Implementasi perangkat pembelajaran penjumlahan pecahan menggunakan pendekatan PMRI di kelas IV SD Kanisius Condongcatur Sleman - USD Repository

Gratis

0
0
381
2 days ago
Preview
Full text

IMPLEMENTASI PERANGKAT PEMBELAJARAN PENJUMLAHAN PECAHAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN PMRI DI KELAS IV SD KANISIUS CONDONGCATUR SLEMAN SKRIPSI

IMPLEMENTASI PERANGKAT PEMBELAJARAN PENJUMLAHAN PECAHAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN PMRI DI KELAS IV SD KANISIUS CONDONGCATUR SLEMAN SKRIPSIDiajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Oleh:Stevani Ika Pratiwi Motto:Janganlah takut, sebab Aku menyertai engkau, janganlah bimbang, sebab Aku ini Allahmu; Aku akan meneguhkan, bahkan akan menolongengkau; Aku akan memegang engkau dengan tangan kanan-Ku yang membawa kemenangan (Yesaya 41:10)Skripsi ini kupersembahkan kepada:  My Lord Jesus Christ yang selalu memberkatisetiap langkah hidupku  Orang tua “Tarcicius Ngateno dan “Yuliana

HALAMAN MOTTO DAN PERSEMBAHAN

Motto:Janganlah takut, sebab Aku menyertai engkau, janganlah bimbang, sebab Aku ini Allahmu; Aku akan meneguhkan, bahkan akan menolongengkau; Aku akan memegang engkau dengan tangan kanan-Ku yang membawa kemenangan (Yesaya 41:10)Skripsi ini kupersembahkan kepada:  My Lord Jesus Christ yang selalu memberkatisetiap langkah hidupku  Orang tua “Tarcicius Ngateno dan “Yuliana

PERNYATAAN KEASLIAN KARYA

  Saya menyatakan dengan sesungguhnya bahwa skripsi yang saya tulis ini tidak memuat karya atau bagian karya orang lain, kecuali yang telah disebutkandalam kutipan dan daftar pustaka, sebagaimana layaknya karya ilmiah. Penelitian ini bertujuan untukmengetahui proses implementasi perangkat pembelajaran penjumlahan pecahan menggunakan pendekatan PMRI di kelas IV dan mengetahui kemunculanindikator-indikator kelima karakteristik PMRI pada implementasi di SD KanisiusCondongcatur.

KATA PENGANTAR

  Terimakasih untuk teman-temanku: Vivi dan Aris yang telah meminjamkan printernya sehingga skripsi ini dapat tersusun dengan baik. Semua pihak yang tidak bisa disebutkan satu persatu oleh penulis, yang telah membantu, memberikan dukungan, semangat, doa, dan inspirasi hingga PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL ....................................................................................

BAB I PENDAHULUAN Dalam bab ini akan diuraikan lima hal, yaitu latar belakang penelitian

A. Latar Belakang

  Hal ini didukung dengan hasil wawancara informal peneliti kepadabeberapa siswa kelas IV SD Kanisius Condongcatur tentang mata pelajaran dan materi yang mereka anggap sulit. Supinah (2008:7) juga mengungkapkan bahwa pembelajaran matematika dengan pendekatan kontekstual atau realistik Salah satu pembelajaran matematika yang berorientasi pada pengalaman sehari-hari atau realistik dan menerapkan matematika dalam kehidupan sehari-hariadalah Pendidikan Matematika Realistik.

2. Mengetahui kemunculan indikator-indikator setiap karakteristik pada

  Perangkat pembelajaranPerangkat pembelajaran merupakan perangkat yang digunakan oleh guru dan siswa dalam proses pembelajaran yang terdiri dari bahan ajar, silabus, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), Lembar Kegiatan Siswa (LKS), dan soal evaluasi. Pendekatan PMRIPendekatan Pendidikan Matematika Realistik Indonesia (PMRI) adalah suatu pendekatan pembelajaran yang diadaptasi dari Realistic Mathematic Education (RME) dan dirancang untuk pembelajaran matematika di sekolah yang disesuaikan dengan kondisi dan budaya Indonesia.

