PENGARUH PENGGUNAAN MIND MAP TERHADAP KEMAMPUAN MENGAPLIKASIKAN DAN MENCIPTA PADA MATA PELAJARAN IPA DI SD KANISIUS SOROWAJAN

Gratis

0
0
129
9 months ago
Preview
Full text

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

PENGARUH PENGGUNAAN MIND MAP

TERHADAP KEMAMPUAN MENGAPLIKASIKAN DAN

MENCIPTA PADA MATA PELAJARAN IPA

DI SD KANISIUS SOROWAJAN

SKRIPSI

  Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan

  Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Disusun Oleh :

  Septiana Anggraini 081134124

  

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR

JURUSAN ILMU PENDIDIKAN

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS SANATA DHARMA

YOGYAKARTA

2012

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Karya ini teristimewa untuk :

  1. Bapak dan Ibu yang selalu menyertaiku dengan doa dan kasih sayang

  2. Adikku tersayang

  3. Guru-guruku yang telah membimbing

  4. Alamamaterku Universitas Sanata Dharma

  5. Sahabatku yang selalu memberi motivasi dan inspirasi

  6. Teman-teman yang selalu mendukung

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

Berusaha dengan keras adalah kemenangan yang

hakiki.

  

MOTTO

Kepuasan terletak pada usaha, bukan pada hasil.

  • -Mahatma Gandhi-

    If you judge people, you have no time to love them.

  • -Mother Teresa-

    Words have the power to both destroy and heal. when

    words are both true and kind, they can change our

    world.

  • -Budha-

    Kau bisa membayar orang untuk mengajar tapi

    kau tak bisa membayar orang untuk peduli

  • -Marva Collins-

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

ABSTRAK

Anggraini, Septiana. 2012. Pengaruh Penggunaan Mind Map Terhadap

Kemampuan Mengaplikasikan dan Mencipta pada Mata Pelajaran IPA di SD

Kanisius Sorowajan. Skripsi. Yogyakarta: PGSD Universitas Sanata Dharma.

  Kata kunci : Mind map, kemampuan mengaplikasikan, kemampuan mencipta, mata pelajaran IPA Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan mind map terhadap 1) kemampuan mengaplikasikan dan 2) mencipta pada mata pelajaran

  IPA kelas V SD Kanisius Sorowajan pada semester genap tahun ajaran 2011/2012.

  Penelitian ini menggunakan metode eksperimen jenis Quasi Experimental tipe Nonequivalent control group design. Penelitian ini bersifat kolaboratif dan dilakukan pada bulan Februari-Maret 2012. Subjek penelitian siswa kelas VA dan

  VB sebanyak 56 siswa. Kelas VA sebagai kelompok eksperimen sedangkan kelas

  VB sebagai kelompok kontrol. Penelitian dilakukan pada mata pelajaran IPA, materi tentang mengidentifikasi jenis-jenis tanah. Instrumen penelitian berupa 6 soal essai yang masing-masing soal menunjukkan kemampuan kognitif. Soal untuk mengukur kemampuan mengaplikasikan terdapat pada nomor 3 dan soal untuk mengukur kemampuan mencipta terdapat pada nomor 6. Teknik pengumpulan data menggunakan pretest dan posttest pada kedua kelas tersebut. Analisis data yang dilakukan menggunakan program PASW SPSS 18 dengan tiga langkah yaitu dengan membandingkan skor pretest, skor pretest ke posttest, uji skor posttest untuk kemampuan mengaplikasikan dan uji selisih skor pretest ke

  posttest untuk kemampuan mencipta

  Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Penggunaan mind map berpengaruh terhadap kemampuan mengaplikasikan. Hal ini ditunjukkan dengan harga sig. (2-tailed) sebesar 0,006 < 0,05. 2) Penggunaan mind map berpengaruh terhadap kemampuan mencipta. Hal ini ditunjukkan dengan harga sig. (2-tailed) sebesar 0,003 < 0,05. .

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

ABSTRACT

Anggraini, Septiana. 2012. The Effect of Mind Map Use on The Applicative and

Creative Ability in The Science Lesson in The Kanisius Elementary School in

Sorowajan. Thesis. Yogyakarta: Elementary Teacher Education Sanata

Dharma University.

  Keywords : Mind map, applicative ability, creative ability, science lesson.

  The research is aimed at identifying the effect of mind map use on 1) the

applicative ability and 2) creative ability in the science lesion among the grade V

students of Kanisius Elementary School of Sorowajan in the second term of

academic year 2011/2012.

  The research adopted experiment method using Quasi Experimental type.

It used Nonequivalent control group design. The research was collaborative and

conducted between Februari to Maret 2012. The subject of the research included

the grade V students. The subjects were group into class A and Class B consisting

of 56 students. Class A assigned into experiment and Class B into control

experiment. The research was conducted on the science lesson, with the material

of soil type identification. The research instruments involved 6 essay item tests,

each of which identified the cognitive ability. Test item no 3 assessed the

applicative ability and item number 6 assessed the creative ability. The data was

collected using pretest and posttest on both classes . PASW SPSS 18 was used to

analyze the test, consisting of three steps- pretest score comparison, comparison

between pretest and posttest score, comparison posttest score for applicative

ability, pretest and posttest differences score between two groups for creative

ability.

  The result indicated that 1) the effect of mind map use was found on the

applicative ability. This was shown by the magnetite of the significance (2-tailed)

of 0,006 < 0,05. 2) The effect of mind map use on the creative ability. This was

shown by the magnitude of significance (2-tailed) of 0,003 < 0,05.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Terima kasih atas semua berkat, karunia dan rahmat yang diberikan oleh Tuhan karena penulis telah menyelesaikan skripsi dengan judul “PENGARUH

PENGGUNAAN MIND MAP TERHADAP KEMAMPUAN

  MENGAPLIKASIKAN DAN MENCIPTA PADA MATA PELAJARAN IPA DI SD KANISIUS SOROWAJAN”.

  Penulis menyadari sepenuhnya bahwa tanpa bantuan dari berbagai pihak, sulit bagi penulis untuk menyelesaikan skripsi ini. Untuk itu penulis mengucapkan terima kasih kepada :

  1. Rohandi, Ph.D., selaku Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.

  2. G. Ari Nugrahanta, SJ, S.S., BST., M.A., selaku Kaprodi PGSD Universitas Sanata Dharma Yogyakarta dan dosen Pembimbing I yang telah membimbing dan memberikan inspirasi kepada penulis.

  3. Elga Andriana, S.Psi., M.Ed., selaku Wakaprodi PGSD Universitas Sanata Dharma dan dosen Pembimbing II yang telah membimbing dan memberikan dukungan dengan sabar kepada penulis.

  4. Dwi Nugraheni Rositawati, M.Si., selaku dosen penguji yang telah memberikan masukan demi skripsi yang lebih baik.

  5. Suwardi, S.Pd., selaku Kepala Sekolah SD Kanisius Sorowajan yang telah memberikan ijin untuk melakukan penelitian di SD tersebut.

  6. Lia Pratiwi, Ama.Pd., selaku Guru kelas VA yang telah bersedia menjadi guru mitra dalam penelitian kolaboratif.

  7. Siswa-siswa kelas VA dan VB SD Kanisius Sorowajan yang telah ikut berpartisipasi sebagai subjek penelitian.

  8. Teman-teman penelitian kolaboratif IPA (Nita, Arista, Evi, Susi, Mbak Ratih, Moniq, Nana, Danik) yang selalu memberi masukan dan menjadi teman belajar yang baik,

  9. Teman-teman PPL SD Kanisius Sorowajan (Natal, Tika, Arista, Nita, Prita, Moniq, Jepri, Pak Aji, Bu Kristi) yang selalu memberikan masukan dan dukungan.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  10. Segenap pihak yang telah membantu dan memberi dukungan serta semangat dalam penyelesaian tugas akhir skripsi ini.

  Penulis menyadari penyusunan skripsi ini masih banyak kekurangan karena keterbatasan kemampuan. Penulis mengharapkan kritik dan saran dari semua pihak demi kesempurnaan skripsi ini.

  Penulis

  

DAFTAR ISI

  11 2.1.2.Penelitian-penelitian yang Relevan ..........................................

  21 3.6.Instrumen Penelitian ....................................................................

  21 3.5.Definisi Operasional ....................................................................

  20 3.4.Variabel Penelitian.......................................................................

  19 3.3.Jadwal Pengambilan Data ............................................................

  19 3.2.Populasi dan Sampel ....................................................................

  17 BAB III METODE PENELITIAN 3.1.Jenis Penelitian ............................................................................

  17 2.3.Hipotesis ......................................................................................

  16 2.2.Kerangka Berpikir .......................................................................

  15 2.1.2.3.Literature Map .......................................................................

  15 2.1.2.2.Penelitian-penelitin Proses Kognitif ......................................

  14 2.1.2.1.Penelitian-penelitian tentang Mind Map ................................

  9 2.1.1.5.Mata Pelajaran IPA ................................................................

  Halaman HALAMAN JUDUL ................................................................................... i HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING ......................................... ii HALAMAN PENGESAHAN ..................................................................... iii HALAMAN PERSEMBAHAN ................................................................. iv HALAMAN MOTTO ................................................................................. v HALAMAN PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ................................ vi HALAMAN PERNYATAAN PUBLIKASI KARYA ............................... vii ABSTRAK .................................................................................................. viii

  7 2.1.1.4.Proses Kognitif Mengaplikasikan dan Mencipta ...................

  5 2.1.1.3.Metode Pembelajaran Mind Map ..........................................

  4 2.1.1.2.Metode Pembelajaran ............................................................

  4 2.1.1.1.Teori Perkembangan Anak ....................................................

  4 2.1.1.Teori-teori yang Mendukung ....................................................

  3 BAB II LANDASAN TEORI 2.1.Kajian Pustaka .............................................................................

  3 1.4.Manfaat Penelitian .......................................................................

  2 1.3.Tujuan Penelitian .........................................................................

  1 1.2.Rumusan Masalah ........................................................................

  BAB I PENDAHULUAN 1.1.Latar Belakang Penelitian ............................................................

  KATA PENGANTAR ................................................................................ x DAFTAR ISI ............................................................................................... xii DAFTAR TABEL ....................................................................................... xiv DAFTAR GAMBAR .................................................................................. xv DAFTAR LAMPIRAN ............................................................................... xvi

  ABSTRACT .................................................................................................. ix

  22 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  3.7.Uji Validitas dan Reliabilitas .......................................................

  37 4.1.3.Rangkuman Hasil Penelitian.....................................................

  44 DAFTAR REFERENSI ..............................................................................

  44 5.2.Saran ............................................................................................

  44 5.1.2.Kemampuan Mencipta ..............................................................

  44 5.1.1.Kemampuan Mengaplikasikan .................................................

  43 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1.Kesimpulan ..................................................................................

  42 4.3.Keterbatasan Penelitian ...............................................................

  4.2.2.Pengaruh Penggunaan Mind Map terhadap Kemampuan Mencipta ............................................................................................

  41

  4.2.1.Pengaruh Penggunaan Mind Map terhadap Kemampuan Mengaplikasikan ................................................................................

  41

  39 4.2.Pembahasan .................................................................................

  36 4.1.2.3.Uji Selisih Skor ......................................................................

  23 3.8.Teknik Pengumpulan Data ..........................................................

  36 4.1.2.2.Perbandingan Pretest ke Posttest Mencipta ..........................

  34 4.1.2.1.Perbandingan Skor Pretest Mencipta ....................................

  4.1.2.Pengaruh Penggunaan Mind Map Terhadap Kemampuan Mencipta ............................................................................................

  33

  32 4.1.1.3.Uji Pengaruh Perlakuan .........................................................

  32 4.1.1.2.Perbandingan Skor Pretest ke Posttest Mengaplikasikan .....

  30 4.1.1.1.Perbandingan Skor Pretest Mengapliksikan ..........................

  4.1.1.Pengaruh Penggunaan Mind Map Terhadap Kemampuan Mengaplikasikan ................................................................................

  30

  26 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1.Hasil Penelitian ............................................................................

  25 3.9.Teknik Analisis Data ...................................................................

  45 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

DAFTAR TABEL

  33 Tabel 11. Hasil Uji Normalitas Kemampuan Mencipta ..............................

  41 Tabel 18. Rangkuman Selisih Skor Pretest ke Posttest ..............................

  40 Tabel 18. Rangkuman Perbandingan Skor Posttest ....................................

  40 Tabel 17. Rangkuman kenaikan skor pretest ke posttest ............................

  38 Tabel 16. Rangkuman Skor Pretest ............................................................

  37 Tabel 15. Hasil Uji Selisih Skor Kemampuan Mencipta ............................

  37 Tabel 14. Hasil Uji Normalitas Selisih Skor Kemampuan Mencipta .........

  36 Tabel 13. Hasil Uji Perbandingan Skor Pretest ke Posttest Kemampuan Mencipta ................................................................................

  35 Tabel 12. Hasil Uji Beda Skor Pretest Kemampuan Mencipta ..................

  33 Tabel 10. Hasil Uji Perbandingan Skor Posttest Kemampuan Mengaplikasikan .........................................................................................

  Halaman Tabel 1. Jadwal Penelitian...........................................................................

  32 Tabel 9. Hasil Uji Perbandingan Skor Pretest ke Posttest Kemampuan Mengaplikasikan ....................................................................

  31 Tabel 8. Hasil Uji Beda Skor Pretest Kemampuan Mengaplikasikan ........

  26 Tabel 7. Hasil Uji Normalitas Kemampuan Mengaplikasikan ...................

  25 Tabel 6. Teknik Pengumpulan Data ............................................................

  24 Tabel 5. Hasil Uji Reliabilitas .....................................................................

  24 Tabel 4. Hasil Uji Daya Beda .....................................................................

  23 Tabel 3. Hasil Uji Validitas .........................................................................

  20 Tabel 2. Matrik Pengembangan Instrumen .................................................

  41 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

DAFTAR GAMBAR

  Halaman Gambar 1. Contoh Mind Map .....................................................................

  9 Gambar 2. Literature Map dari Penelitian Sebelumnya .............................

  16 Gambar 3. Proses Penyusunan Hipotesis ....................................................

  18 Gambar 4. Desain Penelitian .......................................................................

  19 Gambar 5. Variabel Penelitian ....................................................................

  21 Gambar 6. Perbandingan Skor Pretest dan Posttest Kemampuan Mengaplikasikan ....................................................................

  34 Gambar 7. Perbandingan Skor Pretest dan Posttest Kemampuan Mencipta ................................................................................

  38 Gambar 8. Perbandingan Selisih Skor Pretest ke Posttest Kemampuan Mencipta ................................................................................

  39

  

DAFTAR LAMPIRAN

  95 Lampiran 13. Uji Normalitas Kemampuan Mengaplikasikan ....................

  99 Lampiran 22. Foto-foto Penelitian .............................................................. 100 Lampiran 23. Foto-foto Mind Map Yang Dibuat Siswa ............................. 108 Lampiran 24. Surat Ijin Penelitian dari FKIP ............................................. 111 Lampiran 25. Surat Telah Melakukan Penelitian ........................................ 112 Lampiran 26. Curriculum Vitae .................................................................. 113

  99 Lampiran 21. Uji Selisih Skor Kemampuan Mencipta ...............................

  99 Lampiran 20. Uji Normalitas Selisih Kemampuan Mencipta .....................

  98 Lampiran 19. Uji Posttest Kemampuan Mengaplikasikan .........................

  98 Lampiran 18. Uji Perbandingan Pretest ke Posttest Kemampuan Mencipta ................................................................................

  97 Lampiran 17. Uji Perbandingan Pretest ke Posttest Kemampuan Mengaplikasikan ....................................................................

  97 Lampiran 16. Uji Pretest Kemampuan Mencipta .......................................

  96 Lampiran 15. Uji Pretest Kemampuan Mengaplilasikan ............................

  96 Lampiran 14. Uji Normalitas Kemampuan Mencipta .................................

  94 Lampiran 12. Nilai Pretest dan Posttest Kemampuan Mencipta Kelompok Eksperimen ..........................................

  Halaman Lampiran 1. Silabus ....................................................................................

  93 Lampiran 11. Nilai Pretest dan Posttest Kemampuan Mencipta Kelas Kontrol .........................................................

  92 Lampiran 10. Nilai Pretest dan Posttest Kemampuan Mencipta Kelompok Eksperimen ..........................................

  91 Lampiran 9. Nilai Pretest dan Posttest Kemampuan Mengaplikasikan Kelas Kontrol ............................................

  89 Lampiran 8. Rekapitulasi Nilai ...................................................................

  85 Lampiran 7. Rubrik Penilain Skor ..............................................................

  84 Lampiran 6. Artikel dan Soal ......................................................................

  84 Lampiran 5. Uji Daya Beda Soal ................................................................

  83 Lampiran 4. Uji Reliabilitas Soal ................................................................

  58 Lampiran 3. Uji Validitas Soal ...................................................................

  48 Lampiran 2. RPP .........................................................................................

  PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

BAB I PENDAHULUAN Bab I membahas latar belakang penelitian, rumusan masalah, tujuan penelitian, dan manfaat penelitian.

1.1 Latar Belakang Penelitian

  Tujuan pendidikan bangsa Indonesia adalah mencerdaskan kehidupan bangsa. Banyak anak di Indonesia belum mendapatkan pendidikan yang layak untuk mewujudkan cita-cita bangsa Indonesia. Salah satu cara untuk mendapatkan pendidikan yaitu melalui sekolah. Sekolah merupakan lembaga pendidikan yang dipercaya oleh negara untuk memberikan pembelajaran yang utuh kepada siswa. Proses pembelajaran melibatkan guru dan siswa, maka guru dituntut untuk dapat merancang pembelajaran yang menarik dan utuh agar kemampuan kognitif siswa berkembang secara menyeluruh dan mencapai taraf kognitif tertinggi.

