Sikap konsumen terhadap diferensiasi desain produk berdasarkan karakteristik psikografis dan tingkat keterlibatan konsumen : studi kasus pada konsumen Kedai Digital Jl. Demangan Baru no. 11 Yogyakarta - USD Repository

Gratis

0
0
155
4 months ago
Preview
Full text
(1)SIKAP KONSUMEN TERHADAP DIFERENSIASI DESAIN PRODUK BERDASARKAN KARAKTERISTIK PSIKOGRAFIS DAN TINGKAT KETERLIBATAN KONSUMEN Studi Kasus pada Konsumen Kedai Digital Yogyakarta SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Ekonomi Program Studi Manajemen Oleh : Marika Deviawati NIM : 0 5 2 2 1 4 1 4 2 PROGRAM STUDI MANAJEMEN FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2009

(2) ii

(3) iii

(4) “ PEMENANG BUKANLAH ORANG YANG TIDAK PERNAH KALAH, TETAPI PEMENANG MENJADIKAN KEKALAHAN ITU SEBAGAI PENGALAMAN UNTUK MENDAPATKAN HASIL YANG TERBAIK ” Janganlah hendaknya kamu khawatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan ucapan syukur. Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Yesus Kristus. (Filipi 4 : 6-7). Skripsi Ini Ku Persembahkan Untuk : Yesus Kristus Juru Selamatku Papa dan Mamaku Tercinta Adikku Tersayang Keluargaku Tercinta My Lovely “Tembem” Teman-teman yang kukasihi iv

(5) v

(6) ABSTRAK SIKAP KONSUMEN TERHADAP DIFERENSIASI DESAIN PRODUK BERDASARKAN KARAKTERISTIK PSIKOGRAFIS DAN TINGKAT KETERLIBATAN KONSUMEN Studi pada Konsumen Kedai Digital, Jl. Demangan Baru No. 11 Yogyakarta Marika Deviawati Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta 2009 Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui : 1). Karakteristik psikografis konsumen yang mempunyai sikap paling positif terhadap diferensiasi desain produk; 2). pengaruh tingkat keterlibatan konsumen terhadap sikap pada diferensiasi desain produk. Penelitian ini dilakukan dengan cara studi kasus pada konsumen Kedai Digital Jl. Demangan Baru No. 11 Yogyakarta. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara menyebarkan kuesioner kepada responden. Populasi dari penelitian ini adalah konsumen Kedai Digital Jl. Demangan Baru No. 11 Yogyakarta. Sampel yang diteliti sebanyak 100 responden. Teknik sampel yang digunakan adalah Purposive Convenience Sampling. Uji Validitas menggunakan teknik Korelasi Pearson’s Product Moment dan Uji Reliabilitas menggunakan rumus Cronbach’s Alpha. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Uji Asumsi Klasik, One Way Anova, dan Analisis Regresi Linier Sederhana, pada taraf signifikansi 5%. Berdasarkan hasil analisis data dapat diketahui bahwa : 1). Ada segmen konsumen yang memberikan respon paling positif terhadap diferensiasi desain produk Kedai Digital. Segmen tersebut dapat didefinisikan sebagai berikut : konsumen yang mempunyai tingkat keinovatifan yang tinggi, konsumen yang mempunyai tingkat keunikan, dan konsumen yang mempunyai tingkat pencarian variasi yang tinggi. 2). Tingkat kepekaan konsumen terhadap pengaruh orang lain tidak memberikan pengaruh pada sikapnya terhadap diferensiasi desain produk Kedai Digital. 3). Tingkat keterlibatan konsumen dengan variasi desain akan membentuk sikap yang lebih positif pada diferensiasi desain produk Kedai Digital. vi

(7) ABSTRACT CONSUMER ATTITUDE TOWARD DESIGN DIFFERENTIATION BASED ON CONSUMERS’ PSYCHOGRAPHICS AND THEIR LEVEL OF INVOLVEMENT A Case Study on Consumers of Kedai Digital, Jl. Demangan Baru No. 11 Yogyakarta Marika Deviawati Management Study Program of Economics Faculty Sanata Dharma University Yogyakarta 2009 The objectives of this research were to know: 1) Influence of consumers’ psychographic characteristics on their attitude toward design differentiation product; 2) Influence of consumers’ involvement on attitude toward design differentiation. The research was a case study on consumers of Kedai Digital, Jl. Demangan Baru No. 11 Yogyakarta. The data were collected by distributing questionnaires to respondents. The population of this research was the consumers of Kedai Digital, Jl. Demangan Baru No. 11 Yogyakarta. There were 100 respondents as the research samples. The sampling technique used in this research was Purposive Convenience Sampling. The techniques of data analysis used in this research were Simple Linier Regression Analysis and One Way ANOVA. Based on the data analysis, it can be concluded that: 1) The consumer giving most positive response to differentiation design product Kedai Digital. Was consumers’ with high level of innovativeness. 2) Level of consumer susceptibility to interpersonal influence had a negative influence on attitude towards design differentiation. 3) Level of involvement of consumer will influence attitude positively at Kedai Digital. vii

(8) viii

(9) KATA PENGANTAR Puji syukur dan terima kasih penulis sampaikan kepada Tuhan Yesus Kristus atas segala berkat, rahmat dan kasih-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi dengan judul “Sikap Konsumen Terhadap Diferensiasi Desain Produk Berdasarkan Karakteristik Psikografis dan Tingkat Keterlibatan Konsumen”. Studi Kasus pada Konsumen Kedai Digital, Jln. Demangan Baru No.11 Yogyakarta. Skripsi ini ditulis sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Ekonomi pada Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi, Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Penulisan skripsi ini juga tidak lepas dari adanya bantuan pihak lain yang dengan tulus ikhlas dan rela mengorbankan waktu dan pikiran untuk membimbing, mendorong dan membantu penulis sampai penulisan skripsi ini dapat terselesaikan. Untuk itu penulis ingin mengucapkan terima kasih kepada: 1. Bapak Drs. Y.P. Supardiyono, M.Si., Akt, selaku Dekan Fakultas Ekonomi, Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta. 2. Bapak V. Mardi Widyadmono, S.E., M.B.A., selaku Ketua Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi, Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta 3. Ibu Ike Janita Dewi, S.E., M.B.A. Ph.D., selaku Dosen Pembimbing I yang telah banyak memberikan bimbingan, masukan, dan saran dalam penulisan skripsi ini. ix

(10) 4. Ibu Lucia Kurniawati, S.Pd., M.S.M selaku Dosen Pembimbing II yang telah banyak memberikan bimbingan, masukan, dan saran dalam penulisan skripsi ini. 5. Bapak dan Ibu Dosen Fakultas Ekonomi, Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta yang telah memberikan bekal ilmu pengetahuan dan pengalaman hidup selama penulis menempuh kuliah. 6. Mama dan papa ku tercinta Suharjono dan Suprijatmi, yang selalu memberikan kasih sayang, doa, dukungan, nasehat, kebahagian, penghidupan yang layak bagiku, dan terutama bersedia membiayai kuliahku. 7. Adikku Dwiyoga Kurniawan yang selalu memberikan dukungan, doa, dan saran untuk kelancaran dalam menempuh perkuliahan. 8. Untuk semua keluarga yang tidak mungkin aku sebutkan satu persatu, terima kasih untuk semua dukungan, pesan, dan doa serta motivasi yang telah diberikan. 9. Kekasihku Andry Puja Kesuma yang telah banyak memberiku semangat, dukungan, doa, perhatian, cinta dan sayangnya. 10. Teman-temanku : mbak Melda, Joni, Lita, Widha, Lidya, Nency serta temantemanku yang lain yang tidak mungkin aku sebutkan satu per satu, terima kasih untuk semua saran, dukungan, dan semangat yang telah diberikan. Penulis menyadari sepenuhnya bahwa skripsi ini masih jauh dari sempurna karena keterbatasan pengetahuan dan pengalaman yang dimiliki penulis. Untuk x

(11) xi

(12) DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL........................................................................................i HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING ............................................. ii HALAMAN PENGESAHAN.........................................................................iii HALAMAN MOTTO DAN PERSEMBAHAN.............................................iv HALAMAN PERNYATAAN KEASLIAN KARYA .................................... v HALAMAN ABSTRAK.................................................................................vi HALAMAN ABSTRACT ............................................................................. vii HALAMAN LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI ...viii HALAMAN KATA PENGANTAR ...............................................................ix HALAMAN DAFTAR ISI ............................................................................ xii HALAMAN DAFTAR TABEL ................................................................... xvii HALAMAN DAFTAR GAMBAR ................................................................xix BAB I PENDAHULUAN ............................................................................ 1 A. Latar Belakang Masalah ............................................................ 1 B. Rumusan Masalah ..................................................................... 4 C. Batasan Masalah ....................................................................... 4 D. Tujuan Penelitian ...................................................................... 5 E. Manfaat Penelitian .................................................................... 5 BAB II LANDASAN TEORI ....................................................................... 7 A. Perilaku Konsumen ................................................................... 7 1. Pengertian Perilaku Konsumen........................................... 7 xii

(13) 2. Signifikansi Studi Tentang Perilaku Konsumen ................. 8 3. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Perilaku Konsumen .. 9 4. Teori-Teori Perilaku Konsumen ........................................ 15 B. Segmentasi Pasar ...................................................................... 17 1. Pengertian Segmentasi Pasar.............................................. 17 2. Dasar-Dasar Segmentasi .................................................... 18 3. Persyaratan Segmentasi Yang Efektif ................................ 22 C. Sikap Konsumen ........................................................................ 23 1. Pengertian Sikap Konsumen ............................................... 23 2. Karakteristik Sikap Konsumen ........................................... 23 3. Macam-Macam Sikap ......................................................... 24 4. Hubungan Antara Sikap dan Perilaku ................................. 25 D. Karakteristik Psikografis Konsumen......................................... 26 1. Keinovatifan Konsumen ..................................................... 26 2. Kebutuhan Akan Keunikan ................................................. 27 3. Pencarian Variasi ................................................................ 28 4. Kepekaan Konsumen Terhadap Pengaruh Orang Lain ....... 29 E. Diferensiasi ................................................................................ 31 1. Pengertian Diferensiasi Produk .......................................... 32 2. Fungsi Diferensiasi ............................................................ 32 3. Jebakan Dalam Diferensiasi ............................................... 32 4. Jalan Menuju Diferensiasi .................................................. 33 5. Daya Tahan Diferensiasi ..................................................... 35 xiii

(14) 6. Langkah-Langkah Dalam Diferensiasi ............................... 36 F. Teori Keterlibatan ...................................................................... 36 BAB III METODE PENELITIAN ................................................................ 39 A. Jenis Penelitian ......................................................................... 39 B. Lokasi dan Waktu Penelitian ................................................... 39 C. Subjek dan Objek Penelitian .................................................... 39 D. Operasional Variabel Penelitian ............................................... 40 E. Definisi Operasional ................................................................ 41 F. Populasi dan Sampel ................................................................ 44 G. Teknik Pengambilan Sampel.................................................... 45 H. Sumber Data ............................................................................. 45 I. Teknik Pengumpulan Data ....................................................... 45 J. Teknik Pengujian Instrumen .................................................... 47 K. Teknik Analisis Data ................................................................ 49 BAB IV GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN........................................ 57 A. Sejarah Perusahaan................................................................... 57 B. Konsep Kemitraan .................................................................... 59 C. Keterlibatan Konsumen Mendesain Sesuai Pesanan ............... 61 D. Personalia ................................................................................. 62 E. Sistem Promosi Penjualan ........................................................ 62 F. Persaingan Dalam Jalur Bisnis ................................................. 62 G. Strategi Perusahaan Untuk Dapat Bersaing ............................. 63 BAB V ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN .................................... 64 xiv

(15) A. Identitas Responden ................................................................. 65 1. Jenis Kelamin Responden .................................................. 65 2. Usia Responden ................................................................. 65 3. Pendidikan Terakhir........................................................... 66 4. Pekerjaan............................................................................ 67 5. Uang Saku Per Bulan ......................................................... 68 6. Informasi Tentang Sudah/Belumnya Mengenal Produk Kedai Digital ....................................................................... 69 7. Informasi Tentang Pernah/Tidaknya Membeli Produk Kedai Digital ........................................................................ 70 B. Analisis Kuantitatif .................................................................. 71 1. Hasil Uji Validitas ............................................................... 71 2. Hasil Uji Reliabilitas ........................................................... 74 3. Uji Asumsi Klasik ............................................................... 75 a. Uji Asumsi Klasik Normalitas ....................................... 75 b. Uji Asumsi Klasik Autokorelasi .................................... 76 4. Anova .................................................................................. 76 a. Ditinjau Dari Karakteristik Psikografis Keinovatifan Konsumen ...................................................................... 76 b. Ditinjau Dari Karakteristik Psikografis Kebutuhan Akan Keunikan ........................................................................ 79 c. Ditinjau Dari Karakteristik Psikografis Pencarian Variasi ............................................................................ 82 xv

(16) d. Ditinjau Dari Karakteristik Psikografis Kepekaan Konsumen Terhadap Pengaruh Orang Lain ........................ 84 5. Analisi Regresi Linier Sederhana........................................ 87 BAB VI KESIMPULAN, SARAN, DAN IMPLIKASI PADA PENELITIAN SELANJUTNYA .................................................. 90 A. Kesimpulan .............................................................................. 90 B. Saran......................................................................................... 90 C. Implikasi Pada Penelitian Selanjutnya ..................................... 91 DAFTAR PUSTAKA .................................................................................... 92 LAMPIRAN ................................................................................................... 94 xvi

(17) DAFTAR TABEL Halaman Tabel 5.1 Identitas Responden Berdasarkan Jenis Kelamin ................... 65 Tabel 5.2 Identitas Responden Berdasarkan Usia ................................... 66 Tabel 5.3 Identitas Responden Berdasarkan Pendidikan Terakhir ......... 67 Tabel 5.4 Identitas Responden Berdasarkan Pekerjaan .......................... 68 Tabel 5.5 Identitas Responden Berdasarkan Uang Saku Rata-Rata Per Bulan ....................................................................................... 69 Tabel 5.6 Identitas Responden Berdasarkan Sudah/Belumnya Mengenal Produk Kedai Digital.............................................. 70 Tabel 5.7 Identitas Responden Berdasarkan Pernah/Tidaknya Membeli Produk Kedai Digital ............................................... 70 Tabel 5.8 Hasil Uji Validitas Instrumen Penelitian................................. 72 Tabel 5.9 Hasil Uji Reliabilitas Instrumen Penelitian ............................. 74 Tabel 5.10 Hasil Uji Asumsi Klasik Autokorelasi .................................... 76 Tabel 5.11 Tingkat Keinovatifan Konsumen ............................................ 77 Tabel 5.12 Hasil Mean Difference Masing-Masing Kelompok Tingkat Keinovatifan Konsumen ........................................................ 78 Tabel 5.13 Tingkat Kebutuhab Akan Keunikan ....................................... 80 Tabel 5.14 Hasil Mean Difference Masing-Masing Kelompok Tingkat Kebutuhan Akan Keunikan ..................................................... 80 Tabel 5.15 Tingkat Pencarian Variasi ....................................................... 82 Tabel 5.16 Hasil Mean Difference Masing-Masing Kelompok Tingkat xvii

(18) Pencarian Variasi .................................................................... 83 Tabel 5.17 Tingkat Kepekaan Konsumen Terhadap Pengaruh Orang Lain ......................................................................................... 85 Tabel 5.18 Hasil Mean Difference Masing-Masing Kelompok Tingkat Kepekaan Konsumen Terhadap Pengaruh Orang Lain ........... 86 Tabel 5.19 Hasil Analisis Regresi Sederhana ........................................... 87 xviii

(19) DAFTAR GAMBAR Halaman Gambar 5.1 Hasil Uji Asumsi Klasik Normalitas ……………………… xix 75

(20) 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Teknologi merupakan suatu faktor penting dalam era globalisasi yang berkembang secara cepat dan modern. Hadirnya teknologi yang tepat guna untuk kegiatan-kegiatan di dalam perusahaan memacu perusahaan untuk menghasilkan produk dan jasa yang memuaskan pelanggan. Kondisi persaingan yang semakin ketat mendorong perusahaan untuk mempertahankan diri. Salah satu caranya adalah memfokuskan dalam prioritas pemilihan desain produk yang berbeda dengan pesaing. Oleh sebab itu, sebaiknya perusahaan tidak hanya terfokus pada salah satu produk saja, karena setiap produk yang dihasilkan pasti ada waktunya akan berada pada tahap kemunduran dan tidak selalu berada pada tahap yang menguntungkan. Perusahaan percetakan dewasa ini banyak yang menggunakan teknologi modern. Perusahaan ini menggunakan salah satu sistem pemasaran yaitu diferensiasi desain produk. Hal ini tampak dari jenis penawaran Kedai Digital, yaitu cuci cetak foto yang dapat didesain sendiri oleh konsumen sesuai dengan selera dan mencetaknya di beberapa media tertentu. Media yang disediakan Kedai Digital meliputi mug, bingkai foto, pin, jam dinding, jam keramik, mouse pad, poster, kalender, tas kain, bantal mini, dan t-shirt. Diferensiasi mencakup kegiatan mempromosikan perbedaan produk yang ada antara produk perusahaan dengan produk pesaing. Diferensiasi juga 1

(21) 2 dapat diartikan sebagai menambah variasi produk yang sudah ada dalam sebuah lini produk (Winardi, 1989:344). Penelitian ini layak untuk diteliti karena Kedai Digital dalam mengembangkan dan mempertahankan perusahaannya agar menang bersaing menerapkan beberapa kebijakan berupa diferensiasi produk. Secara singkat tujuan dilaksanakan diferensiasi adalah untuk meningkatkan penjualan dan mencari laba maksimal, serta memperpanjang siklus hidup produk. Penulis tertarik melakukan penelitian ini karena bentuk kreatifitas produk dengan media elektronik dan memiliki desain seni yang tinggi dengan harga terjangkau mampu ditawarkan Kedai Digital bagi setiap konsumennya. Sebagaimana kita ketahui, pelajar, mahasiswa dan kalangan muda lainnya menyukai hasil fotografi dengan cara mengabadikan setiap peristiwa penting mereka pada sarana yang telah disediakan oleh Kedai Digital. Hal ini dapat dimanfaatkan sebagai salah satu bentuk pasar terbaik yang dijadikan target konsumen oleh Kedai Digital. Perusahaan yang berorientasi pada konsumen akan berusaha memperhatikan, menilai, dan menafsirkan keinginan, sikap, dan tingkah laku serta daya beli konsumen yang berbeda-beda. Perilaku konsumen sangat bervariasi dalam mengambil keputusan pembelian karena dapat dipengaruhi misalnya oleh faktor usia, pendapatan dan selera. Oleh karena faktor tersebut, banyak hal yang mereka pertimbangkan sebelum menentukan produk mana yang akan dipilih, seperti harga, kualitas, desain, fungsi, dan sebagainya. Konsumen dengan segala kebutuhan dan sikap mereka yang mungkin tidak

(22) 3 tampak dengan jelas, telah mendorong perilaku mereka dalam membeli suatu produk tertentu. Pemahaman atas sikap konsumen terhadap desain suatu produk dapat sedikit banyak meramalkan perilaku konsumen dalam melakukan pembelian, sehingga dapat dirumuskan suatu strategi pemasaran yang tepat dalam memenangkan persaingan. Perusahaan yang sukses adalah perusahaan yang mampu mengembangkan produk baru yang mempunyai ciri khas tersendiri berbeda dengan pesaing dan mampu mengelolanya dalam menghadapi perubahan selera konsumen. Kegiatan perusahaan tidak hanya sekedar mempunyai kemampuan menyampaikan barang dari produsen ke konsumen, tetapi juga memikirkan cara agar konsumen merasa puas dengan produk yang mereka gunakan. Strategi diferensiasi produk merupakan salah satu cara yang digunakan perusahaan dalam rangka memenuhi tuntutan kepuasan dan kebutuhan konsumen. Diferensiasi tidak berarti “asal beda”, sehingga kalau sudah berbeda pasti memiliki keunggulan yang dimaksud dan akan menguntungkan perusahaan. Kebutuhan konsumen yang terpenuhi, jika barang hasil produksi akan semakin banyak digunakan konsumen. Banyaknya produk yang disukai akan meningkatkan penjualan, yang akhirnya meningkatkan laba. Laba yang optimal tidak hanya didapatkan dari peningkatan penjualan, melainkan dapat juga diharapkan dari kepuasan konsumen akan produk yang digunakan.

(23) 4 Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan di atas, penulis tertarik untuk mengadakan penelitian dengan judul “SIKAP KONSUMEN TERHADAP DIFERENSIASI DESAIN PRODUK BERDASARKAN KARAKTERISTIK PSIKOGRAFIS DAN TINGKAT KETERLIBATAN KONSUMEN”, dengan study kasus Kedai Digital Yogyakarta. B. Rumusan Masalah 1. Karakteristik psikografis seperti apakah yang menghasilkan perbedaan sikap terhadap diferensiasi desain produk? Karakteristik-karakteristik psikografis yang diteliti adalah sebagai berikut : a. consumer innovativeness (keinovatifan konsumen) b. need for uniqueness (kebutuhan akan keunikan) c. variety seeking (pencarian variasi) d. consumer susceptibility to interpersonal influence (kepekaan konsumen terhadap pengaruh orang lain) 2. Apakah level of consumer involvement (tingkat keterlibatan konsumen) berpengaruh positif terhadap sikap? C. Batasan Masalah Dalam penelitian ini penulis membatasi karakteristik psikografis konsumen yang akan diteliti meliputi beberapa karakteristik yang dianggap relevan antara lain: keinovatifan konsumen, konsumen yang membutuhkan suatu keunikkan, pencarian variasi dan konsumen yang memiliki kepekaan

(24) 5 terhadap pengaruh orang lain. Kegiatan perusahaan yang lain di luar diferensiasi desain produk, dianggap tidak mempengaruhi atau tidak digunakan sebagai alat untuk mengambil kesimpulan. D. Tujuan Penelitian 1. Untuk mengetahui karakteristik psikografis seperti apakah yang menghasilkan perbedaan sikap terhadap diferensiasi desain produk. Karakteristik-karakteristik psikografis yang diteliti adalah sebagai berikut: a. keinovatifan konsumen b. kebutuhan akan keunikan c. pencarian variasi d. kepekaan konsumen terhadap pengaruh orang lain. 2. Untuk mengetahui apakah tingkat keterlibatan konsumen berpengaruh positif terhadap sikap. E. Manfaat Penelitian 1. Bagi Perusahaan Penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan bagi perusahaan khususnya tentang bagaimana sikap konsumen terhadap diferensiasi desain produk dilihat dari karakteristik psikografis dan tingkat keterlibatan konsumen.

(25) 6 2. Bagi Universitas Sanata Dharma Penelitian ini dapat menambah referensi bacaan, menambah wawasan dan pengetahuan bagi para mahasiswa, khususnya mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Sanata Dharma. 3. Bagi Penulis Penelitian ini diharapkan dapat menambah wawasan penulis dalam hal menganalisis sikap konsumen terhadap diferensiasi desain produk dilihat dari karakteristik psikografis dan tingkat keterlibatan konsumen serta penulis dapat menerapkan pengetahuan yang diperoleh selama mengikuti kuliah ke dalam praktek bisnis.

