Analisa performa VOIP pada jaringan internet dengan acuan standart ITU-T : studi kasus PT. Telekomunikasi Indonesia, Tbk Semarang - USD Repository

Gratis

0
0
60
2 days ago
Preview
Full text

THE ANALYSIS OF PERFORMANCE VOIP

IN INTERNET NETWORK WITH STANDART ITU-T “CASE STUDY PT. TELEKOMUNIKASI INDONESIA, TBKSEMARANG A THESIS Presented as Partial Fulfillment of The Requirements to Obtain The Sarjana Komputer Degreein Informatics Engineering Study Program By: YUDY PRATAMA075314043

INFORMATICS ENGINEERING STUDY PROGRAM

  Dengan adanya teknologi VoIP biaya telepon bisa lebih murah terutama untuk berkomunikasi ke luar negeri karena voice dan data menggunakan Untuk mengetahui perfoma jaringan VoIP jaringan yang sama yaitu jaringan internet.perlu dilakukan pengukuran, parameter-parameter yang digunakan dalam melakukan pengukuran adalah delay, throughput, dan packet loss. Dari hasil penelitian dan pengukuran yang telah dilakukan,diperoleh hasil bahwa nilai delay, throughput dan packet loss masih berada pada nilai yang direkomendasikan oleh ITU-T, yaitu nilai delay adalah 0.032 seconds atau 32 ms , kemudian nilai untuk throughput adalah 613 Kbps dan untuk packet loss adalah 2%.

KATA PENGANTAR

  Puji syukur kepada Tuhan Yesus Kristus, atas segala rahmat dan anugerah yang telah diberikan, sehingga penulis dapat menyelesaikan Tugas Akhir “Analisa Performa VoIP pada Jaringan Internet dengan Acuan Standart ITU-T Studi Kasus PT. Bernadetta Bella Aditia Dwi Cintami yang sangat penulis kasihi yang selalu memberi dukungan dan semangat.

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Judul Analisa Performa VoIP pada Jaringan Internet dengan Acuan Standart ITU-T “Studi Kasus PT. Telekomunikasi Indonesia, Tbk Semarang”

1.2. Latar Belakang

  Dengan bertelepon menggunakan VoIP, banyak keuntungan yang dapat diambil diantaranya adalah dari segi biaya jelas lebih murah dari tarif telepontradisional, karena jaringan internet bersifat global, sehingga untuk hubungan internasional dapat ditekan hingga 70% [2]. Tujuan Penulisan Tujuan penulisan Tugas Akhir ini adalah untuk dapat mengetahui performa jaringan VoIP dengan menganalisa parameter performansi jaringan VoIP yangdiambil dan kemudian dijadikan evaluasi bagi PT.

1.7. Metodologi Penelitian

  Metode pengumpulan dataData yang diambil dalam penelitian ini adalah berupa hasil pengukuran terhadap delay, packet loss, dan throughput. Metodepengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah a) Metode observasiKegiatan observasi dalam penelitian dilakukan untuk mengamati proses penggunaan jaringan VoIP, yang diamati langsung ditempatpenilitian.

1.8. Sistematika Penulisan

  Sistematika yang digunakan dalam penulisan Tugas Akhir ini adalah sebagai berikut:BAB I : PENDAHULUAN, menjelaskan tentang latar belakang, rumusan masalah yang dihadapi, tujuan penulisan, batasan masalah, metodelogi penelitian, manfaatpenulisan, dan sistematika penulisan Tugas Akhir ini BAB II : LANDASAN TEORI, menjelaskan tentang dasar - dasar teori yang digunakan dalam melakukan analisis dan pengukuran pada jaringan komputer diPT. BAB IV HASIL DAN PENGAMATAN, menjelaskan tentang pemodelan jaringan VoIP pengukuran dan analisa terhadap hasil pengukuran yang didapat.