  Pada kenyataannya, tidak banyak guru yang benar-benar memperhatikan hal tersebut. Pembelajaran yang direncanakan seringkali hanya mengedepankan pada taraf kognitif terrendah yaitu mengingat atau menghafal melalui metode ceramah. Siswa tidak dapat berkreasi dengan maksimal dan cenderung pasif dalam pembelajaran jika guru hanya merencanakan pembelajaran yang konvensional tanpa mempertimbangkan taraf kognitif tertinggi.

  Pembelajaran yang hanya menekankan kemampuan mengingat atau menghafal juga sering terjadi pada mata pelajaran IPA. IPA atau Ilmu Pengetahuan Alam merupakan ilmu pengetahun yang mempelajari alam dan sekitarnya. Salah satunya mengenai jenis-jenis tanah. Tanah di Indonesia sangatlah beraneka ragam. Pembelajaran IPA tidak hanya dapat dilakukan dengan cara menghafal, praktik, dan mencatat sekedarnya. Hal tersebut tidak dapat mengasah kemampuan kognitif siswa yang tinggi dan kreativitasnya tidak berkembang. Pembelajaran yang terjadi juga tidak menitikberatkan siswa untuk dapat fokus dalam belajar dan mengembangkan ide-ide karena siswa hanya mendengarkan materi-materi dari guru yang mengguruinya sehingga membuat informasi dalam pembelajaran hanya terjadi satu arah yaitu antara guru dan murid.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Guru dapat merencanakan pembelajaran IPA yang menarik dan menunjukkan kreativitas yang dimiliki oleh siswa dengan menggunakan metode yang tepat.

  Untuk mencapai tujuan dalam pembelajaran IPA yang direncanakan maka metode yang digunakan dalam pembelajaran seharusnya menarik dan dapat mengaktifkan siswa. Siswa tidak hanya aktif secara fisik melalui gerakan namun siswa dapat mengaktifkan sel-sel otak yang ada dalam dirinya dan menumbuhkan kreativitas siswa.

  Penelitian ini akan mengujicobakan metode pembelajaran dengan Mind

  

Map . Penggunaan metode mind map diharapkan dapat mendorong kreativitas

  yang dimiliki oleh siswa. Mind map juga dapat membantu siswa untuk mengaktifkan sel-sel otaknya karena ketika membuat mind map koordinasi otak dan gerakan tangan bekerja bersama. Otak menjadi terkonsep dengan jelas dari cabang-cabang yang digambar oleh siswa. Mind map juga merupakan cara mencatat yang menarik karena menggunakan pensil warna dan gambar-gambar yang sesuai dengan imajinasi dan kreativitas siswa sehingga membuat menarik untuk dibaca. Gambar,warna,kata dan garis yang dibuat dapat merangsang ide-ide siswa selanjutnya untuk dipetakan ke dalam cabang-cabang berikutnya selama pembuatan mind map sehingga pemahaman siswa menjadi terkonsep dan pembelajaran menjadi menyenangkan. Untuk itu peneliti akan meneliti akan membatasi fokus penelitian pada pengaruh penggunaan mind map terhadap kemampuan mengaplikasikan dan mencipta pada mata pelajaran IPA kelas V SD Kanisius Sorowajan Tahun Ajaran 2011/2012.

1.2 Rumusan Masalah

  1.2.1 Apakah penggunaan mind map berpengaruh secara signifikan terhadap kemampuan mengaplikasikan pada mata pelajaran

  IPA materi mengidentifikasi jenis-jenis tanah pada siswa kelas V SD Kanisius Sorowojan Yogyakarta pada semester genap tahun ajaran 2011/2012?

  1.2.2 Apakah penggunaan mind map berpengaruh secara signifikan terhadap kemampuan mencipta pada mata pelajaran IPA materi mengidentifikasi jenis-jenis tanah pada siswa kelas V SD Kanisius Sorowojan Yogyakarta pada semester genap tahun ajaran 2011/2012?

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  1.3 Tujuan Penelitian

  1.3.1 Mengetahui pengaruh penggunaan mind map terhadap kemampuan mengaplikasikan pada mata pelajaran IPA materi mengidentifikasi jenis- jenis tanah pada siswa kelas V SD Kanisius Sorowojan Yogyakarta pada semester genap tahun ajaran 2011/2012.

  1.3.2 Mengetahui pengaruh penggunaan mind map terhadap kemampuan mencipta pada mata pelajaran IPA materi mengidentifikasi jenis-jenis tanah pada siswa kelas V SD Kanisius Sorowojan Yogyakarta pada semester genap tahun ajaran 2011/2012.

  1.4 Manfaat Penelitian

  1.4.1 Bagi Guru Guru mendapatkan pengalaman dalam melakukan pembelajaran IPA dengan menggunakan mind map, sehingga guru dapat menerapkannya pada mata pelajaran lain.

  1.4.2. Bagi sekolah Laporan penelitian dapat meningkatkan wawasan warga sekolah.

  1.4.3. Bagi siswa Siswa mendapatkan pengalaman belajar dengan menggunakan mind map.

  Siswa dapat melatih kreativitasnya dengan membuat mind map.

  1.4.4. Bagi Peneliti Peneliti memperoleh pengalaman dalam menyusun pembelajaran dengan menggunakan mind map.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

BAB II LANDASAN TEORI BAB II berisi kajian pustaka, kerangka berpikir, dan hipotesis. Kajian pustaka berisi teori-teori yang mendukung dan penelitian-penelitian yang relevan. Selanjutnya dirumuskan ke dalam kerangka berpikir dan hipotesis yang berisi dugaan sementara dari rumusan masalah dalam penelitian.

2.1 Kajian Pustaka

2.1.1.Teori-teori yang mendukung

  Teori-teori yang mendukung membahas teori perkembangan anak, metode pembelajaran, metode pembelajaran mind map, proses kognitif mengaplikasikan dan mencipta, dan mata pelajaran IPA.

2.1.1.1.Teori Perkembangan Anak

  Anak berkembang dari bayi sampai dewasa, perkembangan anak tidak hanya dilihat dari fisiknya, namun anak juga berkembang dalam segi intelektual atau kognitif. Salkind (2009:328) menjelaskan tahap perkembangan kognitif anak menurut Piaget.

  1. Tahap Sensorimotor Pada tahap sensorimotor anak berusia 0-2 tahun. Pada tahap ini perkembangan kognitif anak didapat dari pengalaman langsung di lingkungan. Anak menggunakan refleks sensori yang dimiliki untuk belajar.

  2. Tahap Pra Operasional Tahap pra operasional terjadi pada anak yang berumur 2-7 tahun.

  Perkembangan kognitif anak pada tahap pra operasional didapat dari pemikiran mereka melalui panca indera yang mereka miliki. Anak sudah bisa menjelaskan tentang objek yang mereka lihat dengan bahasa.

  3. Tahap Operasional Konkret Pada tahap operasional konkret, anak berusia 7-12 tahun. Anak pada tahap ini biasanya sudah memasuki masa sekolah yaitu Sekolah Dasar. Pada tahap ini anak belajar dengan menggunakan benda-benda konkret untuk mengembangkan kemampuan kognitifnya.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  4. Tahap Operasional Formal Anak berada pada tahap formal pada usia 12-14 tahun. Anak yang telah masuk dalam tahap formal bisa disebut sebagai anak remaja, Mereka sudah bisa berpikir secara logis dan abstrak ketika menyelesaikan suatu persoalan. Siswa kelas V SD termasuk dalam tahap operasional konkret. Menurut

  Suparno (2001:86) pada tahap ini siswa sudah dapat berpikir secara menyeluruh, teratur, dan terarah dengan melihat banyak unsur dalam waktu yang sama.

2.1.1.2. Metode Pembelajaran

  Menurut Siregar (2010:80) metode adalah suatu cara yang dipergunakan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Dalam kegiatan belajar mengajar, metode diperlukan oleh guru dan penggunaannya pun bervariasi. Metode pembelajaran adalah suatu cara yang dipergunakan untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan. Djamarah (2005:233-244) menjelaskan beberapa metode pembelajaran di antaranya sebagai berikut:

  1. Metode pemberian tugas dan resitasi Metode resitasi (penugasan) adalah cara penyajian pelajaran di mana guru memberikan tugas tertentu agar siswa melakukan kegiatan belajar.

  Siswa dapat melakukan kegiatan belajar tanpa terikat dengan tempat, yang terpenting adalah tujuan pembelajaran dapat tercapai. Siswa dapat melakukan tugas dengan membaca buku, pergi ke perpustakaan, ke laboratorium, di rumah dan di mana saja asal tugas yang diberikan dapat terselesaikan.

  2. Metode diskusi Metode diskusi adalah suatu cara penyajian pelajaran di mana siswa dihadapkan pada suatu permasalahan dan kemudian siswa berusaha memecahkan atau mencari solusinya bersama dengan para siswa lainnya yang tergabung dalam kelompok.

  3. Metode demonstrasi Metode demonstrasi adalah suatu penyajian bahan pelajaran yang melibatkan peran serta guru secara aktif dengan cara guru memperlihatkan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  sesuatu proses atau cara kerja benda yang berkaitan dengan bahan pelajaran yang dipelajari.

  4. Metode karyawisata Metode karyawisata adalah suatu cara penguasaan bahan pelajaran pada siswa dengan cara membawa siswa belajar langsung ke tempat yang menjadi sumber dari penguasaan bahan pelajaran tersebut.

  5. Metode tanya jawab Metode tanya jawab adalah cara penyajian bahan pelajaran melalui bentuk-bentuk pertanyaan yang diberikan oleh guru kepada siswa dan siswa berusaha menjawab dengan mengembangkan keterampilan mengamati, menginterpretasi, mengklasifikasikan, membuat kesimpulan, menerapkan dan mengkomunikasikan.

  6. Metode latihan Metode latihan atau training adalah suatu cara mengajar untuk menanamkan kebiasaan-kebiasaan tertentu juga sebagai sarana untuk memelihara kebiasaan-kebiasaan yang baik. Selain itu metode ini juga dapat digunakan untuk memperoleh ketangkasan, ketepatan, kesempatan, dan keterampilan.

  7. Metode ceramah Metode ceramah adalah metode yang di mana siswa hanya mendengarkan penjelasan dari guru. Metode ini sering juga disebut metode tradisional karena telah digunakan sejak dari dulu. Menurut Zaini (2008:89- 97) metode ceramah memiliki kelebihan dan kekurangan.

  Kelebihan metode ceramah: a. Praktis dari sisi persiapan dan media yang digunakan.

  b. Efisien dari sisi waktu dan biaya.

  c. Dapat menyampaikan materi yang banyak.

  d. Mendorong guru menguasai materi.

  e. Lebih mudah mengontrol kelas.

  f. Siswa tidak perlu persiapan.

  g. Siswa dapat langsung menerima ilmu pengetahuan.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Kekurangan metode ceramah: a. Membosankan.

  b. Siswa tidak aktif.

  c. Informasi hanya satu arah.

  d. Feed back relatif rendah.

  e. Menggurui dan melelahkan.

  f. Kurang melekat pada ingatan siswa.

  g. Kurang terkendali, baik waktu maupun materi.

  h. Monoton. i. Tidak mengembangkan kreativitas siswa. j. Menjadikan siswa hanya sebagai objek didik. k. Tidak merangsang peserta untuk membaca. Beberapa metode yang telah disebutkan diatas, peneliti memilih metode yang dapat mengembangkan kemampuan kognitif yang dimiliki oleh siswa yaitu metode pembelajaran mind map. Metode mind map akan dibahas sebagai berikut.

2.1.1.3. Metode Pembelajaran Mind Map

  1. Pengertian mind map Menurut Buzan (2008:4) mind map adalah cara termudah untuk menempatkan informasi ke dalam otak dengan mengambil informasi ke luar dari otak. Mind map adalah cara mencatat yang kreatif, efektif, dan memetakan pikiran-pikiran. Mind adalah pikiran dan map adalah peta, jadi mind map adalah pikiran yang dipetakan. Mind map mempunyai banyak manfaat bagi manusia. Menurut Buzan (2008:6-7) keuntungan mind map yaitu : a. Mengaktifkan seluruh otak.

  b. Memusatkan perhatian pada pokok bahasan.

  c. Membantu menunjukkan hubungan antara bagian-bagian informasi yang saling terpisah.

  d. Memberi gambaran yang jelas pada keseluruhan dan perincian.

  e. Mengingat dalam jangka panjang.

  f. Menjadikan kreatif.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  2. Langkah pembuatan mind map Dalam pembuatan mind map ada beberapa langkah dan bahan yang digunakan. Buzan (2008:15-16) menjelaskan alat, bahan, dan langkah dalam pembuatan mind map. Alat dan bahan yang digunakan untuk membuat mind map yaitu kertas HVS putih, spidol atau pensil warna, otak atau pikiran dan imajinasi.

  Berikut adalah langkah-langkah pembuatan mind map :

  a. Mulai dari bagian tengah kertas kosong. Letakkan kertas dalam posisi horizontal atau landscape.

  b. Gunakan gambar atau foto untuk ide pokok. Gambar akan lebih bermakna dan menarik sehingga dapat membuat konsentrasi menjadi terfokus.

  Gambar juga dapat menuangkan imajinasi dan kreativitas pada ide atau pikiran yang miliki.

  c. Gunakan warna. Warna dapat membuat mind map yang dibuat menjadi lebih hidup dan berwarna, serta dengan warna juga dapat menimbulkan kesan menarik dengan perpaduan warna yang disukai.

  d. Hubungkan cabang-cabang utama atau gagasan utama ke sub topik dan hubungkan cabang ke banyak cabang lagi sesuai dengan yang kehendaki.

  Gunakan warna yang berbeda pada setiap sub topik.

  e. Buat garis hubung yang melengkung, bukan garis lurus. Buat garis seperti cabang pohon. Garis dimulai dari garis yang tebal pada cabang utama kemudian menipis pada sub topik.

  f. Gunakan satu kata kunci untuk setiap garis dengan menggunakan warna yang serasi.

  g. Gunakan gambar. Gambar dapat membantu dalam mengingat apa yang telah dituliskan.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Gambar 1: contoh mind map

  

Sumber:dunianyaanakkita.blogspot.com

  Beberapa keuntungan dan langkah pembuatan mind map yang telah dijelaskan, peneliti memilih proses kognitif yang dapat dikembangkan dengan penggunaan mind map yaitu proses kognitif mengaplikasikan dan mencipta sesuai dengan taksonomi Bloom. Adapun penjelasan proses kognitif mengaplikasikan dan mencipta sebagai berikut.

2.1.1.4. Proses Kognitif Mengaplikasikan dan Mencipta

  1. Proses kognitif Benjamin S. Bloom Menurut Anderson, 2010:99) proses kognitif ada enam tingkatan dari yang terendah sampai tertinggi yaitu mengingat, memahami, mengaplikasikan, menganalisis, mengevaluasi dan mencipta. Enam proses kognitif tersebut dapat terlihat dari kegiatan belajar yang dilakukan oleh siswa. Adapun penjelasan enam proses kognitif tersebut sebagai berikut.

  Menurut Anderson (2010:99-102) mengingat adalah mengambil pengetahuan yang telah diketahui dari memori jangka panjang. Memahami adalah proses belajar dengan cara menelaah pengetahuan yang didapat sehingga mendapatkan gambaran yang lebih mendalam dari materi yang dipelajari. Mengaplikasikan adalah menerapkan atau menggunakan suatu prosedur sesuai dengan materi yang dipelajari. Menganalisis adalah memecah materi menjadi bagian-bagian penyusunnya dan menentukan hubungan antar bagian tersebut dengan tujuannya. Mengevaluasi adalah memberikan penilaian berdasarkan kriteria yang telah ditentukan. Mencipta adalah proses belajar yang memadukan beberapa bagian menjadi satu untuk membentuk sesuatu yang baru. Proses

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  kognitif mengaplikasikan dan mencipta akan dijelaskan lebih lanjut sebagai berikut.

  2. Proses Kognitif Mengaplikasikan Menurut Anderson (2010:116) proses kognitif mengaplikasikan adalah proses kognitif yang melibatkan penggunaan prosedur-prosedur untuk mengerjakan soal atau menyelesaikan masalah. Kategori mengaplikasikan terdiri dari dua proses kognitif yaitu, mengeksekusi atau melaksanakan dan mengimplementasi atau menggunakan.

  a. Mengeksekusi atau Melaksanakan Dalam mengeksekusi siswa melaksanakan prosedur atau langkah-langkah sebagai latihan untuk menyelesaikan masalah yang sudah diketahui sebelumnya.

  b. Mengimplementasikan atau Menggunakan Siswa melaksanakan prosedur sesuai dengan permasalahan yang tidak mereka ketahui sebelumnya.

  3. Proses Kognitif Mencipta Menurut Anderson (2010,128) proses kognitif mencipta merupakan proses berpikir yang memadukan pengalaman belajar sebelumnya untuk membentuk sesuatu yang baru. Mencipta dapat menunjukkan kreativitas seseorang dalam karyanya. Mereka bebas mengekspresikan karyanya. Proses mencipta dimulai dengan beberapa tahap. Menurut Anderson (2010:128-133) menjelaskan bahwa dalam proses mencipta terdapat tiga tahap proses kognitif, yaitu merumuskan, merencanakan, memproduksi.

  a. Merumuskan Menggambarkan masalah yang melibatkan siswa dalam mencari solusi dari tugas yang diberikan.

  b. Merencanakan solusi Tahap ini siswa berusaha mencari, menentukan, dan kemudian membuat rencana sesuai dengan masalah yang dihadapi untuk menyelesaikan masalah tersebut.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  c. Memproduksi Tahap ini siswa membuat karya yang sesuai dengan kreativitas yang mereka miliki dengan disesuaikan pada masalah dan rencana yang telah disusun sebelumnya. Beberapa proses kognitif yang telah dijelaskan diantaranya proses kognitif mengaplikasikan dan mencipta, peneliti memilih mata pelajaran IPA sebagai mata pelajaran yang dapat dikembangkan dengan proses kognitif tersebut. Adapun penjelasan mata pelajaran IPA sebagai berikut.

2.1.1.5. Mata Pelajaran IPA

  Di sini akan dibahas tentang hakikat IPA, tujuan pembelajaran IPA, dan materi ajar kelas V tentang tanah.