(26) 7 BAB II LANDASAN TEORI A. Perilaku Konsumen Perilaku konsumen memberikan wawasan dan pengetahuan tentang apa yang menjadi kebutuhan dasar konsumen, mengapa mereka membeli, di mana konsumen itu suka berbelanja, siapa yang berperan dalam pembelian, dan faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi konsumen untuk membeli suatu barang. Sesuatu yang wajar apabila dalam rangka memasuki era persaingan bebas masing-masing perusahaan di dunia berlomba-lomba untuk dapat memenangkan persaingan itu. Berbagai strategi dan kebijakan perusahaan terus diefektifkan. Perusahaan yang unggul adalah perusahaan yang dapat meraih keuntungan besar melalui kepuasan pelanggan. Perusahaan dapat menciptakan kesetiaan bagi pelanggan dengan memahami apa sebenarnya yang diinginkan oleh pelanggan. Loyalitas konsumen merupakan tiket menuju sukses semua bisnis. Konsumen yang loyal adalah konsumen yang puas, tetapi tidak semua konsumen yang puas adalah konsumen yang loyal. Jadi, kepuasan merupakan syarat utama bagi loyalitas konsumen. 1. Pengertian Perilaku Konsumen Menurut Loudon dan Della Bitta (1993: 5) Perilaku konsumen adalah proses pengambilan keputusan dan aktivitas individu secara fisik yang dilibatkan dalam mengevaluasi, memperoleh, menggunakan atau dapat mempergunakan barang-barang dan jasa. 7

(27) 8 Menurut Engel, Blackwell, dan Miniard (1994: 3) Perilaku konsumen adalah tindakan-tindakan individu yang secara langsung terlibat dalam usaha memperoleh dan menggunakan barangbarang jasa ekonomis termasuk proses pengambilan keputusan yang mendahului dan menentukan tindakan-tindakan tersebut. Menurut American Marketing Association Perilaku konsumen adalah sebagai “interaksi dinamis antara pengaruh kognisi, perilaku, dan kejadian disekitar kita dimana manusia melakukan aspek-aspek pertukaran dalam hidup mereka.” Dari beberapa definisi perilaku konsumen di atas dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud perilaku konsumen adalah sejumlah tindakan nyata individu (konsumen) yang dipengaruhi oleh faktor kejiwaan (psikologis) dan faktor luar lainnya (eksternal) yang mengarahkan mereka untuk memilih dan mempergunakan barang-barang yang diinginkannya. 2. Signifikansi Studi tentang Perilaku Konsumen Studi tentang perilaku konsumen dipelajari karena ada dua alasan yaitu (Amirullah, 2002: 3) : a. Perilaku konsumen penting dalam kehidupan sehari-hari. Konsumen selalu beraksi dengan lingkungannya, secara otomatis perilaku konsumen akan berubah-ubah bahkan dalam hitungan hari. Perilaku konsumen di sini penting untuk memahami mengapa dan apa saja yang mempengaruhi perubahan perilaku konsumen. b. Perilaku konsumen penting untuk pengambilan keputusan. Setiap keputusan yang diambil konsumen pasti didasarkan pada alasan-alasan tertentu, baik secara langsung ataupun tidak langsung. Proses pengambilan keputusan konsumen sangat terkait

(28) 9 dengan masalah kejiwaan dan faktor eksternal. Dengan memahami perilaku konsumen, pemasar akan mudah untuk menggambarkan bagaimana proses keputusan itu dibuat. 3. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Perilaku Konsumen a. Faktor Internal Faktor-faktor internal ini sangat erat kaitannya dengan teori psikologis yang sangat membantu dalam memberikan pengetahuan perilaku konsumen dalam pembelian. Faktor-faktor internal tersebut terdiri dari (Kotler, 2006: 245-252). 1). Motivasi Seseorang mempunyai beberapa kebutuhan pada suatu waktu. Beberapa di antaranya kebutuhan itu adalah biogenic yaitu muncul dari ketegangan fisiologis seperti lapar, dahaga, tidak nyaman, dan sebagainya. Kebutuhan lain yaitu psychogenic yaitu muncul dari ketegangan psikologis, seperti kebutuhan untuk diakui, harga diri atau merasa diterima oleh lingkungan. Kebanyakan kebutuhan itu tidak cukup kuat untuk mendorong seseorang berbuat sesuatu pada suatu waktu. Suatu kebutuhan menjadi satu dorongan, apabila kebutuhan itu muncul sampai mencapai taraf intensitas yang cukup. Motivasi adalah suatu kebutuhan yang cukup mendesak untuk mengarahkan seseorang agar dapat mencari pemuasan terhadap kebutuhan itu.

(29) 10 2). Persepsi Persepsi dapat dirumuskan dalam arti sebagai proses seorang individu memilih, mengorganisasi, dan menafsirkan masukan-masukan informasi untuk menciptakan sebuah gambar yang bermakna tentang dunia. Persepsi juga tergantung bukan hanya dari sifat-sifat rangsangan fisis, tetapi juga pada hubungan rangsangan dengan keadaan sekelilingnya (gagasan keseluruhan) dan kondisi dalam diri sendiri. 3). Belajar Sewaktu seseorang berbuat, dia juga belajar. Belajar menggambarkan perubahan dalam perilaku seseorang individu yang bersumber dari pengalaman. Para ahli teori belajar mengatakan bahwa perubahan perilaku seseorang terjadi melalui keadaan saling mempengaruhi antara dorongan, rangsangan, petunjuk-petunjuk penting jawaban, faktor penguat, dan tanggapan. Kegunaan praktis yang penting dari teori balajar bagi para pemasar adalah bahwa mereka dapat membangun tuntutan terhadap produk tertentu dengan jalan menghubungkan produk itu dengan dorongan yang kuat, memanfaatkan faktor-faktor penting yang menuntun perilaku dan menyediakan faktor penguat yang positif.

(30) 11 4). Sikap Melalui perbuatan dan belajar, orang memperoleh kepercayaan dan sikap. Hal ini selanjutnya mempengaruhi tingkah laku membeli mereka. Suatu sikap menggambarkan penilaian kognitif yang baik maupun tidak baik, perasaan emosional, dan kecenderungan berbuat yang bertahan selama waktu tertentu terhadap beberapa objek atau gagasan. Sikap menyebabkan orang berperilaku secara tetap terhadap suatu objek yang sama. Sikap seseorang bertahan dalam suatu pola yang tetap dan perubahan satu sikap mungkin memerlukan penyesuaian yang banyak dalam sikap lainnya. Oleh karena itu, sebuah perusahaan percetakan foto seperti Kedai Digital perlu menyesuaikan diferensiasi desain produk mereka dengan sikap konsumen yang telah ada, daripada mencoba untuk mengubah sikap konsumen. 5). Kepribadian dan konsep diri Setiap orang mempunyai kepribadiaan yang berbedabeda yang mempengaruhi perilaku membeli. Kepribadian adalah ciri-ciri psikologis yang membedakan seseorang, yang menyebabkan terjadinya jawaban yang secara relatif tetap dan bertahan lama terhadap lingkungannya. Banyak pemasar yang mempergunakan konsep mengenai kepribadian ini, yaitu konsep diri. Beberapa pemasar

(31) 12 berpendapat bahwa, pilihan pembeli terhadap suatu produk akan lebih cocok dengan konsep diri mereka yang sebenarnya, sebagian pilihan cocok dengan konsep diri ideal, dan pilihan lainnya cocok dengan konsep diri menurut orang lain. b. Faktor Eksternal Perilaku konsumen sangat dipengaruhi berbagai lapisan masyarakat di mana ia dilahirkan dan dibesarkan. Ini berarti konsumen berasal dari lapisan masyarakat atau lingkungan yang berbeda akan mempunyai penilaian, kebutuhan, pendapat, sikap dan selera yang berbeda-beda. Faktor-faktor eksternal tersebut terdiri dari (Dharmmesta dan Handoko, 2000 : 57-74) : 1). Kebudayaan Definisi kebudayaan menurut pendapat dari Stanton adalah sebagai berikut : “simbol dan fakta yang kompleks, yang diciptakan oleh manusia, diturunkan dari generasi sebagai penentu dan pengatur perilaku manusia dalam masyarakat yang ada.” Simbol tersebut dapat bersifat tidak kentara (seperti:sikap, pendapat, kepercayaan, nilai, bahasa, agama) atau dapat pula bersifat kentara (seperti: alat-alat, perumahan, produk, karya seni, dan sebagainya). Perilaku manusia sangat ditentukan oleh kebudayaan yang melingkupinya dan pengaruhnya akan selalu berubah setiap waktu sesuai dengan kemajuan/perkembangan jaman dari masyarakat tersebut.

(32) 13 Perilaku manusia juga cenderung untuk menyerap adat kebiasaan kebudayaannya. 2). Kelas sosial Dalam masyarakat yang hidupnya teratur adanya sistem lapisan-lapisan sosial itu merupakan ciri yang tetap dan teratur. Adanya lapisan-lapisan sosial dalam masyarakat dapat terjadi dengan sendirinya dalam proses pertumbuhan masyarakat itu, tetapi ada pula yang dengan sengaja disusun untuk mengejar suatu tujuan bersama. Lapisan-lapisan sosial dalam masyarakat dapat bersifat tertutup yaitu tidak memungkinkan pindahnya seseorang dari satu lapisan ke lapisan lain, baik gerak ke atas atau ke bawah dan ada pula yang bersifat terbuka yaitu setiap anggota masyarakat mempunyai kesempatan untuk naik ke lapisan atas, ataupun jatuh ke lapisan di bawahnya. 3). Kelompok sosial dan kelompok referensi Manusia sejak dilahirkan telah mempunyai dua keinginan yang menyebabkan mengapa ia hidup berkelompok di dalam masyarakat, yaitu pertama: keinginan untuk menjadi satu dan berinteraksi dengan manusia lain yang barada di sekelilingnya, kedua : keinginan untuk menjadi satu dengan suasana alam sekelilingnya. Dari kedua keinginan tersebut yang menimbulkan kelompok-kelompok sosial di dalam

(33) 14 kehidupan manusia ini karena manusia tidak mungkin hidup sendiri. Kelompok referensi adalah kelompok sosial yang menjadi ukuran seseorang untuk membentuk kepribadian dan perilakunya. Kelompok referensi ini antara lain : serikat buruh, team olahraga, perkumpulan agama, kesenian dan sebagainya. Kelompok referensi juga mempengaruhi perilaku seseorang dalam pembeliannya dan sering dijadikan pedoman oleh konsumen dalam bertingkah laku. 4). Keluarga Istilah “keluarga” dipergunakan untuk menggambarkan berbagai macam bentuk rumah tangga yang terdiri dari : (a). keluarga inti, menunjukkan lingkup keluarga yang meliputi ayah, ibu, dan anak-anak yang hidup bersama. (b). keluarga besar yaitu keluarga inti ditambah dengan orangorang yang mempunyai ikatan saudara dengan keluarga tersebut, seperti kakek, nenek, paman, bibi, dan menantu. Dalam pengambilan keputusan pembelian, keluargalah yang banyak melakukannya. Oleh karena itu, manajer pemasaran perlu mengetahui sebenarnya siapa anggota keluarga yang bertindak sebagai pengambil inisiatif, penentu, pembeli atau siapa yang mempengaruhi suatu keputusan dalam membeli.

(34) 15 4. Teori-Teori Perilaku Konsumen Pada dasarnya konsumen membeli barang dan jasa adalah untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Keputusan pembelian konsumen dipengaruhi oleh banyak faktor. Sehingga konsumen harus mempertimbangkan beberapa hal sebelum menentukan produk mana yang akan dipilih, seperti harga, kualitas, desain, fungsi, dan sebagainya. Untuk memahami proses yang mendasari dan mengarahkan perilaku konsumen dalam melakukan pembelian perlu dipelajari beberapa teori perilaku konsumen. Teori-teori perilaku konsumen yang dapat dipelajari adalah sebagai berikut (Dharmmesta dan Handoko, 2000: 28-38) : a. Teori Ekonomi Mikro Teori ini menyatakan bahwa keputusan yang diambil untuk dibeli merupakan hasil perhitungan ekonomi rasional, konsumen akan berusaha mendapatkan kepuasan maksimum dan akan meneruskan pembeliannya terhadap suatu produk untuk jangka waktu lama, bila konsumen telah mendapat kepuasan dari produk yang sama yang telah dikonsumsinya. Teori ini didasarkan dalam beberapa asumsi, yaitu : 1). konsumen akan selalu mencoba untuk memaksimumkan kepuasannya dalam batas-batas kemampuan finansialnya 2). konsumen mempunyai pengetahuan tentang beberapa alternatif sumber untuk memuaskan kebutuhannya 3). konsumen selalu bertindak rasional.

(35) 16 b. Teori Psikologis Teori ini mendasarkan diri pada faktor-faktor psikologis individu yang selalu dipengaruhi oleh kekuatan-kekuatan lingkungan. Pada dasarnya teori ini merupakan penerapan dari teori-teori psikologis dalam menganalisis perilaku konsumen. c. Teori Sosiologis Teori ini menitikberatkan pada hubungan dan pengaruh antara individu-individu yang dikaitkan dengan perilaku mereka. Jadi lebih mengutamakan perilaku kelompok seperti teman sekerja, keluarga, perkumpulan olahraga, dan sebagainya, bukannya perilaku individu. d. Teori Antropologis Dasar pandangan ilmu-ilmu pengetahuan sosial, seperti psikologis, sosiologis, dan antropoli sosial adalah bahwa sikap dan perilaku manusia dipengaruhi oleh berbagai lingkungan (kultur, sub kultur, kelompok sosial, keluarga, dan sebagainya). Dari teori ini manajemen dapat mempelajari akibat-akibat yang ditimbulkan oleh faktor-faktor tersebut terhadap perilaku konsumen, karena faktor-faktor tersebut memainkan peranan yang sangat penting mengenai nilai-nilai yang akan dianut oleh seorang konsumen. Strategi perilaku konsumen akan memberi suatu strategi distribusi salah satunya yaitu tentang segmentasi pasar. Sebuah

(36) 17 perusahaan tidak dapat melayani seluruh pelanggan pasar yang sangat luas. Perusahaan perlu mengidentifikasi segmen pasar yang dapat dilayaninya secara efektif. Banyak perusahaan yang memanfaatkan pemasar sasaran, dimana penjual membedakan segmen-segmen pasar utama, membidik satu atau dua segmen dan mengembangkan produk serta program pemasaran yang dirancang khusus bagi masing-masing segmen. Jika para pemasar dapat menyediakan berbagai macam pilihan produk dan jasa untuk memenuhi berbagai kepentingan konsumen yang berbeda, maka konsumen akan dapat dipuaskan dengan lebih baik. Dengan demikian, segmentasi pasar sama-sama merupakan kekuatan yang positif bagi konsumen maupun para pelaku pemasaran. Untuk lebih jelasnya tentang segmentasi pasar, akan dijelaskan berikut ini. B. Segmentasi Pasar 1. Pengertian Segmentasi Pasar Segmentasi pasar dapat didefinisikan sebagai proses membagi pasar menjadi irisan-irisan konsumen yang khas yang mempunyai kebutuhan atau sifat yang sama dan kemudian memilih satu atau lebih segmen yang akan dijadikan sasaran bauran pemasaran yang berbeda (Schiffman dan Kanuk, 2007: 37).

(37) 18 2. Dasar-Dasar Segmentasi a. Segmentasi Geografis Teori di balik strategi ini adalah bahwa orang yang tinggal di daerah yang sama mempunyai kebutuhan dan keinginan yang serupa dan kebutuhan dan keinginan ini berbeda dari kebutuhan dan keinginan orang-orang yang tinggal di daerah lain (Schiffman dan Kanuk, 2007: 41). Perusahaan dapat memutuskan untuk beroperasi dalam seluruh wilayah, tetapi memberikan perhatian pada variasi lokal. Segmentasi geografis merupakan strategi yang berguna bagi banyak pelaku pemasaran. Menemukan berbagai perbedaan berdasarkan geografis relatif mudah untuk berbagai produk. Di samping itu, segmen-segmen geografis dapat dicapai dengan mudah melalui media lokal. b. Segmentasi Demografis Informasi demografis sering merupakan cara paling efektif dari segi biaya dan paling mudah diperoleh untuk mengenali pasar target. Variabel-variabel demografis merupakan dasar yang paling populer untuk membedakan kelompok-kelompok pelanggan. Dalam segmentasi demografis pasar dibagi menjadi kelompokkelompok berdasarkan variabel-variabel demografis adalah sebagai berikut :

(38) 19 1). Usia Keinginan dan kemampuan konsumen berubah sejalan dengan usia. Kebutuhan dan minat terhadap produk bervariasi sesuai dengan usia para konsumen. 2). Jenis kelamin Segmentasi menurut jenis kelamin telah lama diterapkan dalam pakaian, penataan rambut, kosmetik dan majalah. Terkadang pemasar jenis produk lain melihat juga peluang segmentasi dari segi ini, misalnya perusahaan rokok (Kotler, 2006: 382). 3). Status perkawinan Secara tradisional, keluarga telah menjadi fokus kebanyakan usaha pemasaran dan kebanyakan produk serta jasa, rumah tangga terus menerus merupakan unit pengkonsumsi yang relevan. Para pemasar memberikan perhatian pada jumlah dan macam rumah tangga yang membeli dan/atau memiliki berbagai produk tertentu. Mereka juga tertarik menetapkan profil demografis dan media dari pengambil keputusan rumah tangga guna menetapkan strategi pemasaran yang tepat (Schiffman dan Kanuk, 2007: 46). 4). Pendapatan, pendidikan dan pekerjaan Pendapatan sudah lama menjadi variabel yang penting untuk membedakan berbagai segmen pasar. Para pemasar pada umumnya membagi pasar berdasarkan pendapatan karena

(39) 20 mereka merasa bahwa pendapatan merupakan indikator yang kuat mengenai kemampuan atau ketidakmampuan untuk membayar produk atau model produk yang khusus. Pendidikan, pekerjaan, dan pendapatan cenderung mempunyai korelasi yang erat dan nyaris merupakan hubungan sebab akibat. Pekerjaan tingkat tinggi yang menghasilkan pendapatan yang tinggi biasanya membutuhkan pelatihan pendidikan lanjutan. c. Segmentasi Psikologis Karakteristik psikologis merujuk ke sifat-sifat diri atau hakiki konsumen perorangan. Strategi segmentasi konsumen sering didasarkan pada berbagai variabel psikologis khusus, seperti : motivasi, kepribadian, persepsi, pengetahuan dan sikap. d. Segmentasi Psikografis Riset psikografis erat hubungannya dengan riset psikologis terutama mengenai ukuran kepribadian dan ukuran sikap. Profil psikografis salah satu segmen konsumen dapat dianggap sebagai gabungan berbagai kegiatan (activities), minat (interests), dan pendapat (opinion) (AIO) konsumen yang dapat diukur. Dalam bentuk yang paling umum, studi psikografis AIO menggunakan serangkaian pernyataan (daftar pernyataan psikografis) yang dirancang untuk mengenali berbagai aspek yang relevan mengenai kepribadian, motif membeli, minat, sikap, kepercayaan, dan nilai-nilai konsumen.

(40) 21 e. Segmentasi Sosial-Budaya Berbagai variabel sosiologis (kelompok) dan antropologis (budaya) yaitu variabel sosial budaya yang menjadi dasar-dasar lebih lanjut bagi segmentasi pasar. Sebagai contoh, berbagai pasar konsumen telah berhasil dibagi lagi menjadi berbagai segmen berdasarkan tahap dalam siklus kehidupan keluarga, kelas sosial, nilai-nilai budaya inti, keanggotaan subbudaya, dan keanggotaan lintas budaya. f. Segmentasi Terkait Pemakaian Bentuk segmentasi ini sangat popular dan efektif dalam menggolongkan konsumen menurut karakteristik produk, jasa, atau pemakaian merek, seperti tingkat pemakaian, tingkat kesadaran, dan tingkat kesetiaan merek. Segmentasi tingkat pemakaian membedakan antara pemakai berat, pemakai menengah, pemakai ringan dan bukan pemakai produk, jasa atau merek khusus. Status kesadaran meliputi banyak pemikiran mengenai kesadaran konsumen terhadap produk, tingkat minat terhadap produk, kesiapan membeli produk, atau apakah konsumen perlu diberi informasi mengenai produk. Pemasar sering berusaha mengenali karakteristik konsumen yang setia pada merek mereka, sehingga mereka dapat mengarahkan segala usaha promosi kepada orang-orang yang mempunyai karakteristik yang sama dalam

(41) 22 populasi yang lebih luas. Oleh sebab itu, kesetiaan merek sering digunakan sebagai dasar untuk segmentasi. g. Segmentasi Situasi Pemakaian Para pemasar mengakui bahwa kesempatan atau situasi sering menentukan apa yang akan dibeli atau dikonsumsi para konsumen. Oleh karena itu, mereka memfokuskan pada situasi pemakaian sebagai variabel segmentasi. h. Segmentasi Manfaat Berubahnya gaya hidup memainkan peran utama dalam menentukan manfaat produk yang penting bagi konsumen dan memberikan peluang bagi pemasar untuk memperkenalkan produk dan jasa baru. Segmentasi manfaat dapat digunakan untuk mengatur posisi berbagai merek ke dalam produk yang sama. 3. Persyaratan Segmentasi yang Efektif Banyak cara dapat dilakukan untuk membagi suatu pasar ke dalam segmen-segmen, walaupun tidak semua segmentasi akan efektif. Bila memang diinginkan manfaat yang maksimal, maka segmen pasar harus memenuhi persyaratan sebagai berikut (Kotler, 2006: 394-395) : a. Dapat diukur. Besar dan daya beli setiap segmen harus dapat diukur dengan tingkat tertentu. Ukuran, daya beli, dan profil segmen harus dapat diukur. b. Besar. Suatu kelompok akan pantas disebut segmen, apabila cukup besar/atau cukup menguntungkan. Suatu segmen harus merupakan

(42) 23 kelompok homogen terbesar yang paling mungkin berharga untuk dicapai dengan program pemasaran yang dirancang khusus. c. Dapat dicapai atau diakses. Seberapa jauh segmen dapat dijangkau dan dilayani dengan efektif. d. Dapat dilaksanakan. Seberapa jauh program-program efektif dapat disusun untuk menarik melayani minat segmen. C. Sikap Konsumen 1. Pengertian Sikap Konsumen Menurut (Engel, Blackwell, dan Miniard, 1994 : 53-54) : Sikap adalah suatu evaluasi menyeluruh yang memungkinkan orang merespon dengan cara menguntungkan atau tidak menguntungkan secara konsisten berkenaan dengan objek atau alternatif yang diberikan. Dari definisi tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa, sikap menyebabkan orang berperilaku secara tetap terhadap suatu objek yang sama. Sikap seseorang bertahan dalam suatu pola yang tetap, dan perubahan satu sikap mungkin memerlukan penyesuaian yang banyak dalam sikap lainnya. Oleh karena itu, sebuah perusahaan harus menyesuaikan produk mereka dengan sikap yang telah ada, daripada mengubah sikap-sikap orang. 2. Karakteristik Sikap Sikap memiliki beberapa karakteristik penting yaitu terdiri dari (Simamora, 2002: 156) :

(43) 24 a. Sikap senantiasa memiliki objek Ini berarti sikap selalu mempunyai sesuatu yang dianggap penting dan selalu menjadi pusat perhatian. b. Sikap memiliki arah, derajat, dan intensitas Arah seseorang terhadap suatu objek bisa mendekat atau menjauh. Selain itu, sikap memiliki derajat tertentu, misalnya sejauh mana seseorang merasa senang atau tidak senang terhadap suatu objek. Sedangkan intensitas seseorang ditunjukkan oleh tingkat pendiriannya. c. Sikap mempunyai struktur Ini berarti dalam diri seseorang terdapat sejumlah sikap yang tergabung dan tersusun membentuk rangkaian yang kompleks. Masing-masing sikap mungkin selaras antara yang satu dengan yang lainnya atau mungkin bertentangan. 3. Macam-Macam Sikap Menurut Kotler (1992 : 140) sikap terdiri dari : a. Sikap sosial, yaitu sikap yang dinyatakan tidak hanya oleh seseorang saja, tetapi diperhatikan oleh sekelompok orang. b. Sikap individu, yaitu sikap yang dimiliki secara individual. c. Sikap positif, yaitu sikap yang menunjukkan/memperlihatkan penerimaan, pengalaman, menyetujui serta melaksanakan normanorma yang berlaku dimana individu itu berada.

