TINGKAT KEPUASAN SISWA DAN GURU TERHADAP PENGGUNAAN ALAT PERAGA MATEMATIKA BERBASIS METODE MONTESSORI

Gratis

0
1
317
7 months ago
Preview
Full text
(1)PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI TINGKAT KEPUASAN SISWA DAN GURU TERHADAP PENGGUNAAN ALAT PERAGA MATEMATIKA BERBASIS METODE MONTESSORI SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Oleh: Yuliana Maya Safitri NIM: 101134062 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR JURUSAN ILMU PENDIDIKAN FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2014

(2) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI TINGKAT KEPUASAN SISWA DAN GURU TERHADAP PENGGUNAAN ALAT PERAGA MATEMATIKA BERBASIS METODE MONTESSORI SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Oleh: Yuliana Maya Safitri NIM: 101134062 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR JURUSAN ILMU PENDIDIKAN FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2014 i

(3) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ii

(4) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI iii

(5) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI PERSEMBAHAN Skripsi ini kupersembahkan untuk:  Tuhan Yang Maha Kuasa, yang selalu memberikan kesehatan serta kekuatan kepadaku.  Almamater Sanata Dharma.  Orang tuaku Bapak Marselus Halimah dan Ibu Sugiarti yang selalu mendukungku baik moral maupun material.  Dosen Pembimbingku Bu Catur dan Bu Hana yang telah membimbingku dengan sabar.  Adikku Yohanes Indra Darma yang selalu memberikan dukungan.  Kekasihku Yohanes Gayuh Adi Wibowo yang selalu membantu dan memberikan semangat.  Sahabat-sahabat seperjuanganku, Afi, Meli, Tina, Bayu, Okta, Koko, dan Wina yang selalu merangkulku dalam kesulitan dan kemudahan. iv

(6) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI MOTTO Jadilah pengubah keadaan dan bukan menjadi korban dari perubahan Terimalah keadaan apa pun yang sedang anda alami, bekerja-keraslah, dan jadilah pribadi yang kuat karena tenaga dari rencana-rencana anda. Segera setelah itu, anda akan mulai mampu mempengaruhi kualitas dari yang terjadi pada anda. Dengannya, anda menjadi pengubah keadaan. (Mario Teguh) v

(7) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI vi

(8) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI vii

(9) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ABSTRAK TINGKAT KEPUASAN SISWA DAN GURU TERHADAP PENGGUNAAN ALAT PERAGA MATEMATIKA BERBASIS METODE MONTESSORI Yuliana Maya Safitri Univrsitas Sanata Dharma 2014 Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kurang efektifnya penggunaan alat peraga dalam pembelajaran matematika. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepuasan siswa dan guru terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori, khususnya alat peraga Bola Penjumlahan. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif deskriptif dengan metode sensus. Subjek penelitian sebanyak 54 siswa dan 2 guru kelas I SD Karitas Yogyakarta. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner kinerja dan kepentingan. Data penelitian dianalisis menggunakan Penilaian Acuan Norma (PAN) tipe II dan Importance Performance Analysis (IPA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kepuasan siswa dan guru terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori adalah cukup. Aspek alat peraga yang perlu dipertahankan prestasinya menurut siswa yaitu alat peraga membantu mengerjakan soal, memiliki bentuk menarik, warna menarik, bermacam warna, bahan yang diketahui, pernah dilihat, mudah dibawa, tidak mudah rusak, memiliki permukaan halus, dan dilem. Aspek alat peraga yang perlu dipertahankan prestasinya menurut guru yaitu alat peraga memudahkan memahami konsep matematika, memudahkan mengerjakan soal, digunakan untuk memahami konsep materi, menunjukkan kesalahan jawaban, membantu memperbaiki kesalahan, membantu menemukan kesalahan yang dibuat, digunakan berulang kali, mudah dibersihkan, direkatkan dengan kuat, dan dipaku dengan kuat. Kata kunci: tingkat kepuasan, alat peraga matematika, metode Montessori, PAN tipe II, IPA. viii

(10) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ABSTRACT THE LEVEL OF STUDENTS AND TEACHERS SATISFACTION TOWARD THE USE OF MATHEMATICS TEACHING AID BASED ON MONTESSORI METHOD By: Yuliana Maya Safitri Sanata Dharma University This research was triggered by the ineffectiveness of the use of teaching aids in mathematic. This study was intended to find out student and teacher’s satisfaction level toward the use of mathematics teaching aid based on Montessori methods, especially Bola Penjumlahan. This study was a descriptive and quantitative researchcensus method. The subjects were 54 students and 2 teachers in grade 4 of Karitas Elementary School in Yogyakarta. The data collection method was questionnaires which was used to assess the importance and the performance teaching aid. The data were analized using criterian reference method (PAN) II and Importance Performance Analysis (IPA). The result of this research showed that students and teachers the satisfaction with teaching aid based on Montessori method were fairly satisfy. According to the students, some attributes of teaching aid needed to be maintained were helping to solve the problems, having attractive form, having interesting color, having various colors, being making by known material, being seen before, being mobile form, having durability, having smooth surface, and strongly glued. According to the teachers, attributes needed to be retained were the ability to understand mathematical concepts to questions, to understand the material, to show the wrong answers, to revise the faults, to find the faults, to be used repeatedly, easy to be cleaned, and strongly glued, as well as nailed forcefully. Keywords: satisfaction level, mathematics teaching aid, Montessori method, criterian references method II, Importance Performance Analysis. ix

(11) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI KATA PENGANTAR Puji syukur peneliti panjatkan kepada Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan hidayah-Nya, sehingga peneliti dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul “TINGKAT KEPUASAN SISWA DAN GURU TERHADAP PENGGUNAAN ALAT PERAGA MATEMATIKA BERBASIS METODE MONTESSORI”. Penulisan skripsi ini merupakan salah satu syarat untuk memperoleh gelar sarjana pada Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar di Universitas Sanata Dharma. Peneliti menyadari bahwa penulisan skripsi tidak akan terwujud tanpa bantuan dari berbagai pihak. Peneliti megucapkan terima kasih kepada: 1. Rohandi, Ph.D., selaku Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sanata Dharma. 2. Gregorius Ari Nugrahanta, S.J., S.S., BST., M.A., selaku Ketua Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Sanata Dharma. 3. Catur Rismiati, S.Pd., M.A., Ed.D., selaku dosen pembimbing I, yang telah memberikan arahan, dorongan, semangat, serta sumbangan pemikiran yang penulis butuhkan untuk menyelesaikan penelitian sensus ini. 4. Andri Anugrahana, S.Pd., M.Pd., selaku dosen pembimbing II, yang telah memberikan bantuan ide, saran, masukan, kritik, serta bimbingan yang sangat berguna bagi penelitian ini. 5. Agustinus Walidi, S.Pd., selaku Kepala Sekolah Dasar Karitas Yogyakarta yang telah memberikan ijin kepada peneliti untuk melakukan penelitian di kelas I SD Karitas Yogyakarta. 6. Brigita Rival Alpinda dan Anastasia Ngatilah, S.Pd., selaku guru kelas I SD Karitas Yogyakarta yang telah memberikan waktu, bantuan untuk melakukan penelitian. 7. Siswa kelas I SD Karitas Yogyakarta, yang telah bersedia menjadi subjek dalam penelitian ini. x

(12) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 8. Ayah, Ibu, Adik, Saudara, dan Kekasih tercinta yang telah memberikan fasilitas material maupun finansial serta doa yang tidak pernah berhenti dari awal hingga akhir perkuliahan. 9. Sahabat-sahabatku Meli, Afi, Tina, Okta, Koko, Bayu, Wina, Meta yang telah memberikan kasih dan dukungan. 10. Keluarga besar PGSD’10 kelas B yang telah menjadikan aku pribadi yang lebih kuat, tangguh, dewasa dalam iman dan mengerti tentang arti kehidupan. 11. Semua pihak yang tidak dapat saya sebutkan satu per satu, yang telah memberikan dukungan dan bantuan selama penelitian ini. Peneliti sangat menyadari bahwa skripsi ini jauh dari kata sempurna, oleh karena itu kritik dan saran yang membangun akan peneliti terima. Semoga skripsi ini berguna bagi peneliti dan para pembaca. xi

(13) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL............................................................................................. HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING .................................................. HALAMAN PENGESAHAN ............................................................................... HALAMAN PERSEMBAHAN ............................................................................ MOTTO................................................................................................................. PERNYATAAN KEASLIAN KARYA................................................................ LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI................................ ABSTRAK ............................................................................................................ ABSTRACT ............................................................................................................ KATA PENGANTAR........................................................................................... DAFTAR ISI ......................................................................................................... DAFTAR TABEL ................................................................................................. DAFTAR GAMBAR ............................................................................................ DAFTAR LAMPIRAN ......................................................................................... i ii iii iv v vi vii viii ix x xii xiv xvii xix BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah ................................................................................... 1 B. Identifikasi Masalah ......................................................................................... 7 C. Batasan Masalah ............................................................................................... 7 D. Rumusan Masalah ............................................................................................ 8 E. Tujuan Penelitian .............................................................................................. 8 F. Manfaat Penelitian ............................................................................................ 9 G. Definisi Operasional ......................................................................................... 10 BAB II KAJIAN TEORI A. Kajian Pustaka .................................................................................................. 1. Montessori ................................................................................................... 2. Matematika ................................................................................................... 3. Alat Peraga ................................................................................................... 4. Alat Peraga Bola Penjumlahan ..................................................................... 5. Tingkat Kepuasan ......................................................................................... B. Hasil Penelitian yang Relevan .......................................................................... C. Kerangka Berpikir ............................................................................................ D. Hipotesis .......................................................................................................... 12 12 17 21 23 27 42 49 53 BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian ................................................................................................ B. Tempat dan Waktu Penelitian ......................................................................... C. Populasi dan Sampel......................................................................................... D. Variabel Penelitian ......................................................................................... 54 55 55 56 xii

(14) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI E. Teknik Pengumpulan Data ............................................................................... F. Instrumen Pengumpulan Data ........................................................................ G. Uji Validitas dan Reliabilitas .......................................................................... H. Prosedur Analisis Data .................................................................................... I. Teknik Analisis Data ...................................................................................... J. Jadwal Penelitian ............................................................................................ 57 61 64 108 111 116 BAB IV DESKRIPSI, HASIL PENELITIAN, DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi Penelitian ........................................................................................ 118 B. Hasil Penelitian ............................................................................................... 120 C. Pembahasan ..................................................................................................... 200 BAB V KESIMPULAN, KETERBATASAN PENELITIAN DAN SARAN A. Kesimpulan ....................................................................................................... 219 B. Keterbatasan Penelitian .................................................................................. 222 C. Saran ................................................................................................................. 223 DAFTAR REFERENSI......................................................................................... 225 xiii

(15) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR TABEL Tabel 2.1 Tabel 2.2 Tabel 3.1 Tabel 3.2 Tabel 3.3 Tabel 3.4 Tabel 3.5 Tabel 3.6 Tabel 3.7 Tabel 3.8 Tabel 3.9 Tabel 3.10 Tabel 3.11 Tabel 3.12 Tabel 3.13 Tabel 3.14 Tabel 3.15 Tabel 3.16 Tabel 3.17 Tabel 3.18 Tabel 3.19 Tabel 3.20 Tabel 3.21 Tabel 4.1 Penggabungan Indikator Tingkat Kepuasan ...................................... Indikator Tingkat Kepuasan terhadap Penggunaan Alat Peraga Matematika Berbasis Metode Montessori.......................................... Alternatif Jawaban Skala Likert pada Kuesioner Kinerja untuk Siswa .................................................................................................. Alternatif Jawaban Skala Likert pada Kuesioner Kepentingan untuk Siswa .................................................................................................. Alternatif Jawaban Skala Likert pada Kuesioner Kinerja untuk Guru.................................................................................................... Alternatif Jawaban Skala Likert pada Kuesioner Kepentingan untuk Guru.................................................................................................... Kisi-kisi Kuesioner Kinerja dan Kepentingan Siswa dan Guru untuk Expert Judgement ..................................................................... Penjabaran Indikator Kuesioner Kinerja dan Kepentingan Siswa dan Guru untuk Expert Judgement ..................................................... Rangkuman Skor Expert Judgement Kuesioner Kinerja dan Kepentingan untuk Siswa dan Guru .................................................. Rangkuman Komentar Expert Judgement Kuesioner Kinerja dan Kepentingan untuk Siswa dan Guru................................................... Perbandingan Kuesioner Kinerja dan Kepentingan untuk Siswa dan Guru Sebelum dan Sesudah Expert Judgement.................................. Rangkuman Hasil Face Validity Kuesioner Kinerja dan Kepentingan untuk Siswa................................................................... Perbandingan Kuesioner Kinerja dan Kepentingan untuk Siswa Sebelum dan Sesudah Face Validity Siswa........................................ Rangkuman Hasil Face Validity Kuesioner Kinerja dan Kepentingan untuk Guru .................................................................... Perbandingan Kuesioner Kinerja dan Kepentingan untuk Guru Sebelum dan Sesudah Face Validity Guru ......................................... Kuesioner Penelitian Kinerja dan Kepentingan Guru ........................ Perbandingan Validitas Kuesioner Kinerja dan Kepentingan untuk Siswa .................................................................................................. Klasifikasi Tingkat Reliabilitas Instrumen......................................... Perbandingan Reliabilitas Total Kuesioner Kinerja dan Kepentingan untuk Siswa................................................................... Rangkuman Hasil Validitas dan Reliabilitas Kuesioner Siswa.......... Kuesioner Penelitian Kinerja dan Kepentingan Siswa....................... Klasifikasi Tingkat Kepuasan Siswa dan Guru berdasarkan PAN Tipe II ................................................................................................. Jadwal Penelitian................................................................................ Klasifikasi Tingkat Kepuasan Siswa berdasarkan PAN Tipe II ........ xiv 39 42 58 59 60 60 61 62 66 67 70 73 76 79 81 84 97 99 104 105 106 111 116 121

(16) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Tabel 4.2 Tabel 4.3 Tabel 4.4 Tabel 4.5 Tabel 4.6 Tabel 4.7 Tabel 4.8 Tabel 4.9 Tabel 4.10 Tabel 4.11 Tabel 4.12 Tabel 4.13 Tabel 4.14 Tabel 4.15 Tabel 4.16 Tabel 4.17 Tabel 4.18 Tabel 4.19 Tabel 4.20 Tabel 4.21 Tabel 4.22 Tabel 4.23 Tabel 4.24 Tabel 4.25 Tabel 4.26 Tabel 4.27 Tabel 4.28 Tabel 4.29 Tabel 4.30 Tabel 4.31 Tabel 4.32 Tabel 4.33 Tabel 4.34 Tabel 4.35 Tabel 4.36 Klasifikasi Tingkat Kepuasan Siswa terhadap Penggunaan Alat Peraga Matematika Berbasis Metode Montessori .............................. Tingkat Kepuasan Siswa terhadap Penggunaan Alat Peraga Matematika Berbasis Metode Montessori.......................................... Penilaian Siswa terhadap Kinerja Indikator Auto Education ............. Penilaian Siswa terhadap Kepentingan Indikator Auto Education .... Penilaian Siswa terhadap Kinerja Indikator Menarik ........................ Penilaian Siswa terhadap Kepentingan Indikator Menarik ................ Penilaian Siswa terhadap Kinerja Indikator Bergradasi..................... Penilaian Siswa terhadap Kepentingan Indikator Bergradasi ............ Penilaian Siswa terhadap Kinerja Indikator Auto Correction............ Penilaian Siswa terhadap Kepentingan Indikator Auto Correction ... Penilaian Siswa terhadap Kinerja Indikator Kontekstual................... Penilaian Siswa terhadap Kepentingan Indikator Kontekstual .......... Penilaian Siswa terhadap Kinerja Indikator Life................................ Penilaian Siswa terhadap Kepentingan Indikator Life ....................... Penilaian Siswa terhadap Kinerja Indikator Workmanship................ Penilaian Siswa terhadap Kepentingan Indikator Workmanship ....... Perhitungan Rata-rata Penilaian Pelaksanaan Kinerja dan Kepentingan pada Indikator Tingkat Kepuasan Siswa ...................... Persebaran Item Kuesioner Siswa pada Diagram Kartesius untuk Setiap Indikator Tingkat Kepuasan .................................................... Persebaran Item Kuesioner Tingkat Kepuasan Siswa pada Diagram Kartesius untuk Keseluruhan Indikator Tingkat Kepuasan................ Konsistensi Persebaran Item dalam Kuadran pada Kuesioner Tingkat Kepuasan Siswa .................................................................... Klasifikasi Tingkat Kepuasan Guru berdasarkan PAN Tipe II.......... Klasifikasi Tingkat Kepuasan Guru terhadap Penggunaan Alat Peraga Matematika Berbasis Metode Montessori .............................. Tingkat Kepuasan Guru terhadap Penggunaan Alat Peraga Matematika Berbasis Metode Montessori.......................................... Penilaian Guru terhadap Kinerja Indikator Auto Education .............. Penilaian Guru terhadap Kepentingan Indikator Auto Education...... Penilaian Guru terhadap Kinerja Indikator Menarik.......................... Penilaian Guru terhadap Kepentingan Indikator Menarik ................. Penilaian Guru terhadap Kinerja Indikator Bergradasi ...................... Penilaian Guru terhadap Kepentingan Indikator Bergradasi ............. Penilaian Guru terhadap Kinerja Indikator Auto Correction ............. Penilaian Guru terhadap Kepentingan Indikator Auto Correction..... Penilaian Guru terhadap Kinerja Indikator Kontekstual .................... Penilaian Guru terhadap Kepentingan Indikator Kontekstual ........... Penilaian Guru terhadap Kinerja Indikator Life ................................. Penilaian Guru terhadap Kepentingan Indikator Life......................... xv 122 123 126 127 128 128 129 130 131 132 133 133 134 135 136 136 137 148 152 155 163 164 165 166 167 167 168 169 169 170 171 171 172 173 173

(17) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Tabel 4.37 Penilaian Guru terhadap Kinerja Indikator Workmanship ................. Tabel 4.38 Penilaian Guru terhadap Kepentingan Indikator Workmanship......... Tabel 4.39 Perhitungan Rata-rata Penilaian Pelaksanaan Kinerja dan Kepentingan pada Indikator Tingkat Kepuasan Guru........................ Tabel 4.40 Persebaran Item Kuesioner Guru pada Diagram Kartesius untuk Setiap Indikator Tingkat Kepuasan .................................................... Tabel 4.41 Persebaran Item Kuesioner Tingkat Kepuasan Guru pada Diagram Kartesius untuk Keseluruhan Indikator Tingkat Kepuasan................ Tabel 4.42 Konsistensi Item Pernyataan dalam Kuadran pada Kuesioner Tingkat Kepuasan Guru ..................................................................... xvi 174 175 175 186 191 194

(18) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR GAMBAR Gambar 2.1 Gambar 2.2 Gambar 2.3 Gambar 3.1 Gambar 4.1 Alat Peraga Bola Penjumlahan secara Keseluruhan...................... 24 Pengaruh Harapan terhadap Kepuasan .......................................... 28 Literatur Map ................................................................................ 47 Diagram Kartesius ......................................................................... 114 Diagram Kartesius Indikator Auto Education Tingkat Kepuasan Siswa terhadap Penggunaan Alat Peraga Matematika Berbasis Metode Montessori ........................................................................ 141 Gambar 4.2 Diagram Kartesius Indikator Menarik Tingkat Kepuasan Siswa terhadap Penggunaan Alat Peraga Matematika Berbasis Metode Montessori ..................................................................................... 142 Gambar 4.3 Diagram Kartesius Indikator Bergradasi Tingkat Kepuasan Siswa terhadap Penggunaan Alat Peraga Matematika Berbasis Metode Montessori ........................................................................ 143 Gambar 4.4 Diagram Kartesius Indikator Auto Correction Tingkat Kepuasan Siswa terhadap Penggunaan Alat Peraga Matematika Berbasis Metode Montessori ........................................................................ 144 Gambar 4.5 Diagram Kartesius Indikator Kontekstual Tingkat Kepuasan Siswa terhadap PenggunaanAlat Peraga Matematika Berbasis Metode Montessori ........................................................................ 145 Gambar 4.6 Diagram Kartesius Indikator Life Tingkat Kepuasan Siswa terhadap PenggunaanAlat Peraga Matematika Berbasis Metode Montessori ..................................................................................... 146 Gambar 4.7 Diagram Kartesius Indikator Workmanship Tingkat Kepuasan Siswa terhadap PenggunaanAlat Peraga Matematika Berbasis Metode Montessori ........................................................................ 147 Gambar 4.8 Diagram Kartesius Keseluruhan Indikator Tingkat Kepuasan Siswa terhadap PenggunaanAlat Peraga Matematika Berbasis Metode Montessori ........................................................................ 151 Gambar 4.9 Diagram Kartesius Indikator Auto Education Tingkat Kepuasan Guru terhadap Penggunaan Alat Peraga Matematika Berbasis Metode Montessori ........................................................................ 179 Gambar 4.10 Diagram Kartesius Indikator Menarik Tingkat Kepuasan Guru terhadap Penggunaan Alat Peraga Matematika Berbasis Metode Montessori ..................................................................................... 180 Gambar 4.11 Diagram Kartesius Indikator Bergradasi Tingkat Kepuasan Guru terhadap Penggunaan Alat Peraga Matematika Berbasis Metode Montessori ..................................................................................... 181 Gambar 4.12 Diagram Kartesius Indikator Auto Correction Tingkat Kepuasan Guru terhadap Penggunaan Alat Peraga Matematika Berbasis Metode Montessori ........................................................................ 182 xvii

(19) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Gambar 4.13 Diagram Kartesius Indikator Kontekstual Tingkat Kepuasan Guru terhadap Penggunaan Alat Peraga Matematika Berbasis Metode Montessori ........................................................................ Gambar 4.14 Diagram Kartesius Indikator Life Tingkat Kepuasan Guru terhadap Penggunaan Alat Peraga Matematika Berbasis Metode Montessori ..................................................................................... Gambar 4.15 Diagram Kartesius Indikator Workmanship Tingkat Kepuasan Guru terhadap Penggunaan Alat Peraga Matematika Berbasis Metode Montessori ........................................................................ Gambar 4.16 Diagram Kartesius Keseluruhan Indikator Tingkat Kepuasan Guru terhadap Penggunaan Alat Peraga Matematika Berbasis Metode Montessori ........................................................................ xviii 183 184 185 189

(20) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1 Lampiran 2 Lampiran 3 Lampiran 4 Lampiran 5 Lampiran 6 Lampiran 7 Lampiran 8 Lampiran 9 Lampiran 10 Lampiran 11 Lampiran 12 Lampiran 13 Lampiran 14 Lampiran 15 Lampiran 16 Lampiran 17 Lampiran 18 Lampiran 19 Lampiran 20 Lampiran 21 Lampiran 22 Surat Keterangan Melakukan Uji Validitas dan Reliabilitas ......... Surat Ijin Penelitian ....................................................................... Surat Keterangan Selesai Melakukan Penelitian ........................... Hasil Expert Judgement ................................................................. Hasil Face Validity Kuesioner untuk Siswa .................................. Hasil Face Validity Kuesioner untuk Guru ................................... Contoh Jawaban Responden (Siswa) pada Uji Coba Kuesioner Kinerja ........................................................................................... Contoh Jawaban Responden (Siswa) pada Uji Coba Kuesioner Kepentingan................................................................................... Data Mentah Hasil Uji Coba Kuesioner Kinerja ........................... Data Mentah Hasil Uji Coba Kuesioner Kepentingan................... Output Validitas Uji Coba Kuesioner Kinerja............................... Output Validitas Uji Coba Kuesioner Kepentingan ...................... Output Reliabilitas Uji Coba Kuesioner Kinerja ........................... Output Reliabilitas Total Kuesioner Kepentingan......................... Contoh Jawaban Responden (Siswa) pada Kuesioner Kinerja...... Contoh Jawaban Responden (Siswa) pada Kuesioner Kepentingan................................................................................... Contoh Jawaban Responden (Guru) pada Kuesioner Kinerja ....... Contoh Jawaban Responden (Guru) pada Kuesioner Kepentingan................................................................................... Data Mentah Hasil Penelitian Kuesioner Kinerja untuk Siswa ..... Data Mentah Hasil Penelitian Kuesioner Kepentingan untuk Siswa.............................................................................................. Data Mentah Hasil Penelitian Kuesioner Kinerja untuk Guru ...... Data Mentah Hasil Penelitian Kuesioner Kepentingan untuk Guru ............................................................................................... xix 229 230 231 232 238 242 246 251 256 258 260 265 270 274 278 283 288 290 292 294 296 297

(21) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB I PENDAHULUAN Bab I dalam penelitian ini akan menguraikan tentang beberapa hal, diantaranya latar belakang masalah, batasan masalah, rumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, dan definisi operasional. Hal- hal tersebut adalah sebagai berikut. A. Latar Belakang Masalah Pendidikan mempunyai peranan penting untuk memajukan suatu bangsa. Pendidikan yang bermutu tidak hanya mempersiapkan para peserta didiknya untuk suatu profesi atau jabatan. Pendidikan diharapkan menjadi suatu usaha untuk memotivasi seseorang dalam mengembangkan kualitas diri yang lebih baik (Tatang, 2012: 14). Pendidikan sekolah dasar mempunyai tujuan agar siswa memiliki sifat-sifat dasar sebagai warga negara yang baik, sehat jasmani dan rohani, memiliki pengetahuan dan keterampilan, memiliki sikap dasar yang diperlukan untuk melanjutkan pelajaran, serta mengembangkan diri sesuai dengan asas pendidikan seumur hidup yaitu dengan belajar (Hamdani, 2011: 152). Proses belajar dapat membantu siswa meningkatkan kemampuan-kemampuan kognitif, afektif dan psikomotoriknya. Pendidik hendaknya dapat mengintegrasikan proses mengantisipasi tantangan yang akan dihadapi peserta didik di masa mendatang ke dalam berbagai mata pelajaran yang ada di sekolah. Sala h satu mata pelajaran yang diberikan adalah matematika yang merupakan mata pelajaran wajib yang ada di sekolah dasar dan muncul dalam ujian nasional. 1

(22) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 2 Matematika merupakan salah satu mata pelajaran yang diperlukan untuk mengembangkan pendidikan terutama kemampuan berpikir kritis, logis, dan sistematis dalam diri setiap siswa (Mulyono, 2003: 252). Matematika berisi ideide yang abstrak dan simbol-simbol, maka konsep matematika harus dipahami terlebih dahulu sebelum memanipulasi simbol-simbol (Susanto, 2013: 183). Matematika sebagai ilmu pengetahuan yang berperan penting dalam berbagai aspek kehidupan hendaknya dapat dipahami oleh siswa secara maksimal. Matematika dianggap sebagai pelajaran yang sulit dipahami siswa karena adanya konsep abstrak di dalamnya serta guru yang mengalami kesulitan dalam menyampaikan materi matematika yang abstrak ke kontekstual (Susanto, 2013:184). Kesulitan mempelajari matematika terbukti dengan melihat prestasi pendidikan matematika siswa di Indonesia yang tergolong masih rendah. Hal ini dapat dilihat berdasarkan hasil penilaian dari Trends in International Mathematics and Science Study (TIMMS) dan Programme for International Student Assessment (PISA). TIMSS adalah studi internasional tentang prestasi matematika dan sains siswa sekolah. PISA adalah studi internasional tentang prestasi dalam bidang membaca, matematika, dan sains siswa sekolah. Hasil studi ini diharapkan dapat digunakan sebagai masukan dalam perumusan kebijakan untuk peningkatan mutu pendidikan (Organisation for Economic Cooperation and Developmant, 2010). Hasil TIMSS pada tahun 2003 menunjukkan bahwa siswa Indonesia hanya berada di ranking ke-35 dari 44 negara dalam hal prestasi matematika. Hasil dari

(23) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 3 PISA menunjukkan bahwa kemampuan Matematika siswa Indonesia menduduki peringkat 57 dari 65 negara dengan skor 371. Sekitar 43,5% siswa Indonesia tidak mampu menyelesaikan soal PISA (the most basic PISA tasks). Sekitar 33,1% siswa hanya bisa mengerjakan soal jika pertanyaan dari soal kontekstual diberikan secara eksplisit serta semua data yang dibutuhkan untuk mengerjakan soal yang diberikan secara tepat. Terdapat hanya 0,1% siswa Indonesia yang mampu mengembangkan dan mengerjakan pemodelan matematika yang menuntut keterampilan berpikir dan penalaran (OECD, 2010). Hasil ini menunjukkan bahwa pendidikan matematika di Indonesia masih memerlukan perhatian yang serius. Banyak hal masih perlu diupayakan untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam prestasi belajar matematikanya. Salah satu hal yang perlu diupayakan untuk meningkatkan prestasi pendidikan matematika di Indonesia yaitu berkaitan dengan manajemen pendidikan yang tidak berjalan dengan baik. Manajemen pendidikan merupakan segala sesuatu yang berkenaan dengan perencanaan, pengelolaan, pelaksanaan, dan pengawasan proses pendididkan untuk mencapai tujuan yang efektif dan efisien (Mulyasa, 2007: 20). Proses pendidikan yang baik tentunya jika manajemen pendidikannya dapat mencapai tujuan dengan efektif dan efisien. Pencapaian tujuan yang efektif dan efisien dapat terwujud jika tujuh komponen manajemen pendidikan di Indonesia mampu diterapkan dengan baik. Tujuh komponen manajemen dalam pendidikan yaitu manajemen kurikulum, manajemen tenaga kependidikan, manajemen kesiswaan, manajemen keuangan, manajemen sarana dan prasarana, manajemen hubungan sekolah dengan masyarakat dan manajemen layanan khusus.

(24) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 4 Kenyataannya tujuh komponen manajemen pendidikan di Indonesia belum diterapkan sesuai dengan yang diharapkan. Manajemen pendidikan belum mendapatkan perhatian yang serius sehingga seluruh komponen sistem pendidikan di Indonesia belum berfungsi dengan baik (Mulyasa, 2007: 21). Salah satu komponen yang belum diterapkan dengan baik yaitu manajemen sarana dan prasarana. Manajemen sarana dan prasarana adalah manajemen sarana sekolah dan sarana bagi pembelajaran, yang meliputi ketersediaan dan pemanfaatan sumber belajar bagi guru, siswa serta penataan ruangan-ruangan yang dimiliki (Asmani, 2012: 15). Ketersediaan dan pemanfaatan sumber belajar penting untuk membantu siswa dan guru dalam proses pembelajaran. Salah satu sumber belajar yang perlu dipersiapkan adalah alat peraga yaitu untuk menunjang proses pembelajaran terutama dalam pembelajaran matematika yang merupakan konsep abstrak. Sudjana (2000: 110) menyatakan bahwa alat peraga merupakan alat bantu yang digunakan oleh guru dalam kegiatan belajar mengajar supaya siswa lebih efektif dan efisien. Alat peraga dapat memperjelas penyajian pesan dan informasi mengenai materi pelajaran oleh guru kepada para siswanya (Kustandi & Sutjiptono, 2011: 9). Alat peraga akan memudahkan siswa dan guru dalam proses pembelajaran sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai. Alat peraga diharapkan dapat mengembangkan ketrampilan berpikir siswa, khususnya dalam pembelajaran matematika. Pengembangan ketrampilan berpikir dalam pelajaran matematika di kelas dapat dilakukan dengan berbagai cara. Salah satunya dengan

(25) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 5 metode yang digunakan oleh Montessori yaitu dengan menggunakan berbagai material atau alat peraga. Alat peraga yang digunakan dalam Montessori memiliki karakteristik menarik, bergradasi, auto correction, auto education dan kontekstual (Montessori 2002: 172). Berdasarkan observasi dan eksperimen yang dilakukan oleh Maria Montessori, dia telah membuktikan bahwa dengan menggunakan berbagai alat peraga anak-anak mampu mengembangkan kemampuan berpikir yang lebih tinggi dan kreatif. Maria Montessori percaya bahwa kemampuan dasar dalam ilmu pengetahuan dapat dengan mudah dipahami oleh anak-anak sekolah dasar dengan diperlihatkan alat-alat peraga yang nyata berupa simbol-simbol visual dalam membantu melakukan imajinasi (Lillard, 1997: 80). Begitu juga dalam pengajaran matematika ketika konsep-konsep awal dikenalkan pada siswa melalui pengalaman belajar. Siswa sekolah dasar lebih mudah memahami hal yang bersifat konkret, sehingga membantunya memahami konsep dasar yang kemudian digunakan untuk memahami konsep-konsep pada level yang lebih tinggi. Alat peraga Montessori yang memiliki beberapa karakteristik diharapkan dapat membantu keberhasilan siswa dan guru dalam memahami konsep matematika. Beberapa sekolah di Indonesia telah menggunakan alat peraga Montessori. Sekolah menganggap bahwa alat peraga Montessori memiliki kualitas yang lebih baik dibanding dengan alat peraga yang lain. Nurkolis (2003: 97) mengatakan bahwa kualitas yang baik dapat memuaskan pelanggan, melebihi kebutuhan dan harapan. Jika diartikan dalam dunia pendidikan bahwa kualitas alat peraga yang baik akan menunjang

(26) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 6 proses pembelajaran dan dapat memperbaiki kualitas pendidikan, sehingga dapat memuaskan siswa dan guru sebagai pengguna khususnya pada pendidikan matematika. Tercapainya kualitas pendidikan yang baik merupakan keberhasilan bagi siswa maupun guru. Keberhasilan dalam mencapai tujuan akan menghasilkan kepuasan sehingga termotivasi untuk terus berusaha mencapai tujuan yang serupa (Danim & Khairil, 2010: 50). Kepuasan pelanggan adalah tingkat perasaan seseorang setelah membandingakan kinerja atau hasil yang dirasakan dibandingkan dengan harapannya (Sunyoto, 2012: 223). Pelanggan dalam konteks penelitian ini adalah siswa dan guru. Siswa dan guru merasa puas jika kinerja pada alat peraga sesuai dengan harapan dan kebutuhannya. Siswa dan guru yang memperoleh hasil memuaskan, akan mempunyai motivasi yang cukup besar untuk belajar lebih giat, agar mendapat hasil yang lebih memuaskan (Daryanto, 2007: 9). Kepuasan siswa dan guru diketahui melalui pengukuran tingkat kepuasan. Manfaat pengukuran kepuasan yaitu untuk mengetahui kinerja suatu produk sehingga dapat melakukan perbaikan produk tersebut dan memastikan bahwa perubahan mengarah pada perbaikan kinerja pada produk. Melihat penjelasan yang telah dikemukakan, maka peneliti tertarik untuk melakukan sebuah penelitian dengan melihat tingkat kepuasan siswa dan guru terhadap alat peraga yang diciptakan oleh Maria Montessori yang digunakan untuk alat bantu dalam pembelajaran matematika. Tingkat kepuasan terhadap alat peraga penting diketahui untuk melihat apakah alat peraga dapat membantu siswa dan guru memahami materi, serta dapat mengatasi masalahnya dalam mata

(27) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 7 pelajaran matematika. Tingkat kepuasan ini juga penting diketahui sebagai masukan untuk mengupayakan alat peraga yang lebih memfasilitasi dalam pembelajaran. Penelitian ini selanjutnya dituangkan dalam judul “Tingkat Kepuasan Siswa dan Guru Terhadap Penggunaan Alat Peraga Matematika Berbasis Metode Montessori”. B. Identifikasi Masalah Berdasarkan latar belakang masalah yang diuraikan oleh peneliti, dapat diidentifikasi adanya beberapa masalah. Masalah-masalah tersebut mengenai kesulitan siswa dalam memahami materi matematika yang mengandung konsep abstrak dan kesulitan guru dalam menyampaikan materi matematika yang abstrak ke kontekstual. Masalah lain yaitu mengenai rendahnya prestasi pendidikan matematika di Indonesia, serta menyangkut manajemen pendidikan khususnya dalam komponen sarana dan prasarana. Sarana dan prasarana yang dimaksud adalah alat peraga. C. Batasan Masalah Penelitian ini dibatasi pada tingkat kepuasan siswa dan guru kelas I SD Karitas Yogyakarta Tahun Pelajaran 2013/2014 terhadap alat peraga bola penjumlahan yang digunakan dalam pembelajaran matematika berbasis metode Montessori. Alat peraga matematika bebasis metode Montessori yang digunakan dalam penelitian ini berupa bola penjumlahan. Standar Kompetensi (SK) 4 melakukan penjumlahan dan pengurangan bilangan sampai dua angka dalam

(28) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 8 pemecahan masalah. Kompetensi Dasar (KD) 4.5 menggunakan sifat operasi pertukaran dan pengelompokan khususnya pada penjumlahan. Alasan peneliti memilih KD ini karena melihat bahwa masih banyak siswa yang mengalami kesulitan memahami materi tentang sifat-sifat operasi pertukaran dan pengelompokan pada penjumlahan. Penelitian ini menggunakan dua kuesioner yaitu kinerja dan kepentingan dengan tujuh indikator. Tujuh indikator tersebut meliputi auto education, menarik, bergradasi, auto correction, kontekstual, life, workmanship. D. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang masalah, rumusan masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: 1. Bagaimana tingkat kepuasan siswa terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori? 2. Bagaimana tingkat kepuasan guru terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori? E. Tujuan Penelitian Berdasarkan rumusan masalah, maka tujuan dari penilitian ini adalah: 1. Mengetahui tingkat kepuasan siswa terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori. 2. Mengetahui tingkat kepuasan guru terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori.

(29) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 9 F. Manfaat Penelitian Manfaat yang diharapkan dari hasil penelitian ini adalah sebagai berikut: 1. Bagi siswa Siswa dapat mengetahui tentang penggunaan alat peraga Montessori pada mata pelajaran matematika dan mau ikut terlibat dalam kegiatan pembelajaran matematika di kelas. 2. Bagi guru Guru dapat mengetahui penggunaan alat peraga Montessori pada mata pelajaran matematika dan belajar lebih mendalam mengenai metode Montessori guna membantu siswa mendapatkan pemahaman terhadap konsep matematika. 3. Bagi Sekolah Sekolah dapat menambah koleksi satu bacaan di perpustakaan yang kemudian dimanfaatkan oleh guru dan warga sekolah untuk menggunakan hasil penelitian untuk mempertimbangkan strategi dalam kegiatan belajar mengajar. Sekolah juga dapat mempertimbangkan hasil penelitian ini untuk pengadaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori. 4. Bagi peneliti Peneliti mendapat pengalaman berharga dalam melakukan penelitian tentang tingkat kepuasaan siswa dan guru terhadap penggunaan alat peraga Montessori pada mata pelajaran matematika.

(30) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 10 G. Definisi Operasional Upaya untuk menghindari adanya kesalahan penafsiran pada penelitian ini, maka peneliti membuat tiga belas batasan pengertian yang dituangkan dalam definisi operasional, yaitu sebagai berikut: 1. Tingkat kepuasan adalah tingkat perasaan seseorang setelah membandingakan suatu kinerja atau hasil yang dirasakan dibandingkan dengan yang diharapkan. 2. Kinerja adalah perasaan siswa dan guru terhadap hasil kerja alat peraga matematika berbasis Montessori setelah menggunakan. 3. Kepentingan adalah keinginan siswa dan guru terhadap alat peraga matematika berbasis Montessori. 4. Penilaian Acuan Normal (PAN) tipe II adalah teknik analisis yang digunakan untuk mengetahui tingkat kepuasan siswa dan guru terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis Montessori dengan menggunakan nilai rata-rata kelompok. 5. Importance and Performance Analysis (IPA) adalah teknik analisis data yang digunakan untuk mengetahui item mana saja yang menunjukkan tingkat kepuasan siswa dan guru terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis Montessori. 6. Alat peraga adalah alat yang dapat digunakan untuk membantu dan menyampaikan pesan dalam proses belajar mengajar sehingga dapat mencapai tujuan pembelajaran dengan lebih baik.

(31) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 11 7. Matematika adalah suatu mata pelajaran yang berkaitan dengan penalaran yang berperan penting dalam memajukan daya pikir manusia yang harus dipelajari dan dikuasai oleh setiap orang. 8. Pembelajaran matematika adalah pembelajaran dalam mata pelajaran matematika di sekolah pada jenjang pendidikan yang menyajikan konsep atau prinsip matematika dan menemukan bagaimana cara mengaplikasikannya dalam dunia nyata. 9. Alat peraga matematika adalah alat yang digunakan untuk membantu dan menyampaikan pesan pada mata pelajaran matematika dalam pross belajar mengajar. 10. Metode montessori adalah metode yang digunakan untuk mengoptimalkan panca indera siswa melalui penggunaan alat peraga. 11. Alat peraga bola penjumlahan adalah alat peraga yang terbuat dari manikmanik berbentuk bulat digunakan untuk materi sifat operasi penjumlahan. 12. Siswa adalah anak kelas I SD Karitas Yogyakarta yang pernah menggunakan alat peraga berbasis metode Montessori berupa bola penjumlahan tahun pelajaran 2013/2014. 13. Guru sekolah dasar adalah pengajar kelas I SD Karitas Yogyakarta yang pernah menggunakan alat peraga matematika berbasis metode Montessori tahun pelajaran 2013/2014.

(32) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB II KAJIAN TEORI Tujuan penulisan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kepuasan siswa dan guru terhadap alat peraga berbasis metode Montessori. Bab II membahas mengenai kajian teori yang berisi teori- teori yang mendukung, penelitian yang relevan, kerangka berpikir, dan hipotesis penelitian. A. Kajian Pustaka Kajian pustaka berisi tentang kajian dari beberapa buku dan jurnal penelitian. Kajian tersebut berisi teori-teori yang mendukung penelitian diantaranya mengenai Montessori, matematika, alat peraga, alat peraga bola penjumlahan, dan tingkat kepuasan. 1. Montessori Pada bagian ini berisi tentang kajian dari beberapa buku dan jurnal penelitian. Kajian tersebut berisi teori-teori yang mendukung penelitian diantaranya mengenai riwayat Montessori, metode Montessori, dan alat peraga matematika berbasis metode Montessori. a. Riwayat Montessori Pembelajaran Montessori merupakan sebuah karya dari seorang dokter yaitu Dr. Maria Montessori. Beliau lahir pada tanggal 31 Agustus 1870 di kota Chiaravalle, provinsi Ancona, Italia Utara. Pada tahun 1896, Montessori memperoleh gelar Doctor of Medicine di Italia. Montessori bekerja di klinik psikiatrik Universtas Roma yang pekerjaannya berhubungan dengan masalah anak-anak yang terbelakang mental. Pengalamannya inilah yang mendorong 12

(33) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 13 Maria Montessori untuk mengajukan program yang menginstitusionalisasikan anak-anak terbelakang mental yang lapar akan pengalaman. Beliau merasa bahwa anak-anak tersebut mampu diajarkan selayaknya anak-anak normal (Crain, 2007:97). Maria Montessori mengatakan bahwa dari lahir sampai usia enam tahun, anak mempunyai daya serap tinggi (absorbent mind). Pada periode ini anak mempunyai kemampuan yang tinggi untuk belajar dan beradaptasi dari lingkungan sekitarnya dengan sendirinya. Semua kemampuan anak tersebut dapat diaplikasikan dalam sekolah yaitu dalam pendidikan Montessori yang didirikan oleh Maria Montessori. Pendidikan Montessori yang baik ialah mereka yang dapat memaksimalkan pendidikan anak dengan mengenalkan bahan, alat dan kegiatan khusus yang dirancang untuk merangsang intelegensi anak. Mendorong anak untuk memusatkan perhatian ke suatu kegiatan tertentu akan membuat ia mencapai kemampuan optimumnya dalam lingkungan. Secara spontan kesenangan akan belajar akan terungkap sewaktu anak diberi kebebasan (dalam batasan tertentu) untuk menentukan keinginannya (Crain, 2007). Seorang guru dalam Montessori harus terlatih sebagai pemberi fasilitas di kelas, selalu siap membantu dan mengarahkan anak. Tujuan mereka ialah merangsang keinginan anak untuk belajar kemudian mengarahkannya tanpa ikut campur dengan keinginan alami anak untuk belajar dan menjadi mandiri. Setiap anak akan belajar dengan aktivitas pribadinya dan belajar untuk mengerti sesuai dengan kebutuhan dan kemampuannya yang unik. Semua perabotan dan peralatan diciptakan dalam ukuran yang sesuai dengan ukuran anak dan mudah dijangkau.

(34) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 14 Kelas Montessori yang baik mempunyai lingkungan kegiatan yang membuat anak sibuk dan produktif dan ceria. Diciptakan pula secara khusus suatu kebebasan, tanggung jawab, perkembangan sosial dan intelektual anak secara spontan. (Missbarbara.net, 2007). b. Metode pembelajaran Montessori Sekolah Montessori berusaha untuk mengajarkan anak rasa kekeluargaan dan membantu mereka untuk hidup berdampingan dengan orang lain. Montessori berusaha menciptakan lingkungan dimana anak dapat belajar untuk berdikari. Anak dapat belajar menjadi bagian keluarga sehingga mereka dapat menyayangi yang lebih muda, belajar dari yang lebih tua, mempercayai orang lain dan belajar menjadi asertif bukannya agresif (Geocities, 2007). Maria Montessori kemudian berusaha mengembangkan sebuah metode pendidikan yang melawan pola-pola pendidikan konvensional. Montessori memulai metode eksperimental selama 2 tahun di Casa dei Bambini (rumah anakanak usia 3-6 tahun). Montessori mendapat inspirasi untuk mengembangkan metode pendidikannya melalui temuan-temuan oleh Edward Seguin dan Jean Marc Gaspard Itard yang berhasil mendidik anak-anak yang terbelakang mental dan cacat indera semi permanen. Montessori menginginkan adanya pengembangan sistem pedagogi ilmiah yang berbeda dari sebelumnya melalui 2 aspek yang saling terkait, yaitu pertama berkaitan dengan guru, pembaharuan sekolah semestinya bersamaan dengan persiapan guru yang terbiasa dengan metode eksperimental. Kedua berkaitan dengan siswa, sebaiknya siswa diberi kebebasan untuk beraktivitas secara spontan untuk dapat mengekspresikan

(35) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 15 dirinya, dari sini guru dapat mengamati perkembangan masing- masing siswa dengan cermat (Montessori, 2002: 28). Tujuan pokok yang hendak dicapai oleh Montessori adalah membuat anakanak mandiri dan melakukan segala sesuatu sendiri. Pendekatan Montessori tidak pernah di temukan hukuman. Pembelajaran Montessori memfasilitasi anak belajar dengan menggunakan alat peraga. Alat peraga yang didesain disebut alat peraga didaktis yang didalamnya memiliki unsur pengendali kesalahan atau alat peraga tersebut sudah mampu menjawab letak kesalahan anak. Montessori mengatakan “ manusia itu berhasil bukan karena sudah diajarkan oleh gurunya, tetapi karena mereka mengalami sendiri dan melakukannya sendiri, pengalaman adalah guru terbaik”. Pendekatan Montessori menyebutkan guru dengan sebutan direktris karena fungsi guru lebih sebagai pengarah, fasilitator dan observatory. Pembelajaran menggunakan alat peraga atau media belajar yang memiliki pengendali kesalahan lebih menarik bagi siswa dan lebih membuat siswa mampu berkonsentrasi sehingga dapat memahami materi yang diajarkan (Magini: 2013:43-55). c. Karakteristik Alat Pe raga Montessori Alat peraga yang diciptakan oleh Montessori memiliki ciri-ciri atau karakteristik yaitu menarik, bergradasi, auto correction, dan auto education, dan kontekstual. Menarik yaitu menarik bagi siswa untuk menggunakan alat peraga ketika alat peraga yang dibuat mampu membangkitkan motivasi siswa dalam menggunakannya. Siswa akan belajar menggunakan dengan menyentuh, meraba,

(36) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 16 memegang, dan merasakan suatu benda nyata. Alat peraga yang dibuat lembut dan warna yang ditampilkan cerah (Montessori, 2002: 175). Bergradasi, bahwa alat peraga Montessori memiliki rangsangan dengan gradasi yang rasional (Montessori, 2002: 175). Contohnya seperti yang dikatakan oleh Magini (2007: 49) dimana ada seorang gadis kecil yang berusia tiga tahun mengambil balok silinder dan mencoba memasangkannya secara bergradasi dan membongkar pasangan balok silinder sebanyak empat puluh dua kali. Alat peraga balok silinder merupakan salah satu alat peraga yang diciptakan oleh Montessori, balok silnder memiliki ukuran- ukuran yang berbeda-beda. Berbagai ukuran silinder dimasukkan kedalam lubang-lubang kayu sampai memperoleh bentuk yang pas. Gradasi alat peraga dapat berupa gradasi warna, bentuk, ukuran, dan gradasi umur. Gradasi umur artinya alat peraga tersebut dapat digunakan oleh semua orang. Auto correction merupakan alat peraga yang mempunyai pengendali jika terdapat kesalahan. Pengendali kesalahan alat peraga dapat berupa kunci jawaban atau ketika menggunakan alat peraga dan terjadi kesalahan, anak dapat mengetahuinya. Anak mampu mengetahui kesalahannya sendiri tanpa diberitahukan orang lain. Contohnya pada alat peraga balok silinder tadi, siswa akan menggunakan alat tersebut sampai memperoleh bentuk dan ukuran yang pas dengan cara melakukannya secara berulang- ulang hingga ia berhasil menemukan pembenaran (Montessori, 2002: 175). Auto education alat peraga yang diciptakan Montessori memungkinkan anak belajar mandiri. Anak juga dapat lebih berkembang dalam kegiatan

(37) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 17 pembelajaran tanpa campur tangan orang dewasa (Montessori, 2002: 175). Guru hanya sebagai pengamat yang mengamati siswa dan melihat kondisi kesiapan siswa dengan memperkirakan kebutuhan khusus yang dimilikinya (Crain, 2007: 100). Karakteristik alat peraga Montessori yang kelima adalah kontekstual. Peneliti menambahkan karakteristik kontekstual karena pembelajaran dalam Montessori menggunakan alat peraga yang terbuat dari bahan-bahan yang ada di lingkungan sekitar. Pembelajaran Montessori juga menggunakan bahan-bahan yang diketahui oleh siswa. 2. Matematika Pada bagian sub bab matematika berisi tentang kajian dari beberapa buku dan jurnal penelitian. Kajian tersebut berisi teori- teori yang mendukung penelitian diantaranya mengenai pengertian matematika dan pembelajaran matematika di SD. a. Pengertian Matematika Matematika merupakan ide- ide yang abstrak berisi simbol-simbol. Konsep matematika harus dipahami terlebih dahulu sebelum memanipulasi simbol-simbol (Susanto, 2013: 183). Konsep-konsep tersebut telah disusun secara sistematis berdasarkan konsep yang paling sederhana hingga konsep yang lebih kompleks. Kemampuan terhadap penguasaan konsep merupakan syarat supaya bisa menguasai konsep selanjutnya. Dikemukakan pula oleh Hudojo (2001: 45) yang mendefinisikan matematika sebagai ilmu yang berkaitan dengan konsep yang abstrak dan

(38) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 18 menggunakan penalaran deduktif. Penalaran deduktif merupakan penalaran berdasarkan konsistensi sehingga kebenarannya telah pasti. Matematika dapat dikatakan sebagai konsep yang abstrak karena dalam matematika berhubungan dengan simbol-simbol yang membutuhkan penalaran dalam memahami simbolsimbol tersebut. Kesimpulan yang dapat diperoleh bahwa matematika merupakan suatu ilmu yang berkaitan dengan konsep abstrak menggunakan penalaran. Matematika yang tidak mudah untuk dipahami oleh siswa pada umumnya. Mata pelajaran matematika di sekolah dasar berisi bahan pelajaran yang menekankan agar siswa mengenal, memahami serta mahir menggunakan bilangan dalam kaitannya dengan praktek kehidupan sehari-hari. b. Pembelajaran Matematika di Sekolah Dasar Pembelajaran matematika adalah suatu proses belajar mengajar oleh guru untuk mengembangkan kreativitas berpikir siswa yang dapat meningkatkan kemampuan berpikir dan mengkonstruksi pengetahuan baru sebagai upaya meningkatkan kemampuan penguasaannya terhadap materi (Susanto 2013: 185186). Beliau menambahkan bahwa untuk menyampaikan tujuan pembelajaran matematika, seorang guru hendaknya dapat menciptakan kondisi dan situasi pembelajaran yang memungkinkan siswa aktif membentuk, menemukan, dan mengembangkan pengetahuannya. Mata pelajaran matematika perlu diberikan kepada semua siswa mulai dari sekolah dasar untuk membekali mereka dengan kemampuan berpikir logis, analitis, kritis, dan kreatif serta kemampuan bekerja sama (Daryanto, 2012: 240).

(39) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 19 Ruseffendi (1979: 56) menyatakan bahwa alasan pentingnya pembelajaran matematika di sekolah dasar diantaranya adalah dengan adanya pembelajaran matematika siswa dapat menyelesaikan masalah yang ada dalam kehidupannya khususnya dalam hal berkomunikasi dan berhitung. Susanto (2013: 7) menyatakan bahwa tujuan pembelajaran matematika di sekolah dimaksudkan supaya siswa tidak hanya mempunyai keterampilan dalam menggunakan matematika, melainkan dapat pemberikan bekal kepada siswa dalam penerapan di tengah masyarakat. Konsep-konsep pada kurikulum matematika di sekolah dasar dapat dibagi menjadi tiga kelompok besar, yaitu penanaman konsep dasar, pemahaman konsep, dan pembinaan keterampilan. Penjelasan ketiga konsep tersebut adalah (1) Penanaman konsep dasar merupakan cara menghubungkan kemampuan kognitif siswa dengan konsep baru matematika yang abstrak. Alat peraga diharapkan dapat membantu kemampuan pola pikir siswa saat penanaman konsep dasar, (2) Pemahaman konsep bertujuan agar siswa lebih mmahami konsep matematika. Pelaksanaannya dapat dilakukan bersama-sama dengan kegiatan penanaman konsep dasar dan bisa juga dilakukan pada waktu yang berbeda, (3) Pembinaan keterampilan merupakan penanaman konsep dasar dan pemahaman konsep. Tujuannya agar siswa lebih terampil dalam menggunakan berbagai konsep matematika. Kesimpulan yang dapat diperoleh bahwa pembelajaran matematika di sekolah dasar sangat penting untuk mengembangkan kreativitas berpikir siswa serta untuk membekali siswa untuk berpikir logis, analitik, kritis, dan kreatif.

(40) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 20 Pembelajaran matematika memberikan gambaran bahwa dalam belajar matematika tidak hanya di bidang kognitif saja, tetapi meluas pada bidang psikomotor dan efektif. Pembelajaran matematika diarahkan untuk pembentukan kepribadian dan pembentukan kemampuan berp ikir yang bersandar pada hakikat matematika. Mata pelajaran matematika dapat mengembangkan kemampuan berkomunikasi dengan mengunakan bilangan dan simbol-simbol serta ketajaman penalaran yang dapat membantu memperjelas dan menyelesaikan permasalahan dalam kehidupan sehari-hari. c. Manfaat Alat Peraga Matematika Saat siswa melihat, memegang dan memanipulasi suatu obyek atau alat peraga, disitulah siswa mengalami pengalaman nyata dalam kehidupan tentang arti dari suatu konsep. Siswa dapat belajar dari berbagai pengalaman ketika menggunakan benda nyata tersebut secara langsung. Manfaat alat peraga matematika antara lain (1) memudahkan siswa dalam memahami konsep-konsep dalam matematika, (2) dengan berbagai kecerdasan yang berbeda, dapat memberikan pengalaman belajar yang efektif bagi siswa, (3) memotivasi siswa untuk menyukai pelajaran matematika (4) memberikan kesempatan bagi siswa yang lebih lamban berpikir untuk menyelesaikan tugas dengan baik dan berhasil, (5) memperkaya program pembelajaran bagi siswa yang lebih pandai, dan (6) efisiensi waktu (Suharjana, 2009: 3-4). Hasan (2011: 108) menjelasakan bahwa alat peraga dapat digunakan sebagai perantara antara hal yang konkret dari pemahaman siswa dengan konsep matematika yang bersifat abstrak. Penggunaan alat peraga dapat membantu siswa

(41) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 21 dalam memahami materi pelajaran matematika dengan konsep yang abstrak atau berupa simbol-simbol matematika. Peneliti dapat menyimpulkan bahwa alat peraga matematika mempunyai manfaat yang besar bagi pemahaman siswa terhadap konsep-konsep dalam matematika serta dapat melibatkan siswa untuk belajar aktif. 3. Alat Peraga Bagian sub bab alat peraga berisi tentang kajian dari beberapa buku dan jurnal penelitian. Kajian tersebut berisi teori-teori yang mendukung penelitian diantaranya mengenai pengertian dan manfaat alat peraga. a. Pengertian Alat Peraga Sudjana (2000:10) mengemukakan bahwa alat peraga adalah alat bantu yang digunakan oleh guru dalam proses belajar agar siswa lebih efektif dan efisien. Estiningsih (dalam Suharjana, 2009:3) mengemukakan bahwa alat peraga adalah media yang digunakan dalam pembelajaran dengan membawakan ciri-ciri dari konsep yang dipelajari. Dikemukakan pula oleh Suharjana (2009:3) bahwa penggunaan alat peraga dapat membantu siswa dalam menanamkan dan mengembangkan konsep yang abstrak menjadi konkret. Kesimpulan yang dapat diperoleh bahwa alat peraga adalah suatu alat yang dapat digunakan untuk membantu dan menyampaikan pesan dalam proses belajar mengajar. Alat peraga juga dapat membantu siswa dalam pembelajaran untuk mencapai tujuan pembelajaran, serta dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan kemauan siswa sehingga dapat mendorong terjadinya proses belajar pada diri siswa. Alat peraga matematika dapat diartikan sebagai suatu perangkat

(42) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 22 benda konkrit yang dirancang, dibuat, dihimpun atau disusun secara sengaja yang digunakan untuk membantu menanamkan atau mengembangkan konsep-konsep atau prinsip-prinsip dalam matematika. b. Manfaat Alat Peraga Suharjana (2009: 3) menyebutkan maksud digunakannya alat peraga dalam pembelajaran matematika, yaitu pertama, dapat memudahkan siswa dalam memahami konsep-konsep dalam matematika. Kedua, dapat memberikan pengalaman yang efektif bagi siswa dengan kecerdasan yang berbeda. Ketiga, dapat menjadi motivasi siswa untuk menyukai pelajaran matematika. Keempat, memberikan kesempatan kepada siswa yang lebih lamban berpikir untuk menyelesaikan tugas dengan berhasil. Kelima, dapat memperkaya program pembelajaran bagi siswa yang mempunyai kemampuan lebih tinggi. Keenam, dapat memudahkan abstraksi. Ketujuh, dapat mengusahakan adanya efisiensi waktu. Kedelapan, dapat menunjang kegiatan matematika di luar sekolah. Sitanggang & Widyaiswara (2013: 4) menyebutkan bahwa manfaat alat peraga matematika, antara lain (1) memberi motivasi, (2) memperkenalkan, memperbaiki, mengembangkan pengertian konsep matematika, (3) mempermudah abstraksi, yaitu memudahkan memahami konsep matematika yang abstrak, (4) memberikan variasi dalam pembelajaran, sehingga siswa tidak bosan dengan teori yang dipelajari, (5) waktu pembelajaran lebih efisien karena siswa lebih mudah mengerti, dan (6) mengembangkan suatu topik pelajaran. Manfaat lain dikemukakan oleh Sugiarni (2012: 55) bahwa alat peraga juga bermanfaat sebagai alat bantu pembelajaran yang digunakan guru untuk memperjelas informasi

(43) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 23 pembelajaran, memberi tekanan pada materi pelajaran yang penting, memberi variasi dalam kegiatan pembelajaran dan memotivasi belajar siswa. Kegiatan pembelajaran yang bervariasi akan membuat siswa senang dan termotivasi untuk mengikuti kegiatan pembelajaran. Kesimpulan yang dapat diperoleh bahwa manfaat alat peraga adalah untuk memahami konsep. Manfaat lain yaitu memberi pengalaman belajar, memotivasi, membantu siswa yang masih lamban, serta menghemat waktu. Alat peraga juga dapat digunakan untuk menunjang kegiatan di luar kelas dan menambah program belajar siswa yang pada taraf pintar. 4. Alat Peraga Bola Penjumlahan Alat peraga yang digunakan dalam penelitian ini adalah alat peraga bola penjumlahan Montessori. Alat peraga bola penjumlahan Montessori digunakan untuk membantu siswa kelas I semester genap pada materi sifat operasi penjumlahan. Standar Kompetensi (SK) 4 yaitu 4 melakukan penjumlahan dan pengurangan bilangan sampai dua angka dalam pemecahan masalah. Kompetensi Dasar (KD) 4.5 menggunakan sifat operasi pertukaran dan pengelompokan khususnya pada penjumlahan. Alat peraga terbuat dari manik- manik sehingga dinamai bola penjumlahan. Alat peraga ini berbentuk kotak jika dilihat dari luarnya. Kotak terbuat dari kayu yang berfungsi untuk menyimpan alat peraga. Alat peraga bola penjumlahan dapat dilihat pada gambar 2.2.