  1. Hakikat IPA Menurut Iskandar (2001:2-13) hakikat IPA dikategorikan ke dalam 3 dimensi, yaitu hakikat sebagai dimensi produk, keterampilan berproses, dimensi sikap.

  a. Hakikat IPA sebagai dimensi produk Menurut Prihantoro (dalam Trianto, 2010:13) IPA dalam suatu produk merupakan sekumpulan pengetahuan dan sekumpulan konsep dan bagan konsep. Menurut Iskandar (2001:3-4) bentuk IPA sebagai dimensi produk adalah fakta-fakta, konsep-konsep, prinsip-prinsip, hukum-hukum, dan teori-teori. 1) Fakta dalam IPA merupakan pertanyaan-pertanyaan tentang benda- benda yang benar-benar ada dan dapat dibuktikan.

  2) Konsep dalam IPA merupakan ide yang mempersatukan fakta-fakta IPA. 3) Prinsip IPA adalah generalisasi tentang hubungan di antara konsep

  IPA. Prinsip IPA bersifat sementara dan dapat berubah bila ada observasi baru yang dilakukan. 4) Teori IPA adalah kerangka yang lebih luas dari fakta, konsep, dan prinsip yang saling berhubungan.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  b. Hakikat IPA sebagai suatu keterampilan proses Hakikat IPA sebagai suatu keterampilan proses merupakan suatu metode yang digunakan untuk memperoleh pengetahuan. Menurut

  Prihantoro (dalam Trianto, 2010:137) IPA sebagai suatu proses merupakan proses yang digunakan untuk mempelajari objek studi, menemukan dan mengembangkan produk-produk sains, teori-teori IPA akan melahirkan teknologi yang dapat memberi kemudahan bagi kehidupan.

  c. Hakikat IPA sebagai dimensi sikap Hakikat IPA sebagai dimensi sikap merupakan keyakinan, pendapat, dan nilai-nilai yang harus dipertahankan oleh seseorang ketika mencari atau mengembangkan pengetahuan baru. Sikap tersebut misalnya rasa ingin tahu, tanggung jawab, disiplin, tekun, jujur, terbuka terhadap pendapat orang lain.

  2. Tujuan Pembelajaran IPA Ilmu Pengetahuan Alam adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari peristiwa-peristiwa yang terjadi di alam semesta. IPA memiliki peran yang penting dalam proses kognitif siswa. Menurut Depdiknas (dalam Trianto, 2010:138) tujuan IPA yaitu: a. Menanamkan keyakinan terhadap Tuhan Yang Maha Esa.

  b. Mengembangkan keterampilan sikap dan nilai ilmiah.

  c. Mempersiapkan siswa menjadi warga negara yang melek sains dan teknologi.

  d. Menguasai konsep sains untuk bekal hidup di masyarakat dan melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

  3. Materi Ajar kelas V Materi yang digunakan untuk penelitian ini mengambil standar kompetensi: memahami perubahan yang terjadi di alam dan hubungannya dengan penggunaan sumber daya alam, kompetensi dasar mengidentifikasi jenis- jenis tanah.

  Menurut Soewandi (2011:208) tanah merupakan sumber daya alam yang dapat mendukung kehidupan di bumi. Tanah adalah bagian dari kerak bumi yang tersusun dari mineral dan bahan organik. Peran tanah dalam kehidupan di bumi

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  sangat penting karena tanah mendukung kehidupan tumbuhan dengan menyediakan unsur hara dan air sebagai penopang akar. Menurut Hermana (2009:163-164) tanah terbentuk akibat adanya pelapukan batuan, di antaranya sebagai berikut: a. Pelapukan fisika, yaitu pelapukan yang disebabkan oleh iklim atau cuaca, suhu, angin, dan air.

  b. Pelapukan kimia, yaitu pelapukan yang disebabkan oleh proses kimia. Air hujan yang bercampur dengan gas-gas sisa buangan industri atau pabrik dapat mengakibatkan hujam asam yang dapat menyebabkan kerusakan pada batuan.

  c. Pelapukan biologi, yaitu pelapukan yang disebabkan oleh aktivitas tumbuh- tumbuhan, hewan, dan manusia. Lumut yang menempel pada batuan akan mengeluarkan zat asam yang sedikit demi sedikit akan dapat menghancurkan batuan yang ditempeli kerak tersebut.

  Menurut Soewandi (2011:150) jenis tanah di Indonesia dibedakan menjadi 8, di antaranya sebagai berikut:

  a. Tanah humus adalah tanah yang sangat subur, berwarna kehitaman, dan dapat menyerap air, terbentuk dari lapukan daun dan batang pohon yang telah membusuk.

  b. Tanah pasir adalah tanah yang bersifat kurang baik bagi pertanian, terbentuk dari batuan beku serta batuan sedimen yang memiliki butir kasar dan berkerikil.

  c. Tanah alluvial/tanah endapan adalah tanah yang dibentuk dari lumpur sungai mengendap di dataran rendah yang memiliki sifat tanah yang subur dan cocok untuk lahan pertanian.

  d. Tanah podzolit adalah tanah subur yang umumnya berada di pegunungan dengan curah hujan yang tinggi dan bersuhu rendah/dingin.

  e. Tanah vulkanik/tanah gunung berapi adalah tanah yang terbentuk dari lapukan materi letusan gunung berapi yang subur, mengandung zat hara yang tinggi. Jenis tanah vulkanik dapat ditemui di sekitar lereng gunung berapi.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  f. Tanah laterit adalah tanah tidak subur yang tadinya subur dan kaya akan unsur hara, namun unsur hara tersebut hilang karena larut dibawa oleh air hujan yang tinggi.

  g. Tanah kapur/tanah mediteran adalah tanah yang sifatnya tidak subur yang terbentuk dari pelapukan batuan kapur.

  h. Tanah organosol/tanah gambut adalah tanah yang kurang subur untuk bercocok tanam, terbentuk dari pelapukan tumbuhan rawa pada iklim basah dengan curah hujan lebih.

  Tanah juga memiliki bahan penyusun yang berupa lapisan-lapisan yang berbeda. Menurut Hermana (2009:165) lapisan tanah digolongkan menjadi 4 lapisan, yaitu:

  a. Tanah lapisan atas (tanah humus). Lapisan yang terbentuk dari pelapukan batuan dan sisa-sisa makhluk hidup yang telah mati. Lapisan tanah atas merupakan lapisan tanah yang paling subur. Lapisan tanah atas berwarna gelap kehitam-hitaman, gembur, banyak mengandung oksigen, dan mengandung humus.

  b. Tanah lapisan bawah (tanah liat). Lapisan tanah bawah mengandung humus, sedikit lebih padat, keras dan lebih cerah dibandingkan dengan warna tanah di atasnya. Lapisan tanah ini sulit dilalui air. Tanah ini memiliki sifat yang lengket dan elastis.

  c. Tanah lapisan tengah (tanah pasir). Lapisan tanah yang terbentuk dari campuran pelapukan batuan dan air. Lapisan tanah ini banyak pecahan batuan yang lapuk sehingga menyerupai pasir. Lapisan tanah ini tidak subur karena kurang mengandung humus.

  d. Tanah lapisan batuan dasar. Lapisan ini mengandung batu-batuan dari berbagai jenis.

2.1.2. Penelitian-penelitian yang relevan

  Penelitian-penelitian yang relevan berisi beberapa penelitian sebelumnya tentang mind map dan proses kognitif.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

2.1.2.1 Penelitian-penelitian tentang mind map

  Maryudani (2010) meneliti peningkatan prestasi belajar dalam mata

  pelajaran IPS dengan teknik mind mapping. Populasi dan subjek penelitian yaitu siswa kelas V SD Kanisius Kintelan yang berjumlah 32 siswa. Hasil penelitian pada siklus I menunjukkan peningkatan prestasi belajar siswa sebanyak 18,58% dari nilai rata-rata awal 50,42 dengan KKM 61,00. Nilai rata-rata test siswa pada siklus I setelah menggunakan teknik mind mapping menjadi 69,00. Pada siklus II mengalami kenaikan sebanyak 29,58% dari nilai awal. Nilai rata-rata siswa pada siklus II menjadi 80,00.

  Kusuma (2010) meneliti penggunaan media mind map dalam meningkatkan motivasi dan prestasi belajar. Subjek penelitian yaitu siswa kelas

  XB SMA Bopkri 2. Hasil penelitian menunjukkan ada peningkatan prestasi belajar siswa dari nilai rata-rata awal 40,21 setelah diberikan tindakan pada siklus I nilai rata-rata menjadi 57,64 dan pada siklus II nilai rata-rata menjadi 74,31.

  Widyaningsih (2006) meneliti penggunaan media mind map dalam meningkatkan motivasi dan prestasi belajar. Populasi dan subjek penelitian yaitu siswa kelas XI IPS

2 SMA Taman Madya yang berjumlah 25 siswa. Hasil

  penelitian pada siklus I menunjukkan peningkatan prestasi belajar dengan nilai rata-rata 73,90 dari nilai sebelumnya 65,34. Pada siklus II nilai rata-rata menjadi 89,70.

2.1.2.2 Penelitian-penelitian tentang proses kognitif

  Astuti (2004) meneliti tentang tingkat pencapaian tujuan pembelajaran fisika berdasarkan taksonomi Bloom pada materi pokok listrik statis dan kapasitor. Subjek penelitian siswa SMU N 1 Pakem kelas II. Peneliti menggunakan instrumen penilaian berupa tes jawaban singkat pada tujuan pembelajaran aspek ingatan, pemahaman, dan penerapan. Tes uraian digunakan pada tujuan pembelajaran aspek analisis-sintesis. Hasil penelitian menunjukkan tingkat pencapaian tujuan pada aspek ingatan sedang, aspek pemahaman rendah, penerapan sedang dan analisis-sintesis rendah.

  Aryani (2011) meneliti pengaruh metode inkuiri terhadap prestasi belajar dan kemampuan berpikir kritis kategori kognitif pada mata pelajaran IPA. Subjek penelitian adalah siswa kelas VA dan VB SD Kanisius Wirobrajan yang

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  berjumlah 66 siswa. Hasil penelitian menunjukkan ada pengaruh penerapan metode inkuiri terhadap prestasi belajar siswa dengan ditunjukkan nilai sig (2

  

tailed) sebesar 0,001 atau < 0,05 dan ada pengaruh penerapan metode inkuiri

  terhadap kemampuan berpikir kritis kognitif yang ditunjukkan dengan nilai sig (2 tailed) 0,000 atau < 0,05.

  Astuti (2007) meneliti tentang hubungan kreativitas dan kemampuan penalaran induktif dengan prestasi belajar matematika. Populasi dan sampel penelitian adalah siswa kelas IIIA dan IIIB SLTP N 1 Kalasan yang berjumlah 75 siswa. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan positif dan cukup besar antara kreativitas belajar dan kemampuan penalaran induktif dengan prestasi belajar matematika. Hal ini ditunjukkan bahwa kedua variabel bebas memberikan sumbangan sebesar 53,6% .

2.1.2.3. Literature Map

  KEMAMPUAN PENGGUNAAN MENGAPLIKASIKAN MIND MAP DAN MENCIPTA Maryudani (2010) Astuti (2006)

  Mind Map

  • – Prestasi Tujuan pembelajaran- Belajar Taksonomi Bloom Kusuma (2010) Aryani (2011)

  Mind Map

  • – Motivasi Prestasi Belajar-Berpikir dan Prestasi Belajar kritis kategori kognitif

    Widyaningsih (2006) Astuti (2007)

  Mind Map Kreativitas-Penalaran

  • – Motivasi dan Prestasi Belajar Induktif-Prestasi Belajar Yang perlu diteliti

  Mind Map dan Kemampuan mengaplikasikan dan mencipta

  Gambar 2 : Literature Map dari Penelitian Sebelumnya

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  2.2. Kerangka berpikir

  Untuk keberhasilan tujuan pembelajaran dengan menggunakan mind

  map yang diterapkan di SD Kanisius Sorowajan dalam materi

  mengidentifikasi jenis-jenis tanah, rencana pembelajaran harus disusun dengan memperhatikan taraf kemampuan berpikir siswa sampai pada tahap yang tertinggi sehingga siswa mendapat pengetahuan yang utuh dan menyeluruh ketika melakukan pembelajaran di sekolah.

  Penggunaan mind map dapat mengaktifkan dan mendorong siswa belajar aktif dan kreatif sehingga kemampuan kognitif yang tertinggi dapat tercapai dengan baik. Siswa dapat memaksimalkan kemampuan mengaplikasikan dan mencipta melalui pembelajaran dengan menggunakan

  mind map .

  Jika penggunaan mind map diterapkan pada mata pelajaran IPA kelas

  V SD Kanisius Sorowajan, kemampuan mengaplikasikan dan mencipta akan berpengaruh secara signifikan.

  2.3 Hipotesis

  2.3.1 Penggunaan metode mind map berpengaruh secara signifikan terhadap kemampuan mengaplikasikan siswa kelas V SD Kanisius Sorowajan Yogyakarta pada mata pelajaran IPA untuk kompetensi dasar mengidentifikasi jenis-jenis tanah semester genap tahun 2011/2012.

  2.3.2 Penggunaan metode mind map berpengaruh secara signifikan terhadap kemampuan mencipta siswa kelas V SD Kanisius Sorowajan Yogyakarta pada mata pelajaran IPA untuk kompetensi dasar mengidentifikasi jenis- jenis tanah semester genap tahun 2011/2012.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Landasan teori pada bab II dapat diperlihatkan dengan piramida terbalik dengan menggunakan logika deduktif sebagai berikut.

  Variabel Variabel Penggunaan Mind Map Kemampuan Mengaplikasikan

  • dan Mencipta Kajian Pustaka Penelitian-penelitian sebelumnya Kerangka Berpikir Hipotesis

  Gambar 3 : Proses Penyusunan Hipotesis

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

BAB III METODE PENELITIAN

3.1 Jenis Penelitian

  Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan metode eksperimental jenis Quasi Experimental dengan tipe Nonequivalent

  

control group design (Sugiyono, 2010:114-116). Dalam jenis penelitian Quasi

Experimental dipilih dua kelompok. Dari dua kelompok tersebut didapat

  kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Penelitian ini termasuk penelitian

  

Quasi Experimental karena tiap responden pada kelompok kontrol dan kelompok

  eksperimen tidak dipilih secara random. Kedua kelompok tersebut diberi pretest untuk mengetahui keadaan awal sebelum mendapat treatment atau perlakuan. Setelah mendapat treatment atau perlakuan kedua kelompok diberi posttest untuk mengetahui keadaan setelah mendapat treatment atau perlakuan. Pengaruh perlakuannya adalah (O

  2 -O 1 )-(0 4 -O 3 ). Adapun penelitian dengan tipe Nonequivalent control group design dapat dilihat pada tabel berikut:

  O

  1 X O

  2 O

  3 O

  4 Gambar 4 : Desain Penelitian

  X = Perlakuan O

  1 = Rerata skor pretest kelompok eksperimen

  O = Rerata skor posttest kelompok eksperimen

2 O = Rerata skor pretest kelompok kontrol

  3 O 4 = Rerata skor posttest kelompok kontrol

3.2 Populasi dan sampel

  Menurut Sugiyono (2010:297) populasi adalah objek penelitian yang digunakan sebagai sumber data dalam melakukan suatu penelitian sedangkan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  sampel adalah bagian dari objek penelitian yang diambil dengan menggunakan cara tertentu yang digunakan sebagai contoh dengan suatu penelitian.

  Penelitian ini mengambil subjek SDK Sorowajan yang beralamat di jalan Sorowajan baru no 111 Banguntapan, Bantul, Yogyakarta dengan studi kasus kelas VA sebagai kelompok eksperimen dan kelas VB sebagai kelompok kontrol.

  Kedua kelompok tersebut memiliki jumlah siswa yang sama yaitu 28 siswa dalam setiap kelas. Penentuan kelas kontrol dan kelas eksperimen dipilih dengan cara diundi. Kelas eksperimen mendapat perlakuan khusus dengan menggunakan mind

  

map sedangkan kelas kontrol tidak mendapat perlakuan khusus. Kelas kontrol

  hanya belajar seperti pembelajaran konvensional biasa yaitu dengan menggunakan metode ceramah.

3.3 Jadwal Pengambilan Data

  Pengambilan data penelitian dilakukan mulai tanggal 28 Februari 2012 sampai dengan 09 Maret 2012. Berikut ini jadwal pengambilan data penelitian pada kelompok kontrol dan kelompok eksperimen :

  Tabel 1 : Jadwal Kegiatan Penelitian

  Eksperimen Kontrol Hari/Tanggal Pertemuan

  VA

  VB

  Selasa, 28 Februari Pre Test Pre Test 2012 Jam ke-6 Jam ke-7 Kamis, 01 Maret

  1 Proses terbentuknya Proses terbentuknya 2012 tanah tanah jam 6-7 jam 3-4

  Sabtu,03 Maret

  2 Jenis-jenis tanah dan Jenis-jenis tanah dan 2012 ciri-cirinya ciri-cirinya jam 4-5 jam 1-2

  Selasa,06 Maret

  3 Proses pembuatan Proses pembuatan 2012 kompos kompos jam 4-5 jam 6-7

  Rabu, 07 Maret

  4 Artikel tentang tanah Artikel tentang 2012 jam 6-7 tanah jam 3-4

  Kamis, 08 Maret

  5 Materi keseluruhan Materi keseluruhan 2012 (Review) (Review) jam 6-7 jam 1-2

  Jumat, 09 Maret Post Test Post Test 2012 jam ke-2 Jam ke-4

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  3.4 Variabel Penelitian

  Menurut Sugiyono (2010:61) variabel penelitian adalah suatu atribut atau sifat atau nilai dari orang, objek atau kegiatan yang mempunyai variasi tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulan. Penelitian ini menggunakan variabel independen atau bebas dan variabel dependen atau terikat. Menurut Sugiyono (2010:61) variabel independen atau bebas adalah variabel yang mempengaruhi atau menjadi sebab perubahan variabel dependen, sedangkan variabel dependen atau terikat adalah variabel yang dipengaruhi atau menjadi akibat dari variabel independen. Dalam penelitian ini variabel independennya adalah penggunaan mind map sedangkan variabel dependennya adalah kemampuan mengaplikasikan dan kemampuan mencipta.