(44) 25 d. Sikap negatif, yaitu sikap yang menunjukkan/memperlihatkan penolakan/tidak menyetujui terhadap norma-norma dimana individu itu berada. 4. Hubungan antara Sikap dan Perilaku Di dalam banyak situasi, pemasar berkepentingan dengan peramalan perilaku pembelian. Pemakaian sikap untuk meramalkan permintaan tidak terbatas pada produk baru. Produsen yang sudah ada juga berminat untuk meramalkan penjualan di masa yang akan datang. Pemakaian sikap untuk meramalkan perilaku tentu saja mengandaikan bahwa sikap berhubungan dengan perilaku. Di dalam keadaan yang sesuai, sikap dapat meramalkan perilaku. Ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi kekuatan hubungan ini antara lain (Engel, Blackwell, dan Miniard, 1994 : 341-347) : a. Faktor pengukuran Masalah dasar dengan pengukuran tersebut adalah tidak adanya kesesuaian dengan perilaku. Sejauh mana suatu pengukuran sesuai atau cocok dengan perilaku, itu semua akan bergantung kepada seberapa baik pengukuran tersebut menangkap empat elemen perilaku, yaitu tindakan, target, waktu dan konteks. b. Interval waktu Sementara interval waktu ini bertambah, peluang terjadinya perubahan menjadi lebih besar. Umumnya semakin singkat interval

(45) 26 waktunya, maka akan semakin kuat hubungan sikap dengan perilaku. c. Pengalaman Sikap yang didasarkan pada pengalaman aktual, mungkin lebih berhubungan dengan perilaku dibandingkan dengan sikap yang didasarkan pada pengalaman tidak langsung. d. Pengaruh sosial Pengaruh sosial dapat mempengaruhi sikap kita untuk berperilaku. D. Karakteristik Psikografis Konsumen Karakteristik dan sikap menurut sifat kepribadian masing-masing konsumen dalam menanggapi tentang diferensiasi desain produk berbedabeda. Beberapa sifat kepribadian khusus yang memberikan wawasan mengenai perilaku konsumen terhadap diferensiasi desain produk akan dibahas berikut ini. 1. Keinovatifan Konsumen Inovator adalah mereka yang cenderung menjadi orang pertama mencoba berbagai produk, jasa atau praktik baru (Schiffman dan Kanuk, 2007: 112-113). Inovator tersebut sering menjadi petunjuk atas faktorfaktor yang akhirnya akan menentukan sukses atau gagalnya produk atau jasa baru tertentu. Konsumen yang inovatif cenderung mendekati produk baru atau yang belum dikenal dengan keterbukaan yang besar dan sedikit kekhawatiran.

(46) 27 Perilaku inovatif merupakan pernyataan dari kebutuhan individu akan keunikan. Para konsumen yang mencari keanekaragaman cenderung merupakan orang yang suka beralih merek dan pembeli berbagai produk dan jasa inovatif. Konsumen yang inovatif tampaknya lebih bersedia menerima ketidaklaziman dan keunikan. Mereka lebih bersedia mengandalkan nilainilai dan standar mereka sendiri daripada penilaian orang lain. Mereka juga bersedia menanggung resiko pilihan produk yang jelek untuk meningkatkan keterbukaan mereka terhadap berbagai produk baru yang akan memberikan kepuasan. Konsumen Kedai Digital yang inovatif cenderung lebih cepat mengambil keputusan untuk mencoba memiliki produk baru. Agar suatu produk baru Kedai Digital lebih cepat dapat diterima, maka Kedai Digital harus mempertimbangkan daya tarik terhadap kebutuhan konsumen Kedai Digital yang inovatif. Berdasarkan argumen di atas maka : Hipotesis 1. a). Semakin inovatif seorang konsumen, semakin positif sikap terhadap diferensiasi desain produk. 2. Kebutuhan akan Keunikan Banyak orang yang mencoba untuk menjadi unik. Bagi orang-orang ini menjadi selaras dengan harapan atau standar orang lain, baik dalam penampilan mereka ataupun dalam hal-hal yang mereka miliki adalah sesuatu yang harus dihindari. Lebih dari itu, kita berharap akan lebih mudah untuk menyatakan atau tampil beda dari orang lain, jika seseorang

(47) 28 tidak harus memperdulikan kritikan dari orang lain. Mendukung pernyataan tersebut, terdapat suatu penyelidikan terbaru dari konsumenkonsumen yang memerlukan keunikan untuk menyelidiki keadaan bahwa individu-individu membutuhkan keunikan yang tinggi untuk membuat/tidak membuat bermacam-macam pilihan di luar kebiasaan. Hasil penyelidikan mengungkapkan bahwa ketika konsumen diminta untuk menjelaskan pilihan mereka, mereka tidak memperdulikan kritikan orang lain, melainkan mereka lebih mudah menerima untuk membuat pilihan yang unik. Karakteristik konsumen Kedai Digital yang tingkat keunikannya tinggi mudah untuk menerima tawaran produk baru, seperti : desain, dan media yang disediakan dari Kedai Digital. Berdasarkan argumen di atas, maka: Hipotesis 1. b). Semakin tinggi kebutuhan akan keunikan seorang konsumen berarti semakin positif sikapnya terhadap diferensiasi desain produk. 3. Pencarian Variasi Sifat yang digerakkan oleh kepribadian yang sama dan berhubungan dengan tingkat stimulasi optimum (kesediaan yang lebih besar untuk mengambil resiko, mencoba berbagai produk baru, menjadi inovatif, dan mencari informasi yang berhubungan dengan pembelian) adalah pencarian variasi atau kesenangan baru. Ada berbagai tipe konsumen pencari variasi, yaitu perilaku yang bersifat penyelidikan, penyelidikan pengalaman orang lain, dan keinovatifan pemakaian (Schiffman dan Kanuk, 2007: 115-116).

(48) 29 Para pemasar sampai tingkat tertentu diuntungkan jika menawarkan berbagai pilihan tambahan kepada para konsumen yang lebih mencari variasi produk, karena konsumen yang mempunyai kebutuhan yang tinggi akan variasi cenderung mencari pemasar yang menyediakan berbagai lini produk (yang menawarkan banyak pilihan). Tetapi pemasar mungkin mencapai tingkat tertentu dimana terlalu banyak produk yang ditawarkan dengan terlalu banyak keistimewaan. Dalam kasus seperti ini, konsumen mungkin akan berpaling dan menghindari lini produk yang terlalu banyak variasi. Para pemasar sebaiknya harus menempuh solusi yang tepat, yaitu jangan terlalu banyak dan jangan terlalu sedikit pilihan yang ditawarkan kepada konsumen. Tipe konsumen yang suka mencari variasi dalam pendesainan souvenir foto dalam suatu media tertentu adalah konsumen yang kreatif. Konsumen Kedai Digital yang mempunyai karakteristik seperti ini cenderung akan membentuk sikap yang positif terhadap diferensiasi desain produk yang memberikan suatu keunikan. Berdasarkan argumen di atas, maka : Hipotesis 1. c). Semakin tinggi pencarian variasi seorang konsumen berarti semakin positif sikapnya terhadap diferensiasi desain produk. 4. Kepekaan Konsumen terhadap Pengaruh Orang Lain Suatu kepekaan konsumen terhadap pengaruh orang lain (CSII→Consumer Susceptibility to Interpersonal Influence) sudah ditunjukkan untuk mempengaruhi perilaku konsumen. Kepekaan

(49) 30 konsumen terhadap pengaruh yang saling berhubungan dengan orang lain digambarkan sebagai kebutuhan untuk memperkenalkan atau meningkatkan kesan atau menurut pengertian yang lain, kesediaan untuk menepati harapan-harapan dari orang lain dan kecenderungan untuk belajar melalui pengamatan lain atau mencari informasi lainnya. Dengan demikian, CSII menentang untuk memiliki satu pengaruh di pengolahan informasi, pengembangan sikap dan perilaku pembelian,dan sebagai suatu ciri umum, tampaknya orang-orang yang mempunyai suatu kecenderungan untuk menyesuaikan diri dalam satu bidang akan barang yang dipamerkan cenderung sama dengan pihak lain. Sebagai contoh, studi terbaru sudah menyatakan sebagai kecenderungan bagi mereka yang lebih tinggi di CSII untuk merasa beberapa merek sebagai hal yang lebih tinggi di dalam status. Ini menunjukkan bahwa kepekaan mereka kepada pengaruh orang lain menggunakan merek-merek tertentu yang berkaitan dengan kelompok sosial mereka (Schiffman, Bednall, O’cass, Paladino, dan Kanuk, 2005 :108-109). Konsumen Kedai Digital yang memiliki kepekaan terhadap pengaruh orang lain dalam menggapai kepuasan apabila menggunakan merek-merek tertentu. Berdasarkan argumen di atas, maka : Hipotesis 1. d). Semakin rendah kepekaan konsumen terhadap pengaruh orang lain, maka akan semakin positif sikapnya terhadap diferensiasi desain produk dari Kedai Digital.

(50) 31 E. Diferensiasi Para pemasar tertarik akan pemahaman bagaimana kepribadian mempengaruhi perilaku konsumsi, karena pengetahuan tersebut memungkinkan mereka mampu memahami konsumen dengan lebih baik, dan mampu membagi-bagi serta membidik para konsumen yang cenderung menanggapi secara positif komunikasi mengenai produk atau jasa yang pemasar lakukan. Karakteristik psikografis konsumen dapat mempengaruhi perusahaan untuk mempertimbangkan diferensiasi desain produk yang akan dilakukan. Perusahaan harus mampu menyediakan barang yang diinginkan oleh pelanggan melalui diferensiasi desain produk tersebut. Strategi diferensiasi sendiri adalah salah satu alternatif cara untuk mencari konsumen lebih banyak lagi dan memberikan kepuasan lebih tinggi kepada konsumen yang lama. Perusahaan melakukan diferensiasi dengan sendirinya jika perusahaan tersebut dapat memiliki keunikan dibandingkan para pesaingnya dalam sesuatu yang dinilai penting oleh pembeli. Seberapa jauh para pesaing dalam sebuah industri dapat melakukan diferensiasi antara satu sama lain juga merupakan salah satu unsur penting dalam struktur industri. Perusahaan yang dapat mencapai dan melestarikan diferensiasinya akan menjadi perusahaan yang di atas rata-rata dalam industrinya. Perusahaan dalam menciptakan produk terkadang identik dengan produk yang sudah ada, perbedaan produk hanya pada kemasan, desain, mutu, maupun merek.Untuk lebih jelasnya tentang diferensiasi produk, akan dijelaskan berikut ini.

(51) 32 1. Pengertian Diferensiasi Produk Menurut Winardi (1989: 344) : Diferensiasi produk adalah menambah variasi produk yang sudah ada dalam sebuah lini produk. Menurut Kotler (1992: 328) : Diferensiasi produk adalah tindakan merancang serangkaian perbedaan yang berarti untuk membedakan tawaran perusahaan dengan perusahaan pesaing. Dari definisi di atas dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud dengan diferensiasi produk adalah menambah variasi produk yang sudah ada dalam sebuah produk line dengan merancang serangkaian perbedaan yang berarti untuk membedakan tawaran perusahaan dengan perusahaan pesaing. 2. Fungsi Diferensiasi Diferensiasi produk mempunyai fungsi (Winardi, 1989: 40), yaitu : a. sebagai tindakan menyesuaikan produk-produk mereka supaya lebih cocok dengan kebutuhan pihak lain, dan b. memungkinkan para pemasar untuk mendiferensiasi produk mereka dari produk-produk lain yang bersaing. 3. Jebakan dalam Diferensiasi Sejumlah jebakan yang lazim dihadapi oleh perusahaan dalam menerapkan kebijakan diferensiasi adalah (Porter, 1992: 149-150) : a. Keunikan yang tidak bernilai b. Diferensiasi terlalu banyak

(52) 33 c. Premi harga yang terlalu tinggi d. Mengabaikan perlunya mengisyaratkan nilai e. Tidak mengetahui biaya diferensiasi f. Berfokus pada produk, bukan pada seluruh rantai nilai g. Gagal mengenali segmen 4. Jalan Menuju Diferensiasi Perusahaan dapat meningkatkan diferensiasinya dengan dua cara pokok, yaitu perusahaan bisa menjadi lebih unik dalam melaksanakan aktivitas nilai yang sudah ada, atau perusahaan bisa merekonfigurasikan rantai nilainya dengan cara yang dapat meningkatkan keunikannya. Untuk menjadi lebih unik dalam aktivitas nilainya, perusahaan perlu memanipulasi sejumlah faktor penentu keunikan yang telah diuraikan sebelumnya. Oleh karena itu, perusahaan harus mengendalikan biaya diferensiasinya supaya diferensiasi yang unggul bisa dicapai. Sejumlah pendekatan berikut biasa dipakai oleh perusahaan yang berhasil melakukan diferensiasi (Porter, 1992: 143-147): a. Meningkatkan sumber keunikan 1). Memperbanyak sumber diferensiasi dalam rantai nilai yang ada. 2). Memastikan bahwa cara sesungguhnya dalam memakai produk sama dengan cara yang semestinya. 3). Mengirimkan isyarat nilai untuk memperkuat diferensiasi pada kriteria pemakaian.

(53) 34 4). Melengkapi produk dengan alat informasi untuk mempermudah pemakaian dan pengisyaratan. b. Membuat biaya diferensiasi sebagai sebuah keuntungan 1). Mengeksploitasi sumber diferensiasi yang tidak mahal. 2). Meminimumkan biaya diferensiasi dengan mengendalikan faktor penentu biaya, khususnya biaya pengisyaratan. 3). Menekankan bentuk diferensiasi yang memungkinkan perusahaan memperoleh keuntungan biaya diferensiasi. 4). Menurunkan biaya dalam aktivitas yang tidak mempengaruhi nilai pembeli. c. Mengubah peraturan untuk menciptakan keunikan 1). Mengganti pengambil keputusan untuk mempertinggi nilai keunikan perusahaan. 2). Menemukan kriteria pembelian yang belum diketahui. 3). Menjadi yang pertama dalam menanggapi perubahan situasi pembeli atau situasi saluran. d. Mengkonfigurasi ulang rantai nilai sedemikian rupa sehingga dalam banyak hal bersifat unik. Konfigurasi ulang pada umumnya menyangkut sejumlah bidang sebagai berikut : 1). Saluran distribusi atau pendekatan penjualan baru. 2). Integrasi ke depan untuk mengambil alih fungsi pembeli atau menghilangkan saluran.

(54) 35 3). Integrasi ke belakang untuk lebih banyak mengendalikann faktor yang menentukan kualitas. 4). Pemakaian teknologi proses yang sepenuhnya baru. 5. Daya Tahan Diferensiasi Daya tahan diferensiasi ditentukan oleh dua hal: langngengnya nilai yang terlihat pembeli dan tiadanya peniruan dari pesaing. Daya diferensiasi perusahaan terhadap pesaing tergantung pada sumber daya tahan itu. Supaya berdaya tahan, diferensiasi harus didasarkan pada sumber yang memliki penghalang mobilitas untuk mencegah peniruan dari pesaing. Faktor penentu keunikan memiliki daya tahan yang berbeda-beda, sedangkan biaya diferensiasi bisa juga berbeda-beda di antara para pesaing serta mempengaruhi daya tahan. Diferensiasi akan memiliki daya tahan lebih lama dalam kondisi sebagai berikut (Porter, 1992: 147-149) : a. Sumber keunikan perusahaan mempunyai penghalang. b. Perusahaan mempunyai keuntungan biaya dalam mendiferensiasikan diri. c. Sumber diferensiasi banyak jumlahnya. d. Perusahaan menciptakan mendiferensiasikan diri. biaya beralih pada saat

(55) 36 6. Langkah-Langkah dalam Diferensiasi (Porter, 1992: 151-152) : a. Menentukan pembeli sesungguhnya. b. Mengidentifikasi rantai nilai pembeli dan dampak perusahaan atas rantai nilai ini. c. Menentukan susunan peringkat kriteria pembelian pembeli. d. Menilai sumber keunikan yang sudah ada atau yang mungkin ada dalam rantai nilai perusahaan. e. Mengidentifikasi biaya sumber diferensiasi yang sudah ada dan yang potensial. f. Memilih konfigurasi aktivitas nilai yang menciptakan diferensiasi paling bernilai bagi pembeli relatif terhadap biaya diferensiasi. g. Menguji daya tahan strategi diferensiasi yang telah dipilih. h. Menurunkan biaya dalam aktivitas yang tidak mempengaruhi bentuk diferensiasi yang telah dipilih. F. Teori Keterlibatan (Involvement Theory) Sebagian besar awal teori keterlibatan memfokuskan kecenderungan dari individu untuk membuat hubungan antara hidup mereka sendiri dan obyek stimulus (kesediaan yang lebih besar untuk mengambil risiko, mencoba berbagai produk baru, menjadi inovatif, dan mencari informasi yang berhubungan dengan pembelian). Teori keterlibatan berkembang dari aliran riset yang disebut hemispheral lateralization atau teori belah otak (Schiffman dan Kanuk, 2007: 203-204). Dasar pemikiran teori otak dasar adalah bahwa

(56) 37 hemisfer otak sebelah kanan dan kiri belahan “mengkhususkan diri” pada macam informasi yang mereka proses. Hemisfer otak kiri terutama bertanggungjawab untuk berbagai kegiatan kognatif, seperti membaca, berbicara dan mengolah berbagai informasi yang berkaitan. Para individu yang terpapar terhadap informasi verbal secara kognitif menganalisis informasi tersebut melalui pengolahan otak-kiri dan membentuk berbagai citra mental. Sedangkan hemisfer otak kanan para individu bertanggungjawab secara pasif mengolah dan menyimpan informasi (nonverbal, terus-menerus dan bergambar), yang berarti tanpa keterlibatan secara aktif. Teori keterlibatan memfokuskan pada keterlibatan konsumen dengan berbagai produk dan pembelian. Tingkat keterlibatan konsumen tergantung pada tingkat keterkaitan pribadi yang ditimbulkan produk untuk konsumen tersebut. Berdasarkan definisi ini, pembelian dengan keterlibatan tinggi adalah pembelian yang penting bagi konsumen yaitu, dari sudut resiko yang dirasakan dan dengan demikian menggerakkan pemecahan masalah (pengolahan informasi) yang ekstensif. Kebanyakan konsumen Kedai Digital lebih menyukai hasil diferensiasi desain produk Kedai Digital yang digabungkan dengan ide-ide konsumen itu sendiri. Konsumen Kedai Digital juga memiliki suatu kepuasan tersendiri, apabila dapat terlibat langsung dalam proses desain pesanannya. Jadi, kepuasan konsumen dapat dicapai jika Kedai Digital dapat memenuhi selera konsumennya. Berdasarkan argumen tersebut, maka :

(57) 38 Hipotesis 2 : Tingkat keterlibatan konsumen dengan produk akan mempengaruhi secara positif sikap konsumen terhadap diferensiasi desain produk.

(58) 39 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif yang bersifat studi kasus, yaitu suatu penelitian terhadap obyek tertentu yang populasinya terbatas. Penelitian ini dilakukan pada konsumen Kedai Digital. Dengan demikian hasil penelitian yang diperoleh hanya berlaku pada daerah penelitian saja. B. Lokasi dan Waktu Penelitian 1. Lokasi Penelitian Lokasi yang menjadi tempat penelitian adalah Kedai Digital, Jl. Demangan Baru no. 11 Yogyakarta. 2. Waktu Penelitian Penelitian dilakukan pada bulan Maret - April 2009. C. Subjek dan Objek Penelitian 1. Subjek Penelitian Subjek penelitian adalah sejumlah orang atau responden yang diharapkan akan memberi informasi yang berkaitan dengan penelitian. Subjek penelitian dalam kasus ini adalah konsumen Kedai Digital. 39

(59) 40 2. Objek Penelitian Objek penelitian adalah variabel-variabel yang ada di dalam perusahaan yang akan diteliti. Objek dari penelitian ini adalah sebagai berikut : a. Sikap konsumen b. Diferensiasi desain produk Kedai Digital untuk periode tahun 2006-2008. c. Karakteristik psikografis konsumen yang meliputi keinovatifan konsumen, konsumen yang membutuhkan suatu keunikkan, pencarian variasi, dan konsumen yang memiliki kepekaan terhadap pengaruh orang lain. d. Tingkat keterlibatan konsumen Kedai Digital. D. Operasionalisasi Variabel Penelitian 1. Untuk hipotesis 1a-1d operasional variabelnya antara lain: keinovatifan konsumen, kebutuhan akan keunikan, pencarian variasi, dan kepekaan konsumen terhadap pengaruh orang lain. 2. Untuk hipotesis 2, operasional variabelnya terdiri dari : a. Variabel Bebas (Independent Variable) Variabel bebas adalah variabel yang tidak terpengaruhi oleh variabel lain. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah tingkat keterlibatan konsumen.

(60) 41 b. Variabel Terikat (Dependent Variable) Variabel terikat adalah variabel yang terpengaruh oleh variabel lain. Variabel terikat dalam penelitian ini adalah sikap konsumen. E. Definisi Operasional Definisi operasional adalah suatu pengertian yang menjelaskan variabel-variabel yang akan diteliti dan digunakan oleh peneliti dalam penelitian ini. Definisi operasional dalam penelitian ini akan dibahas sebagai berikut : 1. Diferensiasi desain produk yang dimaksud dalam penelitian ini dioperasionalisasikan sebagai berikut : a. Merancang perbedaan dari sejumlah varian setiap produk. b. Menambah bentuk dan desain baru. c. Menampilkan keunikan dibandingkan para pesaing yang dinilai penting oleh pembeli. d. Menciptakan suatu produk yang tidak mudah ditiru oleh pesaing. e. Menciptakan suatu produk yang inovatif. 2. Sikap konsumen dalam penelitian ini dioperasionalisasikan sebagai berikut: a. Mempunyai perasaan positif terhadap produk Kedai Digital. b. Mempunyai perasaan suka terhadap produk Kedai Digital. c. Mempunyai kepercayaan terhadap produk Kedai Digital. d. Menilai bahwa produk Kedai Digital bermanfaat.