(44) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 24 Gambar 2.1 Alat Peraga Bola Penjumlahan secara keseluruhan Gambar 2.1 memperlihatkan seluruh alat peraga bola penjumlahan jika dilihat dari secara keseluruhan. Alat peraga bola penjumlahan merupakan replika dari alat peraga Montessori individual golden bead material (Nienhuis, 2012). Kotak yang dibuat berisi bola penjumlahan berwarna merah yang terdiri dari bola satuan, bola puluhan, dan bola ratusan. Terdapat juga kartu bilangan yang terdiri dari kartu bilangan satuan berwarna hijau, kartu bilangan puluhan berwarna b iru, kartu bilangan ratusan berwarna merah, tanda kurung, dan tanda operasi hitung yang berupa simbol penjumlahan (+) lengkap dengan tanda sama dengan (=), serta alas kerja. Cara menggunakannya alat peraga bola penjumlahan yaitu: a. Direktris menyiapkan tempat kerja. b. Anak diminta duduk di sebelah kanan direktris. c. Direktris mengambil salah kartu soal, meletakkannya di atas karpet sambil berkata, “Tiga tambah empat”. d. Direktris meminta anak menuliskan soal tersebut pada lembar kerja.

(45) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 25 e. Direktris mengambil kartu bilangan 3 dan di letakkan pada alas kerja sebelah kiri garis. f. Direktris mengambil kartu simbol penjumlahan (+) kemudian meletakkannya di samping kartu bilangan 3. g. Direktris mengambil kartu bilangan 4 kemudian meletakkannya di samping kartu simbol penjumlahan (+). h. Direktris meminta anak untuk memasangkan bola sesuai dengan jumlah yang ada pada kartu soal. i. Direktris meminta anak untuk menghitung jumlah semua bola. j. Direktris membalik kartu soal yang berisi jawabannya. k. Direktris meminta anak menuliskan hasil penjumlahan tersebut pada lembar kerja. l. Direktris bertanya kepada anak, “Bagaimana jika kita kerjakan soal ini dengan cara menukar angkanya? Apakah hasilnya akan sama?”.

(46) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 26 m. Direktris mengambil kartu soal dan meletakkannya di atas karpet., sambil berkata, “Empat tambah tiga”. n. Direktris mengambil kartu bilangan 4 dan di letakkan pada alas kerja sebelah kiri garis. o. Direktris mengambil kartu simbol penjumlahan (+) kemudian meletakka nnya di samping kartu bilangan 4. p. Direktris mengambil kartu bilangan 3 kemudian meletakkannya di samping kartu simbol penjumlahan (+). q. Direktris meminta anak untuk memasangkan bola yang sesuai dengan jumlah yang ada pada kartu soal. r. Direktris meminta anak untuk menghitung jumlah semua bola. s. Direktris bertanya kepada anak, “Apakah hasilnya sama dengan yang tadi?”.

(47) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 27 t. Jawabannya sama, yaitu 3 + 4 = 4 + 3 =7 u. Direktris mengecek jawaban anak menggunakan kunci jawaban yang ada pada halaman sebalik kartu soal. 5. Tingkat Kepuasan Pada bagian sub bab tingkat kepuasan berisi tentang kajian dari beberapa buku dan jurnal penelitian. Kajian tersebut berisi teori-teori yang mendukung penelitian diantaranya mengenai pengertian tingkat kepuasan, faktor yang mempengaruhi tingkat kepuasan, manfaat tingkat kepuasan, pengukuran tingkat kepuasan, dan karakteristik produk yang mempengaruhi tingkat kepuasan. a. Pengertian Tingkat Kepuasan Terdapat beberapa pengertian kepuasan menurut para ahli. Tjiptono (2004: 147) berpendapat bahwa “kepuasan pelanggan adalah mencakup perbedaan antara harapan dan kinerja atau hasil yang dirasakan”. Sunyoto (2012: 223) berpendapat bahwa “kepuasan pelanggan adalah tingkat perasaan seseorang setelah membandingakan kinerja yang dirasakan dibandingkan dengan harapannya”. Kinerja yang dirasakan adalah perasaan pelanggan terhadap apa yang diterimanya setelah menggunakan produk tertentu (Tjiptono, 2004: 147). Pelanggan adalah seseorang yang menggunakan produk tertentu. Pelanggan dalam konteks penelitian ini adalah siswa dan guru karena konteks dalam penelitian ini adalah

(48) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 28 pendidikan. Kepuasan sangat tergantung pada mutu suatu produk (Supranto, 2006: 2). Kotler (2013: 150) “satisfaction is a person’s feelings of pleasure or disappointment that result from comparing a product’s perceived performance (or outcome) to expectations”. Kepuasan dalam konteks penelitian ini adalah dalam bidang pendidikan. Kepuasan siswa merupakan sikap siswa yang memperlihatkan rasa senang atas pelayanan proses belajar mengajar yang dilaksanakan oleh guru karena adanya kesesuaian antara apa yang mereka harapkan dengan kenyataan yang telah diterimanya dengan menggunakan indikator mutu pelayanan (Sopiatin 2010:33). Tingkat kepuasan dapat dialami oleh setiap orang. Seseorang yang dapat mengalami tingkat kepuasan jika, a) kinerja di bawah harapan maka seseorang akan merasa kecewa, b) kinerja dapat sesuai dengan harapan maka seseorang akan merasakan adanya kepuasan, c) masalah bisa melebihi harapan maka seseorang akan merasa sangat puas (Kotler dalam Sunyoto, 2012:223). Pengaruh harapan terhadap kepuasan digambarkan dan dijelaskan oleh Midie (dalam Sopiatin, 2010:36). Gambar 2.2 Pengaruh Harapan Terhadap Kepuasan Yang diharapkan Ideal Yang selayaknya Minimal yang didapat

(49) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 29 Gambar 2.2 menunjukkan tentang pengaruh harapan terhadap kepuasan yang ideal dengan yang ingin didapatkan (Mudie, Peter, dan Angela dalam Tjiptono, 2004: 152). Harapan yang semakin dekat dengan kondisi ideal akan memungkinkan semakin besar tercapainya kepuasan. Seseorang dapat ditentukan berada pada tingkat kepuasan dengan melihat hasil- hasil yang diperoleh maupun kinerja yang dilakukan. Penjelasan yang telah dikemukakan kemudian dapat disimpulkan bahwa tingkat kepuasan adalah tingkat perasaan seseorang yang dipengaruhi oleh kesesuaian antara kinerja dan harapan yang diinginkan atau hasil yang diterima terhadap suatu produk. Konteks penelitian ini berarti bahwa siswa dan guru akan timbul perasaan puas jika kinerja dari suatu produk sama atau sesuai dengan harapannya. Siswa dan guru akan merasa sangat puas jika kinerja dari suatu produk dapat melebihi harapannya. Sebaliknya, siswa dan guru akan merasa tidak puas jika kinerja dari suatu produk lebih rendah daripada harapannya. Kesimpulan yang dapat diperoleh bahwa tingkat kepuasan adalah perasaan seseorang terhadap kesesuaian antara harapan dan kinerja yang diterima dari suatu produk. b. Faktor Yang Mempengaruhi Tingkat Kepuasan Ratnasari dan Aksa (2011: 117-118) berpendapat bahwa faktor- faktor yang mempengaruhi kepuasan adalah kualitas produk, kualitas pelayanan, emosional, harga, dan biaya. Pertama kualitas produk, pelanggan akan merasa puas jika produk yang dihasilkan tersebut berkualitas. Jika diimplementasikan dalam dunia pendidikan, maka guru dan siswa merasa puas jika alat peraga yang digunakan memiliki kualitas. Kedua kualitas layanan, kualitas pelayanan yang sesuai dengan

(50) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 30 harapan akan menimbulkan rasa puas pada pelanggan. Implementasi dalam dunia pendidikan, dapat dikatakan bahwa guru dan siswa merasa puas terhadap kualitas pelayanan dari alat peraga yang dapat membuat siswa dan guru mengerti materi matematika. Faktor ketiga emosional, pelanggan akan merasa puas ketika memiliki rasa percaya diri memakai produk. Implementasi dalam dunia pendidikan, dapat dikatakan bahwa guru dan siswa merasa percaya diri ketika dapat mengerjakan soal matematika dengan menggunakan alat peraga. Keempat harga, guru dan siswa tertarik dengan melihat alat peraga yang memiliki kualitas yang sama dengan alat peraga lain tetapi dengan harga yang lebih rendah. Implementasi dalam dunia pendidikan, dapat dikatakan bahwa guru dan siswa ingin memiliki jika alat peraga yang digunakan memiliki harga yang rendah. Kelima biaya, guru dan siswa tidak mengeluarkan biaya tambahan atau waktu untuk mendapatkan alat peraga. Implementasi dalam dunia pendidikan, dapat dikatakan bahwa siswa dan guru tidak perlu mengeluarkan biaya atau waktu untuk memiliki alat peraga serta mudah diperbaiki. Tjiptono (2008: 28) menjelaskan bahwa harapan pelanggan mempunyai peranan yang sangat besar dalam menentukan kualitas produk dan kepuasan pelanggan. Produk yang sesuai dengan harapan dapat dikatakan sebagai produk yang berkualitas dan dapat menimbulkan kepuasan bagi pelanggannya. Kesimpulan yang dapat diperoleh bahwa faktor- faktor yang mempengaruhi kepuasan dapat dilihat dari sudut pandang kebutuhan pelanggan atau kebutuhan siswa, sudut pandang pelayanan dan sudut pandang teori pemasaran. Masing-

(51) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 31 masing sudut pandang memiliki argumen dan penjelasan logis sendiri-sendiri. Kualitas produk, kualitas pelayanan, emosional, dan biaya juga dapat mempengaruhi tingkat kepuasan. c. Manfaat Tingkat Kepuasan Lupiyoadi (2013: 229) mengemukakan bahwa manfaat tingkat kepuasan adalah dapat meningkatkan perasaan puas pelanggan dan upaya mempertahankan pelanggan hingga akhirnya akan menghasilkan profit yang lebih besar. Pendapat lain dijelaskan oleh Adisaputro (2010:71) bahwa manfaat kepuasan adalah dapat menarik, menjaga dan meningkatkan jumlah siswa dan guru dalam menggunakan alat peraga. Ratnasari dan Aksa (2011:118) menambahkan manfaat kepuasan yaitu supaya pelanggan dapat mempergunakan alat peraga kembali dan menyarankan orang lain untuk menggunakan alat peraga. Manfaat kepuasan juga menjaga dan menambah jumlah pengguna alat peraga dengan cara menyarankan kepada orang lain. Pada konteks pendidikan, puas atau tidaknya siswa dan guru sebagai pengguna alat peraga akan berpengaruh kepada sekolah. S iswa dan guru akan puas jika jasa yang diberikan sekolah memenuhi harapan yang mereka inginkan. Sekolah membangun harapan tinggi kepada siswa dan guru serta memberikan dorongan untuk mencapai harapan-harapan tersebut. Kesimpulan yang dapat diperoleh bahwa tingkat kepuasan sangat bermanfaat sebagai umpan balik terhadap pelayanan sekolah. Kepuasan siswa dan guru sangat mempengaruhi keberlangsungan suatu sekolah, setiap siswa yang merasa puas akan memberikan kepercayaan terhadap suatu sekolah. Siswa dan

(52) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 32 guru yang merasa puas dengan senang hati akan mempromosikan kualitas pelayanan yang telah diberikan oleh sekolah, sehingga masyarakat akan merasa yakin terhadap suatu sekolah yang telah memiliki kualitas yang baik. Sebaliknya, siswa dan guru yang tidak puas terhadap suatu produk akan mengembalikan produk tersebut dan memberikan informasi negatif tentang produk tersebut pada orang-orang disekitarnya. Siswa dan guru yang puas terhadap suatu produk juga akan menggunakan kembali produk tersebut. d. Pengukuran Tingkat Kepuasan Pengukuran tingkat kepuasan penting untuk melihat sejauh mana pelanggan sudah merasa puas akan alat peraga, sehingga dapat diusahakan kepuasan yang lebih kepada para pelanggannya. Kotler (dalam Tjiptono 2004:148) mengemukakan empat cara untuk mengukur tingkat kepuasan yaitu sebagai berikut: Pertama, sistem keluhan dan saran yaitu cara untuk mengetahui gambaran kepuasan pengguna barang atau jasa dengan memberikan mereka kesempatan menyampaikan pendapat, keluhan dan saran. Pendapat, keluhan dan saran pengguna barang atau jasa dapat disampaikan melalui kotak saran maupun kartu komentar. Kedua, survei kepuasan pelanggan cara untuk mengetahui gambaran kepuasan pengguna barang atau jasa yang paling umum digunakan produsen. Survei dilakukan dengan menyebar koesioner maupun wawancara langsung kepada pengguna barang atau jasa. Ketiga, gost Shopping yaitu cara untuk mengetahui gambaran kepuasan pengguna barang atau jasa dengan meminta bantuan kepada beberapa orang (gost shopper) untuk berperan sebagai konsumen suatu produsen dan pesaingnya. Gost shopper akan mendapatkan

(53) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 33 informasi mengenai kekuatan, kelemahan, dan cara-cara mengatasi keluhan pengguna barang dan jasa suatu produsen dan pesaingnya berdasarkan pengalamannya saat menggunakan barang dan jasa tersebut. Keempat, lost customer analisys yaitu cara untuk mengetahui gambaran kepuasan pengguna barang atau jasa dengan menghubungi para pengguna barang dan jasa yang telah berhenti menjadi pelanggan. Tujuan produsen menghubungi para pengguna barang dan jasa adalah untuk mengetahui asalan-alasan mengapa mereka berhenti berlangganan yang nantinya akan dijadikan alat evaluasi bagi produsen. Tjiptono (2011: 320) mengatakan bahwa pengukuran kepuasan dilakukan dengan tujuan untuk mengidentifikasi keperluan siswa. Keperluan siswa tersebut tentang aspek-aspek yang dinilai penting oleh siswa. Menentukan tingkat kepuasan siswa terhadap kinerja sekolah dan membandingkan tingkat kepuasan siswa terhadap metode pembelajaran dengan metode pembelajaran lain juga penting dilakukan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei terhadap kepuasan pelanggan. Tjiptono (2004: 149) mengemukakan bahwa salah satu teknik melakukan survei kepuasan pelanggan adalah dengan menggunakan Importance Performance Analysis (IPA). IPA merupakan teknik yang meminta responden untuk meranking berbagai elemen dari penawaran berdasarkan derajat pentingnya elemen tersebut. Responden juga diminta untuk meranking seberapa baik kinerja perusahaan dalam masing- masing elemen tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode sensus. Sensus adalah survei yang dilakukan kepada populasi yang ada secara keseluruhan (Arikunto: 2010: 134).

(54) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 34 Alasan peneliti menggunakan metode sensus adalah karena penelitian ini menggunakan seluruh populasi sebagai subjek penelitian, serta produk yang digunakan masih terbatas. Produk dalam penelitian ini juga belum diproduksi dalam jumlah yang banyak, sehingga belum bisa menggunakan metode pengukuran tingkat kepuasan yang lain. Peneliti akan menggunakan pengukuran kepuasan dengan cara menyebar kuesioner kepada para siswa dan guru sebagai responden. e. Importance Performance Analysis (IPA) Chan (2005: 21) mengemukakan bahwa dokumen yang asli dalam literatur IPA pertama kali diterapkan pada kepuasan pelanggan pada industri otomotif, yaitu oleh Martilla dan James. IPA digunakan untuk mengevaluasi kelebihan dan kekurangan suatu produk, jasa, dan bisnis dalam pengembangan strategi pemasaran. IPA merupakan salah satu teknik yang digunakan untuk menganalisis hubungan antara kinerja dan kepentingan yang diukur (Simpeh, 2013: 5). Analisis kepuasan menggunakan IPA penting untuk membantu mengidentifikasi atributatribut yang paling baik bagi pelanggan serta memiliki pengaruh paling tinggi terhadap kepuasan dan perlu perbaikan bagi yang memiliki kinerja rendah (Matzler dalam Simpeh, 2013: 5). IPA kemudian semakin berkembang, bahkan telah digunakan dalam berbagai konsep dalam bidang-bidang, seperti pasar mobil, layanan gigi, perawatan kesehatan, restoran, jasa perbankan, hotel, kebijakan pariwisata, tujuan wisata, dan pendidikan termasuk evaluasi fakultas di perguruan tinggi (Chan 2005: 25).

(55) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 35 Chan (2005: 22-23) menjelaskan bahwa dalam IPA, metode evaluasi biasanya dilakukan dalam empat tahap yaitu melakukan pengumpulan atribut, melakukan pengembangan dan survei untuk mengukur atribut, perhitungan survei, dan plotting hasil pada diagram kartesius. Plotting hasil pada diagram kartesius digunakan untuk membantu dalam mengambil keputusan. Instrumen yang digunakan merupakan gabungan dari setiap item pada atribut dengan dua skala likert yang berbeda. Skala likert yang pertama digunakan untuk memperoleh respon tentang pentingnya suatu produk, sedangkan skala likert yang kedua digunakan untuk memperoleh respon tentang kinerja suatu produk. Perolehan data berupa nilai rata-rata yang dipasangkan pada setiap atribut, yang diukur pada skala kinerja dan kepentingan. f. Manfaat Pengukuran Tingkat Kepuasan Kepuasan pelanggan mempunyai dampak positif bagi suatu perusahaan yaitu sebagai umpan balik untuk mengetahui penyebab terjadinya ketidakpuasan pelanggan. Ketidakpuasan pelanggan dapat memicu suatu perusahaan untuk segera melakukan perbaikan (Tjiptono, 2008). Pelanggan yang merasa puas terhadap pelayanan yang diterimanya akan kembali menggunakan produk tersebut. Pengukuran tingkat kepuasan siswa penting dilakukan di sekolah, karena kepuasan siswa dapat memberikan gambaran mengenai kualitas pengajaran di suatu sekolah (Sopiatin, 2010). Kualitas guru sangat mempengaruhi proses belajar mengajar di sekolah, ketersediaan sarana dan prasarana sekolah, suasana belajar, kurikulum yang dilaksanakan dan pengelolaan sekolah (Sopiatin, 2010: 5).

(56) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 36 Ketersediaan sarana dan prasarana sekolah misalnya penggunaan alat peraga dalam pembelajaran. Kepuasan siswa terhadap pembelajaran di sekolah diharapkan dapat meningkatkan kualitas belajar siswa. Kepuasan siswa dapat diketahui melalui suatu penilaian yang dapat dijadikan dasar bagi sekolah untuk membentuk strategi dalam melakukan perbaikan kualitas pelayanan sekolah (Sopiatin, 2010). Peneliti dalam peneltian ini ingin melihat tingkat kepuasan siswa dan guru terhadap ketersediaan sarana dan prasarana di sekolah. Sarana dan prasarana yang dimaksud berupa alat peraga yang digunakan dalam kegiatan pembelajaran. Kesimpulan yang dapat diperoleh bahwa manfaat pengukuran kepuasan adalah untuk mengetahui kinerja suatu produk sehingga dapat melakukan perbaikan produk, serta dapat memastikan perubahan yang mengarah pada perbaikan kinerja suatu produk. g. Karakteristik Produk Yang Mempengaruhi Tingkat Kepuasan Tjiptono (2008: 95) Produk merupakan pemahaman secara subyektif dari produsen atas sesuatu yang bisa ditawarkan untuk mencapai tujuan organisasi dengan pemenuhan kebutuhan konsumen. Pendapat Tjiptono hampir sama dengan pendapat Laksana (2008: 67) yang menjelaskan bahwa “produk adalah segala sesuatu yang dapat ditawarkan kepada konsumen untuk memenuhi keinginan dan kebutuhan yang bersifat fisik maupun nonfisik”. Produk dalam penelitian ini yaitu benda nyata yang bersifat fisik. Produk yang dimaksud dalam penelitian berupa alat peraga matematika berbasis metode Montessori. Alat peraga dapat membantu pemahaman siswa terhadap materi pelajaran, siswa kemudian dapat

(57) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 37 menilai apakah alat peraga yang digunakan dapat memuaskan harapan dan kebutuhannya. Terdapat beberapa karakteristik produk yang mempengaruhi tingkat kepuasan yang dikemukakan para ahli. Garvin (dalam Laksana, 2008:89-90) menjelaskan tentang karakteristik kualitas produk yang dapat memenuhi tingkat kepuasan. Karakteristik-karakteristik kualitas produk yang dimaksud adalah performansi, keistimewaan tambahan, kehandalan, konformansi, estetika, kehandalan, dan daya tahan. Pertama, performansi merupakan karakteristik pokok dari produk yang digunakan siswa untuk membantu proses pemahaman materi pelajaran dan memberikan kenyaman saat proses pembelajaran berlangsung. Kedua keistimewaan tambahan yaitu karateristik pelengkap yang menambahkan fungsi dasar berkaitan dengan pengembangan. Ketiga, kehandalan yaitu kemungkinan kecil akan mengalami kerusakan atau gagal digunakan. Keempat, konformansi berkaitan dengan sejauh mana karakteristik desain dan operasi memenuhi standar yang telah ditetapkanaya tahan berkaitan dengan berapa lama produk tersebut dapat terus digunakan. Kelima, estetika adalah daya tarik produk terhadap panca indra, estetika berkaitan dengan perasaan pribadi seperti selera dan keelokan. Keenam, kehandalan yaitu kualitas yang dirasakan bersifat subjektif yang berkaitan reputasi seseorang yang menggunakan produk tersebut. Ketujuh, daya tahan merupakan ukuran masa pakai suatu produk, karakteristik ini berkaitan dengan daya tahan produk. Kedelapan, kualitas yang dirasakan berkaitan dengan perasaan pelanggan dalam menggunakan produk.

(58) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 38 Sethi (2000: 2) mengemukakan bahwa karakteristik produk yang baru memiliki karakteristik estetika, kinerja (performance), daya tahan & life, pengerjaan produk (workmanship), dan keamanan (safety). Pertama, aesthetict atau estetika yaitu suatu nilai keindahan yang dimiliki oleh suatu produk. Kedua, performance yaitu seberapa baik suatu produk melakukan fungsinya. Ketiga, life yaitu seberapa lama suatu produk dapat digunakan sebelum mengalami kerusakan. Keempat, workmanship yaitu seberapa baik kualitas hasil pembuatan suatu produk. Kelima, safety yaitu keamanan suatu produk ketika digunakan. Kesimpulan yang dapat diperoleh bahwa karakteristik dari produk yang mempengaruhi tingkat kepuasan yaitu dengan melihat beberapa dimensi kualitas produk. Dimensi tersebut antara lain adalah tentang performansi dari produk, keistimewaan produk, kehandalan produk, daya tahan pemakaian produk, pelayanan terhadap penggunaan produk, kualitas yang dapat dirasakan pelanggan, daya tarik terhadap produk, serta konfirmasi terhadap produk apakah dapat memenuhi standar yang ditetapkan. Karakteristik yang terdapat pada produk diharapkan dapat memenuhi keinginan pelanggan serta produk dapat berguna untuk membantu siswa dalam menyelesaikan masalah belajarnya. h. Indikator tingkat kepuasan alat peraga matematika berbasis metode Montessori “Bola Penjumlahan” Indikator tingkat kepuasan siswa dan guru terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis Montessori dijelaskan oleh para ahli sesuai dengan kajian literatur. Indokator tersebut kemudian disusun oleh peneliti bersama kelompok studi berdasarkan pendapat Garvin, Sethi dan karakteristik metode Montessori itu sendiri. Terdapat empat karakteristik alat peraga Montessori yaitu auto education,

(59) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 39 menarik, bergradasi, dan auto correction (Montessori 2002: 19). Peneliti menambahkan kontekstual sebagai karakteristik alat peraga Montessori. Indikator auto education pada alat peraga bola penjumlahan dapat melatih siswa untuk belajar mengembangkan diri secara mandiri serta mengurangi bantuan dari guru atau orang yang lebih dewasa (Montessori, 2002: 18). Indikator menarik menunjukkan bahwa alat peraga bola penjumlahan dibuat dengan bentuk, ukuran, dan warna yang menarik. Indikator bergradasi menunjukkan bahwa alat peraga bola penjumlahan memiliki gradasi untuk melatih siswa dalam memberdakan bentuk, ukuran, dan warna. Indikator auto correction bahwa alat peraga bola penjumlahan mempunyai pengendali kesalahan serta mampu menjawab dan menunjukkan letak kesalahan ketika digunakan tanpa ada koreksi dari orang lain (Magini, 2013: 54). Indikator kontekstual alat peraga bola penjumlahan dapat dilihat pada bahan pembuatnya. Alat peraga terbuat dari bahan manik- manik dan kayu yang dapat ditemukan di lingkungan sekitar siswa dan guru. Indikator tingkat kepuasan terhadap alat peraga matematika berbasis metode Montessori dapat dilihat pada tabel 2.1. Tabel 2.1 Indikator Kinerja dan Kepentingan Terhadap Penggunaan Alat Peraga Matematika Berbasis Metode Montessori No 1 2 3 4 5 6 7 8 Karakteristik Alat Peraga Montessori Auto education 1 M enarik 2 Bergradasi 3 Auto correction 4 Kontekstual 5 Karakteristik Produk Lama Performansi (performance) 1 Keistimewaan tambahan (feature) 3 Kehandalan (realibility) 6 Daya tahan (durability) 6 Konformasi (conformance) * Estetika (aesthetics) 2 Kemampuan pelayanan (service ability) 7 Kualitas yang dirasakan (perceiced quality) 7 Karakteristik Produk Baru Estetika (aesthetics) 2 Performansi (performance) 1 Keawetan (life) 6 Kualitas pengerjaan (workmanship) 7 Keamanan (safety) 7

(60) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 40 Tabel 2.1 menunjukan indikator kinerja dan kepentingan terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori. Garvin (dalam Laksana 2008) yang mengatakan bahwa terdapat delapan indikator kualitas produk yaitu, Performansi (performance), keistimewaan tambahan (feature), kehandalan (realibility), daya tahan (durability), konformasi (conformance), estetika (aesthetics), kemampuan pelayanan (service ability), dan kualitas yang dirasakan (perceiced quality). Garvin Juran dan Gryna (dalam Sethi 2000) yang mengatakan bahwa terdapat 5 indikator kepuasan produk yaitu, estetika (aesthetics), performansi (performance), keawaten (life), kualitas pengerjaan (Workmanship), keamanan (Safety). Montessori (2002: 172) yang mengatakan bahwa terdapat 5 indikator alat peraga Montessori yaitu, Auto education, menarik, bergradasi, auto correction, dan kontekstual. Terdapat 5 karakteristik alat peraga dalam Montesoori, 8 karakteristik pada produk lama, serta 5 karakteristik pada produk baru. Indikator konformasi (conformance) yang diberi tanda * pada karakteristik produk lama tidak digunakan sebagai indikator tingkat kepuasan, karena tidak ada standar yang ditetapkan dalam alat peraga. Karakteristik yang memiliki kesamaan arti akan digabungkan, sedangkan karakteristik yang memiliki perbedaan arti akan menjadi indikator baru. Peneliti telah memberikan kode berupa angka pada setiap indikator, dan dari pengkodean tersebut dapat dilihat indikator- indikator yang memiliki kesamaan dan perbedaan. Indikator yang memiliki kesamaan arti terlihat dari kesamaan kode pula. Melalui penggolongan indikator-indikator tersebut,

(61) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 41 maka peneliti bersama kelompok studi mendapatkan tujuh indikator tingkat kepuasan siswa dan guru. Indikator-indikator yang telah didapat yaitu auto education, menarik, bergradasi, auto correction, kontekstual, life, dan workmanship. Hasil pengkodean tersebut diantaranya indikator auto education dan performance, kode nomor 1 yang kemudian menjadi indikator auto education karena memiliki kesamaan arti yaitu membantu pemahaman siswa terhadap materi. Indikator me narik dan estetika (aesthetics), kode nomor 2 yang kemudian menjadi indikator menarik karena memiliki kesamaan yaitu berkaitan dengan daya tarik alat peraga terhadap panca indera. Indikator bergradasi dan keistimewaan tambahan, kode nomor 3 yang kemudian menjadi indikator bergradasi karena memiliki kesamaan arti yaitu gradasi menjadi keistimewaan tambahan bagi alat peraga Montessori. Indikator selanjutnya adalah auto correction yang berdiri sendiri dengan kode nomor 4 memiliki arti bahwa setiap alat peraga Montessori terdapat pengendali kesalahan. Indikator kontekstual berdiri sendiri dengan kode nomor 5 yang memiliki arti bahwa alat peraga dibuat bahan yang ada di lingkungan sekitar. Indikator kehandalan, daya tahan dan keawetan (life), kode nomor 6 yang kemudian menjadi indikator daya tahan (life) karena memiliki kesamaan yaitu seberapa lama alat peraga dapat digunakan. Indikator kemampuan pelayanan (servis ability),kualitas yang dirasakan (perceiced quality), kualitas pengerjaan (workmanship), dan keamanan (workmanship) kode nomor 7 yang kemudian menjadi indikator workmanship karena memiliki kesamaan yaitu alat peraga dapat digunakan dengan aman dan mudah.

(62) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 42 Tabel 2.2 Karakteristik Kualitas Produk, Indikator Kepuasan Produk, dan Karakteristik Montessori No 1 2 3 4 5 6 7 Karakteristik Alat Peraga Montessori Auto education Menarik Bergradasi Auto correction Kontekstual Life Workmanship Tabel 2.2 merupakan tujuh indikator tingkat kepuasan guru dan siswa terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori. Tujuh indikator tersebut yaitu auto education, bergradasi, auto correction, kontekstual, daya tahan (life), menarik, dan kualitas pengerjaan (workman ship). Indikatorindikator tersebut yang digunakan dalam penelitian ini. Alat peraga dalam penelitian ini dinamakan alat peraga bola penjumlahan. Alat peraga bola penjumlahan juga mengandung karakteristik matematika berbasis metode Montessori. Karakteristik-karakteristik yang terdapat pada alat peraga bola penjumlahan adalah: auto education, menarik, bergradasi, auto correction, kontekstual, life, dan workmanship. Alat peraga bola penjumlahan juga mengandung ketujuh katakteristik terebut. B. Hasil Penelitian yang Relevan Contoh penelitian-penelitian yang relevan dengan penelitian tingkat kepuasan alat peraga matematika berbasis metode Montessori adalah: Penelitian yang dilakukan oleh Wahyuningsih (2011) mengenai pengaruh model pendidikan Montessori terhadap hasil belajar matematika siswa. Tujuan

(63) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 43 penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh model pendidikan Montessori terhadap hasil belajar matematika siswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode quasi eksperimen dengan rancangan penelitian Two Group Randomized Subject Posttest Only. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan cluster random sampling.Intrumen penelitian yang diberikan berupa tes bentuk uraian.Teknik analisa data dalam penelitian ini menggunakan uji- t untuk menguji hipotesis. Hasil perhitungan uji hipotesis diperoleh nilai thitung = 7,35 kemudian dikonsultasikan pada ttabel pada taraf signifikan 0,05 diperoleh nilai ttabel = 1,667 Karena thitung > ttabel maka Ha diterima, sehingga terdapat perbedaan signifikan rata-rata hasil belajar matematika siswa yang menggunakan pembelajaran model pendidikan montessori dengan yang menggunakan model pembelajaran konvensional. Pembelajaran dengan model pendidikan Montessori berpengaruh terhadap hasil belajar matematika siswa. Penelitian yang dilakukan Koh & Frick (2010) meneliti mengenai penerapan dukungan untuk kebebasan individu (autonomy support) di sekolah Montessori di Indiana, USA. Penelitian ini bertujuan mengetahui karakteristik guru yang memiliki autonomy support di dalam kelas Montessori dan bagaimana berpengaruhnya terhadap motivasi intrinsik siswa dalam bekerja. Penelitian ini dilakukan terhadap guru dan asisten guru pada sekolah Montessori serta kelas Montessori yang terdiri dari 28 siswa yang berusia 9-11 tahun. Hasil penelitian terdiri atas dua hal, yaitu (1) guru dan asisten memiliki strategi yang sesuai dengan filosofi Montessori dalam mendukung kemandirian siswa dan (2) siswa di

(64) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 44 sekolah Montessori memiliki motivasi intrinsik yang tinggi dalam mengerjakan tugasnya. Penelitian yang dilakukan Sugiarni (2012) mengenai peningkatan proses dan hasil belajar matematika dengan memanfaatkan media dan alat peraga meteri operasi hitung campuran. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan prestasi belajar siswa kelas II supaya siswa dapat menguasi materi pelajaran matematika dengan baik di semster 2. Penelitian ini adalah Pnelitian Tindakan Kelas (PTK). Subjek penelitian ini adalah 40 siswa kelas II SDN Suniarsih, kecamatan Bojong, Kabupaten Tegal yang terdiri dari 25 siswa laki- laki dan 15 siswa perempuan. Penelitian ini terdiri dari dua siklus. Setiap siklus terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan pembelajaran berjalan dengan cukup baik pada siklus I dan meningkat menjadi lebih baik pada siklus II. Prestasi belajar siswa sebelum dilakukan perbaikan adalah 50,70. Prestasi belajar siswa pada siklus I adalah 60,50, sedangkan pada siklus II adalah 83,50. Prestasi belajar yang meningkat tersebut dikarenakan adanya aktivitas – aktivitas pemberian apersepsi yang menarik melalui tanya jawab interaktif, pelibatan siswa dalam demonstrasi , pengaktifan siswa dalam tanya jawab, pengaktifan siswa dalam latihan pengerjaan soal, dan pemanfaatan alat peraga yang memadai. Penelitian yang dilakukan Hasan (2011) mengenai penggunaan alat peraga manipulatif untuk pembelajaran pembagian. Tujuan penelitian ini menyusun kegiatan pembelajaran pembagian yang pengajarannya dengan kasus konkret dan alat peraga untuk membantu siswa memahami prinsip-prinsip pembagian. Jenis

(65) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 45 penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan yang menggunakan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian diperoleh melalui hasil tes akhir dari topik I ternyata cukup bagus. Evaluasi di akhir pembelajaran dalam bentuk tes menunjukkan bahwa rata-rata skor kelas adalah 87,21 dan siswa yang memperoleh nilai ≥ 65 % sebanyak 100 % siswa. Kegiatan pembelajaran II adalah memperkenalkan alat peraga pembagian pada siswa, hal ini dilakukan karena alat peraga pembagian merupakan barang baru yang baru dikenal siswa. Alat peraga merupakan upaya menterjemahkan kasus konkret dengan benda konkret yang umumnya lebih mudah dipahami siswa. Evaluasi di akhir pembelajaran dalam bentuk tes menunjukkan bahwa rata-rata skor kelas adalah 88,64 dan siswa yang memperoleh nilai ≥ 65 % sebanyak 100 % siswa. Dilihat dari proses pembelajaran umumnya siswa aktif dan berani bertanya pada guru menge nai hal- hal yang masih kurang jelas. Penelitian yang dilakukan Hartati (2005) meneliti mengenai tingkat kepuasan siswa terhadap kinerja guru. Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan menganalisis pengaruh siswa akan cara penyampaian materi, penguasaan materi, kreativitas, displin, penilaian guru terhadap loyalitas, rekomendasi dan kebanggaan siswa. Penelitian ini termasuk penelitian studi kasus dengan teknik pengumpulan data yaitu kuesioner. Kuesioner yang dibagikan terdiri dari 8 bagian yang digunakan untuk mengukur masing- masing kepuasan siswa akan a) cara penyampaian materi, b) penguasaan materi, c) kreativitas, d) displin, e) penilaian, f) loyalitas siswa, g) rekomendasi siswa dan h) kebanggaan siswa. Hasil penelitian menunjukkan 1) ada pengaruh yang positif dan signifikansi kepuasan siswa akan

(66) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 46 cara penyampaian materi, penguasaan materi, kreativitas, displin, penilaian guru terhadap loyalitas siswa, 2) ada pengaruh yang positif dan signifikansi kepuasan siswa akan cara penyampaian materi, penguasaan materi, kreativitas, displin, penilaian guru terhadap rekomendasi siswa, dan 3) ada pengaruh yang positif dan signifikansi kepuasan siswa akan cara penyampaian materi, penguasaan materi, kreativitas, displin, penilaian guru terhadap kebanggaan siswa. Penelitian yang dilakukan miyono (2011) mengenai kepuasan dan loyalitas pelanggan pada sekolah dasar swasta unggul. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk memperoleh bukti empiris penilaian konsumen terhadap ekuitas merek, biaya pendidikan, kepuasan konsumen dan loyalitas pelanggan lembaga pendidikan sekolah dasar swasta. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan pendekatan ex-postfacto, korelasional, dan survey. Hasil penelitian ini diperoleh melalui Hasil analisis data jawaban responden terhadap variabel ekuitas merek diketahui nilai tertinggi 95.0, nilai terendah 51.0, nilai mean diperoleh 79.62. Besarnya nilai mean berada direntang skor 69 – 84 (tinggi). Variabel kualitas pelayanan diketahui nilai tertinggi 116.0, nilai terendah 62.0, nilai mean diperoleh 95.69. Besarnya nilai mean berada direntang skor 83 – 101 (tinggi). Variabel harga diketahui nilai tertinggi 55.0, nilai terendah 26.0, nilai mean diperoleh 43.11. Besarnya nilai mean berada direntang skor 43 – 51 (tinggi). Variabel kepuasan pelanggan diketahui nilai tertinggi 58.0, nilai terendah 24.0, nilai mean diperoleh 44.63. Besarnya nilai mean berada direntang skor 43 – 51 (tinggi). Variabel loyalitas pelanggan diketahui nilai tertinggi 60.0, nilai terendah 24.0, nilai mean Hasil analisis data jawaban responden terhadap variabel ekuitas merek diketahui nilai tertinggi 95.0, nilai terendah 51.0, nilai mean diperoleh 79.62. Besarnya nilai mean berada direntang

(67) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 47 skor 69 – 84 (tinggi). Variabel kualitas pelayanan diketahui nilai tertinggi 116.0, nilai terendah 62.0, nilai mean diperoleh 95.69. Besarnya nilai mean berada direntang skor 83 – 101 (tinggi). Variabel harga diketahui nilai tertinggi 55.0, nilai terendah 26.0, nilai mean diperoleh 43.11. Besarnya nilai mean berada direntang skor 43 – 51 (tinggi). Variabel kepuasan pelanggan diketahui nilai tertinggi 58.0, nilai terendah 24.0, nilai mean diperoleh 44.63. Besarnya nilai mean berada direntang skor 43 – 51 (tinggi). Variabel loyalitas pelanggan diketahui nilai tertinggi 60.0, nilai terendah 24.0, nilai mean diperoleh 46.08. Besarnya nilai mean berada direntang skor 43-51 (tinggi), maka tanggapan responden terhadap loyalitas sekolah tergolong tinggi. Gambar 2.3 Literature Map Montessori Wahyuningsih (2011) pengaruh model pendidikan Montessori terhadap hasil belajar matemat ika siswa Alat Perag a Koh & Frick (2010) Penerapan kemandirian individu dan pengaruhnya terhadap motivasi intrinsik siswa Montessori Hasan (2013) pembelajaran pembagian menggunakan peraga man ipulatif dengan pendekatan algorit ma tunggal Tingkat Kepuasan Hartati (2005) Analisis Tingkat Kepuasan Siswa Terhadap Kinerja Guru Mi yono (2007) Kepuasan dan loyalitas pelanggan pada sekolah dasar swasta unggul Sugiarni (2012) Alat peraga dan hasil belajar matemat ika Tingkat Kepuasan Siswa dan Guru Terhadap Penggunaan Al at Peraga Matematika Berbasis Metode Montessori

(68) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 48 Gambar 2.3 menunjukkan bagan dari penelitian terdahulu yang relevan dengan penelitian ini. Penelitian yang relevan dikelompokkan dalam 3 hal yaitu penelitian tentang metode Montessori, alat peraga, dan tingkat kepuasan. Penelitian mengenai Montessori dilakukan oleh Wahyuningsih (2011) dan Koh & Frick (2010). Penelitian yang dilakukan oleh Wahyuningsih menunjukkan bahwa pembelajaran matematika dengan menggunakan pendidikan Montessori memiliki pengaruh yang signifikan sehingga dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Penelitian yang dilakukan oleh Koh & Frick menunjukkan bahwa siswa yang belajar di sekolah Montessori memiliki motivasi tinggi dalam mengerjakan tugas. Penelitian mengenai alat peraga dilakukan oleh Hasan (2013) dan Sugiarni (2012). Penelitian yang dilakukan oleh Hasan menunjukkan bahwa pengajaran dengan menggunakan alat peraga dapat membantu siswa memahami matematika khususnya prinsip-prinsip pembagian. Penelitian yang dilakukan oleh Sugiarni menunjukkan bahwa pembelajaran dengan menggunakan alat peraga dapat meningkatkan hasil belajar matematika khususnya materi operasi hitung campuran. Penelitian mengenai tingkat kepuasan dilakukan oleh Hartati (2005) dan Miyono (2007). Penelitian yang dilakukan oleh Hartati menunjukkan bahwa tingkat kepuasan siswa sangat bepengaruh terhadap kinerja guru yaitu pada penyampaian materi, penguasaan materi, kreativitas, dan disiplin. Penelitian yang dilakukan oleh Miyono menunjukkan bahwa tingkat kepuasan terhadap loyalitas pelanggan sekolah tergolong tinggi.

(69) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 49 Penelitian yang relevan mengenai Montessori, alat peraga, dan tingkat kepuasan belum meneliti tentang tingkat kepuasan terhadap alat peraga matematika berbasis Montessori. Peneliti akan melakukan penelitian mengenai tingkat kepuasan siswa dan guru terhadap alat peraga matematika berbasis metode Montessori berdasarkan penelitian yang relevan. Penelitian mengenai tingkat kepuasan siswa dan guru terhadap alat peraga matematika berbasis metode Montessori merupakan keunggulan dari penelitian ini. Penelitian ini dilakukan untuk melihat kepuasan siswa dan guru terhadap alat peraga matematika berbasis metode Montessori. C. Kerangka Berpikir Kualitas pendidikan di Indonesia secara umum mulai menurun khususnya pada mata pelajaran matematika. Pembelajaran matematika perlu diberikan sejak usia dini, maka dari itu pembelajaran di sekolah dasar penting untuk diperhatikan. Seringkali siswa hanya dihadapkan pada buku paket, lalu siswa mengerjakan soalsoal yang ada di buku tersebut tanpa dibimbing untuk belajar dengan sesuatu yang nyata. Keadaan ini sangat memprihatinkan apabila ada banyak siswa yang akhirnya menjadi kurang menyukai pelajaran matematika. Hal ini dapat terlihat dari adanya proses pembelajaran di kelas yang dilakukan oleh guru yang masih abstrak padahal siswa lebih mudah belajar dengan menggunakan benda nyata dan merasakan sesuatu. Survei Internasional yang dilakukan Trends in International Mathematics and Science Study (TIMMS) tahun 2003 dan Programme for International

(70) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 50 Student Assessment (PISA) tahun 2009. Hasil TIMSS pada tahun 2003 menunjukkan bahwa siswa Indonesia hanya berada di ranking ke-35 dari 44 negara dalam hal prestasi matematika. Hasil dari PISA menunjukkan bahwa kemampuan Matematika siswa Indonesia menduduki peringkat 57 dari 65 negara dengan skor 371. Rendahnya prestasi matematika siswa Indonesia dapat disebabkan oleh berbagai faktor. Salah satu faktor penyebabnya adalah manajemen pendidikan yang tidak berjalan sebagaimana fungsinya dalam proses pendidikan. Proses pendidikan dapat berjalan dengan baik dan ideal di Indonesia jika ditetapkan dengan tujuh komponen yang harus dipenuhi. Tujuh komponen dalam pendidikan yaitu manajemen kurikulum, manajemen tenaga kependidikan, manajemen kesiswaan, manajemen keuangan, manajemen sarana dan prasarana, manajemen hubungan sekolah dengan masyarakat dan manajemen layanan khusus. Manajemen pendidikan belum mendapatkan perhatian yang serius sehingga menyebabkan seluruh komponen sistem pendidikan di Indonesia belum berfungsi dengan baik. Komponen yang berkaitan erat dengan pembelajaran langsung di dalam kelas adalah sarana dan prasana. Kurangnya penggunaan sarana dan prasarana yang tersedia menjadi salah satu fak tor penyebab rendahnya prestasi siswa di bidang matematika. Sarana dan prasana berkaitan dengan peralatan dan perlengkapan yang secara langsung dipergunakan dalam proses kegiatan pembelajaran, seperti alat peraga. Alat peraga penting digunakan untuk memudahkan siswa dan guru dalam proses pembelajaran sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai. Alat peraga

(71) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 51 diharapkan dapat mengembangkan ketrampilan berpikir siswa, khususnya dalam pembelajaran matematika. Alat peraga berguna untuk membantu siswa usia sekolah dasar yang masih tergolong tahap berpikir konkret karena s iswa sekolah dasar masih kesulitan dalam memahami matematika karena matematika menggunakan konsep-konsep abstrak. Alat peraga diperlukan untuk membantu siswa mempelajari konsep matematika yang abstrak tersebut. Salah satu cara untuk mengembangkan ketrampilan berpikir siswa adalah dengan menggunakan metode Montessori. Metode Montessori dipilih karena dalam metode ini menggutamakan penggunaan alat peraga untuk mengoptimalkan panca indera dalam pembelajaran. Alat peraga metode Montessori memiliki ciri khusus yaitu auto-education, auto-correction, menarik, dan bergradasi. Peneliti menambahkan satu ciri tambahan yaitu kontekstual. Kualitas alat peraga yang baik akan menunjang proses pembelajaran dan memperbaiki kualitas pendidikan, khususnya pada pendidikan matematika. Keberhasilan dalam mencapai tujuan akan menghasilkan kepuasan bagi siswa maupun guru. Pengukuran tingkat kepuasan di bidang pendidikan penting dilakukan. Pengukuran tingkat kepuasan siswa dilakukan untuk memberikan gambaran mengenai kualitas proses belajar mengajar di sekolah. Hasil pengukuran tingkat kepuasan dapat dijadikan sebagai bahan evaluasi untuk memperbaiki alat peraga. Rumusan masalah penelitian ini yaitu (1) bagaimana tingkat kepuasan siswa terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori, (2) sbagaimana tingkat kepuasan guru terhadap penggunaan alat peraga matematika

(72) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 52 berbasis metode Montessori. Penelitian ini menggunakan teknik analisis data PAN (Penilaian Acuan Norma) dan Importance and Performance Analysis (IPA). PAN (Penilaian Acuan Norma) dipakai untuk mengetahui tingkat kepuasan siswa dan guru terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori. Importance and Performance Analysis (IPA) digunakan untuk menganalisis lebih jauh tingkat kepuasan siswa dan guru terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori. Penggunaan alat peraga dalam pembelajaran perlu dilakukan inovasi untuk menstimulus pemahaman siswa terhadap matematika sehingga siswa mudah dalam menyelesaikan berbagai persoalan yang dipelajarinya. Pembelajaran dengan menggunakan alat peraga berbasis metode Montessori diharapkan dapat mengatasi masalah yang terjadi terutama dalam materi penjumlahan. Siswa yang merasa senang dengan proses pembelajaran yang dilakukannya akan menunjukkan perasaan puas ketika ia berhasil menyelesaikan masalah yang dihadapi dalam pelajaran. Tingkat kepuasan siswa dapat dilihat dari respon positif saat menggunakan alat peraga Montessori. Tingkat kepuasan adalah tingkat perasaan seseorang setelah membandingakan suatu kinerja atau hasil yang dirasakan dibandingkan dengan yang diharapkan dan sesuai dengan harapan. Siswa dapat meningkatkan prestasi belajar ketika siswa memiliki ketertarikan untuk belajar. Prestasi yang didapat oleh siswa merupakan bentuk keberhasilan guru dalam pelaksanaan proses pembelajaran.

(73) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 53 D. Hipotesis Berdasarkan landasan teori serta permasalahan yang disajikan, maka peneliti dapat merumuskan hipotesis, yaitu: 1. Tingkat kepuasan siswa terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori adalah tinggi. 2. Tingkat kepuasan guru terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori adalah tinggi.

(74) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB III METODE PENELITIAN Bab III dalam penelitian ini akan menguraikan tujuh hal, yaitu jenis penelitian, tempat dan waktu penelitian, teknik pengumpulan data, instrumen pengumpulan data, validitas dan reliabilitas data, teknik analisis data, dan jadwal penelitian. Hal- hal tersebut adalah sebagai berikut. A. Jenis Penelitian Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif deskriptif dengan metode sensus yang merupakan salah satu jenis penelitian survei. Arikunto (2010:234) mengatakan bahwa penelitian deskriptif adalah jenis penelitian yang dimaksudkan untuk tidak mengujikan hipotesis tertetu, melainkan hanya menggambarkan apa adanya suatu variabel, gejala atau keadaan. Peneliti dalam hal ini tidak melakukan manipulasi atau memberikan perlakuaan-perlakuan tertentu terhadap obyek penelitian. Penelitian deskriptif bertujuan untuk mendeskripsikan apa adanya suatu keadaan. Penelitian deskriptif merupakan salah satu bentuk penelitian kuantitatif (Sukmadinata, 2012: 72). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah sensus yang merupakan salah satu jenis penelitian survei. Penelitian survei adalah penelitian yang dilakukan dengan mengambil sampel dari populasi tertentu dengan menggunakan kuesioner sebagai alat pengumpulan data (Effendi & Tukiran, 2012: 3). Metode sensus adalah metode melalui survei yang dilakukan kepada semua populasi (Arikunto, 2010: 236). 54

(75) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 55 B. Tempat dan Waktu Penelitian 1. Tempat penelitian Penelitian ini dilakukan di SD Karitas Yogyakarta. Alamat SD Karitas Yogyakarta yaitu di Dusun Nandan Sariharjo Ngaglik Sleman Yogyakarta. Alasan peneliti memilih SD Karitas Yogyakarta sebagai tempat penelitian yaitu karena siswa kelas I di SD tersebut pernah menggunakan alat peraga matematika barbasis metode Montessori pada pembelajaran matematika. Alat peraga yang digunakan adalah bola penjumlahan. 2. Waktu penelitian Penelitian ini dilaksanakan pada bulan September 2013 s/d Juli 2014. Waktu penelitian ini dilakukan pada tanggal 27 Maret 2014 untuk memberikan kuesioner kepuasan siswa terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori. Penelitian kepada guru dilakukan pada tanggal 7 Mei 2014 yaitu dengan memberikan kuesioner kepuasan guru terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori. C. Populasi dan Sampel Sugiyono (2012: 61) menyatakan bahwa populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas obyek atau subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya. Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi (Sugiyono, 2012: 62). Penelitian ini menggunakan seluruh anggota populasi sebagai sampel sehingga penelitian ini adalah penelitian

(76) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 56 populasi menggunakan metode sensus. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa dan guru kelas IA dan B SD Karitas Yogyakarta semester genap tahun ajaran 2013/2014. Siswa kelas A berjumlah 27 siswa, dengan 12 siswa lakilaki dan 15 siswa perempuan. Siswa kelas B berjumlah 27 siswa dengan 13 siswa laki- laki dan 14 siswa perempuan. Guru kelas A dan kelas B berjenis kelamin perempuan. Peneliti memilih siswa dan guru kelas IA dan IB SD Karitas Yogyakarta karena siswa dan guru pernah menggunakan alat peraga matematika berbasis metode Montessori dalam pembelajaran. D. Variabel Penelitian Variabel penelitian adalah segala sesuatu yang telah ditetapkan oleh peneliti untuk diteliti dengan tujuan untuk mendapatkan informasi supaya dapat disimpulkan (Sugiyono, 2010: 63). Variabel dibedakan menjadi dua, yaitu variabel dependen atau bebas dan variabel independen atau terikat (Sugiyono, 2010: 64). Variabel dependen dalam penelitian ini adalah tingkat kepuasan siswa dan guru. Alasannya karena tingkat kepuasan siswa dan guru dipengaruhi oleh alat peraga matematika berbasis metode Montessori. Variabel independen dalam penelitian ini adalah penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori. Alasannya karena alat peraga matematika berbasis metode Montessori mempengaruhi tingkat kepuasan siswa dan guru.

(77) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 57 E. Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kuesioner. Kuesioner merupakan teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data yang dengan cara memberi beberapa pertanyaan atau pernyataan secara tertulis kepada responden untuk dijawab (Sugiyono, 2011: 192). Kuesioner dalam penelitian ini digunakan untuk mengetahui tingkat kepuasan siswa dan guru terhadap alat peraga matematika berbasis Montessori. Penelitian ini menggunakan jenis kuesioner terstruktur atau tertutup yaitu kuesioner yang disajikan dalam bentuk sedemikian rupa sehingga responden tinggal memberikan tanda centang (√) pada alternatif jawaban yang telah disediakan (Arikunto, 2010: 103). Responden dalam menjawab terkait dengan sejumlah kemungkinan jawaban yang telah disediakan (Margono, 2003: 168). Kuesioner ini dalam bentuk check-list. Check-list berbentuk sebuah daftar dimana responden hanya membubuhkan tanda (√) pada kolom yang sesuai. Kuesioner yang digunakan dalam penelitian yaitu kuesioner kinerja dan kuesioner kepentingan. Kuesioner kinerja digunakan untuk mengukur kinerja alat peraga yang digunakan. Kuesioner kepentingan digunakan untuk mengukur tingkat kepentingan pernyataan yang berkaitan dengan alat peraga matematika berbasis Montessori. Kuesioner kepentingan dan kuesioner kinerja memiliki pernyataan yang sama tetapi alternatif jawabannya yang berbeda. Kuesioner ini menggunakan skala Likert. Skala Likert digunakan untuk mengukur sikap, pendapat, persepsi seseorang atau sekelompok orang tentang fenomena sosial (Sugiyono, 2011: 136).Variabel yang diukur dijabarkan menjadi

(78) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 58 indikator variabel. Indikator tersebut kemudian dijadikan sebagai titik tolak untuk menyusun item- item instrumen yang dapat berupa pernyataan atau pertanyaan (Sugiyono, 2011: 136). Pernyataan dibuat dengan 5 alternatif jawaban, siswa dan guru harus memilih satu alternatif jawaban yang dianggap sesuai dengan kondisi pribadinya. Skala Likert yang digunakan mempunyai gradasi dari sangat positif sampai sangat negatif diantaranya sangat setuju, setuju, kurang setuju, tidak setuju, dan sangat tidak setuju untuk kuesioner kinerja. Kuesioner kepentingan menggunakan alternatif jawaban sangat penting, penting, kurang penting, tidak penting, dan sangat tidak penting. Alternatif jawaban dalam skala Likert pada kuesioner kinerja dan kepentingan dapat dilihat pada tabel 3.1 dan 3.2. Tabel 3.1 Alternatif Jawaban Skala Likert pada Kuesioner Kinerja untuk Siswa Alternatif Jawaban Skor Sangat Setuju (SS) 5 Setuju (S) 4 Kurang Setuju (KS) 3 Tidak Setuju (TS) 2 Sangat Tidak Setuju (STS) 1

(79) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 59 Tabel 3.1 merupakan alternatif jawaban pada kuesioner kinerja. Alternatif jawaban pada kuesioner yang disebarkan untuk siswa juga dibuat dengan menyertakan gambar perasaan (emoticon). Penyertaan emoticon dimaksudkan supaya lebih menarik dan dapat membantu siswa kelas I SD dalam mengerjakan kuesioner. Pernyataan pada kuesioner memiliki 5 alternatif jawaban yaitu “sangat setuju” memiliki skor 5, “setuju” memiliki skor 4, “kurang setuju” memiliki skor 3, “tidak setuju” memiliki skor 2, dan “sangat tidak setuju” memiliki skor 1. Tabel 3.2 Alternatif Jawaban Skala Likert pada Kuesioner Kepentingan untuk Siswa Alternatif Jawaban Skor Sangat Penting (SP) 5 Penting (P) 4 Kurang Penting (KP) 3 Tidak Penting (TP) 2 Sangat Tidak Penting (STP) 1 Tabel 3.2 merupakan alternatif jawaban untuk kuesioner kepentingan. Alternatif jawaban pada kuesioner yang disebarkan untuk siswa dibuat dengan menyertakan gambar perasaan (emoticon). Pernyataan dalam kuesioner memiliki 5 alternatif jawaban, yaitu “sangat penting” memiliki skor 5, “penting” memiliki

(80) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 60 skor 4, “kurang pening” memiliki skor 3, “tidak penting” memiliki skor 2, dan “sangat tidak penting” memiliki skor 1. Alternatif jawaban kuesioner kinerja dan kepentingan untuk guru dapat dilihat pada tabel 3.3 dan 3.4. Tabel 3.3 Alternatif Jawaban Skala Likert pada Kuesioner Kinerja untuk Guru Alte rnatif Jawaban Sangat Setuju (SS) Setuju (S) Kurang Setuju (KS) Tidak Setuju (TS) Sangat Tidak Setuju (STS) Skor 5 4 3 2 1 Tabel 3.3 merupakan alternatif jawaban untuk kuesioner kinerja. Alternatif jawaban kuesioner disebarkan untuk guru. Pernyataan dalam kuesioner memiliki 5 alternatif jawaban, yaitu “sangat setuju” memiliki skor 5, “setuju” memiliki skor 4, “kurang setuju” memiliki skor 3, “tidak setuju” memiliki skor 2, dan “sangat tidak setuju” memiliki skor 1. Tabel 3.4 Alternatif Jawaban Skala Likert pada Kuesioner Kepentingan untuk Guru Alte rnatif Jawaban Sangat Penting (SP) Penting (P) Kurang Penting (KP) Tidak Penting (TP) Sangat Tidak Penting (STP) Skor 5 4 3 2 1 Tabel 3.4 merupakan alternatif jawaban untuk kuesioner kepentingan. Alternatif jawaban kuesioner disebarkan untuk guru kelas I SD. Pernyataan dalam kuesioner memiliki 5 alternatif jawaban, yaitu “sangat penting” memiliki skor 5,

(81) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 61 “penting” memiliki skor 4, “kurang pening” memiliki skor 3, “tidak penting” memiliki skor 2, dan “sangat tidak penting” memiliki skor 1. F. Instrumen Pengumpulan Data Instrumen merupakan alat pengumpulan data (Kountur, 2003: 113). penelitian ini menggunakan jenis instrumen nontes yaitu berupa lembar kuesioner yang digunakan untuk mengukur tingkat kepuasan siswa dan guru terhadap alat peraga berbasis metode Montessori. Arikunto (2010: 134) menjelaskan bahwa instrumen penelitian adalah alat bantu yang dipilih dan digunakan oleh peneliti dalam kegiatannya mengumpulkan data agar kegiatan tersebut menjadi sistematis. Instrumen yang dibuat hendaknya dapat menangkap informasi mengenai terjadinya perubahan, perbaikan atau peningkatan dalam proses pembelajaran (Daryanto (2011: 80). Lembar kuesioner disusun bersama dengan kelompok studi berdasarkan landasan teori yang ada. Kelompok studi menentukan indikator, kisikisi, kemudian mengembangkan indikator menjadi pernyataan-pernyataan berdasarkan kisi-kisi. Tabel 3.5 Kisi-kisi Kuesioner Kinerja dan Kepentingan Siswa dan Guru untuk Expert Judgment Objek Peneliti an Tingkat kepuasan siswa dan guru Indikator Auto education Menarik Bergradasi Auto corretion Kontekstual Life Workmanship Nomor Pernyataan 1,2,3,4,5,6 1, 2, 3, 4 1, 2, 3, 4, 5 1, 2, 3, 4, 5 1, 2, 3, 4, 5 1, 2, 3, 4, 5, 6 1, 2, 3, 4, 5

(82) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 62 Tabel 3.5 merupakan kisi-kisi kuesioner tingkat kepuasan kinerja dan kepentingan pada objek penelitian adalah tingkat kepuasan siswa dan guru terhadap alat peraga berbasis metode Montessori. Terdapat tujuh indikator yaitu auto education, menarik, bergradasi, auto correction, kontekstual, life, dan wokmanship. Jumlah pernyataan pada masing- masing indikator diantaranya, auto education yang berjumlah 6 pernyataan, menarik yang berjumlah 4 pernyataan, bergradasi yang berjumlah 5 pernyataan, auto correction yang berjumlah 5 pernyataan, kontekstual yang berjumlah 5 pernyataan, life, yang berjumlah 6 pernyataan dan wokmanship yang berjumlah 5 pernyataan. Jumlah keseluruhan pernyataan yang dibuat adalah 36 pernyataan. Tabel 3.6 Penjabaran Indikator Kuesioner Kinerja dan kepentingan Siswa dan Guru untuk Expert Judgment Indikator Auto Education Menarik Bergradasi Auto Correction Kontekstual 1. 2. 3. 4. 5. 6. 1. 2. 3. 4. 1. 2. 3. 4. 5. 1. 2. 3. 4. 5. 1. 2. 3. Pernyataan Alat peraga memudahkan siswa untuk mengerti matematika Alat peraga membantu siswa menyelesaikan soal matematika Alat peraga dapat digunakan oleh siswa tanpa bantuan guru Alat peraga mudah digunakan Alat peraga membantu siswa dalam menjawab soal matematika Alat peraga membantu siswa menyelesaikan soal matematika tanpa bantuan guru Alat peraga mempunyai bentuk yang menarik Alat peraga memiliki warna yang menarik Alat peraga memiliki ukuran yang menarik Alat peraga memiliki cara penggunaan yang menarik Alat peraga bisa digunakan oleh semua siswa dari kelas 1 sampai dengan kelas 6 Alat peraga mempunyai tingkatan warna dari muda ke tua Alat peraga mempunyai tingkatan ukuran dari kecil ke besar Alat peraga mempunyai tingkatan tekstur dari halus ke kasar Alat peraga mempunyai tingkatan ukuran dari pendek ke panjang Alat peraga dapat menunjukan kesalahan jawaban siswa Alat peraga membantu siswa memperbaiki kesalahan Alat peraga membantu menemukan jawaban benar Alat peraga membantu menemukan kesalahan yang siswa buat Alat peraga memiliki kunci jawaban Alat peraga dibuat menggunakan bahan yang diketahui siswa Alat peraga menggunakan bahan yang bisa ditemukan d i sekitar siswa Siswa sering melihat bahan pembuat alat peraga matematika

(83) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 63 Life Workmanship 4. 5. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 1. 2. 3. 4. 5. Alat peraga pernah dilihat siswa Alat peraga sesuai dengan materi pembelajaran Alat peraga terbuat dari bahan yang kuat Alat peraga mudah dibawa kemana-mana Alat peraga ini dapat dipakai berkali-kali Alat peraga masih kuat ket ika jarang digunakan Alat peraga tidak mudah rusak Alat peraga mudah dibersihkan Alat peraga mudah untuk diperbaiki Permukaan alat peraga halus Alat peraga menggunakan lem dan paku yang kuat Alat peraga ini tidak melukai siswa ketika digunakan Pemberian warna alat peraga rap i Tabel 3.6 memperlihatkan adanya tujuh indikator kuesioner beserta penjabaran pernyataan kinerja dan kepentingan siswa dan guru terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori. Penjabaran tersebut berdasarkan indikator yang disusun bersama kelompok studi. Masingmasinh indikator memiliki jumlah pernyataan yang berbeda. Indikator auto education dijabarkan menjadi 6 pernyataan. Indikator menarik dijabarkan menjadi 4 pernyataan. Indikator bergradasi dijabarkan menjadi 5 pernyataan. Indikator auto correction dijabarkan menjadi 5 pernyataan. Indikator kontekstual dijabarkan menjadi 5 pernyataan. Indikator life dijabarkan menjadi 6 pernyataan. Indikator workmanship dijabarkan menjadi 5 pernyataan. Pernyataan-pernyataan tersebut yang digunakan untuk kuesioner kinerja dan kuesioner kepentingan. Kuesioner kinerja dan kuesioner kepentingan berisi pernyataan-pernyataan yang sama kemudian disebarkan kepada siswa dan guru. Penyebaran kuesioner bertujuan untuk mrngetahui tingkat kepuasan siswa dan guru terhadap penggunaan alat peraga berbasis metode Montessori.

