Pengaruh kompensasi dan sikap kerja terhadap produktivitas karyawan : studi kasus pada karyawan bagian produksi PT. Deltomed Laboratories Wonogiri tahun ajaran 2009/2010 - USD Repository

Gratis

0
0
140
10 months ago
Preview
Full text

  

PENGARUH KOMPENSASI DAN SIKAP KERJA TERHADAP

PRODUKTIVITAS KARYAWAN

  Studi Kasus pada Karyawan Bagian Produksi PT. Deltomed Laboratories Wonogiri

  

SKRIPSI

Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar

Sarjana Ekonomi Program Studi Manajemen

  

Universitas Sanata Dharma

Oleh :

Oey Ananda Ayu Tresnawati

  

NIM : 052214035

PROGRAM STUDI MANAJEMEN

JURUSAN MANAJEMEN

FAKULTAS EKONOMI

UNIVERSITAS SANATA DHARMA

HALAMAN MOTTO

  

“Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya”

(Pengkotbah 3: II)

Kau mungkin saja kecewa jika percobaanmu gagal, tetapi kau pasti tidak berhasil

jika tidak mencoba

  

(Beverly Sills)

Kita bisa bukan karena kita pandai, namun kita bisa karena kita terbiasa

melakukan suatu pekerjaan.

(Komang Leo Triadana Arizona)

HALAMAN PERSEMBAHAN

  Dengan segala kerendahan hati kupersembahkan skripsi ini kepada:

  Allah Bapa, Bunda, Putra dan Roh Kudus

Papiku “Laurentius Suryanto W”, Mamiku “Bernadatte Benawati W”, Tanteku

“Immaculatta W”, dan kakakku “Yoseph Teguh Adityaputra W., S.Kom”, “Yohanes

Santoso Dwipriyanto W”

  Genduutku “Fransiskus Kristi Wahyu DS”

Almamaterku tercinta yang telah memberi kesempatan bagiku untuk berkembang dan

berkarya.

KATA PENGANTAR

  Puji syukur dan terima kasih penulis sampaikan kepada Allah Bapa atas berkat dan karuniaNya, sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi dengan judul “Pengaruh Kompensasi dan Sikap Kerja Terhadap Produktivitas Karyawan” Studi kasus pada karyawan bagian produksi PT. Deltomed Laboratories Wonogiri. Skripsi ini ditulis dalam rangka memenuhi salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Ekonomi pada Program Studi Manajemen Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.

  Penulisan skripsi ini dapat selesai dengan baik berkat bantuan berbagai pihak. Untuk itu penulis ingi mengucapkan terima kasih kepada:

  1. Bapak Drs. Y. P. Supardiyono M.Si., Akt., Q.I.A., selaku Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Sanata Dharma.

  2. Bapak V. Mardi Widyadmono S.E., M.B.A., selaku Ketua Program Studi Manajemen Universitas Sanata Dharma.

  3. Bapak Drs. T. Handono Eko Prabowo M.B.A.,Ph.D, selaku Dosen Pembimbing I yang telah mengarahkan, membimbing dan memberi masukan bagi penulis.

  4. Bapak Drs. V. Supriyanto.,S.U ,selaku Dosen Pembimbing II yang telah mengarahkan, membimbing dan memberi masukan bagi penulis sehingga skripsi ini menjadi lebih baik.

  5. Bapak Drs. A. Triwanggono M.S. ,selaku Dosen Penguji yang telah mengarahkan, dan memberi masukan bagi penulis sehingga skripsi ini menjadi lebih baik.

  6. Seluruh Staf Sekertariat Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi, terimakasih atas bantuan dan pelayanan yang telah diberikan.

  7. Bapak Eko Purwanto, selaku Kepala Bagian Personalia beserta staf karyawan PT. Deltomed Laboratories Wonogiri atas bantuannya, terutama atas kesempatan yang diberikan kepada penulis untuk mengadakan penelitian dalam penyusunan skripsi ini.

  8. Papiku “Laurentius S” dan Mamiku “ Bernadette B” tercinta yang tidak pernah lelah memberikan semangat, doa, dukungan serta cinta dan kasih sayang yang tak terhingga dalam hidup penulis.

  9. Kakakku terkasih “Ko_Yosep dan Ko_Yohan” terimakasih buat semua bantuan, dukungan, cinta kasih dan doanya.

  10. Tanteku tercinta “ Ibu Imma” terima kasih atas doa dan dukungan morilnya buat penulis selama penulis kuliah.

  11. Keluarga Cie Vien terkasih, terima kasih atas bantuan teknis selama penulis penelitian di Wonogiri.

  12. Genduutku tersayang “ F.K Wahyu DS” terima kasih atas semua cinta, kasih sayang, dukungan, tawa canda dan tangis selama ini sehingga hidup penulis lebih berwarna dan bermakna.., Luve you SoMuch ^_^

  13. Keluarga besar penulis yang ada di Cirebon, Bekasi, Jakarta dan Wonogiri, terima kasih sudah mengingatkan penulis agar cepat selesai kuliah dan mendukung penulis selama menyusun skripsi.

  14. Keluarga besar “Duwet, Sendangadi Mlati Sleman Yogyakarta”, terima kasih sudah melibatkan penulis dalam acara keluarga kalian…. Tuhan Berkati semuanya ^_^

  15. Sahabatku tercinta., Ana_kecil, ani_kecil, Windi_kecil, “MbokDe”, “PakDe Agus”, “Cummi”, ”Gurita”, terima kasih banyak atas kebersamaan, tawa canda, susah, senang,

  touring, walking-walking, gentayangannya serta semangat yang sudah kalian beri selama

  penulis kuliah. …Youre my Best Frends. ^_^d

  16. Teman-teman panitia BEM FE, UKM-K, dan Insadha 2007, terima kasih banyak atas kebersamaannya yang sudah diberikan selama penulis aktif dalam kepanitian ini.

  17. Teman-teman KKP Agustus 2009., Noel, Ivon, Wibi, Jami_chan, Lien Chia Ping “Garbe”, Puput, Rina, Jalu, Chandra, dkk, terima kasih sudah memberikan semangat pada penulis….Keep Yours spirit, Guys!!!

  18. Teman-teman seperjuangan MPT dan Skripsi.., Windi besar dan kecil, Anton, Dian, Agus, Ria, Nita, Kocek, dkk, terima kasih sudah memberikan saran, masukan dan menemani penulis waktu bimbingan skripsi ^_^

  19. Teman kost 15c dan depan apartemen merah. Rika, Mardi, Hesti, Icuk, Renyuk, Odes, Mbak Ien, Dita, Mbak Gub, Ririn, Momon, Tina, Okti, Litong, Mbak Dewi, Yohana, terima kasih buat hari-hari yang indah bersama kalian.

  20. Semua pihak yang telah membantu penulis dalam penulisan skripsi ini yang tidak dapat disebutkan satu per satu.

  DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ...................................................................................... i

HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING ........................................... ii

HALAMAN PENGESAHAN ........................................................................

  iii

  

HALAMAN MOTTO .... ................................................................................. iv

HALAMAN PERSEMBAHAN ...................................................................... v

HALAMAN PERNYATAAN KEASLIAN KARYA TULIS ....................... vi

HALAMAN PERNYATAAN PUBLIKASI .................................................. vii

HALAMAN KATA PENGANTAR .............................................................. viii

HALAMAN DAFTAR ISI ............................................................................ xii

HALAMAN DAFTAR TABEL ..................................................................... xv

HALAMAN DAFTAR GAMBAR ................................................................ xvi

HALAMAN DAFTAR LAMPIRAN ............................................................. xvii

HALAMAN ABSTRAK ................................................................................ xviii

HALAMAN ABSTRACT ............................................................................... xix

BAB I PENDAHULUAN ...............................................................................

  1 A. Latar Belakang ................................................................................

  1 B. Rumusan Masalah .......................................................................... .

  4 C. Pembatasan Masalah.........................................................................

  4 D. Tujuan Penelitian .......................................................................... ..

  5 E. Manfaat Penelitian ..........................................................................

  6 F. Sistematika Penulisan .....................................................................

  6 BAB II KAJIAN PUSTAKA ..........................................................................

  8 A. Landasan Teori ........................................................... ....................

  8 1. Pengertian Manajemen ..............................................................

  8 2. Pengertian Manajemen Sumberdaya Manusia ...........................

  9

  5. Sikap .........................................................................................

  19 6. Produktivitas .............................................................................

  22 B. Kerangka Konseptual Penelitian ......................................................

  29 C. Hipotesis .........................................................................................

  30 BAB III METODE PENELITIAN ...............................................................

  31 A. Jenis Penelitian ................................................................................

  31 B. Subyek dan Obyek Penelitian ..........................................................

  31 C. Waktu dan Lokasi Penelitian ...........................................................

  31 D. Variabel Penelitian ..........................................................................

  32 1. Variabel-variabel penelitian .......................................................

  32 2. Definisi Operasional...................................................................

  32 3. Skala Pengukuran.......................................................................

  33 E. Populasi dan Sampel .......................................................................

  34 F. Teknik Pengambilan Sampel............................................................

  34 G. Sumber Data............................................................. .......................

  36 H. Teknik Pengumpulan Data...............................................................

  36 I. Teknik Pengujian Instrument ...........................................................

  47 1. Uji validitas ...............................................................................

  37 2. Uji reliabilitas ............................................................................

  38 J. Teknik Analisis Data .......................................................................

  39 1. Uji Asumsi Klasik........................................................... ...........

  39 2. Analisis Regresi Linear Sederhana ............................................

  43 3. Analisis Regresi Linear Berganda..............................................

  44 4. Uji t............................................................................................

  45 5. Uji F ..........................................................................................

  46 BAB IV GAMBARAN UMUM SUBYEK PENELITIAN ............................

  49 A. Sejarah Perusahaan ..........................................................................

  49 1. Sejarah Berdirinya PT. Deltomed Laboratories Wonogiri .........

  49

  1. Tugas Departemen PT. Deltomed Laboratories Wonogiri..........

  51 C. Personalia ........................................................................................

  52 1. Jam Kerja Karyawan .................................................................

  53 2. Jaminan Sosial Karyawan............................................................

  53 3. Jumlah Karyawan Tetap..............................................................

  53 4. Jumlah Karyawan Bagian Produksi.............................................

  54 D. Pemasaran Produk ...........................................................................

  54 E. Proses Produksi.................................................................................

  55 1. Mesin Produksi ..........................................................................

  55 2. Bahan Baku Produksi..................................................................

  56

  3. Proses Produksi Produk Dalam Bentuk Tablet dan Kapsul.......... 58 4. Proses Produksi Produk Dalam Bentuk Pil.................................

  61 BAB V ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN ........................................

  66 A. Teknik Pengujian Instrument ..........................................................

  66 1. Uji validitas ...............................................................................

  66 2. Uji reliabilitas ............................................................................

  68 B. Analisis Deskriptif...........................................................................

  68 C. Analisis Data ...................................................................................

  73 1. Uji Asumsi Klasik .....................................................................

  73 2. Analisis Regresi Linear Sederhana. ...........................................

  76 3. Analisis Regresi Linear Berganda...............................................

  77 4. Uji t............................................................................................

  78 5. Uji F............................................................................................

  78 D. Pembahasan .....................................................................................

  79 BAB VI KESIMPULAN SARAN DAN KETERBATASAN .......................

  83 A. Kesimpulan .....................................................................................

  83 B. Saran ..............................................................................................

  83 C. Keterbatasan ....................................................................................

  85 DAFTAR PUSTAKA

  DAFTAR TABEL Tabel II.1 Ringkasan Penelitian Sebelumnya .....................................................

  26 Tabel V.1 Uji Validitas ........................................................................................

  67 Tabel V.2 Uji Reliabilitas ....................................................................................

  68 Tabel V.3 Hasil Perhitungan Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin ......................................................................................

  69 Tabel V.4 Hasil Perhitungan Karakteristik Responden Berdasarkan Usia ..........

  69 Tabel V.5 Hasil Perhitungan Karakteristik Responden Berdasarkan Status .......

  70 Tabel V.6 Hasil Perhitungan Karakteristik Responden Berdasarkan Bagian…… 70 Tabel V. 7 Hasil Perhitungan Karakteristik Responden Berdasarkan Pendidikan Terakhir ..........................................................................

  71 Tabel V.8 Hasil Perhitungan Karakteristik Responden Berdasarkan Masa Kerja ..........................................................................................

  72 Tabel V.9 Hasil Perhitungan Karakteristik Responden Berdasarkan pendapatan ..........................................................................................

  72 Tabel V.10 Hasil Uji Asumsi Klasik Multikolinieritas ........................................

  73 Tabel V.11 Hasil Uji Asumsi Klasik Autokorelasi ...............................................

  75 Tabel V.12 Hasil Analisis Regresi Linear Sederhana Hipotesis 1 ........................

  76 Tabel V.13 Hasil Analisis Regresi Linear Sederhana Hipotesis 2………………

  76 Tabel V.14 Hasil Analisis Regresi Linear Berganda…………………………….

  77 Tabel V.15 Hasil Uji t……………………………………………………………

  78 Tabel V.16 Hasil Uji F…………………………………………………………… 78

  DAFTAR GAMBAR Gambar 2.1 Gambar Komponen Sikap ................................................................

  20 Gambar 2.2 Proses Transformasi Produktivitas………………………………....

  23 Gamabr 2.3 Kerangka Konseptual Penelitian……………………………………

  29 Gambar 4.1 Skema Pembuatan Produk Dalam Bentuk Tablet dan Kapsul ..........

  56 Gambar 5.1 Hasil Uji Asumsi Klasik Heteroskedastisitas………………………

  74 Gambar 5.2 Hasil Uji Normalitas Probability Plots…………………………….

  75

  DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1 Struktur Organisasi dan Surat Keterangan Selesai Penelitian ...........

  86 Lampiran 2 Kuesioner Penelitian .........................................................................

  87 Lampiran 3 Identitas dan Tabulasi Responden .....................................................

  88 Lampiran 4 Output Validitas dan Reabilitas .........................................................

  89 Lampiran 5 Output Regresi Sederhana dan Berganda ..........................................

  90 Lampiran 6 Output Uji Asumsi Klasik .................................................................

  91 Lampiran 7 Tabel F, Tabel r, dan Tabel t ………………………………………

  92

  

ABSTRAK

PENGARUH KOMPENSASI DAN SIKAP KERJA TERHADAP PRODUKTIVITAS

KARYAWAN

Studi Kasus pada Karyawan Bagian Produksi PT. Deltomed Laboratories Wonogiri

Oey Ananda Ayu Tresnawati Witono

  

Universitas Sanata Dharma

Yogyakarta

2010

  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kompensasi dan sikap kerja terhadap produktivitas karyawan bagian produksi PT. Deltomed Laboratories Wonogiri. Jenis penelitian ini adalah penelitian studi kasus. Dalam penelitian ini, jumlah sampel sebanyak 88 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan probability sampling (random sampling) dengan teknik proportional stratified random sampling.. Data primer diperoleh melalui kuesioner, sedangkan data sekunder diperoleh melalui dokumen perusahaan. Teknik analisis data dilakukan dengan menggunakan analisis regresi sederhana dan berganda. Hasil analisis data menunjukkan bahwa ada pengaruh yang positif dan signifikan antara kompensasi dan sikap kerja terhadap produktivitas karyawan pada PT. Deltomed Laboratories Wonogiri.

  ABSTRACT THE INFLUENCE OF COMPENSATION AND WORK ATTITUDE ON

PRODUCTIVITY OF THE EMPLOYYESS

A study case on the production division employees of PT. Deltomed Laboratories

  

Wonogiri

Oey Ananda Ayu Tresnawati Sanata Dharma University Yogyakarta 2010

  This study aims to examine the effect of compensation and work attitude and work attitude on employee productivity of PT. Deltomed Laboratories Wonogiri. This research is a case study research. The total samples were 88 respondents. The sampling technique was a propotional stratified random sampling technique. Primary data were colleted by questionnaire, while secondary data were obtained through company documents. Data analysis techniques used were simple and multiple regression analysis. Result of data analysis show that there is a positivie and significant influence of compensation and work attitude on productivity of employees of PT. Deltomed Laboaratories Wonogiri.

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Dewasa ini perkembangan dan kemajuan ilmu pengetahuan dan

  teknologi yang pesat mendorong munculnya banyak perusahaan, baik yang bergerak dalam bidang jasa maupun dalam bidang manufaktur. Kesuksesan perusahaan tergantung dari sejauh mana perusahaan tersebut dapat memanfaatkan sumber daya yang ada (Nugroho : 2002 : 70). Pengalaman banyak perusahaan mulai dari perusahaan multinasional yang berskala besar sampai perusahaan domestik yang berskala kecil, mengakui bahwa sumber daya manusia sangat menentukan keberhasilan dan kemajuan perusahaan mereka. Semakin kompleks jenis perusahaannya, maka semakin besar pula perusahaan membutuhkan sumber daya manusia, baik dalam segi kuantitas maupun dalam segi kualitas (Sastrohadiwiryo : 2005 : 198).