BAB II LANDASAN TEORI Pada bagian landasan teori ini dibahas beberapa hal terkait dengan teori-teori

A. Kajian Pustaka

  dalam penelitian. Landasan teori ini dibagi menjadi dua bagian, yaitu kajian pustaka dan kerangka berpikir.

1. Implementasi

2. Perangkat Pembelajaran

  Berdasarkan pendapat Trianto tersebut,peneliti menyimpulkan bahwa perangkat pembelajaran merupakan perangkat yang digunakan oleh guru dan siswa dalam proses pembelajaran yang terdiri dari bahanajar, silabus, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), Lembar Kegiatan Siswa(LKS), dan soal evaluasi. Mulyasa (2008:154) menyatakan bahwa RPP yang baik adalah RPP yang memberikan petunjuk yang operasional tentang apa-apa yang pembelajaran mata pelajaran per topik bahasan yang memberikan petunjuk operasional untuk hal yang harus dilakukan guru dalam pembelajaran.

3. Pecahan a

  Dalam ilustrasigambar, bagian yang dimaksud adalah bagian yang diperhatikan, yang ditandai dengan arsiran. Sedangkan menurut Marsigit (2009:34) pecahan adalah bilangan yang dinyatakan dalam bentuk , dengan a dan b adalah bilangan bulat, b ≠ 0, dan b bukan faktor dari a.

3 Jawab : + = =

4 4 4 4 2) Penjumlahan berpenyebut berbeda Penjumlahan berpenyebut berbeda supaya dapat memperoleh hasil, maka penyebutnya harus disamakan terlebih dahulu yaitu dengan mencari pecahansenilai atau mencari KPK dari kedua penyebut (Sukayati, 2003:12).

b) Penjumlahan pecahan berpenyebut berbeda dengan mencari KPK

1 1 4

3 Jawab : Penyebut kedua pecahan adalah 4 dan , maka dicari KPK dari 4 dan yaitu 12

1 1 3 4

7 Jadi, + = + =

  4 3 12 12 12 4. Pengertian Pendekatan Pembelajaran Pendekatan pembelajaran dapat diartikan sebagai titik tolak atau sudut pandang kita terhadap proses pembelajaran, yang merujuk pada pandangantentang terjadinya suatu proses yang sifatnya masih sangat umum, di dalamnya mewadahi, menginspirasi, menguatkan dan melatari metode pembelajaran dengancakupan teoritis tertentu (Komalasari, 2011:54).

b. Pendekatan Pendidikan Matematika Realistik Indonesia (PMRI) 1)

  Pendekatan PMRI merupakan sebuah pendekatan pembelajaran yang mengadaptasi pendekatan pembelajaran Matematika di Belanda yangdikembangkan oleh Hans Freudenthal di Institut Freudenthal sejak tahun 1971 yang diberi nama Realistic Mathematic Education (RME) (Hadi, 2005:7). Berdasarkan beberapa kutipan di atas dapat disimpulkan bahwa pendekatanPendidikan Matematika Realistik Indonesia (PMRI) adalah suatu pendekatan pembelajaran yang diadaptasi dari Realistic Mathematic Education (RME)dirancang untuk pembelajaran matematika di sekolah yang disesuaikan dengan kondisi dan budaya Indonesia.

2) Prinsip-prinsip PMRI

  Dikatakan progresif karena terdiriatas dua langkah yaitu matematisasi horizontal (berawal dari masalah kontekstual yang diberikan dan berakhir pada matematika formal) danmatematisasi vertical (dari matematika formal ke matematika formal yang lebih luas atau lebih tinggi atau lebih rumit). Berdasarkan hal-hal tersebut, perlu suatu perangkat pembelajaran yang menyajikan kegiatan-kegiatan yang membuat siswa mampu menemukan konseppenjumlahan pecahan dengan konteks yang dapat ditemui dan dibayangkan oleh siswa.