(61) 42 3. Karakteristik psikografis terdiri dari : a. Keinovatifan konsumen yang dimaksud dalam penelitian ini dioperasionalisasikan sebagai berikut (Schiffman dan Kanuk, 2007 : 113) : 1). Konsumen membeli suatu produk setelah produk tersebut diluncurkan ke pasar. 2). Konsumen senang dan tertarik mendengarkan cerita tentang suatu produk baru yang ada di pasar. 3). Konsumen akan membeli suatu produk yang telah diluncurkan di pasaran, walaupun belum diketahui keunggulan yang ditawarkan oleh produk tersebut. 4). Konsumen lebih tahu mengenai suatu produk tertentu di pasaran dibandingkan dengan orang lain. b. Membutuhkan suatu keunikan yang dimaksud dalam penelitian ini dioperasionalisasikan sebagai berikut (Schiffman, Bednall, O’cass, Paladino, dan Kanuk, 2005 : 109) : 1). Konsumen mengumpulkan produk yang tidak biasa sebagai suatu cara untuk menunjukkan bahwa ia berbeda dengan yang lain 2). Konsumen akan kehilangan minat terhadap suatu produk tertentu, jika produk tersebut telah disukai oleh banyak orang.

(62) 43 3). Konsumen membeli produk tertentu yang tidak biasa sebagai suatu cara untuk mengaktualisasikan citra pribadinya yang istimewa. 4). Konsumen menghindari suatu produk tertentu yang telah dibeli oleh banyak orang. c. Pencarian variasi yang dimaksud dalam penelitian ini dioperasionalisasikan sebagai berikut (Schiffman dan Kanuk, 2007 : 115) : 1). Konsumen berpindah merek untuk mendapatkan pengalaman. 2). Konsumen memikirkan informasi yang diterima mengenai merek baru berkenaan yang ada di pasaran. 3). Konsumen menggunakan produk yang sudah biasa dipakai dengan cara yang baru. d. Konsumen yang memiliki kepekaan terhadap pengaruh orang lain yang dimaksud dalam penelitian ini adalah sebagai berikut (Schiffman, Bednall, O’cass, Paladino, dan Kanuk, 2005 : 109) : 1). Konsumen sering berkonsultasi dengan orang lain untuk memilih alternatif produk yang dianggap terbaik. 2). Konsumen ingin menjadi seperti seseorang yang di idolakannya, sehingga membeli merek sama yang dipakai idolanya. 3). Konsumen suka terhadap suatu produk jika orang lain ikut membeli produk yang diinginkannya.

(63) 44 4). Jika ingin memilih produk baru, biasanya konsumen suka mencari informasi dan memilih produk yang lebih banyak pemakainya. 5). Konsumen lebih suka membeli produk yang mereknya telah diakui di masyarakat. 6). Konsumen ingin menggunakan produk yang dapat membuat orang lain terkesan. 3. Tingkat keterlibatan konsumen yang dimaksud dalam penelitian ini adalah sebagai berikut (Schiffman dan Kanuk, 2007 : 210) : a. Konsumen membandingkan suatu produk dari Kedai Digital di antara berbagai merek produk yang lain. b. Konsumen memberikan perhatian pada promosi yang ditawarkan Kedai Digital. c. Konsumen mempertimbangkan berbagai faktor sebelum membeli produk Kedai Digital. d. Konsumen memerlukan waktu yang lama untuk menentukan pilihan desain. F. Populasi dan Sampel Dalam penelitian ini yang menjadi populasi adalah konsumen Kedai Digital. Karena populasinya sangat luas, maka penulis akan mengambil sampel yang akan mewakili keseluruhan populasi tersebut. Dalam penelitian ini sampel yang diambil adalah konsumen yang datang ke Kedai Digital

(64) 45 sebanyak 100 responden untuk dijadikan wakil dari seluruh konsumen Kedai Digital. G. Teknik Pengambilan Sampel Pada penelitian ini penulis menggunakan teknik purposive convenience sampling, yaitu pemilihan kelompok subyek yang dijadikan sampel dengan didasarkan pada ciri-ciri atau sifat-sifat tertentu yang sudah diketahui sebelumnya. Adapun kriteria dari sampel adalah : konsumen yang berusia 14 tahun ke atas. H. Sumber Data Data-data yang digunakan dalam penelitian ini bersumber pada data primer dan data sekunder, dimana : 1. Data primer, yaitu sumber data yang diperoleh secara langsung dari sumber asli (Indriantoro dan Supomo, 1999 : 146). 2. Data sekunder, yaitu data yang diperoleh dari sumbernya dan sudah diolah, misalnya studi pustaka atau sumber-sumber dari luar perusahaan yang berhubungan dengan objek penelitian. I. Teknik Pengumpulan Data 1. Wawancara Wawancara merupakan teknik pengumpulan data dengan mengajukan pertanyaan langsung oleh pewawancara kepada responden dan jawaban-

(65) 46 jawaban responden dicatat atau direkam (Hasan, 2002: 85). Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara berstruktur, dimana sejumlah pertanyaan telah dirumuskan secara cermat sebelum dilakukan wawancara. 2. Kuesioner Metode kuesioner yaitu membuat daftar pertanyaan untuk dibagikan atau ditujukan langsung kepada konsumen. Pertanyaan disusun sesuai dengan masalah yang diteliti dan sesuai data yang diperlukan. Pengukuran data dalam penelitian ini menggunakan skala Likert, adapun skala yang digunakan sebagai berikut : Pernyataan Skor Sangat setuju 5 Setuju 4 Netral 3 Tidak setuju 2 Sangat tidak setuju 1 3. Dokumentasi Dokumentasi merupakan teknik pengumpulan data dengan cara mempelajari dan mengutip dari sumber catatan atau arsip perusahaan yang berhubungan dengan objek penelitian.

(66) 47 J. Teknik Pengujian Instrumen Instrumen adalah alat penelitian yang digunakan untuk pengumpulan data sejak konsep disusun sampai data siap untuk dianalisis. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner. Sebelum kuesioner disebarkan kepada responden, kuesioner harus diuji tingkat validitas dan reliabilitasnya. 1. Pengujian Validitas Kuesioner Validitas adalah suatu ukuran yang menunjukkan tingkat-tingkat kevaliditasan atau kesahihan suatu instrumen. Pengujian validitas merupakan suatu alat ukur yang menunjukkan sejauh mana ketepatan dan kecermatan suatu alat ukur dalam melakukan fungsi ukurnya. Sebuah instrumen dikatakan valid apabila mampu mengukur apa yang diinginkan dan dapat mengungkapkan data dari variabel yang diteliti secara tepat (Sugiyono, 1999: 109). Rumus yang digunakan adalah rumus koefisien korelasi product moment dari Karl Pearson (Sugiyono, 1999: 182) : rxy = N ∑ XY − (∑ X )(∑ Y ) {N ∑ X 2 }{ − (∑ X ) 2 N ∑ Y 2 − (∑ Y ) 2 } Dimana : rxy : koefisien korelasi product moment (r hitung) X : nilai dari setiap butir Y : nilai total dari semua butir N : jumlah sampel (responden)

(67) 48 Berdasarkan rumus tersebut dapat diartikan bahwa apabila diperoleh nilai koefisien korelasi product moment ( rxy ) lebih besar atau sama dengan rtabel yang diperoleh dari rtabel product moment dengan jumlah sampel 100 dan tingkat signifikansi 5%, maka butir-butir pertanyaan tersebut dinyatakan valid. Akan tetapi apabila diperoleh nilai koefisien korelasi product moment ( rxy ) lebih kecil dari rtabel yang diperoleh dari rtabel product moment dengan jumlah sampel 100 dan tingkat signifikansi 5%, maka butir-butir pertanyaan tersebut dinyatakan tidak valid. 2. Pengujian Reliabilitas Uji reliabilitas digunakan untuk memenuhi keandalan kuesioner. Uji ini dilakukan untuk mengetahui sejauh mana hasil pengukuran terhadap hal yang sama untuk dua kali atau lebih dengan alat pengukur yang sama. Reliabilitas menunjukkan bahwa suatu instrumen cukup dapat dipercaya untuk digunakan sebagai alat pengumpul data karena instrumen tersebut sudah baik. Apabila datanya memang benar sesuai dengan kenyataannya, maka berapa kali pun diambil tetap akan sama. Dalam menghitung reliabilitas, peneliti menggunakan rumus Cronbach’s Alpha. Rumus Cronbach’s Alpha : Dimana : r 11 : Reliabilitas instrumen

(68) 49 : Banyaknya butir pertanyaan atau banyaknya soal k : Jumlah varian butir : Varian total Menurut Sekaran (Priyatno, 2008 : 26), reliabilitas kurang dari 0,6 adalah kurang baik, sedangkan 0,7 dapat diterima dan di atas 0,8 adalah baik. K. Teknik Analisis Data Untuk membuktikan kebenaran dari hipotesis yang diajukan pada bab II digunakan metode statistik yaitu Anova Satu Arah dan Regresi Linier Sederhana. 1. Analisis of Variance (Anova) Analisis ini digunakan untuk menguji data terdiri lebih dari dua variabel. Anova yang digunakan dalam penelitian ini adalah One Way Anova. Alat analisis ini menggunakan harga statistik F dan akan terbentuk distribusi F, serta digunakan untuk pengujian hipotesis tentang k mean. Dalam penelitian ini analisis yang digunakan untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan terhadap diferensiasi desain produk antara keinovatifan konsumen, kebutuhan akan keunikan, pencarian variasi, dan kepekaan konsumen terhadap pengaruh orang lain dengan langkah sebagai berikut : a. Menguji hipotesis 1a sampai 1d. Ho : tidak ada perbedaaan yang signifikan terhadap diferensiasi

(69) 50 desain produk antara keinovatifan konsumen, kebutuhan akan keunikan, pencarian variasi, dan kepekaan konsumen terhadap pengaruh orang lain. Ha : terdapat perbedaan yang signifikan terhadap diferensiasi desain produk antara keinovatifan konsumen, kebutuhan akan keunikan, pencarian variasi, dan kepekaan konsumen terhadap pengaruh orang lain. b. Menentukan rumus Adapun penggunaan rumus Anova tersebut adalah (Riduwan, 2008: 218) : F= var iance.between.group var iance.within.group Keterangan : Variance between group (varian antar group) adalah deviasi standar kuadrat dari mean-mean, dengan rumus : (∑ X ) (∑ X ) =∑ − 2 2 JK A Ai T n Ai N Variance within gruph (varian dalam group) adalah rata-rata dari varian masing-masing sampel, dengan rumus : JK D = ∑ X T − ∑ 2 (∑ X ) Taraf nyata 5%; uji satu arah Ai n Ai 2

(70) 51 c. Pengambilan keputusan Apabila F hitung lebih besar dari F tabel, maka Ho ditolak, artinya tidak ada perbedaan yang signifikan terhadap diferensiasi desain produk antara keinovatifan konsumen, kebutuhan akan keunikan, pencarian variasi, dan kepekaan konsumen terhadap pengaruh orang lain. Apabila F hitung lebih kecil atau sama dengan F tabel, maka Ho diterima, artinya terdapat perbedaan yang signifikan terhadap diferensiasi desain produk antara keinovatifan konsumen, kebutuhan akan keunikan, pencarian variasi, dan kepekaan konsumen terhadap pengaruh orang lain. 2. Regresi Linier Sederhana Regresi Linier Sederhana digunakan untuk mengetahui masing-masing variabel bebas yaitu : a. Dengan rumus : Yˆ = a + bX + e Dimana : Yˆ : variabel terikat (sikap konsumen) a : konstanta harga Y jika X = 0 b : koefisien regresi linier sederhana X : variabel bebas (tingkat keterlibatan konsumen) e : simpangan baku estimasi (Error)

(71) 52 b= n.∑ XY − ∑ X .∑ Y a= n.∑ X 2 − (∑ X ) 2 ∑ Y − b.∑ X n b. Uji koefisien regresi Pengujian ini dilakukan untuk mengetahui apakah variabel tingkat keterlibatan konsumen terhadap produk mempunyai pengaruh positif terhadap variabel sikap dan apakah variabel sikap terhadap diferensiasi desain produk berpengaruh positif terhadap variabel minat beli. Untuk pengujian tersebut diperlukan langkah-langkah berikut : 1). Menentukan Ho dan Ha Ho : b = 0, Variabel tingkat keterlibatan konsumen terhadap produk tidak berpengaruh positif terhadap variabel sikap. Ha : b ≠ 0, Variabel tingkat keterlibatan konsumen terhadap produk berpengaruh positif terhadap variabel sikap. 2). Menentukan daerah krisis dengan menggunakan distribusi t tabel yang dapat dilihat pada tabel distribusi t dengan memperhatikan taraf signifikansi atau level of significant (α) = 5%, artinya batas kemungkinan meleset hanya 5% saja, dengan derajat kebebasan : df = n – k -1 Keterangan : k = ∑ variabel independent n = jumlah baris

(72) 53 3). Mencari nilai statistik uji t r n−2 t= Keterangan : 1− r2 t = Nilai Hitung r = Koefisien Korelasi n = Jumlah Sampel Setelah t hitung ditemukan kemudian dibandingkan dengan t tabel . Untuk menghitung t tabel digunakan taraf nyata (α) = 5% dan derajat kebebasan dk = n-k-1 maka t tabel (α, n-k-1). 4). Menetapkan kriteria penerimaan atau penolakan hipotesis Ho ditolak apabila t hitung > tα berarti : variabel tingkat keterlibatan konsumen terhadap produk berpengaruh positif terhadap variabel sikap adalah signifikan. Ho diterima apabila t hitung < tα : variabel tingkat keterlibatan konsumen terhadap produk berpengaruh positif terhadap variabel sikap adalah tidak signifikan. c. Uji Asumsi Klasik Model Regresi Uji ini dimaksudkan untuk mengetahui apakah penggunaan model regresi sederhana dalam menganalisis telah memenuhi

(73) 54 asumsi klasik. Model regresi linier akan lebih tepat digunakan jika memenuhi asumsi berikut ini (Sunyoto, 2007 : 89-105) : 1). Uji Asumsi Klasik Normalitas Selain uji asumsi klasik multikolinieritas, dimana akan menguji data variabel bebas (X) dan data variabel terikat (Y) pada persamaan regresi yang dihasilkan. Berdistribusi normal atau berdistribusi tidak normal. Persamaan regresi dikatakan baik, jika mempunyai data variabel bebas dan data variabel terikat berdistribusi mendekati normal atau normal sama sekali. Uji asumsi klasik normalitas ada dua cara yang dibahas yaitu : (a). Cara Statistik Dalam menguji data variabel bebas dan data variabel terikat berdistribusi normal atau tidak pada cara ini melalui nilai kemiringan kurva (skewness = α3) atau nilai keruncingan kurva (kurtosis = α4) diperbandingkan dengan nilai Z tabel. Rumus nilai Z untuk kemiringan kurva (skewness) : Z skewness = Skewness / 6 / N atau Zα3 = α3/ 6 / N Rumus nilai Z keruncingan kurva (kurtosis) : Z kurtosis = kurtosis / Dimana N = banyak data 24 / N atau Zα4 = α4 24 / N

(74) 55 Ketentuan analisis : • Variabel (bebas atau terikat) berdistribusi normal jika Z hitung (Zα3 atau Zα4) < Z tabel. Misalkan diketahui 25% = 1,96 (Z tabel) lebih besar dari Z hitung atau dengan kata lain Z hitung lebih kecil dari Z tabel (1,96), dapat dituliskan Z hitung < 1,96. • Variabel berdistribusi tidak normal jika Z hitung (Zα3 atau Zα4) > Z tabel. Misalkan nomor (a), dapat ditulis Z hitung > 1,96. (b). Grafik Histogram dan Normal Probality Plots Cara grafik histogram dalam menentukan suatu data berdistribusi normal atau tidak, cukup membandingkan antara data riil/nyata dengan garis kurva yang terbentuk, apakah mendekati normal atau memang normal sama sekali. Jika data riil membentuk garis kurva cenderung tidak simetri terhadap mean (U), maka dapat dikatakan data berdistribusi tidak normal dan sebaliknya. Cara grafik histogram lebih sesuai untuk data yang relatif banyak, dan tidak cocok untuk banyak data yang sedikit, karena interpretasinya dapat menyesatkan. Cara normal probability plot lebih handal daripada cara grafik histogram, karena cara ini membandingkam

(75) 56 data riil dengan data distribusi normal (otomatis oleh komputer) secara kumulatif. Suatu data dikatakan berdistribusi normal jika garis data riil mengikuti garis diagonal. 2). Uji Asumsi Autokorelasi Persamaan regresi yang baik adalah yang tidak memiliki masalah autokorelasi, jika terjadi autokorelasi maka persamaan tersebut menjadi tidak baik/tidak layak dipakai prediksi. Masalah autokorelasi baru timbul jika ada korelasi secara linier antara kesalahan penganggu periode t (berada) dengan kesalahan pengganggu periode t-1 (sebelumnya) Salah satu ukuran dalam menetukan ada tidaknya masalah autokorelasi dengan uji Durbin-Watson (DW), dengan ketentuan sebagai berikut : (a). Terjadi autokorelasi positif, jika nilai DW dibawah -2 (DW< -2). (b). Tidak terjadi autokorelasi, jika nilai DW berada diantara -2 dan +2 atau -2 ≤ DW ≤ +2. (c). Terjadi autokorelasi negatif jika nilai DW diatas +2 atau Dw > +2.

(76) 57 BAB IV GAMBARAN UMUM A. Sejarah Perusahaan Kedai Digital merupakan bentuk ekspresi seorang anak muda yang bukan seniman, namun berkeinginan dapat menyenangkan banyak orang. Kedai Digital mulai dirintis secara serius oleh Saptuari Sugiharto sejak tahun 2005, di Yogyakarta. Setelah bosan jadi karyawan di banyak perusahaan dari Radio Swaragama, Insed Production (EO), Sampoerna A Mild, Telkomsel, dan Gama Techno, Saptuari berpikir untuk dapat memiliki usaha sendiri yang beda dari usaha kebanyakan. Dia ingin menjadikan kedainya itu sebagai perusahaan souvenir nomor satu di Indonesia. Inspirasinya datang dari pengalaman Saptuari bekerja di sebuah event organizer, pada tahun 2004. Dia melihat di suatu konser band Dewa banyak orang-orang yang berebut souvenir. Melihat itu, dia merasa heran, mengapa orang begitu bersemangat untuk mendapat souvenir seperti kaos dan pin. Dari situ dia berpikir, souvenir sebenarnya dapat dipersonalisasikan untuk setiap orang dan bisa jadi hadiah. Bermodalkan uang Rp 28.000.000,00 hasil dari menggadaikan rumah keluarganya ke bank, Saptuari mendirikan Kedai Digital. Usahanya yang dimulai hanya dengan tiga orang karyawan itu, kini sudah bisa mempekerjakan 200 orang karyawan. Awalnya Saptuari ingin memakai nama Rumah Poster, tetapi itu identik dengan satu produk saja. Akhirnya dia 57

(77) 58 memilih nama Kedai Digital. Konsepnya, kedai tempat orang bisa berkreasi dengan teknologi digital. Saat ini sekitar 60-an jenis produk sudah dibuat oleh Kedai Digital. Contohnya mug, bingkai foto, pin, jam dinding, jam keramik, mouse pad, poster, kalender, tas kain, bantal mini, dan t-shirt. Meski begitu mug dan keramik jadi primadonanya. Ini bisa dilihat dari jumlah pesanan yang tertinggi untuk mug dan jam atau foto keramik. Untuk memenuhi ini Saptuari sampai harus mendirikan pabrik sendiri di Yogyakarta yang diberi nama Kedai Digital Supply. Pabrik inilah yang menyediakan semua bahan baku untuk proses pembuatan souvenir yang juga dikirimkan kepada semua rekan kerja Kedai Digital. Pada awal berdirinya Kedai Digital mendapat pasokan mug dari Jakarta. Hasil cetak digital yang menempel pada produk-produk itu yang jadi ciri khasnya. Produk foto keramik jadi produk favorit, yaitu foto dicetak di atas keramik yang biasanya untuk lantai. Keramik berfoto itu juga dapat dijadikan jam dinding. Kapasitas produksi kedainya beragam untuk setiap jenis produk. Untuk mug, kapasitas produksinya sekitar 15.000 mug per bulan atau untuk keramik sekitar 8.000 per bulannya. Produk-produk unik dari Kedai Digital dapat juga untuk membangun sisi “narsis” banyak orang. Selain lebih personal, produk-produk Kedai Digital juga kreatif. Kedai Digital terus melakukan inovasi, contohnya foto keramik. Dahulu, keramik hanya untuk lantai, sekarang keramik dapat juga jadi jam dinding dan dicetak foto di atasnya.

(78) 59 Edukasi pasar mengenai produk Kedai Digital tidak berlangsung kilat. Mulai tahun kedua penjualan mulai naik. Setelah lewat tahun ketiga, kurva penjualannya lebih tinggi lagi. Sampai saat ini Kedai Digital telah memiliki 24 cabang di 18 kota. B. Konsep Kemitraan Sistem bisnis yang diterapkan Kedai Digital adalah sistem bisnis opportunity. BO (Business Opportunity) ini sistem kerja sama dengan rekan kerja, semacam franchise, tetapi dengan aturan yang lebih longgar. BO ini berbeda dengan franchise yang menerapkan peraturan ketat. Rekan kerja yang membuka cabang Kedai Digital masih diperbolehkan untuk berkreasi dan mengembangkan inovasi-inovasi souvenir baru. Ada dua sistem yang ditawarkan Kedai Digital, yaitu kemitraan, dengan biaya Rp.20.000.000,00 mitra boleh memakai merk sendiri, sedangkan untuk sistem murni franchise harganya Rp.50.000.000,00 dengan menggunakan merk Kedai Digital. Tentu harga tersebut di luar biaya sewa tempat. Rekan kerja yang membuka cabang Kedai Digital masih diperbolehkan untuk berkreasi dan mengembangkan inovasi-inovasi souvenir baru. Konsep kemitraan Kedai Digital mulai diterapkan sejak tahun 2007. Awalnya hanya ingin mengembangkan Kedai Digital bersama teman-teman saja, tetapi kelamaan banyak permintaan dari orang-orang yang ingin bergabung. Siapa saja dapat bergabung menjadi rekan kerja Kedai Digital, asalkan memiliki visi yang sama. Saat ini, rekan kerja Kedai Digital sudah

(79) 60 tersebar di berbagai kota di Indonesia. Di antaranya Batam, Padang, Balikpapan, dan Pekanbaru, dll. Untuk menjadi rekan kerja Kedai Digital atau membuka satu cabang baru, modal yang diperlukan sekitar Rp 40.000.000,00. Rekan kerja sudah mendapatkan 8 sampai 10 mesin cetak dan latihan untuk karyawan. Tetapi, uang sejumlah itu belum termasuk tempat, komputer, dan renovasi ruangan. Total modal yang harus dikeluarkan rekan-rekan di luar Yogyakarta yaitu berjumlah Rp 80.000.000,00 sampai Rp100.000.000,00 sudah lengkap untuk biaya tempat, komputer, dan renovasi ruangan. Target balik modal sekitar 1 sampai 2 tahun. Biaya dapat diminimalisasikan yaitu dengan cara pihak Kedai Digital mengusahakan untuk mencari tempat dengan biaya sewa tidak mahal. Mereka juga tidak mencari sumber daya manusia dari luar daerah. Lokasi-lokasi untuk rekan-rekan Kedai Digital dianjurkan di daerah sekitar kampus atau di tempattempat dimana banyak anak muda berkumpul. Semua produk souvenir ini ditujukan bagi kaum muda baik pelajar maupun mahasiswa. Walaupun berlaku untuk semua kalangan, kaum muda menjadi segmen utama. Apalagi, pembeli dapat memesan barang sesuai keinginan. Sesuai dengan slogan Kedai Digital pembeli dapat membeli satu item produk atau satu biji saja. Saat ini omzet tiap cabang Kedai Digital miliknya berkisar antara Rp 10.000.000,00 Rp 40.000.000,00 per bulan. Total, omzet seluruh cabang Kedai Digital mencapai Rp 200.000.000 per bulan. Soal pesanan, meskipun pada awalnya konsumennya adalah individu, sekarang perusahaan besar juga banyak yang memesan mug dari Kedai

(80) 61 Digital, contohnya mendapatkan order membuat mug dari Garuda Indonesia dengan jumlah sampai 750 mug untuk souvenir. Pernah juga mendapatkan pesanan dari Bank Mandiri sebanyak 1.000 mug. Yang menarik, sepertinya perusahaan besar itu melihat mug yang diproduksi Kedai Digital tak cuma karena keunikannya, tetapi juga karena instannya. Umumnya perusahaanperusahaan itu memesan dari Kedai Digital secara mendadak. Tetapi itu juga jadi nilai jual Kedai Digital karena terbukti dapat memenuhi pesanan mendadak. C. Keterlibatan Konsumen Mendesain Sesuai Pesanan Souvenir tidak hanya identik dengan artis atau orang-orang tertentu saja. Pembuatan souvenir dapat dilakukan oleh setiap orang, tidak peduli apapun profesinya. Kedai Digital membuat orang bisa mempunyai souvenir sendiri, sesuai dengan motonya "Bikin Merchandise Semau Kamu." Dengan Kedai Digital itu, bakat narsis yang ada bisa disalurkan. Berbeda dari penjual souvenir lainnya, para konsumen Kedai Digital diajak terlibat secara langsung untuk menentukan desain yang diinginkan dengan menampilkan foto-foto pribadi. Selain dapat membawa desain sendiri, Kedai Digital juga menyediakan pilihan desain pada katalog. Jadi konsumen bisa mendapatkan kreasi sendiri atau hasil ekspresif diri yang terwujud dalam media tertentu, misalnya jam keramik.