  Variabel Independen Variabel Dependen

  Kemampuan Mengaplikasikan Penggunaan mind map

  Kemampuan Mencipta

  Gambar 5 : Variabel Penelitian

  3.5 Definisi Operasional

  3.5.1. Mind map adalah cara mencatat yang dapat mempermudah mempelajari materi, dengan cara membuat bagan pada bagian inti sebagai fokusnya kemudian dikembangkan melalui cabang-cabangnya dengan menggunakan garis lengkung.

  3.5.2. Proses kognitif adalah proses perkembangan pengetahuan seseorang yang di mulai dari tingkatan paling rendah ke tingkatan paling tinggi sesuai dengan Taksonomi Bloom yaitu mengingat, memahami, mengaplikasikan, menganalisis, mengevaluasi, dan mencipta.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  3.5.3. Ilmu Pengetahuan Alam adalah ilmu yang mempelajari tentang bumi dan sekitarnya.

  3.5.4. Kemampuan mengaplikasikan adalah kemampuan yang dimiliki seseorang dengan menggabungkan beberapa prosedur.

  3.5.5. Kemampuan mencipta adalah kemampuan yang dimiliki seseorang dalam membuat suatu produk sesuai dengan kreativitasnya sendiri berdasarkan pengetahuan yang telah dimiliki. Produk yang dibuat berupa sebuah rancangan.

  3.5.6. SD Kanisius Sorowajan adalah tempat pelaksanaan penelitian yang beralamat di jalan Sorowajan no 111 Banguntapan, Bantul, Yogyakarta.

  3.5.7. Siswa adalah responden dalam penelitian yang terdiri dari kelas VA dan VB di SDK Sorowajan.

3.6 Instrumen Penelitian

  Menurut Sugiyono (2010:35) instrumen adalah suatu alat yang digunakan untuk menggumpulkan data dalam penelitian. Peneliti akan melakukan penelitian pada mata pelajaran IPA dengan berdasarkan standar kompetensi 7. Memahami perubahan yang terjadi di alam dan hubungannya dengan penggunaan sumber daya alam. Standar kompetensi yang akan diteliti, yaitu : 7.2 mengidentifikasi jenis-jenis tanah. Instrumen yang dibuat oleh peneliti bersifat kolaboratif. Instrumen penelitian yang digunakan berupa enam soal essai yang masing-masing soal merupakan pertanyaan yang mewakili enam kemampuan dalam Taksonomi Bloom. Peneliti meneliti kemampuan mengaplikasikan dan mencipta. Soal pada kemampuan mengaplikasikan terdapat pada no 3 sedangkan kemampuan mencipta soal terdapat pada no 6. Validitas tersebut sudah diperiksa validitas konstruknya dengan expert judgement atau konsultasi ahli yaitu dua dosen pembimbing. Berikut adalah matriks pengembangan intrumen.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Tabel 2 : Matriks Pengembangan Instrumen

  No No Variabel Aspek Indikator Soal Menggunakan artikel untuk memilih cara-cara pemanfaatan sampah

  Menggunakan anorganik

  1 Mengaplikasikan

  3 Menyebutkan kata lain cara Melaksanakan pemanfaatan sampah anorganik Memilih cara-cara pemanfaatan sampah

  Mengimplementasikan anorganik disertai dengan penjelasan Merumuskan kegiatan membuat pupuk Merumuskan dari sampah organik

  2 Mencipta Merencanakan langkah-langkah

  6 Merencanakan pembuatan pupuk dari sampah organik Merancang pembuatan pupuk dengan Mengkonstruksi langkah-langkahnya

3.7 Uji validitas dan reliabilitas Penelitian ini menggunakan soal essai untuk pengambilan data penelitian.

  Sebelum soal essai digunakan untuk penelitian soal-soal essai tersebut diujikan terlebih dahulu secara empiris untuk mengetahui validitas dan reliabilitas di sekolah yang berbeda dengan sekolah yang dijadikan tempat penelitian. Menurut Nurgiantoro (2001:72) soal yang digunakan untuk penelitian berupa soal essai memiliki kelebihan dapat mengukur kemampuan atau pemahaman kognitif yang dimiliki oleh siswa sampai pada level kognitif yang paling tinggi yaitu: kemampuan mencipta sedangkan soal essai juga memiliki keterbatasan yaitu soal

  

essai mempunyai validitas dan reliabilitas yang sulit untuk dicapai sampai pada

kriteria tinggi.

  Soal essai yang digunakan diujikan sekolah yang berbeda untuk mengetahui tingkat validitas dan reliabilitasnya. Sekolah yang digunakan yaitu di SDK Wirobrajan pada kelas VA dan VB dengan jumlah siswa VA 32 siswa dan

  VB 35 siswa. Hasil uji validitas di SDK Wirobrajan sudah valid namun pada uji reliabilitas menunjukkan hasil 0,51 karena baru memiliki reliabilitas cukup, kemudian diujikan di SDK Sengkan pada kelas VA dan VB, dengan jumlah siswa kelas VA 24 siswa dan VB 24 siswa. Hasil uji validitas dan reliabilitas dianalisis menggunakan program komputer SPSS 18 for Windows.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  1. Validitas Instrumen Menurut Sugiyono (2010:363), validitas merupakan derajat ketepatan antara data yang terjadi pada objek penelitian dengan data yang dapat dilaporkan oleh peneliti. Instrumen disebut valid kalau bisa mengukur apa yang seharusnya diukur. Uji validitas dalam penelitian ini menggunakan uji korelasi dari Pearson. Berikut ini adalah hasil uji validitas di SDK Sengkan :

  Tabel 3: Hasil uji validitas No. Pearson

  Variabel Sig.(2-tailed ) Keterangan soal Correlation

  1 Mengingat 0,545** 0,000 Valid

  2 Memahami 0,683** 0,000 Valid

  3 Mangaplikasikan 0,697** 0,000 Valid

  4 Menganalisis 0,584** 0,000 Valid

  5 Mengevaluasi 0,613** 0,000 Valid

  6 Mencipta 0,686** 0,000 Valid Tabel di atas nilai sig.(2-tailed) untuk masing-masing variabel sebesar 0,000. Nilai tersebut lebih kecil dari 0,05 (0,000<0,05) menunjukkan bahwa enam soal tersebut valid dan dapat digunakan sebagai instrumen penelitian.

  Menurut Sugiyono (2010:179) pengujian seluruh butir instrumen dalam satu variabel dapat juga dilakukan dengan mencari daya pembeda skor item dari kelompok yang memberikan jawaban tinggi dan jawaban rendah. Cara menghitung uji daya beda dengan cara jumlah kelompok yang tinggi diambil 27% dan kelompok yang rendah diambil 27%. Berikut adalah hasil uji daya beda di SDK Sengkan.

  Tabel 4 : Hasil uji daya beda t-test for Equality of Means

  Levene’s Test for Equality of Variances

  F Sig Df Sig. (2-tailed) SDK 3,817 0,065 20 0,000

  Sengkan Berdasarkan tabel diatas nilai sig.(2-tailed) sebesar 0,000. Nilai tersebut lebih kecil dari 0,05 (0,000<0,05) menunjukkan ada perbedaan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  yang signifikan antara skor atas dan skor bawah. Artinya item soal tersebut dapat digunakan sebagai instrumen yang telah teruji validitasnya.

  2. Reliabilitas Instrumen Menurut Masidjo (1995:209) reliabilitas adalah taraf sampai di mana suatu tes mampu menunjukkan konsistensi hasil pengukurannya yang diperlihatkan dalam taraf ketepatan dan ketelitian. Data tes yang reliabel menunjukkan ketepatan atau keajegan dalam berbagai pengukuran atau dengan kata lain data tersebut konsisten. Uji reliabilitas dalam penelitian ini menggunakan uji Alpha Cronbach. Berikut ini adalah hasil uji reliabilitas di SDK Sengkan.

  Tabel 5 : Hasil uji reliabilitas

  Alpha Cronbach Kualifikasi

  SDK Sengkan 0,690 Cukup Dari tabel di atas menunjukkan bahwa reliabilitas nilainya sebesar

  0,690 yang artinya dengan demikian instrumen tersebut memiliki reliabitas yang cukup (Masidjo, 1995:209) dan dapat digunakan untuk instrumen penelitian. Menurut Numally (dalam Ghozali, 2010) suatu konstruk dikatakan reliabel jika harga Alpha Cronbach > 0,60.

3.8 Teknik pengumpulan data

  Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian adalah pretest dan posttest pada kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Pretest dilakukan sebelum materi diajarkan. Pretest dilakukan untuk mengetahui keadaan awal sebelum diberikan perlakuan yaitu penggunaan mind map pada kelompok eksperimen dan penggunaan metode ceramah pada kelompok kontrol. Posttest dilakukan setelah perlakuan diberikan pada kedua kelompok tersebut. Pengumpulan data dapat dilihat sebagai berikut.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Tabel 6 : Teknik Pengumpulan Data

  

No Variabel Kelompok Data Pengumpulan Instrumen

Skor Pretest Pretest Soal Essai Kontrol

  Skor Posttest Posttest Soal Essai

  1 Mengaplikasikan Skor Pretest Pretest Soal Essai Eksperimen Skor Posttest Posttest Soal Essai

  Skor Pretest Pretest Soal Essai Kontrol Skor Posttest Posttest Soal Essai

  2 Mencipta Skor Pretest Pretest Soal Essai Eksperimen Skor Posttest Posttest Soal Essai

  Dari tabel di atas menunjukkan bahwa data yang di dapat sebanyak 8 dari kelompok kontrol dan kelompok eksperimen.

3.9 Teknik Analisis Data

  Teknik analisis data yang akan digunakan dalam penelitian sebagai berikut:

  3.9.1.Uji Normalitas Data Uji normalitas data dilakukan dengan menggunakan uji Kolmogorov-

  

Smirnov . Menurut Yulius (2010:127) uji normalitas bertujuan untuk mengetahui

  data terdistribusi normal atau tidak. Menurut Priyatno (2012:136) kriteria pengambilan keputusan untuk uji normalitas sebagai berikut: a) Jika nilai sig. (2-tailed) > 0,05 maka data berdistribusi normal

  b) Jika nilai sig. (2-tailed) < 0,05, maka data berdistribusi tidak normal Jika distribusi data normal analisis statistiknya menggunakan statistik parametrik Independent Samples t-test atau Paired Samples t-test. Jika distribusi data tidak normal maka analisis statistik menggunakan statistik nonparametrik Mann-Whitney U-test atau Wilcoxon.

  3.9.2.Uji Statistik Ada dua cara yang dapat dilakukan untuk menganalisis data pada uji statistik. Cara I pada uji statistik ada tiga langkah yaitu:

  3.9.2.1. Uji Beda Pretest Uji beda pretest dilakukan dengan menganalisis skor pretest kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Menurut Priyanto (2010:76) uji beda pretest digunakan untuk mengetahui apakah kedua data memiliki dasar yang sama atau tidak. Uji beda pretest menggunakan statistik parametrik Independent Samples t-

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

test atau statistik nonparametrik Mann Whitney U-test. Analisis data

  menggunakan hipotesis statistik sebagai berikut: H i : Ada perbedaan yang signifikan antara skor pretest kelompok kontrol dan skor pretest kelompok eksperimen.

  H null : Tidak ada perbedaan yang signifikan antara skor pretest kelompok kontrol dan skor pretest kelompok eksperimen. Untuk itu kriteria pengambilan keputusan untuk uji beda pretest sebagai berikut :

  1. Jika nilai sig.(2-tailed) > 0,05, H null diterima dan H i ditolak. Artinya tidak ada perbedaan yang signifikan antara pretest kelompok kontrol dan pretest kelompok eksperimen dengan kata lain keduanya memiliki titik pijak yang sama untuk dilakukan perbandingan.

  2. Jika nilai sig. (2-tailed) < 0,05, H ditolak dan H diterima. Artinya ada

  null i

  perbedaan yang signifikan antara pretest kelompok kontrol dan pretest kelompok eksperimen dengan kata lain keduanya tidak memiliki titik pijak yang sama sehingga tidak mungkin untuk dilakukan perbandingan. Sehingga digunakan cara II dengan perbandingan selisih skor dari pretest ke posttest.

  3.9.2.2. Uji kenaikan pretest ke posttest Uji kenaikan dilakukan antara hasil skor pretest dan posttest kelompok kontrol dan eksperimen. Uji kenaikan dilakukan untuk memastikan apakah ada kenaikan yang terjadi antara kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Uji kenaikan pretest dan posttest menggunakan statistik parametrik Paired Samples t-

  

test atau statistik nonparametrik Wilcoxon. Analisis data menggunakan hipotesis

  statistik sebagai berikut : H : Ada perbedaan yang signifikan antara skor pretest dan skor posttest.

  i

  H : Tidak ada perbedaan yang signifikan antara skor pretest dan skor

  null posttest .

  Untuk itu kriteria yang digunakan sebagai berikut:

  1. Jika nilai sig.(2-tailed) > 0,05, H diterima dan H ditolak. Artinya tidak

  null i

  ada perbedaan yang signifikan antara pretest dan posttest. Dengan kata lain tidak ada kenaikan yang signifikan antara pretest ke posttest.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  2. Jika nilai sig.(2-tailed) < 0,05, H null ditolak dan H i diterima. Artinya ada perbedaan yang signifikan antara pretest dan posttest. Dengan kata lain ada kenaikan yang signifikan antara pretest ke posttest.

  3.9.2.3.Uji pengaruh perlakuan Uji pengaruh dilakukan untuk memastikan apakah ada perbedaan yang signifikan antara skor posttest kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Uji pengaruh dilakukan dengan membandingkan skor posttest kelompok kontrol dan eskperimen. Uji pengaruh perlakuan menggunakan statistik parametrik

  

Independent Samples t-test atau statistik nonparametrik Mann Whitney U-test.

  Analisis data menggunakan hipotesis statistik sebagai berikut : H i : Ada perbedaan yang signifikan antara skor posttest kelompok kontrol dan kelompok eksperimen.

  H nul : Tidak ada perbedaan yang signifikan antara skor posttest kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Untuk itu kriteria yang digunakan sebagai berikut:

  1. Jika nilai sig.(2-tailed) > 0,05, H

  

null

  diterima dan H

  i

  ditolak. Artinya tidak ada perbedaan yang signifikan antara posttest kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Dengan kata lain penggunaan metode mind map tidak berpengaruh secara signifikan terhadap kemampuan mengaplikasikan dan mencipta.

  2. Jika nilai sig.(2-tailed) < 0,05, H null ditolak dan H i diterima. Artinya ada perbedaan yang signifikan antara skor posttest kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Dengan kata lain penggunaan metode mind map berpengaruh secara signifikan terhadap kemampuan mengaplikasikan dan mencipta. Cara II pada uji statitik ada tiga langkah. Langkah I dan II sama dengan cara

  I di atas. Langkah III dilakukan jika hasil uji beda pretest menunjukkan bahwa skor pretest kelompok kontrol dan eksperimen berbeda. Langkah III dilakukan dengan cara menguji perbedaan selisih skor dari pretest ke posttest pada kelompok kontrol dan kelompok eksperimen.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  3.9.2.4.Uji selisih skor Untuk mendapatkan perhitungan selisih skor dengan melakukan 3 langkah sebagai berikut:

  1. Perhitungan selisih, dengan cara mengurangkan hasil posttest ke hasil pretest kelompok kontrol dan kelompok eksperimen.

  2. Uji normalitas data, untuk mengetahui apakah data selisih skor terdistribusi normal atau tidak.

  3. Uji beda selisih Uji statistik yang digunakan yaitu Independent samples t-test jika data terdistribusi normal atau Mann Whitney U -test jika data terdistribusi tidak normal. Analisis data menggunakan hipotesis statistik sebagai berikut : H i : Ada perbedaan yang signifikan antara selisih skor pretest ke posttest kelompok kontrol dan kelompok eksperimen.

  H null : Tidak ada perbedaan yang signifikan antara selisih skor pretest ke posttest kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Untuk itu kriteria yang digunakan untuk mengambil kesimpulan sebagai berikut:

  1) Jika harga sig.(2-tailed) > 0,05, H null diterima dan H i ditolak. Artinya tidak ada perbedaan yang signifikan selisih skor pretest ke posttest kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Dengan kata lain penggunaan mind

  map tidak berpengaruh secara signifikan terhadap kemampuan mengaplikasikan dan kemampuan mencipta.

  2) Jika harga sig.(2-tailed) < 0,05, H null ditolak dan H i diterima. Artinya ada perbedaan yang signifikan antara selisih skor pretest ke posttest kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Dengan kata lain penggunaan mind

  map berpengaruh secara signifikan terhadap kemampuan mengaplikasikan dan kemapuan mencipta.

  Cara yang kedua ini dengan menggunakan uji selisih skor cukup fleksibel untuk menguji pengaruh penggunaan mind map tanpa memperhitungkan perbedaan siswa di kelompok kontrol maupun eksperimen bisa berada di daerah yang berbeda-beda.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Bab ini akan membahas tentang pengaruh penggunaan mind map pada

  mata pelajaran IPA terhadap kemampuan mengaplikasikan dan pengaruh penggunaan mind map pada mata pelajaran IPA terhadap kemampuan mencipta.