BAB II LANDASAN TEORI

  Informasidan data bergerak melalui kabel - kabel atau gelombang elektromagnetik, sehingga memungkinkan pengguna jaringan komputer dapat saling bertukardokumen atau data, mencetak pada printer yang sama, dan bersama-sama menggunakan hardware atau software yang terhubung dengan jaringan. 2.2 Macam-Macam Network Dalam membangun suatu koneksi data antara sebuah komputer dengan yang lainnya, atau antara sebuah terminal dengan komputer, dan koneksinya ke internet , jaringan dapat dibedakan berbagai macam koneksi berdasarkan luasnya daerah kerja yang digunakan pada internet tersebut.

2.3 Pengertian Voice over Internet Protocol

  Ada koneksi dari komputer ke computer dengan berbekal sound card dan head-setmelalui jaringan LAN maupun internet adalah solusi yang paling murah, namun cukup merepotkan, karena kedua sisi harus memiliki komputer dan perangkatlunak (softphone) yang sama. Standar komunikasi VoIP yang umum digunakan pada saat ini adalahH.323 yang dikeluarkan ITU pada bulan Mei 1996 dan Session Initiation Protocol (SIP) yang dikeluarkan oleh IETF pada bulan Maret 1999 melalui RFC-2543.

2.3.1 Kompresi Suara

  G.729 Tabel 2.1 menunjukkan beberapa teknik kompresi suara yang sering digunakan dengan beberapa parameter yang mencerminkan kinerja dari teknik kompresi suara. Tabel 2.1 Standar Kompresi Suara Menurut ITU-T [7] Kompresi Kbps MIPS Ms MOS G.726 ADPCM 32 14 0.125 3.85 G.728 LD-CELP 16 33 0.625 3.61 G.729 CS-ACELP 8 20 10 3.92 G.729 x2 Encoding 8 20 10 3.27 G.729 x3 Encoding 8 20 10 2.68 G.729a CS-ACELP 8 10.5 10 3.7 G.723.1 MPMLQ 6.3 16 30 3.9 Kolom kilobit per second (Kbps) memperlihatkan berapa lebar bandwidth yang diambil untuk mengirimkan suara yang dikompres menggunakan teknikkompresi tertentu.

2.4 Unsur Pembentuk Jaringan VoIP

  Komunikasi VoIPmengenal tiga macam protokol, yaitu Intenet Engineering Task Force(IETF) yang lebih dikenal dengan istilah Session Initiation Protokol (SIP), protokolH.323 yang dikembangkan oleh International Telecommunications Union- Telecommunication (ITU-T) dan prtokol Asterisk yang dikenal dengan sebutan The Inter-Asterisk Exchange (IAX). CODEC atau Coder-Decoder merupakan sebuah algoritma yang dapat mengkonversi dan mengkompresi format suara ke dalam bentuk kode maupunsebaliknya.

2.5 Format Paket VoIP

  Header terdiri atas IP header, Real-time Transport Protocol (RTP) header, User Datagram Protocol (UDP) header, dan link header seperti yang ditunjukkan pada Tabel 2.2 Tabel 2.2 Format Paket VoIP [9] IP header bertugas menyimpan informasi routing untuk mengirimkan Service (ToS) yang memungkinkan paket tertentu, seperti paket suara, diperlakukan berbeda dengan paket yang non real-time. RTP menggunakan protokol kendali yang disebut Real Time Control Protocol (RTCP) yang mengendalikan QoS dan sinkroniasi media stream yang berbeda.

2.6 Arsitektur Jaringan VoIP

  Komunikasi Kelas 2-1 (Phone to PC)Pada komunikasi ini, caller menggunakan terminal telepon dengan nomor E.164 pada PSTN, terhubung dengan callee yang menggunakan PC yang berada pada jaringan internet. Gambar 2.3 menunjukkan bahwa VoIP adalah layanan telepon yang dapat berupa layanan suara, fax, termasuk layanan voice messaging yang ditransmisikan dalam bentuk paket melalui jaringan berbasis internet protocol.

2.7 Standar Komunikasi VoIP

  VoIP dapat berkomunikasi dengan sistem lain yang beroperasi pada jaringan packet-switch [11]. Ada dua standar komunikasi yang digunakan pada VoIP yaitu H.323 dan SIP.

