berbetuk bangun datar yang bentuknya berbeda sebagai nomor dada siswa. Siswa berkumpul dengan siswa yang memiliki nomor dada sama dan kelompok siswa tersebut menjadi satu kelompok. Siswa berkumpul di tempat duduk yang ditentukan oleh guru. Guru menunjuk salah satu dari masing-masing kelompok sebagai komandan kelompok yang harus mengingatkan temannya agar tidak ribut. Guru membagikan papan pizza, gambar pizza, gunting kepada setiap kelompok dan LKS kepada setiap siswa. Setiap kelompok berdiskusi menyelesaikan masalah dalam soal cerita yang terdapat dalam LKS menggunakan alat peraga yang sudah dibagikan.

  Kegiatan selanjutnya adalah siswa mempresentasikan hasil diskusi kelompok

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  72 oval, segitiga dan lingkaran. Salah satu siswa membacakan soal kemudian menjelaskan dengan menggunakan media dan siswa lain menuliskan jawabannya di papan tulis. Guru memberikan kesempatan kepada kelompok lain untuk menanggapi kelompok yang melakukan presentasi.

  Pada kegiatan akhir guru meminta siswa untuk mendengarkan penjelasan. Guru menjelaskan penyelesaian soal dengan bertanya jawab dengan siswa untuk menyelesaikan penjumlahan pecahan berpenyebut berbeda. Melalui tanya jawab tersebut, guru dan siswa dapat menyimpulkan pembelajaran hari ini. Setelah itu guru membagikan soal evaluasi kepada siswa untuk dikerjakan. Beberapa saat kemudian siswa mengumpulkan lembar pekerjaan mereka di meja guru. Guru meminta mereka untuk melihat LKS di bagian refleksi dan meminta mengarsir gambar smile dan menjawab pertanyaan refleksi di lembar kertas. Setelah itu guru meminta siswa untuk membuat satu buah soal cerita tentang penjumlahan pecahan berpenyebut berbeda dan menukarkannya kepada temannya untuk dikerjakan dan dikumpulkan pada pertemuan selanjutnya. Setelah semua siswa menukarkan soal yang telah dibuat, guru meminta seluruh siswa untuk duduk kembali di tempatnya masing-masing. Guru menutup pembelajaran dengan mengucapkan salam lalu meminta salah satu siswa untuk memimpin doa.

  c.

  Pertemuan 3

  Pertemuan ketiga ini dilaksanakan pada tanggal 25 Februari 2013 pukul 09.20-11.20 WIB. Pada kegiatan awal guru membuka pembelajaran dengan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  73 kemudian mengadakan kuis cepat tepat. Siswa mengerjakan soal yang dibacakan guru secara individu. Beberapa saat kemudian guru meminta dua orang siswa mengerjakan soal tadi di papan tulis. Setelah itu guru menjelaskan cara menyelesaikan soal tersebut di papan tulis. Guru memberikan bintang kepada siswa yang mengerjakan soal tersebut dengan benar.

  Pada kegiatan inti guru meminta siswa untuk berkumpul dengan kelompoknya seperti pada pertemuan kedua dan duduk di tempat seperti pertemuan sebelumnya. Guru membagikan LKS kepada setiap siswa kemudian guru membagikan papan pecahan kepada setiap kelompok. Selanjutnya guru meminta setiap kelompok untuk berdiskusi menyelesaikan soal yang terdapat di dalam LKS. Setelah beberapa saat guru meminta kelompok lingkaran dan kelompok persegi untuk menjelaskan cara penyelesaian masalah yang terdapat pada soal nomor satu menggunakan alat peraga papan pecahan di depan kelas.

  Setelah dua kelompok presentasi, guru menjelaskan cara menyelesaikan masalah soal nomor satu di depan kelas. Sebelum menjelaskan guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk memberikan tanggapan atau memperbaiki jawaban kelompok yang sudah presentasi. Salah satu siswa memperbaiki jawaban dari kelompok lingkaran. Pada saat guru menjelaskan mencari KPK untuk menyamakan penyebut pecahan, guru mengajak siswa untuk ikut mengerjakan di papan tulis. Guru memberikan bintang kepada siswa yang sudah memberikan tanggapan atau membenarkan jawaban kelompok lain. Guru meminta dua kelompok untuk mempresentasikan hasil diskusi kelompok untuk soal nomor

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  74 papan pecahan. Guru memberikan bintang kepada kelompok yang menjawab benar.

  Pada kegiatan akhir guru dan siswa menyimpulkan bersama pola penjumlahan berpenyebut berbeda. Ada dua siswa yang menyimpulkan penjumlahan pecahan berpenyebut berbeda kemudian guru memberikan bintang kepada siswa tersebut. Setelah guru dan siswa menyimpulkan pola penjumlahan berpenyebut berbeda, guru membagikan lembar evaluasi kepada seluruh siswa. Seluruh siswa mengerjakan soal evaluasi secara individu. Setelah siswa mengerjakan soal evaluasi, guru meminta siswa untuk mengarsir gambar bintang di LKS dan menjawab pertanyaan refleksi. Kegiatan selanjutnya adalah siswa membuat lima soal penjumlahan pecahan berpenyebut berbeda yang ditukarkan kepada siswa lain untuk dikerjakan. Setelah semua selesai, guru menutup pembelajaran dengan berdoa bersama.

  d.

  Pertemuan 4

  Pertemuan keempat diadakan pada tanggal 28 Februari 2013 pukul 07.00-

  08.20 WIB. Pada kegiatan awal guru mengajak seluruh siswa untuk bernyanyi

  

“pizza hut”. Setelah bernyanyi guru bertanya kepada siswa tentang materi yang

  sudah dipelajari pertemuan sebelumnya. Guru menjelaskan bahwa hari ini akan mempelajari penjumlahan pecahan berpenyebut sama dan pecahan berpenyebut berbeda. Kegiatan selanjutnya adalah siswa diajak untuk bermain

  ”Papan Harga”

  dengan dibagikannya potongan kertas yang bertuliskan bilangan satu dan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  75 dengan jumlah bilangan yang terdapat dalam cerita yang dibacakan oleh guru. Ketika guru menyebutkan suatu bilangan, siswa segera mencari temannya agar jumlah bilangan yang terbentuk sama dengan bilangan yang disebutkan oleh guru. Pada akhir cerita terdapat empat siswa yang tidak memiliki pasangan sehingga seluruh siswa meminta mereka untuk bernyanyi dan menari. Guru meminta keempat siswa tersebut untuk bernyanyi dan menari pizza hut.

  Setelah kegiatan tersebut selesai guru mengajak siswa untuk duduk kembali di tempat duduknya masing-masing. Guru mengingatkan kembali pola penjumlahan pecahan dengan mencongak. Guru membacakan soal kemudian siswa berebut mengangkat tangan kemudian menyebutkan hasilnya. Guru mencongak dengan beberapa soal penjumlahan pecahan yang terdiri dari penjumlahan pecahan berpenyebut sama dan penjumlahan pecahan bernyebut berbeda.

  Pada kegiatan inti guru membagi kelompok dengan memanggil satu persatu siswa untuk berkumpul menjadi satu kelompok. Guru meminta setiap kelompok untuk berdiskusi untuk menyimpulkan pola penjumlahan berpenyebut sama dan berpenyebut berbeda. Setiap kelompok akan mendapat satu lembar kertas yang digunakan untuk menulis hasil diskusi. Ketika siswa sedang berdiskusi guru membagikan LKS. Setelah beberapa saat guru meminta perwakilan dari dua kelompok untuk menuliskan hasil diskusi mereka di papan tulis. Guru meminta seluruh siswa untuk membacakan tulisan yang sudah ditulis dari perwakilan kelompok tadi. Guru menjelaskan bahwa kesimpulan tersebut benar dan memiliki

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  76 Pada kegiatan akhir guru masih memberi kesempatan kepada siswa untuk bertanya. Selanjutnya guru membagikan lembar evaluasi kepada siswa untuk dikerjakan secara individu. Siswa mengerjakan soal tersebut lalu melakukan kegiatan refleksi dengan mengarsir gambar bintang dan menjawab pertanyaan refleksi. Setelah itu guru membagi siswa menjadi empat kelompok berdasarkan urutan meja. Guru membagikan papan dari kertas karton kepada setiap kelompok dan potongan kertas kepada setiap siswa. Guru meminta siswa untuk membentuk suatu pecahan dengan menempelkan potongan kertas pada lingkaran yang terdapat pada papan karton. Hasil kerja setiap kelompok tersebut akhirnya ditempel di papan tulis yang terdapat di belakang kelas. Guru mengakhiri pembelajaran tersebut dengan berdoa.

2. Hasil Analisis Kemunculan Indikator Setiap Karakteristik PMRI

  Setelah melihat proses pembelajaran penjumlahan pecahan menggunakan perangkat pembelajaran dengan pendekatan PMRI, peneliti menganalisis kemunculan indikator-indikator setiap karakteristik PMRI pada proses pembelajaran. Berikut adalah hasil analisis kemunculan indikator setiap karakteristik PMRI: a.

   Karakteristik Penggunaan Konteks 1) Menggunakan masalah kontekstual

  a)

  Menggunakan soal cerita yang dekat dengan kehidupan siswa

  Pada setiap pertemuan guru menggunakan permasalahan kontekstual yang

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  77 siswa misalnya dengan adanya nama-nama siswa yang ada di kelas tersebut dalam soal cerita. Berikut transkripsi I

  1 :65 (keterangan: I = pertemuan

  pertama,

  1 = karakteristik PMRI 1 yaitu penggunaan masalah kontekstual, 65 =

  baris transkripsi nomor 65) yang menunjukkan penggunaan soal cerita yang dekat dengan kehidupan siswa.

  (65) G : ”Ibu memotong kue bolu menjadi empat bagian sama besar.

  Kemudian potongan kue tadi dibagikan kepada Diana, Frizas, dan Erika. Masing-masing mendapat satu potong kue, sehingga masih tersisa 1 potong kue. Lalu satu potong kue itu ibu berikan kepada Diana. Berapa bagian kue yang dimiliki Diana sekarang? Ga usah disebut, nanti dikerjakan tapi menggunakan alat peraga itu.

  Jawabannya kamu tulis di lembar tiga halaman tiga. Dikerjakan yang a dulu ya yang kue bolu tadi. Silahkan dikerjakan, boleh digunakan

  alat peraganya”.

  Transkripsi di atas menunjukkan bahwa guru sudah menyajikan permasalahan kontekstual mengenai memotong kue yang disajikan dalam bentuk soal cerita. Tokoh dalam soal cerita merupakan nama-nama siswa yang ada di kelas. Hal tersebut disengaja untuk mengajak siswa agar berpikir bahwa cerita tersebut terjadi pada teman mereka.

  Selain data di atas, penggunaan permasalahan kontekstual dengan menggunakan soal cerita dapat ditemukan pada transkripsi data I

  1 :83, II 1 : 60,

  104, 140, III

  1 : 6 dan 70. Pada pertemuan pertama soal cerita yang disampaikan

  oleh guru adalah tentang kue bolu dan tahu. Seperti pada transkripsi I : 83,

  1

  soal yang disajikan berupa konteks menggoreng tahu yang sudah dipotong- potong. Pada pertemuan kedua seperti pada transkripsi II

  1 : 60 soal cerita yang

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  78 140 dapat dilihat bahwa soal yang disajikan berupa konteks membagikan potongan pizza yang berbeda ukuran potongan. Konteks memotong tempe juga disajikan dalam soal cerita oleh guru yang terlihat pada transkripsi

  II

  1 :140. Sedangkan pada pertemuan ketiga, konteks yang disajikan dalam soal

  cerita adalah mengenai tepung terigu yang digunakan untuk membuat roti. Hal ini terlihat pada transkripsi III 1:

  6. Selain itu terdapat soal yang disajikan berupa konteks membeli gula pasir. Hal ini dapat dilihat pada transkripsi

  III

  1 :70. Konteks memotong kue, tahu, pizza, dan tempe, membagikan

  potongan pizza, membuat roti menggunakan tepung terigu dan membeli gula pasir merupakan konteks yang dekat dengan kehidupan siswa.

  b)

  Permasalahan kontekstual yang disampaikan mampu mengarahkan siswa

  menemukan konsep Pada saat guru memberikan permasalahan kontekstual guru juga membantu siswa agar terarah untuk menemukan konsep. Berikut salah satu transkripsi yang menunjukkan bahwa permasalahan kontekstual yang disampaikan mampu mengarahkan siswa menemukan konsep yaitu pada transkripsi I 1 : 82-86.

  (82) Guru membacakan soal b. (83) G : ”Ibu mempunyai sepotong tahu. Ibu akan menggoreng tahu tersebut.

  Supaya tidak terlalu besar, maka ibu memotong tahu tersebut menjadi tiga bagian sama besar. Setelah dibumbui dua potong tahu dimasukkan ke dalam wajan. Karena masih ada tempat maka ibu memasukkan lagi sepotong tahu. Berapa bagian tahu yang ada di

  wajan?” (84) Guru berkeliling melihat siswa mengerjakan soal.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  79

  (86) BS (kelompok sepertiga): ”Gene pinter to yan!” (Itu pintar yan kata X25

  sambil melihat potongan tahu yang dipotong oleh X22)

  ”Wis tak kandani ket mau-mau kok.” (Sudah saya beri tahu dari tadi

  kok kata X22 menanggapi pernyataan X25) Setelah guru menyampaikan permasalahan kontektual tentang menggoreng tahu yang dipotong, siswa mencoba untuk memotong tahu tersebut sesuai dengan keterangan dalam soal cerita seperti terlihat pada transkripsi nomor 86. Setelah memotong tahu siswa juga menuliskan hasil pekerjaan mereka di LKS. Tahu yang sudah dipotong-potong tadi diminta untuk digambarkan.

  Gambar tahu yang sudah dipotong-potong mengarahkan siswa untuk menemukan konsep pecahan. Siswa sudah mampu menemukan konsep bahwa

  1

  satu potong tahu merupakan pecahan . Berikut gambar yang menunjukkan

  3 siswa menemukan konsep pecahan dari hasil tahu yang dipotong siswa.

Gambar 4.1. Gambaran tahu yang dipotong oleh X16

  Selain data di atas, terdapat transkripsi yang menunjukkan bahwa permasalahan kontekstual yang disampaikan mampu mengarahkan siswa menemukan konsep yaitu transkripsi II

  1 : 174-176, 184-187. Pada transkripsi

  II

  1 : 174-176 siswa sudah mampu memahami konsep pecahan yang terdapat

  dalam soal. Pada soal diketahui bahwa terdapat pizza yang sama besar dan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  80

  1

  pecahan . Hal ini terbukti dengan siswa mampu mengambil potongan gambar

  4

  pizza seperempatan dan meletakkannya ke dalam papan pizza yang

  1

  diibaratkan loyang. Siswa juga sudah menemukan konsep pecahan dengan

  2 meletakkan potongan gambar pizza setengahan ke dalam papan pizza.

  Pada transkripsi II

  1 : 184-187 terlihat bahwa siswa menemukan konsep

  pecahan. Hal ini terlihat ketika siswa mengambil dua kartu pecahan sepertigaan dan satu kartu pecahan seperempatan yang mengibaratkan

  2

  1 pecahan dan .

  3

4 Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa permasalahan

  kontekstual yang telah disampaikan guru sudah mengarahkan siswa menemukan konsep. Konsep yang ditemukan siswa adalah konsep bentuk pecahan. Siswa memahami permasalahan yang terdapat dalam soal kemudian siswa dapat mampu menemukan konsep pecahan dibantu dengan penggunaan media pembelajaran.

  c)

  

Permasalahan kontekstual yang disampaikan mudah dimengerti siswa

  Permasalahan yang disampaikan guru merupakan permasalahan yang pernah ditemui siswa di sekitar mereka atau dapat dibayangkan oleh siswa.

  Permasalahan seperti ibu memotong kue atau pizza atau tempe dan diberikan kepada orang lain merupakan permasalahan yang pernah dialami atau dapat dibayangkan oleh siswa. Permasalahan tersebut disajikan bertujuan agar siswa lebih mudah untuk memahami permasalahan tersebut sehingga siswa dapat

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  81 permasalahan kontekstual yang disampaikan oleh guru mudah dimengerti oleh siswa, yaitu transkripsi II

  1 : 64-65.

  (64) G :

  ”Makanya ibu suruh pasang telinganya diperhatikan. Ibu memiliki satu buah pizza. Ibu memotong pizza menjadi 6 potong.

  Lalu ibu memberikan 2 potong pizza kepada Dika. Beberapa saat kemudian Dika mendapatkan 1 potong pizza lagi sama jenisnya dari kakak. Berapa banyak bagian pizza yang dimiliki oleh Dika

  sekarang?” (65) Beberapa siswa mengangkat tangannya.

  Transkripsi di atas menunjukkan bahwa siswa dapat memahami soal yang telah dibacakan oleh guru. Siswa segera mengangkat tangan untuk menjawab pertanyaan dalam soal tersebut. Namun ada juga transkripsi yang menunjukkan bahwa ada beberapa siswa yang belum memahami permasalahan kontekstual yang dibacakan oleh guru, yaitu pada transkripsi

  III 1 : 15-17.

  3

  1

  9

  4

  

13

  • = + =

  (15) X13 menulis

  4

  3

  12

  12

  

12

  13 Jadi kilogram tepung ibu ada

  12

  3

  1

4 X16menulis = (X16 tidak segera menuliskan penyebutnya) +

  4

  3

  (16) G

  : “X16 kan sudah dikerjakan tinggal kamu ulang.” (17) X16 kebingungan menulis di papan tulis.

  Dalam transkripsi di atas terdapat siswa yang sudah paham untuk menyelesaikan masalah yang dibacakan oleh guru, namun ada juga siswa yang belum paham sehingga kebingungan ketika mengerjakan soal penjumlahan pecahan berpenyebut berbeda. X16 sudah dapat memahami bentuk pecahan yang terdapat dalam soal cerita akan tetapi X16 belum dapat menyelesaikan soal penjumlahan pecahan berpenyebut berbeda. X16 tampak kebingungan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  82 tersebut belum memahami cara menyamakan penyebut sebelum kedua pecahan tersebut dijumlahkan.

  Secara keseluruhan dapat disimpulkan bahwa permasalahan kontekstual dapat dipahami siswa. Akan tetapi cara penyelesaian penjumlahan pecahan berpenyebut berbeda masih kurang dipahami siswa. Siswa belum menemukan konsep penjumlahan pecahan berpenyebut berbeda dalam proses diskusi dalam kelompok.

2) Menggunakan permainan

  a)

  Permainan yang digunakan membangkitkan semangat siswa

  Selain menggunakan permasalah kontekstual, guru juga memberikan permainan untuk membangkitkan semangat siswa. Guru mengajak siswa melakukan permainan pada pertemuan 1, 3, dan 4. Pada pertemuan 1 guru mengajak siswa untuk melakukan permainan

  ”Mencari Pasangan”. Siswa

  diberikan potongan kertas yang berwarna berbeda-beda ketika digabungkan dengan warna yang sama akan terbentuk lingkaran dan terdapat arsiran yang menunjukan sebuah pecahan. Berikut transkripsi data yang dapat menunjukkan semangat siswa ketika melakukan permainan yaitu I

  1 : 8-15.

  (8) SS : Siswa mulai ribut mencari pasangannya (9) G :

  ”Kamu pegang kertas yang kamu punya tadi” (Guru mulai

  menunjukkan tempat duduk masing-masing kelompok) (10) G : (Siswa mulai sibuk mencari pasangannya

  ) ”Nanti dulu belum ibu

  suruh begitu. Potongannya sendiri dipegang. Oke sudah. Sudah berkumpul degan warna yang sama. Sekarang e potongan-potongan

  tadi kamu satukan!”

  (11) SS :

  ”Sudah bu!”

  (12) G :

  ”Akan membentuk? Akan membentuk apa?”

  (13) SS : ”Lingkaran”.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  83 Pada transkripsi nomor 10 siswa mulai sibuk mencari pasangan kelompoknya meskipun guru belum memberikan perintah untuk berkumpul.

  Siswa terlihat antusias dengan segera mencari pasangannya dan ketika guru bertanya siswa segera menjawab.

  Pada pertemuan ketiga guru mengajak siswa untuk melakukan

  ”Kuis Cepat Tepat”. Hal yang menunjukkan semangat siswa terdapat pada

  transkripsi III

  1 : 55-59. Pada saat guru memberikan bintang untuk siswa yang

  dapat menjawab benar, siswa lain berteriak ingin mendapatkan bintang. Lalu guru meminta siswa untuk tidak bercanda dan masih banyak kesempatan untuk mendapatkan bintang.

  Pada pertemuan keempat guru juga menggunakan permainan untuk membuat semangat siswa. Permainan yang dilakukan adalah permainan

  1 : 4-15. Setiap siswa akan ”Papan Harga”. Hal ini terlihat pada transkripsi IV

  1

  mendapatkan kertas yang bertuliskan bilangan 1 atau . Guru membacakan

  2

  sebuah cerita yang di dalamnya terdapat berbagai bilangan. Ketika guru menyebutkan sebuah bilangan, siswa segera mencari temannya untuk membentuk jumlah dari bilangan tersebut dengan menggunakan kertas yang dibawanya. Berikut adalah gambar yang menunjukkan siswa bersemangat melakukan permainan ”Papan Harga”.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  84 Selain menggunakan permainan, guru juga menggunakan lagu untuk lebih membuat siswa bersemangat. Judul lagu yang dinyanyikan adalah Pizza Hut.

  Pizza hut sudah sering ditemui dan dimakan oleh siswa sehingga guru menggunakan lagu tersebut untuk memancing semangat siswa. Berikut gambar yang menunjukkan siswa bersemangat menyanyikan dan menarikan lagu Pizza Hut.

Gambar 4.3 Siswa bernyanyi dan menari lagu Pizza Hut

  Penekanan karakteristik kontekstual pada kegiatan permainan dan bernyanyi ini adalah siswa mudah untuk membayangkan permasalahan yang ada dalam setiap kegiatan. Hal ini membuat siswa lebih bersemangat mengikuti pembelajaran.

  b)

  Permainan menggambarkan apa yang akan dipelajari

  Permainan yang dilakukan dalam pembelajaran disusun agar siswa dapat lebih mudah memahami pembelajaran penjumlahan pecahan. Pada permainan

  ”Mencari Pasangan” memiliki tujuan yaitu membimbing siswa untuk mengenal pecahan melalui gambar yang terdapat pada potongan kertas.

  Sebelum memasuki pembelajaran penjumlahan pecahan guru melihat

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  85

  Pasangan”. Berikut transkripsi yang menunjukkan bahwa guru melihat

  pemahaman siswa mengenai pecahan (lihat transkripsi I 1 : 9-17).

  (9) G

  : ”Kamu pegang kertas yang kamu punya tadi” (Guru mulai

  menunjukkan tempat duduk masing-masing kelompok) (10)G : (Siswa mulai sibuk mencari pasangannya

  ) ”Nanti dulu belum ibu

  suruh begitu. Potongannya sendiri dipegang. Oke sudah. Sudah berkumpul degan warna yang sama. Sekarang e potongan-potongan

  tadi kamu satukan!”

  (11) SS :

  ”Sudah bu!”

  (12) G :

  ”Akan membentuk? Akan membentuk apa?”

  (13) SS : ”Lingkaran”. (14) G

  : ”Lingkaran itu akan membentuk apa?”

  (15) SS : ”Pecahan”. (16) G

  : ”Kelompok yang ungu pecahan berapa?”

  (17) BS

  : ”Dua perempat” (hanya siswa yang memegang kertas ungu yang

  menjawab) Selain permainan

  ”Mencari Pasangan” terdapat permainan atau ”Kuis Cepat Tepat” pada pertemuan ketiga. Siswa diajak untuk mendengarkan soal

  cerita yang dibacakan oleh guru kemudian siswa dapat menjawab pertanyaan dari soal tersebut. Kuis ini dilakukan sebelum memasuki materi penjumlahan pecahan berpenyebut berbeda pada pertemuan ini. Tujuan permainan ini adalah untuk mengingat kembali pola penjumlahan pecahan berpenyebut berbeda yang sudah dipelajari pertemuan sebelumnya sehingga dapat mempermudah siswa mempelajari penjumlahan pecahan berpenyebut berbeda pada pertemuan ini.

  Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa permainan yang dilakukan dalam pembelajaran ini menggambarkan hal yang akan dipelajari. Selain menggambarkan hal yang akan dipelajari, permainan ini membantu siswa untuk memasuki pembelajaran selanjutnya.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  86

3) Menggunakan media dan alat peraga

  a)

  Media dan alat peraga yang digunakan mudah ditemukan/dekat dengan

  siswa Karakteristik penggunaan konteks juga terdapat pada penggunaan media dan alat peraga yang mudah ditemui atau dekat dengan dunia siswa. Pada pertemuan pertama siswa menggunakan alat peraga bolu, tahu dan roti tawar untuk menyelesaikan permasalahan yang diberikan oleh guru. Hal ini terlihat pada transkripsi I

  1 : 60. Pada pertemuan kedua siswa menggunakan papan

  pizza, gambar pizza, dan papan pecahan. Gambar pizza bahkan pizza yang sesungguhnya mudah dan dekat ditemui siswa. Hal tersebut ditunjukkan pada transkripsi II 1 : 15-26 sebagai berikut. (15) G :

  ”Berbeda karena kemarin kita sudah belajar dengan penyebut yang sama sekarang kita akan belajar dengan penyebut yang beda.

  Oke tolong sekali lagi jaga ketertiban terutama saat kelompok. Sekarang silahkan kalian berdiri tapi tetap di kursinya. Siapa yang

  sudah pernah makan pizza?”

  (16) BS :

  ”Aku…!!!!!”

  (17) S :

  ”Setiap hari.”

  (18) G :

  ”Setiap hari?”

  (19) S :

  ”Ga…”

  (20) S :

  ”Sering….”

  (21) G :

  ”Kalau sering besok bagi ke Bu Fajar… Siapa yang belum pernah?”

  (22) Tidak ada siswa yang mengangkat tangan. (23) G :

  ”Siapa yang tidak suka makan pizza?” (24) Tidak ada siswa yang mengangkat tangan.

  (25) G :

  ”Siapa yang suka?”

  (26) SS :

  ”Aku…”(siswa berdiri sambil mengangkat tangannya)

  Pada pertemuan kedua siswa menggunakan roti pizza untuk sebagai media untuk mengingatkan siswa tentang konsep penjumlahan pecahan berpenyebut sama. Berikut gambar media yang digunakan untuk menyelesaikan masalah

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  87

Gambar 4.4 Roti pizza sebagai media pembelajaran pada pertemuan kedua

  Pada pertemuan kedua guru juga memberikan kertas bergambar pizza dan papan pizza sebagai alat peraga yang digunakan siswa untuk menyelesaikan masalah penjumlahan pecahan. Siswa memotong-motong gambar pizza tersebut dan diletakkan pada papan pizza. Pada pertemuan ketiga siswa menggunakan papan pecahan untuk menyelesaikan soal cerita yang diberikan oleh guru.

  Berikut gambar media dan alat peraga lain yang digunakan dalam pembelajaran.

Gambar 4.5 Roti tawar, bolu, dan tahu sebagai media pembelajaran pada pertemuan pertama

  Berdasarkan transkripsi video dan gambar-gambar yang sajikan dapat disimpulkan bahwa media yang digunakan dalam pembelajaran merupakan media yang mudah ditemukan oleh siswa di sekitar mereka. Hal ini juga dapat

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  88 b)

  Media dan alat peraga dapat menarik perhatian siswa

  Penggunaan media dan alat peraga yang dekat dengan dunia siswa membuat siswa lebih tertarik. Hal tersebut ditunjukkan pada trankripsi I

  1 : 59-

  60 yaitu: (59) G :

  ”Oke perwakilan kelompoknya ke depan. Salah satu, dua…,dua.” (60) Perwakilan kelompok ke depan mengambil roti tawar, tahu dan bolu.

  Suasana di kelas terdengar gaduh. Siswa kembali ke tempat kelompoknya masing-masing.

  Media dan alat peraga dapat menarik perhatian siswa juga terlihat pada transkripsi I

  1 : 90-98. Media yang digunakan pada pertemuan ini adalah bahan

  makanan berupa bolu, tahu dan roti tawar. Makanan ini membuat siswa tertarik bahkan siswa ingin makan makanan tersebut. Hal ini terlihat pada transkripsi nomor 96. Selain transkripsi tersebut terdapat gambar yang menunjukkan alat peraga dan media yang digunakan menarik perhatian siswa.

  Berikut gambar yang menunjukkan alat peraga dan media yang digunakan menarik perhatian siswa.

Gambar 4.6 Siswa mengambil alat peraga dan media di depan kelas

  Pada pertemuan kedua dapat dilihat pada transkripsi II

  1 : 110-111 bahwa

  media yang digunakan dapat menarik perhatian siswa. Pada pertemuan ini guru membagikan alat peraga berupa gambar pizza dan papan pizza. Alat

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  89 Pada pertemuan ketiga siswa menggunakan alat peraga papan pecahan. Siswa nampak tertarik untuk menggunakan papan pecahan tersebut. Gambar yang menunjukkan ketertarikan siswa untuk menggunakan alat peraga tersebut dapat dilihat pada gambar di bawah ini.

Gambar 4.7 Siswa sedang menata kartu pecahan di atas papan pecahan pada pertemuan ketiga

  Berdasarkan aktivitas dan gambar di atas dapat dilihat bahwa media yang digunakan dalam pembelajaran dapat menarik perhatian siswa. Ketertarikan siswa dalam menggunakan media dan alat peraga ini membuat siswa lebih senang dan bersemangat untuk belajar.

4) Menggali pengetahuan awal yang dimiliki siswa

  Pada saat pembelajaran guru tidak langsung memberikan materi yang akan dipelajari oleh siswa. Guru memulai pembelajaran dengan menggali pengetahuan awal siswa. Guru perlu mengetahui pengetahuan awal siswa agar guru dapat mengetahui seberapa jauh konsep awal yang sudah dimiliki siswa tentang materi yang akan dipelajari.

  Pada pertemuan pertama guru menggali pengetahuan awal siswa dengan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  90 (156) Guru menjelaskan di papan tulis. (157) G

  : ”Lihat ini di depan dulu misalnya satu perdua yang atas namanya apa X1?”

  (158)

  BS: ”Penyebut.”

  (159) G

  : ”Penyebut. Yang bawah?” (160) BS: ”Kebalik.” (161) G: ”Kebalik apa ga? Ibu kan ikut jawaban kamu. Yang atas?” (162) S (X1): ”Pembilang.”

  (163) G

  : ”Yang bawah?” (164) S (X1): ”Penyebut.”

  Pada transkripsi di atas yaitu melakukan tanya jawab dengan siswa. Guru menggali pengetahuan awal siswa tentang penyebut dan pembilang pada pecahan.

  Awalnya siswa masih terbalik untuk menyebut pembilang dan penyebut dalam pecahan. Namun kemudian siswa menyadari dan mengerti pembilang dan penyebut suatu pecahan.

  Pada pertemuan kedua, guru juga menggali pengetahuan awal siswa tentang cara menjumlahkan pecahan berpenyebut berbeda. Guru bertanya bagaimana caranya menjumlahkan pecahan berpenyebut berbeda. Hal ini dapat dilihat pada transkripsi II : 209-212.

  1 b.

   Karakteristik Penggunaan Model

  Penggunaan model dalam menyelesaikan masalah pada penjumlahan pecahan dapat terlihat pada strategi yang digunakan siswa dan bimbingan guru dalam menjembatani strategi tersebut. Berikut adalah hasil analisis kemunculan indikator karakteristik penggunaan model dalam pembelajaran.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  91

1) Penggunaan strategi informal oleh siswa dalam pemecahan masalah

  Siswa memiliki strategi yang berbeda dalam memecahkan masalah. Ada siswa yang cenderung menyelesaikan masalah dengan strategi informal namun ada juga yang menggunakan strategi formal.

  Penggunaan strategi informal muncul pada kegiatan siswa ketika memotong bolu dan tahu. Berikut gambar yang menunjukkan strategi siswa dalam menyelesaikan permasalahan dengan media bolu dan tahu.

Gambar 4.8 Potongan bolu siswa sebagai strategi informal pengerjaan soal latihan nomor satu pertemuan 1Gambar 4.9 Potongan tahu siswa sebagai strategi informal pengerjaan soal latihan nomor satu pertemuan 1

  Dalam penggunaan strategi informal, siswa juga memiliki cara yang berbeda- beda. Hal ini dapat dilihat dari gambar berikut.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  92

Gambar 4.10 Hasil potongan tahu kelompok 1

  1 Gambar 4.11 Hasil potongan tahu kelompok

  4 Gambar 4.10 dan 4.11 di atas menunjukkan bahwa tahu sama-sama dipotong

  menjadi tiga bagian. Namun antara kelompok satu dan yang lainnya memiliki strategi yang berbeda untuk memotongnya. Kelompok satu memotongnya membentuk 3 balok yang sama besar, sedangkan kelompok seperempat memotongnya menjadi 3 bagian dengan bentuk yang berbeda-beda. Strategi yang digunakan kelompok seperempat masih kurang tepat karena siswa sudah memotong tahu menjadi 3 bagian namun bentuk dan ukurannya masih belum sama besar.

2) Penggunaan strategi formal oleh siswa dalam pemecahan masalah

  a)

  Memodelkan masalah dalam kalimat matematika

  Dalam penyelesaian masalah siswa juga memodelkan masalah dalam kalimat matematika. Berikut gambar yang menunjukkan bahwa siswa memodelkan masalah dalam kalimat matematika. Kalimat matematika adalah

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  93 tulisan dalam bentuk bilangan dan operasi hitung hasil dari pemahaman kalimat pernyataan.

Gambar 4.12 Pekerjaan X28 pada LKS pertemuan pertama

  Siswa tersebut menyelesaikan masalah dengan menggambar kemudian siswa menuliskan pula kalimat matematika yaitu lambang bilangan pecahan dan operasi hitung penjumlahan untuk menjelaskan gambar yang telah dibuat. Hal ini menunjukkan bahwa siswa mampu untuk memodelkan masalah dalam kalimat matematika. Siswa mampu untuk memodelkan masalah dalam kalimat matematika yang terdapat pada pekerjaan siswa di LKS pertemuan pertama, kedua dan ketiga.

  Selain gambar di atas terdapat pula transkripsi yang menunjukkan bahwa siswa mampu memodelkan masalah dalam kalimat matematika yaitu transkripsi II 2 : 174-176.

  (174) S (X6): (Memasukkan potongan kertas gambar pizza seperempatan ke dalam loyang)

  Dika membagi pizzanya menjadi empat potong yang

  sama besar. Dika memberikan satu potong pizzanya kepada Bu

  Fajar.” (mengambil satu potong kertas bergambar pizza

  seperempatan

  ). “Kemudian Diana juga memberikan satu potong pizzanya kepada Bu Fajar.” (mengambil satu potong kertas

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  94 Kelompok jajar genjang

  1 1 1+2

  3

  • = =

  4

  2

  4

4 Setelah siswa mampu memodelkan masalah menggunakan media gambar

  pizza yang dipotong sesuai dengan pecahan yang terdapat pada soal, siswa mampu mengubahnya menjadi kalimat matematika. Gambar pizza

  1

  seperempatan dilambangkan menjadi pecahan dan gambar pizza setengahan

  4

  1

  dilambangkan menjadi pecahan . Siswa juga sudah memahami soal tersebut

  2

  yaitu jika potongan pizza diberikan dan diterima orang lain berarti operasi hitung yang digunakan untuk menyelesaikan permasalahan dalam soal tersebut adalah operasi hitung penjumlahan.

  Hal serupa juga terdapat dalam transkripsi III 2: 84-90, 104-108, dan 169- 172. Transkripsi-transkripsi tersebut menunjukkan bahwa siswa sudah dapat memodelkan masalah dalam bentuk kalimat matematika. Siswa sudah mampu memahami kalimat pernyataan dalam soal cerita menjadi tulisan dalam bentuk bilangan dan operasi hitung.

  b)

  Menggunakan rumus matematika dalam pemecahan masalah

  Penggunaan rumus matematika dalam pemecahan masalah terlihat ketika siswa mengerjakan soal dalam LKS. Siswa mengerjakan soal dalam LKS disertai gambar dan menuliskan rumus matematika. Situasi tersebut dapat dilihat pada gambar berikut.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  95

Gambar 4.13 Pekerjaan X13 pada LKS pertemuan 3

  Berdasarkan gambar di atas, siswa cenderung menyelesaikan permasalahan menggunakan strategi formal. Kemungkinan siswa menyelesaikan soal tersebut dengan menyamakan kedua pecahan terlebih dahulu yaitu dengan mencari pecahan senilai. Selain mencari pecahan senilai, rumus yang digunakan adalah menggunakan KPK (Kelipatan Persekutuan Terkecil). Hal lain juga dapat dilihat pada gambar di bawah ini.

Gambar 4.14 Pekerjaan X25 pada LKS pertemuan 3

  Pada gambar 4.13 menunjukkan bahwa siswa menyelesaikan masalah menggunakan strategi formal yang kemungkinan menggunakan pecahan senilai untuk dapat menjumlahkan kedua pecahan tersebut. Siswa tersebut mampu memodelkan masalah serta menuliskan langkah-langkah matematis.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  96 Namun pada siswa tersebut belum menggunakan KPK untuk menyamakan penyebut. Setelah kedua pecahan tersebut memiliki penyebut yang sama, lalu siswa menjumlahkan kedua pecahan tersebut.

  Pada gambar 4.14 siswa lebih mudah menggunakan KPK untuk menyamakan penyebut kedua pecahan namun pada gambar 4.13 siswa lebih mudah menggunakan pecahan senilai untuk menyamakan penyebut. Hal ini menunjukkan bahwa antara siswa satu dengan siswa yang lain memiliki rumus yang berbeda untuk menyelesaikan permasalahan.

  Selain gambar di atas dapat dilihat pada transkripsi II

  2 : 176 bahwa siswa

  juga menggunakan rumus matematika dalam pemecahan masalah. Berikut adalah transkripsinya.

  (176) S (X6) : (Menuliskan jawabannya di papan tulis) Kelompok jajar genjang

  1 1 1+2

  3

  • = =

  4

  2

  4

4 Pada transkipsi diatas menunjukkan bahwa siswa menyamakan penyebut

  dengan menggunakan rumus mencari pecahan senilai dari kedua pecahan sehingga menghasilkan satu penyebut yang baru. Selain transkripsi di atas ada pula transkripsi lain yang menunjukkan penggunaan rumus untuk memecahkan masalah yaitu III

  2 : 13-15, 147-149, dan 236-245.

  Pada transkripsi III

  2 : 13-15 siswa kemungkinan menggunakan pecahan senilai untuk menyamakan penyebut kedua pecahan yang akan dijumlahkan.

  Setelah kedua pecahan tersebut memiliki penyebut yang sama, siswa dapat menjumlahkan kedua pecahan tersebut. Sedangkan pada transkripsi III

  2 : 147-

  149 siswa menggunakan rumus mengalikan penyebut kedua pecahan untuk

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  97 sehingga menghasilkan penyebut 8. Setelah itu siswa menjumlahkan kedua pecahan tersebut. Pada transkripsi III

  2 : 236-245 terlihat bahwa siswa

  menggunakan rumus KPK untuk memperoleh penyebut yang baru. Setelah memperoleh penyebut baru, siswa menjumlahkan kedua pecahan tersebut.

  Berdasarkan gambar dan transkripsi di atas dapat disimpulkan bahwa siswa memiliki rumus berbeda untuk memecahkan suatu masalah penjumlahan pecahan. Terdapat siswa yang menyamakan penyebut dengan mencari pecahan senilai, ada yang mengalikan penyebut kedua pecahan yang dijumlahkan dan ada juga yang mencari KPK dari penyebut kedua pecahan yang dijumlahkan.

  c)

  

Menggunakan langkah-langkah matematis dalam pemecahan masalah

  Dalam pemecahan masalah siswa juga mengunakan langkah-langkah matematis. Penggunaan langkah-langkah matematis yang dilakukan siswa dimulai dari siswa memahami soal kontekstual yang diberikan guru. Siswa membaca soal terlebih dahulu untuk mengetahui keterangan yang terdapat dalam soal dan hal yang ditanyakan. Setelah itu siswa menggunakan media untuk menemukan strategi penyelesaian soal tersebut. Strategi yang sudah ditemukan oleh siswa diubah menjadi kalimat matematika seperti pada gambar

  4.13. Siswa menyelesaikan soal tersebut sehingga memperoleh hasil penjumlahan kedua pecahan. Dalam pembelajaran siswa menggunakan langkah-langkah matematis.

  Langkah pertama membaca soal dan memahami keterangan dalam soal seperti pada transkripsi II

  2 : 110 berikut.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  98 (110) G :

  ”Sudah nama, kelas, nomor kemudian kamu buka halaman kedua,

  halaman ketiga. Kamu baca ulang kalau tadi kurang jelas dari Bu F kamu baca ulang kemudian diselesaikan menggunakan alat peraga yang sudah ibu bagikan. Lalu nanti hasilnya, jawabannya kamu tulis di lembar

  halaman keempat. Oke silahkan dimulai dari sekarang!”

  Langkah kedua adalah menggunakan media untuk menemukan strategi penyelesaian masalah dalam soal. Langkah ini seperti pada transkripsi II

  2 : 111.

  (111) BS (Kelompok oval): X24: “Aku le gunting, aku..aku” (Aku yang

mengunting, aku…aku…kata X24 sambil mengambil gunting)

  (112) G :

  ”Kalau tadi kurang jelas di baca ulang. Kalau sudah selesai dibaca

  lalu penyelesaiannya di hala

  man berikutnya. Di gambar ya!”

  (113) S :

  ”Di potong bu?”

  (114) G :

  ”Iya kalau sudah dipotong sesuai soal itu. Di gambar di lembar jawab halaman empat kalau perlu.”

  Pada langkah ini siswa menggunakan gambar lingkaran yang dibagi-bagi untuk menemukan strategi menjumlahkan pecahan berpenyebut sama pada soal latihan nomor 1 pertemuan 2. Langkah ketiga dan keempat adalah menuliskan dalam kalimat matematika atau cara penyelesaiannya dan menemukan hasilnya. Langkah ini terlihat pada transkripsi II

  2 : 176 yaitu:

  (176) S (X6): (Menuliskan jawabannya di papan tulis) Kelompok jajar genjang

  1 1 1+2

  3

  = + =

  4

  2

  4

  4 3)

  

Pembimbingan oleh guru dalam menjembatani strategi informal siswa

ke strategi formal

  a)

  Guru memberi pertanyaan yang mengarah ke strategi formal

  Pada saat pembelajaran guru juga memberikan beberapa pertanyaan yang

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  99 menunjukkan guru memberikan pertanyaan yang mengarah ke strategi formal.

  (203) G :

  ”Sudah. Oke perhatikan soal nomor satu. Dika dan Diana

  membeli masing-masing satu loyang pizza. Ini punya Diana, ini punya Dika (guru menggambar dua lingkaran di papan tulis). Yang mau ribut di luar. X13 hadap depan. X29 kembali ke tempatnya situ. Dika membagi pizza menjadi empat potong (guru membagi lingkaran pertama menjadi empat bagian). Ini punya Dika ini tadi trus ini punya Diana. Membagi empat potong Dika. Sedangkan Diana membagi pizza menjadi dua (guru membagi lingkaran pertama menjadi dua bagian). Oke Dika memberikan satu potong pizzanya kepada Bu Fajar. Ini diberikan kepada Bu Fajar. Lalu Diana juga memberikan satu potong kepada Bu Fajar. Ini yang ini yang diberikan Bu Fajar. Yang ibu diarsir yang diberikan Bu Fajar. Jadi bu Fajar punyanya, yang dari Dika segini. Jadi milik bu Fajar ada be

  rapa? Dari Dika berapa?”

  (204) SS :

  ”Seperempat.”

  (205) G :

  ”Pizza yang ibu dapat dari Diana berapa?”

  (206) SS :

  ”Setengah.”

  (207) G :

  ”Jadi ibu punya…. Ini yang ditanyakan jumlah pizza yang

  diterima ibu Fajar. Kalau pertanyaannya jumlah, ditambah atau dik

  urang?”

  (208) SS

  : “Tambah.”

  (209) G

  : “Ada yang menjawab langsung satu ditambah satu, empat

  ditambah dua. jadi ada gini. Padahal kemarin ibu bilang kalau yang penyebutnya berbeda itu tidak bisa langsung ditambah. Kalau penyebutnya sama langsung boleh. Misalnya satu perempat dengan satu perempat. Baru boleh ini ditambah ini langsung dua. Ininya

  tetap atau ditambah?”

  (210) SS :

  ”Tetap.”

  (211) G :

  ”Tetapi kalau penyebutnya berbeda harus diapakan dulu?”

  (212) SS :

  ”Cari KPK.”

  Pada transkripsi nomor 207-208, guru bertanya kepada siswa jika pertanyaan dalam soal menanyakan jumlah berarti penyelesaian soal tersebut menggunakan operasi penjumlahan atau pengurangan. Siswa menjawab bahwa soal tersebut diselesaikan dengan operasi hitung penjumlahan. Pada

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  100 mengarahkan ke strategi formal. Guru dan siswa tanya jawab bagaimana cara menyelesaikan penjumlahan pecahan jika penyebutnya sama dan bagaimana cara menyelesaikan penjumlahan jika penyebutnya berbeda. Siswa dapat menjawab pertanyaan guru dengan benar. Jadi siswa sudah mulai menangkap cara menyelesaikan masalah tersebut dengan strategi formal.

  Hal yang sama juga dapat dilihat pada transkripsi III

  2 : 31-40, 118-134

  yang menunjukkan bahwa guru memberikan pertanyaan yang mengarah ke strategi formal. Pada transkripsi III

  2 : 31-40, 118-134 siswa dan guru

  melakukan tanya jawab sehingga siswa dapat menemukan strategi formal untuk memperoleh cara menjumlahkan pecahan berpenyebut berbeda yaitu menggunakan KPK.

  b)

  Guru memberi soal dengan konteks lain yang mengarah ke strategi

  formal Pada saat pembelajaran berlangsung guru juga memberikan soal dengan konteks lain yang mengarahkan ke strategi formal. Berikut transkripsi II

  2 :

  209-210 yang menunjukkan bahwa guru memberikan konteks lain untuk mengarahkan strategi formal.

  (209) G :

  ”Ada yang menjawab langsung satu ditambah satu, empat

  ditambah dua. jadi ada gini. Padahal kemarin ibu bilang kalau yang penyebutnya berbeda itu tidak bisa langsung ditambah. Kalau penyebutnya sama langsung boleh. Misalnya satu perempat dengan satu perempat. Baru boleh ini ditambah ini langsung dua. Ininya

  tetap atau ditambah?”

  (210) SS:

  ”Tetap.”

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  101 Transkripsi di atas menunjukkan bahwa guru memberikan soal lain yaitu satu perempat dengan satu perempat yang dimaksud dengan satu perempat ditambah satu perempat untuk mengarahkan siswa ke strategi formal. Ada data lain dari transkripsi yang menunjukkan bahwa guru memberikan soal dengan konteks lain untuk mengarah ke strategi formal yaitu pada pertemuan pertama terlihat pada transkripsi I

  

2

  :193-199. Guru memberikan soal lain yaitu dua pertiga tambah dua pertiga. Hal ini ditujukan agar siswa paham tentang cara menjumlahkan pecahan berpenyebut sama.

  c)

  Guru memberi contoh analogi yang mengarah ke strategi formal

  Pada saat pembelajaran guru juga memberikan contoh analogi yang mengarahkan siswa ke strategi formal. Hal ini terlihat pada saat siswa menggunakan papan pizza dan gambar pizza yang dianalogikan sebagai pizza. Hal lain adalah pada saat guru memberikan contoh menggunakan papan pecahan yang dianalogikan sebagai tempe. Guru menganalogikan pizza menjadi sebuah lingkaran seperti yang ditunjukkan pada transkripsi II

  2

  : 203.

  (203) G :

  ”Sudah. Oke perhatikan soal nomor satu. Dika dan Diana

  membeli masing-masing satu loyang pizza. Ini punya Diana, ini punya Dika (guru menggambar dua lingkaran di papan tulis). Yang mau ribut di luar. X13 hadap depan. X29 kembali ke tempatnya situ. Dika membagi pizza menjadi empat potong (guru membagi lingkaran pertama menjadi empat bagian). Ini punya Dika ini tadi trus ini punya Diana. Membagi empat potong Dika. Sedangkan Diana membagi pizza menjadi dua (guru membagi lingkaran pertama menjadi dua bagian). Oke Dika memberikan satu potong pizzanya kepada Bu Fajar. Ini diberikan kepada Bu Fajar. Lalu Diana juga memberikan satu potong kepada Bu Fajar. Ini yang ini yang diberikan Bu Fajar.

  Yang ibu diarsir yang diberikan Bu Fajar. Jadi bu Fajar punyanya,

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  102 Terdapat transkripsi lain yang menunjukkan bahwa guru memberikan contoh analogi yang mengarahkan siswa ke strategi formal yaitu pada transkripsi I

  2 : 179, dan III 2 : 281-282. Pada transkripsi tersebut guru

  menjelaskan dengan menggunakan media antara lain gambar di papan tulis, bahan makanan, dan papan pecahan. Hal ini membantu siswa untuk mengarah ke strategi formal untuk memecahkan persoalan penjumlahan pecahan.

c. Karakteristik Penggunaan Kontribusi Siswa

  Karakteristik penggunaan kontribusi siswa dalam pembelajaran penjumlahan pecahan di kelas IV SD Kanisus Condongcatur sudah ada dalam pembelajaran.

  Berikut dijelaskan kemunculan indikator karakteristik penggunaan kontribusi siswa:

  1)

Pengungkapan berbagai strategi yang digunakan dalam pemecahan

masalah

  a)

  Munculnya berbagai cara yang digunakan dalam pemecahan masalah

  oleh siswa Indikator pengungkapan berbagai strategi yang digunakan dalam pemecahan masalah oleh siswa ditemukan pada variasi strategi pemecahan masalah. Berikut gambar yang dapat menunjukkan bahwa strategi yang digunakan siswa yang satu dengan siswa yang lain berbeda.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  103

Gambar 4.16 Pekerjaan X25 pada LKS pertemuan 3Gambar 4.17 Pekerjaan X26 pada LKS pertemuan ketiga

  Gambar di atas menunjukkan bahwa cara pemecahan masalah antar siswa berbeda. X25 menyelesaikan masalah menjumlahkan dua pecahan berpenyebut berbeda tersebut menggunakan konsep KPK. Sedangkan X26 menyelesaikan masalah menjumlahkan dua pecahan berpenyebut berbeda dengan mengalikan kedua penyebut untuk menyamakan penyebutnya. X26 membagi pembilang dan penyebutnya hasil penjumlahan penyebut menggunakan dua bilangan yang sama agar pecahan yang dihasilkan lebih sederhana. Berdasarkan fakta tersebut dapat menunjukkan bahwa siswa memiliki variasi strategi untuk menyelesaikan masalah penjumlahan pecahan.

  Hal lain yang menunjukkan variasi cara siswa yang digunakan untuk

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  104 berupa bahan makanan untuk membantu siswa menyelesaikan masalah di dalam kelompok. Berikut gambar perbedaan perlakuan siswa terhadap media tahu yang digunakan untuk menyelesaikan masalah soal latihan nomor 2 pada pertemuan pertama.