4.1. Hasil Penelitian

  mind map

  

4.1.1. Pengaruh penggunaan terhadap kemampuan

mengaplikasikan

  Kemampuan kognitif yang diteliti adalah kemampuan kognitif berdasarkan taksonomi Benjamin S. Bloom. Taksonomi Bloom terdiri dari enam kemampuan kognitif yaitu mengingat, memahami, mengaplikasikan, menganalisis, mengevaluasi, mencipta. Pada penelitian ini dibahas pengaruh penggunaan mind

  

map terhadap kemampuan mengaplikasikan. Penelitian ini dilakukan secara

  kolaboratif. Instrumen pertanyaan terdiri dari enam soal essai yang setiap soal mewakili kemampuan kognitif yang diteliti. Kemampuan kognitif mengaplikasikan terdapat pada soal no 3. Uji validitas dan reliabilitas dilakukan dengan dua tahap pada sekolah yang berbeda. Kelompok kontrol yang dipilih adalah kelas VB sedangkan kelompok eksperimen adalah kelas VA.

  Pretest dilakukan untuk mengetahui keadaan awal sebelum kedua

  kelompok diberi perlakuan. Perlakuan dengan menggunakan mind map hanya dilakukan pada kelompok eksperimen sedangkan kelompok kontrol hanya diberi metode tradisional tanpa menggunakan mind map yaitu menggunakan metode ceramah. Posttest dilakukan setelah kedua kelompok diberi perlakuan, posttest dilakukan untuk mengetahui pengaruh perlakuan yang dilakukan oleh guru terhadap kemampuan kognitif mengaplikasikan. Signifikansi dilihat dari hasil perbedaan skor pretest dan skor posttest.

  Variabel dependen dalam penelitian ini adalah kemampuan mengaplikasikan sedangkan varibel independennya adalah penggunaan mind map. Data yang diperoleh diuji normalitas dengan menggunakan uji Kolmogorov- dengan program komputer PASW (SPSS) 18 for Windows untuk

  Smirnov

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  menentukan jenis uji statistik yang digunakan. Kriteria pengambilan keputusan untuk uji normalitas sebagai berikut: a) Jika nilai sig. (2-tailed) > 0,05 maka data berdistribusi normal

  b) Jika nilai sig. (2-tailed) < 0,05, maka data berdistribusi tidak normal Uji normalitas digunakan untuk mengetahui apakah data terdistribusi dengan normal atau tidak. Analisis data normalitas pada kemampuan mengaplikasikan dilakukan dengan menganalisis skor pretest dan posttest kelompok kontrol dan eksperimen.

  Tabel 7: Hasil uji normalitas mengaplikasikan

  Nilai Signifikansi No Aspek Keterangan (2-tailed)

  Pretest mengaplikasikan kelompok

  1 0,206 Normal Control

  Pretest mengaplikasikan kelompok

  2 0,074 Normal eksperimen

  Posttest mengaplikasikan kelompok

  3 0,062 Normal control

  Posttest mengaplikasikan kelompok

  4 0,288 Normal eksperimen

  Hasil data yang telah dianalisis dapat diketahui normal atau tidaknya distribusi data tersebut dari nilai signifikansinya. Dari data di atas dapat diketahui bahwa nilai signifikansi skor pretest kelompok kontrol sebesar 0,206 karena nilai signifikansi 0,206 > 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa skor pretest kelompok kontrol normal. Skor pretest kelompok eksperimen menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,074 karena nilai signifikansi 0,074 > 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa skor pretest kelompok eksperimen normal. Skor posttest kelompok kontrol menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,062 karena nilai signifikansi 0,062 > 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa skor posttest kelompok kontrol normal. Skor posttest kelompok eksperimen menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,288 karena nilai signifikansi 0,288 > 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa skor posttest kelompok eksperimen normal. Jadi dapat disimpulkan semua hasil analisis data diatas normal dan uji statistik seluruh data menggunakan uji statistik Parametrik Independent Samples t-test atau Paired

  

samples t-test . Analisis data dilakukan dengan cara sebagai berikut: 1)

  Membandingkan skor pretest kedua kelompok, 2) Membandingkan skor pretest ke posttest kedua kelompok, 3) Membandingkan skor posttest kedua kelompok

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  apabila hasil uji pretest memiliki titik pijak yang sama sedangkan apabila hasil uji

  

pretest tidak memiliki titik pijak yang sama menggunakan uji selisih skor dari

pretest ke posttest.

  

4.1.1.1. Perbandingan skor pretest kelompok kontrol dan kelompok

eksperimen.

  Uji perbandingan data pretest kemampuan mengaplikasikan pada kelompok kontrol dan eksperimen dilakukan dengan menggunakan uji statistik Parametrik Independent Samples t-test. Uji perbandingan data pretest dilakukan untuk mengetahui apakah ada perbedaan antara skor pretest kelompok kontrol dan skor pretest kelompok eksperimen atau data-data tersebut memiliki titik pijak yang sama untuk dilakukan perbandingan.

  Tabel 8: Hasil uji beda skor pretest mengaplikasikan

  Nilai Signifikansi Hasil pretest Keterangan (2-tailed)

  Kelompok kontrol dan kelompok 0,882 Tidak Berbeda eksperimen mengaplikasikan

  Tabel hasil uji diatas menunjukkan bahwa nilai sig.(2-tailed) sebesar 0,882 > 0,05. Hal itu berarti H null diterima dan H i ditolak. Artinya tidak ada perbedaan yang signifikan antara pretest kelompok kontrol dan kelompok eksperimen atau dengan kata lain skor pretest kedua kelompok memiliki titik pijak yang sama untuk dilakukan perbandingan.

  4.1.1.2. Perbandingan skor pretest ke posttest.

  Uji perbandingan ini dilakukan antara hasil pretest ke posttest kelompok kontrol dan kelompok eksperiemen. Uji perbandingan skor pretest ke skor

  

posstest dilakukan untuk memastikan ada kenaikan atau tidak antara pretest dan

posttest . Analisis data pretest dan posttest menggunakan uji statistik parametrik

Paired Samples t-test .

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Tabel 9: Hasil uji perbandingan skor pretest ke posttest Mengaplikasikan

  Test Nilai %

No Kelompok Signifikansi Keterangan

Peningkatan

  Pretest Posttest (2-tailed)

  

1 Kontrol 1,89 2,17 14,81% 0,181 Tidak Berbeda

  

2 Eksperimen 1,93 2,85 47,66% 0,000 Berbeda

  Dari tabel hasil uji diatas menunjukkan bahwa nilai sig.(2-tailed) pretest ke posttest kelompok kontrol sebesar 0,181 > 0,05. Hal itu berarti H null diterima dan H i ditolak. Artinya tidak ada perbedaan yang signifikan antara pretest dan

  

posttest . Dengan kata lain tidak ada kenaikan yang signifikan, sedangkan nilai

  sig.(2-tailed) pretest ke posttest kelompok eksperimen sebesar 0,000 < 0,05. Hal itu berarti H null ditolak dan H i diterima. Artinya ada perbedaan yang signifikan antara pretest dan posttest. Dengan kata lain ada kenaikan yang signifikan yang terjadi antara pretest ke posttest pada kelompok eksperimen.

4.1.1.3. Uji Pengaruh Perlakuan

  Uji pengaruh perlakuan dilakukan untuk memastikan apakah ada perbedaan yang signifikan antara skor posttest kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Uji pengaruh dilakukan dengan cara membandingkan skor posttest kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Uji statistik yang digunakan adalah statistik parametrik Independent Samples t-test.

  Tabel 10: Hasil Uji Perbandingan Skor Posttest Mengaplikasikan

  Signifikansi Hasil Posttest Keterangan (2-tailed)

  Kelompok kontrol dan kelompok 0,006 Berbeda eksperimen

  Hasil di atas menunjukkan bahwa nilai signifikansi (2-tailed) menunjukkan 0,006 < 0,05. Hal tersebut berarti H null ditolak dan H i diterima. Artinya ada perbedaan yang signifikan antara skor posttest kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Dengan kata lain penggunaan metode mind map berpengaruh secara signifikan terhadap kemampuan mengaplikasikan.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Berikut ini adalah perbandingan skor pretest ke posttest

  3

  2.5

  2 Kontrol

  1.5

  

1 Eksperimen

0.5 Pretest Posttest

  Gambar 6: Perbandingan skor pretest dan posttest kemampuan mengaplikasikan kelompok kontrol dan kelompok eksperimen

4.1.2. Pengaruh penggunaan mind map terhadap kemampuan mencipta.

  Kemampuan kognitif yang diteliti adalah kemapuan kognitif berdasarkan tahap kemampuan taksonomi Benjamin S. Bloom. Taksonomi Bloom terdiri dari enam kemampuan kognitif yaitu mengingat, memahami, mengaplikasikan, menganalisis, mengevaluasi, dan mencipta. Penelitian ini dibahas pengaruh penggunaan mind map terhadap kemampuan mencipta. Penelitian ini dilakukan secara kolaboratif. Instrumen pertanyaan terdiri dari enam soal essai yang setiap soal mewakili kemampuan kognitif yang diteliti. Kemampuan kognitif mencipta terdapat pada soal no 6. Uji validitas dan reliabilitas dilakukan dengan dua tahap pada sekolah yang berbeda. Kelompok kontrol yang dipilih adalah kelas VB sedangkan kelompok eksperimen adalah kelas VA. dilakukan untuk mengetahui keadaan awal sebelum kedua

  Pretest

  kelompok diberi perlakuan. Perlakuan dengan menggunakan mind map hanya dilakukan pada kelompok eksperimen sedangkan kelompok kontrol hanya diberi metode tradisional yaitu metode ceramah tanpa menggunakan mind map. Posttest dilakukan setelah kedua kelompok diberikan perlakuan, posttest dilakukan untuk mengetahui pengaruh perlakuan yang dilakukan oleh guru terhadap kemampuan kognitif mencipta. Signifikansi dilihat dari hasil perbedaan skor pretest dan skor

  .

  posttest

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Variabel dependen dalam penelitian ini adalah kemampuan mencipta sedangkan varibel independennya adalah penggunaan mind map. Data yang diperoleh diuji dengan menggunakan uji Kolmogorov-Smirnov dengan program komputer PASW (SPSS) 18 for Windows untuk menentukan jenis uji statistik yang digunakan maka data dianalisis dengan uji normalitas data. Kriteria pengambilan keputusan untuk uji normalitas sebagai berikut: a) Jika nilai sig. (2-tailed) > 0,05 maka data berdistribusi normal

  b) Jika nilai sig. (2-tailed) < 0,05, maka data berdistribusi tidak normal Uji normalitas digunakan untuk mengetahui apakah data terdistribusi dengan normal atau tidak. Analisis data normalitas pada kemampuan mencipta dilakukan dengan menganalisis skor pretest dan posttest kelompok kontrol dan eksperimen.

  Tabel 11: Hasil uji normalitas mencipta

  Nilai No Aspek Signifikansi Keterangan (2-tailed)

  1 Pretest mencipta kelompok kontrol 0,130 Normal

  2 Pretest mencipta kelompok eksperimen 0,490 Normal

  3 Posttest mencipta kelompok kontrol 0,061 Normal

  4 Posttest mencipta kelompok eksperimen 0,460 Normal

  Hasil data yang telah dianalisis dapat diketahui normal atau tidaknya distribusi data tersebut dari nilai signifikansi. Dari data diatas dapat diketahui bahwa nilai signifikansi skor pretest kelompok kontrol sebesar 0,130 karena nilai signifikansi 0,130 > 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa skor pretest kelompok kontrol normal. Skor pretest kelompok eksperimen menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,490 karena nilai signifikansi 0,490 > 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa skor pretest kelompok eksperimen normal. Skor posttest kelompok kontrol menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,061 karena nilai signifikansi 0,061 > 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa skor posttest kelompok kontrol normal. Skor posttest kelompok eksperimen menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,460 karena nilai signifikansi 0,460 > 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa skor posttest kelompok eksperimen normal. Jadi dapat disimpulkan semua hasil analisis data diatas normal dan uji statistik seluruh data menggunakan uji statistik Parametrik Independent Samples t-test atau Paired

  

sample t-test . Analisis data dilakukan dengan cara sebagai berikut:

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  1) Membandingkan skor pretest kedua kelompok, 2) Membandingkan skor pretest ke posttest kedua kelompok, 3) Membandingkan skor posttest kedua kelompok apabila hasil uji beda pretest memiliki titik pijak yang sama sedangkan apabila hasil uji beda pretest tidak memiliki titik pijak yang sama menggunakan uji selisih skor dari pretest ke posttest.

  

4.1.2.1.Perbandingan skor pretest kelompok kontrol dan kelompok

eksperimen.

  Uji perbandingan skor pretest kemampuan mencipta pada kelompok kontrol dan eksperimen dilakukan dengan menggunakan uji statistik parametrik

  

Independent Samples t-test. Uji perbandingan skor pretest dilakukan untuk

  mengetahui apakah ada perbedaan antara pretest kelompok kontrol dan pretest kelompok eksperimen atau data-data tersebut memiliki titik pijak yang sama untuk dilakukan perbandingan.

  Tabel 12: Hasil uji perbandingan skor pretest mencipta

  Hasil pretest Nilai Signifikansi Keterangan (2-tailed)

  Kelompok kontrol dan kelompok eksperimen 0,048 Berbeda mencipta

  Dari tabel hasil uji di atas menunjukkan bahwa nilai sig.(2-tailed) sebesar 0,048 < 0,05. Hal itu berarti H null ditolak dan H i diterima. Artinya ada perbedaan yang signifikan antara skor pretest kelompok kontrol dan kelompok eksperimen atau dengan kata lain skor pretest kedua kelompok tidak memiliki titik pijak yang sama untuk dilakukan perbandingan. Maka cara II yang digunakan adalah dengan menggunakan uji selisih skor.

  pretest ke posttest.

  4.1.2.2. Perbandingan skor

  Uji perbandingan ini dilakukan antara hasil pretest ke posttest kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Uji perbandingan skor pretest ke skor posttest dilakukan untuk memastikan ada kenaikan atau tidak antara pretest dan posttest. Analisis skor pretest ke posttest menggunakan uji Parametrik Paired Samples t- test.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Tabel 13: Hasil uji perbandingan skor pretest ke posttest mencipta

  Test Nilai %

No Kelompok Signifikansi Keputusan

Pretest Posttest Peningkatan

  (2-tailed)

  

1 Kontrol 1,80 2,04 13,33% 0,336 Tidak Berbeda

  

2 Eksperimen 1,42 2,52 77,46% 0,000 Berbeda

  Tabel hasil uji di atas menunjukkan bahwa nilai sig.(2-tailed) pretest ke

  

posttest kelas kontrol sebesar 0,336 > 0,05. Hal itu berarti H diterima dan H

null i ditolak. Artinya tidak ada perbedaan yang signifikan antara pretest dan posttest.

  Dengan kata lain tidak ada kenaikan yang signifikan antara pretest ke posttest pada kelompok kontrol, sedangkan nilai sig.(2-tailed) pretest ke posttest kelompok eksperimen sebesar 0,000 < 0,05. Hal itu berarti H null ditolak dan H i diterima. Artinya ada perbedaan yang signifikan antara pretest dan posttest. Dengan kata lain ada kenaikan yang signifikan yang terjadi antara pretest ke posttest kelompok eksperimen.

4.1.1.3. Uji Selisih Skor

  Uji selisih dilakukan karena tidak adanya kesamaan skor pretest kelompok eksperimen dan kontrol. Uji selisih skor dilakukan dengan cara mengurangkan skor posttest ke pretest kemudian selisih skor pretest ke posttest tersebut diuji normalitasnya dengan Kolmogorov Smirnov terlebih dahulu untuk mengetahui uji statistik menggunakan statistik parametrik atau nonparametrik. Kriteria pengambilan keputusan untuk uji normalitas sebagai berikut:

  a) Jika nilai sig. (2-tailed) > 0,05 maka data berdistribusi normal

  b) Jika nilai sig. (2-tailed) < 0,05, maka data berdistribusi tidak normal Kemudian hasil analisis data selisih skor digunakan untuk menarik kesimpulan.

  Tabel 14: Hasil Uji Normalitas Selisih

  Nilai Signifikansi No Aspek Keterangan (2-tailed)

  Selisih pretest-posttest mencipta

  1 0,892 Normal kelompok kontrol

  Selisih pretest-posttest mencipta

  2 0,658 Normal kelompok eksperimen

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Dari hasil uji normalitas selisih skor kelompok kontrol dan eksperimen menunjukkan nilai signifikansi > 0,05. Maka dapat disimpulkan bahwa selisih skor pretest ke posttest terdistribusi normal dan uji statistiknya menggunakan uji statistik parametrik.

  Tabel 15: Hasil Uji Selisih Skor

  Nilai Signifikansi Hasil Uji Selisih Keterangan (2-tailed)

  Selisih skor kelompok kontrol dan kelompok 0,003 Berbeda eksperimen

  Tabel hasil uji di atas menunjukkan bahwa harga sig.(2-tailed) selisih skor

  

pretest ke posttest kelompok kontrol dan kelompok eksperimen sebesar 0,003 <

  0,05. Hal itu berarti H null ditolak dan H i diterima. Artinya ada perbedaan yang signifikan selisih skor pretest ke posttest kelompok kontrol dan kelompok eksperimen yang menggunakan metode mind map. Dengan kata lain penggunaan metode mind map berpengaruh secara signifikan terhadap kemampuan mencipta. Berikut ini adalah perbandingan skor pretest ke posttest

  3

2 Kontrol

  1 Eksperimen Pretest Posttest

  Gambar 7 : Perbandingan skor pretest dan skor posttest kemampuan mencipta kelompok kontrol dan kelompok eksperimen Berikut ini adalah perbandingan selisih skor pretest ke posttest kelompok kontrol dan kelompok eksperimen.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Gambar 8: Perbandingan selisih skor pretest ke posttest Kemampuan mencipta kelompok kontrol dan kelompok eksperimen

4.1.3.Rangkuman Hasil Penelitian

  Berikut ini adalah rangkuman hasil penelitian. Nilai signifikansi skor

  

pretest kemampuan mengaplikasikan kelompok kontrol dan kelompok

  eksperimen sebesar 0,882 > 0,05. Hal tersebut menunjukkan H null diterima dan H i ditolak, yang artinya tidak ada perbedaan yang signifikan antara skor pretest kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Nilai signifikansi skor pretest kemampuan mencipta kelompok kontrol dan kelompok eksperimen sebesar 0,048 < 0,05. Hal tersebut menunjukkan bahwa H ditolak dan H diterima, yang

  null i

  artinya ada perbedaan yang signifikan antara skor pretest kelompok kontrol dan kelompok atau dengan kata lain skor pretest kedua kelompok tidak memiliki titik pijak yang sama untuk dilakukan perbandingan.