  Sumber daya yang dimiliki oleh perusahaan terdiri dari sumber daya modal, sumber daya fisik, sumber daya teknologi, dan sumber daya manusia.

  Dari beberapa sumber daya yang dimiliki perusahaan, sumber daya manusia mempunyai peranan penting. Karena keberhasilan suatu perusahaan sangat ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia yang dimilikinya. Sumber daya meningkat dan tingkat penghasilan karyawan pun meningkat. Salah satu ukuran kualitas tenaga kerja dapat dilihat dari sudut produktivitasnya, semakin tinggi produktivitasnya, maka kualitas tenaga kerjanya semakin baik (Nugroho : 2002 : 73).

  Menurut Mathis dan Jackson (dalam Burhanudin 2006 : 79). Mengatakan cara untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang dimiliki perusahaan yaitu dengan cara meningkatkan produktivitas karyawan.

  Cara untuk meningkatkan produktivitas karyawan yaitu perusahaan dapat memberikan imbalan yang layak dan adil pada karyawan. Imbalan ini berupa kompensasi yang bertujuan agar karyawan lebih bersemangat dalam bekerja, hingga akhirnya produktivitas karyawan dapat meningkat. Dalam hal ini kompensasi dikategorikan dalam dua golongan besar, yaitu : Kompensasi langsung yang terdiri dari gaji pokok dan gaji variabel. Gaji pokok terdiri dari gaji dan upah. Sedangkan gaji variabel terdiri dari insentif individu, insentif kelompok dan insentif organisasi. Dan kompensasi tidak langsung terdiri dari tunjangan hari raya, tunjangan pensiun, tunjangan kesehatan, dan fasilitas- fasilitas pelayanan yang diberikan perusahaan.

  Pemberian kompensasi dalam suatu perusahaan merupakan hal yang penting dalam meningkatkan produktivitas karyawan. Hal ini dikarenakan kompensasi merupakan bentuk penghargaan yang diberikan perusahaan atas kompensasi adalah untuk mempertahankan karyawan yang sudah ada untuk tidak pindah kerja ke perusahaan lain.

  Sedangkan menurut Djanegara dan Nuruzzaman (dalam jurnal Ilmiah Kesatuan : 2006 : 1) mengatakan bahwa kecelakaan kerja mempunyai pengaruh yang negatif terhadap produktivitas kerja karyawan, dengan perhitungan korelasi menunjukkan r = - 0,96 atau 96% dan jika di cocokkan ke dalam tabel nilai korelasi terserbut sangat kuat, sehingga perusahaan perlu menciptakan program keselamatan kerja, karena dengan adanya program keselamatan kerja maka angka kecelakaan kerja dapat ditekan dan hasil produksi dapat meningkat. Dengan meningkatnya hasil produksi menunjukkan produktivitas karyawan yang semakin tinggi atau meningkat.

  Berdasarkan teori diatas dapat disimpulkan bahwa dalam meningkatkan produktivitas karyawan perusahaan perlu memperhatikan kompensasi yang diterima karyawan maupun keselamatan kerja karyawan dalam bekerja. Perbedaan penelitian ini dengan penelitian sebelumnya yaitu lebih menekankan penelitian pada pengaruh kompensasi serta sikap kerja karyawan terhadap produktivitas karyawan

  Berdasarkan uraian di atas, maka penulis ingin mengetahui apakah ada pengaruh antara kompensasi dan sikap kerja terhadap produktivitas

  ”PENGARUH KOMPENSASI DAN SIKAP KERJA TERHADAP PRODUKTIVITAS KARYAWAN Studi Kasus Karyawan Bagian Produksi PT. Deltomed Laboratories Wonogiri “ B. Rumusan Masalah.

  Sebagaimana yang telah diuraikan di atas maka permasalahan yang dapat diindentifikasi berkaitan dengan penelitian yaitu :

  1. Apakah ada pengaruh kompensasi terhadap produktivitas karyawan ?

  2. Apakah ada pengaruh sikap kerja terhadap produktivitas karyawan?

  3. Apakah ada pengaruh antara kompensasi dan sikap kerja terhadap produktivitas karyawan ?

C. Batasan Masalah.

  Dalam penelitian ini, penulis hanya membatasi masalah yang berkaitan dengan topik yaitu :

  1. Dalam penelitian ini yang diteliti oleh penulis yaitu bentuk kompensasi langsung dan kompensasi tidak langsung yang berupa gaji, tunjangan

  2. Dalam penelitian ini yang diteliti penulis yaitu sikap kerja karyawan yang berupa penilaian evaluasi karyawan terhadap suatu benda, orang, dan perasaan tertentu yang dirasakan oleh karyawan bagian produksi PT. Deltomed Laboratories Wonogiri

  3. Dalam penelitian ini yang diteliti penulis produktivitas karyawan yang berupa input dan output suatu proses produksi dalam periode tertentu.

  Input terdiri dari tenaga kerja. Sedangkan ouput terdiri dari produk yang

  dihasilkan oleh karyawan bagian produksi PT. Deltomed Laboratories Wonogiri.

D. Tujuan Penelitian

  Dalam penelitian ini penulis merumuskan beberapa tujuan penelitian adalah sebagai berikut :

  1. Untuk mengetahui pengaruh positif antara kompensasi terhadap produktivitas karyawan.

  2. Untuk mengetahui pengaruh positif antara sikap kerja terhadap produktivitas karyawan.

  3. Untuk mengetahui pengaruh positif antara kompensasi dan sikap kerja terhadap produktivitas karyawan.

E. Manfaat Penelitian

  Penelitian ini diharapkan dapat berguna bagi pihak-pihak seperti : 1. Bagi Perusahaan.

  Hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi perusahaan sebagai bahan evaluasi atas pemberian kompensasi dan penentuan sikap kerja yang baik pada karyawan selama bekerja

  2. Bagi Universitas Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi pihak-pihak yang ada dalam Universitas Sanata Dharma

  3. Bagi Penulis Penelitian ini merupakan kesempatan bagi penulis untuk menerapkan disiplin ilmu yang didapatkan selama kuliah di Universitas Sanata Dharma

   Sistematika Penelitian F.

Bab I : Pendahuluan Bab ini mengemukakan tentang : latar belakang, rumusan

  Bab II : Kajian Pustaka Bab ini mengemukakan secara terperinci studi pustaka yang berisi teori-teori yang mendukung penelitian yang dilakukan. Bab III : Metodologi Penelitian Bab ini meliputi jenis penelitian, subjek dan objek penelitian,

  lokasi dan waktu penelitian, variabel penelitian, teknik pengumpulan data, populasi dan sampel, teknik pengambilan sampel, teknik pengujian instrument dan teknik analisis data.

  BAB IV: Gambaran Umum Subyek Penelitian Berisi tentang sejarah perusahaan, struktur organisasi,

  personalia, dan proses produksi

  BAB V: Analisis Data dan Pembahasan Berisi tentang gambaran umum penelitian, uji instrument penelitian, data karakteristik responden, dan pembahasan. BAB VI: Kesimpulan, Saran, dan Keterbatasan Meliputi kesimpulan yang diambil dari penelitian dan saran-

  saran kepada pihak perushaan yang disertai pernyataan penulis

BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Landasan Teori

1. Pengertian Manajemen

  Beberapa pengertian Manajemen menurut beberapa ahli : Menurut Siswanto (2005 : 7 dan 14). Manajemen adalah ilmu dan seni untuk melakukan tindakan guna mencapai tujuan. Seni dan ilmu di sini diartikan sebagai proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, pemotivasian, dan pengendalian terhadap orang dan mekanisme kerja untuk mencapai tujuan.

  Menurut Handoko (1997 : 11). Manajemen adalah suatu bidang ilmu pengetahuan (science) yang berusaha secara sistematis untuk memahami mengapa dan bagaimana manusia bekerja bersama untuk mencapai tujuan dan membuat sistem kerjasama ini lebih bermanfaat bagi kemanusiaan

  Sedangkan menurut Simamora (1996 : 6). Manajemen adalah suatu proses bekerja dengan dan melalui orang lain secara efisien dan efektif untuk mencapai tujuan organisasi dengan menggunakan sumber melalui proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, pemotivasian, dan pengendalian sehingga tujuan perusahaan dapat tercapai.

2. Pengertian Manajemen Sumber Daya Manusia.

  Beberapa pengertian manajemen sumber daya manusia menurut beberapa ahli adalah sebagai berikut : Menurut Hariandja ( 2007 : 2). Manajemen sumber daya manusia adalah proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengawasan kegiatan-kegiatan pengadaan, pengembangan, pemberian kompensasi, pengintegrasian, pemeliharaan, dan pelepasan sumber daya manusia agar tercapai tujuan organisasi dan masyarakat. Menurut Sofyandi (2008 : 5 ). Manajemen sumber daya manusia yaitu sebagai suatu strategi dalam menerapkan fungsi-fungsi manajemen yaitu : planning, organizing,

  

leading, dan controlling , dalam setiap aktivitas SDM, mulai dari proses

  penarikan, seleksi, pelatihan dan pengembangan, promosi, pemberian kompensasi, hingga pemutusan hubungan kerja yang ditujukan bagi peningkatan kontribusi produktif dari SDM organisasi terhadap pencapaian tujuan organisasi secara lebih efektif dan efisien.

  Menurut Simomora (1997 : 3). Manajemen sumber daya manusia adalah pendayagunaan, pengembangan, penilaian, pemberian balas jasa, pengelolaan individu anggota organisasi atau kelompok kerja.

  Dari beberapa pengertian diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa hingga pemutusan hubungan kerja melalui orang lain secara bersama- sama untuk mencapai tujuan perusahaan secara efektif dan efesien.

  Menurut Ulrich (dalam Surwani, 2003 : 117). mengatakan bahwa sumber daya manusia saat ini dapat membawa organisasi pada keunggulan bersaing dengan 4 cara yaitu :

  1. Sumber daya manusia dapat menjadi patner manajer senior dan lini dalam pelaksanaan strategi.

  2. Sumber daya manusia dapat menjadi seorang ahli dalam menentukan cara kerja yang terorganisasi dan teralisir.

  3. Sumber daya manusia dapat menjadi pelopor bagi pekerja.

  4. Sumber daya manusia dapat menjadi agen perubahan dari transformasi secara terus menerus.

3. Kompensasi

  Menurut Handoko (1997 : 155). Kompensasi adalah segala sesuatu yang diterima oleh para karyawan sebagai balas jasa untuk kerja mereka.

  Menurut Simamora (2004 : 442). Kompensasi merupakan apa yang diterima oleh para karyawan sebagai ganti kontribusi mereka kepada organisasi. perusahaan akan memperoleh imbalan dalam bentuk prestasi kerja yang diberikan oleh karyawannya.

  Menurut Sofyandi (2008 : 159-160), Kompensasi dibedakan menjadi dua golongan besar, yaitu :

  1. Kompensasi Langsung (Direct Compensation) Adalah suatu balas jasa yang diberikan perusahaan kepada karyawan karena telah memberikan prestasinya demi kepentingan perusahaan.

  Kompensasi ini diberikan karena berkaitan secara langsung dengan pekerjaan yang dilakukan oleh karyawan tersebut. Misal : gaji, insentif atau bonus, dan tunjangan jabatan.

  2. Kompensasi Tidak Langsung (Indirect Compensation) Adalah pemberian kompensasi kepada karyawan sebagai tambahan yang didasarkan kepada kebijakan pimpinan dalam rangka upaya meningkatkan kesejahteraan karyawan. Misal : tunjangan hari raya, tunjangan pensiun, tunjangan kesehatan, dan fasilitas-fasilitas pelayanan yang diberikan perusahaan.

  Faktor-faktor yang mempengaruhi besarnya kompensasi : 1. Adanya permintaan dan penawaran tenaga kerja.

  4. Produktivitas kerja atau prestasi kerja karyawan.

  5. Biaya hidup atau cost of living.

  6. Posisi atau jabatan karyawan.

  7. Tingkat pendidikan adan pengalaman kerja.

  8. Sektor pemerintah.

  Menurut Sudarsono (1994: 140). Penghasilan atau imbalan yang diterima karyawan atau pekerja sehubungan dengan pekerjaannya dapat digolongkan dalam tiga bentuk yaitu : 1. Upah atau gaji dalam bentuk uang.

  Upah atau gaji terdiri atas gaji pokok ditambah tunjangan keluarga. Gaji bersih adalah gaji kotor dikurangi potongan. Seperti dana pensiun, asuransi kesehatan, sumbangan wajib, pajak pendapatan. Gaji bersih sering disebut juga Take Home Pay

  2. Tunjangan dalam bentuk natura.

  Tunjangan dalam bentuk natura biasanya diberikan dalam bentuk beras, gula, garam, dan pakaian. Perusahaan memberikan tunjangan dalam bentuk natura diharapkan agar dapat menjamin

3. Fringe Benefit.

  Fringe Benefit adalah berbagai jenis benefit (keuntungan) di luar gaji yang diperoleh karyawan sehubungan dengan pekerjaannya.

  Bentuk-bentuk fringe benefit yaitu : asuransi kesehatan, upah lembur, cuti dan lain-lain.

  Sistem kompensasi yang baik dan benar adalah suatu sistem yang mampu menjamin kepuasan para anggota organisasi yang pada gilirannya, dapat memungkinkan organisasi memperoleh, memelihara dan memperkerjakan sejumlah orang dengan berbagai sikap perilaku yang positif dan produktif bagi perusahaan. (Siagian :1995: 253).

  Menurut Hariandja (2007 : 245). Tujuan pengelolaan sistem kompensasi didalam organisasi adalah untuk menarik dan mempertahankan sumber daya manusia, karena organisasi memerlukannya untuk mencapai sasaran-sasarannya. Tujuan diadakan pemberian kompensasi yaitu : 1. Untuk menarik pegawai yang berkualitas.

  2. Untuk mempertahankan pegawai agar tetap bekerja di perusahaan.

  3. Untuk memotivasi kinerja karyawan agar jadi lebih baik lagi.

  Menurut Handoko (dalam Mudayen, 2000 : 156-158). Kompensasi ditinjau dari sisi administrasi mempunyai empat tujuan, yaitu untuk menjamin keadilan dalam sistem pengupahan dan penggajian, untuk menghargai perilaku yang diinginkan, untuk mengendalikan biaya-biaya, untuk memenuhi peraturan-peraturan legal.

  Kompensasi merupakan terminologi luas yang berhubungan dengan imbalan finansial (Financial Reward) yang diterima oleh orang-orang melalui hubungan kepegawaian mereka dalam sebuah organisasi. Terminologi dalam kompensasi meliputi: (Simamora : 2004 : 445).

  1. Insentif.

  Insentif adalah tambahan kompensasi di atas atau di luar gaji atau upah yang diberikan oleh organisasi. Program insentif terdiri dari dua jenis :

  a. Program insentif individu yang memberikan kompensasi menurut penjualan, produktivitas, atau penghematan biaya yang dapat dihubungkan dengan karyawan tertentu.

  b. Program insentif kelompok yang mengalokasikan kompensasi profibilitas, produktivitas, atau penghematan biaya yang sudah ditentukan sebelumnya.

  2. Tunjangan.

  Contoh tunjangan yaitu : asuransi kesehatan dan jiwa, liburan yang ditanggung oleh perusahaan, program pensiun, dan lain-lain.

  3. Fasilitas.

  Contoh fasilitas yang diberikan perusahaan yaitu kenikmatan dalam bekerja, misal : kendaraan Menurut Mejia dan Roussel (dalam Sunjoyo, 2001 : 168). terdapat tiga komponen kompensasi total yaitu:

  1. Gaji Tetap. Yaitu kompensasi yang jumlah dan pembayarannya telah dijanjikan. Seperti gaji pokok (base pay), bonus-bonus

  

senioritas (seniority bonuses), gaji ketiga belas (13th month).

2. Gaji Fleksibel. Gaji fleksibel merupakan kompensasi yang jumlahnya bervariasi dan/atau pendistribusiannya tidak pasti.

  Misal : bonus-bonus, insentif-insentif, gaji waktu lembur. Konsep gaji fleksibel ini bertujuan untuk mengurangi rasio kas tetap atau variabel pada beban tenaga kerja. menawarkan berbagai fasilitas pada karyawan (fasilitas perumahan, mobil, penggunaan telepon pribadi)

  4. Program kesejahteraan karyawan. Terdiri dari : Tunjangan hari raya (THR), tunjangan keluarga, beasiswa, tunjangan pensiun, tunjangan kesehatan.