BAB II I METODE PENELITIAN Bab ini akan menguraikan tentang metode penelitian ini yang terdiri dari

  Jenis Penelitian Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui proses implementasi perangkat pembelajaran penjumlahan pecahan dan mengetahui kemunculan indikator-indikator setiap karakteristik PMRI pada implementasi perangkat pembelajaran penjumlahan pecahan menggunakan pendekatan PMRI di Kelas IV SD KanisiusCondongcatur. Subjek PenelitianSubjek penelitian ini adalah siswa kelas IV SD Kanisius Condongcatur, Yogyakarta tahun ajaran 2012/2013 yang berjumlah 33 orang yang terdiri dari 14 siswa perempuan dan 19 siswa laki-laki.

2. Revisi perangkat pembelajaran

  Setelah pengimplementasian, peneliti menyebarkan angket responsiswa kepada beberapa siswa dan melakukan wawancara kepada siswa dan guru. Hal ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui respon siswa dan guru setelah melakukan pembelajaran menggunakan pendekatan PMRI.

D. Instrumen Penelitian

Ada beberapa instrumen yang digunakan dalam penelitian. Berikut dijelaskan

2. Instrumen pengumpulan data

  Berikut penjelasan dari masing-masing instrumen yang digunakan untuk memperoleh data kuantitatif: 1) Lembar validasi perangkat pembelajaran Pada penelitian ini, peneliti menggunakan lembar validasi perangkat pembelajaran yang digunakan dalam penelitian tahun lalu yaitu penelitianPusporini (2012:186-190). Lembar pedoman wawancara siswa dapat dilihat pada lampiran halaman (122)2) Dokumentasi Dokumentasi yang digunakan dalam penelitian ini yaitu rekaman video proses pembelajaran, foto-foto kegiatan dan rekaman suara pada saatwawancara siswa dan guru.

E. Teknik Pengumpulan Data

  Siswa diminta untuk mengisi angkettersebut dengan melihat kategori jawaban sesuai hal yang dialami oleh siswa pada saat pembelajaran. Soal Evaluasi Teknik pengumpulan data dari instrumen lembar soal evaluasi adalah dengan membagikan lembar soal evaluasi dan meminta setiap siswa untukmengerjakan soal tersebut di kegiatan akhir pembelajaran pada pertemuan keempat.

F. Teknik Analisis Data

  Analisis yang digunakan dalam penelitian ini ada dua macam, yaitu: 1. Berikut adalah kategori hasil ubahan dengan skala empat yang mengadopsi kriteria penilaian dari Anzwardalam disertasi Fatima Setiani (2011:171).

2. Teknik Analisis Data Kualitatif

  Transkripsi dari wawancara guru dan siswa menunjukkan respon guru dan siswa setelah melakukan penelitian. Melalui transkripsi tersebut peneliti dapat melihatrespon guru dan siswa, proses implementasi perangkat pembelajaran dan juga kemunculan indikator-indikator dari setiap karakteristik PMRI.

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Pada Bab IV ini peneliti akan menguraikan analisis data hasil penelitian

  Penelitian tahun lalu merupakan penelitian pengembangan yang menghasilkan produk berupa perangkat pembelajaran penjumlahan pecahan dengan pendekatan dan mengetahui komponen pembelajaran matematika yang dibutuhkan untuk mengakomodasi pembelajaran dengan pendekatan PMRI. Dalam RPPjuga dirancang pembelajaran menggunakan media dan alat peraga yang dekat dengan kehidupan siswa seperti bahan makanan (bolu, tahu, roti pizza), papanpizza, gambar pizza, dan papan pecahan.

B. Paparan Revisi Perangkat Pembelajaran

Sebelum melakukan penelitian, peneliti perlu melakukan revisi untuk

1. Silabus dan RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran)

  Perubahan alokasi tersebut yaitu sebagai berikut: Tabel 4.1 Revisi Alokasi Waktu pada Silabus dan RPP Pertemuan Penelitian tahun lalu Revisi Alasan1 2 x 35 menit (2 JP) 3 x 40 menit (3 JP) Alokasi waktu pada penelitian ini ditambah 1 JP karena waktu yang2 2 x 35 menit (2 JP) 3 x 40 menit (3 JP) digunakan pada penelitian tahun lalu3 2 x 35 menit (2 JP) 3 x 40 menit (3 JP) masih kurang untuk mencakupseluruh kegiatan pembelajaran. Revisi yang dilakukan yaitu perangkat pembelajaran penjumlahan pecahan menggunakan pendekatan PMRI yang dipadukan dengan cirikhas pendekatan PPR yaitu adanya kegiatan yang menampilkan konteks, pengalaman, evaluasi, refleksi, dan aksi.