2.7.1 H.323

  H.323 berjalan pada jaringan intranet dan jaringan packet-switched tanpa mengatur media jaringan yang digunakan sebagai sarana transportasi maupunprotokol network layer. Terminal dengan standar H.323 dapat berkomunikasi dengan terminal H.320 pada B-ISDN, terminal H.321 pada ATM, dan terminal H.324 pada Public Switched Telephone Network (PTSN).

2.7.1.1 Arsitektur H.323

  Gateway : digunakan untuk menghubungkan dua jaringan yang berbeda, yaitu antara jaringan H.323, dan jaringan non H.323. Gatekeeper : dapat dianggap sebagai titik yang paling terpenting pada jaringan H.323 yang menyediakan layanan kontrol panggilan ke endpoint dariH.323.

2.7.1.2 Protokol yang Terlibat Dalam H.323

Protokol H.323 didukung oleh beberapa protokol dalam pengiriman data agar data terkirim realtime. Protokol-protokol tersebut adalah [11]:

1. Real-Time Protokol

  RTP berisi informasi tipe data yang dikirim, timestamps yang digunakan untuk pengaturan waktu suara percakapan terdengar sebagaimana diucapkan, dan sequence numbers yang 2. Terdapat dua komponen penting pada paket RTCP, yang pertama adalah sender report yang berisikaninformasi banyaknya data yang dikirimkan, pengecekan timestamp pada headerRTP dan memastikan bahwa datanya tepat dengan timestamp.

2.8 Protokol-Protokol Penunjang Jaringan VoIP

  Protokol-protokol lain yang ikut berperan dalam proses transfer data suara pada jaringan VoIP diantaranya adalah protokol Transfer Control Protocol/Internet Protocol (TCP/IP) , karena protokol ini merupakan protokol yang digunakan pada jaringan internet[11]. TCP tidak digunakan dalam pengiriman data suara pada VoIP karena pada suatukomunikasi data VoIP penanganan data yang mengalami keterlambatan lebih penting dari pada penanganan paket yang hilang.

2.9 Keunggulan dan Kekurangan VoIP

2.9.1 Keunggulan VoIP

  Dengan bertelepon menggunakan VoIP banyak keuntungan yang diperoleh dibanding ketika telepon menggunakan telepon tradisional (PTSN) yang selamaini digunakan masyarakat luas [13]. Dengan dua lokasi yang terhubung dengan internetmaka biaya percakapan menjadi sangat rendah.2) Memanfaatkan infrastruktur jaringan data yang sudah ada untuk suara.

2.9.2 Kekurangan VoIP

  Namun jika koneksi internet yang digunakan adalah koneksi internet pita-lebar/broadband seperti Telkom Speedy , maka kualitas suara akan jernih - bahkan lebih jernih dari sambungan Telkom dan tidak terputus-putus. Jika pemakaian VoIP semakin banyak, maka ada potensi jaringan data yang ada menjadi penuh jikatidak diatur dengan baik.

2.10 Parameter yang mempengatuhi Quality of Service

  Terdapat banyak hal yang bisa terjadi pada paket ketika ditransmisikan dari asal sampai tujuan yang mengakibatkan masalah-masalah dilihat dari sudutpandang pengirim atau penerima, dan sering disebut dengan parameter-parameter QoS. Jika terjadi congestion yang cukup lama, maka buffer akan penuh dan tidak bisa menampung data baru yang akan diterima, jikaterjadi congestion yang cukup lama, maka akan buffer akan penuh dan tidak bisa menampung data baru.

2.11 Alat Pengukuran

Proses pengukuran dalam Tugas Akhir ini akan menggunakan Software Axence Net Tool dan DU Meter.

2.11.1 Axence Net Tool Proses pengukuran akan menggunakan Software Axence Net Tool [14]

  New Watch Menu ini menampilkan host yang diamati, response time dan paket yang dikirim maupun yang hilang. Net Stat Menampilkan daftar koneksi yang masuk dan koneksi yang keluar, dan informasi tentang port-port TCP/UDP.