(84) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 64 G. Uji Validitas dan Reliabilitas Instrumen Pada sub bab ini dijelaskan mengenai uji validitas dan reliabilitas instrumen penelitian yang berupa kuesioner. Uji validitas dan reliabilitas instrumen digunakan untuk menguji apakah pernyataan-pernyataan kuesioner yang dibuat sudah valid dan memiliki keajegan instrumen. 1. Uji validitas Instrumen Validitas adalah suatu ukuran yang menunjukkan tingkat kevalidan suatu instrumen. Instumen yang valid mempunyai validitas tinggi. Sebaliknya, instrumen yang kurang valid berarti memiliki validitas rendah (Arikunto, 2006: 168). Validitas menunjukkan ketepatan suatu alat pengukur. K uesioner dikatakan valid jika pertanyaan pada kuesioner mampu mengungkapkan sesuatu yang akan diukur oleh kuesioner tersebut. Margono (2010: 155) menyatakan bahwa instrumen sebagai alat pengumpul data dirancang dan dibuat sedemikian rupa sehingga menghasilkan data yang empiris. Instrumen dapat digunakan jika valid dan reliabel. Uji validitas penelitian ini dilakukan kepada 30 responden yang merupakan siswa SD kelas I. Tujuan dari uji coba instrumen ini adalah mencari taraf validitas dan taraf realibilitas kuesioner kepuasan siswa terhadap penggunaan alat peraga berbasis metode Montessori. Sedangkan uji coba instrumen terhadap guru dilakukan melalui expert judgment. Item- item yang valid nantinya akan digunakan pada penelitian di SD Karitas Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan content validity (validitas isi), face validity (validitas muka), dan construct validity (validitas konstruksi).

(85) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 65 a. Content Validity (validitas isi) Haynes (dalam Azwar 2012: 111) mengatakan bahwa makna validitas isi adalah tentang sejauhmana tingkat kerelevanan suatu elemen dalam instrumen ukur serta merupakan representasi dari konstrak yang sesuai dengan tujuan pengukuran. Validitas isi suatu alat pengukuran ditentukan berdasarkan isi alat pengukur tersebut telah mewakili semua aspek (Arikunto, 2010: 129). Pengujian validitas isi dalam penelitian ini dilakukan melalui expert judgement. Pengujian validitas ini dimaksudkan untuk menguji item- item dalam tes yang mencangkup keseluruhan kawasan isi objek yang akan diukur. Peneliti telah melakukan expert judgement atau konsultasi ahli. Pengujian validitas isi untuk kuesioner siswa dan guru dilakukan kepada dosen Montessori, dosen Akuntansi, dosen Matematika, Kepala Sekolah dan guru sekolah dasar. Pedoman skoring yang digunakan dalam penilaian expert judgement terhadap kuesioner tingkat kepuasan terhadap penggunaan alat peraga yaitu 1, 2, 3, dan 4. Skor 1 untuk kurang baik, skor 2 berarti cukup baik, skor 3 berarti baik, dan skor 4 untuk sangat baik. Kuesioner dikatakan sangat baik ketika kuesioner tersebut sesuai dengan komponen yang dinilai. Kriteria perbaikan kuesioner dalam penelitian ini yaitu dengan skor rata-rata ≤ 2,5. Peneliti akan melakukan revisi pada kuesioner tersebut apabila jumlah rata-rata dari keenam validator kurang dari 2,5. Hasil expert judgement kepada para ahli dapat dilihat pada tabel 3.7 dan tabel 3.8.

(86) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 66 Tabel 3.7 Rangkuman Skor Expert Judgement Kuesioner Kinerja dan kepentingan untuk Siswa dan Guru Auto Education Menarik Bergradasi Auto corretion Kontekstual Life Workmanship 1 2 3 4 5 6 1 2 3 4 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 6 1 2 3 4 5 Skor Dosen A Skor Dosen B Skor Guru A Skor Guru B 2 4 4 4 4 4 2 3 2 2 1 2 2 2 2 4 4 4 4 2 2 3 3 2 3 3 1 3 2 3 1 2 3 1 3 3 2 2 4 2 2 4 3 3 3 3 2 4 4 4 4 4 4 3 2 2 4 4 4 2 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 2 3 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 3 3 3 3 3 4 4 4 4 2 3 3 3 3 3 3 3 4 3 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 Skor Kepal a Sekolah A 4 3 3 4 4 3 3 3 3 4 3 3 3 3 3 4 4 4 3 3 4 4 4 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 3 Skor Kepal a Sekolah B 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 Rata-rata Indikator Jumlah Skor Vali dator 18 19 21 20 20 21 18 19 18 16 16 19 19 19 19 23 22 21 19 17 20 22 22 18 21 19 17 20 18 20 18 19 20 19 21 18 3,0 3,2 3,5 3,3 3,3 3,5 3,0 3,2 3,0 2,7 2,7 3,2 3,2 3,2 3,2 3,8 3,7 3,5 3,2 2,8 3,3 3,7 3,7 3,0 3,5 3,2 2,8 3,3 3,0 3,3 3,0 3,2 3,3 3,2 3,5 3,0 Tabel 3.7 menjelaskan tentang skor yang diberikan oleh para ahli pada kuesioner siswa dan guru. Peneliti menetapkan perbaikan jika skor kurang dari 2,5, sedangkan jika skor lebih dari 2,5 maka tidak dilakukan perbaikan. Skor

(87) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 67 ditetapkan berdasarkan nilai mean dari setiap skor item pernyataan. Nilai mean setiap item pernyataan adalah 2,0 akan tetapi dalam penelitian ini nilai mean menjadi 2,5 sebagai titik tolak skor perbaikan dengan penambahan sebesar 0,5. Nilai mean untuk hasil expert judgement kuesioner tingkat kepuasan kinerja dan kepentingan siswa dan guru pada penelitian ini tidak menunjukkan revisi karena setiap item pernyataan menunjukkan skor lebih dari 2,5. Nilai mean 3,8 merupakan perolehan tertinggi yaitu terdapat pada pernyataan nomor 1 indikator auto correction. Nilai mean 2,7 merupakan perolehan terendah yaitu terdapat pada pernyataan nomor 1 indikator bergradasi. Skor expert judgement didapat berdasarkan skor hasil expert judgement yang salah satunya dapat dilihat pada lampiran 4. Hasil komentar para ahli dapat dilihat pada tabel 3.8. Tabel 3.8 Rangkuman Komentar Expert Judgement Kuesioner Kinerja dan Kepentingan untuk Siswa dan Guru No 1. Vali dator/ Rangkuman Komentar Indikator Dosen A (MONTESSORI) Auto Education Pernyataan dibuat lebih menekan kan pada auto education bahwa siswa dapat mendidik dirinya sendiri dengan menggunakan material tersebut. Pernyataan lebih baik mengunakan subyek “saya” dan tidak langsung berkaitan dengan atribut yang diukur Menarik Pernyataannya sebaiknya dibuat lebih spesifik atau diperjelas kalimatnya sehingga tidak amb igu. Lebih baik mengunakan subyek “saya” dan tidak langsung berkaitan dengan atribut yang diukur. Pergunakan kalimat yang mudah dipahami oleh siswa Bergradasi Penyataan sudah baik dengan ciri-ciri bergradasi alat peraga Montessori, akan tetapi lebih diperhatikan lagi alat peraga Montessori yang akan digunakan. Tidak semua alat peraga memiliki gradasi yang sama Auto Correction Gunakan bahasa yang mudah dipahami oleh siswa terutama siswa kelas bawah Kontekstual Pernyataannya sebaiknya dibuat lebih spesifik atau diperjelas kalimatnya, sehingga tidak ambigu. Sesuaikan dengan bahan bahan yang terdapat di lingkungan sekitar ru mah maupun sekolah. Sebaiknya ditambahkan mengenai pengecatan alat peraga Life Gunakan bahasa yang mudah dipahami oleh siswa. Pernyataan “mudah dibawa ke mana-mana” belu m tentu daya tahannya

(88) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 68 No 2. 3. 4. 5. Vali dator/ Indikator Rangkuman Komentar bagus. Pernyataan “alat peraga masih kuat ketika jarang digunakan” membutuhkan waktu yang lama untuk siswa dan guru mengetahuinya. Penyataan lainnya, seperti mudah dibersihkan belum tentu tahan lama Workmanship Sesuaikan dengan bahan alat peraga yang telah dibuat apakah menggunakan lem dan paku Ko mentar keseluruhan: Perlu diperjelas mengenai apakah ini deskriptor dari indikator atau sudah pernyataan. Deskripsi sudah bagus, hanya perlu diperjelas mengenai kalimat agar tidak amb igu atau bermakna ganda kemud ian disesuaikan dengan konteks siswa dan guru Dosen B (MATEMATIKA) Auto Education Pemilihan kata dalam pernyataan seperti kata “mengerti” diubah men jadi kata “memahami” dan kata “digunakan” diubah menjadi “dioperasikan” Menarik Pernyataan “alat peraga memiliki cara penggunaan yang menarik ”diubah menjadi “alat peraga memiliki cara penggunaan yang khas” Bergradasi Perhatikan gradasi u mur Auto Correction Pemilihan kata siswa dalam pernyataan sebaiknya diubah menjadi saya. Alat peraga Montessori tidak semuanya memiliki kunci jawaban Kontekstual Pernyataan “alat peraga pernah dilihat oleh siswa” tidak harus dipakai Life Pemilihan kata d iperbaiki menjad i “alat peraga tidak mudah lapuk saat disimpan” Workmanship Pernyataan yang dibuat tidak baku. Ko mentar keseluruhan: secara umu m pernyataan yang dibuat sudah baik. Hanya perlu perbaikan beberapa kalimat Gu ru Kelas A Auto Education Menarik Pernyataan nomor 2 diubah dengan variasi warna dan pernyataan nomor 4 d iperbaiki susunan kalimatnya Bergradasi Auto Correction Beberapa pernyataan perlu diperjelas Kontekstual Life Workmanship Perlu perbaikan untuk beberapa kalimat. Ko mentar keseluruhan: Alat peraga matematika dapat dibuat, digunakan, didapat dari lingkungan sekitar siswa. Jadi pernyataan yang dibuat berdasarkan indikator sudah sesai dengan fakta yang ada dan dapat dipahami oleh siswa oeh guru Gu ru Kelas B Auto Education Menarik Bergradasi Auto Correction Kontekstual Life Workmanship Ko mentar keseluruhan: Secara u mu m, instrumen kuesioner yang dibuat sudah bagus Kepala Sekolah A Auto Education Pernyataan yang dibuat sudah baik Menarik Pernyataan yang dibuat sudah baik

(89) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 69 No 6. Vali dator/ Rangkuman Komentar Indikator Bergradasi Pernyataan yang dibuat sudah baik Auto Correction Pernyataan yang dibuat sudah baik Kontekstual Pernyataan yang dibuat sudah baik Life Pernyataan yang dibuat sudah baik Workmanship Pernyataan yang dibuat sudah baik Ko mentar keseluruhan: pernyataan yang dibuat sudah baik Kepala Sekolah B Auto Education Secara umu m pernyataan yang dibuat sudah baik tetapi pernyataan perlu diperbaiki. Menarik Secara u mu m pernyataan yang dibuat sudah baik. Bergradasi Secara umu m pernyataan yang dibuat sudah baik tetapi pernyataan perlu diperbaiki. Auto Correction Secara u mu m pernyataan yang dibuat sudah baik. Kontekstual Secara umu m pernyataan yang dibuat sudah baik tetapi pernyataan perlu diperbaiki. Life Secara u mu m pernyataan yang dibuat sudah baik. Workmanship Secara u mu m pernyataan yang dibuat sudah baik. Ko mentar keseluruhan:Penggunaan alat peraga Montessori dapat membantu lebih konkrit. ada satu ada satu ada satu berpikir Tabel 3.8 merupakan rangkuman hasil komentar para ahli untuk kuesioner siswa dan guru. Hasil expert judgement kuesioner kinerja dan kepentingan untuk siswa dan guru pada tabel 3.8 menunjukkan bahwa ada beberapa pernyataan yang perlu direvisi. Komentar dari para ahli dapat kami terima dan menjadi masukan yang baik buat kami untuk perbaikan instrumen yang kami buat sebelum nantinya disebarkan kepada siswa dan guru. Komentar dari para ahli mencakup hal- hal penting, Dosen A berpendapat bahwa secara keseluruhan pernyataan dari masing- masing indikator perlu diperjelas mengenai apakah ini deskriptor dari indikator atau sudah pernyataan. Deskripsi sudah bagus, hanya perlu diperjelas kalimatnya agar tidak ambigu atau bermakna ganda kemudian disesuaikan dengan konteks siswa dan guru. Dosen B berpendapat bahwa secara keseluruhan pernyataan dari masing- masing indikator yang dibuat sudah baik, hanya perlu perbaikan beberapa kalimat.

(90) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 70 Guru kelas A berpendapat bahwa secara umum pernyataan yang dibuat sudah sesuai dengan fakta yang ada dan dapat dipahami oleh siswa o leh guru. Guru kelas B tidak memberikan komentar apapun pada pernyataan dari masingmasing indikator yang dibuat. Beliau hanya menuliskan skor pada kolom skor dan memberikan skor sangat baik. Kepala sekolah A berpendapat bahwa secara keseluruhan pernyataan dari masing- masing indikator yang dibuat sudah baik dan tidak perlu perbaikan. Kepala sekolah B berpendapat bahwa secara keseluruhan pernyataan dari masing- masing indikator yang dibuat sudah baik penggunaan alat peraga Montessori dapat membantu berpikir lebih konkret. Salah satu hasil expert judgement dapat dilihat pada lampiran 4. Perbandingan kuesioner sebelum dan sesudah expert judgement dapat dilihat pada tabel 3.9. Tabel 3.9 Perbandingan Kuesioner kinerja dan kepentingan untuk Siswa dan Guru Sebelum dan Sesudah Expert Judgement Pernyataan Sebelum Expert Judgement Indikator Auto Education 1. Alat peraga memudahkan siswa untuk mengerti matematika 1. Alat peraga membantu siswa menyelesaikan soal matematika 2. Alat peraga dapat digunakan oleh siswa tanpa bantuan guru 3. Alat peraga mudah digunakan 4. Alat peraga membantu siswa dalam men jawab soal matemat ika 5. Alat peraga membantu siswa menyelesaikan soal matematika tanpa bantuan guru Menarik 1. Alat peraga mempunyai bentuk yang menarik 2. Alat peraga memiliki warna yang menarik 3. Alat peraga memiliki ukuran yang menarik 4. Alat peraga memiliki cara penggunaan yang menarik Pernyataan Sesudah Expert Judgement Indikator 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Alat peraga memudahkan saya untuk mengerti matematika Alat peraga membantu saya menyelesaikan soal matematika Alat peraga dapat digunakan oleh saya tanpa bantuan orang lain Alat peraga mudah digunakan Alat peraga memudahkan saya menjawab soal matematika Alat peraga membantu sayamengerjakan soal matematika tanpa bantuan orang lain 8. Alat peraga mempunyai bentuk yang menarik Alat peraga memiliki warna yang menarik 9. Alat peraga memiliki ukuran yang pas 10. Alat peraga menarik daripada alat peraga lain

(91) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 71 Bergradasi 1. Alat peraga bisa digunakan oleh semua siswa kelas 1 sampai kelas 6 2. Alat peraga mempunyai tingkatan warna dari muda ke tua 3. Alat peraga mempunyai tingkatan ukuran dari kecil ke besar 4. Alat peraga mempunyai tingkatan tekstur dari halus ke kasar 5. Alat peraga mempunyai tingkatan ukuran dari pendek ke panjang Auto Correction 1. Alat peraga dapat menunjukan kesalahan jawaban siswa 2. Alat peraga membantu siswa memperbaiki kesalahan 3. Alat peraga membantu menemukan jawaban yang benar 4. Alat peraga membantu menemukan kesalahan yang siswa buat 5. Alat peraga memiliki kunci jawaban Konstekstual 1. Alat peraga dibuat menggunakan bahan yang diketahui siswa 2. Alat peraga menggunakan bahan yang bisa ditemu kan di sekitar siswa 3. Siswa sering melihat bahan pembuat alat peraga matemat ika 4. Alat peraga ini pernah dilihat siswa 5. Alat peraga sesuai dengan materi pembelajaran Life 1. Alat peraga terbuat dari bahan yang kuat 2. Alat peraga mudah dibawa kemanamana 3. Alat peraga dapat dipakai berkali-kali 4. Alat peraga masih kuat ketika jarang digunakan 5. Alat peraga tidak mudah rusak 6. Alat peraga mudah dibersihkan Workmanship 1. Alat peraga mudah diperbaiki 2. Permukaan alat peraga halus 3. Alat peraga menggunakan lem dan paku yang kuat 4. Alat peraga ini tidak melukai siswa ketika digunakan 5. Pemberian warna alat peraga rap i 11. Alat peraga bisa digunakan oleh siswa kelas 1 sampai kelas 6 12. Alat peraga mempunyai bermacam-macam warna 13. Alat peraga mempunyai tingkatan ukuran dari kecil ke besar 14. Alat peraga mempunyai t ingkatan tekstur dari halus ke kasar 15. Alat peraga mempunyai tingkatan ukuran dari pendek ke panjang 16. Alat peraga dapat menunjukan kesalahan jawaban saya 17. Alat peraga membantu saya memperbaiki kesalahan 18. Alat peraga membantu saya menemu kan jawaban yang benar 19. Alat peraga membantu menemu kan kesalahan yang saya buat 20. Alat peraga memiliki kunci jawaban 21. Alat peraga dibuat menggunakan bahan yang saya ketahui 22. Alat peraga menggunakan bahan yang bisa ditemu kan di sekitar saya 23. Alat peraga terbuat dari bahan yang sering saya lihat 24. Alat peraga ini pernah saya lihat 25. Alat peraga sesuai dengan materi pembelajaran 26. Alat peraga terbuat dari bahan yang kuat 27. Alat peraga mudah dibawa 28. Alat peraga dapat digunakan berulang kali 29. Alat peraga masih kuat ketika jarang digunakan 30. Alat peraga tidak mudah rusak 31. Alat peraga mudah dibersihkan 32. Alat peraga mudah diperbaiki 33. Alat peragamemiliki permu kaan yang halus 34. Alat peraga dilem dengan kuat 35. Alat peraga dipaku dengan kuat 36. Alat peraga tidak melu kai saya ketika digunakan 37. Alat peraga dicat dengan rapi

(92) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 72 Tabel 3.9 merupakan hasil perbandingan kuesioner kinerja dan kepentingan untuk siswa dan guru sebelum dan sesudah expert judgement. Berdasarkan komentar dari para ahli, peneliti bersama kelompok studi berupaya menggunakan masukan tersebut dan dilakukan revisi pada item kuesioner. Item yang tidak direvisi adalah item nomor 1 dan 2 pada indikator menarik dan item nomor 3, 4, dan 5 indikator bergradasi. Item nomor 5 indikator auto education dan kontekstual, serta item nomor 1 indikator workmanship. Item yang direvisi adalah pada item nomor 3 indikator workmanship dengan merubahnya menjadi dua pernyataan. Pernyataan “alat peraga menggunakan lem dan paku yang kuat” diubah menjadi “alat peraga dilem dengan kuat” dan “ alat peraga dipaku dengan kuat”. Peneliti juga mengubah kata “siswa” menjadi “saya” berdasarkan masukan dari para ahli. Pernyataan “alat peraga daat digunakan oleh siswa tanpa bantuan guru” diganti “alat peraga dapat digunakan oleh saya tanpa bantuan orang lain”. Jumlah item pada kuesioner kinerja dan kepentingan untuk siswa dan guru sebelum dan sesudah expert judgement mengalami perubahan, yaitu dari 36 item menjadi 37 item. Hasil perbandingan kuesioner kinerja dan kepentingan untuk siswa dan guru sebelum dan sesudah expert judgement dapat dilihat pada lampiran 4 dan 5. b. Face Validity (validitas muka) Face validity adalah pengujian yang dilakukan dengan tujuan untuk menunjukkan bahwa dari segi bentuk suatu alat ukur/instrumen dapat mengukur apa yang ingin diukur (Efendi & Tukiran, 2012: 133). Azwar (2012:112) menjelaskan bahwa face validity (validitas muka) merupakan titik awal dari

(93) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 73 evaluasi kualitas item- item. Bukti dari face falidity tidak berkaitan dengan statistik validitas, melainkan hanya sekedar tahap penerimaan seseorang terhadap fungsi pengukuran item tersebut. Meskipun face validity tidak berarti, namun tetap harus dilakukan pertamakali sebelum membahas sisi lain kualitas item. Face validity dilakukan untuk kuesioner siswa dan kuesioner guru. Face validity dilakukan dilakukan peneliti bersama kelompok studi. 1) Face Validity Siswa Peneliti telah melakukan face validity terhadap siswa kelas 1, 2, 3, 4 dan 5. Face validity siswa dilakukan dengan mengambil 1 siswa dari setiap kelas. Alasan melakukan face validity pada perwakilan siswa kelas 1, 2, 3, 4 dan 5 yaitu dikarenakan siswa tersebut sudah mewakili siswa kelas lain dengan usia dan cara pikir yang tidak terlalu berbeda. Tujuan face validity adalah memastikan bahwa kuesioner tersebut dapat dipahami siswa sekolah dasar. Hasil dari face validity kuesioner kinerja dan kepentingan untuk siswa dapat dilihat pada tabel 3.10. Tabel 3.10 Rangkuman Hasil Face Validity Kuesioner Kinerja dan Kepentingan untuk Siswa No 1. Vali dator/ Indikator Siswa Kel as 1 Auto education Menarik Bergradasi Auto correction Kontekstual Rangkuman Komentar Siswa tidak paham dengan “alat peraga”. Siswa merasa kebingungan dengan beberapanya. Siswa harus diberi penjelasan terlebih dahulu dengan contoh konkret sebelu m mengisi kuesioner Siswa kelas I perlu didamp ingi ketika mengisi kuesioner ini dan diberi penjelasan secara detail Siswa masih bingung dengan beberapa pernyataan yang seperti tekstur alat peraga Siswa masih bingung dengan beberapa pernyataan yang ada karena mereka tidak paham dengan alat peraga sehingga perlu pendampingan Siswa masih bingung dengan beberapa pernyataan yang ada karena mereka tidak paham dengan alat peraga sehingga perlu pendampingan

(94) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 74 Life Workmanship 2. Siswa Kel as 2 Auto education Menarik Bergradasi Auto correction Kontekstual Life Workmanship 3. Siswa Kel as 3 Auto education Menarik Bergradasi Auto correction Kontekstual Life Workmanship 4. Siswa Kel as 4 Auto education Menarik Bergradasi Siswa masih bingung dengan beberapa karena mereka tidak paham dengan alat pendampingan Siswa masih bingung dengan beberapa karena mereka tidak paham dengan alat pendampingan pernyataan yang ada peraga sehingga perlu pernyataan yang ada peraga sehingga perlu Siswa tidak paham dengan “alat peraga”. Siswa merasa kebingungan dengan beberapanya. Siswa harus diberi penjelasan terlebih dahulu dengan contoh konkret sebelu m mengisi kuesioner Siswa perlu didamp ingi ketika meng isi kuesioner ini dan diberi penjelasan secara detail Siswa masih bingung dengan beberapa pernyataan yang seperti tekstur alat peraga Siswa masih bingung dengan beberapa pernyataan yang ada karena mereka tidak paham dengan alat peraga sehingga perlu pendampingan Siswa masih bingung dengan beberapa pernyataan yang ada karena mereka tidak paham dengan alat peraga sehingga perlu pendampingan Siswa masih bingung dengan beberapa pernyataan yang ada karena mereka tidak paham dengan alat peraga sehingga perlu pendampingan Siswa masih bingung dengan beberapa pernyataan yang ada karena mereka tidak paham dengan alat peraga sehingga perlu pendampingan Siswa perlu pendampingan ketika meng isi kuesioner karena tidak paham dengan “alat peraga” Siswa baru paham setelah pendamping melalui cerita-cerita konkrit.Siswa harus diberikan contoh dahulu kemudian menanyakan alat peraga yang menarik Siswa sulit memahami pernyataan item 11 karena dia belum pernah merasakan kelas 4-5. Siswa bingung dengan kata “tekstur”. Supaya siswa dapat memahaminya dengan baik, harus men jelaskannya dengan menggunakan benda konkret Secara u mu m siswa sudah paham dengan pernyataan ini jika diberi penjelasan terlebih dahulu Secara perlu pendamp ingan dengan memberikan contoh konkret kepada siswa. Pada penyataan item 22 siswa diminta untuk mengingat dan melihat kembali benda-benda yang ada di sekitarnya yang dibuat untuk alat peraga Secara u mu m siswa sudah paham dengan pernyataan ini jika diberi penjelasan terlebih dahulu. Secara u mu m siswa sudah paham jika diberi penjelasan terlebih dahulu Siswa harus diberi penjelasan terlebih dahulu mengenai pengertian alat peraga karena siswa tidak paham dengan alat peraga Secara u mu m siswa sudah paham dengan pernyataan ini jika diberi penjelasan terlebih dahulu tentang alat peraga Siswa harus diberi penjelasan terlebih dahulu dengan contoh

(95) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 75 Auto correction Kontekstual Life Workmanship 5. Siswa Kel as 5 Auto education Menarik Bergradasi Auto correction Kontekstual Life Workmanship tentang alat peraga Siswa tidak paham dengan pernyataan “memperbaiki kesalahan” Kesalahan yang dimaksud adalah kesalahan dalam hal apa Siswa tidak paham dengan pernyataan “materi pembelajaran” Materi pembelajaran dimaksud dalam hal apa Secara u mu m siswa sudah paham dengan pernyataan ini jika diberi penjelasan terlebih dahulu Secara u mu m siswa sudah paham jika beri penjelasan terlebih dahulu Siswa harus diberi penjelasan terlebih dahulu mengenai pengertian alat peraga karena siswa tidak paham dengan alat peraga Secara u mu m siswa sudah paham dengan pernyataan ini jika diberi penjelasan terlebih dahulu tentang alat peraga Siswa harus diberi penjelasan terlebih dahulu dengan contoh tentang alat peraga Siswa tidak paham dengan pernyataan “memperbaiki kesalahan” Kesalahan yang dimaksud adalah kesalahan dalam hal apa Siswa merasa kebingungan dengan pernyataan pada item 22 dan 23. Susunan kalimat perlu diperbaiki Secara u mu m siswa sudah paham dengan pernyataan ini jika diberi penjelasan terlebih dahulu Secara u mu m siswa sudah paham jika beri penjelasan terlebih dahulu Tabel 3.10 merupakan rangkuman hasil dari face validity kuesioner kinerja dan kepentingan untuk siswa kelas 1, 2, 3, 4 dan 5. Hasil face validity siswa kelas 1, masih belum paham dengan kata “alat peraga” maka harus diberi penjelasan terlebih dahulu. Siswa membutuhkan pendampingan dalam memahami kalimat pada pernyataan. Siswa juga kesulitan dengan penggunaan kata asing. Hasil face validity siswa kelas 2, siswa juga masih belum paham dengan kata “alat peraga” maka harus diberi penjelasan terlebih dahulu. Siswa membutuhkan pendampingan dalam memahami kalimat pada pernyataan. Hasil face validity yang selanjutnya yaitu dari siswa kelas 3, siswa juga masih belum paham dengan kata “alat peraga” maka harus diberi penjelasan terlebih dahulu. Siswa membutuhkan pendampingan dalam memahami kalimat pada pernyataan. Siswa tidak paham dengan penggunaan kata asing. Hasil face

(96) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 76 validity siswa kelas 4, siswa juga masih belum paham dengan kata “alat peraga” maka harus diberi penjelasan terlebih dahulu. Secara umum siswa sudah paham dengan pernyataan. Hasil face validity siswa kelas 5, siswa juga masih belum paham dengan kata “alat peraga” maka harus diberi penjelasan terlebih dahulu. Siswa membutuhkan pendampingan dalam memahami kalimat pada pernyataan. Siswa tidak paham dengan penggunaan kata asing. Hasil yang diperoleh berdasarkan content validity dan face validity terhadap kuesioner kinerja dan kepentingan untuk siswa perlu perbaikan pada beberapa pernyataan. Peneliti bersama kelompok studi telah melakukan perbaikan pada beberapa pernyataan sebelum dilakukan construct validity. Perbaikan dilakukan dengan merubah pernyataan-pernyataan yang membingungkan siswa kelas bawah maupun kelas atas. Hasil face validity pada siswa dapat dilihat pada lampiran 5. Perbandingan kuesioner siswa sebelum dan sesudah face validity untuk siswa dapat dilihat pada tabel 3.11. Tabel 3.11 Perbandingan Kuesioner Kinerja dan kepentingan untuk Siswa Sebelum dan Sesudah Face Validity Siswa Pernyataan Sebelum Face Validity Siswa Indikator Auto Education 1. Alat peraga memudahkan saya untuk mengerti matematika 2. Alat peraga membantu saya menyelesaikan soal matematika 3. Alat peraga dapat digunakan oleh saya tanpa bantuan orang lain 4. Alat peraga mudah digunakan 5. Alat peraga memudahkan saya menjawab dalam soal matematika 6. Alat peraga membantu sayamengerjakan soal matematika tanpa bantuan orang lain Menarik 7. Alat peraga mempunyai bentuk yang menarik Pernyataan Sesudah Face Validity Siswa Auto Education 1. Alat peraga memudahkan saya untuk mengerti matematika 2. Alat peraga membantu saya mengerjakan soal matematika 3. Alat peraga dapat saya gunakan tanpa bantuan orang lain 4. Alat peraga mudah digunakan 5. Alat peraga memudahkan saya mengerjakan soal matemat ika 6. Alat peraga membantu saya mengerjakan soal matematika tanpa bantuan orang lain Menarik 7. Alat peraga mempunyai bentuk yang menarik

(97) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 77 8. Alat peraga memiliki warna yang menarik 9. Alat peraga memiliki ukuran yang pas 10. Alat peraga menarik daripada alat peraga lain Bergradasi 11. Alat peraga bisa digunakan oleh siswa kelas 1 sampai kelas 6 12. Alat peraga mempunyai bermacammacam warna 13. Alat peraga mempunyai tingkatan ukuran dari kecil ke besar 14. Alat peraga mempunyai tingkatan tekstur dari halus ke kasar 15. Alat peraga mempunyai tingkatan ukuran dari pendek ke panjang Auto Correction 16. Alat peraga dapat menunjukan kesalahan jawaban saya 17. Alat peraga membantu saya memperbaiki kesalahan 18. Alat peraga membantu saya menemukan jawaban yang benar 19. Alat peraga membantu menemukan kesalahan yang saya buat 20. Alat peraga memiliki kunci jawaban Konstekstual 21. Alat peraga dibuat menggunakan bahan yang saya ketahui 22. Alat peraga menggunakan bahan yang bisa ditemu kan di sekitar saya 23. Alat peraga terbuat dari bahan yang sering saya lihat 24. Alat peraga ini pernah saya lihat 25. Alat peraga sesuai dengan materi pembelajaran Life 26. Alat peraga terbuat dari bahan yang kuat 27. Alat peraga mudah dibawa 28. Alat peraga dapat digunakan berulang kali 29. Alat peraga masih kuat ketika jarang digunakan 30. Alat peraga tidak mudah rusak 31. Alat peraga mudah dibersihkan Workmanship 32. Alat peraga mudah diperbaiki 33. Alat peragamemiliki permu kaan yang halus 34. Alat peraga dilem dengan kuat 35. Alat peraga dipaku dengan kuat 36. Alat peraga tidak melukai saya ketika digunakan 37. Alat peraga dicat dengan rapi 8. Alat peraga memiliki warna yang menarik 9. Alat peraga memiliki ukuran yang pas 10. Alat peraga menarik daripada alat peraga lain Bergradasi 11. Alat peraga bisa digunakan oleh siswa kelas 1 sampai siswa kelas 6 12. Alat peraga mempunyai bermacammacam warna 13. Alat peraga mempunyai tingkatan ukuran dari kecil ke besar 14. Alat peraga mempunyai permukaan dari halus ke kasar 15. Alat peraga mempunyai tingkatan ukuran dari pendek ke panjang Auto Correction 16. Alat peraga dapat menunjukan kesalahan jawaban saya 17. Alat peraga membantu saya memperbaiki kesalahan dalam mengerjakan soal matemat ika 18. Alat peraga membantu saya menemu kan jawaban yang benar 19. Alat peraga membantu menemukan kesalahan yang saya buat 20. Alat peraga memiliki kunci jawaban Konstekstual 21. Alat peraga dibuat menggunakan bahan yang saya ketahui 22. Alat peraga menggunakan bahan yang bisa saya temukan di lingkungan sekitar 23. Alat peraga terbuat dari bahan yang sering saya lihat 24. Alat peraga ini pernah saya lihat 25. Alat peraga sesuai dengan materi yang saya pelajari Life 26. Alat peraga terbuat dari bahan yang kuat 27. Alat peraga mudah dibawa 28. Alat peraga dapat digunakan berulang kali 29. Alat peraga masih kuat ketika jarang digunakan 30. Alat peraga tidak mudah rusak 31. Alat peraga mudah dibersihkan Workmanship 32. Alat peraga mudah diperbaiki 33. Alat peraga memiliki permu kaan yang halus 34. Alat peraga dilem dengan kuat 35. Alat peraga dipaku dengan kuat 36. Alat peraga tidak melukai saya ketika digunakan 37. Alat peraga dicat dengan rapi

(98) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 78 Tabel 3.11 merupakan hasil perbandingan kuesioner kinerja dan kepentingan untuk siswa sebelum dan sesudah dilakukan face validity. Peneliti melakukan revisi pada beberapa item kuesioner tersebut. Revisi dilakukan berdasarkan respon siswa ketika pelaksanaan face validity. Item yang direvisi dilakukan pada item nomor 2 dan 5 yaitu dengan mengganti kata “menyelesaikan” dan “menjawab” menjadi “mengerjakan”. Pernyataan item nomor 3 diganti menjadi “alat peraga dapat saya gunakan tanpa bantuan orang lain” karena siswa lebih paham dengan pernyataan tersebut. Siswa juga bingung dengan kata “tekstur”, sehingga pernyataan item nomor 14 diganti menjadi “alat peraga mempunyai permukaan dari halus ke kasar”. Item nomor 17 juga mengalami revisi dengan memperjelas kesalahan apa yang dimaksudkan yaitu “alat peraga membantu saya memperbaiki kesalahan dalam mengerjakan soal matematika”. Item nomor 25 juga direvisi dengan memperjelas maksud dari pernyataan tersebut. Pernyataan kuesioner setelah face validity siswa merupakan kuesioner yang akan digunakan untuk uji validitas konstruk. 2) Face Validity guru face validity dilakukan terhadap perwakilan guru kelas 1, 2, 3, 4 dan 5. Tujuan dilakukan face validity yaitu untuk melihat seberapa baik pernyataanpernyataan yang pada kuesioner sehingga dapat dipahami oleh guru. Hasil dari face validity kuesioner kinerja dan kepentingan untuk guru dapat dilihat pada tabel 3.12.

(99) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 79 Tabel 3.12 Rangkuman Hasil Face Validity Kuesioner Kinerja dan Kepentingan untuk Guru No 1. Vali dator/ Indikator Guru Kelas 1 Auto education Menarik Bergradasi Auto correction Kontekstual Life Workmanship 2. Guru Kelas 2 Auto-education Menarik Bergradasi Auto-correction Kontekstual Life Workmanship 3. Guru Kelas 3 Auto-education Menarik Bergradasi Rangkuman Komentar Secara keseluruhan sudah baik, tetapi ada beberapa item yang perlu ditambahkan kata dan diganti. Item 3 “alat peraga dapat digunakan tanpa bantuan orang lain”. Item berikutnya tambahkan dapat dan hilangkan kata saya Secara u mu m pernyataan sudah baik, tetapi item yang menyatakan kata “pas” di perjelas lag i. Pernyataan nomor 10 diganti “alat peraga lebih menarik dibandingkan alat peraga lain” Kata “bisa” diganti “dapat” dan kata “bermacam-macam” diganti “bermacam”. Pernyataan berikutkan di sesuaikan dengan spefikasi alat peraga Ada beberapa pernyaatan yang sudah dapat dipahami guru akan tetapi ada beberap pernyataan diperjelas lag i maksudnya, seperti kesalahan apa yang dimaksud. Item nomor 18 kata “menemukan” diganti “mengetahui” Secara u mu m sudah baik. Kata “bisa” diganti kata “dapat”. Item 25 ditambahkan kata “yang saya terangkan” Secara u mu m guru dapat memahami pernyataan Pernyataan sudah dapat dipahami oleh guru, tetapi pada item no mor 33 dalam penggunaan kata “permukaan” harus konsisten dengan kata “tekstur” pada item no mor 14. Pada item no mor 34 kata “dilem” diganti “direkat kan” Secara umu m guru sudah mampu memahami pernyataan. Kata “mengerti” diganti “memahami” dan kata “digunakan” diganti “dipergunakan” Secara umu m guru paham dengan pernyatataan pada indikator ini, tetapi harus konsisten dengan penggunaan kata “memiliki” atau “mempunyai” Secara u mu m pernyataan baik, tetapi kata “bis a” sebaiknya diganti “dapat” Secara u mu m guru dapat memahami pernyataan pada indikator ini, tetapi perlu diperjelas lagi kesalahan seperti apa yang dimaksudkan. Gu ru dapat memahami pernyataan pada indikator in i, tetapi harus konsisten dengan penggunaan kata “bisa” atau “dapat” dan pada penggunaan kata “saya” Gu ru paham dengan pernyataan pada indikator ini. Item no mor 29 perlu diperbaiki susunan kalimatnya Gu ru tidak dapat memahami pernyataan nomor 32 dan 33. Kata “ dicat” sebaiknya diganti “ diwarnai” Kata “menyelesaikan” dan “men jawab” diganti dengan kata “mengerjakan” . Kata “oleh” sebaiknya tidak digunakan pada item nomor 3. Pada item nomor 4 sebaiknya ditambah dengan kata “saya” Konsisten dalam menggunakan kata “mempunyai” atau “memiliki” Gu ru dapat memahami pernyataan pada indikator ini, tetapi pada item no mor 11 lebih baik d iubah “ Alat peraga dapatdigunakan

(100) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 80 Auto-correction Kontekstual Life Workmanship 4. Guru Kelas 4 Auto-education Menarik Bergradasi Auto-correction 5. Kontekstual Life Workmanship Guru Kelas 5 Auto education Menarik Bergradasi Auto correction Kontekstual Life Workmanship untuk memahami konsep materi matematika dari kelas 1 sampai 6 Gu ru dapat memahami pernyataan pada indikator ini, tetapi pada item nomor 16 sebaiknya diganti “ alat peraga mempunyai pengendali kesalahan” Kata “bisa” sebaiknya diganti dengan kata “dapat”, sedangkan pada item no mor 14 sebaiknya diganti “alat peraga pernah dilihat saya” Gu ru dapat memahami pernyataan pada indikator in i Secara u mu m guru dapat memahami pernyataan pada indikator ini, tapi ada beberapa pernyataan yang masih perlu diperjelas Secara u mu m guru dapat memahami pernyataan pada indikator ini. Pada item no mor 1 dan 3 masih perlu perbaikan Secara u mu m guru dapat memahami pernyataan pada indikator in i. Secara umu m pernyataan sudah baik dan dapat dipahami oleh guru, namun perlu perbaikan pada item no mor 11 Secara umu m pernytaan sudah baik, tetapi ada beberapa pernyataan yang perlu diperbaiki Secara u mu m pernyataan sudah baik dan dapat dipahami oleh guru Secara u mu m pernyataan sudah baik dan dapat dipahami oleh guru Secara u mu m pernyataan sudah baik dan dapat dipahami oleh guru Item no mor 3 susunan kalimatnya perlu diperbaiki. Item no mor 6 sebaiknya ditambahkan kata “dapat” setelah kata “alat peraga”, sedangkan pernyataan yang lain sudah baik Item nomor 9 kata “pas” diganti dengan kata “proporsional”, sedangkan item yang lain sudah baik Pernyataan pada indikator in i sudah baik Pernyataan pada indikator in i sudah baik Item no mor 23 sebaiknya diganti “ alat peraga terbuat dari bahan yang sering saya lihat”, sedangkan pernyataan lainnya sudah baik Pernyataan pada indikator in i sudah baik Pernyataan pada indikator in i sudah baik Tabel 3.13 merupakan rangkuman hasil face validity kuesioner kinerja dan kepentingan untuk guru kelas 1, 2, 3, 4 dan 5. Hasil face validity guru kelas 1, secara umum pernyataan yang dibuat sudah baik, namun ada beberapa pernyataan yang perlu ditambahkan kata atau diganti dengan kata yang tepat. Pernyataan juga perlu diperjelas lagi kalimatnya karena masih ada yang ambigu. Hasil face validity guru kelas 2, secara umum pernyataan yang dibuat sudah baik dan dapat dipahami, namun ada beberapa pernyataan yang perlu ditambahkan kata atau diganti dengan kata yang tepat. Pernyataan juga perlu diperjelas lagi kalimatnya serta lebih diperhatikan konsistensi penggunaan kata “bisa” dan “dapat”.

(101) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 81 Hasil face validity selanjutnya yaitu dari guru kelas 3, secara umum pernyataan yang dibuat sudah baik dan dapat dipahami, namun ada beberapa pernyataan yang perlu ditambahkan kata atau diganti dengan kata yang tepat. Pernyataan juga perlu diperjelas lagi kalimatnya serta lebih diperhatikan konsistensi penggunaan kata “mempunyai” dan “memiliki”. Hasil face validity guru kelas 4, secara umum pernyataan yang dibuat sudah baik dan dapat dipahami, namun ada beberapa pernyataan yang perlu ditambahkan kata atau diganti dengan kata yang tepat. Pernyataan juga perlu diperjelas lagi kalimatnya. Hasil face validity guru kelas 5, secara umum pernyataan yang dibuat sudah baik dan dapat dipahami, namun ada beberapa pernyataan yang perlu ditambahkan kata atau diganti dengan kata yang tepat. Hasil yang diperoleh berdasarkan content validity dan face validity terhadap kuesioner kinerja dan kepentingan untuk guru perlu perbaikan pada beberapa pernyataan. Peneliti bersama kelompok studi telah melakukan perbaikan pada beberapa pernyataan sebelum dilakukan construct validity. Perbaikan dilakukan dengan merubah pernyataan-pernyataan yang masih belum jelas dan kalimatnya ambigu. Hasil face validity pada guru dapat dilihat pada lampiran 6. Tabel 3.13 Perbandingan Kuesioner Kinerja dan kepentingan untuk Guru Sebelum dan Sesudah Face Validity Guru Pernyataan Sebelum Face Validity Guru Indikator Auto Education 1. Alat peraga memudahkan saya untuk mengerti matematika 2. Alat peraga membantu saya menyelesaikan soal matematika 3. Alat peraga dapat digunakan oleh saya tanpa bantuan orang lain 4. Alat peraga mudah digunakan Pernyataan Sesudah Face Validity Guru Indikator Auto Education 1. Alat peraga memudahkan saya memahami konsep matemat ika 2. Alat peraga membantu saya mengerjakan soal matematika 3. Alat peraga dapat saya gunakan tanpa bantuan orang lain. 4. Alat peraga mudah saya gunakan

(102) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 82 5. Alat peraga memudahkan saya menjawab soal matematika 6. Alat peraga membantu sayamengerjakan soal matematika tanpa bantuan orang lain Menarik 7. Alat peraga mempunyai bentuk yang menarik 8. Alat peraga memiliki warna yang menarik 9. Alat peraga memiliki ukuran yang pas 10. Alat peraga menarik daripada alat peraga lain Bergradasi 11. Alat peraga bisa digunakan oleh siswa kelas 1 sampai kelas 6 12. Alat peraga mempunyai bermacammacam warna 13. Alat peraga mempunyai tingkatan ukuran dari kecil ke besar 14. Alat peraga mempunyai tingkatan tekstur dari halus ke kasar 15. Alat peraga mempunyai tingkatan ukuran dari pendek ke panjang Auto Corretion 16. Alat peraga dapat menunjukan kesalahan jawaban saya 17. Alat peraga membantu saya memperbaiki kesalahan 18. Alat peraga membantu saya menemukan jawaban yang benar 19. Alat peraga membantu menemukan kesalahan yang saya buat 20. Alat peraga memiliki kunci jawaban Konstekstual 21. Alat peraga dibuat menggunakan bahan yang saya ketahui 22. Alat peraga menggunakan bahan yang bisa ditemu kan di sekitar saya 23. Alat peraga terbuat dari bahan yang sering saya lihat 24. Alat peraga ini pernah saya lihat 25. Alat peraga sesuai dengan materi pembelajaran Life 26. Alat peraga terbuat dari bahan yang kuat 27. Alat peraga mudah dibawa 28. Alat peraga dapat digunakan berulang kali 29. Alat peraga masih kuat ketika jarang digunakan 30. Alat peraga tidak mudah rusak 31. Alat peraga mudah dibersihkan 5. Alat peraga memudahkan saya mengerjakan soal matemat ika 6. Alat peraga membantu sayamengerjakan soal matematika tanpa bantuan orang lain. Menarik 7. Alat peraga mempunyai bentuk yang menarik 8. Alat peraga mempunyai warna yang menarik 9. Alat peraga mempunyai ukuran yang proporsional 10. Alat peraga lebih menarik daripada alat peraga lain Bergradasi 11. Alat peraga dapat digunakan untuk memahamin konsep materi matematika dari kelas 1 sampai kelas 6 12. Alat peraga mempunyai bermacammacam warna 13. Alat peraga mempunyai tingkatan ukuran dari kecil ke besar 14. Alat peraga mempunyai permukaan dari halus ke kasar 15. Alat peraga mempunyai tingkatan ukuran dari pendek ke panjang Auto Corretion 16. Alat peraga dapat menunjukan kesalahan jawaban saya 17. Alat peraga membantu saya memperbaiki kesalahan dalam mengerjakan soal matemat ika 18. Alat peraga membantu saya menemukan jawaban yang benar 19. Alat peraga membantu menemukan kesalahan yang saya buat 20. Alat peraga memiliki kunci jawaban Konstekstual 21. Alat peraga dibuat menggunakan bahan yang saya ketahui 22. Alat peraga menggunakan bahan yang dapat saya temukan di lingkungan sekitar. 23. Alat peraga terbuat dari bahan yang sering saya lihat. 24. Alat peraga ini pernah saya lihat 25. Alat peraga sesuai dengan materi pembelajaran Life 26. Alat peraga terbuat dari bahan yang kuat 27. Alat peraga mudah dibawa 28. Alat peraga dapat digunakan berulang kali 29. Alat peraga tetap kuat ketika jarang digunakan 30. Alat peraga tidak mudah rusak 31. Alat peraga mudah dibersihkan

(103) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 83 Workmanship 32. Alat peraga mudah diperbaiki 33. Alat peragamemiliki permu kaan yang halus 34. Alat peraga dilem dengan kuat 35. Alat peraga dipaku dengan kuat 36. Alat peraga tidak melukai saya ketika digunakan 37. Alat peraga dicat dengan rapi Tabel 3.13 Workmanship 32. Alat peraga mudah saya perbaiki 33. Alat peragamemiliki permu kaan yang halus 34. Alat peraga direkatkan dengan kuat 35. Alat peraga dipaku dengan kuat 36. Alat peraga tidak melukai saya ketika digunakan 37. Alat peraga dicat dengan rapi merupakan hasil perbandingan kuesioner kinerja dan kepentingan untuk guru sebelum dan sesudah dilakukan face validity. Pernyataan nomor 1 berubah menjadi “alat peraga memudahkan saya memahami konsep matematika”. Pernyataan nomor 2 mengalami perubahan pada kata “menyelesaikan” menjadi “mengerjakan”. Pernyataan nomor 3 “alat peraga dapat digunakan oleh saya tanpa bantuan orang lain” diubah menjadi “alat peraga dapat saya gunakan tanpa bantuan orang lain”. Pernyataan nomor 4 mengalami perubahan menjadi “alat peraga mudah saya gunakan”. Pernyataan nomor 5 mengalami perubahan pada kata “menjawab” menjadi “mengerjakan”. Pernyataa n nomor 8 diubah menjadi “alat peraga mempunyai warna yang menarik”. Pernyataan nomor 9 mengalami perubahan menjadi “alat peraga mempunyai ukuran yang proporsional”. Kata “lebih” ditambahkan pada pernyataan nomor 10, sehingga menjadi “alat peraga lebih menarik daripada alat peraga lain”. Pernyataan beriutnya yaitu pernyataan nomor 11 diubah menjadi “alat peraga dapat digunakan untuk memahami konsep materi matematika dari kelas 1 sampai kelas 6”. Kata “tekstur” pada pernyataan nomor 14 diubah menjadi kata “permukaan”. Pernyataan nomor 17 mengalami penambahan kalimat menjadi “alat peraga membantu saya memperbaiki kesalahan dalam mengerjakan soal

(104) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 84 matematika”. Pernyataan nomor 22 mengalami perubahan menjadi “alat peraga menggunakan bahan yang dapat saya temukan di lingkungan sekitar”. Pernyataan nomor 23 diubah menjadi “alat peraga terbuat dari bahan yang sering saya lihat”. Melihat komentar dari guru, peneliti bersama kelompok studi berupaya menggunakan masukan tersebut. Pernyataan-pernyataan pada setiap indikator yang sebelum di face validity menggunakan kata yang masih ambigu, kami ubah dengan kata yang lebih baik. Beberapa kalimat sudah diperjelas, serta pernyataan sudah dibuat sesuai dengan konteks guru. Tabel 3.14 Kuesioner Penelitian Kinerja dan Kepentingan Guru Indikator Auto education Menarik Bergradasi Auto correction Kontekstual Life 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. 18. 19. 20. 21. 22. 23. 24. 25. 26. 27. Pernyataan Alat peraga memudahkan saya memahami konsep matemat ika Alat peraga membantu saya mengerjakan soal matemat ika Alat peraga dapat saya gunakan tanpa bantuan orang lain Alat peraga mudah saya gunakan Alat peraga memudahkan saya mengerjakan soal matematika Alat peraga membantu saya mengerjakan soal matemat ika tanpa bantuan orang lain Alat peraga mempunyai bentuk yang menarik Alat peraga mempunyai warna yang menarik Alat peraga mempunyai ukuran yang proporsional Alat peraga lebih menarik daripada alat peraga lain Alat peraga dapat digunakan untuk memahami konsep materi matemat ika dari kelas 1 sampai kelas 6 Alat peraga mempunyai bermacam-macam warna Alat peraga mempunyai tingkatan ukuran dari kecil ke besar Alat peraga mempunyai permukan dari halus ke kasar Alat peraga mempunyai tingkatan ukuran dari pendek ke panjang Alat peraga dapat menunjukan kesalahan jawaban saya Alat peraga membantu saya memperbaiki kesalahan dalam mengerjakan soal matematika Alat peraga membantu saya menemukan jawaban yang benar Alat peraga membantu menemukan kesalahan yang saya buat Alat peraga memiliki kunci jawaban Alat peraga dibuat menggunakan bahan yang saya ketahui Alat peraga menggunakan bahan yang dapat saya temukan di lingkungan sekitar Alat peraga terbuat dari bahan yang sering saya lihat Alat peraga ini pernah saya lihat Alat peraga sesuai dengan materi pembelajaran Alat peraga terbuat dari bahan yang kuat Alat peraga mudah dibawa

(105) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 85 Workmanship 28. 29. 30. 31. 32. 33. 34. 35. 36. 37. Alat peraga dapat digunakan berulang kali Alat peraga tetap kuat ketika jarang digunakan Alat peraga tidak mudah rusak Alat peraga mudah dibersihkan Alat peraga mudah saya perbaiki Alat peraga memiliki permukaan yang halus Alat peraga direkatkan dengan kuat Alat peraga dipaku dengan kuat Alat peraga tidak melu kai saya ket ika d igunakan Alat peraga dicat dengan rapi Tabel 3.14 merupakan kuesioner penelitian kinerja dan kepentingan guru. Pernyataan yang digunakan sudah melalui content validity dan face validity. Pernyataan yang digunakan berjumlah 37 item yaitu 6 pernyataan untuk indikator auto education, 4 pernyataan untuk indikator menarik, 5 pernyataan untuk indikator bergradasi, 5 pernyataan untuk indikator auto correction, 5 pernyataan untuk indikator kontekstual, 6 pernyataan untuk indikator life dan 6 pernyataan untuk indikator workmanship. Kuesioner guru tidak melalui construct validity sehingga tidak dijelaskan hasil output SPSS. Hal ini dikarenakan jumlah responden guru pada penelitian ini hanya berjumlah 2 responden. Jumlah responden tidak memungkinkan untuk dilakukan construct validity, maka hanya sebatas content validity dan face validity. Kuesioner kinerja dan kepentingan guru setelah face validity dapat dilihat pada lampiran 17 dan 18. c. Contruct Validity (validitas konstruk) Contruct Validity adalah jenis validitas yang memperlihatkan sejauhmana instrumen mengungkap kerangka suatu konsep yang hendak diukur (Azwar, 2008: 48). Setelah pengujian konstruk dari ahli berdasarkan pengalaman empiris maka

(106) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 86 diteruskan dengan uji coba instrumen secara empiris. Jumlah responden untuk pengujian sekitar 30 orang (Sugiyono, 2011: 172). Penelitian ini, mengujicobakan kuesioner pada tanggal 19 Februari 2014 di SD Bopkri Demangan 3 karena memiliki karakteristik dan akademis yang setara dengan SD tempat penelitian. Uji coba dilakukan pada siswa kelas I dengan jumlah 30 siswa. Pengujian di kelas I karena siswa sudah mendapatkan materi sifat operasi hitung penjumlahan. Peneliti menjelaskan penggunaan alat peraga bola penjumlahan Montessori terlebih dahulu sebelum melakukan uji empiris agar siswa mudah mengerjakan kuesioner kinerja dan kuesioner kepentingan. Uji empiris dilakukan dengan tujuan untuk mencari taraf validitas dan reliabilitas pada kuesioner kinerja dan kepentingan tingkat kepuasan siswa terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori. Analisis data uji empiris dilakukan dengan mengorelasikan jumlah skor item 𝑥 dengan skor total 𝑦 . Perhitungan validitas suatu item pada penelitian ini menggunakan rumus korelasi Product Moment. Cara perhitungannya dengan menggunakan rumus (Sugiyono, 2011: 241): rxy = 𝑁 𝑁 𝑥2 − 𝑥𝑦 − 𝑥 𝑥2 2 𝑁 𝑦 𝑦2 − 𝑦2 2 Keterangan: rxy = koefisien korelasi antara variabel x dan variabel y N =jumlah subjek 𝑥𝑦= jumlah perkalian antara skor x dan skor y