1 Eksplorasi : a

  Siswa diminta untuk menyelesaikanmasalah yang dibacakan oleh guru dengan menggunakan papan pizza yang telahdisiapkan oleh guru. Siswa diminta untuk menyelesaikanmasalah yang dibacakan oleh guru dengan menggunakan papan pizza yangtelah disiapkan oleh guru.

2 Eksplorasi: a

  Guru memberikan kesempatan bertanyakepada siswa yang belum paham terhadap materi yang disampaikan. Guru memberikan kesempatan bertanyakepada siswa yang belum paham terhadap materi yang disampaikan.utuh, setengahan, sepertigaan, seperempatan, seperlimaan, seperenaman,seperdelapanan, sepersembilanan, sepersepuluhan, sepersebelasan, danseperduabelasan) untuk membantu siswa menyelesaikan soal.

3 Eksplorasi Pengalaman belajar dan PMRI 4 (Penggunaan a

  kelompok dimintaBeberapa Beberapamempresentasikan hasil diskusi mempresentasikan hasil diskusi (jawaban) (jawaban) mereka di depan kelas dengan mereka di depan kelas dengan menuliskanmenuliskan hasil jawaban pada papan hasil jawaban pada papan tulis.tulis. Siswa yang lain diberikan kesempatan e.untuk memberikan tanggapan terhadap Siswa yang lain diberikan kesempatan untuk memberikan tanggapan terhadap hasil pekerjaan kelompok yang presentasi.hasil pekerjaan kelompok yang presentasi.

4 Eksplorasi: Pengalaman belajar dan PMRI (Penggunaan a

  Sedangkan pada penelitian ini perangkat tersebut direvisi sesuai dengan perumusan indikator menurut pendekatan PPR yaitu aspek 3 C (competence,conscience, dan compassion), sebagai berikut: Tabel 4.3 Revisi Indikator pada Silabus dan RPP Pertemuan Penelitian tahun lalu Revisi Alasan 1 Kognitif Competence Indikator pada penelitian tahun lalu terdiri dari kognitif, afektif, dana. penjumlahan pecahan berpenyebut sama dalam mengungkapkan pendapatnyadi hadapan guru dan teman.tentang penjumlahan pecahan berpenyebut sama di hadapan guru danteman” karena peneliti akan lebih melihatkegiatan siswa yang menunjukkan karakteristik PMRI yaitu penggunaankontribusi siswa.

3 Pada rumusan tujuan pertama pada

  2 Siswa dibagi menjadi beberapa kelompok Siswa dibagi menjadi beberapa kelompok Perubahan ini dilakukan peneliti yang terdiri dari 3 siswa berdasarkan yang terdiri dari 4-5 siswa berdasarkan karena dengan pertimbangan apabilabentuk nomor dada yang diberikan. 2 Refleksi dan penguatan yaitu dengan Siswa merefleksikan pembelajaran hari ini Revisi dilakukan karena pada pertanyaan perasaanmu dengan mengarsir gambar emoticon smile penelitian tahun lalu hanya melihat”Bagaimana setelah mempelajari materi ini?” dan menjawab beberapa pertanyaan perasaan siswa setelah pembelajaranrefleksi.

4 Pada penelitian tahun lalu tidak ada kegiatan yang menunjukkan aksi

  10x 100 Revisi ini dilakukan untuk disesuaikan dengan penilaian 2 Nilai kognitif: 10 NilaiCompetence = 10 Conscience = 12 Nilai akhir = ((Nilai competence + nilai conscience + nilai compassion): 3) x 100Revisi ini dilakukan untuk disesuaikan dengan penilaiansetiap indikator pembelajaran dan penilaian yang dilakukan di SDKanisius yang menggunakan pendekatan PPR. Kecakapan Hidup Penambahan aspek kecakapan hidup yang dituliskan pada silabus pembelajaran, seperti berikut ini: Tabel 4.10 Revisi Kecakapan Hidup pada Silabus dan RPP Pertemuan Penelitian tahun lalu Revisi Alasan1,2,3,dan 4 Pada penelitian tahun lalu kecakapan hidup tidak dirumuskan dalam silabus.