4. Gaji

  Menurut Hariandja (2007 : 245). Gaji adalah balas jasa dalam bentuk uang yang diterima pegawai sebagai konsekuensi dari kedudukannya sebagai seorang pegawai yang telah memberikan sumbangan dalam mencapai tujuan organisasi. Dengan kata lain gaji merupakan bayaran tetap yang diterima oleh seseorang dari keanggotaannya dalam suatu organisasi.

  Gaji merupakan faktor penting dalam meningkatkan kepuasan kerja, memotivasi pegawai, merangsang pegawai baru yang berkualitas untuk tetap bekerja di dalam organisasi, dan untuk meningkatkan produktivitas kerja.

  Menurut Hariandja (dari blogspot definisi, fungsi, tujuan dan sasaran gaji 2009). Berpendapat bahwa gaji merupakan salah satu unsur yang penting yang dapat mempengaruhi kinerja karyawan, sebab gaji

  Menurut Hadiwiryo (dalam blogspot definisi, fungsi, tujuan dan sasaran gaji : 2009). Berpendapat bahwa gaji dapat berperan dalam meningkatkan motivasi karyawan untuk bekerja lebih efektif, meningkatkan kinerja, meningkatkan produktivitas dalam perusahaan, serta mengimbangi kekurangan dan keterlibatan komitmen yang menjadi ciri angkatan kerja masa kini.

  Salah satu aspek penting dalam pemberian gaji adalah jumlah gaji yang diterima karyawan harus mengandung makna internal equity dan

  

eksternal equity. Hal ini dilakukan perusahaan agar dapat memotivasi

karyawan dalam meningkatkan produktivitasnya.

  Internal equity yaitu jumlah gaji yang diterima di persepsi sesuai

  dengan input yang diberikan, dibandingkan dengan pekerjaan yang sama dalam perusahaan. Sedangkan eksternal equity yaitu jumlah yang diterima dipersepsikan sesuai dengan jumlah diterima dibandingkan dengan yang diterima dalam pekerjaan yang sejenis di luar organisasi (Hariandja: 2007: 246).

  Fungsi gaji tidak hanya membantu manajer personalia dalam menentukan pemberian gaji yang adil dan layak saja, tetapi masih ada fungsi-fungsi yang lain, yaitu: Komaruddin (dalam blogspot definisi,

  2. Untuk mendorong pekerja agar menunjukkan prestasi yang tinggi 3. Untuk memelihara prestasi pekerja selama periode yang panjang.

  Tujuan di adakan sistem penggajian yaitu : Hasibuan (dalam blogspot definisi, fungsi, tujuan dan sasaran gaji : 2009)

  1. Kepuasan kerja Dengan gaji yang diterima, karyawan akan dapat memenuhi kebutuhan - kebutuhan fisik, status sosial, sehingga dapat memperoleh kepuasan kerja.

  2. Disiplin Dengan pemberian gaji yang sesuai maka disiplin karyawan dapat semakin baik. Serta karyawan akan mentaati peraturan - peraturan yang berlaku di dalam perusahaan.

  3. Ikatan kerja sama Dengan pemberian gaji dapat terjalin ikatan kerja sama formal antara pimpinan dengan karyawan. Karyawan harus mengerjakan tugas - tugasnya dengan baik, sedangkan pimpinan wajib membayar gaji sesuai dengan perjanjian yang disepakati serta kemampuan yang dimiliki karyawan

5. Sikap

  Menurut Griffin (2003 : 14). Sikap adalah sekumpulan keyakinan dan perasaan yang dimiliki seorang individu menyangkut ide, situasi, dan orang lain.

  Menurut Robbins (2007 : 53). Sikap merupakan evaluasi -yang menyenangkan atau tidak menyenangkan-mengenai benda, orang, atau peristiwa. Sikap ini mencerminkan perasaan seseorang mengenai sesuatu.

  Sikap adalah bentuk evaluasi atau reaksi perasaan, sikap seseorang terhadap obyek yaitu perasaan yang mendukung atau memihak

  

(favorable) dan tidak mendukung (unfavorable) terhadap obyek tertentu.

  Sikap dapat diartikan juga sebagai ketersediaan seseorang bereaksi terhadap sesuatu hal. Jadi, apabila seseorang tidak mempunyai sikap tertentu terhadap suatu hal yang terjadi di luar dirinya, maka orang tersebut tidak akan tergerak motifnya untuk bertindak atau berbuat sesuatu. Sebaliknya jika seseorang mempunyai sikap tertentu yang menyangkut kejadian atau keadaan di luar dirinya, maka orang tersebut akan tergerak motifnya untuk bertindak atau berbuat sesuatu.

  Menurut Robin dan Wood (dalam Dongoran, 2006 : 79). sikap kerja terdiri tiga sub konsep, yaitu kepuasan kerja, komitmen

  Sikap terdiri dari tiga komponen (Robbins :2007 : 53). Yaitu : 1. Komponen Kognisi Sikap.

  Kompenen ini terdiri dari keyakinan, pendapat, pengetahuan, atau informasi yang dimiliki oleh seseorang.

  2. Komponen Afeksi sikap.

  Adalah bagian sikap yang berupa emosi atau perasaan.

  3. Komponen Perilaku Sikap.

  Merupakan bagian sikap yang merujuk kepada kemauan untuk bertindak dengan cara tertentu terhadap seseorang atau sesuatu

  Afeksi Kognisi Reaksi Emosional : Pernyataan tentang hal yang disenangi.

  Reaksi Perseptual : Pernyataan tentang keyakinan Reaksi Tindakan :

  Sikap :

  Komponen-komponen

  Hasil :

  Reaksi Desain Pekerjaan Gaya Manajer Kebijaksanaan- kebijaksanaan perusahaan Teknologi

  Stimulan :

  Faktor-faktor Lingkungan

  Sikap kerja akan berkaitan dengan pekerjaan yang akan di evaluasi oleh karyawan. Evaluasi tersebut dapat berupa evaluasi positif maupun evaluasi negatif, dan semua evaluasi tersebut berkaitan dengan aspek - aspek lingkungan kerja.

  Tipe-tipe sikap terdiri dari : ( Robbins : 2006 : 94).

  1. Kepuasan Kerja.

  Kepuasan kerja merujuk pada sikap umum setiap individu tterhadap pekerjaannya. Jika seseorang pada taraf kepuasan kerja yang tinggi, maka akan menunjukkan sikap kerja yang positif. Tapi jika seseorang tidak berada pada tingkat kepuasan kerja yang tinggi, maka akan menunjukkan sikap kerja yang negatif

  2. Keterlibatan Kerja.

  Tingkat dimana seseorang mengaitkan dirinya ke dalam pekerjaannya secara aktif berpartisipasi di dalamnya, dan menganggap kinerjanya penting bagi nilai-dirinya.

  3. Komitmen Keorganisasian.

  Suatu tingkat dimana karyawan mengaitkan dirinya ke organisasi tertentu dan sasaran-sasarannya, dan berharap mempertahankan

  Faktor – faktor turunnya sikap kerja karyawan antara lain: (Blogspot loyalitas dan sikap kerja karyawan. 2009).

  1. Turun / rendahnya produktivitas kerja.

  Turunnya produktivitas kerja ini dapat diukur atau dibandingkan dengan waktu sebelumnya. Produktivitas kerja yang turun ini dapat terjadi karena kemalasan atau penundaan kerja 2. Tuntutan yang sering terjadi.

  Tuntutan merupakan perwujudan dan ketidakpuasan karyawan terhadap peraturan yang berlaku, sehingga karyawan dapat menunjukkan ketidak puasannya pada sikap yang tidak peduli terhadap peraturan yang di tetapkan.

  3. Kegelisahan di mana – mana.

  Sikap kerja karyawan yang menurun dapat menimbulkan kegelisahan. Seorang pemimpin harus mengetahui bahwa adanya kegelisahan tersebut yang terwujud dalam bentuk ketidakpastian dalam bekerja, keluh kesah karyawan dalam bekerja.

6. Produktivitas

  Menurut Sulistiyani (2003 : 199). Produktivitas menyangkut

  Menurut Mangkuprawira (2007 : 102). Produktivitas adalah rasio

  output dan input suatu proses produksi dalam periode tertentu. Input yang

  terdiri dari tenaga kerja, dan biaya produksi. Sedangkan ouput yang terdiri dari produk penjualan, pendapatan, dan kerusakan produk.

  Menurut Rusli Syarif (dalam Nugroho : 2002 : 77). Berpendapat bahwa produktivitas mencakup dua konsep dasar yaitu daya guna

  (efisiensi) dan hasil guna (efektivitas). Daya guna menggambarkan tingkat

  sumber daya manusia, modal dan alam yang diperlukan untuk menghasilkan sesuatu. Sedangkan hasil guna menggambarkan akibat dan kualitas dari hasil yang diusahakan.

  Menurut Render dan Heizer (dalam Suhartono: 2002 : 150). Input dari produktivitas terdiri atas manajemen, tenaga kerja, modal, tempat, serta waktu. Sedangkan ouput produktivitas meliputi barang dan jasa.

  Masukkan (input) Proses Keluaran(output)

  Produktivitas Tanah, meningkat sebagai Tenaga Kerja, akibat dari bauran

  Barang dan Jasa

  Modal, antara modal, Manajemen, tenaga kerja dan

  Waktu manajemen.

  Menurut Handoko (1993 : 256). Faktor-faktor yang mempengaruhi produktivitas terdiri dari :

  1. Faktor dari diri karyawan.

  a) Faktor Psikis. Seperti : Bakat, kemampuan yang dimiliki, kepribadian, kecerdasaan, dan minat.

  b) Faktor Fisik. Seperti : kesehatan, jenis kelamin, usia.

  2. Faktor di luar diri Karyawan.

  a) Gaji

  b) Kondisi kerja

  c) Hubungan Kerja

  d) Kebijaksanaan perusahaan mengenai kenaikan pangkat Menurut Sumarsono (2003: 64). Faktor – faktor yang mempengaruhi produktivitas adalah :

  1. Pendidikan Pada umumnya, seseorang yang mempunyai tingkat pendidikan yang lebih tinggi akan memiliki produktivitas yang tinggi pula

  2. Disiplin Kerja

  Disiplin kerja adalah sikap kejiwaan seseorang atau kelompok yang senantiasa berkehendak untuk mengikuti atau mematuhi peraturan yang telah ditetapkan.

  3. Keterampilan Keterampilan banyak berpengaruh terhadap produktivitas karyawan. Keterampilan karyawan dapat ditingkatkan melalui kursus, latihan, dan lain – lain.

  4. Sikap atau etika kerja Sikap seseorang/kelompok organisasi dalam membina hubungan yang serasi, selaras, seimbang dalam kelompok itu sendiri maupun kelompok lain dan etika hubungan kerja sangat penting artinya untuk meningkatkan produktivitas karyawan

  5. Tingkat Penghasilan Dengan penghasilan yang cukup, karyawan akan terpacu untuk bekerja dengan baik, sehingga produktivitas dapat tercapai

  6. Teknologi Dengan adanya kemajuan teknologi meliputi peralatan yang semakin canggih, dapat mendukung tingkat produksi dan mempermudah manusia dalam melakukan tugasnya

  8

  8

  8

B. Kerangka Konseptual Penelitian.

  Kerangka konseptual penelitian adalah kerangka berpikir yang dibuat oleh penulis untuk menggambarkan hubungan variabel – variabel yang digunakan dalam penelitian. Adapun kerangka konseptual dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :

  Gaji Bonus Kompensasi Insentif Langsung Tunjangan Jabatan

  Kompensasi .

  Tunjangan Kesehatan Kompensasi Tidak Tunjangan Hari Raya Langsung

  Fasilitas-fasilitas Produktivitas Karyawan

  Komponen Kognisi Sikap Sikap

  Komponen Afeksi Sikap Kerja

  Komponen Perilaku Sikap

   Hipotesis C.

  Hipotesis adalah jawaban sementara terhadap pertanyaan yang dikemukakan dalam perumusan masalah. Pada dasarnya hipotesis merupakan pernyataan tentang sesuatu yang dianggap benar untuk sementara waktu. Untuk menjawab beberapa permasalahan yang sudah di kemukakan, maka penulis membuat hipotesis sebagai berikut : 1. Kompensasi berpengaruh positif terhadap produktivitas karyawan.

  2. Sikap kerja berpangaruh positif terhadap produktivitas karyawan.

  3. Kompensasi dan sikap kerja berpengaruh positif terhadap produktivitas karyawan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian yang dilakukan adalah studi kasus, yaitu pendekatan

  penelitian dengan cara peneliti meneliti pada subyek tertentu dan kesimpulannya hanya berlaku pada subyek itu. Dengan demikian subyek yang dimaksud adalah karyawan bagian produksi PT. Deltomed Laboratories Wonogiri

  B. Subjek dan Objek Penelitian

  Subyek penelitian ini yaitu karyawan bagian produksi PT. Deltomed Laboratories Wonogiri. Sedangkan obyek penelitian ini yaitu kompensasi, sikap kerja, dan produktivitas karyawan bagian produksi PT. Deltomed Laboratories Wonogiri

  C. Lokasi dan Waktu Penelitian

  1. Lokasi Penelitian Penelitian akan dilakukan di PT. Deltomed Laboratories, Desa Nambangan, Selogiri kotak pos 103, Wonogiri 57601 - Jawa Tengah.

D. Variabel Penelitian

  Variabel penelitian adalah sesuatu hal yang membentuk apa saja yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari sehingga diperoleh informasi tentang hal tersebut kemudian ditarik kesimpulannya. (Sugiyono, 1999 ; 31)

  1. Variabel – variabel dalam penelitian ini yaitu :

  a) Variabel Bebas ( Independent Variable) Variabel bebas merupakan variabel yang mempengaruhi atau menjadi sebab perubahannya atau timbulnya variabel dependen atau variabel terikat (Sugiyono, 1999 ; 33). Variabel bebas dalam penelitian ini yaitu : kompensasi dan sikap kerja karyawan bagian produksi PT.

  Deltomed Laboratories Wonogiri .

  b) Varibel Terikat ( Dependent Variable ) Variabel terikat merupakan variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat karena adanya variabel bebas. (Sugiyono , 1999 ; 33).

  Variabel terikat dalam penelitian ini yaitu produktivitas karyawan bagian produksi PT. Deltomed Laboratories Wonogiri

  2. Definisi Operasional Dalam definisi operasional ini penulis akan mendefinisikan kembali a) Kompensasi adalah suatu bentuk biaya yang harus dikeluarkan oleh perusahaan dengan harapan bahwa perusahaan akan memperoleh imbalan dalam bentuk prestasi kerja yang diberikan oleh karyawannya.

b) Sikap kerja adalah penilaian evaluasi karyawan terhadap suatu orang dan perasaan tertentu yang dirasakan oleh karyawan .

  c) Produktivitas Karyawan adalah rasio input dan output suatu proses produksi dalam periode tertentu. Input yang terdiri dari tenaga kerja, Sedangkan ouput yang terdiri dari produk yang dihasilkan.

  3. Skala Pengukuran Variabel Skala pengukuran yang digunakan pada kuesioner adalah Skala Likert.

  Skala Likert digunakan untuk mengukur sikap, pendapat, dan persepsi seseorang atau sekelompok orang tentang fenomena sosial (Sugiyono, 2008:132). Dalam penelitian fenomena sosial ini telah ditetapkan secara spesifik oleh peneliti, yang selanjutnya disebut sebagai variabel.

  Kuesioner dalam penelitian terdiri dari 5 jawaban yaitu sangat setuju, setuju, netral, tidak setuju, dan sangat tidak setuju. Skala pengukuran untuk variabel kompensasi, sikap kerja dan produktivitas karyawan yaitu:

  Sangat setuju (SS) = 5

  Tidak setuju (TS) = 2 Sangat tidak setuju (STS) = 1 E.

   Populasi Dan Sampel

  1. Populasi adalah jumlah keseluruhan objek penelitian yang karakteristiknya hendak diduga. (Sugiyono, 2008 : 86) Dalam penelitian ini, yang dimaksud dengan populasi adalah karyawan bagian produksi PT. Deltomed Laboratories Wonogiri. Dimana karyawan bagian produksi terdiri dari 217 berkelamin pria, dan 320 berkelamin wanita. Dengan total populasi seluruh karyawan bagian produksi yaitu 537 karyawan.