Gambar 4.18 Perbedaan potongan tahu yang dihasilkan kelompok 1(sebelah

  1

  kiri) dan kelompok (sebelah kanan)

  4 Bahan makanan yang telah disediakan, misalnya tahu merupakan media

  yang digunakan untuk membantu siswa menyelesaikan masalah penjumlahan

  1

  pecahan dengan penalaran mereka. Hasil potongan kelompok menunjukkan

  4

  bahwa penalaran konsep siswa tentang pecahan belum mendalam. Hal tersebut dapat dilihat dari hasil potongan tahu yang tidak sama besar.

  Berbeda dengan hasil potongan kelompok 1, siswa sudah dapat menangkap konsep pecahan dengan memotong tahu sama besar.

  Fakta yang muncul lagi pada saat siswa melakukan permainan papan harga. Siswa bergabung dengan siswa lain untuk mendapatkan bilangan yang disebutkan oleh guru melalui cerita. Seperti halnya ketika guru menyebutkan bilangan 3, siswa akan bergabung bersama siswa lain untuk mendapatkan

  1

  bilangan 3 dengan menggunakan kertas yang bertuliskan 1 atau . Variasi

  2

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  105

Gambar 4.19 Variasi jawaban kelompok 1 pada saat permainan papan hargaGambar 4.20 Variasi jawaban kelompok 2 pada saat permainan papan harga Variasi jawaban siswa tersebut ketika guru menyebutkan bilangan 3.

  Siswa pada gambar 4.19 membentuk bilangan 3 dengan mengabungkan

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  bilangan , , , , , dan . Sedangkan siswa pada gambar 4.20 membentuk

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  bilangan 3 dengan mengabungkan bilangan 1, 1, dan 1. Siswa memiliki strategi sendiri-sendiri untuk menyelesaikan masalah dan hasilnya akan sama yaitu bilangan 3 jika dijumlahkan.

  Terdapat pula transkripsi yang menunjukkan bahwa siswa memunculkan berbagai cara untuk digunakan dalam pemecahan masalah yaitu transkripsi

  III 3 : 149-160. Berikut transkripsinya.

  1 1 4+2

  6

  • (149) X17 menulis di papan tulis = =

  2

  4

  8

  8

  (150) G :

  ”Siapa yang mau menanggapi jawaban dari X17? Siapa? X28? Maju ke depan!”

  (151) X28 maju ke depan.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  106 (153) G :

  ”Dua dan empat KPK nya empat di sini delapan. Jangan di hapus dulu. Dua dan empat KPKnya adalah…”

  (154) S (X28):

  ”Empat.”

  (155) G :

  ”Tapi pakai cara ini bisa atau tidak?”

  (156) SS :

  ”Bisa.”

  (157) G :

  ”Bisa tidak?”

  (158) SS :

  ”Bisa.”

  (159) G :

  ”Bisa hanya saja kurang tepat. Bisa hanya saja kurang tepat. Coba disederhanakan lagi X17!” 3 (160) X17 menuliskan di belakang pekerjaannya tadi.

4 Transkripsi di atas menunjukkan bahwa X17 menggunakan cara

  mengalikan penyebut kedua pecahan untuk menyelesaikan penjumlahan pecahan dan X28 menggunakan KPK untuk mencari penyebut agar soal dapat diselesaikan. Hal tersebut menunjukkan bahwa siswa memiliki variasi strategi untuk memecahkan persoalan penjumlahan pecahan.

  Berdasarkan uraian yang telah dipaparkan di atas dinyatakan sebagai penggunaan kontribusi siswa karena melalui kegiatan tersebut siswa dapat menunjukkan keberhasilan untuk mengungkapkan ide-idenya atau mengkonstruksikan pengetahuannya. Siswa sudah memiliki konsep pecahan.

  Pada saat siswa menyelesaikan masalah yang sama, siswa akan menggunakan cara yang berbeda meskipun hasilnya sama. Siswa menjadi lebih kreatif dalam mengembangkan jawaban.

  b)

  Pemberian waktu yang mencukupi kepada siswa dalam pemecahan

  masalah Guru memberikan waktu kepada siswa untuk menyelesaikan masalah.

  Berikut transkripsi I

  3 : 206-207 yang dapat menunjukkan bahwa guru sudah

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  107 (206) Siswa mulai mengerjakan soal evaluasi. (207) G : ”Silahkan dikerjakan waktunya lima menit. Oke ga banyak bicara.

  Lima menit dua soal silahkan dikerjakan. Kalau sudah boleh

  dikumpulkan.”

  Beberapa transkripsi lain yang menunjukkan pemberian waktu oleh guru kepada siswa dalam pemecahan masalah adalah pada transkripsi I

  3 : 149, 228,

  II

  3 : 324, 341, IV 3 : 125, dan154. Transkripsi-transkripsi tersebut

  menunjukkan bahwa siswa diberi waktu oleh guru untuk menyelesaikan masalah penjumlahan pecahan yang sudah dibuat temannya. Guru sudah memberikan beberapa soal yang harus di kerjakan secara berkelompok maupun individu. Guru memberikan waktu yang digunakan siswa untuk berdiskusi memecahkan masalah penjumlahan pecahan. Guru melihat situasi dan kemampuan siswa untuk memberikan waktu. Namun guru tidak menggunakan waktu sesuai dengan RPP. Hal ini seperti pada kegiatan mengerjakan soal evaluasi. Pada rencana pembelajaran diberi waktu 15 menit sedangkan guru hanya memberikan waktu 5 menit. Tujuan dari pemberian waktu yang cukup ini adalah memberikan kesempatan kepada siswa untuk berpikir secara kritis dan kreatif dalam mengkonstruksikan pengetahuannya.

  Berdasarkan paparan di atas dapat disimpulkan bahwa guru sudah memberikan waktu untuk siswa dalam pemecahan masalah. Hal ini menunjukkan bahwa indikator pengungkapan berbagai strategi yang digunakan dalam pemecahan masalah didukung dengan kemunculan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  108 Namun kemunculan pemberian waktu yang cukup kepada siswa belum maksimal karena guru belum memberikan waktu sesuai dengan RPP.

  c)

  Pemilihan media oleh siswa yang digunakan dalam pengungkapan

  strategi yang digunakan Peneliti memfasilitasi kemunculan indikator ini dengan menyediakan 3 bahan makanan pada pertemuan pertama. Bahan makanan ini sebagai media yang dapat digunakan siswa untuk membantu menyelesaikan 2 masalah penjumlahan pecahan. Berikut transkripsi I

  3 : 67 yang menunjukkan bahwa

  guru memberikan media dan siswa diminta untuk memilih media tersebut untuk digunakan dalam pengungkapan strategi.

  (67) G :

  ”Boleh gunakan kue tawarnya. Bu kue bolunya pecah. Pakai kue tawarnya boleh. Silahkan mengerjakan yang a. Baca dulu perintahnya.

  Guru sudah memberikan kesempatan kepada siswa untuk memilih media yang digunakan. Seluruh kelompok terlihat hanya menggunakan media bolu dan roti tawar untuk menyelesaikan masalah. Siswa memahami soal terlebih dahulu lalu memilih media yang digunakan untuk menyelesaikan masalah.

2) Pemberian tanggapan terhadap strategi yang digunakan

  a)

  

Siswa memberi komentar/saran terhadap hasil pekerjaan siswa lain

  Pada saat pembelajaran beberapa siswa sudah memberi komentar atau saran terhadap hasil pekerjaan siswa lain. Pemberian komentar dan saran ini membuktikan bahwa siswa telah memberikan konstribusinya dengan baik untuk mengksonstruksikan pengetahuannya. Berikut fakta yang

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  109 menunjukkan bahwa siswa memberikan pendapat kepada siswa lain yaitu transkripsi I

  3 : 68.

  :

  (68) BS

  ”Ngene lo!” (Seperti ini lo! kata X22 sambil menunjukkan tahu) ”Piye? Piye? Iki tegak lurus tekan kene juk iki ketok.” ( Bagaimana?

  Bagaimana? Ini tegak lurus sampai sini lalu dipotong kata X4 sambil menunjukkan cara memotong tahu menggunakan jarinya)

  ”Iki ngene, tekan kene.” (Ini seperti ini, sampai di sini kata X25

  sambil menunjukkan caranya)

  ”Mau dikon ngene ki lo!” (X22 berkata sambil menunjukkan

  menggunakan pisau roti)

  ”Jilih sik, jilih sik (Pinjam dulu, pinjam dulu kata X25 dan mau

  merebut pisau roti yang dipegang X22)

   Percakapan di atas menunjukkan bahwa siswa sudah memberikan saran

  kepada siswa lain dalam memecahkan suatu masalah. Ada fakta lain yang dapat membuktikan bahwa siswa memberikan komentar atau saran terhadap hasil pekerjaan siswa lain. Terlihat pada transkripsi III

  3 : 113-117, 150-152,

  dan 177-184. Pada transkripsi III

  3 : 113-117, siswa mencoba untuk

  memperbaiki jawaban dari siswa lain dengan mengganti jawaban siswa yang ditulis di papan tulis. Sedangkan pada transkripsi III : 150-152, salah satu

  3

  siswa mengomentari jawaban siswa lain dengan menjawab KPK dari 2 dan 4 bukan 8 melainkan adalah 4. Pada transkripsi III

  3 : 177-184, terdapat satu

  siswa yang memberikan tanggapan terhadap kelompok lain yang menuliskan

  1

  3

  4

  • = kemudian siswa tersebut menjelaskan menggunakan papan pecahan

  3

  4

  4

  13 di depan kelas dan memperoleh hasil .

  12

  b)

  Siswa menyimpulkan hasil pelajaran (guru hanya mengarahkan siswa)

  Pada setiap akhir pembelajaran terdapat kegiatan yaitu menyimpulkan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  110 guru. Fakta yang menunjukkan bahwa siswa menyimpulkan hasil pelajaran yaitu pada transkripsi I

  3 : 167-171, III 3 : 228-234, dan IV 3 : 117-127. Berikut

  transkripsi I

  3 : 167-171 yang menunjukkan bahwa siswa menyimpulkan hasil pembelajaran dengan arahan guru.

  (167) G :

  ”Nah lalu ibu menyuruh mendiskusikan dan merumuskan kamu

  nanti bisa menemukan o misalnya kalau penyebutkanya sama atau

  berbeda tadi?”

  (168) SS :

  ”Sama.”

  (169) G :

  ”Kalau soal bolu tadi penyebutnya sama atau berbeda?”

  (170) SS :

  ”Sama.”

  (171) G :

  ”O kalau penyebutnya sama berarti cara penyelesaiannya seperti

  ini. O hanya ini yang dijumlahkan. O ininya tetap. O semuanya dijumlahkan. Kan ibu ga tahu ibu. Silahkan direbuk sampai ketemu dua perempat. Nanti kelompok yang belum maju ke depan.

  Gentian. Sudah berembuk, sudah?”

  Pada transkripsi di atas dapat dilihat bahwa guru tidak memberikan secara langsung kesimpulan hasil pelajaran namun guru mengarahkan pengetahuan siswa untuk dapat menyimpulkan sendiri hasil pelajaran. Selain transkripsi di atas dapat dilihat juga melalui gambar berikut bahwa siswa membuat kesimpulan akhir dan menulisnya di papan tulis.

Gambar 4.21 X28 menuliskan kesimpulan akhir dari proses pembelajaran

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  111

  3)

Pemberian motivasi oleh guru kepada siswa untuk mengungkapkan

pendapatnya terhadap pemecahan masalah

  Pada saat pembelajaran guru memberikan pertanyaan kepada siswa untuk memancing siswa agar bertanya. Berikut ada transkripsi yang menunjukkan siswa bertanya kepada guru yaitu I : 154:155. Berikut transkripsi I : 154-155.

  3

  3

  (154) G :

  ”Silahkan kamu diskusikan bersama kelompokmu lalu kamu

  simpulkan bagaimana pola penjumlahannya. Kalau penyebutnya sama bagaimana? O ternyata pembilangnya diapakan kalau penyebutnya sama. Dirumuskan lalu dikerjakannya tidak usah

  ditulis didiskusikan saja lalu nanti dipresentasikan di depan.”

  (155) S : (Salah satu siswa bertanya kepada guru)

  ”Bu maksudnya

  b

  agaimana to bu?”

  Pada transkripsi di atas terlihat bahwa guru memberikan pertanyaan bagaimana pola penjumlahan pecahan jika penyebutnya sama. Siswa masih merasa kebingungan untuk menyimpulkan pola penjumlahan pecahan berpenyebut sama sehingga siswa bertanya kepada guru. Hal tersebut menunjukkan pertanyaan yang disampaikan siswa hanya pertanyaan teknis dan bukan pertanyaan yang mengarah pada pemecahan masalah.

  4)

Pemberian kesempatan oleh guru kepada siswa untuk mengungkapkan

pendapat

  Pada proses pembelajaran guru memberikan banyak kesempatan kepada siswa untuk mengungkapkan pendapat. Terdapat beberapa bentuk kesempatan yang diberikan guru untuk mengungkapkan pendapat. Bentuk yang pertama adalah siswa diberi kesempatan oleh guru untuk memberikan pendapat lain

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  ”Hasilnya sama dengan menggunakan alat peraga tadi. Siapa yang belum paham?”

  ”Penyebut pecahan yang berbeda harus dicari KPKnya dulu.”

  (231) S (X13) :

  ”Oke X13! Yang keras!”

  (229) Beberapa siswa tunjuk jari (X11, X13) (230) G :

  pecahan berpenyebut berbeda.”

  dilihat jawaban kamu. Ada yang punya tanggapan atau ada yang mau menyampaikan sesuatu berkaitan dengan penjumlahan pecahan berpenyebut beda. Siapa yang bisa menyimpulkan? Siapa yang bisa menyimpulkan dari pembelajaran hari ini mengenai penjumlahan

  ”Agung ibu yakin kamu belum jelas kamu gojek wae. Sekarang

  (228) G :

  : 228-231 yang menunjukan bentuk tersebut.

  3

  Bentuk lain yang ditunjukkan oleh guru adalah siswa diberi kesempatan oleh guru untuk membuat kesimpulan. Berikut transkripsi III

  112 terhadap jawaban soal yang telah disampaikan. Berikut bentuk kesempatan yang ditunjukkan pada transkripsi II

  3 : 168.

  3 : 319.

  Berikut bentuk kesempatan yang kedua terdapat pada transkripsi II

  3 : 118, 150, dan 177.

  Bentuk yang kedua adalah siswa diberi kesempatan oleh guru bagi yang belum jelas atau ingin bertanya kembali materi yang sudah dijelaskan. Bentuk kesempatan yang kedua ini terdapat pada transkripsi III

  : 118, 150, 177, dan 278. Dari semua transkripsi tersebut guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk memberikan tanggapan terhadap jawaban siswa atau kelompok lain.

  3

  : 141-145, III

  3

  Bentuk yang sama juga terdapat pada transkripsi I

  ”Ada tanggapan dari kelompok lain? Ada dari kelompok lain terhadap kelompok oval? Ada pertanyaan ga?”

  (168) G :

  (319) G :

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  : “Tidak yang dijumlahkan yang atasnya saja. Misalnya dua pertiga

  Berikut transkripsi I 4 : 4 yang menunjukkan guru membangun norma kelas.

  

4 : 4, II

4 : 15, III 4 : 68, dan IV 4 : 24-27, 117.

  Pembangunan norma kelas ini bertujuan agar pembelajaran dapat berjalan lancar dan kegiatan siswa tetap terkontrol. Terdapat beberapa transkripsi yang menyatakan bahwa guru membangun norma kelas pada saat pembelajaran, yaitu transkripsi I

  Membangun norma kelas Pada setiap awal pembelajaran guru membangun norma kelas.

  a)

   Karakteristik Penggunaan Interaktivitas Siswa 1) Guru dan siswa

  ”Empat pertiga.” d.

  (198) SS :

  itambah dua pertiga. Berapa?”

  d

  113

5) Pengajuan pertanyaan oleh siswa yang mengarah pada pembangunan konsep pembelajaran

  Indikator pengajuan pertanyaan oleh siswa yang mengarah pada pembangunan konsep pembelajaran masih belum muncul dalam pembelajaran.

  ”Tidak.”

  (196) SS :

  ”Perlu dijumlahkan?”

  (195) G :

  ”Sama.”

  (194) SS :

  ”Jika ada penjumlahan pecahan yang penyebutnya sama. Ini penyebutnya sama ga?”

  transkripsi I 3 : 193-198. (193) G :

  3 : 193-198 yang menunjukkan hal tersebut. Berikut

  Salah satu transkripsi I

  Guru lebih banyak memberikan pertanyaan pancingan yang mengarah pada konsep matematika. Siswa hanya menjawab pertanyaan yang diberikan oleh guru.

  (197) G

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  114 (4) G :

  ”Kita akan belajar menjumlahkan bilangan pecahan. Oke kita kembali

  ke lagi penjumlahan bilangan pecahan. Nanti seperti ibu bilang tadi tolong jaga ketertiban, gak usah ribut ga usah teriak-teriak, masuk kelompok ya masuk kelompok. Nanti ibu akan membagikan potongan-potongan kertas ini, potongan warna-warna kertas yang isinya nanti di sini ada berbagai macam pecahan, tidak sama. Oke nanti ibu bagi secara acak kamu terima dulu. Bu aku warnanya beda dengan ini, bu aku warnanya beda. Oke tidak masalah. Oke diterima

  dulu nanti tunggu selanjutnya.”

  Pada setiap awal pembelajaran guru menyampaikan norma kelas yang harus ditaati oleh siswa. Namun pada kenyataannya masih terdapat beberapa siswa yang tidak menaati norma tersebut. Hal ini terlihat ketika siswa diminta untuk mempresentasikan hasil diskusi di depan kelas. Suasana kelas semakin ribut dan guru mengingatkan siswa agar tidak ribut. Berikut transkripsi I

  

4 : 101 yang menunjukkan suasana kelas yang ribut.

  (101) G :

  ”Satu, dua, tiga, empat. Hitungan keempat diam. Bisa diam? Itu

  diletakkan. X29 ga ada yang pegang-pegang. Diletakkan. Tidak ada yang bersuara. Sekarang secara bergantian hargai temannya yang di depan. X22 (guru memanggil siswa X22). Kalau temannya mau mempresentasikan tolong dihargai, didengarkan. Ga ribut sendiri. X7 (guru memanggil siswa X7). Silahkan kelompok seperempat membacakan hasil sambil menggunakan alat peraga. Yang a dulu, dari yang bolu. Bolu boleh, roti tawar boleh. Yang kenceng

  suaranya. Soalnya dibaca, baru jawabannya.”

  Guru menekankan agar siswa tidak ribut. Guru juga mengingatkan siswa agar mendengarkan dan menghargai teman yang sedang mempresentasikan hasil diskusi di depan kelas. Namun dalam kenyataannya siswa masih sering ribut. Hal ini dikarenakan siswa masih berlum terbiasa dengan adanya norma kelas.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  115 b)

  Mengadakan tanya jawab selama pelajaran berlangsung

  Pada proses pembelajaran guru sering mengadakan tanya jawab. Banyak kegiatan tanya jawab yang dilakukan siswa dan guru. Berikut salah satu transkripsi yang menunjukkan kegiatan tanya jawab siswa dan guru yaitu I

  4 : 157-166.

  (157) G:

  ”Lihat ini di depan dulu misalnya satu perdua yang atas namanya apa X1?”

  (158) BS:

  ”Penyebut.”

  (159) G :

  ”Penyebut. Yang bawah?”

  (160) BS:

  ”Kebalik.”

  (161) G :

  ”Kebalik apa ga? Ibu kan ikut jawaban kamu. Yang atas?”

  (162) S (X1):

  ”Pembilang.”

  (163) G :

  ”Yang bawah?”

  (164) S (X1):

  ”Penyebut.”

  (165) G :

  ”Nah tadi soal yang bolu tadi. Tadi seperempat ya, yang

  seperempat dikasihkan ini, lalu seperempat dikasihkan ini, seperempat dikasihkan ini. Lah Diana tadi sudah seperempat sudah punya seperempat lalu ditambah ibu seperempat lagi. Lalu Diana

  punya berapa tadi?”

  (166) SS :

  ”Dua perempat.”

  Kegiatan tanya jawab yang dilakukan siswa dan guru seperti pada transkripsi di atas menunjukkan bahwa guru bertanya untuk melihat pengetahuan yang sudah dibangun siswa (lihat transkripsi nomor161).

  Kegiatan tanya jawab antara siswa dan guru yang menunjukkan bahwa guru bertanya ketika menjelaskan di papan tulis terdapat dalam transkripsi

  II 4 : 257-264.

  (257) G:

  ”X6, Bu F minta tolong baca yang keras biar temannya dengar! X6 baca yang keras! (sambil memasang kartu pecahan di papan pecahan)”

  (258) S (X6):

  ”Kakak mempunyai satu bungkus tempe yang dipotong

  menjadi 3 potong. Kakak memberikan 2 potong tempenya kepada Vivi. Ibu mempunyai tempe yang sama jenisnya dengan tempe kakak. Ibu memotongnya menjadi 4 potong. Kemudian ibu memberikan 1 potong tempenya kepada Vivi. Berapa bagian tempe yang dimiliki

  Vivi sekarang?”

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  116 (260) SS :

  ”Tiga.”

  (261) G :

  ”Yang pertama tadi memotong tempenya menjadi berapa?”

  (262) SS :

  ”Tiga.”

  (263) G :

  ”Tiga potong. Ni dipotong. Punya satu tempe to tadi. Punya satu tempe dipotong tiga ini satu, dua, tiga. Lalu kemudian… o kakak ding

  maaf. Kakak tadi punya satu tempe dipotong tiga. Ni dipotong tiga. Tolong perhatikan di depan. Lalu ibu mempunyai tempe yang sama besar. Lalu dipotong menjadi?

  

  (264) SS :

  ”Empat.”

  Terdapat hal lain yang menunjukkan bahwa guru dan siswa melakukan tanya jawab selama pembelajaran berlangsung. Hal ini terlihat pada transkripsi I

  4 : 150-153, 167-169, 179-199, II 4 : 15-30, 70-79, 103-253, III 4 : 31-55, 118-146, 197-218, dan 236-241.

  Berdasarkan transkripsi di atas dapat dilihat bahwa guru lebih mendominasi dalam pembelajaran. Guru lebih banyak mengajukan pertanyaan yang mengarahkan siswa pada jawaban guru. Siswa menjawab pertanyaan dari guru dengan jawaban singkat. Hal ini mengakibatkan siswa terlihat kurang aktif.

  c)

  

Melakukan demonstrasi dengan menggunakan media pembelajaran

  Pada pembelajaran terdapat kegiataan demonstrasi dengan menggunakan media pembelajaran. Pada saat presentasi siswa mendemonstrasikan cara penyelesaian masalah penjumlahan pecahan menggunakan media yang disediakan oleh guru. Berikut gambar yang menunjukkan siswa melakukan demostrasi dengan menggunakan media bolu dan tahu di hadapan guru dan siswa lain.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  117

Gambar 4.22 Siswa demostrasi menggunakan media bolu dan tahu saat presentasi pada pertemuan pertama

  Pada saat siswa mempresentasikan hasil diskusi kelompok di depan kelas, siswa mendemonstrasikan penyelesaiannya menggunakan papan pecahan. Penggunaan papan pecahan dapat dilihat pada gambar 4.23. Penggunaan media sebagai sarana demonstrasi membantu siswa untuk menyelesaian permasalahan yang terdapat di LKS.

Gambar 4.23 Siswa demontrasi menggunakan media papan pecahan saat presentasi pada pertemuan ketiga

  Pada saat siswa menggunakan media sebagai sarana demonstrasi, siswa kurang menjelaskan dengan suara yang keras sehingga penjelasan kurang terdengar di seluruh ruangan kelas. Namun, guru mengulangi penjelasan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  118 Kegiatan siswa mendemonstrasikan media juga dapat dilihat pada beberapa transkripsi. Transkripsi tersebut yaitu I

  4 : 122, 127, 137-138, II 4 :

  68-83, 162-164, 174-176, 187-188, 199-200, dan III 4 : 86-88.

  Selain siswa yang mendemostrasikan media, guru juga mendemonstrasikan media di depan kelas. Terdapat beberapa transkripsi yang menunjukkan guru mendemontrasikan media di depan kelas, yaitu I

  4 :

  150-153, 178-190, II

  

4 : 203, 257, 281-296 dan III

4 : 120-123, dan 189- 193.

  Berikut transkripsi II 4 : 281-295. (281) G :

  ”Iya betul? Oke yang ibu pasang yang ini aja. Ini yang punya Vivi

  ibu pasang di sini. Yang ditanya tadi berapa keseluruhan tempe

  milik Vivi. Berarti ini ibu jejerin ya?” (sambil menempatkan kartu

  pecahan saling bersebelahan) (282) SS :

  ”Iya.”

  (283) G :

  ”Oke bahwa sudah ada pecahan-pecahan ada seperempat sampai seperduabelas. Sekarang kalau kita luruskan dari punya Vivi. Lurusnya sama mana to? Sama ini lurus?”

  (284) SS :

  ”Ga.”

  (285) G :

  ”Sama ini lurus?”

  (286) SS :

  ”Ga.”

  (287) G :

  ”Sama ini lurus?”

  (288) SS :

  ”Ga.”

  (289) G :

  ”Sama ini lurus?”

  (290) SS :

  ”Ga.”

  (291) G :

  ”Sama ini lurus?”

  (292) SS :

  ”Ga.”

  (293) Guru mengambil pengaris panjang (294) G :

  ”Lurusnya sama bilangan berapa?”

  (295) SS :

  ”Seperdua belas.”

  Transkripsi di atas menggambarkan pada saat guru menjelaskan pemecahan masalah soal latihan nomor dua pada pertemuan kedua. Pada saat guru menjelaskan di depan kelas, guru juga mendemonstrasikan cara penyelesaiannya menggunakan papan pecahan.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  119 Penggunaan media yang telah disediakan oleh guru membantu siswa dalam memahami isi soal dan mempermudah siswa untuk menyelesaikan permasalahan penjumlahan pecahan. Hal tersebut nampak pada hasil pekerjaan siswa yang menuliskan jawabannya dengan menggambar sebagai ilustrasi media yang digunakan untuk menyelesaikan soal. Hal tersebut dapat dilihat pada gambar 4.1.

  d)

  Membimbing siswa dalam memecahkan masalah berupa soal yang

  diberikan guru Selama pembelajaran guru juga memberikan bimbingan dalam memecahkan masalah berupa soal yang diberikan. Guru berkeliling melihat perkerjaan siswa pada saat siswa berdiskusi. Hal tersebut dapat dilihat pada gambar di bawah ini.

Gambar 4.24 Guru membimbing siswa untuk menyelesaikan soal LKS pada pertemuan pertama

  Pada saat siswa presentasi, guru juga memberikan bimbingan kepada siswa agar siswa dapat memecahkan masalah soal yang diberikan oleh guru.

  Hal tersebut terlihat pada transkipsi I

  4 : 101-104, II 4 : 159-164, dan III 4 : 31-

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  menunjukkan roti) (104) S (X13) : ”Roti satu dibagi empat, trus sisa satu. Ditambah satu.

  Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa guru memberikan bimbingan kepada siswa saat siswa menyelesaikan masalah, pada saat siswa

  4 : 203-250 dan III 4 : 185-194, 203-216.

  : 68-75. Selain guru membimbing siswa ketika presentasi, guru juga membimbing siswa dengan menjelaskan cara menyelesaikan soal. Guru menulis penyelesaian soal tersebut di papan tulis. Guru langsung menyelesaikan soal tersebut tanpa membandingkan dengan jawaban siswa. Hal tersebut seperti pada transkripsi II

  

4

  Pada transkripsi di atas menunjukkan bahwa guru membimbing siswa untuk menjelaskan hasil diskusi kelompok menggunakan media roti. Siswa diminta membacakan soal terlebih dahulu lalu menggunakan media untuk menjelaskan cara penyelesaiannya. Transkripsi lain yang menunjukkan hal tersebut terdapat pada transkripsi II

  Punya Diana ditambah satu. Punya Diana jadi dua perempat.”

  120 (101) G:

  ”Satu, dua, tiga, empat. Hitungan keempat diam. Bisa diam? Itu

  (103) G :

  empat, dibagi tiga, ditambah satu.”

  besar. Kemudian potongan kue tadi dibagikan kepada Diana, Frizas, dan Erika. Masing-masing mendapat satu potong kue, sehingga masih tersisa 1 potong kue. Lalu satu potong kue itu ibu berikan kepada Diana. Berapa bagian kue yang dimiliki Diana sekarang? Jadi kue yang dimiliki Diana dua perempat. Satu dibagi

  ”Ibu memotong kue bolu menjadi empat bagian sama

  (102) S (X13) :

  suaranya. Soalnya dibaca, baru jawabannya.”

  diletakkan. X29 ga ada yang pegang-pegang. Diletakkan. Tidak ada yang bersuara. Sekarang secara bergantian hargai temannya yang di depan. X22 (guru memanggil siswa X22). Kalau temannya mau mempresentasikan tolong dihargai, didengarkan. Ga ribut sendiri. X7 (guru memanggil siswa X7). Silahkan kelompok seperempat membacakan hasil sambil menggunakan alat peraga. Yang a dulu, dari yang bolu. Bolu boleh, roti tawar boleh. Yang kenceng

  ”Itu kan ada rotinya. Ini kan ada roti, trus bagaimana? (sambil

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  (68) BS (kelompok sepertiga) :

  ”Mau dikon ngene ki lo!” ( Tdi disuuruh seperti ini, X22 berkata

  sambil menunjukkan caranya)

  ”Iki ngene, tekan kene.” (Ini seperti ini, sampai di sini kata X25

  Bagaimana? Ini tegak lurus sampai sini lalu dipotong kata X4 sambil menunjukkan cara memotong tahu menggunakan jarinya)

  ”Piye? Piye? Iki tegak lurus tekan kene juk iki ketok.” ( Bagaimana?

  sambil menunjukkan tahu)

  ”Ngene lo!” (Seperti ini lo! kata X22

  121 yang dilakukan guru terkesan mendikte siswa agar mengikuti cara guru. Oleh karena itu prinsip PMRI yang bimbingan terbatas (guided reinvention) kurang terwujud.

  e)

  Pada transkripsi di atas guru meminta siswa untuk berdiskusi dan menyimpulkan pola penjumlahan pecahan. Guru juga memberikan beberapa penjelasan untuk membantu siswa dalam menyimpulkan. Pada saat siswa berdiskusi terdapat negosiasi yang dilakukan siswa seperti transkripsi I

  saja lalu nanti dipresentasikan di depan.”

  simpulkan bagaimana pola penjumlahannya. Kalau penyebutnya sama bagaimana? O ternyata pembilangnya diapakan kalau penyebutnya sama. Dirumuskan lalu dikerjakannya tidak usah ditulis didiskusikan

  ”Silahkan kamu diskusikan bersama kelompokmu lalu kamu

  I 4 : 154 yang menunjukkan bahwa guru memfasilitasi negosiasi antar siswa. (154) G :

  4 : 154, II 4 : 110, 116, III 4 : 68, dan IV 4 : 117. Berikut transkripsi

  Pada saat pembelajaran guru juga memfasilitasi negosiasi antar siswa terlebih pada saat diskusi kelompok. Hal tersebut dapat dilihat pada transkripsi I

  Memfasilitasi negosiasi antar siswa

  4 : 68 berikut.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  122

  ”Jilih sik, jilih sik (Pinjam dulu, pinjam dulu kata X25 dan mau

  merebut pisau roti yang dipegang X22) Pada transkripsi di atas menunjukkan bahwa siswa bernegosiasi ketika siswa memotong tahu sebagai media yang digunakan untuk menyelesaikan masalah penjumlahan pecahan. Negosiasi siswa tersebut mengakibatkan perbedaan jawaban antara kelompok satu dengan kelompok lainnya.

  Berdasarkan paparan di atas dapat disimpulkan bahwa guru sudah memfasilitasi siswa dengan memberikan kesempatan negosiasi kepada siswa. Siswa tidak terpaku pada satu jawaban namun siswa berpikir kreatif untuk menyelesaikan suatu permasalahan penjumlahan pecahan.

  f)

  Melakukan penilaian proses

  Pada proses pembelajaran guru melakukan penilaian proses. Penilaian proses ini dilakukan ketika guru melihat kegiatan siswa berdiskusi kelompok. Hal ini dapat dilihat pada transkripsi I

  4 : 99-101. Berikut transkripsi I : 99-101.

  4

  (99) G :

  ”Silahkan kelompok…(Guru tidak melanjutkan perkataannya) “Jangan dirusak dulu ya alat peraganya. Oke kelompok siapa yang

  ribut? Kelompok siapa yang ribut? Ga usah pake ribut. Silahkan kelompok seperempat maju untuk mempresentasikan hasilnya.

  Dibantu dua orang. Bawa alatnya ga papa, dijelaskan pakai alatnya.” (100) X13 dan X20 ke depan untuk presentasi.

  (101)

  ”Satu, dua, tiga, empat. Hitungan keempat diam. Bisa diam? Itu

  diletakkan. X29 ga ada yang pegang-pegang. Diletakkan. Tidak ada yang bersuara. Sekarang secara bergantian hargai temannya yang di depan. X22 (guru memanggil siswa X22). Kalau temannya mau mempresentasikan tolong dihargai, didengarkan. Ga ribut sendiri. X7 (guru memanggil siswa X7). Silahkan kelompok seperempat membacakan hasil sambil menggunakan alat peraga. Yang a dulu, dari yang bolu. Bolu boleh, roti tawar boleh. Yang kenceng suaranya. Soalnya dibaca, baru jaw

  

abannya.”

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  123 Pada pertemuan pertama guru melakukan penilaian conscience dengan kriteria penilaian kelantangan suara, kejelasan pengucapan, dan keberanian.

  Guru juga melakukan penilaian compassion dengan kriteria tidak mendominasi, menghargai siswa lain, kekompakan, dan mau berpendapat dalam kelompok.

  Hasil rerata nilai conscience selama pembelajaran adalah 94,7 dan hasil rerata nilai compassion menunjukkan 94,4. Skor dan nilai conscience dan compassion dapat dilihat di lampiran halaman (249)-(252).

  g)

  Melakukan penilaian produk

  Guru juga melakukan penilaian produk. Penilaian produk ini dilakukan dengan kegiatan evaluasi. Pada pertemuan keempat siswa mengerjakan soal evaluasi. Kegiatan ini dapat dilihat pada transkripsi IV : 142-146 yaitu:

  4 (142) Siswa duduk kembali ke tempat duduknya semula.

  (143) Guru membagikan kertas evaluasi kepada setiap siswa. (144) G :

  ”Kerjakan sendiri-sendiri. Tidak lagi kelompok. Nanti dikumpul.” (145) Siswa mengerjakan soal evaluasi dengan tenang.

  (146) Siswa mengumpulkan lembar evaluasi di meja guru.

  Produk yang dinilai adalah pengetahuan yang dibangun oleh siswa yang tampak pada hasil jawaban siswa. Berdasarkan nilai produk dari soal evaluasi yang dikerjakan siswa terdapat 93,94% tuntas dari 33 siswa dengan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) 62. Hal ini menunjukkan bahwa siswa sudah dapat memahami permasalahan penjumlahan pecahan dengan baik. Nilai competence dapat dilihat pada lampiran halaman (244)- (248).

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  124 Penilaian evaluasi ini dilakukan dengan menggunakan kriteria penilaian competence yang sudah disusun. Berdasarkan hasil penilaian produk ini dapat membantu guru untuk menilai sejauh mana perangkat pembelajaran yang digunakan dapat mengukur pemahaman siswa dan strategi yang digunakan siswa dalam menyelesaikan permasalahan penjumlahan pecahan.

  h)

  Memberikan penguatan

  Dalam proses pembelajaran guru juga melakukan penguatan kepada siswa. Penguatan tersebut dilakukan agar siswa lebih bersemangat dalam belajar dan semakin yakin akan pengetahuan yang telah dibangunnya.

  Penguatan yang telah diberikan guru terlihat pada transkripsi I

  4 : 191- 192. Berikut transkripsinya.

  (191) G

  : ”Kan kalau yang atas tadi kan kamu dapat dua ini kan dari satu

  ditambah satu kan jadi dua. Empat ini kan tetap empat kenapa ga ditambah juga. kenapa empat ga ditambah empat juga? Jadi kesimpulannya? Bu jika pecahan yang penyebutnya sama yang dijumlahkan hanya pembilangnya saja jawaban X28 gitu. Betul

  salah?” (192) SS: ”Betul.”

  Pada transkripsi di atas guru memberikan penguatan kepada X28 terhadap pendapatnya yang telah diutarakan. Selain itu juga terdapat transkripsi III

  4 : 233-234 yaitu:

  (233) G

  : ”Oke yang mau mendengarkan silahkan mendengarkan, yang ga mau mendengarkan ibu tidak akan mengulang.”

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  125 dulu. Oke betul. Lalu bagaimana nasib pembilangnya lalu X6 sudah menjawab. Pembilangnya itu caranya KPK yang sudah ketemu o penyebutnya dibagi dulu kalau sudah hasilnya dikalikan dengan pembilangnya. Pa

  ham penjelasan dari X6? Paham?”

  Pada transkripsi di atas menunjukkan bahwa guru memberikan penguatan kepada X13 yang menyimpulkan bahwa penjumlahan pecahan yang mempunyai penyebut berbeda dicari KPKnya dahulu.

2) Siswa dan siswa

  a)

  Mempresentasikan hasil pekerjaan

  Kegiatan presentasi selalu dilakukan setiap pembelajaran. Setelah guru memberikan tugas, siswa diminta untuk mempresentasikan hasil pekerjaannya di depan kelas. Kegiatan presentasi ini dilakukan agar siswa belajar untuk berani menyampaikan hasil pekerjaannya di depan kelas dan mengemukan pendapat. Kegiatan presentasi dapat dilihat pada gambar 4.22 dan 4.23.

  Selain gambar terdapat hal yang menunjukkan bahwa siswa melakukan presentasi di depan kelas seperti yang terdapat dalam transkripsi I

  4 : 102-108,

  112-116, 120-127, 130-134, 137-140, II

  4 : 66-83, 158-167, 171-176, 182-189,

  192-194, III

  4 : 13-15, 25-28, 85-90, 99-101, 106-110, 117, dan IV 4 : 132, 134.

  Berikut contoh transkripsi yang menunjukkan siswa melakukan presentasi yaitu transkripsi I : 112-116.

  4

  (112) S (X31): ”Ibu memotong kue bolu menjadi empat bagian sama besar.

  Kemudian potongan kue tadi dibagikan kepada Diana, Frizas, dan Erika. Masing-masing mendapat satu potong kue, sehingga masih

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  126 (113) S (X31):

  ”Ibu memotong bolu menjadi empat. Diana memperoleh satu,

  frizas satu, Erika satu. Lalu Diana mendapat satu lagi dari ibu. Jadi

  sekarang Diana mempunyai bagian roti dua perempat.”

  (114) G :

  ”Sekarang yang tahu!”

  (115) S (X31):

  ”Ibu mempunyai sepotong tahu. Ibu akan ahu tersebut. Supaya

  tidak terlalu besar, maka ibu memotong tahu tersebut menjadi tiga bagian sama besar. Setelah dibumbui dua potong tahu dimasukkan ke dalam wajan. Karena masih ada tempat maka ibu memasukkan lagi

  sepotong tahu. Berapa bagian tahu yang ada di wajan?”

  (116) S (X6):

  ”Dua potong tahu dibumbui lalu digoreng. Ibu masih satu

  tempat diwajan. Lalu memasukkan satu potong tahu ke wajan. Satu ditambah dua sama dengan tiga. Jadi tahu yang ada di dalam wajan

  tiga pertiga potong.”

  Setiap soal yang ada di dalam LKS dibahas melalui presentasi. Guru akan menunjuk kelompok yang melakukan presentasi. Guru meminta siswa untuk membacakan soalnya terlebih dahulu sebelum menjelaskan cara penyelesaiannya. Pada pertemuan pertama siswa mempresentasikan hasil pekerjaannya dengan menggunakan media bolu dan tahu. Pada pertemuan kedua dan siswa mempresetasikan hasil pekerjaannya dengan menggunakan papan pizza, gambar pizza, dan papan pecahan. Sedangkan pada pertemuan ketiga siswa menggunakan papan pecahan. Pada pertemuan keempat siswa mempresentasikan kesimpulan yang mereka peroleh tentang pola penjumlahan pecahan berpenyebut sama dan penjumlahan pecahan berpenyebut berbeda. Pada pertemuan keempat ini siswa sudah tidak lagi menggunakan media untuk membantu mereka menyimpulkan.

  Pada kegiatan presentasi ini membantu siswa untuk lebih berani berbicara di depan kelas, bersemangat dan aktif. Siswa lain juga dapat menanggapi hasil presentasi kelompok lain. Hal ini menunjukkan bahwa presentasi juga membantu siswa untuk berani mengungkapkan pendapatnya di hadapan guru

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  127 b)

  Melakukan kerjasama dengan siswa lain

  Pada pembelajaran ini juga nampak kerjasama antar siswa. Kerja sama ini terlihat pada saat siswa melakukan diskusi di dalam kelompok. Kerjasama ini nampak seperti pada gambar 4.25 di bawah ini.

Gambar 4.25 Siswa dalam kelompok berkerjasama menyusun potongan kertas menjadi sebuah lingkaran

  Gambar di atas menunjukkan bahwa siswa dalam kelompok berkerjasama untuk menyusun potongan kertas yang telah didapat dari guru menjadi sebuah lingkaran. Setelah lingkaran tersebut tersusun siswa dapat melihat pecahan berapa yang terbentuk dari arsiran yang terdapat dalam lingkaran tersebut.

  Selain gambar di atas ada juga transkripsi yang menunjukkan bahwa siswa melakukan kerjasama dengan siswa lain atau dalam kelompoknya. Hal ini ditunjukkan pada transkripsi I 4 : 66 di bawah ini. (66) BS (kelompok sepertujuh) : (X8 memotong bolu sambil berkata Ini sudah sama belum?) Iki wis podo urung?

  ”Iki-iki.” (Ini-ini kata X18 sambil menunjuk cara memotong kue). ”Hore…..!” (semua anggota kelompok berkata hore..! )

  Kegiatan di atas menunjukkan bahwa siswa bekerjasama dalam menggunakan media untuk menyelesaikan permasalah penjumlahan pecahan. Kegiatan tersebut dilakukan siswa pada pertemuan pertama. Siswa

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  128 c)

  Menyampaikan pendapat atau pertanyaan

  Dalam pembelajaran guru juga selalu memberikan kesempatan siswa untuk berpendapat dan memberikan pertanyaan. Kesempatan yang telah diberikan guru ini digunakan siswa pada saat siswa dalam kelompok atau pada saat ada kelompok lain yang melakukan presentasi.

  Penyampaian pendapat pada kelompok terlihat pada pertemuan pertama (lihat transkripsi I

  4 : 66). Dalam transkripsi tersebut menunjukkan bahwa ada

  siswa yang memberikan pendapat untuk memotong tahu sebagai media yang digunakan untuk mennyelesaikan masalah penjumlahan pecahan. Namun pada pertemuan pertama dan kedua siswa tidak memberikan pertanyaan kepada siswa atau kelompok lain saat kegiatan presentasi.

  Pemberian pendapat atau tanggapan pada saat presentasi baru terlihat pada pertemuan ketiga. Hal ini dapat dilihat pada transkripsi III

  4 : 113-117.

  (113) G:

  ”Ga bisa duduk, dah X23 duduk! Oke lihat ke depan untuk soal

  nomor satu. Ada yang punya tanggapan atau punya jawaban lain atau mungkin mau mengerjakan atau memperbaiki jawaban temannya yang salah atau mau menjelaskan dengan papan pecahan silahkan tunjuk

  jari!”

  (114) BS:

  ”X6 bu…X6…!”

  (115) BS:

  ”X11…”

  (116) G:

  ”X11 silahkan! Maju ke depan!”

  (117) X11 ke depan dan menghapus jawaban yang ditulis kelompok X10 dan

  1 1 2+1

  3

  • memperbaikinya menjadi = =

  2

  

4

  4

  4 Transkripsi di atas menunjukkan bahwa siswa memperbaiki jawaban

  teman lain. Siswa tersebut ke depan kelas lalu menghapus jawaban kelompok lain lalu menggantinya dengan jawaban yang baru. Ada juga yang

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  129 (150) G :

  ”Siapa yang mau menanggapi jawaban dari X17? Siapa? X28? Maju ke depan!”

  (151) X28 maju ke depan. (152) S (X28) :

  ”Dua dan empat KPK nya empat di sini delapan.”

  Pada transkripsi di atas menunjukkan siswa X 28 memberikan pendapat bahwa KPK dari dua dan empat adalah empat. X28 tersebut berpendapat seperti itu sebab X28 melihat jawaban X17 adalah delapan. Hal ini menunjukkan bahwa siswa memperhatikan siswa lain yang mempresentasikan hasil pekerjaan kelompok di depan kelas. Berikut juga ada gambar yang menunjukkan bahwa siswa bersemangat untuk memberikan pendapatnya (lihat gambar 4.26)

Gambar 4.26 Siswa mengangkat tangan untuk memberikan pendapat kepada kelompok lain pada pertemuan ketiga

  Pemberian pendapat atau tanggapan pada pertemuan ketiga ini didukung dengan pemberian bintang oleh guru untuk siswa yang dapat menjawab dengan benar, memberikan pendapat atau tanggapan kepada kelompok lain. Siswa sangat bersemangat untuk mendapat bintang. Hal ini terlihat pada transkripsi III

  4 : 181-182 berikut ini.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  130 (181) BS :

  ”Aku bu..aku bu….!” (siswa saling berebut ingin memberi tanggapan).

  (182) Guru menunjuk X26 dan X10 ke depan kelas.

  Pemberian bintang ini membuat siswa lebih bersemangat untuk memberikan pendapat atau tanggapan. Tidak seperti pada pertemuan pertama dan kedua. Pada pertemuan pertama dan kedua siswa cenderung tidak memberikan pendapat atau tanggapan. Siswa hanya mendengarkan hasil presentasi kelompok lain atau penjelasan dari guru.

  Berdasarkan kegiatan pembelajaran yang terjadi siswa tidak memberikan pertanyaan untuk menggali pengetahuan yang mengarah pada konsep materi.

  Siswa cenderung hanya memberikan tanggapan kepada kelompok lain. Akan tetapi perangkat yang digunakan sudah cukup mendorong siswa untuk menyampaikan pendapat atau tanggapan dengan dorongan pemberian bintang. Hal ini membuat siswa menjadi lebih aktif dalam proses pembelajaran.

  d)

  Memberikan apresiasi terhadap teman lain

  Siswa juga memberikan apresiasi terhadap teman lain. Pemberian apresiasi ini dilakukan baik dalam kelompok saat diskusi ataupun saat presentasi. Berikut transkripsi I : 86 yang menunjukkan bahwa siswa memberikan

  4 apresiasi kepada temannya saat melakukan diskusi kelompok.

  (86) BS (Kelompok sepertiga):

  ”Gene pinter to yan!” ( Itu pintar yan kata

  X25 sambil melihat potongan tahu yang dipotong oleh Rian)

  ”Wis tak kandani ket mau-mau kok.” ( Sudah saya kasih tahu dari

  tadi kok kata X22 menanggapi pernyataan X25)

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  131 Selain apresiasi yang dilakukan dalam kelompok siswa juga memberikan apresiasi berupa tepuk tangan setelah kelompok lain selesai presentasi. Lihat transkripsi I 4 : 109. (109) G : ”Tepuk tangan untuk seperempat. Sekarang kelompok seperenam.

  Maju perwakilan dua orang. Oke X23 dan X14! (guru menunjuk siswa X23 dan X14 maju di depan kelas

  ). Bawa alatnya!”

  Berdasarkan paparan yang menunjukkan siswa memberikan apresiasi dalam kelompok dan pada saat presentasi dengan tepuk tangan membuktikan bahwa perangkat pembelajaran yang digunakan sudah dapat mendorong siswa untuk melakukan apresiasi terhadap teman lain.

  e)

  Memperhatikan teman yang menyampaikan pendapat

  Dalam proses pembelajaran guru selalu memberikan kesempatan kepada siswa untuk berpendapat. Pada saat siswa lain berpendapat, siswa lain diharapkan memperhatikan siswa yang sedang berpendapat. Pada pembelajaran ini sudah tampak pada saat salah satu menuliskan hasil pekerjaan di papan tulis siswa lain tampak memperhatikan. Hal tersebut dapat dilihat pada gambar di bawah ini.

Gambar 4.27 Siswa memperhatikan kelompok presentasi yang sedang menulis hasil pekerjaan di papan tulis

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  132 Akan tetapi masih banyak siswa yang tidak memperhatikan siswa yang sedang berpendapat. Siswa masih terdengar berbincang-bincang dengan teman lain sehingga guru sering menegur siswa agar memperhatikan teman lain yang sedang presentasi. Hal ini dapat dilihat pada transkripsi I

  4 : 101 berikut ini.

  (101) G : ”Satu, dua, tiga, empat. Hitungan keempat diam. Bisa diam? Itu .

  X29 ga ada yang pegang-pegang. Diletakkan. Tidak ada yang bersuara. Sekarang secara bergantian hargai temannya yang di depan. X22 (guru memanggil siswa X22). Kalau temannya mau mempresentasikan tolong dihargai, didengarkan. Ga ribut sendiri. X7 (guru memanggil siswa X7). Silahkan kelompok seperempat membacakan hasil sambil menggunakan alat peraga. Yang a dulu, dari yang bolu. Bolu boleh, roti tawar boleh. Yang kenceng suaranya.

  Soalnya dibaca, baru jawabannya.”

  Berdasarkan paparan di atas dapat diambil kesimpulan bahwa siswa kurang memperhatikan teman lain yang sedang berpendapat. Siswa cenderung berbicara dengan teman lain sehingga membuat suasana kelas sedikit gaduh. Perhatian siswa terhadap siswa lain yang menyampaikan pendapat kurang muncul dalam pembelajaran.

e. Karakteristik Penggunaan Keterkaitan (Intertwining) 1)

  

Adanya kaitan materi pecahan dengan materi lainnya dalam satu mata

pelajaran matematika

a) Kaitannya dengan materi bilangan bulat (penjumlahan bilangan bulat).

  Pada proses pembelajaran materi penjumlahan pecahan terdapat kaitannya

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  133 ini dapat terlihat pada transkripsi I

  5 : 179-190, II 5 : 243-244, 315-316, dan III 5 :

  53-54. Berikut salah satu transkripsi yang menunjukkan adanya keterkaitan dengan penjumlahan bilangan bulat (lihat transkripsi I

  5 : 179-190).

  (179) G :

  ”Bagaimana bilangan mempunyai penyebut yang sama. Kalau dijumlahkan o seperti ini. Kan keliatan dari soal yang dikerjakan tadi.

  Perhatikan ke depan semua! Bagaimana dengan soal bolu tadi. Ada bolu satu dibagi empat. Ini nilainya berapa? Seperempat, seperempat, seperempat, seperempat. Ini buat Frizas, trus Diana, trus Erika. Sisa satu diberikan kepada Diana. Lalu oleh ibu diberikan lagi ke Diana. Tapi pertanyaannya lalu berapa potong kuue di Diana. Awalnya Diana

  mempunyai berapa?”

  (180) SS :

  ”Seperempat.”

  (181) G :

  ”Lalu diberikan ibu berapa?”

  (182) SS :

  ”Seperempat.”

  (183) G :

  ”Kalau diberikan itu tandanya apa?”

  (184) SS :

  ”Ditambah.”

  (185) G :

  ”Tadi kamu menemukan jawabannya berapa?”

  (186) SS :

  ”Dua perempat.”

  (187) G :

  ”Dari mana kamu dua perempat ini?”

  (188) BS :

  ”Satu tambah satu.”

  (189) G :

  ”Satu oke dua. Lalu yang empat? Ditambah ga?”