(81) 62 D. Personalia Kedai Digital memberikan fasilitas kepada karyawannya yaitu adanya diskon khusus sebesar 30% untuk pemesanan setiap souvenir yang ada di Kedai Digital. Kesejahteraan lain yang diberikan pimpinan Kedai Digital di Yogyakarta adalah seluruh karyawan Kedai berkumpul untuk rekreasi bersama ke suatu tempat hiburan yang seluruh biayanya ditanggung oleh perusahaan. Karyawan Kedai Digital tidak memiliki jaminan sosial, karena status kepegawaian yang dimiliki adalah pekerja paruh waktu. E. Sistem Promosi Penjualan Kedai Digital menggunakan system on line maupun non on line yang dijalankan oleh perusahaan. Seluruh jenis produk yang ditawarkan dengan sistem on line dapat dilihat melalui website www.kedaidigital.com untuk mendapatkan informasi harga, kategori warna dan ukuran. Selain itu, penawaran non on line ditawarkan melalui brosur dan katalog yang berisi desain grafis produk Kedai Digital. F. Persaingan Dalam Jalur Bisnis Kedai Digital memiliki banyak pesaing karena bisnis ini mudah untuk ditiru. Pesaing-pesaing Kedai Digital, misalnya : 1. Musibi Indonesia Perusahaan ini memang hanya menyediakan pin berkarakter jepang untuk suatu acara, promosi, hadiah atau untuk keperluan

(82) 63 lain. Pin MUSUBI terbuat dari kertas doff yang sedang digemari oleh banyak orang. Musibi Indonesia membuatkan desain spesial yang menarik untuk anda. 2. Brilian Jaya Perusahaan ini menawarkan stiker , topi, mug, gelas, pulpen, pin, jam dinding, dan payung, dimana desain dapat dipilih sendiri sesuai dengan keinginan konsumen. Dari kedua pesaing tersebut, memang tidak semua produk souvenir yang ditawarkan Kedai Digital dapat ditiru oleh pesaingnya. Namun untuk beberapa produk yang ditiru oleh pesaingnya, memotivasi pihak Kedai Digital untuk membuat suatu media produk dan variasi desain yang lebih menarik bagi para konsumen. G. Strategi Perusahaan untuk Dapat Bersaing Strategi yang dipakai Kedai Digital yaitu dengan adanya pelayanan ramah kepada setiap konsumennya, harga yang terjangkau, kualitas desain yang menarik, jenis produk yang ditawarkan lebih unik, dan ketepatan waktu penyelesaian pesanan. Selain itu, konsumen Kedai Digital dapat memesan semua jenis produk walaupun hanya satu buah, yang sesuai dengan slogan Kedai Digital yaitu “Bikin Satoe Saja” sehingga Kedai Digital dapat mengembangkan jaringannya sampai ke beberapa kota di Indonesia.

(83) 64 BAB V ANALISIS DATA Pada bab ini akan disajikan tentang identitas responden dan analisis kuantitaif data penelitian. Identitas responden meliputi jenis kelamin, usia, pendidikan terakhir, pekerjaan, uang saku per bulan, sudah/belum mengenal produk Kedai Digital dan pernah/tidaknya membeli produk Kedai Digital. Analisis kuantitatif terdiri dari uji instrumen (Validitas dan Reliabilitas instrumen), analisis uji Asumsi Klasik, Anova satu Arah, dan Regresi Linier Sederhana. Penelitian ini ingin mengetahui bagaimana “Sikap Konsumen Terhadap Diferensiasi Desain Produk Berdasarkan Karakteristik Psikografis dan Tingkat Keterlibatan Konsumen.” Pengolahan data dilakukan dengan menggunakan perangkat lunak (software) SPSS (Statistical Product and Service Solution) 12.0 for Windows (Evaluation Version) dan Microsoft Office Excel 2003. Uji validitas instrumen dilakukan dengan membandingkan nilai koefisien korelasi Product Moment (Pearson) antara skor item total terhadap nilai r tabel. Sementara teknik Cronbach’s Alpha digunakan untuk menguji reliabilitas instrumen. 64

(84) 65 A. Identitas Responden Analisis identitas responden digunakan untuk memperoleh gambaran tentang identitas responden yang diteliti. Data identitas responden diperoleh melalui perhitungan statistik deskriptif, yaitu : 1. Jenis Kelamin Responden Berdasarkan jenis kelamin, responden dalam penelitian ini dibedakan menjadi pria dan wanita. Hasil analisis data berdasarkan jenis kelamin dapat ditunjukkan pada tabel berikut : Tabel 5.1 Identitas Responden Berdasarkan Jenis Kelamin Jenis Kelamin Jumlah Persentase Pria 39 39 % Wanita 61 61 % 100 100 % Total Sumber : Data Primer Diolah, 2009. Berdasarkan tabel 5.1 di atas dapat dilihat bahwa responden berjenis kelamin pria sebanyak 39 (39%) orang dan responden berjenis kelamin wanita sebanyak 61 (61%) orang. 2. Usia Responden Dalam penelitian ini usia responden dikelompokkan menjadi empat kelompok usia, seperti yang tercantum pada tabel 5.2 berikut ini :

(85) 66 Tabel 5.2 Identitas Responden Berdasarkan Usia Usia Jumlah Persentase 14 tahun - 23 tahun 67 67 % 24 tahun - 33 tahun 27 27 % 34 tahun - 43 tahun 2 2% 44 tahun - 54 tahun 1 1% ≥ 55 tahun 3 3% 100 100 % Total Sumber : Data Primer Diolah, 2009. Berdasarkan tabel 5.2 di atas dapat dilihat bahwa responden didominasi oleh kelompok usia 14 tahun - 23 tahun, yaitu 67 (67%) responden, yang disusul oleh kelompok usia 24 tahun - 33 tahun, yaitu 27 (27%) responden, kemudian disusul oleh kelompok usia ≥ 55 tahun, yaitu sebesar 3 (3%) responden, disusul lagi oleh kelompok usia 34 tahun - 43 tahun, yaitu sebesar 2 (2%) responden dan kelompok usia 44 tahun - 54 tahun yaitu sebesar 1 (1%) responden. 3. Pendidikan Terakhir Dalam penelitian ini pendidikan terakhir responden dikelompokkan menjadi empat tingkatan, seperti yang tercantum pada tabel 5.3 berikut ini:

(86) 67 Tabel 5.3 Identitas Responden Berdasarkan Pendidikan Terakhir Pendidikan Terakhir Jumlah Persentase SD 0 0% SLTP 8 8% SMU 68 68 % Lulusan Akademi/Perguruan 24 24 % 100 100 % Tinggi Total Sumber : Data Primer Diolah, 2009. Berdasarkan tabel 5.3 di atas dapat dilihat bahwa didominasi oleh kelompok responden lulusan SMU, yaitu berjumlah 68 (68%) responden, yang disusul kelompok responden lulusan Akademi/Perguruan Tinggi, yaitu berjumlah 24 (24%) responden, kemudian disusul oleh responden lulusan SLTP, yaitu berjumlah 8 (8%) responden dan tidak ada satu responden pun yang hanya lulusan SD saja (0%). 4. Pekerjaan Berdasarkan pekerjaan, responden dalam penelitian ini dibedakan menjadi lima kelompok. Hasil analisis data berdasarkan pekerjaan dapat ditunjukkan pada tabel berikut :

(87) 68 Tabel 5.4 Identitas Responden Berdasarkan Pekerjaan Pekerjaan Jumlah Persentase Pelajar 8 8% Mahasiswa 57 57 % PNS 3 3% Karyawan Swasta/Wirausaha 27 27 % Lain-lain 5 5% Total 100 100 % Sumber : Data Primer Diolah, 2009. Berdasarkan tabel 5.4 di atas dapat dilihat bahwa responden yang mempunyai pekerjaan sebagai siswa atau pelajar berjumlah 8 (8%) responden, yang mempunyai pekerjaan sebagai mahasiswa berjumlah 57 (57%) responden, yang mempunyai pekerjaan sebagai PNS berjumlah 3 (3%) responden, yang mempunyai pekerjaan sebagai karyawan swasta/wirausaha berjumlah 27 (27%) responden dan yang mempunyai pekerjan di luar yang terdapat dalam tabel di atas berjumlah 5 (5%) responden. 5. Uang Saku per Bulan Berdasarkan besar uang saku rata-rata per bulan, responden dapat dikelompokkan menjadi tiga kelompok, seperti yang tercantum pada tabel 5.5 berikut ini :

(88) 69 Tabel 5.5 Identitas Responden Berdasarkan Uang Saku Rata-rata Per bulan Responden Uang Saku Rata-Rata Perbulan Jumlah Persentase ≤ Rp 750.000,- 40 40 % Rp 750.001,- - Rp 1.000.000,- 22 22 % Rp 1.000.001,- - Rp 1.500.000,- 12 12 % Rp 1.500.001,- - Rp 2.500.000,- 26 26 % 100 100 % Total Sumber : Data Primer Diolah, 2009. Berdasarkan tabel 5.5 di atas dapat dilihat bahwa responden didominasi oleh kelompok uang saku rata-rata per bulan sebesar ≤ Rp 750.000,- yaitu 40 (40%) responden, yang disusul oleh kelompok uang saku rata-rata per bulan Rp 1.500.001,- - Rp 2.500.000,- yaitu 26 (26%) responden, kemudian disusul oleh kelompok uang saku rata-rata per bulan Rp 750.001,- - Rp 1.000.000,- yaitu 22 (22%) responden dan kelompok uang saku rata-rata per bulan Rp 1.000.001,- - Rp 1.500.000,- yaitu 12 (12%) responden. 6. Informasi Tentang Sudah/Belumnya Mengenal Produk Kedai Digital Berdasarkan pengalaman responden dengan produk Kedai Digital sebelum mereka datang ke Kedai Digital, apakah responden sudah/belum mengenal produk Kedai Digital, responden dapat dikelompokkan menjadi dua kelompok, seperti yang tercantum pada tabel 5.6 berikut ini :

(89) 70 Tabel 5.6 Identitas Responden Berdasarkan Sudah/Belumnya Mengenal Produk Kedai Digital Keterangan Jumlah Persentase Sudah Mengenal Produk Kedai Digital 87 87 % Belum Mengenal Produk Kedai Digital 13 13 % Total 100 100 % Sumber : Data Primer Diolah, 2009. Berdasarkan tabel 5.6 di atas dapat diketahui bahwa berdasarkan, sudah/belumnya mengenal produk Kedai Digital, responden didominasi oleh kelompok yang sudah mengenal produk Kedai Digital, yaitu sebanyak 87 (87 %) responden, dan kelompok yang belum mengenal produk Kedai Digital, yaitu sebanyak 13 (13 %) responden. 7. Informasi Tentang Pernah/Tidaknya Membeli Produk Kedai Digital Berdasarkan pernah/tidaknya membeli produk Kedai Digital, responden dapat dikelompokkan menjadi dua kelompok, seperti yang tercantum pada tabel 5.7 berikut ini : Tabel 5.7 Identitas Responden Berdasarkan Pernah/Tidaknya Membeli Produk Kedai Digital Keterangan Jumlah Persentase Pernah Membeli Produk Kedai Digital 71 71 % Tidak Pernah Membeli Produk Kedai Digital 29 29 % Total 100 100 % Sumber : Data Primer Diolah, 2009.

(90) 71 Berdasarkan tabel 5.7 di atas dapat diketahui bahwa berdasarkan, pernah/tidaknya membeli produk Kedai Digital, responden didominasi oleh kelompok yang pernah membeli produk Kedai Digital, yaitu sebanyak 71 (71 %) responden, dan kelompok yang tidak pernah membeli produk Kedai Digital, yaitu sebanyak 29 (29 %) responden. B. Analisis Kuantitatif 1. Hasil Uji Validitas Pengujian validitas instrumen penelitian dilakukan dengan rumus Product Moment (Pearson) antara masing-masing item yang mengukur suatu skala dengan skor total skala tersebut. Kriteria yang digunakan adalah bila nilai koefisien korelasi item total lebih besar dari nilai r tabel, maka item yang bersangkutan dapat dinyatakan valid/sahih atau apabila nilai probabilitas korelasi [sig.(2-tailed) lebih kecil dari taraf signifikan (α) sebesar 0.05. Untuk responden yang berjumlah 100, dapat diperoleh derajat bebas (df) sebesar N – 2 (100 – 2 = 98). Untuk df = 98 dan nilai alpha 5% (satu sisi), diperoleh nilai r tabel sebesar 0,197. Nilai r tabel ini selanjutnya digunakan untuk kriteria validitas item-item kuesioner. Untuk dapat dinyatakan valid, koefisien korelasi item total harus lebih besar dari 0,197.

(91) 72 Tabel 5.8 Hasil Uji Validitas Instrumen Penelitian Variabel r item-total r tabel Status 1 0,687 0,197 Valid 2 0,676 0,197 Valid 3 0,701 0,197 Valid 4 0,718 0,197 Valid 5 0,796 0,197 Valid 0,717 0,197 Valid 0,761 0,197 Valid 0,748 0,197 Valid 0,710 0,197 Valid 1 0,838 0,197 Valid 2 0,787 0,197 Valid 3 0,829 0,197 Valid 4 0,843 0,197 Valid 0,820 0,197 Valid 0,869 0,197 Valid 0,831 0,197 Valid 0,798 0,197 Valid Diferensiasi Desain Produk Sikap Konsumen 1 2 3 4 Keinovatifan Konsumen Membutuhkan akan keunikan 1 2 3 4

(92) 73 Pencarian Variasi 1 0,880 0,197 Valid 2 0,778 0,197 Valid 3 0,841 0,197 Valid 1 0,642 0,197 Valid 2 0,671 0,197 Valid 3 0,787 0,197 Valid 4 0,777 0,197 Valid 5 0,679 0,197 Valid 6 0,711 0,197 Valid 0,691 0,197 Valid 0,709 0,197 Valid 0,669 0,197 Valid 0,663 0,197 Valid CSII Tingkat Keterlibatan Konsumen 1 2 3 4 Sumber : Data Primer Diolah, 2009. Dari hasil pengukuran validitas terhadap 30 item pertanyaan yang diajukan kepada responden tidak ada yang gugur, di mana nilai r hitung lebih besar dari r tabel dengan df = N - 2 = 100 - 2 = 98 dan taraf signifikansi 5% adalah sebesar 0,197. Dengan demikian, item-item pertanyaan tersebut dinyatakan valid dan data yang diperoleh dapat dianalisis lebih lanjut untuk pengujian hipotesis.

(93) 74 2. Hasil Uji Reliabilitas Pengujian reliabilitas instrumen dilakukan dengan menggunakan teknik Cronbach’s Alpha. Uji signifikansi dilakukan pada taraf signifikansi 0,05, artinya instrumen dapat dikatakan reliabel bila nilai Alpha lebih besar dari r kritis product moment atau bisa menggunakan batasan tertentu seperti 0,60. Reliabilitas kurang dari 0,6 adalah kurang baik, sedangkan 0,7 dapat diterima dan di atas 0,8 adalah baik. Setelah diuji validitasnya item yang valid dimasukkan ke dalam uji reliabilitas. Hasil analisis reliabilitas instrumen, yang didasarkan pada kriteria Cronbach’s Alpha disajikan dalam tabel 5.9 berikut ini. Tabel 5.9 Hasil Uji Reliabilitas Instrumen Penelitian Variabel Nilai Cronbach’s Alpha Kesimpulan Diferensiasi Desain Produk 0,759 Reliabel Sikap Konsumen 0,708 Reliabel Keinovatifan Konsumen 0,841 Reliabel Kebutuhan Akan Keunikan 0,843 Reliabel Pencarian Variasi 0,779 Reliabel CSII 0,805 Reliabel Tingkat Keterlibatan Konsumen 0,615 Reliabel Sumber : Data Primer Diolah, 2009. Dari hasil analisis pada tabel 5.9 di atas dapat dilihat bahwa setiap instrumen variabel memiliki nilai realibilitas yang memenuhi syarat dan dinyatakan reliabel, karena nilai Cronbach’s Alpha berada di atas 0,600.

(94) 75 3. Uji Asumsi Klasik a. Hasil Uji Asumsi Klasik Normalitas Dari hasil pengolahan data menggunakan SPSS 12.0 For Windows (Evaluation Version) diperoleh grafik histogram yang menunjukkan garis kurva normal, berarti data yang diteliti berdistribusi normal. Demikian juga dari normal probability plots menunjukkan berdistribusi normal juga karena garis (titik-titik) mengikuti garis diagonal. Jadi dapat disimpulkan bahwa data variabel bebas dan variabel terikat berdistribusi normal. Gambar 5.1 Hasil Uji Asumsi Klasik Normalitas Normal P-P Plot of Regression Standardized Residual Dependent Variable: sikap 1.0 Expected Cum Prob 0.8 0.6 0.4 0.2 0.0 0.0 0.2 0.4 0.6 Observed Cum Prob 0.8 1.0

(95) 76 b. Hasil Uji Asumsi Klasik Autokorelasi Tabel 5.10 Hasil Uji Asumsi Klasik Autokorelasi Model Durbin-Watson 1 1,720 Sumber : Data Primer Diolah, 2009. Berdasarkan hasil pengolahan data menggunakan SPSS 12.0 For Windows (Evaluation Version) diperoleh nilai Durbin-Watson (DW) sebesar 1,720. Karena nilai DW berada diantara -2 dan +2 atau -2 ≤ DW ≤ +2, maka dapat disimpulkan tidak terjadi Autokorelasi. 4. Analisis of Variance (Anova) a. Ditinjau dari Karakteristik Psikografis Keinovatifan Konsumen Bertujuan untuk menentukan apakah ada perbedaan yang berarti atau signifikan dari sikap konsumen ditinjau dari karakteristik psikografis keinovatifan konsumen terhadap diferensiasi desain produk Kedai Digital. Ho diterima apabila F hitung ≤ F tabel, berarti tidak ada perbedaan sikap konsumen yang lebih positif terhadap diferensiasi desain produk ditinjau dari karakteristik psikografis keinovatifan konsumen. Ho ditolak apabila F hitung > F tabel, berarti ada perbedaan sikap konsumen yang lebih positif terhadap diferensiasi desain produk ditinjau dari karakteristik psikografis keinovatifan konsumen.

(96) 77 Untuk mengetahui perbandingan perbedaan sikap konsumen yang lebih positif terhadap diferensiasi desain produk ditinjau dari karakteristik psikografis keinovatifan konsumen ditampilkan pada tabel 5.11 berikut : Tabel 5.11 Tingkat Keinovatifan Konsumen Kelompok Keinovatifan konsumen rendah Sikap Konsumen 5 Keinovatifan konsumen sedang 64 Keinovatifan konsumen tinggi 31 Sumber: Hasil Pengolahan Komputer dengan SPSS Dari tabel 5.11 di atas dapat diketahui bahwa sebanyak 5 konsumen masuk ke dalam kelompok keinovatifan konsumen yang rendah, 64 konsumen masuk ke dalam kelompok keinovatifan konsumen yang sedang, sedangkan 31 konsumen lainnya masuk ke dalam kelompok keinovatifan konsumen tinggi. Di mana ketiga kelompok keinovatifan konsumen tersebut mempunyai perbedaan nilai yang signifikan terhadap sikap. Untuk melihat hasil mean difference dari masing-masing kelompok ditampilkan pada tabel 5.12 berikut :

(97) 78 Tabel 5.12 Hasil Mean Difference Masing-Masing Kelompok Kelompok Keterangan Mean Difference 1-2 Rendah ke Sedang - 1,114 ** 2-3 Sedang ke Tinggi + 1,114 ** Keterangan : ** = p value ≤ 0,05 Dari tabel 5.12 di atas dapat diketahui bahwa kelompok keinovatifan konsumen rendah ke sedang memiliki mean difference sebesar - 1,114, dan kelompok keinovatifan konsumen sedang ke tinggi memiliki mean difference sebesar + 1,114. Between groups difference menunjukkan perbedaan yang signifikan, sehingga H a diterima dan diperoleh hasil yang menyatakan semakin inovatif seorang konsumen, maka semakin positif sikapnya terhadap diferensiasi desain produk (F = 3,385 ; p ≤ 0,05), berarti ada perbedaan sikap konsumen yang lebih positif terhadap diferensiasi desain produk ditinjau dari karakteristik psikografis keinovatifan konsumen (Sumber: Hasil Pengolahan Komputer dengan SPSS). Keinovatifan konsumen merupakan karakteristik dari seorang konsumen yang lebih mengandalkan standar mereka sendiri daripada penilaian orang lain, melalui pemilihan beberapa tawaran diferensiasi desain produk Kedai Digital. Kenyataan ini memperlihatkan bahwa

(98) 79 keinovatifan konsumen sangat mempengaruhi pemilihan diferensiasi desain produk yang ditawarkan oleh Kedai Digital. b. Ditinjau dari Karakteristik Psikografis Kebutuhan akan Keunikan Bertujuan untuk menentukan apakah ada perbedaan yang berarti atau signifikan dari sikap konsumen ditinjau dari karakteristik psikografis kebutuhan akan keunikan terhadap diferensiasi desain produk Kedai Digital. Ho diterima apabila F hitung ≤ F tabel, berarti tidak ada perbedaan sikap konsumen yang lebih positif terhadap diferensiasi desain produk ditinjau dari karakteristik psikografis kebutuhan akan keunikan. Ho ditolak apabila F hitung > F tabel, berarti ada perbedaan sikap konsumen yang lebih positif terhadap diferensiasi desain produk ditinjau dari karakteristik psikografis kebutuhan akan keunikan. Untuk mengetahui perbandingan perbedaan sikap konsumen yang lebih positif terhadap diferensiasi desain produk ditinjau dari karakteristik psikografis kebutuhan akan keunikan ditampilkan pada tabel 5.13 berikut :

(99) 80 Tabel 5.13 Tingkat Kebutuhan akan Keunikan Kelompok Kebutuhan akan keunikan rendah Sikap Konsumen 2 Kebutuhan akan keunikan sedang 43 Kebutuhan akan keunikan tinggi 55 Sumber: Hasil Pengolahan Komputer dengan SPSS Dari tabel 5.13 di atas dapat diketahui bahwa sebanyak 2 konsumen masuk ke dalam kelompok kebutuhan akan keunikan yang rendah, 43 konsumen masuk ke dalam kelompok kebutuhan akan keunikan yang sedang, sedangkan 55 konsumen lainnya masuk ke dalam kelompok kebutuhan akan keunikan tinggi. Di mana ketiga kelompok keinovatifan konsumen tersebut mempunyai perbedaan nilai yang signifikan terhadap sikap. Untuk melihat hasil mean difference dari masing-masing kelompok ditampilkan pada tabel 5.14 berikut : Tabel 5.14 Hasil Mean Difference Masing-Masing Kelompok Kelompok Keterangan Mean Difference 1-2 Rendah ke Sedang - 1,414 ** 2-3 Sedang ke Tinggi + 1,414 **

(100) 81 Keterangan : ** = p value ≤ 0,05 Dari tabel 5.14 di atas dapat diketahui bahwa kelompok kebutuhan akan keunikan rendah ke sedang memiliki mean difference sebesar 1,414, dan kelompok kebutuhan akan keunikan sedang ke tinggi memiliki mean difference sebesar + 1,414. Between groups difference menunjukkan perbedaan yang signifikan, sehingga H a diterima dan diperoleh hasil yang menyatakan bahwa semakin tinggi kebutuhan akan keunikan seorang konsumen berarti semakin positif sikapnya terhadap diferensiasi desain produk (F = 6,515 ; p ≤ 0,05), berarti ada perbedaan sikap konsumen yang lebih positif terhadap diferensiasi desain produk ditinjau dari karakteristik psikografis kebutuhan akan keunikan (Sumber: Hasil Pengolahan Komputer dengan SPSS). Keunikan konsumen merupakan karakteristik seseorang yang mudah menerima tawaran produk baru, seperti : desain dan media yang disediakan oleh Kedai Digital. Diferensiasi desain dan media Kedai Digital yang ditawarkan dirancang unik untuk menarik salah satu karakteristik psikografis yaitu keunikan konsumen. Kenyataan ini memperlihatkan bahwa kebutuhan akan keunikan seorang konsumen sangat mempengaruhi pemilihan diferensiasi desain produk yang ditawarkan oleh Kedai Digital.