  2. Sampel adalah bagian dari populasi yang diambil melalui tata cara tertentu, jelas dan lengkap yang dianggap bisa mewakili populasi (Iqbal, 2002:58). Jumlah sampel yang ditentukan dalam penelitian ini dapat dihitung dengan cara sebagai berikut Perhitungan :

  • Pria = x 88 = 36
  • Wanita = x 88 = 52 +
  • Total Sampel = 88 responden

F. Teknik Pengambilan Sampel

  bertingkat. Penentuan tingkat berdasarkan karakteristik tertentu. (Usman, 2006:182). Karakteristik yang digunakan dalam penelitian ini adalah bagian kerja pada karyawan bagian produksi PT Deltomed Laboratories Wonogiri.

  Adapun cara pengambilan sampel dapat di hitung dengan cara sebagai berikut

  • Pria :
    • Bagian teknik = x 36 = 4
    • Bagian granulasi = x 36 = 5
    • Bagian gudang racik & giling = x 36 = 6
    • Bagian gudang bahan baku = x 36 = 6
    • Bagian gudang barang tambahan = x 36 = 7
    • Bagian packing = x 36 = 8 +

  Total = 36

  • Wanita :
    • Bagian cetak = x 52 = 11
    • Bagian barang dalam proses = x 52 = 15 +

  Total = 52

  G. Sumber Data Dalam penelitian ini data bersumber pada data primer dan data sekunder.

  Data primer adalah data yang berasal dari sumber yang asli dan dikumpulkan secara khusus untuk menjawab pertanyaan penelitian (Cooper dan William, 1996:256). Data sekunder adalah studi yang dilakukan oleh pihak lain untuk sasaran mereka sendiri (Cooper dan William, 1996:256)

  H. Teknik Pengumpulan Data.

  1. Kuesioner adalah teknik pengumpulan data dengan mengajukan sejumlah pertanyaan tertulis kepada karyawan bagian produksi PT. Deltomed Wonogiri.

  2. Wawancara adalah teknik pengumpulan data dengan cara bertanya langsung dan bertatap muka dengan responden

  3. Observasi adalah teknik pengumpulan data dengan cara melihat langsung kegiatan yang dilakukan karayawan dalam perusahaan

I. Teknik Pengujian Instrument Penelitian.

  1. Uji Validitas.

  Uji validitas adalah suatu ukuran yang menujukkan tingkat kevalidan atau kesahihan suatu instrument penelitian. Instrument yang dimaksud adalah kuesioner. Untuk mengukur kuesioner digunakan teknik korelasi Product Moment dari Karl Person (Sugiyono, 1999 :44) yaitu :

   =

  Keterangan : = Koefisien korelasi product moment n = Banyaknya responden = Jumlah Skor X

  = Jumlah hasil kali antara X dan Y = Jumlah skor Y Jika hasil pengukuran menunjukkan r hitung > r tabel dan r hitung = r tabel maka item tersebut dinyatakan valid, tapi jika r hitung < r tabel maka item tersebut dinyatakan tidak valid.

  2. Uji Reliabilitas Uji reliabilitas adalah ukuran yang mampu menunjukkan kemampuan instrumen untuk dipercaya. Reliabilitas digunakan untuk mengetahui konsistensi alat ukur, apakah alat ukur yang digunakan dapat diandalkan dan tetap konsisten jika pengukuran tersebut diulang. Dalam penelitian ini, uji realiabilitas yang digunakan adalah metode Alpha (cronbach) Rumus reliabilitas dengan metode Alpha adalah sebagai berikut : (Priyatno : 2008 : 25)

  r 11 =

  Keterangan : = Reliabilitas instrument k = Banyaknya butir pertanyaan

  = Jumlah varian butir = Varian total Menurut Sekaran (dalam Priyatno : 2009 : 26), jika reliabilitas kurang dari 0,6 adalah kurang baik sedangkan 0,7 dapat diterima dan diatas 0,8 adalah baik.

  J. Teknik Analisis Data.

  1. Asumsi Klasik Model Regresi Berganda

  a) Uji Asumsi Klasik Multikolinieritas (Sunyoto, 2007:89-90) Uji asumsi klasik jenis ini diterapkan untuk analisis regresi berganda yang terdiri atas dua atau lebih variable bebas/independent variable (X

  1 , X 2 , X 3 , X 4 ,…Xn), dimana akan diukur tingkat asosiasi (keeratan)

  hubungan/pengaruh antar variabel bebas tersebut melalui besaran koefisien korelasi (r). Dikatakan terjadi multikolinieritas, jika koefisien korelasi antar variabel bebas (X

  1 dan X 2 , X 2 dan X 3 , X 3 dan

  X

  4 ) lebih besar dari 0,60 (pendapat lain : 0,50 dan 0,90). Dikatakan

  tidak terjadi multikolinieritas jika koefisien korelasi antar variabel bebas lebih kecil atau sama dengan 0,60 (r ≤ 0,60).

  Atau dalam menentukan ada tidaknya multikolinieritas dapat digunakan cara lain yaitu dengan: 1) Nilai tolerance adalah besarnya tingkat kesalahan yang dibenarkan secara statistik (

  α). Nilai tolerance ( α) dan nilai Variance inflation factor (VIF) dapat dicari dengan menggabungkan kedua nilai tersebut sebagai berikut:

  1) Besar nilai tolerance (α) : α = 1 / VIF.

  2) Besar nilai Variance inflation factor (VIF):

  VIF = 1 / α Variabel bebas mengalami multikolinieritas jika: α hitung < α dan

  VIF hutung > VIF. Variabel bebas tidak mengalami multikolinierita s jika: α hitung > α dan VIF hitung < VIF.

  b) Uji Asumsi Klasik Heteroskedastisitas (Sunyoto, 2007:93-94) Dalam persamaan regresi berganda perlu juga diuji mengenai sama atau tidak varians dari residual observasi yang satu dengan observasi yang lain. Jika residualnya mempunyai varians yang sama disebut terjadi homoskedastisitas dan jika variansnya tidak sama disebut terjadi heteroskedastisitas. Persamaan regresi yang baik jika tidak terjadi heteroskedastisitas. Homoskedastisitas terjadi jika pada titik-titik hasil output menyebar di bawah maupun di atas

  scatterplot

  titik origin (angka 0) pada sumbu Y dan tidak mempunyai pola yang teratur. Heteroskedastisitas terjadi jika pada scatterplot titik-titiknya c) Uji Asumsi Klasik Normalitas (Sunyoto, 2007:95-102) Selain uji asumsi klasik multikolinieritas dan heteroskedastisitas, uji asumsi klasik yang lain adalah uji normalitas, dimana akan menguji data variabel bebas (X) dan data variabel terikat (Y) pada persamaan regresi yang dihasilkan. Berdistribusi normal atau berdistribusi tidak normal.Persamaan regresi dikatakan baik jika mempunyai data variabel bebas dan data variabel terikat berdistribusi mendekati normal atau normal sama sekali. Uji asumsi klasik normalitas dapat dilakukan dengan dua cara yaitu : 1) Cara Statistik

  Dalam menguji data variabel bebas dan data variabel terikat berdistribusi normal atau tidak pada cara statistik ini melalui nilai kemiringan kurva (skewness

  = α3) atau nilai keruncingan kurva (kurtosis = α4) diperbandingan dengan nilai Z table. Rumus nilai Z untuk kemiringan kurva (skewness): Z skewness = skewness /

  /

  N atau Zα3 = α3 /

  /

  N Rumus nilai Z untuk keruncingan kurva ( kurtosis) : Z kurtosis = kurtosis / / N atau Zα4 = α4 /

  / N Ketentuan analisis:

  a) Variabel bebas atau terikat berdistribusi normal jika Z hitung (Zα3 atau Zα4) < Z tabel. Misal diketahui Z5% = 1,95 (Z tabel) lebih besar dari Z hitung atau dengan kata lain Z hitung lebih kecil dari Z tabel (1,96), dapat dituliskan Z hitung < 1,96.

  b) Variabel bebas atau terikat berdistribusi tidak normal jika Z abel. Misal nomor (a) , dapat

  t

  hitung (Zα3 atau Zα4) > Z ditulis Z hitung > 1,96.

  2) Cara Grafik Histogram dan Normal Probability Plots Cara grafik histogram dalam menentukan suatu data berdistribusi normal atau tidak, cukup membandingkan antara data riil atau nyata dengan garis kurva yang terbentuk. Jika data riil terbentuk garis kurva cenderung tidak simetri terhadap mean (U), maka dapat dikatakan data berdistribusi tidak normal dan sebaliknya. Cara normal probability plots lebih handal daripada cara grafik histogram, karena cara ini membandingkan data riil dengan data distribusi normal secara kumulatif. Suatu data dikatakan berdistribusi normal jika garis data riil mengikuti garis diagonal.

  d) Uji Asumsi Klasik Autokorelasi (Sunyoto, 2007:104-105) Persamaan regresi yang baik adalah yang tidak memiliki masalah menentukan ada tidaknya masalah autokorelasi dengan uji Durbin-

  Watson (DW) dengan ketentuan sebagai berikut:

  1) Terjadi autokorelasi positif, jika nilai DW di bawah -2 (DW < -2) 2) Tidak terjadi autokorelasi, jika nilai DW berada diantara -2 dan +2 3) Terjadi autokorelasi negatif, jika nilai DW di atas +2 atau DW >

  • 2

  2. Analisis Regresi Linear Sederhana Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis Regresi Sederhana yang digunakan untuk mengukur pengaruh masing- masing variabel bebas yang pertama (Kompensasi) dan variabel bebas yang kedua (Sikap kerja).

  a. Bentuk persamaan regresi sederhana untuk variabel bebas yang pertama (Kompensasi) adalah :

  Y = a + b

  1 Keterangan :

  

1

X

  Y = Produktivitas karyawan a = Konstanta b

  1 = Koefisien regresi X

  1 Keterangan : Y = Produktivitas karyawan a = Konstanta b

  2 = Koefisien regresi X

2 X = Sikap Kerja

  2 3. Analisis Regresi Linear Berganda.

  Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis Regresi berganda yang digunakan untuk mengukur pengaruh variabel bebas (indenpendent variabel) yang lebih dari satu variabel terhadap variabel terikat (dependent variabel). Dalam penelitian ini regresi linier berganda digunakan untuk mengukur pengaruh kompensasi, sikap kerja terhadap produktivitas karyawan. Berikut ini merupakan persamaan regresi linier berganda :

  Rumus : Y = a + b

X + b

  X

  1

  1

  2

  2 Keterangan :

  Y = Produktivitas karyawan a = Konstanta

  X

  1 = Kompensasi

  X

  2 = Sikap Kerja

2. Uji t

  Uji ini digunakan untuk mengetahui apakah kompensasi dan sikap kerja berpengaruh secara signifikan terhadap produktivitas karyawan Tahap-tahap untuk melakukan uji t adalah sebagai berikut:

  a) Menentukan tingkat signifikansi Tingkat signifikansi menggunakan α = 5% (signifikansi 5% atau 0,05 adalah ukuran standar yang sering digunakan dalam penelitian).

  b) Menentukan dengan menggunakan SPSS atau rumus (Priyatno, 2008:84)

  =

  Keterangan: r = Koefisien korelasi parsial k = Jumlah variabel independen c) Menentukan Tabel distribusi t dicari pada a = 5% : 2 = 2,5% (uji 2 sisi) dengan derajat kebebasan (df) n-k-2 (n adalah jumlah sampel dan k adalah jumlah variabel independent)

  d) Kriteria pengujian <

  Ho diterima dan Ha ditolak bila, >

  Ho ditolak dan Ha diterima bila,

  e) Menarik kesimpulan Jika H ditolak dan Ha diterima dapat disimpulkan bahwa kompensasi, sikap kerja (X) berpengaruh terhadap produktivitas karyawan (Y).

  Jika Ho diterima dan Ha ditolak dapat disimpulkan bahwa kompensasi, sikap kerja (X) tidak berpengaruh terhadap produktivitas karyawan (Y).

  3. Uji F Uji ini digunakan untuk mengetahui apakah kompensasi dan sikap kerja berpengaruh secara signifikan dan simultan terhadap produktivitas a) Menentukan tingkat signifikansi Tingkat signifikansi menggunakan

  α = 5% (signifikansi 5% atau 0,05 adalah ukuran standar yang sering digunakan dalam penelitian).

  b) Menentukan F hitung dengan menggunakan SPSS atau rumus F hitung (Priyatno, 2008:81): Keterangan:

2 R = Koefisien determinasi

  N = Jumlah data atau kasus K = Jumlah variabel independen

  c) Menentukan F

  tabel

  df 1 = jumlah variabel-1 df 2 = n- k- 2 Keterangan: n = jumlah sampel d) Kriteria pengujian diterima jika F hitung tabel ≥ F

  Ho ditolak dan Ha ditolak jika F hitung < F table Ho diterima dan Ha

  e) Menarik kesimpulan ditolak maka kompensasi, sikap kerja (X) Jika Ho diterima dan Ha tidak berpengaruh terhadap produktivitas karyawan (Y). diterima maka kompensasi, sikap kerja (X)

  Jika Ho ditolak dan Ha berpengaruh terhadap produktivitas karyawan (Y)

  

BAB IV

GAMBARAN UMUM SUBJEK PENELITIAN A. Sejarah Perusahaan.

  1. Sejarah Berdirinya Perusahaan Pada tahun 1974 PT. Deltomed Jamu Gunung Giri didirikan oleh

  Bapak Thoyib, Bapak Yanto Wonosantoso, dan Bapak Harry Wonosantoso di Banjarmasin. Pada waktu itu perusahaan hanya memproduksi atau mengekstrakkan akar pasak bumi dan daun barito. Kedua bahan tersebut dipilih karena bahan tersebut mudah didapatkan dan keduanya merupakan obat dan jamu yang terkenal di daerah Kalimantan. Dalam proses pengolahan obat dan jamu, perusahaan membutuhkan bahan penunjang atau bahan pembantu guna menyempurnakan khasiat yang terkandung dalam obat dan jamu. Bahan penunjang tersebut tidak hanya terdapat di daerah Kalimantan saja, melainkan bahan tersebut harus didatangkan langsung dari pulau Jawa.

  Sedangkan daerah yang menjadi sasaran pemasarannya yaitu pulau Jawa,. Hal ini dapat menyebabkan biaya produksi meningkat. Untuk menekan biaya produksi seminimal mungkin, maka diputuskan untuk memindahkan lokasi perusahaan ke pulau Jawa pada tahun 1977 sampai dengan sekarang yaitu tepatnya di kota Wonogiri propinsi Jawa Tengah.

  Berdasarkan pertimbangan tersebut maka pada tahun 1977, PT. Deltomed Gunung Giri berubah nama menjadi PT. Deltomed Laboratories Wonogiri. PT. Deltomed Laborataories merupakan salah satu perusahaan yang mengkhususkan pengelolaan obat tradisional untuk dijadikan obat dalam bentuk modern seperti dalam bentuk tablet, pil, dan kapsul.

  2. Lokasi Perusahaan Lokasi PT. Deltomed Laboratories terletak ± 50 m dari jalan raya

  Wonogiri-Solo, tepatnya di Desa Nambangan, Kecamatan Selogiri, Kabupaten Wonogiri, Provinsi Jawa Tengah. Adapun alasan pemilihan kota Wonogiri sebagai lokasi perusahaan antara lain :

  1. Kota Wonogiri dapat memberikan kemudahan dalam mendapatkan bahan baku dan tenaga kerja dalam jumlah besar.

  2. Kota Wonogiri banyak terdapat tanaman yang dapat digunakan untuk membuat obat dan jamu.

B. Struktur Organisasi Perusahaan

  Struktur organisasi dibuat dengan tujuan agar setiap karyawan mengetahui dengan jelas kepada siapa harus mempertanggungjawabkan tugasnya. Begitu juga dengan atasan yang dapat mengetahui kepada siapa dapat memberikan perintah. Selain itu juga akan terjadi hubungan yang jelas dan

  Struktur organisasi PT Deltomed Laboratories Wonogiri dapat digolongkan dalam struktur garis, hal ini terlihat adanya pembagian kekuasaan, tugas dan tanggung jawab dari atas ke bawah, dimana wewenang ini mengalir dari atasan ke bawahan dan ke bawahannnya lagi. Bagian struktur organisasi terlampir.

  Beberapa departemen yang membantu kelancaran tugas Direktur yaitu ; Departemen Pemasaran, Departemen Produksi dan teknik, Departemen Keuangan, Departemen Personalia, Departemen QC (Quality Control), Departemen R & D ( Research and Development). Masing – masing departemen saling berkaitan dan berhubungan menjadi satu rangkaian kerja untuk mencapai satu tujuan. Tugas Departemen PT. Deltomed Laboratories Wonogiri, yaitu :

  1. Direktur Utama Direktur bertanggung jawab: sebagai penanggung jawab RUPS; mengkoordinir dan mengendalikan aktivitas Perusahaan; menentukan kebijakan dalam mengembangkan usaha yang dikelolanya serta bertanggung jawab secara keseluruhan terhadap kelangsungan hidup perusahaan.