  (190) BS :

  ”Ga.”

  Bedasarkan transkripsi di atas siswa sudah mengerti bahwa penjumlahan pecahan berpenyebut sama yang dijumlahkan hanya pembilangnya saja.

  Penjumlahan pembilang tersebut merupakan penjumlahan bilangan bulat, seperti pada transkrip di atas yaitu penjumlahan satu dengan satu yaitu dua.

  Siswa juga sudah dapat memahami kalimat dalam soal seperti kalimat “Sisa satu diberikan kepada Diana” diartikan sebagai penjumlahan.

  Hal lain yang menunjukkan bahwa pembelajaran ini terkait dengan penjumlahan bilangan bulat dapat dilihat pada hasil pekerjaan siswa dalam

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  134 pembilangnya saja dan tidak menjumlahkan penyebutnya. Berikut gambar yang menunjukkan hasil pekerjaan siswa yang menjumlahkan pecahan berpenyebut sama.

Gambar 4.28 Hasil pekerjaan X28 pada LKS pertemuan pertama

  Berdasarkan transkripsi dan gambar yang telah dipaparkan di atas menunjukkan bahwa penjumlahan bilangan bulat dapat menjadi dasar untuk siswa memahami penjumlahan pecahan berpenyebut sama. Apabila siswa sudah paham mengenani penjumlahan bilangan bulat maka siswa akan lebih mudah dalam memahami penjumlahan pecahan biasa. Guru telah berhasil membantu siswa untuk memahami penjumlahan pecahan berpenyebut sama dengan mengaitkan penjumlahan bilangan bulat.

  b)

  Kaitannya dengan materi bangun datar (mengenal benda-benda yang berbentuk bangun datar).

  Dalam proses pembelajaran juga terdapat kegiatan yang mengaitkan dengan materi bangun datar. Materi bangun datar merupakan materi yang

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  135 dengan penjumlahan pecahan dapat dilihat pada gambar dan juga transkripsi. Berikut gambar yang menunjukkan kaitannya dengan bangun datar.

Gambar 4.29 Siswa menyusun potongan kertas menjadi sebuah lingkaran

  Gambar di atas menunjukkan bahwa pembelajaran penjumlahan pecahan juga mengaitkan dengan materi bangun datar. Siswa diminta oleh guru untuk menyusun potongan kertas menjadi sebuah lingkaran dan pada lingkaran tersebut terdapat bagian yang diarsir. Bagian yang diarsir menunjukkan sebuah pecahan yang harus disebutkan oleh siswa. selain gambar di atas terdapat transkripsi yang menunjukkan bahwa pembelajaran ini mengaitkan dengan materi bangun datar yaitu I

  5 : 13 dan II 5 : 87-90.

  Berikut transkripsi II 5 : 87-90. (87) Guru membagikan potongan kertas yang berbentuk bangun datar yang berbeda-beda kepada siswa. Siswa mulai ribut sendiri. Terdengar suara kursi yang digoyang-goyangkan. (88) G :

  ”Yang belum dapet siapa lagi? Oke semua sudah dapat nomor dada

  dengan bentuk dan warna yang berbeda? Silahkan kamu tempel atau kamu taruh di dadamu. Terserah kamu gampangnya masang di

  mana.” (89) Siswa memasang nomor dadanya masing-masing.

  (90) G :

  ”Oke kali ini ibu akan membagikan kelompok berdasarkan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  136 Kertas yang berbentuk bangun datar digunakan untuk pembagian kelompok. Siswa diminta untuk berkumpul dengan siswa yang memiliki kertas berbentuk sama. Hal ini membantu guru untuk membentuk kelompok.

  Selain data-data di atas dapat dilihat juga hasil pekerjaan siswa yang menggambarkan bangun datar berbentuk lingkaran untuk mengilustrasikan cara penyelesaian mereka. Berikut gambar pekerjaan siswa yang mengambarkan lingkaran.

Gambar 4.30 Gambar lingkaran pada hasil pekerjaan siswa

  Dalam pembelajaran guru juga menggunakan media yang berbentuk bangun datar seperti kertas bergambar pizza berbentuk lingkaran dan karrtu pecahan yang permukaannya berbentuk persegi panjang. Penggunaan media yang berbentuk bangun datar ini membantu siswa untuk menyelesaikan permasalahan penjumlahan pecahan. Media yang digunakan juga sesuai dengan permasalahan yang terdapat dalam soal. Seperti pada soal latihan nomor satu di LKS pertemuan kedua tentang pizza maka guru menyediakan media papan pizza dan kertas bergambar pizza. Selain itu pada soal latihan nomor dua di LKS pertemuan kedua tentang tempe maka guru menyediakan media papan pecahan.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  137 Berdasarkan data-data di atas dapat disimpulkan bahwa guru sudah mengaitkan pembelajaran penjumlahan pecahan dengan materi bangun datar.

  Hal ini berdampak pada hasil pekerjaan siswa. Pada hasil pekerjaan siswa, siswa mengilustrasikan penyelesaiannya menggunakan bangun datar misalnya lingkaran atau persegi panjang.

  c)

  Kaitannya dengan materi menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan

  KPK Dalam pembelajaran guru juga mengaitkan materi penjumlahan pecahan dengan materi menyelesaikan masalah berkaitan dengan KPK. Materi penjumlahan pecahan yang mengaitkan dengan KPK yaitu pada penjumlahan pecahan berpenyebut berbeda. Pengaitan materi dengan materi KPK dapat dilihat pada transkripsi II

  5 : 211-216, 301-306, dan III5: 37-42, 203-206, 244-

  245. Berikut transkripsi II

  5 : 211-216 yang menunjukkan keterkaitan dengan materi KPK.

  (211) G :

  ”Tetapi kalau penyebutnya berbeda harus diapakan dulu?”

  (212) SS :

  ”Cari KPK.”

  (213) G :

  ”Dulu sudah pernah lo ya. Ini hanya mengulang. Dicari apanya dulu?”

  (214) SS :

  ”KPK.”

  (215) G :

  ”KPK. KPK dari empat dan dua berapa?”

  (216) SS :

  ”Empat.”

  Transkripsi di atas menunjukkan bahwa guru dalam menjelaskan proses penyelesaian penjumlahan pecahan berpenyebut berbeda menggunakan KPK untuk menyamakan penyebutnya. Pengaitan dengan materi KPK ini juga membantu siswa dalam menyelesaikan masalah penjumlahan pecahan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  138 berpenyebut berbeda. Hal tersebut juga dapat dilihat dari pekerjaan siswa yang terdapat pada gambar di bawah ini.

Gambar 4.31 Pekerjaan siswa yang menggunakan KPK untuk menyamakan penyebut dua pecahan

  Berdasarkan transkripsi dan gambar di atas dapat disimpulkan bahwa guru sudah mengaitkan pembelajaran dengan materi lain salah satunya yaitu materi penyelesaian masalah yang berkaitan dengan KPK. Hal ini membantu siswa dalam menyelesaikan masalah penjumlahan pecahan berpenyebut sama.

  d)

  Kaitannya dengan materi pecahan senilai

  Pada proses pembelajaran juga terlihat bahwa materi penjumlahan pecahan juga terkait dengan materi pecahan senilai. Keterkaitan dengan materi pecahan senilai dapat dilihat pada transkripsi I 5 : 18-19 di bawah ini. (18) G :

  ”Dua perempat. Oke. Disederhanakan bisa ga?”

  (19) BS:

  

”Bisa” (siswa di kelompok dua perempat yang menjawab)

  Transkripsi lain yang menunjukkan keterkaitan materi penjumlahan pecahan dengan materi pecahan senilai yaitu trankripsi III : 159-161.

  5

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  139

  3 (160) X17 menuliskan di belakang pekerjaannya tadi.

  4

  (161) G :

  ”Oke, sama jawabannya?”

  Berdasarkan transkripsi di atas dapat disimpulkan bahwa penjumlahan pecahan juga berkaitan dengan materi pecahan senilai. Ketika jawaban penjumlahan pecahan merupakan pecahan yang masih disederhanakan maka guru meminta siswa untuk menyederhanakan pecahan tersebut.

  2)

Adanya kaitan dengan materi bilangan pecahan dengan materi dari mata

pelajaran di luar matematika

  a)

  Kaitannya dengan materi di mata pelajaran Bahasa Indonesia

  Selain terkait dengan materi lain dalam satu mata pelajaran, pembelajaran ini juga terkait dengan materi mata pelajaran di luar matematika. Salah satunya yaitu terkait dengan mata pelajaran Bahasa Indonesia. Dalam pembelajaran materi penjumlahan pecahan ini guru mengaitkan dengan mata pelajaran Bahasa Indonesia yaitu aspek membaca dan mendengarkan. Kaitannya dengan aspek membaca terdapat pada transkripsi I

  5 : 61-62, 79, dan

  II

  5 : 110-112, 159-160, 172-173, 183-184, 198-199, 255-258. Berikut

  transkripsi I

  5 : 61-63 yang menunjukkan aspek membaca yang terkait dengan materi penjumlahan pecahan.

  (61) G :

  ”Oke ga ada yang ribut. Semua kelompok sudah dapat. Semua

  kelompok sudah dapat tiga macam bahan roti tawar, tahu, dan bolu. Sudah? Semua kelompok sudah dapat Lembar Kerja Siswa (LKS). Jangan lupa tulis namanya dulu. X16 tulis namanya. Tulis namanya di LKS. Sudah lalu kamu buka halaman satu dulu, sudah? Dibaca dulu. Jangan diutik-

  utik dulu. Dibaca dulu dalam hati.”

  (62) Semua siswa membaca tulisan di LKS halaman 1

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  140 Transkripsi di atas menunjukkan bahwa guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk membaca dahulu soal yang ada di dalam LKS. Siswa membaca di dalam hati untuk memahami isi soal agar siswa dapat menyelesaikan permasalahan penjumlahan pecahan yang ada dalam soal.

  Selain aspek membaca ada juga aspek mendengarkan yang terkait dengan materi penjumlahan pecahan. hal yang menujukkan keterkaitan tersebut terdapat pada transkripsi I

  

5 : 111-112, 124-125, II

5 : 60, 104, III 5 : 5-6, dan IV 5 :

  35-54. Berikut salah satu transkripsi yang menunjukkan adanya keterkaitan dengan aspek mendengarkan (lihat transkripsi II

  5 : 60).

  (60) G :

  ”Kalau masih dingin ibu kasih panas-panasan. Pasang telinganya!

  (siswa merapikan rambut di belakang telinga). Kalau sudah pasang telinganya mulutnya ya diam. Tadi katanya belum panas ibu bacakan cerita dan didengarkan. Ibu punya cerita. Ceritanya berhubungan dengan pecahan. (Guru membacakan soal cerita) Ibu memiliki satu buah pizza. Ibu memotong pizza menjadi 6 potong. Kamu bisa bayangin ibu punya pizza lalu dipotong enam potong. Bisa bayangin ya, tapi cuma dibayangin tok. Lalu ibu memberikan 2 potong pizza kepada Dika. Beberapa saat kemudian Dika mendapatkan 1 potong pizza lagi sama jenisnya dari kakak. Berapa banyak bagian pizza yang dimiliki oleh

  dika sekarang?”

  Transkripsi di atas menunjukkan bahwa siswa diajak untuk mendengarkan soal cerita yang dibacakan oleh guru. Siswa diminta untuk memahami soal dengan mendengarkan baik-baik soal tersebut. Siswa yang mendengarkan dengan baik dapat mengerjakan soal yang dibacakan guru dengan baik juga.

  Berikut bukti bahwa siswa yang mendengarkan baik dapat mengerjakan soal tersebut dengan baik juga, yaitu siswa dapat mendemosntrasikan cara penyelesaian soal tersebut. Bukti tersebut dapat dilihat pada transkrip II

  5 : 68-

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  141 (68) G :

  ”Oke di sini ada roti diibaratkan pizza. Oke silahkan X1 dan X3…Ibu bacakan ulang soalnya ya. Yang lain diam…. Ibu memiliki

  satu buah pizza. Ibu memotong pizza menjadi 6 potong. Lalu ibu memberikan 2 potong pizza kepada Dika. Beberapa saat kemudian Dika mendapatkan 1 potong pizza lagi sama jenisnya dari kakak.

  Berapa banyak bagian pizza yang dimiliki oleh Dika sekarang?” (69) X1 dan X3 mencoba memotong roti yang ada di depan.

  (70) G :

  ”Berapa potong itu?”

  (71) S (X1):

  ”Enam.”

  (72) G :

  ”Lalu bagaimana tadi?”

  (73) S (X1):

  ”Dikasih Dika.”

  (74) G :

  ”Dikasihkan ga papa. Berapa yang dikasih Dika?”

  (75) S (X1):

  ”Dua.” (76) X1memberikan dua potong roti kepada X12.

  (77) G :

  ”Trus?”

  (78) X1 memberikan satu potong roti ke Bu N. Lalu Bu N memberikannya kepada X12. (79) G :

  ”Oke…e…tadi…”

  (80) Siswa bertepuk tangan Berdasarkan paparan di atas dapat disimpulkan bahwa guru sudah mengaitkan pembelajaran materi penjumlahan pecahan dengan materi di luar

  Matematika yaitu materi Bahasa Indonesia. Guru mengaitkan pada aspek membaca dan mendengarkan sehingga dapat membantu siswa untuk memahami pembelajaran.

  b)

  Kaitannya dengan materi di mata pelajaran SBK

  Pembelajaran materi penjumlahan pecahan juga terkait dengan materi mata pelajaran SBK. Salah satunya yaitu materi menggambar. Siswa diminta untuk menggambarkan cara penyelesaian soal yang terdapat dalam LKS. Hal tersebut dapat dilihat hasilnya pada gambar 4.28. Siswa mengambarkan lingkaran yang dibagi-bagi sesuai bilangan pecahan. Gambaran siswa tersebut menunjukkan bahwa siswa sudah memahami makna dari bilangan pecahan.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  142 untuk mengarsir gambar smile atau bintang untuk siswa mengukur kemampuannya sendiri. Berikut gambar yang menunjukkan bahwa siswa mengarsir gambar bintang.

Gambar 4.32 Arsiran X31 pada gambar bintang di LKS

  Kegiatan lain yang mengaitkan pembelajaran dengan materi SBK yaitu menempel. Pada pertemuan keempat, siswa diberikan potongan kertas dan diminta untuk menempelkan kertas tersebut di kertas lain yang terdapat gambar lingkaran. Kertas yang ditempel oleh siswa harus membentuk sebuah pecahan. berikut gambar hasil pekerjaan siswa.

Gambar 4.33 Hasil tempelan kelompok 3 untuk membentuk sebuah pecahan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  143

3. Rangkuman Kemunculan Indikator Setiap Karakteristik PMRI dalam Pembelajaran

  Berikut adalah rangkuman kemunculan indikator setiap karakteristik PMRI dalam pembelajaran: Keterangan :

  A b :C

  A = pertemuan ke-

  b = karakteristik PMRI ke- (1. Penggunaan konteks, 2. Penggunaan Model, 3. Penggunaan kontribusi siswa, 4. Penggunaan interaktivitas, 5.

  Pemanfaatan keterkaitan) C = baris trankripsi Contoh: I

  1 :65 (Pertemuan pertama, karakteristik penggunaan konteks, baris transkripsi nomor 65.

  Penentuan kemunculan indikator yang diharapkan dapat dilihat berdasarkan RPP yang telah disusun. Perhitungan presentase kemuunculan indikator yaitu dengan membandingkan kegiatan pembelajaran yang telah berlangsung yang berupa transkripsi dan gambar dengan kemunculan indikator yang diharapkan. Kriteria kemunculan indikator yang diharapkan merupakan hasil presentase setiap indikator dengan berpedoman pada tabel kriteria kemunculan indikator karakteristik PMRI. Rentangan skor dalam bentuk skor menggunakan kurva normal sebagai acuan. Penggunaan kurva normal tersebut melihat keadaan kelas

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  144 bagian tengah. Kriteria kemunculan indikator menggunakan persentil 56% dari total persentase yang seharusnya dicapai, dan diberi kriteria cukup (Masidjo, 1995:157). Kriteria kemunculan indikator karakteristik dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 4.18 Kriteria Kemunculan Indikator Karakteristik PMRI

  No. Rentangan Persentase Kriteria

  1. 81%-100% Sangat maksimal 2. 66%-80% Maksimal 3. 56%-65% Cukup maksimal 4. 46%-55% Kurang maksimal 5. < 45% Tidak muncul

  Rangkuman dan analisis kemunculan setiap karakterisrik PMRI dapat dilihat pada tabel-tabel berikut ini:

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

a. Karakteristik Penggunaan Konteks

Tabel 4.19 Rangkuman Kemunculan Indikator Karakteristik Penggunaan Konteks

  Jumlah Transkripsi dan gambar yang Prosentase Kriteria kemunculan No Indikator Karakteristik kemunculan yang menunjukkan kemunculan kemunculan indikator diharapkan karakteristik PMRI

  1 Menggunakan masalah 89% Sangat maksimal kontekstual

  a. soal Menggunakan

  I 1 :65, 83, II 1 : 60, 104, 140, III 1 : 6 cerita yang dekat

  7 100% dan 70 dengan kehidupan siswa b.

  Permasalahan kontekstual yang

  I 1 : 82-86, II 1 : 174-176, 184-187. disampaikan mampu

  4 100% Gambar 4.1 mengarahkan siswa menemukan konsep c.

  Permasalahan kontekstual yang

  3 II

1 : 64-65, III

1 : 15-17. 67% disampaikan mudah dimengerti siswa

  2 Menggunakan permainan 66,5% Maksimal

  a. yang Permainan digunakan I : 8-15, III : 55-59, IV : 4-15 1

1

1

  3 100% membangkitkan Gambar 4.2, 4.3 semangat siswa.

  b.

  Permainan menggambarkan apa

2 I 1 : 9-17 50% yang akan dipelajari.

  145

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  146

  3 Menggunakan media dan alat peraga 100%

  Sangat maksimal a.

  Media dan alat peraga yang digunakan mudah ditemukan/dekat dengan siswa

  4 I 1

: 60, II

1 : 15-26 Gambar 4.4, 4.5 100% b.

  Media dan alat peraga dapat menarik perhatian siswa

  4 I 1 : 59-60, II 1 : 110-111 Gambar 4.6, 4.7 100%

  4 Menggali pengetahuan awal yang digali sesuai dengan materi

  100% Sangat maksimal a.

  Pengetahuan awal yang digali sesuai dengan materi

  2 I 1

: 156-164, II

1 : 209-212 100% Rata-rata presentase karakteristik penggunaan konteks 88,88% Sangat maksimal

  Berdasarkan Tabel 4.19 diperoleh hasil bahwa kegiatan pembelajaran penjumlahan pecahan menggunakan pendekatan PMRI telah menggunakan masalah kontekstual dengan kriteria sangat maksimal. Guru memberikan kegiatan pembelajaran menggunakan permasalahan kontekstual yang dekat dengan kehidupan siswa. Permasalahan kontekstual yang disampaikan mudah dimengerti siswa dan mengarahkan siswa untuk menemukan konsep. Penggunaan permainan dalam kegiatan pembelajaran termasuk dalam kriteria sangat maksimal. Siswa menjadi bersemangat mengikuti pembelajaran dengan adanya permainan. Permainan yang digunakan dalam kegiatan pembelajaran muncul maksimal menggambarkan materi yang akan dipelajari. Penggunaan media dan alat peraga yang

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  mudah ditemukan dalam kehidupan sehari-hari cukup mampu menarik perhatian siswa. Persentase kemunculan indikator penggunaaan media dan alat peraga mencapai 100% yang termasuk dalam kriteria sangat maksimal. Dalam pembelajaran guru juga memunculkan secara sangat maksimal kegiatan yang menunjukkan penggalian pengetahuan awal siswa yang sesuai materi. Hal tersebut dapat dilihat bahwa kemunculan yang diharapkan mampu terpenuhi semua. Berdasarkan rangkuman kemunculan indikator seperti terlihat pada Tabel 4.19 diperoleh hasil rata-rata presentase kemunculan karakteristik penggunaan konteks adalah 88,88%. Hal ini dapat disimpulkan bahwa karakteristik penggunaan konteks muncul secara sangat maksimal dalam kegiatan pembelajaran.

b. Karakteristik Penggunaan Model

Tabel 4.20 Rangkuman Kemunculan Indikator Karakteristik Penggunaan Model

  Jumlah Transkripsi dan gambar yang Prosentase Kriteria kemunculan No Indikator Karakteristik kemunculan yang menunjukkan kemunculan kemunculan indikator diharapkan karakteristik PMRI

  1 Penggunaan strategi informal oleh siswa dalam pemecahan

  4 Gambar 4.8, 4.9, 4.10, 4.11. Sangat maksimal 100% masalah.

  2 Penggunaan strategi formal oleh siswa dalam pemecahan 89% Sangat maksimal masalah.

  a.

  II 2 : 174-176, III 2: 84-90, 169-172.

  Memodelkan masalah

  4 100% dalam kalimat

  Gambar 4.12

  147

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  matematika.

  b.

  II 2 : 176, III 2 : : 13-15, Menggunakan rumus matematika dalam 6 147-149, dan 236-245 100% pemecahan masalah. Gambar 4.13, 4.14 c.

  Menggunakan langkah- langkah matematis

  II 2 : 110, 111, 176

  6 67% dalam pemecahan Gambar 4.13 masalah.

  3 Pembimbingan oleh guru dalam menjembatani strategi 72,3% Maksimal informal siswa ke strategi formal a.

  Guru memberi pertanyaan yang

  4 II 2 : 203-212, III 2 : 31-40, 118-134. 75% mengarah ke strategi formal.

  b.

  Guru memberi soal dengan konteks lain

  3 I

2 :193-199, II

2 : 209-210 67% yang mengarah ke strategi formal.

  c.

  Guru memberi contoh analogi yang mengarah

4 I 2 : 179, II 2 : 203 dan III 2 : 281-282. 75% ke strategi formal.

  Rata-rata presentase kemunculan karakteristik penggunaan model 87,1% Sangat maksimal

  148

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Berdasarkan Tabel 4.20 diperoleh hasil bahwa indikator penggunaan strategi informal oleh siswa dalam pemecahan masalah muncul secara sangat maksimal dalam kegiatan pembelajaran. Pada indikator penggunaan strategi formal oleh siswa dalam pemecahan masalah diperoleh persentase 89% dengan kriteria kemunculan sangat maksimal. Pada indikator pembimbingan oleh guru dalam menjembatani strategi informal siswa ke strategi formal muncul secara maksimal. Kemunculan sub-indikator pemberian pertanyaan yang mengarah ke strategi formal mencapai presentase 75% dan pemberian contoh analogi yang mengarah ke strategi formal oleh guru hanya mencapai persentase 67%. Pemberian soal dengan konteks lain yang mengarah ke strategi formal oleh guru muncul secara maksimal dengan presentase 75%. Berdasarkan rangkuman kemunculan indikator seperti terlihat pada Tabel 4.20 diperoleh hasil rata-rata presentase kemunculan karakteristik penggunaan model adalah 87,1%. Hal ini dapat disimpulkan bahwa karakteristik penggunaan model muncul secara sangat maksimal dalam kegiatan pembelajaran.

c. Karakteristik Penggunaan Kontribusi Siswa

Tabel 4.21 Rangkuman Kemunculan Indikator Karakteristik Penggunaan Kontribusi Siswa

  Jumlah Transkripsi dan gambar yang Prosentase Kriteria kemunculan No Indikator Karakteristik kemunculan yang menunjukkan kemunculan kemunculan indikator diharapkan karakteristik PMRI

1 Pengungkapan berbagai

  95,8% Sangat maksimal strategi yang digunakan

  149

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  dalam pemecahan masalah a.

  Munculnya berbagai

  III : 149-160

3

cara yang digunakan

  6 Gambar 4.16, 4.17, 4.18, 4.19, 100% dalampemecahan 4.20 masalah oleh siswa.

  b.

  Pemberian waktu yang mencukupi kepada siswa

  I 3 : 206-207, 149, 228, II 3 : 324,

  8 87,5% dalam pemecahan 341, IV 3 : 125, dan154 masalah.

  c.

  Pemilihan media oleh siswa yang digunakan

  1 I 3 : 67 100% dalam pembelajaran strategi yang digunakan.

  2 Pemberian tanggapan terhadap strategi yang 83,5% Sangat maksimal digunakan a.

  Siswa memberi komentar/saran terhadap

  I 3 : 68, III 3 : 113-117, 150-152, dan

  6 67% hasil pekerjaan siswa 177-184 lain.

  b.

  I 3 : 167-171, III 3 : 228-234, dan Siswa menyimpulkan hasil pelajaran (guru

  IV 3 : 117-127.

  4 100% hanya mengarahkan Gambar 4.21 siswa).

  3 Pemberian motivasi oleh guru kepada siswa untuk 25% Tidak muncul mengungkapkan pendapatnya terhadap pemecahan masalah a.

  Pemberian pertanyaan

4 I : 154:155 25%

  

3

oleh guru untuk

  150

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  memancing siswa bertanya

4 Pemberian kesempatan oleh

  I 3 : 141-145, II 3 : 168, III 3 : 118, guru kepada siswa untuk 8 150, dan 177, 278, III : 228-231, Sangat maksimal 3 100% mengungkapkan pendapat

  

II

3 : 319

  5 Pengajuan pertanyaan oleh siswa yang mengarah pada 4 - 0% Tidak muncul pembangunan konsep pembelajaran

  

Rata-rata presentase kemunculan karakteristik penggunaan kontribusi siswa 60,86% Cukup maksimal

  Berdasarkan Tabel 4.21 dapat dilihat bahwa indikator pengungkapan berbagai strategi yang digunakan dalam pemecahan masalah muncul dengan sangat maksimal dengan rata-rata presentase 95,8%. Kegiatan pembelajaran mampu memunculkan berbagai cara yang digunakan dalam pemecahan masalah oleh siswa. Pemberian waktu yang mencukupi kepada siswa dan pemilihan media oleh siswa yang digunakan dalam pembelajaran telah muncul dalam pembelajaran. Pada indikator pemberian tanggapan terhadap strategi yang digunakan muncul dengan rata-rata persentase sebesar 83,5% yang menunjukkan bahwa kriteria kemunculannya sangat maksimal. Indikator pemberian motivasi oleh guru kepada siswa untuk mengungkapkan pendapatnya terhadap pemecahan masalah tindak muncul yang ditandai dengan pemberian pertanyaan oleh guru untuk memancing siswa bertanya. Indikator pemberian kesempatan oleh guru kepada siswa untuk mengungkapkan pendapat muncul dengan sangat maksimal dengan presentase sebesar 100%. Indikator yang tidak muncul adalah pengajuan pertanyaan oleh siswa yang mengarah pada pembangunan konsep pembelajaran.

  151 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI d. Karakteristik Penggunaan Interaktivitas

Tabel 4.22 Rangkuman Kemunculan Indikator Karakteristik Penggunaan Interaktivitas

  Jumlah kemunculan Transkripsi dan gambar Prosentase Kriteria kemunculan yang diharapkan yang menunjukkan kemunculan indikator No Indikator Karakteristik kemunculan karakteristik PMRI

  1 Guru dan siswa 87% Sangat maksimal a.

  4 I : 4, II : 15, III : 68, dan IV : 100% Membangun norma 4 4 4 4 kelas.

  24-27, 117 b.

  12 I :, 150-153, 157-166, 167- 100% Mengadakan tanya 4 jawab selama 169, 179-199, II 4 : 15-30, 70-

  pelajaran 79, 103-253, 257-264, III : 31- 4 berlangsung. 55, 118-146, 197-218, dan 236-241 c.

  18 I 4 : 122, 127, 137-138, II 4 : 68- 100% Melakukan demonstrasi dengan 83, 162-164, 174-176, 187- menggunakan media 188, 199-200, dan III : 86-88. 4 pembelajaran.

  I 4 : 150-153, 178-190, II 4 : 203, 257, 281-296 dan III 4 : 120- 123, dan 189- 193 Gambar 4.22, 4.23 d.

  6 I 4 : 101-104, II 4 : 68-75, 159- 83% Membimbing siswa dalam memecahkan 164, dan III 4 : 31-54 masalah berupa soal Gambar 4.24, yang diberikan guru.

  e.

  8 I 4 : 154, II 4 : 110, 116, III 4 : 68, 62,5% Memfasilitasi negoisasi antar dan IV 4 : 117. siswa.

  152

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  f.

  2 I 4 : 99-101 50% Melakukan penilaian proses.

  g.

  1 IV 4 : 142-146 100% Melakukan penilaian produk.

  h.

2 I : 191-192, III : 233-234 100%

  Memberikan 4 4 penguatan.

2 Siswa dan siswa

  Maksimal 75% a.

  20 I 4 : 102-108, 112-116, 120-127, 100% Mempresentasikan hasil pekerjaan. 130-134, 137-140, II 4 : 66-83, 158-167, 171-176, 182-189,

  192-194, III : 13-15, 25-28, 4 85-90, 99-101, 106-110, 117,

dan IV

4 : 132, 134 Gambar 4.22, 4.23 b.

  4 I 4 : 66 50% Melakukan kerjasama dengan Gambar 4.25 siswa lain.

  c.

  5 I 4 : 66, III 4 : 113-117, 150-152, 100% Menyampaikan pendapat/pertanyaan 181-182 .

Gambar 4.26 d.

2 I : 86, 109 100%

  Memberikan

4

apresiasi terhadap teman lain.

  e.

  4 Gambar 4.27 25% Memperhatikan teman yang menyampaikan pendapat.

  Rata-rata presentase kemunculan karakteristik penggunaan interaktivitas 81% Sangat maksimal

  153

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Berdasarkan Tabel 2.22 dapat dilihat bahwa indikator interaktivitas guru dan siswa muncul sangat maksimal yaitu ditunjukkan dengan hasil rata-rata presentase sebesar 87% . Guru dan siswa membangun norma kelas, mengadakan tanya jawab, dan melakukan demonstrasi dengan menggunakan media pembelajaran. Selain itu, guru membimbing siswa dalam memecahkan masalah, memfasilitasi negoisasi antar siswa, melakukan penilaian proses, melakukan penilaian produk, dan memberikan penguatan kepada siswa selama kegiatan pembelajaran. Sedangkan indikator interaktivitas antara siswa dan siswa mencapai persentase 75% dengan kriteria maksimal. Siswa mempresentasikan hasil pekerjaannya yang dikerjakan melalui kerjasama. Siswa juga menyampaikan pendapat, memberikan apresiasi terhadap teman lain dan juga menyampaikan pendapat.

e. Karakteristik Pemanfaatan Keterkaitan

Tabel 4.23 Rangkuman Kemunculan Indikator Karakteristik Pemanfaatan Keterkaitan

  Jumlah kemunculan Transkripsi dan gambar Prosentase kemunculan Kriteria kemunculan yang diharapkan yang menunjukkan indikator No Indikator Karakteristik kemunculan karakteristik PMRI

1 Adanya kaitan materi

  90,6% Sangat maksimal pecahan dengan materi lainnya dalam satu mata pelajaran matematika.

  a.

  8 I 5 : 179-190, II 5 : 243-244, 62,5% Kaitannya dengan

  154

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  materi bilangan bulat 315-316, dan III 5 : 53-54 (penjumlahan Gambar 4.28 bilangan bulat).

  b.

4 I : 13 dan II : 87-90 100%

  Kaitannya dengan 5 5 materi bangun datar Gambar 4.29, 4.30 (mengenal benda- benda yang berbentuk bangun datar).

  c.

  6 II 5 : 211-216, 301-306, dan 100% Kaitannya dengan materi menyelesaikan

  III 5 : 37-42, 203-206, 244- masalah yang 245 berkaitan dengan Gambar 4.31

  KPK.

  d.

  2 I 5 : 18-19, III 5 : 159-161 100% Kaitannya dengan materi pecahan senilai.

2 Adanya kaitan materi

  Sangat maksimal 100% bilangan pecahan dengan materi dari mata pelajaran di luar matematika.

  a.

14 I : 61-62, 79, dan II : 110- 100%

  5 5 Kaitannya dengan materi di mata 112, 159-160, 172-173, pelajaran Bahasa 183-184, 198-199, 255- Indonesia. 258, I : 111-112, 124-125, 5 II 5 : 60, 104, III 5 : 5-6, dan

  IV 5 : 35-54 b.

  3 Gambar 4.28, 4.32, 4,33 100% Kaitannya dengan materi di mata pelajaran SBK.

  Rata-rata presentase kemunculan karakteristik pemanfaatan keterkaitan 95,3% Sangat maksimal

  155

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Berdasarkan tabel 4.23 dapat dilihat bahwa indikator adanya kaitan materi pecahan dengan materi lainnya dalam satu mata pelajaran matematika muncul sangat maksimal dengan presentase 90,6%. Materi pecahan ini berkaitan dengan materi bilangan bulat, bangun datar, materi menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan KPK dan materi pecahan senilai. Sedangkan indikator adanya kaitan materi bilangan pecahan dengan materi dari mata pelajaran di luar matematika muncul sangat maksimal dengan presentase 100%. Kemunculan indikator ini terlihat dengan adanya kaitan materi pecahan dengan materi di mata pelajaran Bahasa Indonesia dan SBK.

  156

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  157 3.

   Respon Siswa dan Guru

  Setelah pengimplementasian perangkat pembelajaran di kelas IV pada materi penjumlahan pecahan dengan menggunakan pendekatan PMRI, peneliti mengadakan wawancara kepada siswa dan guru untuk mengetahui respon terhadap pembelajaran.

  Peneliti melakukan wawancara dengan 5 siswa pada tanggal 4 Maret 2013. Selain wawancara dengan siswa, peneliti juga menyebarkan angket respon siswa untuk melihat bagaimana tanggapan siswa setelah melakukan pembelajaran menggunakan perangkat pembelajaran dengan pendekatan PMRI.

a. Respon siswa

  Setelah pembelajaran peneliti melakukan wawancara dengan 5 orang siswa. Peneliti akan melihat bagaimana respon siswa terhadap pembelajaran yang sudah dilakukan. Berikut adalah tabel hasil wawancara dengan siswa kelas IV SD Kanisius Condongcatur.

Tabel 4.24 Hasil Wawancara dengan Siswa Kelas IV No.

  Daftar Pertanyaan X26 X28

X8 X6 X10 X13

  1 Bagaimana perasaan kamu ketika mengikuti pembelajaran Senang karena menjadi tahu penjumlahan jika

  Senang karena bisa bekerjasama dan tahu penjumlahan pecahan, dan bisa

Senang karena dapat

menjadi pandai,

dekat dengan teman,

dan bermain.

  Senang karena dengan menggunakan makanan dan alat peraga jadi Senang karena ada alat peraga sehingga jelas ketika mengerjakan tugas, bekerja

  Senang karena dapat bermain- main dan menggunakan alat peraga.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

Aktif dalam

memberikan pendapat,

menjelaskan dan

menjawab pertanyaan.

  Mudah karena guru pelan-pelan dalam menerangkan.

  Mudah menggunakan cara sederhana, menjelaskan dahulu sebelum Mudah karena memperhatikan dan guru ketika menjelaskan enak dan ada

  

Mudah menggunakan

cara sederhana,

jelaskan penggunaan

media.

  Mudah. Ketika menjelaskan cara yang sederhana. Ketika tidak jelas guru menjelaskan

  Menggunakan cara yang sederhana.

  4 Apakah kamu mudah memahami penjelasan Guru ketika Mudah.

  Aktif saat berdiskusi dan presentasi.

  Aktif. Bekerjasama dengan teman, presentasi.

  Aktif. Mengomentari, membenarkan jawaban teman yang salah.

  158

  materi pecahan menggunakan pendekatan PMRI? dijumlahkan jadi seperti apa. bermain. dapat membayangkan pecahan, bisa bekerjasama dalam kelompok dan tidak saling berebut. kelompok, dan senang ketika bermain.

  Aktif. Memberi komentar.

  3 Apakah kamu aktif selama mengikuti pembelajaran materi pecahan menggunakan pendekatan PMRI?

  Sulitnya suasana ramai jadi tidak bisa konsentrasi.

  Sulitnya karena ada teman yang ribut dan ikut ribut, dan tidak memperhatikan penjelasan guru.

  Berbeda pendapat dan suasana yang ribut sehingga sulit berkonsentrasi.

  

Sulit dalam

penggunaan papan

pecahan karena

belum diberi contoh

cara penggunaannya.

Berbeda pendapat

dengan teman. Soal

dan cara

pengerjaannya mudah.

  Penggunaan alat peraga papan pecahan. Sulit dengan teman- teman karena mengerjakan soal sendiri yang lain hanya melihat jawaban yang sudah selesai.

  Memahami pendapat kelompok ketika berdiskusi tentang jawaban. Soalnya mudah- mudah.

  2 Apa saja kesulitan yang kamu temui ketika mengikuti pembelajaran materi pecahan menggunakan pendekatan PMRI?

  Aktif. Memberi komentar dengan teman, menjelaskan di depan kelas, menjawab pertanyaan, dan presentasi.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  mengajarkan sampai jelas. mengerjakan permainannya. materi pecahan soal, ketika menggunakan kesulitan akan pendekatan bertanya ketika PMRI? les.

5 Apakah kamu Tidak sulit Tidak sulit kalau Mudah kalau Tidak sulit tapi Ada sedikit tentang Tidak ada yang mengalami asal bisa mendengarkan mendengarkan kesulitan karena penjumlahan sulit.

  kesulitan saat mengerjakan penjelasaan guru penjelasan guru. teman ribut. berpenyebut mengerjakan dengan dan tidak ribut. Sulitnya karena ribut berbeda pada soal tentang sungguh. sehingga kurang pertemuan ketiga. materi konsentrasi. penjumlahan pecahan?

  Berdasarkan hasil wawancara siswa dapat dilihat bahwa siswa merasa senang saat mengikuti pembelajaran Matematika materi penjumlahan menggunakan pendekatan PMRI. Siswa senang karena dapat berkerjasama dengan teman, melakukan permainan, dan menggunakan alat peraga. Siswa juga mengalami kesulitan pada saat pembelajaran. Siswa tidak kesulitan dalam memahami materi namun sulit konsentrasi ketika bekerja kelompok. Hal ini dikarenakan suasana ketika pembelajaran sedikit gaduh. Selain itu ketika pembelajaran siswa aktif. Siswa aktif dalam kegiatan diskusi yaitu memberikan komentar terhadap teman. Selain itu siswa juga aktif memberikan komentar, pendapat, pertanyaan kepada kelompok lain yang sedang presentasi di depan kelas. Siswa juga mengungkapkan bahwa mereka mudah menangkap penjelasan dari guru. Guru memberikan penjelasan terlebih dahulu sebelum melakukan kegiatan. Guru juga memberikan cara-cara yang mudah untuk menjelaskan materi sehingga siswa tidak merasa

  159

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  11

  Berdasarkan hasil wawancara dan hasil angket respon siswa yang mencapai rata-rata skor 3,53 dapat disimpulkan bahwa respon siswa terhadap pembelajaran penjumlahan pecahan menggunakan pendekatan PMRI adalah sangat baik.

  3,53

  12 Jumlah total 529 Rata-rata

  6 Jumlah x skala penilaian 340 177

  59

  85

  2 Jumlah

  13

  15

  2 5. Media yang digunakan membantu menyelesaikan soal.

  17

  160 kebingungan. Dari enam siswa, terdapat salah satu siswa yang mengungkapkan bahwa merasa kesulitan ketika mengerjakan soal penjumlahan pecahan berpenyebut berbeda. Namun siswa tersebut tidak mengungkapkan sebab kesulitan yang dialami.

  Selain wawancara, peneliti juga menyebarkan lembar angket yang diisi oleh seluruh siswa untuk melihat tanggapan siswa terhadap pembelajaran matematika menggunakan pendekatan PMRI. Berikut tabel hasil jawaban siswa berdasarkan angket respon siswa.

  19

  9 3. Saya merasa pembelajaran matematika ini bermanfaat untuk kehidupan sehari-hari.

  21

  2 2. Saya paham terhadap materi yang dipelajari.

  9

  19

  1 1. Saya senang mengikuti pelajaran matematika.

  2

  3

  4

  Aspek Skala

Tabel 4.25 Hasil Jawaban Siswa dari Angket Respon Siswa No.

  11 4. Alokasi waktu yang diberikan dalam pembelajaran cukup.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  161

b. Respon guru Setelah pembelajaran peneliti melakukan wawancara dengan guru kelas.

  peneliti akan melihat bagaimana respon guru terhadap pembelajaran yang sudah dilakukan. Berikut adalah tabel hasil wawancara dengan guru kelas IV SD Kanisius Condongcatur.

Tabel 4.26 Hasil Wawancara dengan Guru Kelas

  No. Daftar Pertanyaan Jawaban Pertanyaan

  

1 Bagaimana perasaan Ibu Perasaannya ada senang dan ada sedihnya. Senangnya

ketika mengajarkan materi pembelajaran PMRI itu menuntut siswa aktif dan guru pecahan menggunakan hanya sebagai yang mengawasi, siswa juga kreatif. pendekatan PMRI? Siswa menemukan teknik-teknik baru dalam menyelesaikan masalah. Sedihnya ketika menyatukan konsep, anak yang satu dengan anak yang lain berbeda. Terlebih saat ulangan, kalau saya yang buat saya bisa paham maksud anak, tapi kalau soal dibuat orang lain dari yayasan atau dinas dengan option pilihan ganda pasti jawaban mutlak. Kalau dengan PMRI konsep yang berbeda dengan option itu anak cenderung merasa kesulitan dalam menghitung soal penyelesaian masalah.

  

2 Apa saja kesulitan yang Ibu Kesulitan yang saya temui yaitu merasa kebingungan

temui ketika mengajarkan saat menyatukan konsep. Pada saat ulangan soal yang materi pecahan dibuat dari yayasan atau dinas. Pembelajaran dituntut menggunakan pendekatan anak kreatif, anak aktif, pembelajaran cenderung ribut. PMRI? Dimana setiap kali pembelajaran secara kelompok atau anak dituntut menemukan suatu cara dalam soal anak cenderung ribut, ramai dan itu mengganggu kelas lainnya. Padahal dalam PMRI anak ribut itu tidak masalah, karena ribut itu anak kreatif dan aktif, tapi untuk anak di sebelahnya itu mengganggu.

  

3 Bagaimana tingkat keaktifan Anak cenderung aktif sekali hingga ribut tidak

siswa ketika diajar materi terkendali. Anak aktif untuk menemukan konsep dan pecahan menggunakan menyelesaikan masalah. Keributan dan keaktifan anak pendekatan PMRI? membuat saya tidak enak dengan kelas-kelas sebelahnya. Anak cenderung senang karena anak bisa bebas menemukan atau menyelesaikan masalah dengan konsep dan pemahaman mereka tanpa harus diajarkan konsep terlebih dahulu oleh guru. Pada saat presentasi mereka aktif, kelompok satu dengan kelompok berbeda mereka memiliki jawaban yang berbeda

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  162

  walaupun maksudnya sama. Tapi saya tidak bisa menyalahkan karena itu mengarah kepada satu hal. Mereka aktif saat mereka maju, membaca hasil mereka, mereka antusias, semangat, lalu teman- teman dengan jawaban berbeda ingin maju ke depan.

  

4 Apakah siswa mudah Ada beberapa yang masih kesulitan. Namun pada

memahami penjelasan Ibu saat saya menyatukan konsep di akhir ada siswa ketika mengajarkan materi yang masih merasa kesulitan, misalnya tentang pecahan menggunakan penjumlahan berpenyebut sama pada saat mereka pendekatan PMRI? mengerjakan hanya menggunakan gambar.

  Misalnya jawabanya seharusnya sepertiga tapi anak menjawab 3 bagian. Saya paham jawaban siswa tapi pemahaman siswa tentang 3 bagian itu. Saat saya menyatukan konsep siswa tersebut bingung, tapi siswa yang sudah satu konsep dengan saya ya tidak bingung. Tapi pada akhir kesimpulan kalau tiga bagian itu sekian ditambah sekian hasilnya itu.

5 Apakah Ibu mengalami Iya saya mengalami kesulitan.

  kesulitan saat mengajarkan materi penjumlahan pecahan menggunakan pendekatan PMRI?

  

6 Bagaimana upaya Ibu untuk Upaya saya berusaha masuk ke dunia mereka,

mengatasi masalah tersebut? menjelaskan semudah-mudahnya. Sehingga mereka gampang menerima pemahaman tentang soal yang ada dengan konsep yang saya berikan dengan cara yang paling sederhana. Menjelaskan prosesnya perlahan-lahan dan memberikan konsep.

  Berikut hasil wawancara dengan guru yaitu guru merasa senang dan sedih ketika mengajarkan materi penjumlahan pecahan menggunakan pendekatan PMRI. Guru merasa senang karena siswa dapat lebih aktif dan kreatif. Selain itu guru dapat sebagai fasilitator siswa ketika belajar. Guru merasa sedih ketika menyatukan konsep siswa yang berbeda-beda. Guru juga merasa kesulitan ketika menyatukan konsep sehingga siswa juga merasa kesulitan ketika mengerjakan soal yang dibuat oleh yayasan atau dinas yang sebagian besar tidak menggunakan soal kontekstual. Pada saat berdiskusi suasana kelas ribut sehingga dapat

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  163 pembelajaran siswa aktif. Siswa aktif ketika berdiskusi untuk menemukan konsep dan presentasi. Pada saat pembelajaran guru juga merasa bahwa masih ada siswa yang kesulitan untuk memahami penjelasan guru. Guru mencoba untuk menjelaskan dengan tanya jawab ketika membuat kesimpulan agar siswa tidak merasa kebingungan. Selain itu guru juga menjelaskan secara perlahan-lahan dan dengan cara yang mudah dipahami siswa.

  Berdasarkan hasil wawancara guru dapat disimpulkan bahwa guru merespon pembelajaran Matematika menggunakan pendekatan PMRI ini dengan baik.

  Siswa menjadi lebih aktif dan kreatif dalam menemukan konsep sendiri namun guru masih merasa kesulitan ketikan menyatukan konsep siswa yang berbeda- beda.

F. Refleksi Implementasi

  Proses implementasi perangkat pembelajaran penjumlahan pecahan menggunakan pendekatan PMRI secara keseluruhan sudah memunculkan indikator-indikator setiap karakteristik PMRI. Namun kemunculan setiap indikator berbeda-beda. Ada yang muncul sangat maksimal, maksimal, cukup maksimal kurang maksimal dan tidak muncul dalam pembelajaran.

  Karakteristik penggunaan masalah kontekstual sudah muncul secara maksimal dalam proses pembelajaran penjumlahan pecahan di kelas. Indikator penggunaan masalah kontekstual, penggunaan media dan alat peraga dan penggalian pengetahuan awal yang digali sesuai dengan materi muncul sangat

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  164 pembelajaran karena permainan yang digunakan belum sepenuhnya menggambarkan apa yang akan dipelajari.

  Karakteristik penggunaan model sudah muncul sangat maksimal dalam proses pembelajaran penjumlahan pecahan di kelas. Indikator penggunaan strategi informal oleh siswa dalam pemecahan masalah dan penggunaan strategi formal oleh siswa dalam pemecahan masalah muncul sangat maksimal.

  Sedangkan indikator pembimbingan oleh guru dalam menjembatani strategi informal siswa ke strategi formal muncul maksimal dalam pembelajaran. hal ini belum sangat maksimal karena guru sedikit memberikan soal dengan konteks lain yang mengarah ke strategi formal. Guru masih perlu menambahkan soal dengan konteks lain untuk membantu siswa terarah ke strategi formal.

  Karakteristik penggunaan kontribusi siswa muncul cukup maksimal dalam proses pembelajaran penjumlahan pecahan di kelas. Indikator pengungkapan berbagai strategi yang digunakan dalam pemecahan masalah, pemberian tanggapan terhadap strategi yang digunakan dan pemberian kesempatan oleh guru kepada siswa untuk mengungkapkan pendapat muncul sangat maksimal. Sedangkan indikator pemberian motivasi oleh guru kepada siswa untuk mengungkapkan pendapatnya terhadap pemecahan masalah dan pengajuan pertanyaan oleh siswa yang mengarah pada pembangunan konsep pembelajaran tidak muncul dalam proses pembelajaran. Guru masih perlu meningkatkan keterampilan bertanya yang dapat memancing siswa untuk bertanya. Guru juga perlu membiasakan untuk melakukan tanya jawab dengan siswa untuk

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  165 untuk berani bertanya agar siswa mampu membangun konsep penjumlahan pecahan dengan baik.

  Karakteristik penggunaan interaktivitas siswa sudah muncul sangat maksimal dalam proses pembelajaran penjumlahan pecahan di kelas. Indikator guru dan siswa muncul sangat maksimal. Sedangkan indikator siswa dan siswa muncul maksimal. Kemunculan setiap indikator ini menunjukkan bahwa karakteristik penggunaan interaktivitas siswa dalam pembelajaran ini sudah terwujud dengan baik.

  Karakteristik pemanfaatan keterkaitan (intertwining) sudah muncul sangat maksimal dalam proses pembelajaran penjumlahan pecahan di kelas. Keterkaitan materi penjumlahan pecahan dengan materi lainnya dalam satu mata pelajaran matematika maupun dari mata pelajaran di luar Matematika muncul sangat maksimal dalam pembelajaran.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan 1. Proses implementasi perangkat pembelajaran penjumlahan pecahan

  menggunakan pendekatan PMRI di kelas IV SD Kanisius Condongcatur diawali dengan kegiatan mempelajari penelitian tahun lalu kemudian peneliti merevisi perangkat. Setelah perangkat direvisi, perangkat tersebut divalidasi untuk mengetahui apakah perangkat tersebut sesuai dengan pendekatan PMRI dan mampu mengakomodasi karakteristik PMRI. Perangkat yang sudah diuji validasi tersebut kemudian diuji keterbacaan oleh siswa di SD lain untuk mengetahui pemahaman siswa terhadap keterbacaan perangkat pembelajaran. setelah tahap-tahap itu dilalui lalu diadakan implementasi di SD Kanisius Condongcatur. Proses pembelajaran penjumlahan pecahan menggunakan pendekatan PMRI diadakan selama 4 kali pertemuan. Guru memulai pembelajaran dengan mempersiapkan kelas yaitu membangun norma, pemberian motivasi dengan permainan atau lagu, dan pengelompokan siswa.

  Pada kegiatan inti, guru memberikan soal kontekstual berupa soal cerita yang didiskusikan dan diselesaikan dalam kelompok. Siswa menggunakan media yang dapat membantu untuk menemukan strategi pemecahan masalah yang terdapat dalam soal. Setelah siswa berdiskusi dan menyelesaikan soal kontekstual, siswa melakukan presentasi di depan kelas dengan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  167 disediakan. Pada kegiatan presentasi ini siswa memberikan tanggapan, pendapat atau pertanyaan. Pada pembelajaran guru juga memberikan motivasi dan apresiasi kepada siswa secara verbal maupun non verbal. Pada akhir pembelajaran siswa merumuskan pola penjumlahan yang telah dipelajari dengan bimbingan guru. Siswa juga melakukan refleksi dan merumuskan aksi setelah mempelajari materi penjumlahan pecahan. Setelah kegiatan tersebut siswa mengerjakan soal evaluasi untuk mengukur pemahaman siswa terhadap materi yang dipelajari.

  2. Kemunculan indikator-indikator setiap karakteristik pada implementasi perangkat pembelajaran penjumlahan pecahan menggunakan pendekatan PMRI di kelas IV SD Kanisius Condongcatur yaitu: a.

  Karakteristik penggunaan konteks

  Indikator-indikator dari karakteristik penggunaan konteks muncul sangat maksimal dalam pembelajaran penjumlahan pecahan.

  b.