2. Lembar Kerja Siswa

  Kegiatan Belajar Kegiatan belajar siswa pada LKS lebih diuraikan, kemudian peneliti memberikan beberapa tambahan sebagai berikut: Tabel 4.11 Revisi Kegiatan Belajar pada Lembar Kerja Siswa Pertemuan Penelitian tahun lalu Revisi Alasan 1 Kegiatan belajar 1 Kegiatan belajar 1 Perubahan kegiatan ini dilakukan karena pada bagian ini penggunaanPerhatikan video yang diputarkan oleh Bergabunglah dengan kelompokmu dan LCD sangat tidak efisien sebabgurumu! Selesaikan masalah berikut ini Selesaikan masalah berikut ini menggunakan Peneliti memberikan tambahan perintah menggunakan cara kalian sendiri cara kalian sendiri dengan bantuan alat yaitu menuliskan cara dan menyertakandengan bantuan alat peraga yang telah peraga yang telah kalian pilih.

3 Pada penelitian tahun lalu tidak terdapat gambar ilustrasi soal a

  Peneliti merevisi soal latihan direvisi dengan menguraikan kalimat-kalimatnya, berikut revisi dan alasannya: Tabel 4.13 Revisi Soal Latihan pada Lembar Kerja Siswa Pertemuan Penelitian tahun lalu Revisi Alasan 1 Soal a Soal a Peneliti mengubah atau mengganti nama- nama dalam soal cerita menjadi namasiswa kelas IV SD Kanisus Condongcatur untuk lebih dekat dan dibayangkan olehsiswa sebab nama-nama yang ada di soal merupakan nama teman mereka. Dika membagi pizzanya untuk lebih dekat dan dibayangkan oleh yang sama besar sedangkan Putri membagi menjadi 4 potong yang sama besar, siswa sebab nama-nama yang ada di soalpizzanya menjadi 2 bagian yang sama besar.

2 Kakak mempunyai satu bungkus cerita yang mudah untuk diselesaikan

  Kemudian ibu 3siswa menggunakan media papan tempe yang dipotong menjadi 3memberinya lagi seperempat kue yang sama potong. Refleksi dan Aksi Refleksi dan aksi sudah dijelaskan pada bagian revisi pada silabus dan RPP.

3. Bahan Ajar

  Kartuperintah ini berisi kalimat perintah dan siswa diminta 2.dari potongan-potongan Siswa berkumpul dengan teman yang memiliki potongan puzzle berwarna sama.untuk melaksanakannya sesuai dengan tulisan di kartukertas yang disusun tersebut. Setelah semua siswa berkumpul menjadi kelompok, siswa dalam kelompok tersebut diminta untuk membalikkertas perintah tersebut dan menggabungkannya dengan teman 1 kelompok sehingga menjadi gambar yang utuh.

4. Soal Evaluasi

  Revisi yang dilakukan peneliti dalam soal evaluasi, yaitu: Tabel 4.15 Revisi Soal Evaluasi Pertemuan Penelitian tahun lalu Revisi Alasan 1 Soal 1 Soal 1 Peneliti mengubah soal cerita tersebut dengan tidakmenggunakan bilangan pecahan secara eksplisit namun bentukpecahan tersebut dijelaskan melalui kalimat cerita. Soal evaluasi pada pertemuan 2, 3, dan 4 masih samamenggunakan soal evaluasi pada penelitian tahun lalu.

C. Validasi Perangkat Pembelajaran

  Hal yang dilakukan oleh peneliti setelah melakukan revisi perangkat pembelajaran adalah melakukan validasi perangkat pembelajaran oleh 2 dosenahli dan 1 guru. Dosen yang melakukan validasi merupakan dosen Matematika yang ahli tentang pendekatan PMRI sedangkan guru yang melakukan validasiadalah guru kelas IV di sekolah yang digunakan untuk penelitian.