  2. Manajer Direktur Manajer direktur bertanggung jawab sebagai penanggung jawab direktur utama. Menentukan kebijakan aktivitas manajer produksi, manajer personalia, Manajer pemasaran, Manajer Keuangan, Manajer QC, dan

  3. Manajer Personalia Manajer Personalia bertanggung jawab terhadap tenaga kerja yang dimiliki oleh perusahaan yang mencakup pengupahan, penarikan tenaga kerja, pendidikan karyawan, kesejahteraan karyawan.

  4. Manajer Produksi Manajer produksi atau pabrik bertanggung jawab secara umum terhadap keseluruhan proses produksi.

  5. Manajer Keuangan Manajer keuangan bertugas untuk perencanaan keuangan, penetapan harga pokok, penagihan utang, pembayaran hutang, dan pemegang kas dalam perusahaan.

  7. Manajer Quatily Control (QC) Melakukan uji coba atau penelitian terhadap produk jadi ataupun produk baru

  8. Manajer Research and Development (R & D) Melakukan penelitian dan pengembangan produk untuk menghasilakan produk baru.

C. Personalia

  Sistem kepegawaian yang digunakan PT. Deltomed Laboratories Wonogiri dibuat sedemikian rupa oleh Departemen HRD yang khusus mengurusi

  1. Jam Kerja Karyawan Jam kerja mulai dari hari Senin sampai hari Jumat selama 8 jam, yaitu pada pukul 07 : 30 sampai pukul 16 : 00 WIB. Sedangkan waktu istirahat mulai dari pukul 12 : 00 sampai pukul 12 : 30, secara bergantian. Hari Sabtu dan Minggu libur.

  2. Jaminan Sosial Karyawan Untuk meningkatkan kesejahteraan pegawai maka perusahaan memberikan jaminan dan fasilitas yang berupa : Jamsostek, Asuransi Bumida ( asuransi untuk kecelakaan pegawai di luar jam kerja), Tunjangan Hari Raya, Tunjangan pernikahan dan kelahiran, serta fasilitas poliklinik dengan dokter yang praktek pada waktu jam kerja karyawan.

  3. Jumlah Karyawan PT. Deltomed Laboratories Wonogiri

  a. Direktur Utama : 1 orang

  b. Manajer : 6 orang

  c. Sekretaris : 4 orang

  d. Dept. Pemasaran : 21 orang

  e. Dept. Keuangan : 21 orang

  f. Dept. HRD & Umum : 97 orang

  g. Dept. QC dan RD : 15 orang

  h. Dept. Produksi : 537 orang

  4. Jumlah karyawan bagian produksi.

  a. Kapsulisasi : 25 orang

  b. Barang Dalam Proses : 18 orang

  c. Streep : 68 orang

  d. Cetak dan Oven : 19 orang

  e. Teknik : 24 orang

  f. Granulasi : 16 orang

  g. Barang Jadi : 17 orang

  h. Gudang Etiket : 16 orang i. Gudang Bahan Baku : 74 orang j. Pembungkus dan Packing : 259 orang

  Total : 537 orang

D. Pemasaran Produk

  Daerah pemasaran hasil produksi, antara lain :

  a. Jawa Barat : Jakarta, Bandung, Cirebon, Bekasi, Serang, Tanggerang, Purwakarta, Tasikmalaya, Bogor

  b. Jawa Tengah : Yogyakarta, Semarang, Tegal, Pekalongan, Cilacap, Purworejo, Kudus, Magelang, Solo, Wonogiri.

  c. Jawa Timur : Surabaya, Madiun, malang, Kediri, Jember, Tulung Agung. e. Sulawesi : Ujung Pandang, Manado

  f. Sumatra : Palembang, Banjarmasin, Balikpapan

  g. Kalimantan : Pontianak, Banjarmasin, Balikpapan, Palangkaraya, Samarinda.

E. Proses Produksi

  1. Mesin Produksi Proses produksi yaitu mengubah bahan baku menjadi bahan jadi. Dalam proses produksi di PT. Deltomed Laboratories Wonogiri menggunakan mesin-mesin proses produksi. Adapun mesin yang digunakan antara lain : a. Mesin Giling.

  Ada dua macam mesin giling, yaitu : mesin giling bahan baku, mesin giling bahan gragal untuk hasil ekstrak kering b. Mesin mixer

  Yaitu mesin yang digunakan untuk mencampur bahan penolong dan hasil ekstrak kental agar tercampur semua.

  c. Mesin granulasi Mesin plethet, setelah dari mixer agar menjadi pipih dan kecil-kecil, kemudian di oven sampai ekstrak menjadi halus dan kering.

  d. Mesin cetak Mesin cetak untuk pil atau tablet bahan gragal yang telah digiling e. Mesin pengisi kapsul Mesin untuk mengisi obat yang sudah diracik kedalam cangkang kapsul

  f. Mesin streep Mesin yang digunakan untuk mengemas tablet, pil atau kapsul dengan aluminium foil.

  g. Mesin poles Mesin poles khusus digunakan untuk produk dalam bentuk pil agar menjadi lebih baik penampilannya.

  h. Mesin shrink Mesin yang digunakan untuk melekatkan pembungkus plastic PVC khusus untuk packing dose

  2. Bahan Baku Produksi PT. Deltomed Laboratories Wonogiri sebagai perusahaan yang bergerak di bidang obat-obatan, memerlukan bahan baku yang berupa tumbuh-tumbuhan yang sudah tersedia di alam. Adapun bahan-bahan yang digunakan adalah sebagai berikut : a. Rimpang atau akar tunggal (Rhizoma)

  Dapat diperoleh di daerah dekat pabrik. Biasanya yang dapat digunakan berupa tumbuhan akar-akaran, seperti jahe, kencur, kunir, temulawak, b. Daun Herba Dapat diperoleh di dekat pabrik. Biasanya yang digunakan berupa daun – daunan, seperti daun sembung, sambiloto, jati Belanda, tempuyung, sirih, kumis kucing, sogo manis, meniran, jungrahab, pecut kuda, gondoroso, pegangan, apokat, luntas, siscat, dan tablet barito yang diperoleh di luar kota Wonogiri.

  c. Kulit (cortex) Biasanya yang digunakan yaitu kulit yang diperoleh dengan cara mengupasnya dari pohon. Seperti manis jangan, kulit kina, pulosari, pule, kulit kayu pala, dan kulit delima.

  d. Kayu (Lignum) Biasanya yang digunakan adalah kayunya, seperti pasak bumi, kayu secang, dan bidara laut.

  e. Biji (semen) Bahan yang digunakan bisanya berupa biji yang berbentuk kecil seperti jinten hitam, biji pala, kedawung, klebet, dan waron.

  f. Buah (fruotus) Bahan baku yang digunakan berupa tanaman rempah-rempah seperti lada hitam, adas manias, mungsi india, kemukus, kapulaga, pekak, gelam, sprantu, gosam sie, ciplukan. g. Bunga (flores) Bahan baku yang digunakan yaitu jenis bunga yang dapat memberikan aroma obat seperti srigading, alba, kenanga, dan padmosari.

  3. Proses Produksi 1. Proses pembuatan produk dalam bentuk tablet dan kapsul.

  Secara garis besar prinsip pembuatan produk dalam bentuk tablet dan kapsul sama. Perbedaanya hanya pada hasil akhirnya. Pada proses pembuatan produk dalam bentuk tablet dan kapsul PT. Deltomed Laboratories Wonogiri melalui beberapa tahap. Tahapan itu berupa :

  a. Penimbangan bahan baku produk Bahan baku yang berbentuk simplisis setelah diuji kualitasnya kemudian dibersihkan lalu dijemur. Setelah kering dimasukkan ke dalam karung, lalu kemudian ditimbang sesuai kebutuhan.

  b. Proses penggilingan Bahan baku yang sudah bersih dibawa ke bagian penggilingan untuk digiling dengan mesin giling. Lamanya proses penggilingan ini yaitu dua sampai tiga hari. Hal ini dilakukan untuk memperoleh hasil yang lebih kecil dan halus c. Ekstraksi Air-press

  Dari bagian penggilingan kemudian bahan yang telah memenuhi pemanas. Pemanasan dilakukan selama beberapa jam yang telah ditentukan menurut jenis bahannya. Setelah proses pemasakan hasilnya berupa ekstrak cair dan ampas. Kemudian ampas masuk ke bagian press, sementara cairan hasil press ditambahkan pada ekstrak cair hasil penyaringan yang sebelumnya. Dari hasil tersebut maka didapat cairan ekstrak, dan ampas dari hasil ekstrak ini kemudian di minta penduduk sekitar untuk digunakan sebagai pupuk kompos.

  d. Penguapan.

  Cairan ekstrak didiamkan pada water bath dalam waktu tertentu dan tempat tertentu untuk mendapatkan ekstrak kental. Disamping itu juga ditambhakan bahan pengering, kemudian diaduk dengan bantuan

  mixer . Setelah mendapatkan kekentalan yang diinginkan kemudain

  dibuat seperti chiping dengan mesin chiping

  e. Pengeringan

  Chiping yang dihasilakn oleh mesin chiping dikeringkan dengan cara

  dimasukkan pada oven. Waktu pengeringan yaitu dua hari. Dari hasil proses pengeringan ini diperoleh bahan kering yang dibutuhkan.

  f. Penggilingan Bahan chiping/ pipih setelah dikeringkan kemudian dilakukan proses penggilingan lagi. Dari hasil penggilingan ini akan didapatkan ekstrak g. Pencampuran (Granulasi Awal) Bahan baku yang telah berbentuk ekstrak kering dicampur dengan bahan pengikat dan pengisi sampai tercampur semua. Proses ini dilakukan dengan menggunakan oscillating Granulator.

  h. Pencampuran (Granulasi Akhir) Granulasi basah (proses granulasi awal) dikeringkan dengan dryer sampai tingkat kekeringan tertentu. Granulasi basah yang sudah kering lemudian diayak dengan ukuran ayakan tertentu agar ukuran merata dan kemudian dipindahkan ke dalam mixer dicampur dengan bahan pelicin. i. Pencetakkan tablet

  Serbuk atau granulat yang telah dicampur dengan bahan pengikat dicetak dengan mesin pencetak tablet. j. Pengisian kapsul

  Serbuk campuran bahan berkhasiat dan bahan pembantu dimasukkan dalam cangkang kapsul dan ditutup dengan cangkang kapsul lainnya. k. Pengawasan selama pencetakan tablet dan pengisian kapsul

  Selama mencetak tablet dan pengisian kapsul pada cangkang kapsul, dilakukan pengontrolan terhadap berat tablet dan kapsul, kekerasan tablet dan kapsul, waktu hancur tablet dan kapsul, serta uji kerapuhan l. Pengemasan tablet dan kapsul Tablet dan kapsul dikemas menggunakan aluminium foil pada mesin kemas, lalu dikemas dengan menggunakan proses pengemasan sekunder, yaitu pengemasan yang menggunakan kertas yang diberi plastik. Setelah dikemas, tablet dan kapsul dimasukkan dalam box yang telah diberi nomor pembuatan. m. Uji kualitas

  Tablet dan kapsul yang sudah dikemas kemudian diuji kualitasnya oleh Direktur Jendral Pengawasan Obat

  2. Proses pembuatan produk dalam bentuk pil Pada prinsipnya proses pembuatan produk dalam bentuk pil hampir sama dengan proses pembuatan produk dalam bentuk tablet dan kapsul.

  Perbedaannya hanya terletak pada proses pengeringan, proses pengemasannya dan hasil akhirnya. Proses pembuatan produk dalam bentuk pil melalui beberapa tahap yang terdri dari :

  a. Penimbangan bahan baku produk Bahan baku yang berbentuk simplisis setelah diuji kualitasnya kemudian dibersihkan lalu dijemur. Setelah kering dimasukkan ke dalam karung, lalu kemudian ditimbang sesuai kebutuhan. b. Proses penggilingan Bahan baku yang sudah bersih dibawa ke bagian penggilingan untuk digiling dengan mesin giling. Lamanya proses penggilingan ini yaitu dua sampai tiga hari. Hal ini dilakukan untuk memperoleh hasil yang lebih kecil dan halus c. Ekstraksi Air-press

  Dari bagian penggilingan kemudian bahan yang telah memenuhi syarat tertentu dimask pada bagian processing di atas kompor-kompor pemanas. Pemanasan dilakukan selama beberapa jam yang telah ditentukan menurut jenis bahannya. Setelah proses pemasakan hasilnya berupa ekstrak cair dan ampas. Kemudian ampas masuk ke bagian press, sementara cairan hasil press ditambahkan pada ekstrak cair hasil penyaringan yang sebelumnya. Dari hasil tersebut maka didapat cairan ekstrak, dan ampas dari hasil ekstrak ini kemudian di minta penduduk sekitar untuk digunakan sebagai pupuk kompos.

  d. Penguapan.

  Cairan ekstrak didiamkan pada water bath dalam waktu tertentu dan tempat tertentu untuk mendapatkan ekstrak kental. Disamping itu juga ditambhakan bahan pengering, kemudian diaduk dengan bantuan

  mixer . Setelah mendapatkan kekentalan yang diinginkan kemudain e. Penggilingan Bahan chiping/ pipih setelah dikeringkan kemudian dilakukan proses penggilingan lagi. Dari hasil penggilingan ini akan didapatkan ekstrak yang halus dan kering.

  f. Pencampuran dan pencetakkan pil Bahan baku yang berupa ekstrak kering dicampur dengan bahan pembantu sampai tercampur semua kemudian dicetak menjadi pil.

  g. Pengeringan Pil-pil yang sudah dicetak, dikeringkan supaya tidak lembab pada suhu 40-60 derajat celcius selama 5 jam. Selama proses pengeringan ini dilakukan uji kadar air, uji waktu hancur pil dan berat pil.

  h. Pengemasan Pil-pil yang sudah dikeringkan dan diuji kualitasnya dikemas dalam

  aluminium foil pada mesin strip, kemudian dimasukkan dalam dos yang berisi label, bagian luar ditutup dengan plastik PVC.

  

Skema Pembuatan Produk

Dalam Bentuk Tablet, Kapsul dan Pil

  Bahan Baku Bersih Giling

  Ekstraksi Air-press

  Cairan Ekstrak Penguapan

  Ampas (Dipakai penduduk sekitar untuk

  Ekstraksi kental dan bahan pengering

  pupuk kompos)

  Oven

  Giling

  Ekstraksi Halus dan kering

  Tablet, Kapsul dan Pil

Gambar IV.1.

  3. Pengemasan.

  Dalam melaksanakan pengemasan perusahaan menggunakan strategi yang dapat mendorong pembelian jamu dan obat dalam jumlah besar, sehingga dapat menguntungkan perusahaan dan juga dapat menghemat biaya pengemasan. Strategi tersebut yaitu melaksanakan pengemasan suatu barang dengan pengemasan ganda (multiple packing). Pengemasan ganda yaitu satu macam kemasan dipakai untuk mengemas beberapa satuan barang. Dalam kemasan ini digunakan warna yang menarik supaya dapat memikat minat konsumen.

  4. Pengendalian Kualitas Pengendalian kualitas yaitu usaha untuk mempertahankan mutu atau kualitas suatu produk pada tingkat yang masih dapat diterima oleh konsumen dengan biaya minimum. Suatu perusahaan melakukan pengendalian kualitas dengan tujuan : a. Menghasilkan produk yang sesuai dan memenuhi standar yang telah ditentukan b. Menanamkan kepercayaan terhadap konsumen

  c. Mengefisienkan biaya proses produksi Adapun pengendalian kualitas yang dilakukan PT. Deltomed

  Laboratories Wonogiri meliputi pengendalian atau uji kualitas terhadap

BAB V ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN Bagian ini menjelaskan tentang analisis data hasil penelitian lapangan. Sebelum

  masuk pada bagian analisis data terlebih dahulu dilakukan uji validitas dan uji reliabilitas untuk mengetahui apakah alat ukur penelitian yang digunakan tersebut valid dan reliabel atau tidak. Setelah dilakukan uji validitas dan uji reliabilitas, langkah selanjutnya adalah dilakukan analisis deskriptif berdasarkan karakteristik responden. Analisis ini dimaksudkan untuk menggambarkan data identitas responden sebagaimana adanya berdasarkan usia, jenis kelamin, bagian, lama bekerja, pendapatan, status pernikahan dan masa kerja serta pendidikan terakhir. Langkah terakhir adalah melakukan analisis data dan pembahasan. Analisis data dilakukan dengan menggunakan regresi sederhana dan regresi linear berganda.