  Karakteristik penggunaan model

  Indikator-indikator dari karakteristik penggunaan model muncul sangat maksimal dalam pembelajaran penjumlahan pecahan.

  c.

  Karakteristik penggunaan kontribusi siswa

  Indikator-indikator dari karakteristik penggunaan kontribusi siswa muncul cukup maksimal dalam pembelajaran penjumlahan pecahan.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  168 d.

  Karakteristik penggunaan interaktivitas siswa

  Indikator-indikator dari karakteristik penggunaan interaktivitas siswa yang terdiri dari guru dan siswa serta siswa dan siswa sudah muncul sangat maksimal dalam proses pembelajaran penjumlahan pecahan.

  e.

  Karakteristik pemanfaatan keterkaitan (intertwining)

  Indikator adanya kaitan materi pecahan dengan materi lainnya dalam satu mata pelajaran matematika dari karakteristik pemanfaatan keterkaitan (intertwining) sudah muncul sangat maksimal dalam proses pembelajaran penjumlahan pecahan.

B. Saran

  Berdasarkan hasil analisis dan kesimpulan penelitian, maka peneliti memberikan saran sebagai berikut:

1. Bagi Peneliti lain

  Peneliti memberikan saran kepada peneliti lain sebagai berikut: a.

  Peneliti lain dapat mengembangkan perangkat pembelajaran

  menggunakan pendekatan PMRI pada materi lain tidak hanya materi penjumlahan pecahan.

  b.

  Peneliti lain juga dapat mengimplementasikan perangkat pembelajaran penjumlahan pecahan dengan pendekatan PMRI di sekolah-sekolah lain.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  169

  2. Bagi Guru a.

  Guru lebih mempelajari pendekatan PMRI untuk merancang dan

  mengembangkan pembelajaran matematika dengan lebih inovatif di sekolahnya.

  b.

  Guru memberikan banyak kesempatan kepada siswa untuk bertanya,

  memberikan pendapat, dan menemukan strategi sendiri dalam menyelesaikan masalah.

  c.

  Guru lebih memanfaatkan sumber daya yang ada di sekitar siswa sebagai bahan untuk mempelajari materi pembelajaran matematika.

  3. Bagi Program Studi Hasil penelitian ini diharapkan dapat menambah referensi koleksi penelitian tentang PMRI di Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  170

DAFTAR REFERENSI

  _________. 2008. Kamus Terbaru Bahasa Indonesia: dilengkapi dengan Ejaan yang Disempurnakan (EYD). Surabaya: Reality Publisher. BNSP. 2006. Standar Isi dan Standar Kompetensi Lulusan untuk Satuan Pendidikan Dasar SD/MI. Jakarta: Depdiknas. Daryanto dan Tasrial. 2012. Konsep Pembelajaran Kreatif. Malang: Gava Media. Efendi, Ferry dan Makhfud. 2009. Keperawatan Kesehatan Komunitas Teori dan Praktik dalam Kepera watan. Jakarta: Selemba Medika. Hadi, S. 2005. Pendidikan Matematika Realistik dan Implementasinya.

  Banjarmasin: Tulip. Hadi, S. 2010, Januari. Majalah Pendidikan Matematika Realistik Indonesia.

  Dengan PMRI Merajut Masa Depan Cemerlang , VIII. Harjanto . 2008. Perencanaan Pengajaran. Jakarta: PT. Rineka Cipta. Haryati, Mimin. 2008. Model dan Teknik Penilaian pada Tingkat Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah.Jakarta: CV. Mini Jaya Abadi.

  Hatfield, Mary M; Edwards, Nancy Tanner; and Bitter, Gary G. 1993.

  Mathematics Methods for Elementary and Middle School. Second Edition. Boston: Allyn and Bacon.

  Heruman. 2007. Pendekatan Matematika di Sekolah Dasar. Bandung: Rosdakarya. Komalasari, Kokom. 2011. Pembelajaran Kontekstual Konsep dan Aplikasi.

  Bandung: Refika Aditama. Kurniasih, Erni. 2012. Pengembangan Perangkat Pembelajaran yang

  Mengakomodasi Pemodelan dalam Menyelesaikan Masalah Penjumlahan Pecahan dengan Pendekatan PMRI Kelas IVA SD Negeri Adisucipto 1. Skripsi. Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma. Majid, Abdul. 2011. Perencanaan Pembelajaran Mengembangkan Standar Kompetensi Guru.Bandung: Rosdakarya.

  Marsigit. 2009. Matematika I untuk SMP Kelas VII. Jakarta: Yudhistira.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  171 Masidjo. 1995. Penilaian Pencapaian Hasil Belajar Siswa di Sekolah.

  Yogyakarta: Kanisius. Morge, S. 2011. Helping Children Understand Fraction Concepts Using Various Context and Interpretation. Summer , 282-284.

  Mulyasa. 2008. Implementasi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan Kemandirian Guru dan Kepala Sekolah. Jakarta: Bumi Aksara. Muslich, Masnur. 2007. KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan) Dasar Pemahaman dan Pengembangan. Jakarta: Bumi Aksara. Pusporini, Galuh Andrea. 2012. Pengembangan Perangkat Pembelajaran yang

  Mengakomodasi Kontribusi Siswa pada Penjumlahan Pecahan dengan Pendekatan PMRI Kelas IVA SD Negeri Adisucipto 1. Skripsi. Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma. Roimartini. 2012. Pengembangan Perangkat Pembelajaran yang Menggunakan

  Masalah Kontekstual sebagai Starting Point Pembelajaran dengan Pendekatan PMRI di Kelas IVA SD Negeri Adisucipto. Skripsi. Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma. Ruseffendi. 1979. Dasar-dasar Matematika Modern untuk Guru. Edisi ketiga.

  Bandung: Tarsito. Rusman. 2011. Model-model Pembelajaran: Mengembangkan Profesional Guru.

  Jakarta: Rajawali Pers. Sanjaya, Wina. 2008. Perencanaan dan Desain Sistem Pembelajaran. Jakarta: Kencana Perdana Media Grup.

  Siregar, Eveline dan Nara, Hartini. 2011. Teori Belajar dan Pembelajaran. Bogor: Ghalia Indonesia. Sukayati. 2003. Pecahan. Yogyakarta: Pusat Pengembangan Penataran Guru (PPPG) Matematika. Supinah. 2008. Pembelajaran Matematika SD dengan Pendekatan Kontekstual dalam Melaksanakan KTSP. Yogyakarta: Pusat Pengembangan dan

  Pemberdayaan Pendidik dan Tenanga Kependidikan Matematika. Suryadi, D. 2007. Ilmu dan Aplikasi Pendidikan. Dalam T. P. Pendidikan.

  Bandung: PT Imtika.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  172 Trianto. 2009. Mendesain Model Pembelajaran Inovatif Progresif Konsep,

  Landasan, dan Implementasinya pada Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Jakarta: Kencana. Vetriyanto, Andreas. 2012. Pengembangan Perangkat Pembelajaran yang

  Mengakomodasi Karakteristik Intertwinning pada Penjumlahan Pecahan dengan Pendekatan PMRI Kelas IVA SD Negeri Adisucipto 1. Skripsi. Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma. Wahyuningtyas, Elfrida Joise. 2012. Pengembangan Perangkat Pembelajaran yang Mengakomodasi Karakteristik Interaktivitas Siswa Pada

  Penjumlahan Pecahan dengan Pendekatan PMRI Kelas IVA SD Negeri Adisucipto 1. Skripsi. Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma. Wijaya, Ariyadi. 2012. Pendidikan Matematika Realistik Suatu Alternatif Pendekatan Pembelajaran Matematika.Yogyakarta: Graha Ilmu.

  [1]

  1. Siswa berkumpul dengan kelompoknya berdasarkan pasangan saat bermain “Mencari Pasangan”.

  7. Beberapa kelompok diberi kesempatan untuk menyampaikan pola

  6. Siswa mendiskusikan pola penjumlahan pecahan yang berpenyebut sama.

  5. Siswa diberi kesempatan untuk menanggapi jawaban teman yang melakukan presentasi.

  4. Beberapa kelompok mempresentasikan cara menemukan jawaban mereka di depan kelas.

  3. Siswa diminta menyelesaikan soal tersebut dengan menggunakan bolu, tahu, atau roti tawar sebagai media eksplorasi.

  2. Siswa dibagikan dua buah soal cerita yang berkaitan dengan penjumlahan pecahan berpenyebut sama.

  Tatap Muka

  

SILABUS MATEMATIKA KELAS IV SEMESTER II

SD KANISIUS CONDONGCATUR

A.

  D. Kegiatan Pembelajaran Pertemuan 1

  2. Penjumlahan pecahan berpenyebut berbeda.

   Materi Pembelajaran 1. Penjumlahan pecahan berpenyebut sama.

  6.3. Menjumlahkan pecahan C.

   Kompetensi Dasar

  6. Menggunakan pecahan dalam pemecahan masalah B.

   Standar Kompetensi

  PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  [2]

  8. Refleksi: Competence

   Apakah kamu mengalami kesulitan saat mempelajari penjumlahan

  pecahan berpenyebut sama? Conscience

   Apakah kamu menampilkan sikap berani dalam menyampaikan

  pendapat? Compassion

   Apakah kamu membantu teman lain yang mengalami kesulitan?

  9. Aksi

   Siswa diminta untuk membuat soal cerita tentang penjumlahan pecahan berpenyebut sama dan diberikan kepada temannya untuk dikerjakan lalu dikumpulkan pada pertemuan berikutnya.

   Apakah rencanamu setelah mempelajari penjumlahan pecahan

  berpenyebut sama?  Siswa mencatat rencana yang akan dilakukan.

  Penugasan Tidak Terstruktur Mengerjakan LKS secara individu dalam kelompok. Penugasan Terstruktur Evaluasi penjumlahan pecahan berpenyebut sama.

   Pertemuan 2 Tatap Muka

  1. Siswa dibagi menjadi beberapa kelompok yang terdiri dari 4-5 siswa berdasarkan bentuk nomor dada yang telah diberikan.

  2. Siswa mendengarkan cerita yang dibacakan oleh guru.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  pecahan berpenyebut berbeda? Conscience

  pecahan berpenyebut berbeda dan diberikan kepada temannya untuk dikerjakan lalu dikumpulkan pada pertemuan berikutnya.

   Siswa diminta untuk membuat satu soal cerita tentang penjumlahan

  10. Aksi

   Apakah kamu membantu teman lain yang mengalami kesulitan?

  pendapat? Compassion

   Apakah kamu menampilkan sikap berani dalam menyampaikan

  [3]

  3. Siswa diminta untuk menyelesaikan masalah yang telah dibacakan oleh guru dengan menggunakan papan pizza dan gambar pizza yang telah disiapkan oleh guru.

  9. Refleksi: Competence

  8. Kelompok lain diberikan kesempatan untuk memberikan tanggapan kepada kelompok yang sedang menyampaikan presentasi.

  7. Beberapa kelompok diminta untuk mengemukakan hasil jawaban melalui presentasi.

  6. Siswa bersama kelompok mencoba mencari jawaban dengan cara mereka sendiri.

  5. Setiap kelompok diberikan sebuah papan pizza dan satu paket papan pecahan (1 utuh, setengahan, sepertigaan, seperempatan, seperenaman, dan seperdelapanan) untuk membantu siswa menyelesaikan soal.

  4. Siswa diberikan sebuah soal cerita mengenai penjumlahan pecahan berpenyebut beda.

   Apakah kamu mengalami kesulitan saat mempelajari penjumlahan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  [4]

   Apakah rencanamu setelah mempelajari penjumlahan pecahan

  berpenyebut beda?  Siswa mencatat rencana yang akan dilakukan.

  Penugasan Tidak Terstruktur Mengerjakan LKS secara individu dalam kelompok. Penugasan Terstruktur Evaluasi penjumlahan berpenyebut berbeda.

   Pertemuan 3

  1. Siswa membentuk 8 kelompok seperti pada pertemuan kedua.

  2. Siswa diberikan dua buah soal penjumlahan pecahan berpenyebut beda untuk diselesaikan melalui diskusi.

  3. Siswa menyelesaikan soal pertama menggunakan media papan pecahan.

  4. Siswa diminta untuk menyelesaikan soal kedua dengan cara mereka sendiri tanpa menggunakan media.

  5. Beberapa kelompok diminta mempresentasikan hasil diskusi (jawaban) mereka di depan kelas dengan menuliskan hasil jawaban pada papan tulis.

  6. Siswa yang lain diberikan kesempatan untuk memberikan tanggapan terhadap hasil pekerjaan kelompok yang presentasi. Siswa yang memberikan tanggapan akan mendapatkan bintang.

  7. Refleksi: Competence

   Apakah kamu mengalami kesulitan saat mempelajari

  penjumlahan pecahan berpenyebut berbeda? Conscience

   Apakah kamu menampilkan sikap berani dalam menyampaikan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  [5] Compassion

   Apakah kamu membantu teman lain yang mengalami kesulitan?

  8. Aksi

   Siswa diminta untuk membuat satu soal tentang penjumlahan

  pecahan berpenyebut berbeda dan diberikan kepada temannya untuk dikerjakan lalu dikumpulkan pada pertemuan berikutnya.

   Apakah rencanamu setelah mempelajari penjumlahan pecahan

  berpenyebut beda?  Siswa mencatat rencana yang akan dilakukan.

  Penugasan Tidak Terstruktur Mengerjakan LKS secara individu dalam kelompok. Penugasan Terstruktur Evaluasi penjumlahan berpenyebut berbeda.

   Pertemuan 4 Tatap muka:

  1. Siswa berkumpul dengan kelompok seperti kelompok pertemuan sebelumnya.

  2. Siswa bersama kelompok diminta untuk membuat kesimpulan mengenai pola penjumlahan pecahan yang berpenyebut sama dan berpenyebut beda.

  3. Beberapa siswa diminta menuliskan kesimpulan yang dibuat kelompok pada papan tulis.

  4. Refleksi : Competence

   Apakah kamu mengalami kesulitan saat mempelajari penjumlahan pecahan berpenyebut sama dan berpenyebut berbeda?

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  [6] Conscience

   Apakah kamu menampilkan sikap jujur dalam menyelesaikan soal

  evaluasi penjumlahan pecahan Compassion

   Apakah kamu menghargai teman yang sedang mengerjakan soal evaluasi penjumlahan pecahan?

5. Aksi

   Siswa diminta untuk menempelkan kertas pada gambar lingkaran

  untuk membentuk suatu pecahan

  Penugasan Terstruktur

  Evaluasi penjumlahan berpenyebut sama dan penjumlahan berpenyebut berbeda.

E. Indikator Pencapaian Kompetensi Indikator Pertemuan ke – 1 Competence 6.3.1. Menemukan pola penjumlahan pecahan dengan penyebut sama.

  6.3.2. Mengubah soal cerita ke dalam kalimat matematika.

  6.3.3. Menjumlahkan dua pecahan.

  6.3.4. Mendemontrasikan cara menjumlahkan pecahan dengan media.

  Conscience

  6.3.5. Menampilkan sikap berani dalam mengungkapkan pendapatnya tentang pola penjumlahan pecahan berpenyebut sama di hadapan guru dan teman.

  Compassion

  6.3.6. Bekerja sama dengan teman lain dalam menemukan pola penjumlahan pecahan berpenyebut sama

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  [7]

  Pertemuan ke – 2 Competence

  6.3.7. Menemukan pola penjumlahan pecahan dengan penyebut yang berbeda.

  6.3.8. Mengubah soal cerita ke dalam kalimat matematika.

  6.3.9. Menjumlahkan dua pecahan.

  6.3.10. Mendemontrasikan cara menjumlahkan pecahan dengan media.

  Conscience

  6.3.11. Menampilkan sikap berani dalam mengungkapkan pendapat tentang pola penjumlahan pecahan berpenyebut berbeda di hadapan teman dan guru.

  Compassion

  6.3.12. Menghargai pendapat teman pada saat mengubah soal cerita ke dalam kalimat matematika.

  Indikator Pertemuan ke – 3 Competence 6.3.13. Menemukan pola penjumlahan pecahan dengan penyebut berbeda.

  6.3.14. Mengubah soal cerita ke dalam kalimat matematika.

  6.3.15. Menjumlahkan dua pecahan.

  6.3.16. Mendemontrasikan cara menjumlahkan pecahan dengan media.

  Conscience

  6.3.17. Menampilkan sikap berani mengungkapkan pendapat tentang pola penjumlahan pecahan berpenyebut berbeda di hadapan teman dan guru.

  Compassion

  6.3.18. Menghargai pendapat teman pada saat menemukan pola penjumlahan berpenyebut berbeda.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  [8]

  Indikator Pertemuan ke – 4 Competence 6.3.19. Mengubah soal cerita ke dalam kalimat matematika.

  6.3.20. Menjumlahkan dua pecahan.

  6.3.21. Menulis jawaban soal evaluasi dengan tulisan yang rapi.

  Conscience

  6.3.22. Menampilkan sikap jujur dalam menyelesaikan soal evaluasi penjumlahan pecahan.

  Compassion

  6.3.23. Menghargai teman yang sedang mengerjakan soal evaluasi penjumlahan pecahan.

  F. Nilai Kemanusiaan Sikap berani, bekerja sama, jujur, dan menghargai.

  G. Refleksi Competence Pertemuan 1

   Apakah kamu mengalami kesulitan saat mempelajari penjumlahan pecahan berpenyebut sama?

  Pertemuan 2 dan 3  Apakah kamu mengalami kesulitan saat mempelajari penjumlahan

  pecahan berbeda?

  Pertemuan 4

   Apakah kamu mengalami kesulitan saat mempelajari penjumlahan pecahan berpenyebut sama dan berpenyebut berbeda?

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  [9]

  Conscience Pertemuan 1, 2, 3  Apakah peserta didik sudah menunjukkan sikap berani dalam

  menyampaikan pendapatnya?

  Pertemuan 4  Apakah kamu menampilkan sikap jujur dalam menyelesaikan soal

  evaluasi penjumlahan pecahan

  Compassion Pertemuan 1, 2, dan 3

 Apakah kamu membantu teman lain yang mengalami kesulitan?

  Pertemuan 4  Apakah kamu menghargai teman yang sedang mengerjakan soal

  evaluasi penjumlahan pecahan? H.

   Aksi Pertemuan 1  Siswa diminta untuk membuat soal cerita tentang penjumlahan pecahan

  berpenyebut sama dan diberikan kepada temannya untuk dikerjakan lalu dikumpulkan pada pertemuan berikutnya.

  Pertemuan 2  Siswa diminta untuk membuat satu soal cerita tentang penjumlahan

  pecahan berpenyebut berbeda dan diberikan kepada temannya untuk dikerjakan lalu dikumpulkan pada pertemuan berikutnya.

  Pertemuan 3

   Siswa diminta untuk membuat satu soal tentang penjumlahan pecahan berpenyebut berbeda dan diberikan kepada temannya untuk dikerjakan lalu dikumpulkan pada pertemuan berikutnya.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  [10]

  Pertemuan 1, 2, dan 3  Apakah rencanamu setelah mempelajari penjumlahan pecahan

  berpenyebut sama?  Siswa mencatat rencana yang akan dilakukan.

  Pertemuan 4  Siswa diminta untuk menempelkan kertas pada gambar lingkaran untuk

  membentuk suatu pecahan I.

   Kecakapan Hidup Kecakapan Generik  Personal Skill : Sikap berani, berani, dan jujur.

   Thingking Skill : menemukan sendiri.

   Social Skill : Kecakapan bekerjasama dan

  saling menghargai J.

   Penilaian Pertemuan 1

  Jenis : Tertulis

  • Teknik : Tes dan non tes
  • Bentuk tes : Soal uraian
  • Prosedur : Proses
  • Pedoman skoring:
  • Competence =10 Conscience =12 Compassion =16 Nilai akhir :
  • � � ��� ��

  Nilai competence =

  � 100

  10 � � ��� ��

  Nilai conscience =

  � 100

  12 � � � �

  Nilai compassion =

  � 100

12 Nilai akhir = ((Nilai competence + nilai conscience + nilai compassion):

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  [11]

  Pertemuan 2

  Jenis : Tertulis

  • Teknik : Tes dan non tes
  • Bentuk tes : Soal uraian
  • Prosedur : Proses
  • Pedoman skoring:
  • Competence = 10 Conscience = 12 Compassion = 12 Nilai akhir :
  • � � ��� ��

  Nilai competence =

  � 100

  10 � � ��� ��

  Nilai conscience =

  � 100

  12 � � � �

  Nilai compassion =

  � 100

12 Nilai akhir = ((Nilai competence + nilai conscience + nilai compassion) :

  3) x 100

  Pertemuan 3

  Jenis : Tertulis

  • Teknik : Tes dan non tes
  • Bentuk tes : Soal uraian
  • Prosedur : Proses
  • Pedoman skoring:
  • Competence = 10 Conscience = 12 Compassion = 12 Nilai akhir :
  • skor conscience

  x 100

  Nilai competence =

  10

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  [12]

  skor compassion x 100

  Nilai compassion =

12 Nilai akhir = ((Nilai competence +nilai conscience + nilai compassion):

  3) x 100

  Pertemuan 4

  Jenis : Tertulis

  • Teknik : Tes dan non tes
  • Bentuk tes : Soal uraian
  • Prosedur : Proses
  • Pedoman skoring:
  • Competence = 20 Conscience = 16 Compassion = 16 Nilai akhir :
  • � � ��� ��

  Nilai competence = x 100

  20 � � ��� ��

  Nilai conscience = x 100

  16 � � � � n x 100

  Nilai compassion =

16 Nilai akhir = ((Nilai competence +nilai conscience + nilai compassion):

  3) x 100 K.

   Alokasi Waktu

  11 JP

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  [13]

  L. Sumber Belajar

A. Buku:

  1. Mustaqim, Burhan. dan Ary Astuty. 2008. Ayo Belajar Matematika untuk SD/MI Kelas IV. Jakarta: Depdiknas.

  2. Suyati, M Khafid. 2004. Pelajaran Matematika untuk SD Kelas 4.

  Jakarta: Erlangga

B. Media:

  Pertemuan 1 : Lembar Kerja Siswa (LKS),cerita tentang konsep pecahan, bolu, tahu, roti tawar. Pertemuan 2 : Lembar Kerja Siswa (LKS), pizza, papan pizza, gambar pizza dan papan pecahan. Pertemuan 3 : Lembar Kerja Siswa (LKS), papan pecahan. Pertemuan 4 : Soal evaluasi, potongan kertas dan gambar lingkaran

  Yogyakarta, 15 Februari 2012 Guru Mata Pelajaran

  Peneliti Fajar Utami, S.Pd. Stevani Ika Pratiwi

  NIM. 091134141

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  [14]

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

  Pertemuan 1 Satuan Pendidikan : SD Kanisius Condongcatur Hari / tanggal / pertemuan : Senin, 18 Februari 2013/1 Kelas / semester : IV / 2 Materi : Penjumlahan Pecahan Alokasi Waktu : 3 X 40 menit A.

   Standar Kompetensi

6. Menggunakan pecahan dalam pemecahan masalah B.

   Kompetensi Dasar

6.3. Menjumlahkan pecahan C.

   Indikator Competence 6.3.24. Menemukan pola penjumlahan pecahan dengan penyebut sama.

  6.3.25. Mengubah soal cerita ke dalam kalimat matematika.

  6.3.26. Menjumlahkan dua pecahan.

  6.3.27. Mendemontrasikan cara menjumlahkan pecahan dengan media.

  Conscience

  6.3.28. Menampilkan sikap berani dalam mengungkapkan pendapatnya tentang pola penjumlahan pecahan berpenyebut sama di hadapan guru dan teman.

  Compassion

6.3.29. Bekerja sama dengan teman lain dalam menemukan pola penjumlahan pecahan berpenyebut sama.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  [15]

  D. Tujuan Pembelajaran Competence  Siswa mampu menemukan sebuah pola penjumlahan pecahan dengan penyebut sama setelah berdiskusi bersama teman kelompoknya.

   Siswa mampu mengubah dua buah soal cerita ke dalam kalimat matematika secara kelompok.

   Siswa mampu menjumlahkan dua pecahan yang berpenyebut sama secara individu.  Siswa mampu mendemontrasikan cara menjumlahkan dua buah pecahan dengan media yang telah dipersiapkan guru.

  Conscience  Siswa menampilkan sikap berani dalam mengungkapkan pendapatnya

  tentang pola penjumlahan pecahan berpenyebut sama di hadapan guru dan teman.

  Compassion  Siswa mampu bekerjasama dalam menemukan sebuah pola penjumlahan pecahan melalui diskusi.

  E. Materi Pembelajaran

  Penjumlahan pecahan berpenyebut sama (terlampir) F.

   Pendekatan dan Metode

  Pendekatan : PMRI (Pendidikan Matematika Realistik Indonesia) Metode : Tanya jawab, diskusi, demonstrasi G.

   Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran Deskripsi Kegiatan Alokasi Waktu

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  [16] 1 menit

  1. Guru dan siswa melakukan salam pembuka, doa dan presensi.

  1 menit

  2. Siswa mendengarkan tujuan pembelajaran yang disampaikan guru.

  5 menit 3. Siswa dan guru menyepakati norma belajar (PMRI 4).

  4. Motivasi: siswa diajak untuk melakukan permainan 15 menit

  “Mencari Pasangan” (PMRI 1, PPR 2).

  5. Apersepsi: Guru bertanya kepada siswa berapa bentuk pecahan 5 menit pada kertas yang diarsir dari setiap kelompok.

  Bentuk pecahan itu dijadikan nama kelompoknya masing-masing.

  Kegiatan Inti

  10. Siswa berkumpul dengan kelompoknya berdasarkan 3 menit

  pasangan saat bermain “Mencari Pasangan” (PMRI 1).

  11. Siswa dibagikan dua buah soal cerita yang berkaitan dengan penjumlahan pecahan berpenyebut sama 5 menit (PMRI 1).

  12. Siswa diminta menyelesaikan soal tersebut dengan menggunakan bolu, tahu, atau roti tawar sebagai media 25 menit eksplorasi (PMRI 2, PPR 2). kelompok mempresentasikan cara

  13. Beberapa menemukan jawaban mereka di depan kelas (PMRI 4, 15 menit PPR 2).

  14. Siswa diberi kesempatan untuk menanggapi jawaban 5 menit teman yang melakukan presentasi (PMRI 3, PMRI 4, PPR 2).

  5 menit

  15. Siswa mendiskusikan pola penjumlahan pecahan yang berpenyebut sama (PMRI 4, PPR 2).

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  [17] berpenyebut sama di depan kelas (PMRI 4, PPR 2).

  Kegiatan Akhir

  5 menit

  1. Siswa dibimbing guru untuk menyimpulkan pola penjumlahan pecahan yang berpenyebut sama (PMRI 3).

  15 menit 2. Siswa mengerjakan evaluasi (PPR 5).

  5 menit

  3. Siswa merefleksikan pembelajaran hari ini dengan mengarsir gambar emoticon dan menjawab beberapa pertanyaan refleksi (PMRI 5, PPR 3)

   Bagaimana perasaanmu ketika belajar

  penjumlahan pecahan berpenyebut sama?

   Apakah kamu mengalami kesulitan saat mempelajari penjumlahan pecahan berpenyebut sama?

   Apakah kamu menampilkan sikap berani dalam

  menyampaikan pendapat?

   Apakah kamu membantu teman lain yang

  10 menit mengalami kesulitan?

  4. Aksi:

   Siswa diminta untuk membuat soal cerita tentang

  penjumlahan pecahan berpenyebut sama dan diberikan kepada temannya untuk dikerjakan lalu dikumpulkan pada pertemuan berikutnya.

   Apakah rencanamu setelah mempelajari

  penjumlahan pecahan berpenyebut sama?

   Siswa mencatat rencana yang akan dilakukan. (PMRI 5, PPR 4).

  5. Guru mengakhiri pembelajaran dengan mengucapkan salam dan berdoa.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  b. Bolu, tahu, dan roti tawar I.

  e. Pedoman skoring (terlampir)

  d. Prosedur : Proses

  c. Bentuk tes : Soal uraian

  b. Teknik : Tes dan non tes

  a. Jenis : Tertulis

   Penilaian

  [18]

  Keterangan:

  2. Media pembelajaran

  SD dan MI Kelas IV. Jakarta: Depdiknas Suyati, M Khafid. 2004. Pelajaran Matematika untuk SD Kelas 4. Jakarta: Erlangga

  1. Sumber pembelajaran Mustaqin, Burhan dan Ari Astuty. 2008. Ayo Belajar Matematika Untuk

   Sumber dan Media Pembelajaran

  PPR 1 = konteks PPR 2 = pengalaman PPR 3 = refleksi PPR 4 = aksi PPR 5 = evaluasi H.

  PMRI 1 = penggunaan konteks PMRI 2 = penggunaan model PMRI 3 = pemanfaatan hasil konstruksi siswa PMRI 4 = interaktivitas PMRI 5 = keterkaitan

  a. LKS

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  [19] Yogyakarta, 18 Februari 2012

  Guru Mata Pelajaran Peneliti Fajar Utami, S.Pd. Stevani Ika Pratiwi

  NIM. 091134141

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  [20]

  

KISI-KISI SOAL EVALUASI PERTEMUAN 1

No. Indikator Nomor Jumlah Keterangan

Soal Soal 1.

  2 Taraf Kesukaran

   Competence

  1,2

  6.3.30. Menemukan pola

  1. Sedang = no penjumlahan pecahan soal 1 dengan penyebut sama.

  2. Sulit = no soal 2 1,2

  2

  6.3.31. Mengubah soal cerita ke dalam kalimat matematika.

  1,2

  2

  6.3.32. Menjumlahkan dua pecahan.

  6.3.33. Mendemontrasikan cara menjumlahkan pecahan dengan media 2.

  Kriteria

  • - - Conscience

  Menampilkan sikap penilaian a. berani dalam terdapat pada mengungkapkan rubrik penilaian pendapatnya tentang conscience. penjumlahan pecahan berpenyebut sama di hadapan guru dan teman.

3. Kriteria - - Compassion

  Bekerja sama dengan penilaian a. teman lain dalam terdapat apda

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  [21] penjumlahan pecahan. compassion.

  Jumlah soal evaluasi pertemuan 1

  2 RUBRIK PENILAIAN

a. Rubrik penilaian competence

  No. Soal Keterangan Skor

  1. Menggunakan langkah-langkah, disertai gambar yang tepat dan jawaban benar.

   5

   4 Menggunakan langkah-langkah, tidak disertai gambar, dan jawaban benar.

   3 Tidak menggunakan langkah-langkah, disertai gambar, dan jawaban benar.

   Menggunakan langkah-langkah, tidak disertai

  2 gambar, dan jawaban salah..

   1 Tidak menggunakan langkah-langkah, tidak disertai gambar, dan jawaban salah.

  2. Menggunakan langkah-langkah, disertai gambar yang tepat dan jawaban benar.

   5

  4 gambar, dan jawaban benar.

   Menggunakan langkah-langkah, tidak disertai

   3 Tidak menggunakan langkah-langkah, disertai gambar, dan jawaban benar.

   2 Menggunakan langkah-langkah, tidak disertai gambar, dan jawaban salah..

   1 Tidak menggunakan langkah-langkah, tidak disertai gambar, dan jawaban salah.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  [22]

b. Rubrik penilaian conscience (menampilkan sikap berani)

  Presentasikan hasil diskusimu di depan kelas! Aspek yang dinilai *) Total skor

  Kelompok Kelantangan Kejelasan Keberanian suara pengucapan

  1

  2

  3

  4

  5

  6

  7

  8 Skor : 4 = Sangat baik 3 = Baik 2 = Cukup 1 = Kurang

  • ) Kriteria penilaian No Aspek Skor Kriteria Suara terdengar sampai ke baris paling belakang

  4 dan jelas Suara terdengar sampai ke baris paling belakang,

  3 Kelantangan namun kurang jelas

  1 suara Suara kurang terdengar sampai baris paling 2 belakang

  Suara tidak terdengar sampai ke baris paling

  1 belakang Kejelasan Kalimat yang diucapkan jelas vokal dan

  2

  4

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  [23]

  3 Konsonan dalam kalimat kurang jelas

  2 Vokal dan konsonan dalam kalimat kurang jelas

  1 Kalimat yang diucapkan tidak jelas Lebih dari 3 kali mengajukan pertanyaan/pendapat

  4 tanpa disuruh 3 kali mengajukan pertanyaan/pendapat dengan

  3

  3 Keberanian disuruh Kurang dari 3 kali mengajukan

  2 pertanyaan/pendapat

  1 Tidak pernah mengajukan pertanyaan/pendapat

c. Rubrik penilaian compassion (kerjasama)

  Diskusikalah pola penjumlahan pecahan berpenyebut sama dalam kelompok! Aspek yang dinilai *)

  Mau Total

  Kelompok Tidak Menghargai berpendapat

  Kekompakan skor mendominasi siswa lain dalam kelompok

  1

  2

  3

  4

  5

  6

  7

  8 Skor : 4 = Sangat baik 3 = Baik 2 = Cukup

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  [24]

  • ) Kriteria penilaian No Aspek Skor Kriteria Tidak bertindak sebagai ketua dan mau

  4 memberikan kesempatan pada teman lain Tidak

  3 Tidak bertindak sebagai ketua

  1 mendominasi

  2 Tidak memberikan kesempatan pada teman lain Mendominasi dalam kelompok (bertindak sebagai

  1 ketua) Mau mendengar pendapat dari teman lain dan

  4 memberikan apresiasinya Mau mendengar pendapat teman, namun tidak

  Menghargai

  2

  3 siswa lain memberikan apresiasi

  2 Hanya mendengar pendapat teman lain

  1 Egois terhadap pendapatnya

  4 Mau bekerja sama dengan teman lain Mau bekerja sama dengan teman lain dengan

  3 syarat harus mengikuti pendapatnya

  3 Kekompakan

  2 Tidak mau bekerja sama dengan teman lain Hanya menuruti pendapatnya dan menolak

  1 pendapat dari teman lain Lebih dari 3 kali memberikan pendapatnya dalam

  4 kelompok 3 kali dalam memberikan pendapatnya dalam

  Mau

  3 kelompok 4 berpendapat

  Kurang dari 3 kali dalam memberikan dalam kelompok 2 pendapatnya dalam kelompok

  Tidak mau memberikan pendapatnya dalam

  1 kelompok

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  [25]

PEDOMAN SKORING

  :

  1. Skoring Aspek competence = 10 Aspek conscience = 12 Aspek compassion = 16

  2. Nilai akhir :

  � � ��� ��

  Nilai competence =

  

� 100

  10 � � ��� ��

  Nilai conscience =

  � 100

  12 � � � �

  Nilai compassion =

  

� 100

16 Nilai akhir = Nilai competence + nilai conscience + nilai compassion

  3

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  [26]

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

  Pertemuan 2 Satuan Pendidikan : SD Kanisius Condongcatur Hari / tanggal / pertemuan : Kamis, 21 Februari 2013/2 Kelas / semester : IV / 2 Materi : Penjumlahan Pecahan Alokasi Waktu : 3 X 40 menit A.

   Standar Kompetensi

6. Menggunakan pecahan dalam pemecahan masalah B.

   Kompetensi Dasar

6.3. Menjumlahkan pecahan C.

   Indikator Competence

  6.3.1. Menemukan pola penjumlahan pecahan dengan penyebut yang berbeda.

  6.3.2. Mengubah soal cerita ke dalam kalimat matematika.

  6.3.3. Menjumlahkan dua pecahan.

  6.3.4. Mendemontrasikan cara menjumlahkan pecahan dengan media.

  Conscience

  6.3.5. Menampilkan sikap berani dalam mengungkapkan pendapat tentang pola penjumlahan pecahan berpenyebut berbeda di hadapan teman dan guru.

  Compassion

  6.3.6. Menghargai pendapat teman pada saat mengubah soal cerita ke dalam kalimat matematika.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  [27]

  D. Tujuan Pembelajaran Competence  Siswa mampu sebuah menemukan pola penjumlahan pecahan dengan penyebut berbeda setelah berdiskusi bersama teman kelompoknya.

   Siswa mampu mengubah dua soal cerita ke dalam kalimat matematika secara kelompok.

   Siswa mampu menjumlahkan dua pecahan yang berpenyebut berbeda secara individu.  Siswa mampu mendemontrasikan soal cerita yang diberikan guru dengan menggunakan media yang telah dipersiapkan guru.

  Conscience  Siswa menampilkan sikap berani mengungkapkan pendapat tentang pola

  penjumlahan pecahan berpenyebut berbeda di hadapan teman dan guru pada saat presentasi.

  Compassion  Siswa mampu menghargai pendapat teman pada saat mengubah soal cerita ke dalam kalimat matematika melalui diskusi kelompok.

  E. Materi Pembelajaran

  Penjumlahan pecahan berpenyebut beda (terlampir) F.

   Pendekatan dan Metode

  Pendekatan : PMRI (Pendidikan Matematika Realistik Indonesia) Metode : Tanya jawab, diskusi, demonstrasi G.

   Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran Deskripsi Kegiatan Alokasi Waktu

  Kegiatan Awal 1 menit

1. Guru dan siswa melakukan salam pembuka, doa dan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  [28] 1 menit 2. Siswa diingatkan tentang norma kelas (PMRI 4).

  3. Siswa mendengarkan tujuan pembelajaran yang disampaikan guru (PMRI 5). 5 menit

  4. Motivasi: Siswa diajak untuk menarikan lagu “Pizza Hut

  10 menit ” (PMRI 1, PPR 1).

  5. Apersepsi: Guru menyampaikan sebuah cerita sebagai berikut untuk mengingatkan siswa tentang konsep penjumlahan pecahan berpenyebut sama sebagai berikut

  : “Ibu memiliki satu buah pizza. Ibu memotong

  pizza menjadi 6 potong. Lalu ibu memberikan 2 potong pizza kepada Dika. Beberapa saat kemudian Dika mendapatkan 1 potong pizza lagi sama jenisnya dari kakak. Berapa banyak bagian pizza yang dimiliki

  oleh Dika sekarang?”(PMRI 1, PPR 1).

  6. Guru meminta dua orang siswa menyelesaikan masalah dalam cerita menggunakan roti pizza di depan kelas (PMRI 2, PPR 2).

  Kegiatan Inti

  7 menit

  11. Siswa dibagi menjadi beberapa kelompok yang terdiri dari 4-5 siswa berdasarkan bentuk nomor dada yang telah diberikan (PMRI 5). 2 menit

  12. Siswa mendengarkan cerita yang dibacakan oleh guru,

  ”Dika dan Diana masing-masing membeli 1

  loyang pizza yang sama besar dan rasanya. Dika membagi pizzanya menjadi 4 potong yang sama besar, sedangkan Diana membagi pizzanya menjadi 2 potong yang sama besar. Dika memberikan 1 potong pizzanya kepada bu Fajar dan beberapa saat kemudian Diana

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  [29]

  Fajar?”(PMRI 5).

  1 menit

  13. Siswa diminta untuk menyelesaikan masalah yang telah dibacakan oleh guru dengan menggunakan papan pizza dan gambar pizza yang telah disiapkan oleh guru 2 menit (PMRI 4, PPR 2).

  14. Siswa diberikan sebuah soal cerita mengenai penjumlahan pecahan berpenyebut beda.

  15. Setiap kelompok diberikan sebuah papan pizza dan satu paket papan pecahan (1 utuh, setengahan, 10 menit sepertigaan, seperempatan, seperenaman, dan seperdelapanan) untuk membantu siswa menyelesaikan soal.

  15 menit

  16. Siswa bersama kelompok mencoba mencari jawaban dengan cara mereka sendiri (PMRI 4, PPR 2).

  17. Beberapa kelompok diminta untuk mengemukakan hasil jawaban melalui presentasi (PMRI 4, PPR 2). lain diberikan kesempatan untuk

  18. Kelompok memberikan tanggapan kepada kelompok yang sedang menyampaikan presentasi (PMRI 3, PMRI 4, PPR 2).

  Kegiatan Akhir

  10 menit

  1. Siswa bersama guru menyimpulkan pola pecahan yang berpenyebut beda (PMRI 3).

  5 menit

  2. Guru memberikan kesempatan bertanya kepada siswa yang belum paham terhadap materi yang disampaikan (PMRI 3).

  20 menit

  3. Siswa mengerjakan soal evaluasi yang telah diberikan oleh guru (PPR 5) 5 menit

  4. Siswa merefleksikan pembelajaran hari ini dengan mengarsir gambar emoticon dan menjawab beberapa

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  [30]

   Bagaimana perasaanmu ketika belajar

  penjumlahan pecahan berpenyebut berbeda?

   Apakah kamu mengalami kesulitan saat

  mempelajari penjumlahan pecahan berpenyebut berbeda?

   Apakah kamu menampilkan sikap berani dalam

  menyampaikan pendapat?

   Apakah kamu membantu teman lain yang

  mengalami kesulitan?

  5. Siswa diminta untuk membuat satu soal cerita tentang penjumlahan pecahan berpenyebut berbeda dan diberikan kepada temannya untuk dikerjakan lalu dikumpulkan pada pertemuan berikutnya.

   Apakah rencanamu setelah mempelajari

  penjumlahan pecahan berpenyebut beda?  Siswa mencatat rencana yang akan dilakukan. (PMRI 5, PPR 4).

6. Guru mengakhiri pembelajaran dengan mengucap-kan salam.

  120 menit

  Total waktu Keterangan :

  PMRI 1 = penggunaan konteks PPR 1 = konteks PMRI 2 = penggunaan model PPR 2 = pengalaman PMRI 3 = pemanfaatan hasil PPR 3 = refleksi konstruksi siswa PPR 4 = aksi PMRI 4 = interaktivitas PPR 5 = evaluasi PMRI 5 = keterkaitan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  [31]

H. Sumber dan Media Pembelajaran

  1. Sumber pembelajaran Mustaqin, Burhan dan Ari Astuty. 2008. Ayo Belajar Matematika Untuk SD dan MI Kelas IV. Jakarta: Depdiknas.

  Suyati, M Khafid. 2004. Pelajaran Matematika untuk SD Kelas 4.

  Jakarta: Erlangga.

  2. Media pembelajaran

  a. LKS

  b. Roti pizza

  c. Papan pizza

  d. Gambar pizza

  e. Papan pecahan I.

   Penilaian

  : Tertulis

  a. Jenis : Tes dan non tes

  b. Teknik : Soal uraian

  c. Bentuk tes : Proses

  d. Prosedur

  e. Pedoman skoring (terlampir) Yogyakarta, 21 Februari 2012

  Guru Mata Pelajaran Peneliti Fajar Utami, S.Pd. Stevani Ika Pratiwi

  NIM. 091134141

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  [32]

  KISI-KISI SOAL EVALUASI PERTEMUAN 2

No. Indikator Nomor Jumlah Keterangan

Soal Soal

  1.

  2 Taraf Kesukaran

   Competence

  1,2

  6.3.34. Menemukan pola

  3. Sedang = no penjumlahan pecahan soal 1 dengan penyebut

  4. Sulit = no berbeda. soal 2

  1,2

  2

  6.3.35. Mengubah soal cerita ke dalam kalimat matematika.

  1,2

  2

  6.3.36. Menjumlahkan dua pecahan.

  • 6.3.37. Mendemontrasikan - cara menjumlahkan pecahan dengan media 2.
  • - - Conscience

  Kriteria Menampilkan sikap penilaian b. berani dalam terdapat pada mengungkapkan rubrik penilaian pendapatnya tentang conscience. penjumlahan pecahan berpenyebut berbeda di hadapan guru dan teman.

  3.

  • - - Compassion

  Kriteria Menghargai pendapat penilaian a.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  [33] mengubah soal cerita ke rubrik penilaian dalam kalimat compassion. matematika.

  Jumlah soal evaluasi pertemuan 2

  2 RUBRIK PENILAIAN

a. Rubrik penilaian competence

  No. Soal Keterangan Skor

  langkah-langkah, disertai

  5 1.  Menggunakan gambar yang tepat dan jawaban benar.

   4 Menggunakan langkah-langkah, tidak disertai gambar, dan jawaban benar.

   3 Tidak menggunakan langkah-langkah, disertai gambar, dan jawaban benar.

   2 Menggunakan langkah-langkah, tidak disertai gambar, dan jawaban salah.

   Tidak menggunakan langkah-langkah, tidak

  1 disertai gambar, dan jawaban salah.

   5 Menggunakan langkah-langkah, disertai 2. gambar yang tepat dan jawaban benar.

   4 Menggunakan langkah-langkah, tidak disertai gambar, dan jawaban benar.

   3 Tidak menggunakan langkah-langkah, disertai gambar, dan jawaban benar.

  2 gambar, dan jawaban salah..

   Menggunakan langkah-langkah, tidak disertai

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

b. Rubrik penilaian conscience (menampilkan sikap berani)

  7

  1 Suara tidak terdengar sampai ke baris paling

  2 Suara kurang terdengar sampai baris paling belakang

  3 Suara terdengar sampai ke baris paling belakang, namun kurang jelas

  4 Suara terdengar sampai ke baris paling belakang dan jelas

  1 Kelantangan suara

  8 Skor : 4 = Sangat baik 3 = Baik 2 = Cukup 2 = Kurang

  6

  [34] disertai gambar, dan jawaban salah.

  5

  4

  3

  2

  1

  Kejelasan pengucapan Keberanian

  Aspek yang dinilai *) Total skor Kelantangan suara

  Presentasikan hasil diskusimu di depan kelas! Kelompok

  • ) Kriteria penilaian No Aspek Skor Kriteria

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  [35] Kalimat yang diucapkan jelas vokal dan

  4 konsonannya Kejelasan

  3 Konsonan dalam kalimat kurang jelas

  2 pengucapan

  2 Vokal dan konsonan dalam kalimat kurang jelas

  1 Kalimat yang diucapkan tidak jelas Lebih dari 3 kali mengajukan pertanyaan/pendapat

  4 tanpa disuruh 3 kali mengajukan pertanyaan/pendapat dengan

  3

  3 Keberanian disuruh Kurang dari 3 kali mengajukan

  2 pertanyaan/pendapat

  1 Tidak pernah mengajukan pertanyaan/pendapat

c. Rubrik penilaian compassion (menghargai teman)

  Ubahlah soal cerita ke dalam kalimat matematika di dalam kelompok dengan menghargai temanmu! Aspek yang dinilai *) Total skor

  Tidak Tidak

  Kelompok berbicara Menaati peraturan membuat dengan yang disepakati keributan teman

  1

  2

  3

  4

  5

  6

  7

  8

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  [36] Skor : 4 = Sangat baik 3 = Baik

  2 = Cukup 1 = Kurang

  • ) Kriteria penilaian No Aspek Skor Kriteria Mengerjakan evaluasi secara mandiri dan

  4 tidak menengok kanan/kiri Mengerjakan evaluasi secara mandiri dan

  3 Tidak berbicara menengok kanan/kiri

  1 dengan teman Mengerjakan evaluasi dengan bertanya 2 kepada teman dan menengok kanan/kiri

  Tidak mengerjakan evaluasi dan

  1 berbicara dengan teman Mengerjakan evaluasi secara mandiri dan

  4 tidak bercanda dengan teman Mengerjakan evaluasi secara mandiri dan

  3 bercanda dengan teman Tidak membuat

  2 keributan Tidak mengerjakan evaluasi dan tidak

  2 bercanda dengan teman Tidak mengerjakan evaluasi dan

  1 bercanda dengan teman Mengerjakan evaluasi tepat waktu, 4 mendengarkan penjelasan pendidik, dan melakukan petunjuk pada soal evaluasi. Menaati peraturan Mengerjakan evaluasi tepat waktu,

  3 yang disepakati mendengarkan penjelasan pendidik, 3 tetapi tidak melakukan petunjuk pada soal evaluasi.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  [37] mendengarkan penjelasan pendidik, dan dan tidak melakukan petunjuk pada soal evaluasi.

  1 Mengerjakan evaluasi tidak tepat waktu, tidak mendengarkan penjelasan pendidik, dan tidak melakukan petunjuk pada soal evaluasi.

PEDOMAN SKORING

  1. Skoring: Aspek competence = 10 Aspek conscience = 12 Aspek compassion = 12

  2. Nilai akhir : Nilai competence =

  � � ��� ��

  10

� 100

  Nilai conscience =

  � � ��� ��

  12 � 100

  Nilai compassion =

  � � � �

  12

� 100

  Nilai akhir = Nilai competence + nilai conscience + nilai compassion

  3 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  [38]

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

  Pertemuan 3 Satuan Pendidikan : SD Kanisius Condongcatur Hari / tanggal / pertemuan : Senin, 25 Februari 2013/3 Kelas / semester : IV / 2 Materi : Penjumlahan Pecahan Alokasi Waktu : 3 X 40 menit A.

   Standar Kompetensi

6. Menggunakan pecahan dalam pemecahan masalah B.

   Kompetensi Dasar

6.3. Menjumlahkan pecahan C.

   Indikator Competence 6.3.1. Menemukan pola penjumlahan pecahan dengan penyebut berbeda.

  6.3.2. Mengubah soal cerita ke dalam kalimat matematika.

  6.3.3. Menjumlahkan dua pecahan.

  6.3.4. Mendemontrasikan cara menjumlahkan pecahan dengan media.

  Conscience

  Menampilkan sikap berani mengungkapkan pendapat tentang pola 6.3.5. penjumlahan pecahan berpenyebut berbeda di hadapan teman dan guru.

  Compassion

  Menghargai pendapat teman pada saat menemukan pola 6.3.6. penjumlahan berpenyebut berbeda.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  [39]

  D. Tujuan Pembelajaran Competence  Siswa mampu mendiskusikan cara-cara penyelesaian penjumlahan

  pecahan yang berpenyebut beda setelah mendemontrasikan media di dalam kelompok.

   Siswa mampu mengubah soal cerita ke dalam kalimat matematika secara kelompok.  Siswa mampu menjumlahkan dua pecahan yang berpenyebut berbeda secara individu.  Siswa mampu mendemonstrasikan soal cerita yang diberikan guru dengan menggunakan media yang telah dipersiapkan guru.

  Conscience  Siswa mampu menampilkan sikap berani dalam mengungkapkan

  pendapat tentang pola penjumlahan pecahan berpenyebut berbeda di hadapan teman dan guru pada saat presentasi.

  Compassion  Siswa mampu menghargai pendapat teman pada saat menemukan pola penjumlahan pecahan berpenyebut berbeda.

  E. Materi Pembelajaran

  Penjumlahan pecahan berpenyebut beda (terlampir) F.

   Pendekatan dan Metode

  Pendekatan : PMRI (Pendidikan Matematika Realistik Indonesia) Metode : Tanya jawab, diskusi, demonstrasi G.

   Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran Deskripsi Kegiatan Alokasi Waktu Kegiatan Awal

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  [40] presensi.

  2 menit 2. Siswa diingatkan tentang norma kelas (PMRI 4). 1 menit

  3. Siswa mendengarkan tujuan pembelajaran yang disampaikan guru.

  10 menit

  4. Apersepsi:

  Siswa diajak untuk bermain “Kuis Cepat Tepat” yaitu

  guru membacakan sebuah soal untuk dijawab dengan cepat oleh siswa. Siswa yang dapat menjawab dengan cepat dan tepat akan mendapatkan bintang (PMRI 1, PMRI 5, PPR 1)

  Kegiatan Inti

  5 menit

  1. Siswa membentuk 8 kelompok seperti pada pertemuan kedua (PPR 2) 4 menit

  2. Siswa diberikan dua buah soal penjumlahan pecahan berpenyebut beda untuk diselesaikan melalui diskusi (PMRI 4,PPR 2)

  15 menit

  3. Siswa menyelesaikan soal pertama menggunakan media papan pecahan (PMRI 1).

  15 menit

  4. Siswa diminta untuk menyelesaikan soal kedua dengan cara mereka sendiri tanpa menggunakan media (PMRI 2).

  20 menit

  5. Beberapa kelompok diminta mempresentasikan hasil diskusi (jawaban) mereka di depan kelas dengan menuliskan hasil jawaban pada papan tulis (PMRI 2).