(107) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 87 x = jumlah total skor x y = jumlah skor y 𝑥 2 = kuadrat dari x 𝑦 2 = kuadrat dari y Penelitian ini menggunakan program Microsoft Exel dan SPSS 16.0 dalam perhitungan hasil uji coba empiris. Penggunaan SPSS 16.0 memiliki tujuan supaya memudahkan peneliti melakukan analisis data. Cara menentukan valid atau tidaknya suatu item yaitu dengan membandingkan r hitung dengan r tabel. r tabel untuk jumlah siswa 30 dengan taraf signifikansi 5% adalah 0,361 sedangkan pada taraf signifikansi 1% adalah 0,463 (Sugiyono, 2011: 613). Signifikan tidaknya koefisien korelasi dari tanda * pada output SPSS terdapat pada pasang suatu data yang dikorelasikan dan data ini memiliki korelasi yang signifikan pada taraf kepercayaan 95% atau pada taraf kesalahan 5% (Singgih, 2010: 324). Dijelaskan pula bahwa koefisien korelasi sangat signifikan dengan tanda ** yaitu memiliki korelasi yang signifikan pada taraf kepercayaan 99% atau pada taraf kesalahan 1%. Hasil perhitungan validitas kinerja pada indikator auto education menunjukkan bahwa terdapat 6 item yang valid. Hasil perhitungan keenam item yaitu item nomor 1 memiliki nilai koefisien sebesar 0,613**, item nomor 2 memiliki nilai koefisien sebesar 0,625**, item nomor 3 memiliki nilai koefisien sebesar 0,678**, item nomor 4 memiliki nilai koefisien sebesar 0,532**, item nomor 5 memiliki nilai koefisien sebesar 0,430*, dan item nomor 6 memiliki nilai koefisien sebesar 0,700**. Hasil validitas tiap item menunjukkan bahwa keenam

(108) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 88 item dinyatakan valid dan dapat digunakan untuk penelitian karena memiliki tanda bintang satu (*) dan tanda bintang dua (**) pada taraf signifikasi serta r hitung yang lebih besar dari r tabel. Tanda bintang satu (*) berarti valid pada taraf kepercayaan 95% atau pada taraf kesalahan 5% dan tanda bintang dua (**) berarti valid pada taraf kepercayaan 99% atau pada taraf kesalahan 1%. Item nomor 1 sampai item nomor 6 memiliki hubungan yang positif dengan total pearson correlation, artinya bahwa item- item tersebut memang sebagaimana yang seharusnya sebagai unsur penyusun construct indikator auto education. Hasil output SPSS 16.0 validitas kinerja indikator auto-education dapat dilihat pada lampiran 11. Hasil perhitungan validitas kepentingan pada indikator auto education menunjukkan bahwa terdapat 6 item yang valid. Hasil perhitungan keenam item yaitu item nomor 1 memiliki nilai koefisien sebesar 0,568**, item nomor 2 memiliki nilai koefisien sebesar 0,606**, item nomor 3 memiliki nilai koefisien sebesar 0,666**, item nomor 4 memiliki nilai koefisien sebesar 0,579**, item nomor 5 memiliki nilai koefisien sebesar 0,609**, dan item nomor 6 memiliki nilai koefisien sebesar 0,493**. Hasil validitas tiap item menunjukkan bahwa keenam item dinyatakan valid dan dapat digunakan untuk penelitian karena memiliki tanda bintang dua (**) pada taraf signifikasi serta r hitung yang lebih besar dari r tabel. Tanda bintang dua (**) berarti valid pada taraf kepercayaan 99% atau pada taraf kesalahan 1%. Item nomor 1 sampai item nomor 6 memiliki hubungan yang positif dengan total pearson correlation, artinya bahwa item- item tersebut memang sebagaimana yang seharusnya sebagai unsur penyusun construct

(109) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 89 indikator auto education. Hasil output SPSS 16.0 validitas kepentingan indikator auto education dapat dilihat pada lampiran 12. Hasil perhitungan validitas kinerja pada indikator menarik menunjukkan bahwa terdapat 4 item yang valid. Hasil perhitungan keempat item yaitu item nomor 7 memiliki nilai koefisien sebesar 0,647**, item nomor 8 memiliki nilai koefisien sebesar 0,722**, item nomor 9 memiliki nilai koefisien sebesar 0,761**, dan item nomor 10 memiliki nilai koefisien sebesar 0,734**. Hasil validitas tiap item menunjukkan bahwa keempat item dinyatakan valid dan dapat digunakan untuk penelitian karena memiliki tanda bintang dua (**) pada taraf signifikasi serta r hitung yang lebih besar dari r tabel. Tanda bintang dua (**) berarti valid pada taraf kepercayaan 99% atau pada taraf kesalahan 1%. Item nomor 7 sampai item nomor 10 memiliki hubungan yang positif dengan total pearson correlation, artinya bahwa item- item tersebut memang sebagaimana yang seharusnya sebagai unsur penyusun construct indikator menarik. Hasil output SPSS 16.0 validitas kinerja indikator menarik dapat dilihat pada lampiran 11. Hasil perhitungan validitas kepentingan pada indikator menarik menunjukkan bahwa terdapat 4 item yang valid. Hasil perhitungan keempat item yaitu item nomor 7 memiliki nilai koefisien sebesar 0,716**, item nomor 8 memiliki nilai koefisien sebesar 0,759**, item nomor 9 memiliki nilai koefisien sebesar 0,717**, dan item nomor 4 memiliki nilai 0,779**. Hasil validitas tiap item menunjukkan bahwa keempat item dinyatakan valid dan dapat digunakan untuk penelitian karena memiliki dan tanda bintang dua (**) pada taraf signifikasi serta r hitung yang lebih besar dari r tabel. Tanda bintang dua (**) berarti valid

(110) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 90 pada taraf kepercayaan 99% atau pada taraf kesalahan 1%. Item nomor 1 sampai item nomor 4 memiliki hubungan yang positif dengan total pearson correlation, artinya bahwa item- item tersebut memang sebagaimana yang seharusnya sebagai unsur penyusun construct indikator menarik. Hasil output SPSS 16.0 validitas kepentingan indikator menarik dapat dilihat pada lampiran 12. Hasil perhitungan validitas kinerja pada indikator bergradasi menunjukkan bahwa terdapat 5 item yang valid. Hasil perhitungan kelima item yaitu item nomor 11 memiliki nilai koefisien sebesar 0,663**, item nomor 12 memiliki nilai koefisien sebesar 0,485**, item nomor 13 memiliki nilai koefisien sebesar 0,618**, item nomor 14 memiliki nilai koefisien sebesar 0,797**, dan item nomor 15 memiliki nilai koefisien sebesar 0,723**. Hasil validitas tiap item menunjukkan bahwa kelima item dinyatakan valid dan dapat digunakan untuk penelitian karena memiliki tanda bintang dua (**) pada taraf signifikasi serta r hitung yang lebih besar dari r tabel. Tanda bintang dua (**) berarti valid pada taraf kepercayaan 99% atau pada taraf kesalahan 1%. Item nomor 1 sampai item nomor 5 memiliki hubungan yang positif dengan total pearson correlation, artinya bahwa item- item tersebut memang sebagaimana yang seharusnya sebagai unsur penyusun construct indikator bergradasi. Hasil output SPSS 16.0 validitas kinerja indikator bergradasi dapat dilihat pada lampiran 11. Hasil perhitungan validitas kepentingan pada indikator bergradasi menunjukkan bahwa terdapat 5 item yang valid. Hasil perhitungan kelima item yaitu item nomor 11 memiliki nilai koefisien sebesar 0,684**, item nomor 12 memiliki nilai koefisien sebesar 0,784**, item nomor 13 memiliki nilai koefisien

(111) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 91 sebesar 0,768**, item nomor 14 memiliki nilai koefisien sebesar 0,688**, dan item nomor 15 memiliki nilai koefisien sebesar 0,454*. Hasil validitas tiap item menunjukkan bahwa kelima item dinyatakan valid dan dapat digunakan untuk penelitian karena memiliki tanda bintang satu (*) dan tanda bintang dua (**) pada taraf signifikasi serta r hitung yang lebih besar dari r tabel. Tanda bintang satu (*) berarti valid pada taraf kepercayaan 95% atau pada taraf kesalahan 5% dan tanda bintang dua (**) berarti valid pada taraf kepercayaan 99% atau pada taraf kesalahan 1%. Item nomor 11 sampai item nomor 15 memiliki hubungan yang positif dengan total pearson correlation, artinya bahwa item- item tersebut memang sebagaimana yang seharusnya sebagai unsur penyusun construct indikator bergradasi. Hasil output SPSS 16.0 validitas kepentingan indikator bergradasi dapat dilihat pada lampiran 12. Hasil perhitungan validitas kinerja pada indikator auto correction menunjukkan bahwa terdapat 5 item yang valid. Hasil perhitungan kelima item yaitu item nomor 16 memiliki nilai koefisien sebesar 0,615**, item nomor 17 memiliki nilai koefisien sebesar 0,692**, item nomor 18 memiliki nilai koefisien sebesar 0,660**, item nomor 19 memiliki nilai koefisien sebesar 0,765**, dan item nomor 20 memiliki nilai koefisien sebesar 0,686**. Hasil validitas tiap item menunjukkan bahwa kelima item dinyatakan valid dan dapat digunakan untuk penelitian karena memiliki tanda bintang dua (**) pada taraf signifikasi serta r hitung yang lebih besar dari r tabel. Tanda bintang dua (**) berarti valid pada taraf kepercayaan 99% atau pada taraf kesalahan 1%. Item nomor 16 sampai item nomor 20 memiliki hubungan yang positif dengan tota l pearson correlation,

(112) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 92 artinya bahwa item- item tersebut memang sebagaimana yang seharusnya sebagai unsur penyusun construct indikator auto correction. Hasil output SPSS 16.0 validitas kinerja indikator auto correction dapat dilihat pada lampiran 11. Hasil perhitungan validitas kepentingan pada indikator auto correction menunjukkan bahwa terdapat 5 item yang valid. Hasil perhitungan kelima item yaitu item nomor 16 memiliki nilai koefisien sebesar 0,732**, item nomor 17 memiliki nilai koefisien sebesar 0,682**, item nomor 18 memiliki nilai koefisien sebesar 0,677**, item nomor 19 memiliki nilai koefisien sebesar 0,551**, dan item nomor 20 memiliki nilai koefisien sebesar 0,651*. Hasil validitas tiap item menunjukkan bahwa kelima item dinyatakan valid dan dapat digunakan untuk penelitian karena memiliki dan tanda bintang dua (**) pada taraf signifikasi serta r hitung yang lebih besar dari r tabel. Tanda bintang dua (**) berarti valid pada taraf kepercayaan 99% atau pada taraf kesalahan 1%. Item nomor 16 sampai item nomor 20 memiliki hubungan yang positif dengan total pearson correlation, artinya bahwa item- item tersebut memang sebagaimana yang seharusnya sebagai unsur penyusun construct indikator auto correction. Hasil output SPSS 16.0 validitas kepentingan indikator auto correction dapat dilihat pada lampiran 12. Hasil perhitungan validitas kinerja pada indikator kontekstual menunjukkan bahwa terdapat 5 item yang valid. Hasil perhitungan kelima item yaitu item nomor 21 memiliki nilai koefisien sebesar 0,726**, item nomor 22 memiliki nilai koefisien sebesar 0,629**, item nomor 23 memiliki nilai koefisien sebesar 0,719**, item nomor 24 memiliki nilai koefisien sebesar 0,657**, dan item nomor 25 memiliki nilai koefisien sebesar 0,642**. Hasil validitas tiap item

(113) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 93 menunjukkan bahwa kelima item dinyatakan valid dan dapat digunakan untuk penelitian karena memiliki tanda bintang dua (**) pada taraf signifikasi serta r hitung yang lebih besar dari r tabel. Tanda bintang dua (**) berarti valid pada taraf kepercayaan 99% atau pada taraf kesalahan 1%. Item nomor 21 sampai item nomor 25 memiliki hubungan yang positif dengan total pearson correlation, artinya bahwa item- item tersebut memang sebagaimana yang seharusnya sebagai unsur penyusun construct indikator kontekstual. Hasil output SPSS 16.0 validitas kinerja indikator kontekstual dapat dilihat pada lampiran 11. Hasil perhitungan validitas kepentingan pada indikator kontekstual menunjukkan bahwa terdapat 5 item yang valid. Hasil perhitungan kelima item yaitu item nomor 21 memiliki nilai koefisien sebesar 0,601**, item nomor 22 memiliki nilai koefisien sebesar 0,759**, item nomor 23 memiliki nilai koefisien sebesar 0,785**, item nomor 24 memiliki nilai koefisien sebesar 0,756**, dan item nomor 25 memiliki nilai koefisien sebesar 0,685*. Hasil validitas tiap item menunjukkan bahwa kelima item dinyatakan valid dan dapat digunakan untuk penelitian karena memiliki dan tanda bintang dua (**) pada taraf signifikasi serta r hitung yang lebih besar dari r tabel. Tanda bintang dua (**) berarti valid pada taraf kepercayaan 99% atau pada taraf kesalahan 1%. Item nomor 21 sampai item nomor 25 memiliki hubungan yang positif dengan total pearson correlation, artinya bahwa item- item tersebut memang sebagaimana yang seharusnya sebagai unsur penyusun construct indikator kontekstual. Hasil output SPSS 16.0 validitas kepentingan indikator kontekstual dapat dilihat pada lampiran 12.

(114) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 94 Hasil perhitungan validitas kinerja pada indikator life menunjukkan bahwa terdapat 6 item yang valid. Hasil perhitungan keenam item yaitu item nomor 26 memiliki nilai koefisien sebesar 0,497**, item nomor 27 memiliki nilai koefisien sebesar 0,713**, item nomor 28 memiliki nilai koefisien sebesar 0,756**, item nomor 29 memiliki nilai koefisien sebesar 0,749**, item nomor 30 memiliki nilai koefisien sebesar 0,720**, dan item nomor 31 memiliki nilai koefisien sebesar 0,689**. Hasil validitas tiap item menunjukkan bahwa kelima item dinyatakan valid dan dapat digunakan untuk penelitian karena memiliki tanda bintang dua (**) pada taraf signifikasi serta r hitung yang lebih besar dari r tabel. Tanda bintang dua (**) berarti valid pada taraf kepercayaan 99% atau pada taraf kesalahan 1%. Item nomor 26 sampai item nomor 31 memiliki hubungan yang positif dengan total pearson correlation, artinya bahwa item- item tersebut memang sebagaimana yang seharusnya sebagai unsur penyusun construct indikator life. Hasil output SPSS 16.0 validitas kinerja indikator life dapat dilihat pada lampiran 11. Hasil perhitungan validitas kepentingan pada indikator life menunjukkan bahwa terdapat 6 item yang valid. Hasil perhitungan keenam item yaitu item nomor 26 memiliki nilai koefisien sebesar 0,823**, item nomor 27 memiliki nilai koefisien sebesar 0,787**, item nomor 28 memiliki nilai koefisien sebesar 0,668**, item nomor 29 memiliki nilai koefisien sebesar 0,728**, item nomor 30 memiliki nilai koefisien sebesar 0,782**, dan item nomor 31 memiliki nilai koefisien sebesar 0,745**. Hasil validitas tiap item menunjukkan bahwa keenam item dinyatakan valid dan dapat digunakan untuk penelitian karena memiliki dan

(115) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 95 tanda bintang dua (**) pada taraf signifikasi serta r hitung yang lebih besar dari r tabel. Tanda bintang dua (**) berarti valid pada taraf kepercayaan 99% atau pada taraf kesalahan 26%. Item nomor 26 sampai item nomor 31 memiliki hubungan yang positif dengan total pearson correlation, artinya bahwa item- item tersebut memang sebagaimana yang seharusnya sebagai unsur penyusun construct indikator life. Hasil output SPSS 16.0 validitas kepentingan indikator life dapat dilihat pada lampiran 12. Hasil perhitungan validitas kinerja pada indikator workmanship menunjukkan bahwa terdapat 6 item yang valid. Hasil perhitungan keenam item yaitu item nomor 32 memiliki nilai koefisien sebesar 0,741**, item nomor 33 memiliki nilai koefisien sebesar 0,642**, item nomor 34 memiliki nilai koefisien sebesar 0,680**, item nomor 35 memiliki nilai koefisien sebesar 0,671**, item nomor 36 memiliki nilai koefisien sebesar 0,709**, dan item nomor 37 memiliki nilai koefisien sebesar 0,544**. Hasil validitas tiap item menunjukkan bahwa kelima item dinyatakan valid dan dapat digunakan untuk penelitian karena memiliki tanda bintang dua (**) pada taraf signifikasi serta r hitung yang lebih besar dari r tabel. Tanda bintang dua (**) berarti valid pada taraf kepercayaan 99% atau pada taraf kesalahan 1%. Item nomor 32 sampai item nomor 37 memiliki hubungan yang positif dengan total pearson correlation, artinya bahwa item- item tersebut memang sebagaimana yang seharusnya sebagai unsur penyusun construct indikator workmanship. Hasil output SPSS 16.0 validitas kinerja indikator workmanship dapat dilihat pada lampiran 11.

(116) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 96 Hasil perhitungan validitas kepentingan pada indikator workmanship menunjukkan bahwa terdapat 6 item yang valid. Hasil perhitungan keenam item yaitu item nomor 32 memiliki nilai koefisien sebesar 0,638**, item nomor 33 memiliki nilai koefisien sebesar 0,872**, item nomor 34 memiliki nilai koefisien sebesar 0,835**, item nomor 35 memiliki nilai koefisien sebesar 0,704**, item nomor 36 memiliki nilai koefisien sebesar 0,641**, dan item nomor 37 memiliki nilai koefisien sebesar 0,820**. Hasil validitas tiap item menunjukkan bahwa keenam item dinyatakan valid dan dapat digunakan untuk penelitian karena memiliki dan tanda bintang dua (**) pada taraf signifikasi serta r hitung yang lebih besar dari r tabel. Tanda bintang dua (**) berarti valid pada taraf kepercayaan 99% atau pada taraf kesalahan 1%. Item nomor 1 sampai item nomor 6 memiliki hubungan yang positif dengan total pearson correlation, artinya bahwa item- item tersebut memang sebagaimana yang seharusnya sebagai unsur penyusun construct indikator workmanship. Hasil output SPSS 16.0 validitas kepentingan indikator workmanship dapat dilihat pada lampiran 12. Perbandingan validitas kuesioner kinerja dan kuesioner kepentingan untuk siswa tertera pada tabel 3.15. Tabel 3.15 Perbandingan Validitas Kuesioner Kinerja dan Kepentingan untuk Siswa Vali ditas Indikator Auto education Menarik No. Item Item 1 Item 2 Item 3 Item 4 Item 5 Item 6 Item 7 Item 8 Tingkat Kinerja 0,613** 0,625** 0,678** 0,532** 0,430* 0,700** 0,647** 0,722** Tingkat Kepenti ngan 0,568** 0,606** 0,666** 0,579** 0,609** 0,493** 0,716** 0,759** r Tabel Keterangan 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid

(117) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 97 Vali ditas Indikator Bergradasi Auto correction Kontekstual Life Workmanship No. Item Item 9 Item 10 Item 11 Item 12 Item 13 Item 14 Item 15 Item 16 Item 17 Item 18 Item 19 Item 20 Item 21 Item 22 Item 23 Item 24 Item 25 Item 26 Item 27 Item 28 Item 29 Item 30 Item 31 Item 32 Item 33 Item 34 Item 35 Item 36 Item 37 Tingkat Kinerja 0,761** 0,734** 0,663** 0,485** 0,618** 0,797** 0,723** 0,615** 0,692** 0,660** 0,765** 0,686** 0,726** 0,627** 0,719** 0,657** 0,642** 0,497** 0,713** 0,756** 0,749** 0,720** 0,689** 0,741** 0,642** 0,680** 0,671** 0,709** 0,544** Tingkat Kepenti ngan 0,717** 0,779** 0,648** 0,748** 0,768** 0,688** 0,454* 0,732** 0,682** 0,677** 0,551** 0,651** 0,601** 0,759** 0,785** 0,756** 0,685** 0,823** 0,787** 0,668** 0,728** 0,782** 0,745** 0,638** 0,872** 0,835** 0,704** 0,641** 0,820** r Tabel Keterangan 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Tabel 3.15 menunjukkan hasil perbandingan validitas kuesioner kinerja dan kepentingan untuk siswa. Diketahui bahwa item 1 sampai item 37 pada kuesioner kinerja dan kepentingan menyatakan valid. Terdapat item yang mempunyai tanda bintang satu (*) dan tanda bintang dua (**). Item dinyatakan valid dan dapat digunakan untuk penelitian karena memiliki tanda bintang satu (*) dan tanda bintang dua (**) pada taraf signifikasi serta r hitung yang lebih besar dari r tabel 0,361 untuk jumlah responden 30. Tanda bintang satu (*) berarti valid pada taraf

(118) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 98 kepercayaan 95% atau pada taraf kesalahan 5% dan tanda bintang dua (**) berarti valid pada taraf kepercayaan 99% atau pada taraf kesalahan 1%. Pernyataan pada setiap item yang digunakan peneliti antara kuesioner kinerja dan kepentingan adalah sama sehingga tiap item pada kuesioner kinerja dan kepentingan harus sama-sama valid. Tabel 3.29 menunjukkan bahwa tiap item pada kuesioner kinerja dan kepentingan sudah sama-sama valid. Artinya bahwa item 1 sampai item 37 pada kuesioner kinerja maupun kuesioner kepentingan siap untuk digunakan dalam penelitian tanpa ada penghapusan item. 2. Uji reliabilitas Masidjo (1995: 209) menjelaskan bahwa reliabilitas adalah taraf sampai dimana suatu tes mampu menunjukkan konsistensi hasil pengukurannya yang diperlihatkan dalam ketetapan dan ketelitian hasil. Reliabilitas menunjuk pada pengertian bahwa instrumen cukup dapat dipercaya untuk digunakan sebagai alat pengumpul data karena instrumen tersebut sudah baik (Arikunto 2006:178). Pengujian reliabilitas dapat dilakukan dengan menggunakan teknik Alfa Cronbach dengan rumus koefisien reliabilitas Alfa Cronbach (Sugiyono, 2012: 365) yaitu: r= Keterangan : k 𝑠𝑖2 𝑘 𝑘−1 1− 𝑠𝑖2 𝑠𝑖2 = mean kuadrat antara subyek 𝑠𝑖2 = mean kuadrat kesalahan = varian total Uji reliabilitas instrumen pada penelitian ini menggunakan SPSS versi 16.0 untuk mempercepat pengolahan data mengingat keterbatasan waktu penelitian.

(119) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 99 Item yang digunakan untuk melakukan uji reliabilitas adalah item kuesioner yang valid yaitu item 1 sampai item 37. Reliabilitas kuesioner dapat diketahui dengan melihat nilai cronbach’s alpha setelah data kuesioner valid diolah dengan menggunakan SPSS versi 16.0. Nilai cronbach’s alpha kemudian dibandingkan dengan suatu klasifikasi tingkat reliabilitas instrumen (Masidjo, 1995) pada tabel 3.16. Tabel 3.16 Klasifikasi Tingkat Reliabiltas Instrumen Interval Koefisien Reliab ilitas 0,91 – 1,00 0,71 – 0,90 0,41 – 0,70 0,21 – 0,40 Negatif – 0,20 Klasifikasi Sangat tinggi Tinggi Cukup Rendah Sangat rendah Tabel 3.16 menunjukkan klasifikasi tingkat reliabilitas instrumen. Masidjo (1995) mengklasifikasikan tingkat reliabilitas menjadi lima. Pertama, item mempunyai reliabilitas sangat tinggi jika cronbach’s alpha mencapai 0,91– 1,00. Kedua, item mempunyai reliabilitas tinggi jika cronbach’s alpha mencapai 0,710,90. Ketiga, item mempunyai reliabilitas cukup jika cronbach’s alpha mencapai 0,41-0,70. Keempat, item mempunyai reliabilitas rendah jika cronbach’s alpha mencapai 0,21-0,40. Kelima, item mempunyai reliabilitas sangat rendah jika cronbach’s alpha mencapai kurang dari 0,20. Semakin tinggi klasifikasi tingkat reliabilitasnya, maka semakin reliabel item tersebut. Hasil perhitungan reliabilitas kuesioner kinerja dan kepentingan untuk siswa dengan menggunakan SPSS versi 16.0 dapat dilihat pada lampiran 13 dan 14.

(120) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 100 Hasil uji reliabilitas tingkat kepuasan siswa terhadap alat peraga matematika berbasis metode Montessori pada SPSS versi 16.0 dapat dilihat pada kolom Cronbach’s Alpha. Reliabilitas total kinerja indikator auto education pada kuesioner siswa adalah 0,634. Reliabilitas kuesioner kinerja menunjukkan bahwa reliabilitas total indikator auto-education termasuk dalam kategori cukup jika dilihat berdasarkan klasifikasi tingkat reliabilitas pada tabel 3.16. Output reliabilitas kinerja indikator auto-education dapat dilihat selengkapnya pada lampiran 13. Hasil uji reliabilitas tingkat kepuasan siswa terhadap alat peraga matematika berbasis metode Montessori pada SPSS versi 16.0 dapat dilihat pada kolom Cronbach’s Alpha. Reliabilitas total kuesioner kepentingan indikator auto education pada kuesioner siswa adalah 0,582. Reliabilitas kuesioner kepentingan menunjukkan bahwa reliabilitas total indikator auto education termasuk dalam kategori cukup jika dilihat berdasarkan klasifikasi tingkat reliabilitas pada tabel 3.16. Output reliabilitas kepentingan indikator auto education dapat dilihat selengkapnya pada lampiran 14. Hasil uji reliabilitas tingkat kepuasan siswa terhadap alat peraga matematika berbasis metode Montessori pada SPSS versi 16.0 dapat dilihat pada kolom Cronbach’s Alpha. Reliabilitas total kinerja indikator menarik pada kuesioner siswa adalah 0,684. Reliabilitas kuesioner kinerja menunjukkan bahwa reliabilitas total indikator menarik termasuk dalam kategori cukup jika dilihat berdasarkan klasifikasi tingkat reliabilitas pada tabel 3.16. Output reliabilitas kinerja indikator menarik dapat dilihat selengkapnya pada lampiran 13.

(121) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 101 Hasil uji reliabilitas tingkat kepuasan siswa terhadap alat peraga matematika berbasis metode Montessori pada SPSS versi 16.0 dapat dilihat pada kolom Cronbach’s Alpha. Reliabilitas total kuesioner kepentingan indikator menarik pada kuesioner siswa adalah 0,729. Reliabilitas total indikator menarik pada kuesioner kepentingan termasuk dalam kategori tinggi jika dilihat berdasarkan klasifikasi tingkat reliabilitas pada tabel 3.16. Output reliabilitas kepentingan indikator menarik dapat dilihat selengkapnya pada lampiran 14. Hasil uji reliabilitas tingkat kepuasan siswa terhadap alat peraga matematika berbasis metode Montessori pada SPSS versi 16.0 dapat dilihat pada kolom Cronbach’s Alpha. Reliabilitas total kinerja indikator bergradasi pada kuesioner siswa adalah 0,671. Reliabilitas kuesioner kinerja menunjukkan bahwa reliabilitas total indikator bergradasi termasuk dalam kategori cukup jika dilihat berdasarkan klasifikasi tingkat reliabilitas pada tabel 3.16. Output reliabilitas kinerja indikator bergradasi dapat dilihat selengkapnya pada lampiran 13. Hasil uji reliabilitas tingkat kepuasan siswa terhadap alat peraga matematika berbasis metode Montessori pada SPSS versi 16.0 dapat dilihat pada kolom Cronbach’s Alpha. Reliabilitas total kuesioner kepentingan indikator bergradasi pada kuesioner siswa adalah 0696. Reliabilitas total indikator bergradasi pada kuesioner kepentingan termasuk dalam kategori cukup jika dilihat berdasarkan klasifikasi tingkat reliabilitas pada tabel 3.16. Output reliabilitas kepentingan indikator bergradasi dapat dilihat selengkapnya pada lampiran 14. Hasil uji reliabilitas tingkat kepuasan siswa terhadap alat peraga matematika berbasis metode Montessori pada SPSS versi 16.0 dapat dilihat pada

(122) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 102 kolom Cronbach’s Alpha. Reliabilitas total kinerja indikator auto correction pada kuesioner siswa adalah 0,712. Reliabilitas kuesioner kinerja menunjukkan bahwa reliabilitas total indikator auto correction termasuk dalam kategori tinggi jika dilihat berdasarkan klasifikasi tingkat reliabilitas pada tabel 3.16. Output reliabilitas kinerja indikator auto correction dapat dilihat selengkapnya pada lampiran 13. Hasil uji reliabilitas tingkat kepuasan siswa terhadap alat peraga matematika berbasis metode Montessori pada SPSS versi 16.0 dapat dilihat pada kolom Cronbach’s Alpha. Reliabilitas total kuesioner kepentingan indikator auto correction pada kuesioner siswa adalah 0,665. Reliabilitas total indikator auto correction pada kuesioner kepentingan termasuk dalam kategori cukup jika dilihat berdasarkan klasifikasi tingkat reliabilitas pada tabel 3.16. Output reliabilitas kepentingan indikator auto correction dapat dilihat selengkapnya pada lampiran 14. Hasil uji reliabilitas tingkat kepuasan siswa terhadap alat peraga matematika berbasis metode Montessori pada SPSS versi 16.0 dapat dilihat pada kolom Cronbach’s Alpha. Reliabilitas total kinerja indikator kontekstual pada kuesioner siswa adalah 0,699. Reliabilitas kuesioner kinerja menunjukkan bahwa reliabilitas total indikator kontekstual termasuk dalam kategori cukup jika d ilihat berdasarkan klasifikasi tingkat reliabilitas pada tabel 3.16. Output reliabilitas kinerja indikator kontekstual dapat dilihat selengkapnya pada lampiran 13. Hasil uji reliabilitas tingkat kepuasan siswa terhadap alat peraga matematika berbasis metode Montessori pada SPSS versi 16.0 dapat dilihat pada

(123) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 103 kolom Cronbach’s Alpha. Reliabilitas total kuesioner kepentingan indikator kontekstual pada kuesioner siswa adalah 0,763. Reliabilitas total indikator kontekstual pada kuesioner kepentingan termasuk dalam kategori tinggi jika dilihat berdasarkan klasifikasi tingkat reliabilitas pada tabel 3.16. Output reliabilitas kepentingan indikator kontekstual dapat dilihat selengkapnya pada lampiran 14. Hasil uji reliabilitas tingkat kepuasan siswa terhadap alat peraga matematika berbasis metode Montessori pada SPSS versi 16.0 dapat dilihat pada kolom Cronbach’s Alpha. Reliabilitas total kinerja indikator life pada kuesioner siswa adalah 0,778. Reliabilitas kuesioner kinerja menunjukkan bahwa reliabilitas total indikator life termasuk dalam kategori tinggi jika dilihat berdasarkan klasifikasi tingkat reliabilitas pada tabel 3.16. Output reliabilitas kinerja indikator life dapat dilihat selengkapnya pada lampiran 13. Hasil uji reliabilitas tingkat kepuasan siswa terhadap alat peraga matematika berbasis metode Montessori pada SPSS versi 16.0 dapat dilihat pada kolom Cronbach’s Alpha. Reliabilitas total kuesioner kepentingan indikator life pada kuesioner siswa adalah 0,846. Reliabilitas total indikator life pada kuesioner kepentingan termasuk dalam kategori tinggi jika dilihat berdasarkan klasifikasi tingkat reliabilitas pada tabel 3.16. Output reliabilitas kepentingan indikator life dapat dilihat selengkapnya pada lampiran 14. Hasil uji reliabilitas tingkat kepuasan siswa terhadap alat peraga matematika berbasis metode Montessori pada SPSS versi 16.0 dapat dilihat pada kolom Cronbach’s Alpha. Reliabilitas total kuesioner kinerja indikator

(124) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 104 workmanship pada kuesioner siswa adalah 0,742. Reliabilitas kuesioner kinerja menunjukkan bahwa reliabilitas total indikator workmanship termasuk dalam kategori tinggi jika dilihat berdasarkan klasifikasi tingkat reliabilitas pada tabel 3.16. Output reliabilitas kinerja indikator workmanship dapat dilihat selengkapnya pada lampiran 13. Hasil uji reliabilitas tingkat kepuasan siswa terhadap alat peraga matematika berbasis metode Montessori pada SPSS versi 16.0 dapat dilihat pada kolom Cronbach’s Alpha. Reliabilitas total kuesioner kepentingan indikator workmanship pada kuesioner siswa adalah 0,840. Reliabilitas total indikator workmanship pada kuesioner kepentingan termasuk dalam kategori tinggi jika dilihat berdasarkan klasifikasi tingkat reliabilitas pada tabel 3.16. Output reliabilitas kepentingan indikator workmanship dapat dilihat selengkapnya pada lampiran 14. Perbandingan antara reliabilitas total kuesioner kinerja dan reliabilitas total kuesioner kepentingan untuk siswa dapat dilihat pada tabel 3.17. Tabel 3.17 Perbandingan Reliabilitas Total Kinerja dan Kepentingan Kuesioner untuk Siswa No 1 2 3 4 5 6 7 Indikator Auto-education Menarik Bergradasi Auto-correction Kontekstual Life Workmanship Reliabilitas Total Ki nerja/ Klasifikasi Kepenti ngan/ Klasifikasi 0,634/cukup 0,582/cukup 0,684/cukup 0,729/tinggi 0,621/cukup 0,698/cukup 0,712/tinggi 0,665/cukup 0,669/cukup 0,763/tinggi 0,778/tinggi 0,846/tinggi 0,742/tinggi 0,840/tinggi

(125) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 105 Tabel 3.17 menunjukkan hasil perbandingan reliabilitas total kinerja dan kepentingan kuesioner untuk masing- masing indikator. Reliabilitas total kepuasan kinerja dan kepentingan kuesioner masuk dalam kategori tinggi dan cukup berdasarkan klasifikasi reliabilitas. Reliabilitas total paling tinggi pada kuesioner kinerja adalah 0,778 yang terdapat pada indikator life, sedangkan reliabilitas total paling tinggi pada kuesioner kepentingan adalah 0,846 yang terdapat pada indikator life. Rangkuman hasil validitas dan reliabilitas kuesioner kinerja dan kepentingan dapat dilihat pada tabel 3.46. Tabel 3.18 Rangkuman Hasil Validitas dan Reliabilitas Kuesioner Siswa Indikator Auto-education Menarik Bergradasi Auto-correction Kontekstual No. Item Item 1 Item 2 Item 3 Item 4 Item 5 Item 6 Item 7 Item 8 Item 9 Item 10 Item 11 Item 12 Item 13 Item 14 Item 15 Item 16 Item 17 Item 18 Item 19 Item 20 Item 21 Item 22 Item 23 Item 24 Item 25 Vali ditas Tingkat Tingkat Ki nerja Kepenti ngan 0,613** 0,568** 0,625** 0,606** 0,678** 0,666** 0,532** 0,579** 0,430* 0,609** 0,700** 0,493** Reliab ilitas Total 0,647** 0,716** 0,722** 0,759** 0,761** 0,717** 0,734** 0,779** Reliab ilitas Total 0,663** 0,648** 0,485** 0,748** 0,618** 0,768** 0,797** 0,688** 0,723** 0,454* Reliab ilitas Total 0,615** 0,732** 0,692** 0,682** 0,660** 0,677** 0,765** 0,551** 0,686** 0,651** Reliab ilitas Total 0,726** 0,601** 0,627** 0,759** 0,719** 0,785** 0,657** 0,756** 0,642** 0,685** Reliabilitas Tingkat Tingkat Ki nerja Kepenti ngan 0,585 0,535 0,577 0,508 0,550 0,474 0,601 0,525 0,678 0,565 0,533 0,614 0,634 0,582 0,671 0,694 0,604 0,653 0,578 0,686 0,616 0,640 0,684 0,729 0,621 0,672 0,712 0,581 0,643 0,591 0,521 0,634 0,572 0,737 0,671 0,698 0,703 0,578 0,669 0,595 0,678 0,586 0,613 0,694 0,654 0,605 0,712 0,665 0,619 0,778 0,684 0,699 0,618 0,690 0,654 0,698 0,668 0,730

(126) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 106 Indikator No. Item Item 26 Item 27 Item 28 Item 29 Item 30 Item 31 Life Item 32 Item 33 Item 34 Item 35 Item 36 Item 37 Workmanship Vali ditas Tingkat Tingkat Ki nerja Kepenti ngan Reliab ilitas Total 0,497** 0,823** 0,713** 0,787** 0,756** 0,668** 0,749** 0,728** 0,720** 0,782** 0,689** 0,745** Reliab ilitas Total 0,741** 0,638** 0,642** 0,872** 0,680** 0,835** 0,671** 0,704** 0,709** 0,641** 0,544** 0,820** Reliab ilitas Total Reliabilitas Tingkat Tingkat Ki nerja Kepenti ngan 0,699 0,763 0,798 0,802 0,740 0,811 0,721 0,835 0,724 0,824 0,735 0,819 0,744 0,831 0,778 0,846 0,673 0,852 0,705 0,778 0,699 0,789 0,710 0,826 0,686 0,840 0,755 0,793 0,742 0,840 Tabel 3.18 menunjukkan rangkuman hasil uji validitas dan reliabilitas kuesioner kinerja dan kuesioner kepentingan. Tabel 3.46 juga menunjukkan hasil reliabilitas total dan relabilitas if item deleted. Output uji reliabilitas if item deleted selengkapnya dapat dilihat pada lampiran 13 dan 14. Peneliti menggunakan item nomor 1 sampai item nomor 37 dikarenakan item- item tersebut valid dan reliabel. Kuesioner penelitian tingkat kepuasan kinerja dan kepentingan siswa terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori dapat dilihat pada tabel 3.47. Tabel 3.19 Kuesioner Penelitian Kinerja dan Kepentingan Siswa Indikator Auto education Menarik 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. Pernyataan alat peraga memudahkan saya untuk mengerti matemat ika alat peraga membantu saya mengerjakan semua soal matematika alat peraga dapat saya gunakan tanpa bantuan orang lain alat peraga mudah digunakan alat peraga memudahkan saya mengerjakan soal matematika alat peraga membantu saya mengerjakan soal matemat ika tanpa bantuan orang lain alat peraga mempunyai bentuk yang menarik alat peraga memiliki warna yang menarik alat peraga memiliki ukuran yang pas

(127) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 107 Bergradasi Auto-corretion Kontekstual Life Workmanship 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. 18. 19. 20. 21. 22. 23. 24. 25. 26. 27. 28. 29. 30. 31. 32. 33. 34. 35. 36. 37. alat peraga menarik daripada alat peraga lain alat peraga bisa digunakan oleh siswa kelas 1 sampai siswa kelas 6 alat peraga mempunyai bermacam-macam warna alat peraga mempunyai tingkatan ukuran dari kecil ke besar alat peraga mempunyai permu kaan dari halus ke kasar alat peraga mempunyai tingkatan ukuran dari pendek ke panjang alat peraga dapat menunjukan kesalahan jawaban saya alat peraga membantu saya memperbaiki kesalahan dalam mengerjakan soal matematika alat peraga membantu saya menemu kan jawaban yang benar alat peraga membantu menemu kan kesalahan yang saya buat alat peraga memiliki kunci jawaban alat peraga dibuat menggunakan bahan yang saya ketahui alat peraga menggunakan bahan yang bisa saya temukan di lingkungan sekitar alat peraga terbuat dari bahan yang sering dilihat saya alat peraga in i pernah saya lihat alat peraga sesuai dengan materi yang saya pelajari alat peraga terbuat dari bahan yang kuat alat peraga mudah dibawa alat peraga dapat digunakan berulang kali alat peraga masih kuat ketika jarang digunakan alat peraga tidak mudah rusak alat peraga mudah dibersihkan alat peraga mudah diperbaiki alat peraga memiliki permu kaan yang halus alat peraga dilem dengan kuat alat peraga dipaku dengan kuat alat peraga tidak melu kai saya ketika digunakan alat peraga dicat dengan rapi Tabel 3.19 menunjukkan kuesioner kinerja dan kepentingan yang digunakan untuk mengukur tingkat kepuasan siswa terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori berdasarkan hasil uji validitas dan reliabilitas. Kuesioner tersebut yang digunakan da lam penelitian di SD Karitas Yogyakarta. Jumlah pernyataan yang digunakan dalam penelitian ini adalah 37 item, yaitu 6 pernyataan pada indikator auto education, 4 pernyataan pada indikator menarik, 5 pernyataan pada indikator bergradasi, 5 pernyataan pada indikator auto correction, 5 pernyataan pada indikator kontekstual, 6 pernyataan pada indikator life, dan 6 pernyataan pada indikator workmanship.

(128) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 108 H. Prosedur Analisis Data Penelitian mengenai tingkat kepuasan siswa dan guru terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori memiliki prosedur analisis data melalui beberapa tahapan. Prosedur analisis data penelitian tingkat kepuasan siswa dan guru terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori melalui empat tahap, yaitu pembuatan atribut, pengembangan instrumen dan melakukan sensus, perhitungan data sensus, dan penentuan hasil penelitian (Chan, 2005: 22). Tahapan dalam penelitian ini merupakan perpaduan dari teknik analisis data menggunakan Penilaian Acuan Norma (PAN) dan Importance and Performance Analysis (IPA). Tahap pertama adalah pembuatan atribut. Peneliti melakukan pembuatan atribut yaitu membuat indikator- indikator tingkat kepuasan bersama kelompok studi. Peneliti memperoleh indikator tingkat kepuasan dengan menggabungkan karakteristik-karakteristik produk menurut Garvin (dalam Laksana, 2008: 89), Sethi (2000: 2), dan karakteristik alat peraga Montessori (Montessori, 2002: 19). Peneliti bersama kelompok studi menggabungkan beberapa karakteristik berdasarkan pendapat para tokoh tersebut yang memiliki kesamaan arti sehingga didapatkan tujuh indikator tingkat kepuasan. Tujuh indikator tersebut adalah auto education, menarik, bergradasi, auto correction, kontekstual, life, dan workmanship. Indikator- indikator tersebut yang digunakan untuk mengukur tingkat kepuasan. Tahap kedua adalah pengembangan instrumen dan melakukan sensus. Pada tahap ini peneliti bersama kelompok studi melakukan pengembangan indikator

(129) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 109 menjadi pernyataan-pernyataan pada kuesioner. Indikator- indikator tingkat kepuasan dikembangkan menjadi 36 pernyataan. Kuesioner dalam penelitian ini ada dua jenis yaitu kuesioner kinerja dan kepentingan yang memiliki pernyataan sama. Kuesioner kinerja dan kepentingan dilakukan uji validitas, yaitu validitas isi (content validity), validitas muka (face validity), dan validitas konstruk (costruct validity). Peneliti tidak melakukan validitas konstruk pada kuesioner guru karena peneliti kesulitan dalam mengumpulkan 30 guru yang pernah menggunakan alat peraga bola penjumlahan. Langkah selanjutnya melakukan pengambilan data melalui sensus. Peneliti melakukan sensus kepada 30 siswa dan 2 guru kelas I SD Karitas Yogyakarta tahun ajaran 2013/2014 yaitu dengan menyebar kuesioner. Peneliti dengan bantuan kelompok studi memperagakan penggunaan alat peraga untuk mengingatkan siswa. Peneliti melakukan pendampingan pada siswa saat mengisi kuesioner, namun tidak melakukan pendampingan pada guru. Tahap ketiga adalah perhitungan data sensus. Pada tahap ini peneliti melakukan perhitungan terhadap hasil perolehan setiap indikator terhadap jawaban dari kuesioner yang telah diisi oleh siswa dan guru. Pengolahan data sensus dilakukan dengan bantuan Microsoft Exel dan SPSS versi 16.0. Tahap keempat adalah penentuan hasil penelitian. Pada tahap ini peneliti mengkategorisasikan tingkat kepuasan dengan PAN tipe II dan melakukan plot ing melalui diagram kartesius. Ploting hasil pada diagram kartesius digunakan untuk membantu dalam mengambil keputusan. Hasil penelitian dapat dilihat berdasarkan penempatan item- item pada kuadran I, II, II, dan IV. Kuadran I menunjukkan item yang memiliki tingkat kepentingan tinggi namun tingkat

(130) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 110 kinerjanya masih rendah. Item- item yang berada pada kuadran II menimbulkan ketidakpuasan dan menjadi prioritas utama. Prioritas utama artinya perlu dilakukan perbaikan kinerja dengan mempertahankan atribut-atribut dalam item pada alat peraga bola penjumlahan yang dianggap penting. Kuadran II menunjukkan item yang memiliki tingkat kepentingan tinggi dan tingkat kinerjanya juga tinggi. Kuadran II merupakan pertahankan prestasi yang berarti item yang berisi atribut-atribut alat peraga pada kuadran II harus dipertahankan. Item yang menjelaskan atribut alat peraga yang terdapat pada kuadran II dianggap penting oleh siswa maupun guru dan sudah sesuai dengan kinerja yang diharapkannya. Kuadran III menunjukkan item yang memiliki tingkat kepentingan rendah dan tingkat kinerja yang rendah. Kuadran III merupakan prioritas yang rendah untuk dilakukan perbaikan. Item yang menjelaskan atribut alat peraga yang terdapat pada kuadran III menunjukkan bahwa perlu pertimbangan kembali tentang kualitas alat peraga. Kuadran IV menunjukkan item yang memiliki tingkat kepentingan rendah namun kinerjanya tinggi. Item yang menjelaskan atribut alat peraga yang terdapat pada kuadran IV merupakan atribut yang berlebihan. Berlebihan berarti lebih baik mengalokasikan perhatian kepada item- item yang berada pada kuadran lain karena tanpa diberikan perhatian, item yang berada pada kuadran IV sudah menunjukkan kepuasan maka perlu dikurangi peningkatan item untuk menghemat biaya.

(131) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 111 I. Teknik Analisis Data Penelitian ini menggunakan teknik analisis data Penilaian Acuan Norma (PAN) dan Importance and Performance Analysis (IPA). Teknik analisis dengan menggunakan PAN II digunakan untuk mengetahui tingkat kepuasan siswa dan guru terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori. 1. Penilaian Acuan Norma (PAN) tipe II Penentuan passing score PAN II ditentukan berdasarkan nilai rata-rata kelompok atau Mean (M) dan standar deviasi (S). Besar rata-rata kelompok dan standar deviasi menentukan batas lulus atau passing score. Batas lulus atau passing score berdasarkan PAN tipe II ditentukan sebesar M-1S dan diberi nilai cukup (Masidjo, 1995: 164). Siswa dan guru mencapai kriteria cukup puas jika total skor kuesionernya sebesar M-1S. Klasifikasi untuk tingkat kepuasan siswa dapat dilihat pada tabel 3.20. Tabel 3.20 Klasifikasi Tingkat Kepuasan Siswa berdasarkan PAN II Tingkat Penguasaan Kompetensi Di atas M + 2S M + 1S dan M + 2S M – 1S dan M + 1S M – 2S dan M – 1S Di bawah M – 2S Kl asifikasi Sangat tinggi Tinggi Cukup Rendah Sangat rendah Tabel 3.20 menunjukkan klasifikasi tingkat kepuasan siswa dan guru berdasarkan PAN tipe II. Pada PAN tipe II, klasifikasi ditentukan menggunakan mean (M) dan deviasi standar (S) dari perolehan skor kuesioner siswa dan guru. Kepuasan siswa dan guru terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori tergolong pada lima klasifikasi, yaitu sangat tinggi, tinggi,

(132) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 112 cukup, rendah dan sangat rendah. Batas atas setiap klasifikasi merupakan batas bawah dari klasifikasi atasnya, maka batas atas setiap klasifikasi dikurangi satu (Masidjo, 1995: 166). Kepuasan siswa dan guru masuk klasifikasi sangat tinggi jika batas bawah klasifikasi hitung skor kuesionernya sebesar M + 2S. Kepuasan siswa dan guru masuk klasifikasi tinggi jika batas bawah klasifikasi hitung skor kuesionernya sebesar M + 1S. Kepuasan siswa dan guru masuk klasifikasi cukup jika batas bawah klasifikasi hitung skor kuesionernya sebesar M – 1S. Kepuasan siswa dan guru masuk klasifikasi rendah jika batas bawah klasifikasi hitung skor kuesionernya sebesar M – 2S, sedangkan apabila batas bawah klasifikasi hitung skor kuesionernya berada di bawah M – 2S, maka tingkat kepuasan siswa dan guru masuk kategori sangat rendah. 2. Importance and Performance Analysis (IPA) Teknik analisis data berikutnya yang digunakan adalah Importance Performance Analysis (IPA). IPA digunakan untuk mengetahui lebih dalam tingkat kepuasan siswa dan guru terhadap penggunaan alat peraga matemat ika berbasis metode Montessori. IPA adalah suatu kerangka yang digunakan untuk mengetahui kepuasan pelanggan sebagai fungsi dari hubungan penilaian tingkat kepentingan dan penilaian mengenai kinerja (Wardhani, 2006: 48). Tingkat kepuasan siswa dan guru dilihat dengan membandingkan tingkat kinerja alat peraga matematika berbasis metode Montessori dengan tingkat kepentingan siswa dan guru.

(133) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 113 Teknik analisis IPA dilakukan dalam empat tahap yaitu pembuatan atribut, pengembangan instrumen dan melakukan sensus, perhitungan data sensus, dan penentuan hasil penelitian pada diagram kartesius (Chan, 2005: 22). Tahap pertama peneliti melakukan pengumpulan atribut yaitu peneliti bersama kelompok studi membuat indikator-indikator. Tahap kedua peneliti melakukan pengembangan dan survei untuk mengukur atribut yaitu dengan mengembangkan indikator- indikator menjadi pernyataan. Tahap ketiga peneliti melakukan perhitungan terhadap hasil perolehan setiap indikator terhadap jawaban dari kuesioner yang telah diisi oleh siswa dan guru. Analisis setiap indikator siswa dan guru dilakukan dengan cara mengalikan setiap alternatif jawaba n dengan skor setiap alternatif jawaban. Perhitungan yang diperoleh pada setiap indikator tingkat kepuasan dinilai dengan rumus : Penilaian tingkat kinerja (SS x 5), (S x 4), (KS x 3), (TS x 2), (STS x 1) Keterangan: SS = sangat setuju S = setuju KS = kurang setuju TS = tidak setuju STS = sangat tidak setuju Penilaian tingkat kepentingan (SP x 5), (P x 4), (KP x 3), (TP x 2), (STP x 1) Keterangan: SP = sangat penting

(134) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 114 P = penting KP = kurang penting TP = tidak penting STP = sangat tidak penting Tahap keempat adalah plotting hasil pada diagram kartesius. Plotting hasil pada diagram kartesius digunakan untuk membantu dalam mengambil keputusan. Tingkat kepuasan siswa dan guru terhadap alat peraga matematika berbasis metode Montessori dijabarkan dengan menggunakan diagram kartesius. Wardhani (2006: 48) menjelaskan bahwa diagram kartesius adalah suatu bangun yang dibagi menjadi empat kuadran dan dibatasi oleh dua buah garis yang berpotongan tegak lurus pada titik (𝑥 , 𝑦 ). 𝑥 merupakan rata-rata skor pada indikator kinerja dan 𝑦 merupakan rata-rata skor pada indikator kepentingan. Diagram kartesius berdasarkan tingkat kepentingan dan kinerja dapat dilihat pada gambar 3.1. Gambar 3.1 Diagram Kartesius Kepentingan Prioritas Utama Tinggi I 𝑦 Rendah Pertahankan Prestasi II Prioritas Rendah Berlebihan III IV Kinerja Rendah 𝑥 Tinggi

(135) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 115 Gambar 3.1 menunjukkan diagram kartesius tingkat kepuasan siswa dan guru terhadap alat peraga matematika berbasis metode Montessori. Diagram kartesius tersebut terdiri dari empat kuadran yaitu kuadran I, II, III, dan IV. Pembagian empat kuadran berdasarkan rata-rata skor kinerja (𝑥 ) dan rata-rata skor kepentingan (𝑦). Kuadran I menunjukkan item yang memiliki tingkat kepentingan tinggi namun tingkat kinerjanya masih rendah. Item- item yang berada pada kuadran I menimbulkan ketidakpuasan dan menjadi prioritas utama. Prioritas utama artinya perlu dilakukan perbaikan kinerja dengan mempertahankan atribut-atribut dalam item pada alat peraga bola penjumlahan yang dianggap penting. Kuadran II menunjukkan item yang memiliki tingkat kepentingan tinggi dan tingkat kinerjanya juga tinggi. Kuadran II merupakan pertahankan prestasi yang berarti item yang berisi atribut-atribut alat peraga pada kuadran II harus dipertahankan. Item yang menjelaskan atribut alat peraga yang terdapat pada kuadran II dianggap penting oleh siswa maupun guru dan sudah sesuai dengan kinerja yang diharapkannya. Kuadran III menunjukkan item yang memiliki tingkat kepentingan rendah dan tingkat kinerja yang rendah. Kuadran III merupakan prioritas yang rendah untuk dilakukan perbaikan. Item yang menjelaskan atribut alat peraga yang terdapat pada kuadran III menunjukkan bahwa perlu pertimbangan kembali tentang kualitas alat peraga. Kuadran IV menunjukkan item yang memiliki tingkat kepentingan rendah namun kinerjanya tinggi. Item yang menjelaskan atribut alat peraga yang terdapat

(136) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 116 pada kuadran IV merupakan atribut yang berlebihan. Berlebihan berarti lebih baik mengalokasikan perhatian kepada item- item yang berada pada kuadran lain karena tanpa diberikan perhatian, item yang berada pada kuadran IV sudah menunjukkan kepuasan maka perlu dikurangi peningkatan item untuk menghemat biaya. J. Jadwal Penelitian Penelitian dilakukan mulai bulan september 2013 – Juni 2014. Tabel 3.21 Jadwal Penelitian No 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. Kegiatan Sep Okt Nov Rencana Pelaksanaan Des Jan Feb Mar Apr Mei Jun Penyusunan proposal Konsultasi proposal Revisi Proposal Penyusunan instrumen penelitian Uji coba instrumen penelitian Menganalisis hasil uji coba instrumen penelitian Pengambilan data penelitian Menganalisis data penelitian Pembahasan Ujian Skripsi Revisi laporan skripsi Pengumpulan skripsi Tabel 3.21 menunjukkan jadwal penelitian tingkat kepuasan siswa dan guru terhadap penggunaan alat peraga alat peraga matematika berbasis metode

(137) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 117 Montessori. Penelitian dilakukan dengan melakukan kegiatan-kegiatan mulai bulan september 2013 sampai bulan Juni 2014. Kegiatan-kegiatan tersebut diantaranya, penyusunan proposal, konsultasi proposal, revisi proposal, penyusunan instrumen penelitian, uji coba instrumen penelitian, menganalisis hasil uji coba instrumen penelitian, pengambilan data penelitian, menganalisis data penelitian, pembahasan, ujian skripsi, revisi laporan skripsi, dan pengumpulan skripsi. Penyusunan proposal dilakukan pada bulan September sampai bulan November 2013. Proposal yang telah disusun dikonsultasikan kepada dosen pembimbing pada bulan Oktober sampai bulan Desember 2013. Berdasarkan hasil konsultasi kepada dosen, peneliti kemudian melakukan revisi proposal pada bulan November 2013. Peneliti bersama kelompok studi menyusun instrumen penelitian berupa kuesioner kinerja dan kepentingan pada bulan November 2013 sampai bulan Janueri 2014. Peneliti mengujicobakan instrumen kepada siswa SD Bopkri Demangan 3 pada bulan Januari 2014, kemudian menganalisis hasil uji coba tersebut. Hasil analisis instrument uji coba menghasilkan instrument yang digunakan untuk pengambilan data penelitian. Pengambilan data penelitian tingkat kepuasan dan kepentingan siswa dilakukan pada tanggal 20 Maret 2014, sedangkan penelitian tingkat kepuasan dan kepentingan guru dilakukan pada tanggal 7 Mei 2014, analisis data penelitian dilakukan pada bulan Februari sampai bulan Maret 2014. Peneliti melakukan pembahasan pada bulan april sampai bulan Mei 2014. Peneliti kemudian melakukan ujian skripsi, revisi, dan pengumpulan skripsi pada bulan Juni 2014.

(138) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB IV DESKRIPSI, HASIL PENELITIAN, DAN PEMBAHASAN Bab IV akan menguraikan beberapa hal mengenai hasil penelitian tingkat kepuasan siswa dan guru terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori. Hal tersebut yaitu deskripsi penelitian, hasil penelitian, dan pembahasan. A. Deskripsi Penelitian Penelitian ini berjudul “Tingkat Kepuasan Siswa dan Guru Terhadap Penggunaan Alat Peraga Matematika Berbasis Metode Montessori”. Jenis penelitian ini yaitu penelitian kuantitatif deskriptif dengan metode sensus yang menggunakan seluruh populasi sebagai subyek. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepuasan siswa dan guru terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 27 Maret 2014 yaitu membagikan kuesioner kinerja dan kepentingan kepada siswa untuk diisi. Penelitian berikutnya dilaksanakan pada tanggal 7 Mei 2014 yaitu membagikan kuesioner kinerja dan kepentingan kepada guru untuk diisi. Subyek penelitian ini adalah 54 siswa kelas I SD Karitas Yogyakarta. Penelitian ini juga melibatkan dua guru kelas I SD Karitas Yogyakarta sebagai subyek penelitian. Pengambilan data dilakukan dengan menyebar kuesioner kinerja dan kepentingan kepada siswa dan guru SD Karitas Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan kuesioner tertutup dengan skala likert sebagai alternatif jawaban. Kuesioner tingkat kepuasan siswa terhadap alat peraga matematika berbasis 118

(139) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 119 metode Montessori berjumlah 37 pernyataan. Kuesioner tingkat kepuasan guru terhadap alat peraga matematika berbasis metode Montessori juga berjumlah 37 pernyataan. Kuesioner kinerja dan kepentingan memiliki pernyataan yang sama, tetapi mempunyai alternatif jawaban berbeda. Penelitian tingkat kepuasan siswa terhadap alat peraga matematika berbasis metode Montessori dilakukan di dalam kelas. Siswa diberi penjelasan terlebih dahulu mengenai cara mengisi kuesioner sebelum dibagikan kuesioner. Siswa juga didampingi oleh peneliti dan kelompok studi ketika mengisi kuesioner. Siswa dibantu dalam membacakan pernyataan-pernyataan yang ada pada kuesioner. Waktu yang digunakan dalam penelitian adalah 60 menit untuk setiap kelas. Penelitian tingkat kepuasan guru terhadap alat peraga matematika berbasis metode Montessori dilakukan dengan melibatkan 2 orang guru kelas I SD Karitas Yogyakarta untuk mengisi kuesioner. Guru kelas I SD Karitas Yogyakarta berjenis kelamin perempuan. Kuesioner diberikan kepada guru kelas I SD Karitas Yogyakarta karena pernah menggunakan alat peraga bola penjumlahan Montessori. Peneliti memberikan penjelasan kepada guru terlebih dahulu mengenai cara pengisian kuesioner, namun tidak ada pendampingan seperti yang dilakukan pada siswa. Kuesioner yang telah diisi oleh siswa dan guru kemudian dianalisis menggunakan Penilaian Acuan Norma (PAN) tipe II dan Importance and Performance Analysis (IPA). PAN tipe II digunakan untuk menganalisis tingkat kepuasan siswa dan guru terhadap alat peraga matematika berbasis metode Montessori. IPA digunakan untuk menganalisis item mana saja yang

(140) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 120 menunjukkan kepuasan dan ketidakpuasan siswa maupun guru terhadap alat peraga matematika berbasis metode Montessori. B. Hasil Penelitian Penelitian ini dilakukan dengan memberikan kuesioner kepada siswa dan guru. Kuesioner yang digunakan adalah kuesioner kinerja dan kuesioner kepentingan dengan pernyataan yang sama namun berbeda pada alternatif jawabannya. Kedua kuesioner tersebut digunakan untuk mengetahui tingkat kepuasan siswa dan guru terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori. Kuesioner kinerja digunakan untuk mengetahui apakah alat peraga tersebut dapat digunakan dan berfungsi dengan baik, sedangkan kuesioner kepentingan digunakan untuk mengetahui seberapa penting alat peraga tersebut untuk siswa dan guru dalam kegiatan pembelajaran matematika. Jumlah pernyataan dalam kuesioner yaitu 37 pernyataan. Hasil penelitian berupa penilaian siswa dan guru terhadap setiap pernyataan pada kuesioner kinerja dan kepentingan. Penilaian siswa dan guru dalam setiap pernyataan ditabulasikan berdasarkan masing- masing indikator. 1. Analisis Kuesioner Tingkat Kepuasan Siswa Terhadap Penggunaan Alat Peraga Matematika Berbasis Metode Montessori Analisis kuesioner tingkat kepuasan siswa terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori dianalisis dengan menggunakan PAN tipe II dan Importance Performance Analysis (IPA). Analisis PAN tipe II

(141) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 121 menggunakan data kuesioner kinerja yang telah diisi oleh siswa. Analisis IPA menggunakan data kuesioner kinerja dan kepentingan yang telah diisi oleh siswa. a. Analisis Kuesioner Tingkat Kepuasan Siswa dengan Menggunakan PAN Tipe 1I Peneliti menggunakan PAN tipe II untuk mengetahui tingkat kepuasan siswa terhadap alat peraga secara umum. Analisis tingkat kepuasan siswa dengan PAN tipe II dilakukan menggunakan data kuesioner kinerja yang diperoleh dari pengisian siswa. PAN berorientasi pada rata-rata kelompok atau Mean (M) dan simpangan baku atau standar deviasi (S). Besar rata-rata kelompok dan standar deviasi menentukan batas lulus atau passing score. Batas lulus atau passing score berdasarkan PAN tipe II ditentukan sebesar M-1S dan diberi nilai cukup (Masidjo, 1995: 164). Siswa dianggap cukup puas jika total skor kuesionernya sebesar M1S. Klasifikasi untuk tingkat kepuasan siswa dapat dilihat pada tabel 4.1. Tabel 4.1 Klasifikasi Tingkat Kepuasan Siswa berdasarkan PAN II Tingkat Penguasaan Kompetensi Di atas M + 2S M + 1S dan M + 2S M – 1S dan M + 1S M – 2S dan M – 1S Di bawah M – 2S Kl asifikasi Sangat tinggi Tinggi Cukup Rendah Sangat rendah Tabel 4.1 menunjukkan klasifikasi tingkat kepuasan siswa berdasarkan PAN tipe II. Pada PAN tipe II, klasifikasi ditentukan menggunakan mean (M) dan deviasi standar (S) dari perolehan skor kuesioner siswa. Kepuasan siswa terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori tergolong pada lima klasifikasi, yaitu sangat tinggi, tinggi, cukup, rendah dan sangat rendah.