A. Teknik Pengujian Instrumen

  1. Uji validitas Pengujian validitas instrumen penelitian dilakukan dengan teknik Product

  Moment (Pearson) antara masing-masing item yang mengukur suatu skala

  dengan skor total skala tersebut. Kriteria yang digunakan adalah bila nilai koefisien korelasi item total > r tabel , maka item yang bersangkutan dapat dinyatakan valid/sahih. Untuk responden yang berjumlah 88 dan alpha kuesioner. Untuk dapat dinyatakan valid, koefisien korelasi item total harus lebih besar dari 0,213.

  Tabel V.1 Hasil Uji Validitas Instrumen Penelitian

  0,213 0,213 0,213 0,213 0,213 0,213 0,213

  Valid Valid Valid Valid Valid Sumber : Data Primer diolah, 2010.

  0,213 0,213 0,213 0,213 0,213

  0,386 0,747 0,688 0,762 0,845

  Pernyataan 1 Pernyataan 2 Pernyataan 3 Pernyataan 4 Pernyataan 5

  Produktivitas Karyawan (Y)

  Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid

  0,240 0,302 0,401 0,651 0,754 0,696 0,667

  Pernyataan r item-total r tabel Status

  Pernyataan 1 Pernyataan 2 Pernyataan 3 Pernyataan 4 Pernyataan 5 Pernyataan 6 Pernyataan 7

  Sikap Kerja (X2)

  Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid

  0,213 0,213 0,213 0,213 0,213 0,213 0,213

  0,898 0,898 0,702 0,898 0,898 0,702 0,472

  Pernyataan 1 Pernyataan 2 Pernyataan 3 Pernyataan 4 Pernyataan 5 Pernyataan 6 Pernyataan 7

  Kompensasi (X1)

  Dari tabel di atas dapat disimpulkan bahwa semua item-item instrumen penelitian dinyatakan valid karena semua item yang memiliki nilai r item-total yang lebih besar dari r tabel . Dengan demikian kuesioner tersebut dinyatakan valid.

  2. Uji reliabilitas Uji reliabilitas dilakukan guna mengetahui apakah variabel yang merupakan gabungan dari pernyataan yang ada dinyatakan reliabel atau tidak. Uji reliabilitas dilakukan dengan menggunakan SPSS.

  Tabel V.2 Hasil Uji Reliabilitas

  Cronbach's r tabel

  

Alpha

  Variabel (r hitung ) Keterangan Kompensasi 0,792 0,213 Reliabel Sikap kerja 0,724 0,213 Reliabel Produktivitas karyawan 0,775 0,213 Reliabel

  Sumber: Data Primer, Diolah Tahun 2010

  Dari hasil analisis di atas didapat nilai Alpha semuanya lebih besar dari r

  tabel = 0,213. Ini menunjukkan bahwa tiap instrumen memiliki nilai

  reliabilitas yang memenuhi syarat dan dinyatakan reliabel. Bisa juga menggunakan batasan tertentu seperti 0,60. Menurut Sekaran (dalam Priyatno, 2008 : 26), reliabilitas kurang dari 0,6 adalah kurang baik, sedangkan 0,7 dapat diterima dan di atas 0,8 adalah baik.

B. Analisis Deskriptif

  Analisis deskriptif menggambarkan data penelitian sebagaimana adanya tanpa bermaksud untuk mengambil suatu kesimpulan tertentu dari hasil penelitian. Berdasarkan karakteristik responden berdasarkan jenis

  1. Analisis deskriptif responden berdasarkan jenis kelamin Tabel V.3

  Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin

  

Jenis Kelamin Responden Frequency Percent

  laki-laki

  36

  41 Perempuan

  52

  59 Total 88 100

  Sumber: Data Primer, Diolah Tahun 2010

  Hasil pehitungan dalam tabel V.3, dijelaskan bahwa responden yang berjenis kelamin laki-laki berjumlah 36 atau 41% orang sedangkan responden yang berjenis kelamin perempuan berjumlah 52 atau 59% orang. Hasil tersebut memperlihatkan responden lebih dominan berjenis kelamin perempuan.

  2. Analisis deskriptif responden berdasarkan usia Tabel V.4

  Karakteristik Responden Berdasarkan Usia

  

Usia Responden Frequency Percent

  20-30 tahun

  23

  26 31-40 tahun

  37

  42 41-50 tahun

  28

  32 Total 88 100

  Sumber: Data Primer, Diolah Tahun 2010

  Hasil pehitungan dalam tabel V.4, dapat digambarkan bahwa sebanyak 23 atau 26% responden berusia antara 20-30 tahun, sebanyak 37 atau 42% responden berusia antara 31-40 tahun dan sebanyak 28 atau 32% responden berusia antara 41-50 tahun. Hasil tersebut menunjukkan

  3. Analisis deskriptif responden berdasarkan status pernikahan Tabel V.5

  7

  12

  13 Packing

  11

  11 Gudang Barang Tambahan

  10

  10 Gudang Bahan Baku

  9

  10 Gudang Racik & Giling

  9

  7 Kapsulisasi

  6

  9 Teknik

  8

  8 Granulasi

  10 Barang Dalam Proses

  Karakteristik Responden Berdasarkan Status

  9

  8 Streep

  7

  Bagian Kerja Responden Frequency Percent Cetak

  Karakteristik Responden Berdasarkan Bagian

  4. Analisis deskriptif responden berdasarkan bagian Tabel V.6

  Hasil pehitungan dalam tabel V.5, dijelaskan bahwa sebanyak 72 atau 82% responden sudah menikah dan sebanyak 16 atau 18% responden belum menikah. Dari data tersebut terlihat mayoritas responden sudah menikah.

  Sumber: Data Primer, Diolah Tahun 2010

  18 Total 88 100

  16

  82

  72

  Menikah Belum Menikah

   Status Responden Frequency Percent

  14 Total 88 100 Sumber : data primer, Diolah tahun 2010 sebanyak 7 atau 8% responden bekerja pada bagian cetak, sebanyak 9 atau 10% responden bekerja pada bagian streep, sebanyak 7 atau 8% responden bekerja pada bagian barang dalam proses, sebanyak 8 atau 9% responden bekerja pada bagian granulasi, sebanyak 6 atau 7% responden bekerja pada bagian teknik, sebanyak 9 atau 10% responden bekerja pada bagian kapsulisasi, sebanyak 9 atau 10% responden bekerja pada bagian Gudang racik & giling, sebanyak 10 atau 11% responden bekerja pada bagian gudang bahan baku, sebanyak 11 atau 13% responden bekerja pada bagian gudang barang tambahan. Hasil tersebut menunjukkan bahwa mayoritas responden bekerja pada bagian packing

  5. Analisis deskriptif responden berdasarkan pendidikan terakhir Tabel V.7

  Karakteristik Responden Berdasarkan Pendidikan Terakhir

  Frequency Percent Pendidikan Terakhir Responden

  9

  10 SLTP

  74

  84 SLTA

  5

  6 D3 88 100

  Total

  Sumber: Data Primer, Diolah Tahun 2010

  Hasil pehitungan dalam tabel V.6, dijelaskan bahwa sebanyak 9 atau 10% responden mempunyai pendidikan terakhir SLTP, sebanyak 74 atau 84% responden mempunyai pendidikan SLTA dan sebanyak 5 atau 6%

  6. Analisis deskriptif responden berdasarkan masa kerja Tabel V.8

  Karakteristik Responden Berdasarkan Masa Kerja

  

Masa Kerja Responden Frequency Percent

  > 3 tahun

  5

  6 3 - 5 tahun

  16

  18 > 5 tahun

  67

  76 Total 88 100

  Sumber: Data Primer, Diolah Tahun 2010

  Hasil perhitungan dalam tabel V.7, dijelaskan bahwa sebanyak 5 atau 6% responden bekerja kurang dari 3 tahun, sebanyak 16 atau 18% responden bekerja antara 3-5 tahun dan sebanyak 67 atau 76% bekerja lebih dari 5 tahun. Hasil tersebut menunjukkan bahwa mayoritas responden bekerja lebih dari 5 tahun.

  7. Analisis deskriptif responden berdasarkan pendapatan Tabel V.9

  Karakteristik Responden Berdasarkan Pendapatan

   Pendapatan Responden Frequency Percent

  Rp.500.000 – Rp. 800.000

  83

  94 Rp. 801.000 – Rp.1.000.000

  5

  6 Total 88 100

  Sumber: Data Primer, Diolah Tahun 2010

  Hasil perhitungan dalam tabel V.8, dijelaskan bahwa sebanyak 83 atau 94% responden memiliki pendapatan sebesar Rp. 500.000 – Rp. 800.000, dan sebanyak 5 atau 6% responden memiliki pendapatan sebesar

C. Teknik Analisis Data

  1. Uji Asumsi Klasik Menurut Sunyoto (2007 : 89 – 105), persamaan regresi yang baik adalah persamaan yang memenuhi asumsi-asumsi sebagai berikut : tidak terjadi Multikolinieritas, tidak terjadi Heteroskedastisitas, data berdistribusi normal, dan tidak terjadi Autokorelasi. Berdasarkan pendapat Sunyoto di atas maka model dalam penelitian ini akan dilihat sejauh mana persamaan regresi tersebut memenuhi atau tidak memenuhi asumsi-asumsi.

  a) Hasil Uji Asumsi Klasik Multikolinieritas Tabel V.10 Hasil Uji Asumsi Klasik Multikolinieritas

  Variabel Collinearity statistics Tolerance

  VIF Kompensasi (X

  1 ) 0,645

  1.552 Sikap Kerja (X

  2 ) 0,645

  1.552

  Sumber: Data Primer diolah, 2010

  Syarat yang harus dipenuhi jika tidak terjadi multikolinieritas yaitu nilai

  variance inflation factor (VIF) lebih besar dari 5, maka variabel tersebut

  mempunyai persoalan multikolinieritas (Priyatno, 2008:39). Dengan melihat hasil output VIF hitung pada variabel Kompensasi = 1,552 dan Sikap kerja = 1,552, semuanya lebih kecil dari 5, maka dapat disimpulkan b) Hasil Uji Asumsi Klasik Heteroskedastisitas Berdasarkan hasil pengolahan data (gambar Scatterplot ) menggunakan SPSS 12.0 For Windows (Evaluation Version) didapatkan gambar 5.1 di bawah ini:

  

Scatterplot

4 Dependent Variable: Produktivitas_karyawan_Y l ua id 2 es

   R ed iz nt de tu S n io

  • -2 ss re eg R -4 -3 -2 -1
  • 1 2 Regression Standardized Predicted Value

      Gambar 5.1 Hasil Uji Asumsi Klasik Heteroskedastisitas

      Dari gambar di atas terlihat bahwa titik-titik menyebar di bawah dan di atas orgin (0) pada sumbu Y dan tidak mempunyai pola yang teratur, jadi kesimpulannya pada model regresi tidak terjadi heteroskedastisitas.

      c) Hasil Uji Asumsi Klasik Normalitas garis diagonal. Jadi dapat disimpulkan bahwa data variabel bebas dan variabel terikat berdistribusi normal. Gambar grafik normal

      probability plots dapat dilihat di bawah ini: Normal P-P Plot of Regression Standardized Residual

      

    Dependent Variable: Produktivitas_karyawan_Y

    0.8 1.0 b ro P 0.6 um

       C ed 0.4 ct pe Ex 0.0 0.2 0.0 0.2

    0.4

    0.6 0.8 1.0 Observed Cum Prob

      Gambar 5. 2 Hasil uji normalitas probability plots

      d) Hasil Uji Asumsi Klasik Autokorelasi Tabel V.11

      Hasil Uji Asumsi Klasik Autokorelasi Model Durbin-Watson 1 2.031

      Sumber: Data Primer yang diolah, 2010

      Berdasarkan hasil pengolahan data menggunakan SPSS 12.0 For

      2. Analisis Regresi Linier Sederhana Untuk menjawab rumusan masalah pertama dan kedua dalam penelitian ini menggunakan analisis regresi linear sederhana. Dari hasil pengolahan data menggunakan SPSS 12.0 For Windows (Evaluation Version) diperoleh hasil sebagai berikut:

      Tabel V.12 Hasil Analisis Regresi Linier Sederhana Hipotesis 1.

       Coefficients(a) Unstandardized Standardized Model Coefficients Coefficients t Sig.

      B Std. Error Beta 1 (Constant) 15.904 1.158 13.731 .000 Kompensasi_x

      .183 .042 .425 4.350 .000

      1

      a. Dependent Variable: Produktivitas_karyawan_Y

      Berdasarkan hasil analisis regresi sederhana untuk menjawab hipotesis 1 , diperoleh persamaan :

      

    Y= 15,904+ 0,183X

      1 Tabel V.13 Hasil Analisis Regresi Linier Sederhana Hipotesis 2. Coefficients(a) Unstandardized Standardized Model Coefficients Coefficients t Sig.

      B Std. Error Beta 1 (Constant) 12.693 1.924 6.596 .000 Sikap_Kerja

      .308 .072 .418 4.273 .000 _X2 a. Dependent Variable: Produktivitas_karyawan_Y

    • + 0,189X

      X

      2

      , X

      1

      dalam arti masing-masing variabel X

      2

      , dan variabel X

      1

      2 Konstanta sebesar 12,680 menunjukkan bahwa ada pengaruh variabel

      3. Analisis Regresi Linear Berganda Untuk menjawab rumusan masalah ketiga dalam penelitian ini menggunakan analisis regresi linear berganda. Dari hasil pengolahan data menggunakan SPSS 12.0 For Windows (Evaluation Version) diperoleh hasil sebagai berikut:

      

    1

      Berdasarkan pembahasan analisis regresi berganda, diperoleh persamaan : Y= 12,680+ 0,117X

      2 .189 .088 .256 2.153 .034 a Dependent Variable: Produktivitas_karyawan_Y

      

    B Std. Error Beta

    1 (Constant) 12.680 1.879 6.749 .000 Kompensasi_ x1 .117 .051 .272 2.282 .025 Sikap_kerja_x

      Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig.

      Coefficients(a) Mo del

      Tabel V.14 Hasil Analisis Regresi Linier Berganda

      dianggap nol, maka Y bernilai sebesar 12,680. Hal ini dapat dilihat pula dari tingkat signifikansi yang menunjukkan masing-masing variabel mempunyai tingkat signifikansi yang lebih kecil dari standar signifikan yaitu 5%.

      3. Pengujian Signifikansi dengan Uji t Tabel V.15 Hasil Uji t

       Coefficients(a) Unstandardized Standardized Model Coefficients Coefficients t Sig.

      B Std. Error Beta 1 (Constant) 12.680 1.879 6.749 .000 Kompensasi

      .117 .051 .272 2.282 .025 _x1 Sikap_kerja_ .189 .088 .256 2.153 .034 x2 a Dependent Variable: Produktivitas_karyawan_Y

      Berdasarkan tabel V.11 diketahui nilai t hitung variabel kompensasi (X

      1 )

      sebesar 2,282 Bila taraf kesalahan 5% dan df =88-2-1 = 85, maka dapat diketahui bahwa nilai t 2,282 > 1,988 t dan signifikansi 0,025 <

      hitung tabel

      0,05 sehingga dapat disimpulkan kompensasi (X

      1 ) berpengaruh positif

      terhadap produktivitas karyawan (Y). Nilai t variabel sikap kerja (X )

      hitung

      2

      sebesar 2,153, maka dapat diketahui bahwa nilai t hitung 2,153 > 1,988 t tabel dan signifikansi 0,034 < 0,05 sehingga dapat disimpulkan sikap kerja (X

      2 ) berpengaruh positif terhadap produktivitas karyawan (Y).

      4. Pengujian Signifikansi dengan Uji F Tabel V.16 Hasil Uji F

      ANOVA(b) Sum of Model Squares df Mean Square F Sig. Hasil pengujian pengaruh kedua variabel X

      1 dan X 2 dengan uji F

      menghasilkan nilai F hitung = 12,179. Hal ini menunjukkan angka yang lebih besar dari pada angka F tabel (F hitung > F tabel ) dengan taraf signifikansi 5% dan derajat kebebasan (df

      1 : 3-1 = 2 dan df 2 : 88-2-1 = 85 ) yang

      bernilai 12,179 (F > F = 12,179 > 3,104). Hasil ini menunjukkan

      hitung tabel

      bahwa kedua variabel bebas (Kompensasi dan sikap kerja) memiliki pengaruh yang signifikan terhadap variabel terikat Y (Produktivitas Karyawan).