  6. Siswa yang lain diberikan kesempatan untuk memberikan tanggapan terhadap hasil pekerjaan kelompok yang presentasi. Siswa yang memberikan tanggapan akan mendapatkan bintang (PMRI 4, PPR 2).

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  [41]

  Kegiatan Akhir

  1. Siswa bersama guru menyimpulkan kembali pola 10 menit penjumlahan pecahan berbeda penyebut (PMRI 3)

  2. Siswa mengerjakan soal evaluasi secara individu (PPR 15 menit 5)

  3. Siswa merefleksikan pembelajaran hari ini dengan mengarsir gambar emoticon dan menjawab beberapa 10 menit pertanyaan refleksi (PMRI 5, PPR 3).

   Bagaimana perasaanmu ketika belajar

  penjumlahan pecahan berpenyebut sama?

   Apakah kamu mengalami kesulitan saat

  mempelajari penjumlahan pecahan berpenyebut berbeda?

   Apakah kamu menampilkan sikap berani dalam

  menyampaikan pendapat?

   Apakah kamu membantu teman lain yang mengalami kesulitan?

  4. Siswa diminta untuk membuat satu soal tentang penjumlahan pecahan berpenyebut berbeda dan diberikan kepada temannya untuk dikerjakan lalu 10 menit dikumpulkan pada pertemuan berikutnya (PMRI 5, PPR 4).

   Apakah rencanamu setelah mempelajari

  penjumlahan pecahan berpenyebut beda?

   Siswa mencatat rencana yang akan dilakukan. (PMRI 5, PPR 4).

5. Guru mengakhiri pembelajaran dengan mengucap-kan salam dan berdoa.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  [42]

  Keterangan :

  PMRI 1 = penggunaan konteks PPR 1 = konteks PMRI 2 = penggunaan model PPR 2 = pengalaman PMRI 3 = pemanfaatan hasil PPR 3 = refleksi konstruksi siswa PPR 4 = aksi PMRI 4 = interaktivitas PPR 5 = evaluasi PMRI 5 = keterkaitan H.

   Sumber dan Media Pembelajaran

  1. Sumber pembelajaran Mustaqin, Burhan dan Ari Astuty. 2008. Ayo Belajar Matematika Untuk

  SD dan MI Kelas IV. Jakarta: Depdiknas Suyati, M Khafid. 2004. Pelajaran Matematika untuk SD Kelas 4. Jakarta: Erlangga

  2. Media pembelajaran

  c. LKS

  d. Papan pecahan I.

   Penilaian

  : Tertulis

  a. Jenis : Tes dan non tes

  b. Teknik : Soal uraian

  c. Bentuk tes : Proses

  d. Prosedur

  e. Pedoman skoring (terlampir

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  [43] Yogyakarta, 28 Februari 2012

  Guru Mata Pelajaran Peneliti

  Fajar Utami, S.Pd. Stevani Ika Pratiwi NIM. 091134141

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  [44]

  

KISI-KISI SOAL EVALUASI PERTEMUAN KETIGA

No. Indikator Nomor Jumlah Keterangan

Soal Soal 1.

  2 Taraf Kesukaran

   Competence

  1,2

  6.3.38. Menemukan pola

  5. Sedang = no penjumlahan pecahan soal 1 dengan penyebut

  6. Sulit = no berbeda. soal 2

  1,2

  2

  6.3.39. Mengubah soal cerita ke dalam kalimat matematika.

  1,2

  2

  6.3.40. Menjumlahkan dua pecahan.

  • 6.3.41. Mendemontrasikan - cara menjumlahkan pecahan dengan media 2.
  • - - Kriteria

   Conscience

  Menampilkan sikap penilaian c. berani dalam terdapat pada mengungkapkan rubrik penilaian pendapatnya tentang conscience. penjumlahan pecahan berpenyebut berbeda di hadapan guru dan teman.

  3.

  • - -

  Kriteria

   Compassion

  Menghargai pendapat penilaian b.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  [45] mengubah soal cerita ke rubrik penilaian dalam kalimat compassion. matematika.

  Jumlah soal evaluasi pertemuan 3

  2 RUBRIK PENILAIAN

a. Rubrik penilaian competence

  No. Soal Keterangan Skor

  5 langkah-langkah, disertai 1.  Menggunakan gambar yang tepat dan jawaban benar.

  4 gambar, dan jawaban benar.

   Menggunakan langkah-langkah, tidak disertai

   3 Tidak menggunakan langkah-langkah, disertai gambar, dan jawaban benar.

   2 Menggunakan langkah-langkah, tidak disertai gambar, dan jawaban salah..

   1 Tidak menggunakan langkah-langkah, tidak disertai gambar, dan jawaban salah.

   Menggunakan langkah-langkah, disertai

  5 2. gambar yang tepat dan jawaban benar.

   4 Menggunakan langkah-langkah, tidak disertai gambar, dan jawaban benar.

   3 Tidak menggunakan langkah-langkah, disertai gambar, dan jawaban benar.

   2 Menggunakan langkah-langkah, tidak disertai gambar, dan jawaban salah..

   1 Tidak menggunakan langkah-langkah, tidak

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  [46]

b. Rubrik penilaian conscience (menampilkan sikap berani)

  Presentasikan hasil diskusimu di depan kelas! Aspek yang dinilai *) Total skor

  Kelompok Kelantangan Kejelasan Keberanian suara pengucapan

  1

  2

  3

  4

  5

  6

  7

  8 Skor : 4 = Sangat baik 3 = Baik 2 = Cukup 3 = Kurang

  • ) Kriteria penilaian No Aspek Skor Kriteria Suara terdengar sampai ke baris paling belakang

  4 dan jelas Suara terdengar sampai ke baris paling belakang,

  3 Kelantangan namun kurang jelas

  1 suara Suara kurang terdengar sampai baris paling 2 belakang

  Suara tidak terdengar sampai ke baris paling

  1 belakang Kejelasan Kalimat yang diucapkan jelas vokal dan

  2

  4

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  [47]

  3 Konsonan dalam kalimat kurang jelas

  2 Vokal dan konsonan dalam kalimat kurang jelas

  1 Kalimat yang diucapkan tidak jelas Lebih dari 3 kali mengajukan pertanyaan/pendapat

  4 tanpa disuruh 3 kali mengajukan pertanyaan/pendapat dengan

  3

  3 Keberanian disuruh Kurang dari 3 kali mengajukan

  2 pertanyaan/pendapat

  1 Tidak pernah mengajukan pertanyaan/pendapat

c. Rubrik penilaian compassion (menghargai teman)

  Ubahlah soal cerita ke dalam kalimat matematika di dalam kelompok dengan menghargai temanmu! Aspek yang dinilai *) Total skor

  Tidak Tidak

  Kelompok berbicara Menaati peraturan membuat dengan yang disepakati keributan teman

  1

  2

  3

  4

  5

  6

  7

  8

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  [48] Skor : 4 = Sangat baik 3 = Baik

  2 = Cukup 1 = Kurang

  • ) Kriteria penilaian No Aspek Skor Kriteria Mengerjakan evaluasi secara mandiri dan

  4 tidak menengok kanan/kiri Mengerjakan evaluasi secara mandiri dan

  3 Tidak berbicara menengok kanan/kiri

  1 dengan teman Mengerjakan evaluasi dengan bertanya 2 kepada teman dan menengok kanan/kiri

  Tidak mengerjakan evaluasi dan

  1 berbicara dengan teman Mengerjakan evaluasi secara mandiri dan

  4 tidak bercanda dengan teman Mengerjakan evaluasi secara mandiri dan

  3 bercanda dengan teman Tidak membuat

  2 keributan Tidak mengerjakan evaluasi dan tidak

  2 bercanda dengan teman Tidak mengerjakan evaluasi dan

  1 bercanda dengan teman Mengerjakan evaluasi tepat waktu, 4 mendengarkan penjelasan pendidik, dan melakukan petunjuk pada soal evaluasi. Menaati peraturan Mengerjakan evaluasi tepat waktu,

  3 yang disepakati mendengarkan penjelasan pendidik, 3 tetapi tidak melakukan petunjuk pada soal evaluasi.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  12 � 100

  3 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Nilai akhir = Nilai competence + nilai conscience + nilai compassion

  12

� 100

  � � � �

  1 Mengerjakan evaluasi tidak tepat waktu, tidak mendengarkan penjelasan pendidik, dan tidak melakukan petunjuk pada soal evaluasi.

  [49] mendengarkan penjelasan pendidik, dan dan tidak melakukan petunjuk pada soal evaluasi.

PEDOMAN SKORING

  � � ��� ��

  Nilai conscience =

  10

� 100

  � � ��� ��

  Nilai competence =

  : Aspek competence = 10 Aspek conscience = 12 Aspek compassion = 12

1. Skoring

2. Nilai akhir :

  Nilai compassion =

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  [50]

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

  Pertemuan 4 Satuan Pendidikan : SD Kanisius Condongcatur Hari / tanggal / pertemuan : Kamis, 28 Februari 2013/4 Kelas / semester : IV / 2 Materi : Penjumlahan Pecahan Alokasi Waktu : 2 X 40 menit A.

   Standar Kompetensi

6. Menggunakan pecahan dalam pemecahan masalah B.

   Kompetensi Dasar

6.3. Menjumlahkan pecahan C.

   Indikator Competence 6.3.1. Mengubah soal cerita ke dalam kalimat matematika.

  6.3.2. Menjumlahkan dua pecahan.

  6.3.3. Menulis jawaban soal evaluasi dengan tulisan yang rapi.

  Conscience

  6.3.4. Menampilkan sikap jujur dalam menyelesaikan soal evaluasi penjumlahan pecahan.

  Compassion

  6.3.5. Menghargai teman yang sedang mengerjakan soal evaluasi penjumlahan pecahan.

D. Tujuan Pembelajaran Competence

   Siswa mampu mengubah soal cerita ke dalam kalimat matematika secara individu.  Siswa mampu menjumlahkan dua pecahan yang berpenyebut sama

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  [51]

   Siswa mampu menjumlahkan dua pecahan yang berpenyebut berbeda secara individu.

 Siswa mampu menulis jawaban soal evaluasi denga tulisan rapi.

  Conscience

   Siswa mampu menampilkan sikap jujur dalam menyelesaikan soal evaluasi penjumlahan pecahan secara individu.

  Compassion  Siswa mampu menghargai teman yang sedang mengerjakan soal evaluasi penjumlahan pecahan secara individu.

E. Materi Pembelajaran

  Penjumlahan pecahan berpenyebut beda dan berpenyebut beda (terlampir) F.

   Pendekatan dan Metode

  Pendekatan : PMRI (Pendidikan Matematika Realistik Indonesia) Metode : Tanya jawab, diskusi, demonstrasi G.

   Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran Deskripsi Kegiatan Alokasi Waktu Kegiatan Awal

  2 menit

  1. Guru dan siswa melakukan salam pembuka, doa dan presensi.

  2 menit 2. Siswa diingatkan tentang norma kelas (PMRI 4). 1 menit

  3. Siswa mendengarkan tujuan pembelajaran yang disampaikan guru (PMRI 5).

  15 menit

  4. Motivasi: Siswa diajak untuk melakukan permainan ”Papan Harga” (PMRI 1, PPR 1).

  5 menit

  5. Apersepsi : Guru menanyakan kembali pola untuk penjumlahan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  penjumlahan pecahan berpenyebut sama dan berpenyebut berbeda?

  2 menit 8 menit

  5. Siswa diminta untuk menempelkan kertas pada 5 menit 25 menit 5 menit

  4. Siswa dibagi menjadi 4 kelompok berdasarkan barisan tempat duduk mereka (PMRI 4).

  mengerjakan soal evaluasi penjumlahan pecahan?

   Apakah kamu menghargai teman yang sedang

   Apakah kamu menampilkan sikap jujur dalam menyelesaikan soal evaluasi penjumlahan pecahan

  mempelajari penjumlahan pecahan berpenyebut sama dan berpenyebut berbeda?

   Apakah kamu mengalami kesulitan saat

  [52] yang berpenyebut beda (PMRI 1, PPR 1).

  Kegiatan Inti

  3. Siswa merefleksikan pembelajaran hari ini dengan mengarsir gambar emoticon (PMRI 5, PPR 3).

  2. Siswa mengerjakan soal evaluasi secara individu (PPR 5)

  1. Siswa yang belum paham terhadap materi diberi kesempatan bertanya (PMRI 3).

  Kegiatan Akhir

  5 menit 5 menit

  3. Beberapa siswa diminta menuliskan kesimpulan yang dibuat kelompok pada papan tulis (PMRI 5).

  2. Siswa bersama kelompok diminta untuk membuat kesimpulan mengenai pola penjumlahan pecahan yang berpenyebut sama dan berpenyebut beda (PMRI 4)

  1. Siswa berkumpul dengan kelompok seperti kelompok pertemuan sebelumnya.

   Bagaimana perasaanmu ketika belajar

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  [53] (PMRI 4, PMRI 5, PPR 2, PPR 4)

6. Guru mengakhiri pembelajaran dengan mengucapkan salam dan berdoa.

  Keterangan :

  PMRI 1 = penggunaan konteks PPR 1 = konteks PMRI 2 = penggunaan model PPR 2 = pengalaman PMRI 3 = pemanfaatan hasil PPR 3 = refleksi konstruksi siswa PPR 4 = aksi PMRI 4 = interaktivitas PPR 5 = evaluasi PMRI 5 = keterkaitan H.

   Sumber dan Media Pembelajaran

  1. Sumber pembelajaran Mustaqin, Burhan dan Ari Astuty. 2008. Ayo Belajar Matematika Untuk

  SD dan MI Kelas IV. Jakarta: Depdiknas Suyati, M Khafid. 2004. Pelajaran Matematika untuk SD Kelas 4. Jakarta: Erlangga

  2. Media pembelajaran

  a. LKS

  b. Kartu Pecahan I.

   Penilaian

  : Tertulis

  a. Jenis : Tes dan non tes

  b. Teknik : Soal uraian

  c. Bentuk tes : Proses

  d. Prosedur

  e. Pedoman skoring (terlampir)

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  [54] Yogyakarta, 28 Februari 2012

  Guru Mata Pelajaran Peneliti Fajar Utami, S.Pd. Stevani Ika Pratiwi

  NIM. 091134141

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  [55]

  

Cerita Permainan Papan Harga

Bu Ratna pergi ke toko roti dan membeli kue tart sebanyak 3 kotak.

  Setelah itu bu Ratna pulang ke rumah. Di tengah jalan ia bertemu dengan Bu Puspa. Bu Ratna sangat akrab dengan Bu Puspa lalu ia memberikan 2 kotak kue tart kepada Bu Puspa. Sesampainya di rumah ternyata ada tetangganya yang memberi 1 kotak kue tart. Kemudian Bu Ratna memberikan 1 kotak kue tart miliknya kepada bibi. Sisa roti tart milik Bu Ratna dimakan oleh 4 orang anaknya.

  

KISI-KISI SOAL EVALUASI PERTEMUAN 4

No. Indikator Nomor Jumlah Keterangan Soal Soal

  1. 1,2a

  2 Taraf Kesukaran

   Competence

  6.3.42. Menemukan pola

  7. Mudah = no penjumlahan pecahan soal 2a, 3 dengan penyebut sama.

  8. Sedang = no soal 1, 4, 5 2b,2c

  2

  6.3.43. Menemukan pola

  9. Sulit = no penjumlahan pecahan soal 2b, sc dengan penyebut berbeda.

  1,2

  2

  6.3.44. Mengubah soal cerita ke dalam kalimat matematika.

  3,4,5

  3

  6.3.45. Menjumlahkan dua pecahan.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  [56] dalam menyelesaikan terdapat pada soal evaluasi rubrik penilaian penjumlahan pecahan. conscience.

  3.

  • - -

  Kriteria

   Compassion

  Menghargai teman yang penilaian a. sedang mengerjakan soal terdapat apda evaluasi penjumlahan rubrik penilaian pecahan. compassion.

  Jumlah soal evaluasi pertemuan 4

  5 RUBRIK PENILAIAN

a. Rubrik penilaian competence

  No. Soal Keterangan Skor

  5 Menggunakan langkah-langkah, disertai gambar yang tepat dan jawaban benar.

   1

   4 Menggunakan langkah-langkah, tidak disertai gambar, dan jawaban benar.

   3 Tidak menggunakan langkah-langkah, disertai gambar, dan jawaban benar.

  2 gambar, dan jawaban salah..

   Menggunakan langkah-langkah, tidak disertai

  1 disertai gambar, dan jawaban salah.

   Tidak menggunakan langkah-langkah, tidak

  3 Menggunakan langkah-langkah dan jawaban benar.

   2a,2b,2c

   2 Tidak menggunakan langkah-langkah dan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

   Menggunakan langkah-langkah dan jawaban salah.

  Skor : 4 = Sangat baik 3 = Baik 2 = Cukup

  …

  8

  7

  6

  5

  4

  3

  2

  1

  Tidak bertanya pada teman

  [57]

  Tidak membuka buku/catatan

  Tidak mencontek jawaban teman

  Aspek yang dinilai *) Total skor

  Kerjakan soal di bawah ini dengan jujur! Nama

  2

  1

   Tidak menggunakan langkah-langkah dan jawaban salah.

  1

   Tidak menggunakan langkah-langkah dan jawaban benar.

  2

   Menggunakan langkah-langkah dan jawaban benar.

  1 3,4,5

b. Rubrik penilaian conscience (menunjukkan sikap jujur)

  Tidak memberi jawaban pada teman

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  [58]

  • ) Kriteria penilaian No Aspek Skor Kriteria Mengerjakan evaluasi secara mandiri dan

  4 tidak menengok kanan/kiri Mengerjakan evaluasi secara mandiri dan

  Tidak mencontek

  3 1 melihat ke atas (berpikir) jawaban teman

  Menengok kanan kiri (mengerjakan

  2 evaluasi secara mandiri)

  1 Mencontek pekerjaan teman Mengerjakan evaluasi secara mandiri dan

  4 tidak membuka catatan Mengerjakan evaluasi secara mandiri dan

  Tidak membuka

  2

  3 buku/catatan menengok kanan/kiri

  2 Gelisah dan menengok kanan/kiri

  1 Membuka catatan Tidak memberi jawaban pada teman dan

  4 bekerja secara mandiri Tidak member jawaban pada teman,

  Tidak memberi

  3 namun menengok kanan kiri 3 jawaban pada teman

  Mengobrol bersama teman (tidak

  2 memberi jawaban)

  1 Memberi jawaban pada teman Tidak bertanya pada teman dan tidak

  4 menengok kanan/kiri Tidak bertanya pada Tidak bertanya pada teman, namun

  4

  3 teman menengok kanan/kiri

  2 Mengintip jawaban teman

  1 Bertanya pada teman

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  [59]

c. Rubrik penilaian compassion (menghargai teman)

  Kerjakan soal di bawah ini dengan menghargai temanmu! Aspek yang dinilai *)

  Tidak Menaati Tidak Tidak Total

  Nama berbicara peraturan menyontek membuat skor dengan yang pekerjaan keributan teman disepakati teman

  1

  2

  3

  4 …. Skor : 4 = Sangat baik 3 = Baik

  2 = Cukup 1 = Kurang

  • ) Kriteria penilaian No Aspek Skor Kriteria Mengerjakan evaluasi secara mandiri dan

  4 tidak menengok kanan/kiri Mengerjakan evaluasi secara mandiri dan

  3 Tidak berbicara menengok kanan/kiri

  1 dengan teman Mengerjakan evaluasi dengan bertanya 2 kepada teman dan menengok kanan/kiri

  Tidak mengerjakan evaluasi dan

  1 berbicara dengan teman Mengerjakan evaluasi secara mandiri dan

  4 Tidak membuat 2 tidak bercanda dengan teman

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  [60] bercanda dengan teman Tidak mengerjakan evaluasi dan tidak

  2 bercanda dengan teman Tidak mengerjakan evaluasi dan

  1 bercanda dengan teman Mengerjakan evaluasi tepat waktu, 4 mendengarkan penjelasan pendidik, dan melakukan petunjuk pada soal evaluasi. Mengerjakan evaluasi tepat waktu, mendengarkan penjelasan pendidik,

  3 tetapi tidak melakukan petunjuk pada soal evaluasi. Menaati peraturan

  3 Mengerjakan evaluasi tepat waktu, tidak yang disepakati mendengarkan penjelasan pendidik, dan

  2 dan tidak melakukan petunjuk pada soal evaluasi. Mengerjakan evaluasi tidak tepat waktu, tidak mendengarkan penjelasan pendidik,

  1 dan tidak melakukan petunjuk pada soal evaluasi. Tidak bertanya pada teman dan tidak

  4 menengok kanan/kiri Tidak menyontek Tidak bertanya pada teman, namun

  3

  4 pekerjaan teman menengok kanan/kiri

  2 Mengintip jawaban teman

  1 Bertanya pada teman

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  [61]

PEDOMAN SKORING

  :

  1. Skoring Aspek competence = 20 Aspek conscience = 16 Aspek compassion = 16

  2. Nilai akhir :

  � � ��� ��

  Nilai competence =

  

� 100

  20 � � ��� ��

  Nilai conscience =

  � 100

  16 � � � �

  Nilai compassion =

  

� 100

16 Nilai akhir = Nilai competence + nilai conscience + nilai compassion

  3

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  [62]

MATERI AJAR PENJUMLAHAN PECAHAN BERPENYEBUT SAMA DAN BERPENYEBUT BEDA I.

   Standar Kompetensi 6. Menggunakan pecahan dalam pemecahan masalah.

II. Kompetensi Dasar 6.3. Menjumlahkan pecahan.

  Pertemuan Pertama A.

   Materi Penjumlahan Pecahan Berpenyebut Sama

  Salah satu operasi dalam bilangan pecahan adalah operasi hitung penjumlahan. Bagaimanakah aturan penjumlahan pecahan? kita perhatikan contoh soal berikut?

  a. Ibu memotong kue bolu menjadi empat bagian sama besar. Kemudian potongan kue tadi dibagikan kepada Diana, Frizas, dan Erika. Masing- masing mendapat satu potong kue, sehingga masih tersisa 1 potong kue. Lalu satu potong kue itu ibu berikan kepada Diana. Berapa bagian kue yang dimiliki Diana sekarang?

  Kerjakan dengan cara mengubah soal menjadi langkah

matematika terlebih dahulu, yakni diketahui, ditanya, jawab!

  Jawaban: Diketahui : Ibu mempunyai empat kue bolu sama besar, bagian- bagian kue tersebut diberikan kepada Diana, Frizas, dan

  Erika. Masing-masing mendapatkan satu bagian. Tersisa 1 potong kue yang kemudian diberikan kepada Diana. Ditanya : Berapa bagiankah kue yang dimiliki oleh Diana?

  1 1 1+1

  2 Jawab : = = +

  4

  4

  4

  4 Jadi, kue yang dimiliki oleh Diana seluruhnya ada bagian dari kue yang utuh.

b. Ibu mempunyai sepotong tahu. Ibu akan menggoreng tahu tersebut.

  Supaya tahunyanya tidak terlalu besar, maka ibu memotong tahu tersebut menjadi tiga bagian sama besar. Setelah dibumbui dua potong tahu dimasukkan ke dalam wajan. Karena masih ada tempat maka ibu memasukkan lagi sepotong tahu. Berapa bagian tahu yang ada di wajan? Jawaban:

  Diketahui : Ibu mempunyai sepotong tahu, kemudian tahu tersebut dipotong menjadi tiga bagian. Setelah dibumbui maka dua bagian tahu tersebut kemudian dimasukkan ke dalam wajan. Masih tersisa satu bagian tahu, kemudian bagian itu juga dimasukkan. Ditanya : Berapakah bagian tahu yang ada di wajan sekarang?

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Petunjuk untuk Guru  Mintalah beberapa siswa untuk melaporkan hasil diskusi jawaban dari

   Tunjuklah salah seorang siswa untuk mendemonstrasikan cerita

tersebut dengan menggunakan pizza yang disediakan oleh guru.

  ?” 2.

  dan rasanya. Dika membagi pizzanya menjadi 4 bagian yang sama besar, sedangkan Diana membagi pizzanya menjadi 2 bagian yang sama besar. Dika memberikan 1 bagian dari pizzanya kepada bu Fajar dan beberapa saat kemudian Diana juga memberikan 1 bagian dari pizzanya kepada bu Fajar Berapakah jumlah bagian pizza yang diterima oleh bu Fajar

  Petunjuk untuk Guru 1. Bacakan cerita di bawah ini, kemudian mintalah salah satu siswa maju ke depan kelas untuk mengerjakan soal berikut! Dika dan Diana masing-masing membeli 1 loyang pizza yang sama besar

  Pertenuan Kedua

  ”.

  [63]

  dilakukan dengan menjumlahkan pembilangnya. Sedangkan

penyebutnya tidak dijumlahkan. (Pembilang adalah angka yang terdapat

  berpenyebut sama adalah penjumlahan pecahan yang berpenyebut sama

  Jadi, tahu yang ada di wajan sekarang berjumlah bagian dari tahu yang utuh. Kesimpulan “Dari dua soal tersebut terlihat bahwa dalam penjumlahan pecahan

  Untuk memberikan pemahaman tentang penjumlahan pecahan berpenyebut beda, lakukan kegiatan di bawah ini bersama siswa!

  pecahan berpenyebut sama dan berilah penegasan terhadap pendapat yang diutarakan oleh siswa tersebut mengenai pola penjumlahan berpenyebut sama!

   Mintalah seorang siswa ke depan untuk menuliskan pola penjumlahan

  kedua soal tersebut di papan tulis, kemudian berilah kesempatan kepada siswa lain untuk memberi tanggapan terhadap jawaban teman!

  pada bagian atas garis sedangkan penyebut adalah angka yang terdapat pada bagian bawah garis)

B. Materi Penjumlahan Pecahan Berpenyebut Beda

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  [64] sama. Untuk mengetahui begaimanakah cara menghitung penjumlahan berpenyebut beda, maka kita perhatikan soal-soal di bawah ini dan kerjakan dengan menggunakan media papan pecahan!

  2

  kue. Kemudian ibu memberinya lagi seperempat

a. Vivi mempunyai

  3

  kue yang sama jenisnya. Berapakah bagian kue yang dimiliki Vivi sekarang? Petunjuk penggunaan media

  Ambil 2 potong papan pecahan yang terdapat pada iga potong 1.

  2 pecahan yang sama besar untuk menunjukkan nilai bagian kue.

  3 Ambil 1 potong papan pecahan yang terdapat pada empat 2.

  1

  potong pecahan yang sama besar untuk menunjukkan nilai

  4 bagian kue.

  1 Kosongkanlah papan pecahan yang etrsiswa bagian tersebut, 3.

  3

  1

  masukkanlah 2 potong pecahan yang masing-masing bernilai

  3

  1 tadi. Serta gabungkan juga 1 potong pecahan yang bernilai .

  4 Ambillah sebuah penggaris panjang untuk mencari pecahan 4.

  yang senilai dengan gabungan kedua potong pecahan tadi

  1

  (gabungan antara 2 potong pecahan dengan 1 potong pecahan

  3

  1 ).

  4

  1 Tarik garis antara gabungan pecahan 2 potong pecahan dan 1 5.

  3

  1

  potong pecahan tadi dengan pecahan di bawahnya sehingga

  4 membentuk garis sejajar.

  1 Itulah hasil penjumlahan antara 2 potong pecahan dan 1 6.

  3

  1

  11 potong pecahan dan hasilnya adalah pecahan .

  4

  12 3.

   Mintalah beberapa siswa untuk melaporkan hasil diskusi dari soal tersebut di papan tulis! Mintalah siswa menerangkan cara menggunakan papan pecahan, kemudian berilah kesempatan kepada

siswa lain untuk memberi tanggapan terhadap jawaban teman!

  Pertemuan ketiga Untuk mengingatkan kembali pemahaman siswa mengenai operasi penjumlahan pecahan berpenyebut beda, maka guru memberikan dua buah soal penjumlahan berpenyebut sama. Siswa mengerjakan soal tersebut menggunakan media papan pecahan.

  1 1 kg gula pasir. Kemudian ibu membeli lagi kg gula pasir.

1. Ibu membeli

  2

  4 Berapa kg gula pasir yang dimiliki ibu sekarang?

  Jawab : Penjumlahan ini dikerjakan dengan cara mengalikan silang antara

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  1

  [65]

  • 3

  2.

  12

  2. Kaidah penjumlahan berpenyebut beda adalah “penjumlahan pecahan yang berpenyebut beda dikerjakan dengan menyamakan penebutnya terlebih dahulu dengan mencari kelipatan persekutuan terkecil dari kedua penyebut tersebut. Jumlahkan pecahan baru seperti pada penjumlahhan pecahan berpenyebut sama.

  

pembilangnya saja dan penyebutnya tidak perlu dijumlahkan.”

  1. Kaidah penjumlahan berpenyebut sama adalah “penjumlahan pecahan yang berpenyebut sama dikerjakan dengan menjumlahkan

  Pada akhir pembelajaran mengenai materi penjumlahan berpenyebut sama dan penjumlahan berpenyebut beda ini, siswa kemudian diminta membuat kesimpulan mengenai kaidah penjumlahan pecahan tersebut.

  12 Pertemuan Keempat

  13

  =

  12

  4

  3

  adalah

  3

  dan

  • 9

  3

  1

  Guru menggunakan penyelesaian soal dengan cara mencari pecahan KPKnya. Jadi, hasil penjumlahan

  4 = ……

  4

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  [66]

  Ayo Belajar Pecahan! Hari ini kita akan belajar: Penjumlahan

  Penjumlahan pecahan pecahan

  Pecahan berpenyebut berpenyebut beda sama

  Pendahuluan Sungguh menyenangkan ketika kita memiliki sebuah pizza yang akan dibagikan kepada teman-teman dan kita dapat membaginya dengan ukuran yang sama. Teman-temanmu akan merasa senang karena kamu bisa bersikap adil. Nah, untuk itu kamu perlu belajar pecahan. Dengan belajar pecahan, kamu bisa menjumlahkan ½ bagian pizza yang dimiliki Ani dengan bagian pizza yang kamu miliki. Belajar pecahan akan membuat kamu dapat menjumlahkannya dengan mudah.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  [67]

  Apakah pecahan itu? Pecahan adalah bagian dari seluruh benda seperti sebuah kue, sebuah apel, atau sebuah pizza. Jika sebuah pizza telah dipotong maka pizza itu tidak utuh lagi. Potongannya merupakan bagian atau pecahan dari seluruh pizza. Jika sebuah apel dipotong-potong, apel itu tidak utuh lagi. Potongan-potongannya merupakan pecahan dari seluruh apel.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  [68]

1. Penjumlahan Pecahan Berpenyebut Sama

  Ayo Bermain Cobalah aktivitas yang menyenangkan dengan melakukan permainan dalam buku ini sambil belajar tentang pecahan.

  Lakukan bersama temanmu dalam kelas dan ikutilah petunjuknya dengan cermat! Permainan Mencari Pasangan 1. Alat dan Bahan

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

   , , , , , , dan yang Puzzle pecahan berbentuk lingkaran bernilai 1,

  2

  3

  4

  5

  6

  7

  8 sudah dipotong menjadi 4 atau 5 bagian.

  2. Langkah-langkah Permainan

   Setiap siswa mendapat satu potong puzzle dengan warna yang berbeda.

   Siswa berkumpul dengan teman yang memiliki potongan puzzle berwarna sama.

   Setelah semua siswa berkumpul menjadi kelompok, siswa dalam kelompok tersebut diminta menggabungkan potongan puzzlenya dengan teman 1 kelompok sehingga menjadi 1 gambar lingkaran yang utuh.

   Siswa diminta untuk menyebutkan nilai pecahan dari puzzle yang diarsir.

   Nilai pecahan yang diperoleh akan menjadi nama kelompoknya.

  3. Tujuan Permainan Permainan ini akan membimbing siswa untuk mengenal pecahan melalui gambar yang terdapat pada puzzle.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  [69]

  Potongan Tahu, Roti Tawar dan Bolu

Tahu, roti tawar dan bolu juga dapat dipotong menjadi beberapa bagian.

  

Tahu, roti tawar dan bolu yang dipotong menjadi dua bagian yang sama

juga merupakan pecahan yang bernilai .

  , akan tetapi besar dari tahu berbeda Walaupun sama-sama bernilai dengan besar dari roti tawar dan besar dari bolu.

  Ayo bergabunglah dengan kelompok sesuai dengan permainan “Mencari Pasangan” Kerjakan Soal di bawah ini dengan tepat!

  

Selesaikan masalah berikut ini menggunakan cara kalian sendiri

dengan dibantu media yang telah disediakan!

a. Ibu memotong kue bolu menjadi empat bagian sama besar.

  Kemudian potongan kue tadi dibagikan kepada Diana, Frizas, dan Erika. Masing-masing mendapat satu potong kue, sehingga masih tersisa 1 potong kue. Lalu satu potong kue itu ibu berikan kepada Diana. Berapa bagian kue yang dimiliki Diana sekarang?

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  [70]

b. Ibu mempunyai sepotong tahu. Ibu akan menggoreng tahu tersebut.

  Supaya tahunyanya tidak terlalu besar, maka ibu memotong tahu tersebut menjadi tiga bagian sama besar. Setelah dibumbui dua potong tahu dimasukkan ke dalam wajan. Karena masih ada tempat maka ibu memasukkan lagi sepotong tahu. Berapa bagian tahu yang

  Aku Berani Berikan kesimpulan untuk penjumlahan pecahan yang sama penyebutnya!

  Teman- teman jangan lupa ya….. Penjumlahan pecahan yang berpenyebut sama dilakukan dengan menjumlahkan pembilang-pembilangnya. Sedangkan penyebutnya tidak dijumlahkan .

  Aku Mampu Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan menggunakan cara sendiri!

  1. Ibu memiliki satu kue tart. Lalu ibu memotong kue tart tersebut

menjadi 6 potong. Ibu memberikan 2 potong kue tart kepada

Risa. Beberapa saat kemudian ibu memberikan 1 potong kue tart

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  [71]

  Lagu Pizza Hut Pizza Hut.... Pizza Hut Kentucky Fried Chicken Pizza Hut

  • dinyanyikan 2x Macdonal.... Macdonal...

  Kentucky Fried Chicken Pizza Hut

  2. Agung ingin mengecat tongkat pramuka yang akan digunakan untuk Persami hari Minggu besok. Tongkat tersebut terdiri dari 4 ruas yang sama panjang. Hari ini dia akan mengecat 1 ruas tongkat tersebut dengan warna hitam. Tongkat tersebut akan dijemur dulu agar bagian warna hitam kering. Keesokan harinya dia mengecat lagi 3 ruas tongkat tersebut dengan warna coklat.

  Kini berapa bagian yang telah dicat oleh Agung? Masih ingatkah kamu tentang membelah apel? Atau memotong tahu dan roti? Nah, siapa yang mau memotong pizza? Sebelumnya, ayo kita bernyanyi bersama terlebih dulu!

2. Penjumlahan Pecahan Berpenyebut Beda

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  [72]

  

Ayo dengarkan cerita

Dengarkan cerita yang dibacakan oleh gurumu!

  Perhatikan ketika guru memotong kue pizza di depan kelas. Kamu juga dapat mencoba di rumah!

  

Kegiatan 1

Pecahkan masalah yang ada di dalam cerita bersama kelompokmu! Alat dan Bahan:

  • Papan pizza
  • Gambar pizza
  • Gunting Langkah Kegiatan

  1. Dengarkan cerita yang dibacakan gurumu!

  2. Siapkan gambar dan papan pizza!

  3. Selesaikan soal tersebut menggunakan gambar dan papan pizza tersebut!

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  [73]

  • Papan pecahan

  Aku siap!

  

1. Dian dan Lita membeli pita yang sama di toko bu Nina. Dian

membeli pita sepanjang meter. Sedangkan Lita membeli meter. Jika pita mereka digabungkan, berapa meter pita milik

  Kegiatan 2 Alat dan bahan:

  1. Siapkan papan pecahan!

  2. Bacalah soal di bawah ini dengan cermat!

  3. Kakak mempunyai satu bungkus tempe yang dipotong menjadi 3 potong. Kakak memberikan 2 potong tempenya kepada Vivi. Ibu mempunyai tempe yang sama jenisnya dengan kue kakak. Ibu memotongnya menjadi 4 potong. Kemudian ibu memberikan 1 potong tempenya kepada Vivi. Berapa bagian tempe yang dimiliki Vivi sekarang?

  4. Selesaikan soal tersebut menggunakan papan pecahan tersebut!

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  [74]

2. Ibu Rina akan membuat roti. Ia membutuhkan kg tepung.

  Karena terlalu banyak air dan lembek, bu Rina menambahkan kg tepung lagi. Berapa banyak tepung yang digunakan untuk membuat roti?

  Aku berani Ayo bermain “Kuis Cepat Tepat” Kuis Cepat Tepat

  Peraturan: 1. Guru membacakan soal cerita.

  2. Siswa secara individu mengerjakan soal pada kertas yang telah disediakan.

  3. Siswa yang sudah selesai dapat segera menjawab soal tersebut.

  4. Siswa dapat saling berebut ketika akan menjawab.

  5. Siswa yang tepilih dan tepat dalam menjawab soal akan mendapatkan “bintang”.

  Bahan: 1. Kertas berbentuk bintang.

  3 kg tepung.

  2. Soal: Ibu Rina akan membuat roti. Ia membutuhkan

  4

  1 Karena terlalu banyak air dan lembek, bu Rina menambahkan kg

  3

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  [75]

  Ayo Mencoba! Kerjakan soal di bawah ini bersama kelompokmu!

  1. Selesaikan masalah berikut ini bersama dengan kelompokmu dengan menggunakan menggunakan media! a. Ibu membeli kg gula pasir. Kemudian ibu membeli lagi kg gula pasir. Berapa kg gula pasir yang dimiliki ibu sekarang?

2. Temukan pola penjumlahan pecahan berpenyebut beda.

  Kerjakan soal berikut ini tanpa menggunakan media! b. + = .......

  Aku paham ! Buatlah kesimpulan mengenai penjumlahan berpenyebut beda!

  1. Samakan penyebut dengan KPK kedua bilangan (mencari bentuk pecahan yang senilai).

  2. Jumlahkan pecahan baru seperti pada penjumlahan pecahan berpenyebut sama.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  [76]

  Aku Bisa!

  1. Ayah ingin mengecat rumah. Pada hari Senin ayah mengecat bagian rumah. Keesokan harinya, ayah mengecat lagi bagian rumah. Berapa bagian rumah yang sudah dicat oleh ayah?

  2. Kakak membeli kg buah rambutan. Rambutan tersebut dimasukkan ke keranjang buah. Tiba-tiba, kakek memetik buah rambutan di belakang rumah dan setelah ditimbang beratnya kg. Kemudian kakek meletakkan di keranjang kakak. Berapa kg rambutan di keranjang kakak sekarang?

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  [77]

  Permainan Papan Harga

  1. Langkah-langkah Permainan

   Guru membagikan papan yang nilainya bervariasi, ada yang bernilai satu dan da yang bernilai setengah.

   Guru menceritakan sebuah cerita kepada siswa. Ketika guru bercerita terdapat bilangan tertentu, maka siswa harus berkumpul sesuai dengan jumlah bilangan yang disebutkan.

   Guru mengecek ketepatan jumlah bilangan dalam setiap kelompok.

   Guru melanjutkan bercerita.

  2. Tujuan Permainan Sejauh mana pemahaman mengenai penjumlahan pecahan? Ayo buktikan kemampuan dengan bermain

  “Papan Harga”

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  [78]

  Uji kemampuanmu dalam soal latihan akhir!

Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan menggunakan cara

sendiri!

  1. Kakak membeli sekotak kue tart. Kue tart tersebut ia potong menjadi 10 bagian. Sepotong kue tart ia berikan kepada adik Lina. Sepotong lagi untuk adik Deta. Karena kakak melihat kue tart bagiannya masih banyak, kakak memberikan sepotong lagi dari kue tart yang tersisa untuk adik Lina. Berapa bagiankah yang diperoleh adik Lina?

  2. Bu Fitri hendak membuat kue Blackforest. Lalu Bu Fitri berbelanja ke pasar untuk membeli bahan makanan. Bu Fitri membeli kg gula pasir, kg tepung terigu, dan kg telur. Setibanya di rumah, Bu Firti teringat bahwa bahan tersebut masih kurang dari adonan yang diperlukan. Akhirnya Bu Fitri kembali lagi ke pasar dan membeli bahan tersebut. Ibu membeli

  1 kg gula pasir, kg tepung terigu, dan kg telur.

  2

  a. Berapa kg gula pasir yang diperlukan Bu Fitri untuk membuat kue Blackforest? b. Berapa kg tepung terigu yang diperlukan Bu Fitri untuk membuat kue Blackforest?

c. Berapa kg telur yang diperlukan Bu Fitri untuk membuat kue

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  [79]

  3. + = 4. + = 5. + =

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  [80]

  

Daftar Pustaka

  Mustaqim, Burhan dan Ary Astuty. 2008. Ayo Belajar Matematika untuk SD dan MI Kelas IV. Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional. Sulardi. 2007. Pandai Berhitung Matematika Jilid 4: ubtuk Sekolah Dasar Kelas IV: Jakarta Erlangga. Suyati, M. Khafid. 2004. Pelajaran Matematika Penekanan pada Berhitung untuk Sekolah Dasar Kelas 4. Jakarta: Erlangga.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  [81]

  LEMBAR KERJA SISWA Pertemuan 1 Satuan Pendidikan : SD Kanisius Condongcatur Mata Pelajaran : Matematika Hari/Tanggal/Pertemuan ke : 18 Februari 2013 Kelas/Semester : IV/2 Alokasi Waktu : 3x40 menit (3 jam pelajaran) A.

   Indikator Hasil Belajar Competence 6.3.1. Menemukan pola penjumlahan pecahan dengan penyebut sama.

  6.3.2. Mengubah soal cerita ke dalam kalimat matematika.

  6.3.3. Menjumlahkan dua pecahan.

  6.3.4. Mendemontrasikan cara menjumlahkan pecahan dengan media.

  Conscience

  6.3.5. Menampilkan sikap berani mengungkapkan pendapatnya tentang pola penjumlahan pecahan berpenyebut sama di hadapan guru dan teman.

  Compassion

  6.3.6. Bekerja sama dengan teman lain dalam menemukan pola penjumlah pecahan berpenyebut sama.

B. Petunjuk untuk Siswa

  1. Perhatikan penjelasan guru!

  2. Bergabunglah dengan kelompokmu!

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  [82] C.

   Kegiatan Belajar Kegiatan Belajar 1

  1. Bergabunglah dengan kelompokmu dan pilihlah alat peraga yang sudah disediakan oleh gurumu!

  2. Selesaikan masalah berikut ini menggunakan cara kalian sendiri dengan bantuan alat peraga yang telah kalian pilih. Tulislah cara alat peraga sudah dan sertakan gambar penyelesaiannya! ( disediakan).

  a. Ibu memotong kue bolu menjadi empat bagian sama besar. Kemudian potongan kue tadi dibagikan kepada Diana, Frizas, dan Erika. Masing- masing mendapat satu potong kue, sehingga masih tersisa 1 potong kue. Lalu satu potong kue itu ibu berikan kepada Diana. Berapa bagian kue yang dimiliki Diana sekarang?

  Jawab:

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  [83]

b. Ibu mempunyai sepotong tahu. Ibu akan menggoreng tahu tersebut.

  Supaya tahunyanya tidak terlalu besar, maka ibu memotong tahu tersebut menjadi tiga bagian sama besar. Setelah dibumbui dua potong tahu dimasukkan ke dalam wajan. Karena masih ada tempat maka ibu memasukkan lagi sepotong tahu.

  Berapa bagian tahu yang ada di wajan? Jawab:

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  [84]

  Kegiatan Belajar 2

  1. Presentasikanlah cara kelompok menyelesaikan masalah di atas!

2. Kelompok lain memberikan tanggapan.

  3. Perhatikanlah tanggapan yang diberikan gurumu! Kegiatan Belajar 3

  1. Rumuskanlah pola penjumlahan pecahan berpenyebut sama bersama kelompokmu!

  2. Presentasikanlah jawaban kalian di depan kelas! Kegiatan Belajar 4

  Kerjakan soal evaluasi secara individu!

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  [85]

  Refleksi Arsirlah gambar senyum di bawah ini sesuai dengan banyaknya pemahamanmu terhadap pelajaran hari ini! tidak paham paham sekali

  Jawablah pertanyaan di bawah ini dan tulislah di selembar kertas!  Bagaimana perasaanmu ketika belajar penjumlahan pecahan berpenyebut sama?  Apakah kamu mengalami kesulitan saat mempelajari penjumlahan pecahan berpenyebut sama?  Apakah kamu menampilkan sikap berani dalam menyampaikan pendapat?  Apakah kamu membantu teman lain yang mengalami kesulitan?

  Aksi Ayo sekarang buatlah satu soal cerita tentang penjumlahan pecahan berpenyebut sama lalu berikan kepada temanmu untuk diselesaikan dan tulislah rencanamu setelah mempelajari penjumlahan pecahan

  Selamat mengerjakan ¤

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  [86]

  LEMBAR KERJA SISWA Pertemuan 2 Satuan Pendidikan :SD Kanisius Condongcatur Mata Pelajaran : Matematika Hari/Tanggal/Pertemuan ke : 21 Februari 2013 Kelas/Semester : IV/2 Alokasi Waktu : 3x40 menit (3 jam pelajaran) A.

   Indikator Hasil Belajar Competence

  6.3.1. Menemukan pola penjumlahan pecahan dengan penyebut yang berbeda.

  6.3.2. Mengubah soal cerita ke dalam kalimat matematika.

  6.3.3. Menjumlahkan dua pecahan.

  

6.3.4. Mendemontrasikan cara menjumlahkan pecahan dengan media.

  Conscience

  6.3.5. Menampilkan sikap berani dalam mengungkapkan pendapat tentang pola penjumlahan pecahan berpenyebut berbeda di hadapan teman dan guru.

  Compassion

  6.3.6. Menghargai pendapat teman pada saat mengubah soal cerita ke dalam kalimat matematika.

B. Petunjuk untuk Siswa

  1. Perhatikan penjelasan guru!

  2. Bergabunglah dengan kelompokmu!

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  [87] C.

   Kegiatan Belajar Kegiatan Belajar 1 1.

   Kerjakan masalah berikut ini menggunakan “papan pizza” dan gambarlah cara kalian menyelesaikannya!

   Dika dan Diana masing-masing membeli 1 loyang pizza yang sama besar dan rasanya. Dika membagi pizzanya menjadi 4 potong yang sama besar, sedangkan Diana membagi pizzanya menjadi 2 potong yang sama besar. Dika memberikan 1 potong pizzanya kepada bu Fajar dan beberapa saat kemudian Diana juga memberikan 1 potong pizzanya kepada bu Fajar. Berapakah jumlah bagian pizza yang diterima oleh bu Fajar? Jawab :

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  [88]

  2. Selesaikan masalah berikut menggunakan cara kalian sendiri dengan dibantu media yang kalian pilih tadi!

   Kakak mempunyai satu bungkus tempe yang dipotong menjadi 3 potong. Kakak memberikan 2 potong tempenya kepada Vivi. Ibu mempunyai tempe yang sama jenisnya dengan tempe kakak. Ibu memotongnya menjadi 4 potong. Kemudian ibu memberikan 1 potong tempenya kepada Vivi. Berapa bagian tempe yang dimiliki Vivi sekarang? Jawab:

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  [89]

  Kegiatan Belajar 2

  1. Presentasikan cara kelompok kalian menyelesaikan masalah yang diberikan!

2. Kelompok lain memberikan tanggapan.

  Kegiatan Belajar 3 Simpulkan hasil belajar kalian bersama guru!

  Kegiatan Belajar 4 Kerjakan soal evaluasi secara individu!

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  [90]

  Refleksi Arsirlah gambar senyum di bawah ini sesuai dengan banyaknya pemahamanmu terhadap pelajaran hari ini! tidak paham paham sekali Jawablah pertanyaan di bawah ini dan tulislah di selembar kertas!

   Bagaimana perasaanmu ketika belajar penjumlahan pecahan berpenyebut berbeda?  Apakah kamu mengalami kesulitan saat mempelajari penjumlahan pecahan berpenyebut berbeda?  Apakah kamu menampilkan sikap berani dalam menyampaikan pendapat?  Apakah kamu membantu teman lain yang mengalami kesulitan?

  Aksi Ayo sekarang buatlah satu soal cerita tentang penjumlahan pecahan berpenyebut sama lalu berikan kepada temanmu untuk diselesaikan dan tulislah rencanamu setelah mempelajari penjumlahan pecahan berpenyebut berbeda!

  Selamat mengerjakan ¤

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  [91]

  LEMBAR KERJA SISWA Pertemuan 3 Satuan Pendidikan : SD Kanisius Condongcatur Mata Pelajaran : Matematika Hari/Tanggal/Pertemuan ke : 25 Februari 2013 Kelas/Semester : IV/2 Alokasi Waktu : 3x40 menit (3 jam pelajaran) A.

   Indikator Hasil Belajar Competence 6.3.1. Menemukan pola penjumlahan pecahan dengan penyebut berbeda.

  6.3.2. Mengubah soal cerita ke dalam kalimat matematika.

  6.3.3. Menjumlahkan dua pecahan.

  6.3.4. Mendemontrasikan cara menjumlahkan pecahan dengan media.

  Conscience

  6.3.5. Menampilkan sikap berani mengungkapkan pendapat tentang pola penjumlahan pecahan berpenyebut berbeda di hadapan teman dan guru.

  Compassion

  6.3.6. Menghargai pendapat teman pada saat mengubah soal cerita ke dalam kalimat matematika.

A. Petunjuk untuk Siswa

  

1. Perhatikan penjelasan guru!

  2. Siapkan alat tulis!

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  [92] B.

   Kegiatan Belajar Kegiatan Belajar 1

  3. Selesaikan masalah berikut ini bersama dengan kelompokmu dengan menggunakan media! a. Ibu membeli kg gula pasir.

  Kemudian ibu membeli lagi kg gula pasir. Berapa kg gula pasir yang dimiliki ibu sekarang? Jawab:

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  [93]

  

4. Temukan pola penjumlahan pecahan berpenyebut beda!

Kerjakan soal berikut ini tanpa menggunakan media!

b. + = ....... Jawab:

  Kegiatan Belajar 2

  1. Presentasikan cara kelompok kalian menyelesaikan masalah yang diberikan!

  2. Kelompok lain memberikan tanggapan.

  3. Temukan penjumlahan pecahan yang berpenyebut beda melalui diskusi.

  Kegiatan Belajar 3

  1. Presentasikan kesimpulan jawaban pola penjumlahan pecahan yang berpenyebut beda di depan kelas!

  2. Kelompok lain memberikan tanggapan.

  3. Perhatikan tanggapan gurumu!

  4. Buatlah kesimpulan bersama guru!

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  [94]

  Kegiatan Belajar 4 Kerjakan soal evaluasi secara individu! Refleksi

  Arsirlah gambar bintang di bawah ini sesuai dengan banyaknya pemahamanmu terhadap pelajaran hari ini! tidak paham paham sekali

  Jawablah pertanyaan di bawah ini dan tulislah di selembar kertas!  Bagaimana perasaanmu ketika belajar penjumlahan pecahan berpenyebut berbeda?  Apakah kamu mengalami kesulitan saat mempelajari penjumlahan pecahan berpenyebut berbeda?