D. Hasil Uji Keterbacaan

  Peneliti memilih siswa di SD tersebut karena proses pembelajarandan kemampuan siswa di SD tersebut hampir sama dengan SD KanisiusCondongcatur. Peneliti memilih 6 siswa sebagai responden yaitu 2 siswa yang termasuk kelompok yang memiliki kemampuan tinggi, 2 siswa yang memilikikemampuan sedang, dan 2 siswa yang memiliki kemampuan rendah.

E. Paparan Hasil Analisis dan Pembahasan Implementasi Perangkat Pembelajaran

Pada bagian ini dipaparkan tentang implementasi perangkat pembelajaran penjumlahan pecahan di kelas IV SD Kanisius Condongcatur yang terdiri darideskripsi pelaksanaan dan hasil implementasi serta pembahasan sebagai berikut.

1. Deskripsi Proses Implementasi Perangkat Pembelajaran

  Padapertemuan awal guru melakukan tanya jawab dengan siswa tentang materi dan kegiatan yang sudah dilakukan pada pertemuan sebelumnya kemudian gurumenjelaskan tujuan pembelajaran hari ini yaitu siswa mampu menjumlahkan pecahan berpenyebut berbeda. Setelah itu guru meminta siswa untuk membuat satu buah soal cerita tentang penjumlahanpecahan berpenyebut berbeda dan menukarkannya kepada temannya untuk dikerjakan dan dikumpulkan pada pertemuan selanjutnya.

2. Hasil Analisis Kemunculan Indikator Setiap Karakteristik PMRI

  Setelah melihat proses pembelajaran penjumlahan pecahan menggunakan perangkat pembelajaran dengan pendekatan PMRI, peneliti menganalisiskemunculan indikator-indikator setiap karakteristik PMRI pada proses siswa misalnya dengan adanya nama-nama siswa yang ada di kelas tersebut dalam soal cerita. Hal ini terlihat ketika siswa mengambil dua kartu pecahan sepertigaan dan satu kartu pecahan seperempatan yang mengibaratkan 2 1 pecahan dan .

4 Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa permasalahan

  Siswa memahami permasalahan yang terdapat dalam soal kemudian siswa dapat mampu menemukan konsep pecahan dibantu dengan penggunaanmedia pembelajaran. Namun ada juga transkripsi yang menunjukkan bahwa ada beberapa siswa yang belum memahamipermasalahan kontekstual yang dibacakan oleh guru, yaitu pada transkripsi III 1 : 15-17.

4 X16menulis = (X16 tidak segera menuliskan penyebutnya) +

  4 3 (16) G : “X16 kan sudah dikerjakan tinggal kamu ulang.” tersebut belum memahami cara menyamakan penyebut sebelum kedua pecahan tersebut dijumlahkan. Siswa belum menemukan konsep penjumlahan pecahan berpenyebut berbeda dalam proses diskusidalam kelompok.

2) Menggunakan permainan

  Ketika guru menyebutkan sebuah bilangan, siswa segera mencari temannya untukmembentuk jumlah dari bilangan tersebut dengan menggunakan kertas yang Selain menggunakan permainan, guru juga menggunakan lagu untuk lebih membuat siswa bersemangat. Akan membentuk apa?” (13) SS : ”Lingkaran”.(14) G : ”Lingkaran itu akan membentuk apa?” (15) SS : ”Pecahan”.(16) G : ”Kelompok yang ungu pecahan berapa?” (17) BS : ”Dua perempat” (hanya siswa yang memegang kertas ungu yang menjawab)Selain permainan ”Mencari Pasangan” terdapat permainan atau ”Kuis Cepat Tepat” pada pertemuan ketiga.

3) Menggunakan media dan alat peraga

  Siapa yang sudah pernah makan pizza?” (16) BS : ”Aku…!!!!!” (17) S : ”Setiap hari.” (18) G : ”Setiap hari?” (19) S : ”Ga…” Gambar 4.4 Roti pizza sebagai media pembelajaran pada pertemuan kedua Pada pertemuan kedua guru juga memberikan kertas bergambar pizza dan papan pizza sebagai alat peraga yang digunakan siswa untuk menyelesaikanmasalah penjumlahan pecahan. Gambar 4.7 Siswa sedang menata kartu pecahan di atas papan pecahan pada pertemuan ketiga Berdasarkan aktivitas dan gambar di atas dapat dilihat bahwa media yang digunakan dalam pembelajaran dapat menarik perhatian siswa.