    D. Pembahasan

      Hasil dari analisis regresi linear sederhana hipotesis 1 dapat diketahui persamaan sebagai berikut: Y= 15,904 + 0,183X

      1 Dari persamaan ini .

      diketahui koefisien X

      1 (Kompensasi) bernilai positif maka dapat disimpulkan

      bahwa dengan adanya pemberian balas jasa yang diberikan oleh perusahaan kepada karyawan yaitu berupa kompensasi yang sesuai dengan Upah Minimum Regional yang berlaku di Wonogiri dan yang sesuai usaha dan kemampuan kerja karyawan, serta adanya tunjangan-tunjangan selain gaji pokok pada karyawan maka karyawan semakin produktif dan semakin memacu karyawan untuk lebih giat dalam bekerja sehingga produktivitas kerja karyawan dapat meningkat. diketahui koefisien X

      2 (Sikap Kerja) bernilai positif dapat disimpulkan

      dengan terciptanya suatu sikap kerja yang berupa keyakinan, pengetahuan, informasi serta kemauan untuk bertindak dengan baik pada diri karyawan itu sendiri maupun pada karyawan lain, maka karyawan akan semakin terpacu untuk bekerja sehingga produktivitas kerja karyawan akan meningkat.

      Selain itu hasil analisis regresi linear berganda dapat dituliskan sebagai berikut : Y= 12,680 + 0,117X

      1 + 0,189X

      2 Dari persamaan ini

      diketahui koefisien X

      1 (Kompensasi) bernilai positif dapat disimpulkan

      bahwa dengan adanya pemberian balas jasa yang diberikan oleh perusahaan kepada karyawan yaitu berupa kompensasi yang sesuai dengan Upah Minimum Regional yang berlaku di Wonogiri dan yang sesuai usaha dan kemampuan kerja karyawan, serta adanya tunjangan-tunjangan selain gaji pokok pada karyawan maka karyawan semakin produktif dan semakin memacu karyawan untuk lebih giat dalam bekerja sehingga produktivitas kerja karyawan dapat meningkat.

      Diketahui koefisien X

      2 (Sikap Kerja) bernilai positif dapat

      disimpulkan dengan terciptanya suatu sikap kerja yang berupa keyakinan, informasi serta kemauan untuk bertindak dengan baik pada diri karyawan itu sendiri maupun pada karyawan lain, maka karyawan akan semakin terpacu untuk bekerja sehingga produktivitas kerja karyawan akan meningkat.

      2-1 = 85, maka dapat diketahui bahwa nilai t hitung 6,749 > 1,988 t tabel dan signifikansi 0,025 < 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima. Kondisi ini menunjukkan bahwa kompensasi (X

      1 ) berpengaruh

      positif terhadap produktivitas karyawan (Y). Artinya be dengan adanya pemberian balas jasa yang diberikan oleh perusahaan kepada karyawan yaitu berupa kompensasi yang sesuai dengan Upah Minimum Regional yang berlaku di Wonogiri dan yang sesuai usaha dan kemampuan kerja karyawan, serta adanya tunjangan-tunjangan selain gaji pokok pada karyawan maka karyawan semakin produktif dan semakin memacu karyawan untuk lebih giat dalam bekerja sehingga produktivitas kerja karyawan dapat meningkat.

      Variabel bebas yang kedua yaitu sikap kerja (X

      2 ), nilai t hitung variabel

      sikap kerja (X

      2 ) sebesar 2,282. maka dapat diketahui bahwa nilai t hitung 2, 282

      > 1,988 t tabel dan signifikansi 0,034 < 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima. Kondisi ini menunjukkan bahwa sikap kerja (X

      2 )

      berpengaruh positif terhadap produktivitas karyawan (Y). Artinya dengan terciptanya suatu sikap kerja yang berupa keyakinan, informasi dan kemauan untuk bertindak dengan baik pada diri karyawan itu sendiri maupun pada karyawan lain, maka karyawan semakin produktif dan semakin memacu karyawan untuk lebih giat dalam bekerja sehingga produktivitas kerja karyawan dapat meningkat. disimpulkan bahwa H ditolak dan H a diterima. Kondisi ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh dari variabel bebas terhadap variabel terikat.

      Artinya dengan adanya pemberian balas jasa yang diberikan oleh perusahaan kepada karyawan yaitu berupa kompensasi yang sesuai dengan Upah Minimum Regional yang berlaku di Wonogiri dan yang sesuai usaha dan kemampuan kerja karyawan, adanya tunjangan-tunjangan selain gaji pokok pada karyawan, serta dengan terciptanya suatu sikap kerja yang berupa keyakinan, informasi dan kemauan untuk bertindak dengan baik pada diri karyawan itu sendiri maupun pada karyawan lain, maka karyawan semakin produktif dan semakin memacu karyawan untuk lebih giat dalam bekerja sehingga produktivitas kerja karyawan dapat meningkat.

    BAB VI KESIMPULAN, SARAN DAN KETERBATASAN PENELITIAN A. Kesimpulan Dari hasil analisis dapat disimpulkan sebagai berikut :

      1. Ada pengaruh positif antara kompensasi terhadap produktivitas karyawan PT. Deltomed Laboratories Wonogiri

      2. Ada pengaruh positif antara sikap kerja karyawan terhadap produktivitas karyawan PT. Deltomed Laboratories Wonogiri

      3. Ada pengaruh positif antara kompensasi dan sikap kerja karyawan terhadap produktivitas karyawan PT. Deltomed Laboratories Wonogiri.

    B. Saran

      Hasil analisis data menunjukkan bahwa ada pengaruh positif antara kompensasi terhadap produktivitas karyawan bagian produksi PT.

      Deltomed Laboratories Wonogiri, oleh sebab itu perusahaan perlu mempertahankan variabel kompensasi melalui program-program kesejahteraan karyawan dengan cara perusahaan tetap memberikan

      Hasil analisis data juga menunjukkan bahwa ada pengaruh positif antara sikap kerja terhadap produktivitas karyawan bagian produksi PT.

      Deltomed Laboratories Wonogiri, oleh sebab itu perusahaan perlu meningkatkan sikap kerja karyawan dengan cara perusahaan memberikan program pelatihan kerja yang dapat menunjang pekerjaan karyawan. Contoh : pelatihan kerja dalam hal keterampilan dan keahlian karyawan dalam bekerja. Tujuan diadakan program pelatihan tersebut adalah agar karyawan merasa diperhatikan oleh perusahaan dan agar karyawan memiliki keterampilan dan keahlian dalam bekerja, sehingga dapat memacu kerja karyawan dan akhirnya produktivitas karyawan dapat meningkat.

      Selain itu hasil penelitian juga menunjukkan bahwa kompensasi, dan sikap kerja mempunyai pengaruh positif terhadap produktivitas karyawan PT. Deltomed Laboratories Wonogiri. Dari pengaruh kedua variabel tersebut sebaiknya perusahaan tetap meningkatkan maupun mempertahankan pemberian kompensasi dan sikap kerja karyawan dalam meningkatkan produktivitas karyawan. Sebab kompensasi dan sikap kerja akan senantiasa diperbaharui dalam rangka meningkatkan produktivitas karyawan.

      Penelitian ini hanya membahas mengenai pengaruh kompensasi diperoleh akan lebih bermanfaat dalam pengambilan keputusan terkait dengan strategi pemberian kompensasi dan sikap kerja karyawan terhadap produktivitas karyawan.

    C. Keterbatasan

      Keterbatasan dalam penelitian ini meliputi:

      1. Faktor responden Keterbatasan responden dalam memahami pertanyaan serta keseriusan responden dalam menjawab pertanyaan dengan kejujuran merupakan kendala bagi tingkat akurasi jawaban sehingga kadang jawaban yang diberikan tidak dalam keadaan yang sebenarnya.

      2. Faktor peneliti Keterbatasan peneliti dalam kemampuan dan pengalaman penelitian karena peneliti masih dalam tahap belajar dan baru pertama kali mengadakan penelitian sehingga, peneliti tidak dapat mengungkapkan semua fakta yang ada dalam penelitian ini dengan tepat. Kesimpulan yang diambil hanya sebatas pada data yang diperoleh.

    DAFTAR PUSTAKA

      Burhanudin. 2006. Pengaruh Kompensasi Dan Kondisi Kerja Terhadap

      Kepuasan Kerja Karywan Kantor Dinas Pendidikan Propinsi Daerah Iastimewa Yogyakarta

      , p:295-314. Jurnal Ekonomi Janavisi. PPE : Universitas Janabadra Yogyakarta

      Cooper, R. dan William Emroy, C. 1996. (terj. Ellen Gunawan dan Imam Nurmawan). Metode Penelitian Bisnis Jilid 1. Edisi 5. Jakarta: Erlangga. Djanegara Moermahadi Soerja, Nurruzzaman. 2006. Pengaruh Tingkat

      Kecelakaan Kerja Terhadap Produktivitas Kerja Karyawan ,

      p:1-5. Jurnal Ilmiah Kesatuan. Akademik Manajemen Kesatuan : Bogor

      Dongoran Johnson. 2006. Pengaruh Sikap kerja Terhadap Kinerja pada Hotel

      Bintang di Jawa Tengah dan DIY , p:79-92. Jurnal Akuntansi dan

      Manajemen. STIE YKPN : Yogyakarta Griffin. 2003. Manajemen. Erlangga : Jakarta Handoko Hani .1997. Manajemen. BPFE : Yogyakarta Hariandja Marihot TE. 2007. Manajemen Sumber Daya Manusia. Grasindo :

      Jakarta Husein Umar. 2000. Metodologi Penelitian Dalam Pemasaran. Gramedia :

      Jakarta ___________. 2007. Metodologi Penelitian Untuk Skripsi dan Tesis Bisnis. Rajagrafindo Persada : Jakarta

      Iqbal, Hasan. 2002. Metode Penelitian dan Aplikasinya. Jakarta: Ghalia Indonesia Lind, Marchal A., et al 2007. Teknik – teknik Statistika Dalam Bisnis dan

      Ekonomi Menggunakan Kelompok Data Global , Salemba Empat :

      Jakarta Mangkuprawira Sjafri dan Aida Vtayala Hubeis. 2007. Manajemen Mutu Sumber

      Daya Manusia . Ghalia Indonesia : Bogor Mudayen Vianey YM, Yohanes Harsono, PA Rubiyatno. 2008. Pengaruh

      kompensasi, pelatihan, lingkungan kerja terhadap kepuasan kerja guru di SMK YPKK3 Sleman . Jurnal Penelitian, p:156-158. LPPM

      Universitas Sanata Dharma : Yogyakarta Murwani Ani, 2003. Analisis hubungan antara Sumber Daya Manusia, Strategi

      dan kinerja perubahan paradigma manajemen sumber daya manusia, p:117. Jurnal Ekonomi Perusahaan : Jakarta

      Nugroho Oentoeng Tjitra. 2002. Pengaruh unsur-unsur motivasi terhadap

      produktivitas tenaga kerja perusahaan. Jurnal Widya Manajemen

      dan Akuntansi, p:70-86. Fakultas Ekonomi Universitas Katolik Widya Mandala : Surabaya

      Priyatno Dwi. 2009. Mandiri Belajar SPSS Untuk Analisis Data dan Uji Statistik Mediakom : Jakarta Purwanto Suharyadi. 2004. Statistika Untuk Ekonomi dan Keuangan Modern.

      Salemba Empat : Jakarta Robbins Stephen. 2006. Manajemen. Indeks : Jakarta Sastrohadiwiryo Siswanto. 2005. Manajemen Tenaga Kerja Indonesia (Pendekatan Administratif dan Operasional).

      Bumi Aksara : Jakarta

      Siagian. 1995. Manajemen Sumber Daya Manusia. Bumi Aksara : Jakarta Simamora Henry. 1997. Manajemen Sumber Daya Manusia Edisi 2. STIE YKPN

      : Yogyakarta Simamora Henry. 2006. Manajemen Sumber Daya Manusia. Salemba Empat :

      Jakarta Siswanto HB. 2005. Pengantar Manajemen. Bumi Aksara : Jakarta Sudarsono J. 1994. Pengantar Ekonomi Perusahaan. Gramedia : Jakarta Sugiyono. 2001. Metode Penelitian Bisnis. Alfabeta : Bandung _______. 2008. Metode Penelitian Bisnis. Alfabeta : Bandung Sofyandi Herman. 2008. Manajemen Sumber Daya Manusia. Graha Ilmu : Jakarta

      Sunjoyo. 2001. Kompensasi : Apakah memberikan motivasi dan kepuasan ? Jurnal Widya Manajemen dan Akuntansi, p:167-178. Universitas Katolik Widya Mandala : Surabaya

      Sunyoto. 2007. Analisis Regresi dan Korelasi Bivariat. Amara Books : Yogyakarta

      Surhatono. 2002. Menumbuhkan Keefektifan, Produktivitas, dan Hubungan Perburuhan untuk Meningkatkan Kinerja Organisasi, p:232-243.

      Jurnal Fokus Ekonomi. STIE Stikubank : Semarang. Usman Husaini, Purnomo Setiady Akbar. 2006. Pengantar Statistika Edisi dua.

      Bumi Aksara : Jakarta Winardi J.SE. 2004. Manajemen Perilaku Organisasi. Prenada Media : Jakarta

      

    . 2008// jurnal-sdm.blogspot.com/definisi peranan

    fungsi dan tujuan gaji.html. diakses tanggal 26 Oktober 2009.

    diakses tanggal 26 Oktober 2009.

      86

      87

      87

      87

      87

      88

      88

      

    8

      

    8

      

    8

      

    8

      

    9

      

    8

      9

      

    1

      

    9

      

    2

      

    9

      Validitas Kompensasi Correlations kompen K1 K2 K3 K4 K5 K6 K7 sasi_x1

      K1 Pearson 1 .831(**) .452(**) 1.000(**) .831(**) .452(**) .232(*) .898(**) Correlation Sig. (2-tailed)

      . .000 .000 . .000 .000 .030 .000 N

      88

      88

      88

      88

      88

      88

      88

      88 K2 Pearson 1.000(* .831(**)

      1 .420(**) .831(**) .420(**) .258(*) .898(**) Correlation

    • ) Sig. (2-tailed) .000 . .000 .000 . .000 .015 .000 N

      88

      88

      88

      88

      88

      88

      88

      88 1.000(* K3 Pearson .452(**) .420(**)

      1 .452(**) .420(**) .375(**) .702(**) Correlation

    • ) Sig. (2-tailed) .000 .000 . .000 .000 . .000 .000 N

      88

      88

      88

      88

      88

      88

      88

      88 K4 Pearson 1.000(* .831(**) .452(**) 1 .831(**) .452(**) .232(*) .898(**) Correlation *) Sig. (2-tailed)

      . .000 .000 . .000 .000 .030 .000 N

      88

      88

      88

      88

      88

      88

      88

      88 K5 Pearson 1.000(* .831(**) .420(**) .831(**) 1 .420(**) .258(*) .898(**) Correlation *) Sig. (2-tailed)

      .000 . .000 .000 . .000 .015 .000 N

      88

      88

      88

      88

      88

      88

      88

      88 K6 Pearson .452(**) .420(**) 1.000(**) .452(**) .420(**) 1 .375(**) .702(**) Correlation Sig. (2-tailed)

      .000 .000 . .000 .000 . .000 .000 N

      88

      88

      88

      88

      88

      88

      88

      88 K7 Pearson .232(*) .258(*) .375(**) .232(*) .258(*) .375(**) 1 .472(**) Correlation

      Sig. (2-tailed) .030 .015 .000 .030 .015 .000 . .000 N

      88

      88

      88

      88

      88

      88

      88

      88 kompensasi_x Pearson .898(**) .898(**) .702(**) .898(**) .898(**) .702(**) .472(**)

      1

      1 Correlation Sig. (2-tailed) .000 .000 .000 .000 .000 .000 .000 . N

      88

      88

      88

      88

      88

      88

      88

      88 ** Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).

    • Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed).