   Apakah kamu menampilkan sikap berani dalam menyampaikan pendapat?  Apakah kamu membantu teman lain yang mengalami kesulitan?

  Aksi

Ayo sekarang buatlah satu soal tentang penjumlahan

pecahan berpenyebut sama dan tulislah rencanamu

setelah mempelajari penjumlahan pecahan

berpenyebut berbeda!

  Selamat mengerjakan ¤

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  [95] A.

   Indikator Hasil Belajar Competence 6.3.1. Mengubah soal cerita ke dalam kalimat matematika.

  6.3.2. Menjumlahkan dua pecahan.

  6.3.3. Menulis jawaban soal evaluasi dengan tulisan yang rapi.

  Conscience

  6.3.4. Menampilkan sikap jujur dalam menyelesaikan soal evaluasi penjumlahan pecahan.

  Compassion

  6.3.5. Menghargai teman yang sedang mengerjakan soal evaluasi penjumlahan pecahan.

  LEMBAR KERJA SISWA Pertemuan 4 Satuan Pendidikan : SD Kanisius Condongcatur Mata Pelajaran : Matematika Hari/Tanggal/Pertemuan ke : 28 Februari 2013 Kelas/Semester : IV/2 Alokasi Waktu : 2x40 menit (2 jam pelajaran) B.

   Petunjuk untuk Siswa

  1. Perhatikan penjelasan guru!

  2. Siapkanlah alat tulis!

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  [96] C.

   Kegiatan Belajar Kegiatan Belajar 1

  1. Buatlah kesimpulan hasil belajar tentang penjumlahan pecahan yang berpenyebut sama dan yang berpenyebut beda!

  2. Tanyakan hal yang belum kalian mengerti yang berkaitan dengan materi penjumlahan pecahan.

  Kegiatan Belajar 2 Kerjakan soal evaluasi sendiri!

  Refleksi Arsirlah gambar bintang di bawah ini sesuai dengan banyaknya pemahamanmu terhadap pelajaran hari ini! tidak paham paham sekali Jawablah pertanyaan di bawah ini dan tulislah di selembar kertas!

   Bagaimana perasaanmu ketika belajar penjumlahan pecahan berpenyebut sama dan berpenyebut berbeda?  Apakah kamu mengalami kesulitan saat mempelajari penjumlahan pecahan berpenyebut sama dan berpenyebut berbeda?  Apakah kamu menampilkan sikap jujur dalam menyelesaikan soal evaluasi penjumlahan pecahan

   Apakah kamu menghargai teman yang sedang mengerjakan soal evaluasi penjumlahan pecahan?

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  [97]

  Aksi Selamat mengerjakan ¤

  Ayo tempelkan kertas pada gambar lingkaran untuk membentuk suatu pecahan!

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  [98]

  Nama : _________________________ Kelas / No. Absen : _________________________

EVALUASI

Pertemuan 1

  Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan menggunakan caramu sendiri!

  1. Ibu memiliki satu kue tart. Lalu ibu memotong kue tart tersebut menjadi 6 potong. Ibu memberikan 2 potong kue tart kepada Risa. Beberapa saat kemudian ibu memberikan 1 potong kue tart lagi kepada Risa. Berapa bagian kue tart yang dimiliki oleh Risa sekarang?

  Jawab:

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  [99]

  2. Agung ingin mengecat tongkat pramuka yang akan digunakan untuk Persami hari Minggu besok. Tongkat tersebut terdiri dari 4 ruas yang sama panjang. Hari ini dia akan mengecat 1 ruas tongkat tersebut dengan warna hitam. Tongkat tersebut akan dijemur dulu agar bagian warna hitam kering. Keesokan harinya dia mengecat lagi 3 ruas tongkat tersebut dengan warna coklat. Kini berapa bagian yang telah dicat oleh Agung?

  Jawab:

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  [100]

  Nama : _________________________ Kelas / No. Absen : _________________________

EVALUASI

Pertemuan 2

  Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan menggunakan cara sendiri!

  Dian dan Lita membeli pita yang sama di toko bu 1.

  1 Nina. Dian membeli pita sepanjang meter.

  2

  1 Sedangkan Lita membeli meter. Jika pita mereka

  6

  digabungkan, berapa meter pita milik Dian dan Lita sekarang?

  Jawab :

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  [101]

  3 kg tepung.

2. Ibu Rina akan membuat roti. Ia membutuhkan

  4 Karena terlalu banyak air dan lembek, bu Rina

  

1

  menambahkan kg tepung lagi. Berapa kg banyak tepung

  

3

  yang digunakan untuk membuat roti?

  Jawab :

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  [102]

  Nama : _________________________ Kelas/No.absen : _________________________

EVALUASI

Pertemuan 3

  Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan menggunakan cara sendiri!

1. Ayah ingin mengecat rumah. Pada hari Senin ayah

  2

  mengecat bagian rumah. Keesokan harinya, ayah

  5

  1

  mengecat lagi bagian rumah. Berapa bagian rumah yang

  3

  sudah dicat oleh ayah?

  Jawab :

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  [103]

  

3

  kg buah rambutan. Rambutan tersebut

2. Kakak membeli

  

4

  dimasukkan ke keranjang buah. Tiba-tiba, kakek memetik buah rambutan di belakang rumah dan setelah ditimbang

  1

  beratnya kg. Kemudian kakek meletakkan di keranjang

  7

  kakak. Berapa kg rambutan di keranjang kakak sekarang?

  Jawab :

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  [104]

  Nama : ________________________ Kelas/No.absen : ________________________

EVALUASI

Pertemuan 4

  Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan menggunakan cara sendiri!

  1. Kakak membeli sekotak kue tart. Kue tart tersebut ia potong menjadi 10 bagian. Sepotong kue tart ia berikan kepada adik Lina. Sepotong lagi untuk adik Deta. Karena kakak melihat kue tart bagiannya masih banyak, kakak memberikan sepotong lagi dari kue tart yang tersisa untuk adik Lina. Berapa bagiankah yang diperoleh adik Lina?

  Jawab :

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  [105]

2. Bu Fitri hendak membuat kue Blackforest. Lalu Bu Fitri berbelanja

  1

  ke pasar untuk membeli bahan makanan. Bu Fitri membeli kg

  4

  1

  3

  gula pasir, kg tepung terigu, dan kg telur. Setibanya di rumah,

  2

  4 Bu Firti teringat bahwa bahan tersebut masih kurang dari adonan

  yang diperlukan. Akhirnya Bu Fitri kembali lagi ke pasar dan

  3

  1

  membeli bahan tersebut. Ibu membeli kg gula pasir, kg tepung

  4

  4

  1 terigu, dan kg telur.

  2

  a. Berapa kg gula pasir yang di perlukan Bu Fitri untuk membuat kue Blackforest?

  b. Berapa kg tepung terigu yang diperlukan Bu Fitri untuk membuat kue Blackforest?

  c. Berapa kg telur yang diperlukan Bu Fitri untuk membuat kue Blackforest?

  Jawab :

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  [106] 3.

  2

  • 4

  8

  8

  = 4.

  3

  • 2

  5

  3 = 5.

  1

  • 3

  7

  5

  =

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  [107]

  

KUNCI JAWABAN SOAL EVALUASI

Pertemuan 1

  1. Diketahui : Ibu memiliki 1 kue tart, Ibu memotong kue tart tersebut menjadi 6 potong.

  Risa memiliki kue tart sebanyak 2 potong dari 6 potong yang dimiliki ibu artinya Risa mendapatkan lagi kue tart dari ibu sebanyak potong artinya

  Ditanya : Berapakah bagian kue tart yang dimiliki oleh Risa sekarang? Jawab : + = = = Jadi, kue tart yang dimiliki Risa adalah bagian kue tart.

  2. Diketahui : Ruas tongkat ada 4.

  Tongkat yang dicat oleh Agung pada hari I adalah 1 ruas artinya Tongkat yang dicat oleh Agung pada hari II adalah 3 ruas artinya

  Ditanya : Berapa bagian yang telah dicat oleh Agung? Jawab : + = = = 1 Jadi, bagian tongkat yang sudah dicat oleh Agung adalah atau 1

  

KUNCI JAWABAN SOAL EVALUASI

Pertemuan 2

  1. Diketahui : pita milik Dian meter. pita milik Lita meter. Ditanya : berapa meter pita Dian dan Lita? Jawab : + = = = Jadi, panjang pita milik Dian dan Lita setelah digabungkan adalah meter.

  2. Diketahui : Tepung pertama kg.

  Tepung kedua kg Ditanya : berapa kg banyak tepung yang digunakan? Jawab : + = = Jadi, banyak tepung yang digunakan untuk membuat roti adalah kg.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  [108]

KUNCI JAWABAN SOAL EVALUASI

  

Pertemuan 3

1.

  Diketahui : Bagian yang dicat hari Senin adalah bagian rumah.

  Bagian yang dicat hari Selasa adalah bagian rumah.

  Ditanya : Berapa bagian rumah yang sudah dicat? Jawab :

  • = = Jadi, bagian rumah yang sudah dicat adalah bagian.

  Ditanya : Berapa kg rambutan yang dimiliki kakak dan kakek? Jawab : + = = Jadi, banyak rambutan yang dimiliki kakak dan kakek di dalam keranjang adalah kg.

  Diketahui : 1 kotak roti dibagi 10

  Bagian roti yang diperoleh Lina adalah sepotong = Bagian roti yang diperoleh Deta adalah sepotong =

  Lina mendapat lagi sepotong = Ditanya : Berapa bagian roti yang diperoleh Lina? Jawab : + = = Jadi, bagian roti yang diperoleh Lina adalah bagian.

  Tepung terigu yang dibeli pertama adalah kg. Telur ayam yang dibeli pertama adalah kg. Gula pasir yang dibeli kedua adalah kg. Tepung terigu yang dibeli kedua adalah kg Telur ayam yang dibeli kedua adalah kg.

  2. Diketahui : Rambutan kakan kg Rambutan kakek kg

KUNCI JAWABAN SOAL EVALUASI

  

Pertemuan 4

1.

2. Diketahui : Gula pasir yang dibeli pertama adalah kg.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  [109] Jawab : a.

  • = = 1 Jadi, banyak gula pasir yang diperlukan untuk membuat roti adalah 1 kg.

  b. =

  • = Jadi, banyak tepung terigu yang digunakan untuk membuat roti adalah kg.

  c. =

  • = Jadi, banyak telur yang diperlukan untuk membuat roti adalah kg.

  3. = =

  • =

  4. =

  • =

  5. =

  • =

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  [110]

  

INSTRUMEN VALIDASI DESAIN PEMBELAJARAN

Yth.

  Mohon Bapak/Ibu berkenan untuk menilai dengan cara melingkari pada salah satu angka 1, 2, 3 dan 4 serta memberi komentar desain pembelajaran berikut pada kolom yang telah tersedia. Keterangan :

  1

  = kurang baik

  2

  = cukup baik

  3

  = baik

  4

  = sangat baik A.

   SILABUS No Komponen Penilaian Skor

  1 Kelengkapan unsur-unsur silabus 1 2 3 4

  2 Kesesuaian antara SK, KD dan indikator 1 2 3 4

  3 Kualitas perumusan pengalaman belajar 1 2 3 4

  4 Ketepatan pilihan perilaku esensial dalam indikator 1 2 3 4

  5 Kualitas perilaku yang dituntut dalam indikator mencerminkan keutuhan 1 2 3 4 perkembangan pribadi siswa

  6 Tingkat kecukupan sumber belajar yang digunakan 1 2 3 4

  7 Ketepatan dalam memilih media 1 2 3 4

  8 Kesesuaian teknik penilaian yang digunakan dengan indikator 1 2 3 4

  9 Penggunaan bahasa Indonesia dan tata tulis baku 1 2 3 4 Komentar:

B. RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN No Komponen Penilaian Skor

  1 Kelengkapan unsur-unsur RPP 1 2 3 4

  2 Kesesuaian rumusan tujuan pembelajaran dengan indikator 1 2 3 4

  3 Pemenuhan syarat-syarat dalam perumusan tujuan pembelajaran 1 2 3 4

  4 Isi rumusan tujuan meliputi keutuhan perkembangan pribadi siswa 1 2 3 4

  5 Ketepatan dalam memilih pendekatan atau model pembelajaran 1 2 3 4

  6 Ketepatan dalam memilih metode atau teknik pembelajaran 1 2 3 4

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

19 Tingkat kecukupan sumber belajar yang digunakan 1 2 3 4

  6 Bahasa yang digunakan pada LKS sesuai dengan tingkat perkembangan 1 2 3 4

  5 Kegiatan pembelajaran dalam LKS memungkinkan tercapainya indikator/tujuan pembelajaran 1 2 3 4

  

4 Urutan kegiatan pembelajaran pada LKS runtut 1 2 3 4

  3 Rumusan kegiatan pembelajaran dalam LKS singkat, sederhana sehingga mudah dipahami oleh siswa 1 2 3 4

  

2 Rumusan petunjuk LKS sederhana sehingga mudah dipahami siswa 1 2 3 4

  1 Kelengkapan unsur-unsur LKS 1 2 3 4

  

No Komponen Penilaian Skor

  

21 Penggunaan bahasa Indonesia dan tata tulis baku 1 2 3 4

Komentar:

  

20 Ketepatan pemilihan media pembelajaran 1 2 3 4

  [111]

  8 Rumusan kegiatan pembelajaran mencerminkan pendekatan/model/metode/teknik pembelajaran yang dipilih 1 2 3 4

  

17 Penggunaan ragam teknik penilaian (penilaian bersifat otentik) 1 2 3 4

  

16 Tingkat kesesuaian indikator, tujuan, dan item penilaian 1 2 3 4

  15 Kelengkapan rumusan kegiatan akhir pelajaran (rangkuman, evaluasi, refleksi, tindak lanjut) 1 2 3 4

  

14 Pengaturan alokasi waktu tiap kegiatan pembelajaran proporsional 1 2 3 4

  

13 Pengorganisasian materi sistematis, logis, dan kronologis 1 2 3 4

  

12 Tingkat variasi dalam kegiatan pembelajaran 1 2 3 4

  11 Rumusan kegiatan pembelajaran berpotensi untuk terciptanya pembelajaran yang menyenangkan/bermakna 1 2 3 4

  

10 Rumusan kegiatan pembelajaran berpotensi untuk memberdayakan siswa 1 2 3 4

  1 2 3 4

  9 Rumusan kegiatan pembelajarannya mencerminkan kegiatan konteks, pengalaman, evaluasi, refleksi, dan aksi.

  18 Kualitas kisi-kisi penilaian 1 2 3 4

C. LEMBAR KEGIATAN SISWA

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  1 2 3 4 Komentar:

  Yogyakarta, ____________2013

  7 Penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar 1 2 3 4 Komentar:

  6 Rubrik pengamatan sesuai aspek psikomotorik 1 2 3 4

  5 Soal evaluasi sesuai aspek penilaian psikomotor 1 2 3 4

  4 Rubrik pengamatan sesuai aspek afektif 1 2 3 4

  [112]

8 Tampilan LKS indah dan menarik

D. BAHAN AJAR No Komponen Penilaian Skor

  2 Soal evaluasi sesuai dengan tujuan yang akan dicapai 1 2 3 4

  1 Soal evaluasi sesuai dengan indikator yang akan dicapai 1 2 3 4

  5 Menuliskan sumber bahan yang dikutip dengan penulisan baku 1 2 3 4 Komentar:

  4 Redaksional bahasa Indonesia baku dan sederhana 1 2 3 4

  3 Susunan materi pelajaran sistematis, logis, dan sesuai dengan tingkat perkembangan siswa 1 2 3 4

  2 Materi pelajaran memuat fakta, konsep, prinsip, dan prosedur 1 2 3 4

  1 Materi sesuai dengan indikator dan tujuan pembelajaran yang akan dicapai 1 2 3 4

E. EVALUASI No Komponen Penilaian Skor

  3 Soal evaluasi sesuai aspek penilaian kognitif 1 2 3 4

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  [113]

ANGKET UJI KETERBACAAN

  Nama Siswa : __________________________ No. Absen : __________________________ Sekolah : __________________________ Petunjuk :

  Berilah tanda cek (√) pada salah satu pilihan yaitu Sangat Setuju (SS), Setuju (S), Kurang

  Setuju (KS), atau Tidak Setuju (TS) pada pernyataan di bawah ini!

  No. ASPEK PENILAIAN SKOR SS (4) S (3) KS (2) TS (1) 1.

   Saya memahami bahasa yang digunakan.

  2. Ilustrasi gambar yang digunakan dalam bahan ajar dapat memperjelas materi.

  3. Saya tidak memahami soal yang diberikan oleh guru.

  4. Saya mengerti kata-kata yang digunakan.

  5. Saya menemukan gambar yang tidak sesuai dengan materi.

  6. Saya menemukan kata-kata yang tidak sering saya jumpai dalam kehidupan sehari-hari.

  7. Saya merasa soal yang diberikan jelas.

  8. Saya tidak mengerti bahasa yang digunakan.

  SKOR

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  [114]

LEMBAR INDIKATOR-INDIKATOR SETIAP KARAKTERISTIK PMRI 1.

   Pengamatan terhadap eksplorasi fenomenologis No Indikator karakteristik 1.

  Menggunakan masalah kontekstual a.

  Menggunakan soal cerita yang dekat dengan kehidupan siswa b.

  Permasalahan kontekstual yang disampaikan mampu mengarahkan siswa menemukan konsep c.

  Permasalahan kontekstual yang disampaikan mudah dimengerti siswa 2. Menggunakan permainan a.

  Permainan yang digunakan membangkitkan semangat siswa.

  b.

  Permainan menggambarkan apa yang akan dipelajari 3. Menggunakan media dan alat peraga a.

  Media dan alat peraga yang digunakan mudah ditemukan/dekat dengan siswa b.

  Media dan alat peraga dapat menarik perhatian siswa 4. Menggali pengetahuan awal yang digali sesuai dengan materi a.

  Pengetahuan awal yang digali sesuai dengan materi 2.

   Pengamatan terhadap penggunaan model dan simbol untuk matematika progresif No Indikator karakteristik 1.

  Penggunaan strategi informal oleh siswa dalam pemecahan masalah 2. Penggunaan strategi formal oleh siswa dalam pemecahan masalah a.

  Memodelkan masalah dalam kalimat matematika b.

  Menggunakan rumus matematika dalam pemecahan masalah c. Menggunakan langkah-langkah matematis dalam pemecahan masalah 3. Pembimbingan oleh guru dalam menjembatani strategi informal siswa ke strategi formal a.

  Guru memberi pertanyaan yang mengarah ke strategi formal b.

  Guru memberi soal dengan konteks lain yang mengarah ke strategi formal c. Guru memberi contoh analogi yang mengarah ke strategi formal

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  [115] 3.

   Pengamatan terhadap penggunaan kontribusi siswa No Indikator karakteristik 1.

  Pengungkapan berbagai strategi yang digunakan dalam pemecahan masalah a.

  

Munculnya berbagai cara yang digunakan dalampemecahan masalah oleh siswa

b.

  Pemberian waktu yang mencukupi kepada siswa dalam pemecahan masalah c.

  Pemilihan media oleh siswa yang digunakan dalam pengungkapan strategi yang digunakan.

2. Pemberian tanggapan terhadap strategi yang digunakan a.

  Siswa memberi komentar/saran terhadap hasil pekerjaan siswa lain b.

  Siswa menyimpulkan hasil pelajaran (guru hanya mengarahkan siswa) 3. Pemberian motivasi oleh guru kepada siswa untuk mengungkapkan pendapatnya terhadap pemecahan masalah a.

  Pemberian pertanyaan oleh guru untuk memancing siswa bertanya 4. Pemberian kesempatan oleh guru kepada siswa untuk mengungkapkan pendapat 5.

  Pengajuan pertanyaan oleh siswa yang mengarah pada pembangunan konsep pembelajaran 4.

   Pengamatan terhadap interaktivitas No Indikator karakteristik 1.

  Guru dan siswa a.

  Membangun norma kelas b.

  Mengadakan tanya jawab selama pelajaran berlangsung c. Melakukan demonstrasi dengan menggunakan media pembelajaran d.

  

Membimbing siswa dalam memecahkan masalah berupa soal yang diberikan guru

e. Memfasilitasi negoisasi antar siswa f. Melakukan penilaian proses g.

  Melakukan penilaian produk h. Memberikan penguatan 2. Siswa dan siswa a.

  Mempresentasikan hasil pekerjaan b.

  Melakukan kerjasama dengan siswa lain c. Menyampaikan pendapat/pertanyaan d.

  Memberikan apresiasi terhadap teman lain.

  e.

  Memperhatikan teman yang menyampaikan pendapat

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  [116] 5.

   Pengamatan terhadap keterkaitan No Indikator karakteristik 1.

  Adanya kaitan materi pecahan dengan materi lainnya dalam satu mata pelajaran matematika a.

  Kaitannya dengan materi bilangan bulat (penjumlahan bilangan bulat) b.

  Kaitannya dengan materi bangun datar (mengenal benda-benda yang berbentuk bangun datar).

  c.

  

Kaitannya dengan materi menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan KPK

d.

  Kaitannya dengan materi pecahan senilai.

2. Adanya kaitan materi bilangan pecahan dengan materi darimata pelajaran diluar matematika a.

  Kaitannya dengan materi di mata pelajaran Bahasa Indonesia b.

  Kaitannya dengan materi di mata pelajaran SBK

  

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  [117]

  

ANGKET RESPON SISWA

Nama Siswa : ___________________ No. Absen : ___________________ Petunjuk:

  Berilah tanda centang ( ) pada salah satu pilihan yaitu Sangat Setuju (SS), Setuju (S), Kurang Setuju (KS), atau Tidak Setuju (TS) pada pernyataan di bawah ini!

  Skala No. Aspek SS S KS TS (4) (3) (2) (1) 1.

  Saya senang mengikuti pelajaran matematika.

  2. Saya paham terhadap materi yang dipelajari.

  3. Saya merasa pembelajaran matematika ini bermanfaat untuk kehidupan sehari-hari.

  4. Alokasi waktu yang diberikan dalam pembelajaran cukup.

  5. Media yang digunakan membantu menyelesaikan soal.

  SKOR Komentar :

___________________________________________________________________________

___________________________________________________________________________

___________________________________________________________________________

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  [118]

  Lembar Pedoman Wawancara Guru No. Daftar Pertanyaan Jawaban Pertanyaan 1.

  Bagaimana perasaan Ibu ketika mengajarkan materi pecahan menggunakan pendekatan PMRI?

  2. Apa saja kesulitan yang Ibu temui ketika mengajarkan

  materi pecahan menggunakan pendekatan PMRI? 3. Bagaimana tingkat keaktifan siswa ketika diajar materi pecahan menggunakan pendekatan PMRI?

  4. Apakah siswa mudah memahami penjelasan Ibu ketika

  mengajarkan materi pecahan menggunakan pendekatan PMRI?

  5. Apakah Ibu mengalami kesulitan saat mengajarkan materi

  penjumlahan pecahan menggunakan pendekatan PMRI? 6. Bagaimana upaya Ibu untuk mengatasi masalah tersebut?

  Lembar Pedoman Wawancara Siswa Daftar Pertanyaan Jawaban Pertanyaan

  1. Bagaimana perasaan kamu ketika mengikuti pembelajaran materi pecahan menggunakan pendekatan PMRI?

  2. Apa saja kesulitan yang kamu temui ketika mengikuti pembelajaran materi pecahan menggunakan pendekatan PMRI?

  3. Apakah kamu aktif selama mengikuti pembelajaran materi pecahan menggunakan pendekatan PMRI? 4.

  Apakah kamu mudah memahami penjelasan Guru ketika mengajarkan materi pecahan menggunakan pendekatan PMRI?

  5. Apakah kamu mengalami kesulitan saat mengerjakan soal tentang materi penjumlahan pecahan?

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  [119]

  Hasil Pekerjaan Siswa di Lembar Kerja Siswa Pertemuan 1

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  [120]

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  [121]

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  [122]

  Hasil Pekerjaan Siswa di Lembar Kerja Siswa Pertemuan 2

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  [123]

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  [124]

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  [125]

  Hasil Pekerjaan Siswa di Lembar Kerja Siswa Pertemuan 3

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  [126]

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  [127]

  Hasil Pekerjaan Siswa di Lembar Kerja Siswa Pertemuan 4

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  [128]

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  [129]

HASIL VALIDASI AHLI 1.

   Dra. Haniek S. Pratini, M.Pd. (dosen ahli)

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  [130]

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  [131]

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  [132]

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  [133]

2. Veronika Fitri Rianasari, M.Sc. (dosen ahli)

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  [134]

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  [135]

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  [136]

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  [137]

3. Fajar Utami, S.Pd. (guru kelas)

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  [138]

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  [139]

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  [140]

  [141]

  3

  2 Jumlah

  14

  13 Jumlah x skala penilaian

  42

  52 Jumlah total

  94 Rerata 3,48 B.

   RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN No Komponen Penilaian Penilaian

  1

  2

  4

  9 Penggunaan bahasa Indonesia dan tata tulis baku

  1 Kelengkapan unsur-unsur RPP

  3

  2 Kesesuaian rumusan tujuan pembelajaran dengan indikator

  1

  2

  3 Pemenuhan syarat-syarat dalam perumusan tujuan pembelajaran

  1

  2

  4 Isi rumusan tujuan meliputi keutuhan perkembangan pribadi siswa

  2

  1

  3

  

HASIL OLAH DATA VALIDASI AHLI

A. SILABUS No Komponen Penilaian Penilaian

  3

  1

  2

  3

  4

  1 Kelengkapan unsur-unsur silabus

  3

  2 Kesesuaian antara SK, KD dan indikator

  2

  1

  3 Kualitas perumusan pengalaman belajar

  4 Ketepatan pilihan perilaku esensial dalam indikator

  8 Kesesuaian teknik penilaian yang digunakan dengan indikator

  1

  2

  5 Kualitas perilaku yang dituntut dalam indikator mencerminkan keutuhan perkembangan pribadi siswa

  3

  6 Tingkat kecukupan sumber belajar yang digunakan

  2

  1

  7 Ketepatan dalam memilih media

  2

  1

  1 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  [142]

  5 Ketepatan dalam memilih pendekatan atau model

  3 pembelajaran

  6 Ketepatan dalam memilih metode atau teknik pembelajaran

  1

  2

  7 Kemenarikan, variasi, dan ketepatan teknik yang digunakan

  3

  8 Rumusan kegiatan pembelajaran mencerminkan

  1

  2 pendekatan/model/metode/teknik pembelajaran yang dipilih

  9 Rumusan kegiatan pembelajarannya mencerminkan kegiatan

  3 konteks, pengalaman, evaluasi, refleksi, dan aksi.

  10 Rumusan kegiatan pembelajaran berpotensi untuk

  3 memberdayakan siswa

  11 Rumusan kegiatan pembelajaran berpotensi untuk terciptanya

  3 pembelajaran yang menyenangkan/bermakna

  12 Tingkat variasi dalam kegiatan pembelajaran

  2

  1

  13 Pengorganisasian materi sistematis, logis, dan kronologis

  3

  14 Pengaturan alokasi waktu tiap kegiatan pembelajaran

  1

  2 proporsional

  15 Kelengkapan rumusan kegiatan akhir pelajaran (rangkuman,

  3 evaluasi, refleksi, tindak lanjut)

  16 Tingkat kesesuaian indikator, tujuan, dan item penilaian

  1

  2

  17 Penggunaan ragam teknik penilaian (penilaian bersifat otentik)

  3

  18 Kualitas kisi-kisi penilaian

  2

  1

  19 Tingkat kecukupan sumber belajar yang digunakan

  3

  20 Ketepatan pemilihan media pembelajaran

  1

  2

  21 Penggunaan bahasa Indonesia dan tata tulis baku

  2

  1 Jumlah

  27

  36 Jumlah x skala penilaian 81 144 Jumlah total 225 Rerata 3,58

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  1

  2

  1 Jumlah

  8

  16 Jumlah x skala penilaian 0 24

  48 Jumlah total

  72 Rerata

  3 D.

   BAHAN AJAR No Komponen Penilaian Penilaian

  2

  1

  3

  4

  1 Materi sesuai dengan indikator dan tujuan pembelajaran yang akan dicapai

  1

  2

  2 Materi pelajaran memuat fakta, konsep, prinsip, dan prosedur

  2

  1 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  8 Tampilan LKS indah dan menarik

  [143]

C. LEMBAR KEGIATAN SISWA No Komponen Penilaian Penilaian

  7 Tersedianya beberapa pertanyaan untuk refleksi

  3

  2

  3

  4

  1 Kelengkapan unsur-unsur LKS

  1

  2

  2 Rumusan petunjuk LKS sederhana sehingga mudah dipahami siswa

  3 Rumusan kegiatan pembelajaran dalam LKS singkat, sederhana sehingga mudah dipahami oleh siswa

  2

  3

  4 Urutan kegiatan pembelajaran pada LKS runtut

  2

  1

  5 Kegiatan pembelajaran dalam LKS memungkinkan tercapainya indikator/tujuan pembelajaran

  2

  1

  6 Bahasa yang digunakan pada LKS sesuai dengan tingkat perkembangan siswa

  1

  3

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  2

  3 Soal evaluasi sesuai aspek penilaian competence

  3

  4 Rubrik pengamatan sesuai aspek conscience

  1

  2

  6 Rubrik pengamatan sesuai aspek compassion

  1

  7 Penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar

  2 Soal evaluasi sesuai dengan tujuan yang akan dicapai

  2

  1 Jumlah

  5

  13 Jumlah x skala penilaian

  15

  52 Jumlah total

  67 Rerata 3,72

  3

  [144]

  3 Susunan materi pelajaran sistematis, logis, dan sesuai dengan tingkat perkembangan siswa

  10

  2

  1

  4 Redaksional bahasa Indonesia baku dan sederhana

  3

  5 Menuliskan sumber bahan yang dikutip dengan penulisan baku

  2

  1 Jumlah

  5 Jumlah x skala penilaian 30 20 Jumlah total

  1

  50 Rerata 3,3 E.

   EVALUASI No Komponen Penilaian Penilaian

  1

  2

  3

  4

  1 Soal evaluasi sesuai dengan indikator yang akan dicapai

  2

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  [145]

HASIL UJI KETERBACAAN SISWA

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  [146]

HASIL ANGKET RESPON SISWA

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  [147]

TRANSKRIP PENELITIAN PERTEMUAN PERTAMA

  Kelas : IV Hari/Tanggal : Senin, 18 Februari 2013 Pukul :07.00-09.00 Keterangan:

  G = Guru BS = Beberapa Siswa S = Siswa SS = Semua Siswa Xn = Nama siswa ke n, n=1, 2, 3, … Hari Senin tanggal 18 Februari 2013 siswa kelas IV sudah berbaris rapi di luar

kelas. Salah satu siswa sudah menyiapkan barisan teman-temannya. Guru kelas sudah

berdiri di luar kelas. Siswa menyalami beliau setelah itu masuk ke kelas dan duduk di bangku

mereka masing-masing. Pemimpin barisan tadi berdiri di depan kelas lalu memimpin berdoa.

Siswa dan guru berdoa bersama. Suasana di kelas IV terdengar tenang.

NO. SUBJEK PERCAKAPAN DAN KEGIATAN

  1. SS ”Selamat pagi Bu F!!!”

  2. G “Selamat pagi”.

  

3. Siswa kembali duduk setelah tadi memberi salam dengan berdiri.

  Suasana di luar kelas terdengar gaduh karena ada suara siswa di luar yang teriak-teriak. Bu F berdiri di depan kelas. Sebagian perserta didik memperhatikan Bu F, namun ada dua orang siswa yaitu X1 dan X13 tidak memperhatikan. X1 memegang rambutnya berulang-ulang dan X13 meletakkan kepalanya di atas meja. Bu F memberitahukan bahwa nanti kita akan belajar dan akan direkam dan difoto oleh Bu V.

  4. G “Kita akan belajar menjumlahkan bilangan pecahan. Oke kita kembali ke lagi penjumlahan bilangan pecahan. Nanti seperti ibu bilang tadi tolong jaga ketertiban, gak usah ribut ga usah teriak-teriak, masuk kelompok ya masuk kelompok. Nanti ibu akan membagikan potongan-potongan kertas ini, potongan warna-warna kertas yang isinya nanti di sini ada berbagai macam pecahan, tidak sama. Oke nanti ibu bagi secara acak kamu terima dulu. Bu aku warnanya beda dengan ini, bu aku warnanya beda. Oke tidak masalah. Oke diterima dulu nanti tunggu selanjutnya.”

  

5. Suasana di luar kelas sedikit ramai. Terdengar siswa di kelas sebelah

sedang membaca secara bersama-sama. Bu F berkeliling membagikan potongan kertas secara acak. X22 membalikkan badan dan bisik-bisik dengan teman di belakangnya.

  6. S

“Iki opo iki?” (sambil membawa potongan kertas)

  7. G “Oke semua sudah dapet ya. Oke semua sudah dapat. Trus suruh ngapain katanya? Dilihat. Potongan e beda-beda tow, warnanya beda, lalu pecahannya beda. Sekarang nanti ibu akan membagikan menjadi delapan kelompok. Caranya bagaimana? Ini nanti kelompok satu, dua tiga, empat, lima ,enam, tujuh, delapan (sambil menunjuk tempatnya duduk dari bagian barat) Caranya bagaimana? Silahkan kamu mencari pasangan dilihat dari warnanya. Yang sini warna ungu, biru, pink,

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

22. S “Lima perlima” (salah satu siswa yang memegang kertas biru

menjawab)

  34. S “Satu perdelapan”. (salah satu siswa yang memegang kertas hijau muda menjawab) 35. G “Satu perdelapan”.

  33. G “Hijau muda?” (sambil menghampiri tempat duduk siswa yang membawa kertas hijau muda).

  32. G “Sepertujuh”

  31. S “Sepetujuh.” (salah satu siswa yang memegang kertas hijau tua menjawab)

  

30. G “Hijau tua?” (sambil menghampiri tempat duduk siswa yang membawa

kertas hijau tua).

  

29. S “Satu perempat” (salah satu siswa lain membenarkan jawaban

kelompoknya)

  28. S “Sembilan perempat” (salah satu siswa menjawab).

  

27. G “Kelompok kuning tua?” (sambil menghampiri tempat duduk siswa yang

membawa kertas kuning tua).

  26. G “Satu perenam”.

  

25. S “Satu perenam” (salah satu siswa yang memegang kertas pink

menjawab)

  24. G “Kelompok pink?” (sambil menghampiri tempat duduk siswa yang membawa kertas pink)

  23. G “Lima perlima”.

  [148]

  kuning, merah, hijau muda, orange, hijau tua. Hijau tadi sini yak, o hijau tua sana (sambil menunjukkan tempat duduknya ).”

  20. G “Oke gapapa, dua perempat ga masalah”.

  19. BS “Bisa” (siswa di kelompok dua perempat yang menjawab)

  18. G “Dua perempat. Oke. Disederhanakan bisa ga?”

  

17. BS “Dua perempat” (hanya siswa yang memegang kertas ungu yang

menjawab)

  16. G “Kelompok yang ungu pecahan berapa?”

  14. G “Lingkaran itu akan membentuk apa?” 15. SS “Pecahan”.

  13. SS “Lingkaran”.

  12. G “Akan membentuk? Akan membentuk apa?”

  11. SS “Sudah bu!”

  

10. G (Siswa mulai sibuk mencari pasangannya ) ”Nanti dulu belum ibu suruh

begitu. Potongannya sendiri dipegang. Oke sudah. Sudah berkumpul degan warna yang sama. Sekarang e potongan-potongan tadi kamu satukan!”

  9. G “Kamu pegang kertas yang kamu punya tadi” (Guru mulai menunjukkan tempat duduk masing-masing kelompok)

  8. SS Siswa mulai ribut mencari pasangannya

  21. G “Kelompok biru?” (sambil menghampiri kelompok yang memegang kertas biru)

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  50. G “Biru?”

  61. G “Oke ga ada yang ribut. Semua kelompok sudah dapat. Semua kelompok sudah dapat tiga macam bahan roti tawar, tahu, dan bolu. Sudah? Semua kelompok sudah dapat Lembar Kerja Siswa (LKS). Jangan lupa tulis

  Suasana di kelas terdengar gaduh. Siswa kembali ke tempat kelompoknya masing-masing.

  59. G “Oke perwakilan kelompoknya ke depan. Salah satu, dua,dua.”

60. Perwakilan kelompok ke depan mengambil roti tawar, tahu dan bolu.

  57. G “Tulis namanya, nama, kelas, nomor absen!” 58. Siswa ribut mencari alat tulis di dalam tas masing-masing.

  56. Guru membagikan LKS (Lembar Kerja Siswa)

  Kemudian, diingat nama kelompoknya. Nama kelompoknya diingat ya. Ibu akan membagikan beberapa bahan untuk dibuktikan. Kalian tadi di depan sudah lihat ada roti tawar, ada tahu, dan ada bolu. Oke itu bukan untuk dimakan ya tapi itu untuk di kerjakan. Ada beberapa soal di sini, bahannya itu. Paham?”

  55. G “Oke kalau sudah silahkan duduk dulu. Itu nanti jangan di hilangkan dirapikan itu cuma menandakan nama kelompokmu. Jangan dihilangkan dirapikan oleh salah satu, dan jangan dirusak, disobek-sobek jangan.

  54. Siswa ribut di kelompoknya masing-masing.

  53. G “Ini kelompok? Dua perempat. Silahkan diingat-ingat nama kelompoknya”.

  52. G “Ini kelompok lima perlima”.

  51. S “Lima perlima” (salah satu siswa menjawab)

  [149]

  36. G “Orange?” (sambil menghampiri tempat duduk siswa yang membawa kertas orange).

  49. G “Ini?” (Guru menunjuk kelompok yang memegang kertas orange).

  47. S “Satu perempat”. (X13 menjawab dengan lompat-lompat) 48. G “Kelompok seperempat”.

  46. G “Ini?” (Guru menunjuk kelompok kuning)

  44. BS “Sepertujuh”. (beberapa siswa kelompok sepertujuh menjawab) 45. G “Sepertujuh. Berarti kelompok sepertujuh”.

  43. G “Berapa?”

  42. S “Sepertujuh” (salah satu siswa yang memegang hijau tua menjawab)

  41. S “Wola. Ra dong. X8 ra iso ngitung”. (X13 menghampiri ke tempat duduk

X8 sambil melihat kertas yang dibentuk lingkaran).

  40. G “Oke yang menjadi nama kelompoknya bukan warnanya tetapi pecahannya. Pecahan berapa tadi? Ini kelompok seperlima. Bukan kelompok orange tapi kelompok seperlima. Satu perenam. Berarti kelompok seperenam. Yang hijau muda? (menunjuk kelompok seperdelapan). Kelompok seperdelapan. Diingat- ingat ya. Hijau tua?”

  39. S “Merah?” (salah satu siswa bertanya sendiri)

  38. G “Satu pertiga”.

  37. S “Satu pertiga” (salah satu siswa yang memegang orange menjawab)

  “Dihitung lagi!”

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  [150]

  namanya dulu. X16 tulis namanya. Tulis namanya di LKS. Sudah lalu kamu buka halaman satu dulu, sudah? Dibaca dulu. Jangan diutik-utik dulu. Dibaca dulu dalam hati.”

  62. Semua siswa membaca tulisan di LKS halaman 1

63. G “Halaman satu sudah. Kalau sudah halaman 2 kalau sudah satu.

  Halaman dua dibaca dulu. Oke sudah bergabung dengan kelompokmu to? Dan sudah dapat 3 bahan. Yang poin dua selesaikan masalah berikut menggunakan cara kalian sendiri dengan bantuan alat peraga tadi ada bolu, ada tahu, ada roti tawar yang telah kalian pilih. Tuliskan cara dan sertakan gambar penyelesaiannya. Alat peraga sudah disediakan itu ya tiga itu. Itu alat peraga. Tiga bahan itu namanya alat peraga. Lalu ada soal yang a. Dibaca!” 64. Guru membacakan soal a.

  

65. G “Ibu memotong kue bolu menjadi empat bagian sama besar. Kemudian

potongan kue tadi dibagikan kepada Diana, Frizas, dan Erika. Masing- masing mendapat satu potong kue, sehingga masih tersisa 1 potong kue. Lalu satu potong kue itu ibu berikan kepada Diana. Berapa bagian kue yang dimiliki Diana sekarang? Ga usah disebut, nanti dikerjakan tapi menggunakan alat peraga itu. Jawabannya kamu tulis di lembar tiga halaman tiga. Dikerjakan yang a dulu ya yang kue bolu tadi. Silahkan dikerjakan, boleh digunakan alat peraganya”.

  

66. BS (X8 memotong bolu sambil berkata Ini sudah sama belum?) Iki wis podo

(kelompok urung?

sepertujuh) “Iki-iki.” (Ini-ini kata X18 sambil menunjuk cara memotong kue).

  

Hore…..! (semua anggota kelompok berkata hore….! )

  

67. G “Boleh gunakan kue tawarnya. Bu kue bolunya pecah. Pakai kue

tawarnya boleh. Silahkan mengerjakan yang a. Baca dulu perintahnya.

  68. BS “Ngene lo!” (Seperti ini lo! kata X22 sambil menunjukkan tahu)

  (kelompok “Piye? Piye? Iki tegak lurus tekan kene juk iki ketok.” ( Bagaimana? sepertiga) Bagaimana? Ini tegak lurus sampai sini lalu dipotong kata X4 sambil menunjukkan cara memotong tahu menggunakan jarinya) “Iki ngene, tekan kene.” (Ini seperti ini, sampai di sini kata X25 sambil menunjukkan caranya) “Mau dikon ngene ki lo!” (X22 berkata sambil menunjukkan menggunakan pisau roti) “Jilih sik, jilih sik (Pinjam dulu, pinjam dulu kata X25 dan mau merebut pisau roti yang dipegang X22)

  69. G “Dibaca perintahnya lagi ya! Tadi perintahnya disuruh ngapain.” 70. Guru terlihat berkeliling melihat pekerjaan siswa.

  71. G “Diminta digambarkan. Diminta untuk menggambarkan ga?”

  72. SS “Ya.”

  73. G “Baca perintahnya ulang.” 74. Guru membagikan bahan ajar kepada setiap kelompok.

  75. G “Satu-satu ya! Satu kelompok satu. Dibaca bareng-bareng.” 76. Guru berkeliling kembali melihat pekerjaan siswa.

  

77. G “Jawabannya boleh sama satu kelompok. Silahkan dibuktikan.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  91. G “Sudah? Sudah?”

  

101. G “Satu, dua, tiga, empat. Hitungan keempat diam. Bisa diam? Itu

diletakkan. X29 ga ada yang pegang-pegang. Diletakkan. Tidak ada yang bersuara. Sekarang secara bergantian hargai temannya yang di depan. X22 (guru memanggil siswa X22). Kalau temannya mau mempresentasikan tolong dihargai, didengarkan. Ga ribut sendiri. X7 (guru memanggil siswa X7). Silahkan kelompok seperempat

  Bawa alatnya ga papa, dijelaskan pakai alatnya.” 100. X13 dan X20 ke depan untuk presentasi.

  

99. G “Silahkan kelompok…(Guru tidak melanjutkan perkataannya) “Jangan

dirusak dulu ya alat peraganya. Oke kelompok siapa yang ribut? Kelompok siapa yang ribut? Ga usah pake ribut. Silahkan kelompok seperempat maju untuk mempresentasikan hasilnya. Dibantu dua orang.

  98. SS “Ye…!!!!”

  97. G “Nanti.”

  96. BS “Dimakan…!”

  95. G “Oke kalau sudah. Silahkan….”

  94. G “Sepertujuh, seperenam, seperlima, seperempat.” (Guru menunjuk kelompok yang memiliki nama tersebut)

  93. G “Sudah belum? Kelompok seper berapa yang belum selesai?”

  92. SS “Belum.”

  [151]

  Jawabannya boleh sama.” 78. Suasana kelas terdengar ribut. Siswa sibuk menulis jawaban mereka.

  88. BS “Belum.”

  87. G “Sudah belum?”

  “Gene pinter to yan!” ( Itu pintar yan kata X25 sambil melihat potongan tahu yang dipotong oleh Rian) “Wis tak kandani ket mau-mau kok.” ( Sudah saya kasih tahu dari tadi kok kata X22 menanggapi pernyataan X25)

  86. BS (kelompok sepertiga)

  

85. G “Kalau sudah tahunya dipotong. Selesaikan soal yang b. Jangan lupa

digambarkan.”

  Supaya tidak terlalu besar, maka ibu memotong tahu tersebut menjadi tiga bagian sama besar. Setelah dibumbui dua potong tahu dimasukkan ke dalam wajan. Karena masih ada tempat maka ibu memasukkan lagi

sepotong tahu. Berapa bagian tahu yang ada di wajan?”

84. Guru berkeliling melihat siswa mengerjakan soal.

  

83. G “Ibu mempunyai sepotong tahu. Ibu akan menggoreng tahu tersebut.

  81. G “Apa tahu? Yang alat peraga tahu silahkan diselesaikan.” 82. Guru membacakan soal b.

  80. BS “Tahu.”

  

79. G “Yang a sudah, sekarang lihat yang b. Dibaca dalam hati. Kalau yang b

sudah dibaca, itu alat peraganya apa? “

  

89. G “Itu dikerjakan di halaman empat ya. Soal b dikerjakan di halaman

empat ya.” 90. Guru berkeliling melihat pekerjaan siswa.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  [152]

  membacakan hasil sambil menggunakan alat peraga. Yang a dulu, dari yang bolu. Bolu boleh, roti tawar boleh. Yang kenceng suaranya.

  Soalnya dibaca, baru jawabannya.”

102. S “Ibu memotong kue bolu menjadi empat bagian sama besar. Kemudian

(X13) potongan kue tadi dibagikan kepada Diana, Frizas, dan Erika. Masing- masing mendapat satu potong kue, sehingga masih tersisa 1 potong kue. Lalu satu potong kue itu ibu berikan kepada Diana. Berapa bagian kue yang dimiliki Diana sekarang?” “Jadi kue yang dimiliki Diana dua perempat. Satu dibagi empat, dibagi tiga, ditambah satu.”

  

103. G “Itu kan ada rotinya. Ini kan ada roti, trus bagaimana? (sambil

menunjukkan roti)

104. S “Roti satu dibagi empat, trus sisa satu. Ditambah satu. Punya Diana

(X13) ditambah satu. Punya Diana jadi dua perempat.”

  105. G “Oke ini hasil kelompok seperempat soal yang a. Lalu bagaimana yang tahu? Oke yang tahu. Dibaca soalnya lalu dijelaskan cara penyelesaiannya.”

106. S “Ibu mempunyai sepotong tahu. Ibu akan menggoreng tahu tersebut.

  (X13) Supaya tidak terlalu besar, maka ibu memotong tahu tersebut menjadi tiga bagian sama besar. Setelah dibumbui dua potong tahu dimasukkan ke dalam wajan. Karena masih ada tempat maka ibu memasukkan lagi

sepotong tahu. Berapa bagian tahu yang ada di wajan?”

  107. G “Oke yang keras dijelaskan seperti tadi.”

108. S “Ada satu tahu, dibagi tiga. Dimasukkan ke wajan tiga. Di dalam wajan

(X13) tiga pertiga.”

  

109. G “Tepuk tangan untuk seperempat. Sekarang kelompok seperenam. Maju

perwakilan dua orang. Oke X23 dan X14! (guru menunjuk siswa X23 dan X14 maju di depan kelas ). Bawa alatnya!”

110. X23 dan X14 membawa kue, tahu, dan roti tawar ke meja yang ada di

depan. Lalu mereka kembali lagi ke kursi masing-masing. Akhirnya yang ke depan adalah X6 dan X31. 111. G

  “Jangan ribut ya. Dengarkan kelompok seperenam, akan membacakan hasilnya. Dibacakan!” 112. S

  “Ibu memotong kue bolu menjadi empat bagian sama besar. Kemudian (X31) potongan kue tadi dibagikan kepada Diana, Frizas, dan Erika. Masing- masing mendapat satu potong kue, sehingga masih tersisa 1 potong kue.

  Lalu satu potong kue itu ibu berikan kepada Diana. Berapa bagian kue yang dimiliki Diana sekarang?”

113. S “Ibu memotong bolu menjadi empat. Diana memperoleh satu, frizas

(X31) satu, Erika satu. Lalu Diana mendapat satu lagi dari ibu. Jadi sekarang

  Diana mempunyai bagian roti dua perempat.” 114. G “Sekarang yang tahu!”

115. S “Ibu mempunyai sepotong tahu. Ibu akan menggoreng tahu tersebut.

  (X31) Supaya tidak terlalu besar, maka ibu memotong tahu tersebut menjadi tiga bagian sama besar. Setelah dibumbui dua potong tahu dimasukkan ke dalam wajan. Karena masih ada tempat maka ibu memasukkan lagi

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  [153]

  sepotong tahu. Berapa bagian tahu yang ada di wajan?”

  116. S “Dua potong tahu dibumbui lalu digoreng. Ibu masih satu tempat

  (X6) diwajan. Lalu memasukkan satu potong tahu ke wajan. Satu ditambah dua sama dengan tiga. Jadi tahu yang ada di dalam wajan tiga pertiga poto ng.”

  117. G “Oke tepuk tangan untuk kelompok seperenam. Sekarang silahkan seperlima.”

  118. X1 dan X30 ke depan. 119. G “Baca yang keras!”

120. S “Ibu memotong kue bolu menjadi empat bagian sama besar. Kemudian

  (X1) potongan kue tadi dibagikan kepada Diana, Frizas, dan Erika. Masing- masing mendapat satu potong kue, sehingga masih tersisa 1 potong kue.

  Lalu satu potong kue itu ibu berikan kepada Diana. Berapa bagian kue yang dimiliki Diana sekarang?”

  121. S (X1)

“Kue yang dimiliki Diana sekarang dua buah kue.”

122. X1 menjelaskan cara memotong rotinya.

  123. G “Tepuk tangan untuk kelompok seperlima. Kelompok setengah!”

124. G “Yang tahu belum ya? O maaf, maaf. Yang tahunya dibacakan Biel

soalnya yang keras (guru menunjuk siswa X30 untuk membacakan

  ).”

125. S “Ibu mempunyai sepotong tahu. Ibu akan menggoreng tahu tersebut.

  (X30) Supaya tidak terlalu besar, maka ibu memotong tahu tersebut menjadi tiga bagian sama besar. Setelah dibumbui dua potong tahu dimasukkan ke dalam wajan. Karena masih ada tempat maka ibu memasukkan lagi sepotong tahu. Berapa bagian tahu yang ada di wajan?”

  126. G “Jelaskan!” 127. X1 memperagakan cara memotong tahunya.

  

128. G “Oke sudah paham penjelasan seperlima. Oke tepuk tangan! Oke

kelompok setengah.” 129. X21 dan X17 maju ke depan.

  

130. S “Ibu memotong kue bolu menjadi empat bagian sama besar. Kemudian

(X21) potongan kue tadi dibagikan kepada Diana, Frizas, dan Erika. Masing- masing mendapat satu potong kue, sehingga masih tersisa 1 potong kue. Lalu satu potong kue itu ibu berikan kepada Diana. Berapa bagian kue yang dimil iki Diana sekarang?”

  131. S “Roti dibagi empat. Frizas satu, Diana satu, Erika satu. Diana ditambah

  (X21) satu perempat. Satu perempat ditambah satu perempat jadi dua perempat.”

  132. G “Oke sekarang yang tahu!” 133. S “Ibu mempunyai sepotong tahu. Ibu akan menggoreng tahu tersebut.

  (X21) Supaya tidak terlalu besar, maka ibu memotong tahu tersebut menjadi tiga bagian sama besar. Setelah dibumbui dua potong tahu dimasukkan ke dalam wajan. Karena masih ada tempat maka ibu memasukkan lagi

sepotong tahu. Berapa bagian ta hu yang ada di wajan?”