(101) 82 c. Ditinjau dari Karakteristik Psikografis Pencarian Variasi Bertujuan untuk menentukan apakah ada perbedaan yang berarti atau signifikan dari sikap konsumen ditinjau dari karakteristik psikografis pencarian variasi terhadap diferensiasi desain produk Kedai Digital. Ho diterima apabila F hitung ≤ F tabel, berarti tidak ada perbedaan sikap konsumen yang lebih positif terhadap diferensiasi desain produk ditinjau dari karakteristik psikografis pencarian variasi. Ho ditolak apabila F hitung > F tabel, berarti ada perbedaan sikap konsumen yang lebih positif terhadap diferensiasi desain produk ditinjau dari karakteristik psikografis pencarian variasi. Untuk mengetahui perbandingan perbedaan sikap konsumen yang lebih positif terhadap diferensiasi desain produk ditinjau dari karakteristik psikografis pencarian variasi ditampilkan pada tabel 5.15 berikut : Tabel 5.15 Tingkat Pencarian Variasi Kelompok Pencarian variasi rendah Sikap Konsumen 2 Pencarian variasi sedang 48 Pencarian variasi tinggi 50 Sumber: Hasil Pengolahan Komputer dengan SPSS

(102) 83 Dari tabel 5.15 di atas dapat diketahui bahwa sebanyak 2 konsumen masuk ke dalam kelompok pencarian variasi yang rendah, 48 konsumen masuk ke dalam kelompok pencarian variasi yang sedang, sedangkan 50 konsumen lainnya masuk ke dalam kelompok pencarian variasi tinggi. Di mana ketiga kelompok keinovatifan konsumen tersebut mempunyai perbedaan nilai yang signifikan terhadap sikap. Untuk melihat hasil mean difference dari masing-masing kelompok ditampilkan pada tabel 5.16 berikut : Tabel 5.16 Hasil Mean Difference Masing-Masing Kelompok Kelompok Keterangan Mean Difference 1-2 Rendah ke Sedang - 1,352 ** 2-3 Sedang ke Tinggi + 1,352 ** Keterangan : ** = p value ≤ 0,05 Dari tabel 5.16 di atas dapat diketahui bahwa kelompok pencarian variasi rendah ke sedang memiliki mean difference sebesar -1,352, dan kelompok pencarian variasi sedang ke tinggi memiliki mean difference sebesar + 1,352. Between groups difference menunjukkan perbedaan yang signifikan, sehingga H a diterima dan diperoleh hasil yang menyatakan bahwa tinggi pencarian variasi seorang konsumen berarti

(103) 84 semakin positif sikapnya terhadap diferensiasi desain produk (F= 5,991 ; p ≤ 0,05), berarti ada perbedaan sikap konsumen yang lebih positif terhadap diferensiasi desain produk ditinjau dari karakteristik psikografis pencarian variasi (Sumber: Hasil Pengolahan Komputer dengan SPSS). Pencarian variasi seorang konsumen merupakan sifat yang digerakkan oleh kepribadian yang sama dan berhubungan dengan kesediaan yang lebih besar untuk mengambil resiko serta mencoba berbagai produk baru. Kenyataan ini memperlihatkan bahwa pencarian variasi seorang konsumen dalam pendesainan souvenir pada suatu media tertentu sangat mempengaruhi pemilihan diferensiasi desain produk yang ditawarkan oleh Kedai Digital. d. Ditinjau dari Karakteristik Psikografis Kepekaan Konsumen Terhadap Pengaruh Orang Lain (CSII) Bertujuan untuk menentukan apakah ada perbedaan yang berarti atau signifikan dari sikap konsumen ditinjau dari karakteristik psikografis CSII terhadap diferensiasi desain produk Kedai Digital. Ho diterima apabila F hitung ≤ F tabel, berarti tidak ada perbedaan sikap konsumen yang lebih positif terhadap diferensiasi desain produk ditinjau dari karakteristik psikografis CSII. Ho ditolak apabila F hitung > F tabel, berarti ada perbedaan sikap konsumen yang lebih positif terhadap diferensiasi desain produk ditinjau dari karakteristik psikografis CSII.

(104) 85 Untuk mengetahui perbandingan perbedaan sikap konsumen yang lebih positif terhadap diferensiasi desain produk ditinjau dari karakteristik psikografis CSII ditampilkan pada tabel 5.17 berikut : Tabel 5.17 Tingkat Kepekaan Konsumen Terhadap Pengaruh Orang Lain Kelompok CSII rendah Sikap Konsumen 10 CSII sedang 47 CSII tinggi 43 Sumber: Hasil Pengolahan Komputer dengan SPSS Dari tabel 5.17 di atas dapat diketahui bahwa sebanyak 10 konsumen masuk ke dalam kelompok CSII yang rendah, 47 konsumen masuk ke dalam kelompok CSII yang sedang, sedangkan 50 konsumen lainnya masuk ke dalam kelompok CSII tinggi. Di mana antara kelompok CSII sedang dengan kelompok CSII tinggi memiliki perbedaan nilai yang tidak terlalu tinggi. Dari data yang didapat hipotesis tidak didukung/H a ditolak, bahkan data menunjukkan arah secara berkebalikkan yaitu semakin tinggi kepekaan konsumen terhadap pengaruh orang lain, maka akan semakin positif sikapnya terhadap diferensiasi desain produk. Hal ini dikarenakan banyak konsumen Kedai Digital yang tidak memiliki desain sendiri, sehingga Kedai Digital telah menyediakan katalog

(105) 86 desain bagi setiap konsumen yang datang untuk melihat dan memilih setiap desain yang sudah ada sebelum melakukan pemesanan. Akan tetapi, beberapa konsumen tertentu memiliki keinginan untuk melakukan sedikit perubahan dari desain yang dipilih (variasi minor), misalnya perubahan warna, bentuk tulisan, atau peletakan foto. Dari kenyataan ini, dapat dilihat bahwa konsumen tidak benar-benar memilih desain yang mereka inginkan, secara tidak langsung konsumen terpengaruh oleh banyak pihak dalam memilih desain yang akan di pesan. Untuk melihat hasil mean difference dari masing-masing kelompok ditampilkan pada tabel 5.18 berikut : Tabel 5.18 Hasil Mean Difference Masing-Masing Kelompok Kelompok Keterangan Mean Difference 1-2 Rendah ke Sedang - 1,097 ** 2-3 Sedang ke Tinggi + 1,097 ** Keterangan : ** = p value ≤ 0,05 Dari tabel 5.18 di atas dapat diketahui bahwa kelompok CSII rendah ke sedang memiliki mean difference sebesar -1,097, dan kelompok CSII sedang ke tinggi memiliki mean difference sebesar +1,097. Between groups difference menunjukkan perbedaan yang

(106) 87 signifikan (F = 7,536 ; p ≤ 0,05), berarti ada perbedaan sikap konsumen yang lebih positif terhadap diferensiasi desain produk ditinjau dari karakteristik psikografis CSII (Sumber: Hasil Pengolahan Komputer dengan SPSS). 5. Analisis Regresi Linier Sederhana Adapun hasil regresi linier sederhana dengan menggunakan SPSS adalah sebagai berikut : Tabel 5.19 Hasil Analisis Regresi Sederhana Variabel Beta (Constant) Sikap terhadap CSR thitung Sig (p value) 10,788 6,089 .000 0,371 2,614 .010 Sumber: Hasil Pengolahan Komputer dengan SPSS Dari tabel di atas dapat dirumuskan suatu persamaan regresi sebagai berikut : Y = 10,788 ** + 0,371 X ** Keterangan: ** = p value ≤ 0,05 Nilai 10,788 merupakan nilai konstanta yang menunjukkan bahwa jika komponen-komponen yang terdapat dalam variabel sikap terhadap diferensiasi desain produk tidak terpenuhi, maka tingkat keterlibatan konsumen akan mencapai 10,788. Sedangkan nilai 0,371 X merupakan

(107) 88 koefisien regresi yang menunjukkan bahwa setiap adanya upaya penambahan sebesar 100 satuan untuk sikap terhadap diferensiasi desain produk, maka akan menyebabkan perubahan terhadap tingkat keterlibatan konsumen sebesar 37,1 satuan. Hal ini dapat diartikan bahwa semakin terlibat konsumen dengan produk maka semakin positif sikap konsumen terhadap diferensiasi desain produk. Berdasarkan hasil perhitungan uji signifikansi diperoleh besarnya thitung = 2,614 menunjukkan angka yang lebih besar dari pada angka ttabel dengan taraf signifikansi 5% dan derajat kebebasan (df) N-2 = 98 yang bernilai 1,9842. Hal ini menunjukkan bahwa thitung > ttabel, maka H0 ditolak dan Ha diterima, yang berarti tingkat keterlibatan konsumen dengan produk mempengaruh secara positif sikap konsumen terhadap diferensiasi desain produk. Hasil analisis menunjukkan koefisien determinasi (R2) sebesar 0,065. Hal ini dapat diartikan bahwa 6,5% perubahan-perubahan pada Y yaitu sikap konsumen terhadap diferensisasi desain produk dapat dijelaskan oleh variabel bebas yaitu tingkat keterlibatan konsumen, sedangkan 93,5% dijelaskan oleh variabel lain. Tingkat keterlibatan konsumen merupakan tingkat keterkaitan pribadi yang ditimbulkan produk untuk konsumen tersebut. Kebanyakan konsumen Kedai Digital lebih menyukai hasil diferensiasi desain produk Kedai Digital yang digabungkan dengan ide-ide konsumen itu sendiri. Konsumen Kedai Digital juga memiliki suatu kepuasan tersendiri, apabila

(108) 89 dapat terlibat langsung dalam proses desain pesanannya, sehingga berdasarkan hasil analisis sikap konsumen terhadap diferensiasi desain produk berpengaruh positif pada tingkat keterlibatan konsumen dengan produk.

(109) 90 BAB VI KESIMPULAN, SARAN DAN IMPLIKASI PADA PENELITIAN SELANJUTNYA A. Kesimpulan Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan yang telah dipaparkan, maka diperoleh kesimpulan sebagai berikut: 1. Ada segmen konsumen yang memberikan respon paling positif pada diferensiasi desain produk Kedai Digital. Segmen tersebut dapat diidentifikasi sebagai berikut : a. Konsumen yang mempunyai tingkat keinovatifan yang tinggi, b. Konsumen yang mempunyai sifat keunikan, dan c. Konsumen yang mempunyai tingkat pencarian variasi yang tinggi. 2. Tingkat kepekaan konsumen terhadap pengaruh orang lain (CSII) tidak memberikan pengaruh pada sikapnya terhadap diferensiasi desain produk Kedai Digital. 3. Tingkat keterlibatan konsumen dengan variasi desain akan membentuk sikap yang lebih positif pada diferensiasi desain produk Kedai Digital B. Saran 1. Kedai Digital sebaiknya memberikan tawaran suatu media dan desain yang lebih inovatif lagi serta dapat membuat suatu ciri khusus yang unik, agar konsumen merasa semakin banyak pilihan variasi baik dari segi desain maupun media. 90

(110) 91 2. Kedai Digital sebaiknya selalu memberi kesempatan kepada konsumen untuk berkonsultasi sebelum memutuskan untuk memilih desain produk yang akan dipesan. 3. Kedai Digital sebaiknya selalu melibatkan konsumen dalam mendesain pesanannya. Hal ini akan memberi suatu kepuasan tersendiri, apabila konsumen dapat terlibat langsung dalam proses desain pesanannya. C. Implikasi Pada Penelitian Selanjutnya Implikasi bagi penelitian selanjutnya antara lain : 1. Penelitian selanjutnya, idealnya menggunakan teknik sampel probability sampling karena semua elemen populasi mempunyai kesempatan yang sama untuk dipilih menjadi sampel penelitian. 2. Penelitian selanjutnya sebaiknya menganalisis karakteristik psikografis konsumen yang lain, misalnya dogmatisme, karakter sosial, dan tingkat materialisme konsumen, sehingga akan membentuk sikap paling positif terhadap diferensiasi desain produk, karena pada penelitian ini hanya menganalisis karakteristik psikografis konsumen berdasarkan keinovatifan konsumen, kebutuhan akan keunikan, pencarian variasi dan kepekaan konsumen terhadap pengaruh orang lain.

(111) 92 DAFTAR PUSTAKA Amirullah. 2002 . Perilaku Konsumen. Yogyakarta : Graha Ilmu Dharmmesta, Basu Swastha dan T. Hani Handoko. 2000. Manajemen Pemasaran: Analisis Perilaku Konsumen. Edisi 1. Yogyakarta : BPFE. Engel, James. F, Roger. D. Blackwell dan Paul. W. Miniard. 1994. Perilaku Konsumen. Jilid 1. Jakarta : Binarupa Aksara. Hasan, Iqbal. 2006. Analisis Data Penelitian Dengan Statistik. Jakarta : Bumi Aksara. Indriantoro, Nur dan Bambang Supomo. 1999. Metodologi Penelitian Bisnis. Yogyakarta : PT. BPFE. Irianto, Agus. 2007. Statistik : Konsep Dasar dan Aplikasinya. Jakarta : Kencana Prenada Media Group. Kotler, Philip. 1992. Dasar-Dasar Pemasaran. Jakarta : Intermedia. Kotler, Philip. 2006. Manajemen Pemasaran : Analisis, Perencanaan, Implementasi dan Pengendalian. Edisi 6. Jilid 1. Jakarta : Erlangga. Loudon, L. David dan J. Albert Dellabitta. 1993. Consumer Behaviour : Concept and Applications. Edisi 5. New York : Mc Grow - Hill Series in Marketing. Porter, Michael. E. 1992. Keunggulan Bersaing : Mempertahankan Kinerja Unggul. Jakarta : Erlangga Menciptakan dan Riduwan. 2008. Dasar-dasar Statistika. Bandung : Alfabeta. Schiffman, Leon. Bednall. Aron O’ cass. dkk. 2005. Consumer Behaviour. Edisi 3. Australia, Pearson : Australia Group Pty Ltd. Schiffman, Leon dan Leslie Lazar Kanuk. 2007. Perilaku Konsumen. Edisi 7. Indonesia : PT. Indeks. Simamora, Bilson. 2002. Panduan Riset Perilaku Konsumen. Jakarta : PT Gramedia Pustaka Utama. Sugiyono. 1999. Metode Penelitian Bisnis. Bandung : CV Alfabeta Sunyoto, Danang. 2007. Analisis Regresi dan Korelasi Bivariat. Yogyakarta : Amara Books. 92

(112) 93 Winardi. 1989. Aspek-Aspek Bauran Pemasaran : Marketing Mix. Bandung : Mandar Maju. www.kedaidigital.com

(113) 94 LAMPIRAN

(114)

(115) KUESIONER Lamp Hal : 1 Berkas Kuesioner : Kuesioner Penelitian Kepada Yth. : Konsumen Kedai Digital Yogyakarta Dengan hormat, Dengan ini saya Nama NIM : : Marika Deviawati : 05 2214 142 Mahasiswa Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi, Universitas Sanata Dharma Yogyakarta sedang menyusun skripsi dengan judul “Sikap Konsumen Terhadap Diferensiasi Desain Produk Berdasarkan Karakteristik Psikografis dan Tingkat Keterlibatan Konsumen” : Studi Kasus pada Konsumen Kedai Digital, Jl. Demangan Baru No.11 Yogyakarta. Dalam penyusunan skripsi ini, saya mohon bantuan Anda untuk menjawab pertanyaanpertanyaan yang tersusun dalam kuesioner ini, untuk memperoleh data-data yang saya butuhkan. Kesungguhan Anda dalam mengisi setiap butir pertanyaan akan sangat menentukan tingkat keberhasilan penelitian ini. Saya sangat mengharapkan kerja sama Anda dengan menjawab sesuai keadaan anda yang sebenarnya. Petunjuk cara pengisian akan saya jelaskan di awal setiap kelompok kuesioner ini. Atas perhatian dan kerjasama Anda, saya mengucapkan terima kasih. Hormat saya, Marika Deviawati

(116) A. IDENTITAS RESPONDEN 3. Uang saku per bulan (jika anak kos, uang saku tidak temasuk uang 1. Nama : sewa kamar kost) : 2. Jenis Kelamin :  Pria a.≤ Rp 750.000,00  Wanita 3. Usia :  14-23 tahun b. Rp 750.001,00 – Rp 1.000.000,00 c. Rp 1.000.001,00 – Rp 1.500.000,00  24-33 tahun d. Rp 1.500.001 – Rp 2.500.000,00  34-43 tahun  44-54 tahun 4. Apakah Anda sudah mengenal produk Kedai Digital sebelumnya?  ≥ 55 tahun a. Sudah b. Belum Beri tanda silang (X) pada pilihan yang sesuai. 1. Pendidikan terakhir : 5. Apakah Anda pernah membeli produk Kedai Digital ? a. SD a. Pernah b. SLTP b. Tidak Pernah c. SMU d. Lulusan Akademi/Perguruan Tinggi 2. Pekerjaan : a. Pelajar b. Mahasiswa c. PNS d. Karyawan swasta atau wirausaha e. Lain-lain, yaitu ….

(117) B. DAFTAR PERTANYAAN Petunjuk Pengisian : Berilah tanda silang (X) pada jawaban yang sesuai dengan jawaban Anda. Keterangan : SS : Sangat Setuju TS : Tidak Setuju S STS : Sangat Tidak Setuju : Setuju N : Netral Bagian I No. 1. 2. 3. 4. 5. Pertanyaan SS S N TS STS Saya suka membeli produk yang mempunyai banyak varian. Saya suka melihat bentuk dan desain baru suatu produk. Saya lebih suka menampilkan keunikan dibandingkan orang lain. Saya suka membeli produk yang tidak mudah ditiru orang lain. Saya suka memesan produk yang inovatif. Bagian II No. 1. 2. 3. 4. Pertanyaan Saya mempunyai perasaan positif terhadap produk Kedai Digital Saya mempunyai perasaan suka terhadap produk Kedai Digital Desain produk Kedai Digital sesuai dengan yang Saya harapkan Saya menilai bahwa produk Kedai Digital bermanfaat. SS S N TS STS Bagian III No. Pertanyaan Saya sering membeli suatu produk 1. tertentu segera setelah produk tersebut diluncurkan ke pasar. Saya senang dan tertarik 2. mendengarkan cerita tentang produk baru yang ada di pasar. Saya akan membeli suatu produk yang telah diluncurkan di pasaran, 3. walaupun keunggulan produknya belum diketahui. Saya lebih mengetahui tentang 4. produk baru tertentu dibandingkan orang lain. Bagian IV No. Pertanyaan Saya suka mengumpulkan produk yang unik sebagai suatu cara untuk 1. menunjukkan bahwa Saya berbeda dengan yang lain. Saya akan kehilangan minat terhadap suatu produk tertentu, jika 2. produk tersebut telah disukai oleh banyak orang. Saya suka membeli produk tertentu yang unik sebagai suatu cara untuk 3. mengaktualisasikan citra diri yang istimewa. Saya akan menghindari suatu 4. produk tertentu yang telah dibeli oleh banyak orang. SS S N TS STS SS S N TS STS

(118) Bagian V No. Pertanyaan Saya suka berpindah merek untuk 1. mendapatkan pengalaman. Saya selalu memikirkan informasi 2. yang diterima mengenai produk/merek baru. Saya suka menggunakan produk 3. lama tetapi dipakai dengan cara yang baru Bagian VI No. Pertanyaan Saya sering berkonsultasi dengan 1. orang lain untuk memilih alternatif produk yang terbaik. Saya suka membeli produk yang 2. dipakai idola Saya. Saya suka membeli produk yang 3. banyak dibeli orang lain. Saya suka mencari informasi 4. tentang produk yang banyak dipakai orang lain. Saya suka membeli produk yang 5. telah diakui masyarakat. Saya menggunakan suatu produk 6. karena ingin membuat orang lain terkesan. SS S N TS STS SS S N TS STS Bagian VII No. Pertanyaan Saya sering membandingkan 1. produk dari Kedai Digital dengan berbagai merek produk yang lain. Saya memberikan perhatian pada 2. promosi yang ditawarkan Kedai Digital. Saya mempertimbangkan berbagai 3. faktor sebelum membeli produk Kedai Digital. Saya memerlukan waktu yang lama 4. untuk menentukan pilihan desain produk Kedai Digital. SS S N TS STS

(119) PEDOMAN WAWANCARA A. Sejarah Berdirinya Perusahaan 1. Kapan perusahaan didirikan? 2. Siapa pendiri perusahaan? 3. Apa tujuan didirikannya perusahaan? 4. Apa bentuk perusahaan yang didirikan? 5. Berapa modal awal yang dibutuhkan perusahaan? 6. Bagaimana perkembangan perusahaan secara keseluruhan dari tahun ke tahun? B. Lokasi Perusahaan 1. Dimana lokasi perusahaan pusat berada? 2. Apakah perusahaan mempunyai cabang di kota lain? 3. Faktor-faktor apa saja yang dipertimbangkan dalam penentuan lokasi perusahaan? C. Organisasi 1. Bagaimana bagan struktur organisasi perusahaan? 2. Bagaimana tugas dan tanggungjawab masing-masing bagian atau departemen dalam struktur organisasi? D. Personalia 1. Berapa jumlah tenaga kerja dalam perusahaan saat ini? 2. Bagaimana jam kerja yang berlaku di perusahaan? 3. Bagaimana sistem upah yang berlaku di perusahaan? 4. Faktor-faktor apa saja yang dipertimbangkan dalam pembagian gaji karyawan? 5. Fasilitas apa saja yang diberikan perusahaan untuk tenaga kerjanya? 6. Apakah perusahaan juga memberikan jaminan sosial kepada karyawan?