  Nilai signifikansi kenaikan skor pretest ke posttest kemampuan mengaplikasikan kelompok kontrol sebesar 0,181 > 0,05. Hal tersebut menunjukkan bahwa H null diterima dan H i ditolak, artinya tidak ada perbedaan yang signifikan antara pretest dan posttest, sedangkan nilai signifikansi kenaikan skor pretest ke posttest kemampuan mengaplikasikan kelompok eksperimen sebesar 0,000 < 0,05. Hal tersebut menunjukkan bahwa H null ditolak dan H i diterima, artinya ada perbedaan yang signifikan antara pretest dan posttest, sedangkan nilai signifikansi kenaikan skor pretest ke posttest kemampuan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  mencipta kelompok kontrol sebesar 0,336 > 0,05. Hal tersebut menunjukkan bahwa H diterima dan H ditolak, artinya tidak ada perbedaan yang signifikan

  null i

  antara pretest dan posttest, sedangkan nilai signifikasi kenaikan skor pretest ke

  posttest kemampuan mencipta kelompok eksperimen sebesar 0,000 < 0,05. Hal

  tersebut menunjukkan H null ditolak dan H i diterima, artinya ada perbedaan yang signifikan antara pretest dan posttest.

  Nilai signifikansi skor posttest kemampuan mengaplikasikan kelompok kontrol dan kelompok eksperimen sebesar 0,006 < 0,05. Hal tersebut menunjukkan H ditolak dan H diterima, artinya ada perbedaan yang signifikan

  null i

  antara skor posttest kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Dengan kata lain penggunaan metode mind map berpengaruh secara signifikan terhadap kemampuan mengaplikasikan, sedangkan nilai signifikansi selisih skor kemampuan mencipta kelompok kontrol dan kelompok eksperimen sebesar 0,003 < 0,05. Hal tersebut menunjukkan H null ditolak dan H i diterima, artinya ada perbedaan yang signifikan antara selisih skor pretest ke posttest. Dengan kata lain penggunaan mind map berpengaruh secara signifikan terhadap kemampuan mencipta.

  Tabel 16: Rangkuman skor pretest kelompok kontrol dan kelompok eksperimen

  

No Variabel Signifikansi Keterangan

  

1 Mengaplikasikan 0,882 Tidak Berbeda

  

2 Mencipta 0,048 Berbeda

  Tabel 17: Rangkuman kenaikan skor pretest ke posttest Kelompol kontrol dan kelompok eksperimen

  Rata- %

No Variabel Kelompok Test Signifikansi Keterangan

rata Peningkatan

  Pretest 1,89 Tidak Kontrol 14,81 % 0,181

  Posttest 2,17 berbeda

  1 Mengaplikasikan Pretest 1,93

  Eksperimen 47,66% 0,000 Berbeda Posttest 2,85 Pretest 1,80 Tidak

  Kontrol 13,33% 0,336 Posttest 2,04 berbeda

  2 Mencipta Pretest 1,42

  Eksperimen 77,46% 0,000 Berbeda Posttest 2,52

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Tabel 18 : Rangkuman perbandingan skor posttest kelompok kontrol dan kelompok eksperimen

  

Variabel Signifikansi Keterangan

Mengaplikasikan 0,006 Berbeda

  Tabel 19: Rangkuman selisih skor pretest ke posttest kelompok kontrol dan kelompok eksperimen

  

Variabel Signifikansi Keterangan

Mencipta 0,003 Berbeda

4.2. Pembahasan

  

4.2.1. Pengaruh penggunaan mind map terhadap kemampuan

mengaplikasikan

  Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan mind map berpengaruh terhadap kemampuan mengaplikasikan pada mata pelajaran IPA kelas V SD Kanisius Sorowajan. Hal tersebut dibuktikan dengan hasil analisis data yang dilakukan. Hasil analisis skor posttest kelompok kontrol dan kelompok eksperimen menunjukkan nilai sig.(2-tailed) sebesar 0,006 < 0,05 yang artinya ada perbedaan yang signifikan antara skor posttest kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Dengan kata lain pembelajaran dengan menggunakan metode mind map dapat meningkatkan kemampuan mengaplikasikan dibandingkan dengan menggunakan metode tradisional yaitu metode ceramah. Hal tersebut dapat dilihat melalui grafik kemampuan mengaplikasikan, bahwa pada kelompok eksperimen mengalami kenaikan yang signifikan dari skor pretest ke posttest sedangkan pada kelompok kontrol juga mengalami kenaikan namun tidak signifikan antara pretest dan posttest. Kegiatan pembelajaran dalam kelompok kontrol dan kelompok eksperimen terlihat sangat berbeda. Pada kelompok kontrol siswa hanya duduk mendengarkan guru yang menjelaskan materi. Hal itu disebabkan karena pada kelompok kontrol yang hanya menggunakan metode ceramah dan waktu yang digunakan terlalu lama yaitu sebanyak lima kali, hal itu didukung dengan pernyataan Djamarah (2005:244) bahwa metode ceramah akan terkesan membosankan bila dilakukan terlalu lama. Apabila anak telah merasa bosan dengan suatu hal maka akan berpengaruh kepada

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  minatnya untuk melakukan suatu tugasnya. Pembelajaran pada kelompok eksperimen terlihat berbeda dari kelompok kontrol dikarena pada kelompok eksperimen menggunakan mind map. Penggunaan mind map pada kelompok eksperimen dapat membantu siswa untuk memberi pandangan yang menyeluruh tentang suatu permasalahan dan kemudian menyelesaikan masalah tersebut dengan langkah-langkah yang sesuai. Pada kelompok eksperimen siswa aktif bekerja dengan pensil warna, kertas, dan imajinasi mereka untuk dituangkan ke dalam mind map yang dibuat. Siswa bekerja membuat mind map dengan menghubungkan cabang-cabang utama ke cabang bagiannya melalui kata kunci, warna, garis lengkung dan gambar. Hal tersebut dapat merangsang siswa untuk dapat menuangkan ide-ide selanjutnya ke dalam cabang-cabang yang akan dibuat selanjutnya.

4.2.2. Pengaruh penggunaan mind map terhadap kemampuan mencipta.

  Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan mind map berpengaruh terhadap kemampuan mencipta pada mata pelajaran IPA kelas V SD Kanisius Sorowajan. Hal tersebut dibuktikan dengan hasil analisis data yang dilakukan. Hasil analisis selisih skor pretest ke posttest kelompok kontrol dan kelompok eksperimen menunjukkan nilai sig.(2-tailed) sebesar 0,003 < 0,05 yang artinya ada perbedaan yang signifikan antara selisih skor pretest ke posttest kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Dengan kata lain pembelajaran dengan menggunakan metode mind map dapat meningkatkan kemampuan mencipta dibandingkan dengan metode tradisional yaitu metode ceramah. Hal tersebut dapat dilihat dari grafik kemampuan mencipta, bahwa pada kelompok eksperimen mengalami kenaikan yang signifikan dari skor pretest ke posttest sedangkan pada kelompok kontrol juga mengalami kenaikan namun tidak signifikan antara skor

  

pretest ke posttest. Kegiatan pembelajaran dalam kelompok kontrol dan kelompok

  eksperimen terlihat sangat berbeda. Pada kelompok kontrol siswa hanya duduk mendengarkan guru yang menjelaskan materi. Hal itu disebabkan karena pada kelompok kontrol yang hanya menggunakan metode ceramah dan waktu yang digunakan terlalu lama yaitu sebanyak lima kali, hal itu didukung dengan pernyataan Djamarah (2005:244) bahwa metode ceramah akan terkesan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  membosankan bila dilakukan terlalu lama. Pernyataan Djamarah juga di dukung dengan pernyataan Zaini (2008;89-97) bahwa metode ceramah tidak dapat mengembangkan kreativitas siswa, membosankan, dan menoton. Pembelajaran pada kelompok eksperimen yang menggunakan mind map dapat membantu siswa menjadi aktif. Siswa tidak hanya aktif secara fisik saja namun juga otak dan gerakan tangan juga ikut aktif berpikir untuk menuangkan imajinasi mereka ke dalam mind map. Siswa juga dapat merencanakan suatu karya, melatih kreativitas dengan menggunakan gambar-gambar dan warna-warna, melatih imajinasi siswa untuk menentukan suatu kegiatan yang akan dilakukan. Dari hasil pembuatan

  

mind map terlihat siswa memiliki kreativitas tinggi dengan membuat mind map

  yang tidak biasa, siswa membuat dengan berbagai imajinasi mereka. Mereka menggambarkan tanah kedalam gambar-gambar yang imajinatif dengan menggunakan pensil warna.

4.3. Keterbatasan Penelitian

  Penelitian ini memiliki keterbatasan di antaranya:

  1. Kondisi siswa yang belum pernah melakukan pembelajaran dengan metode mind map sehingga membuat siswa masih sulit menerapkan 7 langkah pembuatan mind map dengan sempurna.

  2. Waktu penelitian yang dimajukan karena mengejar jadwal mid semester yang dimajukan dari rencana awal.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN Bab V merupakan bab penutup yang akan membahas kesimpulan dan

  saran. Kesimpulan menunjukkan hasil penelitian dan menjawab dari hipotesis penelitian. Saran berisikan saran peneliti untuk peneliti berikutnya.

5.1 Kesimpulan

  Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, kesimpulan yang diperoleh sebagai berikut :

  

5.1.1. Penggunaan mind map pada mata pelajaran IPA materi mengidentifikasi

  jenis-jenis tanah berpengaruh secara signifikan terhadap kemampuan mengaplikasikan siswa kelas V SD Kanisius Sorowajan semester genap tahun pelajaran 2011/2012. Dari analisis skor posttest menunjukkan nilai sig.(2-tailed) sebesar 0,006 < 0,05, maka H null ditolak dan H i diterima. Hal ini menunjukkan bahwa penggunaan mind map berpengaruh secara signifikan terhadap kemampuan mengaplikasikan.

  

5.1.2. Penggunaan mind map pada mata pelajaran IPA materi mengidentifikasi

  jenis-jenis tanah berpengaruh secara signifikan terhadap kemampuan mencipta siswa kelas V SD Kanisius Sorowajan semester genap tahun pelajaran 2011/2012. Dari analisis selisih skor pretest ke posttest menunjukkan nilai sig.(2-tailed) sebesar 0,003 < 0,05, maka H null ditolak dan H i diterima. Hal ini menunjukkan bahwa penggunaan mind map berpengaruh secara signifikan terhadap kemampuan mencipta.

5.2. Saran

  Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan beberapa saran yang dapat disampaikan oleh peneliti sebagai berikut :

  1. Rencanakan waktu penelitian dengan baik.

  2. Perlu dilakukan penelitian yang sama dengan menggunakan pembelajaran inovatif yang lain untuk mengukur kemampuan kognitif yang sama.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

DAFTAR REFERENSI

  Anderson, L.W. & Krathwohl, D.R. (2010). Kerangka Landasan Untuk Pembelajaran, Pengajaran dan Assesmen . Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Aryani, L.D. (2011). Pengaruh metode inkuiri terhadap prestasi belajar dan

  kemampuan berpikir kritis kategori kognitif pada mata pelajaran IPA SDK Wirobrajan. Skripsi tidak diterbitkan. Yogyakarta: Universitas Sanata

  Dharma. Astuti, N.B. (2007). Hubungan antara kreativitas dan kemampuan penalaran

  induktif dengan prestasi belajar matematika di kalangan siswa kelas III SLTP N 1 Kalasan. Skripsi tidak diterbitkan. Yogyakarta: Universitas

  Sanata Dharma. Astuti, R. (2004). Tingkat pencapaian tujuan pembelajaran fisika pada siswa

  SMU kelas III berdasarkan Taksonomi Bloom pada materi pokok listrik static dan kapasitor. Skripsi tidak diterbitkan. Yogyakarta: Universitas

  Sanata Dharma. Azmiyawati, dkk. 2008. IPA saling temas 5. Jakarta: Depdiknas.

  Azwar, S. (2008). Reliabilitas dan Validitas. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Buzan, T. (2008). Buku pintar mind map untuk anak. Jakarta: PT. Gramedia. Buzan, T. (2008). Buku pintar mind map. Jakarta: PT. Gramedia. Djamarah, S.B. (2005). Guru dan anak didik. Jakarta: PT. Rineka Cipta. Emzir. (2010). Metodologi penelitian pendidikan. Jakarta: Rajawali Pers. Hariwijaya, S. & Sinduningrum, E. (2011) Ilmu Kealaman Dasar. Bogor: Ghalia Indonesia.

  Hermana, D. (2009). Ayo belajar IPA. Yogyakarta: Kanisius. Masidjo, I. (1995). Pencapaian hasil belajar siswa. Yogyakarta: Kanisius. Iskandar, S.M. (2001). Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam. Bandung: CV.

  Maulana.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Kusuma, G.W. (2010). Penggunaan media mind map dalam meningkatkan

  motivasi dan prestasi belajar siswa kelas XB SMA BOPKRI 2

  . Skripsi tidak diterbitkan. Yogyakarta : Universitas Sanata Dharma. Margono, S. (2010). Metodologi penelitian pendidikan. Jakarta: PT. Rineka Cipta. Maryudani, B. (2010). Peningkatan prestasi belajar dalam mata pelajaran IPS

  dengan teknik mind mapping siswa kelas V SDK Kintelan I . Skripsi tidak diterbitkan. Yogyakarta : Universitas Sanata Dharma.

  Priyanto, D. (2012). Belajar praktis analisis parametrik dan non parametrik dengan SPSS. Yogyakarta: Gava Media. Priyanto, D. (2010). Paham analisis statistik data dengan SPSS. Yogyakarta: MediaKom. Siregar, E & Nara, H. (2011). Teori belajar dan pembelajaran. Bogor: Ghalia Indonesia. Sudjana, N. (2009). Penilaian hasil proses belajar mengajar. Bandung: PT.

  Remaja Rosda Karya. Sugiyono. 2010. Metodologi penelitian pendidikan. Bandung: ALFABETA.

  Sulistyanto, H & Edy Wiyan. 2008. Ilmu Pengetahuan Alam. Jakarta : Depdiknas. Suparno, P. (2001). Teori perkembangan kognitif Jean Piaget. Yogyakarta: Kanisius.

  Suryosubroto, B.( 2009). Proses belajar mengajar di sekolah. Jakarta: PT. Rineka Cipta. Widyaningsih, H. (2006). Penggunaan mind map dalam meningkatkan motivasi

  dan prestasi belajar siswa kelas X

  

1

IPS

  2 SMA Taman Madya Jetis . Skripsi tidak diterbitkan. Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma.

  Yulius, O. (2010). Kompas IT kreatif SPSS 18. Yogyakarta Panser Pustaka. Zaini, H., Munthe, B & Aryani, S.A. (2008). Strategi pembelajaran aktif .

  Yogyakarta: Pustaka Insani Madani.

  

LAMPIRAN

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Lampiran 1: Silabus

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Lampiran 2: RPP

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Lampiran 3: Uji Validitas Soal

Correlations

  Total Soal1 Soal2 Soal3 Soal4 Soal5 Soal6 ** **

  • ** ** ** ** Total Pearson Correlation

  1 .545 .683 .697 .584 .613 .686 Sig. (2-tailed) .000 .000 .000 .000 .000 .000 N

  43 ** **

  43

  43

  43

  43

  43

  43 Soal1 Pearson Correlation .545 1 .179 .410 .114 .190 .040 Sig. (2-tailed) .000 .252 .006 .468 .223 .801 N

  43

  43

  43 **

  43

  43 * ** **

  43

  43 Soal2 Pearson Correlation .683 .179 1 .281 .356 .396 .548 Sig. (2-tailed) .000 .252 .068 .019 .009 .000 N

  43

  43

  43

  43

  43

  43

  43 * ** ** Soal3 Pearson Correlation .697 .410 .281 1 .225 .124 .352 Sig. (2-tailed) .000 .006 .068 .148 .429 .021

  N

  43 **

  43

  43

  43

  43

  43

  43 ** * Soal4 Pearson Correlation .584 .114 .356 .225 1 .296 .402 Sig. (2-tailed) .000 .468 .019 .148 .054 .008

  N

  43

  43

  43 ** ** **

  43

  43

  43

  43 Soal5 Pearson Correlation .613 .190 .396 .124 .296 1 .424 Sig. (2-tailed) .000 .223 .009 .429 .054 .005 N

  43

  43

  43

  43

  43

  43 ** ** ** * **

  43 Soal6 Pearson Correlation .686 .040 .548 .352 .402 .424

  1 Sig. (2-tailed) .000 .801 .000 .021 .008 .005 N

  43

  43

  43

  43

  43

  43

  43 **. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).

  • . Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed).

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Lampiran 4: Uji Reliabilitas Soal Case Processing Summary Reliability Statistics N % Cronbach's

  Cases Valid 43 100.0 a Alpha N of Items Excluded .0

  .690

  6 Total 43 100.0

a. Listwise deletion based on all variables in the procedure.