4) Menggali pengetahuan awal yang dimiliki siswa

  (156) Guru menjelaskan di papan tulis.(157) G : ”Lihat ini di depan dulu misalnya satu perdua yang atas namanya apa X1?” (158) BS: ”Penyebut.” (159) G : ”Penyebut. Awalnya siswa masih terbalik untuk menyebut pembilang dan penyebut dalam pecahan.

1) Penggunaan strategi informal oleh siswa dalam pemecahan masalah

  Gambar 4.8 Potongan bolu siswa sebagai strategi informal pengerjaan soal latihan nomor satu pertemuan 1 Gambar 4.10 Hasil potongan tahu kelompok 1 1 Gambar 4.11 Hasil potongan tahu kelompok 4 Gambar 4.10 dan 4.11 di atas menunjukkan bahwa tahu sama-sama dipotong menjadi tiga bagian. Gambar 4.12 Pekerjaan X28 pada LKS pertemuan pertama Siswa tersebut menyelesaikan masalah dengan menggambar kemudian siswa menuliskan pula kalimat matematika yaitu lambang bilangan pecahandan operasi hitung penjumlahan untuk menjelaskan gambar yang telah dibuat.

4 Setelah siswa mampu memodelkan masalah menggunakan media gambar

  Siswa juga sudah memahami soal tersebut 2 yaitu jika potongan pizza diberikan dan diterima orang lain berarti operasi hitung yang digunakan untuk menyelesaikan permasalahan dalam soaltersebut adalah operasi hitung penjumlahan. Hal ini menunjukkan bahwa antara siswa satu dengan siswa yang lain memilikirumus yang berbeda untuk menyelesaikan permasalahan.

4 Pada transkipsi diatas menunjukkan bahwa siswa menyamakan penyebut

  Terdapat siswa yang menyamakan penyebut dengan mencari pecahan senilai, ada yang mengalikan penyebut kedua pecahan yangdijumlahkan dan ada juga yang mencari KPK dari penyebut kedua pecahan yang dijumlahkan. Berikut transkripsi II 2 : Transkripsi di atas menunjukkan bahwa guru memberikan soal lain yaitu satu perempat dengan satu perempat yang dimaksud dengan satu perempatditambah satu perempat untuk mengarahkan siswa ke strategi formal.

c. Karakteristik Penggunaan Kontribusi Siswa

  Berikut dijelaskan kemunculan indikator karakteristik penggunaan kontribusi siswa: 1)Pengungkapan berbagai strategi yang digunakan dalam pemecahanmasalah a) Munculnya berbagai cara yang digunakan dalam pemecahan masalah oleh siswa Gambar 4.16 Pekerjaan X25 pada LKS pertemuan 3 Gambar 4.17 Pekerjaan X26 pada LKS pertemuan ketiga Gambar di atas menunjukkan bahwa cara pemecahan masalah antar siswa berbeda. Gambar 4.18 Perbedaan potongan tahu yang dihasilkan kelompok 1(sebelah 1 kiri) dan kelompok (sebelah kanan) 4 Bahan makanan yang telah disediakan, misalnya tahu merupakan media yang digunakan untuk membantu siswa menyelesaikan masalah penjumlahan 1 pecahan dengan penalaran mereka.

4 Transkripsi di atas menunjukkan bahwa X17 menggunakan cara

  Berikut transkripsi I 3 : 67 yang menunjukkan bahwa guru memberikan media dan siswa diminta untuk memilih media tersebut untuk digunakan dalam pengungkapan strategi. Pada transkripsi III 3 : 113-117, siswa mencoba untuk memperbaiki jawaban dari siswa lain dengan mengganti jawaban siswa yang ditulis di papan tulis.