(142) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 122 Batas atas setiap klasifikasi merupakan batas bawah dari klasifikasi atasnya, maka batas atas setiap klasifikasi dikurangi satu (Masidjo, 1995: 166). Kepuasan siswa masuk klasifikasi sangat tinggi jika batas bawah klasifikasi hitung skor kuesionernya sebesar M + 2S. Kepuasan siswa masuk klasifikasi tinggi jika batas bawah klasifikasi hitung skor kuesionernya sebesar M + 1S. Kepuasan siswa masuk klasifikasi cukup jika batas bawah klasifikasi hitung skor kuesionernya sebesar M – 1S. Kepuasan siswa masuk klasifikasi rendah jika batas bawah klasifikasi hitung skor kuesionernya sebesar M – 2S, sedangkan apabila batas bawah klasifikasi hitung skor kuesionernya berada di bawah M – 2S, maka tingkat kepuasan siswa masuk kategori sangat rendah. Mean (M) skor kuesioner kinerja siswa sebesar 156,09, sedangkan standar deviasinya (S) sebesar 24,73. Klasifikasi tingkat kepuasan siswa terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori dapat dilihat pada tabel 4.2. Klasifikasi tersebut didapat berdasarkan tingkat penguasaan kompetensi pada klasifikasi PAN tipe II. Tabel 4.2 Klasifikasi Tingkat Kepuasan Siswa terhadap Penggunaan Alat Peraga Matematika Berbasis Metode Montessori Tingkat Penguasaan Kompetensi Di atas 206 181 – 206 131 – 180 107 – 130 Di bawah 107 Kl asifikasi Sangat tinggi Tinggi Cukup Rendah Sangat rendah Tabel 4.2 menunjukkan klasifikasi tingkat kepuasan siswa terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori. kepuasan siswa akan masuk pada kategori sangat tinggi jika total skor kuesionernya antara di atas 206. Kepuasan siswa akan masuk pada kategori tinggi jika total skor kuesionernya

(143) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 123 antara 181 - 206. Kepuasan siswa akan masuk pada kategori cukup jika total skor kuesionernya antara 131 - 180. Kepuasan siswa akan masuk pada kategori rendah jika total skor kuesionernya antara 107 - 130, sedangkan apabila total skor kuesionernya berada di bawah 107, maka tingkat kepuasan siswa akan masuk pada kategori sangat rendah. Tingkat kepuasan siswa terhadap alat peraga matematika berbasis metode Montessori dapat dilihat pada tabel 4.3 yaitu dengan membandingkan total skor kuesioner tiap siswa dengan kategori kepuasan berdasarkan PAN tipe II dalam tabel 4.2. Tabel 4.3 Tingkat Kepuasan Siswa terhadap Alat Peraga Matematika Berbasis Metode Montessori No Res ponden 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 Total Skor 101 157 115 127 149 158 156 150 153 177 166 116 152 152 166 157 184 130 127 185 172 149 135 100 110 158 185 185 185 Kl asifikasi Sangat rendah Cukup Rendah Rendah Cukup Cukup Cukup Cukup Cukup Cukup Cukup Rendah Cukup Cukup Cukup Cukup Tinggi Rendah Rendah Tinggi Cukup Cukup Cukup Sangat rendah Rendah Cukup Tinggi Tinggi Tinggi

(144) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 124 No Res ponden 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 Rata-rata Total Skor 154 185 185 185 117 173 167 175 184 161 167 175 160 149 121 133 166 115 151 185 179 161 185 154 185 156 Kl asifikasi Cukup Tinggi Tinggi Tinggi Rendah Cukup Cukup Cukup Tinggi Cukup Cukup Cukup Cukup Cukup Rendah Cukup Cukup Rendah Cukup Tinggi Cukup Cukup Tinggi Cukup Tinggi Cukup Tabel 4.3 menunjukkan tingkat kepuasan siswa terhadap alat peraga matematika berbasis metode Montessori berdasarkan PAN tipe II. Jumlah responden dalam penelitian ini sebanyak 54 siswa. Diperoleh 12 siswa memiliki tingkat kepuasan tinggi, 31 siswa memiliki tingkat kepuasan cukup, 9 siswa memiliki tingkat kepuasan rendah, dan 2 siswa memiliki tingkat kepuasan sangat rendah. Hasil perolehan tingkat kepuasan siswa terhadap alat peraga matematika berbasis metode Montessori kemudian dirata-rata. Rata-rata dari total skor tingkat kepuasan siswa terhadap alat peraga matematika berbasis metode Montessori adalah 156. Berdasarkan klasifikasi tingkat kepuasan siswa terhadap alat peraga matematika berbasis metode Montessori, nilai rata-rata 156 tergolong cukup.

(145) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 125 Peneliti dapat menyimpulkan bahwa tingkat kepuasan siswa terhadap alat peraga matematika berbasis metode Montessori cukup. b. Analisis Kuesioner Tingkat Kepuasan Siswa dengan Menggunakan IPA Analisis kuesioner tingkat kepuasan siswa terhdap alat peraga matematika berbasis metode Montessori dilakukan dengan menggunakan Importance Performance Analysis (IPA). Peneliti menggunakan IPA untuk menganalisis item mana saja yang menunjukkan kepuasan siswa terhadap alat peraga matematika berbasis metode Montessori. Indikator pada kuesioner kinerja maupun kuesioner kepentingan berjumlah tujuh indikator yaitu auto education, menarik, bergradasi, auto correction, kontekstual, life dan workmanship. Analisis dilakukan pada setiap indikator terhadap jawaban siswa untuk melihat tingkat kepuasan siswa dengan cara membandingkan tingkat kinerja dengan tingkat kepentingan alat peraga matematika berbasis metode Montessori. Perbandingan tersebut dengan cara menghitung nilai setiap item pada kuesioner dan memasukkan nilai tersebut ke dalam diagram kartesius sehingga dapat dilihat bagaimana tingkat kepuasan siswa terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori. Penilaian siswa terhadap kuesioner kinerja dan kepentingan pada setiap indikator dapat dilihat pada tabel 4.4 sampai tabel 4.17.

(146) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 126 Tabel 4.4 Penilaian Siswa terhadap Kinerja Indikator Auto Education No 1 Pernyataan Alat peraga memudahkan saya untuk mengerti matematika Alat peraga membantu saya mengerjakan soal matematika Alat peraga dapat saya gunakan tanpa bantuan orang lain Alat peraga mudah digunakan Alat peraga memudahkan saya mengerjakan soal matemat ika Alat peraga membantu saya mengerjakan soal matematika tanpa bantuan orang lain 2 3 4 5 6 Total STS TS KS S SS Total Nilai 0 1 1 16 36 249 0 3 4 20 27 233 2 3 11 13 25 218 2 4 1 16 31 232 2 5 4 15 28 224 2 6 5 13 28 221 8 22 26 93 175 1377 Tabel 4.4 menunjukkan penilaian siswa terhadap kinerja indikator auto education. Item yang terdapat pada indikator auto education berjumlah 6 item. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa siswa menjawab sangat tidak setuju sebanyak 8 kali, tidak setuju sebanyak 22 kali, kurang setuju sebanyak 26 kali, setuju sebanyak 93 kali, sedangkan sangat setuju sebanyak 175 kali. Item nomor 1 mendapatkan total nilai paling tinggi yaitu 249, sedangkan item nomor 3 memiliki total nilai paling rendah yaitu 218. Semakin tinggi total nilai pada setiap item kuesioner tingkat kinerja, maka semakin tinggi pula tingkat kinerja alat peraga bola penjumlahan Montessori. Total nilai kinerja indikator auto-education digunakan untuk menentukan rata-rata kinerja ( 𝑥 ) pada diagram kartesius.

(147) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 127 Tabel 4.5 Penilaian Siswa terhadap Kepentingan Indikator Auto Education No Pernyataan 1 Alat peraga memudahkan saya untuk mengerti matematika Alat peraga membantu saya mengerjakan semua soal matematika Alat peraga dapat saya gunakan tanpa bantuan orang lain Alat peraga mudah digunakan Alat peraga memudahkan saya mengerjakan soal matemat ika Alat peraga membantu saya mengerjakan soal matemat ika tanpa bantuan orang lain 2 3 4 5 6 Total STP TP KP P SP Total Nilai 0 0 1 19 34 249 1 0 3 23 27 237 1 12 9 8 24 194 1 3 2 19 29 234 0 1 5 21 27 260 4 9 1 17 23 208 7 25 21 107 164 1382 Tabel 4.5 menunjukkan penilaian siswa terhadap kepentingan indikator auto education. Item yang terdapat pada indikator auto education berjumlah 6 item. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa siswa menjawab sangat tidak penting sebanyak 7 kali, tidak penting sebanyak 25 kali, kurang penting sebanyak 21 kali, penting sebanyak 107 kali, sedangkan sangat penting sebanyak 164 kali. Item nomor 5 mendapatkan total nilai paling tinggi yaitu 260, sedangkan item nomor 3 memiliki total nilai yang paling rendah yaitu 194. Semakin tinggi total nilai setiap item pada kuesioner tingkat kepentingan, maka semakin tinggi pula tingkat kepentingan alat peraga bola penjumlahan Montessori. Total nilai kepentingan indikator auto education digunakan untuk menentukan rata-rata kepentingan ( 𝑦 ) pada diagram kartesius.

(148) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 128 Tabel 4.6 Penilaian Siswa terhadap Kinerja Indikator Menarik No Pernyataan 7 Alat peraga menarik Alat peraga menarik Alat peraga Alat peraga lain 8 9 10 STS TS KS S SS mempunyai bentuk yang 2 4 3 16 29 Total Nilai 228 memiliki warna yang 0 3 5 19 27 232 memiliki ukuran yang pas menarik daripada alat peraga 1 3 6 5 4 3 19 16 24 27 221 221 6 18 15 70 107 902 Total Tabel 4.6 menunjukkan penilaian siswa terhadap kinerja indikator menarik. Item yang terdapat pada indikator menarik berjumlah 4 item. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa siswa menjawab sangat tidak setuju sebanyak 6 kali, tidak setuju sebanyak 18 kali, kurang setuju sebanyak 15 kali, setuju sebanyak 70 kali, sedangkan sangat setuju sebanyak 107 kali. Item nomor 8 mendapatkan total nilai paling tinggi yaitu 232, sedangkan item nomor 9 dan 10 memiliki total nilai yang sama yaitu 221, nilai ini merupakan total nilai paling rendah. Semakin tinggi total nilai setiap item pada kuesioner tingkat kinerja, maka semakin tinggi pula tingkat kinerja alat peraga bola penjumlahan Montessori. Total nilai kinerja indikator menarik digunakan untuk menentukan rata-rata kinerja (𝑥 ) pada diagram kartesius. Tabel 4.7 Penilaian Siswa terhadap Kepentingan Indokator Menarik No Pernyataan 7 Alat peraga menarik Alat peraga menarik Alat peraga Alat peraga lain 8 9 10 Total mempunyai bentuk yang memiliki warna yang memiliki ukuran yang pas menarik daripada alat peraga STP TP KP P SP Total Nilai 1 3 4 18 28 231 2 1 3 17 31 236 1 0 3 22 28 238 2 9 4 19 20 208 6 13 14 76 107 913

(149) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 129 Tabel 4.7 menunjukkan penilaian siswa terhadap kepentingan indikator menarik. Item yang terdapat pada indikator menarik berjumlah 4 item. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa siswa menjawab sangat tidak penting sebanyak 6 kali, tidak penting sebanyak 13 kali, kurang penting sebanyak 14 kali, setuju sebanyak 76 kali, sedangkan sangat penting sebanyak 107 kali. Item nomor 9 mendapatkan total nilai paling tinggi yaitu 238, sedangkan item nomor 10 memiliki total nilai yang paling rendah yaitu 208. Semakin tinggi total nilai setiap item pada kuesioner tingkat kepentingan, maka semakin tinggi pula tingkat kepentingan alat peraga bola penjumlahan Montessori. Total nilai kepentingan indikator menarik digunakan untuk menentukan rata-rata kepentingan ( 𝑦 ) pada diagram kartesius. Tabel 4.8 Penilaian Siswa terhadap Kinerja Indikator Bergradasi No Pernyataan 11 Alat peraga bisa digunakan oleh siswa kelas 1 sampai siswa kelas 6 Alat peraga mempunyai bermacammacam warna Alat peraga mempunyai tingkatan ukuran dari kecil ke besar Alat peraga mempunyai permukaan dari halus ke kasar Alat peraga mempunyai tingkatan ukuran dari pendek ke panjang 12 13 14 15 Total STS TS KS S SS Total Nilai 4 1 4 17 28 226 1 4 2 15 32 231 4 0 7 17 26 223 2 4 2 19 27 227 1 2 5 13 33 237 12 11 20 81 146 1144 Tabel 4.8 menunjukkan penilaian siswa terhadap kinerja indikator bergradasi. Item yang terdapat pada indikator bergradasi berjumlah 5 item. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa siswa menjawab sangat tidak setuju sebanyak 12 kali, tidak setuju sebanyak 11 kali, kurang setuju sebanyak 20 kali, setuju

(150) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 130 sebanyak 81 kali, sedangkan sangat setuju sebanyak 146 kali. Item nomor 15 mendapatkan total nilai paling tinggi yaitu 237, sedangkan item nomor 11 memiliki total nilai yang paling rendah yaitu 226. Semakin tinggi total nilai setiap item pada kuesioner tingkat kinerja, maka semakin tinggi pula tingkat kinerja alat peraga bola penjumlahan Montessori. Total nilai kinerja indikator bergradasi digunakan untuk menentukan rata-rata (𝑥 ) tingkat kinerja pada diagram kartesius. Tabel 4.9 Penilaian Siswa terhadap Kepentingan Indikator Bergradasi No Pernyataan 11 Alat peraga bisa digunakan oleh siswa kelas 1 sampai siswa kelas 6 Alat peraga mempunyai bermacammacam warna Alat peraga mempunyai tingkatan ukuran dari kecil ke besar Alat peraga mempunyai permukaan dari halus ke kasar Alat peraga mempunyai tingkatan ukuran dari pendek ke panjang 12 13 14 15 Total STP TP KP P SP Total Nilai 2 3 3 16 30 231 1 4 1 24 24 228 4 4 8 19 19 207 1 8 3 16 26 220 3 2 3 19 27 227 11 21 18 94 126 1113 Tabel 4.9 menunjukkan penilaian siswa terhadap kepentingan indikator bergradasi. Item yang terdapat pada indikator bergradisi berjumlah 5 item. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa siswa menjawab sangat tidak penting sebanyak 11 kali, tidak penting sebanyak 21 kali, kurang penting sebanyak 18 kali, setuju sebanyak 76 kali, sedangkan sangat penting sebanyak 126 kali. Item nomor 12 mendapatkan total nilai paling tinggi yaitu 228, sedangkan item nomor 13 memiliki total nilai yang paling rendah yaitu 207. Semakin tinggi total nilai setiap item pada kuesioner tingkat kepentingan, maka semakin tinggi pula tingkat kepentingan alat peraga bola penjumlahan Montessori. Total nilai kepentingan

(151) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 131 indikator bergradasi digunakan untuk menentukan rata-rata kepentingan ( 𝑦 ) pada diagram kartesius. Tabel 4.10 Penilaian Siswa terhadap Kinerja Indokator Auto Correction No 16 17 18 19 20 Total Pernyataan Alat peraga dapat menunjukan kesalahan jawaban saya Alat peraga membantu saya memperbaiki kesalahan dalam mengerjakan soal matemat ika Alat peraga membantu saya menemukan jawaban yang benar Alat peraga membantu menemukan kesalahan yang saya buat Alat peraga memiliki kunci jawaban STS 5 TS 5 KS 2 S 16 SS 26 Total Nilai 215 2 3 6 13 30 231 5 2 4 14 29 222 4 5 4 18 23 204 4 20 3 18 4 20 13 74 30 138 224 1096 Tabel 4.10 menunjukkan penilaian siswa terhadap kinerja indikator auto correction. Item yang terdapat pada indikator auto correction berjumlah 5 item. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa siswa menjawab sangat tidak setuju sebanyak 20 kali, tidak setuju sebanyak 18 kali, kurang setuju sebanyak 20 kali, setuju sebanyak 74 kali, sedangkan sangat setuju sebanyak 138 kali. Item nomor 17 mendapatkan total nilai paling tinggi yaitu 231, sedangkan item nomor 19 memiliki total nilai yang paling rendah yaitu 204. Semakin tinggi total nilai setiap item pada kuesioner tingkat kinerja, maka semakin tinggi pula tingkat kinerja alat peraga bola penjumlahan Montessori. Total nilaikinerja indikator auto correction digunakan untuk menentukan rata-rata kinerja ( 𝑥 ) pada diagram kartesius.

(152) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 132 Tabel 4.11 Penilaian Siswa terhadap Kepentingan Indokator Auto Correction No Pernyataan 16 Alat peraga dapat menunjukan kesalahan jawaban saya Alat peraga membantu saya memperbaiki kesalahan dalam mengerjakan soal matemat ika Alat peraga membantu saya menemukan jawaban yang benar Alat peraga membantu menemukan kesalahan yang saya buat Alat peraga memiliki kunci jawaban 17 18 19 20 Total STP TP KP P SP Total Nilai 10 5 4 15 20 192 2 4 9 23 16 209 0 2 4 19 29 237 5 5 6 13 25 210 4 21 2 18 7 30 19 89 22 112 215 1063 Tabel 4.11 menunjukkan penilaian siswa terhadap kepentingan indikator auto correction. Item yang terdapat pada indikator auto correction berjumlah 5 item. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa siswa menjawab sangat tidak penting sebanyak 21 kali, tidak penting sebanyak 18 kali, kurang penting sebanyak 30 kali, setuju sebanyak 89 kali, sedangkan sangat penting sebanyak 112 kali. Item nomor 18 mendapatkan total nilai paling tinggi yaitu 237, sedangkan item nomor 17 memiliki total nilai yang paling rendah ya itu 209. Semakin tinggi total nilai setiap item pada kuesioner tingkat kepentingan, maka semakin tinggi pula tingkat kepentingan alat peraga bola penjumlahan Montessori. Total nilai kepentingan indikator auto correction digunakan untuk menentukan rata-rata kepentingan ( 𝑦 ) pada diagram kartesius.

(153) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 133 Tabel 4.12 Penilaian Siswa terhadap Kinerja Indikator Kontekstual No 21 22 23 24 25 Pernyataan Alat peraga dibuat menggunakan bahan yang saya ketahui Alat peraga menggunakan bahan yang bisa saya temukan di lingkungan sekitar Alat peraga terbuat dari bahan yang sering dilihat saya Alat peraga ini pernah saya lihat Alat peraga sesuai dengan materi yang saya pelajari Total STS TS KS S SS Total Nilai 1 2 5 21 25 229 1 5 5 15 28 226 3 1 7 17 26 224 0 3 2 15 34 242 3 3 3 21 24 222 8 14 22 89 137 1143 Tabel 4.12 menunjukkan penilaian siswa terhadap kinerja indikator kontekstual. Item yang terdapat pada indikator kontekstual berjumlah 5 item. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa siswa menjawab sangat tidak setuju sebanyak 8 kali, tidak setuju sebanyak 14 kali, kurang setuju sebanyak 22 kali, setuju sebanyak 89 kali, sedangkan sangat setuju sebanyak 137 kali. Item nomor 24 mendapatkan total nilai paling tinggi yaitu 242, sedangkan item nomor 25 memiliki total nilai yang paling rendah yaitu 222. Semakin tinggi total nilai setiap item pada kuesioner tingkat kinerja, maka semakin tinggi pula tingkat kinerja alat peraga bola penjumlahan Montessori. Total nilai kinerja indikator kontekstual digunakan untuk menentukan rata-rata kinerja ( 𝑥 ) pada diagram kartesius. Tabel 4.13 Penilaian Siswa terhadap Kepentingan Indikator Kontekstual No Pernyataan 21 Alat peraga dibuat menggunakan bahan yang saya ketahui Alat peraga menggunakan bahan yang bisa saya temukan di lingkungan sekitar Alat peraga terbuat dari bahan yang sering dilihat saya Alat peraga ini pernah saya lihat Alat peraga sesuai dengan materi yang saya pelajari 22 23 24 25 Total STP TP KP P SP Total Nilai 1 1 3 15 34 242 2 1 6 23 22 227 3 4 3 18 26 222 1 2 2 21 28 235 1 2 2 24 25 232 8 10 16 101 135 1158

(154) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 134 Tabel 4.13 menunjukkan penilaian siswa terhadap kepentingan indikator kontekstiual. Item yang terdapat pada indikator kontekstual berjumlah 5 item. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa siswa menjawab sangat tidak penting sebanyak 8 kali, tidak penting sebanyak 10 kali, kurang penting sebanyak 16 kali, setuju sebanyak 101 kali, sedangkan sangat penting sebanyak 135 kali. Item nomor 21 mendapatkan total nilai paling tinggi yaitu 242, sedangkan item nomor 23 memiliki total nilai yang paling rendah yaitu 222. Semakin tinggi total nilai setiap item pada kuesioner tingkat kepentingan, maka semakin tinggi pula tingkat kepentingan alat peraga bola penjumlahan Montessori. Total nilai kepentingan indikator kontekstual digunakan untuk menentukan rata-rata kepentingan ( 𝑦 ) pada diagram kartesius. Tabel 4.14 Penilaian Siswa terhadap Kinerja Indikator Life No Pernyataan 26 27 28 29 Alat peraga terbuat dari bahan yang kuat Alat peraga mudah dibawa Alat peraga dapat digunakan berulang kali Alat peraga masih kuat ket ika jarang digunakan Alat peraga tidak mudah rusak Alat peraga mudah dibersihkan 30 31 Total STS TS KS S SS 1 2 1 2 3 0 3 4 5 6 3 2 17 15 19 18 28 31 28 28 2 2 10 1 3 14 7 5 28 13 14 96 31 30 176 Total Nilai 230 235 232 228 232 229 1386 Tabel 4.14 menunjukkan penilaian siswa terhadap kinerja indikator life. Item yang terdapat pada indikator life berjumlah 6 item. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa siswa menjawab sangat tidak setuju sebanyak 10 kali, tidak setuju sebanyak 14 kali, kurang setuju sebanyak 28 kali, setuju sebanyak 96 kali, sedangkan sangat setuju sebanyak 176 kali. Item nomor 27 mendapatkan total nilai paling tinggi yaitu 235, sedangkan item nomor 29 memiliki total nilai yang

(155) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 135 paling rendah yaitu 228. Semakin tinggi total nilai setiap item pada kuesioner tingkat kinerja, maka semakin tinggi pula tingkat kinerja alat peraga bola penjumlahan Montessori. Total nilai kinerja indikator life digunakan untuk menentukan rata-rata kinerja ( 𝑥 ) pada diagram kartesius. Tabel 4.15 Penilaian Siswa terhadap Kepentingan Indikator Life No Pernyataan 26 27 28 29 Alat peraga terbuat dari bahan yang kuat Alat peraga mudah dibawa Alat peraga dapat digunakan berulang kali Alat peraga masih kuat ket ika jarang digunakan Alat peraga tidak mudah rusak Alat peraga mudah dibersihkan 30 31 Total STP TP KP P SP 4 1 0 2 1 2 4 5 8 4 9 7 18 17 19 19 23 30 22 21 1 5 13 1 0 13 8 4 40 15 20 108 29 25 150 Total Nilai 217 235 223 214 232 222 1343 Tabel 4.15 menunjukkan penilaian siswa terhadap kepentingan indikator life. Item yang terdapat pada indikator life berjumlah 6 item. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa siswa menjawab sangat tidak penting sebanyak 13 kali, tidak penting sebanyak 13 kali, kurang penting sebanyak 40 kali, setuju sebanyak 108 kali, sedangkan sangat penting sebanyak 150 kali. Item nomor 27 mendapatkan total nilai paling tinggi yaitu 235, sedangkan item nomor 29 memiliki total nilai yang paling rendah yaitu 214. Semakin tinggi total nilai setiap item pada kuesioner tingkat kepentingan, maka semakin tinggi pula tingkat kepentingan alat peraga bola penjumlahan Montessori. Total nilai kepentingan indikator life digunakan untuk menentukan rata-rata kepentingan ( 𝑦 ) pada diagram kartesius.

(156) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 136 Tabel 4.16 Penilaian Siswa terhadap Kinerja Indikator Workmanship No Pernyataan 32 33 Alat peraga mudah diperbaiki Alat peraga memiliki permukaan yang halus Alat peraga dilem dengan kuat Alat peraga dipaku dengan kuat Alat peraga tidak melu kai saya ket ika digunakan Alat peraga dicat dengan rapi 34 35 36 37 Total STS TS KS S SS 2 2 8 14 28 Total Nilai 226 0 0 10 15 29 235 4 1 2 5 3 4 11 16 34 28 231 227 0 2 9 11 32 235 3 10 4 15 4 38 18 85 25 176 220 1374 Tabel 4.16 menunjukkan penilaian siswa terhadap kinerja indikator workmanship. Item yang terdapat pada indikator workmanship berjumlah 6 item. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa siswa menjawab sangat tidak setuju sebanyak 10 kali, tidak setuju sebanyak 15 kali, kurang setuju sebanyak 38 kali, setuju sebanyak 85 kali, sedangkan sangat setuju sebanyak 176 kali. Item nomor 36 mendapatkan total nilai paling tinggi yaitu 235, sedangkan item nomor 32 memiliki total nilai yang paling rendah yaitu 226. Semakin tinggi total nilai setiap item pada kuesioner tingkat kinerja, maka semakin tinggi pula tingkat kinerja alat peraga bola penjumlahan Montessori. Total nilai kinerja indikator workmanship digunakan untuk menentukan rata-rata kinerja ( 𝑥 ) pada diagram kartesius. Tabel 4.17 Penilaian Siswa terhadap Kepentingan Indikator Workmanship No Pernyataan 32 33 Alat peraga mudah diperbaiki Alat peraga memiliki permukaan yang halus Alat peraga dilem dengan kuat Alat peraga dipaku dengan kuat Alat peraga tidak melu kai saya ket ika digunakan Alat peraga dicat dengan rapi 34 35 36 37 Total STP TP KP P SP 2 3 5 19 25 Total Nilai 224 2 1 5 19 27 230 1 0 3 3 3 9 16 19 31 23 235 224 4 1 4 19 26 224 1 10 2 13 3 29 15 107 33 165 239 1376

(157) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 137 Tabel 4.17 menunjukkan penilaian siswa terhadap kepentingan indikator workmanship. Item yang terdapat pada indikator workmanship berjumlah 6 item. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa siswa menjawab sangat tidak penting sebanyak 10 kali, tidak penting sebanyak 13 kali, kurang penting sebanyak 29 kali, setuju sebanyak 107 kali, sedangkan sangat penting sebanyak 165 kali. Item nomor 37 mendapatkan total nilai paling tinggi yaitu 239, sedangkan item nomor 32, 35, dan 37 memiliki total nilai yang paling rendah yaitu 224. Semakin tinggi total nilai setiap item pada kuesioner tingkat kepentingan, maka semakin tinggi pula tingkat kepentingan alat peraga bola penjumlahan Montessori. Total nilai kepentingan indikator workmanship digunakan untuk menentukan rata-rata kepentingan (𝑦 ) pada diagram kartesius. Hasil penilaian siswa terhadap kuesioner kinerja dan kepentingan yang diperoleh kemudian diolah. Peneliti mengolah hasil penelitian dengan menghitung rata-rata dari penilaian kinerja dan penilaian kepentingan pada item- item setiap indikator alat peraga matematika berbasis metode Montessori. Perhitungan rata-rata tersebut dapat dilihat pada tabel 4.18. Tabel 4.18 Perhitungan Rata-rata Penilaian Pelaksanaan Kinerja dan Kepentingan pada Indikator Tingkat Kepuasan Siswa No Indikator I 1 Auto education Alat peraga memudahkan saya untuk mengerti matemat ika alat peraga membantu saya mengerjakan soal matemat ika alat peraga dapat saya gunakan tanpa bantuan orang lain alat peraga mudah digunakan alat peraga memudahkan 2 3 4 5 Kata Kunci Mudah mengerti matemat ika Membantu mengerjakan soal Digunakan tanpa bantuan Mudah digunakan Mudah Penilaian Ki nerja Kepenti ngan 𝑥 𝑦 249 249 4,61 4,61 233 237 4,31 4,38 218 194 4.04 4,59 4,30 4,33 4,15 4,81 232 234 224 260

(158) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 138 No 6 II 7 8 9 10 III 11 12 13 14 15 IV 16 17 18 19 20 Indikator Kata Kunci saya mengerjakan soal matemat ika alat peraga membantu saya mengerjakan soal matemat ika tanpa bantuan orang lain Rata-Rata Menarik alat peraga mempunyai bentuk yang menarik alat peraga memiliki warna yang menarik alat peraga memiliki ukuran yang pas alat peraga menarik daripada alat peraga lain mengerjakan soal Mengerjakan soal tanpa bantuan Rata-Rata Bergradasi Alat peraga bisa digunakan oleh siswa kelas 1 sampai siswa kelas 6 alat peraga mempunyai bermacam-macam warna alat peraga mempunyai tingkatan ukuran dari kecil ke besar alat peraga mempunyai permu kaan dari halus ke kasar alat peraga mempunyai tingkatan ukuran dari pendek ke panjang Rata-Rata Auto correction alat peraga dapat menunjukan kesalahan jawaban saya alat peraga membantu saya memperbaiki kesalahan dalam mengerjakan soal matemat ika alat peraga membantu saya menemu kan jawaban yang benar Alat peraga membantu menemu kan kesalahan yang saya buat alat peraga memiliki kunci jawaban Rata-Rata Penilaian Ki nerja Kepenti ngan 221 208 Bentuk menarik Warna menarik Ukuran pas 228 231 232 236 221 238 Menarik daripada alat peraga lain 221 208 Digunakan siswa kelas 1 sampai 6 Bermacam warna Ukuran kecil dan besar Permukaan halus dan kasar Ukuran panjang dan pendek Menunjukkan kesalahan Memperbaiki kesalahan Menemukan jawaban benar Menemukan kesalahan yang dibuat Kunci jawaban 226 231 231 228 223 207 227 220 237 215 227 𝑥 𝑦 4,09 4,85 4,25 4,26 4,22 4,28 4,30 4,37 4,09 4,41 4,09 3,85 4,17 4,23 4,18 4,28 4,28 4,22 4,13 3,83 4,20 4,07 4,39 4,20 4,24 4,12 3,40 3,55 192 231 209 4,23 3,87 222 237 4,11 4,39 204 210 3,78 3,89 224 215 4,15 3,40 4,06 3,94

(159) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 139 No Indikator V 21 Kontekstual alat peraga dibuat menggunakan bahan yang saya ketahui alat peraga menggunakan bahan yang bisa saya temukan d i lingkungan sekitar alat peraga terbuat dari bahan yang sering dilihat saya alat peraga in i pernah saya lihat Alat peraga sesuai dengan materi yang saya pelajari 22 23 24 25 VI 26 Kata Kunci Rata-Rata Life alat peraga terbuat dari bahan yang kuat 27 28 alat peraga mudah dibawa alat peraga dapat digunakan berulang kali 29 30 31 VII 32 33 34 35 36 37 alat peraga masih kuat ketika jarang digunakan alat peraga tidak mudah rusak alat peraga mudah dibersihkan Rata-Rata Workmanship alat peraga mudah diperbaiki alat peraga memiliki permu kaan yang halus alat peraga dilem dengan kuat Alat peraga dipaku dengan kuat alat peraga tidak melu kai saya ketika digunakan alat peraga dicat dengan rapi Bahan yang diketahui Penilaian Ki nerja Kepenti ngan 𝑥 𝑦 229 242 4,24 4,48 226 227 4,18 4,20 Bahan yang sering dilihat 224 222 4,15 4,11 Pernah dilihat 242 235 4,48 4,35 Sesuai dengan materi 222 232 4,11 4,30 4,23 4,29 4,26 4,02 4,35 4,35 4,30 4,13 4,22 3,96 4,30 4,30 4,24 4,11 4,28 4,14 4,18 4,15 4,35 4,26 4,28 4,35 4,20 4,15 4,35 4,15 4,07 4,42 4,24 4,20 4,25 4,22 Bahan bisa ditemu kan di lingkungan Bahan yang kuat Mudah dibawa Digunakan berulang kali Kuat ketika jarang digunakan Tidak mudah rusak Mudah dibersihkan 230 217 235 235 232 223 228 214 232 232 229 222 Mudah diperbaiki Permukaan halus Dilem 226 224 235 230 231 235 Dipaku 227 224 Tidak melukai Dicat 235 224 220 239 Rata-rata Rata-rata keseluruhan

(160) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 140 Tabel 4.18 menunjukkan hasil perhitungan rata-rata dari penilaian kinerja dan penilaian kepentingan pada indikator tingkat kepuasan siswa terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori. Penilaian seluruh siswa direkap dan dihitung rata-rata kinerja dan kepentingan setiap item. Rata-rata tersebut menentukan letak titik tiap pernyataan pada diagram kartesius. Peneliti akan menggambarkan letak masing- masing pernyataan pada diagram kartesius berdasarkan tabel 4.18 dan dibuat perindikator. Letak tiap pernyataan pada diagram kartesius ditentukan oleh pertemuan dua titik, yaitu titik ( 𝑥 ) dan titik ( 𝑦). 𝑥 merupakan rata-rata skor kinerja dan 𝑦 merupakan rata-rata skor kepentingan (Maman, 2008). Garis tengah diagram kartesius dibuat dengan menarik garis dari titik pada rata-rata 𝑥 dan 𝑦 . Rata-rata skor kinerja dan kepentingan indikator auto education yaitu 4.25 dan 4.26. Indikator menarik dengan rata-rata skor kinerja dan kepentingan yaitu 4.17 dan 4.23. Indikator bergradasi denganrata-rata skor kinerja dan kepentingan yaitu 4.24 dan 4.12. Indikator auto correction dengan rata-rata skor kinerja dan kepentingan yaitu 4.06 dan 3,94. Indikator kontekstual dengan rata-rata skor kinerja dan kepentingan yaitu 4.23 dan 4.29. Indikator life dengan rata-rata skor kinerja dan kepentingan yaitu 4.28 dan 4.14.Indikator workmanship dengan ratarata skor kinerja dan kepentingan yaitu 4.24 dan 4.25. Diagram kartesius setiap indikator tingkat kepuasan siswa terhadap alat peraga matematika berbasis metode Montessori terdapat pada gambar 4.1 sampai gambar 47.

(161) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 141 Gambar 4.1 Diagram Kartesius Indikator Auto Education Tingkat Kepuasan Siswa terhadap Alat Peraga Matematika Berbasis Metode Montessori Gambar 4.1 menunjukkan sebaran item- item indikator auto education yang berada pada kuadran diagram kartesius tingkat kepuasan siswa terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori. Sebaran itemitem tersebut yaitu, item nomor 5 (mudah mengerjakan soal) dan item nomor 6 (mengerjakan soal tanpa bantuan) berada pada kuadran I. Item nomor 1 (mudah mengerti matematika) berada pada kuadran II. Item nomor 3 (digunakan tanpa bantuan) berada pada kuadran III, sedangakan item nomor 2 (membantu mengerjakan soal) dan item nomor 4 (mudah digunakan) berada pada kuadran IV.

(162) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 142 Gambar 4.2 Diagram Kartesius Indikator Menarik Tingkat Kepuasan Siswa terhadap Alat Peraga Matematika Berbasis Metode Montessori Gambar 4.2 menunjukkan item- item indikator menarik yang berada pada kuadran diagram kartesius tingkat kepuasan siswa terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori. Sebaran item- item tersebut yaitu, item nomor 9 (ukuran pas) berada pada kuadran I. Item nomor 7 (bentuk menarik) dan item nomor 8 (warna menarik) berada pada kuadran II. Item nomor 10 (menarik daripada alat peraga lain) berada pada kuadran III. Gambar 4.2 menunjukkan tidak ada pernyataan untuk indikator menarik yang terdapat pada kuadran IV.

(163) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 143 Gambar 4.3 Diagram Kartesius Indikator Bergradasi Tingkat Kepuasan Siswa terhadap Penggunaan Alat Peraga Matematika Berbasis Metode Montessori Gambar 4.3 menunjukkan item- item indikator bergradasi yang berada pada kuadran diagram kartesius tingkat kepuasan siswa terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori. Sebaran item- item tersebut yaitu, item nomor 11 (digunakan siswa kelas 1 sampai 6) berada pada kuadran I. Item nomor 12 (bermacam warna) dan item nomor 15 (ukuran panjang dan pendek) berada pada kuadran II. Item nomor 13 (ukuran kecil dan besar)dan item nomor 14 (permukaan halus dan kasar) berada pada kuadran III. Gambar 4.3 menunjukkan tidak ada pernyataan untuk indikator bergradasi yang terdapat pada kuadran IV.

(164) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 144 Gambar 4.4 Diagram Kartesius Indikator Auto Correction Tingkat Kepuasan Siswa terhadap Penggunaan Alat Peraga Matematika Berbasis Metode Montessori Gambar 4.4 menunjukkan item- item indikator auto correction yang berada pada kuadran diagram kartesius tingkat kepuasan siswa terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori. Sebaran item- item tersebut yaitu, item nomor 19 (menemukan kesalahan yang dibuat) berada pada kuadran I. Item nomor 17 (memperbaiki kesalahan) dan item nomor 18 (menemukan jawaban benar) berada pada kuadran II. Item nomor 16 (menunjukkan kesalahan) berada pada kuadran III, sedangkan item nomor 20 (kunci jawaban) berada pada kuadran IV.

(165) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 145 Gambar 4.5 Diagram Kartesius Indikator Kontekstual Tingkat Kepuasan Siswa terhadap Penggunaan Alat Peraga Matematika Berbasis Metode Montessori Gambar 4.5 menunjukkan item- item indikator kontekstual yang berada pada kuadran diagram kartesius tingkat kepuasan siswa terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori. Sebaran item- item tersebut yaitu, item nomor 25 (sesuai dengan materi) berada pada kuadran I. Item nomor 21 (bahan yang diketahui) dan item nomor 24 (pernah dilihat) berada pada kuadran II. Item nomor 22 (bahan bisa ditemukan di lingkungan) dan item nomor 23 (bahan yang sering dilihat) berada pada kuadran III. Gambar 4.5 menunjukkan tidak ada pernyataan untuk indikator kontekstual yang terdapat pada kuadran IV.

(166) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 146 Gambar 4.6 Diagram Kartesius Indikator Life Tingkat Kepuasan Siswa terhadap Penggunaan Alat Peraga Matematika Berbasis Metode Montessori Gambar 4.6 menunjukkan item- item indikator life yang berada pada kuadran diagram kartesius tingkat kepuasan siswa terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori. Sebaran item- item tersebut yaitu, gambar 4.6 menunjukkan tidak ada pernyataan untuk indikator life yang terdapat pada kuadran I. Item nomor 27 (mudah dibawa) dan item nomor 30 (tidak mudah rusak) berada pada kuadran II. Item nomor 26 (bahan yang kuat), item nomor 29 (kuat ketika jarang digunakan) dan item nomor 31 (mudah dibersihkan) berada pada kuadran III. Item nomor 28 (digunakan berulang kali) berada pada kuadran IV.

(167) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 147 Gambar 4.7 Diagram Kartesius Indikator Workmanship Tingkat Kepuasan Siswa terhadap Penggunaan Alat Peraga Matematika Berbasis Metode Montessori Gambar 4.7 menunjukkan item- item indikator workmanship yang berada pada kuadran diagram kartesius tingkat kepuasan siswa terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori. Sebaran item- item tersebut yaitu, item nomor 37 (dicat) berada pada kuadran I. Item nomor 33 (permukaan halus) dan item nomor 34 (dilem) berada pada kuadran II. Item nomor 32 (mudah diperbaiki) dan item nomor 35 (dipaku) berada pada kuadran III, sedangkan item nomor 36 (tidak melukai) berada pada kuadran IV.

(168) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 148 Tabel 4.19 Persebaran Item Kuesioner Siswa pada Diagram Kartesius untuk Setiap Indikator Tingkat Kepuasan Indikator Auto education Menarik Bergradasi Auto correction Kontekstual Life Kata kunci 1. Mudah mengerti matemat ika 2. Membantu mengerjakan soal 3. Digunakan tanpa bantuan 4. Mudah digunakan 5. Mudah mengerjakan soal 6. Mengerjakan soal tanpa bantuan 7. Bentuk menarik 8. Warna menarik 9. Ukuran pas 10. Menarik daripada alat peraga lain 11. Digunakan siswa kelas 1 sampai 6 12. Bermacam warna 13. Ukuran kecil dan besar 14. Permukaan halus dan kasar 15. Ukuran panjang dan pendek 16. Menunjukkan kesalahan 17. Memperbaiki kesalahan 18. Menemukan jawaban benar 19. Menemukan kesalahan yang dibuat 20. Kunci jawaban 21. Bahan yang diketahui 22. Bahan bisa ditemikan di lingkungan 23. Bahan yang sering dilihat 24. Pernah dilihat 25. Sesuai dengan materi 26. Bahan yang kuat Prioritas utama I Kuadran Pertahankan Prioritas prestasi rendah II III Berlebihan IV √ ♯ ♣ ♯ ☼ ☼ ☼ √ √ ♣ ☼ √ ♣ ♣ √ ♣ √ √ ☼ ♯ √ ♣ ♣ √ ☼ ♣

(169) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 149 27. Mudah dibawa 28. Digunakan berulang kali 29. Kuat ketika jarang digunakan 30. Tidak mudah rusak 31. Mudah dibersihkan 32. Mudah diperbaiki 33. Permukaan halus 34. Dilem Worhmanship 35. Dipaku 36. Tidak melu kai 37. Dicat Total Persentase √ ♯ ♣ √ ♣ ♣ √ √ ♣ ♯ ☼ 7 18,9% 13 35,1% 12 32,4% 5 13,5% Tabel 4.19 menunjukkan rangkuman persebaran item kuesioner siswa pada diagram kartesius untuk setiap indikator tingkat kepuasan. Hasil pada Tabel 4.19 diperoleh berdasarkan diagram-diagram kartesius setiap indikator tingkat kepuasan yang dapat dilihat pada gambar 4.4 sampai gambar 4.7. Setiap item dalam indikator tersebar pada kuadran I, II, III dan IV pada diagram kartesius. Peneliti menggunakan empat simbol untuk memudahkan dalam menganalisis data pada setiap kuadran. Keempat simbol tersebut yaitu simbol ☼, simbol √, simbol ♣, dan simbol ♯. Simbol ☼ digunakan sebagai tanda untuk mewakili item- item yang berada pada kuadran I. Simbol ☼ artinya bahwa item tersebut memiliki tingkat kepentingan tinggi tetapi tingkat kinerja terhadap alat peraga masih rendah. Jumlah item yang terdapat pada kuadran I adalah 7 item dengan persentase 18,9%. Item- item tersebut adalah item nomor 5, 6, 9, 11, 19, 25, dan 37. Simbol √ digunakan sebagai tanda untuk mewakili item- item yang berada pada kuadran II. Simbol √ artinya item tersebut memiliki tingkat kepentingan

(170) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 150 tinggi dan tingkat kinerja tinggi pula. Jumlah item yang terdapat pada kuadran II adalah 13 item dengan persentase 35,1%. Item- item tersebut adalah item nomor 1, 7, 8, 12, 15, 17, 18, 21, 24, 27, 30, 33, dan 34. Simbol ♣ digunakan sebagai tanda untuk mewakili item- item yang berada pada kuadran III. Simbol ♣ artinya item tersebut memiliki tingkat kepentingan rendah dan tingkat kinerja rendah. Jumlah item yang terdapat pada kuadran III adalah 12 item dengan persentase 32,4%. Item- item tersebut adalah item nomor 3, 10, 13, 14, 16, 22, 23, 26, 29, 31, 33, dan 35. Simbol ♯ digunakan sebagai tanda untuk mewakili item- item yang berada pada kuadran IV. Simbol ♯ artinya item tersebut memiliki tingkat kepentingan rendah tetapi tingkat kinerja tinggi. Jumlah item yang terdapat pada kuadran IV adalah 5 item dengan presentase 13,5%. Item- item tersebut adalah item nomor 2, 4, 20, 28 dan 36. Diagram kartesius secara keseluruhan pada indikator tingkat kepuasan siswa terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode montessori dapat dilihat pada gambar 4.8.

(171) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 151 Gambar 4.8 Diagram Kartesius Keseluruhan Indikator Tingkat Kepuasan Siswa terhadap Penggunaan Alat Peraga Matematika Berbasis Metode Montessori Gambar 4.8 menunjukkan sebaran item secara keseluruhan pada indikator tingkat kepuasan siswa terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori. Item- item pada 7 indikator tersebar di kuadran I, II, III, dan IV pada diagram kartesius. Terdapat perbedaan letak item pada kuadran ketika dilakukan perindikator dengan letak item pada kuadran ketika dilakukan secara keseluruhan indikator. Perbedaan persebaran item dapat dilihat dengan membandingkan gambar 4.1 sampai 4.7 dengan gambar 4.8. Hal ini disebabkan rata-rata skor kinerja (x) dan rata-rata skor kepentingan (y) pada diagram kartesius perindikator dengan diagram kartesius secara keseluruhan terdapat perbedaan. Jumlah subjek juga dapat mempengaruhi letak item pada diagram kartesius.

(172) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 152 Item yang terdapat pada kuadran I adalah nomor 3, 5, 6, 9, 11, 18, 25, dan 37. Item yang terdapat pada kuadran II adalah nomor 1, 2, 4, 7, 8, 12, 21, 24, 27, 30, 33, dan 34. Item yang terdapat pada kuadran III adalah nomor 10, 13, 16, 19, 20, 22, 23, 32, dan 35. Item yang terdapat pada kuadran IV adalah nomor 15, 17, 26, 28, 29, 31, dan 36. Tabel 4.20 Persebaran Item Kuesioner Siswa pada Diagram Kartesius untuk Keseluruhan Indikator Tingkat Kepuasan Indikator Auto education Menarik Bergradasi Auto correction Kata kunci 1. Mudah mengerti matemat ika 2. Membantu mengerjakan soal 3. Digunakan tanpa bantuan 4. Mudah digunakan 5. Mudah mengerjakan soal 6. Mengerjakan soal tanpa bantuan 7. Bentuk menarik 8. Warna menarik 9. Ukuran pas 10. Menarik daripada alat peraga lain 11. Digunakan siswa kelas 1 sampai 6 12. Bermacam warna 13. Ukuran kecil dan besar 14. Permukaan halus dan kasar 15. Ukuran panjang dan pendek 16. Menunjukkan kesalahan 17. Memperbaiki kesalahan 18. Menemukan jawaban benar 19. Menemukan kesalahan yang dibuat Prioritas utama I Kuadran Pertahankan Prioritas prestasi rendah II III Berlebihan IV √ √ ☼ √ ☼ ☼ ☼ √ √ ♣ ☼ √ ♣ ♣ ♯ ♣ ♯ ☼ ♣

(173) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 153 20. Kunci jawaban 21. Bahan yang diketahui 22. Bahan bisa ditemikan di lingkungan Kontekstual 23. Bahan yang sering dilihat 24. Pernah dilihat 25. Sesuai dengan materi 26. Bahan yang kuat 27. Mudah dibawa 28. Digunakan berulang kali 29. Kuat ketika jarang Life digunakan 30. Tidak mudah rusak 31. Mudah dibersihkan 32. Mudah diperbaiki 33. Permukaan halus 34. Dilem Worhmanship 35. Dipaku 36. Tidak melu kai 37. Dicat Total Persentase ♣ √ ♣ ♣ √ ☼ ♯ √ ♯ ♯ √ ♯ √ √ ♣ ♣ ♯ ☼ 8 21,6% 12 32,4% 10 27% 7 18,9% Tabel 4.20 menunjukkan rangkuman persebaran item kuesioner siswa pada diagram kartesius untuk indikator tingkat kepuasan secara keseluruhan. Hasil pada Tabel 4.20 diperoleh berdasarkan diagram kartesius untuk indikator tingkat kepuasan secara keseluruhan yang dapat dilihat pada gambar 4.8. Item- item seluruh indikator tersebar pada kuadran I, II, III dan IV pada diagram kartesius. Peneliti menggunakan empat simbol untuk memudahkan dalam menganalisis data pada setiap kuadran, serta satu simbol tambahan. Keempat simbol tersebut yaitu simbol ☼, simbol √, simbol ♣, dan simbol ♯. Simbol ☼ digunakan sebagai tanda untuk mewakili item- item yang berada pada kuadran I. Simbol ☼ artinya bahwa item tersebut memiliki tingkat

(174) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 154 kepentingan tinggi tetapi tingkat kinerja terhadap alat peraga masih rendah. Jumlah item yang terdapat pada kuadran I adalah 8 item dengan persentase 21,6%. Item- item tersebut adalah item nomor 3, 5, 6, 9, 11, 18, 25, dan 37. Simbol √ digunakan sebagai tanda untuk mewakili item- item yang berada pada kuadran II. Simbol √ artinya item tersebut memiliki tingkat kepentingan tinggi dan tingkat kinerja tinggi pula. Jumlah item yang terdapat pada kuadran II adalah 11 item dengan persentase 32,4%. Item- item tersebut adalah item nomor 1, 2, 4, 7, 8, 12, 21, 24, 27, 30, 33, dan 34. Simbol ♣ digunakan sebagai tanda untuk mewakili item- item yang berada pada kuadran III. Simbol ♣ artinya item tersebut memiliki tingkat kepentingan rendah dan tingkat kinerja rendah. Jumlah item yang terdapat pada kuadran III adalah 10 item dengan persentase 27%. Item- item tersebut adalah item nomor 10, 13, 14, 16, 19, 20, 22, 23, 32, dan 35. Simbol ♯ digunakan sebagai tanda untuk mewakili item- item yang berada pada kuadran IV. Simbol ♯ artinya item tersebut memiliki tingkat kepentingan rendah tetapi tingkat kinerja tinggi. Jumlah item yang terdapat pada kuadran IV adalah 7 item dengan persentase 18,9%. Item- item tersebut adalah item nomor 17, 26, 28, 29, 31, dan 36. Persebaran pernyataan dalam kuadran pada diagram kartesius secara keseluruhan berbeda dengan persebaran diagram kartesius perindikator. Item- item pada setiap indikator maupun seluruh indikator tersebar di kuadran I, II, III, dan IV pada diagram kartesius. Perbedaan letak item tersebut menandakan bahwa item tersebut tidak konsisten. Item dikatakan konsisten jika item tersebut berada pada

(175) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 155 kuadran yang sama baik di diagram kartesius perindikator, maupun di diagram kartesius secara keseluruhan indikator. Konsistensi tujuh indikator tingkat kepuasan siswa terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori sangat penting supaya dapat menjadi patokan untuk mengetahui tingkat kepuasan. Perbandingan dari tabel 4.19 dan 4.20 menunjukkan bahwa ada beberapa item untuk setiap indikator tingkat kepuasan mengalami perpindahan ke kuadran lain. Item yang berpindah dari kuadran yang satu ke kuadran lain disebabkan karena suatu pernyataan tersebut tidak konsisten. Konsistensi persebaran item pada kuesioner tingkat kepuasan dapat dilihat pada tabel 4.21. Tabel 4.21 Konsistensi Persebaran Item pada Kuesioner Tingkat Kepuasan Indikator Auto education Menarik Bergradasi Kata Kunci 1. Mudah mengerti matemat ika 2. Membantu mengerjakan soal 3. Digunakan tanpa bantuan 4. Mudah digunakan 5. Mudah mengerjakan soal 6. Mengerjakan soal tanpa bantuan 7. Bentuk menarik 8. Warna menarik 9. Ukuran pas 10. Menarik daripada alat peraga lain 11. Digunakan siswa kelas 1 sampai 6 12. Bermacam Tidak Konsistensi I Konsistensi II III √ (IV, II) (III, I) (IV, II) √ √ √ √ √ √ √ √ IV

(176) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 156 Auto correction Kontekstual Life Workmanship warna 13. Ukuran kecil dan besar 14. Permukaan halus dan kasar 15. Ukuran panjang dan pendek 16. Menunjukkan kesalahan 17. Memperbaiki kesalahan 18. Menemukan jawaban benar 19. Menemukan kesalahan yang dibuat 20. Kunci jawaban 21. Bahan yang diketahui 22. Bahan bisa ditemikan di lingkungan 23. Bahan yang sering dilihat 24. Pernah dilihat 25. Sesuai dengan materi 26. Bahan yang kuat 27. Mudah dibawa 28. Digunakan berulang kali 29. Kuat ketika jarang digunakan 30. Tidak mudah rusak 31. Mudah dibersihkan 32. Mudah diperbaiki 33. Permukaan halus 34. Dilem √ √ (II, IV) √ (II, IV) (II, I) (I, III) (IV, III) √ √ √ √ √ (III, IV) √ √ (III, IV) √ (III, IV) √ √ √ √ 35. Dipaku 36. Tidak melu kai 37. Dicat Total Persentase √ 11 29,7% √ 6 16,2% 10 27% 8 21,6% 2 5,4%

(177) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 157 Tabel 4.21 menunjukkan konsistensi item tujuh indikator tingkat kepuasan siswa terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori Pernyataan konsisten merupakan item yang berada dalam kuadran yang sama pada diagram kartesius perindikator dan diagram kartesius secara keseluruhan. Pernyataan tidak konsisten merupakan item yang berada pada kuadran berbeda antara diagram kartesius perindikator dengan diagram kartesius secara keseluruhan. Indikator kepuasan siswa terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori adalah auto-education, menarik, bergradasi, auto-corretion, kontekstual, life dan workmanship. Item- item yang konsisten dapat dilihat pada tabel 4.21. Terdapat 26 item yang dinyatakan konsisten, sedangkan item yang dinyatakan tidak konsisten sebanyak 11 item. Konsistensi item pada Indikator Auto education terdapat pada item nomor 1 (mudah mengerti matematika), item nomor 5 (mudah mengerjakan soal), dan item nomor 6 (mengerjakan soal tanpa bantuan). Item nomor 1 berada pada kuadran II diagram kartesius perindikator maupun seluruh indikator. Kuadran II berarti tingkat kepentingan tinggi dan kinerja tinggi. Siswa menganggap penting dan puas dengan pernyataan nomor 1, 5, dan 6. Item nomor 5 dan 6 berada pada kuadran I diagram kartesius perindikator maupun seluruh indikator. Kuadran I berarti tingkat kepentingan tinggi namun tingkat kinerja rendah. Konsistennya item I, menunjukkan bahwa item tersebut dianggap penting oleh siswa namun pada kenyataannya tidak memuaskan. Konsistensi item pada Indikator menarik terdapat pada item nomor 7 (betuk menarik), item nomor 8 (warna menarik), item nomor 9 (ukuran pas) dan item

(178) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 158 nomor 10 (menarik daripada alat peraga lain). Item 7 dan 8 terdapat di kuadran II yang berarti item- item tersebut tingkat kepentingannya tinggi dan kinerja tinggi. Konsistennya item- item tersebut di kuadran II, menunjukkan bahwa item- item tersebut benar-benar dianggap penting oleh siswa dan pada kenyataannya memuaskan. Item nomor 9 berada pada kuadran I diagram kartesius perindikator maupun seluruh indikator. Item nomor 9 berada pada kuadran I berarti tingkat kepentingan tinggi namun tingkat kinerja rendah. Konsistennya item I, menunjukkan bahwa item tersebut dianggap penting oleh siswa namun pada kenyataannya tidak memuaskan. Item nomor 10 berada pada kuadran III diagram kartesius perindikator maupun seluruh indikator. Item nomor 10 berada di kuadran III yang berarti bahwa item tersebut tingkat kepentingannya rendah dan kinerjanya juga rendah. Konsistennya item nomor 10 di kuadran III, menunjukkan bahwa item tersebut benar-benar dianggap tidak penting oleh siswa dan pada kenyataannya tidak memuaskan. Konsistensi item pada Indikator bergradasi terdapat pada item nomor 11 (digunakan siswa kelas 1 sampai 6), item nomor 12 (bermacam warna), item nomor 13 (ukuran kecil dan besar) dan item nomor 14 (permukaan halus dan kasar). Item nomor 11 berada pada kuadran I diagram kartesius perindikator maupun seluruh indikator. Item nomor 11 berada pada kuadran I berarti tingkat kepentingan tinggi namun tingkat kinerja rendah. Konsistennya item I, menunjukkan bahwa item tersebut dianggap penting oleh siswa namun pada kenyataannya tidak memuaskan. Item nomor 12 berada pada kuadran II diagram kartesius perindikator maupun seluruh indikator. Item nomor 12 terdapat di