  Lampiran 5: Uji Daya Beda Soal

Group Statistics

kelompok N Mean Std. Deviation Std. Error Mean atasbawah kelompokatas

  11 18.45 2.067 .623 kelompokbawah 11 8.36 1.362 .411 atasbawa Equal 3.817 .065 13.521 Equality of Variances t-test for Equality of Means Levene's Test for F Sig. t df tailed) Difference Difference

Independent Samples Test

20 .000 10.091 .746 8.534 11.648 Sig. (2- Mean Std. Error Lower Upper 95% Confidence Interval of the h variances assumed not variances Equal 13.521 17.305 .000 10.091 .746 8.518 11.663 assumed

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Lampiran 6: Artikel, Soal dan Kunci Jawaban

ARTIKEL SAMPAH DI TANAH INDONESIA

  Permasalahan sampah di Bandung sudah menjadi permasalahan serius yang melibatkan setiap keluarga dan setiap warga. Sebenarnya, sebagian sampah di tanah Indonesia akan hancur dan sebagian lagi tidak mudah hancur. Sampah yang tidak mudah hancur contohnya adalah plastik. Sebuah keluarga yang menggali tanahnya untuk tempat sampah dan memasukkan sampah-sampah plastik ke dalamnya membuat tanah menjadi tercemar (terpolusi). Ketika tanah yang digali itu penuh dengan sampah dan sampah plastik, keluarga itu menimbunnya dengan tanah. Mereka pun menggali tanah yang baru di bagian lain dari halaman rumahnya. Dari tahun ke tahun yang dilakukannya adalah menggali tanah baru di halamannya. Sampai suatu ketika tidak ada lagi tanah yang belum digali untuk tempat sampah. Ia pun memutuskan untuk menggali lubang yang paling awal digali untuk tempat sampah dengan harapan, sampah yang ada di dalamnya sudah hancur. Tetapi ia menyadari bahwa sampah plastik dan beberapa jenis sampah lainnya tidak hancur dimakan tanah.

  Jika suatu tanah yang sudah digunakan untuk pembuangan sampah, unsur hara yang terkandung di dalamnya akan berkurang disebabkan oleh sampah anorganik yang tidak dapat terurai menjadi satu dengan tanah. Justru kandungan yang ada di dalam tanah menjadi berkurang karena disebabkan kandungan kimia pada plastik sehingga tanah menjadi tidak subur. Oleh karena itu seseorang yang hendak membuang sampah di tanah, mesti membedakan antara sampah organik dengan sampah anorganik. Sampah organik adalah sampah yang relatif mudah hancur dan dapat menambah kesuburan tanah jika kita timbun. Jika ingin tanah subur kita dapat membuat humus sendiri caranya dengan mengumpulkan sampah dedaunan dan menimbunnya dalam lubang. Diusahakan lubang dibuat di bawah pohon yang rindang sebab udara di tempat tersebut lembab sehingga mempercepat pembusukan. Timbunan sampah organik akan busuk oleh bakteri-bakteri pengurai yang ada di dalam tanah. Daun akan berubah menjadi gumpalan hitam yang bercampur dengan tanah. Sehingga tanah menjadi subur atau tidak tercemar, bila dilihat akan berwarna cerah, teksturnya gembur, tidak berbau dan adanya organisme seperti cacing dan tumbuhan yang hidup. Contoh sampah organik adalah sisa sayuran di dapur, sisa makanan, kertas, tisu. Sedangkan sampah anorganik adalah sampah yang tidak mudah hancur. Kita bisa mengamati tanah tercemar dari warna tanah yang pucat, tekstur yang keras, berbau, dan tidak adanya organisme seperti cacing dan tumbuhan yang hidup disekitarnya. Contoh sampah anorganik adalah plastik, logam, kaleng, pecahan botol, pecahan gelas, pecahan kaca.

  Ada empat prinsip pemanfaatan sampah anorganik yang dapat kita lakukan secara praktis dalam kehidupan sehari-hari sehingga tidak mencemari tanah, air, udara dan lain-lain. Ke empat prinsip tersebut lebih dikenal dengan nama 4R yang meliputi:

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  1. Recuse (Mengurangi); sebisa mungkin lakukan minimalisasi barang atau material yang kita pergunakan.

  2. Reuse (Memakai kembali); sebisa mungkin pilihlah barang-barang yang bisa dipakai kembali. Hindari pemakaian barang-barang yang sekali pakai atau langsung dibuang.

  3. Recycle (Mendaur ulang); sebisa mungkin, barang-barang yang sudah tidak berguna lagi, bisa didaur ulang. Tidak semua barang bisa didaur ulang.

  4. Replace (Mengganti); Gantilah barang barang yang hanya bisa dipakai sekali dengan barang yang lebih tahan lama.

  PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Nama : Kelas/no.urut : Sekolah :

  

Setelah membaca artikel diatas, jawablah pertanyaan berikut ini dengan

tepat!

  1. Sebutkan 2 penggolongan sampah berdasarkan jenisnya dan berikan contoh- contohnya! Jawab: ............................................................................................................................... ............................................................................................................................... ............................................................................................................................... ...............................................................................................................................

  2. Mengapa sampah organik dapat membantu menambah tingkat kesuburan tanah? Jawab: ............................................................................................................................... ............................................................................................................................... ............................................................................................................................... ...............................................................................................................................

  3. Bagaimana cara-cara pemanfaatan sampah anorganik? Jawab: ...............................................................................................................................

  ............................................................................................................................... ............................................................................................................................... ...............................................................................................................................

  4. Menurutmu, apakah tanah yang sudah pernah digunakan untuk pembuangan sampah anorganik akan lebih subur daripada tanah yang tidak digunakan untuk tempat penimbunan dan penguburan sampah? Berikan alasanmu! Jawab: ............................................................................................................................... ............................................................................................................................... ............................................................................................................................... ...............................................................................................................................

  5. Bagaimana cara yang lebih efektif untuk membandingkan tanah yang sudah tercemar dan tanah yang belum tercemar? Jawab: ............................................................................................................................... ............................................................................................................................... ............................................................................................................................... ...............................................................................................................................

  6. Bagaimana memanfaatkan sampah organik untuk membantu meningkatkan kesuburan tanah di lingkunganmu? Sertakan caranya! Jawab: ............................................................................................................................... ............................................................................................................................... ............................................................................................................................... ...............................................................................................................................

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

Kunci Jawaban

  Soal no 3

  a. Recuse (Mengurangi); Sebisa mungkin lakukan menimalisasi barang atau material yang dipergunakan.

  b. Reuse (Memakai Kembali); Sebisa mungkin pilihlah barang-barang yang bias dipakai kembali. Hindari pemakaian barang-barang yang sekali pakai atau langsung di buang.

  c. Recyle (Mendaur ulang); Sebisa mungkin , barang-barang yang sudah tidak berguna lagi, bisa di daur ulang.

  d. Replace (Mengganti); Gantilah barang-barang yang hanya bisa dipakai sekali dengan barang yang tahan lama.

  Soal no 6 Membuat pupuk kompos Bahan : Sisa makanan, daun kering Langkah-langkah 1. Mengumpulkan sampah-sampah organik.

  2. Memotong sampah organik tersebut menjadi bagian yang kecil.

  3. Memasukkan sampah organik ke dalam gentong selama 2 minggu.

  4. Mengeringkan kompos yang telah membusuk di dalam gentong.

  5. Mengayak kompos yang telah dikeringkan.

  6. Kompos siap dipakai.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Lampiran 7: Rubrik Penilaian Skor

Variabel Aspek Kriteria Skor

  Jika dapat menggunakan artikel untuk memilih lebih dari 3 cara 4 pemanfaatan sampah anorganik dengan sangat tepat Jika dapat menggunakan artikel untuk

  Menggunakan memilih 3 cara pemanfaatan sampah

  3 anorganik dengan tepat Jika dapat menggunakan artikel untuk memilih 2 cara pemanfaatan sampah

  2 anorganik dengan tepat Jika dapat menggunakan artikel untuk memilih 1 cara pemanfaatan sampah

  1 anorganik dengan tidak tepat Jika dapat menyebutkan lebih dari 3 kata lain cara pemanfaatan sampah

  4 anorganik dengan tepat Jika dapat menyebutkan 3kata lain cara pemanfaatan sampah anorganik

  3 Melaksanakan Mengaplikasikan dengan tepat Jika dapat menyebutkan 2 kata lain cara pemanfaatan sampah anorganik

  2 dengan tepat Jika dapat menyebutkan 1 kata lain cara pemanfaatan sampah anorganik

  1 dengan tidak tepat Jika dapat memilih lebih dari 3 cara pemanfaatan sampah anorganik

  4 disertai dengan penjelasan yang tepat Jika dapat memilih 3 cara pemanfaatan sampah anorganik

  3 disertai penjelasan yang tepat Mengimplementasikan Jika dapat memilih 1-2 cara pemanfaatan sampah anorganik

  2 disertai penjelasan yang tepat Jika dapat memilih cara pemanfaatan sampah anorganik tanpa disertai

  1 penjelasan yang tepat

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

Variabel Aspek Kriteria Skor

Jika dapat merumuskan kegiatan membuat pupuk dari sampah organik

  4 dengan sangat tepat Jika dapat merumuskan kegiatan membuat pupuk dari sampah organik

  3 dengan tepat Merumuskan Jika dapat merumuskan kegiatan membuat pupuk dari sampah organik

  2 dengan kurang tepat Jika dapat merumuskan kegiatan membuat pupuk dari sampah organik

  1 dengan tidak tepat Jika dapat merencanakan langkah- langkah pembuatan pupuk dengan

  4 sangat tepat Jika dapat merencanakan langkah-

  3 langkah pembuatan pupuk dengan tepat Mencipta Merencanakan Jika dapat merencanakan langkah- langkah pembuatan pupuk dengan

  2 kurang tepat Jika dapat merencanakan langkah- langkah pembuatan pupuk dengan tidak

  1

tepat

Jika dapat membuat rancangan pupuk kompos untuk kesuburan tanah dengan

  4 sangat tepat Jika dapat membuat rancangan pupuk kompos untuk kesuburan tanah dengan

  3

tepat

Mengkonstruksi Jika dapat membuat rancangan pupuk kompos untuk kesuburan tanah dengan

  2 kurang tepat Jika dapat membuat rancangan pupuk kompos untuk kesuburan tanah dengan

  1 tidak tepat

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  2

  12

  6

  1

  12 Mengkonstruksi

  7

  4

  5

  14 Merencanakan

  5

  7

  1

  14 Merumuskan

  8

  6

  12 Mengkonstruksi

  10

  6

  16 Merencanakan

  3

  5

  9 Merumuskan

  3

  17 Merumuskan

  9

  Kontrol Pretest Eksperimen Posttest Eksperimen

  2 Mencipta Pretest Kontrol Posttest

  Kontrol Pretest Eksperimen Posttest Eksperimen

  1 Mengaplikasikan Pretest Kontrol Posttest

  5 No Variabel Kelompok Aspek Skor

  8

  9

  6

  6 Mengkonstruksi

  6

  24 Merencanakan

  7

  9 Merencanakan

  4

  7

  8

  18 Merumuskan

  9

  1

  13 Mengkonstruksi

  15

  4

  Lampiran 8: Rekapitulasi Nilai

  4

  12 Mengimplementasikan

  4

  1

  13

  10 Menggunakan

  3

  5

  10

  18 Melaksanakan

  10

  1

  1

  9

  6

  11 Menggunakan

  7

  9

  1

  1 Melaksanakan

  2

  3

  10 Mengimplementasikan

  8

  1

  23 Melaksanakan

  5

  2 Mengimplementasikan

  4

  4

  18

  2 Menggunakan

  4

  3

  19

  2

  19 Melaksanakan

  1

  2

  13 Mengimplementasikan

  2

  6

  7

  13 Menggunakan

  3

  6

  6

  5

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  1

  8

  2

  3

  3

  20

  1.00

  3

  1

  20

  1

  19

  2.33

  4

  1

  3

  3

  19

  2.67

  4

  10

  21

  1

  22

  2.33

  7

  1

  3

  3

  1.67

  4

  5

  1

  2

  2

  21

  3.00

  9

  1

  3.33

  2

  1

  1

  1

  1

  1

  16

  1.00

  3

  1

  1

  1.00

  16

  1.00

  3

  1

  1

  1

  15

  1.00

  3

  17

  4

  1.00

  4

  18

  1.00

  3

  1

  1

  1

  18

  3

  3

  1

  1

  1

  17

  2.67

  8

  1

  4

  1

  3

  1

  3

  2.00

  6

  1

  3

  2

  27

  1.00

  1

  4

  1

  1

  26

  2.33

  7

  1

  3

  3

  27

  4

  3.00

  2

  Posttest Kontrol No.Res TOTAL RATA-RATA

  Pretest Kontrol

MENGAPLIKASIKAN

No.Res TOTAL RATA-RATA

  2.17 Rerata Pretest Kontrol Rerata Posttest Kontrol

  1.89

  2.00

  6

  2

  2

  28

  2

  1.00

  3

  1

  1

  1

  28

  3.33

  10

  26

  9

  1.00

  2

  10

  2

  4

  4

  23

  2.33

  7

  3

  24

  2

  23

  2.00

  6

  2

  2

  2

  22

  3.33

  2

  2

  25

  4

  3

  25

  2.33

  7

  2

  3

  2

  3.00

  3

  9

  2

  4

  3

  24

  2.33

  7

  2

  3

  Lampiran 9: Nilai Pretest dan Posttest Mengaplikasikan Kelompok Kontrol Melaksanakan Menggunakan Mengimplementasikan Melaksanakan Menggunakan Mengimplementasikan

  1

  1.33

  6

  1.00

  3

  1

  1

  1

  5

  4

  4

  2

  1

  1

  5

  1.00

  3

  1

  1

  3

  1

  4

  3

  9

  1

  4

  4

  7

  2.67

  8

  2

  3

  8

  7

  3.33

  10

  2

  4

  4

  6

  2.67

  1

  1.00

  8

  3

  3.00

  9

  1

  4

  4

  2

  1.00

  1

  2

  1

  1

  1

  1.00

  3

  1

  1

  1

  2

  2

  3

  1

  1

  1

  1

  4

  1.00

  3

  1

  1

  3

  1

  1.00

  3

  1

  1

  1

  3

  1.67

  5

  3.00

  2

  1

  4

  1

  2

  13

  3.00

  9

  1

  4

  12

  5

  1.33

  4

  2

  1

  1

  12

  1.00

  3

  2

  1.67

  1

  9

  15

  3.00

  9

  1

  4

  4

  14

  3.00

  2

  13

  4

  3

  14

  2.67

  8

  3

  2

  3

  1

  1

  3

  9

  3

  9

  1.00

  3

  1

  1

  1

  3.00

  1

  9

  1

  4

  4

  8

  2.00

  6

  1

  4

  8

  11

  1

  3.00

  9

  2

  4

  3

  11

  3.00

  9

  4

  2.67

  4

  10

  2.67

  8

  1

  4

  3

  10

  1

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  4

  1

  1

  1

  20

  3.00

  9

  1

  4

  1.00

  19

  2.33

  7

  1

  3

  3

  19

  3.00

  3

  20

  1

  2.67

  22

  2.67

  8

  1

  3

  4

  21

  8

  2

  2

  3

  3

  21

  2.00

  6

  2

  2

  9

  4

  2

  3

  4

  4

  16

  2.67

  8

  1

  4

  16

  9

  1.00

  3

  1

  1

  1

  15

  1.00

  3

  1

  3.00

  4

  9

  18

  1.00

  3

  1

  1

  1

  18

  3.00

  1

  17

  4

  4

  17

  3.67

  11

  3

  4

  4

  2

  1

  1

  1

  6

  1

  3

  2

  27

  2.33

  7

  3

  27

  3

  26

  1.00

  3

  1

  1

  1

  26

  2.00

  4

  6

  28

  

MENGAPLIKASIKAN

No.Res TOTAL RATA-RATA No.Res Posttest Eksperimen TOTAL RATA-RATA Pretest Eksperimen

  2.85 Rerata Pretest Eksperimen Rerata Posttest Eksperimen

  1.93

  4.00

  12

  4

  4

  4

  4.00

  4

  12

  4

  4

  4

  28

  3.00

  9

  1

  2.00

  2

  5

  1

  1

  4

  4

  23

  1.00

  3

  1

  1

  3.00

  23

  2.67

  8

  1

  4

  3

  22

  1.67

  9

  24

  2

  3.33

  2

  25

  1.00

  3

  1

  1

  1

  25

  10

  2

  2

  4

  4

  24

  1.67

  5

  1

  2

  1

  Lampiran 10: Nilai Pretest dan Posttest Mengaplikasikan Kelompok Eksperimen Melaksanakan Menggunakan Mengimplementasikan Melaksanakan Menggunakan Mengimplementasikan

  1

  3.00

  6

  3.00

  9

  1

  4

  4

  5

  9

  1

  1

  4

  4

  5

  3.33

  10

  2

  4

  1

  1

  4

  3

  4

  4

  4

  7

  2.33

  7

  1

  3

  3

  7

  3.00

  9

  1

  4

  4

  6

  1.00

  4

  3.00

  4.00

  9

  1.00

  3

  1

  1

  1

  2

  3.00

  1

  4

  4

  4

  1

  1.00

  3

  1

  1

  1

  2

  4

  9

  2

  1

  4

  4

  4

  2.00

  6

  2

  2

  3

  1

  1.00

  3

  1

  1

  1

  3

  3.00

  9

  12

  8

  15

  12

  1

  13

  2.33

  7

  3

  2

  2

  1.33

  1

  4

  2

  1

  1

  12

  1.00

  3

  1

  1

  3

  1

  1

  2.67

  8

  1

  3

  4

  14

  1.00

  3

  1

  1.00

  1

  14

  2.67

  8

  1

  3

  4

  13

  1

  11

  3

  3.67

  9

  2.33

  7

  1

  3

  3

  9

  11

  4

  4

  4

  3

  8

  2.33

  7

  1

  3

  4

  4

  3.00

  4

  9

  1

  4

  4

  11

  4.00

  12

  4

  4

  12

  10

  4.00

  12

  4

  4

  4

  10

  4.00

  1

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  20

  1

  20

  3.33

  10

  3

  3

  4

  5 1.67 -1.33

  1

  2

  2

  1

  19

  3.00

  9

  3

  3

  1

  3 1.00 -2.33

  19

  3

  1.67

  5

  2

  2

  1

  22

  0.00

  1.00

  1

  21

  1

  1

  21

  1.00

  3

  1

  1

  1

  3

  0.33

  2

  4

  1

  17

  3.00

  4.00

  12

  4

  4

  16

  1

  1.00

  3

  1

  1

  1

  16

  2.00

  3.00

  1

  3

  3.00

  2

  9

  3

  4

  2

  18

  2.67

  8

  2

  4

  1.00

  18

  0.00

  1.00

  3

  1

  1

  1

  17

  22

  3

  3

  2.33

  1.00

  3

  1

  1

  1

  27

  1.33

  7

  1

  2

  1

  4

  26

  1.00

  3

  1

  1

  27

  2

  26

  28

  2.04 Selisih Rerata Pretest Kontrol Rerata Posttest Eksperimen MENCIPTA No.Res Pretest Kontrol TOTAL RATA-RATA No.Res Posttest Kontrol TOTAL RATA-RATA