      Validitas Sikap Kerja Correlations Sikap_k SK1 SK2 SK3 SK4 SK5 SK6 SK7 erja_x2

      SK1 Pearson 1 .204 .306(**) -.099 .032 .032 .067 .240(**) Correlation Sig. (2-

      . .057 .004 .360 .767 .770 .533 .025 tailed) N

      88

      88

      

    88

      88

      88

      88

      88

      88 SK2 Pearson .204 1 .426(**) -.002 -.050 .032 .047 .302(**) Correlation

      Sig. (2- .057 . .000 .983 .643 .766 .667 .004 tailed) N

      88

      88

      

    88

      88

      88

      88

      88

      88 Pearson SK3 .306(**) .426(**) 1 .013 .065 .148 .073 .401(**) Correlation

      Sig. (2- .004 .000 . .901 .548 .169 .501 .000 tailed) N

      88

      88

      

    88

      88

      88

      88

      88

      88 SK4 Pearson

    • .099 -.002 .013 1 .717(**) .390(**) .219(*) .651(**) Correlation Sig. (2- .360 .983 .901 . .000 .000 .041 .000 tailed) N

      88

      88

      

    88

      88

      88

      88

      88

      88 SK5 Pearson .032 -.050 .065 .717(**) 1 .431(**) .395(**) .754(**) Correlation

      Sig. (2- .767 .643 .548 .000 . .000 .000 .000 tailed) N

      88

      88

      

    88

      88

      88

      88

      88

      88 SK6 Pearson

    .032 .032 .148 .390(**) .431(**)

    1 .419(**) .696(**) Correlation

      Sig. (2- .770 .766 .169 .000 .000 . .000 .000 tailed) N

      88

      88

      

    88

      88

      88

      88

      88

      88 SK7 Pearson

    • .067 .047 .073 .219(*) .395(**) .419(**) 1 .667(**) Correlation Sig. (2- .533 .667 .501 .041 .000 .000 . .000 tailed) N

      88

      88

      

    88

      88

      88

      88

      88

      88 Sikap Pearson _kerja Correlation .240(**) .302(**) .401(**) .651(**) .754(**) .696(**) .667(**) 1 _x2

      Sig. (2- .025 .004 .000 .000 .000 .000 .000 . tailed) N

      88

      88

      

    88

      88

      88

      88

      88

      88 ** Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).

      Validitas Produktivitas Karyawan Correlations Produktivitas_ PK1 PK2 PK3 PK4 PK5 karyawan_Y

      PK1 Pearson 1 .086 .189 .128 .166 .386(**) Correlation Sig. (2-tailed)

      . .426 .077 .235 .123 .000 N

      88

      88

      88

      88

      88

      88 PK2 Pearson .086 1 .397(**) .540(**) .543(**) .747(**) Correlation Sig. (2-tailed)

      .426 . .000 .000 .000 .000 N

      88

      88

      88

      88

      88

      88 PK3 Pearson .189 .397(**) 1 .216(*) .415(**) .688(**) Correlation

      Sig. (2-tailed) .077 .000 . .043 .000 .000 N

      88

      88

      88

      88

      88

      88 PK4 Pearson 1 .748(**) .762(**)

    .128 .540(**) .216(*)

    Correlation

      Sig. (2-tailed) .235 .000 .043 . .000 .000 N

      88

      88

      88

      88

      88

      88 PK5 Pearson .166 .543(**) .415(**) .748(**) 1 .845(**) Correlation

      Sig. (2-tailed) .123 .000 .000 .000 . .000 N

      88

      88

      88

      88

      88

      88 Produktivitas_ Pearson .386(**) .747(**) .688(**) .762(**) .845(**) 1 karyawan_Y Correlation

      Sig. (2-tailed) .000 .000 .000 .000 .000 . N

      88

      88

      88

      88

      88

      88 ** Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).

    • Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed).

      Reliabilitas Kompensasi Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items

      .792

      8 Item-Total Statistics Scale Corrected Cronbach's Scale Mean if Variance if Item-Total Alpha if Item Item Deleted Item Deleted Correlation Deleted

      K1 50.41 67.601 .877 .751 K2 50.43 66.570 .875 .747 K3 50.14 72.878 .662 .776 K4 50.41 67.601 .877 .751 K5 50.43 66.570 .875 .747 K6 50.14 72.878 .662 .776 K7 50.38 74.973 .403 .789 Kompensasi_x1 27.10 20.185 1.000 .899

      Reliabilitas Sikap Kerja Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items

      .724

      8 Item-Total Statistics Scale Corrected Cronbach's Scale Mean if Variance if Item-Total Alpha if Item Item Deleted Item Deleted Correlation Deleted

      SK1 48.95 26.848 .151 .734 SK2 49.10 26.576 .219 .728 SK3 49.00 26.046 .321 .720 SK4 49.55 23.331 .559 .683 SK5 49.66 22.480 .682 .666 SK6 49.55 23.078 .615 .677 SK7 49.73 21.902 .542 .674

      Reliabilitas Produktivitas Karyawan Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items

      .775

      6 Item-Total Statistics Scale Mean if Item Deleted Scale

      Variance if Item Deleted Corrected Item-Total

      Correlation Cronbach's Alpha if Item Deleted

      PK1 37.61 14.010 .292 .789 PK2 37.47 12.298 .678 .736 PK3 37.97 11.872 .576 .738 PK4 37.38 12.099 .691 .731 PK5 37.45 11.538 .792 .710 Produktivitas_karyawan_Y 20.88 3.766 1.000 .731

      Regression Sederhana (Hipotesis 1) Model Summary

    Adjusted R Std. Error of

    Model R R Square Square the Estimate

      1 .425(a) .180 .171 1.767 a Predictors: (Constant), Kompensasi_x1 ANOVA(b)

      Sum of Model Squares df Mean Square F Sig.

      1 Regression 59.089 1 59.089 18.923 .000(a) Residual

      268.536 86 3.123 Total 327.625

      

    87

    a Predictors: (Constant), Kompensasi_x1 b Dependent Variable: Produktivitas_Karyawan_Y Coefficients(a)

      Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients

    Model B Std. Error Beta t Sig.

    1 (Constant) 15.904 1.158 13.731 .000

      Kompensasi .183 .042 .425 4.350 .000 _x1 a Dependent Variable: Produktivitas_Karyawan_Y

      Regression Sederhana (Hipotesis 2) Model Summary

    Adjusted R Std. Error of

    Model R R Square Square the Estimate

      1 .418(a) .175 .166 1.773 a Predictors: (Constant), Sikap_Kerja_X2 ANOVA(b)

      Sum of Model Squares df Mean Square F Sig.

      1 Regression 57.372 1 57.372 18.257 .000(a) Residual

      270.253 86 3.142 Total 327.625

      

    87

    a Predictors: (Constant), Sikap_Kerja_X2 b Dependent Variable: Produktivitas_Karyawan_Y Coefficients(a)

      1 (Constant) 12.693 1.924 6.596 .000 Sikap_Kerja .308 .072 .418 4.273 .000 _X2 a Dependent Variable: Produktivitas_Karyawan_Y

      Regression Berganda (Hipotesis 3) Model Summary(b)

    Adjusted R Std. Error of

    Model R R Square Square the Estimate

      1 .472(a) .223 .204 1.731 a Predictors: (Constant), Sikap_kerja_x2, Kompensasi_x1 b Dependent Variable: Produktivitas_karyawan_Y ANOVA(b)

      Sum of Model Squares df Mean Square F Sig.

      1 Regression 72.972 2 36.486 12.179 .000(a) Residual

      254.653 85 2.996 Total 327.625

      

    87

    a Predictors: (Constant), Sikap_kerja_x2, Kompensasi_x1 b Dependent Variable: Produktivitas_karyawan_Y Coefficients(a)

      Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients

    Model B Std. Error Beta t Sig.

    1 (Constant) 12.680 1.879 6.749 .000

      Kompensasi .117 .051 .272 2.282 .025 _x1 Sikap_kerja

      .189 .088 .256 2.153 .034 _x2 a Dependent Variable: Produktivitas_karyawan_Y

      Uji Asumsi Klasik Multikolinieritas Coefficients(a)

      Unstandardized Standardized Collinearity Model Coefficients Coefficients t Sig. Statistics B Std. Error Beta Tolerance

      VIF 1 (Constant) 12.680 1.879 6.749 .000 Kompensasi_

      .117 .051 .272 2.282 .025 .645 1.552 x1 Sikap_kerja_ .189 .088 .256 2.153 .034 .645 1.552 x2 a Dependent Variable: Produktivitas_karyawan_Y

      Uji Asumsi Klasik Heteroskedastisitas Scatterplot Dependent Variable: Produktivitas_karyawan_Y

      4 l a u id s e

    2 R

      d ze ti n e d tu S n io s

    • 2

      s re g e R

    • 4
    • 3 -2 -1

      1

      2 Regression Standardized Predicted Value Uji Asumsi Klasik Normalitas, Autokorelasi.

       Model Summary(b) Adjusted R Std. Error of Model R R Square Square the Estimate Durbin-Watson

      1 .472(a) .223 .204 1.731 2.031 a Predictors: (Constant), Sikap_kerja_x2, Kompensasi_x1 b Dependent Variable: Produktivitas_karyawan_Y Dependent Variable: Produktivitas_karyawan_Y Histogram

      20 15 y nc ue 10 eq

      Fr 5 -4 -3 -2 -1

    1

    2 3 N = 88 Std. Dev. = 0.988 Mean = -1.52E-17 Regression Standardized Residual Normal P-P Plot of Regression Standardized Residual Dependent Variable: Produktivitas_karyawan_Y 0.8 1.0 b ro P 0.6 um

      C d te 0.4 ec xp E 0.0 0.2 0.0 0.2 0.4 0.6 0.8 1.0 Observed Cum Prob

      

    Tabel F

      9

      

    97 3,939 3,090 2,698 2,465 2,308 2,194 2,105 2,035 1,978 1,930

    98 3,938 3,089 2,697 2,465 2,307 2,193 2,104 2,034 1,977 1,929

    99 3,937 3,088 2,696 2,464 2,306 2,192 2,103 2,033 1,976 1,928

    100 3,936 3,087 2,696 2,463 2,305 2,191 2,103 2,032 1,975 1,927

      96 3,940 3,091 2,699 2,466 2,309 2,195 2,106 2,036 1,979 1,931

      

    82 3,957 3,108 2,716 2,483 2,326 2,211 2,123 2,053 1,996 1,948

    83 3,956 3,107 2,715 2,482 2,324 2,210 2,122 2,052 1,995 1,947

    84 3,955 3,105 2,713 2,480 2,323 2,209 2,121 2,051 1,993 1,945

    85 3,953 3,104 2,712 2,479 2,322 2,207 2,119 2,049 1,992 1,944

    86 3,952 3,103 2,711 2,478 2,321 2,206 2,118 2,048 1,991 1,943

    87 3,951 3,101 2,709 2,476 2,319 2,205 2,117 2,047 1,989 1,941

    88 3,949 3,100 2,708 2,475 2,318 2,203 2,115 2,045 1,988 1,940

    89 3,948 3,099 2,707 2,474 2,317 2,202 2,114 2,044 1,987 1,939

    90 3,947 3,098 2,706 2,473 2,316 2,201 2,113 2,043 1,986 1,938

    91 3,946 3,097 2,705 2,472 2,315 2,200 2,112 2,042 1,984 1,936

    92 3,945 3,095 2,704 2,471 2,313 2,199 2,111 2,041 1,983 1,935

    93 3,943 3,094 2,703 2,470 2,312 2,198 2,110 2,040 1,982 1,934

    94 3,942 3,093 2,701 2,469 2,311 2,197 2,109 2,038 1,981 1,933

    95 3,941 3,092 2,700 2,467 2,310 2,196 2,108 2,037 1,980 1,932

      81 3,959 3,109 2,717 2,484 2,327 2,213 2,125 2,055 1,998 1,950

      

    80 3,960 3,111 2,719 2,486 2,329 2,214 2,126 2,056 1,999 1,951

      70 3,978 3,128 2,736 2,503 2,346 2,231 2,143 2,074 2,017 1,969

      10

    10 4,96 4,10 3,71 3,48 3,33 3,22 3,14 3,07 3,02 2,98

    20 4,351 3,493 3,098 2,866 2,711 2,599 2,514 2,447 2,393 2,348

    30 4,171 3,316 2,922 2,690 2,534 2,421 2,334 2,266 2,211 2,165

    40 4,085 3,232 2,839 2,606 2,449 2,336 2,249 2,180 2,124 2,077

    50 4,034 3,183 2,790 2,557 2,400 2,286 2,199 2,130 2,073 2,026

    60 4,001 3,150 2,758 2,525 2,368 2,254 2,167 2,097 2,040 1,993

      8

      α

      7

      6

      5

      4

      3

      2

      1

      

    = 5%

    df2 df1

      Sumber: Ekonometrika Dasar, Damodar Gujarati, Penerbit Erlangga, Jakarta, 2004

      TABEL t df

      α

      0,10 0,05 0,025 0,01 0,005

    10 1,372 1,812 2,228 2,764 3,169

    20 1,325 1,725 2,086 2,528 2,845

    30 1,310 1,697 2,042 2,457 2,750

    40 1,303 1,684 2,021 2,423 2,704

    50 1,299 1,676 2,009 2,403 2,678

    60 1,296 1,671 2,000 2,390 2,660

    70 1,294 1,667 1,994 2,381 2,648

    80 1,292 1,664 1,990 2,374 2,639

    81 1,292 1,664 1,990 2,373 2,638

    82 1,292 1,664 1,989 2,373 2,637

    83 1,292 1,663 1,989 2,372 2,636

      84 1,292 1,663 1,989 2,372 2,636

      

    85 1,292 1,663 1,988 2,371 2,635

    86 1,291 1,663 1,988 2,370 2,634

    87 1,291 1,663 1,988 2,370 2,634

    88 1,291 1,662 1,987 2,369 2,633

    89 1,291 1,662 1,987 2,369 2,632

    90 1,291 1,662 1,987 2,368 2,632

    91 1,291 1,662 1,986 2,368 2,631

    92 1,291 1,662 1,986 2,368 2,630

      93 1,291 1,661 1,986 2,367 2,630

      

    94 1,291 1,661 1,986 2,367 2,629

    95 1,291 1,661 1,985 2,366 2,629

    96 1,290 1,661 1,985 2,366 2,628

    97 1,290 1,661 1,985 2,365 2,627

    98 1,290 1,661 1,984 2,365 2,627

    99 1,290 1,660 1,984 2,365 2,626

      100 1,290 1,660 1,984 2,364 2,626

      Sumber: Ekonometrika Dasar, Damodar Gujarati, Penerbit Erlangga, Jakarta, 2004

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

Analisis hubungan antara sistem kompensasi terhadap motivasi dan produktivitas kerja karyawan bagian produksi PT. Sariwangi A.E.A
0
2
95
Pengaruh gaji, kondisi kerja dan program pelayanan bagi karyawan terhadap produktivitas kerja (studi pada karyawan bagian produksi di PT. Royan Sragen)
1
12
124
Hubungan antara sikap terhadap pemberian kompensasi finansial dan kepuasan kerja pada karyawan produksi PT. Yekatria Farma.
0
4
157
Pengaruh gaya kepemimpinan dan kompensasi terhadap prestasi kerja karyawan : studi kasus pada karyawan tetap departemen produksi PT. Mustika Ratu Tbk. Jakarta Timur.
2
14
128
Pengaruh faktor internal dan eksternal karyawan terhadap produktivitas kerja : studi kasus pada karyawan bagian produksi PT. Anugerah Mulia Indobel (Cokelat Monggo).
7
67
116
Pengaruh tingkat pendidikan, masa kerja dan persepsi karyawan tentang lingkungan kerja terhadap produktivitas kerja karyawan : studi kasus karyawan bagian produksi PT Nirmala Tirta Putra.
0
12
146
Pengaruh persepsi karyawan mengenai gaya kepemimpinan manajer terhadap prestasi kerja karyawan : studi kasus karyawan bagian produksi Pertenunan Santa Maria Boro.
1
2
125
Hubungan antara motivasi kerja, tingkat pendidikan dan lingkungan kerja karyawan dengan produktivitas kerja karyawan bagian produksi : studi kasus CV. Inoe Handycraft.
0
0
157
Pengaruh stress kerja dan konflik terhadap produktivitas kerja karyawan : studi kasus pada perusahaan kerajiunan kayu Sanggar Peni Yogyakarta - USD Repository
0
0
116
Pengaruh lingkungan kerja terhadap produktivitas karyawan berdasarkan persepsi karyawan bagian tenun : studi kasus pertenunan Santa Maria Boro, Banjarsari, Kalibawang, Kulon Progo - USD Repository
0
0
129
Pengaruh motivasi terhadap semangat kerja karyawan : studi kasus karyawan restoran Boyong Kalegan, Sleman, DIY - USD Repository
0
1
94
Pengaruh motivasi terhadap semangat kerja karyawan : studi kasus karyawan restoran Boyong Kalegan, Sleman, DIY - USD Repository
0
0
94
Pengaruh motivasi terhadap produktivitas karyawan : studi kasus PT. BPR Bhakti Daya Ekonomi Yogyakarta - USD Repository
0
0
78
Pengaruh motivasi terhadap produktivitas karyawan : studi kasus PT. BPR Bhakti Daya Ekonomi Yogyakarta - USD Repository
0
0
78
Hubungan pelaksanaan program kesejahteraan dengan motivasi kerja karyawan : studi kasus pada karyawan bagian pemasaran penerbit-percetakan Kanisius Yogyakarta - USD Repository
0
0
158
Show more