2.11.2 DU Meter

  Jaringan menghubungkan komputer 1 dan komputer 2 malalui jaringan VoIP.switch router router switch Jaringan VoIP Komputer 1 ± 100 m Komputer 2 Divisi MSC Divisi FlexyUTP Cable Gambar 3.1 Model Jaringan yang Dianalisis Keterangan: 1. Pengukuran yang dilakukan tidak mempertimbangkan kondisi external yang ada dalam jaringan VoIP, misalnya gangguan pada media transmisi.

3.2. Pengolahan dan Analisis Data 1. Delay

  Pengukuran delay dilakukan dengan proses ping dari komputer 1 ke komputer 2 pada saat melakukan video call menggunakan software NetTool dan DU Meter. Hasil pengukuran yang didapatkanakan dibandingkan dengan teori-teori yang ada dan standarisasi yang terdapat pada PT.

3.3. Rencana Kerja

  Pengukuran delay, packet loss dan throughtput akan dilakukan dengan menggunakan software Axence Net Tool dan DU Meter. Pengambilan data dilakukan pada pagi hari dan siang hari, dilakukan dengan durasi 15 menit.

5. Melihat pada output alat pengukuran delay, packet loss dan throughtput pada saat melalukan video call

3.4. Spesifikasi Alat: 1. Spesifikasi Perangkat Keras (hardware)

1 Acer Aspire 4530- Model : AMD Turion X2Dual-Core nVidia GeForce 9100M G, Harddisk HDD160GB, Memory Ram 4,00 GB, 1 Notebook 1 Intel(R) Core(TM)2 Dou CPU @2.00GHz(2CPUs),Memory (RAM) 2,00 GB ,HarddiskHDD 160 GB,WiFi Intel(R) PRO/Wireless3945ABG,Headseat JXD RM-888 3.4.2. Spesifikasi Perangkat Lunak (software) Tabel 3.2 Spesifikasi Perangkat Lunak (software) Nama Perangkat Lunak Keterangan software Axence Net Tool Sebagai tools parameter DU Meter Sebagai tools parameterG-mail (g-talk) Aplikasi VoIP No Peralatan Unit Keterangan Tabel 3.1 Spesifikasi Perangkat Keras (hardware) 2 Komputer PC

BAB IV DATA DAN ANALISIS KINERJA JARINGAN

4.1 Data Penelitian

  Hasil pengukuran yang didapat dari penelitian selama satu minggu adalah data mentah yang didapat dari Axence Net Tool dan DU meter. Data hasil pengukuran yangdilakukan selama lima hari kerja adalah data berupa delay, throughput dan packet loss yang ditunjukkan pada Tabel 4.1.

4.1.1 Delay

  Grafik Pengukuran Besarnya Delay Perubahan kinerja delay rata-rata PT Telekomunikasi Indonesia tbkSemarang sebagai fungsi banyaknya pengguna saat pagi hari dan siang hari yang dapat dilihat pada Gambar 4.1 sesuai dengan standart ITU-T, delay saat pagimaupun siang hari di PT Telekomunikasi Indonesia tbk Semarang termasuk dalam kategori excellent yaitu kurang dari 150ms/0.15 second. Walaupun sudahtermasuk dalam kondisi excellent, terdapat beberapa perbedaan delay di setiap hari dan waktu pagi dan siang, ini terjadi dikarenakan lalu lintas traffic jaringanpada siang lebih padat dibandingkan pada waktu pagi hari, aktivitas para karyawan yang menggunakan jaringan internet cenderung pada siang hari,sehingga delay pada waktu siang hari menjadi lebih besar.

4.1.2 Throughput

  Kinerja throughput yang ditunjukkan pada Tabel 4.1 adalah nilai rata-rata throughput yang diambil selama 5 hari kerja. Grafik Pengukuran Besarnya Throughput Berdasarkan hasil pengukuran yang telah dilakukan, besar rata-rata throughput jaringan VoIP pada PT Telekomunikasi Indonesia tbk Semarang pada saat pengujian melakukan panggilan gambar dan suara dapat ditunjukkan pada Gambar 4.2.

4.1.3 Packet loss

  Kinerja packet loss dapat dilihat pada tabel dan grafik yang ada di dalam sub bab ini. Kinerja packet loss ditunjukkan pada Tabel 4.1 adalah nilai rata-rata throughput yang diambil selama 5 hari kerja.