  

134. S “Tahu dipotong tiga. Trus tahunya dua dimasukkan ke wajan. Trus satu

(X21) dimasukkan ke wajan. Jadinya tiga pertiga.”

135. G “Oke tepuk tangan untuk kelompok setengah. Kelompok lima perlima.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  [154]

  Sementara kelompoknya ini dulu ya. Yang lain nanti ya.” 136. X3 dan X28 ke depan kelas mempresentasikan.

  

137. S “Ibu memotong kue bolu menjadi empat bagian sama besar. Kemudian

(X28) potongan kue tadi dibagikan kepada Diana, Frizas, dan Erika. Masing- masing mendapat satu potong kue, sehingga masih tersisa 1 potong kue. Lalu satu potong kue itu ibu berikan kepada Diana. Berapa bagian kue yang dimiliki Diana sekarang?”

  138. S “Diana, Frizas, Erika, Diana lagi (sambil mengambil potongan kue dan

  (X28) meletakkan di kertas roti yang lain). Jadi Diananya dua p erempat.” 139. “Oke sekarang yang tahu!” 140. S “Ibu mempunyai sepotong tahu. Ibu akan menggoreng tahu tersebut.

  (X3) Supaya tidak terlalu besar, maka ibu memotong tahu tersebut menjadi tiga bagian sama besar. Setelah dibumbui dua potong tahu dimasukkan ke dalam wajan. Karena masih ada tempat maka ibu memasukkan lagi sepotong tahu. Berapa bagian tahu yang ada di wajan? Dua, lalu dimasukkan lagi satu. Jadi tiga pertiga.”

  

141. G “Tepuk tangan untuk kelompok lima perlima. Sekarang, oke tolong

didengarkan dulu. Kalau ada yang masih merasa bingung. Misalnya kelompok seperenam, misalnya kelompoknya Agung tadi aku ga paham dengan kelompoknya Agung misalnya masalah apa. Yang kurang paham bisa ditanyakan. Siapa yang tidak paham dengan salah satu kelompok yang sudah maju ke depan tadi. Misalnya aku tidak paham kok tadi begini, begini. Kok aku ga paham maksudnya. Silahkan ditanyakan tunjuk jari. Tunjuk jari langsung disampaikan sama yang tadi maju. O yang maju tadi sudah paham. Kelompok yang tadi semua maju yang lainnya paham. Ga ada pertanyaan?”

  142. BS “Ada.” 143. G “Siapa yang tadi bilang ada? Kelompok siapa?” 144. BS “Kelompok X1.” 145. G

  “Kelompok X1? Yang mana? Apa yang ditanyakan? Ga ada? Tidak ada pertanyaan. Tidak ada tanggapan terhadap kelompok yang telah maju tadi. Tadi sudah ada enam kelompok yang sudah maju ke depan. Dua kelompok ini ga papa ya. Lima kelompok sudah maju ke depan dengan berbagai jawaban. Antara kelompok yang satu dengan kelompok yang lainnya jawabannya berbeda. Bukan jawabannya tapi cara penyelesaiannya berbeda. Oke ga papa karena kalian punya cara sendiri untuk menyelesaikan itu tadi. Sekarang kamu buka halaman berikutnya halaman lima. Halaman lima sudah? Kegiatan belajar tiga. Nomor satu baca bersama-sama yang keras. 146. SS

  “Rumuskanlah pola penjumlahan pecahan berpenyebut sama bersama kelompokmu!”

147. G “Oke nomor satu. Tadi kalian sudah masuk dalam kelompok, lalu

dibagikan tiga alat peraga, dan diminta untuk menyelesaikan dua soal dan sudah dijawab, bahkan sudah dipresentasikan dari kelima kelompok tadi. Nah sekarang dari yang sudah kamu kerjakan tadi silahkan kamu diskusikan lalu kamu rumuskan pola penjumlahan pecahan berpenyebut

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  X1?” 158. BS “Penyebut.” 159. G “Penyebut. Yang bawah?” 160. BS “Kebalik.” 161. G

  “O kalau penyebutnya sama berarti cara penyelesaiannya seperti ini. O

  169. G “Kalau soal bolu tadi penyebutnya sama atau berbeda?” 170. SS “Sama.” 171. G

  168. SS “Sama.”

  166. SS “Dua perempat.”

167. G “Nah lalu ibu menyuruh mendiskusikan dan merumuskan kamu nanti

bisa menemukan o misalnya kalau penyebutkanya sama atau berbeda tadi?”

  “Pembilang.” 163. G “Yang bawah?” 164. S (X1) “Penyebut.”

165. G “Nah tadi soal yang bolu tadi. Tadi seperempat ya, yang seperempat

dikasihkan ini, lalu seperempat dikasihkan ini, seperempat dikasihkan ini. Lah Diana tadi sudah seperempat sudah punya seperempat lalu ditam bah ibu seperempat lagi. Lalu Diana punya berapa tadi?”

  “Kebalik apa ga? Ibu kan ikut jawaban kamu. Yang atas?” 162. S (X1)

  [155]

  sama. Lah tadi ibu sudah bagikan ini apa namanya ini handout ini kamu baca dulu. Nanti disini kalau kamu bingung disini nanti ada ringkasannya. Lalu sekarang kamu tentukan pola penjumlahannya dari hasil diskusi. Kemudian nanti dipresentasikan dari poin kedua tadi. Presentasikan jawaban kalian di depan kelas. Kamu bisa menemukan

apa dari yang tadi sudah kamu kerjakan. Bingung ga?”

  Dirumuskan lalu dikerjakannya tidak usah ditulis didiskusikan saja lalu nanti dipresentasikan di depan.”

  “Silahkan kamu diskusikan bersama kelompokmu lalu kamu simpulkan bagaimana pola penjumlahannya. Kalau penyebutnya sama bagaimana? O ternyata pembilangnya diapakan kalau penyebutnya sama.

  “Penyebut.” 154. G

  151. SS “Pembilang.” 152. G “Trus yang bawah?” 153. SS

  

150. G “Dari soal yang a, dari soal yang bolu tadi. Ada empat bolu lalu dibagi

menjadi empat lalu dibagikan kepada tiga orang yang ukurannya sama besar lalu Diana ditambah lagi. Satu hal yang harus kamu tahu (Guru

menjelaskan di papan tulis ). Yang atas namanya apa?”

  148. BS “Ga.”

149. G “Oke kalau ga bingung bagus. Silahkan dikerjakan waktunya lima

menit.”

  

155. S (Salah satu siswa bertanya kepada guru ) “Bu maksudnya bagaimana to

b u?” 156. Guru menjelaskan di papan tulis.

157. G “Lihat ini di depan dulu misalnya satu perdua yang atas namanya apa

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  183. G “Kalau diberikan itu tandanya apa?” 184. SS “Ditambah.” 185. G

  194. SS “Sama.”

  192. SS “Betul.”

193. G “Jika ada penjumlahan pecahan yang penyebutnya sama. Ini

penyebutnya sama ga?”

  “Satu tambah satu.” 189. G “Satu tambah satu oke dua. Lalu yang empat? Ditambah ga?” 190. BS “Ga.”

191. G “Kan kalau yang atas tadi kan kamu dapat dua ini kan dari satu ditambah

satu kan jadi dua. Empat ini kan tetap empat kenapa ga ditambah juga. kenapa empat ga ditambah empat juga? Jadi kesimpulannya? Bu jika pecahan yang penyebutnya sama yang dijumlahkan hanya pembilangnya saja jawaban X28 gitu. Betul salah?”

  “Dari mana kamu dua perempat ini?” 188. BS

  “Dua perempat.” 187. G

  “Tadi kamu menemukan jawabannya berapa?” 186. SS

  [156]

  hanya ini yang dijumlahkan. O ininya tetap. O semuanya dijumlahkan. Kan ibu ga tahu ibu. Silahkan direbuk sampai ketemu dua perempat. Nanti kelompok yang belum maju ke depan. Gentian. Sudah berembuk, sudah?” 172. Guru keliling mendengarkan kelompok berdiskusi.

  180. SS “Seperempat.”

  Perhatikan ke depan semua! Bagaimana dengan soal bolu tadi. Ada bolu satu dibagi empat. Ini nilainya berapa? Seperempat, seperempat, seperempat, seperempat. Ini buat Frizas, trus Diana, trus Erika. Sisa satu diberikan kepada Diana. Lalu oleh ibu diberikan lagi ke Diana. Tapi pertanyaannya lalu berapa potong kue di Diana. Awalnya Diana mempunyai berapa?”

  

178. Kelompok sepertujuh tidak ada yang maju. Guru menerangkan di papan

tulis.

179. G “Bagaimana bilangan mempunyai penyebut yang sama. Kalau

dijumlahkan o seperti ini. Kan keliatan dari soal yang dikerjakan tadi.

  177. G “Oke ini jawaban dari kelompok seperdelapan. Bukan jawaban tapi kesimpulan dari kelompok seperdelapan. Oke sekarang dari kelompok sepertujuh.”

  

175. G “Oke kelompok seperdelapan. Ini sama dengan kesimpulan dari dua soal

yang kamu kerjakan tadi.

176. Salah satu siswa dari kelompok seperdelapan menuliskan

kesimpulannya di papan tulis.

  173. G

“Sudah kelompok sepertujuh, kesimpulannya apa?”

174. Kelompok sepertujuh belum selesai berdiskusi.

  181. G “Lalu diberikan ibu berapa?” 182. SS “Seperempat.”

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

“Yang sudah boleh langsung ke depan dikumpulkan.”

210. G “Yang sudah mengumpulkan ini, di lembar LKS yang halaman 4 tadi

ada refleksi ada gambar smile. Oke bagian refleksi kamu arsir, arsir gambar senyum seseuai dengan pemahaman mu terhadap pelajaran hari ini. Kamu arsir seberapa paham yang kamu terima materi hari ini.” 211. S (X1 ) “Piro yo?”

  

222. G “Namanya terserah. Kalau sudah kamu tulis kemudian kamu berikan

kepada temanmu terserah. Nanti tukeran. Nanti sistemnya kaya buku

  

220. G “Oke kalau sudah ibu akan membagikan satu lembar kertas. Nanti

silahkan kamu tulis namamu, kemudian kamu nanti diminta untuk menuliskan atau membuat satu soal cerita yang materinya tentang pecahan. Tadi kan itu sudah ada contoh to. Ibu mempunyai satu roti lalu dibagikan kepada ini, ini.” 221. BS “Nama terserah bu?”

  217. BS “Boleh dimakan bu?”

218. G “Nanti, belum istirahat kok. Nanti izin dulu dengan Bu N. Oh kebalik,

bu V.” 219. Siswa mulai mengumpulkan LKS di meja guru.

  “Oke kalau LKS ini sudah selesai sampai halaman terakhir, apa saja yang kamu pahami dari pembelajaran hari ini dikumpulkan juga. Namanya jangan lupa.”

  215. Guru membagikan kertas untuk menuliskan refleksi. 216. G

  Silahkan ditulis dan jawab pertanyaan-pertanyaannya di lembar kertas ini ya!” 214. Siswa terlihat mengarsir gambar senyum di LKS.

  S (X29) “Kabeh?”

213. G “Lalu di halaman yang paling terakhir. Dari banyaknya gambar yang

kamu arsir apa saja yang kamu paham pada pembelajaran hari ini.

  212.

  [157]

  195. G “Perlu dijumlahkan?”

  207. G “Silahkan dikerjakan waktunya lima menit. Oke ga banyak bicara. Lima menit dua soal silahkan dikerjakan. Kalau sudah boleh dikumpulkan.”

  “Tulis nama, kelas, nomor absen. Silahkan dikerjakan!” 206. Siswa mulai mengerjakan soal evaluasi.

  201. G “Jelas?” 202. SS “Jelas.” 203. G “Oke kalau sudah paham ibu akan bagikan lembar evaluasi.” 204. Guru membagikan lembar evaluasi. 205. G

  200. SS “Paham.”

  199. G “Empat pertiga. Karena yang dijumlahkan hanya ininya saja yang ini tetap. Paham?”

  198. SS “Empat pertiga.”

  

197. G “Tidak yang dijumlahkan yang atasnya saja. Misalnya dua pertiga

ditambah dua pertiga. Berapa?”

  196. SS “Tidak.”

  208. Suasana tenang, semua siswa mmengerjakan soal evaluasi. 209. G

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  soal ya. Paham?” 223. Guru membagikan kertas kepada setiap siswa.

  9. G “Sama. Menjumlahkan pecahan dengan penyebut yang sama. Kemarin alat

  8. SS “Sama.”

  7. G “O… penjumlahan. Lalu penyebutnya bagaimana kemarin? Berbeda?”

  6. BS “Penjumlahan.”

  5. G “Roti tawar bolu dijadikan pecahan. Apa lebih tepatnya? Kemarin penjumlahan atau pengurangan. Pengurangan?”

  4. S “Roti tawar bolu dijadikan pecahan.”

  [158]

  1. G “Oke menjumlahkan pecahan senilai?” 2. Ada salah satu siswa yang menjawab dengan suara yang pelan.

  Guru dan siswa sudah masuk di dalam kelas. Suasana tenang dan semua siswa duduk di tempat duduknya masing-masing. Guru memulai pembelajaran.

  = Nama siswa ke n, n= 1, 2, 3, … BS = Beberapa Siswa SS = Semua Siswa

  G = Guru S = Siswa Xn

  Kelas : IV Hari/Tanggal : Kamis, 21 Februari 2013 Pukul : 07.00-09.00 Keterangan:

  “Demi nama bapa, demi nama putera, demi nama roh kudus. Amin, amin. Bapa kami yang ada di surga ………(siswa berdoa Bapa Kami) 236. Siswa mulai keluar kelas untuk istirahat.

  S (X30) “Mari teman-teman kita berdoa.” 235. SS

  

224. G “Satu soal saja. Satu soal cerita. Silahkan dikerjakan. Kasih nama. Ini

semua sudah yang ini (sambil mengangkat lembar evaluasi). Kemudian nanti soal cerita yang kamu buat ditukarkan temannya kaya buku soal itu tukeran. Yang ini siapa yang belum?” (sambil mengangkat LKS). 225. G “Kalau sudah silahkan tukarkan dengan temanmu. Sudah?” 226. BS “Belum.” 227. Siswa saling menukarkan kertas yang sudah ditulisi soal cerita.

228. G “Oke, hari Kamis dibawa dengan sudah dikerjakan. Sudah? Oke kalau

sudah ditukarkan siap-siap kita mengakhi ri pelajaran matematika.”

229. Siswa terlihat kembali ke tempat duduk masing-masing dan merapikan

alat peraga. 230. G “Siapa memimpin doa?” 231. SS “X30.” 232. G “Yo, sikap doa!”

233. Siswa mulai duduk di kursi masing-masing. X30 berdiri di depan kelas.

234.

TRANSKRIP PENELITIAN PERTEMUAN KEDUA

NO. SUBJEK PERCAKAPAN DAN KEGIATAN

  3. G “Ayo yang keras jawabnya.”

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  38. G (Guru memberi contoh lagu dan gerakannya ) “Pizza hut, pizza hut, kentacy, fried chicken, pizza hut.”

  32. SS “Fried chicken.”

  33. G “Dengan fried chicken. Ini ada gayanya. Oke nek pizza hut bentuknya piye to?”

  34. BS “Bunder.”

  35. G “Kalo ayam gayane gimana?”

  

36. S “Petok-petok.” (sambil memperagakan menggunakan tangan yang dikepak-

kepakkan)

  37. G “Agung kalo ribut di luar aja!” (guru menegur salah satu siswa).

  39. SS “Pizza hut, pizza hut, kentacy, fried chicken, pizzu hut.”

  30. SS “Fried chicken.”

  40. G “Ulangi!”

  41. SS “Pizza hut, pizza hut, kentacy, fried chicken, pizzu hut.”

  42. G “Ulangi! Kalo ayam megal-megol ga?”

  43. BS “Megal-megol.”

  

44. G “Kalo gitu berputar sambil megal-megol (guru mempraktekkannya di depan

kelas). Berdiri. Yang sebelah sini berdiri di sini, yang sebelah sini berdiri di sini. Tangan ke atas…. Tangan ke atas…”.

  45. G “Agung.” (guru menegur salah satu siswa X1)

  

46. G “Ibu pizza hutnya ga mau begini (sambil memperagakan membentuk lingkaran

dengan tangan di depan dada ). Tetapi, pizza hut…..” (guru mengangkat tangannya ke atas membentuk lingkaran).

  31. G “Fried chicken oke… Ayo berdiri! Kita akan menyanyi, nanyi tentang pizza hut dengan apa tadi?”

  [159]

  peraganya betul, ada roti tawar, ada tahu, ada bolu bagus masih inget. Lalu hari ini kita akan belajar apa kira- kira?”

  17. S “Setiap hari.”

  10. BS “Matematika.”

  11. G “Iya matematika. Tentang apa?”

  12. BS “Penjumlahan pecahan.”

  13. G “Oke penjumlahan pecahan tetapi penyebutnya?”

  14. BS “Berbeda.”

  15. G “Berbeda karena kemarin kita sudah belajar dengan penyebut yang sama sekarang kita akan belajar dengan penyebut yang beda. Oke tolong sekali lagi jaga ketertiban terutama saat kelompok. Sekarang silahkan kalian berdiri tapi

tetap di kursinya. Siapa yang sudah pernah makan pizza?”

  16. BS “Aku…!!!!!”

  18. G “Setiap hari?”

  28. SS “Aku…..” (siswa mengangkat tangan sambil berdiri)

  19. S “Ga…”

  20. S “Sering….”

  21. G “Kalau sering besok bagi ke Bu Fajar… Siapa yang belum pernah?” 22. Tidak ada siswa yang mengangkat tangan.

  23. G “Siapa yang tidak suka makan pizza?” 24. Tidak ada siswa yang mengangkat tangan.

  25. G “Siapa yang suka?”

  26. SS “Aku…”(siswa berdiri sambil mengangkat tangannya)

  27. G “Siapa yang pernah makan ayam di KFC?”

  29. G “Ayam apa namanya yang di KFC?”

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  (Guru membacakan soal cerita) Ibu memiliki satu buah pizza. Ibu memotong pizza menjadi 6 potong. Kamu bisa bayangin ibu punya pizza lalu dipotong enam potong. Bisa bayangin ya, tapi cuma dibayangin tok. Lalu ibu memberikan 2 potong pizza kepada Dika. Beberapa saat kemudian Dika mendapatkan 1 potong pizza lagi sama jenisnya dari kakak. Berapa banyak bagian pizza yang dimiliki oleh dika sekarang?” 61. Beberapa siswa mengangkat tangan lalu menurunkannya.

  74. G “Dikasihkan ga papa. Berapa yang dikasih Dika?”

  73. S (X1) “Dikasih Dika.”

  72. G “Lalu bagaimana tadi?”

  71. S (X1) “Enam.”

  70. G “Berapa potong itu?”

  

68. G “Oke di sini ada roti diibaratkan pizza. Oke silahkan X1 dan X3…Ibu bacakan

ulang soalnya ya. Yang lain diam…. Ibu memiliki satu buah pizza. Ibu memotong pizza menjadi 6 potong. Lalu ibu memberikan 2 potong pizza kepada Dika. Beberapa saat kemudian Dika mendapatkan 1 potong pizza lagi sama jenisnya dari kakak. Berapa banyak bagian pizza yang dimiliki oleh Dika sekarang?” 69. X1 dan X3 mencoba memotong roti yang ada di depan.

  66. G “Nanti dulu, kamu hitung dulu. Nanti ibu tunjuk salah dua. Sudah dipikir? Bu F minta tolong X1 dan X3. X1 dan X3 aja…” 67. X1 dan X3 menulis jawabannya di papan tulis.

  64. G “Makanya ibu suruh pasang telingannya diperhatikan. Ibu memiliki satu buah pizza. Ibu memotong pizza menjadi 6 potong. Lalu ibu memberikan 2 potong pizza kepada Dika. Beberapa saat kemudian Dika mendapatkan 1 potong pizza lagi sama jenisnya dari kakak. Berapa banyak bagian pizza yang dimiliki oleh Dika sekarang?” 65. Beberapa siswa mengangkat tangannya.

  63. SS “Ulangi.”

  62. G “Ulangi ga?“

  [160]

  47. G “Satu dua tiga…”

  59. BS “Belum.”

  58. G “Tadi sudah pemanasan dengan goyang-goyang. Sudah pemanasan, dan sudah panas belum?”

  57. SS “Kunci.”

  56. G “Tangan e atas, ke samping, ke depan, duduk yang manis. Kalau sudah duduk manis mulutnya dikunci. Mulutnya di …”

  54. G “Tepuk tangan…” 55. Siswa duduk kembali ke tempat duduknya masing-masing.

  53. G “Puter, megol…”

  52. SS

“Pizza hut, pizza hut, kentacy, fried chicken, pizza hut.”

  51. G “Ulangi…”

  50. SS

“Pizza hut, pizza hut, kentacy, fried chicken, pizza hut.”

  49. G “Ulangi lagi…. Satu dua tiga…”

  48. SS “Pizza hut, pizza hut, kentacy, fried chicken, pizza hut.” (siswa memperagakan lagu dan gerakkanya).

  60. G “Kalau masih dingin ibu kasih panas-panasan. Pasang telinganya! (siswa merapikan rambut di belakang telinga). Kalau sudah pasang telinganya mulutnya ya diam. Tadi katanya belum panas ibu bacakan cerita dan didengarkan. Ibu punya cerita. Ceritanya berhubungan dengan pecahan.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

91. Siswa mulai mencari temannya yang memiliki nomor dada yang sama. Siswa

mencari temannya sambil berteriak-teriak.

  104. G “Oke sudah, pasang telinga, sebelum ibu kasihkan lembar kerja ibu minta kamu mendengarkan dulu baru nanti ibu bagikan lembar kerja. Sudah masuk ke dalam kelompoknya to? ”Dika dan Diana masing-masing membeli 1 loyang pizza yang sama besar dan rasanya. Dika membagi pizzanya menjadi 4 potong yang sama besar. Sambil membayangkan ya! Sedangkan Diana membagi pizzanya

  99. G “Oval?” 100. BS “Empat.” 101. G “Yang lima mana? Lingkaran ya?” 102. BS “Iya.”

103. G “Sudah siap. Tolong e.. X28 di anu ya jadi komandan, nanti kalo ada yang ribut

anak buahnya ditertibkan. X23 diingatkan, X13 diingatkan, X17 diingatkan anak buahnya. Ibu harap semua kelompok harus jaga ketertiban. X21 diingatkan. X9 dingatkan. X1 diingatkan kalo anak buahnya ribut ya. X22 diingatkan. Siap? Kelompoknya X28, komandannya X2 aja. Diingatkan awas nek ribut. Oke sendirinya komandannya sendiri ribut tak suruh keluar nanti.”

  98. BS “Empat.”

  97. G “Persegi?”

  96. BS “Lima.”

  95. G “Lingkaran anggotanya berapa?”

  94. G “Tangan ke atas, ke samping, ke depan, duduk manis.”

  93. G “Lingkaran, persergi, persegi panjang, oval, segitiga, jajar genjang, belah ketupat, trapesium.”

  92. Guru menunjukkan tempat duduk masing-masing kelompok.

  [161]

  75. S (X1) “Dua.” 76. X1memberikan dua potong roti kepada X12.

  

88. G “Yang belum dapet siapa lagi? Oke semua sudah dapat nomor dada dengan

bentuk dan warna yang berbeda? Silahkan kamu tempel atau kamu taruh di

dadamu. Terserah kamu gampangnya masang di mana.”

89. Siswa memasang nomor dadanya masing-masing.

  

87. Guru membagikan potongan kertas yang berbentuk bangun datar yang

berbeda-beda kepada siswa. Siswa mulai ribut sendiri. Terdengar suara kursi yang digoyang-goyangkan.

  86. G “Oke, itu tadi kelanjutan dari lagu kita pizza. Oke ada pertanyaan itu tadi kelanjutan lagu kita pizza lalu dia tanya ayamnya mana. Ayamnya masih di kandang. Oke sekarang silahkan duduk manis tanpa suara. Ibu akan membagikan kelompok lagi seperti kemarin tapi tidak berdasarkan pecahan seperti kemarin.”

  84. G “Dimakannya nanti. Terimakasih.” 85. Siswa tepuk tangan. X1 dan X3 kembali ke tempat duduknya masing-masing.

  82. S (X1) “Ulangi.” 83. X1 dan X3 memberikan potongan roti kepada X12.

  81. G “Belum selesai… penjelasannya diulangi.”

  80. Siswa bertepuk tangan

  79. G “Oke…e…tadi…”

  

78. X1 memberikan satu potong roti ke Bu N. Lalu Bu N memberikannya kepada

X12.

  77. G “Trus?”

  90. G “Oke kali ini ibu akan membagikan kelompok berdasarkan bentuknya.”

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  [162]

  menjadi 2 potong yang sama besar. Dika memberikan 1 potong pizzanya kepada bu Fajar dan beberapa saat kemudian Diana juga memberikan 1 potong pizzanya kepada bu Fajar. Berapakah jumlah bagian pizza yang diterima oleh bu Fajar? Ga usah dijawab Ibu kan tadi mintanya didengarkan dulu. Ibu ulangi lagi sambil dibayangkan. Dika dan Diana masing-masing membeli 1 loyang pizza yang sama besar dan rasanya. Dika membagi pizzanya menjadi 4 potong yang sama besar, sedangkan Diana membagi pizzanya menjadi 2 potong yang sama besar. Dika memberikan 1 potong pizzanya kepada bu Fajar dan beberapa saat kemudian Diana juga memberikan 1 potong pizzanya kepada bu Fajar. Pertanyaannya Berapakah jumlah bagian pizza yang diterima oleh bu Fajar? Oke…”

  

105. Guru membagikan papan pizza, gambar pizza dan gunting kepada setiap

kelompok. 106. G “Tadi soalnya diingat, kumpul dalam kelompoknya tapi ga usah ribut.” 107. Guru membagikan Lembar Kerja Siswa (LKS) kepada siswa.

108. G “Yang belum siapa? Oke sudah? Sudah kamu tadi dapat satu loyang dan ada

dua pizza lalu sudah ibu bagikan lembar kerja siswa. Silahkan kamu buka.

  Kamu tulis nama, kelas, nomor dulu.”

109. Siswa menuliskan nama, kelas, nomor di Lembar Kerja Siswa masing-masing.

  110. G “Sudah nama, kelas, nomor kemudian kamu buka halaman kedua, halaman ketiga. Kamu baca ulang kalau tadi kurang jelas dari Bu F kamu baca ulang kemudian diselesaikan menggunakan alat peraga yang sudah ibu bagikan. Lalu nanti hasilnya, jawabannya kamu tulis di lembar halaman keempat. Oke silahkan dimulai dari sekarang!”

  111. BS (Kelompok oval)

  X24: “Aku le gunting, aku..aku” (Aku yang mengunting, aku…aku…kata X24 sambil mengambil gunting)

112. G “Kalau tadi kurang jelas di baca ulang. Kalau sudah selesai dibaca lalu

penyelesaiannya di halaman berikutnya. Di gambar ya!”

  113. S “Di potong bu?”

  114. G “Iya kalau sudah dipotong sesuai soal itu. Di gambar di lembar jawab halaman empat kalau perlu.”

  115. Siswa mulai berdiskusi di dalam kelompok masing-masing 116. G “Di kerjakan bersama teman sekelompoknya ya!” 117. Guru berkeliling mendengarkan diskusi siswa. 118. G “Kalau kurang jelas dibaca ulang soalnya!”

119. S (X13) “Ini dipotong?” (sambil memperlihatkan kertas bergambar pizza kepada Bu F)

120. G “Iya.” (sambil mengangguk) 121. S (X17) Memotong kertas bergambar pizza 122. G “Sudah?” 123. BS “Sudah.” 124. BS “Belum.” 125. G “Belum?” 126. Guru berbincang-bincang dengan kelompok oval.

127. G “Punya Dika berapa? Diana berapa? Yang dikasih Bu Fajar berapa

dijumlahkan!”

  128. S (X24) “Punya Dika berapa? Diana berapa? Yang dikasih Bu Fajar berapa dijumlahkan!” (siswa menirukan kata-kata guru).

  129. G “Cepet ya waktunya!”

  130. S “Sudah selesai bu.”

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  (Kelompok trapesium”

  160. S (X5) “Dika dan Diana masing-masing membeli satu loyang pizza yang sama besar dan rasanya. Dika membagi pizzanya menjadi empat potong yang sama besar, sedangkan Diana membagi pizzanya menjadi dua potong yang sama besar. Dika memberikan satu potong pizzanya kepada Bu Fajar dan beberapa saat kemudian Diana juga memberikan satu potong pizzanya kepada Bu Fajar. Berapakah

  157. G “Bawa alatnya ke sini. Diperhatikan ya kelompok oval akan presentasi.” 158. X5 dan X18 ke depan kelas.

159. G “Oke yang lain perhatikan kelompok oval mau membacakan hasilnya. Dibaca

yang keras.”

  “Komandonya bu?” 155. G “Perwakilan.” 156. Terdengar suara kursi diseret.

  “Oke yang sudah ibu meminta perwakilan kelompoknya. Kelompok oval mengerjakan nomor satu.” 154. S

  “Sudah.” 153. G

  “Udah? Yang sudah tunjuk jari kelompok yang sudah. Nomor dua sudah?” 152. SS

  150. Guru masih berkeliling meilhat pekerjaan setiap kelompok. 151. G

  X6: “Pertanyaannya apa? Jawabannya apa? Ga ada pertanyaannya. Ujuk-

ujuknya langsung kemudian ibu memberikan satu potong.”

X13: “Dua perenam. Dua perenam tambah seperempat piro?” X17: “Aku tahu!”

  X28 : “Piye aku arep nulis?” (bagaimana aku akan menulis? Kata X28) 149. BS (Kelompok jajar genjang)

  X28 mencoba menggunakan alat peraga untuk mengerjakan soal nomor dua X2 menuliskan jawaban yang sudah dijawab oleh X28 di lembar kerjanya.

  [163]

  131. G “Di jelaskan ya! Ga hanya gambar ujuk-ujuk misalnya ada jawaban dua perenam. Dijelaskan dari mana itu!”

  “Pakai ini ya!” (sambil menunjukkan papan pecahan). Ga usah ditempel!

142. Siswa di masing-masing kelompok menata potongan pecahan di papan

pecahan.

  Berapa bagian tempe yang dimiliki Vivi sekarang?” 141. G

  “Soal nomor dua… Kakak mempunyai satu bungkus tempe yang dipotong menjadi 3 potong. Kakak memberikan 2 potong tempenya kepada Vivi. Ibu mempunyai tempe yang sama jenisnya dengan tempe kakak. Ibu memotongnya menjadi 4 potong. Kemudian ibu memberikan 1 potong tempenya kepada Vivi.

  “Kalau yang nomor satu sudah alat dipinggirin.” 140. G

  “Oke soal nomor dua yang alat peraga yang sudah ibu berikan ini. Ini untuk menyelesaikan soal nomor dua.” 139. G

  137. Guru membagikan alat peraga papan pecahan kepada setiap kelompok. 138. G

  136. G “Kalau sudah lalu lihat soal nomor dua bawahnya. Bawahnya kamu lihat! Dibaca dulu soal nomor dua di bawahnya!”

  135. BS “Belum bu.”

  134. G “Sudah ya?”

  133. G “Tadi ibu lihat ada yang jawab dua perenam. Dijelaskan dua perenam itu dari mana.”

  132. S “Iya dijelaskan.”

  143. G “a nomor dua digambar oke!”

144. Guru berkeliling di setiap kelompok melihat cara setiap kelompok mengerjakan.

145. G “Udah belum?” 146. BS “Belum.” 147. G “Lima menit lagi.” 148. BS

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  171. X6 dan X13 ke depan kelas. 172. G “Dibaca dulu! Tolong dijelaskan. X13 dibaca yang keras!”

173. S (X13) “Dika dan Diana masing-masing membeli satu loyang pizza yang sama besar

dan rasanya. Dika membagi pizzanya menjadi empat potong yang sama besar, sedangkan Diana membagi pizzanya menjadi dua potong yang sama besar. Dika memberikan satu potong pizzanya kepada Bu Fajar dan beberapa saat kemudian Diana juga memberikan satu potong pizzanya kepada Bu Fajar. Berapakah jumlah bagian pizza yang diterima oleh Bu Fajar?”

  Kakak memberikan 2 potong tempenya kepada Vivi. Ibu mempunyai tempe yang sama jenisnya dengan tempe kakak. Ibu memotongnya menjadi 4 potong. Kemudian ibu memberikan 1 potong tempenya kepada Vivi. Berapa bagian

  184. S (X17) “Kakak mempunyai satu bungkus tempe yang dipotong menjadi 3 potong.

  183. G “Yang lain didengarkan untuk nomor dua. Dibaca dulu soalnya yang keras!”

  X26 dan X17.” 182. X26 dan X17 ke depan kelas.

  176. S (X6) (Menuliskan jawabanya di papan tulis) Kelompok jajar genjang

  ). “Kemudian Diana juga memberikan satu potong pizzanya kepada Bu Fajar.” (mengambil satu potong kertas bergambar pizza setengahan) 175. G “Ya ditulis!”

  

174. S (X6) (Memasukkan potongan kertas gambar pizza seperempatan ke dalam loyang)

Dika membagi pizzanya menjadi empat potong yang sama besar. Dika memberikan satu potong pizzanya kepada Bu Fajar.” (mengambil satu potong kertas bergambar pizza seperempatan

  170. G “Ga ada. Oke kelompok jajar genjang. Iya nomor satu. X6 dan X13. Dibaca yang keras!”

  [164]

  169. SS “Ga.”

  168. G “Ada tanggapan dari kelompok lain? Ada tanggapan dari kelompok lain terhadap kelompok oval? Ada pertanyaan ga?”

  166. G “Tulis kelompok oval!” 167. X5 menulis kelompok oval di atas jawabannya.

  164. G “Dua perenam. Di tulis di depan. Dua perenam dapatnya dari mana?” 165. S X5 menuliskan jawabannya di papan tulis.

  163. G “Dua perenam?”

  “Satu pizza dipotong menjadi empat. Diberikan kepada Bu Fajar satu potong (sambil mengambil satu potongan gambar pizza). Punya Diana dipotong dua lalu diberikan satu potong pizza kepada Bu Fajar (sambil mengambil satu potongan pizza). Jadi jumlah bagian pizza yang diterima oleh Bu Fajar dua perenam.”

  “Dijelaskan!” 162. S (X5)

  jumlah bagian pizza yang diterima oleh Bu Fajar?” 161. G

  • = = 177. G “Oke, terimakasih.” 178. X6 dan X13 kembali ke tempat duduknya masing-masing.

    179. G “Oke untuk nomor satu ibu pakai dua contoh saja. Nomor dua sudah selesai?”

    180. SS “Sudah.”

    181. G “Untuk nomor dua silahkan kelompok segitiga. Kelompok segitiga yang

    menjelaskan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  [165]

  tempe yang dimiliki Vivi sekarang?” 185. X26 menuliskan jawabannya di papan tulis.

  186. G “Menggunakan alat peraga itu tolong dijelaskan X17!”

  187. S (X17) “Tempe yang pertama dipotong menjadi 3 bagian (X17 mengambil 2 potongan pecahan sepertigaan). Tempe yang kedua dibagi menjadi empat bagian. Vivi mendapat satu bagian. Caranya dua pertiga ditambah satu perempat

  .” 188. G

  “Ditulis!” 189. S (X17)

  “Dua tambah satu, per tiga tambah empat sama dengan tiga per tujuh (X17 mendikte X26 yang menulis di papan tulis). Jadi tempe yang dimiliki Vivi sekarang ada tiga per tujuh.”

  190. G

“Oke, terimakasih kelompok segitiga. Silahkan kembali!”

  191. G “Oke satu lagi silahkan maju kelompoknya (menunjuk kelompok lingkaran). Yo dijelaskan!”

  192. X22 dan X12 ke depan kelas. 193. S (X12) “Kakak mempunyai satu bungkus tempe yang dipotong menjadi 3 potong.

  Kakak memberikan 2 potong tempenya kepada Vivi. Ibu mempunyai tempe yang sama jenisnya dengan tempe kakak. Ibu memotongnya menjadi 4 potong. Kemudian ibu memberikan 1 potong tempenya kepada Vivi. Berapa bagian tempe yang dimiliki Vivi sekarang?” 194. X17 menuliskan jawabannya di papan tulis.

  Kelompok lingkaran

  • = 195. G

  “Sudah? Oke terimakasih kelompok lingkaran.” 196. G

  “Sekarang kelompok…Apa itu? (menunjuk kelompok trapesium). Oke maju! Yuk X28 dan X2.” 197. X28 dan X2 ke depan kelas. 198. G

  “Yuk yang keras!” 199. S (X2) “Kakak mempunyai satu bungkus tempe yang dipotong menjadi 3 potong.

  Kakak memberikan 2 potong tempenya kepada Vivi. Ibu mempunyai tempe yang sama jenisnya dengan tempe kakak. Ibu memotongnya menjadi 4 potong. Kemudian ibu memberikan 1 potong tempenya kepada Vivi. Berapa bagian tempe yang dimiliki Vivi sekarang?”

  

200. X28 mengambil 3 potongan kertas pecahan sepertigaan dan diberikan kepada

X2. 201. G “Semua hadap ke depan!” 202. Siswa duduk dan menghadap ke depan.

203. G “Sudah. Oke perhatikan soal nomor satu. Dika dan Diana membeli masing-

masing satu loyang pizza. Ini punya Diana, ini punya Dika (guru menggambar dua lingkaran di papan tulis). Yang mau ribut di luar. Ius hadap depan. Yudis kembali ke tempatnya situ. Dika membagi pizza menjadi empat potong (guru membagi lingkaran pertama menjadi empat bagian). Ini punya Dika ini tadi trus ini punya Diana. Membagi empat potong Dika. Sedangkan Diana membagi pizza menjadi dua (guru membagi lingkaran pertama menjadi dua bagian). Oke Dika memberikan satu potong pizzanya kepada Bu Fajar. Ini diberikan kepada Bu Fajar. Lalu Diana juga memberikan satu potong kepada Bu Fajar. Ini yang ini yang diberikan Bu Fajar. Yang ibu diarsir yang diberikan Bu Fajar. Jadi bu Fajar punyanya, yang dari Dika segini. Jadi milik bu Fajar ada berapa? Dari Dika berapa?”

  204. SS “Seperempat.”

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  “Empat.” 217. G

  226. BS “Empat.” 227. G “Lalu caranya dulu gimana?” 228. BS “Empat dibagi empat kali satu.” 229. G “Empat dibagi empat kali satu berapa?” 230. BS “Empat.” 231. G “Empat dibagi empat berapa?” 232. SS “Satu.” 233. G “Satu kali satu berapa?” 234. SS “Satu.” 235. G “Empat dibagi dua?” 236. SS “Dua.” 237. G “Dua kali satu.” 238. SS “Dua.” 239. G “Kali ini sudah sama belum penyebutnya?” 240. SS “Sudah.” 241. G “Jadi sudah bisa langsung dijumlah….” 242. SS “Kan.” 243. G “Satu tambah dua.” 244. SS “Tiga.” 245. G “Bawahnya tetap tidak?” 246. SS “Tetap.”

  “Nah masih ingatkan. Jadi ga perlu ibu ulang ya. Nanti waktunya kalau diulang waktunya habis. Masih ingat kan karena dulu sudah pernah. KPK dari empat dan dua berapa?”

  “Empat.” 225. G

  

“Oke jadi dicari kelipatannya. Misalnya 2 berarti 2 trus?”

224. S

  “Kelipatan persekutuan terkecil.” 223. G

  “Oke betul. Kalau KPK itu kepanjangan apa to?” 222. S

  “Kalau kelipatan empat, empat, delapan, dua belas.” 221. G

  “Bagaimana?” 220. S

  “Tahu.” 219. G

  “Tahu cara ngitung KPK masih ingat?” 218. SS

  [166]

  205.

  “Dulu sudah pernah lo ya. Ini hanya mengulang. Dicari apanya dulu?” 214. SS KPK 215. G

  “Cari KPK.” 213. G

  

“Tetapi kalau penyebutnya berbeda harus diapakan dulu?”

212. SS

  “Tetap.” 211. G

  Ininya tetap atau ditambah?” 210. SS

  “Ada yang menjawab langsung satu ditambah satu, empat ditambah dua. Jadi ada gini. Padahal kemarin ibu bilang kalau yang penyebutnya berbeda itu tidak bisa langsung ditambah. Kalau penyebutnya sama langsung boleh. Misalnya satu perempat dengan satu perempat. Baru boleh ini ditambah ini langsung dua.

  “Tambah.” 209. G

  Kalau pertanyaannya jumlah, ditambah atau dikurang?” 208. SS

  “Setengah.” 207. G “Jadi ibu punya…. Ini yang ditanyakan jumlah pizza yang diterima ibu Fajar.

  “Pizza yang ibu dapat dari Diana berapa?” 206. SS

  “KPK. KPK dari empat dan dua berapa?” 216. SS

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  264. SS “Empat.”

  276. BS “Bukan.” 277. G “O bukan, berarti ini punya siapa?” 278. SS “Kakak.” 279. G “Ini punya kakak sama punya ibu. Berarti tempenya Vivi yang ini?”

  275. G “Tiga. Pertanyaannya berapa bagian tempe yang dimiliki Vivi sekarang? Iya

tow? Iya ga? Berarti ini kan? Ini bukan tempenya Vivi tadi?”

  274. SS “Tiga.”

  273. G “Satu. Oke satu to berarti masih berapa potong?”

  272. SS “Satu.”

  271. G “Oke satu. Lalu punya ibu diberikan berapa potong kepada Vivi?”

  270. SS “Satu.”

  269. G “Oke ni dua. Oke diberikan kepada Vivi tinggal berapa tempe kakak?”

  268. SS “Dua.”

  267. G “Atas. Diberikan kepada Vivi berapa potong?”

  266. SS “Atas.”

  265. G “Empat. Ini tempe punya kakak ini tempe punya ibu. Lalu kakak memberikan dua potong tempenya kepada Vivi. Tempe kakak yang atas atau yang bawah tadi?”

  [167]

  247. G “Jawabannya?”

  Kakak memberikan 2 potong tempenya kepada Vivi. Ibu mempunyai tempe yang sama jenisnya dengan tempe kakak. Ibu memotongnya menjadi 4 potong. Kemudian ibu memberikan 1 potong tempenya kepada Vivi. Berapa bagian tempe yang dimiliki Vivi sekarang?”

  )” 258. S (X6) “Kakak mempunyai satu bungkus tempe yang dipotong menjadi 3 potong.

  257. G “X6, Bu F minta tolong baca yang keras biar temannya dengar! X6 baca yang

keras! (sambil memasang kartu pecahan di papan pecahan

  Kakak memberikan 2 potong tempenya kepada Vivi. Ibu mempunyai tempe yang sama jenisnya dengan tempe kakak. Ibu memotongnya menjadi 4 potong. Kemudian ibu memberikan 1 potong tempenya kepada Vivi. Berapa bagian tempe yang dimiliki Vivi sekarang?”

  ). Bu F minta tolong soalnya dibacakan yang keras. E X17 yang keras!” 256. S (X17) “Kakak mempunyai satu bungkus tempe yang dipotong menjadi 3 potong.

  255. G “Oke ini untuk soal no satu untuk jawaban nomor satu. Untuk jawaban nomor dua bu F minta tolong X13 dipegang (sambil membawa alat peraga papan pecahan

  254. BS “Ye….!!!”

  253. G “Jajar genjang.”

  252. SS “Jajar genjang.”

  251. BS “Punya siapa kelompok yang betul?”

  250. SS “Tiga perempat.”

  249. G “Jawabannya?”

  248. SS “Empat.”

  259. G “Oke yang pertama tadi Ibu memotong tempenya menjadi berapa?” 260. SS “Tiga.” 261. G “Yang pertama tadi memotong tempenya menjadi berapa?” 262. SS “Tiga.”

263. G “Tiga potong. Ni dipotong. Punya satu tempe to tadi. Punya satu tempe

dipotong tiga ini satu, dua, tiga. Lalu kemudian… o kakak ding maaf. Kakak tadi punya satu tempe dipotong tiga. Ni dipotong tiga. Tolong perhatikan di depan. Lalu ibu m empunyai tempe yang sama besar. Lalu dipotong menjadi?”

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  292. SS “Ga.”

  301. SS “Iya.” 302. SS “Sepertiga.” 303. G “Yang ini diberikan seper….” 304. SS “Empat.” 305. G “Lalu kita cari KPKnya. KPKnya berapa?” 306. SS “Dua belas.” 307. G “Dua belas dibagi tiga?” 308. SS “Empat.” 309. G “Empat dikali dua?” 310. SS “Delapan.” 311. G “Dua belas dibagi empat?” 312. SS “Tiga.” 313. G “Tiga kali satu?” 314. SS “Tiga.” 315. G “Delapan ditambah tiga?” 316. SS “Sebelas.” 317. G “Jadi berapa?” 318. SS “Sebelas per dua belas.”

319. G “Hasilnya sama dengan menggunakan alat peraga tadi. Siapa yang belum

  Ini seperempat, seperempat, seperempat, seperempat. Lalu yang diberikan Vivi sepertiga sama sepertiga to? Iya ga?”

  “E ga selesai-selesai ini. Ini punya kakak dikasih. Ini punya ibu. Berarti tadi berapa? Satu per…tadi kan dikasih dua. Ini kan sepertiga, sepertiga, sepertiga.

  “Empat.” 300. G

  “Ini punya ibu. Diporo berapa?” 299. SS

  “Tiga.” 298. G

  Satu tempe diporo berapa?” (guru menggambar di papan tulis) 297. SS

  296. G “Seperdua belas. Ini kalau pakai peraga. Sekarang bagaimana kalau menghitungnya tanpa alat peraga. Kalau digambar gini ya! Ini punya kakak.

  295. SS “Seperdua belas.”

  293. Guru mengambil pengaris panjang 294. G “Lurusnya sama bilangan berapa?”

  [168]

  280. SS “Iya.”

  290. SS “Ga.”

  289. G “Sama ini lurus?”

  288. SS “Ga.”

  287. G “Sama ini lurus?”

  286. SS “Ga.”

  285. G “Sama ini lurus?”

  284. SS “Ga.”

  Sekarang kalau kita luruskan dari punya Vivi. Lurusnya sama mana to? Sama ini lurus?”

  283. G “Oke bahwa sudah ada pecahan-pecahan ada seperempat sampai seperduabelas.

  282. SS “Iya.”

  281. G “Iya betul? Oke yang ibu pasang yang ini aja. Ini yang punya Vivi ibu pasang di sini. Yang ditanya tadi berapa keseluruhan tempe milik Vivi. Berarti ini ibu jejerin ya?” (sambil menempatkan kartu pecahan saling bersebelahan)

  291. G “Sama ini lurus?”

  [169]

  “Oke kalau LKS ini sudah selesai sampai halaman terakhir, apa saja yang kamu pahami dari pembelajaran hari ini dikumpulkan juga. Namanya jangan lupa.” 332. Siswa mulai mengumpulkan LKS di meja guru.

333. G “Oke kalau sudah ibu akan membagikan satu lembar kertas. Nanti silahkan

kamu tulis namamu, kemudian kamu nanti diminta untuk menuliskan atau membuat satu soal cerita yang materinya tentang pecahan berenyebut berbeda.”

  

342. Siswa terlihat kembali ke tempat duduk masing-masing dan merapikan alat

peraga. 343. G “Siapa memimpin doa?” 344. SS “X30.” 345. G “Yo, sikap doa!” 346. Siswa mulai duduk di kursi masing-masing. X30 berdiri di depan kelas. 347. S (X30) “Mari teman-teman kita berdoa.”

348. SS “Demi nama bapa, demi nama putera, demi nama roh kudus. Amin, amin. Bapa

kami yang ada di surga ………(siswa berdoa Bapa Kami)

349. Siswa mulai keluar kelas untuk istirahat.

  341. G “Oke, hari Senin dibawa dengan sudah dikerjakan. Sudah? Oke kalau sudah ditukarkan siap- siap kita mengakhiri pelajaran matematika.”

  339. BS “Belum.” 340. Siswa saling menukarkan kertas yang sudah ditulisi soal cerita.

  338. G

“Kalau sudah silahkan tukarkan dengan temanmu. Sudah?”

  337. G “Satu soal saja. Satu soal cerita. Silahkan dikerjakan. Kasih nama. Ini semua sudah yang ini (sambil mengangkat lembar evaluasi). Kemudian nanti soal cerita yang kamu buat ditukarkan temannya kaya buku soal itu tukeran. Yang ini siapa yang belum?” (sambil mengangkat LKS).

  334. BS “Nama terserah bu?”

335. G “Namanya terserah. Kalau sudah kamu tulis kemudian kamu berikan kepada

temanmu terserah. Nanti tukeran. Nanti sistemnya kay a buku soal ya. Paham?” 336. Guru membagikan kertas kepada setiap siswa.

  330. Guru membagikan kertas untuk menuliskan refleksi. 331. G

  paham?” 320. G

  328. G “Lalu di halaman yang paling terakhir. Dari banyaknya gambar yang kamu arsir apa saja yang kamu paham pada pembelajaran hari ini. Silahkan ditulis dan jawab pertanyaan- pertanyaannya di lembar kertas ini ya!” 329. Siswa terlihat mengarsir gambar senyum di LKS.

  327. G “Yang sudah mengumpulkan ini, di lembar LKS yang halaman 4 tadi ada refleksi ada gambar smile. Oke bagian refleksi kamu arsir, arsir gambar senyum sesuai dengan pemahaman mu terhadap pelajaran hari ini. Kamu arsir seberapa paham yang kamu terima materi hari ini.”

  326. G “Yang sudah boleh langsung ke depan dikumpulkan.”

  324. G “Silahkan dikerjakan waktunya lima menit. Oke ga banyak bicara. Lima menit dua soal silahkan dikerjakan. Kalau sudah boleh diku mpulkan.” 325. Suasana tenang, semua siswa mengerjakan soal evaluasi.

  322. G “Tulis nama, kelas, nomor absen. Silahkan dikerjakan!” 323. Siswa mulai mengerjakan soal evaluasi.

  

“Oke kalau sudah paham ibu akan bagikan lembar evaluasi.”

321. Guru membagikan lembar evaluasi.

  

TRANSKRIP PENELITIAN PERTEMUAN KETIGA

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  [170]

  Kelas : IV Hari/Tanggal : Senin, 25 Februari 2013 Pukul : 09.20-11.20 Keterangan:

  G = Guru BS = Beberapa Siswa S = Siswa SS = Semua Siswa Xn

  = Nama siswa ke n, n = 1, 2, 3, … Siswa masuk ke dalam setelah istirahat. Siswa duduk di kursinya masing-masing. Guru membuka pembelajaran dengan bertanya tentang pembelajaran matematika pertemuan sebelumnya.

  No. Subjek Percakapan dan kegiatan

1. G

  “Pecahan mengenai apa? Kemarin kita sudah menjumlahkan dengan pecahan dengan penyebut yang sama. Bahkan pertemuan kedua kemarin kita sudah mulai memasuki penjumlahan pecahan dengan penyebut yang berbeda.