  1.80

  1.00

  2.67

  8

  3

  3

  2

  1.67

  2

  5

  2

  2

  1

  28

  0.67

  1.67

  5

  1

  0.67

  3

  23

  1

  24

  2.33

  3.33

  10

  2

  4

  4

  1.00

  1

  3

  1

  1

  1

  23

  1.00

  2.67

  8

  1

  3

  2.33

  1

  7

  2

  1

  4

  25

  1.67

  5

  1

  3

  1.00

  25

  2.33

  3.33

  10

  2

  4

  4

  24

  9

  Lampiran 11: Nilai Pretest dan Posttest Mencipta Kelompok Kontrol Merumuskan Merencanakan Mengkonstruksi Merumuskan Merencanakan Mengkonstruksi

  1

  5

  3

  4

  6

  7 2.33 -0.67

  2

  1

  4

  3.00

  10

  9

  3

  2

  4

  5

  0.67

  1.67

  5

  3

  3.33

  2

  1.00

  8

  0.00

  1.00

  3

  1

  1

  1

  7

  3

  6

  1

  1

  1

  7

  6 2.00 -1.33

  2

  2

  2

  2

  1

  1

  6 2.00 -0.33

  1

  2

  1.33

  4

  1

  2

  1

  2

  2

  1

  1

  3

  1

  2.33

  7

  2

  2

  3

  2

  4

  4

  1

  1.00

  3

  1

  1

  1

  4

  3 1.00 -0.33

  1

  1

  1.33

  3

  1.33

  4

  1

  2

  1

  3

  0.00

  1

  1

  3

  3

  4

  4

  13

  2.67

  8

  2

  3

  13

  11

  3 1.00 -0.67

  1

  1

  1

  12

  1.67

  5

  2

  3

  3.67

  1

  2

  15

  1.00

  3

  1

  1

  1

  15

  5 1.67 -1.33

  2

  1.00

  1

  14

  3.00

  9

  3

  3

  3

  14

  2

  12

  3

  2

  1

  1

  2

  9

  2.00

  6

  2

  2

  9

  10

  1.33

  2.33

  7

  3

  3

  1

  8

  1.00

  4 1.33 -0.67

  2

  3 1.00 -1.00

  2

  1

  1

  1

  11

  2.00

  6

  2

  2

  11

  3

  5 1.67 -1.00

  2

  2

  1

  10

  2.67

  8

  3

  3

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  1

  1

  1

  20

  0.00

  1.00

  3

  1

  1

  19

  3

  1.00

  3

  1

  1

  1

  19

  0.00

  1.00

  3

  1

  1.00

  1

  3

  2.67

  3.67

  11

  4

  4

  3

  21

  1.00

  1

  20

  1

  1

  21

  1.00

  2.00

  6

  2

  2

  2

  1

  1

  3

  16

  1

  1

  16

  1.00

  3

  1

  1

  1

  0.33

  3

  3.00

  9

  3

  2

  4

  15

  2.67

  8

  3

  1

  1.00

  18

  9

  1.00

  3

  1

  1

  1

  18

  1.67

  3.00

  3

  0.00

  3

  3

  17

  1.33

  4

  1

  2

  1

  17

  22

  2

  3

  11

  1.33

  4

  1

  2

  1

  27

  1.00

  3.67

  4

  4

  4

  3

  26

  2.67

  8

  2

  2

  4

  26

  27

  1

  3.67

  1

  Rerata Pretest Eksperimen Rerata Posttest Eksperimen MENCIPTA No.Res Pretest Eksperimen TOTAL RATA-RATA No.Res Posttest Eksperimen TOTAL RATA-RATA

  2.52 Selisih

  1.42

  0.00

  1.00

  3

  1

  1

  28

  2

  1.00

  3

  1

  1

  1

  28

  1.00

  2.33

  7

  2.00

  11

  2

  1

  2.33

  7

  2

  1

  4

  23

  1.00

  3

  1

  24

  1

  23

  5 1.67 -0.67

  2

  2

  1

  22

  2.33

  7

  1.33

  1

  4

  25

  4

  3

  25

  1.67

  5

  2

  2

  1

  2.33

  2

  4.00

  12

  4

  4

  4

  24

  1.67

  5

  2

  2

  Lampiran 12: Nilai Pretest dan Posttest Mencipta Kelompok Eksperimen Merumuskan Merencanakan Mengkonstruksi Merumuskan Merencanakan Mengkonstruksi

  1

  1.00

  6

  0.33

  1.33

  4

  1

  2

  1

  5

  3

  2

  1

  1

  1

  5

  2.00

  3.00

  9

  3

  2

  1

  1

  4

  2

  5

  2

  2

  1

  7

  1.67

  5

  2

  1

  4

  7

  1.67

  3.00

  9

  3

  2

  4

  6

  1.33

  4

  1.00

  0.00

  2.33

  2

  1.00

  3

  1

  1

  1

  2

  2.33

  7

  4

  2

  2

  3

  1

  1.33

  4

  1

  2

  1

  1

  3

  3

  3

  1

  1

  1

  4

  1.00

  2.67

  8

  3

  2

  8

  3

  1.67

  5

  2

  2

  1

  3

  1.67

  2.67

  1.67

  8

  1.67

  12

  1

  13

  1.00

  2.33

  7

  2

  3

  2

  1.33

  1

  4

  1

  2

  1

  12

  2.00

  3.00

  9

  4

  1

  3

  1

  2

  3.33

  10

  3

  3

  4

  14

  1.67

  5

  2

  1.00

  1

  14

  2.67

  3.67

  11

  4

  4

  3

  13

  4

  11

  1

  2.00

  2

  9

  1.67

  5

  2

  2

  1

  9

  3.00

  2

  9

  3

  3

  3

  8

  1.00

  3

  1

  1

  2

  6

  1.00

  3

  3

  1

  1

  1

  11

  1.00

  3.33

  10

  3

  2.00

  4

  10

  2.33

  7

  2

  2

  3

  10

  0.33

  15

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  28

  Asymp. Sig. (2-tailed) .130 .494 .061 .460

  Absolute .221 .157 .250 .161 Positive .221 .157 .250 .093 Negative -.172 -.126 -.214 -.161 Kolmogorov-Smirnov Z 1.169 .831 1.322 .853

  Deviation .84289 .90404 .52668 .92311 Most Extreme Differences

  28 Normal Parametersa,b Mean 1.7979 2.0357 1.4168 2.5239 Std.

  28

  28

  Lampiran 13: Uji Normalitas Kemampuan Mengaplikasikan

One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test

PreKon PostKon PreEks PostEks

  N

  Asymp. Sig. (2-tailed) .206 .074 .062 .288 Lampiran 14: Uji Normalitas Kemampuan Mencipta

  Absolute .201 .243 .249 .186 Positive .201 .243 .249 .171 Negative -.182 -.233 -.179 -.186 Kolmogorov-Smirnov Z 1.066 1.283 1.318 .984

  Deviation .75971 .97022 1.01189 .77771 Most Extreme Differences

  28 Normal Parametersa,b Mean 1.8929 2.1664 1.9286 2.8454 Std.

  28

  28

  28

  

One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test

PreKon PostKon PreEks PostEks N

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  F Sig.

  Lampiran 15: Uji Pretest Kemampuan Mengaplikasikan Lampiran 16: Uji

  Deviation Std. Error M ean Pretest

  Kelomp ok Kontrol 28 1.8929 .75971 .14357 Pretest

  Kelomp ok Eksp erimen 28 1.9286 1.01189 .19123

  Group Statistics PreKonEks

  Lower Upper Equal variances assumed

  3.162 .081 -.149 54 .882 -.03571 .23913 -.51513 .44371 Equal variances not assumed

  Independent Samples Test Levene's Test for Equality of Variances t-test for Equality of Means

  • .149 50.099 .882 -.03571 .23913 -.51599 .44456 PreKonEks t df Sig. (2- tailed) Mean Difference Std. Error Difference 95% Confidence Interval of the

  Pretest Kemampuan Mencipta Kelomp ok N M ean Std.

  Deviation Std. Error Mean Pretes t

  Kontrol 28 1.7979 .84289 .15929 Pretes t Eks perime n 28 1.4168 .52668 .09953

  Group Statis tics PreKonEks

  Lower Upper Equal variances assumed

  10.763 .002 2.029 54 .047 .38107 .18783 .00449 .75765 Equal variances not assumed 2.029 45.295 .048 .38107 .18783 .00283 .75932

  Std. Error Difference 95% Confidence Interval of the

  PreKonEks

Independent Samples Test

  Levene's Test for

Equality of Variances t-test for Equality of Means

F Sig. t df Sig. (2- tailed) Mean

  Difference

  Kelompok N Mean Std.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Interval of the

Paired Samples Test

Paired Differences t df Sig. (2- tailed)

  Lampiran 17: Uji Perbandingan Pretest ke Posttest Kemampuan Mengaplikasikan Lampiran 18: Uji Perbandingan Pretest ke Posttest Kemampuan Mencipta

  Mean N Std.

  Deviation Std. Error Mean PreKon 1.8929

  28 .75971 .14357 PostKon 2.1664 28 .97022 .18335 PreEks 1.9286 28 1.01189 .19123 PostEks 2.8454 28 .77771 .14697 Pair 1

  Pair 2

Paired Samples Statistics

N Correlation Sig. Pair 1 PreKon & Pos tKon 28 .277 .154 Pair 2 PreEks & Pos tEks 28 .445 .018

Paired Samples Correlations

  Lower Upper Pair 1 PreKon - PostKon

  Deviation Std. Error Mean 95% Confidence

  • -.27357 1.05375 .19914 -.68217 .13503 -1.374

    27 .181 Pair 2 PreEks - PostEks
  • -.91679 .96335 .18206 -1.29034 -.54324 -5.036

    27 .000 Mean Std.

  

Mean N

Std.

  28 .84289 .15929 PostKon 2.0357 28 .90404 .17085 PreEks 1.4168 28 .52668 .09953 PostEks 2.5239 28 .92311 .17445 Pair 1

  Pair 2

Paired Samples Statistics

N Correlation Sig.

  Pair 1 PreKon & PostKon 28 -.080 .685 Pair 2 PreEks &

  PostEks 28 .323 .094

Paired Samples Correlations

  Lower Upper Pair 1 PreKon - PostKon

  

Paired Samples Test

Paired Differences t df

  Sig. (2- Mean tailed) Std.

  Deviation Std. Error Mean 95% Confidence

  Interval of the

  Deviation Std. Error Mean PreKon 1.7979

  • .23786 1.28458 .24276 -.73596 .26025 -.980 27 .336 Pair 2 PreEks - PostEks
  • -1.10714 .90306 .17066 -1.45731 -.75697 -6.487

    27 .000

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Lampiran 19: Uji Posttest Kemampuan Mengaplikasikan Lampiran 20: Uji Normalitas Selisih Kemampuan Mencipta Lampiran 21: Uji Selisih Skor Kemampuan Mencipta Kelompok N Mean Std.

  Deviation Std. Error Mean Posttest

  Kelompok 28 2.1664 .97022 .18335 Posttest Kelompok

  28 2.8454 .77771 .14697 Group Statistics

  PostKonE ks Lower Upper Equal variances assumed

  7.628 .008 -2.889 54 .006 -.67893 .23499 -1.15005 -.20780 Equal variances not assumed

  Independent Samples Test Levene's Test for Equality of Variances t-test for Equality of Means

  F Sig.

  • 2.889 51.558 .006 -.67893 .23499 -1.15056 -.20729 PostKonE ks t df Sig. (2- tailed) Mean Difference Std. Error Difference 95% Confidence Interval of the

  SelPrePos t Kon SelPrePos t Eks 28 28 Mean .2382 1.1546 Std. Deviation 1.28470 .93266 A bs olute .109 .138 Pos itive .109 .133 Negative -.075 -.138 .578 .732 .892 .658 One-S ample Kolmogorov-S mirnov Tes t N Normal Parameters a,b Mos t Extreme Difference s Kolmogorov-Smirnov Z A s ymp. Sig. (2-tailed) Kelompok N Mean Std. Deviation Std. Error Mean Selis ih Kelompok Kontrol 28 .2382 1.28470 .24279 Selis ih Kelompok Eks perime n 28 1.1546 .93266 .17626 Group S tatis tics SelKonEks

  Lower Upper Equal variances assumed

  2.393 .128 -3.055 54 .003 -.91643 .30002 -1.51793 -.31493 Equal variances not assumed

  

Independent Samples Test

Levene's Test for

Equality of Variances t-test for Equality of Means

  F Sig. t df

  • 3.055 49.273 .004 -.91643 .30002 -1.51925 -.31360 Sig. (2- tailed) Mean Difference Std. Error Difference 95% Confidence Interval of the SelKonEks

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Lampiran 22: Foto-foto Penelitian

  Foto pembelajaran kelompok eksperimen

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Foto kegiatan pembelajaran di kelas kontrol

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Lampiran 23:Foto-foto Contoh Mind Map yang dibuat Siswa

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Lampiran 24: Surat Ijin Penelitian dari FKIP

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Lampiran 25: Surat Telah Melakukan Penelitian

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Lampiran 26: Curriculum Vitae

Curriculum Vitae

  Septiana Anggraini merupakan anak pertama dari pasangan Sukarman dan Sri Rejeki. Lahir di Klaten Jawa Tengah pada tanggal 28 September 1990. Pendidikan awal dimulai di TK Pertiwi Mojayan pada tahun 1994-1996. Tahun 1996-2002 sekolah di SD N Mojayan 3 kemudian melanjutkan di SMP N 3 Klaten pada tahun 2002-2005. Tahun 2002-2008 melanjutkan pendidikan di SMA N 3

  Klaten kemudian melanjutkan pendidikan perguruan tinggi di Universitas Sanata Dharma Yogyakarta pada tahun 2008 sampai sekarang. Semasa menempuh pendidikan di Universitas Sanata Dharma penulis pernah mengikuti berbagai kegiatan diantaranya: Dampok Insipro PGSD tahun 2010, Dampok parade gamelan anak tahun 2010, Keamanan Insadha 2010, Panita Seminar Matematika SD. Selain mengikuti kegiatan di kampus penulis juga aktif mengajar sebagai tentor di sebuah lembaga belajar di kota Yogyakarta.

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

PENGARUH PENGGUNAAN TEKNIK PENCATATAN MIND MAP TERHADAP PENGUASAAN KONSEP SISWA PADA MATERI POKOK BIOTEKNOLOGI
1
9
57
PENGARUH QUANTUM TEACHING TERHADAP HASIL BELAJAR DAN RETENSI SISWA PADA MATA PELAJARAN IPA DI SD SW. BETANIA MEDAN.
0
1
28
PENGGUNAAN CATATAN MIND MAP UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA SD PADA MATA PELAJARAN IPA MATERI POKOK PERISTIWA ALAM : Penelitian Tindakan Kelas di Kelas V SDN Barunagri Lembang.
2
12
22
PENERAPAN MODEL MIND MAP DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI.
0
0
46
PERBEDAAN EFEKTIVITAS PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF BERBASIS FLASH DAN MEDIA MIND MAP TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN TIK KELAS VII DI SMP NEGRI I KARANGMONCOL.
0
0
2
PENGARUH PEMBELAJARAN MIND MAP TERHADAP KEMAMPUAN MENULIS KARANGAN NARASI DI SEKOLAH DASAR
0
0
10
PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR DENGAN TEKNIK PEMBELAJARAN MIND MAP MATA PELAJARAN PKn BAGI SISWA KELAS IV SD KANISIUS KADIROJO SLEMAN SEMESTER GENAP TAHUN PELAJARAN 20102011
0
0
227
HUBUNGAN ANTARA MOTIVASI BELAJAR DENGAN PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS V SD KANISIUS SOROWAJAN TAHUN PELAJARAN 20102011
0
0
184
PENGARUH PENERAPAN METODE INKUIRI TERHADAP PRESTASI BELAJAR DAN BERPIKIR KRITIS KATEGORI AFEKTIF UMUM PADA MATA PELAJARAN IPA SDK SOROWAJAN YOGYAKARTA SKRIPSI
0
0
267
PENGARUH PENGGUNAAN MIND MAP TERHADAP KEMAMPUAN MENGAPLIKASIKAN DAN MENCIPTA PADA PELAJARAN IPA DI SD KANISIUS WIROBRAJAN
0
0
138
PENGARUH PENGGUNAAN MIND MAP TERHADAP KEMAMPUAN MENGANALISIS DAN MENGEVALUASI PADA MATA PELAJARAN IPA DI SD KANISIUS SENGKAN
0
0
111
PENGARUH PENGGUNAAN MIND MAP TERHADAP KEMAMPUAN MENERAPKAN DAN MENCIPTA PADA MATA PELAJARAN IPA DI SDK SENGKAN
0
0
107
PENGARUH PENERAPAN METODE INKUIRI TERHADAP KEMAMPUAN MENGEVALUASI DAN MENCIPTA PADA MATA PELAJARAN IPA SISWA KELAS IV SD SOKOWATEN BARU YOGYAKARTA
0
0
195
PENGARUH PENGGUNAAN METODE MIND MAP TERHADAP KEMAMPUAN MENGINGAT DAN MEMAHAMI PADA PEMBELAJARAN IPA DI SD KANISIUS SENGKAN
0
0
99
PENGARUH PENGGUNAAN METODE MIND MAP TERHADAP KEMAMPUAN MENGINGAT DAN MEMAHAMI PADA MATA PELAJARAN IPA DI SD KANISIUS WIROBRAJAN
0
0
155
Show more