5) Pengajuan pertanyaan oleh siswa yang mengarah pada pembangunan konsep pembelajaran

  Lalu Diana punya berapa tadi?” (166) SS : ”Dua perempat.” Kegiatan tanya jawab yang dilakukan siswa dan guru seperti pada transkripsi di atas menunjukkan bahwa guru bertanya untuk melihatpengetahuan yang sudah dibangun siswa (lihat transkripsi nomor161). Sama ini lurus?” (284) SS : ”Ga.” (285) G : ”Sama ini lurus?” (286) SS : ”Ga.” (287) G : ”Sama ini lurus?” (288) SS : ”Ga.” (289) G : ”Sama ini lurus?” (290) SS : ”Ga.” Penggunaan media yang telah disediakan oleh guru membantu siswa dalam memahami isi soal dan mempermudah siswa untuk menyelesaikanpermasalahan penjumlahan pecahan.

2) Siswa dan siswa

  Kesempatan yang telahdiberikan guru ini digunakan siswa pada saat siswa dalam kelompok atau pada saat ada kelompok lain yang melakukan presentasi. Bawa alatnya!” Berdasarkan paparan yang menunjukkan siswa memberikan apresiasi dalam kelompok dan pada saat presentasi dengan tepuk tangan membuktikanbahwa perangkat pembelajaran yang digunakan sudah dapat mendorong siswa untuk melakukan apresiasi terhadap teman lain.

Dokumen baru

Aktifitas terkini

Download (381 Halaman)
Gratis

Tags

Dokumen yang terkait

Implementasi perangkat pembelajaran penjumlahan pecahan menggunakan pendekatan PMRI di kelas IV SD BOPKRI Demangan III Yogyakarta.
0
1
314
Implementasi perangkat pembelajaran geometri menggunakan pendekatan PMRI siswa kelas IV B di SD Krekah Bantul.
0
0
454
Implementasi perangkat pembelajaran bangun ruang dengan pendekatan PMRI Kelas IV SD Kanisius Totogan Sleman.
0
0
2
Implementasi perangkat pembelajaran penjumlahan pecahan menggunakan pendekatan PMRI di kelas IV SD Kanisius Condongcatur Sleman.
0
0
383
Implementasi perangkat pembelajaran penjumlahan pecahan menggunakan pendekatan PMRI di kelas IV SD N Daratan Minggir Sleman.
1
2
397
Implementasi perangkat pembelajaran penjumlahan pecahan menggunakan pendekatan PMRI di kelas IV SD Pangudi Luhur Sedayu Bantul.
0
4
328
Pengembangan perangkat pembelajaran yang mengakomodasi kontribusi siswa pada penjumlahan pecahan dengan pendekatan PMRI kelas IV A SD Negeri Adisucipto I.
0
1
250
Implementasi perangkat pembelajaran geometri menggunakan pendekatan PMRI siswa kelas IV B di SD Krekah Bantul
0
0
452
Implementasi perangkat pembelajaran penjumlahan pecahan menggunakan pendekatan PMRI di kelas IV SD BOPKRI Demangan III Yogyakarta
0
1
312
Pengembangan perangkat pembelajaran penjumlahan pecahan yang mencakup interaktivitas dengan pendekatan PMRI di kelas IV-A SDN Tegalrejo II tahun pelajaran 2011/2012 - USD Repository
0
0
200
Pengembangan perangkat pembelajaran penjumlahan pecahan yang mengakomodasi kontribusi siswa dengan pendekatan PMRI di kelas IV SD Kanisius Kintelan I - USD Repository
0
0
175
Pengembangan perangkat pembelajaran yang menggunakan pemodelan dalam menyelesaikan masalah penjumlahan pecahan dengan pendekatan PMRI kelas IV A SDN Tegalrejo 2 - USD Repository
0
0
193
Pengembangan perangkat pembelajaran yang mengakomodasi kontribusi siswa pada penjumlahan pecahan dengan pendekatan PMRI kelas IV A SD Negeri Adisucipto I - USD Repository
0
0
248
Pengembangan perangkat pembelajaran penjumlahan pecahan yang menggunakan kontribusi siswa dengan pendekatan PMRI di kelas IV-A SD Negeri Tegalrejo II - USD Repository
0
0
227
Implementasi perangkat pembelajaran penjumlahan pecahan menggunakan pendekatan PMRI di kelas IV SD Pangudi Luhur Sedayu Bantul - USD Repository
0
0
326
Show more