(120) 7. Apakah perusahaan melaksanakan hari kerja (Senin-Minggu)? E. Produksi 1. Produk apa saja yang dihasilkan perusahaan? 2. Apa saja bahan baku yang dibutuhkan perusahaan? 3. Bagaimana cara perusahaan mendapatkan bahan baku? 4. Peralatan apa saja yang digunakan untuk produksi? 5. Bagaimana pelaksanaan proses produksi di perusahaan? 6. Dalam jangka waktu berapa lama perusahaan menciptakan desain produk yang baru (diferensiasi)? F. Daerah Pemasaran 1. Bagaimana sistem pemasaran yang dijalankan perusahaan? 2. Siapa yang menjadi target konsumen perusahaan? 3. Apakah ada segmen-segmen konsumen tertentu yang dituju? 4. Daerah mana yang menjadi daerah pemasaran produk perusahaan? 5. Bagaimana harga dari masing-masing produk? G. Saluran Distribusi 1. Bagaimana dengan saluran distribusinya? H. Sistem Promosi Penjualan 1. Bagaimana dengan sistem promosi penjualan yang dijalankan di perusahaan? 2. Bagaimana dengan persaingan dalam jalur bisnis yang ada, dan siapa saja yang menjadi pesaing utama dalam perusahaan? 3. Strategi apa yang dilakukan perusahaan untuk dapat bersaing?

(121) Validitas Diferensiasi Correlations Correlations diferen1 diferen1 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N diferen2 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N diferen3 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N diferen4 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N diferen5 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N total_skor Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N diferen2 diferen3 diferen4 diferen5 total_skor 1 .489(**) .317(**) .258(**) .498(**) .687(**) . .000 .001 .010 .000 .000 100 100 100 100 100 100 .489(**) 1 .258(**) .420(**) .385(**) .676(**) .000 . .010 .000 .000 .000 100 100 100 100 100 100 .317(**) .258(**) 1 .381(**) .432(**) .701(**) .001 .010 . .000 .000 .000 100 100 100 100 100 100 .258(**) .420(**) .381(**) 1 .493(**) .718(**) .010 .000 .000 . .000 .000 100 100 100 100 100 100 .498(**) .385(**) .432(**) .493(**) 1 .796(**) .000 .000 .000 .000 . .000 100 100 100 100 100 100 .687(**) .676(**) .701(**) .718(**) .796(**) 1 .000 .000 .000 .000 .000 . 100 100 100 100 100 100 ** Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).

(122) Validitas Sikap Correlations Correlations sikap_1 sikap_1 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N sikap_2 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N sikap_3 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N sikap_4 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N total_skor Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N sikap_2 sikap_3 sikap_4 total_skor 1 .549(**) .336(**) .296(**) .717(**) . .000 .001 .003 .000 100 100 100 100 100 .549(**) 1 .455(**) .297(**) .761(**) .000 . .000 .003 .000 100 100 100 100 100 .336(**) .455(**) 1 .392(**) .748(**) .001 .000 . .000 .000 100 100 100 100 100 .296(**) .297(**) .392(**) 1 .710(**) .003 .003 .000 . .000 100 100 100 100 100 .717(**) .761(**) .748(**) .710(**) 1 .000 .000 .000 .000 . 100 100 100 100 100 ** Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).

(123) Validitas Keinovatifan Konsumen Correlations Correlations inovatif_1 inovatif_1 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N inovatif_2 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N inovatif_3 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N inovatif_4 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N total_skor Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N inovatif_2 inovatif_3 inovatif_4 total_skor 1 .568(**) .649(**) .558(**) .838(**) . .000 .000 .000 .000 100 100 100 100 100 .568(**) 1 .470(**) .628(**) .787(**) .000 . .000 .000 .000 100 100 100 100 100 .649(**) .470(**) 1 .574(**) .829(**) .000 .000 . .000 .000 100 100 100 100 100 .558(**) .628(**) .574(**) 1 .843(**) .000 .000 .000 . .000 100 100 100 100 100 .838(**) .787(**) .829(**) .843(**) 1 .000 .000 .000 .000 . 100 100 100 100 100 ** Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).

(124) Validitas Kebutuhan akan Keunikan (NFU) Correlations Correlations nfu_1 nfu_1 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N nfu_2 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N nfu_3 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N nfu_4 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N total_skor Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N nfu_2 nfu_3 nfu_4 total_skor 1 .581(**) .763(**) .422(**) .820(**) . .000 .000 .000 .000 100 100 100 100 100 .581(**) 1 .595(**) .678(**) .869(**) .000 . .000 .000 .000 100 100 100 100 100 .763(**) .595(**) 1 .477(**) .831(**) .000 .000 . .000 .000 100 100 100 100 100 .422(**) .678(**) .477(**) 1 .798(**) .000 .000 .000 . .000 100 100 100 100 100 .820(**) .869(**) .831(**) .798(**) 1 .000 .000 .000 .000 . 100 100 100 100 100 ** Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).

(125) Validitas Pencarian Variasi Correlations Correlations variasi_1 variasi_1 Pearson Correlation variasi_2 1 .674(**) .880(**) .000 .000 .000 100 100 100 100 .534(**) 1 .417(**) .778(**) .000 .000 N variasi_3 total_skor Pearson Correlation total_skor .534(**) Sig. (2-tailed) variasi_2 variasi_3 Sig. (2-tailed) .000 N 100 100 100 100 .674(**) .417(**) 1 .841(**) Sig. (2-tailed) .000 .000 N 100 100 100 100 .880(**) .778(**) .841(**) 1 Sig. (2-tailed) .000 .000 .000 N 100 100 100 Pearson Correlation Pearson Correlation ** Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed). .000 100

(126) Validitas Kepekaan Konsumen Terhadap Pengaruh Orang Lain (CSII) Correlations Correlations csii_1 csii_1 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) csii_2 csii_3 csii_4 csii_5 csii_6 total_skor 1 .178 .368(**) .424(**) .502(**) .419(**) .642(**) . .076 .000 .000 .000 .000 .000 100 100 100 100 100 100 100 .178 1 .613(**) .417(**) .264(**) .292(**) .671(**) .076 . .000 .000 .008 .003 .000 100 100 100 100 100 100 100 .368(**) .613(**) 1 .515(**) .381(**) .401(**) .787(**) .000 .000 . .000 .000 .000 .000 100 100 100 100 100 100 100 .424(**) .417(**) .515(**) 1 .441(**) .506(**) .777(**) .000 .000 .000 . .000 .000 .000 100 100 100 100 100 100 100 .502(**) .264(**) .381(**) .441(**) 1 .406(**) .679(**) .000 .008 .000 .000 . .000 .000 100 100 100 100 100 100 100 .419(**) .292(**) .401(**) .506(**) .406(**) 1 .711(**) .000 .003 .000 .000 .000 . .000 100 100 100 100 100 100 100 .642(**) .671(**) .787(**) .777(**) .679(**) .711(**) 1 .000 .000 .000 .000 .000 .000 . 100 100 ** Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed). 100 100 100 100 100 N csii_2 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N csii_3 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N csii_4 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N csii_5 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N csii_6 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N total_skor Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N

(127) Validitas Tingkat Keterlibatan Konsumen Correlations Correlations terlibat_1 terlibat_1 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N terlibat_2 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N terlibat_3 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N terlibat_4 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N total_skor Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N terlibat_2 terlibat_3 terlibat_4 total_skor 1 .349(**) .176 .253(*) .691(**) . .000 .080 .011 .000 100 100 100 100 100 .349(**) 1 .331(**) .256(*) .709(**) .000 . .001 .010 .000 100 100 100 100 100 .176 .331(**) 1 .381(**) .669(**) .080 .001 . .000 .000 100 100 100 100 100 .253(*) .256(*) .381(**) 1 .663(**) .011 .010 .000 . .000 100 100 100 100 100 .691(**) .709(**) .669(**) .663(**) 1 .000 .000 .000 .000 . 100 100 100 100 100 ** Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).

(128) Reliability Diferensiasi Case Processing Summary N Cases Valid Excluded( a) Total 100 % 100.0 0 .0 100 100.0 a Listwise deletion based on all variables in the procedure. Reliability Statistics Cronbach's Alpha .759 N of Items 5 Item-Total Statistics diferen1 Scale Mean if Item Deleted 16.83 Scale Variance if Item Deleted 5.092 Corrected Item-Total Correlation .521 Cronbach's Alpha if Item Deleted .720 diferen2 16.64 5.162 .511 .723 diferen3 16.99 4.576 .468 .743 diferen4 16.72 4.749 .531 .714 diferen5 16.90 4.273 .631 .675

(129) Reliability Sikap Case Processing Summary N Cases Valid Excluded( a) Total 100 % 100.0 0 .0 100 100.0 a Listwise deletion based on all variables in the procedure. Reliability Statistics Cronbach's Alpha .708 N of Items 4 Item-Total Statistics sikap_1 Scale Mean if Item Deleted 11.45 Scale Variance if Item Deleted 2.694 Corrected Item-Total Correlation .503 Cronbach's Alpha if Item Deleted .643 sikap_2 11.52 2.555 .565 .606 sikap_3 11.58 2.488 .517 .631 sikap_4 11.62 2.480 .416 .704

(130) Reliability Keinovatifan Konsumen Case Processing Summary N Cases Valid Excluded (a) Total 100 % 100.0 0 .0 100 100.0 a Listwise deletion based on all variables in the procedure. Reliability Statistics Cronbach's Alpha .841 N of Items 4 Item-Total Statistics inovatif_1 Scale Mean if Item Deleted 9.16 Scale Variance if Item Deleted 6.419 Corrected Item-Total Correlation .705 Cronbach's Alpha if Item Deleted .786 inovatif_2 8.69 7.145 .650 .813 inovatif_3 9.75 6.129 .668 .803 inovatif_4 9.15 6.028 .693 .792

(131) Reliability Membutuhkan akan Keunikan (NFU) Case Processing Summary N Cases Valid Excluded( a) Total 100 % 100.0 0 .0 100 100.0 a Listwise deletion based on all variables in the procedure. Reliability Statistics Cronbach's Alpha .843 N of Items 4 Item-Total Statistics nfu_1 Scale Mean if Item Deleted 10.35 Scale Variance if Item Deleted 6.735 Corrected Item-Total Correlation .671 Cronbach's Alpha if Item Deleted .804 nfu_2 10.60 6.222 .746 .771 nfu_3 10.17 7.233 .720 .792 nfu_4 10.55 6.492 .608 .838

(132) Reliability Pencarian Variasi Case Processing Summary N Cases Valid Excluded( a) Total 100 % 100.0 0 .0 100 100.0 a Listwise deletion based on all variables in the procedure. Reliability Statistics Cronbach's Alpha .779 N of Items 3 Item-Total Statistics variasi_1 Scale Mean if Item Deleted 7.06 Scale Variance if Item Deleted 2.501 Corrected Item-Total Correlation .719 Cronbach's Alpha if Item Deleted .588 variasi_2 7.01 2.899 .518 .804 variasi_3 7.15 2.553 .621 .696

(133) Reliability Kepekaan Konsumen Terhadap Pengaruh Orang Lain (CSII) Case Processing Summary N Cases Valid Excluded (a) Total 100 % 100.0 0 .0 100 100.0 a Listwise deletion based on all variables in the procedure. Reliability Statistics Cronbach's Alpha .805 N of Items 6 Item-Total Statistics csii_1 Scale Mean if Item Deleted 15.60 Scale Variance if Item Deleted 15.737 Corrected Item-Total Correlation .508 Cronbach's Alpha if Item Deleted .787 csii_2 16.74 14.457 .494 .791 csii_3 16.61 13.069 .648 .753 csii_4 16.21 13.622 .649 .754 csii_5 15.89 15.008 .536 .780 csii_6 16.45 14.129 .551 .777

(134) Reliability Tingkat Keterlibatan Konsumen Case Processing Summary N Cases Valid Excluded (a) Total 100 % 100.0 0 .0 100 100.0 a Listwise deletion based on all variables in the procedure. Reliability Statistics Cronbach's Alpha .615 N of Items 4 Item-Total Statistics terlibat_1 Scale Mean if Item Deleted 9.32 Scale Variance if Item Deleted 1.169 Corrected Item-Total Correlation .352 Cronbach's Alpha if Item Deleted .587 terlibat_2 9.33 1.213 .441 .510 terlibat_3 9.30 1.283 .395 .545 terlibat_4 9.28 1.315 .406 .540

(135) Hipotesis 1.a Oneway Descriptives sikap 95% Confidence Interval for Mean N Mean Std. Deviation Std. Error Lower Bound Upper Bound Minimum Maximum 1 5 15.00 1.581 .707 13.04 16.96 13 17 2 64 15.05 1.987 .248 14.55 15.54 11 19 3 31 16.16 2.035 .365 15.41 16.91 12 20 100 15.39 2.035 .203 14.99 15.79 11 20 Total Test of Homogeneity of Variances sikap Levene Statistic .495 df1 df2 2 Sig. .611 97 ANOVA sikap Sum of Squares Between Groups df Mean Square 26.737 2 13.369 Within Groups 383.053 97 3.949 Total 409.790 99 F Sig. 3.385 .038 Post Hoc Tests Multiple Comparisons LSD 95% Confidence Interval Mean Difference (I-J) -.047 -1.161 Std. Error .923 .958 Sig. .960 .228 Lower Bound -1.88 -3.06 Upper Bound 1.78 .74 (I) inovatif 1 (J) inovatif 2 3 2 1 .047 .923 .960 -1.78 1.88 3 -1.114(*) 1.161 1.114(*) .435 .958 .435 .012 .228 .012 -1.98 -.74 .25 -.25 3.06 1.98 3 1 2 1 2 -.047 .923 1.000 -2.29 2.20 3 -1.161 .047 -1.114(*) 1.161 .958 .923 .435 .958 .685 1.000 .036 .685 -3.49 -2.20 -2.17 -1.17 1.17 2.29 -.06 3.49 2 1.114(*) Dependent Variable: sikap * The mean difference is significant at the .05 level. .435 .036 .06 2.17 Bonferroni 2 3 1 3 1

(136) Hipotesis 1.b Oneway Descriptives sikap 95% Confidence Interval for Mean N Mean Std. Deviation Std. Error Lower Bound Upper Bound Minimum Maximum 1 2 15.00 1.414 1.000 2.29 27.71 14 16 2 43 14.60 2.117 .323 13.95 15.26 12 20 55 16.02 1.779 .240 15.54 16.50 11 20 100 15.39 2.035 .203 14.99 15.79 11 20 3 Total Test of Homogeneity of Variances sikap Levene Statistic df1 2.305 df2 2 Sig. 97 .105 ANOVA sikap Sum of Squares 48.529 2 Mean Square 24.265 Within Groups 361.261 97 3.724 Total 409.790 99 Between Groups df F 6.515 Sig. .002 Post Hoc Tests Multiple Comparisons LSD Bonferro ni 95% Confidence Interval Mean Difference (I-J) .395 -1.018 Std. Error 1.396 1.389 Sig. .778 .465 Lower Bound -2.38 -3.78 Upper Bound 3.17 1.74 (I) nfu 1 (J) nfu 2 3 2 1 -.395 1.396 .778 -3.17 2.38 3 -1.414(*) 1.018 1.414(*) .393 1.389 .393 .001 .465 .001 -2.19 -1.74 .63 -.63 3.78 2.19 .395 1.396 1.000 -3.01 3.80 -1.018 -.395 -1.414(*) 1.018 1.389 1.396 .393 1.389 1.000 1.000 .002 1.000 -4.40 -3.80 -2.37 -2.37 2.37 3.01 -.46 4.40 .393 .002 .46 2.37 3 1 2 1 2 3 2 3 1 3 1 2 1.414(*) Dependent Variable: sikap * The mean difference is significant at the .05 level.

(137) Hipotesis 1.c Oneway Descriptives sikap 95% Confidence Interval for Mean N Mean Std. Deviation Std. Error Lower Bound Upper Bound Minimum Maximum 1 2 15.00 1.414 1.000 2.29 27.71 14 16 2 48 14.71 2.083 .301 14.10 15.31 12 20 3 50 16.06 1.800 .255 15.55 16.57 11 20 100 15.39 2.035 .203 14.99 15.79 11 20 Total Test of Homogeneity of Variances sikap Levene Statistic df1 1.976 df2 2 Sig. 97 .144 ANOVA sikap Sum of Squares Between Groups df Mean Square 45.053 2 22.527 Within Groups 364.737 97 3.760 Total 409.790 99 F Sig. 5.991 .004 Post Hoc Tests Multiple Comparisons LSD 95% Confidence Interval Mean Difference (I-J) .292 -1.060 Std. Error 1.399 1.398 Sig. .835 .450 Lower Bound -2.49 -3.84 Upper Bound 3.07 1.72 (I) variasi 1 (J) variasi 2 3 2 1 -.292 1.399 .835 -3.07 2.49 3 -1.352(*) 1.060 1.352(*) .392 1.398 .392 .001 .450 .001 -2.13 -1.72 .57 -.57 3.84 2.13 3 1 2 1 2 .292 1.399 1.000 -3.12 3.70 3 -1.060 -.292 -1.352(*) 1.060 1.398 1.399 .392 1.398 1.000 1.000 .002 1.000 -4.47 -3.70 -2.31 -2.35 2.35 3.12 -.40 4.47 2 1.352(*) Dependent Variable: sikap * The mean difference is significant at the .05 level. .392 .002 .40 2.31 Bonferroni 2 3 1 3 1

(138) Hipotesis 1.d Oneway Descriptives sikap 95% Confidence Interval for Mean N Mean Std. Deviation Std. Error Lower Bound Upper Bound Minimum Maximum 1 10 13.80 1.476 .467 12.74 14.86 12 16 2 47 15.04 2.146 .313 14.41 15.67 11 20 3 43 16.14 1.712 .261 15.61 16.67 12 20 100 15.39 2.035 .203 14.99 15.79 11 20 Total Test of Homogeneity of Variances sikap Levene Statistic df1 2.351 df2 2 Sig. 97 .101 ANOVA sikap Sum of Squares 55.112 2 Mean Square 27.556 Within Groups 354.678 97 3.656 Total 409.790 99 Between Groups df F 7.536 Sig. .001 Post Hoc Tests Multiple Comparisons LSD Bonferro ni 95% Confidence Interval Mean Difference (I-J) -1.243 -2.340(*) Std. Error .666 .671 Sig. .065 .001 (I) csii 1 (J) csii 2 3 2 1 1.243 .666 3 -1.097(*) 2.340(*) 1.097(*) .404 .671 .404 -1.243 -2.340(*) 1.243 -1.097(*) 2.340(*) 3 1 2 1 2 3 2 3 1 3 1 2 1.097(*) Dependent Variable: sikap * The mean difference is significant at the .05 level. Lower Bound -2.56 -3.67 Upper Bound .08 -1.01 .065 -.08 2.56 .008 .001 .008 -1.90 1.01 .30 -.30 3.67 1.90 .666 .195 -2.86 .38 .671 .666 .404 .671 .002 .195 .023 .002 -3.98 -.38 -2.08 .70 -.70 2.86 -.11 3.98 .404 .023 .11 2.08

(139) Hipotesis 2 Regression Descriptive Statistics sikap terlibat Mean 15.39 Std. Deviation 2.035 12.41 1.401 N 100 100 Correlations Pearson Correlation sikap Sig. (1-tailed) sikap N terlibat sikap 1.000 terlibat .255 .255 1.000 . .005 terlibat .005 . sikap 100 100 terlibat 100 100 Variables Entered/Removed(b) Variables Variables Entered Removed terlibat(a) . a All requested variables entered. b Dependent Variable: sikap Model 1 Method Enter ANOVA(b) Model 1 Sum of Squares Regressio n Residual df Mean Square 26.703 1 26.703 383.087 98 3.909 409.790 a Predictors: (Constant), terlibat b Dependent Variable: sikap 99 Total F Sig. 6.831 .010(a) Coefficients(a) Model 1 (Constant) terlibat Unstandardized Coefficients Std. B Error 10.788 1.772 .371 a Dependent Variable: sikap .142 Standardized Coefficients t Sig. Beta .255 6.089 2.614 .000 .010 Correlations Zeroorder Partial .255 .255 Collinearity Statistics Part .255 Tolerance 1.000 VIF 1.000

(140) Collinearity Diagnostics(a) Eigenvalu e Condition Index Model Dimension Variance Proportions 1 1 1.994 1.000 (Constant) .00 terlibat .00 2 .006 17.867 1.00 1.00 a Dependent Variable: sikap Residuals Statistics(a) Predicted Value Std. Predicted Value Standard Error of Predicted Value Adjusted Predicted Value Minimum 14.50 Maximum 16.72 Mean 15.39 Std. Deviation .519 N -1.721 2.563 .000 1.000 100 .206 .546 .264 .091 100 100 14.43 17.03 15.39 .528 100 Residual -4.238 4.762 .000 1.967 100 Std. Residual -2.143 2.409 .000 .995 100 Stud. Residual -2.155 2.422 .000 1.005 100 Deleted Residual -4.285 4.814 -.002 2.009 100 Stud. Deleted Residual -2.197 2.485 -.001 1.014 100 Mahal. Distance .086 6.570 .990 1.609 100 Cook's Distance .000 .159 .011 .020 100 Centered Leverage Value .001 .066 .010 .016 100 a Dependent Variable: sikap

(141) Uji Asumsi Klasik Normalitas Charts Histogram Dependent Variable: sikap 20 10 5 Mean = -4.63E-16 Std. Dev. = 0.995 N = 100 0 -4 -2 0 2 4 Regression Standardized Residual Normal P-P Plot of Regression Standardized Residual Dependent Variable: sikap 1.0 0.8 Expected Cum Prob Frequency 15 0.6 0.4 0.2 0.0 0.0 0.2 0.4 0.6 Observed Cum Prob 0.8 1.0

(142) Uji Asumsi Klasik Autokorelasi Variables Entered/Removed(b) Model Variables Entered 1 Variables Removed terlibat(a) Method . Enter a All requested variables entered. b Dependent Variable: sikap Model Summary(b) Model 1 R .255(a) R Square Adjusted R Square .065 Std. Error of the Estimate .056 1.977 DurbinWatson 1.720 a Predictors: (Constant), terlibat b Dependent Variable: sikap Scatterplot Dependent Variable: sikap Regression Studentized Residual 4 2 0 -2 -4 -2 -1 0 1 2 Regression Standardized Predicted Value 3