0.5 Senin Selasa Rabu Kamis Jumat

  Grafik Pengukuran Besarnya Packet loss Gambar 4.3 memperlihatkan perbandingan packet loss ada waktu pagi hari dan siang hari yang bervariasi, hal ini terjadi karena hilangnya sederetan paket data yang dikirim ke penerima. Berdasarkan pengujian yang dilakukan, nilai secara keseluruhan, nilai rata-rata packet loss yang didapat pada pagi berkisar antara 0 s/d 1 %, bahkan pada hari senin sampai hari rabu tidak terjadi packet loss, jadi bisa dikatakan baik sesuai dengan standar ITU.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

  5.1 Kesimpulan Dari perhitungan dan analisis kerja jaringan VoIP pada PTTelekomunikasi Indonesia Tbk Semarang yang telah dilakukkan, kesimpulan yang dapat ditarik adalah sebagai berikut : 1. Besar nilai Delay yang diperbolehkan pada saat pengujian pagi dan siang hari untuk komunikasi VoIP termasuk dalam kategori yang excellent yaitukurang dari 150 ms.

DAFTAR PUSTAKA

  [2] Dwi Atmaja Martono (2007), Jurnal ELTEK, Desain Aplikasi Multiplek VoIP dengan Protokol H.323, Volume 05 Nomor 01, 1. “Penerapan teknologi voip untuk mengoptimalkan penggunaan jaringan intranet kampus Universitas Udayana” Vol.8 No.2 [10] Anton , Rina Anggraini (2008).

Dokumen baru

Aktifitas terkini

Download (60 Halaman)
Gratis

Tags

Dokumen yang terkait

Akuntansi Pendapatan Jasa Telekomunikasi pada PT. Telekomunikasi Indonesia, Tbk Divisi Regional I Sumatera
0
31
125
Analisis unjuk kerja jaringan internet pada jaringan multi service acces node : studi kasus PT Telkom MSC Semarang.
0
1
79
Analisa performa VOIP pada jaringan internet dengan acuan standart ITU-T : studi kasus PT. Telekomunikasi Indonesia, Tbk Semarang.
0
3
62
Analisis unjuk kerja jaringan internet pada jaringan multi service acces node studi kasus PT Telkom MSC Semarang
0
1
77
Analisis kinerja perusahaan melalui analisis laporan keuangan : studi kasus pada PT. Sari Husada Tbk - USD Repository
0
0
102
Pemanfaatan internet bagi mahasiswa jurusan akuntansi : studi kasus pada mahasiswa jurusan Akuntansi Universitas Sanata Dharma - USD Repository
0
0
92
Analisis kinerja keuangan perusahaan : studi kasus PT. Primarindo Asia Infrastructure Tbk - USD Repository
0
1
139
Evaluasi harga pokok produk : studi kasus pada PT. Hoetama Chemindo - USD Repository
0
0
78
Analisis hubungan gaya hidup dan kelompok acuan dengan keputusan pembelian produk laptop : studi kasus pada mahasiswa Universitas Atma Jaya Yogyakarta - USD Repository
0
0
115
Evaluasi sistem akuntansi penggajian : studi kasus pada PT. Semen Baturaja [Persero] - USD Repository
0
0
122
Hubungan antara biaya mutu dengan produktivitas : studi kasus pada PT. Macanan Jaya Cemerlang Klaten - USD Repository
0
0
136
Evaluasi penentuan harga pokok produk : studi kasus PT. Jamu Jago, Semarang - USD Repository
0
0
118
Studi kelayakan investasi penambahan perangkat baru : studi kasus pada warung internet `MEGA NET` Yogyakarta - USD Repository
0
0
69
Evaluasi sistem akuntansi penggajian : studi kasus pada PT. Madubaru Yogyakarta - USD Repository
0
0
104
Analisis kinerja jaringan Metropolitan Area Network (MAN) dengan teknologi metro ethernet : studi kasus PT. Telekomunikasi Indonesia, TBK Denpasar - USD Repository
0
0
61
Show more