(179) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 159 kuadran II yang berarti item- item tersebut tingkat kepentingannya tinggi dan kinerja tinggi. Konsistennya item- item tersebut di kuadran II, menunjukkan bahwa item- item tersebut benar-benar dianggap penting oleh siswa dan pada kenyataannya memuaskan. Item nomor 13 dan 14 berada pada kuadran III diagram kartesius perindikator maupun seluruh indikator. Item nomor 13 dan 14 berada di kuadran III yang berarti bahwa item tersebut tingkat kepentingannya rendah dan kinerjanya juga rendah. Konsistennya item nomor 13 dan 14 di kuadran III, menunjukkan bahwa item tersebut benar-benar dianggap tidak penting oleh siswa dan pada kenyataannya tidak memuaskan. Konsistensi item pada Indikator auto correction terdapat pada item nomor 16 (menunjukkan kesalahan). Item nomor 16 berada pada kuadran III diagram kartesius perindikator maupun seluruh indikator. Item tersebut berada di kuadran III yang berarti bahwa item tersebut tingkat kepentingannya rendah dan kinerjanya juga rendah. Konsistennya item nomor 16 di kuadran III, menunjukkan bahwa item tersebut benar-benar dianggap tidak penting oleh siswa dan pada kenyataannya tidak memuaskan. Konsistensi item pada Indikator kontekstual terdapat pada item nomor 21 (bahan yang diketahui), item nomor 22 (bahan bisa ditemukan dilingkungan), item nomor 23 (bahan yang sering dilihat), item nomor 24 (pernah dilihat) dan item nomor 25 (sesuai dengan materi). Item nomor 21 dan 24 berada pada kuadran II diagram kartesius perindikator maupun seluruh indikator. Item nomor 21 dan 24 terdapat di kuadran II yang berarti item- item tersebut tingkat kepentingannya tinggi dan kinerja tinggi. Konsistennya item- item tersebut di kuadran II,

(180) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 160 menunjukkan bahwa item- item tersebut benar-benar dianggap penting oleh siswa dan pada kenyataannya memuaskan. Item nomor 22 dan 23 berada pada kuadran III diagram kartesius perindikator maupun seluruh indikator. Item nomor 22 dan 23 berada di kuadran III yang berarti bahwa item tersebut tingkat kepentingannya rendah dan kinerjanya juga rendah. Konsistennya item 3 di kuadran III, menunjukkan bahwa item tersebut benar-benar dianggap tidak penting oleh siswa dan pada kenyataannya tidak memuaskan. Item nomor 25 berada pada kuadran I diagram kartesius perindikator maupun seluruh indikator. Item 25 berada di kuadran I yang berarti bahwa item tersebut tingkat kepentingannya tinggi namun kinerjanya rendah. Konsistennya item 25 di kuadran I, menunjukkan bahwa item tersebut benar-benar dianggap penting oleh siswa namun pada kenyataannya tidak memuaskan. Konsistensi item pada Indikator life terdapat pada item nomor 27 (mudah dibawa), item nomor 28 (digunakan berulangkali), dan item nomor 30 (tidak mudah rusak). Item nomor 27 dan 30 berada pada kuadran II diagram kartesius perindikator maupun seluruh indikator. Item nomor 27 dan 30 terdapat di kuadran II yang berarti item- item tersebut tingkat kepentingannya tinggi dan kinerja tinggi. Konsistennya item- item tersebut di kuadran II, menunjukkan bahwa item- item tersebut benar-benar dianggap penting oleh siswa dan pada kenyataannya memuaskan. Item nomor 28 berada pada kuadran IV diagram kartesius perindikator maupun seluruh indikator. Item nomor 28 terdapat di kuadran IV yang berarti item- item tersebut tingkat kepentingannya rendah namun kinerjanya tinggi. Konsistennya item- item tersebut di kuadran IV, menunjukkan bahwa item-

(181) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 161 item tersebut tidak dianggap penting oleh siswa namun pada kenyataannya memuaskan. Konsistensi item pada Indikator workmanship terdapat pada item nomor 32 (mudah diperbaiki), item nomor 33 (permukaan halus), item nomor 35 (dipaku), item nomor 36 (tidak melukai) dan item nomor 37 (dicat). Item nomor 32 dan 35 berada pada kuadran III diagram kartesius perindikator maupun seluruh indikator. Item 32 dan 35 berada di kuadran III yang berarti bahwa item tersebut tingkat kepentingannya rendah dan kinerjanya juga rendah. Konsistennya item 3 di kuadran III, menunjukkan bahwa item tersebut benar-benar dianggap tidak penting oleh siswa dan pada kenyataannya tidak memuaskan. Item nomor 33 dan 34 berada pada kuadran II diagram kartesius perindikator maupun seluruh indikator. Item 33 dan 34 terdapat di kuadran II yang berarti item- item tersebut tingkat kepentingannya tinggi dan kinerja tinggi. Konsistennya item- item tersebut di kuadran II, menunjukkan bahwa item- item tersebut benarbenar dianggap penting oleh siswa dan pada kenyataannya memuaskan. Item nomor 36 berada pada kuadran IV diagram kartesius perindikator maupun seluruh indikator. Item nomor 36 terdapat di kuadran IV yang berarti item- item tersebut tingkat kepentingannya rendah namun kinerjanya tinggi. Konsistennya item- item tersebut di kuadran IV, menunjukkan bahwa item- item tersebut dianggap tidak penting oleh siswa namun pada kenyataannya memuaskan. Item nomor 37 berada pada kuadran I diagram kartesius perindikator maup un seluruh indikator. Item nomor 37 terdapat di kuadran I yang berarti item- item tersebut tingkat kepentingannya tinggi namun kinerja rendah. Konsistennya item- item tersebut di

(182) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 162 kuadran I, menunjukkan bahwa item- item tersebut benar-benar dianggap penting oleh siswa dan pada kenyataannya tidak memuaskan. Pernyataan yang konsisten dari seluruh indikator adalah pernyataan nomor 1, 5, 6, 7, 8, 9, 10, 11, 12, 13, 14, 16, 21, 22, 23, 24, 25, 27, 28, 30, 32, 33, 34, 35, 36, dan 37. Pernyataan nomor 1, 5, dan 6 mewakili indikator auto-education. Pernyataan nomor 7, 8, 9, dan 10 mewakili indikator menarik. Pernyataan nomor 11, 12, 13, dan 14 mewakili indikator bergradasi. Pernyataan nomor 16 mewakili indikator auto-correction. Pernyataan nomor 21, 22, 23, 24, dan 25 mewakili indikator kontekstual. Pernyataan nomor 27, 28, dan 30 mewakili indikator life. Pernyataan nomor 32, 33, 34, 35, 36, dan 37 mewakili indikator workmanship. Pernyataan tersebut dianggap mampu mewakili pengukuran tingkat kepuasaan siswa terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori. 2. Analisis Kuesioner Tingkat Kepuasan Guru Terhadap Penggunaan Alat Peraga Matematika Berbasis Metode Montessori Analisis kuesioner tingkat kepuasan guru terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori dianalisis dengan menggunakan Penilaian Acuan Norma (PAN) tipe II dan Importance Performance Analysis (IPA). Berikut ini adalah penjelasan dan hasil analisisnya. a. Analisis Kuesioner Tingkat Kepuasan Guru dengan Menggunakan PAN Tipe 1I Peneliti menggunakan PAN tipe II yaitu untuk mengetahui tingkat kepuasan guru terhadap alat peraga secara umum. Analisis tingkat kepuasan guru dengan PAN Tipe II dilakukan menggunakan data kuesioner kinerja yang diperoleh dari

(183) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 163 pengisian guru. PAN berorientasi pada rata-rata kelompok atau Mean (M) dan simpangan baku atau standar deviasi (S). Besar rata-rata kelompok dan standar deviasi menentukan batas lulus atau passing score. Batas lulus atau passing score berdasarkan PAN tipe II ditentukan sebesar M-1S dan diberi nilai cukup (Masidjo, 1995: 164). Guru dianggap cukup puas jika total skor kuesionernya sebesar M-1S. Klasifikasi untuk tingkat kepuasan guru dapat dilihat pada tabel 4.22. Tabel 4.22 Klasifikasi Tingkat Kepuasan guru Tingkat Penguasaan Kompetensi Di atas M + 2S M + 1S dan M + 2S M – 1S dan M + 1S M – 2S dan M – 1S Di bawah M – 2S Kl asifikasi Sangat tinggi Tinggi Cukup Rendah Sangat rendah Tabel 4.22 menunjukkan klasifikasi tingkat kepuasan guru berdasarkan PAN tipe II. Pada PAN tipe II, klasifikasi ditentukan menggunakan mean (M) dan deviasi standar (S) dari perolehan skor kuesioner guru. Kepuasan guru terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori tergolong pada lima klasifikasi, yaitu sangat tinggi, tinggi, cukup, rendah dan sangat rendah. Batas atas setiap klasifikasi merupakan batas bawah dari klasifikasi atasnya, maka batas atas setiap klasifikasi dikurangi satu (Masidjo, 1995: 166). Kepuasan guru masuk klasifikasi sangat tinggi jika batas bawah klasifikasi hitung skor kuesionernya sebesar M + 2S. Kepuasan guru masuk klasifikasi tinggi jika batas bawah klasifikasi hitung skor kuesionernya sebesar M + 1S. Kepuasan guru masuk klasifikasi cukup jika batas bawah klasifikasi hitung skor kuesionernya sebesar M – 1S. Kepuasan guru masuk klasifikasi rendah jika batas bawah klasifikasi hitung skor kuesionernya sebesar M – 2S, sedangkan apabila

(184) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 164 batas bawah klasifikasi hitung skor kuesionernya berada di bawah M – 2S, maka tingkat kepuasan guru masuk kategori sangat rendah. Mean (M) skor kuesioner kinerja guru sebesar 160, sedangkan standar deviasinya (S) sebesar 1,41. Klasifikasi tingkat kepuasan guru terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori dapat dilihat pada tabel 4.23. Klasifikasi tersebut didapat berdasarkan tingkat penguasaan kompetensi pada klasifikasi PAN tipe II. Tabel 4.23 Klasifikasi Tingkat Kepuasan Guru terhadap Penggunaan Alat Peraga Matematika Berbasis Metode Montessori Tingkat Penguasaan Kompetensi Di atas 163 161 – 163 159 – 160 157 – 158 Di bawah 157 Kl asifikasi Sangat tinggi Tinggi Cukup Rendah Sangat rendah Tabel 4.23 menunjukkan klasifikasi tingkat kepuasan guru terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori. kepuasan guru akan masuk pada kategori sangat tinggi jika total skor kuesionernya di atas 163. Kepuasan guru akan masuk pada kategori tinggi jika total skor kuesionernya antara 161 - 163. Kepuasan siswa akan masuk pada kategori cukup jika total skor kuesionernya antara 159 - 160. Kepuasan guru akan masuk pada kategori rendah jika total skor kuesionernya antara 157 - 158, sedangkan apabila total skor kuesionernya berada di bawah 157, maka tingkat kepuasan guru akan masuk pada kategori sangat rendah. Tingkat kepuasan guru terhadap alat peraga matematika berbasis metode Montessori dapat dilihat pada tabel 4.24 yaitu dengan membandingkan total skor kuesioner tiap guru dengan kategori kepuasan berdasarkan PAN tipe II dalam tabel 4.21.

(185) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 165 Tabel 4.24 Tingkat Kepuasan Guru terhadap Alat Peraga Matematika Berbasis Metode Montessori No Res ponden 1 2 Rata-rata Total Skor 159 161 160 Kl asifikasi Cukup Tinggi Cukup Tabel 4.24 menunjukkan tingkat kepuasan guru terhadap alat peraga matematika berbasis metode Montessori. Jumlah responden dalam penelitian ini sebanyak 2 guru. Diperoleh 1 guru yang memiliki tingkat kepuasan cukup dan 1 guru lagi yang memiliki tingkat kepuasan tinggi. Hasil perolehan tingkat kepuasan guru terhadap alat peraga matematika berbasis metode Montessori kemudian dirata-rata. Rata-rata dari total skor tingkat kepuasan guru terhadap alat peraga matematika berbasis metode Montessori adalah 160. Berdasarkan klasifikasi tingkat kepuasan guru terhadap alat peraga matematika berbasis metode Montessori, nilai rata-rata 160 tergolong cukup. Peneliti dapat menyimpulkan bahwa tingkat kepuasan guru terhadap alat peraga matematika berbasis metode Montessori cukup. b. Analisis Kuesioner Tingkat Kepuasan Guru dengan Menggunakan IPA Analisis kuesioner tingkat kepuasan guru terhadap alat peraga matematika berbasis metode Montessori dilakukan dengan menggunakan Importance Performance Analysis (IPA). Peneliti menggunakan IPA untuk menganalisis item mana saja yang menunjukkan kepuasan guru terhadap alat peraga matematika berbasis metode Montessori. Indikator pada kuesioner kinerja maupun kuesioner kepentingan berjumlah tujuh indikator yaitu auto education, menarik, bergradasi, auto correction, kontekstual, life dan workmanship.

(186) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 166 Analisis dilakukan pada setiap indikator terhadap jawaban guru untuk melihat tingkat kepuasan guru dengan cara membandingkan tingkat kinerja dengan tingkat kepentingan alat peraga matematika berbasis metode Montessori. Perbandingan tersebut dengan cara menghitung nilai setiap item pada kuesioner dan memasukkan nilai tersebut ke dalam diagram kartesius sehingga dapat dilihat bagaimana tingkat kepuasan guru terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori. Penilaian guru terhadap kuesioner kinerja dan kepentingan pada setiap indikator dapat dilihat pada tabel 4.25 sampai tabel 4.38. Tabel 4.25 Penilaian Guru terhadap Kinerja Indikator Auto Education No 1 2 3 4 5 6 Total Pernyataan Alat peraga memudahkan saya memahami konsep matemat ika Alat peraga membantu saya mengerjakan soal matematika Alat peraga dapat saya gunakan tanpa bantuan orang lain. Alat peraga mudah saya gunakan. Alat peraga memudahkan saya mengerjakan soal matemat ika Alat peraga membantu saya mengerjakan soal matematika tanpa bantuan orang lain. STS TS KS S SS Total Nilai 0 0 0 1 1 9 0 0 0 1 1 9 0 0 0 2 0 8 0 0 0 1 1 9 0 0 0 1 1 9 0 0 0 1 1 9 0 0 0 7 5 53 Tabel 4.25 menunjukkan penilaian guru terhadap kinerja indikator auto education. Item yang terdapat pada indikator auto education berjumlah 6 item. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa guru tidak memilih sangat tidak setuju, tidak setuju, dan kurang setuju, sedangkan setuju sebanyak 7 kali dan sangat setuju sebanyak 5 kali. Semakin tinggi total nilai pada setiap item kuesioner tingkat kinerja, maka semakin tinggi pula tingkat kinerja alat peraga bola penjumlahan Montessori. Total nilai kinerja indikator auto education digunakan untuk menentukan rata-rata kinerja ( 𝑥 ) pada diagram kartesius.

(187) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 167 Tabel 4.26 Penilaian Guru terhadap Kepentingan Indikator Auto Education No 1 2 3 4 5 6 Pernyataan Alat peraga memudahkan saya memahami konsep matemat ika Alat peraga membantu saya mengerjakan soal matematika Alat peraga dapat saya gunakan tanpa bantuan orang lain. Alat peraga mudah saya gunakan. Alat peraga memudahkan saya mengerjakan soal matematika Alat peraga membantu saya mengerjakan soal matematika tanpa bantuan orang lain. Total STP TP KP P SP Total Nilai 0 0 0 1 1 9 0 0 0 2 0 8 0 0 0 2 0 8 0 0 0 2 0 8 0 0 0 1 1 9 0 0 1 1 0 7 0 0 1 9 2 49 Tabel 4.26 menunjukkan penilaian guru terhadap kepentingan indikator auto education. Item yang terdapat pada indikator auto education berjumlah 6 item. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa guru tidak memilih sangat tidak penting, dan tidak penting, sedangkan kurang penting sebanyak 1 kali, penting sebanyak 9 kali dan sangat penting sebanyak 2 kali. Semakin tinggi total nilai setiap item pada kuesioner tingkat kepentingan, maka semakin tinggi pula tingkat kepentingan alat peraga bola penjumlahan Montessori. Total nilai kepentingan indikator auto-education digunakan untuk menentukan rata-rata kepentingan ( 𝑦 ) pada diagram kartesius. Tabel 4.27 Penilaian Guru terhadap Kinerja Indikator Menarik No Pernyataan 7 Alat peraga mempunyai bentuk yang menarik Alat peraga mempunyai warna yang menarik Alat peraga mempunyai ukuran yang proporsional Alat peraga lebih menarik daripada alat peraga lain 8 9 10 Total STS TS KS S SS 0 0 0 2 0 Total Nilai 8 0 0 0 1 1 9 0 0 0 2 0 8 0 0 0 2 0 8 0 0 0 7 1 33

(188) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 168 Tabel 4.27 menunjukkan penilaian guru terhadap kinerja indikator menarik. Item yang terdapat pada indikator menarik berjumlah 4 item. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa guru tidak memilih sangat tidak setuju, tidak setuju, dan kurang setuju, sedangkan setuju sebanyak 7 kali dan sangat setuju sebanyak 1 kali. Semakin tinggi total nilai pada setiap item kuesioner tingkat kinerja, maka semakin tinggi pula tingkat kinerja alat peraga bola penjumlahan Montessori. Total nilai kinerja indikator menarik digunakan untuk menentukan rata-rata kinerja ( 𝑥 ) pada diagram kartesius. Tabel 4.28 Penilaian Guru terhadap Kepentingan Indikator Menarik No Pernyataan 7 Alat peraga mempunyai bentuk yang menarik Alat peraga mempunyai warna yang menarik Alat peraga mempunyai ukuran yang proporsional Alat peraga lebih menarik daripada alat peraga lain 8 9 10 Total STS TS KS S SS 0 0 0 0 2 Total Nilai 10 0 0 0 1 1 9 0 0 0 1 1 9 0 0 0 2 0 8 0 0 0 4 4 36 Tabel 4.28 menunjukkan penilaian guru terhadap kepentingan indikator menarik. Item yang terdapat pada indikator menarik berjumlah 4 item. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa guru tidak memilih sangat tidak setuju, tidak setuju, dan kurang setuju, sedangkan setuju sebanyak 4 kali dan sangat setuju sebanyak 4 kali. Semakin tinggi total nilai setiap item pada kuesioner tingkat kepentingan, maka semakin tinggi pula tingkat kepentingan alat peraga bola penjumlahan Montessori. Total nilai kepentingan indikator menarik digunakan untuk menentukan rata-rata kepentingan ( 𝑦 ) pada diagram kartesius.

(189) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 169 Tabel 4.29 Penilaian Guru terhadap Kinerja Indikator Bergradasi No Pernyataan 11 Alat peraga dapat digunakan untuk memahami konsep materi matemat ika dari kelas 1 sampai kelas 6 Alat peraga mempunyai bermacammacam warna Alat peraga mempunyai tingkatan ukuran dari kecil ke besar Alat peraga mempunyai permukan dari halus ke kasar Alat peraga mempunyai tingkatan ukuran dari pendek ke panjang 12 13 14 15 Total STS TS KS 0 0 0 0 0 0 S SS Total Nilai 1 1 9 0 2 0 8 0 0 2 0 8 0 0 0 2 0 8 0 0 0 2 0 8 0 0 0 9 1 41 Tabel 4.29 menunjukkan penilaian guru terhadap kinerja indikator bergradasi. Item yang terdapat pada indikator bergradasi berjumlah 5 item. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa guru tidak memilih sangat tidak setuju, tidak setuju, dan kurang setuju, sedangkan setuju sebanyak 9 kali dan sangat setuju sebanyak 1 kali. Semakin tinggi total nilai pada setiap item kuesioner tingkat kinerja, maka semakin tinggi pula tingkat kinerja alat peraga bola penjumlahan Montessori. Total nilai kinerja indikator bergradasi digunakan untuk menentukan rata-rata kinerja ( 𝑥 ) pada diagram kartesius. Tabel 4.30 Penilaian Guru terhadap Kepentingan Indikator Bergradasi No Pernyataan 11 Alat peraga dapat digunakan untuk memahami konsep materi matemat ika dari kelas 1 sampai kelas 6 Alat peraga mempunyai bermacam-macam warna Alat peraga mempunyai tingkatan ukuran dari kecil ke besar Alat peraga mempunyai permukan dari halus ke kasar Alat peraga mempunyai tingkatan ukuran dari pendek ke panjang 12 13 14 15 Total STS TS KS S SS Total Nilai 0 0 0 1 1 9 0 0 0 2 0 8 0 0 0 1 1 9 0 0 0 2 0 8 0 0 0 2 0 8 0 0 0 8 2 42

(190) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 170 Tabel 4.30 menunjukkan penilaian guru terhadap kepentingan indikator bergradasi. Item yang terdapat pada indikator bergradasi berjumlah 5 item. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa guru tidak memilih sangat tidak setuju, tidak setuju, dan kurang setuju, sedangkan setuju sebanyak 8 kali dan sangat setuju sebanyak 2 kali. Semakin tinggi total nilai setiap item pada kuesioner tingkat kepentingan, maka semakin tinggi pula tingkat kepentingan alat peraga bola penjumlahan Montessori. Total nilai kepentingan indikator bergradasi digunakan untuk menentukan rata-rata kepentingan ( 𝑦 ) pada diagram kartesius. Tabel 4.31 Penilaian Guru terhadap Kinerja Indokator Auto Correction No 16 17 18 19 20 Total Pernyataan Alat peraga dapat menunjukan kesalahan jawaban saya Alat peraga membantu saya memperbaiki kesalahan dalam mengerjakan soal matemat ika Alat peraga membantu saya menemukan jawaban yang benar Alat peraga membantu menemukan kesalahan yang saya buat Alat peraga memiliki kunci jawaban STS TS KS S SS Total Nilai 0 0 0 0 2 10 0 0 0 0 2 10 0 0 0 0 2 10 0 0 0 0 2 10 0 0 0 0 0 0 2 2 0 8 8 48 Tabel 4.31 menunjukkan penilaian guru terhadap kinerja indikator auto correction. Item yang terdapat pada indikator auto correction berjumlah 5 item. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa guru tidak memilih sangat tidak setuju, tidak setuju, dan kurang setuju, sedangkan setuju sebanyak 2 kali dan sangat setuju sebanyak 8 kali. Semakin tinggi total nilai pada setiap item kuesioner tingkat kinerja, maka semakin tinggi pula tingkat kinerja alat peraga bola penjumlahan Montessori. Total nilai kinerja indikator auto correction digunakan untuk menentukan rata-rata kinerja ( 𝑥 ) pada diagram kartesius.

(191) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 171 Tabel 4.32 Penilaian Guru terhadap Kepentingan Indokator Auto Correction No 16 17 18 19 20 Total Pernyataan Alat peraga dapat menunjukan kesalahan jawaban saya Alat peraga membantu saya memperbaiki kesalahan dalam mengerjakan soal matemat ika Alat peraga membantu saya menemukan jawaban yang benar Alat peraga membantu menemukan kesalahan yang saya buat Alat peraga memiliki kunci jawaban STS TS KS S SS Total Nilai 0 0 0 0 2 10 0 0 0 0 2 10 0 0 0 0 2 10 0 0 0 1 1 9 0 0 0 0 0 0 2 3 0 7 8 47 Tabel 4.32 menunjukkan penilaian guru terhadap kepentingan indikator auto correction. Item yang terdapat pada indikator auto correction berjumlah 5 item. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa guru tidak memilih sangat tidak setuju, tidak setuju, dan kurang setuju, sedangkan setuju sebanyak 3 kali dan sangat setuju sebanyak 7 kali. Semakin tinggi total nilai setiap item pada kuesioner tingkat kepentingan, maka semakin tinggi pula tingkat kepentingan alat peraga bola penjumlahan Montessori. Total nilai kepentingan indikator auto correction digunakan untuk menentukan rata-rata kepentingan ( 𝑦 ) pada diagram kartesius. Tabel 4.33 Penilaian Guru terhadap Kinerja Indikator Kontekstual No 21 22 23 24 25 Total Pernyataan Alat peraga dibuat menggunakan bahan yang saya ketahui Alat peraga menggunakan bahan yang dapat saya temukan di lingkungan sekitar. Alat peraga terbuat dari bahan yang sering saya lihat. Alat peraga ini pernah saya lihat Alat peraga sesuai dengan materi pembelajaran STS TS KS S SS Total Nilai 0 0 0 2 0 8 0 0 0 2 0 8 0 0 0 2 0 8 0 0 1 1 0 7 0 0 0 1 1 9 0 0 1 8 1 40

(192) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 172 Tabel 4.33 menunjukkan penilaian guru terhadap kinerja indikator kontekstual. Item yang terdapat pada indikator kontekstual berjumlah 5 item. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa guru tidak memilih sangat tidak setuju, dan tidak setuju, sedangkan kurang setuju sebanyak 1 item, setuju sebanyak 8 kali dan sangat setuju sebanyak 1 kali. Semakin tinggi total nilai pada setiap item kuesioner tingkat kinerja, maka semakin tinggi pula tingkat kinerja alat peraga bola penjumlahan Montessori. Total nilai kinerja indikator kontekstual digunakan untuk menentukan rata-rata kinerja ( 𝑥 ) pada diagram kartesius. Tabel 4.34 Penilaian Guru terhadap kepentingan Indikator Kontekstual No 21 22 23 24 25 Total Pernyataan Alat peraga dibuat menggunakan bahan yang saya ketahui Alat peraga menggunakan bahan yang dapat saya temukan di lingkungan sekitar. Alat peraga terbuat dari bahan yang sering saya lihat. Alat peraga ini pernah saya lihat Alat peraga sesuai dengan materi pembelajaran STS TS KS S SS Total Nilai 0 0 0 1 1 9 0 0 0 1 1 9 0 0 0 0 2 10 0 0 0 2 0 8 0 0 0 1 1 9 0 0 0 5 5 45 Tabel 4.34 menunjukkan penilaian guru terhadap kepentingan indikator kontekstual. Item yang terdapat pada indikator kontekstual berjumlah 5 item. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa guru tidak memilih sangat tidak setuju, tidak setuju, dan kurang setuju, sedangkan setuju sebanyak 5 kali dan sangat setuju sebanyak 5 kali. Semakin tinggi total nilai setiap item pada kuesioner tingkat kepentingan, maka semakin tinggi pula tingkat kepentingan alat peraga bola penjumlahan Montessori. Total nilai kepentingan indikator kontekstual digunakan untuk menentukan rata-rata kepentingan ( 𝑦 ) pada diagram kartesius.

(193) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 173 Tabel 4.35 Penilaian Guru terhadap Kinerja Indikator Life No Pernyataan 26 27 28 29 Alat peraga terbuat dari bahan yang kuat Alat peraga mudah dibawa Alat peraga dapat digunakan berulang kali Alat peraga tetap kuat ketika jarang digunakan Alat peraga tidak mudah rusak Alat peraga mudah dibersihkan 30 31 Total STS TS KS S SS 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 2 2 1 1 0 0 1 1 Total Nilai 8 8 9 9 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 1 8 1 1 4 9 9 52 Tabel 4.35 menunjukkan penilaian guru terhadap kinerja indikator life. Item yang terdapat pada indikator life berjumlah 6 item. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa guru tidak memilih sangat tidak setuju, tidak setuju, dan kurang setuju, sedangkan setuju sebanyak 8 kali dan sangat setuju sebanyak 4 kali. Semakin tinggi total nilai pada setiap item kuesioner tingkat kinerja, maka semakin tinggi pula tingkat kinerja alat peraga bola penjumlahan Montessori. Total nilai kinerja indikator life digunakan untuk menentukan rata-rata kinerja (𝑥 ) pada diagram kartesius. Tabel 4.36 Penilaian Guru terhadap Kepentingan Indikator Life No Pernyataan 26 27 28 29 Alat peraga terbuat dari bahan yang kuat Alat peraga mudah dibawa Alat peraga dapat digunakan berulang kali Alat peraga tetap kuat ketika jarang digunakan Alat peraga tidak mudah rusak Alat peraga mudah dibersihkan 30 31 Total STS TS KS S SS 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 0 1 2 1 2 1 Total Nilai 8 8 9 9 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 1 4 1 1 8 9 9 52 Tabel 4.36 menunjukkan penilaian guru terhadap kepentingan indikator life. Item yang terdapat pada indikator life berjumlah 6 item. Hasil yang diperoleh

(194) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 174 menunjukkan bahwa guru tidak memilih sangat tidak setuju, tidak setuju, dan kurang setuju, sedangkan setuju sebanyak 4 kali dan sangat setuju sebanyak 8 kali. Semakin tinggi total nilai setiap item pada kuesioner tingkat kepentingan, maka semakin tinggi pula tingkat kepentingan alat peraga bola penjumlahan Montessori. Total nilai kepentingan indikator auto education digunakan untuk menentukan rata-rata kepentingan ( 𝑦) pada diagram kartesius. Tabel 4.37 Penilaian Guru terhadap Kinerja Indikator Workmanship No 32 33 34 35 36 37 Total Pernyataan Alat peraga mudah saya perbaiki Alat peraga memiliki permukaan yang halus Alat peraga direkatkan dengan kuat Alat peraga dipaku dengan kuat Alat peraga tidak melu kai saya ket ika digunakan Alat peraga dicat dengan rapi STS TS KS S SS 0 0 0 1 1 Total Nilai 9 0 0 0 1 1 9 0 0 0 0 0 0 0 0 2 2 10 10 0 0 0 2 0 8 0 0 0 0 0 0 2 6 0 6 8 54 Tabel 4.37 menunjukkan penilaian guru terhadap kinerja indikator workmanship. Item yang terdapat pada indikator workmanship berjumlah 6 item. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa guru tidak memilih sangat tidak setuju, tidak setuju, dan kurang setuju, sedangkan setuju sebanyak 6 kali dan sangat setuju sebanyak 6 kali. Semakin tinggi total nilai setiap item pada kuesioner tingkat kepentingan, maka semakin tinggi pula tingkat kepentingan alat peraga bola penjumlahan Montessori. Total nilai kepentingan indikator workmanship digunakan untuk menentukan rata-rata kinerja ( 𝑥 ) pada diagram kartesius.

(195) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 175 Tabel 4.38 Penilaian Gurua terhadap Kepentingan Indikator Workmanship No Pernyataan 32 33 Alat peraga mudah saya perbaiki Alat peraga memiliki permukaan yang halus Alat peraga direkatkan dengan kuat Alat peraga dipaku dengan kuat Alat peraga tidak melu kai saya ket ika digunakan Alat peraga dicat dengan rapi 34 35 36 37 Total STS TS KS S SS 0 0 0 2 0 Total Nilai 8 0 0 0 2 0 8 0 0 0 0 0 0 0 0 2 2 10 10 0 0 0 1 1 9 0 0 0 0 0 0 1 6 1 6 9 54 Tabel 4.38 menunjukkan penilaian guru terhadap kepentingan pada indikator workmanship. Item yang terdapat pada indikator workmanship berjumlah 6 item. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa guru tidak memilih sangat tidak setuju, tidak setuju, dan kurang setuju, sedangkan setuju sebanyak 6 kali dan sangat setuju sebanyak 6 kali. Semakin tinggi total nilai setiap item pada kuesioner tingkat kepentingan, maka semakin tinggi pula tingkat kepentingan alat peraga bola penjumlahan Montessori. Total nilai kepentingan indikator workmanship digunakan untuk menentukan rata-rata kepentingan ( 𝑦 ) pada diagram kartesius. Tabel 4.39 Perhitungan Rata-rata Penilaian Pelaksanaan Kinerja dan Kepentingan pada Indikator Tingkat Kepuasan Guru No I 1 2 3 Indikator Auto education Alat peraga memudahkan saya memahami konsep matemat ika Alat peraga membantu saya mengerjakan soal matemat ika Alat peraga dapat saya gunakan tanpa bantuan Kata Kunci Mudah memahami konsep matemat ika Membantu mengerjakan soal Digunakan tanpa bantuan Penilaian Ki nerja Kepenti ngan 9 9 𝑥 𝑦 4,5 4,5 9 8 4,5 4 8 8 4 4

(196) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 176 No 4 5 6 II 7 8 9 10 III 11 12 13 14 15 IV 16 17 18 Indikator orang lain. Alat peraga mudah saya gunakan. Alat peraga memudahkan saya mengerjakan soal matemat ika Alat peraga membantu saya mengerjakan soal matemat ika tanpa bantuan orang lain. Rata-Rata Menarik Alat peraga mempunyai bentuk yang menarik Alat peraga mempunyai warna yang menarik Alat peraga mempunyai ukuran yang proporsional Alat peraga lebih menarik daripada alat peraga lain Rata-Rata Bergradasi Alat peraga dapat digunakan untuk memahami konsep materi matematika dari kelas 1 sampai kelas 6 Alat peraga mempunyai bermacam-macam warna Alat peraga mempunyai tingkatan ukuran dari kecil ke besar Alat peraga mempunyai permu kan dari halus ke kasar Alat peraga mempunyai tingkatan ukuran dari pendek ke panjang Rata-Rata Auto correction Alat peraga dapat menunjukan kesalahan jawaban saya Alat peraga membantu saya memperbaiki kesalahan dalam mengerjakan soal matemat ika Alat peraga membantu Kata Kunci Mudah digunakan Memudahkan mengerjakan soal Mengerjakan soal tanpabantuan Penilaian Ki nerja Kepenti ngan 9 8 4,5 9 7 4,5 3,5 4,42 4,08 4 5 4,5 4,5 4 4,5 4 4 4,1 4,5 4,5 4,5 4 4 4 4,5 4 4 4 4 4,1 4,2 5 5 5 5 5 5 9 9 8 9 Menarik daripada alat peraga lain 8 Menjukkan kesalahan 9 8 8 8 8 10 Memperbaiki kesalahan 10 menemu kan 4 4,5 10 Permukaan halus dan kasar Ukuran pendek dan panjang 4,5 9 8 Bermacam warna Ukuran kecil dan besar 𝑦 9 Bentuk menarik Warna menarik Ukuran proporsional Digunakan siswa kelas 1 sampai 6 𝑥 10 8 9 8 9 8 8 10 10 10

(197) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 177 No 19 20 V 21 22 23 24 25 VI 26 27 28 29 30 31 VII 32 33 34 35 36 Indikator Kata Kunci saya menemu kan jawaban yang benar Alat peraga membantu menemu kan kesalahan yang saya buat Alat peraga memiliki kunci jawaban Rata-Rata Kontekstual Alat peraga dibuat menggunakan bahan yang saya ketahui Alat peraga menggunakan bahan yang dapat saya temukan di lingkungan sekitar. Alat peraga terbuat dari bahan yang sering saya lihat. Alat peraga ini pernah saya lihat Alat peraga sesuai dengan materi pembelajaran Rata-Rata Life Alat peraga terbuat dari bahan yang kuat Alat peraga mudah dibawa Alat peraga dapat digunakan berulang kali Alat peraga tetap kuat ketika jarang digunakan jawaban benar Alat peraga tidak mudah rusak Alat peraga mudah dibersihkan Rata-Rata Workmanship Alat peraga mudah saya perbaiki Alat peraga memiliki permu kaan yang halus Alat peraga direkatkan dengan kuat Alat peraga dipaku dengan kuat Alat peraga tidak melukai saya ketika digunakan Menemukan kesalahan yang dibuat Kunci jawaban Bahan yang diketahui Bahan bisa ditemu kan di lingkungan Bahan yang sering dilihat Pernah dilihat Sesuai dengan materi Penilaian Ki nerja Kepenti ngan 10 8 8 8 9 8 9 9 5 4,5 4 4 4,8 4,7 4 4,5 4 4,5 10 4 5 7 8 3,5 4 9 9 4,5 4,5 4 4,5 4 4 4 4 4,5 4,5 4,5 4,5 4,5 4,5 4,5 4,5 4,33 4,33 4,5 4 4,5 4 5 5 8 8 8 8 Digunakan berulang kali Kuat ketika jarang digunakan Tidak mudah rusak Mudah dibersihkan 9 9 9 9 Dipaku 𝑦 8 Bahan yang kuat Mudah dibawa Mudah diperbaiki Permukaan halus Direkat kan 𝑥 9 9 9 9 9 9 10 8 8 10 10 10 5 5 8 9 4 4,5 Tidak melu kai

(198) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 178 No 37 Indikator Alat peraga dicat dengan rapi Rata-rata Kata Kunci Dicat rapi Penilaian Ki nerja Kepenti ngan 9 8 𝑦 𝑥 4 4,5 4,5 4,5 Tabel 4.39 menunjukkan hasil perhitungan rata-rata dari penilaian kinerja dan penilaian kepentingan pada indikator tingkat kepuasan guru terhadap alat peraga matematika berbasis metode Montessori. Penilaian seluruh guru dijadikan satu kemudian dihitung rata-rata kinerja dan kepentingan setiap item. Rata-rata tersebut menentukan letak titik tiap pernyataan pada diagram kartesius. Peneliti akan menggambarkan letak masing- masing pernyataan pada diagram kartesius berdasarkan tabel 4.18 dan dibuat perindikator. Letak tiap pernyataan pada diagram kartesius ditentukan oleh pertemuan dua titik, yaitu titik ( 𝑥 ) dan titik (𝑦). 𝑥 merupakan rata-rata skor kinerja. 𝑦 merupakan rata-rata skor kepentingan (Maman, 2008). Garis tengah diagram kartesius dibuat dengan menarik garis dari titik pada rata-rata ( 𝑥 ) dan ( 𝑦). Indikator auto education dengan rata-rata skor kinerja dan kepentingan yaitu 4,42 dan 4,08. Indikator menarik dengan rata-rata skor kinerja dan kepentingan yaitu 4,1 dan 4,5. Indikator bergradasi dengan rata-rata skor kinerja dan kepentingan yaitu 4,1 dan 4,2. Indikator auto correction dengan rata-rata skor kinerja dan kepentingan yaitu 4,8 dan 4,7. Indikator kontekstual dengan rata-rata skor kinerja dan kepentingan yaitu 4 dan 4,5. Indikator life dengan rata-rata skor kinerja dan kepentingan yaitu 4,33 dan 4,33.Indikatorworkmanship dengan ratarata skor kinerja dan kepentingan yaitu 4,5 dan 4,5.Diagram kartesius untuk setiap

(199) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 179 indikator tingkat kepuasan guru terhadap alat peraga matematika berbasis metode Montessori dapat dilihat pada gambar 4.9 sampai gambar 4.15. Gambar 4.9 Diagram Kartesius Indikator Auto Education Tingkat Kepuasan Guru terhadap Penggunaan Alat Peraga Matematika Berbasis Metode Montessori Gambar 4.9 menunjukkan item- item indikator auto education yang berada pada kuadran diagram kartesius tingkat kepuasan guru terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori. Kuadran I tidak terdapat item. Item nomor 1 (mudah memahami konsep matematika) dan item nomor 5 (memudahkan mengerjakan soal) berada pada kuadran II. Item nomor 3 (digunakan tanpa bantuan) berada pada kuadran III. Item nomor 2 (membantu mengerjakan soal), item nomor 4 (mudah digunakan) dan (mengerjakan soal tanpa bantuan) berada pada kuadran IV. item nomor 6

(200) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 180 Gambar 4.10 Diagram Kartesius Indikator Menarik Tingkat Kepuasan Guru terhadap Alat Peraga Matematika Berbasis Metode Montessori Gambar 4.10 menunjukkan item- item pada indikator menarik yang berada pada kuadran diagram kartesius tingkat kepuasan guru terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori. Sebaran item- item tersebut yaitu, item nomor 7 (bentuk menarik) berada pada kuadran I. Item nomor 8 (warna menarik) berada diantara garis batas kuadran II dan IV. Item nomor 9 (ukuran proporsional) berada diantara garis batas kuadran I dan III. Item nomor 10 (menarik daripada alat peraga lain) berada pada kuadran III. Gambar 4.10 menunjukkan tidak ada pernyataan untuk indikator menarik yang terdapat pada kuadran IV.

(201) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 181 Gambar 4.11 Diagram Kartesius Indikator Bergradasi Tingkat Kepuasan Guru terhadap Penggunaan Alat Peraga Matematika Berbasis Metode Montessori Gambar 4.11 menunjukkan item- item pada indikator bergradasi yang berada pada kuadran diagram kartesius tingkat kepuasan guru terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori. Sebaran itemitem tersebut yaitu, item nomor 13 (ukuran kecil dan besar) berada pada kuadran I. Item nomor 11 (digunakan siswa kelas 1 sampai 6) berada pada kuadran II. Item nomor 12 (bermacam warna), item nomor 14 (permukaan halus dan kasar), dan item nomor 15 (ukuran panjang dan pendek) berada pada kuadran III. Gambar 4.11 menunjukkan bahwa tidak ada pernyataan untuk indikator bergradasi yang terdapat pada kuadran IV.

(202) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 182 Gambar 4.4 Diagram Kartesius Indikator Auto Correction Tingkat Kepuasan Guru terhadap Penggunaan Alat Peraga Matematika Berbasis Metode Montessori Gambar 4.12 menunjukkan item- item indikator auto correction yang berada pada kuadran diagram kartesius tingkat kepuasan guru terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori. Sebaran itemitem tersebut yaitu, bahwa tidak terdapat item pada kuadran I. Item nomor 16 (menunjukkan kesalahan), item nomor 17 (memperbaiki kesalahan) dan item nomor 18 (menemukan jawaban benar) berada pada kuadran II. Item nomor 20 (kunci jawaban) berada pada kuadran III, sedangkan item nomor 19 (menemukan kesalahan yang dibuat) berada pada kuadran IV.

(203) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 183 Gambar 4.13 Diagram Kartesius Indikator Kontekstual Tingkat Kepuasan Guru terhadap Penggunaan Alat Peraga Matematika Berbasis Metode Montessori Gambar 4.13 menunjukkan item- item pada indikator kontekstual yang berada pada kuadran diagram kartesius tingkat kepuasan guru terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori. Sebaran itemitem tersebut yaitu, bahwa tidak terdapat item pada kuadran I diagram kartesius. item nomor 21 (bahan yang diketahui), item nomor 22 (bahan bisa ditemukan dilingkungan), dan item nomor 25 (sesuai dengan materi) berada diantara garis batas kuadran II dan kuadran IV. Item nomor 23 (bahan yang sering dilihat) berada pada kuadran II. Item nomor 24 (pernah dilihat) berada pada kuadran III. Gambar 4.13 menunjukkan bahwa tidak ada pernyataan untuk indikator kontekstual yang terdapat pada kuadran IV.

(204) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 184 Gambar 4.14 Diagram Kartesius Indikator Life Tingkat Kepuasan Guru terhadap Penggunaan Alat Peraga Matematika Berbasis Metode Montessori Gambar 4.14 menunjukkan item- item pada indikator life yang berada pada kuadran diagram kartesius tingkat kepuasan guru terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori. Sebaran item- item tersebut yaitu, bahwa tidak terdapat item pada kuadran I diagram kartesius. item nomor 26 (bahan tang kuat), item nomor 27 (mudah dibawa), dan item nomor 30 (tidak mudah rusak) berada diantara garis batas kuadran II dan kuadran IV. Item nomor 28 (digunakan berulangkali) berada pada kuadran II. Item nomor 29 (kuat ketika jarang digunakan) berada pada kuadran III. Gambar 4.14 menunjukkan bahwa tidak ada pernyataan untuk indikator life yang terdapat pada kuadran IV.

(205) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 185 Gambar 4.15 Diagram Kartesius Indikator Workmanship Tingkat Kepuasan Guru terhadap Penggunaan Alat Peraga Matematika Berbasis Metode Montessori Gambar 4.15 menunjukkan item- item indikator workmanship yang berada pada kuadran diagram kartesius tingkat kepuasan guru terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori. Sebaran item- item tersebut yaitu, bahwa tidak terdapat item pada kuadran I diagram kartesius. Item nomor 34 (direkatkan) dan item nomor 35 (dipaku) berada pada kuadran II. Item nomor 36 (tidak melukai) dan item nomor 37 (dicat rapi) berada pada kuadran III. Item nomor 32 (mudah diperbaiki) dan item nomor 33 (permukaan halus) berada diantara garis batas kuadran III dan kuadran IV. Persebaran pernyataan kuesioner guru pada diagram kartesius untuk setiap indikator tingkat kepuasan dapat dilihat pada tabel 4.40.

(206) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 186 Tabel 4.40 Persebaran Item Kuesioner Guru pada Diagram Kartesius untuk Setiap Indikator Tingkat Kepuasan Kuadran Indikator Auto education Menarik Bergradasi Auto correction Kata Kunci 1. Mudah memahami konsep matemat ika 2. Membantu mengerjakan soal 3. Digunakan tanpa bantuan 4. Mudah digunakan 5. Mudah mengerjakan soal 6. Mengerjakan soal tanpa bantuan 7. Bentuk yang menarik 8. Warna yang menarik 9. Ukuran yang proporsional 10. Menarik daripada alat peraga lain 11. Memahami konsep matemat ika dari kelas 1 sampai kelas 6 12. Bermacam warna 13. Ukuran dari kecil ke besar 14. Permukaan dari halus ke kasar 15. Ukuran dari pendek ke panjang 16. Menunjukkan kesalahan 17. Memperbaiki kesalahan Prioritas Utama I Pertahankan Prestasi II Prioritas Rendah III Berlebihan NA IV √ ♯ ♣ ♯ √ ♯ ☼ • • ♣ √ ♣ ☼ ♣ ♣ √ √

(207) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 187 Kuadran Indikator Kata Kunci 18. Menemukan jawaban benar 19. Menemukan kesalahan yang dibuat 20. Kunci jawaban 21. Bahan yang diketahui 22. Bahan dapat ditemu kan dilingkungan Kontekstual 23. Bahan yang sering dilihat 24. Pernah dilihat 25. Sesuai materi pelajaran 26. Bahan yang kuat 27. Mudah dibawa 28. Digunakan berulang kali Life 29. Kuat ketika jarang digunakan 30. Tidak mudah rusak 31. Mudah dibersihkan 32. Mudah diperbaiki 33. Permukaan halus Worhmanship 34. Direkat kan 35. Dipaku 36. Tidak melu kai 37. Dicat Total Persentase Prioritas Utama I Pertahankan Prestasi II Prioritas Rendah III Berlebihan NA IV √ ♯ ♣ • • √ ♣ • • • √ ♣ • √ • • √ √ 2 5,4% 11 29,73% ♣ ♣ 10 27,02% 4 10,81% 10 27,02% Tabel 4.40 menunjukkan rangkuman persebaran item kuesioner guru pada diagram kartesius untuk setiap indikator tingkat kepuasan. Hasil pada Tabel 4.38 diperoleh berdasarkan diagram-diagram kartesius setiap indikator tingkat

(208) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 188 kepuasan yang dapat dilihat pada gambar 4. 9 sampai gambar 4.15. Setiap item dalam indikator tersebar pada kuadran I, II, III dan IV pada diagram kartesius. Peneliti menggunakan lima simbol untuk memudahkan dalam menganalisis data pada setiap kuadran. Kelima simbol tersebut yaitu simbol ☼, simbol √, simbol ♣, simbol ♯, dan simbol •. Simbol ☼ digunakan sebagai tanda untuk mewakili item- item yang berada pada kuadran I. Simbol ☼ artinya bahwa item tersebut memiliki tingkat kepentingan tinggi tetapi tingkat kinerja terhadap alat peraga masih rendah. Jumlah item yang terdapat pada kuadran I sebanyak 2 item dengan persentase 5,4%. Item- item tersebut adalah item nomor 7 dan 13. Simbol √ digunakan sebagai tanda untuk mewakili item- item yang berada pada kuadran II. Simbol √ artinya item tersebut memiliki tingkat kepentingan tinggi dan tingkat kinerja tinggi pula. Jumlah item yang terdapat pada kuadran II adalah 11 item dengan persentase 29,73%. Item- item tersebut adalah item nomor 1, 5, 11, 16, 17, 18, 23, 28, 31, 34, dan 35. Simbol ♣ digunakan sebagai tanda untuk mewakili item- item yang berada pada kuadran III. Simbol ♣ artinya item tersebut memiliki tingkat kepentingan rendah dan tingkat kinerja rendah. Jumlah item yang terdapat pada kuadran III adalah 10 item dengan persentase 27,02%. Item- item tersebut adalah item nomor 3, 10, 12, 14, 15, 20, 24, 29, 36, dan 37. Simbol ♯ digunakan sebagai tanda untuk mewakili item- item yang berada pada kuadran IV. Simbol ♯ artinya item tersebut memiliki tingkat kepentingan rendah tetapi tingkat kinerja tinggi. Jumlah item yang terdapat pada kuadran IV

(209) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 189 adalah 4 item dengan presentase 10,81%. Item- item tersebut adalah item nomor 2, 4, 6, dan 19. Simbol • digunakan sebagai tanda untuk mewakili item- item yang berada pada garis batas pada antar kuadran atau disebut dengan istilah Non Applicable (NA). Jumlah item yang tergolong NA adalah 10 item dengan presentase 27,02%. Item- item tersebut adalah item nomor 8, 9, 21, 22, 25, 26, 27, 30, 32, dan 33. Diagram kartesius secara keseluruhan pada indikator tingkat kepuasan siswa terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode montessori dapat dilihat pada gambar 4.16. Gambar 4.16 Rangkuman Persebaran Item Kuesioner Guru pada Diagram Kartesius Gambar 4.16 menunjukkan sebaran item secara keseluruhan pada indikator tingkat kepuasan guru terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis

(210) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 190 metode Montessori. Item- item pada 7 indikator tersebar di kuadran I, II, III, dan IV pada diagram kartesius. Terdapat perbedaan letak item pada kuadran ketika dilakukan perindikator dengan letak item pada kuadran ketika dilakukan secara keseluruhan indikator. Perbedaan persebaran item dapat dilihat dengan membandingkan gambar 4.9 sampai 4.15 dengan gambar 4.16. Hal ini disebabkan rata-rata skor kinerja (𝑥 ) dan rata-rata skor kepentingan (𝑦) pada diagram kartesius perindikator dengan diagram kartesius secara keseluruhan terdapat perbedaan. Jumlah subjek juga dapat mempengaruhi letak item pada diagram kartesius. Keterbatasan program SPSS versi 16.0 yang hanya dapat memunculkan maksimal empat item dalam satu titik menyebabkan ada beberapa item yang tidak tampak dalam output diagram kartesius. Item- item secara keseluruhan hanya dapat dilihat ketika proses pembuatan diagram kartesius. Peneliti telah mencatat secara manual keseluruhan item pada setiap kuadran dalam diagram kartesius. Item yang terdapat pada kuadran I adalah nomor 7, 9, 13, 21, 22, 23, 36, dan 37. Item yang terdapat pada kuadran II adalah nomor 1, 5, 8, 11, 16, 17, 18, 19, 25, 28, 29, 30, 31, 34, dan 35. Item yang terdapat pada kuadran III adalah nomor 3, 10, 12, 14, 15, 20, 24, 26, dan 27. Item yang terdapat pada kuadran IV adalah nomor 2, 4, 6, 32, dan 33. Rangkuman persebaran item kuesioner guru pada diagram kartesius untuk indikator tingkat kepuasan secara keseluruhan dapat dilihat pada tabel 4.41.

(211) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 191 Tabel 4.41 Persebaran Pernyataan Kuesioner Guru pada Diagram Kartesius untuk Seluruh Indikator Tingkat Kepuasan Kuadran Indikator Auto education Menarik Bergradasi Autocorrection Kontekstual Life Kata Kunci 1. Mudah memahami konsep matemat ika 2. Membantu mengerjakan soal 3. Digunakan tanpa bantuan 4. Mudah digunakan 5. Mudah mengerjakan soal 6. Mengerjakan soal tanpa bantuan 7. Bentuk yang menarik 8. Warna yang menarik 9. Ukuran yang proporsional 10. Menarik daripada alat peraga lain 11. Memahami konsep matemat ika dari kelas 1 sampai kelas 6 12. Bermacam warna 13. Ukuran dari kecil ke besar 14. Permukaan dari halus ke kasar 15. Ukuran dari pendek ke panjang 16. Menunjukkan kesalahan 17. Memperbaiki kesalahan 18. Menemukan jawaban benar 19. Menemukan kesalahan yang dibuat 20. Kunci jawaban 21. Bahan yang diketahui 22. Bahan dapat ditemu kan dilingkungan 23. Bahan yang sering dilihat 24. Pernah dilihat 25. Sesuai materi pelajaran 26. Bahan yang kuat Prioritas Utama I Pertahankan Prestasi II Prioritas Rendah III Berlebihan IV √ ♯ ♣ ♯ √ ♯ ☼ √ ☼ ♣ √ ♣ ☼ ♣ ♣ √ √ √ √ ♣ ☼ ☼ ☼ ♣ √ ♣

(212) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 192 Kuadran Indikator Worhmanship Kata Kunci 27. Mudah dibawa 28. Digunakan berulang kali 29. Kuat ketika jarang digunakan 30. Tidak mudah rusak 31. Mudah dibersihkan 32. Mudah diperbaiki 33. Permukaan halus 34. Direkat kan 35. Dipaku 36. Tidak melu kai 37. Dicat Total Persentase Prioritas Utama I Pertahankan Prestasi II Prioritas Rendah III Berlebihan IV ♣ √ √ √ √ ♯ ♯ ☼ ☼ 8 21,62% √ √ 15 40,54% 9 24,32% 5 13,51% Tabel 4.41 menunjukkan rangkuman persebaran item kuesioner guru pada diagram kartesius untuk indikat secara keseluruhan. Hasil pada Tabel 4.41 diperoleh berdasarkan diagram kartesius untuk indikator tingkat kepuasan secara keseluruhan yang dapat dilihat pada gambar 4.16. Item- item seluruh indikator tersebar pada kuadran I, II, III dan IV pada diagram kartesius. Peneliti menggunakan empat simbol untuk memudahkan dalam menganalisis data pada setiap kuadran. Keempat simbol tersebut yaitu simbol ☼, simbol √, simbol ♣, dan simbol ♯.. Simbol ☼ digunakan sebagai tanda untuk mewakili item- item yang berada pada kuadran I. Simbol ☼ artinya bahwa item tersebut memiliki tingkat kepentingan tinggi tetapi tingkat kinerja terhadap alat peraga masih rendah. Jumlah item yang terdapat pada kuadran I adalah 8 item dengan persentase 21,62%. Item- item tersebut adalah item nomor 7, 9, 13, 21, 22, 23, 36, dan 37.

(213) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 193 Simbol √ digunakan sebagai tanda untuk mewakili item- item yang berada pada kuadran II. Simbol √ artinya item tersebut memiliki tingkat kepentingan tinggi dan tingkat kinerja tinggi pula. Jumlah item yang terdapat pada kuadran II adalah 15 item dengan persentase 40,54%. Item- item tersebut adalah item nomor 1, 5, 8, 11, 16, 17, 18, 19, 25, 28, 29, 30, 31, 34, dan 35. Simbol ♣ digunakan sebagai tanda untuk mewakili item- item yang berada pada kuadran III. Simbol ♣ artinya item tersebut memiliki tingkat kepentingan rendah dan tingkat kinerja rendah. Jumlah item yang terdapat pada kuadran III adalah 9 item dengan persentase 24,32%. Item- item tersebut adalah item nomor 3, 10, 12, 14, 15, 20, 24, 26, dan 27. Simbol ♯ digunakan sebagai tanda untuk mewakili item- item yang berada pada kuadran IV. Simbol ♯ artinya item tersebut memiliki tingkat kepentingan rendah tetapi tingkat kinerja tinggi. Jumlah item yang terdapat pada kuadran IV adalah 5 item dengan persentase 13,51%. Item- item tersebut adalah item nomor 2, 4, 6, 32, dan 33. Persebaran pernyataan dalam kuadran pada diagram kartesius secara keseluruhan berbeda dengan persebaran diagram kartesius perindikator. Item- item pada setiap indikator maupun seluruh indikator tersebar di kuadran I, II, III, dan IV pada diagram kartesius. Perbedaan letak item tersebut menandakan bahwa item tersebut tidak konsisten. Item dikatakan konsisten jika item tersebut berada pada kuadran yang sama baik di diagram kartesius perindikator, maupun di diagram kartesius secara keseluruhan indikator. Konsistensi tujuh indikator tingkat kepuasan guru terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode

(214) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 194 Montessori sangat penting supaya dapat menjadi patokan untuk mengetahui tingkat kepuasan. Perbandingan dari tabel 4.40 dan 4.41 menunjukkan bahwa ada beberapa item untuk setiap indikator mengalami perpindahan ke kuadran lain. Item yang berpindah dari kuadran yang satu ke kuadran lain disebabkan karena suatu pernyataan tersebut tidak konsisten. Konsistensi persebaran item pada kuesioner tingkat kepuasan dapat dilihat pada tabel 4.42. Tabel 4.42 Konsistensi Persebaran Pernyataan pada Kuesioner Tingkat Kepuasan Guru Indikator Auto education Menarik Bergradasi Auto correction Kata Kunci 1. Mudah memahami konsep matemat ika 2. Membantu mengerjakan soal 3. Digunakan tanpa bantuan 4. Mudah digunakan 5. Mudah mengerjakan soal 6. Mengerjakan soal tanpa bantuan 7. Bentuk yang menarik 8. Warna yang menarik 9. Ukuran yang proporsional 10. Menarik daripada alat peraga lain 11. Memahami konsep matemat ika dari kelas 1 sampai kelas 6 12. Bermacam warna 13. Ukuran dari kecil ke besar 14. Permukaan dari halus ke kasar 15. Ukuran dari pendek ke panjang 16. Menunjukkan kesalahan 17. Memperbaiki kesalahan 18. Menemukan jawaban benar 19. Menemukan Ti dak Konsistensi I Konsistensi II III IV √ √ √ √ √ √ √ (II, NA) (I, NA) √ √ √ √ √ √ √ √ √ (II, IV)

(215) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 195 Indikator Kontekstual Life Worhmanship Kata Kunci kesalahan yang dibuat 20. Kunci jawaban 21. Bahan yang diketahui 22. Bahan dapat ditemu kan dilingkungan 23. Bahan yang sering dilihat 24. Pernah dilihat 25. Sesuai materi pelajaran 26. Bahan yang kuat 27. Mudah dibawa 28. Digunakan berulang kali 29. Kuat ketika jarang digunakan 30. Tidak mudah rusak 31. Mudah dibersihkan 32. Mudah diperbaiki 33. Permukaan halus 34. Direkat kan 35. Dipaku 36. Tidak melu kai 37. Dicat Total Persentase Ti dak Konsistensi I Konsistensi II III IV √ (I, NA) (I, NA) (I, II) √ (II, NA) (III, NA) (III, NA) √ (II, III) (II, NA) √ (IV, NA) (IV, NA) √ √ (I, III) (I, III) 15 40,54% 2 5,4% 10 27,02% 7 18,91% 3 8,1% Tabel 4.42 menunjukkan konsistensi item tujuh indikator tingkat kepuasan guru terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori Item konsisten merupakan item yang berada dalam kuadran yang sama pada diagram kartesius perindikator dan diagram kartesius secara keseluruhan. Item tidak konsisten merupakan item yang berada pada kuadran berbeda antara diagram kartesius perindikator dengan diagram kartesius secara keseluruhan. Indikator kepuasan guru terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori adalah auto education, menarik, bergradasi, auto corretion, kontekstual, life dan workmanship. Item-item yang konsisten dapat dilihat pada

(216) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 196 tabel 4.40. Terdapat 22 item yang dinyatakan konsisten, sedangkan item yang dinyatakan tidak konsisten sebanyak 15 item. Konsistensi item pada Indikator Auto education terdapat pada item nomor 1 (memudahkan memahami konsep matematika), item nomor 2 (membantu mengerjakan soal), item nomor 3 (digunakan tanpa bantuan), item nomor 4 (mudah digunakan), item nomor 5 (mudah mengerjakan soal), dan item nomor 6 (mengerjakan soal tanpa bantuan). Item nomor 1 dan 5 berada pada kuadran II diagram kartesius perindikator maupun seluruh indikator. Kuadran II berarti tingkat kepentingan tinggi dan kinerja tinggi. Guru menganggap penting dan puas dengan item nomor 1 dan 5. Item nomor 2, 4, dan 6 berada pada kuadran IV diagram kartesius perindikator maupun seluruh indikator. Kuadran IV berarti tingkat kepentingan rendah namun tingkat kinerja tinggi. Konsistennya item- item tersebut di kuadran IV, menunjukkan bahwa item- item tersebut tidak dianggap penting oleh guru namun pada kenyataannya memuaskan. Item nomor 3 berada pada kuadran III diagram kartesius perindikator maupun seluruh indikator Kuadran I berarti tingkat kepentingan tinggi namun kinerja rendah. Konsistennya item I, menunjukkan bahwa item tersebut dianggap penting oleh guru namun pada kenyataannya tidak memuaskan. Konsistensi item pada Indikator menarik terdapat pada item nomor 7 (bentuk yang menarik) dan item nomor 10 (menarik daripada alat peraga lain). Item 7 berada pada kuadran I diagram kartesius perindikator maupun seluruh indikator. Item nomor 7 berada pada kuadran I berarti tingkat kepentingan tinggi namun tingkat kinerja rendah. Konsistennya item I, menunjukkan bahwa item

(217) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 197 tersebut dianggap penting oleh guru namun pada kenyataannya tidak memuaskan. Item nomor 10 berada pada kuadran III diagram kartesius perindikator maup un seluruh indikator. Item nomor 10 berada di kuadran III yang berarti bahwa item tersebut tingkat kepentingannya rendah dan kinerjanya juga rendah. Konsistennya item nomor 3 di kuadran III, menunjukkan bahwa item tersebut benar-benar dianggap tidak penting oleh guru dan pada kenyataannya tidak memuaskan. Konsistensi item pada Indikator bergradasi terdapat pada item nomor 11 (memahami konsep matematika dari kelas 1 sampai kelas 6), item nomor 12 (bermacam warna), item nomor 13 (ukuran dari kecil ke besar), item nomor 14 (permukaan dari halus ke kasar), dan item nomor 15 (ukuran dari pendek ke panjang). Item nomor 11 berada pada kuadran II diagram kartesius perindikator maupun seluruh indikator. Item nomor 11 terdapat di kuadran II yang berarti itemitem tersebut tingkat kepentingannya tinggi dan kinerja tinggi. Konsistennya itemitem tersebut di kuadran II, menunjukkan bahwa item- item tersebut benar-benar dianggap penting oleh guru dan pada kenyataannya memuaskan. Item nomor 13 berada di kuadran I diagram kartesius perindikator maupun seluruh indikator. Item nomor 13 berada di kuadran I berarti tingkat kepentingan tinggi namun tingkat kinerja rendah. Konsistennya item I, menunjukkan bahwa item tersebut dianggap penting oleh guru namun pada kenyataannya tidak memuaskan. Item nomor 12, 14, dan 15 berada pada kuadran III diagram kartesius perindikator maupun seluruh indikator. Item nomor 12, 14 dan 16 berada di kuadran III yang berarti bahwa item tersebut tingkat kepentingannya rendah dan kinerjanya juga rendah. Konsistennya item nomor 12,14, dan 16 di kuadran III,

(218) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 198 menunjukkan bahwa item tersebut benar-benar dianggap tidak penting oleh guru dan pada kenyataannya tidak memuaskan. Konsistensi item pada Indikator auto correction terdapat pada item nomor 16 (menunjukkan kesalahan), 17 (memperbaiki kesalahan), dan 18 (menemukan jawaban benar). Item nomor 16, 17, dan 18 berada pada kuadran II diagram kartesius perindikator maupun seluruh indikator. Item nomor 11 terdapat di kuadran II yang berarti item- item tersebut tingkat kepentingannya tinggi dan kinerja tinggi. Konsistennya item- item tersebut di kuadran II, menunjukkan bahwa item- item tersebut benar-benar dianggap penting oleh guru dan pada kenyataannya memuaskan. Konsistensi item pada Indikator kontekstual terdapat pada item nomor 24 (pernah dilihat). Item nomor 24 berada pada kuadran III diagram kartesius perindikator maupun seluruh indikator. Item nomor 24 berada di kuadran III yang berarti bahwa item tersebut tingkat kepentingannya rendah dan kinerjanya juga rendah. Konsistennya item 24 di kuadran III, menunjukkan bahwa item tersebut benar-benar dianggap tidak penting oleh guru dan pada kenyataannya tidak memuaskan. Konsistensi item pada Indikator life terdapat pada item nomor 28 (digunakan berulangkali), dan item nomor 31 (mudah dibersihkan). Item nomor 28 dan 31 berada pada kuadran II diagram kartesius perindikator maupun seluruh indikator. Item nomor 28 dan 31 terdapat di kuadran II yang berarti item- item tersebut tingkat kepentingannya tinggi dan kinerja tinggi. Konsistennya item- item tersebut

(219) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 199 di kuadran II, menunjukkan bahwa item- item tersebut benar-benar dianggap penting oleh guru dan pada kenyataannya memuaskan. Konsistensi item pada Indikator workmanship terdapat pada item nomor 34 (direkatkan) dan item nomor 35 (dipaku). Item nomor 34dan 35 berada pada kuadran II diagram kartesius perindikator maupun seluruh indikator. Item nomor 34 dan 35 terdapat di kuadran II yang berarti item- item tersebut tingkat kepentingannya tinggi dan kinerja tinggi. Konsistennya item- item tersebut di kuadran II, menunjukkan bahwa item- item tersebut benar-benar dianggap penting oleh guru dan pada kenyataannya memuaskan. Pernyataan yang konsisten dari seluruh indikator adalah pernyataan nomor 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 10, 11, 12, 13, 14, 15, 16, 17, 18, 20, 24, 28, 31, 34, dan 35. Pernyataan nomor 1, 2, 3, 4, 5, dan 6 mewakili indikator auto-education. Pernyataan nomor 7 dan 10 mewakili indikator menarik. Pernyataan nomor 11, 12, 13, 14, dan 15 mewakili indikator bergradasi. Pernyataan nomor 16, 17, 18, dan 20 mewakili indikator auto-correction. Pernyataan nomor 24 mewakili indikator kontekstual. Pernyataan nomor 28 dan 31 mewakili indikator life. Pernyataan nomor 34 dan 35 mewakili indikator workmanship. Pernyataan tersebut dianggap mampu mewakili pengukuran tingkat kepuasaan guru terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori.