  Namun pada kenyataannya masih banyak diantara kalian yang masing bingung. Pecahan yang berpenyebut beda dengan sama kamu sama-sama jumlahkan. Padahal pecahan penyebut berbeda bagaimana cara penyelesaiannya? Dicari apanya dulu? KPKnya dulu. Namun kenyataannya kemarin kamu langsung dijumlahkan sama seperti penyebut sama. X1! (guru menegur X1). Sebelum kita memasuki pelajaran pecahan tentang penjumlahan pecahan berpenyebut beda sebelumnya ibu akan mengadakan kuis dulu. Kuis yang berjudul cepat tepat. Maksudnya apa? Kalau mengerjakan dengan cepat namun hasilnya atau jawabanya tepat, betul. Bukan tepat sembrono, tepat asal, bukan. Tapi cepat tepat. Paham?”

  2. B “Paham.”

  3. G “Dikerjakannya sendiri, pribadi. Ibu akan membagikan kertas, kamu kerjakan sendiri- sendiri tulis nama, nomor, kelas.” 4. Guru membagikan kertas kepada setiap siswa.

  5. G “Posisi kertasnya seperti ini ya (menunjukkan kertas portrait) biar sama.

  Nama, nomor, kelas. Oke kuis cepat tepat seperti mencongak. Soalnya tidak usah ditulis. Yang kamu tulis jawaban menggunakan cara penyelesaiannya.

Pasang telinga. Ibu akan membacakan dua kali. Nama,

nomor, kelas sudah!”

  6. G (Guru mulai membacakan soal ) “Ibu Rina akan membuat roti. Ia

  3

  membutuhkan kg tepung. Karena terlalu banyak air dan lembek, bu Rina

  4

  1

  menambahkan kg tepung lagi. Berapa kg banyak tepung yang digunakan

  3

  untuk membuat roti?

  3 kg tepung.

  Ibu ulangi …. Ibu Rina akan membuat roti. Ia membutuhkan

  4

  1 Karena terlalu banyak air dan lembek, bu Rina menambahkan kg tepung

  3

  lagi. Berapa kg banyak tepung yang digunakan untuk membuat roti? Dijawab dikerjakan menggunakan langkah- langkah!” 7. Siswa mengerjakan soal yang sudah dibacakan guru.

  8. G “Yang menjawab dengan benar, nanti salah satu ada ibu akan minta jawab ke

depan. Jika kalian benar ibu akan berikan bintang.”

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  25. X1 maju menuliskan hasil pekerjaannya di papan tulis.

  39. G “Kalau beda ibu minta diapakan dulu tadi?”

  38. SS “Beda.”

  37. G “Beda atau sama penyebutnya?”

  36. SS “Bawah.”

  35. G “Penyebut itu yang atas atau yang bawah?”

  34. SS “Bawah.”

  33. G “Kamu tahu penyebut yang mana? Penyebut itu yang atas atau yang bawah?”

  32. SS “Beda.”

  31. G “Kita lihat dua jawaban dari temanmu di depan. Yang perlu diperhatikan bagaimana dengan pe nyebutnya? Beda atau sama?”

  30. SS “Sudah.”

  29. G “Sudah?”

  28. X1menuliskan hasil pekerjaannya seperti ini

  26. G “Dihapus punyanya X16.” 27. X1 menghapus pekerjaannya X16.

  [171]

  

9. Siswa masih mengerjakan soal yang dibacakan guru. Guru berkeliling

melihat pekerjaan siswa.

  23. X16 melanjutkan menulis hasil pekerjaannya

  22. G “Ibu tidak bilang salah atau betul, yang ibu minta kamu tulis sesuai yang sudah kamu kerjakan.”

  Tulis ulang! Tulis ulang! Lihat kertasmu X16!” 21. X16 memperlihatkan kertas pekerjaannya kepada guru.

  20. G “Ayo X16! Kan sudah kamu kerjakan, ibu minta kamu tulis ulang di situ.

  18. G

“Tulis saja yang sudah kamu kerjakan ga usah lama-lama.”

19. X16 masih merasa kebingungan.

  16. G “X16 kan sudah dikerjakan tinggal kamu ulang.” 17. X16 kebingungan menulis di papan tulis.

  X13 menulis Jadi kilogram tepung ibu ada X16menulis (X16 tidak segera menuliskan penyebutnya)

  14. G “Digambar boleh, yang ada gambarnya boleh.” 15.

  

13. X16 dan X13 maju ke depan dan menuliskan hasil pekerjaan mereka di papan

tulis hitam.

  Lalu satu lagi…. X13!.”

  12. G “X16 kerjakan ke depan tulis di sebelah sana (sambil menunjuk papan tulis hitam).

  11. SS “Sudah.”

  10. G “Dua orang yang akan ibu minta ke depan. Dua orang. Sudah?”

  24. G “Sudah X16 keburu habis, keburu hari Selasa. Ketawa lagi.. X1! Kalau ngomong, ngobrol, gojek nomor satu. X1 kerjakan!”

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  68. G “Sudah tidak ribut. Silahkan kamu buka halaman lembar yang ketiga! Sudah tidak usah ribut, kamu buka halaman ketiga kegiatan belajar satu. Selesaikan masalah berikut bersama teman kelompokmu dengan menggunakan media! Kamu baca soalnya dalam hati nomor satu. Medianya semuanya sudah terima?”

  61. G “Silahkan di sini berkumpul lingkaran, segitiga, jajar genjang, belah ketupat.

  Oke silahkan kembali ke tempat kemarin aja!”

62. Siswa mencari kelompoknya dan duduk di tempat kelompok masing-masing.

  63. Guru membagikan Lembar Kerja Siswa (LKS).

  64. G “Sudah?”

  65. SS “Sudah.”

  66. G “Silahkan kamu tulis nama, kelas, nomor!” 67. Guru membagikan alat peraga papan pecahan kepada setiap kelompok.

  69. SS “Sudah.”

  59. G “Pengin, nanti kalau pengin masih banyak bintangnya. Kemudian nanti ada kesempatan yang lain asalkan kamu ga gojek. Sekarang silahkan. Kamu masih ingat kelompok terakhir?”

  70. G “Ibu membeli kg gula pasir. Kemudian ibu membeli lagi kg gula pasir.

  Berapa kg gula pasir yang dimiliki ibu sekarang ? Menggunakan media!” 71. Siswa mulai mengerjakan dengan menggunakan media.

  72. G “Sudah?” 73. Guru berkeliling melihat pekerjaan siswa.

  74. G

“Silahkan tunjuk jari kelompok siapa yang sudah selesai!”

  75. BS “Aku…”. (semua siswa kelompok X13)

  76. G “Kelompok lain sudah?”

  60. SS “Masih…”

  [172]

  40. SS “Cari KPK.”

  47. G “Tiga kali tiga?”

  41. G “Sudah betul ditambah, tiga perempat ditambah satu pertiga. Berapa KPK dari empat dan tiga?”

  42. SS “Dua belas.”

  43. G “Berapa?”

  44. SS “Dua belas.”

  45. G “Dua belas bagi empat?”

  46. SS “Tiga.”

  48. SS “Sembilan.”

  57. G “Disimpan dulu baru nanti ditempel di kertas.”

  49. G “Dua belas dibagi tiga?”

  50. SS “Empat.”

  51. G “Empat kali satu?”

  52. SS “Empat.”

  53. G “Sembilan ditambah empat?”

  54. SS “Tiga belas.”

  55. G “Hanya saja ini kurang pas ini. Jadi kilogram tepung ibu ada… jadi tepung ibu ada makah betul. Jadi tepung ibu atau tepung milik ibu sekarang. X13 ibu berikan bintang satu!” 56. Siswa bertepuk tangan. Guru memberikan bintang kepada X13.

  58. BS

“Pengin….” (siswa berteriak ingin mendapatkan bintang).

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  94. S (X8) “Bisa.”

  Ada yang punya tanggapan atau punya jawaban lain atau mungkin mau

  113. G “Ga bisa duduk, dah X23 duduk! Oke lihat ke depan untuk soal nomor satu.

  “Oke X29 bisa menjelaskan tidak?” 112. S (X29) “Ga bisa bu.”

  X15 menuliskan jawabannya di papan tulis sebagai berikut + = = 109. G “Oke satu lagi kelompok X29 dan X23. X29 yang menjelaskan.”

110. S (X29) “Satu perdua ditambah satu perempat, yo kui lo.” (Satu perdua ditambah satu

perempat, ya itu lo kata X29 sambil menunjukkan kepada X23) 111. G

  106. G “X31 menjelaskan pakai ini, X15 yang menulis.” (guru menunjuk papan pecahan yang ditempel di papan tulis) 107. S (X31) “Satu perdua ditambah satu perempat sama dengan tiga perempat.” 108.

  “Kelompok persegi. Kelompok mana lagi yang sudah siap?” 105. Guru menunjuk kelompok X31.

  “Persegi.” 104. G

  “Oke ini kelompok?” 103. BS

  98. G “Oke!” 99. X25 masih menulis di papan tulis. 100. G “Jawabanmu sama ga dengan X8?” 101. X28 mengangguk. X28 melanjutkan menulis jawabannya di papan tulis

  97. G “Satu perdua di tambah satu perempat sama dengan tiga perempat ditarik ke bawah jadinya tiga perempat.”

  96. G “Di dengarkan! Yang mau gojek silahkan di luar!”

  95. G

“Bisa, X25 yang menulis di papan, X8 yang menjelaskan.”

  

93. G “Lingkaran. Ini jawaban dari kelompok lingkaran. Kelompok mana lagi yang

sudah mengerjakan nomor satu? X8 bisa menjawab yang pakai ini?”

  [173]

  92. BS “Lingkaran.”

  91. G “Ini jawaban dari kelompok apa?”

  

90. Guru meminta salah satu dari kelompok X10 untuk menuliskan caranya di

papan tulis. + = =

  89. G “Kelompoknya dibantu, kelompoknya siapa yang akan membantu. Ini bagaimana dijelaskannya kalau pakai media.”

  X10 memasang kertas pecahan di papan pecahan yaitu dan

  87. G “Pehatikan ke depan. Yang tidak memperhatikan ga ibu beri bintang.” 88.

  86. G “Pakai ini ga papa.” (sambil menunjukkan alat peraga papan pecahan yang sudah ada di depan kelas.)

  84. G “Kerjakan nomor satu!” 85. X10 ke depan kelas dan akan menulis di papan tulis.

  82. G “Nomor satu yang sudah siap tunjuk jari.” 83. Kelompok X4 tunjuk jari.

  81. SS “Sudah.”

  80. G “Sudah?”

  78. G “Kalau nomor satu sudah silahkan ke nomor dua.” 79. Siswa sibuk menggunakan alat peraga dan menatanya.

  77. BS “Belum.”

  • = = 102. G

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  127. G “Itung!”

  X17 menulis di papan tulis + = = 150. G “Siapa yang mau menanggapi jawaban dari X17? Siapa? X28? Maju ke depan!”

  “X17 punya jawaban lain maju ke depan!” 149.

  “Yang tadi bisa menjelaskan jawabannya?” 148. G

  “Empat.” 147. G

  134. SS “Empat.” 135. G “Empat bagi dua?” 136. SS “Dua.” 137. G “Dua kali satu?” 138. SS “Dua.” 139. G “Empat bagi empat?” 140. SS “Satu.” 141. G “Satu kali satu?” 142. SS “Satu.” 143. G “Dua tambah satu?” 144. SS “Tiga.” 145. G “Tiga per…?” 146. SS

  133. G “Kalau penyelesainya seperti ini dicari KPK dulu. KPK dari dua dan empat adalah…”

  132. SS “Empat.”

  131. G “Tiga per…?”

  130. SS “Empat.”

  129. G “Tiga per…?”

  128. SS “Satu, dua, tiga.”

  [174]

  mengerjakan atau memperbaiki jawaban temannya yang salah atau mau

menjelaskan dengan papan pecahan silahkan tunjuk jari!”

  125. G “Lurusnya dengan seperempat yang sini. Lalau seperempatnya da berapa ini?” 126.

  124. SS “Seperempat.”

  123. G “Seperempat (guru memasangkan kertas pecahan seperempat di papan pecahan). Lihat ke depan! Yang mau ribut silahkan ribut ya. X6 mau teriak- teriak lagi boleh. Ibu ga akan menegur lagi terserah. Yo silahkan diluruskan! Lurusnya dengan berapa?”

  122. SS “Seperempat.”

  120. G “Satu perdua atau setengah kilogram tepung.” (guru memasang kertas pecahan setengah di papan pecahan) 121. G “Kemudian karena lembek kebanyakan air ibu menambahkan berapa lagi?”

  119. SS “Satu perdua kilogram.”

  “Oke lihat ke depan! Masih ada tanggapan? Atau mungkin yang punya jawaban lain? Lihat ke depan. Saat ibu ingin membuat roti ibu mempunyai berapa tepung?”

  

117. X11 ke depan dan menghapus jawaban yang ditulis kelompok X10 dan

memperbaikinya menjadi + = = 118. G

  116. G “X11 silahkan! Maju ke depan!”

  115. BS “X11…”

  114. BS “X6 bu…X6…!”

  L SS “Tiga.”

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  168. X2 dan X32 ke depan kelas. 169. G

  “Satu pertiga ditambah tiga perempat (X26 meluruskan kartu pecahan yang sudah disatukan ke bawah). Satu perduabelas, dua perduabelas, tiga

  182. Guru menunjuk X26 dan X10 ke depan kelas. 183. X26 dan X10 ke depan kelas. 184. S (X26)

  X9 menuliskan jawabannya sebagai berikut 181. BS “Aku bu..aku bu….!” (siswa saling berebut ingin memberi tanggapan).

  179. G “X24 menjelaskan X9 yang nulis.” 180.

  

177. G “Oke yang tidak mau mendengar silahkan. Ada tanggapan dari jawaban dari

kelompok trapesium. Ada tanggapan atau ga atau jawaban lain. Yang punya jawaban lain tunjuk jari! Kelompoknya X9 jawabannya sama? Yuk maju!” 178. X9 dan X24 ke depan kelas.

  “Satu perduabelas, dua perduabelas, tiga peduabelas, empat perduabelas, lima perduabelas, enam perduabelas, tujuh perduabelas, delapan perduabelas, sembilan perduabelas, sepuluh perduabelas, sebelas perduabelas, dua belas perduabelas, tiga belas perduabelas.”

  “Diitung!” 176. SS

  “Sepertiga ditambah tiga perempat sama dengan tiga belas perduabelas.” 175. G

  “Sudah yang tidak mau mendengarkan silahkan!” 174. G

  “X28 yang menjelaskan X32 yang menulis.” 170. G X28 bisa membantu?

171. X32 menulis menulis di papan tulis jawabannya sebagai berikut

172. X28 ke depan kelas untuk menjelaskan. X28 memasang kartu pecahan satu

pertiga dan 3 kertas pecahan satu perempat lalu menggabungkannya menjadi satu. 173. G

  [175] 151. X28 maju ke depan.

  152. S (X28) “Dua dan empat KPK nya empat di sini delapan.”

  165. G “Sudah betul tapi kurang tepat.” 166. Guru memberikan satu bintang kepada X28 dan X17.

  164. SS “KPK.”

  X17 menuliskan di belakang pekerjaannya tadi. 161. G “Oke, sama jawabannya?” 162. SS “Sama.”

163. G “Sama maka ibu bilang bisa hanya saja kurang tepat. Maka yang lebih tepat

penyebutnya dicari apanya dulu?”

  160.

  159. G “Bisa hanya saja kurang tepat. Bisa hanya saja kurang tepat. Coba disederhanakan lagi X17!”

  158. SS “Bisa.”

  157. G “Bisa tidak?”

  156. SS “Bisa.”

  155. G “Tapi pakai cara ini bisa atau tidak?”

  154. S (X28) “Empat.”

  153. G “Dua dan empat KPK nya empat di sini delapan. Jangan di hapus dulu. Dua dan empat KPKnya adalah…”

  167. G “Sekarang soal nomor dua. Soal nomor dua silahkan kelompok X28. Yang maju X2 dan X32.”

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  206. SS “Dua belas.”

  220. BS “Ada yang salah bu!”

  219. G “Betul jawaban temanmu?”

  218. SS “Betul.”

  217. G “Betul yang tadi pakai peragaan?”

  216. SS “Tiga belas per dua belas.”

  215. G “Empat ditambah sembilan.”

  214. SS “Sembilan.”

  213. G “Tiga kali tiga?”

  212. SS “Tiga.”

  211. G “Dua belas dibagi empat?”

  210. SS “Empat.”

  209. G “Empat dikali satu?”

  208. SS “Empat.”

  207. G “Dua belas dibagi tiga?”

  [176]

  peduabelas, empat perduabelas, lima perduabelas, enam perduabelas, tujuh perduabelas, delapan perduabelas, sembilan perduabelas, sepuluh perduabelas, sebelas perduabelas, dua belas perduabelas, tiga belas perduabelas.”

  192. SS “Belas.” 193. G “Bilangan seperduabelas. Iya ga?” 194. SS “Iya.” 195. G “Sekarang dihitung!”

196. SS “Satu perduabelas, dua perduabelas, tiga peduabelas, empat perduabelas, lima

perduabelas, enam perduabelas, tujuh perduabelas, delapan perduabelas, sembilan perduabelas, sepuluh perduabelas, sebelas perduabelas, dua belas pe rduabelas, tiga belas perduabelas.”

  185. G “Sudah…oke, lihat ke depan ada empat jawaban. Ibu minta tolong dibacakan yang keras soalnya… X12 soalnya dibacakan yang keras. Yang mau ribut silahkan ribut.”

  186. S (X12) “Satu pertiga ditambah tiga perempat sama dengan. 187. G

  “Berapa?” 188. S (X12) Satu pertiga di tambah tiga perempat.

  189. G “Satu pertiga (guru memasangkan kartu pecahan satu pertiga ke papan pecahan) ditambah tiga perempat. Tiga perempat itu berarti seperempatannya ada berapa?”

  190. SS “Tiga.”

  191. G “Ada tiga, seperempat, seperempat, seperempat. Berarti totalnya ada tiga perempat. Kalau misalnya boleh ditarik lurus, ini ditarik lurus. Ini yang paling sejajar ini bilangan seper dua…?”

  197. G “Ada berapa?”

  204. SS “Dua belas.”

  198. SS “Tiga belas perduabelas.”

  199. G “Kalau pakai cara FPB dari tiga dan empat.”

  200. BS “Ga..”

  201. G “O salah?”

  202. SS “KPK.”

  203. G “KPK dari tiga dan empat?”

  205. G “Dua belas atau delapan?”

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  235. G “Paham.”

  249. SS “Kelipatan persekutuan terkecil.”

  248. G “Bintangnya dikumpuliin dulu. KPK singkatan dari?”

  3 = 3,6,9,12,15,18,21 4= 4,8,12,16,20,24 Dan melingkari angka 12 246. G “Bintang satu untuk X13, X6.” 247. Guru memberikan bintang kepada X13 dan X6.

  244. G “Berarti yang dicari KPKnya ini dan ini tiga dan empat. Sekarang tolong kalau masih ada yang bingung cari KPK Bu F minta tolong X13yang tadi bilang yang menjawab cari KPK sekarang cari KPKnya tiga dan empat.” 245. X13 mengerjakan di papan tulis.

  243. SS “Bawah.”

  239. SS “Penyebut.” 240. G “Yang dicari KPKnya dulu apanya dulu? 241. SS “Penyebut.”

242. G “Berarti yang dicari KPKnya dulu ini dan ini ya (guru menunjuk 3 dan 4). Iya

kan? Penyebut itu yang letaknya di atas atau yang bawah?”

  238. G “Ini namanya apa?” (guru menunjuk angka 3 pada pecahan )

  237. SS “Pembilang.”

  236. G “Ini namanya apa?” (guru menunjuk angka 1 pada pecahan )

  [177]

  221. G “Kelompoknya siapa ini?”

  

233. G “Oke yang mau mendengarkan silahkan mendengarkan, yang ga mau

mendengarkan ibu tidak akan mengulang.”

  232. G “Penyebut pecahan yang berbeda harus dicari KPKnya dulu. Lalu bagaimana dengan pembilangnya. Ius tadi bilang untuk penyebut yang berbeda harus dicari KPKnya dulu lalu bagaimana nasib pembilangnya? X6!”

  231. S (X13) “Penyebut pecahan yang berbeda harus dicari KPKnya dulu.”

  229. Beberapa siswa tunjuk jari (X11, X13) 230. G “Oke X13! Yang keras!”

  “X1 ibu yakin kamu belum jelas kamu gojek wae. Sekarang dilihat jawaban kamu. Ada yang punya tanggapan atau ada yang mau menyampaikan sesuatu berkaitan dengan penjumlahan pecahan berepenyebut beda. Siapa yang bisa menyimpulkan? Siapa yang bisa menyimpulkan dari pembelajaran hari ini mengenai penjumlahan pecahan berpenyebut ber beda.”

  227. Siswa mulai diam. 228. G

  226. G “Ibu ga mau ribut. Mau ribut silahkan ibu tunggu dulu. Karena di luar sudah ribut. Kalau kalian ribut, nanti jadinya kayak pasar.”

  224. G “Tadi kelompok yang bener tunjuk jari!” 225. Guru membagikan bintang kepada kelompok yang menjawab benar.

  223. G “Karena kakehan gojek.”

  222. BS “Kelompoknya X9.”

  234. G “Tadi X13 menyimpulkan bahwa penjumlahan pecahan yang mempunyai penyebut berbeda itu penyebutnya harus dicari KPKnya dulu. Oke betul. Lalu bagaimana nasib pembilangnya lalu X6 sudah menjawab. Pembilangnya itu caranya KPK yang sudah ketemu o penyebutnya dibagi dulu kalau sudah hasilnya dikalikan dengan pembilangnya. Paham penjelasan dari X6? Paham?”

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  264. G “Jelas?”

  

282. G “Lima soal. Ibu minta kamu membuat lima soal pecahan menggunakan atau

berpenyebut berbeda. Nanti ibu minta kalian membuatkan lima soal tapi penyebutnya harus beda ga boleh sama. Pecahan berpenyebut beda.

  280. G “Kalau paham, tidak ada pertanyaan nanti seperti biasa Ibu F meminta kalian untuk membuat soal tapi tidak cuma satu.” 281. S “Enam.”

  279. SS “Paham.”

  278. G “Oke, siapa yang masih belum paham atau bingung bahkan belum sama sekali mengerti tentang penjumlahan pecahan dengan penyebut sama atau berbeda? Paham semuanya? Paham?”

  277. G “Kalau sudah kembali ke tempat duduknya semula.”

  269. Siswa menempelkan bintang miliknya di LKS masing-masing. 270. Guru membagikan lembar evaluasi. 271. G “Tulis nama, nomor absen. Kerjakan soal evaluasi!” 272. S “Bu kalau sudah di kumpul?” 273. G “Nanti. Teliti dulu! Jangan lupa tulis jadi!” 274. G “Kalau sudah lembar evaluasinya di kumpul ke ibu!” 275. Siswa mulai mengumpul lembar evaluasinya ke depan kelas.

276. G “Kalau sudah seperti biasa lembar LKSmu yang bintang diarsir dan jawab

refleksinya di kertas!”

  268. G “Ga ada. Kalau tidak ada pertanyaan yang punya bintang. Yang punya bintang lo ya. Yang punya bintang silahkan tempel di LKS paling belakang.”

  267. SS “Tidak ada.”

  266. G “Ada pertanyaan sampai di sini?”

  265. SS “Jelas.”

  [178]

  250. G “Kelipatan persekutuan terkecil. Liat ke depan, KPK dari 3 dan 4 berapa?”

  262. G “Paham?”

  261. SS “Tetap.”

  260. G “Lalu penyebutnya tetap atau berubah?”

  259. SS “Tiga belas.”

  257. SS “Sembilan.”

258. G “Sembilan taruh sini bu. Lalu tinggalah dijumlahkan. Empat tambah

sembilan.”

  256. G “Lalu tulis di sini bu. Lalu yang kedua KPK yang kedua dibagi bilangan yang satunya lagi. Dua belas dibagi empat hasilnya tiga bu. Kalau sudah tiga dikalikan pembilangnya tiga.”

  255. SS “Empat.”

  “Oke, ibu ingin menjabarkan tulisan dari X6. Pasang telinga! Bu ini penyebutnya dicari KPK nya dulu. Ni nyarinya begini bu caranya. Sudah ketemu bu KPKnya. Berapa? Dua belas. Tak tulis di sini. Kalau sudah begini bu KPK yang sudah ketemu tadi dibagi dengan penyebut yanga da di depan. Dua belas dibagi tiga bu. Berapa? Empat. Kalau sudah ketemu empat dikali pembilangnya. Empat kali satu?”

  

253. X6 ke depan dan memberikan tanda panah untuk setiap langkah mengerjakan

penjumlahan pecahan berpenyebut beda. 254. G

  252. G “Lalu tadi jawaban X6, sudah ibu kasih bintang sekarang dijelaskan. Dengan jawaban ini dapat dua belas dari mana?”

  251. SS “Dua belas.”

  263. SS “Paham.”

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  [179]

  Kemudian nanti ibu minta kalian menukarkannya kepada teman sebangkunya.”

  283. S (X1) “Aku sendiri.”

  284. G “Siapa yang sendiri?”

  285. S “X1, X21.”

  286. S (X1) “Aku ma princess.”

  287. G “Siapa princess?”

  288. S (X1) “X14!.”

  289. G “Kenapa kok dipanggil princess? Kalo ngece X14 dengan sebutan princess kamu ngece ibu. Makanya ibu kan tanya to. Ga boleh saling ngece-ngece. Ga ada yang ece-ecenan. Ibu akan bagikan kertas tidak usah soal cerita ga papa.

  Soal seperti ini (guru menunjuk soal di papan tulis ). Tapi lima soal!” 290. Guru membagikan kertas kepada siswa.

  291. G “Silahkan ditulis soalnya!” 292. Siswa menuliskan soalnya di lembar kertas yang dibagikan guru.

  293. G “Silahkan tukarkan dengan teman sebelahnya. Tulis ini di buku penghubung!” 294. Guru mengumpulkan hasil pekerjaan siswa.

  295. G “Udah dimasukkan, sudah ditukarkan dengan temannya?”

  296. SS “Sudah.”

  297. G “Oke kita tutup kegiatan ini dengan berdoa sekalian berdoa untuk istirahat!”

TRANSKRIP PENELITIAN PERTEMUAN KEEMPAT

  Kelas : IV Hari/Tanggal : Kamis, 28 Februari 2013 Pukul : 07.00-09.00 Keterangan:

  G = Guru BS = Beberapa Siswa S = Siswa SS = Semua Siswa Xn

  = Nama siswa ke n, n = 1, 2, 3, … Guru memulai pembelajaran dengan mengajak siswa untuk bernyanyi Pizza hut.

NO. SUBJEK PERCAKAPAN DAN KEGIATAN

  G 1. “Berdiri semuanya. Kita mulai satu, dua tiga.” SS

2. “Pizza hut, pizza hut, kentucy, fried chicken, pizza hut. Pizza hut, pizza hut,

kentucy, fried chicken, pizza hut.”

  3. G “Ga semangat, ga mau ibu. Sekarang pakai gerakannya, pakai goyang- goyangnya. Satu, dua tiga!”

  4. SS “Pizza hut, pizza hut, kentucy, fried chicken, pizza hut.”

  5. G “Ulangi!”

  6. SS “Pizza hut, pizza hut, kentucy, fried chicken, pizza hut.”

  7. G “Sekali lagi!”

  8. SS “Pizza hut, pizza hut, kentucy, fried chicken, pizza hut.”

  9. G “Sekali lagi!”

  10. SS “Pizza hut, pizza hut, kentucy, fried chicken, pizza hut.”

  11. G “Oke sudah panas?”

  12. BS “Belum.”

  13. BS “Sudah.”

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  29. G “Yang belum dapet? Kalau kamu ribut tidak akan ibu mulai. Kalau masih ribut ibu tidak akan memulai permainannya. Nanti ibu akan membacakan soal cerita kemudian di dalam soal cerita itu akan ada angka-angka yang akan ibu sebut.

  42. G “Pasang telinganya lagi belum selesai. Setelah selesai membeli kue tart

  41. Guru berkeliling melihat setiap kelompok.

  Siswa mulai berkumpul dengan kartu angka yang jumlahnya tiga.

  39. G “Pada suat hari hari Bu Ratna pergi ke sebuah toko roti. Di toko roti yang bernama toko roti Vani, Bu Ratna membeli kue tart blackforest yang enak sekali. Kue tart itu Bu Ratna beli untuk pesta ulang tahun anaknya. Bu Ratna membeli roti itu sebanyak tiga kotak.” 40.

  38. Siswa masih ribut.

  37. G “Kalau teriak-teriak ibu cut sampai situ ga ibu teruskan lagi. Pasang telinga ibu bacakan! Pada suatu hari…..

  36. SS “Paham.”

  35. G “Pasang telinga. Ibu bacakan. Tetapi tidak boleh teriak-teriak. Paham?”

  34. SS “Paham.”

  33. G “Oke. Silahkan kamu cari kumpul. Paham?

  32. BS “Satu per dua dan satu berkumpul.”

  31. G

“Satu per duanya ada empat berkumpul atau gimana lagi?”

  30. BS “Satu per duanya ada empat berkumpul.”

  Kemudian kamu sudah memegang kartu-kartu yang isinya setengah dan satu. Ada yang setengah dan satu. Itu nanti untuk apa Bu F? Pasang telinga! Itu nanti saat ibu membacakan soal cerita dimana itu nanti ada angka-angkanya, kamu berkumpul menjadi satu membentuk satu kesatuan angka itu. Misalnya ibu baca nenenenenenenenne…. membeli dua. Lah nanti kamu berkumpul dua

itu bisa satu dengan satu berkumpul. lalu bisa apa lagi?”

  [180]

  14. G

“Belum panas? Kalau belum panas kita berjemur diluar.”

  27. SS “Ribut.”

  26. G “Syaratnya tidak boleh…?”

  25. SS “Ye…”

  Kalau yang berpenyebut sama kesalahannya kamu kurang teliti saat menghitung. Saat menjumlahkan atau mengurang kerena buru-buru makanya salah. Sebelum masuk ke materi kita akan main- main dulu.”

  

24. G “Lah kali ini kita akan belajar dua-duanya. Pecahan berpenyebut sama dan

pecahan berpenyebut beda. Kemarin sudah ibu rasa sebagian besar paham ya.

  23. SS “Beda.”

  G “Pecahan berpenyebut?”

  SS “Sama.” 22.

  G “Pecahan berpenyebut sama?” 21.

  SS “Pecahan.” 20.

  18. G “Kemarin tiga pertemuan kemarin kita belajar apa?” 19.

  SS Pecahan.

  16. G “Nanti berjemuran kalo sudah siang biar lebih panas. Tadi kita sudah bergoyang. Olahraga pagi dengan goyang-goyang pantat megalmegol kayak bebek. Sekarang kita mulai ke pelajaran. Pelajaran kali ini kita akan membahas tentang apa?” 17.

  15. BS “Hore!!”

  28. Guru membagikan potongan kertas yang bertuliskan berbagai pecahan kepada setiap siswa.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  59. SS “Woooooooooo…….” 60. Siswa sibuk berkumpul dengan kartu angka yang jumlahnya sepuluh.

  75. G “Sebelumnya ibu mau mencongak atau mengulang materi yang sudah kita pelajari. Yang bisa tidak usah teriak-teriak. Tunjuk jari nanti ibu tunjuk. Yo pasang telinganya!”

  74. Siswa mulai diam.

  73. G “Kita mulai dengan materi. Itu nanti apa itu namanya nanti dikumpulkan lagi,

taruh dipinggir dulu. Sebelumnya ibu mau mencongak.”

  Guru dan siswa yang ada di depan berjoget sesuai lagunya.

  

71. SS “Pizza hut, pizza hut, kentucky, fried chicken, pizza hut. Pizza hut, pizza hut,

kentucky, fried chicken, pizza hut. Pizza hut, pizza hut, kentucky, fried chicken, pizza hut.” 72.

  70. G “Yuk, satu, dua, tiga!”

  69. SS “Wawawawawawwawa…..”

  68. G “Kalian yang nyanyi biar mereka yang joget.”

  67. S “Dihukum.”

  66. G “Yang tidak dapat pasangan kita nyanyiin pizza hut yuk..

  65. Ada empat siswa yang tidak dapat pasangan yaitu X32, X25, X20, dan X30.

  64. G “Yang tidak dapat pasangan di sini yang sudah dapat pasangan duduk di tempatnya.

  62. G “Siapa yang tidak dapat pasangan?” 63. X20 tunjuk jari.

  61. Guru mengecek setiap kelompok.

  [181]

  tersebut Bu Ratna akhirnya pulang ke rumahnya dengan membawa roti yang baru saja dibelinya tadi. Di tengah perjalanan Bu Ratna bertemu dengan Bu Puspa. Bu Ratna dan Bu Puspa adalah sahabat setia.”

  49. Guru berkeliling melihat setiap kelompok.

  43. SS “Weeeeee….”

  44. S “Romantis.”

  45. G “Sahabat setia mulai dari kecil.”

  46. SS “Weeeee…..”

  47. G “Karena Bu Ratna sayang dengan Bu Puspa, akhirnya tiga roti yang dibeli tadi diberikan kepada sahabatnya Bu Puspa sebanyak dua kotak.”

  48. Siswa mulai berkumpul dengan kartu angka yang jumlahnya dua.

  50. G “Sesampainya di rumah ternyata ada tetangganya lagi yang memberi kue sebagai hadiah untuk anaknya yang berulang tahun. Tetangga Bu Ratna tersebut memberi hadiah kepada anaknya yang ulang tahun berupa roti sebany ak…”

  

57. Siswa mulai ribut dan berkumpul dengan temannya dengan kartu angka yang

jumlahnya empat.

  51. S “Tiga.”

  52. S “Empat.”

  53. G “Satu.”

  54. SS “Ye…….” 55. Siswa berkumpul kembali dengan kartu angka yang jumlahnya satu.

  56. G “Oke. Kemudian Bu Ratna memberikan 1 kotak kue tart miliknya kepada bibi.

  Jadi sisa roti tart tadi dimakan oleh anaknya sebanyak e mpat.”

  58. G “Kemudian di pesta ulang tahu tersebut, Bu Ratna mengundang teman-teman anaknya yang sedang merayakan ulang tahun dan membagikan lagi kue tart tersebut sebanyak sepuluh.”

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  G “Tiga puluh empat per tiga puluh lima. Nek kamu jawabnya tiga empat per tiga lima ibu salahkan. Kalau tiga empat itu terdiri dari tiga dan empat. Tiga lima itu tiga dan lima. Tapi kalau digabungkan tiga puluh empat dan tiga

puluh lima. Yang berpeyebut beda ibu tulis atau diktekan?

  114. G “Oke. Ibu akan bagi kelompok. Pasang telinga! Maju ke depan ya kelompoknya. X12, X19, X22, X3. Ini jadi satu kelompok. X6, X14, X33, X23. X26, X29, X31, X16 jadi satu kelompok. X11, X8, X30, X25 jadi satu

  113. SS “Paham.”

  112. G “Oke. Paham?”

  111. SS “Betul.”

  110. G “Betul?”

  108. G “Tunjuk jari! X30!” 109. X30 mengerjakan soal ketiga di papan tulis.

  106. G “Satu lagi.” 107. Guru menuliskan soal ketiga di papan tulis.

  104. G “Yuk X27! (Guru sambil memberikan spidol) 105. X27 mengerjakan soal penjumlahan pecahan di papan tulis.

  102. G “Soal kedua.” 103. Guru menuliskan soal kedua di papan tulis.

  101. SS “Tul…”

  100. G “Be….”

  98. G “Empat perdelapan? Ibu bilang kemarin cari KPKnya dulu kalau cara bodon bisa tempat perdelapan. Ibu sudah ajarkan cara yang betul lo ya. Sekar maju ke dapan.” 99. X10 mengerjakan di papan tulis.

  96. G “Yang gampang dulu.” 97. Guru menuliskan soal penjumlahan pecahan berpenyebut beda.

  95. SS “Tulis.”

  [182]

  76. G “Tujuh persembilan ditambah enam persembilan.” 77. Beberapa siswa tunjuk jari.

  G “Kalau tiga empat pertiga lima salah atau betul?” 93.

  91. S (X13) “Tiga empat pertiga lima.” 92.

  Guru menunjuk X13.

  G “Satu lagi yang berpenyebut masih sama. Sekarang angkanya ibu beri yang lebih gede. Dua puluh satu per tiga puluh lima ditambah tiga belas per tiga puluh lima.” 90.

  G “Oke.” 89.

  87. S “Dua puluh enam pertujuh belas.” 88.

  86. Guru menunjuk siswa yang duduk di belakang.

  85. G “Masih bernyebut sama. Dua belas pertujuh belas ditambah empat belas pertujuh belas.”

  84. S (X1) “Dua puluh perduabelas.”

  82. G

“Sembilan perduabelas ditambah sebelas perduabelas.”

83. Guru menunjuk X1.

  81. S “Aku Bu…”

  80. G “Nanti yang mau dapat bintang minta Bu V. Yang tertib tapi.”

  79. S (X28) “Tiga belas persembilan.”

  78. Guru menunjuk X28.

  SS “Salah.” 94.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  125. G “Sudah? Yang belum kelompok mana? Oke tiga menit lagi!” 126. Beberapa kelompok angkat tangan.

  138. SS “Penjumlahan pecahan berpenyebut sama yang dijumlahkan hanya pembilanya saja. Penjumlahan pecahan berpenyebut berbeda dicari KPKnya

  “Oke ini nanti tidak semuanya maju tapi nanti dikumpul. Secara garis besar seperti ini. Kesimpulannya seperti ini. Yang lain sama seperti ini walau kata- katanya beda. Sekarang yang ini dibaca bareng- bareng. Satu, dua, tiga.”

  134. X28 menulis hasil diskusi kelompok di papan tulis. 135. G “Dibaca bareng-bareng!”

136. SS “Kesimpulan. Jika menambahkan pecahan berpenyebut sama hanya

ditambahkan pembilangnya penyebutnya tidak ditambahkan. Contoh dua perempat tambah tiga perempat sama dengan lima perempat. Jika menambahkan pecahan berpenyebut beda dicari KPKnya dulu. Contoh dua perempat tambah tiga perlima sama dengan sepeuluh ditambah dua belas per dua puluh sama dengan dua puluh dua per dua puluh. 137. G

  133. G “Lalu kelompok berikutnya yang sudah siap. Kelompok X28 tulis di papan tulis.

  131. G “Sekarang bacakan hasil kesimpulannya.” 132. X25 menuliskan hasil diskusi kelompok di papan tulis.

  129. SS “Sudah.” 130. Guru menunjuk kelompok lima.

  128. G “Sudah ya. Sudah?”

  127. G “Halaman ketiga ini ya, kegiatan belajar satu.”

  [183]

  

kelompok. X17, X5, X9, X10, X1 jadi satu kelompok.”

115. Siswa mulai ramai karena guru keluar kelas karena ada tamu.

  Guru membagikan Lembar Kerja Siswa. 124.

  

Siswa berdiskusi dalam kelompoknya masing-masing.

123.

  121. G “Kalau gojek saja ga mau berpikir ga usah ditulis namanya. Oke silahkan tulis hari tanggal. Kalau sudah tulis nama anggota kelompoknya. Kalau sudah tulis nama anggota kelompoknya silahkan kamu buat kesmpulkan dari yang sudah ibu bacakan tadi.” 122.

  Yang lainnya ikut berpikir, ikut berikan pendapat, ikut berebuk. Oke.” 120. Guru membagikan satu kertas untuk setiap kelompok.

  118. SS “Bisa.”

119. G “Nanti perwakilan satu kelompok satu orang yang nulis. Yang tulisannya rapi.

  Kalian sudah dalam satu kelompok. Ibu akan bagikan satu lembar kertas masing-masing kelompok. Nanti kalau ada anggota kelompoknya yang menggangu atau gojek sendiri atau ga mau mikir ibu suruh keluar aja atau ga usah dicantumkan namanya dalam kelompok. Perintahnya begini, nanti kalian dalam satu kelompok silahkan dirembug bersama, dipikirkan mengenani pecahan. Kalian diminta untuk menyimpulkan atau membuat kesimpulan dari pola penjumlahan pecahan yang berpenyebut sama dan pola penjumlahan pecahan berpenyebut beda. Bisa di pahami?”

  117. G “X1 masuk sini X1…! (Guru meminta X1 masuk ke kelompok dua). X32 sini (Guru meminta X32 ke kelompok lima). Sudah. Dengarkan ibu, pasang telinga.

  116. G “Oke. X21, X27, X2. Kelompok satu sini. (Guru menunjukkan tempat duduk masing-masing kelompok). Kelompok dua, tiga, empat, lima, enam, tujuh, delapan.”

  G “Sudah? Kalau kamu lupa kamu baca ulang halaman kedua. Soalnya ada di dalam.”

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  150. G “Ya boleh maju ke sini!”

  

159. Guru mengakhiri pembelajaran dengan berdoa dan siswa keluar kelas untuk

istirahat.

  157. BS “Udah.” 158. Guru menempelkan hasil siswa di papan tulis belakang kelas.

  156. G “Oke kelompok satu sudah selesai.”

  “Kalau sudah terbentuk ketua pecahan di sini tulis pecahannya berapa misalnya pecahan seten gah ya di sini. Sini pecahan sini kelompok.” (guru memberi contoh cara menulisnya dengan menggambar di papan tulis)

  “Lima menit lagi selesai tidak selesai dikumpulkan!” 155. G

  153. Guru berkeliling melihat pekerjaan siswa. 154. G

  151. G “Dah semua sudah dapat masing-masing satu potong kertas. Dan satu papan setiap kelompoknya. Tugasnya silahkan dengan potongan-potongan kertas tadi kamu bentuk menjadi sebuah pecahan dan kemudian kamu temple di lingkaran pada papan. Pecahan terserah berapa itu! Ditempel- tempel!”

152. Siswa mulai menggabungkan potongan-potongan kertas menjadi sebuah

pecahan.

  [184]

  dahulu lalu penyebut yang sudah sama dibagi oleh penyebut yang berbeda dan

pembilangnya dikali oleh penyebutnya lalu dijumlahkan.”

139.

  G “Tulis salah satu kelompok satu, kelompok dua, tulis di pojok, kelompok tiga, kelompok empat!”

  148.

  146. Siswa mengumpulkan lembar evaluasi di meja guru.

147. Guru membagi siswa menjadi 4 kelompok berdasarkan urutan meja. Guru

membagikan papan dan membagikan potongan kertas kepada setiap siswa.

  “Kerjakan sendiri-sendiri. Tidak lagi kelompok. Nanti dikumpul.” 145. Siswa mengerjakan soal evaluasi dengan tenang.

  143. Guru membagikan kertas evaluasi kepada setiap siswa. 144. G

  141. G “Kalau sudah silahkan kamu kembali ke tempat duduknya masing-masing.” 142. Siswa duduk kembali ke tempat duduknya semula.

  140. SS “Ga.”

  G “Bahasanya berbeda tapi intinya sama. Itu nanti hasil kesimpulannya dikasih di pinggir. Sampai sini yang belum paham siapa? Tunjuk jari! Ga ada?”

  149. S “Bu boleh maju?”

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  95 Tuntas

  95 Tuntas

  22. X22

  85 Tuntas

  23. X23

  60 Tidak Tuntas

  24. X24

  75 Tuntas

  25. X25

  95 Tuntas

  26. X26

  27. X27

  85 Tuntas

  65 Tuntas

  

28. X28 92,5 Tuntas

  29. X29

  95 Tuntas

  30. X30

  95 Tuntas

  31. X31

  95 Tuntas

  

32. X32 42,5 Tidak Tuntas

  33. X33

  70 Tuntas Jumlah 2205 93,94%

  21. X21

  [185]

PENILAIAN COMPETENCE

  Keterangan : Nilai KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal) = 62

  12. X12

  No. Siswa Nilai Produk Kriteria 1.

  X1

  75 Tuntas 2. X2 87,5 Tuntas 3. X3 100 Tuntas 4.

  X4

  65 Tuntas 5. X5 100 Tuntas 6. X6 100 Tuntas 7. X7 100 Tuntas 8.

  X8

  95 Tuntas 9. X9 92,5 Tuntas

  10. X10

  75 Tuntas

  

11. X11 87,5 Tuntas

  80 Tuntas

  85 Tuntas

  13. X13

  95 Tuntas

  14. X14

  95 Tuntas

  15. X15

  85 Tuntas

  

16. X16 100 Tuntas

  17. X17

  95 Tuntas

  18. X18

  75 Tuntas

  19. X19

  20. X20

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

Nama Siswa Nilai Pertemuan 1 Nilai Pertemuan 2 Nilai Pertemuan 3 Nilai Pertemuan 4 Jumlah Nilai Rata-rata

X1 100 75 100 100 375 91.66667

  X33 100 75 100 100 375 91.66667

Jumlah 2800 2925 2950 3300 11975 3058.333

Rata-rata 90.32258 88.63636 95.16129 100 362.8788 94.69697

  75 100 100 375 91.66667 X31 100 75 100 100 375 91.66667

X32 - 100 100 100 300 100

  75 100 100 375 91.66667

X28 100 100 100 100 400 100

X29 100 75 100 100 375 91.66667 X30 100

  75 75 100 100 350 91.66667 X26 75 100 100 100 375 100 X27 100

  75 100 100 100 375 100 X24 100 100 75 100 375 91.66667 X25

  X21 100 75 100 100 375 91.66667 X22 - 75 100 100 275 91.66667 X23

  X18 75 100 - 100 275 100 X19 75 100 75 100 350 91.66667

X20 100 100 100 100 400 100

  75 75 100 100 350 91.66667 X16 100 75 100 100 375 91.66667

X17 100 100 100 100 400 100

  [186]

NILAI CONSCIENCE

  75 100 100 100 375 100 X13 100 100 75 100 375 91.66667

X14 100 100 100 100 400 100

  75 100 100 100 375 100 X11 100 100 75 100 375 91.66667 X12

  75 75 100 100 350 91.66667 X9 100 100 75 100 375 91.66667 X10

  X8

  75 100 100 375 91.66667

  X5 75 100 - 100 275 100 X6 100 100 75 100 375 91.66667 X7 100

  75 75 100 100 350 91.66667

  X4

  X2 75 100 100 100 375 100 X3 100 75 100 100 375 91.66667

  X15

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  98.5 X29

  94 100 75 100 369

  92.25 X20 100 100 100 100 400 100 X21 100 75 100 100 375

  93.75 X22 100 100 100 100 400 100 X23

  94 75 100 100 369

  92.25 X24 100 100 100 100 400 100 X25 100 75 100 100 375

  93.75 X26 - 100 100 100 300 100 X27 100

  75 75 100 350

  87.5 X28 94 100 100 100 394

  94

  94 75 100 100 369

  75 75 100 344

  86 X30

  94 75 100 100 369

  92.25 X31 100 75 100 100 375

  93.75 X32 - 100 100 100 300 100 X33

  94

  75 75 100 344

  86 Jumlah 3034 2900 2825 3300 12059 3114.25

Rata-rata 97.87097 87.87879 91.12903 100 365.4242 94.37121

  92.25 X17 100 100 100 100 400 100

X18 100 100 - 100 300 100

X19

  [187]

NILAI COMPASSION

  Nama Siswa Skor Pertemuan 1 Skor Pertemuan 2 Skor Pertemuan 3 Skor Pertemuan 4 Skor Jumlah Rata-rata

  75 75 100 350

  X1

  94

  75 75 100 344

  86 X2 100 100 100 100 400 100

  X3

  94

  75 75 100 344

  86 X4 100

  87.5 X5 94 100 - 100 294

  94 75 100 100 369

  98 X6 100

  75 75 100 350

  87.5 X7 100 75 100 100 375

  93.75 X8 100

  75 75 100 350

  87.5 X9 100 100 100 100 400 100

X10 100 100 100 100 400 100

X11 100 100

  75 100 375

  93.75 X12 100 100 100 100 400 100 X13 100 100 75 100 375

  93.75 X14 100 100 100 100 400 100 X15

  92.25 X16

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  [188]

FOTO KEGIATAN IMPLEMENTASI

  Siswa membentuk kelompok Siswa menggunakan media bolu dan tahu Siswa presentasi di depan kelas Guru menggunakan papan pecahan

  Siswa bermain papan harga

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  [189]

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  [190]

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  [191]

BIODATA PENULIS

  Stevani Ika Pratiwi dilahirkan di Kulon Progo tanggal 24 Februari 1990. Penulis lulus SD tahun 2002 dari SD Pangudi Luhur Boro. Pada tahun 2002 penulis melanjutkan pendidikan di SMP Pangudi Luhur Boro. Pada tahun 2005 melanjutkan studi ke SMA Pangudi Luhur Van Lith Muntilan. Tahun 2009penulis terdaftar sebagai mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Selama menempuh studi di Universitas Sanata Dharma, penulis aktif dalam kegiatan Montessori club dan

  HMPS PGSD tahun 2011

Dokumen baru

Aktifitas terkini

Download (381 Halaman)
Gratis

Tags

Dokumen yang terkait

Implementasi perangkat pembelajaran penjumlahan pecahan menggunakan pendekatan PMRI di kelas IV SD BOPKRI Demangan III Yogyakarta.
0
1
314
Implementasi perangkat pembelajaran geometri menggunakan pendekatan PMRI siswa kelas IV B di SD Krekah Bantul.
0
0
454
Implementasi perangkat pembelajaran bangun ruang dengan pendekatan PMRI Kelas IV SD Kanisius Totogan Sleman.
0
0
2
Implementasi perangkat pembelajaran penjumlahan pecahan menggunakan pendekatan PMRI di kelas IV SD Kanisius Condongcatur Sleman.
0
0
383
Implementasi perangkat pembelajaran penjumlahan pecahan menggunakan pendekatan PMRI di kelas IV SD N Daratan Minggir Sleman.
1
2
397
Implementasi perangkat pembelajaran penjumlahan pecahan menggunakan pendekatan PMRI di kelas IV SD Pangudi Luhur Sedayu Bantul.
0
4
328
Pengembangan perangkat pembelajaran yang mengakomodasi kontribusi siswa pada penjumlahan pecahan dengan pendekatan PMRI kelas IV A SD Negeri Adisucipto I.
0
1
250
Implementasi perangkat pembelajaran geometri menggunakan pendekatan PMRI siswa kelas IV B di SD Krekah Bantul
0
0
452
Implementasi perangkat pembelajaran penjumlahan pecahan menggunakan pendekatan PMRI di kelas IV SD BOPKRI Demangan III Yogyakarta
0
1
312
Pengembangan perangkat pembelajaran penjumlahan pecahan yang mencakup interaktivitas dengan pendekatan PMRI di kelas IV-A SDN Tegalrejo II tahun pelajaran 2011/2012 - USD Repository
0
0
200
Pengembangan perangkat pembelajaran penjumlahan pecahan yang mengakomodasi kontribusi siswa dengan pendekatan PMRI di kelas IV SD Kanisius Kintelan I - USD Repository
0
0
175
Pengembangan perangkat pembelajaran yang menggunakan pemodelan dalam menyelesaikan masalah penjumlahan pecahan dengan pendekatan PMRI kelas IV A SDN Tegalrejo 2 - USD Repository
0
0
193
Pengembangan perangkat pembelajaran yang mengakomodasi kontribusi siswa pada penjumlahan pecahan dengan pendekatan PMRI kelas IV A SD Negeri Adisucipto I - USD Repository
0
0
248
Pengembangan perangkat pembelajaran penjumlahan pecahan yang menggunakan kontribusi siswa dengan pendekatan PMRI di kelas IV-A SD Negeri Tegalrejo II - USD Repository
0
0
227
Implementasi perangkat pembelajaran penjumlahan pecahan menggunakan pendekatan PMRI di kelas IV SD Pangudi Luhur Sedayu Bantul - USD Repository
0
0
326
Show more