(143) Tabel Nilai-nilai r Product Moment df 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 df 5% 0.997 0.950 0.878 0.811 0.755 0.707 0.666 0.632 0.602 0.576 0.553 0.532 0.514 0.497 0.482 0.468 0.456 0.444 0.433 0.423 0.413 0.404 0.396 0.388 0.381 0.374 0.367 0.361 0.355 0.349 0.344 0.339 0.334 0.329 0.325 0.320 0.316 0.312 0.308 0.304 5% df 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 df 5% 0.301 0.297 0.294 0.291 0.288 0.285 0.282 0.279 0.276 0.273 0.271 0.268 0.266 0.263 0.261 0.259 0.256 0.254 0.252 0.250 0.248 0.246 0.244 0.242 0.240 0.239 0.237 0.235 0.234 0.232 0.230 0.229 0.227 0.226 0.224 0.223 0.221 0.220 0.219 0.217 5% 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100 101 102 103 104 105 106 107 108 109 110 111 112 113 114 115 116 117 118 119 120 0.216 0.215 0.213 0.212 0.211 0.210 0.208 0.207 0.206 0.205 0.204 0.203 0.202 0.201 0.200 0.199 0.198 0.197 0.196 0.195 0.194 0.193 0.192 0.191 0.190 0.189 0.188 0.187 0.187 0.186 0.185 0.184 0.183 0.182 0.182 0.181 0.180 0.179 0.179 0.178 121 122 123 124 125 126 127 128 129 130 131 132 133 134 135 136 137 138 139 140 141 142 143 144 145 146 147 148 149 150 151 152 153 154 155 156 157 158 159 160 0.177 0.176 0.176 0.175 0.174 0.174 0.173 0.172 0.172 0.171 0.170 0.170 0.169 0.168 0.168 0.167 0.167 0.166 0.165 0.165 0.164 0.164 0.163 0.163 0.162 0.161 0.161 0.160 0.160 0.159 0.159 0.158 0.158 0.157 0.157 0.156 0.156 0.155 0.155 0.154

(144) Responden 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 1 5 5 4 4 5 4 4 4 4 3 3 4 5 5 4 3 4 4 4 5 4 4 5 4 3 4 2 4 3 5 5 5 4 4 4 Diferensiasi Desain Produk 2 3 5 5 5 5 4 3 5 5 5 5 3 4 4 5 5 3 4 5 4 3 3 4 5 2 5 4 5 5 4 3 3 4 3 3 5 4 5 4 5 2 5 5 4 3 4 5 4 5 4 3 4 4 5 5 4 4 3 3 5 4 5 5 5 5 4 4 4 4 5 5 TOTAL 4 5 5 3 5 4 4 5 3 5 5 3 5 4 5 3 3 4 5 5 4 5 5 5 4 5 4 5 5 3 4 5 5 4 4 5 5 5 5 3 5 4 4 3 2 5 3 2 5 4 5 5 4 3 4 3 3 4 4 5 5 4 3 3 4 3 4 5 5 4 4 5 25 25 17 24 23 19 21 17 23 18 15 21 22 25 19 17 17 22 21 19 23 20 24 22 19 19 20 21 15 22 25 25 20 20 24 Responden 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 1 4 3 4 4 3 4 4 3 4 3 3 4 4 4 4 4 4 4 4 5 3 4 4 3 4 3 4 3 3 4 5 3 3 4 4 Sikap Konsumen 2 4 3 3 4 3 3 3 4 3 4 3 4 5 4 4 4 4 4 4 5 4 4 4 4 4 3 4 3 3 5 4 3 3 3 4 TOTAL 3 4 4 3 4 3 4 3 2 3 3 3 4 5 3 4 4 3 3 5 5 3 4 4 4 3 3 3 4 3 4 4 3 3 4 3 4 4 4 4 4 3 4 3 3 3 3 4 4 5 4 4 3 4 3 3 4 3 3 4 3 4 3 4 3 3 4 4 3 3 4 4 16 14 14 16 12 15 13 12 13 13 13 16 19 15 16 15 15 14 16 19 13 15 16 14 15 12 15 13 12 17 17 12 12 15 15

(145) 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 4 4 5 4 4 4 4 4 4 5 4 4 4 4 4 4 5 5 4 5 4 5 4 4 5 4 4 4 4 4 5 5 4 5 4 4 4 4 5 5 4 3 4 5 4 4 5 4 5 4 4 4 4 5 4 4 5 5 4 4 4 5 5 4 4 4 4 5 5 4 5 4 4 4 4 5 5 2 3 3 4 4 4 5 4 5 3 5 3 5 5 4 3 5 5 3 4 4 5 4 5 4 4 4 5 4 3 5 4 4 4 4 5 5 4 3 3 5 5 5 5 5 3 5 4 3 3 5 4 3 5 5 4 4 4 4 4 5 4 4 4 5 5 5 5 4 4 4 4 5 5 3 3 3 3 4 5 5 4 4 5 4 3 3 5 4 5 5 4 4 4 4 5 5 3 3 4 4 5 5 5 5 4 4 4 20 24 25 17 16 17 21 21 22 25 21 21 21 21 17 19 25 21 19 25 23 20 20 20 24 22 21 19 20 20 25 24 21 25 20 20 20 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 3 5 4 3 4 4 5 4 5 4 4 4 4 3 4 5 4 4 3 4 4 4 3 4 5 4 3 4 4 4 4 5 4 4 4 4 4 3 5 3 3 3 3 4 4 5 4 4 4 3 3 3 5 4 4 4 4 5 4 4 4 5 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 3 3 3 3 3 4 5 4 5 4 4 4 3 4 4 4 3 3 4 4 4 4 5 4 4 4 4 4 4 4 5 4 4 4 4 3 4 4 3 2 3 4 4 5 4 5 4 5 4 4 3 4 4 1 3 5 5 4 4 5 4 5 5 4 4 4 4 5 2 4 4 4 12 18 14 12 12 13 16 16 20 16 18 16 16 14 14 17 16 16 11 14 18 17 15 16 20 16 16 16 16 16 16 17 18 14 16 16 16

(146) 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100 5 3 5 4 5 4 5 4 4 3 3 5 4 5 5 3 5 4 4 4 4 5 4 4 5 5 4 3 4 3 5 4 5 4 5 5 4 4 3 5 4 5 4 4 5 5 5 5 5 4 5 4 5 5 5 5 5 5 5 3 5 4 4 4 4 3 3 4 5 3 4 3 4 3 5 4 4 5 4 4 3 4 3 2 4 5 5 3 4 4 5 4 5 5 3 4 3 4 4 3 4 5 5 4 5 5 5 4 5 5 4 3 5 5 5 3 4 4 5 4 4 4 3 5 4 4 4 3 5 4 5 5 4 5 4 4 4 5 5 3 23 21 25 17 23 20 24 21 21 19 15 23 20 21 21 16 23 21 24 22 22 24 22 20 22 24 21 16 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100 4 5 4 4 4 5 3 5 3 4 4 4 5 4 4 4 5 5 5 4 4 4 4 4 2 5 4 4 4 5 5 4 4 4 3 4 2 4 4 4 4 4 3 4 4 5 5 4 5 3 4 4 4 5 4 4 4 2 5 4 4 5 3 5 3 4 4 5 4 4 4 4 4 4 5 3 4 3 4 4 5 4 5 5 4 5 2 4 4 4 3 4 4 3 4 4 3 2 3 4 3 4 5 4 5 3 4 4 4 4 5 5 16 17 16 16 16 18 12 18 12 15 16 17 16 14 14 16 16 18 20 15 18 13 16 16 15 18 18 18

(147) Responden 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 1 3 1 3 3 3 3 2 2 3 2 1 3 4 5 4 3 2 4 3 3 3 3 4 2 3 3 3 2 3 3 3 5 3 2 3 Keinovatifan Konsumen 2 3 4 1 2 1 3 2 3 3 4 3 2 2 4 1 3 2 3 3 2 1 3 1 4 4 4 4 5 4 4 3 4 2 2 1 4 3 3 3 3 2 4 2 3 2 3 2 3 1 3 2 3 2 4 2 3 2 3 3 4 3 5 3 4 4 3 1 4 2 4 2 TOTAL 4 3 2 3 3 3 3 3 1 3 1 3 5 5 4 3 3 1 3 3 1 3 3 2 2 3 3 2 4 3 3 3 5 2 3 3 11 6 11 12 13 10 10 8 12 6 8 16 17 18 14 12 6 14 12 9 12 11 11 8 11 11 11 11 12 13 14 18 9 11 12 Responden 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 1 1 5 3 2 3 3 4 3 5 3 2 4 4 5 4 3 3 5 3 1 4 3 4 3 2 3 2 2 4 3 4 5 2 4 5 Kebutuhan akan Keunikan 2 3 1 2 4 5 2 3 2 3 4 3 4 4 3 4 3 3 5 5 4 3 1 2 4 5 4 4 5 4 4 4 3 4 3 4 4 4 2 3 2 2 3 4 5 4 3 4 2 2 2 2 2 3 2 2 2 3 4 4 3 3 3 4 5 4 3 4 3 4 3 5 TOTAL 4 2 5 3 2 3 3 3 2 4 4 1 4 4 4 4 4 3 5 2 5 5 5 3 1 3 2 2 2 4 2 2 5 4 4 3 6 19 11 9 13 14 14 11 19 14 6 17 16 18 16 14 13 18 10 10 16 17 14 8 9 10 8 9 16 11 13 19 13 15 16 Responden 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35

(148) 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 4 2 4 3 2 2 3 3 4 3 3 3 3 4 2 3 4 4 1 3 5 3 4 5 2 3 2 5 4 4 5 1 3 4 4 4 2 4 5 5 3 3 3 4 4 4 4 3 4 4 4 3 2 4 3 2 5 5 3 4 5 4 3 3 5 4 4 5 2 3 4 4 4 4 4 2 2 2 2 2 3 2 3 3 3 2 2 3 2 2 2 3 2 2 4 2 4 4 4 3 1 5 4 5 4 2 3 2 4 2 2 4 5 4 2 1 1 2 3 3 3 3 3 3 3 2 2 5 3 3 4 5 3 4 5 5 3 3 5 4 4 5 1 3 2 4 4 4 16 14 15 10 8 8 12 12 14 13 12 12 12 14 9 9 15 13 8 14 19 11 16 19 15 12 9 20 16 17 19 6 12 12 16 14 12 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 4 4 5 2 3 2 3 3 4 3 4 2 3 4 3 4 5 4 2 5 5 2 4 4 5 3 3 4 4 4 5 4 5 5 4 4 4 4 4 4 2 1 2 3 2 4 3 3 3 4 3 3 3 5 4 3 4 4 2 4 5 2 3 2 4 4 4 5 2 5 5 4 4 4 4 4 5 3 3 2 4 4 3 4 3 4 3 4 3 4 5 4 3 5 4 2 4 4 4 3 3 4 4 4 5 4 5 5 4 4 4 4 5 4 2 2 2 3 2 3 4 4 3 2 4 3 4 5 4 1 4 4 4 4 4 2 3 5 4 4 4 5 2 3 5 4 4 4 16 17 18 9 9 8 13 11 14 14 14 12 12 15 12 15 20 16 9 18 17 10 16 17 13 12 13 16 16 16 20 12 18 20 16 16 16 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72

(149) 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100 3 2 5 3 3 4 3 4 1 3 3 4 2 2 2 4 3 2 5 3 3 4 3 4 4 3 3 2 4 2 4 3 3 4 3 5 4 4 4 3 3 4 2 4 4 3 5 3 4 5 1 4 4 3 3 3 3 1 5 3 2 5 3 2 1 2 3 2 2 2 2 2 3 1 4 2 3 1 1 4 5 1 1 2 4 3 5 3 3 5 3 5 2 3 3 3 3 2 2 3 2 3 5 3 3 3 1 4 2 3 3 3 14 8 19 12 11 18 12 16 8 12 13 12 10 10 8 13 12 9 19 11 13 13 6 16 15 10 10 10 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100 4 3 5 3 3 4 3 5 2 4 4 4 5 4 3 3 2 3 5 3 4 4 4 4 4 3 3 2 3 1 5 2 3 4 2 5 3 3 4 3 3 4 2 4 4 5 2 3 2 3 4 4 4 4 4 3 4 4 5 3 4 4 3 5 3 3 4 5 5 5 2 3 4 4 5 4 4 3 4 4 5 3 3 3 3 2 5 2 2 4 2 5 1 3 4 4 2 4 2 4 4 5 1 3 3 3 3 4 5 3 3 4 14 10 20 10 12 16 10 20 9 13 16 16 15 17 9 14 14 17 13 13 13 13 15 16 18 13 13 12 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100

(150) Pencarian Variasi 1 2 4 4 3 3 4 3 4 4 3 3 4 3 4 3 3 4 4 3 3 4 3 3 4 4 4 5 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 5 5 3 4 4 4 4 4 3 4 4 4 3 3 4 4 3 3 3 3 4 5 2 3 2 3 3 4 3 4 4 4 TOTAL 3 4 4 3 4 3 4 3 2 3 3 3 4 5 3 4 4 3 3 5 5 3 4 4 4 3 3 3 4 3 4 2 2 3 2 3 12 10 10 12 9 11 10 9 10 10 9 12 14 11 12 12 11 11 13 15 10 12 12 11 11 9 11 10 9 13 7 7 10 9 11 Responden 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 Kepekaan Konsumen Terhadap Pengaruh Orang Lain 1 2 3 4 5 4 1 2 2 3 3 1 1 1 3 4 2 3 2 4 4 3 4 4 4 5 3 3 3 4 5 2 3 2 4 2 1 1 2 1 4 2 3 3 4 5 3 4 3 4 4 2 2 3 3 5 1 3 5 4 2 3 1 1 2 4 4 5 5 5 4 3 1 4 4 4 2 2 3 4 4 2 4 4 4 4 4 3 3 4 5 4 2 4 5 4 5 4 4 3 4 3 2 2 4 4 2 1 4 5 4 1 1 2 3 4 2 3 4 4 4 3 3 5 3 3 2 3 3 4 4 3 4 4 4 4 2 3 4 3 4 3 3 2 4 5 4 4 4 4 4 3 3 3 3 4 4 4 4 4 5 5 5 4 4 3 4 2 2 3 3 1 1 1 2 4 2 1 3 4 TOTAL 6 3 5 2 3 2 3 1 2 3 2 3 1 5 5 3 3 2 4 2 1 4 3 3 3 2 4 3 2 4 3 4 4 4 2 3 15 14 17 22 20 19 8 18 22 16 21 10 28 21 18 21 20 24 22 16 20 14 20 21 17 23 19 18 25 19 24 27 18 10 17 Responden 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35

(151) 3 3 3 3 4 2 3 4 4 1 3 5 3 4 5 2 3 2 5 4 4 5 2 3 4 4 5 3 3 4 4 4 5 4 5 5 4 4 3 4 4 4 3 2 4 3 2 5 5 3 4 5 4 3 3 5 4 4 5 4 3 4 4 2 3 2 4 4 4 5 2 5 5 4 3 3 2 2 3 2 2 2 3 2 2 4 2 4 4 4 3 1 5 4 5 4 2 3 2 4 4 3 3 4 4 4 5 4 5 5 4 10 9 9 9 11 7 7 10 10 5 10 14 8 12 14 10 9 6 15 12 13 14 8 9 10 12 11 9 8 12 12 12 15 10 15 15 12 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 3 1 4 4 5 2 4 4 4 4 4 4 4 3 4 3 2 3 4 5 5 5 5 2 4 4 4 4 4 5 5 4 3 4 4 4 4 3 1 3 3 1 2 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 1 2 2 2 4 2 4 4 4 3 3 4 3 5 2 1 4 2 4 3 2 4 1 3 3 1 1 3 5 3 2 3 2 4 4 4 3 1 4 2 2 5 2 4 3 4 4 3 4 2 5 5 3 3 2 4 4 2 4 1 3 4 3 3 3 3 3 3 3 4 3 5 2 3 2 3 5 4 4 2 4 4 4 4 2 4 4 4 5 4 5 3 4 4 4 4 5 4 3 3 1 4 4 3 3 3 4 3 2 4 4 2 2 4 4 5 4 4 4 4 3 4 4 3 5 5 5 3 4 4 2 4 4 1 3 4 4 1 3 3 3 2 4 2 4 4 3 3 1 4 4 3 5 2 4 2 4 4 2 4 4 4 5 3 4 4 4 2 2 22 10 20 21 17 10 20 22 19 17 20 18 21 21 20 19 9 18 21 20 28 17 25 19 24 22 18 24 20 28 27 20 22 19 24 19 18 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72

(152) 4 4 4 3 5 3 3 4 3 5 2 4 4 4 5 4 3 3 2 3 1 5 3 2 3 3 4 3 4 4 3 1 5 2 3 4 2 5 3 3 4 3 3 4 2 4 4 5 1 4 2 2 4 4 3 3 4 4 4 4 5 3 4 4 3 5 3 3 4 5 5 5 2 3 4 4 2 5 3 3 3 4 4 3 12 12 11 8 15 8 10 12 8 15 8 10 12 12 13 13 7 10 10 12 4 14 8 7 10 11 11 9 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100 4 4 5 4 4 5 2 5 3 5 4 4 4 2 3 4 4 5 4 4 4 4 5 4 2 4 4 4 3 5 2 2 2 4 5 2 1 4 4 3 5 1 2 3 2 1 5 1 3 3 3 4 3 3 2 3 4 4 2 3 2 4 4 4 1 3 4 4 3 1 3 3 2 1 3 2 4 3 3 4 1 2 3 4 3 3 5 3 2 5 4 4 2 4 4 3 3 2 2 4 2 3 5 1 3 3 5 4 1 3 4 4 4 4 5 4 3 4 4 5 1 3 4 4 4 2 3 4 3 5 4 1 3 4 5 4 2 3 5 4 1 3 5 4 4 4 3 4 2 2 4 3 5 1 4 3 3 3 3 1 3 2 3 4 1 2 3 3 19 23 24 20 17 26 22 24 10 21 24 21 24 9 17 21 16 18 24 10 20 19 24 24 10 17 21 22 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100

(153) Tingkat Keterlibatan Konsumen 1 2 3 2 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 2 3 2 3 3 3 3 3 4 3 3 4 3 3 3 3 3 4 3 3 4 4 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 3 2 3 3 3 3 3 3 2 2 3 3 3 3 2 3 3 4 3 3 3 3 3 3 3 2 2 3 3 3 3 3 TOTAL 4 3 3 3 3 3 3 3 3 4 3 3 3 4 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 1 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 11 11 12 12 12 10 11 12 14 13 12 13 16 12 12 12 12 12 11 14 12 12 12 12 10 12 12 10 12 11 13 12 10 11 12 TOTAL SKOR 96 99 92 107 102 98 87 87 113 90 84 105 132 120 107 103 94 115 105 102 106 101 109 96 92 96 96 92 101 106 113 120 92 91 107

(154) 3 3 4 3 3 3 4 3 3 3 3 4 3 3 3 3 1 2 3 3 3 3 4 3 3 3 4 3 3 3 4 3 4 4 3 3 3 3 4 2 3 3 3 3 3 3 3 4 3 3 3 3 3 3 2 3 3 2 5 4 3 3 3 4 3 3 3 3 4 3 3 4 3 2 3 4 3 2 3 3 4 3 3 3 4 3 2 3 3 2 3 3 3 4 3 3 4 3 3 3 3 3 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 4 3 3 3 3 3 3 3 4 3 3 3 4 3 3 3 3 3 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 3 3 12 14 13 12 12 12 14 12 12 12 14 14 11 12 12 12 10 10 12 13 11 14 16 12 12 12 14 12 12 13 13 13 13 13 14 12 11 108 106 114 90 85 75 103 104 111 102 109 107 101 109 98 101 104 100 95 116 129 103 116 112 118 108 102 116 108 122 132 104 119 113 121 112 105

(155) 3 3 3 3 3 3 2 4 2 3 3 3 3 3 4 4 3 3 3 3 3 4 3 4 3 3 3 4 3 3 3 4 3 3 3 4 2 3 3 3 3 3 4 3 2 3 3 3 3 4 3 3 3 3 4 4 3 3 3 5 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 4 3 4 3 3 3 4 4 3 4 4 3 4 4 3 3 3 3 3 3 3 4 3 4 3 3 3 3 4 3 3 3 3 3 4 4 3 4 4 3 4 4 12 12 12 15 12 12 11 15 10 13 12 12 11 12 16 13 12 12 12 12 14 16 12 15 14 12 15 16 110 103 127 98 106 118 101 126 78 108 104 111 108 95 98 106 100 105 122 95 104 112 103 114 104 105 109 103

(156)

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

Analisis keterlibatan konsumen terhadap produk deterjen berdasarkan faktor pembeli studi kasus pada mahasiswa S1 IPB Dramaga, Bogor
3
27
87
Persepsi konsumen terhadap produk Bakpia menurut tingkat pendidikan, tingkat penghasilan, dan profesi : studi kasus Perusahaan Bakpia 75 Yogyakarta - USD Repository
0
0
165
Pengaruh kualitas jasa dan kepuasan konsumen terhadap loyalitas konsumen : studi kasus pada perusahaan Priority Cargo Package di Yogyakarta - USD Repository
0
0
113
Pengaruh kualitas jasa dan kepuasan konsumen terhadap loyalitas konsumen : studi kasus pada perusahaan Priority Cargo Package di Yogyakarta - USD Repository
0
0
113
Pengaruh karakteristik konsumen terhadap pembelian produk imitasi : studi kasus terhadap mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Sanata Dharma - USD Repository
0
0
123
Pengaruh kepuasan terhadap loyalitas konsumen : studi kasus pada konsumen Mitra Elegance Celular - USD Repository
0
0
100
Pengaruh kepuasan terhadap loyalitas konsumen : studi kasus pada konsumen Mitra Elegance Celular - USD Repository
0
0
100
Analisis sikap konsumen terhadap harga, kualitas dan design, produk Suzuki Smash ditinjau dari tingkat penghasilan : studi kasus pada konsumen Suzuki Medan Jaya Bantul - USD Repository
0
0
145
Pengaruh positioning, diferensiasi dan merek terhadap konsumen : studi kasus Mobile Phone Nokia pada Jogjatronik Yogyakarta - USD Repository
0
0
141
Analisis hubungan antara kepuasan konsumen dengan loyalitas konsumen terhadap produk : studi kasus pada Zianturi Guitar Equipment, Yogyakarta - USD Repository
0
0
142
Pengaruh lokasi, pelayanan, dan tingkat harga terhadap loyalitas konsumen : studi kasus pada konsumen Taman Griya Belanja Jl. Colombo No. 26 Samirono, Yogyakarta - USD Repository
0
0
175
Analisis hubungan antara tingkat experience konsumen dengan tingkat loyalitas konsumen : studi kasus Larissa Skin Care and Hair Treatment Yogyakarta - USD Repository
0
0
166
Pengaruh persepsi konsumen pada iklan TV terhadap minat beli konsumen : studi kasus pada iklan produk sabun mandi Lifebuoy dan iklan produk handphone Nokia - USD Repository
0
0
115
Pengaruh persepsi konsumen pada iklan TV terhadap minat beli konsumen : studi kasus pada iklan produk sabun mandi Lifebuoy dan iklan produk handphone Nokia - USD Repository
0
0
115
Pengaruh keragaman produk, lokasi, harga, promosi, tempat nongkrong terhadap kepuasan konsumen : studi kasus pada konsumen Indomaret di Jalan Demangan Baru, Yogyakarta - USD Repository
0
0
150
Show more