(220) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 200 C. Pembahasan Pembahasan analisis kuesioner tingkat tingkat kepuasan siswa dan guru terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode montessori dilakukan dengan menggunakan PAN tipe II dan IPA. 1. Pembahasan Analisis Tingkat Kepuasan Sis wa Terhadap Penggunaan Alat Peraga Matematika Berbasis Metode Montessori Tingkat kepuasan siswa terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori dapat dianalisis dengan menggunakan PAN tipe II dan IPA. PAN tipe II digunakan untuk mengetahui tingkat kepuasan siswa terhadap alat peraga matematika berbasis metode Montessori. IPA digunakan untuk mengetahui item mana saja yang mempengaruhi kepuasan siswa terhadap penggunaanalat peraga matematika berbasis metode Montessori. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa tergolong memiliki tingkat kepuasan yang cukup terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori. Tjiptono (2008: 24) menjelaskan bahwa “kepuasan pelanggan mencakup perbedaan antara harapan dan kinerja atau hasil yang dirasakan”. Pelanggan dalam penelitian ini adalah siswa sedangkan produknya adalah alat peraga bola penjumlahan Montessori. Siswa merasa puas jika kinerja pada produk sama dengan yang diharapkan (Sopiatin, 2010: 33). Siswa merasa tingkat kepuasannya cukup karena hasil kinerja dari alat peraga bola penjumlahan Montessori sama dengan harapan siswa. Tingkat kepuasan siswa terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori tergolong cukup. Hal tersebut menunjukkan bahwa

(221) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 201 hasil penelitian tidak sesuai dengan hipotesis. Hipotesis penelitian ini adalah tingkat kepuasan siswa terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori adalah tinggi. Melihat hasil penelitian yang tidak sesuai dengan hipotesis, maka peneliti dapat menyimpulkan bahwa alat peraga tidak seideal dengan yang ada pada teori. Alat peraga bola penjumlahan yang digunakan dalam penelitian ini cukup memiliki kualitas yang baik tetapi kurang maksimal seperti dalam teori. Tingkat kepuasan siswa terhadap alat peraga bola penjumlahan Montessori ditentukan oleh tujuh indikator, yaitu auto education, menarik, bergradasi, auto correction, kontekstual, life dan workmanship. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa menganggap alat peraga bola penjumlahan cukup memenuhi harapan dan ketujuh indikator tingkat kepuasan. Siswa menilai bahwa alat peraga dapat menjalankan kinerjanya dengan cukup baik dan sesuai dengan harapan. Peneliti dapat mengambil kesimpulan dari hasil penelitian bahwa siswa merasa cukup puas terhadap alat peraga matematika berbasis metode Montessori karena hasil kinerja alat peraga tersebut sesuai dengan harapan dan kebutuhan siswa. Item yang mempengaruhi tingkat kepuasan siswa terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori dapat diketahui melalui IPA. Analisis IPA dilakukan dengan membandingkan data kuesioner kinerja dan kepentingan alat peraga bola penjumlahan Montessori yang sudah diisi oleh siswa. Hasil analisis dengan menggunakan IPA menunjukkan bahwa terdapat 26 item yang konsisten pada kuadran diagram kartesius. Kuadran II terdapat 10 item yang konsisten, kuadran IV terdapat 2 item yang konsisten, kuadran I terdapat 6

(222) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 202 item yang konsisten, dan kuadran III terdapat 8 item yang konsisten. Item yang konsisten menunjukkan bahwa item tersebut perlu diprioritaskan berdasarkan letaknya pada masing- masing kuadran. Peneliti menggunakan istilah atribut untuk penjelasan inti setiap kuadran. Atribut adalah inti dari item- item dalam kuesioner. Item yang konsisten pada kuadran II adalah item nomor 1, 7, 8, 12, 21, 24, 27, 30, 33, dan 34. Siswa menilai bahwa alat peraga bola penjumlahan yang dapat membantu mengerjakan soal penting dan tingkat kinerjanya tinggi. Kemungkinan karena alat peraga dapat memudahkan siswa memahami konsep matematika yang abstrak. Hal ini sesuai dengan pendapat Hasan (2011: 108) yang menjelaskan bahwa “alat peraga dapat digunakan sebagai perantara antara hal konkret yang dipahami siswa dengan konsep matematika yang abstrak”. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa siswa merasa puas karena alat peraga bola penjumlahan dapat membantu siswa dalam memahami materi pelajaran matematika dengan konsep yang abstrak atau berupa simbol-simbol matematika. Alat peraga memiliki bentuk yang menarik dan memiliki warna yang menarik, dianggap penting oleh siswa dan tingkat kinerjanya tinggi. Ruseffendi (1979: 2) menjelaskan bahwa alat peraga yang baik mempunyai ciri-ciri bentuk dan warna yang menarik. Siswa berpendapat bahwa alat peraga bola penjumlahan memiliki warna dan bentuk yang menarik, sehingga siswa tertarik untuk menggunakannya. Hal ini kemungkinan karena siswa ingin belajar sambil bermainWarna dan bentuk yang menarik disukai siswa karena dapat digunakan

(223) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 203 untuk bermain. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa siswa merasa puas karena alat peraga dapat memenuhi ciri-ciri alat peraga dalam pembelajaran. Alat peraga mempunyai bermacam warna merupakan item yang dianggap penting oleh siswa dan tingkat kinerjanya tinggi, sehingga menunjukkan adanya kepuasan siswa terhadap alat peraga. Kemungkinan karena siswa merasa bahwa alat peraga bola penjumlahan Montessori yang digunakan mempunyai bermacam warna sehingga membuatnya tertarik untuk menggunakan alat peraga tersebut. Sesuai dengan pendapat Montessori (2002: 175) yang menyatakan bahwa alat peraga memiliki rangsangan dengan gradasi yang rasional. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa siswa merasa puas karena alat peraga ini mempunyai bermacam gradasi warna yang mampu merangsang siswa untuk menggunakannya. Siswa beranggapan bahwa alat peraga terbuat dari bahan yang diketahui oleh siswa dan pernah dilihat oleh siswa, merupakan item yang penting dan kinerjanya tinggi. Anggapan tersebut kemungkinan karena siswa merasa bahwa bahan yang digunakan untuk membuat alat peraga bola penjumlahan banyak terdapat di daerahnya, bahkan siswa memilikinya. Hal ini sesuai dengan pendapat Sitanggang & Widyaiswara (2013: 5) yang menyebutkan bahwa salah satu syarat dalam pembuatan alat peraga adalah sebaiknya alat peraga dibuat menggunakan bahan yang mudah diperoleh dan murah. Alat peraga bola penjumlahan terbuat dari manik- manik dan kayu, sehingga bahan tersebut pernah dan sering dilihat oleh siswa. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa siswa merasa puas karena alat peraga ini memenuhi syarat pembuatan alat peraga yang baik.

(224) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 204 Alat peraga mudah dibawa dan tidak mudah rusak merupakan item yang dianggap penting oleh siswa serta tingkat kinerjanya tinggi. Anggapan siswa tersebut dimungkinkan karena siswa merasa alat peraga bola penjumlahan ringan ketika diangkat, siswa tidak merasa kerepotan dan telah dikemas dengan baik serta memiliki daya tahan yang kuat. Alat peraga bola penjumlahan dibuat dengan memerhatikan unsur daya tahan. Daya tahan yaitu ukuran masa pakai suatu produk (Garvin dalam Laksana, 2008: 89-90). Alat peraga bola penjumlahan Montessori memiliki daya tahan yang bagus, serta memperhatikan salah satu syarat pembuatan alat peraga sehingga tidak mudah rusak. Sesuai dengan pendapat Sitanggang & Widyaiswara (2013: 5) yang menyebutkan bahwa salah satu syarat pembuatan alat peraga adalah sederhana bentuknya, tahan lama, dan terbuat dari bahan yang tidak mudah rusak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa merasa puas karena alat peraga bola penjumlahan memenuhi syarat pembuatan alat peraga. Siswa menganggap penting jika alat peraga bola penjumlahan memiliki permukaan yang halus. Kemungkinan karena siswa merasa aman apabila alat peraga memiliki permukaan yang halus akan membuatnya lebih nyaman ketika digunakan dan tidak melukai siswa. Garvin, Juran & Gryna (dalam Sethi, 2000: 2) menjelaskan tentang safety sebagai salah satu karakteristik produk baru yang mempengaruhi tingkat kepuasan, yaitu keamanan suatu produk ketika digunakan. Hasil penelitian memperlihatkan adanya kepuasan siswa terhadap alat peraga bola penjumlahan. Hal ini karena alat peraga ini meme nuhi karakteristik produk yaitu keamanan.

(225) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 205 Siswa menilai bahwa alat peraga bola penjumlahan dilem dengan kuat sehingga dapat digunakan dalam waktu yang cukup lama. Sesuai dengan pendapat Ruseffendi (1979: 2) yang menjelaskan bahwa ciri-ciri alat peraga yang baik adalah tahan lama. Hasil penelitian memperlihatkan adanya kepuasan siswa terhadap alat peraga bola penjumlahan karena telah memenuhi ciri-ciri alat peraga yang baik. Atribut-atribut yang terdapat pada kuadran II menunjukkan tingkat kepentingan dan kinerjanya tinggi. Atribut-atribut tersebut sebaiknya dipertahankan prestasinya karena sesuai dengan harapan siswa. Item yang konsisten pada kuadran IV adalah item nomor 28 dan 36. Alat peraga dapat digunakan berulang kali dan tidak melukai ketika digunakan dianggap tidak penting oleh siswa tetapi tingkat kinerjanya tinggi dan memuaskan. Siswa berpendapat bahwa alat peraga bola penjumlahan dapat digunakan berulang kali, tetapi siswa menganggap dapat digunakan berulang kali dari alat peraga kurang penting. Sitanggang & Widyaiswara (2013: 5) menyebutkan bahwa salah satu syarat pembuatan alat peraga adalah sederhana bentuknya dan tahan lama (terbuat dari bahan yang tidak mudah rusak). Siswa menganggap tidak penting jika alat peraga d igunakan berulang kali kemungkinan karena siswa mampu dengan cepat menggunakannya. Kemungkinan lain karena siswa lebih memperhatikan apabila alat peraga dapat menjalankan fungsinya dengan baik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa siswa merasa puas karena memenuhi salah satu syarat pembuatan alat peraga yang baik. Alat peraga tidak melukai ketika digunakan dianggap tidak penting oleh siswa tetapi tingkat kinerjanya tinggi. Siswa menganggap alat peraga bola

(226) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 206 penjumlahan tidak melukai atau melukai ketika digunakan tidak terlalu penting baginya. Siswa merasa puas dengan alat peraga tersebut kemungkinan karena siswa kelas I sekolah dasar belum begitu menyadari keselamatan dan adanya bahaya. Peranan guru penting untuk dapat mengingatkan dan mengawasi siswa ketika menggunakan alat peraga bola penjumlahan. Kemungkinan lain karena siswa tidak melihat adanya benda tajam pada alat peraga sehingga ia beranggapan bahwa alat peraga tidak mungkin melukai. Atribut-atribut yang terdapat pada kuadran IV menunjukkan tingkat kepentingan rendah namun kinerjanya tinggi. Atribut-atribut tersebut sebaiknya tidak digunakan karena terlalu berlebihan dan untuk menghemat biaya. Item yang konsisten pada kuadran I adalah item nomor 5, 6, 9, 11, 25, dan 37. Alat peraga memudahkan siswa dalam mengerjakan soal matema tika, membantu siswa mengerjakan soal matematika tanpa bantuan orang lain, memiliki ukuran yang pas, sesuai dengan materi yang dipelajari, dicat dengan rapi dianggap penting oleh siswa namun tingkat kinerjanya rendah. Siswa beranggapan bahwa alat peraga memudahkan mengerjakan soal dan membantu mengerjakan soal tanpa bantuan orang lain penting namun tingkat kinerjanya rendah, mungkin karena alat peraga bola penjumlahan memudahkan mengerjakan soal, dan dapat membantu mengerjakan soal tanpa bantuan dianggap penting oleh siswa, tetapi siswa menilai alat peraga tidak memudahkan siswa dan tidak membantu siswa mengerjakan soal matematika jika tanpa bantuan teman atau guru. Alasannya kemungkinan karena siswa tidak mampu menggunakan alat peraga yang menurutnya lebih rumit, sehingga meskipun sudah menggunakan alat peraga

(227) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 207 siswa tetap jasa masih mengerjakan soal dengan dibantu oleh teman ataupun guru. Sesuai dengan pendapat Ruseffendi (1979: 2) yang menjelaskan bahwa ciri-ciri alat peraga yang baik adalah dapat memperjelas konsep matematika dan bukan sebaliknya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa merasa tidak puas karena alat peraga belum memenuhi ciri-ciri alat peraga yang dapat memperjelas konsep matematika. Alat peraga memiliki ukuran yang pas dianggap penting oleh siswa, tetapi tingkat kinerjanya rendah. Ruseffendi (1979: 2) yang menjelaskan bahwa ciri-ciri alat peraga yang baik adalah mempunyai ukuran yang sesuai dengan siswa. Alat peraga bola penjumlahan dianggap tidak memenuhi ciri-ciri alat peraga yang baik penting oleh siswa, siswa menganggap bahwa ukuran yang dimiliki alat peraga tidak sesuai dengan postur tubuh siswa. alasannya kemungkinan karena ukuran alat peraga lebih kecil atau bahkan lebih besar dari tubuh siswa sehingga ia merasa tidak seimbang antara dirinya dengan alat peraga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa merasa tidak puas karena alat peraga belum memenuhi ciri-ciri alat peraga yang dapat membantu pemahaman matematika. Alat peraga bisa digunakan siswa kelas 1 sampai siswa kelas 6 dianggap penting oleh siswa, tetapi tingkat kinerjanya rendah. Montessori (2002: 175) menyatakan bahwa alat peraga Montessori memiliki rangsangan dengan gradasi yang rasional. Gradasi alat peraga dapat berupa gradasi warna, bentuk, ukuran, dan gradasi umur. Gradasi umur artinya alat peraga tersebut dapat digunakan oleh semua orang. Alat peraga bola penjumlahan Montessori bisa digunakan siswa kelas 1 sampai siswa kelas 6 dianggap penting oleh siswa, siswa menilai bahwa

(228) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 208 alat peraga bola penjumlahan hanya bisa digunakan oleh siswa kelas 1 saja. Alasannya kemungkinan karena siswa belum berada pada jenjang kelas 2 sampai kelas 6 sehingga ia tidak tahu alat peraga tersebut bisa atau tidak untuk selain kelas 1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa merasa tidak puas karena alat peraga belum memenuhi kegunaan dalam pembelajaran matematika siswa dari kelas 1 sampai kelas 6. Alat peraga sesuai dengan materi yang siswa pelajari dianggap penting oleh siswa, tetapi tingkat kinerjanya rendah. Lillard (1997) menyatakan bahwa alat peraga matematika berbasis metode Montessori dirancang untuk membantu dan mengembangkan kemampuan matematika siswa dalam memanipulasi materi pelajaran. Alat peraga bola penjumlahan sesuai dengan materi yang siswa pelajari dianggap penting oleh siswa, tetapi siswa menilai bahwa alat peraga tidak sesuai dengan materi yang siswa pelajari. Alasannya kemungkinan karena siswa tidak terbiasa menggunakan alat peraga, atau karena siswa kurang memperhatikan ketika guru menjelaskan penggunaan alat peraga kepada siswa sehingga siswa tidak bisa menggunakan alat peraga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa merasa tidak puas karena alat peraga belum sesuai dengan materi matematika yang siswa pelajari. Siswa menilai penting jika alat peraga dicat dengan rapi, tetapi tingkat kinerjanya rendah. Hal ini mungkin karena siswa merasa alat peraga dicat tidak rata atau warna cat yang digunakan tidak menarik bagi siswa sehingga terlihat tidak rapi bahkan permukaannya menjadi kasar. Siswa menilai apabila alat peraga dicat dengan rapi penting dan kinerjanya tinggimungkin karena siswa lebih

(229) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 209 menyukai benda-benda yang berwarna. Benda-benda yang berwarna dan dicat rapi membuat siswa tertarik untuk menggunakannya. Sitanggang & Widyaiswara (2013: 5) menyebutkan bahwa salah satu syarat pembuatan alat peraga adalah sebaiknya alat peraga dibuat dengan bentuk dan warna yang menarik, sehingga lebih menarik perhatian siswa. Atribut-atribut pada kuadran I menunjukkan tingkat kepentingan tinggi namun kinerjanya rendah. Atribut-atribut tersebut menjadi prioritas utama dan sebaiknya segera diperbaiki sesuai dengan harapan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa merasa tidak puas karena alat peraga belum memenuhi syarat pembuatan alat peraga yang baik. Item yang konsisten terdapat pada kuardan III adalah item nomor 10, 13, 14, 16, 22, 23, 32, dan 35. Alat peraga menarik daripada alat peraga lain dinilai tidak penting oleh siswa dan kinerjanya juga rendah. Garvin (dalam Laksana, 8990) menjelaskan bahwa salah satu karakteristik kualitas produk adalah estetika. Estetika bersifat subyektif dan berkaitan dengan pertimbangan pribadi yang mempengaruhi daya tarik terhadap suatu produk. kenyataannya alat peraga belum membuat siswa tertarik untuk menggunakannya. Alat peraga menarik daripada alat peraga lain dianggap tidak penting oleh siswa dan kinerjanya juga rendah kemungkinan karena siswa tidak suka menggunakan alat peraga ketika menyelesaikan soal atau karena siswa merasa pernah menggunakan alat peraga lain yang terlihat lebih menarik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alat peraga belum memenuhi karakteristik kualitas produk dan masih perlu dibuat dengan menggunakan warna yang lebih menarik lagi dengan menggunakan warna-warna yang sering disukai oleh siswa.

(230) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 210 Alat peraga mempunyai tingkatan ukuran dari kecil ke besar dan mempunyai permukaan dari halus ke kasar dinyatakan tidak penting oleh siswa dan tingkat kinerjanya rendah. Siswa beranggapan bahwa alat peraga bola penjumlahan tidak mempunyai tingkatan ukuran dari kecil ke besar, kemungkinan karena alat peraga mempunyai ukuran yang kecil atau besar saja. Siswa menganggap alat peraga bola penjumlahan juga tidak mempunyai permukaan dari halus ke kasar, kemungkinan karena alat peraga bola penjumlahan hanya mempunyai permukaan yang halus saja dan tidak mempunyai permukaan yang kasar, atau sebaliknya. Alat peraga mempunyai tingkatan ukuran dari kecil ke besar dan mempunyai permukaan dari halus ke kasar menjadi prioritas rendah dan sebaiknya dihapus karena tingkat kepentinganya rendah. Alat peraga menggunakan bahan yang bisa saya temukan di lingkungan sekitar dan terbuat dari bahan yang sering siswa lihat dinyatakan tidak penting oleh siswa dan tingkat kinerjanya rendah. Siswa sebagai pengguna alat peraga tidak begitu peduli atau memperhatikan bahan pembuatan alat peraga, sehingga siswa menilai bahwa bahan pembuat alat peraga tidak penting. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alat peraga tidak membuat siswa puas. Alat peraga mudah diperbaiki dan dipaku dengan kuat dinilai tidak penting oleh siswa dan tingkat kinerjanya rendah, kemungkinan karena siswa hanya memperhatikan fungsi dari alat peraga. Siswa menilai alat peraga bola penjumlahan sulit diperbaiki kemungkinan karena siswa tidak terbiasa melakukan pekerjaan. Siswa menganggap segala sesuatu yang telah dibuat akan sulit jika diperbaiki kembali. Garvin, Juran & Gryna (dalam Sethi, 2000: 2) menjelaskan

(231) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 211 tentang safety sebagai salah satu karakteristik produk baru yang mempengaruhi tingkat kepuasan, yaitu keamanan suatu produk ketika digunakan. Penjelasan tersebut berkaitan dengan alat peraga dipaku dengan kuat. Siswa tidak memperdulikan tentang keamanan alat peraga sehingga ia menganggap alat peraga dipaku dengan kuat tidak penting. Alat peraga bola penjumlahan juga dinilai siswa mempunyai kinerja yang rendah, kemungkinan karena siswa tidak menginginkan pembuatan alat peraga dengan d ipaku supaya tidak melukai. Atribut-atribut pada kuadran III menunjukkan tingkat kepentingan dan kinerjanya rendah. Atribut-atribut tersebut menjadi prioritas rendah sehingga sebaiknya dihapus. 2. Pembahasan Analisis Tingkat Kepuasan Guru Te rhadap Penggunaan Alat Peraga Matematika Berbasis Metode Montessori Tingkat kepuasan guru terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori dianalisis menggunakan PAN tipe II dan IPA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru memiliki tingkat kepuasan yang cukup terhadap kinerja alat peraga matematika berbasis metode Montessori. Tjiptono (2008: 24) menjelaskan bahwa “kepuasan pelanggan mencakup perbedaan antara harapan dan kinerja atau hasil yang dirasakan”. Pelanggan dalam penelitian ini adalah guru sedangkan produknya adalah alat peraga bola penjumlahan. Guru merasa puas apabila kinerja pada produk sesuai dengan yang diharapkan (Sopiatin, 2010: 33). Guru merasa puas karena hasil kerja alat peraga bola penjumlahan sesuai yang diharapkan oleh guru. Tingkat kepuasan guru terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori tergolong cukup. Hal tersebut menunjukkan bahwa

(232) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 212 hasil penelitian tidak sesuai dengan hipotesis. Hipotesis penelitian ini adalah tingkat kepuasan guru terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori adalah tinggi. Melihat hasil penelitian yang tidak sesuai dengan hipotesis, maka peneliti dapat menyimpulkan bahwa alat peraga tidak seideal dengan yang ada pada teori. Alat peraga bola penjumlahan yang digunakan dalam penelitian ini cukup memiliki kualitas yang baik tetapi kurang maksimal seperti dalam teori. Tingkat kepuasan guru terhadap alat peraga bola penjumlahan Montessori ditentukan oleh tujuh indikator, yaitu auto education, menarik, bergradasi, auto correction, kontekstual, life dan workmanship. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menganggap alat peraga bola penjumlahan cukup memenuhi harapan dan ketujuh indikator tingkat kepuasan. Guru menilai bahwa alat peraga dapat menjalankan kinerjanya dengan cukup baik dan sesuai dengan harapan. Peneliti dapat mengambil kesimpulan dari hasil penelitian bahwa siswa merasa cukup puas terhadap alat peraga matematika berbasis metode Montessori karena hasil kinerja alat peraga tersebut sesuai dengan harapan dan kebutuhan guru. Kinerja alat peraga matematika berbasis metode Montessori terwakili oleh item pada kuesioner. Item- item yang mempengaruhi tingkat kepuasan guru terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori dapat dianalisis melalui IPA. IPA digunakan untuk mengetahui pernyataan mana saja yang mempengaruhi tingkat kepuasan guru terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori. Analisis IPA dilakukan dengan

(233) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 213 membandingkan data kuesioner kinerja dan kepentingan alat peraga bola penjumlahan yang sudah diisi oleh guru. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat 22 item yang konsisten pada kuadran diagram kartesius. Kuadran I terdapat 2 item yang konsisten, kuadran II terdapat 10 item yang konsisten, kuadran III terdapat 7 item yang konsisten, dan kuadran IV terdapat 3 item yang konsisten. Item- item yang konsisten menunjukkan bahwa pernyataan tersebut perlu diprioritaskan berdasarkan letaknya pada masing- masing kuadran. Item- item yang tidak konsisten kemungkinan disebabkan karena penelitian ini masih membutuhkan banyak responden. Peneliti membahas hasil penelitian berdasarkan item- item yang konsisten. Peneliti menggunakan istilah atribut untuk penjelasan inti setiap kuadran. Atribut adalah inti dari item- item dalam kuesioner. Item yang terdapat pada kuadran II adalah nomor 1, 5, 11, 16, 17, 18, 28, 31, 34, dan 35. Alat peraga memudahkan memahami konsep matematika dan memudahkan mengerjakan soal matematika dirasa penting oleh guru dan tingkat kinerjanya tinggi. Kemungkinan karena alat peraga memudahkan guru memahami konsep matematika yang abstrak. Hasan (2011: 108) menjelasakan bahwa “alat peraga digunakan sebagai perantara antara hal yang konkret yang dipahami siswa dengan konsep matematika yang abstrak”. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa merasa puas alat peraga ini karena dapat digunakan sebagai perantara antara hal yang konkret. Penggunaan alat peraga bola penjumlahan dapat membantu guru memahami konsep matematika yang abstrak dan berupa simbol-simbol.

(234) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 214 Alat peraga dapat digunakan untuk memahami konsep materi matematika kelas 1 sampai kelas 6 dianggap penting oleh guru dan tingkat kinerjanya tinggi. Kemungkinan karena guru menilai bahwa alat peraga yang terbuat dar i manikmanik juga dapat digunakan untuk materi penjumlahan yang ada di kelas 2 sampai kelas 6. Susanto (2013: 183) berpendapat bahwa konsep matematika harus dipahami terlebih dahulu sebelum memanipulasi simbol-simbol. Alat peraga bola penjumlahan penting digunakan untuk memahami konsep matematika. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru puas karena guru dapat menggunakan alat peraga untuk memahami konsep materi matematika. Alat peraga dapat menunjukkan kesalahan jawaban, membantu memperbaiki kesalahan dalam mengerjakan soal matematika, dan membantu menemukan kesalahan yang dibuat dinilai penting oleh guru dan tingkat kinerjanya tinggi. Kemungkinan karena guru merasa penggunaan alat peraga bola penjumlahan sangat mudah dan guru dimudahkan memahami materi matematika. Guru dapat menggunakan alat peraga untuk membantu menemukan jawaban yang benar ketika jawaban yang ditemukan salah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru puas karena guru dapat menggunakan alat peraga untuk menunjukkan kesalahan jawaban. Alat peraga dapat digunakan berulang kali dan mudah dibersihkan dianggap penting oleh guru dan tingkat kinerjanya tinggi. Alat peraga dapat digunakan berulang kali dinyatakan penting oleh guru dan tingkat kinerjanya tinggi. Kemungkinan karena guru menilai alat peraga bola penjumlahan sangat bermanfaat dalam pembelajaran matematika khususnya materi operasi hitung

(235) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 215 penjumlahan sehingga alat peraga dinilai penting jika dapat digunakan berulang kali. Alat peraga mudah dibersihkan juga dianggap penting oleh guru dan tingkat kinerjanya tinggi. Guru merasa puas kemungkinan karena alat peraga mudah terkena debu dan mudah kotor ketika tidak dipergunakan atau karena bentuk dan bahan pembuat alat peraga yang simpel sehingga tidak sulit untuk dibersihkan. Alat peraga direkatkan dengan kuat dan dipaku dengan kuat dinilai penting oleh guru dan tingkat kinerjanya tinggi. Kemungkinan karena guru merasa alat peraga bola penjumlahan dibuat dengan memerhatikan unsur daya tahan. Daya tahan yaitu ukuran masa pakai suatu produk (Garvin dalam Laksana, 2008: 8990). Alat peraga bola penjumlahan memiliki daya tahan yang bagus yaitu dengan direkatkan dan dipaku kuat, sehingga tidak mudah rusak. Alat peraga bola penjumlahan juga dibuat dengan memperhatikan salah satu syarat pembuatan a lat peraga. Sitanggang & Widyaiswara (2013: 5) menyebutkan bahwa salah satu syarat pembuatan alat peraga adalah sederhana bentuknya dan tahan lama (terbuat dari bahan yang tidak mudah rusak). Atribut-atribut pada kuadran II menunjukkan tingkat kepentingan dan kinerjanya tinggi. Atribut-atribut tersebut sebaiknya dipertahankan prestasinya karena sesuai dengan harapan guru. Item yang konsisten pada kuadran IV adalah item nomor 2, 4, dan 6. Alat peraga membantu mengerjakan soal matematika, mudah digunakan, dan membantu mengerjakan soal matematika tanpa bantuan orang lain dianggap tidak penting oleh guru tetapi tingkat kinerjanya tinggi. Guru puas kemungkinan guru menganggap alat peraga memang membantu saat mengerjakan soal matematika bahkan alat peraga juga mudah digunakan, tetapi alat peraga tidak begitu penting

(236) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 216 digunakan karena tanpa alat peraga guru juga mampu mengerjakan soal. Atributatribut pada kuadran IV menunjukkan tingkat kepentingan rendah namun kinerjanya tinggi. Atribut-atribut tersebut sebaiknya tidak digunakan karena terlalu berlebihan dan untuk menghemat biaya. Item yang konsisten pada kuadran I adalah item nomor 7 dan 13. Alat peraga mempunyai bentuk yang menarik dianggap penting oleh guru, tetapi tingkat kinerjanya rendah. Kemungkinan karena guru termasuk orang seni sehingga ia sangat menyukai benda-benda dengan bentuk yang menarik. Sitanggang & Widyaiswara (2013: 5) menyebutkan bahwa salah satu syarat pembuatan alat peraga adalah sebaiknya alat peraga dibuat dengan bentuk dan warna yang menarik. Alat peraga bola penjumlah dianggap penting jika mempunyai bentuk yang menarik, maka alat peraga tersebut perlu dibuat dalam bentuk yang menarik lagi. Guru menganggap penting jika alat peraga mempunyai tingkatan ukuran dari kecil ke besar, tetapi tingkat kinerjanya rendah. Kemungkinan karena guru merasa alat peraga bola penjumlahan hanya mempunyai ukuran kecil saja, sehingga perlu adanya tingkatan ukuran dari kecil ke besar untuk membedakan antara ukuran satuan, puluhan, dan ratusan. Atribut-atribut pada kuadran I menunjukkan tingkat kepentingan tinggi namun kinerjanya rendah. Atribut-atribut tersebut menjadi prioritas utama sehingga sebaiknya diperbaiki sesuai dengan harapan guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru tidak puas karena alat peraga bola penjumlahan tidak memenuhi syarat pembuatan alat peraga yang baik.

(237) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 217 Item yang konsisten terdapat pada kuadran III adalah item nomor 3, 10, 12, 14, 15, 20, dan 24. Alat peraga dapat digunakan tanpa bantuan orang lain dirasa tidak penting oleh guru dan kinerjanya juga rendah. Kemungkinan karena guru tidak dapat menggunakan alat peraga bola penjumlahan sehingga guru membutuhkan bantuan. Kemungkinan karena guru merasa repot dan tidak bisa konsentrasi jika menyampaikan materi dengan alat peraga sehingga perlu bantuan orang lain untuk bisa menggunakan alat peraga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru merasa tidak puas karena alat peraga tidak memenuhi keinginan guru. Alat peraga mempunyai bermacam warna, mempunyai permukaan dari halus ke kasar, dan mempunyai tingkatan ukuran dari pendek ke panjang dianggap tidak penting oleh guru dan kinerjanya juga rendah. Kemungkinan karena guru hanya memperhatikan fungsi dari alat peraga bola penjumlahan. Guru tidak menganggap penting warna, permukaan, dan ukuran dari pendek ke panjang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru merasa tidak puas karena alat peraga tidak memenuhi syarat pembuatan yang baik. Alat peraga memiliki kunci jawaban dan pernah dilihat dianggap tidak penting oleh guru dan kinerjanya juga rendah. Alat peraga memiliki kunci jawaban dinilai tidak penting oleh guru dan kinerjanya juga rendah kemungkinan karena guru merasa mampu menemukan jawaban tanpa melihat kunci jawabanatau karena soal matematika tergolong mudah untuk ukuran guru sehingga ia pasti dapat mengerjakan soal dengan baik. Alat peraga pernah dilihat dianggap tidak penting oleh guru dan kinerjanya juga rendah kemungkinan karena guru hanya memperhatikan fungsi dari alat peraga bola penjumlahan.

(238) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 218 Kemungkinan lain karena guru belum pernah menggunakan alat peraga sebelumnya, sehingga ia belum pernah melihatnya. Atribut-atribut pada kuadran III menunjukkan tingkat kepentingan dan kinerjanya rendah. Atribut-atribut tersebut juga menjadi prioritas rendah sehingga sebaiknya dihapus.

(239) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB V KESIMPULAN, KETERBATASAN PENELITIAN, DAN SARAN Penelitian dilakukan untuk mengetahui tingkat kepuasan siswa dan guru terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori. Bab V akan menjelaskan tentang kesimpulan, keterbatasan penelitian, dan saran. A. Kesimpulan 1. Tingkat Kepuasan Sis wa Terhadap Alat Peraga Matematika Berbas is Metode Montessori Penelitian tentang tingkat kepuasan siswa terhadap alat peraga matematika berbasis metode Montessori telah memperoleh data. Perolehan data dapat disimpulkan bahwa tingkat kepuasan siswa terhadap alat peraga matematika berbasis metode Montessori tergolong cukup. Siswa merasa cukup puas terhadap alat peraga bola penjumlahan karena kinerja pada alat peraga sesuai dengan harapan siswa. Siswa merasa puas dengan beberapa atribut yang terdapat pada alat peraga bola penjumlahan. Atribut-atribut pada alat peraga yang perlu dipertahankan berada pada kuadaran II diagram kartesius. Kuadaran II menunjukkan atribut-atribut yang memiliki tingkat kinerja dan kepentingan tinggi sehingga menunjukkan kepuasan siswa terhadap alat peraga bola penjumlahan. Atribut-atribut yang perlu dipertahankan yaitu mudah mengerti matematika, bentuk menarik, warna menarik, bermacam warna, bahan yang diketahui, pernah dilihat, mudah dibawa, 219

(240) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 220 tidak mudah rusak, permukaan halus, dan dilem. Atribut-atribut yang ada pada kuadra II perlu dipertahankan karena sesuai dengan harapan siswa. Atribut-atribut pada alat peraga yang berlebihan terdapat pada kuadran IV diagram kartesius. Kuadran IV menunjukkan atribut-atribut yang memiliki tingkat kinerja tinggi namun tingkat kepentingannya rendah, sehingga menujukkan kepuasan. Atribut-atribut yang berlebihan yaitu alat peraga digunakan berulang kali dan tidak melukai. Atribut–atribut pada alat peraga yang menjadi prioritas utama terdapat pada kuadran I diagram kartesius. Kuadran I menunjukkan atribut-atribut yang memiliki tingkat kinerja rendah namun tingkat kepentingannya tinggi. Atributatribut yang menjadi prioritas utama yaitu alat peraga memudahkan mengerjakan soal, mengerjakan soal tanpa bantuan, ukuran pas, digunakan siswa kelas 1 sampai 6, sesuai dengan materi, dan dicat. Atribut-atribut pada kuadran I menjadi prioritas utama, maka sebaiknya segera diperbaiki sesuai dengan harapan siswa. Atribut-atribut pada alat peraga yang menjadi prioritas rendah terdapat pada kuadran III. Kuadran III menunjukkan atribut-atribut yang memiliki tingkat kinerja dan kepentingan rendah. Atribut-atribut yang menjadi prioritas rendah yaitu alat peraga menarik daripada alat peraga lain, ukuran kecil dan besar, permukaan halus dan kasar, menunjukkan kesalahan, bahan bisa ditemukan di lingkungan, bahan sering dilihat, mudah diperbaiki, dan dipaku.

(241) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 221 2. Tingkat Kepuasan Guru Terhadap Alat Pe raga Matematika Berbasis Metode Montessori Penelitian tentang tingkat kepuasan guru terhadap alat peraga matematika berbasis metode Montessori telah memperoleh data. Perolehan data dapat disimpulkan bahwa tingkat kepuasan guru terhadap alat peraga matematika berbasis metode Montessori tergolong cukup. Guru merasa cukup puas terhadap alat peraga bola penjumlahan karena kinerja pada alat peraga sesuai dengan harapan guru. Guru merasa puas dengan beberapa atribut yang terdapat pada alat peraga bola penjumlahan. Atribut-atribut pada alat peraga yang perlu dipertahankan berada pada kuadaran II diagram kartesius. Kuadaran II menunjukkan atribut-atribut yang memiliki tingkat kinerja dan kepentingan tinggi sehingga menunjukkan kepuasan guru terhadap alat peraga bola penjumlahan. Atribut-atribut yang perlu dipertahankan yaitu mudah memahami konsep, memudahkan mengerjakan soal, digunakan siswa kelas 1 sampai 6, menunjukkan kesalahan, memperbaiki kesalahan, menemukan jawaban benar, digunakan berulang kali, mudah dibersihkan, direkatkan, dipaku. Atribut-atribut yang ada pada kuadra II perlu dipertahankan karena sesuai dengan harapan guru. Atribut-atribut pada alat peraga yang berlebihan terdapat pada kuadran IV diagram kartesius. Kuadran IV menunjukkan atribut-atribut yang memiliki tingkat kinerja tinggi namun tingkat kepentingannya rendah, sehingga menujukkan kepuasan guru terhadap alat peraga. Atribut-atribut yang berlebihan yaitu alat

(242) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 222 peraga membantu mengerjakan soal, mudah digunakan, dan membantu mengerjakan soal tanpa bantuan. Atribut–atribut pada alat peraga yang menjadi prioritas utama terdapat pada kuadran I diagram kartesius. Kuadran I menunjukkan atribut-atribut yang memiliki tingkat kinerja rendah namun tingkat kepentingannya tinggi. Atributatribut yang menjadi prioritas utama yaitu alat peraga mempunyai bentuk menarik dan ukuran kecil dan besar. Atribut-atribut pada kuadran I menjadi prioritas utama, maka sebaiknya segera diperbaiki sesuai dengan harapan guru. Atribut-atribut pada alat peraga yang menjadi prioritas rendah terdapat pada kuadran III. Kuadran III menunjukkan atribut-atribut yang memiliki tingkat kinerja dan kepentingan rendah. Atribut-atribut yang menjadi prioritas rendah yaitu digunakan tanpa bantuan, menarik daripada alat peraga lain, bermacam warna, permukaan halus dan kasar, ukuran pendek dan panjang, memiliki kunci jawaban, dan pernah dilihat. B. Keterbatasan Penelitian Penelitian ini memiliki keterbatasan yang menjadi kekurangan-kekurangan dalam penelitian, yaitu: 1. Penelitan ini adalah penelitian awal yang hanya dapat mengetahui tingkat kepuasan siswa dan guru terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori. Penelitian ini tidak bisa menjawab hal yang menyebabkan puas dan tidak puas siswa dan guru terhadap penggunaan alat

(243) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 223 peraga matematika berbasis metode Montessori karena hal tersebut akan dijawab oleh penelitian selanjutnya. 2. Data yang diperoleh belum bisa memberikan gambaran secara penuh tentang tingkat kepuasan siswa dan guru terhadap alat peraga Montessori karena keterbatasan jumlah responden yang hanya 50 siswa dan 2 guru. 3. Penelitian ini menggunakan kuesioner dengan tujuh indikator kepuasan yang baru pertama kali dikembangan, sehingga tidak menutup kemungkinan adanya indikator kepuasan lain yang belum digunakan dalam kuesioner ini. 4. Peneliti belum bisa melakukan uji validitas empiris untuk kuesioner guru karena kesutitan peneliti dalam mengumpulkan 30 guru yang menggunakan pernah menggunakan alat peraga Bola Penjumlahan. C. Saran Peneliti memberikan saran yang dapat dijadikan dasar perbaikan pada penelitian selanjutnya, anatar lain: 1. Penelitian yang selanjutnya sebaiknya dilengkapi dengan teknik analisis data selain kuesioner, misalnya wawancara dan observasi untuk dapat menjawab alasan siswa dan guru merasa puas atau tidak puas terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori. 2. Jumlah responden pada penelitian sebaiknya ditambah supaya data yang diperoleh bisa memberikan gambaran penuh mengenai tingkat kepuasan siswa dan guru terhadap alat peraga Montessori.

(244) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 224 3. Pembuatan kuesioner dan pengukuran tingkat kepuasan sebaiknya dikembangkan dengan memperhatikan berbagai indikator tingkat kepuasan lainnya, sehingga benar-benar dapat memberikan gambaran penuh mengenai tingkat kepuasan siswa dan guru terhadap penggunaan alat peraga Montessori.

(245) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Daftar Referensi Adisaputro, G. (2010). Managemen Pemasaran; Analisis Untuk Perancangan Strategi pemasaran. Yogyakarta: Penerbit dan Percetakan Sekolah Tinggi Ilmu managemen YKPN. Anonim. (2012). Nienhuis Montessori. The Global Standard. Arikunto, S. (2010). Managemen Penelitian. Jakarta: Rineka Cipta. _________. (2006). PROSEDUR PENELITIAN suatu pendekatan praktik. Jakarta: Rineka Cipta. Asmani, J. (2009). Manajemen Pengelolaan dan Kepemimpinan Pendidikan Profesional. Yogyakarta: Diva Press. Azwar, S. (2011). Reliabilitas dan Validitas. Edisi ke-3. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Chan, Ping-Cheung Patrick. (2005). Relevant Attributes In Assessment for Design Featuresof Indoor Games Halls: The Application OfimportancePerformance Analysis. USA: UMI. Crain, W. (2007). Teori Perkembangan Konsep dan Aplikasi. (Y. Santoso, Penerj.) Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Danim, S dan Khairil. (2010). Profesi Kependidikan. Bandung: Alpabeta. Daryanto dan Rahardjo. (2012). Model Pembelajaran inovatif. Gava Media: Yogyakarta. Efendi dan Tukiran. (2012). Metode Penelitian Survei. Jakarta: LP3ES, Anggota Ikapi. Frick, T. W., dan Koh, J. H. L. (2010). Implementing Autonomy Support: Insights from a Montessori Classroom. Internasional Journal of education, 2 (2). 112. Hamdani. (2011). Dasar-dasar pendidikan. Bandung: Pustaka Setia. Hartati, V.Y. (2005). Analisis Tingkat Kepuasan Siswa Terhadap Kinerja Guru. Skripsi. Yogyakarta. Universitas Sanata Dharma. 225

(246) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 226 Hasan, Q. A. (2011). Pembelajaran Pembagian Menggunakan Peraga Manipulatif dengan Pendekatan Algoritma Tunggal. Prosiding Seminar Nasional Penelitian, Pendidikan dan Penerapan MIPA , 107-112. Hudojo, H. (2001). Pengembangan kurikulum dan pembelajaran matematika. Malang: Jurusan Pendidikan Matematika Fakultas MIPA Universitas Negeri Malang. Kotler, P. dan K. L. Keller. (2013). Marketing Management. Edisi ke-14. England: Person Education Limited. Kustandi, C dan Sutjipto. (2011). Media Pembelajaran: Manual dan Digital. Bogor: Ghalia Indonesia. Laksana, F. (2008). Managemen Pemasaran ; Pendekatan Praktis. Yogyakarta: Graha Ilmu. Lillard, P. P. (1997). Montessori In The Classroom. New York: Schocken Books. Lupiyoadi, R. (2013). Managemen Pemasaran Jasa : Berbasis Kompetensi. Jakarta: Salemba Empat. Magini, A. P. (2013). Sejarah Pendekatan Montessori. Yogyakarta: Kanisius. Margono, S. (2010). Metodologi Penelitian Pendidikan. Jakarta: PT. Asdi Mahasatya. Masidjo. (1995). Penilaian Pencapaian Hasil Belajar Siswa di Sekolah. Yogyakarta: Kanisius. Miyono, N. (2011). Kepuasan dan Loyalitas Pelanggan pada Sekolah Dasar Swasta Unggul di Semarang. Dinamika Sosial dan Ekonomi. Montessori, M. (2002). The Montessori Method. New York: Dover Publication. ___________.(2013). Metode Montessori : Panduan Wajib untuk Guru dan Orang tua Didik PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini). (A. L. Lazuardi, Penerj.) Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Mulyasa. E. 2007. Manajemen Berbasis Sekolah. Bandung: Remaja Rosdakarya. Mulyono, A. (2003). Pendidikan bagi anak berkesulitan belajar. Jakarta: Rineka Cipta. Nurkolis. (2003). Manajemen Berbasis Sekolah. Jakarta: Grasindo.

(247) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 227 Organisation for Economic Cooperation and Developmant. (2010). What Student Know and Can Do: Student Performance In Reading, Mathematics And Science. OECD, PISA 2009. http://dx.doi.org/10.1787/888932343342 Ratnasari, R. T., dan Aksa, M. (2011). Teori dan Kasus Managemen Pemasaran Jasa. Bogor: Ghalia Indonesia. Sethi, R. (2000). New Product Devlopment Teams. Journal of Marketing , 64, 114. Sopiatin, P. (2010). Managemen Belajar Berbasis Kepuasan Siswa. Bogor: Ghalia Indonesia. Sudjana, N. (2000). CBSA. Dasar-dasar Proses Belajar Mengajar. Bandung: PT Sinar Baru Algeandra. Sugiarni, S. (2012). Peningkatan Proses dan Hasil Belajar Matematika dengan Memanfaatkan Media dan Alat Peraga Materi Operasi Hitung Campuran. Dinamika , 3, 54-58. Sugiyono. (2011). Metode penelitian KOMBINASI. Bandung : Alfabeta. Suharjana, A. (2009). Pemanfaatan Alat Peraga Sebagai Media Pembelajaran Matematika. Yogyakarta : Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PPPTK) Matematika. Sukmadinata, N. S. (2012). Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: Remaja Rosdakarya Offset. Sunyoto, D. (2012). Konsep Dasar Riset Pemasaran dan Perilaku Konsumen. Yogyakarta: CAPS. Supranto, J. (2006). Pengukuran Tingkat Kepuasan Pelanggan Untuk Menaikkan Bangsa Pasar. Jakarta: Aneka Cipta. Susanto, A. (2013). Teori belajar dan pembelajaran di sekolah dasar. Edisi ke-1. Jakarta: Kencana. Tantang. (2012). Ilmu pendidikan. Bandung. Pustaka Setia. Tjiptono, F., dan Chandra, G. (2011). Service, Quality & Satisfication Edisi 3. Yogyakarta: Andi Offset. Tjiptono, F. (2004). Managemen Jasa. Yogyakarta: Andi Offset. _________. (2008). Strategi Pemasaran. Yogyakarta: Andi Offset.

(248) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 228 Ruseffendi. (1979). Pengajaran Matematika Modern. Bandung: Tarsito. Simpeh, Fredrick. (2013). Thesis Submited in Fulfilment of The Requirements for The Degree of Master of Technology: Construction Management (Facility Management). Departemen of Construction Management and Quantity Surveying In The Faculty of Engineering at The Cape Peninsula University of Technology: Bellville. Sitanggang. A., dan Widyaiswara. (2013). Alat Peraga Matematika Sederhana untuk Sekolah Dasar. Sumatera Utara: Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan. Wahyuningsih, I. (2011). Pengaruh Model Pendidikan Montessori Terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa. Skripsi. Yogyakarta. Universitas Sanata Dharma.

(249) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 229 Lampiran 1 Surat Ijin Melakukan Uji Validitas dan Reliabilitas

(250) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 230 Lampiran 2 Surat Ijin Penelitian

(251) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 231 Lampiran 3 Surat Keterangan Selesai Penelitian

(252) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 232 Lampiran 4 Hasil Expert Judgement

(253) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 233

(254) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 234

(255) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 235

(256) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 236

(257) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 237

(258) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 238 Lampiran 5 Hasil Face Validity Kuesioner untuk Sis wa

(259) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 239

(260) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 240

(261) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 241

(262) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 242 Lampiran 6 Hasil Face Validity untuk Kuesioner Guru

(263) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 243

(264) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 244

(265) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 245

(266) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 246 Lampiran 7 Contoh Jawaban Responden (Sis wa) Pada Uji Coba Kuesioner Kinerja

(267) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 247

(268) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 248

(269) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 249

(270) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 250

(271) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 251 Lampiran 8 Contoh Jawaban Responden (Sis wa) Pada Uji Coba Kuesioner Kepentingan

(272) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 252

(273) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 253

(274) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 254

(275) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 255

(276) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 256 Lampiran 9 Data Mentah Hasil Uji Coba Kuesioner Kinerja Perolehan Skor Tiap Item (KUES IONER KINERJ A) auto education No menarik bergradasi auto correction 1 2 3 4 5 6 tot 7 8 9 10 tot 11 12 13 14 15 tot 16 17 18 19 20 tot 1 5 2 3 4 5 3 22 5 4 4 1 14 2 5 1 2 4 14 1 4 5 1 4 15 2 5 5 5 5 5 5 30 4 4 5 5 18 5 5 5 4 5 24 5 5 5 5 5 25 3 2 3 4 1 4 3 17 4 3 3 3 13 1 2 1 2 1 7 2 5 1 2 5 15 4 4 5 5 5 4 4 27 5 3 4 4 16 4 5 4 4 4 21 5 4 4 4 3 20 5 1 2 3 4 5 4 19 3 2 1 3 9 1 2 5 2 5 15 3 4 3 2 3 15 6 5 5 5 5 5 5 30 2 2 2 2 8 5 2 2 2 2 13 4 1 4 3 2 14 7 4 5 4 5 4 5 27 4 5 5 4 18 5 4 5 4 5 23 5 4 4 5 5 23 8 5 5 5 5 5 5 30 5 5 5 5 20 5 5 5 5 5 25 5 5 5 5 5 25 9 4 5 4 5 5 4 27 5 4 4 3 16 5 4 4 3 4 20 4 5 5 4 4 22 10 5 4 5 4 4 5 27 4 5 3 4 16 5 4 2 4 5 20 2 4 3 3 5 17 11 5 2 5 4 4 1 21 5 4 4 5 18 2 5 4 2 2 15 4 2 2 1 2 11 12 4 5 2 3 2 4 20 3 3 3 3 12 4 3 4 1 3 15 5 5 4 5 4 23 13 4 3 4 5 4 4 24 5 4 4 5 18 4 3 4 3 5 19 5 5 4 3 4 21 14 4 5 3 4 5 3 24 4 2 5 4 15 3 4 5 3 4 19 3 3 4 5 4 19 15 5 1 5 5 1 5 22 1 1 5 5 12 5 1 5 5 5 21 5 1 5 5 1 17 16 5 4 3 2 1 5 20 4 3 2 1 10 5 4 3 2 1 15 4 3 3 4 5 19 17 5 3 5 4 5 5 27 4 4 4 5 17 5 5 5 5 5 25 5 5 5 5 5 25 18 1 2 3 4 5 1 16 2 2 1 2 7 2 3 3 5 4 17 2 2 2 2 3 11 19 1 2 3 3 3 3 15 3 3 2 1 9 5 5 5 5 4 24 1 1 1 1 1 5 20 5 4 4 3 4 5 25 5 4 3 4 16 5 4 4 5 4 22 5 3 3 4 4 19 21 4 1 1 5 5 3 19 4 5 4 5 18 5 4 4 4 3 20 4 1 3 5 3 16 22 5 3 5 4 1 4 22 2 5 3 5 15 4 5 2 4 5 20 4 4 3 3 2 16 23 5 4 1 3 2 1 16 3 2 5 3 13 5 2 5 2 3 17 4 3 1 3 4 15 24 5 4 2 3 5 4 23 3 4 5 4 16 5 4 3 5 4 21 3 4 5 4 4 20 25 5 4 5 4 5 4 27 5 4 5 4 18 4 5 4 5 4 22 4 4 5 5 5 23 26 5 4 5 4 5 5 28 4 5 4 5 18 5 4 4 5 4 22 2 5 5 5 4 21 27 5 4 5 4 5 5 28 4 5 4 5 18 5 4 4 5 4 22 1 1 5 5 5 17 28 5 4 2 3 5 4 23 3 5 4 5 17 4 3 5 5 4 21 5 5 4 3 4 21 29 5 4 5 4 5 4 27 5 5 5 5 20 5 4 5 4 5 23 5 5 4 4 5 23 30 5 5 5 3 4 4 26 1 5 1 5 12 5 1 5 3 4 18 5 5 1 4 4 19

(277) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 257 kontekstual No. life workmanship 21 22 23 24 25 total 26 27 28 29 30 31 total 32 33 34 35 36 37 total 1 3 5 1 2 4 15 4 3 3 2 4 4 20 2 4 5 2 4 3 20 2 5 5 5 5 5 25 5 5 5 5 5 5 30 5 5 5 5 5 5 30 3 2 3 4 5 1 15 2 5 1 2 5 2 17 3 4 5 4 1 3 20 4 5 3 3 4 5 20 4 5 3 3 5 5 25 5 5 5 3 5 5 28 5 1 2 3 4 5 15 1 3 2 1 2 4 13 2 4 2 3 5 2 18 6 2 2 3 2 5 14 1 1 1 1 1 2 7 1 1 1 1 1 1 6 7 5 4 5 4 5 23 5 5 4 5 4 4 27 4 5 4 5 5 4 27 8 5 5 5 5 5 25 5 5 5 5 5 5 30 5 5 5 5 5 5 30 9 4 4 5 4 5 22 4 5 4 4 4 4 25 5 4 4 4 5 5 27 10 4 2 4 4 3 17 5 4 5 3 3 5 25 4 3 4 4 5 5 25 11 2 5 1 2 1 11 5 5 1 5 2 1 19 4 5 4 5 2 2 22 12 5 5 4 5 4 23 5 1 2 4 5 5 22 2 4 5 4 5 1 21 13 4 5 3 4 5 21 4 4 3 4 3 3 21 3 4 3 4 3 5 22 14 3 3 4 4 5 19 3 2 5 4 2 3 19 2 4 3 3 3 4 19 15 5 1 5 1 5 17 4 5 5 5 5 5 29 3 2 4 1 4 5 19 16 5 4 3 2 5 19 5 3 2 1 5 4 20 4 3 2 1 5 4 19 17 5 5 5 5 5 25 5 5 5 5 5 5 30 5 5 5 5 5 5 30 18 1 1 2 3 4 11 1 5 5 4 5 5 25 2 3 4 5 5 4 23 19 1 1 1 1 1 5 5 1 1 1 1 1 10 5 5 5 5 5 5 30 20 5 4 3 4 3 19 5 4 4 3 4 5 25 5 5 4 5 5 4 28 21 5 1 2 5 3 16 5 5 4 5 2 2 23 4 5 1 5 4 1 20 22 4 3 5 1 3 16 4 3 4 3 5 5 24 5 2 5 5 5 1 23 23 5 2 4 3 1 15 2 2 4 2 4 5 19 4 3 3 3 2 2 17 24 4 4 4 5 3 20 4 4 5 5 3 4 25 3 4 5 4 5 3 24 25 4 5 4 5 4 22 4 4 5 4 5 5 27 5 5 4 4 5 3 26 26 5 4 3 4 5 21 4 1 3 4 3 4 19 5 3 2 1 4 5 20 27 5 4 5 4 4 22 5 4 4 5 4 5 27 4 5 2 1 4 5 21 28 2 4 5 4 5 20 5 5 3 4 5 4 26 4 5 3 5 5 4 26 29 5 4 5 4 5 23 5 5 4 5 4 4 27 4 5 4 5 5 4 27 30 4 1 5 5 4 19 5 2 4 4 1 1 17 1 5 1 3 2 4 16

(278) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 258 Lampiran 10 Data Mentah Hasil Uji Coba Kuesioner Kepentingan Perolehan Skor Tiap Item (KUES IONER KEPENTINGAN) auto education menarik auto correction bergradasi No. 1 2 3 4 5 6 tot 7 8 9 10 tot 11 12 13 14 15 tot 16 17 18 19 20 tot 1 5 4 3 4 2 1 19 4 5 3 4 16 5 5 1 2 3 16 1 4 5 2 4 16 2 5 5 5 5 5 5 30 5 5 5 5 20 5 5 5 3 5 23 5 5 5 5 5 25 3 3 4 4 4 4 1 20 1 2 2 1 6 5 3 2 4 3 17 1 3 3 4 4 15 4 5 5 5 5 5 5 30 5 5 5 5 20 5 5 5 5 4 24 4 4 5 5 5 23 5 1 2 3 4 5 4 19 2 1 2 4 9 4 3 2 3 2 14 2 3 2 4 2 13 6 5 5 5 5 1 5 26 2 2 2 2 8 1 2 2 1 5 11 5 5 5 5 5 25 7 4 5 4 3 4 5 25 4 3 5 4 16 5 4 5 4 5 23 4 5 4 3 5 21 8 4 5 3 4 5 3 24 2 2 3 4 11 3 3 5 3 5 19 2 5 5 4 5 21 9 5 5 4 5 5 4 28 5 4 4 3 16 4 4 4 3 5 20 4 5 5 4 4 22 10 4 5 5 4 5 4 27 4 4 5 3 16 5 5 4 3 4 21 1 2 5 3 5 16 11 5 4 2 5 1 4 21 2 2 2 3 9 1 1 1 2 2 7 1 5 5 1 2 14 12 5 4 4 4 4 5 26 1 3 5 3 12 1 3 4 5 4 17 3 5 2 4 3 17 13 5 4 5 1 4 4 23 3 3 4 4 14 4 3 4 3 4 18 3 4 5 5 4 21 14 5 4 5 4 5 4 27 5 3 5 4 17 2 4 5 3 5 19 5 4 5 4 5 23 15 5 5 5 5 5 5 30 5 5 5 5 20 4 4 5 5 5 23 4 5 5 1 5 20 16 5 4 3 2 1 5 20 4 3 2 1 10 1 4 3 2 5 15 5 4 3 3 2 17 17 4 5 5 4 5 4 27 5 4 4 4 17 1 1 1 1 5 9 1 1 1 1 1 5 18 1 4 3 3 1 4 16 3 2 3 1 9 3 2 1 2 4 12 4 2 5 4 4 19 19 4 5 4 5 4 5 27 4 5 4 5 18 3 2 3 2 3 13 2 1 3 2 4 12 20 4 5 5 4 4 4 26 5 2 5 1 13 5 3 2 4 5 19 1 3 5 2 5 16 21 5 5 4 5 5 2 26 5 3 1 3 12 4 1 4 4 1 14 5 5 4 1 3 18 22 5 4 5 4 4 3 25 5 2 5 3 15 5 5 3 2 4 19 4 3 4 5 2 18 23 5 4 5 2 3 1 20 2 5 3 2 12 5 1 2 4 5 17 3 5 4 1 4 17 24 4 5 3 4 5 3 24 5 2 4 5 16 4 5 4 3 4 20 3 3 5 3 3 17 25 5 5 5 4 5 4 28 5 4 4 5 18 5 4 5 4 5 23 4 5 4 5 4 22 26 5 4 5 5 5 4 28 4 5 4 5 18 4 5 4 5 4 22 1 2 4 4 2 13 27 5 4 5 5 4 5 28 4 5 4 5 18 4 5 4 5 4 22 2 2 4 2 5 15 28 4 5 3 4 5 3 24 4 5 4 3 16 4 5 3 5 4 21 3 5 5 4 3 20 29 5 5 5 5 4 5 29 4 5 4 5 18 4 4 5 5 5 23 5 4 5 4 5 23 30 5 5 4 5 5 2 26 5 3 1 3 12 4 1 4 4 1 14 5 5 4 1 4 19

(279) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 259 life kontekstual No. workman ship 21 22 23 24 25 total 26 27 28 29 30 31 total 32 33 34 35 36 37 total 1 2 4 3 5 2 16 4 5 3 4 5 4 25 1 4 5 4 4 4 22 2 4 4 4 5 5 22 5 5 5 5 5 5 30 5 5 5 5 5 5 30 3 3 4 5 3 4 19 4 5 5 5 3 2 24 3 4 5 3 4 5 24 4 4 4 1 3 4 16 5 4 5 5 5 4 28 4 5 4 3 4 4 24 5 1 3 2 5 4 15 3 3 2 4 2 1 15 2 2 4 3 3 2 16 6 5 1 1 1 5 13 1 1 1 1 1 1 6 1 1 1 1 1 1 6 7 5 4 5 4 5 23 4 5 4 3 5 4 25 5 4 5 4 3 5 26 8 3 5 5 5 5 23 5 5 5 5 5 5 30 5 5 5 5 5 5 30 9 4 4 5 4 5 22 4 5 4 4 4 4 25 5 4 4 4 5 5 27 10 5 3 1 5 4 18 5 4 5 5 4 4 27 5 4 5 4 4 5 27 11 4 2 4 4 4 18 1 5 5 2 1 5 19 4 4 2 1 5 5 21 12 5 4 3 5 3 20 5 4 3 3 1 5 21 4 3 4 2 4 2 19 13 4 5 4 5 4 22 2 3 4 5 4 4 22 3 5 4 3 4 5 24 14 4 5 4 3 5 21 4 5 4 3 3 3 22 2 5 4 5 4 3 23 15 5 5 5 5 5 25 5 5 5 5 5 5 30 5 5 5 5 5 5 30 16 5 4 3 2 1 15 5 4 3 2 1 5 20 4 3 2 1 5 4 19 17 5 5 5 5 5 25 5 5 5 5 1 1 22 1 1 1 1 1 1 6 18 2 1 1 1 1 6 2 3 5 4 3 1 18 1 1 1 1 1 1 6 19 1 1 1 1 2 6 2 2 2 2 3 2 13 1 2 3 4 5 5 20 20 5 4 3 4 2 18 4 5 4 5 5 5 28 4 5 4 5 4 4 26 21 5 5 4 5 4 23 1 2 4 3 2 1 13 1 2 2 5 4 5 19 22 1 5 4 3 5 18 4 5 4 4 3 3 23 4 2 4 4 3 4 21 23 2 1 5 3 4 15 2 5 2 5 1 1 16 5 3 2 5 1 4 20 24 5 4 5 4 5 23 3 4 3 3 4 4 21 5 3 4 3 3 4 22 25 5 2 5 4 5 21 5 5 5 5 5 5 30 2 5 5 4 5 5 26 26 5 4 5 5 4 23 5 5 4 5 5 4 28 5 4 4 5 1 5 24 27 4 5 5 4 5 23 5 4 4 5 5 4 27 5 4 4 5 2 5 25 28 3 5 4 3 5 20 4 5 3 5 4 2 23 3 4 5 4 5 3 24 29 5 4 5 4 5 23 4 5 4 5 5 5 28 2 5 5 5 4 5 26 30 5 5 4 5 4 23 1 2 4 3 2 1 13 1 2 2 5 4 5 19

(280) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 260 Lampiran 11 Output Validitas Uji Coba Kuesioner Kinerja Hasil Uji Validitas Indikator Auto-Education pada Kuesioner Kinerja Correlations Total Total Pearson Correlation 1 Sig. (2-tailed) N Item1 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Item2 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Item3 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Item4 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Item5 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Item6 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Item1 .613** Item2 .625** Item3 .678** Item4 .532** Item5 .430* Item6 .700** .000 .000 .000 .002 .018 .000 30 30 30 30 30 30 30 .613** 1 .378* .289 .183 -.071 .394* .000 .039 .121 .332 .710 .031 30 30 30 30 30 30 30 ** * 1 .219 .025 .157 .400* .246 30 .898 30 .408 30 .029 30 .625 .378 .000 30 .039 30 30 .678** .000 .289 .121 .219 .246 1 .334 .071 .104 .585 .470** .009 30 30 30 30 30 30 30 ** .183 .025 .334 1 .290 .220 .002 30 .332 30 .898 30 .071 30 30 .120 30 .243 30 .430* -.071 .157 .104 .290 1 .025 .018 .710 .408 .585 .120 .532 .894 30 30 30 30 30 30 30 .700** .394* .400* .470** .220 .025 1 .000 .031 .029 .009 .243 .894 30 30 30 30 30 30 **. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed). *. Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed). 30

(281) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 261 Hasil Uji Validitas Indikator Menarik pada Kuesioner Kinerja Correlations Total Total Item7 Pearson Correlation 1 Sig. (2-tailed) N Item7 30 ** Pearson Correlation .647 Sig. (2-tailed) Pearson Correlation Item9 Item10 Item10 .761** .734** .000 .000 .000 .000 30 30 30 30 1 * * .075 .044 .012 .696 .371 .455 30 30 30 30 30 ** * 1 .222 .506** .238 30 .004 30 .722 Sig. (2-tailed) N Item9 .722** .000 N Item8 Item8 .647** .371 .000 30 .044 30 30 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) .761** .000 .455* .012 .222 .238 1 .478** .008 N Pearson Correlation 30 .734** 30 .075 30 .506** 30 .478** 30 1 .000 30 .696 30 .004 30 .008 30 30 Sig. (2-tailed) N **. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed). *. Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed). Hasil Uji Validitas Indikator Bergradasi pada Kuesioner Kinerja Correlations Total Total Pearson Correlation Item11 1 Item13 Item15 Item15 .797** .723** .000 .007 .000 .000 .000 30 1 30 .119 30 .356 30 .427* 30 .243 .000 30 30 .531 30 .054 30 .019 30 .195 30 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) .485** .007 .119 .531 1 -.043 .823 .323 .082 .196 .300 N Pearson Correlation 30 .618** 30 .356 30 -.043 30 1 30 .300 30 .426* .000 30 .054 30 .823 30 30 .107 30 .019 30 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) .797** .000 .427* .019 .323 .082 .300 .107 1 .553** .002 N Pearson Correlation 30 .723** 30 .243 30 .196 30 .426* 30 .553** 30 1 .000 .195 .300 .019 .002 30 30 30 30 30 Sig. (2-tailed) N Item14 Item14 .618** 30 .663** N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Item12 Item13 .485** Sig. (2-tailed) Item11 Item12 .663** Sig. (2-tailed) N **. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed). *. Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed). 30

(282) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 262 Hasil Uji Validitas Indikator Auto Correction pada Kuesioner Kinerja Correlations Total Total Item16 Pearson Correlation 1 .615 Sig. (2-tailed) N Item16 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) Pearson Correlation Sig. (2-tailed) Pearson Correlation Sig. (2-tailed) Pearson Correlation Sig. (2-tailed) Pearson Correlation Sig. (2-tailed) .000 .000 .000 30 30 30 30 30 .333 .176 ** .090 .072 .351 .009 .636 ** 1 .467 30 30 30 30 30 .333 1 .223 .173 .608** .000 .072 .235 .360 .000 30 30 30 30 30 1 ** .280 .001 .134 30 ** .176 .223 .000 .351 .235 .660 .575 30 30 30 30 30 30 .765** .467** .173 .575** 1 .421* .000 .009 .360 .001 30 30 30 30 30 30 .686** .090 .608** .280 .421* 1 .000 .636 .000 .134 .020 30 30 30 30 30 N Item20 .686** .765 30 N Item19 Item20 ** .692** N Item18 .660 Item19 ** .000 .000 N Item17 .692 Item18 ** .000 30 .615 Item17 ** N .020 30 **. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed). *. Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed). Hasil Uji Validitas Indikator Kontekstual pada Kuesioner Kinerja Correlations Total Total Pearson Correlation Item21 1 Sig. (2-tailed) Item21 N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Item22 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Item23 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) Item24 N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Item25 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N 30 .726 ** .726 Item22 ** Item23 .627 ** Item24 .719 ** Item25 .657 ** .642 ** .000 .000 .000 .000 .000 30 1 30 .333 30 .490 ** 30 .319 30 .292 .072 .006 .085 .117 .000 30 30 30 30 30 30 ** .333 1 .168 .318 .252 .000 .072 .375 .087 .178 30 30 30 30 30 ** ** .168 1 * .000 .006 .375 30 30 30 .627 .719 .490 30 .404 * .030 .027 30 30 30 * 1 .213 ** .319 .318 .396 .000 .085 .087 .030 .657 .396 .258 30 30 30 30 30 30 .642 ** .292 .252 .404 * .213 1 .000 .117 .178 .027 .258 30 30 30 30 30 30

(283) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 263 Correlations Total Total Pearson Correlation Item21 1 .726 Sig. (2-tailed) N Item21 30 Pearson Correlation .726 Sig. (2-tailed) Item22 N Pearson Correlation Pearson Correlation Pearson Correlation .642 ** .000 .000 .000 .000 30 30 30 30 30 .333 ** .319 .292 .072 .006 .085 .117 .490 30 30 30 30 30 .333 1 .168 .318 .252 .000 .072 .375 .087 .178 30 30 30 30 30 ** ** .168 1 * .404 * .006 .375 .030 .027 .490 30 .396 30 30 30 30 30 30 .319 .318 .396 * 1 .213 .000 .085 .087 .030 30 30 30 30 30 30 * .213 1 N Pearson Correlation .657 .657 ** Sig. (2-tailed) Item25 .719 Item25 ** .000 1 .000 N Item24 ** ** .719 Sig. (2-tailed) ** 30 .627 N Item24 ** Item23 .627 .000 Sig. (2-tailed) Item23 Item22 ** ** .292 .252 .404 .000 .117 .178 .027 .258 30 30 30 30 30 .642 Sig. (2-tailed) N .258 30 **. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed). *. Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed). Hasil Uji Validitas Indikator Life pada Kuesioner Kinerja Correlations Total Total Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Item26 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Item27 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Item28 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Item29 Pearson Correlation Item26 Item27 Item28 Item29 Item30 Item31 .497 ** .713 ** .756 ** .749 ** .720 ** .689 ** .005 .000 .000 .000 .000 .000 30 30 30 30 30 30 30 .497 ** 1 .218 .197 .489 ** .136 .041 .247 .297 .006 .473 .830 30 30 30 30 30 1 * ** ** .256 1 .005 30 30 ** .218 .000 .247 30 .713 .388 .543 .495 .034 .002 .005 .171 30 30 30 30 1 ** .336 .590 ** .000 .069 .001 30 30 ** .197 .388 * .000 .297 .034 30 30 30 30 30 30 30 .749 ** .489 ** .543 ** .611 ** 1 .236 .206 .756 .611

(284) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 264 Sig. (2-tailed) N Item30 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Item31 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N .000 .006 .002 .000 .209 .274 30 30 30 30 30 30 30 .720 ** .136 .495 ** .336 .236 1 .762 ** .000 .473 .005 .069 .209 30 30 30 30 30 30 30 .689 ** .041 .256 .590 ** .206 .762 ** 1 .000 .830 .171 .001 .274 .000 30 30 30 30 30 30 .000 30 **. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed). *. Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed). Hasil Uji Validitas Indikator Workmanship pada Kuesioner Kine rja Correlations Total Total Pearson Correlation Item32 1 Sig. (2-tailed) N Item32 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) 30 .741 ** .741 Item33 ** .642 Item34 ** .680 Item35 ** .671 Item36 ** .709 Item37 ** .544 ** .000 .000 .000 .000 .000 .002 30 30 30 30 30 30 .351 .381 * .356 ** .380 * 1 .057 .038 .053 .005 .039 30 30 30 30 30 30 30 .642 ** .351 1 .200 .520 ** .279 .299 .000 .057 .288 .003 .136 .109 30 30 30 30 30 30 30 .680 ** .381 * .200 1 .492 ** .400 * .196 .000 .038 .288 .006 .029 .299 30 30 30 30 30 30 30 .671 ** .356 .520 ** .492 ** 1 .329 -.044 Sig. (2-tailed) .000 .053 .003 .006 .076 .818 N Item36 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) 30 30 30 30 30 30 30 .709 ** .496 ** .279 .400 * .329 1 .323 .000 .005 .136 .029 .076 30 30 30 30 30 30 30 ** * .299 .196 -.044 .323 1 .002 .039 .109 .299 .818 .081 30 30 30 30 30 30 N Item33 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Item34 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Item35 Pearson Correlation N Item37 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N .000 .496 .544 .380 **. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed). *. Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed). .081 30

(285) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 265 Lampiran 12 Output Validitas Uji Coba Kuesioner Kepentingan Hasil Uji Validitas Indikator Auto Education pada Kuesioner Kepentingan Correlations Total Total Pearson Correlation Item1 Item1 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Item2 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Item3 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Item4 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Item5 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Item6 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Item3 Item4 Item5 Item6 .568** .606** .666** .579** .609** .493** .001 .000 .000 .001 .000 .006 30 30 30 30 30 30 30 .568** 1 .425* .404* .182 .070 .071 1 Sig. (2-tailed) N Item2 .001 .019 .027 .337 .715 .711 30 30 30 30 30 30 30 .606** .425* 1 .273 .319 .255 .138 .000 .019 .144 .085 .175 .466 30 30 30 30 30 30 30 .666** .404* .273 1 .087 .376* .245 .000 .027 .144 .648 .041 .192 30 30 30 30 30 30 30 .579** .182 .319 .087 1 .289 .176 .001 .337 .085 .648 .121 .353 30 30 30 30 30 30 30 .609** .070 .255 .376* .289 1 -.019 .000 .715 .175 .041 .121 30 30 30 30 30 30 30 .493** .071 .138 .245 .176 -.019 1 .006 .711 .466 .192 .353 .919 30 30 30 30 30 30 **. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed). *. Correlat ion is significant at the 0.05 level (2-tailed). .919 30

(286) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 266 Hasil Uji Validitas Indikator Menarik pada Kuesioner Kepentingan Correlations Total Total Pearson Correlation Item7 Item8 Item9 Item10 1 .716** .759** .717** .779** 30 .000 30 .000 30 .000 30 .000 30 .716** 1 .375* .364* .384* .000 30 30 .041 30 .048 30 .036 30 .759** .375* 1 .376* .505** .000 30 .041 30 30 .040 30 .004 30 .717** .364* .376* 1 .409* .000 30 .048 30 .040 30 30 .025 30 .779** .384* .505** .409* 1 Sig. (2-tailed) .000 .036 .004 N 30 30 30 **. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed). *. Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed). .025 30 30 Item7 Item8 Item9 Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Item10 Pearson Correlation Hasil Uji Validitas Indikator Bergradasi pada Kuesioner Kepentingan Correlations Total Total Pearson Correlation Item11 1 Sig. (2-tailed) N Item11 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Item12 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Item13 Pearson Correlation 30 .648 ** Item12 .648 ** .784 .688 .454 * .000 .000 .012 30 30 30 30 30 1 * .276 .441 * -.040 .017 .140 .015 .833 30 30 30 30 1 * .316 .375 * .011 .088 .041 30 30 30 1 ** .265 30 ** * .434 .434 .000 .017 30 30 30 .276 * .768 .768 Item15 ** .000 30 ** Item14 ** .000 .000 .784 Item13 ** .460 .460 .564

(287) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 267 Sig. (2-tailed) .000 .140 .011 .001 .157 30 30 30 30 30 30 .688 ** .441 * .316 .564 ** 1 .000 .000 .015 .088 .001 30 30 30 30 30 30 Pearson Correlation .454 * -.040 .375 * .265 .000 1 Sig. (2-tailed) .012 .833 .041 .157 1.000 30 30 30 30 30 N Item14 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Item15 N 1.000 30 **. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed). *. Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed). Hasil Uji Validitas Indikator Auto Correction pada Kuesioner Kepentingan Correlations Total Total Pearson Correlation Item16 1 Sig. (2-tailed) Item16 N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) Item17 N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Item18 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Item19 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Item20 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N 30 .732 ** Item17 Item18 Item19 Item20 .732 ** .682 ** .677 ** .551 ** .651 ** .000 .000 .000 .002 .000 30 30 30 30 30 1 ** .237 .273 .255 .003 .208 .144 .175 .000 .526 30 30 30 30 30 30 .682 ** .526 ** 1 .362 * .094 .253 .000 .003 .050 .623 .177 30 30 30 30 30 30 ** .237 .362 * 1 .191 .601 ** .000 .208 .050 .311 .000 .677 30 30 30 30 30 30 .551 ** .273 .094 .191 1 .161 .002 .144 .623 .311 30 30 30 30 30 30 ** .161 1 .396 ** .255 .253 .000 .175 .177 .000 .396 30 30 30 30 30 .651 **. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed). *. Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed). .601 30

(288) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 268 Hasil Uji Validitas Indikator Kontekstual pada Kuesioner Kepentingan Correlations Total Total Pearson Correlation Item21 Item21 Pearson Correlation Pearson Correlation .685 ** .000 .000 .000 .000 .000 30 30 30 30 30 30 ** 1 .291 .269 .335 .243 .118 .151 .070 .196 N Item23 Pearson Correlation N Pearson Correlation 30 .291 1 .000 .118 30 30 30 ** .269 ** .000 .151 N Pearson Correlation N 30 30 ** .351 .006 .001 .057 30 30 30 1 ** .554 ** .010 .002 ** .582 .466 .006 30 ** .335 .000 .070 .001 .010 30 30 30 30 30 30 30 ** .347 1 .582 ** 30 30 30 ** 1 .347 .466 .060 ** .243 .351 .000 .196 .057 .002 .060 30 30 30 30 30 .685 Sig. (2-tailed) .494 30 .494 30 .756 Sig. (2-tailed) Item25 30 ** .785 Sig. (2-tailed) Item24 30 .759 Sig. (2-tailed) Item25 .756 ** .000 N Item22 Item24 .785 ** .601 Sig. (2-tailed) Item23 .759 ** Sig. (2-tailed) N Item22 .601 ** 1 .554 30 **. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed). Hasil Uji Validitas Indikator Life pada Kuesioner Kepentingan Correlations Total Total Pearson Correlation Item26 Sig. (2-tailed) N Item27 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Item28 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Item29 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) Item28 Item29 Item30 Item31 .823 ** .787 ** .668 ** .728 ** .782 ** .745 ** .000 .000 .000 .000 .000 .000 30 30 30 30 30 30 30 .823 ** 1 .663 ** .399 * .553 ** .507 ** .581 ** .000 .029 .002 .004 .001 1 Sig. (2-tailed) N Item26 Pearson Correlation Item27 .000 30 30 30 30 30 30 30 .787 ** .663 ** 1 .468 ** .560 ** .411 * .543 ** .000 .000 .009 .001 .024 .002 30 30 30 30 30 30 30 .668 ** .399 * .468 ** 1 .518 ** .410 * .381 * .000 .029 .009 .003 .024 .038 30 30 30 30 30 30 30 ** ** ** ** 1 ** .199 .001 .291 .728 .000 .553 .002 .560 .001 .518 .003 .585

(289) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 269 N Item30 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Item31 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N 30 30 30 30 30 30 30 .782 ** .507 ** .411 * .410 * .585 ** 1 .542 ** .000 .004 .024 .024 .001 30 30 30 30 30 30 30 ** ** ** * .199 ** 1 .745 .581 .543 .381 .002 .542 .000 .001 .002 .038 .291 .002 30 30 30 30 30 30 30 **. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed). *. Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed). Hasil Uji Validitas Indikator Workmanship pada Kuesioner Kepentingan Correlations Total Total Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Item32 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Item33 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Item34 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Item35 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Item36 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Item37 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Item32 Item33 Item34 Item35 Item36 Item37 .638 ** .872 ** .835 ** .704 ** .641 ** .820 ** .000 .000 .000 .000 .000 .000 30 30 30 30 30 30 30 .638 ** 1 .514 ** .445 * .264 .124 .437 * .004 .014 .159 .512 .016 30 30 30 30 30 1 ** ** ** .610 ** 1 .000 30 30 ** ** .872 .514 .000 .004 30 30 30 ** * ** .835 .445 .765 .765 .506 .550 .000 .004 .002 .000 30 30 30 30 1 ** ** .508 ** .560 .501 .000 .014 .000 .001 .005 .004 30 30 30 30 30 30 30 .704 ** .264 .506 ** .560 ** 1 .230 .622 ** .000 .159 .004 .001 .221 .000 30 30 30 30 30 30 30 .641 ** .124 .550 ** .501 ** .230 1 .534 ** .000 .512 .002 .005 .221 30 30 30 30 30 30 30 .820 ** .437 * .610 ** .508 ** .622 ** .534 ** 1 .000 .016 .000 .004 .000 .002 30 30 30 30 30 30 **. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed). *. Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed). .002 30

(290) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 270 Lampiran 13 Output Reliabilitas Uji Coba Kuesioner Kinerja Output Reliabilitas Total Kine rja Indikator Auto-Education Reliability Statistics Cronbach's Alpha Cronbach's Alpha Based on Standardized Items .634 N of Items .639 6 Hasil Uji Reliabilitas Cronbach Alpha If Item Deleted Indikator Auto-Education Pada Kuesioner Kine rja Item-Total Statistics Item1 Cronbach's Alpha if Item Deleted .585 Scale Mean if Scale Variance if Corrected Item- Squared Multiple Item Deleted Item Deleted Total Correlation Correlation 19.37 14.240 .377 .261 Item2 Item3 20.00 19.77 14.138 13.426 .396 .462 .269 .286 .577 .550 Item4 Item5 19.73 19.57 15.857 16.254 .341 .140 .218 .151 .601 .678 Item6 19.73 13.513 .512 .352 .533 Output Reliabilitas Total Kine rja Indikator Menarik Reliability Statistics Cronbach's Alpha Cronbach's Alpha Based on Standardized Items .684 N of Items .684 4 Hasil Uji Reliabilitas Cronbach Alpha If Item Deleted Indikator Menarik Pada Kuesioner Kinerja Item-Total Statistics Scale Mean if Item Deleted Scale Variance if Corrected Item- Squared Multiple Item Deleted Total Correlation Correlation Cronbach's Alpha if Item Deleted Item7 Item8 11.20 8.924 .380 .392 .671 11.17 8.282 .492 .411 .604 Item9 11.27 7.651 .527 .446 .578 Item10 11.07 7.789 .473 .489 .616

(291) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 271 Output Reliabilitas Total Kine rja Indikator Bergradasi Reliability Statistics Cronbach's Alpha Cronbach's Alpha Based on Standardized Items .671 N of Items .671 5 Hasil Uji Reliabilitas Cronbach Alpha If Item Deleted Indikator Bergradasi Pada Kuesioner Kinerja Item-Total Statistics Scale Mean if Item Deleted Cronbach's Alpha if Item Deleted Scale Variance if Corrected Item- Squared Multiple Item Deleted Total Correlation Correlation Item11 Item12 15.17 15.63 11.385 13.344 .422 .204 .245 .132 .621 .712 Item13 Item14 15.43 15.67 11.978 9.954 .372 .622 .271 .436 .643 .521 Item15 15.43 11.220 .537 .388 .572 Output Reliabilitas Total Kine rja Indikator Auto Correction Reliability Statistics Cronbach's Alpha Cronbach's Alpha Based on Standardized Items .712 N of Items .716 5 Hasil Uji Reliabilitas Cronbach Alpha If Item Deleted Indikator Auto-Correction Pada Kuesioner Kinerja Item-Total Statistics Item16 Cronbach's Scale Mean if Scale Variance if Corrected Item- Squared Multiple Alpha if Item Item Deleted Item Deleted Total Correlation Correlation Deleted 14.67 15.609 .373 .428 .703 Item17 14.80 14.303 .461 .540 .669 Item18 14.80 15.062 .435 .380 .678 Item19 14.73 13.857 .593 .612 .613 Item20 14.60 15.352 .504 .565 .654 Output Reliabilitas Total Kine rja Indikator Kontekstual Reliability Statistics Cronbach's Alpha .699 Cronbach's Alpha Based on Standardized Items .700 N of Items 5

(292) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 272 Hasil Uji Reliabilitas Cronbach Alpha If Item Deleted Indikator Kontekstual Pada Kuesioner Kinerja Item-Total Statistics Scale Mean if Item Deleted Cronbach's Alpha if Item Deleted Scale Variance if Corrected Item- Squared Multiple Item Deleted Total Correlation Correlation Item21 14.67 14.023 .522 .312 .619 Item22 15.13 15.223 .375 .190 .684 Item23 14.80 14.510 .531 .371 .618 Item24 14.83 15.247 .443 .227 .654 Item25 14.57 15.220 .408 .201 .668 Output Reliabilitas Total Kine rja Indikator Life Reliability Statistics Cronbach's Alpha Cronbach's Alpha Based on Standardized Items .778 N of Items .777 6 Hasil Uji Reliabilitas Cronbach Alpha If Item Deleted Indikator Life Pada Kuesioner Kinerja Item-Total Statistics Scale Mean if Item Deleted Cronbach's Alpha if Item Deleted Scale Variance if Corrected Item- Squared Multiple Item Deleted Total Correlation Correlation Item26 Item27 18.40 18.73 27.145 23.099 .293 .546 .269 .505 .798 .740 Item28 Item29 18.90 18.83 22.852 22.833 .619 .606 .670 .621 .721 .724 Item30 Item31 18.73 18.57 23.375 24.047 .566 .530 .744 .782 .735 .744 Output Reliabilitas Total Kine rja Indikator Workmanship Reliability Statistics Cronbach's Alpha .742 Cronbach's Alpha Based on Standardized Items .748 N of Items 6

(293) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 273 Hasil Uji Reliabilitas Cronbach Alpha If Item Deleted Indikator Workmanship Pada Kuesioner Kinerja Item-Total Statistics Scale Mean if Item Deleted Scale Variance if Corrected Item- Squared Multiple Item Deleted Total Correlation Correlation Cronbach's Alpha if Item Deleted Item32 19.13 19.430 .594 .372 .673 Item33 18.73 21.582 .491 .402 .705 Item34 19.17 20.006 .501 .358 .699 Item35 19.13 19.637 .468 .524 .710 Item36 18.67 19.816 .548 .329 .686 Item37 19.17 21.730 .310 .324 .755

(294) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 274 Lampiran 14 Output Reliabilitas Uji Coba Kuesioner Kepentingan Output Reliabilitas Total Kepentingan Indikator Auto Education Reliability Statistics Cronbach's Alpha Based on Standardized Items Cronbach's Alpha .582 N of Items .628 6 Hasil Uji Reliabilitas Cronbach Alpha If Item Deleted Indikator Auto Education Pada Kuesioner Kepentingan Item-Total Statistics Item1 Cronbach's Alpha if Item Deleted .535 Scale Mean if Scale Variance if Corrected Item- Squared Multiple Item Deleted Item Deleted Total Correlation Correlation 20.57 10.392 .322 .308 Item2 20.47 11.154 .469 .275 .508 Item3 20.77 10.047 .487 .353 .474 Item4 20.87 10.395 .347 .195 .525 Item5 20.97 9.413 .283 .273 .565 Item6 21.20 10.717 .168 .126 .614 Output Reliabilitas Total Kepentingan Indikator Menarik Reliability Statistics Cronbach's Alpha Cronbach's Alpha Based on Standardized Items .729 N of Items .729 4 Hasil Uji Reliabilitas Cronbach Alpha If Item Deleted Indikator Menarik Pada Kuesioner Kepentingan Item-Total Statistics Scale Mean if Item Deleted Cronbach's Alpha if Item Deleted Scale Variance if Corrected Item- Squared Multiple Item Deleted Total Correlation Correlation Item7 10.60 9.628 .475 .226 .694 Item8 10.93 9.237 .547 .314 .653 Item9 10.77 9.771 .489 .240 .686 Item10 10.90 8.852 .567 .335 .640 Output Reliabilitas Total Kepentingan Indikator Bergradasi Reliability Statistics Cronbach's Alpha .698 Cronbach's Alpha Based on Standardized Items .691 N of Items 5

(295) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 275 Hasil Uji Reliabilitas Cronbach Alpha If Item Deleted Indikator Bergradasi Pada Kuesioner Kepentingan Item-Total Statistics Scale Mean if Item Deleted Cronbach's Alpha if Item Deleted Scale Variance if Corrected Item- Squared Multiple Item Deleted Total Correlation Correlation Item11 14.17 14.282 .402 .325 .672 Item12 14.43 12.392 .599 .406 .581 Item13 14.43 12.806 .582 .434 .591 Item14 14.47 14.395 .495 .421 .634 Item15 13.83 17.109 .208 .224 .737 Output Reliabilitas Total Kepentingan Indikator Auto Correction Reliability Statistics Cronbach's Alpha Cronbach's Alpha Based on Standardized Items .665 N of Items .677 5 Hasil Uji Reliabilitas Cronbach Alpha If Item Deleted Indikator Auto Correction Pada Kuesioner Kepentingan Item-Total Statistics Scale Mean if Item Deleted Cronbach's Alpha if Item Deleted Scale Variance if Corrected Item- Squared Multiple Item Deleted Total Correlation Correlation Item16 15.00 11.517 .489 .338 .578 Item17 14.30 12.769 .458 .344 .595 Item18 13.90 13.610 .500 .417 .586 Item19 Item20 14.90 14.30 14.024 13.459 .252 .439 .102 .375 .694 .605 Output Reliabilitas Total Kepentingan Indikator Kontekstual Reliability Statistics Cronbach's Alpha .763 Cronbach's Alpha Based on Standardized Items .764 N of Items 5

(296) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 276 Hasil Uji Reliabilitas Cronbach Alpha If Item Deleted Indikator Kontekstual Pada Kuesioner Kepentingan Item-Total Statistics Scale Mean if Item Deleted Cronbach's Alpha if Item Deleted Scale Variance if Corrected Item- Squared Multiple Item Deleted Total Correlation Correlation Item21 15.30 17.321 .367 .142 .778 Item22 15.43 15.289 .592 .409 .699 Item23 15.47 14.464 .614 .431 .690 Item24 15.33 15.678 .599 .404 .698 Item25 15.13 16.740 .507 .324 .730 Output Reliabilitas Total Kepentingan Indikator Life Reliability Statistics Cronbach's Alpha Cronbach's Alpha Based on Standardized Items .846 N of Items .851 6 Hasil Uji Reliabilitas Cronbach Alpha If Item Deleted Indikator Life Pada Kuesioner Kepentingan Item-Total Statistics Scale Mean if Item Deleted Cronbach's Alpha if Item Deleted Scale Variance if Corrected Item- Squared Multiple Item Deleted Total Correlation Correlation Item26 18.77 25.151 .718 .580 .802 Item27 18.23 27.702 .695 .577 .811 Item28 18.53 29.844 .549 .358 .835 Item29 Item30 18.40 19.00 28.386 25.103 .613 .646 .648 .555 .824 .819 Item31 19.07 25.720 .590 .604 .831 Output Reliabilitas Total Kepentingan Indikator Workmanship Reliability Statistics Cronbach's Alpha .840 Cronbach's Alpha Based on Standardized Items .846 N of Items 6

(297) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 277 Hasil Uji Reliabilitas Cronbach Alpha If Item Deleted Indikator Workmanship Pada Kuesioner Kepentingan Item-Total Statistics Scale Mean if Item Deleted Scale Variance if Corrected Item- Squared Multiple Item Deleted Total Correlation Correlation Cronbach's Alpha if Item Deleted Item32 18.47 30.257 .447 .396 .852 Item33 18.20 27.545 .802 .689 .778 Item34 18.07 28.064 .747 .660 .789 Item35 18.10 29.886 .557 .543 .826 Item36 18.13 31.292 .481 .507 .840 Item37 17.70 28.493 .728 .633 .793

(298) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 278 Lampiran 15 Contoh Jawaban Responden (Sis wa) Pada Kuesioner Kinerja

(299) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 279

(300) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 280

(301) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 281

(302) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 282

(303) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 283 Lampiran 16 Contoh Jawaban Responden (Sis wa) Pada Kuesioner Kepentingan

(304) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 284

(305) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 285

(306) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 286

(307) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 287

(308) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 288 Lampiran 17 Contoh Jawaban Responden (Guru) Pada Kuesioner Kinerja

(309) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 289

(310) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 290 Lampiran 18 Contoh Jawaban Responden (Guru) Pada Kuesioner Kepentingan

(311) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 291

(312) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 292 Lampiran 19 Data Mentah Hasil Penelitian Kuesioner Kinerja Pada Responden (Sis wa) Perolehan Skor Tiap Item (KUES IONER KINERJ A) No. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 1 2 5 5 4 4 4 4 4 4 5 5 3 4 5 4 5 5 4 5 5 5 5 4 2 4 5 5 5 5 4 5 5 5 2 2 4 2 3 4 5 4 4 5 5 4 4 4 4 5 4 5 5 4 5 4 4 5 3 2 5 5 5 5 4 5 5 5 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 5 5 4 5 5 4 5 5 4 5 4 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 4 5 4 5 5 5 5 5 4 4 3 3 5 4 4 5 5 5 5 4 5 auto education 3 4 5 2 2 2 3 4 5 5 1 4 3 3 3 4 4 5 4 5 4 4 4 4 4 5 4 4 4 5 4 5 4 5 5 4 3 4 1 4 4 4 3 5 5 4 5 4 4 4 5 5 5 5 3 5 2 5 4 3 5 5 5 5 4 5 5 4 5 3 5 2 4 5 2 3 1 5 1 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 4 4 4 5 5 5 5 5 5 5 5 5 3 5 4 5 5 4 5 5 3 3 5 1 5 3 2 5 5 5 5 2 5 2 5 4 5 5 5 4 5 4 4 2 2 5 4 5 5 5 5 5 5 5 1 5 4 5 5 4 5 5 4 3 4 4 5 2 4 5 5 5 5 3 5 6 2 2 1 4 5 5 4 4 4 5 5 5 4 3 5 4 5 3 5 5 4 4 4 3 2 1 5 5 5 4 5 5 5 7 2 4 5 3 4 4 4 5 4 5 4 2 4 5 4 5 5 5 2 5 5 5 3 4 4 5 5 5 5 4 5 5 5 8 2 5 3 3 4 5 4 4 4 4 5 2 4 4 5 4 5 4 4 5 4 5 2 5 4 5 5 5 5 4 5 5 5 menarik 9 10 2 2 4 5 2 1 3 3 4 4 4 5 4 5 5 4 4 4 5 5 5 4 4 2 4 4 3 2 4 5 4 5 5 5 2 3 3 1 5 5 5 4 5 4 4 5 2 4 1 2 5 5 5 5 5 5 5 5 4 4 5 5 5 5 5 5 11 1 4 2 3 4 4 4 5 4 5 5 1 4 5 4 4 5 4 3 5 5 4 4 1 3 5 5 5 5 4 5 5 5 12 1 5 3 5 4 5 4 4 5 5 4 5 4 4 5 5 5 5 5 5 4 4 2 2 5 5 5 5 5 4 5 5 5 3 5 4 5 5 5 5 5 3 4 2 5 4 2 5 5 5 5 5 2 5 1 4 4 5 5 4 5 5 4 4 1 3 5 2 5 5 5 5 5 5 5 3 4 4 5 5 5 5 5 4 4 5 4 5 3 4 5 5 5 5 3 5 2 4 4 5 5 5 5 5 4 3 4 2 5 4 4 5 4 5 5 4 5 1 5 5 5 5 5 5 5 4 4 3 4 5 4 4 5 5 5 5 5 5 3 4 5 5 5 4 5 5 4 2 4 4 2 5 5 5 5 5 5 4 5 4 4 5 5 5 4 5 5 4 3 2 5 5 1 4 5 4 5 5 4 5 bergradasi 13 14 1 1 4 5 4 1 3 4 4 2 4 5 4 5 5 4 4 4 4 5 5 4 3 4 4 4 5 4 4 5 5 5 4 5 3 4 3 4 5 5 5 4 3 5 5 3 3 4 1 4 5 5 5 5 5 5 5 5 4 4 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 4 4 4 4 1 1 3 4 4 5 5 5 5 5 5 4 4 5 5 5 4 2 2 5 4 5 2 3 4 5 5 5 5 5 4 5 15 1 4 5 3 4 4 4 4 5 4 5 3 4 4 4 4 5 5 3 5 5 5 5 5 2 5 5 5 5 4 5 5 5 16 1 2 1 4 4 5 4 5 4 4 4 1 4 5 5 4 5 2 5 5 4 4 4 2 1 1 5 5 5 4 5 5 5 3 5 5 5 5 5 5 5 5 5 3 2 4 5 4 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 4 3 5 2 5 5 4 2 5 4 5 5 4 5 5 3 5 auto correction 17 18 19 1 1 1 5 4 3 3 5 2 3 4 5 4 4 4 4 4 3 4 4 4 5 4 4 4 4 4 5 5 5 5 4 4 3 5 2 4 4 4 4 5 4 4 5 4 4 4 4 5 5 5 3 3 3 2 5 2 5 5 5 5 5 4 2 3 1 5 1 2 3 1 3 5 3 1 5 1 4 5 5 5 5 5 5 5 5 5 4 4 4 5 5 5 5 5 5 5 5 5 1 4 5 5 5 5 5 5 5 4 5 5 5 3 2 5 4 5 5 4 5 2 5 5 5 5 4 2 5 5 4 3 4 5 1 5 5 5 5 5 5 5 1 4 5 5 5 5 5 5 5 4 2 5 5 4 4 5 4 5 5 4 5 20 1 4 5 3 4 4 5 4 4 5 5 5 4 2 5 4 5 4 1 5 5 1 3 2 5 3 5 5 5 4 5 5 5 4 5 5 5 5 4 5 4 5 4 1 3 5 2 5 5 5 5 5 5 5

(313) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 293 No. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 21 5 5 2 3 4 4 4 4 4 5 4 4 4 5 4 4 5 3 3 5 5 4 4 1 3 5 5 5 5 4 5 5 5 5 5 5 4 5 5 5 5 4 4 2 4 3 4 4 5 5 4 5 4 5 kontekstual 22 23 24 5 5 5 4 4 4 5 2 3 3 4 5 4 4 5 5 3 4 4 4 5 5 4 4 4 5 4 5 5 4 5 4 4 2 1 5 4 4 4 4 4 5 5 4 5 4 5 4 5 5 5 4 5 2 4 5 5 5 5 5 5 4 5 3 3 3 5 3 5 2 1 2 1 4 5 5 1 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 4 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 4 5 2 5 5 5 4 5 4 4 4 4 5 5 5 4 5 5 2 5 4 3 5 5 4 4 4 5 3 5 3 4 5 5 3 5 3 3 5 2 5 4 2 5 4 5 5 5 5 4 5 4 4 4 5 5 5 5 3 5 5 5 5 life 25 5 4 2 4 4 4 4 1 4 5 5 3 4 4 4 4 5 5 4 5 4 4 4 1 1 3 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 4 5 4 4 5 4 4 3 5 5 2 2 5 5 4 5 4 5 26 5 4 5 3 4 4 4 2 4 5 4 5 4 5 5 4 5 4 2 5 5 3 5 2 3 5 5 5 5 5 5 5 5 4 5 4 4 5 4 5 5 4 3 5 4 5 3 4 5 5 4 5 1 5 27 5 4 1 4 4 5 5 5 4 5 4 4 4 4 4 4 5 3 1 5 5 4 5 3 3 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 4 5 5 5 5 4 4 3 3 5 3 5 5 5 4 5 5 5 28 5 4 5 3 4 4 4 4 4 5 5 5 5 5 5 4 5 2 3 5 5 4 1 4 5 4 5 5 5 4 5 5 5 2 5 4 4 5 5 4 5 4 4 4 4 5 2 3 5 5 4 5 5 5 29 5 4 3 3 4 4 5 4 4 5 4 1 5 4 4 4 5 5 4 5 5 4 2 5 2 4 5 5 5 5 5 5 5 4 5 5 4 5 2 4 5 4 5 5 1 5 2 5 5 5 4 5 4 5 30 5 4 5 3 4 5 4 2 4 5 4 5 5 5 5 4 5 3 5 5 5 4 5 1 3 5 5 5 5 4 5 5 5 1 5 4 4 5 3 5 5 4 3 3 5 5 3 4 5 5 4 5 5 5 31 3 5 2 3 4 4 4 5 4 5 5 5 5 4 5 4 5 2 2 5 5 5 5 1 4 5 5 5 5 4 5 5 5 1 4 4 5 5 4 5 5 5 5 3 4 3 4 4 5 5 3 5 5 5 32 3 5 3 3 4 5 4 3 4 5 4 1 4 5 4 4 5 3 4 5 4 5 4 2 2 5 5 5 5 4 5 5 5 3 4 5 5 5 5 5 5 5 4 5 5 3 1 5 5 5 3 5 4 5 33 3 5 4 4 4 4 4 5 4 4 5 5 4 4 5 4 5 4 3 5 5 5 3 3 5 5 5 5 5 4 5 5 5 3 4 4 5 5 5 4 5 5 5 3 3 5 3 3 5 5 3 5 5 5 workman ship 34 35 3 3 5 5 2 5 3 4 4 4 4 4 5 4 5 4 4 4 5 5 4 5 1 1 5 4 5 4 4 4 5 4 5 5 5 2 4 4 5 5 5 4 5 5 5 2 1 3 1 5 5 5 5 5 5 5 5 5 4 4 5 5 5 5 5 5 5 2 5 5 5 4 5 5 5 5 4 5 5 4 5 5 5 5 4 5 1 2 4 3 5 5 2 2 5 4 5 5 5 5 3 3 5 5 4 5 5 5 36 3 5 5 3 4 4 5 4 4 5 4 5 5 3 5 4 5 2 3 5 5 5 4 4 2 5 5 5 5 4 5 5 5 5 5 5 5 5 3 5 5 5 4 3 5 5 3 3 5 5 3 5 4 5 37 3 5 1 3 4 4 4 2 4 5 5 1 2 1 4 4 5 4 2 5 5 5 2 4 3 5 5 5 5 4 5 5 5 4 4 4 5 5 4 4 5 5 5 4 4 5 4 4 5 5 3 5 5 5 total 101 157 115 127 149 158 156 150 153 177 166 116 152 152 166 157 184 130 127 185 172 149 135 100 110 158 185 185 185 154 185 185 185 117 173 167 175 184 161 167 175 160 149 121 133 166 115 151 185 179 161 185 154 185

(314) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 294 Lampiran 20 Data Mentah Hasil Kuesioner Kepentingan Pada Responden (Siswa) auto education menarik auto correction bergradasi No. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 1 4 5 2 4 5 2 5 5 4 4 5 4 4 4 4 4 4 4 4 4 2 4 5 2 4 4 2 5 4 4 3 2 4 4 5 4 2 4 5 2 4 3 5 1 3 5 4 4 5 3 5 5 3 4 4 1 5 3 3 4 3 3 4 3 3 4 4 5 1 4 5 5 4 5 1 3 3 3 3 4 3 5 1 5 4 4 5 4 4 4 4 4 5 2 4 4 5 2 5 4 4 4 4 4 6 4 5 2 4 4 5 5 4 5 4 2 4 4 5 4 2 4 5 2 4 7 4 4 5 4 4 4 4 5 5 4 4 4 5 4 4 4 5 5 5 2 8 4 3 2 5 5 2 3 1 5 4 5 2 1 4 4 1 2 5 1 4 9 4 4 4 4 4 5 4 4 4 4 5 4 5 4 4 5 4 4 4 5 10 5 5 4 5 5 5 5 5 5 5 5 5 4 5 5 5 5 5 5 5 11 4 4 5 4 4 5 4 5 4 4 5 4 5 5 5 4 4 5 4 5 12 5 5 4 5 5 4 2 4 1 5 1 5 1 5 1 4 3 2 3 4 13 4 5 2 4 4 2 4 4 5 2 5 2 4 2 4 1 4 5 2 5 14 4 4 5 1 4 5 3 4 5 2 5 4 5 5 4 5 4 4 5 4 15 4 4 5 4 5 4 5 5 4 5 4 5 4 5 4 5 5 4 5 5 16 4 4 5 4 4 4 4 4 4 4 4 5 4 5 4 4 4 4 4 4 17 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 18 4 3 5 5 3 4 5 4 4 5 5 4 3 2 4 5 3 2 4 3 19 4 4 3 5 4 2 5 5 4 2 3 4 4 5 2 1 2 5 1 3 20 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 21 5 5 5 4 5 4 4 5 5 4 5 4 5 4 5 5 4 5 4 5 22 4 4 3 5 4 2 5 5 4 2 3 4 4 5 2 1 2 5 1 3 23 5 4 3 2 5 4 3 4 5 4 4 5 1 4 5 2 3 5 5 4 24 5 5 4 3 2 1 4 2 4 1 1 3 2 2 3 2 3 5 2 4 25 5 4 3 4 3 2 5 1 4 1 2 4 2 2 1 5 3 5 4 2 26 5 5 1 4 4 1 5 5 5 3 5 5 1 5 5 1 5 5 1 5 27 5 5 4 5 5 5 5 4 4 5 5 4 4 5 4 5 4 5 4 5 28 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 29 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 30 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 4 5 4 5 5 31 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 32 5 4 5 5 4 1 4 5 5 4 5 5 5 4 5 4 5 4 5 4 33 4 5 5 4 5 4 5 5 4 5 4 5 4 5 4 5 4 5 4 5 34 5 4 3 4 5 4 1 4 5 2 5 4 5 5 5 1 3 4 3 4 35 5 4 5 4 5 4 4 5 4 5 5 4 5 4 5 4 4 5 5 4 36 4 5 2 4 4 5 4 3 4 5 4 5 4 3 4 5 4 3 4 5 37 4 4 3 5 4 3 4 5 4 4 4 5 3 5 4 4 3 4 5 3 38 5 5 5 5 4 5 4 5 5 4 5 5 4 5 5 1 5 5 5 4 39 5 5 4 5 4 5 4 5 5 4 5 4 5 4 5 1 5 4 3 4 40 5 5 2 5 5 5 5 4 5 5 4 2 2 2 5 2 4 5 5 4 41 5 5 2 5 5 5 5 4 5 5 5 2 2 2 5 3 5 5 5 4 42 5 4 2 3 4 2 5 5 4 2 4 4 4 3 3 4 4 4 4 4 43 5 4 5 4 3 4 5 4 5 4 5 4 3 5 5 5 4 4 5 5 44 5 4 3 5 4 5 2 5 4 3 4 5 3 2 5 3 5 4 2 5 45 5 4 3 2 3 5 5 3 3 2 4 5 3 4 1 5 5 4 3 1 46 5 4 5 5 5 5 5 5 5 4 5 5 5 5 5 4 4 4 5 5 47 5 4 2 2 5 5 3 5 3 4 4 5 4 4 4 4 3 4 5 3 48 5 4 2 5 5 4 2 5 4 3 4 5 4 5 4 4 2 5 4 3 49 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 4 3 4 4 4 4 3 3 5 50 5 5 5 5 5 5 4 4 5 4 4 5 4 4 5 5 4 5 5 5 51 5 5 5 5 3 4 5 4 3 4 4 5 4 4 5 5 4 4 5 5 52 5 5 5 5 4 4 4 5 4 5 5 4 5 4 5 1 1 5 1 1 53 5 4 2 5 5 2 4 5 4 2 5 4 3 5 4 5 4 3 5 4 54 4 5 4 5 5 4 5 5 4 5 5 4 5 4 5 1 1 5 5 1

(315) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 295 life kontekstual No workman ship Total 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 3 3 3 3 3 3 143 1 5 4 5 4 4 5 4 5 4 5 4 5 4 5 4 5 4 151 2 4 5 1 4 5 1 3 5 1 3 5 5 5 5 5 5 5 143 3 3 3 4 5 3 3 3 3 3 3 3 4 5 4 3 4 3 132 4 4 4 4 4 4 5 4 4 5 4 4 4 4 4 4 5 4 156 5 5 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 5 4 5 4 5 5 157 6 4 4 4 4 4 4 5 4 5 4 4 4 4 4 4 5 4 163 7 5 3 1 1 4 4 5 5 4 3 5 3 1 5 4 3 1 128 8 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 162 9 5 5 4 5 4 5 5 5 5 5 5 5 4 5 5 5 5 190 10 5 4 5 5 4 5 5 4 5 5 5 4 5 5 5 4 5 180 11 3 4 3 4 2 3 4 2 3 3 1 2 4 2 4 2 5 132 12 4 4 5 4 4 4 4 2 4 3 4 4 4 4 4 4 4 149 13 5 4 5 5 4 5 4 3 5 3 5 4 3 4 4 5 4 168 14 4 5 4 4 5 4 4 5 4 5 4 5 4 5 4 5 4 181 15 4 5 4 4 4 5 4 4 4 5 4 5 4 4 4 5 4 172 16 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 202 17 3 4 5 3 4 5 4 3 2 3 3 2 4 5 2 3 4 154 18 4 3 4 2 4 3 5 3 4 5 5 5 5 5 4 4 5 157 19 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 205 20 5 4 5 5 5 4 5 4 5 4 4 5 5 4 5 5 4 191 21 4 3 4 2 4 3 5 3 4 5 5 5 5 5 4 4 5 160 22 4 5 3 4 5 3 5 2 3 4 3 4 5 4 3 5 5 167 23 1 2 3 5 4 2 1 5 2 2 1 2 3 4 5 1 3 128 24 2 4 1 4 1 5 2 4 1 3 5 1 4 4 2 1 4 135 25 5 5 5 5 5 1 5 5 5 5 5 1 5 5 5 1 5 175 26 5 4 5 4 5 4 5 4 5 4 5 4 5 4 5 4 5 196 27 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 213 28 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 214 29 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 213 30 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 216 31 5 4 5 5 4 5 4 5 4 5 5 4 5 4 5 4 5 198 32 5 4 5 4 5 4 5 4 5 4 5 4 5 4 5 4 5 173 33 4 5 2 4 5 1 2 4 3 4 1 4 5 4 3 4 5 170 34 5 4 5 4 5 4 5 5 4 4 4 4 5 5 4 5 4 201 35 4 4 4 5 4 4 5 3 4 5 4 3 4 5 4 4 2 185 36 5 4 4 5 5 4 5 4 4 5 4 5 4 3 3 4 5 190 37 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 214 38 5 4 5 4 5 4 5 3 5 4 5 5 4 5 3 4 5 200 39 5 5 4 5 4 5 5 4 5 4 4 4 5 2 4 4 5 195 40 5 5 4 5 4 5 5 5 5 5 4 4 5 2 5 5 5 203 41 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 4 5 5 5 4 5 5 199 42 5 4 5 5 4 4 5 4 3 5 5 4 4 5 3 4 5 205 43 5 3 2 4 5 1 4 3 2 1 4 5 3 1 5 4 2 176 44 4 1 2 5 4 3 4 4 2 5 4 3 1 4 4 1 5 171 45 5 4 5 5 5 4 4 5 4 5 4 5 5 5 5 4 5 220 46 5 1 2 3 5 3 3 4 3 4 1 4 2 3 3 3 4 178 47 5 3 4 4 5 4 5 4 2 5 5 5 4 5 2 5 5 199 48 5 5 5 5 4 5 4 3 4 5 5 5 5 5 5 5 5 218 49 5 5 4 5 5 4 5 5 4 5 4 4 4 5 5 5 5 222 50 4 5 4 5 2 3 5 4 4 5 1 3 4 5 3 4 4 204 51 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 215 52 5 4 5 4 3 5 3 2 3 5 4 5 3 5 4 5 4 202 53 5 5 5 5 4 5 4 5 4 4 5 4 5 5 5 4 5 215 54 5 5 5 5 4 5 4 5 4 4 5 4 5 5 5 4 5 215

(316) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 296 Lampiran 21 Data Mentah Hasil Kuesioner Kinerja Pada Responden (Guru) auto education No. menarik auto correction bergradasi 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 1 4 5 4 5 5 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 5 5 5 5 4 2 5 4 4 4 4 5 4 4 4 4 5 4 4 4 4 5 5 5 5 4 life kontekstual workman ship total No. 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 1 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 5 5 4 5 5 4 4 159 2 4 4 4 3 5 4 4 5 5 5 4 4 5 5 5 4 4 161

(317) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 297 Lampiran 22 Data Mentah Hasil Kuesioner Kepentingan Pada Responden (Guru) auto education menarik No. auto correction bergradasi 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 1 4 4 4 4 4 3 5 5 5 4 4 4 4 4 4 5 5 5 4 4 2 5 4 4 4 5 4 4 4 4 4 5 4 5 4 4 5 5 5 5 4 Life Kontekstual No. Workmanship Total 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 1 5 4 5 4 4 5 4 5 4 4 5 4 4 5 5 4 5 161 2 4 5 5 4 5 5 5 5 5 5 4 4 4 5 5 5 4 167

(318)

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

RISET PASAR ALAT PERAGA EDUKATIF BERBASIS METODE MONTESSORI UNTUK ANAK USIA DINI RISET PASAR ALAT PERAGA EDUKATIF BERBASIS METODE MONTESSORI UNTUK ANAK USIA DINI.
0
7
19
BAB 1 PENDAHULUAN RISET PASAR ALAT PERAGA EDUKATIF BERBASIS METODE MONTESSORI UNTUK ANAK USIA DINI.
0
4
6
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA DAN DASAR TEORI RISET PASAR ALAT PERAGA EDUKATIF BERBASIS METODE MONTESSORI UNTUK ANAK USIA DINI.
0
6
33
BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN RISET PASAR ALAT PERAGA EDUKATIF BERBASIS METODE MONTESSORI UNTUK ANAK USIA DINI.
0
3
7
BAB 4 DATA RISET PASAR ALAT PERAGA EDUKATIF BERBASIS METODE MONTESSORI UNTUK ANAK USIA DINI.
1
5
20
BAB 5 ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN RISET PASAR ALAT PERAGA EDUKATIF BERBASIS METODE MONTESSORI UNTUK ANAK USIA DINI.
0
9
67
BAB 6 KESIMPULAN DAN SARAN RISET PASAR ALAT PERAGA EDUKATIF BERBASIS METODE MONTESSORI UNTUK ANAK USIA DINI.
0
3
9
PENINGKATAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MELALUI PENGGUNAAN ALAT PERAGA MEQIP SISWA PENINGKATAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MELALUI PENGGUNAAN ALAT PERAGA MEQIP SISWA KELAS IV SD NEGERI 02 DAGEN KECAMATAN JATEN TAHUN 2010/2011.
0
0
14
ALAT PERAGA MATEMATIKA LONCAT KATAK DAN
0
2
21
PENGGUNAAN ALAT PERAGA DALAM MATEMATIKA
0
0
7
ALAT PERAGA MATEMATIKA SEDERHANA ALAT PERAGA MATEMATIKA SEDERHANA
0
0
11
TINGKAT KEPUASAN SISWA DAN GURU TERHADAP PENGGUNAAN ALAT PERAGA MATEMATIKA BERBASIS METODE MONTESSORI
0
2
264
PERBEDAAN PRESTASI BELAJAR SISWA ATAS PENGGUNAAN ALAT PERAGA MATEMATIKA BERBASIS METODE MONTESSORI SKRIPSI
0
0
275
PERSEPSI GURU DAN SISWA TERHADAP ALAT PERAGA UNTUK PERTUKARAN DAN PENGELOMPOKAN BERBASIS METODE MONTESSORI SKRIPSI
0
0
183
PERSEPSI GURU DAN SISWA TERHADAP ALAT PERAGA BILANGAN BULAT BERBASIS METODE MONTESSORI SKRIPSI
0
1
210
Show more